Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

KAMIS, 28 JANUARI 2010

Saat Massa Demo, Kopassus Berlatih di Monas

INDEKS RAIHLAH citacitamu setinggi langit. Seperti yang diungkapkan Nora, siswi kelas IX D SMPN 2 Talang. Apa cita-citanya? Baca di suplemen Kreasi.

Sipir dan Polisi Buru Napi Kabur HAL. KABUPATEN TEGAL

Pemerintah Minta Unjuk Rasa Berlangsung Damai

KBM Terpaksa dengan Lesehan HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Suami Istri Tewas Tenggelam HAL. PEMALANG

APA MANING... UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

USIR SETAN - Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, kemarin. Mereka melakukan ritual pengusiran setan agar pemerintahan di Indonesia terbebas dari hal-hal negatif seperti korupsi.

JAKARTA - Demo memperingati seratus hari pemerintahan SBYBoediono direspons serius oleh pemerintah. Kemarin, Menko Polhukam Djoko Suyanto memanggil Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso ke kantornya. Mereka mengantisipasi agar unjuk rasa yang diperkirakan diikuti ke hal 7 kol 1

Istana Salahkan Susno Testimoni Susno Buka Pintu Pemakzulan Boediono ABIDIN ABROR/RATEG

LUKA PARAH - Kedua pelajar SMKN 1 Brebes yang mengalami kecelakaan dilarikan ke RSI Harapan Anda Tegal.

Dihantam Sinar Jaya, Dua Pelajar SMK Kritis TEGAL - Insiden kecelakaan antara bus dan sepeda motor terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo Margadana, Rabu (27/1), sekitar pukul 16.00 WIB. Korbannya, Sahban (17), warga RT 12 RW 2 Desa Dumeling Wanasari, dan korban satunya, Novita (16), warga RT 02 RW 06 Kelurahan Pasar Batang Kecamatan Brebes. Akibat kecelakaan tersebut, kedua korban yang merupakan pelajar SMK itu mengalami luka cukup serius dan kritis. Dari informasi lapangan, kejadian berawal saat motor Honda G 5423 ZF, yang ditumpangi kedua korban melaju dari arah barat menuju Kota Tegal. Di belakangnya melaju cepat Bus Sinar Jaya. Entah bagaimana persisnya, dan tanpa disangka Bus Sinar Jaya menabrak sepeda motor di depannya. Akibat benturan dari arah belakang, kedua korban bersama sepeda motornya langsung terpental. “Saya tahunya sepeda motor itu ditabrak dari arah belakang,” tutur pedagang warung makan, Sri Maryati (30), saat ditemui di lokasi kejadian. Dia dibantu warga sekitar segera menolong korban yang mengalami luka cukup serius. Saat itu warga sempat panik dan bingung menyelamatkan kedua korban itu. Beruntung, petugas Sat Lantas Polresta Tegal yang tengah patroli langsung melakukan pertolongan. Termasuk dari anggota Polsek Sumurpanggang, yang cepat tiba di lokasi kejadian. ke hal 7 kol 4

SEMOK

Maia Estianty Ultah Kurang Sempurna USIA Maia Estianty bertambah. Dia merayakan ultahnya yang ke-34 tersebut bersama keluarga dan 50 anak yatim dari Al Salafi di restoran baru miliknya, Sti-Q, Bogor, Jawa Barat, kemarin (27/1). Hanya, di hari bahagia penyanyi sekaligus pencipta lagu itu, tidak ada ketiga anaknya, Al, El, dan Dul. “Belum sempurna rasanya tanpa kehadiran Al, El, dan Dul. Tapi, dengan dirayakan bersama anak-anak yatim, itu sama saja. Semoga saya masih diberi rezeki dan kesehatan,” harap mantan istri musikus Ahmad Dhani tersebut. (gen/ayi)

Nok Slentik Istana Salahkan Susno * Susno dadi lakon terus! Sipir dan Polisi Buru Napi Kabur * Kaya nang film, lakon kalah ndisit!

CMYK

JAKARTA – Wakil Presiden Boediono membantah telah mengintervensi Polri agar menghentikan atau meneruskan kasus hukum, terutama pengusutan terhadap kasus korupsi di Bank Century. Boediono menilai penghentian penyidikan kasus tersebut sepenuhnya

inisiatif penyidik sehingga mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duaji bertanggung jawab atas penghentian kasus tersebut. “Perlu ditegaskan, tidak ada intervensi atau tekanan dari siapa pun pada Pak Susno untuk menghentikan atau meneruskan proses hukum atas kasus apa pun. Silakan dicek ke Pak Susno,” ujar Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat di Kantor Wapres kemarin ((27/1). Karena penghentian penyidikan ke hal 7 kol 4

Sriwijaya Tergelincir, 120 Penumpang dan 6 Bayi Selamat

Perlu Konfrontasi Kapolri dengan Susno

TANGERANG - Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737 PK-CJA nomor penerbangan SJ-020 rute Jakarta - Padang keluar dari landasan pacu 07 Terminal 2 D Bandara Soekarno Hatta, saat hendak mendarat. Selama dua jam, landasan pacu 07 tidak bisa dioperasikan guna mengevakuasi pesawat. Berdasar data yang dihimpun INDOPOS, pesawat tujuan Padang, Sumatera Barat ini take off pukul 12.35 WIB. Sesaat di udara, Pilot, Kapten Doni Nazir, melihat ada indikator pesawat yang menyala. Karenanya, diputuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta. Pesawat yang membawa 120 penumpang ini sempat mengudara sekitar 20 menit. Saat mendarat di landasan 07, diduga pesawat mengalami crush wind atau benturan udara. Inilah dugaan sementara yang menyebabkan pesawat keluar dari landasan pacu sejauh setengah meter.

PERLUNYA konfrontasi antara Kapolri dengan Susno atas testimoninya terus disuarakan. Anggota Fraksi PDI Perjuangan Pansus Century Maruarar Sirait menyatakan, testimoni Susno sangat krusial untuk diklarifikasi. Pansus perlu mengetahui apakah Kapolri juga mengetahui bahwa Boediono saat itu sengaja untuk tidak diperiksa. “Ini perlu diklarifikasi apa benar sepeperti itu. Kita undang Susno kita undang Kapolri. Kalau mau terang benderang,” kata Maruarar di gedung DPR, kemarin. Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, Pansus dapat merunut fakta dibalik testimoni itu. Tertimoni tersebut tidak bisa diremehkan. Sebab, sangat gamblang alasan Susno dalam testimoninya. Bahwa pemeriksaan kepada Boediono tidak dilakukan karena akan menjabat

ADRIANTO/INDOPOS

EVAKUASI - Proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Padang yang tergelincir saat landing di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (27/1).

Humas Sriwijaya Air Ruth Hana Simatupang kepada INDOPOS mengatakan, tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Kondisi pesawat juga dalam keadaan baik pasca

keluar dari landasan pacu sejauh setengah meter. Seluruh penumpang yang berada didalam pesawat termasuk kru, diceritakan oleh Ruth, ke hal 7 kol 1

sebagai Wapres. “Mari kita service masyarakat, yang susah kita buat jadi gampang,” kata Ara. Selain mengundang Kapolri, pansus juga perlu memanggil nasabah Bank Century dengan pihak yang terkait seperti Bapepam LK, manajemen Bank Century, manajemen bank Mutiara, dan LPS. Sehingga, harapan masyarakat agar semua kasus terang-benderang dan terbuka bisa terpenuhi. Salah satunya mengenai permasalahan yang muncul di Pansus Angket Century. “Kalau disurvei masyarakat, pasti semua hal bisa terbuka,” kata Ara. Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan, fraksinya juga sudah memiliki pandangan terkait hasil pemeriksaan Pansus Century. Berdasarkan data dan ke hal 7 kol 1

Komisi X Terpecah Soal Unas

Tujuh Fraksi Setuju Dilaksanakan, Dua Menolak Perdebatan masalah ujian nasional (unas) meruncing di kalangan legislatif. Puncaknya, saat rapat komisi, kemarin (28/1). TUJUH dari sembilan fraksi di komisi X sepakat agar unas tetap lanjut. Sedangkan, dua fraksi, PDIP dan PKS menyatakan menolak pelaksanaan salah satu ujian penentu kelulusan tersebut. Dengan disepakatinya pelaksanaan unas oleh tujuh fraksi, komisi X berjanji segera mencairkan anggaran unas. Rully Chairul Azwar dari Golkar

mengatakan, kendati tujuh fraksi setuju terhadap pelaksanaan unas, namun ada beberapa catatan yang harus dilaksanakan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Pertama, memperkuat pelaksanaan unas agar tidak terjadi kebocoran soal dan kecurangan. ”Tiap simpul harus diawasi,” terangnya usai rapat tertutup komisi X, kemarin. Kedua, Kemendiknas harus memberi pertanggung-jawaban yang jelas soal pengawasan diberbagai daerah. Untuk itu, kata dia, Mendiknas wajib menunjuk penanggung jawab di tiap lini untuk pengawasan unas. Sehing-

ga, jika terjadi kebocoran, pihak yang bertanggung jawab jelas. ”Harus ada sistem reward dan punishment. Kalau ada daerah yang bersih dari kecurangan juga bisa diberi penghargaan,” jelasnya. Sistem tersebut dinilai komisi X penting agar pelaksanaan unas tahun ini lebih jujur dan kredibel. Untuk itu, kata Rully, harus ada pengawasan yang berlapis dari gubernur—bupati/wali kota hingga kepala sekolah. ”Penanggung jawabnya jelas. Di tiap tingkatan, ada yang mengontrol,” jelasnya. Ketiga, harus ada formulasi baru ke hal 7 kol 4

DOK.RATEG

UNAS - Sejumlah siswa tengah menggarap soal Unas tahun lalu.


WACANA

2

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Gejolak Harga Pangan Daerah Jadi ABG Genit

Oleh: Toto Subandriyo

Oleh: Muh. Abduh DUA hari sebelum aksi mahasiswa di istana dilaksanakan, Presiden SBY berkesempatan meresmikan jalan tol KanciPejagan. Ndean bae, sengaja diresmikan saat itu untuk mempermudah para mahasiswa yang akan demo ke Jakarta. Biar lancar menyuarakan tuntutannya. Mau didemo saja, memberi fasilitas yang bagus untuk pendemo. “Kueh, apa ora luar biasa?” celetuk Ayin. Ayin yang PNS ini ikut melihat dan merasakan bagaimana halusnya jalan tol baru itu. Setidaknya ia bisa merasakan lewat tayangan TV yang menyiarkan acara peresmian jalan tol oleh SBY. Hari itu, pimpinannya juga pergi mengikuti seremoni peresmian tol. Maka jangan heran, kalau hari itu juga menjadi lebih santai dibanding harihari sebelumnya, yang biasanya agak santai. Bener-bener merdeka. Ayin bisa slonjor dengan kaki ditangkringkan ke tangan kursi panjang yang ada di kantornya. Lalu, jemarinya asik mainkan HP, mungkin membuat status di facebook. Mungkin statusnya berbunyi: enaknya jadi PNS!. Lalu, matanya terpejam dengan sukses. Ia pun tak lagi tahu berapa anggaran tol itu, berapa tarif masuk tol, dan apa harapan SBY. Apalagi berpikir soal dampak pembangunan tol, soal pembebasan lahan yang hanya memberikan sedikit ganti rugi kepada pemilik, soal petani penggarap dimiskinkan sebab kehilangan mata pencaharian dan menjadi calon kaum urban. Jangan harap ada terlintas pertanyaan dimana kehadiran tol trans-Jawa bisa menyejahterakan masyarakat? Jangan harap ada peduli terhadap usaha nonformal seperti warung makan yang menghadapi kematian. “Kon mikir sing kaya kue? Ngaca o, awake dewek mung pegawai cilik,” kata Ayin, saat diajak diskusi oleh rekannya sebelum tidur pulas di kursi kantor. Wis pan poran, biarlah Ayin tidur pulas. Kembali ke soal tol. Pembangunan tol Kanci-Pejagan, dan disusul tol Pejagan-Pemalang, pasti banyak membawa dampak. Baiklah, tokh akhirnya jalan tol diresmikan, ambil sisi positifnya. Dari kelancaran transportasi, jelas dapat memecahkan masalah kemacetan yang biasa terjadi di jalur Pantura. Perjalanan ke bolak balik Jakarta akan lebih cepat. Mungkin, mulai hari ini atau besok, para pemilik warteg akan semakin gejlek pulang kampung. Tilik rumahnya yang sudah magrong-magrong dan ditinggal sepi. Wong Talang akan memudah kirim barang ke Jakarta dengan cepat. Truk-truk pengangkut sayur dari Bojong akan cepat masuk jakarta, sebelum sayur layu. Mungkin juga para pembantu rumah tangga semakin senang ngasab di Jakarta daripada di daerah sekitar. Pokoke jakartanan terus. Sing dadi juragan gubugan, tak gugup mruput ke cirebon karena takut kebagian barang. Termasuk sing pan demo ke Jakarta juga bisa lancar sampai istana. “Kue tah karuan. Tapi apa ya ora dipikirna upaya meminimalisasi dampak negatif jalan tol bagi kota yang dilewati. Sing wis pada wedi usahane mati kie akeh!” Mereka was-was sungguh sangat wajar. Bukankah selama puluhan tahun, mereka merasakan jalur utama pantura punya nilai strategis secara ekonomi. Jalur utama pantura tak pernah sepi. Tidak hujan, tidak juga kemarau panjang, tidak siang, tidak juga malam. Sepanjang hari, volume arus lalu lintas tetap tinggi. Lalu ketika ruas tol Kanci-Pejagan hadir, mereka merasakan nilai strategis jalur pantura terancam pudar. Tapi apakah lalu menyerah begitu saja, saat tol sudah dihadirkan dengan sukses? “Jangan menyerah. Ini tantangan bro!” begitu kata ABG yang suka menghadapi tantangan. Pemkab jangan berpangku tangan. Harus mendorong masyarakat dengan menghidupkan sentra-sentra perekonomian sesuai dengan potensi yang ada. Keberadaan tol mesti jadi tantangan sekaligus peluang. Sejak dini, Pemkab dan juga pemerintah pusat bisa mengantisipasi supaya pesisir utara tidak menjadi “kawasan mati” lantaran beroperasinya tol Kanci-Pejagan. Anggota dewan, pejabat dan rakyat harus bekerja keras dan cerdas agar daerahnya menjadi ABG genit yang dilirik siapapun yang lewat dan lihat. “Ente bisa ora? Bagaimana bisa, kerjane be santai trus sokan ngorok nang kursi!” Ayin masih tertidur pulas di kursi kantor dinas. Tak peduli beberapa pejabat dan pimpinannya pulang dari peresmian jalan tol. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

MEROKETNYA harga komoditas pangan beberapa waktu terakhir ini mengingatkan kita terhadap peringatan yang pernah disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) serta Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) beberapa waktu lalu. Peringatan tersebut secara eksplisit dituangkan dalam laporan bertajuk OECDFAO Agricultural Outlook 2007-2016. Laporan itu menyebutkan, dalam waktu sepuluh tahun ke depan akan terjadi perubahan permanen terhadap struktur perdagangan komoditas pangan dunia. Menurut Direktur Jenderal FAO Dr Jacques Diouf, kondisi tersebut merupakan resultan naiknya permintaan pangan, pesatnya pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di negaranegara emerging countries (Brazil, India, dan Tiongkok), terjadinya perebutan bahan pangan untuk pengembangan biofuel, serta turunnya pasokan komoditas pangan akibat pengaruh perubahan iklim (utamanya banjir dan kekeringan). Saat ini dunia memasuki harga keseimbangan baru komoditas pangan. Dunia sudah mengucapkan sayonara terhadap kebijakan pangan murah. Untuk komoditas gula, misalnya, saat ini rasanya mustahil dapat mengembalikan harga eceran pada tingkat semula di kisaran Rp 6.000-Rp 7.000 per kilogram. Harga keseimbangan baru akan berkisar pada Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram. Kini kenaikan harga gula di pasar internasional menembus level tertinggi selama 28 tahun

Kita dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa yang menimpa Uni Soviet. Benihbenih disintegrasi telah membuat bangunan kukuh negara superpower tersebut hancur berkeping-keping. Semua itu dipicu rapuhnya ketahanan pangan negara akibat jauh terperangkap jebakan pangan (food trap) yang dipasang negara-negara Barat. Karena itu, sudah saatnya kita tegakkan ketahanan pangan bangsa ini di atas kemampuan sendiri. Sungguh terlalu berat ongkos sosial politiknya jika kita membiarkan gejolak harga pangan akhir-akhir ini menjadi bola liar.

terakhir sejak 1981. Harga gula untuk pengiriman Maret 2010 di bursa berjangka New York Board of Trade (NYBOT) tercatat USD 26,76 sen per pon. Sementara itu, di bursa berjangka London, harganya telah mencapai 694,5 pound sterling per ton. Perubahan struktur perdagangan komoditas pertanian di pasar dunia saat ini memunculkan beberapa pertanyaan besar, apakah kita akan tetap mengabaikan sektor pertanian yang merupakan sumber hidup utama bangsa ini? Apakah kita tetap akan abai terhadap sektor yang telah berkali-kali teruji sebagai “pemadam kebakaran” saat krisis multidimensi melanda negeri ini? PELAJARAN BERHARGA Setidaknya, ada dua pelajaran yang dapat dipetik dari

perubahan mendasar struktur perdagangan komoditas pangan dunia itu. Pertama, harga keseimbangan baru yang sangat tinggi bagi komoditas pangan menunjukkan kepada kita akan pentingnya posisi komoditas pangan saat ini. Komoditas pangan telah menjadi komoditas emas baru yang akan selalu diburu. Sebagai negara gemah ripah loh jinawi, kondisi itu merupakan peluang bangsa Indonesia dan menjadikannya sebagai strarting point bagi kebangkitan agroindustri dan agrobisnis dalam negeri. Para pakar ekonomi pertanian yakin bahwa insentif harga jual yang tinggi terhadap komoditas pertanian bakal berpengaruh secara signifikan terhadap kegairahan petani dalam meningkatkan

produksi. Momentum itu menjadi suntikan energi baru yang sangat berharga bagi pencapaian swasembada beberapa komoditas pangan yang diupayakan, seperti daging dan gula. Termasuk juga mempert a h a n k a n s w a s e m b a d a berkelanjutan komoditas beras dan jagung. Pada era ’60-an bangsa ini tercatat sebagai eksporter gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. Pada 1930 di bawah kendali Belanda, produksi gula Pulau Jawa mencapai 3 juta ton. Harga jual komoditas gula yang sangat tinggi di pasar dunia saat ini dapat dijadikan sebagai awal kebangkitan agroindustri gula di tanah air. Jangan sampai peluang yang sangat baik itu hanya menjadi “gula-gula” yang tidak dapat dinikmati para petani kita. Pelajaran kedua, tingginya harga komoditas pangan di pasar dunia saat ini merupakan peringatan serius terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab, hingga kini Indonesia masih tercatat sebagai negara importer utama beberapa komoditas pangan, mulai kedelai, gula, terigu, hingga garam. Setiap tahun devisa republik ini terkuras tidak kurang dari Rp 50 triliun untuk impor bahan pangan. Angka itu sungguh fantastis kare n a m e l a m p a u i t o t a l a n g garan sektor pertanian pada 2009, yang hanya Rp 40 triliun. Rata-rata APBD kabupaten/kota di Indonesia saat ini kurang dari Rp 1 triliun per tahun. Bagaimanapun, FAO pernah mengingatkan bahwa negara berpenduduk lebih dari 100 juta

Cobalah Menengok ke Belakang ASS, untuk rekan Forgusta, cobalah menengok kebelakang dulu saat nasib guru wiyata di sekolah negeri “kurang”diperhatikan. Hanya segelintir orang yang mau ngarya di sekolah negeri, kebanyakan memilih ngabdi di sekolah swasta yang bernaung di bawah bendera yayasan. Dengan dalih ngarya di swasta lebih besar pendapatannya daripada di sekolah negeri. Karena semakin banyak murid semakin banyak pula yayasan memberikan honor ke guru. Tetapi sekarang semua berubah, ketika pemerintah mulai memperhatikan guru-guru yang ngabdi pada negara, mulai ada pengangkatan menjadi PNS, guru-guru yang dulu bernaung di bawah bendera yayasan ingin diperlakukan sama. Maaf jika rekan-rekan Forgusta ada yang teringat masa lalu dengan sms saya. Jujur dari kecil saya lahir di Kab. Tegal sampai sekarang baru mengalami yang namanya demo besar-besaran dan ironisnya pendemo adalah para guru yang seharusnya di Gugu dan DitiRU, menjadi suri tauladan bagi anak didiknya. Ini malah muridnya diajak demo saat KBM berlangsung. Kalau ada masalah, monggo dirembug dengan baik, utarakan permasalahan anda-anda semua pada pengurus yayasan yang dulu merekomendasikan anda menjadi guru di sekolahnya. Wis yuh sedulur mari kita kembalikan citra Kab Tegal yang aman dan kondusif seperti dulu. Nggo bocah wiyata, ora sah macemmacem, kuwe SKne diwaca maning mbokan kurang jelas. Wassalam . 085642862xxx

Gak Mau Pindah ASS.. Kepada Kadinas Pengairan Kab Brebes, pendataan rudin yang dihuni orang sudah purna tugas lama kok gak mau pindah, yang ada di jalan Sultan Agung sebelah selatan masjid Darussalam Brebes. 085286533xxx

Gili Rusak ENYONG tah heran, dongene pada maca Koran belih, gili Dawung-Mejasem rusak parah, akeh jeglogane ka jorna bae, arane aku sebagai warga bisane ngresula tok. Tolong len Pak Bupati/ dinas terkait. Diurusi matur nuwun. 085642506xxx

Dipotong Ya Ora Papa DIPOTONG ya kena wis? Tapi tulung Pak Bupati Tegal dan Kepala Dinas Pendidikan anggaran Forgusta dipotong ya ora papa, ente kabeh tak doakna sampean moga slamet, tapi nyong njaluk fungsionale ditambahi dadi Rp 500 ewu bae wis. 085642733xxx

orang seperti Indonesia tidak akan dapat membuat rakyatnya sejahtera jika pemenuhan pangan selalu diimpor. Lebih dari itu, kedaulatan pangan suatu negara bakal sangat terkait erat dengan kedaulatan negara tersebut di bidang sosial, ekonomi, politik, dan pertahanan keamanan. Kita dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa yang menimpa Uni Soviet. Benihbenih disintegrasi telah membuat bangunan kukuh negara superpower tersebut hancur berkeping-keping. Semua itu dipicu rapuhnya ketahanan pangan negara akibat jauh terperangkap jebakan pangan (food trap) yang dipasang negara-negara Barat. Karena itu, sudah saatnya kita tegakkan ketahanan pangan bangsa ini di atas kemampuan sendiri. Sungguh terlalu berat ongkos sosial politiknya jika kita membiarkan gejolak harga pangan akhirakhir ini menjadi bola liar. Hal tersebut perlu penulis tegaskan sehubungan dengan peringatan yang pernah disampaikan oleh Profesor Toruyano dari Tokyo University. Dia mengatakan, ancaman terbesar bangsa Indonesia saat ini tidak berasal dari serangan dan invasi negara asing, melainkan justru datang dari dalam negeri. Cukup disulut dengan isu kelangkaan kebutuhan pokok, keresahan sosial mudah sekali pecah. Bukankah yang dikhawatirkan Toruyano tersebut sudah sangat nyata? (*) Toto Subandriyo, alumnus IPB dan MM-Unsoed, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal

enyong isin yakin sung!! Soale gemiyen aku ya nyoblose pak Indra. Tolong ya diusut sampe tuntas!!. Hidup KPK!!. 081902727xxx

Wis Tahan Kritikan INSTANSI saiki, kayonge wis tahan kritikan, jarene lagu biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, contoh gampang musim udan banyu luwih–luwih, tapi PDAM mati pet!. 02836035xxx

Jalan Raya Maribaya Rusak PAK, tolong ning Jalan Raya Maribaya arep Hotel Pantura wis rusak, tolong beneri soale dong trek lewat ganggu nemen terus kaget. 085641185xxx

Mendingan Ayo Ndonga HIDUP Guru Wiyata Bakti, daripada ribut, mendingan ayo ndonga mudahmudahan olih tunjangan dan bisa diangkat dadi PNS. Supaya bisa makani anak bojo. Matur nuwun. 081542135xxx

Digugu lan Ditiru GURU jare wong tua artine diGugu lan ditiRU, yen pada demo karo mogok mulang apa pantes ditiru??? Priben kyeh masa depane anake enyong yen gurune kayak kuwe.. 081911480xxx

Diganti Rubrik Insiden KANG Radar, aku melu ngresula. Menurute aku halaman 10 mending diganti rubrik Insiden, endah aku ngerti kejadian sing nang Kota Tegal karo daerah liyane. 02836035xxx

Perpanjangan SIM A Larang Nemen PRIMEN donge? Perpanjangan SIM A ning Brebes larang nemen, sing nyong ora ngerti bayar neng ruang Baur SIM Rp 125 ewu go apa kuwe? Padahal wis bayar bank Rp 60 ewu, sidik jari Rp 10 ewu. Primen donge Pak Polisi? Dadi rakyat ora tau kepenak. 081908050xxx

Kecewa UPTS Dikpora PAK Kepala Dikpora Kab Tegal, saya sungguh kecewa kepada UPTS Dikpora Kec Bojong baru kemarin diangkat CPNS tapi sudah dimutasi kesana kemari, tapi yang sudah PNS gak

dimutasi-mutasi, apa uang suapnya kurang banyak ya, saya benar-benar kecewa setengah mati. 085642831xxx

Lumpur Kok Dibiarkan? PAK Wali, Jalan Cendrawasih depan Gg I ada lumpur kok dibiarkan saja. Mohon kiranya agar DPU untuk mengangkut lumpur tersebut. 087830103xxx

Air di Jalan Jeruk Tidak Mengalir YTH Bpk Pimpinan PDAM Kota Tegal. Bagaimana air di Jalan Jeruk tidak mengalir sudah 2 hari, tapi di bak penjualan air mengalir terus, coba sekali-kali sidak kebawah. 081326867xxx

Dibaca Pejabat Apa Ora? AKU bingung. Donge rubrik Ngresula nang Radar dibaca wong pejabat apa ora? Ora isin hai para pejabat masyarakate akeh sing komplen. 085742146xxx

Wes Tuntas Apa Urung? PRIBEN KPK Brebes. Masalah KKN ning Kab Brebes wes tuntas apa urung? Angger Bupati Brebes bener-bener terbukti bersalah melakukan korupsi,

Setuju dengan Kusjahrin SAYA setuju dengan Kusjahrin guru OR di Sawojajar. Kenapa Radar gak pernah meliput Liga Djarum? Padahal saat ini lagi digelar, apa berita olahraga khususnya sepak bola nasional kurang layak untuk diliput? Tolong dong liput. 085742023xxx

Penilik PAI Pulang Jam 12.00 KAKANDEPAG Kota Tegal Yth, Kerja di depag kan 5 hari kerja (pulang jam 15.30) dan juga dapat uang lauk pauk, tapi kenapa penilik PAI Tegal Timur pulang jam 12.00 dibiarkan saja, tolong Pak kasih peringatan biar aja sakapenake dewek. Matur nuwun. 081902122xxx

Aja Kur Sekolah Neng Kota LEYKUM…yen bisa neng kolom Xpresi khususe sport aja kur sekolah neng kota sing diliput, sekolah neng Kab Tegal juga akeh sing berprestasi koh. Radar kan milik semua. Rifqifahmi. 081932583xxx

Masukan Positif UNTUK Nomor 02836035xxx, 085742023xxx dan 081932583xxx, terima kasih atas usul dan sarannya. Semuanya menjadi masukan yang positif dan jadi pertimbangan Redaksi. Dari redaksi

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


ENTERTAINMENT

KAMIS 28 JANUARI 2010

3

RADAR TEGAL

HALLE BERRY

Jadi Pencuri Spesialis Perhiasan NAMA Doris Payne mungkin tak banyak dikenal orang padahal wanita ini adalah seorang pencuri spesialis perhiasan

yang telah melanglang buana dan tak pernah tertangkap selama ‘berkarier’ lebih dari lima puluh tahun. Peran inilah yang akan dibawakan Halle Berry dalam film berjudul ‘Who Is Doris Payne?” Doris Payne yang kini berusia 79 tahun diperkirakan memulai aksinya sekitar tahun 1930-an dan diburu petugas penegak hukum di banyak kota besar termasuk New York, Paris dan Tokyo. Selama 50 tahun dalam pelarian, Doris tak pernah tertangkap namun akhirnya keberuntungan pencuri wanita ini berakhir saat petugas menangkapnya tanggal 22 Januari lalu. Dalam waktu singkat kisah nyata ini menarik minat studio film dan berencana membuat kisah nyata ini menjadi film layar lebar dengan memasang nama Halle Berry sebagai pemeran utamanya. Sejauh ini Splash News belum memberikan informasi lebih jauh selain bahwa film ini masih dalam status development dan rencananya akan diedarkan pada tahun ini juga. (spl/ roc)

CHRISTIAN SUGIONO

Spa Bareng Istri Agar Tak Dicurigai

DEMI menjaga kesehatan dan sekaligus penampilan, ada dua kegiatan yang rutin dilakukan Christian Sugiono, yaitu olahraga dan spa. Olahraga dimaksudkan untuk menjaga vitalitas tubuh untuk tetap bugar, sementara spa untuk mendukung penampilan agar para penonton tetap enak memandang.

“Aku suka olahraga tapi yang ada gamenya, kayak pimpong, basket. Aku juga spa tapi spanya sama istri biar nggak dibilang macem-macem (dicurigai, red). Tapi gue pengen diri gue apa adanya, tapi suka juga luluran bareng istri,” ungkap suami bintang sinetron Titi Kamal itu. Baik Christian maupun Titi, saat ini sama-sama sibuk menjalani syuting sinetron stripping. Sehingga tidak muncul pikiran macam-macam, apalagi lokasi syuting ada dalam satu tempat. “Titi stripping juga untungnya, kita satu lokasi jadi Titi juga di sana makan siang bareng,” terangnya saat ditemui tengah berada di lokasi syuting ‘Amanah dalam Cinta’ . (kpl/ adt/dar)

Dua Pegawai Istana Bantah Memfitnah SEBUAH pernyataan pers seputar kisruh rumah tangga yang menerpa keluarga Pangeran Fakhry dengan istrinya Manohara Odelia Pinot yang disiarkan pada 15 Juni 2009 bukanlah sebuah fitnah. Pegawai Kesultanan Kelantan Nik Mahmud Nik Jaafar, dan Pengelola Istana Diraja Kelantan Abdul Halim, mengatakan bahwa keterangan pers yang disiarkan Istana Kelantan mengenai pecahnya rumah tangga Pangeran Fakhry dengan Manohara bukanlah fitnah, seperti gugatan Fakhry ke pengadilan, demikian media massa Malaysia, Rabu (27/01). Kedua pegawai Istana Kesultanan Kelantan mengatakan kepada pers mengenai hal tersebut sehubungan dengan gugatan Pangeran Fakhry kepada kedua pejabat istana kesultanan Kelantan. Fakhry menuduh kedua pejabat Istana Kelantan telah menyebarkan fitnah dan telah memasukkan gugatan 10 Agustus 2009. Tapi kedua pegawai tersebut menilai gugatan Pangeran Fakhry telah gagal menjelaskan kandungan artikel keterangan pers Istana mana yang dinilai telah memfitnahnya. Kedua pejabat Istana Kelantan minta kepada Komisi Kehakiman Putrajaya

(Federal) untuk menolak gugatan yang diajukan pangeran Fakhry. Komisi kehakiman akan menggelar sidang tersebut pada 25 Maret 2010. Kisruh rumah tangga Fakhry dengan Manohara tampaknya tidak terlepas dari konflik antara Pangeran Fakhry dengan abangnya, Pangeran Muhammad Faris Petra, karena kedua pejabat istana tersebut merupakan sekutu dari Pangeran Muhammad Faris Petra. Pangeran Fakhry kini sedang bersengketa dengan abangnya di pengadilan, yang telah dijadikan pemangku Sultan Kelantan sejak Sultan masuk rumah sakit. Abangnya telah mengeluarkan Pangeran Fakhry dalam Dewan Pemerintahan Istana Kelantan. Kebijakan ini yang digugat Fakhry terhadap abangnya.Sehingga ada rumor di Malaysia, terbongkarnya kisruh antara Manohara dengan suaminya, ada kemungkinan dibantu oleh orang dalam istana Kelantan. (ant/dar)

PASHA ”UNGU”

Pertimbangkan Kemungkinan Berakting UNGU beruntung memiliki vokalis sekaliber Sigit Purnomo Syamsudin Said alias Pasha. Wajah tampan dan suara yang khas menjadi kekuatan Pasha sebagai vokalis band. Sukses sebagai musisi, Pasha tak menutup kemungkinan untuk mencicipi dunia akting. “Nggak menutup kemungkinan sih, mungkin nantinanti,” ujarnya santai saat ditemui bersama personel Ungu yang lain di kantor perusahaan rekaman di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Rabu (27/1). Ayah tiga anak itu mengungkapkan hingga saat ini dirinya mendapat banyak tawaran untuk bermain sinetron atau film. Tapi pengalaman yang hijau di industri sinetron dan film membuat Pasha tak gegabah. “Nyadar kemampuan aja dulu,” imbuhnya.Kini ia masih fokus bersama Ungu karena masih banyak impian yang belum tercapai sebagai sebuah band. Pasha tak ingin konsentrasinya di Ungu buyar gara-gara terlalu banyak mengambil tawaran pekerjaan. (fjr/fjr)

MANOHARA


NASIONAL

4

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Guruh Klaim Dapat Dukungan Dari Jatim dan Jabar

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

AKSI FPI - Ratusan Laskar Front Pembela Islam (FPI) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Mahkaman Konstitusi (MK), Rabu (27 Jan 2010) di Jakarta. Dalam aksinya mereka menuntut agar MK tidak mengabulkan permohonan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tentang penghapusan UU No.5 tahun 1969, Pencegahan Penodaan/Penistaan Agama.

Boediono Tak Mau Menghindari Demo JAKARTA - Rencana aksi unjuk rasa pada 28 Januari untuk menuntut mundur SBYBoediono tak membuat Wakil Presiden Boediono khawatir. Apalagi takut. Wapres bahkan mendadak menunda rencana kunjungan kerja ke Tasikmalaya dan Semarang yang dijadwal-

kan hari ini. “Nanti (Wapres) dimarahi teman-teman (demonstran) karena disangka (kunjungan kerja ke luar daerah untuk) menghindari demo,” ujar Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat di Kantor Wapres kemarin (27/ 1).

Boediono dijadwalkan tetap berkantor di Istana Wapres untuk memimpin rapat evaluasi rekonstruksi Tasikmalaya pascagempa bumi September 2009. Rapat dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono serta pejabat teknis lainnya.

“Kita merapatkan dulu di Jakarta sebelum ke Tasikmalaya. Itu lebih efisien karena tidak mungkin semua menteri diajak ke sana. Kalau tanpa persiapan, langsung bicara di sana, akan mubazir,” terangnya. Terkait dengan demonstrasi yang rencananya dipusatkan di

Istana Merdeka, Boediono menyatakan tidak khawatir. Dia yakin, unjuk rasa bakal berlangsung tertib, tanpa aksi anarkis. “Pengamanan objek vital kami percayakan kepada kemampuan polisi. Masyarakat tidak perlu cemas dan takut,” paparnya. (noe/tof)

IKLAN BARIS hal 4

JAKARTA - Guruh Soekarnoputra, tampaknya, semakin mantap maju sebagai calon ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Fungsionaris PDIP itu mengklaim telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus daerah di daerah-dearah basis partai berlambang banteng moncong putih itu. “Banyak di Jatim dan Jabar. Terbanyak di ranting dan anak ranting,” kata Guruh kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, kemarin (27/1). Selain dua provinsi di Jawa itu, Guruh menyebut Sumatera Utara dan Papua sumber dukungannya. Guruh mengatakan, kesiapannya maju memimpin PDIP berawal dari permintaan daerah. Posisinya saat ini tidak mungkin mencalonkan diri jika daerah tidak meminta untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri. “Pertama, saya ingin meluruskan, dalam tradisi partai itu bukan mencalonkan, tapi dicalonkan. Ada aspirasi sejak 2004, sudah banyak daerah meminta saya memimpin partai menggantikan Megawati,” kata Gu-

ruh. Nah, lanjut Guruh, dukungan itu semakin lama memuncak dan mengkristal. Namun, itu bukan otomatis langsung bisa membawa dia sebagai calon ketua umum (Ketum). Sebab, ada proses di tingkat cabang dan daerah, tepatnya konfecab dan konferda. Dua ajang itu yang bakal menentukan siapa calon Ketum yang akan diusung dalam kongres. “Aspirasi itu kami tampung. Dan, saya memang siap dan bersedia,” jelasnya. Menurut Guruh, suatu kondisi objektif bahwa keluarga mantan Presiden Soekarno memiliki pengaruh kuat di PDIP. Namun, hal itu bukanlah suatu bentuk nepotisme. Kesiapan dirinya maju saat ini juga diketahui Megawati selaku ketua umum. “Saya saat ini turun ke bawah juga atas saran Mbak Mega. Dia berpesan, kalau mau memimpin, juga harus tahu rakyatnya,” jelasnya. Guruh mendeklarasikan diri sebagai bakal calon ketua umum DPP PDIP periode 20102015 pada 16 Januari lalu. Guruh menyatakan optimis bisa memimpin PDIP jika kelak dipilih untuk menggantikan Megawati. (bay)


JATENG

6

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

KORUPSI

DOK.RADAR BANYUMAS

SIMAK TUNTUTAN – Bupati Cilacap H Probo Yulastoro saat mendengarkan tuntutan atas kasusnya di sidang PN Cilacap kemarin (27/1). Probo dituntut hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta. Selain itu, dia harus mengembalikan uang pengganti Rp 19.970.020.169

ProboDituntutSembilanTahunPenjara CILACAP – Terdakwa H Probo Yulastoro tidak banyak berkomentar dalam persidangan kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gatot Guno Sembodo menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri Cilacap mengganjar Bupati Cilacap (non aktif) ini dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta. Selain itu, dia harus mengembalikan uang pengganti Rp 19.970.020.169 ’’JPU berkesimpulan bahwa secara sah dan meyakinkan terdakwa Probo Yulastoro terbukti melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan korupsi secara berturut-turut yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri,” ujar Gatot yang membacakan dakwaan bergantian dengan JPU Ganda Nugraha Rabu (27/1). JPU menandaskan, tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa ini sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke1 jo pasal 65 (1) KUHP. ’’Dakwaan primer terbukti sehingga kami tidak perlu membuktikan Ini sesuai dengan dakwaan primer JPU. Dalam persidangan kemarin, JPU membeber unsur-unsur dalam pasal 2 tersebut, yakni unsur setiap orang, melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, merugikan keuangan negara dilakukan bersama-sama dan melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing harus dipandang sebagai perbuatan tersendiri-sendiri. Menurut JPU, enam unsur ini terbukti sehingga terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Dijelaskannya, terdakwa secara melawan hukum telah menggunakan uang pendapatan daerah tahun 2004, menggunakan anggaran biaya operasional penggalian pendapatan APBD 2005, mengeluarkan dan menggunakan uang kas daerah tahun 2005, 2006, 2007, dan tahun 2008. ’’Total dana Rp 20.722.270.169. Uang tersebut kemudian digunakan terdakwa untuk memperkaya sendiri dan orang lain sebesar Rp 19.970.020.169. Sementara sisanya dipergunakan sendiri Fajar Subekti,” jelasnya. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Solahudin dipadati pengunjung dan diamankan oleh puluhan polisi. Bahkan para pengunjung tidak beranjak dari tempat duduk di ruang sidang. Sedangkan di pintu masuk ke ruang sidang utama PN Cilacap juga dijejali pengunjung dan petugas. Probo yang didampingi pengacaranya Bambang Sriwahono dan Guyub Bekti Basuki tampak serius mendengarkan pembacaan tuntutan selama hampir tiga jam tersebut. Probo yang tampil dengan busana batik dan sepatu hitam mengkilat menutupi mata kaki tampak tenang mengikuti jalannya sidang sampai selesai. Tuntutan JPU ini sudah diatas hukuman minimal dalam pasal 2. Dimana hukuman minimal yakni 4 tahun dan denda Rp 50 juta. Sedangkan tuntutan JPU 9 tahun dipotong lama terdakwa ditahan dan denda Rp 200 juta, Sedangkan uang penganti yang harus dikembalikan kepada negara adalah uang yang diterima terdakwa yakni Rp 19.970.020.169. Pembayaran uang penganti ini dengan memperhitungkan harta benda milik terdakwa yang telah disita berupa empat bidang tanah.yang totalnya sekitar 17.400 meter persegi. Apabila tidak memiliki harta yang mencukupi untuk membayar uang penganti maka diganti dengan pidana penjara tiga tahun. Sidang ditunda Rabu pekan depan dengan acara tanggapan pihak terdakwa terhadap tuntutan JPU (pledoi). Usai sidang Probo engan memberikan komentar kepada wartawan. Dia memilih meninggalkan ruang sidang. Namun, pascasidang dia sempat berada di sebuah ruangan berdiskusi dengan pengacaranya sekitar 20 menit sebelum akhirnya diboyong petugas menuju ke LP CIlacap. (amu/jpnn)

RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG

LANGGANAN BANJIR—Sejumlah pengendara motor saat menerjang banjir yang merendam Jalan Raya Walisongo, Mangkang, Rabu (27/1) sore.

Jalan Mangkang Terendam Diguyur Hujan Tiga Jam SEMARANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang selama 3 jam Rabu (27/1) kemarin menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Salah satunya di Jalan Walisongo, Mangkang.

Berdasar pantauan koran ini, ketinggian air yang merendam jalan raya Semarang-Kendal itu mencapai 40 cm, dengan panjang genangan sekitar 50 meter. Akibatnya, arus lalulintas kawasan tersebut tersendat, khususnya kendaraan yang melaju dari arah Semarang menuju Kendal. Kendaraan berat, seperti truk, tronton, bus, dan ken-

daraan pribadi terlihat mengular hingga sepanjang 2 km. Sebaliknya, kendaraan yang melaju dari arah Kendal menuju Semarang sedikit lancar. Meski begitu, banyak pengendara motor tak berani melaju kencang. Tak sedikit pengendara yang memilih berhenti, lantaran takut sepeda motornya mogok kemasukan air.

’’Banjirnya masih tinggi, belum berani menerjang. Karburasi motor saya tidak ada penutupnya, takut kemasukan air dan macet,” ujar Anjar (25), warga Weleri, Kendal. Tingginya air membuat pengendara tak dapat membedakan jalan yang bergelombang maupun yang mulus. Bahkan, tak jarang pengendara sepeda

motor yang terpeleset dan hampir jatuh karena jalan licin dan kubangan yang tak tampak lantaran tertutup air. ’’Kawasan ini memang langganan banjir. Hujan sebentar saja pasti sudah banjir dan pasti lalu lintasnya macet,” kata Awan (24), penjaga salah satu konter handphone di kawasan tersebut. (zal/aro/jpnn)

Pemkot Dinilai Menyimpang Kapolda Imbau Nasabah Cermat

SEMARANG - Penyertaan modal ke PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sebesar Rp 25 miliar dinilai menyimpang dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 120 Tahun 2008. Pasalnya, penyertaan modal tersebut oleh pemkot akan digunakan untuk pembebasan lahan, dan bukan terkait prasyarat penghapusan hutang. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengatakan, dalam PMK No 120 Tahun 2008 disebutkan bahwa syarat penghapusan hutang PDAM salah-satunya mengharuskan adanya penyertaan modal dari pemda setempat. ’’Di antara syarat penghapusan hutang adalah perbaikan kinerja PDAM. Yaitu, harus bisa menekan angka kebocoran dan menambah jumlah pelanggan. Untuk itu, pemkot memberikan penyertaan modal,” kata Ari dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Rabu (27/1). Maka, lanjut dia, seharusnya dana dari pemkot nantinya digunakan sebagai modal PDAM untuk membangun instalasi pipa dan memperbaiki manajemen PDAM. Namun jika ternyata digunakan untuk pembebasan lahan dengan lokasi di

Kasus di Grobogan Bukan Pencurian

Waduk Jatibarang, menurut Ari, hal itu telah menyimpang. Politisi PKS ini menambahkan, rencana pemkot mengalihkan penyertaan modal ke PDAM untuk pembebasan lahan ini lebih berdasar pada asumsi-asumsi. Yaitu, jika nanti pembangunan Waduk Jatibarang selesai, maka PDAM memiliki investasi berupa lahan dalam mengupayakan ketersediaan air baku. Sehingga ia melihat penyertaan modal itu nanti tidak mengarah ke program penghapusan hutang. ’’Jangan-jangan Rp 25 miliar ini nanti yang digunakan untuk pembebasan lahan, yang tahu hanya pemkot. Sementara PDAM selaku pihak yang mendapatkan pe-

nyertaan modal tidak tahu apaapa. Dan felling saya, Rp 25 miliar ini tak ada kaitannya dengan pembayaran hutang,” jelas Ari. Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Semarang Harini Krisniati mengakui, jika penyertaan modal untuk PDAM sebesar Rp 25 miliar tersebut, akan digunakan untuk pembebasan lahan seluas 14 hektare di lokasi Waduk Jatibarang. Lahan tersebut oleh PDAM akan digunakan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), pendirian bangunan, dan dam terbuka. Harini berharap PDAM bisa mengatasi kesulitan yang ada. Termasuk, memperbaiki standar kualitas pelayanan. (dib/aro/jpnn)

GROBOGAN– Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengimbau masyarakat tetap tenang, khususnya para nasabah cermat dalam memeriksa rekeningnya. Hal itu diungkapkan terkait kasus pencurian uang dengan modus membobol lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Menurut Alex, di Jateng sendiri ada empat kasus. Dua kasus dilaporkan di Mapoltabes Semarang, satu kasus di Mapolres Semarang Selatan, dan satu kasus lagi di Mapolres Grobogan. ’’Pencermatan terhadap rekening perlu dilakukan setiap kali pengambilan uang. Kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan, segera melapor ke bank bersangkutan,’’ tegas Alex didampingi Kapolres Grobogan AKBP Eko Wahyudi Krisgiono, saat menanggapi laporan dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Mandiri Cabang Purwodadi di Mapolres Grobogan

Rabu (27/1). Tentang rekening nasabah Bank Mandiri Cabang Purwodadi atas nama Darsono (57) yang diduga dibobol, ternyata bukan dilakukan sindikat pembobol rekening via ATM. Melalui rekaman CCTV yang diperlihatkan pihak bank kepada Polisi dan Darsono, diketahui saldo rekeningnya berkurang karena diambil secara tunai lewat ATM Bank Mandiri oleh istrinya. Karenanya, nasabah tersebut mencabut laporannya di Polres Grobogan. ’’Ternyata saldonya berkurang bukan karena dibobol sindikat yang saat ini meresahkan masyarakat. Namun, istri pelapor sendiri yang mengambil,’’ kata Alex. Kendati laporan kasus yang terakhir telah diklarifikasi Kapolda bukan sebagai bentuk kejahatan yang dilakukan sindikat pembobol rekening, namun kedatangannya, setidaknya sebagai sikap tanggap Polisi. Termasuk keseriusan menangani merebaknya kasus pembobolan rekening nasabah bank di Jateng. (cw3/joe/jpnn)

Jelang Pencanangan Kota Tegal Sehat 2010 Wali Kota Tegal Resmikan IGD RSUD Kardinah

Tampak Megah Gedung Baru Instalasi Gawat Darurat RSUD Kardinah Kota Tegal

Penetapan Kota Tegal Sehat 2010, yang akan dicanangkan tanggal 29 Januari 2010, merupakan salah satu langkah strategis Walikota Tegal H. Ikmal Jaya, SE.Akt, dalam upaya peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan (GERBANGMAS KOTA BAHARI). Masyarakat dengan kondisi derajat kesehatan yang optimal, akan dapat mengambil peran dalam berbagai aktivitas pembangunan di Kota Tegal. Salah satu pilar utama Kota Tegal Sehat adalah masyarakat memiliki kemampuan (akses) untuk mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu dan merata. Untuk meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat miskin, mulai tahun 2010, selain program

JAMKESMAS Pemerintah Kota Tegal melaksanakan Program JAMKESDA, yaitu jaminan pelayanan kesehatan untuk keluarga miskin yang tidak tertampung dalam JAMKESMAS, yang selama ini menggunakan SKTM dan yang tidak masuk dalam kuota JAMKESMAS. Mutu pelayanan kesehatan sudah menjadi tuntutan masyarakat, pengguna jasa rumah sakit tidak hanya mencari kesembuhan dari penyakitnya saja, tetapi lebih daripada itu pengguna jasa menginginkan kenyamanan dan kepuasan dalam memperoleh pelayanan rumah sakit. Dalam kesibukannya mempersiapkan peresmian IGD, dr. Abdal Hakim, Sp.RM.MMR Direktur RSUD Kardinah menje-

laskan bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, telah ada perencanaan pembangunan fisik sesuai dengan Master Plan Rumah Sakit tahun 2003, yang pelaksanaan pembangunannya secara bertahap, dan pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2010 akan diresmikan penggunaan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh Walikota Tegal. Lebih lanjut Abdal Hakim menyatakan bahwa mutu pelayanan tidak hanya pembangunan fisik saja, tetapi yang lebih penting adalah merubah mindset SDM RS menjadi customer oriented dalam memberikan pelayanan, dengan mengambil moto “Kesembuhan dan Kepuasan Anda adalah Keutamaan bagi Kami” Upaya peningkatan dan pe-

ngembangan pelayanan di RSUD Kardinah terus dilakukan dengan penambahan layanan spesialistik dan kelengkapan sarana prasarananya, terutama alat kedokteran yang sesuai dengan perkembangan IPTEKDOK yang terkini. Telah dikembangkan Diagnostik Endoscopy, C- Arm, maupun tindakan operatif dengan minimal invasif Laparascopy yang merupakan layanan baru di RSUD Kardinah untuk kasus bedah Digestif dan Obsgyn atau Kebidanan dan Kandungan. Bedah Minimal Invasif Laparascopy merupakan layanan baru di RSUD Kardinah, dengan melakukan sayatan 1 cm sudah dapat melakukan operasi berbagai macam kasus, seperti Batu Empedu, usus buntu dan kista. Dengan Bedah

Laparoscopy akan memberikan kenyamanan Pasien, waktu penyembuhan akan lebih cepat dan waktu rawat di rumah sakit dapat dipersingkat. Pembangunan IGD yang baru ini akan lebih menunjang program unggulan sebagai rumah sakit rujukan kasus traumatologi dan cardiovaskuler. Sampai saat ini RSUD Kardinah merupakan rumah sakit rujukan bagi wilayah sekitar Kota Tegal, karena didukung tenaga dokter spesialisnya lebih lengkap, ada beberapa dokter spesialis yang tidak dipunyai oleh rumah sakit lain, yaitu dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Paru Paru, Konservasi Gigi, Bedah Mulut, Bedah Syaraf dan Bedah Urologi.


SAMBUNGAN

KAMIS 28 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

Perlu Konfrontasi Kapolri dengan ... dari halaman 1 fakta yang disampaikan saksisaksi, Demokrat menyimpulkan bahwa bailout yang diberikan pemerintah adalah benar sesuai kondisi saat itu. “Inti kebijakannya adalah bagaimana Indonesia terhindar dari krisis,” kata Anas. Menurut Anas, penyelamatan bank Century menimbulkan masalah, karena dilihat dari track record Bank Century. “Kebetulan, banknya itu bobrok, kebetulan juga, pemilik-

nya bermasalah,” kata dia. Namun, penyelamatan bank itu harus dilakukan. “Tidak bisa juga memprediksi situasi jika tidak diselamatkan. Namun sudah ada bukti nyata saat Bank itu diselamatkan,” lanjutnya. Menurut Anas, Demokrat akan mendukung upaya tindak lanjut dari pidana Century. Jika dugaan adanya perampokan uang nasabah oleh pemilik terbukti, harus ada penyelesaian sesuai hukum yang berlaku.

“Siapapun itu, yang terbukti kriminal, harus diproses hukum dengan tegas,” katanya. Apakah masih perlu ada konfrontasi antara Kapolri dengan Susno? Anas menyatakan, data dan fakta yang dimiliki Pansus sudah cukup. Proses konfrontasi antara Kalpolri dengan mantan Kabareskrim itu hanya akan menghabiskan energi Pansus. “Konfrontir tidak perlu. Keterangan beliau (Susno) sudah cukup. Tidak perlu dibikin pertunjukan pansus,” katanya. (dyn/bay)

Saat Massa Demo, Kopassus ... dari halaman 1 ribuan orang itu tidak anarkistis. “Silakan saja menyampaikan aspirasi. Tidak perlu khawatir, aparat akan mengamankan agar damai dan lancar,” kata Djoko. Saat dia bicara, Kapolri dan panglima TNI mengapit di sisi kanan dan kirinya. Menurut mantan panglima TNI itu, berdasar laporan perkiraan situasi yang diterima, demo hari ini tidak akan sebesar yang diperkirakan. “Masyarakat silakan beraktivitas seperti biasa.” Djoko justru khawatir akan terjadi bentrok antar-pendemo. “Ini agar jadi perhatian demonstran. Jangan ada penyusupan,” kata purnawirawan jenderal asal Madiun, Jawa Timur, itu. Djoko tak menampik bahwa isu yang akan diusung para pendemo tersebut menyerang pemerintah. Yakni, meminta SBY-Boediono turun. “Saya mendengar, memang ada beberapa kelompok yang akan membawa isu itu. Tapi, kita cermati

saja besok,” ujarnya. Secara terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta yakin demo hari ini berlangsung damai. “Tentu tidak ada anarki. Masyarakat kita sudah dewasa,” katanya. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, sejumlah prajurit Kopassus digerakkan ke sekitar Monas pagi ini. Mereka akan membantu pengamanan demonstrasi. Namun, KSAD membantah. “Bukan untuk demo, tapi untuk latihan rutin,” akunya. Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin juga mengimbau demonstran agar tetap menjaga simbol-simbol negara. Termasuk tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkistis. “Jangan sampai demo yang mengusung gerakan moral itu ditunggangi pihak-pihak yang mempunyai agenda politik inkonstitusional,” tutur Lukman yang juga ketua DPP PPP itu. Ketua Umum PB NU Hasyim

Muzadi ikut menyerukan agar demonstrasi yang dilaksanakan hari ini tidak akan berakhir rusuh. Massa yang turun ke jalan diharapkan bisa menyeimbangkan antara demokrasi, etika, dan hukum. “Saya kira teman-teman akan bisa memahami itu,” ucapnya. Meski demikian, dia mengingatkan peserta aksi agar tetap mewaspadai adanya penyusupan yang berusaha memanaskan situasi. “Ini tanggung jawab sepenuhnya para tokoh yang mengoordinasi,” tambahnya. Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan, aksi tersebut setidaknya melibatkan 12.000 orang. Itu belum termasuk ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, seperti HMI, KAMMI, GMNI, PMKRI, GMKI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI. Menurut Adhie, massa aksi akan berkumpul di depan gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat. (rdl/pri/dyn)

Sriwijaya Tergelincir, 120 ... dari halaman 1 tidak sempat diintruksikan oleh Pilot untuk menggunakan pelampung keselamatan yang berada di masing-masing kursi pesawat. Pasalnya saat hendak mendarat (return to base), kondisi pesawat dalam keadaan baik. Hanya saja ada indikator yang menyala. “Tidak ada roda yang pecah. As roda juga dalam keadaan baik. Tidak ada bodi pesawat yang rusak atau retak. Kondisi ini lebih disebabkan benturan angin (crush wind). Pilot memang memilih untuk kembali ke landasan bandara Soekarno Hatta karena melihat ada indikator yang menyala. Kita juga belum bisa pastikan indikator apa yang menyala tersebut,” kata Ruth. Ruth juga menjelaskan seluruh penumpang tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit ataupun mendapat perawatan medis. Sebagian penumpang kembali diterbangkan dengan maskapai yang sama. Sebagian penumpang membatalkan pe-

nerbangan dan memilih hari berikutnya. Ruth melanjutkan, tidak ada kepanikan berlebih dalam proses evakuasi penumpang. ”Malah para penumpang tepuk tangan. Karena pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan baik,” kata Ruth. Saat ini, Pilot Doni Nazir dan Co Pilot yang diketahui bernama Budi Hartono sedang dimintai keterangan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi dan Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Departemen Perhubungan. “Penyebab pastinya tetap menunggu hasil pemeriksaan KNKT dan DKPPU. Hanya saja dari kondisi pesawat kami melihat ini lebih kepada kondisi cuaca,” ujar Ruth. Pantauan INDOPOS di counter penjualan tiket Sriwijaya Air terminal 1 BAndara Soekarno Hatta, tidak terlihat adanya kepanikan. Tidak ada satupun keluarga dair penumpang yang terlihat memadati counter tiket

untuk mempertanyakan nasib sanak saudara yang menajdi penumpang didalam pesawat. Salah satu cleaning service Terminal 1 Bandara Seoakrno Hatta, Hendra yang ditemui di depan counter Sriwijaya mengaku tidak ada kepanikan ataupun sejenisnya yang terlihat di counter Sriwijaya. Juru Bicara Administrator Bandara Soekarno Hatta, Mochamad Syukur kepada wartawan membenarkan pesawat lepas landas (take off) dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 12.35 WIB. Namun kembali lagi (return to base-red) sekitar 20 menit kemudian. “Pesawat sempat berputarputar di udara dan kemudian landing tapi keluar landasan,” terang Moch Syukur yang juga menjelaskan landasan pacu sempat ditutup selama 2 jam untuk mengevakuasi penumpang dan menarik badan pesawat. Penerbangan juga sempat dialihkan ke terminal keberangkatan 1C menghindari penumpukan penumpang. (kin)

Dihantam Sinar Jaya, Dua Pelajar SMK Kritis dari halaman 1 Dengan memakai kendaraan bak terbuka pengangkut bahan matrial, kedua korban itu lang-

sung dilarikan ke RSI Harapan Anda Tegal. Ikut membawa ke rumah sakit, pedagang Sri Maryati dan pria bernama Roni, yang biasa tugas depan Termi-

nal Kota Tegal. Di tengah cuaca gerimis, kedua korban diletakkan di atas bak terbuka. Sebelum itu seorang pengendara motor sem-

pat meminjamkan dua kain panjang untuk menutupi tubuh korban. Sementara kasus kecelakaan tersebut ditangani Sat Lantas Polresta Tegal. (din)

Tujuh Fraksi Setuju Dilaksanakan, Dua Menolak dari halaman 1 untuk memperbaiki unas. Rully mengatakan, komisi X belum puas terhadap formula unas saat ini. Karena itu, kata dia, panja unas ditugaskan untuk melakukan evaluasi secara kompeten formulasi unas. ”Yaitu, membuat formulasi yang tepat sehingga nanti tidak ada pro dan kontra lagi,” ujar Rully yang juga sebagai Ketua Panja Unas itu. Formulasi unas bakal segera disusun. Namun implementasinya, kata dia, baru akan dimulai pada 2011. ”Karena yang tahun ini sudah terlanjur jalan,” ujarnya. Besar kemungkinan regulasi yang mengatur unas juga akan diubah. Dengan disepakatinya unas, maka tujuh fraksi di komisi X sepakat untuk mencairkan anggaran yang sebelumnya masih ditahan. ”Kalau kita sudah setuju kan berarti unas harus jalan. Tanda bintangnya harus dicabut. Namun sebelumnya, kita sampaikan kepada mendik-

nas dulu dalam rapat nanti malam,” jelasnya. Pencairan anggaran unas, kata Rully, harus pararel dengan dipenuhinya berbagai rekomendasi komisi X oleh Kemendiknas. Dia mengatakan, memang belum semua fraksi setuju. PDIP dan PKS menolak ujian tersebut. ”Tapi, kita akan coba melobbynya,” ujarnya. Menurutnya, tidak mungkin unas tak dijadikan salah satu syarat penentu kelulusan seperti usulan PDIP dan PKS. Sebab, bisa jadi sekolah tidak sungguh-sungguh dalam meningkatkan mutu pendidikannya. ”Karena itu, kita akan bikin standar yang jelas. Supaya grade sekolah terus naik,” ungkapnya. Sementara itu, Dedi Gumilar dari PDIP berpendapat, pemerintah telah sengaja mengabaikan putusan PN Jakarta Pusat pada 3 Mei 2007 lalu. Yaitu, untuk meningkatkan kualitas guru, sarana prasarana, dan

akses informasi sebelum menggelar unas. ”Bisa diterjemahkan putusan itu memberi kesempatan pemerintah untuk menggelar unas jika sudah memenuhi itu. Silahkan saja. Dengan catatan, kami tetap menolak. Tapi toh kami tetap kalah karena kalau voting ya tetap kalah,” terang Dedi yang juga anggota panja unas itu. Meski demikian, kata Dedi, PDIP setidaknya berupaya menampung masukan masyarakat. Menurutnya, unas dinilai mengabaikan keadilan. ”Betapa tidak, kemampuan sekolah di Jakarta disamakan dengan sekolah di Papua. Padahal, amanat UU mensyaratkan keadilan bagi semua orang,” sebutnya. Karena itu, kata dia, sikap PDIP tetap. Yakni, menolak pelaksanaan unas. Apalagi, tiap hari keluhan seputar ujian tersebut terus berdatangan. ”Sehari saya bisa menerima 200 sms yang mengeluh soal ujian tersebut,” ungkap pelawak kondang tersebut.

Kendati demikian, PDIP tetap akan berjuang saat rapat bersama Mendiknas. ”Nanti malam (tadi malam, Red) pertempuran terakhir kami saat rapat bersama Mendiknas. Keputusan komisi sepakat ujian, tapi kami dan PKS tidak. Jadi, keputusan terbelah, tidak bulat,” terangnya. FPDIP kemarin juga secara khusus melakukan keterangan terkait Unas. Dalam keterangannya, FPDIP mendesak pemerintah untuk mematuhi putusan hukum terkait Unas. Artinya, pemerintah harus memperbaiki seluruh sarana dan prasarana sebelum Unas dilaksanakan. ”Dengan melaksanakan Unas saat ini, berarti ada upaya mengabaikan putusan hukum yang membatalkan Unas,” kata Heri Akhmadi, Ketua Poksi X FPDIP, dalam keterangan pers di gedung DPR, Jakarta, kemarin (27/1). Dia menyatakan, pemerintah tak boleh menutup mata bahwa ada masalah serius dibalik penyelenggaraan Unas. (kit/bay)

maka akan terjadi kehebohan. Padahal, mereka yakin untuk membuktikan adanya kasus korupsi dalam penyertaan model LPS tersebut ke Bank Century sebenarnya tidak terlalu sulit. Jika benar terbukti Boediono melakukan tindak pidana korupsi atas kebijakan bailout yang diambil saat masih menjabat anggota KSSK, maka sesuai pasal 7B UUD 1945, hal itu bisa menjadi alasan pemberhentian mantan gubernur BI itu sebagai wapres. “Pemakzulan itu dimungkinkan asalkan syarat-syaratnya terbukti, misal bukti adanya pidana (korupsi),” tegas Anis Matta. Dia menyatakan, sebenarnya ada dua jalur menuju pemakzulan itu. Yaitu, jalur murni politik dan hukum. Untuk jalur politik, papar dia, pansus dalam kesimpulannya yang diputuskan paripurna DPR bisa menyatakan bahwa ada pidana atas pengambilan kebijakan bailout tersebut. “Artinya, ini sudah jadi keputusan resmi DPR,” jelasnya. Langkah selanjutnya menuju pemakzulan adalah, DPR akan membentuk hak menyatakan pendapat. Bentuk dan masa kerjanya hampir sama persis dengan pansus hak angket. Jika ternyata, keputusan pansus Hak Menyatakan Pendapat ini sama dengan sebelumnya, maka selanjutnya putusan terse-

but akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Akhirnya, jika putusan MK sama juga dengan DPR, maka MPR akan bersidang untuk menentukan putusan akhir. “Walau syaratnya berat, dalam sistem presidensial, pemakzulan ini tetap dimungkinkan,” tandas Anis. Namun, dia melanjutkan, masih ada jalur hukum yang bisa ditempuh menuju pemakzulan Wapres Boediono. Yaitu, pansus menyerahkan putusan hal pidana itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Mereka yang mengusut dan keputusannya otomatis memiliki dampak pemakzulan,” lanjutnya. Namun, hingga kemarin, kesimpulan sementara pansus yang sempat dijanjikan akan disampaikan belum terealisasi. Pansus merasa perlu mendengar pandangan masingmasing fraksi sebagai bahan acuan menyusun kesimpulan. “Kalau PKS sudah hampir final, nanti kalau sudah benar-benar final akan kita declare, yang jelas kami bekerja berdasarkabn fakta bukan orang,” tambahnya. Apakah juga ada indikasi yang mengarah hingga presiden? “Sejauh ini tidak ada, yang ada sekarang adalah posisi Boediono yang dulu sebagai gubernur BI,” tegas Anis. (dyn/ bay)

Istana Salahkan Susno dari halaman 1 kasus tersebut adalah inisiatif Polri, Boediono tidak mengetahui alasannya. “Apakah karena tidak menemukan bukti atau tidak ada esensi yang perlu diteruskan, saya tidak tahu,” ujarnya. Dalam testimoni yang diduga ditulis mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji disebutkan, penyidikan kasus Century dihentikan karena ada salah satu anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang mengikuti pemilu presiden dan menang. Meski tidak menyebut nama, pernyataan tersebut menunjuk pada mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono yang secara ex-officio menjadi anggota KSSK. “Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6.762 triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit,” tulis Susno dalam testimoninya pada Pansus Angket Kasus Bank Century. Sementara DPR memberi sinyal akan menangkap bola panas yang digulirkan mantan

Kabareskrim Susno Duadji, melalui testimoninya terkait skandal Bank Century. Di detikdetik terakhir kerja pansus hak angket Bank Century, wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wapres Boediono mulai berhembus kencang. Sekjen DPP PKS sekaligus Wakil Ketua DPR Anis Matta menyatakan, testimoni Susno itu merupakan bahan bagus bagi Pansus Hak Angket Bank Century. Sebab, tokoh inilah yang pertama berurusan dengan kasus bank yang mendapat bailout Rp 6,7 triliun itu. “Kesaksian beliau ini, kesaksian yang sangat penting,” ujarnya, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (27/ 1). Seperti diberitakan, testimoni Susno yang disampaikan kepada pansus akhirnya bocor ke publik, Jumat (22/1), dini hari lalu. Di dalam testimoni itu terungkap, kalau bareskrim memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp 6,7 triliun dikarenakan pertimbangan politis. Pertimbangan politik itu yaitu, karena ada diantara anggota KSSK (Boediono) yang sedang mengikuti pemilu wakil presiden dan akhirnya menang. Pertimbangan Bareskrim, dalam testimony Susno, jika langsung disidik di saat-saat persiapan menjelang pelantikan wapres

Selamat tinggal Asam Urat dan Darah Rendah ADA dua trend dimilenium ketiga ini. Pertama, orang mudah sakit karena kualitas udara, air dan tanah yang makin buruk akibat pencemaran dan polusi. Kedua, cenderung menggunakan herbal (tumbuhan) sebagai obat meningkat karena lebih alami dan aman. Meski relatif muda, beberapa gangguan kesehatan juga menyerang Supinah, warga Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah-Lampung. Gejala Asam Urat berupa rasa nyeri dipersendian tangan sangat mengganggu. Kedua, sakit kepala (pusing) yang merupakan gejala darah rendah juga acap datang .” ....pusing terutama dirasakan saat hendak berdiri dari posisi duduk “ ujar Supinah. Supinah sudah berusaha mengatasi dengan ke puskesmas maupun membeli obat-obatan kimia, namun hasilnya tak sesuai harapan. Bersyukur tatkala anaknya memberi Gentong Mas yang rasanya lezat, segar dan hangat. Belum seminggu mengkonsumsi secara rutin, manfaat Gentong Mas telah dirasakannya nyeri persendian tangan mereda dan sekarang tak muncul lagi. “ ..Alhamdulillah, pusing jauh berkurang sehingga kerja rumah-tangga maksimal

lagi “ papar Supinah penuh syukur. Sekarang dirinya rutin mengkonsumsi Gentong Mas setiap pagi dan sore. “..Gentong Mas adalah cara lezat untuk tetap sehat “ ucapSupinah menutup obrolan. Gentong Mas adalah asupan kesehatan yang penuh vitamin dan nutrisi bermutu. Gula Aren dan

Nigella Sativa (Habbatussauda) yang menjadi bahan utama Gentong Mas terbukti memiliki banyak khasiat. Menurut Jeff Nugent dalam buku “Permaculture Plants (2004)” Niacin dan Ascorbic Acid , yang dikandung Gentong Mas, memperlancar metabolisme, menurunkan kadar LDL dan memperkuat sendi dan tulang. Sedangkan menurut MS Al Ghamdi, farmakolog dari King Faisal University, Nigella Sativa , yang menjadi bahan Gentong Mas, mengandung unsur sodium dan natrium yang mening-

katkan tekanan darah penyebab kepala pusing. Banyak vitamin, zat aktif dan nutrisi pada Gentong Mas seperti Leucine, Myristic Acid, Serine yang semuanya bermanfaat bagi kese-hatan. Meski demikian, pola hidup sehat yaitu olahraga teratur, kurangi rokok dan banyak mi-num air putih juga diperlukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gen-tong Mas membuat ting-kat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

KAMIS, 28 JANUARI 2010

8

RADAR TEGAL

Tembus 7,8 Juta Pelanggan SEMARANG – Telkomsel kembali menorehkan prestasi spektakuler tahun 2009 lalu. Sebagai leading provider seluler di tanah air, di 2009 lalu pelanggan Telkomsel di Jateng dan DIY menembus angka 7,8 juta. Sebagai apresiasi lebih kepada pelanggan yang telah setia menggunakan produk pra bayar Telkomsel, Telkomsel meluncurkan Program GRATIS atau Gelegar Akhir Tahun Istimewa. Yakni program isi ulang pulsa berhadiah khusus bagi pelanggan simPATI dan kartu AS. Manager Market Development Telkomsel Jateng – DIY Widodo mengatakan, program GRATIS merupakan upaya Telkomsel mengapresiasi kepercayaan masyarakat Jateng dan DIY terhadap penggunaan produk-produk Telkomsel. Karena, berkat dukungan pelanggan, Telkomsel menjadi yang

tebaik saat ini di Indonesia. “Sampai saat ini Telkomsel tetap leading dengan 7,8 juta pelanggan,” kata Widodo di kantornya, Rabu (27/01) kemarin. Pengundian tahap kedua yang merupakan tahap akhir dalam program GRATIS, Rabu (27/1), merupakan pengundian tahap kedua. Program ini hanya berlaku bagi pelanggan di Regional Jateng – DIY yang melakukan isi ulang dan menggunakannya antara November hingga Desember 2009. Menurut Widodo, pelanggan tidak perlu registrasi, cukup melakukan isi ulang dan menggunakannya. Secara otomatis, dia akan diikutkan pada undian program GRATIS ini. “Semakin banyak pelanggan melakukan isi ulang pulsa dan menggunakannya, akan semakin besar pula kesempatannya untuk mendapatkan hadiah bernilai ratus-

Absolute Revo, Best Value–Best Seller

SEMARANG - Honda masih mengukuhkan diri sebagai merek sepeda motor terbaik di Indonesia. Torehan ini bisa dilihat dari market share-nya di tahun 2009 yang mencapai 46,18 persen. Desember 2009 misalnya, Honda mengalami peningkatan penjualan sebesar 2 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara pesaingnya hanya berkisar 0,5 persen. Praktisi Bisnis sekaligus Lektor Kepala Program Master di IBII, Darmadi Durianto, dalam salah satu tulisannya mengakui melihat strategi yang dilakukan Honda, serta adanya perubahan pemikiran dari Tim Marketing Honda, hampir dipastikan di tahun 2010, Honda akan kembali semakin jauh meninggalkan para pesaingnya. Fakta itu bukan tanpa dasar. Bila dilihat dari susunan product line up yang dimiliki, Honda merupakan yang terlengkap baik dari segi harga, desain, fitur dan teknologi. Sedangkan DOK.OISTIMEWA dari segi produk, best value GRAND PRIZE – Suasana pengundian grand prize tahap kedua sangat ditekankan oleh tim program GRATIS Telkomsel kemarin. marketingnya. “Saat ini konsumen sudah an juta rupiah.” ngan tahap pertama yang diunPengundian dilakukan di di 16 Desember 2009 lalu. sangat cerdas menilai suatu Kantor Telkomsel Regional Hanya saja pada tahap kedua produk. Tidak hanya dari harga, Jateng – DIY di Gedung Panin ini terdapat Grand Prize 1 unit namun juga apa saja yang meBank Lantai 3 Semarang. Toyota Avanza yang diraih reka bisa dapatkan dengan harPada tahap kedua ini, hadiah Gianto, warga Maguwo Harjo ga tersebut,” ujar Marketing Region Head Astra HSO Semayang berikan tetap sama de- Jogjakarta. (zul)

WILDAN USMAN/RATEG

TERTINGGI – Absolute Revo menjadi sepeda motor dengan angka penjualan tertinggi di tipe motor cub.

rang, Sukamto Margono. Margono memberi contoh Honda Absolute Revo CW yang harganya Rp 13 jutaan. Dengan harga itu, konsumen sudah bisa menikmati kebandelan mesin Honda, keiritan yang menjadi keunggulan abadi Honda, serta fitur-fitur lain seperti pelek racing (CW), kunci bermagnet, serta teknologi EFT yang membuat tarikan motor menjadi lebih kencang. Itu pula yang menyebabkan Absolute Revo di 2009 lalu, dicap sebagai best seller, karena penjualannya per bulannya menembus 90.000 unit berdasarkan data 5 bulan terakhir di tahun 2009. Angka tersebut

merupakan yang tertinggi dari seluruh tipe motor cub. Ketangguhan kualitas mesin 110 cc yang diusung Absolute Revo, papar dia, bahkan membuat kompetitornya kebakaran jenggot. Sehingga berusaha menaikkan kapasitas mesin produknya untuk bisa menandingi kekuatan Absolute Revo. “Kalau cuma selisih 3 cc, tidak akan terlalu berarti,” ujar beberapa teknisi motor Honda. “Kami percaya, konsumen sepeda motor di Indonesia semakin cerdas. Sehingga kami tetap optimis Absolute Revo tetap menjadi best seller, karena merupakan motor dengan best value,” ucap Sukamto. (mg2)

Grow with Character! (7/100) Series by Hermawan Kartajaya

Masih Ingat Marching Band Sampoerna?

KHUSUS tentang yang satu ini, saya punya catatan tersendiri. Ketika itu, lebih dari dua puluh tahun lalu, semua orang di Sampoerna dibikin bingung dengan ide tersebut. Hah...? Perusahaan rokok kretek nomor empat bikin marching band? Ini ide kelewat “edan” kan? Tidak terpikirkan dan terbayangkan oleh semua orang, ketika Pak Putera membrief tentang hal itu. Jumlah pemain harus 234 orang! Dji Sam Soe kan? Semuanya harus karyawan pelinting rokok! Padahal, waktu

itu yang paling terkenal adalah Drum Band AAL di Surabaya. Akademi Angkatan Laut, yang pemainnya para kadet. Gagah, muda dan cekatan. Kalau di Jakarta, yang terkenal, waktu itu Drum Band Tarakanita. Yang main cewek ayu-ayu dan masih muda juga. Jadi, ketika itu kami semua bingung dan nggak bisa membayangkan bagaimana para pelinting rokok yang tradisional itu bisa di-”transformasi” menjadi pemain marching band. Tapi kenyataannya bisa! Para pelatih dari Amerika didampingi asisten mereka yang orang Indonesia, ternyata bisa mendisiplinkan mereka. Latihannya harus sesudah jam kerja, tentunya dengan uang lembur. Karyawan sebuah pabrik rokok yang biasanya dibayar berdasarkan kuantitas batang rokok yang dilinting, malah dibayar lembur untuk sekadar latihan baris-berbaris dan main musik! “Sudah keluar dari “pakem”,” kata orang! Selain itu, juga diundanglah para penata tari kelas satu dari Indonesia untuk mempersiapkan “float”

Indonesia Di Pasadena, sebuah kota kecil di California, setiap tahun memang ada Rose Bowl pada 1 Januari. Pada hari tahun baru itu, ada “grand final” football Amerika di antara dua tim yang selalu ditunggu-tunggu orang. Karena itu, wali kotanya juga sekalian membuat yang namanya Rose Parade. Sebuah parade tahunan yang diikuti banyak tim Marching Band beserta Float-nya! Float itu, mobil berjalan yang berada di belakang marching band, biasanya menampilkan berbagai atraksi. Sebagian besar peserta Rose Parade adalah tim lokal. Waktu itu, Sampoerna keluar dengan Float dan Marching Band Indonesia bersama beberapa peserta internasional lain. Karena itulah, beberapa orang penata tari direkrut untuk mengajari beberapa pelinting untuk jadi penari! Untuk mendapatkan “tiket” Rose Parade, tentu Sampoerna mesti kerja keras. Melobi penyelenggara, melobi Deplu juga. Supaya bisa “mewakili” Indonesia. Sebuah pekerjaan

yang amat rumit, melelahkan, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan promosi rokok! Sementara GG, Djarum, dan Bentoel sibuk bersaing dalam periklanan konvensional, Sampoerna justru keluar satu juta dolar Amerika untuk membentuk marching band pelinting rokok! Kemudian, masih diperlukan satu juta USD lagi untuk “memberangkatkan” rombongan tersebut ke Amerika. Selain main di Rose Bowl, marching band ini juga masuk Disneyland di Annaheim dan beberapa tempat lain di California. Karena itu, ada tim tersendiri untuk mengatasi “cultural shock” para pelinting rokok itu. Di Rose Parade, tim Sampoerna Indonesia mendapatkan salah satu Award. Bisa memang bagus, bisa juga karena diplomatis. Tapi yang jelas, saya terkagum-kagum melihat para pelinting rokok Sampoerna pakai rok mini, stocking, pakai topi, dan main drum band. Wali Kota Los Angeles Tom Bradley sangat berterima kasih atas keikutsertaan Indonesia untuk kali pertama, karena itu

Skytech B88, Ponsel Multimedia Serba Double

PENGGEMAR ponsel multimedia kini punya pilihan baru, Skytech B88. Ponsel dengan fasilitas multimedia lengkap ini memiliki beragam fasilitas ganda yang akan membuat penggunanya menikmati suasana hiburan dalam berkomunikasi. Ponsel yang diluncurkan awal tahun 2010 ini memiliki fitur TV analog. Sehingga Anda tidak akan ketingalan informasi dimanapun berada. Pada fiturnya juga dilengkapi dengan perekam TV. Ketika sebuah acara menurut Anda sangat menarik, Anda tinggal aktifkan fitur itu untuk merekam acara tersebut. Ketika ingin memutar hasil rekaman, Skytech B88 juga dilengkapi oleh video player yang dapat memutar film berformat MP4. Dengan demikian, semua acara TV kesayangan tidak akan terlewatkan. Saat menyalakan radio FM, Anda tidak perlu mencolokan earphone terlebih dahulu.

CMYK

Tanpa menggunakan antena sekalipun, siaran radio sudah jernih tertangkap. Sama seperti TV, Anda juga dapat merekam lagulagu dari siaran radio dengan kualitas memadai. “Ini membuat Anda tidak perlu repot mendownload dari internet untuk menambah koleksi lagu. Lagu-lagu hasil rekaman tersebut dapat disetting sebagai ringtone atau SMS-tone. Pengguna akan dimudahkan dalam menambah koleksi lagu kesayangannya,” ungkap Christiabudi, Marketing Director Skytech. SMS CHATTING Untuk komunikasi, produk ini dapat disetting melakukan SMS Chatting. Memang, kita seperti melakukan komunikasi SMS biasa, tetapi format tampilan pada ponsel akan muncul seperti ketika kita melakukan chatting dengan YM atau GTalk. Ini akan memudahkan kita melihat SMS-SMS sebelumnya, setingga komunikasi SMS bisa nyambung terus. Untuk urusan audio, skytech B88 sudah dilengkapi dengan speaker ganda di bagian belakang. Dua speaker ini akan memberikan kualitas suara yang sesuai selera. Suara yang dihasilkan sangat jernih. Speaker itu untuk mendukung fitur audio seperti MP3 Player dan Radio FM. Serta juga sebagai keluaran dari ringtone dan suara TV. Dengan speaker ganda ini, pengguna mendapatkan layanan audio memadai. Sadar dengan lengkapnya fungsi multimedia pada Skytech B88, produk ini dilengkapi dengan dual slot memory card Micro SD. Dengan demikian, ketika Anda memiliki banyak data, tidak perlu repot untuk menyimpannya. Dalam paket penjualan sendiri, Skytech memberikan sebuah memory card Micro SD berkapasitas 1GB secara gratis. “Kami memang memikirkan bahwa pengguna akan memaksimalkan fitur multimedia pada ponsel ini. Oleh sebab itu kamu sediakan ruang penyimpanan yang besar. Pengguna dapat memanfaatkan dua slot memory card untuk berbagai keperluan penyimpanan, baik data maupun file-file hiburan seperti musik atau film,” kata Chris.

DUAL GSM Kelengkapan ganda lainnya adalah, Skytech B88 ini menggunakan dual SIM Card GSM yang dapat aktif keduanya sekaligus atau bisa dipilih aktif salah satunya. “Konsep dual GSM untuk mendukung komunikasi pengguna. Kita tahu, dengan pilihan kartu GSM yang semakin banyak, konsumen bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengaktif dua nomor GSM-nya. Sudah pasti biaya penggunaan pulsa akan semakin efisien,” tambah Christiabudi. Lebih lanjut dia menjelaskan, produk ini dilengkapi dengan kamera. Satu kamera terdapat di bagian depan dengan ukuran 0,3MP. Dan satunya lagi terdapat pada bagian belakang dengan kualitas 1,3MP. Untuk memanfaatkan fitur kamera ini, Skytech B88 juga dilengkapi dengan flash yang mampu memberikan tambahan pencahayaan saat melakukan memotratan dalam ruang agak gelap. Selain memotret, kamera juga dapat difungsikan untuk merekam video. JAVAMULTITASKING Ketika Anda sedang melakukan browsing internet, chatting atau melakukan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan internet, namun pada saat yang sama ada telepon masuk, Anda tinggal angkat telepon. Sementara kegiatan internet tidak akan terputus dan dapat dilanjutkan setelah Anda selesai menerima telepon. Ini disebabkan karan Skytech B88 memiliki fitur Java multitasking. Dengan demikian, ketika program Java dijalankan, dia tidak akan terputus meski ada telepon masuk. Secara umum, menurut Christ, konsep produk ini mengedepankan fitur multimedia dengan persediaan slot memori besar. Ini akan memberikan kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan fitur-fitur utama produk ini, sekaligus untuk menyimpan data penting. Dalam paket penjualan, Skytech juga dilengkapi dengan casing silicone gratis. “Konsumen dapat membeli produk yang memiliki fitur lengkap ini dengan harga sembilan ratus ribuan. Ini merupakan produk dengan fitur dan tingkat harga yang sangat ekonomis.” (*)

sempat men-declare tanggal 30 Desember 1989 sebagai Indonesia Day. Saya ikut acara itu di City Hall, termasuk pengibaran bendera merah putih. Setelah pulang dari Amerika, Marching Band dimainkan di beberapa kota Indonesia. Bukan cuma Surabaya, tapi juga Jakarta, Bandung, dan lain-lain. Uniknya, Marching Band ini juga main di kota kompetitor seperti Kediri, Kudus, dan Malang! Lantas apa maksud semua ini? Bagaimana perhitungan Return of Investment-nya? Pemberitaan besar-besaran oleh media di Indonesia luar biasa! Saya pun ikut menulis “pandangan mata” tiap hari dari California ke Jawa Pos saban hari selama dua minggu. Rakyat Indonesia pun ikut bangga dan merasa bersyukur pada Sampoerna. Sebuah Corporate Brand yang tadinya jauh kalah populer dari Product Brand Dji Sam Soe menjadi langsung mencuat awarenessnya. Bukan cuma itu. Corporate Brand “association” pun langsung terbentuk secara positif sebagai sebuah perusahaan yang nasionalis. Apalagi, kebetulan kretek kan memang “lambang” Indonesia. Itu karena cengkih adanya paling banyak ya di Indonesia. Kan orang Marketing mesti pintar main “ilmu gathuk”? Belakangan, kami semua yang di Sampoerna baru “ngeh” bahwa inilah cara efektif untuk membangun sebuah Corporate Brand. Tapi, kenapa itu perlu? Ya, karena Sampoerna punya rencana go public! Waktu Gudang Garam sebagai market leader go public sebelum Sampoerna, sahamnya laku keras. Itu disebabkan, investor percaya akan keperka-

saan Gudang Garam sebagai pemimpin pasar dalam menciptakan profit jangka panjang. Apalagi, kebetulan nama corporate dan produc- nya sama. Waktu itu Pak Putera mengatakan pada saya, “Sampoerna is a good name. It means ‘perfect’. It is the best compared to our competitors. Unfortunately, nobody knew it!” Sedangkan Dji Sam Soe yang sudah sangat terkenal nggak bisa di “jual” sebagai Corporate Brand. Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali membuat Sampoerna yang kebetulan juga terdiri atas sembilan (2+3+4=9) huruf dibikin terkenal! Namun, orang tidak otomatis akan membeli saham Sampoerna, seperti Gudang Garam, karena jumlah produk yang dijual baru peringkat keempat. Karena situasinya beda dan sangat

“disadvantage” untuk Sampoerna, harus ada cara yang superkreatif! Waktu itu penjualan produkproduk Sampoerna juga naik, walaupun tidak signifikan, ketika berita Marching Band ke mana-mana. Jadi, Marching Band ini bisa kena kepada tiga stakeholder utama Sampoerna, yaitu: people (pelinting), customer (pelanggan), dan investor (pembeli saham IPO ). Super Kreatif, Super Smart dan Super Efektif. Kenapa? Sebab, belum tentu dengan keluar biaya yang sama, dua juta USD, Sampoerna bisa mencapai hasil seperti itu dengan cara komunikasi yang konvensional. Ini semua saya ingat-ingat ketika saya akan mulai MarkPlus Professional Service di Surabaya pada 1 Mei 1990. (*)


CMYK

METROPOLIS

KAMIS, 28 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Gadai Barang yang Tidak Pernah Surut

METRO

WATCH

SOLUSI CEPAT

Antisipasi Dampak Tol TOL Kanci-Pejagan sudah diresmikan dan akan diteruskan dengan pembangunan tol Pejagan-Pemalang. Otomatis akan ada pergeseran transportasi yang semula melewati jalur Pantura menuju jalan tol. Kota Tegal bakal terlewati jalur cepat tersebut. Sejumlah pihak, terutama pelaku usaha sudah merasa was-was. Tol dikhawatirkan menyebabkan usaha di Tegal semakin redup, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini mengandalkan keramaian jalur Pantura. Tentu hal tersebut perlu diantisipasi agar dampak negatif jalan tol dapat bisa ditekan. Lalu apa sebaiknya yang dilakukan pemerintah?

Saat Kepepet

Sampaikan komentar Anda ke No:

RAMAI – Masyarakat masih mengandalkan pegadaian untuk mendapatkan suntikan dana segar.

08159440722

PELAYANAN Ledeng Mati, Warga Kelabakan DALAM dua hari ini, sebagian pelanggan PDAM mengeluhkan aliran air yang mati. Akibatnya, mereka terpaksa merogoh kantongnya guna membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah seorang warga Jl Rambutan Kraton Tegal Barat Santi (38) mengatakan, ledeng mati sudah sejak Senin lalu. Bahkan hari sebelumnya Jumat dan Sabtu juga tidak mengalir. “Kemudian Minggu mengalir. Lha kok Seninnya mati lagi. Ini gimana sih PDAM-nya?” ujar dia kesal saat ditemui Rabu (27/1). Sampai saat ini, dia mengaku belum mendapatkan pemberitahuan dari PDAM penyebab kematiannya. Dan untuk memenuhi kebutuhan terpaksa dia membeli dari pedagang dorongan dengan harga Rp 1.500 per derigen ukuran 20 liter. Padahal guna memenuhi kebutuhan air bersih, dia dalam sehari kurang lebihnya mencapai 4 derigen. ke hal 15 kol 1

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

ke hal 15 kol 5

Tuntut Legalitas dari Walikota RATUSAN anggota Forum Silaturahmi Tenaga Honorer (Fostah) Kota Tegal, Rabu (27/1) kemarin, menggelar aksi damai di gedung DPRD Jalan Pemuda Tegal melalui pelaksanaan istighotsah. Walaupun diguyur hujan, ratusan anggota Fostah tetap khidmat membacakan kalimat-kalimat toyibah dan mendengarkan uraian hikmah. Mereka berharap, pelaksanaan istghosah kali ini bisa melan-

carkan proses legalitas mereka dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Walikota. Aksi damai dimulai dengan sholat dzuhur berjamaah, dan diteruskan dengan istighotsah yang dipimpin Habib Badar Al Habsyi dan uraian khikmah Ustadz Hasan Bisri. Namun acara belum selesai, sejumlah anggota DPRD yang hadir memilih keluar dari forum istighotsah. Koordinator Fostah Kota Tegal Eko Rudiono SPd mengatakan, pelaksanaan istighotsah kali merupakan bentuk pendekatan diri

HERMAS PURWADI/RATEG

KETERANGAN PERS - Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo di sela kunjungannya ke wilayah hukum Polresta, kemarin.

mahalnya mengurus pajak kendaraan bermotor di Samsat. Kepala UP3 AD Yunianto SH MH menyatakan, Samsat yang berada di bawah UP3AD di bidang sie pajak berupaya mempercepat pelayanan wajib pajak dengan harapan bisa memperkecil angka ketergantungan pada jasa perantara. “Kami akan mengutamakan

wajib pajak yang datang langsung ke kantor. Dan bagi yang menggunakan jasa perantara akan kami layani belakangan. Jadi jangan harap wajib pajak yang bergantung pada jasa perantara bisa lebih cepat dilayani daripada wajib pajak yang datang langsung,” terangnya Rabu (27/1) kemarin. ke hal 15 kol 1

Proses Mudah, Bisa Ditunggu Paket Laka-Laka Spesial TEGAL – Untuk meningkatkan animo masyarakat membeli sepeda motor di awal tahun 2010, Naga Mas Motor kembali meluncurkan paket laka-laka spesial. Melalui kegiatan promotif ini, konsumen diberi kesempatan memiliki sepeda motor Honda dari berbagai tipe. Promo ini hanya berlaku tiga hari dari 26 hingga 28 Januari. Konsumen diberi kemudahan cukup menunjukkan fotocopy KTP dengan proses ajuan kredit yang mudah dan cepat. Bahkan, jika aplikasi kredit disetujui, konsemen juga akan mendapatkan empat kali potongan angsuran. Pemilik Naga Mas Motor Thomas, Rabu (27/1) mengatakan, program di atas berlaku untuk semua kalangan. Selain mendapatkan prosedur aplikasi ke hal 15 kol 5

CMYK

kepada sang khalik agar semua hajat atau keinginannya bisa dikabulkan. Tujuannya, secara khusus merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas perjuangan ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Fostah agar bisa diakui secara legal oleh Pemerintah Kota (Permkot) Tegal, melalui ke hal 15 kol 5

SHOLAT BERJAMAAH - Ratusan anggoata Fostah Kota Tegal menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD, dengan sholat berjamaah dan Istighosah. M SAEKHUN/RATEG

Persempit Ruang Gerak Calo UPAYA mempercepat pelayanan bagi wajib pajak yang datang langsung ke kantor Samsat, menjadi salah satu solusi untuk mempersempit jasa perantara (calo) yang sampai saat ini beraktifitas di sana. Hal ini ditempuh UP3AD (Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah) untuk meminimalisasi munculnya dugaan makin

ke hal 15 kol 1

Fostah Gelar Aksi Damai

Baru Tiga Kasus Pembobolan ATM MARAKNYA kabar hilangnya uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri milik nasabah yang biasa menggunakan kartu ATM mendapat perhatian serius Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo. Dia mengakui dari laporan yang masuk di jajarannya saat ini baru ada tiga kejadian dengan jumlah kerugian nominal yang tidak begitu banyak. “Dari laporan yang saya terima pengambilan uang nasabah yang dilakukan oknum tak dikenal di mesin ATM terjadi di wilayah hukum Poltabes dan Semarang Selatan. Dimana dua korban mengaku uangnya tersedot Rp 500.000 dan lainnya mencapai Rp 2,5 juta,” terang-

MESKI perkembangan jaman terus terjadi, tetapi sebagian masyarakat Kota Tegal masih menggunakan sistem gadai untuk mendapatkan suntikan dana segar dalam waktu singkat. Berbagai

DOK/RATEG

PAKET SPESIAL - Seorang konsumen tengah mengamati sepeda motor yang dipajang.


PEMALANG

10

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285)

4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

Suami Istri Tewas

RSI Ikhlas

(0284)

322502

Tenggelam di Sungai

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

TELEPON TELEPON PENTING PENTING

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

LEGISLATIF Tidak Reses, Kena Sanksi PEMALANG - DPC PPP Kabuapten Pemalang akan menindak tegas kadernya yang tergabung dalam Fraksi PPP dan tidak melakukan kegiatan reses. Hal ini karena reses dinilai sebagai hal yang sangat penting untuk menjaga loyalitas konstituen terhadap partai. Ketua DPC PPP Muntoha SH MHum mengemukakan anggota DPRD dari Fraksi PPP sebelumnya sudah dikumpulkan di dalam ruangannya. “Mereka sudah kita kumpulkan di ruang Wakil Ketua FOTO: DOK RADAR PEMALANG DPRD dan diberikan pengarahan,” kata Muntoha Rabu (27/1). DPC, lanjut Muntoha SH Muntoha menghimbau agar mereka menyelenggarakan kegiatan reses sesuai mekanisme. “Jangan sampai konsituen hanya diundang untuk datang kemudian makan-makan lalu selesai, harus ada kegiatan yang jelas untuk menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya. Anggota DPRD dari FPP yang ketahuan tidak melakukan kegiatan reses sesuai mekanisme, apalagi sampai tidak menyelenggarakan reses akan dikenakan sanksi. “Kita undang untuk dimintai keterangan dan selanjutnya kita jatuhkan sanksi sesuai mekanisme partai,” tegasnya. Sebelumnya diberitakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang memasuki masa reses yang kedua kalinya dalam masa jabatan mereka. Reses dimulai pada Selasa (26/1) akan berakhir pada 1 Februari mendatang. Ada peningkatan jumlah anggaran pada reses kali ini dibandingkan pada reses sebelumnya. Pimpinan DPRD berharap anggotanya melaksankan tujuan reses sebaik-baiknya. (ali)

PEMALANG - Sepasang suami istri warga Desa Telagasana Kecamatan Watukumpul tewas tenggelam di sungai di Desa Telagasana Rabu (27/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya hendak memanen jagung di ladangnya yang terletak di seberang sungai. Saat itu kondisi arus sungai diketahui cukup deras karena sering turun hujan. Namun keduanya nekat menyeberang dan terpeleset hingga terbawa arus. Jasad keduanya ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Kepala Desa Telasagana Siti Ariyah saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya kedua warganya yang tewas tenggelam di sungai tersebut. “Sepasang suami istri yaitu Zaenuri (30) dan Maryati (27) meninggal karena tenggelam di sungai Telagasana,” kata Kades. Keduanya hendak memanen jagung yang terletak sekitar dua kilometer dari rumahnya dan harus menyeberang sungai. Warga yang melihat pasutri tersebut terpeleset dan jatuh ke sungai memberitahukan kejadian itu ke warga lainnya. Dalam waktu sekejap, puluhan warga berdatangan dan berusaha mencarinya. Pencarian dua pasutri malang juga dibantu polisi dan tim SAR Kesbangpolinmas. Mereka menyisir tepian sungai tersebut dengan menggunakan peralatan ringan. Setengah jam kemudian keduanya berhasil ditemukan dan dilakukan visum oleh tim medis Puskesmas Watukumpul. Komandan SAR Yupiter A mengemukakan begitu timnya memperoleh kabar warga tenggelam langsung menerjunkan empat personelnya untuk membantu pencarian korban dan proses evakuasi. “Setelah kedua jenazah ditemukan langsung dilakukan visum dan selanjutnya diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” kata dia. Kondisi sungai tersebut, menurut tim SAR arusnya sangat deras karena sering turun hujan. Selain itu, batu-batu yang biasa digunakan untuk pijakan warga saat hendak menyeberang sungai lebih licin. Pasutri tersebut diduga terpeleset saat menginjak batu licin tersebut. Kedua jenazah itu dimakamkan di TPU Desa Telagasana hari itu juga, sekkitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah warga turut mengantar keduanya di peristirahatan terakhirnya. Kepala Kantor Kesbangpolinmas Drs Wahyu Sukarno AP membenarkan adanya peristiwa itu. (ali)

Belum Kapok Mencuri Kayu Dua Residivis Ditangkap PEMALANG - Aparat keamanan berhasil meringkus tiga maling kayu di Blok 15 B Gunungjaya, masuk Desa Banjarmulya Kecamatan Pemalang. Dua pelaku adalah residivis dalam kasus pencurian kayu pada tahun 2007 dan satu lagi adalah wajah baru yang masih berusia belasan tahun. Mereka mengaku menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP SDuwarto SH MH mengemukakan adanya penangkapan maling kayu tersebut. “Saat ditangkap petugas mereka berusaha kabur, namun berkat kesigapan aparat akhirnya diringkus,” kata dia Rabu (27/1) kemarin didampingi Kanit Idik AIPTU Kusnanto. Tiga maling kayu yang diringkus itu adalah Wage (31), Nuridin (37) dan Sunardi(18), ketiganya warga Desa Surajaya Kecamatan Pemalang. Wage dan Nuridin adalah residivis dan pernah mkenjalani hukuman di rumah tahanan Negara (rutan) Pemalang selama tujuh bulan pada tahun 2007 karena kasus pencurian juga.

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TERSANGKA KAYU - Tiga tersangka maling kayu saat berada di ruangan penyidik Polres Pemalang.

Sementara Sunardi dalam aksi tersebut bertindak sebagai pengawas saat keduanya menebang kayu jati. Bujangan ini bertugas memberi tanda kepada rekannya mengenai situasi hutan kalau-kalau ada petugas. Aksi menebang kayu ini dilakukan pada Rabu (20/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Pada

Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIB penebangan selesai dan ketiganya dengan jalan kaki hendak pulang. Rencananya kayu yang ditebang itu akan diambil saat mereka balik setelah pulang. Ketiganya kepergok patroli Jagawana dan berusaha kabur, namun berhasil ditangkap. (ali)

AGUS PrATIKNO/RADAR PEMALANG

TANAH TIMBUL- Seorang warga sedang menunjukan tanah timbul yang semakin luas akibat gerusan arus Sungai Rambut.

Sulit untuk Dikembalikan ARUS sungai yang deras, sering kali membuat alur yang baru dari sungai tersebut. Akibatnya, di satu sisi terjadi penggerusan bantaran sungai, di sisi lain terjadi tanah baru atau tanah timbul. Seperti yang terjadi di Sungai Rambut, yang menjadi perbatasan alam antara Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Tegal. Dalam beberapa tahun terakhir, arus sungai yang besar tersebut ternyata menggerus sisi di wilayah Kabupaten Pemalang. Sementara di sisi wilayah Kabupaten Tegal menimbulkan tanah timbul. Fenomena ala mini ini tentu saja membuat resah sebagian warga yang berada di sisi sungai yang tergerus. Khususnya warga di Dusun Kecepit Desa Banjarmulya, yang dilewati SUngai Rambut tersebut semakin resah. Sebab banyak warga yang kehilangan

lahannya akibat gerusan arus sungai. Apalagi setelah tanah timbul itu yang terjadi di sisi seberang menjadi milik orang lain. Dan otomatis membuat warga setempat kesulitan untuk bisa mendapatkan lahan bantaran tersebut kembali. Tanah timbul akibat gerusan Sungai Rambut diperkirakan mencapai luas kurang lebih 1,5 bau. Dari luas tanah timbul tersebut, sebelumnya belasan rumah warga di Dusun Kecepit Desa Banjaramulya yang terpaksa dipindah. Karena tanah yang tempati rumahnya habis terkikis derasnya arus Sungai Rambut, khususnya saat musim hujan tiba. “Gerusa arus Sungai Rambut yang masih terus terjadi banyak menyebabkan tanah timbul dan sekarang ini semakin luas karena hampir setiap tahunnya bertambah,” kata Darsono warga setempat.

Banyak tanah timbul yang terjadi diakuinya menjadi keresahan warga. Karena tanah timbul akibat erosi sekarang ini dimiliki oleh warga daerah lain yang lahan sawahnya tepat berada di tepi barat Sungai Rambut. “Yang jelas karena tanah warga itu habis terkikis dan sekarang pindah di sebelah barat sungai, maka akan semakin sulit untuk bisa di kembalikan. Sebab aliran Sungai Rambut tidak seperti sebelumnya yang letaknya jauh dari pemukiman dan tanah warga tetapi sekarang semakin masuk ke dalam,” ujarnya. Dia berharap agar lahan pekarangan dan tanah warga di Dusun Kecepit tidak semakin habis, pemerintah hendaknya ikut memkirkan dan ada perhatian, sehingga tanah warga akan dapat terselamatkan. (agus pratikno)


SLAWI METROPOLIS

KAMIS 28 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

SKPD Kelurahan adalah SKPD KALANGAN Pemkab Tegal seringkali salah kaprah dalam membedakan antara Desa dan Kelurahan. Padahal dalam sistem otonomi daerah, status antara Desa dan Kelurahan tersebut jelas sangat berbeda. Tidak hanya sebatas pada status Kepala Desa maupun perangkat desa, yakni antara PNS dan non PNS, namun juga pada penganggaran pembangunannya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Teguh Widiarso menilai, saat ini banyak yang melakukan kesalahan terkait status Kelurahan, yang dianggap sama dengan Desa. DOK.RATEG ‘’Mestinya, Kelurahan itu diperlakukan Teguh Widiarso sama dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Sehingga, perlakuan terhadap pemerintahan Kelurahan seharusnya berbeda dengan pemerintahan desa,” ungkapnya. Salah satu contoh yang nyata, lanjut Teguh Widiarso atau yang akrab disapa Widi, dalam penganggaran bagi operasional dan pembangunan Kelurahan. Semestinya, lanjut dia, Pemkab Tegal Dapat mengalokasikan penganggaran untuk operasional Kelurahan dalam anggaran belanja langsung. Sementara yang terjadi saat ini, Pemkab Tegal hanya mengalokasikan anggaran operasional bagi keluarahan yang besarnya sama dengan jumlah ADD (Alokasi Dana Desa) per tahunnya. ‘’Seharusnya, anggaran operasional untuk kelurahan dapat lebih terperici. Bukannya diberikan secara global, seperti halnya pengalokasian ADD. Untuk tahun 2010 nanti, anggaran operasional yang dialokasikan kepada 6 Kelurahan yang ada, masing-masing sebesar Rp 100 Juta, jumlah ini setara dengan nilai ADD,” terang Widi, yang juga anggota Fraksi PDIP. Widi menambahkan, selain penganggaran, dia juga menilai bahwa sudah saatnya pemkab tegal memerikan kepercayaan penuh kepada kelurahan untuk melaksanakan pengelolaan pembangunan yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Tegal. Sehingga ke depan diharapkan, pembangunan fisik di Kelurahan tidak lagi didominasi oleh DPU Kabupaten Tegal. Melaionkan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan kelurahan. (aan)

Dana Talangan TPI Dipangkas Badan Legislatif Menyayangkan SLAWI - Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Baleg DPRD) Kabupaten Tegal, Abdul Baar menyayangkan sikap Panitia Anggaran di institusinya yang dinilai sengaja memangkas dana talangan pengelolaan Tepat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Tegal. Pemangkasan dana talangan TPI senilai Rp 900 juta dinilai akan merugikan nelayan dan pedagang ikan yang ada.

“Padahal dana talangan itu untuk memproteksi ketika hasil tangkapan sedang tinggi,” ujar Abdul Baar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1) kemarin. Ia menilai, pemangkasan dana talangan ini tak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan yang telah mencantumkan adanya dana talangan untuk melindungi para nelayan dan pengelola TPI . “Pengelolaan TPI tak bisa dijalankan secara maksimal, karena dana talangan yang seharusnya wajib dikucurkan

untuk operasional transaki dihapus,” tandas Baar. Ia khawatir pemangkasan ini akan berdampak pada lemahnya aktivitas pelelangan ikan yang dihasilkan oleh nelayan Kabupaten Tegal, karena minimnya anggaran untuk memproteksi harga ikan. “Bisa jadi banyak nelayan yang terjebak pada tengkulak, karena TPI tak mampu melindungi nelayan,” katanya. Dalam Perda yang disetujui Baleg bulan November lalu menyebutkan, aturan penggunaan dana talangan ketika hasil tangkapan sedang melimpah,

kebijakan ini sengaja dilakukan untuk menghindari anjloknya harga ikan. Anggota Panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal, Musthofa mengaku, dalam rapat panitia anggaran, dana talangan untuk TPI senilai Rp 900 juta tidak muncul. Hal itu memang tidak ada rekomendasi dari tingkat komisi. Diakui, Panan hanya membahas sesuai dengan rekomendasi komisi. “Kami hanya membahas sesuai dengan rekomendasi komisi,” terangnya. Meski demikian, Panan akan

Jaksa Siap Jemput Bola ke Karangjambu Dugaan Penyelewengan Bantuan Rumah Miskin

LAKA LANTAS DiserudukTrailer,ElfDodosRumah SURADADI - Gara-gara mengerem mendadak, elf jurusan TegalPemalang, Rabu (27/1) pagi, mengalami kerusakan bagian depan belakang. Pasalnya, saat berhenti di depan PPI Suradadi, mobil angkutan um um warna merah tersebut dihajar oleh trailer muatan semen. Atas kejadian ini, mobil angkutan umum elf tersebut menyeruduk sebuah rumah milik warga setempat yang kondisinya parah. Diperoleh informasi kejadian lakalantas yang berada di jalur pantura, tepatnya di depan PPI Suradadi ini bermula, sekitar pukul 05.10 WIB pagi kemarin. Bermula, dari arah timur menuju barat, sebuah elf tibatiba berhenti di depan jalan raya Suradadi. Diketahui, elf tersebut hendak menghadang penumpang yang diketahui karyawan perusahaan rokok di Munjung Agung Kramat. Namun, entah kenapa tiba-tiba dari arah belakang, trailer melaju cukup kencang. Hingga akhirnya elf yang tengah berhenti langsung dihajar oleh traeler muatan semen. Lantaran hantaman traeler sangat kencang, elf yang belum ada penumpangnya tersebut segera menggeloyor hingga akhirnya menghajar sebuah rumah milik H Mahmud (65) warga Suradadi yang diketahui pemilik meubel. Tidak ada korban jiwa dalam insiden lakalantas ini. Namun, sopir dan kernet elf hanya mengalami luka-luka saja. Sedangkan yang parah, justru kondisi rumah warga yang hampir roboh akibat hantaman elf yang diseruduk trailer. ‘’Pagi itu, saya baru melaksanakan Salat Subuh. Namun, tiba-tiba saya kaget saat mendengar adanya suara kaca pecah, termasuk suara gerungan kendaraan,’’ terang H Mahmud. Menurutnya, saat dirinya mencoba melongok ke depan, ternyata rumah bagian depannya sudah hyampir ambruk. D2emikian pula dengan kondisi barang-barang meubel dagangannya rusak parah. Demikian pula dengan saka rumah yang habis dihajar kendaraan yang terlibat lakalantas. ‘’Antara sopir elf dan sopir trailer, memang sempat hendak adu jotos. Namun, sempat kami lerai. Sebab, kedua belah pihak samasama mengotot ingin benar sendiri,’’ ulasnya. Terpisah Kanit Laka Polres Tegal Iptu Juli Monasoni menjelaskan, insiden lakalantas tersebut terjadi akibat elf tiba-tiba mendadak berhenti. (gus)

CMYK

merekomendasikan dana talangan TPI pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pertengahan tahun mendatang. Terhadap kosongnya dana talangan tersebut, tambah Mustofa, mungkin itu memang tidak diajukan oleh dinas terkait. Menurutnya, untuk sementara dana talangan diambilkan dari pengelolaan pendapatan TPI sebesar satu persen dari retribusi lelang yang ditanggungkan pada pedagang dan nelayan masing-masing tiga persen dan dua persen dari jumlah pelelangan. (cw3)

YANVERA/RADAR SLAWI

SANTUNAN - Wakil Bupati Tegal Heri Soelistiyawan memberi santunan kepada karyawan yang mengikuti program Jamsostek.

Momentum untuk Berjuang Peringatan Hari K3 di Slawi GELORAKAN gema daya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu, guna mendorong dunia usaha, dunia kerja dan masyarakat pada umumnya untuk berpartisipasi aktif memasyarakatkan program K3 itu sendiri. Sehingga pembudayaan K3 bisa diimplementasikan secara benar di lingkungan kerja. Efeknya pun sangat positif, yakni tercipta suatu kebersamaan dan saling pengertian antar karyawan dalam hal ini masyarakat dan para pelaku usaha. “Peranan aktif untuk membudayakan K3 dari semua pihak sangat diharapkan. Tentunya, untuk meminimalisasi tingkat kecelakaan kerja,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin

Iskandar melalui amant tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Tegal Heri Soelistiyawan saat memimpin upacar peringatan hari K3 di halaman PT Gunung Slamat. Menurut dia, peringatan Hari K3 pada tanggal 12 Januari, harus dijadikan momentum untuk berjuang dan berperan aktif serta bekerja lebih keras. Apalagi peringatan ini bertepatan dengan 100 tahun diterapkannya K3 secara legal formal dalam dunia usaha. “Saya minta kepada semua pihak untuk bisa mengimplemaentasikan K3 secara benar dan baik,” tandas Heri. Sementara itu, Kabid Pemasaran PT Jamsostek Cabang Tegal Gatot Susilo menyatakan, pemberian santunan kematian dan jaminan hari tua ini diberikan khusus kepada karyawan perusahaan yang mengikuti program Jamsostek. Dan ini merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan pro-

gram K3 secara baik dan benar. “Kali ini Jamsostek Cabang Tegal memberikan santunan kematian kepada dua karyawan swalayan Tiara Mustika yakni Suyitno sebesar Rp 32,3juta dan Taryono Rp 33,6juta. Selain santunan kematian, Jamsostek juga memberikan santunan jaminan kecelakaan kerja untuk Dairoh karyawan PT Gunung Slamat sebesar Rp 6,9juta, dan pemberian jaminan hari tua (JHT) kepada Wage, karyawan PT Gunung Slamat sebesar Rp 2,4 juta,” katanya. Dari pengamatan Radar, dalam peringatan K3 tersebut, sejumlah karyawan begitu antusias mendengarkan. Bahkan mereka kini telah memahami pentingnya K3 dalam dunia kerja, sehingga dalam bekerja tidak setengah-setengah. “Kalau seperti ini, kan saya bisa lebih konsen karena ada jaminan keselamatan dan kesehatan,” tutur salah seorang peserta upacara Peringatan Hari K3. (k1)

SLAWI - Setelah Kepala Desa (Kades) Karangjambu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, sempat mangkir saat hendak dimintai keterangan oleh tim Intelijen Kejaksaan Negeri (kejari) Slawi. Kini giliran 10 orang saksi yang hendak diperiksa, kemarin juga tidak menghadiri panggilan kejaksaan. Karenanya, Kamis (hari ini,Red), tim Puldata dan Pulbaket Intel akan melakukan ‘jemput bola’ ke Desa Karangjambu Balapulang. ‘’10 saksi yang sebelumnya sudah menerima surat panggilan, kemarin tidak hadir. Mereka semuanya tidak ada yang datang untuk dimintai keterangannya. Padahal, kesaksian 10 orang warga Desa Karangjambu tersebut sangatlah penting untuk bisa menjerat pelakunya,’’ terang Kepala Seksi Intelijen Kejari Slawi Gunawan SH, Rabu (27/1) kemarin. Di ruang kerjanya, Gunawan juga menegaskan lantaran melihat kondisi seperti ini, maka pihaknya bersama dengan jaksa lain yakni DF Wuwungan SH, siap terjun ke lokasi. Hal ini juga guna melakukan puldata maupun pulbaket di Desa Karangjambu Balapulang. ‘’Termasuk tidak menutup kemungkinan, 10 orang saksi yang kemarin tidak hadir bisa langsung kami mintai keterangan sekaligus. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan oleh kades setempat,’’ beber Gunawan. Jadi, imbuh Gunawan, saksi yang sudah dimintai keterangan baru 7 orang saja. Sedangkan saksi lain, kini akan dilakukan ‘jemput bola’. Sementara dari informasi yang ada, sejak kasus dugaan tipikor dana ADD terkait untuk bantuan rumah miskin ditangani Kejari Slawi, Kades Karangjambu memilih pergi ke Jakarta. Hal ini, termasuk tidak hadirnya kades yang memang tidak berada di desanya. (gus)


BREBES & BUMIAYU

12

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

KBM Terpaksa dengan Lesehan Sekolah Tak Kunjung Diperbaiki

PDAM Air PDAM Keruh BUMIAYU - Seiring dengan sering turunya hujan saat ini, ratusan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Unit Ibukota Kecamatan (IKK) Bumiayu dibuat repot menyusul suplai air yang didistribusikan PDAM keruh. Kondisi tersebut terjadi setiap kali musim hujan. ’’Air yang sampai di rumah berwarna kecoklatan seperti tercampur tanah. Padahal semestinya air tersebut jernih seperti sebelumnya,” ungkap Siti (40), warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Akibat kondisi ini, Siti mengaku, dirinya tidak dapat menggunakan pasokan air dari PDAM untuk memasak. Sebab, selain warna yang berubah, air juga terlihat membawa endapan tanah. ’’Saya jadi tidak berani menggunakan untuk memasak, sebagai gantinya saya terpaksa meminta kepada tetangga yang memiliki sumur,” kata Siti. Bukti air PDAM membawa endapan tanah terlihat setelah air ditampung dalam ember selama satu-dua jam. ’’Endapan tanah terlihat didasar ember setelah air diendapkan terlebih dahulu. Karenanya, kami jadi ragu untuk menggunakannya bagi keperluan memasak. Sehingga kami terpaksa menyediakan air mineral galonan di rumah.’’ Dikonfirmasi mengenai kondisi yang terjadi, Kepala PDAM IKK Bumiayu Anis Syafarudin SE mengatakan, perubahan warna air disebabkan kerusakan yang terjadi pada bagian broncapturing (bak penangkap air) yang berada di dua sumber mata air baku PDAM IKK Bumiayu, yakni Tuk Podol dan Tuk Bulakan di Desa Adisana. ’’Kerusakan berupa terjadinya keretakan pada dinding broncapturing yang terbuat dari beton. Akibatnya, terjadi celah masuk bagi air dari luar bak di saat turun hujan hingga membuat keruh,” jelasnya. Kerusakan pada bagian broncapturing tersebut, menurut Anis, terjadi akibat usia bagunan yang cukup tua. Pembangunanya sendiri dilakukan pada tahun 1995 dan 2000. Kerusakan sudah mulai terjadi sejak satu tahun lalu, dan sudah dilaporkan ke PDAM Brebes. (pri)

BANTARKAWUNG - Ratusan murid SDN Pangebatan 06 di Dukuh Warudoyong, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, harus rela belajar secara lesehan. Bahkan, mereka harus rela berdesakan karena sempitnya ruangan. Hal itu dilakukan pascaambruknya atap gedung SD tersebut sebanyak tiga lokal. Selain itu, juga karena sekolah yang ditempati sampai sekarang masih berantakan dan belum bisa digunakan. Atas kejadian itu, baik siswa maupun pengajar berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk pembangunan. Sekolah dengan jumlah siswa 132 orang tersebut roboh akibat hujan deras yang terjadi 26 Desember 2009 lalu. Beruntung kejadian ter sebut tidak memakan korban, karena terjadi pada malam hari dan masih dalam masa libur sekolah. Namun, sejak 4 Januari lalu kesulitan mulai dirasakan oleh para siswa maupun pengajar, akibat belum ada tanda-tanda perbaikan atas kerusakan yang dialami sekolah ini. Atap bangunan kantor, ruang kelas III dan IV ambruk, hingga menuntut pihak sekolah untuk mengungsikan sebagian siswanya belajar di luar lingkungan sekolah. Dari 6 lokal yang ada -termasuk ruangan kantor-, kini hanya tersisa dua lokal ruangan yang masih dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), yakni kelas V (lima) dan IV (enam) dengan menempati ruang kelas I (satu) dan II (dua).

Sementara, untuk kantor menempati ruangan kelas V (lima). Sedangkan bagi siswa kelas I dengan 21 siswa dan kelas II sejumlah 26 siswa itu mengikuti KBM dengan menempati ruangan Majelis Taklim Raudlotul Mubtadi’in. Sedangkan, siswa kelas III (tiga) sebanyak 28 siswa dan kelas IV 27 siswa belajar di Madrasah Raudlotul Mubtadi’in. Menurut Muasanah, salah seorang guru sekolah ini mengatakan, para siswa -baik yang belajar di Majelis Taklim maupun Madrasah- mengikuti proses KBM dengan jalan lesehan akibat tidak adanya kelengkapan meubeler saat ini. Kondisi tersebut cukup mengganggu para siswa dalam menangkap pelajaran yang disampaikan. ’’Para siswa cenderung gelisah dan mudah lelah saat mengikuti pelajaran. Sebab, mereka terpaksa harus membungkuk saat menulis karena tidak adanya meja maupun kursi. Bahkan, beberapa di antara mereka biasanya langsung rebahan karena merasa pegal setelah menulis,” ungkapnya Rabu (27/ 1). Apip, seorang siswa kelas II menuturkan, dirinya kesulitan menangkap pelajaran yang disampaikan guru karena dirinya merasa cepat lelah saat menulis dengan posisi membungkuk di lantai. ’’Jadi cepet capek, apalagi kalau sedang nulis,” kata Apip. Kepala SD Pangebatan 06 Amin Lestari SPd saat dikonfirmasi Radar membenarkan kondisi yang terjadi di sekolahnya tersebut. Menurut Amin Lestari, pihaknya tetap berupaya untuk

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

LESEHAN - Siswa SD Pangebatan 06 Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, terpaksa belajar dengan lesehan karena atap ruang kelas mereka ambruk.

tetap melangsungkan KBM meskipun harus di luar sekolah. ’’Beruntung ada pihak yayasan yang memiliki ruangan Majleis Taklim dan Madrasah yang mengizinkan untuk digunakan sebagai kegiatan KBM sementara. Jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi sekolah utama,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, sejak kerusakan terjadi, pihaknya telah melapor ke Dinas Pendidikan melalui UPTD Kecamatan Bantarkawung. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan. Dalam waktu dekat ini, pihaknya berharap pemerintah segera memberikan bantuan

pembenahan gedung yang sudah tidak bisa digunakan. Karena sampai saat ini belum ada kepastian pembangunan dari pemerintah tersebut. ’’Kami berharap, perbaikan bangunan dapat segera dilakukan, sehingga proses belajar siswa dapat kembali berjalan normal,” katanya. (pri)

Menilik Lebih Dekat Kondisi Pasar Brak, Tanjung

Berbahaya karena Selalu Ada Kendaraan yang Terjun Bebas ke Areal Pasar Keselamatan pedagang dan konsumen yang bertransaksi di Pasar Brak, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, masih terancam. Karenanya, pasar tersebut membutuhkan penanganan segera. Seperti apa kondisi pasar ini dan darimana ancaman itu datang? LAPORAN: ISMAIL FUAD PASAR Brak tiada pernah surut dari padatnya aktivitas

jual-beli. Termasuk saat Radar mengunjungi pasar ini Rabu (27/1) pagi. Konsumen kebanyakan warga sekitar. Sayangnya, disadari atau tidak, keselamatan mereka diintai bahaya sewaktu-waktu. Sebab, kondisi bangunan beberapa los pasar yang terbuat dari kayu tersebut sudah miring dan berpotensi roboh. Di samping itu, lokasi pasar tradisional yang berada di bawah jalur pantura serta di samping jembatan Sungai Kabuyutan itu juga belum dianggap aman dan memadai. Tidak ada marka jalan dan ramburambu pengaman aktivitas warga yang berada di bawah-

ISMAIL FUAD/RATEG

MENGANCAM KESELAMATAN – Kondisi dan lokasi Pasar Brak, Tanjung, yang membahayakan membutuhkan penganganan segera pihak terkait.

nya. Kepala Desa (Kades) Tanjung Abdul Kiser saat dikonfirmasi Radar menuturkan, keberadaan pasar yang merupakan aset desa tersebut sudah lama tidak tersentuh oleh pembangunan, sehingga bahan material sudah cukup tua. Namun, dia mengungkapkan, miringnya beberapa los itu disebabkan oleh bentuk molo kayu pondasi atap yang memang sudah bengkok. ’’Miringnya bangunan itu sudah bertahun-tahun dan masih cukup kuat,” katanya. Meski demikan, lanjut Kiser, pihaknya tengah memprioritaskan rencana rehab Pasar Brak

pada tahun ini melalui dana PNPM 2010. ’’Kami akan segera mengajukannya tahun ini, sehingga aset pemerintah desa tersebut tidak mengundang was-was,” kata dia. Terkait dengan lokasi pasar yang rawan menjadi titik kecelakaan kendaraan, pihaknya mengaku sudah mengajukan pembuatan pagar pengaman kepada Bina Marga Provinsi Jateng dan beberapa pihak terkait sejak tahun 2004. Tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan. Karenanya, lanjut Kiser, sementara ini aling-aling sebagai pengaman, masih meng-

gunakan beberapa bilah bambu atas inisiatif warga. Kiser mengakui, lokasi pasar cukup rawan kecelakaan. Hampir setiap tahun ada kendaraan -baik truk maupun kendaaraan kecil- yang terjun bebas ke areal pasar. Untungnya, lanjut Kiser, kejadiannya sering terjadi pada malam hari, saat aktivitas pasar sepi. Karenanya, pihaknya akan segera melayangkan surat kembali kepada instansi yang terkait agar masyarakat tidak was-was. ’’Semoga saja pihak Bina Marga, Dishub, maupun pemkab segera memperhatikan,” harapnya. (*)


PEKALONGAN

KAMIS 28 JANUARI 2010

13

RADAR TEGAL

Warga Sigandul Tolak Relokasi

LINTAS SKPD Belum Disiplin BATANG - Jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Batang pada tahun anggaran 2009 belum disiplin, baik dalam hal penyampaian laporan kegiatan maupun keuangan. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Susilo Heru Yuwono, pada Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK). ’’Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun anggaran 2009, sebagian SKPD terlambat dalam mempersiapkan kelengkapan administrasi pelaksanaan kegiatan/pekerjaan, seperti SK, jadwal maupun pemaketan. SKPD juga belum cermat dalam merencanakan kegiatan/pekerjaan,” ungkapnya di Pendopo Setda Batang Rabu (27/ 1). Di sampaikannya pula, SKPD juga belum melakukan tepat manfaat dalam melaksanakan kegiatan dari APBD, termasuk di dalamnya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena pelaksanaan dari kegiatan tersebut baru dilaksanakan di akhir tahun anggaran. Disamping belum disiplin dalam jadwal kegiatan, seperti terlambat pelelangan meski dana sudah tersedia. ’’Sebagian kegiatan terlambat dalam pencapaian prestasi sesuai bobot kerja, karena menunggu uang muka baru jalan. Bahkan, ada pemborong yang hutang ke Kepala SKPD. Juga belum disiplin dalam pengendalian intern dan penyampaian hasilnya, yang seharusnya diserahkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya,” jelasnya. Disebutkannya, hingga akhir tahun anggaran 2009, realisasi kegiatan fisik belum mencapai 100 persen. ’’Karena belum semua laporan masuk, hanya 97 persensaja. Juga patut diperhatikan, terutama kegiatan yang dipihakketigakan, agar segera dilaksanakan sesuai jadwal. Karena masih ada SKPD yang mencairkan akhir tahun, sebab belum tahu manfaat bagi masyarakat.’’ Karenanya, diharapkan pada pelaksanaan tahun anggaran 2010, SKPD memperhatikan segala petunjuk baik yang termuat dalam Peraturan Bupati maupun Perda. Serta melengkapi administrasi kegiatan/pekerjaan, seperti jadwal pelaksanaan, struktur organisasi pelaksana dan menyampaikan laporan perkembangannya. ’’Bagi rekanan yang diketahui melakukan wan prestasi (menyalahi kesepakatan/ketentuan, Red) untuk segera di-blacklist. Seperti yang terjadi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (dishubpar), sebuah CV memalsukan dokumen. (ton)

Masuk Daerah Rawan Longsor BATANG - Tiga puluh empat (34) kepala keluarga warga Dukuh Sigandul, Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, bersikukuh untuk menetap di tanah kelahirannya. Mereka menolak usulan dari pemda untuk direlokasi ke Dukuh Bintoromulyo, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Menurut Kabag Sosial Setda Batang HA. Taufik, jumlah tersebut adalah sisa dari 82 KK yang sebelumnya sudah direlokasi ke Bintoromulyo. ’’Sebelum ada relokasi, di Sigandul terdapat 110 KK. Kemudian direlokasi sebanyak 82 KK dan tersisa 28 KK. Sekarang sudah bertambah menjadi 34 KK,” ungkapnya. Menurutnya, beberapa alasan menjadikan para warga Sigandul enggan direlokasi. Sebagian di antaranya merasa pasrah. Sementara, sebagian lagi takut kehilangan harta benda mereka. Padahal, relokasi diupayakan untuk memberikan kenyamanan bagi warga, yang saat ini berjumlah sekitar 104 jiwa, dari kemungkinan bahaya longsor.

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

RAWAN LONGSOR - Kondisi daerah yang berada di perbukitan membuat Dukuh Sigandul rawan terjadi longsor. Namun, 34 KK yang ada memilih untuk bertahan dan menolak direlokasi.

’’Pemda bersama Perhutani beberapa waktu lalu telah mendatangi warga Sigandul. Kepada mereka kami sampaikan

kembali permintaan kesediaan pindah untuk yang terakhir kalinya. Namun dari mulut mereka kami mendapati bahwa

warga tetap menolak relokasi, bila akan ditempatkan di Bintoromulyo,” beber Taufik. Dikatakannya, warga bersedia

Pasar Batang Tak akan Direnovasi BATANG - Para pedagang yang menolak dilakukannya renovasi terhadap pasar Batang, nampaknya bisa bernafas lega. Pasalnya, untuk tahun ini dipastikan tidak akan ada kegiatan renovasi pasar yang berada di pusat pemerintahan tersebut. ’’Dari hasil rapat kerja dengan perwakilan APPSI pasar Batang dan jajaran terkait di Pemda, dipastikan tahun ini tidak ada kegiatan renovasi maupun pembangunan pasar,” ujar Ketua Komisi C DPRD Batang Suyono seusai rapat kerja dengan Dinas Perin-

dustrian dan Perdagangan, Bappeda, dan Asosiasi Pedagang Pasar Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Selasa (26/ 1) siang. Rencana dilakukannya renovasi terhadap Pasar Batang sendiri sebenarnya masih sekadar wacana. Namun, di kalangan pedagang sudah muncul pro dan kontra antara yang setuju dan menolak. Pihak APPSI Batang yang mengakui sebagai wadah resmi dan mewakili pedagang menyatakan menolak rencana tersebut. ’’Sebelumnya, pihak APPSI

mengirimkan surat ke dewan guna dilakukannya audiensi terkait munculnya wacana akan dilakukannya renovasi Pasar Batang. Dan surat tersebut sudah kita tindak lanjuti, termasuk dengan mengundang SKPD terkait agar bisa didapatkan gambaran yang jelas terkait munculnya wacana renovasi pasar,” jelas Suyono. Berdasarkan keterangan dari pihak Bappeda, untuk tahun ini memang tidak dimungkinkan adanya kegiatan renovasi pasar. Mengingat kondisi keuangan daerah tidak men-

cukupi. Termasuk untuk rencana pembangunan pasar baru di wilayah Kelurahan Kauman juga belum akan dilakukan tahun ini, akibat keterbatasan dana yang ada. ’’Untuk renovasi Pasar Batang kalaupun akan ada rencana untuk direnovasi baru akan dibahas pada 2011 mendatang. Sehingga bagi pedagang yang menolak dilakukan renovasi, tidak perlu was-was lagi,” lanjut Suyono. Sebelumnya, memang sempat berkembang wacana untuk dilakukannya renovasi terhadap Pasar Batang. (don)

DOK.RADAR PEKALONGAN

CERMATI PASAR – Rombongan wakil bupati Batang beberapa waktu lalu sempat melakukan kunjungan guna melihat langsung kondisi pasar, yang dipastikan tidak akan direnovasi.

IKLAN BARIS LOKER 7 X 271MMK

direlokasi asal ditempatkan di Dukuh Kradenan, Desa Gerlang, Kecamatan Blado. Namun, mengingat Kradenan merupakan hutan lindung dan daerah resapan air, maka ditolak oleh Perhutani KPH Pekalongan Timur. Perhutani tidak berani mengambil keputusan karena untuk mengalihkan fungsi hutan adalah kewenangan dari menteri. ’’Tapi, setelah kemarin mendengar langsung dari warga, pihak Perhutani akan mengkaji ulang usulan itu. Namun bila berdasarkan kajian ternyata tidak memungkinkan, maka dengan terpaksa harus mencari tempat lain. Pemda sendiri akan berupaya mengawal permohonan tersebut ke menteri.’’ Relokasi yang dilakukan sebelumnya adalah atas permintaan warga, yang mana daerah tersebut rawan bencana tanah longsor. (ton)


ALL SPORTS

14

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK ANDALAN

KLIMAKS RIVALITAS GETTY IMAGES

SEPADAN – Michael Essien (kiri) bakal mendapatkan lawan sepadan di semifinal.

Ulang Perempat Final 2008 LUANDA - Langkah Ghana di Piala Afrika 2010 sempat dianggap habis setelah menyerah 1-3 kepada Pantai Gading di laga perdana Grup B lalu. Ghana memang lebih banyak didominasi pasukan muda lantaran sejumlah pemain intinya cedera. Ketangguhan mental anak asuh Milovan Rajevac itu pun diragukan. Namun, Asamoah Gyan dkk menjawab keraguan publik dengan menembus semifinal. Tak tanggung-tanggung, tiket empat besar direbut setelah menyingkirkan tuan rumah Angola yang sangat berambisi juara. Di fase ini, Black Stars muda (sebutan Ghana) ditantang sesama kontestan Piala Dunia 2010 Nigeria. Pertemuan keduanya merupakan ulangan perempat final edisi 2008 yang dihelat di Ghana. Saat itu, Ghana sukses menyingkirkan Elang Super (sebutan Nigeria) dengan skor 2-1. Yang jadi masalah, saat itu kekuatan Ghana cukup komplet. Para bintang mulai dari Michael Essien hingga Sulley Muntari tampil. “Kami tahu, pertandingan perempat final nanti bakal berat,” ucap Gyan sebagaimana dikutip Ghana Soccer. “Mereka (Nigeria, Red) akan datang ke lapangan dengan penuh determinasi dan motivasi balas dendam. Kami telah mengalahkan mereka di kompetisi sebelumnya, dan mereka pasti akan menggunakan laga ini sebagai ajang revans,” lanjutnya. “Tapi kami tetap yakin akan menang. Tim sedang dalam kondisi bagus, dan kami bisa memenangkan kompetisi jika memainkan skuad terbaik di setiap babak,” kata Gyan. “Yang harus kami lakukan hanya berpegang pada game plan dan mengikuti instriksi pelatih. Kami sangat haus kemenangan dan kami tidak akan membuang peluang untuk ke final,” tambah pencetak gol tunggal Ghana ke gawang Angola tersebut. (na/zul/jpnn)

BENGUELA - Pertarungan panas siap tersaji di Stadion Nasional Ombaka, Benguela, Angola dini hari nanti WIB. Dua negara bertetangga sekaligus musuh bebuyutan, Mesir dan Aljazair, bentrok di semifinal Piala Afrika 2010. Sejarah panjang perseteruan mereka membuat semifinal nanti menjadi klimaks dari rivalitas kedua negara. Di atas kertas, kedua negara punya kekuatan berimbang. Mereka memiliki materi pemain dan soliditas tim yang bagus selama penyisihan grup. Namun, sang juara bertahan lebih diunggulkan mengingat Ahmed Hassan dkk mencatat nilai sempurna sembilan dari tiga laga. Mental baja The Pharaohs (sebutan Mesir) juga membawa mereka melibas sesama favorit juara, Nigeria, 3-1 di penyisihan grup C. Mesir juga punya motivasi tambahan. Yakni, membalas kekalahan mereka di playoff kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Afrika pada 18 November 2009. Sebagaimana diberitakan, Mesir dan Aljazair mengumpulkan nilai sama di akhir kualifikasi sehingga harus menjalani laga ulang di tempat netral, Sudan. Aljazair menang 1-0, sementara Mesir harus mengubur impian lolos ke Piala Dunia 2010. “Sejak melawan Kamerun di perempat final, pikiran kami terfokus untuk menghadapi Aljazair di semifinal. Itu memengaruhi penampilan

kami,” jelas defender Wael Gomaa kepada AFP. “Kami sangat berambisi mencapai final dan memenangkan trofi untuk mengobati kesedihan fans setelah kami gagal menembus Piala Dunia,” lanjut dia. Mesir ingin membuktikan bahwa kegagalan mereka lolos ke Afrika Selatan bukan karena kalah kualitas dari Aljazair. Seperti diketahui, playoff yang dihelat di Sudan lalu terancam berakhir dengan kerusuhan jika Mesir me-

nang. Sebab Sudan merupakan basis pendukung Aljazair. Itulah yang menyebabkan Mesir tampil di bawah form. “Kami akan masuk ke lapangan dengan misi mengajarkan Aljazair caranya main sepak bola,” kata Sayed Mowad, defender lainnya. (na/aww/jpnn)

Ahmed Hassan (depan) menjadi pemain paling dihormati di skuad Mesir.


TEGAL METROPOLIS

KAMIS 28 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

OP Beras Batal BISNIS

WILDAN USMAN/RATEG

PRODUK - Nadya sedang menunjukan produk furnimart. WILDAN USMAN/RATEG

Awal Tahun, Omset Stabil FURNIMART yang beralamatkan di Jl. Kapt. Soedibyo 121 Tegal menyediakan kebutuhan rumah tangga, khususnya kebutuhan di dalam ruangan. Produk-produk yang tersedia di Furnimart antara lain Home Furnishing dan Office Set. “Untuk Home Furnishing, kami menyediakan produk lemari, buffet, rak buku, meja TV, kitchen set Spring bet,bantal dll. Sedangkan untuk produk Office Set, kami menyediakan meja, kursi,rak, lemari dan lainnya,” tutur Nadya pengelola furnimart. Produk-produk tersebut, lanjut dia, berbahan particle board sehingga mempunyai kelebihan, lebih praktis, model bagus, dan lebih murah. “Kami memberikan harga produk furnimart lebih murah dibandingkan yang lain,” ujarnyu. Dia menuturkan, omset penjualan untuk awal tahun 2010 masih stabil dengan pelanggan meliputi daerah Tegal, Brebes, Bumiayu, Pemalang, dan Pekalongan. “Selian perorangan kami juga melayani bakul (membeli untuk dijual lagi) dan lemari adalah produk yang paling laku di sini,” ungkap Nadya. Selain pembelian cash juga menyediakan fasilitas pembelian secara kredit melalui leasing tertentu dengan nilai harga minimal Rp 1 juta. Dengan fasilitas tersebut diharapkan konsumen akan lebih tertarik untuk membeli produk di furnimart. (mg2)

SUDAH SIAP - Sarana kolam untuk aksi lumba-lumba sudah siap.

mereka,” terangnya. Penggunaan surat kuasa bagi wajib pajak yang menggunakan jasa perantara ini sesuai dengan yang diatur instruksi bersama tiga menteri yakni menteri keuangan, menteri dalam negeri dan menteri hukum dan HAM tahun 1999. Terpisah Kasi pajak Lastriningsih menyatakan, pihaknya kini sudah melakukan aktifitas online sejak November 2006 lalu. Dimana pola pelayanan online ini berlaku secara menye-

TEGAL - Persiapan selama 15 hari untuk acara parade lumba-lumba sudah hampir selesai. Semua sarana sudah digunakan hanya tinggal finishing berupa pengecatan saja. Kapasitas kolam yang mampu menampung air asin buatan sebanyak 40 tangki juga sudah terisi dengan ph disesuaikan air laut. Ade Kusmana selaku manager operasional mengatakan, kolam sudah siap dengan ph air sudah disesuaikan. Lumba-

lumba setelah didatangkan akan diarak keliling Kota Tegal terlebih dahulu. Tentu untuk menginformasikan warga bahwa di sini akan ada acara parade lumba-lumba di GOR Wisanggeni Tegal. Acara ini mempunyai tujuan memberikan penyuluhan konservasi mamalia air dan memberikan pendidikan kepada masyarakat .Grand opening akan dilakukan pada Minggu tanggal 31 Januari 2010 dengan harga tiket VIP 30 ribu berkapasitas 50 orang dan

luruh di Samsat wilayah Jawa Tengah. “Bila persyaratan sesuai aturan yang berlalu tentunya wajib pajak tidak dikenakan biaya tambahan di luar pajak yang harus dibayarkan. Ini beda bila wajib pajak menggunakan jasa perantara. Dan bila pada prakteknya wajib pajak yang datang sendiri ke kantor masih dikenai biaya tambahan diluar pajak yang harus dibayarkan, dan hal itu bisa dibuktikan tentunya yang bersang-

kan repot, tidak ada pemberitahuan tahu-tahu mati,” tandasnya. Saat hal ini dikonfirmasikan Direktur PDAM Kota Tegal HM Iqbal melalui telepon selulernya mengatakan, saat ini dia berada di Semarang hendak bertolak ke Kalimantan untuk Kunjungan Kerja (Kunker). Menurut Iqbal, matinya aliran air beberapa hari ini akibat dari jaringan dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) putus. Ini dikarenakan

kutan akan dikenai tindakan tegas dari pimpinan,” ujarnya. Hal ini ditegaskan pula oleh Yunianto SH MH yang menyatakan dirinya membuka diri terhadap komplain wajib pajak yang merasa dirugikan oleh pelayanan instansi yang dipimpinnya. “Semua komplain dan masukan yang kami terima akan segera kami respon sebagai langkah perbaikan pola pelayanan bagi warga kota,” ujarnya. (her)

dari halaman 9 barang gadai yang digunakan juga beragam, mulai perhiasan emas, peralatan elektronik hingga kendaraan bermotor. Di sisi lain, jenis gadai yang diberikan saat ini juga beragam sehingga bisa memberikan pilihan beragam bagi mereka yang membutuhkan. Yuli (40), saat menggadaikan perhiasan emas miliknya di Perum Pegadaian Tegal mengatakan, perubahan boleh terjadi dengan beragam jenis kredit lunak dan sebagainya. Tetapi, proses berbelit serta waktu yang lama membuatnya tetap menggunakan pegadaian untuk mendapatkan dana segar. “Tidak lebih dari 30 menit, barang yang digadai akan ditaksir oleh petugas dan ditetapkan batas maksimal,” ujar dia. Selanjutnya, pihaknya mengajukan besar pinjaman yang akan dibayar dalam tempo

ADI MULYADI/RATEG

BATAL – OP beras yang akan dilaksanakan Pemkot batal lantaran tingkat kenaikannya belum mencapai 15 persen.

dari halaman 9 kredit yang mudah, konsumen juga bias menerima hadiah langsung TV berwarna, jaket eksklusif, dan cash back Rp 700 ribu. “Angsuran kreditnyapun relatif lebih murah dibandingkan program biasanya. Dan yang membedakan lagi, konsumen bisa menunggui prosesnya,” katanya. Kecuali program laka-laka spesial, Naga Mas Motor juga menggelar rangkaian program

pesta hadiah. Melalui program ini, pembeli sepeda motor tipe Absolute Revo, Blade, CS1, dan Supra X 125 akan mendapatkan satu kupon undian. Hadiah yang disediakan antara lain 25 Honda Absolute Revo, 25 Honda Blade, 25 notebook, 125 LCD TV, 125 i-Pod Nano, 250 handphone, dan 500 jaket sporty. Program ini berlaku bagi pembelian antara Januari hingga Maret mendatang. “Ini merupakan wujud terima kasih Honda atas kepercayaan

masyarakat Indonesia, utamanya konsumen Honda. Berkat kepercayaan itu, Honda sudah memproduksi sepeda motor hingga 25 juta unit di 2009 lalu.” Kedua program itu berlaku di semua cabang Naga Mas Motor. Selain di Naga Mas Motor Tegal Jl AR Hakim 46 Tegal, juga bisa didapatkan di Naga Mas Motor Slawi Jl A Yani 109 Slawi (utara Terminal Slawi) dan Naga Mas Motor Brebes di Jl Pangeran Diponegoro 109 Brebes (timur Alun-Alun Brebes). (zul)

Fostah Gelar Aksi Damai

tanah yang dilalui jaringan tersebut longsor sehingga masyarakat yang mendapat pasokan dari jaringan tersebut mati sementara. “Yang mendapat pasokan dari jaringan itu antara lain, daerah Jl Rambutan, Nanas, Randugunting, dan daerah sekitarnya. Aliran memang mengalami masalah sudah dua hari ini. Tetapi warga yang mendapatkan pasokan dari tuk yang dimiliki PDAM tidak ada

masalah,” jelasnya. Terkait kerusakan tersebut, PDAM tidak bisa berbuat apaapa. Sebab, jika itu milik PDAB maka kewenangannya bukan PDAM. Namun dari informasi yang dia peroleh, kerusakan sudah ditangani dan Rabu (27/ 1) sore atau malam air sudah bisa mengalir. “Yang pasti masyarakat tidak perlu risau karena kerusakan sudah ditangani oleh PDAB,” ujarnya. (cw1)

barang gadai tersebut saat suaminya kembali melaut. Dia mengaku tidak ingat berapa kali menggadaikan barang karena setiap ada kebutuhan mendadak dia selalu menggunakan pegadaian. Bunga yang ringan serta proses cepat dan pinjaman bisa dilayani besar maupun kecil membuat masyarakat kecil seperti dirinya merasa tertolong untuk mendapatkan kucuran dana segar. Meskipun kerap menggadaikan barang, dia selalu menebus kembali barang gadai tersebut sehingga tidak pernah masuk ke lelang. “Jika sudah ada uang, barang tersebut kami tebus kembali. Saat kepepet baru kami kembali menggadaikan barang lainnya,” terang dia. Manager Perum Pegadaian Tegal Andy Sutopo membenarkan jika permintaan gadai masyarakat Tegal hingga saat ini masih tinggi. Dalam sebulan, lebih dari Rp 1,5 miliar diku-

curkan untuk masyarakat yang membutuhkan pinjaman. “Tren tersebut akan meningkat hingga dua kali lipat menjelang tahun ajaran baru dan lebaran,” kata dia. Pada masa tersebut, lanjutnya, berbagai barang gadai mulai perhiasan, peralatan elektronik hingga kendaraan bermotor akan memenuhi ruang penyimpanan. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang tidak menebus kembali barang gadai sehingga dilakukan lelang setelah melalui beberapa tahapan. Dalam memberikan pinjaman, jpihaknya selalu menggunakan taksiran sesuai harga pasaran terbaru sehingga barang gadai akan memiliki nilai tinggi dan dana yang digelontorkan bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Untuk itu, kami terus menyiapkan dana segar sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi,” tukasnya. (rochman gunawan)

Solusi Cepat saat Kepepet empat bulan ke depan. Jika lebih dari itu, bisa dilakukan perpanjangan sehingga barang gadai bisa kembali digunakan seperti sediakala. Saat ada kebutuhan mendadak dalam jumlah besar, dia mengaku selalu memanfaatkan pegadaian untuk mendapatkan fresh money yang cepat sehingga berbagai kebutuhan bisa dipenuhi dengan cepat. “Apapun nama pinjaman atau kredit yang ada saat ini, kami tetap memilih pegadaian karena lebih cepat, mudah dan tidak repot,” katanya. Hal senada diungkapkan Maryati (48). Menurut dia, suaminya yang bekerja sebagai nelayan sudah dua pekan lebih tidak melaut karena cuaca buruk. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dia sengaja menggadaikan gelang dan kalung serta lemari es miliknya. Dengan demikian, dia dan keluarga bisa mencukupi kebutuhan dan akan menebus kembali barang-

untuk umum 20 ribu dengan kapasitas 350 orang. “Untuk pelajar yang dikoordinir oleh guru sekolah dan minimal 25 orang kami akan memberikan harga khusus yakni 12 ribu per orang,” ujarnya. Menurut Romi selaku korlap, selain lumba-lumba, pihaknya juga akan menampilkan linsang, beruang madu, dan kaka tua yang tentunya dengan berbagai aksi yang penuh dengan pesan moral. (mg2)

Proses Mudah, Bisa Ditunggu

Ledeng Mati, Warga Kelabakan dari halaman 9 Hal senada diungkapkan ibu rumah tangga warga Jl Jalak Randugunting Tegal Selatan, Nina (32). Dia mengaku sangat kelabakan jika seperti ini terus. Seharusnya jika mau mati PDAM memberitahukan terlebih dahulu sehingga masyarakat bisa mempersiapkannya. “Paling tidak PDAM memberikan sosialisasi, sehingga warga bisa siap-siap. Kalau begini

Hal ini dibenarkan Asisten II Setda Kota Tegal M Fanany. Dia mengatakan kalau sekarang ini lonjakan harga beras belum memungkinkan mengadakan OP. Pemkot hanya menekannya dengan menggelontorkan raskin lebih cepat saja. “Dengan itu mudah-mudahan bisa meredam kenaikan yang terjadi sekarang. Namun kami tetap memerintahkan Diskop UMKM Perindag untuk memantau terus,” ujar Fanany. Selain itu lanjutnya, sekitar Maret dan April mendatang masa panen raya juga tiba. Sehingga itu bisa menekan harga beras yang melonjak. Karena naiknya harga dipengaruhi oleh terlambatnya musim tanam dan cuaca yang mempengaruhi distribusi. Ditambahkan Walikota Tegal Ikmal Jaya SE Ak, melihat kondisi yang sekarang setelah raskin digelontorkan masyarakat, khususnya kalangan menegah ke bawah sudah terbantu. Sehingga efek naiknya harga beras saat ini sudah bisa tertanggulangi. “Tapi kita tetap memperhatikan. Apabila nanti dalam waktu tiga bulan menunjukan adanya kenaikan harga pemkot segera laksanakan OP. Saya akan segera membuat ajuan kepada Gubernur untuk permintaan OP,” ujarnya. (cw1)

Lumba-Lumba Siap Beraksi di GOR Wisanggeni

Persempit Ruang Gerak Calo dari halaman 9 Dia mengakui keberadan jasa perantara masih berseliweran di intansi yang dipimpinnya. “Kami sedang berupaya dengan instansi terkait dalam hal ini Polri untuk meminimalisasi gerak mereka. Solusi terbaru yang kami lakukan adalah bagi jasa perantara yang hendak membayarkan pajak dari wajib pajak harus mengantongi surat kuasa bermeterai. Kalau tidak, petugas tidak akan melayani

RENCANA Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengadakan Oprasi Pasar (OP) beras untuk menekan lonjakan harga bahan pokok tersebut batal. Sebab, tingkat kenaikannya belum mencapai lebih dari 15 persen selama tiga bulan berturutturut. Selain itu, dengan penggelontoran beras miskin (raskin) yang dipercepat dipercaya bisa menekan lonjakan harga sekarang ini. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Mandiri Perindustrian dan Perdagangan (DikopUMKMperindag) R Supriyanto, Rabu (27/1) menegaskan, saat ini Kota Tegal belum memerlukan OP. Hasil koordinasi dengan Bulog pun menyatakan demikian. “Stok pangan Karesidenan Pekalongan sangat aman. Dari enam gudang Bulog total stok yang ada mencapai 32 ribu ton. Sehingga pendistribusian raskin pun tidak ada kendala dan itu mencukupi kebutuhan hingga April mendatang. Dengan begitu diharapkan bisa menekan harga beras sekarang,” katanya. Dijelaskan, meski tidak mengadakan OP, dinasnya tetap memantau harga di pasaran. Apabila nanti dalam kurun waktu tiga bulan ke depan ada kenaikan lagi, baru mengajukan OP ke Gubernur.

dari halaman 9 SK Walikota Tegal. Selama ini, dirinya bersama ratusan anggota Fostah hanya mengantongi SK Kepala Sekolah (Kasek). Padahal masa kerjanya sudah 5 sampai 15 tahun. “Kami akan mengawal janji Walikota, yang minta waktu 2 minggu untuk studi banding dengan daerah lain yang telah mengeluarkan SK bagi tenaga honorer dan konsultasi dengan propinsi dan Men PAN, terkait PP 48 pasal 8 tahun 2005 dan

direvisi dengan PP nomor 43 tahun 2007, tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS,” kata Eko. Saat ditanya soal kehadiraan anggaota DPRD, yang hanya beberapa anggota saja, Eko menyatakan cukup kecewa dengan sikap sejumlah anggota DPRD yang tidak menghargai undangan dari Fostah. Padahal pelaksanaan istighotsah di halaman DPRD, dan undangan telah dikirim beberapa hari lalu. “Walaupun hanya beberapa anggota DPRD yang hadir tapi

kami tetap berharap bisa memperjuangkan aspirasi kami, serta ikut mengawal janji Walikota Tegal. Kami akan melakukan aksi besar-besaran kalau Walikota mengindahkan aspirasi kami,” paparnya. Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Sutari SH mengungkapkan, pada prinsipnya DPRD Kota Tegal, khususnya Komisi I sangat mendukung pelaksanaan istighotsah dan perjuangan anggota Fostah, tapi dengan satu syarat ada landasan hukumnya. (hun)

Baru Tiga Kasus Pembobolan ATM dari halaman 9 nya kepada sejumlah wartawan saat berkunjung di wilayah hukum Polresta kemarin. Pihaknya kini sedang berupaya menjajaki kerjasama dengan perbankan untuk meminimalisasi jatuhnya korban susulan terhadap kejahatan model baru tersebut. Sementara terpisah Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni mengakui di wilayahnya belum ada laporan yang masuk terkait korban kejahatan model baru tersebut. “Setidaknya kami menghimbau pada setiap bank yang menyediakan mesin ATM agar selalu melakukan cek ulang dianjungan. Ada tidak ditemukan alat-alat mencurigakan yang tidak sesuai dengan alat yang diberlakukan bank tersebut,” terangnya. Dia mengakui sangat sulit melacak pelaku kejahatan yang

tidak kelihatan tersebut. Namum pihaknya berupaya telah melakukan upaya maksimal dengan menempatkan personilnya dari satuan intelejen dan reskrim untuk memonitor apakah ada prilaku pengunjung anjungan yang perlu dicurigai. “Kami sifatnya hanya memonitor saja. Sebab memang susah membedakan antara pelaku pembobolan dengan mere-

ka yang mengambil sendiri uang yang dimiliki di ATM tersebut. Mungkin solusi terbaik bagi warga kota untuk selalu mengganti PIN setiap melakukan pengambilan uang di ATM.” Dia mengakui untuk pengawalan nasabah dan penempatan personil disetiap bank selama ini telah dilakukan dibawah tanggung jawab Satuan pengaman obyek vital ( obvit). (her)


CMYK

KAMIS, 28 JANUARI 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

MEMBLE LAGI

Rafa Tepis Isu Juventus RAFAEL Benitez tidak ingin aneka spekulasi yang berkembang tentang dirinya membawa pengaruh buat tim. Karena itu, dia agak marah ketika wartawan meminta konfirmasi tentang pinangan tim Serie A Italia Juventus terhadap dirinya. Sebagaimana diberitakan, Juventus memang sedang berburu pelatih anyar untuk menggantikan Ciro Ferrara, dan Benitez menjadi salah satu incaran mereka. “Saya lebih suka berkomentar tentang pertandingan ini,” katanya dalam konferensi pers resmi usai laga melawan Wolverhampton, sebagaimana dikutip

16

Soccernet. “Apakah spekulasi tentang Juventus mengganggu tim” Tidak, karena saya sangat fokus memenangkan pertandingan. Apakah diincar Juventus itu membuat saya bangga” Tidak, karena saya sangat konsentrasi pada pertandingan,” omel manajer asal Spanyol tersebut. Sebenarnya, posisi Benitez sendiri di Liverpool belum aman. Mereka sudah kehilangan kesempatan memenangkan tiga trofi. Sedangkan kans menjuarai Premier League juga semakin menjauh. Ini adalah saat yang ideal buat dia untuk mempertimbangkan tawaran klub lain. Namun, sekali lagi, dia ogah berkomentar. Kebalikan dengan Benitez, agen sang pelatih justru membuat spekulasi semakin meluas. “Benitez ke Juventus” Well, dalam sepak bola, kita tidak pernah tahu,” tukas agen Benitez Manuel Garcia Quilon, seperti dilansir Guardian. “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi,” lanjutnya. (na/zul/jpnn)

FERNANDO TORRES

LONDON - Liverpool membuang peluang kembali ke empat besar klasemen Premier League. Pasukan Rafael Benitez hanya naik satu setrip, yakni ke peringkat lima, setelah gagal mengalahkan Wolverhampton Wandereres di Stadion Molineux dini hari kemarin. Kendati diperkuat kembali oleh kapten Steven Gerrard, mereka hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Hanya memetik satu poin membuatmereka gagal menyalip To t t e n h a m Hotspur. Di saat bersamaan, Spurs (sebutan Tottenham) menang atas tamunya Fulham 2-0. Liverpool pun masih tertinggal tiga poin dari Peter Crouch dkk (38-41). Sebenarnya, Liverpool sukses memegang kendali pertandingan, terutama di babak pertama. Dominasi tim berjuluk The Reds itu juga bisa dilihat dari statistik pertandingan, di mana mereka menguasai ball possession serta mendapat banyak peluang. Sayang, absennya Fernando Torres membuat mereka kekurangan eksekutor di depan gawang. Sementara Gerrard mendapat pengawalan ketat

dari Michael Mancienne. Liverpool semakin frustrasi, lantaran hingga awal babak kedua mereka belum juga berhasil membuka skor. Sebaliknya, tuan rumah mulai berani menusuk pertahanan The Reds lewat striker termahal mereka, Kevin Doyle. Namun, kali ini Benitez tidak mengeluarkan alasan apa pun atas kekalahan timnya. “Kalau melihat posisi kami di klasemen, memang kami kehilangan dua poin,” kata Benitez seperti dikutip situs resmi klub. “Tapi kalau kita menganalisa jalannya pertandingan, saya rasa hasil ini cukup fair,” lanjutnya. “Di babak pertama, kami memegang kendali pertandingan. Tapi anak-anak tidak berhasil menciptakan peluang yang bagus, sehingga penyelesaian akhirnya juga kacau,” kata Benitez. “Di babak kedua, mereka menekan, dan kami harus bertahan. Kami masih mendapat kesempatan lewat counter attack, tapi ujung-ujungnya penyelesaian akhirlah yang membuat hari ini berbeda dari sebelumnya,” papar pelatih yang sedang dalam ancaman pemecatan itu. Bagaimanapun juga, hasil ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi Liverpool belum terpecahkan. Victory 2-0 atas Tottenham pekan lalu belum

menjadi pertanda bahwa mereka telah bangkit. Target mengakhiri musim di empat besar klasemen pun terancam gagal. Mick McCarthy, pelatih Wolves, tentu menyambut gembira hasil ini. Meskipun Liverpool adalah tim yang performanya tengah menurun, bisa menahan imbang mereka cukup memberikan tambahan kepercayaan diri buat Doyle dkk. “Kami main bagus malam ini (kemarin, Red). Sudah jelas bahwa kami berhak mendapat satu poin,” kata McCarthy kepada Sky Sports. “Menurut saya, hasil 0-0 melawan Liverpool itu sangat bagus. Mereka berpeluang menembus empat besar, dan mereka masih tim yang bagus,” lanjutnya. Di White Hart Lane, bos Spurs Harry Redknapp tak bisa menyembunyikan kegembiraan atas hasil buruk Liverpool. Meskipun tidak sepenuhnya memuji permainan anak buahnya, dia tetap senang karena mereka masih unggul tiga poin atas The Reds. “Kami mendapat tiga poin. Itulah yang paling penting. Kami sangat berhak atas kemenangan ini,” kata Redknapp kepada AFP. “Kami jelas senang kalau tim yang mengancam kami kehilangan poin sementara kami terus mengumpulkan poin. Yang dialami Liverpool sangat penting buat kami,” ucapnya. (na/zul/jpnn)

KOTA TEGAL SEHAT 2010 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi, sebagaimana tercantum didalam UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kesehatan merupakan hak dasar bagi seluruh Warga Negara dan untuk mewujudkannya menjadi kewajiban dan tanggungjawab kita bersama. Dengan hidup sehat seluruh aspek kehidupan dapat dijalankan secara optimal dan sumber daya manusia berkualitas akan tersedia. Tujuan akhir dari pembangunan kesehatan adalah pencapaian derajat kesehatan yang optimal, yang berkontribusi positif

CMYK

pada pemutusan mata rantai kemiskinan dan berujung pada meningkatnya kesejah-teraan masyarakat. Pemerintah Kota Tegal memberikan perhatian dan memprioritaskan pembangunan bidang kesehatan didalam misi kedua Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009 – 2014. Pada tahun 2010 Pemerintah Kota Tegal mengambil kebijakan strategis dengan menetapkan tahun 2010 sebagai tahun Kota Tegal sehat. Pada tahun ini diharapkan sebagi tonggak perubahan mindset masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, untuk hidup dalam lingkungan bersih dan sehat, mandiri dalam memecahkan masalah kesehatan dilingkung-

annya dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu secara adil dan merata. Keempat hal tersebut dijadikan sasaran utama atau pilar pencapaian Kota Tegal Sehat 2010 dan akan diukur berdasarkan pencapaian indicator

yang telah ditetapkan, baik indicator utama maupun indicator proses. Keadaan kesehatan yang diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2010 tentunya harus lebih baik dibandingkan tahuntahun sebelumnya.

Umur Harapan Hidup yang ditargetkan pada tahun 2010 adalah diatas 71,13 tahun. Target tersebut jauh diatas Target Nasional yang mene-tapkan umur harapan hidup 69 tahun di tahun 2010. Sementara Angka Kematian Ibu target nasional 125 per 100.000 dan target Kota Tegal 55 per 100.000 kelahiran hidup. Capaian di Kota Tegal saat ini 63,99 per 100.000. Angka kematian bayi Target nasional 25 per 1.000 kelahiran dan capaian tahun 2009 adalah 4,83 per 1.000 kelahiran. Angka Kesakitan DBD diharapka pada tahun 2010 kurang dari 8 per 10.000 penduduk, sedangkan kondisi saat ini masih 8,1 per 10.000 penduduk. Angka kematian DBD juga turun menjadi kurang dari 2 %. Meskipun tahun 2009 terdapat beberapa

indikator yang belum men-capai target namun Pemerintah Kota Tegal optimis dapat mencapainya pada tahun 2010. Pencapaian kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, secara progresif akan terus dilan-jutkan di tahun-tahun men-datang dengan melibatkan seluruh komponen masya-rakat. Itu artinya masyarakat menjadi subjek pembangunan. Guna mendukung keberhasilan Kota Tegal Sehat 2010 Pemerintah Kota Tegal telah mempersiapkan segenap Sumber Daya yang meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan jumlah dan mutu SDM, peningkatan infrastruktur, media komunikasi dan pembiayaan kesehatan. Strategi yang diambil dalam pelak-

sanaan Kota Tegal Sehat adalah : dengan mensinergikan program, mempertahankan capaian kinerja yang telah memenuhi target, akselerasi kegiatan yang belum tercapai, meningkatkan kerjasama lintas sektoral, meningkatkan pe-ran serta masyarakat, me-ngembangkan kemitraan dan meningkatkan promosi kesehatan secara masiv dan berjenjang. Keberhasilan pencapaian Kota Tegal Sehat 2010 diharapkan akan berimplikasi luas pada pening-katan nilai dalam pembangunan Kota Tegal secara menyeluruh. Keberhasilan ini juga akan berimplikasi terhadap peningkatan kinerja dan prestasi – prestasi diberbagai bidang termasuk dibidang kesehatan.


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0856.4022.2293

KAMIS, 28 JANUARI 2010

Suami SULIT UNTUK Istri DIKEMBALIKAN Tewas Tanah Timbul Akibat Gerusan Arus Sungai Rambut

ARUS sungai yang deras, sering kali membuat alur yang baru dari sungai tersebut. Akibatnya, di satu sisi terjadi penggerusan bantaran sungai, di sisi lain terjadi tanah baru atau tanah timbul. Seperti yang terjadi di Sungai Rambut, yang menjadi perbatasan alam antara Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Tegal. Dalam beberapa tahun terakhir, arus

Tenggelam di Sungai PEMALANG - Sepasang suami istri warga Desa Telagasana Kecamatan Watukumpul tewas tenggelam di sungai di Desa Telagasana Rabu (27/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya hendak memanen jagung di ladangnya yang terletak di seberang sungai. Saat itu kondisi arus sungai diketahui cukup deras karena sering turun hujan. Namun keduanya nekat menyeberang dan terpeleset hingga terbawa arus. Jasad keduanya ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Kepala Desa Telasagana Siti Ariyah saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya kedua warganya yang tewas tenggelam di sungai tersebut. “Sepasang suami istri yaitu Zaenuri (30) dan Maryati (27) meninggal karena tenggelam di sungai Telagasana,” kata Kades. Keduanya hendak memanen jagung yang terletak sekitar dua kilometer dari rumahnya dan harus menyeberang sungai. Warga yang melihat pasutri tersebut terpeleset dan jatuh ke sungai memberitahukan kejadian itu ke warga lainnya. Dalam waktu sekejap, puluhan warga berdatangan dan berusaha mencarinya. Pencarian dua pasutri malang juga dibantu polisi dan tim SAR Kesbangpolinmas. Mereka menyisir tepian sungai tersebut dengan menggunakan peralatan ringan. Setengah jam kemudian keduanya berhasil ditemukan dan dilakukan visum oleh tim medis Puskesmas Watukumpul. Komandan SAR Yupiter A mengemukakan begitu timnya memperoleh kabar warga tenggelam langsung menerjunkan empat personelnya untuk membantu pencarian korban dan proses evakuasi.

RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

AGUS PrATIKNO/RADAR PEMALANG

Lima Cabup Lirik Partai Golkar

PEMALANG - DPC PPP Kabuapten Pemalang akan menindak tegas kadernya yang tergabung dalam Fraksi PPP dan tidak melakukan kegiatan reses. Hal ini karena reses dinilai sebagai hal yang sangat penting untuk menjaga loyalitas konstituen terhadap partai. Ket u a D P C P P P Munt oha SH MHum FOTO: DOK RADAR PEMALANG mengemukakan angMuntoha SH gota DPRD dari Fraksi PPP sebelumnya sudah dikumpulkan di dalam ruangannya. “Mereka sudah kita kumpulkan di ruang Wakil Ketua DPRD dan diberikan pengarahan,” kata Muntoha Rabu (27/1). DPC, lanjut Muntoha menghimbau agar mereka menyelenggarakan kegiatan reses sesuai mekanisme. “Jangan sampai konsituen hanya diundang untuk datang kemudian makan-makan lalu ke hal 15 kol 4

ke hal 15 kol 1

Tidak Reses, Kena Sanksi

Belum Kapok Mencuri Kayu Dua Residivis Ditangkap PEMALANG - Aparat keamanan berhasil meringkus tiga maling kayu di Blok 15 B Gunungjaya, masuk Desa Banjarmulya Kecamatan Pemalang. Dua pelaku adalah residivis dalam kasus pencurian kayu pada tahun 2007 dan satu lagi adalah wajah baru yang masih berusia belasan tahun. Mereka mengaku menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP SDuwarto SH MH mengemukakan adanya penangkapan maling kayu tersebut. “Saat ditangkap petugas mereka berusaha kabur, namun berkat kesigapan aparat akhirnya diringkus,” kata dia Rabu (27/1) kemarin didampingi Kanit Idik AIPTU Kusnanto. Tiga maling kayu yang diringkus itu adalah Wage (31), Nuridin (37) dan Sunardi(18), ketiganya warga Desa Surajaya ke hal 15 kol 1

ke hal 15 kol 1

Seorang warga sedang menunjukan tanah timbul yang semakin luas akibat gerusan arus Sungai Rambut.

PEMALANG – Suasana Pilkada di Kabupaten Pemalang semakin menghanggat. Hal ini setelah banyaknya nama bakal calon bupati baru yang bermunculan. Sedikitnya ada lima nama bakal calon bupati baru muncul dan melakukan komunikasi politik dengan Partai Golkar. Nama-nama tersebut hingga kini masih disembunyikan oleh partai Golkar, dan dua diantaranya berdomisili di Jakarta. “Dalam upaya penjaringan bakal calon bupati, Partai Golkar sudah banyak yang ingin mendaftar dan diantara calon itu banyak nama baru yang jumlahnya kurang lebih ada lima calon bupati,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang Ujianto MR kepada Radar di ruang kerjanya, Kamis (27/1). Lebih lanjut dia mengatakan, meskipun Partai Golkar belum membuka pendafataran, namun dari sejumlah calon bupati yang ingin maju Pilkada melalui Partai Golkar telah melakukan komukasi, terkait keinginannya untuk maju dalam Pilkada 2010 nanti. “Dari lima calon yang sudah pernah melakukan komunikasi dan mereka itu serius untuk maju sebagai calon bupati, 3 calon diantaranya yang berasal dari Pemalang sudah muncul duluan,” ujarnya. Menurutnya, untuk kesuksesan dalam melakukan penjaringan bakal calon bupati, jajaran partainya telah melakukan langkah awal yaitu memberikan SK kepada Tim

NGENDONG

warga yang kehilangan lahannya akibat gerusan arus sungai. Apalagi setelah tanah timbul itu yang terjadi di sisi seberang menjadi milik orang lain. Dan otomatis membuat warga setempat kesulitan untuk bisa mendapatkan lahan bantaran tersebut kembali. Tanah timbul akibat gerusan Sungai Rambut diperkirakan mencapai luas kurang lebih 1,5 bau. Dari luas tanah timbul

TANAH TIMBUL

ke hal 15 kol 1

TELP PENTING

sungai yang besar tersebut ternyata menggerus sisi di wilayah Kabupaten Pemalang. Sementara di sisi wilayah Kabupaten Tegal menimbulkan tanah timbul. Fenomena ala mini ini tentu saja membuat resah sebagian warga yang berada di sisi sungai yang tergerus. Khususnya warga di Dusun Kecepit Desa Banjarmulya, yang dilewati SUngai Rambut tersebut semakin resah. Sebab banyak

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TERSANGKA KAYU - Tiga tersangka maling kayu saat berada di ruangan penyidik Polres Pemalang.


SAMBUNGAN

KAMIS 28 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Tungku Lalap Rumah Warga PEMALANG - Kebakaran terjadi di Desa Bongas Kecamatan Watukumpul. Satu buah rumah milik Dirhanto (54) warga RT 3/RW 6 hangus dilalap si jago merah. Kebakaran bermula dari tungku di dapur rumah yang semula dikiranya sudah padam. Akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian puluhan juta rupiah. Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlin-

dungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Drs Wahyu Sukarno AP didampingi Kasi Linmas M Yoyo Sumaryo mengemukakan adanya kejadian kebakaran tersebut. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat itu pemilik rumah menyangka tungku dapur yang biasa digunakan untuk memasak sehari-hari sudah padam. Karena tiupan angina, rumah yang terbuat dari papan

itu terbakar oleh api yang bersumber pada tungku tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar. Rumah berukuran 6 x 9 meter itu hangus dan ditaksir menderita rugi Rp 29 juta. “Saat tim kami ke sana, warga melakukan gotong royong ntuk memerbaiki rumah yang terbakar tersebut,” tambah Yoyo. (ali)

Belum Kapok Mencuri Kayu dari halaman 9 Kecamatan Pemalang. Wage dan Nuridin adalah residivis dan pernah mkenjalani hukuman di rumah tahanan Negara (rutan) Pemalang selama tujuh bulan pada tahun 2007 karena kasus pencurian juga. Sementara Sunardi dalam aksi tersebut bertindak sebagai pengawas saat keduanya menebang kayu jati. Bujangan ini bertugas memberi tanda kepada rekannya mengenai situasi hutan kalau-kalau ada petugas. Aksi menebang kayu ini dilakukan pada Rabu (20/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIB penebangan selesai

dan ketiganya dengan jalan kaki hendak pulang. Rencananya kayu yang ditebang itu akan diambil saat mereka balik setelah pulang. Namun saat berjalan beriringan ketiganya kepergok patroli Jagawana di Sungai Jambu dan kabur. Kesigapan aparat akhirnya berhasil meringkus ketiganya. Barang bukti yang diamankan bersama mereka adalah dua balok kayu jati ukuran 2 meter x 21 cm x 25 cm dan ukuran 2 meter x 60 cm x 25 cm. Selain itu juga ikut diamankan alat potong berupa gergaji dan kapak. Ketiganya terancam hukuman penjara maksimal sepuluh tahun karena melanggar UU No 41 tahun 1999 tentang kehu-

tanan. Sementara salah satu tersangka Wage saat diwawancarai mengaku aksi pencurian itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Saya mencuri kayu untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata laki-laki yang mengaku pernah menjadi tukang parkir itu. Meski tertangkap tangan melakukan aksi pencurian, namun Wage mengaku bahwa apa yang dilakukan hanya untuk mendapatkan upah. Tersangka lainnya Nuridin mengaku hidupnya sebagai petani ladang yang pas-pasan membuatnya terpengaruh untuk melakukan pencurian. Keduanya mengaku pernah menjalani hukuman akibat aksi serupa pada tahun 2007 yang lalu. (ali)

Lima Cabup Lirik Partai Golkar dari halaman 9 penjaringan yang diketuai H Muchlis Yasin dan sekretarisnya Drs Santoso MM MSi, yang sesuai rencana pendaftaran baru akan dibuka bulan Februari. Pihaknya membuka lebar kepada semua kader partai dan masyarakat yang berkeinginan untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati. Tetapi harus memenuhi syarat, untuk kader partai syarat utama yaitu punyai kredibilitas, loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap partai. “Siapa pun kader Partai Golkar yang memenuhi syarat itu

dan menjadi kader terbaik, jika lembaga partai ini menghendaki harus maju dalam Pilkada, tentunya ia harus menyatakan siap,” tandasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, nama calon bupati dan wakil bupati yang sebelumnya muncul di antaranya H Junaedi SH MM yang sekarang ini masih menjabat Sebagai Wakil Bupati Pemalang, dan sekarang ini telah dipasangkan dengan Mukti Agung Wibowo melalui PDIP berkoalisi dengan PPP. Dr Kun Sri Wibowo sendiri belum jelas kendaraan partainya, sedangkan H Sumadi Sugondo SE MM MSi yang sekarang ini masih menjabat sebagai Sekda

Pemalang sebelumnya masih sebatas rumor. Tetapi sekarang telah menyatakan siap untuk maju dalam Pilkada setelah pihaknya mendapatkan restu dari Bupati Pemalahg HM Machroes. Hanya saja hingga kini juga belum jelas partai mana yang akan dijadikan sebagai kendaraan politiknya. Ia baru melakukan penjajakan kesejumlah partai yang ada. Munculnya nama baru calon bupati yang dikatakan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar, dua diantaranya sampai sek a r a n g b e l u m j e l a s siapa orangnya, karena masih dirahasiakan dan masih ada di Jakarta. (mg1)

Sulit untuk Dikembalikan dari halaman 9 tersebut, sebelumnya belasan rumah warga di Dusun Kecepit Desa Banjaramulya yang terpaksa dipindah. Karena tanah yang tempati rumahnya habis terkikis derasnya arus Sungai Rambut, khususnya saat musim hujan tiba. “Gerusa arus Sungai Rambut yang masih terus terjadi banyak menyebabkan tanah timbul dan sekarang ini semakin luas ka-

rena hampir setiap tahunnya bertambah,” kata Darsono warga setempat. Banyak tanah timbul yang terjadi diakuinya menjadi keresahan warga. Karena tanah timbul akibat erosi sekarang ini dimiliki oleh warga daerah lain yang lahan sawahnya tepat berada di tepi barat Sungai Rambut. “Yang jelas karena tanah warga itu habis terkikis dan sekarang pindah di sebelah barat sungai, maka akan se-

makin sulit untuk bisa di kembalikan. Sebab aliran Sungai Rambut tidak seperti sebelumnya yang letaknya jauh dari pemukiman dan tanah warga tetapi sekarang semakin masuk ke dalam,” ujarnya. Dia berharap agar lahan pekarangan dan tanah warga di Dusun Kecepit tidak semakin habis, pemerintah hendaknya ikut memkirkan dan ada perhatian, sehingga tanah warga akan dapat terselamatkan. (agus pratikno)

Suami Istri Tewas dari halaman 9 “Setelah kedua jenazah ditemukan langsung dilakukan visum dan selanjutnya diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” kata dia. Kondisi sungai tersebut, menurut tim SAR arusnya sangat deras karena sering turun hujan. Selain itu, batu-batu yang biasa digunakan untuk

pijakan warga saat hendak menyeberang sungai lebih licin. Pasutri tersebut diduga terpeleset saat menginjak batu licin tersebut. Kedua jenazah itu dimakamkan di TPU Desa Telagasana hari itu juga, sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah warga turut mengantar keduanya di peristirahatan terakhirnya. Kepala Kantor Kesatuan

Maju Pilkada untuk Pengabdian yang Lebih Luas PEMALANG - Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Pemalang telah memunculkan sejumlah calon bupati dan wakil bupati. Baik dari kalangan birokrat, profesi, pengusaha dan para politisi, yang kini mulai menyatakan diri siap maju dalam Pilkada mendatang. Bahkan beberapa calon sudah menyosialisasikan diri di hadapan masyarakat partai politik maupun organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Pemalang untuk menyampaikan visi dan misi dalam membangun daerahnya selama lima tahun ke depan. Fenomena Pilkada dan segala pernak-perniknya ternyata juga menjadi motivasi bagi tersendiri bagi H Dr Kun Sri Wibowo SpB Finacs saat ditemui Radar Jumat (27/1) kemarin di RSUD Dr M Ashari. Dia menyatakan sebagai dokter adalah sebuah pengabdian diri dengan pasien yang menderita sakit. Namun dia juga membenarkan untuk pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat diperlukan jabatan yang strategis, jawabannya tentu saja adalah Pilkada. “Menjadi dokter bedah merupakan pengabdian, namun itu sebatas dengan pasien yang mengidap penyakit. Maka untuk pengabdian lebih luas, jelas diperlukan jabatan strategis. Merujuk pada konsep itulah, dirasa pilkada sebagai wahana meraih jabatan strategis, khususnya sebagai pimpinan di Kabupaten Pemalang bisa disa-

lurkan. Dan Insya Allah dalam Pilkada yang akan datang, saya akan maju untuk pengabdian yang lebih luas lingkupnya,” kata Dr Kun. Pada dasarnya, keinginannya mencalonkan diri sebagai calon bupati, karena kepedulian bukan saja pada masyarakat yang sakit. Tapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat untuk bisa ditingkatkan. Selain di RSUD dr M Ashari, dr Kun juga membuka praktek di Jalan Urip Sumoharjo Pe-

lutan Pemalang. Beroperasinya tempat praktek baru ini, bertujuan untuk menunjang fasilitas kesehatan di Pemalang serta sebagai kepedulian untuk pasien yang berobat jalan dengan biaya yang terjangkau. Di singgung tentang kans untuk menjadi orang pertama di Pemalang, dengan santai dia menjawab terpilih atau tidak untuk menjadi bupati. “Kalau tidak terpilih saya tetap menjadi dokter bedah dan itu tetap mengabdi untuk masyarakat,”

tukasnya. Kesibukanya sebagai dokter bedah di RSUD Dr M Ashari Pemalang tidak mengurangi aktivitas di luar pekerjaanya yaitu sebagai Pembina SH Teratai Pemalang. Kewajiban sebagai dokter yang siap selama 24 jam selalu dia jalani dengan tulus dan ikhlas. Tak terkecuali ketika di tengah malam hari ada orang yang membutuhkan bedah di RSUD, dia selalu siap sedia untuk datang ke lokasi. (hasan)

Harga Sayuran Terus Beranjak Naik PEMALANG – Musim hujan yang terus terjadi, berdampak besar terhadap tingginya harga sayuran di pasaran. Pasalnya tingginya curah hujan, ternyata tidak membuat pertumbuhan sejumlah sayuran bertambah baik. Tetapi mmebuat sayuran banyak yang mati akibat diserang hama penyakit. Konidis itu menyebabkan hasil produksi sayuran mengalami penurunan dan berakibat melonjaknya harga sayuran di pasaran. Berdasarkan pantuan Radar, harga sayuran di pasaran seperti tomat sekarang ini mencapai Rp 5.000/kg, semula

hanya mencapai Rp 2.000 perkilogramnya, kacang panjang Rp 1.000 sebelumnya Rp 800. Harga pare semula 1.000 sekarang telah mencapai Rp 1.500 perkilogramnya. Naiknya harga sayuran juga banyak dikuti oleh sejumlah jenis sayuran lainya termasuk juga harga terong dan lombok yang terus meningkat. Rusdad (47) petani warga Dukuh Tambakyuda Pemalang mengatakan harga sayuran sekarang ini sedang mengalami kenaikan yang sangat tajam. Naiknya harga itu disebabkan karena musim hujan sering menyebakan sayuran mudah

Tidak Reses, Kena ... dari halaman 9

Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Drs Wahyu Sukarno AP membenarkan adanya peristiwa pasutri yang tenggelam itu. “Kami sudah berkoordinasi begitu menerima laporan tersebut dan segera melakukan cek,” kata dia didampingi Kasi Linmas M Yoyo Sumaryo. (ali)

HASANUDIN/RADAR PEMALANG

BERBINCANG-BINCANG - Dr Kun berbincang-bincang saat mengecek kesehatan pasien penderita hernia di RSUD Dr M Ashari.

selesai, harus ada kegiatan yang jelas untuk menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya. Anggota DPRD dari FPP yang ketahuan tidak melakukan kegiatan reses sesuai mekanisme, apalagi sampai tidak menyelenggarakan reses akan dikenakan sanksi. “Kita undang untuk dimintai keterangan dan selanjutnya kita jatuhkan sanksi sesuai mekanisme partai,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang memasuki masa reses yang kedua kalinya dalam masa jabatan mereka. Reses dimulai pada Selasa (26/1) akan berakhir pada 1 Februari mendatang. Ada peningkatan jumlah anggaran pada reses kali ini dibandingkan pada reses sebelumnya. Pimpinan DPRD berharap anggotanya melaksankan tujuan reses sebaikbaiknya. (ali)

AGUS P/RADAR PEMALANG

TOMAT – Sejumlah warga petani sedang mengemas tomat hasil produksinya untuk dipasarkan.

terserang penyakit. Sehingga mengakibatkan banyak yang mati dan hasilnya produksinya terus berkurang.

“Sayuran sekarang susah di rawat saat musim hujan, karena banyak penyakit yang menyebabkan tanaman mati.” (mg1)


METRO TEGAL

10

KAMIS 28 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PELAYANAN

Fostah Gelar Aksi Damai Tuntut Legalitas dari Walikota

M SAEKHUN/RATEG

MATI - Air ledeng sudah tak bisa keluar dari kran.

Ledeng Mati, Warga Kelabakan DALAM dua hari ini, sebagian pelanggan PDAM mengeluhkan aliran air yang mati. Akibatnya, mereka terpaksa merogoh kantongnya guna membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah seorang warga Jl Rambutan Kraton Tegal Barat Santi (38) mengatakan, ledeng mati sudah sejak Senin lalu. Bahkan hari sebelumnya Jumat dan Sabtu juga tidak mengalir. “Kemudian Minggu mengalir. Lha kok Seninnya mati lagi. Ini gimana sih PDAM-nya?” ujar dia kesal saat ditemui Rabu (27/1). Sampai saat ini, dia mengaku belum mendapatkan pemberitahuan dari PDAM penyebab kematiannya. Dan untuk memenuhi kebutuhan terpaksa dia membeli dari pedagang dorongan dengan harga Rp 1.500 per derigen ukuran 20 liter. Padahal guna memenuhi kebutuhan air bersih, dia dalam sehari kurang lebihnya mencapai 4 derigen. Hal senada diungkapkan ibu rumah tangga warga Jl Jalak Randugunting Tegal Selatan, Nina (32). Dia mengaku sangat kelabakan jika seperti ini terus. Seharusnya jika mau mati PDAM memberitahukan terlebih dahulu sehingga masyarakat bisa mempersiapkannya. “Paling tidak PDAM memberikan sosialisasi, sehingga warga bisa siap-siap. Kalau begini kan repot, tidak ada pemberitahuan tahu-tahu mati,” tandasnya. Saat hal ini dikonfirmasikan Direktur PDAM Kota Tegal HM Iqbal melalui telepon selulernya mengatakan, saat ini dia berada di Semarang hendak bertolak ke Kalimantan untuk Kunjungan Kerja (Kunker). Menurut Iqbal, matinya aliran air beberapa hari ini akibat dari jaringan dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) putus. Ini dikarenakan tanah yang dilalui jaringan tersebut longsor sehingga masyarakat yang mendapat pasokan dari jaringan tersebut mati sementara. “Yang mendapat pasokan dari jaringan itu antara lain, daerah Jl Rambutan, Nanas, Randugunting, dan daerah sekitarnya. Aliran memang mengalami masalah sudah dua hari ini. Tetapi warga yang mendapatkan pasokan dari tuk yang dimiliki PDAM tidak ada masalah,” jelasnya. Terkait kerusakan tersebut, PDAM tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, jika itu milik PDAB maka kewenangannya bukan PDAM. Namun dari informasi yang dia peroleh, kerusakan sudah ditangani dan Rabu (27/1) sore atau malam air sudah bisa mengalir. “Yang pasti masyarakat tidak perlu risau karena kerusakan sudah ditangani oleh PDAB,” ujarnya. (cw1)

RATUSAN anggota Forum Silaturahmi Tenaga Honorer (Fostah) Kota Tegal, Rabu (27/1) kemarin, menggelar aksi damai di gedung DPRD Jalan Pemuda Tegal melalui pelaksanaan istighotsah. Walaupun diguyur hujan, ratusan anggota Fostah tetap khidmat membacakan kalimat-kalimat toyibah dan mendengarkan uraian hikmah. Mereka berharap, pelaksanaan istghosah kali ini bisa melancarkan proses legalitas mereka dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Walikota. Aksi damai dimulai dengan sholat dzuhur berjamaah, dan diteruskan dengan istighotsah yang dipimpin Habib Badar Al Habsyi dan uraian khikmah Ustadz Hasan Bisri. Namun acara belum selesai, sejumlah anggota DPRD yang hadir memilih keluar dari forum istighotsah. Koordinator Fostah Kota Tegal Eko Rudiono SPd mengatakan, pelaksanaan istighotsah kali merupakan bentuk pendekatan diri kepada sang khalik agar semua hajat atau keinginannya bisa dikabulkan. Tujuannya, secara khusus merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas perjuangan ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Fostah agar bisa diakui secara legal oleh Pemerintah Kota (Permkot) Tegal, melalui SK Walikota Tegal. Selama ini, dirinya bersama ratusan anggota Fostah hanya mengantongi SK Kepala Sekolah (Kasek). Padahal masa kerjanya sudah 5 sampai 15 tahun. “Kami akan mengawal janji Walikota, yang minta waktu 2 minggu untuk studi banding dengan daerah lain yang telah mengeluarkan SK bagi tenaga honorer dan konsultasi dengan propinsi dan Men PAN, terkait PP 48 pasal 8 tahun 2005 dan direvisi dengan PP nomor 43 tahun 2007, tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS,” kata Eko. Saat ditanya soal kehadiraan anggaota DPRD, yang hanya beberapa anggota saja, Eko menyatakan cukup kecewa dengan sikap sejumlah anggota DPRD yang tidak menghargai undangan dari Fostah. Padahal pelaksanaan istighotsah di halaman DPRD, dan undangan telah dikirim beberapa hari lalu. “Walaupun hanya beberapa anggota DPRD yang hadir tapi kami tetap berharap bisa memperjuangkan aspirasi kami, serta ikut mengawal janji Walikota Tegal. Kami akan melakukan aksi besar-besaran kalau Walikota mengindahkan aspirasi kami,” paparnya. Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Sutari SH mengungkapkan, pada prinsipnya DPRD Kota Tegal, khususnya Komisi I sangat mendukung pelaksanaan istighotsah dan perjuangan anggota Fostah, tapi dengan satu syarat ada landasan hukum yang jelas serta kemampuan keuangan daerah memadai. Tapi kalau tidak ada aturan yang jelas, jangan sampai Walikota selaku kepala daerah berani mengeluarkan SK. Sebab, akan menjadi masalah. “Kami minta anggota Fostah mau menjunjung tinggi aturan, sehingga jangan terlalu memaksakan diri. Kalau memang ada aturannya, kami akan mendorong agar Walikota bisa secepatnya mengeluarkan SK kepada anggota Fostah. “ (hun)

Proses Mudah, Bisa Ditunggu Paket Laka-Laka Spesial TEGAL – Untuk meningkatkan animo masyarakat membeli sepeda motor di awal tahun 2010, Naga Mas Motor kembali meluncurkan paket laka-laka spesial. Melalui kegiatan promotif ini, konsumen diberi kesempatan memiliki sepeda motor Honda dari berbagai tipe. Promo ini hanya berlaku tiga hari dari 26 hingga 28 Januari. Konsumen diberi kemudahan cukup menunjukkan fotocopy KTP dengan proses ajuan kredit yang mudah dan cepat. Bahkan, jika aplikasi kredit disetujui, konsemen juga akan mendapatkan empat kali potongan angsuran. Pemilik Naga Mas Motor Thomas, Rabu (27/1) mengatakan, program di atas berlaku untuk semua kalangan. Selain mendapatkan prosedur aplikasi kredit yang mudah, konsumen juga bias menerima hadiah langsung TV berwarna, jaket eksklusif, dan cash back Rp 700 ribu. “Angsuran kreditnyapun relatif lebih murah dibandingkan program biasanya. Dan yang membedakan lagi, konsumen bisa menunggui prosesnya,” katanya.

DOK/RATEG

PAKET SPESIAL - Seorang konsumen tengah mengamati sepeda motor yang dipajang.

Kecuali program laka-laka spesial, Naga Mas Motor juga menggelar rangkaian program pesta hadiah. Melalui program ini, pembeli sepeda motor tipe Absolute Revo, Blade, CS1, dan Supra X 125 akan mendapatkan satu kupon undian. Hadiah yang disediakan antara lain 25 Honda Absolute Re-

vo, 25 Honda Blade, 25 notebook, 125 LCD TV, 125 i-Pod Nano, 250 handphone, dan 500 jaket sporty. Program ini berlaku bagi pembelian antara Januari hingga Maret mendatang. “Ini merupakan wujud terima kasih Honda atas kepercayaan masyarakat Indonesia, utamanya konsumen Honda.” (zul)

M SAEKHUN/RATEG

SHOLAT BERJAMAAH - Ratusan anggoata Fostah Kota Tegal menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD, dengan sholat berjamaah dan Istighosah.

Baru Tiga Kasus Pembobolan ATM MARAKNYA kabar hilangnya uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri milik nasabah yang biasa menggunakan kartu ATM mendapat perhatian serius Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo. Dia mengakui dari laporan yang masuk di jajarannya saat ini baru ada tiga kejadian dengan jumlah kerugian nominal yang tidak begitu banyak. “Dari laporan yang saya terima pengambilan uang nasabah yang dilakukan oknum tak dikenal di mesin ATM terjadi di wilayah hukum Poltabes dan Semarang Selatan. Dimana dua korban mengaku uangnya tersedot Rp 500.000 dan lainnya mencapai Rp 2,5 juta,” terangnya kepada sejumlah wartawan saat berkunjung di wilayah hukum Polresta kemarin. Pihaknya kini sedang berupaya menjajaki kerjasama dengan perbankan untuk meminimalisasi jatuhnya korban susulan terhadap kejahatan model baru tersebut. Sementara terpisah Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni mengakui di wilayahnya belum ada laporan yang masuk terkait korban kejahatan

HERMAS PURWADI/RATEG

KETERANGAN PERS - Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo di sela kunjungannya ke wilayah hukum Polresta, kemarin.

model baru tersebut. “Setidaknya kami menghimbau pada setiap bank yang menyediakan mesin ATM agar selalu melakukan cek ulang dianjungan. Ada tidak ditemukan alat-alat mencu-

rigakan yang tidak sesuai dengan alat yang diberlakukan bank tersebut,” terangnya. Dia mengakui sangat sulit melacak pelaku kejahatan yang tidak kelihatan tersebut. (her)


KABUPATEN TEGAL

KAMIS 28 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

ORMAS NU Dukung Fatwa Haram Rebonding dan Pre Wedding PIMPINAN Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal mendukung dikeluarkannya fatwa haram terhadap pelurusan (rebonding) rambut dan foto sebelum nikah (pre wedding). Fatwa haram tersebut baru-baru ini dikeluarkan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa. Hal ini disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Tegal, KH Amin RifaÆi Mubarok. Dia menyatakan fatwa haram tentang rebonding dan pre wedding yang dikeluarkan FMP3 itu sudah tepat. Pasalnya, dia menilai bahwa seseorang yang melakukan proses rebonding sama halnya telah merubah anugerah yang diberikan Allah. Sedangkan untuk pre wedding, menurutnya, terdapat proses maksiat yakni saling beradu pandangan atau bahkan berpelukan diantara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. “Orang yang melakukan rebonding itu bisa diibaratkan menolak pemberian Allah. Kalau dalam pre wedding, jelas hukumnya haram hukumnya seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya saling berpandangan dan berpelukan,” terang KH Amin RifaÆi Mubarok. KH Amin RifaÆi sangat menyayangkan, karena akhir-akhir ini banyak kalangan yang menilai bahwa reebonding rambut dan pengambilan foto pre wedding sebagai hal yang diperbolehkan. Padahal kedua tindakan tersebut, jelas-jelas telah melanggar ketentuan yang berlaku dalam agama Islam. “Saya kira, fatwa ini dikeluarkan agar kaum muslim dapat berbuat sesuai dengan syariat Islam. Bukan hanya semata-mata mengikuti gaya hidup atau tren yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya. Namun demikian, menurut KH Amin RifaÆi Mubarok, PCNU Kabupaten Tegal akan mengkaji lebih dalam terhadap isi dan dasar pengeluaran fatwa haram tersebut. “Untuk mengkaji lebih dalam, akan dilakukan melalui Batsul Masail antara kyai-kyai NU di Kabupaten Tegal,” tandas KH Amin RifaÆi Mubarok. Keluarnya fatwa haram terhadap rebonding dan foto pre wedding tersebut sempat menimbulkan pendapat pro dan kontra di kalangan masyarakat. (aan)

Sipir dan Polisi Buru Napi Kabur SLAWI - Kaburnya Saryo, narapidana (napi) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Slawi yang berada di Desa Tegalandong Lebaksiu, membuat petugas sipir melakukan pencarian. Bahkan, dalam pencarian napi residivis pelaku tindak penipuan ini, sejumlah petugas kepolisian dari Resor Tegal juga ikut dilibatkan. Namun, meski memasuki hari ketiga pencarian belum juga membuahkan hasil. ‘’Ya, sejak kemarin personil kami juga ikut membantu melakukan pencarian terhadap napi Lapas Slawi yang kabur, Saryo. Sedangkan pencarian yang dilakukan bersama dengan

personil Lapas, belum juga membuahkan hasil. Sebab, sampai dengan sekarang, keberadaan Saryo masih belum diketahui,’’ terang Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Agung Ariyanto SH, Rabu (27/1) kemarin. Menurutnya, pencarian yang dilakukan oleh personilnya sudah dilakukan mulai dari rumah Saryo, maupun sejumlah rekanrekannya. Namun, upaya penyelidikan dan penangkapan napi kasus pencurian dan penipuan tersebut masih belum jelas. ‘’Untuk di Polres Tegal sendiri, Saryo memang sudah dua kali berurusan dengan hukum. Semuanya masalah kasus penipuan. Belum lagi, di wilayah

hukum daerah lain, seperti di Brebes, Tegal, maupun Pemalang yang merupakan daerah ‘jajahan’ Saryo dalam melakukan tindak penipuan,’’ bebernya. Sementara salah dari keterangan petugas Sipir Lapas Slawi menambahkan, bahwa pencarian yang dilakukan bersama anggota Polres Tegal, sudah sampai ke wilayah Cirebon Jawa Barat. Namun, upayanya belum juga menuai hasil. ‘’Di Lapas Slawi, Saryo berstatus Napi. Sehingga, memang kepercayaan oleh Lapas sendiri terhadap Napi sudah ada. Karenanya, tidak ada kecurigaan terhadap Saryo yang hendak kabur,’’ jelasnya.

woto Edris Bc IP seusai serah terima jabatan, Selasa (26/1) kemarin membenarkan kalau salah satu warga binaan Lapas Slawi telah kabur. Kejadian tersebut terjadi saat petugas Lapas sedang melakukan kebersihan lingkungan sekitar Lapas guna persiapan sertijab. Sebelum lari dari Lapas, tambah Prawoto, napi tersebut terlebih dahulu sembunyi di dalam gudang pada Senin kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, napi berusaha mengunci gudang dari dalam. Dia lalu berusaha melakukan perusakan pada bagian lubang angin yang akhirnya dimanfaatkan untuk melarikan diri. (gus)

Jatinegara Butuh SMK Negeri

PELELANGAN Perikanan Laut Andalkan TPI Larangan SLAWI - Meski merupakan daerah pesisir, namun pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) masih kurang maksimal. Untuk saat ini, pemasukan dari sektor perikanan laut Kabupaten Tegal hanya mengandalkan TPI Larangan. Sementara untuk TPI Suradadi yang sebelumnya mendapatkan dana dari APBN senilai Rp 8,5 miliar kondisinya mangkrak. Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Bahrun, Rabu (27/1) kemarin mengatakan, untuk saat ini hanya TPI larangan yang tingkat pengelolaannya yang masih berjalan dengan baik. Sementara TPI Suradadi yang sebelumnya mendapatkan suntikan dana senilai Rp 8,5 miliar kondisinya masih mangkrak. Untuk meningkatkan pendapatan dari sektor kelautan dan perikanan laut, maka perlu adanya optimalisasi terhadap beberapa TPI yang ada di Kabupaten Tegal. Diakui Bahrun, pasca perubahan pengelolaan TPI dari provinsi ke kabupaten perlu mendapatkan dorongan yang maksimal. Sehingga, langkah yang dilakukan terhadap pengelolaan TPI baru pembuatan perda. Dan perda pengelolaan TPI tersebut sudah berada di tingkat gubernur. Diharapkan dengan adanya perda tersebut, pengelolaan TPI akan lebih maksimal. Dikatakan Bahrun, salah satu isi perda tersebut adalah menyangkut masalah pungutan. Untuk pungutan, tambahnya, diberlakukan bagi nelayan maupun bakul. “Untuk pungutan, nelayan dikenakan sebesar 3 persen dari hasil lelang, sementara 2 persen bagi bakul,”ungkapnya. Meski demikian, pungutan tersebut akan dikembalikan lagi kepada nelayan maupun bakul. Dikatakan dia, sesuai perda, dari jumlah pungutan tersebut, hanya satu persen untuk retribusi yang nantinya masuk kas daerah. Sementara sisanya sebanyak empat persen akan dikelola untuk kepentingan nelayan maupun bakul. “Nantinya yang empat persen tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan, asuransi nelayan dan bakul, maupun untuk dana paceklik,” terangnya. Meski demikian, belum ada keputusan siapa yang bakal mengelola dana empat persen tersebut. “Sampai saat ini belum ada keputusan, apakah nanti dilakukan oleh koperasi atau himpunan nelayan,” ujarnya. (cw3)

Ditambahkan bahwa masa menjalani tahanan Saryo, memang masih 2 tahun lagi. Namun, napi kasus pencurian HP tersebut, entah kenapa berani nekat kabur. Seperti diberitakan Radar sebelumnya, salah satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi kabur dari ruang tahanan. Napi yang bernama Saryo tersebut kabur dari komplek Lapas sehari sebelum pelaksanaan sereh terima jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Slawi Prawoto Edris Bc IP kepada Kalapas baru Rintjoko Sinaryakto Bc IP SH. Mantan Kalapas Slawi Pra-

DOK.RADAR SLAWI

PEKERJA - Sejumlah pekerja pabrik rokok sedang melinting rokok.

2009, Kasus PHK Menurun SEPANJANG tahun 2009 lalu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal mencatat setidaknya terdapat 20 kasus PHK yang ada di Kabupaten Tegal. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan kurun waktu tahun 2008, yang jumlahnya 23 kasus. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan (Binawas) Tenaga Kerja Dinsosnaklertrans Kabupaten Tegal, Widiantoro SH. Menurut dia, kesemua kasus PHK tersebut berhasil diselesaikan oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal, tanpa melalui proses pengadilan. “Kita hanya berupaya menjembatani penyelesaian kasuskasus PHK, melalui dialog antara perusahaan dan karyawan. Yang sudah-sudah, kita berhasil mengupayakan

pemberian tunjangan dari yang tadinya tidak ada menjadi ada, bahkan ada pula tenaga kerja yang di PHK dan lalu diperbolehkan kembali bekerja.” Menurut Widiantoro, kasus PHK hampir dipastikan terjadi setiap tahunnya. Karena menurutnya, PHK merupakan proses alami yang biasa terjadi dalam dunia kerja. Adapun penyebab utama munculnya kasus PHK tersebut, menurut Widiantoro, karena tidak sejalannya antara hak dan kewajiban karyawan dengan hak dan kewajiban perusahaan. Antara lain adanya tuntutan dari perusahaan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Sebaliknya, karyawan juga menuntut adanya peningkatan kesejahteraan oleh perusahaan. “Dalam hal ini, kita tidak akan memilih. Ini sama seperti pertanyaan anak kecil tentang mana yang ada lebih dulu antara ayam

atau telur, yang dalam hal ini antara peningkatan kinerja atau peningkatan kesejahteraan. Kita hanya memberikan himbauan agar keduanya seimbang,” ujar Widiantoro. Dari sejumlah kasus PHK yang ada, lanjut Widiantoro, kebanyakan dipicu oleh masalah kedisiplinan karyawan, kondisi keuangan perusahaan serta persoalan pembayaran upah yang tidak memenuhi standar UMK. “Dari kasus-kasus PHK yang terjadi, paling banyak disebabkan karena indisipliner karyawan,” ujar Widiantoro. Dia mengimbau agar kasus PHK dapat diselesaikan secara baik oleh perusahaan dan karyawan. Diharapkan kedua belah pihak dapat saling memenuhi hak dan kewajiban masingmasing. Misal, pemberian gaji atau pesangon. (aan)

WARGA Kecamatan Jatinegara telah lama memimpikan berdirinya SMK Negeri di wilayah tersebut. Demi mewujudkan hal itu, warga menjadikan usulan tersebut sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun sayangnya, meski telah bertahuntahun diajukan, usulan pendirian SMK Negeri di Jatinegara belum dapat direalisasikan. Sedemikian besar keinginan warga di Kecamatan Jatinegara untuk mendirikan SMK Negeri di wilayah mereka. Bahkan, warga pun telah memilih 2 lokasi yang dianggap paling layak untuk pendirian bangunan SMK Negeri. Kedua lokasi itu terdiri dari eks tempat pemakaman (bong) warga etnis China di Desa Dukuhbangsa, yang saat ini tanah tersebut dikelola oleh pemerintahan desa sebagai tanah bengkok. Alternatif lokasi lainnya yakni di gedung SDN Lebakwangi 02, karena jumlah siswa SDN tersebut hanya sedikit dan dimungkinkan untuk regrouping dengan SD lainnya. “Memang ada kekurangannya, kalau ditempatkan di SDN Lebakwangi, luas lahannya kurang memenuhi syarat karena sesuai ketentuan luas lahan untuk bangunan SMK Negeri sekurang-kurangnya 10 Ribu m2. Sedangkan kalau di eks bong China, meskipun ada akses jalan tapi kurang memenuhi syarat,” terang Bambang Romdhon Irawanto, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tegal yang juga warga Kecamatan Jatinegara. BR Irawanto menjelaskan, saat ini di Kecamatan Jatine-

gara hanya terdapat 2 SLTA swasta. Keberadaan 2 SLTA ini, dipandang warga tidak mampu menyerap siswa lulusan SLTP di Jatinegara. Akibatnya, banyak siswa SLTP yang tidak bisa meneruskan pendidikannya ke tingkat SLTA atau melanjutkan di kota lain, termasuk ke Kabupaten Pemalang. “Sebagai ilustrasi, setiap tahunnya SMPN 1 Jatinegara meluluskan rata-rata antara 200 sampai 300 siswa. Ini baru 1 SMP, belum SMP-SMP lainnya di Jatinegara,” ujar BR Irawanto. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, sangat menyesalkan tidak diresponnya usulan pendirian SMK Negeri di Jatinegara. Untuk itu, pihaknya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin agar keinginan warga di Kecamatan Jatinegara itu dapat segera terwujud. “Kami heran, kenapa usulan yang bagus ini tidak direspon. Untuk itu, kami akan melakukan upaya koordinasi dengan Dinas Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olah Raga) serta dengan Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah, yang membawahi bidang pendidikan, agar usulan ini dapat segera direalisasikan,” terang Wakhidin. Diperoleh keterangan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pemberian ijin pendirian SLTA Negeri. Pemerintah saat ini sudah tidak lagi mengeluarkan ijin untuk pendirian Unit Sekolah baru (USB) SMA, namun pemerintah masih mengeluarkan ijin pendirian bagi USB SMK. (aan)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

KAMIS, 28 JANUARI 2010

Dana Talangan MOMENTUM TPI UNTUK BERJUANG Dipangkas Peringatan Hari K3 di Slawi

Badan Legislatif Menyayangkan

YANVERA/RADAR SLAWI

SANTUNAN - Wakil Bupati Tega Heri Soelistiyawan memberi santunan kepada karyawan yang mengikuti program Jamsostek.

BALANENYONG Kelurahan adalah SKPD

Jaksa Siap Jemput Bola ke Karangjambu

KALANGAN Pemkab Tegal seringkali salah kaprah dalam membedakan antara Desa dan Kelurahan. Padahal dalam sistem otonomi daerah, status antara Desa dan Kelurahan tersebut jelas sangat berbeda. Tidak hanya sebatas pada status Kepala Desa maupun perangkat desa, yakni antara PNS dan non PNS, namun DOK.RATEG juga pada penganggaTeguh Widiarso ran pembangunannya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Teguh Widiarso menilai, saat ini banyak yang melakukan kesalahan terkait status Kelurahan, yang dianggap sama dengan Desa. ‘’Mestinya, Kelurahan itu diperlakukan sama dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Sehingga, perlakuan terhadap pemerintahan Kelurahan seharusnya berbeda dengan pemerintahan desa,” ungkapnya. Salah satu contoh yang nyata, lanjut Teguh Widiarso atau yang akrab disapa Widi, dalam penganggaran bagi operasional dan pembangunan Kelurahan. Semestinya, lanjut dia, Pemkab Tegal Dapat mengalokasikan penganggaran untuk operasional Kelurahan dalam anggaran belanja langsung. Sementara yang terjadi saat ini, Pemkab Tegal hanya mengalokasikan anggaran operasional bagi keluarahan yang besarnya sama dengan jumlah ADD (Alokasi

SLAWI - Setelah Kepala Desa (Kades) Karangjambu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, sempat mangkir saat hendak dimintai keterangan oleh tim Intelijen Kejaksaan Negeri (kejari) Slawi. Kini giliran 10 orang saksi yang hendak diperiksa, kemarin juga tidak menghadiri panggilan kejaksaan. Karenanya, Kamis (hari ini,Red), tim Puldata dan Pulbaket Intel akan melakukan ‘jemput bola’ ke Desa Karangjambu Balapulang. ‘’10 saksi yang sebelumnya sudah menerima surat panggilan, kemarin tidak hadir. Mereka semuanya tidak ada yang datang untuk dimintai keterangannya. Padahal, kesaksian 10 orang warga Desa Karangjambu tersebut sangatlah penting untuk bisa menjerat pelakunya,’’ terang Kepala Seksi Intelijen Kejari Slawi Gunawan SH, Rabu (27/1) kemarin. Di ruang kerjanya, Gunawan juga menegaskan lantaran melihat kondisi seperti ini, maka pihaknya bersama dengan jaksa lain yakni DF Wuwungan SH, siap terjun ke lokasi. Hal ini juga guna melakukan puldata maupun pulbaket di Desa Karangjambu Balapulang. ‘’Termasuk tidak menutup kemungkinan, 10 orang saksi yang kemarin tidak hadir bisa langsung kami mintai keterangan sekaligus. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan oleh kades

ke hal 15 kol 1

ke hal 15 kol 1

Dugaan Penyelewengan Bantuan Rumah Miskin

Dari Audiensi Tim Verifikator Jamkesmas

Standar Tarif Jamkesmas Lebih Tinggi dari RSUD Standar tarif yang ditentukan oleh pemerintah terhadap warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), ternyata jauh lebih tinggi jika dibandingkan tarif yang diberlakukan di RSUD Dr Soesilo Slawi. Benarkah? LAPORAN : ARIEF NUR DENGAN demikian, pelayanan oleh RSUD Dr Soesilo Slawi terhadap pemegang kartu ke hal 15 kol 4

DOK.RADAR SLAWI

PELAYANAN - Salah seorang petugas rumah sakit sedang memberi pelayanan ke pasien.

GELORAKAN gema daya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu, guna mendorong dunia usaha, dunia kerja dan masyarakat pada umumnya untuk berpartisipasi aktif memasyarakatkan program K3 itu sendiri. Sehingga pembudayaan K3 bisa diimplementasikan secara benar di lingkungan kerja. Efeknya pun sangat positif, yakni tercipta suatu kebersamaan dan saling pengertian antar karyawan dalam hal ini masyarakat dan para pelaku usaha. “Peranan aktif untuk membudayakan K3 dari semua pihak sangat diharapkan. Tentunya, untuk meminimalisasi tingkat kecelakaan kerja,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar melalui amant tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Tegal Heri Soelistiyawan ke hal 15 kol 4

SLAWI - Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Baleg DPRD) Kabupaten Tegal, Abdul Baar menyayangkan sikap Panitia Anggaran di institusinya yang dinilai sengaja memangkas dana talangan pengelolaan Tepat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Tegal. Pemangkasan dana talangan TPI senilai Rp 900 juta dinilai akan merugikan nelayan dan pedagang ikan yang ada. “Padahal dana talangan itu untuk memproteksi ketika hasil tangkapan sedang tinggi,” ujar Abdul Baar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1) kemarin. Ia menilai, pemangkasan dana talangan ini tak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan yang telah mencantumkan adanya dana talangan untuk melindungi para nelayan dan pengelola TPI . “Pengelolaan TPI tak bisa dijalankan secara maksimal, karena dana talangan yang seharusnya wajib dikucurkan untuk operasional transaki dihapus,” tandas Baar. Ia khawatir pemangkasan ini

akan berdampak pada lemahnya aktivitas pelelangan ikan yang dihasilkan oleh nelayan Kabupaten Tegal, karena minimnya anggaran untuk memproteksi harga ikan. “Bisa jadi banyak nelayan yang terjebak pada tengkulak, karena TPI tak mampu melindungi nelayan,” katanya. Dalam Perda yang disetujui Baleg bulan November lalu menyebutkan, aturan penggunaan dana talangan ketika hasil tangkapan sedang melimpah, kebijakan ini sengaja dilakukan untuk menghindari anjloknya harga ikan. Anggota Panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal, Musthofa mengaku, dalam rapat panitia anggaran, dana talangan untuk TPI senilai Rp 900 juta tidak muncul. Hal itu memang tidak ada rekomendasi dari tingkat komisi. Diakui, Panan hanya membahas sesuai dengan rekomendasi komisi. “Kami hanya membahas sesuai dengan rekomendasi komisi,” terangnya. Meski demikian, Panan akan merekomendasikan dana talangan TPI pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pertengahan tahun mendatang. Terhadap ke hal 15 kol 1


KABUPATEN TEGAL

KAMIS 28 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

ORMAS NU Dukung Fatwa Haram Rebonding dan Pre Wedding PIMPINAN Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal mendukung dikeluarkannya fatwa haram terhadap pelurusan (rebonding) rambut dan foto sebelum nikah (pre wedding). Fatwa haram tersebut baru-baru ini dikeluarkan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa. Hal ini disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Tegal, KH Amin RifaÆi Mubarok. Dia menyatakan fatwa haram tentang rebonding dan pre wedding yang dikeluarkan FMP3 itu sudah tepat. Pasalnya, dia menilai bahwa seseorang yang melakukan proses rebonding sama halnya telah merubah anugerah yang diberikan Allah. Sedangkan untuk pre wedding, menurutnya, terdapat proses maksiat yakni saling beradu pandangan atau bahkan berpelukan diantara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. “Orang yang melakukan rebonding itu bisa diibaratkan menolak pemberian Allah. Kalau dalam pre wedding, jelas hukumnya haram hukumnya seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya saling berpandangan dan berpelukan,” terang KH Amin RifaÆi Mubarok. KH Amin RifaÆi sangat menyayangkan, karena akhir-akhir ini banyak kalangan yang menilai bahwa reebonding rambut dan pengambilan foto pre wedding sebagai hal yang diperbolehkan. Padahal kedua tindakan tersebut, jelas-jelas telah melanggar ketentuan yang berlaku dalam agama Islam. “Saya kira, fatwa ini dikeluarkan agar kaum muslim dapat berbuat sesuai dengan syariat Islam. Bukan hanya semata-mata mengikuti gaya hidup atau tren yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya. Namun demikian, menurut KH Amin RifaÆi Mubarok, PCNU Kabupaten Tegal akan mengkaji lebih dalam terhadap isi dan dasar pengeluaran fatwa haram tersebut. “Untuk mengkaji lebih dalam, akan dilakukan melalui Batsul Masail antara kyai-kyai NU di Kabupaten Tegal,” tandas KH Amin RifaÆi Mubarok. Keluarnya fatwa haram terhadap rebonding dan foto pre wedding tersebut sempat menimbulkan pendapat pro dan kontra di kalangan masyarakat. (aan)

Sipir dan Polisi Buru Napi Kabur SLAWI - Kaburnya Saryo, narapidana (napi) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Slawi yang berada di Desa Tegalandong Lebaksiu, membuat petugas sipir melakukan pencarian. Bahkan, dalam pencarian napi residivis pelaku tindak penipuan ini, sejumlah petugas kepolisian dari Resor Tegal juga ikut dilibatkan. Namun, meski memasuki hari ketiga pencarian belum juga membuahkan hasil. ‘’Ya, sejak kemarin personil kami juga ikut membantu melakukan pencarian terhadap napi Lapas Slawi yang kabur, Saryo. Sedangkan pencarian yang dilakukan bersama dengan

personil Lapas, belum juga membuahkan hasil. Sebab, sampai dengan sekarang, keberadaan Saryo masih belum diketahui,’’ terang Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Agung Ariyanto SH, Rabu (27/1) kemarin. Menurutnya, pencarian yang dilakukan oleh personilnya sudah dilakukan mulai dari rumah Saryo, maupun sejumlah rekanrekannya. Namun, upaya penyelidikan dan penangkapan napi kasus pencurian dan penipuan tersebut masih belum jelas. ‘’Untuk di Polres Tegal sendiri, Saryo memang sudah dua kali berurusan dengan hukum. Semuanya masalah kasus penipuan. Belum lagi, di wilayah

hukum daerah lain, seperti di Brebes, Tegal, maupun Pemalang yang merupakan daerah ‘jajahan’ Saryo dalam melakukan tindak penipuan,’’ bebernya. Sementara salah dari keterangan petugas Sipir Lapas Slawi menambahkan, bahwa pencarian yang dilakukan bersama anggota Polres Tegal, sudah sampai ke wilayah Cirebon Jawa Barat. Namun, upayanya belum juga menuai hasil. ‘’Di Lapas Slawi, Saryo berstatus Napi. Sehingga, memang kepercayaan oleh Lapas sendiri terhadap Napi sudah ada. Karenanya, tidak ada kecurigaan terhadap Saryo yang hendak kabur,’’ jelasnya.

woto Edris Bc IP seusai serah terima jabatan, Selasa (26/1) kemarin membenarkan kalau salah satu warga binaan Lapas Slawi telah kabur. Kejadian tersebut terjadi saat petugas Lapas sedang melakukan kebersihan lingkungan sekitar Lapas guna persiapan sertijab. Sebelum lari dari Lapas, tambah Prawoto, napi tersebut terlebih dahulu sembunyi di dalam gudang pada Senin kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, napi berusaha mengunci gudang dari dalam. Dia lalu berusaha melakukan perusakan pada bagian lubang angin yang akhirnya dimanfaatkan untuk melarikan diri. (gus)

Jatinegara Butuh SMK Negeri

PELELANGAN Perikanan Laut Andalkan TPI Larangan SLAWI - Meski merupakan daerah pesisir, namun pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) masih kurang maksimal. Untuk saat ini, pemasukan dari sektor perikanan laut Kabupaten Tegal hanya mengandalkan TPI Larangan. Sementara untuk TPI Suradadi yang sebelumnya mendapatkan dana dari APBN senilai Rp 8,5 miliar kondisinya mangkrak. Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Bahrun, Rabu (27/1) kemarin mengatakan, untuk saat ini hanya TPI larangan yang tingkat pengelolaannya yang masih berjalan dengan baik. Sementara TPI Suradadi yang sebelumnya mendapatkan suntikan dana senilai Rp 8,5 miliar kondisinya masih mangkrak. Untuk meningkatkan pendapatan dari sektor kelautan dan perikanan laut, maka perlu adanya optimalisasi terhadap beberapa TPI yang ada di Kabupaten Tegal. Diakui Bahrun, pasca perubahan pengelolaan TPI dari provinsi ke kabupaten perlu mendapatkan dorongan yang maksimal. Sehingga, langkah yang dilakukan terhadap pengelolaan TPI baru pembuatan perda. Dan perda pengelolaan TPI tersebut sudah berada di tingkat gubernur. Diharapkan dengan adanya perda tersebut, pengelolaan TPI akan lebih maksimal. Dikatakan Bahrun, salah satu isi perda tersebut adalah menyangkut masalah pungutan. Untuk pungutan, tambahnya, diberlakukan bagi nelayan maupun bakul. “Untuk pungutan, nelayan dikenakan sebesar 3 persen dari hasil lelang, sementara 2 persen bagi bakul,”ungkapnya. Meski demikian, pungutan tersebut akan dikembalikan lagi kepada nelayan maupun bakul. Dikatakan dia, sesuai perda, dari jumlah pungutan tersebut, hanya satu persen untuk retribusi yang nantinya masuk kas daerah. Sementara sisanya sebanyak empat persen akan dikelola untuk kepentingan nelayan maupun bakul. “Nantinya yang empat persen tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan, asuransi nelayan dan bakul, maupun untuk dana paceklik,” terangnya. Meski demikian, belum ada keputusan siapa yang bakal mengelola dana empat persen tersebut. “Sampai saat ini belum ada keputusan, apakah nanti dilakukan oleh koperasi atau himpunan nelayan,” ujarnya. (cw3)

Ditambahkan bahwa masa menjalani tahanan Saryo, memang masih 2 tahun lagi. Namun, napi kasus pencurian HP tersebut, entah kenapa berani nekat kabur. Seperti diberitakan Radar sebelumnya, salah satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi kabur dari ruang tahanan. Napi yang bernama Saryo tersebut kabur dari komplek Lapas sehari sebelum pelaksanaan sereh terima jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Slawi Prawoto Edris Bc IP kepada Kalapas baru Rintjoko Sinaryakto Bc IP SH. Mantan Kalapas Slawi Pra-

DOK.RADAR SLAWI

PEKERJA - Sejumlah pekerja pabrik rokok sedang melinting rokok.

2009, Kasus PHK Menurun SEPANJANG tahun 2009 lalu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal mencatat setidaknya terdapat 20 kasus PHK yang ada di Kabupaten Tegal. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan kurun waktu tahun 2008, yang jumlahnya 23 kasus. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan (Binawas) Tenaga Kerja Dinsosnaklertrans Kabupaten Tegal, Widiantoro SH. Menurut dia, kesemua kasus PHK tersebut berhasil diselesaikan oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal, tanpa melalui proses pengadilan. “Kita hanya berupaya menjembatani penyelesaian kasuskasus PHK, melalui dialog antara perusahaan dan karyawan. Yang sudah-sudah, kita berhasil mengupayakan

pemberian tunjangan dari yang tadinya tidak ada menjadi ada, bahkan ada pula tenaga kerja yang di PHK dan lalu diperbolehkan kembali bekerja.” Menurut Widiantoro, kasus PHK hampir dipastikan terjadi setiap tahunnya. Karena menurutnya, PHK merupakan proses alami yang biasa terjadi dalam dunia kerja. Adapun penyebab utama munculnya kasus PHK tersebut, menurut Widiantoro, karena tidak sejalannya antara hak dan kewajiban karyawan dengan hak dan kewajiban perusahaan. Antara lain adanya tuntutan dari perusahaan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Sebaliknya, karyawan juga menuntut adanya peningkatan kesejahteraan oleh perusahaan. “Dalam hal ini, kita tidak akan memilih. Ini sama seperti pertanyaan anak kecil tentang mana yang ada lebih dulu antara ayam

atau telur, yang dalam hal ini antara peningkatan kinerja atau peningkatan kesejahteraan. Kita hanya memberikan himbauan agar keduanya seimbang,” ujar Widiantoro. Dari sejumlah kasus PHK yang ada, lanjut Widiantoro, kebanyakan dipicu oleh masalah kedisiplinan karyawan, kondisi keuangan perusahaan serta persoalan pembayaran upah yang tidak memenuhi standar UMK. “Dari kasus-kasus PHK yang terjadi, paling banyak disebabkan karena indisipliner karyawan,” ujar Widiantoro. Dia mengimbau agar kasus PHK dapat diselesaikan secara baik oleh perusahaan dan karyawan. Diharapkan kedua belah pihak dapat saling memenuhi hak dan kewajiban masingmasing. Misal, pemberian gaji atau pesangon. (aan)

WARGA Kecamatan Jatinegara telah lama memimpikan berdirinya SMK Negeri di wilayah tersebut. Demi mewujudkan hal itu, warga menjadikan usulan tersebut sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun sayangnya, meski telah bertahuntahun diajukan, usulan pendirian SMK Negeri di Jatinegara belum dapat direalisasikan. Sedemikian besar keinginan warga di Kecamatan Jatinegara untuk mendirikan SMK Negeri di wilayah mereka. Bahkan, warga pun telah memilih 2 lokasi yang dianggap paling layak untuk pendirian bangunan SMK Negeri. Kedua lokasi itu terdiri dari eks tempat pemakaman (bong) warga etnis China di Desa Dukuhbangsa, yang saat ini tanah tersebut dikelola oleh pemerintahan desa sebagai tanah bengkok. Alternatif lokasi lainnya yakni di gedung SDN Lebakwangi 02, karena jumlah siswa SDN tersebut hanya sedikit dan dimungkinkan untuk regrouping dengan SD lainnya. “Memang ada kekurangannya, kalau ditempatkan di SDN Lebakwangi, luas lahannya kurang memenuhi syarat karena sesuai ketentuan luas lahan untuk bangunan SMK Negeri sekurang-kurangnya 10 Ribu m2. Sedangkan kalau di eks bong China, meskipun ada akses jalan tapi kurang memenuhi syarat,” terang Bambang Romdhon Irawanto, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tegal yang juga warga Kecamatan Jatinegara. BR Irawanto menjelaskan, saat ini di Kecamatan Jatine-

gara hanya terdapat 2 SLTA swasta. Keberadaan 2 SLTA ini, dipandang warga tidak mampu menyerap siswa lulusan SLTP di Jatinegara. Akibatnya, banyak siswa SLTP yang tidak bisa meneruskan pendidikannya ke tingkat SLTA atau melanjutkan di kota lain, termasuk ke Kabupaten Pemalang. “Sebagai ilustrasi, setiap tahunnya SMPN 1 Jatinegara meluluskan rata-rata antara 200 sampai 300 siswa. Ini baru 1 SMP, belum SMP-SMP lainnya di Jatinegara,” ujar BR Irawanto. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, sangat menyesalkan tidak diresponnya usulan pendirian SMK Negeri di Jatinegara. Untuk itu, pihaknya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin agar keinginan warga di Kecamatan Jatinegara itu dapat segera terwujud. “Kami heran, kenapa usulan yang bagus ini tidak direspon. Untuk itu, kami akan melakukan upaya koordinasi dengan Dinas Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olah Raga) serta dengan Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah, yang membawahi bidang pendidikan, agar usulan ini dapat segera direalisasikan,” terang Wakhidin. Diperoleh keterangan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pemberian ijin pendirian SLTA Negeri. Pemerintah saat ini sudah tidak lagi mengeluarkan ijin untuk pendirian Unit Sekolah baru (USB) SMA, namun pemerintah masih mengeluarkan ijin pendirian bagi USB SMK. (aan)


SAMBUNGAN

KAMIS 28 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Dihajar Truk, Mahasiswa Tewas MARGASARI - Insiden lakalantas di jalur selatan, tepatnya di jalan raya Margasari Kabupaten Tegal kembali telan korban. Kali ini korbannya adalah Irfanudin (20) warga Desa Jagalempeni Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini, kemarin langsung tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya dihajar oleh mobil. Diperoleh informasi di lapangan, insiden lakalantas yang terjadi, Selasa (26/1) sekitar pukul 12.00 WIB, bermula dari arah selatan menuju utara kor-

ban yang baru saja lepas dari kampusnya hendak pulang ke rumahnya. Dengan melintasi jalan raya Margasari, diharapkan perjalanan bisa segera sampai. Namun nasib berkata lain. Pasalnya, saat di jalan raya Margasari Kabupaten Tegal, sepeda motor yang dikendarainya menabrak becak. Korban pun langsung terjungkal. Apesnya, pengendara motor yang terjungkal memasuki jalan lawan arah. Berbarengan dengan itu, dari arah berlawanan nampak mobil yang melaju. Lantaran jarak sangat dekat, pengendara motor akhirnya dihajarnya. Atas

kejadian itu, warga Desa Jagalempeni Brebes tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir. ‘’Motor tersebut awalnya menyalip truk. Namun, pengendara motor mendadak oleng dan akhirnya menabrak becak yang berada di depannya,’’ terang Yono (42) warga Margasari Kabupaten Tegal, saat berada di lokasi kejadian. Menurutnya, usai menghajar becak pengendara motor langsung terjungkal dan jatuh ke arah lawan jalan. Sedangkan berbarengan dengan itu, dari arah berlawanan nampak mobil yang tengah melaju.

‘’Ya, meski mobil sudah berusaha menghindar namun lantaran motor yang terjungkal menggelosor, pengendara motor akhirnya tercium juga oleh mobil yang melintas dari arah berlawanan. Hingga akhirnya pengendara motor tewas,’’ jelasnya. Sementara korban tewas oleh petugas kepolisian yang menangani dan berada di lokasi kejadian, jazadnya dibawa ke Puskesmas Margasari. Demikian pula dengan beberapa kendaraan yang terlibat lakalantas oleh petugas unit Laka Polres Tegal ikut diamankan. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BAHAYA - Salah seorang pekerja, tengah membuat baliho besar di jembatan penyeberangan Suradadi yang tanpa pelindung badan. Padahal, kondisi tersebut sangat menantang maut dan membahayakan bagi keselamatan maupun jiwa pekerja tersebut. Apalagi, di bawahnya jalan raya pantura yang penuh dengan lalulalang ribuan kendaraan tiap harinya.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

CEK TKP - Petugas Sektor Suradadi tengah melihat kondisi rumah milik H Mahmud yang kondisinya hampir roboh usai dihantam oleh elf yang diseruduk oleh trailer.

Kemiskinan, SKPD Harus Diseruduk Trailer, Elf Dodos Rumah Ada Program Tepat Manfaat SLAWI - Guna mempercepat tercapainya pengentasan kemiskinan di masyarakat, diharapkan setiap SKPD yang ada di daerah khusunya Kabupaten Tegal, harus memiliki program tepat manfaat. Selain itu, program pembangunan daerah harus berimbang antara pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan fisik. Menurut Asisten I Sekretariat Pemkab Tegal, Drs Haron Bagas Prakosa MHum, program yang selama ini menyentuh terhadap masyarakat harus terus diperbaiki, agar esensinya lebih mengena dan tepat seperti yang dibutuhkan masyarakat. “Kita harus melihat sejauh mana efektifitas program yang kita buat mengena dan tidaknya di lapisan masyarakat yang beraneka ragam,” katanya. Dia menambahkan, untuk bisa mencapai atau minimal tepat sasaran antara program

dan sentuhan terhadap kebutuhan masyarakat, harus ada identifikasi dari instansi atau SKPD terkait, sebelum mencetuskan gagasan atau proram yang bakal digelontorkan kepada masyarakat. Sehingga dikemudian hari tidak menjadi “muspro” dan terkesan membuang uang negara dan itu merugikan masyarakat. “Kita harus mengetahui kebutuhan masyarakat pesisir pasti tidak akan sama dengan kebutuhan masyarakat pegunungan atau pedesaan lainnya. Ini diantaranya yang harus diidentifikasi dini sehingga bantuan atau program tidak percuma,” jelas Bagas. Lebih lanjut dia menyatakan, jika kondisi seperti itu sudah tercipta, tidak menutup kemungkinan niat daerah dalam mengurangi angka kemiskinan lebih mudah terwujud. Selain itu, penciptaan SDM dengan

melihat esensi pendidikan juga harus menjadi perhatian utama karena dengan tingkat pendidikan bisa menjadikan SDM lebih maju dan masyarakat bisa berpikir realis. Sementara itu, menyinggung penciptaan pola pikir pada masyarakat, pihaknya berharap ada sinergi positif yang tercipta antara masyarakat berpendidikan maju dan berkembang. Jangan malah bersinggungan diantara keduanya apalagi semacam pembodohan penciptaan pemikiran yang keliru demi kepentingan. “Jangan sampai tercipta orang pendai dan kaya justru memaksa pemikirannya kepada yang miskin dan masih bodoh. Ini berbahaya karena bisa menciptakanpola pikir yang keliru dan menjerumuskan dan ini tidak baik untk perkembangan masyarakat dan daerahnya,” pungkas Bagas. (k1)

Jaksa Siap ’Jemput Bola’ ke ... dari halaman 9 setempat,’’ beber Gunawan. Jadi, imbuh Gunawan, saksi yang sudah dimintai keterangan baru 7 orang saja. Sedangkan

saksi lain, kini akan dilakukan ‘jemput bola’. Sementara dari informasi yang ada, sejak kasus dugaan tipikor dana ADD terkait untuk bantuan rumah miskin

ditangani Kejari Slawi, Kades Karangjambu memilih pergi ke Jakarta. Hal ini, termasuk tidak hadirnya kades yang memang tidak berada di desanya. (gus)

Dana Talangan TPI Dipangkas dari halaman 9 kosongnya dana talangan tersebut, tambah Mustofa, mungkin itu memang tidak diajukan

oleh dinas terkait. Menurutnya, untuk sementara dana talangan diambilkan dari pengelolaan pendapatan TPI sebesar satu persen dari

retribusi lelang yang ditanggungkan pada pedagang dan nelayan masing-masing tiga persen dan dua persen dari jumlah pelelangan. (cw3)

Kelurahan adalah SKPD dari halaman 9 Dana Desa) per tahunnya. ‘’Seharusnya, anggaran operasional untuk kelurahan dapat lebih terperici. Bukannya diberikan secara global, seperti halnya pengalokasian ADD. Untuk tahun 2010 nanti, anggaran operasional yang dialokasikan kepada 6 Kelurahan yang ada, masing-masing sebesar Rp 100 Juta, jumlah ini setara dengan nilai ADD,” terang Widi, yang juga anggota Fraksi PDIP. Widi menambahkan, selain

penganggaran, dia juga menilai bahwa sudah saatnya pemkab tegal memerikan kepercayaan penuh kepada kelurahan untuk melaksanakan pengelolaan pembangunan yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Tegal. Sehingga ke depan diharapkan, pembangunan fisik di Kelurahan tidak lagi didominasi oleh DPU Kabupaten Tegal. Melaionkan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan kelurahan. ‘’Untuk pembangunan di kelurahan , serahkan saja pengelolaannya pada pemerinta-

han kelurahan. Pembangunan di kelurahan jangan lagi dikelola oleh DPU. Toh kelurahan merupakan UPTD dan berhak mengelola keuangan, dengan konsekuensi tanggung jawab yang sama dengan SKPD lainnya,” ujar Widi. Widi berharap, ke depan Pemkab Tegal dapat lebih memahami fungsi, kewenangan, dan tugas lembaga pemerintahan Kelurahan. Sehingga nantinya dapat dibedakan secara jelas per lakuan terhadap kelurahan dan desa. (aan)

SURADADI - Gara-gara mengerem mendadak, elf jurusan Tegal-Pemalang, Rabu (27/1) pagi, mengalami kerusakan bagian depan belakang. Pasalnya, saat berhenti di depan PPI Suradadi, mobil angkutan um um warna merah tersebut dihajar oleh trailer muatan semen. Atas kejadian ini, mobil angkutan umum elf tersebut menyeruduk sebuah rumah milik warga setempat yang kondisinya parah. Diperoleh informasi kejadian lakalantas yang berada di jalur pantura, tepatnya di depan PPI Suradadi ini bermula, sekitar pukul 05.10 WIB pagi kemarin. Bermula, dari arah timur menuju barat, sebuah elf tiba-tiba ber-

henti di depan jalan raya Suradadi. Diketahui, elf tersebut hendak menghadang penumpang yang diketahui karyawan perusahaan rokok di Munjung Agung Kramat. Namun, entah kenapa tiba-tiba dari arah belakang, trailer melaju cukup kencang. Hingga akhirnya elf yang tengah berhenti langsung dihajar oleh traeler muatan semen. Lantaran hantaman traeler sangat kencang, elf yang belum ada penumpangnya tersebut segera menggeloyor hingga akhirnya menghajar sebuah rumah milik H Mahmud (65) warga Suradadi yang diketahui pemilik meubel. Tidak ada korban jiwa dalam insiden lakalantas ini. Namun, sopir dan kernet

elf hanya mengalami luka-luka saja. Sedangkan yang parah, justru kondisi rumah warga yang hampir roboh akibat hantaman elf yang diseruduk trailer. ‘’Pagi itu, saya baru melaksanakan Salat Subuh. Namun, tiba-tiba saya kaget saat mendengar adanya suara kaca pecah, termasuk suara gerungan kendaraan,’’ terang H Mahmud. Menurutnya, saat dirinya mencoba melongok ke depan, ternyata rumah bagian depannya sudah hyampir ambruk. D2emikian pula dengan kondisi barang-barang meubel dagangannya rusak parah. Demikian pula dengan saka rumah yang habis dihajar kendaraan yang terlibat lakalantas.

‘’Antara sopir elf dan sopir trailer, memang sempat hendak adu jotos. Namun, sempat kami lerai. Sebab, kedua belah pihak sama-sama mengotot ingin benar sendiri,’’ ulasnya. Terpisah Kanit Laka Polres Tegal Iptu Juli Monasoni menjelaskan, insiden lakalantas tersebut terjadi akibat elf tibatiba mendadak berhenti. Sehingga, kendaraan yang berada di belakangnya mendadak panik hingga akhirnya lakalantas tidak bisa dihindari. ‘’Kendaraan yang terlibat lakalantas, kini sudah kami amankan. Termasuk, para awak sopir yang kini masih menjalani pemeriksaan anggota,’’ pungkasnya. (gus)

Standar Tarif Jamkesmas Lebih Tinggi dari RSUD dari halaman 9 Jamkesmas, dapat ditingkatkan lebih baik lagi. Hal ini terungkap saat digelar audiensi antara tim verifikator Jamkesmas Kabupaten Tegal dengan Komisi IV DPRD. Kedatangan tim yang beranggotakan 7 orang dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda itu, dipimpin oleh koordinatornya, dr M Sofwan Arifi, Rabu (27/1) kemarin. ‘’Perlu diketahui bahwa standar tarif untuk pasien Jamkesmas yang dirawat inap, jauh lebih tinggi daripada standar tarif yang ditentukan oleh RSUD untuk kelas 3. Standar Jamkesmas ini diambil berdasarkan rata-rata tarif kelas 3 seluruh Rumah Sakit Umum di Indonesia,” ungkap dr M Sofwan Arifi. Terkait dengan standar tariff yang ditentukan oleh peme-

rintah terhadap pelayanan peserta Jamkesmas di RSUD, dr M Sofwan Arifi enggan menyebutkan angkanya secara pasti. ‘’Kami tidak bisa menyebutkan angkanya, karena ini menyangkut kode etik,” tandasnya. Ditemui usai audiensi, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, dr HM Budi Sutrisno MKes, mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diberikan oleh tim verifikator tersebut, pihaknya menghimbau kepada pengelola RSUD agar dapat meningkatkan pelayanan kepada pemegang kartu Jamkesmas. ‘’Tidak ada alasan lagi bagi RSUD untuk tidak memberikan pelayanan yang baik bagi peserta Jamkesmas. Ini perlu dipahami, karena selama ini banyak keluhan adanya perbedaan standar pelayanan antara pasien umum dengan pasien

peserta Jamkesmas,” tegas dr Budi. Selain kepada RSUD, dr Budi, yang juga politisi dari Partai Gerindra itu mengungkapkan, Komisi IV DPRD juga berharap agar tim verifikator dapat bekerja secara maksimal. Artinya, tim verifikator tidak hanya berkutat pada pengerjaan administrasi Jamkesmas, namun juga dapat meningkatkan kepekaaan terkait dengan keluhan masyarakat seputar pelayanan yang diberikan RSUD. ‘’Tim verifikator agar memasang telinga, terutama terhadap keluhan seputar pelayanan kepada pemegang Jamkesmas. Jangan hanya menyelesaikan administrasinya saja,” tandas dr Budi. Terkait dengan masih banyaknya kartu Jamkesmas yang tidak disampaikan kepada yang berhak memegangnya,

lanjut dr Budi, hal ini agar dapat ditindaklanjuti oleh tim verifikator. Sehingga nantinya tim verifikator diharapkan mampu mengusut penyebab utama kejadian tersebut. ‘’Untuk kartu Jamkesmas yang tidak sampai, hendaknya tim verifikator dapat ikut memantau dan mencari di mana letak kemacetannya. Karena banyak Kepala Desa yang sengaja tidak membagikan karena takut terjadi kecemburuan,” ungkap dr Budi. Kalangan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal berharap, tim verifikator dapat bekerja secara maksimal dan professional. Sehingga kinerja tim verifikator itu dapat sesuai dengan tujuan awal pembentukannya. Kesemua itu nantinya diharapkan dapat bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*)

Momentum untuk Berjuang dari halaman 9 saat memimpin upacar peringatan hari K3 di halaman PT Gunung Slamat. Menurut dia, peringatan Hari K3 pada tanggal 12 Januari, harus dijadikan momentum untuk berjuang dan berperan aktif serta bekerja lebih keras. Apalagi peringatan ini bertepatan dengan 100 tahun diterapkannya K3 secara legal formal dalam dunia usaha. “Saya minta

kepada semua pihak untuk bisa mengimplemaentasikan K3 secara benar dan baik,” tandas Heri. Sementara itu, Kabid Pemasaran PT Jamsostek Cabang Tegal Gatot Susilo menyatakan, pemberian santunan kematian dan jaminan hari tua ini diberikan khusus kepada karyawan perusahaan yang mengikuti program Jamsostek. Dan ini merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan program K3 secara baik dan benar. “Kali ini

Jamsostek Cabang Tegal memberikan santunan kematian kepada dua karyawan swalayan Tiara Mustika yakni Suyitno sebesar Rp 32,3juta dan Taryono Rp 33,6juta. Selain santunan kematian, Jamsostek juga memberikan santunan jaminan kecelakaan kerja untuk Dairoh karyawan PT Gunung Slamat sebesar Rp 6,9juta, dan pemberian jaminan hari tua (JHT) kepada Wage, karyawan PT Gunung Slamat sebesar Rp 2,4 juta,” katanya.

Dari pengamatan Radar, dalam peringatan K3 tersebut, sejumlah karyawan begitu antusias mendengarkan. Bahkan mereka kini telah memahami pentingnya K3 dalam dunia kerja, sehingga dalam bekerja tidak setengah-setengah. “Kalau seperti ini, kan saya bisa lebih konsen karena ada jaminan keselamatan dan kesehatan,” tutur salah seorang peserta upacara Peringatan Hari K3. (k1)


RadarTegal 28 Januari 2010