Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SELASA, 27 APRIL 2010

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

EUFORIA – Sejumlah siswa di Kota Tegal meluapkan kegembiraan karena lulus UN dengan corat-caret baju.

Ribuan Siswa Gagal UN Harus Tempuh Ujian Ulangan SEBANYAK 1409 siswa SMA/MA/ SMK di tiga wilayah, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes belum berhasil lulus Ujian Nasional (UN) tahun 2009/2010. Mereka terpaksa harus mengikuti ujian ulangan. Angka kelulusan UN tingkat SMA/MA/ SMK se-Kota Tegal menurun dari tahun sebelumnya. Dari total peserta yang mengikuti 4.809 siswa, 410 di antaranya dinyatakan gagal alias tidak lulus. Sementara dari seluruh SMA/MA/SMK negeri, hanya satu yang angka kelulusannya

mencapai 100 persen, yakni SMAN 3. Sementara sekolah swasta yang berhasil lulus semua hanya SMA Nadlatul Ulama (NU). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Suryaningsih Budiastuti, Senin (26/6) mengatakan, peserta yang terdaftar UN 2010 totalnya mencapai 4.869. Namun yang mengikuti ujian hanya 4.809 siswa saja. “Dari jumlah yang mengikuti tadi yang dinyatakan berhasil atau lulus sebanyak 4.399 anak. Sedangkan sisanya 410 siswa dinyatakan gagal dan harus mengulang pada UN ulangan, Mei mendatang,” katanya. Lebih detailnya, lanjut Budiastuti, untuk SMA Negeri yang berhasil 1.282 anak, dari

total yang mengikuti 1.318 siswa. Dengan begitu ada 36 peserta yang gagal dan persentase kelulusannya 97,27 persen. SMA swasta, jumlah yang mengikuti 557, dinyatakan lulus 378 anak. Sisanya, 179 anak tidak lulus dan angka kelulusannya hanya 67,86 persen. “Sementara MAN dari total peserta yang mengikuti 370 siswa, yang tidak lulus hanya 3 orang. Persentase kelulusannya menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 100 persen. SMA Negeri dan swasta juga mengalami penurunan. Dari yahun 2009 lalu mencapai 93 persen menjadi 88,53 persen,” ujarnya. Selanjutnya SMK negeri total yang

HISTERIS Seorang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya yang histeris lantaran tidak lulus dalam UN 2010.

ke hal 19 kol 4

ADI MULYADI/RATEG

INDEKS

Siap Angkat 197.678 Tenaga Honorer

Pinwan Dihadiahi Kain Kafan HAL. BREBES DAN BUMIAYU UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

Nilai Bahasa Inggris Jeblok HAL. METROPOLIS

Langgar Aturan, Pelajar Konvoi Ditangkap HAL. PEMALANG

Demi PTN, Bela-belain Belajar dan Ikut Bimbel HAL. XPRESI

SEMOK

Qory Sandioriva Terinspirasi Perempuan Indonesia JAKARTA - Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva memiliki kekaguman terhadap perempuan-perempuan Indonesia. Terutama kepada perempuan yang telah membuktikan diri berjuang demi tanah air. Bagi mahasiswi Sastra Prancis Universitas Indonesia ini semangat perempuan seperti itu sangat memotivasi dirinya untuk jadi sosok lebih mandiri. Salah satu wanita yang terucap dari bibirnya adalah Mooryati Soedibyo. Gadis berusia 18 tahun ini berkata kelak ingin mencontoh bos perusahaan kosmetik Mustika Ratu. “Sebenarnya banyak perempuan-perempuan Indonesia yang hebat dan membuat saya terinsiprasi. Mereka usianya sudah tua tapi masih saja berbuat sesuatu yang bermanfaat.” (jan)

DICECAR - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Lima Kelompok Mafia Terlibat Kapolri Beber Penyidikan Kasus Gayus di Komisi III JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri gerah juga dengan

berlarutnya kasus mafia hukum dan pajak. Karena itu, dalam pekan ini, dia berjanji penyidikan perkara yang dilaporkan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji itu tuntas. “Maksimal minggu ini akan terungkap semua, konkret,” kata Bambang, dalam Rapat Dengar

Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (26/4). Dalam RDP itu, Kapolri didampingi lengkap para petinggi Polri. Tampak, Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani, Kabareskrim Komjen Pol Ito

JAKARTA - Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terus mematangkan persiapan regenerasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tanah Air. Saat ini, Kemeneg PAN dan RB, telah mendaftar 197.678 orang tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS. Salah satu syarat tenaga honorer yang akan diangkat menjadi CPNS, harus telah memenuhi syarat PP No.48/2005 dan PP No.43/2007. Namun apabila terselip atau tertinggal, mereka akan diangkat tanpa tes setelah memenuhi kualifikasi. “Saat ini batas usia juga menjadi persyaratan, berusia maksimal 46 tahun per 1 Januari 2006, dan untuk diketahui jumlah yang terdaftar sekitar 197.678 orang,” kata Meneg PAN dan RB, Evert Erenst Mangindaan ketika meng-

hadiri rapat gabungan dengan Komisi II, VII dan X di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/4) kemarin. Menurutnya, pemerintah diharapkan dapat memberi solusi terbaik bagi semua pihak, sehingga permasalahan tenaga honerer dapat segera terselesaikan, tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pria kelahiran Surakarta itu menekankan agar jajaran pemerintah yang terkait dengan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS dapat segera melakukan pendataan. “Proses pendataan merupakan database bagi pengangkatan tenaga honorer karena itu agar secepatnya mendata mereka,” katanya. Mangindaan menjelaskan, peke hal 19 kol 1

ke hal 19 kol 4

Grow with Character! (92/100) Series by Hermawan Kartajaya

Marketing 3.0: Dari Buku Wiley and Sons di Amerika Sampai ke Museum Puri Lukisan di Ubud PROSES berpikir untuk mengembangkan konsep marketing yang sejalan dengan zaman bagi saya tidak pernah berhenti. Hal itu tidak bisa terlepas dari perkembangan MarkPlus. Marketing 3.0 buat saya punya arti tersendiri. Terutama, ketika saya memasuki usia 60 tahun pada 18 November 2007. Mulai saat itu, saya sadar bahwa saya sudah memasuki suatu life stage berikutnya. Bisa-bisa the last life stage. Karena itu, saya mulai menetapkan tema untuk diri sendiri tiap tahun. Khusus tahun ke-

60 tersebut, saya menetapkan tema In Search of Meaning. Artinya, Mencari Makna Hidup. Kira-kira seperti itu. Saya melihat hidup saya pada 30 tahun pertama sebagai HK 1.0 yang berjuang secara rasional. Melakukan segala macam hal untuk bisa survive. Sebab, waktu kecil di kampung, saya sangat miskin. Karena itu, saya hanya memikirkan cara agar dapat hidup layak dan berani bekerja keras supaya bisa menerobos ke atas. Orang tua saya selalu bilang bahwa saya harus pintar karena keluarga kami miskin. “Jangan ambil risiko karena kita

bukan pengusaha.” Papa saya selalu mengarahkan saya untuk jadi seorang profesional yang dibutuhkan oleh orang banyak supaya hidup saya safe. Nilai-nilai rasional seperti yang saya warisi dari orang tua itulah yang mewarnai era 1.0 saya. Pada 30 tahun kedua, saya melihat hidup saya sebagai HK 2.0, yang mulai membentuk kepribadian saya. Terus terang, saya banyak terpengaruh buku Daniel Coleman yang mengupas pentingnya emotional intelligence atau kecerdasan emosional.

”Sukses tidaknya seseorang lebih ditentukan oleh EQ ketimbang IQ.” Hal itu dibuktikan oleh Coleman lewat berbagai penelitian. MarkPlus lahir pada 1 Mei 1990, ketika saya hampir berusia 43 tahun. Artinya, saya kira-kira berada di tengah era HK 2.0. Di era itu saya pengin menjadi diri sendiri, di samping selalu sering merasa bersalah kepada ke hal 19 kol 1

Nok Slentik Ribuan Siswa Gagal UN * Aja putus asa! Siap Angkat 197.678 Tenaga Honorer * Harapan bersemi maning!

CMYK


WACANA

2

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

Dekonstruksi Nalar Kekerasan Euforia Kelulusan Oleh: Muh. Abduh KEMARIN, pemandangan kota sampai pelosok desa diwarnai dengan hiruk pikuk euforia kelulusan anak-anak SMA. Dengan sepeda motor, mereka war wer mengusai jalan, membunyikan knalpot. Baju mereka sudah corat-caret penuh warna. Pemandangan yang sudah biasa tiap kali pengumuman kelulusan. Turun temurun di kalangan pelajar. Lebih nggilani lagi, mudah-mudah tak terjadi di kota ini, pesta kelulusan dengan menenggak minumminuman keras dan seks. Pengguna jalan yang lain merasa maklum dengan mereka, meski takut juga kena tenggor. Dalipan yang tengah melaju di jalan kota mau tak mau ikut menikmati aksi tahunan itu. Terbetik rasa syukur, melihat mereka bisa lulus ujian nasional. Namun Dalipan merasa aneh melihat anak-anak yang baru saja lulus. Dalipan merasa, yang nampak di depan mata sekelompok anak-anak yang menakutkan. Bukan pelajar yang baru saja berhasil menempuh pendidikan. “Wong lulus pendidikan malah tampil seperti tidak terdidik. Klambi dicorat-caret. Numpak motor mobat-mabit. Ora nganggo helm. Pimen donge?” Sudah sedemikian bengalkah pelajar kita dalam merayakan kelulusan UN? Sekolah mungkin sudah berusaha mengantisipasi agar tradisi tersebut tidak terulang kembali. Sebab, tradisi itu terjadi karena ada niat dan kesempatan. Oleh karena itu, sekolah perlu memutus kesempatan itu. Tapi, tetap saja, aksi euforia kelulusan tetap terjadi. Bahkan turun menurun. Menjadi adat yang seperti tak mau dihilangkan oleh mereka. Imbauan banyak pihak, termasuk sekolah, agar kegembiraan karena lulus ujian tidak diluapkan dalam aksi corat-coret dan konvoi kendaraan ternyata tidak pernah mempan. Meski intensitasnya sudah menurun, tetapi apa yang terjadi itu menunjukkan betapa hurahura masih mendarah daging pada siswa. “Arane be bocah, Wa!” ujar Panjul. Panjul berkata dengan nada pemakluman karena anaknya, yang ternyata berhasil lulus, juga larut dalam euforia kelulusan. Padahal anak keduanya menunggu suluran pakaian kakaknya. Tapi baju kepalang sudah dicorat-caret. “Ya tuku klambi maning o..apa ora melas, masa dimein lungsuran?” Begitu timpal anak Panjul ketika ditegur bisane klambine dicorat-caret. “Apa kie sing arane keberhasilan pendidikan nasional?” tanya Dalipan. Panjul tak menjawab. Apalagi Dalipan keluar wajah seriusnya. Keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya ditakar dari prosentase kelulusan dan capaian nilai ujian, melainkan harus komprehensif mencakup pula keimanan, ketakwaan, jiwa sosial, kedewasaan dan moralitas siswa. Selain picik, cara ukur keberhasilan semacam ini juga bertentangan dengan amanat UU No. 20/2003 Pasal 3 tentang tujuan pendidikan. Yaitu, pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Panjul meneng klakep melihat Dalipan sudah menunjukan keprihatinannya. Masih maraknya euforia, merupakan bukti bahwa kita baru berhasil mencetak orang-orang pintar mengerjakan soal, bukan orang-orang yang benar dan bermental dewasa. Di sinilah pendidikan keimanan dan ketakwaan, serta peneguhan kecerdasan emosional dan spiritual, mutlak dinomorsatukan. Bukan sekadar formalitas atau pelengkap pelajaran. “Mestinya sujud syukur yang dalam. Apalagi di antara mereka ana sing ora lulus. Buktikan kesetiakawananmu. Beri support kepada teman kamu yang tidak lulus.” Diperlukan komitmen bersama, siswa, orangtua, masyarakat, sekolah, dan pemerintah, mengeliminasi budaya negatif tersebut. Kalaulah siswa memang membutuhkan wahana ekspresi kelulusan, mestinya disalurkan melalui media yang cerdas, kreatif dan mendidik. Bukan sekadar hura-hura yang merugikan kenyamanan dan kepentingan umum. “Contone pimen wa?” tanyal Panjul Namun saat Dalipan menjawab, suaranya kalah dengan suara knalpot dan klakson motor yang dibunyikan keras-keras. Tat tot tat, drung drung drug...Dalipan lalu meninggalkan Panjul yang masih terkesima melihat atraksi siswa-siswa berprestasi itu. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Oleh: Abd A’la BATAM, Kamis 22 April 2010, rusuh. Hanya berawal dari persoalan “sepele”, ketersinggungan karyawan terhadap salah seorang pimpinan yang berkewarganegaraan asing, karyawan perusahaan galangan kapal PT Drydock World Graha, yang memuntahkan amarahnya dengan merusak dan membakar perusahaan itu. Tragedi tersebut hanya berselang beberapa hari dari kekerasan berdarah antara warga dan aparat satuan polisi pamong praja yang dibantu polisi pada Rabu, 14 April 2010, di Koja, Jakarta Utara. Sebelumnya, pada 3-4 Maret 2010, terjadi bentrokan antara mahasiswa dan warga yang dibantu aparat kepolisian di Makassar. Semua itu merupakan serpihan kecil dari rentetan kekerasan yang selalu terjadi berulang di negeri ini. Konflik dan bentrokan yang sarat dengan kekerasan serta aksi teroristis di bumi pertiwi ini selalu terjadi dari saat ke saat. Kita mungkin sudah tidak mampu lagi untuk menghitungnya atau sengaja melupakannya. Bahkan, sebagian kita mungkin sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa, tak mengacuhkannya, atau bisa saja menghalalkannya. Di negeri ini, kekerasan tampaknya telah menjadi semacam nalar yang bersaing dengan nalar-nalar lain. Ironisnya, realitas

memperlihatkan, nalar kekerasan sering menjadi pemenang yang menundukkan nalar lainnya. Sebagai sebuah nalar, kekerasan memiliki paradigma dan epistemologi yang mendukung sepenuhnya proses dan tata kerja dalam memproduksi kekerasan. Misalnya, pandangan bahwa kekerasan harus diselesaikan dengan kekerasan menjadi mindset sebagian kita. SPIRAL KEKERASAN Menurut Johan Galtung (Wacana, IX/2002), kekerasan adalah deprivasi kepentingan dan penistaan terhadap kebutuhan dasar atau kehidupan manusia dalam bentuk kekerasan kultural, struktural, dan kekerasan langsung. Kekerasan kultural adalah unsur-unsur budaya yang menjadi wilayah simbolis eksistensi manusia yang menjustifikasi dan melegitimasi kekerasan struktural dan langsung. Kekerasan struktural merupakan kekerasan berstruktur atau terkait dengan struktur tertentu. Kekerasan langsung adalah kekerasan secara langsung terhadap fisik manusia dan sejenisnya. Dalam tiga kekerasan itu, nalar kekerasan menjadi dasar yang menjadikan kekerasan dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau dapat ditoleransi dan sah dilakukan. Sebagai dampaknya, terjadi -meminjam ungkapan Dom Helder Camara-

spiral kekerasan; violence attracts violence. Menurut Uskup Agung Brazil itu, spiral kekerasan pada awalnya berujung pada ketidakadilan dan penindasan. Ketidakadilan di sini dalam pengertian yang luas, dari kebijakan sosial, politik, ekonomi yang timpang hingga hukum yang tebang pilih. Demikian pula pengertian penindasan yang dalam realitasnya sering atau selalu berselingkuh dengan ketidakadilan dalam kebijakan, tindakan, dan sebagainya. Memang ketidakadilan dan penindasan sebagai kekerasan struktural tidak selalu menjadi pemicu. Dalam realitasnya, kekerasan lebih merupakan lingkaran setan yang sulit dilacak ujung pangkalnya. Sekali waktu, kekerasan kultural menjadi trigger dan pada kali yang lain kekerasan langsung sebagai ujung spiral of violence. Namun, dalam dunia modern, asal-usul spiral kekerasan sebagaimana ditunjukkan penelitian Henk Schulte-Nordholt (2002), -terutama di Indonesiaberawal dari struktural dan kekerasan fisik langsung yang dilakukan negara. Hal itu dapat dilacak dari pemerintahan Hindia Belanda, rezim Orde Lama, hingga pemerintahan Orde Baru dan sampai derajat tertentu terus berlangsung hingga saat

ini. Eksploitasi kekayaan Nusantara dan manusianya yang dilakukan penjajah, demokrasi terpimpin Soekarno hingga pembangunanisme Soeharto menjadi sedikit bukti tidak terbantahkan atas keberlangsungan kekerasan struktural. Menyikapi kekerasan struktural itu, masyarakat pada awalnya diam karena tidak berdaya. Namun, emosi mereka tentu tidak pernah mati. Kekerasan bertubi membuat mereka bak timbunan rumput kering yang mudah tersulut. Dalam kondisi yang benar-benar tidak berdaya, akhirnya mereka secara reflektif melawan. Perlawanan spontan menggunakan kekerasan. Sebab, dalam anggapan mereka, kekerasan langsung merupakan satu-satunya cara yang dapat mereka lakukan. Lama kelamaan, pola itu dijustifikasi sehingga menjadi kekerasan kultural yang beramalgamasi dengan kekerasan lain. Pada sisi ini, spiral kekerasan menemukan bentuk yang paling sempurna. DEKONSTRUKSI Hingga saat ini, spiral kekerasan terus merambah negeri ini. Kekerasan telah menjadi banalitas, dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Jika dibiarkan, bangsa ini bukan tidak mungkin hanya tinggal menunggu saat-saat kehancuran.

Demokrasi bisa saja dijadikan jargon, bahkan alat untuk keberlanjutan kekerasan. Karena itu, kita, bangsa ini, niscaya harus memotong spiral kekerasan tersebut. Kita perlu mendekonstruksi nalar kekerasan yang menjadi dasar kekerasan. Dalam perspektif Derrida (Haryatmoko, Basis 1112, 2007), dekonstruksi adalah pembebasan. Untuk itu, kita harus mampu mengambil jarak secara kritis, bahkan sinis tapi kreatif, terhadap segala sesuatu sehingga bisa dibaca, dipahami secara lebih jelas. Melalui dekonstruksi, kita harus mampu menertawakan diri sendiri. Kita masing-masing niscaya menelanjangi diri sendiri, segala kebijakan dan tindakan kita. Melalui itu, kita pasti meyakini bahwa kekerasan -walaupun bagian dari manusia- merupakan penyimpangan yang tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Demikian pula, kekerasan tidak akan pernah memberikan manfaat bagi siapa pun, termasuk bagi pelakunya. Justru kekerasan hanya akan menghancurkan umat manusia dan kehidupan, cepat atau lambat. (*) *) Prof Dr Abd A’la, guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dokter Anak Dinasehati Len KEPADA Yth Kepala Rumah Sakit Slawi, tulung dinasehati dokter anak, masa mriksa kosih sore jam 4. Dokter rekan wis PNS angger pan ngurusi praktek ya metu bae aja gadi dokter negeri. Makasih. 085842278xxx

Selalu Melanggar Produk Hukum KARIR PNS ada dua jalur, struktural dan fungsional, dan selama ini penempatan pejabat struktural kewenangan bupati. Namun pada penempatan Ka UPTD yang terjadi sampai sekarang, di pendidikan dan kesehatan masih menempatkan orang fungsional. Sadar atau tidak ada 2 produk UU yg dilanggar, yaitu Perda ttg Pembentukan SOTK dan PP 100/2000 ttg Rangkap Jabatan. Apakah kita harus selalu melanggar produk hukum setiap mutasi, selama ini mereka memilih jabatan fungsional dengan kelebihan yg diterima, jangan diberi tugas tambahan sebagai struktural pada UPTD yg ada di pendidikan (SLTP dan SLTA) maupun kesehatan. Trims atas dimuatnya SMS ini. 081902085xxx

Nggak Boleh Ikut SPN? TOLONG diberitakan langsung ke media, apa bener salah satu ketentuan perusahaan di Tegal persyaratan masuk kerjanya yg utama nggak boleh ikut SPN. Kalo bener, UU-nya nomor dan tahun berapa? 085727521xxx

Fatwa Haram Ngresula

Dalan Diaspal Ya Kena Oh

Tunjangan Pan Cair

Bingung Yen Liwat Pantura

WIS gagiyan pada ngresula kabeh sakepenake dewek-dewek, mbuh tah digubris apa ora, mumpung durung ana fatwa ngresula diharamna. 081229169xxx

KANGGO bapak wakil rakyat sing ana nang Kab. Tegal, tolong ya kena oh dalan curug diaspal terutama sing dalan njero. Ben katon rapi. 0816666xxx

ALHAMDULILLAH, akhire tunjangan fungsional bagi guru SD pan cair kanggo sing pada olih tunggu info sing dinas bae... 0816666xxx

DUH sadulur, aku pasti bingung yen pan lewat sing parane jalan pantura Larangan, soale dalane akeh sing berlobang apa maning yen lagi udan wuih bisa banjir, bahaya! 081548029xxx

Sing Nganggur Akeh Nemen

Untuk Pak Rektor

Bangjo Ketutup PKL

KEPADA Bapak Rektor UPS yang terhormat, saya heran kenapa ruang kelas prodi pend. matematika tidak direnovasi dan AC-nya gak berfungsi. Padahal ruang kelas prodi lain sudah berfungsi. Gimana nich? Padahal biaya registrasi kami keluarkan = prodi lainya. Kami harap paling tidak AC yang ada di ruang kelas prodi pend. matematika dapat berfungsi secepatnya karena kalau siang udaranya sangat panas dan kami juga harap bapak rektor utk melihat secara langsung keadaan ruang kelas prodi pend. matematika. Terima kasih. 08562781xxx

PAK Bupati, pimen kae lampu merah ning PLN slawi. Ora katon sebab ketutup PKL. Bisane ora ditertibna? Apa sing dodol pada nyogok? Masa separo dalan go dodolan. Mikir. 08156569xxx

Bangjo Martoloyo Suwe Temen ASSLAMUALAIKUM, aku pan ngresula kyeh. Donge lampu bangjo neng Martoloyo suwe temen yah. Melasi sing pan lewat, apa maning pas awan panas temen, sirahe dadi mumet! 081548029xxx

Senenge Nglanggar PAK Kasat Lantas, paling utama jam kerja setiap prapatan dokoni anak buahe kanggo jaga. Soale wis membudaya yen langka petugase seneng pada ngalanggar, ya ora kabeh sih... 02836035xxx

Hwoi Budeg Ya? HWOI budeg ya? Kanggo penguasa sing duwe wewenang nang Kab. Tegal, kiye pimen wis patang wulan KTP laka? Ora duwe kena pasal yustisia, tapi pengin duwe be kangelan. Apa duwite disengklang (dipinjam) sit. Tulung karo Radar kiye dimuat sing gede sebabe penting. 085842718xxx

AKU pan njaluk tulung len Pak Walikota Tegal, jarene Tegal Kota Bahari, tapi aku ndalah lamaran kerja ora dipanggil2, nganti poto2 sing nggo nglamar ntek be ora ana panggilaan, pibe kyeh pak wali? Sing nganggur wis tambah akeh, ditambahi aku. Ya, tambah akeh! 085742785xxx

Ora Pada Wedi Dosa? DONGE priben, kuwe para pengusaha ora pada wedi dosa. Bisane Depnaker marani meninjau masalah upah karyawan malah ditawani duit, jawane eben ora dituntut? 081542226xxx

Pemimpin Amanah PAK Wali, kapan mau anjangsana ke mesjid2 apa temu langsung rakyate lagi tanpa “protokoler” kayak sebelum jadi walikota. Coba tiru model kepemimpinan shahabat nabi, wabilkhusus ala Shahabat Umar Khatab, ben tetap amanah, slamet dunya akherat, dari rakyat yang merindukan pemimpin amanah ... 081808081xxx

Dalahi WC Umum Oh... PAK bupati, keh aku pan melu usul. Neng halte pinggir dalan didalahi wc umum ya kena oh ben aku ora keder maning pan mbuang banyu laka tempate. Matur nuwun. 087832813xxx

Ora Sah Nunggu Lelang HALO Ka Dukcapil, donge pengadaan blangko KK karo KTP ora usah nunggu lelang, kesuwen. Rakyat wis kapiran, anggo PL bae 50 juta dadi ora kabotan. Apa wedi fee-ne setitik? 081326869xxx

Penyakit Stroke Ilang EMANG asik baca ngresula daripada ngrasani wong. Para wong nduwur pan mbaca ya kena ora ya ora papa, sing penting uneg2 yang wis tak curahna dadi bibit penyakit stroke ilang, soale ora nimbun uneg2 ngresula jalan terus pantang mundur sekalipun enyong mbacane nebeng. Trims. 087818296xxx

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG : 1. 2. 3.

085642940286 085742785164 081911501011

Anda mendapatkan Hadiah masing-masing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

METROPOLIS

SELASA, 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

3

M SAEKHUN/RATEG

SAMPAIKAN ASPIRASI - Warga menyampaikan aspirasi soal Pasar Kimpling dalam reses Hj Khurotul Janah.

SEPI PEMINAT – Kaset pita terus tergeser dengan hadirnya rekaman digital.

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

Kaset Pita Di Mata penikmat Musik

KIAN TERTINGGAL KASET pita mengalami masa jaya bberapa tahun silam. Saat itu, untuk mendengarkan lagu dengan tape recorder harus menggunakan kaset pita yang banyak dijual di pasaran. Tetapi, seiring perkembangan jaman, kini keberadaan kaset pita terus menyusut dan diting-

galkan masyarakat. Keterbatasan daya tampung hingga harga yang lebih mahal membuat keberadaannya semakin tergeser dengan hadirnya VCD dan DVD yang bisa menghasilkan suara dan gambar. Bahkan dengan MP3, satu disc mampu menampung ratusan lagu dan dijual lebih murah

dibandingkan kaset pita. Hartanti, penjual kaset pita, membenarkan, jika keberadaan VCD, DVD serta MP3 membuat permintaan kaset pita menurun drastis. Tetapi, jika kaset pita original disejajarkan dengan VCD atau DVD original, harganya justru lebih murah. ke hal 9 kol 1

Wakili Pemkot ke Provinsi DALAM minggu terakhir Maret lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menggelar lomba krenova. Kegiatan diikuti oleh kelompok atau individu seluruh masyarakat. Dari hasil penilaian dinobatkan sebagai Juara I adalah Andas Sutrisno, dengan karya mesin perontok sisik ikannya. Kemudian Juara II diraih Utoyo Susanto, dengan karya modifikasi sistem pelumasan mesin diesel pada penggerak kapal ikan tradisional type outboard. Sedang Juara III kembali diboyong Andas Sutrisno, dengan karya mesin milling vertikal ukir kayu. Para pemenang mendapatkan hadiah piala, piagam, dan uang pembinaan, diserahkan langsung Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya. Pemberian hadiah dilaksanakan pada saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah ke-14. Di pendopo Ki Gede sebayu Balaikota, Senin (26/4).

ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

SOSIALISASI – Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya (kedua dari kiri) meminta semua instansi di lingkungannya mendukung penuh pelaksanaan SP.

Data SP Sangat Vital

ADI MULYADI/RATEG

SERAHKAN PIALA – Wali kota menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Krenova pada uapacara HUT otonomi daerah, Senin (26/4).

BADAN Pusat Statistik (BPS) dalam waktu dekat akan mendata seluruh warga Kota Tegal dalam program Sensus Penduduk (SP) 2010. Ternyata hasil pendataan itu sangat dibutuhkan berbagai instansi, entah itu pemerintahan atau lembaga lainnya. Walikota Tegal, Ikmal Jaya, mengatakan, data SP yang akan dilakukan BPS bakal dibutuhkan oleh semua instansi. Seperti PLN, Telkom dan lainnya bahkan pemerintah sendiri. Dia berharap data sensus penduduk bisa secepatnya di terima. “Data sensus penduduk sangat

penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan. Karenanya saya menekankan agar dalam pengambilan data dilakukan secara baik dan benar,” tegasnya dalam sambutannya pada sosialiasi SP di Ruang Adipura, Senin (26/4). Namun, lanjut Ikmal, permasalahan pendataan, jangan sampai seperti pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menimbulkan banyak kericuhan. Hal itu disebabkan, banyak warga yang seharusnya masuk dalam data base keluarga tidak mampu tapi justru tidak terdata. ke hal 9 kol 1

Diyakini Dikhitan Jin, Kiai Anggap Sempurna

CMYK

Warga Minta Dijadikan Masjid PRO kontra keberadaan pedagang di lokasi Pasar Kimpling lama terus bergulir. Bahkan, sebagian warga meminta agar bangunan eks pasar dibongkar dan dijadikan lahan untuk pembangunan masjid. Pasalnya, secara resmi Pemerintah Kota (Pemkot) telah membangunan pasar baru di Kelurahan Bandung. Ini disampaikan warga Kecamatan Tegal Selatan, saat pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Tegal, Hj Khurotul Janah. Ketua RT 5 RW 3, Casmun, mengatakan, permasalahan pe-

dagang pasar kimpling terus bergulir, bahkan terus terjadi tarik ulur. Namun, semuanya kembali pada ketegasan Pemkot, karena sudah dibangunkan pasar baru Pemkot harus tegas membongkar eks pasar kimpling. Sebab keberadaanya juga membuat permasalahan ini tak akan selesai, dan memicu konflik berkepanjangan. Soal akan dimanfaatkan untuk apa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot. ”Soal apa pemanfaatanya, kami harapkan jadi sarana publik. Sehingga keberadaanya bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata Casmun. ke hal 9 kol 5

Konvoi Kelulusan Dibubarkan

SEREMONI

FENOMENA aneh sempat menggegerkan warga Jl Sultan Hasanudin RT 04/RW 02 Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan. Ini menyusul adanya bocah berusia tujuh tahun yang memperlihatkan kemaluannya pada ibunya, lantaran terasa gatal. Sang ibu dan tetangga dekat kaget melihat kemaluan sang bocah yang sepertinya lazim baru menjalani khitan. Sang bocah itupun sempat diperiksakan ke mantri sunat dan dibawa ke kiai setempat. Keduanya mengakui si bocah telah mengalami khitan secara sempurna. Kejadian bermula ketika Dias Saputra (7), siswa kelas satu MI Nurul Huda Keturen sempat menyusul ibunya yang membuka usaha warung kopi tak jauh

Pasar Lama Segera Dibongkar

HERMAS PURWADI/RATEG

MISTERIUS - Dias Saputra tertidur di ruang tamu menahan nyeri, usai menjalani khitan secara ajaib.

dari rumahnya, Jumat (23/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Putra sulung dua bersaudara pasangan Dulwahid (35) dan

Umiyati (25), warga Jl Sultan Hasanudin No. 7 RT 04 RW 02 Keturen itu sempat memperlihatkan kemaluannya pada sang

ibu yang terasa gatal. “Saya kaget melihat kemaluan sang bocah yang sepertinya baru saja disunat. Saya tanya pada dia apakah baru mengikuti sunatan massal disekolah. Namun si bocah mengatakan tidak. Dia baru saja pulang sekolah dan langsung ke warung,” terang ibu korban, Senin (26/4) kemarin. Kejadian ini sempat mengundang perhatian sejumlah warga yang siang itu hendak menjalankan salat Jumat. Petang harinya, si ibu mencoba memeriksakan anak ke mantri sunat dan juga mantri kesehatan yang bertugas di RSUI Singkil. Oleh sang mantri kemaluan si bocah dicoba untuk diluruskan seperti sedia kala. Tak berselang lama, kemaluan itu kembali ke hal 9 kol 5

PENGUMUMAN hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/ SMK/MA, Senin (26/4) disambut suka cita para pelajar. Usai dinyatakan lulus, pelajar disejumlah sekolah di Kota Tegal langsung mengadakan coratcoret baju sebagai ungkapan kebahagiaan. Usai mencorat-coret baju, secara bergerombol pelajar mengadakan konvoi menggunakan sepeda motor berkeliling sejumlah ruas jalan. Akibatnya, setiap kali melintas di jalan, lalu-lintas menjadi macet karena pelajar berkendaraan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya. Konvoi terlihat di beberapa ruas jalan seperti Jalan Kolonel Sudiarto, Setia Budi, AR Hakim, Tentara Pelajar, Werkudoro, Hangtuah dan sebagainya. Selanjutnya, mereka berkumpul di bberapa titik seperti Gedung

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

DIHALAU – Petugas membubarkan konvoi pelajar di Jl Arjuna sebelum masuk ke GOR Wisanggeni.

Olahraga (GOR) Wisanggeni, Pantai Alam Indah (PAI) dan sebagainya menjadi pusat konsentrasi pelajar yang berasal

dari sejumlah sekolah. Aparat kepolisian terlihat berjaga di sejumlah titik dan ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

Lulus 100 Persen, 46 Siswa Diterima PTN

LEGISLATIF Jumlah Anggota Baleg Berubah SETELAH Badan Kehormatan (BK) DPRD disusutkan anggotanya sebagai imbas ditetapkannya tata tertib (tatib) DPRD beberapa waktu yang lalu, kini Badan Legislatif (Baleg) pun mengalami perubahan jumlah anggotanya. Hanya saja, kalau BK jumlahnya menyusut dari tujuh orang menjadi lima, Baleg justru berkembang dari lima orang menjadi sebelas atau dua belas orang. Wakil Ketua DPRD Muntoha SH MHum saat dikonfirmasi Radar membenarkan jika adanya perubahan komposisi anggota Baleg tersebut. ’’Semula hanya lima orang, sesuai dengan tatib yang baru jumlah anggota baleg jumlahnya disesuaikan dengan jumlah komisi dan fraksi,” kata dia baru-baru ini. Jumlah tersebut bisa mencapai sebelas orang atau dua belas orang, melihat kondisi yang terjadi dalam waktu dekat ini. ’’Kita masih konsentrasi dengan pemilihan anggota BK yang sudah dilaksanakan kemarin termasuk memilih ketuanya, kalau sudah final baru masalah Baleg dibahas,” tandas dia. Sebelumnya diberitakan, ditetapkannya tata tertib DPRD beberapa badan yang ada mengalami perubahan jumlah anggotanya. BK disusutkan menjadi lima orang, dan baru saja dilakukan pemilihan. Mereka yang terpilih adalah Sutono dari FPDIP, Suristo dari FPKB, Wijo Purnomo dari FD, Masruhin Ahmadi dari FPG, dan Khodori dari FPPP. Dari kelimanya memilih ketua, dan terpilih Sutono. Namun yang bersangkutan mengundurkan diri, sehingga tampil memimpin BK DPRD Kabupaten Pemalang Wijo Purnomo. (ali)

BKHarusJadiContohAnggotaDewan PEMALANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang HM. Rosi Faisal meminta kepada anggota Badan Kehormatan (BK) Dewan yang baru untuk bisa menjadi contoh para anggota dewan. Sebab, menurutnya, dalam menjalankan tugas dan fungsinya BK akan melakukan pengawasan kepada seluruh anggota dewan. ’’Kami minta BK harus bisa menjadi contoh anggota dewan lainnya, sebelum melakukan tugas penilaian terhadap anggota dewan,” katanya setelah menetapkan susunan pimpinan dan anggota BK yang baru di gedung dewan. Selain itu Ketua Fraksi Partai Golkar H Lekhan Imam Jajuli berharap kepada BK yang baru, untuk bisa meningkatan kinerjanya. Sebab, selama ini keberadaannya belum menunjukan kinerjan dengan baik. ’’Harapan semua anggota dewan setelah keanggotaan BK dipilih secara langsung kwalitasnya akan semakin baik,” ujarnya. Sementara, Ketua BK DPRD Kabupaten Pemalang Wijo Purnomo BA mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas dan fungsi BK, harapannya agar keberadaannya nanti akan semakin baik . ’’Tugas BK sekarang ini semakin berat, makanya dengan amanat ini kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bias menata kembali, dengan melakukan evaluasi semua kegiatan dewan secara rutin,” paparnya. (mg1)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PAPARKAN MATERI – Sujarwo AMd saat menyampaikan materinya dalam pembinaan narkoba pada pelajar di SMP Negeri 1 Petarukan Senin (26/4).

Bapermas KB Blusukan Sekolah-Sekolah Pembinaan Narkoba di SMP N 1 Petarukan PETARUKAN – Guna mengantisipasi beredarnya narkoba di kalangan pelajar, BapermasKB Kabupaten Pemalang secara rutin menggelar pembinaan narkoba di sekolah-sekolah. Hal ini seperti terlihat di SMP Negeri 1 Petarukan Senin (26/ 4). Puluhan siswa yang selama ini dikenal bandel dan nakal dikumpulkan oleh pihak sekolah untuk mendapatkan pembinaan secara intensif akan bahaya penggunaan narkoba. Pembinaan narkoba Bapermas KB yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menggandeng Unit Pelaksana Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (UPKBPP) Kecamatan Petarukan dan Puskesmas setempat. Dalam kegiatan ini, 40 pelajar SMP Negeri 1 Petarukan juga diberikan pemahaman akan bahaya penyakit menular seksual, kehidupan keluarga bagi remaja, dan pencegahan serta penanggulangan napza, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. ’’Jangan sampai terlintas sedikitpun untuk memakai narkoba, karena sekali memakai berarti masa depan Anda dipertaruhkan,” tandas Sujarwo AMd dari Puskesmas Petarukan saat menyampaikan materinya. Dijelaskannya, pengguna narkoba pada awalnya adalah adanya rasa penasaran dan ingin coba-coba. Namun, begitu sekali mengkonsumsi, yang terjadi adalah rasa penasaran yang lebih besar lagi. Dari sini, lanjutnya, obatobatan narkoba sudah mulai menjeratnya secara perlahan, sebelum akhirnya menjadi kecanduan. Karena narkoba atau napza merupakan bahan atau zat yang bila masuk ke tubuh nantinya akan mempengaruhi cara berfikir, bertin-

dak, dan menyikapi suatu masalah. Pengguna narkoba, lanjut Sujarwo, biasanya akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkannya. Karena dalam otaknya sudah ada perasaan bahwa dengan mengkonsumsi narkoba akan dapat menghilangkan rasa sakit dan menghilangkan perasaan takut. Jenis narkoba ini meliputi morfin, ganja, mariyuana, kokain, dan heroin. Sedangkan psikotropika, lanjutnya, ada amfetain, ekstasi, sabu-sabu, pil koplo, dan lainnya. ’’Kalau ditawari sesuatu dari orang yang tidak dikenal, jangan mau ya?” ucap Ketua UPKB-PP Kecamatan Petarukan Ir Eko Ari Palupi mengawali materi selanjutnya. Dia berpesan, para pelajar hendaknya tetap mengedepankan jatidirinya sebagai pelajar. Yakni, mengikuti seluruh proses pembelajaran. (cw2)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIBINA - Puluhan pelajar yang tertangkap melanggar peraturan lalulintas dibina oleh Kasatlantas AKP Purnomo Subagyo SH di depan Pos Polisi Alun-Alun Pemalang kemarin (26/4).

COMAL – Dengan visi unggul dalam prestasi, berakhlak mulia dan terampil dalam berkarya, SMA Negeri 1 Comal pada pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) 2010 Senin (26/ 4) berhasil meluluskan 100 persen anak didiknya. Bukan hanya itu, pelaksanaan UN yang menjadi momok bagi sebagian besar pelajar justru menjadi ajang untuk berpacu meraih prestasi. Hal ini terbukti dengan diterimanya 46 siswa-siswi SMAN 1 Comal di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Di antaranya, Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, UIN Jogjakarta. Sedangkan dua perguruan tinggi swasta lainnya adalah Polines dan Udinus Semarang, serta UII Jogjakarta. Untuk hasil UN tertinggi, diraih oleh Eva Adityaningtyas (siswi kelas XII-1) dan Raditya Eka Hermana (siswa kelas XII IPA1). Masing-masing memperoleh nilai 54,20 dan 51,10. Sedangkan prestasi siswa lainnya yang tidak kalah mentereng, yakni nilai 10 untuk Mata Pelajaran Kimia yang diraih Didik Indra Mustofa (siswa kelas XII IPA-4) Hal ini disampaikan Kepala SMAN 1 Comal Drs Supaat

MPd saat memberikan sambutan dalam penyerahan hasil UN di aula sekolah setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh orangtua siswa kelas XII yang berjumlah 351 orang. Dengan rincian, jurusan IPA 193 siswa dan 158 siswa dari jurusan IPS. Dikatakan dia, sudah menjadi rahasia umum bahwa menyekolahkan anaknya di SMA adalah sekolah yang mencetak para pemimpin bangsa. Karenanya, setelah menyelesaikan pendidikan SMA, orangtua hendaknya bisa meneruskannya ke jenjang perguruan tinggi. ’’Bagaimana bapak-ibu, apakah sanggup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi?” kata Supaat disambut kata sanggup oleh ratusan orangtua siswa yang memenuhi aula. Sementara, Komite Sekolah H Agus Salim dalam sambutannya mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya menekan biaya pendidikan di SMAN 1 Comal. Yakni, dengan mengefektifkan dan mengefisienkan berbagai sarana dan prasarana yang ada. Meski begitu, bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan peningkatan fasilitas untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk dapat mencapai prestasi yang baik, fasilitas juga memberikan andil. (cw2)

Langgar Aturan, Pelajar Talud Rusak, PKL Diminta Geser Konvoi Ditangkap PEMALANG – Jajaran SatlantasPolres Pemalang menghentikan konvoi kendaraan pelajar yang merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) Senin (26/4). Mereka ditangkap karena melanggar peraturan lalulintas, seperti tidak mengenakan helm, berboncengan tiga, dan lainnya. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar SMK swasta. Mereka diberikan tilang dan pembinaan di Pos Polisi AlunAlun Pemalang sebelum diserahkan ke sekolah masingmasing. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatlantas AKP Purnomo Subagyo SH mengatakan, pelajarpelajar yang tertangkap itu mengendarai kendaraan tidak sesuai aturan. ’’Mereka kita bina dan yang terbukti melanggar aturan lalulintas diberikan surat tilang. Mereka tidak kami izinkan pulang, kecuali gurunya yang menjemput,” kata Purnomo yang memimpin langsung operasi tersebut didampingi Kaur Binops IPDA Jumadi. Puluhan pelajar ini tertangkap saat masuk ke Jalan Mochtar, tepatnya di depan SMAN 3 Pemalang. Beberapa Polisi harus diuji kesabarannya, karena meskipun masih pelajar mereka berani menantang Po-

lisi. Bahkan memarahi petugas. Saat ditangkap dan diberi pembinaan, mereka baru menyadari tindakan konyolnya. Beberapa pelajar yang berkonvoi itu mengendarai kendaraan dengan tidak disertai plat nomor. Sebagian lagi menggunakan knalpot blombongan yang suaranya memekakkan telinga. Dari puluhan pelajar tersebut, beberapa di antaranya ada yang pelajar putri. Seluruhnya mengenakan seragam abu-abu putih yang dicorat-coret dengan menggunakan cat. Selain itu, wajah mereka juga disemprot cat layaknya supporter bola Belanda, The Holigan. Tak cukup baju dan wajah, rambut pun mereka cat dengan warna-warni yang mirip warna bulu kucing keramat condromowo. Hingga pukul 11.00 WIB sedikitnya 26 pelajar dikenakan tilang. Sebagin besar dari mereka justru berasal dari sekolahsekolah yang ada di wilayah timur Pemalang, seperti Comal dan Ulujami. Hanya sedikit yang berasal dari SMK di lingkungan kota. Sebelumnya, Polisi telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar eforia kelulusan dilakukan dengan caracara yang tertib dan sopan,

termasuk saat berada di jalan. Sosialisasi ini juga sudah diteruskan sekolah ke siswasiswa kelas XII, agar mereka menghindari konvoi di jalan. Salah satu guru yang menjemput siswa tertangkap mengatakan, siswanya sudah berungkali diingatkan agar tertib berlalulintas dan saat merayakan kelulusan UN tidak melakukan konvoi dengan melanggar aturan lalulintas. Namun, lanjutnya, beberapa dari siswa tersebut tetap bandel dengan melakukan konvoi dan akhirnya tertangkap. Padahal, sebagai langkah antisipasi eforia ini, Polisi telah melibatkan guru-guru sekolah untuk mengatasinya. Secara umum, eforia kelulusan UN 2010 di Pemalang berbeda dengan eforia pada tahun-tahun sebelumnya. Konvoi kendaraan siswa-siswa hanya terjadi di kampongkampung dengan menggunakan kendaraan berknalpot blombong serta berbonceng tiga. Beberapa dari mereka memanfaatkan situasi ini untuk berdekat-dekatan dengan kekasihnya yang juga samasama lulus UN. Sementara, di k o ta k o n v o i tid a k te rja d i selain yang dilakukan oleh pelajar-pelajar yang tertangkap tersebut. (ali)

PEMALANG – Maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di atas tanah milik negara tanpa izin, disikapi oleh pemerintah daerah (pemda). Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak Pemda Kabupaten Pemalang mensosialisasikan himbauan agar pedagang ini tertib, terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan yang talud jalannya mulai rusak. Keberadaan PKL ini akan memperparah kerusakan yang secara langsung akan menimpa taman milik pemkab, karena truk-truk berat akan parkir untuk jajan di PKL tersebut. Kepala Satpol PP Cipto Leksono SIP melalui Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Sri Subiyakto mengatakan, pihaknya melakukan sosilisasi ke PKL yang ada di Jalan Perintis Kemerdekaan. ’’Mereka jelas tidak memiliki izin untuk berjualan di atas tanah milik Negara. Selain itu, talud jalan sudah rusak, sehingga akan membahayakan PKL itu sendiri,” kata di Jumat (23/4). Dalam sosilisasi tersebut, pedagang masih diberi toleransi untuk tetap berjualan. Namun demikian, mereka diberi batas waktu untuk selanjutnya pindah ke lokasi lain. Satpol PP membolehkan mereka menempati lokasi baru di seberang jalan, yakni di sebelah

utara jalan tersebut yang dinilai lebih aman, karena taludnya tidak rusak. Sosialisasi yang dilakukan oleh satu regu Satpol PP ini berjalan dengan lancer, dan PKL memahami serta mau mematuhi arahannya. Mereka bersedia untuk pindah ke lokasi lain sesuai petunjuk. ’’PKL membutuhkan kesiapan untuk pindah, karena beberapa dari mereka masih baru. Sehingga kami memberi batas waktu sampai tanggal 10 Mei 2010,” tambah Subiyakto. PKL ini semula berjualan pada saat musim arus mudik dan balik Lebaran. Usai Lebaran, PKL ini mengemasi tenda-tendanya dan tidak berjualan lagi. Seiring perkembangan jaman dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja, mereka akhirnya bertahan untuk tetap berjualan de ngan mengandalkan konsumen sopir-sopir truk yang melintas. Dampaknya, truk bermuatan berat parkir di bahu jalan, hingga taludnya tak mampu menahan beban dan rusak. Mereka mengetahui adanya kerusakan talud jalan tersebut, namun nekat berjualan di atasnya dengan membangun gubukgubuk panggung. Sehingga karena situasi itulah, sebagai antisipasi kerusakan yang lebih parah dan demi keselamatan PKL, mereka diminta pindah. (ali)

Kondisi Jalan Desa Warungpring Memprihatinkan Jalan Utama Rusak Parah WARUNGPRING – Jalan Desa Warungpring, tepatnya di Dukuh Gombong, Kabupaten Pemalang, kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, jalan sepanjang 1 km sebagai jalur ekonomi dan pemerintahan warga itu kondisi

rusak parah, sehingga banyak dikeluhkan oleh warga karena jalan sulit dilalui oleh kendaraan. Kepala Desa (Kades) Warungpring Saeful Azam menuturkan, jalan desanya yang terletak di Dukuh Gombong sebagai jalur ekonomi warga untuk menuju Dukuh Karang Tengah kondisinya sangat memprihatinkan, sebab jalan tersebut mengalami rusak parah.

’’Akibat jalan itu rusak, warga sering mengeluhkannya. Sehingga warga terpaksa harus cari alternatif jalan yang bisa dilalui kendaraan, meskipun jaraknya jukum jauh hingga 5 km lebih,” tandas Saeful kepada Radar kemarin (26/4). Menurut Saeful, jalan yang kondisinya rusak itu, selain sebagai jalur ekonomi warga, juga sebagai jalur pendidikan

dan pemerintahan warga desanya. ’’Kondisi jalan rusak terjadi sejak lama. Kurang lebihnya sudah puluhan tahun sejak dibangun melalui program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 90-an hingga sekarang belum juga diperbaiki,” ungkapnya. Dijelaskannya, jalan sepanjang 1 km itu merupakan sarana

trasportasi yang sangat vital bagi warga desa. Sebab, lanjutnya, banyak potensi hasil pertanian. Baik padi, buah-buahan salah satunya duren, petai, dan lainnya yang akhirnya menghambat petani untuk memasarkan hasil produksinya ke pasar. ’’Mereka kerepotan saat panen, sebab harus memikul hasil panennya.’’ (mg1)


METROPOLIS

SELASA 27 APRIL 2010

5

RADAR TEGAL

Stop Izin Karaoke!

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal Hotel Karlita Orange Karaoke

(0283) 343399 (0283) 358050 (0283) 322022

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu : Show DJ dan Dancer Performance Jam 23.00 - 03.00 WIB di Zodiak Discotheque & VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

ADI MULYADI/RATEG

GAGAL - Tiga siswi SMAN 2 Tegal pingsan, usai menerima hasil kelulusan UN yang dipublikasikan, Senin (26/4) kemarin.

Nilai Bahasa Inggris Jeblok 23 Siswa SMAN 2 Tidak Lulus UN

SEREMONI Goresan untuk Yessy Gusman APA jadinya jika anak usia dini berebut hadiah kandidat doktor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yessy Gusman. Mereka rela mewarnai di lorong-lorong jalan, dengan beralaskan tempat duduk plastik dan bukan alas meja lukis. Pemandangan ini terlihat dikampung kreatif taman bacaan anak Sakila Kerti di Jl Kaligung Gang III RT 03 RW 04 No. 32 Kelurahan Panggung kemarin. Sedikitnya 80 anak usia dini dari empat kecamatan unjuk kebolehan mewarnai. Pemilik taman bacaan anak Sakila Kerti Drs Yuscon Mpd didampingi pengelola taman bacaan Ny Sismiyati menyatakan masing-masing kecamatan mengirimkan dutanya sebanyak 20 siswa dalam ajang ini. (her)

TINGKAT kelulusan UN di SMAN 2 Tegal tahun ini menurun. Jika pada 2009 lalu, rataan kelulusannya mencapi 98,4 persen, kali ini hanya 91,99 persen dari total 287 siswa yang mengikutinya. Wakil Kepala SMAN 2 Bidang Humas, Sismiyadi SPd, mengatakan, memang tingkat kelulusan sekolahnya tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. “Ada 23 peserta yang tidak lulus tahun ini. Penyebabnya, mayoritas karena nilai Bahasa Inggris jeblok untuk kelas IPS,” katanya. Dijelaskannya, dari puluhan siswa yang tak lulus itu, paling banyak berasal dari kelas IPS.

Di kelas IPS III misalnya, tiga siswi yang dinyatakan tak lulus bahkan pingsan. Namun, sebelumnya sekolah sudah mengantisipasinya dengan menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan di UKS. “Mereka shock lantaran tidak lulus. Tapi nanti setelah siuman mereka akan kembali tenang. Karena masih ada kesempatan mengikuti ujian ulangan pada 10 hingga 14 Mei mendatang.” Sekolah juga akan lebih mengintensifkan pelajaran bagi yang tidak lulus setelah pengumuman ini. Sehingga waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan secara maksimal. Di SMAN 2, pengumuman kelulusan harus diambil orang tua siswa. Ini dilakukan untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan. Ratusan siswa pun,

tampak tegang menunggui orang tua mereka yang berada di dalam ruang kelas masingmasing. Detik demi detik. Menit demi menit akhirnya waktu pembagian amplop pengumuman pun tiba. Satu persatu orang tua siswa dipanggil panitia pengumuman sekolah. Sementara anak-anaknya berjejer duduk di depan kelas. Sesekali terdengan suara isak tangis dari mereka. Teriak keras terdengar dari salah satu siswa yang telah mendapatkan amplop dari orang tuanya. Kemudian dia memeluk orang tuanya dan berucap Alhamdulillah lulus. Demikian pula di sudut lainnya, canda tawa ungkapan keberhasilan mewarnai suasana pengumuman kelulusan saat itu. (adi)

UNTUK menekan maraknya pembukaan tempat karoke, yang ternyata banyak berfungsi ganda, Pemkot Tegal diminta menghentikan pengajuan perizinan karaoke. Sedangkan untuk menekan penyalahgunaan izin, Pemkot dan DPRD diminta untuk melakukan razia. Ketua RT 05 RW 03 Kelurahan Panggung, Muktafan, dalam reses anggota DPRD, Teguh Iman Santoso, mengatakan, akhir-akhir ini pembukaan tempat karaoke dan warnet sangat marak di Kota Tegal. Bahkan sampai saat ini, mungkin jumlah karaoke sudah hampir 10. Kalau sepintas keberadaannya membuat ramai kota, tapi dalam realisasinya banyak karaoke yang beroperasi tak sesuai izin. Sehingga ada beberapa karaoke yang berfungsi ganda, jadi tempat mesum terselubung. Karenanya, pihaknya minta Pemkot melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) dan instansi terkait lainnya untuk tidak mengelurkan izin tanpa alasan apapun. ”Karena banyak tempat karaoke yang beralih fungsi, maka kami minta tegas, menindak penyalahgunaan izin tempat karaoke. Bahkan kalau memang pelanggarannya fatal, kami minta agar izinnya dicabut. Karenanya, sambil menunggu hasil razia kami minta Pemkot menghentikan perizinan tempat karoke,” kata Muktafan. Hal senada diungkapkan Zaeni, keberadaan tempat karaoke justru membuat masyarakat resah, karena maraknya tempat karaoke justru muncul bu-

daya dugem. Dan ini nyata-nyata merusak moralitas generasi muda, yang mudah terombangambing. Selain itu, pihaknya minta razia terhadap warnet untuk tetap dilanjutkan. Karena banyak warnet yang membuat bilik-bilik, dan dimanfaatkan oknum untuk tempat mesum. Sehingga pihaknya minta agar semua warnet dilarang membuat bilik-bilik. kalaupun ada batasan sifatnya hanya sekat saja dan terbuka. ”Selain masalah tempat karaoke dan warnet, kami juga minta ada penertiban warung lesehan yang diindikasikan jadi tempat transaksi perumpuan. Itu justru akan memperburuk citra Kota Tegal, sebagai kota yang selama ini terkesan religius,” ungkapnya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Teguh Iman Santoso, menyatakan, soal penghentian izin tempat karaoke, pihaknya secara kelembagaan akan berkoordinasi dengan SKPD terkait dilingkungan Pemkot. Sebab pemegang kebijakan izin ada di tangan Pemkot, DPRD hanya bersifat melakukan pengawasan. Sedangkan soal razia penyalah gunaan izin tempat karaoke, pihaknya akan meminta Komisi III DPRD Kota Tegal mengundang para pengusaha tempat karaoke, untuk mengklarifikasi soal perizinannya. ”Kami meminta instansi terkait, baik Kesbangpolinmas, Satpol PP, BP2T serta instansi terkait lainnya menggalakan razia. Sedangkan sanksi yang diberikan harus tegas, agar ada efek jera,” papar Teguh. (hun)

M SAEKHUN/RATEG

JAWAB PERTANYAAN - Wakil Ketua DPRD, Teguh Iman Santoso, didampingi anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat menjawab pertanyaan peserta reses.


BREBES & BUMIAYU

6

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

1.Pak Bupati yang terhormat, di daerah saya Ds. Pakijangan ada pergantian Pamong tapi setiap Pamong pengganti di kenai 4/5 juta mohon ditindak lanjuti , makasih pemuda pakijangan…….. (081513268xxx) Jawab : 1. Berdasarkan pasal 47 Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 9 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Pemberhentian Kepala Desa dan Pengangkatan Perangkat Desa di jelaskan, bahwa Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. 2. Berdasarkan ketentuan tersebut diatas, maka proses pengisian Perangkat Desa lainnya dari mulai pembentukan panitia sampai dengan pelantikan menjadi tanggung jawab Kepala Desa. 3. Terhadap pengenaan uang 4 sampai 5 juta kepada Perangkat Desa lainya/ Pamong penganti akan segera kami klarifikasi kepada Desa bersangkutan. Demikian untuk menjadikan periksa.

Anggota DPRD Disinyalir Terima Aliran Dana

ISMAIL FUAD/RATEG

DIMINTA TEGAS – Aktivis Brebes kemarin (26/4) mendatangi Kejari Brebes. Mereka menuntut ketegasan pihak Kejari terkait sejumlah kasus-kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik sebagaimana Formasi Ciloto.

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah BREBES - Seluruh mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes 1999-2004 disinyalir turut menikmati aliran dana atas penggelembungan harga dalam pengadaan tanah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes tahun 2003 senilai Rp 11 miliar di tiga lokasi. Ke-45 mantan anggota dewan itu, disebut-sebut mendapat bagian hingga puluhan juta rupiah. ’’Berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran data, kuat ditengarai seluruh anggota dewan periode 1999-2004 mendapat aliran dana atas kasus dugaan korupsi pengadaan

PEMERINTAHAN

tanah tahun 2003 silam. Jumlahnya bervariasi dari Rp 20-25 juta per orangnya,’’ tandas Koordinator Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Brebes Darwanto saat audiensi dengan petinggi Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes Senin (26/4). ’’Jumlah tersebut tidak mungkin seluruhnya ditangani KPK. Makanya, kami berharap Kejaksaan Negeri Brebes proaktif dalam menuntaskan kasus pengadaan tanah ini,” lanjutnya. Menurut Darwanto didampingi sejumlah aktivis Gebrak dan Kaukus Mahasiswa Brebes, dugaan korupsi yang telah menetapkan Bupati Brebes Indra Kusuma menjadi tersangka, melibatkan pihak legislatif saat itu. Selain Pimpinan Dewan (Pimwan), lanjutnya, anggota wakil rakyat juga turut menikmati

aliran dana tersebut. ’’Kami ingin melihat prestasi Kejaksaan Negeri Brebes dalam menuntaskan kasus ini. Sebab ini menjadi perhatian publik dan merugikan negara. Selama ini, Kejari Brebes hanya menindak kasus yang kecilkecil saja,” jelas dia. Gebrak juga meminta Kejari menuntaskan kasus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2003-2005 senilai Rp 27 miliar. Termasuk di dalamnya kasus SPPD fiktif anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 1999-2004 dan periode 2004-2009, kasus proyek di Dinas PU Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan instansi lain, seperti korupsi di BKK Kabupaten Brebes. ’’Jika berpijak pada Formasi Standar Kinerja Kejaksaan

yang disepakati pada perjanjian Ciloto yaitu 5-3-2-1 untuk percepatan pemberantasan korupsi, seharusnya kasuskasus tersebut segera ditangani karena itu adalah korupsi lokal yang menarik perhatian publik,” lanjutnya. Selain itu, Darwanto mengatakan, penanganan kasuskasus korupsi yang belum ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti kasus BP yang sedang ditangani oleh Polda Jateng, kasus alat kesehatan (alkes) oleh Kejari Brebes yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, dan kasus APBD 2003-2005 yang ditangani oleh Kejari Brebes belum ada kejelasan dalan penanganannya. Begitu juga kasus dugaan korupsi di Komisi Pemilihan

Umum Daerah (KPUD) Brebes, yang belum ada titik terang penanganan di Polres. Tak hanya itu, pihaknya juga berharap agar Kejari Brebes mengaudit bantuan pendidikan melalaui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berpotensi terjadinya tindak korupsi. Dia juga meminta Kejari Brebes, mengawasi rekening-rekening liar pejabat yang ditanam di sejumlah BKK kecamatan. Dalam kesempatan itu, mereka diterima Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Brebes Jumadi SH. ’’Pengaduan dan masukan yang diberikan akan saya sampaikan ke Ibu Nunuk (Kepala Kejari (Kajari) Brebes, Red) nanti. Saat ini beliau sedang rapat di Kejati Jawa Tengah,” kata Jumadi. (cw1)

SMAN Bumiayu Lulus UN 100 Persen ABIDIN ABROR/RATEG

PEMBEKALAN - Bendahara dan para kepala SKPD mengikuti pembekalan pembuatan laporan keuangan oleh BPKP.

SKPD dan Bendahara Dibekali Simda BREBES - Tuntutan transparansi keuangan pemerintah daerah yang terjadi akhir-akhir ini membuat dari pemerintah daerah (pemda), khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, sedini mungkin perlu memberikan pembekalan Sistim Informasi Managemen Daerah (Simda). Karena, selain transparansi, laporan keuangan juga harus dapat dipertanggungjawabkan. Tindaklanjut dari tuntutan pelayanan publik tersebut, Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Brebes Senin (26/4), mengadakan pembekalan tentang Simda yang diikuti semua kepala SKPD serta bendahara. Kegiatan pembekalan mengambil tempat Gedung PGRI, Jalan Taman Siswa, Kabupaten Brebes. Sebagai pemateri utama dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Menurut Kepala DPPKAD Emastoni Ezam, pembekalan Simda ini merupakan program tahunan yang diadakan sebagai upaya menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Karenanya, lanjut dia, semua itu harus di dukung kemampuan dalam pembuatan laporan keuangan. Laporan keuangan itu dibuat sesuai dengan perundang-undanganan yang ada. ’’Ini dalam upaya menuju pemerintahan daerah, tidak hanya berwibawa tapi juga bersih. Sebelumnya sudah baik, namun baiknya itu harus lebih ditingkatkan,” kata Emastoni sebelum mulai kegiatan. Pemateri Suwarno dari Perwakilan BPKP Jateng menjelaskan, BPKP merupakan auditor satu-satunya yang diberi kewenangan mengaudit suatu lembaga. Permintaan audit datang seperti Departemen Luar Negeri, Kepolisian, Kejaksaan, dan dari lembaga lain. Sedangkan peran BPKP dalam program Simda, lanjutnya, mendorong pembuatan laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan, sebagai sebuah laporan keuangan yang wajar tanpa pengecualian. ’’Bukan laporan keuangan tanpa pendapat atau opini,” kata Suwarno. Kedudukan bendahara untuk sebuah laporan keuangan, dijelaskan Suwarno, sangatlah penting. Bendahara yang mengetahui kapan barang itu dibeli dan berapa nilai barang dimaksud. Kalau pun memakai jasa konsultan untuk melakukan audit, hasilnya tidak bisa 100 persen. ’’Karena bendaharalah yang tahu kapan barang itu dibeli, termasuk berapa nilainya,” tegas Suwarno. (din)

Terbaik di Kabupaten Brebes BUMIAYU - Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ajaran 2009-2010 secara serentak dilaksanakan Senin (26/4). Beragam cara dilakukan oleh para siswa dalam mengungkapkan kegembiraan mereka yang telah dinyatakan lulus. Seperti yang terjadi di SMA Negeri 01 Bumiayu. Di sekolah ini, para siswa terlihat berkumpul di depan aula sekolah menunggu orangtua maupun wali mereka yang menerima pengumuman langsung hasil kelulusan, dari kepala sekolah didampingi komite

beserta jajaran guru. Namun, saat Kepala SMA Negeri 01 Bumiayu Drs Edi Wahyudi MPd menyatakan melalui pengeras suara, seluruh siswa di SMA Negeri 01 Bumiayu dinyatakan lulus 100 persen, luapan kegembiraan meledak seketika. Selain bersorak gembira, sejumlah siswa secara sepontan melakukan sujud syukur di depan ruangan Tata Usaha (TU), sebagai ungkapan kegembiraan. Dikatakan Edi, selain berhasil meluluskan sebanyak 133 siswanya, SMA Negeri 01 Bumiayu juga berhasil menempati ranking pertama di Kabupaten Brebes untuk nilai mata pelajaran IPA dan IPS dengan nilai rata-rata IPA 51,39 dan IPS 46,79.

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

SUJUD SYUKUR - Sejumlah siswa SMA Negeri 01 Bumiayu melakukan sujud syukur sesaat setelah memperoleh pengumuman kelulusan di sekolah kemarin (26/4).

’’Selain itu, sekolah kita juga berhasil menempati peringkat 17 di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya. UJIAN ULANGAN Suasana berbeda terlihat di SMA Negeri 01 Paguyangan, beberapa saat setelah menerima surat kelulusan suasana sekolah langsung lengang. Hal ini terjadi menyusul adanya 17 siswa dari 180 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Kepala SMA Negeri 01 Paguyangan Drs Yudo Utomo me-

ngatakan, sekolah sebenarnya telah melakukan persiapan maksimal didalam menghadapi UN. Namun, hasilnya kurang menggembirakan. Selain itu, sekolah juga telah mengadakan pelatihan UN, namun hasilnya memang belum maksimal. ’’Kita akan segera mengambil-langkah untuk menyiapkan siswanya menghadapi ujian ulangan 10-14 Mei mendatang,” ungkapnya. Menurut dia, sisa waktu

yang tinggal beberapa hari menjelang pelaksanaan UN ulangan siswa akan diberikan latihan mengerjakan soal. ’’Dengan banyak latihan mengerjakan soal diharapkan para siswa bisa lulus semua dalam UN ulangan nanti.’’ Meski masing-masing sekolah telah memberikan larangan bagi siswa untuk tidak melakukan konvoi setelah menerima kelulusan, namun ratusan siswa terlihat berkonvoi dengan sepeda motor. (pri)


BREBES & BUMIAYU

SELASA 27 APRIL 2010

7

RADAR TEGAL

PROGRAM KB BrebesTargetkan100AkseptorKB PAGUYANGAN - Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes bersama dengan Kodim 0713/Brebes menggelar kegiatan Bulan Bhakti TNI Manunggal KBKes secara serempak di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Paguyangan, UPT BKBPP Kecamatan Paguyangan bersama Koramil 11 Paguyangan menggelar kegiatan pelayanan gratis KB-Kes di Puskesmas Paguyangan, khusus untuk akseptor IUD Senin (26/4). Hingga akhir pelaksanaan, kegiatan tersebut berhasil menjaring sebanyak 77 akseptor. Kepala BKBPP Pemkab Brebes Sumiarsih HS yang turut memantau pelaksanaan di Kecamatan Paguyangan mengatakan, Pemkab Brebes saat ini turut serta didalam mensukseskan pelaksanaan program KB yang sekaligus juga didalam upaya membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pemecahan Rekor Muri untuk akseptor KB. ’’Di Kecamatan Paguyangaan sendiri ternyata khusus untuk pemasangan KB dalam kegiatan bulan bhakti ini bisa melampaui dari target yang diharapkan sebanyak 60. Namun ternyata hingga akhir kegiatan diikuti sebanyak 77 akseptor,” jelasnya. Kabupaten Brebes sendiri, menurut Sumiarsih, menargetkan sebanyak 1000 akseptor guna mensukseskan peraihan Rekor Muri bagi Provinsi Jawa Tengah. ’’Kita berupaya secara optimal, mudah-mudahan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” ujarnya. Di Kecamatan Paguyangan sendiri, berdasarkan data Puskesmas Paguyangan, memiliki kantong akseptor KB untuk jenis IUD yakni Desa Cilibur dan Desa Pandansari. Sementara dari Kecamatan Salem, di hari yang sama juga digelar kegiatan serupa dengan pelaksanaan di bagian dalam dua lokasi, yakni Puskesmas Salem dan Puskesmas Desa Bentar dengan melibatkan Koramil setempat bersama bidan. Dalam kegiatan tersebut berhasil menjaring sebanyak 60 akseptor KB IUD, 180 akseptor KB suntik, dan 20 akseptor implan. (pri)

PEMBERDAYAAN

ABIDIN ABROR/RATEG

KADO ISTIMEWA - Kado istimewa berupa kain kafan dari Ketua LSM Gugat Untung Imam Subagyo diberikan pada Pimpinan Dewan Agus Sutrisno dan H Dedy Yon Supriyono.

Pinwan Dihadiahi Kain Kafan Terkait Makelar Jabatan

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

PENINJAUAN - Tim Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Desa tingkat Kabupaten saat melakukan peninjauan di stan potensi Desa Indrajaya, Kecamatan Salem.

Desa Indrajaya Dinilai Tim Kabupaten SALEM - Dalam rangka Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Desa tingkat Kabupaten Brebes tahun 2010, Desa Indrajaya, Kecamatan Salem, Senin (26/4) mendapat penilaian oleh tim evaluasi dari Kabupaten Brebes. Selain Desa Indraja, dalam kegiatan Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Desa juga terdapat beberapa desa lain di Kabupaten Brebes yang mengikutinya yakni, Desa Geger Putih, Kecamatan Songgom; Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari; Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung; dan Desa Pananggapan, Kecamatan Banjarharjo. Tim Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Desa yang dipimpin Asisten I Setda Brebes Drs H Supriyono meninjau kegiatan yang berkaitan dengan evaluasi desa yang telah disiapkan Desa Indrajaya di antaranya, di bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, ketentraman dan ketertiban (trantib), partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, serta pemberdayaan kesejahteraan keluarga. ’’Tujuan evaluasi sendiri di antaranya adalah untuk mengetahui sejauhmana perkembangan pembangunan yang telah dilakukan oleh masyarakat desa, selain itu juga untuk mengetahui tingkat usaha pemberdayaan masyarakat,” kata Supriyono. Dikatakan Supriyono, dalam pelaksanaan evaluasi ini pihaknya menghimbau agar menganut prinsip kesedarhanaan dan mengindari kegiatan seremoni secara berlebih. ’’Dari hasil evaluasi ini maka akan diambil yang terbaik untuk selanjutnya diikutkan dalam kegiatan yang sama di tingkat provinsi,” ungkapnya. Camat Salem HM. Adnan SIP mengatakan, kemajuan yang terjadi di Desa Indrajaya tidak terlepas dari peranan masyarakat yang secara aktif berpartisipasi di dalam pembangunan. ’’Selain beberapa sentra kerajinan dan industri masyarakat, di Desa Salem juga telah berdiri kelembagaan masyarakat. Kondisi seperti itu tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pembangunan di desa,” jelasnya. Setelah diadakan pengarahan dari tim penilai yang dilaksanakan di aula kantor desa setempat, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi binaan, yang dilakukan langsung oleh ketua tim penilai. Dari hasil peninjauan Supriyono berpendapat bahwa Desa Indrajaya memiliki potensi yang baik. (pri)

BREBES - Dua Pimpinan Dewan (Pimwan) Brebes HM. Agus Sutrisno dan H Dedy Yon Supriyono Senin (26/4) dihadiahi kain kafan. Hadiah kafan ini diberikan Ketua LSM Gugat Untung Imam Subagyo dalam kesempatan audensi berlangsung di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Brebes. Sambil menyerahkan kain kafan tersebut, Untung meminta pada DPRD untuk sungguh-sungguh menangani dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. ’’Ini saya serahkan kain kafan, dan untuk membuktikan benar

tidaknya pejabat yang bersangkutan agar berani melakukan sumpah pocong. Ini masalah serius dan harus ditanggapi,” tandas Untung. Audensi ini digelar sehubungan isu yang berkembang di masyarakat terkait praktik jual beli jabatan. Karenanya, lanjut dia, dari Masyarakat Anti Makelar Jabatan (Martabat), menurut Wijanarto yang mewakili elemen masyarakat, meminta DPRD setempat segera bersikap. ’’Jangan sampai persoalan ini kemudian berlalu begitu saja. Apalagi mengingat banyaknya pejabat, yang bekerjanya tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Termasuk banyaknya pejabat yang diangkat tanpa mempertimbangkan asas senioritas,’’ jelasnya.

Sebagai akibatnya, lanjut dia, banyak pejabat yang ngendon puluhan tahun di suatu dinas atau kantor. Sebaliknya, mereka yang baru bekerja tanpa disangka melangkahi seniornya. Belum lagi persoalan rangkap jabatan yang selama puluhan tahun tanpa ada suatu pergantian. Sementara, Karno Roso mengatakan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan mengangat seseorang menduduki jabatan kenyataan perannya yang selama ini berjalan justru menyalahi aturan di atasnya. Seorang guru yang dalam aturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Menpan), menurutnya, tidak diperkenankan menduduki jabatan

Jembatan Cikamuning Belum Tertangani BANTARKAWUNG - Jembatan Cikamuning yang berada di Dukuh Cikamuning, Desa Pangarasan, Kecamatan Bantarkawung, yang rusak sejak awal tahun 2008 lalu akibat banjir bandang hingga. Akibatnya, jalan penghubung Dukuh Cikamuning ke usat pemerintahan Kecamatan Bantarkawung tersebut praktis hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain Dukuh Cikamuning, jalur tersebut juga merupakan akses utama warga Desa Kebandungan dan Pangarasan, sehingga kendaraan roda empat dari Desa Kebandungan terpaksa memutar melalui jalur Pengarasan-Bantarkawung dengan jarak lebih jauh sekitar 1,5 kilometer. Menurut Ahmad Nirom, kepala Desa Pangarasan, ambrolnya jembatan dengan panjang 3 meter dan lebar 4 meter ter-

sebut akibat hujan deras yang terjadi selama lebih dari 6 jam lamanya. ’’Sebetulnya sungai yang melintasi jembatan itu hanya sungai kecil, namun saat itu hujan sangat deras dalam waktu yang cukup lama. Sehingga volume air yang berhulu di atas bukit tersebut meluap hingga menerjang jembatan,” ungkapnya. Akibatnya, badan jembatan yang terbuat dari plat beton patah akibat sayap jembatan di kedua sisi ambrol. Untuk menlancarkan arus lalulintas warga bekerja bakti menutup bagian jembatan yang ambrol dengan menggunakan sirtu. ’’Penanganan darurat dilakukan oleh warga dengan menimbun bagian badan jembatan yang patah menggunakan sirtu, hal itu sebagai upaya agar jembatan dapat dilalui kendaraan,” kata Ahmad Nirom.

Dia mengungkapkan, jalan yang hampir sebagian besar berada di daerah berbukit tersebut merupakan jalan utama bagi warga Dukuh Cikamuning yang akan menuju pusat kecamatan. ’’Dukuh Cikamuning sendiri berada paling selatan dari Desa Pangarasan, sehingga jika akan menuju pusat Kecamatan Bantarkawung mereka lebih memilih melalui jalan tersebut daripada melalui Desa Pangarasan,’’ jelasnya. ’’Selain itu, jalan tersebut juga merupakan akses utama warga Desa Kebandungan,” lanjutnya. Camat Bantarkawung di hubungi melalui Sekretaris Camat Wahono SH, membenarkan kondisi yang terjadi di Jembatan Cikamuning itu. Dikatakan Wahono, pihaknya telah melanjutkan laporan dari desa ke tingkat kabupaten. (pri)

Keistimewaan Kuliner Rumah Makan d’Angklo

Meski Tempat Mewah, Harga Kaki Lima Banyak rumah makan menawarkan menu dan suasana spesial tapi tidak seistimewa Rumah Makan d’Angklo. Benarkah? LAPORAN: ABIDIN ABROR HARGA mengikuti tempat. Demikian yang ada dalam benak tentang restoran atau rumah makan. Orang akan berpikir dua kali, apakah harga makanan yang tersedia mahal atau sebaliknya murah meriah. Ini setelah melihat keadaan rumah makan, tempat orang mengisi perut. Namun anggapan itu terbantahkan, karena nyatanya sekalipun tempatnya mewah harga tetap kaki lima. Dengan kata lain, tempat boleh mewah harga tetap warteg. Inilah keistimewa Rumah Makan (RM) d’Angklo, yang berada di sebelah utara Komplek Islamic Center, Brebes. Sekalipun tempatnya megah,

namun harga menu di sini benar-benar terjangkau dengan layanan istimewa. Itu berlaku tidak hanya satu satu menu, tapi berlaku seluruhnya. Termasuk minuman maupun untuk juice yang banyak mengandung vitamin. Harga juice dan minuman lain masih dibawah angka sepuluh ribu. Ini sangatlah istimewa. Di tempat ini tersedia beragam jenis menu masakan dan minuman, dengan olahan penuh kelesatan. Tak hanya itu, d’Angklo, selain menyediakan puluhan menu hidangan, menurut pemiliknya Andi Cibando, tempatnya juga nyaman sehingga tamu yang datang bisa melepas penat setelah menjalani kesibukan bekerja. Sambil menyantap masakan dan selepas itu segala pikiran dan tenaga kembali pulih. Tempat ini juga cocok untuk tamu keluarga, sehingga menambah keakraban dengan orang-orang tercinta. Termasuk untuk acara seperti ulang tahun dan beragam acara istimewa

ABIDIN ABROR/RATEG

REPRESENTATIF - Desain d’Angklo yang asri membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati sajian beragam menu spesial yang disuguhkan rumah makan ini.

lainnya. Inilah istimewanya Rumah Makan d’Angklo yang sengaja didesain semenarik mungkin. Apalagi berada di jantung kota Brebes, yang jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kendaraan.

Selain lokasi yang mudah dijangkau arisetktur restoran ini dibangun dengan asrinya. Selain tempat yang nyaman, udara di sini cukup bersih dan segar. Selain itu, sang pemilik menye-

diakan empat bunglaow yang di bawahnya kolam ikan dengan air yang sebegitu bening. Di sini juga tersedia area hotspot, karaoke room, live music, saung, kolam pemancingan, dan meeting room. (*)

struktural. Namun aturan itu dilanggar, dengan mengangkat seorang guru menduduki jabatan struktural meninggalkan tugas utamanya. Praktik jual beli jabatan, lompat jabatan, rangkap jabatan, serta koncoisme yang semua itu terjadi sehubungan peran makelar. Sayangnya, siapa makelar dimaksud dalam audensi ini tidak diungkapkan. Karenanya, ini menjadi tugas dewan mensikapi hal tersebut. Bahkan, lanjut Karno, ironisnya apa yang diputuskan Baperjakat dalam mengangkat seseorang justru melanggar hak azasi manusia. ’’Pengangkatan seorang pejabat yang justru melanggar hak asasi manusia. Selain juga banyaknya pejabat yang sela-

ma puluhan tahun menduduki suatu jabatan tertentu. Apa di Brebes tak ada orang pintar, sehingga hanya orang itu saja?” kata Karno. Kini, menurutnya, dengan mencuatnya kasus makelar jabatan, lembaga Baperjakat seperti yang berkembang di masyarakat diplesetkan menjadi Baperjahat- menjadi keprihatinan dua aktivis wilayah Brebes Selatan, Syamsul Maarif dan Slamet Riyadi. ’’Kami menginginkan tak ada lagi pejabat yang merangkap jabatan. Jalankan semuanya sesuai aturan,” kata Syamsul Maarif. Pimpinan Dewan Agus Sutrisno menuturkan, inilah kesempatan membawa persoalan ini ke tingkat lebih tinggi, yakni Panitia Khusus (Pansus). (din)

Minat Penelitian Masyarakat Rendah BREBES - Budaya keilmuan di Kabupaten Brebes terbilang rendah. Ini setidaknya terlihat dari minimnya minat masyarakat untuk melakukan penelitian ilmiah dan keilmuan seperti dalam kompetisi Riset Unggulan Daerah (RUD) yang diselenggarakan Bappeda Brebes. Total peserta yang mengajukan proposal penelitian RUD di Kabupaten Brebes hanya sembilan proposal. Mereka berasal dari tim organisasi pemerintahan, perguruan tinggi dan perorangan masyarakat umum. Seluruhnya lulus seleksi administrasi, namun mundur satu sehingga menjadi delapan peserta. ’’Delapan proposal ini yang tengah diseleksi berdasarkan substansi materi penelitian untuk mencari penelitian mana yang akan dibiayai Pemkab Brebes. Pengumumannya 8 Mei mendatang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Statistika Pengendalian dan Evaluasi Bap-

peda Brebes Ir Titi Yulianti Msi, seusai pemaparan peserta penelitian di Aula Bappeda Brebes Senin (26/ 4). Menurut Titi, budaya penelitian di Kabupaten Brebes relatif masih berkembang. Sebab itu, pihaknya memaklumi minimnya minat masyarakat. ’’Saya mengapresaisi kepada semua pihak yang telah mengikuti RUD ini. Meskipun langkah kecil, namun ini adalah awal dari langkah besar dan berperan dalam pembangunan daerah,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, penyelenggara mendatangkan penilai dari kalangan akademis, antara lain. Prof Totok Agung Phd akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr Dwisetia Poerwono MSc dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Ir Agus Suranto Msi selaku kasubag Bina Program Balitbang Provinsi Jawa Tengah (Jateng). (cw1)


SLAWI METROPOLIS

8

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

738 Siswa Tidak Lulus

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

0283-3448131

Input Anak Jadi Faktor

PENDIDIKAN Gelar Lomba Guru Berprestasi DUKUHTURI - Guna meningkatkan kualitas ajar, puluhan guru dari beberapa Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhturi, Sabtu (24/4) kemarin mengikuti lomba guru berprestasi yang diselenggarakan UPTD Dikpora Kecamatan Dukuhturi. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, beberapa guru yang menjadi peserta lomba tersebut terlihat serius mengerjakan beberapa soal yang disodorkan oleh penyelenggara lomba. Mereka bahkan terlihat tak berkutik selama berlangsungnya lomba. Meski demikan, suasana tegang tersebut berubah gaduh seletah batas waktu lomba telah usai. Mereka tak jauh berbeda dengan siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan soal ujian. Penanggung Jawab Lomba Guru Berprestasi, Akhmad Subkhan SPd kepada Radar mengatakan, tujuan diadakannya lomba guru berprestasi tersebut adalah untuk mengetahui prestasi yang dicapai guru. “Prestasi tersebut meliputi aspek kemampuan pedagogik, kepribadian, profesionalisme, dan aspek sosial guru maupun peran serta atau sumbangsih guru kepada maasyarakat,” terangnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas. Subkhan mengaku, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memotivasi guru agar bisa meningkatkan kinerja, disiplin, dedikasi, loyalitas untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Kecamatan Dukuhturi. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi guru dalam meningkatkan pembelajaran terhadap peserta didik. “Ini agar antara guru dan siswa terjadi interaksi antar peserta agar bisa saling tukar pengalaman,” tandasnya. Dalam lomba guru berprestasi ini, semua peserta harus memiiki persyaraatan yang telah ditentukan. Di antaranya memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1)/D4, aktif melaksanakan proses pembelajaran, praktik, bimbingan dan sonseling. “Dan juga belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin, dan juga menyusun portofolio,” tegasnya. Ia mengaku, bagi pemenang lomba ini, nantinya akan diikutkan dalam lomba guru berprestasi tingkat kabupaten, dan seterusnya. (cw3)

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

KERJAKAN SOAL – Beberapa guru sedang mengerjakan soal yang disodorkan pelaksana lomba guru berprestasi tingkat kecamatan.

CMYK

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

GEMBIRA - Beberapa siswa SMAN 2 Slawi terlihat bergembira begitu mengetahui lulus UN, sementara nbeberapa siswa lainnya melakukan aksi corat-coret.

Bahasa Inggris Dianggap Momok Di Balik Pengumuman Kelulusan UN di Kabupaten Tegal SENIN (26/4) kemarin merupakan hari yang sangat menentukan bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA. Karena hari itu adalah hari pengumuman kelulusan mereka. Sementara yang belum lulus, masih ada kesempatan untuk mengulangnya nanti. Dari data yang ada, dari 10.007 peserta UN di Kabupaten Tegal yang terdiri dari 4.518 peserta dari SMA/MA dan 5.489 peserta dari SMK, 735 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus UN tahun 2010 ini. Mereka harus bersabar untuk mengikuti UN ulangan nanti. Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar, sebagian faktor ketidaklulusan karena nilai bahasa Inggris yang rendah. Namun rendahnya nilai itu tidak dijelaskan apa saja faktornya. Ketegangan tidak hanya dirasakan siswa-siswi SMA/MA maupun SMK, namun juga orang tua siswa. Mereka yang datang ke sekolah, turut was-was menanti hasil pengumuman tersebut, apakah anaknya lulus atau tidak. Namun sesaat setelah diumumkannya, sebagian besar siswa banyak yang melampiaskan kegembiraannya dengan melakukan aksi corat-coret seragam sekolah. Seperti terlihat di SMAN 2 Slawi, be-

berapa dari mereka bahkan sempat bersitegang dengan guru, lantaran dari pihak sekolah tidak mengizinkan siswanya melakukan aksi coratcoret setelah pengumuman. Meski sebagian besar dari siswa sekolah tersebut merasa senang dengan hasil yang telah didapat, namun hal itu tidak berarti bagi beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus UN. Saat Radar memantau proses pengumuman di sekolah, beberapa siswa bahkan sempat melinangkan air mata di hadapan teman-teman sekolahnya, lantaran tidak bisa lulus dalm UN tahun ini. Beberapa siswa yang tidak lulus tersebut bahka sempat ada yang pingsan lantaran tidak tahan mendengar hasil UN. Lugi (45), salah satu wali murid yang saat itu berada di sekolah tersebut mengaku, setelah pengumuman oleh sekolah, beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus banyak yang menangis. Bahkan ada siswa yang sempat pingsan lantaran tidak siap dengan hasil yang didapat. “Suasana memang sempat mengharukan, pasalnya beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus banyak yang menangis, bahkan ada salah satu siswa yang sempat semaput. Mungkin karena mereka tidak siap dengan hasil ujian yang didapat,” katanya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Slawi Drs Herbisono melalui Panitia UN Drs Sudali mengatakan, untuk UN tahun 2010 ini di sekolahnya

terdapat 346 siswa yang menjadi peserta UN. Jumlah tersebut terdiri dari 172 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan 174 siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dari jumlah tersebut, tambahnya, 60 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus ujian. Jumlah tersebut terdiri dari, 10 siswa dari jurusan IPA dan 42 siswa dari jurusan IPS. Sedangkan selebihnya, adalah siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah. “Untuk siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah memang ada 8 anak, mereka terdiri dari 5 siswa dari jurusan IPS dan 3 anak dari jurusan IPA,” tukasnya. Sudali mengaku, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus UN masih memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan yang sesuai rencana akan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 14 Mei. Sementara, bagi mereka yang tidak lulus ujian sekolah juga memiliki kesempatan yang sama, yaitu mengikuti ujian ulangan yang akan dilangsungkan pada tanggal 3 sampai 6 Mei. Dikatakan, ketidak lulusan siswa di sekolahnya memang lebih banyak dipengaruihi rendahnya hasil ujian pada mata pelajaran (Mapel) bahasa Inggris. Padahal untuk mapel lainnya siswa-siswinya berhasil mendapatkan nilai yang cukup baik. “Rata-rata siswa yang tidak lulus tersebut lantaran mereka tersandung pada mapel bahasa Inggris,” pungkasnya. (cw3)

SLAWI - Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan serentak Senin (26/4) kemarin. Termasuk di Kabupaten Tegal, namun dari peserta UN yang ada, tidak semuanya dinyatakan lulus. Bahkan dari 10.007 peserta UN, yang terdiri dari 4.518 peserta dari SMA/MA dan 5.489 peserta dari SMK tersebut, 738 siswa dinyatakan tidak lulus. Panitia UN Kabupaten Tegal Waudin melalui Kasi Pendidikan SMK/SMA Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal Drs Ginting Rasimin SH mengatakan, dari rekap hasil UN tahun 2010 ini, dari total peserta UN sebanyak 4.518 untuk SMA/MA, 614 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Mereka terdiri dari 139 siswa dari jurusan IPA, 473 siswa dari IPS dan 2 siswa dari jurusan bahasa. Sementara dari 5.489 peserta dari SMK, 124 siswa dinyatakan tidak lulus ujian. Kalau dilihat persentase kelulusan pada masingmasing jurusan tambah Ginting, untuk jurusan IPA dari 1.778 peserta, 1.639 siswa berhasil lulus UN atau sekitar 92 persen. Sedangkan untuk jurusan IPS dari 2.704 peserta, 2.231 siswa dinyatakan lulus atau 82, 51 persen, untuk bahasa, dari 36 peserta, 34 siswa dinyatakan lulus atau 94,42 persen. Sedangkan untuk jurusan agama dinyatakan lulus seratus persen dari 16 peserta yang ada. Sementara untuk tingkat SMK, dari 5.489 peserta, 5.365 siswa dinyatakan lulus UN atau sekitar 97,74 persen. Ia mengaku, selama ini semua sekolah sudah secara maskimal memberikan pembelajaran kepada para perserta didiknya, terutama bagi mereka yang menjadi peserta UN. Adanya siswa yanga tidak lulus dalam UN kali ini lebih disebabkan lantaran input dari siswa itu sendiri. “Saya kira faktor ketidaklulusan siswa lantaran kekurangmampuan siswa itu sendiri dalam memahami materi pelajaran atau karena memang input siswa yang kurang bagus,” terangnya. Dikatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan tahapan perincin terhadap data kelulusan di masing-masing sekolah. Diperkirahan perinciaan data tersebut baru akan selesai paling cepat hari ini. Untuk itu, pihak Dikpora saat ini belum bisa memberikan hasil tingkat kelulusan di masing-masing sekolah. “Sampai saat ini kami masih melakukan perincian data kelulusan di masing-masing sekolah, jadi untuk hari ini kami belum bisa memberikan keterangan tingkat kelulusan di masing-masing sekolah,” terangnya. Sementara itu, Panitia UN Kabupaten Tegal Waudin saat ditemui mengaku untuk UN tahun 2010 memang ada peningkatan. Bahkan untuk SMK diperkirakan akan kembali masuk 10 besar rata-arata kelulusan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. (cw3)


ENTERTAINMENT

SELASA 27 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

Film Dokumenter Gegerkan Bali

AGNES MONICA

Disakiti Pacar, Sulit Minta Putus

BARU-BARU ini beredar di situs You Tube, trailer ‘Cowboys in Paradise’, film dokumenter yang menceritakan sepak terjang gigolo alias pria penghibur wanita di Bali. Kini, masyarakat Bali pun tengah geger dengan trailer tersebut. Film dokumenter itu pertama kali beredar di kalangan pengguna internet. Cuplikan berdurasi sekitar dua menit itu menggambarkan kehidupan dan aktivitas pemuda petualang cinta di Bali, khususnya Pantai Kuta. Sosok para pemuda ini berbadan atletis dan berkulit gelap. Sebagian besar juga berambut gondrong. Pokoknya penampilan mereka khas anak pantai yang piawai dengan olah raga bahari seperti berselancar. Bahasa asing mereka, terutama Inggris, lumayan lancar. Mereka terlihat sangat pe-

PENYANYI Agnes Monica pernah disakiti pria yang dulu dipacarinya. Saat masih pacaran dengan pria itu, Agnes mengaku sulit untuk minta putus. Cerita tersebut dibagi Agnes di sela-sela jumpa pers MTV Exit, di Hard Rock Cafe, Plaza EX, Jakarta Pusat, Senin (26/4). Penyanyi 23 tahun itu merupakan Duta MTV Exit. Ia akan mensosialisasikan kewaspadaan dan pencegahan perdagangan manusia. Di sela-sela penunjukkannya sebagai duta, Agnes berbagi sedikit cerita mengenai kehidupan pribadinya. Pelantun ‘Teruskanlah’ itu kini tengah jomblo. Hanya saja, kata Agnes, meski tidak punya pacar bukan berarti ia tidak beruntung. “Lebih tidak beruntung kalau punya pacar, tapi nyakitin kita terus,” tuturnya. Saat harus memutuskan kekasihnya yang kerap menyakiti itu, Agnes mengaku dihadapkan pada pilihan sulit. “Ini adalah pilihan yang sulit. Memutuskan sesuatu yang lain,” katanya. Di satu sisi ia ingin mempertahankan hubungan asmara itu, namun di sisi lain, sebagai perempuan, ia tidak mau disakiti terus. “Itulah suatu saat kita harus pintar. Mau sampai kapan harus begitu,” tukasnya. (eny/eny)

ngalaman dalam menarik perhatian para turis wanita. Dalam beberapa adegan, mereka terlihat sangat dimanja oleh para turis itu, seperti dipijat dan sebagainya. Amit Wirmani, yang menggarap film ini memberi tajuk filmnya ‘Cowboys in Paradise’. Para pemuda ini digambarkan memang bak para koboi yang menggoda para turis perempuan. Pria keturunan India itu tidak hanya menampilkan para gigolo, tapi juga menampilkan wawancara dengan salah satu istri gigolo tersebut. Wanita itu mengaku, suaminya kerap membawa turis wanita bule ke rumahnya. “Jika dia (suami) datang bersama tamu, saya tidak tidur bersamanya 1 atau 2 hari. Saya tidak mengapa,” tutur wanita tersebut sambil menggondong

anaknya yang masih kecil. KEBERATAN Beredarnya film tersebut tentu saja membuat panas warga Kuta. Mereka menolak dengan tegas, jika Pantai Kuta disebut sebagai surga seks bebas para gigolo. “Warga desa adat tidak setuju jika pantai Kuta disebut sebagai tempat seks bebas bagi para gigolo,” kata Ketua Satgas Pantai Kuta Gusti Ngurah Tresna, Senin (26/4). Tresna mengatakan bahwa masyarakat Kuta sangat dirugikan dengan film tersebut. Menurutnya, kawasan wisata Pantai Kuta menawarkan keindahan alam dan budayanya, bukan wisata seks bagi para wisatawan. “Keindahan itu yang kita tawarkan kepada tamu,” katanya. (djo/hkm)

SCARLETT JOHANSSON

Berjuang Keras Demi Iron Man 2 Di sekuel ‘Iron Man’, aktris Scarlett Johansson tampil sebagai Natalia Romanova alias Black Widow. Untuk mendapat perannya itu, Scarlett yang kini berusia 25 tahun itu pun harus berjuang ekstra keras. “Saya penggemar berat film pertamanya dan saya sangat ingin sekali mendapat peran di film keduanya,” ujarnya seperti dilansir Showbizspy, Senin (26/ 4). Sebelum melakoni proses casting, Scarlett Johansson mengaku membeli beberapa komik ‘Iron Man’ supaya mengetahui seluk-beluk karakter Black Widow. Ia ingin memperlihatkan kepada sang sutradara Jon Favreau kalau dirinya sangat siap memerankan karakter itu. Apalagi, ia juga tahu dirinya bukan aktris pilihan

utama Jon. Awalnya, Scarlett Johansson memang tidak dilirik Jon Favreau untuk memerankan Black Widow, melainkan bintang ‘The Devil Wears Prada’, Emily Blunt. Namun karena terbentur jadwal, Emily pun tidak bisa terlibat di penggarapan ‘Iron Man 2’. Nah seperti apa aksi Scarlett Johansson di ‘Iron Man 2’? Film yang masih menampilkan aktor Robert Downey Jr sebagai bintang utamanya itu akan dirilis pada 29 April mendatang. (hkm/iy)

Wakili Pemkot ke Provinsi Data SP Sangat Vital dari halaman 3 Guna menghindari data-data yang tidak valid, dia meminta masyarakat memberikan data sebenar-benarnya kepada petugas sensus. Kepala BPS, Eddy Prawoto, menuturkan, SP dilaksanakan

serentak, mulai 1 hingga 31 Mei mendatang. Dijelaskannya SP dilakukan 10 tahun sekali. Berdasarkan hasil SP tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia mencapai 179.379 juta jiwa. “Hasil data sensus penduduk tahun 2010 ini sudah ditunggu berbagai intansi. Baik

pemerintah daerah maupun lembaga atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Seperti PLN dan Telkom, sebab dalam sensus nanti juga akan dilakukan pendataan jaringan listrik dan telekomunikasi,” ujarnya. Indikator terpenting dalam SP adalah mengenai pendidikan

dasar penduduk, kesetaraan gender dalam pendidikan dan ketenagakerjaan. Kemudian angka kematian balita, kematian ibu, proporsi penduduk memasak dengan kayu bakar, akses penduduk terhadap air minum dan fasilitas sanitasi dasar serta status kepemilikan rumah. (adi)

Konvoi Kelulusan Dibubarkan dari halaman 3 menghalau agar konvoi tidak melintas di jalan-jalan protokol sehingga tidak mengganggu lalu-lintas. Karena sebagian peserta konvoi terlihat nekad, terpaksa aparat mengambil tindakan tegas dengan membubarkan konvoi dan peserta konvoi berlomba menyelamatkan diri dari kejaran petugas. Riyanti (17), pelajar SMA swasta di Kota Tegal, mengatakan, dia sengaja mencorat-co-

ret baju dan berkonvoi menggunakan sepeda motor sebagai bentuk kebahagiaan karena dinyatakan lulus UN. Tetapi, konvoi tersebut dilakukan dengan cara kucing-kucingan dengan petugas yang berjaga di sejumlah prempatan dan patroli di beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul. Saat melintas di jalan dan bertemu pelajar dari sekolah lain yang juga mengadakan konvoi, dia dan rekanrekannya langsung bergabung

sehingga jumlahnya semakin bertambah. Sebelum sampai di kompleks GOR Wisanggeni, dia dan puluhan pelajar terpaksa membubarkan diri karena dihadang petugas yang meminta agar dia dan seluruh peserta konvoi kembali ke rumah masing-masing. “Setelah petugas pergi, kami berkumpul kembali dan melanjutkan konvoi,” katanya. Hal senada diungkapkan Wildan (18). Menurutnya, konvoi sepeda motor setelah dinya-

takan lulus merupakan tradisi dan selalu dilakukan dari tahun ke tahun. Meski harus berhadapan dengan petugas, dia tidak merasa gentar karena dilakukan bersama-sama dengan teman-temannya. Setelah berkeliling kota, dia brencana akan menuju PAI dan kembali melakukan aksi coratcoret baju hingga sore hari. “Kalau tidak ada konvoi dan corat-coret baju, rasanya kelulusan kurang berkesan,” terangnya. (gun)

beli, dia tetap menjual dan menyediakan kaset pita selama perusahaan rekaman masih menjual dan mendistribusikan kaset pita. “Teknologi boleh saja berubah, tetapi kami yakin maih banyak penggemar kaset pita yang enggan beralih ke rekaman digital,” terangnya. Kurniawan, saat memilih kaset mengungkapkan, keberadaan VCD, DVD serta MP3 membuat keberadan kaset pita semakin tergeser. Untuk memiliki koleksi lagu-lagu yang banyak, jika menggunakan kaset pita maka harus membeli lebih banyak. Sedangkan dengan MP3, untuk mendapatkan ratusan lagu cukup dengan satu keeping disc. Selain itu, audio yang dihasilkan kaset pita terpaut

jauh dengan rekaman digital. Itulah sebabnya dia beralih menggunakan rekaman digital dibandingkan kaset pita. Tetapi, dia mengaku memiliki puluhan kaset pita dari koleksinya sebelum muncul rekaman digital. Untuk harga sendiri, jika dibandingkan dengan produk original maka tidak terpaut jauh. Yang teraut jauh adlah produk bajakan yang kini dengan mudah bisa dijumpai. “Namanya juga selera, jadi masyarakatlah yang memilih dan mnilai mana yang akan dipilih,” tandasnya. (rochman gunawan)

Kian Tertinggal dari halaman 3 Masyarakat menganggap kaset pita ketinggalan jaman dan mahal karena dibandingkan dengan produk bajakan. Kini, jelasya, pembli kaset pita didominasi kolektor atau mereka yang memang menyukai hasil rekaman dari kaset pita dibanding rekaman digital. Pada masa jayanya, setiap grup band atau penyanyi mengeluarkan lagu terbaru. Bisa dipastikan tokonya akan diserbu pembeli yang ingin mendapatkan kaset dari penyanyi idolanya. Kini, perusahaan rekaman terus mengurangi jumlah kaset pita dan beralih ke VDC atau DVD yang dianggap lebih modern dan bisa bertahan lama. Meskipun demikian, untuk kaset pita rekaman lama justru memiliki harga jual tinggi karena nilai sejarah dan banyak diburu kolektor. Jika VCD atau DVD, nilai seninya kurang baik. Itulah sebabnya, banyak pedagang pinggir jalan yang menjual kaset pita lama ataua bekas. “Meski semakin ditinggalkan, tetapi masih ada masyarakat yang memilih kaset pita dibandingkan hasil rekaman lainnya,” katanya. Pedagang lainnya Tuti menuturkan, ada banyak perbedaan antra kaset pita dengan hasil

rekaman digital. Saat mendengarkan lagu menggunakan kaset pita dan ingin memilih slide tertentu, maka harus diputar secara manual baik ke depan atau belakang. Sementara rekaman digital seperti VCD, DVD atau MP3, tinggal memencet remote dan memilih slide atau track yang diinginkan. Tetapi, daya tahan kaset pita jauh lebih baik dibandingkan VCD atau DVD bajakan yang banyak dijajakan di pinggir jalan. Masa pakai kaset pita bisa puluhan tahun dan semakin lama justru memiliki nilai purna jual yang tinggi. Untuk kaset pita lagu-lagu Koes Plus misalnya, sekarang jarang yang memiliki. Jika ada, maka harganya bisa mencapai ratusan bahkan jutaan rupiah. Meskipun sepi pem-

dari halaman 3 Kabid Data Analisa Penelitian dan Pengembangan Bappeda, Chabibah, mengatakan, kegiatan lomba krenova ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan kepada masyarakat. Baik secara individu maupun kelompok. Yang mampu menemukan dan menciptakan inovasi kreatif di bidang Iptek. Sehingga bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya. “Lomba ini kali pertama diselenggarakan. Pelaksanaanya pada 25 sampai 30 Maret lalu. Dengan jumlah penemuan men-

capai 10 karya,” katanya. Penemuan tersebut diantaranya mesin perontik sisik ikan, mesin miling vertikal ukir kayu, reverse osmosis, dan alat pengupas biji kacang hijau. Kemudian becak motor, trainer pneumatic (pengangkat bola), modifikasi sistem pelumasan mesin diesel pada penggerak kapal ikan tradisional tipe outboard. Serta miniatur lift tiga lantai, alat pengering pakaian ekonomis. Chabibah menambahkan, kategori bidang peghargaan terdiri dari pertanian, pangan, serta energi. Selanjutnya bidang kesehatan, rekayasa dan manufaktur kelautan.

“Kemudian perikanan, kerajinan dan industri rumah tangga. Serta kemasyarakatan dan kemanuasian. Tim penilai lomba dari beberapa unsure. Antara lain Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Koperasi UMKM perindag, Bapermas KB. Kemudian Unversitas Panca Sakti dan Bappeda,” imbuh dia lagi. Kriteria penilaian meliputi kreativitas, inovasi, nilai tambah, dampak ekonomi, ilmiah, kaidah umum dan berkelanjutan. Para pemenan akan diajukan pada lomba krenova tingkat Provinsi Jateng. “Penilaian lomba tingkat Provinsi Jateng, rencananya akan dilaksanakan pada 27 April.” (adi)

Diyakini Dikhitan Jin, Kiai Anggap ... dari halaman 3 menunjukkan wujud seperti baru saja menjalani khitan. Sang ibu tak habis pikir. Dia berupaya konsultasi ke ulama setempat. Tak berselang lama Ustad Syaifuddin mendatangi rumah si bocah dan meyakinkan si bocah telah menjalani

khitan secara sempurna. “Malam harinya sesuai anjuran kyai saya menggelar tasyakuran khitan secara sederhana,” terangnya. Sementara ayah bocah sendiri tidak bisa menyaksikan kejadian aneh yang dialami anaknya lantaran sibuk mencari nafkah di Jakarta sebagai pedagang.

“Tidak ada firasat atau mimpi aneh sebelum kejadian itu menimpa anak saya. Rencana saya mau bawa ke dokter, namun apa yang hendak ditanyakan saya masih bingung. Pasalnya anak saya tidak sakit, hanya merasa nyeri dikemaluannya yang sering dirasakan anak yang baru saja menjalani khitan,” terangnya. (her)

Pasar Lama Segera Dibongkar dari halaman 3 Hal senada diungkapkan Salafudin dan Richanah, mereka setuju eks pasar kimpling untuk dibongkar, karena keberadaanya sangat menganggu arus lalu lintas. Namun untuk pemanfaatannya, pihaknya mengusulkan untuk dijadikan masjid. Pasalnya, didearah tersebut cukup jauh dari masjid. Selain itu. untuk lebih mensyiarkan agama

Islam. “Kami yakin, kalau dimanfaatkan untuk masjid tidak ada warga yang menolak. Dari pada tidak pernah selesai, lebih baik secepatnya Pemkot membongkar eks pasar kimpling dan dibangun masjid,” ungkapnya. Hj Khurotul Janah menegaskan, pihaknya minta semua pihak untuk bersikap, saat ini Pemkot dan DPRD sedangkan mencarikan solusi terbaik. Pi-

haknya yakin Pemkot tak akan menyengsarakan warganya, buktinya Pemkot telah membangunkan pasar baru. Soal putusannya apa, saat ini masih dalam proses kajian. ”Terkait usulan warga, apakah pasar harus dipertahankan atau dibongkar telah kami rangkum. Selanjutnya hasilnya akan kami laporkan pada pimpinan DPRD, untuk dilanjutkan kepada Pemkot,” tegas Khurotul Janah. (hun)


CMYK

10

SELASA, 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

PROFIL

Bebas Nyeri saat Persalinan

DOK RATEG

dr Edwin Rusli SpAn

Mulai Betah di Tegal MENJADI seorang dokter bukanlah cita-citanya sejak kecil. Anak kedua dari tiga bersaudara ini lebih tepatnya meneruskan perjuangan ayahnya yang gagal menjadi seorang dokter. Putra pasangan Iwan Widjaja dan drg Felicia Tjahyadi ini mengaku terinspirasi dari obrolan dengan ayahnya. ‘’Sempat ngobrol dengan ayah, tapi beliau tidak menuntut atau menyuruh saya masuk ke kedokteran,’’ ungkap dr Edwin Rusli SpAn. Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya ini sempat mempraktekkan ilmunya di klinik sebelum mengambil spesialisasi anastesi. Pria yang akan melepas masa lajangnya akhir Juni mendatang ini memilih anastesi karena merasa ilmu ini lebih simpel. Selain itu memberikan kenyamanan kepada pasien baik saat operasi maupun kondisi apapun. Hal inilah yang membuatnya semakin bertekad mengambil spesialisasi di St. Luke’s Medical Center Manila Philipine. ‘’Kebetulan banyak dosen saya yang juga lulusan sana dan ada kerjasama juga dengan almamater, jadi sekalian saja,’’ tambahnya. Namun yang lebih memberikan semangat lagi, lanjutnya, tidak perlu biaya untuk

sekolah di sana. Pria kelahiran 31 Januari tahun 1976 ini ternyata menyukai petualangan alam. Hal ini dibuktikannya dengan hiking ke sejumlah gunung yang ada di Jawa dan Sumatera. Hampir semua gunung di pulau Jawa pernah ditaklukannya bersama teman-teman SMA. Bahkan hingga masa kuliah, sempat bolos satu minggu demi mencapai puncak Gunung Kerinci di Jambi. ‘’Waktu itu sangat berkesan, karena tepat HUT RI ke-50 saya berada di puncak Gunung Kerinci,’’ kenangnya. Menurutnya, petualangan di alam ini bukan untuk menyombongkan diri atau pembuktian seorang lakilaki. Namun lebih kepada menaklukan diri sendiri, karena saat berada di puncak gunung merasa sebagai makluk yang sangat kecil. Dibandingkan dengan ciptaan dan alam yang ada di sekitarnya, Dr Edwin juga mengaku tidak menyukai kota yang terlalu sibuk. Sehingga kedatangannya merasa betah di Kota Tegal. ‘’Nggak ada macet, masih banyak lapangan terbuka sangat mengasikkan walaupun lebih panas dari Jakarta,’’ pungkasnya. Terlebih lingkungan bermasyarakatnya juga bagus. (ela)

BAGI para ibu yang siap untuk melahirkan normal, bayangan rasa sakit masih sering menghantui. Akibatnya, proses persalinan menjadi terganggu. Anggapan yang berlebihan terhadap sakit dalam persalinan normal membuat ibu tersebut mengalami dua rasa sakit. Pertama, rasa sakit dari proses persalinan, dan kedua dari psikis, tentang anggapan tadi. Rasa sakit itu wajar dan akan dialami di dalam proses persalinan normal. Rasa sakit ini timbul karena perubahan rahim dari biasanya tertutup menjadi terbuka. Nyeri saat persalinan juga selalu timbul akibat dari kontraksi otot rahim, yakni peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Nyeri ini, akan dirasakan sangat berat terutama oleh ibuibu yang baru pertama kali mengalami proses persalinan (nullipara). Namun tak perlu khawatir, ibu melahirkan bisa bebas rasa nyeri persalinan kendati dengan cara normal. Salah satunya dengan Intrathecal Labour Anasthesia (ILA). ‘’Teknik ini sudah lama sekali. Namun, di sini belum terlalu dikenal seperti di sejumlah negara asia yang telah menjadi tren,’’ ungkap dr Edwin Rusli SpAn. Bahkan di Philipina, lanjutnya, sekitar 95 persen proses persalinan menggunakan metode ini. Hampir semua ibu melahirkan meminta dilakukannya ILA saat persalinan berlangsung. Dokter spesialis anastesi di RS Mitra Keluarga Tegal ini menjelaskan, metode tersebut mulai diperkenalkan di Tegal. Bahkan sudah ada beberapa yang melakukannya. Namun diakuinya, masih banyak yang khwatir dengan efek samping yang akan dirasakan ibu melahirkan dengan metode ini. Padahal, tidak ada efek samping yang membahayakan baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkannya. Cara ini menjadi alternatif atau pilihan bagi ibu yang akan melahirkan. Terlebih untuk ibu hamil anak pertama, memiliki beban lebih besar karena per-

DOK./RATEG

MATANG – Untuk menghasilkan persalinan yang sempurna, perlu dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

salinan ini hal baru dan pengalaman pertama bagi mereka. Persalinan ILA melibatkan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anestesi. Selain itu juga diperlukan pengawasan kondisi bayi dengan alat rekam agar terhindar dari efek buruk dari anestesi yang diberikan. Melahirkan normal dengan ILA harus cukup berhati-hati karena anestesi hanya dapat bertahan sekitar 2 hingga 3 jam. Oleh karena itu, dokter harus teliti dalam menentukan waktu mulai pemberian anestesi ini. Kadang-kadang ada calon ibu sudah mules, tetapi ternyata mules itu palsu, yang nantinya hilang lagi. Karenanya, biasanya ILA diberikan setelah pembukaan sudah lengkap. Sehingga efek bebas nyeri dari anastesi yang diberikan masih bisa dirasakan hingga proses persalinan benar-benar selesai. ‘’Yang dikhawatirkan, ibu

Mitos Menyesatkan Seputar Kehamilan BANYAK sekali mitos berkembang di masyarakat untuk berbagai kondisi yang ada. Tak terkecuali terkait ibu hamil dan melahirkan. Padahal, mitos yang ada belum tentu terbukti kebenarannya. Bahkan justru salah, dan apabila diikuti bisa menimbulkan kerugian yang besar. Berikut beberapa mitos seputar kehamilan serta kebenarannya beradasarkan ilmu kedokteran menurut dr Lisnur SpOG. 1. Ibu hamil jangan minum es, nanti bayi menjadi besar. Padahal minum air es sebenarnya tidak bermasalah. Yang menimbulkan masalah kalau ibu hamil banyak minum minuman yang serba mengandung gula, seperti es doger, es campur, es teler dan sebagainya. Jika ibu hamil sering minum es yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar karena kalori yang dimakan ibu menjadi lebih banyak. 2. Minum susu kehamilan, menyebabkan bayi besar. Jika peningkatan berat badan ibu berlebihan, dokter mungkin akan menyarankan susunya untuk dikurangi. Namun hal tersebut sangat insidentil, tidak berarti kalau minum susu kehamilan, bayinya pasti akan menjadi besar. Banyak faktor yang menyebabkan bayi itu besar. Kalau berat badan ibu tergolong kurus, maka dokter akan menyerankan agar ibu hamil minum susu lebih banyak. Hal ini mungkin berbeda dengan ibu hamil yang sudah mengalami obesitas. Tapi percayalah, peningkatan berat badan bayi tidak semata-mata karena susu. Asupan makanan dan jumlah kalori yang banyak, faktor ibu hamil yang mengalami diabetes, karekteristik si ibu yang tinggi besar dan lain-lain memperngaruhi besar tidaknya bayi. Tapi sebaiknya ibu hamil tetap mengonsumsi susu untuk ibut hamil. Jika eneg boleh diganti dengan susu lain, kecuali susu kental manis. 3. Bentuk perut menentu-

DOK./RATEG

HINDARI KETEGANGAN – Ketegangan saat melahirkan diyakini bisa membuat sulit proses persalinan.

kan jenis kelamin bayi. Kalau bentuk perut ibu hamil memanjang berarti bayinya perempuan, kalau melebar ke samping berarti laki-laki. Hal ini tidak benar. Jenis kelamin bayi bisa dilihat dari pemeriksaan USG, itu pun belum 100 persen benar. Karena terkadang bisa jadi meleset dari perkiraan alat tersebut. 4. Jika puting menjadi gelap, berarti anak yang dikandung laki-laki. Ini juga tidak Benar. Sebab puting menjadi gelap karena terjadi pigmentasi berlebih, seringkali terjadi pada orang hamil. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan. Areola atau bagian sekitar puting akan melebar, bintik-bintik di sekitar puting juga akan lebih menonjol. Hormon yang muncul selama kehamilan mempersiapkan sang ibu untuk menyusui. 5. Makan kacang hijau membuat rambut bayi lebat. Hal ini tidak Benar. Kacang hijau memang bagus untuk dikonsumsi ibu hamil karena mengandung serat tinggi serta vitamin B1, B6dan B12. Namun faktor rambut bayi tidak ter-

gantung dari asupan kacang hijau. Selain faktor keturunan, jika gizi janin tercukupi, rambut bisa bagus. Protein, rambut lebih pada genetik. 6. Minum air kelapa membuat kulit bayi menjadi putih. Tidak ada hubungannya antara minum air kelapa dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap putih. Tapi air kelapa tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai pengganti ion tubuh yang hilang. 7. Minum minyak kelapa agar mudah melahirkan. Tidak benar, minyak kelapa jika diminum akan masuk ke saluran penceranaan. Lemak nabati ibu saja yang bertambah. Jika pada proses persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa, mungkin itu masuk akal. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi dan pecah atau belumnya ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengonsumsi semacam virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu ber-

harap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancar dan cepat. 9. Makan sambal, bayi bisa botak. Tidak ada hubungan antara makan sambal dan bayi yang botak. Hanya saja sebaiknya ibu hamil menghindari makanan yang bisa membuat ia sakit, misalnya sambal yang bisa menjadi pencetus diare. Jika sedikit untuk menambah nafsu makan tidak mengapa. 11. Kalau sedang hamil, jangan menyusui. Boleh-boleh saja ibu hamil menyusui, biasanya setelah tiga bulan. Hanya saja ketika menyusui akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang dapat menimbulkan kontraksi rahim. JIka timbul kontraksi pada rahim, sebaiknya anak harus segera disapih. Apalagi bila dikhawatirkan perkembangan janin di rahim agak terhambat karena nutrisinya kurang akibat menyusui. 12. Ibu hamil tidak boleh makan nanas, durian, nangka dan daging kambing. Sebenarnya jika hanya makan satu butir durian, atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting ibu hamil tidak alergi dengan makanan tersebut. Nanas sendiri sebenarnya merangsang ibu hamil untuk mual karena sifatnya yang masam. Sedangkan ibu hamil yang mengalami hipertensi memang diharuskan menghidari makanan seperti daging kambing dan durian dengan alasan kesehatan. Kol dan Nangka pun yang bisa menghasilkan gas dalam perut- sebaiknya dihindari ibu hamil, sebab pada ibu hamil gerakan lambung melambat dan membentuk gas sehingga perut kerap terasa kembung. 13. Ibu hamil jangan minum soda. Sebenarnya soda sendiri meningkatkan kadar asam lambung. Jika ibu hamil minum soda maka rasa mual akan bertambah parah. Sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman ini. (ela)

hamil lupa mengejan saat kontraksi karena tidak merasakan nyeri tersebut,’’ lanjutnya. Sehingga selama proses persalinan berlangsung, mereka harus mendapatkan bimbingan dari dokter maupun tenaga medis yang ada. Dengan harapan proses persalinan berjalan lancar dan cepat. Adapun proses ILA sendiri, yaitu pemberian obat analgetik di dekat saraf pusat melalui sum-sum tulang belakang. Untuk menghilangkan rasa sakit di sejumlah daerah tertentu yang dituju. Dalam hal ini persalinan, rasa sakit yang dihilangkan adalah bagian pinggul ke bawah. Dengan pemberian dosis dan volume yang ditentukan, untuk teknik ini hanya bertahan sekitar 2 hingga 3 jam kedepan. Setelah efek obat hilang, maka rasa sakit bisa datang lagi. Hanya saja, hal ini terjadi setelah proses persalinan selesai. Sehingga ibu

melahirkan tidak akan merasakan sakitnya saat melahirkan maupun proses jahit. ‘’Makanya kami berikan setelah pembukaan lengkap, jadi jangka waktu setelah persalinan masih panjang,’’ ungkap lulusan spesialisasi anastesi di St. Luke’s Medical Center Manila Philipine ini. Berbeda halnya dengan teknik epidural, menggunakan larutan obat anestetik lokal atau opioid dengan konsentrasi tertentu dimasukkan lewat kateter halus di tulang belakang. Kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran memungkinkan cara ini dapat dikerjakan tanpa dirasakan nyeri oleh ibu yang sedang dalam proses persalinan. Cara ini dapat dikerjakan sejak awal karena tidak akan mengganggu perjalanan persalinan. Karena kita bisa menambahkan obat anastetik lagi jika masih dibutuhkan karena proses persalinan tidak bisa

diprediksikan. Tidak terpaku hanya 2-3 jam seperti teknik ILA dilakukan karena hanya satu kali tembakan obat. Namun, penggunaan jarum besar juga cukup berbahaya jika tidak dilakukan oleh ahlinya. Apabila mengenai otak dan menyebabkan kebocoran dapat mengakibatkan sakit kepala mendadak pada ibu melahirkan. Selain itu, teknik ini juga membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan teknik ILA. Adapun efek samping yang seringkali terjadi pada ibu melahirkan dengan teknik ILA ini adalah penurunan tekanan darah. Namun, hal ini langsung mendapatkan penanganan khusus. Seperti pemberian infus, obat penambah darah dan lainnya. ‘’Intinya dengan penanganan yang benar dan teliti oleh ahlinya, proses persalinan tanpa rasa nyeri ini bisa lancar,’’ pungkasnya. (laela nurchayati)

TIPS

Tips Mengatasi Stress saat Hamil STRESS selama kehamilan hanya berpengaruh buruk bagi anda dan bayi anda. Anda dapat mencoba beberapa tips mengatasi stress dalam kehamilan ini. 1. Coba mencari penyebab. Cobalah untuk mencari tahu apakah penyebab stress anda. Hubungan personal anda atau berhubungan dengan pekerjaan anda, atau lainnya dan carilah jalan yang efektif untuk dapat mengatasi dan menghadapinya. 2. Diet makan yang baik. Bila kita sehat dan fit, kita akan dapat mengatasi stress dengan cara lebih baik. Untuk itu anda harus tetap menjaga diet makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan lakukanlah olahraga teratur yang akan membantu anda untuk tetap fit. 3. Olah raga. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama kehamilan bukan saja membuat badan sehat-fit juga membuat jiwa yang sehat. 4. Hindari kebiasaan yang tak baik karena faktor emosional. Carilah alternative lainnya bila

anda menjadi sangat ingin merokok, atau alkohol. Cobalah alihkan dengan berolahraga, ngobrol dengan teman/keluarga, bernyanyi, menguyah permen karet, atau makan buahan atau apapun juga yang bisa anda lakukan untuk mengalihkan keinginan anda yang dapat membahayakan bayi anda ini. 5. Komunikasi. Isolasi sosial dan rasa sendirian membuat anda lebih sulit untuk menghadapi kesulitan, kesedihan. Binalah hubungan emosional yang baik dengan pasangan, keluarga dan teman-teman anda. Komunikasi atau hubungan emosional yang baik akan membantu anda menghadapi kesulitan dan kesedihan karena adanya dukungan dari pasangan, keluarga dan teman anda. 6. Mengikuti aktivitas. Meditasi, yoga dan pijatan akan membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot anda. Menurut riset terbukti aktivitasaktivitas ini mempengaruhi reaksi tubuh terhadap stress

dengan menurunkan hormone stress dan memperlambat detak jantung. 7. Istirahat yang nyaman. Berbaringlah pada satu sisi (sisi kiri dianjurkan), di kamar yang sepi, dengarkan musik yang lembut, bayangkan diri anda ditempat yang anda sukai misalnya di pantai, di taman dan lainnya. 8. Bicarakan dengan dokter anda. Anda dapat membicarakan perasaan dan keluhan anda kepada dokter anda. Jangan pernah ragu dan malu untuk menyampaikan perasaan dan keluhan anda kepada dokter anda. Dokter akan menilai apakah anda memerlukan pengobatan atau tidak atau bila perlu dapat mengkonsul anda ke dokter psikiatri. Sehingga dapat dilakukan tindakan pengatasan secepat dan sebaik mungkin. Berusahalah untuk menjadikan hari-hari yang indah selama kehamilan anda, yang akan memberi pengalaman indah yang tak terlupakan buat anda dan pasangan. (*)

DOK./RATEG

PERSIAPAN – Menjelang prosesi persalinan, banyak yang harus dipersiapkan baik fisik maupun mental.


CMYK

SELASA, 27 APRIL 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

11

Ratusan Pecinta Otomotif Berkumpul

Tegal Otomotif Show 2010 TEGAL - Ratusan pecinta otomotif di Tegal dan sekitarnya, Sabtu (24/4) hingga Minggu (25/4) berkumpul dalam gelaran Tegal otomotif Show 2010. Event akbar yang digelar di pelataran Monumen Yos Sudarso itu, sebagai rang-

kaian penutup peringatan hari jadi Kota Tegal ke-430. Deretan stand berjajar mulai dari motor, mobil, klub otomotif hingga pernak-pernik otomotif dis u g u h k a n u n t u k m e n g hibur pengunjung yang datang dari dalam maupun luar kota. Ketua Panitia Tegal Otomotif Show 2010, Ading Abd Kadir SH mengatakan, gelaran kali ini merupakan kali pertama dilakukan di pelataran parkir Monuen Yos Sudarso. Langkah tersebut sengaja diambil agar masyarakat tidak melupakan jasa Komodor Yos Sudarso yang telah mengorbankan jiwa raganya dalam melawan penjajah. Dengan semangat tersebut, pecinta otomotif dari dalam dan luar kota berkumpul untuk menggelar berbagai kegiatan seperti modifikasi se-

SIDNEY GOVOU

peda motor, klub otomotif hingga aksi komunitas jeep dan sebagainya. Suguhan gratis tersebut, jelasnya, merupakan bentuk penghargaan pecinta otomotif sekaligus dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Tegal ke430. Dukungan semua pihak baik instansi pemerintah maupun swasta juga turut berperan sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan menjadi kebanggaan bagi wong Tegal. Kedepan, pihaknya akan terus menggelar berbagai kegiatan dengan konsep berbeda sehingga masyarakat bisa menikmati suguhan gratis sekaligus menjadi sumber inspirasi dan informasi yang bermanfaat. “Dua hari kami memberikan suguhan berbeda kepada seluruh pengunjung yang datang,” katanya.

Supervisor PT Djarum District Tegal, Ody, didampingi Team Leader, Anis Subiyanto, menuturkan, pihaknya mendukung semua kegiatan positif yang bisa memberikan sumbangsih langung kepada masyarakat. Gelaran Tegal Otomotif Show 2010 merupakan event yang menawarkan dan menghadirkan nuansa berbeda. Di sini, pecinta otomotif dari dalam dan luar kota dapat berbaur bersama pengunjung, untuk bertukar informasi serta hal-hal positif yang tidak bisa dilakukan setiap hari. Animo masyarakat yang datang menambah suasana semakin meriah. “Mudah-mudahan gelaran kali ini memberikan semangat dan mampu menyatukan smeua lapisan masyarakat dalam satu kemeriahan,” tandasnya. (gun)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

TEGANG - Aksi gilas mobil menjadi pertunjukan yang dinanti-nanti penonton Tegal Otomotif Show 2010.

OLYMPIQUE LYON V BAYERN MUNCHEN

FASE KRUSIAL

Presiden Lyon Ancam Tuntut Media SKANDAL seks yang menimpa pemain Bayern Munchen dan Olympique Lyon disikapi berbeda oleh kedua kubu. Kalau Bayern lebih memilih tutup mulut, Lyon terangterangan mengaku terganggu dengan ekspos media terhadap kasus tersebut. Tidak tanggung-tanggung, presiden klub Jean-Michel Aulas sendiri yang meminta media lebih menghormati privasi pemainnya. Jelang semifinal Liga Champions ini, memang sejumlah pemain Prancis diterpa skandal seks dengan PSK di bawah umur. Selain Ribery, winger Lyon Sidney Govou juga diindikasi terlibat. Pemain 30 tahun itu juga diperiksa polisi dengan status saksi atas kasus tersebut. “Saya menyesalkan ekspos media terhadap kasus yang menimpa pemain saya. Apalagi, belum ada sangkaan yang dijatuhkan kepadanya. Dia hanya diperiksa sebagai saksi,” papar Aulas. “Dia meyakinkan saya bahwa dia punya itikad baik menyelesaikan kasus ini. Saya juga yakin masa depannya tidak akan terpengaruh,” lanjut Aulas. Sebaliknya, Aulas balik menuduh pers Prancis yang menyalahi hukum dengan melakukan blow up atas kasus Govou. Tanpa ada bukti-bukti kuat, media memang mengembangkan cerita tentang bapak satu anak yang hingga sekarang masih single tersebut. Antara lain, dugaan bahwa Govou baru berhubungan dengan si PSK kala dia sudah cukup umur.

Bahkan ada juga rumor yang menyebutkan Govou kenal dengan perantara yang menyediakan PSK tersebut. Jika cerita ini benar, bisa dipastikan Govou bakal kena jerat hukum. Terbukti terlibat dalam prostitusi di bawah umur diancam hukuman maksimal tiga tahun penjara. “Itu hanya salah paham. Media juga telah menyalahgunakan fungsi hukum dengan membesar-besarkan masalah ini,” kecam Aulas. “Ada rumor, gosip-gosip kejam, terangkai dalam tindakan minor yang dilakukan banyak oknum media,” lanjutnya kesal. Untuk itu, Aulas memutuskan untuk melaporkan tindakan media ini kepada menteri kehakiman dan jaksa penuntut umum. “Saya menyuruh pengacara Lyon untuk menelepon pihakpihak yang berkuasa atas kasus ini,” terang Aulas. “Saya ingin jaksa mengajukan tuntutan kepada mereka. Atau pilihan lainnya, polisi dan pengadilan tidak perlu menyatakan apaapa, sehingga tidak ada informasi yang bocor ke media,” tegasnya. Di sisi lain, pengacara Govou menyatakan bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan kasus tersebut. Apalagi kenal dengan jaringan perantara atau germo. “Tidak, klien saya sama sekali tidak terlibat. Dia hanya diperiksa sebagai saksi, dan dia tidak tahu apa-apa soal kasus itu,” kata Thierry Braillard, pengacara Govou. (na)

Usung Spirit Bernabeu LYON pernah membuat dunia tercengang dengan keberhasilannya menyingkirkan Real Madrid, tim penuh bintang yang digadang-gadang sebagai calon juara. Setelah mempermalukan Cristiano Ronaldo dkk di Stade de Gerland, Lyon mampu menahan imbang mereka di Santiago Bernabeu. Itu semua terjadi karena Lyon berani tampil menyerang dan penuh motivasi. Spirit macam itu gagal diperlihatkan penggawa Les Gones -sebutan Lyon- kala bertamu ke Allianz Arena pekan lalu. Alih-alih menyerang, Lyon malah sibuk mempertahankan diri dari serbuan tuan rumah. Jika ingin perjalanan mereka berlanjut hingga partai puncak, pelatih Claude Puel meminta anak buahnya untuk mengusung spirit yang sama seperti di Bernabeu. “Di leg pertama kami bermain terlalu defensif. Kami butuh cara pandang yang lebih positif. Kami harus mengubah taktik jika ingin lolos,” kata penyerang Lisandro Lopez. Mantan striker FC Porto itu mengingatkan, kemenangan atas Real awalnya juga terasa tidak mungkin. Dilihat dari segi

CMYK

pemain, mereka jelas kalah kelas. Tradisi mereka juga tidak ada apa-apanya dibanding Real yang sudah mengoleksi sembilan trofi kompetisi Eropa. Tapi faktanya, mereka mampu membungkam tim berjuluk los galacticos tersebut. Kebetulan, kondisi pertahanan Bayern sedikit mendukung ambisi Les Gones untuk tampil menyerang. Setidaknya, dua bek tengah Daniel van Buyten dan Martin Demichelis diragukan bisa tampil. Namun, Lisandro mengaku tidak ingin menggantungkan diri terhadap kondisi lawan. Salah satu bagian dari mental juara, kata dia, adalah bergantung pada kemampuan sendiri. “Kami sudah menganalisa kekalahan di leg pertama. Kami tidak terlalu banyak mengolah bola ketika kami menguasainya. Kami terlalu sering saling menunggu,” ulas Lisandro. “Ketika pemain masih 11 lawan 11, kami punya kesempatan menyerang lebih banyak, tapi gagal. Kami tidak cukup menekan lawan. Bahkan setelah Franck Ribery diusir, 11 lawan 10 pun tidak membuat kami tambah kuat,” pungkas tukang gedor 27 tahun tersebut. (na)

LYON - Olympique Lyon sedang memburu sejarah. Tim besutan Claude Puel itu mengincar satu tiket di final Liga Champions, sesuatu yang belum pernah dicapai sejak menjadi klub profesional pada 1950. Kekalahan 0-1 dalam first leg di kandang Bayern Munchen pekan lalu memang membuat peluang mereka di atas kertas lebih kecil daripada sang lawan. Namun, peluang Lisandro Lopez belum habis. Mereka berkesempatan membalikkan skor kala ganti menjamu Bayern di Stade de Gerland, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.40 WIB). Ketinggalan 0-1 sebenarnya cukup tricky buat Lyon. Untuk lolos, Les Gones -sebutan Lyon- wajib menang minimal 20 atau selisih dua gol. Skor 2-1 saja tidak cukup karena Bayern akan diuntungkan dengan aturan gol away. Namun, klub yang pernah menyingkirkan tim bertabur bintang Real Madrid itu tetap optimistis. “Saya lebih suka berada dalam kondisi tertinggal seperti ini,” ungkap pelatih Lyon Claude Puel. “Permainan tim saya selalu jauh lebih baik kalau sedang tertinggal. Kalau harus mempertahankan skor kemenangan, justru lebih sulit,” lanjutnya.

Saat ini, ada beberapa hal yang mendukung konfidensi Lyon. Dari segi pemain, kekuatan Bayern bakal tereduksi menyusul absennya playmaker jenius Franck Ribery. Di leg pertama lalu, gelandang serang asal Prancis itu dikenai kartu merah langsung setelah menginjak engkel Lisandro Lopez. Dari segi stamina, Bayern juga dipastikan lebih lelah, lantaran akhir pekan lalu harus meladeni Borussia Moenchengladbach. Sementara, Lyon tidak menjalani pertandingan akhir pekan. Buat Bayern, laga melawan Moenchengladbach punya kerugian ganda. Selain memeras stamina Arjen Robben dkk, Bayern juga terancam kehilangan dua bek tengahnya. Yakni Martin Demichelis dan Daniel van Buyten yang sama-sama mendapat cedera betis. Satusatunya kabar gembira adalah Bayern bisa kembali diperkuat kapten Mark van Bommel yang selesai menjalani larangan tanding. Yang jelas, saat ini masalah pertahanan lah yang membuat pelatih Louis van Gaal puyeng. Meskipun Diego Contento main bagus di leg pertama lalu, dia lebih suka memasang pemain berpengalaman untuk fase krusial ini. (na)

MOTOR Bomber Bayern Munchen Arjen Robben (kanan), menjadi motor serangan timnya saat menghadapi Olympique Lyon dan meraih satu tiket Final Liga Champion.

OLIVER LANG/AFP PHOTO DDP


ALL SPORTS

12

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK

BRUNO LABBADIA Hamburg Pecat Pelatih HAMBURG - Hamburg SV membuat keputusan mengejutkan kemarin (26/4). Sebagaimana dilansir media di Jerman, Hamburg melengserkan der trainer (pelatih) Bruno Labbadia. Sayang, manajemen Rothosen -sebutan Hamburg- belum bersedia memberikan alasan seputar pemecatan Labbadia. Tapi, pemecatan Labbadia hanya sehari setelah Hamburg kalah telak 1-5 dari TSG Hoffenheim (25/4). Labbadia sudah tidak tampak dalam sesi latihan kemarin karena yang memimpin adalah asisten pelatih Ricardo Moniz. Di sisi lain, pemecatan der trainer 44 tahun itu terbilang gambling karena Rothosen bakal melakoni leg kedua semifinal Europa League di kandang Fulham (29/4). Dalam pertemuan pertama di kandang sendiri, Ruud van Nistelrooy dkk hanya mampu bermain imbang 0-0. Labbadia baru musim ini menangani Hamburg menggantikan Martin Jol yang hengkang ke Ajax Amsterdam. Der trainer 44 tahun itu sebelumnya menangani Bayer Leverkusen. Nama Labbadia lebih dikenal semasa berstatus pemain. Dia tercatat sebagai satu-satunya pemain yang mampu menorehkan lebih dari 100 gol, baik di ajang Bundesliga maupun Bundesliga 2. (dns)

Gelar Piala Belanda Makin Dekat AMSTERDAM - Ajax Amsterdam di ambang juara Piala Belanda (KNVB Beker). Itu seiring kemenangan 2-0 atas Feyenoord Rotterdam dalam leg pertama final di Amsterdam ArenA kemarin dini hari WIB (26/4). Leg kedua bakal dimainkan di De Kuip 6 Mei nanti. Dua gol kemenangan Ajax diborong Siem de Jong pada menit ke-6 dan 7. “Start kami memang sempurna dengan dua gol di menit-menit awal. Tapi, setelah itu, kami kalah dalam penguasaan bola dan lemah dalam penyelesaian akhir,” kata pelatih Ajax, Martin Jol. Kemenangan di pertemuan pertama tentu menjadi bekal berharga Ajax dalam laga penentuan gelar di pekan terakhir Eredivisie Minggu nanti (2/5). Ajax saat ini tertinggal satu poin (82-82) dari FC Twente. “Kami akan mengejar kemenangan melawan NEC Nijmegen tanpa mempedulikan apakah Twente menang atau tidak melawan NAC Breda,” tambah Jol. (dns)

PEDRO AMESTRE/AFP PHOTO

MENANG - Gelandang Getafe, Daniel Parejo (kedua kiri), diantara para pemain Getafe usai memenangi laga melawan Sevilla di Coliseum Alfonso Perez, (26/4).

PAREJO BIKIN SAKIT HATI SEVILLA

MADRID - Sevilla belum mampu merebut peringkat keempat Liga Primera dari Real Mallorca di jornada (pekan) ke34. Hasil imbang 1-1 Mallorca lawan Malaga Minggu malam WIB (25/4) gagal direspons positif Sevilla saat menghadapi Getafe di Coliseum Alfonso Perez beberapa jam kemudian alias Senin dini hari WIB (26/4). Sevillistas -julukan Sevillaharus mengakui keunggulan Getafe 3-4. Alhasil, Sevillistas masih tertahan di peringkat kelima dengan selisih dua poin

Hanya Kiper Ketiga yang Tersisa Shay Given Absen Hingga Akhir Musim MANCHESTER - Problem pelik menghadang Manchester City dalam upayanya menggapai posisi empat besar musim ini. Saat menghadapi Arsenal kemarin, kiper City Shay Given mengalami cedera dislokasi bahu. Cedera itu dialami saat menepis tendangan Abou Diaby pada menit ke-75. Given langsung mengerang kesakitan. Kiper nomor satu Republik Irlandia itu pun harus dilarikan ke rumah sakit karena cederanya lumayan serius. Benar saja, beberapa jam kemudian, City merilis pernyataan bahwa kiper 33 tahun itu tidak akan turun lagi di sisa musim. “Cedera Shay (Given) merupakan suatu masalah. Shay adalah penjaga gawang fantastis dan sangat penting bagi tim kami. Tapi, dalam sepak bola, Anda bisa mengalami cedera,? tutur Roberto Mancini, pelatih City. Dengan absennya Given, City berarti akan mempercayakan posisi di bawah mistar kepada kiper ketiga Gunnar Nielsen. Kiper 23 tahun asal Kepulauan Faroe itu mencatat debut di Premier League kemarin sebagai pengganti Given. Nielsen mendapat kesempatan karena kiper kedua Stuart Taylor dalam pemulihan pascaoperasi lutut. Tentu saja, memberikan kepercayaan kepada Nielsen tidak ada dalam rencana awal City. Apalagi, tiga laga sisa The Citizens -sebutan City-

ADRIAN DENNIS/AFP PHOTO

CEDERA - Kiper Manchester City, Shay Given nampak memegangi bahunya usai menepis ke arah gawangnya saat timnya menghadapi Arsenal.

sangat krusial dan dua diantaranya menghadapi rival mereka di empat besar. Yakni Aston Villa (1/5) dan Tottenham Hotspur (5/5). “Gunnar Nielsen mendapat kepercayaan hari ini (kemarin, Red) dan dia tampil bagus. Stuart Taylor belum bisa diharapkan karena kami butuh pemain yang siap sampai 200 persen sekaligus

di tiga laga sisa nanti,” papar Mancini. Beredar spekulasi, City mencoba menarik kiper mereka yang dipinjamkan ke Birmingham City Joe Hart. Tapi, kemungkinan itu bakal sulit terealisasi mengingat tidak ada klausul yang mengaturnya dalam kontrak peminjaman Hart ke Birmingham di awal musim ini. (dns/bas)

(54-56) dari Mallorca. Hanya tim di empat besar yang berhak lolos ke Liga Champions musim depan. Duel di Coliseum Alfonso Perez berlangsung seru dan dramatis. Tuan rumah leading pada menit ke-17 lewat Adrian Gonzalez. Tapi, Sevilla membalikkan keadaan 1-2 lewat golgol Luis Fabiano (33') dan Frederic Kanoute (38'). Di babak kedua, menit ke-58, Getafe menyamakan skor 2-2 via Pedro Leon. Fabiano kembali membuat Sevilla unggul pada

menit ke-61, tapi disamakan lagi oleh Manu Del Moral (75'). Petaka Sevilla terjadi pada menit ke-85 seiring keluarnya Kanoute karena dua kartu kuning. Getafe pun membombardir pertahanan tim tamu di sisa laga. Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil lewat eksekusi penalti gelandang Daniel Parejo di menit keempat injury time (90+4'). Penalti diberikan kepada Getafe setelah Parejo dijatuhkan Manuel “Lolo’ Ortiz di kotak terlarang. Parejo sendiri baru turun

di menit ke-78 menggantikan Adrian Gonzales. Dengan kemenangan kemarin, Getafe membuka kesempatan lolos ke Europa League karena hanya terpaut dua poin dengan peringkat keenam Villarreal. Hanya peringkat kelima dan keenam Liga Primera yang berhak lolos ke Europa League musim depan. “Benar-benar laga sulit karena saya tidak menyangka bisa mencetak gol menentukan ketika turun sebagai pemain pengganti,” kata Parejo yang

mantan penggawa Real Madrid itu. Di pihak lain, entrenador (pelatih) Sevilla Antonio Alvarez mengaku timnya sakit hati dengan kekalahan di menit terakhir. Tapi, dia tetap memuji perjuangan para pemainnya. Sekalipun kalah, Andres Palop dkk tampil penuh semangat dan hanya tidak beruntung kecolongan gol di pengujung pertandingan. “Saya harus terus menyuntikkan motivasi kepada para pemain,” kata Alvarez. (dns)

Trek Juara Marseille Masih Terjaga MARSEILLE - Olympique Marseille masih favorit juara Ligue 1 musim ini. Di laga ke-34 kemarin WIB (26/4), Marseille menang 1-0 atas Saint-Etienne di Stade Velodrome kemarin. Raihan itu memantapkan posisi Marseille di puncak klasemen. Les Pocheens -julukan Marseille- kini mengoleksi 71 poin. Anak asuh Didier Deschamps itu unggul empat poin dari peringkat kedua Auxerre (66 poin), yang menang 3-0 atas Toulouse beberapa jam sebelum laga di Velodrome. Marseille pun patut berterima kasih kepada Mathieu Valbuena. Sebab, berkat gol semata wayangnya pada menit keenam, membuat Marseille mampu meneruskan tren positif dengan menyapu bersih tujuh laga terakhirnya. Untuk diketahui, Marseille tidak terka-

lahkan di Ligue 1 sejak 30 Januari lalu. Ini melengkapi prestasi manis Mamadou Niang dkk di ajang domestik. Karena sebelumnya, mereka sudah merebut satu gelar di Coupe de la Ligue. Dalam final 27 Maret lalu, Les Pocheens menang 3-1 atas Girondins Bordeaux yang notabene juara bertahan Coupe de la Ligue maupun Ligue 1. “Kami memang harus konsisten meraih kemenangan demi menjaga trek juara,” kata Deschamps seusai laga kemarin. Dalam kesempatan terpisah, defender Marseille Souleymane Diawara mengingatkan timnya agar tidak larut dalam euforia. Diawara menilai, timnya harus tetap fokus, khususnya menghadapi laga krusial pekan depan di kandang Auxerre (30/4). “Saya baru akan bernapas lega apabila kami menang atas Au-

GERARD JULIEN/AFP PHOTO

KETAT - Gelandang Marseille Mathieu Valbuena (kiri) ditempel ketat gelandang Saint-Etienne, Blaise Matuidi (kanan) pada pertandingan Liga Perancis L1, (26/4) di Stadion Velodrome di Marseille.

xerre pekan depan,” ulas pemain asal Senegal itu. Di pihak lain, tactician Auxerre Jean Fernandez memilih merendah tentang peluang timnya merengkuh gelar Ligue

1 musim ini. Entah basa-basi atau realistis, Fernandez menyebut Auxerre sudah cukup senang dengan tiket ke Liga Champions musim depan. (dns/bas)


ALL SPORTS

SELASA 27 APRIL 2010

13

RADAR TEGAL

PERSIPURA V CHANGCUN YATAI

PILIH HEMAT TENAGA JAKARTA - Turun di tiga ajang sekaligus membuat Persipura Jayapura harus melakukan skala prioritas. Setelah dipastikan gagal total di Liga Champion Asia, mereka kini lebih fokus di Superliga serta Piala Indonesia. Karena itu, laga melawan Cangchun Yatai di partai pemungkas Liga Champion Asia grup F bakal dijadikan Persipura sebagai sasaran antara sebelum terjun di Superliga dan Piala Indonesia. Laga tersebut bakal digeber di Stadion Utama Gelora Bung Karno. “Kami akan menurunkan pemain muda dengan kombinasi pemain tua. Pemain muda harus diberi kesempatan agar mereka tampil bagus di Superliga dan Piala Indonesia,” terang Jacksen F Tiago, pelatih Persipura, kemarin (26/ 4). Dia menyadari bahwa Persipura tak memiliki harapan apapun kecuali menjaga nama bangsa di pertandingan tersebut. Kans Persipura untuk berprestasi justru terbuka di dua liga domestik. Di Superliga, mereka menjadi satu-satunya klub yang bisa mengganjal Arema Malang merebut gelar juara. Sementara di Piala Indonesia, Mutiara Hitam -julukan Persipurasudah menggenggam tiket ke babak 16 besar. “Para pemain muda juga tampil bagus setelah diturunkan di ajang Liga Champion. Rasanya tidak bijaksana kalau dalam pertandingan tersebut kami harus menguras tenaga,” jelas Jacko (sapaan Jacksen F Tiago). Meski begitu, pelatih asal Brazil tersebut tetap bertekad merebut kemenangan dalam laga itu. Jika keinginan tersebut terwujud, tentu Persipura bakal menutup Liga Champion dengan manis. Sebab, selama ini Persipura memang belum pernah mengecap kemenangan. Dari lima laga yang sudah dijalani, mereka selalu ga-

Duel Chris John v Saucedo Terancam Ditunda JAKARTA - Duel Chris John melawan Fernando David Saucedo mendapatkan sandungan. Pertarungan pilihan kelas bulu WBA itu dijadwalkan berlangsung 22 Mei mendatang di Bali. Soeryo Guritno yang pernah mempromotori laga yang gagal antara Chris dengan Jackson Asiku kembali memperkarakan dia dan pelatihnya sekaligus manajernya Craig Christian. Duel petinju berjuluk The Dragon melawan Asiku itu dijadwalkan berlangsung 27 Juli 2008 silam. Tapi, bentrok lawan petinju asal Australia itu dibatalkan karena Chris kelebihan 4 kg dari berat yang diizinkan di kelas bulu (57,1 kg). Soeryo akhirnya melaporkan Chris kepada Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan dan penggelapan, karena tidak mengembalikan uang muka sebesar USD 40 ribu kepada pihaknya. Pada 13 September 2008 lalu, suami Anna Maria Megawati itu sudah datang ke Polda Metro Jaya sebagai saksi. Pria kelahiran 30 Januari 1943 itu menyatakan, dia kembali akan melaporkan Craig Christian, dan meminta Christian untuk dikenai status sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). “Besok (hari ini,

gal mengalami kekalahan. “Kami ingin pecah telur,” papar mantan pelatih Persita Tangerang, Persitara Jakarta Utara serta Persiter Ternate tersebut. Meski berat untuk meraih kemenangan, dia melihat peluang tersebut masih ada. Apalagi, dia melihat kondisi tim lawan sedang tidak bagus. “Mereka mengalami pergantian pelatih. Itu harus kami manfaatkan untuk meraih kemenangan,” jelas mantan mesin gol Persebaya Surabaya tersebut. (ru)

PERSIAPAN - Pemain Persipura Viktor Iqbonefo (kiri) menjalani sesi latihan bersama rekanrekannya di Lapangan Senayan Jakarta, sebagai persiapan menjelang laga akhir AFC Champions League menghadapi wakil China Changchun Yatai FC, yang akan digelar Rabu (28/4) nanti.

CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

Red.), masalah ini kembali akan kami bawa ke Polda Metro Jaya,” ujar Soeryo. Dua tahun lalu, kata dia, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Namun kuasa hukum Chris John waktu itu meminta kepolisian agar status DPO untuk Craig ditangguhkan dulu karena Chris John akan bertanding ke Amerika Serikat. “Saya telah dirugikan sekitar Rp 1 miliar. Tapi, sampai saat ini masih belum ada itikad baik dari pihak mereka,” ujar Soeryo yang didampingi koleganya sesama promotor Tourino Tidar, dan Wilmar Sitorus yang menjadi kuasa hukumnya. “Kasusnya sudah dua tahun, tapi tidak ada penyelesaiannya. Craig sudah dua kali tidak memenuhi panggilan. Sedangkan saksisaksi sudah diperiksa (termasuk Chris John, Red.),” ucap Wilmar. Bersamaan dengan itu, Wilmar menyatakan, dia akan meminta kepada pihakpihak terkait untuk menunda pertarungan antara petinju berjuluk The Dragon kontra lawannya asal Argentina itu ditunda dulu sampai masalah itu diselesaikan. (nar)


JATENG

SELASA 27 APRIL 2010

17

RADAR TEGAL

INSIDEN Tak Lulus UN, Tenggak Minyak Wangi WONOGIRI - Gara-gara mendapat kabar tak lulus ujian nasional,Virginia, 18 siwa SMA Pancasila I Wonogiri nekat menenggak cairan pengharum ruangan. Remaja asal Kedungringin, Giripurwo, Wonogiri ini kemudian tergeletak tak sadarkan diri di rumahnya. Dia menenggak cairan itu beberapa jam sebelum pengumunan dibacakan. Kenyataannya, Virginia memang dinyatakan harus mengulang unasnya 10 Mei mendatang. Menurut keterangan, dia ditemukan tergeletak di kamarnya. Dia ditemukan oleh neneknya. Setelah itu, gadis tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Marga Husada Wonogiri. Selama ini, Virginia memang hanya tinggal bersama neneknya. Orang tuanya berada di Jakarta.“Tiba di sini dia di antara sadar dan tidak,” kata seorang paramedis. Aksi tenggak cairan pewangi itu diyakini dilakukan Virginia seklitar pukul 08.00. Saat itu, pengumuman di sekolahnya belum dibacakan. Virginia dilanda kepanikan ketika Tukijo, pamannya yang kebetulan guru di SMA Pancasila I memberitahu bahwa ia harus menyiapkan les Bahasa Inggris. Tukijo memberitahukan itu karena keponakannya terus bertanya melalui pesan singkat. Berulangkali dia mengirim pesan ke pamanya untuk menanyakan apakah dia lulsu atau tidak. Karena waktu pengumuman belum sampai, Tukijo memilih tak langsung memberitahukan hasil unas korban. Sebagai gantinya, dia hanya mengatakan Virginia perlu siap les Bahasa Inggris karena dia lemah dalam mata pelajran itu. Selain itu, Tukijo juga mengirim pesan berisi permintaan agar Virginia tak perlu datang ke sekolah mengambil pengumuman. Dalihnya, sang nenek hanya berada di rumah seorang diri. Virginia memang tak datang ke sekolah. Hanya saja, dia berulah dengan menenggak pewangi ruangan karena panik menunggu hasil ujiannya. Saat sejumlah wartawan mengunjungi kamar perawatannya, Virginia terlihat masih lemas. Selang oksigen dan infuse masih tersalur ke tubuhnya. Sedikit keterangan yang didapat darinya adalah pernyataan bahwa dia panik dan cemas memikirkan hasil ujiannya. Dia semakin panik setelah mendapat perintah agar siap-siap les Bahasa Inggris. Kepala Sekolah SMA Pancasila I Retno Widowati mengatakan telah menjenguk muridnya yang dirawat di RS. Menurutnya, Virginia memang harus mengulang ujian satu mata pelajaran yakni Bahasa Inggris. Di SMA terdapat 120 siswa peserta unas. Selain gadis itu, masih ada 22 siswa yang harus mengulang ujian. “Kami datang untuk memberi motivasi,” katanya. (aw)

Polisi Razia Mobil Pribadi TEMANGGUNG - Polres Temanggung sore kemarin menggelar razia di jalur utama masuk kota Temanggung. Sasaran dari kegiatan ini adalah kendaraan pribadi yang membawa senjata dan alat-alat lain yang mencurigakan. Sayangnya, operasi yang berlangsung selama hampir dua jam ini tidak membuahkan hasil. Tak satupun kendaraan pribadi yang membawa barang-barang berbahaya. Razia dipimpin langsung Wakapolres Temanggung Kompol Roy Ardia Chandra dibantu Kabagops Kompol Sugiyono, Kasatlantas AKP Setia Budi Waspada, Kasatintel AKP Winarso serta sejumlah perwira lainnya. Setiap kendaraan pribadi yang memasuki kota Temanggung, seluruhnya dicegat di depan restoran Madurasa untuk diperiksa barang bawaannya. ”Kami terjunkan langsung 197 anggota untuk pengamanan ini. Operasi ini gabungan yang diikuti tiga unit sekaligus,” ujar Roy. Meski mengerahkan personel besar-besaran, Roy membantah jika razia tersebut khusus dilakukan pascapenembakan 2 anggota Polres Purworejo dan seorang Polres Kebumen beberapa waktu lalu. ”Ini razia rutin, kebetulan jadwalnya sekarang kendaraan pribadi, dan kami terjunkan secara bersama-sama agar terperiksa dengan benar keseluruhannya,” tambahnya. Sebelumnya Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo meminta kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Demikian halnya ketika ditanya mengenai adanya rumor pelaku penembakan misterius di Purworejo bersembunyi di Temanggung, Roy juga membantahnya. Sementara itu, Kabagops Kompol Sugiyono menuturkan, razia kali ini merupakan langkah peningkatan kewaspadaan secara menyeluruh. Dari razia ini diharapkan tidak ada kendaraan pribadi yang membawa senjata atau barang berbahaya lain. (mg4/ton)

Mayat Mengapung di Kawah Sikidang WONOSOBO – Wisatawan yang kemarin (26/4) berkunjung di kawasan wisata Dieng digegerkan dengan mayat yang mengapung di antara gugusan magma Kawah Sikidang. Saat ditemukan mayat tersebut berbalut kain batik. Sementara kedua tangan dan kaki telah lepas dari tubuhnya. Penemuan mayat tersebut kali pertama diketahui Sumekto, 40, yang tengah berlibur dengan keluarganya. Menurutnya, saat itu sekitar pukul 12.00 dia mengantar keluarganya berkeliling di kawasan Dieng. Saat menikmati gugusan kepulan asap kawah Sikidang, tiba-tiba muncul kain batik merah beserta kepala manusia. “Semula saya kira kain. Ternyata muncul kepala, terus saya lapor ke petugas wisata,”katanya. Petugas penjaga wisata kawasan Dieng, Suwignyo mengungkapkan, setelah mendengar laporan itu, pihaknya langsung menghubungi tim SAR Bimolukar Wonosobo dan Ubaloka Wonosobo. Sekitar dua jam kemudian, tim Bimolukar datang dan mengangkat mayat tersebut. “Kita juga menghubungi polisi dan puskesmas untuk proses identifikasi mayat,”tuturnya. Menurut Wahab Abdillah, 26, dari SAR Bimolukar Wonosobo Rescue sebelum diambil, mayat tersebut berada di tengah kawah. Untuk menarik ke tepian, digunakan bambu dan kayu. “Proses evakuasi cukup sulit, karena kondisi mayat sudah

SUMALI/RADAR KEDU

TAK BERIDENTITAS - Warga bersama Tim SAR Bimalukar Wonosobo mengevakuasi mayat yang ditemukan di Kawah Sikidang.

remuk, sebagian tubuhnya sudah terpisah dari organnya,”tandasnya. Tinggal kerangka dan paru-paru. Usus dan perutnya juga melepuh. Sementara kaki dan tangan kanan

kedua perempuan tersebut berangkat dari Wonosobo pada 16 April setelah direkrut oleh seseorang yang mengaku bernama Sarmo, 32, asal Kecamatan Sukoharjo. Kedua korban awalnya ditawari untuk bekerja sebagai pelayan toko di Bali. Namun sampai di Bali kedua korban tidak diberi pekerjaan, tapi malah dikirim ke Flores. “Prosesnya cukup rapi, karena kedua korban merupakan ibu-ibu. Sampai di Bali mereka diberangkatkan ke Flores,” katanya. Setelah sampai di Flores, kata Nuraeni, kedua korban tidak dipekerjakan di toko. Namun dijerumuskan ke sebuah bar. Selama bekerja di bar tersebut, kedua korban tidak hanya melayani mengantar minuman, namun oleh pemilik bar tersebut kedua korban dipaksa menjadi penjaja seksual. “Di sini sangat jelas, bahwa mereka dieksploitasi, karena antara janji kerja dan kenyataan tidak sesuai dan

nemukan identitas korban sehingga belum diketahui asal mayat tersebut. “Kita belum bisa mengidentifikasi. Kalau melihat kondisi kepala, kemungkinan mayat

laki-laki ini berusia 35 tahun,”tuturnya. Tim SAR bersama warga telah membawa mayat tersebut ke Puskesmas Dieng Kulon untuk dilakukan pemeriksaan. (ali/lis)

100 Persen Tidak Lulus UN TEMANGGUNG - Pengumuman hasil ujian nasional (UN) disambut isak tangis oleh seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Darul Aman Pingit, Pringsurat, Temanggung. Pasalnya, dari 13 siswa peserta UN, tak satu pun yang lulus. Pantauan Radar Kedu di MA tersebut, siswa terlihat tegang dan gelisah sesaat sebelum hasil unas yang diambil oleh orang tua masing-masing diketahui. Sebelum pengumuman secara resmi diserahkan, Kepala Sekolah, Duhut Sri Widayat, terlebih dahulu mengumpulkan orang tua untuk diberikan penjelasan mengenai kondisi yang terjadi.

Beberapa orang tua siswa tampak menerima penjelasan tersebut. Duhut menjelaskan pula mengenai strategi pengumuman yang diterapkan, yakni terlebih dahulu siswa dipulangkan, sementara orang tua siswa menyusul untuk menghindari kemungkinan yang tidak diharapkan. Dari 13 siswa peserta unas 2010 di madrasah ini, seluruhnya tertib meninggalkan sekolah melalui pintu belakang. Sementara itu orang tua siswa yang masih berada dalam kelas tertunduk sedih. Duhut yang membaca kondisi ini kemudian memberikan penjelasan agar orang tua siswa tenang.

Dua Perempuan Dijual ke Flores WONOSOBO – Dua warga Kecamatan Wonosobo diduga menjadi korban perdagangan orang (trafficking). Pasalnya dua perempuan berinisial FY, 28 dan RS, 22, awalnya direkrut untuk dipekerjakan di Bali sebagai karyawan toko. Namun oleh perekrut dikirim ke sebuah bar di Labuhan Bajo, Flores Nusa Tengara Timur (NTT) dan dilacurkan. Kasus ini terkuak setelah kedua korban mengirimkan pesan kepada pihak keluarga yang berada di Wonosobo. Kemudian pihak keluarga melaporkan hal ini kepada unit pelayanan informasi perempuan dan anak (UPIPA) untuk meminta pendampingan. Menurut Direktur UPIPA Nuraeni Ariswari, pihaknya mendapatkan laporan kasus ini dari keluarga pada tanggal 20 April. Sedangkan keluarga korban menerima informasi tersebut pada 18 April. Menurut keluarga korban,

terlepas dari tubuhnya. Tim SAR juga menemukan pakaian batik putih kombinasi warna merah, handphone serta sepatu. Namun petugas tidak me-

ditipu,” katanya. Dijelaskan dia, kedua korban sempat mau izin keluar dan pulang ke Wonosobo. Namun oleh pemilik bar tidak diperbolehkan. Kalau pun mau keluar dari tempat kerja tersebut, kedua perempuan malang itu harus membayar Rp 20 juta sebagai tebusan karena pihak bar sudah membayar kepada perekrutnya. “Sampai saat ini kita juga sedang mencari keberadaan perekrut. Saat ditemui di rumahnya hanya ada istrinya dan (Sarmo) belum pulang ke Sukoharjo,” katanya. Untuk memastikan keberadaan korban, pihak UPIPA langsung melakukan koordinasi dengan komnas perempuan NTT yang kemudian bekerjasama dengan sebuah LSM pendamping perempuan dan anak TRUK-S di NTT. LSM ini tengah melakukan investigasi keberadaan kedua perempuan ini. Selain itu pihaknya juga

akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian serta menyampaikan kepada pemda Wonosobo agar mengambil langkah untuk proses pemulangan kedua korban. “Kita akan koordinasikan dengan seluruh pihak, karena lokasi keberadaaan kedua korban sangat jauh, sehingga untuk pemulangan korban membutuhkan kerja semua pihak,” katanya. (ali/ton)

“Kami akui, meskipun kami sudah berusaha optimal, namun Allah belum memberikan kami jalan yang terbaik. Saya harap ini menjadi pelajaran penting untuk kita semua,” papar Duhut usai memberikan penjelasan di kantornya. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah persiapan yang terukur dan matang. Sebelum ujian, seluruh siswa diharuskan mengikuti pelajaran tambahan serta pelatihan soalsoal ujian agar siswanya benarbenar siap menghadapi unas dengan tertib. Pihaknya juga menggelar doa bersama untuk usaha spiritual. Tidak hanya itu, try out juga diselenggarakan berkali-kali untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengolah mata pelajaran yang diujiankan. “Hasil try out juga sama. Ternyata kami masih harus berusaha bekerja dan belajar lebih keras lagi untuk itu,” paparnya. Ketika ditanya mengenai persiapan mengikuti ujian susulan, dia mengaku telah menyiapkan strategi khusus dengan meningkatkan porsi belajar siswa. Di samping itu, juga akan menggenjot belajar siswa melalui latihan-latihan ujian dengan memanfaatkan soal-soal yang diujikan sebelumnya. Sementara itu, salah seorang

siswi menangis di pinggir jalan. Saat ditanya, dia hanya diam sambil sesenggukan. Ibu siswi yang mengaku bernama Parsiah merasa kecewa dengan hasil ujian kali ini. “Saya sedih dan kecewa dengan hasil ujian,” ujarnya pendek sambil menenenangkan anaknya. Sedangkan di Wonosobo, dua sekolah lulus 100 persen yakni SMA I Wonosobo dan SMA Kristen. Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo peserta yang mengikuti unas tahun ini sebanyak 4.222 siswa. Jumlah yang lulus 3.782 siswa sedangkan yang tidak lulus 440 siswa. “Kalau dipersentasekan, jumlah siswa yang tidak lulus 10,42 persen, sedangkan yang lulus 89,58 persen,”ujarnya. Peserta terbanyak yang tidak lulus yakni SMK Muhammadiyah Wonosobo sebanyak 61 siswa dari 345 siswa, disusul MAN Wonosobo 43 siswa dari 247 yang ikut unas, serta SMA Kaliwiro 37 siswa, dari 120 siswa. Mereka diberi kesempatan ujian ulang pada 10-15 Mei 2010. “Dalam ujian ulang ini para siswa yang tidak lulus hanya akan mengerjakan mata pela-

jaran yang nilainya masih di bawah 5,5. Kalau nilai pelajaran sudah di atas itu tidak diperkenankan diulang lagi,”tambahnya. Berbeda dengan siswa yang lulus pada unas utama. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada daftar nilai di ijazah. Siswa yang tidak lulus, pada kolom nilai yang gagal pada unas pertama dan mengulang akan ditandai bintang di sebelahnya. Kendati jumlah siswa seKabupaten Wonosobo yang tidak lulus cukup banyak, tidak mengurangi luapan kegembiraan bagi para siswa yang lulus. Pantauan koran ini, ribuan siswa dari berbagai sekolah kemarin (26/4) menggelar aksi corat-coret seragam. Kemudian konvoi keliling kota. Sejumlah siswa ada yang pergi ke tempat wisata seperti Telaga Menjer, dan Dieng. Di Alun-alun Wonosobo juga dipadati siswa yang merayakan kegembiraan. Selain seragam, ada yang corat-coret di tembok, serta konvoi. Akibatnya ruas Jalan Pemuda dan Jalan Angkatan 45 macet. Tak berselang lama, petugas dari Satlantas Polres Wonosobo melakukan p enertiban. (mg4/ali/lis)


CMYK

18

SELASA, 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

HADROH SMP PLUS NU 01 PENAWAJA

Irama Nada Islami HADROH merupakan salah satu seni musik Islami yang juga menjadi tradisi kita saat ini. Kesenian ini juga sering digunakan sebagai irama nada di acara-acara tertentu seperti pada acara Maulud Nabi, Isro Mi’roj dan lainnya. Hal ini berlaku juga untuk ektra kurikuler (ekskul) hadroh yang ada di SMP Plus NU 01 Penawaja Talang Kabupaten Tegal. Kelompok hadroh sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2008. Awal berdirinya hadroh ini tak lepas dari latar belakang sekolah yang memang Islami. Untuk personilnya rata-rata diambil dari kelas IX diantaranya A Faizani kelas IX C (vokal), Lutfan Ali kelas IX A (kencer), M Naelul Falah kelas IX A (kencer), Bahrul Ulum kelas IX B (kencer), Rizki Zam-zam kelas IX B (kencer), Trimas Zaki kelas IX B (bass) dan Abda’u Setiawan kelas IX B (bass). Grup ini dilatih Imam Baequni dari Balamoa yang juga bekerja sebagai staf TU sekolah dan dibina langsung Lily Nur Laely SAg. Jadwal latihannya setiap hari Selasa dan Kamis sore mulai pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. “Alasan saya mengikuti ekskul ini karena selain ingin mengembangkan bakat dan mengenal kebudayaan Islam juga ingin mengenalkan hadroh sekolahku ke khalayak masyarakat,” terang Lutfan Ali, salah satu personil. Hadroh ini sering mengisi di beberapa acara diantaranya yakni Gebyar 40 Tahun Taman Penawaja, Maulud Nabi Muhammad SAW, Isro’ Mi’roj, Khitanan Masal dan Perpisahan kelas IX. “Sulitnya mengkondisikan teman-teman dalam latihan dan juga kondisi cuaca yang kadang kurang mendukung menjadi kendala buat kami,” terang M Naelul Falah, siswa kelas IX A SMP + NU 01 Penawaja Talang yang juga aktif di ekskul hadroh. “Mudah-mudahan hadroh kita tetap eksis dan dapat berkembang ke depannya,” tambah Falah yang berasal dari Desa Gembong Kulon Rt.09/RW IV Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. (anam)

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: Nur Irma Rahmawati, Hendra Apriyadi , Mufrodi TIM 2: M Khaerul Anam, Intan Aji Purnamawati, Ikhsan B

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

28 ResponX di Kota/ Kabupaten Tegal, Brebes

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

Selalu Salah GEISHA

[intro] F Dm A# C F Dm Dulu memang kita saling bersama A# C Ku mengira tulus dalam kata F Dm Tapi kini kamu memang berbeda A# C Ku terluka untuk selamanya Am D Caramu yang membuat diriku jauh A# C Kecewa di dalam hatiku [chorus] F Ku tak mengerti cinta Dm Indahnya hanya di awal ku rasa A# Mengapa kau benar A#m C Dan aku selalu salah

IL

Menurutmu, PTN yang terbaik itu seperti apa ? Terjamin di dunia kerja 78,5% Biaya kuliah yang murah 7,1% Terkenal 14,2% Apa kamu sudah mempunyai PTN yang favorit untuk melanjutkan jenjang sekolahmu? Iya 71,4% Tidak 10,7% Tergantung ortu 17,1%

U

trend dengan kebutuhan global saat ini. Wah pastinya seneng banget dong. Dari 28 ResponX yang didata Tim Xpresi, 92,8 persen mengaku ingin masuk kuliah di PTN favorit. ” Ya karena kalo udah masuk PTN favorit, katanya bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” tutur Nurnajibah, siswi SMA Negeri 3 Slawi Kabupaten Tegal kelas XII memberikan alasan. Hal itu diperkuat ResponX lain yang tercatat sebagai siswa kelas XII SMK Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal Slamet Afriyanto. ”Lulusan SMK biasanya masih ditempatkan di bagian yang kasar, makanya aku memilih kuliah di PTN,” ujar dia. Demi masuk PTN, segala persiapan pun dilakukan. Diantara mereka, 50 persen mengaku bersiap dengan soal- soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Mereka bela-belain belajar di rumah dan kelompok demi lolos seleksi. ”Kedua-duanya sangat menunjang dalam pembelajaran, dengan begitu pengetahuan semakin luas dan tambah komplek saja untuk hadapi ujian seksi,” kata Muhammad Natsir, siswa SMA NU 01 Penawaja Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Lainnya, sebanyak 32,1 persen ResponX lebih memilih ikut bimbingan belajar (bimbel) untuk ngadepin SNMPTN ”Ikut bimbel membuat kita

-X S P TI BEBERAPA dari kamu pasti kerap kebingungan saat harus nentuin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan jadi tempat kamu untuk ngelanjutin pendidikan. Banyaknya pilihan tentunya bikin kamu harus bikin pertimbangan tertentu untuk memutuskan memilih ikut seleksi masuk PTN tersebut. Itulah yang sekarang dirasakan Rizkianah. Cewek kelas XIII IPA SMA

Am D Sifatmu yang membuat diriku jenuh A# C Mendua di balik mataku

CMYK

Persiapan seperti apa yang kamu lakukan untuk masuk PTN favorit? Belajar sendiri di rumah 17,8% belajar di rumah dan kelompok 50% Ikut Bimbingan belajar 32,1%

ST n a RA SI : D dipanNP /R dang sebaAT EG gian orang menjamin masa depan cerah. Apalagi kalau diterima pada jurusan yang diminati dan s e dang

F Dm Kini memang kita saling berpisah A# C Ku merasa sesal dalam kata F Dm Tapi kini kamu memang bersalah A# C Kau berubah untuk selamanya

[chorus] F Ku tak mengerti cinta Dm Indahnya hanya di awal ku rasa A# Mengapa kau benar A#m C Dan aku selalu salah

Apakah kamu ingin kuliah di PTN favorit? Iya 92,8% Tergantung keadaan 7,1%

PENGUMUMAN Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK baru aja keluar. Para pelajar SMA/SMK yang udah lulus tidak lantas berlega hati. Selanjutnya mereka kembali disibukkan dengan aktivitas memburu tempat kuliah yang terbaik. Langkah itu tentunya bagi mereka yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan berikutnya. Meski kampus banyak bertebaran saat ini, rupanya keberadaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit masih menjadi prioritas pertama yang dituju para lulusan putih abu-abuers. Kampus itu menjadi dambaan kare-

Umar

Menurutmu, penting nggak sih kuliah di PTN favorit? Iya 92,8% Nggak 7,1% Apakah kamu merasa kesulitan dalam mencari PTN yang terbaik? Iya 57,1% Nggak 14,2% Mungkin 28,5%

cepat tahu dan cepat menguasai soal-soal ujian PTN,” ucap siswa kelas XII SMK Ma’Arif NU Talang Kabupaten Tegal Tahta Al Fina. Dan ngomongin PTN, biasanya yang terbaik sering dikategorikan perguruan favorit dan berkualitas. Semua itu tentunya dapat dilihat dari segi staf pengajar, fasilitas kampus, kemahasiswaan, beasiswa dan lulusan berkualitas serta relevan dengan kebutuhan mahasiswanya. Menurut 78,5 persen ResponX, pemilihan PTN dianggap terbaik karena lulusannya terjamin di dunia kerja.

” Yap, walau tergantung orang yang kuliah sih, tapi pasti kalau kuliah di PTN lebih terjamin,” ujar Kharisma, siswi SMA Negeri 2 kota Tegal. Sementara, sisanya berpendapat jika PTN memiliki biaya kuliah yang lebih murah dibandingkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 14,2 persen lainnya karena PTN sudah terkenal. Dalam melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, ratarata para pelajar SMA/SMK mengaku sudah mempunyai PTN yang kerap jadi pilihannya. Hal ini diakui 71,4 persen ResponX.

NU 01 Penawaja Adiwerna PTN yang akan jadi incaranKabupaten Tegal ini mengaku nya. Rizkianah juga punya berniat melanjutkan pendidikan beberapa tips yang ingin dia ke PTN namun bagi buat kamu. masih bingung Simak yuk! memutuskan 1. Kita harus PTN mana yang tahu dulu kampus jadi pilihan. PTN yang kita piPELAJAR SMA NU 01 Tapi, cewek PENAWAJA ADIWERNA lih seperti apa, teryang tinggal di utama dari tingkat Desa Pesarean RT 06 RW II kenyamanan belajar. Kecamatan Adiwerna Kabupa2. Perhatikan tentang fasiliten Tegal ini tak hilang akal. Dia tas yang ada di kampus terberusaha mencari informasi sebut agar hak kita sebagai sebanyak-banyaknya tentang calon mahasiswa itu sepadan

Rizkianah

MESKI hanya berhasil menduduki tempat kedua, namun semangat atlet karate Sindhoka dari SMP Negeri 9 Kota Tegal tak jadi surut. Mereka tetap giat berlatih dan berusaha untuk lebih baik lagi. Ditemui Tim Xpresi di sekolahnya, Mia dan Umar, karateka SMP Negeri 9 ini mengaku sempat merasa grogi saat menghadapi lawan. Tapi siswa yang kini menduduki bangku kelas VIII ini bangga dapat menjadi wakil dari

”Iya, aku udah mengincar satu PTN favorit,” ucap Wiyoyo Nilwan Fauzan, siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 1 Kramat Kabupaten Tegal. Sebanyak 17,1 persen mengaku memilih PTN karena saran orang tua. ”Peran orang tua sangat banyak buat aku. Jadi harus ada persetujuan dari mereka,” ujar Istikharoh, siswi kelas XII SMK Ma’arif NU Talang Kabupaten Tegal. Menurut 92,8 persen ResponX, memburu kuliah di PTN favorit itu penting. ”Kuliah di PTN terjamin kualitasnya dan terjamin juga dalam

dunia kerja,” ujar Erna Purwati, siswi kelas XII SMA NU 01 Penawaja Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Kesulitan memburu PTN terbaik itu pasti ada, so kita perlu pintar-pintar memilih perguruan tinggi mana yang terbaik buat kita. Terlebih, banyaknya peminat memperketat seleksi masuk PTN. Ini seperti diakui 57,1 persen ResponX. ”PTN memang banyak, peminatnya yang siap bersaing juga sangat banyak. Ini yang bikin bingung,” tutur Silvia, siswi SMA Negeri 2 Kota Tegal kelas XI. (tim II)

dengan biaya kuliah yang kita keluarkan. 3. Bagaimana kondisi di kampus. Ada nggak pergerakan organisasi kemahasiswaannya atau juga prestasinya. 4. Bila perlu cari tahu jaringan alumni di kampus itu bagaimanya. Pastinya buat koneksi dalam dunia kerja kalau lulus. 5. Pastikan kamu selalu mempelajari model-model soal seleksi nasional masuk PTN. (ikhsan)

teman-teman di sekolahnya untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat kota di SMK Negeri 2 Kota Tegal, Jumat,(12/3) lalu. Didampingi Suryono selaku Pembina OSIS SMP Negeri 9, keduanya mengaku berani dalam memperagakan kata, shanchin, basade, whansu dan gocushiho setelah berlatih serius. Hasil latihan tersebut diwujudkan dengan prestasi yang membawa mereka meraih medali perak.

”Selain bahagia, saya juga disana bisa kenal banyak teman, walaupun sempet deg-degan waktu pertandingan. Soalnya lawannya lumayan berat,” tutur Mia, saat diwawancarai Tim Xpresi. Untuk berusaha lebih baik, saat ini mereka semakin serius berlatih setiap hari Rabu dan Sabtu. Mia yang sekarang sudah mengenakan sabuk biru dan Umar dengan sabuk coklat bertekad akan terus berlatih agar jadi yang lebih baik lagi. (intan)

Mia


SAMBUNGAN

SELASA 27 APRIL 2010

19

RADAR TEGAL

Marketing 3.0: Dari Buku Wiley ... dari halaman 1 kedua orang tua saya. Mengapa saya kurang hormat dan kurang menunjukkan kasih sayang ketika mereka masih hidup? Kenapa saya tidak pernah lulus dari ITS? Padahal, papa saya akan sangat bangga kalau saya bisa jadi insinyur. Kenapa saya tidak pernah mengajak mama saya jalan-jalan ke luar negeri selama beliau masih ada? Padahal, dia bekerja keras untuk menutup kekurangan pendapatan dari gaji papa saya sebagai pegawai negeri yang “tidak pintar” mencari penghasilan tambahan. Di era 2.0, saya semakin sadar bahwa mengelola persahabatan, perusahaan, bahkan keluarga tidak bisa hanya menggunakan IQ. Justru harus memanfaatkan EQ! Ketika saya sampai pada titik usia 60 tahun dan flashback, saya merasa bahwa era 2.0 itulah yang penuh dengan pembelajaran. Terus terang, pada era HK 1.0, EQ saya tidak terlatih sama sekali. Karena itu, cost cukup tinggi ketika saya terus mengembangkan kehidupan pribadi, keluarga, dan MarkPlus. Akhirnya, saya menyadari, tidak ada gunanya suatu pencapaian kalau saya harus kehilangan jati diri. Mendirikan dan membesarkan MarkPlus akan gagal kalau hanya menggunakan IQ karena kita perlu dukungan banyak orang, sebagaimana yang saya tulis berkali-kali. Strategi berdasar pemikiran rasional saja tidak akan berjalan tanpa kepiawaian mengelola emosi diri dan orang lain. Begitu juga ketika membangun pribadi dan keluarga. Saya tidak tahu, tiga puluh tahun ketiga saya yang dimulai pada 2007 sebagai era HK 3.0 akan berlangsung berapa lama. Salah seorang yang sangat

memengaruhi saya adalah Danah Zohar, penulis buku Spiritual Capital. Saya tidak tahu apa agamanya. Tapi, ketika saya seharian menjadi moderatornya, saya kagum kepada perempuan tersebut. Zohar juga pernah mampir ke MarkPlus Jakarta untuk rekaman radio bersama saya. Kata-kata Dahlan Iskan sesudah operasi cangkok liver di Tiongkok pun sangat mengesankan saya. “Hidup ini tidak ada artinya kalau kita tidak berguna untuk orang lain.” Setelah itu, saya baru sadar bahwa IQ dan EQ saja ternyata memang tidak cukup. Spiritual capital-lah yang menentukan kematangan manusia. Tidak peduli agamanya apa, kalau tidak punya kematangan, orang tidak akan berarti. Bisa-bisa sosok itu menjadi fanatik buta yang berbahaya. Karena itu pula, ketika buku Marketing in Venus yang berdasar EQ sukses di Indonesia dan diterjemahkan ke bahasa Vietnam, bahkan di-localized di Tiongkok, saya malah jadi khawatir. Jangan-jangan, saya ngajarin orang untuk menjalankan playboy marketing! Bukankah IQ, apalagi EQ, seorang playboy biasanya sangat tinggi? Tapi, bagimana moralitas dan etikanya? Jawabannya ya marketing 3.0, yang pada dasarnya ingin menunjukkan bahwa sustainability sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk (1.0), bahkan kepuasan pelanggan (2.0), tapi juga spirit untuk berbuat kemanusiaan (3.0) dari perusahaan itu sendiri. Tanpa yang satu itu, sehebathebatnya inovasi produk dan kepuasan pelanggantidak akan bisa membuat sebuah perusahaan berkelanjutan. Untuk pribadi saya, era HK 3.0 juga harus begitu. Bukan hanya inovasi konsep pema-

saran dalam rangka memuaskan orang lain, semuanya juga harus dilakukan dengan spirit kemanusiaan yang tinggi. In Search of Meaning itu sejalan dengan The Meaning of Marketing dan Marketing of The Meaning yang saya tulis di Marketing 3.0. Nah, itulah yang akhirnya membawa saya melakukan pendalaman di Ubud, Bali, tentang kenapa Ubud bisa begitu mahal? Selama beberapa tahun ini, bergaul dan mendengarkan ceramah tiga Tjokorda dari Puri Ubud membuat saya sadar bahwa Ubud adalah sebuah kasus marketing 3.0 yang sangat menarik! Bayangkan, bapak tiga Tjokorda sekarang, yang merupakan the last king of Ubud zaman dulu, dengan penuh ketulusan mengundang banyak orang asing untuk tinggal di Ubud. Akhirnya, orang-orang asing itulah yang jadi marketer dari Ubud. Antonio Blanco bahkan berkeluarga di Ubud dan museumnya dikunjungi semua presiden RI dan berbagai tamu asing kelas atas. Ubud yang humble itu akhirnya malah jadi The Best City in Asia pilihan pembaca Conde Naste Traveller pada 2009. Karena itu pula, dibantu Bembi Dwi Indrio M., saya menerbitkan buku Ubud: The Spirit of Bali. Buku tersebut merupakan live case book dari Marketing 3.0 dan akan saya bawa ke manamana untuk dipromosikan. Sehubungan dengan itu juga, sekalian dipersiapkan Museum Marketing 3.0, yang tanah dan gedungnya disponsori Keluarga Puri Ubud di kompleks Museum Puri Lukisan. Peresmiannya dilakukan pada 27 Mei 2011 oleh Philip Kotler, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-80-nya! Saya pengin menggabungkan konsep kelas dunia dengan kearifan lokal Indonesia! (*)

Siap Angkat 197.678 Tenaga Honorer dari halaman 1 merintah akan melakukan pendataan mulai Agustus 2010 sampai dengan Maret 2011. Validasi dan verifikasi akan diumumkan ke publik selama satu bulan. Usulan para anggota DPR RI dalam forum itu agar pemerintah mengangkat tenaga honorer yang bekerja di instansi swasta tanpa tes, ditentang keras olehnya. Menurut mantan ketua Komisi II DPR RI itu, tenaga yang diangkat bukan oleh pejabat berwenang, pendapatannya bukan berasal dari dana APBN/APBD. Dan mereka yang bekerja di instansi swasta bukan merupakan honorer sehingga tidak layak diangkat CPNS kecuali lewat mekanisme tes layaknya pelamar umum. “Harus diperjelas dulu PNS itu siapa. Kalau swasta itu berarti tenaga honorer tapi

pegawai swasta. Jadi saya tidak sependapat dengan DPR kalau tenaga guru swasta misalnya harus diangkat CPNS tanpa tes,” kata Mangindaan. Sikap tegas pemerintah untuk menolak pengangkatan tenaga guru swasta sebagai CPNS ini, lanjutnya, sebagai antisipasi terjadinya lonjakan jumlah tenaga honorer. Saat ini saja jumlah tenaga honorer yang tertinggal sesuai data BKN 197.678 orang. Itupun belum termasuk dengan honorer yang non APBN/APBD. “Kalau rekomendasi DPR ini kita iyakan, berapa jumlah lagi tenaga honorer kita. Pasti di atas 1 juta dan ini sangat mengerikan karena beban negara akan bertambah,” ujarnya. Meski menolak rekomendasi DPR ini, Mangindaan menyatakan setuju bila tenaga honorer swasta ini diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi

CPNS layaknya pelamar umum tanpa ada perlakuan khusus. “Kalau ikut seleksi umum, silakan saja. Tapi kalau minta diperlakukan khusus, saya rasa sangat tidak mungkin.” Anggota Komisi II DPR RI Gamari Sutrisno (F-PKS) mempertanyakan pendataan terhadap tenaga honorer yang akan diangkat menjadi CPNS. Ia mengusulkan agar waktu pendataan dipersingkat tiga bulan, sehingga pendataan selama tiga bulan itu dilakukan setelah APBN-P 2010 disetujui. “Kami berharap pemerintah dapat mendata paling lama tiga bulan setelah APBN-P disetujui,” katanya. Lebih jauh ia mengungkapkan, jika masih ada tenaga honorer yang telah memenuhi kriteria namun belum dapat diangkat tahun ini, pengangkatan yang bersangkutan dapat dilakukan tahun berikutnya. (zul)

Lima Kelompok Mafia Terlibat dari halaman 1 Sumardi, dan Irwasum Komjen Pol Nanan Soekarna. Direktur II Brigjen Pol Radja Erizman juga tampak hadir di RDP tersebut. Kapolri menyatakan, penyidikan atas kasus mafia pajak masih terus dimaksimalkan. Kapolri berjanji, para personel yang dilaporkan oleh Susno, tidak ada satupun yang terlewat. Pemeriksaan atas personel di kejaksaan, hakim, maupun di pajak juga terus berjalan. “Tentunya, pada hasil penyidikan nanti, akan bertambah tersangka, tidak hanya delapan yang sekarang,” ujar Bambang. Dalam kasus pajak Gayus Tambunan, Polri membagi keterlibatan kasus mafia pajak itu dalam lima kelompok. Kelompok pertama adalah Gayus bersama kelompoknya. Kelompok yang

kedua dalam pembagian Polri adalah para penyidik yang terlibat. “Kelompok ketiga adalah para penuntut, sementara yang keempat adalah di pengadilan,” ujar Bambang. Kelompok yang kelima atau terakhir adalah para mafia hukum itu sendiri. Menurut Bambang, tim kelima inilah yang sudah menunjukkan perkembangan signifikan. “Kelompok kelima sudah kita ungkap. Ada lawyer, ada notaris yang seolaholah menyatakan dana pajak itu milik Andi Kosasih,” kata Kapori. Terkait dugaan keterlibatan para perwira Polri, kata Bambang, kini terus ditindaklanjuti dalam pemeriksaan. Terhadap status Radja Erizman yang juga dilaporkan Susno, prosesnya pun berlangsung secara mara-

ton. Bambang menegaskan, bahwa tidak ada anak emas sebagaimana tudingan yang disampaikan. “Posisi yang bersangkutan akan ditentukan, setelah pemeriksaan atas jaksa maupun hakim selesai dilakukan,” ujarnya. Kapolri juga mengklarifikasi posisi Susno yang terkesan saat ini dipersalahkan oleh institusinya. Menurut dia, hal tersebut tidak benar. Sebagai seorang jenderal, Susno saat ini tetap diperlakukan dan diposisikan sebagaimana mestinya. “Apapun kondisinya, beliau adalah sosok polri, jenderal bintang tiga,” katanya. Kapolri menuturkan, sebelum muncul testimoni kontroversial Susno, perhatian Polri kepada yang bersangkutan masih dilakukan. Menurut Bambang, sejumlah pendekatan pun su-

dah dilakukan agar Susno bersedia kembali ke institusi Polri. “Termasuk makan bersama, umroh bersama. Saat umroh pun kita beri acungan jempol, termasuk saat memberi keterangan di Pansus Century. Kami katakan, bahwa citramu sudah berubah. Ini ada tempat, silahkan bekerja,” katanya. Susno, bagi Kapolri adalah aset Polri seperti yang lainnya. Pasca tawaran itu, keluarlah testimoni Susno terkait mafia pajak. Menurut Bambang, pembuktian apakah kebenaran keterangan itu tidak bisa serta merta dilakukan dengan pidana umum. Sehingga, perlu dilakukan pemeriksaan internal Polri atas Susno. “Karena itulah, dalam kondisi apapun, Susno juga harus tetap menjunjung tinggi etika dan martabat Polri,” jelas Kapolri. (bay/iro)

51 persenm. Untuk bahasa, dari 36 peserta, 34 siswa dinyatakan lulus atau 94,42 persen sedangkan untuk jurusan agama dinyatakan lulus seratus persen dari 16 peserta yang ada. Sementara untuk tingkat SMK, dari 5.489 peserta, 5.365 siswa dinyatakan lulus UN atau sekitar 97,74 persen. SWASTA MENDOMINASI Jumlah siswa lulus 100 persen dalam UN 2010 SMA, MA dan SMK di Kabupaten Brebes didominasi sekolah swasta dan sekolah pinggiran. Mereka diliar dugaan mampu mengalahkan prosentase kelulusan siswanya. Dari data Dinas Pendidikan

di Kabupaten Brebes, total peserta UN 2010 tingkat SMA dan MA sebanyak 6615 siswa, dengan jumlah siswa lulus mencapai 6414 siswa dan yang belum lulus sebanyak 201 siswa. Mereka berasal dari dari 57 sekolah. Dari jumlah itu, 26 sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya, 22 di antaranya sekolah swasta. Sedangkan untuk sekolah yang siswanya paling banyak tidak lulus adalah MA Assalafiyah Sitanggal, hanya 60 persen kelulusannya. Sedangkan untuk SMK, dari total peserta UN 4989, sebanyak 4929 siswa dinyatakan lulus dan sisanya 60 siswa belum lulus. Mereka berasal dari sekolah 36 SMK, dan yang berhasil meluluskan siswanya hingga 100 persen hanya 18 sekolah, 17 di antaranya adalah swasta. Sedang sekolah yang angka kelulusannya paling rendah adalah SMK Pusponegoro Tanjung, 50 persen siswa tidak lulus. Dengan demikian, angka kelulusan peserta UN reguler tahun 2010 tingkat SMA dan MA di Kabupaten Brebes dipastikan naik dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2008-2009 angka kelulusan hanya 95 persen, tahun ini mencapai 96,96 persen. Namun grafik pada SMK justru mengalami penurunan jumlah kelulusan siswa dari 99 persen tahun sebelumnya, tahun ini turun menjadi 98,80 persen ”Hasil pengumuman ini bersifat sementara, angka kelulusan siswa masih bisa bertambah. Sebab, untuk tahun ini bagi siswa yang dinyatakan belum lulus akan mengikuti UN ulangan Mei mendatang. Jadi tidak ada siswa yang dinyatakan tidak lulus, hanya harus mengulang ujian,” ujar Sekretaris Panitia UN Kabupaten Brebes, Duhri Abdurohim SSos kepada Radar, Senin (26/4). (adi/cw3/cw1)

Ribuan Siswa Gagal UN dari halaman 1 mengikuti 948 anak. Dari jumlah tersebut, yang gagal 59 orang. Untuk SMK swasta, total peserta yang ikut 1.598. Yang berhasil lulus 1.465, dan lainnya 133 anak harus mengulang. Angka kelulusan SMK juga mengalami penurunan. Pada tahun 2009 angka kelulusannya mencapai 95 persen. Sedangkan tahun ini hanya mencapai 92,56 persen. Menurut dia, bagi siswa yang tidak lulus masih ada kesempatan pada UN ulangan yang akan diselenggarakan 10 sampai dengan 14 Mei. Bagi sekolah yang siswanya tidak lulus, mulai dari sekarang kembali memberikan pemadatan pelajaran secara intensif. Sehingga mereka yang gagal diharapkan bisa lulus dalam ujian ulangan tersebut. Dari hasil pantauan di lapangan, kendati sudah diimbau tidak diperbolehkan konvoi, namun adat setiap pengumuman itu tetap dilakukan ratusan siswa. Selain itu juga mencoratcoret seragam yang dikenakannya. Meski begitu tidak ada aksi anarkis yang terjadi. Pengumuman di beberapa sekolah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Bahkan siswa SMAN 4, melakukan sujud syukur bersama di lapangan alun-alun. Sebagai ungkapan kebahagiaannya telah melalui masa sulit, yakni UN. 738 SISWA GAGAL Sementara itu, di Kabupaten Tegal, dari 10.007 peserta UN, yang terdiri dari 4518 peserta SMA/MA dan 5489 peserta SMK tersebut, 738 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus UN tahun 2010 ini. Panitia UN Kabupaten Tegal Waudin melalui Kasi Pendidikan SMK/SMA Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal Drs Ginting

Rasimin SH kepada Radar mengatakan, dari rekap hasil UN tahun 2010 ini, dari total peserta UN sebanyak 4.518 untuk SMA/MA, 614 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Mereka terdiri dari 139 siswa dari jurusan IPA, 473 siswa dari IPS dan 2 siswa dari jurusan bahasa. Sementara dari 5.489 peserta dari SMK, 124 siswa dinyatakan tidak lulus ujian. Kalau dilihat persentase kelulusan pada masing-masing jurusan tambahnya, untuk jurusan IPA dari 1.778 peserta, 1.639 siswa berhasil lulus UN atau sekitar 92 persen. Jurusan IPS, dari 2.704 peserta, 2.231 siswa dinyatakan lulus atau 82,

TENGGOROKAN LEGA DAN SENANG BISA BAHAGIAKAN ISTRI Di usia lebih dari setengah abad, nyaris tak ada penyakit berat pada KH Asep Idad (53 th) dari Ponpes AlHikmah Samarang Kabupaten Garut. Namun ajengan terganggu oleh batuk dan sesak nafas akibat merokok. “ Meski tahu batuk dan sesak nafas ini akibat merokok, sulit untuk berhenti karena minimal dua bungkus saya habiskan sehari “ tutur Pak Asep. Untuk mengatasinya dia minum susu, namun batuk tak hilang malah diare datang. Gangguan lain adalah kelelahan fisik akibat kesibukannya. “selain mengisi pengajian, banyaknya tamu sepanjang hari membuat kondisi saya drop , sulit tidur dan lemas saat bangun keesokan harinya “ keluh KH asep Idad. Rasa lelah dan kantuk coba diatasinya dengan kopi. Ternyata solusi gagal bahkan jantung jadi berdebar. Enam bulan lalu, seorang jamaah memberinya Gula Aren Gentong Mas. Baru seminggu minum secara

rutin manfaatnya sudah terasa yaitu batuk dan sesak nafas mereda. Saat ditanya apa ada manfaat lain yang dirasakan, kakek satu cucu ini menjawab sambil tersenyum. “…. setelah rutin minum Gentong Mas, istri merasa lebih bahagia karena katanya sekarang vitalitas saya makin oke “ ujarnya dengan wajah bangga. Manfaat Gula Aren bukan hanya lezat dan hangatnya. Menurut Jeff

Gunnent dalam bukunya Permaculture Plant (2004), ada unsur Gula Aren yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan dan tenggorokan. Disamping itu unsur Riboflavin yang dikandungnya melancarkan metabolisme dan membuat sel berfungsi optimal sehingga stami-

na dan vitalitas prima. Meski demikian pola hidup sehat seperti olah-raga dan mengurangi merokok juga perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari Gula Aren dan Nigela Sativa pilihan yang diproses tanpa menggunakan bahan kimia dan pengawet, sehingga aman dikonsumsi. Manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www. gentongmas.com dan bagi anda yang membutuhkan silahkan hubungi: 081313322669/ 08156406404.Bagi anda yang ingin mendapatkannya sudah tersedia di Apotek / Toko Obat Terkemuka Di Kota Anda.Tegal:081990879809, Apt Medika Farma, Apt Ayu Farma, Apt Duta Sehat, Apt Kaliratu,Apt Adiwerna.Pemalang : Apt Sari Waras, Apt Hikmah. Depkes: P-IRT : 812.3205.01.114


SELASA, 27 APRIL 2010

KOMBIS

20

RADAR TEGAL

Hino Dutro Hadir di Tegal ADI MULYADI/RATEG

JOGET BARENG - Sule (dua dari kanan) dan kawan-kawan berjoget bersama Walikota Tegal Ikmal Jaya (kanan) saat tampil dalam Puncak Peringatan Hari Jadi Kota Tegal ke-430.

Tak Kapok Main di Tegal

SULE KOCOK PERUT DALAM puncak peringatan Hari Jadi Kota Tegal ke-430, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menghadirkan artis komedi dari ibukota. Dia adalah seorang pelawak yang sedang naik daun lewat program di layar kaca bertajuk Opera Van Java. Siapa lagi kalau bukan komedian berrambut panjang yang di cat merah ke kuning-kuningan, Sule. Namun dia datang tidak dengan teman satu grupnya di Opera Van Java. Tetapi dia hadir dengan tiga orang rekannya di acara televisi yang lainnya. Gelaran yang diramaikan Djarum

Penonton

Super itu dilaksanakan di Pendopo Balaikota Tegal, Minggu (25/4) malam. Penampilan sule pada malam itu sangat mengesankan. Kelucuankelucuan yang dibuatnya berhasil mengocok perut semua yang hadir pada saat itu. Bahkan Walikota Tegal Ikmal Jaya pun terpingkalpingkal karena Sule. Ribuan penonton terlihat sangat terhibur dengan apa yang ditampilkan artis yang dihadirkan berkat kerja bareng pemkot dan Djarum. Sekitar satu jam penonton dibikin tertawa terbahak-bahak. Usai tampil, Sule mengatakan,

meski di Tegal sangat panas rasanya tetapi sambutan masyarakatnya sangat heboh. Sehingga dia tidak menolak apabila kapan-kapan kembali dipanggil ke Tegal. “Baru kali ini saya main, keringat bercucuran seperti ini. Tapi tak masalah, yang penting bisa menyapa para peggemar di Tegal,” katanya. Setelahnya dia memberikan kenang-kenangan buat Walikota.

Yakni berupa wayang golek yang menyerupai dirinya. Sebelumnya Sekda Kota Tegal Edi Pranowo menuturkan, acara ini merupakan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Tegal ke-430. “Alhamdulillah dari awal kegiatan hingga malam resepsi ini semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti,” katanya singkat. (adi)

TEGAL – Pelaku usaha di Tegal dan sekitarnya kini bisa dengan mudah mendapatkan berbagai produk Hino Dutro. Pasalnya, Hino Dutro kini hadir di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal untuk mendekatkan diri dengan konsumen serta menggali potensi pasar yang ada. Berbagai produk unggulan seperti truck Dutro 110 SD, 110 SDL, 110 LD, 130 MD, 130 MDL, 130 HD, 130 HD Mixer dan 110 HD bisa didapatkan. Tersedia pula Dutro Bus 110 SDB, 110 SDBL, 110 LDB serta 130 MDBL. Supervisor Hino Dutro Tegal Agus mengatakan, kehadiran Hino Dutro di Tegal diharapkan lebih memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan produkroduk yang ada tanpa harus ke luar kota. Di sini, pihaknya memberikan uang muka yang rendah dan angsuran terjangkau untuk pembelian secara kredit. Untuk mesin, Hino Dutro sangat bandel, irit bahan bakar sehingga bisa digunakan untuk berbagai usaha atau distribusi di semua medan jalan. Harga purna jual di pasaran untuk Hino Dutro juga bagus sehingga konsumen tidak perlu ragu lagi. Kehandalan mesin Hino

Dutro sudah teruji dan terbukti mendukung berbagai aktivitas usaha sehingga lebih menguntungkan karena memiliki daya tampung lebih besar. Selain itu, selama ini hubungan antara perusahaan mulai dari pabrik dan seterusnya dengan konsumen selalu terjaga baik. Hal ini dilakukan agar semua keluhan serta persoalan yang dihadapi konsumen akan dijawab dengan baik sehingga bisa dicari solusi terbaik dalam memilih tipe tertentu sesuai kebutuhan konsumen. “Dukungan jaringan suku cadang serta service juga terjamin sehingga konsumen bisa melakukan perawatan berkala atau pergantian suku cadang dengan mudah,” katanya. Potensi pasar yang ada, lanjut dia, untuk wilayah eksKaresidenan Pekalongan sangat bagus. Posisi Kota Tegal yang berada di jalur vital atau perlintasan diharapkan akan memudahkan konsumen mendapatkan produk-produk Hino Dutro sehingga semua aktivitas bisa dijalankan dengan lancar. “Kami menawarkan berbagai tipe yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen,” tandasnya. (gun)

Puncak Acara Nokia Grebeg Warga Bulakamba Meriah BULAKAMBA - Kemeriahan puncak safari Nokia Grebeg Warga di Kecamatan Bulakamba begitu terasa. Sabtu (24/4) malam, halaman Kantor Kecamatan Bulakamba Brebes penuh kemeriahan dengan berbagai aksi pertunjukan musik yang atraktif. Hentakan lagu dari Energic Band dari Kabupaten Brebes mampu memukau ratusan pengunjung yang hadir dari sejumlah desa di Kecamatan Bulakamba. Mereka larut dalam irama yang begitu melodis nan ritmis. “Kami sengaja memberikan hiburan kepada warga Bulakamba dan sekitarnya, sebagai bentuk dedikasi Nokia kepada masyarakat,” tutur Supervisor Nokia Tegal Febriyansah. Di samping disuguhi hiburan, penonton juga terlihat antusias mengikuti setiap game lantaran ada door prize menarik dari Nokia. Bahkan, 3 orang masing-masing, Wahid warga Bulusari, Daryah anggota Gapoktan Mandiri Sejati Desa Pakijangan dan seorang warga bernomor undian 23 mendapat hadiah handphone canggih dari Nokia. Pemenang undian ini diambil dari safari Nokia Life Tools di beberapa desa di Kecamatan Bulakamba. Puncaknya di sini sekaligus undian bagi yang beruntung mendapatkan hp. Selain kegiatan itu, Nokia juga sebelumnya mengadakan kegiatan diskusi sebagai rangkaian kegiatan Grebeg Warga Nokia di aula kantor Kecamatan Bulakamba, dengan mengambil tema Pemanfaatan Pupuk Organik. Sebagai narasumber, Atmo Suwito Rasban dan Tarmono memaparkan berbagai hal manfaat penggunaan pupuk tersebut. “Sebelumnya kita telah melakukan kegiatan diskusi sebagai rangkaian kegiatan Nokia Grebeg Warga di tiga tempat, pertama di Balaidesa Pakijangan. Selanjutnya di Desa Bulusari kemudian tadi siang di aula Kecamatan Bulakamba, dan sebagai puncak acara kami menyuguhkan hiburan musik, semoga rangkaian kegiatan dari Nokia ini dapat berkesan di hati mayarakat Kecamatan Bulakamba,” lanjut Febry. (cw1)

CMYK

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

BERAKSI – Peserta menunjukkan kemampuannya dalam menyodok bola.

Ajang Uji Kemampuan Pebiliar LA Lights Caesar Cup 2010

Penampilan Energic Band menghangatkan suasana puncak acara Nokia Grebeg Warga di halaman kantor Kecamatan Bulakamba.

Pengunjung berkumpul di stand guna mendapatkan penjelasan tentang fitur layanan Nokia Life Tools.

Seorang Sales Promotion Girl (SPG) menjelaskan fitur Nokia Life Tools kepada pengunjung

TEGAL – Untuk kedua kalinya, ajang bergengsi turnamen billiard sembilan bola digelar di Caesar Billiard Kota Tegal. Kali ini, ajang yang dihelat Sabtu (24/4) hingga Minggu (25/4) diikuti pebiliar dari Jateng dan DIY. Seluruh peserta nampak memperlihatkan kemampuan terbaiknya untuk memperebutkan hadiah utama yang telah disediakan dan tampil sebagai yang terbaik. Panitia Pelaksana Tedy Maymarna mengatakan, gelaran Caesar Cup 2010 merupakan ajang unjuk kemampuan peserta se-Jateng dan DIY dengan memainkan sembilan bola yang diikuti 64 peserta. Peserta yang tampil menjadi juara akan memperoleh piala tetap dan sejumlah hadiah yang disediakan dalam 9 Ball Tournament Caesar Cup kali ini. Antusiasme peserta baik dari dalam maupun luar kota diharapkan akan menambah motivasi pebiliar-pebiliar yang ada di Tegal dan sekitarnya sehingga dikemudian hari akan menghasilkan pebiliar berprestasi. “Seluruh peserta tampil dengan performance terbaik untuk menjadi juara,” katanya.

Supervisor PT Djarum District Tegal Ody didampingi Team Leader Anis Subiyanto mengungkapkan, gelaran 9 Ball Turnament Caesar Cup 2010 diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit baru. Dengan demikian, akan muncul pebiliar yang bisa mengangkat dan membawa biliar hingga tingkat nasional atau bahkan internasional. Pihaknya dalam hal ini turut mendukung gelaran tersebut sebagai wujud apresiasi terhadap olahraga bola sodok di Tegal. Ke depannya, pihaknya akan terus memberikan motivasi dalam even sejenis sehingga muncul pebiliar-pebiliar tangguh dari Jateng dan DIY. “Semua peserta luar biasa sehingga patut diacungi jempol,” tukasnya. (gun)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SELASA, 27 APRIL 2010

738 Siswa Tidak Lulus

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

0283-3448131 Penginapan Sri Gintung Guci Tegal

0878 3035 3909

BALANE NYONG Tagih Janji Disdukcapil

DOK/RADAR SLAWI

Dakir SH

JANJI Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang siap menyediakan blangko hingga akhir April mulai ditagih Komisi I DPRD Kabupaten Tegal. Karena hingga saat ini kelangkaan blangko KK, akte kelahiran dan KTP makin banyak dikeluhkan masyarakat. Hal ini dikatakan Ketua Komisi I Dakir SH, Senin (26/4)

Input Anak Jadi Faktor

kemarin. Bahkan, kelangkaan blangko tersebut bukan saja dikeluhkan oleh masyarakat, tapi sudah merembet ke aparat penegak hukum. Beberapa anggota penegak hukum yang mengurus KTP selalu ditolak kecamatan karena kelangkaan tersebut. Hal ini kalau dibiarkan akan mengganggu semua aspek kegiatan. “Disdukcapil tahu apa pura-pura tidak tahu. Saat ini banyak orang tua yang kebingungan karena kelangkaan blangko KTP dan KK. Anaknya yang akan mendaftar di TNI menjadi bingung karena persyaratannya kurang. Kalau ini dibiarkan, masyarakat yang akan dirugikan. Belum lagi pelajar yang baru lulus dan akan melamar pekerjaan di luar kota, kalau tidak memiliki KTP bagaimana di sana nanti. Hal-hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian Disdukcapil, jangan sampai masyarakat menjadi ke hal 9 kol 1 emosi,” katanya.

KIYEH LIKUH... Gelar Lomba Guru Berprestasi DUKUHTURI - Guna meningkatkan kualitas ajar, puluhan guru dari beberapa Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhturi, Sabtu (24/4) kemarin mengikuti lomba guru berprestasi yang diselenggarakan UPTD Dikpora Kecamatan Dukuhturi. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, beberapa guru yang menjadi peserta lomba tersebut terlihat serius mengerjakan beberapa soal yang disodorkan oleh penyelenggara lomba. Mereka bahkan terlihat tak berkutik selama berlangsungnya lomba.

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

GEMBIRA - Beberapa siswa SMAN 2 Slawi terlihat bergembira begitu mengetahui lulus UN, sementara nbeberapa siswa lainnya melakukan aksi corat-coret.

Di Balik Pengumuman Kelulusan UN di Kabupaten Tegal

BAHASA INGGRIS DIANGGAP

MOMOK

ke hal 9 kol 1

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

KERJAKAN SOAL – Beberapa guru sedang mengerjakan soal yang disodorkan pelaksana lomba guru berprestasi tingkat kecamatan.

SENIN (26/4) kemarin merupakan hari yang sangat menentukan bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA. Karena hari itu adalah hari pengumuman kelulusan mereka. Sementara yang belum lulus, masih ada kesempatan untuk mengulangnya nanti. Dari data yang ada, dari 10.007 peserta UN di Kabupaten Tegal yang terdiri dari 4.518 peserta dari SMA/MA dan 5.489 peserta dari SMK, 735 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus UN tahun 2010 ini. Mereka harus bersabar untuk mengikuti UN ulangan nanti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar, sebagian faktor ketidaklulusan karena nilai bahasa Inggris yang rendah. Namun rendahnya nilai itu tidak dijelaskan apa

44 Lembaga Pendidikan Ikuti FASI KRAMAT – Ratusan anakanak dari puluhan lembaga pendidikan Al Quran se-Kecamatan Kramat Minggu (25/4) lalu memadati MTs NU 01 Kramat yang terletak di Jalan Garuda, Desa Kematran. Didampingi masing-masing pengajarnya, ratusan siswa TPQ tersebut berusaha unjuk kebolehan untuk bisa menjadi pemenang atau juara dalam Festifal Anak

Sholeh Indonesia (FASI) tingkat kecamatan tersebut. Meski masih tergolong anakanak, namun kemampuan ilmu agama yang dimiliki cukup mengesankan. Seperti yang terlihat dalam Lomba Cerdas Cermat Quran, mereka dengan penuh semangat berusaha untuk bisa saling cepat dalam menjawab pertanyaan yang lemparkan oleh beberapa ustadz.

Beberapa orang tua siswa pun turut memenuhi ruang cerdas cermat yang memanfaatkan ruang kelas sekolah tersebut. Ketua Badan Kordinasi Departemen Agama Kecamatan Kramat, Abdurrachman selaku penyelenggara FASI kepada Radar mengatakan kegiatan FASI ini diikuti 44 lembaga pendidikan Al Quran yang ada di wilayah Kecamatan Kramat.

Untuk materi lomba sendiri terdiri dari lomba tartil, tilawah, cerdas cermat Al Quran, kaligrafi, cerita Islami, adzan dan iqomah dan puitisasi Al Quran. “Untuk kegiatan FASI ini merupakan kegiatan nasional yang dilangsungkan setiap tiga tahun sekali, bagi pemenang lomba masing-masing materi, nantinya akan menjadi delegasi dalam FASI di tingkat kabupaten,” terangnya. (cw3)

Aksi Arak-Arakan Pelajar Merayakan Kelulusan

Yang Tidak Lulus pun Ikut Konvoi Bersama MEMPRIHATINKAN. Itulah kondisi anak-anak sekarang yang masih melakukan aksi coret-coretan pasca mendengar kelulusan di sekolahnya. Baju yang masih cukup baru itu disemprot dengan pilox bahkan sampai disobeksobek. Ironisnya mereka yang aksi coret-coretan banyak dijumpai siswa kelas XI dan XII, bahkan yang tidak lulus ujian. Bagaimana keadaannya? LAPORAN: AGUS WIBOWO

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

AKSI corat-coret dan konvoi kendaraan

FOTO BERSAMA - Kepala SMK Muhammadiyah Slawi Dimyati yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, saat berfoto bersama dengan siswasiswinya yang baru saja diwisuda di Hotel Riez Kota Tegal.

ke hal 9 kol 1

CMYK

SLAWI - Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan serentak Senin (26/4) kemarin. Termasuk di Kabupaten Tegal, namun dari peserta UN yang ada, tidak semuanya dinyatakan lulus. Bahkan dari 10.007 peserta UN, yang terdiri dari 4.518 peserta dari SMA/MA dan 5.489 peserta dari SMK tersebut, 738 siswa dinyatakan tidak lulus. Panitia UN Kabupaten Tegal Waudin melalui Kasi Pendidikan SMK/SMA Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal Drs Ginting Rasimin SH mengatakan, dari rekap hasil UN tahun 2010 ini, dari total peserta UN sebanyak 4.518 untuk SMA/MA, 614 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Mereka terdiri dari 139 siswa dari jurusan IPA, 473 siswa dari IPS dan 2 siswa dari jurusan bahasa. Sementara dari 5.489 peserta dari SMK, 124 siswa dinyatakan tidak lulus ujian. Kalau dilihat persentase kelulusan pada masingmasing jurusan tambah Ginting, untuk jurusan IPA dari 1.778 peserta, 1.639 siswa berhasil lulus UN atau sekitar 92 persen. Sedangkan untuk jurusan IPS dari 2.704 peserta, 2.231 siswa dinyatakan lulus atau 82, 51 persen, untuk bahasa, dari 36 peserta, 34 siswa dinyatakan lulus atau 94,42 persen. Sedangkan untuk jurusan agama dinyatakan lulus seratus persen dari 16 peserta yang ada. Sementara untuk tingkat SMK, dari 5.489 peserta, 5.365 siswa dinyatakan lulus UN atau sekitar 97,74 persen. Ia mengaku, selama ini semua sekolah sudah secara maskimal memberikan pembelajaran kepa-

saja faktornya. Ketegangan tidak hanya dirasakan siswa-siswi SMA/MA maupun SMK, namun juga orang tua siswa. Mereka yang datang ke sekolah, turut was-was menanti hasil pengumuman tersebut, apakah anaknya lulus atau tidak. Namun sesaat setelah diumumkannya, sebagian besar siswa banyak yang melampiaskan kegembiraannya dengan melakukan aksi corat-coret seragam sekolah. Seperti terlihat di SMAN 2 Slawi, beke hal 9 kol 4

ke hal 9 kol 4

8 Siswa Ditilang, 18 Ditegur Konvoi Pelajar Usai Pengumuman SLAWI – Mengantisipasi adanya tindak ugalugalan yang dilakukan ratusan siswa yang merayakan kelulusan, jajaran kepolisian Resor Tegal, Senin (26/4) menerjunkan 175 personel untuk pengamanan. Bahkan sejumlah sekolah yang dianggap rawan juga dilakukan pengawalan. Dari hasil pengamanan yang dilakukan, sedikitnya 8 siswa terpaksa ditindak tilang lantaran tidak menggunakan helm. Sementara 18 pengendara lain yang tengah berkonvoi hanya dilakukan teguran saja. Kasat Lantas Polres Tegal AKP Yuliantoro kemarin mengatakan bahwa pengamanan kelulusan anak sekolah tahun ini berjalan aman dan lancar. Sebab pihaknya bersama dengan jajarannya melakukan pengawalan sejumlah sekolah saat pengumuman dilakukan. “Selain mengawal sejumlah sekolah, dari 175 personel semua unit Polres Tegal, anggota yang diturunkan juga menjaga sejumlah titik rawan atau di sejumlah persimpangan dan lampu merah. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesemrawutan di jalan raya,” jelasnya. ke hal 9 kol 4


KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

Pengunjung Parin Membludak SOSIAL

DOK/PKPU

BAGI SUSU – Petugas PKPU Tegal membagikan susu kepada ibu hamil dan balita dari kalangan ekonomi lemah.

PKPU Tegal Berbagi Kebahagiaan TALANG - Setelah berhasil mengadakan pengobatan gratis untuk kaum Dhuafa dan fakir miskin dengan Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Pro Smiling), Minggu (25/4) kemarin PKPU Tegal kembali menyalurkan ZIS produktif di bidang kesehatan melalui program Bu Darzi (Ibu Sadar Gizi). Program ini yakni dengan menyelenggarakan penyuluhan gizi dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan Balita. Program Bu Darzi ini bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara status gizi Balita, meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi dan kesehatan selain ibu. Selain itu juga meningkatkan ketrampilan kader Posyandu untuk menyadarkan ibu-ibu yang kurang tanggap akan pentingnya gizi. Acara yang diadakan di Balai Desa Pacul Kecamatan Talang dimulai pukul 08.00 s/d 11.30 Dihadiri 63 peserta, di antaranya 35 ibu-ibu dan 28 balita, termasuk di dalamnya ibu kader Posyandu wilayah setempat. Fauzi Ali Hudin, selaku wakil dari tim PKPU mengungkapkan, PKPU sebagai lembaga kemanusiaan nasional melaksanakan program Bu Darzi sebagai wujud kepedulian akan kesehatan masyarakat miskin, khususnya yang terkena gizi buruk. Sehingga penyaluran dana ZIS yang telah dihimpun dari masyarakat dikembalikan lagi untuk dimanfaatkan orang yang membutuhkan. Yaitu masyarakat miskin dan kaum dhuafa yang secara ekonomi sangat kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan. “Kegiatan ini sebagai wujud penyalurannya dengan mengadakan penyuluhan gizi yang ditujukan untuk ibu hamil dan ibu-ibu yang sedang memiliki Balita agar memahami serta sadar akan pentingnya kebutuhan gizi bagi kesehatan anak-anaknya. Selain itu juga membantu dengan memberikan makanan tambahan berupa susu kemasan. bagi mereka yang kondisi tubuhnya termasuk dalam kasus gizi kurang,” paparnya. Kepala Desa pacul Ahmad Zaeni menghimbau kepada ibu-ibu agar memperhatikan makanan yang diberikan kepada anak-anaknya, apakah mengandung nilai gizi ataukah tidak. Dia juga berharap kepada PKPU agar tiap tahunnya dapat terus bepartisipasi membantu dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat golongan bawah. Pelaksanaan penyuluhan gizi diisi Dr Fitriana, Kepala Puskesmas Kaladawa. Ada beberapa point penting yang disampaikannya. Pertama, manfaat gizi bagi ibu hamil dapat membantu tumbuh kembangnya janin agar tejadi secara sempurna dengan cara melengkapi nutrisi tubuh seperti, lemak, karbohidrat, dan mineral. Sehingga proses malahirkanpun dapat berjalan dengan baik. Kedua, gizi balita penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Oleh karena itu anak pada usia balita harus mendapat asupan gizi yang cukup. (gus)

SURADADI – Akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk melepas lelah. Salah satunya dengan berwisata, baik ke wilayah pegunungan maupun pantai. Tentu saja sejumlah obyek wisata pun ramai pada akhir pean. Seperti terlihat OW Purin Suradadi, pada akhir pekan kemarin. Ratusan pengunjung memadati obyek wisata yang berada di Jalur Pantura tersebut. Mereka yang berwisata ini kebanyakan ingin bermain air, atau menikmati pemandangan air laut. Hal ini otomatis menjadi berkah sendiri bagi para pemilik kapal wisata. Pasalnya, di harihari biasa maupun akhir pekan, wisata air dengan perahu tradisional ini kemarin terlihat padat. Pengunjung terlihat mengantri untuk bias berkeliling ke tengah laut dengan perahu wisata. Ya biaya yang tidak merogoh kantong banyak membuat wisatawan pun terus berjubel untuk bisa berkeliling ke laut. Karena hanya uang Rp 5 ribu saja, pengunjung bisa berkeliling ke laut sekitar 15-20 menit. “Akhir pekan ini memang berbeda dengan hari minggu lainnya. Sebab, akhir pekan ini jumlah pengunjung jauh lebih banyak dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya,”

kata Yanto, salah satu pemilik kapal wisata. Menurutnya, pendapatan dari wisata air ini menginjak pukul 09.00 WIB saja, pihaknya sudah berhasil mengantongi uang sekitar Rp 400 ribu. Padahal biasanya untuk bias mendapatkan uang Rp 100 hari saja sangatlah susah. “Ramainya pengunjung Purin pada pekan ini, kami melihat lantaran memang cuacanya sangat mendukung. Sebab cuacanya tidak begitu panas. Demikian dengan kondisi ombak yang nampak tenang. Sehingga, wisatawan sangat menikmati pemandangan laut,” jelasnya. Hal sama juga dikatakan Daryono, pemilik kapal wisata air lainnya. Dia menambahkan, selain pemilik kapal wisata, banyak juga pedagang di OW Purin yang merasakan ramainya pengunjung. Sementara salah satu penjaga loket Purin Bambang menambahkan bahwa pada pekan ini pengunjung OW Purin memang berbeda dengan akhir minggu-minggu ini. Dimungkinkan membludaknya pengunjung wisata air, lantaran selama ini cuaca yang kurang mendukung masih terjadi. Sehingga saat cuaca bagus masyarakat langsung memanfaatkan momentum tersebut. (gus)

Hasil Kerja Sama yang Baik Yang Tidak Lulus Ada UN Ulangan SLAWI - Pengumuman kelulusan tingkat SMA di Kabupaten pada Senin (26/4) kemarin, tingkat kelulusanya lebih meningkat 3 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. Yaitu dari 91 persen menjadi meningkat menjadi 94 persen. Hal ini dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Wahidin kepada Radar. wahidin mengatakan, hal ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dipkora), sekolah dan orang tua siswa. “Dengan kerja sama tersebut menjadikan tingkat kelulusan di Kabupaten Tegal lebih baik dari tahun sebelumnya, harapannya tahun depan harus lebih baik dari tahun ini juga. Selain itu, sebelum diadakan Ujian Nasional, Komisi IV DPRD juga selalu melakukan kordinasi persiapan ujian dengan Dipkora. Yang akhirnya terbukti ada peningkatan kelulusan yang cukup signifikan. “Kami bersyukur tingkat

kelulusan ini meningkat menjadi 94 persen, sekarang tinggal menunggu kelulusan tingkat SMP,” tandasnya. Sementara itu, banyaknya siswa yang tidak lulus, hanya bisa menanggis dan bersedih. Seperti terlihat di SMK Diponegoro Lebaksiu. “Kami malu mas, kami tidak lulus dan kami harus mengulang,” kata salah satu siswa yang tidak lulus dan tidak mau disebutkan namanya Menurut Kepala SMK Diponegoro Fatah Yasin, yang juga Ketua Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal mengatakan di sekolahnya terdapat 105 siswa dan yang tidak lulus karena gagal ujian nasional hanya ada empat siswa. Pihaknya tidak menyalahkan mereka dan hanya memberikan spirit untuk selalu belajar kembali, karena nantinya tetap ada ujian ulang pada tanggal 10 sampai 14 Mei 2010. ”Siswa yang tidak lulus dan melakukan ujian ulang akan kami drill atau latihan pendalaman pada mata pelajaran yang gagal di saat UN kemarin, dan ini sebagai pelajaran kami untuk betul-betul memberikan yang terbaik buat siswa pada tahun berikutnya,” ujarnya. (mg2)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BERKELILING - Pengunjung OW Purin tengah berkeliling dengan menggunakan perahu tradisional yang sengaja disuguhkan masyarakat setempat.

Stikes Bhamada Gelar Praktek Komunitas SLAWI - Sekolah Tinggi Kesehatan Bhakti Mandala Husada (Stikes Bhamada) Slawi menggelar praktek komunitas di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori kebidanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dikatakan kepala kegiatan, Rismanto SST, MKes, Senin (26/4) kemarin di Balai Desa Kabunan. Kata Rismanto, kegiatan ini diikuti sekitar 50 mahasiswa Stikes Bhamada dan beberapa dosen pembimbing selama satu minggu. Gelaran program ini diharapkan mampu membantu masyarakat terutama dalam hal kesehatan. Sehingga masyarakat akan lebih memahami apa itu kesehatan. “Ini salah satu bentuk pengabdian kami pada masyarakat. Makanya, selama satu minggu para mahasiswa Stikes bhamada kami terjunkan ditengah-tengah masyarakat. Keberadaan mereka disana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sehingga ilmu yang di dapat di bangku kuliah dapat di praktekan ditengah-tengah masyarakat,” akunya. Hal sama dikatakan Kepala Desa Kabunan, Slamet Riyanto. Katanya, selaku kepala desa maupun pribadi dirinya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dari 50 mahasiswa yang akan menjalani praktek ini,

akan dibagi di enam lokasi. Juga akan dibantu oleh kader kesehatan yang ada di tingkat desa. Sehingga, selain kader bisa menimba ilmu kesehatan, masyarakat juga dapat terlayani kesehatannya dengan gratis secara merata. “Kami mengucapkan terima kasih pada Stikes Bhamada yang telah memilih desa kami dijadikan tempat praktek. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan semakin menambah wawasan bagi masyarakat akan pentingnya kesehatan. Dan diharapkan, setelah kegiatan ini selesai masyarakat akan menjadi lebih memperhatikan faktor kesehatan ini. Makanya, kami bagi menjadi enam lokasi untuk kegiatan tersebut,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, H dr Widodo Joko

Mulyono melalui Sekretaris Dinkes H Djuwani EK SH MKes mengatakan, Dinkes menyambut baik kegiatan praktek komunitas Stikes Bhamada. Karena dengan demikian, mahasiswa yang sedang praktek diharapkan akan mampu menerapkan ilmunya di tengahtengah masyarakat. Sehingga kelak setelah selesai menimba ilmu, para mahasiswa tidak canggung dalam melakukan pengabdiannya pada masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berguna bagi semuanya. Baik bagi mahasiswa maupun masyarakat itu sendiri. Dinkes berharap, kegiatan positif yang diprogramkan ini dapat berkelanjutan. Sehingga dapat dirasakan oleh semuanya,” tandasnya. (guh)

YANVERA/RADAR SLAWI

BERDOA BERSAMA - Tamu undangan dan narasumber sedang berdoa agar pelaksanaan kegiatan praktek komunitas Stikes Bhamada berjalan lancar.


ENTERTAINMENT

SELASA 27 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

BARU-baru ini beredar di situs You Tube, trailer ‘Cowboys in Paradise’, film dokumenter yang menceritakan sepak terjang gigolo alias pria penghibur wanita di Bali. Kini, masyarakat Bali pun tengah geger dengan trailer tersebut. Film dokumenter itu pertama kali beredar di kalangan pengguna internet. Cuplikan berdurasi sekitar dua menit itu menggambarkan kehidupan dan aktivitas pemuda petualang cinta di Bali, khususnya Pantai Kuta. Sosok para pemuda ini berbadan atletis dan berkulit gelap. Sebagian besar juga berambut gondrong. Pokoknya penampilan mereka khas anak pantai yang piawai dengan olah raga bahari seperti berselancar. Bahasa asing mereka, terutama Inggris, lumayan lancar. Mereka terlihat sangat pe-

ngalaman dalam menarik perhatian para turis wanita. Dalam beberapa adegan, mereka terlihat sangat dimanja oleh para turis itu, seperti dipijat dan sebagainya. Amit Wirmani, yang menggarap film ini memberi tajuk filmnya ‘Cowboys in Paradise’. Para pemuda ini digambarkan memang bak para koboi yang menggoda para turis perempuan. Pria keturunan India itu tidak hanya menampilkan para gigolo, tapi juga menampilkan wawancara dengan salah satu istri gigolo tersebut. Wanita itu mengaku, suaminya kerap membawa turis wanita bule ke rumahnya. “Jika dia (suami) datang bersama tamu, saya tidak tidur bersamanya 1 atau 2 hari. Saya tidak mengapa,” tutur wanita tersebut sambil menggondong

anaknya yang masih kecil. KEBERATAN Beredarnya film tersebut tentu saja membuat panas warga Kuta. Mereka menolak dengan tegas, jika Pantai Kuta disebut sebagai surga seks bebas para gigolo. “Warga desa adat tidak setuju jika pantai Kuta disebut sebagai tempat seks bebas bagi para gigolo,” kata Ketua Satgas Pantai Kuta Gusti Ngurah Tresna, Senin (26/4). Tresna mengatakan bahwa masyarakat Kuta sangat dirugikan dengan film tersebut. Menurutnya, kawasan wisata Pantai Kuta menawarkan keindahan alam dan budayanya, bukan wisata seks bagi para wisatawan. “Keindahan itu yang kita tawarkan kepada tamu,” katanya. (djo/hkm)

KRISDAYANTI

”Gosip Aborsi Fitnah Terbesar Buat Saya” BEBERAPA waktu lalu, penyanyi Krisdayanti digosipkan terbang ke Australia untuk melakukan aborsi. KD pun menganggap gosip tersebut merupakan fitnah terbesar yang pernah diterimanya. “Ini merupakan fitnah terbesar buat saya,” ujar mantan istri Anang itu saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Terminal 2 E, Tangerang, Banten, Senin (26/4). Sampai saat ini, KD pun tidak mengetahui pihak yang menghembuskan gosip tersebut. Meski sakit hati, perempuan

yang pernah menjalin kasih dengan Raul Lemos itu tidak mau terlalu ambil pusing. “Kalau saya difitnah atau dikatai semoga dosa saya berkurang,” ucapnya. Gosip KD melakukan aborsi beredar sejak 19 April lalu. Ia pun membantahnya dengan membuat video perjalanannya selama berada di Negeri Kangguru. “Adik saya belajar tentang art, jadi kita tolong ambil gambar tentang perjalanan kita dan email ke mbak Elsie biar berita berimbang,” jelasnya. (hkm/hkm)

MARSHA TIMOTHY

Siap Perankan Pelacur ARTIS cantik Marsha Timothy yang ditemui di Studio Dahsyat saat menemani sang pacar, Fachri Albar tetap terlihat segar. Marsha yang sedang sibuk di FTV belum mau lagi terjun ke layar lebar dikarenakan sedikit memilih cerita dan karakternya. “Yah FTV aja, film belum ada

yang cocok karena sedikit memilih dalam cerita dan karakternya ya,” ujar Marsha di Studio Dahsyat, Jakarta Barat, Senin (26/4). Kekasih dari Fachri Albar ini menginginkan sebuah film yang berbau action dan drama, walaupun peran yang akan dimainkannya nanti sulit. “Pengennya action, drama

yang bener-bener drama dan buat aku semua peran sulit. Tapi yang pasti gimana kita bisa menguasai semuanya,” ungkap pemain film ‘Pintu Terlarang’ ini. Apakah Marsha siap bermain sebagai wanita nakal? Marsha pun mengiyakan dan tidak takut dengan imej jelek dirinya. (kpl/ gum/bun)

Gelar Lomba Guru Berprestasi dari halaman 3 Meski demikan, suasana tegang tersebut berubah gaduh seletah batas waktu lomba telah usai. Mereka tak jauh berbeda dengan siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan soal ujian. Penanggung Jawab Lomba Guru Berprestasi, Akhmad Subkhan SPd kepada Radar mengatakan, tujuan diadakannya lomba guru berprestasi tersebut adalah untuk mengetahui prestasi yang dicapai guru. “Prestasi tersebut meliputi aspek kemampuan pedagogik, kepribadian, profesionalisme, dan aspek sosial guru maupun peran serta atau sumbangsih guru kepada maasyarakat,” terang-

nya. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas. Subkhan mengaku, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memotivasi guru agar bisa meningkatkan kinerja, disiplin, dedikasi, loyalitas untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Kecamatan Dukuhturi. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi guru dalam meningkatkan pembelajaran terhadap peserta didik. “Ini agar antara guru dan siswa terjadi interaksi antar peserta

agar bisa saling tukar pengalaman,” tandasnya. Dalam lomba guru berprestasi ini, semua peserta harus memiiki persyaraatan yang telah ditentukan. Di antaranya memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1)/D4, aktif melaksanakan proses pembelajaran, praktik, bimbingan dan sonseling. “Dan juga belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin, dan juga menyusun portofolio,” tegasnya. Ia mengaku, bagi pemenang lomba ini, nantinya akan diikutkan dalam lomba guru berprestasi tingkat kabupaten, dan seterusnya. (cw3)

Yang Tidak Lulus pun Ikut Konvoi ... dari halaman 3 bermotor, itulah aksi yang terlihat pasca pengumuman Ujian Nasional untuk siswa SMA/SMK dan MA yang serentak diumumkan Senin (26/4) kemarin. Termasuk di Kabupaten Tegal sendiri, yang membuat aparat kepolisian melakukan sweeping terhadap mereka yang melakukan pesta kemenangan dengan membuat aksi yang mengganggu ketertiban umum. Dari aksi sweeping terhadap pelajar yang tengah melakukan konvoi, banyak ditemui anakanak yang masih duduk di kelas X, XI SMK, namun ikut dalam aksi coret-coretan. Bahkan ada pula siswa yang tidak lulus ujian pun ikut larut dalam pesta pelajar yang tengah merayakan pesta kelulusannya. Seperti pengakuan dari Agus (16) siswa SMK swasta di Kabupaten Tegal yang diketahui masih duduk di bangku kelas XI Otomotif. Warga asal Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal ini mengaku dirinya hanya ikut-ikutan saja dalam acara konvoi bersama dengan kakak kelasnya yang telah lulus. “Saya hanya diajak saja pak. Jadi, saya pun terpaksa ikut

coret-coretan baju, hingga konvoi di jalan,” terangnya. Agus menjelaskan, rekanrekannya yang satu kelas dengannya juga banyak yang ikut. Ya ini karena ajakan dari kakak kelasnya yang sempat mengajak adik-adik kelasnya. “Katanya untuk memeriahkan bersama. Dan mengetes akan solidaritas teman satu sekolahan. Karenanya, enggan disebut tidak solidaritas saya akhirnya ikut,” akunya. Hal sama juga dikatakan oleh Andreas siswa kelas XII di SMK swasta Kota Tegal, yang tidak lulus ujian. Ia mengaku memang dirinya sempat sedih, dan saat itu mengurung di rumahnya. Namun, saat merenung di rumah, rekan-rekannya terus menghampirinya. “Saya juga sudah pamitan dengan orang tua, kalau saya hendak diajak teman-teman untuk merayakan pesta kelulusan,” ungkapnya. Nasi sudah menjadi bubur, meski pemuda asal Dukuhwaru Kabupaten Tegal ini mengaku akan tetap meneruskan sekolahnya, tapi bajunya sudah dicorat-coret dengan pilok, bahkan sebagian kecil ada yang sobek. “Ya mungkin nanti saya akan beli baju baru lagi. Se-

dangkan baju ini akan dibuang,” terangnya enteng. Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal yang juga Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Slawi Dimyati SE MM menambahkan kalau peran sekolah dan orang tua menghadapi aksi coret-coretan sangat berperan. “Contohnya anak-anak didik kami, saat sekolah mengeluarkan pengumuman tidak ada siswa yang lulus langsung mencoratcoret bajunya. Sebab, si anak sudah berfikir kalau saat ini yang menjadi fokus adalah bekerja atau menempuh ke jalur tinggi. Karena, semasa duduk di bangku sekolah saja, anak-anak didik kami sudah mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan lain,” terangnya. Tidak hanya itu, dalam hal ini peran guru adalah terus berupaya berulang kali memberikan doktrin kepada anak-anak didiknya kalau manfaat dari aksi corat-coret tidak ada sama sekali. Dan ini terus didoktrin oleh para pendidik di SMK Muhammmadyah. Dan ternyata doktrin ini juga akhirnya berhasil hingga sekarang, setiap kelulusan anak didiknya tidak ada yang ikut konvoi. (*)

Disakiti Pacar, Sulit Minta Putus

AGNES MONICA

Film Dokumenter Gegerkan Bali

PENYANYI Agnes Monica pernah disakiti pria yang dulu dipacarinya. Saat masih pacaran dengan pria itu, Agnes mengaku sulit untuk minta putus. Cerita tersebut dibagi Agnes di sela-sela jumpa pers MTV Exit, di Hard Rock Cafe, Plaza EX, Jakarta Pusat, Senin (26/4). Penyanyi 23 tahun itu merupakan Duta MTV Exit. Ia akan mensosialisasikan kewaspadaan dan pencegahan perdagangan manusia. Di sela-sela penunjukkannya sebagai duta, Agnes berbagi sedikit cerita mengenai kehidupan pribadinya. Pelantun ‘Teruskanlah’ itu kini tengah jomblo. Hanya saja, kata Agnes, meski tidak punya pacar bukan berarti ia tidak beruntung. “Lebih tidak beruntung kalau punya pacar, tapi nyakitin kita terus,” tuturnya. Saat harus memutuskan kekasihnya yang kerap menyakiti itu, Agnes mengaku dihadapkan pada pilihan sulit. “Ini adalah pilihan yang sulit. Memutuskan sesuatu yang lain,” katanya. Di satu sisi ia ingin mempertahankan hubungan asmara itu, namun di sisi lain, sebagai perempuan, ia tidak mau disakiti terus. “Itulah suatu saat kita harus pintar. Mau sampai kapan harus begitu,” tukasya. (eny/eny)

Tagih Janji Disdukcapil dari halaman 3 Komisi I saja, ungkap Dakir, melihat persoalan ini sudah geram. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Kecuali, yang dilayani Disdukcapil hanya beberapa orang saja. Makanya, janji Disdukcapil yang menyanggupi akhir bulan April kebutuhan blangko akan terpenuhi ditagih. Kalau sampai akhir April blangko tersebut tidak juga terpenuhi, Komisi I me-

minta supaya penanggungjawab di sana diganti saja. “Kalau sampai akhir April tidak terpenuhi, kami minta pada bupati supaya kepala dinas diganti saja. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut, saya khawatir masyarakat akan kecewa. Saat ini saja masyarakat sudah resah, apalagi kalau sampai akhir April kebutuhan blangko tidak terpenuhi, kami tidak bisa bicara lagi. Mengingat saat-saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan

KTP, KK dan akte kelahiran untuk pendaftaran sekolah dan TNI serta bekerja. Cobalah Disdukcapil terketuk hatinya sehingga pengadaan blangko dapat teralisasi,” sambungnya. Empar hari lagi, ungkap Dakir, janji Disdukcapil akan berakhir. Mudah-mudahan kelangkaan balongko akan segera berakhir. Dan pada Disdukcapil, diharapkan benar-benar serius dalam mengupayakan blangko. Sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan dan roda pemerinta-

han dapat berjalan dengan lancar. “Komisi I akan terus mengawasi kinerja Disdukcapil karena ini menyangkut pelayanan publik. Kalau sampai masyarakat terbengkalai hanya karena blangko, sudah barang tentu akan menghambat segalanya. Makanya, kami berharap Disdukcapil dapat mengatasi persoalan ini. Sehingga persoalan yang menyangkut masyarakat banyak dapat segera teratasi,” ungkapnya. (guh)

selesai paling cepat hari ini. Untuk itu, pihak Dikpora saat ini belum bisa memberikan hasil tingkat kelulusan di masingmasing sekolah. “Sampai saat ini kami masih melakukan perincian data kelulusan di masing-masing sekolah, jadi untuk hari ini kami belum bisa memberikan keterangan tingkat kelulusan di ma-

sing-masing sekolah,” terangnya. Sementara itu, Panitia UN Kabupaten Tegal Waudin saat ditemui mengaku untuk UN tahun 2010 memang ada peningkatan. Bahkan untuk SMK diperkirakan akan kembali masuk 10 besar rata-arata kelulusan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. (cw3)

738 Siswa Tidak Lulus dari halaman 3 da para perserta didiknya, terutama bagi mereka yang menjadi peserta UN. Adanya siswa yanga tidak lulus dalam UN kali ini lebih disebabkan lantaran input dari siswa itu sendiri. “Saya kira faktor ketidaklulusan siswa lantaran kekurang-

mampuan siswa itu sendiri dalam memahami materi pelajaran atau karena memang input siswa yang kurang bagus,” terangnya. Dikatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan tahapan perincin terhadap data kelulusan di masing-masing sekolah. Diperkirahan perinciaan data tersebut baru akan

8 Siswa Ditilang, 18 Ditegur dari halaman 3 Menurutnya, secara umum pesta perayaan kelulusan di Kabupaten Tegal berjalan aman dan lancar. Sebab jumlah siswa yang tengah merayakan kelulu-

sannya dengan cara berkonvoi berjalan dengan tertib. “Sementara para pelajar yang tidak menggunakan helm maupun berboncengan tiga, langsung kami tilang. Di antaranya 8 pengendara langsung kami

tindak dan 18 pelajar lainnya hanya kami beri teguran saja,’’ beber Yuliantoro. Dalam pengamanan perayaan kelulusan ini, imbuh Kasat Lantas, pihaknya juga bersama unit lainnya, di antaranya dari

Intel, Reskrim dan Samapta. “Termasuk di antaranya sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari, kami juga terus melakukan patroli di jalan raya termasuk terus di sejumlah daerah rawan,” pungkasnya. (gus)

Bahasa Inggris Dianggap Momok dari halaman 3 berapa dari mereka bahkan sempat bersitegang dengan guru, lantaran dari pihak sekolah tidak mengizinkan siswanya melakukan aksi corat-coret setelah pengumuman. Meski sebagian besar dari siswa sekolah tersebut merasa senang dengan hasil yang telah didapat, namun hal itu tidak berarti bagi beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus UN. Saat Radar memantau proses pengumuman di sekolah, beberapa siswa bahkan sempat melinangkan air mata di hadapan teman-teman sekolahnya, lantaran tidak bisa lulus dalm UN tahun ini. Beberapa siswa yang tidak lulus tersebut bahka sempat ada yang pingsan lantaran tidak tahan mendengar

hasil UN. Lugi (45), salah satu wali murid yang saat itu berada di sekolah tersebut mengaku, setelah pengumuman oleh sekolah, beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus banyak yang menangis. Bahkan ada siswa yang sempat pingsan lantaran tidak siap dengan hasil yang didapat. “Suasana memang sempat mengharukan, pasalnya beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus banyak yang menangis, bahkan ada salah satu siswa yang sempat semaput. Mungkin karena mereka tidak siap dengan hasil ujian yang didapat,” katanya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Slawi Drs Herbisono melalui Panitia UN Drs Sudali mengatakan, untuk UN tahun

2010 ini di sekolahnya terdapat 346 siswa yang menjadi peserta UN. Jumlah tersebut terdiri dari 172 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan 174 siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dari jumlah tersebut, tambahnya, 60 siswa di antaranya dinyatakan tidak lulus ujian. Jumlah tersebut terdiri dari, 10 siswa dari jurusan IPA dan 42 siswa dari jurusan IPS. Sedangkan selebihnya, adalah siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah. “Untuk siswa yang tidak lulus dalam ujian sekolah memang ada 8 anak, mereka terdiri dari 5 siswa dari jurusan IPS dan 3 anak dari jurusan IPA,” tukasnya. Sudali mengaku, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus UN

masih memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan yang sesuai rencana akan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 14 Mei. Sementara, bagi mereka yang tidak lulus ujian sekolah juga memiliki kesempatan yang sama, yaitu mengikuti ujian ulangan yang akan dilangsungkan pada tanggal 3 sampai 6 Mei. Dikatakan, ketidak lulusan siswa di sekolahnya memang lebih banyak dipengaruihi rendahnya hasil ujian pada mata pelajaran (Mapel) bahasa Inggris. Padahal untuk mapel lainnya siswa-siswinya berhasil mendapatkan nilai yang cukup baik. “Rata-rata siswa yang tidak lulus tersebut lantaran mereka tersandung pada mapel bahasa Inggris,” pungkasnya. (cw3)


CMYK

SELASA, 27 APRIL 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

Serap Aspirasi Melalui Dialog Reses Niko Prakoso SLAWI - Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Niko Prakoso Senin (26/4) kemarin mengelar acara dialog bersama ratusan warga dari tiga kecamatan di kompleks perumahan Procot Slawi. Rsese itu juga dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal Hj Ayu Palaretin bersama Sekretaris Sukhaemi Annur serta sejumlah Ketua PAC mapun ranting se-kecamatan Slawi, Dukuhwaru dan Lebaksiu. Niko Prakoso menyatakan, sasaran utama dari acara dialog bersama warga adalah untuk menyerap aspirasi warga di tiga kecamatan tersebut. “Ini untuk menyerap aspirasi warga di bidang pembangunan sesuai

dari daerah pemilihan saya, yakni Dapil I,” ujarnya, kepada Radar Senin (26/40 kemarin usai menggelar acara. Selain menyerap aspirasi, menurut Niko, acara ini juga tujuannya untuk bersilaturohim seraya mendengarkan keluh kesah warga atas program pembangunan yang sudah dijalankan Pemkab Tegal. Karena dengan cara semacam inilah, dirinya dapat mengetahui secara pasti tentang kenyataan maupun permasalahan di lapangan. “Ini juga untuk mendegarkan keluh kesah warga atas segala apa yang telah diberikan Pemkab Tegal. lantaran saya menilai antara aspirasi dan keluhan warga harus diketahui secara jelas dan pasti. Sebab keduanya tidak bisa disamakan tapi juga tidak dapat dibedakan,” katanya.

Dengan gambaran semacam ini, jelas Niko, adalah yang dicarinya untuk dijadikan bekal kedepan dalam merumuskan program-program pembangunan. “Bekal inilah yang saya cari untuk diberikan kepada Pemkab Tegal,” tandasnya. Sementara itu, Irfan (34) salah seorang tokoh pemuda asal Slawi yang ikut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pada dasarnya tujuan dari kegiatan itu hanya untuk mengetahui kondisi yang dirasakan warga atas dampak program maupun kebijakan yang telah dijalankan Pemkab Tegal. “Materi dalam dialog hanya seputar kondisi warga dan keluh kesah warga maupun harapan serta keinginan warga ke depannya di bidang pembangunan maupun kesejahteraan,” timpalnya. (k1)

YANVERA/RADAR SLAWI

SERIUS - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Nursidik terlihat serius menerangkan sejumlah program pembangunan kepada warga saat reses di Kecamatan Adiwerna.a YANVERA/RADAR SLAWI

DIALOG - Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari FPD Niko Prakoso tengah berdialog dengan warga.

Pemkab Dimita Bangun Irigasi Pertanian LEBAKSIU - Petani di Desa Slarang Kidul Kecamatan Lebaksiu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengatasi kerusakan jalan dan jembatan desa, terutama permasalahan kesulitan air guna mengairi hektaran sawah mereka. “Potensi lahan pertanian di desa ini sangat bagus sekali, tetapi petani kerap kali terkendala sejumlah minimnya sarana parasarana dan kendala di lapangan,” kata anggota DPRD Kabupaten Tegal Sahyudin, Senin (26/4) kemarin, saat melakukan kegiatan reses kedua di wilayah desa tersebut. Kenyataan itu secara langsung, menurut Sahyudin, berpengaruh besar terhadap hasil pertanian. Hal ini tentunya membuat ekonomi warga yang mayoritas petani menjadi kembang kempis atau kurang optimal. “Untuk itu saya mengharapkan Pemkab

Tegal secepat mungkin menangani kondisi yang ada diwilayah desa ini. Baik itu memperbaiki kerusakan jalan dan jembatan maupun membangun irigasi modern untuk pertanian,” katanya. Antara pertanian dan infrastruktur desa, lanjut Sahyudin, merupakan satu rangkaian yang tidak mungkin terpisahkan. Sehingga maju mundurnya tingkat perekonomian warga desa Slarang Kidul Kecamatan Lebaksiu ada di tangan Pemkab dalam menggulirkan programprogram pembangunan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. “Saya minta Pemkab secepatnya tanggap dengan kondisi ini, supaya kesejahteraan warga bisa terus meningkat,” tandasnya. Hal senada diungkapkan Wardi (50) salah seorang petani padi warga sekitar, yang menilai kurang optimlanya hasil perta-

nian di desa Slarang Kidul. Menurutnya hal itu akibat dari minimnya dukungan Pemkab dalam mengatasi kendala dan permasalahan yang dihadapi petani. “Dari dulu Pemkab tidak pernah peduli dengan kondisi petani di sini. Dan hal itu bisa dibuktikan dengan tidak pernah direalisasikannya pembangunan irigasi pertanian yang sudah lama diinginkan petani,” timpal Wardi. Momentum reses anggota DPRD Kabupaten Tegal ini, lanjut Wardi, petani mengharapkan anggota dewan dapat menjembatani keinginan petani dan warga. Supaya segala kerusakan infrastruktur desa dan sarana pertanian dapat diperbaiki dan dipenuhi dalam waktu singkat. “Saya minta anggota dewan dapat memperjuangkan hakhak kami supaya dipenuhi Pemkab,” pungkas Wardi. (k1)

Ratusan Siswa Ikuti Konvoi Rayakan Kelulusan SLAWI- Setelah pengumuman hasil ujian nasional tingkat SMA/SMK di masing-masing sekolahnya Senin (26/4) kemarin, ratusan siswa-siswi terlibat aksi corat-coret pakaian seragamnya. Mereka juga melakukan konvoi sepeda motor di sepanjang Jalan Raya Slawi, yang dimulai dari bunderan GBN. Aksi ratusan pelajar itu, pantauan Radar, masih terlihat bebas, meskipun di beberapa

lokasi ada aparat kepolisian yang mengawal dan mengawasi aksi tersebut. Namun petugas tidak sampai membubarkan konvoi itu. S|alah satu siswa dari SMA Bakti Praja yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan konvoi ini dilakukan karena hasil pengumuam hasil ujian nasional ternyata lulus, dan mereka ingin mengekspresikan rasa syukurnya dengan mencorat-coret baju dan konvoi ini. “Kami lulus, kami lulus,” teriaknya.

Berbeda dengan Eko (18), siswa SMKN 2 SLawi Pertanian yang mengatakan, kelulusan itu tidak harus melakukan konvoi dengan motor-motoran di tengah jalan. Menurutnya, di samping mengganggu pengguna jalan, dia juga takut kalau dibubarkan polisi. Bukanya rasa syukuri yang didapat dengan konvoi, tapi malah dibubarkan atau ditilang polisi atau jatuh dari kendaraan. “Dari pada digebugi mending kami sujud syukur aja, yang penting saya lulus,” katanya. (mg2)

Pengguliran Program Tidak Rumit ADIWERNA- Permasalahan rumitnya pengguliran program bantuan sosial, pembangunan irigasi pertanian, talud, pavingisasi, drainase, jembatan dan lainnya pada dasarnya sangat mudah. Kalau saja para pemangku kepentingan dapat menomorsatukan kepentingan masyarakat dan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun golongan. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Tegal Nursidik di hadapan ratusan warga dan simpatisan kader PDIP saat reses di Kecamatan Adiwerna, Senin (26/4) kemarin. Menurut Nursidik, pada dasarnya proses pelaksanaan program tidaklah serumit dan semolor yang selama ini terjadi

di wilayah ini. Karena dilihat dari kaca mata birokrasi professional, hal itu sangat mudah untuk dilaksanakan. “Semua pelaksanaan program yang sudah digulirkan Pemkab Tegal tidak rumit dan tidak lama. Tapi dibikin rumit dan lama oleh aturan birokrasi,” ujarnya. Kondisi ini memaksa warga untuk berfikir singkat, yakni menyudutkan pihak-pihak terkait melalui selintingan, mulai dari ketidakpedulian, sudah lupa janji atau lainnya. Padahal kalau dicermati secara seksama, kenyataan itu tidaklah benar seratus persen, lantaran harus melewati banyak-banyak aturan yang tidak boleh dilanggar. “Untuk itu saya minta kepada warga khusunya di Kecamatan

Adiwerna, Dukuhturi dan Talang dapat memahami kondisi ini secara nyata dan jelas. Agar tidak terjadi saling tuding dan tuduh. Sebab selaku wakil rakyat akan selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan golongan,” kata Nursidik. Untuk masalah belum terealisainya semua program-program pembangunan di wilayah ini, jelas Nursidik, tidak menjadi sebuah masalah besar. Dikarenakan dirinya dalam waktu dekat bakal selalu berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait di lingkungan Pemkab untuk secepatnya menyelesaikannya. “Saya akan terus mendesak dan menegur para pemangku

kepentingan dalam hal ini instansi terkait di lingkungan Pemkab, untuk selalu mengedepankan kepetingan masyarakat di atas kepetingan pribadi maupun golongan,” tandasnya. Dan langkah-langkah ini jelas sekali memerlukan dukungan penuh dari warga di bidang pemberian masukan mulai kritikan, saran, keluhan dan aspirasi terhadap pembangunan desa maupun kinerja Pemkab Tegal. “Saya harap warga tidak usah takut dalam memberi masukan kepada Dewan. Dan untuk aspirasi seperti bantuan traktor, pembangunan jembatan, talud, drainase dan UKM akan saya perjuangkan sekuat tenaga untuk dapat direalisasikan,” tambahnya. (k1)

Tingkat Kelulusan Meningkat SLAWI - Tingkat kelulusan siswa SMA/SMK di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, tingkat kelulusan siswa SMA/SMK mencapai 94 persen, naik tiga persen dibanding tahun lalu yang hanya 91 persen. Hal ini dikatakan Ketua DPRD, Rojikin AH, Senin (26/4) kemari di Radio Pertiwi saat acara Parlementaria. Rojikin berharap, kenaikan prosentase ini diharapkan mampu dipertahankan, bahkan kalau bisa harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi. Sehingga, dari tahun ke tahun tingkat kelulusan akan selalu mengalami peningkatan. Dan itu tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik antara sekolah dengan orang tua wali murid. “Kami selaku pribadi maupun kelembagaan mengucapkan

terima kasih pada Dinas Pendidikan dan Olahraga. Karena pada tahun ini tingkat kelulusan mengalami peningkatan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemacu semangat bagi seluruh pengelola pendidikan di Kabupaten Tegal. Terutama, para pendidik dan orang tua wali murid yang telah mengawasi anaknya dengan baik,” akunya. Dengan prestasi itu, lanjut Rojikin, diharapkan semua pegiat pendidikan tidak cepat puas. Tapi justru dengan kenaikan prestasi ini akan menambah pemicu pada semua untuk lebih berprestasi lagi. Sehingga Dinas Pendidikan dan Olahraga akan mampu berbicara di tingkat Jawa Tengah. “Mudah-mudahan saja prestasi ini dapat dipertahankan. Dan jangan lupa, kebehasilan ini adalah keberhasilan pemerintah Kabupaten Tegal dalam

bidang pendidikan. Sehingga menjadi tanggungjawab bersama untuk mempertahankannya,” sambungnya. Hal sama dikatakan anggota Komisi IV, Nico Prakoso. Anggota dewan dari Fraksi Demokrat ini menyambut baik keberhasilan Dinas Pendidikan dan Olahraga yang telah mampu meningkatkan prestasi pendidikan. Hanya saja, Nico berpesan pada seluruh pengelola sekolah supaya mengarahkan agar siswa yang lulus tidak melakukan konvoi di jalanan. karena selain mengganggu pengguna jalan, juga dapat membahayakan dirinya sendiri. “Saya minta tolong pada pengelola sekolah untuk mengawasi siswanya yang lulus agar tidak melakukan konvoi. Lebih baik melakukan syukuran dalam bentuk sujud syukur, sama seperti saat akan meng-

hadapi ujian. Sehingga akan lebih bermanfaat bagi semuanya,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV, Wakhidin BA berharap agar Dinas Pendidikan dan Olahraga lebih giat lagi meningkatkan prestasi di dunia pendidikan. Paling tidak, Dikpora mampu berbicara di tingkat Jawa Tengah. Tahun lalu, Dikpora masuk peringkat tiga dari bawah, sehingga ini mengundang keprihatinan bersama. Dan dengan peningkatan prestasi ini, diharapkan peringkat pendidikan Kabupaten Tegal berada di papan tengah. “Kami akan terus mengawasi pendidikan supaya cita-cita kita berada di deretan tengah prestasi pendidikan di tingkat Jawa Tengah tercapai. Dan kami yakin itu dapat tercapai kalau kita memiliki visi dan misi yang sama,” ungkapnya. (guh)


METRO TEGAL

4

SELASA 27 APRIL 2010

RADAR TEGAL

SEREMONI

Pasar Lama Segera Dibongkar Warga Minta Dijadikan Masjid

ADI MULYADI/RATEG

SERAHKAN PIALA – Wali kota menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Krenova pada uapacara HUT otonomi daerah, Senin (26/4).

Wakili Pemkot ke Provinsi DALAM minggu terakhir Maret lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menggelar lomba krenova. Kegiatan diikuti oleh kelompok atau individu seluruh masyarakat. Dari hasil penilaian dinobatkan sebagai Juara I adalah Andas Sutrisno, dengan karya mesin perontok sisik ikannya. Kemudian Juara II diraih Utoyo Susanto, dengan karya modifikasi sistem pelumasan mesin diesel pada penggerak kapal ikan tradisional type outboard. Sedang Juara III kembali diboyong Andas Sutrisno, dengan karya mesin milling vertikal ukir kayu. Para pemenang mendapatkan hadiah piala, piagam, dan uang pembinaan, diserahkan langsung Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya. Pemberian hadiah dilaksanakan pada saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah ke-14. Di pendopo Ki Gede sebayu Balaikota, Senin (26/4). Kabid Data Analisa Penelitian dan Pengembangan Bappeda, Chabibah, mengatakan, kegiatan lomba krenova ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan kepada masyarakat. Baik secara individu maupun kelompok. Yang mampu menemukan dan menciptakan inovasi kreatif di bidang Iptek. Sehingga bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya. “Lomba ini kali pertama diselenggarakan. Pelaksanaanya pada 25 sampai 30 Maret lalu. Dengan jumlah penemuan mencapai 10 karya,” katanya. Penemuan tersebut diantaranya mesin perontik sisik ikan, mesin miling vertikal ukir kayu, reverse osmosis, dan alat pengupas biji kacang hijau. Kemudian becak motor, trainer pneumatic (pengangkat bola), modifikasi sistem pelumasan mesin diesel pada penggerak kapal ikan tradisional tipe outboard. Serta miniatur lift tiga lantai, alat pengering pakaian ekonomis. Chabibah menambahkan, kategori bidang peghargaan terdiri dari pertanian, pangan, serta energi. Selanjutnya bidang kesehatan, rekayasa dan manufaktur kelautan. “Kemudian perikanan, kerajinan dan industri rumah tangga. Serta kemasyarakatan dan kemanuasian. Tim penilai lomba dari beberapa unsure. Antara lain Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Koperasi UMKM perindag, Bapermas KB. Kemudian Unversitas Panca Sakti dan Bappeda,” imbuh dia lagi. Kriteria penilaian meliputi kreativitas, inovasi, nilai tambah, dampak ekonomi, ilmiah, kaidah umum dan berkelanjutan. Para pemenan akan diajukan pada lomba krenova tingkat Provinsi Jateng. “Penilaian lomba tingkat Provinsi Jateng, rencananya akan dilaksanakan pada 27 April.” (adi)

PERISTIWA

M SAEKHUN/RATEG

SAMPAIKAN ASPIRASI - Warga menyampaikan aspirasi soal Pasar Kimpling dalam reses Hj Khurotul Janah.

Konvoi Kelulusan Dibubarkan PENGUMUMAN hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/ SMK/MA, Senin (26/4) disambut suka cita para pelajar. Usai dinyatakan lulus, pelajar disejumlah sekolah di Kota Tegal langsung mengadakan coratcoret baju sebagai ungkapan kebahagiaan. Usai mencorat-coret baju, secara bergerombol pelajar mengadakan konvoi menggunakan sepeda motor berkeliling sejumlah ruas jalan. Akibatnya, setiap kali melintas di jalan, lalu-lintas menjadi macet karena pelajar berkendaraan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya. Konvoi terlihat di beberapa ruas jalan seperti Jalan Kolonel Sudiarto, Setia Budi, AR Hakim, Tentara Pelajar, Werkudoro, Hangtuah dan sebagainya. Selanjutnya, mereka berkumpul di bberapa titik seperti Gedung Olahraga (GOR) Wisanggeni, Pantai Alam Indah (PAI) dan sebagainya menjadi pusat konsentrasi pelajar yang berasal dari sejumlah sekolah. Aparat kepolisian terlihat berjaga di sejumlah titik dan menghalau agar konvoi tidak melintas di jalan-jalan protokol sehingga tidak mengganggu lalu-lintas. Karena sebagian peserta konvoi terlihat nekad, terpaksa aparat mengambil tindakan tegas dengan membubarkan konvoi dan peserta konvoi berlomba menyelamatkan diri dari kejaran petugas. Riyanti (17), pelajar SMA

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

DIHALAU – Petugas membubarkan konvoi pelajar di Jl Arjuna sebelum masuk ke GOR Wisanggeni.

swasta di Kota Tegal, mengatakan, dia sengaja mencorat-coret baju dan berkonvoi menggunakan sepeda motor sebagai bentuk kebahagiaan karena dinyatakan lulus UN. Tetapi, konvoi tersebut dilakukan dengan cara kucing-kucingan dengan petugas yang berjaga di sejumlah prempatan dan patroli di beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul. Saat melintas di jalan dan bertemu pelajar dari sekolah lain yang juga mengadakan konvoi, dia dan rekanrekannya langsung bergabung sehingga jumlahnya semakin bertambah. Sebelum sampai di kompleks GOR Wisanggeni, dia dan puluhan pelajar terpaksa membubarkan diri karena dihadang pe-

tugas yang meminta agar dia dan seluruh peserta konvoi kembali ke rumah masing-masing. “Setelah petugas pergi, kami berkumpul kembali dan melanjutkan konvoi,” katanya. Hal senada diungkapkan Wildan (18). Menurutnya, konvoi sepeda motor setelah dinyatakan lulus merupakan tradisi dan selalu dilakukan dari tahun ke tahun. Meski harus berhadapan dengan petugas, dia tidak merasa gentar karena dilakukan bersama-sama dengan teman-temannya. Setelah berkeliling kota, dia brencana akan menuju PAI dan kembali melakukan aksi coratcoret baju hingga sore hari. “Kalau tidak ada konvoi dan corat-coret baju, rasanya kelulusan kurang berkesan,” terangnya. (gun)

Data SP Sangat Vital HERMAS PURWADI/RATEG

MISTERIUS - Dias Saputra tertidur di ruang tamu menahan nyeri, usai menjalani khitan secara ajaib.

Diyakini Dikhitan Jin, Kiai Anggap Sempurna FENOMENA aneh sempat menggegerkan warga Jl Sultan Hasanudin RT 04/RW 02 Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan. Ini menyusul adanya bocah berusia tujuh tahun yang memperlihatkan kemaluannya pada ibunya, lantaran terasa gatal. Sang ibu dan tetangga dekat kaget melihat kemaluan sang bocah yang sepertinya lazim baru menjalani khitan. Sang bocah itupun sempat diperiksakan ke mantri sunat dan dibawa ke kiai setempat. Keduanya mengakui si bocah telah mengalami khitan secara sempurna. Kejadian bermula ketika Dias Saputra (7), siswa kelas satu MI Nurul Huda Keturen sempat menyusul ibunya yang membuka usaha warung kopi tak jauh dari rumahnya, Jumat (23/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Putra sulung dua bersaudara pasangan Dulwahid (35) dan Umiyati (25), warga Jl Sultan Hasanudin No. 7 RT 04 RW 02 Keturen itu memperlihatkan kemaluannya pada sang ibu yang terasa gatal. “Saya kaget melihat kemaluan sang bocah yang sepertinya baru saja disunat. Saya tanya pada dia apakah baru mengikuti sunatan massal disekolah. Namun si bocah mengatakan tidak. Dia baru saja pulang sekolah dan langsung ke warung,” terang ibu korban, Senin (26/4) kemarin. Kejadian ini sempat mengundang perhatian sejumlah warga yang siang itu hendak menjalankan salat Jumat. Petang harinya, si ibu mencoba memeriksakan anak ke mantri sunat dan juga mantri kesehatan yang bertugas di RSUI Singkil. Oleh sang mantri kemaluan si bocah dicoba untuk diluruskan seperti sedia kala. Tak berselang lama, kemaluan itu kembali menunjukkan wujud seperti baru saja menjalani khitan. Sang ibu tak habis pikir. Dia berupaya konsultasi ke ulama setempat. Tak berselang lama Ustad Syaifuddin mendatangi rumah si bocah dan meyakinkan si bocah telah menjalani khitan secara sempurna. “Malam harinya sesuai anjuran kiai saya menggelar tasyakuran khitan secara sederhana,” terangnya. (her)

BADAN Pusat Statistik (BPS) dalam waktu dekat akan mendata seluruh warga Kota Tegal dalam program Sensus Penduduk (SP) 2010. Ternyata hasil pendataan itu sangat dibutuhkan berbagai instansi, entah itu pemerintahan atau lembaga lainnya. Walikota Tegal, Ikmal Jaya, mengatakan, data SP yang akan dilakukan BPS bakal dibutuhkan oleh semua instansi. Seperti PLN, Telkom dan lainnya bahkan pemerintah sendiri. Dia berharap data sensus penduduk bisa secepatnya di terima. “Data sensus penduduk sangat penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan. Karenanya saya menekankan agar dalam pengambilan data dilakukan secara baik dan benar,” tegasnya dalam sambutannya pada sosialiasi SP di Ruang Adipura, Senin (26/4). Namun, lanjut Ikmal, permasalahan pendataan, jangan

ADI MULYADI/RATEG

SOSIALISASI – Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya (kedua dari kiri) meminta semua instansi di lingkungannya mendukung penuh pelaksanaan SP.

sampai seperti pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menimbulkan banyak kericuhan. Hal itu disebabkan, banyak warga yang seharusnya masuk dalam data base keluarga tidak mampu tapi justru tidak terdata.

Guna menghindari data-data yang tidak valid, dia meminta masyarakat memberikan data sebenar-benarnya. Kepala BPS, Eddy Prawoto, menuturkan, SP dilaksanakan serentak, mulai 1 hingga 31 Mei mendatang. (adi)

PRO kontra keberadaan pedagang di lokasi Pasar Kimpling lama terus bergulir. Bahkan, sebagian warga meminta agar bangunan eks pasar dibongkar dan dijadikan lahan untuk pembangunan masjid. Pasalnya, secara resmi Pemerintah Kota (Pemkot) telah membangunan pasar baru di Kelurahan Bandung. Ini disampaikan warga Kecamatan Tegal Selatan, saat pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Tegal, Hj Khurotul Janah. Ketua RT 5 RW 3, Casmun, mengatakan, permasalahan pedagang pasar kimpling terus bergulir, bahkan terus terjadi tarik ulur. Namun, semuanya kembali pada ketegasan Pemkot, karena sudah dibangunkan pasar baru Pemkot harus tegas membongkar eks pasar kimpling. Sebab keberadaanya juga membuat permasalahan ini tak akan selesai, dan memicu konflik berkepanjangan. Soal akan dimanfaatkan untuk apa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot. ”Soal apa pemanfaatanya, kami harapkan jadi sarana publik. Sehingga keberadaanya bermanfaat bagi masyarakat

banyak,” kata Casmun. Hal senada diungkapkan Salafudin dan Richanah, mereka setuju eks pasar kimpling untuk dibongkar, karena keberadaanya sangat menganggu arus lalu lintas. Namun untuk pemanfaatannya, pihaknya mengusulkan untuk dijadikan masjid. Pasalnya, didearah tersebut cukup jauh dari masjid. Selain itu. untuk lebih mensyiarkan agama Islam. “Kami yakin, kalau dimanfaatkan untuk masjid tidak ada warga yang menolak. Dari pada tidak pernah selesai, lebih baik secepatnya Pemkot membongkar eks pasar kimpling dan dibangun masjid,” ungkapnya. Hj Khurotul Janah menegaskan, pihaknya minta semua pihak untuk bersikap, saat ini Pemkot dan DPRD sedangkan mencarikan solusi terbaik. Pihaknya yakin Pemkot tak akan menyengsarakan warganya, buktinya Pemkot telah membangunkan pasar baru. Soal putusannya apa, saat ini masih dalam proses kajian. ”Terkait usulan warga, apakah pasar harus dipertahankan atau dibongkar telah kami rangkum. Selanjutnya hasilnya akan kami laporkan pada pimpinan DPRD, untuk dilanjutkan kepada Pemkot,” tegas Khurotul Janah. (hun)

Stop Izin Karaoke! UNTUK menekan maraknya pembukaan tempat karaoke, yang ternyata banyak berfungsi ganda, Pemkot Tegal diminta menghentikan pengajuan perizinan karaoke. Sedangkan untuk menekan penyalahgunaan izin, Pemkot dan DPRD diminta untuk melakukan razia. Ketua RT 05 RW 03 Kelurahan Panggung, Muktafan, dalam reses anggota DPRD, Teguh Iman Santoso, mengatakan, akhir-akhir ini pembukaan tempat karaoke dan warnet sangat marak di Kota Tegal. Bahkan sampai saat ini, mungkin jumlah karaoke sudah hampir 10. Kalau sepintas keberadaannya membuat ramai kota, tapi dalam realisasinya banyak karaoke yang beroperasi tak sesuai izin. Sehingga ada beberapa karaoke yang berfungsi ganda, jadi tempat mesum terselubung. Karenanya, pihaknya minta Pemkot melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) dan instansi terkait lainnya untuk tidak mengeluarkan izin tanpa alasan apapun. ”Karena banyak tempat karaoke yang beralih fungsi, maka kami minta tegas, menindak penyalahgunaan izin tempat karaoke. Bahkan kalau memang pelanggarannya fatal, kami minta agar izinnya dicabut. Karenanya, sambil menunggu hasil razia kami minta Pemkot menghentikan perizinan tempat karoke,” kata Muktafan. Hal senada diungkapkan

Zaeni, keberadaan tempat karaoke justru membuat masyarakat resah, karena maraknya tempat karaoke justru muncul budaya dugem. Dan ini nyata-nyata merusak moralitas generasi muda, yang mudah terombang-ambing. Selain itu, pihaknya minta razia terhadap warnet untuk tetap dilanjutkan. Karena banyak warnet yang membuat bilik-bilik, dan dimanfaatkan oknum untuk tempat mesum. Sehingga pihaknya minta agar semua warnet dilarang membuat bilik-bilik. kalaupun ada batasan sifatnya hanya sekat saja dan terbuka. ”Selain masalah tempat karaoke dan warnet, kami juga minta ada penertiban warung lesehan yang diindikasikan jadi tempat transaksi perumpuan. Itu justru akan memperburuk citra Kota Tegal, sebagai kota yang selama ini terkesan religius,” ungkapnya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Teguh Iman Santoso, menyatakan, soal penghentian izin tempat karaoke, pihaknya secara kelembagaan akan berkoordinasi dengan SKPD terkait dilingkungan Pemkot. Sebab pemegang kebijakan izin ada di tangan Pemkot, DPRD hanya bersifat melakukan pengawasan. Sedangkan soal razia penyalah gunaan izin tempat karaoke, pihaknya akan meminta Komisi III DPRD Kota Tegal mengundang para pengusaha tempat karaoke, untuk mengklarifikasi soal perizinannya. (hun)


SAMBUNGAN

SELASA 27 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

Kondisi Warungpring Memprihatinkan Jalan Utama Rusak Parah Asli Pemalang Lho DR KUN-Agus Khosim karena wong asli Pemalang. 02845855xxx DR KUN-drs Agus Khosim karena wong asli Pemalang lho. 087882886xxx DR KUN-Agus Khosim karena wong asli Pemalang loh. 087830588xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 081316101xxx DR KUN-Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 087877073xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho? 081902561xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 087830639xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 087733514xxx DR KUN-Drs.Agus Khosin karena asli wong Pemalang lho. (31 SMS) 083861630xxx DR KUN-Drs Agus khozim karena wong asli Pemalang. 0812281951xxx

WARUNGPRING – Jalan Desa Warungpring, tepatnya di Dukuh Gombong, Kabupaten Pemalang, kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, jalan sepanjang 1 km sebagai jalur ekonomi dan pemerintahan warga itu kondisi rusak parah, sehingga banyak dikeluhkan oleh warga karena jalan sulit dilalui oleh kendaraan. Kepala Desa (Kades) Warungpring Saeful Azam menuturkan, jalan desanya yang terletak di Dukuh Gombong sebagai jalur ekonomi warga untuk menuju Dukuh Karang Tengah kondisinya sangat memprihatinkan, sebab jalan tersebut mengalami rusak parah. ’’Akibat jalan itu rusak, warga sering mengeluhkannya. Sehingga warga terpaksa harus cari alternatif jalan yang bisa dilalui kendaraan, meskipun jaraknya jukum jauh hingga 5 km lebih,” tandas Saeful kepada Radar kemarin (26/4).

Langgar Aturan, Pelajar...

DR KUN karena Agus asli wong Pemalang. 02845800xxx DR KUN-Drs Agus Khozimn wong asli Pemalang lho. 081805973xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 085642843xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho. 087771139xxx DR KUN-Drs Agus Khozim karena wong asli Pemalang lho? 081803994xxx DR KUN-Drs Agus Khozim wong asli Pemalang. 081911577xxx

dari halaman 9 Sosialisasi ini juga sudah diteruskan sekolah ke siswasiswa kelas XII, agar mereka menghindari konvoi di jalan. Salah satu guru yang menjemput siswa tertangkap mengatakan, siswanya sudah berungkali diingatkan agar tertib berlalulintas dan saat merayakan kelulusan UN tidak melakukan konvoi dengan melanggar aturan lalulintas. Namun, lanjutnya, beberapa dari siswa tersebut tetap bandel dengan melakukan konvoi dan akhirnya tertangkap. Padahal,

Bapermas KB Blusukan dari halaman 9 08.00 WIB tersebut menggandeng Unit Pelaksana Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (UPKBPP) Kecamatan Petarukan dan Puskesmas setempat. Dalam kegiatan ini, 40 pelajar SMP Negeri 1 Petarukan juga diberikan pemahaman akan bahaya penyakit menular seksual, kehidupan keluarga bagi remaja, dan pencegahan serta penanggulangan napza, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. ’’Jangan sampai terlintas sedikitpun untuk memakai narkoba, karena sekali memakai berarti masa depan Anda dipertaruhkan,” tandas Sujarwo AMd dari Puskesmas Petarukan saat menyampaikan materinya. Dijelaskannya, pengguna narkoba pada awalnya adalah adanya rasa penasaran dan ingin coba-coba. Namun, begitu sekali mengkonsumsi, yang terjadi adalah rasa penasaran yang lebih besar lagi. Dari sini, lanjutnya, obatobatan narkoba sudah mulai menjeratnya secara perlahan, sebelum akhirnya menjadi kecanduan. Karena narkoba atau

napza merupakan bahan atau zat yang bila masuk ke tubuh nantinya akan mempengaruhi cara berfikir, bertindak, dan menyikapi suatu masalah. Pengguna narkoba, lanjut Sujarwo, biasanya akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkannya. Karena dalam otaknya sudah ada perasaan bahwa dengan mengkonsumsi narkoba akan dapat menghilangkan rasa sakit dan menghilangkan perasaan takut. Jenis narkoba ini meliputi morfin, ganja, mariyuana, kokain, dan heroin. Sedangkan psikotropika, lanjutnya, ada amfetain, ekstasi, sabu-sabu, pil koplo, dan lainnya. ’’Kalau ditawari sesuatu dari orang yang tidak dikenal, jangan mau ya?” ucap Ketua UPKB-PP Kecamatan Petarukan Ir Eko Ari Palupi mengawali materi selanjutnya. Dia berpesan, para pelajar hendaknya tetap mengedepankan jatidirinya sebagai pelajar. Yakni, dengan mengikuti seluruh proses pembelajaran di sekolah, serta mengisi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler pada sore harinya. Kalaupun ada waktu luang, kata

Menurut Saeful, jalan yang kondisinya rusak itu, selain sebagai jalur ekonomi warga, juga sebagai jalur pendidikan dan pemerintahan warga desanya. ’’Kondisi jalan rusak terjadi sejak lama. Kurang lebihnya sudah puluhan tahun sejak dibangun melalui program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 90-an hingga sekarang belum juga diperbaiki,” ungkapnya. Dijelaskannya, jalan sepanjang 1 km itu merupakan sarana trasportasi yang sangat vital bagi warga desa. Sebab, lanjutnya, banyak potensi hasil pertanian. Baik padi, buah-buahan salah satunya duren, petai, dan lainnya yang akhirnya menghambat petani untuk memasarkan hasil produksinya ke pasar. ’’Mereka kerepotan saat panen, sebab harus memikul hasil panennya. Karena jalan sulit dilalui kendaraan. Parahnya lagi, jalan yang susah dilalui kendaraan juga sering menjadi penyebab kecelakaan.

Eko, hendaknya digunakan untuk kegiatan yang bersifat positif. Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Petarukan Sarno SPd MPd kepada Radar mengungkapkan, pembinaan narkoba yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bagi anak didiknya merupakan kegiatan yang sangat positif. Karena, menurutnya, selain memberikan pemahaman akan dampak dari penggunaan narkoba, sekaligus sebagai shock terapy akan bahayanya pergaulan pelajar sekarang. ’’Pembinaan memang dikhususkan bagi 40 anak yang dikenal bandel,” terang Susno kepada Radar di sela-sela pembinaan kemarin. Seluruh siswa yang mendapatkan pembinaan tersebut, diambil secara acak dari masingmasing kelas yang ada. Yakni, dengan referensi dari guruguru sekolah yang setiap hari mengajar, karena guru lebih m e n g e t a h u i p e r a n gai dan sikap anak didiknya saat menerima pelajaran. Referensi juga didapatkan dari guru BK SMP N 1 Petarukan, tempat share anak didik ketika tengah menghadapi suatu masalah. (cw2)

sebagai langkah antisipasi eforia ini, Polisi telah melibatkan guru-guru sekolah untuk mengatasinya. Secara umum, eforia kelulusan UN 2010 di Pemalang berbeda dengan eforia pada tahun-tahun sebelumnya. Konvoi kendaraan siswa-siswa hanya terjadi di kampongkampung dengan menggunakan kendaraan berknalpot blombong serta berbonceng tiga. Beberapa dari mereka memanfaatkan situasi ini untuk berdekat-dekatan dengan kekasihnya yang juga samasama lulus UN. Sementara, di kota konvoi tidak terjadi selain yang dilakukan oleh pelajarpelajar yang tertangkap tersebut. (ali)

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

RUSAK PARAH – Warga terpaksa harus mendorong sepeda motornya karena ruas jalan sulit dilalui kendaraan akibat jalan rusak parah.

Talud Rusak, PKL Diminta Geser dari halaman 9 Satpol PP membolehkan mereka menempati lokasi baru di seberang jalan, yakni di sebelah utara jalan tersebut yang dinilai lebih aman, karena taludnya tidak rusak. Sosialisasi yang dilakukan oleh satu regu Satpol PP ini berjalan dengan lancer, dan PKL memahami serta mau mematuhi arahannya. Mereka bersedia untuk pindah ke lokasi lain sesuai petunjuk. ’’PKL membutuhkan kesiapan

untuk pindah, karena beberapa dari mereka masih baru. Sehingga kami memberi batas waktu sampai tanggal 10 Mei 2010,” tambah Subiyakto. PKL ini semula berjualan pada saat musim arus mudik dan balik Lebaran. Usai Lebaran, PKL ini mengemasi tenda-tendanya dan tidak berjualan lagi. Seiring perkembangan jaman dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja, mereka akhirnya bertahan untuk tetap berjualan dengan mengandalkan kon-

sumen sopir-sopir truk yang melintas. Dampaknya, truk bermuatan berat parkir di bahu jalan, hingga taludnya tak mampu menahan beban dan rusak. Mereka mengetahui adanya kerusakan talud jalan tersebut, namun nekat berjualan di atasnya dengan membangun gubukgubuk panggung. Sehingga karena situasi itulah, sebagai antisipasi kerusakan yang lebih parah dan demi keselamatan PKL, mereka diminta pindah. (ali)

Jumlah Anggota Baleg Berubah Sekolah-sekolah dari halaman 9 perubahan komposisi anggota Baleg tersebut. ’’Semula hanya lima orang, sesuai dengan tatib yang baru jumlah anggota baleg jumlahnya disesuaikan dengan jumlah komisi dan fraksi,” kata dia baru-baru ini.

Jumlah tersebut bisa mencapai sebelas orang atau dua belas orang, melihat kondisi yang terjadi dalam waktu dekat ini. ’’Kita masih konsentrasi dengan pemilihan anggota BK yang sudah dilaksanakan kemarin termasuk memilih ketuanya, kalau sudah final baru

masalah Baleg dibahas,” tandas dia. Sebelumnya diberitakan, ditetapkannya tata tertib DPRD beberapa badan yang ada mengalami perubahan jumlah anggotanya. BK disusutkan menjadi lima orang, dan baru saja dilakukan pemilihan. Mereka yang terpilih adalah Sutono dari

FPDIP, Suristo dari FPKB, Wijo Purnomo dari FD, Masruhin Ahmadi dari FPG, dan Khodori dari FPPP. Dari kelimanya memilih ketua, dan terpilih Sutono. Namun yang bersangkutan mengundurkan diri, sehingga tampil memimpin BK DPRD Kabupaten Pemalang Wijo Purnomo. (ali)

Lulus 100 Persen, 46 Siswa Diterima PTN dari halaman 9 kelas XII-1) dan Raditya Eka Hermana (siswa kelas XII IPA1). Masing-masing memperoleh nilai 54,20 dan 51,10. Sedangkan prestasi siswa lainnya yang tidak kalah mentereng, yakni nilai 10 untuk Mata Pelajaran Kimia yang diraih Didik Indra Mustofa (siswa kelas XII IPA-4) Hal ini disampaikan Kepala SMAN 1 Comal Drs Supaat MPd saat memberikan sambutan dalam penyerahan hasil UN di aula sekolah setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh

seluruh orangtua siswa kelas XII yang berjumlah 351 orang. Dengan rincian, jurusan IPA 193 siswa dan 158 siswa dari jurusan IPS. Dikatakan dia, sudah menjadi rahasia umum bahwa menyekolahkan anaknya di SMA adalah sekolah yang mencetak para pemimpin bangsa. Karenanya, setelah menyelesaikan pendidikan SMA, orangtua hendaknya bisa meneruskannya ke jenjang perguruan tinggi. ’’Bagaimana bapak-ibu, apakah sanggup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi?” kata Supaat disambut kata sanggup oleh ratusan orangtua

siswa yang memenuhi aula. Sementara, Komite Sekolah H Agus Salim dalam sambutannya mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya menekan biaya pendidikan di SMAN 1 Comal. Yakni, dengan mengefektifkan dan mengefisienkan berbagai sarana dan prasarana yang ada. Meski begitu, bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan peningkatan fasilitas untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM) anak didiknya. Karena, menurutnya, untuk dapat mencapai prestasi yang lebih baik, kelengkapan fasilitas

juga memberikan andil yang sangat besar dalam prosesnya. ’’Menekan biaya sekolah, bukan berarti berkurangnya fasilitas penunjang siswa dalam belajar,” tandas dia. (sumitro)

PERTAMA DI DUNIA, Jadikan Ponsel anda MESIN ATM pribadi, untuk segala jenis transaksi, Bukan MLM dan bukan Money Game. http:// www. k a r t u p u l s a . c o m / 2234561589 Hub. 0284-5803000 SMS: 0813 2687 3333.


CMYK

SELASA, 27 APRIL 2010

MENUJU G1-G2 RADAR TEGAL

10

SPTI Masih Independen PEMALANG - Pemilukada yang tahapannya sudah sampai pada penyerahan DP4 dari Bupati ke KPU masih disikapi biasa saja oleh sebagian elemen masyarakat. Di antaranya adalah Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) Petarukan yang pengurusnya mengaku belum tersentuh oleh calon bupati-wakil bupati manapun. Ketua SPTI Petarukan Pranoto mengemukakan sampai Senin (26/4) organisasinya masih

independen. “Sampai sekarang kami belum tergiring ke calon bupati-wakil bupati manapun,” kata dia. Mengenai adanya rumor yang mengatakan SPTI sudah tergiring ke calon tertentu dia membantahnya. SPTI Petarukan lanjut Pranoto beranggotakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor transportasi. Mereka adalah para tukang ojek, sopir angkutan umum, angkutan ba-

rang dan awaknya. Dengan anggota berlatar belakang pekerja transport tersebut SPTI Petarukan merupakan kekuatan massa yang cukup besar. Pranoto juga belum menentukan kebijakan organisasinya menghadapi Pemilukada ini. “Kami belum memikirkan apaapa, yang perlu diketahui adalah SPTI sampai saat ini belum mendukung pasangan calon bupati-wakil bupati manapun,” tandasnya. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

CEK LAPANGAN - Komisi C DPRD Pemalang saat mendatangi salah satu penyalur pupuk bersubsidi untuk mengetahui pengaruh kenaikan HET pupuk.

Komisi C Panggil Penyalur Pupuk Bersubsidi

SUMITRO/ RADAR PEMALANG

RAMAI – Road Show Pasar Senggol CAM yang digelar di Pasar Comal, ramai dipadati konsumennya, Senin (26/4) kemarin.

Tawarkan Paket Spesial Serba 500 Ribu Road Show Pasar Senggol CAM COMAL – Road Show Senggol Pasar yang digelar Comal Abadi Motor (CAM) di Pasar Comal Senin (26/4) kemarin, berlangsung meriah. Ratusan warga yang biasanya beraktifitas di Pasar Comal, merasa penasaran dengan gelaran musik dangdut yang dihelat CAM dalam upayanya mendekatkan diri dengan konsumen Honda. Berbagai hadiah menarik yang disediakan CAM, dari jaket, tas, kaos, payung, jam, gelas, semakin menambah antusias pengunjung Senggol Pasar untuk meraihnya. Apalagi hadiah tersebut bisa diperoleh secara cuma-cuma alias gratis, yakni dengan mengikuti berbagai permainan dan tantangan yang telah ditetapkan CAM. “Road Show Pasar Senggol Comal Abadi Motor, menawarkan paket program spesial 500 ribu bisa membawa pulang sepeda motor Honda baru,” terang Kepala Cabang CAM, Robertus Danacandra, melalui Rr Lenny Indrihapsari, kepada Radar. Paket spesial serba 500 ribu, kata dia, adalah program tergress dari CAM. Dimana paket ini berlaku untuk unit motor Absolute Revo 110 yang belakangan sangat digemari masyarakat karena lebih ngirit dan handal, serta dengan performance baru yang lebih ramping. Selain itu, paket spesial serba 500 ribu juga memberikan potongan angsuran yang sangat menarik. Yakni dengan mendapatkan potongan satu kali angsuran sesuai dengan jangka

CMYK

waktu yang diinginkan pada saat membeli. “Kepuasan konsumen adalah kebanggaan CAM, karenanya berbagai upaya untuk mendekatkan konsumen melalui berbagai program akan terus kami lakukan,”tandas Lenny. Diungkapkan dia, gelaran Road Show Pasar Senggol di Pasar Comal merupakan gelaran terakhir. Karena sebelumnya, CAM yang mempunyai tiga pos penjualan masing-masing di Kantor Pusat CAM Jalan Jendral Sudirman BlandongComal, Kecamatan Ulujami, dan di Kecamatan Taman tersebut juga telah mengadakannya di Pasar Majalangu - Watukumpul, dan Pasar Sruwet-Sidokare.

Dimana dalam dua gelaran sebelumnya, antusiasme konsumen Honda sebagaimana di Pasar Comal turut memeriahkan rangkaian promo serba 500 ribu. (cw2)

PEMALANG - Komisi C DPRD Pemalang kembali mendatangi sejumlah penyalur pupuk bersubsidi untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk. Mereka menjumpai sejumlah penyalur menjual sesuai dengan ketentuan pemerintah dan sosialisasi dari penyalur ke pengecer pupuk. Komisi berencana akan memanggil para penyalur itu untuk rapat dengar pendapat. Komisi C yang melakukan kunjungan kerja kali ini cukup lengkap, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggotanya turut serta dalamkegiatan tersebut. Ketua Komisi C Ujiyanto MR memimpin rombongan ini ke Toko Sumber Makmur II di komplek Pasar Petarukan. Mereka ditemui pemiliknya Ny Fahrudin. “Kami hanya ingin mengetahui apakah ada keluhan dari petani dengan adanya kenaikan harga pupuk tersebut dan pada

tingkat harga berapa pupuk itu dijual,” kata dia dalam kunjungan tersebut Senin(26/4). Dari kunjungan tersebut diperoleh keterangan bahwa penyalur pupuk mematuhi ketentuan peraturan pemerintah. Dia mengetahui pemerintah memberikan toleransi harga pupuk sebesar lim apersen dari HET. Namun demikian dalam menjual pupuk jenia Urea produk Pusri tidak mengikuti toleransi melainkan sesuai ketentuan HET yakni sebesar Rp 1600 per kilogramnya. “Semula harganya Rp 1200, sesuai ketentuan pemerintah kami menjualnya Rp 1600 dan petani tidak kaget atau komplain,” kata pemilik toko. Sedangkan toleransi penjualan yang lima persen itu pemilik toko mengetahuinya dari berita di televisi Sementara stok pupuk bersubsidi di wilayah penyalurannya diakui dalam kondisi aman dan mencukupi. Penyalur ini

sudah menyosialisasikan ke pengecer-pengecernya agar tidak menjual pupuk ke petani yang bukan anggota kelompok. Alasannya kalau dijual bebas kuotanya terancam tidak menyukupi karena pupuk bersubsidi dijual berdasarkan rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK). Dalam kunjungan tersebut, Komisi menjelaskan, lembaganya akan mengundang para penyalur resmi pupuk bersubsidi untuk dengar pendapat. Jadualnya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar para penyalur ini bisa hadir yakni di waktu mereka senggang. Dengar pendapat akan dikemas sebaik mungkin agar suasana menjadi baik dan aspirasi masyarakat mengenai pupuk bersubsidi akan terserap. Sebelumnya diberitakan Radar perwakilan PT Pupuk Sriwidjaya Risman mengemukakan, kenaikan HET pupuk ini diberlakukan mulai Jum’at(9/4) ber-

dasarkan SK menteri pertanian. “Ada kenaikan HET mulai dari Rp 400 per kilogram hingga Rp 700 kilogram berdasarkan SK Mentan nomer 32 tahun 2010 ini,”kata dia. Sementara HET terbaru berdasarkan SK Mentan tersebut adalah untuk pupuk urea Rp 1.600 per kilogram, SP 36 Rp. 2000, ZA Rp 1400, NPK Phonska Rp 2300, NPK Pelangi Rp 2300, NPK Kujang Rp 2300, dan pupuk organik Rp 700. Kenaikan HET ini menurut Risman karena terjadinya pengurangan subsidi pada APBN 2010 ini. Semula pemerintah menganggarkan subsidi pupuk mencapai Rp 17 triliun. Sekarang hanya dianggarkan Rp 11 triliun saja karena kondisi keuangan negara. Selain itu pengawasan distribusi pupuk oleh pemerintah pusat terhadap dirinya juga semakin ketat semenjak mencuatnya beberapa kasus yang merugikan negara. (ali)


Radar Tegal 27 April 2010