Page 1

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SABTU, 23 JANUARI 2010

Sengaja Tak Sidik Boediono

INDEKS Mentan Minta Ikmal Tanggap HAL. METROPOLIS

Korban Tuntut Pengembalian Dana HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Rois Faisal Siap Bersaing HAL. PEMALANG

Hari Gini Nggak Punya HP??? HAL. XPRESI

Susno Ungkap Lewat Dokumen

APA MANING...

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

TUNJUKAN BB - Agus Aviv menunjukkan bukti laporan polisi termasuk buku rekening Bank BCA untuk bisa mendapatkan uang pengganti Rp 81 juta yang sebelumnya amblas dibobol pelaku kejahatan melalui rekening ATM.

ATMDibobol,NasabahTegal Kehilangan Rp 81 Juta SLAWI - Kasus pembobolan rekening melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang kini sedang marak di sejumlah kota besar rupanya bukanlah kasus baru. Agus Taviv Hasibuan (45) warga Jalan Cempaka No 4 Desa Pakembaran Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal ini justru menjadi korban pembobolan pada 31 Oktober

IBNU TAUFIK JR/RADARJOGJA

NAIK KERETA - Bonek memenuhi badan kereta melintas di Stasiun Lempuyangan saat akan tour ke Persib Bandung kemarin.

Bonek Bikin Ricuh di Solo Terjatuh dari KA, Satu Suporter Tewas SOLO - Suporter Persebaya, Bonek, benar-benar nekat. Meski komisi disiplin (komdis) PSSI telah menjatuhi sanksi larangan mendampingi laga away Perse-

baya selama dua tahun, ribuan suporter tetap berangkat ke Bandung dengan menumpang KA Ekonomi Pasundan kemarin. Mereka berniat menyaksikan laga Persebaya melawan Persib di Stadion Jalak Harupat, Bandung, hari ini (23/1). Aksi suporter semakin nekat

dengan berdiri di atap dan memenuhi lokomotif KA Pasundan. Saat kereta berhenti di Stasiun Madiun, petugas gabungan dari Polresta, Polsuska, TNI dan karyawan stasiun berusaha melarang ulah itu. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Malahan, para ke hal 19 kol 4

ke hal 19 kol 4

SEMOK

Sikapi Kesepakatan Bogor, DPR Pecah

Anya Dwinov Nostalgia Cinta Pertama JAKARTA Kembali ke sekolah setelah 12 tahun berlalu, Anya Dwinov merasakan nostalgia cinta pertama. Tapi, cinta pertamanya saat itu sebatas mengagumi, tidak sampai memiliki. Sekolah juga mengingatkan dirinya pada kasus bullying yang pernah dialami. ke hal 19 kol 1

JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji terus memicu kontroversi. Kali ini, melalui dokumen yang diserahkan ke Pansus Hak Angket Bank Century, Susno mengaku bahwa polisi sengaja tidak menyidik mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, karena yang bersangkutan menjabat wakil presiden. Dokumen tersebut diungkap oleh Anggota Pansus Maruarar Sirait menjelang berakhirnya rapat pansus pada Kamis malam hingga Jumat pukul 01.00 dinihari kemarin (22/1). “Dokumen ini sangat penting sebagai pijakan pansus untuk melangkah,” ujarnya dalam rapat pansus yang menghadirkan empat saksi ahli tersebut. Sebelum mengungkap dokumen tersebut, Maruarar sempat meminta kepastian ijin dari pimpinan rapat, Mahfudz Siddiq, apakah dokumen itu boleh dibuka. Setelah Mahfudz memberi ijin, Maruarar pun membacakan kutipan dari dokumen yang diserahkan Susno Duadji pada Pansus Hak Angket Rabu lalu (20/1). “Bareskrim Polri memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus bailout Rp 6,7 triliun karena salah satu anggota KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) menjadi wakil presiden, sehingga akan terjadi kehebohan jika langsung disidik. Padahal, sebenarnya tidak terlalu sulit membuktikan adanya korupsi dalam bailout Rp 6,7 triliun,” kata Maruarar. Dokumen yang dimaksud Maruarar adalah dokumen yang dibuat oleh Susno Duadji pada 27 November 2009, atau tiga hari menjelang dirinya dilengserkan dari kursi Kepala Bareskrim Mabes Polri. Di bagian atas laporan terdapat tulisan : MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN RESERSE KRIMINAL. Adapun laporan itu diberi judul : LAPORAN PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA BANK CENTURY DAN UPAYA PENELUSURAN ASSET. ke hal 19 kol 1

Priyo Anggap Marzuki Bypass

ABROR RIZKI/RUMGAPRES

PERTEMUAN - Presiden SBY didampingi Wapres Boediono hari Kamis (21/1) pagi melakukan pertemuan dengan para pimpinan lembaga-lembaga negara di Istana Bogor.

JAKARTA - Kesepakatan Bogor yang diambil antara presiden dan lembaga tinggi negara membuat pimpinan DPR terbelah. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai kesepakatan yang diambil di Istana Bogor itu tidak mengikat

kepada institusi DPR secara keseluruhan. Kesepakatan tersebut, tutur Priyo, hanya mengikat Ketua DPR Marzuki Alie. “Kami menghormati presiden mengundang (DPR, Red). Namun, sangat disayangkan, Pak Ketua DPR tidak pernah mengajak bicara,” tutur Priyo kepada wartawan di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (22/1). ke hal 19 kol 4

Kisah Zuhaidi, TKI yang Lolos dari Hukuman Gantung di Malaysia

Kenyang Disiksa, Setahun Lebih Tunggu Pengampunan Raja Zuhaidi bin Asnawi dijatuhi vonis gantung di pengadilan Malaysia. Itu terjadi setelah TKI (tenaga kerja Indonesia) asal Lombok Barat tersebut dinyatakan terbukti membunuh majikannya. Tapi, nasib baik masih berpihak kepadanya. Setelah mengajukan banding, dia akhirnya bisa lolos dari hukuman mati. LAPORAN: ZULHAM M SUDAH sepekan lebih Zuhaidi

berkumpul dengan keluarganya di Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. “Saya sudah 10 tahun berpisah dari saudara-saudara. Karena itu, saya sangat rindu dengan kampung halaman,” kata pria 30 tahun itu kepada Jawa Pos. Pria yang akrab disapa Adi itu mengatakan, puncak rasa sedihnya lepas ketika menginjakkan kaki di Bandara Selaparang, Mataram, Sabtu sore lalu (9/1). Itu adalah kali pertama dia menghirup udara di tanah kelahirannya setelah hampir delapan tahun merasakan dinginnya penjara negeri jiran. “Saya serasa lemas dan langsung sujud syukur begitu tiba di bandara,” kenang dia.

Pria lajang itu memang sejak sepuluh tahun silam merantau ke Malaysia. Ibundanya, Inaq Zakiyah, kata Adi nyaris pingsan begitu melihat dirinya turun dari pesawat. Sejumlah keluarga Adi, terutama yang perempuan, juga turut terisak. “Wah, pokoknya sedih sekali. Tapi, kini sudah tidak lagi karena kangen sama pelecing (masakan khas Lombok, Red) sudah terobati,” ujarnya bercanda. Dia lantas menceritakan kronologi perjalanan hidupnya selama di negeri orang. Adi bekerja di Malaysia sejak 1996 di sebuah perkebunan sawit. Setelah empat tahun bekerja, tepatnya pada ke hal 19 kol 1

LOMBOK POS/JPNN

LOLOS - Zuhaidi bin Asnawi, 29, TKI asal Lombok Timur ketika tiba di kediamannya pekan lalu.

Nok Slentik Bonek Bikin Ricuh di Solo * Apa kudune bubarna bal-balane? Sengaja Tak Sidik Boediono * Ora nekad kaya bonek!

CMYK


WACANA

2

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Revolusi Politik Cak Nur Oleh: Sukandi AK. Mashadi

Pegawai atau Go Freedom Oleh: Muh. Abduh DALIPAN paling senang melihat, memperhatikan, atau mendengarkan seseorang yang berhasil membangun bisnis dari nol. Ya sukses berwiraswasta. Dan di daerah ini, wiraswasta menjadi ruh penghidupannya. Sampai-sampai ada yang masih berpegang teguh dengan kalimat, “sekolah duwur-duwur nggo apa, sing penting bisa nggolet duit.” Dan itu bukan omong kosong. Banyak warga yang hanya tamatan SD, tinggi-tingginya SMP, bisa memiliki usaha yang cukup berhasil. Ukurannya, rumah bagus, punya mobil, dan esih enom wis mangkat kaji. Konon plus jare, dahulu..ya kira tahun tujuhpuluh sampai delapanpuluhan, jarang sekali warga di daerah ini melirik jadi guru atau PNS. Mereka yang menjadi guru dan pegawai di daerah ini kebanyakan berasal dari wetan. Mereka kontrak dan hidup sederhana. Tak jarang, untuk menakut-nakuti anak gadisnya, seorang ayah yang wiraswata suka bilang, “wis tak bojokna karo guru bae!” Itu dulu dan jare wong-wong tua. Seperti biasa, saat libur, Dalipan berkeliling naik sepeda. Ia memasuki desa-desa yang begitu hidup dengan home industrinya. Tiap desa seperti menjadi sentra usaha yang khas. Ada desa yang banyak warganya yang usaha seputar kulit, desa khusus usaha makanan ringan dengan produk antor, pilus, dan jajanan khas lainnya. Dalipan merasakan begitu nikmat ketika mendengar suara-usaha mesin home industri. Suara mesin jahit, mesin bubut, atau besi-besi yang berdentingan terasa menambah hidup kian dinamis. Tiap rumah, di belakang, di samping atau di depan, menjadi tempat usaha. Berbagai macam usaha. Ada yang membikin senapan, kubah masjid, asesoris motor, berbagai peralatan dapur, kuningan regulator, sampai pengolahan limbah timah. “Hebat-hebat nemen usahane wong kene. Ajib pokoke!” Dalipan kadang ikut ngiler melihat keberhasilan mereka. Seringkali ia ingin lepas dari pekerjaan selama ini, yang mengikat hari-harinya. Dalipan ingin seperti pengusaha asesoris motor itu. Meski tidak tamat SD, ia mampu memproduksi asesoris motor untuk dikirim ke Jakarta. Dalipan ingin seperti lelaki muda yang menggeluti usaha pengolahan limbah timah. Lelaki yang tidak tamat SD mampu mendatangkan limbah Timah dari Bangka dan mengolahnya. Atau setidak Dalipan juga ingin seperti haji pemilik toko itu, yang sudah memiliki banyak cabang. Mereka inilah yang sudah go freedom. Bebas mengatur waktu kerja, waktu beristirahat, dan bisa menentukan kemana mau berlibur. Bahkan bebas menentukan pendapatan yang tak terbatas. “Karyawan atau pegawai sih apa, diatur kabeh. Duite ya wis samono tok. Kecuali pan sabet kana kene! Pan njaluk tambahan gaji ya dilawani demo sampai mogok makan,” kata Dalipan. “Iya seh, tapi aku ora nduwe jiwa wirausaha.” Begitu kata orang yang belum apa-apa menyerah bila harus berwiraswasta. Berbeda dengan mereka para pelaku usaha home industri. Mereka tak kenal putus asa. Keberhasilan mereka bukan tanpa perjuangan. Bukan tidak menghadapi berbagai rintangan yang selalu menghadang. Hanya kesabaran dan ketekunan saja yang bisa mengantar mereka ke gerbang sukses. Mereka juga jeli melihat peluang. Yang lebih mengagumkan lagi, ketika usaha sudah tergusur zaman, mereka sangat inovatif untuk membuka usaha yang lebih prospektif. Mereka memang gigih dan tak kenal menyerah. Itulah jiwa wirausaha. “Sing lulusan SD be bisa, apa maning sampeyan sing sarjana. Mestine bisa o. Aja ngomong ora bisa bisnis. Saiki dicoba sih.” Kenyataannya, pemerintah mencatat masih banyak lulusan pendidikan tinggi yang bergantung menjadi karyawan dan pegawai. Bahkan rela menganggur kalau belum menjadi karyawan atau pegawai. Pengangguran terdidik pun akhirnya tinggi. Pemerintah akan menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja di sektor formal maupun informal. Jare Ciputra, indonesia dinilai belum ketinggalan dalam memperkenalkan pendidikan kewirausahaan. Sebab, Amerika baru 20 tahun terakhir memiliki universitas yang kurikulumnya menerapkan kewirausahaan. “Dadi tetep kudune sekolah duwur, tur bisa nggolet duwit. Bila perlu menciptakan lapangan kerja buat yang lain. Ngger wis pada sugih, ati-ati njukut duit ngganggo ATM-me. Bokan kena skimming,” ujar Dalipan. “Apa kue skimming?” “La kue, wong sugih ngger ora sekolah duwur ya kaya sampeyan. Ora ngerti skimming kan?” (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, alm) satu saat mengatakan bahwa karut marutnya persoalan bangsa ini bukannya makin sedikit, tetapi justru bertambah banyak. Persoalan bertambah akibat pemimpin yang ada saat ini kurang berani. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan pemimpin pemberani untuk meluruskan kekeliruan bangsa ini. Pernyataan Gus Dur senada dengan pernyataan keprihatianan kalangan pemuda yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus (PMII, HMI, IPNU, GMNI, GMKI, PMKRI, Hikmabudhi), bahwa untuk mengatasi berbagai masalah bangsa Indonesia harus dipimpin oleh orang yang kuat dan tegas. Pernyataan Gus Dur mengingatkan penulis pada gagasan ‘Revolusi Politik’ Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur, alm.). Cak Nur menyatakan, “Disebabkan oleh demikian besarnya masalah bangsa kita, dan demikian rumitnya persoalan yang dijalaninya, maka jalan mengatasinya memerlukan suatu tindakan besar bangsa, suatu gebrakan dahsyat yang secara moral bernilai sepadan dengan revolusi (moral equivalent of a revolutio.)” (2002) Cak Nur juga menegaskan, “Yang kita perlukan dalam kondisi negara seperti ini adalah seorang pemimpin yang memiliki komitmen dan berani mengambil inisiatif tingkat tinggi.” (EKSEKUTIF, 2003) Bang s a I n d o n e s i a m e s t i memperhatikan pemikiran Gus Dur dan Cak Nur ini. Ahli Politik-Militer Dr. Salim Said berpendapat, “Ada dua orang sangat penting yang memberi sumbangan pemikiran dari masyarakat Islam kepada Indonesia sejak kita merdeka, saya kira Nurcholish Madjid dan Gus Dur. Mereka yang menciptakan pemikiran baru mengenai tempat masyarakat Islam dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik. Lebih jauh Gus Dur mencoba menerapkannya dalam pemerintahan yang sedang ia pimpin. Saya kira itu kontribusi besar dalam kehidupan

berbangsa dan bernegara seabad terakhir.” (Panji Masyarakat, 2000) Oleh karenanya, penulis mencoba menelaah pemikiran “Revolusi Politik” nya Cak Nur, karena sedemikian relevan topik kepemimpinan ini bagi penuntasan krisis bangsa Indonesia—betapapun Cak Nur & Gus Dur telah meninggal dunia. Ba g i s e b a g i a n k a l a n g a n (post-tradisional), gagasan Cak Nur mengenai ‘Revolusi Politik’ boleh jadi diragukan, bahkan dianggap non sense. Ini bisa dipahami sekurangnya dengan dua sebab. Pertama, karena pemikiran politik Cak Nur, stagnan, bahkan involusi—seiring dengan pemikiran Islamnya secara umum. Warna pekat borjuisme pemikiran Cak Nurlah yang tampil (Nur Kholik Ridwan, Islam Borjuis dan Islam Proletar [2002] & Pluralisme Borjuis [2000]) Kedua, pemikiran politik Cak Nur tidak pernah ditindaklanjuti pada gerakan aksi, terlebih revolusioner. Pemikirannya berhenti pada tataran wacana/gagasan/konsepsi. Bahkan pemikirannya di zaman Orde Baru menunjukkan penilaian positifnya kepada pemerintahan Orde Baru. Cak Nur melakukan politik ‘akomodasi’ dan ‘legitimasi teologis’ terhadap kebijakan Orde Baru tentang ‘depolitisasi Islam’ dan ‘de-ideologisasi’ pada awal dekade 1970-an (Dr. Masykuri Abdillah, 1999). Tetapi bagi sebagian kalangan punya sikap berbeda. Azyumardi Azra misalnya, justru punya dua catatan penting terkait dengan pemikiran politik—orasi refleksi akhir tahun 2000 & abad ke-21—Cak Nur. Pertama, Azra menangkap Cak Nur tetap optimis, bahwa meski menghadapi ancaman disintegrasi bangsa dan negara, Indonesia akan dapat keluar dari krisis ini, dan tidak akan tercabik-cabik seperti Yugoslavia. Kedua, Cak Nur memberikan warning kepada pemerintahan—saat itu— Gus Dur, bah-

wa masa ‘bulan madu’ mulai berakhir, ditandai munculnya kembali ketidaksabaran di kalangan bangsa terhadap penyelesaian masalah-masalah yang ada. EMPAT CATATAN SIGNIFIKAN Penulis menangkap semburat cahaya nurani dari refleksi Cak Nur di atas, ketika Cak Nur kemudian menulis dan membacakan refleksi akhir tahun 2002 di bawah judul “Kebebasan Nurani, Demokrasi dan Masa Depan Bangsa.” Sekurangnya ada empat hal penting yang sepatutnya kita apresiasi secara serius. Pertama, Cak Nur menjadi optimisprogresif, ditandai dengan pandangannya tentang keharusan rekonsiliasi dan konsensus nasional sebagai langkah kongkret; memaafkan yang terjadi di masa lalu, lalu dengan tegas diletakkan garis batas agar kesalahan masa lalu jangan sampai terjadi ladi, sesuai dengan ajaran agama (taubatannasuha). Kedua, Cak Nur bahkan revolusioner—‘dengan menimbang sedemikian besar masalah bangsa dan rumitnya persoalan yang dijalani’—dan memandang jalan mengatasinya memerlukan tindakan besar bangsa, suatu gebrakan dahsyat yang secara moral bernilai sepadan dengan revolusi. Ketiga, kendati demikian, Cak Nur memandang gebrakan dahsyat itu memerlukan legitimasi prosedural-demokratis, mengikuti kelaziman-kelaziman konstitusi, hukum, aturan dan konvensi-konvensi. Keempat, Cak Nur menggarisbawahi perlunya legitimasi keteladanan dan kesediaan para pemimpin untuk tegak berdiri di barisan terdepan dalam pengorbanan kepentingan pribadi dan golongan sendiri. Tampak di sini, di satu sisi Cak Nur mulai tidak sabar terhadap gerak langkah reformasi pemerintahan (saat itu, Megawati) yang begitu lamban dan lembek di tengah permasalahan bangsa begitu gigantik nan

akut. Cak Nur tidak hanya progresif, tetapi juga revolusioner, hingga perlu mencomot ide para penggagas “potong satu generasi” sebagai satu langkah resolusinya. Akan tetapi di sisi lain, terbaca betapa Cak Nur masih ambigu. Ketika menggagas gerak revolusioner Cak Nur tetap menggarisbawahi bahwa semua itu tetap dilakukan secara prosedural-demokratis, mengikuti kelaziman konstitusi. Neo-Sufisme Cak Nur Enam halaman pertama refleksi Cak Nur banyak memaparkan tentang kebebasan nurani dan demokrasi dengan sepuluhan ayat-ayat Al-Qur ’an untuk melegitimasi pemikirannya. Namun, Cak Nur tidak satupun mengutip ayat Al-Qur’an ketika memasuki gagasannya tentang gebrakan dahsyat yang secara moral bernilai sepadan dengan revolusi—dan tak ada formulasi komprehensif tentang gagsan ini. Bukankah Cak Nur seorang teolog Muslim? Apakah Cak Nur menghindar dari teologisasi dan memilih sebentuk “revolusi modern”? Budhy Munawar-Rahman, penulis beberapa volume buku Ensik l o p e d i a N u r c h o l i s h Madjid menulis, bahwa inti pemikiran keagamaan Cak Nur adalah tasawuf atau tepatnya neo-sufisme. Ada lima inti faham neo-sufisme Nurcholish Madjid. Pertama, tauhid. Faham ketuhanan yang semurnimurninya, tidak mengizinkan adanya mitologi terhadap alam dan sesama manusia, termasuk faham kultus. Kedua, tanggungjawab pribadi dalam masalah agama, mendukung terbukanya pintu ijtihad dan menolak taklid buta. Ketiga, taqarrub, melalui ibadah dan menghayati sebaik-baiknya ibadah sebagai upaya mendekatkan sedekat-dekatnya kepada Allah SWT. Keempat, akhlakulkarimah atau budi pekerti, berupa simbol dan ekspresi lahiriah keagamaan dan menangkap makna di baliknya berupa pendidikan moralitas, etika dan akhlak mulia. Kelima,

Janji Pan Ngrehab Jembatan

Ora Olih Honor Sing Daerah SAJELASE priben. Guru MI awit th 2008 ora olih honor sing daerah, terus duit anggaran sing disit nang endi, nyong pengin dijelasna karo Diknas Brebes. 081575712XXX

PDAM Mati Pet WAH! Piben kiye PDAM lingkungan Nggone nyong mati pet, ora mili-mili acan! Awan ora metu, bengi dileki ya pada bae, kiye nyeluruh apa piben PDAM? Suwun…Rio.. 02836035XXX

Bocah Cilik Nginung Miras PAK Polisi, tulung wingi lagi malam minggu ning konser Gor Wisanggeni. Masya Allah akeh bocah cilik nginung miras, dongen sing dodol ciu dicekel bae. Polisi dean pada merem yah! Gawat keh engko generasine wong Tegal semrawut kabeh. 081904481XXX

Rejeki Bisa Dicari JANGAN mengundang murka Allah SWT, Kota Tegal lagi aman tidak aman ada bahaya dan musibah, rejeki bisa di cari-cari dimana mana bukan hanya di alun-alun depan masjid yang untuk ibadah. 085725399XXX

Demone Sisan

Perane Apa? DEWAN Pendidikan ora nggenah, donge Dewan Pendidikan perane sing nggenah bae. 085742005XXX

Nasib Bidan PTT PAK Bupati dan DPRD Kab.Tegal gimana nasib kita-kita orang, bidan PTT, aja guru bae sing digatekna, terutama masalah kenaikan gaji n pengangkatan CPNS. Tolonglah diperhatikan.. 087830440XXX

Buk Lowongan Pekerjaan PAK Bupati tolong dong buka lapangan pekerjaan-pekerjaan yang layak buat kami lulusan SMA yang masih nganggur, pengen kerja be kudu ada jaminan ijazah segala, UMR katanya 700rb? Kok ada yang masih digaji 400rb?. 085742398XXX

Aja Maen Bureng Jangan Menyalahkan Guru KEPADA 085642862xxx Pak/Bu, tulung jangan menyalahkan guru sing demo, njenengan ra bakal ngerti perasaan guru-guru, soale njenengan dudu guru. Pada demo karena prihatin ndeleng kesejahteraan guru liyane terkatung-katung. 081932583XXX

Baca Koran Belih? Ass.. Dongene wong sing neng duwur pada baca Koran belih? Masa wong berdasi kalah kalah karo wong tukang becak, sing saben dina mbacani Koran. Kalau emank orang yang berdasi baca Koran. Kenapa usulan saya sampai sekarang belum ada respon/tindakan sama sekali? Padahal saya mengusulkan perlintasan rel kereta api di Tapank/ Dhawung dikasih palang pintu or saya minta diadakannya semprotan nyamuk. Saya jelaskan ya, saya minta itu bukan untuk kepentingan pribasi saya sendiri, tapi buat keselamatan semua masyarakat tapank or sekitarnya.. 085793319XXX

Ora Dibeneri-beneri PIBEN kyeh dalan sing maring Pacul ora dibeneri-beneri. Ja nggo alesan masih akeh proyek paling ora ya diaspal kasar mbuh apa. 085642711XXX

Sukandi AK. Mashadi, Pengelola PUSTAKA MADINA, Sidakaton, Dukuhturi Kabupaten Tegal

Tembok Luwung kurang baik. Mohon Kepala Dinas menertibkan. 081326042XXX

DONGE Pak Bupati priben? Wis janji pan ngrehab jembatan Sasak sing ning Dukuh Gintung Desa Harjosari Lor ben permanent. Daning sampe saiki laka nyatane?? 085642952XXX

TULUNG Pak Guru Bu Guru Forgusta, demone sisan memperjuangkan nasibe Pak ustad guru ngaji, guru madrasah lan pesantren. Aja tanggungtanggung. Ok? 085642615XXX

aktif melibatkan diri dalam kegiatan sosial, usaha bersama memperbaiki masyarakat (Jurnal Tsaqafah, 2002). Cak N u r m e n a n d a s k a n , “…menentang, melawan dan akhirnya menghapus tirani merupakan konsekuensi logis dari paham Ketuhanan Yang Maha Esa.” Neo-sufisme Cak Nur ‘mewiridkan’ bahwa tiga pesan dasar Islam, yakni perjanjian dengan Allah (‘ahd, mitsaq), sikap pasrah kepada-Nya (islam), dan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam hidup (taqwa, rabbaniyah), menuntut terjemahannya dalam tindakan sosial yang nyata, menyangkut pengaturan tata hidup antar manusia dalam masyarakat. Cak Nur menggarisbawahi bahwa wujud terpenting pemenuhan perjanjian dengan Allah dan pelaksanaan pesan dasar agama adalah menegakkan keadilan dalam masyarakat. Ini adalah amanat Allah kepada manusia (Rahman, 2002). Di sini, mengacu teks-teks pemahaman keagamaan Cak Nur, tampak betapa cakrawala kemanusiaan dan ketuhanan Cak Nur terintegrasi. Pada gilirannya berimplikasi praktis secara revolusioner. Maka dalam konteks inilah dapat dipahami ketika Cak Nur menggagas sebuah gebrakan besar revolusioner sebagai resolusi permasalahan masyarakat bangsanya yang gigantik. Dan untuk itu membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki komitmen dan berani mengambil inisiatif tingkat tinggi. Indonesia menunggu kehadiran seorang pemimpin yang memiliki komitmen dan berani mengambil inisiatif tingkat tinggi guna keluar dari krisis multidimensional dan bangkit menjadi bangsa yang rakyatnya makmur sejahtera, sejajar dengan bangsa Eropa dan Amerika. (*)

Salah Sasaran Demone JARE aku tah Forgusta salah sasaran demone, lah kepriben wong sing ngangkat/mecat yayasan, njaluk kesejah-

teraane koh maring Pemda?. 085642605XXX

Karepe Pemkot Baelah Neng Tegal akeh wong geger masalah pemanfaatan alun-alun. Kaya aku tah karepe pemkot baelah. Sing penting Tegal tetep aman-aman bae. Ya belih Pak Walikota. 08812401XXX

Harus Bijak QITA harus bijak, kenapa Forgusta begitu gigih berjuang, semua karena kesenjangan, jangan bilang menelantarkan murid, ku kira kalo tunjangannya manusiawi tak akan ada demo-demo. Bagaimana Pak Dewan mending yang dipotong-potong jangan dana yang menyangkut hajat hidup kawula yang dah terjepit. Hormat Pak Dewan yang terhormat, disini rakyat masih banyak yang melarat. 085742127XXX

PJU Pada Mati PAK Bupati Tegal, lampu PJU Randusari-Pagerbarang pada mati diuripna oh, rakyate pada mbayar koh ben sasi. 081848158XXX

Pelayanan Kurang Baik PELAYANAN Puskesmas Pembantu

YTH Bapak Bupati Tegal jalan Babakan (Kramat)–Jati Bogor (Suradadi) rusak parah, banyak lubang besar dan sudah makan korban jiwa. Katanya anggaran sudah turun? Aja maen bureng?. 087830118XXX

Banyune Maring Dalan BAPAK Bupati, awit prapatan Langon ngidul, kali karo dalane duwur kaline dadi yen banjir banyune maring dalan, enake kaline ditutup bae kanggo dalan, dalane go kali. 081802883XXX

Gak Pernah Ada Pengaspalan KEPADA DPU yang bijaksana untuk semua jalan di Desa Kendawa menuju ke semua arah yang termasuk jalan dekat dengan wilayah Kabupaten Brebes kalah dengan jalan terpencil dirasa kurang pantas, kalo gak pernah ada pengaspalan jalan sejak 20 th yang lalu. Mohon segera dipikirkan. Terima kasih. 085742414XXX

Karang Gondang Piben? TULUNG Pak Bupati Tegal statuse nang Karang Gondang piben? Akeh warung remang-remang. dadina bae tempat prostitusi endah jelas trus wis laka sing dalan maning wadon-wadon sing mangkal. 085642733XXX

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

SABTU, 23 JANUARI 2010

METROPOLIS

3

RADAR TEGAL

METRO

WATCH Pembebasan Alun-Alun, Perlukah? DI kalangan Angota Dewan, Fraksi PAN Peduli Rakyat dan Fraksi PKB DPRD, menolak pembebasan alun-alun termasuk tak mendukung upaya meninjau kembali SK Walikota lama tentang pemanfaatannya. Sementara, Fraksi Demokrat dan PDIP justru mendukung peninjauan kembali SK tersebut selaras dengan keinginan Walikota Tegal Ikmal Jaya. Dan Wakil Walikota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin, satu kata dengan FPAN dan PKB, yakni menolak pembebasan alun-alun. Bagaimana dengan Anda? Silakan kirim aspirasi, saran, atau unek-unek Anda ke Radar Tegal, terkait persoalan tersebut. Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722 TIDAK rela di jadikan alasan untuk cari rejeki ini semua karena orang Tegal krisis moral dan iman. 02833343xxx Kasian . TIDAK setuju dengan bapak walikota jangan sampai tergiur dengan kata-kata orang jahil ini semua godaan 081911570xxx setan yang terkutuk. PAK dulu alun-alun Tegal rame banyak tontonan sekarang kaya kuburan sepi alias tidak ada yang menghibur masyarakat kota Tegal. Tolong supaya bisa aktifkan seperti dulu lagi, ku wong Tegal kerasa kelangan langka hiburan sawise alun-alun digawe apik tetap bae sepi. Terima kasih. 081911535xxx YTH wakil rakyat, alun-alun jangan untuk konser karena dekat masjid tapi di alihkan di PAI agar ada pendapatan daerah, berpikirlah untuk Negara dan 0818458xxx bangsa.

INSIDEN

Geliat Pasar Loak di Tengah Perubahan

Barang Dagangan

TAK SEMUA BEKAS KAWASAN pasar malam atau akrab disebut pasar loak di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal sangat populer sebagai pusat penjualan aksesoris sepeda motor. Puluhan kios berderet rapi menawarkan berbagai item dengan harga mulai ribuan rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Meski kondang sebagai pasar loak, tetapi tidak semua barang yang dijual merupakan barang bekas. Produk baru pun terpajang rapi di sepanjang jalan yang mulai ramai antara pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Jika satu kios yang rata-rata berukuran 3x4 meter tersebut mampu meraup pendapatan Rp 1 juta, perputaran uang di ke hal 9 kol 1

RAMAI – Pasar loak di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal selalu ramai dikunjungi pembeli dari dalam maupun luar kota. ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

Warga Jarah Benih Tambak PAI AREAL tambak yang berlokasi di sebelah selatan waterboom yang sempat ditaburi benih ikan oleh Disporabudpar kini menjadi langganan warga setempat untuk diburu. Pemandangan penjarahan benih ikan yang kini sudah mulai bisa dipanen tersebut dilakukan secara terangterangan oleh warga meski di lokasi tersebut sudah terpancang larangan untuk mengambil dan memancing ikan. Pemandangan ini membuat kepala Disporabudpar prihatin sekaligus mencari solusi agar penjarahan benih ikan tersebut bisa dihentikan. Didampingi Kasi Pengembangan Produk dan Usaha Pariwisata Sudibyo SE, kepala Disporabudpar Ir HM Wahyudi sempat memberi

Tak Bisa Angkat Honorer Walkot Siap Temui Fostah

ke hal 9 kol 1

RAPERDA

M SAEKHUN/RATEG

BERDIALOG - Perwakilan anggota Fostah berdialog dengan Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno Jumat (22/1) kemarin.

Fostah Kembali Datangi DPRD M SAEKHUN/RATEG

BERDIALOG - Komisi B DPRD Propinsi Jateng didampingi Komisi II DPRD Kota Tegal berdialog dengan Dislatan terkait rencana pengalihan pengelolaan TPI.

Dislatan Bantah Raperda TPI Copy Paste DINAS Kelautan dan Pertanian (Dislatan) Kota Tegal membantah kalau draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang pengelolaan dan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) copy paste dari daerah lain. Sebab, konsideran draf Raperda sudah sesuai situasi Kota Tegal dan sudah melalui penyusunan tim dan kajian. ke hal 9 kol 5

Mempertanyakan Tindak Lanjut Pertemuan UNTUK mempertanyakan tindak lanjut hasil pertemuan dengan Komisi II DPRD Kota Tegal beberapa hari lalu, perwakilan Forum Silahturahmi Tenaga Honorer (Fostah) Kota Tegal Jumat (22/1) kemarin, kembali mendatangi gedung DPRD Kota Tegal. Mereka mendesak agar DPRD secepatnya mempertemukan Fostah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyelesaikan masalah yang ada. Karena Komisi I DPRD Kota Tegal, alat kelengkapan DPRD yang berkompeten dengan masalah Fostah sedang

melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar kota, kedatangan perwakilan Fostah diterima langsung Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno SH di ruang ketua. Selain mempertanyakan tindak lanjut dari pertemuan, Fostah juga menyerahkan data pendukung lainnya. Koordinator Fostah Kota Tegal Eko Rudiono mengatakan, karena janji saat pertemuan Komisi I akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemkot, untuk dipertemukan dengan anggota Fostah. Bahkan pihaknya memberi deadline waktu satu minggu. Kali ini kedatangannya untuk memberi peringatan kepada DPRD untuk secepatnya melakukan tindakan kongkrit atas masalah yang dihadapi anggota Fostah. ke hal 9 kol 5

Satroni 14 Sekolah, Gondol Tas Para Guru Pelaku Ibu Muda Beranak Dua LUAR BIASA! Itulah aksi yang dilakukan wanita muda dalam melancarkan aksi pencurian di 14 sekolah yang ada di metropolis dan wilayah kabupaten. Berdalih ingin memindahkan sekolah anaknya dari Brebes ke Kota Tegal, dia berhasil menerobos masuk ruang kepala sekolah dan ruang guru untuk menggondol tas tenaga pendidik tersebut. Hasil kejahatan yang dilakukan selama hampir dua bulan itu diakui telah mampu menembus angka Rp 21,2 juta. Informasi yang berhasil dihimpun, aksi kejahatan model baru ini dilakukan Katerine Kusumawardani (28) warga Jalan Salak Gang Anggur nomor 10 Kelurahan Kraton Kecamatan

CMYK

HERMAS PURWADI/RATEG

DISIDIK - Pelaku pencurian tas guru dan kepala sekolah di berbagai lokasi menjalankan penyidikan Unit I Reskrim Polresta, kemarin.

Tegal Barat. Dalam modusnya, wanita muda beranak dua ini

selalu menggunakan jilbab warna merah, dan menunggu di ru-

ang tunggu sekolah untuk bertemu dengan kepala sekolah. “Saya selalu berdalih ingin ketemu kepala sekolah untuk konsultasi memindahkan anak saya ke sekolah yang saya datangi. Begitu ada celah ruangan kepala sekolah dan ruang guru kosong, saya langsung mengambil tasnya,” terang dia di hadapan tim penyidik Unit I Reskrim Jumat (22/1) sebelas jam setelah dirinya diringkus petugas. Dia mengaku ada sekitar 14 sekolah telah berhasil disantroni. Dari jumlah tersebut pelaku mengaku mendapatkan hasil di 5 sekolah. Sekolah yang dimaksud adalah SDN MKK IV, SDN Tegalsari XII, SDN Pekauman VII, SDN Getaskerep Kecamatan Talang, dan SMA NU Pesurungan. Aksi terakhir dilakukan di SDN MKK IV pada tanggal 9 Januari 2010. Di ke hal 9 kol 5

PERMINTAAN ratusan guru honorer sekolah negeri yang tergabung dalam Forum Silaturohmi Tenaga Honorer (Fostah) diangkat jadi CPNS ditanggapi serius oleh Pemkot Tegal. Tetapi Pemkot tidak bisa mengambil kebijakan lantaran itu menyalahi aturan yang berlaku, yakni PP No 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer. Dalam PP tersebut menyebutkan, kepala daerah tidak diijinkan mengangkat tenaga honorer ataupun memberikan SK.

Karena itu, semua tenaga honorer yang masuk data base tahun itu dihabiskan seluruhnya. Mengenai adanya daerah yang bisa mengangkat tenaga honorer berarti menyalahi aturan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tegal Dyah Kemala Sintha mengatakan, dia menjalankan tugas sesuai aturan. “Jika aturannya memang seperti itu ya mau apalagi. Apabila kita menyalahi maka akan bertambah runyam permasalahannya,” kata dia usai senam bersama Jumat (22/1) di Pendopo Balaikota. Namun demikian ada sedikit

yang menjanjikan untuk Fostah. Yakni, adanya kesempatan diajukan setelah honorer yang dibiayai APBD dan APBN habis diangkat CPNS tahun 2009 lalu. Tetapi, lanjut Sintha, harus ada juknis tentang aturan PP tadi. Dan itu yang sedang pemkot tunggu-tunggu. Mestinya, setelah tenaga honorer habis diangkat, ada revisi dari PP No 48 atau pusat menerbitkan PP baru. “Seharusnya ini ada, karena pengangkatan tenaga honorer sudah habis semua. Kalau aturan itu sudah turun, para guru honorer punya kesempatan mendapatkan legalitas formal ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LEGISLATIF Satu Idealisme BERKIPRAH di dunia politik bagi Teguh Priambudi bukanlah hal yang baru. Alumnus Universitas Negeri Semarang yang kini duduk sebagai anggota DPRD Pemalang ini sudah sejak zaman runtuhnya Orde Baru sudah berkiprah di panggung politik. Pria bertubuh subur ini masih loyal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena idealismenya. “Saya memiliki idealisme yang sama dengan PKS,” kata dia saat ditemui di ruang Fraksi PKS Jumat (22/1) kemarin. DOK RADAR PEMALANG Anggota Komisi C DPRD ini ketika masih Teguh Priambudi menjadi mahasiswa aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Sehingga tidak heran kalau haluan politiknya condong mendukung PKS yang saat itu bernama PK. Karena aktivitasnya itu, Teguh pun ikut aktif mengurusi PK dengan menjadi pengurus di tingkat wilayah. Sampai dengan tahun 2009, pria yang berdomisili di Desa Botekan Kecamatan Ulujami ini masih aktif di DPW, namun pada Pemilu Legislatif dia dipercaya untuk nyaleg di dapil IV Pemalang untuk DPRD Kabupaten Pemalang. Beruntung pria berkulit putih ini berhasil meraih suara yang cukup banyak, sehingga bisa ikut dilantik menjadi anggota dewan bersama empat kader PKS lainnya. Idealismenya itu, hingga kini tetap dipertahankan meski telah menjadi anggota DPRD. Karena dengan idealisemnya itu, orang akan segan dan menghargai apa yang menjadi cita-cita dan idealismenya itu. (ali)

SOSIAL

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

GOTONG ROYONG - Sejumlah warga Desa Bojongnangka sedang melakukan gotong royong memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak layak huni hasil bantuan KNPI.

Warga Gotong Royong Bedah Rumah PEMALANG – Puluhan warga Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang, Kamis (21/1) ramai-ramai bergotong royong untuk melakukan bedah rumah. Rumah salah satu warga tersebut kondisinya tidak layak huni. Kerja bakti warga tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan program kerja bakti sosial DPD KNPI Pemalang dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-435 Kabupaten Pemalang. Kepala Desa Bojongnangka Wahmu mengatakan kegiatan bedah rumah yang dilakukan warga desanya itu untuk memperbaiki rumah Cipto (39) warga RT 03/RW 02 yang kondisinya tidak layak huni, sebab kondisi rumah terbuat dari bambu dan kayu-kayunya sudah banyak yang rapuh akibat dimakan usia. “Kegiatan bedah rumah yang baru saja dilakukan oleh warga itu sebagai pelaksanaan program kerja bakti sosial KNPI Pemalang yang telah memberikan bantuan dananya sebesar Rp 3 juta untuk keperluan perbaikan rumah-rumah warga yang tidak layak huni,” katanya. Sementara Cipto, pemilik rumah yang mendapatkan batuan dana, mengucapkan rasa syukur berkat bantuan. Dengan bantuan dana itu rumahnya yang rusak dan memprihatinkan bisa diperbaikii melalui program bedah rumah dari KNPI. “Alhandulillah dengan bantuan tersebut rumah saya bisa diperbaiki kembali,” ujarnya. Dengan jumlah bantuan yang terbatas, yakni hanya sebesar Rp 3 juta, sedangkan kebutuhan untuk keperluan perbaikan rumahnya masih banyak yang kurang, maka dia masih berharap adanya bantuan dari para donator. Sehingga untuk keperluan perbaikan rumahnya tidak merasa kebingungan untuk mencarinya. “Mudah-mudahan ada orang yang dermawan untuk bisa membantu memperbaiki rumah saya yang rusak ini,” pintanya. (mg1)

Persiapan Penilaian Tingkat Provinsi SETELAH dinyatakan sebagai Pelaksana Terbaik di Tingkat Kabupaten Pemalang, Posyandu Harapan Ibu Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang, berupaya meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi penilaian Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, penilaian oleh Tim Penggerak PKK Provinsi akan dilaksanakan pada Februari 2010 mendatang. Berbagai persiapan juga telah dilakukan, di antaranya pembinaan terhadap kaderkader PKK yang selama ikut mensukseskan kegiatan Posyandu. Pertemuan secara rutin juga digelar, di samping melakukan pendekatan dengan masyarakat. “Koordinasi dengan berbagai pihak juga sering kami lakukan,” ujar Ketua TP PKK Kelurahan Mulyoharjo Ny Sujitno kepada Radar di sela-sela pengambilan dokumentasi (syuting) Posyandu Jumat (22/1) kemarin. Dikatakan dia, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu yang terletak di RW 19 untuk mewakili Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi, merupakan kerja keras berbagai pihak. Terutama kerja keras kaderkader PKK Mulyoharjo dalam memberikan pengertian akan pentingnya pelayanan kesehatan dasar pada anak-anak.

“Yang nanti akan dinilai adalah PAUD, Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, Imunisasi, Gizi, Penyuluhan KB, dan beberapa kegiatan lain,” ungkap Ny Sujitno. Pengambilan gambar lanjutnya, dilakukan atas petunjuk dan arahan dari TP PKK Kabupaten Pemalang. Karena aturan teknis sebelum diadakannya penilaian adalah dengan mengirimkan dokumentasi kegiatan Posyandu secara lengkap ke provinsi. Yakni sebagai pembanding antara visualisasi laporan pelaksanaan dan penilaian yang menurut rencana akan dilakukan pada Februari mendatang. “Kami belum tahu tanggal pastinya, namun rencananya pada pertengahan Februari mendatang,” terangnya kepada Radar. Secara khusus, pihaknya mengharapkan kepada seluruh unsur masyarakat di Kelurahan Mulyoharjo dapat mendukung kegiatan tersebut. Karena bagaimana pun, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-37 lalu, tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran warga selama ini. Melalui kerja keras kaderkader PKK serta dukungan dan dorongan warga, pihaknya berharap pada penilaian nanti dapat mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat. (mg6)

Hari ini Gelar Mukerda

menurut Tamam tidak definitif. “Hasilnya akan kita sampaikan ke DPW dan nanti DPP yang akan memutuskan calon mana yang harus didukung,” imbuhnya. Calon-calon bupati dan wakil bupati yang diajak komunikasi adalah semua yang namanya sudah beredar di masyarakat kalau akan nyalon. Namun demikiam dalam Mukerda ini tidak mengarah pada satu nama, karena akan dilakukan pembahasan calon demi calon. “Mukerda tidak hanya membahas masalah tersebut, Pilkada hanya merupakan salah satu agenda saja..Mukerda direncanakan akan berlangsung selama dua hari,” jelasnya. Sementara di masyarakat beredar kabar kalau partai berlambang sabit emas kembar itu berkoalisi dengan PAN dan Golkar. Mengenai hal ini salah satu politikus PKS Ikmaludin Azis SPd mengemukakan masyarakat memiliki hak untuk membentuk opini dan mengedarkan kabar. “Sampai saat ini PKS belum memutuskan apaapa, dengan siapa berkoalisi atau mendukung siapa.” (ali)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PENGAMBILAN GAMBAR - Ketua TP PKK Kel Mulyoharjo Ny Sujitno sedang bertanya jawab dengan pengepul bunga kamboja di Makam Ancak Sari Jumat (22/1) kemarin.

Rois Faisal Siap Bersaing PKS Bentuk Tomda PEMALANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pemalang membentuk Tim Optimalisasi Musyarakah Daerah (Tomda) untuk menyikapi Pilkada 2010. Tim ini melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati dari nama-nama yang sudah muncul. Hasilnya akan dibahas dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang digelar di Obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal Sabtu (23/1) hari ini. Pjs Ketua DPD PKS Pemalang H Mutamam Hasani saat dikonfirmasi melalui telepon mengemukakan selama ini PKS telah menjalin komunikasi dengan partai-partai dan sejumlah calon bupati dam wakil bupati yang bermunculan namanya. “Komunikasi sudah kita jalin, sifatnya untuk menjaring dan mencari peluang,” kata dia Jumat (22/1) kemarin. Hasil dari tim yang bekerja ini akan dipresentasikan dan dibahas di arena Mukerda. Namun demikian hasil Mukerda ini

Belum Jelas G1 atau G2

PEMALANG – Kesiapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang HM Rois Faisal MS SPdi MSi untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010 rupanya semakin mantap. Meskipun posisi yang akan diambilnya hingga kini belum jelas, apakah sebagai calon bupati (G1) atau wakil bupati (G2). “Secara pribadi saya itu siap untuk maju dalam Pilkada, baik itu maju sebagai calon G1 maupun G2,” katanya kepada Radar di Kantor DPD Partai Golkar Jumat (22/1) kemarin. Hanya saja kata Rois, kesiapan yang dilakukannya itu belum ada kepastian, karena calon bupati dan wakil bupati nantinya yang akan menentukan adalah DPP Partai Golkar. “Semua kader Partai Golkar itu harus menyatakan siap jika DPP menghendaki untuk maju dalam Pilkada,” ujarnya. Dia menjelaskan, meskipun sudah banyak upaya persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi Pilkada, namun karena belum ada petunjuk dari

DPP dan juga belum masuknya tahapan Pilkada, maka pihaknya hanya bersikap tenangtanang saja. “Tunggu saja nanti keputusannya, karena soal Pilkada itu yang menentukan DPP,” cetusnya. Sementara Rois Faisal sendiri disinggung soal munculnya isu pencalonannya akan batal akibat tidak direstui ibunya, dibantahnya dengan tegas. Sebab kata Rois, isu itu hanya sengaja dikembangkan untuk mengecilkan semangat para kader Partai Golkar yang sekarang ini sudah mulai terbangun untuk menyukseskan Pilkada nanti. Rois juga mengakui banyak anggota keluarganya memberikan pertimbangan terkait rencana pencalonannya dalam Pilkada, namun apapun yang terjadi jika DPP itu menghendaki semua kader Partai Golkar tentunya harus siapa dan terus maju pantang mundur. Sementara itu, saat ini yang sudah mengajukan pasangan secara resmi baru PC PDIP Kabupaten Pemalang, yakni pasangan Junaedi-Agung, yang

DOK RADAR PEMALANG

Rois Faisal

masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Sedangkan partai lainnya, seperti PKB, PPP, PAN, Demokrat dan lainnya, masih belum menentukan sikap yang tegas terkait Pilkada mendatang. Bahkan penjaringan bakal calon pun belum dilakukan. Sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati masih malumalu kucing untuk unjuk muka di hadapan public Pemalang. Mereka masih saling menunggu siapa saja yang bakal maju sebagai G1 atau G2. (mg1)


METROPOLIS

SABTU 23 JANUARI 2010

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal

(0283) 343399

Mentan Minta Ikmal Tanggap Ajukan Operasi Pasar untuk Atasi Harga Beras

PARTISIPASI Dua Organisasi Bersihkan Sampah di PAI DI TENGAH makin menggunungnya sampah kiriman yang mengotori bibir pantai di obyek wisata PAI, menggugah empati dua paguyuban pedagang untuk lebur dalam kebersamaan mengatasi masalah krusial tersebut. Paguyuban pedagang barat yang tergabung dalam Pokdarwis P2 PAI (Kelompok Sadar Wisata Pedagang Pesisir) dan SP PAI (Serikat Pekerja) , Jumat ( 22/1) kemarin turun gelanggang sedari pukul 07.00 WIB hingga menjelang adzan sholat Jumat. Kepala Disporabudpar Ir HM Wahyudi melalui Kasi Pengembangan Produk dan Usaha Pariwisata Sudibyo SE mengaku salut dengan kepekaan pedagang dalam upaya turut memikirkan kebersihan pantai, yang juga menjadi sandaran hidup dengan animo pengunjung yang memadati obyek wisata tersebut. “Seperti yang telah diprediksi semula, butuh waktu yang cukup panjang untuk membersihkan sampah kiriman yang disebabkan datangnya musim angin barat. Gelombang besar yang menggulung membawa sampah warga pemukiman, dan berdampak menyisakan onggokan sampah yang mengotori pinggiran bibir pantai. Pembersihan ini tidak akan kelar, mengingat tenaga kebersihan dari dinas yang kita punyai hanya ada 8 orang saja,” terangnya. Dia juga tak menampik PAI yang kini sudah menjadi daerah tujuan wisata, limbah pengunjung juga ikut menjadi penyebab timbunan sampah disamping sampah kiriman yang menjadi siklus tahunan tersebut. “Untuk hari libur seperti Minggu dan hari besar lainnya, pengunjung bisa menembus angka 5000 orang. Ini kadang juga menyisakan limbah sampah dari mereka. Namun upaya maksimal dengan pengadaan tong sampah di setiap sudut PAI kini tengah mampu mengurangi volume sampah berceceran dari para pengunjung,” terangnya. Timbunan sampah kiriman dari limbah warga itu kemarin diangkut dengan menggunakan gerobag yang ditarik dengan lokomotif kereta api pariwisata yang setiap hari beraktifitas melayani tumpangan bagi pengunjung. “Gelombang air laut yang besar membawa tumpukan sampah warga pemukiman yang berasal dari kali Ketiwon dan kali Bacin. Ini mengingat kedua kali tersebut bermuara di pantai,” terangnya. Dia mengakui proses pembersihan sampah pemukiman yang mengotori bibir pantai itu dimungkinkan memakan waktu sepekan. “Ini mengingat datangnya sampah berbarengan dengan gelombang air laut yang kini sedang tinggi. Usai dibersihkan siang hari, malamnya sampah tersebut datang kembali. Kami juga mengingatkan pada pengunjung untuk sementara waktu jangan berenang di pantai mengingat kondisi air pantai belakangan nampak kotor bercampur sampah. Di samping tinggi gelombang cukup riskan terhadap keselamatan mereka,” ujarnya. (her)

DALAM menghadapi melonjaknya harga beras saat ini butuh peran serta pemerintah daerah. Karena itu, sebagai Walikota Tegal, Ikmal Jaya SE Ak harus tangggap menyikapi hal tersebut. Yakni, secepatnya mengadakan Oprasi Pasar (OP) untuk menekan lonjakan harga. Demikian dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono ketika ditemui saat makan siang di Sarimendo Jl Teuku Umar Debong Tegal Selatan, Jumat (22/1). Dia mengatakan, harga beras saat ini memang mengalami lonjakan yang signifikan. Perubahan harga itu dipengaruhi oleh tiga faktor. Di antaranya segi psikologis lantaran naiknya HPP yang mencapai 10 persen. Kemudian kondisi cuaca sehingga mempengaruhi pendistribusian. Serta mundurnya musim tanam sampai dengan 1,5 bulan. “Tiga faktor itu yang mempengaruhi harga beras yang sekarang. Karena itu, setiap kepala daerah harus tanggap segera melaksanakan OP beras. Sebab, kenaikan harga itu sangat terasa bagi masyarakat ekonomi rendah,” kata Suswono. Dia menegaskan maksud tanggap di sini, yakni kepala daerah harus cepat mengajukan permintaan OP. Karena OP bisa dilaksanakan apabila ada pengajuan dari walikota atau bupati. Selain OP juga bisa dengan mempercepat penggelontoran beras miskin (raskin). “Itu juga bisa dilaksanakan apabila kepala daerah memintanya.” Menurut Suswono lagi, stok beras di Bulog yang ada saat ini 1,7 juta ton. Ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,1 juta ton. Dengan jumlah tersebut sangat memungkinkan melakukan OP untuk menekan harga beras yang melonjak belakangan ini. Dia juga menyampaikan sudah dua tahun ini Indonesia tidak impor beras dari negara lain. Justru dalam dua tahun tersebut Indonesia bisa mengekspor beras ke Amerika dengan harga tiga kalilipat. Hal ini dibenarkan Kepala Bulog Tegal Alwi Umri. Untuk mengadakan operasi pasar itu

diatur oleh SK dari menteri perdagangan. Yang bisa dilaksanakan apabila ada ajuan dari pemerintah daerah. Jadi mekanismenya Pemkot harus mengusulkannya ke Gubernur. Kemudian dari gubernur dilanjutkan ke pusat, baru dari pusat turun perintah ke Bulog untuk mengadakan OP. “Ini mekanisme dalam pengajuan OP. Dalam aturannya OP dilaksanakan apabila terjadi kenaikan 25 persen selama tiga bulan berturut-turut,” jelas Alwi menegaskan. Namun demikian OP juga bisa dilaksanakan apabila keadaan mendesak dan tergantung kepada mentri perdagangan. Intinya, lanjut dia, Bulog Tegal hanya tinggal menunggu perintah dari Bulog pusat saja. IMPOR GULA Menyinggung soal gula, dia menuturkan, secara bertahap, pada tahun 2010 ini pemerintah akan mengimpor bahan pokok tersebut dari negara tetangga Thailand. Ini dilakukan untuk memenuhi kekurangan sampai dengan musim giling nanti. “Impor gula ini secara bertahap disesuaikan atau mengikuti perkembangan dalam negeri. Pada tahap pertama Januari ini, gula yang bakal masuk dari Thailan ke Indonesia mencapai 170 ribu ton,” ujar dia. Dia menjelaskan, Indonesia harus mengimpor gula konsumsi dari negara lain. Hal ini karena kekurangan stok lantaran gula konsumsi dalam negeri banyak yang terserap industri. “Impor ini ada plafonnya atau maksimalnya. Tetapi yang pasti disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya. Menurut Suswono, dalam tahun 2010, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan lebih meningkatkan swasembada gula. Yakni, dengan menyediakan 500 ribu hektar tanah untuk ditanami tebu. Untuk mewujudkannya sudah ada koordinasi dengan Departemen Kehutanan. Sebab, tanah yang akan digunakan menanam tebu itu adalah yang tidak berfungsi sebagai ekologi. “Ini sudah menjadi komitmen kita memanfaatkan lahan-lahan yang untuk ditanami tebu. Dengan harapan hasilnya bisa memenuhi kebutuhan gula dalam negeri, baik itu konsumsi ataupun industri,” pungkasnya sebelum bertolak ke Slawi untuk meresmikan masjid dan acara yang lainnya. (cw1)

“Ketidakseragaman tarif parkir memang ada, tetapi tidak bisa dipukul rata karena terjadi di beberapa titik saja,” katanya. Maryono, salah seorang pengendara sepeda motor membenarkan jika saat ini ada perbedaan tarif parkir di luar ketentuan yang ada. Di sekitar Alunalun Kota Tegal misalnya, ratarata juru parkir meminta Rp 1.000 untuk sepeda motor dan tidak dilengkapi dengan karcis, hanya menggunakan sobekan kertas saat menitipkan dan mengambil kendaraan. Sebagai pengguna jalan, jelas pihaknya merasa dirugikan karena jumlah yang dibayarkan tidak sesuai ketentuan yang ada. Jika jumlah tersebut dikali dengan kendaraan yang parkir, kebocoran tersebut bisa merugikan dan mengurangi pemasukan daerah dari retribusi parkir. “Apalagi saat ada hiburan atau moment tertentu seperu lebaran, tahun baru dan sebagainya, tarif parkir bisa naik hingga dua kali lipat,” terangnya. Kepala Dishubkominfo Kota Tegal Drs Khaerul Huda Msi menuturkan, pihaknya secara

Industri Logam Mati Suri TEGAL – Industri logam di Kota Tegal yang sempat mengalami masa keemasan beberapa tahun silam kini kondisinya berubah 180 derajat. Meski beberapa pelaku usaha masih menjalankan aktivitas, tetapi jumlah permintaan yang menurun membuat mereka kesulitan mengembangkan usaha. Kondisi ini dapat terlihat jelas di sentra industri logam di Jalan Cempaka, Tanjung, Melati dan Mawar Kota Tegal. Banyak industri logam gulung tikar karena kesulitan mendapat order. Bahkan keadaan ini makin diperparah dengan mahalnya bahan baku. Istofan, salah seorang perajin logam mengatakan, untuk menutupi biaya operasional saja pihaknya mengalami kesulitan. Dalam sepekan, rata-rata pihaknya hanya beroperasi 3-4 hari untuk menyelesaikan pesanan. Selebihnya, dia dan dua orang karyawannya hanya menunggu pesanan berikutnya datang.

DINAS Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tegal selaku penanggungjawab pengelolaan Obyek Wisata Pantai Alam Indah (OW PAI) dalam waktu dekat mengajukan proposal pengembangan PAI, menindaklanjuti hasil kunjungan Komisi B DPRD Propinsi Jawa Tengah. Kepala Disporabudpar Kota Tegal Ir HM Wahyudi, Jumat (22/1) kemarin, mengatakan,

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

BERBEDA – Tarif parkir di beberapa lokasi tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

rutin terus memantau tarikan retribusi parkir, khususnya di pinggir jalan. Jika ada perbedaan tarif, masyarakat harus berani menolak dan membayar sesuai tarif yang ada. Apalagi papan retribusi tarif parkir terpasang di sejumlah titik sebagai salah satu sarana agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Pihaknya melalui petugas lapangan akan terus melakukan pembinaan, pemantauan dan penertiban sehingga penyimpangan dalam penarikan tarif parkir bisa diminimalisasi. “Petugas lapangan kami setiap hari terjun untuk mengecek dan memantau kondisi yang terjadi,” tukasnya. (gun)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

SEPI – Seorang pekerja nampak menyelesaikan sisa pesanan yang semakin menipis.

Meski sudah melakukan aksi jemput bola dengan memasarkan contoh produk seperti beberapa komponen mesin, kendaraan bermotor, baut, mur dan sebagainya, tetapi serbuan produk luar yang dijual lebih murah membuat usahanya sulit untuk bertahan. Jika sebelumnya dia

memiliki 7-8 karyawan, kini dengan 2 karyawan saja terkadang sulit untuk membagi keuntungan. “Kami bisa beproduksi saat ada pesanan. Kami tidak berani berspekulasi dengan memproduksi dan memasarkannya,” terang dia. (gun)

Disporabudpar Lobi Pemprop Jateng Untuk Pengembangan Fasilitas OW PAI

Tarif Parkir Tidak Seragam TEGAL – Tarif parkir di beberapa ruas jalan di Kota Tegal seperti Jalan A Yani, Sudirman, AR Hakim hingga Alun-alun masih berbeda. Untuk sepeda motor misalnya, ada beberapa yang membayar Rp 1.000. Padahal, tarif retribusi parkir memiliki dasar Perda Kota Tegal No11 Tahun 2007. Dalam Perda tersebut disebutkan tarif retribusi parkir untuk kendaraan roda dua seperti sepeda motor Rp 500, kendaraan roda empat jeep dan sedan Rp 1.000, kendaraan roda empat bok dan truk Rp 1.500 serta kendaraan truk gandengan Rp 2.000. Mustofa, salah seorang juru parkir di Jalan A Yani mengaku tidak pernah meminta lebih kepada masyarakat. Justru ada pengendara sepeda motor yang sengaja membayar Rp 1.000 dan tidak mau menerima uang kembalian. Tetapi dia juga tidak menampk jika ada beberapa oknum juru parkir yang meminta lebih dari ketentuan. Untuk itu, dia meminta kepada pengendara agar selalu meminta karcis parkir dan membayar sesuai ketentuan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

ADI MULYADI/RATEG

MAMPIR - Sebelum ke Slawi, Menteri Pertanian Suswono dan rombongan mampir di Sarimendo Tegal untuk makan siang.

dari pendataan yang ada, dengan jumlah luas lahan antara OW PAI dan Bumi Perkemahan (Buper) 17 hektar, ada beberapa item yang perlu dikembangkan untuk kemajuan dan keramaian OW PAI dan Buper. Pihaknya akan mengusulkan item-item tersebut untuk dibiayai Pemprop Jateng. “Pengembangan Buper kami membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar untuk membangun kantor, Ground Camping, dan kelengkapan lainnya di Buper. Karena pada tahun 2009, Pemkot melalui APBD telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar untuk pembangunan fasilitas Buper di lahan

seliuas 11 hektar,” kata Wahyudi. Sementara untuk pengembangan OW PAI, lanjut dia, ada beberapa item, antara lain taman bermaian anak, akses jalan lingkungan OW PAI, penataan warung, dan fasilitas pendukung lainnya. Sementara untuk kenyamanan pengunjung OW PAI secara bertahap, pihaknya akan terus melakukan penghijauan dengan cara menanam pohon. “Kami cukup berterima kasih terhadap Pemprop karena bantuan dari Pemrop untuk pembangunan water boom tingkat pengunjung OW PAI naik 100 persen,” tuturnya. (hun)


BREBES & BUMIAYU

6

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Korban Tuntut Pengembalian Dana Kasus Pembobolan ATM

PEMERINTAHAN Paguyuban Kades Tetap Utuh BUMIAYU - Terkait pernyataannya yang mengatakan pemisahan Paguyuban Kepala Desa (Kades) wilayah Brebes selatan dengan Paguyuban Kades Tali Asih Kabupaten Brebes, Ketua Paguyuban Kades Wilayah Selatan H Naghib Shoiq SPdI mengaku, pihaknya siap mempertanggung jawabkan semua pernyataannya tersebut. ’’Pernyataan itu merupakan hasil kesepakatan saat dilakukan konsolidasi di Kantor Desa Dukuhturi,” tandasnya. Dikatakan Naghib, konsolidasi dan penataan pengurus tersebut adalah tindak lanjut dari usulan yang disampaikan para kades dalam kegiatan pertemuan November 2009. Dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh kades dari wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan tersebut, memunculkan usulan untuk dilakukannya perubahan kepengurusan. Dikatakannya, Paguyuban Kades di wilayah selatan telah berdiri semenjak tahun 2007, namun dalam pelaksanaannya paguyuban mengalami kevakuman. Sehingga para kades menggagas untuk kembali menghidupkan paguyuban hal itu dilaksanakan melalui kegiatan konsolidasi di Kantor Desa Dukuturi. Meski demikian, menurut Naghib, pihaknya tetap menghargai hasil keputusan Muskab menyusul terbentukanya Paguyuban Kepala Desa Tali Asih Kabupaten Brebes, dan mengakui keberadaannya. Namun guna mendekatkan koordinasi masing-masing kades di wilayah Selatan, maka kepengurusan Paguyuban Kades wilayah selatan tetap akan berdiri dan menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. (pri)

BREBES - Kasus bobolnya tabungan atau dana nasabah melalui ATM, ternyata tidak hanya terjadi di kota besar. Nasabah di daerah pun sama ikut getahnya, termasuk nasabah salah satu bank ternama asal Kabupaten Brebes. Ini pula yang dirasakan Taryono. Uang tabungannya sebesar Rp 12 juta sebagai hasil dari penjualan bawang men-

dadak raib. Saat dia berniat mengambil dana tabungan tersebut, ternyata sudah tidak ada. Sedangkan angka saldo itu menunjukan angka Rp 10 ribu. Angka ini sebagai dana tabungan Taryono yang tersisa. Hilangnya uang tabungan tersebut, menurut warga Kelurahan Brebes ini, terjadi pada 4 Nopember 2008 lalu. Setelah kejadian, maka korban pun langsung melapor ke bank. Dari kantor pusat bank tersebut menerangkan, kalau uang korban sudah ditransfer ke

rekening atas nama Yuni Purwanti. Korban sendiri tidak tau siapa Yuni Purwanti itu. ’’Penarikannya terjadi dua kali. Pertama, Rp 10 juta. Setelah itu sisanya. Dan itu berlangsung cepat,” kata Taryono. Dia berharap, dengan mencuatnya informasi kasus pembobolan ATM ini, pihak bank segera mengembalikan uang para nasabah. ’’Saya kan pedagang kecil. Karenanya, kami berharap uang yang hilang itu dikembalikan,” kata Taryono. (din)

ISTIMEWA

Pendaftar Tim Ahli DPRD Penuhi Target

INFRASTRUKTUR Bumiayu-Salem Dipenuhi Lubang BUMIAYU - Tingginya intensitas hujan yang terjadi saat ini mulai membawa dampak kerusakan pada sejumlah ruas jalan sebagai akses transportasi warga masyarakat. Seperti yang terjadi di ruas jalan provinsi di Bumiayu-Salem. Kerusakan jalan di sepanjang jalur itu terjadi di beberapa titik dengan ditandai penuhnya lubang serta amblasnya jalan di beberapa lokasi. Selain itu, pengguna jalan juga perlu memperhatikan endapan pasir yang terbawa air saat hujan dan tertinggal, hingga menutupi badan jalan. Di lokasi yang merupakan penghubung Kaecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung ini, lubang jalan cukup membahayakan para pengguna jalan. Bahkan, tidak jarang menyebabkan kecelakaan saat kendaraan berupaya menghindari kondisi jalan yang berlubang. Selain pengaruh hujan, kerusakan jalan juga diperparah dengan tidak berfungsinya saluran air yang berada di pinggir jalan. Sehingga, meskipun tidak hujan, namun air yang berasal dari saluran irigasi pertanian terkadang meluap ke jalan. Di lokasi lain yang masih berada di ruas jalan Bumiayu-Salem terjadi di wilayah Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, dan wilayah jalan yang masuk Desa Gununglarang, Kecamatan Salem. Di sepanjang ruas jalan utama tersebut, kondisi jalan berkelok disertai dengan tanjakan terjal yang semakin mempersulit pengendara. Para pengguna jalan meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan. Menyikapi kondisi kerusakan jalan tersebut, Bagian Bina Marga DPU dan Tata Ruang UPTD Wilayah Bumiayu Imam Riyadi mengatakan, penanganan ruas Bumiayu-Salem berada di bawah kewenangan Bina Marga Provinsi. (pri)

PRAKTIS Karena kepraktisan, nasabah bank lebih menyukai melakukan beragam transaksi menggunakan ATM. Kini kewaspadaan patut dimiliki nasabah atas maraknya pembobolan ATM.

ABIDIN ABROR/RATEG

MEMPRIHATINKAN - Bayi dengan leher membesar kini dirawat di RSUD Brebes.

Lahir, Leher Bayi Langsung Membesar BREBES - Bahagia campur haru dirasakan pasangan suami istri asal Dukuhlo, Ketanggungan, Tarjono ((32) dan Wasriah (29). Bahagia karena mereka baru saja dikarunia bayi mungil dengan berat badan 3,4 kg Selasa (12/1), di salah satu rumah bersalin di Kecamatan Tanjung. Tapi betapa terkejutnya mereka, setelah mengetahui leher buah hatinya itu terlihat membesar. Gelembung di leher itu bak sebuah balon. Bahkan, semakin terus membesar. Karena tidak tega, sang ibu langsung pingsan usai mencermati kondisi bayinya itu. Padahal waktu itu dia baru menjalani proses per-

salinan dengan operasi caesar. Tapi karena ingin melihat anak pertamanya itu, Wasriah terus mendesak. Karena terus memaksa, diambilah wajah sang bayi lewat kamera handphone. Betapa terkejutnya dia karena leher buah hatinya tidak seperti bayi pada umumnya. ’’Saya pingsan. Dan setelah itu sang bayi langsung saya bawa pulang. Tapi ibu bidan menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Dan suami langsung membawanya ke sini,” ungkap Wasriah saat ditemui Radar di bangsal Perinatologi RSUD Brebes Jumat (22/1). Dia mengaku, tidak mengerti apa

yang sebenarnya terjadi. Padahal tiap diperiksa, menurutnya, dokter selalu mengatakan janin yang dikandungnya sehat. Usia kandungan pun normal-normal saja dan tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. ’’Nggak ada firasat apa pun. Selama ini keadaannya biasa, dan suami pun sangat senang. Tapi ini nggak tahu kenapa?” kata Wasriah. Dia berharap, leher buah hatinya bisa kembali normal seperti bayi lain. Sementara, sang suami, Tarmono, yang sehari-hari mencari nafkah dengan berdagang mainan anak-anak terlihat tegar.’’Ya, semoga anak lak-laki saya yang pertama ini sehat,” kata Tarmono. (din)

BREBES - Setelah diperpanjang masa pendaftarannya -dari jadwal semula 20 Januari menjadi 22 Januari 2010-, pendaftar seleksi tim ahli alat kelengkapan DPRD Kabupaten Brebes akhirnya memenuhi target. Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Brebes Drs Mustair Putusoma mengatakan, saat ini masing-masing posisi yang diseleksi telah menutup target. ’’Sudah ada pendaftar untuk tim ahli hukum sebanyak tiga orang, tim ahli ekonomi dan analisis keuangan tujuh pendaftar, pemerintahan tujuh pendaftar, dan ahli tenaga sipil sudah ada dua orang pendaftar,” terang dia. Dia menjelaskan, mayoritas pendaftar tim ahli DPRD yang sudah terdaftar datang dari kalangan swasta. Ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah tidak boleh mendaftar menjadi tim ahli DPRD daerah tersebut karena dikhawatirkan akan mengundang masalah baru. ’’Tapi jika PNS dari luar daerah yang mendaftar diperbolehkan, asal pemda asal pendaftar tersebut tidak keberatan,” tambahnya. Berkas syarat pendaftaran yang sudah masuk akan diseleksi administrasi pada Senin (25/1). Sehari kemudian diadakan tes wawancara oleh kelengkapan DPRD. Kepada para pendaftar yang telah ditentukan menjadi tim ahli, diingatkan untuk tidak menuntut status kepegawaian dari pemerintah. ’’Tim ahli DPRD memiliki SK kerja selama satu tahun. Jadi jangan menuntut menjadi PNS,” tandasnya Kebereadaan mereka, menurutnya, diharapkan dapat menunjang kinerja alat kelengkapan kerja DPRD sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang (UU) No. 27 Tahun 2009. ’’Idealnya para anggota tim ahli nantinya harus lebih pintar dari alat kelengkapan DPRD sendiri. Karena harus memberikan pertimbangan-pertimbangan dalam penuangan kebijakan DPRD,” katanya. (mg7)


BREBES & BUMIAYU

SABTU 23 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

BENCANA ALAM

Ongkos Mahal, Sampan Jadi Primadona

Waspada Terjadinya Bencana KEWASPADAAN perlu semakin ditingkatkan menyusul kondisi cuaca pada musim penghujan bisa menjadi ancaman serius terjadinya bencana alam tanah longsor dan banjir, terutama pada puluhan lokasi rawan bencana di beberapa wilayah. Khususnya, wilayah Kecamatan Paguyangan. Menurut Camat Paguyangan Ahmad Hermanto SIP, ini sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakan di wilayahnya, setelah beberapa dok/rateg waktu lalu belasan rumah di dua desa Ahmad Hermanto yang masuk wilayah Kecamatan Paguyangan- mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Dikatakannya, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, warga dihimbau untuk senantiasa waspada serta dapat mendeteksi sejak dini perubahan cuaca yang ada. ’’Masyarakat dihimbau untuk tidak panik, melainkan secara bergotong royong berusaha melakukan deteksi dini supaya jika terjadi bencana alam dimana pun, dan dalam kondisi siap melakukan penyelamatan dan kegiatan evakuasi lainnya,” ungkapnya. Wilayah Paguyangan, menurut dia, selama musim hujan memiliki sejumlah daerah yang rawan terjadi bencana alam. ’’Wilayah Paguyangan ini memiliki karakteristik topografi yang bergunung dan berbukit. Akibat kondisi topografi tersebut, sangat rentan sekali terjadinya bencana alam,” kata Herman. Di tingkat kecamatan, bersama jajaran Muspika lainnya telah membentuk Satkorlak penganganan bencana alam sebagai upaya antisipasif untuk merespon kejadian bencana. Sedangkan kepada masyarakat, dia menghimbau hendaknya melakukan kerja bakti menata membersihkan sekaligus membenahi saluran-saluran air dan tanggul-tanggul sungai, serta jembatan agar tidak terjadi bencana tanah longsor serta gerusan air yang membahayakan. ’’Masyarakat juga hendaknya telah mengetahui lokasi-lokasi yang aman dari bencana alam guna dijadikan tempat evakuasi jika terjadi bencana tanah longsor maupun banjir. Karena sulit diduga datangnya peristiwa tersebut,’’ katanya. ’’Sementara, bagi warga yang berdomisili berdekatan dengan tebing curam serta bantaran sungai hendaknya mewaspadai setiap terjadinya perubahan cuaca,” lanjutnya. (pri)

KETENAGAKERJAAN Perda Perlindungan TKI BREBES - Meningkatnya daya beli masyarakat secara tidak langsung akan berdampak pertumbuhan ekonomi suatu kawasan tersebut. Di Kabupaten Brebes, daya beli masyarakat yang masih rendah sedikit diminimalisasi dengan kiriman wesel dari sektor buruh migrain yang bekerja di luar negeri. ’’Pantas saja jika TKI/TKW dianggap menjadi pahlawan devisa bagi negara dan daerah karena ikut berkonstribusi menumbuhkan daya beli masyarakat,” ungkap Ketua Serikat Buruh Migrain (SMBI) Cabang Brebes Nursalim Jumat (22/1). Dari data yang dimilikinya, kiriman uang TKI di Kabupaten Brebes melalui Wester Union selama tahun 2009 nilainya mencapai Rp 136.049.234.825, dari total transaksi 39.304 BSU. Jumlah tersebut, menurut dia, tentu sangat berarti bagi Pemkab Brebes yang masih kedodoran dalam soal PAD dan IPM. ’’Luar biasa angka pertahun kiriman TKI mencapai Rp 136 M lebih bagi Kabupaten Brebes,” tandasnya. Hal itu, lanjut Nursalim, seharusnya disikapi secara baik oleh Pemkab Brebes dengan memberikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan TKI, karena akan bisa menciptakan jalinan yang sinergis antara pemkab dengan pekerja buruh luar negeri tersebut. ’’Pahlawan devisa jangan hanya dihisap darahnya, mereka juga perlu perlindungan dan harus ada kompensasi dari pemkab dengan segera menerbitkan Perda,” ujar dia. Pemkab Brebes sendiri, melalui Dinsosnakertrans dalam audiensi dahulu dengan SBMI, menyatakan bahwa Perda akan diajukan pada awal tahun 2010. Terkait dengan nilai kiriman dari Wester Union, Kepala Kantor Pos Brebes saat hendak dikonfirmasi kemarin (22/1) sedang tidak ada di ruangannya. (mg7)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

DIKELUHKAN - Keberadaan dump truk yang membawa muatan material tanpa dilengkapi dengan penutup dikeluhkan pengguna jalan.

Dump Truk Double Track Dikeluhkan BUMIAYU - Warga dan pengguna jalan sepanjang ruas jalan provinsi BumiayuBantarkawung dan BumiayuPaguyangan, mengeluhkan beroperasinya dump truk yang setiap hari melalui luas jalan tersebut. Pasalnya, truk yang mengirim material pasir batu (sirtu) untuk double track (jalur ganda) kereta api (KA) di wilayah perbatasan Brebes-Banyumas ini tak menggunakan pengaman. Sehingga warga mendesak pemkab menertibkannya. Pasalnya, banyak truk yang melanggar aturan ini sangat rawan menimbulkan kecelakaan lalulitas. ’’Karena tak menggunakan penutup bak, sirtu itu banyak yang jatuh dari truk,” ujar Suhendi (39), warga Blok Buaran, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, kepada Radar di kediamannya Jumat (23/1). Hingga kini, lanjutnya, sudah dua kecelakaan lalulintas yang terjadi akibat sirtu jatuh dari truk dan menimpa mobil yang di belakangnya. Meski tidak

sampai terjadi korban jiwa, namun kondisi itu sangat disesalkan warga. Tak hanya itu, pelanggaran ini juga menyebabkan rusaknya badan jalan, seperti yang terjadi di ruas jalan wilayah Desa Kaliwadas hingga masuk Desa Laren, Kecamatan Bumiayu. Kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik dengan kondisi berlubang. ’’Pengusaha batu tampaknya tak memikirkan keselamatan warga. Mereka lebih mengedepankan target pengiriman batu,” ungkap Purwanto (42), warga Desa Kaliwadas. Karenanya, warga berhatap Pemkab maupun instansi terkait dapat melakukan penanganan terhadap kondisi yang terjadi saat ini. ’’Kami benar-benar kecewa dengan tindakan ini. Karenanya, kami minta pemkab segera menertibkan truk pengangkut material jalur ganda itu,” katanya. Sementara, Wawan Hidayat (40), warga Desa Jatisawit, Bumiayu, mengeluhkan beroperasinya dump truk yang

menggunakan jalan desa sebagai jalan alternatif dari arah Paguyangan. ’’Mereka, juga menggunakan jalan desa dari simpang empat Jalan rumono selepas Pasar Jatisawit, untuk kemudian menuju Pasar Wage. Ini jelas berbahaya, sebab jalan itu bukan kapasitasnya dipergunakan kendaraan truk. Selain berdekatan dengan pemukiman, juga terdapat sekolah,” papar Wawan. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Brebes saat dikonfirmasi melalui Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardiyono SIP mengatakan, jika aktivitas dump truk tersebut hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan, maka pengemudi truk dikenakan tindakan. ’’Semestinya, baik perusahaan maupun pengemudi truk dapat memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain. Itu dapat dilakukan dengan menggunakan penutup bak serta mentaati kelas jalan yang boleh dilalui,” jelasnya. (pri)

PAGUYANGAN - Sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diikuti dengan kenaikan harga berbagi barang kebutuhan termasuk ongkos transportasi kendaraan beberapa waktu lalu, sangat dirasakan dampaknya oleh warga di sekitar Waduk Penjalin, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Sekitar lima pedukuhan di desa tersebut dipisahkan oleh keberadaan waduk penjalin seluas 127 kilometer persegi, sehingga untuk mencapai antarpedukuhan selama ini warga menggunakan fasilitas jalan yang dibangun melingkari Waduk Penjalin dengan menggunakan menggunakan ojek maupun kendaraan bak terbuka. Namun, seiring dengan semakin naiknya harga BBM yang juga berpengaruh pada kenaikan ongkos kendaraan umum yang beroperasi di sana, warga saat ini mulai kembali menggunakan sampan sebagai sarana transportasi. Sampan seolah menjadi alat transportasi. ’’Kembalinya warga menggunakan sampan, sebab beberapa tahun lalu setelah dibangunnya jalan lingkar petuguran. Warga meninggalkan sampan dan lebih memilih ojek maupun mobil sebagai sarana transportasi, tapi setelah ongkosnya mahal, saat ini warga kembali menggunakan sampan,” jelas Ruswanto (40), warga Dukuh Glandongan. Beberapa pedukuhan yang

dapat dijangkau menggunakan sampan di antaranya, Dukuh Karangnangka, Glandongan, Pecikalan, Karangsempu, dan Dukuh Keser dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer. ’’Dengan kembali menggunakan sampan, warga dapat lebih menghemat ongkos. Perbandingannya jika kita menggunakan ojek dari Pasar Winduaji menuju daerah pedukuhan terjauh, warga dikenakan ongkos sebesar Rp 6.000. Sementara, jika menggunakan sampan hanya Rp 2.000 dan jika membawa banyak belanjaan paling kena tambahan sebesar Rp 500 hingga Rp 1.000 saja,” papar Taryunah (32) saat di temui kemarin (22/1). Kenyataan tersebut dibenarkan Tarmidi (51), pemilik sampan yang biasa melayani warga sekitar waduk. ’’Biasanya, sampan hanya ramai saat musim liburan terutama Lebaran. Kebanyakan mereka adalah para pelancong. Namun, saat ini banyak warga yang kembali menggunakan sampan untuk keperluan seharihari, apalagi ibu-ibu yang akan menuju pasar maupun pelajar yang akan bersekolah,” ungkapnya. Selain melayani untuk menyeberangkan, pemilik perahu juga menyewakan sampan dengan sistem sewa. ’’Kalau untuk sewa biasanya harga di sesuaikan, kalau sudah sangat kenal harganya juga semakin murah,” katanya tanpa mau menyebut nominal. (pri)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

DENGAN SAMPAN - Warga yang tinggal di sekitar Waduk Penjalin kembali menggunakan sampan sebagai sarana transportasi.

Menilik Aktivitas Masjid Agung Brebes

Demi Kenyamanan, Rest Area Masjid Agung Perlu Segera Diatur Keberadaan Masjid Agung Kabupaten Brebes yang baru kini mulai menjadi ikon bagi kota penghasil bawang merah tersebut. Sejauhmana pemanfaatannya? LAPORAN: ISMAIL FUAD DENGAN arsitektur bangunan masjid yang megah dan desain interior elegan, membuat tempat ibadah ini sedap dipandang, nyaman beribadah, dan melepas penat. Masjid Agung Kota Brebes belum genap setahun selesai dari rehabilitasi. Namun, geliat aktivitasnya mulai tampak. Bahkan, dengan bentuknya yang baru, menghadirkan nuansa dan daya tarik tersendiri. Terlebih lokasinya yang sangat stategis, membuat Masjid

Agung Brebes kerap didatangi banyak orang. Mulai yang sebatas untuk beristirahat, maupun sekaligus menjalankan ibadah salat. Seperti yang terlihat pada Jumat (22/1). Selepas salat Jumat, beberapa jamaah terlihat santai melepas penat dengan rebahan. Mereka yang beristirahat di Masjid Agung ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Brebes, namun juga dari luar kota yang sengaja transit di Kabupaten Brebes. ’’Lokasi masjid yang berada di jalur pantura sering dijadikan lokasi transit oleh para pengendara kendaraan dengan jarak jauh. Sehingga, selain beribadah, mereka juga banyak yang memanfaatkan masjid ini untuk beristirahat guna melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan,” jelas Pengurus Ta’mir Masjid Agung H Aminuddin

MEGAH Kondisi Masjid Agung Kabupaten Brebes kini makin menarik perhatian, dengan didukung nuansa yang megah serta desain interior yang bagus. ISMAIL FUAD/RATEG

Afif. Banyaknya jamaah yang rebahan di Masjid Agung, lanjut Amin, akan segera dirapatkan besok (23/1) guna mengatur rest area bagi jamaah yang hendak beristirahat. Ini bertujuan agar mereka merasa nyaman dan tidak mengganggu kegiatan ibadah yang lainnya. ’’Konsep rest area sejauh ini belum diputuskan. Kalau dulu sudah ada, tapi karena bentuk

ruangan dan bangunannya sudah berbeda. Karenanya, ini akan segera dirapatkan dengan pengurus,” katanya. Selain akan membahas tentang rest area bagi jamaah Masjid Agung Brebes, Amin mengatakan, pengurus takmir juga akan merapatkan beberapa hal terkait dengan manajemen pengelolaan masjid. Salah satunya, tentang peresmian masjid ini. (*)


SLAWI METROPOLIS

8

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LEGISLATIF Sederhana Asal Sehat TERGOLONG unik seorang Anggota DPRD Kabupaten Tegal periode masa bhakti 2009-2014 Prayitno SH dari Fraksi Partai Golkar (FPG), berangkat tugas dengan menggunakan sepeda mini. Pasalnya, mantan birokrat yang terjun sebagai politisi ini kesehariannya selalu menganut pola hidup sederhana asal sehat baik di rumah maupun di tempat kerja. “Bukan cuma diri saya, keluarga saya juga menerapkan pola hidup sederhana asal badan sehat dan jauh dari penyakit yang mengancam dirinya,” kata Prayitno SH. DOK.RATEG Apa yang dilakukan, menurutnya Prayitno SH bukan sebagai bentuk menonjolkan kesan berhemat atau pelit. Intensitas yang sering dilakukan ini, demi kesehatan diri tanpa berharap pamrih atau pujian dari pihak manapun. Bahkan dirinya secara jujur mengatakan pernah ada celaan dari pihak tertentu, namun tidak digubrisnya, melainkan dianggap sebagai doa bagi diri dan keluarganya. “Toh yang mengenyam kesehatan dan hasil dari pola hidup yang dilakukan bukan orang lain. Melainkan dirinyasendiri,” ucapnya. Masih kata Prayitno, dengan anggapan apapun yang datangnya dari pihak manapun, dirinya akan tetap berprinsip pada pola yang sudah menjadi keinginan hidup diri sendiri dan keluarga. Yaitu sederhana asal sehat untuk membangun sebuah keinginan hidup. Menyinggung soal kinerja yang digeluti sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal, tidak terganggu sama sekali dengan pola hidup yang dianutnya. Bahkan menurutnya, justru dirinya lebih fresh dan lebih baik stamina fisik dan pikiran, usai bersepeda ria. ”Saya merasa lebih baik berfikir saat bekerja. Pun saat bersepeda saya sering menemukan inspirasi hidup untuk inovasi dalam bekerja,” pungkas Prayitno SH. (k1)

Beras Alami Kenaikan, Faktor Psikologis KENAIKAN harga beras di pasaran Kabupaten Tegal dalam kurun waktu antara 2 – 3 bulan terakhir, diduga terjadi karena faktor psikologis akibat adanya kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras, yang naik 10 persen, dari semula Rp 4.600 per Kg menjadi Rp 5.060 per Kg. Pemberlakuan kenaikan HPP tersebut, berdasarkan Inpres nomor 7 tahun 2009, mulai diterapkan sejak 1 Januari 2010. Adapun tujuan pemberlakuan Inpres tersebut, yakni dalam rangka upaya menjaga keuntungan usaha tani padi, maka pemerintah menaikkan HPP untuk gabah dan beras. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian, Ir H Suswono MMA ke Kabupaten Tegal, Jumat (22/1). Kunjungan kerja dilakukan ke sejumlah pedagang beras di Pasar Banjaran, gudang Bulog 602 yang terletak di jalan A Yani Slawi, serta ditutup dialog Menteri Pertanian dengan ratusan petani se-Kabupaten Tegal. Menteri Pertanian, Suswono, di sela-sela kunjungan kerjanya mengungkapkan, saat ini persediaan beras nasional mencapai 1,7 Juta ton. Jumlah tersebut masih jauh lebih tinggi dari bulan yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai 1,1 Juta ton. Tingginya jumlah stok yang ada terseut, dinilai mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional yang rata-rata memerlukan beras kurang

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

STOK – Menteri Pertanian Ir H Suswono MMA saat mengadakan kunjungan kerja ke Gudang Bulog 602 Procot Kecamatan Slawi dan mendapatkan penjelasan dari kepala Gudang seputar stok beras yang ada.

dari 3 Juta ton per bulan. ”Di pasaran, suplai beras tidak ada kekurangan. Walaupun memang ada kenaikan yang terjadi dalam 2 bulan terakhir, sebesar Rp 1.000 per Kg. Kenaikan ini mudah-mudahan hanya karena faktor psikologis akibat adanya kenaikan HPP 10 persen,” ujar Menteri Pertanian, Suswono.

Selain faktor psikologis tersebut, menurut Suswono, kenaikan dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Sehingga menyebabkan macetnya sejumlah pendistribusian beras. ”Meski ada faktor lain juga, yakni mundurnya musim tanam yang mencapai 1,5 bulan. Tapi secara umum

persediaan masih cukup,” tandas Suswono. Terkait dengan opsi pelaksanaan operasi pasar, untuk menekan lonjakan harga beras di pasaran, menurut Suswono, upaya ini dapat ditempuh oleh Pemkab. Meskipun, kenaikan harga yang terjadi belakangan baru sekitar 14 persen. (aan)

DEWAN KESENIAN Pemilihan Ketua DKKT Dikondisikan SLAWI - Proses pemilihan ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) pada Musyawarah Daerah (Musda), Jumat (22/1) di Gedung Dewan Kesenian sudah dikondisikan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diduga ikut ‘bermain’ untuk meloloskan calon ketua. Pengurus Kecamatan Dewan Kesenian Suradadi, Rustono SP mengaku kecewa dengan pelaksanaan Musda DKKT ini. Karena dalam pelaksanaan tidak hanya pengkondisian ketua, tapi juga pelaksanaan Musda itu sendiri. Harusnya, pada Musda DKKT dinas menggelar pra musda dengan mengundang jajaran pengurus DKKT lama. Tapi yang terjadi, dinas tidak melakukan itu. Bahkan pada pelaksanaan Musda terkesan terburu-buru karena tidak semua PK hadir dan pengurus lama juga demikian. “Harusnya ada pra musda dulu sebelum digelar musda sesungguhnya. Berikutnya, undangan peserta juga tidak merata, bahkan ada pengurus yang mendapatkan undangan tadi pagi. Sehingga ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan musda ini,” tanyanya. Kesan pengkondisian, lanjut Rustono, ada oknum dari dinas yang memanggil pengurus DKKT supaya menggolkan calon yang dijagokan sendiri, padahal calon tersebut tidak dicalonkan oleh peserta. Lebih parahnya lagi, saat mau proses pemilihan aturan yang sudah ditetapkan dilanggar sendiri oleh panitia. “Dalam aturan, orang yang dicalonkan menjadi ketua jika tidak hadir dinyatakan batal. Tapi oleh oknum dari dinas memaksa supaya memasukan nama tersebut, sehingga diputus supaya pemilihan ketua diundur usai sholat Jumat.” Lucunya lagi, aku Rustono, pada Musda DKKT, masing-masing PK hanya memiliki satu hak suara tapi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sendiri ada tiga orang yang memilih. Perbedaan ini jelas menimbulkan pertanyaan dari peserta musda sendiri, kenapa hal ini terjadi. Harusnya, dinas juga obyektif dengan hanya memiliki satu suara. “Pada musda hanya ada enam PK yang hadir, dari 18 PK yang ada. Ditambah pengurus DKKT yang dulu. Tapi ternyata, yang bukan masuk jajaran pengurus juga memiliki hak suara. Karena pada daftar hadir ada namanya disana,” akunya. Meski mengaku kecewa, ia tetap mengucapkan selamat pada ketua terpilih, Ir Karwadi. Semoga ke depan, DKKT bisa maju, tidak malah mundur. Dan pesan pada ketua terpilih, luangkan waktu untuk membesarkan kesenian yang ada di Kabupaten Tegal. Jangan hanya waktu memberikan visi dan misi saja memberikan janji indah, tapi setelah berjalan tidak ada gaungnya sama sekali. (guh)

Kejari Ungkap Dua Lokasi Kasus Bansos yang Libatkan Anggota DPRD Jateng SLAWI - Setelah dilakukan pengembangan lebihlanjut, tim dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (kejari) Slawi yang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait Bantuan Sosial (bansos) dengan tersangka mantan anggota DPR Provinsi Jateng Johan Firdaus dan sopirnya Iwan, akhirnya kembali berhasil mengungkap beberapa wilayah yang diduga ikut pula diselewengkan. Diantaranya bansos untuk tempat ibadah wilayah Pagerbarang dan Kramat. ‘’Ya, dari hasil pengembangan kami selain di wilayah Talang ternyata ada dua wilayah yang mendapatkan bansos, tapi diselewengkan. Dua wilayah tersebut berada di Pagerbarang dan Kramat,’’ terang Kasi Pidsus Kejari Slawi Nursodik SH, Jumat (22/1) kemarin. Di sela-sela pemeriksaan saksi, lanjutnya, pihaknya juga sedang memintai keterangan

sejumlah pengurus masjid yang dalam keterangannya tidak sesuai dengan bantuan yang dikucurkan. Karenanya, saat ini pihaknya masih terus mendalami akan kasus dengan tersangka mantan anggota DPR Provinsi Jateng Johan Firdaus dan sopirnya Iwan. ‘’Jadi, bukan hanya tempat ibadah di Talang saja yang dananya diselewengkan. Namun, rupanya kini menjadi tiga wilayah,’’ papar Nursodik. Ditegaskan dia, bahwa bila melihat perkembangan ini berarti dalam waktu dekat akan segera melakukan langkah tindaklanjut terhadap tersangka yang sebelumnya sudah ditetapkan. Apalagi, bansos yang dikucurkan dan diselewengkan bukan hanya satu lokasi saja. ‘’Kita lihat saja nanti mas hasil perkembangan penyelidikan yang tengah kami garap. Dan bila pemeriksaan para saksi telah rampung, kami juga pasti akan melakukan tindakan tegas kepada tersangka. Termasuk, bisa saja dalam pengembangan yang kami lakukan bisa muncul ada tersangka baru,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan Radar sebelumnya,i setelah melakukan pengembangan lebih lanjut, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana bansos dari Provinsi Jawa Tengah, Kejari Slawi akhirnya menetapkan sopir Johan Firdaus, Iwan Rudiyanto, sebagai tersangka kedua. Tersangka pertama yang ditetapkan kejaksaan yakni mantan anggota DPRD Provinsi Jateng Johan Firdaus yang diduga melakukan tipikor sebesar sekitar Rp 95 juta yang peruntukannya sebagai pembangunan tempat ibadah. Kepala Seksi Pidana Khusus Nursodik SH menegaskan bahwa tersangka kedua ditetapkan oleh kejaksaan pada akhir September 2009 lalu. Ini setelah pihaknya melakukan pengembangan lebihlanjut dan menemukan adanya bukti yang mengarah pada nama Iwan Rudiyanto. ‘’Kalau dalam penetapan tersangka tidak cukup bukti, kami tidak akan mungkin berani melakukan hal tersebut. Namun karena Iwan Rudiyanto, yang

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PULDATA - Kasi Pidsus Nursodik SH saat memintai keterangan kepada salah satu pengurus masjid terkait dana bansos yang diduga diselewengkan dan tidak sesuai dengan kucuran dana yang diterimanya.

diketahui sopir Johan Firdaus cukup bukti, dia kami jadikan sebagai tersangka kedua, menyusul mantan anggota DPRD Jateng yang sebelumnya kami tetapkan terlebih dulu sebagai tersangka,’’ terangnya. Di ruang kerjanya, didampingi

Kasi Intelijen Gunawan SH, Nursodik juga menambahkan, sopir Johan Firdaus ini ditetapkan tersangka lantaran dalam perannya pada saat penerimaan pengajuan nama ke bank, Iwan Rudiyanto yang mengambil uang sebesar Rp 95 juta. (gus)


ENTERTAINMENT

SABTU 23 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Perawat Protes ‘Suster Keramas’ SUDAH ditayangkan beberapa minggu, film ‘Suster Keramas’ masih juga menuai kecaman. Kali ini kontra datang dari sejumlah orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keperawatan Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka berkumpul dan berunjuk rasa di Makassar, Jumat, menolak film yang dibintangi bintang porno asal Jepang Rin Sakuragi. Mereka mendesak DPR segera merekomendasikan pencabutan izin edar film tersebut karena dinilai menampilkan adegan porno yang sangat mendiskreditkan profesi perawat. Sekitar 100 perawat dari berbagai perguruan tinggi di Makassar di hadapan anggota DPRD Sulsel meminta ketegasan agar film tersebut ditarik dari peredaran. Mereka juga meminta kepada Maxima Production yang memproduksi film ini menarik filmnya dan segera meminta maaf kepada publik, khususnya kepada lembaga profesi keperawatan yang merasa dilecehkan. Dunia perfilman di Tanah Air yang selayaknya dijadikan sarana pendidikan, hiburan dan pendidikan sering dinodai ulah sutradara dalam menyusun suatu adegan dan pemberian judul. “Kami meminta kepada semua instansi pemerintah agar secepatnya melakukan tindakan dengan menarik film tersebut. Jika hal tersebut tidak dilakukan, kami akan melakukan sweeping di bioskop-bioskop dan toko-toko yang kemungkinan menjual Compact Disc (CD) film ini,” ujarnya. (ant/boo)

pengertian pada warga yang sedang menangkar jaring untuk mendapatkan ikan ditambak tersebut Jumat ( 22/1) pagi kemarin. “Tambak ini sengaja dibuat untuk memanfaatkan sisa lahan yang belum dikembangkan di areal PAI. Ke depan tambak ini juga akan dijadikan sarana wisata bagi pengunjung. Sebelumnya kami sempat menebar

benih bandeng dan mujahir. Namun giliran akan memasuki musim panen sudah dijarah warga sekitar,” terangnya. Bahkan upaya pemancangan papan peringatan di sepanjang tambak, ada sebagian yang sengaja dirusak warga. “Kini ada upaya untuk memperluas areal tambak sambil menunggu upaya pengembangan sisa lahan yang ada. Dimana tanah yang ada di PAI ini semua menjadi kewenangan dinas terkait, ka-

rena telah dikontrak dari PT Pelindo,” terangnya. Dia juga sepakat untuk melakukan koordinasi dengan satuan pengaman baik itu dari Sat Pol PP maupun Polisi Pariwisata untuk memberi shock terapi pada warga yang masih nekad menjarah benih ikan di tambak tersebut. “Setidaknya bila ada petugas yang berupaya menegur, tentunya warga juga akan berpikir ulang melakukan aksinya,” kata

dia. Sementara Kanit Polisi Pariwisata Aiptu Bambang SW mengaku siap mengerahkan anggotanya untuk berpatroli secara rutin di sekitar wilayah tambak untuk menekan aksi warga mengambil benih ikan di dalamnya. Dia mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan satuan polisi pamong praja terkait pengamanan secara berkesinambungan di sekitar lokasi. (her)

ditentukan tadi kepala daerah ada kepentingan mendesak. “Pak Ikmal siap beraudiensi dengan Fostah. Mengenai waktunya disesuaikan jadual Walikota. Karena belakangan ini beliaunya sedang sibuk. Tetapi informasi awalnya Pak Ikmal akan menemuinya pada Selasa nanti jika tidak ada perubahan,” kata Herlien Jumat (22/1) usai mengikuti olah raga. Dijelaskan, Pemkot berharap Fostah bisa menjaga kondusivitas yang sudah ada sekarang. Karena itu, walikota menghimbau agar mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengurangi itu. Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas nasib dari para guru honorer itu. Tetapi Pemkot bekerja sesuai aturan yang berlaku. Sebelumnya Ketua Fostah

Eko Rudiono mengatakan, kedatangannya ke Wakil Walikota selain membahas tentang legalitas formal juga untuk meminta dimediasikan agar bisa bertemu langsung dengan G1 atau Walikota Tegal. Namun dari pertemuan tersebut belum ada titik terang sama sekali. Dia memberi deadline satu minggu dari sekarang agar bisa bertemu langsung dengan G1. Jika itu tidak terlaksana, massa Fotsah sudah siap melakukan aksi seperti di daerah-daerah lain. “Habis manis sepah dibuang. Kira-kira seperti itulah nanti nasib para guru honorer sekolah negeri. Karena tenaga kita dipakai tetapi keberadaannya tidak diakui. Aapabila sudah mentok tidak ada kebijakan seperti yang kita inginkan, massa siap melakukan aksi,” katanya usai menemui wawalkot. (cw1)

Tak Bisa Angkat Honorer dari halaman 3 ataupun diangkat CPNS. Itu yang sedang kami tunggu aturan yang jelas dari pusat,” terang Sintha. Untuk waktunya dia tidak bisa menyebutkan sebab itu kebijakan pusat. Sebab, meski honorer di Kota Tegal sudah habis, tapi di daerah-daerah lain belum. Seperti di Jakarta saja belum habis, masih banyak bahkan mencapai ribuan tenaga honorer. Yang pasti pemkot tetap mengupayakan mereka agar bisa mendapatkan kesempatan itu. “Saat ini pemkot tidak bisa memberikan kebijakan apapun. Sebab, mengenai pengangkatan tetap pusat yang menentukan bukan dari daerah. Harapannya pusat menurunkan juknis untuk PP No 48 tahun 2005.

Walaupun aturan tersebut tidak direvisi atau ganti yang baru. Pemkot tetap akan menunggu itu. Dan itu pasti ada entah kapan waktunya.” Terkait dengan penempatan CPNS baru tergantung dari permintaan sekolah yang mengajukan. Jadi BKD tidak tahu apakah di situ ada tenaga honorernya atau tidak. Yang pasti penempatan berdasarkan pengajuan pihak terkait. SIAP BERTEMU Walikota Tegal Ikmal Jaya SE Ak melalui Kabag Humas dan Protokoler Herlien Tedjo Oetami SH mengatakan, permintaan Fostah bisa bertemu Walikota dikabulkan. Rencana awal, Walikota siap bertatap muka dengan organisasi guru honorer itu pada Selasa mendatang. Namun jadual tersebut bisa berubah, apabila pada waktu yang

Barang Dagangan Tak Semua Bekas dari halaman 3 pasar loak bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah dalam sehari. Maman (42), salah seorang pedagang mengatakan, meski kondang dengan sebutan pasar loak, tetapi tidak semua barang yang diperdagangkan adalah bekas. Aksesoris motor dari yang terkecil seperti baut, busi, hand grid hingga aneka knalpot racing tersedia baru maupun bekas. Bahkan, di kiosnya, dia mengaku menyediakan lebih dari 200 item baik bekas maupun baru dengan harga bervariatif. Dalam sehari, dia mengaku bisa mendapatkan Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta. Jumlah tersebut akan bertambah saat akhir pekan dimana jumlah pengunjung yang datang ke pasar loak bisa meningkat dua kali lipat. Meski bermunculan toko aksesoris yang menawarkan beragam produk baru, pihaknya optimis bisa tetap mendapatkan pelanggan. Selain menjual, dia juga membeli berbagai aksesoris atau komponen sepeda motor bekas dari pengunjung. Nantinya, barang-barang tersebut akan disulap kembali seperti baru dan dipajang di depan kiosnya. Tetapi, sebelum membeli barang dari pengunjung, dia akan

mengecek terlebih dahulu sehingga tidak membeli barang curian. Pasalnya, beberapa kali sempat terjadi persoalan karena barang yang dibeli dari pengunjung ternyata barang curian. “Di sini adalah surga bagi modifikator motor karena bisa mendapatkan apa saja dengan harga murah, baik baru maupun bekas,” katanya. Hal senada diungkapkan Joni (39). Menurutnya, yang membedakan pasar loak dengan tempat lain adalah transaksi dilakukan secara tradisional. Pedagang seperti dirinya akan membuka harga dan konsumen bisa menawar semurah mungkin hingga akhirnya tercapai kesepakatan. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kota Tegal melainkan dari beberapa kota lain seperti Slawi, Brebes, Pemalang, Pekalongan. Bahkan ada beberapa pelanggannya yang sengaja datang dari Semarang. Meski dia tidak menampik jika sebagian dagangannya merupakan buatan lokal, tetapi dengan sedikit polesan dan pemasangan yang dilakukan di tempat, berbagai aksesoris yang ada akan menambah manis penampilan sepeda motor. Saat masuk ke pasar loak, motor yang semula standar bisa keluar dengan full modifikasi dalam waktu singkat sesuai tren

dari halaman 3 tempat itu, pelaku berhasil menggondol tas milik Ny W Askamiyah yang juga menjabat kepsek di sekolah tersebut. Tidak tanggung-tanggung selain berisi uang tunai sekitar Rp 3,7 juta pelaku juga berhasil menguras uang dalam tabungan BRI dan BKK Tegalsari yang ada di dalam tas tersebut dengan memalsu tanda tangan kepala sekolah. Total kerugian yang dialami kasek SDN MKK IV ditaksir mencapai nominal Rp 14 juta lebih. Sebelumnya pada tanggal 5 Januari 2010 tersangka juga berhasil menggondol tas milik guru SMA NU Pesurungan. Kali ini tas milik Mulyani yang berisikan uang tunai sekitar Rp 1,8 juta dan tas milik guru Ari Wulandari berisi uang tunai Rp 75.000 dan SIM berhasil dicurinya. “Dompet dan surat -surat penting seperti SIM saya bu-

ang di Jalan Gajahmada,” ujarnya. Dari hasil kejahatan tersebut, dia mengaku telah membeli dua unit sepeda motor masing- masing jenis Yamaha RX King nopol G 3454 PF dan Shogun Smash nopol G 5601 WE. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Reskrim AKP Willer Napitupulu SE menyatakan, identitas pelaku berhasil terditeksi petugas setelah menghimpun keterangan dari beberapa korban. “Upaya lidik anggota untuk menditeksi keberadaan orang dengan ciri- ciri tersebut dilakukan petugas dan mengarah pada pelaku. Dia dijemput paksa semalam, dan mengakui semua sepak terjangnya selama ini ,” ujarnya. Dari hasil kalkulasi sementara, pelaku telah berhasil mengumpulkan uang lewat aksinya sejumlah Rp 21,2 juta. Uang tersebut telah habis untuk kebu-

tuhan hidup keluarga dan membeli dua unit kendaraan bermotor. Istri makelar motor ini mengaku melakukan aksinya seorang diri. Tertangkapnya ‘tikus sekolah’ yang belakangan membuat resah tenaga pendidik metropolis itu langsung mendapat antusias beberapa guru dan kasek yang sempat kehilangan barang berharganya di ruang kerjanya. Puluhan guru dan kasek sedari pukul 08.00 WIB hingga menjelang sholat Jumat kemarin berbondong-bondong mendatangi Polresta untuk sekadar mengetahui tampang pelaku, sekaligus dimintai keterangan penyidik untuk mencocokan keterangan tersangka dengan barang yang dicurinya. Dalam kasus ini pelaku bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Dua unit motor yang dibeli dari hasil kejahatan turut diamankan. (her)

Fostah Kembali Datangi DPRD

Warga Jarah Benih Tambak PAI dari halaman 3

Satroni 14 Sekolah, Gondol Tas ...

yang ada. Meski persaingan sesama pedagang cukup ketat, tetapi semuanya berlangsung secara fair sehingga pasar loak bisa memiliki pelanggan sendiri meski perubahan jaman terus terjadi. “Setiap hari pengunjung yang datang terus bertambah dan sebagian didominasi kalangan muda yang doyan utakatik sepeda motor,” terangnya. Tono (31), salah seorang pengunjung asal Brebes mengaku sengaja datang mencari beberapa aksesoris baru dan bekas. Dengan aksesoris bekas yang masih layak pakai, dia bisa berhemat dan sisanya bisa membeli aksesris baru. Saat menawar, jelasnya, usahakan serendah-rendahnya sehingga bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan

harga murah. Meski di setiap item terdapat label harga, tetapi semuanya masih bisa dinego sehingga pengunjung harus jeli dalam memilih dan menawar. Keberadaan pasar loak, jelasnya, sangat membantu masyarakat menengah ke bawah karena barang yang ditawarkan lebih terjangkau. Tidak hanya itu, meski terlihat sepele tetapi perputaran uang yang terjadi jika diamati secara cermat tidak sedikit. Bahkan jumlahnya bisa melebihi toko onderdil atau aksesoris ternama karena di sini terdapat puluhan pedagang dengan ribuan item berbeda yang setiap hari keluar masuk. “Pasar ini sudah puluhan tahun berdiri jadi image sehingga menjadi salah satu tempat yang dicari baik dari dalam maupun luar kota,” tukasnya. (rochman gunawan)

dari halaman 3 “Kami minta DPRD konsekuen dengan janjinya, yakni mempertemukan kami dengan Pemkot untuk menyelesaikan masalah ini. Agar masalahnya tidak berlarut-larut, seperti di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes,” kata Eko. Menurut Eko, sebenarnya pihaknya telah ditemui Wakil Walikota Tegal H Habib Ali Zaenal Abidin SE dan Kepala BKD, tapi pihaknya belum puas. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan menemui Walikota untuk mendengarkan secara langsung langkah Pemkot soal nasib ratusan anggota Fostah yang selalu diambangkan. Eko menjelaskan, sebenarnya kalau melihat kronologisnya, anggota Fostah bisa diangkat menjadi CPNS. Sebab pada bulan Januari 2005 MenPAN memerintahkan kepada

seluruh daerah untuk mendata jumlah tenaga honorer, dan pada bulan Juli 2005 jumlah tenaga honorer di Indonesia ditetapkan sebanyak 650 ribu. Namun dari jumlah itu, anggota Fostah Kota Tegal tidak masuk. Karena terganjal tidak memiliki SK Walikota, kendati kalau sesuai PP nomor 48 layak untuk jadi CPNS. Karena syarat CPNS pertanggal 31 Desember 2005 sudah mengabdi minimal 1 tahun. Padahal saat itu rata-rata anggota Fostah telah mengabdi sekitar 3 sampai 15 tahun. Kendalanya pihaknya tidak memiliki SK Walikota, tapi hanya SK Kepala Sekolah masing-masing. “Pada kesempatan ini kami menyerahkan data pendukung kepada DPRD agar DPRD bisa secepatnya melakukan tindakan. Sesuai data terakhir, dari 312 anggota Fostah, ternyata ada sekitar 29 yang telah dianulir.

Sehingga jumlah pasti anggota Fostah saat ini hanya 283,” tuturnya. Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot, terkait masalah ini. Namun pihaknya menyarankan agar masalah ini bisa diselesaikan terlebih dulu dengan Pemkot, apalagi Wakil Walikota dan Kepala BKD telah menerima Fostah untuk berdialog. Bahkan minggu depan, Walikota juga siap untuk menemuai anggota Fostah. Itu berarti Pemkot telah membuka diri untuk berdialog, dan siap memperjuangkan mereka kalau aturannya diperbolehkan. “Kami rasa saat ini masalah ini biar diselesaikan dulu dengan Pemkot. Kalau sudah mentok baru silahkan datang ke DPRD untuk meminta bantuan,” ungkap Edi. (hun)

Dislatan Bantah Raperda TPI Copy Paste dari halaman 3 Kepala Dislatan Kota Tegal Agus Santoso saat dikonfirmasi usai melakukan pembahasan dengan Komisi II DPRD Kota Tegal, Jumat (22/1) kemarin menegaskan, tidak benar kalau draf Raperda tentang pengelolaan dan retribusTPI hanya copy paste dari daerah lain, yang telah mengelola TPI. “Draf Raperda telah disusun tim. Bahkan hasil penyusunan telah diserahkan pada tim Pemkot yang diketuai Bagian Hukum. Kalaupun ada sedikit kesamaan dalam konsideran Raperda, karena dasar hukum aturan perundang-undangan yang dijadikan landasan sama, sehingga sedikit ada kesamaan,” kata Agus. Saat ditanya soal jumlah kapal di Kota Tegal, Agus menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan validasi jumlah kapal, dengan membagi soal gross tonnya (GT). Hal ini dilakukan untuk lebih mempermudah dan memantau jumlah kapal, yang akan dilakukan validasi setiap saat. “Saat ini proses validasi masih berlangsung,” ujarnya. Sebelumnya, draf Raperda tentang pengelolaan dan retribusi TPI yang diajukan tim Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal kepada DPRD dinilai sangat kacau dan terkesan asal-asalan serta hanya copy paste dari daerah lain. Karena itu, DPRD harus berani menolak dan mengembalikan draf Raperda tersebut kepada Pemkot untuk dievaluasi dan

Pertanyaan : Assalaamu’alaikum wr. wb. Bapak Ust. H Imanuddin pengasuh konsultasi zakat yang kami hormati. Saya ada pertanyaan yang mengganjal di pikiran saya dan ingin saya tanyakan, begini kalau ada orang kaya memeiliki harta kekayaan yang sudah memiliki kewajiban zakat (nishob, haulnya) tetapi tidak mengeluarkan zakat bagaimana hukumnya? Dan dalilnya apa? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalaamu’alaikum wrwb. Sumiati di Tegal

disempurnakan. Demikian dikatakan salah satu bakul Ikan Imam Syafrudin Rabu (20/1) kemarin. Menurut Imam, kekacauan dan kesemrawutan draf Raperda sangat kentara, yakni dalam Bab 1 tentang ketentuan umum pasal 1 banyak item yang hanya diulang-ulang. Padahal isi dan maksudnya sama. Belum lagi banyaknya konsideran Raperda yang tak sesuai penjelasannya. Sehingga dari kesemrawutan ini terkesan draf Raperda hanya copy paste dari daerah lain, tanpa dilakukan perubahan yang mendasar. “Kalau melihat draf Raperda ini sangat jauh dari profesional. bahkan seperti hasil penyusunan anak SD yang hanya bisa membolak-balik kata saja.” TERTUTUP Sementara itu, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan dan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) antara Komisi II DPRD Kota Tegal dengan Dinas Kelautan dan Pertanian Jumat (22/1) kemarin berlangsung tertutup. Padahal, Raperda tersebut dibuat untuk mengatur TPI yang bersifat publik. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE saat dikonfirmasi usai memimpin rapat mengatakan, pembahasan tertutup karena masih bersifat internal. Kalau pembahasan selesai, hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat melalui media. “Tunggu saatnya saja nanti. Yang jelas draf Raperda telah dipublikhearingkan. Un-

tuk pembahasan berikutnya, kami akan hadirkan tim ahli DPRD untuk pembahasan draf Raperda ini. Hal ini kami lakukan agar Raperda pengelolaan TPI bisa maksimal,” kata Hendria. Menurut Hendria, karena pada pertengahan tahun 2010 pengelolaan TPI diserahkan pada pada Pemkot, pihaknya menargetkan pembahasan dan penetapan Perda pengelolaan dan retribusi TPI pada bulan Februari 2010. Sedangkan pertimbangan yang dijadikan dalam pembahasan Raperda, yakni hasil publik hearing, hasil kosultasi dengan Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jateng, dan Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan. “Agar Perda bisa dilaksanakan, kami akan maksimal dalam pembahasan. Segala masukan, khususnya yang disampaikan masyarakat nelayan dalam publik hearing akan kami jadikan pertimbangan,” tuturnya. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan soal himbauan dari Komisi B DPRD Propinsi Jateng, yang meminta agar antara Perda pengelolaan dan retribusi dipisah. Hal ini karena keduanya berbeda, dan untuk lebih mempermudah. “Saat ini draf Raperda pengelolaan dan retribusi TPI masih digabung, tapi dalam pembahasan nanti kami berharap bisa dipisahkan,” ungkapnya. (hun)

Jawab. Ibu sumiati yang dirahmati Allah swt. Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Di dalam al al Qur’an perintah untuk menunaikan zakat berbarengan dengan perintah untuk menegakkan sholat sebanyak 82 ayat. Sehingga jelas kewajiban zakat telah ditetapkan melalui alQur’an dan sunnah rasul serta ijma’/kesepakatan kaum muslimin. Maka barang siapa yang tidak melaksanakan karena menentang atau memungkiri kewajiban zakat berarti ia telah keluar dari islam (kafir) dan boleh diperangi karena kekafirannya. Adapun orang yang meninggalkannya karena kikir atau malas sedang ia tetap meyakini kewajibannya maka sungguh ia telah berdosa besar meski tidak sampai keluar dari islam.

Dalilnya al Qur’an surat at Taubah ayat 34-35 dan ayat 103. serta hadits Nabi yang artinya : “ Dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rasulullah saw bersabda: saya diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai/ sehingga mereka bersyahadat bahwa tidak ada tuhan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah, mendirikan sholat dan membayar zakat. Maka apabila mengerjakan yang demikian, maka darah dan harta mereka telah terjaga/tidak halal bagiku kecuali dengan ketentuan Islam dan urusan mereka terserah kepada Allah set (HR Bukhori). Fiqh sunnah – Sayyid Sabiq hal. 281. Wallohu a’lam bishowab, selamat berzakat ! Wassalaamu’alaikum wrwb.


CMYK

METROPOLIS

SABTU, 23 JANUARI 2010

10

RADAR TEGAL

PROFIL

Terapkan Filosofis ‘Wis Tau’

ANTIK - Sesuai dengan usianya, mobil Volkswagen terlihat antik dan menarik serta unik dibandingkan si kuda besi lainnya.

LAELA NURCHAYATI/RATEG

Jalin Kebersamaan dengan

’MOBIL RAKYAT’

BENTUKNYA yang unik dan berbeda di antara lainnya menjadi kelebihan tersendiri pada mobil Volkswagen (VW). Kendaraan yang lahir sebagai mobil rakyat pada era perang dunia pertama ini telah menjadi ikon dunia. Bahkan Guinnes Book of Record pernah mencatatnya sebagai mobil terlaris di dunia. Tak heran banyak pecinta mobil buatan Wolfsburg, Jerman ini membentuk komunitas Volkswagen sebagai bentuk kecintaan terhadap koleksi mereka. Tak terkecuali di Kota Tegal, dengan mendirikan Tegal Volkswagen Club (TVC). Komunitas ini membentuk embrio sejak tahun 1995 namun

baru resmi berdiri tahun 1999. Kendati bernama Tegal Volkswagen Club, namun komunitas ini membawahi 4 daerah. Yaitu Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang. ‘’Awal berdiri hanya beranggotakan sekitar 6 orang saja,’’ ungkap Muslim Rizal. Kendati sedikit anggotanya, lanjut ketua Dewa Pembina TVC ini, namun bisa langsung memberikan gebrakan tahun 2000 dengan menggelar Tegal Automotif Show (TAS). Bahkan agenda ini dilaksanakan tiga kali pada tahun 2001 dan 2003. Ajang bergengsi tersebut tidak saja diikuti oleh klub VW,

TIPS

Perawatan Mobil Antik JURUS jitu merawat mobil antik atau tua adalah menyukai, telaten dan sabar. Apabila kita menyukai sesuatu, maka segala hal akan kita lakukan untuk menjaganya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, maka hasil maksimal akan kita dapatkan dari hobi atau kesukaan kita. Tak terkecuali dalam merawat Volkswagen milik kita yang mungkin usianya jauh dari umur kita. Berikut tips mudah dalam merawat Volkswagen dari berbagai sumber : 1. Usahakan jangan mencuci kendaraan pada sore atau malam hari, air akan lebih lama kering karena udara lembab yang mengakibatkan besi cepat mengalami kropos/korosi. 2. Usahakan sendi-sendi/ engsel pintu, kap bagasi, kap mesin selalu diberikan pelumas secukupnya. Paling tidak 1 bulan sekali. 3. Bersihkan karet kaca dan sudut dari karet kaca tersebut 1 bulan sekali, jika perlu gunakan bahan / semir khusus karet. 4. Lakukan pemeriksaan oli mesin sebelum menghidupkan mesin 5. Lakukan penggantian oli mesin setiap 3000km. 6. Lakukan tune-up minimal 10.000 kilometer atau 6 bulan sekali. 7. Perawatan kendaraan disarankan pada bengkel khusus Volkswagen yang

CMYK

telah mempunyai reputasi baik atau sudah kita kenal. 8. Tank bensin tidak dibenarkan sampai kosong, sebab akan menimbulkan kotoran dan masuk kesaringan bensin, isilah bensin sebelum habis. 9. Gantilah filter bensin setiap tuneup atau ganti jika sudah banyak kotoran pada kotoran saringan tsb. 10. Penggantian suku cadang sesuai instruksi dari mekanik. 11. Tidak ada penggantian suku cadang rutin yang diharuskan pada mesin. 12. Untuk mengetahui kondisi chasis masih baik atau tidaknya, periksalah pada bagian kolong depan dan belakang, dan perhatikan pada titik-titik tertentu misalnya pada bagian axle beam (breh) depan apakah ada yang keropos atau retak pada sisinya dan demikian juga pada bagian belakang seperti dudukan as torsy dan diagonal. Jika sudah ada gejala keropos dan retak, besar kemungkinan tidak lama lagi chasis akan patah dan posisi kendaraan bisa berubah (miring). 13. Dalam perawatan rutin, lakukan stempet pada bagian axle beam (ada) 5 titik yang harus distempet/dilumasi dengan pelumas untuk jenis kendaraan VW kombi keluaran Jerman, sedangkan VW kombi produksi Brasil ada 13 titik (nepel). (*)

namun semua jenis kendaraan yang ada. Secara tidak langsung, kegiatan di bidang otomotif ini mampu mengangkat nama Tegal dan berada sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Terlebih klub Volkswagen di Jawa Tengah hanya ada di 6 titik. Yaitu Semarang, Pekalongan, Temanggung, Magelang dan Banyumas. Tali silaturahmi yang dibina antar penggemar dan pencinta VW dengan mobil VW sebagai media juga dilaksanakan lewat kegiatan rutin. Setiap satu bulan sekali diadakan pertemuan. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini juga

membahas program dan kegiatan kedepan klub tersebut. Kebersamaan yang dibina melalui kegiatan rutin tersebut, merupakan suatu bukti eksistensi TVC sebagai komunitas penggemar mobil VW. Nilainilai kebersamaan yang dijunjung oleh TVC menjadi modal utama kelanggengan komunitas. Kuncinya, para pengurus tidak hanya terpaku pada AD/ART maupun program-program kegiatan, tetapi juga mementingkan keinginan dan kebutuhan dari para anggotanya. Salah satunya terkait onderdil atau spare part mobil ini. Sehingga tidak perlu khawatir,

kendati mobil tua namun onderdil mobil VW sangat mudah didapatkan. ‘’Kami ambil di Jakarta, sudah ada langganan toko disana dan dijamin orisinil,’’ kata Rizal. Selain itu, selama menjalankan kiprahnya sebagai komunitas otomotif, kegiatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pemuasan hobi dan kecintaan akan kendaraan. TVC juga aktif dalam setiap event otomotif yang diselenggarakan oleh Volkswagen Indonesia (VI) maupun yang digelar komunitas VW dia berbagai daerah. Seperti jambore nasional di Yogyakarta, Bali dan Jakarta. (laela nurchayati)

Bikin Keren Combi-mu VOLKSWAGEN kombi sebagai jenis kendaraan yang tidak lapuk dimakan jaman, unik dan multifungsi hingga kini mampu mewakili identitas kalangan urban, sub-urban serta kaum muda. Pencinta dan komunitas VW kombi pun kini banyak tersebar di Indonesia. Mereka berkumpul dan menuangkan daya kreasi pada mobil vintage itu. Sejak pertama kali di keluarkan. Mobil VW bertujuan untuk menjadi mobil rakyat… murah dan meriah di gunakan. Namun dengan beriringan waktu dan puluhan tahun telah lewat. Mobil kombi telah menjadi ikon tersendiri dan menjadi mobil antik yang tetap merajai di jalanan. Dengan semakin berkembangnya kreatifitas para penguna VW maka semakin kreatif pula modifikasi. Ada pihak yang tetap mempertahankan bentuk dan sparepart yang original. Ada pula pihak lain yang mencoba agar sesuai dengan perkembangan informasi dan teknologi. Seperti yang dilakukan Muslim Rizal dengan mengubah VW Combi Brazil tahun 1983 miliknya menjadi double cabin. Diakuinya, modifikasi ini dila-

LAELA NURCHATATI/RADAR TEGAL

MODIFIKASI - Satu-satunya modifikasi VW di Tegal Volkswagen Club adalah Combi double cabin milik Muslim Rizal.

kukan untuk mewujudkan keinginan terpendamnya yang kurang didukung dengan dana memadai. Alhasil, ayah tiga anak ini menyulap VW Combi Brazil menjadi double cabin. ‘’Kebetulan milik saya sendiri, jadi ya digarap semampunya sekalian nunggu dana ada,’’ ungkap owner Perkasa autoresto and club. Alhasil di tengah kesibukannya, Rizal mampu menyulap VW miliknya dalam waktu 1 tahun 2 bulan. Total biaya yang dikeluarkan termasuk mobil VW ini sekitar Rp 65 juta. ‘’Ini satu-satunya

combi double cabin yang ada di TVC, bahkan untuk modifikasi juga baru ini,’’ tambahnya. Modifikasi ini merupakan salah satu varian dari tipe VW combi selain single cabin, ambulan, fire car dan high roof. Sementara untuk tipe beetle atau sering dikenal dengan VW kodok hanya memiliki varian stel dan confortable. Sedangkan untuk tipe VW safari atau dikenal dengan VW camat adalah hard top dan canvas. Semua tipe ini bisa kita modifikasi sesuai selera. (ela)

MENJADI owner atau pemilik Perkasa Autoresto and Club tidak begitu saja dilakoni Ir Muslim Rizal. Berbagai rintangan dan cobaan sudah pernah dialaminya guna survive atau bertahan hidup demi keluarga. Mulai dari mengecat tembok di Jakarta, bergelut di bidang usaha kayu hingga tersungkur sampai menjajaki dunia otomotif dengan membuka bengkel. Pilihan terakhirnya pun tidak dengan mudah dilakoninya. Lulusan jurusan teknik perminyakan UPN Yogyakarta ini memulai usahanya mengutak-atik mesin dan body mobil dari bawah pohon waru. Hingga saat ini bisa membuka bengkel semi karoseri yang cukup besar di samping kediamannya di Jalan Pati Nomor 1 Debong Tengah Kecamatan Tegal Selatan. ‘’Tiga bulan awal membuka bengkel di bawah pohon waru, tak ada satupun yang mengisi ban di tempat saya.’’ Ri z al membuka bengkel di jalan KS Tubun tersebut dengan mobil combi miliknya. Semua peralatan mesin otomotif dasar diletakkan di dalam mobil tersebut. Ide membuka bengkel tersebut diakui Rizal muncul saat memperbaiki VW miliknya di Solo, daerah asal istrinya Triyuli Suprihatini. Waktu itu, pria kelahiran Tegal tahun

1966 ini baru saja mengalami kerugian besar dari usaha penjualan kayu miliknya. Kembali ke kampung halaman dilakoninya guna berbakti kepada orang tua dan ingin maju bersama kota kelahirannya. ‘’Padahal saya tidak tahu sama sekali soal otomotif, jadi saya memulai usaha dari nol,’’ kata Rizal. Pembelajaran secara otodidak di dunia mesin kendaraan ini juga dilakoninya baik dari karyawan maupun pelanggan yang sudah didapatkan. Salah satunya untuk mengestimasi atau memperkirakan nominal perbaikan kendaraan. ‘’Sebenarnya hanya bisa mengelola dan mengontrol saja, urusan teknik diserahkan kepada ahlinya yaitu montir di sini,’’ katanya. Ketangguhan Rizal dalam berusaha merupakan salah satu penerapan filosofis yang dianutnya. ‘’Seperti halnya filosofis orang Jepara, wis tau. Maksudnya kondisi apapun di dunia ini sudah mereka lakoni sehingga tidak terlalu menuntut.” (ela)

Ir Muslim Rizal

Tak Perlu Takut Gunakan VW MESKI klasik, tenaga Volkswagen tidak perlu diragukan lagi. Yang terpenting adalah perawatannya, itupun tidak terlalu banyak menuntut si pemilik vintage ini. Terlebih penananganan mobil tua dan antik lebih mudah karena bukan injeksi seperti kebanyakan mesin kendaraan saat ini. Sehingga bisa diperbaiki dimanapun dan kapanpun. Apalagi onderdil VW juga mudah didapatkan, termasuk untuk mendaparkan spare part yang orisinil. Uniknya lagi, anggota komunitas VW bisa langsung mendapatkan pertolongan apabila terjadi kemacetan di daerah manapun di Indonesia. Sebab, masing-masing sekretariat klub VW memiliki daerah tanggung jawab masing-masing. Seperti halnya TVC, daerah yang menjadi tanggung jawabnya adalah dari Losari hingga perbatasan Pemalang-Pekalongan. ‘’Kemarin ada juga teman yang mogok di Pati, padahal di sana belum ada persatuannya. Akhirnya dari Semarang langsung meluncur dan membawa

semua peralatan serta onderdil yang dibutuhkan,’’ ungkap Rizal. Mantan ketua TVC ini menambahkan bahwa pecinta VW tidak perlu khawatir saat di jalan. Kekuatan dan kecepatan mobil antik ini juga tidak usah diragukan lagi. Jika melihat spesifikasi dan aturan yang ada, VW bisa mencapai kecepatan hingga 180 km/jam. Untuk medan menanjak pun tidak masalah bagi kendaraan jenis ini. Intinya adalah perawatan, tegas ayah 3 putra tersebut. ‘’Kalaupun ada mobil VW ndongkrok sampai puluhan tahun, bisa nyala lagi cukup dengan diganti ACCU saja,’’ tambahnya. Tak heran jika mobil tua ini banyak disukai kalangan muda. Bentuknya yang unik dan menarik menjadi nilai lebih sehingga banyak menyita perhatian orang saat melintas di jalanan. Walaupun harganya lebih murah dibandingkan mobil terbaru saat ini, tetap saja orang akan lebih tertarik memperhatikan mobil VW. (ela)


CMYK

OLAHRAGA

SABTU, 23 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

Skuad Barca Siap Sambut Kontrak Pep Guardiola VALLADOLID - Liga Primera Spanyol musim ini sampai di akhir putaran pertama pekan ini atau jornada (pekan) ke-19. Predikat jawara paro pertama sudah pasti digenggam Barcelona karena leading lima poin (46-41) dari Real Madrid hingga 18 laga. Praktis, gap lima poin itulah yang ingin dijaga El Barca (sebutan Barcelona) saat menghadapi Real Valladolid di Estadio Jose Zorilla dini hari nanti

WIB (24/1). Berhubung Valladolid hanya tim peringkat ke17, tidak ada alasan Barca gagal membawa oleh-oleh tiga poin. Apalagi internal Barca diliputi kegembiraan seiring perpanjangan kontrak entrenador Josep ‘Pep’ Guardiola hingga musim depan (Juni 2011). Kabar itu disambut antusias berbagai pihak. Hasil polling harian olahraga Calatan Mundo Deportivo menunjukkan: Barcelonistas (sebutan fans Bar-

celona) yang senang dengan kabar kontrak baru Pep mencapai 86 persen. Sedangkan polling Sport menunjukkan hasil lebih besar, yakni 95 persen. Tak kalah antusias para penggawa klub asal Catalan itu. Cerita indah Barca meraih treble winner musim lalu tak lepas dari sentuhan entrenador yang genap 39 tahun per 18 Januari lalu. Alhasil, laga lawan Valladolid dibidik Carles Puyol dkk

sebagai sambutan atas kontrak baru Pep. “Tidak ada kegembiran lain di awal tahun ini selain kontrak bagi pelatih kami,” ucap Gerard Pique, defender Barca, kepada EARTHtimes. “Sekalipun baru bergabung musim ini, saya melihat semua pemain Barca sangat menyukai Pep. Kepastian dia menangani tim hingga musim depan membuat kami rileks,” sahut Zlatan Ibrahimovic, striker Barcelona,

sebagaimana dilansir Marca. Laga di Valladolid sekaligus dibidik Ibra (sapaan akrab Ibrahimovic) menorehkan gol liga pertamanya sejak 12 Desember 2009. “Ketika saya dinilai bermain tidak bagus, saya menerima. Saya sadar penampilan saya cukup buruk di dua laga terakhir Barca,” tutur bomber Swedia yang didatangkan dari Inter Milan itu. Barca kemungkinan hanya

kehilangan Sergi Busquets dalam lawatan ke Valladolid karena penggawa timnas Spanyol itu mengalami cedera. Dari kubu tuan rumah, Valladolid kini dalam tren negatif dengan hanya sekali kemenangan dalam sepuluh laga terakhir. Tentu saja, Barca bukan lawan tepat bagi tim besutan Jose Luis Mendilibar itu. (dns/zul/jpnn)

KANS KUDETA MANCHESTER - Puncak klasemen Premier League rentan berubah lagi. Takhta yang dikuasai Arsenal dua hari lalu (21/1) bisa digusur Manchester United malam nanti. Syaratnya, United harus mengalahkan Hull City di Old Trafford (siaran langsung Star Sports pukul 22.00 WIB). Arsenal kini mengoleksi 48 poin dari 22 laga, disusul Chelsea 48 poin (21 laga), dan United dengan 47 poin (22 laga). Praktis, tiga poin akan mengantarkan Setan Merah (julukan United) menyalip dua tim di atasnya. Kali terakhir United bertakhta adalah pertengahan Oktober 2009. “Hanya kami yang akan bermain di liga akhir pekan ini dan sangat tepat apabila kami memanfaatkan untuk mencapai posisi puncak,” ucap Sir Alex Ferguson, pelatih United, kepada MUTV Online. Ya, laga United versus Hull memang satu-satunya duel Premier League akhir pekan ini. Kenapa begitu? Tak lain karena akhir pekan ini diplot sebagai jadwal tanding putaran keempat Piala FA. Nah, baik United dan Hull sudah tersisih dari turnamen tertua dunia itu. United disingkirkan Leeds United 0-1, sedangkan Hull keok 1-4 dari Wigan Athletic. Kemenangan atas Hull sekaligus penting sebagai modal United menghadapi dua laga krusial berikutnya. Masing-masing lawan Manchester City di Piala Carling (27/1) dan Arsenal di Premier League (31/1). Dua laga itu sama-sama dimainkan di Old Trafford. Kendati hanya melawan Hull yang notabene tim zona degradasi (peringkat ke-18), United ogah jumawa. Pengalaman musim lalu bisa menjadi pelajaran kala United harus bersusay payah menang 4-3 pada November 2008. “Seperti tim yang tengah berjuang lepas dari degradasi, fighting spirit Hull pasti sangat tinggi sebagaimana yang membuat Tottenham Hotspur hanya bisa bermain imbang (0-0) lawan mereka pekan lalu,” urai Ferguson. Hull yang datang di Old Trafford malam nanti bisa jadi bukan Hull yang dikalahkan United 3-1 pada 27 Desember 2009. The Tigers (julukan Hull) kini dalam kondisi lebih baik setelah menggelar pemusatan latihan di Tenerife, Spanyol, sepanjang pekan ini. “Manchester United bukan tim yang tidak mungkin dikalahkan musim ini. Mereka sudah menelan dua kekalahan di awal tahun ini dan siapa tahu kami bisa menjadi tim ketiga,” koar Nick Barmby, gelandang veteran Hull, kepada Footy Mad. Dalam lawatannya kali ini, tim tamu kemungkinan masih belum bisa memainkan Amr Zaki. Bintang penyerang Mesir yang dipinjam dari Zamalek itu masih terkendala kebugaran. Sedangkan di luar urusan lapangan, Hull kini juga dipusingkan dengan kasus korupsi mantan chairman mereka, Paul Duffen. (dns/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

LEADING – Zlathan Ibrahimovic berpeluang memperlebar jarak dengan pesaing-pesaingnya.

Dokter Disanksi, Tifosi Dilarang Away

ROONEY

SANKSI larangan praktek selama dua bulan dijatuhkan pengadilan arbitrase olahraga terhadap dua dokter Juventus, yakni Bartolomeo Goitre dan Luca Stefanini. Mereka dihukum karena kelalaian dalam kasus doping Fabio Cannavaro. Kasus itu bermula dari sengatan lebah yang dialami Cannavaro pada sesi latihan di Vinovo, markas latihan Juve, 28 Agustus tahun lalu. Karena sengatan lebah itu tim dokter Juve memutuskan menginjeksinya dengan cortisone. Akibatnya, dua hari berikutnya Cannavaro gagal dalam tes doping. Namun, komisi antidoping CONI (komite olahraga Italia) pada Oktober tahun lalu, menyatakan mantan pemain Real Madrid itu tidak terbukti sengaja memakai doping. Cannavaro akhirnya bebas dari jerat sanksi, namun itu tidak berlaku bagi dua dokter yang menginjeksi cortisone kepada tubuh kapten timnas Italia tersebut. CONI akhirnya memutuskan Goitre dan Stefanini terkena sanksi tiga bulan. Keputusan itu membuat Nyonya Tua (julukan Juve) memutuskan banding kepada pengadilan arbitrase olahraga. Alhasil, begitu keputusan keluar, ternyata Goitre dan Stefanini hanya

Candreva Tetap Romanista MESKI berpindah-pindah klub, Antonio Candreva menegaskan bahwa dia adalah tifosi AS Roma alias romanista. Meski begitu, punggawa anyar Juventus itu menyatakan siap menjebol gawang Roma pada laga dini hari nanti. “Ya, saya memang tifosi Roma. Tapi, jika mencetak gol saya akan tetap merayakannya,” ujar Candreva seperti dilansir AFP. Pemain 22 tahun itu digaet Juve dengan status pinjaman dari Udinese. Dia akan berada di klub Turin itu sampai akhir musim nanti. Nah, setelah itu, Juve punya hak untuk mengikat Candreva secara permanent. Candreva menghabiskan musim lalu bersama Livorno di pentas Liga Italia Serie B. Dia berperan mengantar klub DEBUT Antonio Candreva (depan) siap diturunkan Ciro Ferrara dari awal didebutnya bersama Juventus.

CMYK

tersebut promosi ke Serie A. Setelah itu, masa peminjaman Candreva dari Udinese ke Livorno berakhir. Namun, pihak Udinese menganggap dia belum layak masuk utama. Karena itu, Candreve kembali ke Livorno. Masuknya Candreva diharapkan menjadi solusi untuk krisis pemain yang dihadapi lini tengah Juventus. Sebagai pemuda kelahiran Roma, dia merasa mendapat kesempatan berharga karena akan melakoni debut sebagai pemain Juve pada laga melawan klub idolanya. “Saya sangat emosional. Saya masih tidak percaya bahwa saya ada di sini (Juventus, Red). Kemarin saya katakan bahwa semua ini adalah mimpi yang akan menjadi kenyataan. Sekarang saya menyadari bahwa mimpi itu ada di tangan saya sendiri,” tutur Candreva. Candreva datang di saat yang tepat. Lini tengah Juve kehilangan Christian Poulsen dan Mauro Camorensi yang cedera. Sementara itu, Felipe Melo mengalami skorsing. (ca/zul/jpnn)

mendapat hukuman selama 60 hari alias dua bulan. “Kami telah menerima sanksi yang dijatuhkan komisi antidoping CONI, tapi kami secara tetap memberikan kepercayaan kepada Goitre dan Stefanini telah melakukan pekerjaan dengan baik,” begitu keterangan di situs resmi klub. Selain sanksi yang dijatuhkan kepada dua dokternya, ada kabar buruk lain yang datang kepada Juve. Komite keamanan olahraga Italia melarang fans Juve ikut melawat ke Giuseppe Meazza, saat melawan Inter Milan di perempat final Coppa Italia (29/1). Keputusan tersebut diambil untuk menghindari bentrokan antara tifosi Juve dengan tifosi tuan rumah. Penyebabnya, Juventini (sebutan tifosi Juve) dalam beberapa kesempatan terlibat insiden kurang menyenangkan dengan striker Inter Mario Balotelli. Bahkan, mereka dituding mengeluarkan ejekan rasis kepada pemain berdarah Ghana tersebut. Sanksi sudah pernah dijatuhkan kepada Juventini namun mereka belum kapok juga. Mereka pernah memasang spanduk bertuliskan tidak ada Italia hitam. (ham/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

BUANG PELUANG

SEPAK POJOK

Jo Dikirim ke Galatasary JOAO Alves de Assis Silva alias Jo kembali berganti klub. Striker 22 tahun Brazil itu resmi dipinjamkan Manchester City ke klub raksasa Turki Galatasaray kemarin (22/1). Setahun terakhir, Jo yang digaet City dari CSKA Moskow pada Juli 2008 itu dipinjam Everton. Tapi, gara-gara tindakan indispliner, pelatih Everton David Moyes tak lagi berkenan memakai tenaga Jo. Yakni kala striker yang mengemas tujuh gol selama membela Everton itu pergi tanpa pamit ke Brazil awal tahun ini. “Dia (Jo) akan bergabung dengan klub kami sampai akhir musim ini. Kami berharap dia bakal sukses di Turki,” tutur juru bicara Galatasaray sebagaimana dilansir AFP. Jo digaet City dari CSKA dengan fee mahal, yakni 18 juta pounds atau setara dengan Rp 269 miliar. Tapi, melimpahnya stok lini depan City memaksa pemain dengan 10 caps di timnas Brazil itu lebih sering dipinjamkan. Jo merupakan pemain kedua Everton yang menyeberang ke Galatasaray di bursa transfer Januari ini. Nama sebelumnya adalah kapten sekaligus defender Australia Lucas Neill. (dns/zul/jpnn)

Ferdinand Comeback, O’Shea Goodbye DUA kabar berbeda diterima Manchester United dari tim medis mereka. Kabar pertama berupa kabar bahagia dengan kembalinya defender Rio Ferdinand setelah pulih dari cedera punggung. Jika tidak ada aral, Ferdinand bisa dimainkan lawan Hull City malam nanti. Ferdinand kali terakhir turun saat United dikalahkan Liverpool 0-2 di Anfield pada 25 Oktober 2009. Praktis, defender timnas Inggris itu absen di jantung pertahanan Setan Merah (julukan United) nyaris tiga bulan. “Rio berlatih sangat baik beberapa pekan terakhir dan dia akan siap main besok (lawan Hull, Red),” tutur Sir Alex Ferguson, pelatih United, seperti dilansir Daily Telegraph. “Sudah saatnya dia kembali karena keberadaannya sangat membantu lini pertahanan yang menjadi salah satu kelemahan kami musim ini,” tambah Ferguson. Bagaimana dengan kabar kedua? Khusus satu ini sangat mengecewakan kubu United. Yakni vonis absen sampai akhir musim yang diterima John O’Shea. Pemain 28 tahun asal Republik Irlandia itu dibelit cedera kaki dengan semacam gumpalan darah di punggung kaki. Cedera O’Shea dialami saat membela Irlandia lawan Prancis dalam leg kedua playoff Piala Dunia 2010 (18/11/2009). “Cederanya sangat serius. Gumpalan darah di kakinya bertambah buruk sehingga penyembuhannya membutuhkan waktu lama,” jelas Ferguson kepada The Independent. “Kenyataan itu menjadi pukulan berat bagi sang pemain (O’Shea) karena dia harus say goodbye musim ini dan tentu saja bagi tim. Pemain seperti dia bisa bermain di posisi mana saja,” tambah Ferguson tentang pemain yang membela United sejak 1998 itu. Sementara terkait Nemanja Vidic, Ferguson mengatakan bahwa defender Serbia itu masih belum bia main karena masalah di betisnya. Sedangkan Dimitar Berbatov yang menunda rencana operasi lutut, bisa dimainkan kembali setelah absen dalam derby Manchester dalam first leg semifinal Piala Carling midweek lalu (19/1). (dns/zul/ jpnn)

GETTY IMAGES

REKOR – Kapten Mesir, Ahmed Hassan (kiri), mencatat rekor keikutsertaan terbanyak di Piala Afrika.

Rekor Caps di Piala Afrika TIM nasional Mesir melaju ke perempat final Piala Afrika 2010. Dengan begitu, peluang besar bagi kapten Ahmed Hassan melewati catatan rekor caps alias penampilan di timnas yang selama ini dipegang Hossam Hassan. Selama empat tahun terakhir, rekor penampilan terbanyak di timnas Mesir dipegang Hossam Hassan. Dia memutuskan gantung sepatu dari timnas pada 2006. Setelah melewati 20 tahun karir di timnas, dia mencatat 169 caps. Catatan rekor Hossam akhirnya disamai Ahmed Hassan, gelandang sekaligus kapten timnas Mesir saat membela timnya di Piala Afrika 2010 melawan Benin pada laga ketiga grup C (20/1). Ahmed bahkan memiliki peluang melewatinya. Itu seiring prestasi The Pharaohs (julukan Mesir) yang melaju ke perempat final Piala Afrika 2010. Selain itu, pemain berusia 34 tahun tersebut belum menyatakan rencana untuk gantung sepatu dari skuad timnas. Ahmed punya banyak ambisi. “Layaknya mimpi menjadi pemain dengan catatan caps terbanyak di Mesir. Namun, yang menjadi tujuan paling penting bagi saya pada Piala Afrika kali ini adalah bisa tampil sebagai juara,” ujar Ahmed, seperti dikutip FilGoal. Bahkan, dia berpeluang melampaui rekor Hossam lainnya, menjadi pemain yang mencatat rekor saat Mesir juara di Piala Afrika. Saat ini, Hossam dan Ahmed memiliki catatan rekor yang sama, yakni juara di tiga edisi. Ya, Hossam menjadi bagian dari skuad Mesir saat juara pada Piala Afrika edisi 1986, 1998, dan 2006. Sedangkan Ahmed ikut berkontribusi membawa Mesir juara pada Piala Afrika 1998, 2006, dan 2008. “Bangga bisa mewakili Mesir,” kata Ahmed. (ham/aww/jpnn)

MADRID - Atletico Madrid mempersulit diri sendiri lolos ke semifinal Copa del Rey alias Piaal Raja Spanyol. Bertanding di kandang sendiri kemarin WIB (22/1), Atletico bermain imbang 1-1 lawan klub satu kasta dibawah Celta Vigo. Berarti, Los Colchoneros (julukan Atletico) butuh menang dalam leg kedua di kandang Celta Rabu nanti (27/1). Celta yang menyingkirkan Villarreal di babak sebelumnya, tampil lebih bagus dalam laga di Estadio Vicente Calderon. Laga baru berjalan tiga menit, Roberto Trashorras membobol gawang tuan rumah yang dikawal kiper kedua David de Gea. Namun, keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Tiago, amunisi baru Atletico yang dipinjam dari Juventus, menyamakan kedudukan di menit kesebelas. Dari sepak pojok, gelandang internasional Portugal itu leluasa menanduk bola ke gawang karena dalam posisi tidak terkawal. Sayang, gol pertama Tiago dalam debutnya bersama Los Colchoneros gagal membantu tuan rumah mencetak gol kemenangan di sisa pertandingan. Justru Celta yang beberapa kali menciptakan peluang emas dan hanya tidak beruntung gagal mendapatkan gol kedua. “Laga hari ini (kemarin, Red) sangat sulit bagi kami karena banyaknya kesalahan yang

kami lakukan sendiri,” tutur Quique Sanchez Flores, entrenador (pelatih) Atletico, sebagaimana dilansir harian AS. “Kami mencoba ribuan cara menyeimbangkan permainan, tapi lawan bermain bagus, khususnya karena mencetak gol cepat. Apabila kami masih membuat kesalahan dan minim determinasi, leg kedua di kandang Celta bisa lebih buruk bagi kami,” tambah mantan entrenador Valencia dan Benfica itu. Dalam laga perempat final lainnya, Racing Santander mengalahkan Osasuna 2-1 di Estadio El Sardinero. Racing membuka keunggulan lewat Gonzalo Colsa pada menit ke-63 dan digandakan Papakouli Diop

(84’). Satu menit jelang bubaran, striker Osasuna asal Uruguay Walter Pandiani memperkecil kedudukan. Gol Pandiani membuka asa Osasuna yang hanya butuh menang 1-0 dalam leg kedua di Pamplona (27/1) untuk melenggang ke empat besar. Di dua laga perempat final yang dimainkan sehari sebelumnya (21/1), Sevilla menang 3-0 atas Deportivo La Coruna dan Getafe mempermalukan tuan rumah Real Mallorca dengan 2-1. (dns/zul/jpnn)

Tak Dendam kepada Juve KENDATI Juventus pernah mencampakkannya pada saat kompetisi di Serie A Liga Italia musim lalu tinggal menyisakan dua laga lagi, Claudio Ranieri, pelatih AS Roma, tidak mendendam. Bagi Ranieri, tidak ada urusan pribadi antara dia dan Juve. “Ketika masih di Turin, saya bekerja dengan baik. Sekarang saya telah melatih klub dari daerah asal saya dan

tidak terlintas sama sekali ada pikiran untuk membalas dendam kepada mereka (Juve, Red),” tutur Ranieiri seperti dilansir Goal. Ya, musim lalu, tepatnya pada 18 Mei tahun lalu, Juve memecat dia dari jabatan pelatih. Sebagai ganti, Juve menunjuk pelatih tim junior Ciro Ferrara menjadi karteker. Kemudian, pada awal musim ini, Ferrara menjadi pelatih tetap. Namun, tidak butuh waktu lama bagi Ranieri menganggur. Begitu Pelatih AS Roma Luciano Spalletti undur diri dari jabatan pelatih, dia ditunjuk menggantikan Spalletti. Ranieri akhirnya mengiyakan tawaran dari Giallorossi (julukan Roma) dan dia dikontrak dalam jangka waktu dua tahun di Olimpico, Roma. (ham/zul/jpnn)

RANIEIRI

MOTTA


ALL SPORTS

SABTU 23 JANUARI 2010

13

RADAR TEGAL

Rumput Lapangan Jadi Sorotan Estadio 11 de Novembro merupakan stadion tempat pembukaan serta partai puncak Piala Afrika 2010 dilangsungkan. Partai di grup A, perempat final, dan semifinal Piala Afrika 2010 juga dilangsungkan di stadion yang berkapasitas 50 penonton itu. Apalagi, pada upacara pembukaan, sekitar 3.000 penampil di upacara pembukaan tampil di tengah lapangan. Selain itu, lima partai susah digelar di stadion itu hanya dalam waktu sembilan hari. Tentu saja, kondisi itu kurang ideal. “Lapangan di stadion yang berada di Luanda memang paling baru di antara empat venue. Pada upacara pembukaan rumput lapangan diinjak-injak penampil sekitar 3.000 orang dan jadwalnya GETTY IMAGES BERAKHIR – Kiper Gabon, juga padat. Butuh perbaiDidier Ovono (kanan), mem- kan,” kata Antonio Mangpersoalkan kualitas rumput ueira, direktur eksekutif lapangan di Angola. panitai lokal, kepada All Africa. LUANDA - Kondisi rumPelatih Ghana Milovan put lapangan di Estadio 11 Rejavac pernah melontarkan de Novembro, Luanda, yang kritik terhadap kondisi lapamenjadi salah satu venue ngan yang dianggap berPiala Afrika 2010, jadi sasa- bahaya bagi kondisi pemain. ran kritik. Banyak yang me- Cuaca panas dan kering di nilai kualitas rumput lapa- Luanda selama turnamen ngannya buruk dan bisa berlangsung membuat konberpengaruh bagi kualitas disi lapangan kian mempermainan. buruk. (ham/zul/jpnn)

Yobo Out, Kanoute Pensiun LUANDA - Kabar buruk bagi Nigeria. Kapten tim sekaligus defender andalan mereka, Joseph Yobo, divonis out dari Piala Afrika 2010 karena cedera hamstring. Yobo dipredikasi butuh pemulihan hingga dua pekan mengacu pemeriksaan medis di Luanda kemarin (22/ 1). Cedera Yobo diklaim sebagai cedera lama. Cedera itu lalu kambuh saat Yobo mengantarkan Nigeria mengalahkan Benin 1-0 di laga kedua grup C (16/1). Ketika Nigeria menang 3-0 atas Mozambik di laga ketiga (16/1), Yobo absen dan posisinya digantikan Onyekachi Apam. “Hasil scan menunjukkan bahwa Joseph Yobo harus absen dari lapangan hijau selama d u a pekan. Berarti, dia tidak lagi bisa membela

kami di sisa turnamen,” tutur Taiwo Ogunjobi, juru bicara Federasi Sepak Bola Nigeria, sebagaimana dilansir AFP. Absennya Yobo tentu memukul Elang Super (julukan Nigeria) yang akan menghadapi Zambia di perempat final Senin nanti (25/1). Jam terbang tinggi pemain Everton itu memberi pengaruh penting bagi Elang Super. Yobo kini mengoleksi 65 caps atau pemain senior kedua setelah Nwankwo Kanu (74 caps). Berhubung Kanu bukan pilihan reguler, Yobo diplot sebagai kapten tim Nigeria di Piala Afrika 2010. Sementara itu, kabar kurang menggembirakan lainnya diterima Mali. Itu setelah penyerang andalannya, Frederic Kanoute, memutuskan pensiun dari timnas. Bintang Sevilla itu pensiun menyusul kegagalan Mali lolos ke perempat final Piala Afrika 2010. “Ini sudah menjadi garis hidup saya. Saat inilah momen tepat pengumuman pensiun saya dari timnas,” kata Kanoute di situs resmi CAF (Federasi Sepak Bola Afrika). Kanoute tercatat mengoleksi 38 caps dan 24 gol sejak membela Mali enam tahun terakhir. (dns/zul/ jpnn)

Getty Images

GANTUNG SEPATU – Bintang Mali, Frederic Kanoute, menyatakan pensiun dari Timnas Mali, usai gagal membawa Mali lolos perempar final Piala Afrika 2010.

CMYK

FINAL SESUNGGUHNYA LUBANGO - Laga seru dan sarat gengsi bakal berlangsung di perempat final Piala Afrika 2010. Yakni saat Kamerun bentrok lawan Mesir di Stadion Ombaka, Benguela, Senin nanti (25/1). Bentrok itu merupakan ulangan final Piala Afrika 2008 di Ghana yang dimenangi Mesir dengan 1-0. Kamerun bersua Mesir setelah finis sebagai runner-up grup D. Raihan itu dicatat setelah The Indomitable Lions (julukan Kamerun) ditahan imbang 2-2 Tunisia di Stadion Tundavala, Lubango, kemarin dini hari (22/1). Juara grup D akhirnya dikuasai Zambia yang menang 2-1 atas Gabon di laga lainnya di Stadion Ombaka. Seiring hasil itu, Kamerun, Zambia, dan Gabon mengoleksi poin sama (empat poin), begitu pula selisih gol (nol). Penentuan lolos pun dihitung dari gol memasukkan di antara mereka. Hasilnya, Zambia paling bagus dengan koleksi 4 gol, disusul Kamerun (3 gol), dan Gabon (2 gol). Sedangkan Tunisia yang selalu bermain imbang di tiga laga, finis sebagai juru kunci. Rivalitas superketat di grup D bahkan membuat CAF sempat salah perhitungan. Konfederasi Sepak Bola Afrika itu awalnya memutuskan Kamerun sebagai juara grup karena keunggulan head to head lawan Zambia. Tapi, Federasi Sepak Bola Dunia alias FIFA turun tangan sehingga ada revisi. “Zambia yang berstatus juara grup, disusul Kamerun, lalu Gabon. Zambia dan Kamerun lolos ke perempat final,” demikian sebagaimana dilansir di situs resmi CAF. Kamerun yang penampilannya di Piala Afrika 2010 belum meyakinkan, sempat kesulitan menghadapi perlawanan Tunisia. Indomitable Lions bahkan dikejutkan dengan gol cepat Amine Chermiti pada detik ke-

GETTY IMAGES

SUAMESIR –Samuel Eto’o (tengah) dkk, harus berhadapan dengan kandidat juara Mesir di perempat final.

57. Skor 1-0 bagi Tunisia pun bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Kamerun balas mengejutkan lewat gol cepat Samuel Eto?o di menit ke-46 memanfaatkan umpan Pierre Webo. Tunisia kembali leading setelah defender Kamerun Bayard Chedjou membobol gawangnya sendiri pada menit ke-63. Tapi, hanya selang semenit Landry N’Guemo membuat skor

2-2 kembali dari assist Webo. Tunisia sempat bermain dengan 10 orang empat menit jelang bubaran setelah Ammar Jemmal mengantongi dua kartu kuning. Tapi, Kamerun sulit memaksimalkan keunggulan jumlah pemain mengingat waktu tersisa tidak terlalu banyak. “Lolos ke perempat final sangat melegakan karena persaingan di grup D begitu ketat.

Semua lawan di grup kami berat dan kami harus mengejar dua kali ketertinggalan dari Tunisia. Itulah sebabnya kami belum akan membahas lawan Mesir saat ini,” ulas Paul Le Guen, pelatih Kamerun, seusai laga. Komentar senada diungkapkan Samuel Eto’o. Bintang penyerang Kamerun asal Inter Milan itu mengingatkan timnya agar lebih improve apabila ingin

melaju jauh di Piala Afrika 2010. Apalagi lawan di perempat final adalah Mesir. “Saya berpikir perubahan yang selalu dilakukan pelatih di tiga laga grup karena sulitnya menakliukkan lawan-lawan kami sehingga kami harus selalu mencari strategi yang berbeda di setiap laga,” tutur Eto’o yang baru mengemas dua gol sepanjang turnamen itu. (dns/zul/jpnn)

Konser untuk Mendukung Kesuksesan Angola LUANDA - Dukungan besar didapat timnas tuan rumah Angola pada Piala Afrika 2010. Bukan hanya dari suporter fanatiknya. Tim berjuluk Palancas Negras tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para artis dan penyanyi di Angola. Nah, sebagai penyanyi, mereka memberikan dukungan kepada Angola dengan konser di Cine Karl Marx, Luanda. Pertunjukkan itu bertajuk “This is Angola”. Semua itu dilakukan sebagai upaya memberikan support kepada Angola. Sepanjang pertunjukan, Helvio, penyanyi yang memiliki nama besar di Angola, selalu menyerukan kepada publik agar bersatu dan memberikan

dukungan penuh kepada Manucho dkk. Seruan patriotik selalu dilontarkan pada penyanyi. “Berikan dukungan Anda kepada timnas Angola. Ini kesempatan bagi tim kesayangan kita untuk berprestasi. Datanglah berramai-ramai ke stadion. Mereka (para pemain timnas) membutuhkan dukungan kita,” imbau Helvio, seperti dikutip Angop. Dalam konser yang disponsori sebuah perusahaan telekomunikasi di Angola itu setidaknya dihadiri lebih dari 2.000 penonton. Para penyanyi yang tampil antara lain Chelcy Shantel, Paul G, Puto Prata, Danny L, Petty, Ary, Big Nelo, dan Kalibrados. (ham/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

TUMPAH RUAH – Cara suporter Angola mendukung tim kesayangannya.


PEKALONGAN RAYA

14

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LINTAS

Siswi SMK Ma’aruf NU Kesurupan

WASIS WAHYUDI/RADAR PEKALONGAN

LAPAK BARU - Pedagang sedang memasak di lapak baru bantuan dari pemda.

Pedagang Keluhkan Lapak Baru KEDUNGWUNI - Pedagang Kaki Lima (PKL) Paesan mengeluhkan lapak baru yang disediakan Pemkab Pekalongan. Ini karena dagangan menjadi sepi pembeli, serta lokasinya panas tanpa pohon pelindung. Berdasarkan pantauan Radar, 18 unit lapak PKL kuliner di paving blok sekitar lapang Paesan hingga Jumat (22/1), baru terpasang empat lapak. Padahal semua PKL sudah mendapatkan tenda serta kelengkapan kerangka tenda. ’’Setelah buka sekitar seminggu yang lalu, berjualan dilapak baru sepi pembeli. Langganan yang makan diwarung sekitar separo pelanggan dari jumlah sebelumnya,’’ ujar Zuhro salah satu PKL warung makanan saat diwawancarai Radar Jumat (22/1). Menurutnya, stok makanan untuk berjualan sekitar separo dari sebelumnya. Karena jam buka hanya untuk pelanggan makan siang, sebelumnya pelanggan datang sejak makan pagi. ’’Kami buka sekitar pukul 12.00 hingga pukul 16.00, karena saya harus mentaati peraturan dari pemda,’’ katanya. Selain itu, belum adanya penerangan dan sumber air yang memadahi di sekitar lapak PKL yang baru. ‘’’Saya terpaksa mengambil air MCK umum belakang kantor Kelurahan Kedungwuni Barat,’’ terangnya. Sementara, pedagang lain, Kastolani mengungkapkan, kerangka tenda perlu di rubah pada bagian tiang agar mempermudah dalam pemasangan. Tiang dibuat, supaya dapat ditinggikan atau dipendekkan. ’’Untuk merubah tiang kerangka tenda memerlukan dana sekitar Rp 200 ribu,’’ katanya. Menanggapi hal tersebut, Bupati Pekalongan Hj Siti Qomariyah,beberapa waktu lalu mengatakan, akan segera melengkapi di sekitar lapak PKL Paesan dengan fasilitas air dan listrik. (ap1)

KAJEN - Beberapa siswi SMK Ma’aruf NU, yang lokasi sekolahnya di Desa Rowolak Kecamatan Kajen, Jumat (22/1) mengalami kesurupan. Belum tahu persis penyebab siswi-siswi itu kesurupan. Tapi menurut informasi yang dihimpun Radar, ada sekitar empat hingga lima siswi yang mengalami kesurupan seperti itu. Sementara, sejak Selasa sudah ada siswi yang mengalami kejadian itu. Seorang siswa SMK Ma’aruf NU, sebut saja Iwan (17), yang ditemui Radar Jumat (22/1) saat nongkrong di dekat sekolah mengungkapkan, dalam pekan ini tiap harinya ada saja siswi yang mengalami kesurupan. Mereka yang kesurupan itu, menurut Iwan, biasanya pingsan dulu kemudian saat sadar langsung berteriak-teriak tak karuan. ’’Pagi tadi (kemarin, Red), ketoke (sepertinya) murid kelas tiga. Kalau nggak salah, itu ada empat yang kesurupan koyo wong edan (seperti orang gila),” ungkapnya. Selanjutnya, Iwan yang sekarang duduk dibangku kelas 12 (kelas tiga SMA, Red) ini menuturkan, kejadian kesurupan pada hari itu. Menurut penga-

kuan Iwan, dirinya mendengar dari sebelah kelasnya ada suara siswi yang menjerit-jerit. ’’Suaranya nggak jelas, tapi ngomongnya pakai Boso Jowo (Bahasa Jawa). Ya semua yang dengar langsung keluar kelas, nggak jadi ada pelajaran,” tuturnya. Setelah siswi yang kesurupan tadi dibawa keluar, Iwan melanjutkan, ada lagi siswi yang kesurupan lagi dan seolah kesurupan itu menular. ’’Seperti penyakit menular. Lha satu kesurupan, sebentar ada yang kesurupan lagi. Saat itu semuanya pada takut, cuma guru-guru yang berani dekatin. Aku sih pilih nonton saja,” ujarnya. Sementara itu, pihak sekolah yang dikonfirmasi memang membenarkan kalau ada siswi yang mengalami kesurupan, tapi hingga sekarang belum mengetahui penyebabnya kesurupan tersebut. Seperti diungkapkan salah satu guru SMK Ma’aruf NU yang tak mau menyebutkan namanya, beberapa hari ini memang ada beberapa siswi yang mengalami kesurupan. Menurut guru tersebut, mereka yang kesurupan itu siswinya juga sama. (ap4)

ARIFIN/RADAR PEKALONGAN

KESURUPAN - Beberapa siswi SMK Ma’aruf NU di Kecamatan Kajen mengalami kesurupan yang belum tahu penyebabnya.

Diduga Raskin Diperjualbelikan WIRADESA - Bantuan raskin yang sebenarnya diperuntukkan bagi bagi masyarakat kurang mampu, diduga dijual bebas di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan. Beberapa pedagang sembako di Pasar Wiradesa yang dapat ditemui Radar Jumat (22/1) menungkapkan, raskin tersebut

biasanya dijual dengan mencampur terlebih dulu dengan beras berjenis lain, kemudian dijual kepada pembeli yang menginginkan harga beras yang lebih murah. Kabid Perdagangan Dinkop Indag Sugiharto saat dikonfirmasi Radar mengakui, jika memang ada pedagang di pasar

yang menjual raskin, tentu pihaknya akan mengambil raskin yang dijualnya itu. Terpenting, lanjut Sugiharto, perlu ditelusuri bagaimana hingga raskin yang sebenarnya dibagikan untuk masyarakat kurang mampu, hingga dapat ditemui dan dijual bebas di pasar tradisional.

’’Saya akan tindaklanjuti dengan dengan Tim Raskin Kabupaten,” ucapnya singkat. Sementara, Kepala Gudang Bulog Wiradesa Toni Ekariyanto saat dihubungi Radar, menyangsikan jika ada raskin yang memang benar dijual di pasar tradisional. Karena, menurut

IKLAN BARIS LOKER 7 X 300 MMK

Toni, pendistribusian Raskin khususnya di Kabupaten Pekalongan telah dimonitoring oleh tim khusus, yang memang untuk mengawasi distribusi raskin di tiap desa. ’’Karena memang ada tim monitoring, yang selalu mengawasi pendistribusiannya,’’ jelasnya. (ap4)


PEKALONGAN

SABTU 23 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Pendonor Darah Perlu Diwaspadai

LINTAS

Ada yang Positif Terkena HIV/AIDS

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

RUSAK - Aspal pelebaran Jalan Basuki Rachmat sudah banyak yang mengelupas dan retak. Padahal, pengerjaannya baru selesai Desember tahun lalu.

180 KM Jalan Kabupaten Rusak BATANG - Memasuki musim penghujan saat ini dapat dipastikan jalan-jalan di wilayah Kabupaten Batang akan rusak. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) sendiri pada Desember lalu melakukan survei kondisi, diketahui sekitar 180 kilometer jalan milik kabupaten dalam keadaan rusak. Hal itu diungkapkan Eko Iriyanto, kasi Pemeliharaan Jalan Bidang Prasarana Jalan Kabupaten pada Dinas BMSDA, saat ditemui Jumat (22/1) kemarin. ’’Berdasarkan survei pada Desember 2009 lalu, dari panjang jalan kabupaten di Batang 450 kilometer, sekitar 40 persennya dalam kondisi rusak,” ungkapnya. Hujan menjadi salah satu sebab utama rusaknya jalan-jalan kabupaten tersebut, seperti di Warungasem, Gringsing, Limpung, dan Bawang. Biasanya, menurut Eko, kerusakan terjadi pada lokasi jalan yang rusak sebelumnya, hanya bergeser letaknya. ’’Kalau dulu berlubang kemudian ditambal, sisinya yang bagus menjadi retak ketika dilindas silinder. Ketika hujan jadi rusak. Jumlah itu ada kemungkinan bertambah karena masih sering turun hujan,” katanya. Dinas BMSDA sendiri sudah menyiapkan anggaran pemeliharaan sekitar 700 juta. Namun, jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk membiayai pemeliharaan seluruh jalan kabupaten. ’’Perbaikan pun tidak mungkin dilakukan sekarang, karena kondisinya seperti ini (hujan, Red). Dan itu membutuhkan biaya cukup besar hingga miliaran rupiah,” terang Eko. BMSDA juga tidak mungkin melakukan peningkatan badan jalan, karena biaya yang dibutuhkan juga mencapai triliunan rupiah. ’’Dalam membangun jalan sebenarnya didahulukan membuat saluran di tepi. Tapi karena kebutuhan masyarakat, jadi didahulukan membangun jalannya,” ujarnya. Sementara itu, terkait kerusakan Jalan Baski Rachmat yang selesai dikerjakan bulan Desember lalu, Eko menandaskan, itu masih menjadi tanggung jawab rekanan. Hal itu karena masih dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan. Proyek di Jalan Nganjir itu pun belum selesai semua, masih ada beberapa tahapan lagi. ’’Di antaranya, soal pembuatan bundaran (di Pertigaan Nganjir), juga pemindahan tiang-tiang lisrik. Disamping itu dengan adanya rencana menjadi jalan masuk tol, kewenangan nantinya belum tahu akan dikelola siapa, pemda atau tim jalan tol. Makanya, untuk langkah berikutnya masih menunggu,” jelas Eko. (ton)

KARANGANYAR - Penderita HIV/AIDS yang mendonorkan darahnya perlu diwaspadai, karena dari informasi yang dihimpun Radar di UTD PMI Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2009 ada dua pendonor darah yang setelah diperiksa darahnya di laboratorium ternyata positif terkena virus HIV. Walaupun sudah mengetahui mereka sudah positif terinfeksi, masih saja mendonorkan darahnya. Namun, UTD sendiri tidak membeda-bedakan warga yang mau mendonorkan darah, tetapi petugas dari UTD yang memang harus ekstra hati-hati. ’’Ada dua warga tahun kemarin, yang saya kira mereka sudah tahu positif HIV, tapi masih juga mendonorkan darahnya,” ucap Kepala UTD PMI Kabupaten Pekalongan dr Lily Gunawan saat dihubungi Radar Jumat (22/1). Menurut Lily, mereka para pengidap HIV/AIDS ini mungkin berpikir kalau dengan mendonorkan darahnya akan memperbaiki sel-sel darahnya yang

sudah terinfeksi. Tapi, lanjut Lily, kalau hal itu pemikiran yang salah dan tak masuk akal. Karena virus HIV yang sudah masuk ke dalam tubuh manusia akan tetap bersarang selamanya. ’’Anggapan yang salah ya dari mereka. Kalau virus itu sudah terinfeksi ke dalam tubuh, darahnya nggak akan bisa lagi bersih walaupun dengan donor darah sekalipun,” ungkapnya. Karenanya, Lily selalu mengimbau kepada para petugas UTD agar saat menangani pendonor darah untuk menganggap mereka itu (para pendonor darah, Red) mengidap HIV/ AIDS semua. al itu untuk mendorong para petugas UTD untuk ekstra hatihati saat menangani pendonor darah. ’’Saya bilang kepada temanteman petugas, supaya menganggap semua pendonor darah itu terkena AIDS semua, agar saat menangani selalu berhatihati,” ujarnya. Sementara, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan Suwondo saat dihubungi Radar terkait pendonor darah

ARIFIN/RADAR PEKALONGAN

WASPADA - Masyarakat perlu mewaspadai jika ada pendonor darah yang terinfeksi HIV/AIDS sebagai antisipasi penularannya.

HIV/AIDS ini mengungkapkan, mereka mendonorkan darahnya itu bertujuan untuk membersihkan darahnya yang sudah terinfeksi itu.

’’Tapi anggapan itu kan salah, mereka yang sudah terinfeksi ya sudah nggak dapat diobati lagi,” ujarnya. Suwondo mengimbau agar

para pendonor darah yang sudah terinfeksi HIV/AIDS itu sadar dan mengetahui kalau cara-cara seperti itu tidak dapat membersihkan darahnya. (ap4)

Pengawasan Pekerjaan Harus Diperketat Mutu Proyek Jelek, Pengawasan Lemah BATANG - Komisi D DPRD Kabupaten Batang mendesak instansi terkait agar memperketat dalam melakukan pengawasan terhadap mutu pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh rekanan. Hal itu diperlukan agar kualitas serta hasil pekerjaan bisa sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Selain itu, juga untuk menghindari penyimpangan yang bisa merugikan keuangan negara. ’’Untuk menghindari terja-

dinya penyimpangan atau supaya mutu pekerjaan yang dikerjakan rekanan memiliki kualitas yang baik, maka pengawasan di lapangan harus diperketat. Jangan malah dibiarkan begitu saja dan tinggal menunggu laporan saja,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Batang M. Zainudin. Zainudin menjelaskan, adanya kualitas pekerjaan yang diduga menyalahi bestek ataupun hasilnya kurang baik, merupakan salah satu dampak dari lemahnya pengawasan di lapangan. Akibatnya, pihak ketiga yang mengerjakan pekerjaan yang

dibiayai dari dana pemerintah bisa seenaknya. Bila hal itu sudah terjadi, maka Pemdalah yang dirugikan. Padahal pembiayaan setiap pekerjaan dibiayai dari uang rakyat. ’’Kita di lapangan banyak menemukan adanya mutu pekerjaan yang ternyata jauh dari sempurna. Namun anehnya dana dari pemda sudah bisa dicairkan seluruhnya. Hal itu tentunya mengundang pertanyaan, apakah saat pekerjaan dilakukan ada pengawasan atau tidak. Bila ada, lalu mengapa ada pekerjaan yang menyalahi bestek,” jelas Zainudun.

Komisi D juga meminta pihak terkait tidak begitu saja membuat Change Contract by Order (CCO) atau perubahan kontrak dengan perintah bila menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Pasalnya, hal itu bisa dijadikan tameng pihak tertentu untuk menutupi apabila ada pekerjaan yang menyimpang atau tidak sesuai RAB. ’’Bila pemda sedikit-sedikit melakukan CCO, maka akhirnya akan dijadikan senjata oleh pihak ketiga. Ya kalau memang itu disebabkan faktor alam, namun kalau kesengajaan dan

IKLAN BARIS LOKER 7 X 274 MMK

ketahuan. Sehingga bila tidak ketahuan, maka tentunya akan diam saja dan daerah yang dirugikan,” beber anggota Dewan dari FPDI-P itu. Untuk itulah, Komisi D meminta kepada pihak terkait bisa meningkatkan pengawasan dilapangan, termasuk dalam memilih konsultan pengawas juga harus benar-benar yang bisa diandalkan. Sehingga bila ada konsultan pengawas yang telah terbukti lalai dalam melakukan pengawasan, sehingga ada pekerjaan yang tidak sesuai bestek namun tetap lolos, maka jangan digunakan lagi. (don)


JATENG

SABTU 23 JANUARI 2010

17

RADAR TEGAL

SEMARANG Umar Dhanu Bantah Terlibat SEMARANG – Disebutkan menghilang oleh korban praktik makelar CPNS pemprov, mantan Staf Khusus Gubernur Jateng Umar Dhanu akhirnya angkat bicara. Jumat (22/1), pensiunan TNI yang juga mantan Koordinator tim Sukses Bibit-Rustri Jateng tersebut membantah semua tuduhan korban percaloan rekrutmen CPNS yang dialamatkan kepadanya. Menurut Umar, namanya justru juga dicatut oleh Hartono, warga Solo yang meminta uang kepada sejumlah korban. Dia menduga, Hartono ’’menjual” namanya yang saat itu menjadi staf khusus Gubernur Bibit Waluyo agar dapat memperdaya para pelamar untuk menyerahkan uang. ’’Itu hanya ulah Hartono saja, saya ini malah tidak tahu apa-apa. Saat baca koran dan tahu nama saya dibawa-bawa, saya cuma tertawa,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, enam pelamar CPNS Pemrprov Jateng mengaduka Umar Dhanu ke Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Jateng. Mereka mengadu karena tidak diterima meskipun sudah menyerahkan uang Rp 50 juta – Rp 70 juta pada Umar dan orang-orangnya. Mantan rekan dinas Bibit Waluyo di Kodam IV/Diponegoro tersebut menerangkan, saat berita tentang keterlibatan dirinya merebak pada Rabu (20/1), dirinya sedang berada di Jakarta. ’’Saya malah tahu setelah banyak teman dan relasi yang menelepon,” katanya. Umar yang sudah diberhentikan sebagai staf khusus sejak 24 Agustus 2009 tersebut mengaku, dia tak menerima uang sepeserpun dari praktek percaloan tersebut. Menurutnya, Hartono kerap menyebut dirinya sebagai orang dekat Wagub Rustriningsih. ’’Dia mengaku sebagai orangnya Rustri, tapi dulu namanya tidak ada dalam daftar tim (sukses) saya,” kata purnawirawan yang sukses mengantarkan Bibit ke kursi Gubernur tersebut. Keterangan korban yang menyebutkan penyerahan yang pelicin dilakukan di kantornya, lantai II gubernuran juga dibantahnya. Lebih lanjut dia mengaku, tidak mengenal Hartono secara langsung. Umar mengaku, dikenalkan Hartono oleh Hardi, staf kecamatan Colomadu, Karanganyar. Baik Hartono maupun Hardi, lanjutnya, selalu mengaku sebagai orang dekat Bibit-Rustri dan kemudian juga mencatut nama dirinya. Lebih lanjut Umar mengaku, dirinya siap untuk diperiksa atau dikonfrontir dengan Hartono maupun Hadi. ’’Kalau benar Hartono yang melakukan, ya Polisi harus menangkap. Saya juga siap dikonfrontasi,” katanya. (ric/jpnn)

Ajibarang-Wangon Dialihkan Longsor Besar WANGON - Longsor besar yang terjadi di sebelah timur ruas Jalan arah Cikakak, Wangon (arah Raya AjibarangWangon) Jumat (22/1) membuat macet lalulintas. Akibatny,a lalu lintas kendaraan dari arah jalan Ajibarang-Wangon dialihkan lewat jalan Desa Wlahar, Wangon. Dua unit eskavator dikerahkan untuk mengeruk longsoran tanah yang menutupi jalan raya tersebut. ’’Kejadian longsor itu terjadi sekitar pukul 4 sore tadi (kemarin, Red). Sejak siang hujan deras memang sudah terjadi. Dengan perlahan longsor itu terjadi, sampai akhirnya menutupi jalan ini. kebetulan kita sedang bekerja di sekitar sini. Kalau daerah sini masuknya Desa Windunegara, Grumbul Kepetek. Longsoran tanah hampir saja mengenai mobil carry yang melintas dari arah Ajibarang menuju Wangon. Tapi beruntung akhirnya mobil itu langsung menghindar,” beber Sudiyono (40) warga Grumbul Kepetek, Windunegara. Longsornya tebing setinggi 8 meter dan sepanjang 30 meter itu mengakibatkan ruas jalan raya Ajibarang-Wangon yang masuk Grumbul Kepetek, Win-

dunegara, terurug longsoran tanah sepanjang 30 meter dengan ketebalan tanah sekitar 2,5 meter. Menurut warga, lokasi longsor merupakan milik pengusaha crush stone (penggilingan batu) Haji Dani, warga Wangon. Untuk mengeruk longsoran tanah yang menutupi jalan raya, dikerahkan dua unit eskavator. Dua unit eskavator itu dikerahkan mulai dari arah utara (Ajibarang) dan selatan (Wangon). Dua unit eskavator itu akhirnya dapat mengeruk longsoran tanah yang menutupi jalan raya sekitar pukul 18.30 WIB. Selama longsor terjadi dan proses pengerukan lalu lintas yang arah Ajibarang Wangon dialihkan sementara melalui jalan Desa Wlahar. Kapolres Banyumas AKBP R.Z. Panca Putra melalui Kasat Lantas Polres Banyumas AKP Tarkhim menyatakan, menurut keterangan saksi, dimungkinkan dalam kejadian longsor tersebut tidak ada korban jiwa. Hingga Jumat (22/1) malam para petugas Satlantas beserta warga sekitar ikut membantu mengatur kelancaran jalannya lalulintas di ruas jalan tersebut. Setelah pengerukan tanah longsor selesai sistem buka tutup diberlakukan untuk lalulintas jalan raya AjibarangWangon. (ap5/jpnn)

BPKP Temukan Kerugian Negara Rp 1,95 M SEMARANG - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah menemukan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,95 miliar. Temuan tersebut adalah hasil audit investigasi atas kasus dugaan korupsi biaya pemeliharaan kendaraan DPRD Kabupaten Grobogan. Kepala BPKP Jateng Mochtar Husein mengatakan, audit dilakukan atas permintaan

Kepala Kejaksaan Negeri (kejari) Purwodadi yang menangani kasus tersebut. Kasus terjadi pada masa tiga tahun anggaran yakni 2006, 2007, dan 2008. Dalam tiga tahun itu, Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Grobogan menganggarkan biaya pemeliharana kendaraan yakni 2006 Rp 1,385 miliar, 2007 Rp 1,602 miliar, dan 2008 Rp 1,516 miliar.

’’Dari proses audit ditemukan beberapa penyimpangan yakni rekayasa laporan pertanggungjawaban biaya pemeliharaan kendaraan dinas terutama pada tagihan bengkel dan SPBU Pertamina yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, hasil dari rekayasa digunakan untuk kepentingan pribadi para pihak,” papar Mochtar. Kepala Bidang Investigasi

BPKP Jateng selaku Kepala Sekretariat Humas Sumitro menambahkan, hasil audit investigatif tersebut telah dilakukan gelar perkara pada akhir Desember 2009 dengan pihak Kejari Purwodadi. Hasilnya, telah disepakati untuk diproses. ’’Laporan hasil audit telah disetujui. Dan segera diserahkan ke Kejari Purwodadi,’’ tandas Sumitro. (dib/jpnn)

DOK.RADAR BANYUMAS

DIURUG – Eskavator dikerahkan untuk mengurug lokasi longsor besar di sebelah timur ruas Jalan arah Cikakak, Wangon (arah Raya Ajibarang-Wangon) kemarin (22/1).

Pembonceng Tidak Memakai Helm Didenda Pasal Berlapis KUDUS - Dengan adanya Undang-Undang Lalu Lintas terbaru yakni UU No. 22 Tahun 2009, Satlantas Polres Kudus mulai melaksanakan UU tersebut, setelah akhir tahun kemarin menyosialisasikannya. Hal itu dikemukakan oleh Kasatlantas Polres Kudus AKP Umbar Wijaya. Dia menuturkan, untuk tahun ini pihaknya sudah mulai menerapkan UU tersebut setelah beberapa bulan kemarin dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. ’’Banyak perbedaan antara Undang-undang yang terbaru ini dengan Undang-undang sebelumnya yakni UU No. 14 Tahun 1992, salah satu perbedaannya adalah diwajibkannya

menyalakan lampu disiang hari (light on) dan untuk belok kiri wajib berhenti kecuali ada rambu-rambu yang menyuruh untuk jalan terus,” ungkapnya. Selain itu untuk pengendara yang berboncengan wajib membawa helm dua-duanya. ’’Untuk pembonceng yang tidak membawa helm akan dikenakan pasal pelanggaran berlapis, yakni pasal 106 ayat 8 dan pasal 291 ayat 2 dengan denda maksimal Rp 250.000,” tambahnya. Dalam UU terbaru ini untuk pemohon SIM juga diatur, yaitu haruslah berusia minimal 17 Tahun.’’Sebelumnya pemohon SIM minimal berusia 16 Tahun, namun dengan adanya UU ini

IKLAN BARIS LOKER 7 X 255 MMK

pemohon SIM diwajibkan minimal berusia 17 tahun,” jelasnya. Salah satu tujuannya adalah untuk tercapainya keselamatan bagi pengendara dan untuk menekan adanya laka lantas. ’’Kami berharap agar masyarakat mau mematuhi peraturan yang sudah berlaku ini, karena ini demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” harapnya. Dalam menerapkan UU ini pihaknya juga masuk ke lingkungan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kudus untuk menyosialisasikan UU tersebut. ’’Kami sudah masuk ke Sekolahan dan Kampus untuk memberitahukan tentang undangundang terbaru ini,” tambahnya. (mg4/jpnn)


CMYK

18

SABTU, 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

HARI GINI NGGAK PUNYA HP???

M.KHAERUL ANAM/TIM XPRESI

FOTO BERSAMA - Grup Rebana SMP Negeri 6 Kota Tegal foto bersama sebelum lomba.

REBANA SMP N 6 KOTA TEGAL

Berhasil Raih Juara I KELOMPOK musik rebana dari SMP Negeri 6 Kota Tegal belum lama ini berhasil meraih Juara I dalam Lomba Kasidah Rebana yang diadakan SMA Negeri 3 Kota Tegal dalam rangka Tahun Baru Islam 1431 H beberapa waktu yang lalu. “Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan dan momen yang terpenting buat kami”, ungkap Sri Yulianti SPd, pembina sekaligus guru seni dan musik di sekolah tersebut. Seperti halnya sekolah lain, kelomok rebana di sekolahnya sudah lama menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) bagi siswa. “Rebana di sekolah kami sudah berdiri sekitar tahun 2004 dan anak-anak kami di sini juga tertarik untuk mengikutinya,” terang dia. Menurutnya, selain faktor bakat, beberapa siswa yang aktif di rebana memang sudah menyukai musik Islami tersebut. Bahkan mayoritas aktif di kegiatan yang melibatkan musik rebana di lingkungan rumah masingmasing “Makanya mereka antusias mengikuti ekskul ini,” Sri yang beralamat di Jalan Mejasem Pala Barat 1C Kabupaten Tegal. Untuk pelatih, pihak sekolah sengaja mengundang Martin Yulianto dari Tegalsari. Biasanya, ekskul ini berlatih di Mushola Darul ’Ilmi SMP Negeri 6 Kota Tegal dengan pemain rata-rata diambil dari kelas VII dan VIII. Mereka diantaranya Ela, Hana, Nisa, Agus, Aditya, Saiman, Roy, Khoirun, Edo, Yoga, Rizki dan Sony. ”Grup rebana kami juga sering mengikuti kegiatan Pensi (Pentas Seni), Maulud Nabi dan kegiatan lainnya yang diadakan di sekolah,” tambahnya. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya tidak mengalami kendala berarti dalam latihan dan berharap kegiatan rebana akan tetap eksis. “Selain rebana, kami juga mempunyai kegiatan ekskul lainnya seperti tari, calung dan PMR,” pungkasnya. (anam)

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam,

PASTI pernah denger kan judul di atas. Yap, kalimat itu pernah jadi bagian iklan promosi salah satu operator telpon seluler beberapa waktu lalu. Seiring dengan perkembangan jaman, alat komunikasi bernama Hand Phone (HP) atau telpon genggam memang makin mudah didapatkan. Nggak hanya remaja, anak SD hingga balitapun sekarang udah bisa mengoperasikan HP. Telpon genggam yang juga kerap disebut telpon seluler (ponsel) memang sudah bukan barang baru. Nggak kayak jaman nenek kita dulu, cuma mereka yang punya duit aja yang bisa punya HP. Tapi sekarang, harga HP sudah bisa terjangkau hampir semua kalangan. Dan tentu saja dengan beragam jenis dan kelengkapannya. Dari yang cuma buat telepon sama SMS-an sampai fasilitas lain kayak game, radio, kamer a ,

buat beli pulsa. Ngomongin soal kegunaan HP, dari seluruh ResponX yang didata Tim Xpresi, setengahnya menegaskan jika alat komunikasi tersebut diperlukan juga di sekolah. Alasannya, selain bisa digunakan untuk nanyain PR atau

tugas pas nggak masuk sekolah, HP juga jadi sarana buat komunikasi dengan teman untuk hal lainnya. ”Juga buat komunikasi sama teman dan keluarga yang jauh,” tutur Mu’minah, siswi

Kelas XI Ak 2 SMK PGRI Kota Tegal. Karena dianggap vital, 53,6 persen ResponX pun mengaku tak masalah menggunakan HP jadul. ”Ya biasa aja, kalo HPnya jadul lagunya slow”, begitu kata Wahyono, siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Kota Tegal. Sebagai alat komunikasi, contact person orangorang yang penting pasti disimpen dong. Daftar orang penting di sini bisa anggota keluarga, temen, sahabat, pacar atau calon pacar dan tentu saja nomor wali kelas. Namun dari seluruh ResponX yang didata, 53,6

persennya mengaku tidak menyimpan nomor HP wali kelas di phonebook (buku telpon) mereka. Kalau kamu sendiri gimana? (tim)

Perlu nggak HP buat kamu yang masih sekolah? Ya 50% Butuh banget 10,7% Biasa saja 35,7% Nggak penting banget 7,1%

Apa kamu penggila model HP, sampai setiap model baru, kamu selalu beli? Tidak Ya Biasa saja Nggak jawab

64,3% 14,3% 17,9% 3,6%

Malu nggak sih, kalau HP kamu jadul? Ya Nggak Biasa saja Pasti

14,3% 28,5% 53,6% 3,6%

Sejak kapan kamu sudah mulai pegang HP? SD 21,4% SMP 60,7 % SMA 7,1% Baru kemarin banget 7,1% Nggak jawab 3,6%

Dalam satu hari, kamu berapa kali nge-charge HP? Satu kali Dua kali Tiga kali Nggak jawab

MP3, internetan, dan masih banyak fitur yang lainnya. Selain itu, berbagai merek HP juga mulai banyak bermunculan. Selain ponsel, hal yang nggak kalah penting adalah kartu seluler. Beberapa operator seluler menjamur menawarkan beragam program murah, mulai dari yang murah boongan, beneran sampe yang ngasih gratis. Tapi tetep aja, ujungujungnya tetap ada anggaran yang musti dikeluarin

Agus Winarto, Subekhi Prawirodijoyo

53,6% 21,4% 17,9% 7,1%

PROFIL USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH : 28 ResponX di Kota Tegal

JENIS KELAMIN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

PENDIDIKAN : SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

TIPS - X

Cermat Memilih, Pake dengan Bijak Pelan Pelan Saja KOTAK

[intro] C F C Em F G ku tahu kamu pasti rasa C F G apa yang ku rasa C Em F G ku tahu cepat atau lambat Am Dm G kamu kan mengerti C Em F G hati bila dipaksakan C F G pasti takkan baik C Em F G pantasnya kamu mencintai Am Dm E Am yang juga cintai dirimu F G cinta kamu [chorus] FG C lepaskanlah ikatanmu Dm G C Em dengan aku biar kamu senang F G C Am bila berat melupakan aku F Dm C pelan-pelan saja

HARUS diakui, keberadaan HP saat ini udah vital banget dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki manfaat yang sangat signifikan dalam komunikasi, HP sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, tak terkecuali pelajar. Sayangnya, beberapa dari kita terkadang kurang cermat memilih operator dan tak bijak menggunakan pulsa. Hasilnya, kebutuhan untuk membeli pulsa HP menguras seluruh uang saku. Tak jarang, anggaran yang semula disediain buat kebutuhan lain yang lebih

penting pun tersedot untuk membeli pulsa. Nggak mau ngalamin kejadian begini kan... Berikut ini ada beberapa trik khusus untuk menghemat pulsa HP kita, cek aja... 1. Gunakan operator cdma jika jarang sekali ke luar kota. Gunakan gsm jika ke luar kota atau ke luar negeri yang tidak bisa terjangkau HP cdma. 2. Hindari percakapan panjang dalam bertelepon. Bicara seperlunya saja jangan sampai ngerumpi / curhat di telepon. 3. Gunakan nomor yang mena-

warkan tarif murah (bukan tarif promosi murah) dengan kualitas sinyal yang baik dan luas. 4. Maksimalkan penggunaan program promosi untuk kegiatan komunikasi kita. 5. Gunakan singkatan yang mudah dimengerti pada sms kita untuk menghemat biaya sms yang dihitung per sekali kirim sms. Jika kamu maniak sms sebaiknya cari operator yang beri sms gratis sepuasnya sekali bayar harian, mingguan atau bulanan. 6. Buat batas pengeluaran pulsa perhari dan rencana pengeluaran

Basket SMA Muhammadiyah Intensifkan Latihan

C Em F G tak ada niat menyakiti C F G inilah hatiku C Em F G pantasnya kamu mencintai Am Dm E Am yang juga cintai dirimu F G cinta kamu [chorus] FG C lepaskanlah ikatanmu Dm G C Em dengan aku biar kamu senang F G C Am bila berat melupakan aku F Dm C pelan-pelan saja [solo] Am G F E Am G F E Am G F Dm G C pelan-pelan saja

CMYK

untuk pulsa bulanan di mana kalau sudah habis dan tidak ada anggaran jangan isi pulsa lagi. 7. Jangan ragu dan malu pinjam HP orang lain yang kita kenal jika pulsa kita sudah habis. 8. Jadikan telepon sebagai alat komunikasi darurat. Jangan dipakai untuk urusan yang tidak penting. 9. Biasakan isi pulsa seperlunya. (*)

NUR IRMA RS/TIM XPRESI

CLASS MEETING - Tim Basket SMA Muhammadiyah Kota Tegal saat bertanding di class meeting sekolahnya.

EKSTRA kurikuler (ekskul) cabang olahraga basket di SMA Muhammadiyah Kota Tegal bukan ekskul baru. Beberapa prestasi sudah pernah diraih sekitar tahun 1980-an. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, prestasi ekskul sekolah ini mulai surut. Meski sempat beberapa kali mengikuti perlombaan, namun belum berhasil masuk dalam kejuaraan. Hal ini seperti diakui Pembina OSIS SMA Muhammadiyah Kota Tegal Eka Budi Laksana SPd. Karena kondisi itu, pemantapan ekstra harus terus ditingkatkan. “Terus terang fokus kami selama ini adalah pada semangat para siswa yang masih ada sampai sekarang ini. Tidak apa-apa bila memang belum bisa masuk juara, tapi kami masih optimis, makanya kami masih terus berlatih” tambahnya. Begitu pedulinya pada minat siswa pada ekskul ini, dia terjun langsung men-

dampingi mereka setiap kali latihan. Dan sekarang, ekskul yang diminati siswasiswinya ini masih tetap berjalan dengan latihan rutin setiap Selasa dan Kamis pukul 15.30 sampai 17.00 WIB di GOR Wisanggeni Kota Tegal. “Basket butuh kekuatan fisik. Dan sebagai dasar yang paling penting, harus terus dilatih. Untuk yang putri, pada awalnya cepat merasa kelelahan, padahal baru muter beberapa kali makanya ada beberapa yang akhirnya mundur,” paparnya. Lebih lanjut dikatakannya, kendala basket di tempatnya lebih pada sarana untuk latihan. Lapangan basket yang sudah ada di komplek sekolah masih belum memenuhi syarat latihan. ”Sebenarnya kami ingin berlatih di sekolah, karena kalau GOR tentunya harus ada dana yang dianggarkan,” tambah dia. (irma)


SAMBUNGAN

SABTU 23 JANUARI 2010

19

RADAR TEGAL

Sengaja Tak Sidik Boediono dari halaman 1 Berikut adalah versi lengkap bagian akhir dari dokumen tersebut: Sebagai Catatan, Bareskrim memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp 6,762 triliun dikarenakan alasan sebagai berikut: Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,672 triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit. Tak hanya itu, di bagian PENUTUP, Susno juga menyiratkan adanya fakta-fakta lain terkait kasus aliran dana Bank Century, yang masih disimpan oleh Bareskrim Mabes Polri karena dirasa belum saatnya diungkap ke publik. Berikut isi lengkap PENUTUP laporan tersebut : Demikian catatan detik-detik terakhir KOMJEN POL Drs. SUSNO DUADJI, SH, MH, MSc, menjabat Kabareskrim Polri dibuat sesuai dengan fakta-fakta yang ada, namun tentunya masih banyak ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam catatan ini karena keterbatasan waktu dan ada hal-hal yang belum saatnya untuk diungkapkan kepada publik. Semoga catatan ini dapat bermanfaat bagi pihak-

pihak yang memerlukan. Menurut Maruarar, dokumen dari Susno tersebut makin memberi gambaran adanya sesuatu yang salah dalam kasus Bank Century, termasuk pada proses pengucuran dana Rp 6,7 triliun dari LPS. “Apalagi, sebelumnya Pak Susno mengatakan, mengungkap kasus korupsi itu lebih mudah dari mengungkap kasus maling jemuran. Jadi, jika ada keinginan kuat untuk menuntaskan kasus ini, maka berbagai pelanggaran akan terbongkar.” Saat dimintai komentar atas dokumen Susno Duadji tersebut, Faisal Basri yang malam itu datang sebagai saksi ahli enggan berkomentar. Menurut dia, keterangan Susno belum bisa menjadi acuan bagi penelusuran kasus Bank Century. “Terus terang, saya meragukan kredibilitas Pak Susno, jadi saya tidak mau menanggapi.” Sementara itu, Anggota Pansus dari F-PKS Andi Rahmat mengatakan, kasus Bank Century memang layak mengundang tanya. Sebab, dalam kasus lain, yakni Bank Indover yang merupakan anak usaha BI di Belanda, pemerintah dan BI mengambil sikap yang jauh berbeda. Menurut Rahmat, pada saat Bank Indover terbelit krisis pada akhir 2008, pemerintah dan BI sudah berkonsultasi dengan Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan. Saat itu, kata Andi, berbagai data disampaikan oleh peme-

rintah dan BI mengenai potensi sistemik dan risiko-risiko yang bakal dihadapi Indonesia jika Bank Indover ditutup. Potensi sistemik dan risiko yang disampaikan itu sama persis dengan potensi sistemik dan risiko yang disampaikan jika Bank Century ditutup. Tapi, perlakuan akhirnya berbeda. Indover ditutup dan terbukti tidak terjadi apa-apa di Indonesia. Sedangkan Bank Century akhirnya diselamatkan. “Alasan-alasannya sama, tapi perlakuannya beda. Indover ditutup, sedangkan Bank Century diselamatkan. Ada apa ini?” Sementara itu, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli yang malam itu juga hadir sebagai saksi ahli mengatakan, jika pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan penyelamatan Bank Century adalah Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI saat itu Boediono. Saat ditanya apakah pengambil kebijakan bisa dipidana, Rizal mengatakan, dirinya sudah berkonsultasi dengan pakar hukum senior Adnan Buyung Nasution. “Dia katakan, kebijakan bisa diadili, apalagi kalau niat dari kebijakan itu untuk merugikan negara,” ujarnya. Juru Bicara dan Staf Khusus Wakil Presiden bidang Media Massa Yopie Hidayat mengungkapkan, Wapres Boediono belum mengetahui keberadaan surat yang berisi laporan dari Susno. (owi/sof)

Kenyang Disiksa, Setahun ... dari halaman 1 akhir 2000, Adi pulang ke Lombok untuk mengambil cuti. “Waktu itu saya sangat kesal dengan majikan karena gaji dua tahun terakhir, total RM 5.000 (sekitar Rp 15 juta), belum dibayarkan,” kata dia. Selama cuti di Lombok, Adi mengalami depresi berat karena persoalan gaji yang belum dia terima itu. Sementara kebutuhan di rumah tidak bisa ditunda lagi. Tiga bulan Adi di rumah, dia pun menjalani perawatan di bawah pengawasan RS Jiwa Lombok. Setelah merasa lebih sehat, Adi memutuskan kembali ke Malaysia. Empat bulan Adi di Malaysia, ternyata perlakuan sang majikan tidak berubah. Dia pun

merasa putus asa dan mencoba bunuh diri dengan membakar rumah majikan. Pada saat Adi akan melakukan niatnya, ibu majikan yang berusia 73 tahun tiba-tiba melintas. Secara tidak sadar, pisau yang dia pegang menusuk perut wanita bernama Tan Yook Yong alias Acin itu hingga meninggal. “Saya benar-benar lupa apa yang terjadi. Tiba-tiba saya sudah berada di balai polis (kantor polisi, Red) dengan baju berlumuran darah. Selama ini saya tahu bahwa saya membunuh itu dari keterangan teman dan orang lain,” ujar Adi. Setelah peristiwa itu, Adi menjadi tersangka pembunuhan dan ditahan di penjara Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Selama tiga tahun dipenjara, dia tiga kali menjalani persidangan. Selama itu pula KBRI Kuala Lumpur tidak mengetahui kasus yang menimpa buruh migran tersebut. Akibatnya, dia menjalani proses hukum tanpa pendampingan pengacara yang berkualitas. “Waktu itu hidup seperti di neraka. Saya sudah kenyang disiksa dan dipukuli penjaga penjara,” tuturnya. Aktivis Migrant Care yang mendampingi Adi melalui harihari itu, Anis Hidayah, mengatakan bahwa awalnya media di Indonesia yang berperan di balik proses hukum Adi. Sebab, setelah diekspos media massa Indonesia, barulah KBRI mencari tahu kronologi kasus Adi. (kum)

Nostalgia Cinta Pertama dari halaman 1 Saat itu, Anya mulai masuk SMP. Posisi kelasnya sangat strategis. Pintu masuk menghadap salah satu gerbang sekolah, sehingga bisa melihat siswa lain berlalu lalang. Anya sering berangkat lebih pagi

agar bisa memperhatikan siswa lain lebih lama. “Waktu itu aku baru tahu, banyak juga ya yang ganteng, terutama kakak kelas,” ungkapnya saat mengunjungi almamaternya, Sekolah Asisi Jakarta, kemarin (22/1). Di antara sekian banyak yang tampan, ada seorang yang

paling memikat hati Anya. Tapi, dia tidak bisa menindaklanjuti karena belum berani mendekat. “Pokoknya waktu itu nggak bisa berbuat apa-apa selain kagum. Cinta terpendam saja. Apalagi ada semacam rasa segan kepada kakak kelas,” ujarnya. (gen/ayi)

Sikapi Kesepakatan Bogor, DPR Pecah dari halaman 1 Dalam pertemuan Presiden SBY dengan pimpinan lembaga tinggi negara, disepakati istana dan lembaga tinggi bersinergi serta tidak saling menjatuhkan. Banyak yang menafsirkan bahwa pertemuan itu mengamankan pemerintah di tengah panasnya situasi politik. Terutama Pansus Hak Angket Bank Century yang sudah memeriksa Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Priyo mempertanyakan kehadiran Marzuki yang membawa institusi DPR dalam Kesepakatan Bogor. Sebagai pimpinan, tidak seharusnya ketua DPR langsung menyatakan menerima sebuah kesepakatan yang membawa implikasi politik besar. “Seharusnya dipahami, pimpinan DPR kolektif dan kolegial. Kami berlima meski yang satu almarhum,” jelas Priyo. Dia menganggap cara Marzuki itu membawa tradisi baru

dalam kepemimpinan DPR. Biasanya, jika ada undangan dari presiden, yang hadir minimal seluruh pimpinan DPR, ditambah pimpinan tiap-tiap fraksi. Bila perlu, pimpinan komisi terkait akan dihadirkan oleh DPR. “Itu seperti bypass (memotong, Red) kewenangan. Bolehboleh saja Pak Pimpinan ke sana. Namun, kami merasa disepelekan,” terang dia. Menurut Priyo, undangan presiden tersebut tidak cukup arif untuk menghormati kelembagaan DPR serta kepemimpinan kolektif. Untuk itu, dia tidak akan diam. Dia menyatakan akan mempersoalkan hal tersebut dalam rapat pimpinan Senin (25/ 1). “Meskipun sangat mungkin kami setuju terkait dengan isi kesepakatan itu, sikap saya mohon kiranya bisa dimengerti,” papar dia. Ditemui secara terpisah, Marzuki menjelaskan alasan kehadirannya di Kesepakatan Bogor. Dia menjelaskan, per-

temuan tersebut diinisiasi Ketua MPR Taufik Kiemas. Nah, dalam undangan yang diberikan, memang hanya dia yang diminta untuk hadir. “Suratnya ditujukan kepada ketua DPR,” tutur Marzuki saat ditemui setelah salat Jumat. Apalagi, yang disepakati dalam pertemuan itu bukanlah keputusan politik. Menurut Marzuki, para pimpinan lembaga tinggi hanya berkomunikasi. Presiden, papar dia, saat itu cuma mengingatkan agar setiap lembaga tidak saling menjatuhkan. “Jadi, tidak ada namanya bypass (memotong, Red) kewenangan,” tegas dia. Wakil Ketua Pansus Hak Angket Bank Century Gayus Lumbuun ikut menegaskan pernyataan Priyo. Dia menyatakan, perjalanan pansus tidak akan terpengaruh oleh kesepakatan di Bogor tersebut. “Tidak ada pengaruh apa-apa ke kami. Pansus tetap jalan.” Termasuk, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, soal keter-

libatan Taufik sebagai inisiator pertemuan tersebut. Menurut dia, komando utama politisi PDIP di pansus angket maupun partai tetap berasal dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Sampai sekarang, perintahnya tetap, harus serius ungkap (skandal Bank Century, Red),” ucap Gayus. Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah bila pertemuan pimpinan lembaga negara di Istana Bogor dianggap bertujuan melindungi Wapres Boediono dari risiko impeachment. Dia mengatakan, pertemuan tersebut merupakan suatu proses yang lazim dan positif. Jadi, sama sekali tidak bertujuan mengooptasi kerja Pansus Hak Angket Bank Century di DPR. “Bukan memandulkan fungsi kontrol dan tradisi check and balances dalam demokrasi kita. Pertemuan tersebut justru mempertegas tradisi konstitusionalisme di Indonesia,” papar dia. (bay/dyn/pri)

ATM Dibobol, Nasabah Tegal Kehilangan Rp 81 Juta dari halaman 1 2009. Namun hingga kini belum ada tanggungjawab dari pihak bank. Nasabah yang sudah menabung di BCA selama 8 tahun itu kini menuntut memperoleh uang penggantinya. Kepada Radar, Jumat (22/1) kemarin, korban pembobolan rekening melalui ATM ini menjelaskan, dirinya mulai bersemangat terus meminta pertanggungjawaban pihak managemen Bank BCA Cabang Slawi, lantaran kasus serupa yang dialami kini tengah gencar di sejumlah media, baik cetak maupun elektronik dan terjadi di sejumlah kota besar. Karena itu, meski tergolong lama dan lantaran belum mendapatkan pengganti dari bank, nasabah bank BCA itu kembali berupaya demi mendapatkan rasa nyaman sebagai seorang nasabah.

‘’Sebenarnya kasus pembobolan rekening melalui ATM adalah kasus lama. Kasus tersebut saya alami sejak 31 Oktober 2009 lalu. Namun karena dalam waktu tempo yang cukup lama belum ada tanggungjawab atas perlindungan nasabah maka kami pun hingga kini terus berupaya untuk bisa mendapatkan haknya seorang nasabah bank yang sudah bertahun-tahun menabung di bank BCA,’’ terang Agus Taviv Hasibuan. Menurutnya, kejadian naas dialaminya saat berada di Brebes. Saat itu, anaknya yang di luar kota meminta uang untuk segera ditransfer. Karena itu, dengan mendatangi Bank BCA KCP Brebes, akhirnya transaksi transfer berhasil dikirim ke anaknya. ‘’Awalnya, saat hendak memasuki salah satu bilik ATM

Bank BCA Alun-Alun Brebes, saya ditegur oleh dua pria tak dikenal yang menjelaskan bahwa bilik yang hendak saya masuki tengah rusak dan sedang diperbaiki. Karena itu, saya keluar dan memasuki bilik ATM lain. Di tempat itu, ada dua pria tak dikenal yang sebelumnya menegur saya,’’ terang Agus. Saat itu, dua orang tersebut sempat menawarkan dan memasukkan ATM miliknya ke dalam bilik tersebut. Namun, Agus Taviv tidak memberikan PIN ATM miliknya. ‘’Saya tahu kalau rekening saya telah dibobol sebanyak Rp 81 juta, tiga jam usai kejadian. Saat itu, saya berusaha mengecek nominal rekening dan ternyata uang sudah hilang Rp 81 juta,’’ beber Agus. Melihat keganjilan tersebut, pihaknya juga langsung ber-

upaya melaporkan persoalan tersebut ke petugas Bank BCA Brebes untuk bisa melacak dan memblokir ATM. Dirinya juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Brebes dengan Nopol 235/X/2009/SPK. ‘’Kami juga sempat ke BCA Pusat di Jakarta. Di kantor BCA pusat itu, kami sempat dipertontonkan hasil rekaman CCTV yang menyebutkan bahwa memang ada dua orang pria tak dikenal yang mondar-mandir di BCA Brebes selama kurang lebih 20 menit di sekitar ATM. Karena itu, laporan kami pun akhirnya dibenarkan dan kami disuruh meminta pertanggungjawaban di Bank BCA tempat kami menabung,’’ ulasnya. Kendati demikian, meski sudah berupaya memberikan penjelasan namun dari BCA Cabang Slawi hingga kini tidak memberikan pengganti. (gus)

Indro Febriyanto, salah satu saksi mata mengatakan, saat kejadian, dia bersama sejumlah wartawan foto berniat mengambil gambar kedatangan rombongan Bonek yang melintas di kawasan Stasiun Purwosari. Namun, tanpa dia sadari, kereta jurusan Surabaya-Bandung yang berjumlah sembilan gerbong itu ternyata berhenti. Tiba-tiba, sejumlah suporter turun dari kereta untuk mengambil batu dan menyerang warga yang berada di sekitar stasiun. Indro dan beberapa wartawan foto yang terjebak di tengah kerumunan suporter sontak berlarian. “Saat kejadian, jarak Hasan (wartawan korban pelemparan) terlalu dekat. Sehingga beberapa su-

porter berhasil memukul dan merebut helm yang dia pakai,” kata Indro Ferbriano di Rumah Sakit Panti Waluyo kemarin. Indro menambahkan, saat dikeroyok suporter, Hasan kesulitan menangkis pukulan dan lemparan batu. “Dia berusaha melindungi kamera agar tidak dijarah. Sebab, helm yang dia pakai sudah direbut Bonek,” ujar Indro terlihat jengkel. Kapoltabes Solo, Kombespol Joko Irwanto saat di konfirmasi mengatakan, polisi sudah berusaha melakukan pengawalan dengan menerjukan sekitar 250 personil terdiri dari satuan dalmas dan brimob. Namun, aksi saling lempar ternyata tetap tidak bisa dihindari. (in/fik/ jpnn/iro)

Bonek Bikin Ricuh di Solo dari halaman 1 suporter menyanyikan yel-yel. “Pak polisi-pak polisi, kami jangan dipukuli, kami bukan sapi,” teriak mereka. Suasana tegang terjadi ketika memasuki Solo. Terjadi insiden pelemparan batu antara rombongan suporter dan warga di sepanjang jalur kereta api di Kota Solo. Akibat peristiwa itu, satu wartawan (Hasan Sakri Ghozali, 25), satu anggota Brimob (Briptu Marsito), dua warga Solo (Kusyanto, 33, Hanif Supriyanto, 25) luka-luka. Hasan mengalami luka bocor pada bagian kepala setelah dikeroyok dan dipukul dengan batu oleh suporter, sedangkan Hanif dan Agung terluka pada

bagian dahi dan pelipis mata akibat terkena lemparan batu. Sementara Briptu Marsito, yang saat kejadian berada di dalam gerbong untuk mengawal para suporter, juga mengalami luka parah pada bagian mata. Satu suporter tewas (M. Fatoni) ditemukan di Nganjuk karena terjatuh dari gerbong kereta api. Dua suporter lain luka kritis. Mereka adalah Abdul Muchid, 31, asal Simokerto, Surabaya dan Hayat, 35, asal Sampang, Madura. Muchid dan mengalami luka parah pada bagian kepala dan telinga kiri. Sementara Hayat tersangkut kabel telepon di kawasan Tegal Harjo, Jebres. Keduanya terjatuh dari KA.

BERANI MENANTANG ANGIN WALAU UMUR SUDAH TUA PENYAKIT yang paling akrab dengan pekerja di udara terbuka maupun di ruangan ber AC adalah masuk angin. Gejala umum masuk angin adalah lesu, pusing, perut kembung, diare dan rasa pegal disekujur tubuh. Meski acap dianggap enteng, masuk angin dapat menyebabkan kematian. Tatkala gejala masuk angin berubah menjadi rasa nyeri dan sesak di dada, berhatilah sebab boleh jadi itu Angin Duduk (masuk angin akut) yang dapat menyebabkan kematian mendadak Pak Suharno (56 th) warga Kampung Kebanjiran Kelurahan Kubang Sari Cilegon – Banten adalah pekerja keras sebagai operator crane . Karena acap kerja di udara terbuka, Harno acap diserang masuk angin. “ ...kalau sudah masuk angin, sekujur badan pegal sehingga kerja terganggu “ keluh Suharno. Selain oleh masuk angin, batuk dan gangguan tenggorokan akibat hobi merokoknya juga sangat mengganggu. Berbagai suplemen dan obat yang dicobanya, namun hasilnya tak memuaskan. Suharno bersyukur tatkala anaknya memberi Gentong Mas yang rasanya lezat, segar dan hangat. Belum seminggu mengkonsumsi secara rutin, khasiat Gentong Mas telah dirasakannya, masuk angin dan pegal berangsur lenyap. “ ..Alhamdulillah, sekarang masuk angin tak datang lagi , pokoknya tak takut lagi menantang angin “ tutur Suharno bersyukur. Selain itu Gentong Mas juga

meredakan sakit tenggorokannya dan menambah kemampuan untuk membahagiakan istrinya. Sekarang dirinya rutin mengkonsumsi Gentong Mas setiap pagi dan sore. “..Gentong Mas adalah cara lezat untuk sehat dan jadi lelaki kuat “ ujar Suharno menutup perbincangan. Gentong Mas adalah suplemen kesehatan penuh vitamin dan nutrisi bermutu. Dengan Gula Aren dan Nigella Sativa

(Habbatussauda) sebagai bahan utama, Gentong Mas terbukti memiliki banyak khasiat. Menurut Jeff Nugent dalam buku “Permaculture Plants (2004)” Riboflavin dan Ascorbic Acid , yang dikandung Gentong Mas, memperlancar metabolisme, memperkuat kekebalan tubuh, membersihkan dan melancarkan saluran pencernaan dan tenggorokan . Sedangkan menurut Imunolog Jerman, Hidelbert Wagner, Nigella Sativa pada Gentong Mas meningkatkan vitalitas pria dan memperkuat

pertahanan tubuh menghadapi alergi dan masuk angin. Sangat banyak vitamin , zat aktif dan nutrisi yang ada pada Gentong Mas diantaranya Leucine, Myristic Acid, Niacin, Serine yang bermanfaat bagi kesehatan. Meski demikian, pola hidup sehat yaitu olahraga teratur, mengurangi rokok dan banyak minum air putih perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi: 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna,Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116

P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

SABTU, 23 JANUARI 2010

20

RADAR TEGAL

Grow with Character! (3/100) Series by Hermawan Kartajaya

Magang di Universitas Sampoerna

ZUHLIFAR ARRISANDY/RATEG

SIMULASI – Manager Telkomsel Branch Purwokerto-Tegal Iqbal Adriansyah (kiri), manager Service Quality Assurance Network Operations Telkomsel Jateng-DIY M Idham Kadir dan Manager Network Operations Semarang-Tegal Prabowo tengah melakukan video call dengan pimpinannya di Bandung.

Fasilitas 3G Telkomsel Satu-satunya di Pantura KOMITMEN kuat Telkomsel menyukseskan kehadiran layanan 3G dan mobile broadband di Indonesia sangat jelas terlihat. Di antaranya mulai dari sukses uji coba layanan 3G pertama di tanah air 26 Mei 2005, yang dilanjutkan peluncuran secara komersial 14 September 2006 silam. Kemudian rollout jaringan 3G secara cepat, serta banyaknya ragam konten layanan 3G. Nah, di tahun 2010 ketika industri seluler akan memasuki era transformasi dari penggunaan basic service ke arah teknologi informasi dan komunikasi. Yakni fungsi telepon seluler untuk SMS dan voice akan digabungkan dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital lainnya. Transformasi tadi tentunya akan memperkuat pondasi bisnis ke depan, yakni layanan seluler berbasis layanan mobile broadband. Itu pula yang dilakukan Telkomsel sebagai pemimpin pasar industri telekomunikasi seluler di negeri ini dengan mengusung visi, Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in Region. Telkomsel siap menyediakan solusi layanan mobile lifestyle terkini berbasis layanan mobile

broadband. Antara lain dalam bentuk new services seperti digital business, digitalmusic, content&application, mobile advertising, dan sebagainya. Manager Service Quality Assurance Network Operations Telkomsel Jateng dan DIY M Idham Kadir, Jumat (22/1), menegaskan, menghadirkan layanan dan jaringan yang berkualitas merupakan wujud komitmen Telkomsel untuk memberikan pelayanan terbaik. “Salah satunya dengan layanan 3G Telkomsel yang merupakan satu-satunya layanan yang hadir di sepanjang jalur pantura. Ini untuk kepuasan pelanggan dan masyarakat di tegal dan sekitarnya,” ungkap dia. Menurut Idham, bisa diaksesnya layanan 3G di Tegal berarti mensejajarkan Tegal dengan kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.”Mudah-mudahan layanan ini mampu menjadi katalisator untuk mempromosikan potensi daerah. Sekaligus bermanfaat bagi percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan.’’ Telkomsel, tambah Idham, akan menjaga konsistensi kelanjutan roadmap teknologi 3G, HDSPA, HSPA, HSPA+ hingga Long Term Evolution (LTE).

Fokus pengembangan layanan mobile broadband, dipicu pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan mobile broadband Telkomsel yang mencapai 700 persen. Awal 2009, pelanggan mobile broadband hanya 200.000-an. Jumlahnya melonjak menjadi 1,6 juta pelanggan di akhir tahun yang sama. Manager Telkomsel Branc Purwokerto-Tegal Iqbal Adriansyah menerangkan, untuk menjamin kenyamanan 7,8 juta pelanggan di Jateng dan DIY, Telkomsel telah menyiapkan jaringan terluas dan berkualitas. Ini dilakukan dengan menggelar lebih dari 2.585 BTS (Base Transceiver Station) termasuk 479 Node B atau BTS 3G. Jumlah itu, katanya lagi, merupakan bagian dari 30.000 BTS, termasuk 5.000 BTS 3G secara nasional yang mengcover hamper 100 persen wilayah populasi Indonesia. “Untuk Tegal dan sekitarnya, saat ini telah ada 269 BTS. Termasuk 39 BTS 3G,” paparnya. Sementara itu Manager Network Operations SemarangTegal Prabowo menandaskan, layanan 3G di sepanjang Losari hingga Semarang sudah bisa dinikmati. Dia tidak memungkiri

masih ada 1, 2 titik blank spot. Namun, itu ditargetkan bisa teratasi di tahun 2010 ini. Di era babakan baru mobile broadband yang ditandai penambahan frekuensi 3G, Telkomsel menghadirkan pula bandwith dengan kapasitas jaringan yang mampu melayani hingga 16 juta pelanggan data. Penambahan data ini dinamai next generation flash. Next generation flash adalah proyek peningkatan teknologi jaringan Telkomsel dari High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) 7,2 Mbps ke teknologi High Speed packet Access + (HSPA+). Teknologi terakhir merupakan wireless broadband yang mampu menghadirkan kecepatan akses data hingga 21 Mbps. Untuk membuktikan kualitas layanan 3G di pantura, dilakukan simulasi video call antara Corporate Communications Telkomsel Jateng-DIY Yanto Santoso yang berada di RM Asia Tegal dengan GM Network Operations Telkomsel JatengDIY Khaerudin dan GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra yang tengah berada di Bandung m engi kuti rapat pimpinan (rapim). (zul)

GURU kedua saya sebelum membuka MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 adalah Putera Sampoerna. Itulah perusahaan terakhir saya sebelum MarkPlus. Bagi saya, Sampoerna juga sebuah Universitas tempat saya magang. Misi utama saya selama kurang lebih dua setengah tahun di sana adalah membangun sistem distribusi sendiri. Pak Putera sangat percaya, walaupun Sampoerna punya produk bagus, kalau distribusinya ‘’macet’’, tidak akan ada gunanya. Padahal, waktu itu produk ‘’kuat’’ Sampoerna hanya satu, yaitu Dji Sam Soe. Produk lain ketika itu hanya bersifat ‘’regional’’, tidak bisa nasional. Dji Sam Soe memang sangat kuat. Bahkan sampai sekarang pun masih ‘’sakti’’. Nyaris tidak ada brand lain yang bisa masuk ke segmen itu. Dji Sam Soe adalah rokok keretek termahal di Indonesia, bahkan di dunia. Sebab, di luar Indonesia, tidak ada rokok keretek... :) Tapi, ketika itu Pak Putera berencana me-launch produk baru yang inovatif. Belakangan, kita semua baru tahu bahwa produk tersebut adalah A Mild yang merupakan terobosan pertama dari ‘’kebuntuan’’ inovasi keretek waktu itu. Persis seperti di kasus Jawa Pos kemarin, walaupun produk cukup inovatif, kalau saluran distribusi mampet, ya gak ada gunanya. Di antara empat P-nya marketing mix, yaitu product, price, place, and promotion, place ini memang paling susah. Biasanya, orang marketing paling suka main price aja karena hasilnya bisa terlihat langsung. Turun harga hari ini, besok volume penjualan naik. Obat keras! Tapi, bisa berbahaya karena belum tentu memecahkan masalah sebenarnya. Bahkan, kalau terlalu sering dipakai, tidak pada tempatnya, brand image bisa hancur. Kecuali kalau sebuah brand memang diposisikan sebagai low cost atau low price. Air Asia dan Ikea misalnya, berusaha menurunkan harga barang dengan kualitas yang sama dari waktu ke waktu. Tapi, hal itu menuntut inovasi di bidang proses dan cost. Bukan sekadar banting harga! Sesudah price, yang sering dipermainkan orang adalah promotion, antara lain, karena ‘’glamor’’. Jadi, ngerjainnya seneng. Juga, seringkali karena terpacu pesaing! Price war ini adalah dua ‘’perang pemasaran’’ yang sering terjadi karena relatif mudah. Inovasi produk jauh lebih sulit karena menurut statistik 80 persen produk baru gagal karena berbagai alasan. Karena itu, orang jadi segan melakukannya. Lebih baik nunggu! Tapi, bisa telat lho...

Selain itu, kalau kita tidak pernah mengembangkan produk baru, produk sekuat Dji Sam Soe pun akan ‘’mati’’ pada suatu ketika! Karena itulah, Putera Sampoerna meminta saya untuk membenahi distribusi. ‘’Tidak ada gunanya punya produk inovatif kalau macet di distribusi,’’ katanya. Nah, inilah yang paling ‘’ogah’’ dilakukan orang karena banyak pihak yang akan jadi korban, sehingga ‘’resistansi’’ akan tinggi. Waktu itu, tugas saya mirip di PT Panggung. Mengubah model keagenan jadi model branch management. Dan itu tidak gampang! Bayangin saja, bagaimana agenagen Sampoerna yang sudah tiga generasi tiba-tiba diambil alih fungsinya oleh seorang kepala cabang. Mereka memang sudah sangat kaya. Tapi, masalahnya, mereka tidak mau ‘’kehilangan muka’’ di daerah masing-masing. Karena itu, negosiasi harus dijalankan dengan sabar dan pelan-pelan. Waktu itu, saya membagi wilayah Indonesia jadi 54 area dengan mempertimbangkan, antara lain, market size, jalur logistik, serta banyaknya pedagang rokok besar dan kecil. Semua data dari BPS dicampur files sendiri dianalisis dengan cermat. Selain itu, masih disisakan area yang sulit dijangkau untuk tetap dipegang penyalur khusus. Nah, di antara 54 area itu, akhirnya ditentukan sembilan region. Angka sembilan memang angka keramat di Sampoerna. Sebab, angka itu memang lambang kesempurnaan. Saya masih ingat, waktu itu semua nomor telepon dan nomor mobil di Sampoerna selalu berjumlah sembilan! Karena itulah juga, logo MarkPlus Professional Service yang dimulai 1 Mei 1990 tersebut pakai bujur sangkar tiga kali tiga dengan huruf M-A-R-K-E-T-I-N-G. Pas sembilan huruf kan! Angka hokkie! Penguasaan wilayah oleh orang yang benarbenar mengerti market sangat penting bagi Putera Sampoerna. Tanpa itu, produk seinovatif apa pun yang didorong iklan sehebat apa pun tidak akan sukses. Karena masalah distribusi ini tidak glamor, orang marketing kurang suka membicarakannya. Tapi, justru di situlah kuncinya! Jadi, banyak orang salah ngerti bahwa Philip Morris mau membeli Sampoerna dengan harga demikian tinggi cuma karena A Mild dan iklaniklannya yang kreatif. Mereka lupa bahwa sampai sekarang pun Sampoerna kayaknya paling solid dalam distribusi dan penguasaan pasar. Besok saya masih akan bercerita lagi pelajaran lain yang saya dapatkan selama saya magang di Sampoerna... (*)

Mengenal Designer Mr Johnny Saleh si-Tangan Emas

Tetap Profesional, Ikuti Trend dan Perkembangan Jaman Sedangkan bicara soal tari, kebetulan saya mampu mengolah seni tari yang diperoleh lalu dikombinasikan dengan musiknya. Sehingga semua menghasilkan karya seni bagus. Selang beberapa tahun bekerja di BRI, saya diberi kesempatan cuti untuk belajar seni rias dan tari di Jakarta. Sebab atasan melihat saya memiliki bakat luar biasa, yang jarang dimiliki orang lain. Ini kesempatan langka, karena saya dapat menimba ilmu lebih banyak. Kemudian setelah itu saya kembali ke Padang, terus hijrah ke Kota Tegal membuka salon di daerah Kaloran. Tanpa disengaja, pas saya lagi salat Jumat di Bumiayu ketemu Pak Jaelani yang sudah pindah jadi pimpinan cabang BRI di situ. Dulunya beliau wakil direktur BRI di tanah kelahiran saya. Lalu saya dipinjami modal Rp. 2 juta untuk lebih mengembangkan usaha salon.

Jhonny Saleh

SIAPA yang tak kenal Mr Jhonny Saleh si-Tangan Emas, seorang designer dan penata rias wajah cukup kondang di Tanah Air, yang pernah meraih juara pertama lomba pangkas rambut dan make up tiga tahun berturut-turut (1976, 1979, dan 1980). Bahkan lelaki asal Padang ini sempat membawa nama harum negara kita dalam bidang sama, meraih juara I dan umum di Canada, serta tingkat ASEAN di Bangkok dengan memperoleh trophy berikut medali dari Ratu Sirikit. Berikut petikan wawancara wartawan Radar Tegal dengan Mr Jhonny Saleh, ketika ditemui di Istana Pengantin & Salon, Jalan Letjend Suprapto Nomor 1 - 2 Tegal. Bagaimana awalnya sampai Anda tertarik menekuni dunia desainer dan tata rias wajah? Ketika masih duduk di bangku SLTA, saya sudah punya banyak keahlian. Antara lain pemain unggulan tenis meja, dan pandai menata rias serta menari. Bahkan saya sering diminta mengajar tari atau merias wajah ibu-ibu Dharma Wanita, Persit, Pertiwi, Kodim maupun

CMYK

Bhayangkari di Kabupaten Solok. Sehingga banyak instansi yang sudah mengenal saya. Bahkan sebelum tamat SMA, saya mendapat tawaran dari Pak Kusno untuk menjadi karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI, red). Sebab setiap sore saya sering latihan tenis meja di sana. Apalagi saya masuk dalam tim tenis meja di Sumatera Barat. Meski sudah bekerja di BRI, saya merasa tidak betah kerja di belakang meja terus-menerus. Jadi waktu itu tugas saya menemani ibu-ibu beli gaun di Padang, menata ruangan atau dekorasi saat akan menerima tamu penting. Jadi kerja di bank hanya simbolis saja. Kebanyakan pekerjaan saya ya di bidang seninya. Terpaksa kalau tidak ada order baru kerja serius lagi. Bakat seni saya mengalir secara alamiah. Apalagi waktu masih duduk di bangku sekolah, belum ada lembaga pendidikan atau kursus bidang kecantikan, tari dan sejenisnya. Dasar bakat rias saya dari melukis. Terutama merias wanita berambut panjang dan badannya ramping, semua saya lampiaskan ke dalam kanvas.

Kenapa Anda berminat membuka usaha sebagai desainer dan tata rias wajah di Tegal? Terus terang saya ingin membantu masyarakat Tegal dan sekitarnya, berkaitan dengan tata rias wajah pengantin yang sempurna dengan harga terjangkau. Selain itu, mereka tidak perlu pergi jauh-jauh ke Jakarta atau kota besar lain, untuk mendapatkan hasil bagaikan kota metropolis di dunia. Untuk tahun 2010 perkembangannya bagaimana? Alhamdulillah dari awal tahun sampai akhir bulan Desember 2010 mendatang, calon pengantin yang ingin menggunakan jasa saya sudah antri. Anda bisa lihat sendiri nama-namanya di papan, jadualnya benar-benar padat. Karena semua yang berkelas dan tahu selera, baik kalangan bawah sampai atas memakai tenaga saya. Sehingga tak heran, mulai dari orang tuanya sekitar tahun 1979, sampai anaknya tahun 2009, malah sampai cucunya masih setia untuk dirias di tempat saya.

Berarti usia tidak menjadi halangan? Umur boleh lanjut, tapi professional, trend tetap mengikuti masa kini. Tidak kalah dengan anak muda jaman sekarang yang dapat dikatakan kurang berpengalaman. Karena semakin jam terbangnya tinggi tambah bagus make up-nya. Sebab tata rias harus menyesuaikan seluruh tubuh yang di-make up. Kemudian harus bisa menonjolkan kelebihan pada badan yang dirias tadi, dan menutupi segala kekurangan pada tubuh si-pengantin. Sebenarnya banyak pemilik salon yang pernah saya didik supaya memahami permasalahan ini, tapi hanya segelintir yang mampu menyerap ilmu yang saya berikan. Artinya belum mampu menyamai gurunya sendiri (pakar kecantikan Jhonny Saleh, red).

BEFORE

AFTER

Apa pesan Anda untuk calon pengantin yang ingin merias wajahnya? Jangan sekali-sekali mencoba merias pengantin kepada perias yang baru buka salon. Sebab akan dijadikan kelinci percobaan semata. Kalau boleh tahu, apa semboyan hidup Anda? Pertama sekali, saya bersyukur kepada Allah SWT atas semua kesuksesan yang diraih selama ini. Semboyan hidup saya sebenarnya cukup sederhana, yaitu memiliki ilmu, bekerja keras serta percaya diri. Ketiganya tidak dapat dipisahpisahkan. Contohnya orang tidak memiliki ilmu bagaimana bisa percaya diri? Demikian juga kalau tidak percaya diri apa mampu bekerja lebih keras lagi. Namun saya mengakui bahwa roda kehidupan selalu berputar. Semua sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya. Ada kalanya kita sebagai manusia ingat, tapi kadang-kadang lupa juga. Seperti saya sendiri, dari nol naik ke puncak, terus anjlok ke nol lagi dan begitu seterusnya. Namun semboyan hidup tadi jangan pernah dilupakan. (arifin)

BEFORE

AFTER

Calon pengantin, Kurnia dan Adi : “Mr Jhonny Saleh sudah sangat berpengalaman dalam merias pengantin. Sehingga pasti hasilnya tidak mengecewakan lagi. Selain itu beliau selalu menawarkan banyak pilihan seputar pakaian dan tata rias pengantin yang cocok. Dengan begitu, kami yang belum pernah dirias jadi tidak merasa kebingungan. Maklum, tanggal 23 Januari nanti pernikahan kami untuk pertama kalinya.”

Calon pengantin, Tina dan Oong : “Sebelumnya, saya pernah lihat desain dan tata rias wajah teman-teman yang pernah memakai jasa Mr Jhonny Saleh. Hasilnya sangat memuaskan. Nah, sekarang saya merasakan sendiri, dan memang bagus sekali. Ini tak lain karena beliau berpengalaman di bidang rias wajah, pokoknya tidak ada duanya deh. Mr Jhonny Saleh tahu kelebihan dan kekurangan wajah calon pengantin, sehingga banyak teman saya setelah dirias jadi ‘manglingi’ (sangat jauh beda dari sebelumnya, red). Intinya saya tidak ingin jadi kelinci percobaan, apalagi tenaga rias wajah yang baru buka salon.”


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SABTU, 23 JANUARI 2010

BALANENYONG Dari Kunjungan Kerja Menteri Pertanian

Sederhana Asal Sehat TERGOLONG unik seorang Anggota DPRD Kabupaten Tegal periode masa bhakti 20092014 Prayitno SH dari Fraksi Partai Golkar (FPG), berangkat tugas dengan menggunakan sepeda mini. Pasalnya, mantan birokrat yang terjun sebagai politisi ini kesehariannya selalu menganut pola hidup DOK.RATEG sederhana asal sehat Prayitno SH baik di rumah maupun di tempat kerja. “Bukan cuma diri saya, keluarga saya juga menerapkan pola hidup sederhana asal badan sehat dan jauh dari penyakit yang mengancam dirinya,” kata Prayitno SH. Apa yang dilakukan, menurutnya bukan sebagai bentuk menonjolkan kesan berhemat atau pelit. Intensitas yang sering dilakukan ini, demi kesehatan diri tanpa berharap pamrih atau pujian dari pihak manapun. Bahkan dirinya secara jujur mengatakan pernah ada celaan dari pihak tertentu, namun tidak digubrisnya, melainkan dianggap sebagai doa bagi diri dan keluarganya. “Toh yang mengenyam kesehatan dan hasil dari pola hidup yang dilakukan bukan orang lain.

BERAS NAIK FAKTOR PSIKOLOGIS

ke hal 9 kol 1

KIYEH LIKUH ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

STOK – Menteri Pertanian Ir H Suswono MMA saat mengadakan kunjungan kerja ke Gudang Bulog 602 Procot Kecamatan Slawi dan mendapatkan penjelasan dari kepala Gudang seputar stok beras yang ada.

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

MUSDA – Musda Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, yang dilangsungkan di Gedung Rakyat setempat, Jumat (22/1) kemarin.

Pemilihan Ketua DKKT Dikondisikan SLAWI - Proses pemilihan ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) pada Musyawarah Daerah (Musda), Jumat (22/1) di Gedung Dewan Kesenian sudah dikondisikan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diduga ikut ‘bermain’ untuk meloloskan calon ketua. Pengurus Kecamatan Dewan Kesenian Suradadi, Rustono SP mengaku kecewa dengan pelaksanaan Musda DKKT ini. Karena dalam pelaksanaan tidak hanya pengkondisian ketua, tapi juga pelaksanaan Musda itu sendiri. Harusnya, pada Musda DKKT dinas menggelar pra musda dengan mengundang jajaran penguke hal 9 kol 4

Pengembangan Kasus Bansos yang Libatkan Anggota DPRD Jateng SLAWI - Setelah dilakukan pengembangan lebihlanjut, tim dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Slawi yang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait Bantuan Sosial (bansos) dengan tersangka mantan anggota DPR Provinsi Jateng Johan Firdaus dan sopirnya Iwan, akhirnya kembali berhasil mengungkap beberapa

wilayah yang diduga ikut pula diselewengkan. Diantaranya bansos untuk tempat ibadah wilayah Pagerbarang dan Kramat. ‘’Ya, dari hasil pengembangan kami selain di wilayah Talang ternyata ada dua wilayah yang mendapatkan bansos, tapi diselewengkan. Dua wilayah tersebut berada di Pagerbarang dan Kramat,’’ terang Kasi Pidsus Kejari Slawi Nursodik SH, Jumat (22/1) kemarin. Di sela-sela pemeriksaan saksi, lanjutnya, pihaknya juga sedang memintai keterangan sejumlah pengurus masjid yang dalam keterangannya tidak sesuai dengan bantuan yang dikucurkan.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERIKSA - Kasi Intel Kejari Slawi Gunawan SH saat memintai keterangan terhadap salah satu warga Desa Karangjambu yang merupakan salah satu saksi penerima dana bantuan ADD untuk perehaban rumah miskin.

Karenanya, saat ini pihaknya masih terus mendalami akan kasus dengan tersangka mantan anggota DPR Provinsi Jateng Johan Firdaus dan sopirnya Iwan. ‘’Jadi, bukan hanya tempat ibadah di Talang saja yang dananya diselewengkan. Namun, rupanya kini menjadi tiga wilayah,’’ papar Nursodik. Ditegaskan dia, bahwa bila melihat perkembangan ini berarti dalam waktu dekat akan segera melakukan langkah tindaklanjut terhadap tersangka yang sebelumnya sudah ditetapkan. Apalagi, bansos yang dikucurkan dan diselewengkan bukan hanya

SLAWI - Untuk kali pertama, Kades Karangjambu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, Jumat (22/1) kemarin, mangkir saat hendak diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Sedangkan pemanggilan Kades ini terkait sebagai terlapor kasus dugaan tindak pidana korupsi masalah penyelewengan bantuan ADD. ‘’Seharusnya sesuai dengan agenda, Kades Karangjambu datang ke sini untuk bisa kami mintai keterangan. Namun, sampai dengan siang ini, dia belum juga datang,’’ tegas Kepala Seksi Intelijen Kejari Slawi Gunawan SH. Menurutnya, meski Kades ke hal 9 kol 1

Budayawan Semarang Eko Tunas dan Yono Daryono akan Membedah Puisi Tegalan

Syair Tegal Brug Abang Talang Dibedah Nang brug abang rayat Talang nggelar pengadilan jalanan jalaran rayat wis belèh kuwat nyangga sengsara pangrèh praja rayahan tahta kabongan murka manglih kaya raksasa ….

CMYK

ke hal 9 kol 4

Kejari Ungkap Dua Lokasi

Dipanggil Kejaksaan, Kades Karangjambu Mangkir

SYAIR tersebut merupakan penggalan dari puisi Tegalan karya Dwi Ery Santoso berjudul ‘’Brug Abang”. Puisi tersebut sarat dengan bau amis darah dari sebuah pembrontakan kemarahan rakyat Talang pada tahun 1945. Puisi yang amat garang itu terangkum dalam Kumpulan Puisi Tegalan bertajuk ‘’Brug Abang”. Rencananya, Minggu (24/1)

KENAIKAN harga beras di pasaran Kabupaten Tegal dalam kurun waktu antara 2 – 3 bulan terakhir, diduga terjadi karena faktor psikologis akibat adanya kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras, yang naik 10 persen, dari semula Rp 4.600 per Kg menjadi Rp 5.060 per Kg. Pemberlakuan kenaikan HPP tersebut, berdasarkan Inpres nomor 7 tahun 2009, mulai diterapkan sejak 1 Januari 2010. Adapun tujuan pemberlakuan Inpres tersebut, yakni dalam rangka upaya menjaga keuntungan usaha tani padi, maka pemerintah menaikkan HPP untuk gabah dan beras. Hal tersebut terungkap dalam

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

SYUTING - Penyair Tegalan, Dwi Ery Santoso, tengah membacakan puisi ‘’Brug Abang” saat syuting di rumah Ki Enthus Susmono di wilayah Kecamatan Talang, untuk clip puisinya yang rencananya akan diluncurkan bulan Maret 2010 mendatang.

malam, kumpulan puisi tersebut akan dibedah oleh budayawan Semarang Eko Tunas dan Yono Daryono, dengan moderator Nurhidayat Poso. Bedah puisi itu akan digelar di Gedung Kesenian Tegal, Jalan Setia Budi, Kota Tegal, mulai pukul 20.00 WIB. Dalam acara tersebut, akan tampil sejumlah seniman diantaranya Mustika Nurul Aini, Jihan Umar, dan Dwi Ery Santoso. Mereka akan tampil membacakan puisi yang diambil dari kumpulan tersebut. Hal ini diungkapkan penyair Tegalan, Dwi Ery Santoso, di tengah syuting clip puisi di rumah dalang Ki Enthus Susmono di wilayah Kecamatan Talang. Clip puisi Tegalan tersebut, rencananya baru akan diluncurkan pada bulan Maret 2010 mendatang. Dwi Ery Sanke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 4

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PULDATA - Kasi Pidsus Nursodik SH saat memintai keterangan kepada salah satu pengurus masjid terkait dana bansos.


PEMALANG

4

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LEGISLATIF Satu Idealisme BERKIPRAH di dunia politik bagi Teguh Priambudi bukanlah hal yang baru. Alumnus Universitas Negeri Semarang yang kini duduk sebagai anggota DPRD Pemalang ini sudah sejak zaman runtuhnya Orde Baru sudah berkiprah di panggung politik. Pria bertubuh subur ini masih loyal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena idealismenya. “Saya memiliki idealisme yang sama dengan PKS,” kata dia saat ditemui di ruang Fraksi PKS Jumat (22/1) kemarin. DOK RADAR PEMALANG Anggota Komisi C DPRD ini ketika masih Teguh Priambudi menjadi mahasiswa aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Sehingga tidak heran kalau haluan politiknya condong mendukung PKS yang saat itu bernama PK. Karena aktivitasnya itu, Teguh pun ikut aktif mengurusi PK dengan menjadi pengurus di tingkat wilayah. Sampai dengan tahun 2009, pria yang berdomisili di Desa Botekan Kecamatan Ulujami ini masih aktif di DPW, namun pada Pemilu Legislatif dia dipercaya untuk nyaleg di dapil IV Pemalang untuk DPRD Kabupaten Pemalang. Beruntung pria berkulit putih ini berhasil meraih suara yang cukup banyak, sehingga bisa ikut dilantik menjadi anggota dewan bersama empat kader PKS lainnya. Idealismenya itu, hingga kini tetap dipertahankan meski telah menjadi anggota DPRD. Karena dengan idealisemnya itu, orang akan segan dan menghargai apa yang menjadi cita-cita dan idealismenya itu. (ali)

SOSIAL

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

GOTONG ROYONG - Sejumlah warga Desa Bojongnangka sedang melakukan gotong royong memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak layak huni hasil bantuan KNPI.

Warga Gotong Royong Bedah Rumah PEMALANG – Puluhan warga Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang, Kamis (21/1) ramai-ramai bergotong royong untuk melakukan bedah rumah. Rumah salah satu warga tersebut kondisinya tidak layak huni. Kerja bakti warga tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan program kerja bakti sosial DPD KNPI Pemalang dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-435 Kabupaten Pemalang. Kepala Desa Bojongnangka Wahmu mengatakan kegiatan bedah rumah yang dilakukan warga desanya itu untuk memperbaiki rumah Cipto (39) warga RT 03/RW 02 yang kondisinya tidak layak huni, sebab kondisi rumah terbuat dari bambu dan kayu-kayunya sudah banyak yang rapuh akibat dimakan usia. “Kegiatan bedah rumah yang baru saja dilakukan oleh warga itu sebagai pelaksanaan program kerja bakti sosial KNPI Pemalang yang telah memberikan bantuan dananya sebesar Rp 3 juta untuk keperluan perbaikan rumah-rumah warga yang tidak layak huni,” katanya. Sementara Cipto, pemilik rumah yang mendapatkan batuan dana, mengucapkan rasa syukur berkat bantuan. Dengan bantuan dana itu rumahnya yang rusak dan memprihatinkan bisa diperbaikii melalui program bedah rumah dari KNPI. “Alhandulillah dengan bantuan tersebut rumah saya bisa diperbaiki kembali,” ujarnya. Dengan jumlah bantuan yang terbatas, yakni hanya sebesar Rp 3 juta, sedangkan kebutuhan untuk keperluan perbaikan rumahnya masih banyak yang kurang, maka dia masih berharap adanya bantuan dari para donator. Sehingga untuk keperluan perbaikan rumahnya tidak merasa kebingungan untuk mencarinya. “Mudah-mudahan ada orang yang dermawan untuk bisa membantu memperbaiki rumah saya yang rusak ini,” pintanya. (mg1)

Persiapan Penilaian Tingkat Provinsi SETELAH dinyatakan sebagai Pelaksana Terbaik di Tingkat Kabupaten Pemalang, Posyandu Harapan Ibu Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang, berupaya meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi penilaian Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, penilaian oleh Tim Penggerak PKK Provinsi akan dilaksanakan pada Februari 2010 mendatang. Berbagai persiapan juga telah dilakukan, di antaranya pembinaan terhadap kaderkader PKK yang selama ikut mensukseskan kegiatan Posyandu. Pertemuan secara rutin juga digelar, di samping melakukan pendekatan dengan masyarakat. “Koordinasi dengan berbagai pihak juga sering kami lakukan,” ujar Ketua TP PKK Kelurahan Mulyoharjo Ny Sujitno kepada Radar di sela-sela pengambilan dokumentasi (syuting) Posyandu Jumat (22/1) kemarin. Dikatakan dia, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu yang terletak di RW 19 untuk mewakili Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi, merupakan kerja keras berbagai pihak. Terutama kerja keras kaderkader PKK Mulyoharjo dalam memberikan pengertian akan pentingnya pelayanan kesehatan dasar pada anak-anak.

“Yang nanti akan dinilai adalah PAUD, Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, Imunisasi, Gizi, Penyuluhan KB, dan beberapa kegiatan lain,” ungkap Ny Sujitno. Pengambilan gambar lanjutnya, dilakukan atas petunjuk dan arahan dari TP PKK Kabupaten Pemalang. Karena aturan teknis sebelum diadakannya penilaian adalah dengan mengirimkan dokumentasi kegiatan Posyandu secara lengkap ke provinsi. Yakni sebagai pembanding antara visualisasi laporan pelaksanaan dan penilaian yang menurut rencana akan dilakukan pada Februari mendatang. “Kami belum tahu tanggal pastinya, namun rencananya pada pertengahan Februari mendatang,” terangnya kepada Radar. Secara khusus, pihaknya mengharapkan kepada seluruh unsur masyarakat di Kelurahan Mulyoharjo dapat mendukung kegiatan tersebut. Karena bagaimana pun, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-37 lalu, tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran warga selama ini. Melalui kerja keras kaderkader PKK serta dukungan dan dorongan warga, pihaknya berharap pada penilaian nanti dapat mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat. (mg6)

Hari ini Gelar Mukerda

menurut Tamam tidak definitif. “Hasilnya akan kita sampaikan ke DPW dan nanti DPP yang akan memutuskan calon mana yang harus didukung,” imbuhnya. Calon-calon bupati dan wakil bupati yang diajak komunikasi adalah semua yang namanya sudah beredar di masyarakat kalau akan nyalon. Namun demikiam dalam Mukerda ini tidak mengarah pada satu nama, karena akan dilakukan pembahasan calon demi calon. “Mukerda tidak hanya membahas masalah tersebut, Pilkada hanya merupakan salah satu agenda saja..Mukerda direncanakan akan berlangsung selama dua hari,” jelasnya. Sementara di masyarakat beredar kabar kalau partai berlambang sabit emas kembar itu berkoalisi dengan PAN dan Golkar. Mengenai hal ini salah satu politikus PKS Ikmaludin Azis SPd mengemukakan masyarakat memiliki hak untuk membentuk opini dan mengedarkan kabar. “Sampai saat ini PKS belum memutuskan apaapa, dengan siapa berkoalisi atau mendukung siapa.” (ali)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PENGAMBILAN GAMBAR - Ketua TP PKK Kel Mulyoharjo Ny Sujitno sedang bertanya jawab dengan pengepul bunga kamboja di Makam Ancak Sari Jumat (22/1) kemarin.

Rois Faisal Siap Bersaing PKS Bentuk Tomda PEMALANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pemalang membentuk Tim Optimalisasi Musyarakah Daerah (Tomda) untuk menyikapi Pilkada 2010. Tim ini melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati dari nama-nama yang sudah muncul. Hasilnya akan dibahas dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang digelar di Obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal Sabtu (23/1) hari ini. Pjs Ketua DPD PKS Pemalang H Mutamam Hasani saat dikonfirmasi melalui telepon mengemukakan selama ini PKS telah menjalin komunikasi dengan partai-partai dan sejumlah calon bupati dam wakil bupati yang bermunculan namanya. “Komunikasi sudah kita jalin, sifatnya untuk menjaring dan mencari peluang,” kata dia Jumat (22/1) kemarin. Hasil dari tim yang bekerja ini akan dipresentasikan dan dibahas di arena Mukerda. Namun demikian hasil Mukerda ini

Belum Jelas G1 atau G2

PEMALANG – Kesiapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang HM Rois Faisal MS SPdi MSi untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010 rupanya semakin mantap. Meskipun posisi yang akan diambilnya hingga kini belum jelas, apakah sebagai calon bupati (G1) atau wakil bupati (G2). “Secara pribadi saya itu siap untuk maju dalam Pilkada, baik itu maju sebagai calon G1 maupun G2,” katanya kepada Radar di Kantor DPD Partai Golkar Jumat (22/1) kemarin. Hanya saja kata Rois, kesiapan yang dilakukannya itu belum ada kepastian, karena calon bupati dan wakil bupati nantinya yang akan menentukan adalah DPP Partai Golkar. “Semua kader Partai Golkar itu harus menyatakan siap jika DPP menghendaki untuk maju dalam Pilkada,” ujarnya. Dia menjelaskan, meskipun sudah banyak upaya persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi Pilkada, namun karena belum ada petunjuk dari

DPP dan juga belum masuknya tahapan Pilkada, maka pihaknya hanya bersikap tenangtanang saja. “Tunggu saja nanti keputusannya, karena soal Pilkada itu yang menentukan DPP,” cetusnya. Sementara Rois Faisal sendiri disinggung soal munculnya isu pencalonannya akan batal akibat tidak direstui ibunya, dibantahnya dengan tegas. Sebab kata Rois, isu itu hanya sengaja dikembangkan untuk mengecilkan semangat para kader Partai Golkar yang sekarang ini sudah mulai terbangun untuk menyukseskan Pilkada nanti. Rois juga mengakui banyak anggota keluarganya memberikan pertimbangan terkait rencana pencalonannya dalam Pilkada, namun apapun yang terjadi jika DPP itu menghendaki semua kader Partai Golkar tentunya harus siapa dan terus maju pantang mundur. Sementara itu, saat ini yang sudah mengajukan pasangan secara resmi baru PC PDIP Kabupaten Pemalang, yakni pasangan Junaedi-Agung, yang

DOK RADAR PEMALANG

Rois Faisal

masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Sedangkan partai lainnya, seperti PKB, PPP, PAN, Demokrat dan lainnya, masih belum menentukan sikap yang tegas terkait Pilkada mendatang. Bahkan penjaringan bakal calon pun belum dilakukan. Sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati masih malumalu kucing untuk unjuk muka di hadapan public Pemalang. Mereka masih saling menunggu siapa saja yang bakal maju sebagai G1 atau G2. (mg1)


KABUPATEN TEGAL

8

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Dishubkominfo Mengaku Dilema Soal Tindak Pelanggar Uji Kendaraan SLAWI – Munculnya peraturan lalu lintas baru pengganti UU Nomor: 14 Tahun 1992, membuat Dishubkominfo Pemkab Tegal, dilematis dalam melakukan tindakan pada pelanggar uji kendaraan (KIR). Bahkan pengendara yang melanggar terkesan menyepelekan petugas. Bukan hanya itu, saat buku KIR yang disita sebagai barang bukti dalam persidangan, banyak pelanggar tidak mengikuti proses hukum yang ada. M Supriyadi, Kasi Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Pemkab Tegal, Jumat (22/1) menyatakan, kondisi tersebut sangat terlihat setelah adanya peraturan baru dimaksud dan terbukti saat operasi gabungan dengan Dishub Provinsi Jateng belum lama ini. “Jika sebelum muncul aturan baru, petugas Dishubkominfo diperkenankan menyita STNK sebagai barang bukti, saat ini tidak diperkenankan dan hanya diperbolehkan menyita produk Dishubkominfo. Ini sering dilematis dan terkesan disepelekan pelanggar,” jelasnya. Dikatakan dia, saat proses hukum akibat pelanggaran

DOK.RADAR SLAWI

ANGKOT - Sejumlah sopir angkot sedang santai-santai sambil menunggu penumpang.

tersebut dilaksanakan, para pengendara atau pemilik kendaraan pelanggar uji, menyepelekan proses hukum yang berlangsung. “Mereka kadang tidak mengikuti proses persidangan pelanggaran dan membiarkan buku KIRnya terbengkalai. Ini kan sangat ironi,” ucapnya. Atas kondisi ini, Supriyadi berharap agar citra petugas penindak Dishubkominfo memiliki citra kembali dikemudian hari. Namun pihaknya tidak mampu berbuat banyak, apalagi memberi solusi terbaik untuk menghindari dilema yang terjadi saat ini.

Sementara, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Pemkab Tegal, Zaenal Arifin SH MM membenarkan apa yang dikeluhkan pihak bawahannya. Pihaknya hanya berharap ada solusi terkait peraturan baru yang bisa mengangkat citra dinasnya dalam melaksanakan tugas rutin penindakanm pelanggaran hukum pada pelanggar uji kendaraan. “Kami masih menunggu peraturan yang mungkin menjadi solusi ini. Kami mendengar bakal ada pertemuan seluruh perwakilan Dinas Perhubungan se Provinsi Jateng, akhirbulan ini.” (k1)

Warga Bumijawa Kendat di Pohon Mangga ADIWERNA - Warga Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Jumat (22/1) siang mendadak geger. Ini menyusul ditemukannya sesosok pria tak dikenal yang ditemukan kendat di atas pohon mangga lingkungan sekitar. Namun setelah dilakukan evakuasi, pria yang mengakhiri hidupnya dengan tragis diketahui bernama Nasikin (32) warga asal Desa Bumijawa RT 02 RW 06 Kecamatan Bumijawa. Atas kejadian ini, polisi juga masih terus melakukan penyelidikan apa motif dari aksi nekatnya. Diperoleh informasi di lapangan, kejadian penemuan orang gantung diri ini ditemukan oleh warga sekitar pukul 12.35 WIB. Saat itu, warga sekitar yang baru saja menjalankan ibadah Salat Jumat, mendadak geger saat melihat

adanya sesosok pria sudah dalam keadaan tak bernyawa yang menggantung di pohon mangga di kebon sekitar. Tak pelak, hal ini membuat ratusan warga terus memadati sekitar lokasi kejadian. Demikian pula dengan warga yang penasaran dengan orang yang tergantung di pohon mangga tersebut. Namun lantaran tidak ada yang mengenal pria yang tewas tersebut, warga lain akhirnya melaporkan kejadiannya ke Mapolsek Adiwerna guna melakukan penyelidikan. ‘’Dari hasil cek TKP, ternyata pria yang menggantung di atas pohon mangga tersebut bernama Nasikin (32) warga asal Bumijawa. Sedangkan mengenai tindakannya itu, dari tim medis yang juga diketahui oleh tim identifikasi Polres Tegal, bahwa kejadian tersebut murni bunuh diri. Sebab, pada hasil

evakuasi tidak ditemukannya tanda-tanda penganiyaan maupun bekas tindak kejahatan lainnya,’’ terang Kapolsek Adiwerna AKP Siti Murbani SH melalui Kanit Reskrim Aiptu Slamet Nur. Menurutnya, kini pihaknya bersama dengan jajarannya mencoba melakukan penyelidikan terhadap keluarganya. Sebab, hingga kini motif Nasikin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih belum jelas. ‘’Setelah jazad berhasil kami evakuasi dari pohon mangga, jazadnya langsung kami periksa bersama dengan tim medis. Dan lantaran tidak diketahui adanya tindakan diluar bunuh diri, maka jazadnya akan segera di bawa ke rumah duka. Apalagi, identitas korban juga sudah diketahui setelah melihat adanya KTP di saku celana korban,’’ pungkasnya. (gus)

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PERESMIAN – Menteri Pertanian Ir H Suswono MMA saat meresmikan Masjid Masjid Al Ashrof yang terletak di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi. (Berita selengkapnya baca hal depan)

Abrasi, Ancam Permukiman Penduduk Jarak Pantai dan Pemukiman Tinggal 25 Meter SURADADI - Abrasi yang terjadi di sejumlah wilayah garis pantai di Kabupaten Tegal, kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Hasil pantuan di sejumlah titik pantai, menunjukan luapan air laut menimbulkan jarak garis pantai dengan permukiman penduduk hanya tinggal 25 meter. Menurut ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Warnadi, tingkat abrasi tersebut telah mengancam pemukimam sejumlah warga yang tinggal tak jauh dari garis pantai. Menurutnya, dalam kondisi normal, jarak antara bibir pantai dengan pemukiman warga mencapai sekitar 100 meter. ‘’Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas masyarakat pesisir. Karena air laut bisa menggenangi rumah warga,” ujar Warnadi. Warnadi menjelaskan, luapan air laut yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini juga sempat menenggelamkan areal perkebunan melati dan kelapa di tiga desa. Yakni Desa Surodadi, Kramat, dan Sidoarjo. Selain itu, sejumlah perahu nelayan setempat juga mengalami kesulitan saat hendak melintasi muara sungai, karena tebalnya endapan lumpur yang terbawa luapan air laut.

DOK.RADAR SLAWI

ABRASIT - Menunjukan luapan air laut menimbulkan jarak garis pantai dengan permukiman penduduk hanya tinggal 25 meter.

”Muara menjadi dangkal, sehingga perahu yang akan berangkat melaut harus didorong,” ujar Warnadi Warnadi berharap, Pemkab Tegal segera turun tangan membantu pemulihan abrasi tersebut. Selain itu, Pemkab Tegal juga diharapkan dapat melakukan pengerukan terhadap endapan lumpur di muara sungai. Upaya pemulihan tersebut, menurutnya, sangat penting dilakukan agar dapat mem-

bantu aktivitas nelayan yang hendak melaut. ”Untuk jangka pendeknya, memang harus ada pengerukan di daerah muara Langkah berikutnya, memperbanyak tanaman bakau untuk mencegah hantaman ombak laut ke pesisir pantai,” ujar Warnadi. Warnadi berharap, Pemkab Tegal dapat menempuh upaya secara maksimal demi melindungi aktivitas nelayan di pantai Utara Kabupaten Tegal. (aan)


ENTERTAINMENT

SABTU 23 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

SHIREEN SUNGKAR

Sebel Digosipkan Putus MUNGKIN karena sempat menulis status jauh dari Adly Fairuz di akun Twitter miliknya, akhirnya Shireen Sungkar digosipkan sudah putus dari kekasihnya itu. Apalagi, kedua orang tua Shireen juga sedang dalam proses perceraian sehingga hal ini ditengarai sebagai alasan putusnya jalinan kasih mereka. Namun, Shireen membantah tegas kabar tersebut. “Aku sebel aja dengar kabar ini karena urusan kita nggak perlu dikaitin. Kita masih baik-baik aja. Walaupun kita putus itu bukan salah orang tua, kita baik-baik saja,” tampik Shireen tegas saat ditemui di lokasi syuting di Studio Persari, Ciganjur, Jaksel, Kamis (21/01) kemarin. Walaupun mengaku sebal, namun Shireen hanya menanggapi kabar-kabar burung tersebut dengan tawa saja. “Kita ketawa aja karena kita fine-fine aja. Pokoknya orang tua jangan dibawabawa. Kasihan mereka udah punya masalah sendiri,” terang Shireen. Tapi Shireen membenarkan jika dirinya memang jarang bertemu dengan sang kekasih. Namun komunikasi tetap bisa mereka jalankan dengan bantuan teknologi. “Karena stripping beda kita jarang ketemu. Paling telepon-teleponan, SMS, kalau dia kangen datang ke lokasi syuting. Dia selalu support. Pokoknya kita lebih hati-hati semuanya. Jangan pasang-pasang status di manapun,” pungkas Shireen. (kpl/hen/npy)

MULAN JAMEELA

Kuatir ATM, Beralih ke Emas PENYANYI Mulan Jameela cemas ketika mendengar maraknya pembobolan ATM. Khawatir rekeningnya ikut menjadi korban, pelantun ‘Makhluk Tuhan Paling Sexy’ itu siap untuk menginvestasikan uangnya ke emas. “Aku mau investasi ke emas, menurut aku lebih aman,” ujarnya saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (22/1). Bahkan ketika mendengar kabar tersebut, Mulan sempat ingin untuk mengambil semua uangnya yang di rekening. Dan memindahkannya ke bank lain. “Sempat juga untuk mau pindah bank, mau ambil uang semuanya,” jelasnya. (hkm/hkm)

Syair Tegal Brug Abang Talang ... dari halaman 3 toso mengaku, dia bakal mengusung dua puisi berjudul ‘’Brug Abang” dan ‘’Nang Kepatihan Wayah Bocahan”. Kedua puisi tersebut dipilih karena mengandung sejarah yang tak mudah untuk dilupakan. Pada puisi ‘’Brug Abang” misalnya, Ery mengisahkah tentang tokoh ‘’Peristiwa Tiga Daerah” bernama Sakjani atau Kutil. Dia memiliki kemampuan menggerakan revolusi sosial yang mampu membuat gempar dan mendidihnya darah rakyat Talang, Pekiringan, Pasangan, Pesayangan, Lemahduwur, Langgen, Dukuhmalang, Bengle, Pesarean, Pagongan, Kaligayam, Kaladawa, Cangkring, Setu, dan desa-desa yang melingkupi Kecamatan Talang. Mereka yang hidupnya kocarkacir dilibas kesewenangan Pangreh Praja, oleh Kutil disatukan dalam persepsi yang sama. Buruh macul, kuli dan petani yang hidupnya tertekan oleh kebijakan tanam paksa, akhirnya menemukan figur Kutil sebagai pemantik pergolakan. Dengan menggunakan pentungan, sabit, linggis, palu, cangkul, clurit, prekul, dan klewang, mereka bersatu memburu para Pangreh Praja dengan menggelar pengadilan jalanan. Para

pejabat dari tingkat lurah, camat, dan wedana dicegat, ditangkapi, didombreng, digebuki, dan dibantai atau disembeleh oleh hiruk-pikuk gerakan Kutil. Bupati Tegal terbirit-birit dan pontang-panting meninggalkan tampuk jabatan menyelamatkan diri. Kekosongan jabatan Bupati, terpaksa diampu oleh Abu Sudjai, seorang kiai dari Desa Pacul atas perintah Kutil. Wilayah Talang gempar, berkobar-kobar oleh api kesumat. Mayat-mayat bergelimpangan, dan tersangkut bergelantungan di sepanjang jembatan yang menghubungkan antara Desa Pesayangan dan Pasangan yang digambarkan seperti kelelawar di reranting pepohonan. Dengan cepat pergerakan Kutil itu meluas hingga ke wilayah Brebes, Pemalang, dan Pekalongan. Ery juga menuturkan, dipilihnya dalam sajak berjudul ‘’Nang Kepatihan Wayah Bocahan”, karena mempunyai kisah romantisme dengan Nurngudiono dan Nurhidayat Poso semasa mereka masih samasama duduk di bangku sekolah. Mereka sangat suntuk dan menggelora, dalam setiap perjumpaannya selalu memperbincakan bagaimana membangun kesenian dan kebudayaan

dalam arti luas demi mengharumkan nama Tegal sebagai kota budaya. ‘’Saya memilih dua sajak ini karena mempunyai kekuatan dan semangat jiwa,” terang Ery. Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Tegal (DKT), Nurngudiono menerangkan, digelarnya acara tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan semangat para penulis Kota Tegal agar mereka lebih percaya diri bahwa karya mereka baik yang bersifat nasional maupun Tegalan mampu menasional. ‘’Terlebih bagi karya sastra tegalan, sangat perlu dikedepankan. Karena kebudayaan nasional terdiri dari puncakpuncak kebudayaan lokal. Oleh karena itu, Kumpulan Puisi Tegalan Brug Abang menjadi sangat penting untuk kita bicarakan,” ujarnya. Menurut Nurngudiono, agenda bedah buku ini merupakan acara kedua kalimya menyusul beberapa waktu lalu, hal serupa dilakukan DKT dengan membedah Kumpulan Puisi ‘’Angin Perlawanan” karya HM. Enthieh Mudakir. ‘’Pada hari-hari mendatang kami akan senantiasa mengagendakan acara bedah buku bagi para penulis Tegal yang lain” kata Nurngudiono. (aan)

Sederhana Asal Sehat dari halaman 3 Melainkan dirinyasendiri,” ucapnya. Masih kata Prayitno, dengan anggapan apapun yang datangnya dari pihak manapun, dirinya akan tetap berprinsip pada pola yang sudah menjadi

keinginan hidup diri sendiri dan keluarga. Yaitu sederhana asal sehat untuk membangun sebuah keinginan hidup. Menyinggung soal kinerja yang digeluti sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal, tidak terganggu sama sekali dengan pola hidup yang dianut-

nya. Bahkan menurutnya, justru dirinya lebih fresh dan lebih baik stamina fisik dan pikiran, usai bersepeda ria. ”Saya merasa lebih baik berfikir saat bekerja. Pun saat bersepeda saya sering menemukan inspirasi hidup untuk inovasi dalam bekerja,” pungkas Prayitno SH. (k1)

Dipanggil Kejaksaan, Kades ... dari halaman 3 hadir, namun pihaknya juga hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang menerima bantuan rehab rumah miskin, yang diduga adanya penyelewengan. ‘’Ada 3 orang saksi yang baru saja kami mintai keterangan. Mereka semuanya adalah para penerima bantuan ADD yang dalam keterangannya tidak sesuai dengan jumlah nominal

yang seharusnya diberikan oleh Kades. Sedangkan dari total saksi yang sudha kami mintai keterangan berarti sudah 7 saksi. Sedangkan untuk Selasa (26/1) mendatang, kami juga akan kembali memanggil sejumlah saksi yang berjumlah 10 orang,’’ beber Gunawan. Ditegaskan, jika nanti Kades dikemudian hari tidak lagi memenuhi panggilannya untuk kesekian kalinya, maka pihaknya juga nantinya akan melakukan langkah-langkah yang sesuai

dengan prosedur hukum. Apalagi, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi akan dana ADD ini, kades Karangjambu sebagai terlapor. ‘’Memang sampai saat ini kami masih belum menentukan siapa tersangkanya. Sebab, kasus yang kami tangani ini baru melakukan tahap puldatadan pulbaket. Termasuk, tengah memperdalam keterangan dari sejumlah saksi yang ada untuk bisa dipelajarinya,’’ paparnya. (gus)

Perawat Protes ’Suster Keramas’ SUDAH ditayangkan beberapa minggu, film ‘Suster Keramas’ masih juga menuai kecaman. Kali ini kontra datang dari sejumlah orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keperawatan Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka berkumpul dan berunjuk rasa di Makassar, Jumat, menolak film yang dibintangi bintang porno asal Jepang Rin Sakuragi. Mereka mendesak DPR segera merekomendasikan pencabutan izin edar film tersebut karena dinilai menampilkan adegan porno yang sangat mendiskreditkan profesi perawat. Sekitar 100 perawat dari berbagai perguruan tinggi di Makassar di hadapan anggota DPRD Sulsel meminta ketegasan agar film tersebut ditarik dari peredaran. Mereka juga meminta kepada Maxima Production yang memproduksi film ini menarik filmnya dan segera meminta maaf kepada publik, khususnya kepada lembaga profesi keperawatan yang merasa dilecehkan. Dunia perfilman di Tanah Air yang selayaknya dijadikan sarana pendidikan, hiburan dan pendidikan sering dinodai ulah sutradara dalam menyusun suatu adegan dan pemberian judul. “Kami meminta kepada semua instansi pemerintah agar secepatnya melakukan tindakan dengan menarik film tersebut. Jika hal tersebut tidak dilakukan, kami akan melakukan sweeping di bioskop-bioskop dan toko-toko yang kemungkinan menjual Compact Disc (CD) film ini,” ujarnya. (ant/boo)

Beras Naik Faktor Psikologis dari halaman 3 kunjungan kerja Menteri Pertanian, Ir H Suswono MMA ke Kabupaten Tegal, Jumat (22/1). Kunjungan kerja dilakukan ke sejumlah pedagang beras di Pasar Banjaran, gudang Bulog 602 yang terletak di jalan A Yani Slawi, serta ditutup dialog Menteri Pertanian dengan ratusan petani se-Kabupaten Tegal. Menteri Pertanian, Suswono, di sela-sela kunjungan kerjanya mengungkapkan, saat ini persediaan beras nasional mencapai 1,7 Juta ton. Jumlah tersebut masih jauh lebih tinggi dari bulan yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai 1,1 Juta ton. Tingginya jumlah stok yang ada terseut, dinilai mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional yang rata-rata memerlukan beras kurang dari 3 Juta ton per bulan. ”Di pasaran, suplai beras tidak ada kekurangan. Walaupun memang ada kenaikan yang terjadi dalam 2 bulan terakhir, sebesar Rp 1.000 per Kg. Kenaikan ini mudah-mudahan hanya karena faktor psikologis akibat adanya kenaikan HPP 10 persen,” ujar Menteri Pertanian, Suswono. Selain faktor psikologis ter-

sebut, menurut Suswono, kenaikan dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Sehingga menyebabkan macetnya sejumlah pendistribusian beras. ”Meski ada faktor lain juga, yakni mundurnya musim tanam yang mencapai 1,5 bulan. Tapi secara umum persediaan masih cukup,” tandas Suswono. Terkait dengan opsi pelaksanaan operasi pasar (OP), untuk menekan lonjakan harga beras di pasaran, menurut Suswono, upaya ini dapat ditempuh oleh Pemkab. Meskipun, kenaikan harga yang terjadi belakangan baru sekitar 14 persen. Sedangkan satndar pelaksanaan OP, jika terjadi kenaikan harga mencapai minimal 25 persen. ‘’Kalau memang kenaikan harga beras sudah dirasa memeratkan warga, Pemda bisa saja meminta Bulog untuk melaksanakan OP. Bulog bisa saja digelontorkan sekitar 100 – 200 Ribu Ton, toh cadangan pemerintah mencapai 500 Ribu Ton,” terang Suswono. Selain itu, Pemkab juga dapat melakukan percepatan pelaksanaan distribusi beras miskin (raskin). Misalnya dengan mendistribusikan alokasi raskin

bulan depan, yang digelontorkan pada bulan ini. ‘’Yang penting Pemda harus sensitif, kalau memang terjadi kenaikan harga yang luar biasa. Bupati atau Walikota harus segera mengajukan bantuan beras untuk operasi pasar,” tandas Suswono. Suswono meyakini, kenaikan harga beras tidak akan berlangsung lama. Selain karena ketersediaan stok beras nasional, juga karena saat ini telah mendekati panen raya. Diperkirakan, untuk bulan Januari ini, luasan lahan yang akan panen raya sekitar 400 Ribu Ha. Sedangkan di buloan februari 2010, luasan lahan yang panen mencapai lebih dari 1 Juta Ha. Sementara di bulan Maret 2010, luasannya mencapai hampir 2 Juta Ha. ‘’Saya yakin, antara 1 – 2 minggu ini harga beras sudah bisa ditekan dan stabil,” tandasnya. Dari kunjungan Menteri pertanian ke sejumlah pedagang beras di pasar Banjaran, terungkap bahwa harga rata-rata beras jenis IR 64 naik, dari Rp 5.200 per Kg menjadi Rp 6.200 per Kg. Sedangkan harga beras jenis Cisadane, juga mengalami kenaikan dari Rp 5.000 per Kg menjadi Rp 6.000 per Kg.

‘’Kenikannnya bertahap, Rp 200 per Kg sampai mencapai Rp 1.000 per kg. Kenikan ini terjadi sejak 2 – 3 bulan terakhir,” terang H Nasrudin (36) salah satu pedagang beras di Pasar Banjaran, yang juga warga Desa Pecabean Kecamatan Pangkah. Usai meninjau harga beras di pasar Banjaran, Menteri Pertanian, Ir H Suswono, juga menyempatkan diri meninjau stok beras yang ada di gudang bulog 602 Slawi. Dari hasil tinjaun tersebut, terungkap bahwa stok beras yang ada di gudang Bulog masih menumpuk. ‘’Stok yang ada di gudang bulog ini sekitar 2.600 ton, dari kapasitas daya tampung gudang yang mencapai 4.000 ton. Stok ini cukup untuk 3,8 bulan ke depan,” terang kepala Gudang Bulog 602 Procot Slawi, Hosdianto. Selain melakukan kunjungan kerja, menteri pertanian, Ir H Suswono MMA juga meresmikan berdirinya Masjid Al Ashrof yang terletak di RT 02 RW 04 Desa Kalisapu Kecamatan Slawi. Usai peresmian, Menteri Pertanian sekaligus menunaikan Sholat Jumat di masjid tersebut, dan bertindak sebagai Imam dan Khotib Sholat Jumat. (aan)

Pemilihan Ketua DKKT Dikondisikan dari halaman 3 rus DKKT lama. Tapi yang terjadi, dinas tidak melakukan itu. Bahkan pada pelaksanaan Musda terkesan terburu-buru karena tidak semua PK hadir dan pengurus lama juga demikian. “Harusnya ada pra musda dulu sebelum digelar musda sesungguhnya. Berikutnya, undangan peserta juga tidak merata, bahkan ada pengurus yang mendapatkan undangan tadi pagi. Sehingga ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan musda ini,” tanyanya. Kesan pengkondisian, lanjut Rustono, ada oknum dari dinas yang memanggil pengurus

DKKT supaya menggolkan calon yang dijagokan sendiri, padahal calon tersebut tidak dicalonkan oleh peserta. Lebih parahnya lagi, saat mau proses pemilihan aturan yang sudah ditetapkan dilanggar sendiri oleh panitia. “Dalam aturan, orang yang dicalonkan menjadi ketua jika tidak hadir dinyatakan batal. Tapi oleh oknum dari dinas memaksa supaya memasukan nama tersebut, sehingga diputus supaya pemilihan ketua diundur hingga usai sholat Jumat,” tambahnya. Lucunya lagi, aku Rustono, pada Musda DKKT, masingmasing PK hanya memiliki satu hak suara tapi Dinas Pari-

wisata dan Kebudayaan sendiri ada tiga orang yang memilih. Perbedaan ini jelas menimbulkan pertanyaan dari peserta musda sendiri, kenapa hal ini terjadi. Harusnya, dinas juga obyektif dengan hanya memiliki satu suara. “Pada musda hanya ada enam PK yang hadir, dari 18 PK yang ada. Ditambah pengurus DKKT yang dulu. Tapi ternyata, yang bukan masuk jajaran pengurus juga memiliki hak suara. Karena pada daftar hadir ada namanya disana,” akunya. Meski mengaku kecewa, dirinya tetap mengucapkan selamat pada ketua terpilih, Ir Karwadi. Semoga ke depan,

DKKT bisa maju, tidak malah mundur. Dan pesan pada ketua terpilih, luangkan waktu untuk membesarkan kesenian yang ada di Kabupaten Tegal. Jangan hanya waktu memberikan visi dan misi saja memberikan janji indah, tapi setelah berjalan tidak ada gaungnya sama sekali. “Mudah-mudahan ketua terpilih akan membuat program bagus buat kemajuan DKKT ke depan. Ir Karwadi berhasil menyisihkan Teguh Herdi dan Rosa Mulya Aji. Dari 29 hak pilih, Ir Karwadi memperoleh 16 suara, Teguh Herdi 12 suara, sedangkan Rosa Mulya Aji memperoleh satu suara,” ucapnya. (guh)

ibadah. Kepala Seksi Pidana Khusus Nursodik SH menegaskan bahwa tersangka kedua ditetapkan oleh kejaksaan pada akhir September 2009 lalu. Ini setelah pihaknya melakukan pengembangan lebihlanjut dan menemukan adanya bukti yang mengarah pada nama Iwan Rudiyanto. ‘’Kalau dalam penetapan tersangka tidak cukup bukti, kami tidak akan mungkin berani melakukan hal tersebut. Namun karena Iwan Rudiyanto, yang

diketahui sopir Johan Firdaus cukup bukti, dia kami jadikan sebagai tersangka kedua, menyusul mantan anggota DPRD Jateng yang sebelumnya kami tetapkan terlebih dulu sebagai tersangka,’’ terangnya. Di ruang kerjanya, didampingi Kasi Intelijen Gunawan SH, Nursodik juga menambahkan, sopir Johan Firdaus ini ditetapkan tersangka lantaran dalam perannya pada saat penerimaan pengajuan nama ke bank, Iwan yang mengambil uang Rp 95 juta. (gus)

Kejari Ungkap Dua Lokasi dari halaman 3 satu lokasi saja. ‘’Kita lihat saja nanti mas hasil perkembangan penyelidikan yang tengah kami garap. Dan bila pemeriksaan para saksi telah rampung, kami juga pasti akan melakukan tindakan tegas kepada tersangka. Termasuk, bisa saja dalam pengembangan yang kami lakukan bisa muncul ada tersangka baru,’’ pungkasnya. Seperti diberitakan Radar sebelumnya,i setelah melaku-

kan pengembangan lebih lanjut, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana bansos dari Provinsi Jawa Tengah, Kejari Slawi akhirnya menetapkan sopir Johan Firdaus, Iwan Rudiyanto, sebagai tersangka kedua. Tersangka pertama yang ditetapkan kejaksaan yakni mantan anggota DPRD Provinsi Jateng Johan Firdaus yang diduga melakukan tipikor sebesar sekitar Rp 95 juta yang peruntukannya sebagai pembangunan tempat


CMYK

SABTU, 23 JANUARI 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

Jembatan Kaligung Mejasem Bakal Diperbaiki SLAWI - Sesuai rencana, tahun ini Jembatan Kaligung Mejasem yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Tegal bakal diperbaiki. Perbaikan tersebut melibatkan tiga daerah yaitu Kabupaten dan Kota Tegal serta Provinsi Jateng, dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Dana diperoleh dari pemerintah provinsi dan dana pendamping dari Kabupaten dan Kota Tegal. Hal itu diungkapkan Kabid Bina Program DPU Pemkab Tegal, Herman Rahadi kepada Radar kemarin. “Namun dari informasi yang diperoleh, tahun 2010 ini, pengerjaan baru pada tahap pembangunan pondasi jembatan. Dan nilai dana itu belum termasuk biaya pembebasan lahan yang berada di Kabupaten dan KotaTegal,” katanya. Menurut Herman, untuk lahan yang berada Kabupaten Tegal terletak di sebelah Timur jembatan pada bagian kiri dan kanan jalan, sedangkan untuk

sebelah barat jembatan lahan milik Pemkot Tegal. “Untuk rencana pembebasan lahan yang terletak di wilayah kabupaten tidak ada kendala, namun untuk milik Pemkot Tegal, kami harus berkoordinasi dengan pemerintah terkait,” jelasnya. Lebih lanjut dia menyatakan, dengan diperbaikinya jembatan itu, nantinya akan tercipta akses lalu lintas dua daerah menjadi lebih lancar dan aman. Mengingat saat ini kondisi jembatan, selain kurang layak juga terlalu sempit pada jam terjadi kepadatan arus lalu lintas khusunya pada pagi atau sore hari. Sementara, untuk leading sektor pembangunan perbaikan jembatan tersebut, menurut Herman, dipegang oleh DPU Propinsi Jateng. “Untuk di Kabupaten Tegal, dipegang oleh Bagian yang mengurusi P2A pada Balai Pelaksana Teknis Binamarga Propinsi di Slawi,” pungkasnya. (k1)

Pemkab Diminta Tambah Penerangan Jalan Umum

DOK RATEG

RASIKIN

USULAN program penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kecamatan Kedungbanteng, harus secepatnya direalisasikan oleh instansi terkait di lingkungan Pemkab Tegal. Pasalnya, kebutuhan akan penambahan maupun perbaikan lampu penerangan jalan umum tersebut, sangat mendesak. Hal ini, guna mengefektifkan aktivitas warga di wilayah itu di malam hari. Seperti dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDIP Rasikin kepada Radar Jumat (22/1) kemarin. Menurutnya, usulan yang disampaikan warga ke pihak pemkab, wajib direalisasikan secepatnya. Karena, usulan itu sesuai kebutuhan di lapangan. Terlebih kondisi wilayah Kedungbanteng, yang mayoritas di kelilingi persawahan tebu dan lainnya, sehingga sangat membutuhkan adanya penerangan jalan. “Saya akan terus mendesak pihak pemkab untuk secepatnya merealisasikan usulan

warga Kedungbanteng dan sekitarnya,” kata Rasikin. Masih kata Rasikin, keinginan warga tidak berlebihan, lantaran warga hanya mengharapkan kenyamanan lingkungan baik di kondisi siang maupun malam hari. Untuk itu, sudah selayaknya diperhatikan secara serius dan seksama. Tentunya, agar tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan warga itu sendiri. “ Dilihat dari sudut pandang manapun, usulan itu sangat realistis dan sudah sewajarnya dikabulkan. Demi kenyamanan warga,” ucap Rasikin. Akitivitas perekonomian warga di wilayah Kedungbateng yang begitu tinggi, menuntut tersedianya sarana dan prasarana yang memadahi. Mulai dari kondisi jalan beraspal, penerangan jalan dan lainnya. Sehingga perputaran perekonomian desa berjalan dengan dinamis. “Kalau semua sarana dan prasarana sudah mendukung, kemungkinan besar kesejahteraan warga akan terus meningkat. Sesuai dari harapan pemkab itu sendiri, di mana peningkatan kesejahteraan warga adalah prioritas program yang tengah dicanangkan,” tandas Rasikin. Lebih lanjut Rasikin menambahkan, kalau pemkab mau peduli dengan kondisi perekonomia desa dalam hal ini mayoritas warga. Usulan itu, bukan menjadi halangan untuk direalisasikan. Sebab, bagaimana pun juga kurangnya penerangan jalan umum disejumlah titik di wilayah Kedungbanteng sangat kurang. “Saya harap hal itu disetujui pemkab,” pungkasnya. (k1)

ARIE NUR/RADAR SLAWI

PEDAGANG – Menteri Pertanian, Ir H Suswono MMA, saat mengadakan kunjungan kerja ke pasar Banjaran Kecamatan Adiwerna dan mendapatkan penjelasan dari pedagang seputar kenaikan harga beras.

Pemerintah akan Impor Gula 170 Ribu Ton dari Thailand PADA Bulan Januari 2010 ini, pemerintah berencana melakukan impor gula sebanyak 170 ribu ton dari Thailand. Impor tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Rencananya, gula impor dari Thai-

land tersebut akan dipergunakan untuk operasi pasar (OP) akibat terus melonjaknya harga gula di pasaran. Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian, Ir H Suswono MMA di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Tegal, Jumat (22/1) kemarin. Menurutnya, kebijakan impor gula tersebut dapat bertambah, sesuai dengan per-

KAUM perempuan hendaknya mampu membuktikan kualitas diri masing-masing. Sehingga kaum perempuan tidak hanya menunggu, namun dapat berupaya meraih kesetaraan dengan kaum lakilaki. Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Tegal Hj Marhamah kepada Radar saat rehat, kemarin. “Kami ingin keterwakilan kaum perempuan di legislatif benar-benar ada. Sehingga perempuan bisa memperjuangkan hak-haknya di tingkat legislatif,” tandas Marhamah seraya menambahkan, namun bagaimanapun perempuan harus berani bersaing dengan kaum laki-laki. “Caranya, dengan membuktikan kemampuan dan kualitas para

kaum perempuan itu sendiri.’’ Dia menyatakan, saat ini kuota 30 persen perempuan dalam keanggotaan DPRD Kabupaten Tegal masih sebatas wacana. Hal ini dibuktikan tercatat porsi anggota DPRD Kabupaten Tegal yang diduduki kaum perempuan hanya 3 orang, atau hanya sekitar 6 persen dari jumlah total anggota DPRD Kabupaten Tegal yang mencapai 50 orang. Kenyataan ini terkait dengan pemberlakukan aturan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 lalu. Sehingga, kaum perempuan dan kaum laki-laki harus bersaing meperebutkan kursi anggota DPRD Kabupaten Tegal. Demi amanat kuota 30 persen perempuan itu, hendaknya dapat dirumuskan format kebijakan baru dalam Pileg. Sehingga, kuota 30 persen perempuan tersebvut dapat terpenuhi. Menurut pemerhati perempuan yang juga anggota Komisi I DPRD, Hj Mar-

kebutuhan produksi gula konsumsi. ‘’Kita selalu kekurangan gula industri, sehingga sering mengambil persediaan gula konsumsi. Padahal, seharusnya gula konsumsi itu hanya untuk kebutuhan rumah tangga,” terang Suswono. Hingga saat ini, Departemen Pertanian telah berupaya memproduksi gula industri yang

ditargetkan dapat terpenuhi pada 2014 mendatang. Sejumlah langkah yang ditempuh diantaranya dengan menyediakan 500 ribu hekatr lahan secara nasional. Termasuk pula menjalin kerja sama dengan Departemen Kehutanan, yang telah berkomitmen untuk menyediakan lahan telantar yang sudah dikonversi. (aan)

30 Persen Pengusaha Angkot Gulung Tikar Warga Pilih Gunakan Kendaraan Pribadi SEJUMLAH pengusaha angkutan kota (angkot) di Kabupaten Tegal, mulai gulung tikar. Hal ini terutama disebabkan karena terus menurunnya minat para penumpang dalam menggunakan jasa angkutan umum, akibat terus menjamurnya pemilikan kendaraan pribadi. Berdasarkan data yang dihimpun DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tegal, sedikitnya 30 persen atau sekitar 200 pengusaha dari total 650 pengusaha yang ada, mulai menutup usahanya. Hal ini diungkapkan Ketua

DPC Organda Kabupaten Tegal, Prihandono. Menurutnya, tutupnya usaha angkot terutama disebabkan oleh kecenderungan masyarakat Kabupaten Tegal yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan angkot. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada penumpang umum, namun juga telah merambah ke sejumlah kalangan siswa sekolah yang sebelumnya banyak mengunakan jasa angkot. ‘’Kondisi sekarang ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan dulu. Sekarang ini, angkot bersaing dengan penjualan kendaraan pribadi, terutama motor, yang terus mengalami kenaikan,” ujar Prihandono. Menurunnya minat warga dalam menggunakan angkot tersebut, lanjut Prihandono,

Perempuan Harus Bisa Membuktikan secara Kualitas Soal Keterwakilan di Legislatif

kembangan produksi gula dalam negeri. ”Kebijakan impor ini untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi yang sebelumnya terserap untuk industri,” terang Menteri Pertanian. Namun demikian, menurut Suswono, kebijakan impor gula terpaksa ditempuh, mengingat produksi tebu petani Indonesia saat ini baru dapat memenuhi

hamah, kuota perempuan yang duduk sebagai anggota DPRD itu selamanya akan tetap menjadi wacana. Hal ini terjadi jika pembuat kebijakan aturan main dalam Pileg, tidak memiliki kemauan yang kuat dalam mengemban amanat kesetaraan gender tersebut. ‘’Kita mengakui, belum ada aturan yang mengikat terkait dengan amanat kuota 30 perempuan. Ditambah lagi keputusan Mahkamah Konstitusi tentang tata cara pelaksanaan Pileg. Sehingga amanat kuota 30 persen perempuan itu hanya menjadi wacana karena memang tidak didukung format Pemilu,’’ ungkap dia. Perubahan format Pemilu itu, menurutnya, diantaranya dengan memberikan prosi kepada kaum perempuan dari setiap daerah pemilihan (Dapel). Misalnya diantara calon anggota legislatif yang terpilih dalam satu dapel, dapat disipkan caleg perempuan

meskjipun perolehan suaranya jauh lebih rendah. ‘’Bisa saja dibuat formulasi untuk memberikan ruang yang cukup bagi kaum perempuan. Misalnya, memberikan porsi kepada kaum perempuan untuk duduk sebagai anggota DPRD, minimal satu per dapel. Memang wacana seperti ini akan menimbulkan pro dan kontra, karena itulah perlu adanya kajian terlebih dahulu penerapan format yang paling tepat,’’ ujarnya, yang juga istri Bupati Tegal H Agus Riyanto. Selain komposisi keterwakilan para kaum perempuan di lembaga eksekutif, keterwakilan kaum perempuan di lembaga eksekutif juga dinilai masih kurang. Untuk itu, diharapkan ke depan para pembuat kebijakan dapat memberikan perhatian lebih demi memberikan ruang gerak yang cukup bagi perempuan. (aan)

berdampak pada menurunnya pendapatan para pengusaha angkutan. Saat ini, rata-rata setiap pengusaha hanya mampu meraih pendapatan tertinggi sebesar Rp 100 Ribu per hari. Beberapa diantaranya, bahkan hanya mampu mendapatkan penghasilan Rp 30 Ribu per hari. ‘’Dengan pendapatan ini,

jelas tidak akan mampu menutup biaya operasional kendaraan, yang memerlukan biaya hingga Rp 125 ribu untuk pembelian bahan bakar per harinya. Ini juga belum termasuk biaya perawatan lainya,” terang Prihandono. Di Kabupaten Tegal sendiri

DOK.RADAR SLAWI

RAMAI - Sejumlah pengendara sepeda motor dan roda empat selalu ramai di wilayah Kabupaten Tegal.

saat ini terdapat sekitar 800 armada angkot yang beroperasi melayani 38 rute. Dari sejumlah angkutan tersebut, kini tinggal sekitar 600 armada yang masih beroperasi. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tegal, Ir Suhartono membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi sebagai dampak semakin mudahnya warga membeli kendaraan bermotor. Sebagai jalan keluar, lanjut Suhartono, pihaknya akan berupaya mengevaluasi pelayanan rute yang ada di Kabupaten Tegal. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan agar pengusaha angkot di Kabupaten Tegal mampu bertahan. ‘’Mungkin saja dilakukan penggabungan trayek atau rute. Sehingga langkah ini mampu menghindari krisis penumpang,” terangnya. Organda berharap, Pemkab Tegal melalui Dishubkominfo, dapat segera mengamil langkah-langkah agar pengusaha angkot dapat bertahan. Sehingga jumlah pengusaha angkot yang mengalami gulung tikar pun dapat ditekan. (aan)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SABTU, 23 JANUARI 2010

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

Rois Faisal Siap Bersaing Belum Jelas G1 atau G2

NGENDONG Satu Idealisme BERKIPRAH di dunia politik bagi Teguh Priambudi bukanlah hal yang baru. Alumnus Universitas Negeri Semarang yang kini duduk sebagai anggota DPRD Pemalang ini sudah sejak zaman runtuhnya Orde Baru sudah berkiprah di panggung politik. DOK RADAR PEMALANG Pria bertubuh subur Teguh Priambudi ini masih loyal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena idealismenya. “Saya memiliki idealisme yang sama dengan PKS,” kata dia saat ditemui di ruang Fraksi PKS Jumat (22/1) kemarin. Anggota Komisi C DPRD ini ketika masih menjadi mahasiswa aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Sehingga tidak heran kalau haluan politiknya condong mendukung PKS yang saat itu bernama PK. Karena aktivitasnya itu, Teguh pun ikut aktif

PEMALANG – Kesiapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang HM Rois Faisal MS SPdi MSi untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010 rupanya semakin mantap. Meskipun posisi yang akan diambilnya hingga kini belum jelas, apakah sebagai calon bupati

(G1) atau wakil bupati (G2). “Secara pribadi saya itu siap untuk maju dalam Pilkada, baik itu maju sebagai calon G1 maupun G2,” katanya kepada Radar di Kantor DPD Partai Golkar Jumat (22/1) kemarin. Hanya saja kata Rois, kesiapan yang dilakukannya itu belum ada kepastian, karena calon bupati dan wakil bupati nantinya yang akan

menentukan adalah DPP Partai Golkar. “Semua kader Partai Golkar itu harus menyatakan siap jika DPP menghendaki untuk maju dalam Pilkada,” ujarnya. Dia menjelaskan, meskipun sudah banyak upaya persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi Pilkada, namun karena belum ada petunjuk dari DPP dan

juga belum masuknya tahapan Pilkada, maka pihaknya hanya bersikap tenang-tanang saja. “Tunggu saja nanti keputusannya, karena soal Pilkada itu yang menentukan DPP,” cetusnya. Sementara Rois Faisal sendiri disinggung soal munculnya isu pencalonannya akan batal akibat tidak direstui ibunya, dibantahnya

DOK RADAR PEMALANG

ke hal 9 kol 1

Rois Faisal

Posyandu Harapan Ibu Kelurahan Mulyoharjo

PERSIAPAN PENILAIAN

TINGKAT PROVINSI

ke hal 9 kol 1

PENTOL RAH...

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

GOTONG ROYONG - Sejumlah warga Desa Bojongnangka sedang melakukan gotong royong memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak layak huni hasil bantuan KNPI.

Warga Gotong Royong Bedah Rumah PEMALANG – Puluhan warga Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang, Kamis (21/1) ramai-ramai bergotong royong untuk melakukan bedah rumah. Rumah salah satu warga tersebut kondisinya tidak layak huni. Kerja bakti warga tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan program kerja bakti sosial DPD KNPI Pemalang dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-435 Kabupaten Pemalang. Kepala Desa Bojongnangka Wahmu mengatakan kegiatan bedah rumah yang dilakukan warga desanya itu untuk memperbaiki rumah Cipto (39) warga RT 03/RW 02 yang kondisinya

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PENGAMBILAN GAMBAR - Ketua TP PKK Kel Mulyoharjo Ny Sujitno sedang bertanya jawab dengan pengepul bunga kamboja di Makam Ancak Sari Jumat (22/1) kemarin.

SETELAH dinyatakan sebagai Pelaksana Terbaik di Tingkat Kabupaten Pemalang, Posyandu Harapan Ibu Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang, berupaya meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi penilaian Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya,

penilaian oleh Tim Penggerak PKK Provinsi akan dilaksanakan pada Februari 2010 mendatang. Berbagai persiapan juga telah dilakukan, di antaranya pembinaan terhadap kader-kader PKK yang selama ikut mensukseskan kegiatan Posyandu.

ke hal 9 kol 1

PKS Bentuk Tim Optimalisasi Musyarokah Hari ini Gelar Mukerda PEMALANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pemalang membentuk Tim Optimalisasi Musyarakah Daerah (Tomda) untuk menyikapi Pilkada 2010. Tim ini melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati dari nama-nama yang sudah muncul. Hasilnya akan dibahas dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang digelar di Obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal Sabtu (23/1) hari ini. Pjs Ketua DPD PKS Pema-

lang H Mutamam Hasani saat dikonfirmasi melalui telepon mengemukakan selama ini PKS telah menjalin komunikasi dengan partai-partai dan sejumlah calon bupati dam wakil bupati yang bermunculan namanya. “Komunikasi sudah kita jalin, sifatnya untuk menjaring dan mencari peluang,” kata dia Jumat (22/1) kemarin. Hasil dari tim yang bekerja ini akan dipresentasikan dan dibahas di arena Mukerda. Namun demikian hasil Mukerda ini menurut Tamam tidak definitif. “Hasilnya akan kita sampaikan ke DPW dan nanti DPP yang

akan memutuskan calon mana yang harus didukung,” imbuhnya. Calon-calon bupati dan wakil bupati yang diajak komunikasi adalah semua yang namanya sudah beredar di masyarakat kalau akan nyalon. Namun demikiam dalam Mukerda ini tidak mengarah pada satu nama, karena akan dilakukan pembahasan calon demi calon. “Mukerda tidak hanya membahas masalah tersebut, Pilkada hanya merupakan salah satu agenda saja..Mukerda direncanakan akan berlangsung selama dua hari,” jelasnya. Sementara di masyarakat

beredar kabar kalau partai berlambang sabit emas kembar itu berkoalisi dengan PAN dan Golkar. Mengenai hal ini salah satu politikus PKS Ikmaludin Azis SPd mengemukakan masyarakat memiliki hak untuk membentuk opini dan mengedarkan kabar. “Sampai saat ini PKS belum memutuskan apa-apa, dengan siapa berkoalisi atau mendukung siapa, semua diserahkan ke mekanisme partai, ada tim yang bertugas dan hasilnya disampaikan ke DPD selanjutnya dikirim ke DPW,” tegas Ikmal. (ali)

Erosi Sungai Rambut Semakin Mengganas 12 Rumah Tergerus, 4 Rumah Warga Terancam PEMALANG – Derasnya aliran Sungai Rambut saat terjadi hujan sering menyebabkan terjadinya erosi. Akibat erosi sedikitnya ada 12 rumah milik warga di Dusun Kecepit Desa Banjarmulya Kecamatan Pemalang yang terkena longsor. Sementara erosi yang hingga kini masih terus terjadi, juga mengacam 4 rumah warga yang letaknya berada di bibir sungai. Berdasarkan keterangan warga setempat, aliran air Sungai Rambut yang cukup deras saat terjadi hujan sering menyebabkan erosi dan tanah longsor. Akibatnya banyak rumah warga yang ada di pinggiran sungai terpaksa harus pindah kerena rumah tidak aman lagi

CMYK

jika terus ditempati. “Banyak warga yang akhirnya pindah lokasi, karena rumahnya terkena longsor akibat derasnya air sungai saat terjadi hujan,” ungkap Darsono (60) warga setempat, Jumat (22/1) kemarin. Menurutnya, warga yang akhirnya pindah lokasi akibat erosi Sungai Rambut dalam kurun waktu 2 tahun terakhir telah mencapai 12 rumah. Pada tahun 2008 lalu sedikitnya ada 6 rumah, sedangkan untuk tahun 2009 juga jumlahnya sama yaitu 6 rumah. Di antaranya rumah milik Casmi, Rastam, Tawin, Raman, Daryo dan sejumlah rumah milik warga lainya. Ada pun rumah warga yang sampai saat ini bertahan belum dipindah sedikitnya ada 4 rumah yaitu milik Rusmanto, Turiyah, Muin dan Sayi. Rumah mereka kondisinya sangat memprihatinkan, sebab sebagian ke hal 9 kol 1

AGUS P/RADAR PEMALANG

TERKIKIS – Daratan di bibir Sungai Rambut yang berada di Dusun Kecepit Desa Banjarmulya yang semakin habis terkikis akibat erosi.

Pertemuan secara rutin juga digelar, di samping melakukan pendekatan dengan masyarakat. “Koordinasi dengan berbagai pihak juga sering kami lakukan,” ujar Ketua TP PKK Kelurahan Mulyoharjo Ny Sujitno kepada Radar di sela-sela pengambilan dokumentasi (syuting) Pos-

yandu Jumat (22/1) kemarin. Dikatakan dia, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu yang terletak di RW 19 untuk mewakili Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi, merupakan kerja keras berbagai pihak. Terutama kerja keras kader-kader PKK Mulyoke hal 9 kol 1


METRO TEGAL

4

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

RAPERDA

Tak Bisa Angkat Honorer Walkot Siap Temui Fostah

M SAEKHUN/RATEG

BERDIALOG - Komisi B DPRD Propinsi Jateng didampingi Komisi II DPRD Kota Tegal berdialog dengan Dislatan terkait rencana pengalihan pengelolaan TPI.

Dislatan Bantah Raperda TPI Copy Paste DINAS Kelautan dan Pertanian (Dislatan) Kota Tegal membantah kalau draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang pengelolaan dan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) copy paste dari daerah lain. Sebab, konsideran draf Raperda sudah sesuai situasi Kota Tegal dan sudah melalui penyusunan tim dan kajian. Kepala Dislatan Kota Tegal Agus Santoso saat dikonfirmasi usai melakukan pembahasan dengan Komisi II DPRD Kota Tegal, Jumat (22/1) kemarin menegaskan, tidak benar kalau draf Raperda tentang pengelolaan dan retribusTPI hanya copy paste dari daerah lain, yang telah mengelola TPI. “Draf Raperda telah disusun tim. Bahkan hasil penyusunan telah diserahkan pada tim Pemkot yang diketuai Bagian Hukum. Kalaupun ada sedikit kesamaan dalam konsideran Raperda, karena dasar hukum aturan perundang-undangan yang dijadikan landasan sama, sehingga sedikit ada kesamaan,” kata Agus. Saat ditanya soal jumlah kapal di Kota Tegal, Agus menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan validasi jumlah kapal, dengan membagi soal gross tonnya (GT). Hal ini dilakukan untuk lebih mempermudah dan memantau jumlah kapal, yang akan dilakukan validasi setiap saat. “Saat ini proses validasi masih berlangsung.” Sebelumnya, draf Raperda tentang pengelolaan dan retribusi TPI yang diajukan tim Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal kepada DPRD dinilai sangat kacau dan terkesan asal-asalan serta hanya copy paste dari daerah lain. Karena itu, DPRD harus berani menolak dan mengembalikan draf Raperda tersebut kepada Pemkot untuk dievaluasi dan disempurnakan. Demikian dikatakan salah satu bakul Ikan Imam Syafrudin Rabu (20/1) kemarin. Menurut Imam, kekacauan dan kesemrawutan draf Raperda sangat kentara, yakni dalam Bab 1 tentang ketentuan umum pasal 1 banyak item yang hanya diulang-ulang. Padahal isi dan maksudnya sama. Belum lagi banyaknya konsideran Raperda yang tak sesuai penjelasannya. Sehingga dari kesemrawutan ini terkesan draf Raperda hanya copy paste dari daerah lain, tanpa dilakukan perubahan yang mendasar. “Kalau melihat draf Raperda ini sangat jauh dari profesional. bahkan seperti hasil penyusunan anak SD yang hanya bisa membolakbalik kata saja.” TERTUTUP Sementara itu, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan dan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) antara Komisi II DPRD Kota Tegal dengan Dinas Kelautan dan Pertanian Jumat (22/1) kemarin berlangsung tertutup. Padahal, Raperda tersebut dibuat untuk mengatur TPI yang bersifat publik. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE saat dikonfirmasi usai memimpin rapat mengatakan, pembahasan tertutup karena masih bersifat internal. Kalau pembahasan selesai, hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat melalui media. “Tunggu saatnya saja nanti. Yang jelas draf Raperda telah dipublikhearingkan. Untuk pembahasan berikutnya, kami akan hadirkan tim ahli DPRD untuk pembahasan draf Raperda ini. Hal ini kami lakukan agar Raperda pengelolaan TPI bisa maksimal,” kata Hendria. Menurut Hendria, karena pada pertengahan tahun 2010 pengelolaan TPI diserahkan pada pada Pemkot, pihaknya menargetkan pembahasan dan penetapan Perda pengelolaan dan retribusi TPI pada bulan Februari 2010. Sedangkan pertimbangan yang dijadikan dalam pembahasan Raperda, yakni hasil publik hearing, hasil kosultasi dengan Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jateng, dan Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan. (hun)

PERMINTAAN ratusan guru honorer sekolah negeri yang tergabung dalam Forum Silaturohmi Tenaga Honorer (Fostah) diangkat jadi CPNS ditanggapi serius oleh Pemkot Tegal. Tetapi Pemkot tidak bisa mengambil kebijakan lantaran itu menyalahi aturan yang berlaku, yakni PP No 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer. Dalam PP tersebut menyebutkan, kepala daerah tidak diijinkan mengangkat tenaga honorer ataupun memberikan SK. Karena itu, semua tenaga honorer yang masuk data base tahun itu dihabiskan seluruhnya. Mengenai adanya daerah yang bisa mengangkat tenaga honorer berarti menyalahi aturan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tegal Dyah Kemala Sintha mengatakan, dia menjalankan tugas sesuai aturan. “Jika aturannya memang seperti itu ya mau apalagi. Apabila kita menyalahi maka akan bertambah runyam permasalahannya,” kata dia usai senam bersama Jumat (22/1) di Pendopo Balaikota. Namun demikian ada sedikit yang menjanjikan untuk Fostah. Yakni, adanya kesempatan diajukan setelah honorer yang dibiayai APBD dan APBN habis diangkat CPNS tahun 2009 lalu. Tetapi, lanjut Sintha, harus ada juknis tentang aturan PP tadi. Dan itu yang sedang pemkot tunggu-tunggu. Mestinya, setelah tenaga honorer habis diangkat, ada revisi dari PP No 48 atau pusat menerbitkan PP baru. “Seharusnya ini ada, karena pengangkatan tenaga honorer sudah habis semua. Kalau aturan itu sudah turun, para guru honorer punya kesempatan mendapatkan legalitas formal ataupun diangkat CPNS. Itu yang sedang kami tunggu aturan yang jelas dari pusat,” terang Sintha. Untuk waktunya dia tidak bisa menyebutkan sebab itu kebijakan pusat. Sebab, meski honorer di Kota Tegal sudah habis, tapi di daerah-daerah lain belum. Seperti di Jakarta saja belum habis, masih banyak bahkan mencapai ribuan tenaga honorer. Yang pasti pemkot tetap mengupayakan mereka agar bisa mendapatkan kesempatan itu. “Saat ini pemkot tidak bisa memberikan kebijakan apapun. Sebab, mengenai pengangkatan tetap pusat yang menentukan bukan dari daerah. Harapannya pusat menurunkan juk-

nis untuk PP No 48 tahun 2005. Walaupun aturan tersebut tidak direvisi atau ganti yang baru. Pemkot tetap akan menunggu itu. Dan itu pasti ada entah kapan waktunya.” Terkait dengan penempatan CPNS baru tergantung dari permintaan sekolah yang mengajukan. Jadi BKD tidak tahu apakah di situ ada tenaga honorernya atau tidak. Yang pasti penempatan berdasarkan pengajuan pihak terkait. SIAP BERTEMU Walikota Tegal Ikmal Jaya SE Ak melalui Kabag Humas dan Protokoler Herlien Tedjo Oetami SH mengatakan, permintaan Fostah bisa bertemu Walikota dikabulkan. Rencana awal, Walikota siap bertatap muka dengan organisasi guru honorer itu pada Selasa mendatang. Namun jadual tersebut bisa berubah, apabila pada waktu yang ditentukan tadi kepala daerah ada kepentingan mendesak. “Pak Ikmal siap beraudiensi dengan Fostah. Mengenai waktunya disesuaikan jadual Walikota. Karena belakangan ini beliaunya sedang sibuk. Tetapi informasi awalnya Pak Ikmal akan menemuinya pada Selasa nanti jika tidak ada perubahan,” kata Herlien Jumat (22/1) usai mengikuti olah raga. Dijelaskan, Pemkot berharap Fostah bisa menjaga kondusivitas yang sudah ada sekarang. Karena itu, walikota menghimbau agar mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengurangi itu. Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas nasib dari para guru honorer itu. Tetapi Pemkot bekerja sesuai aturan yang berlaku. Sebelumnya Ketua Fostah Eko Rudiono mengatakan, kedatangannya ke Wakil Walikota selain membahas tentang legalitas formal juga untuk meminta dimediasikan agar bisa bertemu langsung dengan G1 atau Walikota Tegal. Namun dari pertemuan tersebut belum ada titik terang sama sekali. Dia memberi deadline satu minggu dari sekarang agar bisa bertemu langsung dengan G1. Jika itu tidak terlaksana, massa Fotsah sudah siap melakukan aksi seperti di daerah-daerah lain. “Habis manis sepah dibuang. Kira-kira seperti itulah nanti nasib para guru honorer sekolah negeri. Karena tenaga kita dipakai tetapi keberadaannya tidak diakui. Aapabila sudah mentok tidak ada kebijakan seperti yang kita inginkan, massa siap melakukan aksi,” katanya usai menemui wawalkot. (cw1)

M SAEKHUN/RATEG

BERDIALOG - Perwakilan anggota Fostah berdialog dengan Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno Jumat (22/1) kemarin.

Fostah Kembali Datangi DPRD Mempertanyakan Tindak Lanjut Pertemuan UNTUK mempertanyakan tindak lanjut hasil pertemuan dengan Komisi II DPRD Kota Tegal beberapa hari lalu, perwakilan Forum Silahturahmi Tenaga Honorer (Fostah) Kota Tegal Jumat (22/1) kemarin, kembali mendatangi gedung DPRD Kota Tegal. Mereka mendesak agar DPRD secepatnya mempertemukan Fostah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyelesaikan masalah yang ada. Karena Komisi I DPRD Kota Tegal, alat kelengkapan DPRD yang berkompeten dengan masalah Fostah sedang melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar kota, kedatangan perwakilan Fostah diterima langsung Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno SH di ruang ketua. Selain mempertanyakan tindak lanjut dari pertemuan, Fostah juga menyerahkan data pendukung lainnya. Koordinator Fostah Kota Tegal Eko Rudiono mengatakan, karena janji saat pertemuan Komisi I akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemkot, untuk dipertemukan dengan anggota Fostah. Bahkan pihaknya memberi deadline waktu satu minggu. Kali ini

kedatangannya untuk memberi peringatan kepada DPRD untuk secepatnya melakukan tindakan kongkrit atas masalah yang dihadapi anggota Fostah. “Kami minta DPRD konsekuen dengan janjinya, yakni mempertemukan kami dengan Pemkot untuk menyelesaikan masalah ini. Agar masalahnya tidak berlarut-larut, seperti di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes,” kata Eko. Menurut Eko, sebenarnya pihaknya telah ditemui Wakil Walikota Tegal H Habib Ali Zaenal Abidin SE dan Kepala BKD, tapi pihaknya belum puas. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan menemui Walikota untuk mendengarkan secara langsung langkah Pemkot soal nasib ratusan anggota Fostah yang selalu diambangkan. Eko menjelaskan, sebenarnya kalau melihat kronologisnya, anggota Fostah bisa diangkat menjadi CPNS. Sebab pada bulan Januari 2005 MenPAN memerintahkan kepada seluruh daerah untuk mendata jumlah tenaga honorer, dan pada bulan Juli 2005 jumlah tenaga honorer di Indonesia ditetapkan sebanyak 650 ribu. Namun dari jumlah itu, anggota Fostah Kota Tegal tidak masuk. Karena terganjal tidak memiliki SK Walikota, kendati kalau sesuai PP nomor 48 layak untuk jadi CPNS. Karena syarat CPNS pertanggal 31 Desember 2005

sudah mengabdi minimal 1 tahun. Padahal saat itu rata-rata anggota Fostah telah mengabdi sekitar 3 sampai 15 tahun. Kendalanya pihaknya tidak memiliki SK Walikota, tapi hanya SK Kepala Sekolah masing-masing. “Pada kesempatan ini kami menyerahkan data pendukung kepada DPRD agar DPRD bisa secepatnya melakukan tindakan. Sesuai data terakhir, dari 312 anggota Fostah, ternyata ada sekitar 29 yang telah dianulir. Sehingga jumlah pasti anggota Fostah saat ini hanya 283,” tuturnya. Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot, terkait masalah ini. Namun pihaknya menyarankan agar masalah ini bisa diselesaikan terlebih dulu dengan Pemkot, apalagi Wakil Walikota dan Kepala BKD telah menerima Fostah untuk berdialog. Bahkan minggu depan, Walikota juga siap untuk menemuai anggota Fostah. Itu berarti Pemkot telah membuka diri untuk berdialog, dan siap memperjuangkan mereka kalau aturannya diperbolehkan. “Kami rasa saat ini masalah ini biar diselesaikan dulu dengan Pemkot. Kalau sudah mentok baru silahkan datang ke DPRD untuk meminta bantuan,” ungkap Edi. (hun)


KABUPATEN TEGAL

8

SABTU 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Dishubkominfo Mengaku Dilema Soal Tindak Pelanggar Uji Kendaraan SLAWI – Munculnya peraturan lalu lintas baru pengganti UU Nomor: 14 Tahun 1992, membuat Dishubkominfo Pemkab Tegal, dilematis dalam melakukan tindakan pada pelanggar uji kendaraan (KIR). Bahkan pengendara yang melanggar terkesan menyepelekan petugas. Bukan hanya itu, saat buku KIR yang disita sebagai barang bukti dalam persidangan, banyak pelanggar tidak mengikuti proses hukum yang ada. M Supriyadi, Kasi Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Pemkab Tegal, Jumat (22/1) menyatakan, kondisi tersebut sangat terlihat setelah adanya peraturan baru dimaksud dan terbukti saat operasi gabungan dengan Dishub Provinsi Jateng belum lama ini. “Jika sebelum muncul aturan baru, petugas Dishubkominfo diperkenankan menyita STNK sebagai barang bukti, saat ini tidak diperkenankan dan hanya diperbolehkan menyita produk Dishubkominfo. Ini sering dilematis dan terkesan disepelekan pelanggar,” jelasnya. Dikatakan dia, saat proses hukum akibat pelanggaran

DOK.RADAR SLAWI

ANGKOT - Sejumlah sopir angkot sedang santai-santai sambil menunggu penumpang.

tersebut dilaksanakan, para pengendara atau pemilik kendaraan pelanggar uji, menyepelekan proses hukum yang berlangsung. “Mereka kadang tidak mengikuti proses persidangan pelanggaran dan membiarkan buku KIRnya terbengkalai. Ini kan sangat ironi,” ucapnya. Atas kondisi ini, Supriyadi berharap agar citra petugas penindak Dishubkominfo memiliki citra kembali dikemudian hari. Namun pihaknya tidak mampu berbuat banyak, apalagi memberi solusi terbaik untuk menghindari dilema yang terjadi saat ini.

Sementara, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Pemkab Tegal, Zaenal Arifin SH MM membenarkan apa yang dikeluhkan pihak bawahannya. Pihaknya hanya berharap ada solusi terkait peraturan baru yang bisa mengangkat citra dinasnya dalam melaksanakan tugas rutin penindakanm pelanggaran hukum pada pelanggar uji kendaraan. “Kami masih menunggu peraturan yang mungkin menjadi solusi ini. Kami mendengar bakal ada pertemuan seluruh perwakilan Dinas Perhubungan se Provinsi Jateng, akhirbulan ini.” (k1)

Warga Bumijawa Kendat di Pohon Mangga ADIWERNA - Warga Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Jumat (22/1) siang mendadak geger. Ini menyusul ditemukannya sesosok pria tak dikenal yang ditemukan kendat di atas pohon mangga lingkungan sekitar. Namun setelah dilakukan evakuasi, pria yang mengakhiri hidupnya dengan tragis diketahui bernama Nasikin (32) warga asal Desa Bumijawa RT 02 RW 06 Kecamatan Bumijawa. Atas kejadian ini, polisi juga masih terus melakukan penyelidikan apa motif dari aksi nekatnya. Diperoleh informasi di lapangan, kejadian penemuan orang gantung diri ini ditemukan oleh warga sekitar pukul 12.35 WIB. Saat itu, warga sekitar yang baru saja menjalankan ibadah Salat Jumat, mendadak geger saat melihat

adanya sesosok pria sudah dalam keadaan tak bernyawa yang menggantung di pohon mangga di kebon sekitar. Tak pelak, hal ini membuat ratusan warga terus memadati sekitar lokasi kejadian. Demikian pula dengan warga yang penasaran dengan orang yang tergantung di pohon mangga tersebut. Namun lantaran tidak ada yang mengenal pria yang tewas tersebut, warga lain akhirnya melaporkan kejadiannya ke Mapolsek Adiwerna guna melakukan penyelidikan. ‘’Dari hasil cek TKP, ternyata pria yang menggantung di atas pohon mangga tersebut bernama Nasikin (32) warga asal Bumijawa. Sedangkan mengenai tindakannya itu, dari tim medis yang juga diketahui oleh tim identifikasi Polres Tegal, bahwa kejadian tersebut murni bunuh diri. Sebab, pada hasil

evakuasi tidak ditemukannya tanda-tanda penganiyaan maupun bekas tindak kejahatan lainnya,’’ terang Kapolsek Adiwerna AKP Siti Murbani SH melalui Kanit Reskrim Aiptu Slamet Nur. Menurutnya, kini pihaknya bersama dengan jajarannya mencoba melakukan penyelidikan terhadap keluarganya. Sebab, hingga kini motif Nasikin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri masih belum jelas. ‘’Setelah jazad berhasil kami evakuasi dari pohon mangga, jazadnya langsung kami periksa bersama dengan tim medis. Dan lantaran tidak diketahui adanya tindakan diluar bunuh diri, maka jazadnya akan segera di bawa ke rumah duka. Apalagi, identitas korban juga sudah diketahui setelah melihat adanya KTP di saku celana korban,’’ pungkasnya. (gus)

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PERESMIAN – Menteri Pertanian Ir H Suswono MMA saat meresmikan Masjid Masjid Al Ashrof yang terletak di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi. (Berita selengkapnya baca hal depan)

Abrasi, Ancam Permukiman Penduduk Jarak Pantai dan Pemukiman Tinggal 25 Meter SURADADI - Abrasi yang terjadi di sejumlah wilayah garis pantai di Kabupaten Tegal, kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Hasil pantuan di sejumlah titik pantai, menunjukan luapan air laut menimbulkan jarak garis pantai dengan permukiman penduduk hanya tinggal 25 meter. Menurut ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Warnadi, tingkat abrasi tersebut telah mengancam pemukimam sejumlah warga yang tinggal tak jauh dari garis pantai. Menurutnya, dalam kondisi normal, jarak antara bibir pantai dengan pemukiman warga mencapai sekitar 100 meter. ‘’Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas masyarakat pesisir. Karena air laut bisa menggenangi rumah warga,” ujar Warnadi. Warnadi menjelaskan, luapan air laut yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini juga sempat menenggelamkan areal perkebunan melati dan kelapa di tiga desa. Yakni Desa Surodadi, Kramat, dan Sidoarjo. Selain itu, sejumlah perahu nelayan setempat juga mengalami kesulitan saat hendak melintasi muara sungai, karena tebalnya endapan lumpur yang terbawa luapan air laut.

DOK.RADAR SLAWI

ABRASIT - Menunjukan luapan air laut menimbulkan jarak garis pantai dengan permukiman penduduk hanya tinggal 25 meter.

”Muara menjadi dangkal, sehingga perahu yang akan berangkat melaut harus didorong,” ujar Warnadi Warnadi berharap, Pemkab Tegal segera turun tangan membantu pemulihan abrasi tersebut. Selain itu, Pemkab Tegal juga diharapkan dapat melakukan pengerukan terhadap endapan lumpur di muara sungai. Upaya pemulihan tersebut, menurutnya, sangat penting dilakukan agar dapat mem-

bantu aktivitas nelayan yang hendak melaut. ”Untuk jangka pendeknya, memang harus ada pengerukan di daerah muara Langkah berikutnya, memperbanyak tanaman bakau untuk mencegah hantaman ombak laut ke pesisir pantai,” ujar Warnadi. Warnadi berharap, Pemkab Tegal dapat menempuh upaya secara maksimal demi melindungi aktivitas nelayan di pantai Utara Kabupaten Tegal. (aan)


SAMBUNGAN

SABTU 23 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Erosi Sungai Rambut Semakin... dari halaman 9 rumahnya sudah terkena longsor akibat erosi. Bahkan sejumlah tanah milik warga yang ada di tepi sungai juga semakin habis. Sebab hampir setiap tahunnya tidak kurang 2 sampai 5 meter tanahnya yang hilang terkikis air sungai. Sementara aliran sungai yang semakin masuk ke tanah milik warga juga menyebabkan banyak tanah timbul di daerah lain yaitu Kabupaten Tegal, karena daratannya semakin bertambah luas akibat kikisan tanah itu menumpuk di bibir sungai yang ada di sebelah barat. “Untuk mengamankan rumahnya agar tidak ambruk akibat longsor, warga membuat jeruji bambu-bambu pengaman di bagian rumahnya, dengan maksud agar rumahnya itu

aman dari longsor,” ujarnya. Banyak warga desanya yang kini masih tetap bertahan menempati rumahnya di pinggiran sungai. Karena ketidakmampuanya untuk bisa memindahkan rumahnya. “Bagaimana harus pindah, orang buat makam saja susah, ya terpaksa merak tetap menempati rumahnya meskipun sangat terancam,” paparnya. Kepala Desa Banjarmulya Kirmanto ketika dikonfirmasi membenarkan banyak rumah warganya yang dipindah dari tepi sungai ke tempat yang lebih aman. Sebab erosi Sun g a i R a mbut yang hampir setiap tahunnya terjadi membuat warga merasa terancam kehidupannya. Karena rumahrumah warga yang berada di pinggiran banyak kena longsor akibat erosi.

Melihat rasa keprihatinan yang dialami oleh warga desanya, Kirmanto hanya bisa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang agar ikut peduili dan ikut mengatasinya masalah erosi sungai yang ada di wilayah desanya. Sebab jika persoalan tersebut akan terus dibiarkan, banyak sisi kerugian yang akan didapat, selain tanah warga semakin habis juga menyebabkan kerugian bagi Pemerintah Kabupaten karena wilayahnya semakin berkurang akibat banyaknya tanah timbul yang ada di daerah lain. “Kami berharap masalah erosi Sungai Rambut yang hingga kini masih terus terjadi Pemerintah Kabupaten cepat tanggap dan mau mengatasinya, agar kerugian tidak semakin besar, baik buat warga maupun pemerintah,” tandasnya. (mg1)

Rois Faisal Siap Bersaing dari halaman 9 dengan tegas. Sebab kata Rois, isu itu hanya sengaja dikembangkan untuk mengecilkan semangat para kader Partai Golkar yang sekarang ini sudah mulai terbangun untuk menyukseskan Pilkada nanti. Rois juga mengakui banyak anggota keluarganya memberikan pertimbangan terkait rencana pencalonannya dalam

Pilkada, namun apapun yang terjadi jika DPP itu menghendaki semua kader Partai Golkar tentunya harus siapa dan terus maju pantang mundur. Sementara itu, saat ini yang sudah mengajukan pasangan secara resmi baru PC PDIP Kabupaten Pemalang, yakni pasangan Junaedi-Agung, yang masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Sedangkan partai lainnya, seperti PKB, PPP, PAN,

Demokrat dan lainnya, masih belum menentukan sikap yang tegas terkait Pilkada mendatang. Bahkan penjaringan bakal calon pun belum dilakukan. Sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati masih malumalu kucing untuk unjuk muka di hadapan public Pemalang. Mereka masih saling menunggu siapa saja yang bakal maju sebagai G1 atau G2. (mg1)

Persiapan Penilaian Tingkat Provinsi dari halaman 9 harjo dalam memberikan pengertian akan pentingnya pelayanan kesehatan dasar pada anak-anak. “Yang nanti akan dinilai adalah PAUD, Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, Imunisasi, Gizi, Penyuluhan KB, dan beberapa kegiatan lain,” ungkap Ny Sujitno. Pengambilan gambar lanjutnya, dilakukan atas petunjuk dan arahan dari TP PKK Kabupaten Pemalang. Karena aturan teknis sebelum diadakannya penilaian adalah dengan mengirimkan dokumentasi kegiatan Posyandu secara lengkap ke provinsi. Yakni sebagai pembanding antara visualisasi laporan pelaksanaan dan pe-

nilaian yang menurut rencana akan dilakukan pada Februari mendatang. “Kami belum tahu tanggal pastinya, namun rencananya pada pertengahan Februari mendatang,” terangnya kepada Radar. Secara khusus, pihaknya mengharapkan kepada seluruh unsur masyarakat di Kelurahan Mulyoharjo dapat mendukung kegiatan tersebut. Karena bagaimana pun, terpilihnya Posyandu Harapan Ibu pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-37 lalu, tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran warga selama ini. Melalui kerja keras kaderkader PKK serta dukungan dan dorongan warga, pihaknya berharap pada penilaian nanti

dapat mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat di Kelurahan Mulyoharjo dan Pemalang pada umumnya. “Semoga kami dapat meraihnya, menjadi yang terbaik di tingkat provinsi,” harap dia. Dalam pengambilan dokumentasi sendiri, selain dihadiri TP PKK Kabupaten Pemalang Ny Bambang, tampak hadir pula TP PKK Kecamatan Pemalang Ny Suharto. Mereka bersamasama memberikan arahan pada pengambilan gambar di Makam Ancak Suci, Posyandu, pemakaian air bersih, rumah bina keluarga balita dan lansia, penyuluhan KB, imunisasi dan kegiatan-kegiatan lain yang masuk dalam kategori penilaian TP PKK Propinsi Jateng. (sumitro)

Warga Gotong Royong Bedah Rumah dari halaman 9 tidak layak huni, sebab kondisi rumah terbuat dari bambu dan kayu-kayunya sudah banyak yang rapuh akibat dimakan usia. “Kegiatan bedah rumah yang baru saja dilakukan oleh warga itu sebagai pelaksanaan program kerja bakti sosial KNPI Pemalang yang telah memberikan bantuan dananya sebesar Rp 3 juta untuk keperluan perbaikan rumah-rumah warga

yang tidak layak huni,” katanya. Sementara Cipto, pemilik rumah yang mendapatkan batuan dana, mengucapkan rasa syukur berkat bantuan. Dengan bantuan dana itu rumahnya yang rusak dan memprihatinkan bisa diperbaikii melalui program bedah rumah dari KNPI. “Alhamdulillah dengan bantuan tersebut rumah saya bisa diperbaiki kembali,” ujarnya. Dengan jumlah bantuan yang terbatas, yakni hanya sebesar

Rp 3 juta, sedangkan kebutuhan untuk keperluan perbaikan rumahnya masih banyak yang kurang, maka dia masih berharap adanya bantuan dari para donator. Sehingga untuk keperluan perbaikan rumahnya tidak merasa kebingungan untuk mencarinya. “Mudah-mudahan ada orang yang dermawan untuk bisa membantu memperbaiki rumah saya yang rusak ini,” pintanya. (mg1)

Satu Idealisme dari halaman 9 mengurusi PK dengan menjadi pengurus di tingkat wilayah. Sampai dengan tahun 2009, pria yang berdomisili di Desa Botekan Kecamatan Ulujami ini masih aktif di DPW, namun

pada Pemilu Legislatif dia dipercaya untuk nyaleg di dapil IV Pemalang untuk DPRD Kabupaten Pemalang. Beruntung pria berkulit putih ini berhasil meraih suara yang cukup banyak, sehingga bisa ikut dilantik menjadi anggota

dewan bersama empat kader PKS lainnya. Idealismenya itu, hingga kini tetap dipertahankan meski telah menjadi anggota DPRD. Karena dengan idealisemnya itu, orang akan segan dan menghargai apa yang menjadi cita-cita dan idealismenya itu. (ali)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MERAYU - Pertunjukan Entit kala merayu Rahil Kuning yang diperankan dua kader PKK Kelurahan Mulyoharjo Jumat (22/1) kemarin.

Jangan Suka Melihat ke Atas PEMALANG - Sing nandur pari kuwi sopooooo, Entiiit? Tanya Ragil Kuning pada Entit. Mendengar suara halus Ragil Kuning, Entit kemudian membalasnya, kuwi sing nandur aku cah ayu kowe arep opo? Yen arep pek-en kabeh, syukur yen gelem ambik aku sisan, pek-en aku (hahahaa..). Gemooong Entit, aku mung takon wae kok, balas Ragil Kuning malu-malu sambil menundukkan kepalanya di depan Entit. Itulah cuplikan kabaret pada pengambilan gambar (dokumentasi) oleh TP PKK Kab Pemalang di gerbang masuk Kelurahan Mulyoharjo Jumat (22/1) kemarin. Pengambilan gambar pertunjukan kabaret yang menurut rencana akan dijadikan pengantar dalam dokumentasi Posyandu Harapan Ibu Kelurahan Mulyoharjo tersebut, diperankan dengan luwes dan apik oleh dua kader PKK Kelurahan Mulyoharjo, Nurwanti dan Sumiatun. Sosok Ent i t y a n g s e h a rusnya diperankan oleh lakilaki, mampu dipertontonkan dengan baik oleh Nurwanti.

Baik geraknya, mimik wajah, maupun suaranya yang dibuat setengah laki-laki (membesar). Sementara pemeran Ragil Kuning Sumiatun, dengan tutur bahasa yang halus dan lembut serta bahasa tubuh khas kerajaan, tidak kalah menariknya. Ceritera dua “orang penting”, yang sama-sama tengah mencari pendamping hidup ini, berkesudahan dengan penolakan Ragil Kuning terhadap ajakan Entit. Namun bukan itu pesan yang hendak disampaikan, karena dalam bagian tengah ceritera tersebut, ada pesan luhur yang hendak disampaikan kepada masyarakat lintas zaman. Perjuangan dan kerja keras Entit dalam usahanya mencari kebahagiaan adalah usaha yang layak dicontoh oleh siapapun juga. Karena Entit mampu mendayagunakan seluruh tenaga dan waktunya untuk meraih hasil “terbaik” dalam hidupnya, yakni kebahagiaan melalui kekayaan materi. Hal ini bisa dilihat dengan balasan Entit kala menjawab

pertanyaan manja Ragil Kuning, bahwa yang menanam menanam padi, jagung, timun, serta kacang-kacangan adalah dirinya. Kuwi sing nandur aku cah ayu, jawabnya. Namun begitu, Ragil Kuning tidak serta-merta menerima ajakan Entit kala ia mengajak dan merayunya untuk dipersunting. Padahal Ragil Kuning pada saat bersamaan diimingimingi kekayaan yang bisa ia dapatkan kalau mau menjadi istrinya. Ragil Kuning hanya berujar “gemong Entit, aku mung takon wae kok”, untuk menolak ajakan Entit secara halus. Entit tidak kehilangan akal, karena ia terus merayu dan membujuk Ragil Kuning yang memang ayu “luar dalam”. Bagi Sumiatun sendiri, ceritera yang diambil dari Kitab Gatoloco ini, kisahnya sangat cocok bagi semua orang lintas zaman. Karena banyak orang dari dulu hingga sekarang, sering melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. “Ceritanya tentang raja yang

menyamar menjadi petani, namun saat bertemu Ragil Kuning ia tidak mampu menyembunyikan keasliaannya,” ungkap Sumiatun kepada Radar sesaat setelah pertunjukan selesai. Menurutnya, kisah ini patut untuk diteladani oleh semua orang. Yakni agar kita dalam menjalani hidup jangan sampai menampakkan ke”aku”annya secara vulgar di depan semua orang. Karena banyak diantara kita yang nasibnya tidak beruntung. “Orang itu jangan hanya melihat ke atas, sementara keadaannya tidak menunjang untuk kesana,” ujarnya. Dengan melihat ke atas lanjutnya, segala permasalahan akan timbul dengan sendirinya. Karena pijakan orang tersebut tidak kuat. Akan tetapi, kita juga tidak boleh menampakkan diri secara vulgar di depan semua orang bahwa kita dibawah. Meski dalam kenyataannya kita memang serba kekurangan. “Tangan jangan sampai di bawah, rejeki akan selalu ada selama kita mau berusaha,”tandas Sumiatun diamini Nurwanti. (mg6)

Komisi dan Fraksi Dapat Laptop PEMALANG - Komisi dan fraksi-fraksi di DPRD Pemalang pada tahun anggaran 2010 ini akan dibantu laptop. Bantuan tersebut untuk menunjang kinerja DPRD dalam menjalalankan tugasnya. Bantuan laptop ini juga akan diberikan kepada alat kelengkapan DPRD yang lain. Wakil Ketua DPRD Muntoha SH MHum mengemukakan adanya anggaran untuk pengadaan laptop tersebut. “Yang diutamakan adalah komisi-komisi, masing-masing satu unit laptop,” kata dia Jumat (22/1).

Pengadaan ini sudah masuk dalam APBD 2010 sehingga bisa direalisasikan dalam waktu dekat. “Selain komisi, yang nanti akan diberikan laptop adalah fraksi dan kelengkapan DPRD lainnya,” imbuh dia. DPRD Pemalang memiliki empat komisi, masing-masing Komisi A yang membidangi pemerintahan, Komisi B bidang pembangunan, Komisi C bidang ekonomi dan Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan fraksi ada tujuh, yakni Fraksi PDIP, Partai Golkat,

PKB, PPP, PKS, Demokrat, dan fraksi PAN. Alat kelengkapan yang dimiliki diantaranya Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Legislatif, dan Badan Kehormatan. Komisi, fraksi dan alat kelengkapan ini masingmasing mendapat satu unit lapotop. Program DPRD lainnya pada anggaran tahun 2010 ini selain pengadaan laptop, menurut politikus dari PPP itu adalah merehab gedung DPRD. Gambar rencana akan dibuat tahun ini, sedangkan untuk penyusunan

anggaran akan dilakukan pada APBD 2011. Rehab gedung DPRD ini penting, karena saat ini kondisinya belum memenuhi perkembangan anggoota DPRD. Jumlah fraksi yang bertambah dan badan kelengkapan menyebabkan ruang-ruangan dibuat dengan jalan menyekat. Lainnya lagi disatukan anatara ruang fraksi dnegan ruang komisi. Muntoha akan mengusulkan realisasi rehab akan ditambah ruangan untuk kantin dan pers room. (ali)


CMYK

METRO PEMALANG

10

SABTU, 23 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Demam Modifikasi Jadi Motor Trail PEMALANG - Pecinta otomotif di Pemalang, khususnya modifikator sepeda motor tak pernah sepi ide. Setelah beberapa waktu yang ngetren modifikasi motor dengan mengganti warna body, memperkecil ukuran ban, hingga ganti body pada motor tertentu agar menyerupai motor balap. Kini demam melanda oto mania dengan merubah secara ekstrem sepeda motor menjadi jenis trail. Butuh jutaan rupiah untuk menyulap motor standar menjadi trail. Dalam tiga tahun terakhir motor jenis trail ini mendapat wadah untuk unjuk gigi. Dari even balap sperti motor cross, maupun trial game hingga jenis petualangan atau trabas. Di Pemalang sendiri penyelenggaraan trabas untuk memeringatai HUT ke -435 sudah dua kali terselenggara, sementara kegiatan serupa yang digagas institusi sudah berkali-kali. Even ini praktis memengaruhi pecinta modifikasi motor untuk ikut meramaikan dengan mengikuti tren menyulap motor menjadio trail. Ada banyak bengkel yang memiliki kemampuan menyulap motor standar mejadi motor trail. Pilihan model pun ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Konsumen bisa memilih dengan menyesuaikan dana yang tersedia. Di Kota Pemalang bengkel modifikasi terdapat di daerah Pagaran seperti Star Oto, lainnya lagi di Mataram Motor, kompleks The Winner. Bengkel ini biasanya menyatu dengan bengkel umum sepeda motor.

Sedangkan di pinggiran terdapat di daerah Randudongkal dekat Puskesmas Randudongkal, kawasan Pasar Moga, dan di Warungpring. Sementara di Comal bengkel yang dikenal memiliki kemampuan membentuk traik ada di daerah klenteng.Sedangkan di Petarukan ada di Jalan Kartini Keboijo Petarukan. Untuk membentuk sebuah motor trail dengan bahan baku utama sepeda motor selain harus tersedia anggaran yang cukup juga ketepatan dalam meilih bodi trail. Selera, dana dan rangka motor bahan utama memengaruhi pemilihan ini. Bodi trail bisa dipesan di bengkel-bengkel modifikasi, namun untuk lebih puas dan hemat anggaran bisa mendapatkannya di toko. Di daerah pantura, penggemar motor trail biasa mendapatkannya di Esa Sport Jl Raya Petarukan. Selain kulaitasnya bagus dan harganya terjangkau, unit usaha tersebut banyak membantu penyelenggaraan olahraga trabas. Butuh waktu tercepat satu minggu untuk mendapatkan satu unit body trail. Sedangkan untuk pemasangan body di bengkel modifikasi membutuhkan waktu mulai tiga hari hingga satu minggu. Namun ada beberapa sepeda motor yang memiliki kesulitan tinggi untuk dipasangi body trail sehingga membutuhkan waktu lama. “Untuk desain rangka biasanya dilakukan oleh mekanik bengkel motor, sedangkan pengelasan dilakukan oleh mekanik bengkel las, harus ada kerjasama yang

baik agar modifikasi bisa lebih cepat waktunya,” kata salah satu modifikator motor trail Teguh (25). Motor trail, dari wuwjudnya menunjukkan siapa penunggangnya. Terkesan gagah, sportif dan pemberani. Saat melintas di jalan pun, memengaruhi pengguna jalan lain untuk ikut-ikutan memilikinya. Namun demikian ada juga pemilik motor trail modifikasi yang terpengaruh bukan karena melihat trail yang melintas melainkan karena ajakan pimpinan di tempatnya bekerja. “Pimpinan saya suka motor trail dan sering ajak anak buahnya trabas, jadi mau tidak mau harus punya trail,” kata Suwaro (45) pemilik trail modifikaksi yang dibuat di daerah Randudongkal. Menurut beberapa modifikator motor trail, untuk kegiatan trabas sebaiknya dipilih jenis motor dengan mesin buatan setelah tahun 1990, baik yang dua tak maupun empat tak. Hal ini karena untuk memudahkan saat melintas di tanjakan. Sedangkan kalau hanya untuk bergaya, konsumen bisa menggunakan sepeda motor tahun berapa pun, resikonya motor hanya tampak gagah dengan suara yang garang, namun lajunya pelan. Untuk satu kali modifikasi dibutuhkan dana paling sedikit Rp 3 juta, anggaran ini belum termasuk harga sepeda motor yang merupakan bahan baku utama. Sehingga tidak heran harga trail modofikasi sekenan yang biasa dipajang di showrom harganya bisa lewat dari Rp 8 juta. (ali)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

LARANGAN BERENANG - Papan larangan berenang bagi pengunjung di Pantai Blendung Kecamatan Ulujami tetap saja dilanggar.

Pengunjung Beranikan Diri Berenang ULUJAMI - Dalam dua hari terakhir, ombak di Pantai Blendung tidak sebesar sebelumnya. Hal ini menjadikan puluhan pengunjung pantai yang terletak di Pemalang Timur itu turun bermain air di sepanjang pantai. Ada juga diantara pengunjung pantai yang turun untuk berenang. “Ombaknya kecil kok, jadi gak berbahaya,” kata Suci (17) salah seorang pengunjung Pantai Blendung.

Dia mengaku tahu, kalau dalam beberapa ahri terakhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, khususnya di laut. Di mana ombak dipantai cukup berbahaya, jika dibuat berenang. Bahkan nelayan pun diimbau untuk tidak melaut dulu, karena cuaca sedang ekstrim. “Beritanya memang seperti itu, tapi kalau hari ini tidak terlalu besar, jadi berani berenang,” katanya.

Pihak pengelola sendiri sudah memasang papan larangan bagi pengunjung di beberapa titik. Namun karena ombak sudah tidak sebesar sebelumnya, sebagian pengunjung memberanikan menceburkan diri ke pantai. Pihak pengelola juga sudah memasang papan peringatan larangan berenang selagi ombak besar terjadi. Hal itu sebagai antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi sebagian besar masyarakat di Kecamatan Ulujami dan sekitarnya, minimnya tempat Obyek Wisata (OW) di Pemalang Timur menjadikan Pantai Blendung, selama ini menjadi sarana berekreasi favorit. Karena selain bisa untuk melepas kepenatan selama beraktivitas, pengunjung juga bisa mendapatkan ketenangan selama mengunjungi dan menyaksikan keindahan pantai. (mg6)

Wanamulya Dapat Bantuan Aspal

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MATUN - Untuk membersihkan hama tanaman (rumput liar), petani secara rutin menyiangi sawah agar padi dapat berkembang dengan baik.

CMYK

PEMALANG – Upaya Pemerintah Desa Wanamulya Kecamatan Pemalang untuk dapat membangun desanya selangkah lebih maju, nampaknya ada titik terang setelah mendapatkan bantuan aspal sebanyak 25 drum dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Desa Wanamulya Ribut Triono mengungkapkan rasa gembiranya setelah desanya mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa aspal sebanyak 25 drum. “Kami merasa senang atas direalisasikannya bantuan dari pemerintah, karena upaya yang selama ini dilakukan betul-betul ada hasilnya, meskipun bantuan itu berupa aspal,” katanya, kepada Radar di ruang kerjanya Jumat (22/1) kemarin. Menurutnya, bantuan aspal yang baru saja diterima sesuai rencana akan digunakan untuk pembagunan dan perbaikan jalan-jalan desa yang rusak. Utamanya jalan desa yang ada di Dusun Kemlaten dan sejumlah jalan di dusun lainya yang juga sama mengalami kerusakan. Dia menuturkan, upaya yang

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

MODIFIKASI - Salah satu sepeda motor yang dimodifikasi menjadi trail.

dok/rateg

Ribut Triono

sebelumnya banyak dilakukan melalui pengajuan proposal pembangunan, baik ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang maupun ke Provinsi Jawa Tengah, yang sekarang ini sudah ada hasilnya. Lebih lanjut Ribut Triono mengatakan banyaknya jalan desa yang kondisinya rusak dan butuh perbaikan, sementara jumlah bantuannya sangat terbatas, maka pihak desa akan berupaya untuk mencarikan dana swadaya masyarakat. Sehingga pembangunan jalan-jalan desa akan dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat. (mg1)

Radar Tegal 23 Januari 2010  

Radar Tegal 23 Januari 2010

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you