Page 6

INSIDEN

6

SABTU 22 FEBRUARI 2014

RADAR TEGAL

PATROLI

Dianiaya Oknum Dewan, Tohir Lapor Polisi

Residivis Curanmor Didor RESIDIVIS curanmor (pencurian kendaraan bermotor) lintas daerah berhasil diringkus Satreskrim Polres Grobogan kemarin. Patno alias Mamo (45) warga RT 3 RW 5, Dusun Nglawu, Desa Tirem, Kecamatan Brati, diamankan setelah melakukan pencurian di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat digerebek. Dari tangan tersangka, aparat berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor Jupiter Z Nopol K 2799 PF hasil pencurian, satu obeng, satu tang, dan satu kunci pas ukuran 8 dan 9. Selain itu, juga mengamankan satu kontak sepeda motor, satu korek, dompet dan topi pelaku. Pelaku yang juga pernah ditahan selama empat tahun karena kasus yang sama ini berhasil ditangkap atas laporan warga. Saat itu, pelaku hendak mencuri di rumah Suparmin, warga Dusun Kebonagung, Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Saat itu korban sedang pergi. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela menggunakan drei dan mengambil sepeda motor dengan merusak tempat kontak menggunakan kunci T. Ketika pelaku membawa sepeda motor keluar, pemilik rumah yang hendak pulang memergokinya. Pelaku pun melarikan diri. ”Setelah mendapatkan laporan pencurian itu, petugas langsung bergerak dan berhasil mendapatkan pelaku,” kata Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo melalui Kasatreskrim AKP Subagyo usai memeriksa pelaku kemarin. Kasatreskrim menjelaskan, pelaku melakukan aksinya dengan cara berjalan kaki dari Terminal Purwodadi dan mencari sepeda motor yang diparkir di depan rumah milik warga. Kemudian pelaku mencuri saat kondisi rumah dalam keadaan sepi. Dari pengembangan kasus ini, aparat juga berhasil mengamankan tujuh motor dari berbagai jenis yang dicuri dalam tiga bulan terakhir oleh pelaku. ”Pelaku menjual sepeda motor hasil curiannya kepada penadah sebesar Rp 1-1,3 juta. Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil menangkap Suwarso alias Bayan, warga Desa/ Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara dan berhasil mengamankan sepeda motor Yamaha Jupiter,” terangnya. Dalam sepekan terakhir ini, aparat telah mengamankan 13 sepeda motor curian lainnya dari tersangka Urip Mulyono, warga RT 5 RW 1 Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara. Saat ini sepeda motor berbagai jenis itu telah diamankan di Mapolres Grobogan. Dari catatan polisi, tersangka merupakan spesialis pencurian sepeda motor yang terparkir di pertokoan dan rumah warga. Tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 dan Ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara sembilan tahun. Sementara itu, tersangka Mamo di hadapan petugas mengaku sudah tujuh kali mencuri sepeda motor di Kabupaten Grobogan. Saat menjalankan aksinya, dia tidak mempunyai target, hanya berjalan kaki. Jika ada motor yang tidak terkunci maka langsung dicuri. ”Sepeda motor yang dikunci double dengan kunci tertutup saya tidak bisa. Saya hanya mengambil sepeda motor yang tidak ada kunci double-nya,” aku resdivis yang baru keluar penjara setahun lalu. (mun)

SEORANG oknum anggota DPRD Blora berinisial SG dilaporkan ke Polres Blora Kamis malam (20/2). Pelapornya diketahui Tohir (43) warga Kelurahan Kunden Kecamatan Kota, Blora. Laporan tersebut dilakukan karena Tohir merasa dianiaya pada Kamis (19/2) sekitar pukul 17.00. Tohir mengaku, dipukuli oleh SG. Tangan yang mengepal itu diduga mengenai bagian wajahnya beberapa kali. Pukulan itu ada yang mengenai mulut, sehingga membuat bibirnya robek. Di antara beberapa kali dipukul, dia sempat memberi perlawanan. “Pukulan itu juga mengenai kepala samping kiri. Bahkan, SG menendang berulangkali dengan menggunakan kaki kanan-

nya mengenai bagian punggung dan paha bagian kiri,” ujarnya dalam laporan tersebut. Tohir mengaku, awalnya datang ke kantor DPRD. Dia hendak menemui anggota DPRD berinisial JM guna meminta uang saat rapat antara anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim TAPD membahas KUAPPAS RAPBD 2014. Tanpa meminta izin, Tohir masuk membuka pintu ruang Banggar bagian utara. Saat menemui JM, mata SG memandangi dirinya dan berkata kenapa melotot. “Saya tidak minta uang kamu, tidak mengganggu kamu, kok kamu plototi terus. Lalu JM keluar ruangan rapat banggar dan menemui saya dengan memberi uang Rp 100 ribu,” terangnya.

YUDI NOOR HADIYANTO/JPNN

MELAPOR - Tohir (kiri) melapor dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Blora di Mapolres Blora.

Selepas itu, Thohir pergi ke Kafe California. Kemudian sore harinya seusai rapat Banggar, Tohir yang diduga dikuasai minuman beralkohol itu menuju halaman dewan, samping dekat

Jadi Umpan, Rampas Motor Pacar SUNGGUH keterlaluan apa yang dilakukan Dw (15) warga Mranggen, Demak. Remaja belia ini tega menjebak laki-laki yang menyukainya, Sutrisno (20) warga Waru, Kecamatan Mranggen, Demak hingga menjadi korban perampokan. Parahnya, Dw ternyata dijadikan umpan mantan kekasihnya Santoso (20) serta lima temannya. Beruntung, aksi perampokan dan penganiayaan terhadap Sutrisno berhasil dibongkar Unit Satreskrim Polsek Tembalang. Selain Dw petugas turut mengamankan pelaku lain yang terlibat. Yakni Wahyu Agus Saputro (19); Ip (14); Dwi Purwanto (20); serta M. Agus Slamet (19). Sementara Santoso (20) dan Tofa (20) masih dalam pengejaran atau buron. Mereka merupakan warga Mranggen Demak. Kepala Polrestabes Semarang Kombespol Djihartono mengatakan, aksi perampasan dan pengeroyokan terjadi pada 11 Februari 2014 lalu. Bermula ketika tersangka Santoso meminta Dw untuk mengajak bertemu korban di daerah Sigar Bencah, Tembalang. Alasannya Santoso mengaku dendam dengan korban yang berani menyukai Dw. ”Jadi Santoso tidak terima Dw punya teman dekat,” katanya. Atas bujuk rayu, Dw akhirnya luluh dan memenuhi permintaan mantan kekasihnya. Ia me-

Prahara Rekening Telepon AGAKNYA sudah jadi watak lelaki, asal kaya sedikit langsung belagu. Istri satu tak habis dimakan, diam-diam kawin siri. Tapi ulah Hendar (40)—bukan nama sebenarnya— ketahuan gara-gara rekening telepon rumah BTN untuk istri gelapnya tertinggal di kantong baju dan istrinya pun mencak-mencak. Standar gaji PNS di mana-mana sama. Tapi karena Hendar yang tinggal di Klaten Jateng ini pada posisi basah, status ekonominya jauh berbeda. Rumahnya lumayan bagus, punya kendaraan roda empat pula. Gajinya yang diambil lewat bank, nyaris tak pernah diambil, karena Hendar sudah lebih dari cukup menghidupi anak istri dari obyekan kanan kiri, sikut sana dan sikut sini. Tapi ternyata Hendar tak lebih sama seperti lelaki kebanyakan. Begitu punya duit berlebih, suka sekali investasi di bidang perselangkangan. Istri di rumah yang juga sesama PNS sebetulnya cukup cantik, tapi karena sudah stok lama, dia ingin penyegaran dan pembaruan. Saat dia bertugas di Bantul kebetulan kenal dengan PNS kota geplak tersebut. Sinyalnya langsung bunyi, dan ternyata wanita bernama Ismi (27)—juga bukan nama sebenarnya—menanggapi aspirasi bawah perutnya. Kerjasama antara instansi Hendar dan Ismi sudah lama usai, tapi “kerjasama” lain justru tambah seru dan diteruskan ke atas ranjang. Wah, kerjasama nirlaba ini memang sangat mengasyikkan, sehingga diam-diam Hendar sering pergi ke Bantul hanya untuk bertemu sang doi. “Klaten Ngayogya terus Bantul, tlaten lan rekasa ngaboti sing mentul-mentul (harus berani sengsara demi yang mentul-mentul),” kata setan memberi semangat Hendar. Dan Ismi sangat tahu memanfaatkan peluang. Mumpung Hendar masih di bawah ujung kakinya, dia minta dibelikan rumah. Demi si doi yang goyangannya maut, oknum PNS dari Klaten ini mengizinkannya. Nah, di rumah BTN Pesona Kotagede itulah keduanya mereguk asamara cinta, setelah nikah siri sebelumnya. Bak penganten baru, Ismi digeber terus, sehingga Hendar rajin mandi. “Bangun tidur ku terus mandi, habis mandi tidurin istri, habis itu tiduran lagi, habis tidur ya bangun lagi….,” ujar Hendar. Sialnya, rumah pembelian baru yang tak setahu istri di Klaten ini diatas namakan Hendar juga. Nah, beberapa hari lalu rekening teleponnya ketinggalan di kantong baju. Saat mau mencuci, istri di rumah memergokinya. Dasar wanita cerdas, otaknya langsung jalan. Sejak kapan suami punya rumah di Bantul, dan kenapa dirinya tidak tahu? Jangan-jangan ini untuk istri simpanannya. Sejuta teori diadu dan Ny. Hendar tambah yakin jika suaminya punya selingkuhan. Saat suami pamitan mau rapat luar kota selama 2 hari, diamdiam dia mendatangi alamat di rekening telepon itu. Ditemani Pak RT setempat, Ny. Hendar lalu mengetuk rumah itu. Ternyata betul, yang membuka Hendar sendiri yang kala itu hanya pakai celana kolor, sementara di kamar Ismi sedang tidur siang. Mungkin kecapekan “rapat” bersama suami gelapnya. Ke mana arah permainan Hendar, sudah terbaca semua, sehingga istri sahnya langsung melapor ke Polres Bantul. “Perkawinan mereka harus dimakzulkan,” kata Ny. Hendar kesal. Dimakzul gara-gara wong wadon mentul! (wan/jpnn)

musala DPRD. ”Tiba-tiba SG memukul dengan tangan mengepal pada bagian mulut saya. Memukul lagi mengenai kepala belakang bagian kiri. Namun, pukulan itu sa-

ya tangkis. Selanjutnya SG dengan kakinya menendang punggung bagian kiri dan dilerai oleh anggota dewan lain berinisial BS,” terangnya. Terpisah SG mengaku, bahwa tindakan itu semata-mata untuk membela diri. Anggota dewan yang tampak tenang ini menyatakan yang dilakukan untuk membela diri. Karena Tohir masuk dua kali ruang rapat internal anggota Banggar dan TAPD. ”Saya tetap mengikut apa yang diinginkan dia. Saya tenang saja karena membela diri. Dan tentu saja ada aturan yang mengatur soal itu semua. Karena Tohir masuk Ruang Banggar saat tim TAPD dan Banggar mengadakan rapat internal,” tegasnya kemarin. (yud/ris)

ADITYO DWI/JPNN

TIPU PACAR - Tersangka penganiayaan dan perampasan motor dibawa ke Polrestabes Semarang.

Polisi Buru Pencetak Upal TEGAL - Polisi hingga kemarin masih memburu tersangka pencetak uang palsu (upal). “Identitas dan ciri-cirinya sudah kami kantongi. Tim Buser sedang bergerak memburunya,” ungkap Kapolres Tegal Kota, AKBP Darmawan Sunarko SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono, kemarin. Menurut Ismanto, kelima tersangka pengedar upal yang sudah mendekam di ‘hotel prodeo’ masing-masing Sucianto alias Sugeng (30) warga RT 2 RW I, Desa Pesucen, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang; Tasroni Yasin alias Roni (52) warga RT 2 RW I, Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi (mantan Kades Purwahamba-red); Dulajat alias Sidul (45) warga RT 8 RW IV, Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Pekalongan; Masduki alias Adam (43) warga RT 6 RW I, Desa Patirejo, Kecamatan Kesessi; dan Wanuri (53) warga Dukuh Rogo, Kelurahan Kedungwuni Timur, Keduwungwuni, Kabupaten Pekalongan. “Pencetak upal memanfaatkan kondisi warga yang terbelit ekonomi untuk melancarkan aksinya, kami minta masyarakat berhati-hati dan waspada. Jangan mudah tergiur bujukan mereka meski dijanjikan bakal

M SAEKHUN/RATEG

NEKAD EDARKAN UPAL - Berdalih terbelit masalah ekonomi, kelima tersangka nekad mengedarkan uang palsu (upal).

mendapat keuntungan berlipat,” katanya. Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil meringkus mantan Kades Purwahamba, Tasroni Yasin alias Roni saat hendak mengedarkan upal pecahan Rp 100 dan Rp 50 ribu di Pertigaan Pasar Anyar, Martoloyo, Kota Tegal. Dari tangan tersangka, petugas menyita 198 lembar upal. Rinciannya, 189 lembar pecahan Rp 100 ribu, dan 9 lembar pecahan Rp 50 ribu.

Setelah menangkap Roni, polisi membekuk tersangka Sucianto alias Sugeng di rumahnya. Pengakuan Roni, dia mendapatkan uang dari Sugeng. Dari ocehan Sugeng, petugas mengembangkan penyelidikan dan berhasil meringkus dua tersangka lainnya, yakni Dulajat alias Sidul dan Masduki alias Adam. Selang sehari kemudian, polisi meringkus Wanuri, sementara pelaku utama masih dalam pengejaran petugas. (hun)

BPKP Segera Lakukan Audit KEPALA Kejaksaan Negeri Blora Moch Djumali menyatakan tim audit dari BPKP Semarang dalam pekan ini akan mengecek ke lokasi pembangunan pertokoan sebelah barat Mapolres Blora di Desa Jepon, Kecamatan Jepon. Hal tersebut disampaikan mantan kajari Lampung ini Kamis (20/2). “Pada pekan ini tim BPKP akan segera mengaudit pembangunan 30 ruang pertokoan di Jalan Sayuran,” jelas kajari. Kajari menjelaskan, sesuai

aduan dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Jawa Tengah, pembangunan pertokoan tersebut belum memiliki izin. Sebab bangunan di atas tanah bengkok desa tersebut dibangun secara diam-diam dan diduga melibatkan kepala desa setempat. “Pembangunan pertokoan yang diduga mencapai miliaran rupiah tersebut sumber anggarannya tidak jelas. Karena legalitas pemanfaatan tanah kas desa tersebut belum ada,” te-

rangnya. Dalam aduan yang dikoordinatori Musyafa dan bertindak sebagai koordinator bidang aduan tersebut menyatakan, dasar hukum pemanfaatan tanah bengkok tersebut belum jelas. Apakah atas dasar jual beli, sewa menyewa, bangun serah guna, atau bangun guna serah. ”Hingga saat ini kegunaan tanahnya belum jelas. Diduga ada kongkalikong antara kades setempat dengan sejumlah pihak. (aji)

ngajak korban untuk bertemu dan meminta dijemput. Dengan berbagai dalih, Dw meminta korban membawa motor Suzuki Satria untuk menjemput. ”Dalihnya Dw ingin diantarkan ke rumah temannya di daerah Tembalang,” imbuhnya. Saat melintas di Sigar Bencah itulah, kendaraan korban dihentikan. Di lokasi, sudah menunggu enam tersangka yang membekali diri dengan senjata tajam. Begitu dekat, korban langsung ditarik dan dibacok dengan sajam. Tidak hanya itu sepeda motor korban pun ikut dirampas. ”Saya tidak mengira jika seperti ini. Tahunya hanya akan dipukul saja,” aku Dw sembari menutup muka. Korban dihajar tanpa ampun, sebagian memukul dan ada yang menghujamkan sajam ke tangannya. Beruntung, dengan sisa tenaga korban berhasil kabur dan menyelamatkan diri. ”Saya memang diajak Santoso untuk membunuh korban. Jika berhasil akan diberi motor,” aku Agus Slamet. Saat ini para tersangka masih mendekam di balik jeruji besi. Mereka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan dua palaku Santoso dan Tofa masih dalam pengejaran. (ton)

Rem Blong, Bus ”Rela” Terperosok GARA-GARA rem blong bus dengan nama Rela jurusan Purwodadi-Solo terperosok ke dalam bahu jalan. Kejadian ini tepatnya di Dusun Ngemplak, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, kemarin siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi sempat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan hingga tiga kilometer. Saksi mata, Sarwidi (60) warga setempat mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 siang. Ketika itu, bus dengan nomor polisi (nopol) AD 1699 DA melaju dari arah Solo menuju Purwodadi itu, berhenti di jalan tanjakan sebelum palang pintu rel kereta api desa setempat. Namun, tiba-tiba bus berjalan mundur ke belakang. ”Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan di belakangnya. Sopir pun membanting setir ke kanan dan akhirnya terperosok ke dalam bahu jalan,”kata Sarwidi kemarin. Setelah terperosok sekitar sat-

u meter di bahu jalan, lanjut Sarwidi, bus bisa tersandar di salah satu pohon kecil. Bus akhirnya tersangkut di pohon dan terhenti. Bus yang dikendaraan Aris Sugiyanto, warga Dukuh Plendungan, Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi tersebut, berada di lajur kanan jalan. ”Bus bisa berhenti dan tidak jadi terbalik karena ada pohon kecil yang menopangnya,” terang dia. Kecelakaan tunggal tersebut, membuat perhatian banyak warga sekitar lokasi kejadian. Selain itu, juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jalan Purwodadi-Solo hingga tiga kilometer. Petugas dari Polsek Toroh turun berusaha mengatur jalan. Bus berusaha diangkat menggunakan truk dan ditarik dengan rantai baja. Tetapi berkali-kali usaha itu gagal. Sopir bus, Aris Sugiyanto mengaku, busnya bisa terperosok ke dalam parit di bahu jalan karena mengalami rem blong. (lin)

Radar Tegal 22 feb 2014  

Radar Tegal 22 feb 2014

Radar Tegal 22 feb 2014  

Radar Tegal 22 feb 2014

Advertisement