Page 19

ALL SPORTS

SABTU 22 FEBRUARI 2014

19

RADAR TEGAL

F1 KINI TAK ASYIK LAGI

LONDON - Mantan juara dunia F1 Jacques Villeneuve melontarkan kritik terhadap kondisi dunia yang membesarkan namanya tersebut. Ia bahkan mengaku risau dengan masa depan F1. Kerisauan Villeneuve itu lahir seiring dengan perubahan-perubahan regulasi yang terjadi di F1 dalam beberapa tahun

Jacques Villeneuve

DENNY KUSDINAR/BANDUNG EKSPRES

KEJAR BOLA - Pemain belakang Persib Bandung, Toni Sucipto (tengah), dibayangi oleh rekan satu timnya.

Duel Panas Batal JAKARTA - Laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) antara Persib Bandung kontra Persija Jakara yang sejatinya digelar hari ini, batal dilaksanakan. Penyebabnya, izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab Bandung tidak keluar, sampai kemarin (21/ 2). Pertemuan antara PT Liga Indonesia (PT LI) dengan wakil dari Persib Bandung, Risha Adi Wijaya. Sampai Kamis (20/2) malam belum ada perkembangan pasti. Namun, setelah rekomendasi resmi dari kepolisian keluar dan tidak mengizinkan laga, akhirnya laga tersebut dibatalkan. “Upaya keras dari panpel Persib, klub Persib hingga para pendukungnya untuk bisa menggelar laga tersebut tepat waktu, sesuai yang telah dijadwalkan PT LI, sulit dilaksanakan,” ujar CEO PT LI Joko Driyono dalam rilis resmi PT LI, kemarin. Karena tak ada izin itulah, Persib kemudian mengirimkan surat kepada PT LI untuk me m i n t a p e n j a d w a l a n u lang. Menindaklanjuti surat Persib bernomor 041/ DIR-PBB/I/2014 tertanggal 20 Februari 2014 itu, maka liga akhirnya mengambil keputusan berat. “Pertandingan antara Persib-Persija pada tanggal 22 Februari 2014 Tidak dilaksanakan,” lanjut rilis tersebut. Nah, mengingat kasus yang mendadak ini, sejauh ini PT LI belum mengeluarkan keputusan apapun terkait status pertandingan. “Terhadap status pertandingan tersebut, akan ditentukan oleh Liga selambat-lambatnya tanggal 7 Maret 2014,” Tegas Joko. Menanggapi pembatalan

pertandingan ini, pelatih Persib Bandung, Jajang N u r jaman, menyayangkan. Alasannya, itu tidak menguntungkan timnya yang sudah dipersiapkan jauhjauh hari menghadapi laga melawan musuh bebuyutan tersebut. “Secara mental kita sudah sangat menunggu pertandingan ini, ketika tidak jadi sangat disayangkan. Rugi buat tim. Buntut dari pada perseteruan suporter ini yang selalu mendapat imbasnya tim,” kata Jajang. Sementara itu, Persija melalui media officer Viola Kurniawati mengaku menyesalkan pembatalan pertandingan. Alasannya, pembatalan dinilai cukup mendadak dan tanpa pemberitahuan dari jauh-jauh hari. Padahal, lanjut dia, sesuai regulasi ISL 2014, harusnya penundaan dilakukan manimal 7 hari sebelum hari pertandingan. “Jika mengacu kepada Regulasi Liga/Manual Liga PASAL 5 ayat 7 dan 12, seharusnya Persija mendapat informasi lebih awal mengenai pembatalan ini. Sekarang kami menunggu keputusan PT Liga mengenai status pertandingan tersebut,” katanya. Memang, sesuai aturan, jika klub tak bisa melaksanakan pertandingan seperti jadwal dan tidak melakukan prosedur penundaan sesuai dengan aturan liga, maka bisa saja mereka dihukum kalah WO. Menanggapi hal ini, PT LI belum menentukan sikapnya sampai pada 7 Maret mendatang. Apakah Liga akan mengeluarkan keputusan baru terkait jadwal, atau kemudian memasukkan permasalahan ini ke komisi disiplin, akan ditentukan kemudian. (aam)

terakhir. Menurut pria kelahiran Kanada 42 tahun lalu itu, apa yang terjadi lebih banyak negatifnya daripada positif. “Aku risau dengan kondisi F1, aku cuma berharap diriku keliru. Aku tidak memahami apa yang ingin mereka lakukan. Aku tidak mengerti konsepnya.Formula 1 sudah tidak epik, para pebalapnya tidak lagi dianggap seperti pahlawan. Masalahnya adalah perubahanperubahan dilakukan dengan cara artifisial dan bukan begitu caranya,” kata Villeneuve kepada Autosport. “Mungkin akan menyenangkan untuk enam bulan, tapi setelah itu semua orang akan bosan, dan ketika Anda mulai untuk melakukannya secara artifisial maka Anda harus terus meneruskannya sampai ke titik itu bahkan bukan lagi balapan yang sebenarnya,” cibir juara dunia F1 1997 yang kini jadi pengamat dunia ‘Jet Darat’ dan komentator untuk tv tersebut. Dengan kritis Villeneuve lantas menyoroti sejumlah perubahan dalam F1 2014 seraya menyelipkan penilaian bahwa penambahan aspek baru, seperti DRS pada 2011 lalu, sudah memunckan pertanda bahwa F1 menuju arah keliru. “Dengan regulasi mesin, semua jadi amat restriktif sehingga ini bukan lagi F1, tak ada lagi yang spesial mengenainya. Penghematan bahan bakar boleh saja dan itu berjalan bagus di masa lalu. Masalahnya adalah kini pebalap tidak perlu melakukannya. Semua dilakukan secara elektronik,” cetus Villeneuve.

“Anda tinggal duduk dan (sistem elektronik) itu membuat bahan bakar Anda jadi lebih hemat, dan ini justru menyalahi tujuannya. Faktor serunya F1 sudah dirampas. Aksi menyalip pun terjadi karena Anda menekan sebuah tombol, bukan karena sebuah gerakan spesial,” paparnya. Villeneuve, yang aktif membalap di F1 pada periode 1996– 2006, juga menilai upaya untuk menarik penggemar yang lebih muda dan mempromosikan citra yang lebih ramah lingkungan merupakan langkah yang kurang pas. “Mereka (regulator F1) berusaha melayani orang-orang yang keliru. Mereka berusaha melayani kalangan ‘hijau’, tapi F1 tidak hijau jadi tak ada gunanya untuk mencoba. Ini memang memberi citra bagus ke pemerintah dan perlemen, tapi itu bukan F1.”“Dan mereka ingin melayani penggemar yang lebih muda yang kurang punya perhatian besar, dan cuma ingin ada aksi menyalip setiap dua detik walaupun itu buruk, karena mereka tak memahaminya,” sesal Villeneuve. Ia lantas membandingkan F1 saat ini dengan F1 di masa lalu, di mana menurutnya animo penggemar tinggi karena balapan berjalan secara alamiah tanpa banyak sentuhan artifisal seperti sekarang. “Aku orang yang ‘murni’ dan aku mencintai olahraga ini. Aku mencintai tahun 1960an dan 1970-an ketika para penggemar bahkan menikmati balapannya saat cuma ada empat mobil yang finis dan mereka terpaut dua lap. Anda jadi menghormati apa yang sudah dilakukan para pebalap, apa yang mereka capai.” (krs)

Timnas U-23 Pilih Jogja sebagai Lokasi Pertandingan JAKARTA - PSSI akhirnya mengumumkan Jogjakarta sebagai kota yang dipilih sebagai lokasi pertandingan uji coba antara Timnas U-23 melawan Malaysia U-23 pada 5 Maret mendatang. Namun, sampai kemarin (21/2), stadion mana yang akan digunakan, masih belum diumumkan. “Mengenai stadion dan jam kick off nanti akan difinalisasi oleh football services di PSSI,” kata Sekjen PSSI Joko Driyono, kemarin. Pemilihan Jogja sendiri, menurut Joko dikarenakan bakal dibarengkan dengan rangkaian kegiatan Kemenpora. 5 Maret dipilih berbarengan dengan peresmian monumen PSSI di Jogja oleh Menpora Roy Suryo. “Peresmian Monumen PSSI sepe-

nuhnya menjadi urusan Kemenpora. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak Kemenpora. Sedangkan BTN fokus friendly match-nya,” tutur lelaki yang juga CEO PT LI tersebut. Selama ini, laga internasional biasanya digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tapi, stadion lain yang representatif juga ada dan sering digunakan untuk pertandingan Indonesia Super League (ISL), yakni Stadion Sultan Agung, Bantul. Tapi, menurut supervisor pertandingan persahabatan Timnas, Dwi Irianto, laga hampir pasti digelar di Stadion Maguwoharjo. Selain fasilitas dan sarana, Stadion ini dinilai paling layak dengan statusnya sebagai stadion internasional. “Pertan-

DOK/ANTARA

SERIUS - Para pemain timnas Indonesia U-23 sedang melakukan latihan secara serius di sport stadium.

dingan akan dibarengkan dengan peresmian monument. Untuk Stadion, kami pilih Maguwoharjo karena lebih represen-

tatif,” ujarnya kepada Radar Jogja. Di sisi lain lain, Pelatih U-23 Aji Santoso menuturkan jika dia cukup senang dengan kepastian

uji coba ini. Mengenai pemilihan Jogja, secara teknis itu juga menjadi pertimbangannya dengan mengukur masa persiapan Timnas U-23. Venue uji coba yang satu kota dengan lokasi pemusatan latihan, lanjut dia, membuat masa persiapan menjadi lebih efektif. “Kalau kita harus pindah ke kota lain, kan mengurangi lagi waktu persiapan. Karena waktu kita tidak panjang untuk menghdapi Malaysia. Efektifnya kita main disana,” cetus pelatih 43 tahun tersebut. Para penggawa dan ofisial Timnas sendiri dijadwalkan sudah berkumpul di Jogja pada 24 Februari mendatang. Sesi latihan perdana di pemusatan tahap pertama ini, baru dimulai pada 25 Februari. (aam)

Radar Tegal 22 feb 2014  

Radar Tegal 22 feb 2014

Radar Tegal 22 feb 2014  

Radar Tegal 22 feb 2014

Advertisement