Page 1

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

BPK Sulit Lacak Duit Century INDEKS

Aliran Dana Sering Pindah, Butuh Waktu Izin BI

Poliklinik Kardinah Telan Rp 6,5 M HAL. METROPOLIS

Jalan Kabupaten Putus

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali menggerakkan tim auditornya untuk mengaudit lanjutan kasus Bank Century. Kali ini, BPK hanya fokus pada aliran dana. Anggota BPK Hasan Bisri mengatakan, aliran dana yang akan dikejar auditor BPK adalah dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan dana bailout atau Penyertaan Modal Sementara (PMS). “(Audit) kali ini soal aliran dana saja,” ujarnya kemarin (31/1). Dalam kasus Bank Century, aliran dana memang menjadi isu panas yang terus dikejar. Pertama, dana FPJP senilai Rp 689 miliar yang dikucurkan Bank Indonesia (BI) pada 14 November 2008. Kedua, dana bailout senilai Rp 6,76 triliun yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara bertahap pada periode 24 November 2008 hingga 24 Juli 2009. Meski pemeriksaan pada audit lanjutan kali ini lebih fokus pada aliran dana, namun Hasan mengaku tingkat kesulitannya sangat tinggi. Sebab, ada banyak kendala yang dihadapi BPK untuk menelusuri aliran dana ini.

HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Siap Laksanakan UN HAL. PEMALANG

Uang Saku Lebih? Nabung Yuk.. HAL. XPRESI

APA MANING...

ke hal 19 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

TUNJUKKAN – Petugas Kamar Mayat RS Kardinah menunjukkan mayat tak dikenal yang ditemukan warga di mura Sungai Ketiwon.

Warga Temukan Mayat Tak Dikenal di Ketiwon TEGAL - Warga kampung becak Kelurahan Panggung Tegal Timur, Minggu (31/1) pagi, dihebohkan dengan penemuan mayat tak dikenal di muara Sungai Ketiwon. Kontan warga sekitar menggeruduk Tempat Kejadian Perkara (TKP) lantaran penasaran ingin melihatnya. Dari informasi yang berhasil dihimpun, mayat terlihat mengapung di muara sungai. Kemudian dievakuasi oleh warga dan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Setelahnya mayat tanpa identitas tersebut dilarikan ke RSU Kardinah. Penjaga Kamar Mayat RSU Kardinah Kota Tegal Wasikin mengatakan, setelah sampai di sisni mayat langsung dimasukkan ke box lantaran sudah menimbulkan bau tidak sedap. Setelah sebelumnya pakaian yang dikenakan dilepas terlebih dahulu. “Mungkin ini karena tenggelam dan terbawa arus sungai. Sebab, kondisi tubuh mayat utuh. Tidak ditemukan adanya luka. Usianya kira-kira sekitar 15 atau 16 tahun. Dengan ciri di kaki kirinya menggunakan gelang rantai,” katanya. ke hal 19 kol 4

BOY SLAMET/JAWA POS

DIPERIKSA - Afif Muslichin (merah) didampingi polisi dari Unit Pidum Satreskrim Polwiltabes Surabaya saat diperiksa cara dia memasarkan PSK di bawah umur dengan sistem on-line. Selain menyita laptop, polisi juga menyita foto-foto PSK.

Prostitusi Online Dibongkar Jual Anak Lewat Chatting SURABAYA - Wajahnya tampak polos. Kaca matanya pun cukup tebal khas seorang kutu buku. Namun siapa sangka Afif

Muslichin, 21, warga Dukuh Kupang Timur itu adalah penjual perempuan di bawah umur kepada pria hidung belang. Pemasarannya pun cukup unik, yakni dengan sistem online. Pekan lalu, dia ditangkap Unit Pidum Satreskrim Polwiltabes Surabaya.

Sebenarnya Afif tak sendiri melakukan bisnis esek-esek online tersebut. Namun dia bekerja sama dengan Endry Margarini alias Vey yang tak lain adalah “mami” yang punya banyak “ayam” di Surabaya. Vey yang ke hal 19 kol 4

KPK: Pertimbangkan Kenaikan Gaji Pejabat JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan rencana kenaikan gaji pejabat negara sebesar 20 persen pada tahun ini. Lembaga antikorupsi itu berharap kenaikan itu harus dilandasi kajian yang mendalam dan berbarengan dengan program reformasi birokrasi. Wakil Ketua KPK M Jasin mengungkapkan sebaiknya kenaikan gaji para pejabat itu harus dikemas dalam satu program yang baik. Salah ke hal 19 kol 1

DOK.RATEG

M Jasin

Ketika Presiden Berolahraga di Markas Kostrad

Jelaskan Julukan Mantan Presiden ke Anak-Anak Liburan akhir pekan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono kemarin (31/1) dimanfaatkan untuk bersilaturahim dengan para prajurit TNI di Markas Divisi 1 Infantri Kostrad, Cilodong, Depok. DI sana, presiden berolahraga pagi, menebar benih ikan, meninjau Rumah Pintar, dan memberi pengarahan kepada ratusan prajurit beserta isteri dan anak. Datang jam 07.00 pagi, setelah beberapa menit melakukan pema-

SOFYAN HENDRA/JAWA POS

OLAH RAGA - Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono berolah raga di Markas Divisi 1 Infantri KOSTRAD, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

nasan, presiden berjalan santai menyusuri joging track sepanjang 1,3 kilometer. Di jalur joging track itu, SBY menyaksikan prajurit melakukan pull up. “Dulu waktu saya langsing kuat. Saat saya masih kapten kuat. Sekarang sudah tidak,” kata SBY seraya tersenyum. SBY juga didampingi Panglima TNI Jendral Djoko Santoso. Juga, KASAD Jendral George Toisutta, yang kemarin masih bertindak sebagai Pangkostrad karena belum ada serah terima jabatan. Usai jalan-jalan pagi, presiden menebar ratusan benih ikan di danau buatan yang berada di Markas Divisi 1 Kostrad itu. “Ini ikannya sehat fisik dan mental,” ke hal 19 kol 4

Nok Slentik BPK Sulit Lacak Duit Century * Apamaning duite ora kukuluruk! Prostitusi Online Dibongkar * Sing online online ngetrend!

CMYK


WACANA

2

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

Jangan Sebut Bonek Oleh: Muh. Abduh AKHIR-AKHIR ini, republik tercinta dibuat gegap-gempita oleh olahraga sepakbola. Tapi maaf bukan aksi hebat para pemain di lapangan. Tetapi, oleh ulah suporter sepak bola. Namanya Bonek alias bondo nekat, yang merupakan pendukung fanatik Persebaya. Luar biasa ulah mereka. Yang terbaru, di sepanjang jalur kereta api yang mereka lewati untuk mendukung kesebelasan mereka yang bertanding di Bandung, para pedagang kaki lima menutup dagangan. Batu-batu beterbangan dan membawa korban luka. Kota yang mereka ‘’kunjungi’’ selalu menyiagakan diri. “Bisane sampai kaya kue nemen sih? Apa kue bentuk fanatisme terhadap klub atau malah bentuk pelampiasan kekesalan hidup?” Melihat profil bonek, barangkali kali memang demikian adanya. Selain fanatik, bisa jadi, begitu kumpul sesama bonek, melampiaskan kekesalan hidup yang selama ini menggelayut. Bukankah perilaku agresi muncul juga karena kondisi sosial, psikologis, ekonomi, budaya dan politik? Perilaku agresif hanya timbul bila si pelaku juga mengalami ‘agresi’, yang dalam hal ini adalah tekanan sosial ekonomi yg begitu beratnya. Tidak bisa tidak, tekanan ini memaksa seseorang untuk melampiaskannya untuk menjaga kewarasannya. Dan, mumpung bareng-bareng, ngamuk langka sing wani nglawan. Teorinya memang begitu, tindak kekerasan yang diperlihatkan para bonek tersebut tergolong kekerasan kolektif. Dilakukan secara bersama-sama dan terjadi dengan sendirinya. “Jare Gustave Le Bon, seorang psikolog sosial, yang pertama melemparkan gagasan tentang psikologi kerumunan dalam buku klasiknya, The Crowd: A Study Populer Mind mengatakan, kekerasan kolektif memiliki hubungan dengan irasionalitas, emosionalitas, dan peniruan individu. Orang-orang yang tergabung di dalam satu kelompok dianggap saling meniru sehingga memperkuat dan memperbesar emosionalitas dan irasionalitas sesamanya.” “Is.. ente rujukane luar biasa temen, Jul,” timpal Dalipan begitu Panjul membeber literatur ilmiah. Panjul senyam-senyum. Pantes kalau akhirnya, kekerasan para bonek terlihat seperti ‘’roh”. Cepat menular dan menjadi bola salju yang membesar saat terguling. Saat satu orang mulai melempar batu, tanpa dikomando, yang lain mengikutinya tanpa pernah tahu alasan atas tindakannya itu. Tiba-tiba saja hujan batu menyerang tempat-tempat yang mereka lalui. Demikian juga perilaku yang irasional, seperti kita saksikan di tayangan televisi, para bonek rela bergelantungan di sisi kereta api tanpa memperhitungkan risiko dan bahaya yang dihadapi. Fakta membuktikan, ada bonek yang tergelincir dari kereta dan tewas. Tapi, itulah sifat psikologi kerumunan, sekalipun bahaya menantang, yakni risiko ditangkap aparat atau kematian, tidak ada satu pun yang jera. “Terus kepimen eben bonek ora makin menggila?” “Pertama aja disebut bonek,” jawab Panjul. Mereka sebetulnya hanya menggenapi stigma karena dilabel negatif. Mereka dicap ulahnya begini (anarkis dan brutal), makin lama justru berusaha diberitakan bonek. Jadi jangan diberitakan sisi-sisi kenekatannya. Karena itu semacam award untuk mereka. Bonek kan bukan ‘bermain’ dengan suporter lawan, tapi dengan sesama bonek untuk memperlihatkan ‘saya lebih’ dibanding bonek yang lain.” “Mulai hari ini, mereka yang menjadi suporter Persebaya aja diarani bonek. Sebut bae bontib, alias bondo tertib. Eben di jalan, di kereta dan dimanapun, mereka bisa tertib.” “Terus?” Pendekatan hukum. Para aparat keamanan di Inggris memiliki kemampuan identifikasi terhadap orang-orang yang dibanned di dalam setiap pertandingan sepak bola atau yang dianggap berpotensi menimbulkan kerusuhan. Orang-orang seperti itu diamankan terlebih dahulu. Di lapangan, petugas tidak boleh segan-segan bertindak tegas menghadapi dan menangkap mereka yang melakukan tindak kekerasan atau kejahatan. Namun, pendekatan hukum memang tidak selalu efektif. Selanjutnya melalui pengorganisasian, bonek berada di dalam rantai komando yang terkontrol dan bukan sebaliknya. Orang-orang kunci disebar di dalam kerumunan untuk menanamkan pengaruh nilai-nilai (inner values) mengenai bagaimana seharusnya menjadi pendukung kesebelasan yang fanatik. Pendekatan dengan menanamkan nilai adalah sebuah pendekatan persuasif menghadapi ulah bonek. “Tiarap Jul, awas.. ana bonek nyamplong!” Lalu terdengar suara kaca pecah. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Dies Natalis dan Penegerian UPS Tegal Oleh: Yayat Hidayat Amir RANGKAIAN kegiatan perayaan Dies Natalis (ulang tahun kelahiran) ke-30 UPS Tegal yang akan berpuncak 1 Maret mendatang, telah berlangsung dua bulan terakhir ini. Berbeda dengan tiga empat tahun sebelumnya, suasana kebatinan sivitas akademika dalam perayaan Dies kali ini berhiaskan menguatnya harapan akan percepatan penegerian UPS Tegal. Meski harapan itu telah memasyarakat, bahkan Pemerintah dan DPR Kota Tegal pun makin mengkonkretkan dukungannya, namun pegurus Yayasan Pendidikan Pancasakti pernah menyatakan untuk tidak menargetkan waktunya. Sementara itu, dalam diskusi program Tegal Cerdas yang digelar oleh aktivis Jejaring Tegal Raya (22/1) di DPR Kota Tegal, ihwal penegerian UPS memakan porsi pembicaraan yang intens. Pernyataan pengurus Yayasan berbanding greget diskusi Jejaring Tegal Raya dan harapan sivitas akademika, dapat dikemas dalam pertanyaan: kenapa begitu keukeuh ingin menegerikan UPS Tegal? Masuk akal kalau sivitas akademika dan masyarakat pengguna jasa pendidikan tinggi berharap UPS Tegal menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Warga kota dan daerah sekitar Tegal membayangkan kehematan biaya dan keterjangkauan jarak kontrol pendidikan putra-putrinya dibanding kalau mereka dikuliahkan di luar kota atau lintas provinsi. Menguliahkan anak di luar kota memang tidak murah. Dari

semester ke semester, biaya akademik dan biaya hidup mereka meningkat terus. Kalaupun tidak ada masalah pembiayaan, toh ada kecemasan: perkembangan sosial-moral remaja yang jauh dari orang tua. Kehidupan kota besar, bahkan kota pelajar sekalipun, cenderung mempeluangi perilaku menyimpang. Dari segi kebijakan pembangunan dan kecenderungan perkembangan sosial ekonomi daerah, kenegerian UPS akan berposisi dan berperan makin strategik. Setidak-tidaknya memekarkan bidang-bidang usaha penyedia kebutuhan mahasiswa. Riset-riset terapan yang dipercayakan dan didayagunakan oleh beragam sektor pe m b a n g u n a n d a e r a h , mungkin akan lebih produktif. Sasaran dan ragam modus pengabdian kepada masyarakat pun dapat diperluas. Jejaring kerja sama dan aliansi strategik antar perguruan tinggi, nasional ataupun ASEAN, amat mungkin dikembangkan dan dimanfaatkan untuk sebesarbesarnya kepentingan masyarakat daerah. Tiga tahun yang lalu, kaji banding terhadap peta administratif dan kekuatan sumberdaya pra-penegerian menunjukkan keadaan UPS setara Universitas Tirtayasa di Banten atau Universitas Trunojoyo di Bangkalan. Kata kunci yang mengiringi penegerian Universitas Tirtayasa: Banten provinsi baru. Universitas Trunojoyo: Jawa Timur, Gus Dur presiden. UPS: Tegal medan magnet, Maroef mendagri.

Setelah menjadi PTN, jumlah mahasiswa di kedua universitas itu membludak. Kabar penegerian UPS pun mendongkrak jumlah mahasiswanya. Artinya, penegerian perguruan tinggi swasta (PTS) berkorelasi dengan peningkatan jumlah mahasiswa. Makna lain, apresiasi masyarakat terhadap PTN lebih tinggi dibanding terhadap PTS, meski sesungguhnya tak sedikit PTS yang tradisi akademiknya sehebat PTN. Kata Budi Djatmiko, Kabid Organisasi APTISI (Asosiasi PTS Indonesia), penegerian PTS itu ibarat mengalih-asuhkan anak. Pihak yang diserahi tentu tidak akan gegabah menerimanya tanpa memastikan terlebih dahulu kecukupan gizi dan kesehatan si anak. Artinya, kehendak menegerikan PTS tidak dipicu oleh ketidakberdayaan PTS atau buruknya manajemen badan penyelenggara. PTS dinegerikan bukan karena terancam kebangkrutan, namun sematamata karena ia mampu, layak, dan memiliki keandalan komponen sistem dan gugus kinerja sistemnya. Demikian pula halnya penegerian UPS. Kalau begitu, kenapa proses penegerian UPS amat berliku? Itulah yang selalu dipertanyakan oleh sivitas akademika dan masyarakat. Ketidakpastian jawaban terhadapnya menimbulkan prasangka, janganjangan hal itu terkait dengan ketidakrelaan memindahtangankan sumberdaya UPS kepada negara. Ungkapan penegerian setengah hati, misalnya, mewakili prasangka itu. Lepas

dari soal itu, percayalah bahwa ikhtiar penegerian UPS pasti tak akan terhenti. Sejauh menyangkut penyelenggaraan pendidikan tinggi, negara ataupun prakarsa swasta sebetulnya sama-sama diikat oleh visi dan komitmen memajukan pendidikan ringgi. Visi dan komitmen itu diejawantahkan ke dalam tiga dimensi transformasi pendidikan tinggi: (1) kelembagaan; (2) riset dan publikasi ilmiah; dan (3) pembelajaran. Transformasi kelembagaan pendidikan tinggi meliputi tingkat-tingkat satuan pendidikan, nasional, dan global. Transformasi riset dan publikasi ilmiah berkenaan dengan peningkatan karya inovatif akademisi yang berdayaguna bagi pengembangan iptek dan kesejahteraan masyarakat. Juga perubahan tradisi kelisanan menjadi tradisi literasi melalui penelitian, penulisan, dan publikasi. Transformasi pembelajaran berpilarkan: (1) learning to think; (2) learning to do; (3) learning to be; dan (4) learning to live together. Pilar-pilar pembelajaran tersebut merupakan sokoguru manusia abad ke-21 untuk merespons arus informasi dan dinamika kehidupan yang berubah secara berkelanjutan. Mempeluangi pemberdayaan diri perguruan tinggi, bermakna mendorong dan menciptakan iklim kondusif bagi terpeliharanya otonomi keilmuan, pengelolaan pendidikan, dan pengelolaan kelembagaan. Ketiga dimensi otonomi itu, yang juga bermakna demokratisasi peng-

Bangjo Diberi Waktu

Uenak Bener

Mana Tanggungjawabnya

Bayar 3 Ribu PAK bupati neng Purwahamba Indah parkir motor bayare 3 ribu, tapi tulisan karcise Rp 250, masa karo mall luwih larang. Tolong ditertibna oh, padahal manjinge wis larang. 081931812xxx

GIMANA anak sekolah sekarang ngga bodoh-bodoh karena sering ditinggal sama gurunya yang suka demo maunya diperhatikan oleh pemerintah tapi mana tanggung jawabnya sama murid terutama pada para wali muridnya yang susah cari duit. 081327003xxx

Larang Temen CERITANE aku karo bojo refreshing maring OW Purin, yen mlebu bayar 3 rb/org tah lumrah , tapi yen parkir motor nang anjungan 3 rb kayong larang Temen. Padahal karcise mung 250 tok. Mohon pihak terkait untuk menertibkan. Makasih. 08156634xxx

Daning Tututp Mata?

Gajine Mundak Terus

Ngusai Dalan PAK Bupati tulung dalan ning ngarepe pasar Balapulang ditertibna soale becak, ojeg, karo dokar nguasai dalan, masa pan mlebu pasar bae kaya pan mlebu nonton bioskop mesti antri. Matur nuwun. 081548041xxx

Adol Gabah Murah AKU dadi wong tani ari adol gabah bisane regane murah bae adonge pemerintah mbatesi regane sing larang endah petani seneng. Dari Said ketua kelompok tani Jatirokeh. 085642249xxx

Program Padat Karya PAK walkot yth. Aku pan takon ana program padat karya belih? Sing bersih2 kali, saluran pembuangan / selokan sing pada mampet soale wis mulai ngrekicet ben aja pada banjir. 085842025xxx

Dalane Pada Ambles ASS…pak bupati lan dinas terkait enyong pan ngresula awit Padaharja anjog Maribaya ka dalane pada ambles

Penulis, dosen dan pemerhati sosbud

GURU-guru uenak bener di anak emaskan podo-podo pnse selain gaji bulanan iseh oleh dana verifikasi , murid libur guru melu libur, sing melas pns kesehatan akueh kerjaan gaji sedikit. 081228146xxx

TULUNG kepada instansi sing berwenang, lampu abang ijo/pengatur lalin nang wilayah Kota Tegal dipasangi waktu/detik kaya kota liyane. Trus lampune yen murup ijo/abang juga aja bareng (searah jarum jam) suwun. 081803936xxx

GURU wiyata bakti singkatane esih di Gugu lan ditiRU, tapi guru PNS singkatane ngangur karo turu gajine mundak teruuuuuuuus. 0815660xxx

elolaan pendidikan tinggi, tidak terpisahkan dari ikhtiar penyetaraan PTN-PTS dan peningkatan daya saing PT dalam negeri terhadap PT di negaranegara lain. Cukup menarik bahwa kini pengelolaan PTN-PTN didorong untuk menyesuaikan diri dengan amanat UU Badan Hukum Pendidikan —UU yang justru bersemangatkan “swastanisasi” manajemen pendidikan. Dari segi ini, “swastanisasi” PTN kira-kira senafas dengan konsep debirokratisasi pendidikan tinggi dan kebebasan menetapkan sasaran kinerja serta cara pencapaiannya. Kenyataan itu memancing pertanyaan apologia: manajemen PTN saja “diswastakan”, kenapa UPS malah minta dinegerikan? PTS-PTS yang hebat dan berwatak; badan-badan penyelenggara PTS yang cerdas visi dan komitmennya, tidak memilih penegerian sebagai strategi pengembangannya. Justru dengan visi keswastaannya mereka makin kreatif melancarkan strategi transformasi pendidikan tinggi demi memuasi masyarakat penggunanya. Ungkapan tersebut sama sekali tidak bermaksud mem-upus dukungan dan harapan penegerian UPS Tegal yang sejauh ini telah berubah menjadi tuntutan, bahkan opsi: negeri atau mati! Akhirulkalam, selamat merayakan Dies Natalis ke-30 dan menanti penegerian UPS Tegal. Vivat almamater! (*)

lan kroak kabeh padahal tembe di aspak wingi. Tolong dicek maning kualitas aspale. 085742920xxx

Malinge Operasi Terus PIYE??? Neng dukuh LamaranSitanggal-Larangan-Brebes saben wengi malinge operasi terus tapi pamong desa laka sing pada metu ari bengi. Apa perlu rakyat sing bertindak??. 085642258xxx

Endah Aman KIYE enyong kudune lapor nang sapa? Saben bengi maling ana sing pada manjing nang umah tapi pamong desane anteng-anteng bae, tulung pak Kades Sitanggal nang Lamaran endah aja ana umah sing dimalingi ora melas karo rakyate, endah aman lan tentrem. 085742043xxx

Aja Ngisin-Ngisina PRIMEN Pemkab Brebes, apa ora pada weruh apa sengaja ora weruh. Wong jalan sepanjang jalur KaligangsaLosari akehe pada rusak be didelangna. Sih priben angger kaya kuwe, tanggung hasile rakyat mbayar pajak. Dadi tolong lah pak diperbaiki, endah aja ngisinngisina ben nggo liwat pada penak. Apa maning jalur dalan kue jalur propinsi.

Matur nuwun pak. 08170913xxx

Terjadi Penjambretan PAK polisi tolong dong patroli di belakang Perumahan Taman Sejahtera (jalan ruslani HS 2) sering terjadi penjambretan . 085642506xxx

Kisruh Njaluk Diangkat PAYAH Kepsek SD Sampe SMA Kota Tegal bisane nerima guru honorer padahal kan wis ana aturan 2004 sing nglarang ngangkat honorer, dadine kaya saiki sing nggawe kisruh njaluk diangkat PNS mending duite kanggo kesejahteraan guru sing PNS, aja nggugu Pak Ikmal akeh ka masyarakat kere sing perlu sampeyan pikirna, tolong dibina Kepala Sekolah sing nyleneh kaya kuwe. 08578642xxx

Battu Besar Mengganggu MOHON solusi pak lurah debong Lor Jl. Sepanjang Metro sampai makam Kembar banyak sekali batu-batu besar di jalan mengganggu pengguna jalan mohon segera ditindaklanjuti dari pada terjadi gesekan warga. 085226620xxx

DANING tutup mata? Inyong pan takon presiden bae ana program satus dina lah pak bupati ana program satus seket dina ora dang bangunan fisik laka grenge dala sing kesuben anjok Slawi rusak akibat penjara ning Slawi kebobolan ana napi sing mlayu akibate giline rusak sipir pan ngejar eh kepaduk he he. Tolong di dengar pejabat yah.. 085642733xxx

Kepiben pemerataane? NASIBE guru swasta kepiben wis dadi guru negeri di sertifikasi maning wis sugih tambah sugih loken ora kepenak? Aku wis ngabdi lawas boroboro diperhatikna. Kepiben pemerataane? 087830493xxx

Jarene Pan Diaspal YTH bupati Tegal dalan desa Gembongdadi, dukuh ladon pimen? Jarene pan di aspal? Awit sing husnaba sampe ladon saiki esih rokel bae, padahal wis ana angkutan. Tolong pak melas oh pan lewat mendi maning lewat ngulon ya jembatane reot, engko jebur pimen? Tolong ya pak bupati karo lurah gembongdadi diaspal ya kena oh. 085865966xxx

Irigasine Semrawut BAPAK eksekutif karo legislatif, pimen donge nasib wong tani, saluran irigasine semrawut, dong udan kebanjiran dong terang ora keduman banyu, jare pengairane tenagane kurang. Pintu air 10 sing nyekel wong 1 pimen pan kopen??? 081902033xxx

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

METROPOLIS

3

RADAR TEGAL

Tuntutan Siswa YPT Terkabul

HERMAS PURWADI/RATEG

DIBEBASKAN - Aktifitas olahraga pelajar sekolah dasar kadang tanpa diawasi guru. Padahal, dari sinilah lahirnya atlet berprestasi dimulai.

TUNTUTAN para siswa SMK YPT yang meminta agar pihak sekolah transparan dalam penggunaan pungutan Rp 600 ribu untuk penunjang Ujian Nasional (UN) akhirnya dikabulkan. Direalisasikannya tuntutan tersebut setelah pihak sekolah mengundang perwakilan siswa kelas XII untuk audensi, Sabtu (30/1), bertempat di ruang pertemuan sekolah setempat. Sebelum audensi digelar, ratusan siswa kelas XII sempat melakukan aksi turun ke jalan hingga memaksa anggota gabungan Polresta Tegal bertindak. Petugas menggiring para siswa masuk ke halaman sekolah. Sementara, dalam audiensi Kasek SMK YPT, Drs Slamet, di-

dampingi pihak Yayasan Drs Sipon Zunaedi MPd menerima perwakilan siswa kelas XII untuk menyampaikan materi pokok yang selama ini mengganjal para siswa. Pihak sekolah juga mengundang Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringoringo dan Kasat Intelkam AKP Suwartoyo. Selama audiensi digelar, ratusan siswa yang menunggu hasil akhir pertemuan meneriakkan yel-yel disertai pembentangan beberapa poster yang isinya minta agar pisah sekolah transparan. Selang tiga jam, koordinator siswa, Aziz, bersama Ketua Osis keluar dari ruangan dan membacakan isi pertemuan tersebut. “Intinya kepala sekolah sepakat ke hal 9 kol 5

Menangkar Bibit Atlet Metropolis

BUTUH PERAN

AKTIF SEKOLAH BILA kita sempatkan melihat pola pengajaran olahraga ditingkat sekolah dasar hingga tingkat lanjutan atas sekalipun, tentunya pemandangan miris yang selalu kita dapatkan. Bocahbocah itu seakan dibebaskan berolahraga direrumputan alunalun, sementara sang guru memilih sarapan atau bercengkrama dengan sesama guru sekolah lain di tepian alun-alun.

METRO

Padahal, dari sinilah tongkat estafet lahirnya atlet berprestasi dimulai. Fenomena ini rupanya juga tertangkap oleh institusi yang memayungi cabang olahraga seperti Koni. Gagasan untuk menyatukan persepsi mencetak atlet prestasi usia dini kini pun mulai mengemuka. Ketua umum Koni, Drs Diding Sjafroedin, pun mengakui pencarian bibit atlet usia dini butuh dukungan pihak sekolah dan

peran aktif guru olahraga. “Kondisi sekarang memang perlu segera dibenahi,” katanya. Menurut dia, ada semacam fenomena bila guru olahraganya senang bola voli anakanaknya digiring untuk terus berlatih voli. Ini yang kadang membunuh bakat anak yang punya potensi di bidang olahraga lain. Di sisi lain, ketika si anak mulai menunjukkan prestasinya hasil tempaan diluar jam sekolah, si anak kesulitan mendapatkan perizinan pihak ke hal 9 kol 1

Tanah Pemkot Dipasang Papan Tekan Aset Hilang

WATCH Antisipasi Dampak Tol TOL Kanci-Pejagan sudah diresmikan dan akan diteruskan dengan pembangunan tol PejaganPemalang. Otomatis akan ada pergeseran transportasi yang semula melewati jalur Pantura menuju jalan tol. Kota Tegal bakal terlewati jalur cepat tersebut. Sejumlah pihak, terutama pelaku usaha sudah merasa was-was. Tol dikhawatirkan menyebabkan usaha di Tegal semakin redup, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini mengandalkan keramaian jalur Pantura. Tentu hal tersebut perlu diantisipasi agar dampak negatif jalan tol dapat bisa ditekan. Apa sebaiknya yang dilakukan pemerintah?

M SAEKHUN/RATEG

DIPASANGI PAPAN - Salah satu tanah milik Pemkot di Jalan Lele dipasang papan kepemilikan.

AGAR keberadaan tanah milik Pemkot Tegal, baik berupa sawah, perkantoran maupun eks bengkok tidak hilang, Pemkot melalui Bagian Pemerintahan Setda sejak setahun lalu melakukan pemasangan papan kepemilikan. Pemasangan tersebut terus dilakukan bersamaan pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM) pada tanahtanah yang belum bersertifikat. Kabag Pemerintahan Setda Kota Tegal, Hartoto, mengatakan, agar bisa terdata pihaknya secara bertahap melalui APBD Kota Tegal menganggarkan biaya pembuatan SHM pada tanahtanah Pemkot. Sedangkan untuk

HERMAS PURWADI/RATEG

BEREMBUK - Audensi kasek dan perwakilan siswa SMK YPT juga melibatkan aparat Polresta Tegal.

Komisi III Konsultasi ke KPID Soal Legalitas Radio Sebayu UNTUK memastikan langkah yang dilakukan benarnya, yakni merevisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 15 tahun 2008 tentang Pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sebayu pro FM. Komisi III DPRD Kota Tegal bersama sataf ahlinya bakal melakukan konsultasi ke KPID,

hal ini sekaligus untuk mengakhiri polemik keberadaan LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM yang berlarut-larut. Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Drs HM Nursholeh, mengatakan, hasil rapat internal komisi, serta saran dari staf ahli, untuk memastikan langkah yang harus diambil soal keberadaan Perda nomor 15 tahun 2008, tentang pendirinan LPP Lokal Radio ke hal 9 kol 5

ke hal 9 kol 5

Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722

Limbah Filet Segera Diatasi AROMA tak sedap yang disebabkan limbah filet membuat warga terganggu. Psalnya, arma tersebut tidak hanya tercium di sekitar PPI Tegal Sari saja melainkan menyebar hingga ke pusat kota. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Akt berjanji akan segera

AGENDA

menangani persoalan tersebut sehingga bisa segera diatasi. Menurutnya, saat ini Pemkot Tegal menggandeng Universitas Trisaksi untuk menangani bau tidak sedap yang disebabkan limbah filet. Langkah konkret lainnya adalah membersihkan pelabuhan serta menata saluran

pembuangan sehingga bau tidak sedap tersebut tidak lagi mengganggu masyarakat Kota Tegal. Hal itu, jelasnya, sejalan dengan program Tegal Sehat 2010 yang baru saja dicanangkan sehingga persoalan tersbut menke hal 9 kol 5

M SAEKHUN/RATEG

BAHAS MATERI - Komisi III DPRD menggelar rapat internal untuk menyiapkan pertanyaan yang akan disampaikan pada KPID Jateng.

Pasar Tiban Minggu Pagi di Kota Tegal

Berolahraga, Cuci Mata Sambil Belanja ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

SERIUS – Peserta seminar serius mendengarkan paparan dari para narasumber.

BIAS Gandeng PLN TEGAL – Yayasan Bina Anak Soleh dan PLN APJ Tegal, Minggu (31/1) menggelar seminar bertajuk ‘Edutainment Pendidikan Ynag Nyaman dan Menyenangkan’ di aula PLN APJ Tegal. Sebagai pembicara, Mr Amir Fasial, Mindset & Motivator Training Facilitator dari Jakarta mengupas habis bagaimana cara meningkatkan mutu tenaga pendidik sehingga memberikan dampak positif bagi anak didik. Dalam penjelasannya, Mr Amir Fasial mengatakan, pembelajaran sekurang-kurangnya mengandung makna serta upaya sadar dan terprogram memberdayakan SDM agar mampu ke hal 9 kol 1

CMYK

Ada pemandangan berbeda saat melintas di Kota Tegal di Minggu pagi. Kerumunan orang Nampak memenuhi deretan lapak pedagang dadakan di sejumlah titik. Bahkan, kehadiran pasar tiban menjadi salah satu tujuan sembari berolahraga pagi. Apa saja aktivitas yang ada di sana ? LAPORAN: R GUNAWAN MINGGU pagi kali ini jalanan di Kota Tegal sedikit basah, genangan air masih terlihat akibat derasnya guyuran hujan

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

RAMAI – Pasar tiban setiap Minggu pagi menjadi pemandangan menarik yang banyak menyedot perhatian warga.

semalam. Ratusan orang terlihat bersemangat menyambut hari dnegan berolahraga pagi. Tetapi, sebagian lainnya terlihat asyik memilih peralatan rumah tangga, pakaian, aneka mainan anak hingga binatang piaraan. Ya, di beberapa lokasi seperti halaman kantor pos besar Tegal, GOR Wisanggeni dan sepanjang Jalan Tantara Pelajar menjadi pusat pasar tiban yang menawarkan aneka dagangan dengan harga murah. Suasana seperti itu membuat masyarakat mulai dari anakanak hingga orang dewasa selalu menanti minggu pagi untuk berolahraga bersama sembari mendapatkan aneka kebutuhan yang ada. Didin (43) salah seorang pedagang mengatakan, pasar

tiban di sini berbeda dengan pasar pada umumnya. Pedagang tidak menjual sembako melainkan berbagai kebutuhan rumah tangga lain seperti peralatan rumah tangga, pakaian, aneka kue hingga tanaman dan binatang peliharaan. Setelah berolahraga, pengunjung biasanya beristirahat sembari sarapan pagi dan mencari berbagai kebutuhan atau barang yang ada. Di sini, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan pasar atau toko. Itulah sebabnya jumlah pengunjung yang datang lebih banyak dibandingkan pengunjung yang berolahraga. Tetapi, suasana seperti ini hanya bisa dinikmati setiap Minggu pagi mulai pukul 06.30 WIB hingga ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

ORMAS NU Telah Terdikte Kultur Politis SEJALAN dengan berkembangnya zaman, kini banyak orang menilai bahwa kesuksesan seseorang dilihat karena materi. Pandangan ini sah-sah saja, dan memang tidak dapat dipungkiri. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang mau melakukan aktifitas tertentu setelah ada iming-iming akan mendapatkan imbalan atau balasan. Namun pandangan yang kini sudah menjadi kultur di masyarakat tersebut tidak selamanya benar. DOK RADAR PEMALANG “Bagaimana Indonesia mau maju kalau Jabir al Faruqi kultur ini sudah sedemikian membudaya di masyarakat kita?” ujar Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jabir al Faruqi ketika memberikan sambutan dalam Konferensi Pimpinan Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/1) kemarin. Menurutnya, apa yang sudah terjadi di masyarakat hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Dalam hal ini mereka yang tengah berkecimpung dalam organisasi kemasyarakatan, dan secara khusus pada segenap jajaran PC Ansor Kab Pemalang. “Jangan sampai kultur politis merasuki kita. Kalau demikian yang terjadi, NU lama-lama tinggal nama saja,” tegas Jabir yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Nahdhatul Ulama lanjutnya, kini masih menggunakan huruf besar. Namun kalau dirusak secara pelan-pelan dengan membudayakan politis di dalam menjalankan organisasinya, akan menjadi huruf kecil semua. Dengan begitu, warga nahdliyin semakin lama semakin tenggelam dalam pusaran politik sebagaimana partai politik. “Disadari atau tidak, NU kini telah terdikte oleh budaya partai politik,” kata dia. Alumni IAIN Walisongo Semarang ini lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan Gus Dur selama hidupnya. Dimana banyak kalangan yang dekat dengan beliau, rata-rata mempunyai jabatan-jabatan dan posisi yang strategis. Kyai-kyai yang dekat dengan beliau juga mempunyai bangunan pondok pesantren yang lebih besar dan mewah. Akan tetapi pondok pesantren Gus Dur sendiri tidak demikian, karena yang ada di benaknya adalah bagaimana membesarkan NU bukan memperkaya dan mempolitisasi NU. (mg6)

PENDIDIKAN Ratusan Santri TPQ PawaiTa’arufKhotmilAlQur’an PEMALANG – Ratusan santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Sabtu (30/1) lalu, mengikuti kegiatan pawai ta’aruf. Kegiatan tersebut dalam rangkaian acara Khotmil Al Quran yang digelar oleh TPQ Zahrotul Hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Setempat. Kepala TPQ Zahrotul hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Bojongnangka Cahyati mengatakan, acara Khotmil Qur’an ke X sekaligus acara syukuran para santri yang telah khatam Al Quran lulus dikemas dalam berbagai kegiatan. Selain melakukan prosesi Khotmil Qur’an yang diikuti sebanyak 16 santri dalam bentuk wisuda santri juga diisi gebyar pentas seni islami, seperti nasyid, tari, puisi, pembacaan kitab inayah, kreasi tebak doa harian, bahkan pementasan fashion. “Dari semua kegiatan yang ada untuk memeriahkan acara ini, tergantung dari pada kreativitas para ustadz dan ustadah masingmasing,” katanya. Untuk acara inti Khotmil Quran dihadiri oleh para pentashih santri, panitia Imtas atau imtahan akhir santri, juga dihadiri para ustad dan ustadah beserta seluruh santrinya. “Untuk memeriahkan jalanya acara ini, sejumlah santri dari TPQ yang ada di Desa Bojongnangka juga ikut berpartisipasi yaitu mengikuti acara inti dan pawai taaruf yang juga diikuti oleh 16 santri yang telah diwisuda. Dan mereka cukup antusias,” imbuh Cahyati. Korcam Qiroati Pemalang 1 Darkono yang diwakili oleh ustad Zaenudin Mahmud dalam pengarahannya mengatakan, keberadaan pendidikan Al Quran itu sangat penting bagi masyarakat terutama untuk generasi muda agar beperilaku yang baik dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu, warga hendaknya harus ikut memiliki keberadaan TPQ yang ada di lingkungannya masing-masing. Harapannya agar TPQ-TPQ terus berkembang dan pendidikan Al Qur’an akan semakin maju. (mg1)

Siap Laksanakan UN Standar Nilai Kelulusan Masih 5,5 PEMALANG – Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN), baik untuk SD, SLTP dan SLTA yang diajukan membuat jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang tidak bisa berpangkutangan. Dinas betulbetul serius menghadapinya. Berbagai upaya telah disiapkan

untuk menghadapi UN dan UAS BN. “Persiapan UN dan UAS BN semua sudah dilakukan dan sekarang ini betul-betul sudah siap untuk melaksanakan,” kata Kepala Dindikpora kabupaten Pemalang Drs Sapardi MSi di sela-sela menghadiri acara rapat gudang dewan, kemarin. Pelaksanaan UN dan UAS BN yang akan dimulai pada bulan Maret, tepatnya tanggal 22 Maret 2010 nanti, kata Sapardi mengacu pada peraturan pusat

dan untuk di daerah harus bisa melaksanakannya. “Salah satu syarat utama kelulusan siswa standar nilai minimal 5,5 masih seperti tahun lalu. Oleh karena itu, agar siswa peserta UN dan UAS BN, semuanya dapat lulus maka pembinaan sistem UN hingga kini masih sangat diperlukan sebagai standarisasi kwalitas pendidikan, dan pelaksanaannya juga harus baik termasuk sistem pengawasannya juga harus baik pula,” paparnya.

Perlu diketahui, setelah komisi X DPR-RI memutuskan untuk melaksanakan ujian nasional (unas), para wakil rakyat berjanji akan membenahi sistem ujian tersebut tahun depan. Format baru unas bakal dirumuskan. Masukan dari berbagai pakar pendidikan bakal dipertimbangkan. Komisi X juga akan meninjau kembali PP nomor 19/2005 tentang standarisasi nasional pendidikan (SNP). Terutama, pada pasal 66 hingga 73 tentang pelaksanaan unas. Sebab, pa-

sal-pasal tersebut dinilai bertentangan dengan UU 32/2002 tentang sistem pendidikan nasional. Komisi X juga akan membantu Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam pengawasan. Juga memperbaiki pelaksanaan unas sebelum berlangsung secara serentak pada 22 Maret mendatang. Selain itu meminta komitmen kepala daerah untuk menjaga agar pelaksanaan unas jujur dan kredibel. (mg1/jpnn)

Ketua Terpilih Sejajar Bupati PEMALANG - Sebagai organisasi kader, Gerakan Pemuda (GP) Ansor perlu kembali ke khittah perjuangannya, yakni melakukan pembinaan kaderkadernya secara terus-menerus dan berkelanjutan. Pembinaan ini sangat perlu ditekankan agar kader-kadernya tangguh dan militan mampu dilahirkan Ansor. Sehingga kultur politis yang belakangan sudah membudaya pada sebagian besar organisasi kepemudaan tidak berlaku di Ansor dan NU pada umumnya. Kultur politis ini sudah merusak tatanan dan nafas perjuangan hampir di semua organisasi kepemudaan. Karenanya, sebisa mungkin GP Ansor bisa mengubah budaya tersebut, jangan malah tergoda atau malah membudayakannya. “Masak untuk mengikuti rapat saja, musti ada transportnya. Seperti organisasi politik saja,” ujar Ketua Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Jabir al Faruqi saat memberikan sambutannya dalam Konferensi Cabang GP Ansor di Aula Gedung NU Jl Pemuda Pemalang, Minggu (31/1) kemarin. Dalam reorganisasi periodik empat tahunan yang dihadiri Bupati Pemalang, pimpinan parpol PKB, PPP, Golkar, KNPI, tamu undangan, serta peserta konferensi tersebut, Jabir Al Faruqi menegaskan, konferensi harus bisa melahirkan pemimpin yang berkarakter. Yakni, pemimpin yang mampu membawa organisasi secara lebih elegan, baik dalam hubungannya dengan NU maupun dengan pemerintahan. Ketua terpilih lanjut dia, hendaknya mereka yang sejajar dengan bupati, pimpinan parpol, atau pimpinan organisasi lainnya di tingkatan kabupaten. Sejajar dalam arti cara berfikir, cara pandang, serta dalam membuat kebijakan-

kebijakan, bukan sejajar dalam arti kewenangan dan tugasnya. Sehingga GP Ansor mampu menjalin kerjasama dengan pemerintahan secara lebih baik. “Jangan sampai untuk bersilaturahmi atau audiensi dengan Bupati harus menunggu berbulan-bulan. Kalau ini terjadi pasti ada yang salah dengan kepengurusannya,” tegas dia yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Bupati Pemalang HM Machroes SH yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekda H Sumadi Sugondo SE MM MSi menyampaikan, pada prinsipnya sebuah organisasi yang mampu menjaga konsistensinya akan mampu memberikan sumbangsihnya bagi kemaslahatan umat. “Soliditas dan konsistensi kepengurusan dapat menjadi kekuatan yang besar, laksana bangunan yang kokoh karena mempunyai pondasi yang kuat,” tandasnya. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan dalam Alqur’an. Dimana untuk memiliki kekuatan besar, sebuah organisasi mesti mempunyai pondasi yang kuat. Tidak seperti buih yang senantiasa terombang-ambing ketika menghadapi berbagai tekanan. Bukan itu saja, dalam menjalankan roda organisasi, seluruh anggota GP Ansor mestinya tidak mempertanyakan apa yang diberikan Ansor kepada diri sendiri. Namun tanyakanlah apa yang bisa diperbuat dan disumbangkan bagi perkembangan dan kemajuan Ansor. “Berorganisasi itu bersambung rasa, tidak ada egoisme dari masing-masing pengurusnya,” terangnya. (mg6)

SUMITRO / RADAR PEMALANG

MARS ANSOR - Pengurus PAC Ampelgading sedang menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Ansor dalam Konferensi Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/1) kemarin.


BREBES & BUMIAYU

6

SENIN 1 FEBUARI 2010

RADAR TEGAL

Anggaran UN Rp 563 Miliar

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

LINTAS Jembatan Ciliang Hancur LARANGAN - Tingginya curah hujan selama sepakan terakhir mengakibatkan rusaknya sarana infrastruktur. Salah satunya, Jembatan Ciliang di Desa Kamal, Larangan. Jembatan panjang 12 meter yang menghubungkan Desa Pamulihan, Ketanggungan, itu, keadaanya benar-benar runtuh. Runtuhnya jembatan penghubung dua desa itu, menurut Kepala Desa (Kades) Kamal Johan Casmud, terjadi Kamis (28/1) malam. Diakuinya, malam itu hujan turun cukup deras dengan diikuti meluapanya air sungai. Ketinggian air malam itu mencapai sekitar 4 meter dan seluruh bantaran ikut tenggelam. Termasuk Jembatan Ciliang. Malam harinya jembatan itu akhirnya putus. Putusnya Jembatan Ciliang, lanjut Johan, karena tanah sekitarnya itu mengalami longsor sekitar 50 meter. ’’Sekarang keadaan Jembatan Ciliang benar-benar runtuh,” kata Johan saat dihubungi melalui ponselnya Minggu (31/1). ’’Warga semua selamat. Tidak ada korban,” lanjutnya. Dengan putusnya jembatan, menurutnya, otomatis aktivitas warga dua desa terhenti. Arus pengiriman produksi pertanian tidak bisa berjalan. Karenanya, dia berharap dari dinas terkait untuk secepatnya itu melakukan perbaikan jembatan. (din)

TersangkaKorupsiDiprediksiBertambah BREBES - Tersangka kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Brebes yang sekarang sedang ditangani oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), menurut aktivis sosial setempat Duryani, tersangkanya diprediksi lebih dari seorang. ’’Saya meyakini, tersangkanya nanti lebih satu orang,” kata Duryani saat dikonfirmasi, Minggu (31/1). Karena, lanjutnya, ini terjadi di pemerintahan daerah (pemda) yang waktu itu ada mekanismenya sendiri. Dikatakannya, ada orang-orang yang ikut bertanggung jawab, seperti kasus penjualan tanah di dua tempat yakni di Jalan A. Yani dan Jalan Jendral Sudirman. ’’Itu terjadinya tahun 2003, dan ada banyak pihak ikut di dalamnya. Jadi sebagai korupsi berjamaah,” kata Duryani. (din)

ABIDIN ABROR/RATEG

MOGOK MAKAN – Ratusan GTT-PTT Kabupaten Brebes terus melancarkan aksinya untuk memperjuangkan terbitnya SK bupati atas nasib mereka.

GTT-PTT Tetap Meminta SK Bupati BREBES – Meski telah ada pernyataan dari Bupati Brebes Indra Kusuma yang tidak bersedia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bupati, namun Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) melancarkan aksinya guna memperjuangkan nasib mereka. Menurut Koordinator GTTPTT M. Irwandi, aksi mereka akan terus dilakukan sampai tuntutan itu dikabulkan. Sementara, Bupati Brebes Indra Kusuma saat dikonfirmasi Jumat (28/1) lalu, tetap tidak mau mengeluarkan Surat Keputusan (SK) seperti diharapkan GTTPTT karena akan menyalahi aturan di atasnya. ’’Kalau memperjuangkan, kami siap. Namun, diterima tidaknya itu urusan pemerintah pusat. Bagaimana pun mereka adalah warga saya juga,” tandas Indra saat itu. Berlarut-larutnya aksi unjuk rasa menuai sorotan sejumlah elemen masyarakat. Sehingga

muncul wacana untuk menaikan gaji mereka dari yang diterima selama ini. Irwandi mengatakan, pihaknya tetap akan meminta SK bupati. ’’Sekalipun honor saya cuma Rp 50 ribuper bulan, tapi saya tetap minta SK bupati,” tegas Irwandi. SESUAI UMK Menurut Anggota Komite TK Pembina dan SDN 2 Brebes Ir Andi Cibando, gaji yang diterima GTT-PTT disesuaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK), asal dengan syarat yang bersangkutan tidak menuntut terbitnya SK bupati. Sebab, lanjut ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Brebes ini, jika mengharap itu sangatlah sulit. Karena kalau sampai bupati mengeluarkan SK, itu jelas menyalahi aturan di atasnya. Sebagai solusi terbaik, menurutnya, dengan menaikan penghasilan sesuai

standar upah minimum. ’’Saya kira, itu sebagai solusi terbaik. Ya itu asal tidak meminta SK bupati,” katanya. Lalu dari mana anggarannya? Dana untuk menaikan gaji GTTPTT, menurut ketua pengusaha muda ini, bisa diambilkan dari dana BOS serta komite sekolah. ’’Toh, ini sama-sama meningkatkan kualitas pendidikan. Jadi kenapa tidak menyisihkan dana Bos atau uang komite sekolah yang tujuannya itu untuk mensejahterakan mereka?” tandas Andi. Karenanya, lanjut Andi, sekolah dituntut transparansinya, yakni berapa sebenarnya dana yang diterima dan dikeluarkan dari sekolah. Sehingga, bupati perlu mengundang semua satuan pendidikan yang ada, dari TK hingga kepala sekolah menengah. Sedangkan untuk tenaga perawat yang puluhan tahun belum diangkat, dinas terkait perlu mencari solusi terbaik. (din)

Dari Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung NU Brebes

Berharap Mampu Berdampak Positif bagi Perkembangan NU di Brebes Sekretariat atau kantor bagi sebuah lembaga organisasi ibarat rumah tempat bernaung dan awal dari gerak nafas lembaga tersebut. Termasuk, sekretariat PCNU Brebes, yang menjadi tolak kegiatan yang ada. Dalam rangka meningkatkan kinerja dan efektivitas organisasi, PCNU Brebes mernganggap

perlu gedung yang lebih representatif. Bagaimana suasana dan harapan dari pembangunan gedung NU tersebut? LAPORAN: ISMAIL FUAD YA RABBI Bil Musthofa Baligh Ma Qosidana Waghfirlana Maamadho Ya Wasi’al Karomi, lantunan itu mengalun bertalu-talu mengiringi pelatakan batu pertama pemba-

ngunan Kantor PCNU Brebes oleh Ketua PWNU Jawa Tengah Drs H Muhammad Adnan disusul oleh pengurus PCNU setempat di Kompleks Kantor NU Jalan Islamic Centre Brebes Minggu (31/1). Suasana khusyu dan khidmat terasa saat itu. Beberapa ulama dan tokoh NU Brebes menyusul kemudian untuk meletakan pondasi gedung baru yang diiringi dengan gema doa dan salawat. Menurut Ketua PCNU Brebes H Athoilah Syathori, pem-

bangunan gedung baru tersebut merupakan impian lama warga nahdiyin agar memiliki kantor yang lebih representatif, sehingga diharapkan agar berakibat positif bagi perkembangan NU di Kabupaten Brebes. Dikatakannya, estimasi untuk merampungkan pembangunan gedung dibutuhkan dana setidaknya Rp 1,7 miliar. Saat ini, telah memiliki modal awal sebesar Rp 250 juta. Karenanya, sisa kekurangan pembangunan akan dilakukan melalui swadaya dan iuran warga

NU dan sumbangan pihak lain yang tidak mengikat. Ia menegaskan, warga NU di Kabupaten Brebes jumlahnya sangat banyak, jika ada kesadaran untuk menyumbang satu orang Rp 2000 saja, maka pembangunannya akan lebih cepat dan lebih ringan. Dijelaskannya pula, luas bangunan gedung baru tersebut 33 X 15 meter dengan dua lantai. Sedangkan dipilihnya hari tersebut, menurut dia, sekaligus bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) NU ke-84. (*)

DOK RATEG

Mungin Edhie Wibowo

MA Tak Batalkan UN BREBES - Anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah untuk penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2010 mencapai Rp 563 miliar. Jumlah tersebut masih dianggap belum mencukupi kebutuhan pelaksanaan UN 2010 secara maksimal. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Dikdasmen Kementerian Pendidikan Nasional Prof Dr Mungin Edhie Wibowo MPd MKon yang dikonfirmasi usai memberikan materi pada seminar ’Pelatihan Pendidikan Guru Tingkat Nasional’ oleh Brebes School di Gedung Pertemuan Hotel Dedy Jaya, Brebes, Minggu (31/1) mengemukakan, alokasi anggaran yang diberikan pemerintah untuk pelaksanaan UN tahun 2010 di seluruh Indonesia sebesar Rp 563 miliar masih kurang. Alasannya, menurut dia, sistem yang dilakukan dalam UN tahun berubah karena adanya ujian susulan, ujian ulangan serta UASBN serta ujian Paket A, B, dan C. ’’Kami akan mengajukan tambahan Rp 30 miliar lagi agar bisa maksimal,” katanya. Pengajuan tambahan anggaran tersebut, menurut dia, semata-mata untuk pelaksanaan UN agar sesuai harapan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Di samping itu,

sebagai kewajiban pemerintah sebagaimana amar MA agar tidak melalaikan peserta didik yang tidak lulus. ’’Bagi yang sakit ada ujian susulan, sementara bagi yang tidak lulus ada ujian ulangan. itu jelas butuh dana yang tidak sedikit,” tandasnya. Dijelaskan dia, UN akan bagi SMA/Sederajat akan dilangsungkan pada 22-25 Maret 2010, sedangkan untuk tingkat SMP sederajat pada 29 Maret hingga 1 April 2010. ’’Ujian ulangan bagi yang tidak lulus akan diadakan seminggu sesudah UN,” katanya. TIDAK DIBATALKAN Terkait dengan ketetapan hukum pelaksanaannya, Mungkin menegaskan, UN akan tetap dilaksanakan sebagaimana rencana awal. Adanya keberatan dan gugatan-gugatan hukum dari berbagai pihak, dianggapnya sudah selesai. Meski demikian, lanjutnya, dua Fraksi di DPR RI yang belum sepenuhnya menerima keputusan MA. ’’Fraksi PDIP dan PKS masih belum menerima, tapi Komisi X DPR RI sudah OK. Jadi akan tetap dilaksanakan,” ujarnya. Menurut dia, Putusan MA tentang penyelenggaraan UN yang menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi No. 377/ PDT/2007/PT.DKI, yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri No. 228/Pdt.G/2006/ PN.JKT.PST. Dalam Putusan MA tersebut tidak ada larangan untuk menyelenggarakan UN. Artinya, tidak ada putusan yang menyatakan UN dihapuskan. ’’Memang ada beberapa point perbaikan pada tergugat (pemerintah) agar melaksanakan beberapa gugatan dari penggugar. Tapi, itu tidak menghapus UN,” tambah dia. Poin tersebut, lanjut dia, di antaranya pemerintah dianggap melalaikan peserta didik yang tidak lulus UN, pemerintah wajib meningkatkan kualitas tenaga pendidik, sarana dan pra sarana pendidikan, sistem informasi, dan lainnya. (mg7)


BREBES & BUMIAYU

SENIN 1 FEBRAUARI 2010

7

RADAR TEGAL

PENDIDIKAN

Jalan Kabupaten Putus Kerugian Hingga Ratusan Juta

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

TEMUI SISWA - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMBS menguraikan tentang dunia perkuliahan di hadapan siswa SMA 01 Bumiayu.

Briefing Go to School BUMIAYU - Persaudaraan Mahasiswa Brebes Selatan (PMBS) menggelar kegiatan Briefing Go to School. Kegiatan ini berisi pengenalan dunia kampus bagi pelajar yang saat ini masing mengenyam pendidikan di tingkat menengah (SMA). PMBS sendiri merupakan organisasi mahasiswa yang menjalani kuliah di berbagai perguruan tinggi yang ada di Semarang. Yusni Mahardika Sofia, koordinator kegiatan mengatakan, tujuan utama digelarnya kegiatan tersebut adalah menumbuhkan minat dan memotivasi para lulusan SMA untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Hal tersebut dipandang penting sebagai salah satu upaya terkait peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kabupaten Brebes bagian selatan ini. ’’Sebagaimana kita ketahui, IPM Kabupaten Brebes masih berada di bawah kabupaten lainnya. Dengan semakin banyaknya lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan diharapkan akan dapat meningkatkan kondisi IPM saat ini,” jelasnya saat melakukan kegiatan di SMA Negeri 01 Bumiayu Sabtu (30/1). Karenanya, sebagai mahasiswa yang telah lebih dulu menyenyam pendidikan di kampus, PMBS menginginkan adanya perkembangan bagi lulusan tingkat SMA untuk bisa mendapat pendidikan di tingkat perkuliahan. Hal tersebut dilakukan dengan membantu memberikan informasi seluas-luasnya. ’’Untuk itu, kita akan menjelaskan mengenai institusi secara umum khususnya mengenai dunia kampus biar mereka memahami apa sih SKS, IPK, dan sistem perkuliahan serta gambaran singkatnya, yang tentunya sangat berbeda dari dunia menengah ke dunia perguruan tinggi,” lanjut Yusni. Kegiatan Briefing Go to School dilaksanakan di 15 SMA maupun sederajat yang ada di wilayah Selatan Kabupaten Brebes, dengan menurunkan sebanyak 44 mahasiswa yang kuliah di Semarang. Selain pengenalan dunia kampus, PMBS juga menggelar kegiatan tryout.Selain mahasiswa yang masih berkuliah, para alumnus PMBS yang saat ini sudah memiliki karir juga tetap memberikan perhatian terhadap kegiatan ini. (pri)

SALEM - Bencana longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Salem Sabtu (30/1), menyusul hujan lebat hingga sore hari memutuskan ruas jalan kabupaten Ciputih-Gandoang, wilayah Blok Mungkalmalang, Dukuh Tanggeran, Desa Ciputih, Kecamatan Salem. Camat Salem HM. Adnan SIP saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan kondisi yang terjadi di wilayah itu. Bencana ini, menurut Adnan, dipicu meluapnya Sungai Cigunung yang menyebabkan jebolnya tanggul penahan jalan di ruas jalan tersebut. ’’Ruas jalan yang rusak merupakan akses penghubung sejumlah pedesaan yang berada di wilayah Kecamatan Salem bagian timur menuju pusat pemerintahan. Longsor ini merupakan kali kedua yang terjadi di Kecamatan Salem selama Januari,” jelasnya. Longsor yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tersebut merusak tanggul jalan sepanjang 10 meter. Warga dibantu anggota TNI dari Koramil Salem berupaya menangani kondisi kerusakan, dengan membangun jembatan darurat terbuat dari bambu. Namun, tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Salem menghambat upaya penanganan darurat tersebut. ’’Hari ini (kemarin, Red) pengerjaan pembutan jambatan darurat baru dapat diselesaikan pukul 16.00 WIB. Namun, karena konstruksi jembatan terbuat dari bambu, jadi hanya sepeda motor yang bisa melaluinya. Sedangkan untuk roda empat

belum dapat melaluinya,” papar Adnan. Longsor yang menyebabkan terputusnya jalan kabupaten Ciputih-Gandoang berdampak pada terganggunya jalur transportasi, yang selama ini merupakan akses utama warga dari wilayah tersebut. Menurut Adnan, kemungkinan terjadinya longsor susulan dikhawatirkan kembali terjadi seiring masih tingginya intensitas hujan saat ini. Selain memutuskan ruas jalan kabupaten, bencana longsor juga menimbun enam jalan pedesaan di wilayah Desa Bentar. ’’Warga masih terus berupaya untuk membersihkan tanah yang menutupi badan jalan. Kami berharap, pemkab dapat membantu memulihkan kondisi yang ada saat ini dengan melakukan penanganan darurat, sehingga mobilitas warga bisa kembali berjalan normal,” ungkapnya. Pemerintahan Kecamatan Salem bersama jajaran Muspika dan dinas terkait masih melakukan inventarisir kerugian yang ditimbulkan bencana longsor tersebut. Di Kecamatan Salem, sepanjang Januari, bencana longsor telah terjadi di sejumlah desa dengan merusak jalan, rumah warga, dan tiga unit jembatan di Desa Pasir Panjang. ’’Bersama dinas terkait kami telah menginventarisir kerusakan tiga jembatan yang diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Sementara, untuk pemukiman warga masih kita inventarisir,” jelasnya. Sementara, di Kecamatan Bumiayu hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (30/1) menumbangkan pohon besar yang berada di

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

HALANGI JALAN – Warga tengah menyingkirkan pohon yang tumbang akibat hujan deras di ruas jalan provinsi Bumiayu-Salem karena menyebabkan kemacetan di jalur tersebut.

wilayah Pasar Hewan Bumiayu. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kemacatan panjang di ruas jalan provinsi BumiayuSalem. Beruntung, tumbangnya pohon tidak memakan korban jiwa. Kejadian itu merupakan kali kedua di wilayah Kecamatan Bumiayu. Sebelumnya, dua

batang pohon besar tumbang di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan. Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu Kuspramono mengatakan, puhaknya tengah melakukan pengecekkan terhadap kondisi sejumlah pohon pelindung jalan. ’’Pohon yang tumbang rata-

rata berusia lebih dari 30 tahun. Karenanya, saat ini kita melakukan pengecekkan untuk mengetahui jika ada pohon yang sudah keropos, sehingga dilakukan pemangkasan. Dan jika sudah dalam kondisi rawan, kita lakukan penebangan diikuti penanaman kembali,” jelasnya. (pri)

Dari Seminar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Brebes

SEMINAR

Dididik tentang Penanganan Persalinan dan Berebut Foto dengan Inneke Sambil menyelam minum air. Mungkin ini adalah peribahasa yang tepat bagi para bidan yang mengikuti seminar yang digagas Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Brebes. Mengapa demikian? LAPORAN: ISMAIL FUAD ISMAIL FUAD/RATEG

PAPARKAN MATERI – Narasumber memaparkan materi di hadapan ratusan guru yang mengikuti seminar nasional dan pelatihan pendidikan guru di Gedung Pertemuan Hotel Dedy Jaya, Brebes, kemarin (31/1).

Seminar Nasional dan Pelatihan Guru BREBES - Lembaga Brebes School untuk kesekian kalinya kembali sukses menyelenggarakan seminar nasional di Kabupaten Brebes Minggu (31/1), di Gedung Pertemuan Hotel Dedy Jaya, Brebes. Tiga ratusan lebih guru ikuti seminar nasional dan pelatihan pendidikan guru. Sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Ketua BSNP Pusat Prof Dr Mungin Edhie Wibowo MPd MKon dan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Ismed Yusuf SpKj. Mereka berdua membedah materi ’’Penjaminan Mutu pendidikan dan Profesi Kependidikan’’ dari berbagai prespektif psikologis dan pedagogik. Mungin mengemukakan, guru beperan penting dalam proses kelulusan siswa menghadapi UN 2010 nanti. Ukuran dan prinsip penyelenggaraan UN 2010 adalah accountable , obyektif, transaparan, efektif, dan efisien. Sehingga, lanjut dia, mestinya proses pendidikan harus berkorelasi dengan kelulusan siswa. Sementara Ismed, dalam pemaparannya lebih banyak menyentuh aspek psikologi peserta. Sehingga, peserta menjadi termotivasi dengan penampaian Ismed yang dibantu dengan ilustrasi visual menyentuh kalbu. Menurut Direktur Utama Brebes School Karno Roso SSos, seminar tersebut merupakan manifestasi dan media sosialiasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 63 Tahun 2009 tentang Penjaminan Mutu Sistem Pendidikan Nasional. ’’Tujuan kegiatan ini adalah membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan Permendiknas No. 63 Tahun 2009 agar benarbenar tepat sasaran yakni bersinerginya pemahaman penjaminan mutu pendidikan pada tenaga kependidikan,” katanya. (mg7)

SAMBIL menambah ilmu tentang membantu penanganan saat persalinan, para bidan yang mengikuti seminar bertema Hukum Kesehatan, Manajemen Konseling, Penggunaan Kontrasepsi dan Kepribadian, Keserasian Busana dan Makeup itu juga bisa meluapkan kegembiraan berjumpa dengan Inneke Koesherawati. Meski sudah jarang tampil di layar kaca, Inneke -bintang yang pernah populer pada dekade 90-an- tetap eksis sebagai publik figur. Dia beraktivitas tidak lagi pada dunia entertainer yang sempat membesarkan namanya, tapi masuk ke komunitas ibu-ibu dengan menjadi praktisi kecantikan. Ini pula yang dilakoni Inneke saat seminar bidan yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Brebes, di Hotel Dedy Jaya, Brebes, Sabtu (30/1). Kerinduan penggemar kepada istri dari Fahmi Dharmawangsa itu seperti tak terbendung. Usai menyampaikan materi tentang Konsep Kepribadian serta Keserasian

Busana dan Make Up, ratusan penggemar berebut bersalaman dengannya. Termasuk minta tanda tangan, hingga berharap bisa foto bareng. ’’Mumpung ada artis, mau foto bareng buat kenang-kenangan,” kata seorang ibu di antara kerumunan peserta seminar. Selain diisi oleh Inneke, seminar bertema Hukum Kesehatan, Manajemen Konseling, Penggunaan Kontrasepsi dan Kepribadian, Keserasian Busana dan Makeup itu juga menghadirkan pembicara lain. Yakni, Prof Dr Sarsito Rini dan dr Suryo Hadiyono SpOG/K. Ketua PC IBI Kabupaten Brebes Hj Siti Mazkiyah SH MMKes mengatakan, seminar tersebut merupakan upaya mendinamisasikan profesi bidang agar bisa menjawab tantangan dan perkembangan jaman ’’Bidan sekarang dituntut agar bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan perubahan perilaku merupakan salah satu keharusan bagi bidan. Sehingga bisa menjamin kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kebidanan,” tandas dia. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi kepada setiap bidan yang berperan penting membantu kelancaran proses persalinan. Acara berlangsung sangat menarik dan diharapkan memberikan tambahan pengetahuan kepada setiap bidan yang bertugas menangani persalinan. ’’Peserta yang hadir sekitar 720-an bidan se-Kabupaten Brebes,” imbuhnya. (*)

BARENG ARTIS Ratusan bidan berpose bareng artis kondang Ineke Kusherawati (ketiga dari kanan), yang menjadi narasumber seminar bidan di Hotel Dedy Jaya, Brebes, Sabtu (30/1).

ISMAIL FUAD/RATEG


SLAWI METROPOLIS

8

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

PILKADES Pelantikan Kades Telah Dibahas PROSES pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa (Kades) terpilih, hasil dari Pilkades Desa Cikura Kecamatan Bojong, yang dilaksanakan Selasa (26/1) lalu hingga kini masih dalam pembahasan oleh pihak kecamatan dan beberapa unsur pemerintahan desa setempat. Sehingga warga diminta untuk bersabar, sebab semua itu harus dilaksanakan sesuai prosedur birokrasi. Hal itu diungkapkan Camat Bojong Drs Ahmad Zamzami kepada Radar, kemarin. “Pembahasan pelaksanaan pelantiDOK.RATEG kan itu sendiri, sudah memasuki punDrs Ahmad Zamzami cak, tapi mengenai tempat masih terjadi tarik ulur. Lantaran inti dari permasalahan hanya untuk memangkas biaya pelantikan, agar tidak melambung tinggi namun meriah dan tertib,” ujar Zamzami. Dia menambahkan, sejauh ini masalah tempat masih dalam pembahasan, tetapi kemungkinan besar akan mengerucut untuk dilaksanakan di aula kantor kecamatan. Hal itu, agar makna pelantikan pimpinan desa bisa dirasakan di hati masyarakat Kecamatan Bojong secara langsung. Masih kata Zamzami, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan adalah momentum sakral, sehingga pemilihan tempatnya harus mencerminkan roh kedinasan dalam hal ini Pemkab Tegal. Tentunya, agar proses pelaksanaan Pilkades yang sudah berlangsung secara demokratis, aman, tertib itu, bisa dimaknai melalui pelantikan tersebut. “Pembahasan pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, harus dikonsep secara matang. Sebab, ini acara kedinasan yang sangat penting.” Lebih lanjut Zamzami menjelaskan, dari jumlah keseluruhan warga Desa Cikura yang mempunyai hak pilih ada 2795 orang. Dan sekitar 1799 orang diantaranya telah mengunakan hak suaranya saat Pilkades, kemarin. Artinya, setengah lebih warga telah menentukan pilihannya secara baik. Sehingga wajib diberikan suguhan prosesi pengambilan sumpah jabatan kepala desa sebaik mungkin. “Walau kades terpilih yakni Slamet Riyanto SPdI waktu itu sebagai calon tunggal, tapi yang namanya kepercayaan warga harus dipegang terus dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Untuk itu, proses pelantikan dan pengamblan sumpahnya pun harus benar-benar serius dan tidak boleh main-main,” tandas Zamzami. (k1)

MUSLIMAT

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BERLATIH - Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo (nomor dua dari kanan) saat berlatih menggunakan senjata Airsoft Gun bersama Kabag dan jajarannya di Mapolres Tegal, Sabtu (30/1).

Kapolres dan Anggota Saling Tembak Saat Permainan Air Soft Gun Merasuki Jajaran Polres Tegal KETEGASAN saling hormat, maupun harus selalu siap dalam menjalankan perintah atasan memang harus selalu ada di tubuh Polri. Namun, kepenatan dalam kinerja memberikan pelayanan masyarakat tersebut, nampak beda saat Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo bersama dengan jajarannya saling tembak-menembak dengan senjata tanpa perasaan takut saat dimulainya permainan olahraga Airsoft Gun yang kini mulai merasuki jajaran di Polres Tegal. Ya, kontak

senjata yang dilakukan mantan Kapolresta Magelang itu memang bukan dengan menggunakan Senjata Api (Senpi). Sebab, semua tembakan yang ditargetnya adalah hiburan saja guna melepas penat dalam kesibukannya selama ini. Termasuk anggotanya pun, kini nampak akrab dan tak pandang apakah itu pimpinannya terlihat saling akrab saat mereka menjadi tim dalam olahraga permainan Airsoft Gun. Sekilas, bentuk senjata Airsoft Gun yang digunakan sebagai sarana penghibur tersebut, memang terlihat persis dengan aslinya. Hanya saja memang, peluru dari senjata AirSoft Gun tersebut tidak membuat fatal bagi mereka yang menjadi targetnya. Namun memang meski tidak membuat

fatal bagi sasarannya, peluru yang berbentuk bulat kecil-kecil tersebut bisa membuat badan langsung bentol. Termasuk rasa sakit pun akan bisa dirasakan pada malam harinya. Karenanya, tak sedikit kini anggota Kepolisian Resor Tegal saat menjalankan tugasnya di lapangan, mereka menggunakan senjata Airsoft Gun. Ini dipakai menghindari adanya hal yang tidak diinginkan. Namun memang, senpi aslinya pun tetap dibawa guna menghadapi pelaku tindak kriminal lainnya yang sewaktu-waktu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. ‘’Permainan olahraga Airsoft Gun ini kami lakukan bersama anggota, guna membina kekompakan. Termasuk sebagai wadah drill kring atau latihan

Pemberian Kredit UKM Dipertanyakan HARVIYANTO/RADAR SLAWI

KONFERENSI - Beberapa pengurus ranting Muslimat se wilayah Kramat saat mengikuti pelaksanaan Konferensi IV PAC Muslimat NU Kramat.

Nurroah Kembali Pimpin Muslimat NU Kramat KRAMAT - Dalam konferensi pemilihan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kramat di gedung MTs Islamiyah Larangan, Minggu (31/1) kemarin, Nurroah yang juga sebelumnya memimpin PAC Muslimat NU Kramat periode 2005-2010 kembali memperoleh suara terbanyak. Dengan perolehan 14 suara dari jumlah ranting yang ada, sehingga Nurroah akan kembali memimpin PAC Muslimat NU Kramat periode 2010-2015 ke depan. Sementara untuk posisi Wakil Ketua diraih oleh Hj Umu Kulsum. Ia berhasil memperoleh 12 suara. Panitia konferensi Muslimat NU Kramat Dra Hj Nur Khasanah mengaku, dalam proses pemilihan pengurus PAC Muslimat NU Kramat, terdapat empat calon yang maju dalam proses pemilihan. Mereka diantaranya Muslicha, Turyami, Hj Umu Kulsum dan Nurroah. Dari hasil perhitungan suara dari 20 suara yang ada, Nurroah berhasil mendapatkan 14 suara disusul Turyami 3 suara, Maslicha 2 suara dan Umu Kulsum 1 suara. Sementara perolehan suara untuk posisi wakil ketua, suara terbanyak diperoleh Umu Kulsum 12 suara disusul Maslicha 4 suara, Taryumi 3 suara dan Sholicha 1 suara. “Meski dalam konferensi terdapat 100 peserta yang hadir, namun secara aturan hanya 60 orang yang berhak untuk menentukan suara. Mereka terdiri pengurus masing-masing ranting Muslimat NU di wilayah Kecamatan Kramat. Dan masing-masing ranting ada tiga orang yang memiliki hak suara, meski demikian dalam pemilihan pengurus tingkat anak cabang, masing-masing ranting hanya mendapatkan satu suara,” terangnya. Dari hasil perolehan suara tersebut, tambah Nur Khasanah, secara mutlak kepengurusan PAC Muslimat NU Kramat akan kembali dipimpin oleh Nurroah. “Kami sebagai panitia pelaksana melihat proses pemilihan pengurus PAC Muslimat NU Kramat cukup baik dan bersih,” ujarnya. Sementara Nurroah mengaku, pihaknya tidak menyangka kembali terpilih menjadi Ketua PAC Muslimat NU Kramat. Meskipun awalnya sudah banyak anggota Muslimat yang mendukung, namun pihaknya tidak memiliki ambisi apapun untuk kembali memimpin. “Kalau ini yang dikehendaki oleh para anggota PAC Muslimat NU Kramat, ya saya akan berusaha menjalankan tanggungjawabnya sampai batas waktu kepemimpinan,” tandas Nurroah. (cw3)

PROGRAM Pemberian dana bantuan kredit bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Tegal dipertanyakan efektifitasnya. Pemkab dinilai tidak selektif dalam memberikan bantuan kredit tersebut selama ini. Sehingga, besarnya bantuan kredit UKM yang diberikan oleh pemkabsama rata, tanpa memandang tingkat potensi pengembangan usaha sebuah UKM. Selain itu, pemberian bantuan kredit UKM juga disinyalir menjadi proyek ‘’bancakan” oleh sejumlah oknum. Pasalnya, hampir sebagian besar penerima bantuan kredit UKM mengaku dana yang diterima mereka itu telah ‘’disunat”. Bahkan tidak jarang pula ditemukan adanya penerima bantuan fiktif, atau adanya penyimpangan sehingga dana Bantuan kredit yang seharusnya diterima itu ‘’menguap” tanpa bekas. Kejadian tersebut sangat disayangkan anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tegal, Bahrun SH. Dia yang semula mendukung adanya pemberian bantuan kredit UKM, mengaku kecewa atas terjadinya sejumlah penyimpangan dalam perguliran bantuan tersebut. ‘’Sejak awal saya sangat mendukung adanya program bantuan kredit UKM. Karena bantuan ini dapat memproteksi UKM-UKM yang ada dari gejolak paska pemberlakuan era perdagangan bebas (AFTA). Tapi sayangnya, pelaksanaan program ini sudah jauh menyimpang dari tujuan awalnya,” ungkap Bahrun. Menurut Bahrun, yang tidak

kalah pentingnya, adalah tingkat selektifitas penerimaan dana bantuan kredit UKM. Karena selama ini, menurutnya, Pemkab Tegal masih belum melakukan seleksi terhadap penerima bantuan kredit UKM tersebut. ‘’Mestinya pemkab bisa selektif. Artinya, pemkab agar memilah-milah antara penerima UKM yang berpotensi, kurang, atau tidak berpotensi. Kalau sudah dipilah-pilah, pemberian dana bantuan agar pula dibedakan nominalnya, menyesuaikan dengan bidang usahanya masing-masing. Dengan pemberian dana secara proporsional seperti ini, diharapkan bantuan itu dapat terus digulirkan dan UKM dapat berkembang lebih baik,” terang Bahrun. Bahrun juga menilai, terdapat celah yang sangat lebar yang dapat dipergunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk melakukan penyimpangan terhadap pelaksanaan program bantuan kredit UKM. Namun sayangnya, celah tersebut terkesan seperti terus dibiarkan.

‘’Mestinya, semua pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan program bantuan kerdit UKM ini dapat duduk bersama guna merumuskan pemecahannya. Diantaranya dengan merumuskan sistem pengawasan secara terpadu di semua lini, sehingga dapat menekan seminimal mungkin kebocoran atau penyimpangan yang terjadi,” ujar Bahrun. Bahrun berharap, pelaksanaan program pemberian bantuan kredit UKM tersebut dapat lebih dioptimalkan. Sehingga pemberian bantuan kredit UKM itu tidak hanya terbuang percuma. Meskipun pemberian bantuan kredit itu, lanjutnya, bersifat hibah. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, pemotongan dana bantuan kredit UKM telah terjadi di sejumlah wilayah. Sejumlah pemilik UKM mengaku, dana bantuan kredit UKM tahun 2009 yang semestinya diterima sebesar Rp 5 Juta, ternyata telah ‘’disunat” oleh oknum tak bertanggung jawa dan hanya diterima sebesar Rp 2 Juta. (aan)

menembak yang tidak menggunakan peluru tajam. Sehingga manfaatnya dengan penggunaan Airsoft Gun ini diantaranya tidak mengeluarkan biaya banyak, termasuk keamanan dan keselamatan bagi penggunanya sendiri. Sebab, penggunaan atau pemungsian senjata Airsoft Gun sendiri tidak jauh beda dengan Senpi. Hanya saja berbeda dari segi pelurunya saja,’’ terang Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE, Sabtu (30/1) kemarin. Sehingga, lanjut Wahyu, bagi personil yang memegang senpi saat bertugas, bisa terus berlatih dengan Airsoft Gun ini. Dengan terus berlatih, dalam penerapan penggunaan senpi juga bisa sesuai dengan bidikannya. (agus wibowo)

Anggaran Pengadaan Listrik Kurang TAPD Dinilai Salah Besar SLAWI - Anggaran pengadaan jaringan instalasi listrik di sekitar Dukuh Randusari Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara sebesar Rp 100 juta dinilai kurang oleh anggota DPRD Kabupaten Tegal. Pasalnya, anggaran sebesar itu, kalau digunakan sebenarnya hanya bisa untuk membeli tiang beberapa biji saja. Sedangkan keperluan kebutuhan lainnya, kemungkinan besar tidak akan terpenuhi. Sehingga, rencana program yang bakal digelontorkan instansi terkait di lingkungan pemkab bisa dikata terancam mangkrak atau muspro. Lantaran program tersebut tidak tepat sasaran. Sebab, pengadaan tiang listrik itu sendiri akan sangat sulit untuk menembus lokasi padukuhan. Dan kalaupun dipaksakan bisa memberatkan warga, yang nantinya dimintai swadaya atau iuran tambahan. Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bambang Romdhon Irawanto kepada Radar Jumat (29/ 1), usai meninjau lokasi menyatakan, kondisi tersebut harus secepatnya diperhatikan pihak instansi terkait di lingkungan pemkab dengan mencarikan

DOK.RATEG

BR Irawanto

solusinya, dalam arti menambah anggarannya lagi. Tentunya, agar program pengadaan jaringan listrik tersebut bisa menjangkau semua lokasi di sekitar Dukuh Randusari, yang puluhan tahun belum teraliri listrik. Menurut Irawanto, kalau melihat kondisi di lapangan, yang lokasinya terisolir dengan jarak tempuh panjang dan dipenuhi tanjakan terjal, anggaran sebesar itu tidak mungkin cukup. Masih kata Irawanto, di sini anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) patut disalahkan, karena telah menganggarkan proyek prioritas tidak sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk itu, mereka harus bertanggungjawab jika pelaksanaan proyek itu terbengkalai, karena kekurangan anggaran. (k1)


ENTERTAINMENT

SENIN 1 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Sering Bertengkar Karena Persepsi PRESENTER, Ersa Mayori terbilang sepi gosip miring. Namun siapa sangka kalau ternyata rumah tangganya tak selalu adem ayem. Ersa dan suami sering bertengkar karena salah persepsi. Setiap harinya, Ersa harus berangkat pagi untuk membawakan acara infotainment di salah satu TV swasta. Maka tak jarang Ersa tak sempat bertemu anaknya. Ia baru bertemu kedua anaknya, Aiska Fairana dan Talula Malaika saat siang hari. “Aku kan sering siaran pagi. Jadi jam 5 pagi itu sudah jalan, nggak sempat ketemu anak. Jadi penting banget komunikasi. Menjelaskan kepada anak, kenapa aku harus kerja pagi-pagi. Tapi setelah pulang kerja, aku bisa main-main lagi sama anakanak,” kata Ersa saat ditemui di salah satu acara di Hotel Intercontinental, Jakarta Pusat, Sabtu (30/1). Bagi Ersa, membuat suasana hangat tak hanya dilakukan di rumah. Saat berada di mobil pun, Ersa dan keluarga berusaha memanfaatkan momen tersebut untuk saling cerita. “Kita sering nonton TV bareng, ngobrol bareng. Yang penting memanfaatkan quality time. Quality time itu bisa di mana saja. Nggak harus di rumah. Kadang di jalan kalau lagi macet, kami sering bercanda di dalam mobil,” lanjut Ersa. Namun tak jarang antara Ersa dan suami, Otto Satria Jauhari terlibat pertengkaran kecil. Biasanya lama pertengkaran dikarenakan selalu salah persepsi. (ebi/ebi)

Ersa Mayori DEMIAN

Bongkar 66 Trik Sulap PESULAP sekaligus suami dari presenter Yulia Rachman, Demian Aditya membongkar 66 trik sulap termudah sampai tersulit. Apa tak takut dibilang melanggar kode etik pesulap? “Banyak yang tanya kode etik tentang rahasia sulap, cuma di sini yang dimaksud dengan melanggar kode etik adalah merugikan orang lain. Tapi di sini tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar kode etik,” kata Demian saat peluncuran buku terbarunya dengan judul ‘Do The Magic with Demian and d’Four’ di Gramedia Depok, Minggu (31/1). Demian tak bermaksud melanggar kode etik pesulap dengan membongkar trik-trik

sulap. Hanya saja akhir-akhir ini banyak oknum pesulap yang ingin naik pamor di tahun 2009 lalu. Demian ingin mengajak pencinta sulap agar tidak tertipu. “Tujuan awalnya karena di luar sana banyak tokoh-tokoh sulap yang ingin naik di 2009 ini untuk dimanfaatkan oknum pesulap. Kita ingin merangkul para pecinta sulap agar belajar dan tidak tertipu sama para oknum pesulap itu,” jelasnya. Soal mengapa hanya 66 trik sulap yang dibongkar, Demian punya alasan lengkapnya. “Kenapa ada 66, karena itu angka kesukaan saya, harganya juga Rp 66 ribu. Saya nggak percaya angka 6 itu sial, buat saya itu angka hoki,” ujarnya. (ebi/ebi)

hatian terkait pembinaan dari Koni. Dia mengaku telah menyiapkan rangsangan berupa uang pembinaan bagi atlet pelajar yang kelak bisa mengukir prestasi ditingkat Jawa Tengah. Lantas bagaimana dengan Disdik? Intitusi yang memberikan kebijakan pada sekolah untuk meluluskan atletnya berprestasi di bidang olahraga itupun seakan mulai terpanggil untuk merubah paradigmanya. Namun formula yang bagaimana nantinya untuk memberikan dispensasi pada atlet prestasi terkait perijinan berkompetisi atau berturnamen memang kini sedang dalam kajian. Umpan kedua dinas tersebut kini rupanya mulai ditangkap oleh Koni. “Kami akan menurunkan tim pemandu bakat untuk mengontrol pola kegiatan Popda nanti. Setidaknya dengan metode ini,

kami terbantu menditeksi kemampuan atlet dimasing-masing cabor yang layak untuk mendapatkan pembinaan intensif,” terang Diding. Diapun mengakui bila atlet prestasi tetap dibebankan pada sekolah, tentunya hal ini sulit untuk dilakukan dalam pola pembinaan secara intensif. “Pola yang paling pas memang pengurus cabor yang kita payungi yang berhak melakukan pola pembinaan. Disamping didukung sarana dan prasarana, pelatih dimasing-masing cabor tahu betul porsi pelatihan untuk pematangan bibit atlet prestasi,” ujarnya. Pihaknya juga telah berupaya melakukan iventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki masingmaisng cabor binaannya. Bola penangkaran atlet sekolah berprestasi bakal digulirkan. Kini tinggal kebijakan Disdik untuk memberikan pe-

luang pada siswanya yang berprestasi dibidang olahraga untuk tetap bisa menempa diri dengan statusnya yang kini sedang disandang sebagai pelajar. Tak dipungkiri agenda sekolah yang belakangan ini menuntut keseriusan siswanya, apakah bisa memberi peluang siswa untuk tetap berlatih?. Ini belum lagi faktor keluarga yang kadang justru tak merelakan anaknya menghabiskan waktu untuk sebuah prestasi olahraga ketimbang mengejar prestasi dibidang akademik. Namun dengan dihargainya prestasi olahraga oleh pemerintah saat ini, seyogyanya bisa dibarengi dengan penghargaan sekolah, paling tidak berupa kelonggaran mengikuti rutinitas belajar demi mendongkrak lesunya prestasai olahraga putra daerah. Kita tunggu! (hermas purwadi)

kreasi dan modeling serta selalu cerah dan tersenyum di depan sswa. Peningkatan kualitas tenaga pendidik mutlak diperlukan sehingga tidak hnaya bangunan fisik yang diperhatikan saja. Pengembangan SDM akan meningkatkan kualitas anak didik sehingga mampu menjadi generasi penerus yang memiliki segudang kelebihan. Dengan konsep tersbeut, diharapkan tenaga pendidik bisa memainkan peranannya

untuk memberikan yang terbak sehingga setiap materi yang diberikan akan menjadi modal bagi anak didik saat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi atau terjun langsung di tengah masyarakat. “Seperti apa wajah bangsa ini di masa mendatang tergantung apa yang sedang dilukis saat ini,” katanya. Humas PLN APJ Tegal Slamet Sunarto menyambut baik seminar yang diperuntukan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pembela-

jaran. Dalam hal ini, pihaknya juga mencoba mengikis kesan eksklusif PLN dengan berbagai fasilitas ang ada. Menurutnya, masyarakat bisa memanfaatkan apa yang ada serta tidak perlu ragu untuk berkoordinasi sehingga pihaknya bisa menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. “Kami mendukung semua kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi perkembangan masyarakat Tegal dan sekitarnya,” terangnya. (gun)

Berolahraga, Cuci Mata Sambil Belanja dari halaman 3 11.00 WIB. “Pengunjung dari luar kota juga banyak berkunjung setiap Minggu pagi,” katanya. Pedagang lainnya Tono (49), membenarkan jika keberadaan pasar tiban menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa dite-

mui setiap hari. Itulah sebabnya berbagai lapisan masyarakat tumpah ruah untuk mendapatkan berbagai barang dengan harga murah sembari berolahraga bersama teman maupun keluarga. “Di sini apa saja tersedia dengan harga murah meriah,” terangnya.

PUNYA pasangan yang berprofesi sama sangat men g u ntungkan. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Sigi Wimala dan Timo, suaminya, yang berprofesi sebagai sutradara. Sigi memulai debut penyutradaraan melalui sebuah film Indie, berjudul ‘Gay Atau Tidak’. “Dia nggak mau diajarin (tentang buat film, Red.) ama gue. Gue cuma nemenin aja di lokasi, nyantai sambil makan-makan,” papar Timo saat ditemui di suatu acara, Jumat (29/1). “Nggak tahu kenapa, entah gengsi atau nggak, pokoknya gue mau dia nggak ikut campur dalam pembuatan film gue. Biar lebih fair aja. Apalagi dia juga kan ada proyek, mendingan kita jalanin aja proyek masingmasing. Tapi kadang aku tetap sharing,” sambung Sigi. Saat menyutradarai film tersebut, kondisi Sigi tengah mengandung anak pertamanya. Namun Sigi tetap saja aktif dan sibuk menjalankan pekerjaannya, tanpa mengalami kendala yang berarti, terutama untuk soal emosi. “Ya, sebenernya sih kalo kata banyak orang, hormonnya lagi nggak balance. Tapi karena aku orangnya emang

nggak bisa diem, ya udah dijalanin aja. Buktinya sekarang ini hasilnya (sambil menunjukkan pialanya),” kata Sigi pede. Sigi memenangkan penghargaan untuk kategori Jury Prize untuk film Indie pertamanya tersebut. Namun

demikian, Sigi tetap saja emosinya nggak bisa setenang saat kondisi tubuhnya normal.“Tapi emang bener, kalo lagi hamil banyak penilaian yang kadang suka subyektif, kadang obyektif. Jadi nggak balance,” akunya. (kpl/buj/bun)

Komisi III Konsultasi ke KPID dari halaman 3 Sebayu pro FM dalam waktu dekat akan mendatangi KPID di Semarang. Walaupun hasil rapat komisi sudah ada putusannya, yakni merevisi Perda tersebut. Namun proses perijinan terus berlanjut, soal kelengkapan perijinan saambil menunggu revisi Perda selesai Walikoata diminta menunjuk dewan pengawas dan dewan direksi sementara. “Sebenarnya kami telah melakukan konsultasi ke biro hukum Propinsi Jateng bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominf), dan Bagian Hukum Setda Kota Tegal. Namun hasil konsultasi tersebut belum final, sehingga kami kembali melakukan konsultasi ke KPID,” kata Nur-

sholeh. Menurut Nursholeh, pihaknya berharap keberadaan LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM tidak lagi dipolemikan, tapi kita bersama-sama cari solusi terbaik agar keberadaannya legal. Sebab, telah dilengkapi ijin dan persyaratan didalamnya. Apalagi keberadaan radio Sebayu cukup bermanfaat sebagai tempat penyaluran informasi dari Pemkot dan DPRD kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Tegal. “Kalau mau cari kelemahannya, kami yakin proses perijinan LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM tak akan ada selesainya. Namun mari kita duduk bersama, untuk mencari solusi terbaik atas masalah LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kota Tegal Heri Budiman, karena keberadaan LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM untuk kepentingan publik, maka kita harus mendukung proses perijinannya dengan catatan jangan menyalahi aturan yang ada. Sehingga keberadaan LPP Lokal Radio Sebayu Pro FM benar-benar legal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Tegal. “Sudah saatnaya akhiri polemik LPP Lokal Radio Sebayu, karena kami meminta semua pihak jangan terlalu dengan egonya masing-masing. Yang penting proses perijinannya, serta kelengkapan persyaratannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” ungkap Heri. (hun)

dari halaman 3 jadi salah satu agenda yang akan dijalankan. Pihaknya juga berharap partisipasi dari masyarkat sekitar untuk selalu menjaga kebersihan khususnya limbah filet sehingga bisa ditangani dengan baik. Dengan demikian, upaya yang dilakukan Pemkot bisa memberikan hasil maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga aroma tidak sedap

dari limbah filet bisa segera diatasi. “Tentu dukungan masyarakat selalu kami nantikan sehingga persoalan tersebut bisa segera ditangani,” terangnya. Ki Barep, Ketua Pepadi sekaligus warga Tegal Sari menyambut baik upaya yang akan diambil oleh Pemkot Tegal. Menurutnya, penanganan limbah filet tidak hanya diharapkan masyarakat sekitar tetapi warga Kota Tegal pada umumnya.

Pasalnya, limbah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan warga meskipun sedang berada di dalam rumah. Dengan rencana penataan ulangs aluran pembuangan, diharapkan persoalan klasik yang sudah lama terjadi tersebut bisa segera ditangani hingga tuntas. “Kami akan mendukung dan menunggu hasil yang akhir yang akan dilakukan oleh pemerintah,” tukasnya. (gun)

Tuntutan Siswa YPT Terkabul dari halaman 3 menurunkan iuran pendukung UN dari Rp 600 ribu menjadi Rp 580 ribu. Dimana try out yang mestinya digelar 3 kali, tahun ini cukup digelar dua kali. Dan biaya sekali try out senilai Rp 5 juta akan dikembalikan pada 275 siswa,” terangnya. Selain itu, menanggapi tuntutan kedua, dimana para siswa menginginkan keharmonisan hubungan antara kepala seko-

lah dengan guru, juga diwujudkan dengan upaya saling bersalaman diantara mereka. Riuhnya suasana memaksa Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringoringo mengambilalih acara di tengah-tengah lapangan untuk menjelaskan secara rinci hasil pertemuan yang baru digelar. “Intinya, pihak sekolah meluluskan apa yang kalian minta. Dan kini saatnya Anda kosentrasi belajar menjelang UN.

Untuk iuran UN disamakan dengan iuran seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 580 ribu. Untuk tahun lalu pemerintah memang menysubsidi Rp 50 ribu per siswa. Tapi tahun ini belum ada,” terangnya. Usai mendengarkan keterangan petugas, ratusan siswa melenggang meninggalkan halaman sekolah. Sementara para guru dan kasek melanjutkan acara keakraban dengan saling berpelukan. (her)

Tanah Pemkot Dipasang Papan

BIAS Gandeng PLN dari halaman 3 menghadapi realita hidup saat ini dan masa depan. Penyesuaian gaya mengjar guru dengan gaya belajar siswa juga harus diperhatikan sehingga setiap materi yang diberikan bisa diserap dengan baik. Performansi guru di depan kelas juga diperlukan untuk mengembangkan imaginasi dan sifat-sifat mulia para siswa. Dibutuhkan pula pengembangan bakat, mengajak ber-

Hamil, Jadi Tak Balance

Limbah Filet Segera Diatasi

Butuh Peran Aktif Sekolah dari halaman 3 sekolah ketika harus bertanding diluar kota untuk mengasah jam terbangnya. Gagasan menggelar secara rutin Pekan Olahraga Pelajar (Popda) tingkat kota yang sudah menjadi agenda tahunan pun kini dijadikan semacam “teropong” untuk menditeksi bakat pelajar diberbagai cabang. Kepala Disporabubpar Kota Tegal, Ir HM Wahyudi, seakan tak ingin ajang Popda tahun ini hanya sebatas event rutinitas bagi atlet usia pelajar semata. “Kami berencana mengundang seluruh guru olahraga untuk mengakomodir siswanya yang bakal turun disetiap cabang olahraga yang dilombakan,” katanya. Selebihnya, juara dari pentas tahunan tingkat kota ini nantinya bisa mendapatkan per-

SIGI WIMALA

Desi (33), salah seorang warga mengaku sengaja mampir ke pasar tiban usai berolahraga bersama keluarga. Aneka barang mulai pecah belah hingga mainan anak tersedia lengkap. Tetapi, waktu berjualan yang singkat membuat pngunjung harus cepat memilih.

Keberadaan pasar tiban menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sehingga mam p u m e m b u a t s u a s a n a yang biasanya sepi menjadi ramai. “Bagi kami kberadaan pasar tiban sangat membantu sekaligus menjadi sarana hiburan di Minggu pagi,” tukasnya. (*)

dari halaman 3 menghindari penggunaan lahan milik Pemkot, pihaknya melakukan pemasangan papan kepemilikan terhadap tanahtanah Pemkot yang sudah memiliki SHM. “Tugas kami hanya mendata tanah milik Pemkot yang belum miliki SHM. Selanjutnya dibuatkan SHM. Setelah itu, kami serahkan pada DPPKAD untuk dimasukan dalam data aset,” jelas Hartoto. Saat ditanya apakah masih banyak tanah yang belum miliki SHM, Hartoto menyatakan pembuatan SHM pada tanahtanah Pemkot yang belum miliki SHM dilaksanakan secara bertahap melalui APBD. Sehingga ke depan, tanah milik Pemkot yang memiliki SHM bisa difungsikan untuk keperluan pembangunan. “Kami akan terus mendata untuk dibuatkan sertifikat. Soal berapa tanah yang belum me-

miliki SHM, sampai sekarang kami masih menginventarisir,” tuturnya. Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Rachmat Rahardjo, mengungkapkan, selain melakukan sertifikasi sejumlah tanah milik Pemkot berupa eks bengkok, Pemkot juga harus membuat SHM lahan rumah dinas wakil walikota, lahan Pusat Promosi Informasi Bisnis (PPIB), dan lahan Pasar Randugunting.

Pasalnya, tiga lahan tersebut bersama bangunan di atasnya nilainya puluhan miliar rupiah dan pembelian tanahnya belum lama. Sehingga kalau ada itikad baik, pihaknya yakin proses pembuatan SHM tiga lahan tersebut mudah. “Kami berharap dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan semua aset atau tanah milik Pemkot sudah ber-SHM,” ungkapnya. (hun)


CMYK

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

METROPOLIS RADAR TEGAL

PROFIL

CMYK

10


CMYK

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

OLAHRAGA

11

RADAR TEGAL

BERTAHAN John Terry (tengah) memastikan kemenangan Chelsea atas Burnley, yang membuat Chelsea kokoh di puncak.

GETTY IMAGES

TERRY SHOW

BURNLEY - Chelsea masih bertakhta di puncak klasemen Premier League pekan ke-24. Apapun hasil Arsenal versus Manchester United dini hari tadi WIB (1/2), Chelsea tidak akan tergusur. Dengan jumlah laga sama (23 laga), Chelsea kini unggul empat poin (54-50) dari United dan lima poin dari Arsenal. Kepastian itu diraih setelah The Blues (sebutan Chelsea) mengalahkan Burnley 2-1 di Turf Moor kemarin dini hari WIB (31/1). Kapten Chelsea John Terry menjadi pahlawan Chelsea lewat golnya pada menit ke-82. Sebelumnya, keunggulan Chelsea lewat Nicolas Anelka (27’) mampu disamakan Steven Fletcher (50’). Terry sebenarnya tampil dengan perasaan tidak enak. Tak lain karena skandal perselingkuhannya dengan man-

tan pacar Wayne Bridge, Vanessa Perroncel, terekspose. Bridge adalah mantan rekan setimnya di Chelsea maupun timnas Inggris. Alhasil, Terry disorotan habis-habisan publik Inggris yang mendesak agar jabatannya sebagai kapten timnas dicopot. Tapi, Terry menunjukkan profesionalismenya di Turf Moor. Defender 29 tahun yang akrab disapa JT itu tetap mengatur rekan-rekannya hingga akhirnya memecah kebuntuan Chelsea lewat gol sundulan memanfaatkan sepak pojok Florent Malouda. Seusai mencetak gol pun, Terry bersikap dingin. Dia memilih tidak berselebrasi, seakan sadar situasi yang menimpanya. Carlo Ancelotti pun memuji profesionalisme Terry. Ancelotti menegaskan dia masih memercayai Terry seba-

gai kapten Chelsea. “Tidak ada lagi pembahasan statusnya (kapten Chelsea). Dia pemain penting di Chelsea dan semua orang di klub mendukungnya. John bermain fantastis tidak hanya hari ini (kemarin, Red). Dalam laga lawan Birmingham (27/1), dia melakukan hal sama karena kondisinya sangat bagus,” urai Ancelotti sebagaimana dilansir ESPN. “Saat ini, saya tidak ingin membicarakan kehidupan pribadinya. Dia seorang yang sangat menghargai pekerjaannya setiap hari di sesi latihan sehingga saya tidak pernah khawatir dengannya. Saya seorang pelatih dan saya hanya ingin bicara soal teknis,” sambung allenatore (pelatih) 50 tahun Italia itu. Dalam kesempatan terpisah, gelandang andalan Chelsea

Frank Lampard menilai kemenangan atas Burnley sangat krusial. Beban Chelsea sekaligus lebih ringan saat menghadapi Arsenal pekan depan (7/ 2). Sebelum lawan klub sekotanya (London) itu, The Blues akan menghadapi Hull City (2/2). “Turf Moor bukan tempat yang mudah untuk mendapatkan poin absolut. United pernah tersandung di sini sedangkan Arsenal hanya bermain imbang. Jadi, kami telah meraih kemenangan krusial,” tutur Lampard kepada Soccernet. Di pihak lain, pelatih Burnley Brian Laws menyebut kelengahan lini pertahanan merupakan penyebab kekalahan timnya. Khususnya karena membiarkan seorang John Terry leluasa menyundul bola saat sepak pojok. (dns/zul/jpnn)

Meski Ditawar Mahal, Rooney Siap Bertahan

Dukungan Rekan Timnas JOHN Terry menuai simpati atas skandal perselingkuhannya. Dukungan bagi Terry datang dari rekanrekannya di timnas Inggris. Tentu saja tidak termasuk Wayne Bridge yang notabene orang paling geram seiring terbongkarnya perselingkuhan kapten timnas Inggris itu dengan mantan pacarnya, Vanessa Perroncel. Tujuh penggawa Three Lions (julukan timnas Inggris) yang dipimpin Rio Ferdinand menyatakan tetap respek Terry. Dari tujuh pemain, dua di antaranya adalah Ashley Cole dan Frank Lampard yang notabene rekan setimnya di Chelsea. “Dia curhat dua jam kepada saya, sedangkan Rio sebagai wakil kapten (timnas Inggris) menunjukkan solidaritasnya,” tutur Cole yang notabene pernah berselingkuh pula, kepada The Mirror. Selain memberikan dukungan, Ferdinand dkk berniat mendamaikan ketegangan antara Terry dan Bridge. Sebab, Bridge disebut enggan setim lagi dengan Terry. Dengan kata lain, Bridge siap pensiun dari timnas. Kabar bagus lainnya bagi Terry adalah kemungkinannya dicopot sebagai kapten Inggris sepertinya masih sulit terealisasi. Itu karena pelatih Inggris Fabio Capello masih mempertim-

CMYK

bangkan tidak melalukan pergantian kapten setidaknya sampai uji coba lawan Mesir 3 Maret mendatang. “Fabio Capello menginginkan John Terry berkata jujur tentang masalah yang dialaminya. Capello pun mendelegasikan kepada Franco Baldini (asisten pelatih Inggris, Red) untuk berbicara empat mata dengan Terry. Selama tidak mengganggu kinerja tim, Capello tidak mempermasalahkannya,” klaim News of The World maupun Soccernet. Sementara itu, kecaman terhadap Terry masih belum berhenti. Situs jejaring sosial, Twitter, menjadi sarana melampiaskan kekecewaan terhadap Terry. Apalagi kabar terakhir menyebutkan Perroncel mengandung benih hasil hubungan terlarang. Namun, atas inisiatif Terry, Perroncel diklaim melakukan aborsi. Berita kehamilan dan aborsi itu makin memantik amarah istri Terry, Toni Poole. Dalam curhat kepada sahabatnya, Poole siap menggugat cerai suami yang menikahinya tiga tahun lalu. Poole sekaligus merasa dikhianati, karena dia dan Perroncel berteman sangat dekat dan kerap hang out bersama. Mansion Perroncel di Oxzhoot, Surrey (dekat London) bahkan masih satu jalan dengan kediaman Terry alias bertetangga. (dns/zul/jpnn)

MANCHESTER - Wayne Rooney dikabarkan bakal dijadikan tumbal menutup utang Manchester United. Banderol mahal Rooney yang ditaksir EUR 53 juta (sekitar Rp 679 miliar) diharapkan membantu meringankan utang klub. Real Madrid dan Barcelona disebut sebagai peminat utama pencetak 21 gol musim ini tersebut. Tapi, si pemain menyangkal kabar itu. Rooney justru siap bertahan bersama United karena tidak ada alasan baginya meninggalkan klub yang diperkuatnya selama enam tahun terakhir itu. “Inilah klub yang saya inginkan. Saya sangat bahagia di sini,” kata Rooney dalam wawancara dengan majalah Manchester United edisi Februari kepada Sportinglife. “Keluarga saya tinggal hanya setengah jam dari Old Trafford, sehingga saya tidak punya alasan bermain di klub lain. Manchester United merupakan klub terbesar di dunia,” sambung pemain kelahiran Croxteth, Liverpool, 24 tahun lalu itu. Rooney kini masih terikat kontrak bersama United hingga 2012. Kendati dililit utang sampai 716,5 juta pounds (Rp 10,6 triliun), klub berjuluk Setan Merah itu siap memperpanjang kontrak Rooney empat tahun ke depan. Tawaran itu makin menggiurkan seiring imingiming bonus khusus. Rooney bakal dipertahankan bukan isapan jempol. Chief Executive United David Gill membenarkannya. Gill menyatakan, Rooney tidak akan dijual dengan harga berapa pun.

GETTY IMAGES

IKON BARU – Wayne Rooney menjadi pujaan baru publik Old Trafford, seiring performance-nya yang terus mengkilap.

“Kecuali pelatih (pelatih United Sir Alex Ferguson, Red) setuju melepasnya, kami benarbenar memastikan tidak akan menerima tawaran apapun terhadap Wayne Rooney. Sejauh ini, pemilik (pemilik United Malcolm Glazer, Red) tidak pernah mencampuri kebijakan transfer pemain,” terang Gill. Banyak alasan United masih

berupaya mempertahankan Rooney. Tidak semata menghindari protes keras fans resmi United yang kerap disebut dengan MUST (Manchester United Supporters Trust). “Rooney masih muda, punya sinar karir terang, dan pemain asli Inggris. Klub bakal sebisa mungkin mengurangi transfer keluar pemain Inggris,” te-

rangnya. Dalam kesempatan itu, Gill menepis kurang agresifnya United di bursa transfer karena masalah finansial. Justru dari penjualan 80 juta pounds (Rp 1,18 triliun) Cristiano Ronaldo ke Real Madrid awal musim ini, Setan Merah memiliki bujet besar membeli pemain. “Apabila pelatih meminta

membeli pemain kepada manajemen klub saat ini, jawabannya pasti bakal iya. Kami sudah menunjukkannya di awal musim ini kepada Karim Benzema (striker Olympique Lyon yang bergabung ke Real Madrid awal musim ini, Red). Kami memang tidak mendapatkan Benzema, tapi kami menawar EUR 35 juta,” papar Gill. (dns/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK

KAKA

HAPUS TRAUMA

MADRID - Ketangguhan mental Real Madrid perlu diberi acungan jempol. Mereka mampu menaklukkan kutukan tidak pernah menang selama dua dekade terakhir di Riazor, kandang Deportivo la Coruna. Dini hari kemarin, mereka mematahkan kutukan dengan menang 31 atas tuan rumah. Hebatnya lagi, kemenangan itu dipetik saat beberapa pilarnya tengah absen. Antara lain playmaker andalan Cristiano Ronaldo dan striker Gonzalo Higuain. Tanpa keduanya, pelatih Manuel Pellegrini memberi kepercayaan pada dua mantan bintang Real, Guti Hernandez dan Raul Gonzalez. Guti menempati posisi di belakang Kaka yang dipasang sebagai pemain jangkar. Sedangkan Raul diduetkan dengan penyerang Prancis Karim Benzema. Di luar dugaan, formasi tersebut sukses besar. Meski dibayangi rekor tak pernah menang selama lebih dari 19 tahun, Real berani tampil menggebrak sejak awal. Permainan ofensif membuat mereka leading di menit ke-12, memanfaatkan kecerobohan bek Deportivo Diego Lopo. Heading Arvalo Arbeloa dari sisi kiri gawang disambut Lopo. Namun, bola malah melayang di atas kepala Esteban Granero. Eks pemain Getafe itu menyambar bola dengan heading sempurna ke kiri jauh gawang tuan rumah. Gol kedua merupakan hasil komunikasi rapi antara Kaka, Guti, dan Benzema lima menit menjelang turun minum. Mereka menambah gol lagi sesaat sebelum laga berakhir, juga lewat kolaborasi Kaka, Arbelona, Guti, dan Benzema sebagai eksekutor. Super Depor (sebutan Deportivo) memperkecil ketertinggalan lewat penalti Riki di menit ke-87. “Kami memang mencoba memetik kemenangan sejak awal. Dan meskipun ini bukan final, kami tetap all out karena ini adalah game yang penting melawan rival yang tangguh,” tegas Pellegrini, sebagaimana dikutip Marca. “Saya sangat senang, karena Riazor secara tradisi merupakan stadion yang mengerikan buat kami. Tapi kami main bagus sekali, terutama di babak pertama. Anak-anak juga mampu mengatasi tekanan setelah penalti Riki,” lanjut pelatih asal Cile tersebut. (na/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

HATI – HATI – Striker Girondins Bordeaux, Marouane Chamakh (kanan) tak kuasa menembus pertahanan Boulogne.

Tinggal Enam Poin GIRONDINS Bordeaux tidak lagi aman dari kejaran lawan-lawannya. Meski masih kukuh di puncak klasemen, sang juara bertahan bukan tidak mungkin dikejar. Selisih dengan Montpellier yang menguntit di posisi kedua semakin tipis, menyusul perbedaan nasib kedua tim di pekan ke-22 dini hari kemarin. Di kandang sendiri, Bordeaux hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan tim papan tengah Boulogne sur Mer. Tambahan satu angka membuat selisih dengan Montpellier tinggal enam angka (4842), lantaran di saat yang sama tim besutan Rene Girard itu mampu menumbangkan Olympique Marseille dengan skor 2-0. Hasil yang diterima Bordeaux murni disebabkan oleh penampilan mereka sendiri yang memang tidak maksimal. Yoann Gourcuff main di bawah form. Sering salah koordinasi, dan tidak mampu memanfaatkan peluang. Sebaliknya, mereka hampir kecolongan oleh serangan Habib Bellaid di menit-menit akhir pertandingan. Beruntung, kiper Ulrich Rame dalam posisi yang tepat untuk menggagalkan gol Bellaid. “Boulogne bermain dengan kekuatan penuh. Karena itu kami berupaya menembus pertahanan mereka sejak awal untuk mencetak gol cepat,” papar pelatih Bordeaux Laurent Blanc sebagaimana dikutip Associated Press. “Saya sudah bilang kepada pemain bahwa mereka tidak perlu kecewa atau sedih karena hasil ini. Bagaimanapun, kami tidak kemasukan gol malam ini, dan itu cukup memuaskan. Ulrich membuat beberapa penyelamatan penting,” lanjut Blanc. Bagi Boulogne, kepuasan menahan imbang pimpinan klasemen terasa seperti menang. Meskipun, hasil itu belum juga mengangkat mereka dari zona degradasi. Tim besutan Laurent Guyot itu masih bercokol di peringkat ke-19 klasemen. “Kami jelas tidak berada di level yang sama dengan Bordeaux, tapi kami bertahan dengan baik, dan bahkan mendapat beberapa peluang bagus,” terang Buyot dalam wawancara dengan Canal+. “Tentunya, kami lebih suka kalau menang, tapi kami mengerti posisi kami. Bisa imbang di kandang mereka saja sudah sangat bagus,” imbuh Buyot. (na/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

DILEGO – Robbie Keane (kanan) akan dilego ke Sunderland, lantaran dinilai mandul sebagai striker.

Keane Menuju Sunderland ROBBIE Keane kemungkinan kembali berganti klub. Bintang penyerang Tottenham Hotspur itu diklaim akan segera berkostum Sunderland awal pekan ini. Spurs (sebutan Tottenham) disebut sepakat dengan fee 10 juta pounds (sekitar Rp 147 miliar). Keane, 29, baru setahun terakhir balik kucing ke Spurs setelah disia-siakan Liverpool pada paro pertama musim lalu. Tapi, periode keduanya bersama Spurs tidak seindah yang pertama (2002-2008). Setelah kalah bersaing dengan duet Jermain Defoe dan Peter Crouch, Keane makin terdesak seiring kedatangan Eidur Gudjohnsen. Eks striker Chelsea dan Barcelona itu dipinjam dari AS Monaco sampai akhir musim ini. Persaingan lini depan Spurs makin ketat karena Roman Pavlyuchenko masih bertahan. Laga lawan Birmingham City Sabtu lalu (30/1) sepertinya merupakan momen terakhir Keane berkostum Spurs. Mantan striker Inter Milan dan Leeds United itu turun 12 menit terakhir menggantikan Defoe. Dalam 13 tahun karirnya, Keane berganti klub enam kali termasuk dua kali balik kucing di Spurs maupun Leeds. “Saya sebenarnya tidak menginginkan Robbie (Keane) pergi. Saya bisa memainkan skema berbeda dengan melibatkannya dalam starting eleven. Tapi, semuanya bergantung pada pemain dan klub,” kata pelatih Spurs Harry Redknappkepada Tribalfootball. Di sisi lain, kepergian Keane ke Sunderland bakal membuka rantai transfer yang melibatkan tiga klub. Jika Keane datang, The Black Cats (julukan Sunderland) berencana melepas striker Kenwyne Jones ke Liverpool. Liverpool nantinya bakal melepas winger Ryan Babel ke Birmingham City seandainya mendapatkan Jones. Di Sunderland, Keane rencananya ditandemkan dengan Darren Bent yang notabene mantan pemain Spurs musim lalu. Pelatih Sunderland Steve Bruce yakin kolaborasi pemain sakit hati itu bakal sukses. Bent misalnya. Striker 25 tahun itu sudah mengemas 14 gol hanya dalam 21 laga di Premier League. (dns/zul/jpnn)

Stok Pemain Menipis, Panggil Kuartet Castilla KRISIS pemain yang diderita Real Madrid saat bertamu ke Riazor sebenarnya tidak parah. Tapi pemain yang absen merata di semua lini. Dari depan, mereka kehilangan penyerang Gonzalo Higuain dan Rafaal van der Vaart yang cedera. Sedangkan winger Cristiano Ronaldo terkena larangan bertanding. Di sektor tengah, gelandang Lassana Diarra tidak fit sehingga batal diturunkan. Di belakang, mereka kehilangan Pepe. Sedangkan Ezequiel Garay yang selama ini tampil bagus juga absen. Kondisi tersebut membuat pelatih Manuel Pellegrini mengeluarkan jurus sangat

jarang digunakan para pelatih Real sebelumnya. Yakni memanggil empat pemain dari Real Madrid Castilla (tim junior di Segunda Division B). Mereka adalah David Mateos, 22, Raul Ruiz, 19, Pedro Mosquera, 21, dan Rodrigo, 18. Hingga akhir pertandingan, mereka memang tidak diberi kesempatan unjuk gigi oleh Pellegrini. Tapi itu bisa dimengerti, mengingat lawan yang mereka hadapi kali ini bukan lawan sembarangan. Pertandingan versus Deportivo berlangsung ketat hingga menit terakhir. Tapi, keberanian Pellegrini memanggil kuartet Castilla tersebut patut dipuji. Paling tidak, dia mau memberi ke-

sempatan kepada produk asli klub. Publik Madrid lama tidak melihat pahlawan lokal di skuad El Real. Generasi terakhir produk asli Madrid adalah Iker Casillas, Raul, Guti, dan Sergio Ramos yang hampir habis masa edarnya. Bisa jadi juga, apa yang dilakukan pelatih 56 tahun itu merupakan tindakan preventif. Persiapan jika Real tidak berhasil memboyong pemain baru. Apalagi, kans mendatangkan striker Manchester United Wayne Rooney kian jauh dari kenyataan. United menegaskan, striker 23 tahun itu tidak dijual dengan harga berapapun. (na/aww/jpnn)

GETTY IMAGES

STOK MENIPIS – Cederanya Rafael van Der Vaart menambah daftar pemain pilar Real Madrid yang terkapar.


ALL SPORTS

SENIN 1 FEBRUARI 2010

13

RADAR TEGAL

SANKSI CAF DIKRITIK

SEPAK POJOK

GETTY IMAGES

INSIDEN – Cabinda dicap sebagai host yang tidak aman, paska penembakan bus Timnas Togo.

Aman Berkat Dukungan Warga CABINDA - Di antara empat kota yang menyelenggarakan Piala Afrika 2010 Angola, Cabinda dinilai paling tidak aman. Wilayah tersebut adalah sarang separatis dan konflik masih berkecamuk. Insiden penembakan bus timnas Togo adalah bukti. Ya, dua hari jelang pembukaan Piala Afrika 2010, bus timnas Togo ditembaki dan mengakibatkan tiga orang meninggal. Togo memutuskan mundur. Kendati begitu, laga grup B Piala Afrika 2010 tetap digelar di Cabinda. Nyatanya, tidak ada insiden apapun selama laga di grup B dihelat. Pantai Gading, Ghana, dan Burkina Faso, tetap bisa melakoni aktivitas selama Piala Afrika 2010. Semua itu diyakini lantaran kerjasama apik dengan warga Cabinda. Menurut Americo Simoes, koordinator keamanan Piala Afrika 2010 wilayah Cabinda, perilaku warga Cabinda sangat membantu kinerja staf keamanan. Warga Cabinda berinteraksi dengan baik dengan staf keamanan dan polisi. Kondisi itu menjadi bukti bahwa tidak semua warga Cabinda memberi dukungan kepada kelompok separatis Front Kemerdekaan Enclave Cabinda (FLEC). FLEC adalah kelompo separatis yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan bus timnas Togo. “Dengan dukungan warga Cabinda, pelaksanaan pertandingan di grup B tetap berjalan dengan baik. Keamanan Ghana, Pantai Gading, dan Burkina Faso tetap terjaga. Staf keamanan juga selalu berpatroli baik siang maupun malam hari,” kata Simoes, seperi dikutip All Africa. (ham/zul/jpnn)

Siapkan Penasihat Teknis KENDATI mampu menduduki peringkat ketiga di Piala Afrika 2010 Angola, bukan pujian melainkan kritik yang diterima pelatih timnas Nigeria Shaibu Amodu. Tuntutan pecat bahkan sudah diterima Amodu sejak partai perdana Nigeria. Ya, Elang Super (julukan Nigeria) memang Piala Afrika 2010 dengan kekalahan. Mereka dihajar 3-1 oleh Mesir (12/1). Kemudian, hanya menang tipis 1-0 atas Benin pada laga kedua (16/1). Mereka memastikan lolos dari grup C setelah menang 3-0 atas Mozambik (20/1). Lolos ke perempat final, bukan berarti terpaan kritik kepada Amodu berkurang. Pelatih berusia 51 tahun tersebut menjadi sasaran kritik ketika bermain melawan Zambia. Mereka akhirnya tembus semifinal setelah via adu penalti (5-4). Di semifinal, mereka kalah tipis 0-1 dari Ghana. Memang bukan hasil yang menjadi sasaran kritik. Publik Nigeria menilai Amodu tidak membuat Nigeria bermain menarik dan bisa berbahaya bagi penampilan Nigeria pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. NFF (asosiasi sepak bola Nigeria) menyadari tekanan publik kepada Amodu. Namun, mereka enggan memecat Amodu. Mereka mengambil cara lain, yakni tetap mempertahankan Amodu dan merekrut seorang penasihat teknis buat Nigeria. “Memang benar kami sedang menyiapkan rencana untuk membenahi struktur di teknik timnas. Kami akan melakukannya segera. Tapi, kalau ada yang bilang bahwa NFF akan memecat Amodu, maka itu bukan dari saya,” kata Sani Lulu, presiden NFF, kepada All Africa. Menurut Lulu, Amodu tidak berada pada kondisi di mana dia bisa dipecat. Penyebabnya, berdasarkan klausul dalam kontraknya, Amodu memang hanya ditargetkan minimal menembus semifinal dan dia telah melakukannya. “Anda tahu sendiri kontrak dengan Amodu. Kontrak dia baru akan berakhir pada Agustus nanti, tapi bukan berarti tidak akan kemungkinan pemutusan kerjasama. Kalau Amodu mengatakan lelah menjalani tugasnya, dia boleh pergi, tapi kami tidak memecat dia,” lanjut Lulu. Perhatian Nigeria setelah ini adalah Piala Dunia 2010. Mereka tergabung dalam grup B bersama Argentina, Korea Selatan, dan Yunani. (ham/zul/ jpnn)

CMYK

LOME - Sanksi larangan tampil di dua edisi Piala Afrika akibat keputusan mundur di Piala Afrika 2010 Angola, membuat kubu Togo berang. Mereka menuding CAF (konfederasi sepak bola Afrika) tidak peka dan memalukan. Togo siap ajukan banding. Keputusan CAF didasarkan kepada anggapan bahwa Togo mundur dari Piala Afrika 2010 atas intervensi dari pemerintah Togo. “Kami segera mengajukan banding,” bilang Christophe Tchao, menteri olahraga Togo, kepada Reuters. Togo mundur dari Piala Afrika 2010 setelah mengalami penembakan pada 8 Januari lalu. Dalam insiden tersebut dua ofisial Togo serta sopir bus yang ditumpangi rombongan Togo meninggal akibat luka tembak di sekujur tubuh. Selain banding, keputusan CAF tersebut mendapat reaksi keras dari Togo. Striker Togo Emmanuel Adebayor tanpa ragu mengkritik keras Issa Hayatou, presiden CAF. Adebayor menilai Hayatou dan CAF tidak punya rasa tanggung jawab. “Saya merasa kami sama sekali tidak dihormati. Dua orang yang dihormati di sepakbola Afrika meninggal, peluru masih bersarang di tubuh kiper kami. Kami bukan terbangun dari tidur lalu mundur dari turnamen,” kecam Adebayor. “Jika (kiper Kamerun) Carlos Kameni yang menjadi salah seorang korban tertembak atau salah seorang pemain Pantai Gading yang diserang, saya yakin Piala Afrika 2010 akan ditunda,” ujar striker Manchester City itu. Adebayor mengakui, Hayatou merupakan sosok yang telah berbuat banyak terhadap perkembangan sepak bola di Afrika. Sayang, keputusan yang dibuat CAF benar-benar melakui kubu Togo.

GETTY IMAGES

SANKSI 4 TAHUN – Emmanuele Adebayor dkk, dilarang CAF (PSSI-nya Afrika) tampil di dua perhelatan Piala Afrika, akibat mundur dari Piala Afrika 2010.

Bahkan, mereka menuntut Hayatou mundur dari jabatannya. Dia menceritakan, trauma yang diakibatkan oleh penembakan bus di Cabinda pada 8 Januari itu masih terus membekas hingga saat ini. “Sangat sulit bagi saya memikirkan sepak bola. Sejak serangan itu, saya selalu bermimpin

buruk tiap malam,” kata Adebayor. Pandangan serupa dilontarkan penyerang Togo lainnya Jonathan Ayite. “Sangat mengecewakan. Tidak bisa kami terima. Saya tidak ingin menggunakan kata-kata sopan untuk keputusan memalukan dari CAF,” kata Ayite kepada RMC.

Yang membuat Ayite kesal karena ketika akan mundur dari Piala Afrika 2010, mereka sempat dijanjikan tidak akan menghadapi ancaman sanksi apapun. “Sebelum kami pulang ada petinggi CAF yang menjanjikan tidak akan ada masalah, ternyata bohong,” tutur Ayite. (ham/zul/jpnn)

Rekor Skor Adu Penalti Tradisi Peringkat Ketiga SEJAK Piala Afrika diselenggarakan pada 1957, terdapat enam laga final yang harus diselesaikan dengan adu penalti. Kali pertama terjadi pada partai puncak Piala Afrika 1982 Libya, ketika itu Ghana menang atas tuan rumah Libya 7-6 di adu penalti. Momen adu penalti yang paling sulit dilupakan dan rekornya belum terpecahkan hingga kini adalah pada Piala Afrika 1992 Senegal. Saat itu Pantai Gading tampil sebagai juara setelah mengalahkan Ghana lewat adu penalti dengan skor 11-10. Bagi Pantai Gading, itu adalah satu-satunya gelar juara yang mereka raih di Piala Afrika. Setelah itu, prestasi terbaik mereka adalah runner-up di Piala Afrika 2006 Mesir. Pantai Gading kalah adu penalti dari Mesir dengan skor 2-4. Sementara itu, ada dua pertandingan final yang harus diselesaikan via

perpanjangn waktu. Itu terjadi pada Piala Afrika 1962. Pemenangnya adalah Ethiopia. Mereka mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA). Satu lagi adalah di Piala Afrika 1965 dan juaranya Ghana. Pada Piala Afrika 1974 Mesir, aturan adu penalti juga tidak digunakan, tapi replay. (ham/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

GAGAL – Didier Drogba gagal mengulang prestasi yang pernah ditoreh Pantai gading di tahun 1992.

BENGUELA - Nigeria membuktikan lebih perkasa dibandingkan Aljazair di Piala Afrika 2010. Pasukan berjuluk Elang Super itu mengungguli Aljazair 1-0 dalam perebutan peringkat ketiga Piala Afrika 2010 kemarin dini hari WIB. Nigeria yang kalah oleh Ghana di semifinal, memastikan kemenangan pada menit ke-55 melalui gol Victor Obinna. Kendati silih berganti punya peluang, tapi tak ada gol tambahan hingga berakhirnya pertandingan di Stadion Nasional Ombaka tersebut. Dengan begitu, Nigeria menempati peringkat ketiga di turnamen yang dilaksanakan dua tahun sekali tersebut. Ini merupakan kali keempat bagi Nigeria menduduki peringkat ketiga dalam lima edisi terakhir Piala Afrika. Tim besutan Shaibu Amodu itu juga memegang rekor tujuh kali tampil sebagai peringkat ketiga di Piala Afrika. Mereka mengalaminya pada 1976, 1978,

GETTY IMAGES

TRADISI - Nsofor Obinna Victor (tengah) memastikan Nigeria sebagai juara ketiga Piala Afrika 2010.

1992, 2002, 2004, dan 2006. Mereka kerap sekali nyaris tampil di partai puncak. “Pertandingan yang sulit. Kedua tim cukup berimbang. Kami terus berupaya menekan mereka sepanjang babak kedua, tapi kami juga nyaris selalu kesulitan sepanjang laga. Para pemain telah bermain bagus,?

kata Shaibu Amodu, pelatih Nigeria, seperti dilansir Vanguard. Dalam pertandingan kemarin dini hari, Amodu memainkan Nkwanko Kanu yang kemungkinan besar tidak akan lagi membela Nigeria di Piala Afrika 2012. Sayang, di Piala Afrika terakhirnya, dia gagal mencetak gol. (ham/aww/jpnn)


PEKALONGAN RAYA

14

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

LINTAS

15,7 Persen Warga Kumesu Golput Pemilih Dapat Uang Saku

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

FOGGING - Salah seorang petugas fogging dari Dinkes Batang mengasapi salah satu ruang di Puskesmas Batang I.

DB Kembali Makan Korban BATANG - Belum genap satu bulan di Januari 2010, wabah demam berdarah (DB) telah merenggut nyawa warga Kabupaten Batang. Seorang balita berumur lima tahun dikabarkan meninggal dunia setelah menderita DB dan sempat menjalani perawatan selama satu hari. Elok Galuh Pratiwi, putri Kauri, warga Dukuh Kertosari, RT 1 RW 5 Kelurahan Kasepuhan. Saat menderita DB, bocah yang belum genap berumur lima tahun tersebut dibawa masuk ke RS Budi Rahayu Pekalongan pada hari Sabtu (23/1) sekitar pukul 20.45 WIB. Meski sempat mendapat perawatan selama satu hari, keesokan harinya Minggu (24/1) sekitar pukul 22.10 WIB dia dipanggi Sang Maha Pencipta. Hal itu dibenarkan oleh Bachtiar Mansyah staf Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinkes, yang sekaligus sebagai kepala Tim Fogging. ’’Dari hasil pemeriksaan dokter RS Budi Rahayu Pekalongan, kandungan trombosit dalam darah korban selama 1 hari terus menurun dari 65 ribu, 64 ribu dan terakhir 38 ribu. Sedangkan hematokritnya berubah-ubah dari 45 persen, 36 persen, dan 44 persen,” ungkapnya. Meninggalnya Galuh merupakan kejadian yang pertama kalinya di wilayah Batang pada tahun 2010. Menurut Bachtiar, ada kemungkinan meninggalnya korban akibat terlambat mendapat penanganan kesehatan. ’’Seperti kasus-kasus yang sudah terjadi, biasanya terlambat untuk diperiksakan,” terangnya. ’’Sebagai tindak lanjut penemuan kasus meninggal dunia akibat DB tersebut, hari ini (kemarin, Red) kami langsung melakukan fogging di sekitar rumah korban, dan juga lingkungan warga di sekitarnya. Setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan epidimologi dari petugas Puskesmas Batang III,” lanjut Bachtiar. Selama Januari 2010, kasus DB di Batang terus mengalami peningkatan. Bila dibandingkan dengan Januari 2009 terjadi peningkatan 4 kasus, dari 37 kasus menjadi 41 kasus. Dengan satu di antaranya meninggal dunia. Bahkan, untuk penderita dari kalangan balita mengalami peningkatan drastis dari 3 kasus menjadi 10 kasus. Tidak hanya itu, di Januari 2010 kasus DB merata dialami warga di semua golongan usia, baik balita, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. (ton)

REBAN - Golput alias tidak menentukan sikap, tidak hanya terjadi di ranah perpolitikan nasional saja, akan tetapi juga merambah ke politik di desa. Seperti saat berlangsungnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kumesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Sabtu (30/1). Sebanyak 379 warga atau 15,7 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades menjadi golput. 345 di antaranya memilih golput dengan tidak hadir dalam Pilkades tersebut. Sementara, 34 lainnya hadir ke lokasi pemilihan, namun tidak memberikan hak pilihnya dengan benar. Dari data yang diperoleh pihak panitia Pilkades Kumesu, seyogyanya warga yang terdaftar dalam DPT mencapai 2.411 jiwa. Akan tetapi pada pelaksanaannya yang hadir, dan memilih salah seorang dari tiga calon yang maju, mencapai 2.032 jiwa dari 2.066 pemilih yang terdata dalam daftar absen. Pilkades Kumesu sendiri diikuti oleh tiga calon yang berasal dari latar belakang berbeda. Yakni Slamet yang merupakan seorang ulama setempat, Edi Supriyanto (seorang petugas penyuluh) dan

S. Joko Mulyono (seorang perangkat desa setempat). Dengan biaya sebesar Rp 41,5 juta yang ditanggung oleh ketiga calon. ’’Subsidi dari panitia hanya Rp 1,2 juta. Jadi biaya pendaftaran masing-masing calon sekitar Rp 1,3 juta lebih,” ungkap Pjs Kades Kumesu Ahmad Wahid. Di samping itu calon juga mengeluarkan biaya untuk uang saku pemilih yang besarnya masing-masing Rp 15 ribu/jiwa. Dari hasil pemilihan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, akhirnya Slamet yang bertanda gambar padi berhak menjadi kades, setelah mengantongi 948 suara. Sementara dua pesaingnya, Edi Supriyanto bertanda gambar jagung memperoleh 588 suara dan Joko Mulyono dengan ketela (ubi) hanya 496 suara. Pilkades Kumesu sendiri digelar untuk mengisi kekosongan posisi kades yang sebelumnya dijabat oleh Ahmad Jumadi, yang meninggal akibat mengalami kecelakaan tahun 2009 lalu. ’’Pak Jumadi baru menjabat selama 2 tahun yakni 2007 hingga 2009. Dan penggantinya nanti akan menjabat dari 2010 hingga 2016,” terang Ahmad Wahid. (ton)

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

BERJUBEL - Warga Kumesu, Reban, rela antre dan berdesak-desakan untuk memberikan hak pilihnya pada Pilkades.

Bukan Masanya Polisi Persulit Masyarakat

AKROM HAZAMI/RADAR PEKALONGAN

SAMBUTAN - Kapolwil Pekalongan Kombes Pol Fatkhur Rahman saat memberikan sambutan dalam kunjungannya ke Polres Pekalongan.

KAJEN - Jajaran Kepolisian dulu kerap tidak memudahkan urusan masyarakat, sehingga perilaku semacam itu tidak bisa lagi diterapkan anggota Polisi sekarang, demikian dikatakan Kepala Polwil Pekalongan Kombes Pol Fatkhur Rahman di Mapolres Pekalongan. Dalam sambutannya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) Sabtu (30/1), dia mengatakan, Polisi sekarang harus bertekad membantu dan memudahkan masyarakat, sehingga anggapan masyarakat terhadap polisi menjadi positif. ’’Sudah bukan masanya lagi kita mempersulit masyarakat,

Polisi yang suka mempersulit, itu adalah Polisi dulu, karena Polisi sekarang sudut pandangnya jauh ke depan dan lebih mementingkan masyarakat,bangsa dan negara,” katanya didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Edi Murbowo. ’’Jadi saya setuju dengan adanya kalimat ’’Policing with Love”. Di mana kalimat itu merupakan cerminan Polisi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, bila Polisi menyayangi masyarakat, maka secara otomatis, masyarakat akan balik menyayangi Polisi yang mereka wujudkan dengan

IKLAN BARIS LOKER 7 X 300 MMK

cara menaati peraturan. ’’Bayangkan saja, di wilayah Polres Pekalongan ini terdapat sekitar 560 anggota polisi. Mereka harus mengatur seluruh penduduk di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya mencapai 930 ribu orang. Tentu polisi akan merasa kesulitan,” jelas pria kelahiran Pasuruan ini. Pada acara tersebut, Fatkhur menegaskan, Polisi tidak boleh terlambat memberi bantuan kepada masyarakat, apalagi sampai tiba di tempat kejadian perkara (TKP) terlambat. Polisi harus memberi pelayanan ’’Quick Wins’’ (keberhasilan secara cepat). (ap10)


PEKALONGAN

SENIN 1 FEBUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Pohon Tumbang, Bocah Jadi Korban

LINTAS

Tulang Hidung Patah

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

PEMBARETAN - Para anggota Polres Batang yang mengikuti pembaretan dilepas menuju ke Mapolres dengan berjalan kaki dari Bandar.

49 Anggota Polres Ikuti Pembaretan BANDAR - 21 anggota Polres Batang yang baru Sabtu (30/1) mengikuti kegiatan pembaretan. Mereka digabungkan bersama dengan 28 anggota senior, yang sebagian telah berhak untuk mengenakan baret. Kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh jajaran Polres Batang ini harus mereka ikuti, sebelum nantinya akan ditempatkan di masingmasing kesatuan. Namun, untuk mendapatkan baret tersebut, mereka harus mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk berjalan kaki dari Lapangan Ampera, Bandar, hingga Mapolres yang berjarak puluhan kilometer. Kapolres Batang AKBP Achmat Luthfi melalui Wakapolres Kompol Sungkono S. mengatakan, ke-21 anggota yang baru tersebut nantinya akan ditempatkan di beberapa kesatuan. ’’Di antaranya, reserse, dalmas, samapta, dan lalulintas. Sementara, intel saat ini tidak ada,” jelasnya ditemui usai membuka kegiatan. Dalam pelatihan tersebut ,anggota akan diberikan pengetahuan yang selama ini tidak mereka dapatkan saat menjalani pendidikan. ’’Jadi kalau di pendidikan itu mendapatkan teori, di sini dia akan mempraktikkan. Sekaligus akan ditambah lagi dengan pengetahuan langsung dari lapangan,” terang Sungkono. Sementara itu, dalam sambutannya mewakili kapolres, Sungkono mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya untuk anggota junior. Tetapi juga bagi para senior, yang di dalamnya mencakup tentang tugas-tugas dari Kepolisian. Hal itu akan ditemui di satu-satunya pos latihan, yang ditempatkan di Mapolsek Wonotunggal. ’’Dalam pelatihan ini nanti akan diberikan sebuah problem solving, dimana hal itu harus dilaksanakan (oleh peserta),” tuturnya. Sehingga diharapkan mereka dapat melaksanakan tugasnya secara definitif, setelah nanti ditempatkan di satuan tugas umum. ’’Untuk penempatan secara resmi menunggu SKep dari Kapolda,” lanjutnya. Sedangkan bagi para instruktur, yang terdiri dari para perwira di Polres Batang, diingatkan bahwa yang dihadapi bukanlah siswa akan tetapi rekan kerja. ’’Kalau ada kekurangan tolong dijelaskan. Berikan arahan mana yang benar dan mana yang salah. Intinya, senior mengingatkan dan junior belajar,” tandas Sungkono. (ton)

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

POHON TUMBANG - Gara-gara jatuh bersama dengan pohon yang dinaikinya, Akhsanul mengalami patah tulang pada hidungnya.

WONOTUNGGAL - Garagara menaiki sebuah pohon, seorang bocah berumur 12 tahun terpaksa dilarikan ke Instalagi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari, Batang, Minggu (31/1). Bocah yang diketahui bernama Akhsanul Kholikin tersebut jatuh bersama dengan pohon yang dinaikinya bersama dua rekannya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pagi itu sekitar pukul 09.30 WIB korban bersama Sobirin (12) dan Ganis (12) naik ke pohon jambu yang berada di pekarangan Turlani, di Desa Sendang, RT 3 RW 1 Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Namun, tidak lama kemudian Sobirin dan Ganis memilih untuk turun. Tiba-tiba pohon jambu tersebut roboh. Malang bagi Akhsanul, dia yang masih di atas pohon dengan ketinggian kurang lebih tiga meter, ikut jatuh bersama pohon tersebut. Apesnya lagi, korban dan pohon jatuh ke jalan desa yang beraspal, sehingga membuat korban mengalami luka di bagian wajahnya.

Kedua rekannya yang mengetahui kejadian tersebut langsung pulang ke rumah mereka, yang tidak jauh dari lokasi kejadian dan melapor pada orang tua. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban dan melarikannya ke Puskesmas Bandar. Sementara saat kejadian kedua orang tua korban tengah bekerja di sawah. ’’Dia naik ke pohon jambu bareng anak saya dan Ganis. Saat anak saya dan Ganis turun duluan, dia masih ada di atas. Tidak lama kemudian saya dikabari kalau dia jatuh. Ternyata jatuhnya ke aspal bersama pohon yang dinaiki. Pohon itu tumbang karena bagian bawahnya keropos,” ungkap salah seorang warga yang enggan dikorankan namanya. Kusnin (36) dan Dalem (30), orangtua korban ketika ditemui di IGD mengaku tidak tahu kejadiannya. ’’Saya dikabari pemilih sawah, katanya anak saya jatuh dari pohon,” ujar Kusnin. ’’Saya dan suami kerjanya di tempat berbeda. Saya dikabari sudah dibawa ke (Puskesmas) Bandar. Saya susul kesana ternyata sudah dibawa ke sini,” tambah Dalem. (ton)

Pengidap Penyakit Serius Ditemukan PEKALONGAN - Bila ditempat lain belum ditemukan penyakit ‘serius’. Saat kegiatan pengobatan gratis yang motori PCNU bersama Nahdliyin Center (NC) di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Pekalongan Timur, Minggu (31/1), tim dokter mendapatkannya. Dialah Turmini, ibu berusia 60 tahun ini menderita pembengkakan kelenjar gondok (struma) dan sudah membesar layaknya tumor. Mengingat, dia tidak bisa mendatangi tempat pengobatan gratis di Balai Kelurahan Karangma-

lang. Mengingat usianya sudah tua. Namun tim dokter bersama pihak panitia dengan sukarela mendatangi rumah pasien yang tidak mampu berjalan itu. Ketua tim kesehatan dari Lembaga Pelayanan Kesehatan NU (LPKNU) dr H Zunuron menjelaskan, bahwa Turmini perlu dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. ’’Dugaan awal dia menderita struma, dan akan dirujuk ke Puskesmas Sokorejo. Jika di-

nyatakan perlu penanganan lebih, akan dirujuk oleh Puskesmas ke Rumah Sakit Bendan. Namun prosesnya harus melalui Puskesmas lebih dahulu,” ucapnya. Dr Zunuron menyebut, sekitar 196 orang sudah diperiksa kesehatannya, rata-rata dari mereka menderita penyakit seperti batuk pilek, rematik, penyakit kulit, diare, dan ispa. ’’Yang manula sebagian mengidap hipertensi. Dari keluhan mereka, jika hanya penyakit ringan cukup kami berikan obat-obatan yang

telah disediakan pihak Dinas Kesehatan,” ujarnya. Zunuron menambahkan, bila pihaknya juga telah merujuk seorang balita yang menderita demam dan diare selama tiga hari ke RS Bendan untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut Waryudi, ketua panitia lokal pengobatan gratis, beberapa warga yang lain juga aktif didatangi pihak tim kesehatan. ’’Rata-rata warga sekitar Karang Malang dan Dekoro yang manula yang sakit dan tidak mampu ke sini sendiri,

IKLAN BARIS LOKER 7 X 271 MMK

maka kami yang akan mendatangi mereka,” paparnya. Senada disampaikan Sekretaris Panitia pengobatan gratis Falakhi Sidqi. ’’Dokter Fahriza dan panitia tadi mendatangi beberapa warga yang sakit di rumahnya,” paparnya. Menurut Falakhi, pengobatan gratis kali ini dapat berjalan lancar. Karena dibantu Pemerintah Kota Pekalongan dalam hal ini Dinas Kesehatan. Dwi Heri berharap, kepada warga gar tetap menjaga kesehatan. (ap8)


JATENG

SENIN 1 FEBRAUARI 2010

17

RADAR TEGAL

Istri Tersangka Juga Dibui Kasus Korupsi Bansos

BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG

WAYANG POTEHI - Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2561, penjual wayang tradisional Tiongkok yang dikenal dengan nama wayang Potehi mulai meramaikan kawasan Gang Lombok, tak jauh dari Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang.

Ketok Pintu Jelang Imlek Digelar SEMARANG - Jelang perayaan Pasar Imlek Semawis (PIS), tradisi ketok pintu kembali digelar Minggu (31/1). Acara yang rutin dihelat selama tujuh tahun itu simbolisasi meminta izin, sekaligus restu pelaksanaan PIS untuk memeriahkan Sincia (Imlek). Tradisi ketuk pintu diawali dengan arak-arakan. Sebelumnya, dilakukan doa bersama seluruh pengurus Kopi Sema-

wis dan panitia PIS di kelenteng Tay Kak Sie. Setelah itu dilanjutkan jalan kaki menyusuri sebagian seputar Pecinan. Arak-arakan dimeriahkan Warag Ngendog, barongsai, dan simbolisasi warga keturunan. Peserta arak-arakan juga membagikan brosur terkait jadwal kegiatan PIS kepada warga. Mereka juga membagikan terong susu sebagai perlambang keberlimpahan rezeki pada 2010 ini.

’’Untuk terong susu, karena setiap perayaan Imlek tidak lepas dengan terong susu ini,” kata Ketua Panita PIS Dharmadi. Dharmadi menambahkan, untuk tradisi ketok pintu, ritualnya hanya berkeliling dari satu kelenteng–kelenteng lain dan menyempatkan sembahyang sejenak. ’’Kita keliling sembilan kelenteng dan satu gereja. Kami menyempatkan untuk sem-

bahyang, berdoa, memohon restu agar perayaan PIS berjalan lancar.” PIS, lanjutnya, akan dihelat mulai 10 - 14 Februari. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PIS akan berlokasi di Gang Baru, Gang Warung, dan Gang Lombok. ’’Biasanya warga Tionghoa memanfaatkan PIS untuk berbelanja persiapan Imlek.” (dit/ isk/jat/jpnn)

SEMARANG - Tersangka dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinasi (Pemprov) Jateng 2008 di Kota Semarang bertambah. Yang menarik, tersangka yang baru saja dijebloskan ke penjara adalah istri Dedi Puryono, namanya Anne Destriana. Siapa Dedi Puryono? Seperti diketahui, Dedi juga tersangka dugaan korupsi dana bansos untuk peninggian jalan di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Dedi adalah tenaga honorer di lingkungan sekretariat DPRD Jateng. Anne ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Semarang di Tanjung Emas. Dia tersandung kasus bansos pembangunan tiga jembatan. Yaitu, di Kampung Purwogondo, Kelurahan Dadapsari, dan Semarang Utara. Anne kini mendekam di LP Wanita Bulu. Tersangka Anne dijebloskan ke LP Wanita Bulu pada Kamis (28/1) pukul 16.00 WIB, setelah sejak pagi menjalani serangkaian pemeriksaan. Kepala Cabjari Tanjung Emas Maryanto menandaskan, berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, Anne merupakan pelaku dugaan penyunatan dana bansos. ’’Ia yang meminta dan menerima uang itu dari panitia,” katanya. Penahanan Anne menyusul penahanan terhadap ketua panitia, Hendy Nugroho pada 5 Januari lalu.

Dana yang diduga diko rupsi untuk pembangunan tiga jembatan di RT 6 RW 5 Kampung Purwogondo mencapai 50 persen. Sementara, jumlah dana yang diperlukan untuk pembangunan tiga jembatan tersebut sebesar Rp 46,876 juta.

IKLAN BARIS LOKER 7 X 255 MMK

Rinciannya, Rp 39,978 juta merupakan dana bansos APBD Jateng 2008. Sisanya, Rp 6,9 juta merupakan swadaya masyarakat setempat. Dari dana Rp 39,978 juta, yang diserahkan ke masyarakat hanya Rp 19,9 juta. (eka/isk/jpnn)


CMYK

18

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

Uang Saku Lebih? NABUNG YUK.. Bing beng bang yok..kita ke bank bang bing bung yok..kita nabung tang ting tung hei..jangan dihitung tau-tau kita nanti dapat untung

REBANA MTS N MARGADANA

Kompak Raih Prestasi KOMPAK meraih prestasi. Itulah yang diusung Tim Rebana MTs Negeri Margadan Kota Tegal dalam setiap even lomba yang diikutinya. Karena kekompakan mereka, tim inipun makin kerap meraih prestasi. Salah satunya menjadi Juara II Lomba Kasidah yang belum lama ini digelar di SMA Negeri 3 Kota Tegal. Selain prestasi itu, tim ini juga pernah meraih Juara III dalam sebuah even yang digelar Kantor Departemen Agama (Kandepag) serta Juara III di MAN Kota Tegal dan Juara II di ajang serupa yang digelar di SMA Negeri 2 Kota Tegal. Selain kompak, tim ini juga mendapat perhatian khusus dari pihak sekolah. Salah satu bentuk perhatian itu ditunjukkan dengan ikut hadirnya pembina OSIS dan pembina kesenian dalam even perlombaan yang diikuti sekolah ini. Bakhtiar Dwi Handono, selaku Pembina Kesenian melalui Refan salah satu assistennya mengungkapkan, salah satu kesulitan dalam melatih rebana adalah karena para personil yang ikut dalam kelompok ini belum terbiasa. “Hampir semuanya mulai dari nol,” ujar dia. Untuk melatih mereka, pelatih biasa menggemblengnya usai kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bila ada even yang akan diikuti, latihan ditambah saat jam istirahat sekolah. Latihan rutin juga dijalani tim ini. Jadwal diupayakan agar selalu terencana dengan baik untuk pemaksimalan latihan. “Hal ini dilakukan agar kesiapan tim selalu terkondisikan dengan baik,” tandasnya. (agus)

PERNAH dengar lagu di atas? Kalo belum, simak deh salah satu iklan bank swasta yang rajin wara wiri di TV. Sebagian lagu itu disadur dan dijadikan jingle bank tersebut untuk mempromosikan perusahaannya sekaligus menegaskan pentingnya menabung. Ngomongin soal nabung, tidak selamanya penggunaan uang saku dihabiskan guna pengisi perut kan. Perencanaan kebutuhan tak terduga juga penting. Makanya menabung menjadi salah satu alternatif untuk mengantisipasi kebutuhan yang direncanakan maupun tak terduga. Dari 28 ResponX yang ditemui Tim Xpresi sepakat soal itu. Dari jumlah itu, 46,42 persen mengaku selalu menyisihkan sisa uang saku untuk ditabung. Wiwin Yuli Puji Astuti, siswi MAN Kota Tegal kelas XII IPA I

mengatakan, dia harus menyisihkan sisa uang sakunya karena uang dari orang tuanya tak cukup banyak untuk membeli keperluannya yang lain. Sarilah, siswi SMP Negeri 17 Kota Tegal ini menambahkan, meski kadang menabung namun dia juga kerap menghabiskan seluruh uang sakunya. “Jadi sering buat jajan semua,” ujar dia sambil tersenyum. Sebagai alternatif penghematan uang saku, menabung bisa dilakukan dengan memasukkannya di celengan, diikutkan pada arisan, ditabung di sekolah atau di bank tertentu. Pemanfaatan tabungan uang saku sendiri banyak pilihann y a . S e ban-

yak 60,71persen ResponX mengaku menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Seperti Eti Ardiningsih, siswi SMP Negeri 17 Kota Tegal yang selalu menerapkan hal ini. “Tabungannya untuk keperluan sekolah, supaya tidak merepotkan orang tua,” ujar dia. Lainnya sengaja menabung untuk berjaga-jaga jika keperluan yang tak terduga. ResponX yang memiliki jawaban itu mencapai 32,14 persen. Menurut mereka, tidak selamanya orang tua mempunyai uang lebih untuk anaknya. Pada kondisi tertentu, mereka terpaksa melakukan pengurangan uang saku. Lalu bagaimana kiat ResponX untuk menambah uang saku? 17,85 persen ResponX rupanya memilih kerja sampingan untuk menambah uang sak u .

Deka Febria Nugraha, salah satunya. Alasannya, orang tuanya belum tentu memberi uang saku lebih. Sementara 39,28 persen ResponX memilih jawaban lainnya. Menurut mereka menambah uang saku banyak jalannya. Mulai dari minta pada kerabat yang lain, menjual perlengkapan pribadi sampai usaha sampingan. Meski menyadari pentingnya menyisihkan uang saku, rupanya 39,28 persen ResponX masih mengakui jika mereka belum memanfaatkan uang sakunya dengan baik. Seperti pengakuan Mu’minah, salah satu siswi SMK PGRI Kota Tegal. (tim)

Berapa uang saku yang kamu sisihkan untuk ditabung? tidak ada 10,71 % setengahnya 42,85% sesisanya dari yang digunakan 46,42% Untuk apa penggunaannya? meneruskan pendidikan 3,57% memenuhi keperluan sekolah 60,71% keperluan tak terduga 32,14 membeli asesoris/hp/ barangbarang lainnya 3,57% Bagaimana kiatmu menambah uang saku? kerja sampingan 17,85% menjual perlengkapan / barang pribadi 3,57% minta pada famili 39,28% tidak tentu 39,28% Apakah kamu yakin telah memanfaatkan uang sakumu dengan baik? pasti 39,28 nggak tau 14,28% belum 39,28% bingung 3,57% tidak jawab 3,57% Apakah kamu pernah menyalah gunakan uang iuran atau yang lain untuk digunakan pribadi? pernah 28,57% nggak pernah 60,71% lupa 7,14% tidak jawab 3,57% Apa orang tua kamu memberi saran penggunaan uang sakumu? tidak 10,71% kadang-kadang 21,42% pasti 64,28% tidak jawab 3,57%

PROFIL USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH : 28 ResponX di Kota Tegal

TIM XPRESI

JENIS KELAMIN :

KOORDINATOR : Khikmah Wati

Cewek 50 persen Cowok 50 persen

ANGGOTA : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam,

PENDIDIKAN :

Agus Winarto

SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

TIPS - X

Menabung, Belajar Atur Uang Saku

Selir Hati THE ROCK

C G Am F Em Dm

ISTILAH menabung pasti sudah kita kenal sejak masih di pra sekolah. Yap, umumnya guru dan orang tua sudah membiasakan anak-anaknya untuk menabung di usia dini. Setelah menginjak remaja, kamu-kamu masih gemar menabung nggak? Selain belajar berhemat, menabung juga satu cara untuk belajar mengatur uang saku kamu lho. Kamu pasti pernah dong kepengen membeli suatu barang tapi nggak punya uang simpenan dan akhirnya minta sama orang tua kalian. Padahal barang yang kamu pengen itu nggak pentingpenting banget sih dan kalo kese-

C G Am aku cinta kamu F Em Dm tapi kamu tak cinta aku G F Em Am Dm ku tak pernah tahu apa salahku G Fm C hingga kamu tak suka aku Fm C tak mau aku C G Am mungkin di matamu F Em Dm aku tak pantas untukmu G F Em tapi tak mengapa Am Dm G Fm C Fm C aku sadari kekuranganku ini [chorus] C G Am aku rela oh aku rela F Em Dm bila aku hanya menjadi G F Em Am selir hatimu untuk selamanya Dm G Fm C oh aku rela ku rela C G Am aku sudah bilang F Em Dm ku kan terus mengagumi G F Em Am Dm ku kan terus cinta terus merindu G Fm C meski kau diam saja Fm C kau diam saja [chorus] C G Am aku rela oh aku rela F Em Dm bila aku hanya menjadi G F Em Am selir hatimu untuk selamanya Dm G Fm C oh aku rela ku rela E B C#m aku rela ooo aku rela A G#m F#m bila aku hanya menjadi B A G#m C#m selir hatimu untuk selamanya F#m B Am E ooo aku rela ku rela F#m B Am E ooo aku rela ku rela [interlude] E B C#m A G#m F#m B A G#m C#m F#m B Am E

CMYK

ringan minta tentu menyusahkan orang tua kamu dong. Coba kalo kamu punya uang tabungan sendiri. Kamu pasti nggak akan sering-sering nyusahin ortu dengan minta tambahan uang saku. Ortu kamu juga pasti bakal bangga karena kamu bisa mengatur uangmu dan membeli suatu barang dengan uang hasil tabungan kamu sendiri. Kebanyakan orang tua memberikan uang saku pada anak sesuai dengan sikon, umur dan kebutuhan. Semakin tinggi tingkat sekolahnya semakin besar pula uang sakunya. Ada pula orang tua yang membiasakan anaknya untuk

membawa bekal dari rumah sehingga ia bisa belajar untuk berhemat. Tips sederhana yang bisa kamu lakukan untuk berhemat bisa dengan membawa setengah uang saku yang diberikan ortu. Sisanya disisihkan untuk ditabung. Langkah ini dianggap efektif untuk menghalau godaan ingin membeli sesuatu berlebihan. Sisa lebihan uang sakumu bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu. Seperti digunakan untuk membeli LKS atau alat tulis dan juga disisihkan untuk ditabung sehingga nggak perlu minta orang tua lagi jika pengen beli sesuatu. So, kalo kamu gimana? (*)

Atlet Lempar Cakram SMK 3 Juara I Propinsi BERPRESTASI di olahraga bisa pada cabang apa saja. Seperti SMK Negeri 3 Kota Tegal yang belum lama ini berhasil mengantarkan salah satu siswanya menjadi atlet Juara I Lempar Cakram Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2009. Prestasi itu diraih dengan catatan lemparan sejauh 34,7 meter dan berat beban 1,5 Kg. Peraihnya siswa Jurusan Pelayaran Mukhsin yang sekarang duduk di kelas XII. “Hobi aku memang bergelut di olah raga dan aku sangat senang bisa mengharumkan nama sekolah sekaligus nama kotaku,” ujar Mukhsin sewaktu ditemui Tim Xpresi. Menurut dia, cabang olahraga

lempar cakram juga berkaitan dengan jurusannya yaitu pelayaran yang kerap harus berhadapan dengan beban yang berat. “Dulu, aku sempat dilarang ibu saat pertama kali ikut kegiatan ekskul (ekstra kurikuler) ini, kata beliau ikut ekskul ini hanya membuat capek-capek badan saja, malahan kalo latihan aku sering dimarahin,” terang dia. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari pelatih, serta menunjukkan piagam-piagam prestasinya akhirnya sekarang ortu Mukhsin berubah mendukung dia. Pihak sekolah sendiri memberikan apresiasi bagi dirinya dan siswa lainnya yang telah berprestasi.

“Seperti Mukhsin dari kelas satu sampai sekarang tidak pernah membayar administrasi sekolah, karena dia mendapatkan bea siswa untuk prestasi di lempar cakramnya”, ungkap sang pelatih Jauzi. Dikatakannya, perekrutan ekskul sekolah ini telah melalui tahap seleksi yang ketat. Untuk mengatasi kejenuhan terkadang pihaknya menggelar latihan di luar sekolah seperti di Obyek Wisata (OW) Pantai Alam Indah (PAI). “Latihannya setiap Kamis dan Sabtu sore,” tambah guru olahraga ini. Saat mempersiapkan tanding, dia menambahkan waktu latihan anak didiknya yaitu setiap Selasa sore. (balkis)

BALKIS/TIM XPRESI

BERLATIH - Siswa SMK Negeri 3 Kota Tegal saat berlatih melempar cakram di sekolahnya.


SAMBUNGAN

SENIN 1 FEBRUARI 2010

19

RADAR TEGAL

BPK Sulit Lacak Duit Century dari halaman 1 “Dalam satu hari, uang itu bisa berpindah sampai tiga kali, jadi melacaknya juga bukan hal gampang,” katanya. Berdasar data yang dikumpulkan baik dari LPS, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), maupun Bank Century, BPK bisa melacak aliran dana hingga layer atau lapisan ke-2. Yakni, pertama, aliran dana dari LPS ke Bank Century. Kedua, aliran dana dari Bank Century ke rekening di bank lain. “Kalau yang ini (2 layer) bisa kelihatan,” kata Hasan. Namun, berdasar data sementara BPK, pola aliran dana memang sering berpindahpindah. Misal, dana dari Bank Century ditransfer ke rekening Bank A, kemudian dari Bank A ditransfer ke Bank B, selanjutnya ke Bank C, dan seterusnya hingga akhirnya dana tersebut dicairkan. “Kalau uang itu terus berpindah-pindah, lha sampai kapan uang itu akan dikejar?” ucapnya setengah bertanya. Apalagi, lanjut dia, setiap auditor hendak masuk ke suatu bank untuk meminta aliran dana, maka harus minta izin BI dan memberitahu bank yang bersangkutan, sehingga butuh waktu. Padahal, audit tersebut dibutuhkan oleh Pansus Hak Angket bank Century yang harus menyerahkan hasil final penyelidikannya pada 4 Maret mendatang. “Hambatannya dan kesulitannya di situ,” ujarnya. Selain permasalahan waktu. Menurut Hasan, audit untuk menelusuri aliran dana juga terkendala dengan bercampurnya dana FPJP, PMS, dengan dana pihak ke tiga (DPK) yang berasal dari tabungan dan deposito masyarakat yang ternyata masih terus masuk ke Bank Century meski bank tersebut ditetapkan sebagai bank

gagal. “Uang itu kan blended, bercampur. Jadi, untuk mengatakan uang FPJP itu digunakan untuk ini kan sulit. Sebab, bisa saja, yang digunakan untuk membayar si Anu (nasabah, Red) adalah uang dari DPK.” Karena itu, selain menelusuri kemana aliran dana yang keluar dari Bank Century, BPK juga akan menelisik aliran dana yang masuk dari pihak ketiga yang kemudian bercampur dengan dana FPJP dan PMS. “Ada sekitar Rp 4 triliun DPK yang kita dalami. (dana) Ini punya siapa, pihak terkait atau tidak,” katanya. Mengingat tingkat kesulitan yang tinggi, Hasan mengatakan, BPK tidak mematok target hingga layer berapa aliran dana akan dikejar. Dia hanya berjanji bahwa auditor BPK akan bekerja maksimal mengingat ketatnya tenggat waktu. Saat ditanya apakah mungkin bisa menyelesaikan audit lanjutan dalam waktu dua minggu, Hasan enggan menjawab. “Kalau terlanjut ngomong (target), nanti malah ditagih. Yang jelas, mudah-mudahan secepatnya lah. Kita tidak ingin pegang bola panas ini terus,” ucapnya. Sebelumnya, Ketua BPK Hadi Poernomo mengatakan, tim audit lanjutan Bank Century sudah mulai berjalan. “Tim tersebut terdiri dari 16 auditor dan diketuai Suryo Ekawoto,” ujarnya. Suryo Ekawoto Suryadi adalah penanggung jawab pemeriksaan pada audit investigatif Bank Century yang pertama. Menurut Hadi, tim tersebut akan mengaudit seluruh data dan dokumen terkait aliran dana FPJP dan PMS di Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara. “Surat pengantar dari BI sudah kami dapat. Jadi, bisa segera jalan,” katanya.

Secara terpisah, Pansus Angket Kasus Bank Century mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat meminta penetapan izin memperoleh dokumen terkait kasus Century. Dokumen yang diminta Pansus adalah seluruh data, rekaman rapat-rapat Komite Stabilisasi Sektor Keuangan dan data aliran dana. Data tersebut dinilai penting, sebagai pembuktian tambahan Pansus terkait keputusan bailout senilai Rp 6,7 triliun. “Nanti setelah perintah Pengadilan Negeri keluar, nanti BPK akan memberikan,” ujar Agun Gunandjar Sudarsa, anggota Pansus Century dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, kemarin (31/1). Dokumen-dokumen itu, kata Agun, diperlukan untuk keperluan memeriksa data aliran Bank Century. BPK sebelumnya menolak memberikan karena takut dikriminalisasikan oleh lembaga tertentu. BPK memiliki data tersebut, namun Menkeu dan BI menolak jika BPK memberikan data itu kepada Pansus. Dalam rapat konsultasi, BPK menyarankan Pansus meminta penetapan pengadilan atau fatwa Mahkamah Agung demi mendapatkan legalitas penyitaan. Agun menyatakan, Pansus juga berencana untuk memanggil BUMN yang memiliki rekening simpanan di Bank Century. Kepentingan pemeriksaan BUMN tersebut adalah mempertanyakan keputusan BUMN untuk menyimpan dananya di bank swasta. “Ini perlu kita tanya,” ujar Agun. Menurut Agun, BUMN pernah mengeluh ke Dewan tak punya uang membeli peralatan, namun belakangan ketahuan memiliki dana di Bank Century. “Mereka sering minta suntikan dana, tapi kok bisa menyimpan uang di sana (Bank Century),” kata Agun. (owi/bay/iro)

KPK: Pertimbangkan Kenaikan ... dari halaman 1 satunya reformasi borokrasi, di mana di sana sudah ditekankan remunerasi gaji dengan alasan peningkatan produktifitas, perbaikan manajemen kelembagaan, perbaikan sistem, perbaikan management SDM (rekrutmen, pola karir, pengukuran kinerja) dan perubahan budaya kerja. “Kalau sekadar naik tentu sangat tidak siginifikan,” katanya kemarin. KPK juga mengkhawatirkan kelak saat reformasi birokrasi itu benar-benar diterapkan, maka pejabat yang bersangkutan juga mendapatkan kenaikan gaji melalui remunerasi. “Jadi kenaikannya akan berkali-kali,” katanya. Tanpa acuan program, kata Jasin, rencana kenaikan gaji itu justru menimbulkan kesenjangan di birokrasi tingkat bawah.

Sebab, kenaikan tersebut hanya untuk pejabat. “Kalau yang di bawah naiknya sedikit, sementara yang di atas kenaikannya besar ini bisa memicu kecemburuan,” kata alumnus Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya itu. Jasin berharap pemerintah mematangkan kajian terlebih dahulu. Misalnya, urgensi kenaikan gaji tersebut bagi produktifitas pejabat dalam bekerja. “Jangan asal naik. Harus ada alasan juga yang bisa diterima publik. Ini era transaparansi ke publik,” ungkapnya. KPK terang Jasin akan membahas rencana kenaikan gaji tersebut di internal lembaganya. “Tentu kami juga akan mengkaji kenaikan gaji itu,” ucapnya. Apakah KPK tidak pernah dilibatkan membahas kenaikan

gaji tersebut? Dia mengungkapkan selama ini, KPK memang dilibatkan sebagai tim reformasi birokrasi. Namun, karena kenaikan gaji pejabat tahun 2010 itu tidak masuk paket reformasi birokrasi, maka peran KPK ditinggalkan. “KPK masuk tim reformasi birokrasi pemerintah. Tapi, soal ini kami tak diajak,” terangnya. Seperti diberitakan, DPR bersama Pemerintah sepakat menaikkan gaji para pejabat negara. Itu dilakukan karena dilatarbelakangi prediksi inflasi sebesar lima persen pada 2010. Ternyata, prediksi itu meleset. Jumlah inflasi yang terjadi hanya 2,75 persen. Akibat kenaikan pemerintah harus menanggung Rp 158 triliun, naik dari belanja anggaran gaji pada 2009 yang mencapai 132 triliun. (git)

Prostitusi Online Dibongkar dari halaman 1 warga Bungurasih itu pun berhasil ditangkap polisi. Ternyata Vey masih berumur 20 tahun. Dan saat ditangkap, dia sedang hamil sembilan bulan. Dua hari lalu dia melahirkan di Klinik Polwiltabes Surabaya Jalan Rajawali. “Waduh sekarang saya punya momongan baru,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polwiltabes Surabaya AKP Arbaridi Jumhur lalu tertawa kencang. Dua tersangka trafficiking itu sebenarnya ditangkap pada Kamis (28/1) lalu. Tapi karena masih dikembangkan polisi baru membeberkan kemarin. Jumhur menerangkan, Vey dan Afif adalah komplotan yang baru sekitar dua bulan bekerja sama untuk menjalankan bisnis esek-esek online. Pertemuan mereka berawal dari chatting-an. Sebelumnya, Vey adalah pekerja seks secara freelance menawarkan dirinya melalui iklan-iklan di beberapa surat kabar beberapa situs jejaring sosial. Nah, setelah berjumpa Afif di dunia maya, mereka berdua sepakat untuk bekerja sama.

“Vey yang cari stok cewek dan Afif yang cari pemesan lewat internet,” kata Jumhur. Selama dua bulan lebih bisnis mereka berjalan lancar. Pelanggannya tentu saja hidung belang yang gemar chatting. Mereka cukup online dan memilih perempuan-perempuan melalui foto yang sudah disiapkan Afif. Setelah sepakat, pelanggan itu tinggal telepon dan mentransfer uang muka ke rekening Afif. Untuk tempat eksekusi tergantung keinginan pemesan. Rata-rata perempuan-perempuan itu dihargai Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu. Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo menceritakan, penangkapan dua pelaku itu berawal dari informasi dari masyarakat. Modusnya pun “melek internet”. Yakni memasarkan dengan cara chatting. Informasi itu segera ditelusuri anak buah Anom. Polisi akhirnya mendapatkan informasi bahwa restoran cepat saji Jalan Basuki Rahmat dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para penjaja seks. Beberapa hari polisi mengamati gerak-gerik

perempuan-perempuan yang kongko-kongko di sana. “Memang dari penampilannya mereka masih di bawah umur. Dandanannya juga wah,” kata mantan Kasat Pidum Polda Jatim itu. Tak lama kemudian polisi mendapatkan informasi bahwa yang mengoordinasi para pekerja seks di sana adalah Vey dan pemasarannya secara online. Akhirnya pada Kamis (28/ 1) malam sekitar pukul 23.00 polisi melihat seorang laki-laki mendatangi salah gerombolan perempuan yang dicurigai pekerja seks itu. Tapi tak lama kemudian, Afif, pria itu, pergi bersama tiga perempuan lainnya. Salah satu wanita itu adalah Vey. Polisi yang sudah lama nyanggong, segera membuntuti mereka. Ternyata Afif Cs yang naik taksi tersebut masuk ke salah satu hotel di Jalan Ngagel, kamar 514. Tapi polisi tak gegabah. Mereka tetap menunggu. Tak lama kemudian Vey, Afif, dan satu perempuan lainnya keluar hotel. Polisi berpakaian preman itu langsung menyebar. Satu tim mengikuti Vey dan komplotannya yang keluar hotel. Se-

dangkan tim lainnya menunggu di hotel itu. Ternyata Vey kembali ke restoran itu dan membagi-bagi uang. Melihat itu, polisi pun segera bertindak. Mereka menangkap Vey, Afif, dan tiga PSK lainnya. Sedangkan di hotel itu, polisi juga menggerebek kamar 514. Di sana mereka menangkap satu PSK. Sebagai barang bukti polisi menyita 3 kondom, 1 sprei, 1 selimut, 8 HP, 2 bill hotel, 1 flasdisk berisi foto-foto stok PSK, 1 buku daftar nama dan harga, serta uang tunai Rp 1,7 juta. Polisi akhirnya menetapkan Vey dan Afif sebagai tersangka. Sebab dua orang inilah yang melakukan penjualan para PSK. Menurut Anom, stok PSK Vey mencapai 25 orang. Lima di antaranya masih di bawah umur. “Saya cuma dapat Rp 50 ribu dari setiap transaksi,” kata Afif kepada polisi. Dia mengaku hanya kenal cewek-cewek itu dari Vey. Dan kebanyakan dari mereka PSK itu adalah pelajar dan mahasiswa. “Mereka sebenarnya juga mau kok. Saya kan nawar-nawarkan aja,” ujar pria lulusan SMK tersebut. (kuh/dos)

Jelaskan Julukan Mantan Presiden ke Anak-Anak dari halaman 1 ujar SBY sambil menebar benih ikan mujahir dan patin yang ia sumbang. Presiden lantas menyaksikan pertandingan futsal yang dimainkan oleh para putra TNI. Presiden beserta Ibu Negara, serta putra keduanya, Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas), cukup menikmati permainan futsal anak itu. Puas menyaksikan futsal, SBY bertanding tenis meja melawan Komandan Batalyon Kesehatan Divisi 1 Kostrad Letkol. Made Wirayasa. Tak sekalipun Made melakukan smash keras ke arah SBY. Made juga hanya memberikan pengembalian-pengembalian bola tanggung yang memudahkan SBY meraih angka. Skor tak sampai menyentuh 21, namun banyak poin diperoleh SBY dengan mudah. SBY dan Ibu Negara lantas meninjau Rumah Pintar. Di sana, mereka berdialog dengan anakanak yang tengah belajar di

rumah sumbangan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan PT Pertamina itu. SBY menyempatkan diri menjelaskan foto-foto presiden mulai dari Soekarno, hingga dirinya sendiri. SBY memberi julukan kepada semua mantan presiden. SBY mengenalkan Soekarno sebagai “Proklamator”. Lalu, Soeharto sebagai “Pembangun Bangsa”. Kemudian BJ Habibie sebagai “ahli ilmu pengetahuan dan teknologi”, dan Abdurrahman Wahid sebagai “Bapak Kemajemukan”. Megawati juga mendapat julukan. Namun, berbeda dengan mantan presiden sebelumnya, julukan untuk Megawati tak terkait dengan predikat apapun. “Beliau putri pertama presiden RI Pertama, Soekarno,” kata SBY. Ia tak memberi julukan kepada dirinya sendiri. Kepada anak-anak, SBY menjelaskan, semua presiden berusaha menyejahterakan rakyat. Di halaman samping Rumah Pintar itu, SBY juga menanam

pohon. Presiden lantas memberi pengarahan kepada prajurit beserta isteri dan anak. SBY mengungkapkan, kunjungannya ke Markas Divisi 1 Kostrad kemarin sekaligus menjadi nostalgia saat masih menjadi tentara aktif. “Dulu waktu saya menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara, saya sering ke Cilodong ini. Tapi waktu itu belum semaju ini,” kata SBY. Ia mengingatkan kepada prajurit untuk terus menyenangi olahraga. Selain agar tetap berbadan sehat, juga untuk menumbuhkan jiwa sportif dan ksatria. “Penting bagi Warga Negara Indonesia untuk mempunyai jiwa ksatria. Dalam berkompetisi, ada kalanya menang, ada kalanya kalah,” kata Presiden. SBY juga membuka sesi dialog dan mendengarkan pertanyaan dari prajurit. Para isteri dan anak prajurit juga tak ketinggalan berdialog. Mereka menyampaikan keinginan agar

kelengkapan alat utama sistem senjata (Alutsista) terus ditingkatkan. Sedangkan isteri dan anak prajurit, berharap kesejahtaraan makin meningkat, serta memiliki akses pendidikan yang cukup. SBY mengatakan, pemerintah terus berusaha menambah Alutsista untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas TNI. Anggaran pertahanan juga terus ditingkatkan. Namun, pemerintah juga memiliki anggaran yang terbatas. “Alutsista akan akan terus dimodernisasikan. Yang penting prajurut teruslah berlatih, bertempur, jangan ragu. Yang memenangkan peperangan itu mental. Kalau prajuritnya mentalnya jelek, tidak akan menang,” kata presiden. SBY juga mengatakan, kesejahteraan para prajurit terus meningkat sejak 2004. “Insya Allah akan terus kita tingkatkan kesejahteraan untuk prajurit dan keluarganya, sesuai dengan kemampuan negara dan pemerintah,” kata SBY. (sof)

Warga Temukan Mayat Tak Dikenal di Ketiwon dari halaman 1 Mayat sampai di RS kardinah kurang lebihnya sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika ditanya lebih lanjut, dia menyarankan untuk mencarinya ke Polsek Tegal Timur. Saat di konfirmasi Kapolsek Tegal Timur AKp Anggiant Siringgo Ringgo menuturkan,

mayat remaja tak dikenal tersebut ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Jenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan kaos coklat dengan tulisan Pinguin. Kemudian jaket kain warna hitam kombinasi hijau dibelakangnya, celana jeans hitam dan celana dalam biru. Selain itu, ditemukan pula sebuah tele-

phon seluler merk He Tech dengan gantungan foto seorang cewek. Ciri-ciri lain pada kaki kiri mayat ada sebuah gelang rantai. Usia sekitar 15 tahun ke atas. Setelah dievakuasi mayat langsung dibawa ke RS Kardinah. Saksi di TKP bernama Sanuri dan Tasnya warga Panggung Tegal Timur. “Petugas sudah berusaha

menghubungi nomor-nomor di Hp tersebut. Namun sampai dengan saat ini belum ada keterangan identitas jelas dari mayat itu. Kami akan tetap berusaha mencari identitas lain. Jika ada masyarakat atau keluarga yang mengenali ciri-ciri tadi bisa datang langsung ke RS kardinah untuk memastikannya,” ujarnya. (cw1)

TENGGOROKAN LEGA DAN SENANG BISA BAHAGIAKAN ISTRI DI usia lebih dari setengah abad, nyaris tak ada penyakit berat pada KH Asep Idad (53 th) dari Ponpes Al-Hikmah Samarang Kabupaten Garut. Namun ajengan terganggu oleh batuk dan sesak nafas akibat merokok. “ Meski tahu batuk dan sesak nafas ini akibat merokok, sulit untuk berhenti karena minimal dua bungkus saya habiskan sehari “ tutur Pak Asep. Untuk mengatasinya dia minum susu, namun batuk tak hilang malah diare datang. Gangguan lain adalah kelelahan fisik akibat kesibukannya. “selain mengisi pengajian, banyaknya tamu sepanjang hari membuat kondisi saya drop , sulit tidur dan lemas saat bangun keesokan harinya “ keluh KH asep Idad. Rasa lelah dan kantuk coba diatasinya dengan kopi. Ternyata solusi gagal bahkan jantung jadi berdebar. Enam bu-lan lalu, seorang jamaah memberinya Gula Aren Gentong Mas. Baru seminggu minum seca-ra rutin manfaatnya sudah terasa yaitu batuk dan sesak nafas mereda.

Saat ditanya apa ada manfaat lain yang dirasakan, kakek satu cucu ini menjawab sambil tersenyum. “…. setelah rutin minum Gentong Mas, istri merasa lebih bahagia karena katanya sekarang vitalitas saya makin oke “ ujarnya dengan wajah bangga. Manfaat Gula Aren bukan hanya lezat dan hangatnya. Menurut Jeff Gunnent dalam bukunya

Permaculture Plant (2004), ada unsur Gula Aren yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan dan tenggo-rokan. Disamping itu un-sur Riboflavin yang di-kandungnya melancarkan metabolisme dan membuat sel berfungsi optimal sehingga stamina dan vitalitas prima. Meski demikian pola hidup sehat seperti olah-raga dan mengurangi merokok juga perlu dilakukan. Gentong Mas dipro-duksi

dari Gula Aren murni pilihan yang di-proses secara higienis dengan pengawasan yang ketat. Menurut Manajer Marketing PD Gentong Mas kini kian banyak masyarakat merasakan manfaat minuman ini, sehingga saat ini tingkat permin-taan terus melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Untuk informasi lebih lanjut hubungi no telpon: 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879-809, Apt. Medika Far-ma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Ban-jaran, Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudir-man No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No.275, Telp. (0284) 321116. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

20

RADAR TEGAL

Program Layanan Aktivasi Kartu Perdana Kartu As

GRATIS TANPA SYARAT SEMARAN - Pelanggan baru Kartu As kini dapat menikmati 50 SMS gratis ke sesama pelanggan Telkomsel setiap harinya. Selain itu, pengguna juga mendapatkan gratis akses data untuk internet sebesar 1 MB. Bonus ini secara otomatis diberikan bagi seluruh pelanggan yang mengaktifkan perdana Kartu As mulai 27 Januari untuk digunakan di seluruh Indonesia. M Sales & Customer Service Telkomsel Jateng–DIY Roosman Koeshendarto mengatakan, promo gratis 50 SMS tiap hari sebelumnya telah dinikmati dan direspon dengan baik oleh pelanggan Kartu As di beberapa wilayah.

Wildan Usman/RATEG

AKTIVASI – Seorang pelanggan Kartu As tengah mengaktivasi perdana Kartu As dengan fasilitas gratis tanpa syarat.

“Sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan pelanggan Kartu As di wilayah lainnya, kini Telkomsel memberlakukan program ini secara nasional. Semua bonus ini dapat digunakan tanpa syarat,” katanya kemarin. Dengan membeli paket perdana Kartu As seharga Rp 5.000, papar dia, pelanggan juga langsung memperoleh 50 SMS gratis setiap harinya. SMS tadi dapat digunakan untuk SMS ke seluruh pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As selama 24 jam. Sisa pemakaian 50 SMS di hari tersebut tidak dapat diakumulasikan untuk hari berikutnya. Pelanggan akan dikenakan Rp 115 per SMS untuk setiap pengiriman SMS yang berbayar. Sedang untuk menjawab kebutuhan penggunaan layanan data yang sudah menjadi tren gaya hidup sehari-hari pelanggan selular, Telkomsel

memberikan pula bonus akses data sebesar 1 MB. Bonus ini dapat digunakan untuk akses internet di ponsel maupun modem. “Telkomsel juga menyediakan akses *100# bagi pelanggan Kartu As yang ingin menikmati layanan serba Rp 1.000. Seperti paket SMS dan nelpon murah, paket internet murah, paket chatting dan facebook, paket hemat panggilan internasional, dan lainnya,” terang Roosman . Menurutnya, kenyamanan pelanggan Kartu As memanfaatkan seluruh paket hemat dan gratis layanan SMS serta akses data sangat terjamin. Karena Telkomsel telah menggelar jaringan terluas berkualitas hingga pelosok melalui dukungan lebih dari 30.000 Base Transceiver Station (BTS) di seluruh. (zuhlifar arrisandy)

Pelanggan Capai 33,1 Juta WILDAN USMAN/RATEG

KEMUDAHAN – Produk-produk sepeda motor VIAR bisa didapatkan di Gedong Jembar Group.

Beri Subsidi Rp 1 Juta TEGAL - Terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sepeda motor membuat permintaan terus bertambah. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah sepeda motor setiap tahunya. Gedong Jembar Putra yang menjadi salah satu dealer motor Cina (mocin) khususnya VIAR untuk pertama kalinya di kota Tegal memberikan servis gratis selamanya kepada konsumen yang membeli produk mocin VIAR di Gedong Jembar Putra. Manager Marketing Gedong Jembar Putra Handoyo mengatakan, pemberiaan layanan servis gratis selamanya ini untuk memudahkan konsumen dalam perawatan sepada motor VIAR-nya. Selain itu, tambahnnya, dealernya juga menyediakan spart part untuk sepada motor VIAR, sehingga masyarakat yakin spart part mocin tak sulit didapatkan. “Karena anggapan masyarakat kita saat ini, spart part mocin sangat susah diperoleh,” katanya. Selain itu Dealer VIAR Gedong Jembar Group memberikan program pemberian subsidi UM sebesar Rp 1 juta kepada konsumen yang akan membeli sepada motor VIAR di Gedong Jembar

CMYK

Putra. “Dengan pemberian layanan servis gratis selamanya dan pemberian subsidi UM Rp 1 juta, diharapkan bisa menjadi angin segar bagi masyarakat dan menarik minat masyarakat untuk membeli mocin. Sehingga nantinya mampu meningkatkan volume penjualan sepeda motor VIAR,” ungkap Handoyo. Dealer VIAR Motorcycle Gedong Jembar Group menyediakan 6 tipe sepeda motor New StarfitZ, New Star X 125, Star CX, MaxiPro, MaxiP,VixR, dan sepeda motor roda tiga Karya. Semuanya didesain dengan model sporty dengan pilihan warna yang banyak. Salah seorang konsumen Rusdi (34) mengaku puas setelah membeli motor Viar NewStarx125. Alasannya, setelah dipakai setahun belakangan tidak ada kendala berarti. “Apalagi dengan adanya program servis gratis selamanya dari Dealer Viar Motorcycle Gedong Jembar Group ini, konsumen menjadi lebih senang,” tambahnya. Ini diamini Amin (30), konsumen lainnya asal Adiwerna. Menurutnya selain harganya yang lebih murah, motor Cina juga tidak kalah dengan produk motor Jepang. (mg2)

JAKARTA - PT Indosat Tbk (Indosat atau Perseroan) mengumumkan jumlah pelanggan selularnya pada akhir tahun 2009 mencapai 33,1 juta. Jumlahnya meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan tri wulan ketiga 2009. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (28/1), di Auditorium Gedung Indosat Jakarta itu dipimpin Komisaris Utama Indosat HE Sheikh Abdullah Mohammed SA Al-Thani. Selain itu, juga dihadiri para pemegang saham Indosat atau kuasanya yang mewakili lebih dari 92,36 persen total saham yang telah disetor dan ditempatkan. Pada RUPSLB ini, pemegang saham Indosat menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. RUPSLB juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk mematuhi Peraturan Bapepam & LK No. IX.J.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum

WILDAN USMAN/RATEG

PENDIDIKAN SATWA – Pentas lumba-lumba dan aneka satwa, selain arena berwisata juga wahana pendidikan.

Berwisata Sambil Mendidik Masyarakat DOK.ISTIMEWA

RUPSLB - President Director & CEO Indosat Harry Sasongko (tengah) bersama Peter Kuncewicz, Stephen Edward Hobbs, Fadzri Santosa, Laszlo Imre Barta usai RUPSLB Indosat di Jakarta (28/1).

Efek bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. “Selain itu juga untuk melakukan penyesuaian terhadap

Peraturan Bapepam dan LK. Perubahan dilakukan dalam rangka menyelaraskan beberapa pasal dalam Anggaran Dasar Perseroan dengan struktur organisasi yang berlaku saat ini,” kata Sheikh. (ari)

TEGAL - Sabtu (30/1) kemarin, pentas lumba-lumba dan aneka satwa di GOR Wisanggeni Tegal resmi dibuka. Grand Opening dilakukan langsung Walikota Tegal Ikmal Jaya. Kegiatan sebagai wahana penyuluhan koservasi dan parade pendidikan di bawah Dinas Kehutanan merupakan arena wisata sambil mendidik masyarakat untuk lebih saying kepada satwa. Ikmal mengatakan, dia menyambut baik acara pentas lumba-lumba dan aneka satwa, lantaran mempunyai tujuan yang bagus. Selain merupakan

tempat atau wahana hiburan, pentas juga bisa menjadi wahana pendidikan untuk anakanak. “Di dalamnya banyak terkandung unsur pendidikan dan pesan moral, agar kita senantiasa menyayangi satwa sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan,” katanya. Setelah membuka rsemi acara, Ikmal diberi kesempatan menyapa lumba-lumba dan melemparkan bola sebagai tanda dimulainya atraksi. Bukan cuma itu saja, walikota juga mendapatkan ciuman dari salah satu lumba- lumba. (mg2)

Grow with Character! (11/100) Series by Hermawan Kartajaya

Sepuluh Langkah Undang Ciputra KEMARIN saya sudah bercerita bahwa saya tertarik untuk mengontak Pak Ci karena Teori Z. Tapi, waktu itu saya berpikir bahwa sangat susah mengontak orang “besar” seperti dia. Karena itu, saya cari akal. Pertama, saya cari tahu dulu no-mor telepon kantor PT Pembangunan Jaya di Jakarta. Kedua, saya telepon kantor Pak Ci dan mengatakan kepada operator bahwa saya mau bicara pada sekretaris Pak Ci. Dengan mengatakan begitu, saya ingin menghindari “filter” operator. Kalau saya bilang mau bicara pada Pak Ci pun, toh saya akan dihubungkan ke sekretaris Pak Ci. Daripada begitu, ya lebih baik bicara sama sekretarisnya saja sekalian. Ketiga, begitu tersambung dengan si sekretaris, saya langsung ditanya detail maksud saya untuk bicara dengan Pak Ci. Waktu itu saya bilang bahwa saya belum mau bicara dengan Pak Ci karena beliau belum kenal saya. Tapi, saya katakan bahwa yang akan saya katakan akan sangat menarik buat Pak Ci. Saya pikir, waktu itu, tidak ada sekretaris yang tidak akan menyampaikan good news

kepada bosnya. Benar juga dugaan saya! Si mbak menanyakan apa yang akan saya sampaikan. Keempat, saya ceritakan bahwa saya mengagumi Pak Ci karena pe-mikirannya. Terutama tentang Teori Z. Saya bilang bahwa saya ingin mengundang beliau untuk ber-bicara tentang hal tersebut di Surabaya! Saya juga menjelaskan bahwa kebetulan saya adalah seorang Rotarian. Dan, saya yakin bahwa saya bisa meyakinkan teman2 saya di Rotary Club untuk jadi organisernya. Dengan demikian, saya ingin meyakinkan bahwa seminar itu bukan untuk “komersial”, tapi untuk “sosial”. Kelima, ini yang juga penting. Saya mengatakan bahwa kayaknya Pak Ci perlu tampil di Surabaya. Sebab, saya dengar beliau sedang mulai proyek properti di Surabaya. Bahkan, saya mengatakan bahwa kalau hal ini diceritakan dengan “baik dan benar”, Pak Ci pasti akan senang. Keenam, saya minta tolong si Mbak untuk menyampaikan good news tersebut kepada bosnya pada saat yang tepat. Pikir saya, kan sekretaris yang paling tahu saat paling tepat untuk menyampaikan suatu hal.

Dengan minta tolong begitu, saya juga ingin membuat sang sekretaris jadi merasa penting. Biasanya, seorang sekretaris merasa cuma dijadikan assistant. Tapi kali ini mendadak jadi messenger. Kayaknya strategi saya berhasil. Si Mbak berjanji membantu saya, bahkan meminta saya untuk call dua jam kemudian. Ketujuh, ketika dua jam kemudian saya telepon kembali, si Mbak mengatakan bahwa Pak Ci kayaknya suka pada ide saya. Dan, Pak Ci sudah siap bicara dengan saya tentang hal

itu. Wow.. Kedelapan, benar juga! Ketika saya kemudian bicara dengan Pak Ci secara langsung, semuanya jadi lancar... Saya tinggal memperkuat beberapa hal untuk penajaman usul. Waktu itu saya memperkenalkan diri bahwa saya adalah direktur PT HM Sampoerna yang pingin “belajar” dari Ciputra yang sudah sangat senior. Saya juga bercerita bahwa saya pernah bertemu langsung dengan Profesor William Ouchi, penulis Teori Z. Karena itulah, saya lantas berani menawarkan diri untuk bicara dulu tentang Teori Z-nya. Setelah itu, baru Pak Ci bisa bicara tentang pelaksanaan praktiknya di Jaya Group. Dengan demikian, peserta seminar yang profitnya akan diberikan untuk kas Rotary Club itu akan belajar Teori Z secara lengkap. Kesembilan, ketika Pak Ci me-ngatakan tertarik, saya langsung me-nyodorkan beberapa tanggal pen-yelenggaraan. Don’t lose the momentum! Langsung saja, saya masih ingat, Pak Ci menanyakan pada sekretarisnya tentang availability dia untuk ke Surabaya.

Tentu saja, tanggal-tanggal itu memang “kosong” karena sudah saya rundingkan dengan si Mbak. Terjadilah kesepakatan dalam satu kali pembicaraan telepon! Padahal, Pak Ci belum pernah bertemu muka dengan saya sama sekali.. Kesepuluh, ketika akhirnya beliau datang ke Surabaya, saya menemui Pak Ci di Lapangan Udara Juanda. “Anda Hermawan Kartajaya dari Rotary Club?” “Ya, benar Pak Ci.. kok tahu” tanya saya kembali pada dia. “Saya masih ingat benar dengan suara Anda di telepon.Your voice is a magic voice. Saya tidak habis mengerti, bagaimana saya bisa mau datang ke Surabaya diundang oleh orang yang nggak pernah saya temui,” ujarnya. Saya hanya menjawab singkat, “Terima kasih banyak, Pak Ci. Saya benar-benar mau belajar dari Bapak. Selamat datang di Surabaya!” Itulah sepuluh langkah yang saya lakukan untuk bisa bertemu dan mulai belajar dari Ir Ciputra. Sederhana, tapi menarik untuk diceritakan kembali setelah dua puluh satu tahun kemudian. Siapa tahu ada pelajaran yang bisa diambil. (*)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

BALANENYONG Pelantikan Kades Telah Dibahas PROSES pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa (Kades) terpilih, hasil dari Pilkades Desa Cikura Kecamatan Bojong, yang dilaksanakan Selasa (26/1) lalu hingga kini masih dalam pembahasan oleh pihak kecamatan dan beberapa unsur pemerintahan desa setempat. Sehingga DOK.RATEG warga diminta untuk Drs Ahmad Zamzami bersabar, sebab semua itu harus dilaksanakan sesuai prosedur birokrasi. Hal itu diungkapkan Camat Bojong Drs Ahmad Zamzami kepada Radar, kemarin. “Pembahasan pelaksanaan pelantikan itu sendiri, sudah memasuki puncak, tapi mengenai tempat masih terjadi tarik ulur. Lantaran inti dari permasalahan hanya untuk memangkas biaya pelantikan, agar tidak melambung tinggi namun meriah dan tertib,” ujar Zamzami. Dia menambahkan, sejauh ini masalah tempat masih dalam pembahasan, tetapi kemungkinan besar akan mengerucut untuk dilaksanakan di aula kantor kecamatan. Hal itu, agar makna ke hal 9 kol 4

KIYEH LIKUH

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BERLATIH - Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo (nomor dua dari kanan) saat berlatih menggunakan senjata Airsoft Gun bersama Kabag dan jajarannya di Mapolres Tegal, Sabtu (30/1).

Saat Permainan Air Soft Gun Merasuki Jajaran Polres Tegal

KAPOLRES DAN ANGGOTA

SALING TEMBAK KETEGASAN saling hormat, maupun harus selalu siap dalam menjalankan perintah atasan memang harus selalu ada di tubuh Polri. Namun, kepenatan dalam kinerja memberikan pelayanan masyarakat tersebut, nampak beda saat Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo bersama dengan jajarannya saling tembak-menembak dengan senjata tanpa

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

KONFERENSI - Beberapa pengurus ranting Muslimat se wilayah Kramat saat mengikuti pelaksanaan Konferensi IV PAC Muslimat NU Kramat.

Nurroah Kembali Pimpin Muslimat NU Kramat KRAMAT - Dalam konferensi pemilihan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kramat di gedung MTs Islamiyah Larangan, Minggu (31/1) kemarin, Nurroah yang juga sebelumnya memimpin PAC Muslimat NU Kramat periode 2005-2010 kembali memperoleh suara terbanyak. Dengan perolehan 14 suara dari jumlah ranting yang ada, sehingga Nurroah akan kembali memimpin PAC Muslimat NU Kramat periode 2010-2015 ke depan. Sementara untuk posisi Wakil Ketua diraih oleh Hj Umu Kulsum. Ia berhasil memperoleh 12 suara. Panitia konferensi Muslimat NU Kramat Dra Hj Nur Khasanah mengaku, dalam proses pemilihan pengurus PAC Muslimat NU Kramat, terdapat empat calon yang maju dalam proses pemilihan. Mereka diantaranya Muslicha, Turyami, Hj Umu Kulsum dan Nurroah. Dari hasil perhitungan suara dari 20 suara yang ada, Nurroah berhasil mendapatkan 14 suara disusul Turyami 3 suara, Maslicha 2 suara dan Umu Kulsum 1 suara. Sementara perolehan suara untuk posisi wakil ketua, suara terbanyak diperoleh Umu Kulsum 12 suara disusul Maslicha 4 suara, Taryumi 3 suara dan Sholicha 1 ke hal 9 kol 4

NAPI KABUR

perasaan takut saat dimulainya permainan olahraga Airsoft Gun yang kini mulai merasuki jajaran di Polres Tegal. Ya, kontak senjata yang dilakukan mantan Kapolresta Magelang itu memang bukan dengan menggunakan Senjata Api (Senpi). Sebab, semua tembakan yang ditargetnya adalah hiburan saja guna melepas penat dalam kesibukannya

selama ini. Termasuk anggotanya pun, kini nampak akrab dan tak pandang apakah itu pimpinannya terlihat saling akrab saat mereka menjadi tim dalam olahraga permainan Airsoft Gun. Sekilas, bentuk senjata Airsoft Gun yang digunakan sebagai sarana penghibur tersebut, memang terlihat persis dengan aslinya. ke hal 9 kol 1

Pemberian Kredit UKM Dipertanyakan Pemkab Dinilai Tak Selektif PROGRAM Pemberian dana bantuan kredit bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Tegal dipertanyakan efektifitasnya. Pemkab dinilai tidak selektif dalam memberikan bantuan kredit tersebut selama ini. Sehingga, besarnya bantuan kredit UKM yang diberikan oleh pemkabsama rata, tanpa memandang tingkat potensi pengembangan usaha sebuah

UKM. Selain itu, pemberian bantuan kredit UKM juga disinyalir menjadi proyek ‘’bancakan” oleh sejumlah oknum. Pasalnya, hampir sebagian besar penerima bantuan kredit UKM mengaku dana yang diterima mereka itu telah ‘’disunat”. Bahkan tidak jarang pula ditemukan adanya penerima bantuan fiktif, atau adanya penyimpangan sehingga dana Bantuan kredit yang seharusnya diterima itu ‘’menguap” tanpa bekas. Kejadian tersebut sangat disa-

yangkan anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tegal, Bahrun SH. Dia yang semula mendukung adanya pemberian bantuan kredit UKM, mengaku kecewa atas terjadinya sejumlah penyimpangan dalam perguliran bantuan tersebut. ‘’Sejak awal saya sangat mendukung adanya program bantuan kredit UKM. Karena bantuan ini dapat memproteksi UKM-UKM yang ada dari gejolak paska pemberlakuan era perdagangan bebas (AFTA). Tapi sayangnya, pelaksanaan program ini sudah

jauh menyimpang dari tujuan awalnya,” ungkap Bahrun. Menurut Bahrun, yang tidak kalah pentingnya, adalah tingkat selektifitas penerimaan dana bantuan kredit UKM. Karena selama ini, menurutnya, Pemkab Tegal masih belum melakukan seleksi terhadap penerima bantuan kredit UKM tersebut. ‘’Mestinya pemkab bisa selektif. Artinya, pemkab agar memilahmilah antara penerima UKM yang berpotensi, kurang, atau tidak berpotensi. Kalau sudah dipilahpilah, pemberian dana bantuan

agar pula dibedakan nominalnya, menyesuaikan dengan bidang usahanya masing-masing. Dengan pemberian dana secara proporsional seperti ini, diharapkan bantuan itu dapat terus digulirkan dan UKM dapat berkembang lebih baik,” terang Bahrun. Bahrun juga menilai, terdapat celah yang sangat lebar yang dapat dipergunakan oleh oknumoknum yang tidak bertanggung jawab, untuk melakukan penyimpangan terhadap pelaksanaan ke hal 9 kol 4

Muslih Terpilih Ketua Ansor Kabupaten Anggaran Pengadaan Listrik Kurang SLAWI - Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (Konfercab GP Ansor) Kabupaten Tegal yang diadakan di gedung NU Slawi, Minggu (31/1) kemarin menghasilkan ketua terpilih, Muslih SPdI dalam persaingan yang cukup ketat dengan kanidat lain Hafid dari Balapulang dan Didi Permana dari Talang. Dalam penentuan bakal calon, Muslih mendapatkan dukungan 8 suara dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Didi Permana 3 suara, khafid 6 suara dan Muzamil 1 suara. Sesuai ketentuan tata tertib Konfercab, untuk melenggang menjadi calon ketua harus mendapatkan minimal 5 suara, maka yang berhak untuk menjadi calon ketua hanya dua kandidat, Muslih dan Hafid. Dalam tahap pemilihan ketua, ternyata Muslih mendapat

DOK.RATEG

Muslih SPd

dukungan yang signifikan dari PAC, ia mendapatkan 11 suara, sementara rivalnya, Hafid hanya mengantongi suara 7. Sehingga

secara otomatis Muslih berhak memimpin Ansor Kabupaten Tegal periode tida tahun ke depan. Dalam sambutanya, Muslih mengatakan, akan membangun Ansor Kabupaten Tegal lebih baik lagi sehingga diperhitungkan di Kabupaten Tegal minimal di tingkat Organisasi Kepemudaan (OKP). “Saya juga akan mengakomodir seluruh potensi yang ada di Ansor, tidak ada istilah rival, semua adalah sahabat, persaingan dalam sebuah demokrasi adalah satu kewajaran. Oleh karenanya saya juga minta sahabat-sahabat memperingatkan saya, memberi saran, masukan agar lebih baik lagi. Keberhasilan saya adalah keberhasilan kita semua, tidak ada yang super dalam hal ini,” katanya berapi-api. Langkah awal, lanjut Muslih, ke hal 9 kol 4

TAPD Dinilai Telah Lakukan Kesalahan Besar SLAWI - Anggaran pengadaan jaringan instalasi listrik di sekitar Dukuh Randusari Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara sebesar Rp 100 juta dinilai kurang oleh anggota DPRD Kabupaten Tegal. Pasalnya, anggaran sebesar itu, kalau digunakan sebenarnya hanya bisa untuk membeli tiang beberapa biji saja. Sedangkan keperluan kebutuhan lainnya, kemungkinan besar tidak akan terpenuhi. Sehingga, rencana

DOK.RATEG

BR Irawanto

program yang bakal digelontorkan instansi terkait di lingkungan pemkab bisa dikata teranke hal 9 kol 4

Melongok Nasib Jembatan Penyeberangan Suradadi Kabupaten Tegal

Hanya Sekadar Pemanis Kota dan Sarana Pemasangan Baliho AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MENGECAT - Beberapa tahanan tengah melakukan aktivitas mengecat di depan lingkungan LP Tegalandong Lebaksiu, yang juga dilakukan pengawasan.

Usut Kaburnya Tahanan LP SLAWI - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah (Jateng), AAG Mayun meminta agar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (kalapas) kelas II B Slawi untuk bisa segera mengusut tuntas kasus kaburnya narapidana (napi) Saryo yang hingga kini belum ditangkap kembali. Sebab, hal ini menyangkut citra dari lembaga Lapas sendiri sebagai wadah pembinaan bagi para pelaku kejahatan yang seharusnya bisa mendapatkan hukuman. ke hal 9 kol 1

CMYK

Meski sudah dibangun jembatan penyeberangan yang cukup megah, namun masyarakat di Suradadi Kabupaten Tegal dan sekitarnya belum mau memanfaatkannya. Bahkan, sejumlah pejalan kaki yang hendak menyeberangan maupun ke arah pasar, mereka lebih memilih melaluinya tanpa harus menaiki jembatan penyeberangan. Lalu apa fungsinya? LAPORAN : AGUS WIBOWO

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BILA dilihat dari model bangu-

LANGSUNG SEBRANG – Seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan di jalur pantura Suradadi, enggan untuk menaiki jembatan penyeberangan yang dinilai capek dan menghabiskan waktu.

nan jembatan penyeberangan di Suradadi, memang fungsinya untuk pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan. Sebab, kondisi jalan raya di jalur pantura tersebut kini kian ramai. Namun, fungsi dari jembatan penyeberangan yang dibangun sejak 2 tahun yang lalu, kini berubah manfaatnya. Sebab, jembatan penyeberangan yang menghabiskan uang Negara mencapai ratusan juta tersebut tidak digunakan sesuai dengan fungsinya untuk sarana penyeberangan bagi pejalan kaki. Lalu, apakah tidak ada tindaklanjut bagi pemerintah maupun aparat setempat? Apa memang kesadaran masyarakat sekitar untuk bisa memanfaatkan sarana penyeberangan yang masih sangat minim, atau hanya membuang waktu. Atau, apakah ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

ORMAS NU Telah Terdikte Kultur Politis SEJALAN dengan berkembangnya zaman, kini banyak orang menilai bahwa kesuksesan seseorang dilihat karena materi. Pandangan ini sah-sah saja, dan memang tidak dapat dipungkiri. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang mau melakukan aktifitas tertentu setelah ada iming-iming akan mendapatkan imbalan atau balasan. Namun pandangan yang kini sudah menjadi kultur di masyarakat tersebut tidak selamanya benar. DOK RADAR PEMALANG “Bagaimana Indonesia mau maju kalau Jabir al Faruqi kultur ini sudah sedemikian membudaya di masyarakat kita?” ujar Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jabir al Faruqi ketika memberikan sambutan dalam Konferensi Pimpinan Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/1) kemarin. Menurutnya, apa yang sudah terjadi di masyarakat hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Dalam hal ini mereka yang tengah berkecimpung dalam organisasi kemasyarakatan, dan secara khusus pada segenap jajaran PC Ansor Kab Pemalang. “Jangan sampai kultur politis merasuki kita. Kalau demikian yang terjadi, NU lama-lama tinggal nama saja,” tegas Jabir yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Nahdhatul Ulama lanjutnya, kini masih menggunakan huruf besar. Namun kalau dirusak secara pelan-pelan dengan membudayakan politis di dalam menjalankan organisasinya, akan menjadi huruf kecil semua. Dengan begitu, warga nahdliyin semakin lama semakin tenggelam dalam pusaran politik sebagaimana partai politik. “Disadari atau tidak, NU kini telah terdikte oleh budaya partai politik,” kata dia. Alumni IAIN Walisongo Semarang ini lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan Gus Dur selama hidupnya. Dimana banyak kalangan yang dekat dengan beliau, rata-rata mempunyai jabatan-jabatan dan posisi yang strategis. Kyai-kyai yang dekat dengan beliau juga mempunyai bangunan pondok pesantren yang lebih besar dan mewah. Akan tetapi pondok pesantren Gus Dur sendiri tidak demikian, karena yang ada di benaknya adalah bagaimana membesarkan NU bukan memperkaya dan mempolitisasi NU. (mg6)

PENDIDIKAN Ratusan Santri TPQ PawaiTa’arufKhotmilAlQur’an PEMALANG – Ratusan santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Sabtu (30/1) lalu, mengikuti kegiatan pawai ta’aruf. Kegiatan tersebut dalam rangkaian acara Khotmil Al Quran yang digelar oleh TPQ Zahrotul Hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Setempat. Kepala TPQ Zahrotul hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Bojongnangka Cahyati mengatakan, acara Khotmil Qur’an ke X sekaligus acara syukuran para santri yang telah khatam Al Quran lulus dikemas dalam berbagai kegiatan. Selain melakukan prosesi Khotmil Qur’an yang diikuti sebanyak 16 santri dalam bentuk wisuda santri juga diisi gebyar pentas seni islami, seperti nasyid, tari, puisi, pembacaan kitab inayah, kreasi tebak doa harian, bahkan pementasan fashion. “Dari semua kegiatan yang ada untuk memeriahkan acara ini, tergantung dari pada kreativitas para ustadz dan ustadah masingmasing,” katanya. Untuk acara inti Khotmil Quran dihadiri oleh para pentashih santri, panitia Imtas atau imtahan akhir santri, juga dihadiri para ustad dan ustadah beserta seluruh santrinya. “Untuk memeriahkan jalanya acara ini, sejumlah santri dari TPQ yang ada di Desa Bojongnangka juga ikut berpartisipasi yaitu mengikuti acara inti dan pawai taaruf yang juga diikuti oleh 16 santri yang telah diwisuda. Dan mereka cukup antusias,” imbuh Cahyati. Korcam Qiroati Pemalang 1 Darkono yang diwakili oleh ustad Zaenudin Mahmud dalam pengarahannya mengatakan, keberadaan pendidikan Al Quran itu sangat penting bagi masyarakat terutama untuk generasi muda agar beperilaku yang baik dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu, warga hendaknya harus ikut memiliki keberadaan TPQ yang ada di lingkungannya masing-masing. Harapannya agar TPQ-TPQ terus berkembang dan pendidikan Al Qur’an akan semakin maju. (mg1)

Siap Laksanakan UN Standar Nilai Kelulusan Masih 5,5 PEMALANG – Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN), baik untuk SD, SLTP dan SLTA yang diajukan membuat jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang tidak bisa berpangkutangan. Dinas betulbetul serius menghadapinya. Berbagai upaya telah disiapkan

untuk menghadapi UN dan UAS BN. “Persiapan UN dan UAS BN semua sudah dilakukan dan sekarang ini betul-betul sudah siap untuk melaksanakan,” kata Kepala Dindikpora kabupaten Pemalang Drs Sapardi MSi di sela-sela menghadiri acara rapat gudang dewan, kemarin. Pelaksanaan UN dan UAS BN yang akan dimulai pada bulan Maret, tepatnya tanggal 22 Maret 2010 nanti, kata Sapardi mengacu pada peraturan pusat

dan untuk di daerah harus bisa melaksanakannya. “Salah satu syarat utama kelulusan siswa standar nilai minimal 5,5 masih seperti tahun lalu. Oleh karena itu, agar siswa peserta UN dan UAS BN, semuanya dapat lulus maka pembinaan sistem UN hingga kini masih sangat diperlukan sebagai standarisasi kwalitas pendidikan, dan pelaksanaannya juga harus baik termasuk sistem pengawasannya juga harus baik pula,” paparnya.

Perlu diketahui, setelah komisi X DPR-RI memutuskan untuk melaksanakan ujian nasional (unas), para wakil rakyat berjanji akan membenahi sistem ujian tersebut tahun depan. Format baru unas bakal dirumuskan. Masukan dari berbagai pakar pendidikan bakal dipertimbangkan. Komisi X juga akan meninjau kembali PP nomor 19/2005 tentang standarisasi nasional pendidikan (SNP). Terutama, pada pasal 66 hingga 73 tentang pelaksanaan unas. Sebab, pa-

sal-pasal tersebut dinilai bertentangan dengan UU 32/2002 tentang sistem pendidikan nasional. Komisi X juga akan membantu Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam pengawasan. Juga memperbaiki pelaksanaan unas sebelum berlangsung secara serentak pada 22 Maret mendatang. Selain itu meminta komitmen kepala daerah untuk menjaga agar pelaksanaan unas jujur dan kredibel. (mg1/jpnn)

Ketua Terpilih Sejajar Bupati PEMALANG - Sebagai organisasi kader, Gerakan Pemuda (GP) Ansor perlu kembali ke khittah perjuangannya, yakni melakukan pembinaan kaderkadernya secara terus-menerus dan berkelanjutan. Pembinaan ini sangat perlu ditekankan agar kader-kadernya tangguh dan militan mampu dilahirkan Ansor. Sehingga kultur politis yang belakangan sudah membudaya pada sebagian besar organisasi kepemudaan tidak berlaku di Ansor dan NU pada umumnya. Kultur politis ini sudah merusak tatanan dan nafas perjuangan hampir di semua organisasi kepemudaan. Karenanya, sebisa mungkin GP Ansor bisa mengubah budaya tersebut, jangan malah tergoda atau malah membudayakannya. “Masak untuk mengikuti rapat saja, musti ada transportnya. Seperti organisasi politik saja,” ujar Ketua Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Jabir al Faruqi saat memberikan sambutannya dalam Konferensi Cabang GP Ansor di Aula Gedung NU Jl Pemuda Pemalang, Minggu (31/1) kemarin. Dalam reorganisasi periodik empat tahunan yang dihadiri Bupati Pemalang, pimpinan parpol PKB, PPP, Golkar, KNPI, tamu undangan, serta peserta konferensi tersebut, Jabir Al Faruqi menegaskan, konferensi harus bisa melahirkan pemimpin yang berkarakter. Yakni, pemimpin yang mampu membawa organisasi secara lebih elegan, baik dalam hubungannya dengan NU maupun dengan pemerintahan. Ketua terpilih lanjut dia, hendaknya mereka yang sejajar dengan bupati, pimpinan parpol, atau pimpinan organisasi lainnya di tingkatan kabupaten. Sejajar dalam arti cara berfikir, cara pandang, serta dalam membuat kebijakan-

kebijakan, bukan sejajar dalam arti kewenangan dan tugasnya. Sehingga GP Ansor mampu menjalin kerjasama dengan pemerintahan secara lebih baik. “Jangan sampai untuk bersilaturahmi atau audiensi dengan Bupati harus menunggu berbulan-bulan. Kalau ini terjadi pasti ada yang salah dengan kepengurusannya,” tegas dia yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Bupati Pemalang HM Machroes SH yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekda H Sumadi Sugondo SE MM MSi menyampaikan, pada prinsipnya sebuah organisasi yang mampu menjaga konsistensinya akan mampu memberikan sumbangsihnya bagi kemaslahatan umat. “Soliditas dan konsistensi kepengurusan dapat menjadi kekuatan yang besar, laksana bangunan yang kokoh karena mempunyai pondasi yang kuat,” tandasnya. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan dalam Alqur’an. Dimana untuk memiliki kekuatan besar, sebuah organisasi mesti mempunyai pondasi yang kuat. Tidak seperti buih yang senantiasa terombang-ambing ketika menghadapi berbagai tekanan. Bukan itu saja, dalam menjalankan roda organisasi, seluruh anggota GP Ansor mestinya tidak mempertanyakan apa yang diberikan Ansor kepada diri sendiri. Namun tanyakanlah apa yang bisa diperbuat dan disumbangkan bagi perkembangan dan kemajuan Ansor. “Berorganisasi itu bersambung rasa, tidak ada egoisme dari masing-masing pengurusnya,” terangnya. (mg6)

SUMITRO / RADAR PEMALANG

MARS ANSOR - Pengurus PAC Ampelgading sedang menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Ansor dalam Konferensi Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/1) kemarin.


KABUPATEN TEGAL

8

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

KRAMAT

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERBAIKI – Jalur pantura dari Dampyak Kramat hingga Warureja mulai diperbaiki Bina Marga Provinsi Jateng.

Jalur Pantura Diperbaiki KRAMAT - Kerusakan jalan di jalur pantura, sejak dua hari terakhir ini dikebut untuk diperbaiki. Sedangkan perbaikan kondisi jalan pantura yang rusak berat ini mulai dikerjakan mulai Dampyak Kramat hingga Warureja. Daryanto salah satu petugas proyek perbaikan jalan pantura, Jumat (29/1), mengatakan perbaikan jalan yang rusak ini, memang baru dilakukan. Hal ini sebagai upaya perbaikan yang merata. ‘’Target kami, kerusakan jalan yang penuh dengan lubang ini mulai dari Dampyak Kramat hingga Warureja, pada Minggu (31/1) besok, sudah rampung. Sebab, pengerjaan penambalan dan perbaikan jalan lainnya terus dikebut,’’ terangnya. Namun demikian, pekerjaan perbaikan jalan di pantura ini sedikit terkendala dengan kondisi alam yang kini masih turun hujan. Walhasil, pekerjaan penambalan dan pengerukan lainnya, terkadang rusak kembali. Sebab, belum sempurna perbaikan yang dilakukan, sudah diguyur hujan terlebih dulu. ‘’Ya, cuacanya memang saat ini sedang tidak bersahabat. Padahal kalau pagi, kondisinya panas namun tiba-tiba menjelang sore turun hujan. Sehingga, terkadang kami harus kembali melakukan penambalan kembali,’’ ulasnya. (gus)

YANVERA/RADAR SLAWI

AMBLAS - Jembatan jalur Jatinegara-Slawi amblas tergerus air hujan. Warga diminta untuk hati-hati jika melewati jalur tersebut.

Jembatan Jatinegara-SlawiAmblas Warga Diminta Hati-Hati JATINEGARA - Para pengguna jalan yang melintasi jalur Jatinegara-Slawi diminta hatihati saat memasuki wilayah jalur Resort Pemangku Hutah (RPH) Wrayan di sekitar hutan jati Jatinegara. Pasalnya, jalur tersebut dalam pengawasan pihakpihak terkait, lantaran amblasnya sebagian badan jembatan di sekitar jalur tersebut.

Suswono, salah seorang staf RPH Perhutani wilayah Pemalang Jatinegara kepada Radar, Minggu (31/1) menyatakan, tingkat kewaspadaan tinggi harus selalu dikedepankan pengguna jalan yang melintasi jalur Jatinegara-Slawi. Terutama saat memasuki areal RPH Wrayan. Sebab, sepanjang jalur tersebut dikenal kondisi tanahnya sangat labil, sehingga kerap kali terjadi longsor maupun jalan amblas. Seperti yang sekarang ini terjadi, di mana se-

bagian badan jembatan di jalur itu amblas tergerus air hujan. ”Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur tesebut. Sebab, hingga kini amblasnya jembatan itu belum diperbaiki,” katanya. Masih kata Suswono, amblasnya jembatan yang belum lama terjadi itu, memang tidak separah yang diperkirakan orang. Sebab, sebagian badan jembatan masih bisa dilalui kendaraan. Namun lebih baik jika pengguna

Terendam Air, Petani Warureja Gagal Panen

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

BERLUBANG - Kondisi jalan Kertaharja-Jatibogor rusak parah, beberapa titik terlihat berlubang dan banyak tergenangi air.

Jalan Kertaharja-Jatibogor Rusak Parah KRAMAT - Kondisi jalan Kertaharja menuju Jatibogor Kecamatan Kramat saat ini kondisinya memprihatinkan. Beberapa titik jalan tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah. Kondisi diperparah dengan banyaknya genangan air di beberapa lubang jalan lantaran hujan yang kerap turun. Rusaknya jalan tersubut membuat beberapa warga yang kerap melintas di jalan tersebut merasa terganggu. Bahkan beberapa kecelakaan sering terjadi di jalur tersebut. Kartoso (30) salah sopir angkutan matrial saat ditemui Minggu (31/ 1) kemarin mengaku, pihaknya sangat menyayangkan kondisi jalan Kertaharja-Jatibogor yang saat ini rusak parah. Kondisi tersebut membuat dirinya sangat kesulitan untuk mengantarkan material menuju beberapa desa yang ada di perlintasan jalan tersebut. Bahkan sering kali kendaraan yang dikemudikan sempat rusak akibat tidak bisa menahan guncangan lantaran banyaknya lubang jalan yang menganga. Kerusakan jalan juga tidak hanya menyebabkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan saat melintas, namun beberapa warga yang melintas juga kerap mengalami kecelakaan. Bahkan belum lama ini, sempat terjadi kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan pengemudi mengalami luka yang cukup parah. “Kemarin-kemarin juga sempat terjadi kecelakaan sepeda motor akibat jalan yang rusak,” ungkapnya seraya menyatakan, kerusakan jalan Kertaharja-Jatibogor sudah terjadi setahun yang lalu. Kartoso menambahkan, kondisi jalan yang labil dan banyaknya kendaraan yang melintas membuat jalan mudah rusak. Dari pengamatan selama melintas, kerusakan jalan tersebut mencapai 5 kilometer lebih. “Saya kira kerusakan lebih diakibatkan lantaran lokasi jalan yang berada di tengah-tengah persawahan, disamping itu banyaknya kendaraan yang melintas juga merupakan penyebab rusaknya jalan. Kondisi diperparah dengan banyaknya air yang menggenang lantaran mulai masuk musim penghujan.” (cw3)

WARUREJA - Usia tanam yang masih sangat muda, terlebih sudah digenangi oleh banjir yang datang dari jebolnya sungai Babakan Warureja, membuat petani sekitar dipastikan mengalami gagal panen. Sebab, 5 hari terakhir ini ribuan hektar sawah miliknya masih digenangi dengan air yang memili ketinggian rata-rata sekitar setengah meter. ‘’Tanaman kami yang baru tumbuh saja masih belum nampak akibat genangan air yang masih menggenangi sawah kami. Belum lagi, obat maupun bibit dan benih yang sudah kami taburkan sia-sia belaka saja,” terang petani setempat. Dijelaskan dia, banjirnya persawahan warga Babakan dan Kedungkelor Warureja ini, selain akibat faktor hujan yang terus mengguyur, juga dari aliran sungai babakan yang diketahui taludnya jebol. Sehingga, aliran air sungai yang seharusnya mengalir ke laut, lebih dari separuhnya mengaliri sawahnya termasuk sawah milik warga lain. ‘’Bayangkan saja, kondisi seperti ini sudah 5 hari terakhir ini. Namun genangan air sungai dan hujan masih belum juga mengendap. Jadi, kami mau berbuat apa selain hanya pasrah dan memandangi saja areal persawahan kami yang tergenang air.” Warjo petani lain mengaku kerugian yang dialami pada musim penghujan ini diperkirakan mencapai puluhan juta

pihak-pihak terkait, dengan harapan hal itu bisa ditanggulagi secepatnya.” Sugkono, Polisi Teritorial RPH Perhutani Wilayah Pemalang, meminta kepada pengguna jalan maupun warga sekitar untuk selalu menjaga keselamatan, saat melintasi jalur JatinegaraSlawi. ”Saya meminta semua warga dan pengguna jalan waspada bila melintasi jalur perbukitkan seperti ini, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (k1)

BNK Tegal Masih Belum Miliki Sekretariat

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MELUAS - Banjir yang menggenangi areal persawahan warga Babakan, kini meluas hingga ke Desa Kedungkelor Warureja.

rupiah. Sebab, tanaman maupun benih termasuk obat yang baru ditabur, hilang terbawa arus sungai yang membanjiri areal persawahannya. Sementara lubernya sungai Babakan yang taludnya jebol, kini selain menggenangi areal

jalan tetap waspada saat melintasi jalur tersebut. Lebih lanjut Suswono menambahkan, sejauh ini imbauan maupun sosialisasi kepada warga sekitar hutan maupun pengguna jalan sering dilakukan oleh pihak Perhutani, seperti memasang papan rawan longsor maupun rambu-rambu bahaya lainnya. Tentunya untuk mengantisipasi musibah yang diakibatkan karena faktor alam. ”Kami sudah melaporkan musibah jembatan ambals ke

persawahan petani Babakan, juga sudah mulai menggenangi areal sawah Desa Kedungkelor Warureja. Sementara Camat Warureja Fakhikhurohim menjelaskan akan segera mengupayakan nasib para petani ini. (gus)

MESKIPUN telah berdiri sekitar 1 tahun lebih, namun Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tegal, hingga kini belum memiliki kantor sekretariat tetap. Selain itu, staf yang seharusnya ada pun, hingga kini masih belum ada. Seperti telah diberitakan, BNK Tegal telah resmi dibentuk sejak tahun 2008 lalu. Saat itu, Plt Bupati Tegal, Amat Antono, bahkan telah melantik dan menetapkan Kompol Mardi Utomo, untuk memangku jabatan sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNK Tegal. Wakil Ketua Komisi I DPRD, Helmi Amrulloh, sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, tidak adanya kantor sekretariat tetap serta masih belum adanya staf, dapat menganggu kinerja BNK Tegal. ‘’Keberadaan staf dan kantor sekretariat tetap, jelas sangat penting untuk BNK. Kalau kedua unsur ini tidak ada, saya yakin kinerja BNK tidak akan bisa berjalan secara optimal.

Tidak mungkin BNK bisa berjalan optimal kalau hanya dipegang oleh satu orang saja,” ungkap Helmi. Helmi menilai, sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Tegal untuk dapat memberikan fasilitas kantor sekretariat tetap serta staf kepada BNK Tegal. Apalagi jika mengingat Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, terkait dengan pembentukan BNK Tegal ini telah dibentuk dan disahkan Bupati Tegal. ‘’Pemkab semestinya dapat segera memberikan fasilitas kantor sekretariat dan staf kepada BNK. Kita harus melihat peran serta BNK yang sangat penjting dalam menekan peredaran narkoba,” ujarnya. Sejumlah kalangan mengungkapkan hal senada. Mereka pada umumnya mendukung agar Pemkab Tegal dapat secepatnya memberikan kantor sekretariat, staf, berikut kelengkapan pendukung lainnya bagi pelaksanaan tugas BNK Tegal. (aan)


ENTERTAINMENT

SENIN 1 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Sering Bertengkar Karena Persepsi

SIGI WIMALA

Hamil, Jadi Tak Balance PUNYA pasangan yang berprofesi sama sangat menguntungkan. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Sigi Wimala dan Timo, suaminya, yang berprofesi sebagai sutradara. Sigi memulai debut penyutradaraan melalui sebuah film Indie, berjudul ‘Gay Atau Tidak’. “Dia nggak mau diajarin (tentang buat film, Red.) ama gue. Gue cuma nemenin aja di lokasi, nyantai sambil makan-makan,” papar Timo saat ditemui di suatu acara, Jumat (29/1). “Nggak tahu kenapa, entah gengsi atau nggak, pokoknya gue mau dia nggak ikut campur dalam pembuatan film gue. Biar lebih fair aja. Apalagi dia juga kan ada proyek, mendingan kita jalanin aja proyek masing-masing. Tapi kadang aku tetap sharing,” sambung Sigi. Saat menyutradarai film tersebut, kondisi Sigi tengah mengandung anak pertamanya. Namun Sigi tetap saja aktif dan sibuk menjalankan pekerjaannya, tanpa mengalami kendala yang berarti, terutama untuk soal emosi. “Ya, sebenernya sih kalo kata banyak orang, hormonnya lagi nggak balance. Tapi karena aku orangnya emang nggak bisa diem, ya udah dijalanin aja. Buktinya sekarang ini hasilnya (sambil menunjukkan pialanya),” kata Sigi pede. Sigi memenangkan penghargaan untuk kategori Jury Prize untuk film Indie pertamanya tersebut. Namun demikian, Sigi tetap saja emosinya nggak bisa setenang saat kondisi tubuhnya normal. “Tapi emang bener, kalo lagi hamil banyak penilaian yang kadang suka subyektif, kadang obyektif. Jadi nggak balance,” akunya. (kpl/buj/bun)

Kapolres dan Anggota Saling Tembak dari halaman 3 Hanya saja memang, peluru dari senjata AirSoft Gun tersebut tidak membuat fatal bagi mereka yang menjadi targetnya. Namun memang meski tidak membuat fatal bagi sasarannya, peluru yang berbentuk bulat kecil-kecil tersebut bisa membuat badan langsung bentol. Termasuk rasa sakit pun akan bisa dirasakan pada malam harinya. Karenanya, tak sedikit kini anggota Kepolisian Resor Tegal saat menjalankan tugasnya di lapangan, mereka menggunakan senjata Airsoft Gun. Ini dipakai menghindari adanya hal yang tidak diinginkan. Namun memang, senpi aslinya pun tetap dibawa guna menghadapi pelaku tindak kriminal lainnya yang sewaktu-waktu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. ‘’Permainan olahraga Airsoft Gun ini kami lakukan bersama anggota, guna membina kekompakan. Termasuk sebagai wadah drill kring atau latihan menembak yang tidak menggunakan peluru tajam. Sehingga manfaatnya dengan penggunaan Airsoft Gun ini diantaranya tidak mengeluarkan biaya banyak, termasuk keama-

nan dan keselamatan bagi penggunanya sendiri. Sebab, penggunaan atau pemungsian senjata Airsoft Gun sendiri tidak jauh beda dengan Senpi. Hanya saja berbeda dari segi pelurunya saja,’’ terang Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE, Sabtu (30/1) kemarin. Sehingga, lanjut Wahyu, bagi personil yang memegang senpi saat bertugas, bisa terus berlatih dengan Airsoft Gun ini. Dengan terus berlatih, dalam penerapan penggunaan senpi juga bisa sesuai dengan bidikannya. ‘’Intinya dalam permaianan olahraga penggunaan Airsoft Gun ini, tidak lebih dari pembinaan kekompakan terhadap anggota. Sehingga, dengan upaya kami memberikan komunikasi yang baik, diharapkan saat menjalankan tugas juga bisa selalu siap siaga,’’ bebernya. Sementara komunitas Airsoft Gun di Tegal yang memiliki nama Blackbird TASC dengan Ketua Nikolas Candra menambahkan bahwa keberadaan olahraga ini sebenarnya sudah ada di Tegal beberapa bulan lalu. ‘’Hingga saat ini anggota yang sudah masuk dalam Black-

bird TASC sudah ada 80 orang, dan hingga kini terus bertambah. Anggota ini juga terdaftar di kepolisian. Sehingga penggunaan senjata Airsoft Gun tidak akan disalahgunakan,’’ jelasnya. Menurutnya, tujuan dibentuknya komunitas ini adalah agar masyarakat dan pengusaha tidak anti dengan kemileteran sehingga tidak ada gap diantara mereka. Intinya dalam permaianan air sfot gun ini juga dibutuhkan kejujuran dan sportifitas yang tinggi. ‘’Ya permainan ini juga diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata yang positif. Sehingga kepada mereka yang memiliki pengalaman menembak bisa relatif aman baik itu untuk individu itu senditi maupun kelompok. Termasuk, saat kita masuk dalam tim perang-perangan, berarti hal itu juga bisa mengasah otak kita untuk bisa memunculkan ide bagaimana supaya aman dari musuh. Artinya olahraga Airsof Gun ini juga sangatlah banyak positifnya, baik itu di segi kesehatan maupun pengasahan otak kita menjadi lebih pintar,’’ pungkasnya. (agus wibowo)

Usut Kaburnya Tahanan LP dari halaman 3 ‘’Terkait kaburnya napi tersebut, kami secara tegas memerintahkan Kalapas untuk bisa mengusut tuntas kaburnya napi Saryo. Karena bisa kaburnya salah satu penghuni Lapas adalah merupakan kesalahan,’’ kata AAG Mayun, kemarin. Menurutnya, bahwa kaburnya salah satu penghuni Lapas juga bisa membuat personil Lapas bisa mendapatkan sangsi, yang ada tiga. Diantaranya tiga sangsi kategori tersebut diantaranya sangsi ringan, sedang, dan berat. Ringan berupa teguran atau administrasi, sedang penundaan pangkat, dan berat bisa dilakukan pencopotan jabatan kepada personil tersebut yang dinilai lalai dalam melaksanakan tugasnya. ‘’Sanksi tersebut bisa akan diberlakukan sesuai dengan tingkat kesalahan. Sedangkan

untuk mengantisipasi kejadian hal serupa, Kalapas yang baru ini juga diminta untuk bisa meningkatkan pengawasan terhadap tahanan maupun napi yang menjadi warga binaannya,’’ tegasnya. Ditambahkan dia, bahwa memang untuk saat ini total petugas lapas ada 48 personil. Sedangkan warga binaan berjumlah 200 orang lebih. Namun idelanya, dalam pengawasan yang dilakukan yakni 1 personil mengawasi 3 orang tahanan atau napi. Karenanya, keterbatasan personil juga perlu diperhatikan dalam lemahnya pengawasan dalam lingkungan Lapas tersebut. Seperti diberitakan Radar sebelumnya, Salah satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi kabur dari ruang tahanan. Napi yang bernama Saryo tersebut kabur dari komplek Lapas sehari

sebelum pelaksanaan sereh terima jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Slawi Prawoto Edris Bc IP kepada Kalapas baru Rintjoko Sinaryakto Bc IP SH. Mantan Kalapas Slawi Prawoto Edris Bc IP seusai serah terima jabatan, Selasa (26/1) membenarkan kalau salah satu warga binaan Lapas Slawi telah kabur. Kejadian tersebut terjadi saat petugas Lapas sedang melakukan kebersihan lingkungan sekitar Lapas guna persiapan sertijab. Sebelum lari dari Lapas, tambah Prawoto, napi tersebut terlebih dahulu sembunyi di dalam gudang pada Senin kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, napi berusaha mengunci gudang dari dalam. Dia lalu berusaha melakukan perusakan pada bagian lubang angin yang akhirnya dimanfaatkan untuk melarikan diri. (gus)

Hanya Sekadar Pemanis Kota dan ... dari halaman 3 pembuatan sarana pembuatan sarana penyeberangan jalan hanya akal-akalan orang-orang tertentu yang hanya untuk mendapatkan proyek, namun tidak dilakukan surfei terlebih dulu, atau tidak mateng dalam perencanaan pembuatan sarana umum tersebut. Sehingga memang, pemanfaatan sarana yang seharusnya dijadikan alat penyeberangan hanya sebagai pemanis kota Suradadi saja. “’Menurut saya, pembuatan jembatan penyeberangan di sini, kurang efektif mas. Sebab, aktifitas di sini yakni pergi ke pasar. Sedangkan mereka yang kebanyakan belanja adalah kaum hawa, yang memang ibuibu terkadang enggan untuk menaiki jembatan penyeberangan yang tinggi tersebut,” terang Beni (28) warga sekitar. Menurutnya, dirinya saja yang sehat dan bisa dibilang pria cekatan pun enggan untuk melintasi jalan dengan cara menaiki jembatan penyebera-

ngan. Sebab, memang selain capai, juga membuang waktu. ‘’Iya kalau jalannya seperti di kota besar seperti di Jakarta. Yang tiap harinya penuh dengan kemacetan maupun aktifitas lalulalang kendaraan yang cepat. Mau tidak mau, pejalan kaki harus melintasi penyeberangan jalan. Lha di sini, meski merupakan jalur pantura yang diketahui banyak kendaraan dari manapun, namun tetap lokasinya di desa,” jelasnya. Ditambahkan, seperti jembatan penyeberangan di Kota Tegal saja, tepatnya di depan salah satu mall saja, fungsi dari jembatan jalan penyeberangan tidak maksimal. Apalagi di sini, yang tidak dijaga 24 jam oleh petugas. Jadi, fungsi jembatan penyeberangan di Suradadi ya hanya digunakan sebagai sarana pemasangan baliho ataupun iklan prodak tertentu saja. Hal sama juga dikatakan oleh Ny Zubaedah (43) yang baru saja belanja di pasar Suradadi. Dia mengaku takut dengan ketinggian. Belum lagi, bila

habis belanja di pasar, sangatlah berat membawa barang bawaan sampai menaiki jembatan penyeberangan jalan. ‘’Sudah capai, takut, belum lagi nafas saya yang sudah tua mas. Belum lagi, mbah tetangga saya yang terkadang ikut bersama belanja di pasar. Lalu bagaimana mau naik jembatan penyeberangan yang begitu tinggi. Jadi, mending menunggu jalan sepi mas, apa minta tolong pada tukang becak maupun pak polisi saja,” terangnya. Sementara petugas Satlantas Polres Tegal yang bertugas di depan pasar Suradadi, mengaku sudah kerap kali memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar yang hendak menyeberang jalan agar melalui jembatan penyeberangan. Namun memang, terkadang pihaknya pun terpaksa menyeberangkan pejalan kaki, lantaran mereka usianya sudah lanjut. ‘’Jadi, sampai sekarang pun kebiasaan masyarakat tanpa harus melintasi jembatan penyeberangan masih menjadi adat,” ulasnya. (*)

PRESENTER, Ersa Mayori terbilang sepi gosip miring. Namun siapa sangka kalau ternyata rumah tangganya tak selalu adem ayem. Ersa dan suami sering bertengkar karena salah persepsi. Setiap harinya, Ersa harus berangkat pagi untuk membawakan acara infotainment di salah satu TV swasta. Maka tak jarang Ersa tak sempat bertemu anaknya. Ia baru bertemu kedua anaknya, Aiska Fairana dan Talula Malaika saat siang hari. “Aku kan sering siaran pagi. Jadi jam 5 pagi itu sudah jalan, nggak sempat ketemu anak. Jadi penting banget komunikasi. Menjelaskan kepada anak, kenapa aku harus kerja pagi-pagi. Tapi setelah pulang kerja, aku bisa mainmain lagi sama anak-anak,” kata Ersa saat ditemui di salah satu acara di Hotel Intercontinental, Jakarta Pusat, Sabtu (30/1). Bagi Ersa, membuat suasana hangat tak hanya dilakukan di rumah. Saat berada di mobil pun, Ersa dan keluarga berusaha memanfaatkan momen tersebut untuk saling cerita. “Kita sering nonton TV bareng, ngobrol bareng. Yang penting memanfaatkan quality time. Quality time itu bisa di mana saja. Nggak harus di rumah. Kadang di jalan kalau lagi macet, kami sering bercanda di dalam mobil,” lanjut Ersa. Namun tak jarang antara Ersa dan suami, Otto Satria Jauhari terlibat pertengkaran kecil. Biasanya lama pertengkaran dikarenakan selalu salah persepsi. “Kami lebih sering itu berantem karena salah persepsi saja. Kadang kalau aku bicaranya gimana, dia salah sangka. Dia pikir aku marah atau sebaliknya juga,” katanya. (ebi/ebi)

Ersa Mayori DEMIAN

Bongkar 66 Trik Sulap PESULAP sekaligus suami dari presenter Yulia Rachman, Demian Aditya membongkar 66 trik sulap termudah sampai tersulit. Apa tak takut dibilang melanggar kode etik pesulap? “Banyak yang tanya kode etik tentang rahasia sulap, cuma di sini yang dimaksud dengan melanggar kode etik adalah merugikan orang lain. Tapi di sini tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar kode etik,” kata Demian saat peluncuran buku terbarunya dengan judul ‘Do

The Magic with Demian and d’Four’ di Gramedia Depok, Minggu (31/1). Demian tak bermaksud melanggar kode etik pesulap dengan membongkar trik-trik sulap. Hanya saja akhir-akhir ini banyak oknum pesulap yang ingin naik pamor di tahun 2009 lalu. Demian ingin mengajak pencinta sulap agar tidak tertipu. “Tujuan awalnya karena di luar sana banyak tokoh-tokoh sulap yang ingin naik di 2009 ini untuk dimanfaatkan oknum pesulap. (ebi/ebi)

Pemberian Kredit UKM Dipertanyakan dari halaman 3 program bantuan kredit UKM. Namun sayangnya, celah tersebut terkesan seperti terus dibiarkan. ‘’Mestinya, semua pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan program bantuan kerdit UKM ini dapat duduk bersama guna merumuskan pemecahannya. Diantaranya dengan merumuskan sistem

pengawasan secara terpadu di semua lini, sehingga dapat menekan seminimal mungkin kebocoran atau penyimpangan yang terjadi,” ujar Bahrun. Bahrun berharap, pelaksanaan program pemberian bantuan kredit UKM tersebut dapat lebih dioptimalkan. Sehingga pemberian bantuan kredit UKM itu tidak hanya terbuang percuma. Meskipun pemberian bantuan kredit itu, lanjutnya,

bersifat hibah. ‘’Walaupun hibah, tapi kalau dioptimalkan tentunya diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan UKM. Sesuai dengan tujuan awal dilaksanakannnya program ini,” ujarnya. Berdasarkan data yang dihimpun, pemotongan dana bantuan kredit UKM telah terjadi di sejumlah wilayah. Sejumlah pemilik UKM mengaku, dana bantuan kredit UKM tahun 2009

yang semestinya diterima sebesar Rp 5 Juta, ternyata telah ‘’disunat” oleh oknum tak bertanggung jawa dan hanya diterima sebesar Rp 2 Juta. Di sejumlah wilayah ditemukan pula, pemilik UKM yang semestinya masuk dalam daftar penerima bantuan kredit UKM tahun 2009, namun ternyata mereka mengaku tidak tahu menahu tentang penerimaan bantuan kredit UKM tersebut. (aan)

Muslih Terpilih Ketua Ansor Kabupaten dari halaman 3 akan menyolidkan Ansor di tingkat internal dan mengkomunukasikan serta harmonisasi di tingkat pengurus.

Sehingga tidak ada istilah friksi dan kubu-kubuan semua adalah sahabat dalam perjuangan. Sementara itu, Muzamil MSI, Ketua Panitia Konfercab Ansor, merasa lega atas suksesnya

acara tersebut dan terpilihnya ketua baru. “Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara Konfercab Ansor yang tidak bisa sebutkan

satu persatunya. Terutama kepada seluruh jajaran panitia. Saya berharap Ansor Kabupaten Tegal akan lebih baik lagi dibawah kepengurusan yang baru nanti.” (guh/fatah)

Nurroah Kembali Pimpin Muslimat NU Kramat dari halaman 3 suara. “Meski dalam konferensi terdapat 100 peserta yang hadir, namun secara aturan hanya 60 orang yang berhak untuk menentukan suara. Mereka terdiri pengurus masing-masing ranting Muslimat NU di wilayah Kecamatan Kramat. Dan ma-

sing-masing ranting ada tiga orang yang memiliki hak suara, meski demikian dalam pemilihan pengurus tingkat anak cabang, masing-masing ranting hanya mendapatkan satu suara,” terangnya. Dari hasil perolehan suara tersebut, tambah Nur Khasanah, secara mutlak kepengurusan PAC Muslimat NU Kra-

mat akan kembali dipimpin oleh Nurroah. “Kami sebagai panitia pelaksana melihat proses pemilihan pengurus PAC Muslimat NU Kramat cukup baik dan bersih,” ujarnya. Sementara Nurroah mengaku, pihaknya tidak menyangka kembali terpilih menjadi Ketua PAC Muslimat NU Kramat. Meskipun awalnya sudah ba-

nyak anggota Muslimat yang mendukung, namun pihaknya tidak memiliki ambisi apapun untuk kembali memimpin. “Kalau ini yang dikehendaki oleh para anggota PAC Muslimat NU Kramat, ya saya akan berusaha menjalankan tanggungjawabnya sampai batas waktu kepemimpinan,” tandas Nurroah. (cw3)

Pelantikan Kades Telah Dibahas dari halaman 3 pelantikan pimpinan desa bisa dirasakan di hati masyarakat Kecamatan Bojong secara langsung. Masih kata Zamzami, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan adalah momentum sakral, sehingga pemilihan tempatnya harus mencerminkan roh kedinasan dalam hal ini

Pemkab Tegal. Tentunya, agar proses pelaksanaan Pilkades yang sudah berlangsung secara demokratis, aman, tertib itu, bisa dimaknai melalui pelantikan tersebut. “Pembahasan pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, harus dikonsep secara matang. Sebab, ini acara kedinasan yang sangat penting.” Lebih lanjut Zamzami men-

jelaskan, dari jumlah keseluruhan warga Desa Cikura yang mempunyai hak pilih ada 2795 orang. Dan sekitar 1799 orang diantaranya telah mengunakan hak suaranya saat Pilkades, kemarin. Artinya, setengah lebih warga telah menentukan pilihannya secara baik. Sehingga wajib diberikan suguhan prosesi pengambilan sumpah jabatan kepala desa sebaik

mungkin. “Walau kades terpilih yakni Slamet Riyanto SPdI waktu itu sebagai calon tunggal, tapi yang namanya kepercayaan warga harus dipegang terus dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Untuk itu, proses pelantikan dan pengamblan sumpahnya pun harus benar-benar serius dan tidak boleh main-main,” tandas Zamzami. (k1)

Anggaran Pengadaan Listrik Kurang dari halaman 3 cam mangkrak atau muspro. Lantaran program tersebut tidak tepat sasaran. Sebab, pengadaan tiang listrik itu sendiri akan sangat sulit untuk menembus lokasi padukuhan. Dan kalaupun dipaksakan bisa memberatkan warga, yang nantinya dimintai swadaya atau iuran tambahan. Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bambang Romdhon Irawanto kepada Radar Jumat (29/ 1), usai meninjau lokasi menyatakan, kondisi tersebut harus secepatnya diperhatikan pihak

instansi terkait di lingkungan pemkab dengan mencarikan solusinya, dalam arti menambah anggarannya lagi. Tentunya, agar program pengadaan jaringan listrik tersebut bisa menjangkau semua lokasi di sekitar Dukuh Randusari, yang puluhan tahun belum teraliri listrik. “Saya kira anggaran Rp 100 juta sangat tidak realistis, karena tidak sesuai kebutuhan di lapangan. Sebab, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk membeli segelitir tiang listrik yang harganya terbilang cukup mahal,” tandas dia yang juga dari Fraksi PDIP ini.

Menurut Irawanto, kalau melihat kondisi di lapangan, yang lokasinya terisolir dengan jarak tempuh panjang dan dipenuhi tanjakan terjal, anggaran sebesar itu tidak mungkin cukup. Masih kata Irawanto, di sini anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) patut disalahkan, karena telah menganggarkan proyek prioritas tidak sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk itu, mereka harus bertanggungjawab jika pelaksanaan proyek itu akan terbengkalai, karena salah satu penyebabnya kekurangan anggaran. “Makanya anggota TA PD harus disa-

lahkan. Biang kerok semua ini tidak lain diakibatkan ulah mereka, yang tidak pernah turun ke lapangan, saat mau merumuskan sebuah program pembangunan,” tudingnya. Lebih lanjut Irawanto menambahkan, atas kenyataan ini, dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membahas permasalahan ini. Guna mencarikan solusi terbaik untuk meralisasikan keinginan warga. “Saya akan berkoordinasi dengan pemkab, agar mereka mau menambah anggaran program pengadaan jaringan instalasi listrik di Radusari tersebut.” (k1)


CMYK

SENIN, 1 FEBUARI 2009

METRO SLAWI RADAR TEGAL

10

Pemkab Segera Berlakukan E-KTP Disdukcapil Segera Dirikan 6 UPT TIDAK lama lagi Pemkab Tegal akan memberlakukan secara resmi penggunaan EKTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik). Pemberlakuan penggunaan E-KTP tersebut terkait dengan pelaksanaan sistem Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) secara On Line. Demi mendukung pelaksanaan program tersebut, dalam waktu dekat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal akan segera membentuk 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di sejumlah wilayah. Menurut Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, HM Masykur Ferdiansyah, Penerapan sistem SIAK On Line tersebut mendasari pada UU nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Adapun persyaratan yang harus terpenuhi dalam rangka pemberlakukan E-KTP, sesuai dengan aturann yang ada tersebut, terdapat 4 prasyarat. Yakni adanya Dinas Kependudukan pada Pemkab yang akan melaksanakan pemberlakuan E-KTP, dilaksanakannya SIAK secara On Line, adanya program penyelenggaraan, serta pembentukan UPT Dinas kependudukan. ‘’Diantara 4 prasyarat ini, hanya tinggal pembentukan UPT Disdukcapil, yang belum

kita realisasikan. Rencananya, di tahun 2010 ini kita akan mendirikan UPT di 6 Kecamatan,” jelas HM Masykur. Keenam wilayah yang rencananya akan didirikan UPT Disdukcapil itu, lanjut HM Masykur, terdiri dari Kecamatan Talang, Suradadi, Margasari, Jatinegara, Bumijawa, dan Warureja. ‘’Untuk yang pasti di Kecamatan Talang, Suradadi, dan Margasari. Sementara untuk di Kecamatan Jatinegara, Bumijawa, dan Warureja, kemungkinan juga akan dibangunj UPT Disdukcapil,” terang HM Masykur. Penerapan E-KTP, dijelaskan HM Masykur, disertai pula dengan perkembangan teknologi. Pasalnya, dalam E-KTP nantinya, akan dilengkapi dengan sebuah alat yang disebut finger scan. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi 10 sidik jari pemilik KTP. ‘’Dengan finger scan ini, nantinya tidak ada lagi warga Kabupaten tegal yang memiliki KTP ganda,” ujarnya. Penggunaan E-KTP ke depan diharapkan dapat mempermudah pendataan kependudukan di Kabupaten Tegal. Diantaranya berguna dalam menemukan data kependudukan, seperti halnya pencarian alamat, nama ibu kandung, maupun pendidikan pemilik KTP. Pelaksanaan program EKTP tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam tahun 2010 ini. (aan)

PDAM Bangun Reservoir dan Jaringan Baru PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tegal, saat ini membangun jaringan baru, yakni memisahkan jaringan yang bersumber dari Tuk Wangon di Desa Muncanglarang Kecamatan Bumijawa. Sebelumnya, jaringan air dari Tuk Wangon tersebut hanya dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Kabupaten Tegal. Pemisahan jaringan, diharapkan mampu mendukung upaya kemandirian PDAM Kabupaten Tegal. Selain pemisahan jaringan air di Tuk Wangon, PDAM Kabupaten Tegal juga telah membangun reservoir air baru di Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu. Reservoir tersebut dibangun pada tahun anggaran 2008–2009, dan telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden SBY, belum lama ini bersamaan dengan peresmian jalan Tol Kanci di Cirebon. Menurut Direktur PDAM Kabupaten Tegal, Ir Taufan Edy Raharjo melalui Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM, Khrisna, pemisahan jaringan yang dimulai dari Tuk Wangon tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan PDAM terhadap pelanggannya. ‘’Selama ini kita memang nebeng di PDAB, dengan pemisahan jaringan, mudah-mudahan bisa membuat kita mandiri. Sekarang ini kalau ada kerusakan di BPT (Bak Pelepas Tekan) 4 di Desa Cawitali Kecamatan Bumijawa, mudah-mudahan pelanggan kami yang ada di Slawi dan sekitarnya tidak lagi terganggu karena aliran air akan dialirkan ke bangunan reservoir baru di Lebaksiu,” terang Khrisna. Pemisahan jaringan tersebut, lanjut Khrisna, diharapkan mampu menciptakan kemandirian PDAM. Pihaknya berharap, melalui pemisahan jaringan itu nantinya dapat mendistribusikan air minum dengan debit air sekitar 35 liter per detik. ‘’Pemisahan jaringan ini diharapkan mampu memperlancar aliran air bagi warga di Slawi dan sekitarnya. Pembangunan jaringan dan bangunan reservoir

ini menggunakan anggaran dari Departemen PU, sebesar Rp 2,5 miliar,” terang Khrisna. Selain pemisahan jaringan, lanjut Khrisna, pihaknya juga berencana membangun jaringan air baru, dari mulai Lebaksiu hingga Dampyak Kecamatan Kramat. Pembangunan jaringan, lanjut Khrisna, diambilkan dari sumber mata air tuk Suren di Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa. Pembangunan diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 14,5 Miliar, yang bersumber dari anggaran Dirjen Cipta Karya Departemen PU. ‘’Selain membangun jaringan baru, dengan anggaran ini kami juga kan sekaligus membangun 1 buah reservoir rencananya, reservoir tersebut akan kami tempatkan di Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat,” terang Khrisna. Pembangunan jringan baru, lanjut Khrisna, diharapkan mampu menambah jumlah pelanggan bru PDAM di Kabupaten Tegal. Untuk penambahan pelanggan baru, menurut Khrisna, pihaknya mentargetkan sekitar 6.000 pelanggan baru. ‘’Kami mentargetkan untuk memberikan pelayanan kepada warga di Desa Pacul, Mejasem Barat, Mejasem Timur, Dampyak, Kaladawa, dan sekitarnya,” terang Khrisna. Saat ini, PDAM Kabupaten Tegal telah memberikan ganti rugi kepada sedikitnya 24 orang pemilik sawah yang dilalui jaringan pipa BPT 4. Adapun luasan yang diberikan ganti rugi itu tercatat sekitar 1.200 m2, terletak di Desa Muncanglarang dan Desa Jejeg keduanya termasuk wilayah Kecamatan Bumijawa. Terkait dengan kebocoran yang terjadi belakangan ini, diakui Khrisna, karena lambannya penanganan perbaikan kerusakan pipa-pipa yang bocor milik PDAB Propinsi Jawa Tengah. Kerusakan tersebut, diakuinya sempat menganggu aliran air milik pelanggan di Desa Yamansari, Babakan (keduanya termasuk Kecamatan Lebaksiu) maupun pelanggan di kota Slawi dan sekitarnya. (aan)

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

SYUTING - Tampak Mbah Salamah sedang memasak air dan di belakangnya berdiri Dwi Ery Santoso, adegan ini bagian pengambilan gambar klip baca puisi tegalan.

Penyair Dwi Ery Syuting Klip Puisi Angkat Kegetiran Hidup Ketuk Hati Kepala Daerah SENJAKALA di Dukuhbenda Desa Pangkah Kecamatan Pangkah, seorang nenek bernama Salamah menyalakan tungku untuk memasak air. Di dekatnya terdapat sebuah lampu teplok nampak menyala redup. Dari sinar lampu teplok inilah, Salamah dapat melihat keadaan di sekelingnya. Sesekali, Salamah nampak menyorongkan bilah kayu bakar ke dalam tungku, menjaga agar api tetap menyala. Sesaat kemudian, dari dalam rumah muncul lelaki sebaya mendekati Salamah dengan langkah perlahan. Sementara itu, di luar hujan deras mengguyur, airnya terdengar gemericik menerabas genteng yang bocor dan membasahi lantai dapur yang belum diplester. Kehidupan nenek Salamah sungguh memprihatinkan, tinggal di rumah kontrakan tanpa anak dan cucu, karena ke empat anaknya telah berumahtangga

dan memisahan diri. Gambaran getir kehidupan Salamah itu, oleh penyair Dwi Ery Santoso direpresentasikan untuk sebuah model klip baca puisi tegalannya. Dwi Ery mengaku memilih obyek aktivitas keseharian Salamah dimaksudkan untuk mendukung pembuatan klip dari salah sajaknya berjudul “Wayang Lengsang Wayange Kampung Tirang”. “Kondisi dan sosok nenek Salamah sangat pas untuk kami dijadikan model klip baca puisi saya, karena tuntutan skenario,” ujar Ery ketika dijumpai usai syuting. Ery menjelaskan, lewat sajak itu dia ingin menyodorkan realitas getir yang melanda Kampung Tirang. Potret buram tentang dambaan masyarakat Kampung Tirang akan jaringan listrik, dapat dipenuhi. Dambaan itu sebetulnya sudah bertahun-tahun diusulkan sejak wilayahnya memiliki kepala daerah dari pertama hingga ke sepuluh. Namun kampung itu tetap saja gulita, terbelakang, dan bahkan terisolir dari gemebyarnya pembangunan.

Gambaran tersebut seperti tertuang pada kutipan bait sajak Ery. ‘’ana Kampung Tirang kapiran sadawane jaman’ malah ora adoh sing kantor kelurahan, laka bisa-bisane’ana kampung, ngetanggrang, peteng nggriyeng’ nang ing atase kota sing gemebyar kotane’’. Mengetuk kesalehan sosial terhadap para pemangku jabatan dan penentu kebijakan, adalah target bidikan Ery. Lewat sajak tersebut, ia berharap Kampung Tirang tidak dimarjinalkan. Sebuah pembangunan hendaknya merata, tidak hanya digeber di pusat kota. Lebih lagi sekarang ini, kepala daerahnya dijabat oleh Ikmal Jaya adalah Walikota ke sebelas. Diharapkan dapat memberikan solusi yang terbaik. “Mulane muga-muga bae walikota sing ke sewelas’ nduweni ati sing welas ora mung melas’ tapiken langsung trengginas meyat ngentas’ ngongkon bawahane eben gagiyan’ wayang kampung tirang ngrasakna kemajuan/ pembangunan, eben aja nganti ana kampung’ sing ngetanggrang …,” teriak Ery dalam lanjutan sajak-

nya itu. Kampung Tirang tersebut berada di dataran timbul Kelurahan Muarareja, Kota Tegal. Untuk menuju ke daerah tersebut, harus menggunakan jukung atau getek. Karena posisi kampung yang berada di tengah-tengah kepungan sungai dan bentangan lautan luas di sebelah utara. Daerah itu cukup rindang dan teduh, karena banyak tumbuh pohon bakau, dan berapa tumbuhan lain di antara balongan para nelayan. Kampung itu sebenarnya mempunyai prospek menarik jika pemerintah kota berniat mengembangkannya menjadi sebuah obyek wisata. Di daerah tersebut dapat pula dibangun rumah makan, kafe, atau tempat pemancingan. Karena tempatnya cukup damai, hijau dan jauh dari pusat keramaian penduduk di sekitarnya. Satu hal yang menguntungkan, tentu warga sekitar bisa mendapatkan penghasilan tambahan, tak hanya mengandalkan dari hasil melaut. Dwi Ery, menuturkan, dari ‘’Brug Abang”, ‘’Kwang

Kwung”, ‘’Brandal Mas Cilik”, ‘’Nyong Kepengin Menangi”,” Wayang Lengsang Wayange Kampung Tirang”, ‘’Miline Banyu Sawah Sawetane Umah”, ‘’Sakane Jaman”, dan satu karya milik Lanang Setiawan berjudul ‘’Tak Jaluk”. Untuk keseriusan hasil klipnya itu, pengambilan gambar dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten/Kota Tegal. Bahkan sampai ke daerah puncak di wilayah Dukuhtengah Kecamatan Bojong, dan juga pemakaman Semedo. Tidak tanggung-tanggung Ery pun mengajak Bintoro Tanpo Aran, untuk menangani dalam kemasan irama orkestra. Bertindak sebagai kameraman Dhimas Riyanto, merangkap sutradara dengan asisten sutradara Lanang Setiawan. Rencananya klip tersebut akan diluncurkan pertengahan Februari mendatang dalam bentuk VCD, dengan bandrol harga per kepingnya Rp 35 Ribu. Produksi klip tersebut ditangani oleh Ariwani Record, Jakarta. Dia juga mengaku tidak mengalami kesulitan dalam syuting tersebut. (aan)

Di Balik Pelaksanaan Konferensi Muslimat NU Kramat

Anak Usia SD Bisa Bawakan Cerita Islami Secara Apik MESKI organisasi kewanitaan, namun keberadaannya cukup bisa dibanggakan. Mengingat selama ini PAC Muslimat NU Kramat telah banyak menciptakan generasi muda berprestasi melalui lembaga pendidikan yang ada. Bahkan kualitas yang dihasilkan pun tidak kalau jauh dengan pendidikan-pendidikan lainnya. Kualitas yang dihasilkan lembaga tersebut dibuktikan, dalam Konferensi IV PAC Muslimat Kramat. Di mana sejumlah anak hasil binaan Muslimat mengisi pembukaan konferensi dengan beberapa kemampuannya. Dalam Konferensi PAC Muslimat Kramat ke-IV di gedung MTs Islamiyah Larangan, Minggu (31/1) kemarin, berbagai rangkaian acara banyak dilaksanakan sebelum proses konferensi berlangsung. Salah satu yang cukup menarik dalam pembukaan acara tersebut munculnya dua anak berbakat di hadapan para peserta konferensi. Dia adalah Rini Anggraini (10) dan Adinda Baeti Hanifah

(9). Meski tergolong masih usia dini, namun kemampuannya telah membuat para peserta konferensi terkagum-kagum. Bagaimana tidak, anak yang masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI)atau setara dengan sekolah dasar (SD) tersebut mampu membawakan pidato dan cerita islami yang menarik atau apik. Rini Anggraini, dalam pidatonya membawakan sebuah pidato yang bertemakan tentang pendidikan bagi muslimin. Dengan nada bicarannya yang cukup faseh, ia berusaha membuka para hadirin untuk tetap selalu belajar meski usia sudah tua. Rani mengatakan, sesuai dengan hadis Rasul, menuntut ilmu merupakan kewajiban umat Islam sejak lahir hingga meninggal. Hadirin pun sempat dibikin geli lantaran di sela pidatonya, Rani yang merupakan siswa TPQ Asalafiah Desa Padaharjo sempat bercanda lewat katakata. Hal senada juga dilakukan oleh Adinda Baeti Haniafah,

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

BERCERITA ISLAMI - Salah seorang anak berusia SD sedang bercerita islami dalam rangakaian konferensi Muslimat NU Kecamatan Kramat.

siswa TPQ Nurul Akbar Desa Bongkok tersebut berusaha menghibur dengan cerita islami yang lucu. Dalam ceritanya, Dinda panggilan akrabnya berusaha menceritakan kisah tentang tokoh Islam Abu Nawas. Meski tidak terlalu lama, namun dengan talenta yang dimilikinya, gadis cilik tersebut mampu membuat para peserta konferensi tertawa terpingkalpingkal. Sekretaris Panitia Konferensi IV Muslimat NU Kramat Dra Hj Nur Khasanah mengaku, beberapa anak yang tampil dalam pembukaan konferensi merupakan siswa yang selama ini menjadi peserta didik yayasan

pendidikan yang berada di bawah naungan Muslimat NU Kramat. Dua anak tersebut merupakan siswa yang berhasil menjadi juara pertama dalam lomba pidato dan cerita islami yang diadakan oleh Muslimat NU Kramat dua pekan yang lalu. Diakui, saat ini pengembangan pendidikan anak atau pendidikan usia dini merupakan salag satu program yang ada di tubuh Muslimat NU. Berbagai terobosan telah dilakukan oleh Muslimat NU guna meningkatkan kualitas peserta didik. Salah satunya dengan mengadakan berbagai perlombaan sebagai upaya memfasilitasi

para siswa dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Tidak anya itu, Muslimat NU Kramat juga berusaha untuk bisa mengembangkan kualitas pendidikan melalui lembaga pendidikan yang ada. Dikatakan, untuk saat ini Muslimat NU Kramat telah memiliki 21 lembaga pendidikan dalam bentuk TPQ, serta 7 lembaga pendidikan Raudatul Atfal (RA) dan 5 TK Mashitoh. “Tidak hanya pada sisi fisik saja yang bagus, namun lembaga pendidikan yang ada di bawah Muslimat NU Kramat juga sudah memiliki manajemen yang cukup membanggakan,” ungkapnya. (harviyanto)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

Siap Laksanakan UN Standar Nilai Kelulusan Masih 5,5

NGENDONG NUTelahTerdikteKulturPolitis SEJALAN dengan berkembangnya zaman, kini banyak orang menilai bahwa kesuksesan seseorang dilihat karena materi. Pandangan ini sahsah saja, dan memang tidak dapat dipungkiri. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang mau meDOK RADAR PEMALANG lakukan aktifitas terJabir al Faruqi tentu setelah ada imingiming akan mendapatkan imbalan atau balasan. Namun pandangan yang kini sudah menjadi kultur di masyarakat tersebut tidak selamanya benar. “Bagaimana Indonesia mau maju kalau kultur ini sudah sedemikian membudaya di masyarakat kita?” ujar Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jabir al Faruqi ketika memberikan sambutan dalam Konferensi Pimpinan Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/1) kemarin. Menurutnya, apa yang sudah terjadi di masyarakat hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Dalam hal ini mereka yang tengah

PEMALANG – Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN), baik untuk SD, SLTP dan SLTA yang diajukan membuat jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang tidak bisa berpangkutangan. Dinas betul-betul serius

menghadapinya. Berbagai upaya telah disiapkan untuk menghadapi UN dan UAS BN. “Persiapan UN dan UAS BN semua sudah dilakukan dan sekarang ini betul-betul sudah siap untuk melaksanakan,” kata Kepala Dindikpora kabupaten Pemalang Drs Sapardi MSi di selasela menghadiri acara rapat gudang dewan, kemarin. Pelaksanaan UN dan UAS BN yang akan dimulai pada bulan Maret, tepatnya tanggal 22 Maret

2010 nanti, kata Sapardi mengacu pada peraturan pusat dan untuk di daerah harus bisa melaksanakannya. “Salah satu syarat utama kelulusan siswa standar nilai minimal 5,5 masih seperti tahun lalu. Oleh karena itu, agar siswa peserta UN dan UAS BN, semuanya dapat lulus maka pembinaan sistem UN hingga kini masih sangat diperlukan sebagai standarisasi kwalitas pendidikan, dan pelaksanaannya juga harus baik termasuk sistem pengawasannya

juga harus baik pula,” paparnya. Perlu diketahui, setelah komisi X DPR-RI memutuskan untuk melaksanakan ujian nasional (UN), para wakil rakyat berjanji akan membenahi sistem ujian tersebut tahun depan. Format baru unas bakal dirumuskan. Masukan dari berbagai pakar pendidikan bakal dipertimbangkan. Komisi X juga akan meninjau kembali PP nomor 19/2005 tentang standarisasi nasional pendidikan (SNP). Terutama, pada pasal 66

hingga 73 tentang pelaksanaan UN. Sebab, pasal-pasal tersebut dinilai bertentangan dengan UU 32/2002 tentang sistem pendidikan nasional. Komisi X juga akan membantu Kementrian Pendidikan Nasional dalam pengawasan. Juga memperbaiki pelaksanaan UN sebelum berlangsung secara serentak pada 22 Maret mendatang. Selain itu meminta komitmen kepala daerah untuk menjaga agar pelaksanaan unas jujur dan kredibel. (mg1/jpnn)

Konferensi PC Ansor Kab Pemalang

KETUA TERPILIH

SEJAJAR BUPATI

ke hal 9 kol 1

PENTOL RAH...

AGUS P/RADAR PEMALANG

DIARAK – Sejumah santri TPQ Zamrotul Hayati I Dukuh Tambakyuda yang telah Khatam Al Quran diarak dalam kegiatan Pawai Taaruf.

RatusanSantriTPQPawai Ta’arufKhotmilAlQur’an

SUMITRO / RADAR PEMALANG

MARS ANSOR - Pengurus PAC Ampelgading sedang menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Ansor dalam Konferensi Cabang GP Ansor di Gedung NU, Minggu (31/ 1) kemarin.

PEMALANG – Ratusan santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Sabtu (30/1) lalu, mengikuti kegiatan pawai ta’aruf. Kegiatan tersebut dalam rangkaian acara Khotmil Al Quran yang digelar oleh TPQ Zahrotul Hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Setempat. Kepala TPQ Zahrotul hayati I Dukuh Tambakyuda Desa Bojongnangka Cahyati mengatakan, acara Khotmil Qur’an ke X sekaligus acara syukuran para santri yang telah khatam Al Quran

PEMALANG - Sebagai organisasi kader, Gerakan Pemuda (GP) Ansor perlu kembali ke khittah perjuangannya, yakni melakukan pembinaan kaderkadernya secara terus-menerus dan berkelanjutan. Pembinaan ini sangat perlu ditekankan

agar kader-kadernya tangguh dan militan mampu dilahirkan Ansor. Sehingga kultur politis yang belakangan sudah membudaya pada sebagian besar organisasi kepemudaan tidak berlaku di Ansor dan NU pada umumnya.

Kultur politis ini sudah merusak tatanan dan nafas perjuangan hampir di semua organisasi kepemudaan. Karenanya, sebisa mungkin GP Ansor bisa mengubah budaya tersebut, jangan malah tergoda atau malah membudayakannya.

“Masak untuk mengikuti rapat saja, musti ada transportnya. Seperti organisasi politik saja,” ujar Ketua Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Jabir al Faruqi saat memberikan sambutannya dalam Konferensi ke hal 9 kol 4

ke hal 9 kol 4

Dari Prosesi Sumpah Janji Mahasiswi Akbid Bhakti Pertiwi Pemalang

Banyak yang Harus Dipelajari untuk Jadi Bidan Profesional Sebanyak 55 mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Bhakti Pertiwi melakukan ucap janji di aula Dristarasta Jl DR Cipto MK, Sabtu (30/1) lalu. Bagaimana prosesinya? SUMITRO/RADAR PEMALANG

WORKSHOP - Ratusan kader-kader Nasyiatul Aisyiah dan Aisyiah Kab Pemalang sedang mendengarkan materi yang disampaikan Sih Ati di Aula STIT Pemalang, Minggu (31/1) kemarin.

Cetak Protokol Handal Workshop Keprotokoleran PCNA - PDA PEMALANG - Untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kader Muhammadiyah, khususnya dalam hal kehumasan dalam

CMYK

berorganisasi, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiah (PC NA) dan Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang menggelar Workshop Keprotokoleran. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus STIT jalan Pemuda Peke hal 9 kol 1

Menurutnya, setelah wisuda nanti, mereka akan mengabdikan diri ke masyarakat. Keberhasilan dalam mengabdi ke masyarakat ini tergantung dari kompetensi apa yang di pelajari dan diraih selama belajar. Dalam kesempatan itu, Akbid Bhakti Pertiwi membagikan beasiswa kepada 5 mahasiswi. Mereka adalah Agis Lilia Utami, Nurma Afianingsih, Nok Tri Astuti, Titin Eka Hidayati dan Muzarofah. Juga dibacakan mahasiswa yangberprestasi akademik yakni di peringkat satu Ela Agnistin, peringkat kedua Agisti Rini Utami dan ketiga Tuti Khasanah. Prestasi akademik ini adalah nilai yang diperoleh pada semester pertama angkatan ketiga. Sementara Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten

LAPORAN: ALI BASARAH PROSESI berjalan tertib, lancar dan khidmat dengan disaksikan sejumlah akademisi, perwakilan organisasi kesehatan serta orang tua mahasiswa. Direktur Akademi Kebidanan (Akbid) Bhakti Pertiwi Chusnul Chotimah CH dalam sambutannya mengemukakan kandidat calon bidan akan dipikul mahasiswi sejak mengucapkan janji. “Sebagai kandidat calon bidan akan kalian pikul sejak mengucapkan janji sampai acara Pengangkatan Sumpah Wisuda DIII Kebidanan,” kata dia.

PENYEMATAN

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

Mahasiswi Akbid ucap janji dilanjutkan dengan penyematan pin.

Pemalang Wachyuningsih Amd Kebidanan mengemukakan, masih banyak yang harus dipelajari untuk menjadi bidan profesional. “Dengan penyematan tanda nama pada ucap janji ini, masih banyak perjuangan karena masih harus banyak belajar menjadi bidan profesional,” kata dia. Ilmu yang diperoleh dari belajar itu akan menjadikan bidan yang trampil dan mampu membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan. Ketua IBI menyampaikan informasi bahwa di RSUD Dr M Ashari ada Pusat pelatihan Klinik Premier (P2KP). Klimik tersebut agar bisa digunakan sebaik-baiknya untuk belajar menjadi bidan yang trampil. Dalam ucap janji mahasiswi Abid Bhakti Pertiwi itu, selain dihadiri Ketua IBI Kabupaten Pemalang juga Ketua Yayasan Syakuntala yang diwakili dokter Yulianto Agus Prabowo, jajaran dari RSUD Dr M Ashari dan jajaran dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. (*)


METRO TEGAL

4

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

SOSIAL

Tuntutan Siswa YPT Terkabul

Walikota Diminta Tegas SEJUMLAH Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaporkan adanya tempat karaoke dan toko yang menjual minuman keras (keras) diatas ketentuan. Mereka menuntut Walikota Tegal Ikmal Jaya bersikap tegas. Salah seorang pengurus LSM Laskar Merah Putih, Dadi Bani Asmoro, dihadapan walikota mengatakan, pihaknya sebelumnya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya tempat karaoke yang diduga menjual miras dengan kadar alkohol di atas 5 persen. Selain itu, di tempat tersebut juga disinyalir menyediakan wanita yang tidak hanya bertugas sebagai pemandu lagu. Belum lagi, soal jenis ruangan karaokenya. “Jika melihat kondisinya, jelas melanggar perizinan. Sebab, izinnya kan hanya untuk tempat karaoke keluarga dan dilarang menjual miras diatas 5 persen. Karenanya, kami berharap Pemkot segera bertindak tegas melakukan penertiban,” kata Dedi. Hal senada diungkapkan Ketua LSM Barisan Rakyat Peduli Kota (BRPK), Supriyanto. Supri juga menerima informasi adanya sejumlah toko yang menjual miras secara bebas. Kondisi demikian harus segera ditertibkan karena dikhawatirkan merusak citra Kota Tegal. Menanggapi aduan tersebut, Walikota Ikmal Jaya menyatakan, pihaknya akan segera melakukan tindakan, yakni memberikan surat teguran sebagai salah satu bentuk pembinaan. Jika tetap melanggar aturan, maka bisa dicabut izinnya. (hun)

AGENDA

M SAEKHUN/RATEG

DIPASANGI PAPAN - Salah satu tanah milik Pemkot di Jalan Lele dipasang papan kepemilikan.

Tanah Pemkot Dipasang Papan Tekan Aset Hilang

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

SERIUS – Peserta seminar serius mendengarkan paparan dari para narasumber.

BIAS Gandeng PLN TEGAL – Yayasan Bina Anak Soleh dan PLN APJ Tegal, Minggu (31/1) menggelar seminar bertajuk ‘Edutainment Pendidikan Ynag Nyaman dan Menyenangkan’ di aula PLN APJ Tegal. Sebagai pembicara, Mr Amir Fasial, Mindset & Motivator Training Facilitator dari Jakarta mengupas habis bagaimana cara meningkatkan mutu tenaga pendidik sehingga memberikan dampak positif bagi anak didik. Dalam penjelasannya, Mr Amir Fasial mengatakan, pembelajaran sekurang-kurangnya mengandung makna serta upaya sadar dan terprogram memberdayakan SDM agar mampu menghadapi realita hidup saat ini dan masa depan. Penyesuaian gaya mengjar guru dengan gaya belajar siswa juga harus diperhatikan sehingga setiap materi yang diberikan bisa diserap dengan baik. Performansi guru di depan kelas juga diperlukan untuk mengembangkan imaginasi dan sifat-sifat mulia para siswa. Dibutuhkan pula pengembangan bakat, mengajak berkreasi dan modeling serta selalu cerah dan tersenyum di depan sswa. Peningkatan kualitas tenaga pendidik mutlak diperlukan sehingga tidak hnaya bangunan fisik yang diperhatikan saja. Pengembangan SDM akan meningkatkan kualitas anak didik sehingga mampu menjadi generasi penerus yang memiliki segudang kelebihan. Humas PLN APJ Tegal Slamet Sunarto menyambut baik seminar yang diperuntukan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam hal ini, pihaknya juga mencoba mengikis kesan eksklusif PLN dengan berbagai fasilitas ang ada. Menurutnya, masyarakat bisa memanfaatkan apa yang ada serta tidak perlu ragu untuk berkoordinasi sehingga pihaknya bisa menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. (gun)

AGAR keberadaan tanah milik Pemkot Tegal, baik berupa sawah, perkantoran maupun eks bengkok tidak hilang, Pemkot melalui Bagian Pemerintahan Setda sejak setahun lalu melakukan pemasangan papan kepemilikan. Pemasangan tersebut terus dilakukan bersamaan pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM) pada tanah-tanah yang belum bersertifikat. Kabag Pemerintahan Setda Kota Tegal, Hartoto, mengatakan, agar bisa terdata pihaknya secara bertahap melalui APBD Kota Tegal menganggarkan biaya pembuatan SHM pada tanahtanah Pemkot. Sedangkan untuk menghindari peng-

gunaan lahan milik Pemkot, pihaknya melakukan pemasangan papan kepemilikan terhadap tanah-tanah Pemkot yang sudah memiliki SHM. “Tugas kami hanya mendata tanah milik Pemkot yang belum miliki SHM. Selanjutnya dibuatkan SHM. Setelah itu, kami serahkan pada DPPKAD untuk dimasukan dalam data aset,” jelas Hartoto. Saat ditanya apakah masih banyak tanah yang belum miliki SHM, Hartoto menyatakan pembuatan SHM pada tanah-tanah Pemkot yang belum miliki SHM dilaksanakan secara bertahap melalui APBD. Sehingga ke depan, tanah milik Pemkot yang memiliki SHM bisa difungsikan untuk keperluan pem-

bangunan. “Kami akan terus mendata untuk dibuatkan sertifikat. Soal berapa tanah yang belum memiliki SHM, sampai sekarang kami masih menginventarisir,” tuturnya. Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Rachmat Rahardjo, mengungkapkan, selain melakukan sertifikasi sejumlah tanah milik Pemkot berupa eks bengkok, Pemkot juga harus membuat SHM lahan rumah dinas wakil walikota, lahan Pusat Promosi Informasi Bisnis (PPIB), dan lahan Pasar Randugunting. Pasalnya, tiga lahan tersebut bersama bangunan di atasnya nilainya puluhan miliar rupiah dan pembelian tanahnya belum lama. (hun)

TUNTUTAN para siswa SMK YPT yang meminta agar pihak sekolah transparan dalam penggunaan pungutan Rp 600 ribu untuk penunjang Ujian Nasional (UN) akhirnya dikabulkan. Direalisasikannya tuntutan tersebut setelah pihak sekolah mengundang perwakilan siswa kelas XII untuk audensi, Sabtu (30/1), bertempat di ruang pertemuan sekolah setempat. Sebelum audensi digelar, ratusan siswa kelas XII sempat melakukan aksi turun ke jalan hingga memaksa anggota gabungan Polresta Tegal bertindak. Petugas menggiring para siswa masuk ke halaman sekolah. Sementara, dalam audiensi Kasek SMK YPT, Drs Slamet, didampingi pihak Yayasan Drs Sipon Zunaedi MPd menerima perwakilan siswa kelas XII untuk menyampaikan materi pokok yang selama ini mengganjal para siswa. Pihak sekolah juga mengundang Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringoringo dan Kasat Intelkam AKP Suwartoyo. Selama audiensi digelar, ratusan siswa yang menunggu hasil akhir pertemuan meneriakkan yel-yel disertai pembentangan beberapa poster yang isinya minta agar pisah sekolah transparan. Selang tiga jam, koordinator siswa, Aziz, bersama Ketua Osis keluar dari ruangan dan membacakan isi

pertemuan tersebut. “Intinya kepala sekolah sepakat menurunkan iuran pendukung UN dari Rp 600 ribu menjadi Rp 580 ribu. Dimana try out yang mestinya digelar 3 kali, tahun ini cukup digelar dua kali. Dan biaya sekali try out senilai Rp 5 juta akan dikembalikan pada 275 siswa,” terangnya. Selain itu, menanggapi tuntutan kedua, dimana para siswa menginginkan keharmonisan hubungan antara kepala sekolah dengan guru, juga diwujudkan dengan upaya saling bersalaman diantara mereka. Riuhnya suasana memaksa Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringoringo mengambilalih acara di tengah-tengah lapangan untuk menjelaskan secara rinci hasil pertemuan yang baru digelar. “Intinya, pihak sekolah meluluskan apa yang kalian minta. Dan kini saatnya Anda kosentrasi belajar menjelang UN. Untuk iuran UN disamakan dengan iuran seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 580 ribu. Untuk tahun lalu pemerintah memang menysubsidi Rp 50 ribu per siswa. Tapi tahun ini belum ada,” terangnya. Usai mendengarkan keterangan petugas, ratusan siswa melenggang meninggalkan halaman sekolah. Sementara para guru dan kasek melanjutkan acara keakraban dengan saling berpelukan. (her)

Limbah Filet Segera Diatasi AROMA tak sedap yang disebabkan limbah filet membuat warga terganggu. Psalnya, arma tersebut tidak hanya tercium di sekitar PPI Tegal Sari saja melainkan menyebar hingga ke pusat kota. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Akt berjanji akan segera menangani persoalan tersebut sehingga bisa segera diatasi. Menurutnya, saat ini Pemkot Tegal menggandeng Universitas Trisaksi untuk menangani bau tidak sedap yang disebabkan limbah filet. Langkah konkret lainnya adalah mem-

bersihkan pelabuhan serta menata saluran pembuangan sehingga bau tidak sedap tersebut tidak lagi mengganggu masyarakat Kota Tegal. Hal itu, jelasnya, sejalan dengan program Tegal Sehat 2010 yang baru saja dicanangkan sehingga persoalan tersbut menjadi salah satu agenda yang akan dijalankan. Pihaknya juga berharap partisipasi dari masyarkat sekitar untuk selalu menjaga kebersihan khususnya limbah filet sehingga bisa ditangani dengan baik. Dengan demikian, upaya yang dilakukan Pemkot bisa

memberikan hasil maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga aroma tidak sedap dari limbah filet bisa segera diatasi.“Tentu dukungan masyarakat selalu kami nantikan sehingga persoalan tersebut bisa segera ditangani,” terangnya. Ki Barep, Ketua Pepadi sekaligus warga Tegal Sari menyambut baik upaya yang akan diambil oleh Pemkot Tegal. Menurutnya, penanganan limbah filet tidak hanya diharapkan amsyarakat sekitar tetapi warga Kota Tegal pada umumnya. (gun)

HERMAS PURWADI/RATEG

BEREMBUK - Audensi kasek dan perwakilan siswa SMK YPT juga melibatkan aparat Polresta Tegal.


KABUPATEN TEGAL

8

SENIN 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

KRAMAT

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERBAIKI – Jalur pantura dari Dampyak Kramat hingga Warureja mulai diperbaiki Bina Marga Provinsi Jateng.

Jalur Pantura Diperbaiki KRAMAT - Kerusakan jalan di jalur pantura, sejak dua hari terakhir ini dikebut untuk diperbaiki. Sedangkan perbaikan kondisi jalan pantura yang rusak berat ini mulai dikerjakan mulai Dampyak Kramat hingga Warureja. Daryanto salah satu petugas proyek perbaikan jalan pantura, Jumat (29/1), mengatakan perbaikan jalan yang rusak ini, memang baru dilakukan. Hal ini sebagai upaya perbaikan yang merata. ‘’Target kami, kerusakan jalan yang penuh dengan lubang ini mulai dari Dampyak Kramat hingga Warureja, pada Minggu (31/1) besok, sudah rampung. Sebab, pengerjaan penambalan dan perbaikan jalan lainnya terus dikebut,’’ terangnya. Namun demikian, pekerjaan perbaikan jalan di pantura ini sedikit terkendala dengan kondisi alam yang kini masih turun hujan. Walhasil, pekerjaan penambalan dan pengerukan lainnya, terkadang rusak kembali. Sebab, belum sempurna perbaikan yang dilakukan, sudah diguyur hujan terlebih dulu. ‘’Ya, cuacanya memang saat ini sedang tidak bersahabat. Padahal kalau pagi, kondisinya panas namun tiba-tiba menjelang sore turun hujan. Sehingga, terkadang kami harus kembali melakukan penambalan kembali,’’ ulasnya. (gus)

YANVERA/RADAR SLAWI

AMBLAS - Jembatan jalur Jatinegara-Slawi amblas tergerus air hujan. Warga diminta untuk hati-hati jika melewati jalur tersebut.

Jembatan Jatinegara-SlawiAmblas Warga Diminta Hati-Hati JATINEGARA - Para pengguna jalan yang melintasi jalur Jatinegara-Slawi diminta hatihati saat memasuki wilayah jalur Resort Pemangku Hutah (RPH) Wrayan di sekitar hutan jati Jatinegara. Pasalnya, jalur tersebut dalam pengawasan pihakpihak terkait, lantaran amblasnya sebagian badan jembatan di sekitar jalur tersebut.

Suswono, salah seorang staf RPH Perhutani wilayah Pemalang Jatinegara kepada Radar, Minggu (31/1) menyatakan, tingkat kewaspadaan tinggi harus selalu dikedepankan pengguna jalan yang melintasi jalur Jatinegara-Slawi. Terutama saat memasuki areal RPH Wrayan. Sebab, sepanjang jalur tersebut dikenal kondisi tanahnya sangat labil, sehingga kerap kali terjadi longsor maupun jalan amblas. Seperti yang sekarang ini terjadi, di mana se-

bagian badan jembatan di jalur itu amblas tergerus air hujan. ”Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur tesebut. Sebab, hingga kini amblasnya jembatan itu belum diperbaiki,” katanya. Masih kata Suswono, amblasnya jembatan yang belum lama terjadi itu, memang tidak separah yang diperkirakan orang. Sebab, sebagian badan jembatan masih bisa dilalui kendaraan. Namun lebih baik jika pengguna

Terendam Air, Petani Warureja Gagal Panen

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

BERLUBANG - Kondisi jalan Kertaharja-Jatibogor rusak parah, beberapa titik terlihat berlubang dan banyak tergenangi air.

Jalan Kertaharja-Jatibogor Rusak Parah KRAMAT - Kondisi jalan Kertaharja menuju Jatibogor Kecamatan Kramat saat ini kondisinya memprihatinkan. Beberapa titik jalan tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah. Kondisi diperparah dengan banyaknya genangan air di beberapa lubang jalan lantaran hujan yang kerap turun. Rusaknya jalan tersubut membuat beberapa warga yang kerap melintas di jalan tersebut merasa terganggu. Bahkan beberapa kecelakaan sering terjadi di jalur tersebut. Kartoso (30) salah sopir angkutan matrial saat ditemui Minggu (31/ 1) kemarin mengaku, pihaknya sangat menyayangkan kondisi jalan Kertaharja-Jatibogor yang saat ini rusak parah. Kondisi tersebut membuat dirinya sangat kesulitan untuk mengantarkan material menuju beberapa desa yang ada di perlintasan jalan tersebut. Bahkan sering kali kendaraan yang dikemudikan sempat rusak akibat tidak bisa menahan guncangan lantaran banyaknya lubang jalan yang menganga. Kerusakan jalan juga tidak hanya menyebabkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan saat melintas, namun beberapa warga yang melintas juga kerap mengalami kecelakaan. Bahkan belum lama ini, sempat terjadi kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan pengemudi mengalami luka yang cukup parah. “Kemarin-kemarin juga sempat terjadi kecelakaan sepeda motor akibat jalan yang rusak,” ungkapnya seraya menyatakan, kerusakan jalan Kertaharja-Jatibogor sudah terjadi setahun yang lalu. Kartoso menambahkan, kondisi jalan yang labil dan banyaknya kendaraan yang melintas membuat jalan mudah rusak. Dari pengamatan selama melintas, kerusakan jalan tersebut mencapai 5 kilometer lebih. “Saya kira kerusakan lebih diakibatkan lantaran lokasi jalan yang berada di tengah-tengah persawahan, disamping itu banyaknya kendaraan yang melintas juga merupakan penyebab rusaknya jalan. Kondisi diperparah dengan banyaknya air yang menggenang lantaran mulai masuk musim penghujan.” (cw3)

WARUREJA - Usia tanam yang masih sangat muda, terlebih sudah digenangi oleh banjir yang datang dari jebolnya sungai Babakan Warureja, membuat petani sekitar dipastikan mengalami gagal panen. Sebab, 5 hari terakhir ini ribuan hektar sawah miliknya masih digenangi dengan air yang memili ketinggian rata-rata sekitar setengah meter. ‘’Tanaman kami yang baru tumbuh saja masih belum nampak akibat genangan air yang masih menggenangi sawah kami. Belum lagi, obat maupun bibit dan benih yang sudah kami taburkan sia-sia belaka saja,” terang petani setempat. Dijelaskan dia, banjirnya persawahan warga Babakan dan Kedungkelor Warureja ini, selain akibat faktor hujan yang terus mengguyur, juga dari aliran sungai babakan yang diketahui taludnya jebol. Sehingga, aliran air sungai yang seharusnya mengalir ke laut, lebih dari separuhnya mengaliri sawahnya termasuk sawah milik warga lain. ‘’Bayangkan saja, kondisi seperti ini sudah 5 hari terakhir ini. Namun genangan air sungai dan hujan masih belum juga mengendap. Jadi, kami mau berbuat apa selain hanya pasrah dan memandangi saja areal persawahan kami yang tergenang air.” Warjo petani lain mengaku kerugian yang dialami pada musim penghujan ini diperkirakan mencapai puluhan juta

pihak-pihak terkait, dengan harapan hal itu bisa ditanggulagi secepatnya.” Sugkono, Polisi Teritorial RPH Perhutani Wilayah Pemalang, meminta kepada pengguna jalan maupun warga sekitar untuk selalu menjaga keselamatan, saat melintasi jalur JatinegaraSlawi. ”Saya meminta semua warga dan pengguna jalan waspada bila melintasi jalur perbukitkan seperti ini, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (k1)

BNK Tegal Masih Belum Miliki Sekretariat

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MELUAS - Banjir yang menggenangi areal persawahan warga Babakan, kini meluas hingga ke Desa Kedungkelor Warureja.

rupiah. Sebab, tanaman maupun benih termasuk obat yang baru ditabur, hilang terbawa arus sungai yang membanjiri areal persawahannya. Sementara lubernya sungai Babakan yang taludnya jebol, kini selain menggenangi areal

jalan tetap waspada saat melintasi jalur tersebut. Lebih lanjut Suswono menambahkan, sejauh ini imbauan maupun sosialisasi kepada warga sekitar hutan maupun pengguna jalan sering dilakukan oleh pihak Perhutani, seperti memasang papan rawan longsor maupun rambu-rambu bahaya lainnya. Tentunya untuk mengantisipasi musibah yang diakibatkan karena faktor alam. ”Kami sudah melaporkan musibah jembatan ambals ke

persawahan petani Babakan, juga sudah mulai menggenangi areal sawah Desa Kedungkelor Warureja. Sementara Camat Warureja Fakhikhurohim menjelaskan akan segera mengupayakan nasib para petani ini. (gus)

MESKIPUN telah berdiri sekitar 1 tahun lebih, namun Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tegal, hingga kini belum memiliki kantor sekretariat tetap. Selain itu, staf yang seharusnya ada pun, hingga kini masih belum ada. Seperti telah diberitakan, BNK Tegal telah resmi dibentuk sejak tahun 2008 lalu. Saat itu, Plt Bupati Tegal, Amat Antono, bahkan telah melantik dan menetapkan Kompol Mardi Utomo, untuk memangku jabatan sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNK Tegal. Wakil Ketua Komisi I DPRD, Helmi Amrulloh, sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, tidak adanya kantor sekretariat tetap serta masih belum adanya staf, dapat menganggu kinerja BNK Tegal. ‘’Keberadaan staf dan kantor sekretariat tetap, jelas sangat penting untuk BNK. Kalau kedua unsur ini tidak ada, saya yakin kinerja BNK tidak akan bisa berjalan secara optimal.

Tidak mungkin BNK bisa berjalan optimal kalau hanya dipegang oleh satu orang saja,” ungkap Helmi. Helmi menilai, sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Tegal untuk dapat memberikan fasilitas kantor sekretariat tetap serta staf kepada BNK Tegal. Apalagi jika mengingat Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, terkait dengan pembentukan BNK Tegal ini telah dibentuk dan disahkan Bupati Tegal. ‘’Pemkab semestinya dapat segera memberikan fasilitas kantor sekretariat dan staf kepada BNK. Kita harus melihat peran serta BNK yang sangat penjting dalam menekan peredaran narkoba,” ujarnya. Sejumlah kalangan mengungkapkan hal senada. Mereka pada umumnya mendukung agar Pemkab Tegal dapat secepatnya memberikan kantor sekretariat, staf, berikut kelengkapan pendukung lainnya bagi pelaksanaan tugas BNK Tegal. (aan)


SAMBUNGAN

SENIN 1 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Biker Trabas Kemamang-Mangunsari Hadapi Medan Slawi PEMALANG - Puluhan biker Pemalang menjalani latihan untuk menghadapi penyelenggaraan olahraga otomotif jenis trabas di Slawi. Mereka berasal dari tiga kecamatan yang tergabung dan club Stapak dan Ptrac. Medan setengah berat ini sebagai pemanasan sekaligus pengukuhan anggota baru komunitas motor trail tersebut. Ketua Stapak Ahmad Fatah SIP mengemukakan, trabas yang dilaksanakan pada Minggu (31/1) itu sebagai agenda

organisasi untuk melatih fisik dan keterampilan anggota. “Kita sudah biasa menjalani latihan dengan menjajal berbagai medan,” kata dia di selasela latihan didampingi Ketua Ptrac, Ipung. Sedikitnya 20 biker dari Kecamatan Bodeh, Petarukan, dan Pemalang mulai menggeber gas dari kediaman Ahmad Fatah. Mereka menyusuri jalan dan mulai masuk kawasan hutan dari Lohbongkok Desa Banjarmulya. Raungan motor-motor trail baik pabrikan maupun modifikasi mengundang perhatian warga di sekitar rute

yang dilewati. Medan becek dan naik turun menyambut pembalap-pembalap tersebut. Pos pertama peserta latihan berhenti sambil menunggu rekannya yang mengalami trobel mesin. Ada tiga gelombang peserta saat memasuki pos pertama tersebut. Ketika semua biker sudah lengkap, latihan dilanjutkan kembali. Medan selanjutnya masih berupa jalan becek dan setapak yang di kiri dan kanannya tumbuh semak- semak tinggi. Tak jarang biker yang tangannya terluka akibat tersabet

pohon berduri. Pada rute kedua ini banyak di antara mereka yang kesulitan terutama ketika melintas sungai kecil. Lepas dari sungai kecil, biker harus menaklukkan Sungai Barongan. Bukan arus sungai yang menjadikan biker kualahan, melainkan saat kembali naik ke bibir sungai. Banyak pembalap yang terjatuh akibat medan terjal tersebut. Usai mengatasi sungai itu, biker harus menanjak bukit dengan jalan licin berbatu sebleum akhirnya istirahat untuk kedua kalinya di Kemamang Desa Surajaya. (ali)

Ratusan Santri TPQ Pawai Ta’aruf...

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

NYABRANG SUNGAI - Salah satu peserta trabas menaklukan sungai.

Cetak Protokol Handal dari halaman 9 malang tersebut diikuti 150-an kader-kader Muhammadiyah se-Kab pemalang. “Selain membekali kader akan kehumasan, workshop juga bertujuan mencetak protokolprotokol handal,” ujar Panitia Wo r kshop Keprotokoleran Noerhidayah Suprihatini SSos kepada Radar di sela-sela kegiatan, Minggu (31/1) kemarin. Dikatakan dia, kegiatan diselenggarakan atas dasar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang belakangan sudah merasuk dalam semua bidang kehidupan individual dan sosial. Dari sini, PDA dan PC NA perlu memerankan dirinya di tengahtengah masyarakat, sekaligus menjawab adanya tantangan kemajuan Iptek. Dalam hal ini, menyangkut jalannya sebuah acara atau program yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan peran protokoler dalam memandu jalannya acara. Dalam workshop yang mengambil tema pemantapan militansi protokol dalam meningkatkan profesionalisme organisasi tersebut, pihaknya meng-

undang Sih Ati dari Humas Setda Kabupaten Pemalang dan Drs Puji Dwi Darmoko dari STIT Pemalang untuk memberikan materi tentang teori dan praktek keprotokoleran. Selain teori dan prakktek keprotokoleran, peserta juga diberikan materi protokoler bentuk pencitraan, public relation, retorika, etika organisasi, komunikasi organisasi, serta materi-materi lain tentang kehumasan. Melalui kegiatan yang merupakan program kerja dari PC NA dan PDA Kab Pemalang tersebut, pihaknya mengharapkan agar peserta nantinya dapat mempraktekkan apa yang telah didapatkan selama workshop. Yakni, dengan melatihnya secara rutin setiap kali ada kegiatan. Sementara itu, Sih Ati dalam menyampaikan materinya mengatakan, secara umum pengertian pembawa acara atau master ceremony adalah orang yang melakukan atau bertindak sebagai tuan rumah pada acara formal atau program acara hiburan. Bisa juga diartikan sebagai orang yang mengendalikan upacara dengan cara

mengumumkan acara secara urut, sesuai aturan yang ada agar upacara berlangsung dengan tertib, aman dan memuaskan semua pihak. “MC atau pembawa acara mempunyai tugas dan tanggungjawab atas jalannya dan suksesnya sebuah acara atau kegiatan,”terangnya. Untuk bisa membawakan sebuah acara sendiri, secara fisik dan non fisik MC harus luwes dan mempunyai pengetahuan yang luas. Sehingga dalam membawakan acara tidak kaku serta tidak menguasai isuisu dan perkembangan masyarakat sebagai bahan selingan. Di samping itu, secara personal MC harus mempunyai kepribadian yang baik, penampilan yang wajar, dan tidak meniru-niru gaya dan penampilkan orang lain. Adapun persyaratan formalnya, MC harus mampu berbahasa Indonesia dan bahasa asing yang baik dan benar, serta mampu mengatur teknik berkomunikasi dan menguasai materi dan audiens. “Gunakan kalimat atau ungkapan yang sederhana dan mudah dimengerti,” tambah Sih Ati. (mg6)

NU Telah Terdikte Kultur Politis dari halaman 9 berkecimpung dalam organisasi kemasyarakatan, dan secara khusus pada segenap jajaran PC Ansor Kab Pemalang. “Jangan sampai kultur politis merasuki kita. Kalau demikian yang terjadi, NU lama-lama tinggal nama saja,” tegas Jabir yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Nahdhatul Ulama lanjutnya, kini masih menggunakan huruf besar. Namun kalau dirusak secara pelan-pelan dengan membudayakan politis di dalam

menjalankan organisasinya, akan menjadi huruf kecil semua. Dengan begitu, warga nahdliyin semakin lama semakin tenggelam dalam pusaran politik sebagaimana partai politik. “Disadari atau tidak, NU kini telah terdikte oleh budaya partai politik,” kata dia. Alumni IAIN Walisongo Semarang ini lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan Gus Dur selama hidupnya. Dimana banyak kalangan yang dekat dengan beliau, ratarata mempunyai jabatan-jabatan dan posisi yang strategis. Kyaikyai yang dekat dengan beliau juga mempunyai bangunan

pondok pesantren yang lebih besar dan mewah. Akan tetapi pondok pesantren Gus Dur sendiri tidak demikian, karena yang ada di benaknya adalah bagaimana membesarkan NU bukan memperkaya dan mempolitisasi NU. Namun demikian, Jabir al Faruqi berkeyakinan bahwa kader-kader GP Ansor di berbagai daerah mampu membawa diri di tengah-tengah masyarakat. Terbukti dengan banyaknya kader-kader Ansor mampu berkiprah di tingkatan daerah hingga tingkat nasional secara lebih elegan dan profesional. (mg6)

dari halaman 9 lulus dikemas dalam berbagai kegiatan. Selain melakukan prosesi Khotmil Qur’an yang diikuti sebanyak 16 santri dalam bentuk wisuda santri juga diisi gebyar pentas seni islami, seperti nasyid, tari, puisi, pembacaan kitab inayah, kreasi tebak doa harian, bahkan pementasan fashion. “Dari semua kegiatan yang ada untuk memeriahkan acara ini, tergantung dari pada kreativitas para ustadz dan ustadah masing-masing,” katanya. Untuk acara inti Khotmil Quran dihadiri oleh para pen-

tashih santri, panitia Imtas atau imtahan akhir santri, juga dihadiri para ustad dan ustadah beserta seluruh santrinya. “Untuk memeriahkan jalanya acara ini, sejumlah santri dari TPQ yang ada di Desa Bojongnangka juga ikut berpartisipasi yaitu mengikuti acara inti dan pawai taaruf yang juga diikuti oleh 16 santri yang telah diwisuda. Dan mereka cukup antusias,” imbuh Cahyati. Korcam Qiroati Pemalang 1 Darkono yang diwakili oleh ustad Zaenudin Mahmud dalam pengarahannya mengatakan, keberadaan pendidikan Al Quran itu sangat penting

bagi masyarakat terutama untuk generasi muda agar beperilaku yang baik dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu, warga hendaknya harus ikut memiliki keberadaan TPQ yang ada di lingkungannya masing-masing. Harapannya agar TPQ-TPQ terus berkembang dan pendidikan Al Qur’an akan semakin maju. “Pendidikan Al Quran tidak akan bisa berjalan tanpa ada dukungan dari masyarakat. Untuk itu, masyakat harusnya betul-betul ikut memiliki dan ikut tanggungjawab terhadap kemajuan TPQ. Karena pekembangan pendidikan Al Qur-

an bukan tanggungjawab pengelola semata,” tandasnya. Sementara Nyi Tenti Eni dalam mauidhoh khasanahnya menegaskan, Al Quran sebagai pegangan hidup umat islam dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari agar nantinya mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun akhirat, warga hendaknya harus bisa menjaga putra-putrinya agar terus mengikuti pendidikan Al Quran dan penddikan agama. Pendidikan tersebut sebagai bekal nanti di akherat, dan surga itu adalah tempat orangorang yang beriman dan bertaqwa. (mg1)

Ketua Terpilih Sejajar Bupati dari halaman 9 Cabang GP Ansor di Aula Gedung NU Jl Pemuda Pemalang, Minggu (31/1) kemarin. Dalam reorganisasi periodik empat tahunan yang dihadiri Bupati Pemalang, pimpinan parpol PKB, PPP, Golkar, KNPI, tamu undangan, serta peserta konferensi tersebut, Jabir Al Faruqi menegaskan, konferensi harus bisa melahirkan pemimpin yang berkarakter. Yakni, pemimpin yang mampu membawa organisasi secara lebih elegan, baik dalam hubungannya dengan NU maupun dengan pemerintahan. Ketua terpilih lanjut dia, hendaknya mereka yang sejajar dengan bupati, pimpinan parpol, atau pimpinan organisasi lainnya di tingkatan kabupaten. Sejajar dalam arti cara berfikir, cara pandang, serta dalam membuat kebijakankebijakan, bukan sejajar dalam arti kewenangan dan tugasnya. Sehingga GP Ansor mampu menjalin kerjasama dengan pemerintahan secara lebih baik. “Jangan sampai untuk ber-

silaturahmi atau audiensi dengan Bupati harus menunggu berbulan-bulan. Kalau ini terjadi pasti ada yang salah dengan kepengurusannya,” tegas dia yang juga Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Bupati Pemalang HM Machroes SH yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekda H Sumadi Sugondo SE MM MSi menyampaikan, pada prinsipnya sebuah organisasi yang mampu menjaga konsistensinya akan mampu memberikan sumbangsihnya bagi kemaslahatan umat. “Soliditas dan konsistensi kepengurusan dapat menjadi kekuatan yang besar, laksana bangunan yang kokoh karena mempunyai pondasi yang kuat,” tandasnya. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan dalam Alqur’an. Dimana untuk memiliki kekuatan besar, sebuah organisasi mesti mempunyai pondasi yang kuat. Tidak seperti buih yang senantiasa terombang-ambing ketika mengha-

dapi berbagai tekanan. Bukan itu saja, dalam menjalankan roda organisasi, seluruh anggota GP Ansor mestinya tidak mempertanyakan apa yang diberikan Ansor kepada diri sendiri. Namun tanyakanlah apa yang bisa diperbuat dan disumbangkan bagi perkembangan dan kemajuan Ansor. “Berorganisasi itu bersambung rasa, tidak ada egoisme dari masing-masing pengurusnya,” terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Cabang GP Ansor Mahfudin SAg menyampaikan, konferensi diikuti seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang ada di Kabupaten

Pemalang. Dimana masingmasing PAC mewakilkan 6 anggotanya. Agenda kegiatan konferensi sendiri meliputi konsolidasi organisasi, menyusun rekomendasi/masukan kepada intern organisasi dan ektern kepada masyarakat dan pemerintah. Di samping itu, agenda yang tidak kalah penting dalam penyelenggaraan konferensi adalah menyusun program dan memilih pimpinan cabang. Dalam pemilihan kepengurusan sendiri, seluruh peserta akhirnya memilih Imron Khudori sebagai Ketua PC Ansor Kab Pemalang masa khidmat 20102014. (mg6)


CMYK

METRO PEMALANG

SENIN, 1 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

10

Data Kependudukan Dimutakhirkan Hadapi Pilkada PEMALANG - Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah 2010 ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) melakukan pemutakhiran data kependudu-

kan. Ini dilakukan sesuai fungsi tugasnya sekaligus memenuhi permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang. Data dari dinas ini akan dijadikan dasar untuk penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT) oleh KPU. Data pemutakhiran yang di-

minta oleh KPU adalah jumlah penduduk pada Bulan Januari 2010. “Tugas kita melakukan pemutakhiran data potensial penduduk pemilih pemilu (DP4) sesuai dengan permintaan KPU,” kata Kepala Disdukcatpil Ni Wayan Asrini SH MSi, Jumat (29/1) lalu. Sedangkan pemutakhiran data secara teratur

sudah dilakukan jajarannya setiap bulan yang bersumber pada data base laporan kependudukan oleh tiap-tiap desa. Untuk pemutakhiran DP4 dilakukan beberapa tahapan, saat ini sudah selesai dilakukan tahapan sosialisasi dan distribusi bahan-bahan sampai ke tingkat desa dan kelurahan.

Pemutakhiran dilaksanakan oleh petugas-petugas di tingkat desa dan kecamatan. Sedangkan penyerahan DP4 akan dilakukan oleh Bupati Pemalang ke KPU pada Bulan April 2010 dalam bentuk CD. Pemutakhiran ini adalah upaya untuk antisipasi munculnya nama ganda dan menyajikan

perubahan data karena adanya beberapa kemungkinan seperti penduduk yang tercatat pada bulan sebelumnya memasuki bulan berikutnya sudah meninggal dunia. Selain itu juga untuk menyajikan data penduduk berdasarkan usia dimana pada bulan sebelumnya belum sam-

pai pada usia yang memiliki hak pilih dan pada bulan berikutnya sudah memiliki hak pilih. Sementara data kependudukan mutakhir Kabupaten Pemalang berdasarkan data base Disdukcatpil per Desember 2009 penduduk Kabupaten Pemalang mencapai 1,3 juta jiwa lebih. (ali)

Atur Kelahiran Anak untuk Cegah Kematian Ibu PEMALANG - Berkaitan dengan semakin tingginya angka kematian ibu pada saat persalinan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pemalang dr Erna Nuraeni melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dr Melani S mengajak kepada ibuibu agar tidak terlalu banyak mempunyai anak. Angka kematian ibu sendiri di Kabupaten Pemalang mencapai 44 orang pada tahun 2009. Angka ini mengalami kenaikan karena pada tahun sebelumnya

sebesar 27 orang. “Jangan terlalu banyak anak, atau kalau memang tidak bisa, sebisa mungkin diatur jangka kelahirannya,” ajak dr Melani S kepada Radar baru-baru ini. Menurutnya, salah satu penyebab kematian ibu pada saat persalinan adalah karena seringnya mereka bersalin. Di samping itu, usia ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi juga turut memberikan andil yang sangat besar bagi terjadinya kematian. “Kalau sudah mema-

suki usia 30 tahun, hendaknya ibu-ibu langsung mengikuti KB untuk mencegah terjadinya kehamilan,” ujar Melani. Himbauan ini disampaikan karena kesadaran ibu-ibu hamil di Kabupaten Pemalang secara umum bisa dikatakan minim. Sehingga bila menghadapi kejadian seperti itu, dalam menanganinya tidak bisa. Dari sini pula, pihaknya sejak memasuki tahun baru 2010 ini gencar melakukan pembinaan. (mg6)

AGUS P/RADAR PEMALANG

BELAJAR – Seorang peserta pemilihan lebe Desa Tambakrejo tengah belajar sebelum mengikuti tes. Sementara satu peserta lainnya tampak santai.

Carim Jadi Lebe Baru Tambakrejo SUMITRO/RADAR PEMALANG

PEMALANG – Setelah melalui beberapa tahapan pemilihan lebe desa, akhirnya Carim salah satu calon peserta Pemilihan dan Pengangkatan perangkat desa lainnya di Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang dinyatakan terpilih menjadi calon lebe baru. Proses pemilihan lebe yang dilaksanakan di balai desa setempat, Minggu (31/1), berlangsung lancar dan aman tanpa ada sedikit kendala atau hambatan. Sebelum memasuki ujian tahap akhir yakni ujian tertulis peserta pemilihan lebe sebanyak 4 orang peserta yaitu Carim, Turisman, Nurokhim dan

Wahidin mengikuti ujian praktek yaitu praktek mengafani mayat dan sekaligus praktek sholat jenazah yang dilakukan pada Sabtu (30/1). Dari hasil ujian praktek untuk perolehan nilai tertinggi diraih oleh Carim dengan nilai 74,7, kemudian disusul Turisman dengan nilai 71,5, Wahidin 68,5 sedangkan Nurokhim di peringkat terakhir dengan nilai 67,3. Dengan kesemangatan dan ketekunan serta kemampuan Carim, keesokan harinya setelah mengikuti ujian tertulis dengan soal 100 dalam waktu 120 menit, akhirnya mampu memperoleh nilai sebesar 80. Ia

dinyatakan berhasil menjadi calon lebe terpilih karena menduduki rangking pertama dengan jumlah nilai total mencapai 153,75 di atas tiga perserta lainnya. Ketua Panitia Pemilihan Perangkat Desa Yadi Sutomo mengatakan, pemilihan dan pengakatan perangkat desa lainya dalam hal ini lebe desa telah membuahkan hasil, setelah salah satu dari 4 calon peserta dinyatakan berhasil karena mampu memperoleh nilai tertinggi yaitu Carim. “Alhamdullilah dengan kerja keras panitia pemilihan ini dapat berjalan lancar dan salah

satu di antaranya telah berhasil memperoleh nilai tertingi yaitu Carim yang akhirnya dinyatakan jadi,” katanya. Sementara Kepala Desa Tambakrejo Tarmidi berharap agar pelaksanaan pemilihan dan pengangkatan perangkat desanya itu tidak menemukan suatu masalah karena dari tahapan-tahapan yang telah dilakukan panitia betul-betul telah sesuai prosedur dan aturan yang ada. ‘Mudah-mudahan semua ini akan terus berjalan lancar tanpa ada masalah sedikitpun dan peserta juga akan menerimanya,” tandas dia. (mg1)

Banyaknya Korban KA Memprihatinkan PEMALANG – Sering terjadinya kecelakaan kereta api di perlintasan tanpa ada palang pintu menjadi keprihatinan kalangan anggota dewan. Salah satunya rasa keprihatinan itu muncul dari Ujianto MR anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Partai Golkar. Setelah banyak mengamati berbagai kejadian kereta api di

daerahnya. “PT Kereta Api Indonesia agaknya kurang peka terhadap kejadian-kejadian kecelakaan kereta api yang sering menyebabkan orang meninggal dunia. Semestinya peduli dengan mamasang palang pintu di pelintasan,” ungkap Ujianto MR kepada Radar,kemarin. Menurutnya, soal ke-

selamatan warga itu sangat penting dan ini merupakan persoalan serius yang harus segera disikapi. Harus ada langkah-langkah untuk meminimalisasi tingginya angka kecelakaan kereta api, terutama di perlintasan akibat tidak adanya pemasangan palang pintu. Seperti di sekitar SMA Ne-

geri 1 Petarukan. “Kami mohon pihak PT KAI segera mengantisipasi dengan memasang palang pintu perlintasan kereta api di jalur rel yang berdekatan dengan sekolah tersebut. Dengan tidak adanya palang pintu di perlintasan sering menjadi penyebab kecelakaan,” pintanya. (mg1)

Penggunaan TIK Masuk dalam Daftar Tanya Sensus Penduduk 2010 PEMALANG - Berbeda pada 10 tahun sebelumnya, sensus penduduk yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang pada tahun 2010 ini, encantumkan penggunaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) dalam daftar pertanyaan keterangan rumah tangga. Pada sensus sebelumnya, BPS hanya menanyakan keterangan rumah tangga ini sebatas pada peristiwa kelahiran dan kematian saja. “Dicantumkannya TIK ini,

CMYK

sejalan dengan tingkat perubahan yang terjadi pada masyarakat, dimana teknologi informasi dan teknologi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kepala BPS Kabupaten Pemalang Drs Dardjo Tohir melalui Kasie Neraca Wilayah dan Analisis Teguh Iman Santoso SSi MSi kepada Radar barubaru ini. Dikatakan dia, seperti pada pelaksanaan sensus 10 tahun sebelumnya, Sensus pada tahun 2010 ini dalam daftar pertanyaannya meliputi tiga pertanyaan yang diajukan. Yakni, keterangan individu keterangan rumah tangga, dan keterangan yang menyangkut

kondisi dan fasilitas bangunan tempat tinggal. Pada keterangan individu, nantinya akan ditanyakan menyangkut nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku bangsa, bahasa sehari-hari, jumlah anak yang lahir hidup dan anak yang masih hidup, status dan tingkat pendidikan, serta keterangan mengenai ketenagakerjaan. Sedangkan pada keterangan kondisi dan fasilitas bangunan tempat tinggal, warga akan ditanyakan mengenai status kepemilikan tempat tinggal, sumber penerangan, sumber bahan bakar, dan fasilitas

buang air besar. Terakhir, warga yang akan disensus mengenai keterangan rumah tangga, nantinya akan ditanyakan peristiwa kelahiran dan kematian, serta penggunaan TIK. “Perubahan masyarakat dalam 10 tahun terakhir memang sangat dahsyat, sejalan dengan berkembangnya teknologi,” ungkapnya. Pendataan sendiri sebagaimana dikemukakan dia, nantinya akan dilakukan petugas Sensus pada tanggal 1 hingga 31 Mei 2010. Saat ini, pihak BPS Kabupaten Pemalang sedang mengadakan seleksi tenaga Sensus di berbagai kecamatan. (mg6)

TIMBANG ANAK - Sejumlah ibu tengah menimbangkan anaknya.

Konfercab PGRI, Ciswo Terpilih Kembali PEMALANG - Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Petarukan digelar Sabtu (30/1) lalu. Acara yang dilaksanakan di aula Unit Pengelola Pendidikan Kecamatan (UPPK) Petarukan memilih Drs Ciswo sebagai Ketua periode 20102015. Konferensi dibuka oleh Ketua PGRI Kabupaten Pemalang Drs Sugiyanto MSi dan berlangsung demokratis. Sekretaris terpilih dalam Konfercab tersebut Ir Tukiyono MSi kepada Radar mengemukakan, hajat tersebut diikuti 17 ranting dari 19 yang ada dengan jumlah suara 34 dari seharusnya 38 suara. “Namun

demikian sudah memenuhi kuorum sehingga konferensi bisa dilaksanakan,” kata dia. Pelaksanaan konferensi mengacu pada AD ART organisasi dan pemilihan ketua, wakil ketua, serta sekretaris dilakukan dengan pemungutan suara. Menurut Tukiono, dari 34 suara itu memilih 24 kandidat, dan dari 24 tersebut memilih F1 yakni ketua Drs Ciswo berhasil mengantongi suara terbanyak. Sementara dari 24 itu berkurang satu suara untuk memilih F2 (wakil ketua). Casmadi SPd MPd terpilih sebagai wakil ketua. Sedangkan sisanya 22 suara memilih F3 dan Tukiono terpilih dengan mengantongi 12

suara dari 22 tersebut. “Pada prinsipnya pengurus terpilih akan melaksanakan program-program pengurus besar,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut hadir Camat Sunaryo SIP dan Kepala UPPK Wage Sugino. Kendati dalam sambutan pejabat-pejabat tersebut mengandung sosialisasi Pilkada, namun menurut Tukiono, audien menanggapinya biasabiasa saja. PGRI kata dia belum mengambil keputusan apa-apa soal Pilkada. Hasil konfercab kemudian dilantik oleh Ketua PGRI Kabupaten Pemalang Drs Sugiyanto MSi. (ali)

Radae Tegal 1 Febuari 2010  

Radae Tegal 1 Febuari 2010