Page 12

13

RADAR TEGAL

JUMAT, 18 OKTOBER 2013

Ulama Ahli Falak Tegal Haul ke-3 MAKKAH AL MUKARRAMAH (18/10) - Seluruh jamaah haji Kabupaten Tegal hari ini telah merampungkan semua rangkaian ibadah di daerah Armina. Sejak pelaksanaan wukuf di Arafah hingga pelontaran jumroh di Mina semua telah dapat dilaksanakan oleh jamaah haji kita dengan baik dan lancar. Semua jamaah kita juga dalam keadaan baik dan sehat. Mengingat jadwal yang mendesak, dimana tanggal 21 Oktober sudah harus berada di tanah air, maka jamaah mengambil nafar awal, dimana prosesi akhir dari pelontaran jumroh diselesaikan pada tanggal 12 dzulhijah atau hari Rabu (17/10) kemarin. Jamaah kita pun seluruhnya telah mengambil nafar awal. H. Nawawi Usman mengabarkan dari tanah suci "alhamdulillah semua jamaah kab. tegal sehat dan semua nafar awal bersyukur semua di brangkatkan dari mina trip pertama". Jamaah diberangkatkan dari Mina menuju Makkah pada pk. 09.00 waktu setempat. Jamaah kita tidak punya waktu banyak di Makkah, usai bertahalul jamaah akan langsung berkemas menuju ke tanah air. Selambat-lambatnya hari Ahad (20/10) jamaah Kab Tegal sudah harus berada di International Airport King Abdul Azis Jeddah. Selengkapnya jadwal kepulangan jamaah haji Kab Tegal adalah sebagai berikut: Nama Kloter Kloter 01 SOC tiba di Asrama Haji Solo tgl 21/10 pk. 04.45 wib, tiba di Slawi: 21/10 pk. 12.30 wib.

Nama Kloter Kloter 03 SOC tiba di Asrama Haji Solo tgl 21/10 pk. 23.18 wib, tiba di Slawi tgl 22/10 pk. 08.00 wib.

Nama Kloter Kloter 02 SOC tiba di Asrama Haji Solo tgl 21/10 pk. 09.15 wib, tiba di Slawi tgl 21/10 pk. 17.30 wib.

Nama Kloter Kloter 04 SOC tiba di Asrama Haji Solo tgl 22/10 pk. 10.18 wib, tiba di Slawi tgl 22/10 pk. 18.30.

PANGKAH - Warga Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah belum lama ini memperingati haul ke-3 almarhum KH Abdul Jalil ulama ahli falak NU asal desa setempat. Jamaah dari sekitar desa Kalikangkung, santri dan alumni pondok pesantren Raudlotutolibin tampak memadati makam ulama kharismatik tersebut. “Haul ini sebagai momen bagi kita untuk mengambil i’tibar agar generasi sekarang dan mendatang bisa meniru kebaikan dan keteladan para ulama yang telah mendahului kita,” kata KH Badrudin, putra KH Abdul Jalil, di sela-sela peringatan haul. Menurut KH Badrudin, i’tibar dan keteladanan yang patut ditiru adalah keistikomahan dalam menghidupkan ilmu-ilmu agama. Terutama ilmu falak, faraid (waris), mantik dan Arud (syair dan puji-pujian kepada Allah dan Rosulullah). “Penentuan awal Ramadhan, idul fitri dan idul Adha sebelum era informasi seperti sekarang ini, warga disini dan daerah lain di Kabupaten Tegal banyak yang merujuk kepada abah (KH Abdul Jalil). Sebab,

beliau dianggap mumpuni di bidang falak. Arah kiblat masjid dan mushola juga Abah sering diminta untuk menentukan,” kenang Badrudin menceritakan ayahnya. Walaupun pendidikan KH Abdul Jalil hanya dari pesantren, lanjut Badrudin, tapi wawasan tentang keilmuan dan pendidikan Islam moderen tidak diragukannya. Ini dibuktikan dari didirikannya MTs, Aliyah, MI yang mengacu pada kurikulum kemenag, SMK Pristek dan SMP Maarif NU Pangkah. “ Ini semua karena kepedulian beliau kepada pendidikan Islam moderen,” cetusnya. Terpisah, alumni pondok pesantren Raudlotutolibin, Mohamad Irfan mengatakan, KH Abdul Jalil adalah sosok kyai tasawuf yang punya jiwa kasih sayang kepada santrinya. Bahkan KH Abdul Jalil akan merasa senang jika melihat pemuda yang berpikiran progresif dan maju. Sebab, kata dia, merekalah yang akan memperjuangkan nilai-nilai ajaran Islam dan mencapai kejayaan Islam. “Beliau sangat menghargai generasi muda yang

YERRY NOVEL/RADAR SLAWI

TIMBANG - Ibu-ibu panitia kurban sedang menimbang daging hewan kurban sebelum dibagikan pada masyarakat.

LDII Sembelih Hewan Kurban KELILING - Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Balapulang mengikuti takbir keliling menyemarakan malam Lebaran Idul Adha 1434 H.

SiswaSMP1BalapulangTakbirKeliling BALAPULANG - Sedikitnya 700 siswa SMP Negeri 1 Balapulang Selasa (14/10) malam memadati pelataran sekolah setempat yang bertepatan dengan malam 10 Dhulhijah dimana umat Islam seantero jagat raya merayakan Idul Adha. Tak mau ketinggalan, para siswa yang berdatangan dari penjuru Desa Balapulang Wetan dan Balapulang Kulon, juga untuk meramaikan takbir keliling dalam rangka peringatan Iedul Adha tahun 1434 H. Pembina Kesiswaan, Sri Hartati SPd mengatakan, kegiatan takbir keliling ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Iedul Adha yang merupakan agenda rutin Kesiswaan di SMP Negeri 1 Balapulang. “Kegiatan ini dilakukan setiap tahun, bertujuan untuk syiar Islam, juga untuk pengenalan kegiatan kesiswaan yang ada di SMP Negeri 1 Balapulang pada masyarakat sekitar,” ujarnya disela kegiatan. Kepala SMP Negeri 1 Balapulang, Drs Hernan saat melepas iringiringan takbir keliling menuturkan, guna menambah semangat dan kreativitas para siswa dalam mengikuti takbir keliling, pihak sekolah sengaja kegiatan takbir keliling dilombakan antar kelas. “Untuk beberapa tahun terakhir ini, kegiatan takbir keliling memang dilombakan antar kelas,” ungkapnya. Dikatakannya, mereka (para siswa) telah beberapa hari menyiapkan atribut dan pernak pernik agar barisan kelas mereka terlihat bagus, meriah, kompak dan harapannya mereka dapat memenangkan lomba takbir keliling tersebut. “Usaha kami memang membuahkan hasil sesuai yang diharapkan, terbukti lambat laun para siswa semakin kreatif membuat aksesoris lampion, spanduk, hiasan-hiasan dll.” (yer)

peduli kepada kemajuan Islam. Beliau juga kerap memberi ruang agar mereka bisa tampil di depan,” tegasnya. PONPES NETRAL Dalam perhelatan Pemilu bu-

pati dan wakil bupati kabupaten Tegal, menurut KH Badrudin, pondok pesantren Raudlotutolibin menyerahkan pilihannya kepada para santri. Dalam pandangan Badrudin,

pondok pesantren sebaiknya focus pada pembelajaran ilmuilmu agama. Hindari keterlibatan politik praktis karena itu justeru akan menjadi kontra produktif. (yer)

Tiga Ponpes Ketiban Sapi Kurban

LINTAS

YERRY NOVEL/RADAR SLAWI

YERRI NOVEL/RADAR SLAWI

HAUL - Haul ke-3 almarhum, KH Abdul Jalil dihadiri ribuan pengunjung. Mereka berasal dari berbagai wilayah termasuk dari Desa Kalikangkung Kecamatan Pangkah.

SLAWI - Dalam rangka menghidupkan sunnah Rosululloh SAW, LDII Kabupaten Tegal telah melaksanakan sholat Iedul Adha di 14 tempat. Usai sholat Ied Adha, langsung dilaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 40 ekor sapi dan 43 ekor kambing. Pelaksanaan penyembelihan tersebar di 14 Pimpinan Cabang LDII se Kabupaten Tegal. Selanjutnya, daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masjid dan tempat pengajian. Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Drs Haji Walidi W. Martama MM mengajak umat Islam kembali mengingat segala perjuangan dan pengorbanan para utusan Allah SWT dalam mempertahankan dan memperjuangkan agama. “Ribuan tahun yang lalu, di tanah kering kerontang dan tandus, di kegersangan kawasan yang pengap, di atas bukit-bukit bebatuan cadas yang ganas, sebuah ajaran dari sang kholiq untuk ummat manusia dipancangkan melalui Nabi Ibrahim AS. Nabi yang sering disebut sebagai bapaknya Islam telah memancangkan sebuah citacita yang kelak terbukti melahirkan peradaban besar, kesejahteraan lahir dan batin yang aman, tenteram, dan sentosa dan

secara materi subur dan makmur. Itulah Makkatul Mukarromah ,” terangnya, Kamis (17/10) kemarin. Bahkan ujian Allah terhadap Nabi kinasih tidak cukup sampai di situ. Sekian lama Ibrohim AS merindukan buah hati hingga berusia tua, begitu lahir putra pertama beliau, Ismail, bukan kepalang senang hati beliau. Namun Allah SWT memerintahkan untuk mengantarkan si buah hatinya ke sebuah lembah yang bernama Makkah, hanya berdua dengan Siti Hajar, ibunda Ismail. Setelah sang anak beranjak remaja, masa masa kebanggaan seorang ayah terhadap seorang putra, bahkan baru saja sedang kangen-kangennya karena lama tidak bertemu, kemudian Allah memerintahkan untuk menyembelih buah hati tercintanya Ismail. Tanpa rasa ragu dan cemas, setelah musyawarah dengan sang anak, pisau yang telah diasah dan ditajamkan, disiapkan. Ismail yang sudah berbaring di atas pusara, dan dengan sangat berhati-hati pisau tersebut secepat kilat diayunkan. Penyembelihan benar-benar terjadi, darah segar dan hangat memancar membasahi tangan Ibrahim. Ibrahim masih yakin telah menyembelih Ismail. (her)

SLAWI - Sebanyak tiga Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Tegal, Minggu (13/10) malam mendapatkan bantuan hewan kurban dari Radar Tegal. Ketiga pondok pesantren tersebut diantaranya Ponpes Syaikh Sa’id bin Armia Geiren Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Ponpes Ma’hadut Tholabah Dukuh Babakan, Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu dan Ponpes Al Abror Yamansari, Desa Yomani, Kecamatan Lebaksiu. Penyerahan bantuan sapi kurban sendiri diserahkan oleh Wahyu Suroto dari Devisi Promosi Radar Tegal kepada masing-masing pengasuh pondok. Untuk proses pendistribusian bantuan sendiri pertama kali dilakukan di Ponpes Syaikh Sa’in bin Armia Giren. Di ponpes asuhan KH Ahmad bin Sa’id itu tim dari Radar Tegal disambut oleh pengurus dan ketua panitia kurban pondok, Ali Fahmi. Pendistribusian selanjutnya diteruskan ke Ponpes Ma’hadut Tholabah. Bantuan kemudian diterima langsung oleh Pimpinan Ponpes KH. A Nasichun Isa Mufti. Kepada tim pendistribusian, KH Nasichun, panggilan akrabnya mengaku senang bisa mendapatkan bantuan sapi kurban dari Radar Tegal. Ia juga mengaku sudah lama mengenal Harian Radar Tegal, bahkan sejak lama sekolah formal yang ada di lingkungan pondok pesatren juga berlangganan koran radar. “Beberapa waktu lalu pondok juga sempat mengadakan kegiatan pelatihan jurnalis bagi santri dengan menghadirkan pembicara dari Radar Tegal,” katanya. Menurutnya, bantuan sapi kurban yang diterimanya akan dipotong seusai pelaksanaan sholat ied di lingkungan pondok. Ia berharap, daging kurban dari hasil pemberian dari Radar Tegal bisa bermanfaat bagi santri dan masyarakat lingkungan pondok. Tidak berhenti di situ saja, usai menerima sapi kurban, Kyai Nasichun juga menyempatkan waktu untuk mendoakan agar kedepan Radar Tegal bisa

menjadi perusahaan yang jauh lebih baik dan semakin besar. “Untuk karyawan juga saya doakan agar bisa lebih makmur dan sejahtera,” ucap dalam doanya. Selesai menyerahkan bantuan di Ponpes Ma’hadut Tholabah Babakan, tim kemudian bertolak ke Pondok Pesatren Al Abror Yamansari, Yomani. Ditempat

itu, tim dari Radar Tegal juga langsung ditemui oleh pengasuh pondok yaitu KH Moh Chambali Ustman. KH Chambali yang saat itu sudah menunggu bersama santri dan sejumlah pengurus lainnya kemudian langsung menyambut baik kedatangan tim dari Radar Tegal yang terdiri dari Wahyu Suroto dll. (har)

HARVIYANTO/RADAR TEGAL

MENYERAHKAN - Perwakilan Radar Tegal tengah menyerahkan bantuan sapi kurban ke sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Tegal.

Hak Guna Air, Kelola Sumber Daya Alam Demi Masa Depan Anak Cucu Kita (Bagian 1) A. LATAR BELAKANG Sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang. Ketentuan pasal 33 ayat (3) Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana telah empat kali diubah berbunyi “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat“. Ini mengandung arti bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya yang dikuasai oleh negara harus diabadikan untuk kemakmuran rakyat dengan berkeadilan. Atas penguasaan oleh negara atas bumi, air dan kekayaan alam tersebut, negara harus menjamin hak setiap orang untuk

mendapatkan air bagi pemenuhan kebutuhan pokoknya sehari-hari dengan melakukan pengaturan untuk memperoleh air. Penguasaan negara atas sumber daya air diselenggarakan oleh pemerintah (pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah) sebagai perwujudan kedaulatan negara dengan tetap menghormati kesatuan hukum masyarakat adat setempat atau hakhak serupa dengan itu sepanjang masyarakat hukum adat itu masih hidup dan diakui oleh masyarakat dan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip NKRI. Kebutuhan masyarakat terhadap air yang semakin meningkat mendorong terjadinya perubahan nilai di masyarakat dengan terjadinya pergeseran paradigma dimana masyarakat tidak memandang air semata mata benda yang berfungsi sosial akan tetapi telah bergeser menjadi benda

ekonomi. Pergeseran nilai ini memungkinkan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat yang terkait dengan sumber air baik dalam lingkup antar sektor, antar wilayah dan atau kelompok masyarakat atau perseorangan. Pengelolaan sumber daya air yang mengutamakan kepentingan ekonomi dari pada yang berorientasi pada fungsi sosialnya akan mendorong konflik yang semakin meruncing. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya air perlu diatur agar terjadi penyelarasan berbagai kepentingan yaitu kepentingan sosial, kepentingan lingkungan dan kepentingan ekonomi. Pengaturan tentang pengelolaan sumber daya air di dalam perundang undangan Republik Indonesia terdapat di dalam Undang Undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria,

Undang Undang No.11 tahun 1974 tentang Pengairan (yang dicabut dan digantikan dengan Undang undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air. Di dalam Undang undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air sebagai pengganti dari Undang Undang No. 11 tahun 1974 tentang Pengairan, pengaturan pengelolaan sumber daya air antara lain diwujudkan melalui Hak Guna Air. Ketentuan pasal 1 angka 13 Undang Undang No. 7 tahun 2004 memberikan pengertian Hak Guna Air sebagai hak untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakan air. Namun dengan bergesernya paradigma penyelenggaraan Sumber Daya Air khususnya Hak Guna Air sebagaimana diatur di dalam Undang Undang No. 7 tentang

Sumber Daya Air mendorong perlu dilakukannya penyempurnaan pengaturan Hak Guna Air sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan sebelumnya. Undang undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menganut faham bahwa Hak Guna Air tidak diartikan sebagai hak kepemilikan atas air akan tetapi hanya terbatas pada hak untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakan sejumlah kuota air sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah kepada pengguna air baik pengguna air yang memerlukan izin maupun pengguna air yang tidak memerlukan izin. Pengaturan tentang Hak Guna Air di dalam Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air dan peraturan lainnya yang mendukungnya perlu disempurnakan untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang baru. Penyempurnaan ini harus diarahkan agar ketentuan baru nanti dapat menjamin bahwa pemegang Hak Guna Air a) diakui haknya secara hukum oleh pemerintah/ pemerintah daerah, b) dijamin haknya untuk memperoleh air sesuai dengan

haknya dan/atau perizinan yang dimiliki, c) dilindungi haknya dari pelanggaran hukum pihak lain, d) mendapatkan keadilan apabila terjadi perselisihan dalam memperoleh air. Danny Kurniawan Disadur dari Fadli. Moh. Noch, S.H. (http://fadlimohnoch.blogspot.com)

RADAR TEGAL 18 okt 2013  

RADAR TEGAL 18 okt 2013

Advertisement