Page 1

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

KAMIS, 18 MARET 2010

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

OLAH TKP - Anggota Ditlantas Polda Jateng melakukan olah TKP kecelakaan maut antara bus PO Jaya dengan truk trailer di Jalur Pantura Dukuh Cekelan Desa Penundan Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang, Selasa (16/3) pukul 22.00 WIB.

Dua Tabrakan Maut, 15 Tewas BATANG - Musibah tabrakan maut yang menelan belasan korban jiwa terjadi di jalur pantura Penundan, Kecamatan Banyuputih, Batang Selasa malam. Hingga Rabu (17/3) pagi, sedikitnya 10 penumpang dipastikan tewas dalam tabrakan maut antara Bus PO Jaya

Nopol AE-7159-US yang bertabrakan dengan truk PT SIBA Nopol H 1994 MS sekitar pukul 21.30. Korban tewas dievakuasi ke sejumlah RS. Sementara , puluhan lainya mengalami luka parah. Lima korban tewas berada di RSU Suwondo Kendal, 2

INDEKS Dalam kejuaraan Pekan Olahraga Daerah (Popda) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Lilis mampu bersaing dengan peserta lain di cabang lari 100 meter. Siapa dia? Baca suplemen Kreasi!

Desak KPK Seret Pelaku Lain HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Tanyakan Nomor PIN, ATM Dibobol HAL. JATENG

APA MANING...

tewas di RSI Weleri dan 2 korban tewas lainnya berada di Puskesmas Rowosari, Weleri. Salah satu korban tewas yakni sopir bus Arifin Sembiring 55 warga Plumbungan Indah 28/8, Karang Malang, Kabupaten Sragen. Mulanya, Bus PO Jaya juru-

san Ponorogo-Jakarta ini mengangkut sebanyak 49 penumpang. Selain korban tewas, sebanyak 31 penumpang mengalami luka berat dan ringan. Para korban luka dirawat di RSU Suwondo Kendal dan RSI Weleri. Sementara penumpang lainnya selamat dari musibah

tersebut dan saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Batang. Kapolres Batang AKBP Drs Ahmad Luthfi SH mengatakan, lakalantas yang mengakibatkan 10 orang tewas diduga karena sopir bus ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraannya.

Curigai Ada Kesengajaan Pengalihan Isu

menabrak truk yang melaju dari arah barat,” terang Kapolres. Sedangkan pemilik warung makan di sekitar lokasi, Ny Saniyah, 23, warga Penundan, Banyuputih mengaku baru saja menutup warung dan hendak tidur di kamar. Namun baru, ke hal 7 kol 1

SBY: Lalai Bayar Pajak Khianati Rakyat

Berita Teroris Tenggelamkan Kasus Century JAKARTA - Penangkapan teroris di Aceh dan Banten mendapat tanggapan beragam. Tanggapan positif menganggap bahwa pemerintah serius dalam menuntaskan kejahatan internasional tersebut. Sebaliknya, momen pemberantasan teroris itu juga mengakibatkan spekulasi negatif. “Pemberantasan teroris itu kok ndilalah (kebetulan) diangkat setelah hasil akhir kasus Bank Century diembuskan DPR,” kata anggota Komisi I DPR Hidayat Nur Wahid dalam diskusi di gedung DPD (Dewan Perwakilan Daerah) kemarin (17/3). ke hal 7 kol 4

“Sesuai keterangan dari saksi, sopir bus diduga ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraannya. Sejak dari arah timur, bus melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang terkontrol. Selain itu sopir tak mengenal medan. Sehingga bus menabrak median jalan dan terguling setelah

Sri Mulyani Puji Hadi Purnomo

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

DIALOG - Anggota Komisi I DPR-RI, Hidayat Nurwahid (tengah) bersama pengamat politik, Boni Hargens (kanan) dan anggota DPD-RI, provinsi Aceh, Mursyid (kiri), saat dialog kenegaraan, Rabu (17/3) di DPD-RI, di Jakarta.

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberi peringatan kepada para pengemplang pajak. Ia menyebut pihak yang lalai membayar pajak sebagai pengkhianat rakyat. ”Wajib pajak yang berdisiplin dan memenuhi kewajibannya adalah Pahlawan. Wajib pajak yang

lalai, menciderai dan mengkhianati rakyat kita karena mereka ingin mendapatkan peningkatan dan keningkatan kenaikan dari taraf hidupnya,” kata Presiden dalam Penyampaian SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2009 di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kementrian Keuangan, Jakarta, kemarin (17/3). Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden meke hal 7 kol 4

Jelang Kedatangan Presiden AS Barack Obama

Kemendiknas Lakukan Kerjasama Pendidikan TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

BERSIHKAN - Warga bekerja bhakti membersihkan sisa-sisa kebakaran di Dukuh Pekaleran Desa Sridadi Kecamatan Sirampog yang menghanguskan dua rumah.

Dua Rumah Warga Hangus Terbakar SIRAMPOG - Dua rumah warga Dukuh Pakeleran RT 02 RW 02 Dukuh Pekaleran Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, Selasa (16/3) sekitar pukul 16.00 hangus terbakar. Dua rumah tersebut masing-masing milik Daim (40) dan Makiyah (50). Meski tidak sampai terjadi korban jiwa, kebakaran yang terjadi di tengah permukiman padat ini sempat membuat panic warga sekitar. Dengan peralatan seadanya warga berusaha memadamkan si jago merah. Selain menggunakan air, warga juga memanfaatkan lumpur yang berasal dari sawah untuk memadamkan ke hal 7 kol 4

Nok Slentik SBY: Lalai Bayar Pajak Khianati Rakyat * Ana sing diincer? Curigai Ada Kesengajaan Pengalihan Isu * Sukses menutup ketidaksuksesan?

CMYK

Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berancang-ancang mengusulkan kerjasama bidang pendidikan saat kedatangan presiden AS Barack Obama. Terutama di bidang pendidikan dasar dan tinggi. Lalu? WAKIL Mendiknas Fasli Jalal mengatakan, ada dua hal utama bidang pendidikan yang akan diusulkan mendiknas kepada Amerika melalui presiden dan Deplu. Yaitu, mematangkan kerjasama pendidikan dasar melalui decentralized basic education (DBE) yang selama ini sudah berjalan. “Misalnya bagaimana membuat

pembelajaran bagi siswa SD menyenangkan. Juga kreatif dan inovatif,” terang Fasli. Sejatinya, kata Fasli, DBE telah dikembangkan di puluhan kabupaten/kota seluruh Indonesia. DBE melibatkan . peran ortu dan stakeholder untuk mendukung pembelajaran di sekolah. “Kami juga ingin bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas kasek dan pengawas seklah. Juga bagaimana guru makin profesional,” jelasnya. Selain itu, kata Fasli, yang akan dikerjasamakan juga pendidikan tinggi. Kemendiknas bakal mengusulkan kerjasama university governent atau tata kelola perguruan tinggi. Sebab, AS dinilai sangat maju dan bisa memanaj sekolah tanpa bergantung donasi mahasiswa.

“BHP (badan hukum pendidikan) kita akan belajar dari situ. Sumber lain bisa ditingkatka. Sehingga, tidak bergantung mahasiswa,” ujarnya. Disamping itu, pertukaran mahasiswa dan dosen akan dilakukan. Juga kerjasama pelatihan guru. Menurutnya, banyak yang bisa dipelajari dari AS. Terutama, penggunaan teknologi sebagai info rmasi pembelajaran. “Siswa bisa belajar tanpa batasan waktu,” jelasnya. Juga kerjasama riset yang akan dilakukan bersama dosen AS. Kerjasama antara AS-Indonesia dimulai dengan diadakannya MoU antara Aminef dengan PT Freeport Indonesia dalam pemberian beasiswa. Fasli mengatakan, selain pemberian beasiswa ke hal 7 kol 4

HERMITIANTA/RADAR JOGJA

LATIHAN - Menyambut kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia, POLDA DIJ melakukan latihan operasi Aman Nusa VII 2010 di halaman parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman (17/3).


WACANA

2

KAMIS 18 MARET 2010

RADAR TEGAL

Mau Dibawa ke Mana NU? Pilih Rokok Makruh atau Haram Oleh: Muh. Abduh URUSAN udud rupanya memang mengundang daya tarik. Seperti iklan rokok yang selalu saja tampil nganeh-nganehi dan mengundang minat. Begitu ada fatwa rokok haram, pro kontra mengemuka. Ada yang merasa fatwa yang ditelorkan Muhammadiyah terlalu keras. Bahkan ada yang menuding, di balik fatwa itu, ada kepentingan fulus. Isunya, ada dana besar dari LSM antirokok yang mempengaruhi terbitnya fatwa itu. Tapi tentu terlalu naif mempercayai isu tersebut. “Njaluk udude wa?” Sudah biasa, Panjul kalau sedang kantong kempes, meminta rokok ke Dalipan. Begitulah, mulut menuntut terus ngebul, sementara kantong bolong. Harga rokok mahal tetapi apa mau dikata mulut sudah kadung asam bila tak udud. Panjul terpaksa menjadi rojali, rokok jarang beli. Rokoknya menjadi mild (baca=mel), mel kana mel kene alias minta sana sini. “Para perokok kie, ora pelit. Begitu ana sesama wong sesama udut, mesti disodorkan bungkus rokoke. Kwueh begitu lomannya para perokok. Rokok lambang kesetiakawanan. Bisane kok diharamna? Aku tah melu makruh bae.” Begitu dalih sederhana Panjul untuk mempertahankan menjadi perokok. Dalipan yang dimintai rokok geleng-geleng. “Saiki enyong ora udud. Mandek udud sebelum munculnya fatwa itu. Sampeyan kan ngerti, enyong wis kena dampak negatif menjadi perokok. Dan mati-matian berhenti merokok. Sampeyan ora usah nggoda aku!” Berhenti merokok memang tak mudah. Sekalipun bungkus rokok bergambar penyakit akut akibat rokok, seperti rokok di negeri Thailand, perokok tetaplah menikmati gulungan tembakau itu. Dan begitu muncul fatwa haram di negeri ini, bisa jadi mereka para perokok begitu hafal dalil pembenar bahwa rokok tetap makruh. Kami sangat paham terhadap perubahan sikap Muhammadiyah yang mengategorikan rokok sebagai barang haram tersebut. Hasil kajian terbaru Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menunjukkan rokok makin menyengsarakan rakyat. Selain mengandung zat aditif dan berbahaya yang (antara lain) menjadi pencetus kanker, rokok menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit sosial. Perokok mempunyai kaitan erat dengan kemiskinan. Keluarga termiskin justru mempunyai prevelensi merokok lebih tinggi. Menurut data yang dicermati Majelis Tarjih dan Tajdid, konsumsi rokok menempati urutan kedua setelah beras. Artinya, jika para orang tua bebas rokok, banyak anak miskin yang bisa mendapatkan gizi lebih baik dan bersekolah lebih tinggi. Sementara itu, semakin banyak warga miskin terjebak jadi perokok, para industrialis rokok makin kaya. Mereka bahkan masuk deretan orang-orang terkaya kelas dunia. Kami tahu Muhammadiyah adalah organisasi sosial keagamaan yang kiprahnya di masyarakat tak bisa diragukan lagi. Ribuan sekolah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, rumah sakit, klinik bersalin, dan panti asuhan, kini melayani masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Demikian pula, banyak sumber daya manusianya (dengan jumlah sekian kali lipat dari unit kegiatannya) yang bisa diandalkan. Setelah fatwa haram merokok ini, kami ingin melihat apakah ada langkah konkret untuk mengajak puluhan ribu guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah, para tenaga medis di rumah sakit Muhammadiyah, para pengurus dari tingkat pimpinan pusat hingga ranting, serta para kiainya untuk meninggalkan rokok (Muktamar Seabad Muhammadiyah yang dilaksanakan di Jogja Juli mendatang, misalnya, akan dibuat bebas asap rokok). Kami tahu upaya itu tidak gampang. Tidak bisa serta merta. Tapi, kalau hal tersebut bisa dilaksanakan warga Muhammadiyah, itu akan menjadi teladan yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Kelak sejarah akan mencatat apakah Muhammadiyah bisa lulus menghadapi tantangan besar tersebut. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Oleh: Salahuddin Wahid JUDUL di atas adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada para bakal calon ketua umum PB NU, termasuk saya. Pertanyaan itu sebenarnya harus ditujukan tidak hanya kepada calon ketua umum PB NU, tetapi juga kepada calon rais aam, bahkan para muktamirin. Untuk menjawab pertanyaan itu, saya mengajukan pertanyaan balik. Apa yang dimaksud dengan NU? Menurut saya, ada empat pengertian tentang NU. Pertama, ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah (aswaja). Kedua, warga NU; ketiga, ulama dan pesantren, dan keempat adalah organisasi. AJARAN ASWAJA Secara ringkas dan sederhana, Islam aswaja itu terdiri atas aspek fikih yang mengikuti imam empat Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali; akidah yang mengikuti Imam Asy’ari dan Imam Maturidi; tasawuf yang mengikuti Imam Ghazali dan Imam Junaidi al Baghdadi. Selain itu, terdapat beberapa pedoman di dalam organisasi NU. Pertama, Qanun Asasi yang disusun pendiri NU KH M. Hasyim Asy’ari, yang menjadi semacam pembukaan UUD. Kedua, Khitah NU 1926 yang memuat, antara lain, Dasardasar paham keagamaan NU; Sikap kemasyarakatan NU;

Perilaku yang dibentuk oleh dasar dan sikap tersebut di atas, serta NU dan kehidupan berbangsa. Juga terdapat pedoman berpolitik warga NU. Selain ajaran dalam aspek fikih, akidah, dan tasawuf itu, NU telah mempunyai ajaran aswaja dalam bidang politik yang tertuang dalam dokumen tentang Hubungan Islam dan Pancasila yang merupakan produk Munas Ulama NU 1983 dan diperkuat dalam Muktamar NU 1984. NU adalah ormas Islam pertama yang menerima Pancasila. Menurut saya, kalau sudah ada ajaran aswaja dalam bidang politik seperti diuraikan di atas, wajar kalau ada ajaran aswaja dalam bidang ekonomi. Bagi saya, sistem ekonomi seperti yang dirumuskan dalam UUD 1945 yang asli mendekati sistem ekonomi aswaja. Itu lebih memungkinkan untuk bisa mewujudkan sila keadilan sosial. WARGA NU Pengertian NU yang kedua adalah warganya. Menurut surve i P P I M U I N C i p u t a t (2002), jumlah umat Islam yang mengaku dari komunitas NU mencapai 42 persen. Menurut survei LSI Saiful Mujani (2009), jumlah tersebut adalah 38 persen. Kalau kita anggap bahwa warga komunitas NU adalah 40 persen, jumlahnya mencapai

sekitar 86 juta. Jumlah penduduk sebanyak itu adalah warga NU kultural, yang menjalankan ritual ala NU. Jumlah warga sebesar itu tidak semuanya menjadi anggota organisasi NU. Warga dalam jumlah besar itu, sebagian besar adalah mereka yang belum sejahtera, yang tingkat pendidikannya rendah. Dan, harus diakui, organisasi NU belum berbuat banyak untuk mereka. Jumlah penduduk sebesar itu tentu menggiurkan bagi partai politik. Karena itu, tokoh NU selalu didekati oleh partai dan calon peserta pilkada dan pilpres. Tetapi, ternyata tidak semua warga komunitas NU yang memilih partai yang berkaitan dengan organisasi NU. ULAMA DAN PESANTREN NU juga mengandung pengertian ulama dan pesantren. Melalui pesantren, selama berabad-abad ulama berjuang mendidik rakyat sebelum ada pendidikan oleh pemerintah Hindia Belanda dan oleh lembaga swasta dan pemerintah RI. Ulama dan pesantren telah mampu menanamkan sikap moderat ke dalam diri umat Islam di seluruh Nusantara. Salah satu buahnya adalah kesediaan para tokoh umat Islam mencoret

“tujuh kata Piagam Jakarta” saat sejumlah tokoh non-Islam dari Indonesia Timur menolaknya. Penerimaan Pancasila oleh umat Islam Indonesia adalah juga hasil pemikiran ulama pesantren. Namun, tampaknya bangsa Indonesia, termasuk para pemimpinnya, tidak menyadari bahwa bangsa Indonesia belum memberikan penghargaan yang sepantasnya terhadap pesantren. Pemerintah belum berbuat banyak untuk membantu peningkatan mutu pengajaran ilmu nonagama di madrasah dan pesantren. ORGANISASI NU Organisasi umumnya didirikan untuk menggali potensi yang ada, guna mencapai tujuan. Dalam hal NU, adalah untuk menyebarluaskan ajaran NU dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata melalui program. Juga untuk melindungi dan membantu warganya serta membantu pesantren dan ulama. Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, harus diakui bahwa organisasi NU belum maksimal dalam mencapai tujuannya. NU kultural tumbuh sendiri, tanpa bantuan organisasi NU. Pesantren dan ulama juga tumbuh sendiri tanpa sentuhan organisasi NU. Bidang kegiatan yang belum

Lanjutkan!

DONGE niat ora ari nambal dalan ngarep pasar curug, kena udan sepisan bae wis pada bolong maning. Tulung lah ari nyambet gawe sing temenan aja nggo syarat thok 087885681xxx

Kapan Neng UT ana S1 penjas?

Maning-Maning WongWong Kue...

KAPAN neng UT ana S1 penjas? Padahal ijasah D2 penjas wis ora kanggo! Aku keder kyeh pan ngresula maring sapa? Tapi tolong pihak-pihak sing terkait aja nyusahna rakyat sing pengen sekolah. 085742127xxx

BISANE akeh bantuan sing pemerintah pirang-pirang tapi kayne sing olih ajeg wong kue maning-wong kue maing. Sapa? Ya, wong sing perek karo pamong desa. 085642501xxx

PLN Pimen Donge?

Gerakan Anti Selingkuh WINGINANE DPRD Kab. Tegal maring Bawas ngresula kok akeh pejabat pada selingkuh. Lha kiye mumpung delat maning pan peringatan Hari Kartini dianakna bae kegiatan topike “Gerakan Anti Selingkuh”, pesertane para pejabat, kegiatane lomba karya tulis, baca puisi, lomba gawe logo, pasang rambu “Kawasan Bebas Selingkuh”. Pasti heboh! 085870118xxx

Esih Royal Bae DONGE lagi SD biji Agama karo PMP ne pira? Aning ana wong wis kaplak esih royal bae. . . 08156605xxx

Keluar Baik-Baik UNTUK saudaraku para pahlawan tanpa tanda jasa. Sekiranya ikhlas mengabdi lanjutkan jadi guru, anggap itu adalah tugas mulia. Tapi jika merasa “madesu” segeralah tentukan pilihan baru, keluar baik-baik seperti saat dulu daftar toh baik-baik. Masih banyak cara utk kaya raya daripada mengharap yang belum pasti. Kasihan anak-anak dan keluarga, oke?! 08156542xxx

Apa Jare Bapane AJA maning mung ngersula ditanggapi wong sing nganggo proposal lewat musrenbang, aspirasi dewan, ngadep nang dinase, camate beh laka wujude, kabeh-kabeh apa jare bapane. Wis lah sing pada sabar ya wa, oke? 08156542xxx

Bokan Kepleset Nang Tikungan Becek TOLONG len para wakil rakyat sing terhormat aja gampang crat-crot ngomong nang koran sakepenake dewek.

*). KH Salahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang

Aja Nggo Syarat Thok!

INYONG jaluk tulung rubik ngeresula kudu tetep eksis mbuh mbangkanane ditanggapi lan ora. Kudu “lanjutkan”. Aja kaya rubik pembaca saiki, laka o ya? Sebab rubik kue sing pertama tak waca. O ya, tulung aja dibusek. Makasih, smoga Radar Tegal tetep terbit. “Lanjutkan!” 085878662xxx

PLN pimen donge? Masa mati lampu mung se-blok tok, wis 3 hari berturutturut di Jalan Nanas. Kena dititeni angger jam 2l.30-00.00 WIB. Jangan sentimen donk! Mudah-mudahan wong PLN baca eben sadar, aja mung naik-naik tarip bae. 08156586xxx

tergarap oleh pesantren, seperti universitas yang bermutu, rumah sakit, dan lain-lain juga belum banyak tersentuh oleh organisasi NU. Ketertarikan dan keterlibatan tokoh struktural NU terhadap politik praktis menambah parah masalah. Untuk itu, ke depan NU harus dibawa menuju tujuan didirikannya organisasi NU. Organisasi NU harus mampu mem berikan manfaat nyata kepada warganya, terutama yang tertinggal. Amal usaha sosial organisasi NU dalam bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan ekonomi, harus ditingkatkan. Politik kebangsaan harus diutamakan di atas politik praktis. Untuk itu diperlukan pimpinan (rais aam, ketua umum, dll) yang bukan politikus, yang fokus pada upaya perbaikan organisasi dan amal usaha sosial. Pimpinan puncak organisasi NU (rais aam dan ketua umum PB NU) seharusnya bukan tokoh yang cenderung akan memanfaatkan posisi di dalam NU untuk tujuan politik atau tujuan pribadi yang lain, melainkan tokoh yang niatnya murni berkhidmat untuk kepentingan NU. (*)

Tambah Nyingkrak

Aja numpang nampang mengais popularitas. Anda dibayar gon kerja, aja mung obral-obrol tok, bokan ko kepleset nang tikungan becek baru tau rasa! 08156542xxx

Tulang Kula Kropos PAK bupati tulung kula dibantu biaya brobat. Jare dokter, tulang kula kropos. Kula wong ora mampu nemen, umah be ra duwe. Tolong buka hati nurani msyarakat go mbntu kula.. 08179598xxx

Ora Usah Pada Ngerusla Len... ORA USAH pada ngresula len. Ader yen ente pada ngresula ana tindakan nyatane? Laka o ya? Sing dilapori ente, uwonge pada gemuyu ngakak. Jare sing dilapori, “ngresula rame yah, seneng olehe aku maca”, ora kalah karo Opera Van Java. Lucu! 085727499xxx

Ora Usah Dugal WAHAI kaum ngersula ora usah dugal ora usah sewot bokan usulane ora ditanggapi ya wong arane bae ngersula, wong dong bocah cilik ngersula be wong tuwane ora seneng malah jatah sangune dikurangi tur diganyami, he, he, he... 08156542xxx

Yuh Bareng-Bareng Mikirna Aku maca Radar jarene Kluwut wulan April kaline pan dikeruk. Ya aku sangat setuju mulane kuwe bentuk peduline pemerintah maring wong mayang, tapi kudu diimbangi karo imbal balike. Contoh, kuwe ana TPI ya hasil laute dilelang oh. Sih, TPI kur pan go delengan tok? Yuh, bareng-bareng mikirna. 081911671xxx

Gimana Satpol PP Berebes? GIMANA SatPol PP Brebes, enyong pan ngresula karo pemkab khususe Pol PP-ne. Donge tugase kuwe apa? Soale sedawane trotoar kuwe kanggo dodolan apa go lewat. Trus tak delengna welasan taun malah tambah ruwed. Priben kyeh Pol PP? Nggo Radar Tegal Sukses. Maturnuwun. 081911697xxx

Salut Buat 407 SALUT buat 407 Padma Kusuma, bukan cuma membela tanah air tapi juga melayani masyarkat yang membuthkan. Terbukti, dari sekian instansi pemerintah yang saya datangi semua menolak donor darah dengan banyak alasan. Cuma 407 yang siap donor, terutama bapak provost. Terima kasih bapak tentara, keringat dan darahmu untuk anak bangsa. 085742810xxx

Luwih Duit Tukune Sabu SADULUR, fenomena urip kyeh! Wong dodol Kupat Glabet kurang duit nyolonge HP! Barang wong anggota DPRD luwih duit tukune sabu. Kepepet kebutuhan karo nikmat. 02836035xxx

Q njaluk tulung karo satpol PP sing digusur aja mung PKL tok tapi lesehan sing remeng-remeng sing akeh PSK-ne kue perlu, aq wngi balik ngaji sih nggo sarung karo peci lewat neng Slawi tah ditwani sing ora-ora, maune ora wani kaya kue, barang dijor klowor tambah nyingkrak tingkahe, deleh neng endi... Aziz 085742012XXX

Sampe Saiki Ora Diaspal-aspal PAK Bupati, keprimen kiye... waktune dung lagi pan pilihan bupati, tim suksese panjenengan ari janji engko angger Mas Agus.dadi, dalan sing Kebagusan-Kalijambu pan diaspal.. karena kayakuwe aku ya milie Mas Agus endah dadi maning. Barang wis dadi ganing sampe saiki ora diaspalaspal, donge keprimen sih. Pan ngenteni kapan maning?. 087830218XXXX

Aja Pintere Mung Maido DONGE kepiben wong Tegal. Apa maning cah enome. Ari kendaraane ora lengkap mbuh laka SIM, STNK ne apa ora helman ya rumangsa oh. Aja pintere mung maido polisi ne. Ditilang jengkel. Ndegen mein duit ndegen protes. Wani ngomong ngarepe oh. Dang ditabrak wong lah jaluk tolong polisine ra isin. Gawe SIM go dewek be pelit, apa maning mecingi polisine sing kesel. Mulane ari pacaran numpak pit bae ben ra kena tilang. Toli duite go kalungan. Yuh polisi Maju terus tak belani. 087830321XXX

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG:

Banjir Maning-Banjir Maning... WADUUUH, banjir maning-banjir maning! Trowongan rel KA ning Jalan Ki Hajar Dewantara Kalinyamat Kulon Kota Tegal ka banjir terus unggal udan gede. Wis ana disel pompa ko esih bae. Aku nduwe usul, pimen yen Gang 7 karo Gang 9 jalane diperbaiki trus jalan tanggul (prepil) antara Gang 7-Gang 9 diperbaiki. Dadi yen banjir motor bisa liwat jalan kue. Matur tengkyu. 087830071xxx

1. 2. 3.

085742082826 087830071814 085642642642

Anda mendapatkan Hadiah masingmasing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


ENTERTAINMENT

KAMIS 18 MARET 2010

3

RADAR TEGAL

Joy Tobing Menikah dengan Pria Beristri? KABAR pernikahan artis Joy Tobing dengan Daniel Sinambela, pria beristri dan beranak dua, samar-samar telah terdengar di telinga warga sekitar Jl. Mampang Prapatan IV, K-7 Jakarta Selatan, tempat tinggal orang tua bintang Indonesian Idol itu. Kabar ini ditandai dengan keributan yang terjadi dua minggu lalu, di mana tiga orang pria yang diduga sebagai utusan Daniel Sinambela diusir dari rumah keluarga Joy Tobing. Saat itu warga sekitar ikut keluar karena, saat utusan tersebut meninggalkan rumah, diteriaki oleh ibunda Joy Tobing sebagai pencuri.

Seorang pria bernama Yono, yang tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Joy mengungkapkan, ibunda Joy sempat memukuli pria yang datang membawa makanan itu dengan sandal. Warga pun akhirnya turut mengamankan dan sempat terjadi aksi kekerasan pada salah seorang pria tersebut, sebelum diamankan. “Sempat dipukuli warga, sampai kemudian diamankan, ‘sudah-sudah ini urusan keluarga’,” tegas Yono, yang berusia sekitar 40 tahun itu menirukan salah satu keluarga .Menurut berita yang diterima Fitriyadi (25) yang juga tinggal

di sekitar Joy, tiga pria itu diminta memberikan kabar kalau Joy Tobing telah melangsungkan sebuah pernikahan di suatu tempat. “Mereka datang ke sini mengabarkan,” tegasnya. Namun secara pasti, pernikahan mereka di mana, baik Yono maupun Fitriyadi mengaku tidak mengetahui pastinya. Sejak kejadian itu, Joy sudah tidak lagi terlihat. Karena sopir Joy sendiri terkadang biasa nongkrong dan tinggal tidak jauh dari rumah Yono dan Fitriyadi. Namun sejak kejadian itu tidak pernah lagi muncul, kemungkinan terus mengikuti majikannya. (kpl/hen/dar)

VENA MELINDA

Menangis di Tengah Tumpukan Sampah ANGGOTA DPR sekaligus artis, Vena Melinda, terlihat berurai air mata saat berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jakarta Timur. Ia menangis saat menggendong seorang anak perempuan berumur lima tahun di sana. Rabu (17/3), Vena mengadakan aksi sosial di Bantar Gebang. Sekitar 30 anak menyambut Vena dengan menyanyikan lagu nasional ‘Dari Sabang Sampai Merauke’, ‘Indonesia Raya’ dan ‘Bagimu Negeri’. Vena yang saat itu berpakaian ruffle blouse orange dan blazer hitam juga membagikan peralatan sekolah kepada anak-anak yang

bersekolah di sekolah informal, Sekolah Kampung Sampah. Di dalam sekolah itu, Vena bercerita masa kecilnya di depan anak-anak berusia sekitar empat sampai 13 tahun.

Vena pun mengungkapkan kalau kehidupannya tak kalah pahit dengan anak-anak di sana. ”Ya ibu dulu tidak seperti ini. Saya juga dari masyarakat kurang mampu. Kelas satu SMP sudah ditinggal pisah (ceraired) sama orangtua. Setelah itu saya harus berjuang sendiri demi mendapatkan sesuatu yang saya impikan,” kata bintang film ‘Catatan Si Boy II’ itu dengan berlinang air mata. Sekolah Kampung Sampah terletak tepat di tengah-tengah tumpukan sampah Bantar Gebang. Bangunan sekolah itu pun terlihat sangat sederhana.. (ebi/hkm)

INUL DARATISTA

Cuma Lulus SMP, Ogah Jadi Bupati PEDANGDUT Inul Daratista membantah telah mencalonkan diri menjadi bupati Malang. Inul mengaku sama sekali tidak

berniat menjadi bupati karena hanya lulus SMP. ”Saya punya ijazah SMA, kuliah, dulu baru mau, biar nggak dide-

mo nantinya,” jelas Inul, saat ditemui di peluncuran single terbarunya ‘Kasih Tak Termiliki’ di Inul Vista Atrium Senen, Jakarta Pusat, Rabu (17/3). Pemilik goyang ngebor itu cukup sadar diri dengan kemampuannya. Pendidikannya yang tidak tinggi menjadi alasan utamanya menolak jadi bupati Malang. Inul juga membantah kabar yang mengatakan dirinya sudah menyiapkan uang Rp 60 miliar untuk kampanye. “Mendingan buat yayasan yatim daripada buat obral diri di kampanye,” tukasnya. Ditegaskan istri Adam Suseno itu, ia sama sekali belum pernah mendaftarkan diri sebagai calon bupati Malang. Ia merasa kapasitasnya bukanlah di d u n i a politik. (eny/ eny)

Menghilang, Keluarga Diinterogasi Polisi JAWARA Indonesian Idol musim pertama, Joy Tobing, menghilang dari keluarganya sejak 24 Februari 2010. Kini, keluarga Joy pun diinterogasi polisi. Namun pemeriksaan polisi tersebut bukan terkait kasus menghilangnya Joy. Polisi dari Polsek Mampang, Jakarta Selatan, melakukan pemeriksaan pada keluarga Joy terkait laporan tiga orang yang mengaku dipukuli usai datang ke rumah penyanyi tersebut. Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Mampang AKBP Iptu Samsudin, pada dua minggu lalu, pihaknya mendapat laporan dari lokasi kejadian pemukulan. Lokasi tersebut adalah rumah orangtua Joy di Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta Selatan. ”Mendengar hal itu, Polsek Mampang langsung ke TKP, ternyata benar ada pemukulan,” jelas Samsudin saat ditemui di Polsek Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (17/3). Pemukulan tersebut terjadi usai tiga orang tamu datang ke rumah Joy. Namun oleh ibunda Joy, ketiga orang itu diusir dan diteriaki maling. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung bertindak. Mereka mengejar dan sempat menghajar ketiga orang tersebut. Menurut Samsudin, sampai saat ini keluarga Joy belum dijadikan tersangka atas kasus pemukulan di atas. “Baru pemanggilan dari pihak Joy Tobing, yaitu ibundanya. Semuanya, dari pihak keluarganya, akan dijadikan saksi,” tandasnya. (eny/eny)

JOY TOBING

Fanny Diancam Mark Sungkar! SIDANG perceraian Fanny Bauty dan Mark Sungkar kembali digelar. Di agenda sidang kali ini adalah mendengarkan pendapat anakanak soal perwalian yang merupakan permintaan dari majelis hakim. Namun diakui Fanny, ia sempat mendapat sedikit ancaman dari suaminya sebelum sidang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Cengkareng Barat, hari ini (Rabu, 17/3). “Tadi malam dia (Mark) sedikit mengancam. Kalau anak-anak datang akan dibuat lama sidangnya, sampai ke MA (Mahkamah Agung), Pe-

ngadilan Tinggi. Lalu saya diskusi kenapa Anda nggak ngomong langsung aja ke hakim? Tapi saya nggak tahu dia nggak mau datang. Dia bilang juga, ‘Kalau kamu izinkan anak-anak, saya akan buat lama. Tapi kalau kamu larang anak-anak, saya akan ceraikan kamu’,” ungkap Fanny usai persidangan. Menanggapi perkataan suaminya, Fanny mengatakan, “Kata saya boleh anak-anak nggak datang, tapi kamu datang. Ini kan yang minta hakim. Kalau bahasa, ‘Saya ceraikan kamu’, sudah sering saya mendengarnya. Dan kalau anak-

anak nggak datang, pe-gangan saya apa? Ini mas-alahnya yang minta majelis hakim.” Dalam sidang kali ini, Shireen dan Zaskia Sungkar memang hadir. Tapi anak laki-laki Fanny dan Mark, Yusuf, berhalangan karena sedang ada ujian semester. “Yusuf tak pandai bicara seperti dan . Yusuf masih takut sama papanya, diam. Kalau Zaskia dan Shireen itu tidak bisa didikte karena usianya sudah 17 tahun,” jelas Fanny. Dikatakan Fanny, ketiga anaknya memang sudah terbiasa hidup dengannya. Pasalnya, Mark sendiri hanya

ada di Jakarta sekitar 2 sampai 3 hari. Anak-anak bahkan sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka ikut Fanny. Ia juga berharap jika komentarnya melalui media bisa membuka hati Mark. “Mudah-mudahan dengan saya berkomentar seperti ini, dia dibuka hatinya. Dia kan yang mau tidak melibatkan anak-anak, kalau ancaman itu dilaksanakan anak-anak malah tambah stres karena sidang akan terus berlanjut. Ada banding, ada kasasi. Nah itu makin lama. Anak-anak stres dikejar-kejar wartawan,” tandasnya. (kpl/gum/boo)


SAMBUNGAN

KAMIS 18 MARET 2010

7

RADAR TEGAL

Dua Tabrakan Maut, 15 Tewas dari halaman 1 baru sejenak merebahkan badan, tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari jalan raya. Karena kaget, dia keluar sambil menggendong anaknya. “Bus nya mbalik. Ada para penumpang berteriak minta tolong. Saya tak tega melihatnya,” tukas Saniyah, siang kemarin. Untungnya, warung miliknya tak ikut jadi korban. Di lokasi masih tersisa ceceran darah, bekas sandal, dan pakaian milik para penumpang. Semula, Bus Jaya yang dikemudikan Arifin Sembiring berangkat dari Ponorogo menuju Jakarta (timur ke barat) sekitar pukul 14.00, Selasa (16/ 3) siang. Bus transit dua kali yakni di Solo dan Weleri, Kendal. Sebelum terjadi kecelakaan, mobil sempat menyalip beberapa mobil di depannya. Sampai di depan SPBU Penundan, laju bus tak terkendali. Bus melaju dengan kecepatan tinggi, padahal jalan menurun tajam. Akhirnya, Bus Jaya yang melaju kencang menabrak median jalan dan melintas jalur. Bersamaan dengan itu, truk trailer milik PT SIBA yang dikemudikan Suwanto 35 warga Sulang, Rembang melaju dari arah berlawan di jalur bagian utara. Karena jarak sudah dekat, “Bus yang sudah berpindah jalur tersebut langsung menghantam truk. Akibat kerasnya tabrakan, bus sarat penumpang terbalik dan berbalik arah menuju ke timur. Karena tidak bisa menguasai rem, bus menabrak truk trailer bermuatan besi. Akibat tabrakan itu, bodi depan bus berwarna putih biru itu remuk dan terbalik. Sebagian penumpang tewas seketika, puluhan lainya mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, dan kaki. Kecelakaan maut di jalur Pantura Batang itu menyebabkan arus lalu lintas macet beberapa jam. Baru sekitar pukul 01.30, Rabu (17/3), setelah bus berhasil dievakuasi dari TKP, arus lalu lintas kembali lancar. Salah satu penumpang selamat, Marsono 40 menjelaskan, sopir bus sejak dari Solo sudah mengemudikan bus dengan kencang. “Sejak dari Solo, sopir sudah ngebut. Sebenarnya, kami sudah mengingatkan sopir,” tukas Marsono. Senada, Sutarjo, 33, warga Ponorogo yang mengaku duduk di kursi nomor dua di belakang sopir. Sebelum kejadian, bus sempat makan malam di sebuah rumah makan di Alas Roban Gringsing. Usai keluar dari Alas Roban, dia hampir tertidur karena mengantuk. “Tiba-tiba saya mendengar suara yang sangat keras dan saya terhimpit bodi bus,” tukas Sutarjo. Sutarjo mengaku mengalami luka patah kaki kanan dan pelipis kanan. Kaki kanannya

hingga kemarin belum bisa digerakkan. Korban lain Suyatno, warga Karanganyar mengaku sebelumnya naik bus malam itu dari Solo dengan tujuan Tangerang. Suyatno mengaku sebelumnya naik Bus Timbul Jaya. Namun sampai di Ngadirejo, Temanggung, dia terpaksa dioper ke Bus Jaya karena penumpangnya hanya sedikit. Tapi nahas, gara-gara pindah bus, dia menjadi korban kecelakaan. “Ya sudah nasib Mas, mungkin jika tidak pindah kejadiannya akan lain,” tukasnya di RSUD Dr H Soewondo. 5 KORBAN ANAK PUNK Nasib naas dialami lima remaja warga Pekalongan yang tergabung dalam komunitas punk pada Selasa (16/3) malam. Mereka tewas seketika akibat tergencet gulungan plat baja, setelah truk trailer yang ditumpangi mengalami kecelakaan menabrak tebing di jalur Poncowari, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Menurut penuturan Ipul Gausolah (19) warga Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 19.00 dia dan enam orang rekannya naik truk trailer Nopol B-9368-OU yang mengangkut gulungan plat baja dari perempatan Ponolawen, Kota Pekalongan. Pada saat awal perjalanan, mereka sama-sama naik dibagian trailer. “Pada awal perjalanan truk melaju dengan normal dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan apapun. Dan diperjalanan saya sempat pindah ke bagian belakang,” ungkap Ipul saat berada di kamar mayat RSUD Kalisari Batang. Ipul menumpang truk trailer bersama Aris Febriyanto (19) warga Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Selain itu, lima anak lainnya yaitu Slamet Romadhon alias Gendon (21) warga Desa Ngaliyan RT 02 RW 01 Kecamatan Tirto, M Zaenur Rifa’i alias Kipli (19) warga Desa Surabayan RT 3 RW 2 Kecamatan Wonopringgo, M Riskon alias Itong (20) warga Desa Paesan Tengah RT 2 RW 6 Kecamatan Kedungwuni Barat, serta Angga Widianto (18) Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, serta Luluk warga Kelurahan Sapuro Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Mereka bermaksud menumpang hingga ke Semarang. Saat memasuki jalur Pantura Alas Roban atau tepatnya jalur Poncowati sekitar pukul 20.30, truk milik PT Lancar Sentral Logistic yang dikemudikan Alexander Siwabessy (46) warga Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, tiba-tiba truk mengalami masalah. Ternyata setelah melalui beberapa titik jalan yang menurun, rem truk mengalami masalah dan tidak berfungsi.

“Truk sebelumnya berjalan pelan, karena kondisi jalan yang menurun dan membawa muatan berat. Namun tiba-tiba lajunya semakin cepat, dan sempat mendahului dua truk lain yang ada di depannya. Merasa ada yang aneh, saya dan Aris sempat pindah ke belakang,” jelas Ipul. Dugaan Ipul ternyata terbukti, selang tak lama kemudian truk tiba-tiba membanting ke kanan hingga menabrak tebing jalan. Akibat kejadian itu seluruh muatan truk berupa gulungan plat baja langsung terlepas dan terlempar ke arah depan. Naas bagi lima penumpang yang duduk di bagian depan. Mereka tidak sempat menghindar dan tergencet gulungan yang beratnya mencapai 10 ton tersebut dan langsung tewas seketika di lokasi kejadian. Petugas Satlantas yang mendapat laporan kejadian itu pada awalnya tidak mengira bila di balik gulungan ternyata terdapat lima mayat remaja, karena kondisi gelap dan truk trailer tersebut juga merupakan kendaraan pengangkut barang. Namun alangkah terkejutnya petugas saat melihat lima tubuh dalam posisi sudah tidak bernyawa. Bahkan salah satu diantara sudah tidak dapat dikenali lagi. Kelima jenasah sendiri selanjutnya dievakuasi menuju kamar mayat RSUD Kalisari Batang. Petugas sendiri semula sempat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi korban, namun untungnya dua orang yang selamat sempat mengenali empat di antaranya meskipun hanya nama panggilan. Mengingat Ipul dan Aris baru beberapa hari mengenal kelimanya. Setelah dilakukan pendataan dan dipastikan kelimanya warga Pekalongan, patugas Satlantas kemudian berkoordinasi dengan jajaran Polres Pekalongan guna menghubungi pihak keluarga. Dan pada Rabu (17/3) satu persatu keluarga korban datang untuk mengambil jenasah anggota keluarga mereka. Namun satu di antaranya atas nama Luluk hingga berita ini diturunkan belum diambil pihak keluarganya. Kapolres Batang AKBP Achmat Luthfi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya dari hasil penyelidikan di lapangan diketahui bahwa kecelakaan disebabkan pengemudi truk pada saat mengemudikan kendaraannya tidak konsentrasi dan tidak wajar. “Sopir truk sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan. Sedangkan untuk keluarga korban sendiri sudah dihubungi, dan beberapa diantarnya sudah mengambil jenasah anggota keluarganya yang meninggal,” tandas Kapolres. (dik/don)

Kemendiknas Lakukan Kerjasama Pendidikan dari halaman 1 program master degree, juga untuk community colleg.e. “Fokus terhadap program vokasi yang sangat cocok dengan keunggulan di Papua.” Dubes AS untuk Indonesia Cameron R. Hume menyambut baik kesepakatan baru tersebut. Menurutnya, kerjasama itu membantu pendidikan tinggi sebagai salah satu aspek kemitraan komprehensif IndonesiaAS. Cameron menyatakan terima kasih lantaran PT Freeport mau memberi peluang bagi kalangan muda Papua untuk mengenyam pendidikan tinggi. “Menjelang kunjungan presiden Obama, dukungan dari PT Freeport Indonesia ini mem-

buka peluang bagi warga Papua yang berbakat untuk mengenyam pendidikan tinggi di AS,” ujar Cameron. Penerima beasiswa, kata dia, diharapkan kembali ke daerahnya untuk memberi sumbangan nyata bagi pembangunan di Indonesia. Director Executive Vice President and Chief Administrative Officer PT Freeport Indonesia Sinta Sirait mengatakan, pihaknya bersama Aminef ingin memberi kesempatan kepada mahasiswa Papua. Peningkatan kapasitas SDM, kata Sinta, merupakan komponen penting untuk memajukan pembangunan di Papua. PT Freeport bakal memberi bantuan sebesar uSD 1 juta untuk llima tahun. Sementara itu, Kementerian

Luar Negeri (Kemenlu) memastikan bahwa tim keamanan Amerika Serikat (AS) dan secret service telah diberikan keleluasaan untuk menyiapkan keamanan Obama di Indonesia. Saat ini, tim khusus dari AS itu telah menyisir sejumlah lokasi di Jakarta dan dua kota yang kemungkinan besar akan menjadi tujuan lawatan Presiden Kulit Hitam pertama di AS itu yakni Jogjakarta dan Bali. Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah menyatakan bahwa mereka tidak bekerja sendiri melainkan berkoordinasi dengan Paspampres, polisi dan TNI. Pemerintah, kata dia, siap memberikan jaminan 110 persen keamanan pada kunjungan mantan senator Illinois tersebut

di Indonesia. “Sejauh ini laporan lintas lini menyatakan semua terkendali. Artinya, Kami yakin bahwa dapat menjaga keamanan VVIP selama kunjungan,” ujar Faiza ketika ditemui di Jakarta kemarin (17/3). Rencana kedatangan Obama memang disambut penolakan beberapa kalangan. Namun Kemenlu, kata dia, mengimbau masyarakat ikut menyukseskan kedatangan orang nomor satu di AS tersebut. “Kami mengimbau masyarakat berpartisipasi menyukseskan kedatangan Obama karena ini merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk meningkatan hubungan bilateral dengan AS,” kata Faiza. (kit/zul)

Dua Rumah Warga Hangus Terbakar dari halaman 1 api. Namun lantaran angin bertiup kencang, api makin berkobar, hingga mengakibatkan empat rumah warga lainnya mengalami rusak ringan terkena jilatan api. Masing-masing rumah rusak ringan yakni milik Wajlam (55), Taid (45), Kasnap (51) dan Ruwed (54). Wasiun, warga sekitar yang juga salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Sirampog yang turut membantu proses pemadaman api mengatakan, sebelumnya diketahui api ber-

asal dari rumah milik Daim. “Saat itu api diketahui sudah membumbung tinggi di lantai dua rumah Daim, warga berupaya memadamkan dengan air menggunakan ember. Namun saat kejadian angina berhembus cukup kencang hingga akhirnya api menjalar ke rumah Makiyah yang ada di sebelah rumah Daim,” ungkap Wasiun. Bangunan rumah Makiyah yang dindingnya terbuat dari papan dalam waktu yang singkat dilumat si jago merah. Akibatnya pemilik rumah harus kehilangan semua harta benda akibat tidak sempat disela-

matkan. Api yang tidak terkendali terus berkorban hingga merusak rumah warga lainnya. Kepala Desa Sridadi Sri Wastomo SPd yang terlibat langsung dalam proses pemadaman api mengatakan, untuk mengantisipasi semakin menjalarnya kebakaran tersebut, warga dibantu Tagana berupaya melokalisir nyala api dengan menggunakan lumpur sawah. “Selain menggunakan air, warga juga mengunakan lumpur untuk memadamkan api. Upaya tersebut berhasil menjinakan api hingga tidak merembet ke rumah lainnya.”

Kobaran api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 17.30. Hingga Rabu (17/3) warga dibantu Linmas dan tim Tagana masih berupaya membersihkan sisa-sisa kebakaran yang menghanguskan rumah milik Daim dan Makiyah. Dari hasil inventarisir Pemerintah Desa, akibat dari kebakaran tersebut baik Daim maupun Makiyah mengalami kerugian materi sebesar Rp 20 juta. Sementara empat warga lain yang rumahnya juga mengalami kerusakan mengalami kerugian masing-masing sebesar Rp 5 juta. (pri)

SBY: Lalai Bayar Pajak Khianati Rakyat dari halaman 1 nyerahkan sendiri SPT-nya. Penyerahan SPT secara langsung juga dilakukan di tempat yang sama oleh Wapres Boediono, para pimpinan lembaga tinggi negara, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Kedua. Presiden mengajak semua pihak membantu terwujudnya pemerintahan bersih, transparan, responsif, dan akuntabel. Warga negara juga harus patuh menjalankan kewajiban. “Marilah kita bangun peradaban yang baik di negri ini, kehidupan yang mulia di negri tercinta ini, dengan antara lain

membikin pemerintah kita makin bersih, transparan, responsif, akuntabel, dan warga bangsa patuh dalam menjalankan kewajibanya demi kepentingan bersama dan kepentingan umum,” ujarnya. Presiden memuji kesuksesan Ditjen Pajak dalam melakukan reformasi perpajakan. “Hasilnya nyata. Oleh karena itu mari kalau kita sudah meraih one success story, kita raih success story-nya lagi sehingga at the end of the day ekonomi kita tumbuh pesat,” kata SBY. Presiden memberi pengarahan setelah satu per satu pejabat tinggi negara menyerahkan SPT. Para pimpinan

lembaga tinggi negara, yakni Ketua MPR, Ketua DPD, Ketua DPR, Ketua MA, dan Ketua BPK sengaja diminta meninggalkan acara terlebih dahulu setelah menyerahkan SPT. Dalam kesempatan kemarin, Menkeu Sri Mulyani Indrawati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu suksesnya reformasi perpajakan yang konsepnya dimulai pada 2004. Reformasi perpajakan itu mulai menjadi prioritas serius pemerintah pada 2007. Namun, yang mengejutkan, kemarin, Sri Mulyani mengucapkan penghargaan kepada mantan Ditjen Pajak yang pernah ia berhentikan,

yakni Hadi Purnomo, yang kini menjadi Ketua BPK. “Reformasi ini dimulai saat Menkeunya Pak Boed (sekarang Wapres) dan Dirjen Pajaknya Pak Hadi Purnomo,” kata Sri Mulyani disambut tepuk tangan hadirin yang mayoritas adalah pegawai Ditjen Pajak. Saat penyerahan SPT, tepuk tangan paling meriah bukan diberikan kepada Presiden SBY. Hadirin memberikan tepuk tangan paling meriah kepada Hadi Purnomo dan Sri Mulyani. Sri Mulyani mengatakan, meskipun terus meningkat, kepatuhan WP Orang Pribadi dalam menyerahkan SPT masih cukup rendah. (sof)

Curigai Ada Kesengajaan Pengalihan Isu dari halaman 1 Menurut Hidayat, posisi tersebut menimbulkan anomali. Sebab, momen lain juga bertepatan. Ketika itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang melaksanakan kunjungan ke Australia. Dengan bangga, presiden menyampaikan keberhasilan tersebut di depan parlemen Australia. Belum lagi rencana kedatangan Obama pada Maret.

“Anomalinya adalah pergerakan (terorisme) itu sudah terendus satu tahun lalu, kenapa baru diselesaikan sekarang? Kenapa tidak dari dulu?” ujar Hidayat dengan nada bertanya. Dia mengatakan, penuntasan teroris memang patut mendapat apresiasi positif. Namun, posisi penuntasan yang bersamaan dengan berkembangnya kasus Century tidak bisa menutup tanda tanya itu. “Spekulasi ini mau tidak mau muncul, akhirnya (penun-

tasan teroris) menjadi tidak menguntungkan,” jelas ketua MPR periode 2004 - 2009 itu. Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens berpendapat serupa. Yang patut menjadi pertanyaan adalah mengapa pemerintah baru menuntaskan sekarang. Dia menduga, pemerintah ingin mengalihkan isu Century. Sebab, jika isu Century berkembang, pemerintah bisa kewalahan. “Padahal, polisi sudah me-

lakukan penyelidikan bertahuntahun,” sebut Boni. Menurut dia, berkembang isu adanya barter kasus antara Century dan kasus yang dimiliki parpol pemilih opsi C. Opsi C adalah partai yang menyatakan bahwa penyelamatan Century bermasalah. Namun, barter kasus itu tidak bisa berjalan mulus. “Barter politik akhirnya tidak bisa dilakukan karena sudah beredar luas,” duganya. (bay/ c6/agm)

NYERI PERGI....SHALAT RINGAN DAN TIDUR NYENYAK LAGI HIDUP sehat dambaan setiap insan. Begitu juga harapan Epoy Ismah warga Kp Surian Ds. Kersamanah Kab. Garut. Sayang di usia lanjutnya berbagai penyakit mendera nenek ini. Diantaranya batuk berkepanjangan , maag dan nyeri sekujur tubuh, sehingga sulit melakukan gerakan shalat. “ kalau kumat, batuk tak mau berhenti ,dada serasa pecah sehingga susah tidur, kalau maag menyerang, lambung sangat perih sehingga kerja terhenti“ ucap nenek yang masih membantu usaha tani keluarganya. Sadar usia sudah lanjut, mak Epoy, tak berani minum obat sembarangan takut efek sampingnya. Sebulan lalu putranya memberi minuman Gula Aren Gentong Mas. “.Alhamdulillah setelah minum Gentong Mas tenggorokan menjadi hangat dan lega. Sekarang tidur nyenyak kembali setelah batuk berkurang bahkan nyaris hilang. Serangan maag juga berangsur reda dan nyeri hilang jadi kerja tak lagi terganggu …” kata mak Epoy

dengan wajah penuh syukur. Yang paling disyukuri nyeri disekujur badan perlahan hilang sehingga shalat khusuk kembali. Merasa manfaat Gentong Mas, mak Epoy rutin mengkonsumsinya tiap pagi dan sore. “ rasanya yang hangat dan lezat cocok untuk orang seusia saya yang ingin hidup sehat dengan minuman nikmat “ tutupnya mengakhiri obrolan. Menurut Jeff Gunnent

dalam bukunya Permaculture Plant (2004), Gula Aren mengandung zat yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan termasuk tenggorokan . Disamping itu Gula Aren mengandung Riboflavin yang melancarkan metabolisme, menghambat kerusakan sel serta meningkatkan stamina dan vitalitas. Meski demi-

kian banyak minum air putih juga perlu dilakukan. Gentong Mas diproduksi dari Gula Aren murni pilihan yang diproses secara higienis dengan pengawasan yang ketat. Menurut Manajer Marketing PD Gentong Mas kini kian banyak masyarakat merasakan manfaat minuman ini, sehingga saat ini tingkat permintaan terus melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi: 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879-809, Apt. Medika Far-ma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Apt. Adiwerna, Jl. Raya Adiwerna. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

KAMIS, 18 MARET 2010

8

RADAR TEGAL

Inflasi JATUH 10 KALI, 0,39 Persen Harus Bangkit 11 Kali Mengenal Dyonisius Beti, President Director YMKI

JANGAN menilai Dyonisius Beti dari penampilan luarnya. Sosok yang terlihat kalem dan tenang ini, adalah “aktor utama” kebangkitan Yamaha di bisnis sepeda motor tanah air. Berkat kerja keras, ide brilian, dan loyalitas bertahun-tahun Dyonisius, Yamaha pelan tapi pasti mewujudkan slogannya untuk “Selalu di Depan”. Prestasi cemerlang Dion, panggilan akrab Dyonisius Beti, ini membetot perhatian prinsipal, Yamaha Motor Corp (YMC). Pabrikan otomotif asal Jepang itu langsung memberi hadiah khusus kepada Dion jabatan tertinggi di PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) Yamaha di Indonesia. Pada akhir Februari lalu, Dyonisius Beti resmi menjadi President Director YMKI dan menjadi putra Indonesia pertama (sejak saham YMKI dikuasai YMC) yang mengkomandoi Yamaha di Indonesia. Puncak karir di Yamaha Indonesia ini dicapai Dion setelah menempuh jalan karir yang panjang. Bahkan, bergabungnya pria kelahiran Jambi, 13 Oktober 1962, itu ke Yamaha terkesan tanpa direncanakan. Setelah lulus kuliah jurusan Teknik Sipil di ITB pada 1986, Dion justru menjalani pekerjaan pertama sebagai sales properti di Harapan Group, sebuah kelompok usaha yang juga memayungi ATPM Yamaha saat itu. “Saya merintis karir di Harapan Group mulai dari sales biasa sampai

BREBES - Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2010 di Kabupaten Brebes secara umum menunjukkan kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan pada Februari 2009 terjadi inflasi 0,39 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122,32 pada bulan Januari 2010 menjadi 122,79 pada bulan Februari 2010. Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks pada 3 kelompok komoditi seperti bahan makanan dengan nilai tertinggi yakni mencapai 1,60 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,36 persen, dan kesehatan 0,03 persen. Kelompok komoditi yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,16 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga serta sandang. Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes Moh Nurdin SSi mengungkapkan

dipercaya menjadi marketing director dengan gaji Rp 470 ribu per bulan,” kenang Dion saat ditemui di kantornya pekan lalu. Pada 1996, karir Dion di Harapan Group mendadak suram, seiring dengan badai krisis moneter yang mulai menggulung bisnis properti. Apalagi sang pemilik usaha, Hendra Rahardja, kabur ke luar negeri akibat gagal bayar utang. Namun, Dion masih bernasib baik. Hasil kerjanya yang bersinar di properti mendapat perhatian dari manajemen YMKI. Dengan semangat pantang menyerah, manajemen YMKI terus memperbaiki diri. Mulai 2002, penjualan terus meningkat. Bahkan dalam dua tahun terakhir, beberapa kali Yamaha menyalip sateru beratnya, Honda, di posisi market leader. Meskipun bangga, Dion menegaskan, market share hanya dampak saja, bukan tujuan utama. Sesuai filosofi “Kando”. “Kando itu artinya memang touching your heart. Tapi banyak yang tidak mengerti, akhirnya kita pakai istilah “Semakin di Depan’”, ulasnya. Selain filosofi Jepang yang selalu ditanamkan , Dion juga punya motivasi yang dibekali orang tuanya. “Kalau bekerja, satu kita harus punya iman istilahnya. Iman mendahului daripada hasil. Kita yakin bahwa ini akan tercapai dan untuk itu kita berusaha terus saja. Kalau jatuh tapi akhirnya tercapai kan nggak apa-apa. Sepuluh kali jatuh kita bangkit 11 kali akhirnya sampai tujuan itu”. (*/kim)

dalam rilisnya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Februari antara lain beras, daging ayam kampung, ikan bandeng, ikan bawal, cumi-cumi, ikan mujair, ikan tongkol, ikan asin gereh layur, ikan asin teri, susu kental manis dan susu untuk wanita hamil. Selain itu telur puyuh, jagung muda, kentang, ketimun, kol putih/kubis, cabe hijau, nangka muda, sawi hijau, wortel, anggur, jeruk, pepaya, pisang, salak, bawang merah, gula merah, kemiri, ketumbar, lada/merica, cabe merah, batu bata/batu tela, paku, kasur, obat sakit kepala, dan obat flu. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya daging sapi, kakap merah, udang basah, cabe rawit, minyak goreng, gula pasir, accu, dan helm. Pada Februari 2010, kelompok - kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan inflasi berturut-turut yakni kelompok bahan makanan 0,70 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,14 persen, sandang 0,05 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,04 persen serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,03 persen. (*/ima)

Grow with Character (53/100) Series by Hermawan Kartajaya

Marketing is As Not as We Knew It DELAPAN belas prinsip panduan dari sebuah marketing company, saya mulai dengan The Principle of the Company: Marketing is a Strategic Business Concept. Jadi, di sini saya mempertegas bahwa marketing adalah konsep strategi. Bukan salah satu fungsi atau hanya bersifat taktikal. Al Ries dalam buku pertama, setelah ‘’pisah’’ dari Jack Trout, FOCUS mengatakan bahwa seorang chief executive officer seharusnya juga menjadi chief marketing officer! Peter Drucker, bapak manajemen sepanjang abad, bahkan pernah menulis: ‘’Business has only two basic functions, which are marketing and innovation. The rests are only costs!’’ Hewlett, salah seorang pendiri HP, juga pernah berkata, ‘’Marketing is too important to be left to marketing department.’’ Jadi, dari prinsip pertama itu saya ingin menunjukkan ciri-ciri sebuah marketing company! Konsekuensi dari prinsip pertama adalah prinsip kedua. Yakni, The Principle of the Community: Marketing is Everyone’s Business. Artinya, semua departemen adalah departemen marketing. Dan, semua orang adalah marketing person. Tak peduli dia bekerja di departemen apa. Seorang pekerja produksi yang mengetahui pasar akan lebih mengutamakan kualitas waktu bekerja. Apalagi, litbang! Kalau tak mau mengetahui pasar, ya mereka akan terus melakukan penelitian yang belum tentu bisa diterima pasar. Bagaimana SDM? Ya, jelas harus menerima dan mengem-

bangkan manusia sesuai dengan kebutuhan pasar. Begitu juga orang accounting yang biasanya ‘’musuh’’ orang marketing. Kalau berorientasi kepada pasar, mereka akan menggunakan cost-accounting yang cocok dengan situasi persaingan. Jadi, marketing, walaupun tidak tertulis dalam job des, telah ditandatangani ‘’kontrak virtual’’-nya oleh setiap orang. Prinsip ketiga adalah The Principle of Competition! Kalau kedua prinsip pertama sudah dilaksanakan, semua orang harus menganggap marketing war is about the value war. Di sini saya berpendapat bahwa pemasaran bukanlah perang harga, tapi perang nilai! Kalau kualitas naik, harga boleh naik! Definisi saya tentang value adalah total get dibagi total give. Total get terdiri atas manfaat total, fungsional, dan emosional. Sedangkan total give adalah total harga yang diberikan kepada produsen dan other expenses yang merupakan pengeluaran tambahan. Bisa saja, sebuah barang dijual murah. Tapi, kalau maintenance cost-nya mahal, totalnya bisa besar juga. Kalau sudah begitu, value bisa turun. Semua branded good bisa dijual mahal karena pelanggan merasa mendapatkan manfaat emosional berupa kebanggaan. Seorang perempuan yang menenteng tas LV akan punya priceless emotional benefit karena sudah masuk ke kelas tertentu! Ketiga prinsip pertama tersebut saya sebut sebagai Foundation Principles. Di gambar The M House yang saya jelaskan kemarin (16/3) merupakan

platform rumah. Prinsip keempat adalah Principle of Retention. Concentrate on Loyalty, Not Just Satisfaction. Jadi, sejak dulu sebenarnya

saya sudah mencium bahwa kepuasan belum tentu akan membawa ke loyalitas pelanggan. Percuma saja memuaskan pelanggan kalau tidak berujung ke loyalitas. Sebab, kepuasan hanyalah proses, sedangkan loyalitas adalah tujuan. Padahal, pelanggan adalah the moving target atau berubah-ubah terus. Dengan demikian, seorang pemasar harus terus-menerus bisa meraba perubahan

yang terjadi. Kalau pesaing lebih bisa melakukan hal itu, pelanggan akan lari. Prinsip kelima adalah Principle of Integration. Concentrate on Differences, Not Just Averages. Statistik bisa menipu! Sering yang dihitung cuma rata-rata! Padahal, angka ratarata itu tidak berarti apa-apa. Tiap-tiap pelanggan berbeda-beda, tidak bisa diambil rataratanya. Dan, kalaupun seorang pemasar ‘’memberikan’’ suatu produk yang rata-rata, berarti ada kompromi dari para pelanggan. Karena itu, niche selalu lebih bagus daripada segmen karena lebih mengakui beda di antara berbagai ceruk dalam satu segmen yang sama. Sedangkan individual selalu lebih bagus daripada niche karena tiap-tiap pribadi ‘’diakui’’. Masalahnya ada pada cost yang semakin mahal apabila permintaan tiap pelanggan dipenuhi tanpa kompromi. Prinsip keenam adalah Principle of Anticipation! Concentrate on Proactivity, Not Just Reaction! Saya terinspirasi kepada habit pertama yang dianjurkan Stephen Covey

dalam Seven Effective Habitnya. Proaktif berarti Anda tidak terpengaruh lingkungan. Justru Andalah yang menjadi agent of change! Tidak menunggu sampai landscape berubah, tapi justru menginisiatifkan suatu

perubahan! Nah, ketiga prinsip tersebut disebut Topping Principles. Digambarkan sebagai ‘’atap’’ dari The M House! Jadi, sejak 1990-an saya memang ingin meredefinisikan marketing! Bu-

kan marketing as usual! Bukan marketing as we know it! Inilah modal kekuatan diferensiasi yang saya letakkan sebagai dasar-dasar MarkPlus Professional Service sejak didirikan! (*)

iklan julia pake film CMYK


CMYK

METROPOLIS

KAMIS, 18 MARET 2010

RADAR TEGAL

9

Kenaikan TDL Belum Jelas Masih Digodok di Tingkat Pusat

‘MACAN OMPONG’ - Taman Poci di area Alun-Alun Kota Tegal jadi lapak PKL, lantaran Pemkot Tegal tak tegas mengekkan aturan mainnya.

M SAEKHUN/RATEG

Taman Poci Riwayatmu Kini

RENCANA kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sampai kini belum ada kejelasan. Sebab, rencana itu masih dibahas di tingkat pusat dengan anggota DPR. Asisten Manajer Niaga PT PLN APJ Tegal, Yunarsih, Rabu (17/3), mengatakan, kenaikan TDL mutlak dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres). Karenannya, tambah dia, harus pula dimintakan persetujuan dari lembaga legislatif. Ditambahkan pula, kenaikan TDL memang merupakan kehen-

dak pemerintah. Tujuannya, agar bisa mengurangi beban subsidi. Selama ini, papar Yunarsih, subsidi listrik yang ditanggung negara melalui APBN sangat besar mencapai 37,8 triliun. ”Tahun 2010, subsidi yang dialokasikan sebesar 45,5 triliun. Asumsinya Juli mendatang sudah ada kenaikan TDL,” katanya singkat. Terkait rencana kenaikan tadi, menurut dia, tidak begitu bermasalah. Karena, sejak 2003 sampai sekarang belum pernah ada kenaikan harga. Jika dibandingn kenaikan harga BBM sangat jauh. ke hal 15 kol 5

BERALIH FUNGSI Jadi Lapak PKL

TAK maskimalnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2008 tentang Pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL), mengakibatkan banyak tempat yang dilarang justru ditempati PKL untuk berjualan. Seperti Taman Poci

yang seharusnya jadi ruang terbuka hijau malah beralih fungsi menjadi pusat kegiatan PKL di malam hari. Bahkan tiap hari jumlah pedagang yang menggelar dagangan di kawasan sekitarnya semakin banyak. Se-

hingga, kini sudah tak tampak seperti lazimnya sebuah taman. Anehnya, sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari dinas atau instansi terkait. Bahkan, keberadaan ke hal 15 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

METRO

WATCH Problem Pasar Kimpling RELOKASI Pasar Kimpling sampai saat ini belum tuntas. Setelah dibangun pasar baru, pedagang pasar tersebut semula mau menempatinya. Namun ketika ternyata dagangan tak menguntungkan di pasar batu itu, mereka menuntut kembali berdagang di pasar lama. Beberapa kali mereka audiensi dengan DPRD Kota Tegal untuk mengadukan nasibnya paska pemindahan pasar. Mereka tetap menuntut diperbolehkan kembali berdagang di pasar lama. Tentu hal tersebut akan membuat pembangunan pasar baru sia-sia. Akhirnya dilakukan audiensi dengan pemerintah setempat untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Namun audiensi tersebut belum menemukan jalan keluar. Mengatasi persoalan tersebut, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah kota? Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722

LEGISLATIF Tugas Komisi DPRD Diperdebatkan TUGAS komisi-komisi DPRD Kota Tegal kembali diperdebatkan dalam pembahasan revisi Tata Tertib (Tatib) DPRD. Alasannya, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 tahun 2010, tentang Tatib DPRD sesuai dengan ruang lingkup tugas komisi. Bukan berdasarkan pendekatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti saat ini. Ketua Pansus Revisi Tatib DPRD Kota Tegal H Hadi Sutjipto SH, saat dikonfirmasi usai memimpin rapat, Senin (15/3), mengatakan, sebenarnya pembahasan revisi Tatib DPRD Nomor 1 tahun 2009 berlangsung lancar, karena konsideran Tatib hanpir sama dengan PP Nomor 16 tahun 2010 tentang Tatib DPRD. Namun masalahnya pada Bab VII tentang alat kelengkapan DPRD, bagian ke 4 pasal 48 dan 49 tentang komisi-komisi PP Nomor 16 tahun 2010. Dalam pasal 49 huruf j, tugas komisi melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD sesuai dengan ruang lingkup tugas komisi. Sehingga kalau mengacu PP tersebut, maka pendekan tugas komisi bukan berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti saat ini. Namun tugas komisi, seperti DPRD Kota Tegal periode 1999-2004 dan 20042006. “Dalam pembahasn pasal ini terjadi tarik ulur, sehingga harus diclearkan. Sebab kalau tugas komisi dibiarkan seperti saat ini, maka kami membiarkan adanya pelanggaran PP. Sehingga kami berharap, semua anggota Pansus mau mendalami makna dari konsideran PP. Sehingga dalam menjalankan tugas, kami tidak melanggar aturan,” kata Sutjipto. ke hal 15 kol 1

CMYK

Pemkot Tak Boleh Lentur Perihal Nasib Pasar Kimpling Lama PEMKOT Tegal diminta bersikap tegas, terkait masalah pedagang Pasar Kimpling. Ketegasan sikap ini diperlukan agar tak ada toleransi bagi pedagang, untuk berjualan di lokasi pasar lama. Di sisi lain, pemkot juga harus memikirkan masalah pedagang, utamanya soal akses masuk. Sehingga masalah ini tidak berlarutlarut dani pedagang tidak merasa dirugikan. Anggota Komisi II DPRD Kota Tegal, Hj Stella Emilina, Rabu (17/ 3), mengatakan, agar masalah pedagang Pasar Kimpling tidak berlarut-larut, dituntut ketegasan pemkot melalui dinas terkait. ke hal 15 kol 5

DISOAL – Kegiatan produksi pabrik tepung ikan milik PT ADM diprotes warga sekitar.

Cemari Lingkungan, Pabrik Diprotes Warga Mengeluh Derita ISPA

M SAEKHUN/RATEG

PASAR LAMA - Rombongan Komisi II DPRD Kota Tegal saat melakukan pemantauan kegiatan di lokasi Pasar Kimpling lama kemarin.

LOKASI pabrik PT Adhinusa Dian Manggalindo (ADM) di Jl Bali No. 1 mulai terusik. Warga sekitar pabrik memprotes pencemaran udara oleh limbah bau pabrik pemproduksi tepung ikan itu, lantaran dianggap menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Menurut beberapa warga, itu sudah terbukti dari beberapa warga sekitar yang dirawat di rumah sakit. Rata-rata keluhannya adalah akibat efek samping limbah perusahaan yang tidak memiliki

papan nama tersebut. Salah seorang di antaranya yakni Firli (12), warga RT 4 RW 3 Mintaragen, Tegal Timur. Ageng (41), orang tua Firli, mengatakan, bau tidak sedap yang keluar dari pabrik sangat menggangu warga sekitar. Parahnya lagi, bau tadi bisa menyebabkan penyakit ISPA, seperti yang dialmi anaknya. “Menurut diagnosa rumah sakit, penyakit yang diderita anak saya disebabkan dampak limbah perusahaan yang ada di lingkungannya. Kalau begini yang tanggung jawab siapa?” tanya dia. ke hal 15 kol 1

Tindak Pencemaran, KLH Turba MENYIKAPI masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Tegal, dan sangat mempengaruhi kesehetan masyarakat. Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Tegal diminta bersikap pro aktif dan turun ke lapangan untuk melihat secara langsung terjadinya pencemaran lingkungan. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofi’i Ali, mengatakan, kesehatan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan kesehatan lingkungan. Karena lingkungan yang tercemar akan menjadi sumber penyakit. Untuk mendukungnya, pemkot dalam hal ini KLH, perlu melaku-

kan langkah utk turun lapangan mengecek kondisi IPAL dari pabrik atau industri apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau belum. Bila ada indikasi pencemaran akibat limbah industri, harus segera melakukan pengamanan atau pembersihan lokasi yang tercemar. “Kami berharap kedepan untuk perijinan bagi pabrik yg menghasilkan limbah harus menyertakan rancangan IPAL-nya. Kami minta ijin bisa keluar bila pemohon pendirian pabrik sudah melampirkan Rancangan IPAL yang benar. Dengan syarat tersebut harapannya, tidak muncul permasalahan seperti sekarang terjadi di salah

satu peruashaan di jalan Bali,” kata Rofi’i. Menurut Rofi’i, masyarakat disekitar pabrik tsb merasa terganggu dengan bau yg tdk sedap akibat limbah yg di hasilkan pabrik tersebut merasa dirugikan, akibat pencemaran yang ditimbulkan pabrik. Namun sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit dari Pemkot, melalui instansi terkait yang menanganinya. “Kami minta ada penangan secepatnya, sebelum masyarakat melakukan aksi. Sebab, kalau sesuai surat atau keterangan yang kami terima akibat pencemaran pabrik mastarakat sangat dirugikan,” tuturnya. (hun)

M SAEKHUN/RATEG

BERI PENJELASAN - Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni menunjukkan salah satu barang bukti pesta sabu-sabu yang berhasil diungkap.

Kepruk Wajah, Pelaku Dibui

Dijerat Pasal Berlapis

TAMAT! Itulah akhir dari aksi yang dilakukan Sulistiyo (19), warga Jl Halmahera Gang Kampung Baru nomor 32 Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur. Dia diringkus satuan resintel Polsekta Tegal Timur, setelah dua hari menghilang paska menghajar Felix Aditya (17), warga Perumahan Arum Indah Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan dengan sepotong besi di areal GOR Wisanggeni. Aksi nekad pelaku dilakukan, saat korban tngah menyaksikan pertandingan bola basket didalam GOR Wisanggeni dalam rangkain

SETELAH melalukukan tes urine dan darah di Polda Jawa Tengah, tim penyidik Satuan Narkoba Polresta berhasil merampungkan Berkas Acara Penyidikan (BAP) dan siap melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri. Dalam BAP, kelima tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yang diatur dalam Undang Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Narkoba, AKP Teguh Riyanto, menyatakan, kelima kawanan sabu di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat, H Akhmad Satori dan mantan anggota DPRD, Drs A Firdaus Muhtadi, Rosikin dan Samsudin,

ke hal 15 kol 1

HERMAS PURWADI/RATEG

DIRINGKUS - Tersangka penganiayaan akhirnya berhasil diringkus dari rumahnya, kemarin.

serta kurir sabu Saefudin Lubis alias Cecep dijerat pasal 112 dan 127 UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009. “Di pasal 112 dijelaskan barang siapa sengaja memanam, memelihara, menggunakan, dan menyediakan narkotika golongan I diancam hukuman paling singkat 4 tahun. Sementara di pasal 127 ayat 1 huruf a dijelaskan pengguna narkotika golongan 1 dihukum paling lama 4 tahun,” terangnya, Rabu (17/3). Dia juga menyatakan BAP bersama tersangka dijadwalkan paling cepat, Jumat (19/3), dan paling lama, Senin (22/3), bakal dilimpahkan ke Kejari. (her)


PEMALANG

10

KAMIS 18 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285) 4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

PILKADA Siapkan Personil PPK KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010, rupanya terus melakukan upaya-upaya persiapan. Kali ini KPU sedang mempersiapkan personil anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di seluruh kabupaten yaitu dengan membuka pendaftaran anggota PPK untuk bertugas di 14 kecamatan. Ketua KPU Kabupaten Pemalang HM Arief Efendi S.Sos melalui Devisi Pendidikan, Pemilih, Sosialisasi dan SDM Safrudin HS SIP mengatakan, pihaknya masih melakukan upaya persiapan-persiapan untuk menghadapi pelaksanaa Pilkada tahun 2010. “Adapun upaya persiapan yang sedang dilakukan adalah perekrutan anggota PPK di seluruh kabupaten. Dan sekarang ini masih dalam tahapan pendaftaran calon anggota PPK,” kata Safrudin, kepada Radar di kantornya, Rabu (17/3). Dalam pembentukan PPK lanjut Safrudin, sebelumnya KPU telah mengumumkan pendaftaran yaitu pada tanggal 14 sampai 16 Maret, dan diteruskan penggambilan berkas oleh peserta seleksi anggota PPK pada tanggal 17 sampai 23 Maret. Untuk penyerahan berkas tanggal 24 sampai 29 Maret, sedangkan seleksi administrasi tanggal 30 Maret sampai 2 April kemudian untuk pengumuman hasil seleksi administrasinya tanggal 3 April. (mg1)

Korban Cikungunya Terus Bertambah Dinkes Tidak Bisa Berbuat Banyak PEMALANG – Korban serangan penyakit Cikungunya yang terjadi di Desa Sewaka Kecamatan Pemalang, ternyata jumlahnya terus bertambah. Dan jumlah penderita penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut diperkirakan mencapai 40-an warga. Sedangkan korban yang dilarikan ke rumah sakit juga jumlahnya meningkat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, Rabu (17/3) serangan penyakit Cikungunya yang terjadi di Desa Sewaka tepatnya di Rt 01 RW 07 Dusun Cengis, rupanya membuat warga semakin resah. Pasalnya serangan penyakit tersebut kian mewabah dan jumlah korbannya terus bertambah. Semula hanya 16 orang dan sekarang diperkirakan mencapai 40 an orang warga yang ikut terserang penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut. “Hampir semua warga yang ada di lingkungan RT 01 juga ikut menjadi korban. Dan diperkirakan jumlahnya sekarang ini mencapai 40 an orang,” kata Ketua RW 07 Wardiman, kepada sejumlah wartawan. Selain warga lainnya, dia juga mengaku ikut jadi korban akibat serangan penyakit Cikungunya. Sementara korban lainnya yang kondisinya cukup parah, kata Wardiman, di antaranya Wargito (34) dan Kabruk (65) kor-

ban yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Sebelumnya hanya satu yang dibawa ke rumah sakit yaitu Wargito, namun belakangan ada korban lain yaitu Kabruk juga akhirnya dilarikan ke rumah sakit juga untuk menjalani pengobatan.” Sementara untuk kepastian jumlah korban serangan penyakit Cikungunya hingga kini belum dapat dipastikan. Sebab, berdasarkan hasil laporan pihak pemerintah desa setempat sebelumnya berjumlah 16 orang. Sedangkan yang ada di lapangan berdasarkan informasi warga jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 40-an orang. Beberapa nama-nama warga yang terserangan penyakit Cikungunya sebelumnya Turji, Ruyati, Asih, Sapiril, Waryoto, Wutuh, Pardih, Taslimah, Wargito, Waryo, Situr, Casliyah, Carem, Mujilah, Nurita dan Sudiyanto. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dr Erna Nuraeni melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dr Solahudin disampaikan Kasi Pemberantasan Penyakit Eri Endrasmoko sebelumnya menjelaskan, upaya pencegahan melalui penyemprotan atau foging dalam penanganan kasus penyakit Cikungunya belum bisa dilakukan sebab anggarannya tidak ada. (mg1)

Tim Junior Juarai Futsal Piala Era Sport PEMALANG - Tim futsal junior Comal A menjuarai Turnamen Piala Era Sport tingkat Kabupaten Pemalang setelah dalam final mengalahkan Siwawa FC Pemalang. Even yang digelar dalam rangka mengembangkan olahraga Futsal ini diikuti oleh 57 tim yang bertanding di GOR Jukam Futsal Kecamatan Taman. Panitia pelaksana (Panpel) Sobirin SPd kepada Radar mengemukakan, turnamen futsal yang digelar ini berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga Selasa (16/3) kemarin. Sambutan masyarakat cukup antusias ini

dilihat dari jumlah tim yang bertanding mencapai 57 dari pelosok Pemalang. “Selain itu setiap kali pertandingan digelar menyedot banyak penonton.” Pertandingan ini memerebutkan Piala Era Sport yang diserahkan oleh Komisi Wasit dan Pengawas Pertandingan Pengcab IPSI Kabupaten Pemalang Prastowo. Menurut Panpel selain diserahkan piala untuk juara pertama hingga keempat juga diserahkan piala bagi pemain terbaiuk, tim terbaik, kiper terbaik dan top skorer. Manager Era Sport Edi Luk-

manto mengemukakan even futsal ini digelar dalam rangka mengembangkan olahraga futsal di Kabupaten Pemalang. “Kami akan mengagendakan pertandingan setiap tahun karena kami menyadari sebagai mitra kerja Pengcab IPSI,” kata dia yang bertindak sebagai sponsor uatama turnamen tersebut. Tampil sebagai juara pertama turnamen adalah Tim Comal A, juara kedua Siwawa, juara ketiga Comal B dan jauara keempat adalah Solusindo. Tim Comal A adalah tim futsal junior dan baru bertanding dalam tur-

namen kali ini. Namun diluar dugaan tim yang pemainnya masih remaja - remaja itu mampu mengalahkan tim - tim tangguh yang berpengalaman. Bahkan selain meraih juara pertama tim junior ini meraih penghargaan sebagai tim terbaik dan kiper terbaik atas nama Johan. Terpilih sebagai pemain terbaik adalah Wahludi Kinul dari Tim Siwawa dan Top Skorer diraih oleh pemain Comal B, Dimas. Pertandingan final yang berlangsung Selasa malam itu menyedot ratusan pengunjung hingga lapangan parkir Jokam Futsal penuh sesak. (ali)

SUMITRO / RADAR PEMALANG

NYOBLOS MANING - Petugas dari KPU Kab Pemalang sedang memasang baliho pengumuman tahapan Pemilu-Kada 2010 di Alun-alun Pemalang Senin (15/3)

Dua Calon Dinilai Paling Mencolok CALON Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Pemalang belum disosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi pencalonan CabupCawabup tersebut baru akan dilaksanakan pada 25 Agustus hingga 7 Oktober 2010. Namun bagi sebagian warga di Kecamatan Comal, siapa saja yang bakal maju dalam Pemilu-Kada tersebut, nama-namanya sudah mulai dikenal. Sumadi Sugondo misalnya, Cabup yang hingga kini belum menemukan pasangan dan lolos penjaringan Partai Golkar ini, menurut Alim (30) warga Purwosari Comal, merupakan calon kuat disamping Wakil Bupati sekarang, Junaedi. Meski belum pernah melihatnya secara langsung, berdasark an bisik-bisik tetangg a dan di warung-warung, ke d u a c alon ini dinilainya

Cabup mempunyai kans besar untuk meraih G-1. “Obrolan di warung-warung, Sugondo dan Junaedi sering dibanding-bandingkan peluangnya,” kata dia saat ditemui Radar di Pasar Comal Rabu (17/3) kemarin. Menurutnya, Junaedi sudah mulai dikenal warga di Comal karena sering mengikuti berbagai kegiatan, seperti pengajian yang belakangan marak digelar masyarakat. Adapun nama Sugondo, lamat-lamat didengarnya meski jarang mengikuti kegiatan di masyarakat. Warga lain Sunanto (36) kepada Radar menuturkan, anggapan bahwa keduanya mempunyai kans besar untuk meraih G-1 pada Pemilu-Kada 31 Oktober 2010 mendatang sahsah saja. Namun semuanya akan ditentukan pada saat hari H pencoblosan. Hari ini lanjutnya, namanya boleh dikenal oleh masyarakat

secara luas. Akan tetapi hal itu tidak menjamin bahwa CabupCawabup bersangkutan akan menang. “Dikenal bukan berarti bisa menang, karena dibilik suara masyarakat bisa menentukan lain,” tandasnya diplomatis. Lebih jauh Bos Jolok (jualan baju-baju) yang mempunyai beberapa anak buah ini mengatakan, Pemilihan Bupati Pemalang 2010 terlihat lebih sepi dibandingkan dengan kabupaten lain. Pekalongan misalnya, adanya tukang becak yang mendaftarkan diri adalah bukti bahwa demokrasi di Pekalongan berjalan cukup baik. Hal tersebut sangat berbeda dengan Kabupaten Pemalang yang sepi-sepi saja. “Yang kelihatan mencolok kan cuma dua, yang lain kemana. Dokter Kun yang digadang-gadang bisa mewakili Pemalang Timur, eh semakin lama justru melempem,” imbuh Sunanto. (cw2)


SLAWI METROPOLIS

KAMIS 18 MARET 2010

11

RADAR TEGAL

Dukun Palsu Digulung Polisi

TMMD

Raup Puluhan Juta YANVERA/RADAR SLAWI

HUT SATPOL PP - Inspektur upacara HUT Satpol PP Moch Heri Soelistiyawan tengah mendengarkan janji setia Satpol PP.

Saatnya Tingkatkan Profesionalisme YANVERA/RADAR SLAWI

SERAHKAN CANGKUL - Wakil Bupati Tegal Moch Heri Soelistiyawan menerima cangkul dari usai penutupan Bhakti TNI di Desa Tegalandong Kecamatan Lebaksiu, kemarin.

Wabup Tutup Bakti TNI LEBAKSIU - Kegiatan Karya Bhakti Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau lebih dikenal dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di Desa Tegalandong Kecamatan Lebaksiu selama 8 hari, Rabu (17/3) kemarin resmi ditutup. Penutupan dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Tegal Moch Heri Soelistiyawan, melalui apel penutupan bhakti TNI. Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0712/Tegal, unsur Muspida, Muspika dan para pejabar dilingkungan Pemkab serta sejumlah kepala desa. Dalam sambutannya Wabub mengatakan, terwujudnya kondusivitas lingkungan dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional adalah salah satu tujuan dan sasaran dari kegiatan bhakti TNI. Dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat desa untuk mampu hidup secara mandiri dan berperan aktif mewujudkan masyarakat madani. Untuk itu, dirinya berharap hasil dari kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. “Sasaran dan tujuan dari kegiatan bahkti TNI sangat baik sekali. Maka itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Desa Tegalandong bisa menjaga hasil dari kegiatan ini dengan baik,” katanya. Selain menjaga hasil pembangunan di lingkungan desa, masih kata Heri, bisa dikatakan kegiatan itu merupakan langkah awal untuk menuju kemandirian dan kemajuan desa. Karena itu merupakan salah satu syarat utamanya, sehingga memelihara secara terus-menurus hasil bhakti TNI ini wajib dilakukan warga Desa Tegalandong ini. “Menjaga dan memelihara secara rutin tanpa harus merusaknya mulai sekarang harus dilakukan. Sebab, bagaimana pun juga hasil dari kegiatan ini untuk kepentingan warga itu sendiri,” tandasnya. Lebih lanjut Heri menjelaskan, peranan masyarakat dalam memelihara setiap jengkal kondisi lingkungan desa sangat besar. Dikarenakan sebagus apa pun kualitas dari namanya program pembangunan desa, kalau tidak didukung masyarakat hasilnya pasti akan sia-sia. “Saya harap masyarakat bisa bekerjasama dengan baik untuk membangun desanya masing-masing,” pungkasnya. (k1)

Dari Pelasanaan Upacara HUT Satpol PP Ke-60 DITERBITKANNYA Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada tanggal 10 Januari, bisa dikatakan merupakan kado ulang tahun ke-60 yang paling istimewa. Pasalnya, aturan itu memposisikan kelembagaan Satpol PP setara eselon II/A untuk Provinsi dan eselon II/B bagi Kabupaten dan Kota. Lahirnya peraturan baru bagi Satpol PP yang didasari revisi atas PP Nomor 32 Tahun 2004 merupakan tonggak sejarah bagi jajaran anggota Satpol PP untuk meningkatkan kinerja, citra dan pengabdian kepada bangsa. Sebab aturan ini bermuara pada munculnya aturan menganai jabatan fungsional Satpol PP itu sendiri. Artinya ada kejelasan dan kepastian karir. Dan kondisi itu mungkin tidak akan lama lagi terlaksana, lantaran tengah dalam proses penandatanganan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “PP ini adalah kado ulang tahun terindah bagi Satpol PP. Untuk itu sikap profesionalismenya harus terus ditingkatkan lagi,” tandas Wakil Bupati Tegal

Moch Heri Soelistiyawan, Rabu (17/30 kemarin, saat memimpin Upacara HUT Satpol PP Ke-60 di halaman Kantor Pemkab Tegal. Menurut Heri, momentum sejarah yang membanggakan ini, setidaknya patut disyukuri bersama-sama anggota Satpol PP. Dengan cara peningkatan kinerja untuk mensukseskan otonomi daerah, melalui penciptaan ketertiban dan ketentraman lingkungan daerah. “Semua pengharapan sudah dikabulkan oleh pemerintah. Sehingga mereka pun harus sebaliknya memberikan kontribusi kejanya kepada pemerintah, melalui optimalisasi penegakan Perda serta penyelenggaraan ketertiban terus ketentraman masyarakat,” katanya. Sesuai dengan UU No 32 tahun 2004 pasal 13, 14, 148 dan 149 pada huruf c diamanatkan bahwa urusan wajib penyelenggaraan ketertiban umum menekankan pada pembentukan Satpol PP. Hal ini menandakan bahwa keberadaan Satpol PP mempunyai peranan penting serta strategis, baik dalam penyelenggraan pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga sangat

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL RINGKASAN APBD

Perlu Tindakan Tegas KRAMAT - Meski kerap kali dilakukan himbauan maupun sosialisasi, sejumlah pelanggaran di jalan raya masih banyak dijumpai. Tak terkecuali truk yang membawa tumpukan barang bawaannya, namun di atasnya terdapat penumpang yang berjubel. Padahal, kondisi seperti jelas sangat mengancam maut bagi penumpangnya maupun pengguna jalan lainnya. Pemandangan truk yang membawa tumpukan barang ditambah dengan keberadaan penumpang yang berjubelan, saat ini memang sedang marak. Sebab, truk tersebut memang tengah memuat hasil panen petani, yang kini sedang musimnya. Meski tumpukan hasil panen sudah menjulang tinggi, namun keberadaan barang di atas truk tidak membuat para petani malah takut, justru tetap menaikinya. Padahal kondisi seperti ini jelas sangat membahayakan. Ironisnya, pemandangan seperti ini tidak ditindak tegas. Padahal, kendaraan muatan truk yang membawa barang sampai menjulang tinggi termasuk ada penumpang di atas truk tersebut melewati pos polisi.

TAHUN ANGGARAN 2010 Agus Riyanto, S.Sos, M.M Bupati Tegal

SLAWI - Kasus perampokan di SPBU Kudaile Slawi dengan pelaku yang menggunakan senpi, rupanya membuat sejumlah SPBU lain kini merasa was-was. Apalagi, pihak kepolisian yang kini tengah melakukan penyelidikan belum bisa menangkap kawanan rampok yang tergolong sadis. Berdasarkan informasi, kerugian yang dialami SPBU Kudaile tersebut bukan Rp 70 juta saja, tapi mencapai ratusan juta lebih. Kendati demikian, Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Rudi Wihartana sampai dengan orang nomor satu di jajaran Polres Tegal AKBP Wahyu Handoyo sampai saat ini juga belum bisa memberikan kete-

CMYK

Rojikin AH, SE Ketua DPRD Kab. Tegal Lampiran 1 Peraturan Daerah Nomor : 02 Tahun 2010 Tanggal : 3 Februari 2010

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MENANTANG MAUT - Meski menantang maut, namun pemandangan seperti ini kerap kali terlihat di jalan raya.

‘’Yang bikin saya kesel, terkadang penumpang yang ada di atas tumpukan barang truk itu membuang putung rokok sembarangan. Sedangkan saya juga sempat terkena lemparan putung rokok itu,’’ terang Yono (32), pengendara sepeda motor yang tengah melintas di jalan raya Munjung Agung Kramat, kemarin.

Menurutnya, meski truk bermuatan barang dan penumpang itu melewati pos polisi, namun tidak ada tindakan petugas setempat. ‘’Saya tidak tahu persis, kenapa sopir truk tidak ditindak. Namun, entah apa yang dikakukan, kernet truk itu sempat turun dan memasuki pos polisi tersebut,’’ katanya. (gus)

Kerugian Perampokan Bertambah Capai Ratusan Juta

wajar kiranya dalam ulang tahun diberikan kado indah. Tetapi lanjut Heri, hadiah ini setidaknya bukan untuk menyombongkan diri, melainkan menjadi lecutan keras peningkatan kerja dalam mengayomi dan melayani masyarakat. Tentunya dengan cara yang halus, lembut dan tidak boleh kasar. Dikarenakan sampai sekarang pihak pemerintah pusat maupun daerah tengah berupaya meningkatkan citra. “Anugerah besar ini wajib dibalas secara baik melalui profesionalitas kerja. Karena hal itu sudah ditunggu-tunggu masyarakat banyak,” jelasnya. Dia menambahkan, momentum paling berharga ini disaksikan banyak orang, mulai tokoh agama, masyarakat, pejabat, TNI dan Polri serta lainnya. Artinya, peningkatan kualitas kerja yang baik wajib dilaksanakan mulai dari sekarang. Pasalnya, itu semua adalah sebuah kewajiban dan tuntutan sebagai abdi negara yang baik. “Mulai dari sekarang anggota Satpol PP di wilayah Kabupaten Tegal harus menjaga profesionalitas kerja di segala bidang, demi menciptakan ketentraman masyarakat,” tambahnya. (k1)

KRAMAT - Berakhir sudah petualang Ratam (63) warga Dukuh Pengasinan RT 02/RW 03 Desa Maribaya Kecamatan Kramat. Dia harus meringkuk di jeruji besi. Usaha prakteknya sebagai dukun, yang katanya bisa menggandakan uang mencapai miliaran digrebek petugas Satreskrim Polsek Kramat. Sedangkan dari keterangan para korban dukun palsu itu, mengaku kalau uang yang sudah diberikan kepada pelaku sudah mencapai puluhan juta rupiah. Diperoleh informasi, dukun palsu itu ditangkap polisi pada Rabu (17/3) dini hari kemarin, Saat ditangkap tidak ada perlawanan dari pelaku. Polisi yang sebelumnya mendapatkan laporan dari korbannya langsung melakukan penangkapan terhadap Ratam dengan sejumlah alat ritualnya. Ratam pun sekarang harus meringkuk di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolsek Kramat AKP Poniman SH MHum melalui Kanit Reskrim Aiptu Abdillah kemarin mengatakan, selain dukun palsu yang kini diamankan, sejumlah barang bukti berupa sejumlah alat ritual termasuk ratusan amplop kosong juga kini ikut disita. ‘’Korban dukun palsu yang sudah melapor kepada kami

berjumlah 5 orang dan semuanya juga warga sekitar. Namun tidak menutup kemungkinan, jumlah korban dari dukun palsu aini bisa bertambah banyak,’’ katanya. Menurutnya, modus dukun palsu ini dengan mengajak para korban, bahwa dia bisa menggandakan uang mencapai miliaran. Sebab, dengan bantuan dari penguasa pantai selatan, doanya bisa memberikan hasil yakni uang yang jumlahnya banyak. Asalkan para korbannya bisa memberikan jaminan uang maupun barang. ‘’Dari keterangan korban sementara, jumlah tindak penipuan yang dilakukan Ratam mencapai Rp 12 juta lebih. Sedangkan dari keterangan dukun palsu itu, katanya uang puluhan juta tersebut digunakan untuk kawin lagi,’’ jelasnya. Sementara kepada Radar, Ratam juga mengakui perbuatannya. Termasuk hasil praktek dukun tersebut digunakan untuk nikah lagi. ‘’Sebenarnya bukan saya yang meminta. Namun itu permintaan dari penguasa pantai selatan. Dan saya hanya berdoa saja, semoga mereka yang berdoa akan mendapatkan uang banyak,’’ jelasnya. Ditambahkan dia, bahwa praktek dukun ini dijalani sejak awal tahun 2010 lalu. Yakni tepatnya pada awal bulan Januari hingga sekarang. (gus)

rangan resmi terkait kasus perampokan SPBU di Kudaile Slawi. Termasuk akan kerugian SP BU tersebut yang berawal dari Rp 70 juta, yang kini menjadi Rp 100 juta lebih pun belum ada keterangan resmi. Namun keterangan kerugian SPBU tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Tegal, terkait aksi perampok yang brutal tersebut. ‘’Tidak ada yang mengira kalau SPBU kami hendak dirampok. Sebab, para pelaku sebelumnya mengisi bensin, layaknya konsumen lainnya,’’ terang Ahmad Marsinggih yang sempat mendapatkan penganiyaan perampok. Menurutnya, pelaku sebagian menggunakan penutup muka. Sedangkan dua orang tidak menggunakan cadar atau-

pun penutup lainnya. ‘’Ya, ada salah satu dari pelaku yang berlogat orang Batak. Sedangkan pelaku lain, ada juga yang berbahasa Tegalan. Jadi, semua pelaku orang campuran,’’ jelasnya. Sementara kawanan rampok yang membobol SPBU Kudaile Slawi ini juga sempat mendapatkan sorotan sejumlah aparat. Termasuk dari jajaran TNI sendiri yang sempat melakukan cek TKP di SPBU Kudaile Slawi. Sebab saat kejadian ada pula anggota TNI yang sempat ditodong pistol. Bahkan anggota TNI yang tengah mengisi BBM tersebut sempat dimintai uang oleh perampok. Demikian pula dengan kunci kontak mobil yang digunakan anggota TNI sempat diminta. (gus)

NOMOR URUT 1 1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.3 1.3.5 2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.1.7 2.1.8 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3

3 3.1 3.1.1 3.1.3 3.1.5 3.2 3.2.2 3.2.3 3.2.5

URAIAN

JUMLAH

2 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

3 888.542.095.000,00 74.304.065.000,00 15.556.039.000,00 10.307.884.000,00 4.405.341.000,00 44.034.801.000,00 753.023.570.000,00 53.978.588.000,00 640.042.082.000,00 59.002.900.000,00 61.214.460.000,00 117.012.000,00 33.249.247.000,00 27.848.201.000,00

BELANJA BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga BELANJA LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal

927.855.988.000,00 678.488.125.000,00 554.058.521.000,00 368.688.000,00 47.454.300.000,00 30.212.849.000,00 972.596.000,00 42.921.171.000,00 2.500.000.000,00 249.367.863.000,00 27.639.123.646,00 125.495.526.254,00 96.233.213.100,00

SURPLUS / (DEFISIT)

(39.313.893.000,00)

PEMBIAYAAN DAERAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan kembali Pemberian Pinjaman PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Dana Talangan PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN

43.491.843.000,00 36.991.843.000,00 4.500.000.000,00 2.000.000.000,00 4.177.950.000,00 3.000.000.000,00 177.950.000,00 1.000.000.000,00 39.313.893.000,00 0.00

Slawi, 3 Februari 2010 Bupati Tegal

AGUS RIYANTO


BREBES & BUMIAYU

12

KAMIS 18 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Desak KPK Seret Pelaku Lain Terkait Penahanan Bupati Brebes

OLAHRAGA

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

ADU PENALTI - Ketatnya persaingan dalam perempat final Sepak Bola Popda 2010 Kecamatan Bumiayu tingkat SMA sehingga harus diselesaikan dengan adu pinalti.

Persaingan Ketat di Lapangan Hijau BUMIAYU - Masih dalam rangkaian kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2010 tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu, terjadi persaingan ketat di lapangan hijau sepak bola. Sebanyak 9 sekolah baik SMA, SMK maupun MA turut berkompetisi untuk menjadi tim terbaik dalam pertandingan sepak bola yang digelar di Lapangan Asri Bumiayu, Rabu (17/3). Meski harus bermain ditengah hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bumiayu kemarin, masing-masing tim mampu menunjukan permainan terbaik mereka, melalui kerjasama tim yang selalu kompak dengan menjunjung nilai sportivitas di lapangan. Persaingan ketat terjadi di empat besar kompetidi yang menggunakan sistem gugur ini, dimana masing-masing tim berupaya untuk dapat lolos ke semifinal. Empat tim tersebut yakni SKM Ma’arif Kaliwadas yang bertanding melawan MAN Brebes 02 Laren serta SMK Muhammadiyah melawan SMK Kerabat. Bahkan pertandingan antara SMK Muhammadiyah melawan SMK Kerabat harus diselesaikan melalui adu penalty. Hal tersebut menyusul hasil pertandingan dalam dua babak sebelumnya berjalan imbang tanpa gol. Hasil adu penalti, berhasilmengalahkan SMK Kerabat setelah pemainnya berhasil menceploskan tiga gol ke gawang lawan dengan hasil akhir 3-1 untuk kemenangan SMK Muhammadiyah Bumiayu. Koordinator pelaksana lomba sepak bola Popda 2010 Kecamatan Bumiayu, MF Rofik mengatakan, kegiatan ini sangat baik dalam menampung bakat pelajar dalam olah raga sepakbola, sekaligus juga dalam upaya pemerintah menjadikan generasi yang terhindar dari perbuatan negatif. “Bagaimanapun juga sepak bola merupakan olah raga yang sudah sangat dikenal dan diminati masyarakat termasuk di dalamnya kalangan pelajar, karenanya melalui kegiatan ini kita juga berupaya mencari bakat-bakat atlet yang mampu diandalakan dilapangan,” ungkapnya. Tim terbaik yang keluar sebagai juara selanjutnya akan menjadi wakil kecamatan Bumiayu dalam kejuaraan yang sama antar pool yang akan digelar sekitar 28 Maret mendatang. (pri)

BREBES - Ditahannya Bupati Brebes Indra Kusuma oleh KPK sejak tanggal 2 Maret lalu, akibat dugaan korupsi pengadaan tanah Pemkab Brebes tahun 2003 dengan total Rp 11 M, dinilai sebagian masyarakat telah melukai rasa keadilan. Sebab, KPK hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka. Padahal kuat disinyalir beberapa oknum lain yang terlibat dan berperan masih bebas dan beum tersentuh hukum. “Ada skenario menarik yang masih belum mengemuka, yakni bukti keterlibatan pihak pimpinan legisative saat itu yang menyetujui anggaran untuk pengadaan tanah di tiga lokasi melalui surat keputusan pimpinan dewan. Itu bukti kuat, kalau Bupati mestinya tidak seorang diri,” tandas Mahfudin SS, koordinator Forum Untuk Cinta Keadilan (FUCK) Brebes saat beraudiensi dengan Pemkab Brebes, Rabu (7/3) kemarin. Mahfudin mewakili LSM aliansi FUCK mengemukakan, kasus dugaan korupsi pengadaan tanah tersebut berawal dari sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) Bupati dan Wakil Bupati Brebes pada tahun 2002 yang sarat dengan kecurangan dan melemahkan posisi Indra. Situasi ini, ungkap Mafudin, kemudian dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya yang berujung pada pengadaan tanah dengan nilai di atas kewajaran. “Ini jelas tidak adil, jika KPK hanya menetapkan Bupati sebagai tersangka sedangkan pihak legislative saat itu-sebagian adalah lawan politiknyatidak tersentuh. Persoalannya

sudah gamblang, ada kebersama-samaan dalam kasus itu yang beraroma politik,” tandas Mahfudin. Dikatakan Mahfudin, berdasarkan hasil investigasi dan penyelusuran dokumen dan metode penyelusuran politik, pihaknya mendesak KPK agar mengusut dan menindak oknum-oknum lain yang terlibat dalam transaksi saat itu. Mereka juga meminta kepada KPK agar melakukan gelar perkara kasus pengadaan tanah tersebut secara kronologis. “Siapa yang bersalah dan siapa yang terlibat dalam kasus tersebut nanti akan terbukti oleh KPK dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),”ungkapnya. Lebih jauh dikatakan Mahfudin, pihaknya bersama beberapa LSM Brebes yang lain juga mengaku akan mendatangi KPK dalam waktu dekat untuk berudensi terkait kasus tersebut. Sebagaimana diketahui Bupati Brebes resmi ditahan akibat sangkaan korupsi pengadaa tanah pada tahun 2003 di tiga lokasi, yakni tanah eks Pgadaian Brebes sekarang dibangun Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), tanah di jalan Ahmad Yani sekarang digunakan untuk pasar buah dan tanah di Banjaratma, kesemuanya menggunakan uang negara senilai Rp 11 milliar. Dalam kesempatan audiensi tersebut, FUCK Brebes diterima asisten I Sekda Brebes, Drs H Supriyono di ruang kerjanya, dihadiri oleh Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Jajat Sudrajat, Kabag Hukum Ziza Tritura SH, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Brebes dan Polres Brebes serta instansi Pemkab Brebes terkait. (cw1)

Penambangan Galian Harus Berizin BREBES - Semua penambangan di Kabupaten Brebes, seperti disampaikan Kepala Kantor Perijinan Pelayanan Terpadu (KKPT) Zaenudin, harus memiliki ijin lebih dulu. “Sebelum melakukan eksplorasi penggalian, yang bersangkutan haruslah mengantongi surat perizinan,” ujar Kepala KPPT, menanggapi kasus penggalian tanah di Desa Sidamulya Kec. Wanasari. Penggalian tanah di daerah tersebut, menurut Kepala KPPT, merupakan penambangan liar. “Penambangan di Sidamulya, hingga mendapat protes masyarakat itu belum memiliki izin,” kata dia Rabu (17/3). Karena tak memiliki izin,

pihaknya dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan Kades Sidamulya untuk segera menutupnya. Dengan demikian untuk aktifitas penggalian di daerah itu dilarang. Pernyataan ini sekaligus menjawab surat dari Komisi III DPRD, yang sebelumnya sempat menanyakan status penggalian di Desa Sidamulya. “Sesuai aturan semua aktifitas pertambangan di Kabupaten Brebes, lebih dulu mengajukan izin pertambangan. Atau memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Dari tim nantinya akan melakukan survai, apakah daerah yang akan digali layak atau tidak,” kata Kepala KPPT menegaskan. (din)

ISMAIL FUAD/RATEG

TUNJUKAN BUKTI- FUCK Brebes audiensi dengan Pemkab Brbes untuk menunjukan bukti keterlibatan pihak lain dalam kasus pengadaan tanah Pemkab Brebes yang telah menjerat Bupati Brebes Indra Kusuma di LP Cipinang Jakarta

Beredar Dokumen Pengadaan Tanah BREBES - Bersamaan tuntutan digelarnya perkara dugaan korupsi pengadaan tanah, seperti diminta Forum Untuk Cinta Keadilan (FUCK) Kabupaten Brebes, Rabu (17/3), beredar pula dokumen penting, perihal pengajuan anggaran pengadaan tanah oleh Bupati Indra Kusuma kepada DPRD tertanggal 20 Maret 2003. Selanjutnya pimpinan DPRD lewat surat bernomor : 07 Tahun 2003 tanggal 24 Maret 2004, akhirnya menyetujui anggaran pengadaan. Dokumen pengadaan tanah tersebut dibagikan para anggota FUCK di Kantor

Setda Brebes. Beredarnya dokumen negara sehingga memunculkan reaksi. Salah satunya dari saksi pengadaan tanah Purnomo, warga Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes. Sebagai dokumen negara menurut Purnomo, tidak dibenarkan sampai beredar begitu. Apalagi kasus pengadaan ranah untuk pasar tersebut, lanjutnya, kini sedang ditangani Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK). Dalam hal ini saksi mendapat perlindungan dari KPK. “Tidak dibenarkan dokumen negara itu sampai beredar. Dan

itu ada sanksinya. Apalagi itu sedang ditangani KPK,” kata saksi Purnomo, menanggapi beredarnya dokumen pengadaan tanah di Kantor Setda. Soal tuntutan FUCK, yang meminta pelaku lain selain Bupati Indra Kusuma, agar ikut diperiksa juga, tak sebatas Bupati, menurut Purnomo, KPK dalam hal ini sudah memiliki jadwal pemanggilan. Dan itu sudah diagendakan KPK. “Jadi tuntutan itu ya percuma saja, karena disini KPK sudah punya jadwal sendiri. Setelah Bupati akan dipanggil pejabat lainnya, dan itu pasti.“ (din)

Pelajar Hilang Tenggelam di Kali Pemali SONGGOM - Siswa SMPN 2 Songgom dilaporkan hilang tenggelam di saluran irigasi Kali Pemali Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom, Rabu (17/3) kemarin. Kejadian ini membuat heboh warga sekitar, meeka kemudian beramai-ramai langsung melacak keberadaan Sutrisno (13) yang diduga kuat telah tewas terseret derasnya arus sungai. Informasi yang berhasil dihimpun, Sutrisno hilang ketika hendak buang hajat di saluran irigasi Kali Pemali, entah apa sebabnya dia kemudian terple-

set dan tenggelam bersama derasnya arus. Kedalaman saluran irigasi Sungai Pemali di lokasi kejadian mencapai dua meter dengan lebar tujuh meter. Aparat kepolisian sudah berupaya keras melakukan pencairan jasad korban hingga saluran air di depan Mapolsek Songgom di Desa Jatirokeh yang lokasinya sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kejadian. Kepala Desa (Kades) Jatimakmur Sohid mengatakan, upaya pencarian terhadap jasad korban masih terus sudah diupayakan warga dibantu

aparat dari Polsek Songgom. Namun belum membuahkan hasil. “Padahal beberapa warga sudah turun ke sungai. Tapi tubuh korban belum juga ditemukan. Diperkirakan nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan,” katanya. Kapolsek Songgom AKP I Wayan Pariharta kepada wartawan mengatakan, guna memudahkan pencarian terhadap jasad korban, saluran irigasi Kali Pemali tersebut akan dikeringkan untuk sementara waktu. (cw1)


KAMIS 18 MARET 2010

PEKALONGAN

13

RADAR TEGAL

Kasus Sapi Harus Diusut Tuntas BATANG - Persoalan terkait pengelolaan sapi milik Pemda Batang yang saat ini masih menjadi polemik diminta dituntaskan pengusutannya. Hal itu diperlukan guna memastikan apakah ada penyimpangan ataukah tidak dalam proses pengelolaan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak). “Kami minta persoalan sapi ini diusut sampai tuntas, bahkan bila perlu dibentuk pansus agar segala persoalan yang ada bisa lebih jelas,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Batang H Purwanto. Purwanto menegaskan, DPRD mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang dilakukan oleh Pemda, termasuk diantaranya mengawasi proses pengelolaan sapi bantuan dari pusat yang dikelola Distanak. Tujuannya agar tidak terjadi penyimpangan yang pada ujungnya menyebabkan kerugian daerah. “Sebagai pimpinan Dewan, kita mendukung penuh langkah yang sudah dilakukan temanteman di Komisi C yang melakukan pengawasan dan juga pengusutan terhadap dugaan penyimpangan. Namun hal itu harus dilakukan sampai tuntas, sehingga nantinya dapat dihasilkan kesimpulan apakah benar ada

penyimpangan ataukah tidak,” jelas Purwanto. Pihaknya juga tidak menginginkan apabila langkah yang sudah diambil hanya setengahsetengah, karena itu bisa menimbulkan prospektif negatif. Untuk itu, bila Komisi C memang sudah melangkah, maka harus diselesaikan sampai tuntas. Sehingga nantinya akan gamblang siapa yang salah, bila memang salah, dan bila memang tidak ditemukan penyimpangan juga harus dijelaskan ke publik. “Kita tidak menginginkan adanya pandangan ataupun sinyalemen negatif terhadap langkah yang diambil. Untuk itu, harus dilakukan sampai tuntas dan jangan setengah-setengah,” tegas Purwanto. Ketua Komisi C Suyono menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengagendakan rapat kerja dengan pihak Distanak. hal itu dilakukan guna mendapatkan keterangan lebih rinci terkait langkah dan hasil yang telah dicapai dari tindak lanjut rekomendasi yang diberikan Komisi C. “Kita akan mengagendakan rapat kerja dalam waktu dekat ini. Hal itu dilakukan guna mendapatkan data terbaru terkait keberadaan, jumlah dan kondisi sapi milik Pemda yang ada,” tandas Suyono. (don)

Darah Puluhan PSK Kebonsuwung Diperiksa KARANGANYAR - Puluhan wanita penghuni Lokalisasi Kebonsuwung di Desa Sidomukti Kecamatan Karanganyar, yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), diperiksa dengan cara diambil sampel darahnya oleh petugas Dinkes Kabupaten Pekalongan sekaligus dibagikan kondom untuk mengantisipasi penularan penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/ AIDS pada Rabu (17/3). Dalam kegiatan tersebut, tim dari komisi Pemberantasan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan juga memberikan penyuluhan kepada puluhan PSK tersebut. Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan, Suwondo yang juga menjadi anggota KPAD saat ditemui Radar mengatakan bahwa konseling atau penyuluhan bagi masyarakat yang beresiko tinggi terhadap penularan PMS harus dilakukan, karena bertujuan untuk mencegah penyebarannya. Suwondo menambahkan, salah satu tempat yang beresiko tinggi terhadap penyebaran PMS, yaitu di lokalisasi PSK. “Penyuluhan seperti ini memang harus diadakan rutin, untuk mencegah penyakit menular, seperti penyakit AIDS, dan tempat-tempat yang beresiko, seperti di

ARIFIN/RADAR PEKALONGAN

DIAMBIL DARAH - Para PSK Kebonsuwung tengah dikumpulkan dan diberi penyuluhan. Mereka diambil sampel darahnya untuk mengetahui ada tidaknya PMS, seperti penyakit HIV/AIDS.

lokalisasi ini menjadi prioritas utama,” tuturnya. Suwondo juga mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan dilihat dari tingkat penderita HIV/AIDS masih di daerah hijau, yaitu daerah penderita penyakit mematikan itu masih sedikit, jika dibandingkan di kabupaten atau kota lain. Namun demikian, menurut Suwondo, harus tetap ada aksi untuk mengantisipasi penularan penyakit HIV/AIDS. “Kabupaten Pekalongan,

yang saya tahu di tingkat Jawa Tengah ada di peringkat dua puluh lima ke atas, kalau Batang itu sudah masuk sepuluh besar di Jawa Tengah. Tapi, dengan adanya KPAD seperti ini, tentu akan rutin diadakan penyuluhan,” ucapnya. Kasi Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinsosnakertran Kabupaten Pekalongan, Mugiyono yang turut memberikan penyuluhan mengatakan bahwa puluhan PSK di Lokalisasi Kebon Suwung tersebut harus tiap saat dibina dan diberi

penyuluhan, agar mengetahui bahwa profesi mereka itu sangat rentan terhadap PMS. Oleh karena itu, menurut Mugiyono, dirinya mengharapkan agar KPAD memiliki program kerja yang jelas dan langsung mengenai sasaran. Koordinator Lokalisasi Kebonsuwung, Dinoyo (56) yang berhasil ditemui Radar, mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang kalau ada penyuluhan terhadap para PSK tersebut, agar mengetahui kesehatan tubuh mereka. (fin)


TEGAL METROPOLIS

KAMIS 18 MARET 2010

15

RADAR TEGAL

UKM UKM Terkendala Pemasaran TEGAL – Sebagian pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tegal masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Imbasnya, saat pesanan turun, produksi menjadi terganggu sehingga tidak sedikit yang mengalami kerugian, khususnya UKM yang bergerak pada pembuatan makanan. H Sobirin (52), pemilik usaha pembuatan nughet dan otak-otak dalam kemasan ini mengaku, hingga saat ini masih melakukan pemasaran dengan mengandalkan pasar tradisional serta pengecer sebagai ujung tanduk. Saat permintaan dari pedagang tersebut menurun, maka sisa produksi yang tidak terserap akan rusak karena tidak bisa bertahan lama. Apalagi produk buatannya hanya bisa bertahan 5sampai 6 hari sehingga sirkulasi pemasaran harus berjalan cepat. Untuk peralatan, bahan baku hingga modal, jelasnya, hingga saat ini tidak ada masalah. Yang menjadi kendala terbesar baginya adalah bagaimana menciptakan sistem pemasaran dengan jalur distribusi yang singkat sehingga produknya bisa terserap habis. Jika melalui agen atau pedagang besar, dia mengaku tidak mendapat jaminan produknya akan habis karena menggunakan sistem titipan. “Hingga saat ini yang menjadi kendala adalah bagaimana menjual semua produk agar bisa terserap habis,” terangnya. Hal senada diungkapkan Hj Sinah (53), pemilik industri kerupuk. Menurutnya, bahan baku hingga peralatan saat ini bukan lagi kendala. Apalagi pihaknya sudah bisa melakukan diversifikasi atau perluasan produk dengan berbagai variasi bentuk dan rasa. Satu-satunya faktor yang cukup mengganjal adalah pemasaran yang belum bisa tersebar luas. Untuk wilayah Kota Tegal misalnya, jumlah pusat perbelanjaan, super market hingga mini market cukup banyak. Tetapi tidak semua produk UKM bisa masuk kesana. Hal-hal seperti inilah yang sering menjadi batu sandungan bagi pihaknya untuk mengembangkan usaha. (gun)

DOK./RATEG

TERKENDALA – Kondisi UKM di Kota Tegal masih terkendala sejumlah persoalan klasik.

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

WASPADA – Jajanan berwarna mencolok perlu dihindari terutama untuk anak-anak.

Waspadai Jajanan Berwarna BERAGAM jajanan pinggir jalan hingga aneka makanan anak menawarkan beragam rasa. Warna mencolok juga menjadi daya tarik sehingga mampu menarik minat konsumen, khususnya kalangan pelajar terutama Sekolah Dasar (SD). Fitriani (40), satu orang tua siswa SD di Tegal mengatakan, keberadaan jajanan anak khususnya yang berada di sekitar sekolah mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Keberadaan jajanan tersebut membuat anak tidak perlu jauhjauh mencari jajanan. Tetapi, yang harus diperhatikan adalah jenis jajanan yang dipilih karena setiap pedagang

menawarkan beragam jajanan dengan kemasan berbeda. Untuk itu, dia selalu berpesan kepada putranya agar menghindari jajanan dengan warna mencolok seperti es serta jajanan yang tidak dikemas dengan rapat sehingga mudah dihinggapi lalat atau debu. Menurutnya, pengawasan orang tua dalam hal ini memegang peranan cukup vital karena harus tegas dan bsia mengarahkan kepada anak dalam memilih jajanan yang sesuai dan layak dikonsumsi. “Kami selalu mengingatkan agar anak-anak tidak membeli jaanan tanpa kemasan serta berwarna mencolok, baik makanan maupun minuman,” kata-

Tugas Komisi DPRD Diperdebatkan dari halaman 9 Sekretaris Pansus Revisi Tatib DPRD Kota Tegal, Eny Yuningsih, mengungkapkan, pada hari ini pembahasan sampai pada pasal 80, dari jumlah pasal sesuai dengan Tatib 121 yang dibagi dalam 18 Bab. Pembahasan revisi Tatib DPRD akan dilanjutkan, Selasa (22/3) mendatang. Untuk pembahasan revisi Tatib, sesuai kesepakatan diberi waktu 7 kali pertemuan. Yang terdiri, 4 pertemuan untuk mem-

bahas, 1 pertemuan untuk konsultasi ke Gubernur dan 2 pertemuan untuk pembahasan draf revisi Tatib setelah direvisi Gubernur. “Kami akan berususaha semaksimal mungkin, agar revisi Tatib DPRD bisa secepatnya ditetapkan menjadi Tatib pengganti dari Tatib DPRD nomor 1 tahun 2009,” ungkap Eny. Berdasar keputusan, tugas komisi-komisi saat ini, antara lain Komisi 1 DPRD Kota Tegal membiadangi 9 SKPD, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas

Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, DPRD, Walikota dan Wakil Walikota, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, 4 Kecamatan, 27 Kelurahan dan Badan Kepegawaian Daerah. Komisi 2 juga 9 SKPD, meliputi Dinas Kesehatan, RSUD Kardinah, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelayanan Perijinan Terpa-

du serta Inspektorat. Sedangkan Komisi 3 membidangi 9 SKPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemukiman Tata Ruang, Badan Perencana Pembangunan Daerah, Dinas Perhubungan Komunikas Informasi, Kantor lingkungan Hidup, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Keluarga Berencana, Kantor Arsip Perpustakaan Daerah, Kantor Kesatuan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat, dan Kantor Satpol PP. (hun)

Cemari Lingkungan, Pabrik Diprotes dari halaman 9 Mengetahui efek yang ditimbulkan limbah pabrik ternyata berbahaya, Rabu (17/3), perwakilan warga meminta beraudiensi dengan pengusaha. Sebanyak lima orang mendatangi perusahan sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya, audiensi dilakukan tertutup, sehingga wartawan tidak bisa mengikutinya. Korlap yang juga menjabat Ketua RT, Agus Rianto, menuturkan, ini sudah tidak bisa dibiarkan lebih lama lgi. Karena,

tambah dia, efek yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat sekitar. ”Untuk itu kita mendesak perusahaan, agar meminimalisasi limbah yang dihasilkan dari produksi tepung ikan yang diolah. Upaya seperti ini, sudah berulang kali kita laksanakan. Namun sampai sekarang perusahaan belum malakukan apapun. Padahal, tahun 2005 lalu, perusahaan sudah pernah akan ditutup pemerintah daerah,” tandasnya usai mengikuti audiensi.

Menurut dia, permintaan warga tidak neko-neko. Paling utama, hanyalah ingin perusahaan membuat cerobong. Sehingga, bau tidak sedap yang dihasilkan sedikit terkurangi. Perwakilan lainnya, Nur Kristianto (28), warga Jl Ambon No. 10, mengakui, bau yang keluar dari pabrik sudah tidak bisa ditoleransi. Apalagi dampak yang disebabkan sangat berbahaya dan mengancam kesehatan warga sekitarnya. ”Kami harap, pemerintah

memperhatikannya dan menindaklanjuti apa yang sudah kita lakukan sekarang. Warga sudah berkali-kali memprotes, tapi tak ada tanggapan dari perusahaan. Pabrik malah terkesan santai-santai saja,” tuturnya. Ketika akan di konfirmasi, Asisten Plant Manager PT ADM Tegal, Hasmil Ilyas, tidak bersedia menemui wartawan. Melalui petugas satpam, dia mengatakan tidak bisa diganggu lantaran sedang ada rapat dengan teknisinya. (adi)

Beralih Fungsi Jadi Lapak PKL dari halaman 9 pedagang sudah seperti legal, lantaran setiap hari mereka ditarik retribusi dari dinas terkait. Bukan hanya penjual pakaian, tapi sejumlah permainan anak juga sudah naik diatas kawasan taman poci. Akibatnya, penghijauan atau pohonpohon yang ada, serta fasilitas taman saat ini kondisinya memprihatinkan. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana, mengatakan, sebenarnya sesuai Perda Nomor 6 tahun 2008, Taman Poci merupakan kawasan larangan PKL. Tapi, keberadaan perda saja tak bisa berfungsi untuk mengatasi masalah PKL Taman Poci. Selain itu, juga lantaran kurang tegasnya petugas yang berwenang, baik dinas, kantor, maupun instansi

terkiat lainnya. “Kalau melihat penataan PKL di Kota Surabaya, kami sangat iri. Di sana bisa tertata rapi. Berbeda di sini, keberadaan PKL seolah-olah jadi momok. Padahal kalau Pemkot melakukan penataan, keberadaan PKL bisa jadi daya tarik tersendiri,” kata Hendria. Menurut Hendria, karena sampai saat ini Perda nomor 6 tahun 2008 belum memiliki Peraturan Walikota (Perwalkot), padahal sudah ditetapkan 2 tahun lalu. Maka agar Perda bisa berfungsi maksimal, pihaknya berharap Walikota bisa secepatnya mengeluarkan Perwalkot. Selain itu, petugas juga harus tegas dalam bersikap. Kalau memang dilarang, harus ditertibkan dan jangan sekali-kali menarik retribusi. “Kami sangat berharap ba-

nyak, keberadaan Perwalkot bisa lebih memaksimalkan Perda PKL. Walaupun tidak ada larangan masyarakat untuk berjualan, tapi penempatannya harus diatur,” tuturnya. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali, mengungkapkan, keberadaan Taman Poci, sebagai salah satu ruang terbuka hijau Kota Tegal, harus dikembalikan. “Jangan sampai pengalihan fungsi ini dibiarkan. Karenanya petugas harus menegakkan perda.” Kepala Satpol PP Praptomo WR SH, menyatakan, sikap Satpol hanya melaksanakan kebijakan dinas terkait. Itupun dilakukan, setelah ada pembinaan dan pengawasan (binwas) oleh SKPD terkait. Masalah PKL menjadi wewenang Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan. Setelah ada langkah dari di-

nya. Kasan (39), salah seorang pedagang yang biasa mangkal di sekolah membantah jika dagangannya menggunakan bahan pengawet atau pewarna yang tidak semestinya. Menurutnya, dagangannya menggunakan warna alam seperti pandan serta buah-buahan segar. Tetapi, pihaknya tidak menampik jika ada oknum pedagang yang tidak memperhatikan bahan baku dalam membuat jajanan untuk

anak-anak. “Kami tidak berani mengambil resiko hanya untuk mencari keuntungan tanpa memperhatikan kesehatan pelanggan,” terangnya. Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tegal, Hari Purnomo mengungkapkan, pihaknya setiap tahun selalu mengadakan sampling makanan termasuk jajanan anak yang biasa dijual di sekitar sekolahan untuk diperiksa kelayakannya di laboratorium.

Langkah lainnya adalah dengan memberikan penyuluhan kepada siswa tentang pola hidup bersih termasuk memilih jajanan yang aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, siswa bisa menyadari dan paham dalam memilih jajanan mana yang tidak membahayakan kesehatan. “Persoalan ini membutuhkan koordinasi beberapa pihak sehingga bisa menghasilkan manfaat untuk kebakan bersama,” tukasnya. (gun)

Kepruk Wajah, Pelaku Dibui dari halaman 9 Popda Kota. Dia menghampiri korban dan langsung menghantamkan potongan besi yang dibawanya kearah wajah korban. Mendapat serangan mendadak korban tersungkur dengan luka robek dibagian atas bibirnya. Pelaku sempat dikejar oleh beberapa orang yang menyaksikan pertandingan basket,

Jumat (12/3) siang. Namun, pelaku berhasil menyelinap dan lari dari kepungan penonton. Korban seketika itu langsung dilarikan ke RSUI Harapan Anda. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Timur, AKP Anggiat Siringo Ringo, menyatakan, pelaku baru berhasil teridentifikasi keberadaannya petang kemarin. “Dari pengakuan awal pelaku mengaku sempat mencurigai

korban hendak mencuri helmnya. Namun ketika dikoflontir dengan keterangan korban, justru terkuak dirinya dituduh merebut kekasihnya,” terangnya, Rabu (17/3). Menurut kapolsekta, tersangka bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dia harus meringkuk di sel tahanan mapolsekta untuk mempermudah tim penyidik merampungkan Berkas Acara Penyidikan. (her)

Kenaikan TDL Belum Jelas dari halaman 9 ”Dari tahun 2003 sampai sekarang misalnya, BBM sudah berapa kali naik harga jualnya. Jadi, sangat lumrah bila tahun ini TDL dinaikkan,” ungkap dia lagi. Yunarsih memprediksi, kisaran kenaikan TDL rencananya rata-rata sekitar 15 persen. Namun, besarannya tidak seluruhnya sama. Kemungkinan, ada pula yang mencapai 20 sampai 30 persen. ”Mungkin yang selama ini mendapat subsidi besar yang akan dikurangi. Tapi, tetap melihat atau menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya. Dijelaskan lagi, subsidi diberikan untuk menutup selisih antara harga pokok produksi dengan harga jual. Saat ini,

harga pokok produksi sekitar Rp 1.100 per kilo watt hour (Kwh). Untuk APJ Tegal misalnya, PLN menjualnya seharga Rp 589 perKwh. Sehingga selisihnya mencapai Rp 511 perKwh-nya. ”Kalau memang nanti ada kenaikan, PLN APJ Tegal akan mensosialisasikannya melalui media massa dan radio. Sementara untuk pusat biasanya sosialisasi menggunakan TV. Selain itu, bagi pelanggan besar akan diundang untuk sosialisasinya,” jelasnya. Bila kenaikan terealisasi, urai Yunarsih, PLN bisa menyisihkan dana dari selisih yang terjadi. Dengan begitu, biaya pemeliharaan dan yang lainnya, bisa sedikit tercukupi. Selain itu, juga dapat meminimalisasi pemadaman yang selama ini kerap terjadi. Gencarnya informasi kenaik-

an TDL ditanggapi beragam. Kebanyakan warga meminta PLN tidak buru-buru mengambil kebijakan itu. Apalagi, saat ini pelayanan PLN masih menjadi sorotan. Utamanya terhadap seringnya pemadaman yang dilakukan sepihak. ”Mending diperbaiki dulu pelayanan kepada pelanggannya. Kalau hanya naik, semua juga bisa melakukannya. Yang penting kan bagaimana mempertahankan kondikte perusahaan,” pinta Iwan, warga Jl Cendrawasih Gg II Tegal. Sedangkan sejumlah warga di Kelurahan Kejambon tegastegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga jual listrik PLN. Menurut mereka, akan lebih adil jika PLN menggelar razia berkelanjutan untuk mengurangi angka kehilangan energi listriknya. (adi)

Pemkot Tak Boleh Lentur nas, kalau memang dibutuhkan tindakan penertiban baru Satpol dan beberapa unsur terkait dilibatkan. Sebab tidak mungkin belum ada pembinaan dan pengawasan, tiba-tiba ada penertiban. Kalau itu yang terjadi, PKL pasti akan brontak dan protes. Upaya yang dilakukannya, untuk PKL di kawasan taman poci selama ini hanya himbauan untuk tertib dan menjaga kebersihan. Selainnya, pihaknya belum bersikap. Apalagi, saat ini Perwalkot Perda Nomor 6 tahun 2008, tentang Pengaturan PKL masih dibahas tim pemkot. “Salah satu tugas kami memang menegakkan Perda, tetapi bukan tanpa tahapan. Sebab pemegang kebijakan Binwas SKPD, kami hanya bertugas melakukan penertiban secara teknis bersama instansi terkait,” pungkas Praptomo. (m saekhun)

dari halaman 9 Antara lain berani melarang dan menertibkan pedagang yang tetap berjualan di pasar lama. Kalau tidak, menurut salah satu politisi wanita ini, akan menjadi preseden buruk. Karena bisa-bisa ada dua lokasi pasar. Padahal, untuk membangun pasar sudah melalui mekanisme dan menghabiskan anggaran yang cukup banyak. “Kami minta ada ketegasan pemkot, terkait masalah pedagang Pasar Kimpling yang tetap ngotot berjualan di pasar lama. Tapi, kami juga minta, pemkot mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi pedagang,” kata Stella. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana, mengaku, kaget karena pertemuan, Senin (8/3) malam, di Kantor Kelurahan Bandung yang diha-

diri muspika, perwakilan dinas terkait, Satpol PP, perwakilan pedagang, dan tokoh masyarakat sudah terjalin kesepakatan. Mereka menyepakatinya, dengan catatan selain pintu belakang dan akses jalan, pemkot juga harus melebarkan pintu masuk pasar di depan. Tujuannya, agar aktivitas bongkar

muat bisa langsung masuk ke dalam pasar. “Kami rasa, kalau melihat hasil rapat koordinsai, Senin (8/ 3) malam, sudah tidak ada masalah. Untuk memperlebar pintu masuk, kami rasa pemkot harus mengorbankan satu kios untuk dibongkar,” ungkap Hendria. (hun)


CMYK

KAMIS, 18 MARET 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

16

DROGBA DIANCAM

GOL - Pemain asal Argentina yang juga Kapten kesebelasan Inter Milan, Javier Zanetti (kanan) dan pemain asal Belanda, Wesley Sneijder (kiri) nampak merayakan gol yang disarangkan pemain asal Kamerun Samuel Eto’o ke gawang FC Chelsea, pada pertandingan leg kedua Piala Champion di Stadion Stamford Bridge London, (16/3) kemarin.

Inter Milan, Pede Treble Winner BABAK 16 besar Liga Champions bukan lagi momok bagi Inter Milan. Setelah selalu kandas dalam tiga edisi sebelumnya, Inter akhirnya melewati fase knockout pertama itu. Keberhasilan itulah yang diyakini para penggawa Inter sebagai pertanda bagus. Pertanda apa “ Tidak lain kepercayaan diri Inter untuk merealisasikan tiga gelar (treble winner) musim ini. Selain Liga Champions, La Beneamata - sebutan Inter membidik gelar Serie A Italia dan Coppa Italia. Kans Inter di Serie A memang tidak lagi besar setelah hanya berselisih satu poin dengan rival sekota AC Milan (59-58) dengan sepuluh laga tersisa. Tapi, La Beneamata punya motivasi tambahan menggenapi scudetto alias juara menjadi lima musim beruntun. Satu ajang lagi adalah Coppa Italia. Inter sangat berpeluang lolos ke final setelah menang 10 atas Fiorentina dalam pertemuan pertama di kandang sendiri (3/2). Inter praktis hanya butuh hasil imbang dalam pertemuan kedua di Florence 14 April mendatang. “Kami berada di momen bagus musim ini. Kami bisa melewati 16 besar Eropa yang seakan mengutuk kami dalam tiga tahun terakhir. Kami pede (percaya diri) meraih lebih dari satu gelar musim ini,” kata Javier Zanetti, skipper Inter, kepada Sky Italia. Dua kali mengalahkan Chelsea di 16 besar, lanjut Zanetti, merupakan bukti timnya memiliki kapabilitas juara. “Kami mengalahkan Chelsea dua kali bukan karena keberuntungan atau strategi defensif. Bukan pula karena lawan melakukan blunder. Tapi, itu karena kami telah bermain sebagai tim solid dan semua pemain melakukan tugasnya dengan brilian,” sambung Zanetti yang pernah

CMYK

mengangkat trofi Piala UEFA 1998 itu. Kiper Inter Julio Cesar berkata serupa. Portiere berkebangsaan Brazil itu yakin Inter bukan lagi tim yang perkasa di liga domestik dalam beberapa tahun terakhir, melainkan juga di Eropa. “Sudah lama klub kami tidak menyandingkan sukses di domestik dengan Liga Champions. Kini, kami punya skuad bagus, pelatih hebat, dan hanya butuh keberuntungan saja,” kata Cesar di situs resmi klub. Kali terakhir Inter berjaya di Liga Champions pada 1965. Di tahun itu pula, Inter merealisasikan treble winner setelah menyandingkan Liga Champions dengan Serie A dan Piala Interkontinental atau yang sudah berganti nama menjadi FIFA Club World Club (Piala Dunia Antarklub). (dns/jpnn)

BEREBUT Striker FC Chelsea, Didier Drogba (kanan) tengah berebut bola dengan defender Inter Milan asal Argentina, Walter Samuel (kiri) dalam leg kedua putaran 16 besar Piala Champion di stadion Stamford Bridge (16/3) kemarin.

CHELSEA gagal di Liga Champions, Didier Drogba menuai skors. Perpaduan negatif itu selalu terjadi dalam tiga edisi terakhir. Kekalahan Chelsea 0-1 dari Inter Milan kemarin diperparah dengan kartu merah yang diterima Drogba pada menit ke-86. Striker Chelsea asal Pantai Gading itu diusir keluar lapangan karena mengantongi kartu kuning kedua dari wasit Jerman Wolfgang Stark. Gara-garanya, Drogba sengaja menginjak betis gelandang Inter Thiago Motta. Sesuai aturan UEFA, kartu merah berbuah skors dua laga. Berarti, Drogba bakal absen di dua laga fase grup Liga Champions musim depan. Itu dengan asumsi Chelsea hampir pasti tidak akan finis di luar tiga besar Premier League musim ini. Tapi, hukuman terhadap Drogba berpotensi dilipatgandakan UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa). Ada dua pertimbangan untuk itu. Pertama, sebagaimana terlihat dalam rekaman televisi, ada unsur kesengajaan dari Drogba mencederai Motta. Kedua, Drogba masih mengantongi dua skors tunda dari kasusnya musim lalu. “Track record Didier Drogba bisa memperberat hukumannya,” komentar Graham Poll, mantan wasit kenamaan Inggris. Di Liga Champions musim ini, Drogba yang baru terpilih sebagai pemain terbaik Afrika 2009 itu absen di tiga laga awal Chelsea. Hukuman tersebut merupakan skors UEFA kepada Drogba akibat protes berlebihan kepada wasit Norwegia Tom Henning Ovrebo saat Chelsea disisihkan Barcelona di second leg semifinal di Stamford Bridge. Drogba awalnya dihukum skors enam laga, tapi dua di antaranya ditunda. Diskon satu laga lagi didapat striker 32 tahun itu karena Chelsea sukses banding. Dalam kesempatan terpisah, Drogba mengatakan dirinya tidak seharusnya dikartu merah saat lawan Inter. Drogba sekaligus membantah sengaja mencederai Motta, melainkan hanya pelampiasan frustrasi. (dns/jpnn)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

KAMIS, 18 MARET 2010

BALANE NYONG

Dukun Palsu Digulung Polisi

DewanDesakPerbaikanPJU SLAWI - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tegal M Khuzaeni menegaskan bahwa pihaknya masih akan tetap mendesak instansi terkait di lingkungan Pemkab Tegal untuk secepatnya menggulirkan program penambahan dan perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) pada DOK.RATEG jalur Yomani-Guci. M Khuzaeni Sebab, itu merupakan kebutuhan mendesak dilapangan. “Perbaikan maupun pemasangan PJU pada jalur Yomani Kecamatan Lebaksiu hingga Obyek Wisata Guci adalah sebuah keharusan yang wajib dilakukan secepatnya. Karena itu merupakan sebuah kebutuhan,” tandasnya, ketika mengikuti rapat internal Komisi Rabu (17/3) kemarin. Menurut Jeni sapaan akrabnya, penambahan lampu jalan pada titik-titik rawan di sepanjang jalur Yomani-Guci, bisa atau pun tidak harus secepatnya digulirkan Pemkab Tegal. Pasalnya kondisi pada jalur yang dipenuhi tanjakan dan tikungan tajam itu, kalau malam hari sangat gelap. Sehingga sangat membahayakan bagi

Raup Puluhan Juta KRAMAT - Berakhir sudah petualang Ratam (63) warga Dukuh Pengasinan RT 02/RW 03 Desa Maribaya Kecamatan Kramat. Dia harus meringkuk di jeruji besi. Usaha prakteknya sebagai dukun, yang katanya bisa menggandakan uang mencapai miliaran digrebek petugas Satreskrim Polsek Kramat. Sedangkan dari keterangan para korban dukun palsu itu, mengaku kalau uang yang sudah diberikan kepada pelaku sudah mencapai puluhan juta rupiah. ke hal 15 kol 1

ke hal 15 kol 1

KIYEH LIKUH...

YANVERA/RADAR SLAWI

HUT SATPOL PP - Inspektur upacara HUT Satpol PP Moch Heri Soelistiyawan tengah mendengarkan janji setia Satpol PP.

Dari Pelasanaan Upacara HUT Satpol PP Ke-60

Saatnya Tingkatkan

PROFESIONALISME YANVERA/RADAR SLAWI

SERAHKAN CANGKUL - Wakil Bupati Tegal Moch Heri Soelistiyawan menerima cangkul saat penutupan Bhakti TNI di Desa Tegalandong Kecamatan Lebaksiu, kemarin.

Wabup Tutup Bakti TNI LEBAKSIU - Kegiatan Karya Bhakti Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau lebih dikenal dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di Desa Tegalandong Kecamatan Lebaksiu selama 8 hari, Rabu (17/3) kemarin resmi ditutup. Penutupan dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Tegal Moch Heri Soelistiyawan, melalui apel penutupan bhakti TNI. Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0712/Tegal, unsur Muspida, Muspika dan para pejabar dilingkungan Pemkab serta sejumlah kepala desa. Dalam sambutannya Wabub mengatakan, terwujudnya kondusivitas lingkungan dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional adalah salah satu tujuan dan sasaran dari kegiatan bhakti TNI. Dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat desa ke hal 15 kol 4

JELANG MUKTAMAR NU NU dan Politik Kerakyatan OLEH: SUMANTO AL QURTUBY

NU kembali akan menggelar hajat besar (muktamar ke-32). Hajat yang akan digelar oleh ormas Islam terbesar di Indonesia itu tidak hanya akan memilih rais am dan ketua umum PB NU yang baru, melainkan juga membahas sejumlah agenda penting menyangkut masalah sosial-keagamaan serta keumatan dan kebangsaan yang menjadi problem NU, bangsa, dan negara ini. Dalam muktamar kali ini, pengurus dan aktor NU, menurut saya, harus memperhatikan secara serius masalah kulturalkeumatan dan menghentikan aktivitas politik praktis kekuasaan seperti yang tampak selama ini. Gara-gara ulah sejumlah tokoh NU yang bernafsu terhadap kekuasaan, NU menjadi kehilangan ‘’wibawa kultural” sebagai ormas keagamaan dan agen civil society yang mestinya menjaga jarak terhadap kekuasaan politik agar bisa selalu bersikap kritis terhadap pemerintah. Pula, lantaran ulah sejumlah kiai dan ulama NU yang memiliki syahwat politik tinggi, ‘’karisma tradisional” (meminjam istilah Max Weber) kiai menjadi rontok di mata umat. Pesantren sebagai ‘’lembaga pengaderan” kaum santri pun ikut terkena getahnya. Di manamana terjadi pencibiran dan guyonan sarkastis tentang ‘’kiai politik”, ‘’kiai proyek”, ‘’kiai proposal”, dan masih banyak lagi. Akibat selanjutnya, terjadi ‘’krisis kepercayaan” terhadap kiai dan institusi pesantren. Kiai yang mestinya mengurusi rakyat banyak, berurusan dengan jamaah NU di akar rumput, serta fokus pada gerakan pemberdayaan ekonomi-kultural masyarakat, kemudian berubah menjadi ‘’pelayan” politisi partai dan aparat pemerintah. ke hal 15 kol 4

DITERBITKANNYA Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada tanggal 10 Januari, bisa dikatakan merupakan kado ulang tahun ke-60 yang paling istimewa. Pasalnya, aturan itu memposisikan kelembagaan Satpol PP setara eselon II/A untuk Provinsi dan eselon II/B bagi Kabupaten dan Kota. Lahirnya peraturan baru bagi Satpol PP yang didasari revisi atas PP Nomor 32 Tahun 2004 merupakan tonggak sejarah bagi jajaran anggota Satpol PP untuk meningkatkan kinerja, citra dan pengab-

dian kepada bangsa. Sebab aturan ini bermuara pada munculnya aturan menganai jabatan fungsional Satpol PP itu sendiri. Artinya ada kejelasan dan kepastian karir. Dan kondisi itu mungkin tidak akan

lama lagi terlaksana, lantaran tengah dalam proses penandatanganan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “PP ini adalah kado ulang tahun terindah bagi Satpol PP. Untuk itu sikap profesionalismenya harus terus ditingkatkan lagi,” tandas Wakil Bupati Tegal Moch Heri Soelistiyawan, Rabu (17/30 kemarin, saat memimpin Upacara HUT Satpol PP Ke-60 di halaman Kantor Pemkab Tegal. Menurut Heri, momentum sejarah yang membanggakan ini, ke hal 15 kol 4

Kerugian Perampokan Bertambah Capai Ratusan Juta SLAWI - Kasus perampokan di SPBU Kudaile Slawi dengan pelaku yang menggunakan senpi, rupanya membuat sejumlah SPBU lain kini merasa waswas. Apalagi, pihak kepolisian yang kini tengah melakukan penyelidikan belum bisa menangkap kawanan rampok yang tergolong sadis. Berdasarkan informasi, kerugian yang dialami SPBU Kudaile tersebut bukan Rp 70 juta saja, tapi mencapai ratusan juta lebih. Kendati demikian, Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Rudi Wihartana sampai dengan orang nomor satu di jajaran Polres Tegal AKBP Wahyu Handoyo sampai saat ini juga

belum bisa memberikan keterangan resmi terkait kasus perampokan SPBU di Kudaile Slawi. Termasuk akan kerugian SPBU tersebut yang berawal dari Rp 70 juta, yang kini menjadi Rp 100 juta lebih pun belum ada keterangan resmi. Namun keterangan kerugian SPBU tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Tegal, terkait aksi perampok yang brutal tersebut. ‘’Tidak ada yang mengira kalau SPBU kami hendak dirampok. Sebab, para pelaku sebelumnya mengisi bensin, layaknya konsumen lainnya,’’ terang Ahmad Marsinggih yang sempat mendapatkan penganiyaan perampok. Menurutnya, pelaku sebagian menggunakan penutup muka. Sedangkan dua orang tidak menggunakan cadar

ataupun penutup lainnya. ‘’Ya, ada salah satu dari pelaku yang berlogat orang Batak. Sedangkan pelaku lain, ada juga yang berbahasa Tegalan. Jadi, semua pelaku orang campuran,’’ jelasnya. Sementara kawanan rampok yang membobol SPBU Kudaile Slawi ini juga sempat mendapatkan sorotan sejumlah aparat. Termasuk dari jajaran TNI sendiri yang sempat melakukan cek TKP di SPBU Kudaile Slawi. Sebab saat kejadian ada pula anggota TNI yang sempat ditodong pistol. Bahkan anggota TNI yang tengah mengisi BBM tersebut sempat dimintai uang oleh perampok. Demikian pula dengan kunci kontak mobil yang digunakan anggota TNI sempat diminta. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERIKSA - Kanit Reskrim Polsek Slawi Aiptu Abdillah saat memeriksa dukun palsu, Ratam yang kini terpaksa harus meringkuk di sel tahanan mapolsek.

Harapkan Perubahan Distribusi Tunjangan SLAWI - Selain tunjangan yang dianggap terlalu sedikit, guru sekolah swasta juga mengeluhkan proses distribusi tunjangan yang selama ini dilakukan melalui yayasan. Ketua Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, Fatah Yasin Rabu (17/3) kemarin mengatakan, pihaknya saat ini memang berharap adanya perubahan mekanisme pendistribusian tunjangan bagi anggotanya. Ia mengaku, pendistribusian tunjangan bagi guruguru sekolah swasta yang diberikan melalui yayasan sekolah memang banyak memiliki kelemahan. Di antaranya, adanya kemungkinan tunjangan tersebut tidak diberikan semua kepada guru-guru yang ada. “Saya memang mengkhawatirkan adanya penggunaan tunjangan guru untuk kegiatan lain oleh pihak yayasan, padahal tunjangan yang dialokasikan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya. Yasin mengaku, pendistribusian tunjangan melalui sekolah dianggap lebih baik ketimbang melalui yayasan. Hal itu lantaran sekolah dianggap lebih dekat dengan guru-guru yang ada. Sehingga kemungkinan besar, mereka akan menerima tunjangan secara utuh. “Saya kira kalau melalui sekolah memang lebih transparan, ini lantaran para guru lebih dekat dengan sekolah ketimbang yayasan,” tambahnya. ke hal 15 kol 1

TPI Sosialisasikan Juknis Pelaksanaan Ujian Nasional 177 0rang Masuk Menjadi Anggota TPI SLAWI - Di ruang aula Sekolah Tinggi Ilmu Bina Negara (STIBN) Slawi, Rabu (17/3) kemarin Tim Pemantau Independen melakukan sosialisasi petunjuk dan teknis pelaksanaan pemantauan Ujian Nasional (UN). Dalam sosialisasi tersebut, beberapa Kepala Sekolah baik tingkat SMP/MTs maupun SMK ikut diundang. Ketua TPI Kabupaten Tegal Dimyati melalui Sekretarisnya Arifin Dwi Atmaja SKep mengatakan, sosialisasi yang dilakukan di aula STAIBN tersebut dilangsungkan untuk memberikan pemahaman terhadap petunjuk pelaksanaan dan teknis pemantauan kepada para ang-

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MENGIKUTI SOSIALISASI - Beberapa Kepala sekolah ikut dalam sosialisasi Ujian Nasional yang dilakukan Tim Pemantau Independen (TPI) Kabupaten Tegal.

gota TPI. Untuk tahun ini, ada sekitar 177 orang yang masuk menjadi anggota TPI. Mereka nantinya akan di sebar di beberapa sekolah baik di tingkat SMP/MTs maupun SMK/MA. “Ini merupakan kegiatan sosialisasi Tim Pemantau Independen Ujian Nasional untuk SMK, MA, SMP, MTs di Kabupaten Tegal. Sosialisasi sendiri mengarah kepada pemaparan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,” terangnya. Selain itu, dalam sosialisasi tersebut, pihaknya juga mengundang beberapa kepala SMK/MA maupun SMP. Hal itu dilakukan untuk bisa memperkenalkan mereka terhadap tim yang nantinya akan terjun di masing-masing sekolah. Dikatakan, untuk anggota sendiri, TPI merekrut mahasiswa perguruan tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Tegal.

Namun sesuai persyaratan, mereka harus sudah menyelesaikan semester enam. “Kami memang berusaha melakukan seleksi ketat terhadap anggota TPI, ini agar nantinya mereka bisa bekerja secara profesional, di samping itu mereka juga diminta untuk menandatangani kontrak kerja, ini sebagai bukti kesiapan mereka dalam menjalankan tugas selama menjadi anggota TPI,” tandasnya. Dengan adanya sosialisasi tersebut, tambah Arifin, diharapkan anggota TPI mampu bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada, di antaranya terlebih dahulu melaporkan kepada pelaksana ujian di tingkat sekolah. Untuk proses pemantauan, satu anggota TPI akan memantau satu sekolah. Sesuai dengan data, untuk tingkat SMK/MA ada 34 orang pemantau, sedangkan tingkat SMP/MTs sebanyak 143 orang. (cw3)


KABUPATEN TEGAL

KAMIS 18 MARET 2010

11

RADAR TEGAL

DPU Dianggap Kurang Responsif LEGISLATIF Baleg Belajar Perda ke Sleman SLAWI - Sedikitnya 13 orang anggota Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kabupaten Tegal Rabu (17/3) berangkat ke Kabupaten Sleman dan Bantul untuk studi banding sejumlah rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Di antaranya tentang penyelenggaraan kesehatan dan retribusi kesehatan. Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin AH, kepada Radar kemarin. Menurutnya, tujuan studi DOK. RATEG banding ke daerah Kabupaten Rojikin AH Sleman dan Bantul adalah untuk mempelajari segala kebijakan-kebijakan unggulan di wilayah itu, khususnya di bidang penyelenggaraan kesehatan. “Tujuan Baleg untuk menimba ilmu dan kebijakan, guna dijadikan acuan sebelum memutuskan sebuah kebijakan yang berkaitan langsung dengan masyarakat Kabupaten Tegal,” tuturnya. Studi banding itu dige;ar selama tiga hari di kedua wilayah itu. menurutnya, rombongan anggota Baleg yang dipimpin Wakil ketua DPRD Ayu Palaretin, diberi sejumlah tugas berat dalam hal penyerapan kebijakan unggulan secara langsung. “Rombongan Baleg selama tiga hari penuh ditugasi untuk menyerap kebijakan positif di bidang kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Baleg Abdul Baar SAg kepada Radar menjelaskan, misi utama dari studi banding ini adalah untuk belajar pada ahlinya, khususnya di bidang kebijakan penyelengaraan kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai upaya perbandingan baik sebelum memutuskan Perda tentang pelayanan dan retribusi kesehatan yang tengah dibahas Baleg. “Ini untuk bekal kami, sebelum memutuskan sesuatu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan harapan nantinya tidak membebani salah satu pihak,” katanya. Menurut Dulbaar sapaan akrabnya, pihaknya tidak mau gegabah saat memutuskan suatu kebijakan. Sehingga harus berhati-hati supaya dampaknya baiknya bisa bermanfaat bagi semua pihak. “Kami tidak mau gegabah, sebab, kami pingin Perda penyelenggaraan dan retribusi kesehatan bisa berjalan sesuai keinginan masyarakat,” pungkasnya. (k1)

SLAWI - Banyaknya fasilitas umum, seperti jalan maupun jembatan yang rusak parah dan belum mendapatkan penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), membuat gerah anggota DPRD Kabupaten Tegal. Salah satunya dari anggota Komisi II DPRD, Bahrun SH yang merupakan anggota komisi II dari fraksi PKS Rabu (17/3) kemarin. Pihaknya menyesalkan dengan tidak adanya penanganan terhadap jembatan Kali Kemiri yang ada di wilayah Kecamatan Kramat. Dikatakan, untuk saat ini jembatan tersebut dalam keadaan rusak parah. Beberapa ruas jalan di jembatan tersebut sudah banyak yang berlubang, apabila hal itu dibiarkan, dihawatirkan akan amblas. Ia mengaku, jembatan Kali Kemiri yang rusak parah tersebut merupakan jembatan penghubung antar desa Kemantran, Jatilawang dan Wangandawa. Didamping itu, jembatan tersebut juga berada di jalur alternatif satu-satunya yang menghubungkan Kecamatan Kramat dengan Kota Tegal. “Kami rasa jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung antar desa, di samping itu, letak jembatan juga berada di jalur alternatif untuk menuju Kota Tegal, beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Apabila kondisi itu dibiarkan rusak, maka akan mengganggu transportasi warga,” tuturnya. Saat ini, tambah Bahrun, jembatan tersebut sudah tidak layak lagi. Pasalnya kondisi jembatan yang terlalu sempit tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan yang melintas. Di samping itu, pagar jembatan juga sudah ambruk, sehingga perlu ada perbaikan menyeluruh. Ia mengatakan, lambannya penanganan terhadap kerusakan jembatan tersebut mengesankan DPU kurang responsif. Padahal jembatan tersebut merupakan sarana vital sebagai jalur ekonomi warga. Terhadap kondisi tersebut, pihaknya berharap agar DPU

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

SEMPIT DAN BERLUBANG - Jembatan Kali Kemiri terlihat sempit dan berlubang, kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalan tersebut terhambat.

responsif untuk bisa secepatnya melakukan perbaikan terhadap jembatan Kali Kemiri. “Saya kira jembatan tersebut perlu menjadi skala prioritas bagi DPU, ini mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi bagi warga sekitar untuk sarana lalu lintas ekonomi maupun pendidikan,” tandasnya. Bahrun menuturkan, pihaknya mengetahui kondisi jalan

tersebut setelah melakukan kegiatan zaulah atau kunjungan rutin ke daerah pemilihan. Melihat jembatan Kali Kemiri yang rusak parah, mebuat dirinya prihatin. Sebelumnya Sekretaris Camat (Sekcam) Kramat Ahmad Susianto didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Nurcholik membenarkan kalau saat ini jem-

batan Kali Kemiri mulai mengalami kerusakan. Di samping itu sempitnya jembatan tersebut juga menjadi persoalan sendiri. Dikatakan, beberapa waktu yang lalu, warga sempat meminta agar jembatan tersebut dilakukan pelebaran. Namun saat ini belum ada upaya apapun. Diakui Nurckolik, jembatan Kali Kemiri memang pernah

jebol. Meski tidak memakan korban, namun dengan jebolnya jembatan tersebut membuat arus lalu lintas saat itu sempat terganggu. Dijelaskan, untuk perbaikan jembatan tersebut, tambahnya, dalam Musrenbang 2010 ini memang tidak diajukan, namun, namun diperkirakan itu sudah masuk ke Bapeda Kabupaten Tegal melalui pengajuan UPTD. (cw3)

Sejumlah Sekolah Persiapkan UN SLAWI - Hajat pendidikan sebentar lagi terselenggara. Salah satunya adalah Ujian Nasional (UN) yang jatuh pada tanggal 22-24 Maret. Tuntutan standarisasi nilai sangat ditekankan. Hal ini membutuhkan persiapan yang matang dan luar biasa. Seperti SMKN 1 Adiwerna Kabupaten Tegal, yang telah mempersiapkan fasilitas yang berbentuk materi atau pun immateri. “Kami telah mempersiapkan sudah dari jauhjauh hari,” ungkap Drs Aris Sulistiyanto, Wakasek saat ditemui kemarin di meja kerjanya. “Dari bulan Januari kami telah mengadakan les tambahan khususnya anak kelas tiga,” tambahnya. Menurutnya, nilai minimum 5,5 merupakan angka standarisasi tahun ini. Siswa dituntut agar bisa mencapai nilai minimal 5,5. Untuk SMK dan SMA perbedaan dalam tekhnis ujiannya. Aris sulistiyanto mengatakan, Indomi (bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan matematika) merupakan pelajaran wajib yang harus ditempuh, dan jika di SMK maka ada ujian teori kejuruan, yang berkas soalnya sama rahasianya dengan tiga mapel tersebut. Sebanyak 508 siswa akan bertarung dengan lembar ujian di SMKN 1 Adiwerna Kabupaten Tegal. Dengan 5 kejuruan, di antaranya Teknik Gambar Bangunan tercatat 98 siswa,

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL RINGKASAN APBD TAHUN ANGGARAN 2010 Agus Riyanto, S.Sos, M.M Bupati Tegal

Lampiran 1 Peraturan Daerah Nomor : 02 Tahun 2010 Tanggal : 3 Februari 2010

DOK/RADAR SLAWI

SIAP HADAPI UN - Siswa-siswi SMA dalam waktu dekat harus mempersiapakn Ujian Nasional.

Listrik 99 siswa, Audio Visual 107 siswa, Mesin 99 siswa dan Otomatif tercatat 104 siswa. Fasilitas ruangan sudah dipersiapkan matang, bahkan kartu ujian sudah diambil, tinggal nanti pada Jumat pembagian kartu ujian ke siswa. “Melihat pengalaman dulu sewaktu tidak adanya ujian susulan, pernah ada siswa kami yang tidak lulus, maka siswa

tersebut mengulang kembali di kelas tiga bersama adik kelasnya, namun dari pihak sekolah tidak memungut biaya siswa tersebut selama kelas tiga. Setelah adanya ujian susulan ini sebuah alternatif apabila salah satu siswa kami tidak lulus, kendati demikian yang kami harapkan adalah siswa kami lulus 100 persen,” pungkasnya. (mg2)

Sekolah Terbuka Dihapus? Seiring Program Kejar Paket dan BOS SLAWI - PROGRAM sekolah terbuka, baik tingkat SMP maupun SMA, sudah saatnya dihapuskan. Hal tersebut seiring dengan dijalankannya program pemerintah yang terus menggalakkan program kelompok belajar (Kejar) Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Selain itu, seiring pula dengan digulirkannya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Tegal Dimyati SE. Menurutnya, program sekolah terbuka saat ini sudah tidak sesuai lagi untuk dilaksanakan.

Rojikin AH, SE Ketua DPRD Kab. Tegal

DOK.RATEG

Dimyati SE

Hal itu terkait adanya sejumlah program yang dapat menggantikan tujuan awal dilaksanakannya program sekolah

terbuka itu. ‘’Awalnya, sekolah terbuka itu didirikan untuk menampung siswa yang kesulitan dari segi pembiayaan sekolah. Sekolah terbuka juga diperuntukkan bagi mereka yang tidak punya waktu yang cukup untuk bersekolah di sekolah reguler. Namun saat ini, semuanya itu sudah terjawab, bagi pelajar kurang mampu sudah ada BOS, sedang bagi pelajar yang tidak ada waktu cukup, bisa mengikuti Kejar Paket,’’ urai Dimyati. Dimyati berharap, pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan sekolah terbuka. Sehingga program pendidikan yang dijalankan, dapat lebih efisien, terutama dalam segi anggaran operasionalnya. (aan)

NOMOR URUT 1 1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.3 1.3.5 2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.1.7 2.1.8 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3

3 3.1 3.1.1 3.1.3 3.1.5 3.2 3.2.2 3.2.3 3.2.5

URAIAN

JUMLAH

2 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

3 888.542.095.000,00 74.304.065.000,00 15.556.039.000,00 10.307.884.000,00 4.405.341.000,00 44.034.801.000,00 753.023.570.000,00 53.978.588.000,00 640.042.082.000,00 59.002.900.000,00 61.214.460.000,00 117.012.000,00 33.249.247.000,00 27.848.201.000,00

BELANJA BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga BELANJA LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal

927.855.988.000,00 678.488.125.000,00 554.058.521.000,00 368.688.000,00 47.454.300.000,00 30.212.849.000,00 972.596.000,00 42.921.171.000,00 2.500.000.000,00 249.367.863.000,00 27.639.123.646,00 125.495.526.254,00 96.233.213.100,00

SURPLUS / (DEFISIT)

(39.313.893.000,00)

PEMBIAYAAN DAERAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan kembali Pemberian Pinjaman PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Dana Talangan PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN

43.491.843.000,00 36.991.843.000,00 4.500.000.000,00 2.000.000.000,00 4.177.950.000,00 3.000.000.000,00 177.950.000,00 1.000.000.000,00 39.313.893.000,00 0.00

Slawi, 3 Februari 2010 Bupati Tegal

AGUS RIYANTO


SAMBUNGAN

KAMIS 11 MARET 2010

15

RADAR TEGAL

Balon Bupati Koalisi PAN-PKS Digodok PEMALANG – Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah sepakat berkoalisi, kedua partai tersebut berupaya menentukan bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup dan cawabup). Masing-masing menyerahkan nama-nama balon yang telah direkomendasikan, dan kini tinggal menunggu hasil akhir penentuan pasangan balon bupati dan wakil bupati. Setelah Tim Koalisi sebelumnya telah melakukan tes kesiapan sejumlah balon bupati yang ada dalam hasil rekomendasi tersebut.

“Nnama balon bupati yang telah diundang semua cukup baik dalam kesiapannya,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Pemalang, Drs Bambang Agus Rohim, kepada Radar ketika dihubungi melalui telpon, Rabu (17/3) kemarin. Menurut Bambang Agus Rohim, setelah sejumlah nama balon yang telah mengikuti test kesiapan dinyatakan semua baik, hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada PKS untuk diajukan ke DPW PKS Jawa Tengah guna penentuan pasangan. Dan PAN sendiri dalam soal ini hanya mengikuti kebi-

jakan yang akan diambil PKS, sebab prinsip PAN komitment dengan PKS. Sehingga tinggal menunggu hasil akhir dalam penentuan pasangan balon bupati yang akan dilakukan oleh DPW PKS. “Yang penting PAN-PKS telah sepakat berkoalisi untuk mengusung balon bupati, dan sekarang tinggal menungu hasilnya saja,” ujarnya. Beberapa nama balon bupati dan wakil bupati yang sebelumnya telah direkomendasikan PAN, untuk G1 adalah H Sumadi Sugondo SE MM MSi, Dr Kun Sri Wibowo. (mg1)

Dua Calon Dinilai Paling Mencolok dari halaman 9 “Dikenal bukan berarti bisa menang, karena dibilik suara masyarakat bisa menentukan lain,” tandasnya diplomatis. Lebih jauh Bos Jolok (jualan baju-baju) yang mempunyai beberapa anak buah ini menga-

takan, Pemilihan Bupati Pemalang 2010 terlihat lebih sepi dibandingkan dengan kabupaten lain. Pekalongan misalnya, adanya tukang becak yang mendaftarkan diri adalah bukti bahwa demokrasi di Pekalongan berjalan cukup baik. Hal tersebut sangat berbeda de-

ngan Kabupaten Pemalang yang sepi-sepi saja. “Yang kelihatan mencolok kan cuma dua, yang lain kemana. Dokter Kun yang digadang-gadang bisa mewakili Pemalang Timur, eh semakin lama justru melempem,” imbuh Sunanto. (cw2)

Panen Perdana Padi Merauke... dari halaman 9 “Dengan pemeliharaan yang baik serta pemupukan yang tepat ternyata produksi bisa mencapai 16 ton,” tutur dia di lokasi panen kemarin. Harga tebasan sehektar mencapai Rp 20,4 juta. Jika dikurangi biaya sejak pengolahan lahan hingga panen maka petani mendapatkan untung sekitar Rp 14,4 juta. Apabila lahan sewa, bukan milik sendiri maka keuntungan dikurangi lagi sekitar Rp 6 juta sehingga laba bersih sekitar Rp 8 juta dimiliki petani. Suciwiyanto menambahkan, petani menaruh minat terhadap padi jenis ini lantaran keunggulannya. Setangkai padi

bias mencapai 300 butir gabah, sedangkan padi jenis biasa hanya sekitar 150 – 230 butir. “Lebih dari itu batang padi tidak mudah roboh serta anakan rumpunnya lebih banyak,” jelasnya. Ditambahkan, bibit yang dibutuhkan untuk sehektar lahan adalah 50 Kg. Pembiayaan lain untuk pemupukan dapat dihemat hingga 25 persen karena digunakan dua jenis pupuk, yakni kimia dan organik. Untuk penanggulangan hama biayanya relatif rendah karena padi jenis ini termasuk tahan hama dan kurang disukai hama penggerek seperti tikus. Mantri Pertanian Kecamatan Petarukan Muntoro yang hadir

di lokasi panen mengakui petani selalu mencari varietas baru untuk peningkatan produksi padi. Jenis yang biasa ditanam adalah C-4, Ciherang, Logawa dll. “Varietas baru disukai karena memiliki keunggulan dan produksi panen lebih banyak,” katanya. Untuk jenis Merauke gabah per tangkainya bisa mencapai 380 butir atau hamper dua kali lipat verietas lain. Sementara untuk setiap rumpun bisa mencapai 16 anakan. Mengenai hama tanaman seperti halnya santomonas erese (hama kresek) para petani biasa menanggulangi sejak dini, sama halnya dengan hama tikus yang ditangani dengan gropyokan. (sri)

Tim Junior Juarai Futsal Piala Era Sport dari halaman 9 Pertandingan ini memerebutkan Piala Era Sport yang diserahkan oleh Komisi Wasit dan Pengawas Pertandingan Pengcab IPSI Kabupaten Pemalang Prastowo. Menurut Panpel selain diserahkan piala untuk juara pertama hingga keempat juga diserahkan piala bagi pemain terbaiuk, tim terbaik, kiper terbaik dan top skorer. Manager Era Sport Edi Lukmanto mengemukakan even futsal ini digelar dalam rangka mengembangkan olahraga fut-

sal di Kabupaten Pemalang. “Kami akan mengagendakan pertandingan setiap tahun karena kami menyadari sebagai mitra kerja Pengcab IPSI,” kata dia yang bertindak sebagai sponsor uatama turnamen tersebut. Tampil sebagai juara pertama turnamen adalah Tim Comal A, juara kedua Siwawa, juara ketiga Comal B dan jauara keempat adalah Solusindo. Tim Comal A adalah tim futsal junior dan baru bertanding dalam turnamen kali ini. Namun diluar dugaan tim yang pemainnya masih remaja - remaja itu mampu mengalahkan tim - tim tangguh

yang berpengalaman. Bahkan selain meraih juara pertama tim junior ini meraih penghargaan sebagai tim terbaik dan kiper terbaik atas nama Johan. Sedangkan terpilih sebagai pemain terbaik adalah Wahludi Kinul dari Tim Siwawa dan Top Skorer diraih oleh pemain Comal B, Dimas. Pertandingan final yang berlangsung Selasa malam itu menyedot ratusan pengunjung hingga lapangan parkir Jokam Futsal penuh sesak. Meski pertandingan berlangsung seru namun berjalan dengantertib dan tidak diwarnai insiden antar suporter. (ali)

Siapkan Personil PPK dari halaman 9 dar di kantornya, Rabu (17/3). Dalam pembentukan PPK lanjut Safrudin, sebelumnya KPU telah mengumumkan pendaftaran yaitu pada tanggal 14 sampai 16 Maret, dan diteruskan penggambilan berkas oleh peserta seleksi anggota PPK

pada tanggal 17 sampai 23 Maret. Untuk penyerahan berkas tanggal 24 sampai 29 Maret, sedangkan seleksi administrasi tanggal 30 Maret sampai 2 April kemudian untuk pengumuman hasil seleksi administrasinya tanggal 3 April. “Setelah peserta dinyatakan lolos administrasi baru meng-

ikuti tahapan berikutnya yaitu seleksi tertulis dan wawancara yang akan dilakukan pada tanggal 4 April sampai 8 April, untuk pengumuman hasil seleksi 9 April dan persiapan pelantikan tanggal 10 sampai 11 April adapun pelantikannya pada tanggal 12 April 2010 mendatang,” paparnya. (mg1)

Langsung Sosialisasi dam Buat ... dari halaman 9 Dalam kesempatan tersebut, Asrori mengatakan bahwa ikatan alumni santri, dari pengalaman yang dia lihat, mampu menjadi kekuatan tersendiri. Selain sebagai ajang silaturahmi antaralumni dan ponpes, keberadaan ikatan alumni juga bisa menjadi sarana untuk saling membantu menuju kesejahteraan. “Kita berkaca pada ikatan alumni santri yang sudah ada, ternyata kekuatannya luar biasa,” ujar Asrori. Karenanya, dalam raker yang pertama ini, tugas yang pertama harus dijalankan pengurus

adalah mensosialisasikan keberadaan Hikmah Salafiyah kepada seluruh alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. “Program kedua adalah bersilaturahmi dengan seluruh alumni dan pengasuh Ponpes di Pemalang, dalam bentuk reuni akbar pada lebaran mendatang. Dalam kesemaptan itu, juga akan digelar khoul para pengasuh Salafiyah yang telah tiada,” paparnya. Asrori yang juga Direktur CV Bayan Quran, salah satu perusahaan penerbit Al Quran, dalam kesempatan itu juga secara simbolis memberikan bantuan Al Quran Bayan kepada pengu-

rus Ponpes Salafiyah. Al Quran Bayan merupakan kitab yang komplit, selain dilengkapi dengan terjemahan Indonesia, juga dilengkapi dengan asbabul nuzul, hadist terkait, tajwid dan lainnya. “Al Quran Bayan ini yang pertama di Indonesia, karena di situ isinya sangat lengkap dan bisa dipelajari siapa saja,” tandasnya. (*) KOMPUTER IAN COMP-Termurah!!! Hp. 081803977939.Jual-BeliService-Upgrade Komputer /LapTop/Monitor/Printer Dll. Antar-Jemput.Garansi

UMITRO / RADAR PEMALANG

MEMBUAT KESET – Ibu-ibu di Desa Wonokromo Comal sedang dibekali ketrampilan membuat keset dari kain perca.

Tahun 2010, Desa Vokasi Hanya Terima Dana 10 Juta PEMALANG – Dana yang diperoleh Desa Vokasi di Kabupaten Pemalang menurun drastis. Bila pada tahun 2009 lalu tiap desa dalam memberdayakan warga, dananya mencapai Rp 150 juta. Pada tahun 2010 ini, angkanya hanya sekitar Rp 10 juta saja. “Nilainya menurun sangat dratis, dari 150 juta per desa pada tahun 2009, menjadi 10 juta saja,” ujar Kabid PNFI Dindikpora Kabupaten Pemalang Drs Muhtarom kemarin kepada Radar. Nilai dana, menurutnya menjadikan desa-desa yang menjadi

Desa Vokasi, nantinya akan sulit mengembangkan pemberdayaan bagi warganya. Apalagi pengembangan kapasitas masyarakat pedesaan melalui pendidikan nonformal tersebut, umumnya berkaitan langsung dengan pemberian modal dan pemberian bekal ketrampilan. Sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dengan dana 10 juta lanjut Muhtarom, dalam pelaksanaannya hanya cukup untuk sosialisasi saja kepada warga. Karena untuk pengembangan lainnya tentu tidak cukup. Namun begitu pihaknya tidak

bisa berbuat lebih jauh, karena hal itu sudah menjadi keputusan dari PNFI Propinsi Jawa Tengah. Materi dan teknis desa vokasi sendiri sebagaimana dikemukakan dia, hingga kini belum diterima. Karena sosialisasinya di tingkat propinsi baru dilaksanakan beberapa hari lalu. Pihaknya memperkirakan dengan dana Rp 10 juta, program pemerintah yang berpotensi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan tersebut, kemungkinannya hanya untuk pengembangan dalam skala yang lebih kecil.

“Materi dan teknisnya belum kami terima, sehingga kami belum bisa menjelaskan lebih jauh,” ungkap dia kepada Radar. Di Kabupaten Pemalang pada tahun 2009 lalu, ada tiga desa vokasi. Masing-masing Desa Wonokromo di Kecamatan Comal, Desa Blimbing di Kecamatan Ampelgading, dan Desa Belik Kecamatan Belik. Adapun pada tahun 2010 ini, ada penambahan satu desa sehingga menjadi empat desa. Menurut rencana desa tersebut adalah Desa Kendalsari Kecamatan Petarukan. (cw2)

Tiga Investor Berminat Rehab Kios Pasar Pagi PEMALANG - Kondisi kios di Jalan Menur Pasar Pagi Pemalang sudah memprihatinkan. Pedagangnya sudah bersiap diri untuk melakukan renovasi. Namun demikian sampai saat ini upaya rehab belum dilaksanakan meskipun pedagang sudah memiliki rekanan sendiri yang siap mengerjakannya. Dinas terkait berjanji

akan segera melakukan renovasi apalagi sudah ada tiga investor yang sudah siap. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Ir M Syahroni saat dikonfirmasi mengemukakan masalah rehab kios Pasar Pagi di Jalan Menur tersebut dalam waktu yang tidak akan lama lagi rehabnya akan dilakukan. “Sudah ada tiga inves-

tor yang berminat untuk melakukan rehab tersebut, nanti kita lihat presentasinya,” kata dia Rabu (17/3). Namun demikian meskipun sudah ada tiga investor pihaknya tidak menutup diri dan masih membuka kesempatan bagi investor yang lain. “Kalau pedagang punya investor sendiri silahkan saja,” tegasnya.

Di kios Jalan Menur pemiliknya sangat berharap rehab segera dilakukan sehingga mereka bisa berjualan kembali dengan nyaman. Saat ini kios sedang dibangun di seberang kios mereka oleh salah satu pengembang. Diharapkan kios yang akan direhab nantinya harus lebih baik dibandingkan kios yang ada di seberang tersebut. (ali)

Korban Cikungunya Terus Bertambah dari halaman 9 bertambah. Semula hanya 16 orang dan sekarang diperkirakan mencapai 40 an orang warga yang ikut terserang penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut. “Jumlah korban penyakit Cikungunya terus bertambah bahkan hampir semua warga yang ada di lingkungan RT 01 juga ikut menjadi korban. Dan diperkirakan jumlahnya sekarang ini mencapai 40 an orang,” kata Ketua RW 07 Wardiman, kepada sejumlah wartawan. Selain warga lainnya, dia juga mengaku ikut jadi korban akibat serangan penyakit Cikungunya. Sementara korban lainnya yang kondisinya cukup parah, kata Wardiman, di antaranya Wargito (34) dan Kabruk (65) korban yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Sebelumnya hanya satu yang dibawa ke rumah sakit yaitu Wargito, namun belaIAN COMP: Mbthkn karywn /krywti usia min 20 Thn,Dom Pemalang & sktrnya,Lmrn dikrm ke Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pema-lang. Jam 9-11 Wib 15.3

kangan ada korban lain yaitu Kabruk juga akhirnya dilarikan ke rumah sakit juga untuk menjalani pengobatan,” ujarnya. Sementara untuk kepastian jumlah korban serangan penyakit Cikungunya hingga kini belum dapat dipastikan. Sebab, berdasarkan hasil laporan pihak pemerintah desa setempat sebelumnya berjumlah 16 orang. Sedangkan yang ada di lapangan berdasarkan informasi warga jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 40-an orang. Beberapa nama-nama warga yang terserangan penyakit Cikungunya sebelumnya Turji, Ruyati, Asih, Sapiril, Waryoto, Wutuh, Pardih, Taslimah, Wargito, Waryo, Situr, Casliyah, Carem, Mujilah, Nurita dan

SOKA 31 CELL Bagi yang berminat bisnis PPOB u/ tranaksi tagihan listrik, telepon, speedy,FIF, Adira, isi pulsa dll. jual perdana, voucher & HP flexi/Tsel htt//WWW.kartu pulsa.com kode aktivasi 2234561589. Hub : (0284) 5803000 / 081326873333

Sudiyanto. Dan korban lainnya belum masuk dalam daftar tersebut karena korban susulan. TAK BISABERBUAT BANYAK Serangan penyakit Cikungunya yang menimpa warga Desa Sewaka, yang jumlahnya terus bertambah, nampaknya belum dapat disikapi oleh pihak dinas terkait. Dalam hal ini dinas kesehatan setempat. Bahkan pihak dinas terkesan tidak bisa berbuat banyak karena anggaran yang masih menjadi alasan utama dalam melakukan upaya penanggulang. Meskipun dari pjhak dinas sebelumnya cepat tanggap dan melaukan cek lapangan namun giliran untuk segera bertindak untuk melakukan upaya penyemprotan tidak bisa dilakukan karena tidak punya anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dr Erna Nuraeni melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dr Solahudin disampaikan Kasi Pemberantasan Penyakit Eri Endrasmoko sebelumnya menjelaskan, upaya pencegahan melalui penyemprotan atau foging dalam penanganan kasus penyakit Cikungunya belum bisa dilakukan sebab anggarannya tidak ada. “Anggaran untuk foging jenis penyakit Cikungunya belum ada, dan saat ini anggaran yang baru tersedia itu hanya untuk penanganan kasus demam berdarah (DB) saja. Sehingga kami belum bisa melakukannya, dan jikapun nanti ada upaya penyemprotan, itu tergantung kebijakan dari kepala dinas,” paparnya. (mg1)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0856.4022.2293

KAMIS, 18 MARET 2010

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

NGENDONG Siapkan Personil PPK KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang dalam menghadapi pelaksana a n P e m i l i h a n U m u m Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010, rupanya terus melakukan upaya-upaya persiapan. Kali ini KPU sedang mempersiapkan personil angDOK RADAR PEMALANG gota Panitia Pemilihan Safrudin Kecamatan (PPK) yang ada di seluruh kabupaten yaitu dengan membuka pendaftaran anggota PPK untuk bertugas di 14 kecamatan. Ketua KPU Kabupaten Pemalang HM Arief Efendi S.Sos melalui Devisi Pendidikan, Pemilih, Sosialisasi dan SDM Safrudin HS SIP mengatakan, pihaknya masih melakukan upaya persiapan-persiapan untuk menghadapi pelaksanaa Pilkada tahun 2010. “Adapun upaya persiapan yang sedang dilakukan adalah perekrutan anggota PPK di seluruh kabupaten. Dan sekarang ini masih dalam tahapan pendaftaran calon anggota PPK,” kata Safrudin, kepada Rake hal 15 kol 1

PENTOL RAH...

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

PEMAIN TERBAIK - Ketua Divisi Perwasitan dan Pengawas Pertandingan Pengcab PSSI Prastowo menyerahkan piala bagi pemain terbaik Turnamen futsal Era Sport.

Tim Junior Juarai Futsal Piala Era Sport PEMALANG - Tim futsal junior Comal A menjuarai Turnamen Piala Era Sport tingkat Kabupaten Pemalang setelah dalam final mengalahkan Siwawa FC Pemalang. Even yang digelar dalam rangka mengembangkan olahraga Futsal ini diikuti oleh 57 tim yang bertanding di GOR Jukam Futsal Kecamatan Taman. Panitia pelaksana (Panpel) Sobirin SPd kepada Radar mengemukakan, turnamen futsal yang digelar ini berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga Selasa (16/3) kemarin. Sambutan masyarakat cukup antusias ini dilihat dari jumlah tim yang bertanding mencapai 57 dari pelosok Pemalang. “Selain itu setiap kali pertandingan digelar menyedot banyak penonton,” tuturnya.

Korban Cikungunya Terus Bertambah Dinkes Tidak Bisa Berbuat Banyak PEMALANG – Korban serangan penyakit Cikungunya yang terjadi di Desa Sewaka Kecamatan Pemalang, ternyata jumlahnya terus bertambah. Dan jumlah penderita penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut diperkirakan mencapai 40-an warga. Sedangkan

korban yang dilarikan ke rumah sakit juga jumlahnya meningkat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, Rabu (17/3) serangan penyakit Cikungunya yang terjadi di Desa Sewaka tepatnya di Rt 01 RW 07 Dusun Cengis, rupanya membuat warga semakin resah. Pasalnya serangan penyakit tersebut kian mewabah dan jumlah korbannya terus

TERBARING Wargito warga Desa Sewaka penderita Cikungunya terbaring di Ruang Kepodang RSUD Dr M Ashari Pemalang sedang menjalani perawatan medis untuk proses penyembuhan

ke hal 15 kol 4

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

Warga Menimbang Kans Calon Bupati dan Wakil Bupati

DUA CALON Dinilai Paling Mencolok CALON Bupati dan Calon Wakil Bupati (CabupCawabup) sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Pemalang belum disosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi pencalonan Cabup-Cawabup tersebut baru akan dilaksanakan pada 25 Agustus hingga 7 Oktober 2010. Namun bagi sebagian warga di Kecamatan Comal, siapa saja yang bakal maju dalam PemiluKada tersebut, nama-namanya sudah mulai dikenal. Sumadi Sugondo misalnya, Cabup yang hingga kini belum menemukan pasangan dan lolos penjaringan Partai Golkar ini, menurut Alim (30) warga Purwosari Comal, merupakan calon kuat disamping Wakil Bupati sekarang, Junaedi. Meski belum pernah melihatnya secara langsung, berdasarkan bisik-bisik tetangga dan di warung-warung, kedua calon ini dinilainya Cabup mempunyai kans besar untuk meraih G-1. “Obrolan di warung-warung, Sugondo dan Junaedi sering dibanding-bandingkan peluangnya,” kata dia saat ditemui Radar di Pasar Comal Rabu (17/3) kemarin. Menurutnya, Junaedi sudah mulai dikenal warga di Comal karena sering mengikuti berbagai kegiatan, seperti pengajian yang belakangan marak digelar masyarakat. Adapun nama Sugondo, lamat-lamat didengarnya meski jarang mengikuti kegiatan di masyarakat. Warga lain Sunanto (36) kepada Radar menuturkan, anggapan bahwa keduanya mempunyai kans besar untuk meraih G-1 pada Pemilu-Kada 31 Oktober 2010 mendatang sah-sah saja. Namun semuanya akan ditentukan pada saat hari H pencoblosan. Hari ini lanjutnya, namanya boleh dikenal oleh masyarakat secara luas. Akan tetapi hal itu tidak menjamin bahwa Cabup-Cawabup bersangkutan akan menang. ke hal 15 kol 1

SUMITRO / RADAR PEMALANG

NYOBLOS MANING - Petugas dari KPU Kab Pemalang sedang memasang baliho pengumuman tahapan PemiluKada 2010 di Alun-alun Pemalang Senin (15/3)

ke hal 15 kol 1

PERTANIAN Dari Raker Hikmah Salafiyah I

Langsung Sosialisasi dan Buat Program Kerja

EMBONG SRIYADI/RADAR PEMALANG

PANEN - Para petani menunjukkan hasil panen padi jenis Merauke yang ditanam di lahan uji coba kelompok tani.

Panen Perdana Padi Merauke Untungkan Petani PEMALANG – Penanaman padi varietas unggul ternyata lebih mendatangkan keuntungan bagi petani karena hasil panennya jauh lebih banyak dibanding padi jenis biasa. Hal itu terungkap dalam pemetikan perdana budidaya padi jenis Merauke di lahan sawah milik petani Desa Karangasem Kecamatan Petarukan, Senin (15/3) lalu. Dari areal ujicoba seluas 1 hektar (10.000 M2) diperoleh hasil panen sekitar 16 ton gabah, padahal jenis biasa hanya 9 – 10 ton. Menurut Suciwiyanto (50), petani yang bergabung dalam kelompok tani setempat, upaya budidaya Merauke dilakukan dalam rangka peningkatan produksi panen mengingat jenis tersebut memiliki keunggulan. Uji coba pertama dilakukan salah seorang rekannya pada musim tanam sebelumnya, ternyata hasilnya sangat memuaskan. ke hal 15 kol 1

CMYK

Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang hingga saat ini masih tetap eksis dan telah meluluskan ribuan alumni. Namun demikian, hingga akhir 2009 belum terbentuk ikatan alumni. Namun awal tahun 2010 terbentuk ikatan alumni, yakni Himpunan Komunikasi Alumni Santri Salafiyah (Hikmah Salafiyah). Sabtu dan Minggu (13-14/3) lalu pun digelar rapat kerja (raker) yang pertama. Seperti apa? LAPORAN: M RIZA PAHLEVI MESKI berada pusat kota,

keberadaan Ponpes yang sekarang diasuh KH Abdullah Sidiq dan KH Moh Romadlon SZ serta pengurus lainnya, tetap menjadi magnet pendidikan agama di Kabupaten Pemalang dan sekitarnya. Gemerlap kota yang setiap hari terlihat, tak membuat Salafiyah tertelan, namun justru semakin bercayaha di sudut Kota Ikhlas tersebut. Dengan gaung tersebut, raker yang digelar di Villa Permata Buana Sawangan Depok, tepatnya di kediaman H Bachrudin Nasori, anggota DPR RI, alumni Salafiyah yang tersebar dari berbagai daerah pun berkumpul untuk membahas program kerja lima tahun ke depan. Pangasuh dan pengurus Ponpes Salafiyah pun turut menghadiri raker tersebut. Di antaranya KH Moh Romadlon SZ, Gus

M RIZA PAHLEVI/RATEG

SERAHKAN AL QURAN – M Asrori menyerahkan Al Quran Bayan kepada Pengasuh Ponpes Salafiyah KH Moh Romadlon SZ disaksikan H Bachrudin Nasori.

Hamndan, Gus Faris, Ustadz Miftahudin, Ustadz Fauzi, dan beberapa pengurus lainnya. Tuan rumah, H Bachrudin Nasori, yang

didaulat menjadi Pembina Hikmah Salafiyah pun merasa bangga menjadi alumni Ponpes Salafiyah. Dalam Muktamar Januari lalu,

Hikmah Salafiyah memberi amanah kepada Muhammad Asrori dari Depok sebagai Ketua Umum. ke hal 15 kol 1


METRO TEGAL

10

KAMIS 18 MARET 2010

RADAR TEGAL

LEGISLATIF TugasKomisiDPRDDiperdebatkan TUGAS komisi-komisi DPRD Kota Tegal kembali diperdebatkan dalam pembahasan revisi Tata Tertib (Tatib) DPRD. Alasannya, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 tahun 2010, tentang Tatib DPRD sesuai dengan ruang lingkup tugas komisi. Bukan berdasarkan pendekatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti saat ini. Ketua Pansus Revisi Tatib DPRD Kota Tegal H Hadi Sutjipto SH, saat dikonfirmasi usai memimpin rapat, Senin (15/3), mengatakan, sebenarnya pembahasan revisi Tatib DPRD Nomor 1 tahun 2009 berlangsung lancar, karena konsideran Tatib hanpir sama dengan PP Nomor 16 tahun 2010 tentang Tatib DPRD. Namun masalahnya pada Bab VII tentang alat kelengkapan DPRD, bagian ke 4 pasal 48 dan 49 tentang komisi-komisi PP Nomor 16 tahun 2010. Dalam pasal 49 huruf j, tugas komisi melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD sesuai dengan ruang lingkup tugas komisi. Sehingga kalau mengacu PP tersebut, maka pendekan tugas komisi bukan berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti saat ini. Namun tugas komisi, seperti DPRD Kota Tegal periode 19992004 dan 2004-2006. “Dalam pembahasn pasal ini terjadi tarik ulur, sehingga harus diclearkan. Sebab kalau tugas komisi dibiarkan seperti saat ini, maka kami membiarkan adanya pelanggaran PP. Sehingga kami berharap, semua anggota Pansus mau mendalami makna dari konsideran PP. Sehingga dalam menjalankan tugas, kami tidak melanggar aturan,” kata Sutjipto. Sekretaris Pansus Revisi Tatib DPRD Kota Tegal, Eny Yuningsih, mengungkapkan, pada hari ini pembahasan sampai pada pasal 80, dari jumlah pasal sesuai dengan Tatib 121 yang dibagi dalam 18 Bab. Pembahasan revisi Tatib DPRD akan dilanjutkan, Selasa (22/3) mendatang. Untuk pembahasan revisi Tatib, sesuai kesepakatan diberi waktu 7 kali pertemuan. Yang terdiri, 4 pertemuan untuk membahas, 1 pertemuan untuk konsultasi ke Gubernur dan 2 pertemuan untuk pembahasan draf revisi Tatib setelah direvisi Gubernur. “Kami akan berususaha semaksimal mungkin, agar revisi Tatib DPRD bisa secepatnya ditetapkan menjadi Tatib pengganti dari Tatib DPRD nomor 1 tahun 2009,” ungkap Eny. Berdasar keputusan, tugas komisi-komisi saat ini, antara lain Komisi 1 DPRD Kota Tegal membiadangi 9 SKPD, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, DPRD, Walikota dan Wakil Walikota, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, 4 Kecamatan, 27 Kelurahan dan Badan Kepegawaian Daerah. Komisi 2 juga 9 SKPD, meliputi Dinas Kesehatan, RSUD Kardinah, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu serta Inspektorat. (hun)

Kenaikan TDL Belum Jelas Masih Digodog Ditingkat Pusat RENCANA kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sampai kini belum ada kejelasan. Sebab, rencana itu masih dibahas di tingkat pusat dengan anggota DPR. Asisten Manajer Niaga PT PLN APJ Tegal, Yunarsih, Rabu (17/3), mengatakan, kenaikan TDL mutlak dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres). Karenannya, tambah dia, harus pula dimintakan persetujuan dari lembaga legislatif. Ditambahkan pula, kenaikan TDL memang merupakan kehendak pemerintah. Tujuannya, agar bisa mengurangi beban subsidi. Selama ini, papar Yu-

narsih, subsidi listrik yang ditanggung negara melalui APBN sangat besar mencapai 37,8 triliun. ”Tahun 2010, subsidi yang dialokasikan sebesar 45,5 triliun. Asumsinya Juli mendatang sudah ada kenaikan TDL,” katanya singkat. Terkait rencana kenaikan tadi, menurut dia, tidak begitu bermasalah. Karena, sejak 2003 sampai sekarang belum pernah ada kenaikan harga. Jika dibandingn kenaikan harga BBM sangat jauh. ”Dari tahun 2003 sampai sekarang misalnya, BBM sudah berapa kali naik harga jualnya. Jadi, sangat lumrah bila tahun ini TDL dinaikkan,” ungkap dia lagi. Yunarsih memprediksi, kisar-

an kenaikan TDL rencananya rata-rata sekitar 15 persen. Namun, besarannya tidak seluruhnya sama. Kemungkinan, ada pula yang mencapai 20 sampai 30 persen. ”Mungkin yang selama ini mendapat subsidi besar yang akan dikurangi. Tapi, tetap melihat atau menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya. Dijelaskan lagi, subsidi diberikan untuk menutup selisih antara harga pokok produksi dengan harga jual. Saat ini, harga pokok produksi sekitar Rp 1.100 per kilo watt hour (Kwh). Untuk APJ Tegal misalnya, PLN menjualnya seharga Rp 589 perKwh. Sehingga selisihnya mencapai Rp 511 per-

TAMAT! Itulah akhir dari aksi yang dilakukan Sulistiyo (19), warga Jl Halmahera Gang Kampung Baru nomor 32 Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur. Dia diringkus satuan resintel Polsekta Tegal Timur, setelah dua hari menghilang paska menghajar Felix Aditya (17), warga Perumahan Arum Indah Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan dengan sepotong besi di areal GOR Wisanggeni. Aksi nekad pelaku dilakukan, saat korban tngah menyaksikan pertandingan bola basket didalam GOR Wisanggeni dalam rangkain Popda Kota. Dia menghampiri korban dan langsung menghantamkan potongan besi yang dibawanya kearah wajah korban. Mendapat serangan mendadak korban tersungkur dengan luka robek dibagian atas bibirnya. Pelaku sempat dikejar oleh beberapa orang yang menyaksikan pertandingan basket, Jumat (12/3) siang. Namun, pelaku berhasil menyelinap dan lari dari kepungan penonton. Korban seketika itu langsung dilarikan ke RSUI Harapan Anda. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Timur, AKP Anggiat Siringo Ringo, menyatakan, pelaku baru berhasil teridentifikasi keberadaannya petang kemarin. “Dari pengakuan awal pelaku mengaku sempat mencurigai korban hendak mencuri helmnya. Namun ketika dikoflontir dengan keterangan korban, justru terkuak dirinya dituduh merebut kekasihnya,” terangnya, Rabu (17/3). Menurut kapolsekta, tersangka bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dia harus meringkuk di sel tahanan mapolsekta untuk mempermudah tim penyidik merampungkan Berkas Acara Penyidikan. (her)

bil kebijakan itu. Apalagi, saat ini pelayanan PLN masih menjadi sorotan. Utamanya terhadap seringnya pemadaman yang dilakukan sepihak. ”Mending diperbaiki dulu pelayanan kepada pelanggannya. Kalau hanya naik, semua juga bisa melakukannya. Yang penting kan bagaimana mempertahankan kondikte perusahaan,” pinta Iwan, warga Jl Cendrawasih Gg II Tegal. Sedangkan sejumlah warga di Kelurahan Kejambon tegastegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga jual listrik PLN. Menurut mereka, akan lebih adil jika PLN menggelar razia berkelanjutan untuk mengurangi angka kehilangan energi listriknya. (adi)

Cemari Lingkungan, Pabrik Diprotes Warga Mengeluh Derita ISPA

PERISTIWA Kepruk Wajah, Pelaku Dibui

Kwh-nya. ”Kalau memang nanti ada kenaikan, PLN APJ Tegal akan mensosialisasikannya melalui media massa dan radio. Sementara untuk pusat biasanya sosialisasi menggunakan TV. Selain itu, bagi pelanggan besar akan diundang untuk sosialisasinya,” jelasnya. Bila kenaikan terealisasi, urai Yunarsih, PLN bisa menyisihkan dana dari selisih yang terjadi. Dengan begitu, biaya pemeliharaan dan yang lainnya, bisa sedikit tercukupi. Selain itu, juga dapat meminimalisasi pemadaman yang selama ini kerap terjadi. Gencarnya informasi kenaikan TDL ditanggapi beragam. Kebanyakan warga meminta PLN tidak buru-buru mengam-

M SAEKHUN/RATEG

PASAR LAMA - Rombongan Komisi II DPRD Kota Tegal saat melakukan pemantauan kegiatan di lokasi Pasar Kimpling lama kemarin.

Pemkot Tak Boleh Lentur Perihal Pasar Kimpling PEMKOT Tegal diminta bersikap tegas, terkait masalah pedagang Pasar Kimpling. Ketegasan sikap ini diperlukan agar tak ada toleransi bagi pedagang, untuk berjualan di lokasi pasar lama. Di sisi lain, pemkot juga harus memikirkan masalah pedagang, utamanya soal akses masuk. Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut dani pedagang tidak merasa dirugikan. Anggota Komisi II DPRD Kota Tegal, Hj Stella Emilina, Rabu (17/3), mengatakan, agar masalah pedagang Pasar Kimpling tidak berlarut-larut, dituntut ketegasan pemkot melalui

dinas terkait. Antara lain berani melarang dan menertibkan pedagang yang tetap berjualan di pasar lama. Kalau tidak, menurut salah satu politisi wanita ini, akan menjadi preseden buruk. Karena bisa-bisa ada dua lokasi pasar. Padahal, untuk membangun pasar sudah melalui mekanisme dan menghabiskan anggaran yang cukup banyak. “Kami minta ada ketegasan pemkot, terkait masalah pedagang Pasar Kimpling yang tetap ngotot berjualan di pasar lama. Tapi, kami juga minta, pemkot mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi pedagang,” kata Stella. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana, mengaku, kaget karena perte-

muan, Senin (8/3) malam, di Kantor Kelurahan Bandung yang dihadiri muspika, perwakilan dinas terkait, Satpol PP, perwakilan pedagang, dan tokoh masyarakat sudah terjalin kesepakatan. Mereka menyepakatinya, dengan catatan selain pintu belakang dan akses jalan, pemkot juga harus melebarkan pintu masuk pasar di depan. Tujuannya, agar aktivitas bongkar muat bisa langsung masuk ke dalam pasar. “Kami rasa, kalau melihat hasil rapat koordinsai, Senin (8/ 3) malam, sudah tidak ada masalah. Untuk memperlebar pintu masuk, kami rasa pemkot harus mengorbankan satu kios untuk dibongkar,” ungkap Hendria. (hun)

LOKASI pabrik PT Adhinusa Dian Manggalindo (ADM) di Jl Bali No. 1 mulai terusik. Warga sekitar pabrik memprotes pencemaran udara oleh limbah bau pabrik pemproduksi tepung ikan itu, lantaran dianggap menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Menurut beberapa warga, itu sudah terbukti dari beberapa warga sekitar yang dirawat di rumah sakit. Rata-rata keluhannya adalah akibat efek samping limbah perusahaan yang tidak memiliki papan nama tersebut. Salah seorang di antaranya yakni Firli (12), warga RT 4 RW 3 Mintaragen, Tegal Timur. Ageng (41), orang tua Firli, mengatakan, bau tidak sedap yang keluar dari pabrik sangat menggangu warga sekitar. Parahnya lagi, bau tadi bisa menyebabkan penyakit ISPA, seperti yang dialmi anaknya. “Menurut diagnosa rumah sakit, penyakit yang diderita anak saya disebabkan dampak limbah perusahaan yang ada di lingkungannya. Kalau begini yang tanggung jawab siapa?” tanya dia. Mengetahui efek yang ditimbulkan limbah pabrik ternyata berbahaya, Rabu (17/3), perwakilan warga meminta beraudiensi dengan pengusaha. Sebanyak lima orang mendatangi perusahan sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya, audiensi dilakukan tertutup, sehingga wartawan tidak bisa mengikutinya. Korlap yang juga menjabat

Ketua RT, Agus Rianto, menuturkan, ini sudah tidak bisa dibiarkan lebih lama lgi. Karena, tambah dia, efek yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat sekitar. ”Untuk itu kita mendesak perusahaan, agar meminimalisasi limbah yang dihasilkan dari produksi tepung ikan yang diolah. Upaya seperti ini, sudah berulang kali kita laksanakan. Namun sampai sekarang perusahaan belum malakukan apapun. Padahal, tahun 2005 lalu, perusahaan sudah pernah akan ditutup pemerintah daerah,” tandasnya usai mengikuti audiensi. Menurut dia, permintaan warga tidak neko-neko. Paling utama, hanyalah ingin perusahaan membuat cerobong. Sehingga, bau tidak sedap yang dihasilkan sedikit terkurangi. Perwakilan lainnya, Nur Kristianto (28), warga Jl Ambon No. 10, mengakui, bau yang keluar dari pabrik sudah tidak bisa ditoleransi. Apalagi dampak yang disebabkan sangat berbahaya dan mengancam kesehatan warga sekitarnya. ”Kami harap, pemerintah memperhatikannya dan menindaklanjuti apa yang sudah kita lakukan sekarang. Warga sudah berkali-kali memprotes, tapi tak ada tanggapan dari perusahaan,” tuturnya. Ketika akan di konfirmasi, Asisten Plant Manager PT ADM Tegal, Hasmil Ilyas, tidak bersedia menemui wartawan. Melalui petugas satpam, dia mengatakan tidak bisa diganggu lantaran sedang ada rapat dengan teknisinya. (adi)


Radar Tegal 18 Maret 2010  

Radar Tegal 18 Maret 2010

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you