Page 16

RADAR TEGAL

KAMIS, 13 DESEMBER 2012

BIDIK Sinergikan Kapasitas Komponen MENJADI orang nomor satu di jajaran Koramil 20/Bojong, bagi Kapten (INF) Idhar merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, koramil yang mempunyai tofografi wilayah bergunung dan berbukit itu, memiliki struktur karakteristik baik tofografi maupun demografi yang berbeda. Karenanya, bagi Idhar, cara yang paling baik untuk bisa bersinergi dengan seluruh komponen di wilayahnya adalah dengan cara memahami karakteristik masyarakatnya dari awal. Sejak dia memegang tampuk pimpinan sebagai komandan Koramil 20/Bojong, diakuinya sudah relatif memahami DOK.RATEG karakteristik warga masyarakat di Kapten (INF) Idhar wilayahnya itu. Kebanyakan warga yang mendiami Bojong dan sekitarnya menggantungkan hidupnya sebagai petani dan pedagang. Ini, menurutnya, membutuhkan pola pendekatan tersendiri karena umumnya latar pendidikan masyarakat pegunungan masih rendah. Apalagi sebagai masyarakat pegunungan, dikenal mempunyai karakter diam-diam menghanyutkan. Karenanya, Idhar memfokuskan pendekatan dengan menjadikan dirinya sebagai bagian masyarakat tanpa membeda-bedakan strata maupun status sosialnya. “Ketika saya ditugaskan di Bojong, saya harus mengenali dulu karakteristik warga di sana. Menjadi sebuah keharusan ketika saya mengenal dan memahami secara utuh kepribadian warga masyarakat Bojong, karena saya adalah bagian dari mereka,” ungkapnya di selasela apel danramil dan babinsa tersebar, Rabu (12/12), di Makodim 0712/ Tegal. Prajurit yang awalnya ditempa dengan gaya kesamaptaan ala Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda) yang kemudian bermetamorfosa menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopasus) ini pun tak canggung saat ditugasi menjadi komandan pengamanan khaul ke-80 Al Maghfurlah KH Said bin Armiya, Selasa (11/12) lalu. Ditegaskan Idhar, saat pertama kali menjadi prajurit dia sudah akrab dengan hal-hal itu. Sehingga seluk beluk pengamanan acara, kegiatan, hari besar maupun terhadap pejabat penting sudah dikuasainya. “Kemarin saat mengamankan khaul kurang lebih ada 60 personel Kodim 0712/ Tegal dan personel Brigif 4/Dewa Ratna.” Dia pun tak canggung kala harus lebih dekat dengan petani-petani serta masyarakat wong cilik lainnya. Menurutnya, TNI lahir dari rakyat sehingga sudah sewajarnya jika kita juga dekat dengan rakyat untuk menjalin kemanunggalan tentara dan rakyatnya. “Terima kasih kepada semuanya. Satukan tekad dan bulatkan semangat dengan menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini,” pungkasnya. (zul)

LINTAS Siagakan Babinsa Di Tiap Desa KERSANA - Guna mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan, Polsek Kersana menempatkan 13 personil dari 18 personil untuk menjalankan tugasnya sebagai Badan Pembinaan Masyarakat (Babinmas) di tiap-tiap desa yang ada di wilayah hukum Polsek Kersana. Kapolsek Kersana, AKP Misyanto,SH saat ditemui Radar mengatakan di wilayah hukum Polsek Kersana terdapat 13 desa. Untuk menunjang keamanan dimasing-masing desa saat ini telah ditempatkan anggota polisi dari Polsek Kersana untuk menjaDOK.RATEG lankan tugas sebagai Babinmas. AKP Misyanto,SH Menurutnya, tugas Babinsa di wilayah hukumnya memiliki tugas ganda. Selain melakukan pengaman di tiap desa, mereka juga memiliki tugas pengamanan secara umum di seluruh wilayah Kecamatan Kersana. “Mereka tidak hanya melakukan pengamanan di desa saja, tapi juga memiliki kewajiban melakukan pengamanan di seruluh wilayah hukum Polsek Kersana,” ujar Misyanto. Selain pengamanan, tutur dia, mereka juga memiliki tugas untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat desa yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban lingkungan. Sehingga hal itu bisa mengurangi tindak kriminalitas di wilayahnya. Ia menambahkan, selama tahun 2012 ini, hanya ada empat kasus tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kersana. “Jumlah tersebut termasuk kasus pencurian yang baru saja terjadi dan kasusnya akan dilimpahkan ke Polres Brebes,” terangnya. (har)

LP Dicabut, Sepakat Pisah Setujui Enam Butir Perjanjian SLAWI – Suswati Binti Kasim (42), warga RT 09 RW 03 Desa Pedeslohor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, istri mantan kades Pedeslohor, Rabu (12/12), akhirnya mencabut laporan polisi (LP) terhadap suaminya. Keduanya yang masih berstatus sebagai pasangan suami istri (pasutri) yang sah, sepakat akan menyelesaikan kemelut keluarganya melalui cara kekeluargaan. Sebelumnya, Suswati melaporkan suaminya, Rifai Bin Waryono (46), ke polisi dengan UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), lantaran tak diberi nafkah lahir dan bathin hingga 8 bulan lebih. Dia pun meminta kepastian status perkawinan dan biduk rumah tangganya yang telah dibina sekitar 25 tahun. Di hadapan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bripka Aris Maryono SH, Suswati dan Ripai menegaskan akan menyelesaikan persoalan keluarganya secara baik-baik. Ini dituangkan melalui surat pernyataan yang ditandatangani keduanya. Selanjutnya perihal perkara penelantaran terhadap orang dalam lingkup rumah tangga yang dilaporkan Suswati, Jumat (23/3), itu dianggap selesai. Kedua belah pihak menyatakan akan bercerai dengan baik-baik, tetapi akan selalu menjalin silaturahmi dan kekeluargaan. “Saya dan bapak sepaka

YERI NOVEL/RADAR SLAWI

SURAT PERNYATAAN - Suswati Binti Kasim (42), menunjukan surat pernyataan penyelesaian persoalan keluarganya yang sempat dilaporkannya ke Polres Tegal.

untuk menyudahi persoalan ini tanpa embel-embel apapun. Yang penting hubungan kekeluargaan kami berdua dan anakanak akan tetap baik,” ungkap Suswati. Kecuali itu, pernyataan yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000 di hadapan dua saksi itu juga menyebutkan Rifai sebagai pihak I akan tetap bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Kemudian, keduanya sepakat tidak akan saling memunculkan aksi pro-

SEMARANG - Empat pengendara sepeda motor mencium tanah setelah kendaraannya disasak pikap Toyota Kijang bermuatan paving. Diduga, pikap tersebut lepas kendali dan mengoyak-oyak kendaraan di sekitarnya lantaran remnya blong saat melintas di Jalan Silayur atau tepatnya di depan perumahan Villa Experanza, Ngaliyan, Semarang, Rabu (12/12) pagi, sekitar pukul 07.30 kemarin. Empat pengendara tersebut yakni Wahono (29), warga Meteseh, Boja, Kendal bersama istrinya Ismiyati (25), mengendarai Yamaha Vega H-2276-OY, lalu Martin Yonathan (20), warga Mijen Permai RT 03 RW 07, Kota Semarang, mengendarai Honda Supra H-2987-P. Yang membonceng Yonathan belum diketahui identi-

CMYK

tasnya. Empat pengendara tersebut terluka parah. Mereka dilarikan di Rumah Sakit Permata Medika untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya enam orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang diduga disebabkan rem blong tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula saat pikap tua bernopol H 1910 HO keluaran tahun 1980 melaju dari Mijen (selatan) menuju Ngaliyan (utara). Pikap dikemudikan Lutfi (48), warga Kampung Pondok Manggis RT 03/RW 04 Bojong Baru, Bojong Gede, Depok. Sampai di lokasi, Lutfi kehilangan kednali. Pasalnya, saat ia menginjak rem untuk memperlambat laju mobil saat diturunan remnya tidak berfungsi. Ia kebingungan dan mencoba mengendalika dengan kopling dan menurunkan gigi. Namun hal tersebut

vokasi terkait permasalahan yang telah terjadi di kemudian hari. Pihak pertama pun sepakat akan mengkondisikan keluarganya masing-masing agar tidak ikut campur dalam persoalan ini. Terakhir, pihak pertama bersedia menanggung dan tetap memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan hutang piutang yang dilakukan keduanya selama berumah tangga. “Untuk urusan perceraian,

kami sepakat akan menuntaskannya sebaik-baiknya. Saya dengan bapak tetap satu keluarga, kendati nantinya sudah bukan suami istri lagi,” papar Suswati lagi. Surat pernyataan yang dibuat Suswati dan Rifai juga ditandatangani dua saksi masingmasing Kanit PPA Sat Reskrim Polres Tegal, Bripka Aris Maryono SH dan keponakan Rifai, Sujai. baik Suswati maupun Rifai bersyukur kasusnya berhenti usai dimediasi di Polres

Tegal dan tidak sampai ke meja hijau. Sebelumnya, Jumat (30/11), Suswati melaporkan Rifa dengan laporan polisi No. Pol.: LP/B/336/XI/2012/JATENG/ RES.TEGAL tanggal 30 November 2012. Dalam LP itu disebutkan pada hari Jumat (23/3) telah terjadi tindak pidana KDRT di rumah korban, karena tersangka tidak pernah memberikan nafkah lahir dan bathin sampai saat Suswati melapor ke SPK Polres Tegal. (yer)

Bandit Lintas Asean Dibekuk Sehari, Ada Tiga Mayat BANDARLAMPUNG – Polda Lampung mendapat tangkapan kakap. Institusi pimpinan Brigjen Heru Winarko ini berhasil membekuk komplotan rampok lintas negara. Komplotan spesialis nasabah bank tersebut telah beraksi 58 kali di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Pelaku rampok ini yakni Hamzah alias M. Vito (34), Ade Chandra (32), Alan Wari (30), dan Abdul Sohar (20). Masingmasing warga Dusun Sukadana, Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Mereka dibekuk Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung pada Selasa (11/12) sekitar pukul 10.00 WIB di Waykandis, Tanjungsenang, Bandarlampung. Sementara, dua pelaku lain yakni KM dan DE, warga OKI, berhasil lolos dari kejaran petugas. Saat menggerebek, polisi terpaksa melepaskan timah panas ke kaki lantaran Abdul Sohar dan Alan Wari mencoba kabur. Satu tersangka masih dirawat di Rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan intensif. Kapolda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko mengatakan, penangkapan atas komplotan Hamzah cs berawal dari informasi Polda Riau sepekan sebelumnya. Para pelaku sempat

di Lokasi Berbeda

WAHYU SYAIFULLAH/JPNN

LINTAS NEGARA - Polda Lampung mengamankan empat pelaku perampokan yang beraksi di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura.

beraksi di Bandarlampung. Saat beraksi di Bandarlampung, para rampok ini menggunakan Mobil Honda Jazz hijau BG 1820 MQ dan satu unit motor Yamaha Jupiter MX hitam B 3136 SDW. Mereka ditengarai melakukan pengintaian terhadap nasabah BRI dengan korban Yusnan yang berada di Jalan Radin Intan, Bandarlampung, Selasa (11/12) sekitar pukul 10.00. ’’Mereka tepergok saat mengikuti seorang nasabah di areal

Dua Motor Rusak Disasak Pikap 6 Korban Luka Parah

16

sia-sia. Turunan yang curam membuat pikap menggelondor dengan cepat. Kondsi jalan yang padat pengendara menambah kepanikannya. Pikap terus melaju tak terkendali. Tak pikir panjang Lutfi membanting setir ke arah kiri. Ternyata yang dilakukannya tersebut membuat pikap menyasak dua sepeda motor di depannya. Dua sepeda motor dengan empat pengendarai itu terpental. Pengendaranya terguling menuruni jalan yang curam itu. “Dari atas sudah terlihat pikap melaju tak terkendali. Lama-kelamaan miring ke kiri dan menabrak dua motor. Pengendara sepeda motor jatuh. Lukanya parah,” kata salah seorang saksi mata Widarko (33), satpam Perumahan Villa Experanza, Ngalian. Pikap terus melaju ke kiri atau bahu jalan. Sampai menghantam pembatas jalan hingga mobil tersebut terbalik

tepat di dekat gerbang Perumahan Villa Experanza. Paving di yang semula diatas pikap berceceran di bahu jalan. “Kalau tidak dibanting ke kiri mungkin korbannya tambah banyak. Di dalam mobil ada dua orang yakni sopir dan kenek,” imbuhnya. Kanit Lantas Polsek Ngaliyan, IPTU Suyit Munandar, mengatakan mobil pikap tersebut perjalanan dari Mijen hendak mengirim paving ke Ngaliyan. “Tidak ada korban jiwa. Enam korban mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Permata Medika untuk mendapatkan perawatan medis. Dugaan sementara akibat rem blong. Sehingga pikap tidak dapat dikendalikan,” katanya . Sementara Kepala Instalasi IGD Rumah Sakit Permata Medika dr Mukmin mengatakan, paling parah Martin Yonathan yang mengalami luka di perut dan tulang pinggang. (ris/tah/jpnn)

pelataran BRI di Jalan Radin Intan. Saat itulah, anggota melakukan pengepungan. Ada yang berusaha kabur dan menabrak kendaraan anggota,’’ jelas Heru. Polisi lantas mengikuti mobil pelaku hingga Waykandis. Sempat terjadi aksi penembakan oleh polisi ke mobil pelaku yang tak juga mau berhenti. Namun saat kendaraan berhasil dihentikan, Abdul Sohar dan Alan masih berusaha kabur. (whk/ yud/rnn/wdi/ary/jpnn)

SLAWI - Luas biasa! Itulah yang dialami wilayah hukum Polres Tegal, Rabu (12/12). Dalam sehari polisi disibukkan dengan tiga temuan mayat di lokasi berbeda. Dari temuan tersebut hingga saat ini belum ada indikasi yang mengarah pada tindak kejahatan. Temuan awal ditemukan diempang penampungan air atau balongan yang berada di Desa Dukuhwaru. Seorang bocah berusia 11 tahun yang teridentifikasi bernama Baktiar warga Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru ditemukan sudah menjadi mayat setelah sore sebelumnya sempat terjebur di sana. Dia yang tidak bisa berenang ditinggal teman sepermainnannya, ketika terpeleset dan terjebur di empang tersebut. Jasad korban barui berhasil dievakuasi tim gabungan polsek setempat, tim SAR, dan warga pada pukul 01.10, Rabu (12/12) dini hari. Temuan mayat kedua terjadi di areal TPI Larangan Desa Munjungagung Kecamatan Kramat. Jasad Nur Alif (35), warga Dukuh Karangjati Munjungagung RT 02 RW 05 ditemukan terkapar di teras pos pelayanan terpadu TPI Larangan.

Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini sempat jatuh dari teras ke tanah setinggi sekitar 1, 5 meter. Saat ditemukan warga dan petugas, korban sudah meninggal dunia. Jasad lelaki juga ditemukan di areal hutan pinus yang masuk wilayah Desa Dukuhtengah Kecamatan Bojong. Jasad yang teridentifikasi bernama Saihin (35), warga Desa Dukuh Tengah RT 11 RW 02 Bojong itu, ditemukan tewas tertimpa pohon pinus. Kuat dugaan, korban hendak memotong pohon pinus tersebut pada pukul 21.00 WIB. Apes, justru pohon besar itu menimpa tubuhnya yang kurus yang mengakibatkan nyawanya melayang. Jasadnya baru diketahui warga menjelang dini hari kemarin. Kapolres AKBP Nelson Pardamean Purba SIK melalui Paur Subbag Humas Ipda Wahyono menyatakan dari hasil laporan masing-masing kapolsek di wilayah kejadian menguatkan ketiga korban murni meninggal karena musibah. “Tidak diketemukan bekas atau tanda-tanda kekerasan apapun yang mengarah pada aksi kriminalitas terhadap korban,” tegasnya. (her)

RADAR TEGAL 13 DESEMBER 2012  

RADAR TEGAL 13 DESEMBER 2012

Advertisement