Page 14

RADAR BREBES

14

KAMIS 13 DESEMBER 2012

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih RSIA Mutiara Bunda Tanjung Brebes RS Dera As Syifa Banjarharjo Brebes Hotel Dedy Jaya Brebes RS Dedy Jaya

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481 (0283) 877222 (0283) 889588/ 889548 (0283) 673133 / 673158 (0283) 672145/ 672525

Bupati Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Percepat Reformasi Birokrasi

WONGE DEWEK Sinkronisasi Postur Anggaran BREBES - Kendati postur RAPBD 2013 mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Brebes, tim anggaran Pemkab Brebes menyatakan tidak akan merevisi usulan tersebut. Sebab, perubahan atas usulan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) tiap SKPD itu ditentukan bersama dewan. “Kalau ada yang tidak sesuai atau ada perubahan antara RAPBD dengan KUA/PPAS itu nanti juga disinkronisasi di rapat-rapat komisi,” tutur Kepala DPKAD Pemkab Brebes, Drs Diding Setiadi kepada Radar, Rabu (12/12). Dia menjelaskan, postur anggaran yang dinilai tidak memihak kepada masyarakat itu karena disesuaikan DOK/RADAR BREBES dengan berbagai faktor kebutuhan dan Drs Diding Setiadi ketersediaan. “Yang jelas, RKA SKPD sekarang sudah lengkap di dewan semua, mau direvisi di tiap Komisi sebelum masuk ke Banggar. SKPD akan menyimak,” tuturnya. Sebelumnya diberitakan, DPRD Kabupaten Brebes mengeluhkan keterlambatan penyerahan berkas dokumen Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dari SKPD ke dewan. Akibat keterlambatan itu mempengaruhi rapat pembahasan pada RAPBD 2013 di tingkat Komisi bersama eksekutif yang diagendakan pada Selasa (11/12) lalu terpaksa ditunda. (ism)

AJIB AH

BREBES - Seminar dan diskusi dalam rangka optimalisasi kinerja pelayanan publik menuju Brebes adil, aman, makmur dan damai Rabu (12/12) pagi tadi diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Brebes. Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo dan narasumber utama Yudiono SE, pakar sosial ekonomi yang merupakan putra daerah asal Desa Banjaratma, kecamatan Bulakamba. Acara yang diselenggarakan

LSM Better Life diikuti unsur SKPD Kabupaten Brebes, tokoh masyarakat, LSM, serta pengusaha. Dalam kesempatan itu, Bupati Brebes Hj Idza Prianti SE mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Brebes tengah mengupayakan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, pemerintah saat ini terus memantapkan, melaksanakan percepatan program reformasi birokrasi. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil

guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional,” tandasnya. Di samping itu, pelayanan publik dapat dijadikan entry point dalam mewujudkan good governance. Karena parameternya lebih nyata, yaitu efisiensi, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Pelayanan publik merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah dalam kinerja. Karena pelayanan publik selalu erat dikaitkan dengan kesejahteraan masyarakat dalam setiap visi, misi kepala daerah. “Oleh karena itu, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat harus ada satu kesa-

maan persepsi dan pemahaman tentang visi, misi, tujuan dan rencana tindakan di seluruh jenjang maupun elemen jajaran birokrasi,” ujar Bupati diakhir sambutannya. Sementar Ketua panitia seminar Ali Fahmi mengatakan, masyarakat sebelumnya kerap mendapat kesulitan dalam pelayanan publik yang berkaitan dengan hajat hidup, baik berupa perijinan, maupun pelayanan kependudukan lainnya. “Kecepatan terhadap pelayanan publik oleh pemerintah tentunya akan membawa perubahan perekonomian bagi masyarakat,” ujar Ali Fahmi. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes juga sangat

bergantung pada cepat dan tidaknya pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi juga perlu ditunjang oleh keseriusan pemerintah dalam penataan infrastruktur sebagai penopang kelancaran akses perekonomian warga. Ini penting dan perlu adanya sinergitas antar masing-masing SKPD dalam menyatukan konsep pembangunan demi terwujudnya Kabupaten Brebes yang lebih baik. “Untuk itu kami menyelenggarakan seminar ini, sekaligus untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik,” terangnya. (har)

Sesuaikan dengan Perkembangan Anak SEBAGAI kawah candra dimuka bagi generasi muda, Pramuka harus bisa beradaptasi dengan kondisi dan perkembangan jaman. Pramuka, juga harus mampu menjadi filter dari budaya akibat arus globalisasi. Demikian disampaikan, wakil bupati Brebes Narjo saat pembukaan Lomba Ketangkasan Siaga (LKS) tingkat Kabupaten Brebes yang digelar di Ponpes Al Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Rabu (12/12). Narjo mengajak kepada seluruh pembina agar mampu menciptakan kegiatan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Selain itu, kegiatannya juga harus mengikuti perkembangan jaman. Mengingat perkembangan teknologi dan informasi bergerak maju dengan cepat. Sejalan dengan itu, perlu adanya upaya peningkatan kualitas pembina dalam pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman membina. Khususnya peningkatan Pramuka golongan siaga. “Pembina juga harus menyesuaikan,” tutur Narjo. Sementara itu, Kegiatan LKS tingkat Kabupaten Brebes itu diikuti sebanyak 680 Pramuka siaga, terdiri dari 340 pramuka siaga putra dan 340 pramuka siaga putri dari 17 Kwartir Ranting (Kwarran) se Brebes. Dalam LKS ini, akan dipilih peserta tergiat 1,2 dan 3 untuk mewakili Kwarcab Brebes pada lomba yang sama ditingkat Kwarda 11 Jateng Binwil Pekalongan.

DOK/HUMAS BREBES

BERSAMA PRAMUKA – Wakil Bupati Brebes Narjo saat membuka LKS di Ponpes Al Falah, Jatorokeh, kemarin.

Ketua panitia penyelenggara Suwatno MPd menjelaskan, LKS digelar memiliki makna memberi pengalaman berharga bagi Pramuka Siaga se

Kabupaten. Pasalnya, dalam mengikuti lomba peserta dilatih memiliki kewajiban mendekatkan diri pada Allah SWT, melatih keberanian, ke-

kompakan, melaksanakan aturan dan tata krama, tidak putus asa, berkepribadian dan nilai positif lainnya. (ismail fuad)

TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES

MENANAM - Sejumlah komponen terlibat dalam penanaman 400 pohon di jalan lingkar Bumiayu yang digelar Bapeluh.

Dukung Gerakan 1 Miliar Pohon BUMIAYU - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Brebes, Badan Pelaksana Penyuluh (Bapeluh) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Brebes Selatan, menggelar penanaman 400 pohon di wilayah jalan lingkar Bumiayu, Rabu (12/12). Ir Hartono, Sekretaris Bapeluh Kabupaten Brebes mengatakan, gerakan penyuluh menanam tahun 2012 ini dalam rangka mensukseskan program nasional gerakan menanam 1 miliar pohon. “Kami dari Bapeluh baik perikanan, pertanian, kehutanan maupun kelautan, berupaya untuk mempelopori gerakan nasional ini. Dengan harapan akan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengikuti gerakan menanam pohon,” kata Hartono. Dikatakan, dalam kegiatan kemarin sebanyak 400 bibit pohon jenis trembesi dan glodogan, ditanam di pinggiran jalan lingkar bagian timur. Dengan panjang lokasi tanam sekitar 5,7 kilometer. “Kita berharap melalui kegiatan ini, maka kedepannya jalan lingkar menjadi teduh dan asri,” ujarnya. Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Brebes Ir Eko Andalas, menargetkan mampu menanam sebanyak 5 juta pohon di seluruh wilayah Kabupaten Brebes. “Pencanangan di tingkat provinsi baru akan di laksanakan pada 14 Desember di Cilacap, sedangkan untuk tingkat kabupaten pada 19 Desember. Sekarang ini kita mempelopori kegiatan itu agar lebih bersemangat,” jelasnya. Dari sisi pengadaan bibit pohon menurutnya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan mendapat dukukan dari sejumlah instansi. Baik BUMN, BUMS, perbankan, masyarakat maupun Kebun Bibit Rakyat (KBR). “Saat ini ketersediaan bibit sudah tercapai sekitar 4 juta lebih, sisanya kita akan adakan pendekatan melalui CSR di beberapa perusahaan. Sehingga target 5 juta pohon, mudah-mudahan bisa terwujud,” urainya. (pri)

Halimah Pimpin GOW Brebes BREBES - Dra Hj Halimah Fathoni akhirnya kembali menjadi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes masa bakti 20122015. Ia terpilih secara aklamasi oleh anggota saat Musyawarah Kerja (Musker) GOW Brebes di Gedung Wanita Brebes, Rabu (12/12). Musker GOW ini dibuka Plt Sekda Suprapto SH. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya kaum wanita sebagai bagian dari pembangunan. Keberadaan organisasi wanita, termasuk GOW juga turut serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes. Tak heran, Kabupaten Brebes beberapa kali secara terus menerus mendapat penghargaan anugerah Parahita Ekapraya sekaligus gelar Kabupaten Layak Anak. “Tanpa kontribusi dan peran aktif kaum wanita, tidak mungkin rasanya kita dapat meningkatkan kwalitas hidup perempuan dan mewujudkan kese-

Pemerintah Desa Minta Bagian

DOK/HUMAS BREBES

MUSKER – Musker GOW Kabupaten Brebes dibuka Plt Sekda Brebes Suprapto SH.

taraan dan keadilan gender di dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Suprapto. Peran dan konstribusi dari kepengurusan GOW di masa mendatang, diharapkan tetap dipertahankan, jika perlu lebih ditingkatkan lagi. Sementara ketua panitia Musker GOW

Kurangi Polusi, Ribuan Bibit Pohon Ditanam KERSANA - Untuk mengurangi polusi udara di wilayah Kecamatan Kersana, Selasa (11/12) Komando Rayon Militer (Koramil) Kersana melakukan penanaman 1.850 bibit pohon di sekitar Embung Desa Kersana Kecamatan Kersana. Penanaman bibit pohon tersebut juga dilakukan dalam rangka Hari Juang Kartika atau Hari Ulang Tahun TNI AD ke-67. Komandan Koramil Kersana Kapten (ARH) Dirman seusai melakukan penanaman pohon kepada Radar mengatakan, penanaman ribuan pohon tersebut dilakukan untuk mengurangi polusi udara di wilayah Kecamatan Kersana. Menurutnya, penanaman tersebut sengaja dilakukan di sekitar Embung Kersana agar keberadaannya tidak terlihat gersang. Menurutnya, tanaman terse-

HARVIYANTO/RADAR BREBES

MENANAM POHON - Jajaran Muspika Kecamatan Kersana secara bersama-sama melakukan penanaman pohon di sekitar Embung Kersana.

but didapat dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Brebes yang terdiri dari 1.000 bibit pohon jati, 100 po-

hon mahoni, 250 pohon cemara, 50 pohon ketapang, 250 pohon trembesi, 100 pohon tanjung dan 100 pohon mang-

Pendapatan PasarTradisional Capai Rp 3,3 Miliar

ga. Selain personil dari Koramil Kersana, penanaman juga diikuti oleh Muspika Kecamatan, kepala desa se-Kecamatan Kersana dan anggota Pramuka. Sementara itu, Camat Kersana Jakaria SIP,MM mengatakan, selain berfungsi untuk menampung air, ke depan diharapkan Embung Kersana yang baru saja dibangun bisa menjadi sarana wisata. Untuk itu, penanaman ribuan pohon tersebut diharapkan bisa menjadi sarana pendukung terwujudnya objek wisata (OW) Embung Kersana. Selain itu, penanaman pohon tersebut juga sekaligus untuk mendukung program penanaman 1 miliar pohon oleh pemerintah pusat tahun 2012. “Kegiatan ini juga sekaligus untuk memperingati hari jadi Korpri dan PGRI,” ujar dia. (har)

Brebes, Dra Hj Aqilatul Munawaroh mengatakan, Musker GOW merupakan forum tertinggi telah menghasilkan beberapa program kerja dan rekomendasi diantaranya agar semua organisasi wanita di Kabupaten Brebes memanfaatkan gedung wanita secara maksimal. (ism)

BREBES - Realisasi pendapatan pasar tradisional di Kabupaten Brebes periode Januari hingga November 2012 mencapai Rp 3,340.124.600 miliar dari target tahun ini sebesar Rp 3,65 miliar. Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Brebes Moch. Tamrin, Rabu (12/12) mengatakan, realisasi pendapatan tersebut berasal dari penarikan retribusi para pedagang di 25 pasar tradisional. Menurut dia, empat pasar tradisional dengan pendapatan terbesar yaitu pasar Jatibarang sebesar Rp 364.337.000, disusul pasar Ketanggungan sebesar Rp 328.206.000, pasar Bumiayu sebesar Rp 233.244, kemudian pasar Induk Brebes sebesar Rp 210.797.000. Pihaknya optimis realisasi pendapatan pasar

terus bertambah hingga mencapai pendapatan yang ditargetkan, meski awalnya hanya ditargetkan sebesar Rp 3,5 miliar. “Kami optimis realisasi pendapatan pasar terus bertambah hingga mencapai pendapatan yang ditargetkan, meski awalnya hanya ditargetkan sebesar Rp 3,5 miliar,” tandasnya. Sementara sejumlah pemerintahan desa yang memiliki pasar tradisional menghendaki agar Pemerintah Kabupaten Brebes bisa menyisihkan pendapatan yang bersumber dari pasar tradisional ke pemerintah desa. Kaur Umum Desa Sitanggal Kecamatan Larangan, Khamim Abdul Hadi mengatakan, di desanya terdapat satu pasar tradisional. Namun demikian, sampai dengan ini pemerintah desa tidak pernah menikmati retribusi yang didapat dari pengelolaan pasar. Dia berharap Pemkab menyisihkan 10 persen dari retribusi untuk desa. (har)

RADAR TEGAL 13 DESEMBER 2012  

RADAR TEGAL 13 DESEMBER 2012

Advertisement