Page 8

SLAWI METROPOLIS

8

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

INSIDEN

POMPA, Wadah Penggemar Sepeda Onthel Pangkah

Yuk! Ngonthel Bareng

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MENDEKAM - Bersama barang bukti sepeda Federal, Karsono yang dirangkul oleh Kanit Reskrim Aiptu Suratman kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Talang.

Spesialis Pencuri Sepeda, Bonyok Dimassa TALANG - Usai sudah petualang Karsono (27) warga Desa Pacul RT 13 RW 15 Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Pasalnya, spesialis pencuri sepeda jenis Federal dengan sasaran sejumlah perumahan itu akhirnya mendekam di tahanan Mapolsek Talang, setelah aksi kali terakhir diketahui oleh massa yang langsung menghadiahi bogeman mentah. Beruntung, aksi kesal massa ini bisa segera dihentikan setelah petugas kepolisian yang langsung mengamankan tersangka. Diperoleh informasi, aksi pencurian sepeda jenis Federal, yang harganya lumayan mahal, yakni sekitar Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah itu, sering dilakukan oleh Karsono. Sasarannya, sejumlah sepeda yang tengah diparkir oleh pemiliknya di perumahan masuk wilayah Mejasem Kramat. Dari catatan pelaku, bahwa aksi pencurian sepeda Federal itu sudah lima kali berhasil dilakukan. Semuanya milik warga perumahan Mejasem Kramat. Dengan bermodus, melihat situasi rumah yang sepi, pelaku yang sebelumnya membidik sepeda yang diparkir, akhirnya tak membuang waktu dan langsung mengayuhnya tanpa perasaan takut. Aksi Karsono pada Sabtu (9/1) siang rupanya merupakan hari sial baginya. Sebab, baru kalipertama mencuri sepeda di perumahan Vantavin II masuk wilayah Talang, atau lokasinya satu desa dengan rumahnya, aksi yang dilakukan Karsono diketahui pemiliknya. Hingga akhirnya aksi kejar oleh warga pun terjadi, dan tersangka bonyok dimassa setelah berhasil membawa kabur sepeda milik warga perumahan Vantavin II Talang. Kapolsek Talang AKP Sugiarto melalui Kanitreskrim Aiptu Suratman Senin (11/1) kemarin mengatakan, Karsono merupakan pelaku spesialis pencuri sepeda ontel yang korbannya warga Perumahan Mejasem. ‘’Makanya dari keterangan dari pelaku, kami masih terus mengembangkan persoalannya. Siapa yang terlibat, maupun sudah berapa kali Karsono melakukan pencurian sepeda jenis Federal ini,’’ terangnya. Dijelaskan dia, kalau Karsono dihajar massa setelah pemilik sepeda ontel yakni Nia Karnia (32) warga perumahan Vantavin II Talang, melihat kalau sepeda yang di parkir depan rumah dibawa kabur oleh lelaki tak dikenal. Tak pelak, hal ini membuat pemilik rumah berteriak maling. Sedangkan teriakan Nia ini membuat warga sekitar langsung mengejarnya, dan Karsono yang tengah mengayuh sepeda curian akhirnya tertangkap. ‘’Ya, tersangka sempat dihadiahi bogeman mentah oleh massa yang sebelumnya mengejarnya. Namun, untung saja sebelum massa berlanjut, kami berhasil mengamankannya. Atas perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 750 ribu,’’ ulas Suratman. Sementara dari pengakuan Karsono, bahwa sebelumnya dia berhasil mencuri sepeda di perumahan Mejasem sebanyak 5 kali. ‘’Mulai di Pala 3, pala 27, depan masjid, dekat lapangan Texin semua sepeda incarannya berhasil diembat. Hasil pencurian sepeda yang langsung dijual dengan harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, digunakan untuk beli rokok dan minum-minuman,’ ‘pungkasnya. (gus)

KIAN hari penggemar sepeda onthel di Kabupaten Tegal bertambah banyak. Hal ini dibuktikan dengan terus bermunculannya perkumpulan penggemar sepeda onthel, seperti halnya di Kecamatan Pangkah. Para penggemar sepeda onthel di Kecamatan Pangkah sepakat bergabung dalam wadah yang dinamakan Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (Pompa). Dalam perkembangannya, Pompa yang didirikan sejak 14 Agustus 2009 memiliki anggota yang terus bertambah. Dari yang semula 9 orang, kini menjadi 50 orang. Menurut Ketua Pompa, Agus Endi Supriyo, sejak awal Pompa didirikan dengan beberapa tujuan. Diantaranya sebagai ajang silaturahim, olah raga, kegiatan sosial, melestarikan tradisi dan budaya, serta mengurangi pencemaran lingkungan. ‘’Pompa juga bertujuan mengkampanyekan efisiensi BBM (Bahan Bakar Minyak,Red). Sehingga diharapkan melalui wadah Pompa, warga dapat menghemat BBM,’’ terang Agus Endi Supriyo, yang kesehariannya sebagai guru di SMAN 1 Pangkah. Demi mewujudkan tujuan

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

NGONTHEL - Anggota Pompa nampak tengah mengikuti kegiatan Ngonthel bareng yang dilaksanakan sebagai agenda rutin kegiatan dua kali setiap bulannya.

yang ada, lanjut Endi (sapaan Agus Endi Supriyo), anggota Pompa menggelar sejumlah kegiatan. Yakni kegiatan ngonthel, yang diikuti seluruh anggota secara rutin 2 kali dalam setiap bulannya. Yakni setiap hari Minggu pertama dan kedua.

‘’Kegiatan ngonthel ini kami laksanakan berdasarkan rembug anggota. Rute ngonthel kami meliputi obyek wisata religius, obyek wisata alam dan tilik deso di wilayah Kabupaten tegal dan sekitarnya. Sejumlah obyek wisata yang telah kami kunjungi

antara lain makam Amangkurat I di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna, makam Bupati Tegal I di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru, obyek wisata Cacaban di Kecamatan Kedungbanteng, obyek wisata Purwahamba Indah (Purin), serta obyek wisata Pantai

Alam Indah (PAI) di Kota Tegal,’’ terang Endi selain kegiatan rutin berupa ngonthel bareng itu, Pompa juga telah menyelenggarakan kegiatan silaturahim. Diantaranya berkunjung ke rumah dinas Wakil Bupati Tegal pada 4 Oktober 2009 silam, mengunjungi pameran sepeda kuno di Universitas Semarang yang diselenggarakan oleh Paguyupan Gagak Rimang Kota Semarang pada 25 Oktober 2009, serta berkunjung ke sekretariat Paguyuban Penggemar Sepeda Onta Pemalang (PPSOP) ‘’PPSOP ini merupakan perkumpulan yang telah berhasil meraih 3 juara dalam lomba sepeda kuno di Semarang, pada tanggal 25 Oktober 2009,’’ jelas Endi.Pompa juga menggelar kegiatan sosial. Yakni berupa pembagian pakaian pantas pakai serta pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) yang dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan. ‘’Kegiatan sosial pertama kali diselenggarakan saat ngonthel bareng ke obyek wisata Purin pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2009. Dan diikuti oleh 35 orang pengonthel dengan 4 sasaran bakti sosial,’’ terang Endi. (aan)

Guru Swasta Kembali Demo Disertai Istighosah dan Membubuhkan Tanda Tangan SLAWI - Aksi unjuk rasa kembali dilakukan Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal. Bedanya, kali ini ribuan guru yang tergabung dalam Forgusta tersebut, Senin (11/1) kemarin melakukan aksinya mengadakan istighosah atas keprihatinan terhadap kondisi guru swasta di lingkungan Pemkab setempat. Bahkan sejumlah ulama dihadirkan dalam aksi tersebut. Seperti Habib Muhammad Sulton Al Habsyi. Ia secara langsung memimpin acara istihgosah. Sementara beberapa ulama lainnya yang hadir termasuk Ahmad Faturi memimpin pembacaan surat Yasin sebelum acara istighosah dimulai. Ribuan guru swasta yang turut serta dalam acara istighosah tersebut sempat histeris

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MEMBUBUHKAN TANDA TANGAN - Sejumlah guru swasta yang tergabung dalam Forgusta saat membubuhkan tanda tangan dalam aksinya kemarin.

saat mendengarkan bacaanbacaan salawat maupun doa yang disampaikan Habib M Sulton Al Habsyi. Beberapa dari mereka sempat mengeluarkan air mata larut dalam acara tersebut. Tidak hanya guru, sejumlah siswa yang ikut dalam aksi tersebut juga terlihat mencucurkan air mata. Setelah acara istighozah selesai, acara dilan-

jutkan dengan pembubuhan tandatangan keprihatinan yang dilakukan oleh para guru swasta tersebut. Di atas kain putih sepanjang 50 meter yang dibentangkan mengitari gedung DPRD dan Pemkab tersebut, mereka satu persatu melakukan pembubuhan tanda tangan. Selain melakukan orasi, dipimpin langsung Ketua Umum

Forgusta Kabupaten Tegal Fatah Yasin, mereka bersamasama membacakan ikrar janji. Dalam ikrar tersebut, ratusan guru sepakat akan melakukan aksi mogok mengajar selama tuntutan terpenuhi. Mereka juga menuntut untuk kenaikan tunjangan kepada guru-guru swasta sebesar Rp 250 ribu tiap bulannya. Mereka meminta agar tunjangan yang selama ini dimasukan dalam pos bantuan sosial untuk dirubah menjadi bantuan rutin dari Dinas Penidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal. “Pada hari ini, Senin tanggal 11 bulan Januari, kami akan bersama-sama dalam hal. Pertama, akan melakukan aksi di halaman Pemkab sampai tuntutan terpenuhi. Dua, akan melaksanakan mogok pengajar dari sekarang sampai tuntutan terpenuhi. Tiga, tunjangan tersebut harus dirubah dari pos bantuan sosial menjadi bantuan rutin Dikpora pada tahun 2010. Empat, segera menerbitkan Perda terkait tunjangan ter-

sebut pada tahun 2010,” ungkap Fatah Yasin di hadapan massanya. Dalam aksi kali ini, tambah Yasin, pihaknya sengaja membentangkan kain putih sepanjang 50 meter yang mengelilingi kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Tegal. Aksi tersebut sebagai aksi keprihatinan atas tindakan Pemkab yang tidak respon terhadap aksi Forgusta. Sementara itu,Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Wahidin yang menemui para demontran berjanji akan memperjuangkan tuntutan yang disampaikan oleh Forgusta. Ia mengaku, pihaknya akan memperjuangkan hal itu di Badan Anggaran. Dalam pertemuan tersebut, Wahidin juga sempat membubuhkan tanda tangan di atas materai atas komitmennya untuk bisa memperjuangkan guru-guru swasta. “Saya atas nama komisi IV DPRD akan berusaha keras untuk memperjuangkan tuntutan Forgusta.” (cw3)

Radar Tegal 12 Januari 2010  

Radar Tegal 12 Januari 2010

Radar Tegal 12 Januari 2010  

Radar Tegal 12 Januari 2010

Advertisement