Page 28

KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Koordinasi Antar SKPD Dinilai Kurang Data Jalingkos Tak Sama KOORDINASI antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinilai masih sangat kurang. Hal ini seperti yang nampak pada kurang terpadunya pendataan, terkait rencana pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tahap III. Yakni ditemukan adanya perbedaan tentang luasan lahan yang akan terkena pembangunan Jalingkos tahap III tersebut. Jika berdasarkan data pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal, luas lahan milik warga yang akan terkena proyek pembangunan Jalingkos tahap II seluas lebih kurang 4.000 m2. Sementara data yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebagai pelaksana proyek pembangunan, lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan jalingkos tahap III berkisar antara 7.000 m2 9.000 m2. Hal ini terungkap usai digelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil pembahasan nota keuangan APBD tahun anggaran 2010, yang digelar, Senin (11/1) kemarin. Menurut anggota Komisi I, Abdul Baar, yang ditemui usai Sidang Paripurna DPRD, perbedaan data yang ditunjukkan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal dengan DPU itu membuktikan masih lemahnya koordinasi diantara SKPD. Padahal, dalam pelaksanaan pembangunan Jalingkos tahap III, lanjut Abdul Baar, koordinasi antara Bagian pemerintahan sebagai SKPD yang berwenang dalam hal penyediaan lahan

Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana dok/rateg yang akan digunakan Abdul Baar untuk pembangunan Jalingkos?

untuk pembangunan Jalingkos dengan DPU sebagai pelaksana pembangunan, semestinya dilakukan secara intens. Sehingga, data teknis seperti halnya luas lahan yang akan dipergunakan bagi proyek tersebut, hendaknya sama. ‘’Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana yang akan digunakan untuk pembangunan Jalingkos?’’ ungkap Abdul Baar. Dijelaskan Abdul Baar, Komisi I DPRD Kabupaten Tegal akhirnya hanya meloloskan alokasi anggaran untuk pembayaran ganti untung lahan milik warga yang telah dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos sebelumnya. adapun luasan lahan yang dialokasikan untuk diberikan ganti untung itu, seluas lebih kurang 2.500 Ha. ‘’Kami hanya meloloskan

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

anggaran untuk pembebasan lahan seluas 2500 Ha. Lahan ini memang sudah dipergunakan untuk pembangunan jalingkos dan sampai saat ini warga pemilik lahan teresebut belum menerima ganti untungnya,’’ terang Abdul Baar. Ditambahkan Abdul Baar, pihaknya juga sangat menyayangkan karena banyak ditemukan lahan milik warga yang telah terkena pembangunan Jalingkos, namun belum mendapatkan ganti untung. Sebaliknya, pihaknya juga menemukan banyaknya lahan milik warga yang sudah terlanjur mendapatkan ganti untung, namun justru tidak terkena pembangunan Jalingkos. ‘’Kami sangat menyayangkan, karena ini membuktikan lemahnya perencanaan pembangunan Jalingkos.’’ Dia berharap, pembahasan rencana pengalokasian anggaran pembangunan jalingkos tahap II di tingkat Badan Anggaran, nantinya dapat lebih mendapatkan perhatian. (aan)

MENGENASKAN - Kanit Reskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah menunjukan pengendara motor Honda Beat yang tewas dengan kondisi mengenaskan.

Pengendara Honda Beat Tewas Dilindas Tangki LPG KRAMAT - Insiden lakalantas di jalur pantura kembali telan nyawa. Kali ini korbannya Cahyani (31) warga Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 01 Kelurahan Debong Kulon Tegal Selatan Kota Tegal. Gara-gara terpeleset jatuh, Senin (11/1) sore, pengendara motor Honda Beat G 2240 NE warna biru itu, tewas mengenaskan setelah truk tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829 VO melindasnya. Informasi yang dihimpun Radar di jalur pantura, tepatnya Jalan Raya Kramat atau depan SD Kramat 0I, bermula sekitar pukul 16.00 WIB, dari arah timur menuju barat Cahyani yang mengendarai Honda Beat warna biru, melaju cukup kencang saat melintas di jalan raya pantura Kramat. Saat di depan SD Kramat 0I, korban menyalip tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829

VO yang sama-sama melaju ke arah Jakarta. Usai menyalip, tiba-tiba laju yang dikendarai oleh warga asal Debong Kulon Kota Tegal itu mendadak oleng. Diduga karena terpeleset akibat jalan yang licin, motor yang dikendarai oleh Cahyani akhirnya jatuh terjungkal. Sementara truk tangki yang persis berada di belakangnya mendadak kaget saat di depannya terlihat ada motor yang terjatuh sendiri. Lantaran jarak begitu dekat, upaya menghindar oleh sopir tangki yang melaju dari Kota Semarang dan hendak pergi ke Indramayu Jabar itu, akhirnya melindas motor Honda Beat keluaran 2009. Korban tewas seketika dengan luka yang mengenaskan. Sebab, kepala korban penyok akibat dilindas tangki LPG yang diketahui kendaraan yang cukup besar.

‘’Motor tersebut baru saja menyalip truk saya dari arah kiri. Namun entah kenapa, tibatiba usai menyalip motor tersebut mendadak oleng dan jatuh,’’ terang sopir truk Sukiswo (40) sopir tangki LPG. Sementara Kanitreskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah yang sebelumnya memberikan pertolongan dan sempat mengatur arus lalulintas yang sempat macet di jalur pantura akibat insiden lakalantas menambahkan dari keterangan sejumlah saksi bahwa diduga korban terjatuh akibat terpeleset lantaran kondisi jalan licin. ‘’Saat kejadian, di jalur pantura memang sedang gerimis,’’ terangnya. Ditambahkan dia, akibat kejadian lakalantas ini kondisi korban memang sangat mengenaskan. Sebab, kepalanya pe-

nyok. Demikian pula dengan matanya yang nyaris lepas. Sedangkan di lokasi kejadian, melihat kejadian tersebut pihaknya dibantu masyarakat setempat juga langsung menepikan korban tewas untuk bisa ditepikan agar tidak mengganggu arus lalulintas. ‘’Kami saat itu sedang patroli di jalur pantura bersama dengan anggota reskrim. Namun melihat ada lakalantas kami pun segera ke TKP. Kami juga sempat mengejar sopir tangki yang sempat hendak melarikan diri. Dengan melakukan pengejaran, tangki LPG tersebut langsung kami amankan.’’ Sedangkan setelah dirinya berkordinasi dengan Unit Lakalantas Polres Tegal, lanjut Abdillah, jazad korban langsung dibawa ke RSI Mitra Siaga Tegal. (gus)

Terpilih, Rojikhin Siap Kerja Keras untuk Menambah Suara di Parlemen Konfercab DPC PDI Perjuangan SLAWI - Rojikin AH kembali terpilih untuk menjadi ketua partai yang berlambang kepala banteng dalam lingkaran masa bhakti 2010-2015 mendatang. Bertempat di Gedung Korpri, Minggu (10/1) Rojikin kembali didaulat untuk menjadi nah-

koda oleh massa monceng putih pada konfercab DPC PDI Perjuangan. Rojikin yang ditemui, Senin (11/1) kemarin ke gedung dewan mengucapkan rasa terima kasih pada seluruh kader partai karena telah memercayakan kembali untuk memimpin PDI Perjuangan. Karena telah diberi amanat, ia bersama dengan jajaran pengurus yang lain

berjanji akan menjalankan amanat tersebut dengan sebaikbaiknya. “Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal yang telah mendukung konfercab sehingga berjalan dengan lancar. Saya juga berterima kasih pada semua kader dan partisipan yang telah mempercayakan saya untuk kembali

memimpin PDIP ini,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD berjanji akan menjalankan amanat bersama dengan pengurus lain sekuat tenaganya. Dia juga berharap seluruh kader yang terpilih sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan untuk mencurahkan semua pikiran, tenaga guna membesarkan partai. Sehingga ke

depan PDI Perjuangan kembali memimpin perolehan suara tertinggi di Kabupaten Tegal. “Tugas berat kami mempertahankan perolehan suara yang telah diperoleh pada pemilu legislatif kemarin. Saya bersama pengurus lain berjanji akan menambah suara di parlemen agar perolehan kursinya bertambah. Itu semua tentunya tidak semudah

membalikkan telapak tangan. Itu perlu perjuangan yang ekstra agar cita-cita itu tercapai,” janjinya. Sementara itu, mantan Sekretaris DPC PDIP, Dakir SH mengucapkan selamat pada ketua dan jajaran pengurus terpilih pada konfercab DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal. “Saya yakin dan percaya dengan kepengurusan ini. Apa-

lagi dalam kepengurusan kali ini banyak orang muda yang energik. Sehingga PDI Perjuangan akan bertambah sukses. Dan saya juga mohon maaf, selama saya duduk sebagai sekretaris banyak kekurangan dan kesalahan. Hanya inilah kemampuan yang saya miliki untuk memperjuangkan kebesaran partai,” akunya. (k1)

Radar Tegal 12 Januari 2010  

Radar Tegal 12 Januari 2010

Radar Tegal 12 Januari 2010  

Radar Tegal 12 Januari 2010

Advertisement