Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SELASA, 12 JANUARI 2010

INDEKS

Ikmal Pimpin PDI Perjuangan Pengurus Didominasi Wajah Baru TEGAL - Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar Senin (11/1) kemarin, bertempat di hotel Karlita Internasional Jalan Brigjend Katamso Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal periode 2010-2015, menggantikan posisi Tatang Suandi. Sesuai hasil pemandangan umum yang disampaikan perwakilan 4 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dalam pelaksanaan Konfercab secara bulat menyatakan dukungannya kepada H Ikmal Jaya SE Ak. Penyampaian dukungan tersebut berdasarkan hasil rapat ranting-ranting dan PAC, yang dilaksanakan pada bulan Desember 2010. Selain memilih H Ikmal Jaya SE Ak sebagai DPC PDI Perjuangan Kota Tegal periode 2010-2015, Konfercab PDI Perjuangan juga menyatakan dukungan kepada H Murdoko SH untuk jadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dan Hj Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Guru Killer…? Nggak Banget Deh… HAL. XPRESI

Warga Geruduk Pendopo HAL. PEMALANG

Tebing Kritis, Linggapura-Guci Dialihkan HAL. BREBES DAN BUMIAYU

UN SMK Berubah HAL. METROPOLIS

APA MANING...

ke hal 19 kol 1

BERI UCAPAN SELAMAT - Mantan pengurus PDI Perjuangan Kota Tegal Supardi SH mengucapkan selamat kepada Ketua DPC terpilih H Ikmal Jaya SE Ak, usai penetapan dan pelantikan. M SAEKHUN/RATEG

YANVERA/RATEG

TENGKORAK - Dakri sedang menunjukan hasil penemuannya yakni tengkorak manusia purba.

Ditemukan Fosil Tengkorak Manusia Purba SLAWI - Penemuan fosil tengkorak manusia purba tertua se-Jawa Tengah, Kamis (7/1) lalu di sekitar hutan desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, semakin mengukuhkan wilayah tersebut sebagai sentra peninggalan benda-benda bersejarah yang patut dilestarikan. Terlebih ratusan jenis tulangbelulang hewan-hewan purbakala, seperti gajah raksasa, ikan paus raksasa dan lainnya kerapkali ditemukan warga desa tersebut. Tapi sejauh ini, penemuan-penemuan para warga yang tergabung dalam kesatuan penyelamat benda-benda purbakala Desa Semedo, belum ditidaklanjuti secara serius oleh instansi terkait di lingkungan pemkab Tegal maupun pemerintah pusat. Akibatnya, warga seakanakan berjuang sendiri untuk menyelamatkan benda-benda tersebut. Padahal, kalau wilayah itu dikelola dengan baik dan dijadikan pusat penelitian, kemungkinan besar nantinya akan muncul sejarah baru.

Depkum HAM Membela Diri Sebut Kamar Hotel di Rutan Ruang Ketrampilan JAKARTA - Departemen Hukum dan HAM memilih mati-matian membela diri menyusul temuan mengejutkan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum di rumah tahanan wanita Pondok Bambu, Minggu (10/1) malam lalu. Lembaga yang dipimpin politisi PAN Patrialis Akbar itu mengaku tak pernah mengobral fasilitas mewah kepada para narapidana.

Kemarin (11/1), seluruh pejabat eselon satu berkumpul di Graha Pengayoman, Depkum HAM, untuk memberikan klarifikasi kepada wartawan atas temuan mengejutkan di kamar narapidana korupsi Artalyta Suryani, Aling, Darmawati Dareho, Eri Fuad, dan Ines Wulandari. Pertemuan itu dihadiri langsung Menkum HAM Patrialis Akbar dan pejabat yang membawahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono. Tidak hanya itu, sejak pagi kemarin, menurut Untung, pihaknya bersama tim inspektorat jenderal Depkum

ke hal 19 kol 5

Mendiknas Tetapkan 4 Syarat Kelulusan Para Siswa Dihimbau Jauhi Stres

ke hal 19 kol 5

SEMOK

Nabila Sayakieb Beli Rumah Dulu, Baru Menikah TREN menikah muda di kalangan selebriti tanah air tidak membuat Nabila Syakieb terpengaruh. Meski usianya sudah cukup untuk berumah tangga, aktris 24 tahun itu belum terpikir menikah. Hal tersebut diungkapkan Nabila ketika dihubungi kemarin (10/1). Aktris kelahiran 18 November 1985 itu lebih memilih membeli rumah terlebih dahulu daripada menikah. “Pikiran menikah itu masih jauh, sama sekali belum ada niat untuk ke sana. Aku malah mau beli rumah dulu.” Nabila menampik jika keinginannya untuk menunda menikah di usia muda disebabkan hubungan cintanya yang selalu kandas. Nabila yang baru saja putus dari Yuri Ihza Mahendra itu hanya ingin menata karirnya terlebih dahulu. (ken/tia)

HAM mengulang inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas pimpinan Kuntoro Mangkusubroto itu di Rutan Pondok Bambu. Namun klarifikasi itu menjadi ibarat ajang pembelaan. Untung mengungkapkan ruangan di lantai dua, yang ditemukan tim satgas sebagai ruangan narapidana narkoba Aling, sejatinya merupakan ruang Dharma Wanita. “Di sana memang ada beberapa vas bunga juga ada ruangan karaoke. Di sana napi bisa belajar bernyanyi,” ujarnya. Di tempat itu Aling tinggal bersama dua narapidana lainnya.

UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

SYARAT LULUS UNAS - Mendiknas M Nuh saat rapat kerja bersama Komisi X di gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan empat syarat kelulusan siswa dari setiap jenjang pendidikan. Keempat syarat tersebut adalah siswa diharuskan menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai baik untuk kelompok mata pelajaran akhlak mulia yang diselenggarakan oleh sekolah, lulus ujian sekolah, serta lulus ujian nasional (UN). Berbicara pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin (11/1), Mendiknas menjelaskan bahwa para peserta harus memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata

RIR/INDOPOS

SIDAK - Satgas saat sidak di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur dan bertemu Ayin (kanan), Minggu malam.

Satgas Minta Batasi Akses Ayin JAKARTA - Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum meminta Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar membatasi akses bagi Arthalyta Suryani alias Ayin. Ini setelah Minggu lalu Satgas menemukan fasilitas mewah bagi Ayin di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. “Kami usulkan dia dipindahkan ke lembaga permasyarakatan yang aksesnya terbatas. Itu untuk memberi efek jera pada narapidana yang melanggar aturan,” ujar Sekretaris Satgas Denny Indrayana di gedung Mahkamah Agung kemarin (11/1). Pembatasan akses juga pernah diterapkan pada Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang ditempatkan di Nusakambangan ketika menjalani hukuman 15 tahun atas kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Letak Nusakambangan yang

ke hal 19 kol 1

ke hal 19 kol 1

Pansus Hadirkan Pemegang Saham Pengendali Bank Century

Robert Tantular-Boedi Sampoerna Saling Tuding Kasus Bank Century masih belum menemukan titik terang, terutama dalam kasus dugaan penggelapan dana USD 18 juta milik nasabah Boedi Sampoerna. Dalam pemeriksaan kemarin, saksi Robert Tantular menuding Boedi Sampoerna mengingkari kesepakatan. TUDINGAN itu langsung direspons pihak

Boedi Sampoerna yang ganti menuding Robert Tantular menggelapkan dana tersebut. Kasus yang melibatkan dana Boedi Sampoerna di Bank Century adalah dugaan penggelapan dana senilai USD 18 juta oleh Robert Tantular. Selain itu, ada pemecahan rekening senilai USD 42,8 juta milik Boedi Sampoerna menjadi 247 Negotiable Certificate Deposit (NCD), dengan nilai nominal masing-masing Rp 2 miliar. Menurut Robert Tantular, seluruh dana yang terkait dengan Boedi Sampoerna sudah disepakati oleh kedua belah pihak. “Jadi, tidak benar kalau saya dituduh

menggelapkan dana. Bahkan, pemecahan rekening itu juga diusulkan oleh pihak Boedi Sampoerna,” ujarnya dalam rapat pansus kemarin (11/1). Rapat Pansus kemarin menghadirkan saksi Robert Tantular sebagai pemegang saham pengendali Bank Century dan Susana Choa, auditor internal Bank Century. Rapat yang diagendakan dimulai pukul 10.00 molor dan baru dimulai 14.15. Sebab, Pansus harus mengurus ijin dari Pengadilan Tinggi Jakarta karena Robert Tantular tengah mengajukan banding. Kedatangan Robert di ke hal 19 kol 1

UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

PENUHI PANGGILAN - Robert Tantular memenuhi panggilan Pansus Bank Century, di gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

Nok Slentik Depkum HAM Membela Diri * pinter mukir sa pole! Satgas Minta Batasi Akses Ayin * Kudune dinusakambangankan?

CMYK


WACANA

2

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Hidup di Republik Penuh Maklar Oleh: Muh. Abduh SELAMAT datang di republik penuh maklar. Para maklar kami siap melayani anda dengan 5S. Senyum, Sapa, Sabar, Sopan, dan satu lagi apa ya? Begitu kira-kira tulisan yang terpampang besar di pintu gerbang masuk Republik Penuh Maklar, singkat saja RPM. Yakh...di republik ini, segala pelayanan publik disukseskan oleh para maklar. Maklar tanah, maklar mobil, maklar sepeda motor, maklar SIM dan STNK, maklar proyek, maklar kasus dan masih banyak lagi maklar-maklar lainnya. Tak sembarang orang bisa menjadi maklar. Sebelum dinobatkan menjadi maklar, perlu melalui Fit and Proper Test. Pengujinya pun tidak main-main karena ini menyangkut pelayanan publik. Tim penguji langsung ditunjuk oleh kepala RPM dan tentu mendapat SK sehingga langkah-langkah tim tersebut memenuhi legal formal. Para maklar ini memiliki seragam khusus agar warga republik ini tak sulit mengidentifikasi. Eben luwih ketenger maning, seragame tiap spesifikasi maklar pun beda-beda. Maklar tanah berseragam coklat mirip warna tanah, maklar mobil berseragam silver metalik, maklar sepeda motor seragam warna-warni, maklar SIM dan STNK warna kuning STNK, maklar proyek warna abu-abu semen, maklar kasus warna hijau biar mirip meja pengadilan dan lainnya... Warga sungguh merasa menikmati layanan prima para maklar ini. Pokoknya begitu dimanjakan. Mau beli tanah, maklar tanah bisa mencarikan tanah yang strategis dengan NJOP yang prospektif. Mau beli mobil, baik bekas maupun yang gres, maklar mobil tak begitu lama bisa menghadirkan cepat mobil yang mingis-mingis. Tinggal nelpon, mobil tak lama terparkir di halaman rumah. Pengin menggarap proyek, maklar proyek siap seabrek proposal proyek yang siap di-ACC. Pokoknya tetek bengek administrasi terkait proyek tinggal beres res! Begitu kena persoalan hukum, maklar hukum pun siap membebaskan dari jeratan hukum. Sekalipun kena, maklar siap menyediakan ruangan tahanan yang full AC, ada TV berwarna, lemari es alias kulkas, dan layanan spesial lainnya. “Kudune nduwe duit akeh o..?” Jangan ditanya soal uang di RPM ini. Warga rupublik ini omber. Mungkin karena waktunya tak tersita urusan yang tak perlu, karena sudah ditangani maklar, tenaga dan usaha warga ini begitu efisien dan efektif. Lagi pula, biaya jasa para maklar sudah diatur sedemikian rupa dalam Perda. Dan itu diumumkan secara terbuka. Pokoke transparan. Sebelumnya, republik ini memang juwet dengan polah para maklar, terutama maklar proyek dan maklar kasus. Untuk membasmi para maklar, republik ini membikin Satgas atau tim ini itu agar para maklar tak bergentayangan merecoki pelayanan masyarakat. Tak hanya pemerintah saja yang sewot dengan para maklar. Berbagai ormas, partai politik memiliki jargon siap memberantas para maklar proyek. Dengar saja tekad ketua baru sebuah partai. “Kami siap memerangi makelar proyek. Sebab, akibat ulah mereka, hasil pekerjaan proyek kurang maksimal.” Begitu pidato ketua baru. Sampeyan percaya? Percaya tidak percaya, pidato tersebut sangat bersemangat, walaupun bingung entah darimana mau memulainya. Di tempat lain, Satgas Mafia Hukum terbelalak melihat layanan prima dan spesial seorang tahanan wanita. Wanita penghuni tahanan itu sedang mendapatkan treatment dari dokter kosmetik. Tak hanya satu dua jam treatment itu tapi sampai malam hari. Fasilitas kamar tahanan juga lengkap. Ada lemari es, sofa dan fasilitas kamar lainnya. “Edan maning kie, bisane tahanan mirip lounge...Enyong be gelem nang kene,” kata Panjul, anggota Satgas, sambil merasakan empuknya tempat tidur tahanan spesial ini. Kasure embul-embul! Singkat cerita, setelah berbagai upaya membentuk Satgaslah, Komisi-lah, Tim 1 sampai 9-lah, republik ini tak jua berhasil memberangus para maklar. Maklar begitu kuat. Justru yang terjadi inefisiensi anggaran republik ini. Satgas, komisi dan tim-tim ini menyedot anggaran yang tidak kecil. Akhirnya kepala republik ini membuat keputusan yang spektakuler, kalau tak mau disebut putus asa. Resmikan saja para maklar. Dan kini warga merasakan hidup di republik penuh maklar! Pengin ora urip nang negeri kaya kue? (*)

Tantangan Pasca Cak Nur-Gus Dur Oleh: Moh. Shofan BEBERAPA hari lalu saya bertanya kepada Buya Syafi’i panggilan akrab Prof Dr Ahmad Syafi’i Ma’arif- tentang tantangan besar umat saat ini. Itu mengingat, diskursus pemikiran Islam, setidaknya pasca Cak Nur dan Gus Dur, belum banyak memberikan solusi atas masalah-masalah kemanusiaan. Terhadap pertanyaan tersebut Buya Syafi’i menjawab, ‘’Kecuali Fazlur Rahman, para pembaru muslim yang lain belum memberikan jawaban komprehensif terhadap masalahmasalah sosial kemanusiaan yang berkembang tanpa henti. Saya rasa, upaya pembaruan selanjutnya harus mengarah kepada pencarian jawaban itu. Sebuah Islam yang tak mampu memberikan jawaban terhadap masalah-masalah besar akan sulit ditawarkan untuk mengawal peradaban.’’ Rasanya, jawaban Buya tersebut sangat relevan di tengah karut-marutnya politik Indonesia. Terlebih jika itu dikaitkan dengan isu-isu seputar etnisitas, agama, maupun ideologi. Isu-isu tersebut merupakan tantangan yang cukup serius. Betapa tidak? Pasca gerakan reformasi, munculnya berbagai gerakan sempalan agama dengan politik identitas masingmasing -mereka ini anti-Pancasila, antidemokrasi, antipluralisme, dan sampai batasbatas yang jauh juga antinasionalisme- merupakan masalah yang paling banyak menyita

perhatian negara dan kalangan akademisi (baca: agamawan). Berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok radikal bukan saja dapat mengganggu kebebasan umat beragama dalam menunaikan ajaran agamanya. Tetapi, hal itu juga dapat mencederai dan menodai sendi-sendi ajaran agama itu sendiri. Dan, pada gilirannya akan menghancurkan hak-hak heteroginitas (keragaman) dan memorak-porandakan kesatuan bangsa. Agama disalahgunakan dan disalaharahkan, baik dari sisi eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, agama profetik (kenabian), seperti Islam dan Kristen, cenderung melakukan kekerasan, segera setelah identitasnya terancam. Dari sisi internal, agama profetik cenderung melakukan kekerasan karena merasa yakin tindakannya berdasar kehendak Tuhan. Oleh karena itu, pemahaman agama atau interpretasi agama merupakan salah satu alasan yang mendasari kekerasan politik agama. Gerakan-gerakan radikal tentu punya andil yang cukup besar dalam mengampanyekan gerakan ‘’islamisme’’ yang sering mengasumsikan bahwa kedatangan agama Islam mengungguli -jika tidak mau dikatakan menghapus (naskh)agama-agama sebelumnya dan dianggap sebagai instrumen yang penting bagi self-identification suatu kelompok untuk

membedakannya dari kelompok lain. Klaim itu juga berfungsi sebagai alat legitimasi dan integrasi bagi sesamanya dalam kelompok, serta sebagai basis yang efektif untuk melakukan agresi dan perlawanan terhadap kelompok lain. Karena itu, sesungguhnya musuh utama kita bukanlah Barat atau kelompok-kelompok agama di luar ‘’Islam’’, tetapi kelompok umat Islam sendiri. Itu harus diakui bahwa dalam Islam juga telah terjadi pergulatan yang tak henti-hentinya di antara mereka yang memperjuangkan ‘’monolitas’’ kebenaran Islam dengan mereka yang meyakini ‘’pluralitas’’ Islam sebagai rahmat kehidupan bersama dengan orangorang lain. Orang-orang Islam yang memp erjuangkan tegaknya demokrasi dan pluralisme sesungguhnya mendapatkan lawannya dalam kelompok umat Islam sendiri dan bukan -sekali lagi- dari luarnya. Dan, itulah yang riil terjadi dalam kehidupan politik sehari-hari, sebagaimana semangat yang ditunjukkan Islam ideologis. Semangat yang dibawa oleh Islam ideologis adalah semangat literalis-skripturalis yang meyakini bahwa Islam bukan sekadar agama, tetapi juga sebuah sistem hukum yang lengkap (kaffah) sebuah ideologi universal dan sistem yang paling sempurna. Oleh sebab itu, menurut mereka, formalisasi

syariah harus dilakukan oleh negara. Pandangan tersebut jelas mempunyai kecenderungan fanatik, dogmatis, dan otoriter. Itu tentu akan melahirkan ‘’otoritarianisme moral’’ dan dalam batas yang paling ekstrem akan mengancam eksistensi negara. Pemerintahan Islam, yang sering digambarkan ideal itu, justru secara penuh menggambarkan kondisi tak ideal. Islam sebagai agama sekaligus negara (al-din wa al-daulah) seperti dalam keyakinan kaum islamis terbukti salah. Sejarah khilafah adalah sejarah perebutan kekuasaan dan kekayaan yang melulu duniawi, sama sekali di luar agama. Sebagian besar pergantian kekuasaan dilakukan melalui kudeta berdarah yang berujung pada terbunuhnya khalifah. Itulah sesungguhnya yang menjadi kekhawatiran seorang pemikir Mesir, Farag Fouda, dan pada hakikatnya juga menjadi keprihatinan Cak Nur maupun Gus Dur pada masa hidupnya. Cak Nur dan Gus Dur mengharapkan bahwa umat Islam perlu dibebaskan dari sakralitas semu dan ideologi-ideologi keagamaan yang membelenggu pontensi inteleknya dan menghambat kemajuan peradabannya. Dua tokoh pembaru Islam tersebut mengharapkan umat mampu ‘’diliberalkan’’ dari absolutisme dan munculnya otoritas keagamaan serta me-

maning, apa penyebabe? Dari kang Kuntum di Tegal.. 081326867XXX

Uang Damai Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

TOLONG Pak Kapolres Brebes tindak lanjuti anak buahe sing langgar peraturane dewek. Disurat tilang tertulis: pemberi suap dipenjara 5 th, tapi pas saya ditilang ditawari uang damai. Katanya polisi mau reformasi, jangan-jangan repotnasi.. 081228184XXX

HALO Pak Polisi sing budiman, tulung ning pertigaan Banjaran diatur. Angger sing kidul pan megok ngetan kayong kangelan, keder nemen. Matur nuwun nggih… 081542135XXX

Bhineka Tunggal Ika

Siapa yang Melarang? PAK Wali mengatakan fasilitas umum termasuk alun-alun kota Tegal boleh dipakai, tapi kok ada yang melarang, pasti bukan Pak Wali. Kok bisa ya, ngatasi aturan Pemkot. Siapa sih orangnya?. 081802854XXX

Bedanya Guru dan Penjaga

Berapa Tarifnya?

KEPADA Kepala Dikpora Kabupaten Tegal, apa bedanya penjaga SD sama guru mapel yang wiyata bakti? Penjaga yang berangkatnya setiap hari mendapat honor Rp 150 ribu, sedangkan guru mapel yang berangkatnya 1 minggu 2 kali mendapat honor 300 ribu. Apa penjaga SD itu lebih rendah daripada guru mapel? Terima kasih. 087830648XXX

SAYA warga Trowongan Tegal Sari sangat mendukung, tapi penghijauan harus tetap. Pohon di jalan-jalan jangan digunduli. 081902025XXX

Cipelem Gelap PAK Dinas yang terkait, tolong jalan

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Mohon Diatur

YEN pemimpin Tegal kelingan Bhineka Tunggal Ika, alun-alun Tegal ora bakal nggo kelompok tertentu. 02833332XXX

Pohon Jangan Digunduli

mimpikan umat dapat dimerdekakan dari sikap-sikap kurang dewasa dalam beragama, seperti keberagamaan yang penuh claim of truth, kavlingkavling kebenaran hanya bagi diri dan kelompoknya, otoritas dan institusi keagamaan bak penjaga iman dan akidah, beragama yang serba formalistisnormatif. Kini tantangan terbesar abad ini, yakni fundamentalisme agama dan isu-isu kemanusiaan universal yang lain seperti hak asasi manusia (HAM), keadilan, gender, dan demokrasi, harus menjadi kesadaran para intelektual maupun agamawan. Spirit pembaruan Cak Nur yang diwarisi oleh, misalnya, Budhy Munawar-Rachman, Ihsan Ali Fauzi, dan pemikiran-pemikiran genius Gus Dur, yang tampak pada Ulil Abshar Abdalla, Abdul Moqsith Ghazali, atau Siti Musda Mulia, perlu dilanjutkan dengan tawaran yang lebih menarik tentunya. Dengan begitu, Islam, seperti dikemukakan Buya Syafi’i di atas, mampu memberikan jawaban komprehensif terhadap masalah-masalah sosial kemanusiaan yang berkembang tanpa henti. Sebab, Islam yang tak mampu memberikan jawaban terhadap masalah-masalah besar akan sulit ditawarkan untuk mengawal peradaban. Wallahu A’lam bi-Al-Shawab (*) Moh Shofan, peneliti di Yayasan Paramadina, Jakarta

TARIF masuk OW PAI hari Minggu Rp 5.000, kalo biasa cuma Rp 2000, aq pan takon sebenere sing resmi pira??? Trus yen luwih, duite mlebu sakune sapa len, aq sewottt.. kyehhh... FB: Oim Wong

Cipelem yang sudah halus, sudah ada lampu tapi keadaan masih agak gelap. Apakah karena pohon– pohonnya atau yang lain? Trims.. Rio.. 02836035XXX

Kapan Punya Sirkuit? KAPAN Kota Tegal mempunyai sirkuit balap motor permanent? Karena sekarang marak sekali balap liar yang sudah menelan banyak korban jiwa. Dengan adanya sirkuit saya yakin kualitas pembalap Tegal akan di per-

hitungkan di kancah kejuaraan-kejuaraan balap motor nasional, karena mereka mempunyai sarana berlatih untuk mempertajam skill mereka. 085642530XXX

Bisane Cepet Rusak? BAPAK pimpinan PU atau Bina Marga (yang ngurusin jalan Pantura). Nang daerah Kramat nganti daerah Suradadi dalan kas dilapisi nganggo hot mix, cat garis pembatas durung digawe, kah dalane akeh sing pada rusak

Kapan Jadinya? “MASJID Agung Slawi” kapan dadine?? Kayong suwe nemen ora dadi2, yen durung ana danane donge aja dipugar disit owh. . ! FB: Imron Rosyadi

Gak Punya Prestasi SEDIH Kabupaten Tegal ra duwe prestasi sing bisa mbanggani rakyate... FB: Teguh Tny

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

SELASA, 12 JANUARI 2010

METROPOLIS RADAR TEGAL

3

UN SMK Berubah PELAKSANAAN Ujian Nasional untuk SMK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana pada 2009 lalu ujian teori praktek nilainya tidak muncul karena hanya untuk persyaratan mengikuti ujian prakteknya. Sedangkan sekarang nilai tes teori praktek muncul menjadi satu nilai terpisah dalam daftar mata Ujian nasional (UN). Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Tegal Drs Sipon Junaedi MPd mengatakan pelaksanaan UN praktek bagi siswa SMK awal Pebruari nanti sudah dimulai. Dan nilai ujian teori juga sangat menentukan kelulusan. “Untuk UN tertulis SMA, MA dan SMK yang dilakukan bersamaan pada 22 Maret mendatang. Untuk SMA dan MA tidaka ada perubahan sistem

METERISASI PJU - PJU di sepanjang Jalan Kolonel Sugiono merupakan salah satu jalan yang masuk dalam program meterisasi PJU, untuk dapat mengemat anggaran pembayaran.

ujian. Namun SMK ada perubahan sedikit mengenai ujian teori dan prakteknya seperti yang saya ungkapkan tadi. Jadi apabila nanti dalam pelaksanaan nilai teori prakteknya mendapat 10 tetapi tertulisnya minim maka tidak akan lulus,” katanya, Senin (11/1). Dijelaskan Sipon, untuk SMK ada lima mata pelajaran (mapel) yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Teori dan Praktek. Dan standar nilai minimal ujian teori adalah 4,00, jika di bawahnya tidak lulus. Sedangkan standar nilai minimal untuk praktek yakni 7,00. “Ujian teori adalah semua mapel produktif, jadi istilahnya komperhensif.” Saat ini data yang sudah masuk jumlah peserta ujian untuk SMK mencapai 2.574 anak. ke hal 9 kol 5

M SAEKHUN/RATEG

Proyek Meterisasi PJU Jadi Polemik

SUNGKAR NO, EDI YES Rektor Minta Mahasiswa Tak Demo Proses Penegerian Jalan Terus SEBAIKNYA mahasiswa tidak menghabiskan waktu di jalanan untuk menyuarakan tekadnya mendukung perubahan status penegrian kampus. “Toh, saya (rektor-red) dan yayasan kini tengah bersinegi mewujudkan alih status secara serius dan transparan,” ungkap Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Prof Dr H Tri Jaka Kartana MSi, menyikapi aksi yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Peduli Penegerian (GMPP) baru-baru ini. “Kami dan YPP akan menggelar rapat koordinasi sebelum menghadap Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di Jakarta. Informasi terkahir yang kami terima, Pemkot dan Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) akan mendatangi Dirjen Dikti untuk berkonsultasi ter-

HERMAS PURWADI/RATEG

SIAP DISERAHKAN - Aset gedung baru yang dimiliki Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kini siap diserahkan.

kait teknis yang harus dilalui menuju peralihan status penegerian tersebut. Kami juga akan

ikut mendampingi mereka,” terangnya, Senin (11/1). ke hal 9 kol 5

Permudah Bikin Sertifikat Tanah BPN Giatkan Program Larasita KANTOR Pertanahan Kota Tegal dalam waktu dekat akan meluncurkan program Layanan Rakyat Sertifikat Tanah (Larasita). Ini untuk memberi kemudahan dan membantu masyarakat yang belum menyertifikatkan tanahnya. Khususnya bagi daerah-daerah yang masyarakatnya masih kurang mampu atau ekonomi rendah. Kepala Kantor Pertanahan Rb Hari Cahyono mengatakan, ini merupakan program dari BPN pusat. Yaitu pelayanan ke hal 9 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

ON LINE – Kepala Kantor Pertanahan menunjukan sistem on line yang bakal digunakan program Larasita.

Soal Retribusi Tunggu Kepastian AGAR pada pertengahan tahun 2010 pengalihan pengelolaan 3 Tempat Pelelengan Ikan (TPI) dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bisa dilaksanakan. Maka Komisi I DPRD Kota Tegal akan mengutamakan pembahasan Raperda pengelolaan, sedangkan Raperda retribusi TPI pembahasannya menunggu ada kepastian dari larangan penarikan retribusi sebagaimana surat edaran (SE) Menteri Kelautan. Ketua Komisi II DPRD Kota

CMYK

Tegal, Hendria Priatmana SE, Jumat (8/1) mengatakan, agar sebelum pertengahna tahun 2010, atau sebelum bulan Juni 2010 Perda pengelolaan TPI sudah ditetapkan, dan sudah dievalusi Gubernur Jateng. Maka untuk sementara pihaknya, selaku komisi yang dipercaya membahas Perda tersebut akan mengutamakan pembahasan Perda tentang pengelolaan TPI. Sedangkan soal Perda tentang retribusi TPI akan dibahas menyusul, sambil menunggu

tindak lanjut dari SE Menteri Kelautan. Kalau memang ada ada PP soal larangan penarikan retribusi nelayan, maka Perda tersebut tidak perlu dibahas. “Setelah draf Raperda kami terima, maka kami akan melakukan pembahasan secara maraton. Dengan harapan satu bulan pembahasan Raperda selesai, selanjutnya akan kami serahkan kepada Pemkot Tegal melalui pimpinan DPRD untuk dievaluasi Gubernur Jateng,” kata Hendria. ke hal 9 kol 5

PROYEK meterisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) kini jadi polemik. Saat pembahasan RAPBD Tahun Anggaran (TA) 2010 di tingkat komisi, anggaran proyek senilai Rp 7,638 miliar tersebut ditunda dengan alasan belum ada nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot dengan PLN. Selain itu, nilai efesiensi atau ekonomisnya belum diketahui. Namun, saat dibahas di Badan Anggaran ke hal 9 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

BERUBAH – Ujian Nasional SMK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.


PEMALANG

4

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PEMBANGUNAN Jadi Desa Vokasi UNTUK dapat mengembangkan potensi sumber alam yang dimiliki, melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Desa Belik Kecamatan Belik sedang dikembangkan menjadi desa vokasi. Dalam pelaksanaan program tersebut, warga desa mendapat pelatihan-perlatihan. Demikian dikatakan Drs Masrukhin Ahmadi, salah satu tutor kegiatan dalam pelaksanaan program Desa Vokasi di Desa Belik, Senin (11/1) kemarin. Menurut dia, warga desanya sekarang ini banyak mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bentuk keikutsertanya dalam pelaksanaan program Desa Vokasi. Sejumlah kegiatan pelatihan yang diDOK RADAR PEMALANG selenggarakan di antaranya pelatihan Masrukhin Ahmadi pengrajin sapu gelagah, penggemukan sapi, pelatihan potong rambut, otomotif dan pelatihan ternak kelinci. “Dalam setiap penyelenggaraan pelatihan, banyak warga melibatkan warga yaitu sebagai peserta pelatihan,” katanya. Dia menjelaskan, banyaknya potensi yang ada di Desa Belik, cukup membutuhkan perhatian. Dengan adanya program tersebut akan memberikan semangat kepada warga untuk bisa mengembangkanya, baik itu pengembangan kerajinan sapu glagah, maupun usaha ternak sapi yang sedang berkembang pesat. (mg1)

PERTANIAN Harga Bawang Merah Anjlok PEMALANG – Hasil produksi pertanian bawang merah di Kabupaten Pemalang akhir-akhir ini jumlahnya terus mengalami peningkatan. Akibat kondisi tersebut, membuat harga bawang merah anjlok karena pengaruh permintaan pasar yang semakin menurun. Berdasarkan pantauan Radar di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang, yang merupakan sentra penghasil bawang merah, salah satunya di Desa Bojongnangka hampir setiap harinya petani desanya sedang panen bawang merah. Belum lagi di desa lainya seperti Desa Tambakrejo juga sama sedang sedang musim panen. Dari banyaknya produksi bawang merah yang dihasilkan petani bawang yang jumlahnya cukup besar, nampaknya tidak diikuti oleh permintaan pasar, sehingga menyebabkan harga itu turun drastis. Kondisi harga bawang merah sebulan sebelumnya relative masih cukup tinggi yaitu antara Rp 6.000 hingga Rp 7.500 perkilogramnya, sedangkan sekarang untuk komoditas bawang super hanya mencapai RP 5.000, sedangkan untuk komoditas sedang antara RP 3.000 hingga Rp 4.000 perkilogramnya. Cakyo (35), petani bawang merah asal Desa Bojongnangka menuturkan harga bawang merah sekarang ini sedang mengalami penurunan akibat banyaknya hasil produksi bawang merah. Harga turun juga disebabkan karena permintaan pasar sedang mengalami penurunan. Sehingga harga bawang merah terus menurun drastis. (mg1)

Warga Geruduk Pendopo Desak Kepala Desa Mundur PEMALANG – Sejumlah warga Desa Kelangdepok Kecamatan Bodeh Senin (11/1) kemarin mengeruduk Pendopo Kabupaten Pemalang. Mereka yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kelangdepok bersama tokoh dan elemen masyarakat lainnya mendatangi Pendopo untuk menyampaikan aspirasinya, yakni menuntut Kades Abdullah mundur dari jabatannya. Berbagai alasan disampaikan terkait tuntutan mundur kadesnya tersebut. Warga ditemui Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodwewo MSi dan sejumlah instansi terkait. Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo SH dalam kesempatan itu mengemukakan kedatangan BPD bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Tim 17 adalah untuk menyampaikan usulan yang berdasar pada surat BPD Kelangdepok mengenai pemberhentian Kades. “Surat BPD mengenai pemberhentian saudara Abdullah dari jabatan Kades adalah hasil evaluasi dan pengawasan BPD, LPMD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW terhadap tugas, tanggung jawab dan wewenang Kades,” papar Anggoro. Dalam musyawarah dan mufakat yang diikuti Tim 17 itu, lanjut ANggoro, tim menyimpulkan Kades telah melakukan penyelahgunaan wewenang dan indispliner dan mengakibatkan terjadinya krisis kepercayaan yang meluas. Anggoro meminta agar pemerintah mengambil tindakan

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

SAMPAIKAN ASPIRASI - Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo menyampaikan aspirasi di Sasana Bhakti Praja Pendopo Kabupaten Pemalang.

tegas, keras dan nyata terhadap kepala desanya. Hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari terjadinya konflik di masyarakat. Tim 17 memberikan tenggang waktu terhadap realisasi tindakan tegas tersebut hingga akhir Januari 2010. Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan beberapa alasan menguatnya tuntutan mundur. Di antaranya BPD tidak pernah diajak untuk membahas RAPBDes, BPD tidak pernah

diajak koordinasi selama tiga tahun, serta pembangunan yang bersumber pada ADD tahun 2009 tidak dilaksanakan. Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs MA Puntodewo yang didampingi Kepala Bapermas KB H Aunurrofiq SH dan Kepala Inspektorat Hj Novana Setyawati SH MSi mengemukakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan mekanisme dan prosedur, dan

sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. “Minimal akan ada solusi,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, BPD Kelangdepok Kecamatan Bodeh meminta kadesnya, Abdullah untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan ini setelah dilakukan dalam rapat evaluasi dan ditemukan terjadinya penyalahgunaan keuangan dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebanyak puluhan juta rupiah. BPD

kemudian menggelar rapat dengan tokoh masyarakat Kamis (24/12) malam dan mendapat dukungan dari mereka. Dalam rapat tersebut Kades tidak menghadiri undangan dan terhadap berita ini dia keberatan karena tidak adanya konfirmasi. Kades kemudian menggelar pertemuan dengan wartawan dengan difasilitasi Camat Bodeh dan menyatakan akan mengembalikan dana yang digunakannya. (ali)

Wanita-Wanita Perkasa, Sehari Mampu Petik 800 Pelepah TANGAN Ibu Thoma (45) terus bergerak lincah, mengambil tumpukan daun pisang dan menatanya dengan rapi. Padahal sudah hampir satu jam ibu asal Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading ini melipat tumpukan daun pisang. Wajahnya yang kuyu dengan baju setengah kotor oleh getah daun pisang yang membalut tubuhnya, tidak menyurutkan gerakan tangannya untuk terus melipat daun pisang yang sejak pagi dipetiknya. “Jam 5 harus sudah selesai semua, jadi laparnya ditahan sebentar lagi,” ujarnya kepada Radar di tempat “mangkalnya”, di pertigaan Stadion Jatidiri Comal Minggu (10/1) kemarin. Maklum saja, sore itu jam

memang sudah menunjukkan pukul 16.40 WIB. Sehingga ia harus bergegas membereskan daun secepatnya, meski rasa lapar menyergapnya. Hal ini dilakukan karena pemasok yang biasanya datang pada pukul 17,00 WIB tidak bisa menunggu lama. Begitu truk datang, langsung dihitung, diangkut, dibayar, lalu langsung berangkat lagi ke Tegal. “Hasilnya tidak seberapa mas, hitung aja kalau untuk tiap daun pisang 100 rupiah,” kata Ibu Thoma merendah. Dalam sehari lanjut dia, ratarata ia bisa memetik daun pisang 600 hingga 800 lembar pelepah daun pisang. Artinya, ada sekitar Rp 80 ribu yang bisa dikantonginya. Jumlah yang

tidak sedikit bagi pekerja buruh yang tidak memerlukan keahlian khusus. Apalagi alatnya cukup dengan pisau dan gantar (kayu panjang untuk memetik). Namun dari jumlah itu, masih ada potongan biaya transportasi becak, yang besarannya kurang lebih Rp 30 ribu untuk tiga kali angkut. Sehingga ia bisa memperoleh keuntungan bersih Rp 50 ribu per hari. Daun pisang hasil petikannya diangkut becak, karena memang terbilang banyak sehingga ia tidak mau repot-repot membawanya sendiri. Di samping itu, ia berkejaran dengan waktu untuk memetik daun pisang sebanyak-banyaknya. Kalau mondar-mandir membawa hasil petikan, ia takut

tidak bisa memperoleh banyak. “Selesai memetik daun pisang langsung pindah ke tempat lain untuk memetik lagi agar hasilnya banyak,” terangnya menambahkan. Ibu Thoma tidak sendirian, ada Ida Aliza (50), Mugi (43), Nah (47) dan ibu-ibu lain yang jumlahnya ada sekitar 20-an orang. Dari sejumlah itu, setiap harinya rata-rata ada 15 ribu lembar daun pisang yang dikirim ke Tegal. Mengenai kegunaan daun pisang sebagaimana dikemukakan dia menirukan ucapan pemasok, yakni untuk keperluan membungkus tempe, lontong, dan nasi. Ada juga yang dikirim ke restoran-restoran besar, namun Ibu Thoma tidak

bisa menjelaskan lebih jauh. ”Berapa pun yang ada, daun pisang pasti diambil semua,” ungkapnya kepada Radar mengenai kebutuhan daun pisang di Tegal. Pekerjaan seperti itu bagi Ibu Thoma, dilakoninya setiap hari sejak 15 tahun lalu bersama 20an tetangganya. Hawa dingin yang menyergap Comal dan sekitarnya Minggu sore kemarin, seakan tidak pernah menghampirinya. Meski raut wajah dan lemasnya suara yang keluar dari bibirnya tidak bisa membohonginya. Sore beringsut, matahari pun menampakkan senyum terakhirnya sebelum “malu-malu” terbenam dan menjemput maghrib. (sumitro)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TATA DAUN PISANG - Ibu Thoma (45) menata daun pisang yang dipetiknya selama seharian Minggu (10/1) kemarin.


METROPOLIS

SELASA 12 JANUARI 2010

5

RADAR TEGAL

SK Walkot Bakal Dikaji Ulang Alun-alun Jadi Ruang Publik Terbuka

INSIDEN

HERMAS PURWADI/RATEG

BERI KESAKSIAN - Korban melaporkan kejadian yang meimpanya di ruang penyidik Unit III Reskrim Polresta Tegal.

Berobat, Mio Kesayangan Hilang WASPADALAH! Pelaku pencurian kendaraan bermotor kini kain erajalela. Lengah sedikit, motor kesayangan bisa amblas, seperti dialami Hj Munarti (60) pensiunan PNS yang juga warga Jalan Sutawijaya RT 06 RW 02 Kemandungan Kecamatan Tegal Barat. Motornya hilang diembat kawanan curanmor saat dia tengah berobat di Puskesmas Pembantu Kemandungan, Senin (11/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Diperoleh informasi, siang itu korban hendak memeriksakan keluhan kesehatan yang dialaminya ke puskesmas. Korban naik sepeda motor Mio Soul warna merah maron Nopol G 2097 US. “Motor saya parkir di samping puskesmas dan telah saya kunci stang. Tapi saat mau pulang lha kok motornya,” katanya. Wanita setengah baya itu sempat lemas dan nyaris roboh di lokasi ketika mengetahui motornya seharga Rp 13,5 juta raib. Dia akhirnya pulang ke rumah naik becak dan melaporkan insiden tersebut ke Mapolresta Tegal. Tak berselang lama, petugas SPK dan Tim Buser meluncur ke lokasi mengorek keterangan dari beberapa warga. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegak Barat AKP Aziz Sugiarto mengimbau pada warga agar lebih waspada dan memastikan keberadaan motornya aman ketika ditinggal. “Dari olah TKP memang di sana tidak ada jasa tukang parkir. Dan korban memarkir kendaraan yang menurutnya aman dari jangkauan pelaku kejahatan,” ujarnya. (her)

MENYIKAPI pernyataan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) dan Fraksi PAN Peduli Rakyat DPRD Kota Tegal, yang meminta agar fungsi Alun-alun sebagai ruang publik terbuka untuk dikembalikan, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak berjanji akan mengkaji ulang Surat Keputusan (SK) Walikota yang mengatur penggunaan Alun-alun. Pasalnya kedepan Alun-alun bakal dijadikan magnet, sehingga tidak akan ada pembatasaan penggunaannya. Menurut Ikmal, pada prinsipnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bertekad menjadikan Alun-alun sebagai magnet, sehingga SK Walkot yang mengatur penggunaannnya akan dikaji ulang. Sehingga untuk penggunaan Alun-alun, pihaknya tidak akan mementingkan kelompok, golongan ataupun agama. Dengan begitu semua agama, golongan dan kelompok bebas untuk menggunakan Alun-alun. “Kami akan mengkaji dasar hukum SK Walikota, agar penggunaanya tidak dibatasi. Sehingga Alun-alun bisa menjadi ruang publik terbuka yang bisa dimanfaatkan semua masyarakat Kota Tegal, tanpa harus membedakan agama, golongan maupun kelompok. Kami akan kembalikan Alun-alun jadi pusat keramaian Kota Tegal, sekaligus magnet,” kata Ikmal. Sedangkan saat ditanya, terkait masalah permintaan agar SK Walikota yang mengatur penggunaan Alun-alun untuk tetap dipertahankan. Ikmal menegaskan, pihaknya akan mengkaji dasar hukum SK Walikota tersebut. Sehingga keberadaan Alun-alun bisa dinikmati semua kelompok, golongan dan agama yang ada. “Sebentar lagi proyek Jalingkut diteruskan, jalan tol Pejagan-Pemalang juga dibangun. Maka kami harus bisa menjadikan Alun-alun menjadi magnet Kota Tegal, sehingga ma-

M SAEKHUN/RATEG

DIUSULKAN JADI RUANG TERBUKA - Walikota sepakat mengkaji ulang SK Walikota lama yang mengatur penggunaan alun-alun.

syarakat dari luar kota tertarik datang ke Kota Tegal. Kalau tidak melakukan trobosan semacam ini, kami khawtir Kota Tegal akan jadi kota mati,” ntegas Ikmal. Sebelumnya, sejumlah fraksi DPRD Kota Tegal meminta agar fungsi Alun-alun sebagai ruang publik terbuka untuk dikembalikan, sehingga tidak ada pembatasan pemanfaatannya. Namun dengan satu catatan, kegiatan yang dilaksanakan harus bersifat positif dan tidak mengarah pada kemaksiatan. Pasalnya, keberadaan Alunalun ajuga berada di depan Masjid Agung Kota Tegal. Sehingga fungsi Alun-alun yang selama ini terkesan hanya untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, fungsinya tidak bisa maksimal. Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Tegal Hery Budiman, mengatakan, untuk memaksimalkan fungsi Alun-alun se-

bagai ruang publik terbuka, maka pihaknya telah mengajukan usulan tersebut kepada Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak dan Ketua DPRD Edy Suripno SH. Keduanya menyambut positif usulan tersebut, dan rencananya akan ditindak lanjuti. “Kami rasa pembatasan penggunaan Alun-alun justru akan mengkerdilkan Kota Tegal, karena Alun-alun merupakan ruang publik terbuka. Walaupun dalam pelaksanaanya tidak bisa bebas, tapi tetap harus memperhatikan lingkungan. Namun tidak terkekang, dan seolah-olah hanya untuk kegiatan keagamaan saja,” kata Hery. Menurut Hery, keberadaan Alun-alun sangat penting, karena sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat. Oleh karena itu, fungsinya harus bisa dioptimalkan. Misalnya, untuk tempat penyelenggaraan hiburan. (hun)


BREBES & BUMIAYU

6

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Pemkab Siapkan Rp 4 M Antisipasi Bencana Alam BREBES - Sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes dipetakan menjadi daerah rawan bencana. Oleh karenanya, Pemkab Brebes telah menyiapkan dana penanggulangan bencana tahun 2010 sebesar Rp 4 M. Anggaran tersebut dipersiapkan guna mengatisipasi terjadinya bencana alam di tahun 2010 tersebut berasal dari APBD yang dimasukkan dalam pos anggaran tak terduga.

PERADILAN

”Tahun ini kami mengalokasikan Rp 4 miliar dalam pos dana tak terduga untuk anggaran pencegahan dan penanganan bencana,” ujar Asisten I Setda Brebes, Drs H Supriono, belum lama ini. Disamping menyiapkan dana penanggulangan bencana, pihaknya juga telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Badan ini dibentuk khusus untuk menangani bencana alam yang terjadi. Ditegaskannya, selama ini penanganan bencana hanya dilakukan oleh Satlak yang

memiliki kewenangan sangat terbatas. Dengan dibentuknya BPBD itu, ungkap Supriono, diharapkan penanggulangan bencana akan lebih baik. “Kami berharap kepada BPBD agar lebih siap, cepat dan tepat.” Dikatakan dia, pihaknya juga berencana membentuk Crisis Center Bencana. Yakni, sebuah badan lembaga yang lebih khusus menangani dampak bencana. “Tidak hanya bencana alam, tetapi bencana sosial juga,” lanjut dia. Sementara itu, cuaca ekstrim di tahun 2010, menurutnya,

diperkirakan akan terjadi pada Januari hingga Maret. Itu merujuk pada surat Mendagri yang telah diterimanya. Oleh karena itu, sebagai tidak lanjut, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi terkait persiapan menghadapi kondisi cuaca tersebut. Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Pemkab Brebes Drs H Rais Khana mengatakan, hampir sebagian besar wilayah Brebes masuk kategori daerah rawan bencana. Peta bencana di Kabupaten Brebes, urai dia, atara lain, di

wilayah selatan, rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang. Sedangkan di wilayah utara, rawan terhadap bencana banjir. Karena itu, warga yang tinggal di daerah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab, curah hujan saat ini mulai tinggi. ”Kami meminta untuk ditingkat desa dan kecamatan segera membentuk posko-posko kewaspadaan bencana. Sehingga, bila terjadi bencana bisa ditanggulangi secara cepat dan dapat menekan jatuhnya korban jiwa,” ungkapnya. (mg7)

Siapkan SDM, Butuh Sekolah MBS

ABIDIN ABROR/RATEG

DIRINGKUS - Dua pelaku curas asal Paguyangan akhirnya berhasil diringkus tim Resmob Polres Brebes.

PelakuCurasPaguyanganDiringkus BREBES - Dua pelaku pencurian kekerasan (Curas), yang dilakukan di rumah korban Hj Nur Faisah ((67) di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan, berhasil dibekuk tim Resmob Polres Brebes, (7/1). Dua pelaku Curas, Nono Suwarsono (39) dan Ali Makmur (28), yang masih tetangga desa dengan korban dibekuk di tempat berbeda. Nono Suwarsono dibekuk di Ajibarang saat tengah jalanjalan di perkotaan. Pelaku kedua, Ali Makmur (28), dibekuk di Kalierang Bumiayu. Tanpa berkutik kedua penjahat langsung dijebloskan ke sel tahanan. Pada Kapolres Brebes AKBP Benone Louhenapessy SIK, kedua pelaku mengakui aksinya itu dilakukan, Sabtu (10/10). Sebagai sasaran aksi kejahatan yakni, rumah Hj Nur Faisah, seorang janda yang terkenal kaya di kampung itu. Saat korbannya tengah tidur pulas, keduanya langsung masuk melalui pintu depan. Karena pintu terkunci, dan dipilihlah aksi pengrusakan. Setelah pintu terbuka, kedua pengangguran itu langsung masuk ke dalam. Sang janda tengah tidur pulas. Dari lehernya itu terlihat kalung emas dengan kilauan yang cukup menggoda. Karena saking nikmatnya tidur, ia tak mendengar suara langkah kaki para penjahat. Dari dekat, kedua pelaku terus saja mengamati kalung emas yang melilit di leher korbannya itu. Dan setelah matang, dimulailah aksi kejahatan. Khawatir teriak, mulut nenek lanjut itu akhirnya ditutup pakai lakban. Kedua tangannya diikat pakai tali plastik, dan setelah itu kalung yang melekat di leher langsung digasaknya. Dari pengakuan korban, bobot seluruhnya sekitar 30 gram. “Paginya emas saya jual. Totalnya mencapai Rp 475 ribu. Setelah dibagi uang saya pakai untuk bayar utang. Selain juga untuk ongkos sekolah,” kata Nono Suwarsono pada Kapolres Brebes, dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Sugeng SH, di Mapolres, Senin (11/1). Dalam kasus tersebut menurut Kapolres, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP. “Kasus ini terus kita kembangkan,” tegasnya. (din)

BREBES - Paradigma baru di men Berbasis Sekolah (MBS) bidang pembangunan terkini merupakan setrategi untuk adalah jawaban atas tantangan meningkatkan kualitas penditersedianya kualitas sumber dikan. Dalam hal ini, ujar dia, daya manusia yang berkualitas. partisipasi sekolah dan masyaPeran pendidikan menjadi tu- rakat sangat besar sehingga lang punggung bagi penye- ketergantungan dengan pemediaan sumber daya manusia rintah seimbang. “Pemerintah mendelegasikan yang unggul. “Sistem pendidikan yang ada kewenangan pengambilan kediharapkan menciptakan iklim putusan penting dari ke tingkat kondusif sehingga dapat men- sekolah sehingga sekolah tidak lagi mengandalciptakan pemberkan Pemerintah dayaan dan penPusat dan daecerahan badi Sistem pendidikan rah. Dengan deMasyarakat,” ungkap Wakil yang ada diharapkan mikian, para pemenciptakan nyelenggara keBupati Brebes dapat iklim yang kondusif Agung Widyan- sehingga dapat mencip- giatan pendidiktoro ketika mem- takan pemberdayaan an di sekolah dabacakan sambu- dan pencerahan badi pat mengambil keputusan pentan bupati dalam Masyarakat ting dalam penyekegiatan advolenggaraan penkasi Manajemen Agung Widyantoro didikan secara Berbasis Sekolah mandiri,” (MBS) SD/MI Dalam kesemKab. Brebes, Sepatan itu hadir Wakil Bupati nin (11/1) di SDN Brebes 6. Disamping itu, kata Agung, Brebes Agung Widyantoro, estafet pelaksanaan pemba- Ketua Dewan Pendidikan Kab. ngunan bangsa juga meng- Brebes, Kepala Dinas pendihendaki bobot profesionalitas dikan Drs. Muntoha, Guru dan tinggi dari generasi penerus. Pengawas SD/MI se Kabu“Itu bisa dicapai dengan pengu- paten Brebes perwakilan UNIasaan ilmu pengetahuan dan CEF Jawa Tengah serta tamu ketrampilan, baik yang diraih undangan lainya. Pada acara melalui jenjang formal maupun tersebut juga diberikan kenang non formal. Pemerintah Kabu- kenangan berupa Tist UNICEF paten Brebes sendiri sampai oleh Taruno perwakilan Unicef saat ini terus berupaya mema- Jawa Tengah Kepada Wakil jukan dunia pendidikan antara Bupati Brebes Agung Widyanlain tertuang dalam APBD yang toro. Selain itu ada pula penansemakin meningkat dari tahun datanganan kesepakatan bersama antara Dewan Pendidikan, ke tahun, lanjt Agung. Sementara itu Kepala Dinas Dinas pendidikan, UNICEF Pendidikan Kabupaten Brebes serta Pemerintah Kabupaten Dr Muntoha Nasukha Mpd Brebes dalam advokasi MBS di mengatakan, kegiatan Manaje- Kabupaten Brebes. (mg7)

‘Babi Ngepet’ Gemparkan Warga Tanjung TANJUNG - Isu babi ngepet landa warga Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Brebes. Pada Senin (11/1), kemunculan seekor babi di tengah permukiman penduduk membuat geger warga setempat. Mereka mengira babi yang sempat dikejar-kejar, namun gagal ditangkap karena keburu menghilang tanpa jejak itu adalah babi jadi-jadian atau babi ngepet. Menurut informasi yang ber-

hasil dihimpun, binatang berbulu coklat itu ditemukan sejumlah warga. Kemudian setelah dikejar dan ingin ditangkap babi itu dikabarkan menghilang. “Kemunculannya tidak setiap hari, tapi hanya waktuwaktu tertentu. Warga Tanjung dan sekitarnya mengaku penasaran dan membuat warga resah,” ungkap Kepala Desa (Kades) Tanjung, A Jamal Kisser, kemarin. Ia menuturkan, babi ngepet

itu sering muncul di tengah permukiman sejak sepekan lalu. Anehnya, sejak kemunculannya diisukan, beberapa warga mengaku telah kehilangan uang. Kehilangan uang itu lalu dikaitkan dengan babi ngepet yang diduga sengaja dipelihara sebaga binatang untuk mencari kekayaan atau pesugihan. “Akibat banyaknya warga yang kehilangan uang. Saat ini hampir setiap malam warga mengintai dan bersiap-siap jika

tiba-tiba babi itu muncul,” ujar dia. Geger babi ngepet sampai ke Polsek Tanjung. Kapolsek Tanjung AKP Riyanto SH bersama anggotanya segera datang ke lokasi untuk menenangkan warga. Pasalnya babi tersebut belum diketahui asal-usulnya. Warga dihimbau untuk tidak terpancing isu yang belum ada kebenaran yang pasti. Babi ngepet belum bisa dibuktikan. (mg7)

Terdakwa Tanpa Penasehat Hukum, Sidang Pembantaian Ditunda BREBES - Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Brebes, Senin (11/1), menggelar persidangan kasus pembantaian, yang terjadi di Desa Legok Kecamatan Bantarkawung. Perlu diketahui dari 10 terdakwa, yang terlibat dalam pembantaian isu dukun santet, Zaenudin, yang terjadi wilayah Brebes selatan, sebagai yang pertama dimajukan di persidangan dua orang, AH dan DA. Keduanya anak dibawah umur. Karena itu, untuk persidangan digelar terpisah. Khusus sidang anak, dan mengingat ancaman hukuman, yang akan dijatuhkan cukup berat, di atas lima tahun, keduanya wajib didampingi penasehat hukum. Yang terjadi kemarin, kedua terdakwa hadir di persidangan tanpa penasehat hukum . Karena itu, majelis hakim Yuli Tri Pangestuti SH minta sidang ditunda. Setelah berlangsung lima menit, sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zamiaji Zakaria SH dan Slamet SH. Kedua terdakwa, yang masih dibawah umur dijerat subsidair Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, lebih subsidair Pasal 170 ayat (1). Atau kedua

Pasal 351 (3) KHUP jo Pasal 55 ayat 1, dan keduanya diancam hukuman 15 tahun. Sidang dihadiri istri korban Ruskinah, yang melarikan diri saat aksi pembantaian. Bersama tiga anaknya Oom (8), Enah (12), dan Ruswo (20), melarikan diri dengan cara masuk hutan. Dalam upaya menghindari amukan warga, ibu dan tiga anaknya berjalan kaki menembus hutan belantara. Setelah enam jam berjalan kaki, sekeluarga akhirnya sampai di daerah Majenang Cilacap. Sementara suami tewas di tempat dengan luka di sekujur tubuh. Para pembantai mengubur jasad itu secara beramai-ramai. Dalam kejadian ini rumah korban, berikut perabot rumah tangga, dan barang elektronik seluruhya itu dihancurkan. Kini setelah kejadian menurut Kades Legok Mubaesoh, keadaan desanya masih mencekam. “Tahu akibatnya pada hukum, sehingga warga merasa menyesal. Kini keadaan desa kami, ya masih mencekam,” kata Mubaesoh, yang kali ini ikut mengantar warganya di pengadilan. Baik korban dan keluarga terdakwa datang ke pengadilan bersama dalam satu mobil. (din)

ABIDIN ABROR/RATEG

SIDANG ANAK - Dua anak di bawah umur, yang terlibat dalam pembantaian di Bantarkawung dihadirkan di persidangan.

ISMAIL FUAD/ RATEG

PEMANTAPAN- Advokasi terhadap sekolah berbasis MBS di Kabupaten Brebes dimantapkan dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama tersebut


BREBES & BUMIAYU

SELASA 12 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

ORGANISASI Paguyuban Kades Wilayah Selatan Pisahkan Diri BUMIAYU - Paguyuban Kepala Desa Wilayah Brebes bagian Selatan akhirnya memisahkan diri dari Paguyuban kepala Desa Kabupaten Brebes yang telah ada. Kesepakatan tersebut tertuang dalam kegiatan silaturrahmi dan konsolidasi yang dihadiri oleh seluruh kepala desa dari enam kecamatan di wilayah Selatan Kabupaten Brebes. Kegiatan juga diikuti dengan pengukuhan pengurus paguyuban Kades Brebes bagian selatan periode 2010-2013 dengan ketua H Naghib DOK/RATEG Shodiq SPdi (Kades Benda Kecamatan H Naghib Shodiq SPdi Sirampog), Wakil Ketua Mahnuri (Kades Pepedan Kecamatan Tonjong), Sekretaris Komarudin SPd (Kades Adisana Kecamatan Bumiayu) dan Bendahara Siti Aminah (Kades Pakujati Kecamatan Paguyangan). Selain pengurus harian Paguyuban juga dikukuhkan koordinator masing-masing Kecamatan. Naghib Shodiq dalam kesempatan tersebut mengatakan, alasan memisahkan diri dari paguyuban yang telah ada didasari dengan sejumlah kendala yang dirasakan menjadi hambatan sehingga program-program yang semestinya dilaksanakan tidak berjalan. “Adanya rentang jarak antara wilayah selatan maupun utara sehingga menimbulkan sulitnya koordinasi antara pengurus paguyuban, sehingga pada akhirnya program-program paguyuban tidak dapat direalisasikan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Brebes ini,” kata Naghib. Kondisi tersebut menurut Naghib, tidak sesuai dengan misi dan visi paguyuban yang diantaranya membantu pemerintah didalam merealisasikan pemerataan pembangunan secara menyeluruh. Sehingga aspirasi yang ada dari masing-masing Kades sebagai anggota paguyuban tidak dapat lagi terserap. “Paguyuban jadi seperti mati suri, ada namun tidak mampu menjalankan fungsinya. Mesin organisasi didalam tubuh Paguyuban sendiri sepertinya tidak berjalan, itu dapat dibuktikan dari banyaknya program yang tidak mampu dijalankan,” lanjut Naghib. Selain itu alasan lain dikukuhkannya paguyuban Kades wilayah selatan ini adalah tidak pernah adanya konsolidasi yang semestinya bisa dilakukan rutin setiap bulan atau minimal tri wulan. “Sehingga Paguyuban Kepala Desa kalah solid oleh paguyuban baru seperti Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang saat ini terlihat semakin solid,” keluhnya. Paguyuban Kepala Desa Wilayah Selatan Kabupaten Brebes selatan ini sebagaimana dikatakan Naghib sebelumnya sudah pernah terbentuk pada bulan Februari 2008 lalu, namun akhirnya tergabung dengan Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Brebes. ”Sebelum pengukuhan saat itu, ada penawaran untuk bergabung secara keseluruhaan dan kita akhirnya ikut bergabung. Namun setelah terlaksana ternyata ada beberapa kendala sehingga kita berinisiatif untuk memisahkan diri,” pungkasnya. (pri)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

DITUTUP - Akibat longsor yang hampir mamakan separuh badan jalan Linggapura-Guci, sementara jalan tersebut tertutup untuk kendaraan roda empat.

Tebing Kritis, Linggapura-Guci Dialihkan Gunakan Jalur Alternatif TONJONG - Menyusul longsor yang terjadi pada Minggu (3/1) di ruas jalan LinggapuraBalapusuh masuk wilayah Dukuh Pamijen Desa Tanggeran Kecamatan Tonjong, jalur transportasi yang juga merupakan penghubung wilayah Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dan wilayah Guci Kabupaten Tegal mengalami hambatan. Longsor yang merusak bangunan talud sepanjang 50 meter dengan ketinggian 10 meter dari aliran sungai Pedes tersebut kondisinya semakin mengkhawatirkan dengan masih terjadinya longsor susulan, meskipun berskala kecil. Dikatakan Kades Tanggeran Mutaksidi, longsor susulan terjadi menyusul seringnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Longsor susulan tersebut mengakibatkan badan jalan semakin tergerus. “Saat ini ada cekungan baru yang disebabkan longsor susulan, sehingga badan jalan semakin sempit,” ungkapnya Senin (11/1). Dengan pertimbangan kondisi jalan yang masih rawan terjadinya longsor, untuk semetara ruas jalan tersebut hanya da[at dilalui kendaraan roda dua. Sebagai jalur alternatif bagi kendaraan roda empat bisa melalui rute, LingggapuraPurbayasa-Watujaya-Kutayu.

”Penutupan sementara juga atas instruksi dari Muspida yang telah melakukan peninjauan dilokasi dengan didasari tingkat kerawanan lokasi tersebut,” kata Mutaksidi. Untuk menyiasati terhambatnya jalur transportasi, khususnya bagi pengguna angkutan umum, saat ini sejumlah awak angkutan hanya melayani penumpang dari pasar Linggapura hingga titik lokasi longsor di dukuh Pamijen Desa Tanggeran. Selanjutnya para penumpang dapat meneruskan perjalanan menuju Balapusuh maupun Bumijawa dengan menggunakan angkutan yang ada di seberang titik longsor. “Sementara warga yang menggunakan angkutan umum, menempuh perjalanan dengan cara estafet,” lanjut Mutaksidi. Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes IR Slamer Riyadi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penanganan terhadap kerusakan yang terjadi akibat bencana alam tersebut berada dibawah kewenangan Kantor Kesbanglinmaspol Kabupaten Brebes. “Karena itu disebabkan bencana alam, untuk perbaikannya kita akan menunggu koordinasi dengan kantor Kesbanglinmaspol. Kita akan menangani dari teknisnya saja,” jelas Slamet. Sementara kepala Kantor Kesbanglinmaspol Kabupaten Brebes saat akan dikonfirmasi, tidak dapat dihubungi. (pri)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

MENGKHAWATIRKAN - Akibat longsor, jalur Linggapura-Guci saat ini hanya dapat dilalui oleh sepeda motor.

Hindari Tabrakan, Truk Masuk Jurang BUMIAYU - Menghindari tabrakan maut dengan sebuah bus dari arah berlawanan, truk tronton sarat muatan obat nyamuk bakar akhirnya terguling ke dalam jurang Sedalam tujuh meter di pinggiran ruas jalan lingkar Bumiayu, masuk wilayah Dukuh Rancakalong Desa Dukuturi Kecamatann Bumiayu Mingu (10/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa atas kecelakaan tersebut. Meski demikian sopir truk dan seorang penumpangnya sempat mendapatkan pengobatan di RSU Bumiayu akibat luka lecet serta memar di beberapa bagian tubuhnya. Diperoleh informasi, kecelakaan tersebut bermula saat truk tronton bernopol B 9053 HH yang dikemudikan Samsudin (50) warga Cikarang Bekasi, Jawa Barat, meluncur di jalan utama Tegal-Purwokerto. Sesampainya di pertigaan pintu masuk jalan lingkar, dia kemudian berbelok mengarahkan

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

TERGULING - Truk tronton yang mengangkut obat nyamuk bakar terguling di ruas jalan lingkar Bumiayu setelah sebelumnya menghindari tabrakan dengan bus Sinar Jaya.

kendaraannya memasuki jalan tersebut dalam kecepatan sedang. Namun baru berjalan sekitar 50 meter selepas perti-

gaan, dari arah berlawanan tampak beriringan tiga buah bus sedang melewati sebuah mobil pikap Nopol E 8538 AO yang

mengalami pecah ban. Menurut Samsudin, saat itu dirinya kaget mendapati bus yang berjalan paling akhir tetap berupaya mendahuli kendaraan yang mogok. Sehingga rombongan bus tersebut memakan jalur jalan yang semestinya digunakan truk tronton. Sebagai upaya menghindari tabrakan, Samsudin membanting stir ke arah kiri. Namun akibatnya truk masuk ke dalam jurang setelah sebelumnya terserempet body samping bus. “Jaraknya terlalu dekat. Kalau tidak begitu pasti terjadi tabrakan lebih parah,” kata Samsudin. Sementara Samun, pengemudi bus Sinar Jaya Nopol B 7434 ZX, mengaku jarak pandangnya saat itu terbatas sebab posisi truk sendiri baru saja melewati sebuah tikungan. Selain itu kondisi jalan dari arah pintu masuk jalan lingkar menurun dan sempit. “Di depan saya saat itu juga melaju bersamaan dua bus

yang juga melewati mobil pikap yang mogok sehingga menggunakan jalur kanan. Namun saat giliran saya melewati pikap tersebut, dari arah berlawanan ternyata jugu meluncur truk tronton. Body samping kiri bus sempat terserempet, sebelum truk masuk ke dalam jurang,” ungkap Samun. Kapolres Brebes AKBP Beno Louhenapessy saat dikonfirmasi melalui Kepala Poslantas Bumiayu Aipda Sisri membenarkan terjadinya insiden tersebut. Baik pengemudi bus, truk maupun mobil pikap langsung dimintai keterangannya di Kantor Poslantas Bumiayu. “Selain itu kami juga langsung melakukan oleh TKP, sesaat setelah menerima laporan,” jelas Sisri. Hingga kemarin siang truk tronton masih berada di dalam jurang. Meski berada di pinggir jalan lingkar Bumiayu kecelakaan tersebut tidak menyebabkan kemacetan lalulintas. (pri)


SLAWI METROPOLIS

8

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

INSIDEN

POMPA, Wadah Penggemar Sepeda Onthel Pangkah

Yuk! Ngonthel Bareng

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MENDEKAM - Bersama barang bukti sepeda Federal, Karsono yang dirangkul oleh Kanit Reskrim Aiptu Suratman kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Talang.

Spesialis Pencuri Sepeda, Bonyok Dimassa TALANG - Usai sudah petualang Karsono (27) warga Desa Pacul RT 13 RW 15 Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Pasalnya, spesialis pencuri sepeda jenis Federal dengan sasaran sejumlah perumahan itu akhirnya mendekam di tahanan Mapolsek Talang, setelah aksi kali terakhir diketahui oleh massa yang langsung menghadiahi bogeman mentah. Beruntung, aksi kesal massa ini bisa segera dihentikan setelah petugas kepolisian yang langsung mengamankan tersangka. Diperoleh informasi, aksi pencurian sepeda jenis Federal, yang harganya lumayan mahal, yakni sekitar Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah itu, sering dilakukan oleh Karsono. Sasarannya, sejumlah sepeda yang tengah diparkir oleh pemiliknya di perumahan masuk wilayah Mejasem Kramat. Dari catatan pelaku, bahwa aksi pencurian sepeda Federal itu sudah lima kali berhasil dilakukan. Semuanya milik warga perumahan Mejasem Kramat. Dengan bermodus, melihat situasi rumah yang sepi, pelaku yang sebelumnya membidik sepeda yang diparkir, akhirnya tak membuang waktu dan langsung mengayuhnya tanpa perasaan takut. Aksi Karsono pada Sabtu (9/1) siang rupanya merupakan hari sial baginya. Sebab, baru kalipertama mencuri sepeda di perumahan Vantavin II masuk wilayah Talang, atau lokasinya satu desa dengan rumahnya, aksi yang dilakukan Karsono diketahui pemiliknya. Hingga akhirnya aksi kejar oleh warga pun terjadi, dan tersangka bonyok dimassa setelah berhasil membawa kabur sepeda milik warga perumahan Vantavin II Talang. Kapolsek Talang AKP Sugiarto melalui Kanitreskrim Aiptu Suratman Senin (11/1) kemarin mengatakan, Karsono merupakan pelaku spesialis pencuri sepeda ontel yang korbannya warga Perumahan Mejasem. ‘’Makanya dari keterangan dari pelaku, kami masih terus mengembangkan persoalannya. Siapa yang terlibat, maupun sudah berapa kali Karsono melakukan pencurian sepeda jenis Federal ini,’’ terangnya. Dijelaskan dia, kalau Karsono dihajar massa setelah pemilik sepeda ontel yakni Nia Karnia (32) warga perumahan Vantavin II Talang, melihat kalau sepeda yang di parkir depan rumah dibawa kabur oleh lelaki tak dikenal. Tak pelak, hal ini membuat pemilik rumah berteriak maling. Sedangkan teriakan Nia ini membuat warga sekitar langsung mengejarnya, dan Karsono yang tengah mengayuh sepeda curian akhirnya tertangkap. ‘’Ya, tersangka sempat dihadiahi bogeman mentah oleh massa yang sebelumnya mengejarnya. Namun, untung saja sebelum massa berlanjut, kami berhasil mengamankannya. Atas perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 750 ribu,’’ ulas Suratman. Sementara dari pengakuan Karsono, bahwa sebelumnya dia berhasil mencuri sepeda di perumahan Mejasem sebanyak 5 kali. ‘’Mulai di Pala 3, pala 27, depan masjid, dekat lapangan Texin semua sepeda incarannya berhasil diembat. Hasil pencurian sepeda yang langsung dijual dengan harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, digunakan untuk beli rokok dan minum-minuman,’ ‘pungkasnya. (gus)

KIAN hari penggemar sepeda onthel di Kabupaten Tegal bertambah banyak. Hal ini dibuktikan dengan terus bermunculannya perkumpulan penggemar sepeda onthel, seperti halnya di Kecamatan Pangkah. Para penggemar sepeda onthel di Kecamatan Pangkah sepakat bergabung dalam wadah yang dinamakan Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (Pompa). Dalam perkembangannya, Pompa yang didirikan sejak 14 Agustus 2009 memiliki anggota yang terus bertambah. Dari yang semula 9 orang, kini menjadi 50 orang. Menurut Ketua Pompa, Agus Endi Supriyo, sejak awal Pompa didirikan dengan beberapa tujuan. Diantaranya sebagai ajang silaturahim, olah raga, kegiatan sosial, melestarikan tradisi dan budaya, serta mengurangi pencemaran lingkungan. ‘’Pompa juga bertujuan mengkampanyekan efisiensi BBM (Bahan Bakar Minyak,Red). Sehingga diharapkan melalui wadah Pompa, warga dapat menghemat BBM,’’ terang Agus Endi Supriyo, yang kesehariannya sebagai guru di SMAN 1 Pangkah. Demi mewujudkan tujuan

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

NGONTHEL - Anggota Pompa nampak tengah mengikuti kegiatan Ngonthel bareng yang dilaksanakan sebagai agenda rutin kegiatan dua kali setiap bulannya.

yang ada, lanjut Endi (sapaan Agus Endi Supriyo), anggota Pompa menggelar sejumlah kegiatan. Yakni kegiatan ngonthel, yang diikuti seluruh anggota secara rutin 2 kali dalam setiap bulannya. Yakni setiap hari Minggu pertama dan kedua.

‘’Kegiatan ngonthel ini kami laksanakan berdasarkan rembug anggota. Rute ngonthel kami meliputi obyek wisata religius, obyek wisata alam dan tilik deso di wilayah Kabupaten tegal dan sekitarnya. Sejumlah obyek wisata yang telah kami kunjungi

antara lain makam Amangkurat I di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna, makam Bupati Tegal I di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru, obyek wisata Cacaban di Kecamatan Kedungbanteng, obyek wisata Purwahamba Indah (Purin), serta obyek wisata Pantai

Alam Indah (PAI) di Kota Tegal,’’ terang Endi selain kegiatan rutin berupa ngonthel bareng itu, Pompa juga telah menyelenggarakan kegiatan silaturahim. Diantaranya berkunjung ke rumah dinas Wakil Bupati Tegal pada 4 Oktober 2009 silam, mengunjungi pameran sepeda kuno di Universitas Semarang yang diselenggarakan oleh Paguyupan Gagak Rimang Kota Semarang pada 25 Oktober 2009, serta berkunjung ke sekretariat Paguyuban Penggemar Sepeda Onta Pemalang (PPSOP) ‘’PPSOP ini merupakan perkumpulan yang telah berhasil meraih 3 juara dalam lomba sepeda kuno di Semarang, pada tanggal 25 Oktober 2009,’’ jelas Endi.Pompa juga menggelar kegiatan sosial. Yakni berupa pembagian pakaian pantas pakai serta pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) yang dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan. ‘’Kegiatan sosial pertama kali diselenggarakan saat ngonthel bareng ke obyek wisata Purin pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2009. Dan diikuti oleh 35 orang pengonthel dengan 4 sasaran bakti sosial,’’ terang Endi. (aan)

Guru Swasta Kembali Demo Disertai Istighosah dan Membubuhkan Tanda Tangan SLAWI - Aksi unjuk rasa kembali dilakukan Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal. Bedanya, kali ini ribuan guru yang tergabung dalam Forgusta tersebut, Senin (11/1) kemarin melakukan aksinya mengadakan istighosah atas keprihatinan terhadap kondisi guru swasta di lingkungan Pemkab setempat. Bahkan sejumlah ulama dihadirkan dalam aksi tersebut. Seperti Habib Muhammad Sulton Al Habsyi. Ia secara langsung memimpin acara istihgosah. Sementara beberapa ulama lainnya yang hadir termasuk Ahmad Faturi memimpin pembacaan surat Yasin sebelum acara istighosah dimulai. Ribuan guru swasta yang turut serta dalam acara istighosah tersebut sempat histeris

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MEMBUBUHKAN TANDA TANGAN - Sejumlah guru swasta yang tergabung dalam Forgusta saat membubuhkan tanda tangan dalam aksinya kemarin.

saat mendengarkan bacaanbacaan salawat maupun doa yang disampaikan Habib M Sulton Al Habsyi. Beberapa dari mereka sempat mengeluarkan air mata larut dalam acara tersebut. Tidak hanya guru, sejumlah siswa yang ikut dalam aksi tersebut juga terlihat mencucurkan air mata. Setelah acara istighozah selesai, acara dilan-

jutkan dengan pembubuhan tandatangan keprihatinan yang dilakukan oleh para guru swasta tersebut. Di atas kain putih sepanjang 50 meter yang dibentangkan mengitari gedung DPRD dan Pemkab tersebut, mereka satu persatu melakukan pembubuhan tanda tangan. Selain melakukan orasi, dipimpin langsung Ketua Umum

Forgusta Kabupaten Tegal Fatah Yasin, mereka bersamasama membacakan ikrar janji. Dalam ikrar tersebut, ratusan guru sepakat akan melakukan aksi mogok mengajar selama tuntutan terpenuhi. Mereka juga menuntut untuk kenaikan tunjangan kepada guru-guru swasta sebesar Rp 250 ribu tiap bulannya. Mereka meminta agar tunjangan yang selama ini dimasukan dalam pos bantuan sosial untuk dirubah menjadi bantuan rutin dari Dinas Penidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal. “Pada hari ini, Senin tanggal 11 bulan Januari, kami akan bersama-sama dalam hal. Pertama, akan melakukan aksi di halaman Pemkab sampai tuntutan terpenuhi. Dua, akan melaksanakan mogok pengajar dari sekarang sampai tuntutan terpenuhi. Tiga, tunjangan tersebut harus dirubah dari pos bantuan sosial menjadi bantuan rutin Dikpora pada tahun 2010. Empat, segera menerbitkan Perda terkait tunjangan ter-

sebut pada tahun 2010,” ungkap Fatah Yasin di hadapan massanya. Dalam aksi kali ini, tambah Yasin, pihaknya sengaja membentangkan kain putih sepanjang 50 meter yang mengelilingi kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Tegal. Aksi tersebut sebagai aksi keprihatinan atas tindakan Pemkab yang tidak respon terhadap aksi Forgusta. Sementara itu,Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Wahidin yang menemui para demontran berjanji akan memperjuangkan tuntutan yang disampaikan oleh Forgusta. Ia mengaku, pihaknya akan memperjuangkan hal itu di Badan Anggaran. Dalam pertemuan tersebut, Wahidin juga sempat membubuhkan tanda tangan di atas materai atas komitmennya untuk bisa memperjuangkan guru-guru swasta. “Saya atas nama komisi IV DPRD akan berusaha keras untuk memperjuangkan tuntutan Forgusta.” (cw3)


ENTERTAINMENT

SELASA 12 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Aura Kasih

Berhasrat Buka Restoran Sunda TAHUN 2010 bisa jadi akan menjadi ‘debut’ Aura Kasih dalam melakoni bisnis di luar dunia hiburan. Pasalnya, dara seksi yang karirnya kian mengkilap itu mengaku berhasrat untuk membuka resto makanan Sunda di tahun Macan Kayu ini. “Sampai saat ini masih ada dalam kepala, belum mau diutar a i n

Charlie ST12

Takut Naik Pesawat Terbang ADA satu hal menarik di balik kepercayaan diri yang dimiliki oleh frontman ST12, Muhammad Charly van Houten. Pria yang lebih akrab dipanggil Charlie itu ternyata punya phobia terhadap ketinggian. Namun, karena harus profesional, ia pun terus melawan ketakutannya itu. “Kalau takut sama ketinggian sudah lama, sebenarnya bukan takut ketinggian, tapi takut naik pesawat,” ujarnya. Lebih jauh, pria yang karirnya semakin menjulang bersama bandnya itu pun menuturkan kebiasaannya untuk melawan ketakutan setiap kali ia harus naik pesawat untuk menggelar konser. “Ya aku berdoa aja, karena ini memang pekerjaan saya yang harus naik pesawat. Dengan keinginan untuk menghibur orang di suatu daerah aku harus lawan ketakutan itu. Kalau namanya maut sudah urusan Allah,” tuturnya. Ditemui di Studio Cawang ANTV, Jakarta Timur, Senin (11/1), Charlie pun tak lupa berbagi tips untuk melawan ketakutan saat berada di dalam kabin pesawat. “Malah nggak bisa tidur, paling pegang tasbih aja ngewirit,” tandasnya sambil tersenyum. (kpl/hen/bar)

gimana-gimananya masih ada di otak. Yang jelas yang ada di depan mata dijalanin dulu sama kaya orang-orang,” ujarnya sedikit malu-malu. “Aku sih pengennya makanan Sunda, karena bervariasi dan orang juga suka. Ya simple dan sehat,” imbuhnya buru-buru menambahkan. Ditemui di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/1), Aura pun akhirnya buka kartu kenapa ia sangat berhasrat untuk bisa memulai bisnis makanan Sunda. “Karena makanan iu nggak akan pernah habis, dan semua orang juga butuh makan dan juga bervariasi soalnya,” pungkas penyanyi yang meroket setelah melantunkan hits Mari Bercinta tersebut. (kpl/ gum/bar)

Garin Nugroho

Cuti Bikin Film, Berkebun SUTRADARA Garin Nugroho mengaku suka merangkai berbagai jenis tanaman untuk dijadikan pajangan di rumahnya. “Saya suka merangkai tanaman untuk dijadikan pajangan di rumah sendiri,” kata Garin Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Garin menjelaskan, tanaman yang digunakan untuk dijadikan pajangan diambil dari kebun kecil di halaman rumahnya. “Saya menanam berbagai jenis tanaman di kebun kecil di halaman rumah,” kata pria kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961 itu. Pentolan teater opera Jawa itu menyebutkan, tanaman yang ia tanam di halaman rumahnya di antaranya bunga mawar, anggrek hingga pohon pisang. “Semua jenis tanaman bisa dirangkai menjadi satu hingga menjadi pajangan yang indah,” katanya. Namun hingga saat ini hobinya tersebut hanya menjadi konsumsi pribadi dan tidak ada rencana untuk memperjualbelikannya. “Hanya untuk konsumsi pribadi,” katanya seraya tersenyum. Sutradara film DAUN DI ATAS BANTAL itu juga menambahkan, hobi merangkai tanaman dilakukannya saat akhir pekan bersama keluarga. Selain merangkai tanaman, ia juga suka mengumpulkan berbagai benda seni yang didapatkannya dari sejumlah kota di Indonesia dan luar negeri. Hobinya tersebut semakin digelutinya sejak ia memutuskan untuk cuti sementara membuat film sepanjang tahun 2010. (ant/bun)

Permudah Bikin Sertifikat Tanah dari halaman 3 kantor berjalan dengan mendatangi lokasi-lokasi di tiap kelurahan. “Ini bukan jemput bola. Tetapi dalam rangka mendekatkan, memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat utamanya kalangan ekonomi rendah. Seperti balik nama, cek sertifikat, ukur mengukur serta pelayanan pertanahan lainnya,” katanya, Senin (11/1). Sementara ini satu unit mobil dan dua buah motor

sudah disiapkan dan mulai beroprasi. Namun demikian pelayanan belum maksimal. Karena sistem on line ke kantor masih belum lancar. Sebeb, masih menunggu alat yang sedang di kirim oleh BPN pusat. Mengenai tarjet dia tidak bisa memastikan. Sebab, 80 persen tanah di Kota Tegal sudah bersertifikat. Dengan demikian oprasi tim Larasita di prioritaskan untuk kelurahan yang masih minim sertifikat. Seperti Debong, Tunon, Bandung, dan daerah Tegal Se-

latan lainnya. Selain itu, juga di daerah kelurahan-kelurahan Margadana. “Dalam satu tim terdiri dari lima personel. Jadwalnya dua hari satu kali mobil datang ke kelurahan-kelurahan. Karena bagi masyarakat ekonomi rendah banyak yang takut jika akan menyertifikatkan tanahnya. Takut disini dalam hal pembiayaan. Padahal untuk sertifikat tanah BPN tidak macam-macam. Tetapi berpedoman pada PP No 46 Tahun 2002,” jelas Hari. Mengenai jam kerja, lanjut

Soal Retribusi Tunggu Kepastian Hari, petugas memberikan kesempatan yang banyak atau fleksibel. Jadi jika usernya kebanyakan bisa mengurusnya malam hari ya tim siap untuk melayaninya. “Sehingga tidak ada batasan waktu buka jam berapa dan selesai jam berapa.” Harapannya dengan Larasita tanah-tanah di 27 kelurahan yang belum memiliki sertifikat bisa terserap semua. Karena selain mudah, murah, pelayanan ini juga cepat. Kecuali itu, juga tidak perlu membayar calo dan notaris. (cw1)

watt yang dipakai jelas-jelas turun karena semua lampu PJU telah diganti. Kepala DPU Kota Tegal, Ir Gito Musriono, mengatakan proyek meterisasi akan tetap dilaksanakan dalam waktu dekat untuk menghemat anggaran pembayaran 30 hingga 40 persen. Dengan anggaran Rp 7,638 miliar, pihaknya hanya bisa melaksanakan meterisasi PJU di jalan-jalan utama. Sedangkan untuk jalan kecil akan dilakukan bertahap. “Kami optimistis proyek ini bisa menghemat pembayaran PJU. Sebab kami bisa mengendalikan penggunaan PJU dengan meter yang telah disiapkan,” jelas Gito. EDI SETUJU Terpisah, Ketua DPRD Kota Tegal, Edi Suripno, mengungkapkan, meterisasi PJU merupakan kegiatan jangka panjang. Sebab, dengan meterisasi PJU maka akan menghemat 30 persen. Nah, dengan penghematan tersebut, ditambah surplus pajak PJU yang diterima, maka modal sebesar Rp 7,638 miliar dalam waktu tiga tahun ke depan bisa

Menurut Hendria, pembahasan Perda tentang pengelolaan TPI sudah mendesak, hal ini sesuai dengan keterangan Walikota Tegal yang menyatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi pengelolaan TPI dalam rangka fasilitasi dan koordinasi pengembangan perikanan di Jateng Rabu (30/12) lalu. Memutuskan Pemerintah Propinsi Jateng siap menyerahkan pengelolaan TPI kepada Pemkot Tegal pada pertengahan tahun 2010.

“Karena itu, kami akan membahas draf Raperda secara efektif dan efesien, tapi tetap tidak meninggalkan aturan. Sehingga keberadaan Perda sebagai dasar pengelolaan TPI tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Baadan Legislatif (Baleg) DPRD Kota Tegal Hj Stella Emilina SH, mengungkapkan, pihaknya berharap tim Pemkot bisa secepatnya menyampaikan draf Raperda hasil evalusai, karena dirinya hanya

memberi deadline 2 hari, sehingga hari ini (Jumat, red) seharusnya suah diserahkan kembali pada DPRD untuk dibahas. “Jangan sampai penyerahan draf Raperda hasil evaluasi ditunda-tunda, karena imbasnya pada molornya penetapan Perda. Padahal sebelum pertengahan tahun Perda harus sudah bisa dijadikan dasar hukum, karena mulai pertengahan tahun 2010 pengelolaan 3 TPI sudah diserahkan dari Pemerintah Propinsi Jateng kepada Pemkot,” ungkap Stella. (hun)

UN SMK Berubah

Sungkar No, Edi Yes dari halaman 3 (Banang) DPRD, ternyata anggaran tersebut malah diloloskan dan masuk dalam APBD 2010. Alasan Pemkot, dengan adanya proyek meterisasi PJU akan menghemat anggaran pembayaran PJU sekitar 30 persen. Bahkan penghitungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), penghematannya bukan hanya 30 persen tapi bisa sampai 40 persen. Munculnya proyek tersebut karena beberapa tahun lalu Pemkot merugi sekitar Rp 1 miliar. Biaya kontrak setiap tahun yang dibayarkan ke PLN sekitar Rp 5 miliar lebih, sedangkan pendapatan dari pelanggan listrik hanya Rp 4,5 miliar. Agar hal tersebut tidak berlarut-larut, maka Pemkot melakukan sistem meterisasi PJU. Dengan adanya proyek itu, semua PJU 400 watt diganti 250 watt. Dan PJU 250 watt diganti 125 watt. Namun administrasi kontrak PLN tidak dilakukan perubahan, sehinggha setiap tahun Pemkot tetap harus membayar Rp 5 miliar lebih meski

dari halaman 3

kembali. Tahun selanjutnya, Pemkot tinggal menikmati keuntungan dari meterisasi PJU. “Meterisasi PJU adalah program jangka panjang sehingga hasilnya bisa dinikmati setelah 4 tahun. Atas dasar pertimbangan tersebut kami mendukung proyek itu dan harus tetap dilaksanakan tahun ini. Apalagi anggarannya telah disepakati,” kata Edi. SUNGKAR TOLAK Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Abdullah Sungkar menjelaskan, komisinya sepakat memending anggaran proyek meterisasi PJU karena MoU dengan PLN-nya belum ada. Selain itu, nilai efesiensi atau ekonomisnya belum diketahui, dan dia belum mendapat informasi memadai mengenai anggaran sebesar itu. “Biar anggaran yang dikucurkan APBD 2010 jelas dan tidak asal-asalan, maka kami minta dalam pengajuan anggaran khususnya soal meterisasi PJU disertai dengan materi pendukung lainya, baik MoU dengan PLN, termasuk nilai efe-

siensi atau ekonomisnya. Namun karena tetap disepakti oleh mayoritas, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi soal anggaran tersebut kami tidak akan bertanggungjawab,” jelas Sungkar. Hal senada dikatakan Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Hadi Sutjipto. Menurutnya, semua anggaran yang ditolak dalam pembahasan RAPBD 2010 di tingkat komisi ternyata dibahas kembali saat pembahasan Banang bersama tim anggaran Pemkot, salah satunya anggaran meterisasi PJU. Bahkan hasilnya, anggaran tersebut disepakati masuk dalam APBD 2010. “Kalau begini, pembahasan anggaran di tingkat komisi tidak ada gunanya,” katanya. Dia menilai, meterisasi PJU bukan kegiatan yang mendesak karena saat ini pajak PJU yang diterima Pemkot sudah surplus sekitar Rp 1 miliar. Usulan meterisasi PJU karena saat itu Pemkot selalu defisit. Pemkot harus nombok terus. “Tapi sekarang kan sudah surplus sehingga tidak mendesak lagi,” tukasnya. (m saekhun)

dari halaman 3 Sementara SMA dan MA menggunakan sistem on line pendataannya masih berlanjut. Guna menghadapi UN di tingkat SMK saat ini Disdik se-

dang memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah. Sehingga diharapkan pada pelaksanaanya Pebruari nanti sudah siap semua. Keterlibatan Perguruan Tinggi (PT) dalam UN tahun ini juga

sangat besar. Mereka terlibat dalam pembuatan soal, pencetakan, serta pemantauan distribusinya. Selain itu, Tim Pengawas Independen (TPI) juga boleh ikut masuk dalam ruangan langsung. (cw1)

Rektor Minta Mahasiswa Tak Demo dari halaman 3 Dalam pertemuan dengan Dirjen Dikti Pusat tersebut, rencananya akan dicapai sebuah komitmen, yakni Pemkot akan memberikan bantuan pengadaan lahan diikuti YPP yang siap menyerahkan asetnya. “Setidaknya, pertemuan tersebut akan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) atau antara YPP dan Pemkot,” katanya. Ditambahkan Tri Jaka, Dirjen Dikti menilai UPS layak dan dinilai paling siap pindah status karena semua obyek pendukung di dalamnya sudah ada. Kendalanya hanya tinggal masalah keterbatasan lahan saja. “Ini berbanding terbalik dengan upaya yang dilakukan Universitas Swadaya Gunug Djati (Unswagati) Cirebon,”

ujarnya seraya menambahkan bahwa upaya alih status itu menjadi tanggungjawab YPP. Rektor selaku penanggungjawab di bidang akademik menyatakan siap membantu kelengkapan data yang dibutuhkan terkait jumlah mahasiswa, perangkat SDM pengajar, beri-

kut perangkat penunjang perkuliahan yang kini telah dimiliki UPS. Dalam proses alih status itu, berdasarkan hasil kesepakatan yang telah dibuat antara Pemkot dan YPP, akan dibentuk tim penegerian yang terdiri dari pemkot, DPRD, UPS, dan YPP. (her)


CMYK

SELASA, 12 JANUARI 2010

METROPOLIS

10

RADAR TEGAL

Hujan Datang Dengue Mengancam SELAIN banjir dan longsor, sejumlah penyakit khas musim hujan mulai menghantui masyarakat. Fenomena ini terjadi tiap tahun, namun hingga sekarang nampaknya belum juga bisa dituntaskan. Salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mereka sejak memasuki musim hujan kali ini. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan jargon 3 M yaitu menguras, menutup dan mengubur gencar di sosialisasikan kembali. Berbagai antisipasi dan program penanggulangan juga mulai dilaksanakan baik oleh dinas maupun lembaga yang ada. Namun masih banyak yang tidak menyadari bahwa penyakit ini sebenarnya datang dari lingkungan terdekat kita, bahkan rumah paling bersih dan terjaga sekalipun. Pasalnya nyamuk aedes aegipty selaku vektor pembawa virus ini menyukai tempat dengan air bersih di rumah maupun lingkungan. Seperti di dispenser, kulkas, vas bunga dan talang. ‘’Tempat-tempat ini yang seringkali terlupakan untuk dibersihkan, akibatnya jatuh korban,’’ ungkap Kasi Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tegal Imam Syahadat. Lokasi tempat bertelurnya vektor penyebar DBD ini seringkali tidak kita sadari. Tempat gelas dibawah kran menjadi lokasi bersih dan teraman perkembangbiakan nyamuk di dalam rumah. Demikian halnya vas bunga atau belakang lemari es, jarang sekali kita sentuh kecuali saat mengganti airnya. Talang atau saluran air pada cucuran atap juga menjadi tempat strategis bagi nyamuk, apalagi ketika hujan tidak turun selama 7 hari. Tempat penampungan air lainnya seperti bak mandi dan bak air minum di rumah juga masih menjadi incaran nyamuk aedes aegipty saat berkembang biak. Langkah utama untuk pencegahan DBD adalah dengan membersihakn lingkungan sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubur semua benda yang bisa menjadi tempat jentik berkembang. Seperti kaleng bekas, pot tanaman bekas, dan benda-benda lain yang bisa menampung air hujan dan dapat menjadi tempat air tergenang. Mengganti air pada jambangan bunga maupun membersihkan tempat minum hewan peliharaan. Bak atau tempat penampungan air harus ditutup untuk mencegah nyamuk bertelur di tempat itu. Dan dikuras paling tidak dua kali seminggu untuk tidak memberi kesempatan pada telur-telur nyamuk menetas menjadi jentik. Jaga kerapian,

Kenali Gejala Demam Berdarah Sejak Dini

jangan biasakan menggantung baju, daripada menggantung lebih baik dilipat. Sebab pakaian yang digantung bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk Aedes aegypti. Bersihkan setiap hari meja dan laci yang ada di kamar. Buanglah kertas-kertas yang tak terpakai, sebab laci meja yang kotor dan tak terurus juga bisa menjadi sarang nyamuk. Di samping itu salah satu cara ampuh yang dianjurkan untuk memberantas nyamuk Aedes adalah dengan abatisasi. Yaitu menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air. Abatisasi bisa diulang setiap

2-3 bulan sekali, walaupun beracun untuk jentik nyamuk, namun abate tidak berbahaya bagi manusia. Abatisasi perlu dilakukan hanya pada tempat-tempat air tergenang, seperti bak mandi, jambangan bunga, dan selokan kecil yang airnya tergenang. Abate tidak bermanfaat ditaburkan pada air mengalir. Abate juga baik untuk ditaburkan pada tempat-tempat air yang sulit dikuras atau dibersihkan. Intinya adalah pada masyarakat sendiri. Apabila upaya pencegahan ini dilakukan secara teratur, maka tidak perlu ada pengobatan atau penanggula-

ngan selanjutnya. Data Dinas Kesehatan Kota Tegal menyebutkan jumlah kasus DBD yang terjadi selama tahun 2009 lalu sebanyak 227 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 237 kasus. Sedangkan jumlah korban meninggal akibat DBD masih sama, yaitu 7 orang pada tahun 2009 dan tahun 2008. Sementara awal Januari 2010 ini, telah terdata 3 kasus DBD di Kota Tegal. Penderita telah mendapatkan penangana khusus di RSUD Kardinah. (laela nurchayati)

Menu Meningkatkan Trombosit SALAH satu upaya menyembuhkan demam berdarah adalah dengan menggantikan cairan yang hilang secara cepat serta meningkatkan kadar trombosit dalam darah kita. Selain dengan trombosit darah, juga bisa dilakukan melalui makanan. Berikut beberapa bahan yang dikonsumsi untuk meningkatkan trombosit dan mengganti cairan tubuh dalam waktu singkat.

1. Air kelapa hijau. Cukup dengan meminum airnya saja tanpa campuran apapun. Air kelapa hijau ini mengandung banyak unsur gizi baik makro maupun mikro. Air daun kelapa juga banyak mengandung vitamin diantaranya vitamin C dominan. Air kelapa kaya akan potasium (kalium), kandungan gula bervariasi antara 1,7 sampai 2,6 persen, protein 0,07- 0,55 persen.

2. Daun ubi jalar. Ambil pucuk daun ubi j al ar s eba nyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit (godok 1 jam juga bisa). Minum sebagai pengganti air minum sekitar seliter sehari. Daun ubi jalar ini dinilai sangat efektif untuk mengingkatkan trombosit darah pada para penderita demam berdarah.

3. Klorofil. Mengingat serangan virus dengue menyebabkan gejala-gejala perdarahan dan menurunnya jumlah t r o m b o s i t , pengobatan dengan klorofil selayaknya dilirik sebagai upaya alternatif bagi pengobatan demam berdarah. Dari sisi pencegahan, mengonsumsi klorofil merupakan tindakan bijaksana dalam meningkatkan pertahanan tubuh sehingga memungkinkan kita melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

4. Kurma. Kurma ka y a a k a n kandungan phospate, boron, pottasium dan calcium Kurma juga mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, juga memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit, serta mempercepat p e n y e m b u h a n d a r i s a k i t sehingga bermanfaat bagi pasien DB.

5. Ekstrak daun jambu. Manfaat dari ekstrak jambu biji ini yaitu sebagai antivirus, mengurangi risiko kebocoran plasma dan dapat mengatasi trombositopenia. Keampuhan daun jambu biji itu karena mengandung kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin. Senyawa tersebut, berkhasiat sebagai obat antivirus dengue.

6. Jus buah. Pemberian buah dalam bentuk jus bisa membantu mempercepat menanggulangi kekurangan cairan tubuh. Bukan hanya jus jambu biji saja namun bisa digantikan dengan berbagai jus buah lainnya. Bisa jus mangga, jus jeruk, jus pepaya, jus kelapa, sepanjang penderitanya doyan. Guna menggantikan cairan tubuh yang hilang secara cepat karena demam berdarah berdampak pada bocornya pembuluh darah. (ela)

CMYK

TERJADINYA gejala demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya bisa diketahui sejak hari pertama. Dengan mengetahui gejala sejak dini, diharapkan tindakan selanjutnya segera dilakukan. Sehingga tidak jatuh korban lebih banyak. ‘’Apabila terjadi demam mendadak, ini adalah indikasi awal terkena DBD,’’ ungkap Kepala Puskesmas Tegal Barat, dr Slamet Riyadi, kemarin. Demam tinggi ini terjadi seketika, padahal sebelumnya mereka biasa saja. Panas tinggi tersebut biasanya terjadi selama 2 hingga 7 hari. Terkadang disertai dengan mual dan muntah serta sakit perut. Persendian juga terasa sakit, kadang di titik tertentu terasa ngilu menusuk tulang. Tak jarang pula, penderita mengeluh nyeri saat menelan, rasa tak enak di ulu hati, nyeri di tulang rusuk kanan, atau nyeri di seluruh perut. Sering pula, timbul bintik-bintik perdarahan di kulit. Gejala lain yang nampak adalah rasa lemas kendati demam sudah mulai turun. Hal ini menandakan penderita akan mengalami syok. Biasanya bayi atau anak kecil tetap rewel walaupun panas badan mereka sudah turun. Inilah yang harus diwaspadai karena fase DBD mulai meningkat. Tanda-tanda tersebut menggambarkan perembesan plasma yang tidak teratasi dan efek

perdarahan dalam rongga tubuh seperti saluran cerna dan otak akibat trombosit yang terus turun. Penderita yang mengalami tanda diatas sebaiknya segera diperiksakan ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sehingga bisa diambil langkah lebih lanjut. Namun tidak semua penderita DBD harus di opname di Rumah Sakit. Sebab penyakit akibat virus ini memiliki banyak grade. Hanya saja karena grade dari virus ini tidak bisa diketahui secara pasti, maka lebih aman untuk membawa penderita ke rumah sakit secepatnya. Hal ini selalu disarankan tenaga medis atau dokter untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Padahal sakit DBD yang diderita tidak terlalu parah. Belum diketahuinya grade DBD pada penderita menyebabkan penyakit ini dianggap berbahaya pada grade manapun. Terlebih apabila sudah diketahui secara klinis dari gejala dan hasil

laboratorium. Oleh sebab itu, apabila mengalami panas tinggi yang berkepanjangan dan tidak sembuh dengan meminum obat cobalah mendatangi rumah sakit terdekat dan cek darah anda. Apabila trombosit sudah di batas bawah normal atau dibawah 150 ribu maka disarankan untuk segera dirawat secara intensif. Namun kondisi ini bisa dicegah dengan upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Karena pada dasarnya demam berdarah tidak perlu obat tertentu dan memang tidak ada obat untuk itu. Ketahanan tubuh dapat dilihat dari jumlah leukosit dalam darah. Ketika leukosit mulai meningkat maka biasanya trombosit akan bertambah. Dengan kata lain virus dengue yang menyerang bisa dikalahkan oleh daya tahan tubuh kita. Diantaranya dengan minum air putih minimal 20 gelas berukuran sedang setiap hari. Menurunkan panas dengan minum obat penurun panas seperti paracetamol. Minuman ion tambahan juga disarankan serta beberapa minuman lain yang dapat meningkatkan trombosit. Seperti jus jambu merah daun angkak, daun jambu, dan lainnya. Makan makanan yang bergizi dengan kuantitas besar juga bisa menjadi langkah kita mempertahankan daya tahan tubuh. (ela)

Ditolak Saat Pantau Jentik MENJADI kader juru pemantauan jentik (jumantik) tak selamanya mulus. Penolakan dari warga kerap diterima saat hendak memeriksa jentik nyamuk di rumah warga. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kader jumantik seperti Harti untuk tetap menjalankan tugasnya. Bahkan, semakin memotivasi untuk lebih semangat saat bekerja. Alhasil kedatangannya saat memantau jentik di rumah warga disambut langsung dengan pengurasan kamar mandi. ‘’Sekarang kalau lihat saya keliling, mereka langsung nguras kolam,’’ tutur wanita kelahiran tahun 1965 ini. Profesi sebagai kader jumantik dijalani Harti sejak tahun 2006. Awalnya dia ditunjuk dari pihak Puskesmas Tegal Barat sebagai kader tingkat kota maupun tingkat propinsi. Tugasnya hampir sama antara tingkat kota dan propinsi. Hanya saja, waktu pelaksanaan dan sasaran yang ditunjuk berbeda. Sehingga semua rumah warga bisa terpantau apakah terdapat jentik nyamuk atau tidak. Untuk tingkat kota dilakukan tiga kali dalam setahun. Sedangkan untuk tingkat propinsi dilaksanakan setiap seminggu sekali dalam jangka waktu 4 bulan. Kesibukannya melaksanakan tugas kader jumantik melengkapi tanggung jawab lainnya sebagai kader posyandu dan PKK serta bina keluarga balita (BKB) di RW 7 Kelurahan Tegalsari. Pasalnya ibu rumah tangga ini belum dikaruniai momongan hingga saat ini. ‘’Kebetulan mengasuh keponakan, jadi banyak waktu longgar,’’ tambahnya. Profesi ini dijalaninya dengan kesungguhan. Sebab selain memantau jentik nyamuk,

dok/rateg

Harti (Kader Jumantik)

juga dilakukan penyuluhan agar kasus ini tidak semakin bertambah. Pihaknya juga langsung melaporkan apabila ada kasus DBD terjadi di ling-

kungan kerjanya. Harti juga membagikan abate apabila diperlukan. Bahkan siapapun yang membutuhkan bisa langsung datang. (ela)


CMYK

SELASA, 12 JANUARI 2010

OLAHRAGA

11

RADAR TEGAL

TEMPEL BARCA

MADRID - Barcelona masih sulit diusik dari puncak klasemen. Tanpa striker Zlatan Ibrahimovic yang kena akumulasi kartu, El Barca (sebutan Barcelona) akhirnya mampu merebut poin penuh. Bertandang ke Tenerife, Lionel Messi dkk mencukur tuan rumah lima gol tanpa balas. Hasil itu tidak hanya makin mengukuhkan dominasi mereka di klasemen sementara Liga Primera. Barca menjaga keunggulan dua poin atas seteru utamanya, Real Madrid (43-41) yang dua jam sebelumnya menang atas tamunya Mallorca 2-0. Pesta gol itu juga efektif membangkitkan kepercayaan diri Messi dkk. Maklum, sejak tahun berganti, baru kali ini mereka meraih kemenangan. “Hasil yang sangat memuaskan. Saya sangat gembira dengan golgol saya. Tapi yang paling pen-

ting, akhirnya kami mencapai kemenangan lewat pertandingan yang bagus,” papar Messi, sebagaimana dikutip AS. Pelatih Josep Guardiola membuat perubahan kecil di awal pertandingan. Alih-alih menurunkan Pedro Rodriguez sebagai pengganti Ibrahimovic, dia memasang Bojan Krkic sebagai tandem Messi dan Thierry Henry. Namun, itu tidak banyak berpengaruh karena setengah jam pertama l a g a d i kuasai Tenerife.

Ya, terdorong oleh motivasi lolos dari zona degradasi, Tenerife berinisiatif menyerang sejak awal. Sedikitnya tiga peluang diciptakan oleh Alfaro dan Garcia Perez Ayoze. Beruntung, penampilan kiper Victor Valdez yang gemilang malam itu mencegah tuan rumah membuka skor. “Sebelum gol pertama Barcelona terjadi, hanya ada satu tim di lapangan, yakni Tenerife,” keluh Guardiola, sebagaimana dikutip Associated Press. “Mereka bisa saja leading 2-0 atau bahkan 3-0, tapi itu tidak terjadi. Mereka menekan kami dengan pertahanan ketat man-to-man, sehingga kami harus menyiasatinya dengan passing-passing panjang,” jelas Guardiola. “Bedanya di antara kami, Tenerife tidak mampu memanfaatkan banyaknya peluang yang mereka dapatkan, sementara kami bisa. Valdes sangat fantastis. Setelah semua

penyelamatan dia, kami bisa lebih tenang dan mengambil alih dominasi pertandingan,” lanjut pelatih 39 tahun tersebut. Malam itu, Messi bersinar dengan hattrick di menit ke-36, 45, dan 75. Puyol menyumbangkan gol kedua semenit menjelang turun minum. Sedangkan gol terakhir Barca merupakan ‘pemberian’ defender Tenerife Ezequiel Luna

main 21 tahun asal Argentina tersebut. Dia yang membuka skor Real saat laga baru jalan delapan menit. Di menit ke-50, dia mengirim assist yang dimanfaatkan menjadi gol oleh Esteban Granero. (na/zul/ jpnn)

yang melakukan aksi bunuh diri lima menit menjelang bubaran. Di sisi lain, Gonzalo Higuain kembali menjadi penyelamat Real. Dua gol Real tercipta berkat kontribusi pe-

SUMBANG GOL Carles Puyol (kanan) ikut menyumbangkan satu golnya saat Barca membekap Tenerife 0-5.

AFP PHOTO / DESIREE MARTIN

COME BACK Kaka sudah bisa ditampilkan, meski masih belum maksimal.

CMYK

Kaka Lega Bisa Lebih Cepat Comeback LAGA melawan Mallorca dini hari kemarin besar artinya buat Kaka. Bintang asal Brazil itu kembali ke lapangan setelah sebulan penuh absen akibat hernia. Namun, bukan hanya faktor comeback yang membuat Kaka gembira. Eks playmaker AC Milan itu mengaku lega luar biasa. Sebab, hernia bukan seperti cederacedera biasa yang masa kesembuhannya bisa ditentukan. Bahkan, ada kemungkinan penyakit tersebut kambuh lagi. Padahal, Kaka enggan melakukan operasi untuk mendapat

kesembuhan seratus persen. “Ya, awalnya saya sangat khawatir memikirkan penyakit ini. Hernia adalah cedera yang kita tidak tahu kapan sembuhnya,” tutur Kaka dalam wawancara dengan Goal. “Saya pernah cedera otot tujuh bulan, lalu main lagi, dan semua baik-baik saja. Tapi kali ini beda. Saya harus sembuh dari semua yang rasa sakit yang

mengganggu. Ini bukan cedera yang hanya menghalangi saya main bola, tapi membatasi seluruh kegiatan saya. Bangkit dari tempat tidur saja sangat sakit,” curhat Kaka. “Saya bahkan sempat ditawari operasi. Tapi saya tidak mau melakukannya karena itu pasti butuh waktu lama untuk pulih. Dan bakal lebih lama lagi buat saya kembali ke lapangan,” lanjut gelandang serang 28 tahun itu. Kaka memang tidak main penuh saat Real menjamu Mallorca. Sesuai janjinya sebelum pertandingan, pelatih Real

Manuel Pellegrini hanya memainkan dia selama 68 menit. Selama itu, kontribusinya cukup besar. Umpan-umpannya buat Gonzalo Higuain dan Cristano Ronaldo selalu membah a y a k a n g a w a n g D u d u Aouate. Memang, performa dia belum sepenuhnya pulih seperti sebelum cedera. Namun, itu saja sudah sangat memuaskan Kaka. “Bisa kembali main saja sudah bikin saya gembira. Dan kali ini saya sudah tidak merasakan sakit sama sekali. Ini pertanda yang bagus, dan, ya harus diakui, saya sangat lega,”

paparnya. Kembalinya Kaka diapresiasi rekan-rekan setimnya. Ronaldo misalnya, merasakan manfaat keberadaan pemain bernama asli Ricardo Izecson dos Santos Leite itu di lapangan. “Dia kembali setelah sekian lama absen, dan menurut saya dia main bagus sekali,” puji Ronaldo seperti dikutip Independent. Namun, ada harga yang harus dibayar atas kesembuhan Kaka. Madrid kembali kehilangan dua pemain pilarnya yakni Rafael van der Vaart dan Xabi Alonso. (na/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

KIAN PERKASA

TURIN - AC Milan tetap menjaga jarak angka dengan penguasa klasemen sementara Serie A Liga Italia Inter Milan. Itu menyusul sukses tim besutan Leonardo tersebut mempermalukan Juventus 3-0 (1-0) di Olimpico, Turin, kemarin dini hari. Suntikan tiga angka itu membuat tim berjuluk Rossoneri itu semakin kukuh berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A. Milan memang masih tertinggal delapan angka dari Inter, tapi mereka kian menjauhi Juve dengan jarak empat angka. “Inter lebih dahulu memastikan kemenangan kemarin (9/ 1), sehingga kami tidak memiliki pilihan selain menang agar tetap bisa bersaing dalam perburuan scudetto. Dan, misi kami tercapai,” bilang Andrea Pirlo, kepada Sky Sport. Kelalaian benteng pertahanan Juve mengantisipasi sepak pojok Milan membuat mereka mengakhiri laga dengan kepala tertunduk. Tiga gol Milan yang bersarang ke gawang Juve yang dikawal Alex Manninger berawal dari sepak pojok. Alessandro Nesta membuka kemenangan Milan setelah menceploskan bola ke gawang Manninger pada menit ke-29. Berawal dari kesalahan Felipe

Melo, gelandang Juve, menyongsong bola sepak pojok, Nesta yang berdiri bebas menyambarnya. Setelah itu, kesalahan serupa diulangi barisan pertahanan Nyonya Tua (julukan Juve) dan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Ronaldinho yang melesakkan dua gol pada pertandingan kemarin dini hari, yakni pada menit ke-72 dan 88. “Performa kami seperti bukan Juventus yang saya tahu. Malam yang sangat buruk. Hasil yang menyakitkan dan benarbenar menghukum kami. Apalagi, tiga gol itu tercipta dari bola mati,” keluh Giorgio Chiellini, bek Juve, kepada Datasport. Akibat kekalahan itu, Juve bukan hanya gagal menggusur Milan dari posisi kedua. Mereka mengoleksi 33 poin serta terus dikuntit Napoli dengan poin yang sama di posisi keempat dan AS Roma yang mengoleksi 37 poin di posisi kelima. “Ini merupakan momen yang sulit bagi kami. Kami tidak memulai laga dengan terlalu buruk tapi kami dihukum oleh

peluang yang tak juga berhasil jadi gol. Milan mencetak gol pada peluang pertama mereka,” kata Ciro Ferrara, pelatih Juve. Ya, benar-benar momen yang sulit bagi Juve. Mereka kalah empat kali dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang. Apalagi, salah satu kekalahan mereka dari Bayern Munchen, membuat mereka tersingkir dari Liga Champions. Situasi yang membuat tifosi Juve mulai kesal. Mereka pun langsung melakukan aksi bakar-bakaran di dalam stadion. Tidak heran, pada menit-menit akhir laga, asap tampak mengepul di dalam area stadion. Tapi, laga tetap berjalan. Meski menang telak, allenatore (pelatih) Milan Leonardo menampik jika mereka menang mudah. “Sejujurnya, kami sangat kesulitan terutama pada babak pertama.” “Pada babak kedua kami bermain dengan sangat baik. Situasi yang dihadapi Juve saat ini layaknya yang kami hadapi pada Oktober lalu ,” kata Leonardo. (ham/zul/jpnn)

BINTANG Ronaldinho menjadi bintang AC Milan saat menceploskan dua golnya ke gawang Gianluigi Buffon.

AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE


ALL SPORTS

SELASA 12 JANUARI 2010

13

RADAR TEGAL

Evolusi Trofi Piala Afrika TROFI Piala Afrika mengalami beberapa kali evolusi bentuk. Piala Afrika kali pertama diberi nama Abdelaziz Abdallah Salem Trophy. Itu sebagai bentuk apresiasi atas terpilihnya pria Mesir itu sebagai presiden pertama Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada 1957. Trofi saat itu masih terbuat dari perak dan mirip trofi Piala Liga Inggris. Trofi asli pertama itu menjadi milik tetap Ghana setelah menjuarai Piala Afrika 1978. Ghana sekaligus negara pertama yang juara tiga kali. Pada 1980, dibuat trofi kedua yang memiliki desain beda alias bermotif cincin Olim-

piade dengan tangkai pegangan yang panjang. Trofi kedua itu menjadi milik tetap Kamerun pada 2000 setelah memastikan gelar kali ketiga. Tapi, trofi yang dimiliki Kamerun sejatinya bukan trofi asli karena yang benar-benar didesain pertama telah diberikan kepada CAF. Pada edisi 2002 di Mali, dibuat lagi trofi ketiga. Piala dengan puncak globe berlapis emas itu buatan perusahaan pembuat trofi di Italia yang juga membuat Piala Dunia. Jika Mesir juara tahun ini, berarti kali ketiga beruntun, mereka bisa menyimpan trofi aslinya. (dns/aww/jpnn)

DELAPAN GOL

LUANDA - Laga pembuka Piala Afrika 2010 diwarnai hujan gol. Delapan gol tercipta saat tuan rumah Angola ditahan imbang Mali 4-4 pada laga pembuka grup A di Estadio 11 de Novembro, Luanda, kemarin WIB (11/1). Padahal, Angola leading 4-0 hingga menit ke-78. The Black Antelopes (julukan Angola) membuka keunggulan lewat dua gol sundulan striker Flavio pada menit ke-36 dan 42. Dua gol Angola lainnya lahir lewat penalti masing-masing via Sebastiao Gilberto (67’) dan mantan striker Manchester United Manucho (74’). Tapi, Mali bangkit di menitmenit akhir. Empat gol beruntun memberondong gawang kiper Angola Carlos Alberto. Dimulai dari gol gelandang FC Barcelona Seydou Keita (79’), Frederic Kanoute (88’) serta dua gol di injury time lewat Keita lagi dan Mustapha Yatabare. Hasil imbang itu tentu mengecewakan Angola, khususnya sekitar 50 ribu fans tuan rumah di Novembro yang desainnya mirip Stadion Nasional Beijing, Tiongkok, (Bird’s Nest). Kendati tercipta delapan gol kemarin, belum mampu mengalahkan rekor terbanyak gol dalam satu laga di Piala Afrika yang dicatat saat Mesir menang 6-3 atas Nigeria pada edisi 1963. “Sepanjang 42 tahun karir saya sebagai pelatih, baru kali pertama saya mengalami kejadian ini. Kami seharusnya berkesempatan memenangi pertandingan, tapi kami membuangnya di saat-saat terakhir. Bagi saya, ini seperti keka-

AFP PHOTO/JOE KLAMAR

BANYAK GOL – Kiper Angola, Carlos (ketiga dari kanan) berusaha mengamankan bola dari sergapan Seydou Keita (2-L) and Mamadou Bagayoko (keempat dari kiri).

lahan,” ungkap Manuel Jose, pelatih Angola, sebagaimana dilansir AFP. Turun dengan skema 3-3-22, Jose mengakui timnya menjalankan taktik dengan baik. Hanya, kehilangan konsentrasi membuyarkan ambisi meraih hasil absolut di laga pertama. “Sepak bola di Afrika masih belajar sambil jalan. Kami me-

miliki skill, tapi masih terlalu polos. Hasil imbang membuat laga berikutnya lebih berat,” tambah pelatih yang menangani Angola per 13 Mei 2009 itu. Dari kubu Mali, pelatih Stephen Keshi mengaku masih tidak percaya dengan hasil pertandingan. Keshi juga tidak tahu apakah timnya merespons hasil

itu dengan puas atau tidak puas. “Sulit dipercaya kami bisa menyeimbangkan keadaan. Perasaan saya campur aduk. Di satu sisi, saya bangga dengan perjuangan para pemain. Di sisi lain, saya kecewa dengan permainan kami di awal laga,” jelas pelatih berkebangsaan Nigeria itu di situs resmi FIFA. Seydou Keita sepakat de-

ngan pernyataan pelatihnya. “Sebuah keajaiban bagaimana kembali ke level sama setelah tertinggal 0-4. Saya berpikir kami mungkin kalah 2-4. Hasil itu memang menunjukkan bagaimana kualitas yang dimiliki tim kami, tapi sekaligus mengekpos kelemahan skuad kami juga,” ungkapnya kepada Al Jazeera. (dns/aww/jpnn)

Cabinda Tetap Menjadi Salah Satu Kota Host

AFP PHOTO / ISSOUF SANOGO

DIPERKETAT – Aparat keamanan memperketat penjagaan di sekitar The Olympic Village di Cabinda.

Dua Tersangka Ditangkap CABINDA - Ada perkembangan seputar kasus penembakan bus timnas Togo (10/1). Kepolisian Angola dikabarkan telah menangkap dua tersangka pelaku penembakan kemarin (11/1). Dua orang itu diklaim anggota kelompok separatis Front Pembebasan Cabinda (FLEC). Sejauh ini, polisi belum bersedia memberikan identitas pelaku karena masih dalam tahap mengembangkan penyelidikan. “Polisi berharap dari keterangan dua pelaku itu bakal mengiring kepada pelaku lainnya,” kata Antonio Nito melaporkan dari radio nasional Angola. Dalam kesempatan terpisah, FLEC mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap bus timnas Togo yang menewaskan tiga orang. Yakni asisten pelatih Amelete Abalo dan juru bicara tim Stan Ocloo. Satu lagi adalah supir bus yang tidak diketahui identitasnya. Tidak hanya itu, FLEC memperingatkan bahwa insiden lebih fatal masih rentan terjadi di Cabinda yang notabene masuk wilayah kekuasaan me-

CMYK

reka. Padahal, ada tiga laga yang dijadwalkan dimainkan di Cabinda. Dua di fase grup B termasuk Pantai Gading lawan Burkina Faso dini hari tadi (12/1), serta satu laga ladi di perempat final (24/1). “Segalanya masih akan berlanjut karena negara ini dalam situasi perang,” kata Rodrigues Mingas, sekjen divisi keamanan FLEC. Sementara itu, di Togo, warga setempat mengibarkan bendera setengah tiang sejak Senin lalu sebagai tanda berkabung atas insiden penembakan bus timnas Togo. Perdana Menteri Togo Gilbert Fossoun Houngbo mengatakan pengibaran bendera setengah tiang akan dilakukan selama tiga hari alias sampai Rabu besok (13/1). “Saya sangat terharu melihat para pemain yang di beberapa bagian tubuhnya dibalut perban karena terkena peluru. Kejadian itu merupakan hari kelabu dalam sepak bola negeri kami,” papar Houngbo seusai menyambut kedatangan timnas Togo di Bandara Lome kemarin, seperti dilansir CNN. (dns/zul/jpnn)

LUANDA - Insiden penembakan bus timnas Togo tidak menghalangi kemeriahaan pesta pembukaan Piala Afrika 2010 di Estadio 11 de Novembro, Luanda, kemarin WIB (11/1). Bertema tradisonal dan kontemporer, pembukaan edisi ke-27 Piala Afrika itu ditandai dengan letupan kembang api. Presiden Angola Jose Eduardo do Santos didapuk sebagai pembuka turnamen yang hanya diikuti 15 negara seiring mundurnya Togo itu. Sebagai bentuk penghormatan kepada tiga korban tewas dalam insiden penembakan itu, dilakukan seremoni mengheningkan cipta selama satu menit sebelum laga Angola versus Mali. “Kendati adanya serangan teroris di Cabinda, kami memutuskan bahwa Cabinda tetap menjadi kota tuan rumah. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan Cabinda,” tandas Eduardo do Santos sebagaimana dilansir AFP. Pembukaan kemarin ikut dihadiri sejumlah kepala negara maupun perwakilan kepala negara di Benua Afrika. Antara lain Presiden Zambia Ruphia Banda dan Presiden Afrika Selatan

Jacob Zuma yang negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 paad 11 Juni-11 Juli mendatang. Bonus ala Sponsor Nigeria Sementara ada banyak cara memotivasi tim kesayangan. Salah satunya dilakukan Tom Tom, salah satu sponsor timnas Nigeria. Perusahaan permen itu berencana memberikan bonus terhadap setiap tembakan ke gawang (shot on target) yang dilakukan Nwankwo Kanu dkk di Piala Afrika 2010. Setiap tembakan ke gawang yang dilakukan Super Eagles (julukan timnas Nigeria) bakal diganjar USD 1000 (sekitar Rp 9,2 juta, kurs USD 1 = Rp 9.208). “Ide ini berasal dari usulan sejumlah fans dan kami yakin memberikan efek positif bagi timnas Nigeria,” kata Idorenyen Enang, direktur komersial Cadbury Nigeria Plc, perusahaan yang memproduksi permen Tom Tom, sebagaimana dilansir allAfrica. Ide itu sebelumnya telah diberlakukan saat Nigeria menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada 25 Oktober-15 November 2009. Hasilnya,

AFP PHOTO / ISSOUF SANOGO

TINGGALKAN CABIDA – Timnas Togo meninggalkan Cabinda usai insiden penyerangan.

Golden Eaglets (julukan Nigeria U-17) termotivasi dan melaju hingga final. Kendati akhirnya kalah 0-1 dari Swiss, Golden Eaglets mampu meraup USD 16.250 (sekitar Rp 149 juta) setelah mencatat 65 tembakan ke gawang sepanjang turnamen.

“Perusahaan kami juga mengirim satu kru televisi lengkap yang akan meliput segala aktivitas timnas Nigeria selama di Angola. Itu sebagai bentuk dedikasi kami agar fans di dalam negeri tetap bisa memantau tim kebangaannya,” papar Enang. (dns/aww/jpnn)

KADAR GULA NORMAL, AKTIVITAS LANCAR LAGI. Jika dicermati slogan back to nature sesuai dengan anjuran untuk mengkonsumsi produk alami .Minum Gula Aren adalah salah satu anjuran yang telah lama diabaikan, akibatnya kita kian rentan dan sulit mengatasi berbagai penyakit. Kiai Haji Ade Rosyad Hidayat (65 th), pimpinan Podok Pesantren Sadang Lebak, Kec Karang-pawitan Kab.Garut, memiliki penga- laman yang patut disimak. Memasuki usia enampuluh, Kiai Aceng Ade, demikian masyarakat menyapa, terkena penyakit berbahaya yaitu diabetes alias kencing manis. Akibat penyakit ini, tubuhnya menjadi lemas, berat badan menurun , penglihatan kabur dan timbul bercak gatal di kulit lengan dan wajah. Beliau sudah mencoba mengatasinya lewat dokter dan rumah sakit, namun kadar gula tak kunjung turun, bahkan pernah mencapai 400 mg/ dl. Pada suatu hari putranya memberi minuman Gula Aren Gentong Mas yang langsung diminumnya secara rutin. Hasilnya, secara perlahan kadar

gulanya turun , bahkan belum sebulan kadar gulanya normal dalam kisaran 100 115 mg/dl. Tidak hanya itu, bercak gatal pada kulit wajah dan lengan juga hilang. “ alhamdulillah, berat badan naiklagi dan aktivitas kembali lancar , kini saya

KH.Ade Rosyad Hidayat (65)

rusakan sel dan melancarkan metabolisma. Meski demikian, pola hidup sehat dan makan teratur tak boleh diabaikan. Gentong Mas diproses dengan Higienis dan pengawasan ketat sehingga hanya Gula Aren murni pilihan yang menjadi bahan bakunya. Manajer Marketing PD Gentong Mas menuturkan kian banyak masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas sehingga tingkat permintaan terus melonjak secara signifikan. untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / Bagi anda yang ingin mendapatkannya sudah tersedia di Apotik / Toko obat terdekat di kota Anda: Tegal 081990879809. , Apt Medika Farma Jl. Ks Tubun Tegal, Kab Tegal :Apt Adiwerna Jl.Raya Adiwerna, Apt Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt Ayu Farma Jl. Dr. Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt Kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran.

rutin minum Gentong Mas antara dua sampai tiga kali sehari “ ujar Kiai Aceng Ade mengakhiri pembicaraan. Menurut James duke dalam bukunya Handbook of Medicinal Plant (2007) Gula Aren mengandung unsur energi dengan indeks kadar gula yang sangat rendah, sehingga aman dan baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kandungan Riboflavin pada Gula Aren juga P-IRT No. 812320501114 berfungsi memperbaiki ke- www.gentongmas.com (*)


PEKALONGAN RAYA

14

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LINTAS Eksepsi PH Ditolak JPU PEKALONGAN - Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan kembali menggelar persidangan kasus dugaan korupsi dana BLT yang melibatkan Budi Sutoto, Kepala Desa (Kades) Amboekembang, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Persidangan yang digelar Hari Senin (11/1), mengagendakan pendapat penuntut umum terhadap eksepsi Penasehat Hukum (PH) terdakwa. Menurut JPU yang dibacakan dalam persidangan oleh Nur Indah dan Farah, objek suatu keberatan (eksepsi) yang diajukan PH sudah memasuki materi perkara. Kesimpulannya, JPU menolak eksepsi tersebut dengan alasan terdakwa melakukan atau turut melakukan pemalsuan surat. “JPU menolak eksepsi dari PH terdakwa karena terdakwa menandatangani surat yang bisa beresiko besar,” katanya. Sedangkan Majelis hakim yang dipimpin oleh Ridwan Ramli SH MH, mengatakan, pihaknya akan bermusyawarah dan menunda sidang tersebut. “Majelis akan bermusyawarah atas tanggapan JPU dari eksepsi PH,” katanya, diakhir persidangan. Kemudian sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan empat orang terdakwa lainnya yang juga terlibat dalam perkara tersebut diantaranya, Sodikin, Kusnanto, Slamet dan Amin. Menjelis juga sempat ‘menyemprot’ salah seorang terdakwa karena dalam sidang sebelumnya tidak hadir di persidangan. “Lebih penting mana, urusan keluarga dengan sidang ini. Sakit pun harus didasari surat dari dokter. Sekali lagi tidak hadir maka akan kami tahan,” tegasnya. Majelis pun menawarkan apakah para terdakwa tersebut akan mengajukan eksepsi melalui PH, atau menyampaikannya sendiri atau langsung kepada pemeriksaan saksi. Serempak mereka menjawab akan mengajukan eksepsi terlebih dahulu. Sehingga sidang pun akan dilanjutkan minggu depan dengan pembacaan eksepsi dari keempat terdakwa. Sidang yang digelar sore hari tersebut, dipantau langsung oleh masyarakat sekitar. Salah seorang warga bernama slamet Casmudi berharap, para penegak hukum bisa menegakkan keadilan dalam masalah ini. “Kami warga amboekembang akan terus memantau sidang ini. Dan kami berharap hakim bisa menghukum siapa yang salah. Kami juga meminta keadilan ditegakkan,” ujarnya seraya mewakili warga lainnya yang hadir di sana. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Diduga menyelewengkan dana bantuan langsung tunai (BLT), Budi Sutoto Kepala Desa (Kades) Amboekembang, Kecamatan Kedungwuni harus berurusan di meja hijau. (san)

Tunggakan Raskin 2009 Rp 123 Juta BATANG - Meski sudah berganti tahun, namun Kabupaten Batang masih memiliki hutang kepada Dolog 606 Kandeman, dalam hal pelunasan beras untuk warga miskin (raskin). Hingga Senin (11/1) pukul 12.00 WIB, tunggakan raskin tahun 2009 masih sekitar Rp 123 juta. Menurut Kepala Gudang Dolog 606 Kandeman, Sugiyanto, bila dibandingkan tiga hari sebelumnya, jumlah tersebut sudah mengalami penurunan. “Saat terakhir pada hari Jumat (8/1) lalu, pending harga penjualan beras (HPB) raskin masih Rp 156,512 juta,” ungkapnya di sela-sela kunjungan kerja Komisi C DPRD Batang kemarin. Namun, pihaknya terus mengupayakan agar jumlah tersebut terus turun. “Kemungkinan nanti jam 1-an (kemarin) ada setoran yang masuk. Sehingga dimungkinkan nanti hanya tinggal Rp 10 juta saja. Kekurangan itu hanya dari 1 desa saja yakni Kemesu yang kepala desanya meninggal dunia,” kata Sugiyanto. Meski begitu, menurut Sugiyanto, pihak istri dari Kades Kemesu mengaku bersedia untuk menggantinya secara bertahap. Namun saat ini terkendala akan keberadaan pihak bersangkutan, yang menurut

informasi tengah berada di luar negeri menjadi TKI. “Kalau secara umum lancar, tidak ada yang masuk ke polisi.” Korlap Satker Raskin Gudang Dolog 606 Kandeman, Agus Nugroho menambahkan, desadesa yang belum melunasi HPB raskin masih diberikan kesempatan hingga 15 Januari mendatang. “Namun kami berharap hari ini (kemarin, Red) sudah lunas. Kalau memang nanti saat deadline masih ada (tunggakan) maka Pemda yang harus menutupnya,” terangnya. Sugiyanto menjelaskan, tahun ini beras raskin akan siap didistribusikan pada minggu II Januari. Akan tetapi, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin tahun ini mengalami penurunan sekitar 735 RTS. “Kalau 2009 ada 77.996 RTS, maka di 2010 77.261 RTS. Hal ini karena subsidi dari APBN tidak ditambah. Kalau harganya tetap Rp 1.600/kg. Tapi jatah tiap RTS turun dari 15 kg/RTS menjadi 13 kg/RTS.” Hal itu pun dibenarkan Kepala Bagian Perekonomian Isnanto, yang turut dalam kunker itu. “Kalau dilihat dari berasnya turun 14,5%. Yakni dari 1.169 ton di tahun 2009 menjadi 1.004 ton di tahun 2010.” (ton)

ANWAR FATONI

STOK BERAS - Komisi C mengunjungi gudang Dolog 606 Kandeman dalam rangka melihat stok beras untuk memenuhi kebutuhan di Batang.

IKLAN BARIS LOKER 7 X 300 MMK


PEKALONGAN

SELASA 12 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Satu Keluarga Keracunan Jamur

LINTAS

ARIFIN

PERUNDINGAN - Perwakilan karyawan BMT Hilal mendatangi Dinsosnakertran untuk melakukan perundingan bipartit, yang ternyata gagal lagi karena pihak yayasan tak datang.

Bipartit Kembali Gagal KAJEN - Perundingan bipartit yang diperuntukkan untuk mempertemukan kedua pihak yang bertikai, yaitu pihak karyawan BMT Hilal dengan pihak Yayasan Duta Gajah Mada, yang digagas oleh Dinsosnakertran, Senin (11/1) gagal dilakukan. Pihak yayasan urung datang tanpa alasan yang jelas. Pada kesempatan itu, dari BMT Hilal yang diwakili oleh 9 karyawannya mengaku sangat menyesal dengan gagalnya perundingan tersebut, dan tetap menuntut dua hal, yaitu membayar gaji mereka yang belum dibayar dan pengembalian uang jaminan dari 19 karyawan. Ratna Yulianstanti, selaku manager BMT Hilal dan sebagai koordinator dari teman-temannya, saat ditemui Radar, Senin (11/1) mengatakan bahwa hingga beberapa kali pun pihak yayasan diundang, menurut Ratna Yulianstanti, dipastikan tidak akan datang dikarenakan mereka sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. “Kalau saya pikir mereka itu takut mas kalau diundang ke sini, saya saja sudah beberapa kali nelpon tidak ada yang angkat, kalau begini terus nasib kami nggak jelas nanti,” ucapnya. Ratna saat itu juga meminta agar pihak yayasan untuk membayar semua gaji karyawan yang belum terbayar. Selain itu, uang jutaan rupiah sebagai uang jaminan waktu masuk kerja, dan sudah disetor kepada yayasan, supaya dikembalikan pada semua karyawan. Karena salah satu pihak ada yang tidak datang, otomatis bipartit gagal, tapi pada saat itu, Kabid Pembinaan dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertran, Abdul Kholiq berjanji akan segera merapatkan dengan pimpinan, untuk mencari solusi yang tepat. Saat disinggung langkah apa lagi, setelah biprtit yang kedua ini gagal. Dikatakan, pihaknya mempunyai dua pilihan, pilihan yang pertama yaitu merencanakan untuk menemui langsung pihak Yayasan Duta Gajah Mada di Yogyakarta, dengan perwakilan dari karyawan BMT Hilal. Sementara pilihan kedua, dan akan memanggil sekali lagi pihak Yayasan Duta Gajah Mada, tentu saja dengan persetujuan Kepala Dinsosnakertran dan para karyawan. “Menurut prosedur, dipanggil kan maksimal dua kali, tapi kalau ada kebijakan lain menyangkut masalah ini, dapat saja kami panggil kami,” tuturnya. Sementara itu, Kasi Pembina Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinsosnakertran, Tri Haryanto yang saat itu juga menemui para karyawan BMT Hilal, mengatakan agar karyawan mengungkapkan dengan jelas, apa saja yang belum diungkap pada beberapa pertemuan yang diadakan. Tujuannya agar Dinsosnakertran selaku mediator permasalahan ini, dapat mengerti dengan jelas, dan dengan data-data yang jelas untuk menentukan tindakan selanjutnya. (ap4)

Usai Pesta Bebek Bakar BATANG - Keluarga Taryono, warga Dukuh Kebanyon Rt 3 Rw 4 Kelurahan Kasepuhan Kecamatan/Kabupaten Batang, saat ini tengah dirundung duka. Delapan orang anggota keluarganya terpaksa menjalani perawatan di RSUD Kalisari Batang, setelah mengalami keracunan akibat memakan oseng-oseng jamur. Kedelapan anggota keluarga Taryono adalah Nanang Kurniawan (30 tahun), Tutik Hamidah (28), Siti Nazarotun (23), Zidqon Ahmat (8), Ika Afriyani (19), Maria Ulfa (19), Zubaedah (30) dan Inayah (20). Mereka saat ini tengah dirawat di beberapa ruang terpisah, salah satunya Zidqon yang masih terhitung sebagai anak-anak dirawat di Ruang Flamboyan. Selain anggota keluarganya, seorang teman Taryono juga harus menjalani perawatan akibat mengalami hal serupa. Yakni Suswoyo (28) warga Desa Klidang Wetan Rt 1 Rw 2 Batang, yang dirawat di Ruang Anggrek. Sedangkan tiga orang lagi tidak dirawat yakni Sutikno, Din alias Ompong dan Daram. Menurut penuturan Zubaedah, peristwa keracunan yang mereka alami berawal saat kakaknya, Taryono, Minggu (10/1) sore, pulang dari Klidang

Wetan dengan membawa jamur mentah. Selanjutnya jamur tersebut dimasak oleh seorang saudaranya yang juga ikut menjadi korban Tutik Hamidah. “Jamur itu dijadikan osengan. Sekitar Maghrib anggota keluarga makan jamur itu, saya sendiri baru makan sekitar jam 8-an. Sekitar jam 9-an mereka itu mulai ada reaksi, seperti mau muntah itu,” ujarnya sambil terbaring di salah satu bangsal Ruang Dahlia, Senin (11/1) kemarin. Selanjutnya, malam itu juga sekitar pukul 23.30 WIB, Zubaedah dibantu warga membawa anggota keluarganya tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari Batang. “Saya sendiri saat itu ikut nganter dan belum merasakan apa-apa. Tapi sekitar jam 1-an saya perut saya merasa mual dan ingin berak,” terang Zubaedah, yang akhirnya ikut dirawat juga. PESTA BEBEK BAKAR Sebelum anggota keluarga Taryono dilarikan ke RSUD Kalisari karena keracunan, sore harinya Suswoyo terlebih dulu masuk ke IGD akibat mengalami hal serupa. Menurut Suswoyo, jamur yang dimakan oleh keluarga Taryono adalah sejenis dengan yang disantapnya dan berasal dari lokasi yang sama. Menurutnya, jamur yang dia makan disediakan saat menggelar pesta di sebuah pekarangan milik Sutikno di Desa

ANWAR FATONI

TERBARING - Zubaedah, salah satu korban keracunan, sambil berbaring melayani pertanyaan yang diajukan oleh pegawai RSUD dan wartawan.

Klidang Wetan. Pada pesta yang digelar pukul 16.00 WIB itu, sebenarnya menu utamanya adalah bebek bakar, sedangkan jamur merupakan menu tambahan. “Jamur itu bentuknya seperti payung yang tumbuh di pohon waru, yang ada di sebelah kandang bebek. Saat itu ada sekitar 9 orang yang ikut pesta, termasuk Pak Taryono yang ikut makan dan juga membawa pulang beberapa jamur mentah,” ungkapnya. Setelah pulang, sekitar Mag-

hrib dia merasakan mual-mual, seperti halnya kedelapan keluarga Taryono. “Selain itu juga berasa ingin berak terus. Lalu saya langsung dibawa ke sini. Baru malamnya giliran keluarga Pak Taryono yang masuk ke sini (RSUD Kalisari, Red). Pak Taryono sendiri yang makan banyak justru tidak apa-apa,” tutur Suswoyo. Kabid Pelayanan BRSUD ‘Kalisari’ Batang dr Debora menandaskan, bahwa para korban tersebut positif mengalami keracunan akibat memakan

IKLAN BARIS LOKER 7 X 276 MMK

jamur. Namun pihaknya sendiri belum mengetahui jenis dari jamur tersebut. s“Memang mereka terkena intoksikasi atau keracunan jamur. Namun untuk jenisnya itu nanti yang meneliti Dinas Kesehatan,” ungkapnya. Sambil mengantar rekan-rekan wartawan mengambil gambar para korban, dia menuturkan bahwa keracunan ini menyerang pada sistem pencernaan. Sehingga mengakibatkan penderita mual-mual disertai berak-berak. (ton)


JATENG

SELASA 12 JANUARI 2010

17

RADAR TEGAL

Minta Gubenur Mendata Penerima Fee

SEMARANG Siap Kembalikan Fee TERPISAH, salah satu kepala daerah di Jateng, Bupati Semarang Siti Ambar Fathonah menyatakan sanggup mengembalikan komisi dari Bank Jateng yang pernah dia terima. “Tidak masalah. Kalau diminta kembalikan ya akan saya kembalikan,” ujarnya di Gedung Berlian kemarin. Ambar mengakui pernah menerima uang sebesar Rp 9,5 juta dari Bank Jateng setiap kali menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat tersebut digelar satu tahun dua kali. Namun dia menyatakan tidak pernah meminta fee dari Bank Jateng, melainkan hanya menerima begitu saja saat RUPS. “Ini pemberian legal dan bisa dipertanggungjawabkan sebagai imbalan atas besarnya penyimpanan dana di Bank Jateng,” tandasnya. Namun dia mengaku lupa jumlah total uang dari Bank Jateng yang sudah diterima. “Datanya ada di rumah,” kata dia. Selama ini, Kabupaten Semarang termasuk kabupaten yang ikut menyetorkan modal saham di bank milik Pemprov tersebut. Kabupaten Semarang ikut memberikan modal saham kepada Bank Jateng. Data dari Bank Jateng menunjukkan komposisi kepemilikan saham Kabupaten Semarang yang ditempatkan berjumlah 7.908 atau 1,35 persen. Adapun harga sahamnya (stock price) mencapai Rp 7.908.000.000. (ric/isk)

Pemkot Minta Tunjuk Oknum PNS SEMARANG - Pemkot Semarang gerah dengan tudingan kecurangan dalam rekrutmen CPNS. Tudingan semakin keras hingga dugaan adanya oknum pejabat yang menerima titipan peserta dengan imbalan Rp 150 – 200 juta. Pemkot meminta dewan untuk menunjuk oknum yang dimaksud. “Tunjuk saja siapa orangnya. Kalau benar, saya sendiri yang akan melaporkan ke pihak berwajib,” kata Ketua Panitia Pengadaan CPNS yang juga Wakil Wali Kota Mahfudz Ali. Pernyataan tersebut disampaikan Mahfudz Ali dalam rapat dengar pendapat antara Ketua Panitia Pengadaan CPNS dengan Komisi A DPRD Kota Semarang, Senin (11/1) kemarin. Mahfudz Ali mengatakan, dia akan melaporkan oknum pejabat ke Polwiltabes untuk melihat apakah tudingan yang dilontarkan komisi A memiliki bukti. Sebelumnya, komisi A merilis laporan yang menyebut adanya oknum pejabat Pemkot melakukan praktik titipan CPNS. Untuk dapat lolos, si oknum mematok harga sebesar Rp 150 juta per satu peserta CPNS. “Mohon jika mengumumkan ke publik berhati-hati. Harus ada bukti kuat dulu,” sentil Mahfudz Ali. Mahfudz mengatakan, tak ada celah yang bisa digunakan pejabat untuk meloloskan peserta CPNS di luar aturan resmi. Hal itu dipastikannya setelah Mahfudz bertanya langsung kepada pimpinan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), sebagai pihak pembuat dan penilai soal CPNS. “Saya sudah tanya ke UI dan mereka bilang tidak ada celah. Apalagi titip-titipan dan mereka berani mempertaruhkan kredibilitasnya,” katanya. Untuk melengkapinya, Mahfudz Ali mengaku sudah menginstruksikan Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Agustin Lusin untuk menyelidiki seluruh pejabat panitia pengadaan CPNS. Hasilnya tak ditemukan adanya oknum yang menjadi calo CPNS. “Sudah saya minta kepala BKD selidiki, dan hasilnya tidak ada calo,” tegasnya. Agustin Lusin menambahkan, CPNS Pemkot Semarang 2009 diikuti 24.759 peserta yang memperebutkan 525 formasi. Dari tes tertulis, lolos sebanyak 519 peserta yang diumumkan pada 23 Desember 2009 lalu. Namun setelah proses pemberkasan pada 29 Desember, enam orang mengundurkan diri dengan alasan telah diterima sebagai CPNS di provinsi lain. Anggota Komisi A Imam Mardjuki mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah waktu pengumuman yang hanya dilakukan di satu titik di Balai Kota. Menurutnya, jika pengumuman melalui media massa, maka tudingan adanya kecurangan bisa dieliminasi. (dib)

SEMARANG – Gubernur Bibit Waluyo diminta mendata ulang siapa saja para penerima fee Bank Jateng. Gubernur juga diminta mendukung langkah Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) yang ditugasi pemerintah memproses pengembalian fee dari semua Bank Pembanguan Daerah (BPD) di sejumlah provinsi—salah satunya Bank Jateng. Permintaan tersebut disampaikan oleh Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN). Sekretaris KP2KKN Eko Haryanto menyayangkan pernyataan Gubernur Bibit yang mengatakan penyelidikan pemberian fee sebelum keluarnya PP Nomor 58 Tahun 2005 tidak

tepat. Alasan Eko, kasus tersebut belum kedaluwarsa. Menurut dia, berdasarkan ketentuan pidana UU Nomor 20 Tahun 2001 pasal 12 B berbunyi pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara adalah penjara seumur hidup dan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. ”Berdasarkan pasal 78 KUHP, kedaluwarsa penuntutan pidana adalah sesudah 12 tahun. Jadi ini belum kedaluwarsa,” kata dia. Karenanya, KP2KKN mendesak Gubernur Bibit mendata ulang siapa saja penerima fee. “Gubernur justru meminta penerima fee sebelum 2005 tidak

dikembalikan. Ini kan aneh. Seharusnya sebagai kepala daerah juga mendukung langkah KPK, Apalagi diduga masih diberikan sampai sekarang,” tegasnya. Bagaimana dengan rencana pemanggulan Direksi Bank Jateng oleh Komisi C DPRD Jateng terkait pemberian fee? LSM antikorupsi itu menganggap upaya dewan sebatas wacana dan retorika. Eko Haryanto menganggap dewan hanya memanfaatkan kasus ini untuk kepentingannya sendiri. Yaitu untuk pencitraan diri wakil rakyat. “Ini kan justru ditemukan dan dilidik KPK, Komisi C DPRD Jateng yang menjadi rekanan kerja malah tidak tahu apa-apa,” ungkapnya.

Eko menilai, rencana pemanggilan oleh DPRD Jateng tidak ada gunanya. Sebab kasus ini sudah ditangani KPK. Dia justru menilai pemanggilan bernuansa politis karena banyak penerima merupakan kepala daerah dan pejabat. “Kami jelas meragukan niat dewan.” Terpisah, Komisi C DPRD Jateng terus menggodok rencana pemanggilan jajaran Direksi Bank Jateng terkait pemberian fee tersebut. Sekretaris Komisi C M Sukirman menyatakan Selasa (12/ 1) hari ini pihaknya akan rapat. “Besok (hari ini) rencana itu akan dirapatkan. Mungkin saat itu sudah bisa ditentukan jadwal pemanggilan.” Anggota Fraksi Partai De-

mokrat DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo bahkan menyatakan fraksinya mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengusut pemberian fee kepada pejabat. “Ini masalah serius, jadi harus diketahui duduk perkaranya dengan benar. Karenanya fraksi kami mengusulkan pembentukan pansus,” ungkapnya. Dirut Bank Jateng Haryono kembali menyatakan pemberian fee tidak diatur oleh Bank Indonesia (BI). Namun kebijakan tersebut bergantung pada masingmasing bank. “Pemberiannya tergantung bank. Ini kan murni bisnis, diberikan agar nasabah loyal,” terangnya. (ric/isk)

Bendung Suro Hancur Diterjang Banjir KARANGMONCOL - Bendung Suro di Desa Grantung kecamatan Karangmoncol, Minggu (10/1) ambrol di bagian bangunan yang mengarah ke pintu air akibat diterjang banjir sungai Karang. Akibatnya sekitar 90 hektar sawah milik petani terancam kekeringan dan gagal panen. Riswanto (55) warga desa setempat mengatakan, pada Sabtu-Minggu kemarin hujan sangat lebat dan berlangsung hingga malam. Saat Minggu siang sekitar pukul 12.00 dan masih hujan, bagian bendung yang masuk ke pintu air ambruk dan tak berfungsi kembali. Air sungai Karang yang biasanya masuk, sama sekali tidak bisa saat ini. “Kondisinya benar-benar rusak parah dan harus segera mendapatkan penanganan. Jika tidak masyarakat petani bisa kelabakan,” katanya, Senin (11/ 1) kemarin. Sementara kepala desa Grantung Teguh Wibowo menjelaskan, kemungkinan kerusakan beruntun akibat hantaman banjir pada awal tahun 2009 lalu yang belum tertangani dan kerusakan saat akhir tahun

kemarin. Ditambah puncaknya pada Minggu (10/1) hujan yang terus menerus hingga pagi akhirnya menyapu bangunan itu. Teguh juga membenarkan sekitar 90 hektar lahan sawah bakal kekeringan. Pasalnya hanya dari bendung Suro itulah air irigasi dipakai. Saat ini kondisinya sangat parah. Air dari sungai Karang tak mampu naik ke atas pintu air karena penobang kanan kiri sebelum pintu air, dindingnya ambrol. “Kerusakan yang pertama sudah saya laporkan awal tahun 2009 lalu. Bendung masih bisa dipakai meskipun minim air. Akhir Desember saya menanyakan ke Bappeda, namun belum ada kepastian dana.” Terpisah, Kabid Fisik dan Prasarana Wilayah, Siswanto mengatakan, dibutuhkan aloaksi dana sebesar Rp 3,5 miliar. Dana itu untuk rehab bendung dan saluran primer dan tebing sungai Karang. “Kita sudah mengusulkan ke pusat dan saat ini masih menunggu. Survei dan inventarisasi akibat bencana juga sudah kami lakukan sebelumnya.” (amr)

FOTO AMARULLAH NURCAHYO

TAK BERFUNGSI - Bendung Suro di Desa Grantung (Karangmoncol) yang rusak akibat banjir Minggu (10/1) tidak bisa berfungsi kembali.

IKLAN BARIS LOKER 7 X 255 MMK


CMYK

18

SELASA, 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

BALKIS/TIM XPRESI

BANGGA - Black Clis Band dari SMA Negeri 5 Kota Tegal menunjukkan dengan bangga piala yang pernah diraihnya.

Black Clis Identik Hitam BAGI warga SMA Negeri 5 Kota Tegal, nama Black Clis band tentunya sudah tidak asing. Kelompok musik yang dibina Phili Glopot ini memang cukup menarik karena mengidentikkan diri dengan warna hitam. Warna itu dipilih untuk menunjukkan aliran musik rock yang dipilihnya. Meski dalam beberapa kesempatan, dia juga mengusung aliran musik alternatif. Black yang berarti hitam sementara rock identik dengan hitam-hitam. “Kata Clis sendiri untuk menunjukkan kekompakan kami,” ujar Ardan, sang vokalis. Dikatakannya, di sekolah mereka bersatu dalam Black Clis SMA 5 band, namun di luar sekolah, semua personilnya mempunyai band masing-masing. Personil Black Clis ini merupakan gabungan dari band-band ekstra sekolah. “Tapi jika kami dalam sekolah maka kami berusaha keras menjunjung nama sekolah kami,” tambah Davindra. Personil yang berjumlah 4 orang ini menempati terbagi Ardan XI (Vokalis), Davindra XI (Gitar), Robi XI (Bass), dan Teguh XII (Drum). Selain di atas panggung, kekompakkan mereka juga dapat dilihat saat santai bersama. Mereka sering berlatih sepulang sekolah di studio musik sekolah. Terkadang, mereka booking di studio luar. Undangan manggung pun kerap masuk ke band ini baik dari instansi pemerintah, ataupun dari luar. Karenanya, porsi latihan mereka ditambah demi kualitas band. “Ya minimal nggak malu-maluin lah...”ucapnya. Pada tahun 2009 lalu, band ini pernah menyabet juara berturut-turut. Diantaranya Juara II Expo se-eks Karesidenan Pekalongan yang bertempat di Kota Tegal dan Juara II Festival Band pada Ulang Tahun BRI dengan pesaing dari band SMA dan SMK se-Kota Tegal. Diapun pernah ikut berpartisipasi dalam Ulang Tahun SMK Negeri 3 Kota Tegal. Saat itu, band ini berhasil meraih Juara III. “Kebanggaan terbesar buat kami adalah eksistensi band kami dapat dilihat di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, hingga eks Karisidenan Pekalongan,” ujar dia. Diakuinya, bandnya banyak mendapat inspirasi dan kawan dari berbagai sekolah. Hal itu merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan. “Tapi bibit juga harus bermunculan. Dari sekarang kami berupaya mencari penerusnya agar band ini tetap eksis,” tandasnya. (balkis)

TIM XPRESI TIM I : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam

TIM II :

ILUSTRASI DIPERANKAN OLEH SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1KOTA TEGAL

GURU KILLER…? Nggak Banget Deh… PERNAH denger kata ”killer” dunk?! Kamu-kamu biasanya pake kata itu buat nyebutin guru kamu yang galak... Kalau dirunut dari artinya, kill berasal dari bahasa Inggris yang artinya membunuh, terus berubah jadi killer yang artinya pembunuh. Wadauww, sadis banget sebutan itu buat guru kamu. Kayaknya didenger nggak enak banget yah... Tapi itulah kenyataannya. Sebutan itu sampai saat ini masih digunakan para pelajar buat guru mereka yang dianggap galak, ketat aturan, main hukum, cuek, dan yang enggak banget pokoknya. Nah, kalau ditanya soal perasaan, dari seluruh responX yang didata Tim Xpresi, 46 persen diantaranya mengaku bete

Serly Rostarina, Subekhi Prawirodijoyo, Agus Winarto

Cinta Gila (OST Sang Pemimpi) Ungu [intro] D5 A5-A#5 A5 G5 G5 F5-E5 D5 A5-A#5 A5 G5 C5-C#5-D5 Dm A Tahukah kalau apa yang kau lakukan itu GmDm Tahukah kau siksa diriku DmA Bertahun kunantikan jawaban dirimu GmDm Bertahun-tahun ku menunggu DmA Kau sangka aku akan menyerah GmDm Kau sangka aku akan pasrah DmA Dirimu tak perdulikan aku GmDm Walau cinta hanya untukmu GmDm Walau kasih hanya untukmu GmDm Walau sayang hanya untukmu A untukmu untukmu untukmu [chorus] D5 A5 A5 C5 B5 A5 Kau Mimpi-mimpiku E5 E5 F5 G5 A5 Cinta gilaku E5 E5 F5 E5 D5 Hanya padamu A5 C5 D5 A5 A5 C5 B5 A5 Hanya kau Belahan jiwa E5 E5 F5 G5 A5 Cinta membara E5 E5 F5 E5 D5 Tiada tara [interlude] Dm Gm Dm Dm Gm Dm

CMYK

dan males. ”Karena guru yang galak nggak bisa diajak kompromi dan sedikit bercanda. Ngeliat wajahnya aja udah menakutkan,” ungkap Nur Laela, siswi Kelas XII IPA SMA Muhammadiyah Kota Tegal. Lalu apa yang mereka lakuin kalo pas dapet guru yang galak ya?. Jawaban belajar lebih rajin lagi menjadi hal yang banyak dipilih oleh 53,6 persen ResponX. Meski diantara ResponX ada yang mengaku merasa harus belajar lebih rajin karena gebetannya satu kelas. ”Aku nggak mau dibilang bodoh sebab ada cewek yang kusuka di kelas,” aku A Kajrusidin, siswa kelas VII MTS Assalafiyah Kota Tegal.

Dari seluruh ResponX yang ada, 75 persennya mengaku selalu BT kalau guru killer nerangin pelajaran. Akmal Firdaus, siswa Kelas X SMA Negeri 2 Kota Tegal mengakui hal ini. Menurutnya, itu terjadi karena cara ngajarnya guru killer bikin bingung. Selain alasan itu, cara mengajar yang monoton juga menjadi pilihan jawaban dari 42,9 persen ResponX lainnya. Tapi mereka nggak mau memberi kritikan. Alasannya takut dimarahi seperti yang diungkapkan Ni’matun Khasanah, siswi Kelas IX SMP Negeri 15 Tegal. Julukan guru killer juga kerap disematkan pada para pengajar yang menegakkan kedisplinan dengan tegas. Ada yang bilang, mereka biasa memeriksa tugas

atau PR siswa. Jadi ketauan deh siapa yang ngerjain dan yang nggak ngerjain tugas. Kebiasaan ini ditemukan pada jawaban 39,3 persen ResponX. Selain itu, para pengajar ini juga kerap berkeliling ketika sedang mengawasi ujian. Pastinya nggak bakal bisa nyontek dah... Isnaeni Hidayati, siswi Kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal menuturkan, kegalakan seorang guru biasanya ada alasannya. ”Ya kalau perilaku siswanyanya nggak baik, gurunya bisa galak atau marah,” ucapnya. Kita ambil positifnya aja deh. Tapi aslinya nih yah, guru yang killer itu juga baik hatinya. Walau sering marah, tapi mungkin itu justru lagi perhatian sama kamu. (tim I)

Bagaimana perasaan kamu mendapatkan guru killer? Menakutkan 17,9% Bête dan males 46% Biasa ajah 28,5% Nggak tau 0% Apa yang kamu lakukan bila mendapat guru yang galak? Belajar lebih rajin lagi biar pas ditanya bias jawab 71,4% Nggak ikut pelajaran 10,7% Biasa ajah 10,7% Nggak tau 3,6% Apa yang bikin kamu bête itu cara guru kamu mengajar yang monoton? Iya 42,9% Kadang-kadang sih 28,5% Nggak juga sih 25% Nggak tau 3,6% Apakah guru kamu memeriksa hasil pekerjaan kamu? Selalu 39,3% Kadang-kadang 35,7% Jarang 21,4% Nggak pernah 0% Apa yang guru kamu lakukan ketika sedang ada ujian? Duduk di depan sambil mengawasi 25% Kadang-kadang berkeliling 64,3% Seringnya keluar 3,6% Biasanya memberi nasihat 0%

Awas, Guru Killer! DAG dig dug jantung berasa mau copot, keringet dingin keluar, perut mules, kaki lemes, dunia pun terasa mau runtuh saat namamu dipanggil. Siapa dia yang menakutkan itu? Julukannya si guru killer. Istilah ini muncul karena emang si guru dinilai kejam terhadap anak didiknya. Salah sedikit marahnya sampe berapi-api. Alpa bikin tugas hukumannya lari keliling lapangan 100 kali. Guru killer dikenal juga sebagai si pelit nilai dan seneng banget bikin ulangan mendadak. Biasanya nih, guru dengan sifat spesial seperti ini cenderung kaku dan sulit banget diajak negosiasi. Setuju banget

kalo predikat ‘killer‘ pun akhirnya nempel di dirinya. Lalu, kenapa ya ada guru yang dijuluki the killer?. Seorang guru bertindak terlalu ekstrem mungkin ada sebabnya. Bisa jadi karena suasana kelas yang tidak nyaman dan terganggu ulah si ‘trouble maker’ di kelas yang memancing emosinya. Nah, buat kalian yang ketakutan menghadapi si guru killer, simak deh tips jitu berikut ini: 1. Think Positif Kurangi rasa takutmu dengan berpikir positif, sama

seperti kalian, guru killer juga punya sisi kelemahan kok. 2. Sukai pelajarannya Cobalah menyukai mata pelajarannya juga caranya mengajar. Hal ini bikin k a l i a n engga bakal takut ngadepin si guru killer. 3. Siap-siap Cara ampuh menaklukkan si guru killer adalah menyiapkan diri semaksimal mungkin saat menghadapi pelajarannya. Buktikan kamu mampu menguasai materi pelajaran yang disampaikannya. 4. Berani karena benar Selama kita benar kenapa

PROFIL harus takut dihukum atau dimarahi?. Pikirkan ini berulangulang dan kamu bakal siap mental ngadepin si guru killer. 5. Bersikap santun Ini salah satu cara kamu mengambil hatinya yang kaku. Siapa tahu sikap santunmu ini bikin hati si guru killer meleleh. So, jangan keburu men-cap gurumu the killer. Sekejamkejamnya guru terhadapmu, mereka tetap punya nurani kok. Selama ‘killer‘nya masih dalam batas wajar dan engga main fisik sih maklumin saja. Apa yang dilakukannya justru untuk menggembleng kalian agar disiplin. (*)

USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH : 28 ResponX di Kota Tegal

JENIS KELAMIN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

PENDIDIKAN : SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

Volley Ball SMP N 12 Berjaya di Turnamen SMP Negeri 12 Kota Tegal memiliki beragam ekstra kurikuler (ekskul). Salah satu ekskul yang berjaya dan masih eksis saat ini adalah Tim Volley Ball mereka. Tim yang dibina Retno Puspowati SPd dan Safrul Hidayat SPd ini sudah berjaya di berbagai turnamen. Diantaranya meraih Juara II untuk putri dan III untuk putra pada Pertandingan Bola Voli antar SMP/ MTS se-Kota Tegal dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 2 Kota Tegal 4 November 2009 lalu. Pada waktu itu, personil tim putri terdiri dari Evi Indriani (9B), Amalia Widyastuti (9B), Yunita Dyah (9B), Praptiningrum (9C), Pungky Indra (9D), Lili (9B), Romlah (9B), Arfani Septiana (8C), dan Santika Mei (8C).

Sementara untuk personil tim Putra diantaranya Junaedi (9A), Arman Alfiana (9B), Fiqih Nur Fauzan (9C), Ganang Adin (9C), Teguh (9D), Yogi Suryo (8A), Agil Santoso (8F), Angga Muaji (8F), dan Angga Ariyanto (7F). “Sekolah kita punya kelas pengembangan diri, setiap Jumat dari pukul 9 sampai11 atau jam pulang sekolah,” terangnya. Dalam kesempatan itu, semua ekskul termasuk volley ball melakukan latihan. “Kami rasa waktunya efektif. Anak-anak masih semangat. Kalau sore biasanya banyak kendala untuk berangkat latihan. Kadang ada yang malas untuk berangkat dan alasan lainnya”, tutur Safrul ketika ditanya jadwal latihan timnya. (irma)

IRMA/TIM XPRESI

POSE BARENG - Tim Voli dari SMP Negeri 12 Kota Tegal berpose bersama pelatih usai latihan di sekolahnya.


SAMBUNGAN

SELASA 12 JANUARI 2010

19

RADAR TEGAL

Robert Tantular-Boedi Sampoerna Saling Tuding dari halaman 1 ruang Pansus sempat ricuh karena langsung diserbu oleh puluhan wartawan dan sekitar 25 mantan nasabah Bank Century. Empat bodyguard Robert Tantular dan beberapa petugas Lapas serta Pamdal DPR pun sempat kewalahan. Dalam rapat Pansus kemarin, Robert memang lebih banyak dicecar soal penggelapan dana dan pemecahan rekening milik Boedi Sampoerna. Atas pertanyaan-pertanyaan itulah, Robert memaparkan kronologis yang justru memojokkan Boedi Sampoerna. Robert menceritakan, sejak Agustus 2008, likuiditas Bank Century memburuk. Pada saat yang sama, Boedi Sampoerna sebagai nasabah terbesar Bank Century berniat menarik seba-

gian dana untuk keperluan pembelian tembakau. Likuiditas tak kunjung membaik hingga pada November, Boedi Sampoerna terus ingin menarik dananya. Bahkan, Boedi pernah ingin menarik dana senilai Rp 1 triliun. “Karena itu, pada November 2008, bersama direksi Bank Century, saya datang ke Surabaya bertemu pak Boedi.” Dalam kesempatan itu, Robert menawarkan kepada Boedi agar ikut menjadi pemegang saham, namun tawaran itu ditolak. Selanjutnya, menurut Robert, Boedi Sampoerna mengutus Rudy Sorayan seorang warga Australia namun fasih berbahasa Indonesia, untuk bertemu dengan dia di kantor Bank Century Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kata Robert, Rudy Soraya mengusulkan dua opsi. Pertama,

yakni membeli aset-aset Bank Century seperti gedung. Kedua, keinginan Boedi Sampoerna untuk memecah-mecah rekening menjadi pecahan senilai Rp 2 miliar. Pemecahan ini dilakukan agar jika Bank Century ditutup, maka dana dalam pecahan Rp 2 miliar tersebut bisa masuk dalam skema penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Jadi, bukan saya yang mengusulkan pemecahan itu. Niat saya hanya membantu nasabah,” jelasnya. Bahkan, kata Robert, pemecahan ke dalam 247 NCD tersebut sebagian besar dibuat dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik karyawan Boedi Sampoerna yang ada di Surabaya dan Bali. “Jadi, kalau dalam audit BPK disebutkan dipecah dengan KTP pelamar Bank Century, itu tidak benar.”

Namun, saat didesak oleh anggota Pansus dari Parta Hanura Akbar Faizal apakah pemecahan rekening tersebut merupakan skenario untuk mengakali UU LPS, Robert mengiyakan. “Iya, memang seperti itu,” kata Robert. Sementara terkait uang USD 18 juta, Robert mengatakan, uang itu dipinjam untuk mengganti kerugian transaksi valas di Bank Century dimana Dewi Tantular, kakaknya, menjadi kepala divisi bank notes Bank Century. “Jadi, itu pinjaman pribadi. Saya juga bikin personal guarantee untuk membayar utang tersebut. Karena itu, saya juga heran kenapa manajemen Bank Century membayar USD 18 juta itu. Dan sekali lagi saya katakan, pinjaman itu sudah disepakati Pak Boedi Sampoerna.” (Owi)

Mendiknas Tetapkan 4 Syarat Kelulusan dari halaman 1 pelajaran yang diajukan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. “Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), nilai ujian praktek kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN,” tandas Mendiknas. Sementara itu mengenai masalah jadwal UN yang dimajukan dua pekan dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, Mendiknas menerangkan bahwa hal tersebut disebabkan

adanya kebijakan UN ulangan. “Kebijakan UN ulangan tersebut tentunya untuk memberi kesempatan bagi para peserta ujian yang memperoleh nilai di bawah syarat ketentuan kelulusan UN. Sehingga, peserta didik yang lulus ujian ulangan dapat mengikuti seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” paparnya. Seperti diketahui, jadwal UN yang telah ditetapkan Depdiknas untuk waktu ujian utama SMAn dan Madrasah Aliyah (MA) pada tanggal 22 -26 Maret 2010, sedangkan waktu ujian utama bagi SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) mulai 29 Maret –

1 April 2010. Adapun jadwal ujian ulangan SMA/MA mulai 10 – 14 Mei 2010 dan ujian ulangan SMP/Mts mulai 17-20 Mei 2010. Karenanya pada kesempatan itu Mendiknas juga meminta para siswa tak perlu khawatir apalagi panik dengan UN. Pasalnya, siswa yang tak memenuhi syarat akan diberi kesempatan mengikuti ujian ulangan. M Nuh yang pernah menjadi rektor di Institut Tekhnologi 10 November (ITS) Surabaya itu menegaskan bahwa UN bukanlah syarat tunggal dalam menentukan kelulusan siswa SMP dan SMA di dalam satuan pendidikan.

“Hingga saat ini, masih banyak pihak yang mencemaskan mengenai masalah ini. Sebaiknya tidak perlu cemas, karena bagi para siswa yang tidak lulus, akan diberi kesempatan kembali untuk mengikuti ujian ulang pada mata pelajaran yang tidak lulus atau keseluruhan. UN itu merupakan bagian dari sistem evaluasi,” jelasnya. Lantas mengapa pemerintah tetap memaksakan UN meski banyak penolakan? Mendiknas menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada produk hukum yang memerintahkan pemerintah untuk menghentikan proses itu di Indonesia. (cha/jpnn)

Satgas Minta Batasi Akses Ayin dari halaman 1 terpencil dan sulitnya akses dibandingkan LP di Jakarta diyakini akan mempersulit napi mendapatkan fasilitas mewah seperti yang diterima Ayin. Rekomendasi tersebut akan menyertai sejumlah masukan perbaikan sistem di dalam lembaga permasyarakatan. Satgas

Pemberantasan Mafia Hukum juga telah melakukan evaluasi terkait perlunya sanksi pada petugas Lembaga Permasyarakatan Pondok Bambu. “Apa perlu ada sanksi pidana atau hanya sanksi administrasi,” katanya. Terkait bantahan Dirjen Lapas Untung Sugiyono yang menyatakan fasilitas yang dinik-

mati Ayin wajar bagi terdakwa dan terpidana kasus korupsi karena tidak merugikan orang lain, Denny menegaskan pendapat itu ironis. “Fasilitas yang diterima Ayin, Aling, Darmawati, Ines, dan Eri itu pelanggaran, jadi tidak mungkin wajar. Fasilitas mewah itu penyimpangan dan menurut saya bagian dari praktik mafia

hukum,” tegasnya. Denny mengatakan, di dalam kamar Aling terdapat fasilitas karaoke, home theatre, dan pendingin ruangan. Fasilitas itu tidak lazim untuk sebuah penjara yang menjadi tempat penebusan kesalahan. “Jadi apakah fasilitas seperti itu dibilang biasa saja,” ujarnya. (noe/iro)

“Dengan terpilihnya H Ikmal Jaya SE Ak, posisi Tatang Suandi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan resmi digantikan. Selanjutnya, melalui Konfercab, kami juga telah menyusun program kegiatan untuk 5 tahun ke depan yang harus dilaksanakan Ikmal dan jajaran kepengurusnya,” kata Kasirun. Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan H Agus Riyanto SSos dalam sambutannya menuturkan, kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Tegal ke depan memiliki tantangan yang berat, agar bisa dapat mempertahankan dan mengembangkan partai. Namun pelaksanaan Kon-

fercab jangan membuat PDI Perjuangan pecah, siapapun yang diterpilih itulah kader terbaik partai. “Kami berpesan melalui Konfercab ini bisa memilih pengurus yang bisa memahami ideologi PDI Perjuangan, untuk kejayaan dan kemenangan PDI Perjuangan dalam Pilkada, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Presiden dan Pemilu 2014 mendatang,” paparnya. Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal terpilih H Ikmal Jaya SE Ak menyatakan siap merebut kemenangan dalam Pilkada, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Presiden

dari halaman 1 Demikian juga dengan ruangan di lantai 3, yang oleh tim satgas disebut sebagai ruangan khusus Ayin-panggilan akrab Artalyta Suryani. Sejatinya, ruangan itu merupakan ruang keterampilan yang biasa digunakan untuk pesantren kilat. “Dua ruangan itu seluruh warga binaan (nara pidana) bisa menggunakan,” ucap Untung. Dia mengungkapkan memang ada beberapa ruangan lain yang digunakan Ayin untuk menerima keluarganya. Termasuk membesarkan anak yang telah diadopsinya. Di kamar itu Ayin tak sendiri, masih ada seorang nara pidana yang tinggal bersamanya. Untung mengakui bahwa Ayin biasa mengendalikan perusahaannya yang jumlah karyawannya berjumlah 50 ribu hingga 80 ribu orang. “Ini harus betul-betul dikontrol sebab perusahaannya kebanyakan bergerak di bidang layanan publik,” jelasnya. Perusahan yang dimaksud adalah penyeberangan kapal Roro dari Merak ke Bakauheuni. Dia menambahkan bahwa di setiap ruangan yanng dihuni para nara pidana memang terpasang televisi. Jadi, hal tersebut bukanlah fasilitas yang berlebihan. Untung mengakui ada pembedaan perlakuan terhadap para warga binaan di sana. Itu bisa diberikan karena beberapa alasan, misalnya alasan keamanan atau kesehatan. “Pertama alasan keamanan. Bisa saja warga binaan diganggu-ganggu. Karenanya ada yang boleh dicampur dan ada yang harus dipisahkan,” jelasnya. Misalnya, seorang seperti Ayin tak bisa dicampur dengan pencopet. Termasuk pemberian fasilitas pendingin udara, menurutnya khusus untuk Ayin, ada rekomendasi dari rumah sakit bahwa kamar Ayin harus ber AC. Di masing-masing ruangan itu Ayin dan Aling juga menjadi koordinator ketrampilan kerajinan membikin tas dari manik-manik. Apa yang diungkapkan Un-

tung itu memang agak kontradiktif dengan keluhan persoalan rumah tahanan selama ini. Dalam berbagai kesempatan pihaknya selalu mengeluh bahwa ruang tahanan selama ini masih over kapasitas. Lihat saja, Rutan Pondok Bambu yang seharusnya dihuni 504 orang dijejali 1164 orang. Namun kondisi miris itu berseberangan dengan Ayin atau Aling yang bisa mendapatkan ruangan luas dan nyaman. Seharusnya setiap nara pidana harus mendapat perlakuan yang sama karena pemidanaan bersifat menjerakan pelaku tindak pidana. Setelah sidak Untung juga mengaku kaget dengan fasilitas serba wah di Rutan Pondok Bambu. Dia menilai fasilitas itu karena ada percampuran barang-barag pribadi dengan fasilitas umum. Karena itu, Untung memerintahkan segera mengeluarkan barang-barang pribadi milik warga binaannya itu. “Secepatnya harus dikeluarkan,” tegasnya. Dia menilai Kepala Rutan Pondok Bambu mengetahui dengan pasti keluar masuknya barang-barang mewah millik para narapidana itu. Kepala Kantor Wilayah Depkumham DKI Jakarta Asdjudin Rana mengungkapkan, sama sekali tak ada pungutaan dengan fasilitas yanng diterima para narapidana itu. “Sama sekali tidak ada uang tersebut,” jelasnya. Dia menambahkan, barangbarang itu kebanyakan milik negara di antaranya fasilitas karaoke, termasuk meja dan kursi serba lux. “Semuanya itu anggaran rutan. Yang jelas saya menerima laporan itu dan saya teruskan kepada Sekjen Depkum HAM,” ujarnya. Soal fasilitas itu, kata dia, selama ini tak dilarang. “Mana ada putusan hakim yang melarang menggunakan fasilitas itu. Coba tunjukkan dasar hukumnya?” katanya. Seperti diketahui, Minggu (10/1) malam sejak pukul 19.00 hingga 22.00, empat anggota Satgas melakukan sidak ke Rutan Pondok Bambu. Mereka

adalah Denny Indrayana (sekretaris Satgas), Irjen Pol Herman Effendy, Yunus Husein, dan Mas Achmad Santosa. Hasilnya, Satgas menemukan adanya tahanan yang mendapatkan perlakuan istimewa. Misalnya di lantai yang terdapat ruangan khusus Ayin. Di sana terdapat fasilitas lengkap, seperti lemari es dan sofa. Di ruangan khusus, Ayin juga sering menggelar rapat dengan mengundang karyawannya. Temuan lain Satgas, adanya peralatan lengkap untuk karaoke, dari sound system hingga mikrofon. Itu terdapat di ruang Aling di lantai dua. Selain itu, Satgas juga menemukan kamarkamar spesial yang hanya dihuni satu orang. Padahal, di Rutan yang sudah overload itu, banyak satu kamar yang dihuni tiga hingga empat napi. Pembelaan tidak hanya datang dari kantor Depkum HAM. Kepala Rutan Pondok Bambu Sarju Wibowo juga membela diri saat ditanya wartawan di ruang kerjanya, kemarin. “Tidak ada yang diistimewakan. Barangbarang di tempat itu kan keperluan pribadi mereka. Itu bukan dari kami,” kata Sarju. Begitu kasus itu terbuka lebar, beberapa petugas dari Departemen Hukum dan HAM langsung memeriksa Sarju. Bahkan, dia belum sempat meninggalkan kantornya sejak Minggu malam. Saat ditanya lebih lanjut lagi, Sarju menolak menjawab. Pria asal Sragen itu mengatakan, saat ini dirinya menjadi sasaran tembak berbagai pihak. “Tolong kasihani saya. Apa mas tidak kasihan dengan saya. Posisi saya saat ini sulit. Dari semalam saya nggak tidur sekarang masih mau ditanyai lagi. Mbok ya ngerti dikit,” katanya. Salah seorang petugas dari Depkum HAM berbisik kepada Jawa Pos. “Posisi dia sekarang itu kayak disembelih lehernya terus darahnya sudah nggak keluar. Jadi, dia itu sudah lemes dan nggak bisa ngapa-ngapain. Kasihan dia,” katanya sembari mewanti-wanti tidak disebut namanya. (git/aga/fal)

Ditemukan Fosil Tengkorak Manusia ...

Ikmal Pimpin PDI Perjuangan dari halaman 1 Dari 11 pengurus DPC PDI Perjuangan, hanya 4 wajah lama dan 7 wajah baru. Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, antara lain Ketua H Ikmal Jaya SE Ak, Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemuda Sutari SH, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, Buruh dan Tani Yon Haryono, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, Hukum dan HAM Nurokhman, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Diyarti SH, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Otda Riandi Ahmad, Sekretaris H Edi Suripno SH, Wakil Sekretaris Bidang Internal Abdul Aziz Husen, Wakil Sekretaris Bidang Eksternal Supandi, Bendahara Kusnendro ST, serta Wakil Bendahara Wiwik Mastuti. Ketua Panitia Konfercab Kasirun mengatakan, pelaksanaan rapat ranting telah dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 9 Desember 2009. Sedangkan untuk rapat PAC, 4 PAC serentak melakukan rapat untuk menentukan sikap dukungan dalam Konfercab pada tanggal 10 Desember 2009. 27 ranting, dan 4 PAC melalui rapat telah menyatakan dukungan kepada H Ikmal Jaya SE Ak untuk pimpinan PDI Perjuangan Kota Tegal untuk 5 tahun ke depan.

Depkum HAM Membela Diri

dan Pemilu 2014 mendatang. Karena tujuan partai adalah kekuasan, tapi harus dengan cara yang konstitusional. Sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif karena persaingan antar partai dilakukan secara sehat dan fair. “Untuk merealisasikan target tersebut di atas, kami akan melakukan konsolidasi internal, baik dengan jajaran pengurus maupun kader PDI Perjuangan. Walaupun tujuan partai adalah kekuasaan, tapi partai hanya akan kami jadikan alat untuk meningkatkan tarap kesejahteraan masyarakat,” ujar Ikmal. (hun)

dari halaman 1 Seperti dikatakan Fajar Kaman (20) mahasiswa asal Kota Pemalang. Dia menilai, perhatian yang kurang terhadap pentingnya benda-benda purbakala tersebut, bisa berdampak buruk nantinya. Sebab, benda-benda itu semuanya memiliki nilai sejarah tinggi yang patut untuk dilestarikan. “Saya sangat bangga dengan warga Semedo dalam menyelamatkan benda-benda bersejarah tersebut. Mereka secara ikhlas mencari dan mengumpulkannya tanpa harus tahu mau diapakan benda itu,” kata Fajar, usai meninjau Desa Semedo

bersama teman-temannya. Menurut Fajar, Kabupaten Tegal patut bersyukur memiliki warga bernama Dakri, yang selalu mencurahkan pikiran dan tenaganya hanya menyelamatkan peningalan sejarah. Kalau tidak, benda-benda sejarah ini akan hilang dengan sendirinya. “Sebagai anak muda sangat berterima kasih sekali kepada para warga Semedo.” Terpisah, penemu tengkorak manusia purba di sekitar hutan Semedo Dakri (52) menyatakan, penemuan benda-benda purbakala dari jenis tulang-belulang

maupun prasasti memang bukan hal baru lagi baginya. Tapi menemukan tengkorak manusia purbakala di sekitar hutan Semedo adalah pengalaman terbaru yang sangat mengejutkan. “Ini pengalaman pertama saya yang begitu membanggakan, terlebih tengkorak manusia purba ini dinyatakan paling tua se-Jawa Tengah, khususnya di wilayah barat kali Serayu,” kata Dakri salah satu penerima penghargaan penyelamat benda purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. (k1)


KOMBIS

SELASA, 12 JANUARI 2010

20

RADAR TEGAL

FITUR NOKIA E72 1. Music Player, Media Player, FM Radio

2. Quick access ke aplikasi dengan 1 tombol 3. High Speed Connection dengan HSDPA dan HSUPA 4. Support aplikasi social networking yang popular 5. Voice function untuk mengontrol ponsel tanpa menyentuhnya 6. One touch modem access 7. Quick office 5.3 yang telah support Office 2007 8. Konektor audio 3.5 mm

E72 Si Tipis Nan Cerdas Komunikasi Aktif dengan Mobile Messaging REDAM GEJOLAK – Operasi pasar (OP) gula murah masih tetap akan dilakukan untuk mengatasi gejolak harga gula.

DOK./RATEG

Pemerintah Lelang 200 Ribu Gula Lewat PTPN dan RNI

STABILKAN PASOKAN GULA JAKARTA - Pemerintah memutuskan hanya akan melelang sebanyak 200 ribu ton gula dari rencana awal sebesar 364.500 ton melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selama bulan Januari ini. ”200 ribu ton dilelang dulu minggu ini,” kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti, Senin (11/1) Bayu menyatakan impor gula tersebut akan masuk sebagian pada bulan Januari dan sisanya masuk lagi pada Februari 2010.

Seperti diketahui awal Desember 2009 lalu pemerintah memutuskan untuk mengimpor 500.000 ton gula, untuk memenuhi kekurangan pasokan gula sepanjang Januari-April 2010. Pemerintah juga akan melakukan operasi pasar (OP) murah gula di 8 daerah di Indonesia. Sasaran OP ditujukan para konsumen rumah tangga. ”Ada 8 daerah, salah satunya Jakarta, beberapa di Kalimantan dan mungkin Medan,” ujar dia lagi Rencananya, operasi pasar ini akan

dimulai sekitar minggu kedua bulan Januari. Setiap rumah tangga sasaran dapat membeli maksimum 2 kilogram gula. ”Harganya Rp 1.500 atau di bawah harga rata-rata setempat. Di setiap titik mungkin bisa dilakukan OP sekitar 2 kali dalam sebulan” kata dia. Bayu menambahkan jumlah wilayah operasi pasar bisa saja bertambah disesuaikan dengan kebutuhan di setiap daerah di Indonesia. “Sementara delapan ini, tapi nanti bisa lebih lagi.” (dtc/zul)

Pegadaian Tambah 4.650 Outlet di 2010 JAKARTA - Perum Pegadaian menargetkan penambahan dan perluasan outlet sebanyak 4.650 gerai di tahun 2010. Melalui aksi ini, perseroan menargetkan dapat mencapai target omzet sebesar Rp 75,85 triliun. Humas Perum Pegadaian Irianto dalam realesnya, Selasa (11/1), mengatakan, dengan target omzet sebesar Rp 75,85 triliun, perseroan berharap bisa meraih laba sebelum pajak sebesar Rp 1,45 triliun di tahun 2010. Target itu akan dikejar melalui perluasan outlet yang ditargetkan bisa mencapai 4,650 gerai di tahun 2010. Perusahaan plat merah itu juga menargetkan bisa memiliki aset sebesar Rp 25,15 triliun di tahun ini. ”Tentunya membutuhkan ker-

ja keras semua pihak dan predikat kinerja keuangan yang sehat untuk mencapai target tersebut,” ungkapnya. Hingga akhir tahun 2009 lalu, dalam RKAP perusahaan yang rencananya akan masuk bursa ditargetkan bisa meraup omzet sebesar Rp 48,73 triliun dengan laba sebelum pajak 1,26 triliun. Target asset, sebesar Rp 16,71 triliun dengan total outlet sebanyak 3.000. Menurut Irianto, hingga November 2009, Pegadaian telah membukukan omzet sebesar Rp 44,25 triliun (90,8 persen dari target RKAP), laba sebelum pajak Rp 1,08 triliun (85,7 persen dari target RKAP), aset Rp 15,87 persen (94,9 persen dari target RKAP), dan jumlah outlet 3,266 (108,8 dari target RKAP). (zul)

DOK./RATEG

EKSPANSI – Tahun 2010, Pegadaian akan melakukan ekspansi ke berbagai wilayah untuk memperbesar aset.

CMYK

DOK./RATEG

MENINGKAT – Bisnis perumahan dalam berbagai tipe diperkirakan melonjak di tahun 2010.

menjadi sekitar Rp 358,6 miliar dibanding laba bersih belum diaudit pada akhir 2009 Rp 168 miliar. Kenaikan laba tersebut

DOK.ISTIMEWA

PONSEL TERBARU – Ponsel Nokia E72 siap memanjakan pemakai ponsel QWERTY.

dibenamkan dalam Nokia E72. Bahkan ada juga lampu senter yang dapat diaktifkan dengan hanya menekan satu tombol.” Ahmad menambahkan, selain telah menggunakan touchpad, ponsel ini memiliki beberapa fitur-fitur terkini antara lain kamera 5MP. Kualitas kameranya dilengkapi dengan autofokus, flash, dan mode panorama yang memungkinkan kualitas foto menjadi jauh lebih baik dari versi sebelumnya. “Yang paling menarik dari

ponsel ini adanya penambahan sebagai navigator key. Bagi yang belum terbiasa menggunakan touchpad, Nokia juga tetap menyediakan original navigation key seperti pada seri Nokia E71 pendahulunya,” ucap Ahmad. Keunggulan selanjutnya, baterai Nokia E72 jauh lebih awet yakni mampu bertahan hingga 492 jam. Ponsel jenis ini tersedian dengan beragam warna pilihan seperti Zodium Black, Topaz, dan Metal Grey. Nokia E72 ditawarkan seharga Rp 4,2 jutaan. (ari/zul)

Dibatasi Rp 8.500 Per Liter

Pembangunan Perumahan Incar Kontrak Rp 13,3 T JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan (Persero) menargetkan akan mampu menggarap kontrak konstruksi senilai Rp 13,3 triliun selama 2010. Itu berarti perusahaan mengincar pertumbuhan nilai kontrak 30 persen dibanding pencapaian 2009. Direktur Utama Pembangunan Perumahan (PP) Musyanif mengatakan pihaknya saat ini memiliki sisa kontrak yang belum digarap atau dialihkan (carry over) selama tahun lalu senilai Sekitar Rp 3,6 triliun. “Itu berarti pada 2010 kami menargetkan kontrak baru sebesar Rp 9,7 triliun,” katanya dalam paparan publik perusahaan di gedung Pacific Place, Jakarta, kemarin (11/1). PP juga mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 120 persen hingga akhir 2010, atau

TEGAL – Nokia kembali memperkenalkan Nokia E72 yang merupakan generasi terbaru Nokia E series di Indonesia. Peluncuran ini seolah menjawab pengguna ponsel QWERTY Nokia di tanah air terhadap evolusi dari Nokia E71. Tampilan yang tangkas, tipis, dan cerdas merupakan tiga kata utama yang mampu menggambarkan Nokia E72. Ponsel ini disebut sebagai perangkat ideal bagi orang yang tetap ingin produktif, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesionalnya. Dengan ponsel ini, untuk pertama kalinya pengguna Nokia E72 dapat menciptakan account IM (Instant Messaging) OVI dari Nokia langsung di layar utama. “Pengguna hanya cukup memasukan username dan password untuk terkoneksi ke layanan IM favorit mereka seperti Yahoo! Messenger, Google Talk, Ovi, Facebook, dan sebagainya,” ujar Ahmad dari Sentra Ponsel Nokia, saat ditemui di dealernya Jl Diponegoro 76 Tegal kemarin. Fitur IM baru ini disediakan untuk rangkaian solusi email bergerak, sekaligus penyedia email misalnya Mail for Exchange dan IBM Lotus Notes Traveler. Peningkatan performa termasuk kecepatan internet akan dirasakan pengguna Nokia E72. Fasilitas lainnya adalah penambahan kecepatan internet dan downlink speed seperti pada A-GPS serta kompas digital yang telah terintegrasi. Yang tak kalah seru, Nokia E72 hadir dengan versi Quickoffice baru yang memungkinkan kompatibilitas dengan Microsoft Office 2007. Selain itu pengguna dapat menikmati percakapan yang lebih jelas dengan fitur active noise cancellation atau pengurang suara bising. “Fitur ini memungkinkan ponsel mengambil 2 jenis suara secara simultan. Apalagi ada 2 microphone yang

diharapkan bisa diraih melalui efisiensi biaya. Sepanjang 2010, lanjutnya, PP menargetkan belanja modal atau

capital expenditure (Capex) sebesar Rp 215 miliar. Dana itu akan dipakai untuk kebutuhan pembangkit listrik (power plant). “Capex 2010 merupakan setengah dari total kebutuhan pembangkit,” tuturnya. Dia menjelaskan, total kebutuhan pembangkit listrik adalah Rp 430 miliar. Sebesar 50 persen dari kebutuhan itu akan dipenuhi pada tahun 2011. Musyanif mengatakan sebagian kontrak yang akan segera digarap adalah merupakan kontrak pembangunan pembangkit listrik (power plant), pelabuhan, dan jalan tol. Musyanif mengatakan, perseroan sedang membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan dua perusahaan lain untuk membangun pembangkit listrik 2 X 150 megawatt (MW) di Cilegon. (luq/zul/jpnn)

Harga Penjualan Minyakita JAKARTA - Kalangan produsen minyak goreng dengan pemerintah sepakat membatasi harga penjualan minyak goreng kemasan sederhana (Minyakita) Rp 8.500 per liter untuk dijual secara komersial mulai tahun 2010. Kesepakatan ini di luar pengalaman sebelumnya, saat Minyakita komersial bebas ditentukan produsen. ”Mulai Januari ini ditetapkan harga Minyakita komersial Rp 8.500 per liter,” kata Business Development Wilmar International Max Ramajaya saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (11/1). Dijelaskan pula, untuk harga jual Minyakita dalam rangka CSR, kalangan produsen dan pemerintah sepakat menetapkan Rp 8.000 per liter. Besarannya naik dari Rp 7.000 per liter pada tahun 2009 lalu. Kenaikan ini, kata dia, mempertimbangkan harga minyak sawit mentah atau crude palm

DOK./RATEG

TEKAN GEJOLAK – Penggelontoran minyak goreng sederhana bertujuan untuk menekan gejolak harga minyak goreng.

oil (CPO) yang sudah tembus di atas US$ 700 per ton. “Ini hasil rapat bersama kemarin.” Sebelumnya produsen minyak goreng juga menagih realisasi komitmen pemerintah. Di antaranya janji untuk menggelontorkan dana Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk minyak kemasan se-

derhana (Minyakita). Memasuki pertengahaan Januari 2010 ini PPN-DTP Minyakita belum dicairkan. Hasilnya banyak produsen yang sudah memproduksi Minyakita. Namun belum berani menggelontorkannya secara komersial maupun CSR (program sosial). (dtc/zul)


CMYK

SELASA, 12 JANUARI 2010

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

Guru Swasta Kembali Demo Disertai Istighosah dan Membubuhkan Tanda Tangan SLAWI - Aksi unjuk rasa kembali dilakukan Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal. Bedanya, kali ini ribuan guru yang tergabung dalam Forgusta tersebut, Senin (11/1) kemarin melakukan aksinya mengadakan istighosah atas keprihatinan terhadap kondisi guru swasta di lingkungan Pemkab setempat. Bahkan sejumlah ulama dihadirkan dalam aksi tersebut. Seperti Habib Muhammad Sulton Al Habsyi. Ia

TUNTUTAN FORGUSTA Pertama, akan melakukan aksi di halaman Pemkab sampai tuntutan terpenuhi. Dua, akan melaksanakan mogok pengajar dari sekarang sampai tuntutan terpenuhi. Tiga, tunjangan harus dirubah dari pos bantuan sosial menjadi bantuan rutin Dikpora pada 2010. Empat, segera menerbitkan Perda terkait tunjangan tersebut pada tahun 2010

ke hal 9 kol 5 ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

NGONTHEL - Anggota Pompa nampak tengah mengikuti kegiatan Ngonthel bareng yang dilaksanakan sebagai agenda rutin kegiatan dua kali setiap bulannya.

POMPA, Wadah Penggemar Sepeda Onthel Pangkah

YUK! NGONTHEL BARENG KIAN hari penggemar sepeda onthel di Kabupaten Tegal bertambah banyak. Hal ini dibuktikan dengan terus bermunculannya perkumpulan penggemar sepeda onthel, seperti halnya di Kecamatan Pangkah. Para penggemar sepeda onthel di Kecamatan Pangkah sepakat bergabung da-

lam wadah yang dinamakan Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (Pompa). Da l a m p e r k e m b a n g a n n y a , Pompa yang didirikan sejak 14 Agustus 2009 memiliki anggota yang terus bertambah. Dari yang semula 9 orang, kini menjadi 50 orang.

Menurut Ketua Pompa, Agus Endi Supriyo, sejak awal Pompa didirikan dengan beberapa tujuan. Diantaranya sebagai ajang silaturahim, olah raga, kegiatan sosial, melestarikan tradisi dan budaya, serta mengurangi pencemaran lingkungan. ke hal 9 kol 1

Demo Forgusta Dikecam DPRD Diduga Rusak Fasilitas Dewan KELANJUTAN aksi demo Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, Senin (11/1) kemarin, menuai kecaman kalangan DPRD Kabupaten Tegal. Pasalnya, aksi yang dilakukan para guru swasta guna menuntut alokasi tunjangan sebesar Rp 250 Ribu per orang/ bulan dari Pemkab Tegal itu diduga telah mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas Dewan. Kerusakan yang paling namke hal 9 kol 5

ARIEF NUR RS/RATEG

CORET-CORET - Aksi coret-coret yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Forgusta Kabupaten Tegal di sela-sela aksi demo yang berlangsung di gedung DPRD, Senin (11/1) kemarin.

Spesialis Pencuri Sepeda Bonyok Dimassa

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MENDEKAM - Bersama barang bukti sepeda Federal, Karsono yang dirangkul oleh Kanit Reskrim Aiptu Suratman kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Talang.

TALANG - Usai sudah petualang Karsono (27) warga Desa Pacul RT 13 RW 15 Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Pasalnya, spesialis pencuri sepeda jenis Federal dengan sasaran sejumlah perumahan itu akhirnya mendekam di tahanan Mapolsek Talang, setelah aksi kali terakhir diketahui oleh massa yang langsung menghadiahi bogeman mentah. Beruntung, aksi kesal massa ini bisa segera dihentikan setelah petugas kepolisian yang langsung mengamankan tersangka. Diperoleh informasi, aksi pencurian sepeda jenis Fedke hal 9 kol 1

Rusaknya Jalan Jalur Pantura Kramat yang Kian Parah

Ancam Nyawa Bagi Pengendara Motor Hujan yang kini hampir tiap hari mengguyur Tegal dan sekitarnya, rupanya membuat jalur pantura khususnya di jalan masuk wilayah Kramat, Kabupaten Tegal kian parah. Kondisi jalan yang lubangnya mengancam nyawa pengendara motor khusunya roda dua, banyak ditemui mulai Jembatan Kalipah hingga ke timur sampai perbatasan Suradadi. Benarkah? LAPORAN : AGUS WIBOWO KEJADIAN Lakalantas di

CMYK

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PARAH - Sejumlah lubang yang menganga lebar merata di jalur pantura Kramat. Hal ini sangat mengancam nyawa pengendara khususnya roda dua.

jalur pantura, hampir tiap hari pasti terjadi kecelakaan. Mulai dari human eror atau manusia itu sendiri yang kurang berhati-

hati, maupun penyebab dari sarana jalan itu yang kini kondisi jalurnya semakin parah. ke hal 9 kol 5

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MEMBUBUHKAN TANDA TANGAN - Sejumlah guru swasta yang tergabung dalam Forgusta saat membubuhkan tanda tangan dalam aksinya kemarin.


PEMALANG

4

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PEMBANGUNAN Jadi Desa Vokasi UNTUK dapat mengembangkan potensi sumber alam yang dimiliki, melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Desa Belik Kecamatan Belik sedang dikembangkan menjadi desa vokasi. Dalam pelaksanaan program tersebut, warga desa mendapat pelatihan-perlatihan. Demikian dikatakan Drs Masrukhin Ahmadi, salah satu tutor kegiatan dalam pelaksanaan program Desa Vokasi di Desa Belik, Senin (11/1) kemarin. Menurut dia, warga desanya sekarang ini banyak mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bentuk keikutsertanya dalam pelaksanaan program Desa Vokasi. Sejumlah kegiatan pelatihan yang diDOK RADAR PEMALANG selenggarakan di antaranya pelatihan Masrukhin Ahmadi pengrajin sapu gelagah, penggemukan sapi, pelatihan potong rambut, otomotif dan pelatihan ternak kelinci. “Dalam setiap penyelenggaraan pelatihan, banyak warga melibatkan warga yaitu sebagai peserta pelatihan,” katanya. Dia menjelaskan, banyaknya potensi yang ada di Desa Belik, cukup membutuhkan perhatian. Dengan adanya program tersebut akan memberikan semangat kepada warga untuk bisa mengembangkanya, baik itu pengembangan kerajinan sapu glagah, maupun usaha ternak sapi yang sedang berkembang pesat. (mg1)

PERTANIAN Harga Bawang Merah Anjlok PEMALANG – Hasil produksi pertanian bawang merah di Kabupaten Pemalang akhir-akhir ini jumlahnya terus mengalami peningkatan. Akibat kondisi tersebut, membuat harga bawang merah anjlok karena pengaruh permintaan pasar yang semakin menurun. Berdasarkan pantauan Radar di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang, yang merupakan sentra penghasil bawang merah, salah satunya di Desa Bojongnangka hampir setiap harinya petani desanya sedang panen bawang merah. Belum lagi di desa lainya seperti Desa Tambakrejo juga sama sedang sedang musim panen. Dari banyaknya produksi bawang merah yang dihasilkan petani bawang yang jumlahnya cukup besar, nampaknya tidak diikuti oleh permintaan pasar, sehingga menyebabkan harga itu turun drastis. Kondisi harga bawang merah sebulan sebelumnya relative masih cukup tinggi yaitu antara Rp 6.000 hingga Rp 7.500 perkilogramnya, sedangkan sekarang untuk komoditas bawang super hanya mencapai RP 5.000, sedangkan untuk komoditas sedang antara RP 3.000 hingga Rp 4.000 perkilogramnya. Cakyo (35), petani bawang merah asal Desa Bojongnangka menuturkan harga bawang merah sekarang ini sedang mengalami penurunan akibat banyaknya hasil produksi bawang merah. Harga turun juga disebabkan karena permintaan pasar sedang mengalami penurunan. Sehingga harga bawang merah terus menurun drastis. (mg1)

Warga Geruduk Pendopo Desak Kepala Desa Mundur PEMALANG – Sejumlah warga Desa Kelangdepok Kecamatan Bodeh Senin (11/1) kemarin mengeruduk Pendopo Kabupaten Pemalang. Mereka yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kelangdepok bersama tokoh dan elemen masyarakat lainnya mendatangi Pendopo untuk menyampaikan aspirasinya, yakni menuntut Kades Abdullah mundur dari jabatannya. Berbagai alasan disampaikan terkait tuntutan mundur kadesnya tersebut. Warga ditemui Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodwewo MSi dan sejumlah instansi terkait. Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo SH dalam kesempatan itu mengemukakan kedatangan BPD bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Tim 17 adalah untuk menyampaikan usulan yang berdasar pada surat BPD Kelangdepok mengenai pemberhentian Kades. “Surat BPD mengenai pemberhentian saudara Abdullah dari jabatan Kades adalah hasil evaluasi dan pengawasan BPD, LPMD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW terhadap tugas, tanggung jawab dan wewenang Kades,” papar Anggoro. Dalam musyawarah dan mufakat yang diikuti Tim 17 itu, lanjut ANggoro, tim menyimpulkan Kades telah melakukan penyelahgunaan wewenang dan indispliner dan mengakibatkan terjadinya krisis kepercayaan yang meluas. Anggoro meminta agar pemerintah mengambil tindakan

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

SAMPAIKAN ASPIRASI - Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo menyampaikan aspirasi di Sasana Bhakti Praja Pendopo Kabupaten Pemalang.

tegas, keras dan nyata terhadap kepala desanya. Hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari terjadinya konflik di masyarakat. Tim 17 memberikan tenggang waktu terhadap realisasi tindakan tegas tersebut hingga akhir Januari 2010. Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan beberapa alasan menguatnya tuntutan mundur. Di antaranya BPD tidak pernah diajak untuk membahas RAPBDes, BPD tidak pernah

diajak koordinasi selama tiga tahun, serta pembangunan yang bersumber pada ADD tahun 2009 tidak dilaksanakan. Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs MA Puntodewo yang didampingi Kepala Bapermas KB H Aunurrofiq SH dan Kepala Inspektorat Hj Novana Setyawati SH MSi mengemukakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan mekanisme dan prosedur, dan

sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. “Minimal akan ada solusi,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, BPD Kelangdepok Kecamatan Bodeh meminta kadesnya, Abdullah untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan ini setelah dilakukan dalam rapat evaluasi dan ditemukan terjadinya penyalahgunaan keuangan dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebanyak puluhan juta rupiah. BPD

kemudian menggelar rapat dengan tokoh masyarakat Kamis (24/12) malam dan mendapat dukungan dari mereka. Dalam rapat tersebut Kades tidak menghadiri undangan dan terhadap berita ini dia keberatan karena tidak adanya konfirmasi. Kades kemudian menggelar pertemuan dengan wartawan dengan difasilitasi Camat Bodeh dan menyatakan akan mengembalikan dana yang digunakannya. (ali)

Wanita-Wanita Perkasa, Sehari Mampu Petik 800 Pelepah TANGAN Ibu Thoma (45) terus bergerak lincah, mengambil tumpukan daun pisang dan menatanya dengan rapi. Padahal sudah hampir satu jam ibu asal Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading ini melipat tumpukan daun pisang. Wajahnya yang kuyu dengan baju setengah kotor oleh getah daun pisang yang membalut tubuhnya, tidak menyurutkan gerakan tangannya untuk terus melipat daun pisang yang sejak pagi dipetiknya. “Jam 5 harus sudah selesai semua, jadi laparnya ditahan sebentar lagi,” ujarnya kepada Radar di tempat “mangkalnya”, di pertigaan Stadion Jatidiri Comal Minggu (10/1) kemarin. Maklum saja, sore itu jam

memang sudah menunjukkan pukul 16.40 WIB. Sehingga ia harus bergegas membereskan daun secepatnya, meski rasa lapar menyergapnya. Hal ini dilakukan karena pemasok yang biasanya datang pada pukul 17,00 WIB tidak bisa menunggu lama. Begitu truk datang, langsung dihitung, diangkut, dibayar, lalu langsung berangkat lagi ke Tegal. “Hasilnya tidak seberapa mas, hitung aja kalau untuk tiap daun pisang 100 rupiah,” kata Ibu Thoma merendah. Dalam sehari lanjut dia, ratarata ia bisa memetik daun pisang 600 hingga 800 lembar pelepah daun pisang. Artinya, ada sekitar Rp 80 ribu yang bisa dikantonginya. Jumlah yang

tidak sedikit bagi pekerja buruh yang tidak memerlukan keahlian khusus. Apalagi alatnya cukup dengan pisau dan gantar (kayu panjang untuk memetik). Namun dari jumlah itu, masih ada potongan biaya transportasi becak, yang besarannya kurang lebih Rp 30 ribu untuk tiga kali angkut. Sehingga ia bisa memperoleh keuntungan bersih Rp 50 ribu per hari. Daun pisang hasil petikannya diangkut becak, karena memang terbilang banyak sehingga ia tidak mau repot-repot membawanya sendiri. Di samping itu, ia berkejaran dengan waktu untuk memetik daun pisang sebanyak-banyaknya. Kalau mondar-mandir membawa hasil petikan, ia takut

tidak bisa memperoleh banyak. “Selesai memetik daun pisang langsung pindah ke tempat lain untuk memetik lagi agar hasilnya banyak,” terangnya menambahkan. Ibu Thoma tidak sendirian, ada Ida Aliza (50), Mugi (43), Nah (47) dan ibu-ibu lain yang jumlahnya ada sekitar 20-an orang. Dari sejumlah itu, setiap harinya rata-rata ada 15 ribu lembar daun pisang yang dikirim ke Tegal. Mengenai kegunaan daun pisang sebagaimana dikemukakan dia menirukan ucapan pemasok, yakni untuk keperluan membungkus tempe, lontong, dan nasi. Ada juga yang dikirim ke restoran-restoran besar, namun Ibu Thoma tidak

bisa menjelaskan lebih jauh. ”Berapa pun yang ada, daun pisang pasti diambil semua,” ungkapnya kepada Radar mengenai kebutuhan daun pisang di Tegal. Pekerjaan seperti itu bagi Ibu Thoma, dilakoninya setiap hari sejak 15 tahun lalu bersama 20an tetangganya. Hawa dingin yang menyergap Comal dan sekitarnya Minggu sore kemarin, seakan tidak pernah menghampirinya. Meski raut wajah dan lemasnya suara yang keluar dari bibirnya tidak bisa membohonginya. Sore beringsut, matahari pun menampakkan senyum terakhirnya sebelum “malu-malu” terbenam dan menjemput maghrib. (sumitro)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TATA DAUN PISANG - Ibu Thoma (45) menata daun pisang yang dipetiknya selama seharian Minggu (10/1) kemarin.


KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Koordinasi Antar SKPD Dinilai Kurang Data Jalingkos Tak Sama KOORDINASI antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinilai masih sangat kurang. Hal ini seperti yang nampak pada kurang terpadunya pendataan, terkait rencana pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tahap III. Yakni ditemukan adanya perbedaan tentang luasan lahan yang akan terkena pembangunan Jalingkos tahap III tersebut. Jika berdasarkan data pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal, luas lahan milik warga yang akan terkena proyek pembangunan Jalingkos tahap II seluas lebih kurang 4.000 m2. Sementara data yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebagai pelaksana proyek pembangunan, lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan jalingkos tahap III berkisar antara 7.000 m2 9.000 m2. Hal ini terungkap usai digelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil pembahasan nota keuangan APBD tahun anggaran 2010, yang digelar, Senin (11/1) kemarin. Menurut anggota Komisi I, Abdul Baar, yang ditemui usai Sidang Paripurna DPRD, perbedaan data yang ditunjukkan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal dengan DPU itu membuktikan masih lemahnya koordinasi diantara SKPD. Padahal, dalam pelaksanaan pembangunan Jalingkos tahap III, lanjut Abdul Baar, koordinasi antara Bagian pemerintahan sebagai SKPD yang berwenang dalam hal penyediaan lahan

Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana dok/rateg yang akan digunakan Abdul Baar untuk pembangunan Jalingkos?

untuk pembangunan Jalingkos dengan DPU sebagai pelaksana pembangunan, semestinya dilakukan secara intens. Sehingga, data teknis seperti halnya luas lahan yang akan dipergunakan bagi proyek tersebut, hendaknya sama. ‘’Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana yang akan digunakan untuk pembangunan Jalingkos?’’ ungkap Abdul Baar. Dijelaskan Abdul Baar, Komisi I DPRD Kabupaten Tegal akhirnya hanya meloloskan alokasi anggaran untuk pembayaran ganti untung lahan milik warga yang telah dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos sebelumnya. adapun luasan lahan yang dialokasikan untuk diberikan ganti untung itu, seluas lebih kurang 2.500 Ha. ‘’Kami hanya meloloskan

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

anggaran untuk pembebasan lahan seluas 2500 Ha. Lahan ini memang sudah dipergunakan untuk pembangunan jalingkos dan sampai saat ini warga pemilik lahan teresebut belum menerima ganti untungnya,’’ terang Abdul Baar. Ditambahkan Abdul Baar, pihaknya juga sangat menyayangkan karena banyak ditemukan lahan milik warga yang telah terkena pembangunan Jalingkos, namun belum mendapatkan ganti untung. Sebaliknya, pihaknya juga menemukan banyaknya lahan milik warga yang sudah terlanjur mendapatkan ganti untung, namun justru tidak terkena pembangunan Jalingkos. ‘’Kami sangat menyayangkan, karena ini membuktikan lemahnya perencanaan pembangunan Jalingkos.’’ Dia berharap, pembahasan rencana pengalokasian anggaran pembangunan jalingkos tahap II di tingkat Badan Anggaran, nantinya dapat lebih mendapatkan perhatian. (aan)

MENGENASKAN - Kanit Reskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah menunjukan pengendara motor Honda Beat yang tewas dengan kondisi mengenaskan.

Pengendara Honda Beat Tewas Dilindas Tangki LPG KRAMAT - Insiden lakalantas di jalur pantura kembali telan nyawa. Kali ini korbannya Cahyani (31) warga Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 01 Kelurahan Debong Kulon Tegal Selatan Kota Tegal. Gara-gara terpeleset jatuh, Senin (11/1) sore, pengendara motor Honda Beat G 2240 NE warna biru itu, tewas mengenaskan setelah truk tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829 VO melindasnya. Informasi yang dihimpun Radar di jalur pantura, tepatnya Jalan Raya Kramat atau depan SD Kramat 0I, bermula sekitar pukul 16.00 WIB, dari arah timur menuju barat Cahyani yang mengendarai Honda Beat warna biru, melaju cukup kencang saat melintas di jalan raya pantura Kramat. Saat di depan SD Kramat 0I, korban menyalip tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829

VO yang sama-sama melaju ke arah Jakarta. Usai menyalip, tiba-tiba laju yang dikendarai oleh warga asal Debong Kulon Kota Tegal itu mendadak oleng. Diduga karena terpeleset akibat jalan yang licin, motor yang dikendarai oleh Cahyani akhirnya jatuh terjungkal. Sementara truk tangki yang persis berada di belakangnya mendadak kaget saat di depannya terlihat ada motor yang terjatuh sendiri. Lantaran jarak begitu dekat, upaya menghindar oleh sopir tangki yang melaju dari Kota Semarang dan hendak pergi ke Indramayu Jabar itu, akhirnya melindas motor Honda Beat keluaran 2009. Korban tewas seketika dengan luka yang mengenaskan. Sebab, kepala korban penyok akibat dilindas tangki LPG yang diketahui kendaraan yang cukup besar.

‘’Motor tersebut baru saja menyalip truk saya dari arah kiri. Namun entah kenapa, tibatiba usai menyalip motor tersebut mendadak oleng dan jatuh,’’ terang sopir truk Sukiswo (40) sopir tangki LPG. Sementara Kanitreskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah yang sebelumnya memberikan pertolongan dan sempat mengatur arus lalulintas yang sempat macet di jalur pantura akibat insiden lakalantas menambahkan dari keterangan sejumlah saksi bahwa diduga korban terjatuh akibat terpeleset lantaran kondisi jalan licin. ‘’Saat kejadian, di jalur pantura memang sedang gerimis,’’ terangnya. Ditambahkan dia, akibat kejadian lakalantas ini kondisi korban memang sangat mengenaskan. Sebab, kepalanya pe-

nyok. Demikian pula dengan matanya yang nyaris lepas. Sedangkan di lokasi kejadian, melihat kejadian tersebut pihaknya dibantu masyarakat setempat juga langsung menepikan korban tewas untuk bisa ditepikan agar tidak mengganggu arus lalulintas. ‘’Kami saat itu sedang patroli di jalur pantura bersama dengan anggota reskrim. Namun melihat ada lakalantas kami pun segera ke TKP. Kami juga sempat mengejar sopir tangki yang sempat hendak melarikan diri. Dengan melakukan pengejaran, tangki LPG tersebut langsung kami amankan.’’ Sedangkan setelah dirinya berkordinasi dengan Unit Lakalantas Polres Tegal, lanjut Abdillah, jazad korban langsung dibawa ke RSI Mitra Siaga Tegal. (gus)

Terpilih, Rojikhin Siap Kerja Keras untuk Menambah Suara di Parlemen Konfercab DPC PDI Perjuangan SLAWI - Rojikin AH kembali terpilih untuk menjadi ketua partai yang berlambang kepala banteng dalam lingkaran masa bhakti 2010-2015 mendatang. Bertempat di Gedung Korpri, Minggu (10/1) Rojikin kembali didaulat untuk menjadi nah-

koda oleh massa monceng putih pada konfercab DPC PDI Perjuangan. Rojikin yang ditemui, Senin (11/1) kemarin ke gedung dewan mengucapkan rasa terima kasih pada seluruh kader partai karena telah memercayakan kembali untuk memimpin PDI Perjuangan. Karena telah diberi amanat, ia bersama dengan jajaran pengurus yang lain

berjanji akan menjalankan amanat tersebut dengan sebaikbaiknya. “Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal yang telah mendukung konfercab sehingga berjalan dengan lancar. Saya juga berterima kasih pada semua kader dan partisipan yang telah mempercayakan saya untuk kembali

memimpin PDIP ini,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD berjanji akan menjalankan amanat bersama dengan pengurus lain sekuat tenaganya. Dia juga berharap seluruh kader yang terpilih sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan untuk mencurahkan semua pikiran, tenaga guna membesarkan partai. Sehingga ke

depan PDI Perjuangan kembali memimpin perolehan suara tertinggi di Kabupaten Tegal. “Tugas berat kami mempertahankan perolehan suara yang telah diperoleh pada pemilu legislatif kemarin. Saya bersama pengurus lain berjanji akan menambah suara di parlemen agar perolehan kursinya bertambah. Itu semua tentunya tidak semudah

membalikkan telapak tangan. Itu perlu perjuangan yang ekstra agar cita-cita itu tercapai,” janjinya. Sementara itu, mantan Sekretaris DPC PDIP, Dakir SH mengucapkan selamat pada ketua dan jajaran pengurus terpilih pada konfercab DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal. “Saya yakin dan percaya dengan kepengurusan ini. Apa-

lagi dalam kepengurusan kali ini banyak orang muda yang energik. Sehingga PDI Perjuangan akan bertambah sukses. Dan saya juga mohon maaf, selama saya duduk sebagai sekretaris banyak kekurangan dan kesalahan. Hanya inilah kemampuan yang saya miliki untuk memperjuangkan kebesaran partai,” akunya. (k1)


ENTERTAINMENT

SELASA 12 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Berhasrat Buka Restoran Sunda

GARIN NUGROHO

Cuti Bikin Film, Garin Nugroho Berkebun SUTRADARA Garin Nugroho mengaku suka merangkai berbagai jenis tanaman untuk dijadikan pajangan di rumahnya. “Saya suka merangkai tanaman untuk dijadikan pajangan di rumah sendiri,” kata Garin Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Garin menjelaskan, tanaman yang digunakan untuk dijadikan pajangan diambil dari kebun kecil di halaman rumahnya. “Saya menanam berbagai jenis tanaman di kebun kecil di halaman rumah,” kata pria kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961 itu. Pentolan teater opera Jawa itu menyebutkan, tanaman yang ia tanam di halaman rumahnya di antaranya bunga mawar, anggrek hingga pohon pisang. “Semua jenis tanaman bisa dirangkai menjadi satu hingga menjadi pajangan yang indah,” katanya. Namun hingga saat ini hobinya tersebut hanya menjadi konsumsi pribadi dan tidak ada rencana untuk memperjualbelikannya. “Hanya untuk konsumsi pribadi,” katanya seraya tersenyum. Sutradara film DAUN DI ATAS BANTAL itu juga menambahkan, hobi merangkai tanaman dilakukannya saat akhir pekan bersama keluarga. Selain merangkai tanaman, ia juga suka mengumpulkan berbagai benda seni yang didapatkannya dari sejumlah kota di Indonesia dan luar negeri.

TAHUN 2010 bisa jadi akan menjadi ‘debut’ Aura Kasih dalam melakoni bisnis di luar dunia hiburan. Pasalnya, dara seksi yang karirnya kian mengkilap itu mengaku berhasrat untuk membuka resto makanan Sunda di tahun Macan Kayu ini. “Sampai saat ini masih ada dalam kepala, belum mau

Takut Naik Pesawat Terbang ADA satu hal menarik di balik kepercayaan diri yang dimiliki oleh fron t m a n S T 1 2 , Muhammad Charly va n H o u t e n . P r i a yang lebih akrab dipanggil Charlie itu ternyata punya phobia terhadap ketinggian. Namun, karena harus profesional, ia pun terus melawan ketakutannya itu. “Kalau takut sama ketinggian sudah lama, sebenarnya bukan takut ketinggian, tapi takut naik pesawat,” ujarnya. Lebih jauh, pria yang karirnya semakin menjulang bersama bandnya itu pun menuturkan kebiasaannya untuk melawan ketakutan setiap kali ia harus naik pesawat untuk menggelar konser. “Ya aku berdoa aja, karena ini memang pekerjaan saya yang harus naik pesawat. Dengan keinginan untuk menghibur orang di

Hobinya tersebut semakin digelutinya s e j a k i a m e m u t u s k a n u n t u k c u t i s ementara membuat film sepanjang tahun 2010. (ant/bun)

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

ISTIGHOSAH - Sejumlah pengurus Forgusta Kabupaten Tegal bersama ulam saat larut dalam acara istighosah di halaman gedung DPRD setempat.

Spesialis Pencuri Sepeda, Bonyok... Karsono diketahui pemiliknya. Hingga akhirnya aksi kejar oleh warga pun terjadi, dan tersangka bonyok dimassa setelah berhasil membawa kabur sepeda milik warga perumahan Vantavin II Talang. Kapolsek Talang AKP Sugiarto melalui Kanitreskrim Aiptu Suratman Senin (11/1) kemarin mengatakan, Karsono merupakan pelaku spesialis pencuri sepeda ontel yang korbannya warga Perumahan Mejasem. ‘’Makanya dari keterangan dari pelaku, kami masih terus mengembangkan persoalannya. Siapa yang terlibat, maupun sudah berapa kali Karsono melakukan pencurian sepeda jenis Federal ini,’’ terangnya. Dijelaskan dia, kalau Karsono dihajar massa setelah pemilik sepeda ontel yakni Nia Karnia (32) warga perumahan Vantavin II Talang, melihat kalau sepeda yang di parkir depan rumah dibawa kabur oleh lelaki tak dikenal. Tak pelak, hal ini mem-

buat pemilik rumah berteriak maling. Sedangkan teriakan Nia ini membuat warga sekitar langsung mengejarnya, dan Karsono yang tengah mengayuh sepeda curian akhirnya tertangkap. ‘’Ya, tersangka sempat dihadiahi bogeman mentah oleh massa yang sebelumnya mengejarnya. Namun, untung saja sebelum massa berlanjut, kami berhasil mengamankannya. Atas perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 750 ribu,’’ ulas Suratman. Sementara dari pengakuan Karsono, bahwa sebelumnya dia berhasil mencuri sepeda di perumahan Mejasem sebanyak 5 kali. ‘’Mulai di Pala 3, pala 27, depan masjid, dekat lapangan Texin semua sepeda incarannya berhasil diembat. Hasil pencurian sepeda yang langsung dijual dengan harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, digunakan untuk beli rokok dan minum-minuman,’ ‘pungkasnya. (gus)

Yuk! Ngonthel Bareng dari halaman 3 ‘’Po m p a j u g a b e r t u j u a n mengkampanyekan efisiensi BBM (Bahan Bakar Minyak, Red). Sehingga diharapkan melalui wadah Pompa, warga dapat menghemat BBM,’’ terang Agus Endi Supriyo, yang kesehariannya sebagai guru di SMAN 1 Pangkah. Demi mewujudkan tujuan yang ada, lanjut Endi (sapaan Agus Endi Supriyo), anggota Pompa menggelar sejumlah kegiatan. Yakni kegiatan ngonthel, yang diikuti seluruh anggota secara rutin 2 kali dalam setiap bulannya. Yakni setiap hari Minggu pertama dan kedua. ‘’Kegiatan ngonthel ini kami laksanakan berdasarkan rembug anggota. Rute ngonthel kami meliputi obyek wisata religius, obyek wisata alam dan tilik deso di wilayah Kabupaten tegal dan sekitarnya. Sejumlah obyek wisata yang telah kami kunjungi antara lain makam Amangkurat I di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna, makam Bupati Tegal I di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru, obyek wisata Cacaban di Kecamatan

Senin (11/1), Aura pun akhirnya buka kartu kenapa ia sangat berhasrat untuk bisa memulai bisnis makanan Sunda. “Karena makanan iu nggak akan pernah habis, dan semua orang juga butuh makan dan juga b e r v a r i a s i s o a l n y a , ” pungkas penyanyi yang meroket setelah melantunkan hits Mari Bercinta tersebut. (kpl/gum/bar)

CHARLIE ST12

Aura Kasih

dari halaman 3 eral, yang harganya lumayan mahal, yakni sekitar Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah itu, sering dilakukan oleh Karsono. Sasarannya, sejumlah sepeda yang tengah diparkir oleh pemiliknya di perumahan masuk wilayah Mejasem Kramat. Dari catatan pelaku, bahwa aksi pencurian sepeda Federal itu sudah lima kali berhasil dilakukan. Semuanya milik warga perumahan Mejasem Kramat. Dengan bermodus, melihat situasi rumah yang sepi, pelaku yang sebelumnya membidik sepeda yang diparkir, akhirnya tak membuang waktu dan langsung mengayuhnya tanpa perasaan takut. Aksi Karsono pada Sabtu (9/1) siang rupanya merupakan hari sial baginya. Sebab, baru kalipertama mencuri sepeda di perumahan Vantavin II masuk wilayah Talang, atau lokasinya satu desa dengan rumahnya, aksi yang dilakukan

diutarain gimana-gimananya masih ada di otak. Yang jelas yang ada di depan mata dijalanin dulu sama kaya orangorang,” ujarnya sedikit malumalu. “Aku sih pengennya makanan Sunda, karena bervariasi dan orang juga suka. Ya simple dan sehat,” imbuhnya buruburu menambahkan. Ditemui di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat,

Kedungbanteng, obyek wisata Purwahamba Indah (Purin), serta obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) di Kota Tegal,’’ terang Endi selain kegiatan rutin berupa ngonthel bareng itu, Pompa juga telah menyelenggarakan kegiatan silaturahim. Diantaranya berkunjung ke rumah dinas Wakil Bupati Tegal pada 4 Oktober 2009 silam, mengunjungi pameran sepeda kuno di Universitas Semarang yang diselenggarakan oleh Paguyupan Gagak Rimang Kota Semarang pada 25 Oktober 2009, serta berkunjung ke sekretariat Paguyuban Penggemar Sepeda Onta Pemalang (PPSOP) ‘’PPSOP ini merupakan perkumpulan yang telah berhasil meraih 3 juara dalam lomba sepeda kuno di Semarang, pada tanggal 25 Oktober 2009,’’ jelas Endi. Pompa juga menggelar kegiatan sosial. Yakni berupa pembagian pakaian pantas pakai serta pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) yang dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan. ‘’Kegiatan sosial pertama kali diselenggarakan saat ngonthel

bareng ke obyek wisata Purin pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2009. Dan diikuti oleh 35 orang pengonthel dengan 4 sasaran bakti sosial,’’ terang Endi. Demi menopang kegiatan dan roda organisasi Pompa, lanjut Endi, setiap anggota dikenai iuran wajib sesuai dengan klasifikasi yang berbeda, berdasarkan kemapuan masingmasing. Bagi anggota yang berpenghasilan tetap, dikenai iuran sebesar Rp 20.000 per bulan. Sementara bagi anggota yang belum berpenghasilan tetap, dikenai iuran sebesar Rp 10.000 per bulan. ‘’Iuran inilah yang kemudian kami pergunakan untuk menopang kegiatan Pompa. Di samping iuran wajib, kami juga menerima dana dari donatur,’’ jelas Endi. Ke depan diharapkan, wadah Pompa dapat terus berkembang dan diminati warga, khususnya di Kecamatan Pangkah. Di samping itu, diharapkan pula wadah Pompa ini dapat terus menggelar aksi sosial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan uluran bantuan. (aan)

suatu daerah aku harus lawan ketakutan itu. Kalau namanya maut sudah urusan Allah,” tuturnya. Ditemui di Studio Cawang ANTV, Jakarta Timur, Senin (11/ 1), Charlie pun tak lupa berbagi tips untuk melawan ketakutan saat berada di dalam kabin pesawat. “Malah nggak bisa tidur, paling pegang tasbih aja ngewirit,” tandasnya sambil tersenyum. (kpl/hen/bar)

Demo Forgusta Dikecam DPRD dari halaman 3 pak, terjadi di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Tegal. Lemari yang berada di bagian belakang ruang Komisi III menjadi sasaran aksi massa yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Forgusta. Oknum tersebut melakukan aksi coret-coret dengan menorehkan tuliskan berwarna putih, yang diduga menggunakan cairan penghapus tinta (type ex). Tulisan yang dibubuhkan pada dinding lemari tersebut berbunyi ‘’Forgusta, Jangan Dholim Pa !!!’’. Selain aksi corat-coret, sejumlah oknum yang juga diduga anggota Forgusta juga melancarkan aksi perusakan terhadap sejumlah berkas arsip milik Sekretaris Komisi III, serta sejumlah arsip milik anggota Komisi III yang sengaja di-

tinggalkan di dalam ruang Komisi III. ‘’Tidak hanya itu, kami juga telah kehilangan 1 rim kertas HVS. Semua ini terjadi setelah pendemo masuk ke dalam ruangan Komisi. Saat demo dilaksanakan di teras ruang Komisi Saat kejadian, kebetulan saya ada di lantai atas (ruang sekretariat DPRD, Red) dan saat kembali, ruang Komisi III sudah diacak-acak,’’ ungkap Suwandi, staf Sekretariat DPRD pendamping Komisi III. Sementara itu, Sekretaris Komisi III, Yuswan Maulana, saat mengetahui kerusakan yang diduga ditimbulkan oleh oknum anggota Forgusta mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi itu semestinya tidak dilakukan oleh oknum anggota Forgusta, yang

juga merupakan seorang guru. Pasalnya, seorang guru, semestinya oknum anggota Forgusta tersebut dapat memberikan contoh yang baik. Meskipun mereka saat ini tengah melancarkan aksi demo menuntut kesejahteraan. ‘’Kalimatnya saja aneh, Forgusta minta jangan didholimi tapi justru mereka berbuat dholim. Perlu diingat, semua fasilitas di gedung DPRD ini adalah milik negara. Tidak sewajarnya seorang guru memberi contoh dengan merusak aset milik negara,’’ ujar Yuswan Maulana. Yuswan juga menyesalkan tindakan para guru swasta yang telah mengacak-acak arsip miliknya. Pasalnya, arsip yang telah diacak-acak tersebut merupakan kumpulan dokumen draf Rencana Kerja

dan Anggaran (RKA) yang diajukan oleh sejumlah Satuan Kerj a P e r a n g k a t D a e r a h ( S K PD) yang dibidangi oleh Komisi III. ‘’Memang bisa saja saya meminta ganti untuk semua arsip yang hilang atau rusak. Walaupun demikian, saya tetap menyayangkan aksi yang tidak pada tempatnya seperti ini,’’ tandasnya. Rencananya, sejumlah anggota Komisi III DPRD akan segera membicarakan aksi massa Forgusta yang telah merusak fasilitas di dalam ruangan Komisi III. Tidak menutup kemungkinan, Komisi III akan mendesak Forgusta untuk mengajukan permintaan maaf terhadap tindakan negatif yang telah dilakukan oleh sejumlah oknum anggota mereka. (aan)

Guru Swasta Kembali Demo dari halaman 3 secara langsung memimpin acara istihgosah. Sementara beberapa ulama lainnya yang hadir termasuk Ahmad Faturi memimpin pembacaan surat Yasin sebelum acara istighosah dimulai. Ribuan guru swasta yang turut serta dalam acara istighosah tersebut sempat histeris saat mendengarkan bacaan-bacaan salawat maupun doa yang disampaikan Habib M Sulton Al Habsyi. Beberapa dari mereka sempat mengeluarkan air mata larut dalam acara tersebut. Tidak hanya guru, sejumlah siswa yang ikut dalam aksi tersebut juga terlihat mencucurkan air mata. Setelah acara istighozah selesai, acara dilanjutkan dengan pembubuhan tandatangan keprihatinan yang dilakukan oleh para

guru swasta tersebut. Di atas kain putih sepanjang 50 meter yang dibentangkan mengitari gedung DPRD dan Pemkab tersebut, mereka satu persatu melakukan pembubuhan tanda tangan. Selain melakukan orasi, dipimpin langsung Ketua Umum Forgusta Kabupaten Tegal Fatah Yasin, mereka bersamasama membacakan ikrar janji. Dalam ikrar tersebut, ratusan guru sepakat akan melakukan aksi mogok mengajar selama tuntutan terpenuhi. Mereka juga menuntut untuk kenaikan tunjangan kepada guru-guru swasta sebesar Rp 250 ribu tiap bulannya. Mereka meminta agar tunjangan yang selama ini dimasukan dalam pos bantuan sosial untuk dirubah menjadi bantuan rutin dari Dinas Penidikan Pemuda dan Olahraga

(Dikpora) Kabupaten Tegal. “Pada hari ini, Senin tanggal 11 bulan Januari, kami akan bersama-sama dalam hal. Pertama, akan melakukan aksi di halaman Pemkab sampai tuntutan terpenuhi. Dua, akan melaksanakan mogok pengajar dari sekarang sampai tuntutan terpenuhi. Tiga, tunjangan tersebut harus dirubah dari pos bantuan sosial menjadi bantuan rutin Dikpora pada tahun 2010. Empat, segera menerbitkan Perda terkait tunjangan tersebut pada tahun 2010,” ungkap Fatah Yasin di hadapan massanya. Dalam aksi kali ini, tambah Yasin, pihaknya sengaja membentangkan kain putih sepanjang 50 meter yang mengelilingi kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Tegal. Aksi tersebut sebagai aksi keprihatinan atas tindakan Pemkab yang tidak

respon terhadap aksi Forgusta. Sementara itu,Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Wahidin yang menemui para demontran berjanji akan memperjuangkan tuntutan yang disampaikan oleh Forgusta. Ia mengaku, pihaknya akan memperjuangkan hal itu di Badan Anggaran. Dalam pertemuan tersebut, Wahidin juga sempat membubuhkan tanda tangan di atas materai atas komitmennya untuk bisa memperjuangkan guru-guru swasta. “Saya atas nama komisi IV DPRD akan berusaha keras untuk memperjuangkan tuntutan Forgusta. Saya akan perjuangkan dalam Badan Anggaran. Semoga perjuangan yang saya bisa menghasilkan sesuai dengan tuntutan Forgusta,” ungkapnya di hadapan ribuan guru. (cw3)

Ancam Nyawa Bagi Pengendara Motor dari halaman 3 Betapa tidak, sejumlah lubang yang menganga lebar banyak ditemui sepanjang jalan pantura Kramat yang memili panjang sekitar 15 km. Sarno (30) karyawan pabrik rokok yang bertempat di jalan pantura, menjelaskan kalau jalan berlubang tersebut sangat membahayakan. ‘’Kondisi jalan yang berlubang bisa ditemui mulai Jembatan Ketiwon ke timur. Sedangkan kondisi terparah,

dari jembatan Kalipah ke timur. Sebab, jalan yang berlubang lebar-lebar dan hampir merata di jalan pantura ini,’’ terangnya. Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang dan sangat membahayakan diantaranya depan pabrik rokok atau depan garasi pool Bus Menara Jaya, hingga depan Gudang Bulog. Di jalur ini hampir semua jalan yang rusak parah merata. ‘’Ya, kondisi jalan yang rusak parah ini mulai terlihat sejak

hujan yang terus turun tiap hari. Lantaran tidak segera diperbaiki, maka kondisi jalan yang rusak kian parah. Jika diukur kerusakan jalan khususnya di jalur pantura Kramat ini diperkirakan sepanjang 15 km,’’ ulasnya. Kapolsek Kramat AKP Poniman menambahkan, lantaran kerusakan bukan tugas pokonya, maka ia hanya memberikan imbauan kepada masyarakat ataupun pengguna jalur pantura untuk selalu berhati-hati saat mengemudikan

kendaraannya. Sebab, kondisi jalur pantura khususnya wilayah Kramat tiap hari kian parah. Sementara dari keterangan sejumlah warga di pantura menyatakan, kondisi jalan yang berlubang, tiap harinya mengakibatkan kecelakaan khususnya kendaraan roda dua. ‘’Sampai saat ini memang belum ada korban jiwa. Namun sudah banyak pengendara motor yang mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang itu,’’ pungkasnya. (gus)


CMYK

SELASA, 12 JANUARI 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

Alokasi Raskin 2010 Berkurang Per RTS Turun dari 15 Kg Jadi 13 Kg ALOKASI beras bagi warga miskin (Raskin) di Kabupaten Tegal tahun 2010, mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2009 lalu. Berdasarkan rapat yang digelar Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, alokasi raskin untuk Kabupaten Tegal di tahun 2010 ini hanya 1.329.861 Kg atau hanya sekitar 1.300 Ton. Sementara alokasi raskin pada 2009 lalu tercatat sebanyak 1.548.585 Kg atau sekitar 1.500 ton. Selain terjadi penurunan tersebut, juga terjadi penurunan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS). Jika pada tahun 2009 lalu, jumlahnya mencapai sekitar 1,23 juta, untuk tahun 2010 ini jumlahnya berkurang sekitar 1,22 Juta. ‘’Penurunan ini karena ada perubahan pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Alasannya karena ditemukan nama yang ganda, adanya penerima yang pindah domisili. Atau bahkan adanya peningkatan status penerima, misalnya dari yang berstatus miskin menjadi tidak miskin,’’ terang Kabag Ekonomi dan Pembangunan, Prasetyawan melalui Kabag Perekonomian Caryo Apandi. Disamping penurunan pagu penerimaan raskin untuk tahun 2010 ini, juga terjadi penurunan alokasi raskin yang diterima setiap RTS. Jika pada tahun 2009 lalu, setiap RTS mendapatkan alokasi sebanyak 15 kg, maka tahun 2010 ini setiap RTS hanya akan menerima alokasi raskin sebanyak 13 Kg. ‘’Penurunan jumlah alokasi raskin per RTS ini berdasarkan petunjuk dalam pedoman umum Raskin 2010. Untuk harga masih

tetap sama, Rp 1.600 per Kg,’’ terang Caryo. Terkait dengan rencana pendistribusian jatah raskin untuk bulan Januari 2010, dijelaskan Caryo, diperkirakan baru dapat dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2010. Pasalnya, pelaksanaan distribusi raskin itu baru dapat dilaksanakan setelah tim raskin Kabupaten Tegal melaksanakan sosialisasi. Sesuai jadwal yang telah disusun, rencananya tim raskin Kabupaten Tegal akan menggelar sosialisasi secara simultan di setiap kecamatan, antara tanggal 14 - 21 Januari 2009. ‘’Tapi untuk pelaksanaannya masih menunggu jawaban dari Dolog. Yang jelas, kami sudah menyediakan waktu untuk sosialisasi dari tim raskin Kabupaten Tegal. Di mana Dolog juga berada di dalamnya. Rencananya, seminggu setelah suatu daerah menerima sosialisasi, raskin akan langsung didrop. Mudah-mudahan akhir Januari 2010 ini droping raskin sudah bisa dimulai,’’ jelas Caryo. Sementara itu, terkait dengan tunggakan pembayaran raskin tahun 2009, menurut Caryo, masih terdapat 2 desa. Kedua desa yang belum melunasi pemyaran raskin tahun 2009 itu terdiri dari Desa Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna dan Desa tonggara Kecamatan Kedungbanteng. Caryo menegaskan, pihaknya akan melakukan penundaan pengiriman alokasi raskin bagi warga di kedua desa itu hingga pemerintahan desa dapat melunasi kewajiban pembayaran raskin tahun 2009. ‘’Sebagai konsekuensinya, droping raskin di kedua desa ini akan ditunda, sampai kewajian pemayarannya dilunasi,’’ tegas Caryo. (aan)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

IMBAUAN - Petugas Satlantas Polres Tegal memberikan peringatan dan imbauan kepada sejumlah tukang becak yang mangkal di bodi jalan.

Parkir Sembarangan, Puluhan Tukang Becak Ditertibkan SLAWI - Puluhan tukang becak yang tengah parkir sembarangan di sekitar ruko Slawi, Senin (11/1) kemarin, ditertibkan oleh oleh jajaran Satlantas Polres Tegal. Hal ini dilakukan lantaran kondisi jalan di pertokoan Slawi tersebut kerap kali terjadi kemacetan akibat sejumlah becak mangkal seenaknya saja tanpa melihat adanya rambu yang terpampang. Tidak ada perlawanan atau-

pun elakan dari tukang becak, saat Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tegal Brigadir Suwito bersama anggotanya Bripda Krisna menyisir jalan lingkungan ruko Slawi yang padat dan macet akibat banyaknya becak yang parkir sembarangan. Dengan memberikan himbauan, puluhan tukang becak tersebut akhirnya berpindah lokasi untuk bisa atkan becaknya. ‘’Penertiban para tukang

becak ini, lantaran kondisi jalan di depan ruko atau depan Telkom Slawi memang kerap kali terjadi macet saat jam-jam pagi hingga sore hari. Hal ini terjadi karena tukang becak ini mangkal bukan pada tempatnya. Dan kebanyakan, tukang becak ini parkir di bodi jalan. Sehingga, hal ini mengganggu aktifitas pengguna jalan lainnya,’’ terang Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tegal Brigadir Suwito, kemarin.

Menurutnya, selain tukang becak yang ditertibkan sejumlah motor yang parkir bukan pada tempatnya juga ikut dihimbau. Termasuk, sejumlah pedagang yang menjajakan usahanya di bodi jalan pun ikut diberikan imbauan untuk bisa lebih menepi. ‘’Termasuk sejumlah petugas parkir pun ikut kami berikan himbauan agar bisa menata para kendaraan yang tengah parkir. Jangan sampai,

kendaraan yang parkir justru mengakibatkan kemacetan jalan Slawi,’’ bebernya. Sementara banyaknya tukang becak yang parkir sembarangan tersebut juga memang banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan lainnya. Sebab, memang mangkal sembarangan yang dilakukan oleh tukang becak, membuat lalulalang kondisi jalur depan ruko Slawi, hampir tiap hari merayap. (gus)

Pembahasan APBD Dikebut

Rawan, Jambret Berkeliaran di Jalan Juanda

Penetatapan Diperkirakan Minggu Depan

ULAH pelaku penjambretan di sekitar jalan Juanda Pakembaran Kecamatan Slawi sangat meresahkan warga, terutama pengguna jalan. Pasalnya, para pelaku penjambretan dalam menjalankan aksinya disertai dengan tindakan kekerasan kepada para korban. Bahkan bisa dibilang tanpa pandang bulu, sebab, mulai dari anak kecil hingga tukang becak pun kerap jadi sasaran empuk mereka. Kenyataan seperti inilah, yang membuat warga kesal sekaligus cemas. Karena sejauh ini bukan malah berkurang kejadian penjambretan, tetapi kian banyak saja modus yang digunakan pelaku. Terlebih, para pelaku hingga kini belum bisa dibekuk oleh petugas keamanan maupun warga itu sendiri. “Saya sangat jengkel sekali dengan ulah para pelaku penjambretan, yang sering beroperasi di sekitar Jalan Juanda. Sebab, ulah mereka sudah keterlaluan,” tutur Makmur (35) warga sekitar Jalan Juanda Pakembaran kepada Radar Minggu (10/1) kemarin. Menurutnya, aksi para pelaku penjambretan dilakukan setiap saat, baik itu malam maupun siang hari. Namun sampai sekarang belum bisa dibekuk warga yang sudah berjaga-jaga setiap hari. “Saya kira para pelaku sudah paham dengan kondisi sekitar jalan ini. Terbukti mereka kerap kali lolos dari kejaran warga,” ucap Makmur. Hal senada juga dikatakan Warto (37) pedagang mie ayam asal Slawi. Menurutnya, para pelaku penjambretan dengan modus melukai pengguna jalan memang pantas untuk dibasmi hingga tuntas. Sebab, kenyataan itu bisa membuat trauma warga dan korban. Untuk itu, aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Tegal secepatnya bertindak, guna membongkar

SLAWI - Terkait peringatan dari Gubernur Bibit Waluyo terhadap lambannya pengajuan penetapan APBD Kabupaten/ Kota yang saat ini belum menyampaikan, DPRD Kabupaten Tegal akan mengebut dalam proses pembahasan APBD tahun 2010. Bahkan sesuai jadwal, penetapan APBD tahun 2010 akan dilakukan minggu depan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Firdaus Asyaerozi kepada Radar Senin (11/1) membenarkan kalau Gubernur Bibit Waluyo telah memwarning beberapa kabupaten/kota yang belum menyampaikan penetapan APBD 2010 termasuk Kabupaten Tegal.

Firdaus mengaku, meski belum jatuh tempo, namun saat ini pembahasan APBD 2010 sedang dikebut. Diharapkan pada minggu depan, semua pembahasan sudah selesai. “Kita sedang ngebut dalam pembahasan APBD, sehingga semua akan bisa selesai sesuai dengan jadwal yang ada,” ungkapnya. Untuk penetapan, tambah Firdaus, sesuai jadwal akan dilakukan pada Senin minggu depan. Untuk saat ini ada dispensasi waktu sampai akhir Januari terhadap penetapan APBD. Dengan adanya dispensasi waktu tersebut, DPRD akan memanfaatkan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. “Untuk mengejar waktu, saat ini pembahasan APBD sedang dikebut. Bahkan pembahasan dilakukan baik pagi maupun sore hari. Hari Sabtu yang merupakan hari libur,

kemarin juga dimanfaatkan oleh DPRD untuk pembahasan,” tambah Firdaus. Ia mengaku, Selasa (hari inired) sesuai jadwal akan dilakukan agenda laporan semua komisi. Dengan masuknya tahapan laporan tersebut, dipastikan dalam kurun satu minggu ini, semua pembahasan akan selesai. “Insyaallah semua bisa sampai sesuai jadwal,” tegasnya. Sementara terkait beberapa alokasi bantuan masjid maupun musala yang dipangkas, ia akan memperjuangkan bantuan tersebut untuk bisa kembali ada di tahun 2010 ini. Saat ini, tambah Firdaus, ia akan memperjuangkan alokasi bantuan untuk masjid maupun musala. “Kami akan tetap memperjuangkan, minimal sama dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2 miliar,” terangnya. (cw3)

Jalan Kebandingan-Warureja Rusak PEMKAB diminta secepatnya menggulirkan program perbaikan jalan desa Kebandingan-Harjosari Kedungbanteng hingga Warureja. Pasalnya, tingkat kerusakan di sepanjang jalan tersebut sudah melebihi batas kewajaran. Sehingga sangat diperlukan perhatian khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut, guna meminimalisir dampak buruk yang menimpa warga. Terlebih mayoritas warga dan pengguna jalan maupun para pelajar sudah sangat menderita, ditambah lagi perputaran perekonomian daerah sekitar pun hingga kini masih belum bisa berjalan optimal. “Saya sudah bosan dengan keadaan ini. Saya minta pemkab segera mungkin menanggulangi permaslahan ini. Sebab, kerusakan jalan tersebut sangat menganggu perekono-

mian warga,” kata Wartono (40) warga Warureja. Menurutnya, penanganan darurat memang sudah sepatutnya dilakukan pihak pemkab, guna mengatasi kerusakan jalan. Seperti pengelupasan aspal, lubang besar maupun tonjolan jalan. Karena itu salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan tunggal maupun tabrakan di sepanjang jalan tersebut. “Tolong program perbaikan jalan Desa Kebandingan-Harjosari-Warureja diprioritaskan untuk cepat digulirkan. Sebab, sangat dibutuhkan warga dan para pengguna jalan yang setiap saat harus berjibaku dengan maut tatkala melintasi jalan tersebut,” terangnya singkat. Hal senada juga dikatakan Slamet (45) sopir angkutan pasir, yang mendesak pemkab untuk cepat bergerak mena-

ngani kerusakan jalan Harjosari-Warureja-Kebandingan. Pasalnya, kerusakan jalan itu sudah diambang batas kewajaran. “Kami minta pemkab harus memperbaiki jalan ini. Untuk itu, saya tidak mau lagi mendengar alasan apapun dari pemkab,” katanya. Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal H Buji Waluyo menyatakan, keluhan dari warga atas kurang seriusnya pihak pemkab dalam menangani kerusakan jalan Harjosari-Kebandingan- Warureja sudah sepantasnya diucapkan. Karena itu semua adalah wujud kekesalan warga yang sudah bertahun-tahun terpendam di hati. “Saya akan mendesak pihak terkait untuk secepatnya memrioritaskan program perbaikan jalan itu. Demi meredam gejolak warga yang bosan melihat kondisi jalan itu sendiri,” kata Buji. (k1)

YANVERA/RADAR SLAWI

LENGANG - Kondisi sepanjang Jalan Juanda Pakembaran Slawi terlihat sangat lengang, meski disore hari.

kedok pelaku penjambretan, yang terkesan sudah terorganisir. “Saya meminta ada anggota Polres Tegal yang selalu berpatroli siang dan

malam di sekitar jalan Juanda hingga Gajah Mada Slawi, guna meminimalisir kejadian penjambretan,” kata Warto. Kondisi sepanjang jalan Juanda memang

lengang. Karena itu bukan jalur ekonomi. Sehingga sedikit para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut, terutama warga komplek perumahan. (k1)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SELASA, 12 JANUARI 2010

Wanita-wanita Perkasa Pemetik Daun Pisang

SEHARI MAMPU PETIK

800 PELEPAH

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

SAMPAIKAN ASPIRASI - Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo menyampaikan aspirasi di Sasana Bhakti Praja Pendopo Kabupaten Pemalang.

TANGAN Ibu Thoma (45) terus bergerak lincah, mengambil tumpukan daun pisang dan menatanya dengan rapi. Padahal sudah hampir satu jam ibu asal Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading ini melipat tumpukan daun pisang. Wajahnya yang kuyu dengan baju setengah kotor oleh getah daun pisang yang

Warga Geruduk Pendopo

membalut tubuhnya, tidak menyurutkan gerakan tangannya untuk terus melipat daun pisang yang sejak pagi dipetiknya. “Jam 5 harus sudah selesai semua, jadi laparnya ditahan sebentar lagi,” ujarnya kepada Radar di tempat “mangkalnya”, di pertigaan Stadion Jatidiri Comal Minggu (10/1) kemarin. Maklum saja, sore itu jam memang sudah menunjukkan pukul

16.40 WIB. Sehingga ia harus bergegas membereskan daun secepatnya, meski rasa lapar menyergapnya. Hal ini dilakukan karena pemasok yang biasanya datang pada pukul 17,00 WIB tidak bisa menunggu lama. Begitu truk datang, langsung dihitung, diangkut, dibayar, lalu langsung berangkat lagi ke Tegal. “Hasilnya tidak seberapa mas, hitung aja kalau untuk tiap daun pisang 100 rupiah,” kata Ibu Thoma merendah. Dalam sehari lanjut dia, rata-rata ia bisa memetik daun pisang 600 hingga 800 lembar pelepah daun pisang. Artinya, ada sekitar Rp 80 ribu yang bisa dikantonginya. Jumlah yang tidak sedikit bagi pekerja buruh yang tidak memerlukan keahlian ke hal 9 kol 1

Desak Kades Kelangdepok Mundur PEMALANG – Sejumlah warga Desa Kelangdepok Kecamatan Bodeh Senin (11/1) kemarin mengeruduk Pendopo Kabupaten Pemalang. Mereka yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kelangdepok bersama tokoh dan elemen masyarakat lainnya mendatangi Pendopo untuk menyampaikan aspirasinya, yakni menuntut Kades Abdullah mundur dari jabatannya. Berbagai alasan disampaikan terkait tuntutan mundur kadesnya tersebut. Warga ditemui Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodwewo MSi dan sejumlah instansi terkait. Ketua BPD Kelangdepok Anggoro Adi Atmojo SH dalam kesempatan itu mengemukakan kedatangan BPD bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Tim 17 adalah untuk menyam-

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TATA DAUN PISANG - Ibu Thoma (45) menata daun pisang yang dipetiknya selama seharian dan selanjutnya dikirim ke Tegal.

ke hal 9 kol 4

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

NGENDONG Jadi Desa Vokasi UNTUK dapat mengembangkan potensi sumber alam yang dimiliki, melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Desa Belik Kecamatan Belik sedang dikembangkan menjadi Desa Vokasi. Dalam pelaksanaan prog r am tersebut, warga desa mendapat pelatihan-perlatihan. Demikian dikatakan Drs Masrukhin AhDOK RADAR PEMALANG madi, salah satu tutor Masrukhin Ahmadi kegiatan dalam pelaksanaan program Desa Vokasi di Desa Belik, Senin (11/1) kemarin. Menurut dia, warga desanya sekarang ini banyak mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bentuk keikutsertanya dalam pelaksanaan program Desa Vokasi. Sejumlah kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di antaranya pelatihan pengrajin sapu gelagah, penggemukan sapi, pelatihan potong rambut, otomotif dan pelatihan ternak kelinci. ke hal 9 kol 1

SUMITRO/RADAR PEMALANG

LEMAS - Casmi (66), korban laka lantas terlihat lemas tidak berdaya sebelum mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat Senin (11/1) kemarin.

Motor dihajar Panther Belok Tanpa Tanda PETARUKAN - Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan ketidakwaspadaan pengendaranya terjadi di Jalan Raya Pantura Petarukan Senin (11/1) kemarin. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB tersebut, mencelakakan korbannya Tasmi (66) di bagian kepalanya. ke hal 9 kol 1

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

HASIL PANEN – Seorang buruh angkut sedang memikul bawang merah hasil panen milik petani.

Harga Bawang Merah Anjlok PEMALANG – Hasil produksi pertanian bawang merah di Kabupaten Pemalang akhir-akhir ini jumlahnya terus mengalami peningkatan. Akibat kondisi tersebut, membuat harga bawang merah anjlok karena pengaruh permintaan pasar yang semakin menurun. Berdasarkan pantauan Radar di sejumlah wilayah Kabu-

CMYK

paten Pemalang, yang merupakan sentra penghasil bawang merah, salah satunya di Desa Bojongnangka hampir setiap harinya petani desanya sedang panen bawang merah. Belum lagi di desa lainya seperti Desa Tambakrejo juga sama sedang sedang musim panen. Dari banyaknya produksi bawang merah yang diha-

silkan petani bawang yang jumlahnya cukup besar, nampaknya tidak diikuti oleh permintaan pasar, sehingga menyebabkan harga itu turun drastis. Kondisi harga bawang merah sebulan sebelumnya relative masih cukup tinggi yaitu antara Rp 6.000 hingga Rp 7.500 perkilogramnya, seke hal 9 kol 4


METRO TEGAL

4

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

UN SMK Berubah KELAUTAN

ADI MULYADI/RATEG

BERUBAH – Ujian Nasional SMK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. M SAEKHUN/RATEG

TURUNKAN IKAN - Sejumlah nelayan menurunkan ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Tegal sebelum dilelang di TPI.

Soal Retribusi Tunggu Kepastian AGAR pada pertengahan tahun 2010 pengalihan pengelolaan 3 Tempat Pelelengan Ikan (TPI) dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bisa dilaksanakan. Maka Komisi I DPRD Kota Tegal akan mengutamakan pembahasan Raperda pengelolaan, sedangkan Raperda retribusi TPI pembahasannya menunggu ada kepastian dari larangan penarikan retribusi sebagaimana surat edaran (SE) Menteri Kelautan. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana SE, Jumat (8/1) mengatakan, agar sebelum pertengahna tahun 2010, atau sebelum bulan Juni 2010 Perda pengelolaan TPI sudah ditetapkan, dan sudah dievalusi Gubernur Jateng. Maka untuk sementara pihaknya, selaku komisi yang dipercaya membahas Perda tersebut akan mengutamakan pembahasan Perda tentang pengelolaan TPI. Sedangkan soal Perda tentang retribusi TPI akan dibahas menyusul, sambil menunggu tindak lanjut dari SE Menteri Kelautan. Kalau memang ada ada PP soal larangan penarikan retribusi nelayan, maka Perda tersebut tidak perlu dibahas. “Setelah draf Raperda kami terima, maka kami akan melakukan pembahasan secara maraton. Dengan harapan satu bulan pembahasan Raperda selesai, selanjutnya akan kami serahkan kepada Pemkot Tegal melalui pimpinan DPRD untuk dievaluasi Gubernur Jateng,” kata Hendria. Menurut Hendria, pembahasan Perda tentang pengelolaan TPI sudah mendesak, hal ini sesuai dengan keterangan Walikota Tegal yang menyatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi pengelolaan TPI dalam rangka fasilitasi dan koordinasi pengembangan perikanan di Jateng Rabu (30/12) lalu. Memutuskan Pemerintah Propinsi Jateng siap menyerahkan pengelolaan TPI kepada Pemkot Tegal pada pertengahan tahun 2010. “Karena itu, kami akan membahas draf Raperda secara efektif dan efesien, tapi tetap tidak meninggalkan aturan. Sehingga keberadaan Perda sebagai dasar pengelolaan TPI tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Baadan Legislatif (Baleg) DPRD Kota Tegal Hj Stella Emilina SH, mengungkapkan, pihaknya berharap tim Pemkot bisa secepatnya menyampaikan draf Raperda hasil evalusai, karena dirinya hanya memberi deadline 2 hari, sehingga hari ini (Jumat, red) seharusnya suah diserahkan kembali pada DPRD untuk dibahas. “Jangan sampai penyerahan draf Raperda hasil evaluasi ditundatunda, karena imbasnya pada molornya penetapan Perda. Padahal sebelum pertengahan tahun Perda harus sudah bisa dijadikan dasar hukum, karena mulai pertengahan tahun 2010 pengelolaan 3 TPI sudah diserahkan dari Pemerintah Propinsi Jateng kepada Pemkot,” ungkap Stella. (hun)

Permudah Bikin Sertifikat Tanah KANTOR Pertanahan Kota Tegal dalam waktu dekat akan meluncurkan program Layanan Rakyat Sertifikat Tanah (Larasita). Ini untuk memberi kemudahan dan membantu masyarakat yang belum menyertifikatkan tanahnya. Khususnya bagi daerah-daerah yang masyarakatnya masih kurang mampu atau ekonomi rendah. Kepala Kantor Pertanahan Rb Hari Cahyono mengatakan, ini merupakan program dari BPN pusat. Yaitu pelayanan kantor berjalan dengan mendatangi lokasi-lokasi di tiap kelurahan. “Ini bukan jemput bola. Tetapi dalam rangka mendekatkan, memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat utamanya kalangan ekonomi rendah. Seperti balik nama, cek sertifikat, ukur mengukur serta pelayanan pertanahan lainnya,” katanya, Senin (11/ 1). Sementara ini satu unit mobil dan dua buah motor sudah disiapkan dan mulai beroprasi. Namun demikian pelayanan belum maksimal. Karena sistem on line ke kantor masih belum lancar. Sebeb, masih menunggu alat yang sedang di kirim oleh BPN pusat. Mengenai tarjet dia tidak bisa memastikan. Sebab, 80 persen tanah di Kota Tegal sudah bersertifikat. Dengan demikian oprasi tim Larasita di prioritaskan untuk kelurahan yang masih minim sertifikat. Seperti De-

PELAKSANAAN Ujian Nasional untuk SMK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana pada 2009 lalu ujian teori praktek nilainya tidak muncul karena hanya untuk persyaratan mengikuti ujian prakteknya. Sedangkan sekarang nilai tes teori praktek muncul menjadi satu nilai terpisah dalam daftar mata Ujian nasional (UN). Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Tegal Drs Sipon Junaedi MPd mengatakan pelaksanaan UN praktek bagi siswa SMK awal Pebruari nanti sudah dimulai. Dan nilai ujian teori juga sangat menentukan kelulusan. “Untuk UN tertulis SMA, MA dan SMK yang dilakukan bersamaan pada 22 Maret mendatang. Untuk SMA dan MA tidaka ada perubahan sistem ujian. Namun SMK ada perubahan sedikit mengenai ujian teori dan prakteknya seperti yang saya ungkapkan tadi. Jadi apabila nanti dalam pelaksanaan nilai teori prakteknya mendapat 10 tetapi tertulisnya minim maka tidak akan lulus,” katanya, Senin (11/1).

Dijelaskan Sipon, untuk SMK ada lima mata pelajaran (mapel) yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Teori dan Praktek. Dan standar nilai minimal ujian teori adalah 4,00, jika di bawahnya tidak lulus. Sedangkan standar nilai minimal untuk praktek yakni 7,00. “Ujian teori adalah semua mapel produktif, jadi istilahnya komperhensif.” Saat ini data yang sudah masuk jumlah peserta ujian untuk SMK mencapai 2.574 anak. Sementara SMA dan MA menggunakan sistem on line pendataannya masih berlanjut. Guna menghadapi UN di tingkat SMK saat ini Disdik sedang memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah. Sehingga diharapkan pada pelaksanaanya Pebruari nanti sudah siap semua. Keterlibatan Perguruan Tinggi (PT) dalam UN tahun ini juga sangat besar. Mereka terlibat dalam pembuatan soal, pencetakan, serta pemantauan distribusinya. Selain itu, Tim Pengawas Independen (TPI) juga boleh ikut masuk dalam ruangan langsung. (cw1)

Rektor Minta Mahasiswa Tak Demo Proses Penegerian Jalan Terus

ADI MULYADI/RATEG

ON LINE – Kepala Kantor Pertanahan menunjukan sistem on line yang bakal digunakan program Larasita.

bong, Tunon, Bandung, dan daerah Tegal Selatan lainnya. Selain itu, juga di daerah kelurahan-kelurahan Margadana. “Dalam satu tim terdiri dari lima personel. Jadwalnya dua hari satu kali mobil datang ke kelurahan-kelurahan. Karena bagi masyarakat ekonomi rendah banyak yang takut jika akan menyertifikatkan tanahnya. Takut disini dalam hal pembiayaan. Padahal untuk sertifikat tanah BPN tidak macam-macam. Tetapi berpedoman pada PP No 46 Tahun 2002,” jelas Hari.

Mengenai jam kerja, lanjut Hari, petugas memberikan kesempatan yang banyak atau fleksibel. Jadi jika usernya kebanyakan bisa mengurusnya malam hari ya tim siap untuk melayaninya. “Sehingga tidak ada batasan waktu buka jam berapa dan selesai jam berapa.” Harapannya dengan Larasita tanah-tanah di 27 kelurahan yang belum memiliki sertifikat bisa terserap semua. Karena selain mudah, murah, pelayanan ini juga cepat. Kecuali itu, juga tidak perlu membayar calo dan notaris. (cw1)

SEBAIKNYA mahasiswa tidak menghabiskan waktu di jalanan untuk menyuarakan tekadnya mendukung perubahan status penegrian kampus. “Toh, saya (rektor-red) dan yayasan kini tengah bersinegi mewujudkan alih status secara serius dan transparan,” ungkap Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Prof Dr H Tri Jaka Kartana MSi, menyikapi aksi yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Peduli Penegerian (GMPP) baru-baru ini. “Kami dan YPP akan menggelar rapat koordinasi sebelum menghadap Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di Jakarta. Informasi terkahir yang kami terima, Pemkot dan Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) akan mendatangi Dirjen Dikti untuk berkonsultasi terkait teknis yang harus dilalui menuju peralihan status penegerian tersebut. Kami juga akan ikut mendampingi mereka,” terangnya, Senin (11/1).

Dalam pertemuan dengan Dirjen Dikti Pusat tersebut, rencananya akan dicapai sebuah komitmen, yakni Pemkot akan memberikan bantuan pengadaan lahan diikuti YPP yang siap menyerahkan asetnya. “Setidaknya, pertemuan tersebut akan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) atau antara YPP dan Pemkot,” katanya. Ditambahkan Tri Jaka, Dirjen Dikti menilai UPS layak dan dinilai paling siap pindah status karena semua obyek pendukung di dalamnya sudah ada. Kendalanya hanya tinggal masalah keterbatasan lahan saja. “Ini berbanding terbalik dengan upaya yang dilakukan Universitas Swadaya Gunug Djati (Unswagati) Cirebon,” ujarnya seraya menambahkan bahwa upaya alih status itu menjadi tanggungjawab YPP. Rektor selaku penanggungjawab di bidang akademik menyatakan siap membantu kelengkapan data yang dibutuhkan terkait jumlah mahasiswa, perangkat SDM pengajar, berikut perangkat penunjang perkuliahan milik UPS. (her)


KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Koordinasi Antar SKPD Dinilai Kurang Data Jalingkos Tak Sama KOORDINASI antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinilai masih sangat kurang. Hal ini seperti yang nampak pada kurang terpadunya pendataan, terkait rencana pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tahap III. Yakni ditemukan adanya perbedaan tentang luasan lahan yang akan terkena pembangunan Jalingkos tahap III tersebut. Jika berdasarkan data pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal, luas lahan milik warga yang akan terkena proyek pembangunan Jalingkos tahap II seluas lebih kurang 4.000 m2. Sementara data yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebagai pelaksana proyek pembangunan, lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan jalingkos tahap III berkisar antara 7.000 m2 9.000 m2. Hal ini terungkap usai digelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil pembahasan nota keuangan APBD tahun anggaran 2010, yang digelar, Senin (11/1) kemarin. Menurut anggota Komisi I, Abdul Baar, yang ditemui usai Sidang Paripurna DPRD, perbedaan data yang ditunjukkan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal dengan DPU itu membuktikan masih lemahnya koordinasi diantara SKPD. Padahal, dalam pelaksanaan pembangunan Jalingkos tahap III, lanjut Abdul Baar, koordinasi antara Bagian pemerintahan sebagai SKPD yang berwenang dalam hal penyediaan lahan

Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana dok/rateg yang akan digunakan Abdul Baar untuk pembangunan Jalingkos?

untuk pembangunan Jalingkos dengan DPU sebagai pelaksana pembangunan, semestinya dilakukan secara intens. Sehingga, data teknis seperti halnya luas lahan yang akan dipergunakan bagi proyek tersebut, hendaknya sama. ‘’Ini membuktikan ketidakbecusan kerja Bagian Pemerintahan dengan DPU. Mestinya, perbedaan data seperti ini tidak terjadi. Masa lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos saja tidak sinkron luasannya. Lalu, lahan mana yang akan digunakan untuk pembangunan Jalingkos?’’ ungkap Abdul Baar. Dijelaskan Abdul Baar, Komisi I DPRD Kabupaten Tegal akhirnya hanya meloloskan alokasi anggaran untuk pembayaran ganti untung lahan milik warga yang telah dipergunakan untuk pembangunan Jalingkos sebelumnya. adapun luasan lahan yang dialokasikan untuk diberikan ganti untung itu, seluas lebih kurang 2.500 Ha. ‘’Kami hanya meloloskan

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

anggaran untuk pembebasan lahan seluas 2500 Ha. Lahan ini memang sudah dipergunakan untuk pembangunan jalingkos dan sampai saat ini warga pemilik lahan teresebut belum menerima ganti untungnya,’’ terang Abdul Baar. Ditambahkan Abdul Baar, pihaknya juga sangat menyayangkan karena banyak ditemukan lahan milik warga yang telah terkena pembangunan Jalingkos, namun belum mendapatkan ganti untung. Sebaliknya, pihaknya juga menemukan banyaknya lahan milik warga yang sudah terlanjur mendapatkan ganti untung, namun justru tidak terkena pembangunan Jalingkos. ‘’Kami sangat menyayangkan, karena ini membuktikan lemahnya perencanaan pembangunan Jalingkos.’’ Dia berharap, pembahasan rencana pengalokasian anggaran pembangunan jalingkos tahap II di tingkat Badan Anggaran, nantinya dapat lebih mendapatkan perhatian. (aan)

MENGENASKAN - Kanit Reskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah menunjukan pengendara motor Honda Beat yang tewas dengan kondisi mengenaskan.

Pengendara Honda Beat Tewas Dilindas Tangki LPG KRAMAT - Insiden lakalantas di jalur pantura kembali telan nyawa. Kali ini korbannya Cahyani (31) warga Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 01 Kelurahan Debong Kulon Tegal Selatan Kota Tegal. Gara-gara terpeleset jatuh, Senin (11/1) sore, pengendara motor Honda Beat G 2240 NE warna biru itu, tewas mengenaskan setelah truk tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829 VO melindasnya. Informasi yang dihimpun Radar di jalur pantura, tepatnya Jalan Raya Kramat atau depan SD Kramat 0I, bermula sekitar pukul 16.00 WIB, dari arah timur menuju barat Cahyani yang mengendarai Honda Beat warna biru, melaju cukup kencang saat melintas di jalan raya pantura Kramat. Saat di depan SD Kramat 0I, korban menyalip tangki LPG muatan 15 ribu kg B 9829

VO yang sama-sama melaju ke arah Jakarta. Usai menyalip, tiba-tiba laju yang dikendarai oleh warga asal Debong Kulon Kota Tegal itu mendadak oleng. Diduga karena terpeleset akibat jalan yang licin, motor yang dikendarai oleh Cahyani akhirnya jatuh terjungkal. Sementara truk tangki yang persis berada di belakangnya mendadak kaget saat di depannya terlihat ada motor yang terjatuh sendiri. Lantaran jarak begitu dekat, upaya menghindar oleh sopir tangki yang melaju dari Kota Semarang dan hendak pergi ke Indramayu Jabar itu, akhirnya melindas motor Honda Beat keluaran 2009. Korban tewas seketika dengan luka yang mengenaskan. Sebab, kepala korban penyok akibat dilindas tangki LPG yang diketahui kendaraan yang cukup besar.

‘’Motor tersebut baru saja menyalip truk saya dari arah kiri. Namun entah kenapa, tibatiba usai menyalip motor tersebut mendadak oleng dan jatuh,’’ terang sopir truk Sukiswo (40) sopir tangki LPG. Sementara Kanitreskrim Polsek Kramat Aiptu Abdillah yang sebelumnya memberikan pertolongan dan sempat mengatur arus lalulintas yang sempat macet di jalur pantura akibat insiden lakalantas menambahkan dari keterangan sejumlah saksi bahwa diduga korban terjatuh akibat terpeleset lantaran kondisi jalan licin. ‘’Saat kejadian, di jalur pantura memang sedang gerimis,’’ terangnya. Ditambahkan dia, akibat kejadian lakalantas ini kondisi korban memang sangat mengenaskan. Sebab, kepalanya pe-

nyok. Demikian pula dengan matanya yang nyaris lepas. Sedangkan di lokasi kejadian, melihat kejadian tersebut pihaknya dibantu masyarakat setempat juga langsung menepikan korban tewas untuk bisa ditepikan agar tidak mengganggu arus lalulintas. ‘’Kami saat itu sedang patroli di jalur pantura bersama dengan anggota reskrim. Namun melihat ada lakalantas kami pun segera ke TKP. Kami juga sempat mengejar sopir tangki yang sempat hendak melarikan diri. Dengan melakukan pengejaran, tangki LPG tersebut langsung kami amankan.’’ Sedangkan setelah dirinya berkordinasi dengan Unit Lakalantas Polres Tegal, lanjut Abdillah, jazad korban langsung dibawa ke RSI Mitra Siaga Tegal. (gus)

Terpilih, Rojikhin Siap Kerja Keras untuk Menambah Suara di Parlemen Konfercab DPC PDI Perjuangan SLAWI - Rojikin AH kembali terpilih untuk menjadi ketua partai yang berlambang kepala banteng dalam lingkaran masa bhakti 2010-2015 mendatang. Bertempat di Gedung Korpri, Minggu (10/1) Rojikin kembali didaulat untuk menjadi nah-

koda oleh massa monceng putih pada konfercab DPC PDI Perjuangan. Rojikin yang ditemui, Senin (11/1) kemarin ke gedung dewan mengucapkan rasa terima kasih pada seluruh kader partai karena telah memercayakan kembali untuk memimpin PDI Perjuangan. Karena telah diberi amanat, ia bersama dengan jajaran pengurus yang lain

berjanji akan menjalankan amanat tersebut dengan sebaikbaiknya. “Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal yang telah mendukung konfercab sehingga berjalan dengan lancar. Saya juga berterima kasih pada semua kader dan partisipan yang telah mempercayakan saya untuk kembali

memimpin PDIP ini,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD berjanji akan menjalankan amanat bersama dengan pengurus lain sekuat tenaganya. Dia juga berharap seluruh kader yang terpilih sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan untuk mencurahkan semua pikiran, tenaga guna membesarkan partai. Sehingga ke

depan PDI Perjuangan kembali memimpin perolehan suara tertinggi di Kabupaten Tegal. “Tugas berat kami mempertahankan perolehan suara yang telah diperoleh pada pemilu legislatif kemarin. Saya bersama pengurus lain berjanji akan menambah suara di parlemen agar perolehan kursinya bertambah. Itu semua tentunya tidak semudah

membalikkan telapak tangan. Itu perlu perjuangan yang ekstra agar cita-cita itu tercapai,” janjinya. Sementara itu, mantan Sekretaris DPC PDIP, Dakir SH mengucapkan selamat pada ketua dan jajaran pengurus terpilih pada konfercab DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal. “Saya yakin dan percaya dengan kepengurusan ini. Apa-

lagi dalam kepengurusan kali ini banyak orang muda yang energik. Sehingga PDI Perjuangan akan bertambah sukses. Dan saya juga mohon maaf, selama saya duduk sebagai sekretaris banyak kekurangan dan kesalahan. Hanya inilah kemampuan yang saya miliki untuk memperjuangkan kebesaran partai,” akunya. (k1)


SAMBUNGAN

SELASA 12 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Penambangan Liar Rusak Lingkungan

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TAMBANG LIAR - Salah satu tambang pasir liar di Kecamatan Bodeh yang mengakibatkan kerusakan lingkungan

Motor Dihajar Panther dari halaman 9 Sedangkan Carminah (39) dan anaknya Bunga (6) yang pada saat kejadian juga ikut terguling-guling di jalan hanya mengalami lecet-lecet di beberapa bagian tubuhnya. Peristiwa yang terjadi pada saat jam-jam sibuk orang bekerja tersebut, membuat kerumunan warga masyarakat sekitar. Apalagi sepeda motor yang dikemudikan Carminah, hancur berantakan di bagian belakangnya dan membuncah di jalanan. Saksi ditempat kejadian Hadi (27) kepada Radar menuturkan, kejadian bermula saat motor pabrikan Jepang bernopol G 5119 ED yang dikemudikan

Carminah (39), bermaksud pulang ke Karangasem selepas memeriksakan ibunya Tasmi yang menderita asam urat di Puskesmas Petarukan. “Motor berjalan pelan dan bermaksud ambil kanan. Karena tidak pakai riting atau abaaba dan langsung ambil kanan, mobil dibelakangnya langsung menabrak,” terangnya kepada Radar Senin (11/1) kemarin. Akibat kerasnya tabrakan, Tasmi yang membonceng di belakang bersama langsung terlempar ke depan dan membentur pembatas jalan tengah. Ia menderita luka cukup serius di bagian kepalanya. Adapun Bunga dan Carminah, meski sempat terguling-guling di jalan, hanya mengalami lecet di

bagian kaki dan tangannya. Mobil Isuzu Panther bernopol E 1530 H yang dikemudikan Eni Setiowati, warga Panggung Tegal penyok dibagian depannya. Sedang motor Carminah rusak parah di bagian belakangnya. “Saya bingung motor mau kemana karena tidak pakai riting, saya juga sudah ngebel-ngebel,” ujar Eni. Korban kecelakaan oleh beberapa warga langsung dilarikan ke Puskesmas Petarukan, untuk mendapatkan perawatan karena dibagian kepalanya mengeluarkan darah cukup banyak. Setelah diperiksa oleh dokter setempat, korban Tasmi akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Santa Maria Pemalang. (mg6)

Jadi Desa Vokasi dari halaman 9 “Dalam setiap penyelenggaraan pelatihan, banyak warga melibatkan warga yaitu sebagai peserta pelatihan,” katanya. Dia menjelaskan, banyaknya potensi yang ada di Desa Belik, cukup membutuhkan perhatian. Dengan adanya program tersebut akan memberikan semangat kepada warga untuk bisa mengembangkanya, baik itu

pengembangan kerajinan sapu glagah, maupun usaha ternak sapi yang sedang berkembang pesat. Untuk pengembangan potensi ternak, warga banyak yang mengikuti pelatihan penggemukan sapi. Dalam pelatihan itu warga diberikan beberapa materi pelatihan. Diantaranya meliputi bagaimana cara memilih bakal atau bibit sapi yang baik, sistem perkandangan dan

pemeliharaan sapi, olah pakan kering dengan sistem amoniasi, fermentasi dan silase. Di samping itu cara pengendalian dan penanganan penyakit pada sapi serta cara melakukan study kelayakannya. “Dari semua program pelatihan secara keseluruhan ada 350 jam waktu pembelajarannya dan semua kegiatan pelatihan dipusatkan di balai desa setiap sore hari,” pungkasnya. (mg1)

Sehari Mampu Petik 800 Pelepah dari halaman 9 khusus. Apalagi alatnya cukup dengan pisau dan gantar (kayu panjang untuk memetik). Namun dari jumlah itu, masih ada potongan biaya transportasi becak, yang besarannya kurang lebih Rp 30 ribu untuk tiga kali angkut. Sehingga ia bisa memperoleh keuntungan bersih Rp 50 ribu per hari. Daun pisang hasil petikannya diangkut becak, karena memang terbilang banyak sehingga ia tidak mau repotrepot membawanya sendiri. Di samping itu, ia berkejaran dengan waktu untuk memetik daun pisang sebanyak-banyaknya. Kalau mondar-mandir membawa hasil petikan, ia takut tidak bisa memperoleh banyak. “Selesai memetik daun pisang langsung pindah ke tempat lain untuk memetik lagi agar hasilnya banyak,” terangnya menambahkan. Ibu Thoma tidak sendirian, ada Ida Aliza (50), Mugi (43), Nah (47) dan ibu-ibu lain yang jumlahnya ada sekitar 20-an orang. Dari sejumlah itu, setiap harinya rata-rata ada 15 ribu

lembar daun pisang yang dikirim ke Tegal. Mengenai kegunaan daun pisang sebagaimana dikemukakan dia menirukan ucapan pemasok, yakni untuk keperluan membungkus tempe, lontong, dan nasi. Ada juga yang dikirim ke restoran-restoran besar, namun Ibu Thoma tidak bisa menjelaskan lebih jauh. ”Berapa pun yang ada, daun pisang pasti diambil semua,” ungkapnya kepada Radar mengenai kebutuhan daun pisang di Tegal. Pekerjaan seperti itu bagi Ibu Thoma, dilakoninya setiap hari sejak 15 tahun lalu bersama 20-

an tetangganya asal Banglarangan. Hawa dingin yang menyergap Comal dan sekitarnya Minggu sore kemarin, seakan tidak pernah menghampirinya. Meski raut wajah dan lemasnya suara yang keluar dari bibirnya tidak bisa membohonginya. Sore beringsut, matahari pun menampakkan senyum terakhirnya sebelum “malu-malu” terbenam dan menjemput maghrib. Senyum penuh arti yang memberinya harapan. Harapan dari pemasok daun pisang yang sebentar lagi menyodorkan puluhan ribu rupiah ke kantongnya. (sumitro)

PEMALANG - Kerusakan lingklungan yang disebabkan adanya penambangan liar oleh masyarakat semakin parah. Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Pemalang bahkan menghitung kerusakan sudah mencapai 75 persen pada lokasi tertentu akibat aktivitas tersebut. Dibutuhkan reklamasi untuk mengatasinya, namun terbentur pada kepemilikan tanah yang kebanyakan adalah milik Provinsi Jateng dan Hak Guna Usahanya (HGU) dikantongi pihak ketiga. Ironisnya pihak ketiga tersebut ada yang tidak melakukan eksploitasi pada tanah di mana dia berhak. Hal ini terjadi pada salah satu pemegang HGU di Desa Sikasur Kecamatan Belik. Kepala KLH Ir Mugiyatno mengemukakan untuk kasus

penambangan liar di Desa Sikasur, pemilik HGU tidak melakukan eksploitasi karena dijarah oleh masyarakat. “Pemegang HGU tidak berdaya untuk melarang masyarakat yang melakukan penambangan liar tersebut dan ketika diminta untuk melakukan reklamasi dia bisa beralasan untuk menolaknya,” kata dia Senin(11/1). Penjarahan yang dilakukan masyarakat sebagai akibat eforia reformasi tahun 1998 yang lalu dimana terjadi pemahaman yang keliru. Masyarakat di lokasi tersebut melakukan penebangan pohonpohon cengkeh milik Negara, kemudian menggali tanahnya setelah diketahui mengandung pasir. Kegiatan penambangan liar terjadi selama bertahuntahun dan tidak terkendali. Bahkan pada tahun 2009 timbul

korban jiwa yakni salah satu keluarga penambangnya, dan satu orang dirawat yakni penambang pasir itu sendiri. Penambangan yang berlangsung lama itu mengakibatkan tanah milik Provinsi Jateng itu berkubang cukup dalam dan besar. “Kerusakan sudah parah hingga 75 persen dari luas tanah yang ada di daerah itu,” tambahnya. Butuh reklamasi dengan biaya besar untuk mengembalikan tanah di lokasi tersebut. Selain di Desa Sikasur kerusakan parah juga terjadi di lokasi lain seperti di Desa Cangak Kecamatan Bodeh. Di daerah ini kasusnya mirip dengan Desa Sikasur yakni pemegang HGU tidak mengeksploitasi melainkan masyarakat yang melakukan penambangan liar. Untuk di Desa Cangak seba-

gaimana diberitakan Radar, juga menelan korban tewas lantaran tersambar petir saat sedang menggali pasir. Ketiga korban meninggal masing-masing Farisin bin Cahyono (40) warga Dukuh Bagolan RT 016/RW 004 Desa Karangbrei, Slamet Raharjo bin Hutoyo (32) warga Desa Payung RT 004 RW 001, dan Ruslani bin Daryono (37) warga Desa Cangak RT 001 RW 003. Selain itu 6 penambang pasir lainnya asal Desa Payung mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Mereka adalah Sugeng bin Taryono (47), Ranoto bin Taryono (33), Wahyono bin Warti (40), Rudan bin Rasjani (40), Suwarno bin Caslim (44), dan Rasmad bin Sohari (47). Sedang dua orang lainnya Duryani bin Radib (47), dan Tarjani bin Warmad (31), selamat dari kejadian. (ali)

Sosialisasi Program Baru, Polisi Masuk Kampus PEMALANG - Untuk menyosialisasikan program-program Polri yang baru, Polres Pemalang akan menjadikan kampus sebagai salah satu sasaran kegiatan. Rencananya STIE Asholeh akan masuk dalam program sosialisasi ini. Ketua STIE Asholeh Santi Cahyaningtyas menegaskan menyambut baik program ter-

sebut. Saat dikonfirmasi Radar, Santi menjelaskan sosialisasi yang digelar Polres di kampusnya salah satunya berkaitan dengan undang-undang yang baru disahkan. “Tujuannya mahasiswa agar mengetahui produk-produk undang-undang yang baru seperti undang-undang narkotika, lalu lintas dan program

Polri lainnya yang baru,” kata dia Jumat(7/1) lalu. Polisi akan masuk ke kampus tersebut dalam program itu pada Selasa (12/1) hari ini. Acara akan diikuti semua mahasiswa mulai jam 09.00 WIB. Program polisi ke kampus ini adalah yang kedua kalinya bagi STIE Asholeh. Sebelumnya dalam rangka rekruitmen anggota Polri baik

melalui Akpol, PSS, maupun Secaba juga dilakukan sosilisasi. Selain untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa diharapkan hadirnya polisi di tengah-tengah civitas akademika bisa mempererat hubungan mereka dan muaranya adalah kesadaran hukum makin tinggi dan penegakan hukum semakin membaik. (ali)

Harga Bawang Merah Anjlok dari halaman 9 dangkan sekarang untuk komoditas bawang super hanya mencapai RP 5.000, sedangkan untuk komoditas sedang antara RP 3.000 hingga Rp 4.000 perkilogramnya. Cakyo (35), petani bawang merah asal Desa Bojongnangka menuturkan harga bawang merah sekarang ini sedang mengalami penurunan akibat banyaknya hasil produksi bawang merah. Harga turun juga disebabkan karena permintaan pasar sedang mengalami pe-

nurunan. Sehingga harga bawang merah terus menurun drastis. “Penurunan harga bawang merah bukan hanya di pasaran lokal Pemalang tetapi di pasar daerah lain seperti Solo juga sedang mengalami penurunan.” katanya kepada Radar kemarin. Meskipun harga bawng merah terus menurun, namun kata Cakyo petani bawang merah bisa bertahan dan tetap akan menanam bawang. Sebab hasil produksi musim tanaman sekarang jauh lebih baik dari musim

tanam sebelunnya. Sebab produksi bawangnya cukup baik karena jauh dari hama. “Sekarang ini produksi bawang merah cukup baik, hanya saja harganya sedang turun,” ujarnya. Dia menambahkan, meski harganya sedang turun namun petani masih untung karena pendapatannya masih di atas biaya produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk lahan seluas seperempat bau kurang lebihnya Rp 6 juta dan pendapatanya bisa mencapai RP 10 juta hingga Rp 12 juta.

Sementara Wari (50) seorang pedagang bawang merah asal Kecamatan Pemalang mengaku penuruan harga bawang merah yang kini sedang terjadi membuatnya sulit untuk mendapat barang, meskipun produksi bawang merah sedang melimpah. “Sekarang memang sedang ramai panen bawang merah, tetapi barang dagangan justru semakin sulit untuk dicari karena harganya yang semakin turun. Sedangkan petaninya tidak mau hasil panennya itu dibeli murah,” tandasnya. (mg1)

pada ADD tahun 2009 tidak dilaksanakan. Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan Drs MA Puntodewo yang didampingi Kepala Bapermas KB H Aunurrofiq SH dan Kepala Inspektorat Hj Novana Setyawati SH MSi mengemukakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan mekanisme dan prosedur, dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Minimal akan ada solusi,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, BPD Kelangdepok Kecamatan Bodeh meminta kadesnya, Abdullah untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan

ini setelah dilakukan dalam rapat evaluasi dan ditemukan terjadinya penyalahgunaan keuangan dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebanyak puluhan juta rupiah. BPD kemudian menggelar rapat dengan tokoh masyarakat Kamis (24/12) malam dan mendapat dukungan dari mereka. Dalam rapat tersebut Kades tidak menghadiri undangan dan terhadap berita ini dia keberatan karena tidak adanya konfirmasi. Kades kemudian menggelar pertemuan dengan wartawan dengan difasilitasi Camat Bodeh dan menyatakan akan mengembalikan dana yang digunakannya. (ali)

Warga Geruduk Pendopo dari halaman 9 paikan usulan yang berdasar pada surat BPD Kelangdepok mengenai pemberhentian Kades. “Surat BPD mengenai pemberhentian saudara Abdullah dari jabatan Kades adalah hasil evaluasi dan pengawasan BPD, LPMD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW terhadap tugas, tanggung jawab dan wewenang Kades,” paparnya Dalam musyawarah dan mufakat yang diikuti Tim 17 itu, lanjut ANggoro, tim menyimpulkan Kades telah melakukan penyelahgunaan wewenang dan indispliner dan mengakibatkan terjadinya krisis keper-

cayaan yang meluas. Anggoro meminta agar pemerintah mengambil tindakan tegas, keras dan nyata terhadap kepala desanya. Hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari terjadinya konflik di masyarakat. Tim 17 memberikan tenggang waktu terhadap realisasi tindakan tegas tersebut hingga akhir Januari 2010. Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan beberapa alasan menguatnya tuntutan mundur. Di antaranya BPD tidak pernah diajak untuk membahas RAPBDes, BPD tidak pernah diajak koordinasi sela m a tiga tahun, serta pemban g unan yang bersumber


CMYK

METRO PEMALANG

SELASA, 12 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

10

Pembangunan Saluran Limbah Disambut Baik UKM Keripik Singkong Ujunggede AMPELGADING - Bentuk perhatian pemerintah Desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading, mendapatkan apresiasi dari warga masyarakat. Salah satu perhatian yang disambut gembira tersebut adalah dengan dibangunnya saluran pembuangan limbah bagi pengusaha produksi keripik singkong. Sebagai sentra usaha kecil menengah, kebanyakan penguasaha keripik singkong di Ujunggede, selama ini memang sangat membutuhkan penanganan masalah limbah produksi. “Dengan adanya saluran pembuangan limbah, kami jadi ikut terbantukan karena tidak lagi meresahkan warga,” ujar

Rasdi (56), salah satu pengusaha keripik singkong di Dukuh Sewuni RT 05 RW 05 Ujunggede kepada Radar belum lama ini. Menurutnya, sebelum dibangun saluran pembuangan limbah, warga yang membuka usaha keripik singkong di Desa Ujunggede mengandalkan saluran pembuangan ke kali yang merembes kemana-mana. Hal ini kemudian dikeluhkan warga, karena berpengaruh pada air sumur miliknya, terutama warga yang tempat tinggalnya dekat dengan saluran pembuangan. Di Desa Ujunggede sendiri ada sekitar 10-an pengusaha keripik singkong yang hingga kini tetap berproduksi dengan baik. Sehingga oleh pemerintah desa setempat, pada tahun 2009 lalu memprioritaskan pembangunan saluran pembuangan limbah. Prioritas tersebut dilakukan setelah mendengarkan

masukan dari BPD, pengusaha bersangkutan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. “Pembangunan saluran drainase atau pembuangan limbah, pada awalnya kami merencanakan pembangunan di tiga saluran,” ujar Kades Nur Hadi kepada Radar kemarin. Dalam realisasinya lanjut dia, dana pembangunan yang dianggarkan dari PNPM MP ternyata masih ada sisa. Sehingga dalam pelaksanaannya ditambah satu, sehingga selama tahun 2009 kami membangun 4 lokasi baru untuk pembuangan limbah produksi. Dengan dibangunnya 4 saluran drainase baru, pihaknya mengharapkan kepada warga agar dapat memeliharanya dengan baik. Sebagaimana kesadaran dan kepedulian warga pada saat pelaksanaan pembangunan, yakni bergotongroyong secara sukarela. (mg6)

Bangjo Pertigaan Blandong-Comal Mati

SUMITRO/RADAR PEMALANG

BANGUN SALURAN LIMBAH - Seorang pekerja terlihat sedang mengerjakan pembangunan saluran pembuang limbah beberapa waktu lalu.

Banjarmulya Gelar Sunatan Masal PEMALANG – Setelah sukses menggelar hajat besar dalam acara sedekah bumi dan peringatan tahun baru, Pemerintah Desa Banjarmulya Kecamatan Pemalang kembali bakal menggelar kegiatan social. Yakni sunatan missal yang diikuti puluhan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan social yang digelar Desa Banjarmulya ini mendapat apresiasi dari Bupati Pemalang HM Machroes SH. Acara sunatan masal tersebut sedianya akan dilaksanakan pada Februari mendatang. Ke-

pala Desa Banjarmulya Kirmanto menuturkan kegiatan sunatan massal itu atas keinginan Bupati Pemalang HM Machroes SH. Yang tujuannya selain untuk memeriahkan Hari Jadi ke-435 Kabupaten Pemalang, juga untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. “Dalam acara sunatan masal kali ini, semula untuk target peserta hanya 20 anak, namun setelah melakukan persiapan pesertanya terus bertambah hingga mencapai 30 anak,” katanya, Senin (11/1) kemarin.

Dari sekian banyaknya peserta sunatan masal, kata Kirmanto semuanya adalah anakanak dari kalangan keluarga yang kurang mampu dan mereka itu sangat membutuhkan bantuan. Salah satunya upaya yang akan dilakukan membantu untuk mengkhitankan anakanaknya yang sekarang ini sudah mulai tumbuh besar. Lebih lanjut Kirmanto mengatakan, keinginan bupati agar Desa Banjarmulya menggelar kegiatan sunatan masal itu disampaikannya secara langsung. Bahkan untuk menga-

walinya, agar keinginan itu bisa terlaksana dengan baik, bupati juga sebelumnya telah memberikan bantuan hewan ternak untuk warga kurang mampu sebanyak 26 ekor kambing. “Ada pun rencana tempat untuk kegiatan sunatan masal nantinya akan dipusatkan di balai desa. Harapannya agar acara itu nantinya dapat meningkatkan semangat dan gairah warga dalam keikutsertaannya dalam membangun desanya lebih maju lagi,” paparnya. (mg1)

Diskon 15 Persen Bagi Pemasang Baru PEMALANG - Perusahaan Derah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Kabupaten Pemalang akan memberikan diskon sebesar 15 persen bagi pemasang sambungan baru. Kebijakan ini ditempuh sebagai bentuk pelayanan PDAM kepada masyarakat menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 pada 10 Pebruari mendatang. Diskon ini diberlakukan bagi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Taman, Pemalang, Bantarbolang dan Randudongkal.

Menurut Direktur PDAM Tirta Mulia Aji Setya Budi SE MSi melalui Kabag Hubungan Pelanggan Robius DH SH, PDAM membagi empat kecamatan ke dalam tiga wilayah pelayanannya yakni Kecamatan Taman, Pemalang dan satu wilayah merupakan gabungan Kecamatan Randudongkal dan Bantarbolang. “Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut akan mendapatkan potongan harga 15 persen saat melakukan pemasangan sambungan baru,” kata dia Senin(11/1).

Perwira Polri Jalani Psikotes PEMALANG - Sejumlah perwira polisi dari tujuh Polres menjalani psikotes. Kegiatan dipusatkan di Gedung Serba Guna Jl Jendral Sudirman Senin (11/1). Tes dilakukan oleh petugas dari Mabes Polri dengan tujuan untuk mendata. Salah satu peserta psikotes AKP Suwarto SH MH mengemukakan dirinya menjalani tes tersebut selama hampir empat

CMYK

jam. “Psikotes untuk semua perwira Polri se-Polwil Pekalongan,” kata dia. Semua peserta lanjut dia menjalani tes tersebut dalam porsi waktu yang hampir sama. Tes, lanjut dia adalah untuk pemetaan bagi Polri agar diperoleh data personel. Data ini untuk menentukan perwira yang bersangkutan apakah tepat pada posisinya atau tidak. (ali)

Diskon ini berlaku mulai pertengahan Januari 2010 hingga Maret mendatang. Selain memberikan pemotongan harga dalam rangka memberikan kepuasan bagi masyarakat, PDAM menggandeng perbankan untuk memberikan kredit bagi biaya pemasangan sambungan baru tersebut. Bank yang akan digandeng adalah bank milik pemerintah daerah dan wilayah penyaluran kreditnya disesuaikan dengan wilayah pelayanan air PDAM. Dengan menggandeng perbankan masyarakat akan lebih

mudah dan ringan saat harus membayar biaya pemasangan sambungan baru yang mencapai ratusan ribu rupiah. Selain itu pola angsuran juga bisa lebih panjang seperti menjadi dua tahun dam keuntungannya angsuran menjadi lebih ringan. Sementara dalam rangka HUT ke-17, PDAM selain memberikan diskon juga melakukan kegiatan lain seperti penanaman pohon di sekitar mata air. Tujuannya untuk ikut melestarikan lingkungan sekaligus menjaga sumber air. (ali)

COMAL - Sejak Jumat (8/1) lalu, bangjo di pertigaan Blandong Comal mati. Padahal arus kendaraan besar maupun kecil di Jalan Raya Pantura Blandong-Comal ini setiap harinya cukup padat. Karena banyak warga dari berbagai daerah berkepentingan ke Pasar Comal. Untuk menghindari insiden yang tidak diharapkan, para pengendara dari tiga arah tersebut terpaksa menggunakan bangjo manual. Yakni dengan menunggu dan menengok kanan-kiri jalan. Setelah dirasa sepi dan aman, mereka lantas menyeberang melajukan kendaraannya ke arah Pemalang atau Pekalongan. “Sudah mati sejak Jumat, sehingga terlihat semrawut kalau pas lagi ramai,” kata Udi (38), tukang becak yang biasa mangkal di depan Kantor Pos Comal kepada Radar Minggu (10/1) kemarin. Menurutnya, sopir truk, bus, dan mobil pribadi, utamanya dari arah barat ke Semarang,

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MATI - Lampu bangjo di pertigaan Blandong-Comal sejak Jumat (8/1) mati dan belum diperbaiki.

dan sebaliknya dari arah timur ke arah Jakarta, sering melaju dengan kencang. Sehingga pemakai jalan utamanya dari arah Pasar Comal perlu kewaspadaan lebih, agar kejadiankejadian yang tidak diharapkan tidak terjadi. Ia mengharapkan dinas terkait

dapat sesegera mungkin memperbaiki matinya lampu bangjo tersebut, dengan begitu pemakai jalan akan lebih tertib karena mengikuti rambu-rambu yang ada. Selama ini lanjut Udi, memang bila terjadi insiden tidak sampai memakan korban. (mg6)


Radar Tegal 12 Januari 2010