Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

KAMIS, 11 MARET 2010

INDEKS NOVA Widya Ning Pangesti, siswi SMA Neger1 2 Brebes merasa heran dan tidak habis pikir dengan kasus teroris, yang mencemarkan nama baik Indonesia di kancah internasional. Baca suplemen kreasi!

RAT Kopti Ricuh HAL. BREBES DAN BUMIAYU DOK.RATEG

Gayus

DulmatinBakalDikuburdiKampungnya HAL. PEMALANG

APA MANING... AGUS WAHYUDI/JAWA POS

100% DULMATIN - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menunjukan foto tersangka teroris Dulmatin alias Aka Potono alias Djoko Supyanto di Mabes Polri, Jakarta, kemarin (10/3).

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

PASCA PANSUS - Anggota Tim 9, penggagas Hak Angket DPR-RI, Misbakhun (tengah) bersama Pengamat Ekonomi, Aviliani (kanan) dan Pengamat Politik, Yunarto Wiyaja (kiri), saat menggelar Diskusi tentang Pansus Century, Rabu (10/3) di DPR-RI.

DPR Desak KPK Sidik Kasus Century JAKARTA - Gelar perkara kasus Bank Century oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah berlangsung sejak Jumat (5/3) belum juga menemui titik terang. Hingga kemarin (10/ 3), tidak ada kejelasan kelangsungan gelar perkara. Bahkan, muncul dugaan adanya perbedaan pendapat terjadi di tubuh KPK. Hal itu memicu salah seorang inisiator adanya Pansus Hak Angket Century, Eva Kusuma Sundari meminta KPK mempercepat kinerja KPK dalam menetapkan status kasus Bank Century. Bahkan, salah satu anggota DPR RI komisi III itu mengancam akan tidak mengabulkan budget plan atau rencana anggaran KPK. “Semua partner di komisi III punya otonomi budget. Kami bisa menggunakan hak budget berdasar kinerja. Kalau komisi III menganggap penanganan kasus Century tidak ada progress, kami akan tolak peningkatan anggaran KPK,” ungkap Eva ketika dihubungi kemarin. Sebelumnya, Eva sudah mengungkapkan pernyataan serupa dalam sidang praperadilan kasus Bank Century oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari yang sama. Politikus PDIP itu menegaskan, DPR selama ini pernah menolak menyetujui budget plan periode 2006-2007 untuk Kejaksaan Agung.

Dulmatin Sudah Latih Kader Perakit Bom Dana Teroris Diduga Hasil Perampokan JAKARTA - Personel Densus 88 Mabes Polri belum bisa tidur nyenyak meskipun Dulmatin sudah tewas. Polisi meyakini sejumlah pelatihan perakitan bom sudah dilakukan oleh pria bernama asli Joko Pitono itu. Apalagi Dulmatin adalah juru rakit bom tingkat wahid diatas level Dr Azahari. Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri menegaskan kemampuan perakitan yang dimiliki Dulmatin memang luar biasa. “Dari pengakuan Ali Imron ( perakit bom Bali 1, terpidana seumur hidup, red)

Dulmatin memang hebat. Dia lebih tinggi kelasnya dari Dr Azahari,” kata BHD di Rupatama Mabes Polri kemarin. Raut muka orang nomor satu di tubuh Korps Bhayangkara itu tampak berseri-seri. Bambang juga mengajak seluruh jajaran perwira tinggi Mabes Polri, diantaranya Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kabaintelkam Irjen Saleh Saaf, dan Kadivhumas Irjen Edward Aritonang. Dalam penggerebegan di Pamulang, Densus 88 menemukan skema perakitan bom yang ditulis tangan. Selain itu ada pcb detonator yang belum dirangkai. “Ada juga remote bom jarak jauh yang dibawa,” kata Kapolri.

Polisi juga menemukan salinan paspor nomor 42677 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Timur atas nama Yahya Ibrahim. Juga nota penukaran uang dollar senilai 1100 USD dan nota penukaran mata uang Filipina peso di sebuah money changer di General Santos, Filipina. Di rumah Fauzi,Syarif seorang mantri kesehatan di Gg Asem, Pamulang polisi menyita handycam dan laptop merk Acer. “saat ini data-data yang ada didalamnya sedang dipelajari dan masih dikembangkan,” kata Bambang. Di Aceh, polisi menemukan senjata AK 47, M-16, ribuan peluru kaliber 7,62 dan 5,56 dan bom asap. Bentuk senjata itu tidak

Andi Soraya Mulai Bernafas Lega ANDI Soraya mulai bernafas lega. Aksi ranjangnya di film akhirnya terbayar lunas. Ia pun batal menuntut sang produser ke jalur hukum. Hari ini, adegan vulgar Andi Soraya dan Lia Trio Macan mulai ditayangkan. Andi Soraya sempat kesal dan berencana menuntut KK Dheeraj, pemilik rumah produksi K2K, karena honor yang diterimanya belum dibayar lunas. Namun, tuntutan itu batal dilakukan, setelah K2K berjanji melunasi honornya setelah film yang dimainkannya naik tayang. “Iya, kalau sekarang s u ke hal 7 kol 1

Nok Slentik Mosi Tidak Percaya untuk Gayus * Aja dinggo bae ! Dulmatin Sudah Latih Kader Perakit Bom * Patut dipercaya!

CMYK

Dianggap Otoriter, Diminta Turun dari Ketua BK DPR JAKARTA - Ketegangan terjadi di internal Badan Kehormatan (BK) DPR. Karena dianggap tidak bisa bekerja sama dan otoriter, Ketua BK Gayus Lumbuun diprotes para koleganya sesama anggota BK. Persoalannya cukup serius. Sembilan di antara sebelas anggota BK DPR mendesak agar FPDIP menarik Gayus dari posisi ketua lembaga yang bertugas menegakkan kode etik anggota dewan itu. “Kami ingin beliau (Gayus) turun dari pimpinan BK. Supaya FPDIP menunjuk yang lain saja,” kata Wakil Ketua BK Chairuman Harahap kemarin (10/3). Sewaktu dihubungi, Chairuman yang legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan sedang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar Jakarta. Dia menke hal 7 kol 1

ke hal 7 kol 4

Sebut Kematian Dulmatin, SBY Dapat Standing Applause

ke hal 7 kol 4

SEMOK

Mosi Tidak Percaya untuk Gayus

DOK.ISTIMEWA

KONFERENSI PERS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd saat konferensi pers di Canberra, kemarin.

CANBERRA - Kepastian kematian salah satu gerbong terorisme yang diburu, Dulmatin, justru datang dari luar Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkannya saat memberikan sambutan dalam jamuan makan siang dengan anggota Parlemen Australia, kemarin (10/3) di Canberra. Sesaat sebelum mengakhiri sambutannya, SBY menyampaikan keberhasilan Polri dalam melumpuhkan pergerakan terorisme. “(Kepolisian) Indonesia telah berhasil melumpuhkan Dulmatin, salah satu terorisme yang dicari di Asia Tenggara,” kata SBY di depan anggota parlemen, termasuk Perdana Menteri Australia

Kevin Rudd. SBY mengatakan, keberhasilan itu menyusul sukses sebelumnya, yakni dalam menghentikan aksi Dr Azhari yang tewas di Batu, Malang, dan Noordin M. Top, yang ditewaskan di Mojosongo, Solo. Pernyataan SBY tersebut mendapatkan sambutan tepuk tangan dari para undangan yang hadir dalam jamuan makan siang. “Oleh karena itu, demi keselamatan manusia di dunia, mari kita bekerjasama secara global,” kata SBY. Usai sambutan, SBY mendapatkan standing applause dari undangan. Isu terorisme memang menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan SBY di Australia. ke hal 7 kol 1

Duka Keluarga Korban Mutilasi di Batam

Sang Ibu Berfirasat Buruk, Adik Kandung Bermimpi Didatangi Setelah kematian Fahmi Iswandi (38) di tangan jagal sadis ala ‘’Sumanto’’, Khoeron (28) warga Kabupaten Kendal yang juga perantau di Batam Provinsi Riau, keluarga almarhum sempat mendapatkan firasat buruk. Firasat tersebut terutama dirasakan Djuarmi Indrati (65) dan Adi Isdiana Fahman, ibu dan adik kandung Fahmi Iswandi. LAPORAN: ARIEF NUR RS DJUARMI yang juga mantan

anggota DPRD Kabupaten Tegal dari fraksi Golkar, periode tahun 1999–2004, mengungkapkan, dia mendapatkan firasat buruk saat empat ekor kucing yang menjadi peliharaan keluarganya, suatu hari tiba-tiba membuang kotoran di kamar yang biasa ditempati Fahmi. Padahal, biasanya kucingkucing tersebut satupun tidak pernah ada yang berani membuang kotoran di dalam kamar tidur. ‘’Anehnya, tidak lama setelah keempat ekor kucing itu membuang kotoran di dalam kamar Fahmi, keempat ekor kucing itu semuanya mati. Selain itu, saya juga mendapatkan firasat buruk, saat beberapa kali memasak nasi dan selalu saja bau (basi – red),’’ tutur Djuarmi lirih. Tidak hanya itu, Djuarmi juga

pernah merasakan peristiwa halusinasi. Dia merasa seolah-olah Fahmi memanggilnya berulang kali. Anehnya, peristiwa yang sama kembali terulang tiga hari kemudian. ‘’Siang itu saya mendengar Fahmi memanggil-manggil dari arah ruang belakang. Tapi setelah saya lihat, tidak ada apa-apa. Setelah itu saya merasa ada sesuatu hal yang menimpa anak saya itu,’’ imbuh Djuarmi. Tidak hanya sang ibu, firasat juga dirasakan adik kandung Fahmi, Adi Isdiana Fahman (35). Dia menuturkan, pada suatu malam dirinya sempat bermimpi didatangi oleh almarhum kakaknya. Kedatangan Fahmi dalam mimpinya itu dengan membawa seorang bayi, yang tidak diketahui ke hal 7 kol 4

ARIEF NUR RS/RATEG

SEDIH – Dari kiri ke kanan Adi (adik kandung Fahmi) , Hj Juarmi Indrati (ibu kandung Fahmi), dan Ismi (kakak kandung Fahmi) tidak mampu menahan kesedihan beberapa saat setelah jenazah Fahmi Iswandi disemayamkan di rumah duka di RT 01 RW 03 Desa Pagerbarang Kecamatan Pagerbarang.


WACANA

2

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

Dampak Negatif Sabumania Oleh: Yayat Hidayat Amir

Jadi Teroris Oleh: Muh. Abduh HIRUK-pikuk kasus Century, sepertinya hampir mencapai puncaknya, seketika terkalahkan dengan kehebatan Densus menembak mati teroris. Bahkan tokoh teroris jempolan asal Pemalang, yang sebelumnya bolak-balik dikabarkan tewas, kini benar-benar meregang nyawa oleh peluru Densus. Masyarakat pun bergeser perhatian. Langkah Pansus Century untuk sementara kurang dilirik. Pak Presiden pun dengan gagah menceritakan keberhasilan pasukannya memerangi teroris di depan ratusan anggota parlemen Australia di Canberra Australia dan mendapat standing applause. Setidaknya, keberhasilan itu menjadi cerita yang bisa menarik perhatian wong luar negeri di tengah-tengah runyamnya masalah century. “Mbariken Century wis kayong mboseni. Dramane kesuwen,” kata Panjul, yang merasa seperti sudah diatur sedemikian rupa insiden besar untuk menggeser perhatian masyarakat. Panjul ingat juga ketika penembakan teroris di Temanggung bersamaan dengan SP3 kasus Lapindo karena dinilai tidak bisa memenuhi dugaan tindak pidana. Semua tak berkedip dengan pemandangan penembakan teroris Temanggung hingga tak sadar peng-SP3-an kasus Lapindo sebenarnya mengagetkan. Tapi siapa yang kaget? “Waktu kue, lagi pada mlongo meyaksikan drama penggerebekan teroris. Sampeyan malah ndean ora krungu kabar SP3 kasus Lapindo,” kata Dalipan ikut terbawa praduga Panjul. “Maaf Pansus Century, untuk saat ini, kerja sampeyan tak menyedot perhatian. Tapi sampeyan tetep kerja sing bener. Dan buatlah kami kejutan. Saiki lagi kalah heboh dengan penembakan teroris. Dadi saiki ngomong soal teroris Wa?” kata Panjul. “Okelah kalau begitu!” Mungkin saat Noordin M Top sudah tak top lagi karena tewas ditembak, banyak yang merasa teroris makin redup. Dan ternyata tidak. Sekelompok orang di Aceh yang diduga merupakan kelompok teroris, membuktikan bahwa semangat pengikut Noordin tidak pernah surut. “Bisane dadi teroris sih Wa?” Pengungkapan kasus-kasus terorisme di Indonesia menunjukkan banyak orang muda berhasil direkrut menjadi anggota kelompok teroris. Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah ditemukan fakta yang mengarah sebagai bukti adanya pembinaan terhadap orang-orang muda menjadi anggota teroris. “Dulmatin kie bocah enom seka Pemalang lo!” Dan betapa hancur hati kedua orang tua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya-yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam -terciduk oleh aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orang tua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme! Demikianlah, betapa menyedihkan, ternyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik. Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana mereka bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya? Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi’ar-syi’ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, dan sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam! “Wis jaga anak-anak sampeyan!” (*)

SAUDARA-saudara kita yang diciduk polisi ketika bersaburia, sebagaimana yang diberitakan di media massa, membikin prihatin banyak warga kota ini. Kuatir berdampak buruk terhadap pendidikan dan masyarakat, Dewan Pendidikan pun mengevaluasinya dalam diskusi rutin akhir minggu. Para pelaku tentulah orang-orang yang dewasa mental kognitifnya. Mustahil tak mengerti risiko hukum dan sanksi sosial penyalahguna narkoba. Perilaku menyimpang atau kenakalan orang dewasa memang selalu terasa janggal dan abnormal. Batas toleransi hukum dan sanksi sosial pun tak mungkin seluas “permaafan” terhadap kategori kenakalan remaja, semisal nyamplong mangga muda di pekarangan rumah tetangga. Lalu hikmat apakah yang dapat direnungi dari persitiwa saburia itu? Hidup bukan hanya meminta kerja keras namun juga sikap cerdas dan waskita. Dalam kacamata psikologi, kelaziman hubungan antara perkembangan kognitif-sosial-mental dengan godaan hidup manusia itu berkurva normal. Maksudnya: makin tua umur seseorang, mestinya makin dewasa pemikiran dan mentalnya, karena godaan yang dihadapi pun tidak makin ringan. Pesat atau lamban manusia selalu mengalami mobilitas vertikal. Dari pengangggur

menjadi pekerja, bujangan menjadi kepala keluarga, orang biasa menjadi orang terpandang, dan seterusnya. Sepanjang kontinum pindah kelas itu, perbaikan mutu diri harus berlangsung sinambung. Makin luas tanggung jawab dan makin terpandang status sosial seseorang, mestinya makin bijak menghindari perangkap perilaku menyimpang. Jangan terbalik atau berkurva abnormal: makin dewasa tambah lupa diri. Bang Anton Medan pernah bilang, masih lebih elok bekas bromocorah menjadi santri ketimbang sebaliknya. Perilaku menyimpang terkesan luar biasa karena menyangkut orang-orang terpandang: tokoh atau figur publik. Dampak sosbudnya terkemas dalam peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Murid dapat berarti generasi muda atau masyarakat luas yang merindukan teladan para tokoh. Masyarakat paternalistik, menurut sosiologi. Dipahami dari praktik pendidikan, dampak seperti itu dikategorikan sebagai efek penyerta (nurturant effect) dan kurikulum terselubung (hidden curriculum). Berbeda dengan efek instruksional, efek penyerta sama sekali tak direncanakan namun amat besar pengaruhnya terhadap pembiasaan perilaku murid. Efek penyerta bukan ber-

Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

pembinasa potensi dan hari depan bangsa. Maka dari aspek ketegaran hukum, segenap aparat kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman sama-sama memandang urgensi pemberantasan kejahatan narkoba setara penanganan kejahatan terorisme. Tema operasinya: sapu bersih tak kenal kompromi! Teman-temanku di LBH UPS Tegal mengabarkan, kini tak sedikit advokat –terutama aktivis gerakan antimadat— yang berkomitmen untuk tidak melayani pembelaan hukum kepada pelanggar UU Psikotropika. Suasana kebatinan dan keterpanggilan para advokat sekarang lebih mengharuskan pengutamaan pembelaan perkara-perkara pelanggaran HAM. Hikmat atau makna terdalam dari “musibah” itu, tidak lain hanyalah belajar. Belajar dapat saja berarti pengulangan kesalahan menuju kebenaran. Pak ustad pun berdalil bahwa manusia itu agen kesalahan. Kemanusian manusia justru terletak pada ketidakluputannya dari kesalahan. Al Quran mengurai manusia dengan sifat-sifat biologis (basyar), psikologis-spiritual (insan), dan sosial (an-Nas). Dengan ramuan sifat-sifat itu, manusia harus terus belajar mengelola konflik dua kutub sepanjang hayat: pradisposisi positif menuju kemuliaan mutakin berbanding pradisposisi negatif menuju harkat serendah hewan.

Mbuang Wirog Aja Nang Dalan

ANGGOTA dewan karo mantan anggota dewan kena tangkep lagi pesta sabu-sabu, dolanan banyu ya teles, dolanan geni ya panas, kie go contoh liyane sing durung kecekel. 08882604XXX

Aja Mencla-Mencle

Darahe Didol? PMI darahe apa didol neng drakula? Idih anake q kena DB tuku darah be angel nemen, sing pada donor darah sih ndalah darahe neng endi? Petugase malah pan blantiki. Asli kyeH coba disidak sih. 085742810XXX

Kok Berubah Dadakan APA tumon! Wong peraturan kok berubah dadakan dalam waktu 1 malam, hanya gara-gara rongrongan segelintir guru! +6285642701XXX

Sungguh Memalukan

AKU acungkan jempol pada Pak Polisi dapat menangkap anggota dewan dalam kasus narkoba, aku sebagai rakyat kecil amat kecewa pada wakil rakyatku sendiri, kog bisa, tegakan terus Pak demi keadilan bangsa dan negara ini. 08562770XXX

Kesepian ADA seorang milyarder kelas dunia bernama Howard Hughes. Ia adalah pemilik industri pesawat terbang Hughes Aircraft. Sangat kaya raya. Namun ia iri sekali ketika dirawat di rumah sakit. Iri kepada temannya yg miskin yang tengah dirawat di rumah sakit yang sama dengan dia. Teman miskinnya ditemani istri dan anakanaknya dengan tulus. Tidak seperti dirinya nan kaya raya, tetapi hidup sendiri... kesepian hingga akhir hayat. +6285742058XXX

Fayahe For Foran GIMANA tunjangan Forgustane wahai penguasa pemerintah ??! Tuku tafe tumflek fayahe for foran. yang ngresula +6285642522XXX

Kluwuten Ning Sekolahan BPK/Ibu pejabat pemerintah Yth. Kula niki guru swasta ndaftar negri sampun ketuwan. Kluwuten ning skolahan, pan olih rejeqi sing

Penulis, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Tegal

Dolanan Banyu Ya Teles

TOLONG donk tegur Dinas Pendidikan agar tidak mencla-mencle dengan aturane, kami <32 guru> dadi korbane! Ga sida sertifikasi. +6285642701XXX

AKU rakyat kecil, amat kecewa. Sungguh memalukan anggota dewan tertangkap basah, bukannya memberi contoh yang baik pada rakyatnya, malah seperti itu, saya acungkan jempol pada Pak Polisi, tindak tegas demi keadilan buat bangsa dan negara, jangan pandang bulu. +628562770XXX

Kenyataannya sejak purbakala hingga peradaban mutakhir, manusia cenderung kesulitan menundukkan pradisposisi negatifnya; terutama berburu kesenangan sementara. Implikasinya? Pertama, kesalahan dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Hakikat perjalanan hidup manusia adalah catatan aktiva kebajikan berbanding pasifa kebathilan. Defisit atau surplusnya bergantung pada otonomi dan budi-kritis manusia. Kedua, sedapat mungkin janganlah bersengaja bikin kesalahan dan mengulangnya terus-terusan. Kesalahan seyogianya mendorong keinsyafan sekaligus membangun efek jera dalam sistem intuisi manusia. Tak usah menunggu dibui terlebih dahulu. Buktinya ada pepatah: sebodoh-bodohnya keledai, ia tak pernah terperosok dua kali ke dalam lubang yang sama. Langka dalil yang menegaskan bahwa budak madat dan khamr itu bermakna kejantanan atau kehebatan diri. Alih-alih mengonsumsi sabu, lebih menyehatkan sarapan bubur. Itulah nutrisi hemat kunyah yang biasa direkomendasi dokter untuk penderita tipus stadium awal. Sekali lagi, hidup meminta kerja keras, sikap cerdas dan waskita. (*)

prostitusi gampang Pak, dientasna kemiskinan, dadi ora njamøm yen dilokalisasi teruse neng ndalan-dalan laka PSK! Nyong sing ora sekolah be paham pak! 085740455XXX

TULUNG ya sedulur, yen mbuang batang tikus/wirog aja nang dalandalan, masalahe dalan umum, dudu tempat pembuangan, bisa nimbulna penyakit! Kebersihan penting sedulu? 02836035XXX

Acungan Jempol untuk Polisi Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal

sumber dari bahan ajar yang disajikan oleh guru, namun dari kesesuaian antara ucapan dengan tindakan guru. Itu pula yang disebut kurikulum terselubung. Guru yang merokok di dalam kelas, otomatis berarti membiasakan muridnya merokok. Gugurlah tata tertib sekolah, khususnya butir larangan murid merokok. Analog dengan itu, perilaku menyimpang para tokoh pun dapat meneguhkan sikap permisif di kalangan masyarakat. Untuk apa mengindahkan norma sosial dan hukum, toh pemimpin dan orang-orang terpandang pun melanggarnya. Jangan gampang menuding masyarakat tidak sadar hukum kalau masih ada tokoh masyarakat melek hukum tidak mematuhi hukum. Setiap kepala keluarga wajib menegakkan wibawa, terutama di hadapan anak-anak. Anak selalu lebih intens mengamati kesesuaian tindakan nyata dengan nasihat-nasihat verbalistik orang tuanya. Wibawa macam mana yang terpancar dari kepala-keluarga pemadat? Meski begitu, kasih sayang seluruh anggota keluarga amat membantu pemulihan kesehatan dan kesadaran pemadat. Peredaran narkoba telah merata dari jantung kota hingga perdusunan pucuk gunung. Di ranah geopolitik dan sistem ketahanan nasional, narkoba bukan lagi isu ekonomis namun

Supir Ugal-Ugalan FORGUSTA bae kangelan, nasib2 guru swasta Kab. TEGAL kayong ngenes temen. Ndelengna guru swasta Pemalang ka kayong mlekhun nemen. Kuwe liku kena ditiru arane Pemerintahe bener2 ngayomi guru2 swasta sing perjuangane ora beda karo guru negri, yaiku nyerdasaken bangsa. Sapisan maning tulung Pak/Bu aja mung mikiri nggo awake dewek tok 285878144XXX

Dalane Peteng Kaya Kuburan PAK, tulung dalan sing Perum Griya Santika ngetan dalahi lampu. dang bengi soale peteng kaya kuburan. Uwis kaya kuwe dalane pating njruag sering akeh kecelakaan. Terus apa gunane pajeg penerangan dalan tapine esih ana dalan sing peteng. TRIMAKASIH. +6285742034XXX

Pan Lapor Sapa? AKU bingung pan lapor sapa? Dalan Jajarsari sepanjang jalan laka lampu jalan? Padahal ana kantor pemerintahan lan sekolah. 085725888XXX

Wis Dingresulakena Kabeh AK tah bingung pan nresula apa maning, sing pan tak ngresula nyong wis dingresulakena wong-wong kabeh. Tapi nyatane esih ajeg bae, laka perubahan.. kprimen kie.. +6285742438XXX

Kekurangan Gizi BAPAK Bupati Tegal Yth. Tolong pikirkan anak-anak kami yang kekurangan gizi, karena gaji kami sebagai guru swasta yang hanya Rp 150 ribu perbulan, untuk makan satu minggu saja pas-pasan, dengan harga bahan pokok yang terus naik, tolong

Bapak Bupati bertindak dengan hati nurani. dari Slamet 081542119XXX

Wujudaken Kesejahteraan PIKIREN lan wujudaken kesejahterane para guru swasta. matur nuwun. 085878144XXX

Paringana Sabar YA Allah gUsti pNgErAn... aQ wis Ora kUat nemen NdeLeNgNa peMriNtah kaya kUe, akeh wONg pd NgrsULa tapi ajeg bae Laka tiNdakan. Matane ta Weruh tapi atine Merem. PariNgOnO sabar. 081542135XXX

Pada Nawani Kamar KEPADA ngresula.. Aq ta bingung karo Bupati Tegal, wong aq pan liburan nang Guci ko malah wong-wonge nawani kamar, donge kepriben bocah sekolah ya, akeh sing pada mesum nang kono tapi ka diileng na tok +6281911670XXX

Wis Dibenerna MATUR SUWUN P.IQBAL, mbuh mbangkanane suwe nanging ledeng sing bocor nang ngarepe OPTIK TEGAL AZIZ wis dibenerena, pisan maning MATUR SUWUN P. IQBAL . +6285642828XXX

Olih Wangsit Sing Endi? TULUNG kanggo Baleg DPRD Kab Tegal angger nduwe wacana sing positif bae lah, olih wangsit sing ngendi donge? Cacaban pan dilokalisasi nggo tempat maksiat? Pada bae mbuka wisata sex neng Kab Tegal, nyong warga Kab Tegal terus terang bae nyong sebagai warga isin, angger pengin ngilangna

PAK Polisi tulung pringatna supir bis garo supir truk tronton. dang nyupiri aja ugal-ugalan, ndadegna kecelakaan. Luwih-luwih angger nyupiri neng dalan gede karo alus. Kaya dalane mbahe, sakarepe dwek. matur nuwun. 085742034XXX

Sing Donor Dijaluki 30 Ewu PMI Tegal aku kecewa anakku kena DB kurang trombosit jare gw pedonor tembe olih trombosit. Q gawa 5 pedonor ko tetep bayar 250 ewu/kantong + sing donor dijaluk 30 ewu (5 wong) jaluk tanda terima ora diwei (sing 30 ewu) donge piben asline prosedure? Apa ana juklak sing pusate PMI? Ya Allah pan piben kye negarane enyong? Iklas ridlo go donor koh dikya kwekena? Donge alesan ganti kantong darah apa kantong oknume? Nang PMI Cirebon ora ky kuwe... mung 200 ewu/kantong trombosit tur ora kudu gawa pedonor + ora kudu bayar 6000/uwong... Bapakbapak PEMDA tolong lah ditindak lanjuti.. 085842096XXX

Endah Ora Semrawut ASSALAMU’alaikum... Pak kyE niNg pRapatan gUmayun eNdAh ari esUk Lan bubAre jAm kerja pRibEn cArane ndAh ora sEmrAwud, kpd pihak wewenang selek d’tndakkake, sadurung akibate pirang-pirang. 085842258XXX

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG 1. 2. 3.

081902055574 081803923903 087830321997

Anda mendapatkan Hadiah masingmasing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


ENTERTAINMENT

KAMIS 11 MARET 2010

3

RADAR TEGAL

ANDI SORAYA

Model Termahal Indonesia

Honor Mampet, Batal Tuntut Produser

AKTRIS Andi Soraya sempat berencana menuntut produser film ‘Hantu Puncak Datang

Bulan’ karena honornya mampet. Setelah film akhirnya akan dirilis, Andi batal mengajukan

tuntutan. Rumah produksi K2K Production telah mengganti judul film karya sutradara KK Dheeraj itu menjadi ‘Dendam Pocong Mupeng’. Rencananya film tersebut akan mulai beredar di bioskop pada Kamis, 11 Maret mendatang. “Kemarin saya tidak mendapatkan informasi tentang film ini akan muncul kapan dan juga masalah judul juga nggak jadi. Semua masih tentatif dan kemarin juga belum ada kepastian masalah pembayaran,” ujarnya ditemui di Platters, Setiabudi Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/3). Pasca bicara pada media,

perempuan yang biasa disapa Aya itu dihubungi sang produser. Mereka menjanjikan membayar kekurangan honor setelah film tayang. “Saya pengen hubungan panjang. Paling tidak, saya nggak mau ngotot. Walaupun saya pihak yang dirugikan, tapi saya bisa mengerti,” jelas Aya. Perempuan beranak dua itu tak mau memperpanjang permasalahan. Apalagi bersama K2K Production bukan hanya sekali ini saja, Aya digaet membintangi filmnya. Namun Aya berjanji akan lebih hati-hati dan memperbaiki sistem kontrak kerja. (yla/yla)

IMA RISMA

Kepercayaan pada Gary Tinggal Minggu Depan PIHAK Ima Risma sebelumnya dijanjikan akan kehadiran terdakwa Gary Iskak dalam tahap mediasi sidang perdata. Rasa kecewa muncul, setelah bintang akting itu tidak datang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, hingga sidang diakhiri. Seperti tidak mau terus dibohongi, pihak Ima dan pengadilan menyisakan waktu mediasi satu kali lagi. Jika tetap tidak hadir maka agenda mediasi dianggap gagal, dan sidang akan dilanjutkan pada agenda pokok perkara. Kecuali pihak kuasa hukum bisa mengambil satu keputusan yang sudah dibicarakan dengan penggugat. “Kita lihat saja besok (ming-

gu depan), kepercayaannya tinggal besok (minggu depan) aja nih,” ungkap Ima Risma di Pengadilan Negeri Tangerang, Tangerang, Selasa (9/3). Kekecewaan Ima pun terlihat saat wartawan menanyakan, pesan apa yang ingin disampaikan pada Gary, atas kejadian ini. “Nggak diomongin tinggal ….bek… bek... (dipukul, red) hehehe…. artinya tidak ada lagi proses perdamaian kalau dari pihak Gary tidak ada kata kesepakatan,” ungkapnya antara tertawa dan marah. Sesuai dengan aturan perundangan, pengadilan memberikan kesempatan selama 40 hari untuk melakukan mediasi. Mediasi ini intinya mempertemukan penggugat dengan ter-

Belum Berani Donor Darah PARA artis yang tergabung dalam Parfi sudah sejak dulu dikenal sering melakukan aksi sosial. Dan kali ini mereka kembali berbagi terhadap sesama dengan menggelar acara donor darah bersama. Salah satu yang tampak hadir adalah aktor senior yang pernah kesandung masalah narkoba, Roy Marten. Ia ikutan hadir, namun sayang tidak bisa berpartisipasi secara langsung. “Saat ini belum. Mungkin agak masih terkontaminasi ya, jadi ya belum bisa mendonor,” kata Roy di PPHUI, Rabu (10/3) siang. Dikatakan Roy, gerakan yang dilakukan Parfi ini sangat baik. Apalagi tujuannya untuk membantu sesama. Roy jadi tidak sabar menunggu satu atau dua tahun lagi ia bisa mendonorkan

darahnya. “Ya buat saya ini merupakan kegiatan yang positif. Saya appreciate dan saya datang untuk mensupport kegiatan ini,” ujarnya. Setelah menjalani berbagai perawatan, baik saat masih di penjara atau di luar, Roy mengaku badannya kini jauh lebih bugar. Ia selalu menjaga makanan dan melakukan sit-up seribu kali. “Saya sudah turun 4 kg,” terangnya. Roy mengaku memang belum pernah memeriksakan darahnya, tapi sudah tiga tahun ini ia tidak pernah menyentuh narkoba lagi. “Ya saya juga nggak tahu apakah darah saya dibutuhkan apa nggak, karena takutnya justru merugikan,” akunya. Roy sendiri mengaku sudah siap kembali lagi ke dunia hiburan. (kpl/adt/boo)

DMX

gugat mencari titik temu permasalahan. “Mudah-mudahan minggu depan ada mencapai kata kesepakatan antara saya dengan

Gary, kalau tidak ada ya sudah sorry ya itu terakhir banget buat kita kesempatan untuk perdamaian,” pungkas Ima. (kpl/ gum/dar)

TAYLOR SWIFT

Dipacari Bintang ‘Glee’ PENYANYI muda Taylor Swift yang baru saja putus dari bintang film ‘Twilight’, Taylor Lautner, sudah punya kekasih baru. Swift kini dikabarkan pacaran dengan bintang serial televisi ‘Glee,’ Cory Monteith. Sayangnya, Swift sampai saat ini masih malu-malu menggandeng Cory di depan umum. Gosipnya, penyanyi 20 tahun itu takut ketahuan ibu yang juga manajernya, Andrea. “Taylor pura-pura tidak tertarik dengan Cory, agar ibunya tidak membuat Cory takut,” ujar sumber pada National Enquirer, dilansir Showbiz Spy, Rabu (10/ 3). Dulu saat Swift pacaran dengan Lautner, Andrea lah yang menjadi penghalang. Ia yang menyebabkan asmara sejoli

muda itu kandas. “Taylor tak mau lagi ngobrol dengan ibunya tentang hubungan cintanya,” lanjut sumber. Pemilik album ‘Fearless’ itu mengaku sangat menyukai Cory. Dia melihat hubungannya dengan cowok 27 tahun itu akan sangat romantis. (eny/eny)

ANJI ‘DRIVE’

Gunakan Narkoba di Masa Larang Pacar Percobaan, Ditahan PENYANYI rap DMX, yang selama ini banyak bermasalah, kembali ditangkap di Arizona, Selasa (9/3), karena melanggar masa percobaan yang masih diterapkan kepadanya. Rapper yang memiliki nama asli Earl Simmons itu dikatakan seorang petugas, Sheriff Maricoa County Joe Arpaio, mencoba menggunakan narkoba jenis kokain dan tidak mema-

tuhi persyaratan rencana pengobatannya, demikian sebagaimana dikutip dari Reuters. Simmons yang menghadapi masa percobaan selama 9 bulan itu, menghadapi lima dakwaan pelanggaran masa percobaan. Simmons dibawa ke satu penjara Phoenix, Selasa (9/3) malam, dan diisolasi dari tahanan lain, kata beberapa pejabat di kantor sherif. “Kami berharap ia akhirnya dikirim ke penjara,” kata Apaio. “Kami sudah menangkap dia lima kali. Berapa kali Anda harus melanggar hukum?” tambahnya. Bintang rap itu terus menghadapi masalah hukum di Arizona, dan menjalani masa percobaan karena melemparkan nampan makanan ke seorang petugas tahanan di dalam satu penjara Phoenix tahun lalu.Simmons menghabiskan 90 hari di penjara karena masalah narkotika, pencurian dan penyiksaan hewan. Pengacaranya pun hingga kini belum dapat dimintai komentar. (ant/dar)

Ngomongin Sheila

RUMOR anak yang dilahirkan Sheila Marcia adalah

hasil hubungan dengan vokalis Drive, Anji masih hangat dibicarakan. Kekasih Anji, Rini ‘Idol’ pun selalu dicecar pertanyaan soal isu itu. Anji lalu melarang Rini untuk memberikan komentar soal gosip tersebut. “Nggak mau ngomong gosip, nggak boleh sama Anji,” ujar Rini ditemui usai mengisi acara Dahsyat di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (10/ 3). Rini tak mau Anji terganggu terus menerus dengan pember i t a a n mengenai a n a k Sheila Marcia. Rini mengaku lebih percaya Anji dibanding pemberitaan yang simpang siur. Rini juga mengeluhkan pemberitaan media massa selalu tak sama dengan apa yang ia ucapkan. Dampaknya, keluarga Anji dan Rini pun terganggu. “Karena suka beda, aku ngomongnya apa, di beritanya apa. Kasian sama keluarga, kalau kita berdua mah cuekcuek aja,” papar Rini. (ebi/fjr)

SIAPA model termahal Indonesia saat ini? Jawabannya tidak ada yang tahu pasti. Dulu, sempat nama Bella Saphira, Tamara Bleszynski, dan Luna Maya disebut sebagai model iklan termahal. Kini muncul satu nama baru, Oxcerila Paryana atau lebih dikenal sebagai Oxcel Paryana. Pastinya belum banyak yang tahu siapa Oxcel. Dara kelahiran Bandung 1 0

Oktober 1991 ini adalah alumni finalis Gadis Sampul 2007. Anak kedua pasangan Ir. Asnawi Paryana dan Lina Asnawi ini sempat membintangi produk iklan seperti Rexona dan Rodeo. Roman ayunya kerap juga muncul di layar kaca lewat FTV. Ia juga membintangi film ‘Mati Suri’ dan ‘Ai Lop Yu Pul’. Di film yang disebut terakhir, Oxcel sempat diberitakan punya hubungan dekat dengan Ricky Harun. “Itu hanya gosip saja. Aku dengan Ricky kenal sejak kecil. Mama aku dan mama dia sahabatan,” jelasnya di apartemen pribadinya di bilangan Kemang, Selasa (9/3). Dan kini, Oxcel disebut-sebut sebagai model termahal Indonesia saat ini gara-gara dia didapuk menjadi ikon Mandiri Platinum. Konon, Oxcel mendapat honor yang ‘wah’ dari salah satu bank dengan nasabah terbesar di Indonesia itu.Namun dara pecinta travelling ini menolak menyebut angka yang diterimanya. Sebagai orang Timur, Oxcel menyatakan tidak etis membuka rahasia dapurnya. (kpl/wwn/boo)

OXCEL PARY AN A PARYAN ANA


JATENG

6

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

KRIMINAL

Petugas Kesulitan Evakuasi Kapal Kapal BPBD Cilacap Tenggelam

DOK.RADAR BANYUMAS

BARANG BUKTI – Inilah paket ganja yang berhasil diamankan oetugas Polres Banjarnegara dari tangan Agus dan Wahyu.

DuaPengedarGanjaDibekukPolisi BANJARNEGARA - Aparat Polres Banjarnegara berhasil meringkus dua pengedar ganja yang sudah lama menjadi target Polisi. Keduanya ditangkap terpisah saat sedang asyik nongkrong. Kedua tersangka tersebut adalah Agus (30) alias Gimbal, warga Pungkuran, Kutabanjarnegara; dan Wahyu alias Wawan Cubung, warga Krandegan Banjarnegara. Dari tangan tersangka Agus, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 15 paket ganja kering siap edar dengan berat 33,8 gram. Sementara, dari tangan Wawan, Polisi mendapatkan 29,9 gram ganja kering. ’’Keduanya sudah kami incar sejak lama, barang bukti kami dapatkan saat Polisi melakukan penggeledahan di rumah kedua tersangka,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson P. Purba didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sembiring kemarin (10/3). Dari hasil penyidikan Polisi, keduanya mendapatkan barang haram itu dari Jogjakarta. Mereka menggunakan sistem transfer uang dan pengambilan barang dilakukan tanpa tatap muka antara pembeli dan penjual, sehingga Polisi mengalami kesulitan dalam melacak asal barang haram itu. ’’Sistemnya transfer, kemudian dua tersangka ini dipandu oleh pemilik barang untuk mengambil pada suatu tempat,” jelas dia. Dalam upaya menangkap mangsanya, Polisi sempat menguntit kedua tersangka saat akan mengambil barang haram itu ke Jogjakarta. Begitu sampai ke Banjarnegara, Polisi langsung membekuk mereka dan berhasil mengamankan barang bukti yang belum sempat dijual oleh tersangka. ’’Hingga saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif,” beber dia. (oel/jpnn)

PENDIDIKAN

CILACAP - Meski sudah berupaya keras, petugas ternyata masih mengalami kesulitan mengevakusi kapal siaga bencana milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap yang tenggelam di Dermaga Penyeberangan Lomanis sejak Senin (8/ 3) lalu. Hingga kemarin (10/3) siang, proses evakuasi masih terus dilakukan setelah Selasa (9/3) sore kapal bantuan Menko Kesra RI itu gagal diangkat dan kembali anjlok ,karena drumdrum yang dipasang di bawahnya tak mampu menahan beban kapal. Upaya mengangkat badan kapal, juga terkendala persoalan teknis. Selain minimnya peralatan, di home base sekaligus lokasi kapal itu tenggelam juga menjadi tempat sandar KMP Primas I dan Katamaran. ’’Ada kendala teknis. Tadinya petugas yang melakukan evakuasi memperkirakan jam 3 sore kemarin (Selasa (9/3) sore, Red) kapal sudah bisa diangkat. Tapi ternyata kapal itu tergelincir, karena drum-drum yang ada di bawahnya tak kuat menahan,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cilacap Drs Suherman MM ketika dikonfirmasi Radar Banyumas (Jawa Pos Group) kemarin (10/3) siang. Mantan sekretaris Badan Kesbangpollinmas Kabupaten Cilacap ini belum bisa mempekirakan kapan kapal yang difungikan sebagai ambulan itu bisa diangkat. ’’Target utama deck kapal bisa terangkat, sehingga air yang ada di lambung kapal bisa disedot. Kami sudah menyiapkan alat penyedot air,” paparnya. Saat ditanya taksiran nilai kerugian akibat kejadian tersebut, Suherman belum bisa

DOK.RADAR BANYUMAS

EVALUASI KAPAL – Hingga kemarin (10/3) siang petugas masih mengalami kesulitan mengevakusi kapal siaga bencana milik BPBD Kabupaten Cilacap yang tenggelam di Dermaga Penyeberangan Lomanis sejak Senin (8/3) lalu.

memastikan. ’’Beberapa peralatan penting sudah kita mbil pada saat pertama kali kami menerima informasi kapal itu tenggelam. Tapi ada lemari obat-obatan yang masih tertinggal. Padahal, lemari itu terbuat dari kayu,” ujarnya. Dia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan sejumlah pe-

nyelam dan tenaga ahli yang sudah biasa menangani persoalan serupa. Berdasarkan pantauan Radar Banyumas di lokasi kejadian, sekitar pukul 11.15 WIB kemarin posisi kapal sudah mulai terangkat. Diberitakan sebelumnya, kapal siaga bencana milik BPBD Kabupaten Cilacap tenggelam di perairan kawasan Dermaga Penyeberangan Lomanis, Ke-

camatan Cilacap Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, karena kapal dihempas angin dan gelombang besar hingga tenggelam saat sedang bersandar di Dermaga Penyeberangan Lomanis, yang sekaligus menjadi home base kapal tersebut. Kapal ini tenggelam sejak pukul 23.00 WIB Senin (8/3). Kepala Pelaksana Harian (Ka-

lakhar) BPBD Kabupaten Cilacap Dangir Mulyadi SSos MM mengatakan, penyebab tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan, kapal tenggelam akibat tidak berfungsinya klep pembuangan air.’’Penyebab pastinya kami belum tahu. Ada dugaan, klep pembuangan tidak berfungsi dan air masuk ke lambung kapal.’’ (din/jpnn)

Saksi Simpemdes BTL ’Nakal’ Bakal Dipanggil Diperiksa Polda Jateng DOK.RADAR BANYUMAS

PENGARAHAN – Petugas langsung memberikan pembinaan di tempat kepada pelajar yang terjaring razia kemarin (10/3) di OW PIW, Binangun.

Keluyuran, Pelajar Terjaring Razia BINANGUN - Petugas gabungan dari Tramtib Satpol PP, Polsek, Disdikpora, dan Disbudpar Kecamatan Binangun berhasil menjaring pelajar yang sedang keluyuran di Obyek Wisata (OW) Pantai Indah Widarapayung (PIW) saat jam pelajaran Rabu (10/3). Empat pelajar SMK Negeri 2 Banyumas masing-masing AR, AH, DS, dan LA, dua pelajar MA Sirau masing-masing SY dan ZM dirazia petugas saat sedang keluyuran di warung. Bahkan, sepasang pelajar masing-masing HP dari SMK Tamtama Kroya dan LS dari SMP Salafi Kebarongan ikut dirazia. Diduga, sepasang pelajar itu sedang asyik berpacaran saat dipergoki petugas yang menyisir seluruh areal PIW termasuk di sekitar gubug-gubug liar yang disalahgunakan untuk perbuatan mesum. Kepala Seksi (Kasi) Tramtib Satpol PP Kecamatan Binangun Agus Wantoso SSos, Kapolsek Binangun AKP H Mashadi SSos, Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Binangun Sutarno SPd, dan Kepala UPT Disbudpar Wilayah Kroya Kasiyanto SPd langsung memberikan pembinaan di tempat kepada pelajar yang terjaring. ’’Tadinya, kami hanya menjaring anak-anak yang berseragam sekolah. Namun, melihat dua muda-mudi itu yang masih kelihatan anak-anak, kami pun mengamankan mereka untuk dimintai keterangan,” kata Agus. (yan/jpnn)

CILACAP – Pemeriksaan kasus sistem informasi managemen pemerintahan desa (Simpemdes) kini mulai digelar di Mapolres Cilacap. Untuk mendekatkan dengan saksi, Penyidik Polda Jateng memilih Polres Cilacap untuk memeriksa para saksi. ’’Mulai hari ini (kemarin, Red) ada pemeriksaan Simpemdes. Hari ini (kemarin, Red) ada sepuluh saksi yang diperiksa,” ujar Kapolres Cilacap AKBP Guruh Ahmad Fadianto didampingi Kasat Reskrim AKP Sujiman kepada Radar Banyumas (Jawa Pos Group) kemarin (10/3). Informasi yang dihimpun Radar Banyumas, 10 orang yang diperiksa selama seharian kemarin adalah para kades. Penyidik Polda Jateng belum memeriksa tersangka baru dalam kasus Simpemdes ini. Pemeriksaan serupa dimungkinkan akan terus dilakukan di Mapolres Cilacap. Pemeriksaan di Polres Cila-

cap terkait dengan proses likuidasi yang dilakukan untuk Polwil Banyumas. Dari Polwil Banyumas, kasus ini ditarik ke Polda Jateng. Namun, karena banyak saksi dan tersangka yang ada di Cilacap, penyidik dari Polda Jateng memilih melakukan pemeriksaan di Mapolres Cilacap. ’’Tim penyidiknya tetap dari Polda Jawa Tengah. Untuk Polres hanya ketempatan saja, biar lebih dekat,” ujarnya. Dia menjelaskan, ada sekitar 20 kepala desa yang akan diperiksa di Polres Cilacap terkait kasus. ’’Pemeriksaannya secara bertahap, sepuluh-sepuluh.’’ Hanya saja, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan lebih lengkap mengenai para kades yang diperiksa kemarin. Simpemdes dilaksanakan di 269 desa di Kabupaten Cilacap tahun 2008. ADD ini didanai dengan alokasi dana desa sebesar Rp 48 juta. (amu/jpnn)

PURBALINGGA - Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Purbalingga H Sunhaji menegaskan, pihaknya bakal memanggil Biro Teknik Listrik (BTL) ’nakal’. Sebagai mitra PLN, BTL nakal jika terbukti bisa dilaporkan kepada induk mereka di Purwokerto. Imbasnya, pemberhentian operasi sekaligus sampai kepada para pelaksananya. Hal itu ditegaskan Sunhaji mengingat belum lama ini ada laporan mengenai calon pelangggan yang sudah menyerahkan sejumlah uang pasang baru, namun belum terpasang hingga saat ini. Dalam pengaduan itu berisi calon pelanggan sudah mendaftar dengan uang Rp 2 juta belum dipasang. Bahkan, oknum meminta kembali uang Rp 500 ribu1 juta. ’’Kami telah lakukan pembenahan dan mengumpulkan para mitra PLN yaitu pelaksana BTL di Purbalingga. Namun, mana ada maling ngaku? Bisa saja itu orang luar Purbalingga yang mengaku petugas BTL

Purbalingga,” jelasnya. Sunhaji meminta agar calon pelanggan langsung melaporkan kepada pihak PLN Purbalingga. Dirinya berjanji akan memfasilitasi pemasangan baru dengan cepat, jika memang terbukti mitra PLN Purbalingga yang melakukannya. ’’Saat ini, jika calon pelanggan tidak datang kepada kami dan membawa bukti transaksi berupa kuintansi, penindaklanjutan akan susah dilakukan. Kami siap jika memang terbukti akan kami tindak sesuai mekanisme yang ada,” imbuhnya. Saat ini, di Purbalingga terdapat sedikitnya 98 BTL dengan 96 BTL pelaksananya. Masing-masing BTL pelaksana biasanya memiliki tukang pasang sekitar 4-5 orang. Tukang itulah yang kadang tidak terpantau langsung oleh PLN. Namun, kalau BTL bisa dipantau karena tercatat namanya. Sunhaji menyarankan jika akan memasang sambungan baru langsung saja ke PLN.

Meskipun nantinya akan dilimpahkan dengan memilih BTL sesuai keinginan pelanggan. Lamanya penyambungan juga bisa disebabkan belum masuknya data daru BTL ke PLN, jika pelanggan mendaftar ke BTL. ’’Sebenarnya, untuk pasang baru 2-3 hari bisa nyala. Dengan catatan BTL tak lakukan kemoloran laporan dan tidak nakal. Jika data belum masuk PLN, sampai kapanpun tidak akan pernah nyala,” jelas Sunhaji. Untuk biaya pasang normal, PLN mematok berdasarkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Besarnya untuk daya 900, 1 VA Rp 300, dan masuk biaya penyambungan. Sementara, untuk uang jaminan langganan 900 dikalikan Rp 101. ’’Sebenarnya murah. Namun, ada biaya atau alokasi untuk kabel dan instalasi lainnya dan yang bisa menaksir adalah pelaksana BTL di lapangan. Jadi, besarnya bisa bervariasi tergantung misalnya kebutuhan kabel, dan lain-lain,” ungkapnya. (amr/jpnn)


SAMBUNGAN

KAMIS 11 MARET 2010

7

RADAR TEGAL

Sebut Kematian Dulmatin, SBY ... dari halaman 1 Saat menyampaikan pidato di depan Parlemen Australia, SBY juga menyinggung kerjasama memberantas aksi terorisme dengan Australia. Kepolisian dua negara akan saling membantu dalam perang terhadap teroris. “Meliputi pertukaran informasi intelijen dan peningkatan kapasitas,” kata SBY. SBY sepakat dengan PM Rudd bahwa terorisme adalah musuh bersama. Setelah peristiwa bom di Hotel J.W. Marriott, PM Rudd mengatakan, serangan teroris terhadap di Indonesia adalah serangan juga terhadap tetangganya. Saat sesi joint media conference, PM Rudd mengapresiasi

langkah Indonesia dalam memerangi terorisme. Juga dengan keberhasilannya mengakhiri petualangan dua gembong teroris Dr. Azhari dan Noordin M. Top. “Kami tahu bahwa itu bukan hal yang mudah,” ujar Rudd. Dia mengungkapkan, kedua negara melalui departemen yang terkait, seperti departemen pertahanan, akan lebih memberikan perhatian untuk isu terorisme. “Ke depan, kerjasama (melawan terorisme) ini akan lebih ditingkatkan,” urai Rudd. Secara terpisah, Menkopolhukam Djoko Suyanto mengatakan, keberhasilan Polri dalam melumpuhkan teroris, merupakan hasil pengintaian intensif yang dilakukan Polri. “Jadi tidak tiba-tiba, cuma kepolisian saja yang tidak

terlalu mengeksepos,” katanya saat ditanya tentang berita dilumpuhkannya Dulmatin. Dia mengatakan, untuk melumpuhkan teroris, aparat menggunakan perhitungan yang matang. “Kalau terlalu awal ikannya akan lari, begitu juga kalau terlambat. Memang soal timing ini cari yang tepat,” terang mantan Panglima TNI. Meski demikian, Djoko membantah jika persoalan timing tersebut dikaitkan dengan rencana kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia. Demikian juga kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Australia. “Tidak ada kaitannya itu, dengan atau tanpa kedatangan Obama atau kunjungan ke Australia,” tegas Djoko. (fal)

Mulai Bernafas Lega dari halaman 1 dah disetujui bersama dari LSF (Lembaga Sensor Film) dan pihak rumah produksi sudah sepakat, ya baguslah bisa tayang juga filmnya. Kalau masalah pembayaran belum diselesaikan, saya akan ngambek nggak mau ikut preskon,” ujar Aya, panggilan untuk Andi Soraya saat ditemui di Platters Cafe, Jakarta, Rabu (10/3).

Film Hantu Puncak Datang Bulan yang dibintangi Andi Soraya, Lia Trio Macan dan Ferly Putra itu sempat ditunda penayangannya karena menuai pro dan kontra baik judul maupun isi yang terlalu vulgar. “Karena kemarin-kemarin sempat heboh makanya kita ganti tetapi secara isinya sama, tidak ada perubahan,” ungkap KK Dheeraj ditemui di tempat yang sama.

Dia menjelaskan, secara kriteria filmnya tetap saja. Meskipun disebut vulgar, pria berdarah India itu tidak menolak jika film yang menjadi kontroversi itu masuk kategori vulgar karena banyak adegan esek-esek. “Sebenarnya buat saya filmnya sangat halus, tetapi memang saya akui judulnya sangat bombastis,” ujarnya. “Judulnya kita ganti Dendam Pocong Mupeng,” lanjutnya. (DIN)

Mosi Tidak Percaya untuk Gayus dari halaman 1 jelaskan, di antara sebelas anggota BK, sembilan sudah menandatangani surat protes. Pernyataan itu, bahkan, sudah dikirimkan ke pimpinan DPR sebelum reses. “Sekitar 5 Maret lalu,” ujarnya. Dua anggota yang tak membubuhkan tanda tangan ialah Tri Tamtomo dari FPDIP dan Gayus sendiri. Pada dasarnya, sembilan anggota BK lintas fraksi itu tidak mempersoalkan status keanggotaan Gayus di BK. Tapi, lebih ke soal posisinya sebagai ketua BK. Menurut Chairuman, Gayus dianggap tidak bisa menjalankan kepemimpinan di BK dengan semangat kolektif-kolegial. BK terdiri atas sebelas anggota dengan seorang ketua dan dua wakil ketua. Setiap keputusan seharusnya diputuskan bersama-sama. “Keputusan malah diambil sendiri, otoriterlah. Tidak bisa bekerja sama,” tandasnya. Apa contoh konkretnya? “Intinya, apa yang sudah diputuskan dibatalkan seenaknya,” kata Chairuman tanpa merinci lebih lanjut. BK memang dibatasi tatib agar tidak sembarangan membocorkan kasuskasus pelanggaran kode etik anggota dewan yang tengah diperiksa. Saat Pansus Angket Kasus

Century dibentuk awal Desember 2009, Gayus ditunjuk fraksinya menjadi wakil ketua pansus. Karena itu, dia lantas ditarik dari posisi ketua BK. Dia hanya menjadi anggota biasa. Selanjutnya, koleganya sesama anggota BK dari FPDIP, Tri Tamtomo, didapuk menjadi ketua BK. Sesuai dengan asas proporsionalitas, posisi ketua BK memang sudah jatah FPDIP. Setelah pansus merampungkan tugas, Gayus kembali diminta fraksinya memimpin BK. “Kembali menjadi pimpinan sudah mengambil tindakan macam-macam tanpa bicara (dengan yang lain, Red). Ini membuat suasana menjadi tidak comfort (nyaman, Red),” kata Chairuman. Anggota BK dari FPPP Hisyam Alie membenarkan bahwa dirinya ikut mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Gayus Lumbuun. Dia menegaskan, mereka tidak bermasalah dengan FPDIP dan memahami sepenuhnya bahwa posisi ketua BK memang menjadi jatah FPDIP. “Tapi, beliau (Gayus) kurang sekali koordinasi dengam pimpinan BK yang lain,” ungkapnya. Meski begitu, Hisyam tidak mau menyebut secara terbuka contoh konkret lemahnya fungsi koordinasi Gayus. “Saat menyusun acara atau jadwal kan mestinya harus

rembug dengan pimpinan yang lain,” ujarnya. Menurut Hisyam, para anggota BK sempat merasa nyaman saat Tri Tamtomo menjadi ketua BK menggantikan Gayus Lumbuun. Tapi, dua bulan kemudian muncul lagi surat dari FPDIP yang menetapkan Gayus kembali sebagai ketua BK. “Padahal, kami semua sudah seiya sekata,” akunya. Terpisah, Ketua DPR Marzuki Alie membenarkan adanya protes sejumlah anggota BK terhadap Gayus Lumbuun. Dia berharap persoalan itu bisa segera diselesaikan secara internal. “Memang ada suratnya. Tapi, nanti kita selesaikan dengan baiklah. Sebab, dalam tatib tidak ada ketentuan mosi tidak percaya itu,” paparnya. FPDIP merespons serius persoalan tersebut. Minggu depan, diagendakan rapat khusus untuk membahas itu. “Tentu akan kami pertanyakan permasalahannya dahulu,” kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi via ponsel. Menurut dia, acuan yang menjadi pegangan bersama adalah tata tertib DPR. Prinsipnya, katanya, penempatan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan merupakan bagian dari kewenangan fraksi. “Kalau ada permasalahan, kan bisa dibahas internal dulu,” saran Tjahjo. (pri/bay)

Sang Ibu Berfirasat Buruk, Adik Kandung ... dari halaman 1 secara persis jenis kelaminnya. ‘’Dalam mimpi saya, Fahmi datang dan menyerahkan bayi dalam gendongannya. Dia menyerahkan bayi itu dengan tanpa mengucapkan kata-kata apapun,’’ tutur Adi. Semua firasat buruk tersebut akhirnya terjawab dengan kabar kematian Fahmi Iswandi, yang dikabarkan menjadi korban kesadisan Khoeron (28), warga Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Di hadapan polisi, Khoeron secara terang-terangan mengaku, setelah menghabisi nyawa rekannya dengan menggunakan martil, dia membelah dada dan memakan jantung Fahmi mentah-mentah. Setelah menyimpan mayat Fahmi di dalam peti Kayu di Legenda Malaka, beberapa hari kemudian Khoeron bahkan memakan organ tubuh Fahmi, seperti hati, paruparu, dan usus. Organ tubuh itu ada yang dipanggang dan direbus menggunakan bumbu dapur. Selain itu, Khoeron juga mengaku secara rutin pada setiap malam Jumat memakan daging paha, kaki dan tangan korban, setelah sebelumnya dibakar. Prosesi memakan tubuh korban itu dilakukan dalam

sebuah ritual sebagai syarat menekuni ilmu hitam yang tengah dipelajarinya. Ritual sadis itu dilakukan Khoeron karena dia meyakini dengan memakan tubuh korban yang disebut-sebut memiliki ilmu kebal, maka ilmu tersebut akan berpindah padanya. Selain memakan organ tubuh, Khoeron juga mencabut dua gigi seri korbannya. Usai dilubangi, gigi bagian atas ini dijadikan mainan kalung. Pengakuannya, kedua gigi itu tak dipakai saban hari, hanya saat melakukan ritual. Baginya, kalung gigi seri korban itu dijadikan sebagai jimat. Aksi Khoeron tersebut diklaim oleh banyak orang, jauh lebih sadis dari aksi Sumanto sang kanibalisme dari Purbalingga, Jawa Tengah. IKHLAS Terhadap aksi sadis yang dilakukan Khoeron, Adi Isdiana Fahman atas nama keluarga almarhum menyatakan, pihaknya telah ikhlas menerima peristiwa tersebut. Keluarga memandang peristiwa tersebut sebagai suratan taqdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Namun demikian, pihaknya berharap agar aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman semaksimal mungkin

terhadap pelaku. ‘’Semoga ada hikmahnya dan peristiwa semacam ini tidak terulang kembali. Tapi kami juga berharap agar pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya, jangan sampai dia mengulangi perbuatannya. Karena kemarin kami mendengar kalau ritual yang dilakjukan pelaku itu masih belum sempurna dan kemungkinan dia akan mengulangi lagi perbuatannya itu,’’ tutur Adi. Saat ditanya tentang pelaku yang ditahan oleh aparat kepolisian setempat, Adi mengungkapkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dipertemukan dengan pelaku. Dia mengaku penolakan itu karena khawatir emosi pihak keluarga tidak terkendali saat dipertemukan dengan pelaku. ‘’Kami memang ditawarkan untuk bertemu langsung dengan pelaku, tapi kami menolak karena takut tidak bisa menahan emosi. Kami juga ditawarkan untuk datang ke Batam dan mengikuti secara langsung jalannya proses pengadilan bagi pelaku, tapi karena jaraknya yang jauh, terpaksa kami tidak bisa. Kami hanya memasrahkan proses hukumnya kepada aparat penegak hukum,’’ tutur Djuarmi Indrati menambahkan. KONTAK TERAKHIR

Djuarmi Indrati menuturkan, dia sempat dihubungi terakhir kalinya oleh Fahmi anaknya, sebelum peristiwa tragis menimpa Fahmi. Djuarmi masih ingat kala Fahmi menghubungi, sesaat setelah terjadinya gempa di Sumatera Barat. Saat itu, Fahmi mengabarkan bahwa dirinya tengah berada di atas kapal ikan dalam pelayarannya dari Negara Taiwan ke Batam. ‘’Saat itu Fahmi mengatakan bahwa di tengah laut terjadi tsunami, sehingga kapal harus menepi di pulau yang terdekat. Dia tidak mengatakan menepi di pulau yang mana, hanya katanya saat itu, diperkirakan tsunami akan reda dalam 5 hari,’’ kenang Djuarmi. Kesedihan setelah meninggalnya Fahmi masih nampak pada raut wajah setiap anggota keluarganya. Mereka nampak sesekali meneteskan air mata, saat mengenang almarhum Fahmi Iswandi yang dikenal sebagai sosok yang supel, mudah bergaul dengan siapapun, memiliki rasa tanggung jawab yang besar, serta mudah memberikan bantuan kepada para tetangganya. Selamat jalan Fahmi Iswandi, semoga arwahmu diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan amal bhaktimu selama hidup di dunia. (*)

DPR Desak KPK Sidik Kasus Century dari halaman 1 Alasannya, kelayakan budget plan tersebut dianggap tidak memuaskan. “Kami terpaksa tidak dapat menaikkan anggaran,” kata Eva. Langkah serupa dapat diterapkan kepada KPK. Eva menuturkan, Komisi III DPR dipastikan akan meninjau gelar perkara kasus Bank Century. Dia mengatakan, KPK harus menaikkan status penanganan menjadi penyidikan.

“Apa masih level penyelidikan, atau sudah ada pemeriksaan saksi-sasksi,” ujarnya. Sebab, KPK telah melaksanakan pengusutan kasus bank Century sejak awal September 2009. KPK sebenarnya telah menyerahkan laporan penanganan kasus Bank Century ke DPR. Namun, kata Eva, DPR belum tahu adanya hambatan di tubuh internal KPK. Berdasar informasi yang diterimanya, memang telah terjadi voting antar pimpinan KPK. Dua pimpinan

diduga tidak menyetujui melanjutkan penyelidikan ke penyidikan kasus Bank Century. Selain itu, ada perbedaan pendapat antara juru bicara KPK Johan Budi SP dan Wakil Ketua KPK M. Jasin. Pada Sabtu (6/3) setelah gelar perkara pertama, Jasin mengungkapkan adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang (FPJP) ke Bank Century. Sementara, pada Senin (8/ 3), Johan mengungkapkan,

indikasi korupsi itu belum final, sehingga PK perlu mendalami kasus tersebut. “Itu artinya apa. Berarti di dalamnya ada dinamika, pimpinan tidak satu suara,” kata Eva. Menurut Eva, ancaman penolakan budget plan terkait sikap KPK tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong percepatan penanganan kasus Bank Century. Sebab, DPR saat ini tengah membahas Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP). (jpnn)

Dulmatin Sudah Latih Kader Perakit Bom dari halaman 1 lazim seperti rakitan gerilyawan Filipina Selatan. Bambang memastikan jasad Dulmatin setelah dilakukan pengecekan dna dengan sampel ibu Hj Masniyati dan anaknya Ali Usman. “100 persen Dulmatin dengan kemungkinan kesalahan satu dibanding 100 ribu triliun,” kata alumnus Akpol 1974 itu. Dua orang yang juga tewas di Pamulang adalah pengawal Dulmatin yakni Ridwan asal Maros Sulawesi Selatan dan hasan Nour asal Cengkareng, Jakarta Barat. Di tangan Ridwan ada pistol FN dan hp bernomor sim card asal Aceh. Selain itu ada juga daftar nomor telepon yang ditulis di secarik sobekan kertas.

Tim DVI ( Disaster Victim Identification) Mabes Polri juga melakukan pengecekan kesamaan alis Dulmatin, raut muka, tahi lalat dan bentuk hidung. “Tadi (kemarin, red) pagi jam 10 saya laporkan ke presiden SBY dan Wapres Boediono.” Secara tegas, BHD menyebut kelompok yang “bermain” di Aceh dan digerakkan oleh Dulmatin adalah Jamaah Islamiyah. “Kita kontak tembak di Aceh sejak tanggal 22 Februari dengan kelompok JI,” katanya. Dulmatin dibantu oleh orang-orang yang pernah tertangkap dalam kasus terorisme sebelumnya. “Dari 400 orang yang tertangkap sudah 242 orang yang bebas. Nah, sebagian dari mereka ini bermain kembali,” kata BHD. Kapolri memastikan penang-

kapan Dulmatin berdasarkan pengakuan teroris yang ditangkap di Aceh. Salah satunya adalah pengakuan Ismet Hakiki dan Zakky Rahmatullah.?Ismet ini adalah orang yang pernah terlibat pengeboman Kedutaan Besar Australia tahun 2004,” kata mantan Kabareskrim itu. Sebelum menangkap Dulmatin, polisi juga meringkus Sofyan Atsauri di Depok, Jawa Barat. Sofyan adalah pemasok senjata latihan. “Dia pernah mendirikan tempat latihan menembak di Depok,” kata Bambang. Total ada 21 orang yang sudah diringkus di Aceh dan lima orang dalam penggerebegan di Pamulang. “Skenario mereka itu tidak terputus dan saling berkaitan,” kata BHD. Dulmatin juga sudah meme-

rintahkan anggotanya untuk melakukan aksi perampokan. “Sudah ada instruksi untuk fa?i ( perampokan) di beberapa wilayah lain,” kata Kapolri. Fa?i adalah aksi mengambil harta orang yang dianggap kafir atau murtad untuk mendukung aksi. Saat ditanya soal hadiah 10 juta USD yang ditawarkan pemerintah AS dan Filipina untuk kepala Dulmatin, Bambang menjawab diplomatis. “Kita tidak bekerja berdasar itu ( hadiah uang) tapi murni untuk penegakan hukum,” katanya. Kapolri juga berterimakasih atas bantuan masyarakat Aceh yang membantu pengungkapan jaringan Dulmatin itu. “bahkan sampai keuchik (kepala desa) ikut membantu, Polri sangat bersyukur atas bantuan warga Aceh,” katanya. (rdl)

Stamina Prima siap keliling Desa MENJADI pamong desa bukanlah pekerjaan ringan, apalagi jika desa tersebut luas sebagaimana desa-desa di Sumatera. Seorang pamong harus mau berkeliling menjelajah desa untuk mengetahui langsung kondisi desanya. Konsekuensi tugas seperti itu disadari betul oleh Suwarno (41 th) pamong (carik) desa yang tinggal di Dusun 4 , Kecamatan Tri-murjo, Lampung tengah-Lampung. Karena itu Suwarno selalu berusaha agar kondisi tubuhnya prima dan tak mudah terserang penyakit saat menjalankan tugas menjelajah desa. Namun sesuai hukum alam, Suwarno sulit untuk menghindar dari masuk angin karena tugasnya lebih sering di ruang terbuka. “....jika masuk angin datang, perut terasa kembung dan badan pegal-pegal...otomatis tugas terganggu..” ungkap Suwarno. Untuk mengatasinya dia mengkonsumsi obat-obatan , kerokan atau pijat. Namun hasilnya kurang sesuai harapan ataupun hanya efektif untuk sesaat. Dari seorang teman, Suwarno mendapat Gentong Mas untuk dicoba. Baru empat hari rutin minum , manfaat Gentong Mas sudah terasa. “...badan men-jadi hangat dan masuk angin

tak datang lagi, sehingga setiap bangun pagi badan terasa segar dan siap untuk men-jalankan tugas..” tutur Suwarno bersyukur. Setelah mersakan sendiri manfaatnya,kini Suwarno rutin minum Gentong Mas tiap pagi dan sore. “... selain ber-manfaat, juga lezat...tak salah jika Gentong Mas disebut sebagai cara nikmat untuk tetap sehat “ ujar Suwarno meng-akhiri pembicaraan.

Gentong Mas , suplemen kesehatan dengan Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) sebagai bahan utama terbukti memiliki banyak manfaat. Menurut Jeff Nugent dalam buku “Permaculture Plants (2004)” Riboflavin dan Ascorbic Acid pada Gentong Mas memperlancar metabolisme dan mening-katkan imunitas. Sedang-kan menurut Imunolog Jerman, Hidelbert Wag-ner, Nigella Sativa , yang menjadi bahan Gentong Mas, mengandung Omega kadar tinggi yang menambah

daya tahan tubuh terhadapalergi, asthma , masuk angin serta da-pat meningkatkan keperkasaan pria secara alami dan aman. Untuk hasil optimal, pola hidup sehat seperti mengurangi rokok, berolah-raga teratur dan banyak minum air putih juga perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Ala-wi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang mera-sakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabu-paten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Apt. Adiwerna, Jl. Raya Adiwerna. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

KAMIS, 11 MARET 2010

8

RADAR TEGAL

Mentari DILENGKAPI Paket 50 Baru Aplikasi Resmi Esia Hp Esia Connect: Hp Entry Level Dengan Harga Termurah

Kirim SMS Hanya Rp 50 Per SMS

TEGAL - Kabar baik untuk pelanggan Indosat yang mengaktifkan kartu perdana Mentarinya mulai 4 Maret kemarin. Setelah banyak benefit (keuntungan, red.) yang didapatkan pelanggan Mentari lama, Mentari 50 baru kini hadir dengan berbagai benefit dan kemudahannya. Salah satu benefit yang bisa langsung dinikmati pelanggan Mentari 50 baru ini adalah tarif nelpon Rp 50 per menit ke sesama Indosat lokal atau berada dalam satu wilayah provinsi. Ini berlaku 24 jam alias sepanjang hari.

Sedang untuk panggilan ke sesama Indosat SLJJ, CDMA, dan operator lain dikenakan tarif Rp 500 setiap 30 detiknya. Selain tarif nelpon yang sangat murah, pelanggan Tegal yang melakukan aktifasi kartu perdana Mentari mulai 4 Maret, juga dimanjakan dengan tarif SMS baru yaitu Rp 50 per SMS ke semua operator. “Tarif ini berlaku sejak 10 Maret sampai dengan 30 Juni mendatang. Kemudahan lainnya terbukti dengan tetap berlakunya bonus 100 SMS per hari bagi pelanggan Tegal yang memiliki pulsa diatas Rp 5.000, setelah mengirimkan 1 SMS berbayar Rp 50,” kata Head of Tegal Branch Indosat, Nurkholis, kemarin.

Cara menikmati program ini, tmbah Nurkholis, sangat mudah. Yakni cukup dengan membeli kemudian mengaktifkan starter pack atau kartu perdana baru Mentari. “Sama dengan program Mentari 50 sebelumnya, untuk menikmati benefit program Mentari 50 baru ini, pelanggan tidak perlu melakukan registrasi apapun,” tambah Nurkholis lagi. Ditandaskan pula, ketentuan bagi pelanggan Mentari 50 baru adalah pelanggan tidak bisa mengikuti promo lainnya seperti program Mentari Obral Obrol, Obral SMS dan Free Talk 5 Jam. Pelanggan Mentari 50 baru ini, juga tidak bisa pindah ke paket lain atau pun sebaliknya. (zul)

Grow with Character (47/100) Series by Hermawan Kartajaya

Belajar “Ilmu Tiga” dari Ida Bagus Mantera PADA suatu hari (dalam sebuah seminar) saya bertemu Dr Ida Bagus Mantera di Jakarta. Ketika itu, saya sudah mulai lebih banyak beraktivitas di ibu kota. Pak Mantera waktu itu adalah Country CEO untuk IBM di Indonesia. Beliau orang pintar dan suka mengajar. IBM ketika itu dianggap sebagai satu satunya “School of Management” di Indonesia. Artinya, Anda bisa belajar banyak ilmu manajemen dengan bekerja di situ. Persis kayak Unilever yang “School of Marketing” dan Citibank yang “School of Banking”. Karena kenal Pak Mantera, saya jadi sering keluar masuk kantor pusat IBM di Jakarta. Saya bahkan lantas menarik Pak Mantera untuk menjadi ketua umum AMA Indonesia (organisasi ini memisahkan diri dari IMC atau Indonesia Managers Club). Salah satu pelajaran yang sangat berharga buat saya dari Pak Mantera adalah “ilmu tiga”! Setiap kali melihat Pak Mantera bicara, saya terkagum kagum. Pengetahuan manajemennya sangat dalam. Slides-nya selalu bagus. Time Management juga rapi, tidak pernah bicara kependekan (terlalu pendek) atau kepanjangan. Selain itu, yang paling penting adalah sistematik. Ketika saya tanya rahasianya, terutama untuk aspek yang terakhir, jawabannya ya “Ilmu Tiga” itu. Beliau bilang, pada waktu itu, baru saja ikut sebuah kursus di Australia yang namanya “Think on Your Feet!” Artinya, bagaimana kalau Anda tahu- tahu (tiba-tiba) dipanggil untuk bicara atau memberikan sambutan. Padahal, Anda tidak punya persiapan sama sekali. Jadi, sambil berdiri dan berjalan menuju panggung atau mimbar, Anda mesti bisa segera mikir tentang apa yang mau diucapkan. Yang paling bagus ya “tiga” itu! Dua terlalu sedikit, kelihatan “kurang berisi”. Lebih dari tiga agak susah “ditangkap” orang. Atau kalau mau lebih dari tiga, ya “lima” sekalian, seperti Pancasila yang dahsyat itu. Dan kalau mau lebih dari lima ya sekalian “sepuluh”. Lihat aja The Ten Commandment atau Sepuluh Perintah Allah di Perjanjian Lama. Tapi, yang praktis ya tiga itu. Pak Mantera lantas berceritera bahwa orang Bali punya Tri Hita Karana,y aitu keseimbangan dalam hidup. Antara God, Nature, and People! Kalau keseimbangan ini terganggu, maka kehidupan masyarakat pun akan terganggu. Urutannya bagus juga kan. Tuhan atau God duluan karena punya tingkatan paling tinggi. Setelah itu alam atau nature, karena manusia hidup di dalam alam yang diciptakan Tuhan. Dan akhirnya manusia atau people. Kalau ketiganya seim-

CMYK

bang, maka “taksu”-nya akan kuat. Penggambarannya, Tuhan di atas, alam bisa di kiri dan manusia di kanan. Jadi ada hubungan “vertikal” dan “horisontal”. Perguruan tinggi punya Tri Dharma yang urutannya penelitian, pengajaran, dan pengabdian. Research, teaching, and service! Urutannya biasanya seperti itu. Karena riset adalah “pengembangan ilmu” jadi disebutkan duluan, baru “pengajaran ilmu” kepada mahasiswa.

Baru terakhir, “mengabdikan ilmu” itu kepada masyarakat luas. Polisi juga punya Tri Brata yang bermakna: penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan pelayanan. Kalau mau dicari, banyak sekali yang “tiga” semacam ini. Pak Mantera juga menunjukkan bahwa pidato atau tulisan orang pintar banyak yang pada intinya terdiri atas “tiga bagian” atau “tiga aspek” atau “tiga fase” dan sebagainya! Supaya sistematik, Anda bisa pakai “waktu” sebagai dimensi. Past, present and future misalnya! Bisa saja, Anda tibatiba diminta memberikan “sepatah dua patah kata” atau “sekapur sirih” pada suatu pertemuan antarsiswa eks SMA misalnya. Anda sambil jalan ke mimbar, sambil mikir tentang masa lalu (persepsi pada waktu Anda sekolah di situ), masa sekarang (persepsi Anda pada sekolah tersebut sekarang) dan masa depan (harapan Anda akan sekolah tersebut di masa mendatang). Tapi, anda juga bisa meninjaunya dari sisi guru, siswa, dan administratornya. Itu kalau mau pakai dimensi “manusia” di sekolah. Bisa juga dilihat dari dimensi alumninya saja, misalnya yang sukses, normal, dan gagal! Jadi satu masalah bisa “dibedah” dari berbagai segi. Tinggal dimensinya saja yang bisa diganti-ganti. Time and Space Dimensions tentu

yang paling populer. Dimensi Waktu (past, present, future) atau ruang (internal, external, environmental). Nah, setelah dipilih satu dimensi dengan tiga aspek, Anda bisa mengembangkan lagi dengan tiga hal lagi untuk tiap tiap aspek. Jadi bisa tiga kali tiga jadi sembilan. Atau bisa terus jadi dua puluh tujuh dan seterusnya. Selain itu? Anda harus mengatakan dimensi yang dipilih di depan sambutan atau penulisan sebagai “executive summary”. Dengan demikian, audiens sudah ter-”frame” ketika mendengarkan “isi” dari “frame” tersebut! Hal ini bisa dilatih, kata Pak Mantera. Waktu itu, beliau sebenarnya mengajak saya untuk jadi “asisten” pelatihan itu pada orang lain. Tapi hal itu memang tak pernah kejadian dan saya pun tak pernah melihat materi aslinya. Namun, saya benar benar terkesan dengan “ilmu tiga” yang diturunkan secara tak sengaja tersebut. Apalagi, sebagai orang eksSampoerna pasti saya percaya pada ampuhnya angka sembilan! Bahkan kata MARKETING sendirikan bisa diurai di tiga kali tiga: MARKET-ING ! Karena itu pula, logo pertama MarkPlus Professional Service adalah tiga kotak kubus yang berjumlah sembilan. Tiga di atas: MAR, tiga di tengah: KET dan tiga di baris bawah: ING! Inspirasi “ilmu tiga” itu begitu kuat saya pegang,sehingga Sembilan Elemen saya dimulai dari STRATEGY (Segmentation,Targeting, Positioning atau STP) untuk memenangkan Mind-Share. Diteruskan dengan TACTIC ( Differentiation, Marketing Mix, Selling atau DMS ) untuk memenangkan Market-Share. Dan diakhiri dengan VALUE (Brand, Service, Process atau BSP ) untuk memenangkan Heart-Share! Begitu juga dengan konsep 4C yang terdiri atas Landscape yang harus dihadapi Company (C pertama), Landscape-nya sendiri ada tiga yaitu Customer (C kedua), Competitor (C ketiga) dan Change (C keempat). Kenapa urutannya begitu? Ya, buat saya, customer yang paling penting untuk dimengerti, karena merupakan pihak yang harus dilayani dan dipuaskan. Setelah itu baru Competitor supaya kita bisa bikin strategi pelayanan yang jitu. Akhirnya Change supaya bisa mengantisipasi perubahan yang akan terjadi pada Customer dan Competitor. “Ilmu tiga” ini juga pas dengan Why (reasoning),What (strategizing), How (executing) dari Harvard Business School. Ampuhkan “Ilmu Tiga” yang diajarkan Ida Bagus Mantera ini? (*)

Messenger dan Facebook

ANTUSIASME masyarakat terhadap berbagai aplikasi pertemanan social, seperti facebook atau pun instant messenger terus menggugah kreativitas Esia. Setelah hadir dengan Hp Esia Gayaku dan Hp Esia Online, Esia kembali menurunkan harga hp warna termurah dengan menghadirkan Hape Esia Connect yang sarat dengan aplikasi resmi pertemanan sosial. Dengan harga yang paling murah dari yang pernah ada, hanya senilai Rp 225 ribu (plus PPN), Hp Esia Connect akan memperkaya pilihan kaum muda untuk memiliki hape warna murah, keren dan canggih untuk bisa saling berhubungan melalui facebook atau Esia Messanger. “Kami melihat mobile chatting application akan semakin diminati oleh kaum muda. Anda lihat sendiri bagaimana antusiasmenya mereka saat peluncuran Hp Esia Gayaku. Demikian juga dengan Hp Esia Online seperti terlihat pada panjangnya daftar tunggu pemesanan. Dengan Hp Esia Connect, pilihan masyarakat untuk punya hp warna yang murah dan canggih makin mudah,” kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, Erik Meijer. Uniknya lagi, aplikasi facebook yang berjalan di hp ini merupakan aplikasi resmi dari perusahaan penyedia layanannya. Bukan hanya sekedar web link seperti hape yang disediakan oleh operator lainnya.

DOK./RATEG

LENGKAP DAN MURAH - Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom, Tbk, Erik Meijer (kiri) baersama EVP Marketing, Product & CRM, Ridzki Kramadibrata, saat meluncurkan Hp ESIA Connect di Jakarta.

Dengan aplikasi resmi ini, pengguna Hp Esia Connect semakin mudah mengupdate status, melihat profil teman atau memberikan komentar. Ponsel lainnya yang ada di pasaran saat ini dengan kemampuan seperti Hp Esia Connect harganya sangatlah di luar jangkauan masyarakat. Sebaliknya ponsel lainnya yang juga mahal tapi lebih murah, kemampuan jejaring sosialnya hanya sekedar web link.

“Inilah nilai lebih Hp Esia Connect, sekaligus yang membedakannya dengan hp-hp sejenis yang dikeluarkan oleh vendor dan operator lainnya,” jelas Erik. Esia Messenger, diakuinya, akan terus dikembangkan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan popularitas Esia Messenger ini akan melebihi penggunaan SMS, karena tarifnya yang terjangkau.. (*/zuhlifr arrisndy)


CMYK

METROPOLIS

KAMIS, 11 MARET 2010

9

RADAR TEGAL

METRO

WATCH DBD Mulai Ancam Warga MUSIM penghujan telah datang. Banjir dimanamana. Beragam persoalan kesehatan pun bermunculan. Mulai penyakit kulit, diare, muntaber hingga penyakit lain yang agak gawat: Demam Berdarah Dengue! Sejak Januari hingga bulan ini saja, dilaporkan penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aegypti tersebut telah menelan 46 penderita, bahkan ada satu orang yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut sebagian besar penderita penyakit mematikan itu berasal dari anak-anak. Yang rata-rata usianya dibawah 12 tahun. Mereka juga kekurangan cairan dan trombosit, sehingga mengalami penurunan yang sangat drastis hingga di bawah 100. Mengatasi persoalan tersebut, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah kota?

Soal UN Dikunci Tiga Lapis Antisipasi Kebocoran Soal PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) tahun ini lebih ketat dari sebelumnya. Karenanya, dalam

penyimpanan soal-soal pun kunci yang digunakan sebanyak tiga lapis. Ini dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, untuk mengantisipasi adanya kebocoran soal dalam pelaksanaan UN. Dalam

pendistribusian soal juga akan dikawal oleh polisi. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Drs Sipon Junaedi MPd mengatakan, soal dari sub rayon disimpan dengan pengamanan yang berlapis-lapis.

Artinya, soal ditempatkan pada ruang khusus, kemudian digembok mengunakan tiga buah kunci. Selain itu, pengamanan jalannya ujian juga ekstra ketat. Yakni tim pengawas dipastikan dilakukan silang murni dan juga meli-

batkan tim independen dari Perguruan Tinggi (PT) UNNES Semarang. Karena perguruan tinggi disini memiliki peran penting, sehingga diberikan kewenangan untuk memantau hingga di dalam ke hal 15 kol 5

Sampaikan komentar Anda ke No: PEDULI

08159440722

Artis ibukota, Yessy Gusman, memberikan berkas arsip akreditasi sebagai bekal pelatihan LKP pada ketua DPC HIPKI Kota Tegal, Drs Yusqon Mpd, kemarin.

INSIDEN

HERMAS PURWADI/RATEG

TERKAPAR - Tukang yang tersengat listrik teganggan tinggi dirawat di Ruang Anyelir RSUI Harapan Anda.

HERMAS PURWADI/RATEG

Angkat Besi, Tersengat Listrik

Peran LKP di Tengah Dinamika Masyarakat Metropolis

APES! Itulah nasib yang dialami Ahmad (45) pekerja bangunan yang juga warga Desa Gunungan Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Dia tersengat aliran listrik teganggan tinggi saat melakukan pekerjaan renovasi di rumah H Khabidin ( 56) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 81 Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Rabu (10/3). Akibat insiden tersebut, sekujur tubuh korban terbakar dan dia sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUI Harapan Anda. Informasi yang berhasil dihimpun, siang itu sekitar pukul 11.00 WIB korban bermaksud memindahkan besi kerangka bangunan yang dibutuhkan rekannya dibagian atas. Hujan yang turun siang itu, membaut korban tergesa- gesa memindahkan lonjoran besi tersebut tanpa melihat kebagian atas.

BERI KEPANDAIAN untuk Warga Kurang Mampu PENDIDIKAN Luar Sekolah Masyarakat atau lazim disebut pendidikan non formal yang kini lebih akrab ditelinga dengan istilah LKP atau Lembaga Kursus Pelatihan, terus berupaya berkriprah membantu warga metropolis yang terpinggirkan.

ke hal 15 kol 5

ASPIRASI

M SAEKHUN/RATEG

RAKOR - Komisi II DPRD bersama Dislatan dan DPPKAD menggelar Rakor untuk menyelesaikan masalah satpam TPI.

PembayaranSatpamTPI DianggarkandalamUbahan PERJUANGAN 15 Satpam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tegal, Jongor dan Muarareja akhirnya menuai hasil. Walaupun sampai saat ini tunggakan belum dibayarkan, namun Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) memberi lampu hijau. Karena untuk pembayaran uang makan satpam TPI yang nunggak sampai 2 bulan, akhirnya akan dianggarkan melalui perubahan APBD Kota Tegal tahun 2010. Sedangkan untuk pembayaran bulanan, Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislatan) diminta mencari dana talangan agar tidak sampai nunggak.

Gelar Kompetisi Bola SETELAH sempat vakum dalam berkegiatan Pengcab PSSI Kota Tegal kembali menghidupkan denyut olahraga rakyat sepak bola. Kali ini ajang kompetisi digelar dengan lebih membidik pemain dimasing-masing klub yang berusia muda. Dari kompetisi ini pengurus berharap metropolis bisa ikut andil diajng Piala Suraitn tingkat Jawa Tengah. Ketua pelaksana kompetisi merangkap sekretaris umum Pengcab PSSI Kota Tegal Supardi menyatakan ada 23 klub yang ambil bagian diajang kompetisi yang menggunakan sistem setengah kompetisi dan sistem gugur dipartai delapan besar tersebut. ke hal 15 kol 5

CMYK

non formal sendiri sejatinya masuk dalam deretan pendidikan masyarakat lainnya seperti kejar paket A, dan PAUD. Ketua I DPC Himpunan Penyelenggara dan Pelatihan Kursus Indonesia (HIPKI) Drs Yusqon Mpd mengakui saat ini dari sekitar 50 lembaga kursus,

baru ada sekitar 34 lembaga yang sudah mengantongi ‘NILEK’ atau Nomor Induk Lembaga Kursus. “Lembaga itu terdiri dari beragam jenis ketrampilan yang diajarkan mulai dari komputer, tata rias pengantin, tata ke hal 15 kol 1

Data Jamkesda Tidak Valid

Dua ABK Tegal Tewas

Dewan Bakal Panggil Sekda

DUA Anak Buah Kapal (ABK) asal Keluarahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal meninggal dunia saat berada di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka, antara lain Rasmani (33) warga Jalan Blanak RT 03 RW 01 dan Sanuri (65) warga Jalan Layang RT 09 RW 09 Keluarahan Tegalsari. Ketua HNSI Kota Tegal Mahmud Efendi, Selasa (9/3) mengatakan, Rasmani (33) merupakan ABK KM Andhika 02 dengan alat tangkap cumi. Dia meninggal saat berada di perairan Tanjung Puting Kalsel, Kamis (4/3) petang. Setelah melalui perjalanan laut, jenazah korban sampai di Pelabuhan Tegal, Senin (8/3). Hari itu juga jenazah langsung dimakamkan setelah dilakukan visum luar di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga. “Sesuai hasil visum, di tubuh Rasmani tidak ada tanda-tanda

MENYIKAPI banyaknya keluhan masyarakat, terkait dengan data Jaminan Kesehatan (Jamkesda) tahun 2010 yang dinilai kurang valid. DPRD Kota Tegal dalam waktu dekat bakal memanggil Sekretaris Daerah (Sekda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB, dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, Aset Daerah (DPPKAD) untuk menggelar rapat koordinasi (Rakor) soal data Jamkesda tersebut. Ketua DPRD Kota Tegal H Edy Suripno SH, Rabu (10/3) kemarin, mengatakan, menyikapi permasalahan data Jamkesda yang ke hal 15 kol 1

M SAEKHUN/RATEG

DIALOG - Rombongan Komisi II DPRD berdialog dengan Direktur RSU Kardinah saat melakukan tinjauan pelayanan di Poliklinik RSU beberapa waktu lalu.

penganiayaan atau tindak pidana lainnya. Sehingga, dimungkinkan Rasmani meninggal karena sakit jantung atau lainnya. Setelah divisum, kami mewakili pemilik kapal menyerahkan jenazah ke keluarganya,” kata Mahmud. Sedangkan sebelumnya, menurut Mahmud, Sanuri (65) yang merupakan ABK KM Triana milik H Tarjono juga meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang dari perairan Kalsel. Korban sempat diperiksa di puskesmas. Karena penyakitnya kronis, tim medis menyarankan dibawa pulang. Namun, di tengah perjalanan pulang korban meninggal dunia sehingga sampai rumah sudah tak bernyawa lagi. “Hasil visum luar tim medis, kedua ABK meninggal karena sakit. Bukan karena penganiayaan atau tindak pidana lainnya,” tuturnya. (hun)

Dari Kunker Komisi A DPRD Provinsi Ke Kota Tegal

HAKI Jadi Pilot Project

ke hal 15 kol 1

OLAHRAGA

Di metropolis geliat LKP menunjukkan warna tersendiri, dimana saat ini ada sekitar 50 tempat kursus yang sangat dibutuhkan mereka untuk bekal berwirausaha dan melamar pekerjaan dengan kemampuan praktis yang dimilikinya. LKP yang merupakan pendidikan

Anggota Komisi A DPRD Provinsi, Rabu (10/3) mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Tegal. Kunjungan tersebut terkait dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang ada. Apa hasilnya? LAPORAN: ADI MULYADI SEKITAR pukul 12.00 WIB rombongan dari Semarang sampai di Balikota Tegal. Sejumlah anggota komisi A DPRD Provinsi, diantaranya Wakil Ketua Komisi A Ir Atyoso Muchtar sebagai ketua rombongan.

Kemudian anggota lainnya Samsul Bahri dari Fraksi Golkar, Noval Najib PKB, Zaenal Abidin Gerindra. Suwandi Golkar, Titik dari Hanura, Sumadi fraksi Demokrat, Bambang Haryanto PDIP, Wahyudin Nur Aly PAN, dan Husen Mualif Demokrat, nampak turun dari mobil. Kedatangan mereka langsung disambut jajaran Pemkot Tegal. Dan langsung mengadakan pertemuan di ruang rapat lantai II Setda Kota Tegal. Jajaran Pemkot yang hadir pada saat itu Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Hartoto dan Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Perindag Drs Mufrodi. Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Komisi A Ir Atyoso Muchtar mengungkapkan maksud keda-

tangannya dan rombongan. Yaitu untuk menjajaki HAKI di Kota Tegal. “HAKI adalah menyangkut hak cipta dan kekayaan industri, monopoli, merk dan yang lainnya. Karena Kota Tegal mempunyai produk andalan yang terkenal dimana-mana. Itu ingin kita ketahui dan dijadikan referensi,” katanya. Mengetahui itu, Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Perindag Drs Mufrodi menerangkan HAKI di wilayahnya. Menurutnya HAKI itu timbul atau lahir lantaran intelektualnya manusia melalui karya. Ruang lingkupnya ada 6. Di antaranya Hak Paten dilindungi UU No 16 tahun 2001. Hak Merk dilindungi UU No 15 tahun ke hal 15 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

TANYA JAWAB – Salah seorang aggota DPRD provinsi bertanya mengenai HAKI kepada Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tegal.


PEMALANG

10

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285) 4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

PEMDES Bersatu Membangun Desa IMAM Haris SSos yang dilantik Camat Taman Sultanto SIp mewakili Bupati Pemalang HM Machroes SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kades Jebed Utara, mengharapkan seluruh unsur masyarakat bersatu untuk memajukan Desa Jebed Utara. Karena baginya tidak ada pihak-pihak yang pro maupun kontra, semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun Desa Jebed Utara menjadi lebih baik. Himbauan itu disampaikan agar semua komponen masyarakat, nantinya dapat memerankan diri dalam proses percepatan pembangunan. Yakni dengan turut terlibat aktif dalam rencana dan pelaksanaan pembangunan. “Kades tidak bisa apa-apa tanpa adanya dukungan seluruh masyarakat,” tuturnya kepada Radar Rabu (10/3) kemarin. Pelaksanaan pelantikan pada Rabu (3/3) pekan lalu sendiri lanjut Imam, berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Di mana semua unsur yang diundang, turut hadir untuk mengikuti proses demokrasi pemerintahan desa tersebut. Sebagai langkah awal setelah dilantik, pihaknya belum lama ini langsung mengadakan pembentukan BKM. Termasuk rencana pembentukan BPD yang akan dibentuk dalam waktu dekat. “BKM sudah kami bentuk, insya-Allah dalam waktu dekat kami juga akan membentuk kembali BPD,” ungkap dia. (cw2)

Dulmatin Bakal Dikubur di Kampungnya Keluarga Kenali Jenazahnya PEMALANG - Keluarga teroris paling dicari Joko Pitono alias Asmar Usman alias Dulmatin akhirnya mengenali jazadnya setelah datang ke Jakarta. Kedatangan salah satu dari keluarga ini setelah dijemput oleh salah satu stasiun televisi swasta. Dengan situasi tersebut Rabu (10/30 kemarin keluarga di rumah ibunda teroris ini melakukan persiapan dengan menutup toko dan mengeluarkan kursi tamu untuk menggelar tikar menyambut kedatangan jenazah. Sementara tetanggatetangganya mau menerima kalau Dulmatin akan dimakamkan di kampung halamannya. Ayah tiri Dulmatin, Jazuli saat diwawancara wartawan mengemukakan sudah sejak lama ada keinginan dari keluarga kalau Dulmatin dimakamkan di kuburan Petarukan kalau sampai terjadi hal seperti ini. “Ibunya sudah lama mengatakan kalau Dulmatin sampai meningal dunia akan dimakamkan di Petarukan saja,” kata dia. Pemakaman yang akan digunakan adalah TPU di Desa Bulu Kecamatan Petarukan. Menurutnya, Azam kakak kandung Dulmatin datang ke Jakarta untuk melihat jenazahnya dan mengenalinya dari tahi lalat yang ada di dagunya. “Azam mengenali kalau jenazah tersebut adalah Dulmatin, sebelumnya kami ndak yakin meskipun di TV terpampang foto yang menyerupai, namun setelah Azam melihat ada tahi lalat di dagu, barulah kami yakin,” tuturnya. Semenjak Dulmatin dinyatakan teroris oleh Mabes Polri pasca Bom Bali pada tahun 2002 yang lalu, pihak keluarga tidak mengetahui aktivitas

Dulmatin dan tidak mau mencari tahu. Namun demikian mereka kooperatif saat didatangi polisi untuk keperluan mencari buktibukti. Meski demikian selama ini di rumah sekaligus toko itu tidak ditemukan bukti apa pun. Dengan positifnya jenazah teroris yang ditembak Densus 88 di Pamulang Jawa Barat itu adalah Dulmatin, keluarga langsung melakukan persiapan. Bahkan adik seibu lain ayah dari Dulmatin, Nana menghentikan wawancara ayahnya itu dengan sejumlah wartawan untuk keperluan mengemasi tokonya. Jazuli pun akhirnya menuruti kemauan anaknya yang mengenakan seragam medis PNS itu. Sejumlah tetangganya membantu mengeluarkan meja dan kursi tamu, sedangkan televisi yang sejak pagi dinyalakan langsung dimatikan. Di depan toko di Jalan Pasar Utara nomer 24 Keboijo Petarukan itu dalam sekejap didatangi banyak warga. Salah satu warga Waluyo menuturkan semenjak berita penembakan teroris di Pamulang, toko Bu Yati menjadi perhatian warga. Mereka ingin mengetahui lebih jauh apa yang dilakukan keluarga Dulmatin itu. “Azam dijemput oleh salah satu stasiun TV ke Jakarta untuk melihat jenazah Dulmatin sekaligus mau wawancara, sedangkan Bu Yati diungsikan ke Tegal, di tempat anak keduanya Luwi,” kata dia. Namun demikian meskipun Dulmatin adalah teroris paling dicari dengan hadiah yang besar bagi penangkapnya, masyarakat mau menerima kedatangan jenazahnya untuk dimakamkan di kampung halaman.“Kami tidak masalah kalau Dulmatin dimakamkan di Petarukan,” tambahnya. Kepastian Dulmatin akan dimakamkan belum ada kejelasan. Kapan jenazah tiba juga belum ada pemberitahuan. (ali)

Maling Motor, Lima Remaja Ditangkap PEMALANG - Polres Pemalang berhasil menggukung komplotan maling motor dan jaringannya Selasa (9/3) malam kemarin. Kelimanya masih berusia muda dan merupakan pemain baru bahkan dua diantaranya berstatus pelajar. Dari kelimanya polisi menyita sejumlah sepeda motor dan sarana untuk mencuri berupa kunci T. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH mengemukakan adanya penangkapan maling motor tersebut. “Berdasarkan informasi dari masyarakat yang

menyatakan ada anak muda sering menggunakan sepeda motor yang mencurigakan, kami menindaklanjutinya dengan menangkap dua dari mereka,” kata dia Rabu (10/3). Dari dua maling yang pertama kali ditangkap itulah kasus kemudian dikembangkan hingga polisi menangkap tiga maling lainnya dan seorang penadah. Mereka adalah Andri Setyawan (17), Muh Rifai (19), Furqon Khaerul Anam (17) pelajar, Satriyo (16), Ahmad Husein (19) pelajar, kelimanya warga Kecamatan Taman Pemalang. Sedangkan seorang penadah ada-

lah Agus Aryo (24). Dari komplotan tersebut polisi menyita 10 buah sepeda motor dan 2 kunci T. “Mereka beraksi di sembilan TKP, enam di antaranya di Kabupaten Pemalang sedangkan dua di Kajen dan satu di Slawi,” tambah Kasat. Aksi pencurian ini dilakukan sejak Januari hingga Maret 2010 dengan sasaran sepeda motor yang diparkir di rumah dan tempat parkir umum, termasuk di depan warnet. Polisi menyatakan masih terdapat satu orang lagi yang terlibat dalam komplotan tersebut dan dinya-

takan sebagai buronan. Salah satu tersangka Ahmad Rifai saat diwawancara mengatakan untuk satu kali aksi mencuri mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu. Uang itu diperoleh dari teman mereka yang sekarang masih menjadi buronan. Untuk merencanakan aksi mereka, biasanya berkumpul di sebuah rumah kosong di Taman Asri. Sementara penadah barang curian Agus Aryo mengatakan untuk sebuah sepeda motor dijualnya seharga mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung mereknya. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BERKERUMUN - Warga berkerumun di depan toko Bu Yati begitu diperoleh kepastian jenazah teroris Pamulang adalah Dulmatin.

Pernikahan Menjadi Resmi Secara Hukum SEJUMLAH warga dari kalangan kurang mampu di Kabupaten Pemalang, Rabu (10/3) kemarin mengikuti kegiatan nikah masal. Acara ini diselenggarakan Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag, pengusaha distributor pupuk terkenal, yang bekerja sama dengan Jamaah Majalis Taklim Az Zahroh, LPK Mandiri, Salon Noni dan LSM Forum Lintas Pelaku Pemberdayaan Masyarakat (FLPPM). Sejumlah warga yang mengikuti nikah masal kali ini sedikitnya ada 4 pasangan yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka sebelumnya telah menjalani hidup serumah tanpa ada ada ikatan secara resmi sesuai hukum. Mereka itu diantaranya, Ujang Bei (51) bersama pasangannya Sri Utami (35) asal RT 06/RW 06, Trowuh (44) dengan Saniah (43) warga RT 06/RW 07, Wasjad (48) dengan Watronah (47) warga RT 05/RW 07 yang semuanya itu warga Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang. Sementara pasangan lainnya Kiswoyo (44) dengan Sulikhah (34) warga asal Desa Kendayakan Kecamatan Warurejo Kabupaten Tegal. Pasangan penganten tersebut kebanyakan sudah mem-

punyai anak dan mereka itu dalam menjalin hubungannya sudah cukup lama, antara 4 hingga 18 tahun. Namun karena tidak mampu untuk membiayai untuk melangsungkan pernikahan secara resmi. Akhirnya mereka terpaksa melakukan nikah siri, meskipun dilarang oleh hukum negara. Sebelumnya, mereka menjalani upacara sakral melakukan ijab dan qobul di Masjid Pagaran. Dalam acara itu dipimpin Kepala KUA Kecamatan Pemalang Drs Ahmad Afroni sekaligus sebagai penghulunya. Dan disaksikan KH Ahmad Munawir, jamaah Majelis Taklim Az Zahroh dan warga sekitar masjid. Setelah selasai ijab qobul,

pasangan diarak dengan becak munuju pusat acara, di rumah Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag. Kemudian penganten duduk bersanding di pelaminan yang telah disiapkan panitia. Dengan iringan hiburan orgen tunggal membuat acara bertambah meriah, bahkan saking gembiranya semua pasangan penganten ikut berjoget. Sehingga menambah suasana itu bertambah seru. Hj Iis Dewi Sri Fatonah SAg mengatakan kegiatan bhakti sosial nikah masal yang didanai secara pribadi sebagai sikap tanggap dan cepat terhadap problematika masyarakat. Menurutnya sikap tersebut sebagai jawaban dirinya dalam kesunguhan untuk ikut membangun masyarakat. (mg1)


SLAWI METROPOLIS

KAMIS 11 MARET 2010

11

RADAR TEGAL

Setwan DPRD Dinilai Lalai Hampir Semua STNK Mobdin DPRD Kedaluwarsa PASKA tertangkapnya mobil dinas (mobdin) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Ahmad Firdaus Assyairozi, Senin (8/3)

lalu, kini diketahui hampir semua Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobdin di lingkungan DPRD, sudah kedaluwarsa. Peringatan pimpinan dewan untuk mengurus perpanjangan STNK, belum sepenuhnya dilaksanakan Sekretariat DPRD (Setwan). Hal ini sangat disesalkan tidak hanya oleh Pimpinan Dewan, namun juga oleh pim-

Bersebelahan dengan Makam Ayah Pemakaman Jenazah Fahmi, Korban Mutilasi JENAZAH koban mutilasi dan kanibalisme ala ‘’Sumanto’’, Fahmi Iswandi atau yang akrab disapa Yiyi, akhirnya dimakamkan pihak keluarganya. Acara pemakaman berlangsung hidmat, Rabu (10/3) kemarin, meskipun tanpa kehadiran istri almarhum, Rukiyah (38) yang tertunda kepulangannya, akibat tersandung masalah keimigrasian. Meskipun tanpa kehadiran Rukiyah, prosesi pemakaman jenazah Fahmi tetap dijalankan sesuai rencana sebelumnya. Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Pagi itu, jenazah Fahmi Iswandi yang ditempatkan dalam peti jenazah yang tertutup rapat, mulai dibawa keluar dari rumah duka di RT 01 RW 03 Desa Pagerbarang, setelah disemayamkan semalaman. Peti jenazah diusung pihak keluarga dan warga sekitar menuju ke Masjid Jami Baiturohman Desa Pagerbarang, yang terletak persis di depan rumah duka. Di masjid tersebut, sejumlah kerabat dan tetangga almarhum melaksanakan sholat jenazah. Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Fahmi Iswandi tiba di rumah duka, Selasa (9/3) kemarin sekitar pukul 19.50 WIB, setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 11 jam dari Batam Provinsi Riau. Jenazah Fahmi ditempatkan dalam peti jenazah yang tertutup rapat, dibawa menggunakan ambulance dengan diiringi keluarga dekatnya. Beberapa saat setelah selesai dilaksanakan sholat jenazah, jenazah pun diusung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Sirnaraga Desa Pagerbarang, diiringi keluarga, kerabat, para tetangga, jajaran pemerintahan Desa Pagerbarang, serta jajaran Muspika Pagerbarang. Jenazah diberangkatkan dengan diiringi puluhan pelayat. Sementara itu, putri semata

CMYK

wayang almarhum, Salsabila Qurotul Aeni (6) atau yang akrab disapa Salsa, masih belum menunjukkan ekpresi kesedihannya. Hal itu terlihat saat Salsa yang dibimbing neneknya (ibu kandung Fahmi), Djuarmi Indrati (65), melakukan tradisi berjalan menerobos di bawah peti jenazah sebanyak 3 kali berturut-turut. Dalam melaksanakan tradisi tersebut, Salsa, sama sekali tidak menitikkan air matanya. Pun ketika jenazah Fahmi diberangkatkan ke peristirahatannya yang terakhir. ‘’Mungkin Salsa masih belum memahami kepergian ayahnya. Sehingga dia tidak sedih dan sama sekali tidak menangis,’’ terang Adi Isdiana Fahman (35), adik kandung almarhum Fahmi Iswandi. Prosesi pemakaman almarhum Fahmi Iswandi berlangsung lancar, meskipun sebelum

pelaksanaan prosesi, wilayah desa Pagerbarang sempat diguyur hujan gerimis. Beruntung, saat pelaksanaan prosesi, hujan gerimis reda meskipun mendung masih nampak tersisa. ‘’Kami bersyukur, prosesi pemakaman berjalan lancar. Jenazah Fahmi Iswandi dimakamkan persis di sebalah makam ayahnya, almarhum H Ikin Sodikin,’’ ungkap Djuarmi Indrati, saat ditemui usai pelaksanaan prosesi pemakaman almarhum Fahmi Iswandi. Terkait dengan ketidakhadiran Rukiyah, istri almarhum Fahmi, dijelaskan Djuarti bahwa menantunya itu masih terkendala masalah keimigrasian. Pasalnya, setelah mendengar kabar peristiwa yang menimpa suaminya, Rukiyah langsung menangis dan bersikeras ingin segera pulang. Namun sayangnya, meskipun telah mendapat-

kan dari majikannya di Johor Malaysia, Rukiyah masih terganjal aparat keimigrasian Malaysia akibat visa ijin kerjanya yang hanya berlaku selama setahun. Padahal kontrak kerja Rukiyah selama 2 tahun, dan akan berakhir pada bulan Agustus 2010 nanti. ‘’Memang kemarin istrinya (Rukiyah – red) ada kendala masalah visa kerja. Tapi hari ini (Rabu (10/3) – red) jam 08.30 WIB, dia sudah berhasil keluar dari Johor dan sedang menuju ke Batam. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, sore ini sekitar Maghrib, dia sudah sampai di Pagerbarang,’’ terang Djuarmi Indrati. Ditambahkan Djuarmi, saat memastikan identitas Fahmi Iswandi di Batam, pihak keluarga juga berkeinginan agar Rukiyah dapat menyusul ke Batam. (aan)

pinan Komisi dan Fraksi di DPRD. Mereka umumnya menuding keterlambatan itu sebagai bentuk kelalaian Setwan DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin mengatakan, hampir semua STNK mobdin yang dipakai oleh pejabat di lingkungan DPRD, sudah habis masa berlakunya. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berulang kali meminta Setwan untuk memperpanjang masa berlaku STNK. ‘’Dalam rapat internal sudah sering saya ingatkan, jangan sampai terlambat mengurus STNK karena itu akan berdampak pada kinerja dewan,’’ kata Rojikin. Diakui Rojikin, keterlambatan pengurusan STNK mobdin berjenis sedan yang diperguna-

kannya, sempat menganggu kinerjanya. Pasalnya, mobdin yang hingga kini masih belum diurus perpanjangan STNK tersebut, terpaksa tidak dipergunakannya. ‘’Terpaksa mobdin saya parkir di garasi, karena saya takut menyalahi aturan. Sekarang ini saya menggunakan mobdin Toyota Fortuner, yang kebetulan masih baru, termasuk STNK-nya,’’ terang Rojikin. Hal yang sama diakui Wakil Ketua DPRD Muaris. Menurutnya, STNK mobdin yang selama ini dipergunakannya juga sudah kedaluarsa. Namun hingga kini, pihak Setwan masih belum memperpanjang masa berlaku STNK mobdin tersebut. ‘’Ini memang keterlaluan. Mestinya STNK mobdin DPRD

bisa diurus sebelum jatuh tempo masa berlakunya habis. Tidak harus menunggu sampai kedaluarsa, dan bahkan dibiarkan sampai beberapa bulan,’’ ujar Muaris. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Suhadi, yang didampingi Kasubag Perlengkapan Setwan Abdul Hamid, mengakui adanya keterlambatan perpanjangan masa berlaku STNK sejumlah mobdin di lingkungan DPRD Kabupaten Tegal. Keterlambatan itu, menurut keduanya terutama karena terkait dengan penganggaran. ‘’Memang ada yang terlambat, tapi tidak berbarengan. Ada yang terlambat sejak Desember 2009, karena anggarannya habis dan menunggu anggaran berikutnya.” (aan)


BREBES & BUMIAYU

12

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

PERTANIAN Petani Pesisir Terancam Gagal Panen BREBES – Akibat pengaruh pemanasan global dan menurunya daya dukung lingkungan areal pertanian di bibir pantai, menyebabkan kondisi lahan tercemar air laut yang asin. Sehingga ketika memasuki masa tanam, kondisi tanahnya tidak subur akibat tercemar air laut, abrasi dan perembesan air laut yang masuk ke pori-pori tanah. Produktivitas petani padi menjadi menurun bahkan terancam gagal panen. Ini seperti yang dialami petani di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes, lahan padi seluas 19,5 hektare kondisinya kini tidak terlihat menggembirakan karena layu. Hal ini diduga akibat pengaruh pencemaran air laut. Mengingat kondisi lahan pertanian warga tidak terlalu jauh lokasinya dengan bibir pantai laut Jawa. Menurut Koordinator Ikatan Petani Pengendalian hama terpadu IPPHTI Kabupaten Brebes Mashadi, pencemaran air lau ke areal pertanian sudah terjadi lima tahun belakangan. Mashadi mengatakan, pihaknya juga sudah dua tahun melakukan upaya penanganan dan pelatihan bagi petani padi di bibir pantai, melalui program adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Di antaranya, melalui rekalamasi pantai dan rehabilitasi hutan mangrove sebanyak 600 ribu batang. ’’Hasilnya belum begitu kelihatan, karena petani butuh waktu untuk memahami keadaan ini,’’ tutur Mashadi. Dijelaskan dia, proses pencemaran lahan pertanian disebabkan naiknya suhu tahunan di wilayah Asia Tenggara 3,03 derajat celcius. Akibatnya, pola variasi musim berubah. Kondisi ini, lanjutnya, akan diikuti mencairnya kutub utara selatan yang berdmpak signifikan terhadap naiknya permukaan air laut. Meski demikian, pihaknya juga mengaku telah melakukan uji coba tanam padi dengan empat varietas yang berbeda di lahan dampak air laut. (cw1)

RAT Kopti Berlangsung Ricuh BREBES - Rapat laporan pertanggungjawaban 2009 Koperasi Tempe Indonesia (Kopti) Brebes Rabu (10/3) di Aula Islamic Center, Jalan Yos Sudarso, Brebes, berlangsung ricuh. Kericuhan diawali dengan tidak diakomodirnya aspirasi. Sejumlah anggota koperasi yang berniat menyampaikan pendapat, berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama tidak diberikan waktu sedikitpun. Sesuai jadwal acara, menurut Pengurus Koperasi Unit Sitanggal Larangan Ahmad Farikhi, sebelum laporan disetujui, disampaikan pandangan tata tertib pemilihan pengurus baru. Karena tidak diberi kesempatan menyampaikan pandangan, dia pun maju ke podium. Kontan hal ini mendapat reaksi keras dari pengurus Koperasi Ketanggungan Iqbal, yang memintanya untuk segara turun dari podium. ’’Saya hanya ingin menyampaikan sebuah pandangan, kenapa tidak boleh?” kata Ahmad Farikhi. Protes lain datang dari pe-

ngurus Koperasi Bumiayu M. Amrullah. Serupa dengan Ahmad Farikhi, Amrullah pun meminta diberi waktu untuk dapat menyampaikan aspirasinya. Permintaan keduanya tetap tidak ditanggapi. Setelah itu, baru pengurus koperasi 14 kecamatan menyampaikan pandangan berkaitan laporan pertanggungjawaban. Dari 14 unit koperasi yang ada, hanya Unit Sitanggal yang menyatakan menolak. Sebagian besar menyatakan menerima laporan pertanggunganjawaban pengurus lama meski dengan catatan, seperti yang dilakukan pengurus Koperasi Unit Kecamatan Tanjung yang minta adanya pergantian pengurus lama. ’’Saya menerima, tapi kami minta pengurus yang sudah dua periode menjabat diganti,” kata Sopiah dari Unit Tanjung. Dalam kesempatan tersebut, Manager Kopti H Untung Suparwo menyatakan, koperasi yang dikelolanya telah diaudit. Audit dilaksanakan pada 31 Desember 2009. ’’Saya kira, soal protes itu sah-sah saja.’’ (din)

ABIDIN ABROR/RATEG

DIPAKSA TURUN - Manager Kopti H Untung Suparwo meminta pengurus Koperasi Unit Larangan Ahmad Farikhi segera turun dari podium.

Korban Tertabrak KA Kejutkan Warga TONJONG - Warga dua pedukuhan yakni Galuhtimur I dan Galuhtimur II, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Selasa (9/3) sekitar pukul 21.00 WIB dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi mengenaskan yang tergeletak di pinggir rel kereta api (KA), tepatnya kilometer 308+5/6, antara Stasiun Bumiayu dengan Stasiun Linggapura.

Kepala Desa (Kades) Galuhtimur HM. Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal dari masuknya laporan dari masinis KA Purwajaya di Stasiun Tonjong yang menyatakan, dirinya telah menabrak seseorang di wilayah Desa Galuhtimur. Dari laporan tersebut, selanjutnya pihak Stasiun Tonjong melalui petugas pengontrol jalur dengan didampingi pe-

rangkat Desa Galuhtimur melakukan penyusuran jalur KA yang melintasi wilayah Desa tersebut. Hasilnya, petugas menemukan korban yang belakangan diketahui bernama Rakim (35), tergeletak di pinggir rel yang berada di perbatasan antara Dukuh Galuhtimur I dan Galuhtimur II dengan kondisi luka parah pada bagian kepala serta jari kaki kanan remuk.

Dikatakan Yusuf, karena sebagai pendatang di Desa Galuhtimur, pihaknya cukup kesulitan mencari keluarga korban. Menurut beberapa informasi, korban memiliki keluarga di Kecamatan Paguyangan. ’’Sejak ditemukan, malam itu juga kita mencoba menghubungi beberapa alamat untuk mengetahui keberadaan keluarga korban. Tapi, hasilnya belum ada kepastian.’’

Kapolres Brebes AKBP Beno Louhenapessy SIK MH melalui Kapolsek Tonjong AKP Dasrun ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan korban tewas di pinggir perlintasan KA tersebut. Setelah sempat disemayamkan semalam, jenazah Rakim akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Galuh timur Rabu (10/3) pagi. (pri)


TEGAL METROPOLIS

KAMIS 11 MARET 2010

15

RADAR TEGAL

Sanksi Tunggu Putusan Hukum BK Selediki Kasus Satori

PELABUHAN DPRD dan Pemkot Lobi Bappenas AGAR rencana Pemerintah Kota (Pemkot) membangun pelabuhan niaga bisa terwujud, Komisi III DPRD Kota Tegal bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan upaya lobi ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tujuannya memasukan pelabuhan niaga Kota Tegal dalam tata ruang wilayah Jawa-Bali yang saat ini sedang dirancang. Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Drs HM Nursholeh MMPd, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, mengatakan, menindak lanjuti hasil Kunjungan Kerja (Kunker) di DKI Jakarta, yang menyarankan agar Kota Tegal secepatnya melakukan lobi ke Bappenas ternyata mendapat respon dari DPRD maupun Pemkot. Setelah melakukan rapat koordinasi berulang kali, akhirnya disepakati semua anggota komisi bersama Bappeda dan Dishubkominfo melakukan lobi ke Bappenas. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar keberadaan pelabuhan niaga di Kota Tegal yang saat ini masih dalam tahap perencanaan bisa masuk dalam tata ruang Jawa-Bali. Sebab kalau tidak, maka proses pembangunan pekabuhan niaga bisa terhambat,” kata Nursholeh. Menurut Nursholeh, langkah lobi ke Bappenas merupakan saran Pemprop DKI Jakarta, karena saat ini DKI Jakarta juga dalam proses pembangunan pekabuhan niaga Marunda. Sebab dengan masuk, maka proses perijinan akan lebih mudah. Karena tidak perlu melakukan revisi tata ruang wilayah Jawa-Bali, yang akan ditetapkan Bappenas. “Dengan kedatangan kami bersama SKPD terkait, Bappenas diharapkan bisa memasukan pelabuhan niaga Kota Tegal dalam rencana tata ruang wilayah yang dalam waktu dekat akan diajukan kepada DPR RI, untuk dibahas dan ditetapkan,” tuturnya. Seperti diberitakan, Pemkot Tegal berencana mengambangkan pelabuhan niaga yang ada. Tak tanggung-tanggung, pemkot juga siap menggandeng tiga investor luar negeri untuk merealisasikan rencana tersebut. Walikota Tegal Ikmal Jaya saat meninjau pelabuhan kepada sejumlah wartawan mengatakan, untuk mewujudkan berdirinnya pelabuhan niaga dieprlukan dukungan dari semua pihak, baik di internal pelabuhan maupun eksternal. “Jadi seperti mata rantai yang semuanya harus saling mendukung dan tak bisa berjalan sensiri-sendiri,” kata walikota. (hun)

M SAEKHUN/RATEG

BERI PENJELASAN - BK DPRD Kota Tegal memberikan penjelasan seputar kasus Satori.

Dewan Kesenian Minta Jadi Pengelola TBT DEWAN Kesenian Kota Tegal (DKT) Rabu (10/3) kemarin, menemui Komisi I DPRD Kota Tegal. Dalam pertemuan tersebut, DKT menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal agar pengelolaan taman budaya tegal (TBT) diserahkan pada DKT. Hal ini dikarenakan DKT merupakan organisasi resmi yang dibentuk berdasarkan intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomer 5A/1993 tanggal 17 Februari 1993, dan SK Walikota Tegal nomer 430/ 00074/1999 tanggal 29 April 1999. Ketua DKT Nurngudiono mengatakan, sesuai dengan fungsi DKT sebagai mitra

Pemkot, dalam mengembangkan dan memelihara pembinaan dan koseptor kebijakan kesenian di Kota Tegal, maka pihaknya menyarankan agar pengelolaan TBT dalam pengelolaan diserahkan pada DKT. Namun tetap dibantu staf kesekretariatan yang berasal dari PNS. Dijelaskan, DKT akan menangani program acara, pengelolaan pertunjukkan, pagelaran atau pameran seni dan menjalin kemitraan dengan DKTseluruh Indonesia. Bahkan DKT berjanji tugas-tugas bersifat tekhnis di lapangan, ditangani personel DKT yang ahli di bidangnya. Sedangkan tugas kesekretariat-

Pembayaran Satpam TPI Dianggarkan dalam ... dari halaman 9 Kabid Perencanaan Pengendalian Operasional Pendapatan (PPOP) DPPKAD Kota Tegal Maslurin, saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat koordinasi dengan Komisi II DPRD dan Dislatan Selasa (9/3) kemarin, mengatakan, untuk pembayaran uang makan satpam 3 TPI, yang sampai nunggak 2 bulan penyelesaiannya diserahkan pada Dislatan untuk mencari dana talangan.

Karena belum dinaggarkan pada APBD 2010, maka pihaknya bersama Komisi II DPRD memiliki komitmen untuk dianggarkan pada perubahan APBD 2010. Sehingga soal uang makan satpam TPI yang jumlahnya 15 tak ada masalah, tinggal Dislatan mencari dana talangan terlebih dahulu. “Anggarannya akan kami ajukan pada perubahan APBD 2010, sehingga untuk penanggulangannya kami sarankan Dislatan untuk dana talangan,”

kata Maslurin. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE, mengungkapkan, pihaknya mendesak Dislatan untuk secepatnya menyeleasaikan pembayaran uang makam satpam TPI. Karena saat ini sudah masuk bulan Maret, sehingga rapelannya bukan 2 bulan. Tapi rapelan uang makan yang diterimakan 15 satpam 3 bulan, atau masing-masing satpam sekitar Rp 1,3 juta. Soal anggarannya dari mana, pihaknya menye-

rahkan sepenuhnya pada Dislatan. Namun yang jelas, untuk anggaran uang makan 15 satpam 3 TPI akan diajukan melalui perubahan APBD 2010. “Kami minta Dislatan bisa secepatnya menyelesaikan masa tunggakan uang makam satpam TPI, agar masalahnya tidak berlarut-larut. Jangan sampai masalah ini justru mbulet, padahal kami sudah sepakat akan diajukan melalui perubahan APBD 2010,” ungkap Hendria. (hun)

Data Jamkesda Tak Valid dari halaman 9 dikeluhkan sejumlah masyarakt, maka pihaknya akan mengelar Rakor bersama Sekda dan SKPD terkait. Tujuannya agar data Jamnkesda valid, sebab DPRD memiliki kepentingan mengetahui pola dan sistem pendataan. Pasalnya, sesuai informasi untuk pendataan Jamkesda SKPD terkait menggunakan pola pemerataan atau kuota. Sehingga masing-masing RT diploting 5 sampai 10 Kepala Keluarga (KK). “Selain untuk mengetahui pola dan sistem pendataan, sasaran kami melakukan Rakor adalah melakukan proteksi atas data Jamkesda. Sehingga ang-

garan untuk Jamkesda yang dialokasikan melalui APBD 2010 bisa tepat sasaran, karena datanya valid,” kata Edy. Menurut Edy, karena sistem dan pola pendatan yang kurang maksimal, maka dilapangan ada tumpang tindih data Jamkesmas dan Jamkesda. Salah satu contoh, ada warga yang namanya masuk dalam data base Jamkesmas. Tapi dalam data Jamkesda, ternyata nama tersebut masuk lagi. Padahal sesuai kondisi yang ada, masih ada warga miskin yang belum masuk Jamkesmas maupun Jamkesda. Hal semacam ini yang perlu dilakukan validasi, agar tidak ada masyarakat miskin yang mendapat asuransi kese-

memang menjadi muara yang hendak digapai LPK. “Namun disini tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa menceburkan diri ke LPK untuk membidik tenaga ahli seperti menekuni Bahasa Inggirs dan Bahasa Arab. Ada dua arah yang memang hendak kita tuju dari keberadaan LPK . Yakni wirausaha dan masuk dunia kerja sesuai keahliannya,” ujarnya. Hal senada juga terlontar dari Sumiati (60) pemilik LKP Tania areal Jalan Blimbing Kecamatan Tegal Barat. Dia tak memungkiri LKP yang didirikannya dinilai sangat bermanfat bagi warganya dalam upaya memberikan kepandaian dan kemandirian khususnya bagi mereka yang kurang beruntung. Di LKP nya yang memberi kursus ketrampilan tata rias pengantin, kecantikan rambut, hantaran, garmen, dan boga tersebut membidik wanita usia produktif 18 sampai 35 tahun dengan harapan mereka masih mau belajar dan berkarya dengan bekal ilmu praktis yang didapatkannya.

an akan menangani hal-hal yang bersifat administratif, pengendalian keuangan dan pembuatan laporan kegiatan atau penggunaan dana diserahkan pada staf PNS yang ditugaskan. “Dana hibah Pemkot pada kami, yang jumlahnya Rp 100 juta setiap tahunnya tidak mencukupi untuk pengelolaan kegiatan DKT. Sebab, dana yang dinilai minim ini digunakan oleh 9 komite kesenian. Dalam pembinaan DKT dan juga persatuan pendalangan Indonesia,” kata Nurngudiono. Menanggapi permintaan DKT, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Sutari SH, meng-

hatan. Namun sisi lain, ada warga miskin yang sam sekali tidak mendapat asuransi kesehatan. Ditambahkan, karena konsekuensi program Jamkesda, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak berlaku lagi. Walaupun kondisi keluarga benar-benar miskin, tapi kalau tidak masuk dalam data Jamkesmas maupun Jamkesda, maka tidak bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Permasalahan kurang validnya data Jamkesda, salah satunya penyebabnya juga karena faktor belum meratanya penyebaran kartu miskin. Sehingg Pemkot, melalui SKPD terkait harus melakukan validasi ulang atas data Jamkesda,” tambah-

nya. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE, mengungkapkan, anggaran untuk Jamkesda pada tahun 2010 sebanyak Rp 5.090.650.000. Jumlah ini dipotong tunggakan SKTM pada tahun 2009 sebesar Rp 1,3 miliar. Sehingga untuk anggaran Jamkesda tahun 2010 bersihnya sekitar Rp3,7 miliar. Sedangkan jumlah warga miskin yang masuk dalam Jamkesda, sesuai dengan ajuan Dinkes sebanyak 7.002 jiwa. “Kami sangat sependapatm agar data Jamkesda untuk dilakukan validasi ulang. Sebab, data Jamkesda saat ini masih sangat semrawut,” ungkapnya Hendria. (hun)

Ditengah usahanya mengentas pengangguran dan membuka peluang kemandirian, kendala turut menyertai upaya yang dilakukan LKP. Sebagai lembaga swasta, tentunya benturan dana sangat dirasa dalam upaya berbuat lebih baik lagi . “Jujur saja kami belum mendapat bantuan dari daerah lewat APBD. Kalaupun ada bentuknya bukan berupa dana, namun pelatihan ke beberapa LPK yang diberikan oleh dinas terkait. Bila kami harus mengikuti lomba antar LKP tingkat Jawa Tengah, rekan- rekan pengelola LKP harus merogoh koceknya sendiri. Ini mengingat belum ada akomodir soal bantuan dan dari pemerintah daerah,” cetusnya. LKP sendiri berada dibawah naungan Diknas bidang PNFI (Pendidikan Non Formal-Informal) yang merupakan sub bidang dari SKB atau Sanggar Kegiatan Belajar. Tidak berhenti disitu. Kendala lain turut menyertai niat baik LKP dalam mengentas pengangguran dan

membentuk karakter mandiri masyarakat. Kendala itu adalah minimnya SDM untuk pendidik. “Idealnya pendidik untuk LKP adalah lulusan Strata-1 jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Itu yang kini belum ada. Saat ini LKP lebih mengoptimalkan tenaga pendidik dari pendidikan mandiri dan belum ada yang dari latar belalang sarjana,” terangnya. Terpisah kepala Dinsosnakertrans Sumito SIP tak menampik peran LKP sangat positif dalam membantu mengentas angka pengangguran dan kemiskinan. “Dari data yang ada ditahun 2009 angka pengangguran mencapai 12.000 dan angka pencari kerja mencapi 6000 lebih. Disinilah peran LKP sangat diharapkan untuk membantu membentuk mental mandiri lewat pelatihan praktis yang diberikan. Setidaknya wacana untuk berwirausaha akan muncul dengan bekal ketrampilan yang diperoleh dilembaga kursus,” katanya. (hermas purwadi)

ungkapkan, hal ini akan dilakukan pembahasan dengan dinas atau instansi terkait, yakni Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar). Sebab Disporabudpar Kota Tegal hingga kini belum memberikan jawaban yang pasti, mengenai siap yang berhak mengelola TBT. Hal ini dikarenakan dinas bersangkutan masih menfokuskan pada penyelesaian pembangunan TBT, yang akan dilanjutkan pada tahun 2010. “Karena ini permintaan, kami arahkan surat permohonan ini juga dilayangkan pada Disporabudpar. Kami akan menjadi

mediator, kalau hasil koordinasi mentok,” ungkap Sutari. Hal senada diungkapkan Kunhajanti, siapapun pengelolaan TBT harus bisa bersikap profesional, segala kegiatan atau event dari luar yang dilakukan di TBT diharapkan bisa memberikan kontribusi ke pendapatan asli daerah. Sehingga keberadaan TBT tidak membebani APBD, juga bisa membantu biaya pemeliharaan dan juga operasional TBT sendiri. “Kami hanya minta, pengelola TBT harus prifesional. Dan yang terpenting, pengelolaannya jangan sampai bebani APBD,” paparnaya. (hun)

Angkat Besi, Tersengat Listrik dari halaman 9 Besi lonjoran itu menyentuh kabel penerangan jalan yang bertengangan tinggi. Saksi sekaligus mandor tukang Asikin (57) menyatakan korban langsung terkapar dan berteriak histeris ketika besi yang dibawanya menyengat bagian tubuh. “Dia seketika terjungkal dan tertindih besi yang telah teralisi

listrik tegangan tingggi. Kami berupaya menyingkirkan besi tersebut, dan menolong melakukan upaya penyelamatan dengan membawanya kerumah sakit,” ujarnya. Kondisi luka bakar yang menyerang bagian perut dan kedua tangannya membuat korban sempat kehabisan cairan. Tim medis RSUI Harapan Anda berupaya maksimal melakukan upaya penyelamatan pada diri

korban. Tak berselang lama petugas gabungan Polresta meluncur ke lokasi dan melakukan interogasi pada saksi mata. Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringo- ringo menyatakan insiden terjadi murni karena kekurang waspadaan korban. “Korban kini mejalani perawatan intensif diruang Anyelir RSUI Harapan Anda,” terangnya. (her)

Gelar Kompetisi Bola dari halaman 9

Beri Kepandaian untuk Warga Kurang Mampu dari halaman 9 kecantikan rambut, spa, menjahit, dan elektronika. Lama pendidikan pun relatif beda, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang mereka ambil . Minimal lama pendidikan satu hingga tiga bulan,” terangnya. Dia tak menampik bahwa LKP lebih banyak dibidik masyarakat yang putus sekolah. “LKP adalah tim sukses pemberantas pengangguran dan kemiskinan. Kami selalu terdepan untuk mengentas dua fenomena tersebut. Pasalnya disini menganut prinsip bagi warga yang benar- benar tidak mampu, tetap bisa diterima mengikuti kursus agar yang bersangkutan berhak atas sertifikat tanda bukti kemahiran yang dia kuasai sebagai bekal kerja,”tegasnya. Tentunya dengan bekal sertifikat tersebut yang bersangkutan bisa percaya diri berkompetisi masuk dalam dunia kerja. Membuka kemandirian dengan membidik arah kewirausahaan

WALAUPUN tim penyidik Sat Narkoba Polresta Tegal sudah resmi menetapkan status tersangka kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Tegal A Satori SE. Tapi DPRD belum bisa menetapkan sanksi, karena masih menunggu putusan hukum. Untuk proses penyelidikan, verfikasi dan klarikasi pimpinan DPRD telah memberikan perintah resmi kepada Badan Kehormatan (BK) setempat. Ketua DPRD Kota Tegal H Edy Suripno SH, Rabu (10/3) kemarin, mengatakan, walaupun polisi sudah menetapkan status tersangka pada Pak Satori, tapi pihaknya belum bisa melakukan tindakan atau pem-

berian sanksi kepada yang bersangkutan. Sebab sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 tahun 2010, sanksi bisa diberikan setelah ada putusan hukum. Namun untuk proses penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi pihaknya telah menyerahkan wewenang kepad BK. “Setelah BK selesai melakukan penyelidikan, verfikasi dan klarifikasi kami minta untuk dilaporkan pada pimpinan. Kalau hasilnya dinilai cukup, maka akan kami usulkan pada Badan Musyawarah (Banmus) untuk diagendakan pelaksanaan rapat paripurna. Namun kalau hasilnya tidak lengkap, maka kami akan kembalikan pada BKL untuk melengkapi data. Untuk keperluan ini, kami tidak membatasi waktu pada BK,” kata Edy. (hun)

“Kompetisi ini akan berakhir 28 Mei 2010. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi dan pemilahan terhadap peringkat klub peserta kompetisi. Dimana 50 persen nantinya akan kami masukkan dikasta Divisi I dan sisanya dikasta Divisi II. Dan bila kouta klub baru bertambah kami akan membuka kasta Divisi III,” terangnya, Rabu (10/3).

Dia tak menampik gelaran kompetisi yang sempat terhenti itu bisa kembali digulirkan berkat gelontoran dana dari Koni. “Kami berupaya memanfaatkan anggaran yang diberikan Koni. Dan mudah- mudahan tahun ini sepak bola metropolis bisa berbicara ditingkat Jawa Tengah untuk level yunior. Uang pembinaan kami siapkan untuk juara I, II, dan III bersa-

ma,” ujarnya. Dia juga berharap pemkot bisa segera melakukan penyempurnaan stadion Yos Sudarso, agar kelak timnya bisa menggelar pertandingan resmi tingkat Jawa Tengah. Belum adanya pagar pembatas antara penonton dan pemain menjadi kendala serius pihaknya untuk terlibat dalam pertandingan resmi Pengda PSSI Jawa Tengah. (her)

Soal UN Dikunci Tiga Lapis dari halaman 9 kelas, jika kondisinya mencurigakan. “Pelaksanaan UN tahun lalu, belum pernah diberikan pengawasan seketat ini,” katanya. Dijelaskan Sipon pengawas yang disiapkan Disdik memantau jalannya UN 2010 sebanyak 1.608 orang. Dari jumlah tersebut terbagi menjadi 572 guru untuk mengawasi UN tingkat

SMA/MA/SMK. Kemudian tingkat SMP/MTs disiapkan 546 orang pengawas dan untuk SD/MI sejumlah 490 guru. “Pengawasan tersebut ditentukan oleh prosedur standar operasional (POS) dan aturan yang berlaku di sekolah. Kemudian, setiap ruangan akan diawasi dua orang pengawas,” terang Sipon. Peserta ujian kali ini, juga lebih banyak dibandingkan ta-

hun lalu yang berjumlah 14.785 siswa. Dia berharap para siswa bisa lebih meningkatkan kinerja belajarnya agar kelulusan ini memenuhi target dari tahun lalu. “Jumlah pengawas dan peserta tahun ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini terjadi karena adanya beberapa siswa yang belum lulus ujian tahun lalu dan mengikuti UN tahun ini,” ujarnya. (adi)

HAKI Jadi Pilot Project dari halaman 9 2001, Design Industri UU No 31 tahun 2000. Kemudian Hak Cipta UU No 19 tahun 2002, Rahasia Dagang UU No 30 tahun 2000, dan Design Tata Sirkuit dilindungi UU No 32 Tahun 2002. HAKI juga di bagi dua, yakni Hak Cipta dan Kekayaan Industri yang meliputi ruang lingkup tadi. “Dari tahun 2003, 2005, dan 2008 Kota Tegal telah mensosialisasikannya. Dan dari pemkot memfasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merk. Dan dalam tiga tahun itu pemkot mengalokasikan APBD untuk memfasilitasi 67 merk untuk industri kecil. Sedangkan menengah dan besar pengurusannya oleh masing-masing pengusaha,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan tentang mekanisme pengurusan HAKI. Dari mulai caranya hingga waktu yang dibutuhkan untuk keluarnya sebuah sertifikat. Mendengar penjelasan tersebut Atyoso menilai Kota Tegal telah sukses mensosialisasikan HAKI. Karenannya dia

berkesimpulan akan menjadikan HAKI Kota Tegal sebagai proyek percontohan atau pilot project bagi daerah lain yang ada di Jawa Tengah. Sebab dia menilai HAKI di Kota Tegal berjalan dengan sukses. Sehingga banyak memiliki kekayaan intelek tual tanpa adanya konflik. (*)


CMYK

KAMIS, 11 MARET 2010

OLAHRAGA

16

RADAR TEGAL

TAKTIK JITU LONDON - Arsenal menjadi wakil Inggris pertama ke perempat final Liga Champions musim ini. Tiket delapan besar direbut The Gunners (sebutan Arsenal), setelah ‘meledakkan’ gawang FC Porto lima gol tanpa balas di Stadion Emirates kemarin dini hari WIB (10/3). Penampilan luar biasa Arsenal tak lepas dari kekalahan kontroversial 1-2 di Portugal tiga pekan lalu (17/ 2). Arsenal merasa dicurangi wasit kala itu karena mengesahkan gol kedua Porto yang disebut kubu The Gunners layaknya gol tim sekolah. Pembalasan setimpal berlangsung kemarin sekaligus memastikan tim besutan Arsene Wenger itu lolos dengan agregat mentereng 6-2. “Tidak mudah menjadi delapan terbaik di Eropa karena lawan-lawan Anda semakin bagus,” kata Wenger sebagaimana dilansir Sky Sports. Taktik jitu Wenger memegang peranan atas kemenangan besar Arsenal kemarin. The Gunners sempat diragukan bakal membalikkan keadaan seiring cederanya skipper Cesc Fabregas. Namun, Wenger yang berjuluk The Professor itu mampu menyulap Samir Nasri sebagai pengganti Fabregas. Wenger mengubah skema 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dengan menempatkan Nasri sebagai otak serangan di belakang Nicklas Bendtner. Hasilnya, berawal dari umpan terobosan Nasri kepada Andrei Arshavin, terjadi skrimit di kotak penalti Porto. Bola liar disodok Bendtner untuk membuka keunggulan tuan rumah saat laga baru berjalan sepuluh menit. Bendtner menggandakan keunggulan Arsenal pada menit ke-25 memanfaatkan umpan akurat Arshavin. Striker Denmark itu menorehkan hat-trick pertamanya bagi Arsenal setelah menuntaskan eksekusi penalti di masa injury time. Penalti dihadiahkan wasit Belgia Franck De Bleeckere setelah Jorge Fucile melanggar Emmanuel Eboe di kotak 16. Sebelum itu, The Gunners mencetak dua gol cantik hanya dalam tempo tiga menit. Pada menit ke-63, Nasri meliuk-liuk dari sisi kanan luar kotak penalti Porto, melewati tiga pemain lawan, lalu menaklukkan kiper Helton. Selang tiga menit kemudian (66’), serangan balik cepat Arsenal yang dimotori Arshavin memudahkan Eboue mencetak gol pertamanya di Liga Champions musim ini. “Strategi berjalan sangat efektif karena kami sepenuhnya mengontrol jalannya pertandingan. Dari 90 menit, kami mendominasi selama 80 menit,” kata Wenger setelah pertandingan kepada Sky Sports. Porto merupakan tim dengan materi penuh skill dan senantiasa mengandalkan penguasaan bola. Tapi, dalam laga kemarin, Dragoes (sebutan Porto) seperti mati kutu. “Kami melakukan start bagus pada 15 menit pertama. Kami sangat kuat dan terus menekan. Apalagi setelah kami mencetak gol cepat yang tentunya memengaruhi mental pemain lawan,” jelas Wenger. Arsitek Porto Jesualdo Ferreira mengakui dominasi Arsenal. “Mereka bermain sangat bagus, meski saya tidak berpikir kami layak kebobolan lima gol. Arsenal juga tim yang pandai memancing permainan lawan untuk selanjutnya menghabisinya. Kekalahan ini sangat menyakitkan,” terangnya kepada AFP. Kekalahan dari Arsenal memperpanjang catatan tidak pernah menang Porto di daratan Inggris. Dragoes juga gagal mengulang prestasi musim lalu. Yakni menembus perempat final kali pertama sejak menjadi jawara di era kepelatihan Jose Mourinho enam tahun lalu. (dns/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

PENENTU – Gol Arjen Robben menjadikan Bayern Muenchen lebih produktif di kandang lawan.

Terima Kasih Ovrebo

HATTRICK Striker Arsenal, Nicklas Bendtner (kiri), tampil meyakinkan dengan menyumbang tiga gol kemenangan The Gunners.

FIRENZE - Bayern Munchen harus mengucapkan danke alias terima kasih kepada wasit Tom Henning Ovrebo. Bisa dibilang, berkat wasit asal Norwegia itulah yang memberi mereka tiket lolos ke perempat final Liga Champions musim ini, meski dikalahkan Fiorentina 2-3 di Artemio Franchi dini hari kemarin. Karena Ovrebo mengesahkan gol offside Miroslav Klose di leg pertama lalu, Bayern sukses menciptakan skor imbang 4-4. Namun, wakil Bundesliga Jerman itu berhak lolos ke delapan besar lantaran unggul mencetak gol di kandang lawan. Kubu Fiorentina tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka. Jika gol Klose di leg pertama lalu tidak terjadi, pastilah Alberto Gilardino dkk yang lolos ke delapan besar. “Kami sangat marah dan kecewa. Ini semua terjadi lantaran hasil leg pertama lalu yang begitu buruk,” papar kiper La Viola Sebastian Frey kepada Sky Sport Italia. “Kami sangat menyesal. Kalau saja laga di Jerman lalu berakhir 1-1, tentunya kami yang lolos malam ini,” lanjutnya. Pelatih Cesare Prandelli tidak kalah kesal. “Memalukan sekali ketika wasit mengesahkan sebuah gol ketika pemain yang mencetaknya offside sejauh lima meter. Dan saya sangat sedih kami tersingkir dengan cara seperti itu,” keluh Prandelli, sebagaimana dilansir Goal Italia. “Tapi secara keseluruhan, kami bangga dengan pencapaian sejauh ini,” lanjut dia. “Saya tidak bisa mengritik pemain saya. Tiga dari mereka tidak sedang dalam kondisi terbaik di babak kedua, tapi mereka tetap tinggal di lapangan, tidak minta diganti, dan tetap berjuang memberikan yang terbaik buat klub,” papar Prandelli. “Total, kami memenangkan enam dari delapan laga di Liga Champions, lalu tersingkir. Kami sebenarnya pantas mendapat lebih, tapi bintang-bintang Bayern membuat semuanya berbeda,” pungkas allenatore 52 tahun itu. Fiorentina memang tampak ngotot kala menjamu Bayern kemarin. Maklum saja, mereka dalam keadaan tertinggal dan harus membalikkan skor. Sejak awal, mereka berani menyerang.

Hasilnya, pada menit ke-27 menit tuan rumah leading 1-0 berkat gol Juan Vargas. Di menit ke-54, Fiorentina menggandakan skor lewat Stevan Jovetic yang memanfaatkan umpan backheel Gilardino, plus blunder kiper Bayern Hans Jorg Butt. Namun, Bayern yang kini tertinggal 2-3 secara agregat balik menyerang. Hasilnya, enam menit kemudian Mark Van Bommel menyamakan kedudukan. Fiorentina unggul lagi lewat Jovetic pada menit ke-64. Nah, semenit kemudian, gol indah Arjen Robben mengakhiri perlawanan Fiorentina. Kendati lolos, pelatih Bayern Louis van Gaal tidak sepenuhnya happy. Bagaimanapun, kekalahan di leg kedua membuat kepantasan timnya melaju ke delapan besar dipertanyakan. “Kami membuat begitu banyak kesalahan individual dalam defense, yang membuat game ini begitu sulit dimenangkan,” papar Van Gaal, seperti dilansir AFP. “Ini bukan laga yang gampang. Tapi di babak kedua kami mampu merebut penguasaan bola, dan mencetak dua gol indah,” lanjutnya. “Saya juga bisa memahami kemarahan Fiorentina. Karena gol penentu kemenangan kami berbau offside. Tapi kami sendiri tidak bisa berbuat apa-apa,” lanjutnya. Laga di Firenze kemarin berlangsung di bawah cuaca dingin dan berangin kencang. Beberapa jam sebelum laga, memang sempat hujan deras, sehingga sempat ada kemungkinan untuk menunda pertandingan. Namun, karena lapangan dan tribun tidak terganggu, UEFA dan dua kubu yang akan bertarung menginginkan laga berjalan sesuai jadwal. Namun, tak bisa dimungkiri, keadaan cuaca itu cukup berpengraruh pada jalannya pertandingan. Angin kencang membuat bola sulit dikontrol. Setidaknya, itulah yang dikeluhkan kubu Bayern. “Pertandingannya sulit sekali, terutama karena angin yang membuat semuanya jadi impossible,” ucap gelandang FC Hollywood (sebutan Bayern) seperti dilansir AFP. “Fiorentina juga bermain bagus di babak pertama. Tapi secara keseluruhan, Bayern lebih superior,” tegasnya. (na/zul/jpnn)

iklan julia pake film CMYK


SAMBUNGAN

KAMIS 11 MARET 2010

15

RADAR TEGAL

Tiga Bulan Belum Terima Tunjangan Perangkat Desa Kesulitan ADIWERNA - Meski seluruh perangkat desa di wilayah Kabupaten Tegal masih tetap bekerja, namun sampai saat ini mereka belum mendapatkan tunjangan bulanan. Seharusnya tunjangan diterima setiap bulan, namun sudah tiga bulan ini mandeg. Mereka belum menerima tunjangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal. Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka terpaksa utang di tetangga maupun saudara. Kaur Umum Desa Pedes Lohor Kecamatan Adiwerna, Rajadi (50), Rabu (10/3) kemarin menuturkan, sudah bulan ketiga ini, pihaknya belum menerima tunjangan kerja sebagai perangkat. Padahal seyogyanya uang tunjangan tersebut akan digunakan untuk keper-

luan rumah tangga dan membeli bibit untuk menggarap lahan bengkok. “Akibat tidak cairnya tunjangan, saya akhirnya terpaksa menunda menggarap sawah. Untuk kebutuhan keluarga, saya juga harus utang ke tetangga maupun saudara terlebih dulu,” keluhnya. Rajadi mengaku, sejak Januari sampai dengan Maret ini, tunjangan senilai Rp 560 ribu per bulan belum pernah sepeserpun diterima. Meski pasrah dengan kenyataan yang ada, namun pihaknya meminta kepada Pemkab Tegal secepatnya bisa mencairkan tunjangan perangkat desa yang belum dibayarkan. “Meskipun kami mendapatkan bengkok, namun hasil garapan bengkok tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi dengan tidak dibayarkannya tunjangan. Saya

kesulitan membeli bibit pertanian,” tandasnya. Saat ditemui, Bendahara Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tegal Dikrun Diyantoro mengaku, memang sampai dengan bulan ketiga tahun 2010 ini, seluruh perangkat desa perangkat desa di Kabupaten Tegal belum menerima tunjangan dari Pemerintah. “Tiap perangkat desa menerima tunjangan sebanyak Rp 560 ribu dipotong pajak.” Dia mengakui, dari hasil rapat kordinasi (Rakor) PPDI di Magelang beberapa waktu lalu menyimpulkan bahkan Kabupaten Tegal paling lambat dalam menyalurkan tunjangan perangkat. “Dari hasil pembicaraan saat Rakor PPDI di Magelang kemarin, ternyata hanya perangkat desa di Kabupaten Tegal saja yang belum menerima tunjangan,” terangnya. (cw3)

Dewan Desak Pemkab Gulirkan Program Pelatihan Teknis WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Adi Kuntoro menegaskan, pihaknya masih akan tetap mendesak instansi terkait di lingkungan Pemkab Tegal untuk memprioritaskan program pelatihan dasar bersama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah di Kabupaten Tegal. “Meskipun banyak yang mengatakan program pelatihan UMKM tidak berpengaruh secara langsung, saya akan tetap mendesak Pemkab mau menggulirkan program ini,” tandasnya, ketika memimpin acara diskusi bareng bersama warga, di ruang kerjanya, kemarin. Menurut Adi, program pelatihan terhadap para pelaku usaha kecil perdesaan di sejumlah

wilayah Kabupaten Tegal harus tetap dilakukan. Mengingat pelatihan tersebut diperlukan sekali untuk memberikan pemahaman dasar-dasar pengetahuan tentang potensi pasar, permodalan dana lainnya. “Tujuan pelatihan itu sendiri bukan hanya sekadar membahas proses produksi ataupun mencari dana saja, tetapi menitikberatkan pada pemahaman tentang cara memasarkan produk hasil buatan mereka,” katanya. Desakan untuk mewujudkan program pelatihan tersebut, menurut Adi, didasari dari kondisi dan keyataan para pelaku usaha kecil rumahan di lapangan, di mana pengetahuan mengenai pasar dan lainnya masih sangat minim sekali. Akibatnya, selalu tumbang

sendiri karena kalah bersaing dengan pelaku usaha lainnya. “Kalau dilihat dari potensi sangat banyak sekali, tapi sejuah ini, potensi-potensi besar tersebut tidak pernah tergali secara benar. Lantaran rendahnya pemahaman dan kemampuan SDM itu sendiri. Untuk itu, sudah selayaknya program pelatihan wajib digulirkan,” tegasnya. Lebih lanjut Adi menjelaskan, selama program pelatihan dasar tidak pernah digulirkan Pemkab Tegal, sampai kapan pun program UMKM yang sudah lama dilaksanakan, tidak bakal berhasil dengan baik. Karena sasaran program belum dibekali rangkaian pengetahuan ilmu di bidangnya masing-masing secara jelas dan benar. (k1)

gakan bagi kami, sehingga kegiatan DWP di tingkat UP TD benar-benar hidup. Mudah-mudahan ke depan, kegiatan semacam ini juga dilakukan seluruh DWP se-Kabupaten Tegal. Keberhasilan ini tidak lepas dari kegigihan jajaran pengurus,” sambungnya. Sementara itu, Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Drs Sriyanto HP MM mengatakan, Rapat kerja DWP Dikpora diharapkan mampu

mencetuskan rumusan-rumusan yang bisa membawa kebaikan, baik bagi DWP Dikpora sendiri maupun anggota pada khususnya. “Karenanya, penyelenggaraan raker disamping sebagai forum komunikasi organisasi, konsolidasi, konsultasi dan koordinasi, juga merupakan media bagi penyusunan strategi organisasi. Terutama dalam membahas program kerja, dan tentunya juga diadakan reorganisasi dan revitalisasi,” ujar dia. (guh)

Itwil Diminta Periksa Disdukcapil dari halaman 9 “Pertanyaan saya, kemana larinya sisa uang pembayaran tersebut. Kami menduga, ini ada pelanggaran perda yang sengaja dilakukan oleh Disdukcapil. Untuk itu, kami mendesak pada Itwil untuk melakukan pemeriksaan terkait temuan-temuan Komisi I. Jangan sampai pelanggaran ini menjadi sistemik sehingga masyarakat yang selalu menjadi korbannya,” sambungnya. Bila perlu, sambung Dakir, Komisi I akan memanggil Itwil

agar serius melakukan pemeriksaan terhadap Disdukcapil. Jangan sampai preseden buruk yang jelas-jelas merugikan masyarakat dibiarkan berlanjut. “Kami harus bicara keras karena yang dirugikan adalah masyarakat. Masa mengurus pembuatan akte kelahiran dan KTP jadinya empat bulan. Lalu bagaimana kalau warga yang ada keperluan dengan akte lahiran dan KTP, apa harus menunggu empat bulan,” ucapnya. Sementara itu, Kepala In-

spektorat Wilayah (Itwil), Muji Atmanto SH MM mengaku siap melakukan pemeriksaan khusus terhadap Disdukcapil sesuai permintaan Komisi I. Bahkan, kalau Komisi I membuat rekomendasi ke Itwil, jajarannya langsung melakukan pemeriksaan khusus. “Kalau siap melakukan itu. Apalagi kalau diperkuat dengan surat rekomendasi dari Komisi I, kami langsung kerja. Tapi yang jelas kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap temuan dugaan penyalahgunaan,” ucapnya. (guh)

Setwan DPRD Dinilai Lalai dari halaman 9 Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Munif juga mengungkapkan kekesalannya. Pasalnya, STNK mobdin yang dipergunakannya juga sudah habis masa berlakunya. Bahkan, masa berlaku STNK mobdin itu telah habis sejak 5 Mei 2009 lalu. ‘’Coba dilihat STNK nya saja, sudah terlambat sejak bulan Mei 2009 lalu. Hal seperti ini mestinya tidak perlu terjadi,’’ ujarnya kesal sembari menunjukkan STNK mobdin fraksi PKB. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Suhadi, yang didampingi Kasubag Perlengkapan Setwan Abdul Hamid, mengakui adanya keterlambatan perpanjangan masa berlaku STNK sejumlah mobdin di lingkungan DPRD Kabupaten Tegal. Keterlambatan itu, menurut

Permintaan Bunga Melati Meninggat dari halaman 9 han,’’ terang Abdulah (35) pengusaha melati. Dijelaskan, selain mengirim ke pabrik teh lokal di Tegal dan sekitarnya, bunga melati tersebut juga kerap kali dikirim ke luar negeri, seperti Singapura maupun Thailand.

Berbeda dikatakan Salamah (32), yang diketahui sebagai ibu rumah tangga ini ikut merasakan berkahnya saat permintaan bunga melati meningkat. Kini sehari-hari ibu dua anak ini bisa ikut nyambi meronce bunga melati sesuai pesanan. ‘’Sambil memasak di dapur,

kami juga bisa meronce bunga melati sesuai permintaan. Dalam sehari, kami bisa meronce bunga melati sebanyak 50 buah. Upah ronce bunga melati ini tergantung bentuk dan ukurannya. Yakni mulai dari upah Rp 200 hingga Rp 500 peronce bunga melati,’’ terangnya.

Menurutnya, saat ini dirinya bersama dengan sejumlah tetangganya memang kerap kali dibutuhkan petani ataupun bakul-bakul melati. Apalagi saat ini tengah musim nikah. Sehingga, permintaan meronce ataupun sortir bunga melati sedang banyak. (gus)

Pasang Ratusan Mata Kucing dari halaman 9 Seperti kecelakaan menabrak pembatas jalan maupun pohon, hingga keluar dari medan jalan itu sendiri. Namun dengan dipasangi mata kucing, pengendara di jalur pantura juga akan tahu seberapa jarak yang

harus diwaspadai. Termasuk, mata kucing tersebut bisa dijadikan tanda untuk berhatihati. ‘’Ya pemasangan mata kucing mencapai ratusan ini memang kami lakukan lantaran di jalur pantura minim dengan PJU,’’ beber Suwito.

Menurutnya, selain mata kucing, pihaknya juga memasang sejumlah rambu-rambu lalu lintas lainnya. Di antaranya, laju motor dan truk saat melaju harus di jalur kiri. Termasuk himbauan menyalakan lampu utama pada kendaraan roda dua. Demikian

pula dengan batas kecepatan yang harus ditempuh oleh tiap-tiap pengendara bermotor. ‘’Termasuk di antaranya bahaya jalan licin saat di musim hujan saat ini, harus perlu diwaspadai setiap pengendara,’’ pungkasnya. (gus)

Demi Hobi dan Taruhan, Siap Jimat Demi Keselamatan

Gelar Raker dari halaman 9 sudah tidak berlaku. Sehingga pengurus DWP Dikpora tidak melakukan pembaharuan KTA seperti yang disampaikan anggota tadi. Selain itu, DWP Dikpora juga sudah melakukan terobosan-terobosan untuk mempermudah anggota melakukan akses kegiatan. “Seluruh anggota DWP Dikpora yang ada di lingkungan UPTD SMP, SMA dan SMK, sekarang rutin menggelar pertemuan. Ini cukup membang-

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

DISALATI - Jenazah almarhum Fahmi Iswandi tengah disalati sejumlah warga.

keduanya terutama karena terkait dengan penganggaran. ‘’Memang ada yang terlambat, tapi tidak berbarengan. Ada juga yang terlambat sejak Desember 2009, karena anggarannya sudah habis dan menunggu anggaran berikutnya,’’ terang Abdul Hamid. Suhadi justru menyayangkan sikap anggota DPRD yang mempergunakan mobdin. Karena mereka dinilai tidak melakukan kontrol serta melaporkan jika terjadi keterlambatan masa berlaku STNK mobdin yang dipergunakan. ‘’Mestinya ada kesadaran, pemakainya semestinya bisa kontrol dan melaporkan sebelum terlambat. Tapi sayangnya tidak ada yang memberitahu,’’ ujar Suhadi. Dijelaskan Suhadi dan Abdul Hamid, saat ini pihaknya masih mengurus perpanjangan masa berlaku STNK sejumlah mobdin di lingkungan DPRD. Hal ter-

sebut baru dapat dilakukan, pasalnya menurut mereka, anggaran APBD Kabupaten Tegal baru dapat dicairkan setelah bulan Februari 2010. ‘’Kami masih mengurus 8 mobil dinas. Untuk keterlambatan ini memang karena anggaran yang baru bias dicairkan akhir bulan Februari 2010, ini juga berlaku untuk semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah – red),’’ terang Abdul Hamid. Sejumlah kalangan DPRD berharap, keterlambatan pengurusan perpanjangan STNK mobdin, dapat diantisipasi sedini mungkin. Sehingga, perpanjangan masa berlaku STNK itu tidak sepenuhnya bergantung pada pencairan anggaran APBD Kabupaten Tegal pada tahun berikutnya, namun dapat diperkirakan dan dianggarkan pada tahun anggaran sebelum jatuh tempo masa berlakunya STNK mobdin itu habis. (aan)

dari halaman 9 nyalurkan hobi, aksi trek-trekan juga kerap kali dijadikan ajang taruhan.

‘’Mulai dari taruhan Rp 500 ribu. Motor yang digunakan sebagai sarana balap juga kerap dijadikan taruhan,’’ jelasnya. Menurut dia, yang membuat

dirinya bangga yakni saat balap liar dari Guci menuju Slawi tidak menggunakan rem. Tapi dengan memaikan kopling. ‘’Ya, rem yang kami gunakan

yakni dengan memainkan kopling saja. Kecepatan bisa dikurangi saat berada di keramaian. Dan memang, taruhan dari aksi trek-trekan ini adalah nyawa,’’ pungkasnya. (*)

Bersebelahan dengan Makam Ayah dari halaman 9 duka di RT 01 RW 03 Desa Pagerbarang, setelah disemayamkan semalaman. Peti jenazah diusung pihak keluarga dan warga sekitar menuju ke Masjid Jami Baiturohman Desa Pagerbarang, yang terletak persis di depan rumah duka. Di masjid tersebut, sejumlah kerabat dan tetangga almarhum melaksanakan sholat jenazah. Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Fahmi Iswandi tiba di rumah duka, Selasa (9/3) kemarin sekitar pukul 19.50 WIB, setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 11 jam dari Batam Provinsi Riau. Jenazah Fahmi ditempatkan dalam peti jenazah yang tertutup rapat, dibawa menggunakan ambulance dengan diiringi keluarga dekatnya. Beberapa saat setelah selesai dilaksanakan sholat jenazah, jenazah pun diusung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Sirnaraga Desa Pagerbarang, diiringi keluarga, kerabat, para tetangga, jajaran pemerintahan Desa Pagerba-

rang, serta jajaran Muspika Pagerbarang. Jenazah diberangkatkan dengan diiringi puluhan pelayat. Sementara itu, putri semata wayang almarhum, Salsabila Qurotul Aeni (6) atau yang akrab disapa Salsa, masih belum menunjukkan ekpresi kesedihannya. Hal itu terlihat saat Salsa yang dibimbing neneknya (ibu kandung Fahmi), Djuarmi Indrati (65), melakukan tradisi berjalan menerobos di bawah peti jenazah sebanyak 3 kali berturut-turut. Dalam melaksanakan tradisi tersebut, Salsa, sama sekali tidak menitikkan air matanya. Pun ketika jenazah Fahmi diberangkatkan ke peristirahatannya yang terakhir. ‘’Mungkin Salsa masih belum memahami kepergian ayahnya. Sehingga dia tidak sedih dan sama sekali tidak menangis,’’ terang Adi Isdiana Fahman (35), adik kandung almarhum Fahmi Iswandi. Prosesi pemakaman almarhum Fahmi Iswandi berlangsung lancar, meskipun sebelum pelaksanaan prosesi, wilayah desa Pagerbarang sempat digu-

yur hujan gerimis. Beruntung, saat pelaksanaan prosesi, hujan gerimis reda meskipun mendung masih nampak tersisa. ‘’Kami bersyukur, prosesi pemakaman berjalan lancar. Jenazah Fahmi Iswandi dimakamkan persis di sebalah makam ayahnya, almarhum H Ikin Sodikin,’’ ungkap Djuarmi Indrati, saat ditemui usai pelaksanaan prosesi pemakaman almarhum Fahmi Iswandi. Terkait dengan ketidakhadiran Rukiyah, istri almarhum Fahmi, dijelaskan Djuarti bahwa menantunya itu masih terkendala masalah keimigrasian. Pasalnya, setelah mendengar kabar peristiwa yang menimpa suaminya, Rukiyah langsung menangis dan bersikeras ingin segera pulang. Namun sayangnya, meskipun telah mendapatkan dari majikannya di Johor Malaysia, Rukiyah masih terganjal aparat keimigrasian Malaysia akibat visa ijin kerjanya yang hanya berlaku selama setahun. Padahal kontrak kerja Rukiyah selama 2 tahun, dan akan berakhir pada bulan Agustus 2010 nanti. ‘’Memang kemarin istrinya

(Rukiyah – red) ada kendala masalah visa kerja. Tapi hari ini (Rabu (10/3) – red) jam 08.30 WIB, dia sudah berhasil keluar dari Johor dan sedang menuju ke Batam. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, sore ini sekitar Maghrib, dia sudah sampai di Pagerbarang,’’ terang Djuarmi Indrati. Ditambahkan Djuarmi, saat memastikan identitas Fahmi Iswandi di Batam, pihak keluarga juga berkeinginan agar Rukiyah dapat menyusul ke Batam sekaligus mengiringi kepulangan jenazah ke Pagerbarang. ‘’Kami sekeluarga sudah menunggu di Batam, bahkan kami juga sudah sekalian membeli tiket untuk pulang. Kami sangat berharap Rukiyah bias bersama-sama kami mengiringi pemulangan jenazah ke Pagerbarang,’’ ungkap Djuarmi. Meskipun tanpa diiringi istri tercintanya, jenazah Fahmi tetap disemayamkan di pusara terakhirnya. Warga berharap, Rukiyah dapat segera kembali untuk bersama-sama mendoakan arwah almarhum dalam doa dan tahlil yang rencananya akan digelar pihak keluarga. (aan)

11 SLTA Laksanakan UN di Sekolah Lain dari halaman 9 digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna serta program mkompetensi Akuntansi (12 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Dukuhturi. Staf Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal Harwanto mengatakan, penggabungan UN itu karena sekolah bersangkutan tidak memenuhi syarat, antara lain belum terakreditasi, belum pernah meluluskan siswa, atau jumlah siswa peserta UN yang kurang dari 20 siswa. ‘’Untuk penggabungannya, khusus untuk SMK menyesuaikan dengan yang serumpun. Selain itu juga dicari se-

kolah yang jaraknya jauh lebih dekat dan sudah terakreditasi,’’ terang Marwanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/3). Marwanto memaparkan, peserta UN tingkat SMA sederajat tahun 2010 berjumlah 10.073 siswa dari 71 sekolah negeri dan swasta. Rinciannya yakni SMA 3.787 siswa, MA 783 siswa, SMA LB 4 siswa dan SMK 5.499 siswa. Sedangkan peserta yang akan mengikuti UN di sekolah lain sebanyak 229 siswa. Marwanto menyatakan, untuk menjaga obyektivitas hasil UN, pengawasan akan dilakukan dengan menggunakan sistem silang, yakni antar sekolah dengan madrasah, dan antar sekolah dengan sekolah. Artinya, pengawas dari sekolah

tertentu tidak akan mengawasi peserta dari sekolah asalnya. Jumlah pengawas UN sendiri telah disiapkan sebanyakl 562 orang, merreka berasal dari seluruh sekolah dan madrasah. ‘’Untuk setiap ruang UN, masing-masing akan dijaga oleh dua pengawas dari sekolah lainnya. Adapun jumlah ruang yang digunakan untuk UN tercatat sejumlah 283 ruang,’’ jelasnya. Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin mengatakan, pengawasan pelaksanaan UN tahun 2010 ini juga akan melibatkan tim independen yang beranggotakan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi. Tim independent tersebut tidak hanya bertugas saat pelaksanaan saja,

namun juga saat pengambilan soal dari provinsi, saat pendistribusian soal di tiap subrayon hingga saat penyerahan Lembar Jawab Komputer (LJK) siswa peserta UN. ‘’Kami berharap tim independent dfapat bekerja secara maksimal sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis UN. Sehingga nantinya diharapkan pengawasan tim independent itu mampu mengurangi angka kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN,’’ ungkap Wakhidin. Sesuai jadwal, rencananya UN akan digelar mulai tanbggal 22 Maret 2010 nanti. Untuk SMA, UN dilaksanakan pada tanggal 22 – 26 Maret 2010, sedang untuk SMK, pada tanggal 22 – 25 Maret 2010. (aan)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

KAMIS, 11 MARET 2010

BALANENYONG Gelar Raker DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal, Rabu (10/3) di gedung korpri menggelar rapat kerja. Sedikitnya 350 anggota yang terdiri dari utusan DWP UPTD kecamatan, UPTD SMP, UPTD SMA dan UPTD SMK menghadiri kegiatan tersebut. Ketua DWP KabuDOK.RATEG paten Tegal Dra Hj EnHj Endang Sriyanto dang Sriyanto HP mengatakan, rapat kerja DWP Dikpora merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan guna menentukan arah kegiatan ke depan. Sehingga wajib dihadiri seluruh anggota DWP Dikpora. “Ada sekitar 350 anggota yang hadir dalam raker kali ini. Mudah-mudahan dengan raker ini akan tertuang program kerja yang mampu meningkatkan potensi dan kreativitas anggota sesuai dengan visi dan misi kegiatan. Sehingga ke depan, seluruh anggota DWP Dikpora mampu berdikari dalam bermasyarakat, khususnya dalam mendukung tugas-tugas suami di lingkungan masyarakat,” katanya. Soal KTA bagi anggota DWP, lanjut Endang, memang dulu ada KTA untuk seluruh anggota DWP Dikpora. Namun sekarang, KTA tersebut

Setwan DPRD Dinilai Lalai Hampir Semua STNK Mobdin DPRD Kedaluwarsa PASKA tertangkapnya mobil dinas (mobdin) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Ahmad Firdaus Assyairozi, Senin (8/3) lalu, kini diketahui hampir semua Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobdin di lingkungan DPRD, sudah kedaluwarsa. Peri-

ngatan pimpinan dewan untuk mengurus perpanjangan STNK, belum sepenuhnya dilaksanakan Sekretariat DPRD (Setwan). Hal ini sangat disesalkan tidak hanya oleh Pimpinan Dewan, namun juga oleh pimpinan Komisi dan Fraksi di DPRD. Mereka umumnya menuding keterlambatan itu sebagai bentuk kelalaian Setwan DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin mengatakan, hampir semua STNK mobdin yang dipakai

oleh pejabat di lingkungan DPRD, sudah habis masa berlakunya. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berulang kali meminta Setwan untuk memperpanjang masa berlaku STNK. ‘’Dalam rapat internal sudah sering saya ingatkan, jangan sampai terlambat mengurus STNK karena itu akan berdampak pada kinerja dewan,’’ kata Rojikin. Diakui Rojikin, keterlambatan pengurusan STNK mobdin berjenis sedan yang dipergunakannya,

sempat menganggu kinerjanya. Pasalnya, mobdin yang hingga kini masih belum diurus perpanjangan STNK tersebut, terpaksa tidak dipergunakannya. ‘’Terpaksa mobdin saya parkir di garasi, karena saya takut menyalahi aturan. Sekarang ini saya menggunakan mobdin Toyota Fortuner, yang kebetulan masih baru, termasuk STNK-nya,’’ terang Rojikin. Hal yang sama diakui Wakil Ketua DPRD Muaris. Menurut-

KIYEH LIKUH

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

MENEROBOS – Putri semata wayang almarhum Fahmi Iswandi, Salsabila Qurotul Aeni (6) mengikuti arahan keluarganya untuk menerobos ke bawah peti jenazah ayahnya yang hendak diberangkatkan ke TPU Sirnaraga Desa Pagerbarang. AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PasangRatusanMataKucing KRAMAT - Kondisi jalur Pantura yang minim dengan penerangan jalan umum (PJU), ditambah dengan rusaknya aspal yang kini penuh dengan lubang, membuat jajaran Satlantas Polres Tegal, Rabu (10/3), memasang ratusan mata kucing. Pemasangan penanda rambu-rambu pada malam hari tersebut bisa diharapkan jadi sarana meminimalisasi lakalantas. Kasat Lantas Polres Tegal AKP Yuliantoro melalui Paur Dikayasa Brigadir Suwito di selasela memasang mata kucing di jalur Pantura kemarin mengatakan, upaya tersebut sebagai langkah meminimalisasi laka lantas di jalur pantura yang memang minim rambu-rambu. ‘’Terlebih kondisi jalur pantura tengah rusak parah. Dengan dipasang mata kucing, sarana yang bisa menyala ketika mendapatkan sorotan lampu ini, bisa menjadi alat untuk meminimalisir bentuk kejadian lakalantas,’’ katanya. ke hal 15 kol 4

KOMODITI

ke hal 15 kol 1

Itwil Diminta Periksa Disdukcapil

ke hal 15 kol 1

PASANG - Jajaran Satlantas Polres Tegal saat memasang mata kucing di depan SPBU Dampyak Kramat, kemarin.

nya, STNK mobdin yang selama ini dipergunakannya juga sudah kedaluarsa. Namun hingga kini, pihak Setwan masih belum memperpanjang masa berlaku STNK mobdin tersebut. ‘’Ini memang keterlaluan. Mestinya STNK mobdin DPRD bisa diurus sebelum jatuh tempo masa berlakunya habis. Tidak harus menunggu sampai kedaluarsa, dan bahkan dibiarkan sampai beberapa bulan,’’ ujar Muaris.

SLAWI - Komisi I DPRD Kabupaten Tegal meminta Inspektorat Wilayah untuk melakukan pemeriksaan terhadap Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terkait kelangkaan blangko KTP, KK dan Akte Kelahiran. Desakan ini berdasarkan fakta di lapangan saat Komisi I melakukan sidak ke Disdukcapil, adanya dugaan penyimpangan. Ketua Komisi I Dakir SH mengatakan, kelangkaan blangko KTP, KK dan Akte Kelahiran di Disdukcapil jelas tidak masuk akal. Selain mengganggu pelayanan publik, juga mengisyaratkan ketidakmampuan dinas dalam melakukan pendataan penduduk. “Bagaimana bisa sampai terjadi kelangkaan, padahal anggaran untuk pengadaan itu sudah ada. Bahkan, saat kami melakukan sidak ke sana, di gudang sama sekali tidak ada blangko. Terus bagaimana masyarakat yang akan membuat akte kelahiran maupun KK dan KTP. Apa harus menunggu sampai empat bulan, ini kacau. Kasihan warga yang akan mengurus keperluan tersebut,” katanya. Selain itu, kata Dakir, saat Komisi I melakukan sidak ditemukan beberapa penyimpangan yang betulbetul disaksikan anggota dewan. Warga yang akan mengurus pembuatan Akte Kelahiran dipungut biaya kisaran Rp 20.000-Rp 35.000. Juga bidan-bidan yang akan membuat akte kelahiran juga diminta biaya Rp 3 ribu. Padahal sesuai Perda, pembuatan akte kelahiran hanya dipungut biaya Rp 10.000 dan bagi bayi baru lahir gratis dari pungutan. ke hal 15 kol 1

Pemakaman Jenazah Fahmi, Korban Mutilasi

Bersebelahan dengan

MAKAM AYAH JENAZAH koban mutilasi dan kanibalisme ala ‘’Sumanto’’, Fahmi Iswandi atau yang akrab disapa Yiyi, akhirnya dimakamkan pihak keluarganya. Acara pemakaman berlangsung hidmat, Rabu (10/3) kemarin, meskipun tanpa kehadiran istri almarhum, Rukiyah (38) yang tertunda kepulangannya, akibat tersandung masalah keimigrasian.

Meskipun tanpa kehadiran Rukiyah, prosesi pemakaman jenazah Fahmi tetap dijalankan sesuai rencana sebelumnya. Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Pagi itu, jenazah Fahmi Iswandi yang ditempatkan dalam peti jenazah yang tertutup rapat, mulai dibawa keluar dari rumah ke hal 15 kol 4

DOK.RADAR SLAWI

SIDAK - Sejumlah anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tegal tengah sidak ke Disdukcapil setempat.

11 SLTA Laksanakan UN di Sekolah Lain Tak Penuhi Syarat Penyelenggaraan UN Mandiri SEDIKITNYA 11 sekolah swasta yang terdiri dari SMA, MA dan SMK di Kabupaten Tegal, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2010 ini akan digabung dengan sekolah lain yang meme-

nuhi syarat menyelenggaarakan UN mandiri. Pasalnya, kesebelas sekolah tersebut dinilai tidak memenuhi syarat sebagai sekolah yang dapat melaksanakan UN mandiri. Kesebelas sekolah itu, diantaranya untuk SMA yakni SMA Ma’arif Lebaksiu (9 siswa) yang digabungkan ke SMAN 2 Slawi, dan SMA Al Muawanah Balapulang (14 siswa) yang digabung-

kan ke SMAN 2 Slawi. Untuk MA, terdiri dari MA Raden Fatah Pangkah (16 siswa) yang digabungkan ke MAN Babakan Lebaksiu, dan MA Darul Mujahadah Margasari (30 siswa) yang digabungkan ke MAN Pagerbarang. Sedang untuk SMK yakni SMK Kusuma Bangsa Pangkah dengan program kompetensi Teknik Audio Video (TAV) (6 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna, SMK

Muhammadiyah Adiwerna dengan program kompetensi Teknik Mekanik Otomotif (TMO) (36 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna, SMK Taruna Bangsa Suradadi dengan program kompetensi TMO (10 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna, SMK Yamipura Suradadi dengan program kompetensi Nautika (13 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna,

SMK Arrizqo Bumijawa dengfan program kompetensi Administrasi Perkantoran (AP) (31 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Dukuhturi, SMK Bhakti Praja Suradadi dengan program kompetensi TMO (22 siswa) dan TAV (9 siswa) yang digabungkan ke SMKN 1 Adiwerna, SMK Ma’arif NU 01 Suradadi dengan program kompetensi TMO (21 siswa) yang ke hal 15 kol 4

Melihat Aksi Balap Liar di Jalan Umum Kabupaten Tegal AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PANEN - Petani Suradadi tengah memanen bunga melati untuk langsung dipasarkan lantaran saat ini permintaan sedang meningkat.

Permintaan Bunga Melati Meninggat SURADADI - Musim nikah diawal tahun hingga memasuki bulan ketiga ini, termasuk di beberapa hari terakhir banyak acara keagamaan, rupanya menjadikan permintaan bunga melati tinggi. Sejumlah kaum hawa di jalur Pantura tersebut pun ikut mengalap berkah tingginya permintaan melati. Sebab, ibu-ibu tersebut bisa mensortir atau meronce bunga melati sesuai permintaan pasar. ‘’Sejak awal tahun hingga memasuki bulan ketiga ini memang permintaan bunga melati meningkat. Sebab, saat ini selain banyak acara keagamaan, juga tengah musim hajatan pernikake hal 15 kol 4

Demi Hobi dan Taruhan, Siap Jimat Demi Keselamatan Balap liar yang kerapkali dilakukan sejumlah geng motor atau biasa kita sebut dengan trektrekan, memang tak sekadar menyalurkan hobi. Terkadang balapan dijadikan ajang taruhan. Lalu apa saja yang dipersiapkan para pembalap liar itu? LAPORAN : AGUS WIBOWO MEREGANG nyawa adalah salah satu risiko aksi balap liar. Baru-baru ini terjadi di jalan raya dua Kebasen Talang Kabupaten Tegal. Dengan kecepatan sangat tinggi si pengendara tidak menggunakan pengaman helm, maupun baju khusus seorang ukuran

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

RINGSEK - Sejumlah warga tengah melihat kondisi motor yang baru saja digunakan sebagai balapan liar namun mengalami kecelakaan yang fatal hingga membuat pengendaranya tewas.

pembalap. Trek-trekan tanpa rem pun kerap kali diadakan anak-anak sekarang yang tergolong nekad. Lagi-lagi nyawa pun terkadang terpaksa melayang dengan sia-sia lantaran mereka yang terlibat balap liar mengalami kecelakaan. Untuk menghindari adanya maut, pembalap liar itu punya sejuta cara untuk bisa tetap abadi sebagai sang juara dalam dunia balap liar tersebut. ‘’Meski para pembalap liar hampir semuanya anak-anak muda, namun mereka juga tetap percaya dengan ‘besel’ atau jimat untuk keselamatannya pada saat melakukan trek-trekan,’’ kata Aji (34) mantan pembalap liar yang sudah sering bolak-balik masuk Rumah Sakit. Dengan memiliki jimat, lanjut warga asal Dukuhturi, si pembalap

juga akan percaya diri. Termasuk meski dengan kecepatan tinggi dan mengalami kecelakaan fatal, pembalap tersebut tidak sampai meninggal. ‘’Ya, saya dan teman-teman waktu dulu pun seperti itu. Meski saya juga saat itu hanya sebagai joki, namun jimat keselamatan memang harus dimiliki. Ketika kami mengalami kecelakaan parah, kami masih bisa hidup,’’ aku bapak satu anak. Kendati demikian, lantaran kini dirinya sudah memiliki keluarga, hobi trek-trekan itu akhirnya kini ditinggalkan. Termasuk sejumlah jimat yang dimilikinya sudah dihilangkan. Hal berbeda dikatakan Adi pembalap liar, yang kemarin selamat dari lakalantas di jalan raya Talang. Dia mengaku selain meke hal 15 kol 4


PEMALANG

10

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285) 4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

PEMDES Bersatu Membangun Desa IMAM Haris SSos yang dilantik Camat Taman Sultanto SIp mewakili Bupati Pemalang HM Machroes SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kades Jebed Utara, mengharapkan seluruh unsur masyarakat bersatu untuk memajukan Desa Jebed Utara. Karena baginya tidak ada pihak-pihak yang pro maupun kontra, semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun Desa Jebed Utara menjadi lebih baik. Himbauan itu disampaikan agar semua komponen masyarakat, nantinya dapat memerankan diri dalam proses percepatan pembangunan. Yakni dengan turut terlibat aktif dalam rencana dan pelaksanaan pembangunan. “Kades tidak bisa apa-apa tanpa adanya dukungan seluruh masyarakat,” tuturnya kepada Radar Rabu (10/3) kemarin. Pelaksanaan pelantikan pada Rabu (3/3) pekan lalu sendiri lanjut Imam, berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Di mana semua unsur yang diundang, turut hadir untuk mengikuti proses demokrasi pemerintahan desa tersebut. Sebagai langkah awal setelah dilantik, pihaknya belum lama ini langsung mengadakan pembentukan BKM. Termasuk rencana pembentukan BPD yang akan dibentuk dalam waktu dekat. “BKM sudah kami bentuk, insya-Allah dalam waktu dekat kami juga akan membentuk kembali BPD,” ungkap dia. (cw2)

Dulmatin Bakal Dikubur di Kampungnya Keluarga Kenali Jenazahnya PEMALANG - Keluarga teroris paling dicari Joko Pitono alias Asmar Usman alias Dulmatin akhirnya mengenali jazadnya setelah datang ke Jakarta. Kedatangan salah satu dari keluarga ini setelah dijemput oleh salah satu stasiun televisi swasta. Dengan situasi tersebut Rabu (10/30 kemarin keluarga di rumah ibunda teroris ini melakukan persiapan dengan menutup toko dan mengeluarkan kursi tamu untuk menggelar tikar menyambut kedatangan jenazah. Sementara tetanggatetangganya mau menerima kalau Dulmatin akan dimakamkan di kampung halamannya. Ayah tiri Dulmatin, Jazuli saat diwawancara wartawan mengemukakan sudah sejak lama ada keinginan dari keluarga kalau Dulmatin dimakamkan di kuburan Petarukan kalau sampai terjadi hal seperti ini. “Ibunya sudah lama mengatakan kalau Dulmatin sampai meningal dunia akan dimakamkan di Petarukan saja,” kata dia. Pemakaman yang akan digunakan adalah TPU di Desa Bulu Kecamatan Petarukan. Menurutnya, Azam kakak kandung Dulmatin datang ke Jakarta untuk melihat jenazahnya dan mengenalinya dari tahi lalat yang ada di dagunya. “Azam mengenali kalau jenazah tersebut adalah Dulmatin, sebelumnya kami ndak yakin meskipun di TV terpampang foto yang menyerupai, namun setelah Azam melihat ada tahi lalat di dagu, barulah kami yakin,” tuturnya. Semenjak Dulmatin dinyatakan teroris oleh Mabes Polri pasca Bom Bali pada tahun 2002 yang lalu, pihak keluarga tidak mengetahui aktivitas

Dulmatin dan tidak mau mencari tahu. Namun demikian mereka kooperatif saat didatangi polisi untuk keperluan mencari buktibukti. Meski demikian selama ini di rumah sekaligus toko itu tidak ditemukan bukti apa pun. Dengan positifnya jenazah teroris yang ditembak Densus 88 di Pamulang Jawa Barat itu adalah Dulmatin, keluarga langsung melakukan persiapan. Bahkan adik seibu lain ayah dari Dulmatin, Nana menghentikan wawancara ayahnya itu dengan sejumlah wartawan untuk keperluan mengemasi tokonya. Jazuli pun akhirnya menuruti kemauan anaknya yang mengenakan seragam medis PNS itu. Sejumlah tetangganya membantu mengeluarkan meja dan kursi tamu, sedangkan televisi yang sejak pagi dinyalakan langsung dimatikan. Di depan toko di Jalan Pasar Utara nomer 24 Keboijo Petarukan itu dalam sekejap didatangi banyak warga. Salah satu warga Waluyo menuturkan semenjak berita penembakan teroris di Pamulang, toko Bu Yati menjadi perhatian warga. Mereka ingin mengetahui lebih jauh apa yang dilakukan keluarga Dulmatin itu. “Azam dijemput oleh salah satu stasiun TV ke Jakarta untuk melihat jenazah Dulmatin sekaligus mau wawancara, sedangkan Bu Yati diungsikan ke Tegal, di tempat anak keduanya Luwi,” kata dia. Namun demikian meskipun Dulmatin adalah teroris paling dicari dengan hadiah yang besar bagi penangkapnya, masyarakat mau menerima kedatangan jenazahnya untuk dimakamkan di kampung halaman.“Kami tidak masalah kalau Dulmatin dimakamkan di Petarukan,” tambahnya. Kepastian Dulmatin akan dimakamkan belum ada kejelasan. Kapan jenazah tiba juga belum ada pemberitahuan. (ali)

Maling Motor, Lima Remaja Ditangkap PEMALANG - Polres Pemalang berhasil menggukung komplotan maling motor dan jaringannya Selasa (9/3) malam kemarin. Kelimanya masih berusia muda dan merupakan pemain baru bahkan dua diantaranya berstatus pelajar. Dari kelimanya polisi menyita sejumlah sepeda motor dan sarana untuk mencuri berupa kunci T. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH mengemukakan adanya penangkapan maling motor tersebut. “Berdasarkan informasi dari masyarakat yang

menyatakan ada anak muda sering menggunakan sepeda motor yang mencurigakan, kami menindaklanjutinya dengan menangkap dua dari mereka,” kata dia Rabu (10/3). Dari dua maling yang pertama kali ditangkap itulah kasus kemudian dikembangkan hingga polisi menangkap tiga maling lainnya dan seorang penadah. Mereka adalah Andri Setyawan (17), Muh Rifai (19), Furqon Khaerul Anam (17) pelajar, Satriyo (16), Ahmad Husein (19) pelajar, kelimanya warga Kecamatan Taman Pemalang. Sedangkan seorang penadah ada-

lah Agus Aryo (24). Dari komplotan tersebut polisi menyita 10 buah sepeda motor dan 2 kunci T. “Mereka beraksi di sembilan TKP, enam di antaranya di Kabupaten Pemalang sedangkan dua di Kajen dan satu di Slawi,” tambah Kasat. Aksi pencurian ini dilakukan sejak Januari hingga Maret 2010 dengan sasaran sepeda motor yang diparkir di rumah dan tempat parkir umum, termasuk di depan warnet. Polisi menyatakan masih terdapat satu orang lagi yang terlibat dalam komplotan tersebut dan dinya-

takan sebagai buronan. Salah satu tersangka Ahmad Rifai saat diwawancara mengatakan untuk satu kali aksi mencuri mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu. Uang itu diperoleh dari teman mereka yang sekarang masih menjadi buronan. Untuk merencanakan aksi mereka, biasanya berkumpul di sebuah rumah kosong di Taman Asri. Sementara penadah barang curian Agus Aryo mengatakan untuk sebuah sepeda motor dijualnya seharga mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung mereknya. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BERKERUMUN - Warga berkerumun di depan toko Bu Yati begitu diperoleh kepastian jenazah teroris Pamulang adalah Dulmatin.

Pernikahan Menjadi Resmi Secara Hukum SEJUMLAH warga dari kalangan kurang mampu di Kabupaten Pemalang, Rabu (10/3) kemarin mengikuti kegiatan nikah masal. Acara ini diselenggarakan Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag, pengusaha distributor pupuk terkenal, yang bekerja sama dengan Jamaah Majalis Taklim Az Zahroh, LPK Mandiri, Salon Noni dan LSM Forum Lintas Pelaku Pemberdayaan Masyarakat (FLPPM). Sejumlah warga yang mengikuti nikah masal kali ini sedikitnya ada 4 pasangan yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka sebelumnya telah menjalani hidup serumah tanpa ada ada ikatan secara resmi sesuai hukum. Mereka itu diantaranya, Ujang Bei (51) bersama pasangannya Sri Utami (35) asal RT 06/RW 06, Trowuh (44) dengan Saniah (43) warga RT 06/RW 07, Wasjad (48) dengan Watronah (47) warga RT 05/RW 07 yang semuanya itu warga Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang. Sementara pasangan lainnya Kiswoyo (44) dengan Sulikhah (34) warga asal Desa Kendayakan Kecamatan Warurejo Kabupaten Tegal. Pasangan penganten tersebut kebanyakan sudah mem-

punyai anak dan mereka itu dalam menjalin hubungannya sudah cukup lama, antara 4 hingga 18 tahun. Namun karena tidak mampu untuk membiayai untuk melangsungkan pernikahan secara resmi. Akhirnya mereka terpaksa melakukan nikah siri, meskipun dilarang oleh hukum negara. Sebelumnya, mereka menjalani upacara sakral melakukan ijab dan qobul di Masjid Pagaran. Dalam acara itu dipimpin Kepala KUA Kecamatan Pemalang Drs Ahmad Afroni sekaligus sebagai penghulunya. Dan disaksikan KH Ahmad Munawir, jamaah Majelis Taklim Az Zahroh dan warga sekitar masjid. Setelah selasai ijab qobul,

pasangan diarak dengan becak munuju pusat acara, di rumah Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag. Kemudian penganten duduk bersanding di pelaminan yang telah disiapkan panitia. Dengan iringan hiburan orgen tunggal membuat acara bertambah meriah, bahkan saking gembiranya semua pasangan penganten ikut berjoget. Sehingga menambah suasana itu bertambah seru. Hj Iis Dewi Sri Fatonah SAg mengatakan kegiatan bhakti sosial nikah masal yang didanai secara pribadi sebagai sikap tanggap dan cepat terhadap problematika masyarakat. Menurutnya sikap tersebut sebagai jawaban dirinya dalam kesunguhan untuk ikut membangun masyarakat. (mg1)


KAMIS 11 MARET 2010

KABUPATEN TEGAL

11

RADAR TEGAL

Rp 100 Juta untuk RTH PENERTIBAN SatpolPPAkuiBelumAdaKoordinasi SLAWI - Banyaknya pedagang pasar yang memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan menuai keluhan warga. Pasalnya, ruas jalan sekitar menjadi semakin sempit. Beberapa kendaraan juga terpaksa harus mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar pasar. Kondisi seperti ini juga menjadi ’pemandangan’ tersendiri setiap pagi di Pasar Pagongan, Kecamatan Dukuhturi. Banyaknya pedagang yang meluber ke jalan menjadikan kondisi jalan semakin padat. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal Eko Jati Kuntoro saat dikonfirmasi Radar Selasa (9/3) mengatakan, sampai saat ini keberadaan pedagang pasar yang memanfaatkan jalan untuk berjualan memang menjadi persoalan tersendiri. Untuk di Pasar Pagongan, menurutnya, kondisi tersebut memang sudah lama muncul. Sebagian dari para pedagang lebih memilih berjualan di depan pasar yang memang lokasinya berada persis di jalan utama Tegal-Purwokerto. Kondisi inilah yang menyebabkan arus lalulintas di jalan tersebut kerap terganggu. ’’Yang jelas, dengan banyaknya pedagang yang memanfaatkan jalan untuk berjualan sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas di jalan utama Tegal-Purwokerto tersebut,” tandasnya. Diungkapkan Eko, pedagang sengaja jualan di pinggir jalan untuk bisa mendapatkan pelanggan lebih banyak. Bahkan beberapa pedagang yang awalnya berjualan di dalam pasar juga ikut menggelar dagangan di luar. ’’Dari pengamatan saya, mereka memang sengaja berjualan di luar pasar, agar barang dagangannya bisa cepat laku. Kondisi itu bahkan memancing pedagang yang awalnya di dalam pasar, kini mulai berjualan di luar,” terangnya. Kondisi tersebut, tambah Eko, tidak hanya terjadi di Pasar Pagongan tapi juga beberapa pasar di wilayah Kabupaten Tegal sehingga terlihat kurang tertib. Di antaranya, Pasar Suradadi, Pasar Banjaran, Pasar Bojong, dan Pasar Margasari. ’’Ini memang dilematis. Kalau tidak segera dilakukan penertiban, lambat laun itu akan menjadi boomerang. Ini lantaran para pedagang dari waktu ke waktu bertambah banyak,” ujarnya. Ketika disinggung lebih lanjut mengenai upaya penertiban, Eko mengatakan, untuk saat ini belum ada koordinasi antara Satpol PP dengan dinas terkait. Bahkan, untuk penertiban tahun-tahun sebelumnya hanya dilakukan saat menjelang Lebaran. ’’Kalau upaya penertiban, memang saat ini belum ada koordinasi. Bahkan, untuk penertiban tahun sebelumnya hanya dilakukan saat menjelang Lebaran,” tambah Eko. (cw3)

SLAWI - Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal terus mengupayakan untuk menciptakan penghijauan di sejumlah lokasi. Bahkan, pemkab sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 juta untuk pembelian beragam tanaman guna membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Heri Pratikno saat dikonfirmasi Radar di ruang kerjanya Rabu (10/3) mengatakan, saat ini Pemkab Tegal memang akan melakukan program tanaman peneduh untuk RTH. Lebih lanjut dijelaskannya, program tersebut dilakukan Pemkab Tegal untuk mengurangi lokasi-lokasi yang dalam kondisi gersang. Di samping itu, juga sekaligus untuk mempercantik wajah Kabupaten Tegal. ’’Program ini memang arahnya untuk menambah keteduhan di beberapa jalan, terutama di lokasi-lokasi yang saat ini dianggap gersang,’’ tandas Heri. ’’Selain itu, program tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka ruang terbuka hijau, sehingga hal itu akan

bisa meminimalisasi polusi udara,” imbuhnya. Heri mengaku, untuk program tersebut pemkab memang telah menganggarkan Rp 100 juga guna pengadaan beragam tanaman. ’’Kami memang kemarin mengajukan tiga jenis tanaman untuk program tanaman peneduh di antaranya, jenis tanaman trembesi, kayu putih, dan cemara angin,” jelasnya. Meski demikian, terkait lokasi penanaman, dijelaskan Heri bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian. ’’Saya memang belum mendapatkan tembusan tertulis dari bupati terkait dengan lokasi yang akan dijadikan untuk program ruang terbuka hijau tersebut,” ucap Heri. Sesuai rencana awal, menurut Heri, program tersebut dilakukan di lingkungan Kantor Pemkab Tegal. Namun, lanjutnya, inipun belum ada kepastian. ’’Intinya, program tersebut dilakukan untuk mengurangi kegersangan. Sehingga dimungkinkan itu bisa dilakukan di beberapa lokasi yang dianggap gersang,’’ tandas Heri lebih lanjut. (cw3)

Biaya Akta Lahir Mahal Warga Berencana Geruduk Komisi I BUMIJAWA - Sejumlah warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tegal dalam waktu dekat berencana mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Tegal secara bersama-sama, untuk mengadukan mahalnya biaya pembuatan akta lahir. Biaya pembuatan akta lahir saat ini nilai sangat mahal dan melebihi Peraturan Daerah (Perda) No. 17 Tahun 2001 juga Peraturan Bupati (Perbub) Tegal No. 3 Tahun 2000 tentang Tarif Akta Pencatatan Sipil serta Surat Keterangan Kependudukan. ’’Kami akan mendatanagi

Komisi I DPRD Kabupaten Tegal mengadukan permasalahan mahalnya biaya pembuatan akta lahir di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),” kata Suhari (37), warga Bumijawa. Hal senada juga diungkapkan Romlah (40), warga Bojong. ’’Saya akan tetap mengadukan permasalahan ini ke Komisi I. Sebab, kondisi semacam ini harus segera dituntaskan agar tidak menjadi beban warga,” ujarnya. Dikatakan Romlah, sesuai aturan Perda maupun Perbub, tarif pembuatan akta lahir untuk umur 0-60 hari gratis alias tidak dipungut biaya. Sedangkan untuk umur 60 hari ke atas hanya Rp 10 ribu.

Tapi, menurutnya, kenyataan di lapangan sangat berbeda sekali. Warga dan bidan desa tetap dipungut biaya tinggi Rp 5 ribu-30 ribu. ’’Kenyataan seperti itulah yang membuat kami kecewa. Sehingga kami berencana mengadukan permasalahan ini ke Komisi I, untuk meminta pertanggungjawabannya.’’ Menanggapi permasalahan yang ada, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Dakir SH menyatakan, rencana warga untuk mengadu sudah menjadi hak masing-masing. Untuk itu, menurutnya, Komisi I DPRD akan menyambut kedatangan warga dengan senang hati. ’’Sebab, DPRD adalah kepanjangan tangan warga,” tandasnya. (k1)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0856.4022.2293

KAMIS, 11 MARET 2010

Dulmatin Bakal Dikubur di Kampungnya

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

Keluarga Kenali Jenazahnya

NGENDONG

PEMALANG - Keluarga teroris paling dicari Joko Pitono alias Asmar Usman alias Dulmatin akhirnya mengenali jazadnya setelah datang ke Jakarta. Kedatangan salah satu dari keluarga ini setelah dijemput oleh salah satu stasiun televisi swasta. Dengan situasi tersebut Rabu (10/30 kemarin keluarga di rumah ibunda teroris ini melakukan persiapan dengan menutup toko dan mengeluarkan kursi tamu untuk menggelar tikar menyambut kedatangan jenazah. Sementara tetangga-tetangganya mau menerima kalau Dulmatin akan dima-

Bersatu Membangun Desa IMAM Haris SSos yang dilantik Camat Taman Sultanto SIp mewakili Bupati Pemalang HM Machroes SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kades Jebed Utara, mengharapkan seluruh unsur masyarakat bersatu untuk memajukan Desa Jebed Utara. KaDOK RADAR PEMALANG rena baginya tidak ada Imam Haris pihak-pihak yang pro maupun kontra, semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun Desa Jebed Utara menjadi lebih baik. Himbauan itu disampaikan agar semua komponen masyarakat, nantinya dapat memerankan diri dalam proses percepatan pembangunan. Yakni dengan turut terlibat aktif dalam rencana dan pelaksanaan pembangunan. “Kades tidak bisa apa-apa tanpa adanya dukungan seluruh masyarakat,” tuturnya kepada Radar Rabu (10/3) kemarin. Pelaksanaan pelantikan pada Rabu (3/3) pekan lalu sendiri lanjut Imam, berlangsung dengan

kamkan di kampung halamannya. Ayah tiri Dulmatin, Jazuli saat diwawancara wartawan mengemukakan sudah sejak lama ada keinginan dari keluarga kalau Dulmatin dimakamkan di kuburan Petarukan kalau sampai terjadi hal seperti ini. “Ibunya sudah lama mengatakan kalau Dulmatin sampai meningal dunia akan dimakamkan di Petarukan saja,” kata dia. Pemakaman yang akan digunakan adalah TPU di Desa Bulu Kecamatan Petarukan. Menurutnya, Azam kakak kandung Dulmatin datang ke Jakarta untuk melihat jenazahnya dan mengenalinya dari tahi lalat yang ada di dagunya. “Azam mengenali kalau jenazah

tersebut adalah Dulmatin, sebelumnya kami ndak yakin meskipun di TV terpampang foto yang menyerupai, namun setelah Azam melihat ada tahi lalat di dagu, barulah kami yakin,” tuturnya. Semenjak Dulmatin dinyatakan teroris oleh Mabes Polri pasca Bom Bali pada tahun 2002 yang lalu, pihak keluarga tidak mengetahui aktivitas Dulmatin dan tidak mau mencari tahu. Namun demikian mereka kooperatif saat didatangi polisi untuk keperluan mencari bukti-bukti. Meski demikian selama ini di rumah sekaligus toko itu tidak ditemukan bukti apa pun. Dengan positifnya jenazah ke hal 15 kol 1

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BERKERUMUN - Warga berkerumun di depan toko Bu Yati begitu diperoleh kepastian jenazah teroris Pamulang adalah Dulmatin.

Warga Kurang Mampu Ikuti Nikah Masal

Pernikahan Menjadi Resmi

SECARA HUKUM

ke hal 15 kol 1

PENTOL RAH...

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PELANTIKAN – Pengurus Gapeksindo Pemalang yang baru untuk masa kerja 2010-2015 tengah dilantik Ketum Gapeksindo Jateng Sukamto di Cipes Resto Rabu (10/3) kemarin.

SuwitoKetuaGapeksindoTerpilih PEMALANG – Musyawarah Cabangan Gabungan Konstruksi Nasional Indonesia (Muscab Gapeksindo) I Kabupaten Pemalang, akhirnya mengamanatkan Suwito Agus ST dan Arif Subekhi ST sebagai Ketua dan Sekretaris Pengurus Harian. Keduanya terpilih secara aklamasi untuk memimpin jalannya roda organisasi masa kerja 2010-2015. Muscab yang berlangsung di Cipes Resto Pemalang Rabu (10/3) kemarin, selain diikuti seluruh anggotanya, juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Komisi B DPRD Pemalang Drs Mahbub Junaedi Msi, dan Ketua Umum Gapeksindo Jateng Sukamto. Dalam sambutannya Ketua terpilih Suwito Agus ST mengungkapkan dengan terbentuknya Pengurus Harian Gapeksindo Pemalang, ke depan diharapkan dapat menjalankan usahanya sekaligus mengupayakan berbagai fasilitas informasi suatu proyek untuk dapat saling memberi peluang dan membangun kerja sama sinergis sesama anggota. “Tantangan ke depan semakin berat, karenanya sinergisitas antar anggota ini sangat penting,” kata dia. Selain itu, kebersamaan yang selama ini belum terkonsolidasikan dengan baik, nantinya melalui program kerja dan kebijakan-kebijakan yang ada akan lebih tertata dan terarah. Karenanya dalam Muscab yang mengambil tema “Dengan

AGUS P/RADAR PEMALANG

BERDOA – Pasangan penganten dan Hj Iis Dewi Sri Fatonah SAg penyelenggara nilkah masal sedang berdoa setelah acara ijab dan qobul selesai.

SEJUMLAH warga dari kalangan kurang mampu di Kabupaten Pemalang, Rabu (10/3) kemarin mengikuti kegiatan nikah masal. Acara ini diselenggarakan Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag, pengusaha distributor pupuk terkenal, yang bekerja sama dengan Jamaah Majalis Taklim Az Zahroh, LPK Mandiri, Salon Noni dan LSM Forum Lintas Pelaku Pemberdayaan Masyarakat (FLPPM).

Sejumlah warga yang mengikuti nikah masal kali ini sedikitnya ada 4 pasangan yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka sebelumnya telah menjalani hidup serumah tanpa ada ada ikatan secara resmi sesuai hukum. Mereka itu diantaranya, Ujang Bei (51) bersama pasangannya Sri Utami (35) asal RT 06/RW 06, Trowuh (44) dengan Saniah (43) warga RT 06/RW 07, Wasjad

(48) dengan Watronah (47) warga RT 05/ RW 07 yang semuanya itu warga Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang. Sementara pasangan lainnya Kiswoyo (44) dengan Sulikhah (34) warga asal Desa Kendayakan Kecamatan Warurejo Kabupaten Tegal. Pasangan penganten tersebut kebanyakan sudah mempunyai anak dan ke hal 15 kol 4

ke hal 15 kol 1

Gempur Tuntut Kades Mundur Bakal Gelar Aksi Besar-Besaran PEMALANG – Gerakan Masyarakat Peduli Purwosari (Gempur) bersama warga Desa Purwosari Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang akan menggelar aksi demo besar-besaran. Aksi demo yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini untuk menuntut kepala desanya mudur dari jabatanya. Aski demo akan didampingi oleh LSM Serikat Rakyat Pemalang di bawah Koordinator Andi Rustono. Ketua Gempur Desa Purwosari Tjasmudi menuturkan banyaknya dugaan penyimpangan yang telah dilakukan kepala desanya membuat warga baik yang ada di dalam kelompok gerakannya maupun warga desa, memicu wara untuk segera begerak. Mereka meminta agar penyimpangan-penyimpangan tidak terus terjadi, yang pada akhirnya akan merugikan desa.

CMYK

Ulama Besar Pemalang KH Muhammad Syahroni Wafat

Tokoh yang Intens di Dunia Pendidikan

DOK RADAR PEMALANG

Kabupaten Pemalang kembali kehilangan ulama besarnya, kali ini adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kauman, KH Muhammad Syahroni. Ribuan santir dan warga pun mengiringi kepergian tokoh panutan ini. Bagimana prosesinya?

Tjasmudi

“Kami bersama warga akan segera menyusun kekuatan untuk menggelar aksi demo secara besar-besar,” katanya, kepada Radar dalam jumpa persnya, Rabu (10/3) kemarin. Menurutnya, aksi demo yang akan digelar untuk menuntut Kepala Desa Purwosari mundur dari jabatannya itu, terkait soal ke hal 15 kol 1

LAPORAN: ALI BASARAH TOKOH agama ini meninggal dunia saat menunggu waktu shubuh di rumahnya Rabu (10/3) dini hari. Upaya dilarikan ke rumah sakit sudah dilakukan, namun Sang Khalik berkehendak lain dengan memanggilnya. Pemakaman terhadap kiai ini dilakukan sore harinya di TPU

Pagaran. Salah satu keluarga almarhum H Abdul Mukti mengemukakan sebelumnya ayahnya itu dalam beberapa hari terakhir tidak nampak maupun mengeluh sakit. “Bapak hanya merasa kalau mau bangun dari pembaringan tidak bisa langsung seperti sebelumnya, namun demikian aktivitas tetap biasa dilakukan seperti pada saat terakhir masih shalat berjamaah di Masjid Agung,” kata dia. Bahkan pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, KH Syahroni masih sempat menjalankan shalat tahajud. Selesai shalat tahajud lanjut dia, kiai menunggu waktu shubuh sambil berbaring. “Saat itulah bapak mengeluhkan sakit dan sudah diupayakan untuk dibawa ke rumah sakit, namun Allah berkehendak lain,” ujarnya. ke hal 15 kol 1

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

DILEPAS – Jenazah KH Muhammad Syahroni sebelemun dimakamkan di TPU Pagaran dilepas oleh keluarga dan santrinya di Ponpes Salafiyah.


METRO TEGAL

10

KAMIS 11 MARET 2010

RADAR TEGAL

PERISTIWA Dua ABK Tegal Tewas DUA Anak Buah Kapal (ABK) asal Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal meninggal dunia saat berada di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka, antara lain Rasmani (33) warga Jalan Blanak RT 03 RW 01 dan Sanuri (65) warga Jalan Layang RT 09 RW 09 Kelurahan Tegalsari. Ketua HNSI Kota Tegal Mahmud Efendi, Selasa (9/3) mengatakan, Rasmani (33) merupakan ABK KM Andhika 02 dengan alat tangkap cumi. Dia meninggal saat berada di perairan Tanjung Puting Kalsel, Kamis (4/3) petang. Setelah melalui perjalanan laut, jenazah korban sampai di Pelabuhan Tegal, Senin (8/3). Hari itu juga jenazah langsung dimakamkan setelah dilakukan visum luar di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga. “Sesuai hasil visum, di tubuh Rasmani tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau tindak pidana lainnya. Sehingga, dimungkinkan Rasmani meninggal karena sakit jantung atau lainnya. Setelah divisum, kami mewakili pemilik kapal menyerahkan jenazah ke keluarganya,” kata Mahmud. Sedangkan sebelumnya, menurut Mahmud, Sanuri (65) yang merupakan ABK KM Triana milik H Tarjono juga meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang dari perairan Kalsel. Korban sempat diperiksa di puskesmas. Karena penyakitnya kronis, tim medis menyarankan dibawa pulang. Namun, di tengah perjalanan pulang korban meninggal dunia sehingga sampai rumah sudah tak bernyawa lagi. “Hasil visum luar tim medis, kedua ABK meninggal karena sakit. Bukan karena penganiayaan atau tindak pidana lainnya,” tuturnya. Saat ditanya soal santunan yang diberikan HNSI atau pemilik kapal, Mahmud menegaskan HNSI sifatnya hanya sebagai mediator. Santunan diberikan pemilik kapal. Untuk Rasmani, saat ini dia sedang melakukan negosiasi antara keluarga korban dan pemilik kapal. Ada perbedaan antara permintaan dan pemberian yang akan diberikan. Namun hasil negosiasi sementara, dia mengambil tengah-tengah. Sehingga, santunan yang akan diberikan sekitar Rp 15 juta. (hun)

Soal UN Dikunci Tiga Lapis Antisipasi Kebocoran Soal PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) tahun ini lebih ketat dari sebelumnya. Karenanya, dalam penyimpanan soal-soal pun kunci yang digunakan sebanyak tiga lapis. Ini dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, untuk mengantisipasi adanya kebocoran soal dalam pelaksanaan

UN. Dalam pendistribusian soal juga akan dikawal oleh polisi. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Drs Sipon Junaedi MPd mengatakan, soal dari sub rayon disimpan dengan pengamanan yang berlapis-lapis. Artinya, soal ditempatkan pada ruang khusus, kemudian digembok menggunakan tiga buah kunci. Selain itu, pengamanan jalannya ujian juga ekstra ketat. Yakni tim pengawas dipastikan

dilakukan silang murni dan juga melibatkan tim independen dari Perguruan Tinggi (PT) UNNES Semarang. Karena perguruan tinggi disini memiliki peran penting, sehingga diberikan kewenangan untuk memantau hingga di dalam kelas, jika kondisinya mencurigakan. “Pelaksanaan UN tahun lalu, belum pernah diberikan pengawasan seketat ini,” katanya. Dijelaskan Sipon pengawas yang disiapkan Disdik meman-

terang Sipon. Peserta ujian kali ini, juga lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 14.785 siswa. Dia berharap para siswa bisa lebih meningkatkan kinerja belajarnya agar kelulusan ini memenuhi target dari tahun lalu. “Jumlah pengawas dan peserta tahun ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini terjadi karena adanya beberapa siswa yang belum lulus ujian tahun lalu.” (adi)

Angkat Besi, Tersengat Listrik

ASPIRASI Pembayaran Satpam TPI Dianggarkan dalam Ubahan PERJUANGAN 15 Satpam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tegal, Jongor dan Muarareja akhirnya menuai hasil. Walaupun sampai saat ini tunggakan belum dibayarkan, namun Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) memberi lampu hijau. Karena untuk pembayaran uang makan satpam TPI yang nunggak sampai 2 bulan, akhirnya akan dianggarkan melalui perubahan APBD Kota Tegal tahun 2010. Sedangkan untuk pembayaran bulanan, Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislatan) diminta mencari dana talangan agar tidak sampai nunggak. Kabid Perencanaan Pengendalian Operasional Pendapatan (PPOP) DPPKAD Kota Tegal Maslurin, saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat koordinasi dengan Komisi II DPRD dan Dislatan Selasa (9/3) kemarin, mengatakan, untuk pembayaran uang makan satpam 3 TPI, yang sampai nunggak 2 bulan penyelesaiannya diserahkan pada Dislatan untuk mencari dana talangan. Karena belum dinaggarkan pada APBD 2010, maka pihaknya bersama Komisi II DPRD memiliki komitmen untuk dianggarkan pada perubahan APBD 2010. Sehingga soal uang makan satpam TPI yang jumlahnya 15 tak ada masalah, tinggal Dislatan mencari dana talangan terlebih dahulu. “Anggarannya akan kami ajukan pada perubahan APBD 2010, sehingga untuk penanggulangannya kami sarankan Dislatan untuk dana talangan,” kata Maslurin. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE, mengungkapkan, pihaknya mendesak Dislatan untuk secepatnya menyeleasaikan pembayaran uang makam satpam TPI. Karena saat ini sudah masuk bulan Maret, sehingga rapelannya bukan 2 bulan. Tapi rapelan uang makan yang diterimakan 15 satpam 3 bulan, atau masing-masing satpam sekitar Rp 1,3 juta. Soal anggarannya dari mana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Dislatan. Namun yang jelas, untuk anggaran uang makan 15 satpam 3 TPI akan diajukan melalui perubahan APBD 2010. “Kami minta Dislatan bisa secepatnya menyelesaikan masa tunggakan uang makam satpam TPI, agar masalahnya tidak berlarutlarut. Jangan sampai masalah ini justru mbulet, padahal kami sudah sepakat akan diajukan melalui perubahan APBD 2010,” ungkap Hendria. (hun)

tau jalannya UN 2010 sebanyak 1.608 orang. Dari jumlah tersebut terbagi menjadi 572 guru untuk mengawasi UN tingkat SMA/MA/SMK. Kemudian tingkat SMP/MTs disiapkan 546 orang pengawas dan untuk SD/MI sejumlah 490 guru. “Pengawasan tersebut ditentukan oleh prosedur standar operasional (POS) dan aturan yang berlaku di sekolah. Kemudian, setiap ruangan akan diawasi dua orang pengawas,”

M SAEKHUN/RATEG

APES! Itulah nasib yang dialami Ahmad (45) pekerja bangunan yang juga warga Desa Gunungan Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Dia tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat melakukan pekerjaan renovasi di rumah H Khabidin ( 56) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 81 Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Rabu (10/3). Akibat insiden tersebut, sekujur tubuh korban terbakar dan dia sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUI Harapan Anda. Informasi yang berhasil dihimpun, siang itu sekitar pukul 11.00 WIB korban bermaksud memindahkan besi kerangka

bangunan yang dibutuhkan rekannya dibagian atas. Hujan yang turun siang itu, membaut korban tergesa- gesa memindahkan lonjoran besi tersebut tanpa melihat kebagian atas. Besi lonjoran itu menyentuh kabel penerangan jalan yang bertengangan tinggi. Saksi sekaligus mandor tukang Asikin (57) menyatakan korban langsung terkapar dan berteriak histeris ketika besi yang dibawanya menyengat bagian tubuh. “Dia seketika terjungkal dan tertindih besi yang telah teralisi listrik tegangan tingggi. Kami berupaya menyingkirkan besi tersebut, dan menolong melakukan upaya penyelamatan dengan membawanya kerumah sakit,” ujarnya. (her)

DIALOG - Rombongan Komisi II DPRD berdialog dengan Direktur RSU Kardinah saat melakukan tinjauan pelayanan di Poliklinik RSU beberapa waktu lalu.

Data Jamkesda Tak Valid Dewan Bakal Panggil Sekda MENYIKAPI banyaknya keluhan masyarakat, terkait dengan data Jaminan Kesehatan (Jamkesda) tahun 2010 yang dinilai kurang valid. DPRD Kota Tegal dalam waktu dekat bakal memanggil Sekretaris Daerah (Sekda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB, dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, Aset Daerah (DPPKAD) untuk menggelar rapat koordinasi (Rakor) soal data Jamkesda tersebut. Ketua DPRD Kota Tegal H Edy Suripno SH, Rabu (10/3) kemarin, mengatakan, menyikapi permasalahan data Jamkesda yang dikeluhkan sejumlah masyarakat, maka pihaknya akan mengelar Rakor bersama Sekda dan SKPD terkait. Tuju-

annya agar data Jamnkesda valid, sebab DPRD memiliki kepentingan mengetahui pola dan sistem pendataan. Pasalnya, sesuai informasi untuk pendataan Jamkesda SKPD terkait menggunakan pola pemerataan atau kuota. Sehingga masing-masing RT diploting 5 sampai 10 Kepala Keluarga (KK). “Selain untuk mengetahui pola dan sistem pendataan, sasaran kami melakukan Rakor adalah melakukan proteksi atas data Jamkesda. Sehingga anggaran untuk Jamkesda yang dialokasikan melalui APBD 2010 bisa tepat sasaran, karena datanya valid,” kata Edy. Menurut Edy, karena sistem dan pola pendatan yang kurang maksimal, maka dilapangan ada tumpang tindih data Jamkesmas dan Jamkesda. Salah satu contoh, ada warga yang namanya masuk dalam data base Jamkesmas. Tapi dalam data Jamkesda, ternyata nama terse-

but masuk lagi. Padahal sesuai kondisi yang ada, masih ada warga miskin yang belum masuk Jamkesmas maupun Jamkesda. Hal semacam ini yang perlu dilakukan validasi, agar tidak ada masyarakat miskin yang mendapat asuransi kesehatan. Namun sisi lain, ada warga miskin yang sam sekali tidak mendapat asuransi kesehatan. Ditambahkan, karena konsekuensi program Jamkesda, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak berlaku lagi. Walaupun kondisi keluarga benarbenar miskin, tapi kalau tidak masuk dalam data Jamkesmas maupun Jamkesda, maka tidak bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Permasalahan kurang validnya data Jamkesda, salah satunya penyebabnya juga karena faktor belum meratanya penyebaran kartu miskin. Sehingg Pemkot, melalui SKPD terkait harus melakukan validasi ulang atas data Jamkesda.” (hun)

HERMAS PURWADI/RATEG

TERKAPAR - Tukang yang tersengat listrik teganggan tinggi dirawat di Ruang Anyelir RSUI Harapan Anda.


KAMIS 11 MARET 2010

KABUPATEN TEGAL

11

RADAR TEGAL

Rp 100 Juta untuk RTH PENERTIBAN SatpolPPAkuiBelumAdaKoordinasi SLAWI - Banyaknya pedagang pasar yang memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan menuai keluhan warga. Pasalnya, ruas jalan sekitar menjadi semakin sempit. Beberapa kendaraan juga terpaksa harus mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar pasar. Kondisi seperti ini juga menjadi ’pemandangan’ tersendiri setiap pagi di Pasar Pagongan, Kecamatan Dukuhturi. Banyaknya pedagang yang meluber ke jalan menjadikan kondisi jalan semakin padat. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal Eko Jati Kuntoro saat dikonfirmasi Radar Selasa (9/3) mengatakan, sampai saat ini keberadaan pedagang pasar yang memanfaatkan jalan untuk berjualan memang menjadi persoalan tersendiri. Untuk di Pasar Pagongan, menurutnya, kondisi tersebut memang sudah lama muncul. Sebagian dari para pedagang lebih memilih berjualan di depan pasar yang memang lokasinya berada persis di jalan utama Tegal-Purwokerto. Kondisi inilah yang menyebabkan arus lalulintas di jalan tersebut kerap terganggu. ’’Yang jelas, dengan banyaknya pedagang yang memanfaatkan jalan untuk berjualan sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas di jalan utama Tegal-Purwokerto tersebut,” tandasnya. Diungkapkan Eko, pedagang sengaja jualan di pinggir jalan untuk bisa mendapatkan pelanggan lebih banyak. Bahkan beberapa pedagang yang awalnya berjualan di dalam pasar juga ikut menggelar dagangan di luar. ’’Dari pengamatan saya, mereka memang sengaja berjualan di luar pasar, agar barang dagangannya bisa cepat laku. Kondisi itu bahkan memancing pedagang yang awalnya di dalam pasar, kini mulai berjualan di luar,” terangnya. Kondisi tersebut, tambah Eko, tidak hanya terjadi di Pasar Pagongan tapi juga beberapa pasar di wilayah Kabupaten Tegal sehingga terlihat kurang tertib. Di antaranya, Pasar Suradadi, Pasar Banjaran, Pasar Bojong, dan Pasar Margasari. ’’Ini memang dilematis. Kalau tidak segera dilakukan penertiban, lambat laun itu akan menjadi boomerang. Ini lantaran para pedagang dari waktu ke waktu bertambah banyak,” ujarnya. Ketika disinggung lebih lanjut mengenai upaya penertiban, Eko mengatakan, untuk saat ini belum ada koordinasi antara Satpol PP dengan dinas terkait. Bahkan, untuk penertiban tahun-tahun sebelumnya hanya dilakukan saat menjelang Lebaran. ’’Kalau upaya penertiban, memang saat ini belum ada koordinasi. Bahkan, untuk penertiban tahun sebelumnya hanya dilakukan saat menjelang Lebaran,” tambah Eko. (cw3)

SLAWI - Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal terus mengupayakan untuk menciptakan penghijauan di sejumlah lokasi. Bahkan, pemkab sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 juta untuk pembelian beragam tanaman guna membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Heri Pratikno saat dikonfirmasi Radar di ruang kerjanya Rabu (10/3) mengatakan, saat ini Pemkab Tegal memang akan melakukan program tanaman peneduh untuk RTH. Lebih lanjut dijelaskannya, program tersebut dilakukan Pemkab Tegal untuk mengurangi lokasi-lokasi yang dalam kondisi gersang. Di samping itu, juga sekaligus untuk mempercantik wajah Kabupaten Tegal. ’’Program ini memang arahnya untuk menambah keteduhan di beberapa jalan, terutama di lokasi-lokasi yang saat ini dianggap gersang,’’ tandas Heri. ’’Selain itu, program tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka ruang terbuka hijau, sehingga hal itu akan

bisa meminimalisasi polusi udara,” imbuhnya. Heri mengaku, untuk program tersebut pemkab memang telah menganggarkan Rp 100 juga guna pengadaan beragam tanaman. ’’Kami memang kemarin mengajukan tiga jenis tanaman untuk program tanaman peneduh di antaranya, jenis tanaman trembesi, kayu putih, dan cemara angin,” jelasnya. Meski demikian, terkait lokasi penanaman, dijelaskan Heri bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian. ’’Saya memang belum mendapatkan tembusan tertulis dari bupati terkait dengan lokasi yang akan dijadikan untuk program ruang terbuka hijau tersebut,” ucap Heri. Sesuai rencana awal, menurut Heri, program tersebut dilakukan di lingkungan Kantor Pemkab Tegal. Namun, lanjutnya, inipun belum ada kepastian. ’’Intinya, program tersebut dilakukan untuk mengurangi kegersangan. Sehingga dimungkinkan itu bisa dilakukan di beberapa lokasi yang dianggap gersang,’’ tandas Heri lebih lanjut. (cw3)

Biaya Akta Lahir Mahal Warga Berencana Geruduk Komisi I BUMIJAWA - Sejumlah warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tegal dalam waktu dekat berencana mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Tegal secara bersama-sama, untuk mengadukan mahalnya biaya pembuatan akta lahir. Biaya pembuatan akta lahir saat ini nilai sangat mahal dan melebihi Peraturan Daerah (Perda) No. 17 Tahun 2001 juga Peraturan Bupati (Perbub) Tegal No. 3 Tahun 2000 tentang Tarif Akta Pencatatan Sipil serta Surat Keterangan Kependudukan. ’’Kami akan mendatanagi

Komisi I DPRD Kabupaten Tegal mengadukan permasalahan mahalnya biaya pembuatan akta lahir di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),” kata Suhari (37), warga Bumijawa. Hal senada juga diungkapkan Romlah (40), warga Bojong. ’’Saya akan tetap mengadukan permasalahan ini ke Komisi I. Sebab, kondisi semacam ini harus segera dituntaskan agar tidak menjadi beban warga,” ujarnya. Dikatakan Romlah, sesuai aturan Perda maupun Perbub, tarif pembuatan akta lahir untuk umur 0-60 hari gratis alias tidak dipungut biaya. Sedangkan untuk umur 60 hari ke atas hanya Rp 10 ribu.

Tapi, menurutnya, kenyataan di lapangan sangat berbeda sekali. Warga dan bidan desa tetap dipungut biaya tinggi Rp 5 ribu-30 ribu. ’’Kenyataan seperti itulah yang membuat kami kecewa. Sehingga kami berencana mengadukan permasalahan ini ke Komisi I, untuk meminta pertanggungjawabannya.’’ Menanggapi permasalahan yang ada, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Dakir SH menyatakan, rencana warga untuk mengadu sudah menjadi hak masing-masing. Untuk itu, menurutnya, Komisi I DPRD akan menyambut kedatangan warga dengan senang hati. ’’Sebab, DPRD adalah kepanjangan tangan warga,” tandasnya. (k1)


SAMBUNGAN

KAMIS 11 MARET 2010

15

RADAR TEGAL

Musim Hujan, Harga Bata Merah Naik ULUJAMI - Selama memasuki musim hujan Oktober lalu, harga bata merah terus mengalami kenaikan. Bila sebelum musim hujan untuk 1 ribu bata harganya berkisar Rp 350 hingga Rp 400 ribu, kini untuk jumlah yang sama mencapai Rp 500 ribu. Kenaikan ini menjadi berkah tersendiri bagi petani, karena keuntungan yang didapatnya cukup besar. “Waktu selesai dibakar sudah banyak yang menawar, tapi belum saya lepas. Menunggu harganya naik,” terang Rajid (40), pembuat bata merah di Desa Mojo Kecamatan Ulujami kepada Radar kemarin. Bata merah lanjut dia, harganya memang menyesuaikan kondisi masyarakat saat-saat tertentu. Seperti pada saat petani

mulai membakar bata merah, banyak warga yang mencari karena harganya masih cukup murah. Namun pembuat bata merah musiman yang sudah tahu kalau harga bata akan naik, menahannya sampai dengan harga benar-benar naik. “Yang membeli ini belum tentu akan langsung dipakai untuk membangun, soalnya kan mau masuk musim hujan,” ungkap Rajid. Dengan memproduksi ratarata 20 hingga 30 ribu bata merah, kenaikan harga tersebut membuat keuntungannya sedikit lebih banyak dibanding petani lain yang menjualnya sesaat setelah dibakar. Dalam perinciannya, kelebihan keuntungannya bisa Rp 2 juta lebih banyak dibanding pen-

jualan sesaat setelah pembakaran. Akan tetapi tidak semua pembuat bata merah ini melakukan hal yang sama dengan dirinya. Karena ada juga yang langsung melepas bata merahnya secara langsung. Biasanya hal tersebut dilakukan karena petani musiman sudah mendapatkan talangan atau persekot dari pemesan bata merah. Sehingga tidak lama setelah selesai pembakaran, batanya langsung diangkut pemesan sambil memberikan sisa uangnya. “Untuk proses pembakaran kan tidak cukup Rp 1 juta, sehingga banyak juga yang mencari utangan dulu. Kalau tidak, cari porsekot dari sudah ada yang kasih porsekot dulu,” kata dia. (cw2)

Dulmatin Bakal Dikubur di Kampungnya dari halaman 9 teroris yang ditembak Densus 88 di Pamulang Jawa Barat itu adalah Dulmatin, keluarga langsung melakukan persiapan. Bahkan adik seibu lain ayah dari Dulmatin, Nana menghentikan wawancara ayahnya itu dengan sejumlah wartawan untuk keperluan mengemasi tokonya. Jazuli pun akhirnya menuruti kemauan anaknya yang mengenakan seragam medis PNS itu. Sejumlah tetangganya membantu mengeluarkan meja dan kursi tamu, sedangkan televisi yang sejak pagi dinyalakan langsung dimatikan.

Di depan toko di Jalan Pasar Utara nomer 24 Keboijo Petarukan itu dalam sekejap didatangi banyak warga. Salah satu warga Waluyo menuturkan semenjak berita penembakan teroris di Pamulang, toko Bu Yati menjadi perhatian warga. Mereka ingin mengetahui lebih jauh apa yang dilakukan keluarga Dulmatin itu. “Azam dijemput oleh salah satu stasiun TV ke Jakarta untuk melihat jenazah Dulmatin sekaligus mau wawancara, sedangkan Bu Yati diungsikan ke Tegal, di tempat anak keduanya Luwi,” kata dia. Namun demikian meskipun

Dulmatin adalah teroris paling dicari dengan hadiah yang besar bagi penangkapnya, masyarakat mau menerima kedatangan jenazahnya untuk dimakamkan di kampung halaman. “Kami tidak masalah kalau Dulmatin dimakamkan di Petarukan,” tambahnya. Namun kepastian kapan Dulamtin akan dimakamkan belum ada kejelasan. Bahkan kapan jenazah tiba juga belum ada pemberitahuan dari Jakarta. Hingga pukul 17.00 WIB ruko Bu Yati masih dikunjungi banyak warga, baik yang bertakziyah maupun hanya sekedar melihat-lihat. (ali)

Gempur Tuntut Kades Mundur dari halaman 9 dana kompensasi pembangunan rel ganda. Yaitu dari hasil penjualan tanah kas desa yang terkena proyek tersebut sampai sekarang tidak jelas larinya kemana. Selain itu, masalah Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pemerintah desa dalam hal penggunaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009, yang realitanya di lapangan LPj tidak ada. Sehingga laporan yang dibuatnya itu fiktif, karena kegiatan pembangunan tidak direalisasikan. “Contohnya pembangunan drainase tidak dilaksanakan, pem-

buatan pagar keliling pendopo desa dan pos kampling juga belum selesai pembangunnya, sebab belum sampai seratus persen pembangunannya,” ujar Tjasmudi. Belum lagi lanjut Tjasmudi, persoalan-persoalan lain yang juga cukup banyak, seperti halnya, soal barang bukti kompor gas dari kasus tiga perangkat desa yang sebelumnya bermasalah dan diselesiakannya secara hukum. Yaitu sebanyak 50 tabung gas dan seperangkat regulatornya, serta 24 kompor gas tidak sesuai dengan jumlah barang bukti semula. Karena yang ada seka-

rang ini tabung gas hanya tinggal 38 unit dan kompor gasnya kurang lebihnya tingal 13 unit saja. “Oleh karena itu warga akan menuntut hakhaknya kepada pemerintah desa, agar bantuan kompor gas tersebut segera dibagikan kepada warga,” tandanya. Dia menambahkan dana bantuan dari Gubernur Jawa tengah yang sesuai pengajuannya untuk pengadaan komputer dan mebeler dan dana penjualan lahan eks pos kampling yang di indikasikan telah dijual secara pribadi oleh kades juga akan ikut dipertanyakan soal kemana larinya dana tersebut. (mg1)

Suwito Ketua Gapeksindo Terpilih dari halaman 9 Muscab 1 Gapeksindo Kabupaten Pemalang Tahun 2010, Kita Tingkatkan Profesionalisme Yang Bermartabat” tersebut, diharapkan akan lebih meningkatkan profesionalisme profesi di bidang jasa konstruksi para anggotanya. Sementara itu Ketua Umum Gapeksindo Sukamto dalam sambutannya seusai melantik mengatakan, pengurus baru

diharapkan dapat melaksanakan tugas dan kewajiban organisasi untuk mencapai keberhasilan. Yakni dengan menghindari adanya ketersinggungan antar pengurus dan anggota. “Menjadi pengurus berarti siap mencurahkan tenaga dan fikiran untuk mengembangkan organisasi,” tegasnya. Melalui Muscab lanjut Sukamto, selain dapat dijadikan bukti dan jawaban terhadap keberhasilan anggota, juga

dapat digunakan sebagai sarana pembinaan bagi asosiasi penyelenggara jasa konstruksi. Dengan begitu, Gapeksindo nantinya benar-benar siap untuk memerankan dirinya dan bersumbangsih dalam bidang pembangunan di Kabupaten Pemalang. “Selamat kepada pengurus terpilih, jalankan sistem manajemen yang baik dan terarah sebagaimana yang kita harapkan bersama,” ajaknya. (cw2)

Bersatu Membangun Desa dari halaman 9 aman, lancar, dan kondusif. Di mana semua unsur yang diundang, turut hadir untuk mengikuti proses demokrasi pemerintahan desa tersebut. Sebagai langkah awal setelah dilantik, pihaknya belum lama

ini langsung mengadakan pembentukan BKM. Termasuk rencana pembentukan BPD yang akan dibentuk dalam waktu dekat. “BKM sudah kami bentuk, insya-Allah dalam waktu dekat kami juga akan membentuk kembali BPD,” ungkap dia.

Pjs Imam yang juga Kasi Pemerintahan di Kecamatan Taman ini, ditunjuk untuk menggantikan Gigih Wahyu SP dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai kepala desa. Yakni sampai dengan adanya kepada desa yang definitif. (cw2)

Tokoh yang Intens di Dunia... dari halaman 9 Bupati HM Machroes SH yang diwakili Setda H Sumadi Sugondo SE MM MSi atas nama pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. KH Muhammad Syahroni adalah tokoh yang intens di dunia pendidikan, kami merasa kehilangan ulama besar, putra terbaik Kabupaten Pemalang,” kata dia. Sementara Wakil Bupati H Junaedi SH MM yang hadir dalam kapasitas pribadi mengemukakan mengenal KH

Muhammad Syahroni sebagai ulama besar dan merupakan panutan warga Kabupaten Pemalang. “KH Muh Syahroni adalah paku bumi Kabupaten Pemalang, kami merasa kehilangan ulama besar ini,” ujarnya. Pemakaman jenazah didahului dengan upacara yang doa pengantarnya dipimpin oleh KH Ahmad Munawir, Rois Syuriah PC NU Kabupaten Pemalang. Jenazah dilepas dari Ponpes Salafiyah Kauman Pemalang untuk dishalatkan di Masjid Agung. Selanjutnya

dengan diiringi tokoh-tokoh masyarakat, ulama dan pejabat Pemkab serta ratusan santri jenazah ulama besar ini diantar sampai ke peristirahatan terakhirnya. Semoga amal ibadah dan kebaikannya diterima Allah SWT dan ajaran-ajarannya bisa diteruskan para santrinya. (*) IAN COMP: Mbthkn karywn /krywti usia min 20 Thn,Dom Pemalang & sktrnya,Lmrn dikrm ke Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pemalang. Jam 9-11 Wib 15.3

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BERIRINGAN - Empat dari enam komplotan maling motor yang ditangkap polisi saat beriringan melintasi barang buktinya.

Maling Motor, Lima Remaja Ditangkap PEMALANG - Polres Pemalang berhasil menggukung komplotan maling motor dan jaringannya Selasa (9/3) malam kemarin. Kelimanya masih berusia muda dan merupakan pemain baru bahkan dua diantaranya berstatus pelajar. Dari kelimanya polisi menyita sejumlah sepeda motor dan sarana untuk mencuri berupa kunci T. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH mengemukakan adanya penangkapan maling motor tersebut. “Berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyatakan ada anak muda sering menggunakan sepeda

motor yang mencurigakan, kami menindaklanjutinya dengan menangkap dua dari mereka,” kata dia Rabu (10/3). Dari dua maling yang pertama kali ditangkap itulah kasus kemudian dikembangkan hingga polisi menangkap tiga maling lainnya dan seorang penadah. Mereka adalah Andri Setyawan (17), Muh Rifai (19), Furqon Khaerul Anam (17) pelajar, Satriyo (16), Ahmad Husein (19) pelajar, kelimanya warga Kecamatan Taman Pemalang. Sedangkan seorang penadah adalah Agus Aryo (24). Dari komplotan tersebut polisi menyita 10 buah sepeda motor dan 2 kunci T.

“Mereka beraksi di sembilan TKP, enam di antaranya di Kabupaten Pemalang sedangkan dua di Kajen dan satu di Slawi,” tambah Kasat. Aksi pencurian ini dilakukan sejak Januari hingga Maret 2010 dengan sasaran sepeda motor yang diparkir di rumah dan tempat parkir umum, termasuk di depan warnet. Polisi menyatakan masih terdapat satu orang lagi yang terlibat dalam komplotan tersebut dan dinyatakan sebagai buronan. Salah satu tersangka Ahmad Rifai saat diwawancara mengatakan untuk satu kali aksi mencuri mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu.

Uang itu diperoleh dari teman mereka yang sekarang masih menjadi buronan. Untuk merencanakan aksi mereka, biasanya berkumpul di sebuah rumah kosong di Taman Asri. Sementara penadah barang curian Agus Aryo mengatakan untuk sebuah sepeda motor dijualnya seharga mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung mereknya. “Paling mahal adalah sepeda motor merek Honda Mega Pro yang laku Rp 2,5 juta,” ujarnya. Dengan aksi maling motor ini, keenamnya terancam hukuman penjara maksimal enam tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. (ali)

Pernikahan Menjadi Resmi Secara Hukum dari halaman 9 mereka itu dalam menjalin hubungannya sudah cukup lama, antara 4 hingga 18 tahun. Namun karena tidak mampu untuk membiayai untuk melangsungkan pernikahan secara resmi. Akhirnya mereka terpaksa melakukan nikah siri, meskipun dilarang oleh hukum negara. Sebelumnya, mereka menjalani upacara sakral melakukan ijab dan qobul di Masjid Pagaran. Dalam acara itu dipimpin Kepala KUA Kecamatan Pemalang Drs Ahmad Afroni sekaligus sebagai penghulunya. Dan disaksikan KH Ahmad Munawir, jamaah Majelis Taklim Az Zahroh dan warga sekitar masjid. Setelah selasai ijab qobul, pasangan diarak dengan becak KOMPUTER IAN COMP-Termurah!!! Hp. 081803977939.Jual-BeliService-Upgrade Komputer /LapTop/Monitor/Printer Dll. Antar-Jemput.Garansi

munuju pusat acara, di rumah Hj Iis Dewi Sri Fatonah Sag. Kemudian penganten duduk bersanding di pelaminan yang telah disiapkan panitia. Dengan iringan hiburan orgen tunggal membuat acara bertambah meriah, bahkan saking gembiranya semua pasangan penganten ikut berjoget. Sehingga menambah suasana itu bertambah seru. Hj Iis Dewi Sri Fatonah SAg mengatakan kegiatan bhakti sosial nikah masal yang didanai secara pribadi sebagai sikap tanggap dan cepat terhadap problematika masyarakat. Menurutnya sikap tersebut seba-

SOKA 31 CELL Bagi yang berminat bisnis PPOB u/ tranaksi tagihan listrik, telepon, speedy,FIF, Adira, isi pulsa dll. jual perdana, voucher & HP flexi/Tsel htt//WWW.kartu pulsa.com kode aktivasi 2234561589. Hub : (0284) 5803000 / 081326873333

gai jawaban dirinya dalam kesunguhan untuk ikut membangun masyarakat Pemalang agar lebih sejahtera. Dan niatan untuk menyelenggarakan nikah masal ini sejak sebelum punya keinginan mencalonkan diri sebagai wakil bupati dalam Pilkada tahun 2010. “Acara ini sebagai jawaban saya setelah melihat banyaknya probelamatika masyarakat, salah satunya persoalan warga yang merasa kesulitan untuk melakukan pernikahan secara resmi karena tidak punya biaya,” katanya. Meskipun jumlah pesertanya

relatif sedikit, hanya empat pasang penganten, namun Hj Iis merasa senang dan bahagia. Karena itu telah membutikan bahwa masyarakat sudah sadar akan pentingnya pernikahan secara resmi. Dan masyarakat sudah tahu soal hak perlindungan hukum. “Dengan waktu selama dua bulan lebih informasi yang telah disebarluaskan, Alhamdulillah ada 4 pasang calon penganten yang mau mengikutinya dan mereka juga merasa senang karena nasibnya ada yang memperhatikan,” paparnya. (agus pratikno)


Radar Tegal 11 Maret 2010