Issuu on Google+

Quiz Redaksi

Fokus

Nisa’

Muhasabah Azaz Mulia

Penerbit : Majelis Kerohanian Islam SMA Negeri 1 Surakarta Penanggung Jawab: Drs. H. M.Thoyibun, S.H., M.M. Penasehat : H. Suharno, S.Ag. Drs. Suyoto Drs. Imron Ketua Redaksi: Arba Dewan Redaksi: Rizki, Umam, Sangaji, Andika, Afifan, Dhi Fadlin Editor : Fajar, Zukhruf, Arif Percetakan : Pamungkas Kritik & Saran: 083866838599 e-mail : izzuddin_smansa@ yahoo.co.id Blog : majalahizzuddin. wordpress.com mkismansa.blogspot.com

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

Ibroh

Islamuda Tadabur

Nasihat Fokus

Info

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, atas segala kemudahan dan nikmat yang telah diberikan oleh Allah, sehingga dengan izin-Nya, crew ‘Izzuddin bisa menyelesaikan majalah ‘Izzuddin edisi ke-73 ini sampe bisa terbit ‘n terdistribusikan ke tangan Shahibuddin semua. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Sekarang kita sudah masuk tahun ajaran 2010/2011 nih. Yang kelas 3 SMP sudah naik jadi kelas 1 SMA, yang kelas 1 dah naik kelas 2, dan yang kelas 2 dah naik kelas 3. Nah, buat Shohibuddin yang dah menginjak kelas 3, saatnya perjuangan dimulai! Yang dulunya males-malesan sekarang rasa males itu harus dibuang sejauh mungkin. Yang dulunya ga’ ngerjain pe-er, sekarang harus lebih rajin lagi. Yang dulunya suka menyepelekan pelajaran tertentu, sekarang udah ga’ boleh gitu lagi… Semangaaaat!!!! Terus, Bang Udin juga mau ngucapin salam kenal dulu ma adek-adek yang baru masuk menjadi siswa-siswi baru SMANSA. Nah, pada pada edisi ke-73 ini, Bang Udin mengambil tema tentang Bulan Ramadhan, yang identik dengan bulan puasa, karena semua orang yang beriman dan yang mampu diwajibkan untuk puasa. Nah, apakah selama ini puasa kita telah sesuai dengan syari’at? Atau kita masih berbuat sesuatu yang tidak berguna ketika berpuasa, yang notabene bisa mengurangi pahala puasa itu sendiri? Terus apa saja sih perbuatan yang sia-sia yang biasa kita lakuin? Terus gimana cara menghindarinya? Semua itu akan dibahas pada rubrik fokus. Selain artikel itu, Bang Udin juga telah nyiapin artikel-artikel yang ga kalah menarik seperti Menjelajahi Dunia Semut, Rabi’ bin Khutsaim, Berproses Meraih Cinta Allah, dan masih banyak lagi artikel lainnya yang insya’allah bermanfaat bagi kita semua. Oke, sekarang duduk dulu, mari kita simak Izzuddin edisi 73 kali ini... Selamat menikmati, membaca, memetik pelajaran, n semoga selalu diberikan kemudahan oleh Allah agar kita selalu semangat, sabar, dan teguh dalam meniti agama Islam yang sempurna ini. ISTIQOMAH...!!! Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

1


Daftar Isi

Nikmat berpuasa............................................................ 4

10 Nasihat Ibnul Qayyim ............................................... 7 Noda-Noda Ramadhan. ........................................... 9 Surat Cinta Untuk Saudariku................................12

QuizZuddin......................................................................... 13 Hati Yang Jernih...................................................................... 14 Menjelajah Dunia Semut...................................... 16

Rabi’bin Khutsaim bin ‘Aidz..................20 BerprosesCintaALLAH.................. 23 Izzuddin 2

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Islamuda

B

ulan Ramadhan agung yang penuh rahmat, maghfirah, serta ampunan telah datang dan kita jalani bersama-sama. Semakin kita dalami makna puasa (shiyam) yang telah kita jalankan ini, semakin banyak pula hikmah yang kita peroleh disana. Apalagi ketika niat kita berpuasa muncul dari nurani, ikhlas karena Allah maka semakin kita merasakan nikmatnya shiyam yang kita lakukan. Pada bulan ramadhan ini terjadi suatu peristiwa akbar yaitu peristiwa Nuzulul qur’an yakni turunnya AI Qur’an. Tidak seperti bulan-bulan yang iainnya, pada bulan ramadhan banyak sekali keutamaan (fadhilah) yang ada pada bulan penuh ampunan itu, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah, bersabda : “Umatku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada umat sebelum mereka. Bau mulut orang yang shiyam lebih harum disisi Allah daripada minyak misk, malaikat memintakan ampun bagi mereka hingga berbuka, Allah menghiasi jannah-Nya setiap hari kemudian ber­

Nikmat Berpuasa

firman, ”Sebentar lagi hamba-hamba-Ku yang shalih akan lepas dari beban dan gangguan, dan akan mendatangimu”, setan-setan yang jahat dibelenggu sehingga tidak bebas sebagaimana bebasnya pada hari yang lain, dan mereka diampuni di akhir malam.

Keutamaan pertama

Bau mulut orang yang shiyam lebih harum disisi Allah daripada bau minyak misk. Yakni bau mulut tatkala perut kosong sangat tidak enak bagi manusia, akan tetapi hal itu disisi Allah lebih harum dari minyak misk dikarenakan hal

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

3


Islamuda tersebut merupakan hasil ketaatan dan ibadahnya kepada Allah. Setiap sesuatu yang merupakan hasil dari ketaatan kepada Allah maka hal itu sangat dicintai oleh Allah, sebagaimana orang yang syahid terbunuh dijalan Allah karena ia ingin meninggikan kalimat Allah maka darahnya yang mengalir layaknya bau minyak misk. Allah juga membanggakan hambahambanya yang pergi berhaji ketika wukuf dengan firman-­Nya, ”Lihatlah hambahamba-Ku, mereka mendatangiku meski harus kusut dan berdebu.” [HR Ahmad dan Ibnu Hibban]. Jadi debu tersebut dicintai Allah lantaran bekas ketaatan hamba kepada Allah. Bukankah kita ingin yang demikian itu? Dicintai Allah lantaran ketaatan kita kepada-Nya.

Keutamaan kedua

Bahwa malaikat akan memintakan ampun bagi mereka hingga berbuka. Padahal malaikat adalah makhluk yang dimuliakan disisi Allah. Sehingga mereka mendapat jaminan dari Allah akan dikabulkan do’anya untuk orang yang shiyam karena Allah. Allah mengizinkan malaikat untuk memintakan ampun bagi orang yang shiyam. Hal ini menunjuk­ kan bahwa Allah meninggikan dan memuliakan kedudukan umat ini sekaligus menunjukkan keutamaan dari shiyam itu sendiri. Melihat bahwa malaikat turut men­ doakan orang­ orang yang shiyam, maka hal itu merupakan kesempatan emas

buat kita bersama untuk senantiasa memperbaiki dan menjaga shiyam kita sehingga dalam ramadhan kita tidak hanya sekedar mendapat lapar dan dahaga saja. ”Betapa banyak orang yang shiyam, namun tidak mendapat apa-apa selain rasa lapar ....”, begitulah nabi mengingatkan.

Keutamaan ketiga

Yaitu Allah menghiasi jannahNya setiap hari kemudian berfirman, ”sebentar lagi hamba-hambaku akan lepas dari beban dan gangguan...”, yaitu kesusahan didunia, keletihan dan rintangannya, mereka melakukan amal shalih untuk memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat serta agar sampai tujuannya kejannah (syurga). Hal itu tentunya semakin menambah semangat kita dalam melaksanakan shiyam ini. Dengan pahala shiyam ramadhan yang begitu besarnya itu semestinya semakin menambah gairah kita dalam meningkatkan segala amalan-amalan shalih dibulan yang penuh rahmat Allah ini. Setidaknya kebaikan-­kebaikan yang jarang kita lakukan dibulan-bulan biasa mulai kita amalkan kembali dibulan ini.

Keutamaan keempat

Bahwa setan-setan jahat akan dibelenggu dengan rantai sehingga tidak bisa dengan leluasa menggoda hamba-hamba Allah yang shalih, berupa menyesatkan dari kebenaran dan berpaling dari segala kebaikan. Hal ini

Izzuddin 4

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Islamuda merupakan bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, orang-orang yang shalih akan bertambah antusiasnya untuk senantiasa berbuat kebajikan dan menghindar dari keburukan dibulan ini, melebihi antusias mereka ketika berada pada bulan-­bulan selain bulan ramadhan.

Keutamaan kelima

Yaitu Allah akan mengampuni umat Muhammad di akhir malam bulan ramadhan jika mereka benar­ benar menunaikan apa yang semestinya ditunaikan dibulan yang penuh barakah ini. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala telah memberikan karunia kepada hamba-Nya dengan pahala ini berupa 3 hal : Pertama, Allah mensyari’atkan bagi mereka amal shalih yang dapat mendatangkan maghfirah bagi dosadosa dan meninggikan derajat mereka. Ibadah tidak boleh diambil / dilaksanakan melainkan dari wahyu yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Oleh karena itu, Allah mencela orang yang menetapkan syari’at ( aturan ) selain syari’at-Nya dan memasukkan perbuatan itu kedalam syirik. Kedua, Allah telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengerjakan amal shalih yang telah ditinggalkan kebanyakan manusia. Kalaulah bukan karena pertolongan Allah Yang Maha Penyayang serta taufik-Nya, tentulah

mereka tidak dapat melaksanakannya. “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. “ [Al Hujurat:17] Ketiga, sesungguhnya Allah telah memberikan karunia dengan banyaknya pahala. Setiap kebaikan dilipatkan pahalanya sepuluh kali hingga tujuh ratus kali dan bahkan sampai kelipatan yang banyak. Maka karunia tersebut berupa amal dan juga pahalanya. Segala puji bagi A1lah Rabb semesta alam. Setelah kita mengetahui akan banyaknya keutamaan dari bulan ramadhan ini yang tentunya lebih dari lima hal yang telah diuraikan diatas, maka seharusnya kita harus benar-benar pandai dalam memanfaatkan bulan ini sebagai bulan tempat kita menanam amal kebaikan yang sebanyak mungkin. Jangan sampai bulan yang penuh rahmat ini terlewatkan begitu saja dalam kehidupan kita. Dan kita berdo’a agar Allah menerima shiyam kita serta segala amal perbuatan baik kita dibulan ini. Amin. Maroji’ 1. AI Qur’an dan terjemahnya 70 masalah shaum, Muhammad Shalih AI-Munajjid DKK 2. Panduan Shiyam Ramadhan, Muhammad bin Shalih AI’Utsaimin.

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

5


Azaz Mulia

10 Nasihat Ibnul Qayyim

Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat

1.

2.

Pertama, hendaknya hamba me­nya­dari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya. Kedua, merasa malu kepada Allah. Karena sesungguhnya apa­ bila seorang hamba menyadari pan­dangan Allah yang selalu mengawasi diri­nya dan menyadari

3. 4.

betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya. Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah. Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu.. Keempat, merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya.

Izzuddin 6

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


5.

Kelima, mencintai Allah. Karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya. Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.

6. Keenam, menjaga kemuliaan dan

7.

8.

kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya. Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat. Ketujuh, memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkannya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati dan gundah gulana yang menyelimuti diri. Karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati. Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Azaz Mulia 9.

Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah waktu senggang dan lapang yang dia miliki. Karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan, sehingga apabila dia tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.

10. Kesepuluh, sebab terakhir adalah

sebab yang merangkum sebabsebab di atas, yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati. Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat, dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah. Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

7


F.O.K.U.S

Noda-Noda

Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nanti umat Islam. Pada bulan inilah, Allah menurunkan Rahmat-Nya, menghapus dosa-dosa, dan mengabulkan doa. Sungguh bahagia orang yang berbuka pada hari Ied nanti dengan mendapatkan rahmat dari Allah.

N

amun, ternyata tidak semua orang sukses 100% melewatkan harihari Ramadhan ini. Ada juga yang sengsara karena tidak sempurna puasanya, sehingga ia pun tidak mendapatkan rahmat Allah. Gawat nih, kalau kita termasuk orang yang sengsara selepas Bulan Ramadhan ini! Apalagi kalau sampat melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah. Rasulullah Sallallahu‘alaihiwassalam pernah bersabda “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah, Amin!’ Aku pun mengatakan, Amin!.” [HR Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya]. Mengerikan ya? Sebagian aktivitas penyebab tidak sempurnanya puasa kita merupakan aktivitas yang lazim

dilakukan para remaja. Kita perlu tahu apa saja itu agar kita bisa menghindarinya sehingga kemungkinan puasa kita sempurna jadi lebih besar. Ini dia aktivitas-aktivitas itu:

Jalan-Jalan Cuci Mata

Acara satu ini populer banget di kalangan anak muda pada bulan Ramadhan. Waktu yang dipilih biasanya setelah subuh hingga matahari naik. Jalan-jalan untuk jaga kesehatan badan sih tidak apa-apa. Yang terjadi bukan seperti itu, yang olahraga bukan kaki tangannya namun matanya. Indera yang satu ini dilirikkan ke sana sini mencari mangsa. Kegiatan cuci mata malah sering berlanjut dengan kenalan antar lawan jenis. Selanjutnya

Izzuddin 8

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


F.O.K.U.S terjadilah perbincangan asyik yang seharusnya tidak terjadi. Di beberapa daerah, fenomena nggak syar’i ini malah kayak jadi trend yang kudu dilakukan pada bulan Ramadhan. Bahkan ada yang menyebut fenomena ini sebagai cinta subuh, cinta Ramadhan, dan semisalnya. Tentu ini nama yang tidak sesuai dengan syari’at. Pada saat selain bulan Ramadhan, pandangan harus dijaga. Apalagi pada bulan yang suci ini. Allah berfirman: Artinya: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ”Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. [An-Nuur:30]. Jabir bin Abdillah berkata, “Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa.”

Main-Main di Siang Hari

Pada hari-hari biasa, biasanya kita bersekolah full day. Ketika tiba Ramadhan, waktu sekolah mengalami diskon, dan kamu pasti senang kan? Lalu, apa yang biasanya kamu lakukan dengan waktu kosong yang tiba-tiba ada saat Ramadhan itu? Mau belajar? Males ah, nanti laparnya terasa! Kerja sambilan? Laparnya nanti pasti lebih terasa! Baca buku agama? Nanti sore aja ikut pengajian! Jadilah sebagian remaja seusia kita menghabiskan waktu bonus ini dengan kegiatan senang-senang semata.

Sebagian menghabiskan waktunya dengan bermain video game, entah di PS atau di komputer. Sebagian lagi lebih memilih membaca komik daripada membaca Al-Qur’an atau buku-buku agama. Yang lainnya, menghabiskan siang dengan luntang-luntung jalan-jalan di pusat pertokoan tanpa tujuan. Pikirlah, siapa tahu ini Ramadhan terakhirmu yang kau takkan bertemu lagi dengannya. Sungguh rugi kan jika kamu menghabiskan waktu siangmu dengan main­-main padahal masih banyak ritual ibadah yang bisa kamu lakukan? Di antara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya dan hadits ini lebih pas lagi kalau diterapkan pada saat Ramadhan.

Begadang

Setelah berbuka, dan setelah shalat tarawih, aktivitas perusak Ramadhan lainnya pun muncul. Tidak lain aktivitas ini adalah begadang. Malam mulia yang bisa digunakan untuk beribadah malah digunakan untuk berbicara kesana kemari tak tentu arah sampai waktu sahur. Tak jarang kaum muslimin melakukan hal ini di masjid­-masjid. A1asan mereka adalah meramaikan masjid atau meramaikan Ramadhan. Mereka memang ramai namun tidak ramai dalam ibadah, malah ramai dalam perbuatan sia-sia dan maksiat. Nabi Muhammad Shallalahu’alaihi­ wassalam membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan ngobrol-ngobrol setelah shalat Isya’, kecuali dalam hal-hal yang baik. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

9


F.O.K.U.S hadits riwayat Ibnu Mas’ud, yang artinya, “Tidak diperkenankan bercakap­-cakap di malam hari kecuali bagi orang yang sedang mengerjakan shalat atau sedang bepergian.” [HR. Ahmad]. Lebih buruk lagi adalah orang yang begadang sampai waktu sahur, kemudian is sahur dan mengantuk lalu tidur. Akhirnya, ia ketinggalan shalat subuh tepat pada waktunya dengan berjama’ah di masjid. Sungguh malang orang seperti ini karena ia kehilangan bagian yang sangat besar.

‘Balas Dendam’

Aktivitas buruk lainnya terjadi pada saat berbuka. Setelah sehari penuh mengosongkan perut tidak makan tidak minum, begitu matahari tenggelam, tibalah waktunya untuk ‘balas dendam’. Perut yang tadinya kosong melompong segera dijejali dengan beraneka makanan. Sebelum shalat maghrib perut pun sudah penuh. Shalat maghrib dan isya’ dijalankan dengan badan kepayahan karena kekenyangan. Nggak jera, setelah shalat isya’, acara makan masih dilanjutkan lagi. Banyak makan seperti ini tak hanya terjadi saat berbuka, saat sahur pun sebagian kaum muslim melakukannya. Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihlebihan.” [AI-A’raaf:31]. Rasulullah Shallalahu’alaihiwassalam bersabda, yang artinya “Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah

tanpa disertai dengan berlebih lebihan dan kesombongan.” [HR. Abu Dawud dan Ahmad]. Efek dari banyak makan dan minum adalah kelelahan serta mengantuk dan akhirnya banyak tidur. Shalat tarawih dan membaca Al Qur’an bisa-bisa tidak kita lakukan gara-gara ketiduran karena banyak makan ini. Hanya kerugianlah yang didapat jika banyak tidur menimpa kita di bulan Ramadhan Selain hal-hal yang perlu diperhatikan di atas, ramadhan juga memiliki banyak keutamaan, di antaranya: 1. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga Manfaat yang lain, puasa bisa menyebabkan orang yang mengamalkannya masuk ke bagian pertengahan surga. Dari Abu Umamah Radiallahu­ ’anhu, katanya, “Aku ber­kata (kepada Rasulullah Shallalahu’alaihiwassalam) : “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga? Beliau menjawab : “Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu” [Riwayat Nasa’i, Ibnu Hibban, AIHakim] 2. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas 3. Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan 4. Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk Dari Abu Hurairah Radiallahu­’anhu (bahwasanya) Rasulullah Shallalahu­ ’alaihiwassalam bersabda (yang artinya) : “Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa (Baginya pahala yang terbatas, kecuali

Izzuddin 10

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


F.O.K.U.S puasa karena pahalanya tidak terbatas), karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriakteriali; jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah Aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karma puasa yang dilakukannya”. [Bukhari dan Muslim] 5. Puasa dan AI-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya di hari Kiamat Rasulullah . bersabda (yang artinya), “Puasa dan AI-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, make berilah dia syafa’at karenaku” Al Qur’an pun berkata : “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku” Rasulullah Shallalahu’alaihiwassalam bersabda : Maka keduanya akan memberi syafa’at” 6. Puasa Sebagai Kafarat Diantara keistimewaan puasa, yang tidak ada dalam amalan lain adalah Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kafarat bagi yang tidak mampu memberi kurban, kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya Perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh

binatang bunruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. Demikian pula, puasa, dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radiallahu’anhu, Rasulullah Shallalahu’alaihiwassalam bersabda (yang artinya) : “Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah” [Muttafaq ‘alaih] 7. Ar Rayyan Bagi Orang Yang Puasa Dan Sahl bin Sa’ad dari Nabi Shallalahu’alaihiwassalam (bahwa beliau) bersabda (yang aitinya) : “Sesungguhuya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pinto tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya [HR. Bukhari Muslim] Maroji’ : ELFATA VOL 5 Bulan 11 Tahun 2005 dan berbagai sumber lainnya. Rasulullah Sallallahu‘alaihiwassalam pernah bersabda “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah, Amin!’ Aku pun mengatakan, Amin!.” [HR Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya].

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

11


N.I.S.A'

Surat Cinta Untuk Saudariku

Saudariku, Sungguh nikmat yang besar, Allah telah menjadikan kita bersaudara di atas ikatan iman. Semoga Allah menjadikan kita sebagai saudara yang saling menyayangi di atas ikatan tersebut. Saudara yang menghendaki kebaikan satu sama lainnya. Saudara yang tidak menginginkan ada keburukan pada satu sama lainnya. Saudariku, Allah Subhanahu wa Ta’ala, Robb yang telah menciptakan kita dari setetes mani, Robb yang juga telah menciptakan ibu kita, bapak kita, dan orang-orang yang kita sayangi, Robb yang telah memberi rizki pada kita sampai kita sebesar ini, Robb yang telah memberi hidayah Islam -sebuah nikmat yang sangat besar yang tidak ada nikmat yang lebih besar dari nikmat iniRobb yang telah memberi kita banyak sekali nikmat, Robb yang telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang taat, Robb yang juga telah mengancam dengan neraka bagi yang enggan untuk taat, Robb yang janji-Nya haq, yang tidak pernah menyalahi janji, Sesungguhnya Dia Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab. Wahai saudariku, Kembalilah!

Izzuddin 12

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


N.I.S.A’

Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat! Kematian bisa datang kapan saja. Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan? Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat? Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang? Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang! Tidakkah kita rindu dengan surga? Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa? Saudariku, Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini? Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini? Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia. Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita? Duhai… Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia? Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat? Mana yang hendak kita cari? Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…

Maroji’: www.muslimah.or.id

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

13


Nasihat

Hati Yang Jernih Mengapa hati cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan menjauh dari pahala? Mengapa banyak peringatan tidak membuat orang jera berbuat nista? Mengapa hati tidak tertarik dengan imbalan pahala dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala? Bila hati jauh dari dzikrullah, tilawah Al-Qur’an, istighfar, do’a, dan Qiyamullail, maka air mata tak pula meleleh di kala ingat akan dosa atau diingatkan tentang neraka. Saat itulah hati telah keras membatu.

Lalu adakah kiat untuk melembutkan hati itu???

S

esungguhnya kelembutan, ke­ khusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupa­kan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan). Secara fisik, hati adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam hidup manusia. Hati adalah pabrik kimia yang terbesar di dalam tubuh yang berfungsi

membersihkan darah dari semua racun dan kotoran-kotoran. Hati juga menyimpan vitamin-vitamin yang berguna bagi tubuh dan juga menyediakan mineral yang diperlukan tubuh. Bila terjadi kerusakan di dalam hati, maka akibatnya sangat buruk bagi kehidupan manusia, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Secara hakekat, hati adalah segumpal darah yang merupakan pusat dari panca indera manusia. Ia sangat peka, halus dan tembus. Hati dapat melihat, tetapi tidak terlihat oleh panca indera lahir. Di dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, disebutkan bahwa “….ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati.” Muttafaq Alaihi. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba menempuh jalan Allah dengan hati dan tekat bajanya dan bukan dengan fisiknya. Hakikat takwa adalah takwanya hati, bukan takwanya anggota badan.” Imam Al-Ghozali mengatakan bahwa hati itu ibarat cermin. Bila hati itu bersih, laksana sebuah cermin yang jernih yang bisa memantulkan bayangan diri yang sebenarnya. Cermin yang jernih akan secara jujur memperlihatkan kecantikan dan kekurangan di

Izzuddin 14

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Nasihat dalam penampilan seseorang. Setiap perilaku yang baik akan terlihat baik, sedangkan perilaku yang buruk akan jelas terpampang di dalam cermin hati. Untuk memperoleh ilmu yang sinar cahaya mampu menerangi hati dan meluas dalam dada seseorang harus mampu membersihkan dan membeningkan hati­nya terlebih dahulu. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan untuk menzalimi sesama dan untuk itu bebaskanlah ia dari semua ini. Sesungguhnya keadaan hati anda tergantung diri anda sendiri, kebaikan diri anda tergantung pada anda sendiri, dan rusaknya diri anda tergantung pada anda sendiri, karena itu seorang Muslim haruslah senantiasa mengawasi dan berusaha untuk memperbaiki hatinya. Hati mempunyai kemampuan untuk memutar bailk fakta dan kenyataan, sesuatu yang baik dianggap buruk, sedangkan yang buruk dianggap baik. Bid’ah dikatakan Sunnah, sedangkan Sunnah dikatakan Bid’ah, yang hak dianggap bathil dan yang bathil diangap sebuah kebenaran. Hati yang bersih senantiasa cinta kepada iman dan memandangnya indah di sisi Allah, membenci segala dusta dan kebohongan. Bila hati tercemar dari virus-virus kehidupan, segera bersihkan dengan taubat. Hati akan bersih dengan taubat, sedangkan tubuh akan bersih dengan air. Jauhi sendau gurau dan membuat lelucon yang dapat mematikan hati. “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa itu akan mematikan hati ” [HR Ibnu Majah]. Salah satu sifat yang mampu membuat hati bercahaya dan tidak kotor adalah

senantiasa bergaul (dekat, ingat dan senantiasa merasakan kehadiran-Nya) dan dialog dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati yang seperti ini tidak akan pernah merasakan galau dalam kehidupan dunia ini adan inilah yang difirmankan oleh-Nya, “Ketahuilah dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tenang dan tentram“. [ArRa’d:28]. Kemudian selanjutnya seseorang harus berupaya agar dicintai-Nya dan salah satu sifat yang dapat menyampaikan kita untuk maqam cinta adalah sifat zuhud. Zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal, tetapi zuhud adalah di mana orientasi hidup tidak diarahkan untuk kepentingan yang sejenak dan sementara (duniawiyah) tetapi hanya Allah, hati tidak terikat dan dikuasa harta benda dunia melainkan penuh dengan cahaya-Nya dan kebesaran-Nya sehingga jika ia berharta, hartanya hanya untuk kebaikan dan mencari ridha-Nya, jika ia punya jabatan, jabatannya untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan seterusnya. Hidupnya hati seorang hamba tentu lebih utama untuk diperhatikan. Jika hidupnya badan membuatnya lancar dalam beraktifitas, maka hidupnya hati membuatnya bahagia dunia dan akhirat, begitu pula sebaliknya. Subhanallah, sungguh setiap orang yang hatinya dipenuhi dengan cahaya Allah akan terasalah nikmat dan kelezatan hidup yang luar biasa. Allah berfirman: ….cahaya di atas cahaya, Allah membimbing siapa saja yang dikehendaki-Nya pada cahaya-Nya [An Nur:35]. Wallahu a’lam bisshawab

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

15


Tadabur Alam

Menjelajah

Dunia Semut

“Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Al-Baqarah:32] duhh….Sakittt!!!. Begitu yang selalu kita rasakan kalo digigit hewan kecil satu ini. Yach semut binatang kecil ini sering kita anggap remeh di mata kita. Tapi tahukah antum kalo di dalam dunia semut itu ada seribu satu misteri yang mungkin belum pernah kita dengar. Apa saja ya… Simak kisah semut berikut ini!!!

A

Semut merupakan salah satu hewan tipe penggigit. Telah disebutkan bahwa semut hidup berkoloni dan di antara mereka terdapat pembagian kerja yang sempurna. Jika diteliti, kita dapati sistem mereka memiliki struktur sosial yang cukup menarik. Mereka pun mampu berkorban pada tingkat yang lebih tinggi daripada manusia. Salah satu hal paling menarik dibandingkan manusia, mereka tidak mengenal konsep semacam diskriminasi kaya-miskin atau perebutan kekuasaan.

16

Banyak ilmuwan yang bertahun-tahun melakukan penelitian mendalam tak mampu menjelaskan perilaku sosial semut yang begitu maju. Caryle P. Haskins, Ph.D., kepala Institut Carnegie di Washington menyatakan: “Setelah 60 tahun mengamati dan mengkaji, saya masih takjub melihat betapa canggihnya perilaku sosial semut. Semut merupakan model yang indah untuk kita gunakan dalam mempelajari akar perilaku hewan”.

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Tadabur Alam Sebagian koloni semut begitu padat populasinya dan begitu luas daerah hidupnya, sehingga tak mungkin bisa dijelaskan bagaimana mereka dapat membentuk tatanan yang sempurna. Jadi, pernyataan Dr. Haskins sulit dibantah. Sebagai contoh koloni yang besar ini, misalnya spesies semut Formica yesensis, yang hidup di pantai Ishikari, Afrika. Koloni semut ini tinggal di 45.000 sarang yang saling berhubungan di wilayah seluas 2,7 kilometer persegi. Koloni yang memiliki sekitar 1.080.000 ratu dan 306.000.000 pekerja ini dinamai “koloni super� oleh para peneliti. Ditemukan bahwa semua alat produksi dan makanan dipertukarkan dalam koloni secara tertib. Sungguh sulit menjelaskan bagaimana semut-semut ini mempertahankan ketertiban tanpa masalah, mengingat luasnya tempat tinggal mereka. Harus diingat, untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban sosial, bahkan di negara beradab dengan sedikit penduduk pun, diperlukan berbagai kekuatan keamanan. Diperlukan pula staf administrasi yang memimpin dan mengelola unit-unit ini. Kadang-kadang ketertiban pun tidak dapat dijaga tanpa timbul masalah, meski telah diupayakan sekuat tenaga. Namun, koloni semut tidak memerlukan polisi, satpam, atau hansip. Dan mengingat tugas sang ratu - yang dianggap sebagai pemimpin koloni - hanya melestarikan spesies, semut-semut ini sebenarnya tidak punya pemimpin atau penguasa. Jadi, di antara mereka tidak

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

ada hierarki berdasarkan rantai komando. Lalu siapa yang menentukan ketertiban ini dan menjaga keberlanjutan-nya? Semut, makhluk yang sangat kecil, menjalani hidup mereka secara tertib sempurna meskipun ukurannya kecil.

Sistem Kasta

Setiap koloni semut, tanpa kecuali, tunduk pada sistem kasta secara ketat. Sistem kasta ini terdiri atas tiga bagian besar dalam koloni. 1. Anggota kasta pertama adalah ratu dan semut-semut jantan, yang memungkinkan koloni berkembang biak. Dalam satu koloni bisa terdapat lebih dari satu ratu. Ratu mengemban tugas reproduksi untuk meningkatkan jumlah individu yang membentuk koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Sedang tugas semut jantan hanyalah membuahi sang ratu. Malah, hampir semua semut jantan ini mati setelah kawin. 2. Anggota kasta kedua adalah prajurit. Mereka mengemban tugas seperti membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu. 3. Kasta ketiga terdiri atas semut pekerja. Semua pekerja ini adalah semut betina yang steril. Mereka merawat semut induk dan bayi-bayinya; membersihkan dan memberi makan. Selain semua ini, pekerjaan lain dalam koloni juga merupakan tanggung jawab kasta pekerja. Mereka membangun koridor dan serambi baru untuk sarang mereka;

17


Tadabur Alam mereka mencari makanan dan terusmenerus membersihkan sarang. Di antara semut pekerja dan prajurit juga ada subkelompok. Subkelompok ini disebut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Setiap kelompok memiliki tugas sendiri-sendiri. Sementara satu kelompok berfokus sepenuhnya melawan musuh atau berburu, kelompok lain membangun sarang, dan yang lain lagi memelihara sarang. Setiap individu dalam koloni semut melakukan bagian pekerjaannya sepenuhnya. Tak ada yang mencemaskan posisi atau jenis tugasnya. Ia hanya melakukan apa yang diwajibkan. Yang penting adalah keberlanjutan koloninya. Semut-semut satu koloni yang berasal dari kasta yang berbeda juga memiliki tampilan fisik yang berbeda. Setiap semut memiliki bangun fisik yang sesuai dengan tugasnya. Semut juga memiliki disiplin yang sangat mirip dengan disiplin militer. Namun, aspek yang penting adalah tidak ada “perwira”, atau administrator yang mengorganisasi, di mana pun juga. Berbagai sistem kasta dalam koloni semut menjalankan tugas mereka secara sempurna, meskipun tanpa “kekuatan pusat” yang terlihat mengawasi mereka.

Semut Ahli

Organisasi, spesialisasi dalam bidangbidang tertentu, dan komunikasi dalam dunia semut hampir sama canggihnya dengan yang dimiliki manusia. Sedemikian

canggihnya sistem itu, sehingga manusia kini memola sistem mereka. Hal ini diuraikan dalam kutipan berikut: Ahli komputer masa kini mencoba mereproduksi bentuk-bentuk perilaku kolektif semut pada robot di laboratorium. Alih-alih berfokus pada program yang sangat maju, mereka malah berkonsentrasi pada robot-robot yang bekerja sama berdasarkan unsur-unsur informasi “sederhana”. Prinsip dasarnya sama. Alihalih membuat sebuah robot yang sangat canggih, mereka malah mengembangkan sekelompok robot yang tidak begitu “cerdas”, tetapi menjalankan tugas yang sangat “rumit” seperti yang dilakukan semut dalam koloninya. Robot-robot ini tidak canggih dalam hal “kecerdasan” jika dinilai satu per satu, tetapi mereka akan mencapai pembagian kerja melalui motivasi tindakan kolektif. Ini mungkin karena mereka memiliki kemampuan untuk bertukar informasi sederhana. Hidup dan kerja sama dalam koloni semut juga telah mempengaruhi NASA. Organisasi ini berencana mengirimkan banyak “robot semut” untuk penelitian di planet Mars alih-alih satu robot canggih. Jadi, sekalipun sebagian robot ini rusak, anggota regu yang tersisa akan mampu merampungkan tugas mereka.

Organisasi Diri pada Semut

Dalam dunia semut tidak ada pemimpin, perencanaan, atau pemrograman. Dan yang terpenting adalah bahwa tidak ada rantai komando, seperti sudah disebutkan sebelumnya.

Izzuddin 18

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Tadabur Alam Tugas-tugas terumit dalam masyarakat ini terlaksana tanpa tertunda karena adanya organisasi diri yang sangat canggih. Bila koloni mengalami paceklik, semut pekerja segera berubah menjadi semut “pemberi makan” dan mulai memberi makan sesamanya dengan partikel makanan dalam perut cadangannya. Bila koloni kelebihan makanan, mereka melepaskan identitas ini dan kembali menjadi semut pekerja. Pengorbanan yang ditunjukkan ini benar-benar pengorbanan tingkat tinggi. Sementara manusia belum berhasil memerangi kelaparan di dunia, semut telah menemukan penyelesaian praktis untuk masalah ini: berbagi segalanya, termasuk makanan. Ya, inilah contoh pengorbanan nyata. Memberi segala miliknya termasuk makanan, tanpa ragu, agar semut lain tetap hidup, hanyalah salah satu contoh pengorbanan di alam yang tak mampu dijelaskan teori evolusi. Bagi semut tidak ada masalah kepadatan penduduk. Sementara kotakota besar milik manusia saat ini menjadi sulit ditinggali akibat migrasi, ketiadaan infrastruktur, salah alokasi sumber daya dan pengangguran, semut dapat mengelola kota bawah tanah mereka, yang berpopulasi 50 juta ekor, dengan keteraturan luar biasa tanpa merasa kurang sesuatu apa. Setiap semut mampu cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. Agar hal seperti ini bisa terjadi, semut tentu telah

diprogram secara fisik dan psikologis. Agar sistem yang sangat terorganisasi ini muncul, mesti ada “kehendak utama” yang mengilhami mereka mengerjakan tugas dan memerintah mereka . Kalau tidak, pasti terjadi kekacauan besar, bukan ketertiban. Dan kehendak utama ini adalah milik Allah, yang memiliki segala sesuatu, yang Mahakuasa, yang mengarahkan semua makhluk hidup dan memerintah mereka melalui ilham. Kenyataan bahwa semut terusmenerus berjuang tanpa memikirkan keuntungan, adalah bukti bahwa mereka bertindak atas ilham sesosok “perwira”. Ayat di bawah sepenuhnya menegaskan bahwa Allah adalah penguasa dan pengawas segala sesuatu dan bahwa setiap makhluk hidup bertindak atas ilham-Nya: “Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” [Hud: 56] Nah hebat bukan semut itu. Sekarang antum tahu-kan rahasia semut. Subhanallah betapa besar keagungan Allah yang diperlihatkan kepada kita, ternyata semut sekecil itu diatur juga tatanan kehidupannya. Bandingkan kehidupan kita dengan semut. Apakah sama? Hayo bisa jawab sendiri kan. Yach mungkin cukup itu dulu Bang Udin bercerita. Besok dilanjutin he he. Wassalamu’alaykum. Maroji’:www.harunyahya.com

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

19


Ibroh

Rabi’

bin Khutsaim bin ‘Aidz

D

ia telah menggapai kemuliaan dunia yang hakiki. Tak ada orang lain. Tak ada orang yang dapat mencapai derajat tertinggi itu. Dia telah mencapai derajat yang paling puncak yang tidak dapat didaki, kecuali hanya oleh orang-orang yang ikhlas. Orangorang banyak beribadah, bercita-cita luhur, dan meninggalkan dunia beserta kesenangannya. Ia adalah orang yang paling dekat dengan sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu. Ia adalah orang yang paling wara’. Ia adalah seorang pria yang hatinya sangat lembut.Suka menumpahkan air

mata. Apabila shalat ia lupa akan segala hal. Tak ingat lagi kehidupan dunia. Ia sangat mencintai Rabbnya. Ibadahnya tak pernah henti. Ada seorang pria ‘Aslam, yang memberikan kesaksian, ketika melihat orang itu sedang shalat, yang ia tak pernah melihat dilakukan oleh orang lain. “Apabila ia sujud, ia laksana kain yang dilempar dan dihinggapi oleh burung-burung”, ujar ‘Aslam. Saat menjelang malam Ia jarang tidur. Ia tak memejamkan matanya. Saat orang lain sedang asyik dibuai mimpi-mimpi. Keluarganya pun kasihan kepadanya. Sampai seorang putrinya menegurnya.

Izzuddin 20

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Ibroh “Wahai ayah! Mengapa selalu terjaga? shaleh, yaitu sama antara kehidupan dan Padahal orang-orang sedang asyik tidur?”. kematian mereka? Amat buruklah apa Orang itu menjawab pertanyaan putrinya. yang mereka sangka itu”. [Al Jatsiyah:21] “Sesungguhnya neraka janaham terbayang Ayat itu merasuk ke dalam pikirannya. di mataku, ucap ayahnya. Suatu ketika. Sampai tidak dapat melanjutkannya. Ayat Orang itu berkata kepada putrinya yang ia itu diulang-ulang sampai pagi hari. Ia cintai itu dan berkata : “Aku sangat takut. merasakan lezatnya, ketika membaca alTakut aku tergelincir ke dalam neraka”, kata Qur’anul Karim. ayahnya. Siapakah orang itu? Ia tak lain adalah Para sahabat lainnya, ingin menge­ Rabi’ bin Khutsaim bin ‘Aidz rahimahullah. tahui, bagaimana lamanya shalat tahajud Ia adalah murid Abdullah bin Mas’ud di malam hari. Salah seorang sahabat, lalu radhiyallahu ‘anhu, yang menjadi pewaris menuturkan : “Mereka menaruh ilmunya, peneladan akhlaknya, tanda di rambutnya, karena imam dalam ibadah, zuhud, dan rambut orang itu tebal, wara’. untuk mengetahui orang Rabi’ bin Khutsaim Rabi’ tak suka mem­ itu ya atau tidak? Ternyata bin ’Aidz adalah orang perlihatkan amal iba­dah­ tanda yang mereka taruh yang paling dekat dengan nya. Ia bahkan ber­upaya itu tidak berubah. Dari sahabat Abdullah bin menyem­bunyi­kan ibadah­ peristiwa itu, diketahui Mas’ud radhiyallahu. nya. Ketika ada orang ia tidak membaringkan menemui­nya sedang ia tubuhnya di malam hari”. sedang memegang mush’af alBila pagi tiba. Ia berkata: Qur’an, ia menutupinya dengan ”Selamat datang, wahai para malaikat kain agar tak terlihat. Rabi’ tidak Allah. Tulislah, ”Bismillaahir-Rahmanaanir- melakukan shalat sunnah di masjid jami’. Rahim, subhanallah, wal-hamdulillah, laa Hanya satu kali orang-orang melihatnya Ilaa­haa illallaah wallaahu Akbar!”. Ia sangat mengerjakan shalat sunnah. Rabi’ bin me­resapi makna Al-Qur’an, bila sedang Khutsaim rahimahullah telah mencapai membacanya. Mengetahui apa yang tingkat rasa takut kepada Allah Azza Wa diperintah dan larangannya. Mengenal Jalla yang sangat tinggi. Hatinya selalu betul janji dan ancamanNya. Suatu kali, ia dipenuhi oleh khasyatillah (takut kepada melakukan shalat tahajud, dan membaca Allah). Orang yang keadaan seperti itu, ayat: “Apakah orang-orang yang membuat pasti akan ringan dari segala musibah dan kejahatan itu menyangka bahwa Kami ujian dunia. akan menjadikan mereka seperti orangSuatu kali, Rabi’ pergi bersama orang yang beriman dan mengerjakan amal dengan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

21


Ibroh ‘anhu. Mereka berdua melihat tukang besi. Mereka berdua melihat besi yang sedang menyala dan ditempa. Lalu, Ibnu Mas’ud melanjutkan ke tempat lain. Sampai ditepian sungai Eufrat. Ditepian sungai yang membelah kota Bagdad itu, mereka bertemu dengan seorang pandai besi yang mengerjakan pembuatan perkakas. Saat melihat api yang menyala-nyala itu, Abdullah bin Mas’ud membacakan ayat Al Qur’an: “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Dan, apabila mereka dilemparkan ketempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan”. [Al Furqan:12-13]. Saat itu, tiba-tiba Rabi’ pingsan, dan digotong ke rumahnya. Abdullah bin Mas’ud menunggui sampai dhuhur. Belum juga siuman. Sampai ashar belum juga siuman. Dilanjutkan sampai magrib. Belum juga siuman. Baru sesudah itu, Rabi’ siuman, kemudian Abdullah bin Mas’ud meninggalkannya. Itulah kondisi orang-orang yang bertaqwa. Seorang dari Bani Taymillah bercerita, dan pernah mendampingi Rabi’ selama dua tahun. Selama dua tahun itu, orang menceritakan, bahwa Rabi’, hanya berbicara satu kali, yang berkaitan dengan dunia, dan dalam bentuk pertanyaan. “Apakah ibumu masih hidup? Berapa masjid dilingkunganmu?”. Orang yang hatinya sibuk dengan zikrullah, tak memiliki kesempatan menyebut-nyebut dunia. Pernah Rabi’ terkena penyakit lumpuh dalam waktu yang lama. Suatu ketika ia ingin

22

makan daging ayam. Namun, ia menahan keinginannya itu selama empat puluh hari. Baru, ia berkata kepada istrinya: “Aku ingin makan daging ayam sejak empat puluh hari yang lalu, agar keinginanku dapat diredam”, ucapnya. “Subhanllah. Mengapa itu tidak engkau lakukan?”, sahut istrinya. Maka, istrinya menyuruh seseorang pergi ke pasar membeli ayam. Lalu, disembelihnya ayam itu. Usai menyembelih ayamnya, lalu memasak ayam itu, dan dicampur dengan roti, kemudian istrinya menghidangkan masakan itu kepada suaminya. Saat Rabi’ akan makan hidangan ayam beserta roti, di depan pintu datanglah seorang pengemis dan meminta-minta, “Berikanlah ini kepadanya. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberkahi”, kata Rabi’ kepada istrinya. “Subhanallah”, sahut istrinya. “Sudahlah. Berikan kepada dia”, kata Rabi’. Isterinya lalu berkata: “Kalau begitu aku akan melakukan hal-hal yang lebih baik”, tukas istrinya. “Apa?”, tanya Rabi’ kepada istrinya. “Aku akan memberikan uang seharga makanan ini”, jawab isterinya. Setelah isterinya menyerahkan uang itu kepada pengemis itu, lalu Rabi’ berkata­: ”Berikanlah uang berikut makanan itu seluruhnya”. Rabi’ bin Khutsaim telah memberikan teladan, pelajaran dan juga memberikan arahan. Semua menjadi jalan menuju kehidupan yang diridhai Allah Azza Wa Jalla. Tak ingin mendapatkan murka-Nya, kelak di akherat nanti. Wallahu ‘alam.

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Muhasabah

Berproses

Meraih

Cinta

ALLAH “Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintaiMu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu.” [HR Tirmidzi] Saudaraku, seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah bila kita sekadar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak hati-hati malah bisa menjerumuskan. Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah bahagianya bila kita

dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai kita. Namun, betapa nistanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau na’udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada bandingannya. Ada sebuah hadist dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!’. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh membenci si Fulan,

Izzuddin E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0

23


Muhasabah bencilah ia!’. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi” [HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi]. Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan,

maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan dan banyak lagi.Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses,dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim.

Ada enam langkah yang dapat kita praktekkan. 1. Miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. 2. Buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur. 3. Siapkan sarana pendukung. Misal­nya,menyediakan buku-buku ber­kualitas dan membangkitkan, mema­sang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. 4. Lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan.Tiada sedikit pun keberuntungan dengan mem­per­turutkan kemalasan. 5. Sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah. 6. Mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah ‘’Ya Allah,aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu”. Wallahu a’lam. Maroji’: Diolah dari berbagai sumber

Izzuddin 24

E d i s i 73 / Ta h u n 2 0 1 0


Izzuddin 73