Page 1

cmyk

Borneo Tribune I DEALISME, K EBERAGAMAN

Sab abttu, 29 M Meei 2010

DA N

www.borneotribune.com

15 Jumadil Akhir 1431 H - 16 Sie Gwee 2561

KEBERSAMAAN

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121 - Telp: (0561) 767788 - Fax. (0561) 766103

Harga Eceran Rp. 2.000,-

Saat Salat Jumat, Masjid Diberondong Peluru Borneo Tribune, Pakistan Penyerbuan dua masjid di dua kota dekat Lahore, Pakistan, diperkirakan telah menewaskan lebih dari 70 orang dan melukai 80-an orang yang mengikuti Salat Jumat. Sementara penyerbu masih bertahan di satu titik di masjid melawan polisi. Di salah satu masjid, seorang pejabat pemerintah menyebut penyerbu berjumlah tujuh orang termasuk tiga pengebom bunuh diri. Mereka menjadikan sejumlah jamaah sebagai sandera. Seorang bersenjata api menembakkan senapannya dari atas sebuah menara. Penyerbuan ini terjadi di sebuah masjid di kota Model dan kota Garhi Shuha, yang bertetangga dengan Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan namun paling penting ....Ke Halaman - 2

B uahBibir Marshanda

Bikin Ben Cemburu

BERDOA Salah seorang pengunjung Vihara Maitreya yang sengaja datang dari luar kota sedang berdoa didepan patung Budha dalam rangka merayakan Hari Tri Suci Waisak, Jumat (28/05). Foto Ulla Asri / Borneo Tribune

Perayaan Waisak di Maha Vihara Maitreya

Dalam sinetron terbarunya yang berjudul Sejuta Cinta Marshanda, Marshanda berolah peran dengan sang kekasih Ben Kasyafani dan juga mantan kekasihnya Baim Wong. Namun peran-peran yang dimainkannya itu kabarnya sempat membuat Ben cemburu karena Chacha kembali dekat dengan Baim. “Ben nggak pernah sama sekali cemburu kok. Menurut aku, Ben itu support banget, dia nggak pernah ngambek, dia sangat mengerti sama aku dan kita profesional banget,” ujar Marshanda seperti dilansir Kapanlagi, Jumat (28/5).

Tampilkan Drama Hidup Harmonis Borneo Tribune, Pontianak Majelis Budha Vihara Maitreya Kalimantan Barat mengangkat tema hubungan vegetarian dengan cinta kasih dalam drama perayaan Tri Suci Waisak 2554 yang berlangsung di Maha Vihara Maitreya

Jalan Ahmad Yani II Sungai Raya, Jumat pagi. “Tema yang diangkat berkaitan dengan permasalahan lingkungan hidup seperti isu pemanasan global,” kata Pandita Fang Shenthing dari Komisi III Seni dan Budaya Maitreyani Dewan Pengurus Daerah Majelis Budha Mai-

treya Kalbar di sela kegiatan. Menurut dia, drama tersebut menekankan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan manusia harus hidup harmonis dengan alam yang mencakup seluruh makhluk hidup. Selain itu, lanjut dia, juga mendorong keharmonisan

sesama manusia mengingat hidup yang serba majemuk seperti suku, agama, dan golongan. “Melalui drama itu, kami ingin memberi pesan ke umat supaya mempunyai toleransi yang tinggi dalam hidup demi membangun keharmonisan,” kata Fang Shenthing.

Keharmonisan itu juga berlaku terhadap diri sendiri dengan mengacu kepada perilaku dan norma-norma di masyarakat dan negara. Perayaan Tri Suci Waisak 2554 dimulai dengan ritual pemandian patung Budha di teras vihara. Patung tersebut ....Ke Halaman - 2

Singkawang Siaga I

Suara Enggang Mengapa Katanya? Hari itu saya sedang mengajar tentang kalimat dalam bahasa Indonesia. Setelah menerangkan konsep kalimat dalam bahasa Indonesia, saya menampilkan kalimat: Katanya: “Saya ingin pulang,” dan beberapa kalimat lagi, sebagai contoh kalimat langsung. Tiba-tiba seorang mahasiswa bertanya. “Pak, mengapa di situ ada kaYusriadi Redaktur Borneo Metro tanya?” Saya sempat mengerutkan kening mendapat pertanyaan itu. Mengapa dia bertanya tentang itu? Saya belum menangkap apa sebenarnya maksud pertanyaan mahasiswa itu.

FPI-Polisi Bentrok di Tugu Naga Mujidi Borneo Tribune, Singkawang Mess Daerah Kota Singkawang, Jumat (28/5), setelah salat Jumat dijejali massa yang mengatasnamakan dari Melayu. Tokoh Melayu dari Singkawang, Sambas, Kabupaten Pontianak, Kayong Utara dan

Kota Pontianak pun menyatu. Perkumpulan Melayu ini membahas makalah Wali Kota Singkawang, Hasan Karman yang ditulis pada 26 Agustus 2008 lalu. Makalah itu mengulas soal Melayu, asal usul dan sejarahnya. Para tokoh Melayu itu tidak hanya bekurmpul, pada hari itu juga disepakati keluarnya

Dekrit Melayu 2010. “Dekrit Melayu 28 Mei 2010 kita hasilkan. Pada hari ini, Jumat 28 Mei 2010 jam 14.30 WIB bertempat di Mess Daerah Kota Singkawang, maka kami dari kerabat Kesultanan Sambas, Mempawah, Sukadana, dan Puak Melayu se-Kalbar bersepakat mengeluarkan pernyataan ....Ke Halaman - 2

Sesalkan Kerusuhan Mujidi Borneo Tribune, Singkawang Rsush di Kota Singkawang yang dipusatkan di sekitar tugu naga disesalkan bebera-

....Ke Halaman - 2

Penulisan Artikel Edo sebagai wartawan kesehatan menulis sebuah artikel tentang persitiwa yang melibatkan penggunaan sinar laser pada buah dada seorang wantia. Tetapi Bunk Rully (editor) keberatan dengan penggunaan kata buah dada di dalam tulisan itu. Si Edo setuju, kemudian menulis ulang kalimatnya sebagai berikut : “Seorang wanita yang menderita kanker (.)(.) dirawat dengan menggunakan sinar laser”.†

Polisi membuat memblokade di jalan sekitar tugu naga untuk menghindari kerusuhan massa dari FPI meluas, Jumat (28/5). FOTO Mujidi/Borneo Tribune

pa pihak. Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Singkawang, Hendra, saat dihubungi via telepon mengatakan dalam menyelesaikan masalah, baik melalui jalur hukum maupun politik, ada mekanismenya dengan merujuk kepada peraturan perundangan undangan yang berlaku. Namun yang terpenting, dalam penyelesaian masalah itu, apapun prosesnya tidak ditempuh dengan cara anarkis. “Cara anarkis itu, dapat merugikan masyarakat,” terang Hendra. Terkait masalah yang sama, beberapa anggota DPRD Singkawang yang dihubungi mengatakan masing-masing mereka belum bisa memberikan tanggapan. ‘Wah maaf, saya tidak tahu masalahnya bang,” kata Tasman. “Sabar ya, komennya nanti aja,” ujar Paryanto, anggota fraksi PKS. Sementara itu, Sumberanto Tjitra, Anggota DPRD Kota Singkawang dari Komisi A, sangat menyayangkan ....Ke Halaman - 2

Kehidupan Beragama Indonesia Dibahas di Praha Dialog lintasagama dengan tema mempromosikan kehidupan beragama yang harmonis di antara masyarakat yang majemuk dilaksanakan di Praha, Ceko, pada Kamis (27/5).

Borneo Tribune, London Dialog antaragama menghadirkan para pemuka agama dari tanah air seperti Hasyim Muzadi, Uskup Johannes Pujasumarto, dan tokoh agama Kristen Ceko Prof. Tomas Halik, serta Wakil Presiden Masyarakat Islam Ceko Dr. Vladimir Sanka, demikian Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha Azis Nurwahyudi, kepada koresponden Antara London, Jumat. Azis Nurwahyudi yang membuka acara dialog mengatakan

dialog berjalan dengan lancar dan produktif. merupakan suatu terobosan baru dalam rangka mempromosikan Indonesia di Ceko, terutama menjelaskan kehidupan beragamanya. Dialog yang ditujukan untuk berbagi informasi dan pengalaman ini diharapkan bermanfaat bagi publik Ceko, untuk mengenal Indonesia yang sangat majemuk dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat dan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri

Republik Ceko, Ing. Edita Hrda. Sekjen Kemenag, Bahrul Hayat menyampaikan penghormatannya atas dukungan dari berbagai pihak di Ceko sehingga dialog ini dapat berlangsung dengan baik. Ia juga menjelaskan kegiatan dialog lintasagama ditataran domestik telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sejak berdirinya Republik Indonesia. Pemerintah Ceko juga me-

nyambut baik kegiatan ini, seperti yang disampaikan oleh Ing. Edita Hrda, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Ceko. Sementara itu Hrda menyampaikan sejarah telah menunjukkan adanya budaya dialog yang tumbuh dan berkembang di komunitas agama di Ceko. Namun demikian, sejarah juga yang sempat membatasi budaya tersebut untuk berkembang lebih pesat. ....Ke Halaman - 2

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, M E M PAWA H , D A N S I N G K AWA N G Rp 2.000 - S A M B A S Rp 2.200 - L A N D A K , S A N G G A U , K E TAPA N G , S I N TA N G D A N P U T U S S I B A U Rp 2.500 -

cmyk

....Ke Halaman - 2


TERAS 2 Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

T

Singkawang Siaga I

AJUK

Ketika Makalah Berbuah Dekrit WALIKOTA Singkawang, Hasan Karman, mungkin tak pernah menduga bahwa makalahnya yang berjudul Sekilas Melayu Asal Usul dan Sejarahnya yang ditulis pada tanggal 26 Agustus 2008, berbuntut panjang. Sejumlah kerabat Kesultanan Sambas, Sukadana, Pontianak dan Puak Melayu bukannya mengkritisi makalah tersebut, mereka justru menuntut pertanggungjawaban sang Walikota. Bertempat di Mess Daerah Kota Singkawang, Jumat (28/5), setelah salat Jumat kemarin, massa yang mengatasnamakan dari Melayu pun berkumpul di sana. Mereka membahas makalah Hasan Karman yang ’melukai’ perasaan merekay. Makalah yang menurut tataran akademis itu mengulas asal usul Melayu di nusantara ini. Namun para tokoh Melayu melihat itu sebagai penghinaan, terutama ada hal-hal yang menurut mereka dalam tulisan itu sangat tidak berkenan. Sebagai bentuk perlawanan terhadap makalah itu, mereka pun mengeluarkan “Dekrit Melayu 28 Mei 2010”. Isi Dekrit Melayu itu pertema minta sang Walikota untuk bertanggungjawab atas makalah itu dalam waktu 1 x 24 jam. Kedua, minta Hasan Karman mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Singkawang, selambat-lambatnya 1 x 24 jam, sejak pernyataan itu ditandatangani. Bila tidak, maka seluruh masyarakat Melayu akan bertindak. Demikian bunyi Dekrit Melayu yang ditandatangani para tokoh yang berasal dari Kesultanan Sambas (Uray Aqamadin dan Zulfidar Zaidar), Tebas, Selakau, Jawai, Sambas, Pemangkat, Singkawang, Pontianak, Mempawah dan Ketua Umum PFKPM Ir. H. Ali Asmadi dan Korwil PFKPM Singbebas Noviar Ardiansyah SH, Ketua LSM KPM Sei Raya dan empat anggota DPRD Singkawang Dedi Mulyadi, Rozanudin, Mohammadin dan Awang Ishak. Sebagai warga yang mencintai perdamaian, kita berharap kejadian itu tidak meluas dan berlarut-larut. Pihak keamanan harus berlajar dari pengalaman buruk masa silam. Dimana kerusuhan atau tindakan anarkis selalu tidak menguntungkan, terutama bagi masyarakat yang tidak tahu apaapa. Jangan gara-gara ulah elit, lalu masyarakat dikorbankan. Kita mendorong aparat keamanan bijak menyelesaikan masalah ini. Cari akar persoalanya, dan selesaikan secara tuntas. Jangan jadikan rakyat kecil yang selalu jadi korbannya. Sebab kita sudah lelah dengan hal-hal yang bersifat anarkis. Agar tidak terjadi anarkis, harus ada kemauan membangun komunikasi antar keduabelah pihak. Mari kita menuju ke bangsa yang lebih dewasa dan tidak melulu dikuasai oleh nafu seketika dan emosi sesaat. Selesaikan persoalan dengan kepala dingin. Sebab tidak ada masalah yang tidak tuntas apabila ada kemuan iklas dari nurasi untuk menyelesaikannya. †

S

2

ENGET

sikap,” kata Alqadrie. Dalam pertemuan itu, Alqadrie yang juga ketua KNPI Kota Singkawang itu minta sang Walikota, Hasan Karman bertanggungjawab atas makalah itu. Bahkan dia memberi waktu 1 x 24 jam bagi Hasan Karman untuk bertanggungjawab. Alqadri minta Hasan Karman bertanggungjawab atas makalahnya. Tak hanya itu, dia juga minta Hasan Karman mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Singkawang, selambat-lambatnya 1 x 24 jam, sejak pernyataan itu ditandatangani. “Apabila 1 x 24 jam pihak berwajib tidak melakukan tindakan, maka seluruh masyarakat Melayu akan bertindak,” seru Alqadrie. Alqadrie menjelaskan, yang bertandatangan di Dekrit Melayu 28 Mei 2010 itu diantaranya, dari Kesultanan Sambas (Uray Aqamadin dan Zulfidar Zaidar), dari Tebas, Selakau, Jawai, Sambas, Pemangkat, Singkawang, Pontianak, Mempawah dan Ketua Umum PFKPM Ir. H. Ali Asmadi dan Korwil PFKPM Singbebas Noviar Ardiansyah SH, Ketua LSM KPM Sei Raya dan empat anggota DPRD Singkawang Dedi Mulyadi, Rozanudin, Mo-

hammadin dan Awang Ishak. “Hasil Dekrit ini juga akan kami sampaikan ke Presiden,” kata Alqadrie. Zulfidar Zaidar terpisah mengatakan, bahwa Ratu Raden Dewi Kencana pewaris tahta Kerajaan Sambas, mewakilkan kepada dirinya untuk menyampaikan beberapa keberatan atas makalah yang disampaikan oleh Hasan Karman, yang melukai hati masyarakat Melayu Sambas. “Untuk itu kami minta klarifikasi, dari Hasan Karman,” kata Zulfidar. Zulfidar meminta Hasan Karman untuk memimta maaf kepada masyarakat Melayu, kepada kerabat Istana Melayu Sambas dengan cara-cara adat. “Kami berikan deadline sesuai dengan hasil pertemuan di mess daerah tadi selama tujuh hari,” jelas Zulfidar. FPI Bentrok Saat waktu bersamaan, massa Front Pembela Islam (FPI) Singkawang bentrok dengan aparat Kepolisian. Bentrok terjadi di sekitar tugu naga Jalan Niaga-Jalan Kepol Mahmud. Massa yang datang juga sebelumnya mengahdari musyawarah di mess penda. Diperkirakan, sebagian massa bergerak sekitar pu-

memperlihatkan Sidharta Gautama ketika masih bayi. Pemandian dimulai oleh Maha Pandita Dana Paramita Hendra Ngantung yang juga Ketua DPD Majelis Budha Maitreya Kalbar. Pandita tiga kali menyi-

ram patung tersebut. Sedangkan umat cukup satu kali saja. Memandikan patung itu bermakna penyucian diri baik lahir maupun batin. Budha berharap, semua yang ikut dalam penyucian itu akan kembali seperti

masalah yang timbul, yang seolah-olah hanya dengan cara emosional yang dapat menyelesaikan masalah. “Sebagai bangsa yang sangat tinggi peradaban, seharusnya kita mengedepankan penyelesaian dengan cara persuasif, bukan represif. Kita selalu mengatakan bangsa kita adalah bangsa yang menjunjung nilai, etika dan budaya yang mengutamakan musyawarah mufakat. Bukan dengan cara yang dapat menurunkan harkat dan martabat kita sebagai bangsa yang beradab”.

“Apakah kita sudah lupa dengan semangat kebangkitan nasional, sumpah pemuda, yang melekatkan kita bersatu dalam nilai-nilai perjuangan oleh para pejuang bangsa ini. Apakah kita meminggirkan falsafah Pancasila dengan filosofinya yang terus terngiang-ngiang di telinga kita dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Sumberanto. Kata Sumberanto, sangat disayangkan kedamaian dan keharmonisan harus terbelah hanya karena kurangnya menghayati dan

kul 15.00. Kedatangan massa itu hendak merobohkan patung naga. Juru bicara FPI, Ilyas, mengatakan pada 17 Mei 2010 telah mengirimkan msurat kepada Benny untuk merobohkan tugu tersebut. “Namun hal itu belum ditindaklanjuti oleh Beny Setiawan,” kata Ilyas. Merobohkan patung naga itu dikarenakan, pembangunan patung naga tersebut tidak berdasarkan Perda sebagaimana ketentuan peruntukan di fasilitas umum, karena patung naga tersebut merupakan lambang yang sakral bagi umat Konghucu, yang bukan pada tempatnya. “Pembangunan patung naga tersebut tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Kota Singkawang. Keberadaan patung naga tersebut sangat melukai hati umat Islam,” kata Ilyas. Kedatangan massa disambut blokade Kepolisian. Tampak Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Hujra Soumena, Danki Brimob Lohabang AKP Reza, Kabag Ops Polres Singkawang AKP Jamhuri Nurdin, Kapolsek Singkawang Barat AKP Isbullah, Kapolsek Selatan IPTU Karyana, Kapolsek Tengah AKP Suhar, Kasat Lantas Polres Singkawang AKP

MTH Sirait, Dandim 1202 Singkawang Letkol Arm Teddy Surrachmat dan lainnya. Massa berorasi. Sempat terjadi dorong-dorongan dengan Polisi. Ilyas dan massa menuju PD Pada Suka, milik Bong Ni Thiam, tak jauh dari lokasi patung naga. Massa menggedor pintu dan berteriak meminta Bong Ni Thiam keluar dan merobohkan patung naga. 15.30 WIB. Bentrok massa dan Polisi pecah. Massa melampar batu ke arah patung naga yang sudah dijaga Polisi. Polisi tidak tinggal diam. Aksi itu dilumpuhkan Polisi dengan paksa. Polisi menangkap beberapa orang yang dianggap provokator. Waka Polres Singkawang Kompol Heri Susanto membenarkan bentrokan tersebut. Ia mengatakan disana telah terjadi tindakan anarkis oleh kelompok tertentu. “Kami sudah memprediksi dan melakukan antisipasi untuk segala kemungkinan. Kami sudah bertindak sesuai prosedur baku,” kata Heri didampingi Jamhuri Kabap Ops Polres Singkawang dan Reza Danki Brimob Lohabang. Heri menambahkan, dalam peristiwa itu, kepolisian mengamankan sedikitnya

tujuh orang yang terbukti melakukan pelemparan dan pengrusakan untuk dilakukan pemeriksaaan. “Sementara ini ketujuh orang itu masih kita amankan,” kata Heri. Ketua DPW FPI Singkawang Ilyas, termasuk salah seorang yang diamankan. Sekretaris FPI Singkawang M. Zein meminta kepada pihak Kepolisian untuk membebaskan Ketua FPI Singkawang. “Kalau dalam hitungan jam ini, kita belum bisa memenuhi aspirasi mereka. Kami belum bisa memutuskan,” ujar Waka Polres Singkawang. Atas pristiwa itu, Polisi memberlakukan siaga I, untuk situasi kamtibmas Singkawang. Hery juga mengimbau agar masyarakat jangan terpancing oleh isu-isu yang tidak benar. “Percayakan kepada aparat yang berwenang,” kata Heri. Rektor Untan, Chairil Effendi mengatakan, demo atau rusuh Singkawang itu tidak terjadi kalau sejak awal ada komunikasi antara kelompok masyarakat Melayu dengan Hasan Karman. Walau demikain, dia minta semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, dan menghindari kekerasan. †

Tampilkan Drama Hidup Harmonis menjadi bayi yang polos, lugu, jauh dari perbuatan tercela. Maha Vihara Maitreya terlihat dipenuhi sekitar 2.500 umat Budha dari berbagai daerah di Kalbar. Meski vihara terbesar di

Kalbar itu belum selesai dibangun, namun pengunjung sudah terkagum dengan arsitektur maupun kemegahannya. Vihara yang dibangun sejak 2000 itu berada di atas lahan satu hektare. Luas

bangunan tiga lantai itu delapan ribu meter persegi. Perayaan bersama Tri Suci Waisak 2554 di Kalbar akan dipusatkan tanggal 6 Juni mendatang di Pendopo Gubernuran Pontianak. (Antara)†

Sesalkan Kerusuhan

Singkawang Siaga I

mengamalkan filosofi yang begitu agung yang sudah disepakati dan diamalkan oleh para pendiri bangsa ini. “Saya percaya, tidak ada satu pun agama yang membolehkan adanya kekerasan. Selama ini kita telah diakui oleh bangsa lain dengan nilai-nilai budaya yang mengedepankan sopan santun, etika, musyawarah untuk mufakat, bukan dengan cara-cara menonjolkan siapa aku,” ujar Sumberanto. Jangan sampai ada kesan masyarakat yang kurang mengerti persoalan, jangan

berikan informasi kurang tepat, sebagai pemimpin yang baik, masyarakat harus di didik dengan budaya bangsa, yang nasionalis religius, bukan justru sebaliknuya. “Kalau begitu, bagaimana mungkin kita bisa berkata, saya seorang anak bangsa yang baik. Mestinya kita selalu terpanggil, bagaimana memikir dan memberikan kontribusi yang baik, agar kita jangan dikatakan oleh Malaysia tertinggal tiga puluh tahun, atau Singapura yang empat puluh tahun,”

ujar Sumberanto. Sumberanto mengajak semua pihak, mari bersatu, bergandengan tangan, karena semuanya bersaudara. Jadikan pengalaman sebagai pembelajaran, melangkah ke kedapan. Yang namanya kerusuhan, tidak ada yang diuntungkan, semunya pasti mengalami penderitaan dan ketakutan yang dalam. “Maukanh kita memberikan penderitaan, ketakutan, ketidakdamaian, ketidakharmonisan, kepada anak cucuk kita?” kata Sumberanto setengah tanya.†

Kehidupan Beragama Indonesia Dibahas di Praha

Ayo jangan mau diadu....

Bang Tribune

Idealisme, Keberag aman dan Kebersamaan

Borneo Tribune

Hrda menilai kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan saat ini semua negara di dunia berupaya untuk menciptakan harmoni antarperadaban dan mengharapkan agar kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan kedua negara, sekaligus mendorong masyarakat kedua negara

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Konsultan Bisnis: Michael Yan Sriwidodo, SE, MM. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: H Nur Iskandar. Pemimpin Redaksi: Tanto Yakobus. Redaktur Pelaksana: Andry. Redaktur: Asriyadi Alexander Mering, Aulia Marti, Agustinus, Budi Rahman, Hairul Mikrad, Yusriadi. Reporter: Andika Lay, Hendrikus Christianus, Rosalinda. Biro Jakarta: Rizky Wahyuni Jl. Lontar No. 28 Rt/Rw 008/14 Menteng Jakarta Selatan 12960 (021-8313247). Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Singkawang: Mujidi, Jl. Diponegoro No.14 (085245247955081345257195). Biro Sambas: Agus Wahyuni, Amrul (Pemasaran), Jl. Raya Kartiasa Dusun Simpang (081345173636). Biro Bengkayang: Krisantus, Jl. Sanggau Ledo (Bangun Sari) No.128 Kel. Sebalo Bengkayang (085252121312). Biro Landak: Devy Zulkarnain, Jl. Jalur 2 Gg. Justitia No.32 Ngabang (081345665145). Biro Sanggau: Abdul Khoir, Jl. Agus Salim No.10 (081345154592). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946), Jumadi (081345285294) Jl.Juang Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Hermanus Hartono, Jl.Irian No.41 Sekadau Hilir (085252515702). Biro Sintang: Endang Kusmiyati, Ade Marfa Chandra (Pemasaran) Jl.JC Oevang Oeray (085245006757). Biro Kapuas Hulu: Yulan Mirza, Jl.Penjara No.35 Putussibau Selatan (081522516896).Biro Ketapang: Andry, Gusti Iswadi, Jl. Gajah Mada No. 156 (081345264810). Biro Kayong Utara: Sugeng Mulyono, Desa Simpang Empat Dusun Pangkalan Buton (Sungai Gali) (081256131575). Fotografer: Lukas B Wijanarko, Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Caturaini Fahmi. Umum: Emiliana (Manajer), Jumi Erlina Sari. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, Harryadi, M. Taufik. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam, Suprianto. Marketing: A. Alexsander Mering (Manajer), Hesti Yosana,Desain Iklan: Atika Ramadhani, Zulkifli HZ. Sirkulasi: Ardiansyah, Dhani, Zulfakar. Keuangan: Julianty, Erika Sudiardjo. IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/ mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: redaksi@borneotribune.com Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop.

arus informasi dan teknnologi serta adanya tuntutan dalam mendorong kemajuan kemajuan HAM dan kebebasan berekspresi. Sementara itu Uskup Johannes Pujasumarta dan K.H. Dr. Hasjim Muzadi sama-sama menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila

dan bagaimana nilai-nilai tersebut telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Uskup Pujasumarto menegaskan bahwa dialog bukanlah lagi merupakan pilihan tetapi sudah menjadi suatu keharusan untuk menciptakan masa depan bangsa yang

lebih baik. Sedangkah K.H. Hasyim Muzadi mengatakan bahwa hubungan yang harmonis antara demokrasi sebagai suatu sistem politik dengan Islam sebagai sistem budaya dapat memperkuat Indonesia sebagai suatu bangsa. (Antara)†

Saat Salat Jumat, Masjid Diberondong Peluru

www.borneo-tribune.net

TERBIT SEJAK 19 MEI 2007

untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain. Pada kesempatan dialog, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Profesor Ato Mudhar mengatakan dialog lintas agama semakin penting untuk dilaksanakan karena adanya pengaruh globalisasi,

secara politik dan militer. Penyerbuan terjadi saat prosesi Salat Jumat digelar, Jumat (28/5). Dua masjid ini adalah mi-

lik aliran minoritas Ahmadiyah. Ahmadiyah menyebut diri mereka muslim meski pendiri aliran ini menyebut dirinya nabi setelah

“Iya, mengapa di situ ada kata ‘katanya’? Padahal itu ‘kan kalimat”. Wah. saya terpana mendengar pertanyaan itu. Kini saya mengerti pertanyaan itu. Pertanyaan ini yang sungguh sangat kritis. Saya tidak pernah berpikir tentang itu, sekalipun saya memberikan contoh itu. Saya ingat, selama ini saya menerima mentah saja dalam menggunakan ‘katanya’. Lebih-lebih sebagai jurnalis, sejak belajar menulis berita lebih 20 tahun lalu, ‘katanya’ hari-hari saya pakai untuk menunjukkan adanya ujaran, ucapan. Hingga sekarang, saya malah mengajarkan pemakaian ‘katanya’ kepada calon wartawan yang mengikuti kelas Jurnalistik. Pertanyaan mahasiswa itu sungguh berbobot. Saya tahu, kalau ikut logika seha-

rusnya bukan ‘katanya’, tetapi, ‘kalimatnya’. Teks lengkap seharusnya: Kalimatnya: “Saya ingin pulang”. Tetapi, tidak pernah ada ‘kalimatnya’ untuk merujuk kepada kalimat yang diucapkan seseorang. Selalu saja yang digunakan ‘katanya’, ‘ujarnya’, ‘ungkapnya’, ‘tandasnya’. Sesekali juga ada kata lain yang digunakan ‘dia berwacana’. Lalu, bagaimana harus menjawab pertanyaan mahasiswa itu? Apakah saya harus mengatakan bahwa ‘katanya’ merupakan konsensus penutur bahasa Indonesia untuk semua jenis kalimat yang diujarkan, sesuatu yang diucapkan, sesuatu yang dikatakan. Katanya menunjukkan rangkaian bunyi yang membentuk katakata yang keluar dari mulut seseorang.

Nabi Muhammad, yang diyakini mayoritas muslim adalah nabi terakhir. Pada tahun 1970-an, pemerintah Pakistan menya-

takan Ahmadiyah adalah minoritas non-muslim. Mereka juga dilarang menyebut diri muslim atau mengikuti praktik Islam seperti

salat. Diperkirakan ada empat juta penganut Ahmadiyah dari total 170 penganut muslim di Pakistan.†

bagai salah satu bagian dari proses pembentukan bahasa. Kalau soal ini saya bisa bahas panjang lebar. Maklum, itu ilmu linguistik yang saya pelajari. Setelah saya menjelaskan tentang konsensus itu, saya kemudian menutup jawaban dengan mengatakan lagilagi saya tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan mahasiswa itu. Saya minta tempo untuk memikirkannya. Saya mengatakan begitu untuk menegaskan bahwa saya memang tidak tahu, dan saya masih harus belajar banyak. Saya tidak ingin mengagak-agak jawabannya, apalagi mengagak dengan kemungkinan yang salah. Kasihan mereka, bisa sesat. Ketika sampai di ruang kerja, saya berusaha mencari jawaban dengan membuka internet untuk melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan. Saya menemukan kenyataan yang juga masih membuat saya tidak puas. Dalam KBBI kata dan kalimat diberikan pengertian yang kurang lebih sama. Kalimat diberi pengertian: 1 kesatuan

ujar yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; Kata diberi pengertian: unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dl berbahasa. Dua pengertian ini membuat saya yakin bahwa pada akhirnya mengapa banyak muncul penggunaan ‘katanya’ dan tidak pernah ada ‘kalimatnya’ karena soal kebiasaan saja. Itu tadi, konsensus, kesepakatan pengguna bahasa. Ugh.. menemukan jawaban begitu membuat saya lega. Untung saya sudah menjawab dengan mengatakan saya tidak tahu. Untung saya bisa memperlihatkan kepada mereka bahwa saya masih bodoh. Coba bayangkan jika saya pura-pura tahu? Pasti jawaban saya ngawur. Pasti mereka sesat. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran tambahan bagi saya: jangan pernah malu mengaku tidak tahu - sekalipun kamu mungkin dianggap orang sebagai orang yang tahu. †

Mengapa Katanya?

Bikin Ben Cemburu Hal yang sama diakui oleh Ben. Menurutnya, semua yang diperankan oleh dirinya dan Marshanda adalah murni karena pilihan produser. “Mungkin ini ada yang bilang stigma Ben dan Cha, seba-

gai kekasih, tapi memang ini pilihan produser. Mungkin aku nggak pungkirin, tapi aku mau dilihat karena aku berkarya,” ujar Ben sembari menatakan, cemburu bercampur cinta.†

Hanya saya ragu pada jawaban ini karena dalam konteks linguistic, kata bukan akhir dari rangkaian ucapan bermakna seorang penutur. Masih ada kalimat, yaitu konstruksi dari kata-kata itu. Saya katakan kepada mahasiswa penanya, seharusnya ‘kalimatnya’ dipergunakan, dan bukan ‘katanya’. Sebab yang diucapkan adalah kalimat, rangkaian dari kata-kata yang memiliki makna. “Tetapi, mengapa ya orang tidak pernah memakai ‘kalimatnya’ untuk menutup kutipan ujaran? Saya tidak tahu jawabannya”. Saya menyerah. Saya lupa apakah saya garuk-garuk kepala atau tidak saat itu. “Kalau saudara mau pakai ‘kalimatnya’ seharusnya tidak ada masalah”. Mereka terdiam. “Bagaimana?” Saya mendengar bisik-bisik kecil di antara mereka. Saya tahu mereka sulit menyampaikan komentar. Saya tahu mereka sudah lupa pada jawaban pertama saya tadi, soal “saya tidak tahu”. Saya lantas memberikan kuliah tentang konsensus se-


PENDIDIKAN

Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

3

Kalla Meets President Arroyo in Manila 1. Mempunyai kemampuan menulis, (melampirkan contoh tulisan)

2. Pendidikan Sarjana 3. Mempunyai kendaraan sendiri 4. Sehat & berkelakuan baik

Borneo Tribune, Jakarta FORMER vice president Jusuf Kalla met Philippine President Gloria M Arroyo in Manila, the Philippines, on Friday to discuss solutions to the conflict in Mindanao, southern Philippines. Jusuf Kalla was in Manila to meet an invitation to speak at an International Conference on Negotiators for the settlement of the conflict in the southern Philippines. On the occasion, Kalla shared his experience in settling the conflicts in Aceh province, Poso (Central Sulawesi) and Ambon (Maluku) in

Indonesia. These conflicts were successfully settled through the Helsinki and Malino peace negotiations. The conference was also attended by negotiator for Palestine Prof. Omar Dajani, negotiator for Sudan Nuruledin Sati, negotiator for Northern Ireland Gerry Kelly and David Gorman from the Humanitaria Dialog Center. Indonesia is one of the ASEAN member countries asked by both sides, the Philippine government and the MILF, to mediate the conflict in the southern Philippines. (Antara) †

Jusuf Kalla

ASEAN-EU Ministerial Meeting Decides to Push Phnom Penh Agenda 1. Menguasai Program Page Maker, Photoshop, Corel Draw / Freehand dan program lainnya yang mendukung. 2. Dapat membuat ilustrasi dengan program-program di atas 3. Sehat & berkelakuan baik 4. Bersedia bekerja di malam hari

SEGERA!! Kirim Lamaran ke:

PT. Borneo Tribune Press JL. PURNAMA DALAM NO. 2 PONTIANAK 78121

Borneo Tribune, Jakarta THE 18th ASEAN-EU Ministerial Meeting has wrapped up in Madrid recently, and agreed upon a new indicative list of activities for 2011-2012 to further implement the Phnom Penh Agenda, an action program for closer

ties between ASEAN and the EU which was agreed at last year‘s meeting, a statement received from the ASEAN Secretariat on Friday said. The meeting themed “Partners in Regional Integration” concluded on Wednesday.

Ferndale Woman Suing After She Fell Asleep on Plane Borneo Tribune, Detroit A woman from Ferndale, Michigan is suing United Airlines after she was left alone on a plane for hours after it had landed. Ginger McGuire was aboard a United Express flight from Washington, DC

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TANJUNGPURA FAKULTAS HUKUM PONTIANAK TELAH DIBUKA PENDAFTARAN PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM (PDIH) KPK UNIVERSITAS DIPONOGORO – UNIVERSITAS TANJUNGPURA ANGKATAN KE II TAHUN AJARAN 2010 – 2011. PENDAFTARAN DIMULAI PADA TANGGAL 12 APRIL 2010 S/D 21 JUNI 2010 TES MASUK PADA TANGGAL 16 - 18 JULI 2010. INFORMASI /KETERANGAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI : SEKRETARIAT/KAMPUS : PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM (S3) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK. ALAMAT : JLN. IMAM BONJOL (JL. DAYA NASIONAL) NO. 2 PONTIANAK TELP. (0561) 7991312. 081345787979, 085752993399. Ttd. PENGELOLA PDIH KPK UNDIP-UNTAN FAKULTAS HUKUM UNTAN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TANJUNGPURA PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM TERAKREDITASI “A” JI. Imam Bonjol (Daya Nasional) No.1 Pontianak Telp. (0561)582741, 582742 Fax.(0561) 582742 E-mail : s2hukum untan@yahoo.co.id http://www.s2hukum-untan.com

With more than 30 years of mutually beneficial cooperation, ASEAN and the European Union have reached a new stage in its relations, a much more matured and higher level of cooperation after the entry into force of the ASEAN Charter and the Lisbon Treaty.

This new institutional change in the EU, and also in ASEAN, is expected to lead the way to regular and effective consultations between both parties. The two-day meeting also exchanged views on issues of mutual interest and concern, from regional and interna-

Jakarta‘S “Buddha Bar” Continues to Draw Protests

to Philadelphia. She says she fell asleep during the flight. It landed shortly after midnight Tuesday but no one woke her up until a cleaning crew found her four hours later. United Airlines says they are working with a regional partner carrier to determine why the plane wasn‘t cleared upon landing. McGuire was quoted by wxyz.com as telling reporters, “I fell asleep on the plane and next thing you know I wake up, it`s 4:00 in the morning. Nobody`s on the plane. Nothing.” McGuire has hired Geoffrey Fieger who is filing a lawsuit for false imprisonment, emotional distress and negligence. (Antara) †

Borneo Tribune, Magelang BUDDHIST community activists here have initiated a campaign to solicit public support for the banning of the use of the word “Buddha” in the name of a bar in Jakarta. Grouped in the AntiBuddha Bar Forum (FABB), the activists have begun collecting signatures for their demand to close down a nite spot on Jalan Tengku Umar in the national capital named “Buddha Bar.” People supporting the demand were asked to put their signatures on 100meter-long pieces of white cloth laid out at the activists‘ command posts at the Borobudur and Mendut temples. A coordinator of the campaign, Made Krisna, said here Friday the owner of the bar in Jakarta had defiled the name and symbols of the Buddhist faith. He said Buddha was a

I fell asleep on the plane and next thing you know I wake up, it`s 4:00 in the morning. Nobody`s on the plane. Nothing

sacred name and should not be used for a bar which was a place for activities that were clearly against the principles of Buddhism. Buddha was the name of the prophet whose teachings formed the basis of the Buddhist faith whereas a bar was a commercial establishment selling alcoholic drinks, night-life entertainment and porn-actions, he said. He said campaigns to get the bar in Jakarta closed down would also be staged in other Indonesian cities where Buddhist believers reside. In Medan, North Sumatra, a similar campaign had already collected thousands of signatures, he added. According to Krisna, after operating for a few years, the bar was actually already shut down by the government. The directorate general of intellectual property rights had in fact nullified or revoked the

PENERIMAAN MAHASISWA BARU Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak menerima Mahasiswa Baru Angkatan X TA. 2010/2011, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Lulusan S1 Hukum dan non Hukum dari semua Program Studi 2. Konsentrasi : Hukum Pidana, Hukum Bisnis dan Hukum Otonomi Daerah 3. Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret s.d. 26 Juni 2010, Pukul 10.0016.00 WIB 4. Bagi Mahasiswa dari tenaga edukatif yang mengajukan Beasiswa (BPPS DIKTI DEPDIKNAS) pendaftaran terakhir tanggal 13 Maret 2010 5. Ujian Seleksi masuk dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juli 2010. Bagi yang berminat silakan mendaftar di Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura jalan Imam Bonjol (Daya Nasional) No.1 Pontianak 78124 Keterangan Lebih Lanjut Hubungi Sekretariat Pendaftaran Telp. (0561) 582741, 582742 CP. Hamdani, SH, M.Hum : 08164999044/ 7911666 Pontianak, 28 Februari 2010 Dekan, Ttd Prof. Dr. H Garuda Wiko, SH, MSi NIP. 196501281990021000

Rektor, Ttd Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.Si. NIP. 195705091984031007

tional issues, non- traditional and traditional security challenges, climate change and environment to the economic crisis and its aftermath. The 19th ASEAN-EU Ministerial Meeting will take place in Brunei Darussalam in 2012. (Antara) †

KEPALA DINAS PERKEBUNAN, KEHUTANAN DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN KUBU RAYA MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KE-3 KEPADA Harian

Tertanda

Ir. M. Sadik Aziz, MM

Buddha Bar trademark. Nevertheless, the nightspot had continued to operate until now. On April 21, 2009, Buddha Bar‘s owner had stated his intention to change its name and the billboard carrying the words Buddha Bar was removed. But later, the old billboard was restored and ever since the bar had continued to operate under the name offending the Buddhist community. (Antara)†

Flood of Frogs Shuts Down Greek Highway Borneo Tribune, Beijing A horde of frogs has forced the closure of a key highway in northern Greece for two hours, media reports said Thursday. “Millions” of the amphibians covered the highway Wednesday near the town of Langadas, some 12 miles east of Thessaloniki, said Thessaloniki traffic police chief Giorgos Thanoglou to AP. The police officer speculated the little green things left a nearby lake in search of food. Authorities closed the highway after three car drivers skidded off the road trying to dodge the frogs. No human injuries were reported. (Antara)†


CITIZEN JURNALISM

Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

4

Mengapa Nilai Unas Bahasa Indonesia Rendah? Oleh: Agustinus Sungkalang, S.Sas.

Berdasarkan analisis sederhana soal UN Bahasa Indonesia dalam diskusi bertajuk ”Evaluasi Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Tingkat SMA/ Sederajat 2009/2010” di kantor harian Kompas di Jakarta ditemukan banyak soal dengan pilihan jawaban yang ambigu dan bias. Persoalan itu terlihat, baik dalam pokok soal maupun pada pilihanpilihan jawaban. Demikian juga dengan soal yang dibedakan dalam paket A dan paket B dengan materi soal yang berbeda mesti diuji betul apakah bobotnya sama. Pemerhati dan peneliti bidang pendidikan Erlin Driana mengatakan, pemerintah, dalam hal ini Balitbang Kemendiknas RI, menyatakan bahwa soal-soal Bahasa Indonesia tersebut sudah dikalibrasi dan diuji berulang-ulang. Kenyataannya, kata Erlin, banyak hal-hal yang semestinya tidak lolos, malah lolos (Kompas, 16/5/ 2010). Nah, apa yang menjadi masalah di atas? Ternyata setelah soal Bahasa Indonesia tersebut dikaji dan diteliti banyak sekali yang multitafsir, sedangkan para guru juga punya penafsiran dan jawaban berbeda untuk satu soal yang sama. Ironisnya, mereka tak tahu kunci jawaban yang benar sehingga tidak tahu bagaimana memperbaiki soal itu ke depan. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, ada sebanyak

73 persen siswa tingkat SMA/SMK/MA tidak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal itu dinilai akibat sikap siswa yang menyepelekan mata pelajaran tersebut serta terdapat metode pembelajaran yang salah. Rendahnya aktivitas membaca, menjadi penyebab utama lemahnya siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Ya, ini memang benar! Ketika penulis melakukan analisa terhadap beberapa soal unas mata pelajaran Bahasa Indonesia, hampir semua soalnya didahului dengan teks bacaan, apa pun materi pertanyaannya; baik menunjukkan opini, fakta, ide pokok, kata baku/tidak baku, maupun menyimpulkan suatu ungkapan. Menurut pengakuan sebagian siswa, begitu mereka melihat teks yang panjang sudah muncul dalam pikirannya untuk tidak mau berlama-lama untuk membacanya. Kekurangsenangan itu tentu menjadikan mereka kurang konsentrasi. Mereka juga kurang terampil membaca sehingga agak sulit menentukan mana ide pokok mana ide penjelas. Kelemahan siswa tentu berkaitan dengan kreativitas pembelajaran yang belum maksimal, bahkan agak jauh dari pembelajaran bahasa yang ideal. Jika latar belakang dan wawasan guru belum memadai sebagai seorang guru bahasa Indonesia, hasilnya akan makin jauh dari harapan. Jika hanya mengandalkan guru, hampir pasti siswa akan gagal belajar bahasa

Indonesia. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat materi sastra. Teks sastra mempunyai ciri khas dalam penafsirannya, yaitu multitafsir. Sangat dimungkinkan sesama pembaca teks sastra yang sama mempunyai pendapat yang berbeda. Maka muncul permasalahan, jika banyak soal materi sastra multitafsir dalam UN. Kalau siswa punya pendapat lain tentu wajar. Sayang, perbedaan pendapat itu tidak diakui kunci jawaban. Kebetulan tahun ini, penulis menelaah soal materi sastra . Simpulan penulis, cukup memberi alasan mengapa nilai bahasa Indonesia dalam UN belum maksimal, bahkan turun drastis dalam UN 2010 ini. Siswa sangat

dirugikan akibat soal sastra yang multitafsir. Memang, masalah multitafsir dalam dunia sastra menjadi hal biasa. Ahli sastra Teeuw dan sastrawan Taufiq Ismail tidak mempermasalahkan jika pembaca karya sastra memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat siswa dalam menjawab soal materi sastra sangat lumrah. Sedangkan dalam UN, multitafsir itu tidak akan terjadi. Yang terjadi adalah pemaksaan pendapat si penulis soal terhadap satu jawaban yang benar. Sebagai seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia, penulis sangat memahami mengapa nilai bahasa Indonesia menjadi penyebab paling banyak ketidaklulusan peserta

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM PASCAKUALIFIKASI Nomor : 01/PAN-DKP/Peng/2010 1. Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang Kalimantan Barat, akan mengadakan Pelelangan Umum dengan Metode Pascakualifikasi Pengadaan Barang Tahun Anggaran 2010 pada paket pekerjaan sebagai berikut : No 1.

Kegiatan/ Pekerjaan

Bidang / Sub Bidang

Kualifikasi

Pagu Dana (Rp)

K

210.000.000,00

Sumber Dana

Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda Empat (Pick Up)

Alat/Peralatan Kendaraan Roda Empat

2.

Pengadaan Alat Tangkap Gill Net 2,25”

Alat/Peralatan Suku Cadang ; Perikanan

K

260.000.000,00

DAK/ DAU

3.

Pengadaan Alat Tangkap Gill Net Milenium 4”

Alat/Peralatan Suku Cadang ; Perikanan

K

405.000.000,00

DAK/ DAU

DAK/ DAU

2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan serta penandatanganan Pakta Integritas di : - Kantor : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang - Alamat : Jalan Ahmad Yani No.76 Kota Singkawang - Hari/Tanggal : Senin s.d. Jum’at/31 Mei s.d. 4 Juni 2010 - Waktu : 09.30 s.d. 11.30 WIB, kecuali hari Jum’at pukul 09.30 s.d. 10.30 WIB 3. Penyedia Jasa yang berminat dapat mendaftar dan mengambil Dokumen Pengadaan ke alamat tersebut di atas dengan membawa/menyerahkan 1 (satu) rangkap foto copy serta menunjukkan aslinya sebagai berikut : a. Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk Bidang dan Sub Bidang sesuai butir 1 di atas, yang sah dan masih berlaku (berleges tahun 2010). b. Akte Pendirian Perusahaan dan Akte Perubahan terakhir. c. Kartu Identitas direktur/direktur utama atau penerima kuasa direktur/direktur utama bila dikuasakan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian perusahaan/ perubahannya. d. Surat Kuasa di atas kertas kop perusahaan bermaterai Rp. 6.000,- dicap dan ditandatangani oleh direktur/direktur utama (bagi yang dikuasakan). 4. Panitia tidak akan melayani pendaftaran apabila tidak memenuhi ketentuan butir 3 di atas. 5. Untuk hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang pada alamat tersebut di atas, demikian untuk menjadi maklum.

TTD PANITIA

423.29.5.2010.4.280.4

Singkawang, 29 Mei 2010

tahun ini. Selain soal sastra banyak multitafsir, teks yang dikutip cukup panjang. Siswa yang jarang melakukan aktivitas membaca akan merasa kelelahan memahami isi teks. Secara umum, sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah yang berorientasi pada nilai. Prestasi akademis yang berupa nilai tinggi merupakan tolak ukur kecerdasan seorang murid, padahal untuk mendapatkan nilai yang tinggi, peserta didik harus banyak menghafal, sedangkan pengetahuan kontemporer, keterampilan, dan penerapan ilmu pengetahuan di dunia nyata tidak menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian. Sekolah telah menjadi tempat untuk mentransfer dead knowledge. Ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah terlalu bersifat textbookish karena akar sumber pengetahuan dan aplikasi pengetahuan sudah dipisahkan, sehingga antar teori dan praktek menjadi tidak sinkron dan sulit diaplikasikan di dunia nyata. Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi terkait dengan rendahnya nilai Bahasa Indonesia. Pertama, soal-soal ujian nasional perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini disebabkan oleh banyaknya siswa yang gagal mendapat nilai minimal untuk pelajaran yang sama. Harus dicari penyebab siswa mendapatkan nilai yang rendah. Soal yang baik adalah soal yang benar-benar menguji kemampuan siswa, bukan sekedar mengecoh mereka. Kedua, pengajaran Bahasa Indonesia seharusnya mengacu pada prinsip knowing (mengetahui) dan doing (mengalami). Pengajaran bahasa yang ada sekarang ini baru mengacu pada prinsip knowing, saja. Guru merasa cukup memberitahu tentang kaidah-kaidah Bahasa Indonesia, tanpa memberi contoh dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Akan menjadi sangat sulit bagi para siswa untuk menghafal teori tanpa pernah mengamalkannya. Para siswa harus dibiasakan untuk memakai bahasa yang baik dan benar serta komunikatif, terlebih lagi dengan semakinh kuatnya pengaruh bahasa asing terutama bahasa Inggris dan bahasa gaul. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan komunikatif harus dimulai dari lingkungan pendidikan, karena merekalah yang paling mungkin diajarkan dan kemudian menyebarkannya ke masyarakat luas. Pola pikir para siswa tentang Bahasa Indonesia juga harus diluruskan. Banyak siswa yang meremehkan Bahasa Indonesia, dengan dalih bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari; mereka menguasai bahasa tulis dan lisan dengan baik. Paradigma tersebut tidaklah benar, karena

pada kenyataannya para siswa hanya mahir menguasai pengetahuan dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia, akan tetapi kemampuan mereka untuk berbahasa Indonesia yang baik, benar, dan komunikatif masih dipertanyakan. Pola pikir dan pola ajar para guru tentang bahasa Indonesia juga perlu dievaluasi, baik guru bahasa Indonesia ataupun yang mengajar non-bahasa Indonesia. Kebiasaan menggunakan bahasa yang cenderung gaul atau yang terlalu kaku dalam proses pembelajaran telah perlahan-lahan ikut menghanyutkan Bahasa Indonesia itu sendiri. Kemampuan Bahasa Indonesia, terutama sastra, sebenarnya juga tidak etis jika diujikan secara tertulis, teruatama multiple choice. Karena pelajaran sastra adalah tenang penguasaan dan keterampilan, sehingga sangat tidak etis jika penilaiannya hanya diserahkan pada lembaranlembaran kertas yang kaku dan berlawanan dengan karakter sastra sebagai buah pemikiran manusia itu sendiri. Kurangnya dinamisasi dan inovasi di pengajaran bahasa Indonesia mempengaruhi minat

para siswa secara psikologis untuk belajar serius dan mendalam. Maka sistem evaluasi pun sudah sangat perlu untuk direvisi, karena standar nilai minimal ternyata tidak banyak membantu perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia, terlebih dengan adanya standar nilai minimal yang semakin naik dari tahun ke tahun. Memang menetapkan suatu angka sebagai standar minimal untuk kelulusan bukanlah sesuatu yang buruk, akan tetapi yang paling buruk apabila proses pendidikan sudah ditujukan untuk menghadapi ujian semata, bukan lagi untuk menghadapi kehidupan nyata (learning for the test, not learning for the living). Sekolah adalah tempat untuk membangun generasi muda yang berpikiran maju ke depan demi masa depan bangsa indonesia yang lebih baik. Jangan sampai sekolah justru menjadi penjara intelektual yang malah mematikan potensi para siswa! *) Staff Pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia SMP & SMA St.Fransiskus Asisi Pontianak, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Jurusan Sastra Indonesia, spesialisasi ilmu bahasa terapan dan jurnalistik. !

Inf TEL nfoo HO HOTEL Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121 Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398 Website : www.hotelgajahmada.com Email : pontianak@hotelgajahmada.com SMS Reservation : 0812 578 9900

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak Indonesia Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833 E-mail: reservation@mercurepontianak.com www.mercurepontianak.com

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 86 - 86A, Pontianak 78121 Telp. (+62-561) 732878, 736808 (Hunting) Fax. (+62-561) 738208 Website : www.hotelpeony.com Email : pontianak@hotelpeony.com SMS Reservation : 0812 578 9900

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 / Fax. (0561) 740555 E-mail : Pontianak@santika.com Webs : www.santika.com

Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999 Online Reservasi : ww.orchardhotel.com email : orchardz_ptk@yahoo.com

Jalan Nusa Indah III Telp. (0561) 732223/ Fax. (0561) 742882 Pontianak

KARTIKA HOTEL Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak Telp. 0561-734401 Fax. 0561-738457 email:gkhotel@yahoo.com

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak Telp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel95 Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak 78122 Telp. (0561) 735890/ Fax. (0561) 739001

E-mail : Reservation@garudahotelptk.com Website : http:// www.garudahotelptk.com

Telp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200 E-mail : grandmahkotapontianak @grandmahkotahotel.com Website:www.grandmahkotahotel.com

Jl. Sidas No. 11-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) Fax. (62-561) 734 374 E-mail : info@hotelkapuas.com

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak Telp. 0561-766669 Fax. 735399


SERANTAU

Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

5

Mentan Timor Leste Harapkan IPB Teliti Ekowisata Borneo Tribune, Bogor MENTERI Pertanian dan Kehutanan Timor Leste Ir Mariano Assanami Sabino mengharapkan di masa datang IPB tetap mengirimkan mahasiswanya, mulai jenjang D-III hingga S3 untuk melakukan penelitian di bidang kehutanan berkaitan dengan pengembangan ekowisata di negara itu. “Saya juga berharap Institut Pertanian Bogor (IPB) bersedia menerima mahasiswa baru dari Timor Leste,” katanya pada seminar melalui konferensi jarak jauh antara Bogor, Jawa Barat, Indonesia dan Dili, Timor Leste, Jumat. Seminar internasional itu diadakan aula “Direccao Nacional de Floresta” Dili untuk membahas hasil-hasil penelitian sebanyak 10 mahasiswa IPB, baik dari Republik Indonesia dan Timor Leste yang telah dilakukan selama empat bulan terakhir di Taman Nasional Nino Konis Santana, Distrik Lautem di bagian Timur, Timor Leste yang berbatasan dengan Australia. Pada sambutan yang dibacakan Menteri Muda Bidang Pertanian dan Kehutanan Ir Marcos da Cruz, M.Agr itu, Mariano Assanami Sabino mengemukakan bahwa penelitian hasil kerja lapangan 10 orang mahasiswa Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSDHE) IPB itu sangat penting.

Saat ini Direktorat Nasional Kehutanan Timor Leste sangat membutuhkan datadata tersebut sebagai landasan untuk perencanaan pembangunan kehutanan di masa-masa yang akan datang. Ia mengatakan, selama mahasiswa mengadakan kuliah kerja lapangan, di samping mengadakan pengamatan lapangan untuk mengambil data, mereka juga telah membantu Departemen Perlindungan Hutan dan Taman Nasional untuk mendisain logo taman nasional yang nantinya akan digunakan. “Mereka telah menunjukan hasil yang sangat-sangat memuaskan. Hasil kerja lapangan ini dapat menjadi bahan dasar untuk perencanaan pembangunan Kehutanan khususnya di Timor Leste dan sekaligus sebagai bahan informasi untuk IPB guna kerja sama lebih lanjut,” katanya. Mariano Assanami Sabino menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IPB atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Direktorat Nasional Kehutanan Kementrian Pertanian dan Kehutanan Timor-Leste sebagai tuan rumah. “Khusus kepada Ricky Avenzora sebagai pembimbing utama dan para mahasiswa peserta kuliah kerja lapangan, saya mengharapkan agar ke depan IPB bisa

mengirimkan lagi mahasiswanya untuk melakukan penelitian di bidang kehutanan maupun `eco-tourism` di Timor Leste,” katanya. Ia menambahkan, semoga hasil yang telah diperoleh dari mahasiswa IPB itu bukan saja untuk kepentingan mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mereka. Selain itu kegiatan penelitian tersebut dapat memperkuat hubungan antara IPB dan Kementrian Pertanian dan Kehutanan Timor Leste demi kerja sama di masa datang karena hasil penelitian dari mahasiswa IPB ini sangat bernilai bagi semua pihak di kedua negara. Membangun mutualisme Sementara itu, pembimbing penelitian mahasiswa Dr Ricky Avenzora, mengatakan bahwa sebagai suatu negara yang sedang berbenah diri, maka Timor Leste sangat potensial dan penting bagi Indonesia untuk membangun suatu mutualisme yang harmonis dan bertanggung jawab dalam mengembangkan sektor pariwisata, demikian pula sebaliknya. “Saya juga yakin bahwa bapak menteri dan Pemerintah Timor Leste beserta seluruh masyarakat Timor Leste akan setuju dengan pandangan saya bahwa berbagai ketidakoptimalan yang terjadi di Indonesia adalah dapat menjadi ba-

han pembelajaran bagi Timor Leste dalam membangun berbagai potensi wisata yang dimiliki,” katanya. Untuk itu, ia menggarisbawahi beberapa yakni untuk memulai suatu pembangunan pariwisata tidaklah harus terperangkap dalam debat kusir “mana yang lebih dahulu antara telur dan ayam”, yang dalam konteks pariwisata selalu dipersoalkan mana yang harus lebih dahulu antara infrastruktur dan fasilitas dari pada “actual demand” yang akan dilayani. Kemudian, membangun pariwisata adalah bukan (dan jangan pernah diorientasikan) membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas untuk para turis yang diharapkan datang. “Sesungguhnya, membangun pariwisata adalah membangun wilayah dan masyarakat sendiri secara unik, efisien, efektif serta mempunyai citra rasa serta harmoni yang dibutuhkan dan diharapkan oleh masyarakat kita sendiri untuk kesejahteraan dan kebahagiaan mereka,” katanya. Jika keunikan, keharmonisan serta citra rasa tersebut dapat diwujudkan dalam setiap aspek pembangunan yang ada, termasuk dalam aspek sosial budaya masyarakat, maka adalah pasti wisatawan akan datang dengan sendirinya. Ia menegaskan bahwa

ekowisata bukanlah hanya dan melulu berupa kegiatan wisata yang berkaitan dengan hutan, alam, ataupun berbagai batasan sempit lainnya. “Ekowisata adalah mencakup segala bentuk kegiatan wisata pada berbagai ruang dan waktu serta komunitas masyarkat (baik kota atau pedesaan) yang secara objektif bisa dipertanggungjawabkan keberlanjutannya dalam segi ekonomi, ekologi dan lingkungan serta dalam segi sosial-budaya,” katanya. Untuk itu, ia menyarankan Timor Leste janganlah terperangkap dan jangan pernah membiarkan berkembangnya gagasan-gagasan ekowisata yang sempit dan bertendensi untuk membatasi kesempatan masyarakat lokal untuk bisa bersentuhan dengan perkembangan jaman dan modernitas. Ia juga penelitian para mahasiwa itu belum pula berada dalam keoptimalan kemampuan mereka. “Dengan segala kekurangan

Tertanda Penerbit

Borneo Tribune, Cikarang PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyeragamkan arah kiblat sejumlah masjid dan mushola di wilayah setempat guna menyempurnakan kualitas shalat, Jumat. “Kegiatan itu kami pusatkan di Masjid Khoirul Amal dan Pesantren Ulumul Qur`an, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tepat pukul 16.17 WIB,” kata Ketua PC NU Kabupaten Bekasi Munir Abbas Bukhori kepada ANTARA, di Cikarang, Jumat. Menurut dia, sesuai hasil kajian Lajnah Falakiah Pengurus Besar (PB) NU yang membidangi hukum shalat, pada pukul 16.17 WIB matahari tepat berada di atas Ka‘bah, sehingga se-

PENGUMUMAN LELANG No. 69 / PAN-PBJ / Hub-1 / 2010 1. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang yang selanjut- nya disebut Pengguna Jasa, mengundang Penyedia Barang/Jasa baik secara indivi- du maupun yang membentuk kemitraan/kerja sama operasi Golongan Kecil ( K ) Bidang Sipil Sub Bidang Pelabuhan atau Dermaga termasuk Perawatannya, untuk mengikuti Pelelangan paket-paket pekerjaan pada Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika , yang dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2010 dengan rician sebagai berikut : Paket Pekerjaan

Kualifikasi

Pagu Anggaran

1

Pembangunan Dermaga Penyeberangan Ulak Medang Kec.Muara Pawan. Pembangunan Dermaga Sembelangaan Kecamatan Nanga Tayap. Pembangunan Barau, Jalan dan Penimbu nan Dermaga Saunan Kec.Delta Pawan. Pembangunan Dermaga Cinta Manis Kec. Hulu Sungai . Pembangunan Dermaga Sepotong, KecaMatan Sungai Laur . Rehabilitasi Dermaga Satong Kecamatan Matan Hilir Utara.

Grade 2

Rp. 200.000.000,00

Grase 2

Rp. 220.830.000,00

Grade 3

Rp.320.000.000,00

Grase 2

Rp.200.000.000,00

Grade 2

Rp.200.000.000,00

Grade 2

Rp.200.000.000,00

2 3 4 5 6

1. Untuk Pekerjaan Konstruksi, Pengadaan dan Konsultan  Jaminan Penawaran (Bid Bond)  Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)  Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond)  Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) Termasuk Kontra Bank Garansi untuk memperoleh Bank Garansi bekerjasama dengan : Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank-Bank Milik Pemerintah (BUMN) dan Bank-Bank Swasta Nasional. 2. Produk jaminan lainnya seperti : Progress Payment Bond, Installment Sales Bond, Jaminan Sewa Alat, Down Payment Bond, Customs Bond, Excise Bond dll 3. Kami juga menyediakan produk Jasa Asuransi Lainnya seperti : Contractor All Risk (CAR), Asuransi Kredit Perdagangan (Askredag), Asuransi Kebakaran (JP-Graha), Asuransi Kendaraan (JP-Astor), Asuransi Kecelakaan Diri (JP-Aspri) serta produk asuransi lainnya.

3. Penyedia Barang/Jasa yang berminat dapat mendaftarkan diri kealamat tersebut diatas dengan membawa salinan SBU dan SIUJK yang sesuai dengan kualifikasi dan klasifikasinya.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi kami di : 

4. Untuk hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada Panitia Pengadaan Barang/Jasa , pada saat pendaftaran.



Ketapang , 27 Mei 2009 Panitia Pengadaan Barang dan Jasa



424.29.5.2010.4.247.5

K e t u a

luruh bayangan yang tegak lurus akan mengarah ke Ka‘bah. Kejadian itu hanya berlangsung satu tahun dua kali. “Masing-masing pada tanggal 28 Mei dan 26 Juli 2010. Sehingga kejadian ini harus kita manfaatkan secara maksimal guna menyempurnakan ibadah,” katanya. Sebagi proyek percontohan, kata dia, PC NU Kabupaten Bekasi menyelenggarakan di Masjid Khoirul Amal, Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan. “Ternyata, kiblatnya sudah benar. Namun, di Pesantren Ulumul Qur`an, arah kiblatnya melenceng sekitar delapan drajat,” ujarnya. Bagi masjid yang mengalami kesalahan dalam me-

nentukan arah kiblat, kata dia, pihaknya berinisiatif mengubah barisan jamaah (shaf) ke arah Kiblat yang sempurna. Sementara, bagi pengurus yang memiliki dana lebih dapat merenovasi bangunan. Ia mengatakan, informasi untuk menyempurnakan kiblat telah disampaikan pihaknya kepada masyarakat dalam bentuk selebaran di 23 kecamatan Kabupaten Bekasi sejak awal Mei 2010 menyusul sebagian besar bangunan masjid dan mushola di wilayah setempat memiliki kesalahan dalam menentukan arah kiblat. “Berdasarkan informasi dari salah satu pejabat Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, sebanyak delapan dari 10 bangunan masjid dan mushola mengalami kesalahan arah kiblat,” katanya. Mayoritas masjid tersebut berdiri di lahan pemukiman penduduk. Karena, pada saat proses pembangunannya tidak diperhitungkan secara rinci oleh kontraktor yang bersangkutan. (Antara)†

Jasaraharja Putera merupakan pelopor Jaminan dalam bentuk Surety Bond di Indonesia dengan kualitas dan standard yang telah teruji dan diakui di Indonesia dengan berbagai produk jaminan yang tersedia antara lain :

2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Lelang di : Tempat : Kantor Dinas Perhubungan Komuniukasi dan Informatika Kab.Ketapang Jalan K.H.Mansyur No.91 , Telp (0534) 31217 Ketapang . Tanggal : 31 Mei s/d 09 Juni 2010. Waktu : 08.00 WIB s/d 15.00 WIB .

Ttd

Nino Konis Santana”, Dina Sri Suprajanti dengan judul “Perencanaan Promosi Wisata melalui Media Leaflet di Taman Nasional. Lainnya Nino Konis Santana”, dan Ehsan Ilahi Zhahir dengan judul “Perencanaan Wisata Trekking di Tutuala Kawasan Taman Nasional Nino Konis Santana”. Kemudian, Listiany dengan judul penelitian “Perencanaan Desain Media Promosi Booklet Berbasis Ekologi dengan Media Fotografi di Taman Nasonal Nino Konis Santana”, Rima Pratiwi Batubara dengan judul “Perencanaaan Program Wisata Berbasis Kain Tenun di Taman Nasional Nino Konis Santana. Peneliti lain Holidusin Alfahrezi dengan judul “Perencanaan Wisata Trekking di Com Kawasan Taman Nasional Nino Konis Santana”, serta Halim Perdana Kusuma dengan judul “Perencanaan Wisata Bahari Berbasis Terumbu Karang di Pulau Jaco Kawasan Taman Nasional Nino Konis Santana”. (Antara)†

NU Seragamkan Arah Kiblat

Berdasarkan informasi dari salah satu pejabat Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, sebanyak delapan dari 10 bangunan masjid dan mushola mengalami kesalahan arah kiblat

PEMBERITAHUAN Iklan ini seharusnya terbit, Kamis, 27 Mei 2010. Demikian pemberitahuan ini dibuat sebagai permohonan maaf dari kami. Agar menjadi maklum.

No.

yang mereka milki, yang tentunya akan kami dorong dan bantu untuk memperbaikinya nanti di saat mereka kembali ke Bogor,” katanya. Dua mahasiswa IPB asal Timor Leste yang terlibat dalam penelitian adalah Sergio Pereira dengan judul penelitian “Perencanaan Wisata Danau Iralalaro di Taman Nasional Nino Konis Santana”, dan Higino Barros dengan penelitian “Perencanaan Wisata Budaya Berbasiskan Peninggalan Sejarah di Taman Nasional Nino Konis Santana”. Sedangkan delapan mahasiswa lainnya adalah mahasiswa tingkat akhir D-3 Ekowisata IPB dari Indonesia yang selama empat bulan melakukan penelitian di Taman Nasional Nino Konis Santana di Timor Leste. Mereka adalah Ratna Agustine dengan judul penelitian “Perencanaan Program Ekowisata Berbasis Mamalia di Taman Nasional Nino Konis Santana”, Bagus Panuntun dengan judul “Perencanaan Wisata Budaya di Taman Nasional





Kantor Cabang Pontianak Jl. Gusti Sulung Lelanang Komp. Pontianak Mall blok AA 1-2 Pontianak Telp. (0561) 748931 Fax. (0561) 748932 Contact Person : Raid Heru HP : 0811-57-7110, Made HP : 0812-57-56929 Kantor Pemasaran Singkawang Jl. Alianyang No. 23 A Singkawang Telp/fax. (0562) 631342 ,Contact Person : Anton, HP : 0815-22-49341 Kantor Pemasaran Sanggau Jl. Dewi Sartika Kantor BPC Gapensi Sanggau Telp. (0564) 21179 Contact Person : Made Andi, HP : 0812-57-04101 Kantor Pemasaran Ketapang Jl. KH. Wahid Hasyim No. 35 B Ketapang Contact Person : Sunaryo HP : 081345460621 Kantor Pemasaran Entikong Pos Lintas Batas Entikong Telp. (0564) 431754, Contact Person : Suarno, HP : 0815-22-27844


PUNDI-PUNDI Borneo T Tribune

Sab Meei 2010 abttu, 29 M KURS VALUTA ASING SIMBOL USD SGD HKD CHF GBP AUD JPY

JUAL 9400.00 6693.15 1206.40 8154.40 13567.55 7822.40 104.63

BELI 9250.00 6563.15 1185.10 8002.40 13296.55 7661.40 102.03

Sumber : klikbca. com

Pontianak Miliki Hotel Bertaraf Internasional nasional,” ungkap Yuliardi Qamal, Kamis (27/5) saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya Kota Pontianak memiliki prospek dan bisnis yang cerah dan sangat menguntungkan, lantaran merupakan wilayah yang sangat strategis dengan daerah perbatasan terutama negara tetangga, Malaysia. “Ini prospek yang menguntungkan, dari seluruh Indonesia Kalbar yang memiliki perbatasan di darat,” ujarnya. Berkembangnya hotel-hotel yang ada di Kota Pontianak merupakan daya tarik dalam pengembangan investasi untuk mendukung minat wisata baik lokal maupun mancanegara yang datang

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pontianak Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Komp. Univ. Tanjungpura Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa Rt 03 Rw. 01 No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR

Suatu kebanggaan bagi Kota Pontianak karena ibukota Provinsi Kalbar ini memiliki hotel bintang empat bertaraf internasional, seperti Hotel Mercure. Selain Hotel Mercure, dalam waktu dekat Hotel Aston juga akan segera hadir. Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pontianak Yuliardi Qamal, mengatakan saat ini Kota Pontianak telah memiliki 47 hotel dalam berbagai kategori. “Disini ada 47 hotel dan ada dua hotel berbintang 4, dan salah satunya bertaraf inter-

Ketua BPC PHRI Kota Pontianak, Yuliardi Qamal. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. ke Kota Pontianak. Pemilik Hotel Surya ini menjelaskan bahwa Kota Pontianak telah memiliki 13 hotel berbintang dan 34 hotel kelas melati. Adapun ho-

dala dengan masuknya tamu dari luar untuk menginap dan pertumbuhan perhotelan di Kota Pontianak merupakan sebuah langkah pengembangan ekonomi Kalbar, khususnya kota Pontianak. Dengan bertumbuh dan berkembangnya perhotelan di Kota Pontianak, Ketua BPC sangat mengharapkan adanya kepedulian dari pemerintah untuk tetap memberdayakan dan mengembangkan pariwisata di Kota Pontianak. “Dengan adanya pengembangan pariwisata, maka ada memberikan dampak bagi pengembangan dan kemajuan Kota Pontianak dalam tujuan wisata,” ujarnya. o

tel berbintang empat seperti Grand Mahkota Hotel dan Mercure Hotel. Kemudian, hotel berbintang 3 yakni Hotel Gajah Mada, Hotel Peony, Hotel Orchardz, Garuda Hotel, Hotel Kapuas, Hotel Kapuas Darma, Hotel Santika dan Hotel Kini. Lalu, hotel berbintang dua yakni Hotel Merpati. Sedangkan hotel berbintang satu, Grand Kartika Hotel. “Kelas hotel melati tidak memiliki kelas semuanya sama,” jelasnya. Target yang menjadi sasaran dalam pengembangan hotel di Kota Pontianak adalah untuk memenuhi market. Sejauh ini, katanya, Kota Pontianak tidak terken-

CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

PONTIANAK-TANJUNG PURA, Jl. Tanjung Pura No. 102, Pontianak Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 PONTIANAK-ST. MUHAMMAD, Jl. St. Muhammad No. 173, Pontianak Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 PONTIANAK-KH. WAHID HASYIM, Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 - 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

KANTOR CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 KANTOR CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Pontianak, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KANTOR KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49 Pontianak 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561-730644 Fax: 0561-762146

Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561- 747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561-764926

KC Pontianak Jl. Tanjungpura 20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Pontianak Telp. (0561)-762838 ; Fax. (0561) -76290

90 Persen Wilayah Kalbar Tercover Rosalinda Borneo Tribune, Pontianak

Air Permukaan Berpotensi Tingkatkan PAD Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kalbar mempunyai kewenangan untuk menghimpun dana daerah, “Karena penerimaan kita ada yang dari pusat dan tidak semua pajak menjadi kewenangan provinsi, dengan UU pajak yang baru Nomor 25 tahun 2009, ada beberapa potensi pajak daerah diberikan kepada kabupaten/kota. Komisi B melihat parameter penggunaan air yang belum terukur karena perusahaan hanya mengukur

Rosalinda Borneo Tribune, Pontianak

Kantor Cabang Pontianak, Jl. Diponegoro No. 95 Pontianak, Telp. (0561) 745004, Fax. (0561) 744774 KCU Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

HUT Telkomsel Ke-15, Begitu Dekat Begitu Nyata

GELIAT PEREKONOMIAN Setiap hari pasar selalu penuh sesak oleh warga yang melakukan transaksi jual beli. Desakan orang yang masuk dan keluar dari pasar, disertai bisingnya kendaraan yang berbaris seakan tidak ingin meninggalkan pasar. Karena dari sinilah segala kebutuhan perut terpenuhi. FOTO Rosalinda/Borneo Tribune

Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Pontianak

MBU Pontianak Ngurah Rai, Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 MBU Pontianak Achmad Yani, Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 MBU Pontianak Tanjungpura, Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 MBU Pontianak Sidas, Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalbar Awang Sofyan Razali mengatakan, penggunaan air permukaan berpotensi besar untuk meningkatkan PAD, karena Sungai Kapuas di Kalbar banyak digunakan bukan hanya PDAM melainkan banyak perusahaan-perusahaan air minum yang menggunakan air permukaan. Awing mengatakan, Dinas

dengan pendekatan persuasif. “Maunya dewan pabrikpabrik yang menggunakan air itu dipasang alat berapa banyak dia menggunakan air bukan hanya di Pontianak, melainkan daerah lain seperti Kabupaten Landak yang banyak menggunakan air sungai, ini berarti masuk dalam PAD provinsi,” katanya. Katanya, persoalan ini rencananya akan dibahas dalam sidang paripurna dengan disahkannya empat Rancangan Anggaran Pem-

bangunan Daerah (Raperda) oleh Gubernur Kalbar. “Sampai sekarang penerimaan PAD yang paling besar di Kalbar masih dipegang kendaraan bermotor,”jelasnya. Maka ia sangat berharap penggunaan air permukaan bisa terukur. Dengan memperatikan jumlah penggunaan air dari pihak perusahan besar dan kecil, dengan tarif yang tidak mahal serta menguntungkan bagi daerah dari jumlah penerimaan PAD-nya o

PENGUMUMAN PASCA KUALIFIKASI Nomor : 3880 /H22.13/LK/2010 Universitas Tanjungpura Pontianak Tahun Anggaran 2010 akan menyelenggarakan Pelelangan Umum Pengadaan Barang Sub. Bidang Pekerjaan : Alat/Peralatan Suku Cadang Kendaraan Bermotor dengan kualifikasi golongan Kecil Non Kecil untuk Pekerjaan : Unit Kerja Paket Pagu Dana Lokasi Pekerjaan

: : : :

Universitas Tanjungpura Pengadaan Kendaraan Roda 4 (empat) sebanyak 3 Unit. Rp. 725.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh lima juta rupiah). Kampus Universitas Tanjungpura.

Persyaratan Pendaftaran : Calon penyedia barang mendaftarkan perusahaannya kepada Panitia dengan menyerahkan : a. Surat pernyataan yang menyatakan mengikuti pascakualifikasi yang ditanda tangani oleh Direktur/Penanggung Jawab Perusahaan. b. Surat Kuasa dari pejabat yang menandatangani Surat Pernyataan kepada staf perusahaan yang mendaftar (jika yang mendaftar bukan Direktur/Penanggung jawab perusahaan). c. Surat Dukungan dari Dealer /ATPM d. Membawa : Foto copy, SIUP, SITU, NPWP, dan Akte serta menunjukan Aslinya pada panitia saat mendaftarkan. e. Menandatangani Fakta Integritas pada saat pendaftaran dan pengambilan dokumen. Waktu pendaftaran untuk mengikuti pelelangan pada : Hari : Sabtu s/d Sabtu Tanggal : 29 Mei s/d 5 Juni 2010 Waktu : 09.00 s/d 11.00 WIB. (Jumat dan Sabtu 09.00 s/d 10.00 WIB) Tempat : Ruang Rapat BAUK Untan.

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12 Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Keterangan dan hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada saat pendaftaran.

HUBUNGI

0561-767788

KUSNAN 0812 5714426 HESTY 081522732779

Pontianak, 29 Mei 2010 Panitia Pelelangan Umum, Ttd Ketua

425.29.5.2010.4.204.6

IKLAN Borneo Tribune

6

HUT Telkomsel ke-15 yang digelar, Rabu (26/5) di Grapari Telkomsel, telah memberikan kepuasan secara total kepada konsumen, ditambah lagi sebesar 90 persen wilayah Kalbar sudah tercover dengan fasilitas 3G. Sesuai dengan semboyannya, Telkomsel begitu dekat begitu nyata melayani keinginan konsumennya. Pada perayaan HUT-nya kemarin, Telkomsel memberikan hadiah kepada pelanggan setia Telkomsel berupa laptop, Ipod, bantuan kepada Panti Asuhan Al-Amin dan Hidayatullah yang secara serentak dilakukan di 10 gerai lainnya. “Di usia Telkomsel 15 tahun ini Telkomsel akan meningkatkan kepuasan secara total, dari segi jaringan Telkomsel sudah 90 persen wilayah Kalbar sudah terkafer dan seluruh kabupaten di Kalbar sudah ada 3G nya,”kata Manajer Branch Kalbar, Ibnu Sofyan, Rabu (26/5) di Grapari Telkomsel. Ia memaparkan jumlah pengguna Telkomsel saat ini mencapai 2,5 juta pelanggan. Kemudian pelayanan baru yang diberikannya adalah Next Flash yang masih beroperasi di Kota Pontianak dan akan merambah ke daerah kabupaten. Ia menetapkan target ke depannya jumlah pelanggan dapat mencapai 3 juta pelanggan. Sedangkan secara nasional bisa mencapai 100 juta pelanggan di akhir tahun 2010. “Menurut saya, melihat potensi daerah sekarang ini yang sudah kita amati di seluruh daerah masih banyak potensi-potensi yang masih kita garap,” ujarnya. Manajer Network Operation Frenaldy, mengatakan 3G sudah dapat melayani 14 kabupaten di Kalbar, sehingga pelanggan dapat menggunakan Telkom Flash untuk mengakses internet. Kata ia, secara geografis Kalbar memiliki letak yang strategis karena berbatasan dengan Malaysia dan Brunei Darussalam yang berpotensi untuk mencari pelanggan. “Daerah perbatasan seperti Entikong, kita sudah bisa memberikan pelayanan 3G, jadi yang tadinya orang menyeberang ke Malaysia bisa dilakukan di perbatasan untuk mengakses data dan sebagainya disana,” ungkapnya.o


SPORTAINMENT Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

7

Futsal Wakil Wali Kota Pontianak

All Star Babat Damri 10-0 Ubay Semali Borneo Tribune, Pontianak TIM futsal All Star asuhan Adi Thamrin sukses membabat tim Damri dengan skor telat 10-0 pada lanjutan babak penyisihan Wakil Wali Kota Cup di GOR Pangsuma Pontianak Jumat, (28/5) kemarin. Tim yang diperkuat oleh Miftah, Syahril, Oka, Hendra, dan Diko sebagai pemain inti ini pada pertandingan kemarin begitu mudah mencetak gol demi gol sejak babak pertama berjalan 10 menit. 10 menit pertama kedua tim bermain tanpa gol, namun permainan dikuasai oleh All Star. All Star yang selalu menekan pertahanan Damri dari awal babak pertama baru berbuah manis setelah melewati 10 menit. Gol pembuka All Star diawali oleh Syahril yang berhasil lepas dari kawalan pemain belakang Damri di menit 12 setelah mendapat sodoran bola dari Hendra sehingga skor menjadi 1-0. Sebelum turun

Adi Thamrin. FOTO Budi Rahman

minum di menit 17 Hendra menggandakan skor menjadi 2-0 setelah tendangan kerasnya menyentuh badan pemain belakang Damri sehingga tak mampu diantisipasi oleh Boby, penjaga gawang Damri. Memasuki babak kedua, All Star semakin kreatif melakukan serangan, dengan kerjasama tim yang teratur, di babak kedua All Star semakin berada di atas angin lawannya, babak kedua baru berjalan 3 menit Oka menciptakan gol ketiga All Star melalui bola

serobotan yang diumpan oleh Syahril dan berhasil menggoyang jaring gawang Damri, skor 3-0. Dengan semangat yang tinggi, Syahril dkk terus menekan pertahanan lawan. Sehingga sampai dengan akhir babak kedua skor 10-0. Gol keempat All Star diciptakan oleh Hendra, yang kemudian gol kelima kembali dicetak oleh Hendra dari tendangan jarak jauh luar kotak pinalti. Sedangkan gol keenam disumbang oleh Oka yang berhasil lolos dari kawalan dua pemain belakang Damri dan berhasil mengecoh penjaga gawang Damri. Gol ketujuh All Star juga diciptakan oleh Oka melalui tendangan kerasnya dari sisi kiri gawang Damri sedangkan gol ke delapan dan ke sembilan dicetak oleh Hendra pertama melalui tendangan datar dari sisi kanan, dan kedua memanfaatkan umpan dari Syahril. Dan gol penutup pesta gol All Star melalui kaki Syahril hasil dari kerjasamanya dengan Hendra.

Obama Semangati Timnas AS Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan dukungannya kepada tim sepakbola AS yang akan berlaga di Piala Dunia 2010. Obama mengakui kemeriahan Piala Dunia Afrika Selatan tak terlalu bergaung di mata publik AS dibanding olahraga favorit yakni baseball dan basket. Tapi dia meyakini banyak yang mendukung timnas berlaga di Afsel. ”Semua orang akan menyoroti Anda, meskipun kadang-kadang

publik di sini lupa bahwa Anda akan mewakili kami semua di ajang sepak bola terbesar dunia. Kami sangat bangga dengan apa yang telah anda lakukan untuk negara ini,” kata Obama saat bertemu anggota timnas sepakbola AS di Gedung Putih. Dikenal sebagai penggemar berat basket, Obama mengatakan dia akan memantau terus perjalanan timnas AS di Piala Dunia 2010. “Anda akan melihat saya di Ruang Oval sedang menonton

Percetakan dan Souvenir

Electronic Cash Register

TERIMA PESANAN

z 2000 PLU / 200 departemen dengan 12 karakter / 50 kasir z 4 macam jenis penghitungan pajak z 58mm printer thermal z Koneksi PC z Alphanumerik

PD. STANDAR Jl. Agus Salim No. 124, Telp. 734826 741038, Fax. 734826 Pontianak

siaran Piala Dunia di ESPN,” katanya. Wakil Presiden Joe Biden, yang akan menghadiri pertandingan pertama AS di Piala Dunia 2010 melawan Inggris 12 Juni nanti, juga hadir di Gedung Putih untuk menyapa anggota tim. Juga hadir di acara itu adalah mantan Presiden Bill Clinton, yang baru dilantik menjadi ketua kehormatan komite yang akan memperjuangkan AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022.(liputanbola)

- Cetak Undangan & Souvenir Lebih 1000 Contoh undangan : Model biasa, blangko, dop, hard cover, hotprint, embos, dll. Lebih 150 contoh souvenir kawinan. - Cetak Yasin, Kop, Nota, Bon, Stempel, Photo copy. - Cetak Digital Printing, Kalender, Spanduk, Baleho, X Banner, Kartu Nama, dll - Menjual Aneka Pokok Telur - Menjual Aneka Kerudung Anak & Dewasa, model unik, menarik

Sedikitnya 295 peserta karate Open Tournament Terigas Cup membacakan sumpah karate di hadapan bupati Sambas, Burhanuddin A RAsyid beserta pengurus FORKI. Foto Agus Wahyuni/Borneo Tribune

Open Tournament Terigas Cup

295 Karateka Bertarung Menjadi yang Terbaik SEBANYAK 295 atlet karate dan oficial melakukan pembacaan sumpah karate, janji atlit dan janji wasit. Mereka berjanji memegang teguh selama pertandingan pada kejuaraan Karate Open Tournament Terigas Cup ke VII yang akan berlangsung 2830 Mei, Aula Serba Guna Kantor Bupati Sambas, Kamis ( 27/5). Penyelenggaraan Kejuaraan Karate Open Tournament Terigas Cup bisa dikatakan yang terbesar di Sambas,

PERCETAKAN ANUGRAH

Jl. KH. Wahid Hasyim No. 60 Pontianak (Depan Asoka Baru) Telp. 7057240, 7537420

PERCETAKAN CAHAYA

Jl. Apel (Depan Masjid Sirajuddin) Pontianak Telp. 7183366, 7998867

PERCETAKAN CV. ADI MULIA

karena panitia juga mengundang atlet dari luar negeri, seperti Malaysia dan Brunai Darussalam, dan atlet karate tingkat nasional dan daerah. Pada acara pembacaan sumpah karate tersebut disaksikan langsung Bupati Sambas, Burhanuddin A Rasyid, ketua umum Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Sambas, Jamiat Akadol, ketua panitia, Karman, dan lainnya. Burhanuddin menyampaikan kepada atlet

karate yang akan bertanding harus memegang teguh sumpah yang telah diucapkan. Baginya olahraga karate tidak saja mengandalkan fisik yang kuat, melainkan juga mengolah keterampilan untuk mengolah rasa, sehingga timbul rasa jiwa nasionalis atlet dalam menjaga kebersamaan. “Tujuan akhirnya akan menjadikan manusia Indonesia yang tangguh, unggul dalam meningkatkan prestasi dengan membangun semangat

IKLAN Borneo Tribune 0561-767788

HUBUNGI

KUSNAN 0812 5714426 HESTY 081522732779

Jl. Kom Yos Sudarso Gg. Teratai I No. 9 Pontianak Telp. 773093/08164983624

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena memiliki jiwa yang sehat dan mental yang kuat,“ kata Burhanuddin. Kesempatan sama, Jamiat Akadol mengatakan, kejuaraan karate ini merupakan langkah awal karateka Kalbar menguji prestasi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar X Juli mendatang. Ia juga sengaja menggelar malam ramah tamah sesama atlet, tujuannya untuk menciptakan kebersamaan sesama atlet, dengan mengoptimalkan kedisiplinan karateka untuk memegang teguh ikrar sumpah dan janji yang telah diucapkan bersama. Sementara Donald Pl Kolopita, Dewan Juri Nasional, turut hadir pada acara tersebut, mengatakan, kedatangannya ke Sambas sudah yang kedua kalinya pada event yang sama. Ia menilai Forki Sambas terus mengalami kemajuan dalam meningkatkan prestasi atlet karate, ini berkat dukungans emua pihak sehingga terlaksananya kejuaraan karate tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas peran serta Bupati Sambas yang menggerakkan menggerakkan olahraga karate tersebut.

IKLAN BARIS Peluang Usaha

Peluang Bisnis

Dijual Bangunan

SPEKTAKULER! Skrg gabung, Besok lsg dpt Profit 1 - 5%/Hr. Mdl Rp. 13-52 Jt SMS “MINAT” Hp : 081934359674

PASIVE INCOME! Mau Keuntungan 5%/HR selama 300 hari via Rek Anda. Modal : Min. Rp. 500.000 Mx. Rp. 99 Juta. BISNIS VALAS International, SMS “BERMINAT” Hp. 087882783483

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Disewakan

Dijual tanah, 364 M 2 , Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alt telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara. Disewakan kamar untuk kost krywn, 6 kmr, di jl. Adisucipto 188. Hub 081384151188 tnp perantara.

Tebas Rumput

SISKA, Telp. 0567-22457 Hp. 085654612888

Terima panggilan : Tebas Rumput Msn Potong Hub. 087818225617

Kabar Baik Bagi CopyCentre

Pontianak Makasar, min D3 Komp. mrmahami instal&troubleshoot hard/ software. Win XP, Win Server 2003, Networking.komunikatif.Krm lamaran: PT. Dataprima.Menara era lt 8 Suite 801 Jl. Senen Raya 135-137 Jakarta. email:hr@dataprima.com

6750-6550 6450-6551 6545-6050 6045 CANON SISTIM PROSES COPY MONO component menampilkan produk-produk yang canggih & terpercaya

P D .

S T A N D A R

Jl. Agus Salim No. 124 Telp. 734826 - 741038 Fax. 734826 PONTIANAK

Lowongan

Dijual Ruko Dijual Ruko 2 lt siap huni, 2 km tdr, 2 km mdi, Luas 3,6 x 32,5, Jl. Tani Makmur No. 6. IMB HM, HP (0561) 7182448

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

ISI DAN METERI IKLAN DILUAR TANGGUNG JAWAB PT. BORNEO TRIBUNE PRESS

Dijual Tanah

Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Rumah Dijual Tanah & Rumah, pinggir jalan Imam Bonjol 25 B Sintang. SHM dan Luas LK 500 m2, Hub. 081257256308, 08125710225

Dijual Mobil VW Kodok (Beatle) Th 67 AC dan Surat Lengkap. Hub. 081256333329

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/ 641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/ 749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


CMYK

Borneo Tribune

8 Sabtu 29 Mei 2010

Barcelona - Defender Spanyol Gerrard Pique meyakini Inggris akan menjadi salah satu pesaing kuat dalam perebutan trofi Piala Dunia 2010. Hal itu akan memungkinkan apabila Wayne Rooney berada dalam kondisi yang prima. DI BAWAH arahan Fabio Capello, Inggris bagai menjadi tim yang baru. Skuad Three Lions lolos meyakinkan ke Afrika Selatan setelah memuncaki grup enam kualifikasi zona Eropa dengan hanya

Kondisi Kaka Menggembirakan

“Inggris memiliki sebuah skuad yang sensasional dan Capello telah membawa pengaruh yang besar kepada mereka. Mereka kini menjadi sebuah tim yang sangat berbahaya,” ujar bek tengah Barcelona

PIQUE:

Gerrard Pique

Rooney Kunci Sukses Inggris satu kali kekalahan. Dari tiga laga ujicoba terakhirnya, Inggris juga cukup oke. Setelah kalah dari Brasil 0-1 pada November silam, Frank Lampard dkk. selalu menang dengan mengalahkan juara Afrika, Mesir dan Meksiko dengan masingmasing skor 3-1. Pique merasa Inggris adalah salah satu calon terkuat juara Piala Dunia kali ini. Kekuatan yang relatif merata di semua lini serta motivasi kuat mengakhiri puasa juara menjadi modal utama mereka di Piala Dunia.

itu dikutip The Mirror. Di tengah taburan bintang skuad St. George Cross, Rooney menjadi salah satu yang disorot. Penampilannya sepanjang musim ini sangat menawan dengan 34 gol yang sudah dibuatnya bersama Manchester United. Ia juga andil dalam mengantar Inggris lolos ke putaran Piala Dunia dengan mengukir sembilan dari 10 laga kualifikasi. Meskipun performanya tengah menurun pasca mengalami cedera. Pique yang pernah membela MU, tahu benar be-

tapa berbahayanya seorang Rooney. Ia adalah seorang pekerja keras dan selalu total dalam bermain. “Saya tahu persis Rooney dengan baik dan dia sangat penting buat Inggris. Di kejuaraan-kejuaraan dan turnamen, Rooney meningkatkan kinerjanya dan selalu menawarkan 150 persen. Dia sangat suka kejuaraan besar,” papar Pique. “Tapi dia harus m e n e mukan

kembali tingkat di saat ia bermain buat Manchester United musim ini. Dia butuh kebugaran dan ketajaman dan jika dia bisa melakukannya maka Inggris akan memiliki inspirasi untuk memenangi gelar juara,” tutup pemain 22 tahun ini.(dts)o

JOHANNESBURG - Brasil dapat kabar gembira terkait Kaka. Sempat dirisaukan kondisinya, Kaka kini sudah berlatih normal dan tak menunjukkan sisa-sisa cedera. Setelah musim ini banyak mengatan Real Madrid, Kaka masih terus dikhawatirkan tak bisa maksimal dalam penampilannya untuk Brasil di Piala Dunia 2010. Setelah gabung dengan timnas Brasil, Kaka juga tampak belum lepas sepenuhnya dari bayangbayang cedera otot paha kiri karena sempat harus berlatih terpisah dari pemain Brasil lain. Namun, sinyal positif kini muncul. Dalam sesi latihan pada hari Jumat (28/5/2010), Kaka berhasil menuntaskan semua porsi latihan dengan memuaskan. Tak secuil pun sisa-sisa cedera dilaporkan

menampakkan diri. Menanggapi hasil positif tersebut, Dunga yang melatih Brasil pun optimistis Kaka akan bisa tampil di laga perdana tim Samba saat menghadapi Korea Utara kendati harus berlatih secara perlahan-lahan dulu. “Kaka sendiri yang tahu apa yang dia bisa dan dia akan merasakan saat dia sudah siap sepenuhnya,” lugas Dunga di Yahoosports. Kaka cs telah tiba di Afrika Selatan sedari Kamis (27/5/2010) waktu setempat. Tak lama setelah tiba di hotel, para pemain Brasil langsung dikontrol kondisi fisiknya. Pada hari Jumat (28/5/2010) mereka langsung melakukan sesi latihan di lapangan. Brasil kini jelas berharap Kaka akan bisa tampil dalam kondisi terbaik di Afrika Selatan, menyusul absennya sejumlah nama pemain bintang di skuad racikan Dunga. (dts)o

Messi Malu Dibandingkan dengan Maradona tangan Tuhan” sedangkan gol lainnya lahir dari kakinya setelah Maradona sukses melewati empat pemain lawan. Menilik prestasi itu, Messi merasa belum sepadan dengan senior sekaligus pelatihnya itu karena belum mampu mendatangkan prestasi buat tim Argentina. Meski aksi-aksi bintang Barcelona itu sangat fenomenal dalam dua tahun terakhir, termasuk memborong seluruh gelar bersama Barca musim lalu dan terpilih sebagai pemain terbaik Eropa dan Dunia 2009. “Saya tidak suka (perbandingan) itu,” tutur top skorer La Liga dan Eropa musim ini tersebut kepada Sport.

“Saya merasa malu karena saya dibandingan dengan Diego. Ini seperti serangan buat dia. Setelah menjadi pemain terbaik dunia saya harus membuktikannya di Piala Dunia,” lanjut pemain bernomor punggung 10 itu. Selama membela Argentina sejak 2005, prestasi terbaik Messi cuma membawa medali emas Olimpiade Beijing 2008. ‘Tango’ sendiri kandas di perempatfinal Piala Dunia 2006 dan gagal juara di Copa America 2007. Saat menuju Afrika Selatan sendiri Argentina kesulitan. Messi cs harus bersusah payah untuk lolos ke putaran final usai bermain kurang meyakinkan di fase kualifkasi. (dts)o

RICARDOKAKA

BUENOS AIRES Pelatih Argentina Diego Maradona beberapa waku lalu menyebut Lionel Messi lebih baik daripada dirinya saat masih menjadi pemain. Namun, Messi justru merasa malu dengan komparasi itu. Dunia sepakbola tentu saja tidak bisa lupa dengan Maradona. Pemain legendaris ini memiliki skill individu yang mengagumkan plus sukses membawa Albiceleste menjuarai Piala Dunia 1986. Dua gol spektakuler yang pernah dicetaknya ketika melawan Inggris di turnamen itu pun masih dikenang dan disebutsebut sebagai gol-gol terbaik sepanjang masa. Yang pertama adalah “gol

Prancis Tuan Rumah Piala Eropa 2014 JENEWA - Prancis dipastikan menjadi tuan rumah untuk Piala Eropa 2016. Kepastian itu lahir menyusul kemenangan Prancis dari kandidat tuan rumah lainnya yaitu Turki dan Italia. Disebutkan Reuters, peluang Italia menjadi tuan rumah terkikis setelah inspeksi dari UEFA terkait kesiapan negara tersebut mendapatkan tinjauan yang kurang mengesankan. Sementara Turki belum pernah menjadi tuan rumah gelaran akbar semacam Piala Eropa sehingga UEFA mungkin enggan ambil risiko. UEFA memang telah belajar dari tersendat-sendatnya persiapan Polandia dan Ukraina yang jadi tuan rumah bersama Piala

Eropa 2012. Dengan keberhasilan ini, Prancis menjadi negara pertama yang bisa tiga kali menjadi tuan rumah Piala Eropa. Sebelumnya mereka sudah pernah menjadi tuan rumah di putaran final Euro 1960 dan 1984. Gelaran Piala Eropa 2016 sendiri akan mengetengahkan 24 negara peserta yang memainkan total 51 laga selama sekitar satu bulan waktu penyelenggaran turnamen. Untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016, Prancis sudah menggangarkan sekitar 1,7 miliar euro, yang 39 persen di antaranya datang dari investasi publik. Dari tinjauan UEFA terhadap bidding Prancis, sekitar setengah dari dana privat

yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Kepastian menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016 ini jelas disambut gembira oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang hadir langsung dalam seremoni presentasi tersebut. “Pemerintah Prancis mendukung dan menjamin semua yang kami janjikan bakal direalisasikan,” kata Sarkozy di Yahoosports. Ketua Federasi Sepakbola Prancis JeanPierre Escalettes menukas dengan berterima kasih kepada UEFA atas kepercayaannya. “Ini hari yang indah buat kami. Saya jamin kepercayaan ini takkan dikhianati.”(dts)o CMYK


KALIMANTAN BARAT Borneo T Tribune

Sab Meei 2010 abttu, 29 M

9

Rombongan wisata sosial dari Pelita Kasih di Jakarta, Kamis (27/5) melakukan audiensi ke Kantor Gubernur. Dalam audiensi ini, rombongan wisata sosial diterima di ruang rapat Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya. Rencanannya, usai mengunjungi Kalbar, rombongan akan berangkat ke Kuching, Penang untuk melakukan bhakti sosial disana. Menurut Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, audiensi ini merupakan sebuah program yang di rencanakan pemerintah dalam mempromosikan daerah untuk menunjang Visit Kalbar 2010. “Ini kelompok yang datang mengunjungi Kalbar, mereka rata-rata bukan orang Kalbar,” kata Wagub usai mengantar mereka di depan halaman Kantor Gubernur. Dikatakan oleh Mantan Kepala SMK Immanuel, rombongan ini sebagian besar bukan orang Kalbar, dan kedatangan mereka untuk mengunjungi Kalbar, khususnya Kota Pontianak, dan dalam rombongan ini ada beberapa yang asli Kalbar. “Ini langkah positif, dan tidak terlepas dalam mengunjungi Kalbar dalam

Visit Kalbar Year,” jelas Sanjaya. Dalam audiensi ini, rombongan wisata sosial ini berkeinginan untuk melakukan bhakti sosial di beberapa daerah di Kalbar, seperti Landak, Singkawang, dan beberapa tempat disini, untuk lebih mengenal wilayah Kalbar. Sementara itu, Ketua Pelita Kasih, Yohanes Hery Surya mengatakan komunitas gereja Pelita Kasih adalah melakukan wisata sambil berbhakti sosial, dan rencanannya, rombongan ini akan bermalam di Pontianak selama 2 malam. “Kita akan mengunjungi dan memberikan seminar di sekolah pastor dan sekaligus melakukan bhakti sosial disana,” kata Yohanes, saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Kalbar. Dijelaskan olehnya, usai mengunjungi Kalbar, rombongan di jadwalkan akan berangkat ke Penang, Malaysia untuk melanjutkan wisata sosial ini. Wisata ini juga sekaligus untuk mempromosikan Kalbar untuk temanteman yang ada di Jakarta, agar mereka memahami, kalau kondisi Kalbar begini. “Banyak di antara kita yang belum mengenal Kalbar, dan saya sendiri baru dua kali datang kesini,” kata Yohanes, sambil menaiki mobil. o

Anggota DPRD Kalbar Keluhkan Jaminan Layanan Kesehatan Borneo Tribune, Pontianak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat mengeluhkan hak mendapat jaminan layanan kesehatan terabaikan karena belum adanya kepastian pengelola dana kesehatan mulai 31 April 2010. “Padahal orang sakit tidak dapat diketahui kapan waktunya,” kata anggota DPRD Kalbar Martinus Sudarno dari Fraksi PDI Perjuangan di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak, Kamis. Ia mengalami sendiri terabaikannya jaminan layanan kesehatan tersebut. Martinus Sudarno baru keluar dari RSUD Santo Antonius empat hari lalu setelah dirawat selama lima hari karena sakit di bagian lambung. Menurut dia, biasanya ia cukup menunjukkan kartu anggota pihak asuransi yang ditetapkan DPRD Kalbar. Namun ternyata sudah tidak berlaku sejak 31 April lalu.

“Seharusnya satu bulan sebelum berakhir, sudah ada keputusan pengelola dana kesehatan anggota dewan,” kata dia. Ia kemudian membiayai biaya perawatan selama dirawat di rumah sakit yang nilainya sekitar Rp10 juta. Ia meminta agar DPRD Kalbar selaku lembaga dapat menanggung biaya perawatan tersebut mengingat haknya sebagai anggota. Ketua DPRD Kalbar Minsen mengatakan, sebelum 31 April sudah ada perusahaan pemenang pengelola dana kesehatan bagi anggota DPRD Kalbar. “Tapi ada beberapa anggota yang belum sepakat sehingga penandatanganan kontrak kerja sama itu ditunda,” kata Minsen. Ia tidak dapat memastikan apakah biaya kesehatan untuk Martinus Sudarno mendapat penggantian dari lembaga. “Dilihat dulu sesuai aturan atau tidak,” kata Minsen yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan. (Antara)o

Bertentangan dengan Kepres, Perda Minol Direvisi Hentakun Borneo Tribune, Pontianak Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2009 yang ditetapkan 15 Juni 2009 dan diundangkan hari itu juga dinyatakan bertentangan denan Keputusan Presiden nomor 3 Tahun 1997 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol (minol). “Pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol golongan A dan hologram yang mencantumkan perinatan ‘dapat merusak kesehatan’ bertentangan dengan ketentuan peraturan perudangan yang lebih tinggi,”

demikian keterangan Gubernur Kalbar Cornelis dalam paripurna DPRD, Selasa lalu. Dijelaskan Coernelis, melalui Assisten II Bidang Perekonomian, Maryadi, karena bertentangan, maka Menteri Dalam Negeri memerintahkan Gubernur menghentikan pelaksanaan Perda tersebut, yakni tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol di Kalbar. “Mendagri juga meminta supaya Gubernur segera mengusulkan proses revisi Perda dimaksud kepada DPRD dan melaporkan hasil pelaksanaannya,” tukas Gubernur. o

FOTO BERSAMA Wagub Christiandy Sanjaya foto bersama rombongan Wisata Sosial Pelita Kasih, Kamis (27/5). FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Tiga Lokasi Rencana Pelabuhan Internasional di Kalbar Borneo Tribune, Pontianak Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, dan Informatika Kalimantan Barat telah mengkaji tiga lokasi yang dianggap layak untuk pembangunan pelabuhan laut internasional. “Dari 12 lokasi, ada tiga yang dianggap potensi,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishubkomin Kalbar Bergowo saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD Kalbar di Pontianak, Kamis. Tiga lokasi tersebut Pantai Kijing (Kabupaten Pon-

tianak), Pantai Kura-kura (Kabupaten Bengkayang) dan Merbau (Kabupaten Sambas). Menurut dia, kajian tersebut baru dalam tahap identifikasi lokasi. Sedangkan untuk studi kelayakan menunggu persetujuan pendanaan dari daerah. Ia menambahkan, dari ketiga lokasi itu, untuk Pantai Kijing ada keuntungan karena sebelumnya sudah terbit Keputusan Menteri Perhubungan mengenai Pulau Temajo sebagai lokasi pelabuhan internasional. “Pulau Temajo letaknya berseberangan dengan Pantai Kijing. Jadi tidak terlalu

sulit kalau ada perubahan lokasi karena hanya menggeser sedikit dari koordinat yang ada,” kata Bergowo. Sedangkan wacana pembangunan pelabuhan internasional di Telok Melano, Kabupaten Kayong Utara, Bergowo mengatakan menjadi tidak efektif mengingat sedang dibangun pelabuhan nasional di Telok Batang. “Letaknya terlalu berdekatan. Kecuali pelabuhan tersebut ditingkatkan menjadi pelabuhan internasional namun harus menunggu operasional,” kata Bergowo. Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kalbar Mulyadi Yamin menga-

takan, belum ada niat serius dari seluruh elemen terkait untuk membangun pelabuhan. “Wacana pelabuhan sudah lama tetapi sampai sekarang tidak terealisasi,” kata Mulyadi dari Fraksi Partai Golkar. Anggota Komisi C dari PDI Perjuangan Syafrani meminta gerak cepat eksekutif dalam menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan tersebut. “Kalau telat, bisa diambil daerah lain karena provinsi lain di Kalimantan juga berminat,” kata Syafrani. Bupati Pontianak Ria Norsan dalam kesempatan

terpisah mengatakan, rencana pelabuhan internasional di Pulau Temajo diperkirakan Rp7 triliun. Namun, kalau dipindahkan ke Pantai Kijing, menjadi berkisar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Pantai Kijing direklamasi hingga 500 meter dari bibir pantai supaya mencapai kedalaman 14 meter. Pantai Kijing berjarak sekitar 86 kilometer dari Pontianak. Meski penghasil CPO, namun Kalbar harus menggunakan jasa pelabuhan lain seperti Belawan (Medan) atau Tanjung Priok (Jakarta) untuk mengekspornya ke negara tujuan.(Antara) o

Walubi Tanam 1.400 Pohon Mahoni Borneo Tribune, Pontianak Perwalian Umat Buddha Indonesia Kalimantan Barat pada peringatan Tri Suci Waisak 2010 menanam ulang sekitar 1.400 pohon mahoni yang tidak tumbuh di Jalan Achmad Yani II dan Transkalimantan, Kabupaten Kubu Raya, karena ulah oknum tertentu. “Ada yang ditebang dan dibakar. Padahal ukuran-

nya ada yang sudah sekitar empat centimeter,” kata Pengurus Majelis Buddha Maitreya Kalbar Pandita Fang Shenthing di sela perayaan Tri Suci Waisak 2554 di Maha Vihara Maitreya, Kubu Raya, Jumat. Ia menambahkan, penanaman pohon mahoni tersebut merupakan bagian dari perayaan Tri Suci Waisak dan dimulai sejak dua tahun silam. Penanaman pertama ada dua ribu batang mahoni

yang ditanam. Sedangkan tahun lalu juga dua ribu batang yang ditanam. Penanaman pohon itu bersama sejumlah instansi dalam program penghijauan di ruas antara Jalan Akhmad Yani II - Jalan Transkalimantan Kabupaten Kubu Raya. Namun, lanjut dia, setelah dipantau ternyata banyak yang rusak dan tidak tumbuh. “Pada perayaan tahun ini, program penanaman maho-

ni sifatnya tambal sulam atau mengganti tanaman yang rusak dengan tanaman baru sekaligus pemeliharaan,” katanya. Menurut Pandita Fang Shenthing, kegiatan itu dilakukan Minggu (16/5). Panjang areal yang ditanami sekitar tiga kilometer. Ia melanjutkan, penanaman pohon mahoni menunjukkan komitmen Walubi Kalbar terhadap masalah lingkungan hidup. Pohon mahoni dipilih mereka ka-

rena usianya mampu mencapai ratusan tahun dan mudah tumbuh. Ia berharap, warga yang ada di sekitar ruas jalan Akhmad Yani II - Jalan Transkalimantan turut serta menjaga dan memelihara pohon-pohon tersebut. “Jangan dirusak. Kalau mengganggu, pindahkan saja tanamannya, tetapi jangan dipotong demi kelangsungan bersama,” kata dia.(Antara) o

Pansus Raperda

PPP Prioritas Bank Kalbar, PDIP Hati-hati Hentakun Borneo Tribune, Pontianak Pembahasan Empat Peraturan Daerah (Raperda), yakni, Pengawasan Pengendalian Minuman Beralkohol, Penyertaan Modal di Bank Kalbar, Perusda Aneka Usaha dan pajak, bakal berjalan alot, karena setiap fraksi punya pertimbangan masingmasing. Setidaknya dua Fraksi yang sudah berbicara me-

ngenai bagaimana mereka menyikapi Rancangan Peraturan Daerah yang akan di bahas Panitia Khusus (Pansus) beberapa waktu ke depan. Ketua Fraksi PDIP, M. Kebing L. di temui di Pontianak, Rabu (26/5) mengatakan, Fraksi Moncong Putih akan membagi sepuluh anggotanya ke tiap-tiap pansus Raperda. “Kita akan bagi, anggota ke setiap pansus,” terang Kebing. Terkait prioritas PDIP

terhadap Raperda, Anggota DPRD Dapil Sintang Melawi Kapuas Hulu (Simekh) tersebut mengungkapkan semua Raperda prioritas, apalagi Raperda Minuman Beralkohol, Namun lanjut Kebing, semuanya akan dibahas hati-hati karena ini peraturan yang implikasinya langsung ke masyarakat. Terpisah, Sekretaris Fraksi PPP, Retno Pramudya, mengungkapkan Fraksinya yang beranggotakan lima orang tersebut sudah

membagi tugas untuk masuk pada masing-masing Pansus Raperda. Lebih lanjut Retno mengatakan, PPP berpendapat melalui Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol diperketat, terkait Pajak, akan membahas kebijakan retribusi, dan fee bagi penagih (pihak ketiga) supaya diperjelas bagaimana mekanismenya. “Kalau perlu revisi jangan sampai mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD),”

terang Retno. Terkait Perusda, Retno menjelaskan, akan mengaudit perusahaan Plat merah tersebut, terkait utang piutang, dalam kaitannya terhadap pertanggungjawaban keuangan daerah. Untuk Bank Kalbar, Retno berharap, Bank tersebut kelak bisa menjadi Bank pemerintah yang pelayannya menjangkau ke seluruh Indonesia. ”Kita berharap Bank Kalbar Go Publik,” tukas Retno. o

cmyk

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

cmyk

Wagub Terima Rombongan Wisata Sosial


KOTA PONTIANAK Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

Operasi Alur Pari

KRI Kala Hitam Amankan KLM Ratu Pantai Fikri Akbar Borneo Tribune, Pontianak KLM Ratu Pantai yang bermuatan bahan lelong berhasil diamankan KRI Kala Hitam 828, dalam Operasi Alur Pari, Rabu (26/5) sekitar pukul 12.05 WIB, di perairan barat Pulau Pejantan Kalimantan. Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan (PPP) dilakukan TNI AL pada posisi 00 25’ 06” S – 170 24’ 30T. “KRI Kala Hitam 828 yang sedang melakukan operasi Beka Ops Gugus keamanan laut armada di kawasan Barat pada hari Rabu lalu, menemukan kapal yang di-

curigai, kemudian ditangkap karena melakukan dua pelanggaran. Pelanggaran pelayaran dan kepabeanan,” terang Mayor Laut (P) Kolonel Laut, Parno, saat ditemui di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Pontianak, Jumat (28/5) kemarin. Atas dasar pelanggaran tersebut, kata Parno, kapal barang yang mempunyai anak buah kapal (ABK) sebanyak 13 orang berikut nahkodanya, Safiudin, kemudian diamankan ke Lanal Pontianak. Safiudin diduga telah melakukan tindak pidana bidang pelayaran dengan melanggar ketentuan dari Pasal 302 Ayat (1) jo Pasal 312 jo Pasal 323,

Ayat (1) UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Sementara itu, Mayor Laut (P) Komandan KRI Kala Hitam, Tubagus, menambahkan terdapat sejumlah dokumen KLM Ratu Pantai yang kurang lengkap, diantaranya surat ijin berlayar, sertifikat radio yang sudah kadaluarsa, tidak memiliki garis muat serta tidak memiliki sertifikat nasional pencegahan pencemaran. “ABK KLM Ratu Pantai juga tidak sesuai dengan daftar crew list serta muatan Ballpress berupa pakaian sebanyak 1.100 ball dan 300 lembar kasur bekas yang tidak dilengkapi dokumen,” kata

Tubagus. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh KRI Kala Hitam, seperti yang diutarakan Tubagus, bahwa kapal asing tersebut berasal dari Jurong, dekat Singapura. Rencananya sejumlah muatan kapal akan dibawa ke Kendari. Sementara itu, Safiudin, mengakui bahwa muatan tersebut merupakan barangbarang pesanan oleh seorang Tauke yang bernama Mister Peng, dari Jurong, yang harus segera diantarkan ke Kendari. “Saya hanya sebagai nahkoda kapal yang diminta untuk mengantarkan barang, bukan saya yang punya barang, yang punya itu Mister Peng,” ujarnya. †

Delapan Tahun Budianto Dipasung Fikri Akbar Borneo Tribune, Pontianak Budianto (29) warga Jalan Pangeran Dalam, RT. 1/RW. 28, Kecamatan Pontianak Utara terpaksa melewati masa remajanya dengan cara dipasung di belakang dapur rumahnya. Ironisnya, Budianto, dipasung selama lebih kurang delapan tahun oleh keluarganya sendiri. Alasan Chun Mao, orang tua korban, anaknya terpaksa dipasung karena kerap mengamuk dan merusak barang-barang di rumah dan warga. “Sudah delapan tahun dia di sini (kamar khusus dekat dapur rumahnya, red). Kadang dia suka ngamuk-ngamuk. Daripada dia nanti diapa-apakan warga, makanya kami tarok

(pasung) dia disini,” kata Chun Mao, belum lama ini. Chun Mao mengenangkan, bahwa pemuda kelahiran 1982 itu pada dasarnya merupakan sosok pribadi yang pendiam, tidak banyak tingkah dan selalu menurut dengan orang tua. Namun, entah mengapa, secara tibatiba anaknya itu mulai bertingkah aneh, sehingga beberapa saat keluarga masih belum menanggapinya. Bahkan, suatu ketika, lanjut Mao, Budianto, semakin bertingkah tak karuan, sehingga pada akhirnya mengamuk dan beberapa kali mencoba untuk membunuh diri. “Ya, pernah bapaknya mau dibunuh, neneknya aja sering disepaknya pas waktu makan, makanya neneknya sekarang kalau masak tidak berani lagi ke dapur, masak jak di depan situ (ruang tengah, red),” ujar

Ahong (57), yang merupakan paman korban. Menurutnya, dirinya bersama Mao, sebelumnya pernah beberapa kali berusaha mencoba menyembuhkan penyakit keponakannya itu. Baik melalui pengobatan kampung maupun secara medis. Namun, upaya itu masih belum membuahkan hasil. “Sudah sepuluh kali kita bawa berobat, tapi masih belum sembuh juga,” ujar Ahong. Berdasarkan infomasi yang dihimpun, Agustini (26), sepupu Budianto, menilai bahwa penyakit aneh yang diderita Budianto sendiri bukanlah penyakit turunan. Namun, Agustini memungkinkan bahwa penyakit tersebut diakibatkan oleh perlakuan yang tidak menyenangkan dari temanteman sekolahnya dulu.

Dipasung, Budianto (29) warga Jalan Pangeran Dalam, RT. 1/RW. 28, Kecamatan Pontianak Utara, terpaksa melewati masa remajanya dengan cara dipasung di belakang dapur rumahnya. Ironisnya, Budianto dipasung selama lebih kurang delapan tahun oleh keluarganya sendiri. FOTO: Fikri Akbar/Borneo Tribune

Budianto, lanjut Agustini, dulu sempat bersekolah di Sekolah Dasar (SD) setempat. Dirinya mengakui bahwa berkali-kali mendapati sepupunya itu kerap diganggu oleh teman-teman di sekolahnya dulu. “Ya, mungkin karena dia kelihatan lugu kali ya, pendiam juga, jadi teman-temannya suka kacau (ganggu, red) dia,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris Lurah Siantan Hulu, Aisyah, mengaku dirinya tidak tahu menahu dengan adanya kejadian pemasungan Budianto tersebut. Dirinya beralasan bahwa RT maupun RW setempat tidak pernah melaporkan kejadian tersebut kepada lurah setempat. “Kita pernah mendata ke sini dulu awal Mei, tapi pintu rumah ini (Mao, red) ditutup, jadi keluarganya saja yang keluar, dan tidak bisa masuk. Tapi (keluarga Mao, red) tidak cerita kalo ada yang sakit. Kita data hanya ada berapa-berapa orang di sini. Siapa-siapa saja, itu saja,” kata Aisyah. Meski Aisyah sendiri mengaku kenal dengan Mao, karena sering mengambil jatah raskin di kelurahan, namun Mao, kata Aisyah lagi-lagi tidak pernah bercerita. “Saya kenal dengan bapaknya ini (Mao, red), dia biasa ambil jatah raskin di kelurahan, bantuan apa-apa bapaknya dapat kok, sering ke kelurahan, tapi dia tidak pernah bercerita,” kata dia. Melalui penemuan ini, lanjut Aisyah, Budianto akan segera di bawa ke rumah sakit, dan pihak lurah akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pontianak. “Ya, kita berusaha untuk membawanya ke rumah sakit dan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” tandasnya. †

10

Stimulus Semangat Gotong Royong Masyarakat Fikri Akbar Borneo Tribune, Pontianak Pemerintah Kota (pemkot) Pontianak, menggelar peringatan bulan bhakti gotong royong yang dipusatkan di Puskesmas Saigon, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (27/5). Hal tersebut untuk menumbuhkembangkan semangat nilai gotong royong masyarakat. Bulan bhakti gotong royong merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahunnya dan diselenggarakan selama satu bulan penuh pada Mei 2010. Peringatan tersebut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya penyerahan bantuan alat-alat kebersihan, bibit tanaman dan bantuan bagi masyarakat tidak mampu serta penanaman bibit di halaman Puskesmas Saigon. Hadir Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji serta Wakil Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Ria Melati.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pontianak, Razani, mengatakan tujuan digelarnya peringatan bulan bhakti gotong royong ini untuk meningkatkan peran aktif dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. “Juga untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dalam membangun lingkungan,” ujar Razani. Sementara itu, Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, mengungkapkan nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat merupakan bagian dari sistem nilai budaya bangsa. “Perlu dilestarikan secara berdaya guna dan berhasil guna,” tutur Paryadi. Untuk mendukung pelestarian nilai-nilai gotong royong, kata dia, lebih menekankan pada pendekatan partisipatif masyarakat. “Misalnya dalam penentuan jenis kegiatan, lokasi kegiatan dan pelaksanaan kegiatan melalui musyawarah antarkelurahan yang melibatkan stakeholder, perwakilan masyarakat kelurahan, LPM, PKK, karang taruna dan lainnya,” paparnya. †

Pulang dari Taiwan, Affan Dipasung Keluarga Fikri Akbar Borneo Tribune, Pontianak “Tak ada...tak ada duit...,” ujar Chu Ki En, dengan raut wajah sedih saat ditanya kenapa tidak mencoba membawa putrinya berobat. Chu Ki En, merupakan warga Jalan Pangeran Dalam, RT 1/RW 28, Kecamatan Pontianak Utara. Sebagai seorang ibu, dirinya mengakut tidak tega memasung putrinya, Affan alias Afrianti (27). Pasalnya, dara kelahiran Pontianak, 1987 ini terpaksa dipasung karena sering mengamuk lantaran strees sepulang dari Taiwan setahun yang lalu. Keluarga juga tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan. Keluarga Chu Ki En, berasal dari keluarga miskin yang hanya menggantungkan kehidupan sehari-harinya dengan berkebun sawi. Kemerosotan ekonomi kian menambah bebannya hidupnya, setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Kini, dirinya dan Affan hanya tinggal di sebuah gubuk kayu di tengah sepetak kebun warisan milik suaminya. “Dua olang tak cukup makan wa,” ujarnya yang tak kuasa menahan kesedihan melihat nasib putrinya yang sesekali berbicara sendiri dan meronta-ronta. Dia berkata bahwa putri satu-satunya itu sempat dipinang oleh Chin Men Fui, yang mengaku warga asal Taiwan, sejak Affan masih berumur 19 tahun. Hingga saat itu sekitar delapan tahun, dirinya tidak mengetahui apa dan bagaimana nasib anaknya di negara asing. Namun setelah diiming-imingi

oleh sang calon mempelai, serta niatan awal demi membahagiakan putrinya, akhirnya Chu Ki En rela melepas putrinya. “Kami tak tahu bagaimana dia di sana,” ujarnya. Dia meneruskan ceritanya, Affan, dikembalikan dengan status telah diceraikan oleh suaminya di Taiwan. Pasalnya Affan dituduh sebagai perempuan pembawa sial oleh suami dan keluarga iparnya. “Semua salahkan dia, dia udah bunuh anaknya (suaminya, red),” ujar Moy, menyittir pengakuan si TKI yang mengantar Affan pulang. Padahal lanjut Moy, Affan, ketika itu sedang berada di rumah, sedang anaknya pergi bersama suami untuk jalan-jalan. Namun kemudian, anaknya tersebut tertabrak oleh kendaraan, dan tewas seketika. “Udah dua bulan,” kata Moy, kalau Affan baru di pasung dua bulan sejak kepulangannya setahun yang lalu. Pada awalnya, Affan, baik-baik saja setelah diantar pulang. Namun pada dua bulan terakhir, dijelaskan Moy, Affan, sering berbicara dan tertawa sendiri. Parahnya, Affan sudah mulai mengamuk, merusak barang rumah dan tetangga serta memakan tanah. “Kalo tidak diikat dia susah, dia pukul orang, suka ambil barang-barang orang, orang ngamok ke aku, ngapa tak ikat (warga tanya pada keluarga, red). Aku takut polisi nanti tangkap dia (Affan, red). Macam mana tak ikat dia udah makan tanah, itu jalinya (kaki kelingking, red) aja dipotong sendiri,” imbuhnya. Tak berselang lama, setelah meminta ijin dari pihak keluarga, petugas dari Dinas Sosial Kota Pontianak datang dan membawa Affan untuk melakukan perawatan. †

Affan terpaksa dipasung karena sering mengamuk lantaran stres sepulang dari Taiwan setahun yang lalu. Keluarga mengaku tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan. FOTO: Fikri Akbar/ Borneo Tribune


TRAH BORNEO Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

KPU Bengkayang Ngantor di Gedung Rusak Krisantus

Borneo Tribune, Bengkayang Sewindu pasca pengrusakan Kantor KPU Bengkayang oleh ratusan massa, hingga kini kantor penyelenggara pemilukada di ‘Bumi Sebalo’ itu belum mengalami perbaikan yang berarti.

Sejumlah fasilitas kantor masih terlihat berantakan. Seperti, kaca jendela, bangku, meja dan lain sebagainya. Namun, ada pula barang maupun berkas yang masih bisa dipergunakan dan dibersihkan oleh staf KPU. Seperti sejumlah berkas penting dan lain sebagainya. Sementara itu, Ketua KPU Bengkayang, Eddy A, menga-

takan untuk sementara pihaknya tetap menempati kantor tersebut untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya. “Hari Rabu (26/5), usai rekapitulasi penghitungan suara telah kita bersihkan dan tata kembali, baik yang masih bisa digunakan maupun tidak,” kata Eddy, Jumat (28/5), kemarin. Alumnus Fakultas Hukum

Untan 1998 ini memastikan, Senin (31/5) Kantor KPU Bengkayang akan kembali digunakan sebagai tempat melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Meskipun dirinya belum bisa menyatakan kapan sejumlah fasilitas yang rusak akan diperbaiki atau diadakan kembali. “Dalam beberapa waktu ke depan, Kantor KPU

11

Milton CrosbyIgnasius Juan

Bengkayang masih dalam pengawasan aparat keamanan,” ujarnya. Seperti diketahui sebelumnya, Kantor KPU Bengkayang mengalami kerusakan yang cukup parah akibat aksi massa yang berujung anarkis pada Jumat (21/5) lalu. Bahkan KPU Bengkayang melansir kerugian senilai Rp 200 juta. †

Menangkan Pemilukada Sintang

5 Juli 2010, Putaran Kedua Pemilukada Ketapang

Yasyir-Henrikus Berebut Kursi Bupati Jaidi Chandra Borneo Tribune, Ketapang KPU Kabupaten Ketapang akhirnya memutuskan pemilukada Ketapang berlangsung dalam dua putaran pada Senin (5/7) mendatang. Pasalnya, tidak satu pasangan calon pun yang meraih suara 30 persen. Pemilukada putaran kedua diketahui setelah penyelenggara pemilu melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Rabu (26/ 5) di Gedung DPRD Ketapang. Rapat pleno KPU Ketapang mengungkap bahwa pasangan calon bernomor urut 1, Yasyir Ansyari-Martin Rantan, meraih suara tertinggi, yakni 65.607 (29,87%) dan pasangan bernomor urut 2, Henrikus-Boyman Harun, berada diposisi kedua dengan perolehan suara 58.656 ( 26,70%). Sementara pasangan calon bernomor urut 3, AR

Mecer-Jamhuri Amir, meraih 44.753 (20,38%), sedang-

kan pasangan calon bernomot urut 4,Ismet

Siswadi-Suhermansyah, meraih 50.621 (23,05% ) dari to-

tal suara sah yang mencapai 219.637. †

Milton Crosby

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Hasil pleno KPU Kabupaten Sintang akhirnya menetapkan pasangan Milton Crosby-Ignasius Juan sebagai pemenang pada pemilukada Sintang. Pasangan MJ berhasil memperoleh suara sebanyak 97.988 suara dan berhasil mengungguli sekitar 9000 lebih suara dari pasangan JK yang menjadi saingan terberatnya dengan perolehan suara 88.739. Sementara pasangan calon Yansen-Antonius dan pasangan Abeng, masing-masing hanya mendapatkan suara sebanyak 8.919 dan 27.941 suara. Pelaksanaan rapat pleno KPU Kabupaten Sintang berjalan secara tertib, aman dan lancar, dalam pengamanan yang dilakukan oleh puluhan aparat kepolisian. †

Suasana rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, Rabu (26/5) di Gedung DPRD Kabupaten Ketapang. Akhirnya penyelenggara pemilukada memutuskan pasangan Yasyir-Martin dan Henrikus-Boyman Harun melanjutkan pertarungan diputaran kedua pemilukada Ketapang. FOTO Jaidi Chandra/Borneo

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM Nomor : 027/ 02 /PAN-PKD.1/DP2KAD Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sanggau mengundang Penyedia Barang untuk mengikuti Pascakualifikasi untuk pengadaan sebagai berikut : No.

Paket/Pekerjaan

Volume

Bidang

Kualifikasi

Pagu Dana

1.

Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Roda 4 (empat)

7 Unit

Alat/Peralatan/Suku Cadang kendaraan bermotor dan pengujiannya

NK

Rp. 2.752.765.000

2.

Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Roda 4 (empat))

1 Unit

Alat/Peralatan/Suku Cadang kendaraan bermotor dan pengujiannya

K/NK

3.

Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Roda 4 (empat)

1 Unit

Alat/Peralatan/Suku Cadang kendaraan bermotor dan pengujiannya

K/NK

Rp.

485.500.000

4.

Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua)

34 Unit

Alat/Peralatan/Suku Cadang kendaraan bermotor dan pengujiannya

K/NK

Rp.

706.635.000

Rp.

Pemilukada ‘Bumi Lawang Kuari’ Kondusif

301.000.000

Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Subandrio, mengatakan pelaksanaan pemilukada di ’Bumi Lawang Kuari’, Rabu (19/5) berjalan secara aman, damai dan demokratis. Hal tersebut diungkapkannya usai rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara dan penetapan Bupati Sekadau terpilih, di Mess Pemkab Sekadau, Senin (24/5). Kondisi yang aman dan kondusif tersebut, lanjut Subandrio, tentu saja tidak terlepas dari dukungan maSubandrio syarakat, pemerintah, pihak Ketua KPU Sekadau keamanan dan pers. ”Situasi yang aman tentu saja menjadi keinginan kita semua di Kabupaten Sekadau. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan hal ini,” katanya. †

1. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Lelang : Hari : Senin, 31 Mei s/d Selasa, 8 Juni 2010, Waktu : 08.00 – 14.00 WIB (Jam Kerja), di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Sanggau, Jalan R.E. Martadinata No. 91 Telp.(0564) 21076 – 21386. 2. Menyerah surat minat untuk mengikuti lelang yang ditandatangani Direktur Utama/Direktur/ Pimpinan/Kacab/ Penanggungjawab Perusahaan yang berhak menandatangani seperti yang tercantum dalam Akte Pendirian Perusahaan dan Perubahannya 3. Menyerahkan foto copy Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya (bila ada), menunjukkan KTP Asli dan masih berlaku, surat kuasa apabila dikuasakan, menyerahkan copy SIUP, SITU, TDP dan SBU yang masih berlaku. 4. Menyerahkan copy Surat Penunjukan ATPM dari pabrikan kendaraan, dan atau Surat Penunjukkan selaku Dealer Resmi dari Main Dealer Pemegang ATPM. 5. Menandatangani Pakta Integritas didepan Panitia pendaftaran (form disediakan panitia). 6. Panitia tidak akan melayani (menolak) apabila tidak memenuhi point-point tersebut diatas. Demikian disampaikan untuk dimaklumi, terima kasih. Sanggau, 26 Mei 2010

Ttd Ketua

426.29.5.2010.5.263.11

Panitia Pengadaan Barang/Jasa

RALAT PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM Nomor : 050/02 / PAN.PBJK / PSPP.APBD / INDAGKOP-C / 2010 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UKM Kabupaten Sintang. Waktu Pendaftaran dan Pengambilan dan Dokumen Prakualifikasi Seharusnya tertulis pada Hari/Tanggal : Selasa, 25 Mei 2010 s/d Senin, 7 Juni 2010. Demikian ralat ini dibuat. Tertanda Penerbit


KUBU RAYA - PONTIANAK Sab abttu, 29 M Meei 2010

Muda Serahkan Beasiswa Diraihnya peringkat ketiga pada ajang MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Landak beberapa waktu lalu merupakan sebuah prestasi religi yang nyata. Prestasi kontingen KKR sendiri berada dibawah Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak sebagai peringakat pertama dan kedua. Terhadap prestasi ini, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan langsung memberi apresiasi kepada para pemenang di ajang MTQ, dengan memberikan beasiswa pada masing-masing pemenang sesuai dengan sekolahnya. “Target kita peringkat empat. Ini jelas sebuah usaha keras bagi semua pihak,” ujar Muda usai memberikan beasiswa kepada para peme-

BEASISWA Para peraih prestasi pada ajang MTQ Kalbar, bersama Bupati, istri dan sejumlah jajaran DPRD KKR. FOTO Hanoto/Borneo Tribune nang MTQ asal KKR, di Aula Kantor Bupati, Rabu (27/5) lalu. KKR juga semakin bangga karena untuk tahun ini, ada 4 orang kafilah asal kabupaten termuda ini akan dikirim ke tingkat nasional

di Bengkulu, Juni nanti. Mereka adalah Hasan Alfin (Juara I Tartil Anakanak), Neli Apriandini (Juara I Tahfidz 1 Juz + Tilawah), Ahmad Suaibi (Juara I Tilawah Remaja Putra) dan M. Reza Fahmi

(Pemenang Tafsir Al-Qur’an remaja non Juara). Penghargaan dalam bentuk beasiswa dinilai jauh lebih bermanfaat ketimbang uang cash yang hanya bisa habis sesaat. “Kita lebih memilih yang

bermanfaat untuk kualitas sumber daya manusia, sebab dengan jaminan beasiswa sekolah maupun kuliah ini akan memberikan dampak yang besar bagi yang bersangkutan, keluarga maupun masyarakat. Ini pilihan yang lebih baik, sebab kalau cuma diberi bonus uang tunai saja tentu tidak seberapa dan hanya sebentar habisnya,” jelas Muda. Tidak hanya para pemenang, seluruh kafilah yang ikut ke Landak termasuk official juga diberikan penghargaan oleh bupati. “Pada prinsipnya Kubu Raya selalu komit melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap kualitas qori’ dan qori’ah di kabupaten ini. Terlebih, saya yakin di Kubu Raya juga masih banyak bibit unggul yang masih bisa membawa kabupaten ini mendulang prestasi,” ungkap Muda. †

Dewan Minta Kadis PPKAD Diganti

ISTIMEWA, Ketua Fraksi Rakyat Bersatu, Darwis Harapat, menyampaikan rekomendasi hasil kerja Pansus atas laporan LKPj Bupati Pontianak 2009. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune. Johan Wahyudi BorneoTribune, Mempawah DPRD Kabupaten Pontianak menyampaikan 34 rekomendasi atas penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pontianak Tahun Anggaran 2009, untuk dijadikan referensi bagi peningkatan kinerja pemerintah daerah. Rekomendasi ini disampaikan pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pontianak, Kamis (27/5), kemarin. Dari rekomendasi tersebut, ada satu hal yang menarik. Dimana Lima Fraksi

DPRD Kabupaten Pontianak yaitu Fraksi Golongan Karya Hati Nurani Amanat Nasional (GOHAN), Fraksi Rakyat Bersatu (FRB), Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Fraksi Pemuda Pembaharuan dan Keadilan Bangsa (P2KB), dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), merekomendasikan Bupati Pontianak agar mengganti Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Pontianak, Zulkifli Salim. “Zulkifli Salim ini, kami nilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. orangnya tidak

akomodatif. Sikapnya arogan dan saat pembahasan RAPBD, dia tidak transparan,” kata Darwis Harapat, yang dipercaya selaku juru bicara dari fraksifraksi DPRD Kabupaten Pontianak. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD, Rahmad Satria, dan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pontianak, Ria Norsan, dan Rubijanto, serta Wakil Ketua DPRD, H. Amin HAM, dan Sabli Awaluddin. Fraksi Demokrat agak bertolak belakang dengan kelima fraksi lainnya. Fraksi Demokrat, menilai belum perlu bupati mengeluarkan rekomendasi untuk meng-

ganti Kadis PPKAD Kabupaten Pontianak, Zulkifli Salim, dikarenakan belum ditemukan kejelasan membuktikan Kadis PPKAD melakukan kesalahan. “Fraksi kami, menilai kesalahan dilakukan Zukifli Salim, harus ditelusuri dulu, apa benar dia mempunyai kesalahan seperti itu,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Pontianak, Syamsuardi. Sedangkan Bupati Pontianak, Ria Norsan, menanggapi rekomendasi tersebut, mengatakan, rekomendasi dewan tersebut diterima oleh Pemkab Pontianak serta akan dijadikan pedoman atau referensi meningkat-

kan kinerja pemerintahan ke depan. “Yang namanya rekomendasi kan bisa kita laksanakan bisa tidak. Namun secara ketentuan saya belum bisa berkomentar banyak terkait rekomendasi itu, karena belum membaca peraturannya,” ucapnya. Selain itu, rekomendasi DPRD Kabupaten Pontianak terhadap LKPj Bupati Pontianak, juga menyangkut urusan khusus dan urusan pilihan, seperti bidang pemerintahan, ekonomi dan keuangan, pembangunan, pendidikan, dan kesehatan. Kemudian juga terkait masalah ketenagakerjaan, kependudukan, pariwisata, dan organisasi kepemudaan. Mengingat banyak rekomendasi dewan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, ketika akan menutup rapat paripurna juga berharap Pemkab Pontianak memperhatikan dengan sungguh-sungguh rekomendasi dewan tersebut. Ia juga mengajak bupati beserta jajaran pemerintahan di daerah ini bersama-sama menjalankan tugas-tugas kepemerintahan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pontianak di masa datang “Marilah kita bersamasama membangun daerah, demi mencapai kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pontianak,” katanya. †

Nyaris Dibakarnya Puskesmas Sungai Kakap

Muda: Ini Kesalahpahaman Saja Hanoto BorneoTribune, Sungai Kakap Kasus nyaris dibakarnya Puskesmas Sungai Kakap oleh oknum warga dinilai Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan akibat kesalahpahaman semata. “Berdasarkan data yang diterima, yang bersangkutan pernah mengalami trauma terhadap kakaknya yang juga mengalami keja-

dian serupa. Padahal, saat itu berdasarkan laporan yang disampaikan kepada saya, mantri yang bertugas juga banyak melayani pasien,” jelas Muda Namun dengan kejadian salah paham tersebut, diharapkan kapada kepada dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik pula. “Kita mengerti, jika seseorang mengalami trauma, banyak hal-hal yang tidak diingin-

FOTO Hanoto / Borneo Tribune

Muda Mahendrawan

kan bisa terjadi,” ungkap Muda. Disinggung pelayanan Puskesmas Rawat Inap Sungai Kakap yang juga sempat dikeluhkan warga, Muda menilai keluhan satu atau dua warga itu wajar saja. “Kita lihat sendiri, berapa banyak masyarakat yang harus dilayani Puskesmas Sungai Kakap. Belum lagi masyarakat Teluk Pakedai juga sebagian besar merujuk kesana, jadi saya yakin pe-

layanan yang diberikan pihak puskesmas sudah optimal,” kata Muda. Sebelumnya, Kepala Puskesmas, Hj. Kamariah membantah telah memberikan pelayanan yang kurang baik kepada masyarakat Sungai Kakap. Ia menegaskan Puskesmas Rawat Inap Sungai Kakap sendiri telah mendapatkan penilaian yang cukup baik dari Bappeda Kubu Raya dengan nilai hampir sempurna. †

ISSI Fokus Bina Atlet Balap Junior Johan Wahyudi BorneoTribune, Mempawah Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Pontianak, Aspahani Arsyad, menjelaskan pihaknya saat ini, sedangkan focus epada para pembalap junior baik putra maupun putri yang diharapkan menjadi atlet balap sepeda berprestasi dan bisa mengharumkan nama daerah.

FOTO Johan W / Borneo Tribune

Aspahany Arsyad

“Pembalap junior harus segera kita bina secara baik, agar skill dan kemampuannya bisa terus berkembang dengan baik dan professional. Mereka yang junior harus dipersiapkan untuk lebih matang dalam menggapai prestasi terbaik,” katanya. Untuk itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (BLHPB) ini, menjelaskan ISSI Kabupaten Pontianak

akan terus berupaya maksimal melakukan pembinaan dan mencari bibit-bibit muda berbakat dalam cabang balap sepeda. Namun dirinya juga tidak lupa mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak, agar para atlet bisa terus semangat untuk memberikan yang terbaik bagi daerah. “Selain itu, mengharapkan dukungan dari masyarakat dan semua stakeholder dari dunia balap se-

12

Wakil Rakyat Pontianak

Ukir Prestasi di Arena MTQ

Hanoto BorneoTribune, Sungai Raya

Borneo T Tribune

peda Kabupaten Pontianak. Pembalap juga harus memiliki komitmen kuat untuk berlatih secara disiplin dan bertanggungjawab. Dan saya juga berharap prestasi yang telah diraih atlet putri Kalbar asal Kabupaten Pontianak pada Kejurnas balap sepeda junior lalu, kita tidak cepat membuat rasa puas diri, sehingga dikemudian hari menjadi lalai berlatih dan meningkatkan kemampuan,” katanya. †

Kajari Dituntut Profesional

Ungkap Indikasi Penyimpangan DAK Johan Wahyudi BorneoTribune, Mempawah Keseriusan Kejari Mempawah mengungkap dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan 2009 mendapat perhatian serius Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto. Ia meminta kejaksaan bekerja profesional memeriksa indikasi korupsi tersebut. “Dugaan penyimpangan DAK sudah sering didengar dan menjadi rumor di masyarakat. Untuk FOTO Johan W / Borneo Tribune membuktikan memang haSusanto rus melalui proses hukum. Namun, kita minta agar kejaksaan profesional dalam melaksanakan kinerjanya,” katanya. Selain itu, Legislator PDI Perjuangan ini, terkait pemanggilan kepala sekolah (kepsek) yang diduga terlibat, menyarankan agar tidak melibatkan semua penerima DAK. Pemeriksaan hanya dilakukan terhadap kepala sekolah yang dinilai bermasalah. “Tidak perlu semua kepala sekolah dipanggil dan dimintai keterangan. Melainkan yang terindikasi yang bersalah saja. Untuk itu, Kepsek yang diperiksa tidak perlu resah dan khawatir dengan pemeriksaan. Kalau pekerjaan telah direalisasikan dengan baik, maka tidak ada yang dipermasalahkan,” katanya. Apalagi pemeriksaan yang dilakukan kejaksaan saat ini baru memasuki tahap penyelidikan. Jika tidak ditemukan penyimpangan dan tidak cukup bukti, maka pemeriksaan tidak bisa dilanjutkan. “Jangan sampai ada anggapan, orang yang diperiksa kejaksaan itu bersalah. Artinya, belum ada tersangka maupun pihak lain yang dinyatakan bersalah. Perlu proses pembuktian yang panjang. Kita perlu menghormati asas praduga tak bersalah yang dilakukan Kejari Mempawah,” katanya. †

Sajadah Fajar Tingkatkan Ukhwah Islamiyah Johan Wahyudi BorneoTribune, Mempawah Asisten II Sekda Kabupaten Pontianak, H. Syharil, menjelaskan dalam upaya menyemarakan salat subuh berjamaah dan meningkatkan ukhwah Islamiyah serta sebagai pusat informasi tentang persoalan-persoalan keummatan, Pemkab Pontianak, Jumat subuh (28/5), kemarin, melaksanakan sajadah fajar yang hampir diikuti sekitar 600 jamaah masjid di Masjid Besar Nikmatturllah Sungai Pinyuh. “Sajadah fajar ini, sebuah gerakan safari salat subuh berjamaah dan bergilir antar masjid. Peserta ada dari Kota Pontianak, Ketapang, Sambas dan Kabupaten Landak yang saat MTQ menyatakan siap hadir,” katanya. Lanjutnya lagi, mengenai sajadah fajar dilaksanakan waktu subuh karena merupakan waktu yang sulit untuk umat muslim bangun salat. Kalau Subuh bisa salat di masjid tentu salat lain pun akan mudah. Selain itu, kita juga ingin mengajak umat Islam memakmurkan masjid, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adapaun agenda kegiatan selain dilaksanakan salat subuh berjamaah, juga disi dengan ceramah agama,” kata Ketua LPTQ Kabupaten Pontianak ini. Dari para ustadz disertai ceramah oleh Pengasuh Majlis Hati Yayasan Darul Izzah Depok, Ustadz. H Ibnu Jarir, Lc, di masjid terbesar di Kalimantan Barat tersebut. Ketika ditanya mengenai alasan pelaksanaannya dilakukan pada waktu Subuh, Mujid mengatakan bahwa waktu Subuh adalah waktu yang sulit untuk orang bangun shalat. Kalau Subuh bisa shalat di masjid tentu shalat lain pun akan mudah. “Tujuan acara sajadah fajar ini adalah mengajak umat Islam memakmurkan masjid, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad. Sekaligus sebagai forum bagi umat Islam untuk mendakwahkan pentingnya sholat berjamaah,” katanya. †

KKR Miliki Bibit Kaligrafi Profesional Hanoto BorneoTribune, Sungai Kakap Tidak banyak yang memiliki tekad dan cita-cita seperti perempuan satu ini. Gayanya supel dan sedikit terkesan tomboy, namun memiliki talenta yang bisa membawa nama daerah. Eka Wahyuni, juara II Khat Hiasan Mushaf Putri ini sejak lulus dari pesantren bertekad menjadi kaligrafer profesional. Pada moment penyerahan penghargaan bagi para khafilah MTQ Kubu Raya, Rabu (27/5) lalu, karya Eka Wahyuni yang turut menyumbangkan point untuk meraih juara umum ke tiga, dilelang hingga terjual seharga Rp3 juta. Hasil karya Eka ini menjadi terbaik kedua untuk kategori Kaligrafi, tepatnya Khat Hiasan Mushaf Putri. Dan pemenang atau pembeli hasil karya ini, adalah Siswanto, yakni Kadis Cipta Karya. Dibuka dengan harga Rp500 ribu, para pejabat silih berganti menaikkan harga. “Satu juta”. ujar salah seorang yang menawarkan harga. Namun, hingga akhirnya ketika tiga juta disebutkan dan setelah pemimpin lelang memberikan waktu, akhirnya terjual tanpa ada yang berani menaikkan lagi. Saat ini, Eka yang berasal dari Desa Punggur Kecil ini terus menyebarkan keahliannya kepada orang-orang di sekitarnya. “Saat ini juga saya masih mengajar di Pondok Pesantren,” tuturnya. Saat dirinya menerima order pembuatan kaligrafi di masjid, tak jarang perempuan yang satu ini harus memanjat langit-langit masjid. “Saya bertekad akan menjadi kaligrafer profesional perempuan di Kubu Raya,” katanya. †


TIMUR BORNEO Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

Hari Ini Tumpang Negeri Digelar Devi Zulkarnain Borneo Tribune, Ngabang

Pengobatan gratis yang digelar Kerabat Keraton Ismahayana Landak bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia ikut meriahkan ritual adat Tumpang Negeri. FOTO Devi Zulkarnain/ Borneo Tribune

Untuk kesepuluh kalinya Kerabat Keraton Ismahayana Landak akan menggelar ritual adat tahunan yakni Tumpang Negeri. Direncanakan ritual adat tersebut akan digelar hari ini di Keraton Ismahayana Landak. Panitia pelaksanapun sudah melakukan berbagai macam persiapan untuk menggelar kegiatan itu. Menurut ketua panitia penyelenggara ritual adat Tumpang Negeri Gusti Agus Kurniawan mengatakan persiapan yang dilakukan panitia sudah 80 persen. Sekarang tinggal persiapan akhir saja. Hari Sabtu pagi panitia menggelar ziarah ke makam raja Landak Raden Abdul Kahar di Desa Munggu Kecamatan Ngabang. ”Selesai ziarah, barulah kita menggelar acara puncak yakni berbagaimacam kata sambutan, peninjauan Tumpang Negeri dan Roahan. Setelah itu baru digelar kegiatan antar Tumpang Negeri

yang akan ditempatkan di 26 titik disekitar Kota Ngabang,” ujar Agus yang ditemui Kamis, (27/5) di Keraton Ismahayana Landak. Dijelaskan Agus, sebelum digelarnya acara puncak itu, Jumat sore diadakan ziarah ke makam-makam Kerabat Keraton Ismahayana Landak yang terletak di belakang Keraton. Pada malam harinya digelar acara Tahlilan di Keraton Ismahayana Landak. Kemudian dimalam yang sama akan digelar pemutaran film dokumenter tentang Kabupaten Landak juga dihalaman Keraton Ismahayana Landak. “Hari ini (Kamis,red) kita juga menggelar kegiatan pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia. Kegiatan ini pun merupakan rangkaian dari kegiatan Tumpang Negeri,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ritual adat Tumpang Negeri ini akan dihadiri para Kerabat Keraton Ismahayana Landak, masyarakat di Kecamatan se Landak dan masyarakat Landak.!

Bupati Simon Terima Kunjungan Danrem 121/ABW

14

Sekadau

24 Siswa Terbaik Sekadau Ikuti OS Kalbar

FOTO Hartono/Borneo Tribune

Simon Petrus Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Keseriusan Pemkab Sekadau dalam bidang pendidikan terlihat dari berbagai prestasi yang diraih selama beberapa tahun terakhir ini. Bahkan pada pelaksanaan ujian nasional (UN) yang baru saja dilewati beberapa waktu lalu, Sekadau menjadi kabupaten terbaik tingkat kelulusannya dari 14 kabupaten di Kalbar. Atas keseriusan yang diberikan oleh pemkab sekadau itulah, perlahan namun pasti, pemkab sekadau dapat juga ikut bagian dalam mengikut sertakan anak didiknya pada olimpiade sians tingkat provinsi Kalbar yang akan dimulai tanggal 1-3 Juni 2010 mendatang. Sesuai dengan nomor surat kepala dinas pendidikan provinsi kalimantan barat nomor 421.3/571/12.03 tentang hasil seleksi olimpiade sain tingkat provinsi, kabupaten sekadau sedikitnya akan mengutus 24 siswa-siswi untuk mengikuti olimpiade sain yang akan digelar 1 Juni sampai

dengan 3 Juni 2010. Demikian dikatakan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten sekadau Djemain Burhan, ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (26/ 5) lalu. Menurut Djemain salah satu dari 24 siswa siswi yang akan mengikti olimpiade tingkat provinsi itu adalah siswa yang berasal dari SMA Belitang Hulu, selain Nanga Taman dan Nanga Mahap. Ke-24 siswa-siswi yang akan mengikiti olimpiade itu antara lain ungkap Djemain antara lain, Riki Irwanto, Dayang Pernik, Riki Hartoyo (bidang studi matematika), Himmawan Firdaus, Yuliana Tea, Jang Sulaiman (bidang studi kebumian), Yunda Desti saputri, Reni Ari Yanti (bidang studi ekonomi), Paulus Viktor, Asim Afandi, Ade Ahmad Aris (bidang studi fisika), Kiki Asari, Husni Iswantono, Albert Belo Novoroando (Biologi), Benedikta Dominika, Vitus Hendri Setiawan, Riyan Wirawan (Bidang studi astronomi), Nora Zean, aling, Solihin (bidang studi komputer), Rayon, Apriyan Yudha Putranto dan Hardianto (bidang studi kimia). Bupati Sekadau Simon Petrus ketika diwawancarai di pendopo Jumat (28/5), kemarin mengatakan keikutsertaan siswa siswi dalam kegiatan olimpiade sain itu merupakan prestasi yang membanggakan terutama siswa-siswi yang ada dipedalaman. Bupati berharap para siswa yang ikut dalam olimpiade mewakili kabupaten sekadau itu dapat belajar dengan baik serta mengikuti arahan yang diberikan oleh pembina.!

Sanggau

Sensus di Malam Hari Abdul Khoir Borneo Tribune, Sanggau

Bupati Sekadau Simon Petrus, bincang-bincang dengan Danrem 121 ABW Kolonel Infanteri Toto Rinanto Sudjiman di Pendopo Bupati Sekadau (28/5). FOTO Istimewa melaksanakan tugas di Kamatan Sekadau Hilir. dopo bupati pada pukul Timur. Hermanus Hartono limantan Barat (Kalbar) seDanrem Rinanto bersama 11.00 wib. Kedatangan DanBupati Simon Petrus pada Borneo Tribune, Sekadau jak 17 April 2010 lalu, ingin rombongan sebelumnya merem yang didampingi istrikesempatan tersebut, selamengetahui lebih jauh satulakukan kunjungan kerja di nya itu disambut langsung in didampingi ketua TP PKK an jajaran yang berada di Kota Pontianak, Kabupaten oleh bupati Sekadau Simon Kabupaten Sekadau Ny. Bupati Sekadau Simon bawah korem, seperti kodim Pontianak, Ketapang, KapuPetrus dan para kepala diScolastika Simon Petrus Petrus, Jumat (28/5), kemadan koramil. ”Jadi tidak ada as Hulu, Sintang, Melawi nas. Danrem Toto Rinanto juga didampingi sejumlah rin bertepatan dengan hari kaitannya dengan Pemibaru ke Kabupaten Sekadau, juga pada kesempatan terkepala dinas, kantor dan raya Waisak menerima kunlukada, karena TNI itu Netjulukan ”Bumi Lawang Kuasebut, usai makan siang berbadan di lingkungan Pemejungan kerja Danrem 121 ral,” ujar Rinanto terseri”. Usai melakukan kunsama di pendopo bupati isrintah Kabupaten Sekadau. Alambhana Wanawai Kolonyum. jungan kerja di Kabupaten tirahat sejenak menunaikan Danrem 121/ABW Kolonel nel Infanteri Toto Rinanto Selain mengenal satuan Sekadau Danrem 121 sholat jumat di masjid Al(Inf) Toto Rinanto bersama Sudjiman di Pendopo Bupayang dimaksud, Rinanto Rinanto melanjutkan kunTaqwa Desa Mungguk Kecarombongannya tiba di penti Sekadau, Jalan Merdeka juga menyebutkan bisa mekernya ke Kabupaten Sangngenal langsung masinggau. masing kepala daerah di Danream 121 Rinanto kesentaro bumi kathulistiwa tika diwawancari usai binini, salah satunya adalah cang-bincang dengan orang tuk menghadapi Pemilu leDevi Zulkarnain bupati Sekadau Simon Penomor satu di Bumi Lawang gislatif tahun 2014 mendaBorneo Tribune, Ngabang trus, yang selalu setia dalam kuari yang terpilih kembali tang, ia akan berusaha memelaksanakan tugasnya seuntuk pimpin Kabupaten nambah kursi Partai Golkar bagai kepala daerah demi Sekadau lima tahun berikhususnya di Daerah PemiKusnadi akhirnya terpilih kepentingan masyarakat kutnya, mengatakan sebalihan (Dapil) V di DPRD sebagai ketua Pimpinan Kesekadau.! gai orang yang baru saja Landak. Sebab selama ini camatan (Pimcat) Partai kursi DPRD yang diraih bagi Golkar Kecamatan Air Bekader Partai Golkar Dapil sar periode 2010-2015 pada Landak V ini hanya satu Musyawarah Kecamatan orang saja. “Paling tidak Partai Golkar Air Besar kita harus mampu meraih yang digelar Sabtu (22/5) dua kursi,” tegasnya. lalu di Aula Kantor Camat Devi Zulkarnain Selama kepemimpinannya Air Besar. Ia berhasil meraBorneo Tribune, Ngabang sebagai Pimcat Partai Golkar up suara sebanyak 8 dari 11 Air Besar, ia meminta dusuara yang ada. FOTO Devi Zulkarnaen/Borneo Tribune kungan dari seluruh kader Sedangkan dua kandidat Penyebaran tenaga guru di Kusnadi Partai Golkar yang ada di Air lainnya yakni Hadewi dan Kabupaten Landak meBesar. Begitu juga dengan Kusnadi mengatakan untuk Yohanes masing-masing mang dirasakan masih bebantuan pemikiran, saran ke depan ia bertekad ingin mengumpulkan 1 dan 8 sualum merata. Buktinya, madan pendapat sangat ia hamemajukan Partai Golkar ra. Dari 11 suara yang dipesih banyak sekolah-sekolah rapkan. “Dengan demikian ke arah yang lebih baik lagi. rebutkan tersebut berasal terutama di daerah pedatentunya saya bisa memba“Bukan berarti kepengurusdari 9 suara Pimpinan Desa laman yang kekurangan tewa Partai Golkar ini ka arah an Pimcat Golkar yang lalu (Pimdes) Partai Golkar Air naga guru. yang lebih baik lagi. Sayapun tidak baik, tapi untuk saat Besar, 1 suara dari DPD Hal inipun diakui Kepala tetap meminta dukungan ini kita perlu menggunakan Partai Golkar Landak dan 1 Badan Kepegawaian, Pendidari 2 rival saya. Sebab saya strategi dan berbagai inovasi suara lagi dari Pimpinan dikan dan Pelatihan (BKPP) sendiri sangat membutuhkan baru untuk membesarkan Kecamatan. Landak Marcos Lahiran pikiran, saran dan pendapatPartai Golkar ini,” ujarnya. Menurut Ketua Pimcat saat menggelar hearing linFOTO Dok/Borneo Tribune nya,” ungkap Kusnadi.! Dikatakan Kusnadi, unPartai Golkar Air Besar, tas komisi DPRD Landak Marcos Lahiran

Kusnadi Terpilih Pimcat PG Air Besar

Sulitnya menjumpai masyarakat pada siang hari untuk dilakukan sesus Penduduk di beberapa daerah disiasati dengan melakukan sensus pada malam hari. Kabupaten Sanggau yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan pekerja lepas di perkebunan sawit membuat warganya tidak ada dirumah pada siang hari sehingga menyulitkan para petugas sensus. Melihat kondisi seperti itu tidak membuat para petugas menyerah dengan keadaan sehingga mensiasatinya untuk melakukan sensus pada sore bahkan malam hari. Seperti yag dilakukan di Desa Inggis, Kecamatan Mukok yang melakukan hal demikian dan hasilnya lebih efektif. Syahdan Kepala Desa Inggis yang menuturkan hal tersebut bahwa untuk di desanya jika dilakukan sensus pada siang hari pasti tidak efektif dilakukan pendataan pada malam hari, lebih disebab-

kan karena kondisi sosial masyarakat di daerah tersebut, yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun. “Kalau disini, pelaksanaan sensus dilakukan sore dan malam hari. karena waktu pagi dan siang warga banyak masih diladang mulai dari karet hingga kaerja sawit,” ungkap Syahdan. Berdasarkan data yang disampaikan Syahdan Desa Inggis terbagi dari dua dusun yaitu, dusun Inggis dan Sejata memiliki 547 kepala keluarga terdiri laki-laki 979 dan perempuan 964 dan untuk pelaksanaan sesus tersebut yang deadline waktunya tinggal menghitung hari lagi ini. Syahadan memastikan pelaksanaan sensus di desanya akan selesai sesuai jadwal dan bahkan dirinya sudah memastikan 90 persen penduduknya sudah tersensus. Bahkan minggu ini dipastikan rekap data keseluruhan sudah selesai. “Pendataan sensus secara keseluruhan sudah hampir selesai ada hanya beberapa rumah saja yang belum,” tambahnya.!

Penyebaran Guru di Landak Belum Merata Senin lalu di ruang sidang DPRD Landak. Menurutnya, untuk di Landak sendiri ada 417 Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Pemkab Landak menerima tenaga guru khusus SD sebanyak 120 tenaga. “Jadi tidak mungkin 120 tenaga guru dibagi 417 SD. Paling 417 tenaga guru dibagi 12 SD. Inilah yang menjadi penyebab mengapa penyebaran guru SD ini tidak merata,” ujarnya. Selain hal tersebut, penyebab penyebaran guru yang tidak merata ini dikarena-

kan kemanusian. Ia mengambil contoh, jika suaminya bertugas di ibukota Kabupaten seperti anggota TNI/ Polri, istrinya yang berprofesi sebagai guru ditempatkan di ibukota Kabupaten itu. “Jadi kami juga berpikir kemanusiaan. Oleh karena itu bagi PNS dan CPNS kita himbau kalau bisa jangan terlalu jauh dari keluarga, karena membangun manusia Indonesia seutuhnya itu tidak bisa satu istrinya di Menjalin dan suaminya di Ngabang,” katanya.!


TIMUR BORNEO

Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

Melawi

Masyarakat Harus Tetap Harmonis Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Genderang pemilukada telah usai. Untuk itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Nanga Pinoh Zailani Ishak meminta masyarakat agar tetap harmonis dalam menjalin kerukunan antar umat beragama. Karena sebuah kerukunan yang terjalin dengan baik, juga menjadi modal utama dalam membangun daerah. “Keharmonisan antar umat beragama di daerah ini harus tetap dijaga, hindari hal yang dapat menimbulkan perpecahan. Karena itu tidak ada gunanya,” ucapnya saat ditemui, Jumat (28/5). Selain itu pula pria ramah ini menuturkan, jika ada gesekan sebaiknya diselesaikan dengan cara musyawarah yang baik. Tidak perlu menggunakan kekerasan, yang pada akhirnya akan timbul persoalan yang baru. “Jika ada masalah di tengah masyarakat, selesaikan dengan cara yang baik yaitu musyawarah. Karena tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan, jika kita sama-sama memiliki niat baik untuk meluruskannya,” pesannya. Ia mengungkapkan, kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Melawi sudah terjalin baik sejak bertahun-tahun lamanya. Begitupula dengan kerukunan antar etnis yang ada di Melawi. Semuanya membaur dengan baik dalam membangun daerah tercinta ini. Sebuah perbedaan dianggap sebagai anugrah dari yang maha kuasa. “Perbedaan itulah yang menjadi ciri khas daerah ini, sehingga lebih dewasa dan maju. Karena daerah ini bukan milik perseorangan atau kelompok, melainkan milik kita semua,” pungkasnya.†

Abang Tajudin saat menerima penyerahan hasil Muscab dari Panitia Muscab Kwarcab Melawi. FOTO Eko Susilo/ Borneo Tribune

Abang Tajudin Nahkoda Baru Kwarcab Melawi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Mengakhiri masa kepengurusan yang lama, Kwartir Cabang (Kwarcab) Melawi menggelar Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka untuk yang kedua kalinya, Jumat (28/5) di Gedung Eks Paripurna DPRD Melawi. Pada Muscab tersebut, Abang Tajudin terpilih secara aklamasi sebagai nahkoda Kwarcab Melawi yang baru periode 2010-2015. Menggantikan Syamsul Arifin yang sudah lima tahun mengabdi dengan baik. Tampak hadir pada acara tersebut, Sekretaris Kwarda Kalbar Suriyadi, Pengurus Kwarcab Melawi, Pamong Saka, Ketua DKC Melawi, M Zakaria serta para anggota gerakan Pramuka dari tingkat Penegak. Dalam sambutannya, Abang Tajudin mengaku siap mengemban tugas yang telah diamanahkan kepada dirinya untuk memimpin gerakan Pramuka di Kabupaten Melawi agar dapat lebih eksis dan berkembang. “Saya siap menjalankan program Kwarcab kedepan dengan semaksimal mungkin. Dan tentunya, dalam mewujudkan hal tersebut juga perlu mendapatkan dukungan dari kita semua,” harap pria yang juga menjabat Ketua DPRD Melawi ini. Tidak hanya itu saja, menurut pria ramah ini Pramuka merupakan salah satu ujung tombak dalam membangun karakter bangsa. Seperti mencetak generasi bangsa yang mandiri, disiplin dan bertanggung jawab. Sesuai yang terkandung di da-

lam Dasa Dharma Pramuka dan juga Tri Satya. “Sesuai tema kali ini, mewujudkan revitalisasi gerakan Pramuka dalam membangun karakter bangsa,” terangnya. Hal senada juga diucapkan, Sekretaris Kwarda Kalbar Suriyadi yang mengatakan bahwa Muscab kedua kali ini dalam rangka konsolidasi organisasi. Dimana pada tahun 2006 yang lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing mencanangkan revitalisasi. Oleh karena itu, gaung revitalisasi tersebut disambut di seluruh penjuru tanah air gerakan Pramuka. Mulai dari tataran daerah, cabang, ranting sampai pada gugus depan. “Oleh karena itu kita berharap dengan diselenggarakannya Muscab tersebut, dan terpilihnya Ketua Kwarcab Melawi yang baru ini mampu menyelenggarakan program-program yang telah diputuskan dalam Muscab. Yang mengacu dan mengarah pada peserta didik di lapangan,” harapnya, saat ditemui sejumlah wartawan usai acara berlangsung. Sebab terangnya, Pramuka merupakan suatu organisasi yang membentuk watak dan karakter. Yang mana hasil pembinaannya tidak bisa dilihat seketika namun dalam waktu yang panjang atau long time. “Pendidikan Pramuka dilakukan di luar sekolah, di lapangan terbuka dengan menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Dengan sistem among, serta sistem metodametoda yang jelas, ini yang paling penting,” bebernya.†

15

UPJJ Rawan Titipan dan Penggerogotan Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Masalah infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan energi listrik selalu saja menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat dalam berbagai kesempatan baik dalam acara resmi maupun tidak resmi dengan para pejabat. Pemerhati masalah lokal Sintang Simon Petrus ketika berada di Sintang menga-

takan bahwa ungkapan dan keluhan masyarakat tentang pentingnya infrastruktur jalan akan mempermudah berbagai kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Ke depan, lanjut pria yang juga Kepala Wilayah Selatan Sinar Mas Group ini, mengharapkan perhatian masyarakat tertumpu kepada kinerja dari Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) di wilayahnya masing-masing. Dengan de-

mikian, sejauh mana keberpihakan para pembuat kebijakan di tingkat puncak kepada masyarakat dapat dilihat langsung. “Jadi masyarakat bisa mengetahui secara langsung, bagaimana kinerja aparat pemerintah khususnya pengelola UPJJ melaksanakan tugasnya,”tegasnya. Pria yang pernah mendaftar sebagai salah satu cawakada melalui PDIP ini mengatakan dengan ditempatkannya Askiman seba-

gai Plt. Dinas PU diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja aparat dalam memelihara jalan dan jembatan. Apalagi Askiman adalah sosok yang berasal dari daerah pedalaman. Sehingga yang bersangkutan menurutnya pastilah lebih memahami situasi dan kondisi di daerah pedalaman. Simon berpendapat bahwa operasional UPJJ sangat efisien karena tidak bersifat kontraktual. Namun, UPJJ juga rawan terhadap adanya

titipan-titipan dan penggerogotan. “Keberadaan UPJJ, merupakan kebutuhan bagi masyarakat luas di pedalaman. Untuk menjaga kesinambungan kegiatannya, Dinas PU harus berani menolak, jika ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menjadikannya sebagai “wadah” untuk menyalurkan dana-dana titipan,” tegas Simon, tanpa merinci apa yang dimaksud dengan dana titipan tersebut.†

JK Siap Adukan Pelanggaran ke MK Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Setelah melaporkan sejumlah pelanggaran pemilukada yang merugikan pasangan JK, kini tim advokat dari koalisi Pelangi telah mempersiapkan materi untuk menuntut keadilan di Mahkamah Konstitusi (MK). Saat jumpa pers, Jumat (28/5) di markas JK Jalan Cadika Baning, sekitar 8 bukti pelanggaran siap dikirimkan tim advokat JK ke MK. Sejumlah pelanggaran tersebut antara lain money politik yang terjadi di Kayan Hilir. Di kecamatan tersebut diduga 73 TPS mendapat serangan fajar dengan total nilai dana sebesar Rp 500 juta. Selain itu masih ada 7 pelanggaran lain yang akan diajukan pula ke MK. Di antaranya, perihal pencoblosan surat suara yang diperkirakan dilakukan pada malam hari, khususnya TPS 746 Desa Nanga Abai, Dusun Riam Poring Kecamatan Kayan Hulu. Di desa tersebut

saksi dari tim JK dan saksi calon lain datang sekitar pukul 05.30 pagi. Saat itu masyarakat yang datang hanya diminta mencelupkan jari ke tinta tanpa melakukan pencoblosan. Martin Sunarya Putra dari tim JK menambahkan bahwa kondisi sejumlah kotak suara yang rusak berat dan tidak bergembok serta jebol di bagian bawahnya menguatkan kecurigaan terjadinya pelanggaran dan kecurangan di daerah tersebut. “Kami pertanyakan keamanan surat suara di dalamnya, apalagi ada beberapa kotak yang hanya diikat dengan bekas pipa minuman (pipet),” terangnya. Pelanggaran lain menurutnya terjadi saat pleno PPK, dimana saksi tim JK dan beberapa saksi pasangan lain tak diberikan formulir keberatan. Padahal hal itu telah diatur dan diwajibkan dalam UU pemilu bila ada keberatan saksi pasangan tertentu. “Saksi kami tidak diakomodir haknya yang padahal dijamin oleh Undang-Undang,” imbuhnya. Selain itu

itu menurutnya tim JK juga mempertanyakan pernyataan Elviyanti salah seorang anggota KPU yang membuat statement pada rapat pleno KPU bahwa tim JK tidak pernah menyampaikan keberatan di sejumlah pleno PPK. Ia pun menduga ada hal lain yang terjadi dibalik itu pertanyaan salah satu anggota KPU tersebut. “Padahal pada kenyataannya kami memiliki bukti kuat bahwa ada tanda terima formulir keberatan, sebenarnya ada apa dibalik statement itu,” tuturnya. Martin juga mengatakan masalah intimidasi yang hingga berita ini diturunkan, masih kerap dilakukan sejumlah massa pendukung kandidat tertentu di Kecamatan Binjai dan Tempunak juga tak pernah ditindaklanjuti. Bahkan intimidasi itu sudah masuk kasus pidana umum karena sampai pada pencaplokan dan pengrusakan lahan milik masyarakat. Martin juga mengatakan perihal selisih angka perolehan suara yang didapat tim-

nya berbeda jauh dengan apa yang dilansir oleh PPK dan sampai ke KPU. Menurutnya tidak menutup kemungkinan terjadi penggelembungan suara di sejumlah TPS dan PPK. “Itu nanti akan kita buktikan di mata hukum,” tegasnya. Senjata terakhir yang menjadi senjata ampuh koalisi Pelangi adalah kesalahan tehnis yang fatal dimana rekap penghitungan suara milik panwaslu di Kayan Hulu ber Tipe-X. Celakanya lagi berdasarkan sumber dari tim JK di PPK Kayan Hulu mengungkapkan kalau masalah perubahan jumlah suara sudah diatur,” beber Martin. Di kesempatan yang sama, Martinus Yestri Pobas, salah seorang kuasa hukum Tim JK menyatakan pihaknya dengan sejumlah ‘senjata’ tersebut yakin akan memenangkan gugatan di MK. “Apalagi setiap item pengaduan kami lengkapi dengan bukti otentik, berupa audio visual dan fisik saksi serta barang bukti yang cukup kuat,” ujarnya. Namun Pobas menyatakan

kekecewaannya terhadap lemahnya aksi Panwaslukada. Ia menilai berbagai pengaduan tim JK tak ditanggapi secara proaktif dan terkesan tidak serius. “Namun hari ini setelah kami kembali melapor ke Panwaslukada setelah sebelumnya ada pelaporan di sejumlah Panwascam, kami berharap Panwaslu bias lebih optimal lagi,” jelasnya. Sementara khusus kasus money politik yang terjadi di Kayan Hilir, menurutnya memang melibatkan terlapor CDG alias LKS, seorang pengusaha asal Nanga Mau yang juga memiliki berbagai usaha terutama bengkel dan kendaraan umum. Bahkan pihaknya juga memiliki bukti berupa uang pecahan Rp 50.000 dengan nomor seri HJD903348 yang merupakan dana money politik yang diberikan kepada salah seorang warga/pemilih. “Uang itu akan kami jadikan sebagai salah satu barang bukti untuk sidang di Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.†

Pemkab Melawi Siap Sediakan Lahan untuk TNI Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Kunjungan kerja Komandan Korem 121 ABW Kolonel Inf. Toto Rinanto S kali ini dipusatkan di Kabupaten Melawi. Danrem 121/ ABW datang untuk beramah tamah dengan masyarakat Melawi serta memantau Koramil yang ada di Melawi. Acara ramah tamah ini sendiri digelar di Pendopo Bupati, Kamis Malam (27/5) serta dihadiri Muspida serta Kepala Dinas di jajaran Pemkab Melawi. Selain itu ratusan masyarakat Melawi dari berbagai etnis juga datang untuk beramah tamah dengan Danrem yang baru beberapa bulan bertugas di Kalbar ini. “Kedatangan saya ke Melawi adalah melakukan kunjungan kerja. Selain itu, saya mengharapkan dukungan masyarakat Melawi ketika saya bertugas di Kalbar,”

ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah. Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga sempat memberikan pujian terhadap bangunan Koramil di Kota Nanga Pinoh. Menurutnya, bangunan di Kota Juang tersebut merupakan bangunan koramil yang termegah di Kalbar, bahkan di Indonesia. “Koramil disini sangat bagus dan megah,” tuturnya. Dalam paparannya, Toto mengatakan beberapa waktu ke depan, Korem di Pontianak akan dipindahkan ke Sintang karena secara taktis akan mempermudah pengawasan serta komando antar daerah. “Kalbar memiliki wilayah yang sangat luas sehingga Sintang dianggap daerah strategis untuk dibangun Korem,” jelasnya. Sementara itu, kepastian akan adanya Kodam di Kalbar juga dijelaskan oleh orang nomor satu di Korem 121

RAMAH TAMAH Acara ramah tamah yang digelar Pemkab Melawi menyambut datangnya Danrem 121/ ABW ke Kabupaten Melawi. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune ABW ini. Menurutnya, pada minggu ketiga Juli tahun ini, Kodam XII/ Tanjungpura rencananya akan diresmikan. Kepindahan Korem 121/ABW dari Pontianak ke Sintang juga memungkinkan adanya penambahan Kodim, termasuk Melawi. “Untuk pembangunan Kodim di sini (Melawi), tentu nantinya akan ada survei dari Mabes TNI,” paparnya. Kendati demikian, Toto memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten

Melawi, yang akan menyediakan lahan untuk TNI. “Saya merespon positif niat pak bupati untuk menyediakan lahan bagi persiapan Kodim di sini,” tuturnya. Bupati Melawi Firman Muntaco dalam penyampaian sambutannya memang akan siap mendukung pembentukan unit-unit baru TNI di Melawi, baik itu dalam bentuk Kodim, maupun unit lain seperti Batalyon Kostrad. “Kita punya 100.000 hektar lahan, jadi bisa kita sisihkan

Panwas Diminta Tegas Tangani Pelanggaran Pemilukada Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Ketegasan Pengawas Pemilukada (Panwaslu) Sintang dalam menangani sejumlah kasus pelanggaran yang telah masuk sangat diharapkan masyarakat. Karena ketegasan Panwaslu merupakan salah satu bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat. Terlebih pe-

milukada Sintang menyisakan keprihatinan lantaran banyaknya intimidasi yang terjadi di lapangan. Demikian ditegaskan Faisal Sekretaris Koalisi Pelangi saat dihubungi Borneo Tribune via ponselnya kemarin. Ungkapan Faisal ini dilatarbelakangi oleh belum disampaikannya laporan dari koalisi Pelangi oleh panwas atas kasus money politik yang terjadi di Keca-

matan Kayan Hilir. Sebagaimana dibuat dalam berita sebelumnya, koalisi Pelangi melaporkan salah satu pelanggaran berupa money politik yang diduga melibatkan oknum masyarakat bernama CDG dengan dana sejumlah Rp 500 juta. “Kita dapat informasi bahwa sampai hari ini yang bersangkutan belum juga ditindak oleh aparat kepolisian. Dan yang bersangkutan ma-

sih bebas berkeliaran di masyarakat,” katanya. Oleh karena itu ia meminta kepada panwas untuk segera memproses laporan yang sudah disampaikan oleh tim advokat koalisi Pelangi dan meneruskannya ke Gakumdu di Mapolres Sintang. Ia juga meminta agar panwas tidak memperlambat proses penanganan laporan dari tim advokat JK sebab waktu yang ditentukan oleh

sedikit untuk pembentukan unit TNI ini. Lahan ini akan kita pinjam pakaikan kepada TNI bila memang dibutuhkan,” ujarnya. Menurut Firman, hal ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Melawi terhadap kebijakan dari pusat, yang pasti untuk penggunaan lahan di Melawi, tinggal melalui proses alih fungsi lahan dengan izin Menteri Kehutanan. “Kita tunjukkan, Melawi bukan hanya daerah figuran di Kalbar,” ujar Firman bersemangat.† KPU juga terbatas, yaitu hanya 3x24 jam. Kapolres Sintang melalui Wakapolres Kompol Anggie Y.P dan Kasat Reskrim AKP Gani F Siahaan yang dihubungi via ponselnya mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan surat dari Panwaslu terkait laporan pelanggaran yang diajukan oleh tim JK. Padahal surat dari Panwaslu tersebut merupakan dasar bagi pihaknya untuk mengambil tindakan. “Kami belum mendapatkan tembusan surat dari Panwaslu sehingga kami belum bisa mengambil tindakan di lapangan,” tegasnya.†


SELATAN BORNEO Borneo T Tribune

Sab abttu, 29 M Meei 2010

16

Kayong Utara PAD Kayong Rendah Sugeng Mulyono Borneo Tribune, Kayong Utara Ditinjau dari segi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kayong Utara masih tergolong rendah. Oleh karenanya Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengharapkan masyarakat jangan lalai dan terlalu bangga melihat bertambahnya jumlah penduduk di Sukadana, tetapi perlu diperhatikan target proyek-proyek pembangunan yang strategis sehingga mampu menyentuh lapisan kehidupan sosial masyarakat. “Mulai sekarang kita berbenah diri, mempersiapkan segala kekurangan yang belum disiapkan dan juga memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa,” terangnya mengharapkan beberapa waktu lalu. Apalagi hingga sekarang Kayong Utara baru melahirkan tujuh Perda baru, terkait penerimaan retribusi. Dengan sendirinya kata Hildi, jangan lagi tergantung dengan kabupaten induk dalam pembangunan Kayong Utara seterusnya.†

PERMANDIAN BUDHA Salah satu dari rangkaian upacara hari raya Waisak adalah Permandian Budha Sakamuni. Permandian ini dilakukan agar orang yang menyiram Budha selalu diberi kelimpahan rezeki dan terhindar dari malapetaka, Jumat (28/05). Foto Ulla Asri / Borneo Tribune

Jalan Dusun Mekar Tak Kunjung Selesai Sugeng Mulyono Borneo Tribune, Kayong Utara Setahun sudah renovasi Jalan Dusun Mekar wilayah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir pengerjaannya tidak kunjung selesai dan terbengkalai. Padahal jalan tersebut merupakan jalan poros yang

menghubungkan beberapa dusun di sekitarnya. Jalan itu sendiri menghubungkan Dusun Mekar ke wilayah transmigrasi di Desa Rantau Panjang. Ruas jalan ini dinilai penting sebagai penunjang aktivitas perekonomian masyarakat. Warga setempat, Ishak mengingatkan bahwa masyarakat sangat berharap pe-

ngerjaan ruas jalan tersebut segera terselesaikan supaya masyarakat lebih mudah melaluinya. “Sampai kini, jalan masih berupa hamparan batu kasar,” terang Ishak, yang juga Anggota DPRD Kayong Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN). Diakuinya jalan tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 2008 silam. Me-

lihat kontrak kerja yang ada, dia mengingatkan semestinya pembangunan jalan selebar empat meter tersebut telah selesai dikerjakan. Pengerjaan jalan itu sendiri menghabiskan anggaran sebesar Rp 429 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Kayong Utara dengan masa kerja 120 hari kalender. Na-

mun pengerjaannya tak kunjung selesai dan masyarakat bisa mengajukan keberatan terhadap permasalahan ini. “Dan sekarang bukannya mendapatkan manfaatnya melainkan mendapatkan kesusahan akibat kondisi jalan yang menjadi parah akibat batu-batu kasar yang berserakan di jalan dan sangat memngganggu,” pungkasnya.†

Konida Ketapang Siap Berangkatkan 300 Kontingen Jaidi Chandra Borneo Tribune, Ketapang Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah (KONIDA) Ketapang H.Abdulbad H A Rani mengatakan, siap memberangkatkan 300 kontingen Ketapang yang terdiri dari atlet dan official dalam ajang kejuaraan pertandingan olahraga setingkat provinsi mulai 23 Juli mendatang. “Sekitar 300 orang kontingen akan kita berangkatkan ke provinsi. Kami berharap dapat meraih hasil

maksimal,” kata Abdulbad. Dikatakannya ada beberapa cabang yang akan diikuti Konida Ketapang. Diantaranya adalah sepuluh cabang olahraga andalan seperti atletik, panahan, tinju, panjat tebing, renang, sepeda, anggar, karate, silat, dan sampan. Seluruh cabang tersebut, menurutnya, merupakan cabor andalan. Sehingga Ketapang berharap kesepuluh cabor tersebut dapat memberikan poin penting bagi kontingen Ketapang. “Saat ini seluruh atlet cabang sedang melakukan latihan intensif. Meskipun,

lanjut dia, dua bulan lagi baru digelar pertandingan olahraga setingkat provinsi.Pihak Konida Ketapang menyerahkan latihan kepada masing-masing pengurus cabang olahraga,” katanya. Namun Konida tetap memantau keseluruhan kesiapan cabang-cabang olahraga Ketapang. Bahkan Konida akan melakukan koordinasi intensif kepada seluruh pengurus dan atlet cabor yang akan diberangkatkan ke Pontianak setelah pelaksanaan pilkada. Bahkan Ia menegaskan pilkada tidak akan mengganggu latihan para atlet. Meskipun tak memasang

target. Ketua Konida akan berupaya keras tim Kabupaten Ketapang akan pulang dengan gelar yang membanggakan. “Kita belum tentukan target, yang jelas kita akan berupaya semaksimal mungkin meraih hasil terbaik,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Persatuan Catur Indonesia Ketapang, Alamuddin, mengatakan siap berkonstribusi nyata bagi prestasi olahraga Ketapang di tingkat provinsi. Namun ia tak ingin berjanji muluk-muluk. Percasi sendiri siap mengirimkan atlet terbaiknya

apabila diperlukan. “Semua persiapan atlet tergantung dana yang disiapkan Pemkab Ketapang, kami akan mengirim atlet sesuai kemampuan Pemkab menyediakan dana demi para atlet catur yang akan diberangkatkan ke Pontianak,” jelasnya. Ia berharap semua latihan yang telah dilakukan caborcabor dapat dibayar prestasi yang membanggakan apabila pulang Ketapang. “Saya berharap kontingen Ketapang mendapatkan prestasi sesuai harapan masyarakat dan pecinta olahraga Ketapang,” ujarnya.†

Danrem 121 ABW Kunjungi Sintang

Toto: Ingin Maju, Harus Berani Memekarkan Daerah Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Perpindahan Korem 121/ ABW dari Pontianak ke Kabupaten Sintang terus dipersiapkan seiring pembentukan Kodam XII/Tanjungpura, setelah dikunjungi oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjend TNI Yohanes Suryo Prabowo, pada tanggal 15 April 2010 lalu. Persiapan kembali dilakukan oleh Korem 121/ABW yang dipimpin langsung Komandan Korem 121/ABW Kolonel (Inf) Toto Rinanto Soedjiman, yang didampingi istri tercintanya mengunjungi kawasan timur Kalbar seperti Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi, Rabu (26/5). Danrem mengunjungi Kabupaten Sintang dan bertatap muka dengan bupati Sintang, dinas/ instansi, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang dilak-

sanakan di pendopo rumah jabatan bupati Sintang. Ramah tamah diisi dengan tarian Dayak dan Melayu. Dalam sambutannya Bupati Sintang Milton Crosby menjelaskan luas Kabupaten Sintang yang mencapai kurang lebih 21.000 KM persegi dengan jumlah penduduk 329.691 jiwa sehingga tingkat sebaran penduduk di Kabupaten Sintang hanya 17 jiwa/KM persegi. “Dengan luasan seperti itu, Kabupaten Sintang memang sangat luas sehingga menurut saya layak dimekarkan menjadi tiga kabupaten untuk bisa mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan pemerintahan. Kabupaten Sintang juga merupakan kawasan perbatasan sehingga keberadaan Korem 121/ABW di kota Sintang tentu akan mempermudah pengawasan perbatasan nantinya. Mengenai rencana pembangunan pe-

rumahan bagi anggota TNI karena lahan sudah disiapkan oleh TNI sendiri, maka Pemkab akan bantu dalam hal administrasi, perijinan, listrik dan air bersih,” jelas bupati. “Saat ini juga kami sedang mengupayakan pembentukan Provinsi Kapuas Raya yang ibukota propinsinya sudah disepakati di Kota Sintang sehingga kepindahan Korem 121/ABW dari Pontianak ke Sintang tentu akan sangat membantu terbentuknya provinsi baru itu. Dan Kecamatan Sintang juga sudah kami persiapkan untuk menjadi Kota Administratif untuk kemudian menjadi kotamadya dengan akan memekarkan Kecamatan Sintang menjadi tiga kecamatan dan 3 kelurahan baru. Kami juga baru saja menyelenggarakan Pilkada, dan berdasarkan pleno KPUD hari ini, saya kembali dipercayakan oleh rakyat Kabupaten Sintang untuk kembali

memimpin lima tahun ke depan,” tambahnya. Sementara Danrem 121/ ABW Kolonel (Inf) Toto Rinanto Soedjiman dalam perkenalannya menjelaskan, bahwa dirinya sudah dilantik oleh Pangdam V/Tanjungpura, Brigjen Tan Aspan, Sabtu, 17 April lalu, menggantikan Kolonel (Inf) Nukman Kosadi, di Makorem Pontianak Kalbar. Selanjutnya Kolonel (Inf) Nukman Kosadi akan menjalani pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional. “Saya sebelumnya menjabat sebagai Komandan Resimen Induk Militer Kodam Jaya Jakarta. Saya merupakan anak mantan Gubernur Kalimantan Barat periode 1977-1987, H Soedjiman. Saya tamatan Akmil tahun 1984. Saat mengikuti tes Akmil saya ikut tes di Pontianak karena saat itu saya sekolah di SMAN 1 Pontianak. Saya memiliki 3 orang anak,”

jelas Kolonel (Inf) Toto Rinanto Soedjiman memperkenalkan diri. Menurutnya pada tanggal 23 Juni 2010 nanti, akan ada peresmian Kodam di Pontianak. Lantaran di tahun 1984 di Banjarmasin namanya Kodam XII Tanjungpura, kemudian berubah menjadi Kodam VI Tanjungpura sampai sekarang, dan nanti akan dikembalikan menjadi Kodam VII Tanjungpura di Pontianak. Kodam ini akan membawahi 2 Korem yakni Korem di Kalbar dan Kalteng. Sehubungan dengan rencana pemekaran provinsi, kalau terwujud tentu akan kembali seperti tahun 1970 dulu yang mana Kalbar memiliki 2 Korem yaitu di Sintang dan Singkawang. “Kalau mau cepat tumbuh dan maju kita harus berani memekarkan daerah. Dan kami tentu akan segera bergabung dengan masyarakat Sintang, secepatnya” tambahnya.†

Pembangunan Kantor Dinas Pendidikan Asal-asalan Sugeng Mulyono Borneo Tribune, Kayong Utara Beberapa pengerjaan proyek di Kayong Utara terbilang asal-asalan. Salah satunya kantor dinas pendidikan. Bangunan belum digunakan kondisinya sudah mengalami kerusakan, seperti langit-langit koyak, dinding mengalami kerusakan padahal bangunan itu sendiri hingga sekarang belum difungsikan penggunaannya. Rudi Handoko dari Lembaga Studi Sosial dan Demokrasi melihat kontruksi yang dikerjakan terkesan asal-asalan. “Yang penting target pengerjaan selesai, sementara keselamatan tidak diindahkan dalam pembangunannya,” terangnya. Pada dasarnya pembangunan baik fisik maupun non fisik adalah untuk membuka akses dan menunjang kegiatan pembangunan lainnya. Namun, kenyataan di lapangan, pelaksanaan proyek pembangunan tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan. “Bagaimana tidak kecewa, kantor yang baru dibangun, belum lama berselang sudah ada yang pecah konstruksinya,” lanjutnya. Ia mengaku khawatir, jika mayoritas pengerjaan proyek pembangunan seperti ini, maka kualitas pembangunan sarana-prasarana yang ada menjadi pemborosan kedepannya. Rudy juga khawatir, bahwa proyek-proyek yang ada cenderung terselubung proses pelaksanaannya dan tidak transparan, hingga membuka peluang terjadinya penyimpangan termasuk korupsi karena akses publik terhadap kegiatan proyek itu lemah, serta peran publik pun relatif rendah. Sederhananya, terkadang masyarakat di sekitar lokasi tidak dapat berpartisipasi dalam pengawasan proyek itu. Ia juga melihat kecenderungan ketidak-profesionalan menangani proyek. Misalkan apakah kontraktor yang mendapat proyek itu adalah kontraktor yang mampu dan punya kompetensi untuk itu atau tidak. Belum lagi sering terjadinya dugaan “jatah menjatah” meminta bagian alias minta jatah proyek dan sebagainya. “Pengawasan dari masyarakat menjadi sangaat penting, untuk mengawasi proyek yang berjalan sekarang,” jelasnya mengharapkan.†

Ciwanadri Harus Tetap Eksis Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Organisasi Pecinta Alam Ciwanadri, merupakan salah satu organisasi pecinta alam yang ada di Negeri Juang yang masih eksis hingga saat ini. Organisasi yang sudah ada sejak 10 November 1986 ini, merupakan organisasi yang cukup konsen peduli terhadap lingkungan dan juga alam. Peduli akan masalah sosial juga tak luput dari organisasi ini. “Dimata masyarakat, Ciwanadri kiprahnya bagus dan cukup eksis. Baik dalam hal lingkungan maupun masalah sosial. Untuk itu, harus tetap dipertahankan keberadaanya,” ucap Buji, salah seorang warga Nanga Pinoh, saat ditemui belum lama ini. Ia menceritakan, pada saat bencana banjir besar melanda Kabupaten Melawi di tahun 2008 lalu, peran dari organisasi ini sangat berarti sekali dalam membantu Pemkab Melawi. Tanpa pamrih, pria ramah ini melihat para anggota Ciwanadri membantu masyarakat yang terkena musibah banjir tersebut. “Kita salut dengan para anggota Ciwanadri, yang sangat kompak dan berbuat tanpa mengharapkan imbalan. Semoga tetap eksis di daerah ini,” ucapnya. Saat dihubungi, Sekjen Ciwanadri Indra Nova Jarthakusuma mengatakan, para anggota Ciwanadri didik dengan mental tinggi. Memiliki rasa sosial yang tinggi tanpa mengharapkan balasan menjadi ciri anak-anak Ciwanadri. Tidak hanya itu saja, lanjutnya seorang anggota Ciwanadri juga dididik untuk mandiri, jujur dan bertanggung jawab. “Jika sudah menjadi anggota, banyak beban di pundak yang harus tetap dijaga. Salah satunya yaitu menjaga nama baik organisasi. Karena di dalam organisasi ini juga memiliki ikrar yang harus tetap dipegang seluruh anggota,” ucap pria angkatan 23 ini, saat dihubungi melalui via seluler, Kamis (27/8). Ova panggilan akrabnya mengungkapkan, tidak mudah untuk masuk menjadi anggota Ciwanadri, karena harus mengikuti beberapa seleksi, baik kesehatan maupun tes lainnya yang sudah diatur di dalam organisasi. “Saat ini anggota Ciwanadri sudah ada 26 angkatan. Dan setiap tahun organisasi ini akan merekrut anggota baru,” katanya. Untuk itu, ia mengimbau kepada para anggota Ciwanadri dimanapun berada untuk tetap menjaga nama baik organisasi dan bersama-sama dalam membesarkan organisasi ini. “Eksis tidaknya Ciwanadri kedepan, ada ditangan kita sebagai para anggotanya. Dan itu semua kembali kepada diri masing-masing anggota,” tutup Ova. †

29-05-2010  

halaman, koran, harian,

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you