Issuu on Google+

Edisi 07 / Nopember 2012 Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program

ITS GELONTORKAN LAGI BEASISWA BIDIK MISI 2012 Tahun 2012 ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali melanjutkan program dari Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) berupa program beasiswa Bidik Misi. Program ini untuk memberikan beasiswa dan biaya pendidikan kepada mahasiswa baru dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi tinggi. Program ini diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Rektor ITS Nomor: 09464/IT2/KM.02.00/2012 tentang pemberian beasiswa program Bidik Misi mahasiswa baru ITS tahun 2012/2013. Untuk tahun 2012 ini, ITS memberikan beasiswa Bidik Misi kepada 800 mahasiswa ITS tahun anggaran 2012/2013. Ke-800 mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi tersebut terbagi atas 228 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), 247 mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI), 140 mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), 116 mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), dan 69 mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTIf). Untuk beasiswa ini, masing-masing mahasiswa menerima dana sebesar Rp 6 juta per semester. Dengan rincian untuk biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp 1,8 juta, Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) sebesar Rp 600 ribu untuk cicilan pertama, dan biaya hidup sebesar Rp 3,6 juta per enam bulan (Rp 600 ribu per bulan). Semua biaya yang digunakan untuk program beasiswa Bidik Misi ini dibebankan pada dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ITS tahun 2012. (*)


DUKUNG ECO CAMPUS, EFISIENSI SUMBERDAYA LISTRIK DAN AIR Tingginya biaya pemakaian listrik yang disebabkan karena kurang terkontrolnya pemakaian air conditioner (AC) dan lampu penerangan dalam maupun luar ruang kerja, menyebabkan sangat tidak efisiensinya pemakaian sumber daya listrik di lingkungan kampus ITS. Selain itu, pemakaian air PDAM yang selama ini kurang efisien juga perlu segera mendapatkan perhatian. Tingginya pemakaian air ini disebabkan karena pengguna fasilitas air kurang perhatian terhadap efisiensi. Bahkan sering ada pengguna yang meninggalkan kran air dalam keadaan mengalir, yang akhirnya air sampai terbuang percuma. Dimungkinkan juga adanya kebocoran pada jaringan pipa yang umurnya sudah cukup lama. Efisiensi sumber daya listrik dan air yang merupakan program kerja Rektor ITS tahun 2011-2015 sejalan dengan program hemat energi yang dicanangkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Target efisiensi yang ditetapkan disesuaikan dengan target hemat energi dan air yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM sebesar 20 persen. Sesuai dengan program Eco Campus ITS, maka isu penghematan energi menjadi penting. Untuk mendukung hal tersebut, beberapa peralatan yang semula dikategorikan boros energi secara bertahap dilakukan perubahan. Penerangan jalan umum semula menggunakan lampu mercury putih, di mana untuk memenuhi tingkat penerangan yang memadai diperlukan daya 250 watt per lampu. Untuk penghematan, sekarang diganti dengan menggunakan lampu jenis High Pressure Sodium (HPS/SON) daya 150 watt per lampu dengan kuat penerangan setara mercury putih 250 watt. Beberapa lampu TL trafo ballast diupayakan bertahap diubah menjadi jenis TL ballast elektronik dengan daya yang dibutuhkan lebih kurang 44 persen dari TL trafo ballast. Saat ini, semua jalan utama di dalam kampus sudah menggunakan lampu jenis HPS/SON. Sistem penerangan di jalan umum di lingkungan ITS pun dilakukan dengan timerisasi yang dilakukan pada pukul 18.00 sampai dengan jam 05.00. Rencananya, timerisasi ini akan disesuaikan dengan ketetapan Kementerian ESDM, yakni dengan efisiensi sumber daya listrik di ruang kelas yang dilakukan dengan mengganti trafo pada lampu TL dengan trafo elektrik ballast yang dapat menghemat energi sebesar 20-40 persen. Sementara kebutuhan air bersih untuk menunjang kegiatan akademik maupun non-akademik di dalam kampus ITS, semuanya dipasok dari PDAM. Air bersih tersebut disebar melalui jaringan pipa air bersih, selanjutnya ditampung dalam tandon bawah tanah sejumlah 55 tandon dengan kapasitas bervariasi mulai 10-110 meter kubik yang tersebar di wilayah kampus. Selanjutnya dari masing-masing tandon bawah tersebut dipompa menuju tandon atas untuk didistribusikan secara gravitasi ke masing masing gedung atau tempat kegiatan. Revitalisasi jaringan air ini dilakukan dengan perbaikan jaringan supply tandon hydrant di area FMIPA, jurusan statistika, jurusan PWK dan rumah kompos. (*)


TIM ITS JUARAI KAPAL CEPAT DAN BEST DESIGN Mahasiswa ITS kembali berjaya mengukir prestasi membanggakan tingkat nasional. Kali ini melalui Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional di Pantai Kartini, Jepara, 30-31 Oktober 2012. ITS berhasil menyabet juara pertama dalam kategori II atau Radio Control dalam pertandingan yang diikuti 30 tim dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Tim ITS yang berjaya ini diwakili dari mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan FTK yang terdiri dari Arya Javendra, Satriananda, Bagus Gelis Pratama Putra, dan Ali Hidayat. Dalam lomba ini, ITS diwakili oleh dua tim yang semuanya dari jurusan Teknik Perkapalan dan mengikuti dua kategori, yakni kategori Autonomous dan Radio Control. Sebenarnya ada tiga kategori yang dilombakan, kategori III adalah Fuel Engine. Di kategori Radio Control ini, tim ITS yang bernama Barunastra ini berhasil mengungguli tim dari ITB dan IPB yang puas di posisi kedua dan ketiga. Selain menyabet juara pertama, di kategori ini tim Barunastra juga berhasil meraih predikat Best Design. Rival paling kuat dalam perlombaan ini adalah tim dari ITB. Namun dengan kerja keras dan kecermatan, akhirnya tim Barunastra ITS berhasil mengumpulkan poin demi poin hingga mencapai peringkat tertinggi. Selain mendapat poin tertinggi, pada saat speed test juga menjadi yang tercepat, yakni 14 menit 29 detik. Untuk kategori Autonomous, yang berjaya meraih posisi I adalah tim dari PENS, juara II tim UGM, dan juara III tim ITB, dengan Best Design dari tim UI. Sedang kategori Fuel Engine dijuarai tim dari STIMIK Teknokrat, posisi II tim PPNS, dan posisi III tim Unhas, dengan predikat Best Design dari tim UI. (*)

Kapal Barunastra yang menjadi jawara


ITS DUKUNG LAB BASED EDUCATION (LBE) Untuk mewujudkan visi ITS sebagai Perguruan Tinggi Riset dengan reputasi internasional, diperlukan upaya strategis yang mampu meningkatkan kualitas atmosfer untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif dan efisien. Untuk itu, KBM yang hanya berbasis kelas perlu disempurnakan menjadi KBM yang berbasis laboratorium atau Laboratory Based Education (LBE). Kepentingan LBE bukan hanya tampak karena terjaminnya pelaksanaan praktikum dalam Rencana Pembelajaran (RP). Melainkan juga karena hasil-hasil penelitian laboratorium yang berorientasi pada permasalahan riil di industri dan masyarakat dapat diakomodasikan sebagai aspek utama pembentukan kompetensi dan karakter positif mahasiswa. Keragaman sumber dan media pembelajaran akan dapat memacu kegiatan belajar mandiri atau Student Centered Learning (SCL) dan kreativitas mahasiswa. Untuk suatu sistem pendidikan dengan kurikulum yang berorientasi pada learning outcome, LBE mutlak harus diwujudkan. Untuk itu, program pemberdayaan laboratorium harus dilaksanakan. Program ini akan dilaksanakan dengan berbagai strategi antara lain restrukturisasi laboratorium, restrukturisasi untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas, penguatan sinergi program lintas laboratorium dan lintas departemen untuk mendukung program unggulan ITS, penyusunan program kerja laboratorium berbasis roadmap Tridharma Perguruan Tinggi, penyusunan pedoman operasional implementasi LBE, monitoring implementasi sistem pembelajaran berbasis laboratorium, evaluasi berkelanjutan akses jurnal internasional untuk menunjang program unggulan ITS, mendorong peningkatan profesionalisme laboran dan teknisi laboratorium melalui pelatihan, memfasilitasi penyusunan SOP pada setiap lab, serta mendorong departemen untuk menyertifikasi laboratorium dengan fungsi pelayanan tertentu. Tahun 2012, program restrukturisasi laboratorium sudah berjalan di beberapa sub aktivitas, namun belum dapat terlaksana sampai dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Program ini dapat dilaksanakan dengan baik, bila seluruh sub aktivitas pendukungnya sudah bisa tuntas dilaksanakan. Namun sejumlah laboratorium masih belum mempunyai program yang jelas, masih sulit mendeskripsikan kebutuhan peralatan laboratorium serta minimnya pendanaan untuk peralatan lab. Dalam hal pendanaan, usulan melalui APBN-P sampai saat ini masih dalam pembahasan. Keberhasilan program restrukturisasi laboratorium dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja, yaitu jumlah penelitian, persentase laboratorium yang telah dilengkapi SOP, persentase mata kuliah yang dikelola oleh lab, nilai kontrak jasa dan jumlah penelitian unggulan lintas laboratorium. Dari target yang dicanangkan pada tahun ini sebesar 12 judul, ternyata mencapai angka 41 judul. Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan LBE adalah ketersediaan roadmap penelitian dan SOP pada laboratorium di masing-masing departemen. Target tahun 2012 ini, persentase laboratorium yang dilengkapi SOP adalah sebesar 50 persen. Tahun ini masih sebesar 27,60 persen. Setiap laboratorium perlu didorong untuk meningkatkan profesionalisme laboran dan teknisi melalui berbagai pelatihan. Selanjutnya, setiap laboratorium perlu dukungan baik motivasi maupun dana untuk menyertifikasi laboratorium dengan fungsi pelayanan tertentu. (*)


Frame spanduk yang disediakan guna menertibkan pemasangan spanduk di lingkungan ITS

Menyiapkan kaus untuk persiapan Gugur Gunung 4.0

Salah satu Birdfeeder yang disediakan untuk pelestarian burung di ITS

Puskominfo BKPKP ITS HUMAS Indah Tri Sukmawati Hp : 081231157772 PIN : 2A3E4F2C Telp : (031) 5927012 e-mail : humas@its.ac.id itshumas@gmail.com


Beranda ITS Edisi 7