Issuu on Google+

Edisi 03 / Oktober 2012 Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program

UU PT 2012 Jamin Biaya Pendidikan Terjangkau Didasari oleh semangat menciptakan pendidikan tinggi yang bebas dari komersialisasi dan liberalisasi, maka dirancanglah Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang selanjutnya disahkan oleh DPR RI. Agar UU ini dipahami oleh semua perguruan tinggi dan masyarakat, maka sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pun mulai gencar dilakukan. Komisi X DPR RI mengatakan bahwa UU PT menjamin keterjangkauan biaya pendidikan dengan mencanangkan Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi (BOPT). BOPT ini membantu seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk membiayai segala kegiatan operasional. Konsekuensinya, PTN tidak lagi diperkenankan untuk menarik biaya operasional berlebih dari mahasiswa. Biaya SPP dan SPI harus segera dibatasi. BOPT saat ini tidak diperuntukan bagi Pendidikan Tinggi Swasta (PTS). Namun, setiap PTS tetap mendapatkan bantuan berupa dana penelitian yang diperuntukkan bagi dosen. Dana ini secara tidak langsung akan memotivasi setiap pengajar untuk melakukan penelitian sesuai bidangnya. Sehingga, mutu pendidikan tinggi Indonesia akan bisa bersaing dengan pendidikan tinggi luar negri. Untuk PTN, pemerintah akan mengalokasikan dana sekitar 30 persen dari total BOPT yang diterima, sedangkan untuk PTS akan disesuaikan. Selain BOPT, UU PT juga menegaskan bantuan berupa pinjaman dan beasiswa kepada mahasiswa. Konsep pinjaman biaya pendidikan ini, mencontoh beberapa negara maju. Di beberapa negara di benua Amerika, pemetaan potensi manusia sudah dilakukan sejak masih di sekolah dasar. Sehingga, ketika mencapai usia pendidikan tinggi pihak industri berani meminjamkan modal untuk biaya kuliah mahasiswa. (*)


Siapkan Akreditasi Institusi untuk Pertahankan Peringkat A Setelah sebelumnya pernah menerima akreditasi Institusi dengan peringkat A, kini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mempersiapkan diri untuk akreditasi ulang ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebab akreditasi Institusi yang diperoleh ITS untuk kali pertama pada tahun 2007 akan berakhir pada Maret 2013 mendatang. Tahapan persiapan yang dilakukan didasarkan pada pedoman dari BAN-PT. Diawali dengan melakukan pembuatan portofolio atau dengan pengisian borang yang meliputi tujuh standarisasi. Pengisian borang ini pun melibatkan hampir semua bidang yang ada di ITS. Ketujuh data standarisasi yang harus diisi antara lain: 1. Visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian yang dikoordinasi oleh Kepala Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program (BKPKP) Dr Eng Ahmad Rusdiansyah CSCP. 2. Tata pamong (government) yang meliputi kepemimpinan, manajemen, sistem pengelolaan, dan sistem penjaminan mutu yang dikoordinasi oleh Pembantu Rektor III Prof Drs Nur Iriawan MIkom PhD. 3. Mahasiswa dan lulusan yang meliputi data-data mahasiswa mulai sistem rekrutmen, jumlah mahasiswa yang masuk ITS, jumlah kelulusan, jumlah mahasiswa drop out (DO), jumlah mahasiswa asing, pelayanan ke mahasiswa, dan lain-lain yang dikoordinasi oleh Kepala Badan Akademik Dr Dra Ismaini Zain MSi. 4. Sumber Daya Manusia (SDM) berupa sistem monitoring dan evaluasi (monev), pengelolaan SDM (dosen tetap, dosen tidak tetap, dosen tugas belajar), jumlah dosen mulai S2, S3, guru besar, serta jumlah tenaga kependidikan. Juga data tentang upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan termasuk pengelolaan dana dan jenjang karir, serta kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap pelayanan institusi dalam membina SDM. Standarisasi ini dikoordinasi oleh Kepala Biro SDM dan Organisasi Drs Mukayat. 5. Kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik yang meliputi kebijakan pengembangan kurikulum, monev, sistem pembelajaran, mutu pembelajaran, proses pembelajaran, pengendalian mutu proses pembelajaran, dan suasana akademik. Dikoordinasi oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kurikulum Nurul Widiastuti Ssi MSi PhD. 6. Pembiayaan, sarana prasarana dan sistem informasi yang meliputi pembiayaan dan pengelolaan dana institut, mekanisme penetapan biaya pendidikan, realisasi penerimaan dana(dari SPP, SPI, dan lain-lain), pengembangan sarana prasarana (sarpras), pengabdian masyarakat, audit eksternal keuangan, penggunaan lahan (ruang kuliah, laboratorium, fasilitas olahraga, perpustakaan), sistem informasi untuk pembelajaran (e-learning, SIM Akademik, SIM Keuangan), sistem administrasi, dan pengelolaan sarpras. Standarisasi ini dikoordinasi oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan ITS Dr Ir Sri Gunani Partiwi MT. 7. Penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama yang meliputi sumber dana penelitian (dalam negeri dan luar negeri), publikasi (jurnal, buku, karya seni, dan lain-lain), dan aplikasi penelitian atau karya di masyarakat. Sedang untuk bidang kerjasama meliputi kebijakan, visi misi, upaya kerjasama, realisasi kerjasama, monev, serta kepuasan mitra kerja. Pengisian standarisasi ini dikoordinasi oleh Sekretaris LPPM Prof Gamantyo Hendrantoro. Saat ini tahap pengisian borang ini telah mencapai 85 persen proses perampungan. Meski demikian, tim akreditasi juga telah mulai melakukan tahap berikutnya berupa evaluasi diri atau SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat). Tahap ini ditargetkan sudah bisa rampung minggu depan. Setelah itu akan dilakukan penilaian oleh asesor internal untuk mendapatkan umpan balik atau feed back, sebelum proposal keseluruhan dikirimkan ke BAN-PT. Setelah semuanya rampung dan dilakukan penyempurnaan, selanjutnya proposal akreditasi ulang institusi ini langsung dikirimkan BAN-PT yang ditargetkan bisa dilakukan minggu ke-3 bulan Oktober 2012. Diharapkan ITS bisa kembali mempertahankan akreditasinya dengan peringkat A seperti sebelumnya. (*)


Go International, ITS Masuk Anggota AUN/SEED-Net Demi memperkuat pengakuan internasional serta memperbanyak lintas mahasiswa asing yang menimba ilmu di institusinya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini telah diterima sebagai anggota AUN/SEED-Net (ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network). Dengan demikian, saat ini di Indonesia hanya ada empat perguruan tinggi yang telah diterima menjadi membership AUN/SEED-Net yaitu UI, ITB, UGM, dan ITS. Beberapa universitas negara lain yang juga menjadi anggota adalah Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Mindanao State University of Philippines, dan Thammasat University of Thailand, Nagoya University, Osaka University, dan Tohoku University. Proposal aplikasi keanggotaan ITS dalam AUN/SEED-Net telah disetujui pada tanggal 21 September 2012 lalu. Kemudian, pada tanggal 29 November 2012 mendatang, Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA diundang ke Bangkok guna penandatanganan keanggotaan ITS dalam AUN/SEED-Net. Sebenarnya, keanggotaan AUN dibagi menjadi dua yaitu, AUN membership dan AUN/SEED-Net membership. Sebagai anggota AUN/SEED-Net, anggota juga berhak untuk melamar sebagai Host Institution (HI). Sebagai informasi, AUN yang beralamatkan domain di www.aun-sec.org ini didirikan tahun 1995 sebagai jaringan antara negara-negara di wilayah ASEAN. Untuk mendaftar sebagai member tidak hanya sekedar membayar, persyaratan yang ditetapkan juga sangat ketat dan harus ada rekomendasi dari Menteri Pendidikan di negara yang bersangkutan. Saat ini hanya UI, UGM, ITB, dan Unair yang masuk dalam AUN membership dari Indonesia. Namun, di tahun 2001, dengan bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency), terbentuklah AUN/SEED-Net yang merupakan tematik network untuk institusi teknik di ASEAN. Sebelumnya hanya AUN membership yang dapat mendaftar sebagai anggota AUN/SEED-Net. Tetapi sejak bulan Juli 2012, sekretariat AUN mengeluarkan kebijakan percepatan yang memungkinkan institusi non-member AUN untuk bisa mendaftar menjadi member AUN/SEED-Net. Institusi yang ingin menjadi anggota harus memasukkan aplikasi yang akan diseleksi berdasarkan persyaratan yang sangat ketat, termasuk rekomendasi dari existing member AUN dan Menteri Pendidikan di negara tersebut. Awalnya, melihat banyak kemanfaatan masuk sebagai AUN membership, ITS pun berencana untuk mendaftar. Namun, saat proposal aplikasi sedang disiapkan, ITS menerima surat dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bahwa UI dan ITS diberikan kesempatan untuk melamar sebagai anggota AUN/SEED-Net langsung dengan rekomendasi . Merespon proposal yang telah dikirimkan, Mr Konishi dari AUN/SEED-Net Secretariat juga telah mengunjungi ITS untuk menjelaskan lebih detil kemanfaatan AUN/SEED-Net bagi member. Dalam kesempatan itu pula, beliau mengundang ITS untuk memasukkan aplikasi sebagai Host Institution (HI). Dari sembilan bidang yang ada dan dengan memperhatikan persyaratan yang ada (jumlah lulusan S3 yang telah dihasilkan, track record publikasi internasional, belum ada HI di bidang sejenis di Indonesia), ITS mengusulkan Teknik Elektro dan Teknik Kimia sebagai HI. Jurusan yang terpilih sebagai HI dapat menjadi jurusan tujuan dari student mobility program mulai tahun 2013. Sementara jurusan-jurusan yang lain dapat tetap memanfaatkan semua benefit sebagai anggota AUN/SEED-Net. Dari usulan tersebut, jurusan Teknik Elektro ITS yang berhasil menjadi HI AUN pada phase III. Phase ini merupakan project lima tahun dari bulan Maret 2013 hingga 2018. Sasaran project ini adalah kemajuan dan globalisasi di bidang industri, serta penanganan issue akademik yang strategis di area Asia Selatan. Hal ini merupakan prestasi sekaligus kesempatan emas untuk internasionalisasi ITS. (*) Kemanfaatan mengikuti AUN/SEED-Net antara lain adalah sebagai berikut: - Untuk dosen = doctoral degree program di Jepang (JICA adalah pendamping AUN/SEED-Net), doctoral degree di Singapura, doctoral sandwich program, master program, pengembangan kurikulum, academic exchange, research collaboration, Japanese professor dispatch program, short-term research program, conference, workshop, dan lain-lain. - Untuk mahasiswa = student mobility program, scholarship, internship, conference, summit - Untuk karyawan = exchange program


ITS Benahi Fasilitas Umum dan Bangun Gedung Baru Beberapa waktu terakhir ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terlihat sedang gencar melakukan pembangunan gedung-gadung baru di lingkungan kampus. Selain pembangunan gedung baru, juga ada beberapa kegiatan perbaikan terhadap gedung-gedung lama atau sarana prasarana (sarpras) yang sudah mengalami kerusakan atau butuh pembenahan lagi. Gedung-gedung atau sarpras yang dibangun atau diperbaiki tersebut ada yang menggunakan dana dari APBN, dan ada pula yang menggunakan dana dari PNBP dan BOPTNB 2012. Pembangunan gedunggedung baru yang menggunakan dana APBN antara lain adalah gedung Research Center (Pusat Riset), gedung baru Jurusan Teknik Industri, dan Menara Sains atau MIPA Tower. Untuk rehabilitasi gedung atau sarpras yang menggunakan dana APBN antara lain gedung Asrama Mahasiswa Blok G dan H, Gedung H, gedung UPM Soshum, gedung UPMB, gedung Laboratorium Kimia (Gedung K), area parkir jurusan Teknik Fisika dan Teknik Kimia, area parkir Kantin Pusat, dan area parkir Rektorat. Sedang pembangunan dan rehabilitasi sarpras yang menggunakan dana PNBP antara lain berada di jembatan Teknik Elektro, pembangunan jalur sepeda dan Eco Campus, pembangunan gerbang entrance Kampus ITS, perbaikan taman dan lingkungan sekitar saluran tengah, lintasan lari stadion, pemavingan area parkir dan halaman gedung Center of Excellence (CoE) dan LPPM baru, gedung bertingkat Prodi D3 FTI ITS, renovasi rumah negara golongan II, renovasi laboratotium percobaan jurusan Teknik Lingkungan, renovasi ruang Tata Usaha (TU) jurusan Statistika Gedung U, jaringan hidran di ITS (jurusan Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan), pemasangan penerangan jalan umum (PJU) sepanjang jalan lingkar Blok U. Sementara untuk rehabilitasi gedung atau sarpras yang menggunakan dana BOPTNB 2012 antara lain gedung Prodi D3 Teknik Sipil, gedung Laboratorium Hidro jurusan Teknik Sipil, Gedung F jurusan Arsitektur, gedung jurusan Teknik Lingkungan, gedung Asrama (Blok A, Blok E, Blok C, dan Blok D), gedung KPA ITS (Gedung Q dan R), gedung Perpustakaan ITS, dan gedung Teknik Elektro. Total dana yang digunakan untuk perawatan (rehabilitasi) gedung-gedung dan sarpras di ITS tahun anggaran 2012 tersebut mencapai Rp 15 miliar. Ada sebagian gedung atau sarpras yang perawatannya menelan dana besar karena kerusakannya terhitung cukup parah. Sebagai contoh, bangunan empat blok asrama baru. Lantai 4 pada semua blok itu tidak layak huni karena bocor, tempias dan penyelesaian WC yang bocor. Perbaikan empat blok itu menghabiskan dana hampir Rp 4 miliar. Contoh lain adalah gedung UPMB lantai 4 yang tidak bisa digunakan juga karena bocor air hujan dan bocor instalasi. Semua pekerjaan pembangunan atau perawatan tersebut tentunya punya potensi mengganggu aktivitas kampus, mulai dari sirkulasi, transportasi sampai dengan kegiatan akademik. Karena itu diharapkan agar warga kampus bisa memaklumi kondisi ini untuk sementara waktu, demi kebaikan bersama ke depannya. (*)


Peresmian Tiang Pancang Pertama Gedung Menara Sains

Selasar ITS, salah satu yang dijadikan area Roof Garden

MoU ITS dengan Women University, Zimbabwe

Puskominfo BKPKP ITS HUMAS Indah Tri Sukmawati Hp : 081231157772 PIN : 2A3E4F2C Telp : (031) 5927012 e-mail : humas@its.ac.id itshumas@gmail.com

Rancangan Taman Segitiga Eco Campus ITS


Beranda ITS Edisi 3