__MAIN_TEXT__

Page 1


SURAT UNTUK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Oleh: Forum Pelajar Indonesia


SURAT UNTUK PRESIDEN Oleh Forum Pelajar Indonesia Copyright @2012 _____________________________________________________________________________________________________________________+++++++++++++++++++++++++++++

Editor: A. Fajar K. Akhmad Hairul Umam Dinnur Garista Fikri Ibadurahman Desain Sampul: Erfanzain Layout: Erfanzain Studio Pemuda

_____________________________________________________

Diterbitkan oleh: ISYF: Griya Jakarta blok B9/18 Pamulang Barat, Tangerang Selatan 14517 e-mail : isyf.office@gmai.com FB : Indonesia Student Youth Forum Twiter : @isyf_supporter


PENGANTAR Direktur ISYF Indonesia adalah negara yang luas dihuni oleh berbagai macam suku, bahasa adat istiadat. Selain itu juga indonesia termasuk negara dengan populasi penduduk terbanyak, data kependudukan berdasarkan hasil SUSENAS bulan Agustus 2010 adalah bahwa jumlah penduduk Indonesia 237.556.363 jiwa. Usia penduduk 13-30 hampir mencapai 120 juta jiwa. Diantara usia tersebut terdapat kurang lebih 14 juta pelajar tingkat SMU, SMK dan MA. Sebuah jumlah yang besar bagi bangsa ini dengan memiliki banyak generasi muda, potensi generasi muda sangatlah besar dalam menentukan dan melanjutkan nasib suatu negara karena hal tersebut berhubungan dengan proses regenerasi yang sudah menjadi hukum alam dan tidak bisa ditolak. Dalam sejarah perjalanan bangsa ini peranan generasi muda khususnya pelajar mempunyai kontribusi penting dalam proses pembentukan bangsa indonesia, setiap momentum perubahan yang terjadi di indonesia tidak bisa lepas dari peran anak muda. Dimulai dengan kebangkitan para pemuda pada tahun 1908, dilanjut dengan sumpah pemuda, kemerdekaan republik Indonesia, orde baru, dan reformasi. semua itu melibatkan generasi muda sebagai pemeran utamanya. Potensi yang besar ini tentu saja harus bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa ini, pemikiranpemikiran pelajar yang kreatif, inovatif dan progresif menjadi kunci dan modal utama untuk melakukan perubahan tersebut. Sehingga negara ini perlu melibatkan mereka dalam rangka memajukan bangsa ini. Hal itu bisa dilihat saat ini dengan banyaknya pelajar-pelajar dan pemuda yang berprestasi seperti juara olimpiade matematika, fisika dan sains yang selalu didominasi oleh pelajar Indonesia, kemudian kreatifitas pelajar negeri ini yang tak pernah surut seperti membuat mobil rakitan, motor rakitan hingga pesawat yang semuanya itu adalah hasil kreatifitas pelajar indonesia. Sehingga penting dan strategis bagi Indonesia student and youth forum untuk menampung dan mengelola potensi itu semua. Salah satunya adalah dengan mengumpulkan aspirasi, saran dan kritik bagi pemerintah khususnya kepada Menteri Pendidikan dan kebudayaan dari pelajar di seluruh indonesia sehingga kita mengetahui apa yang ingin mereka sampaikan kepada pemerintah. Seluruh pelajar indonesia ingin berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini meskipun hanya melalui surat me-


reka menyampaikan aspirasi, saran dan kritik bagi pemerintah. Dengan dibukukannya surat-surat pelajar tersebut mencoba untuk menampung apa yang menjadi keinginan dan harapan pelajar yang ada di tanah air untuk disampaikan kepada bapak Presiden. Salam,

A. Fajar Kurniawan Direktur ISYF


Contents PENGANTAR Direktur ISYF, A. Fajar Kurniawan Abdul Manan, MA Darul Ulum Abdur Rahman Hakim, SMA BIM YPSA Ade Andreas, SMAN 1 Bengkulu Selatan Aditia Akbar P., SMAN 1 Pagaralam Adrian Muda Kesuma, SMAN 4 Padang Ahmad Teddy Satria, SMAN Unggul Aceh Selatan Ainun Zahwa Bestari, SMA Plus Negeri 7 Bengkulu Agus Wanto, MA Darul Muttaqien Ahliyah Ali, SMAN 2 Watampone Ahmad, SMAN 7 Banjarmasin Ahmad Miryaza Arifudin Lubis, SMA BIM YPSA Aisyah Zahara, MAN 4 Jakarta Akmalul Hilmi SN, SMAN Unggul Aceh Selatan Alda Inesya Putri, SMA BPI 1 Bandung Aldi Ashar Mappa, SMAN 2 Watampone Alfil Gina, SMAN 7 BANJARMASIN Amanda Fairani Roza, SMAN Unggul Aceh Selatan Ammar Abdullah, Siswa MA Alkhairaat Pusat Palu Ampuh Riyyan Salam, MA Darul Arqam Anastasya Annisalian, SMA Setia Budi Sungailiat Andiny Widya Utari, SMAN 7 Banjarmasin Anggi Maharani Safitri, SMAN 17 GARUT Anggun Pramadita, SMAN 5 Kota Bengkulu Angreani Nastya Tri Putri, SMAN 2 Palu Anita Simanjuntak, SMAN 1 Pagaralam Annadi Muhammad Alkaf, SMAN 7 Banjarmasin Annisa Nurjanah, SMA NEGERI 1 Garut Apri Rokhyadi, SMAN 1 Blitar Ardhia Amalia, SMA LTI IGM Palembang Ardiwanto Umbu Tanda, SMAN 1 Lewa Ardiyanto, SMKN 1 Pangkal Pinang Arif Syahrul Munir, MAN Model Cipasung Aris Wahyudi, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh Asrianti, SMAN 1 Segeri Atika Ghina Shabrina, SMAN 2 Padang Axel Fung Triputra Djara, SMA N 1 Waingapu Ayu Asmi, SMAN 1 Merangin

3 11 13 15 17 19 21 23 25 26 28 31 32 33 35 37 39 41 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 67 68 70 72 74 76 78 80


Ayu Rachmawati, SMAN 7 Tangerang Ayunda Fitri Ulya Maslina, SMAN 3 Blitar Balebat Buana Puspa, SMAN 1 Cikarang Utara Bani Muhammad Rahadian, SMAN 14 Bandung Bella Aprillia Sarma, SMA Plus N 17 Palembang Biantara Albab, MA Darul Arqam Bimo Satryo Wibowo, SMAN 5 Yogyakarta Chindy Victorya Latuparissa, SMA Kristen Mercusuar Kupang Cindy Aulia, SMKN 28 Jakarta Daeng Rahima Pasca Utami, MA Darul Arqam Garut Dalva Aribah Liwan, SMAN 1 Cikarang Pusat Damar Andarikha, SMAIT Raflesia Depok Dea Nur Annisa, SMA Setia Budi Sungailiat Debora Septika Sitompul, SMAN 2 Ciamis Dewangga Fatah AdhiPerdana, SMAN 1 Cikarang Utara Dian Agusti Tanjung, SMAN 9 Padang Dian Nata Sari, SMAN 2 Pontianak Dian Pranata, SMAN 3 Dumai Dina Alfina, SMAN 1 Pasaman Dirzan Zoryadi, SMAN 9 Bengkulu Selatan Donny Muslim, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin Dori Rama Wirya, SMAN 4 Padang Dyah Inase Sobri, SMAN 2 Bantul Eggy Triana Putri, SMAN 9 Padang Eko Budi Santoso, SMK Negeri 1 Bungku Barat Elida Nurul Fitri, SMAN 1 Bantul Elsa Naheta, SMAN 2 Kuala Kapuas Emil Riza Pratama, SMAN Unggul Aceh Selatan Emilia Melnunia Kamuri, SMA Kristen Mercusuar Kupang Erinda M.R.Moha, SMAN 1 Lewa Erysa Alifah Maharamis Poetry, SMA BIM YPSA Medan Esfir Yumilka, SMK Negeri 1 Tojo Barat Eta Auria Latiefa, SMA Taruna Nusantara Magelang Eva Rafiqoh, SMAN 1 Batang Evan Fardian Sinuhaji,, SMA BIM YPSA Evi Silvia, SMK Farmasi Galenium Febri Adriandi, SMAN 1 Padang Fenrizal, SMAN 2 Bengkulu Selatan Feronika Febrianti, SMA KATOLIK MESSAWA

82 83 85 87 89 91 93 95 97 99 101 103 105 107 109 111 113 114 116 118 120 122 124 126 128 131 133 134 136 137 139 141 143 146 148 150 152 154 156


Fikriansyah, SMK Negeri 1 Tojo Barat Fikrianti Surachman, SMAN 5 Bandung Fildzah Nashirah, SMA BIM YPSA Medan Firman Hidayat, SMAN 1 Bengkulu Selatan Firmansyah Aditya Muchti, SMA Taruna Nusantara Fitriani Puspitasari Daviany, SMK Farmasi Galenium Fitria. Mardiani, SMAN 15 Garut Galang Apreliana, MA. Darul Arqam Muhammadiah Putra Gilang Kantata Putra, SMAN 1 Merangin Gita Novianti Suliawan, SMAN 2 Kota Bengkulu Guntur Prakoso, SMK Migas Cepu Gustini Rahmadianna Putri, SMA LTI IGM Palembang Hanna Nabila, SMAN 1 Padang Hanum Rahmi Putri, SMKN 2 Pekanbaru Hasnawati J, SMAN 1 Segeri Hasniar Sappe, SMA Negeri 1 Segeri, Pangkep Herman Johan Joostensz, SMA Kristen Mercusuar Kupang Hilaliyah Hasibuan, SMK ZAKIYUN NAJAH Hilma Astria, SMAN Unggul Aceh Selatan Husnul Khatimah, SMAN 1 Mamuju I Made Arjun Suputra Jaya, SMAN 4 Denpasar I Putu Agus Hadi Wibawa Suparsa, SMAN 4 Denpasar Ida Ayu Puspa Cindra Rini, SMAN 4 Denpasar Ikhsan Eka Haryadi, SMA BIM YPSA Medan Ilma Mahdiya, MAN 2 Model Banjarmasin Indah Wulansari, SMAN 2 Makassar Intan Medina, SMKN 1 Garut Irfan Fardian, MA Darul Arqam Garut Irham Abdussalam, MA Darul Arqam Irlangga Nedial Handoyo, SMAN Unggul Aceh Selatan Irnanda Mas Putri, SMA Taruna Nusantara Iyit Benusia, SMAK 1 BPK Penabur Bandung Jeanne Sanjaya Awaluddin, SMAK 1 BPK Penabur Bandung Jemsi Njurumana, SMAN 1 Lewa Juanda Akbar Bintari, MA Ponpes Dempo Darul Mutaqien Julian Sundunglangi, SMA Katolik Messawa Mamasa Kenny Ivanzaky Augusta, SMAN 42 Jakarta Keren Hapukh Meirysary, SMAN 2 Kuala Kapuas Keukeu Firda Lestari, SMKN 1 Garut

158 160 162 164 166 168 170 172 174 176 178 180 182 184 186 188 190 194 196 198 199 201 203 205 207 209 211 213 215 217 219 221 223 226 227 229 231 233 235


Kharis Dwi Irpan, SMA Taruna Nusantara Khavieza Siregar, SMA BIM YPSA Medan Kris Saputri, SMAN 1 (PLUS) Matauli Pandan Medan Lana Nurani Nan Suci, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Lathifun Ghofur Fathurrahman, SMAN 1 Batang Lidia Purnama Sari, SMAN 1 Merangin M. Hauzan Fadlurrahman, SMAN 2 Padang Macshur Tunggal, SMAN 1 Segeri Made Pradnyaniti Chandra Dewi, SMAN 4 Denpasar Magdalena Sidauruk, SMAN 2 Kota Bengkulu Mardiana, SMK Negeri 1 Bungku Barat Marlina Latif, SMA Negeri 1 Segeri Melenia Layan, SMA Negeri 4 Ambon. Moh.Fahri, SMK Negeri 1 Tojo Barat M. Ajie Prasetyo, SMA LTI IGM Palembang Muhammad Alfiansyah, SMK Diponegoro 1 Jakarta Muhammad Asy’ari, Siswa MA Alkhairaat Pusat Palu. Muhammad Ghiffari Alfarisy, SMAN 1 Padang M. Krisna Pradytia, SMK Diponegoro 1 Jakarta Muhammad Halim Wafdullah, SMA LTI IGM Palembang Muhammad Hazim Fesa, SMAN 1 Cikarang Utara Muhammad Ihsan, SMA Almanar Azhari Depok Muhammad Isra Anwar, MAN 2 Model Banjarmasin Muhammad Khaidir, SMK Zakiyun Najah Muhammad Khairul Faraby, SMAN 1 Payakumbuh Muhammad Khalid, SMK Zakiyun Najah Muhammad Rifky Ersadian Noor, SMAN 7 Banjarmasin Muhammad Nu’man Muttaqi, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Muhammad Sayuti, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh Multiyani S. Abdullah, SMK Negeri 1 Tojo Barat Muthiah Abustani, SMAN 2 Tinggi Moncong Nadia Septifanny, SMA Plus N 17 Palembang Nasrullah, Siswa SMK Negeri 1 Bungku Barat Nasyaya Ulva Arskadius, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh Natasya Zuelda, SMAN Unggul Aceh Selatan Naufal Fadhlullah Sayuti , SMAN 1 Pangkalan Kerinci Nazeela Thifaly Fitriani, MA Darul Arqam Ni Made Ayu Juli Andjani, SMAN 2 Palu Ni Wayan Sri Wulandari, SMAN 1 Mataram

236 237 239 241 242 245 246 248 250 252 254 256 258 260 261 263 265 267 269 270 272 274 276 278 280 282 284 286 288 290 291 293 295 297 299 301 303 305 307


Norma Ningsih, SMK Zakiyun Najah 309 Nova Yolanda, SMAN 7 Banjarmasin 311 Nur Afiyah Isnaeni, SMAN Banyumas 314 Nur Hasanah, SMKN 22 Jakarta 316 Nur’aini Febrianingsih, SMAN 42 Jakarta 318 Nucitra Amanda, SMAN 5 Kota Bengkulu 319 Nurfajrin Dhuha Andani, SMAN 2 Pontianak 321 Nurwana, SMAN 1 Segeri 323 Oktapianus Pasaribu, SMAN 1 Cikarang Utara 324 Priyangga Dyatmika, SMAN 5 Bandung 326 Putra Ansa Gaora, SMAN 1 Pagaralam 328 Putri Meilia, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh 330 Putrika Santiaji, SMAN 4 Denpasar 332 Qonita Thiedora Sudibyo, SMK Diponegoro 1 Jakarta 334 Rafindra Dwi Putra, SMA BPI 1 Bandung 336 Rahim Arwan S, SMKN 1 Bungku Barat 338 Rahma Sintya, SMK Negeri 1 Tojo Barat 340 Rais, SMKN 1 Bungku Barat 341 Raisya Hidayah Ekayanti, SMAN 1 Blitar 343 Rama Perdana Dradjat, SMA BPI 1 Bandung 345 Rangga Antovani, SMAN 1 Pagaralam 347 Ray Adhari Jajuri, SMAN 1 Singaparna 349 Raymissa Wukfy, SMA BIM YPSA Medan 351 Reynaldi Bilahmar, SMAN 42 Jakarta 353 Ridha Rahmayanti, SMAN Unggul Aceh Selatan 355 Rika Wulandari, SMKN 1 Bungku Barat 357 Rike Mahara, SMAN 2 Bukit 359 Riska Kurniati, SMA Setia Budi Sungailiat 361 Risma Riskiani, SMA KATOLIK MESSAWA 363 Rizky Dwi Renaldy, SMA LTI IGM Palembang 365 Rizky Nugraha Putra Alka, SMAN 2 Kota Bengkulu 367 Rizqi Aliya Sumaya Zm., SMA Negeri 1 Garut 369 Rully Yanti, MA. Darul Muttaqien 371 Rusihan, SMA Setia Budi Sungailiat 373 Ruth Glory Sihombing, SMAN 5 Kota Bengkulu 375 Safira Atikah, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh 377 Sadjnah Simahate, SMAN 2 Bukit 379 Sakinah, SMAN 18 Palembang 380 Sakinatul Hidayah, SMAN 3 Blitar 383


Salma Rani, SMKN 1 Bungku Barat 385 Salmi Ramdani, SMAN 96 Jakarta 387 Sari Rahmawati, SMAN 1 Cikarang Utara 389 Selfiyani Lestari, SMAN 1 Garut 391 Sisilia Jeli Manapa, Siswi SMA Katolik Messawa 393 Siti Hanum Salsabillah, MAN 4 Jakarta 395 Siti Khairunnisa El Shasi, SMK Bina Medika Jakarta 397 Sri Maulida, MAN 2 Model Banjarmasin 399 Suparman, SMA N 1 Tebing Tinggi 401 Suprayitno Fitra Bagus Prakoso, SMAN 1 Blitar 403 Syafitri Sarman, SMAN 10 Padang 405 Tiani Putri Febrianty, SMK Bina Medika Jakarta 407 Tiara Budi Wardani, SMAN 1 Cikarang Utara 409 Tiara Rizki Maharani, SMAN 1 Payakumbuh 411 Tina Anggelina Mutiara Dewi, SMAN 2 Ciamis 413 Tiorys Immanuella, SMAN 42 Jakarta 414 Triola Fitria, SMAN 2 Bengkulu Selatan 415 Trisa Andami, SMA LTI IGM Palembang 417 Tumiyem, SMAN 3 Dumai 419 Umbu Aryad Tunggu Djama, SMA Negeri 1 Waingapu 420 Utami Ratnasari, SMAN 4 Denpasar 422 Vedro Yudha Laksana, SMAN 2 Kota Bengkulu 424 Verra Rosyalia Widia Sopyan, SMAN 1 Singaparna 426 Viktor Eramly Nuban, SMA Kristen Mercusuar Kupang 428 Vidia Viddari Ruzan, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh 429 Volan Tara Difa Lubis, SMA Setia Budi Sungailiat 431 Weldi Adi Pramana, SMA Setia Budi Sungailiat 433 Wida Maulina Sari, SMAN 1 Pangkalan Kerinci 434 Windi widyawati, SMAN 2 Palu 436 Wiwin Dwi Rahmawati, SMAN 1 Segeri 438 Yulius Hina, SMA St. Alfonsus Weetebula 440 Yunita Sekararum, SMA Negeri 1 Garut 442 Zahratal Fitri, SMAN 2 Bukit, NAD 444 Zain Abdurrasyid FH, MAN 2 Model Banjarmasin 446 Zaitun M. Adam, SMK Negeri 1 Tojo Barat 448 Zelfia Siti Fatma, SMAN 1 Merangin 449


Palangkaraya, 1 Mei 2012 Kepada Yang Terhormat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Di Tempat

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan teriring doa semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat wal’afiat serta mendapatkan perlindungan Allah SWT, diberi kekuatan serta hidayah. Amin. Bapak Menteri yang saya hormati, perkenalkan nama saya Abdul Manan. Sekarang saya bersekolah di Madrasah Aliyah Darul Ulum Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bapak, ada beberapa hal penting yang sangat ingin saya curahkan melalui surat ini, dan saya berharap semoga Bapak berkenan membaca surat saya ini nantinya. Demikian beberapa hal yang akan saya curahkan. Bapak, status sekolah saya saat ini adalah swasta, milik sebuah yayasan agama Islam, sangat sederhana karena keseluruhan bangunanya terbuat dari kayu, lingkungan sekolah sempit, gaji guru yang tidak menentu karena masih dibantu oleh tenaga honorer, lapangan multifungsi yang selalu dipakai mulai dari upacara, olahraga, dan kegiatan eskul sehingga tidak jarang saya dan teman-teman terganggu ketika proses belajar mengajar berlangsung. Tidak hanya itu, ketika musim hujan pun sering terkena banjir. Letak sekolah yang berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat juga memungkinkan para siswa berkeliaran bahkan membolos, hal ini terjadi karena sekolah yang berada ditengah pemukiman warga, dan letak sekolah yang tidak srtategis sehingga tidak memungkinnya untuk membuat pagar sekolah. Saya sangat prihatin melihat keadaan sekolah saya.Terlintas dalam benak saya untuk mengubah keadaan ini dan tertanam di dalam hati dan cita-cita yang mulia untuk menempatkan sekolah saya ke tempat yang baik dan layak. Tapi apalah daya saya hanya seorang siswa yang tidak bisa berbuat apa-apa. Ibarat pepatah mengatakan “ Hati hendak memeluk gunung tapi apalah daya tangan tak sampai.�

11


Namun walaupun begitu tidak sedikitpun mengubah haluan untuk belajar agar menjadi anak terpelajar, tidak sedikitpun memadamkan kobaran semangat untuk selalu berprestasi agar bisa membuat bangsa ini jaya secerah sang mentari. Saya curahkan semua kesulitan sekolah saya ini karena saya berharap Bapak dapat memberikan saran, usulan bahkan bila memungkinkan memberikan bantuan agar sekolah kami menjadi lebih layak dipergunakan sebagai salah satu tempat menuntut ilmu. Demikianlah pak, isi hati saya yang bisa saya ceritakan. Semoga surat ini bisa menambah semangat bapak untuk terus memperjuangkan nasib pendidikan di negeri kita ini. Semoga Bapak selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Salam hangat dari putra bangsa untuk Bapak Menteri. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat Saya,

Abdul Manan, MA Darul Ulum

12


Medan, 15 Maret 2012` Yth, Mentri Pendidikan & Kebudayaan H. Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamu Alaikum Wr Wb. Nama saya Abdur Rahman Hakim. Saya sekarang duduk di kelas 11. Saya sekolah di Yayasan Pendidikan Syafiatul Amaliyah Medan. Saya sebagai pelajar ingin membawa citra budaya kembali di kenal bangsa Indonesia lagi. Dalam esai ini saya ingin memberi aspirasi saya kepada para pelajar Indonesia. Budaya kita sudah semakin di abaikan oleh anak muda bangsa Indonesia sendiri. Pelajar sekarang sudah banyak yang rusak karena banyak yang mengikuti budaya barat sana. Kenapa kita tidak membawa budaya kita ke jenjang Internasional? Mengapa budaya Internasional merajalela di Indonesia yang tercinta ini? Bangsa Indonesia sekarang sudah banyak lupa atas cerita legenda di Indonesia. Maka dari itu karya kita selalu di tiru oleh negara lain dan mereka mengaku bahwa kita lah yang mengikuti mereka padahal mereka yang mengikuti kita. Dalam FOR ini saya ingin sekali membuka wawasan para pelajar Indonesia untuk melestarikan budaya yang sejak dulu kala kembali di tenarkan oleh anak muda bangsa Indonesia. Dan saya yakin tidak hanya saya saja yang ingin seperti itu karena ini adalah tanah air kita dimana kita di besarkan. Dan jika saja kita sudah memakai budaya luar semua, yakin lah kita itu dijajah dalam bidang kebudayan. Dan juga pendidikan yang sangat kurang di Indonesia ini. Banyak anak muda Indonesia yang pergi berhijrah untuk mendapatkan ilmu yang layak untuknya. Sementara di Indonesia ilmunya tidak berkembang juga. Padahal banyak anak-anak yang berpotensi tetapi mereka tidak bisa menyalurkannya. Dan ada juga orang yang pintar tetapi dia putus sekolah

13


karena kurangnya dana untuk melanjutkan sekolahnya. Sementara orang yang mampu banyak yang bermain-main saja di sekolah. Maka dari itu saya memberi saran untuk memberikan dana BOS untuk orang yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya sampai SMA. Kalau bisa di beasiswain kepada anak yang berprestasi di kuliahnya nanti. Demikian ini saja yang bisa saya sampaikan. Bila ada kata yang menyinggung perasaan bapak saya minta maaf sebesar-besarnya. Wabillahi Taufiq Walhidayah, Wassalam. Hormat saya

Abdur Rahman Hakim, SMA BIM YPSA

14


Manna 19 Maret 2012 Yth. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Indonesia Pak! Saya adalah seorang pelajar di sebuah sekolah negeri di daerah Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebuah daerah yang memiliki kebudayaan yang begitu banyak. Dari mulai bahasa, rumah, pakaian, makanan, tarian, lagu, dan sebagainya. Sebagaimana daerah lainnya yang ada di Indonesia, Kabupaten Bengkulu Selatan dihadapkan pada masalah – masalah pelik. Khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan. Remaja merupakan bibit – bibit generasi penerus bangsa. Betapa tidak, nasib bangsa ini akan ditentukan di tangan mereka kelak. Generasi yang akan meneruskan kebudayaan nenek moyang. Generasi yang diharapkan mempunyai kualitas pendidikan yang tinggi. Sebagai sampel, remaja – remaja di Kabupaten Bengkulu Selatan ini banyak yang lupa akan budaya, lupa akan pendidikan. Ada banyak faktor yang menjadi akar permasalahan tersebut. Yang pertama adalah minimmya perhatian dan kasih sayang orang tua. Yang kedua adalah minimnya kesadaran akan pentingnya menuntut ilmu. Yang ketiga adalah permasalahan dalam keprofesionalan sang guru dalam mengajar. Yang keempat adalah sosialisasi budaya adat yang tersendat karena perkembangan zaman. Menurut saya, pendidikan kebudayaan adalah hal yang mutlak untuk diberikan kepada setiap pelajar. Ada banyak manfaat jika pendidikan kebudayaan ini di berikan, khususnya ke budayaan daerah masing – masing. Yang pertama, para pelajar mendapatkan pengetahuan mengenai budaya. Yang kedua mereka dapat merealisasikan budaya tersebut. Yang ketiga, dari budaya – budaya tersebut, kemungkinan akan lahir budaya baru yang tercipta dari budaya lama. Sebagai contoh, para pelajar bisa menciptakan tarian baru (tari kreasi) dari dasar gerakan tarian – tarian adat. Mereka dapat berinovasi dan berkreasi dengan pemikiran mereka.

15


Dengan surat ini, saya selaku generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet bangsa ini kelak, meminta kepada bapak agar membuat suatu gagasan untuk memajukan kualitas pendidikan dan melestarikan kebudayaan masing – masing daerah di Indonesia. Mungkin dengan mengadakan lomba budaya daerah tingkat nasional tahunan di mana masing – masing daerah memnunjukkan budayanya masing – masing. Entah dengan tarian, bahasa, makanan, yang akan membuat kita mengenal budaya Indonesia secara menyeluruh sekaligus belajar sejarah dan menambah pengetahuan kita mengenai masing – masing daerah tersebut. Cara tersebut menurut saya adalah cara yang tepat dilakukan karena akan memacu para pelajar belajar mengenai kebudayaan di daerahnya masing – masing. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb. Penulis

Ade Andreas, SMAN 1 Bengkulu Selatan

16


Pagaralam, 11 Februari, 2012. Kepada Yth Bapak Mentri pendidikan dan kebudayaan Bapak Muhhamad Nuh Di Tempat.

Assalamualaikum wr.wb Selamat pagi Bapak Menteri Pendidikan Indonesia Bapak Muhammad Nuh. Apa kaba pak ? semoga bapak disana selalu diberkahi kesehatan dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa amin. Salam kenal pak, nama saya Aditia Akbar Prawiranegara saya seorang siswa SMA Model Negeri 1 dari kota kecil di Sumatera Selatan tepatnya saya dari kota Pagaralam. Sebuah kota yang diharapkan menjadi tujuan wisata utama di sumatera selatan. Saya sangat senang berkesempatan menulis surat untuk Bapak Nuh. Bapak Nuh, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kerja keras bapak untuk mengangkat derajat pendidikan Indonesia yang dulu pernah terpuruk. Pendidikan di Indonesia ini sudah bagus pak sebenarnya, namun jika kita bandingkan dengan Negara-negara maju, mungkin Indonesia masih kalah jauh. Masih ingat pak dengan salah satu visi bapak sebagai Menteri Pendidikan yang berbunyi “Meningkatkan KUALITAS/MUTU dan relevansi layanan pendidikan. Sebagai upaya mencapai kualitas pendidikan yang berstandar nasional dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing bangsa� Namun, untuk sarana fisik saja ya pak, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. Data Balitbang Depdiknas menyebutkan untuk satuan SD terdapat 146.052 lembaga yang menampung 25.918.898 siswa serta memiliki 865.258 ruang kelas. Dari seluruh ruang kelas tersebut sebanyak 201.237 atau 23,26% mengalami kerusakan berat. Kalau kondisi MI diperhitung-

17


kan angka kerusakannya lebih tinggi pak, karena kondisi MI lebih buruk daripada SD pada umumnya. Keadaan ini juga terjadi di SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK meskipun dengan persentase yang tidak sama. Saya berpikir bahwa segala sesuatu yang positif itu selain datang dari prilaku positif sendiri tapi juga karena ada faktor pendukung seperti lingkungan. Jika lingkungan saja tidak memadai, bagaimana kami sebagai siswa bisa maju pak ? Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan pak. masih banyak guru di daerah terpemcil yang belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat. Coba bapak pikirkan sejenak, jika seorang guru saja tidak bisa membimbing siswa, akan jadi apa siswa-siswi kita nanti ? Menurut saya pak, salah satu solusinya ialah, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Bapak Nuh, mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan kepada bapak. Ada kalanya manusia itu berbuat salah ya pak, jadi saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati bapak. Selamat bekerja pak, sukses selalu. Jaga kesehatan disana ya pak. Wassalamualaikum wr.wb Salam Hangat dari saya Aditia Akbar P., SMAN 1 Pagaralam

18


Kepada Yth.Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Assalamu’alaikum.Wr.Wb. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang mulia.Yang sangat mempengaruhi keadaan regenerasi bangsa untuk masa depan bangsa yang lebih baik lagi, saya yakin generasi muda bangsa ini adalah yang akan menjadi generasi yang lebih baik lagi sebagai tongkat estafet bangsa untuk membangun bangsa ini agar sukses dengan hasil yang membanggakan akan program-program dalam dunia pendidikan,seperti dana BOS, Sertifikasi Guru, Beasiswa dan lain-lain. Saya Adrian Muda Kesuma adalah salah satu dari siswa SMA Negeri 4 Padang yang ingin menyampaikan aspirasi atau suara hati saya sebagai seorang pelajar yang berjuang untuk ilmu yang akan menjadi jembatan untuk masa depan yang cemerlang dimasa yang akan datang, pendidikan sangatlah penting dan dibutuhkan oleh bangsa ini untuk membangun SDM yang lebih baik lagi. Oleh karena itu saya menginginkan adanya program-program sebagai solusi yang menjadi permasalahan di dalam dunia pendidikan ini seperti: • Pemahaman Cara Mengajar (PCM) untuk pengajar yang lebih efektif lagi, karena karekter remaja akan mudah terbentuk oleh keadaan dan saya berharap dengan ini para pengajar dapat mengerti akan remaja dan dapat membuat keadaan belajar menjadi lebih baik lagi dan disenangi. • Penanaman Mental Remaja akan budaya dalam bentuk pembelajaran yang pasti dan berubah-ubah seperti perubahan zaman yang ada sehingga siap untuk menghadapi perubahan Era Globalisasi dan siap mengatasinya dalam keadaan yang baik untuk menjadi yang lebih baik. • Jaminan akan pendidikan anak yang lebih pasti dalam bentuk bantu-

19


an secara khusus secara merata untuk memberikan jaminan kepada semua anak di Indonesia yang kurang mampu tapi memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik sehingga tak tercipta kastanisasi sekolah yang memperlihatkan perbedaan kekuatan berdasarkan materi bukan kemampuan. • Penghapusan budaya yang membuat segala sesuatu bergantung pada materi, seperti Sertifikasi Guru wajib mengajar lebih dari 24 jam yang akan membebankan pengajar untuk mengejar suatu target sehingga tidak memberikan hasil optimal yang dirasakan oleh pelajar dikarenakan keterpaksaan. Saya berharap akan adanya pandangan yang lebih serius akan dunia pendidikan ini karena akan mempengaruhi nasib bangsa ini nanti dari para generasi penerus bangsa. Demikian surat yang saya buat,lebih dan kurang saya minta maaf,atas perhatian Bapak saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum.Wr.Wb Hormat Saya,

Adrian Muda Kesuma, SMAN 4 Padang

20


Tapaktuan, 30 Januari 2012-06-14 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ditempat

Salam ssejahtera untuk Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pertama Teddy merasa senang karena bisa mengirimkan sepucuk surat untu Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebelum Teddy menyampaikan isi surat ni, lebih baiknya Teddy memperkenalkan terlebih dahulu. Teddy merupakan salah satu pelajar Aceh selatan, yang menuntut ilmu pengetahuan di sekolah Menegah atas Negeri Unggul Aceh Selatan bernamakan Ahmad Teddy Satria atau biasa dipanggil Teddy. Banyak hal yang ingin Teddy sampaikan, namun dalam surat ini Teddy hanya ingin menyampaikan aspirasi Teddy. Dewasa ini perkembangan teknologi dan informasi sangatlah cepat dan bahkan sekarang sampai kepada daerah–daerah pelosok di tanah air. Dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat ini, dapat untuk menambah energi bagi pelajar Indonesia, karena dengan teknologi informasi ini pelajar–pelajar dapat mengetahui dan mempelajari kebudayaan–kebudayaan dari Luar Negara Indonesia tanpa harus pergi ke Negara tersebut. Tapi sangat disayangkan, sekarang banyak di temukan pelajar – pelajar yang malah lebih mencintai kebudayaan luar dibandingkan dengan kebudayaan negaranya sendiri. Padahal kita tahu kebudayaan – kebudayaan di Indonesia sangatlah beraneka ragam, mulai dari Sbang sampai Merauke. Contohnya saja pada saat ini banyak pelajar – pelajar yang tidak suka ataupun merasa malu bila memakai pakaian yang bermotif batik, tapi mereka lebih cenderung untuk memakai gaya ala luar, seperti gaya Korea, Jepang dll.

21


Apalagi sekarang sudah banyak kita saksikan melalu media–media elektronik, banyaknya bermunculan band–band ke arah kiblatnya ke Korea di Indonesia, sehingga membuat pelajar–pelajar tergila–gila untuk mengidolakan tokoh–tokoh band dari luar Negeri dibandingkan mengidolakan pahlawan yang telah bersusah payah dalam memerdekakan Republik Indonesia ini. Bahkan pelajar–pelajar lebih menyukai lagu–lagu dari luar daerah Indonesia dibandingkan lagu–lagu traditional. Tidak hanya itu pelajar–pelajar sekarang lebih menyukai melihat dance daripada tarian tradisional. Hal–hal eperti inilah yang akan membuat kebudayaan– kebudayaan Indonesia nantinya akan terlupakan. Jadi, Teddy berharap kepada Bapak, sebagai seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, agar segera mengantisipasi masalh – masalah yang sudah Teddy sebutkan di atas, yaitu dengan cara lebih mempromosikan lagi kebudayaan – kebudayaan di Indonesia yang beraneka ragam ini, dan dengan membuat even – even pertandingan kebudayaan antar pelajar se- nasionla. Kalau bukan pelajar – pelajar Indonesia siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan di Indonesia. Dan denga problem – problem inilah Teddy ingin untuk mengikuti Forum Pelajar Indonesia ini, karena apabila Teddy terpilih ke FOR 4 tentunya disana nanti Teddy di didik untuk mencintai kebudayaan Indonesia, sehingga pulangnya dari san Teddy lebih mencintai kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam ini. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebuayaan RI yang Teddy hormati. Hanya itu yang dapat Teddy sampaikan, seemoga Bapak bisa mengatasi masalah yang telah Teddy sebutkan di atas. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Terima kasih. Hormat saya,

Ahmad Teddy Satria, SMAN Unggul Aceh Selatan

22


Bengkulu, 28 Januari 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya hormati, apa kabar Pak? SEMOGA Bapak selalu dalam perlindungan Allah SWT. Perkenalkan nama saya Ainun Zahwa Bestari, saya seorang pelajar kelas XI di SMA Plus Negeri 7 Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Slam hangat untuk Bapak dari saya mewakili pelajar Indonesia khususnya di kota Bengkulu. Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan untuk seseorang demi menempuh kehidupan dan mendapatkan kehidupan yang layak. Pendidikan jugalah yang menentukan masa depan anak – anak bangsa. Pendidkan adalah salah satu kenbtuhan yang sulit di dapatkan bagi sebagian anak – anak Indonesia yang kurang mampu. Pendidikan pula lah yang berperan memberikan dan menentukan moral seseorang. Upaya pemerintah dalam membantu anak – anak yang kurang mampu memang sudah dirasakan oleh sebagian anaka – anak yang membutuhkan, pak. Namun sebagian besar lainnya masih banyak yang belum tersentuh bantuan tersebut karena kendala tempat ataupun daerah yang terpencil. Beberapa dari mereka mendapatkan kesempatan bersekolah harus berhenti bersekolah karena ‘terpaksa’ harus bekerja untuk memenuhi kebuthan keluarganya. Di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu, hal seperti inilah yang masih banyak di temukan. Tentu saja hal ini terkorelasi dengan manusia dan eksploitasi pada para pelajar di negeri ini. Juga maraknya kasus penjualan manusia dan eksploitasi anak yang kebanyak terjadi pada usia sekolah. Serta meningkatnya jumlah remaja yang menikah dini di usia sekolah di daerah terpencil atau daerah pedalaman.

23


Seiring berkembangnya teknologi dan pola pikir para pelajar, anak–anak bangsa atau para pelajar yang suatu saat akan menjadi generasi penerus bangsa seharusnya lebih di utamakan untuk mendapatkan pendidikan yang layak agar tidak terjerumus pada jalan yang slah di era globbalisasi ini. Tidak sedikit pelajar atau remaja anak – anak bangsa yang mencetak prestasi di dalam maupun di luar negeri. Hal itulah yang saya harapkan pada anak – anak bangsa yang lainnya. Termasuk diri saya sendiri. Pendidikan adlah problematika yang terus berlanjut sejak dulu di negeri ini. Saya bersyukur masih mendapatkan ilmu dan kesempatan bersekolah dengan layak, sehingga saya dapat menulis surat ini untuk Bapak . say hany mewakili teman – teman saya sesama anak bangsa ang membutuhkan pendikan, juga sebagi pelajar yang sangat menginginkan perubahan serta kemajuan bagi dunia [pendidikan di negeri ini. Agar para pelajar di negeri ini dapat memberikan energi dan karya terbaik untuk negeri ini. Bapak Menteri yang sya hormati, demikian surat ini saya sampaikan, saya harap Bapak dapat mendengar suara hati saya ini. Semoga tuhan mendengar doa kami, Pak. Saya juga bercita – cita agar suatu saat nanti dapat betemu Bapak dan berbincang 0- bincang lebih banyak lagi. Terima kasih atas perhatian Bapak, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wassalmu Alaikum Wr. Wb Hormat saya,

Ainun Zahwa Bestari, SMA Plus Negeri 7 Bengkulu

24


Pagaralam, 19 maret 2012 Kepada YTh:Bapak Menteri Pendidikan Bapak Prof.DR.M.Nuh DI JAKARTA

Assalamualikum wr.wb., Dengan Hormat Teriring salam dan do’a semoga rahmat taufik dan hidayah Allah SWT, selalu terlimpahkan pada bapak, kaluarga serta kepada para pejabat-pejabat Negara pada umumnya sehingga dengan adanya ridha dari Allah bapak bisa meggapai keinginan bapak sebagai mentri pendidikan dalam memajukan pendidikan di Indonesia . Berkenaan dengan ini saya Agus wanto siswa Madrasah Aliyah Darul Muttaqien. Saya mempunyai usul buat bapak berkenaan dengan pendidikan. Menurut pendapat saya bagaimana kalau pendidikan di Indonesia ini berbasis internasional yang mana tiap sekolah memiliki media serta sarana dan prasarana seperti Negara-negara yang telah maju dengan itu dapat memicu semangat giat belajar para siswa . kadang para siswa tidak mempunyai spirit dalam belajar di kelas kadang dikarenakan perangkatalat belajar yang kurang . Dengan gaya pendidikan berstandar internasional misalnya dengan kelas mempunyai proyektor untuk digunakan para guru yang mengajar.dan ada pula media yang lain seperti : laboratorium dan lain sebagainya Dengan mempunyai media seperti itupun maka pendidikan di Indonesia mengikuti kearah moderenisasi sehingga para siswa tidak gaptek terhadap kemajuan zaman sekarang dan dalam era globalisasi yang sedang berjalan ini. Memang sudah banyak sekolah sekolah berstandar internasional tapi itu masih sangat kurang adanya,demikian lah yang dapat saya sampaikan,lebih dan kurang kami mohon maaf. Wassalamualikum wr.wb Agus Wanto, MA Darul Muttaqien

25


Watampone, 20 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apa kabar Bapak Muhammad Nuh? Semoga Sang Khalik tetap mencurahkan nikmat kesehatan, kekuatan, keikhlasan serta kesabaran kepada Bapak dalam mengemban tugas memajukan pendidikan dan kebudayaan di negeri ini. Perkenalkan nama saya Ahliyah Ali, salah satu dari ribuan siswa SMA kelas XII yang tidak lama lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN), syarat utama untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Sebagai seorang siswa, pro kontra tentang pelaksanaan ujian nasional sudah tak asing lagi di telinga saya. Berbagai pendapat baik dari kalangan siswa, pendidik, dan orang tua pernah saya dengarkan. Yang pro mengakatan, hanya pelaksanaan Ujian Nasional lah yang bisa menjadi ukuran dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu serta untuk pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri. Yang kontra mengatakan ujian nasional dapat mengganggu psikologi peserta didik. Mereka belajar hampir setiap hari selama tiga tahun dan 60% keberhasilan mereka ditentukan hanya dalam empat hari, dan masih banyak lagi suara-suara pro dan kontra tentang pelaksanaan ujian nasional lainnya. Namun, menurut saya pribadi keputusan mengenai pelaksanaan ujian nasional sebagai tolok ukur penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional sudah tepat. Karena sebelum dan setelah pelaksaan ujian nasional maka akan dilakukan lagi instropeksi dan usaha-usaha dari berbagai pihak yang berkepentingan di dalamnya untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi lulusannya. Hanya saja, mungkin ada yang perlu dibenahi, terkait dengan psikologi siswa saat mengikuti ujian nasional terutama pada hari pertama. Mata pelajaran Bahasa indonesia dan Biologi yang dilaksanakan pada hari pertama ini biasanya memperoleh hasil yang kurang memuaskan, pa-

26


dahal telah dilakukan persiapan yang begitu baik. Menurut hemat saya, salah satu penyebabnya karena adanya penjagaan dari pihak kepolisian serta inspeksi mendadak orang-orang dari universitas yang ada di daerah tersebut. Misalnya, di daerah saya, Bone-Sulawesi Selatan, pada hari pertama ujian nasional biasanya pagi-pagi sekali beberapa orang aparat kepolisian sudah berada di depan sekolah seakan menyambut para peserta ujian nasional dengan penuh kecurigaan. Kemudian, saat berlangsungnya ujian, maka orang-orang dari universitas mulai berkeliling ke hampir setiap ruangan. Hal ini jelas akan mengganggu konsentrasi para peserta ujian nasional, di tambah lagi setiap siswa maupun siswi tidak semuanya mampu mengolah dan mengontrol emosi dalam keadaan seperti itu. Maka, saya sebagai calon peserta ujian nasional tahun 2012 menyarankan kepada Bapak Menteri agar menginstruksikan kepada para bawahan yang berada di daerah-daerah untuk tidak melakukan hal-hal yang telah saya sebutkan di atas. Kami ingin merasakan suasana ujian nasional yang nyaman dan kondusisif, tidak merasa seperti diawasi, dicurigai secara berlebihan, agar kamipun bisa bekerja dengan tenang dan maksimal sesuai dengan persiapan-persiapan menjelang ujian nasional yang telah dilakukan. Menyinggung masalah kebudayaan di Indonesia, saya berharap akan selalu ada inovasi-inovasi dari Bapak Menteri untuk memperkenalkan kekeyaan budaya Indonesia kepada dunia Internasional. Demikian surat sederhana dari seorang anak yang ingin hal-hal sederhana menjadi luar biasa. Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi Bapak. Salam Hormat,

Ahliyah Ali, SMAN 2 Watampone

27


Banjarmasin, 09 Februari 2012 Kepada Yth. Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Salam hangat saya sampaikan untuk Bapak Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih banyak telah diberi kesempatan untuk dapat menulis surat ini. Surat ini saya tulis untuk bapak sebagai ungkapan hati saya mengenai kondisi dan permasalahan yang ada di Negara kita terutama di bidang pendidikan. Seperti telah kita ketahui, Indonesia saat ini mulai kehilangan suatu karakter bangsa dan pudarnya nila-nilai budaya luhur. Hal ini tercermin dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anak-anak bangsa akhir-akhir ini. Mulai dari meninggalkan nilai-nilai budaya daerah dan nasional dan beralih ke budaya ala barat, kemudian krisis moral dimana nilai individualis terus berkembang dan meninggalkan semangat gotong royong yang pernah lekat pada Negara kita, sampai kepada tindakan-tindakan asusila, korupsi, pencurian, dsb. Hal ini tentunya menjadi suatu permasalahan yang akan terus membesar jika kita tak mengambil suatu langkah maju dan suatu revitalisasi moral dan budaya luhur yang telah hilang serta mengembalikan karakter bangsa yang merupakan cermin kehidupan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat. Beranjak dari sini pula lah, pendidikan karakter mulai mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah. Pendidikan karakter ini merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengatasi permasalahan krisis moral dan karakter pada anak bangsa. Dengan adanya pendidikan karakter ini, tentunya akan terus memotivasi dan mensugesti para pelajar untuk terus berada pada koridor nilai-nilai moral bangsa Indonesia. Pemerintah tentunya harus dengan jelas merincikan pendidikan karakter yang dimaksud ini adalah yang bagaimana juga model pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru seperti apa sehingga target yang ingin dicapai oleh pemerintah benar-benar terlaksana dan bukan hanya sebatas wacana. Pendidikan karakter sebenarnya dapat disisipkan di setiap mata pelaja-

28


ran karena setiap mata pelajaran pasti ada yang berkaitan dengan kehidupan dan realita yang ada. Sehingga di saat inilah guru mampu menanamkan nilai-nilai moral dan karakter bangsa kepada murid dengan cara yang tepat. Pemerintah sebagai fasilitator terlebih dahulu mengadakan semacam pelatihan, workshop, atau seminar kepada guru-guru karena tak semua guru mampu berkomunikasi dengan baik pada muridnya terutama dalam hal menanamkan nilai-nilai moral dan karakter bangsa pada peserta didik. Kadang kala para pengajar hanya terfokus dalam mengejar kompetensi dasar untuk diselesaikan dan melupakan hal penting dalam bidang kehidupan yang sebenarnya para generasi muda tersebut pasti terjun ke masyarakat dan berinteraksi dengan orang lain. Inilah yang sering membuat para pelajar bersifat individualis karena hanya mengejar nilai dan tak lagi mempunyai nilai-nilai moral dan budi pekerti luhur. Jangkauan pemerintah dalam memantau apakah pendidikan moral ini telah dilaksanakan dengan baik atau tidak juga harus benar-benar diperhatikan karena sering kali daerah-daerah tertinggal yang sebenarnya lebih memerlukan perhatian khusus justru tidak mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Pendidikan karakter harus didukung oleh seluruh komponen/ stakeholders bangsa. Dari pemerintah, sekolah, guru, peserta didik, sampai kepada orang tua murid. Bangsa kita harus memiliki karakternya sendiri dimana generasi muda lah yang akan melanjutkan estafet warisan kebangsaan ini. Namun, di tengah masa globalisasi dan westernisasi ini, sulit sekali dihalau budaya-budaya luar yang bertentangan dengan norma-norma masuk ke Indonesia. Sehingga perlu adanya rasa cinta yang tumbuh pada diri dan hati kita sebagai seorang anak bangsa untuk terus menjaga kelestarian budaya dan karakter bangsa. Boleh dikatakan, tumpuan bangsa untuk menghasilkan generasi muda yang berkualitas adalah dari sektor pendidikan, sehingga dimulai dari sektor inilah kita bersama-sama dapat membuat suatu sistem yang dapat menjaga kelestarian budaya bangsa dengan memberlakukan suatu program kerja pemerintahan baik jangka panjang maupun jangka pendek yang terfokus pada pendidikan karakter generasi muda bangsa Indonesia. Dan saya yakin dengan kemampuan dan wewenang Bapak sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk bisa menjadikan pendidikan karakter ini sebagai salah satu focus point pemerin-

29


tahan dalam sektor pendidikan. Dan harapan kita, semoga langkah awal pemerintah yang telah memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum pembelajaran benar-benar berjalan sebagai mana mestinya sesuai dengan target bersama. Sehingga kedepannya Indonesia akan memiliki generasi muda yang bermoral dan berbudi luhur serta menjaga kelestarian budaya dan karakter bangsa. Terimakasih. Hormat saya,

Ahmad, SMAN 7 Banjarmasin

30


Medan, 24 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Mohammad Nuh Di tempat Assalamualaikum wr.wb, Saya menuliskan surat ini kepada bapak bermaksud ingin menyampaikan aspirasi saya untuk kemajuan bangsa ini.Maka perkenankanlah saya untuk menyampaikannya. Baiklah saya akan menyampaikan aspirasi pertama saya. Ujian Nasional (UN) memang adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh setiap siswa-siswa di sekolah manapun di Indonesia ini. Saya sebagai siswa ingin mengatakan bahwa Ujian Nasional ini sebaiknya dihapuskan karena saya tahu bahwa tidaklah semua siswa di Indonesia yang berpulau-pulau dan sangat luas ini memiliki kemampuan yang sama. Sering kita lihat di media-media bahwa banyak sekali anak-anak yang tidak lulus UN ini melakukan tindakan nekad karena rasa malu yang tertumpuk padanya. Bukankah lebih baik jika kelulusan itu ditentukan oleh sekolah itu sendiri? Yang kedua saya ingin agar acara-acara tentang kebudayaan dan kesenian asli Indonesia ditunjukkan lagi di televisi agar kebudayaan asli Indonesia tidak menghilang secara perlahan dari muka bumi ini. Acara tersebut juga dapat memberitahu kepada dunia bahwasanya budayabudaya tersebut adalah asli milik Indonesia dan berguna agar budaya kita tidak dicuri oleh negara-negara lain ataupun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Saya memohon maaf bilamana ada kesalahan dan ada kata yang kurang berkenan di hati bapak. Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih. Hormat saya. Wassalamualaikum wr.wb Ahmad Miryaza Arifudin Lubis, SMA BIM YPSA

31


Jakarta, Maret 2012 Kepada Yth: Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh Di Tempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Bapak selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Sebelumnya, saya ingin bercerita tentang tempat saya mengajar di daerah Pondok Ranji, Bintaro. Tempat itu dipenuhi oleh sampah, saya mengajar di dalam mushalla di daerah tersebut. Anak-anak disana ada yang bersekolah, tetapi lebih banyak yang tidak bersekolah, mereka bekerja untuk membantu orang tua mereka. Umur mereka bervariasi, antara 3 sampai 12 tahun. Saya mengajar mereka membaca, menulis, dan sekali-kali bermain. Diantara anak-anak itu, ada satu anak yang tidak dapat berbicara atau tuna-wicara. Saya pernah mengajarkannya bahasa isyarat, tapi itu sulit. Saya hanya datang semiggu sekali, itupun ketika saya datang, seringkali dia tidak ada karena bekerja untuk membantu orang tuanya. Dia anak yang pintar, dia suka sekali pelajaran berhitung, saya pernah mengajarinya matematika dan dia mengerti. Dia tidak sekolah, oleh karena itu dia tidak tahu huruf. Saya hanya ingin memberi saran, seharusnya sekolah-sekolah untuk anak seperti anak yang diatas itu diperbanyak. Banyak anak-anak cacat seperti itu tetapi cacat, mereka harus diberi wadah untuk belajar, untuk mengembangkan bakat bereka. Saya hanya berharap yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia. Wassalamualakum warahmatullahi wabarukatuh. Murid SMA yang bangga menjadi warga Indonesia, Aisyah Zahara, MAN 4 Jakarta

32


Tapaktuan, 26 Desember 2011 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Salam sejahtera untuk Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pertama saya sangat merasa senang karena bisa mengirimkan sepucuk surat untuk Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebelum saya menyampaikan isi surat ini, ada baiknya saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya merupakan salah satu pelajar Aceh yang menuntut ilmu pengetahuan di Sekolah Menengah Atas Negeri Unggul Aceh Selatan dengan nama Akmalul Hilmi SN biasa dipanggil Akmal. Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang aspirasi saya sebagai pelajar Aceh yang menuntut ilmu pengetahuan di Sekolah Menengah Atas Negeri Unggul Aceh Selatan mengenai Forum Pelajar Indonesia ini. Pendidikan di Aceh, rata-rata masih dalam tahap perkembangan. Meskipun pendidikan di daerah Aceh dalam program Sekolah Gratis, tetapi masih banyak hal yang tidak dapat dirasakan oleh banyak kaum pelajar yang kekurangan ekonomi padahal mereka sanggup dan mampu dalam belajar. Aspirasi saya seolah tertutup dan hanya menjadi angan-angan belaka. Seperti perkumpulan Forum Pelajar Indonesia ini. Sebenar nya saya ingin sekali mengeluarkan pendapat dan aspirasi saya kepada para pejabat Negara. Dalam kenyataan nya, program perkumpulan Forum Pelajar Indonesia ini merupakan Forum tanya jawab bebas yang dihadiri oleh sekelompok pelajar dibelahan bumi Indonesia ini yang terpilih. Mereka yang terpilih setelah selesai mengikuti seleksi akan dibawa ke daerah pusat Ibukota Negara dengan membayar Administrasi terlebih dahulu. Sebenar nya disini lah yang ingin saya tanyakan kepada Bapak Menteri Pendidikan

33


dan Kebudayaan RI tentang pembayaran Administrasi ini. Apakah dalam hal perkumpulan Forum Pelajar Indonesia ini memang diwajibkan untuk membayar Administrasi dahulu, apakah tulisan yang saya dan teman-teman kirim kan kepada Pejabat Negara tidak cukup mewakili saya dan teman-teman untuk dapat bertemu dengan Bapak para Pejabat Negara dan para pelajar di seluruh Indonesia. saya dan teman-teman juga ingin melihat langsung bagaimana daerah Ibukota Negara. Sehingga dengan adanya perkumpulan Forum Pelajar ini, saya dan teman-teman dapat menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak para Pejabat, walaupun saya dan teman-teman kurang mampu dalam hal Administrasinya. Sebenar nya yang ingin saya sampaikan disurat ini hanya lah meminta Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk dapat memberikan keringanan kepada para pelajar terpilih untuk menjadi anggota Forum Pelajar Indonesia. Sehingga tidak hanya para pelajar yang mampu saja yang dapat mengikuti Forum Pelajar ini, saya dan teman-teman juga ingin bertemu dengan para Pejabat Negara dan seluruh para pelajar Indonesia. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya hormati Demikianlah yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya mohon kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat mendengarkan aspirasi saya sebagai pelajar yang sangat ingin untuk berkunjung ke Istana Negara. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, Terimakasih Hormat kami

Akmalul Hilmi SN, SMAN Unggul Aceh Selatan

34


23 Maret 2012

Assalamualaikum Wr. Wb. Kepada Menteri Pendidikan yang saya hormati dan saya banggakan. Saya Alda Inesya Putri dari sekolah SMA BPI 1 Bandung. Saya ingin mengikuti Forum Pelajar Indonesia ini karena saya prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia ini. Kondisi yang nyata di Indonesia saat ini berada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, padahal sebelumnya Tator dikenal paling mutu tingkat pendidikannya. Sekarang ini banyak anak yang tidak sekolah dikarenakan tidak ada biaya untuk membayar sekolah tersebut. Ada juga yang disuruh orang tuanya bekerja dibandingkan untuk belajar, padahal seharusnya di umur 6-17 tahun anak-anak itu disuruh untuk belajar bukan untuk mencari nafkah atau bekerja. Tapi anak-anak sekarang lebih milih untuk bekerja dibandingkan untuk belajar, karena orang tuanya yang tidak berusaha untuk membujuk anaknya melainkan menyuruh anaknya untuk bekerja. Tidak hanya itu, fasilitasnya juga belum cukup memadai. Contohnya seperti, kurangnya buku-buku pelajaran, meja dan kursi yang sudah rusak atau tidak cukup, gedung sekolah yang mengalami kerusakan dan kurangnya guru-guru yang ingin mengajar dengan biaya yang kecil ataupun yang tidak digaji sedikit pun. Karena bila fasilitasnya saja tidak memadai bagaimana bisa menjalankan proses ngajar-mengajar. Jadi, antara fasilitas dan keinginan untuk bersekolah harus di seimbangkan. Untuk itu, saya ingin mengadakan penyuluhan-penyuluhan ke tempattempat yang kiranya harus diberikan bantuan. Tetapi sebelumnya, kita harus mensurvey tempat-tempat tersebut terlebih dahulu agar penyuluhan yang dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Isi penyuluhan tersebut harus yang membuat motivasi orang tua agar menyuruh anaknya bersekolah, tidak hanya itu, anakanaknya pula harus di beri motivasi agar dia ada kemauan untuk menimba ilmu dan guru yang mengajar didaerah tersebut di beri dorongan agar tidak selalu menginginkan biaya setiap mengajar. Sebelumnya, Menteri Pendidikankan telah mengadakan program belajar wajib 9 tahun. Program itu seharusnya dilakukan terus jangan sampai berhenti, karena di program itu, anak yang tidak mampu tidak diharuskan untuk membayar

35


biaya sekolah karena sudah ditanggung oleh pemerintah. Jadi meringankan beban orang tua mereka. Tetapi disetiap sekolah-sekolah juga harus benar-benar menjalankan program itu. Karena sekarang-sekarang ini sekolah yang sudah di beri dana bos tetap saja meminta uang kepada murid-muridnya. Apalagi pemerintah sudah membangun sekolah gratis, seharusnya itu yang membuat lega kepada orang-orang yang tidak mampu karena tidak perlu lagi memikirkan biaya untuk menyekolahkan anaknya. Anak-anak diwajibkan sekolah itu bukan hanya untuk menimba ilmu tetapi juga agar bisa bersosialisasi dengan keadaan lingkungan sekitar, mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, dan selalu memberikan ide-ide yang kreatif. Bila program ‘Wajib Belajar Sembilan Tahun’ itu masih terlaksanakan dan fasilitas yang memadai seperti ‘Sekolah Gratis’ terdapat di setiap wilayah yang membutuhkan, pasti akan berguna sekali bagi mereka. Tidak hanya itu, angka anak jalanan pun akan mengalami penurunan karena anak-anak jalanan tersebut sudah diberikan penyuluhan tentang pentingnya pendidikan, itulah pentingnya penyuluhan agar dapat memotivasi diri mereka. Penyuluhan dilakukan disetiap desa-desa ataupun daerah yang membutuhkan dan kepada anak-anak jalan juga. Penyuluhan yang diberikan harus yang kreatif. Penyuluhan bertemakan tentang ‘Anak Cerdas Membanggakan Orangtua’ atau ‘Pintar Pangkal Kaya’ atau ‘Multitalenta Seorang Anak’. Saat penyuluhan, adakan permainan untuk anak-anak tetapi permainan yang di berikan harus yang bikin anak-anak senang dan termotivasi. Hanya karena tidak mampu bayar sekolah jadi tidak bisa bersekolah dan menimba ilmu? Jadi, agar pendidikan di Indonesia lebih maju, kita harus bisa membantu teman kita yang membutuhkannya. Sekian surat dari saya, maaf kalau tidak berkenan di hati bapak Menteri Pendidikan. Terimakasih dan Wassalam. Pelajar,

Alda Inesya Putri, SMA BPI 1 Bandung

36


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kubudayaan Ri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Energi Pelajar Untuk Kebangkitan Bangsa Salam hangat dari pelajar Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami sejarah masa lalu bangsanya dan yang memahami arah tujuan bangsanya itu sendiri. Ketika kita bicara tentang dua hal diatas maka ha itu tidak lepas dari peran serta pemuda /pelajar sebagai elemen bangsa yang memiliki posisi strategis dalam dinamika bangsanya kedepan. Sehubungan dengan itu mencermati berbagai fenomena yang saat ini tengah terjadi dikalangan pemuda dan pelajar Indonesia dimana energi pelajar mengalami kecenderungan pada arah yang tidak kondusif, tidak sedikit energi terbuang ke hal yang tidak produktif. Berbagai fenomena negatif yang terjadi dikalangan pemuda/pelajar saat ini seperti tawuran, bolos saat jam pelajaran bahkan sampai mengkomsumsi barang haram seperti narkoba dan minuman keras. Apa sebetulnya yang salah terhadap sistem pendidikan kita saat ini? Apa semua ini imbas dari keegoisan sistem saat ini? Tentu tidak arif jika semua hal ini kami arahkan kepada pemerintah sebagai si pembuat sistem. Energi pelajar yang begitu besarnya seakan terbuang percuma oleh berbagai fenomena negatif yang terjadi di kalangan pelajar. Kebanyakan pelajar saat ini seperri tidak tahu arah menuju masa depan mereka. Mereka seakan di ombang-ambing oleh berbagai serbuan kepentingan serta pemikiran budaya luar yang tidak terfilterisasi, yang tak jarang membuat sebagian dari kami sebagai pelajar sudah hampir tidak tahu mengekspresikannya dengan cara apa, bahkan ada yang salah jalur dalam meluapkan semua hal yang mengimpit pikiran para pelajar. Seandainya energi yang begitu melimpah yang berasal dari kalangan pelajar dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya serta perbaikan karakter tidak di lakukan secara statis maka, bangsa ini dapat menjadi besar karena pendidikan yang bersumber dari energi positif dari para pelajarnya.

37


Tentu tidak arif jika kita hanya melemparkan berbagai kritikan kepada pemerintah tanpa sebuah solusi, ditengah berbagai lilitan persoalan yang rumit, begitupun dengan pemerintah alangkah tidak bijaksana jika tidak mendengarkan aspirasi yang didengungkan oleh para pelajar yang ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar di mata dunia dengan energi positif yang berhasil di kumpulkan saat ia mengenyam pendidikan yang merupakan roda pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pentingnya pendidkan karakter menjadi satu-kesatuan tugas pendidikan. Sehingga tugas utama pendidikan adalah membentuk karakter manusia handal dan mulia, mengajarkan pengetahuan, serta keterampilan. Sekian sepucuk surat kecil dari hati kecil seorang pelajar yang tidak ingin bangsa ini menjadi kecil oleh berbagai serbuan kepentingan oknum-oknum yang ingin membuat bangsa kita dironrong krisis multidimensi. Selamat buat bapak. Pengemban tugas mulia yang tugasnya menyiapakan masa depan yang lebih mulia bagi bangsa ini yang akhirnya Insya Allah akan di muliakan oleh Yang Maha Mulia. Salam Sukses ‌‌ Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Aldi Ashar Mappa, SMAN 2 Watampone

38


Banjarmasin, 23 Maret 2012 Yth. Bapak Muhammad Nuh di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kapada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia karena bersedia membaca surat dari saya. Pada surat ini, saya ingin menceritakan mengenai kekhawatiran saya dengan salah satu desa di Indonesia, yaitu desa Suit, suku Talang Mamak, Riau. Daerah ini dijadikan sebagai Kawasan Taman Nasional dan penduduknya merupakan suku asli Riau. Sayangnya, pemerintah sampai sekarang belum mengadakan pembangunan disana. Padahal, anggaran untuk pembangunan dan pelestarian suku pedalaman di desa ini telah tersedia, tetapi anggaran tersebut ternyata belum digunakan dengan maksimal dan bahkan tidak jelas keberadaannya. Pendidikan di daerah ini masih sangat memprihatinkan. Disana hanya ada satu sekolah yang berdiri dan itu pun merupakan pemberian dari swasta. Kemudian, kegiatan belajar mengajarnya hanya dilaksanakan sebulan sekali, itu pun apabila guru pengajarnya datang . Bahkan ada guru yang pergi dan tidak datang hingga berbulan-bulan sehingga para siswa dan siswinya pun tidak dapat bersekolah. Selain itu, sekolah ini hanya memiliki satu ruangan yang menampung berpuluh-puluh siswa. Tidak ada kurikulum ataupun kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya. Bahkan sebagian besar dari anak-anak ini masih buta aksara. Ketika ditanya nama negara sendiri saja mereka tidak tahu, bahkan ada salah satu anak yang menjawab negaranya adalah negara hutan. Gambar Presiden dan Wakil Presiden hanya seperti sebuah pajangan, mereka tidak tahu siapa mereka, tidak tahu apa nama dan jabatan mereka. Beginikah calon penerus bangsa Indonesia? Masih belum ada sarana dan prasarana yang dapat mendukung dan mensejahterakan masyarakat. Padahal, faktanya masyarakat suku

39


Talang Mamak ini terbilang taat membayar pajak, tetapi mereka tidak mendapat fasilitas sebagaimana mestinya. Desa ini hanya satu contoh dari berbagai desa di Indonesia yang mempunyai kondisi seperti itu, bahkan mungkin ada yang lebih parah. Ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa semakin berkurangnya kepedulian antara masyarakat kota dan desa. Orang-orang di perkotaan semakin banyak yang bersifat individualis dan tidak peduli dengan sesama. Untuk memajukan kehidupan di desa-desa seperti ini, diperlukan penanganan dari pemerintah yang dapat bekerja sama dengan swasta untuk membangun fasilitas-fasilitas dan infrastruktur yang dapat mendukung masyarakat, baik segi pendidikan, kesehatan, transportasi,dll. Selain itu, hendaknya dimulai sejak dini, para pelajar juga diajarkan untuk memikirkan daerah-daerah di sekitarnya dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik kedepannya. Demikian surat ini saya buat, salah khilaf mohon maaf. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hormat saya,

Alfil Gina, SMAN 7 BANJARMASIN

40


Aceh Selatan, 4 februari 2012 Kepada Yth: Menteri Pendidikan Di Kantor Kementerian dan Kebudayaan

Assalamualaikum Wr.Wb Dengan hormat, Saya sangat merasa bangga serta merasa menjadi salah satu siswa yang dapat menyampaikan sebuah surat kepada bapak menteri yang mungkin selama ini tidak pernah terduga ataupun terbayang oleh saya sebelumnya. Dengan surat ini saya ingin memberitahukan sedikit tentang masalah minimnya pendidikan yang masih Negara kita alami saat ini. Saya menemukan sebuah daerah yang tepatnya di SD Krueng Luas Kec. Trumon Timur Kab.Aceh Selatan. Pada sekolah ini saya melihat kurangnya kepedulian Pemerintah tentang kinerja pengajar di SD tersebut tenaga pengajar yang sudah PNS hanya dua orang sedangkan selebihnya hanya kontrak. Kontrak tersebut hanya berlaku satu tahun saja, setelah itu bagaimana denagn siswa siswi yang bersekolah di SD tersebut. Dan menurut saya memungkinkan apabila Pemerintah tidak lagi hanya memberikan tempo tenaga pengajar yang terbatas, sedangkan di kota-kota kinerja guru sangatlah melimpah ruah. Mengapa Pemerintah tidak mengadakan pemerataan terhadap guru-guru tersebut. Bagaimana juga siswa siswi dapat menjadi penerus generasi yang memebanggakan bagi Negaranya. Tanpa adanya tunjangan-tunjangan dari pihak lain dan mungkin yang saya harapkan agar Pemerintah dapat merespon tentang keadaan yang sangat memprihatinkan. Demikianlah surat ini saya buat dan terimakasih. Wassalam, Amanda Fairani Roza, SMAN Unggul Aceh Selatan

41


Kepada Yang Terhormat Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat,

Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Apa kabar, Pak Menteri? Saya berharap Bapak dalam keadaan sehat wal afiat, mengingat Bapak sebagai Menteri pejuang Pendidikan Rakyat Indonesia. Perkenalkan Pak, nama saya Ammar Abdullah, sekarang saya duduk di bangku kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. Bapak Menteri, sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak, yang telah di beri kesempatan terpilih sebagai Menteri di Negara ini. Saya tahu, tugas Bapak sebagai Menteri Pendidikan adalah untuk menjadikan anak-anak Bangsa menjadi Penerus Bangsa yang Berpendidikan. Mengingat sekarang ini, masih banyak anak-anak yang putus sekolah yang rata-rata di sebabkan oleh keterbatasan kemempuan untuk membiayai sekolah. Menurut saya, sebaiknya pemerintah membuat ketegasan untuk pendidikan gratis bagi khalayak yang kurang mampu dalam hal membiayai segala kebutuhan pendidikanya dengan memberikan dana beasiswa. Sebab, saya melihat kebanyakan beasiswa tersebut di berikan kepada orang yang masih mampu dalam hal membiayai, menurut pendapat saya, sebaiknya sebelum memberikan bantuan pihak sekolah perlu mendata murid mana yang memang seharusnya di berikan bantuan. Untuk itu saya mengucapkan.. Selamat berjuang Bapak Menteriku, semoga apa yang telah anda lakukan selama ini bagi Negara,di ridhai oleh Tuhan yang maha Esa.

42


Demikian pak, isi hati saya yan bias saya ceritakan dalam surat yang ingkat ini, semoga dengan surat ini, bias memotivasi Bapak untuk terus bersemangat memperjuangkan nasib Negara ini. Wassalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ammar Abdullah, Siswa MA Alkhairaat Pusat Palu

43


Garut, 13 Maret 2012 Yth. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Bapak Muhammad Nuh di tempat.

Bapak Menteri yang saya segani, salam sejahtera. Semoga anda selalu berada dalam keadaan fit untuk terus berjuang melaksanakan tugas mulia memajukan pendidikan Indonesia, amin. Keberadaan Ujian Nasional di Indonesia telah menjadi buah bibir di mana-mana. Masalah Ujian Nasional menurut saya harus kembali kepada konsep dan tujuan dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan berasal dari kata ‘didik’ v, mendidik, yang dapat diartikan ‘memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran’. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang / kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan; proses, perbuatan, cara mendidik (KBBI, 1988). Dalam bahasa Latin, kata ‘pendidikan’ diartikan menjadi ‘educare’ yang berasal dari sebuah kata ‘e-ducare’ yang berarti ‘menggiring ke luar’. Jadi educare dapat diartikan sebagai usaha pemuliaan, ‘pemuliaan manusia’ atau ‘pembentukan manusia’. Masalah utama yang terjadi adalah Ujian Nasional (UN) yang menuai banyak kritik dikarenakan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama yang menjadi faktor penyebab adalah UN yang fungsinya digunakan sebagai salah satu instrumen yang digunakan sebagai evaluasi pendidikan yang dilaksanakan di Negara Indonesia malahan dinilai mematikan potensi siswa dalam melakukan pembelajaran karena lewat instrumen UN ini yang dievaluasi adalah dari aspek kogntif atau dengan kata lain hanya ‘mendewakan’ sisi akademis, pengetahuan intelektual, dan kemampuan teoritis belajar dari seorang siswa tanpa memperhitungkan aspek-aspek lainnya dari seorang siswa, seperti aspek psikologis, aspek afektif (sikap), dan aspek psikomotoriknya.

44


Selain itu, faktor berikutnya UN yang dilaksanakan saat ini tidak melihat bagaimana sistem pendidikan dan pembelajaran yang berjalan di sekolah-sekolah di daerah-daerah. Adanya penyeragaman standardisasi angka kelulusan siswa menyebabkan masalah pelaksaan UN menjadi semakin kompleks. Sebagai contoh kecil, setiap sekolah pasti mempunyai kualitas guru yang berbeda. Menyamakan kemampuan dan kualitas setiap sekolah tentu saja merupakan hal yang salah, karena setiap sekolah tentu mempunyai kualitas yang berbeda-beda. Akibatnya, standarisasi nilai kelulusan siswa akhirnya menjadi momok yang menakutkan baik bagi siswa dan bagi guru sendiri. Ujung-ujungnya merekapun memaksakan diri untuk meraih nilai kelulusan yang memuaskan, terlepas itu dengan cara halal maupun haram. Sekolahpun menjadi sarana pembodohan dimana guru dan murid berkonspirasi untuk mengharumkan sekolahnya dengan cara yang tidak lazim. Hapus sistem UN hari ini! Sistem peenyamarataan itu harus dihapuskkan karena tidak sesuai dengan situasi dan kondisi daerah Indonesia yang memiliki kapabelitas berbeda-beda di setiap pelosoknya. Kalaupun mau tetap dipertahankan, berarti sama ratakan dahulu kapabelitas para pengajar di setiap pelosok, jika guru itu S1 semua harus rata‌ Terimakasih. Atas nama pelajar Indonesia Wassalamualaikum wr. wb.

Ampuh Riyyan Salam, MA Darul Arqam

45


Sungailiat, 3 Februari 2012 Kepada Yth : Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta

Assalamualaikum Warakhmatallahi Wabarokatuh Bapak Mendiknas yang saya hormati, sebelumnya mohon maaf dan izinkan saya menulis kepada Bapak, Bapak Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya banggakan, semoga Bapak selalu keadaan sehat dalam menjalankan tugas sehari - harinya, Bapak perkenalkan saya Anastasya Annisalian siswa kelas X (sepuluh) SMA Setia Budi Sungailiat Propinsi Bangka Belitung, ingin menyampaikan suara hati kami anak negeri bumi Serumpun Sebalai tentang dunia pendidikan, dengan bebagai problematikanya. Bapak Menteri saya anak negeri pulau timah di Bangka, seperti pemberitan yang kami terima baik media cetak maupun media elektronok dimana pendidikan di Bangka Belitung diakui secara nasional propinsi kami masih cukup tertinggal dengan daerah lain di luar Bangka Belitung namun hal ini lebih memacu kami untuk berprestasi saya dan teman teman sangat bangga dan bahagia dengan sekolah kami, karena prestasi di sekolah kami SMA Setia Budi Sungailiat Propinsi Bangka Belitung setiap tahunnya selalu meningkat, baik itu prestasi dibidang akademik maupun non akademik; Bapak menteri saya bersekolah disalah satu sekolah swasta di kabupaten Bangka Propinsi Bangka Belitung, namun kualitas pendidikan disekolah kami tidak kalah dengan sekolah negeri favorit di Bangka Belitung, saya pun bangga dengan guru – guru kami dalam menjalankan tugasnya mereka tak kenal lelah membekali pengetahuan untuk kami dimasa depan, namun saya sering sedih melihat kenyataannya, pak menteri kenapa kebijakan sering berubah dalam waktu yang singkat, juga kadang kala tidak berpihak kepada guru guru swasta di daerah karena itu jelas kami rasakan dampaknya, jadi tolong pak menteri perhatikan guru guru di daerah agar terjadi pemerataan pendidikan di negeri ini.

46


Demikian suara kami anak negeri pulau timah, Bapak menteri yang saya banggakan, saya sangat berharap banyak kepada Bapak, kira Bapak dapat dengan arif dan bijaksana dalam menetapkan kebijakan dibidang pendidikan khususnya di daerah kepulauan seperti pulau Bangka ini, akhir kata saya mohon maaf apabila dalam penyampaian kurang berkenan, saya ucapkan terima kasih dan selamat menjalankan tugas semoga dapat membawa negeri ini ke gerbang kamakmuran. Amin‌. Hormat saya,

Anastasya Annisalian, SMA Setia Budi Sungailiat

47


Banjarmasin, 23 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di – tempat

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Terima kasih kepada Bapak yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk membaca surat saya. Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Andiny Widya Utari dan saya kini bersekolah di salah satu SMA di Banjarmasin, saat ini saya sedang menduduki kelas 11. Bapak, saya ingin sedikit bercerita selama perjalanan saya dari kecil hingga SMA sekarang ini. Dulu, sewaktu SD, di sekolah saya terdapat pelajaran Muatan Lokal, yakni bahasa daerah. Tetapi, ketika saya di SMP dan SMA sekarang ini, pelajaran seperti itu sudah tidak ada lagi, terutama di Banjarmasin. Tidak hanya itu, pelajaran yang berbau kebudayaan pun tidak ada lagi. Sedangkan pada waktu saya SD, ada pelajaran Muatan Lokal, selain bahasa daerah, saya juga diajarkan kebudayaan daerah saya, walaupun itu hanya berupa materi. Mengapa sekarang jadi menurun seperti itu, Pak? Padahal jika anak seusia saya sejak dini mempelajari kebudayaan daerah, saya yakin generasi muda nantinya dapat mempertahankan kebudayaan daerahnya masing-masing. Sehingga, kebudayaan daerah kita tidak tergeser oleh westernisasi.Sekarang ini saya melihat remaja sedang ramai mengidolakan artis dan band-band luar negeri. Mereka cenderung lebih mempelajari dan mendalami kebudayaan idolanya daripada kebudayaannya sendiri. Sebenarnya, mempelajari kebudayaan negara lain itu memang tidak dilarang, tetapi itu akan berdampak buruk jika terus dibiarkan. Hal ini dapat menyebabkan “kebutaan� akan kebudayaan negara sendiri. Jika itu terjadi, remaja seperti saya yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa dan mempertahankan kebudayaan daerah, tetapi justru tidak

48


bisa mempertahankannya, karena mengenalnya pun tidak. Bagaimana pula dengan anak cucu kita nanti, Pak? Siapa yang akan mengajarinya dan mengenalkannya kepada keanekaragaman kebudayaan negeri ini? Menurut saya, wajarlah, jika negara lain bisa mengklaim kebudayaan kita sebagai kebudayaan mereka, karena kita sebagai pemilik kebudayaan kurang menghargainya. Kita mengakui itu kubudayaan kita, tetapi kita tidak mengenalnya, apa itu bisa dikatakan sebagai pemilik, Pak? Menurut saya, hal seperti ini perlu ditindak lebih lanjut, misalnya saja dengan mengadakan kembali pelajaran kebudayaan di semua tingkat sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA. Mungkin pelajaran kebudayaan itu hanyalah pelajaran sederhana yng tidak akan menjadi sebuah pelajaran wajib di Ujian Nasional maupun di Perguruan Tinggi. Tetapi, bukan berarti pelajaran kebudayaan sejak itu nantinya tidak bermanfaat, benar kan Pak? Bukan hal yang tidak mungkin 10 sampai 20 tahun lagi justru kebudayaan kita yang akan dipelajari oleh negara lain. Hal itu tentu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Saya sangat berharap jika suatu saat nanti pelajaran kebudayaan akan ada lagi dan didukung oleh pemerintah. Kemudian akan ada peraturan yang mewajibkan siswa minimal menguasai satu kebudayaan daerahnya. Saya yakin pelajaran itu nantinya akan diminati semua siswa. Betapa tidak, ini salah satu cara untuk menumbuhkan kembali rasa memiliki kebudayaan daerahnya. Baiklah, mungkin surat saya ini sudah terlalu panjang, saya mohon Bapak dapat mempertimbangkan pendapat saya ini. Saya tahu ini bukan hal yang mudah, tetapi jika ini bisa diusahakan, saya yakin apa yang saya sebutkan di atas pasti akan terjadi. Demikian surat dari saya, mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya dalam tulisan ini. Sekali lagi terima kasih atas waktu yang telah Bapak luangkan untuk membaca surat saya. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Andiny Widya Utari, SMAN 7 Banjarmasin

49


Garut, 21 Januari 2012 kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA

Saammppuuraasuuunn… Assalamu’alaikum Bapak, bagaimana kabar hari ini? Semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Karena saya akan sangat gembira jika Bapak selalu sehat wal’afiat. Begitu juga anak-anak bangsa dari Sabang sampai Merauke senantiasa mendoakan setiap langkah kebaikan Bapak. Bapak yang terhormat, saya adalah salah satu pelajar dari seluruh anak-anak bangsa yang ingin menyampaikan suara hati saya. Kami seringkali mendengar bahkan menyaksikan masalah “Link and Match” di dunia pendidikan. Sungguh memprihatinkan, banyak sekali lulusan Perguruan Tinggi yang harus menjadi seorang pengangguran. Memang menjalankan “Link and Match” bukanlah hal yang sederhana, tetapi mesti ada yang bergerak simultan untuk menyukseskannya. Seperti Perguruan Tinggi harus mampu memprediksi dan mengantisipasi keahlian yang diperlukan dunia kerja dan teknologi sepuluh tahun ke depan. Begitu juga jika selama ini negara Indonesia masih sibuk menghabiskan anggaran untuk membangun infrastruktur, maka sudah saatnya investasi itu diarahkan untuk pembangunan sumber daya manusianya terlebih dahulu. Untuk itu, kami menginginkan adanya perubahan sistem Pendidikan Nasional yang telah tersedia berkaitan dengan program “Link and Match”. Kami pun menginginkan adanya keseriusan menjaga iklim keterkaitan dan mekanisme implementasi ilmu dari Perguruan Tinggi ke dunia kerja sehingga diharapkan program “Link and Match” ini bejalan semakin baik dan semakin mampu membawa manfaat bagi semua pihak. Bapak yang terhormat, kami berharap semua stake holders dunia pendidikan bersedia membuk mata dan mulai bersungguh-sungguh men-

50


jalankan “Link and Match”. Kami pun berharap Bapak dapat mendengar serta membantu suara hati anak bangsa. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Salam hormat, anak bangsa…

Anggi Maharani Safitri, SMAN 17 GARUT

51


Bengkulu, 6 Maret 2012 Yth. Bapak Mohammad Noh, DEA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Assalamualaikum Wr.Wb. Sebelumnya saya sampaikan puji syukur kehadirat Allah SWT, semoga bapak selalu dalam lindunganNya, Amin. Nama saya Anggun Pramadita , saya biasanya dipanggil Anggun. Saya bersekolah di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu dan sekarang saya kelas XI IPS, Bapak menteri yang saya hormati, sedikit saya ingin curhat dengan bapak. Saya sangat prihatin dengan sistem pendidikan sekarang. Nampak Pemerintah ingin membangun siswa dan sekolah unggulan. Namun semua ini seakan dipaksa untuk diterapkan di sekolah-sekolah, yaitu penerapan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Saya sempat berpikir, apakah penerapan SBI ini sangat penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia atau SBI ini justru menjadi ajang komersil dalam dunia pendidikan di negara kita. Setiap sekolah yang sudah menerapkan RSBI atau SBI menerapkan tarif jutaan sampai puluhan juta rupiah untuk setiap siswa yang akan masuk di sekolah itu. Inilah letak kesenjangan pendidikan di Indonesia dan telah mengingkari dari sila ke 5 dari Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia�. Belum lagi aspek psikologis dan keadilannya, dimana satu sekolah menerapkan RSBI/SBI dan Regluer. Hanya siswa-siswa dari kalangan yang mampu saja yang dapat kesempatan mengikuti program RSBI/SBI, sementara siswa yang kurang mampu terpaksa mengiikuti program reguler, padahal siswa-siswa itu termasuk siswa yang pintar. Dan mereka terkotak kotak diantara siswa RSBI/SBI dan siswa reguler/biasa dalam satu atap sekolah. Keminderan dan kecemburuan sosial akan sangat berdampak terhadap siswa reguler/biasa tersebut.

52


Yang saya tahu SBI ini lahir dari Undang-Undang SISDIKNAS tahun 2003, yaitu upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan yang mengadopsi dari Silabus Cambrigde Advance Level (Level A) yang umumnya dipakai sekolah menengah negara-negara yang tergabung dalam OECD. Tapi apa yang terjadi di banyak sekolah yang sudah menerapkan SBI ataupun RSBI, yaitu tanpa diimbangi oleh peningkatan mutu sumber daya pendidik mulai dari Kepala Sekolah, guru sampai menejemennya. Usul saya kalau memang SBI ini penting untuk diterapkan di dunia pendidikan negara kita, sebaiknya Pemerintah terlebih dahulu dan bersertifikasi, serta SBI ini kalau perlu ditujukan untuk siswa-siswa yang memilki kecerdasan yang bagus dan dibiayai oleh pemerintah. Selain itu perlu adanya tim monitoring dan evaluasi yang dibentuk dari berbagai kalangan, baik dari pemerintah itu sendiri, masyarakat, LSM, serta dari kalangan kampus. Saya yakin, kalau ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, maka akan lebih tepat guna dan memiliki hasil yang baik. Akhir kata, kesempatan itu tidaklah kekal adanya, tetapi sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi bangsa dan negara akan memberikan kekekalan pada akhirnya. Wassalamualaikum Wr.Wb., Hormat saya,

Anggun Pramadita, SMAN 5 Kota Bengkulu

53


Palu, 05 Maret 2012 kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia DiJakarta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Angreani Nastya Tri Putri,siswi dari SMA Negeri 2 Palu. Ingin menyampaikan aspirasi saya tentang pendidikan di Negeri kita ini. 1. Masalah biaya sekolah yang begitu mahal. Mengapa biaya sekolah sekarang sangatlah mahal? Untuk masuk sekolah TK, SD, dan SMP memerlukan biaya, entah itu seragam, buku, dll. Dan semua itu memerlukan biaya. Bagi masyarakat menengah ke bawah, darimana mendapatkan biaya itu? Sedangkan sekarang lapangan kerja sangatlah tidak mencukupi. Bukankah sudah ditetapkan bahwa sekolah negeri mewajibkan bagi mereka untuk sekolah gratis selama 9 tahun? Namun, mengapa masih ada sekolah negeri yang tetap melaksanakan sistem pembayaran iuran sekolah? Bukankah sekolah negeri milik pemerintah? Tetapi mengapa sekolah swasta (yang berdiri sendiri) lebih maju di banding sekolah negeri? Saya harap Bapak dapat memberi bukti atau melaksanakannya dengan membantu mereka yang kurang mampu agar dapat bersekolah dan menempuh pendidikan yang seharusnya. Jangan hanya bagian Indonesia Barat saja yang diperhatikan, Indonesia bangian Tengah dan Indonesia bagian Timur juga perlu diperhatikan. 2. Masalah fasilitas sekolah. Fasilitas-fasilitas di beberapa sekolah masih ada yang belum lengkap. Contohnya di sekolah saya, SMA Negeri 2 Palu. Walau kita sudah membayar mahal, tetap saja fasilitasnya begitu saja. Seharusnya di setiap tahun, sekolah kami memiliki perubahandisetiap tahunnya. Bukankah sebelum masuk sekolah kita diharuskan membayar uang pembangunan dan lain-lain? Tapi men-

54


gapa tidak ada perubahan sedikit pun dalam pembangunan sekolah kami atau penambahan fasilitas? Walaupun kami sudah melakukan demo, tetap saja tidak ada perubahan dalam sekolah kami. Memang ada, tetapi kami hanya mendapatkan sedikit perubahan saja. Fasilitas seperti AC, tidak ada yang di ganti. Padahal AC di beberapa ruangan bahkan hampir di semua ruangan tidak berfungsi dengan baik dan fasilitas komputer, yang hanya diganti di kelas XI dan XII saja. Dikelas X hanya diperbaiki saja. Itupun tidak diperbaiki sepenuhnya. Saya mengharapkan Bapak lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah/Dinas Pendidikan dengan turun langsung menangani hal ini. Ditakutkan adanya tindak korupsi yang dilakukan sehingga tidak dapat mengubah suatu sekolah di setiap tahunnya. 3. Masalah sekolah SMK. Seharusnya SMK harus lebih diperhatikan, karena prospek kreatifitasnya lebih besar. Agar harapan dan peluang di masa depan dapat terlaksana dengan baik. Sekian surat dari saya. Sekiranya hanya itu yang dapat saya sampaikan, semoga dapat Bapak terima dengan baik dan dapat terlaksana dengan baik pula. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak. Sebenarnya, masih banyak yang ingin saya sampaikan kepada Bapak. Tetapi dikarenakan adanya pembatasan penulisan surat, jadi saya hanya dapat menyampaikan beberapa aspirasi saya kepada Bapak. Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Saya akhiri, Wabillahitaufikwalhidayah Wassalamualaikum Warahmatulllahi wabarakatuh. Hormat saya,

Angreani Nastya Tri Putri, SMAN 2 Palu

55


Pagaralam, 20 Maret 2012 Kepada Yth Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia diTempat

Dengan Hormat, Bapak menteri pendidikan dan kebudayaan yang sangat saya hormati, suatu kehormatan untuk saya bisa menyampaikan sepenggal cerita tentang kisah pelajar indonesia dalam apresiasinya terhadap kebudayaan bangsa. Bapak menteri pendidikan dan budaya yang sangat saya banggakan, kita tahu pak bahwa saat ini keaktifan pelajar dalam mempertahankan nilai estetika budaya indonesia sangatlah berkurang, ini semua akibat dari pengaruh globalisasi yang kapan saja bisa meracuni pemikiran anak bangsa.. Jika hal ini tidak segera diatasi maka hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Sangat disayangkan bukan, jika pelestarian kebudayaan Indonesia menjadi surut hanya karena nihilnya niat bangsa untuk memeliharanya. seperti fakta yang sering kita lihat dan kita dengar, minat dan keaktifan kaula muda Indonesia dalam melestarikan kebudayaan sangatlah berkurang. Malah budaya luar begitu pesatnya menjalar di lingkungan anak bangsa. Bukankah hal itu dapat mengancam eksistensi budaya kita? Karena kita tahu bahwa seluruh mahluk dunia mengakui akan kekayaan bangsa Indonesia dalam bidang budaya. Indonesia juga dijuluki sebagai negeri seribu pulau yang disetiap jengkal jaraknya memiliki keunikan dan keberagaman tersendiri. Mungkin akan sangat terlihat indah jika kebudayaan tersebut dapat berkolaborasi untuk memperlihatkan begitu indahnya bumi pertiwi ini. Mungkin bapak dan jajarannya dapat mengadakan suatu event untuk meningkatkan rasa cinta pelajar terhadap kebudayaan ini.

56


Baiklah pak, Itu saja yang dapat saya sampaikan. Jangan sampai kejadian lampau terulang. Hanya karena ke “masa bodoh�an kita terhadap budaya sendiri sehingga orang lain dengan mudahnya mengklaim budaya asli bangsa Indonesia. Atas perhatian bapak saya ucapkan terimakasih :) Salam Hebat dari anak bangsa! Hormat saya,

Anita Simanjuntak, SMAN 1 Pagaralam

57


Banjarmasin, 23 Maret 2012 KepadaYth. Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional di – Tempat

Salam hangat saya sampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Bapak Muhammad Nuh. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena telah diberi kesempatan untuk menulis surat ini kepada bapak. Surat ini saya tulis sebagai ungkapan hati saya mengenai kondisi dan permasalahan pendidikan di Indonesia. Menurut pengamatan saya selama ini pemerintah lebih memfokuskan perhatiannya dibidang pendidikan mengenai Ujian Nasional (UN) yang dari tahun ke tahun selalu dilakukan perbaikan oleh pemerintah khususnya departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Saya sebagai pelajar Indonesia berkewajiban mengingatkan kepada bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk tetap memperhatikan lagi dengan permasalahan yang lainnya. Dewasa ini, saya melihat bahwa mata pelajaran muatan lokal semakin di kesampingkan, di sekolah saya sendiri SMAN 7 Banjarmasin, pelajaran muatan lokal untuk bahasan kebudayaan Banjar sudah tidak ada lagi. Sesuai kebijakan Pemerintah Kalimantan Selatan bahwa pada mata pelajaran muatan lokal dimasukkan mata pelajaran Baca Tulis AlQur’an (BTA). Hal ini memang positif dilaksanakan karena melihat mayoritas masyarakat Kalimantan Selatan yang beragama Islam selain untuk memperkuat citra Kalimantan Selatan di masyarakat luar sebagai Provinsi Serambi Madinah, akan tetapi saya rasa untuk mata pelajaran muatan lokal yang membahas kebudayaan lokal sendiri harus tetap ada, bagaimana mungkin generasi muda bangsa ini nantinya akan cinta tanah air dan budaya nya sendiri jika tidak mengenal jauh tentang budaya khas daerahnya sendiri.

58


Dan itu terbukti, dimana kebanyakan para remaja di Indonesia lebih “WELCOME� terhadap budaya luar yang masuk dibanding dengan kebudayaan daerah sendiri. Bahkan banyak dikalangan pemuda itu sendiri yang menganggap bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang sudah kuno. Saya sebagai generasi penerus merasa terpukul atas fakta ini. Sehingga saya sangat mengharapkan kepada bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional agar lebih memperhatikan permasalahan ini yang mungkin sedikit bemasalah di bagian kurikulum. Kalau perlu departemen pendidikan dan kebudayaan bisa mengucurkan dana dari pusat kepada daerah untuk pengadaan alat-alat tradisional, misalkan alat musik tradisional daerah untuk kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah agar bisa dipelajari oleh para pelajar. Sehingga jika nanti para siswa belajar akan lebih menyenangkan dan membuat mereka lebih mencintai serta menghargai budaya nenek moyang sendiri. Saya pun yakin bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mampu merealisasikannya dengan segala kemampuan dan pengalaman yang bapak miliki di bidang pendidikan dan kebudayaan. Terimakasih. Hormat saya,

Annadi Muhammad Alkaf, SMAN 7 Banjarmasin

59


Garut, 10 Maret 2012 Kepada Yth, Bapak M. Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tempat

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Bagaimana kabar Bapak saat ini? Semoga Bapak sehat walafiat dan selalu ada dalam lindungan Allah S.W.T. Amin. Saya adalah seorang siswi SMA kelas XI yang ingin menyampaikan sesuatu lewat surat ini, yang mungkin ini merupakan kesempatan saya untuk menyampaikan hal yang kecil, tapi menurut saya, suatu saat ini akan berdampak sangat besar bagi Indonesia, khususnya bidang kebudayaan Indonesia. Saya berpikir, bahwa Bahasa Sunda pada zaman sekarang sudah mulai menurun dalam penggunaannya, Bahkan penurunan penggunaan bahasa daerah (Bahasa Sunda) itu terjadi di daerah saya yaitu di sebuah kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk ibukota yang mayoritasnya orangorang Sunda. Bagaimana dengan pandangan Bapak mengenai hal ini? Saya merasa Bahasa Sunda sudah mulai banyak ditinggalkan. Hanya para orang tua dan segelintir anak muda yang memakai Bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Sunda seolah-olah hanya dipakai saat pelajaran Bahasa Sunda saja, itupun tidak di seluruh sekolah. Secara tidak langsung, dalam diri remaja sekarang sudah tertanam rasa gengsi untuk memakai bahasa daerahnya, banyak yang lebih mementingkan bahasa asing. Jika hal itu tidak diperbaiki dari sekarang, bagaimana kebudayaan Indonesia 10 tahun kedepan? Atau 20 tahun kedepan? Apakah bahasa daerah khususnya Bahasa Sunda masih ada? Sepertinya jika terus begini tidak dipungkiri jika 10 atau 20 tahun kedepan Bahasa Sunda akan hilang dari orang-orang Sunda itu sendiri. Di kota seperti Garut ini saja Bahasa Sunda sudah jarang dipakai apalagi di kota-kota besar? Menurut survei, banyak turis yang ingin belajar Bahasa Sunda, tetapi kenapa pemilik Bahasa Sunda sendiri gengsi untuk memakainya? Saya berharap, dengan adanya surat ini Bapak tergugah untuk memberdayakan wajib bahasa dae-

60


rah setiap 1 hari dalam 1 minggu, misalnya setiap hari Kamis, sehingga kegiatan tersebut secara tidak langsung dapat merubah paradigma yang selama ini melekat di diri masyarakat khususnya kaum muda yang gengsi memakai bahasa daerah. Membuat semua orang merasa bangga dengan bahasa daerahnya masing-masing (tidak hanya Bahasa Sunda), sehingga tidak terjadi kepunahan bahasa di negeri ini. Terimakasih atas perhatian Bapak, mohon maaf apabila dari surat ini ada yang tidak berkenan di hati Bapak karena yang benar datangnya dari Allah dan yang salah dari keterbatasan ilmu saya. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam anakmu,

Annisa Nurjanah, SMA NEGERI 1 Garut

61


Blitar, 17 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan Republik Indonesia Di tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagaimana kabar Pak Nuh? Semoga dalam keadaan baik. Sebelumnya, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Apri dari SMAN 1 Blitar. Beberapa waktu yang lalu saya sempat bertemu Bapak ketika Pak Nuh berkunjung ke Blitar. Meskipun saya dapat bersalaman dengan Bapak, namun sayang sekali belum bisa bertegur sapa. Pasti lupa ya Pak? Tidak apa-apa, saya memaklumi. Karena saya tahu bahwa Bapak mempunyai segudang pekerjaan yang harus dikerjakan. Alhamdulillah, sekarang saya diberi kesempatan untuk mengirim surat kepada Bapak. Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, dalam era globalisasi ini pendidikan di suatu negara memegang peranan yang sangat penting. Melalui pendidikan yang baik kita bisa mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang dapat bersaing di kancah Internasional. Dan pendidikan di Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik daripada masa-masa terdahulu. Terbukti dengan munculnya siswa-siswi Indonesia yang menjuarai berbagai olimpiade dan perlombaan yang bertaraf Internasional. Contohnya saja teman-teman yang baru saja memperoleh medali dari Olimpiade Fisika Internasional dan juga kakak kelas saya sendiri yang memperoleh beberapa medali dari cabang non-akademik, yaitu olahraga renang. Sungguh prestasi yang luar biasa yang dapat kita banggakan dan dapat memberi senyuman di tengah kesedihan ibu pertiwi atas banyaknya kemelut yang menimpa negara kita ini. Namun Pak, ternyata bangsa kita sekarang bukan hanya butuh pendidikan yang bisa membuat para siswanya pandai tentang pelajaran saja. Bangsa kita butuh generasi yang mempunyai prestasi akademik yang baik dan juga kepekaan sosial serta berkelakuan baik, seperti jujur, adil dan tidak mementingkan kepentingan pribadi. Mudah memang kita menemui siswa yang mendapatkan nilai sempurna di rapornya, tapi tidak

62


pernah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, tidak pernah bergotong royong, dan tidak pernah memperhatikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Dengan demikian, kita perlu suatu sistem pendidikan yang dapat membuat moral dan karakter para generasi penerus bangsa menjadi lebih baik lagi. Pak Nuh yang disayangi oleh Allah, di samping kita memberikan perhatian yang ekstra terhadap para siswa di Indonesia, kita juga harus perhatian terhadap para pendidik. Kita harus mengetahui dengan pasti apakah para tenaga pendidik yang ada di negara ini sudah memenuhi standar untuk menjadi panutan bagi siswa-siswi mereka atau belum. Kita bukan hanya butuh guru yang pandai dalam mengajar pelajaran di kelas, namun kita juga butuh guru yang mampu mendidik para siswanya serta dapat memberikan contoh-contoh yang baik. Banyak kita temui para tenaga pendidik yang ada sekarang yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak patut ditiru. Contohnya saja membolos. Kalau guru saja sudah membolos, bagaimana dengan muridnya. Bukan begitu, Pak? Oleh karena itu Pak, mari terus berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi bangsa ini. Mari kita lanjutkan dengan semangat yang membara tentang Pendidikan Karakter demi mencetak generasi penerus yang berwawasan global namun berkearifan lokal. Kami para pelajar Indonesia akan selalu giat belajar dan membangun karakter yang baik pada diri kami agar kelak dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Jayalah Indonesiaku! Wassalamu’alaikum Wr. Wb,

Apri Rokhyadi, SMAN 1 Blitar

63


Palembang, 13 Februari 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Dengan hormat,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelumnya perkenalkan bapak Menteri, nama saya, Ardhia Amalia, saya siswi kelas 10 di SMA yang kebetulan Bapak Marzuki Ali yang mempunyai sekolah ini, yaitu SMA LTI IGM Palembang, Sumatera Selatan. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih, karena melalui surat ini saya dapat menyampaikan beberapa aspirasi dan inspirasi saya kepada Bapak, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti saya, semoga Bapak selalu senantiasa diberi rahmat dan hidayahNya dan alhamdulillah selama bapak mengemban amanah di Indonesia bapak membawa perubahan di Indonesia dalam bidang Pendidikan, saya sebagai rakyat Indonesia sangat berbangga hati dapat menjadi bagian dari rakyat yang merasakan banyak perubahan mengenai Pendidikan di Indonesia, pada kesempatan ini izinkan saya agar dapat menyampaikan sedikit suara hati, aspirasi, dan inspirasi kepada bapak Menteri yang terhormat. Saat ini ada satu hal yang mungkin sulit untuk bapak tangani yaitu, mengenai Pendidikan di Indonesia. Seringkali bapak mendapatkan kritik yang dapat mencambuk bapak mengenai Pendidikan. Dimulai dari hal kecil, Pendidikan di Palembang telah mencapai tingkat memuaskan untuk saya karena Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Alex Noerdin telah membangun Sekolah Gratis di Palembang bahkan ada sekolah khusus anak yang tidak mampu namun mempunyai kualitas pemikiran yang luar biasa, sekolah tersebut bernama sekolah Sampoerna. Namun, mengenai pendidikan di Indonesia saya belum banyak mendengar adanya sekolah gratis yang dibangun langsung dari pemerintah. Sebagai pelajar Indonesia, saya sedih dengan pendidikan Indonesia. Pendidikan Indonesia masih rendah pembelajarannya dan antar daerah kualitas pembelajarannya masih tidak seimbang, ada yang tinggi

64


tetapi juga ada yang rendah dan itu tidak adil bagi orang-orang daerah terpencil untuk maju di masa mendatang. Pendidikan di Indonesia ini termasuk golongan masih rendah di Asia Tenggara ini sangat tidak sebanding dengan negara tetangga dan contohnya Singapura buktinya di singapura sekolahnya diawasi oleh pemerintah, contoh sekolah BGIIS adalah salah satu yang berkembang pesat di Singapura dan telah memiliki dua kampus seluas tujuh hektare. Kini pelajarnya telah mencapai angka lebih dari 1700, berasal dari seluruh penjuru dunia dan BGIIS sekolah dengan akreditasiInternasional Baccalaureate (IB), juga menawarkan progam diploma IB. Siswa pun mendapatkan banyak fasilitas perpustakaan dengan lebih dari 10,000 koleksi buku, laboratorium komputer dan multimedia yang lengkap, serta berbagai fasilitas olahraga. Negara dengan daerah kecil tetapi lebih maju di bandingkan Indonesia. Nah yang jadi pertanyaan adalah mengapa bisa demikian? Padahal negara Indonesia lebih dulu Merdeka dari negara tetangga. Di Kota banyak sekolah yang menggunakan bangunan mewah tetapi menghasilkan siswa yang sering tawuran dan semacamnya. Pendidikan di Indonesia banyak pembatasnya banyak yang bilang pendanahan uang untuk membantu pendidikan banyak, tapi yang diterima sedikit. Sekolah-sekolah di daerah kecil tidak ada perbaikan, semakin hari semakin hancur. Padahal di balik sekolah-sekolah daerah terpencil itu bisa menghasilkan orangorang yang berguna. Berikut ada sedikit pendapat saya mengenai pendidikan: 1. Sebaiknya ada perbaikan yang kurang fasilitas untuk sekolah-sekolah yang terpencil di Indonesia 2. Ada baiknya pula jika bapak berkenan lagi untuk dapat mengajukan Sekolah Gratis di tiap kota di Indonesia. Saya sangat berharap bapak dapat sekiranya mempertimbangkan pendapat saya. Amin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Hormat Saya, Ardhia Amalia, SMA LTI IGM Palembang

65


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Dengan Hormat, Dalam tujuan membangun negara sangat diperlukan SDM yang berkualitas. Untuk menciptakan SDM berkualitas maka yang berperan aktif adalah bidang pendidikan. Melalui pendidikan orang akan menjadi pemimpin bangsa yng berkualitas, berpotensi dan bijaksana. Namun melihat keadaan pendidikan di Negar ini yang masih tergolong rendah, maka sangat susah untuk menciptkan SDM yang berkualitas. Terlebih khususnya pendidikan yang berada di daerah pelosok. Contohnya adalah sekolah yang berada di Lewa, Sumba, NTT. Pendidikan di SMAN Lewa sangat minim akan pengetahuan. Masalah itu dipengaruhi oleh Faktor sarana–prasarana. Kelengjkapan buiku di perpustakaan yang sangat kurang. Kelengkapan lab. Komputer yang hanya berjumlah 10 unit computer. Kelengkapamn laboratorium ilmiah yang tidak memadai, sehingga banyak materi pelajaran yang harus dipraktikan tidak terlaksana. Sarana lain juga kurang memadai adalah ruangan pelajaran dan peralatan olahraga yang kurang lengkap. Saya ingin menyarankan beberap hal kepada Bapak untuk memperbaiki masalah tersebut diantaraya yang berhubungam dengan kelengkapan buku perpustakaan, komputer, laboratorium dan sarana olahraga karena selama ini di sekolah SMAN 1 Lewa sangat kekurangan buku. Semua masalah tersebut merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan. Masalah tersebut dapat menghambat terciptanya SDM yang berkualitas. Dalm mengatasi ,masalah negara ke depannya, maka ssangat dibtuhkan pemikirran yang sangat kritis, jujur, bertanggung jhawab, mempunyai ide kreatif dan dapat mengambil

66


keputusan yang tepat dan bijaksana, oleh karena itu saya sangat memohon perhatian Bapak akan keprihatinan sekolah kami ini. Semoga saran sayaini dapat di pertimbangkan sebagaimana mestinya. Hormat saya,

Ardiwanto Umbu Tanda, SMAN 1 Lewa

67


Pangkalpinang, 23 Maret 2012 Kepada Yth

Bpk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Salam semangat dari generasi muda yang akan meneruskan estafet negeri ini. saya berharap secarik kertas ini dapat menjadi sebuah percikan untuk menjadikan Indonesia lebih baik kedepannya. Amin Dengan ini juga saya: Nama

: Ardiyanto

Kelas

: XII Akuntansi SMK 1 Negeri Pangkal Pinang

Provinsi : Kepulauan Bangka Belitung Tulisan ini saya ketik berdasarkan keprihatinan saya terhadap apa yang terjadi dengan generasi muda saat ini. Melihat realita saat ini, sebagian generasi kita secara perlahan-lahan mulai melupakan nilai-nilai budaya yang luhur. Norma-norma yang menjadi subtansi penting budaya tidak lagi ditempatkan dalam kedudukannya yaitu sebagai kontrol dari tindakan-tidakan sehari-hari. Bukti kecil yang dapat kita lihat dan kita dengar adalah tawuran pelajar, sex bebas, pelanggaran HAM yang selalu menghiasi media kita saat ini. Beranjak dari realita diatas, timbul dalam benak saya sebuah pertanyaan besar, mengapa hal ini bisa terjadi pada generasi muda kita?. Padahal Sebagai agent of change, generasi muda memiliki peranan yang penting dalam pembangunan bangsa. Untuk itulah sebagai generasi penerus bangsa saya berharap kedepannya pendidikan kebudayaan terus dapat ditanamkan dan ditingkatkan lagi, melalui berbagai jenjang pendidikan di Indonesia dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Serta dapat mengimpelentasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa, menata kehidupan bangsa Indonesia yang lebih bermoral, bermartabat serta maju diantara arus globalisasi saat ini. Hal ini karena tujuan pendidikan nasional Indonesia tidak hanya mencerdaskan kehidu-

68


pan bangsa. Dimana pendidikan nasional diarahkan untuk mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Demikian setitik pemikiran kecil saya sebagai seorang siswa yang prihatin akan generasi muda mendatang. Terima kasih atas perhatiannya. Siswa

Ardiyanto, SMKN 1 Pangkal Pinang

69


Singaparna,18 Maret 2012 Yang Terhormat Bapak Menteri Penidikan Nasional dan Kebudayaan Jl.Jenderal Soedirman, Senayan Jakarta Pusat 10270

Bapak mentri pendidikan yang saya hormati Saya adalah pelajar Madrasah Aliyah Negri Cipasung, saya lahir dan di besarkan di INDONESIA, saya sangat mencintai negri ini, negri yang subur, negri yang santun, negri yang sangat menjujung tinggi nilai-nilai kesopanan, negri yang di sebut-sebut sebagai tanah surga karna kesuburan sumber daya alamnya, negri yang sngat di hormati oleh negaranegar di dunia. Tapi kenapa ya pak di negeri ini para penerus bangsa yang akan menjadi tumpuan kita di masa depan, yang akan menjadi penerus bapak malah harus bergelut dengan kerasnya kehidupan, bercucuran keringat hanya untuk sepeser rupiah. Apalagi di kota-kota besar seperti jakarta anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah tapi kok malah berkeliaran di jalanan hanya untuk sesuap nasi. Mereka seharusnya menikmati masa kanak-kanak mereka dengan bermain, belajar dan sebagainya, bukan bekerja. Pak mentri, saya mempunyai sebuah mimpi, jika orang tua saya adalah orang kaya, maka saya akan menyuruh orang tua saya untuk menyekolahkan anak-anak tersebut, bukan malah bekerja, berkeliaran hanya untuk mengisi perut tapi itu cuma mimpi saya pak, tapi saya percaya, akan ada orang atau lembaga yang bisa mengabulkan mimpi saya tersebut, yaitu bapak, bapak mempunyai semua yang bisa membantu anak-anak supaya bersekolah, apalagi sekarang bapak punya program wajib belajar sembilan tahun, saya harap program tersebut bisa lebih merata, bisa lebih di nikmati oleh semua anak-anak yang ada di indonesia karna merekalah yang akan menjadi penerus bapak, merekalah yang selanjutnya akan membangun negri ini, negri yang sangat kita cintai yaitu INDONESIA

70


Sekian, surat yang saya buat mohon maaf apabila banyak kesalahan mudah-mudahan semua yang kita cita-citakan dapat Tercapai amin terima kasih Wassalamu’alaikum wr.wb Hotmat saya,

Arif Syahrul Munir, MAN Model Cipasung

71


Aceh Besar, 23 Maret 2012 Kepada Yth. Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA di tempat AssalamualaikumWr. Wb.

Dengan hormat, Dengan teriring doa semoga Bapak Menteri selalu dalam keadaan sehat Wal Afiat serta mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan diberi kekuatan serta Hidayah-nya dalam menjalankan tugasnya. Amin. Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk sedikit menumpahkan aspirasi saya kepada bapak. Melihat semakin banyak nya pelajar-pelajar yang putus sekolah, membuat saya sedikit risau. Bagaimana bangsa ini bisa mengejar ketinggalannya dengan bangsa lain, jika saja bibit-bibit bangsanya tidak mendapat pendidikan dengan maksimal. Penyebab putus sekolah yang paling banyak adalah karena mahalnya biaya pendidikan. Pemerintah telah mengeluaran kebijakan pendidikan gratis dari sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP), tapi itu belum cukup, bagaimana dengan buku, bagaimana dengan seragam, dan bagaimana dengan biaya-biaya lainnya. Apakah itu ditanggung juga oleh pemerintah. Dan untuk tingkatan SMA dan perguruan tinggi rakyat harus membayarnya, apalagi biaya pendidikan sekarang mahalnya selangit. Walau gratis tetapi tetap harus memiliki mutu, karena banyak kejadian sesuatu yang gratis itu pasti tak bermutu. Tak usah kita lihat negara kaya seperti Filandia yang mengratiskan semua pendidikan dari semua jenjang. Kita liat saja Kuba, negara miskin karena diembargo oleh Amerika. Mereka tetap bisa menggratiskan semua biaya pendididkan dari semua jenjang pendidikan. Apa salahnya jika ini juga diterapkan oleh Indonesia. Jika bapak ingin negara ini maju, jika bapak cinta negara ini, dan jika bapak sayang seluruh rakyat indonesia, gratiskan-lah pendidikan sampai universitas. Apalagi uang APBN/ APBD itu pun semua berasal dari rakyat,

72


maka menjadi hak rakyat juga untuk mendapat pendididkan gratis. Kalau Kuba saja yang dalam embargo Amerika bisa, kenapa kita tidak bisa. Asal syaratnya tetap menjaga mutu. Demikianlah surat ini saya buat, semoga berkenan di hati bapak. Semoga ini bisa menjadi petimbangan bapak. Atas segala perhatiannya saya ucapkan terimakasih banyak. Wasalam,

Aris Wahyudi, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

73


Segeri 22 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Di Tempat

Assalamualaikum Wr.Wb. Dengan Hormat Terlebih dahulu saya doakan agar bapak dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Saya menulis surat ini untuk bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sehubungan dengan adanya Forum Pelajar Indonesia sebagai bentuk partisipasi saya. Namun sebelum saya menyampaikan isi surat ini, terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Asrianti, asal sekolah SMA Negeri 1 Segeri, kelas XI/II. Bapak menteri yang saya hormati Program pendidikan di Indonesia sudah terbilang baik, namun pesrta didik kurang antusias terhadap pendidikan. Mereka seolah beranggapan bahwa seseorang bersekolah hanya untuk mencari ijazah. Banyak diantara kita pelajar yang bersekolah sepertinya hanya untuk bergaya gaya. Apalagi jika pelajar tersebut sudah terkena pengaruh pergaulan bebas. Remaja zaman sekarang makin hari nampaknya kian menjadi bebas saja, dari kebebasan ini lalu timbul beberapa masalah seperti free sex dan sebagainya. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi segala kemungkinan bisa terjadi kepada para remaja dan pesrta didik sehinnga orang tua merasa tenang-tenang gelisah. Tenang karena merasa kita bangsa Indonesia yang punya norma ketimuran yang cukup kuat. Gelisah karena perkembangan teknologi dan komunikasi yang mungkin memberikan dampak negatif bagi anak-anak mereka. tidak sedikit

74


remaja dikota-kota besar yang hamil di luar nikah dan pelajar yang hilang karena pergi menemui orang yang dikenalnya lewat jejang social seperti facebook. Nah‌. Kalau sudah begini siapa yang akan membangun bangsa Indonesia. Saya ingin pelajar dan remaja-remaja Indonesia bisa menjadi generasi penerus bangsa yang baik dengan melakukan kewajiban dan bersikap sebagai mana mestinya. Saya rasa cukup sekian surat dari saya, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati bapak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas pengertian bapak saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalam, Hormat saya,

Asrianti, SMAN 1 Segeri

75


Padang,13 Januari 2012 Nomor

: 001/SMAN2/12

Lampiran

: Surat Untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Hal

: Menyampaikan Aspirasi

Yth.Bapak M.Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Dengan hormat, Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Perkenalkan nama saya “Atika Ghina Shabrina”. Saya adalah seorang siswa di SMA Negeri 2 Padang. Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan aspirasi, ide serta gagasan saya dengan tema “ENERGI PELAJAR UNTUK INDONESIA”. Berkaitan dengan surat ini, saya berkeingin untuk menyampaikan sebuah aspirasi saya mengenai pendidikan serta kebudayaan. Menilik keadaan generasi muda sekarang, sudah banyak sebagian dari kami yang terlihat tak acuh mengenai pendidikan dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang membuat mereka bosan memahaminya seperti kurikulum yang terlihat sangat memberatkan pelajar. Banaykanya mata pelajaran yang ditekuni seorang pelajar membuat pelajar menjadi terlihat tidak terfokus dan bimbang. Akhirnya, ini bisa berdampak saat seorang pelajar melanjutkan pendidikannya.Sebaiknya mata pelajaran MIPA yang menjadi mata pelajaran pokok saat ini dijadikan sebagai mata pelajar penunjang dan mata pelajaran 3 pilar seperti Kewarganegaraan, Agama dan Sejarah dijadikan mata pelajaran pokoknya atau mata pelajaran pokok tersebut dapat dili-

76


hat sesuai dengan jurusan yang diinginkan pelajar. Jadi, setidaknya ada sekitar 6 mata pelajaran yang dipelajari oleh pelajar. Dengan begitu pelajar bisa memfokuskan dirinya. Lebih baiknya lagi jadwal atau hari belajar siswa menjadi 5 hari agar lebih efisien dan sisihkan satu hari untuk pe-ngenalan budaya dimana seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki beragam budaya yang harus kita ketahui.Budaya dan pendidikan kaitannya sangat erat. Oleh karena itu dibutuhkan keseimbangan dan tidak ada yang mendominasi. Tak luput dari itu semua, bisa saja setiap sebulan sekali setiap sekolah mengijinkan pelajarnya untuk mengadakan acara pentas budaya nusantara serta setiap setahun sekali diadakan pentas budaya yang diikuti oleh seluruh sekolah yang terdapat ditempat tinggal pelajar tersebut.Oleh karena itu, pelajar mampu menjelajahi dunia dengan pendidikan dan budaya yang dimiliki dari tanah kebangsaannya. Demikianlah surat ini saya sampaikan.Sangat besar harapan saya kepada Bapak untuk memperkenankan ide atau gagasan saya terlaksana dengan baik.Atas perhatian Bapak,saya ucapkan terima kasih. Wassalam, Salam Pelajar Indonesia

Atika Ghina Shabrina, SMAN 2 Padang

77


Waingapu, 13 Juni 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta.

Salam Sejahtera Saya, Axel Fung Triputra Djara, saya pelajar dari SMA N 1 Waingapu, Sumba Timur NTT. Sebagai tunas bangsa saya diberi banyak waktu dan kesempatan untuk menulis surat kepada Bapak Menteri. Oleh karena itu, saya patut menghargai dan mensyukurinya. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan ide dan saran saya kepada Bapak Menteri mengenai sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di sekolah – sekolah yang ada di Sumba Timur, belum menjawab kebutuhan siswa/siswi secara efektif. Harapan saya adalah sebagai berikut : • Perlu dibangun sebuah Universitas Negeri berbasis S1, untuk menjawab kebutuhan para siswa/siswi yang ingin melanjutkan sekolah. • Tersedianya ruangan kelas yang sesuai dangan jumlah siswa/siswi, sehingga tidak ada lagi siswa/siswi yang harus belajar bersama (penggabungan kelas). • Tersedianya perlengkapan sekolah seperti ; kursi, meja, papan, LCD, dan lain-lain. Kiranya ide dan saran saya ini menjadi bahan pertimbangan Bapak. Maka kenyamanan dan ketentraman dalam proses belajar siswa/siswi akan teratasi dan tunas bangsa yang ada di daerah akan siap membangun daerah dengan penuh semangat karena fasilitas sekolahnya cukup memadai, juga dapat menikmati kesetaraan dalam aspek pendidikan dan siap menyambut masa depan penuh harapan. Demikian sekelumit inspirasi saya, kiranya Bapak Menteri memaklumi dan menitipkan tanggapan yang positif. Saya sangat mendoakan

78


bapak selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Mohon dimaafkan jika ada tutur kata dan sikap saya yang tidak menyenangkan bapak. Terimakasih dan salam sejahtera. Hormat saya,

Axel Fung Triputra Djara, SMA N 1 Waingapu

79


Bangko, 15 Maret 2012 Kepada, Yth: Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamu’alaikum wr. wb., Dengan hormat, Bapak mendiknas yang saya hormati, sekolah saya merupakan pelajar sekolah favorit di Kabupaten Merangin, yaitu SMA Negeri 1 Merangin. Akan tetapi saya pribadi merasa tidak pantas apabila sekolah saya dikatakan sebagai sekolah favorit pak, mengapa?? Karena fasilitas penunjang pembelajaran sekolah saya termasuk terbatas, meskipun tidak separah sekolah-sekolah di tempat yang terpencil. Pak, jika sekolah saya sama seperti sekolah di Jakarta mungkin ada salah satu dari kami yang dapat menjadi perwakilan di ajang olimpiade internasional. Pak mendiknas yang saya hormati, meskipun jutaan pelajar di seluruh Indonesia tidak mungkin untuk Bapak perhatikan sendiri. Pak, bagaimana jika diadakan kegiatan tingkat provinsi yang dihadiri oleh setiap perwakilan pelajar kabupaten provinsi itu sendiri tentunya, lalu diadakan kegiatan tatap muka serta diskusi antara pejabat dinas pendidikan?? Dengan syarat, perwakilan sekolah tersebut memang benar-benar dari seluruh sekolah yang ada di kabupaten tersebut. Bapak mendiknas, saya pribadi memohon yang sedalam-dalamnya pada Bapak, utamakan lah kami yang berada diluar lingkungan kota besar pak, karena kami juga merupakan aset bangsa, perhatikanlah kami pak, peka lah terhadap kondisi-kondisi kami. Pak, air mata saya mengalir pada saat saya menulis surat ini kepada Bapak. Tidak banyak curahan hati saya yang dapat saya keluarkan pak, jika saya berkesempatan berjumpa dengan Bapak, maka akan saya ceritakan isi hati saya tentang pendidikan ini pak. Dukunglah kami pak,

80


karena saya rasa, semangat dan kekuatan untuk kami belajar selain dalam diri kami sendiri, juga dari Bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Salam hormat saya, Wasalam.

Ayu Asmi, SMAN 1 Merangin

81


Kepada : Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta

Salam sejahtera, Dengan hormat, Dengan diiringi doa semoga Bapak Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh selaku mentri pendidikan dan kebudayaan selalu dengan lindungan Allah SWT agar melaksanakan tugas gengan baik dan bijaksana. Saya sebagai siswa yang mengenyam pendidikan merasa pendidikan di negeri ini semakin membaik dengan adanya fasilitas yang sangat memadai, namun fasilitas tersebut hanya bisa dirasakan di daerah kota. Temen-teman saya yang bersekolah didaerah terpicil masih belum bisa merakan fasilitas yang baik seperti di ibukota. Ada baiknya bapak selaku menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia bisa melakukan sistem pemerataan pendidikan. Kebudayaan di negeri ini juga semakin memudar, dan kami adalah generasi yang wajib melestarikan kebudayaan Indonesia, saran saya bagaimana jika kurikulum pendidikan di Indonesia mewajibkan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan keanekaragaman Indonesia. Semoga dengan surat ini Bapak bisa lebih memperhatikan bibitbibit penerus bangsa.

Ayu Rachmawati, SMAN 7 Tangerang

82


Blitar, 12 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Assalamualaikum Wr Wb., Perkenalkan, Saya adalah Ayunda Fitri. Seorang pelajar dari SMAN 3 Blitar dan seorang calon pemudi yang siap membaktikan diri bagi bangsa dan negara di masa depan. Bapak Menteri, Saya hidup dari lahir sampai menghabiskan masa MTs di Desa Demuk, Pucanglaban, Tulungagung. Sebuah desa yang terletak di barisan pegunungan selatan Pulau Jawa. Di kecamatan Saya lembaga pendidikan hanya ada sampai SMP saja, sekolah menengah atas yang paling dekat berjarak sekitar 7 km dan harus ditempuh dengan menggunakan sepeda motor karena jarang ada alat transportasi seperti angkot masuk desa Saya. Begitu juga pelatihan seperti kursus jauh dari kecamatan. Masyarakatnya juga masih banyak yang belum mengerti akan pentingnya pendidikan. Hal ini membuat banyak dari teman MTs Saya tidak memiliki kesempatan untuk masuk SMA. Sehingga jika ada anak lakilaki maka setelah lulus MTs mereka akan bekerja dan jika anak perempuan mereka akan dinikahkan oleh kedua orang tua mereka. Melihat banyaknya angka putus sekolah baik di desa maupun kota, Saya bergeming untuk menuliskan surat ini kepada bapak. Bapak Menteri, banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah antara lain; hambatan biaya, orang tua yang belum mengerti pentingnya pendidikan, jauhnya jarak dan tidak ada alat transportasi, serta akibat dari kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Selain itu, pengaruh dari kenakalan remaja yang sudah merebak ke desa mengakibatkan mereka menjadi malas untuk menuntut ilmu. Apalagi jika mereka sudah terjebak miras, narkoba, free seks,dan jika di kota genggeng seperti punk, dll tentu ini akan memperburuk masa depan mereka dan masa depan Indonesia. Bapak Menteri, oleh Karena itu, Saya ingin suatu hari nanti di kecamatan Saya berdiri sebuah sekolah menengah kejuruan atau lembaga kursus. agar mereka yang putus sekolah dapat ditampung dan setelah lulus bisa mendapatkan keahlian untuk langsung bekerja. Selain itu, Saya

83


juga memikirkan beberapa gagasan untuk menanggulangi angka putus sekolah di desa atau anak-anak jalanan di kota dan agar pendidikan dapat dinikmati seluruh kalangan, dengan cara antara lain ; a. Menggalakkan para pendidik, pemuda, mahasiswa dan sukarelawan lain untuk membantu mengajar mereka yang putus sekolah usia SDSMA. Pembinaan dapat dilakukan pada sore hari atau malam hari di tempat tertentu atau rumah penduduk, hal ini dimaksudkan agar mereka dapat bekerja di siang harinya. serta dapat meningkatkan kepedulian para pemuda dan mahasiswa. b. Mengajari mereka pelajaran, keterampilan juga pelajaran agama seperti tata cara ibadah dan mengaji, khususnya bagi anak-anak jalanan. hal ini dimaksudkan agar generasi muda Indonesia tidak hanya pintar tetapi juga beragama dan memiliki akhlak mulia. sehingga kenakalan remaja dan degradasi moral di kalangan generasi muda dapat teratasi. Jika generasi muda Indonesia berkarakter mulia tentu masa depan Indonesia juga akan lebih baik. c. Mengikutkan mereka program paket A, B atau C, agar mereka mendapat ijazah untuk melamar kerja dan jika ada kesempatan meneruskan kejenjang yang lebih tinggi. Karena di desa Saya siswa-siswa program kejar paket hanya masuk 2 kali satu bulan. Tentu mereka hanya mendapat ijazah tapi tidak mendapat ilmu. Sebaiknya anak-anak putus sekolah juga dipaksa, agar tidak malas belajar. d. Mencari donatur untuk membantu keuangan, sukarelawannya harus telaten dan ikhlas, serta harus ada yang mengkoordinir agar program selalu berjalan lancar tidak berhenti di tengah jalan. Dengan terlaksananya program seperti diatas, dimungkinkan misi pendidikan untuk semua dapat tercapai. para remaja menjadi generasi terpelajar dan beragama, sehingga Indonesia bisa lebih baik. Demikian surat dari Saya, kurang lebihnya Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya Wassalamualaikum Wr Wb. Ayunda Fitri Ulya Maslina, SMAN 3 Blitar

84


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat membaca salah satu buah pikiran yang berupa surat ini ya Bapak Muhammad Nuh. Bagaimana keadaan Bapak dan juga keluarga disana? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan baik- baik saja ya Pak, seiring dengan datangnya surat yang menyimpan semangat yang baik ini. Sebelumnya perkenalkan Pak, saya adalah salah satu siswi dari SMA Negeri 1 Cikarang Utara, nama saya Balebat Buana Puspa. Di Indonesia ini, sekarang sudah begitu banyak sekolah- sekolah yang tahun demi tahun keadaannya sudah semakin baik perkembangannya, ya walaupun tetap masih ada sekolah yang kondisinya sangat tidak memungkinkan proses belajar mengajar tapi setidaknya saya yakin kalau semakin ke depan negara Indonesia ini akan memiliki kualitas yang lebih baik, dari segi sarana ataupun prasarana di dunia pendidikan khususnya. Sebelumnya, saya sangat berterimakasih kepada Bapak dan Menteri- Menteri Pendidikan lainnya yang sudah merancang program sekolah gratis 9 tahun dan program lainnya untuk menunjang keberhasilan kami para pemuda dan pemudi di masa depan nanti, semoga program tersebut dapat dikembangkan lagi barangkali menjadi sekolah gratis 12 tahun, Pak. Oh iya Pak, di kota- kota besar sekarang ini, sudah banyak sekolah yang bertaraf internasional. Hal itu sangat membanggakan, terutama bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, mereka mengembangkan sekolah yang membuat siswa dan siswi memiliki pengetahuan dan wawasan yang berskala internasional. Pengembangan berbahasa asing pun sangat diutamakan dalam proses kegiatan belajar dan mengajarnya. Hanya saja yang sangat disayangkan adalah minimnya pengembangan dan pelestarian kearifan budaya lokal Indonesia, ya khususnya budaya lokal dimana sekolah itu bertempat.

85


Kadang, tanpa kita sadari, penerapan dan aplikasi yang dilakukan untuk melestarikan budaya lokal sangat minimum. Pendidikan mengenai kebudayaan lokal yang kebanyakan hanya melalui pembelajaran bahasanya saja sangat disayangkan, karena kehadirannya tidak begitu mendukung untuk pengaplikasian secara menyeluruh didalam kegiatan para pelajar, padahal menurut saya jika diadakan pendidikan tentang kebudayaan lokal yang lebih dalam, kemungkinan akan dihasilkan berapa manfaat yang baik lainnya, salah satunya adalah pengembangan bakat para pelajar, Pak. Dapat kita ambil contoh, misalnya tentang kebudayaan Jawa Barat atau lebih dikenal dengan kebudayaan Sunda. Apabila sekolah yang memiliki wawasan internasional, menerapkan juga pendidikan budaya lokal. Kemungkinan, kita akan menemukan beberapa bakat dalam hal seni seperti halnya melantunkan lagu-lagu sunda atau lebih sering disebut dengan menyinden, menarikan tarian khas Jawa Barat seperti Jaipong. Tentunya para pelajar akan memiliki kebanggan tersendiri, bahwa mereka sebagai warga Jawa Barat tidak hanya memiliki wawasan yang bertaraf internasonal tetapi mereka juga dapat terlatih sebagai anak bangsa yang dapat mengaplikasikan budaya lokalnya untuk diperkenalkan kepada generasi selanjutnya bahkan kalau bisa mengenalkannya lebih di mata dunia Internasional. Terimakasih banyak atas waktu yang telah Bapak Muhammad Nuh luangkan untuk membaca surat dari saya. Semoga buah pikiran dan saran yang saya utarakan dapat bermanfaat ya Pak. Saya meminta maaf yang sebesar- besarnya, apabila didalam surat ini ada kata- kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak. Sekali lagi Terimakasih ya Pak â˜ş. Hormat Saya,

Balebat Buana Puspa, SMAN 1 Cikarang Utara

86


Bandung, 25 maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bapak menteri yang terhormat, saya adalah seorang anak Indonesia, suatu kehormatan bagi saya untuk dapat mengirim surat ini kepada bapak. Seringkali terlintas di benak saya bagaimana kelanjutan eksistensi kebudayaan Indonesia di masa yang akan datang. Era globalisasi memang tidak bisa dielakkan, akses informasi tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu, semua riuh dalam dinamisme kehidupan yang serba modern dan menginginkan hasil yang instan. Semua itu tentunya memiliki dampak kepada kebudayan – kebudayaan dan kearifan local yang dimiliki oleh Indonesia, baik dampak positif maupun negative. Di era globalisasi ini kebudayaan Indonesia lebih mudah untuk dinikmati oleh Negara lain, kebudayaan Indonesia diakui sebagai salah satu kebudayaan terkaya di dunia. Namun, ironisnya masih banyak generasi muda Indonesia yang belum mencintai bahkan mungkin belum mengetaui kebudayaan Indonesia secara sepenuhnya. Melihat hal tersebut, sangat riskan bagi kebudayaan Indonesia untuk “dicuri” oleh Negara lain, karena ketidakpedulian masyarakat sendiri seperti halnya dalam kasus Reog Ponorogo dan lainnya. Yang ingin sebenarnya saya sampaikan dalam surat ini adalah betapa pentingnya mengenalkan kebudayaan Indonesia pada orang Indonesia itu sendiri, tidak hanya memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke luar negeri, karena yang sepatutnya menjaga kebudayaan Indonesia adalah orang Indonesia itu sendiri, bukan orang lain. Peran pendidikan disni juga sangat penting, pendidikan mengenai kebudayaan dalam negeri harus lebih ditekan lagi, terutama kebudayaan yang hampir punah supaya dapat kembali diminati oleh anak muda. Selain itu peran media juga memiliki kontribusi yang besar, media seharusnya menayangkan kebudayaan–kebudayaan Indonesia, bukannya tayangan–tayangan sampah

87


perusak moral. Mungkin cukup sekian aspirasi yang dapat saya sampaikan dalam surat ini, semoga bapak dapat menerimanya, mohon maaf bila ada kesalahan, terimakasih atas perhatiannya, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Tertanda,

Bani Muhammad Rahadian, SMAN 14 Bandung

88


Palembang, 4 Februari 2012 Yth, Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Tempat

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Suatu kehormatan bagi saya dapat menulis surat kepada Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Semoga Bapak tetap berada di dalam lindungan Allah SWT di antara segenap kesibukan, rutinitas, dan problematika hidup yang sedang tertaut pada keseharian Bapak. Perkenalkan, nama saya Bella Aprillia Sarma. Saya adalah salah satu siswi kelas XI di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan suatu hal yang menjadi penting dalam kaitannya dengan keberadaan pembinaan olahraga yang belum maksimal di Sumatera Selatan. Pemilihan kota Palembang sebagai kota utama perhelatan pesta olahraga Asia Tenggara menjadi landasan penting dalam akselerasi pembangunan di Sumatera Selatan, khususnya dalam peningkatan kualitas dan keberadaan sarana dan prasarana olahraga, hingga skala internasional di Sumatera Selatan. Pada faktanya, kualitas dan kuantitas para atlet di Sumatera Selatan belum sebanding dengan fasilitas internasional yang tersedia. Kurangnya pemanfaatan terhadap fasilitas tersebut dapat menyebabkan turunnya kualitas sarana dan prasarana yang telah ada. Mengingat hal tersebut, memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia merupakan tanggung jawab masyarakat Sumatera Selatan untuk memajukan potensi olahraga agar dapat bersaing serta mempromosikan Sumatera Selatan hingga kancah internasional. Namun, fasilitas dan potensi yang tinggi sangat menuntut adanya pendidikan dan pembinaan bagi para calon atlet di Sumatera Selatan. Hal ini dikarenakan potensi yang hebat harus terus dibina sehingga tidak terjadinya pengikisan keunggulan potensi yang dimiliki masyarakat.

89


Melihat dari fakta yang ada, Sumatera Selatan telah memiliki sekolah olahraga. Namun, sosialisasi sekolah tersebut kurang diketahui oleh masyarakat sumatera selatan sendiri. Hal ini menyebabkan kurangnya peserta didik seperti yang kita ketahui saat ini bahwa otonomi daerah diperbolehkan untuk membuat kurikulum daerah sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah tersebut. Menurut saya, sebaiknya Sumatera Selatan membuat kurikulum daerah pada tiap-tiap sekolah yang memiliki siswa-siswi berpotensi dibidang olahraga yakni dengan mengadakan seleksi untuk memilih siswa-siswi yang akan diikutsertakan di sekolah olahraga Sumatera Selatan guna mengoptimalkan jalannya sekolah olahraga tersebut.Hal ini dapat membuat sekolah olahraga di Sumatera Selatan dapat mencetak atlet yang profesional yang dapat membawa nama Indonesia khususnya Sumatera Selatan. Akhirnya, saya berharap semoga suara saya yang tertulis dalam surat ini dapat bermanfaat bagi kehidupan berbangsa. Saya menyadari bahwa banyak sekali ketidaktahuan yang tertuang ditulisan ini. Demikian surat yang dapat saya tulis, terima kasih atas kesempatan Bapak untuk membaca surat ini. Semoga isi surat ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Penulis

Bella Aprillia Sarma, SMA Plus N 17 Palembang

90


Garut,11 Maret 2012 GURU NGAJIKU YANG TERPINGGIRKAN

Assalamu’alaikum wr.wb. Apa kabar Bapak Mendikbud ? Smoga Bapak tetap berada dalam nikmat kesehatan Allah SWT. Begitu banyak pengorbanan Bapak yang sudah di berikan dalam misi perjuangan menjadikan Bangsa Indonesia ini, Bangsa yang kaya akan Sumber Daya Manusianya dan itu telah terbukti dengan unggulnya kita dalam olimpiade di tingkat dunia. Bapak Menteri yang saya hormati, rasanya tidak cukup Bangsa ini hanya kaya akan Sumber Daya manusianya saja adapun hal sering dilupakan adalah pendekatan ahlak, apalagi melihat remaja masa kini sebagai generasi penerus bangsa sudah semakin hancur dengan tidak mengenal lagi etika berkehidupan. Pendekatan agama lah salah satu hal yang terpenting dalam misi pencapaian Bangsa yang berahlak dan tentunya ini berkaitan dengan guru ngaji sebagai ujung tombak dari semua solusi ini. Bapak Menteri yang saya santuni, saya sedikit merasa prihatin ketika melihat guru ngaji dikampungku yang kurang sekali adanya penunjang ataupun pendukung dalam jihadnya mengkader para penerus bangsa, berbeda dengan guru guru disekolahku yang mana mereka terlihat sangat sejahtera apalagi ketika mereka telah disibukan dengan sertifikasi yang memungkinkan mereka lebih sejahtera untuk kedepannya dan di tambah lagi tunjangan tunjangan yang lainnya. Bapak Menteri yang saya hormati, saya Biantara Albab sebagai salah satu santri dari mereka yang prihatin akan guru ngaji di kampungku, saya memohon dengan hormat agar Bapak bisa sedikit menengok kepada mereka dan bisa memberikan sesuatu yang semestinya, yang mempunmyai hak yang sama dengan guru di sekolahku, karena mungkin tanpa mereka Indonesia ini buta akan ajaran ajaran agama yang berkaitan dengan pemurniaan ahlak dan menjadikan Bangsa Indonesia ini bangsa

91


yang sempurna, Bangsa yang Kaya akan Sumber Daya Manusia sekaligus Bangsa yang berahlak apalagi di tunjang dengan Sumber Daya Alam yang kaya dan beragamnnya budaya Negara Indonesia ini. Terimakasih Bapak Mentriku, atas segala pengorbanan bapak hususnya dalam mengurusi pendidikan di Indonesia ini smoga Indonesia bisa lebih baik. Wassalamualaikum Wr.Wb

Biantara Albab, MA Darul Arqam

92


Yth. Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta

Assalamu`alaikum wr.wb. Dengan hormat, Perkenalkan, saya Bimo Satryo Wibowo, salah satu murid SMAN 5 Yogyakarta. Sering saya membaca dan di suguhi liputan-liputan mengenai sistem pendidikan di negara lain. Dan kebanyakan yang saya baca, mereka menerapkan sistem pendidikan yang berbeda dari kita. Terutama di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, negara-negara Eropa, mereka menggunakan sistem mata pelajaran wajib yang di tentukan oleh kebijakan masing masing negara dan mata pelajaran pilihan dengan jumlah minimal dan maksimal yang di tentukan. Dan sistem ini terbukti berhasil dan lebih bekerja daripada sistem seperti yang di terapkan di negara kita tercinta ini. Karena dengan begitu para pelajar dapat meilih pelajaran yang mereka sukai, dan tidak hanya di bedakan menjadi sistem pengetahuan alam dan pengetahuan sosial. Saat ini Indonesia mewajibkan untuk mempelajari sebanyak 13 17 mata pelajaran dari tingkat dasar hingga tinggat menengah atas. Sedangkan untuk melanjutkan ke tahap pendidikan selanjutnya siswa diwajibkan untuk melewati ujian nasional yang hanya terdiri dari beberapa mata pelajaran. Hal ini tentu saja memberatkan siswa. Karena mereka dijejali oleh bertubi tubi mata pelajaran yang mana itu membuat siswa tidak fokus dalam menyerap pelajaran. Dan itu dengan terpaksa. Maka, tak jarang dari mereka setelah menerima pelajaran, mereka dapat lupa begitu saja pelajaran yang mereka terima. Hal ini tak akan terjadi jika siswa bebas memilih pelajaran yang mereka sukai seperti sistem yang digunakan di negara lain. Ketika suatu sistem menjadi dominan digunakan masyarakat, berarti sistem tersebut dianggap sistem terbaik yang dapat membawa mereka menuju kemajuan

93


Bangsa. Dalam surat ini saya membawa aspirasi saya dan teman teman saya yang berpikiran sebaiknya sistem pendidikan Indonesia menerepkan sistem materi wajib dan pilihan. Materi wajib meliputi materi yang diujinasionalkan seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Karena kami sadar bahwa mata pelajaran tersebut adalah merupakan mata pelajaran dasar dan sangat dibutuhkan. Sedang untuk mata pelajaran yang lain siswa dapat diberi kesempatan untuk meilih mata pelajaran yang mereka sukai. Demikian aspirasi saya dan teman teman sebagai pelajar Indonesia. Terima Kasih.

Bimo Satryo Wibowo, SMAN 5 Yogyakarta

94


Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Dengan Hormat, Bapak presiden saya adalah pelajar dari NTT (Nusa Tenggara Timur) ingin menyampaikan program saya dalam mewujudkan Indonesia peduli . demikian program saya : 1. Program saya dimulai dari tingkat SMA yaitu dimulai dari sekolah saya sendiri. Dengan mengadakan kegiatan cinta lingkungan di daerahsekitar setiap 2 minggu sekali pada hari sabtu. Karena di NTT memberlakukan 5 harisekolah. 2. Melakukan sosialisasi di sekolah tentang pentingnya lingkungan melalui berbagai forum seperti Osis, Mpk dan melalui guru-guru agar tingkat kesadaran pelajar makin tinggi. 3. Melakukanpenghijauansebulansekali di tempat-tempat yang gersangdankuranghijau. 4. Melaukan wajib bayar pada siswa yang membuangs ampah sembarangan di sekitar sekolah. 5. Melakukan pembersihan lingkungan sekolah seminggu sekali. Agar terwujudnya keinginan dan program yang telah saya buat untuk mewujudkan indonesia peduli, saya berharap Bapak Presiden Indonesia berkenan memberikan motivasi demi kesuksesan program. Saya sangat membutuhkan dukungan Bapak untuk memberikan motivasi dan dukungan semangat kepada siswa. Dengan dukungan dari Bapak presiden, saya berharap para pelajar dapat meluangkan waktu untuk ikut serta dalam kegiatan ini

95


Sekian pemberitahuan dari saya . Atas perhatianyya saya ucapkan terima kasih. Peserta Forum pelajar,

Chindy Victorya Latuparissa, SMA Kristen Mercusuar Kupang

96


Kepada yth. Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Assalamuallaikum WR. WB Bagaikan Sebuah kanvas putih yang dilukiskan dengan keindahan pemandangan pegunungan yang biru, Akan kulukiskan pula kertas putih ini dengan aspirasiku untuk menggapai suatu pengharapan yang akan menjadi indah bila disampaikan dan tercapai. Bapak, Sering kali Aku berfikir tentang Pendidikan di Indonesia, Indonesia tercinta, Tanah airku yang sangat Aku banggakan ini. Di Indonesia, Banyak sekali sekolah yang memiliki fasilitas baik bahkan memenuhi standar Internasional. Tetapi, Apakah standar-standar tersebut dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia?. Tak usah standar Internasional, Standar Nasional pun banyak sekali tidak terpenuhi di sekolah-sekolah di banyak daerah. Bapak, Memanglah untuk mempredikatkan sekolah untuk menjadi standar Nasional sangatlah susah. Sekolah harus melengkapi persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi sesuai standar. Tetapi, Bagaiman dengan para pelajar yang bersekolah? Mereka pasti belum mendapatkan pendidikan layak yang seharusnya mereka dapatkan. Apakah mereka harus menunggu? Sampai kapan? Bapak, Permasalahan yang sangat rumit ini memang harus segera diselesaikan. Tetapi, Aku memang harus menyadari bahwa hal ini bukan hanya tanggung jawab dari pihak pemerintah saja. Tetapi, Harus ada aksi nyata yang dilakukan oleh masyarakat, Khususnya para pemuda.

97


Aku sangat berniat untuk melakukan aksi untuk memperbaiki kondisi ini. Tetapi, bantuan dari pemerintah akan menjadi aksi ini menjadi lebih nyata dan menghasilkan dampak yang lebih besar. Aku ingin mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menambahkan suatu kurikulum di Sekolah-sekolah, Khusunya di Sekolah yang mayoritas siswa/i nya adalah kalangan mampu tapi, sekolah biasapun dapat diberikan juga. Bapak, Kurikulum yang ingin Aku sarankan adalah kurikulum khusus tentang masalah sosial yang disampaikan oleh Guru, khususnya Guru BP. Tapi, Bisa juga dengan membentuk suatu organisasi khusus di Sekolah yang bergerak di Bidang Sosial dengan merekrut para Murid sebagi Volunteers. Jadi, Organisasi ini dapat melakukan aksi seperti mengadakan suatu aksi sosial seperti Bazar Sosial, Sumbangan Buku ataupun alat tulis, Dana sumbanan pendidikan, dan lain sebaginya yang dapat membantu sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas yang baik tersebut. Bukan hanya masalah tersebut. Tetapi, Organisasi ini dapat mengkampanyekan bahaya dari narkoba, sex bebas, ataupun masalah bullying yang sering terjadi di kalangan Pelajar. Karena pemuda dapat merubah dunia. Semoga Saran dariku dapat terealisasikan. Terima kasih Pak. Berkatmu, Pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Wassalamualaikum. WR. WB Salam Hangat dariku,

Cindy Aulia SMKN 28 Jakarta

98


Untuk Ayahanda Bapak Menteri Kebudayaan dan Bapak Menteri Pendidikkan

Assalamualaikum, Pak, apa kabar? Semoga Bapak selalu diberi kesehatan untuk dapat menjalankan tugas Bapak sebagai Menteri di negeri yang unik dan kaya akan budaya ini, Amiin. Pak, Saya ingin bertanya, apakah belajar formal bahasa daerah hanya diwajibkan sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)? Mengapa tidak mengeluarkan kebijakan ‘Wajib Belajar Bahasa Daerah 12 Tahun’ sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)? Memang sudah banyak SMA yang mengadakan mata pelajaran bahasa daerah di sekolah Mereka, tetapi mungkin itu tidak menyeluruh, contohnya di sekolah Saya, di sekolah Saya tidak diadakan mata pelajaran bahasa daerah, dan jika memang sampai nantinya tidak ada kebijakan untuk ‘Wajib Belajar Bahasa Daerah 12 Tahun’ mungkin lama- kelamaan semakin banyak sekolah tingkat SMA yang menghilangkan mata pelajaran tersebut. Dan sangat disayangkan jika memang itu terjadi. Seperti yang Kita ketahui bahwa negara kita ini kaya akan budayanya, yaitu dalam rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, lagu daerah, bahasa daerah dan lain sebagainya. Jika Kami selaku generasi muda dijauhkan dari bahasa daerah, bisa jadi nantinya Kami tidak mengenal bahasa daerah Kami sendiri, sesuatu yang sangat memprihatinkan jika kita kehilangan salah satu dari keanekaragaman yang Kita punya akibat generasi muda yang nantinya merupakan penerus bangsa tidak menguasai bahkan tidak mengenal bahasa daerahnya masing-masing. Apalagi sekarang ini generasi muda lebih sering menggunakan “bahasa gaul” atau “bahasa inggris populer”, mungkin jika Kami tidak didekatkan kembali dengan bahasa daerah, lama-kelamaan bahasa daerah itu menghilang dan tergantikan secara pasti dengan bahasa yang lebih populer di kalangan generasi muda. Maka dari itu Pak Menteri Kebudayaan dan Pak Menteri Pendidikkan, dimanapun letak sekolahnya, entah swasta atau negeri kah sebuah

99


sekolah itu, sebaiknya diberi kewajiban untuk memberikan pendidikan formal bahasa daerah selama 12 tahun. Mungkin akan sedikit membantu melestarikan keanekaragaman budaya yang di miliki oleh negeri Kita tercinta ini. Saya adalah salah seorang yang peduli terhadap keanekaragaman di negeri Kita ini, Pak. Dari sekian banyak cita-cita yang Saya miliki Saya juga ingin menjadi Menteri Kebudayaan seperti Bapak. Kepedulian Saya terhadap budaya di Indonesia ini Saya tunjukkan dari hal-hal yang kecil yaitu hal-hal yang bisa Saya lakukan sebagai seorang siswi. Seperti tetap membiarkan nama marga “Daeng” yang Saya miliki berada didepan nama Saya, padahal banyak dari saudara Saya yang menghilangkannya dengan alasan Kita ini tinggal di Jawa Barat bukan di Sulawesi, dan Mereka berpendapat bahwa marga adalah sesuatu yang terkesan “tua”, beda dengan Saya yang justru senang dan bangga menggunakan nama marga itu menjadi nama panggilan Saya di sekolah. Selain itu Saya juga antusias mempelajari degung dan suling yang diajarkan guru Seni Budaya Saya walaupun Saya tidak mahir memainkannya. Dan Saya merasa cukup kecewa karena di tingkat SMA yang Saya duduki tidak ada mata pelajaran bahasa daerah sesuai yang Saya inginkan. Maka dari itu Saya merasa tertarik untuk menulis surat ini untuk Bapak. Mungkin Bapak berdua selaku Menteri Kebudayaan dan Menteri Pendidikkan bisa mengabulkan permintaan Saya yang Saya sebutkan diatas. Terima kasih banyak Pak sudah berkenan membaca surat Saya ini. Semoga negeri Kita akan terus maju jika Kita terus melakukan perubahanperubahan ke arah yang lebih baik, Amiin. Wassalamualaikum. Salam Saya,

Daeng Rahima Pasca Utami, MA Darul Arqam Garut

100


Kepada Yth; Bapak Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di tempat

Assalamualaikum Wr. Wb, Semoga saat bapak membaca surat ini bapak dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat, dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin. Saya mengucapkan terimakasih karena bapak dengan senang hati ingin membaca surat ini. Ini adalah suara hati saya yang sudah lama ingin saya sampaikan, dan Alhamdulillah kini bisa tersampaikan melalui program Forum Pelajar Indonesia 2012, dan semoga dengan surat ini bisa memberikan pemikiran-pemikiran dan menjadi langkah awal yang baik untuk negeri tercinta ini. “Pendidikan adalah sebuah nafas kehidupan� Sebuah pernyataan melankolis singkat namun memiliki arti mendalam, pendidikan bagaikan nafasnya kehidupan, dan menjadi unsur penting bagi yang hidup, juga seperti sepasang sayap pada seekor burung, yang dapat membawa mereka terbang bebas melintasi dunia, begitu juga dengan sebuah negara, pendidikan dalam sebuah negara bagaikan sebuah nafas penentu hidup ataukah negara itu akan mati, Pendidikan bagaikan sayap yang mampu membawa negara itu terbang tinggi melintasi dunia. Oleh karena itu, jika ada sebuah negara yang tidak merawat dan tidak menjaga baik-baik, bahkan membiarkan kualitas pendidikannya terus terpuruk, seperti burung yang membiarkan sayapnya yang sedang terluka. Akhirnya sayapnya yang rusak, menjadikannya burung bodoh, bodoh karena sumber mata pencahariaanya kini telah tiada. Sekarang ia tak akan mampu lagi untuk melintasi dunia. Padahal kita tahu, Pendidikan itu merupakan segala-galanya, namun sepertinya pemerintah tak memandang pendidikan itu adalah sesuatu hal yang penting, hanya sebagai pelengkap saja, karena mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang mereka anggap penting, tapi sayang tidak akan pernah ada unjungnya, itulah Indonesia.

101


Walaupun pemerintah telah mengalokasikan dana APBN sebesar 20% untuk pendidikan, namun pada kenyataannya kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara berkembang di dunia, dapat dilihat dari masih rendahnya kualitas unsur-unsur pendidikan itu sendiri, seperti sumber daya manusianya, baik itu para perserta didik, maupun para bapak-ibu guru pendidik, dan tak kalah pentingnya sarana dan prasarana pendidikan itu sendiri, karena mungkin dana sebesar itu belum tentu sampai pada kita sepenuhnya, masih saja mereka cuil sedikit demi sedikit untuk mengembungkan kantong para pejabat negara yang beregerak di dunia pendidikan sikap tidak jujur masih saja sangat melekat pada para pemegang jabatan, dan inilah akibatnya, dana sebesar itu yang dianggarkan untuk perbaikan pendidikan, tetapi digunakan untuk per-baikan hidup pribadi masig-masing, akhirnyainilah kualitas pendidikan di Indonesia yang terjadi saat ini. Masih sangat banyak para pelajar yang berusia produktif, yang tidak dapat mengenyam dunia pendidikan, mereka malah sibuk mencari uang agar mereka dapat bertahan hidup ditanah yang sangat makmur, namun begitu sulit untuk mereka dapat bertahan hidup, sehingga mereka melakukan apapun, mengemis, menjadi kuli, berjualan, mengamen, dan bahkan parahnya lagi mereka menjadi gelandangan, dan sampahsampah masyarakat, mereka yang seharusnya dilindungi, dinaungi, dan difasilitasi oleh pemerintah, namun mereka menjadi sangat terabaikan, dan tak dipedulikan, para pendidik yang seharusnya diperhatikan kesejahteraannya, namun masih sering kita temukan para pendidik yang masih jauh dari kata cukup, sarana dan prasarana sebagai penunjang pendidikan masih sangat minim, sekolah yang rusak parah, dan sulitnya para pelajar menjangkau tempat mereka belajar. Itu semua karena kurangnya perhatian dari bapak, saya harap bapak Menteri Pendidikan, mau membuka mata, bahwa inilah yang terjadi. Jangan hanya memonitor dan berdiskusi saja tetapi lakukanlah! Talk less do more!

Dalva Aribah Liwan, SMAN 1 Cikarang Pusat

102


Kpd. Yth; Mentri Pendidikan Nasional Di tempat

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu Pak saya DAMAR ANDARIKHA, saya salah satu murid di SMAIT RAFLESIA di DEPOK, saya ingin menyampaikan kurangnya pendidikan di negara indonesia kita ini, banyak anak-anak yang putus sekolah, kalo semakin banyak anak yang putus sekolah, yang akan meneruskan bapak dan ibu sekalian siapa kalo bukan mereka? Dan dampak dari putusnya sekolah itu berdampak ke pengangguran di indonesia ini, banyaknya pengangguran di indonesia ini faktor terbanyak adalah karena putus sekolah. Makannya pak seharusnya bapak melakukakn peninjauan ke berbagai daerahdaerah agar bapak/ibu mengetahui daerah mana yang belum ada sekolah atau fasilitas pendidikan lainnya. Tapi sekarang memang sekolah itu ada sekolah itu sudah terbangun, tapi banyak sekali bangunan-bangunannya itu sudah tidak layak lagi, seperti mau roboh, atap-atapnya bolong, berdekatan dengan pabrikpabrik yang sangat menggangu pembelajaran juga kesehatan anak-anak murid yang bersekolah disitu , trus juga jauhnya sekolah yang kadang harus ditempuh anak-anak dengan mengorbankan nyawa mereka, seperti contoh waktu itu saya menonton salah satu acara di tivi yang menyiarkan ada beberapa anak yang mau sekolah saja harus menyebrangi sungai, melewati bukit, dan pasti itu mempertaruhkan nyawa mereka, dan mereka harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer dari rumahnya. Saya juga miris waktu itu saya meonton di salah satu acara stsiun tivi, reporternya itu bertanya kepada salah satu anak kecil “kamu tau bapaka presidrn kita?� dan anak kecil itu hanya dia dan tidak menjawab, betapa memprihatinkan sekali kan, rakyatnya saja tidak tahu dan bahkan tdak mengenal siapa kepala negaranya sendiri! Apakah tidak malu? Tolong pak saya sudah tidak bisa mengungkapakan apa-apa lagi saya hanya minta

103


kesdaran bapak dan juga para paelmen lainnya. Itu saja yang hanya bisa sampaikan kurang lebihnya mohon di maafkan. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu.

Damar Andarikha, SMAIT Raflesia Depok

104


Kepada YTH Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Mohammad Noch di Tempat

Assalamu’alaikum wr wb, Nama saya Dea Nur Annisa kelas XA dari SMA Setia Budi Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga bapak dalam keadaan sehat wal’afiat dan dalam lindungan Allah SWT. Bersama surat saya ini, saya ingin menyampaikan bahwa: Kejahatan korupsi di Indonesia belakangan ini tampaknya telah mulai menjalar kesemua lini sehingga korupsi dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa. Dampak dari maraknya praktek korupsi telah merusak tatanan nilai, tatanan ekonomi, social budaya, moral bahkan tatanan hukum yang ada di Republik Indonesia. Kejahatan korupsi bisa muncul disebabkan ada hal yaitu factor ada kesempatan atau ada peluang dan factor terjadinya krisis moral pada oknum penyelenggara negara. Jika saja peluang korupsi itu ada atau terbuka lebar akan tetapi para penyelenggara Negara tetap memegang teguh prinsip moral untuk tidak melakukan perbuatan korupsi, maka hal itu tidak akan terjadi, begitu juga sebaliknya jika moral oknum penyelenggara Negara bobrok tetapi peluang korupsi tidak ada, maka hal itu juga tidak akan terjadi. Untuk menekan angka korupsi diindonesia tidaklah cukup hanya lewat tindakan proses penegakan hokum yang dilakukan oleh aparat penegak hokum terhadap para koruptor dengan menyeret mereka kedalam penjara, tidaklah cukup hanya dengan melakukan kampanye anti korupsi, berdiskusi lewat seminar atau dialog-dialog saja, tapi dibutuhkan komitmen yang tinggi dan upaya-upaya yang preventif yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat dan seluruh steakholder yang ada di re-

105


public ini demi mencegah terjadinya korupsi. Saya selaku siswa SMA sering mengamati munculnya pemberitaan dimedia massa maupun media cetak terkait kasus korupsi menyeret sejumlah oknum pejabat negara sehingga perlu memberikan saran dan masukan kepada bapak menteri pendidikan untuk ikut mencegah kejahatan yang luar biasa itu melalui sentuhan kebijakan pendidikan yang terus diselenggarakan hingga saat ini. Menurut hemat saya upaya preventif yang perlu dan mungkin sudah mendesak untuk dilaksanakan iala memasukkan mata pelajaran pendidikan anti korupsi kedalam kurikulum pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga tingkat Perguruan Tinggi. Mata pelajaran pendidikan anti korupsi dapat dijadikan sebagai mata pelajaran yang wajib diselenggarakan disetiap sekolah agar kesadaran untuk mencegah dan tidak korupsi tumbuh sejak dari usia sekolah. kebijakan itu bisa dibuat oleh menteri pendidikan dan diberlakukan secara umum diseluruh sekolah yang ada. Sama halnya dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang sudah lama dijadikan sebagai mata pelajaran wajib sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai rasa nasionalis dikalangan siswa. Demikialah saran dan masukan lewat surat terbuka ini disampaikan, ini semata-mata untuk mencegah korupsi ditanah air. Hormat Saya,

Dea Nur Annisa, SMA Setia Budi Sungailiat

106


Ciamis, 23 Maret 2012 Kepada Yang terhormat, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di – Tempat

Salam Sejahtera, Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya, bayangkan saja Indonesia terdiri dari 13.487 pulau, setiap pulau terdiri dari berbagai suku yang memiliki bermacam-macam budaya yang beraneka ragam, kita sebagai pelajar Indonesia harus bangga akan hal itu. Indonesia dapat dikatakan salah satu negara yang memiliki kebudayaan yang beraneka ragam, karena budaya yang dimiliki di setiap antar suku berbeda satu dengan yang lain dan mempunyai ciri khas tersendiri. Kebudayaan tersebut akan tetap terpelihara dan akan akan berkembang apabila dijaga, dijadikan suatu kebiasaan, diwariskan kepada generasi muda untuk dipelajari, dan dipahami. Menyebarkan budaya pada setiap pelajar adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan, hal ini bertujuan agar pelajar dapat mempelajari dan dapat meneruskan apa yang telah diajarkan oleh orang tua di masa dahulu. Selain itu, Pelajar yang menyebarkan budaya yang sudah turun-temurun ini kepada masyarakat luas akan menjadikan suatu benteng yang kuat untuk mempertahankan budayanya dari faktor-faktor yang tidak diinginkan seperti diKlaimnya budaya kita oleh negara lain tanpa sepengetahuan kita, seperti yang dilakukan negara tetangga kita, Malaysia yang mengKlaim berbagai budaya asli negara yang kita cintai ini. Dengan adanya budaya luar yang memasuki kawasan Indonesia akibat globalisasi mengakibatkan lunturnya rasa cinta pelajar akan budaya Indonesia, dengan kata lain rasa cinta pada budayanya telah terkikis akibat budaya Barat yang merasuk pada jiwa pelajar Indonesia. Perkem-

107


bangan zaman modern juga seakan-akan menghipnotis akal, pikiran untuk mengikuti zaman modern atau modernisasi yang tidak terkendali sehingga lupa akan nilai dan norma budayanya sendiri. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, peran kita sebagai generasi muda harus dapat menstabilkan kondisi, dan tetap melestarikan budaya. Ini merupakan tugas utama dan tugas yang sangat berat untuk dilakukan oleh kami. Karena itu, saya telah mempunyai inovasi baru untuk menjaga dan mengembalikan rasa cinta budaya Indonesia kedalam jiwa pelajar muda penerus generasi bangsa Indonesia. Salah satu caranya yaitu dengan diadakannya Indonesia wafe yaitu dengan mengadakan festival budaya, yang memiliki fungsi untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada pelajar-pelajar Indonesia. Pepatah mengatakan, Tak kenal maka tak sayang. Karenanya, agar pelajar Indonesia dapat mencintai kembali budaya Indonesia, Mereka semestinya mengenal terlebih dahulu bagaimana karakterisasi kebudayaan Indonesia. Kita dapat memulainya dengan mengadakan festival budaya di sekolah. Festival tersebut diadakan untuk dapat tetap melestarikan, dan mempertahankan budaya-budaya Indonesia serta memperkenalkan lebih dalam mengenai kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga bapak dapat menerima gagasan saya ini dan dapat mendukung setiap sekolah untuk mewujudkan Indonesia wafe alternatif melalui festival budaya yang bisa dilakukan di berbagai sekolah untuk mengenal Indonesia lebih dalam.

Debora Septika Sitompul, SMAN 2 Ciamis

108


Cikarang, 23 Maret 2012 Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. M. Nuh

Assalaamualaikuum warahmatullaahi wabaraakatuh, Puji syukur kita panjatkan kepada Allah swt. Salawat serta salam semoga terus tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw. Yang terhormat Bapak Wakil Presiden Boediono, semoga kesehatan dan keselamatan selalu tercurah kepada bapak beserta keluarga. Bapak menteri, saya seorang pelajar SMA di Cikarang Utara. Saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang pendidikan yang ada di SMA. Karena banyak teman-teman dan juga saya sedikit mengeluh tentang tata cara pendidikan di negara ini. Saya dan teman-teman pernah membuat perbandingan antara pendidikan di Indonesia dengan yang ada di negara lain. Dan yang kami temui adalah dalam hal pelajaran, negara-negara maju memiliki jumlah pelajaran yang lebih sedikit ketimbang pelajaran yang ada di Indonesia. Dengan demikian, mereka lebih banyak waktu untuk dapat menekuni suatu pelajaran. Untuk sekolah tingkat menengah akhir, dengan adanya penjurusan seperti IPA, IPS, dan Bahasa amat membantu memupuk minat. Namun di dalam penjurusanpun, kami masih harus berkutat di lebih dari lima belas mata pelajaran. Pernah pula kami berkonsultasi dengan orang yang mengerti pendidikan seperti guru sekolah, guru les dan alumni perguruan tinggi. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa pelajaran yang diajarkan di Perguruan Tinggi hampir sama di SMA, sehingga kenapa tidak lompat saja ke PT daripada SMA. Contoh lain, pelajaran tingkat SD ada yang menyerupai tingkat SMP. Dengan demikian, para siswa seakan-akan wajib tahu yang belum mereka butuhkan.

109


Ada hal positif yang pernah kami dengar, yaitu dalam hal pengetahuan umum, Indonesia lebih unggul daripada negara manapun. Karena saat pendidikan dasar, siswa-siswi di Indonesia sudah mulai digenjot dengan pelajaran yang seabreg. Sebagai contoh adalah adik kandung saya yang bersekolah di SD swasta terpadu. Jika pergi ke sekolah, ia membawa buku dan perlengkapan sekolah sebanyak yang ia bisa. Dengan ukuran tas yang menyerupai tas koper ukuran mini. Dan ia pulang sekolah pukul 4 sore. Sempat terpikir oleh saya, mengapa banyak sekolah-sekolah banyak yang menggunakan metode-metode pengajaran yang berbeda-beda dari luar negeri dan daerah yang (walaupun) tetap mengacu pada Kurikulum Satuan Pendidikan. Seakan-akan kurikulum yang dibuat oleh pak Menteri kurang digunakan. Hal ini menimbulkan perbedaan yang signifikan dalam hal penyelenggaraan pendidikan serta kualitas hasil pendidikan tiap sekolah. Hemat saya, pemerintah perlu merangkul para ahli-ahli dibidang pendidikan dan non-pendidikan yang kabur ke luar negeri karena merasa kurang dihargai di negerinya sendiri. Agar hal tersebut dapat menjadi penyemangat bagi pelajar Indonesia yang tak hanya bisa mengidolakan orang luar negeri saja. Namun juga mengidolakan orang Indonesia asli. Dan saya amat mendukung program pemerintah “wajib belajar 12 tahun�, bahkan lebih. Agar Indonesia menjadi negara super maju. Semoga aspirasi saya sebagai pelajar ini dapat menjadi masukan yang positif bagi perkembangan negeri ini. Demikian surat ini saya buat untuk bapak. Apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan. Atas perhatian bapak, saya ucapkan terimakasih. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dewangga Fatah AdhiPerdana, SMAN 1 Cikarang Utara

110


Kepada Yang Terhormat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mohammad Nuh Di Tempat

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Dengan hormat, Sebelumnya perkenalkan nama saya Dian Agusti Tanjung dari SMAN 9 Padang, Sumatera Barat. Semoga bapak dalam keadaan sehat selalu. Amin. Indonesia adalah negara yang kaya dengan kebudayaannya. Namun pertanyaannya sekarang apakah kita masih mencintai dan menjaga kebudayaan itu? Contoh kebudayaan yang sekarang hampir kita lupakan adalah kebudayaan mengenai Pasar Tradisional yang semakin hari keberadaannya semakin terancam. Padahal kebudayaan itu berasal dari Pasar Tradisional dan berkembang melalui kehidupan sehari-hari. Pasar Tradisonal pun dapat dijadikan salah satu tujuan wisata. Banyak hal unik tercipta dari pasar tradisional. Seperti, pasar tradisional merupakan suatu tempat saling berkomunikasinya penjual dan pembeli, bandingkan dengan pasar modern yang pembelinya hanya bisa diam terpaku mencari bahan-bahan belanjaannya. Pasar tradisonal pun merupakan tempat dimana pembeli dapat menawar harga dengan murah, mendapatkan kualitas sayur-sayuran dan buah-buahan yang masih segar dan merupakan tempat menemukan kerajinan tangan yang tidak kalah bagusnya dengan pasar modern. Sekarang tugas kita adalah menjaga dan melestarikan pasar tradisonal sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Adapun cara-caranya adalah : 1. Menjaga Kebersihan dan Kenyaman Pasar Tradisonal Hal itu dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, meletakkan tempat sampah pada setiap tempat atau

111


lapak di pasar tradisional, menghilangkan bau-bau tidak sedap dan saling menjaga keamanan dan kebersihan pasar tradisional. Bagi Pemerintah dapat melakukan penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan dan kenyaman pasar tradsional dan memberikan pos penjagaan polisi di Pasar Tradisional guna mengantisipasi preman-preman pasar yang dapat menimbulkan kekacauan. 2. Menghidupkan Kembali Suasana Pasar Tradisonal Pasar tradisional adalah tempat dimana tidak adanya lantai-lantai berkeramik atau pun pembatas antara tempat penjualan yang satu de-ngan yang lainnya. Sehingga terkadang ditengah kesepian pelanggan mereka masih dapat berkomunikasi dan bercerita-cerita mengenai kehidupan atau bahkan bercerita tentang apa yang terjadi di Indonesia. 3. Memberikan akses jalan yang nyaman Banyak orang yang terkadang memilih pasar modern ketimbang pasar tradisional alasannya karena aksen jalan di pasar modern lebih nyaman dan leluasa ketimbang di pasar tradisional dan ini lah salah satu hal yang kita lupakan yaitu akses jalan yang nyaman bagi pembeli. 4. Mengelompokkan Tempat Penjualan Pasar Tradisional Maksudnya adalah memberikan batasan-batasan wilayah antara tempat penjualan sayur-sayuran atau buah-buahan, daging atau ikan, kerajinan tangan, pakaian, dll. Namun semua masih dalam satu tempat yang berdekatan, sehingga pembeli pun dapat dengan mudah membeli kebutuhan yang mereka perlukan. 5. Mengadakan Lomba Pasar Tradisional Terbaik Guna meningkatkan kualitas Pasar Tradisional maka ciptakanlah suatu lomba yang mana lomba tersebut menilai kebersihan, kenyamanan, suasana Pasar Tradisional, dll. Jika perlu adakan lomba ini sekali setahun. Itulah aspirasi saya untuk menteri pendidikan dan kebudayaan RI. Semoga dapat bermanfaat dikemudian harinya terutama untuk kemajuan kebudayaan Indonesia. Amin. Dian Agusti Tanjung, SMAN 9 Padang

112


Pontianak,4 Mei 2012 Yth. Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Di Jakarta

Bapak, saya mewakili siswa-siswi yang ada di Kalimantan Barat. Melalui surat ini saya ingin menyampaikan sedikit keluh kesah kami di sekolah. Kami mempunyai cita-cita yang sangat tinggi. Dan melalui sekolah ini kami ingin mewujudkannya. Tapi banyak kekurangan yang kami rasakan di sekolah kami dan bukan hanya di sekolah kami saja banyak sekali sekolah-sekolah lainnya yang masih merasakan kurangnya kenyamanan dalam bersekolah. Dari fasilitas sarana dan prasarana, kami juga belum memiliki tenaga guru yang cukup memadai. Disini kami mengasah kemampuan kami serta menjaga berbagai budaya yang ada di daerah Kalimantan Barat.Kami sangat mencintai budaya kami yang ada tapi dengan berjalannya waktu dan Negara semakin berkembang pesat menjadi modern, budaya ini mulai di lupakan. Apalagi anak muda sekarang ada yang tidak tahu budaya sendiri. Lebih mengikuti budaya yang telah terwesternisasi (kebudayaan barat). Kami senang bermain permainan modern tapi kami juga tidak lupa dengan permainan tradisional di daerah kami. Kami harap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperhatikan budaya kami dan menerapkan sifat kesadaran bahwa kebudayaan itu perlu di lestarikan dan di kembangkan sehingga kebudayaan kami dapat di kenal oleh masyarakat Indonesia sendiri dan masyarakat dunia. Kami berharap akan ada perubahan yang kami rasakan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membaca surat saya ini. Hormat Saya,

Dian Nata Sari, SMAN 2 Pontianak

113


Yang terhormat Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta

Assalamu’alaikum Wr.Wb Nama saya Dian Pranata, dan asal sekolah dari SMA N 3 Dumai. Zaman sekarang ini, kuantitas pelajar Indonesia bisa dikatakan tinggi. Apalagi bila dilihat dari hasil UN setiap tahunnya. Namun, bila dibandingkan dengan kualitasnya , pelajar Indonesia cukuplah rendah. Mengapa demikian? Ini yang semestinya dapat dipecahkan oleh pemerintah atau menteri pendidikan, mengapa para pelajar di Indonesia memiliki kuantitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kualitasnya. Dan yang masih saya pertanyakan, apakah menteri pendidikan telah menjamin dengan adanya program UN, para pelajar akan lebih berkualitas dan akan lebih baik? Tidak semua sekolah negeri di Indonesia ini mengikuti atau melaksanakan program UN dengan jujur. Masih ada sekolah yang mendukung dan memperbolehkan anak-anak muridnya untuk berusaha dengan jalan yang salah (mencontek). Kadang kala masih ada guru yang memberikan hasil jawaban kepada muridnya demi mencapai kata “LULUS�. Padahal hal yang seperti itu hanya mengajarkan kepada muridnya untuk berbohong dan menipu dirinya sendiri. Jadi, masih dapat disimpulkan program UN di Indonesia belum terlaksana dengan baik dan belim stabil. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, Mengapa pelajaran Kewarganegaraan dan Agama kini tidak dimasukkan kedalam UN? Padahal sudah kita ketahui bersama, pelajaran Kewarganegaraan dan Agama itu menyangkut dangan moral dan etika para pelajar. Mungkin dengan diadakannya Kewarganegaraan dan Agama dalam UN, para pelajar dapat lebih menyadari betapa pentingnya moral dan etika yang baik itu.

114


Dengan surat ini, mudah-mudahan menteri pendidikan dapat membuat kebijakan baru demi tercapainya pendidikan Indonesia yang lebih maju. Saya mengucapkan terimakasih, karena telah diadakannya program ini, sehingga saya sebagai siswa dapat menyampaikan hal-hal yang masih kurang dalam pendidikan di Indonesia. Saya memohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan menyinggung. Saya akhiri Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Dian Pranata, SMAN 3 Dumai

115


Pasaman Barat, 25 Maret 2012 Yth.Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Assalamualaikum warahmatullahiwabaraktuh. Pertama-tama saya doakan semoga Bapak dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dilimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Dina Alfina, kelas XI IPA, SMAN 1 Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat. Bapak Menteri yang saya hormati, Bapak selaku Mendikbud telah bertugas selama beberapa tahun, Bapak telah berjuang untuk menyukseskan pendidikan serta kebudayaan di Indonesia meskipun masih ada terdapat anak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak sehingga mereka tidak mampu untuk mempertahankan Kebudayaan daerahnya. Satu contoh yaitu tarian payung yang dimiliki oleh rakyat Sumatera Barat telah diambil oleh negara Malaysia, sebagai petanda negara Indonesia tidak mampu sepenuhnya membudayakan kebudayaannya sendiri. Selain itu, kurangnya minat pelajar untuk mempelajari kebudayaan sendiri juga merupakan salah satu faktor negara lain ingin mencuri kebudayaan Indonesia karena mereka beranggapan tidak ada yang menjadi penerus dalam melestarikan budaya Indonesia. Bapak menteri yang saya hormati, untuk menghindari hal itu, saya ingin mengajukan ide yakni, bagaimana jika Bapak selaku Mendikbud melestarikan seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia, mulai dari tari-tarian, nyanyi-nyaian, alat musik daerah dan lain-lain, dengan cara mendirikan sanggar-sanggar budaya daerah disetiap kabupaten/kota. Agar bangsa lain tidak bisa mencuri kebudayaan khas Indonesia. Selain itu, untuk menambah minat pelajar terhadap kebudayaan Indonesia sudilah kiranya Bapak mengadakan suatu forum pertunjukan kebudayaan Indonesia dengan melibatkan pelajar, tujuannya agar mereka lebih men-

116


cintai kebudayaan khas di daerahnya dan tidak terpengaruh oleh perkembangan dunia luar. Besar harapan saya kiranya Bapak menerima usulan saya mengenai hal tersebut. Sebelumnya, terima kasih kepada Bapak yang telah berkenan membaca surat dari saya. Semoga Bapak selalu dilimpahkan rahmat dari Allah SWT. Saya mohon maaf atas kesalahan dalam surat ini. Akhirulkalam wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. dari saya,

Dina Alfina, SMAN 1 Pasaman

117


Kepada Yth Bapak Muhammad Nuh di Jakarta

Assalamu’alaikum. Apa kabar Pak? Ananda berharap Bapak baik-baik saja. Bapak yang terhormat, ananda sangat mendukung dengan semua program pendidikan Negara kita termasuk Forum Pelajar Indonesia yang menurut ananda program ini memiliki makna yang sangat positif untuk menambah wawasan para pelajar Indonesia. Bapak yang ananda sayangi, sungguh ananda sangat senang memiliki Indonesia yang penuh dengan aneka seni kebudayaan dan sejarah yang sangat mengagumkan. Kita berharap semuanya akan tetap lestari. Akan tetapi kebudayaan asli Indonesia secara berangsur-ansur digantikan oleh kebudayaan barat. Ananda sangat berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang terkenal dengan aneka kebudayaan asli Indonesia sebagai bentuk karateristik bangsa. Di dalam universitas yang ada di Indonesia pada umumnya terdiri dari study MIPA, Sosial, dan kedokteran. Ananda berinisiatif, bagaimana kalau pemerintahan mendirikan universitas yang khusus menangani seni kebudayaan asli Indonesia dan sejarahnya. Dengan mendirikan universitas dalam bidang seni dan budaya asli Indonesia makan putra dan putri bangsa dapat meneruskan pendidikannya keperguruan tinggi sesuai dengan potensinya terutama dalam bidang seni kebudayaan asli Indonesia. Ananda yakin banyak sekali pelajar yang berpotensi untuk lebih mengetahui seni asli Indonesia namun mereka ragu untuk mengembangkannya karena mereka merasa tidak akan diperhatikan dan tidak ada study lanjutan. Bapak yang terhormat, tiada yang kita harapkan selain putra dan putri Indonesia semakin cerdas, tangguh, dan dapat menjadikan bangsa Indonesia yang membanggakan.

118


Mungkin hanya itu yang dapat ananda sampaikan kepada bapak. Bila ada kata-kata ananda ada yang kurang sopan dalam penulisan surat ini mohon dimaafkan. Wassalamu’alaikum

Dirzan Zoryadi, SMAN 9 Bengkulu Selatan

119


Banjarmasin, 02 Maret 2012 Yth. Bapak Mohammad Nuh ditempat.

Assalamualaikum Wr.Wb Apa kabar pak Nuh? Semoga bapak selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin ya rabbal alamin. Perkenalkan nama saya “Donny Muslim�, Anak ke lima pasangan dari pasangan Bapak Lamberi & Ibu Jamilah. Ayah saya adalah seorang pedagang ikan di pasar, sementara ibu saya bekerja menjual makanan & minuman di warung. Saya sekarang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, sekolah yang saya banggakan. Bapak, beberapa hari yang lalu saya melihat beberapa artikel berita di internet tentang penyimpangan-penyimpangan oleh para remaja kita, Remaja Indonesia. Bentuk-bentuk penyimpangan ini dapat kita ambil contoh, misalnya Tawuran, menurun nya jiwa religius siswa, Penyalahgunaan Narkoba, Free sex, Siswa yang sering membolos, siswa yang menentang dengan guru, remaja yang menjadi alkoholik, dll. Ini adalah bukti bahwa pendidikan berkarakter yang kita inginkan tidak sesuai harapan. Bapak, UU No 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat, yang terdiri dari beberapa Pilar karakter yang antara lain : Cinta tuhan dan segenap ciptaan-Nya, Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, Kejujuran/amanah dan kearifan, Hormat dan santun, Dermawan, suka menolong dan gotong royong/ kerjasama, Percaya diri, kreatif dan bekerja keras, Kepemimpinan dan keadilan, Baik dan rendah hati, Toleransi kedamaian dan kesatuan. Bapak, sekarang sudah marak sekali penggunaan narkotika pada pelajar, tawuran antar pelajar, Free sex yang dilakukan oleh siswa siswi sekolah, siswa yang alholik, dll, yang dimana hal-hal tersebut itu sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan pilar-pilar dari sebuah “Pendidikan Berkarakter� sendiri. Solusi saya, sekolah seharusnya menamkan

120


pilar pilar tersebut kedalam diri siswa-siswi disekolah masing-masing, dan apabila langkah preventif dengan mengenalkan prinsip-prinsip “Pendidikan berkarakter” yang dilakukan oleh sekolah sudah berhasil, maka dilanjutkan dengan langkah ajakan kepada siswa dengan melaksanakan prinsip-prinsip tersebut, di saat proses belajar mengajar, guru dapat menyelipkan pilar-pilar yang terkandung dalam prinsip tersebut. Apabila semua langkah sudah dilakukan namun tidak mendapat hasil, lakukan langkah yang terakhir, yaitu langkah represif/ memberikan sanksi kepada siswa-siswi yang bersangkutan akan tetapi setelah itu dibimbing kembali agar mental siswa-siswi kita tidak menjadi down atau semakin menjadijadi. Dengan berakhirnya surat ini saya berharap “Pendidikan Berkarakter” yang selama ini diprogramkan pemerintah akan menjadi benar-benar menjadikan siswa-siswi kita menjadi pelajar yang “Berkarakter”. Wassalamualaikum Wr.Wb,

Donny Muslim, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin

121


Padang, 22 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam sejahtera untuk kita semua Bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia yang terhormat, sebelumnya perkenalkan nama saya Dori rama wirya, lahir di Padang pada tanggal 2 Februari 1995. Saya bersekolah di SMA Negeri 4 Padang salah satu sekolah favorit di kota Padang, Sumatera Barat. Di sekolah saya aktif mengikuti organisasi yaitu Majelis Permusyawaratan Kelas, dan alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi Ketua Umum dalam organisasi tersebut, dan kepemimpinan saya ini sudah berjalan selama setengah periode. Baiklah Bapak menteri, saya ingin mengutarakan aspirasi saya yang selama ini sulit diutarakan langsung kepada Bapak. Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan rasa simpati terhadap program-program dari kementerian pendidikan yang Bapak pimpin. Salah satunya program “wajib belajar 9 tahun”. Kita menyadari bahwa pendidikan itu adalah wajib dan penting bagi generasi penerus dan anak bangsa kita, dan hasilnya bisa sama-sama kita lihat pada pelaksanaannya langsung di tanah air. Banyak dari anak bangsa kita yang menginginkan pendidikan yang memadai. Namun banyak faktor yang menghalangi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang mereka inginkan. Salah satunya adalah keterbatasan kemampuan ekonomi. Padahal kita mengetahui bahwa, kebanyakan dari mereka yang mampu secara intelektual. Saya berharap pemerintah bisa memberikan berupa bantuan kepada mereka untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada mereka, salah satunya adalah menghadirkan ‘‘sekolah gratis“ kepada mereka yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi mampu secara intelektual.

122


Saya berharap pemerintah memberikan fasilitas-fasilitas pendidikan yang memadai bagi anak bangsa kita yang membutuhkan pendidikan di daerah-daerah terpencil di seluruh tanah air. Pemerintah bisa membangun sekolah-sekolah gratis bagi mereka, dan memberikan tenaga pendidik yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya. Ini semua kita lakukan demi kemajuan dunia pendidikan kita yang sekarang sudah mulai meningkat dari tahun ketahunnya. Untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa, kita bisa meningkatkan program “wajib belajar 9 tahun‘‘ menjadi program “wajib belajar 12 tahun‘‘. Agar tercipta generasi penerus bangsa yang mempunyai intelektual yang tinggi dan moralitas yang membanggakan dan bisa mengahrumkan nama bangsa kita Indonessia tentunya. Demikianlah surat ini saya buat dengan penuh harapan agar kita bisa bersama-sama menciptakan pendidikan yang membanggakan dan akan mengharumkan nama bangsa sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan meningkatkannya ke arah yang positif dan lebih baik lagi. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat Saya,

Dori Rama Wirya, SMAN 4 Padang

123


Bantul, 20 Januari 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di meja kerja

Assalamu’alaikum Wr.Wb., Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat, Saya berharap Bapak beserta istri dan putri Bapak dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Nama saya Dyah Inase Sobri. Saat ini saya masih berstatus pelajar di SMA Negeri 2 Bantul, kelas XI IPA 1. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat, dewasa ini ada sebuah fenomena besar yang terjadi pada pemimpin bangsa kita. Seakan tak pernah habis dikupas, media massa tanpa kenal lelah terus menggali sisi negatif dari DPR RI. Mulai dari kasus yang sangat umum seperti korupsi yang merugikan negara hingga trilyunan rupiah, penyelewengan anggaran, keegoisan yang lebih mengutamakan kepentingan anggota dewan di atas kepentingan rakyat, sampai hal yang bersifat pribadi seperti gaya hidup yang menganut hedonisme. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat, contoh-contoh di atas menunjukkan adanya degradasi moral para wakil rakyat. Tanpa malu dan merasa berdosa mereka tega melakukan hal yang melanggar norma. Padahal, seperti yang kita ketahui bersama bahwa pemimpin seharusnya dapat memberikan keteladanan yang dapat ditiru oleh yang dipimpin. Begitu pula dengan para wakil rakyat yang notabene pemerintah kita. Hal ini diamini oleh sebuah falsafah Jawa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yang berbunyi: “Ing ngarsa sung tuladha. Ing madya mangun karsa. Tut wuri handayani”, yang artinya “Di depan memberi teladan yang baik. Di tengah membangun karsa (kehendak). Di belakang memberi dorongan”. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat, fenomena degradasi moral di negara kita adalah sebuah hal yang sangat memprihatinkan. Degradasi moral ini adalah persoalan yang sangat seri-

124


us dan harus segera ditangani. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah tersebut karena krisis moral dapat mengakibatkan krisis keteladanan. Jika para petinggi negara kita bermoral rendah, bagaimana dengan rakyatnya yang pada umumnya mencontoh para pejabat? Apabila hal ini terus berlanjut maka dapat dipastikan bahwa masa depan bangsa kita akan hancur. Contoh degradasi moral yang paling dekat dengan kehidupan saya sebagai seorang pelajar adalah budaya mencontek. Banyak kasus mencontek yang terjadi di dunia pendidikan. Mulai dari budaya mencontek saat ulangan harian, contek massal di SDM Gadel II, Tandes, Surabaya yang menjadi berita di berbagai stasiun televisi maupun surat kabar, sampai pemberian kunci jawaban oleh oknum guru saat sedang berlangsungnya Ujian Nasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa mencontek sudah membudaya di kalangan pelajar. Lalu, akan dibawa ke mana-kah masa depan bangsa kita jika pemimpin dan generasi mudanya seperti ini? Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat, solusi terbaik dari masalah degradasi moral di atas adalah keteladanan dari para public figure (pemerintah). Pemerintah yang setiap saat mendapat sorotan dari media harus dapat menunjukkan akhlak, sikap, moral, serta prestasi kerja yang bagus dan patut ditiru. Selain itu peran sekolah, orangtua, dan masyarakat juga diperlukan. Sekolah harus mengajarkan pendidikan karakter bangsa dengan disertai keteladanan dari guru, orangtua harus mampu memberikan contoh perilaku yang baik di rumah, begitu juga dengan tokoh masyarakat. Dengan adanya kerjasama di semua lini dalam memberikan keteladanan yang baik diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas, berkepribadian dan berakhlak mulia sesuai dengan trilogi kepemimpinan Jawa Ki Hajar Dewantara. Demikian surat dari saya. Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini, saya haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Dyah Inase Sobri, SMAN 2 Bantul

125


Padang, 24 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Penidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Assalamualaikum, Bapak,semoga Bapak dalam selalu dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah swt.Perkenalkan bapak nama saya Eggy Triana Putri siswi Kelas XI dari Sman 9 Padang. Bapak saya sangat berterimakasih atas kesempatan yang bapak berikan untuk mendengarkan curahan hati saya mengenai keadaan di daerah saya terkhususnya pendidikan dan kebudayaan. Disini pendidikan masih belum terlalu bisa menyentuh kalangan bawah yang sebenarnya membutuhkan bantuan untuk pendidikan. Seperti contohnya masih banyaknya anak jalanan yang banting tulang dijalanan demi sesuap nasi. Sangat disayangkan anak-anak yang seharusnya sedang duduk dibangku sekolah untuk menerima pelajaran dan pendidikan yang layak tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena faktor keuangan yang tidak mendukung. Padahal nasib suatu bangsa nantinya adalah ditangan para tunastunas bangsa ini. Dan tentang kebudayaan,saat sekarang ini sedikit-demi sedikitnya sudah ulai terkikis budaya-budaya tradisional kita yang padahal merupakan warisan nenek moyang kita. Yang merupakan harta pusaka yang sangat berharga bagi kita. Hal ini diakibatkan karena terpengaruhnya abak-anak bangsa ini dengan budaya luar yang kadang kurang berkenan untuk digunakan. Dari sinilah saya ingin menggabungkan kedua hal ini menjadi sebuah ide agar dapat berguna untuk semua masyarakat. Beasiswa Beras Genggam,itulah namanya Beasiswa ini duperuntukan kepada anak-anak yang ingin bersekolah tapi tidak mempunyai cukup biaya untuk itu dan juga merupakan pelestarian dari budaya Minang sendiri yaitu budaya Beras Genggam.

126


Disini setiap minggu masing-masing sekolah diajak untuk mengumpulkan segenggam beras untuk nantinya dikumpulkan disuatu tempat dari semua sekolah agar dapa dijadikan hal yang berguna yaitu dengan menjadikan ini menjadi berupa uang yang nantinya akan menjadi dana untuk membantu teman-teman kita yang beruntung untuk melanjutkan pendidikannya, sehingga semua anak-anak tunas bangsa dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik. Mungkin sampai disini dulu surat dari saya,moho maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.dengan ini saya akhiri dengan wassalamualaikum. Hormat saya,

Eggy Triana Putri, SMAN 9 Padang

127


Morowali, 5 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diJakarta Dengan Hormat !

Assalamu Alaikum Wr. Wb Bersama dengan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan RI atas kesempatan yang di berikan kepada saya untuk menulis surat terbuka ini. Perkenankan saya untuk memperkenalkan diri, nama saya Eko Budi Santoso. Saya adalah siswi SMK Negeri1 Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah. Dan tentunya, saya juga adalah salah satu dari jutaan pelajar Indonesia yang beruntung mendapatkan kesempatan yang sangat baik ini. Bapak Menteri Pendidikan RI yang kami cintai. Melihat pesatnya perkembangan dunia modern saat ini (khususnya bidang teknologi) menjadi salah satu alasan saya mengambil pendidikan kejuruan (Teknik Komputer dan Jaringan pada sekolah saya). Latar belakang keluarga saya yang sangat sederhana memotifasi saya untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Dengan harapan kelak suatu hari nanti, saya dapat mengangkat perekonomian, harkat dan martabat keluarga saya serta turut andil memberi sumbangsih kepada pembangunan bangsa Indonesia yang ku cintai ini. Bapak Menteri Pendidikan RI ‌.. Saya yakin Bapak tahu bagaimana bapak bisa naik menjadi Menteri Pendidikan RI. Disaat bapak belum menjadi apa-apa, tiba-tiba bapak menjadi seseorang yang sangat populer kenapa...??? karena Dunia Tehknologi Informasi berada dalam kekuasaan bapak saat itu dimana bapak menjadi pusat perhatian Dunia TI dan Dunia TI-lah yang membuat bapak sangat populer..!!! Melihat dari kondisi diatas, bisa secara kasar disimpulkan bahwa siapa yang menguasai dunia tekhnologi informasi, maka dia akan men-

128


guasai dunia. Tapi kenapa bapak tidak juga sadar..??? Kenapa bapak tidak membangun system Teknologi Informasi yang handal di Negara Tercinta ini..??? Kenapa bapak tidak mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan system Teknologi Informasi ???? Kenapa bapak menjadikan guru begitu banyak tetapi tidak berbobot, sama sekali tidak tahu yang namaya IT ???. Kenapa bapak mengucurkan beasiswa untuk yang tidak mampu tetapi guru dan kepala sekolah yang mampu mengkantongi beasiswa tersebut??? Kenapa bapak membangun banyak gedung sekolah, tetapi gedung yang sudah ada dan mau roboh tidak di renovasi ??? Kenapa ada dana BOS, tetapi kepala sekolahnya yang menjadi BOS besar dengan dana tersebut ??? Kenapa Bus Sekolah menjadi kendaraan pribadi hingga adik-adik kami yang di SD nyeker berangkat ke sekolah ??? Kenapa bapak memandang sebelah mata semua ini??? Kenapa kami rakyat bapak, masih harus mengganjal perut setiap bulan hanya untuk mendapat informasi yang sangat luas diinternet....??? Kenapa Malaysia, India, Cina dan beberapa negara lain mampu menghadapi ganasnya neo imperialisme barat...??? karena mereka menguasai dunia TI..... Pernahkah bawahan bapak melaporkan bagaimana guru-guru di Malaysia banyak yang stress karena banyak para siswanya lebih pintar dari sang guru..??? Kenapa para siswa lebih pintar..??? KARENA MEREKA MENDAPATKAN AKSES LEBIH MURAH DAN MUDAH KE DUNIA INTERNET sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang sangat luar biasa. Apakah Bapak Ketua DPR RI tidak pernah berpikir dalam 10 sampai 15 tahun yang akan datang kita akan mampu mengirim tenaga kerja profesor berupa programer dan admin seperti India..?? Bukan mengirim pembantu RT..??? Kenapa kami yang jauh dari tanah jawa sangat susah untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi ??? Semua perguruan tinggi ternama ada di tanah jawa. Yang sangatlah tidak mungkin untuk kami terbang ke sana atau berlayar ke kampusnya yang begitu megah ??? Bupati kami Drs. Anwar Hafid bercita-cita membangun POLITEKNIK di daerah kami yang sudah bekerja sama dengan ITB. Kenapa Pemerintah tidak membantu dengan mempercepat realisasinya. Saya orang jawa pak, tetapi saya mau juga pendidikan di Indonesia timur sama dengan di tanah jawa. Bangunlah Perguruan Tinggi ternama di kawasan Indonesia timur seperti ITB kecil. UGM kecil dan lainnya. Kami juga adalah bagian dari Indonesia Pak !!!!!!

129


Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, mohon dengan sangat agar dapat diperhatikan masalah ini sisihkanlah anggaran negara kita yang cukup untuk pembangunan TI yang handal, berilah anak-anak didik kita akses murah untuk menuju dunia internet... jadikanlah dalam waktu 10 tahun yang akan datang mereka jawara-jawara di dunia internasional. Jangan lupa untuk membangun perguruan tinggi ternama di kawasan Indonesia Timur. Jangan biarkan sentra pendidikan berpusat di tanah jawa. Nanti ada orang asing yang mencuri bagian dari NKRI ini. Semoga ridha Allah swt dan di bawah kepemimpinan bapak menjadikan bangsa Indonesia kedepan lebih baik dan maju, sehingga kita bukan hanya bangsa yang besar karena luas wilayah dan geografisnya, tetapi juga besar karena kemajuan dan kemakmuran rakyatnya. Akhir kata sekali lagi yang begitu mendalam atas berkenannya Bapak membaca surat saya ini, saya ucapkan banyak terima kasih. Mohon maaf atas kelancangan serta segala kekurangan saya. Wassalamu Alaikum Wr. Wb yang tidak mau menjadi budak Negara lain

Eko Budi Santoso, SMK Negeri 1 Bungku Barat

130


Bantul, 16 Maret 2012 Kepada Bapak Menteri Pendidikan Nasional di tempat.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah yang Maha Pemurah karena limpahan rahmat, anugerah kesehatan dan juga kesempatan sehingga saya dapat menulis surat untuk Bapak Menteri. Harapan saya, Bapak Menteri selalu dikaruniai kesehatan dan kelancaran dalam mengemban amanat sehingga dapat mengemban tugas kenegaraan , khususnya di bidang pendidikan dengan sebaik-baiknya. Amien.. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, Tahun pelajaran yang akan datang Insya Allah saya sudah kelas XII. Artinya saya akan lulus SMA dan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Doa restu dari bapak saya harapkan, semoga saya dapat melanjutkan ke PT Negeri seperti yang saya dan orang tua saya cita-citakan...Amien. Hal yang merisaukan saya saat ini adalah bahwa setiap perguruan tinggi baik negeri atau swasta mematok biaya kuliah yang mahal. Hal tersebut tentu memberatkan siswa lulusan SMA yang ingin masuk ke perguruan tinggi. Sistem seleksi calon mahasiswa pun kian sulit karena mengutamakan besarnya biaya sumbangan pendidikan yang mampu dibayar oleh calon mahasiswa. Syarat masuk PTN pun lebih condong pada biaya. Seolah – olah sistem yang dipakai PTN seperti BUMN saja. Nah, yang ingin saya tanyakan, dapatkah biaya kuliah terutama di PTN dapat terjangkau oleh kalangan rakyat jelata seperti saya? Dapatkah sistem penerimaan mahasiswa tidak dipandang dari segi kesanggupan membayar biaya kuliah? Bukankah yang terpenting adalah prestasi daripada mempunyai uang banyak namun otak kosong?

131


Melalui surat ini, saya sangat berharap bahwa perguruan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan lulusan-lulusan mahasiswa yang dapat ikut berperan membenahi Indonesia ini dan menjadi generasi yang dapat mengentaskan Indonesia dari kemiskinan dan ketertinggalan negaranegara lain melalui pendidikan. Semoga semua generasi muda Indonesia mampu malanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan biaya terjangkau. Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf segala kekurangan dan terima kasih. Hormat saya, Elida Nurul Fitri, SMAN 1 Bantul

132


Kepada Yth. Mentri Pendidikan,

Salam sejahtera, Suatu kebanggaan yang tak terkira bagi saya di berikan kesempatan untuk dapat menuliskan surat yang di tunjukan secara langsung kepada bapak mentri pendidikan. Perkenalkan nama saya Elsa Naheta ,saat ini saya menjabat sebagai siswi kelas XI jurusan IPA di SMA-N 2 Kuala Kapuas, provinsi Kalimantan tengah. Saya ingin menyampaikan beberapa hal, diantaranya: Mengapa dalam sehari mata pelajaran yangharus di pelajari di sekolah itu 4 mata pelajaran di tambah jem les yang juga lakukan di sekolah 1 mata pelajaran hingga berakhir pukul 14.30 wib padahal menurut saya hal itu tidak efisien ada guru yang mengajar kami dengan cara yang baik adapula yang singkat-singkat menyampaikan materi pelajaran. Namun tidak dapat dipahamai rasanya saya sangat di rugikan, sya bingung , sekarang kami di anjurkan untuk mengikuti les di luar sekolah sya tau tujuannya baik mungkin bagi sebagian siswa yang mampu untuk membayar uang les itu tidak masalah namun bagi saya biaya les tersebut sangat mahal ada yang 150 ribu perbulan namun apabila dibandingkan dengan SPP di sekolah senilai 81 ribu bukanlah itu sangat membebani orang yang kurang mampu seperti saya. Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan saya sangat berharap bapak dapat mempertimbangkan beberapa hal berkenaan dengan hal di atas apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesarnya, akhir kata saya ucapakan terimakasih.

Elsa Naheta, SMAN 2 Kuala Kapuas SMAN 2 Kuala Kapuas

133


Tapaktuan, 5 Desember 2011 Kepada Yth Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI DiTempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Sejahtera Dengan hormat, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya muliakan, sebelum saya menyampaikan aspirasi dan ide-ide kreatif saya, nama saya Emil Riza Pratama, saya bersekolah di SMA Negeri Unggul Aceh Selatan dan tinggal di Asrama SMA Negeri Unggul Aceh Selatan, Aceh. Bapak Menteri yang saya hormati, di era globalisasi ini pendidikan merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, bukan hanya sebatas pendidikan-pendidikan biasa melainkan pendidikan yang betul-betul bermutu berstandar nasional atau internasional, di zaman ini seluruh manusia harus bersaing dalam mempertahankan hidupnya karena keahlian seseorang akan menentukan jalan hidupnya. Faktanya sekarang masih banyak masyarakat belum bisa mengenyam pendidikan, hal ini di sebabkan karna kurang mampunya membiayai pendidikan tersebut. Berbicara masalah pendidikan. Pendidikan tak lepas kaitannya antara interaksi seorang guru dan murid, jadi guru merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam membentuk, mendidik, mengajar murid. Namun faktanya, tidak di seluruh daerah memiliki guru yang handal bahkan tidak memiliki guru khusus pada bidang studinya, contohnya saja di daerah saya, untuk guru Sekolah Menengah Atas sebenarnya harus memiliki keahlian yang khusus dalam bidang studinya. Namun disini berbeda, seorang guru bisa mengajar 3-5 mata pelajaran, padahal ia hanya memiliki kemampuan pada satu bidang studi,

134


coba kita bandingkan dengan di kota di sebuah sekolah memiliki 3-5 guru mata pelajaran khusus , terkadang mereka dalam satu hari ada yang tidak mengajar, hal ini sangat mengecewakan dan menyedihkan bagi masyarakat di perdesaan. Bapak Menteri yang saya hormati, saya harap kedepan seluruh masyarakat Indonesia harus bisa mengenyam pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas dan dengan memberikan biaya gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga saya harapkan agar guru-guru ahli itu di sebarkan ke seluruh pelosok daerah Indonesia agar seluruh kemampuan masyarakat Indonesia itu sama di setiap daerahnya kemudian bapak juga bisa mengusahakan fasilitas-fasilitas pendidikan yang berstandar nasional maupun internasional di seluruh daerahnya. Bapak yang saya hormati, demikianlah yang dapat saya sampaikan atas aspirasi dan ide-ide kreatif saya yang mana hal ini dari hati nurani saya, karna saya begitu cinta tanah air kita yai tu Indonesia . Semoga bapak dapat menerima dan bisa menerapkan hal yang saya sampaikan ini, demi mewujudkan negara Indonesia yang makmur sentosa. Hormat saya,

Emil Riza Pratama, SMAN Unggul Aceh Selatan

135


Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Dengan Hormat, Bapak presiden saya adalah pelajar dari NTT (Nusa Tenggara Timur ) ingin menyampaikan program saya dalam mewujudkan Indonesia peduli . demikian program saya : 1. Membentuk kerjasama dengan pelajar SMA untuk melakukan suatu kegiatan yaitu mengumpulkan buku-buku pelaran yang sudah tidak di pakai lagi untuk di berikan kepada anak yang putus sekolah agar mereka tetap dapat belajar. Program kedua ialah melakukan gerakan seribu di lingkungan sekolah untuk dapat membantu minimal 1 orang anak kurang mampu. 2. Mengadakan pembersihan di lingkungan sekitar, dan yang ketiga melakukan penghijauan dengan menanam pohon di lingkungan sekitar, dan yang kegiatan ini dilakukan dengan mengajak siswa-siswi disekolah melalui OSIS. Agar terwujudnya keinginan dan program yang telah saya buat untuk mewejudkan indonesia peduli , saya berharap Bapak Presiden Indonesia berkenan memberikan motivasi demi kesuksesan program. Saya sangat membutuhkan dukungan Bapak untuk memberikan motivasi dan dukungan semangat kepada siswa. Dengan dukungan dari Bapak presiden, saya berharap para pelajar dapat meluangkan waktu untuk ikut serta dalam kegiatan ini Sekian pemberitahuan dari saya . Atas perhatianyya saya ucapkan terima kasih. Peserta Forum pelajar Emilia Melnunia Kamuri, SMA Kristen Mercusuar Kupang

136


Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta

Dengan hormat, Bersama surat ini saya sampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menulis surat kepada Bapak Menteri. Hal ini merupakan kebanggaan bagi saya karena saya dapat menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan dunia pendidikan. Bapak Menteri yang terhormat, Pendidikan dewasa ini jauh dari harapan yang diamanatkan dalam Undang-Undang dasar 1945 pada paragraf ke empat, yaitu: mencerdaskan kehidupan bangsa karena saya mencermati baik melalui koran, maupun televisi, marak diberitakan tentang pencontekan masal, beredarnya kunci jawaban fiktif melalui internet dan lain sebagainya. Saya sebagai siswa yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XI IPA sangat mengharapkan kepada Bapak Menteri untuk melihat masalah ini secara arif dan bijaksana. Adapun harapanharapan saya yang dapat saya sampaikan kepada Bapak antara lain: 1. Pelaksanaan Ujian Nasional harus bersih dari hal-hal tersebut di atas sehingga hasil UN yang diperoleh oleh siswa merupakan hasil yang murni. 2. Saya berharap ke depan bahwa kelulusan siswa jangan diukur dari nilai Ujian Nasional tetapi lebih dititik beratkan pada Akhlak Budi Pekerti. Apalah artinya kalau seorang siswa lulus Ujian Nasional dengan nilai baik tapi Budi Pekertinya buruk, hal ini akan berdampak pada generasi ke depan yang memegang tongkat estafet negara ini. 3. Adanya sinkronisasi antara Program Sekolah, Program Gubernur NTT dan program Pemerintah Pusat untuk pelaksanaan Ujian Nasional.

137


4. Meningkatkan proses pembelajaran yang lebih memadai. Dalam hal ini, kurangnya sarana prasarana dan kualitas guru sehingga berdampak pada siswa itu sendiri. 5. Pengalihan dari desentralisasi ke sentralisasi masih mengalami kendala karena SDM yang ada di daerah belum maksimal untuk melaksanakan proses pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Demikian harapan saya sebagai pelajar Indonesia, mudah-mudahan Bapak Menteri mempertimbangkan harapan saya ini, dan saya selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar saya bisa terpilih ke Jakarta untuk bertemu dengan Bapak Menteri yang saya hormati. Terimakasih. Hormat saya,

Erinda M.R.Moha, SMAN 1 Lewa

138


Medan, 21 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mohammad Nuh Di tempat

Assalamualaikum Wr. Wb Besar harapan saya Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keadaan sehat wal’afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, sehingga dapat memimpin negara ini dengan baik. Perkenalkan, nama saya Erysa Alifah Maharamis Poetry. Saya adalah siswi di kelas 2 SMA RSMABIM Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, Medan, Sumatera Utara. Bapak Menteri yang saya hormati, sebelumnya saya ingin sedikit bercerita. Ketika adik saya duduk di bangku SD, saya sering mengajarinya beberapa mata pelajaran. Saat saya membaca buku paket pelajaran sejarahnya, alangkah kagetnya saya karena ternyata pelajaran yang dipelajari kala itu hampir sama dengan tingkat pembelajaran murid SMA dan ternyata mata pelajaran yang dipelajari juga terlampau banyak, sehingga membuat para pelajar kewalahan. Beberapa dari teman saya juga memiliki masalah yang sama dengan mata pelajaran. Banyak dari mereka yang tidak begitu mengerti IPA, tetapi sangat menyukai pelajaran IPS, terpaksa untuk mengikuti pelajaran biologi, meskipun sama sekali tidak mengerti. Jadi, usul saya adalah untuk mengurangi mata pelajaran di sekolah. Dari sekolah dasar, mata pelajaran utama cukup lima saja, yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika, olahraga agar murid-murid sehat, dan agama. Mata pelajaran IPA dan IPS lainnya, komputer, kesenian, dipilih sesuai minat dan bakat siswa. Selanjutnya di SMP dan SMA ada pelajaran ilmu ekonomi dan wirausaha. Dengan ini, para pelajar cukup mempelajari pelajaran yang diminatinya, sehingga dapat menjadi seorang tenaga ahli dibidangnya yang dipelajari secara spesifik, tidak secara umum.

139


Demikianlah usulan yang dapat saya utarakan melalui surat ini. Semoga usulan saya dapat terealisasikan sehingga mampu menjadikan pelajar Indonesia yang berkualitas. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak, saya mohon maaf. Wassalam, Dengan hormat,

Erysa Alifah Maharamis Poetry, SMA BIM YPSA Medan

140


Tombiano, Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Dengan Hormat, Selamat pagi, dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati para menteri pendidikan RI saya sebagai anak bangsa Indonesia mengucapkan terima kasih mengenai pendidikan yang ada di Indonesia. Namun pendidikan sekarang ini perlu ditingkatkan lagi karena pendidikan sangatlah penting apalagi sebagai generasi-generasi muda yang nantinya akan menjadi generasi penerus. Namun pada sekarang ini masih banyak orang yang tidak bisa mendapatkan pendidikan karena faktor ekonomi yang tidak bisa mencukupi, dan banyak anak-anak sekolah atau generasi muda yang telah terjerumus dalam obat-obatan terlarang yaitu NAPSA atau NARKOBA. Hal seperti ini sangat mempengaruhi palagi mengenai pendidikan yang ada karena sebagian besar mereka yang berusia muda dan anak-anak pelajar banyak yang telah mengkonsumsi barang-barang haram seperti: sabu-sabu, ganja, heroin dan sebagainya. Sehingga minat untuk belajar itu berkurang. Dan jika sebagian besar mereka yang muda dan produktifnya mengkonsumsi NAPSA, apa yang akan terjadi pada bangsa ini bila sebagian penduduk mudanya dan produktifnya sakit dan meninggal karena NAPSA/AIDS. Untuk itu saya sebagai anak bangsa berharap agar lebih ditingkatkan lagi mengenai pendidikan dan ketegasan hukum yang ada mengenai NAPSA atau NARKOBA.

141


Sehingga anak bangsa atau generasi-generasi muda mempunyai pendidikan yang bermutu berkualitas dan pendidikan yang seluas-luasnya dan bebas dari NAPSA/NARKOBA. Wassalam,

Esfir Yumilka, SMK Negeri 1 Tojo Barat

142


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Tak ada beda tatkala aku duduk terpaku malam itu.. Masih seperti malam – malam lalu, bisik angin merasuk.. Membawa pesan penuh kedamaian Ia belai rambutku, dan tuturkan selaras harmoni syahdu “Tersenyumlah, kawan..”

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan hormat, Perkenankan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Eta Auria Latiefa. Saya bersekolah di SMA Taruna Nusantara kelas XI jurusan IPA. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih tiada terkira atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk dapat menuangkan buah pikiran saya dalam selembar surat ini. Mungkin, tiada berarti untaian kalimat yang saya tuangkan pada secarik kertas ini. Namun, inilah hal yang terbesit di benak saya sebagai salah satu pelajar Indonesia yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati, puisi yang saya tulis di atas adalah sebuah pembuka surat kecil yang tentunya bermakna besar bagi setiap insan yang membacanya. Terdapat sebuah makna tersurat yang jelas tersampaikan pada kita. “Tersenyumlah, kawan..” Ya, tersenyum. Senyum adalah ibadah paling mudah yang dapat kita lakukan. Hanya dengan menggerakkan dua lapis bibir kita, menyeringai dengan penuh kelembutan. Itulah senyum. Senyum mampu membuat kita tampak lebih cantik/tampan, membuat kita lebih sehat, dan tentunya dapat membuat orang lain juga ikut tersenyum bersama kita.

143


Jika kita menelaah lebih dalam tentang senyuman, akan ada banyak hal yang dapat kita uraikan dari suatu kegiatan sederhana ini. Efek yang dihasilkan dari tersenyum pun luar biasa. Siapa yang tak senang melihat orang lain tersenyum dengan tulus? Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tentunya juga senang tersenyum, apa sebenarnya tujuan saya mengutarakan hal – hal di atas dalam surat ini? Mungkin pertanyaan inilah yang terbesit di benak Bapak saat ini. Memang, mungkin apa yang saya sampaikan dalam surat ini begitu berbeda dengan apa yang disampaikan teman – teman saya dalam surat lain. Mereka membahas berbagai masalah besar yang ada di bumi pertiwi ini. Sedangkan saya hanya membahas masalah tersenyum. Suatu hal sepele yang tak banyak dihiraukan orang. Namun bagi saya, tersenyum adalah suatu hal kecil yang dapat memberi pengaruh besar. Sebagai bangsa yang menganut adat ketimuran, kita tentu saja terbiasa dengan ramah – tamah, sopan santun, dan tata krama dalam kehidupan sehari – hari. Setiap suku di Indonesia ini mempunyai adatnya masing – masing dalam mengatur kehidupan masyarakatnya. Dan sudah sepatutnyalah kita terbiasa tersenyum dalam kehidupan sehari – hari pula. Berbagai masalah yang menimpa bangsa Indonesia saat ini tentu menjadi beban yang luar biasa. Saya mengerti betul betapa berat tanggung jawab yang harus dipikul Bapak sebagai salah seorang menteri di negara Indonesia dengan berbagai masalah yang ada. Namun, ingatlah, segala sesuatu takkan selesai bila tak dipikirkan dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Salah satu penunjangnya adalah dengan tersenyum. Untuk dapat membuat sesuatu yang besar, mulailah dari sesuatu yang kecil dan dari diri kita sendiri. Mulailah dengan tersenyum. Saya di sini ingin mengutarakan maksud saya untuk membuat gerakan “Indonesia Tersenyum”. Sebarkan senyum ke seluruh penjuru negeri. Dengan gerakan ini, setiap penduduk Indonesia akan tersenyum dan mampu membuat orang lain tersenyum pula. Setidaknya, hal kecil ini akan membantu mengurangi setiap beban yang dipikul oleh setiap orang. Demikian buah pikir saya yang mungkin hanya segelintir ide dari sekian banyak ide lain yang dapat muncul dari kalangan pelajar. Saya di

144


sini tak menuntut apa – apa, saya hanya terus berjuang dengan kapasitas saya sebagai pelajar untuk dapat memajukan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Bila ada kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih. Wasslamu’alaikum Wr. Wb. Hormat saya,

Eta Auria Latiefa, SMA Taruna Nusantara Magelang

145


Batang, 17 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamualaikum Wr.wb., Dengan hormat, Perkenankan, saya Eva Rafiqoh merupakan siswa dari SMA Negeri 1 Batang Provinsi Jawa Tengah. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati, melalui surat ini saya hendak menyampaikan persoalan dan usulan atau saran yang hendak saya angkat yaitu mengenai penggalakan kembali program Penataran P4 (Pedoman, Penghayatan, Pengamalan Pancasila) yang dulu pernah digalakan pada masa pemerintahan Bapak Soeharto. Mungkin Bapak sudah mengetahui bahwa Modernisasi dapat memberikan efek 2 sisi mata uang yaitu efek positif dan negatif. Secara tidak langsung kemajuan kebudayaan, globalisasi informasi dan terbukanya pengaruh–pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia dan menyebabkan berbagai pengaruh pada kehidupan sosial bagi bangsa Indonesia, terutama bagi pelajar. Hal tersebut menyebabkan nilai-nilai dari rasa cinta tanah air berkurang dan membutuhkan program penghayatan, pengamalan dalam kehidupan dan mencerminkan identitas bangsa agar ideologi Pancasila yang berpedoman pada nilai-nilai Pancasila tersebut tidak hilang. Moderenisasi memiliki efek negatif bagi pelajar yang berpengaruh ke dalam sikap dan pola pikir mereka. Hal tersebut dapat merusak identitas bangsa dengan sikap-sikap yang sama sekali tidak mencerminkan dasar-dasar Pancasila. Perlunya penghayatan, pengamalan sikap pelajar untuk tetap bisa menjaga identitas bangsanya, dan menumbuhkan nasionalisme seperti halnya upacara, jiwa kedisplinan seperti pelatihan Kepemimpinan dan baris berbaris. Ditinjau dari sejarah Program Penataran P4(Pedoman, Penghayatan, pengamalan Pancasila) pada masa Orde Baru sangat efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur Pancasila yang didalamnya berisi kegiatan seperti upacara, kepemimpinan, baris berbaris

146


dan materi wawasan nusantara untuk pelajar menengah pertama dan menengah atas, penggalakan kembali program tersebut yang ditransformasikan dengan kondisi bangsa yang sekarang sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air itu kembali. Dari analisa yang saya kemukakan di atas maka simpulan yang dapat saya tarik bahwa pelajar Indonesia sekarang membutuhkan kegiatan semacam Penataran P4((Pedoman, Penghayatan, Pengamalan Pancasila) untuk menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme yang sekarang jarang dijumpai dilingkup sekolah. Demikian dari saya, sekiranya besar harapan saya akan dipenuhi atas pemikiran tersebut di atas agar terciptanya generasi muda yang tidak lupa akan dasar-dasar terbentuknya Negara Kesatuan Republik INDONESIA . INDONESIA JAYA ! Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf dan atas perhatian Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr.wb. Hormat saya

Eva Rafiqoh, SMAN 1 Batang

147


Medan,22 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bapak Mohammad Nuh Di tempat Hormat Saya,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Puji dan syukur mari kita ucapkan kepada Allah SWT serta salawat beriring salam pada Nabi Muhammad saw. Bapak Menteri yang saya hormati, saya Evan Fardian Sinuhaji siswa SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumatra Utara. Program “Rumah Pintar” yang telah berjalan di beberapa daerah Indonesia memang cukup lancar. Terlebih ketika saya dulu masih tinggal di daerah sebelum pindah ke kota. “Rumah Pintar” yang saya kunjungi tersebut juga ramai dikunjungi remaja-remaja bahkan masyarakat-masyarakat yang putus sekolah atau tidak mengenal dunia pendidikan. Namun, fakta yang saya dapat masih ada kekurangan dalam jalannya program ini. Terutama fasilitas dan belum banyaknya pengetahuan masyarakat tentang adanya program ini. Saat saya mengunjungi salah satu “Rumah Pintar”,saya masih melihat kurangnya buku-buku bacaan, memang buku-buku bacaan yang didapat tersebut sebagian dari hasil sumbangan sukarelawan dan beberapa komputer yang seharusnya sudah harus cukup di ruang komputernya. Kemudian jadwal rutin buka “Rumah Pintar”ini terkadang belum jelas. Saya harap Bapak sepemikiran dengan saya. Bapak Menteri yang baik hati, saya mempunyai beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan dengan efisien dan tidak dengan proses yang lama. Pertama untuk masalah buku-buku bacaan yang masih kurang, kita bisa melakukan sebuah gerakan, yakni “Gerakan 1 buku 1 orang untuk Indonesia” yang dimana mengajak masyarakat Indonesia menyumbang tidak lebih 1 bukunya untuk memajukan pendidikan In-

148


donesia kepada “Rumah Pintar”. Kemudian agar banyaknya masyarakat yang memang berminat mengunjungi “Rumah Pintar” ini namun belum mengetahui bahwa sudah banyak tersebarnya program ini, maka kita harus lakukan promosi. Banyak cara yang sangat mudah di lakukan untuk mempromosikan program ini, seperti menyebarkan brosur-brosur, membuat stand ketika acara-acara pekan raya atau sebagainya, dan membuat iklan di billboard maupun televisi. Setelah banyaknya masyarakat yang tahu dan berminat dengan “Rumah Pintar” ini, pengunjung akan bertambah dan Indonesia pun akan maju dengan pendidikan. Semoga aspirasi, saran, dan ide saya dapat Bapak terima dan bisa dilaksanakan. Mohon maaf bila ada kesalahan kata dan lain hal. Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hormat Saya,

Evan Fardian Sinuhaji, SMA BIM YPSA

149


Bogor, 20 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhammad Nuh, di Tempat

Assalamu’alaikum wr.wb Apa kabar bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya hormati? Semoga selalu di lindungi Allah swt. Amin, dan selalu diberikan bimbingan oleh Allah swt untuk dapat mencerahkan negeri ini, tetapi sayang-nya negeri kita ini masih begitu gelap, masih suram untuk bisa menjadi negeri yang cerah seperti yang kita idam-idamkan. Mengapa demikian? karena masih banyak diantara kita yang tidak bisa mendapatkan pencerahan atau dengan kata lain tidak bisa bersekolah. Bagaimana bisa Indonesia menjadi negeri yang maju, apabila rakyatnya pun tidak maju. Mengapa tidak maju? Karena mereka tidak tahu bagaimaa cara memajukan negri ini. Apakah Bapak tidak pernah melihat banyak anak-anak kecil dijalanan yang sedang mengamen mencari uang?. Sebenarnya mereka ingin sekali bersekolah, ingin sekali mendapatkan ilmu, tetapi apa daya, untuk makan saja sulit apalagi untuk bersekolah. Terkadang saya bertanya-tanya dalam hati “ Ada apa dengan negeri ini?� begitu seterusnya. Mengapa untuk mendapatkan ilmu saja sulit sekali. Anggaran uang rakyat hanya dipakai untuk kesenangan para pejabat, tetapi apa yang didapatkan oleh rakyat? Coba saja uang itu dipakai untuk membuat sekolah-sekolah bagi rakyat yang kurang mampu sehingga mereka dapat bersekolah dan dapat menggapai cita-cita mereka setinggi-tingginya tanpa ada hambatan sedikitpun, itu akan lebih bermanfaat. Belum lagi anggaran untuk fasilitasfasilitas pendidikan yang tidak merata. Perhatikanlah hal-hal kecil tersebut yang memberikan dampak besar bagi Indonesia. Generasi muda adalah penerus Indonesia. Janganlah selalu melihat lurus kedepan, yang Bapak lihat adalah sebagian dari seluruh WNI,

150


tetapi lihat juga kanan dan kiri Bapak yang sedang merintih, yang sedang menunggu keajaiban datang kepadanya. Keajaiban yang bisa mengubah kehidupannya yaitu kebijakan dari Bapak dan bantuan dari pemerintah. Buatlah Indonesia ini menjadi rakyat yang terang akan ilmu pengetahuan. Tanamkanlah ilmu pada rakyat Indonesia dan buanglah kebodohan yang melanda Indonesia. Wassalamu’alaikum wr.wb

Evi Silvia, SMK Farmasi Galenium

151


Padang, 20 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta

Assalamu’alaikum Wr. Wb Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang selalu berusaha dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berpendidikan baik dan bermartabat, serta dipandang oleh seluruh negara di dunia. Ada bebrapa hal yang ingin saya ungkapkan pada kesempatan kali ini kepada Bapak Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pertama, permaslahan pendidikan yang masih belum merata di Indonesia. Kesenjangan pendidikan ini membuat perbedaan yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah elit dan sekolah biasa atau pinggiran sangat jauh perbedaanya. Sekolah elit semakin berkembang dan menjadi sorotan karena selalu diperhatikan oleh pemerintah. Sedangkan sekolah biasa atau bias dibilang pinggiran itu semakin bobrok dan menurun dan tidak terperhatkan. Bebrapa orang berperspektif pemerintah lebih memperhatikan sekolah-sekolah elit disbanding sekolah yang biasa saja. Sekolah biasa atau sekolah pinggiran sering diajdikan anak tiri dalam pendidikan Indonesia. Hal tersebut juga berdampak pada tenaga pendidik atau guru dalam mengajar peserta didiknya. Mereka tidak begitu semangat dalam mengajar ini dikarenakan tidak adanya tuntutan lebih dari pemerintah. Pemerintah hanya mengharapkan sekolah-sekolah elit dan mengabaikan sekolah pinggiran. Selanjutnya permasalahan baru di dunia pendidikan, yaitu keefektifan program RSBI yang dari hari kehari semakin tidak jelas. Sampai saat ini sudah banyak sekolah yang menyandang presiket RSBI tetapi sampai sekarang juga RSBI itu hanrus dipertanyakan keefektifannya. Karena sebagai pelajar saya belum merasakan efek dari program RSBI itu sendiri. RSBI hanya terlihat sebagai suatu slogan yang diseur-serukan setiap saat tanpa ada tujuan yang jelas. Seharusnya Departemen Pendidikan Nasi-

152


onal lebih proaktif dalam menggalakan program ini sehingga tidak dipandang kurang efektif dan sia-sia. Terakhir yaitu wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional tentang penghapusan ujian tulis SNMPTN. Menurut saya wacana tersebut teralu gegabah. Karena selama ini Ujian Tulis SNMPTN merupakan seleksi masuk PTN yang paling adil dan tidak ada kecurangan. Sangat disayangkan apabila SNMPTN Tertulis ini dihapus dan diganti dengan seleksi Mandiri dari masing-masing PTN. Seleksi Mandiri tersebut dapat merugikan pelajar karena PTN bisanya memungut biaya masuk yang lebih pada seleksi mandiri. Tentunya tujuan pendiidikan Indonesia tidak tercapai karena tidak bias mengadakan pendidikan yang merata dan terjangkau bagi pelajar Indonesia. Jadi sebaiknya menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebaiknya memikirkan kembali penghapusan Ujian Tulis tersebut. Demikianlah surat ini saya buat, agar dapat membantu pemerintah dalam menangani masalah bangsa, supaya Indonesia dapat menjadi negara yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Wassalam,

Febri Adriandi, SMAN 1 Padang

153


Manna,18 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Tempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta senantiasa dalam lindungan Allah. Sebelum saya menyampaikan ide kecil saya sebagai salah seorang anak Indonesia, akan lebih baik kalau saya mulai dengan perkenalan. Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu, saya akan memperkenalkan diri dahulu. Perkenalkan, nama saya Fenrizal. Saya sekarang duduk di kelas XI jurusan IPA. Saya bersekolah di SMA N 02 Bengkulu Selatan. Sebuah sekolah yang merubah pola pikir dan tingkah laku saya menjadi lebih baik, merasakan indahnya ilmu pengetahuan yang dibarengi ketakwaan dan akhlak mulia, serta memahami arti dari sebuah kebersamaan. Salam hangat dari generasi penerus kebanggaan bangsa. Kita semua tahu bahwa masa remaja adalah masa dengan keingintahuan yang sangat besar. Keingintahuan tersebut akan menjadi potensi besar untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Apabila pendidikan maju otomatis negara juga akan maju. Akan tetapi, apabila keingintahuan tersebut meleset ke arah yang berbau negatif, niscaya akan menghancurkan dunia pendidikan kita. Pendidikan hancur sama dengan kehancuran dari sebuah negara. Untuk itulah keingintahuan yang besar itu harus diarahkan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan melakukan penelitian. Agar penelitian itu bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan, alangkah lebih baiknya dibuat sebuah Organisasi Penelitian Pelajar Indonesia (OP2I). Organisasi ini diselenggarakan oleh peneliti-peneliti muda Indonesia (pelajar). Alangkah baiknya, kalau dari tingkat nasional, provinsi, sampai kabupaten/kota dibuat kepengurusan tersendiri di bawah naungan

154


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pemilihan pengurus-pengurus OP2I dilakukan setiap satu tahun sekali, seperti pemilihan pengurus-pengurus OSIS di sekolah. Tapi bedanya OP2I adalah organisasi perkumpulan pelajar antar sekolah bukan intra sekolah. Apabila akan mengadakan berbagai macam kegiatan, pemerintah harus membiayainya lewat APBN dan APBD. Di tingkat nasional pertemuan diadakan satu kali setahun. Di tingkat provinsi pertemuannya diadakan dua kali setahun. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota diadakan satu bulan dua kali. Apabila kegiatan ini menjadi program pemerintah, maka kegiatan ekskul KIR di sekolah dapat ditiadakan. Bagi sekolah yang masih mau mengadakan ekskul tersebut dibolehkan. Tujuan dari organisasi ini antara lain menambah wawasan dan pengetahuan di bidang penelitian khususnya, mempererat tali persaudaraan sesama pelajar, menumbuhkan minat dan budaya gemar meneliti, melatih kejujuran dan tanggung jawab, serta sebagai fasilitas untuk menyalurkan keingintahuan para pelajar Indonesia. Demikianlah sedikit ide yang dapat saya sampaikan, semoga kedepannya para peneliti-peneliti muda Indonesia semakin lebih baik lagi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat Saya

Fenrizal, SMAN 2 Bengkulu Selatan

155


Messawa, 07 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Di Jakarta

Dengan hormat, Sehubungan dengan surat yang kami terima dari panitia kegiatan yang memberikan kami kesempatan untuk mengikuti kegiatan “FORUM PELAJAR INDONESIA� , saya sebagai wakil dari SMA KATOLIK MESSAWA sangat menyambut baik adanya kegiatan ini, karena melalui kesempatan ini kami sebagai generasi muda dapat menyampaikan aspirasi kami untuk Indonesia. Sebagai Negara yang berkembang, pendidikan di Indonesia masih sangat minim. Fasilitas sekolah yang tidak merata membuat proses belajar tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pendidikan di kota dengan pendidikan di desa-desa sangat berbeda jauh. Pendidikan di kota lebih mengikuti zaman modern sedangkan mereka yang menerima pendidikan di desa masih sangat ketinggalan. Mereka yang tinggal di desa tidak mampu bersaing dengan mereka yang sekolah di kota padahal mereka yang tinggal di desa biasanya mempunyai ide-ide yang lebih membangun. Maka dari itu, saya sangat berharap agar Bapak berkenan memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi mereka khususnya seperti yang kami alami saat ini, berupa buku-buku pelajaran dan juga alat-alat teknologi. Biaya sekolahpun menjadi masalah tersendiri bagi orang tua kami. Biaya sekolah yang semakin meningkat membuat orang tua kami kewalahan sehingga ada teman-teman kami yang harus berhenti sekolah karena tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolah. Maka dari itu, saya sangat berharap agar Bapak berkenan membantu kami dalam hal biaya agar semua generasi muda Indonesia dapat menuntut ilmu untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang.

156


Pemerintah juga seharusnya memberikan perhatian bagi siswasiswa yang berprestasi dan siswa-siswa yang mempunyai keterampilan khusus, misalnya dalam membuat karya-karya tradisional, yang dapat menghidupkan kembali nilai kebudayaan yang mulai tenggelam. Saya berharap, Bapak berkenan mendirikan suatu organisasi yang bertujuan untuk mengajak para siswa untuk kembali menghidupkan nilai kebudayaan yang hampir tenggelam, karena nilai kebudayaan di Negara kita ini telah berubah menjadi nilai yang buruk. Saya juga berharap, agar Bapak memberikan perhatian khusus bagi mereka yang tidak mempunyai fisik sempurna, agar mereka pun dapat menikmati hidup dan merasakan perhatian yang dapat menjadi semangat hidup mereka. Demikianlah surat yang saya buat, bantuan dari Bapak sangat kami harapkan. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaklumi. Hormat saya,

Feronika Febrianti, SMA KATOLIK MESSAWA

157


Tombiano, Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia DiJakarta

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Dengan Hormat, Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridhaNyalah sehingga saya sebagai anak bangsa dapat memberanikan diri untuk mencurahkan segala perasaan dan isi hati saya. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati Sebagaimana kita ketahui bersama di era reformasi ini kita melihat maraknya aksi demo dimana-mana selalu, jadi pelaku utamanya adalah mahasiswa. Akibat dari semua itu citra mahasiswa sudah dipandang buruk karena aksi demo yang sering terjadi sangat anarkis dan sering merusak fasilitas umum. Bapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya muliakan Harapan saya sebagai generasi penerus cita-cita bangsa semoga aksi demo mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat agar tidak berdampak pada duania pendidikan secara keseluruhan. Bapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya kagumi Maafkan saya bila terlalu banyak mengharap, maafkan saya apabila salah berucap, karena apa yang telah terungkap itulah isi hati yang meluap.

158


Demikianlah suara hati saya sebagai pelajar semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dalam menajalankan tugas. Wassalam,

Fikriansyah, SMK Negeri 1 Tojo Barat

159


Bandung, 17 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Mohammad Nuh Di Jakarta

Dengan hormat, Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Fikrianti Surachman, seorang pelajar di SMA Negeri 5 Bandung. Mudah-mudahan dengan menjabatnya Bapak sebagai Menteri di bidang Pendidikan dan Kebudayaan, kedua aspek penting kehidupan tersebut dapat menjadi lebih maju di Indonesia. Sebagai warga Bandung, saya menyadari bahwa kota ini merupa-kan kota yang masih memegang teguh kebudayaan dan tradisi leluhurnya. Di sekolah, saya tergabung dalam kelompok paduan angklung. Kelompok paduan angklung kami telah go internasional dengan menggelar penampilan di Singapura dan Malaysia tahun lalu dan Insya Allah akan mengisi acara di Singapore Youth Festival tahun ini. Bergabung dengan kelompok ini membuka pandangan saya lebih luas mengenai kebudayaan lokal. Betapa kagumnya saya dengan keindahan yang dimiliki kebudayaan Jawa Barat dan begitu tingginya apresiasi masyarakat di Indonesia. Bukti tingginya apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia saya rasakan saat saya mengikuti program pertukaran pelajar ke Texas, USA setahun yang lalu. Selama dua minggu di sana, saya bersama perwakilan sekolah lainnya menunjukkan beragam kebudayaan Indonesia dan salah satu event yang diselenggarakan untuk memperkenalkannya adalah The Art of Batik. Masyarakat di sana sangat menghargai kekayaan budaya Indonesia. Mereka kagum akan keindahan batik nusantara. Terkadang saya merasa malu karena kita belum berusaha semaksimal mungkin untuk melestarikan kebudayaan nasional kita. Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap usaha pemerintah sehingga batik dinyatakan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2009. Sayangnya masih sering terjadi

160


klaim negara lain terhadap kebudayaan milik Indonesia. Saya menyadari sepenuhnya bahwa untuk menghindari terjadinya kembali masalah ini, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama meningkatkan kepedulian dan melestarikan kebudayaan yang kita miliki atas dasar kecintaan terhadap bangsa. Indonesia kaya karena keberagamannya. Hal-hal yang menurut saya dapat dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang kita punya diantaranya dengan mengikuti menyelenggarakan acara bertema kebudayaan baik di dalam maupun luar negeri, atau mengikuti festival-festival internasional. Dengan adanya event-event tersebut, kebudayaan Indonesia dapat terjaga sekaligus semakin dikenal luas oleh bangsa lain. Saya berharap pemerintah dapat mendukung sepenuhnya usaha generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia. Semoga di tangan Bapak, kebudayaan Indonesia dapat terjaga dan semakin dikenal dunia internasional. Hormat saya,

Fikrianti Surachman, SMAN 5 Bandung

161


Medan, 21 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Mohammad Nuh di tempat

Assalamualaikum Wr.Wb. Melalui surat ini, saya mengharap Bapak selalu sehat walafiat, mendapat petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT untuk dapat membawa pendidikan dan kebudayaan Indonesia ke tempat yang sebaik-baiknya. Amin. Saya Fildzah Nashirah siswi kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumatera Utara ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai pelajar Indonesia melalui surat ini. Adapun maksud kedatangan surat saya adalah membudayakan “English day” di lingkungan sekolah yang ada di Medan. Memasuki era globalisasi, bahasa Inggris memegang peranan penting. Mulai dari sektor ekonomi sampai sektor pariwisata. Maka dari itu, sebaiknya bahasa Inggris mulai diterapkan semenjak usia dini. Saya sebagai pelajar Indonesia ingin menerapkan budaya “English day” ini kepada anak-anak sekolah dasar (SD). Karena menurut saya, bila dibiasakan sejak dini para siswa akan lebih mudah mengerti dan memahami bahasa Inggris. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari peran para guru bahasa Inggris untuk membimbing para siswa pada “English day”. “English day” ini dilaksanakan satu hari dalam seminggu. Dimana para siswa akan belajar membiasakan untuk berdialog dalam bahasa Inggris. Untuk memudahkan para siswa memahami bahasa Inggris, selain percakapan akan diadakan kegiatan lain dengan memberikan games yang

162


dapat memperkaya kosa kata siswa. Lalu, dengan kegiatan menyanyi yang dapat membantu para siswa melafalkan kata-kata. Serta mengadakan kegiatan drama agar para siswa lebih percaya diri untuk berbahasa Inggris di depan umum. Oleh karena itu, Bapak Menteri pendidikan yang saya hormati, saya mengharapkan aspirasi yang saya sampaikan ini dapat bapak terima dan semoga dapat memberi manfaat bagi pendidikan bangsa kita ini. Demikianlah surat saya ini, semoga aspirasi saya dapat membuat Indonesia pintar. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih. Wassalam Wr.Wb. Hormat saya,

Fildzah Nashirah, SMA BIM YPSA Medan

163


Bengkulu Selatan, 21 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Pendidikan, Bersamaan dengan surat ini, izinkan saya memperkenalkan diri sebelumnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Nama saya FIRMAN HIDAYAT, saya adalah salah seorang pelajar SMA di Provinsi Bengkulu tepatnya di Kabupeten Bengkulu Selatan, yaitu SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan. Saya baru duduk dikelas sepuluh, Syukur Alhamdulillah saya panjatkan atas terpilihnya SMA tempat saya mengenyam pendidikan, yaitu SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan sebagai Sekolah Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Keunggulan Lokal. Untuk itu saya tercetus sebuah ide untuk mengirim surat kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam event yang diadakan oleh Forum Pelajar Indonesia ini untuk mengangkat tema “AYO BANGUN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA”. Di dalam dunia Pendidikan, banyak metode yang digunakan dalam membentuk karaker pelajar salah satunya sesuai dengan tema saya yaitu “Pendidikan Karakter Bangsa”. Untuk itu saya ingin memberikan aspirasi saya kepada Bapak dalam dukungan ayo bangun karakter bangsa dengan cara Pendidikan Karakter bangsa. Akhir-akhir ini, para pelajar Indonesia secara kualitatif masih jauh dari harapan. Permasalahan kekerasan, tawuran, free sex, penggunaan narkoba, pekerja anak dan lain-lain adalah problem yang dihadapi pelajar dan bangsa saat ini. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah hilangnya karakter kebangsaan di dalam diri pelajar Indonesia. Untuk itu, saya selaku pelajar Indonesia merasa prihatin dengan keadaan Pelajar Indonesia akhir-akhir ini, sehingga muncul niat saya menuangkan aspirasi kepada Bapak dengan butir-butir berikut : Lebih mem-

164


perbanyak sekolah berbasis Pendidikan Karekter Bangsa di Indonesia dari pelosok desa sampai ke kota, memberikan himbauan dan ajakan untuk membangun Pendidikan Karakter Bangsa baik dari media cetak maupun media elektronik. Sehingga dengan aspirasi yang telah saya pikirkan ini akan memperoleh manfaat jangka panjang berupa kembalinya Karakter Bangsa di dalam diri Para Pelajar Indonesia khususnya dan Masyarakat Indonesia secera umumnya. Adapun karakter bangsa yang akan dimiliki oleh para pelajar Indonesia dengan butir-butir manfaat yang saya jelaskan tadi adalah sebagai berikut : Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Keangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab. Demikianlah aspirasi saya melalui surat ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatian dan waktu yang Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia luangkan untuk membaca surat ini, saya ucapkan terima kasih Wabilahi taufik wal hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb., Hormat Pelajar Indonesia,

Firman Hidayat, SMAN 1 Bengkulu Selatan

165


Atasi Pengangguran Kaum Pelajar dengan Materi Kewirausahaan untuk Ciptakan Wirausahawan Muda

Kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati, Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua komponen penting yang tidak dapat dipisahkan untuk menghadapi arus globalisasi di era modern ini. Pendidikan dan kebudayaanlah yang akan menjadi alat bagi SDM untuk menghadapi persaingan global yang semakin sengat. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua komponen penting bagi masyarakat Indonesia setelah ditandatanganinya AFTA untuk tahun 2020. Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah telah berusaha keras untuk memajukan pendidikan di Indonesia, mulai dari alokasi dana APBN untuk pendidikan dan berbagai program pemerintah berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Tapi faktanya, jumlah pengangguran kaum terpelajar di Indonesia tidak menurun, lebih parahnya lagi, sebagian besar pengangguran adalah siswa lulusan SMA dan SMK yang terus meningkat jumlahnya. Sebenarnya apa penyebabnya yang menyebabkan jumlah pengangguran yang tinggi, padahal pemerintah sangat memperhatikan pendidikan. Hal ini karena pemikiran masyarakat yang salah tentang pendidikan. Masyarakat menganggap bahwa bersekolah itu untuk mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Pemikiran itulah yang salah karena akan menjadi semacam bom waktu, dengan jumlah lulusan pendidikan yang terus meningkat tetapi tidak diikuti menciptaan lapangan pekerjaan baru, maka pengangguran akan meningkat. Masyarakat juga enggan untuk menjadi wirausahawan. Penyebab utamanya adalah mereka masih kurang pengetahuan tentang kewirausahaan yang menyebabkan masyarakat enggan dan takut untuk berwirausaha. Bapak menteri yang saya hormati, kemajuan sebuah negara bukan karena pemerintahannya, tetapi karena wirausahawannya. Menciptakan masyarakat yang mandiri adalah solusinya. Mulai dari jenjang SD, SMP kemudian SMA sampai Universitas harus diselipkan materi kewirausahaan baik melalui teori dan praktek. Materi ini terdiri dari Leadership untuk membentuk karakter, Manajemen organisasi untuk melatih kerjasama

166


dan Enterpreneurship untuk mengembangkaan jiwa yang innovatif dengan merubah masalah menjadi peluang. Selain itu melalui praktek yaitu kegiatan sehari-hari seperti menjadi ketua kelas, kegiatan secara nyata melalui OSIS dan kegiatan kewirausahaan di masyarakat. Merubah pemikiran masyarakat bukanlah hal sepele, perlu adanya sinergis dari pemerintah yang perlu berperan aktif untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan para pelajar, mulai dari pelajaran tentang kewirausahaan dengan buku pendukung yang telah disesuaikan dengan tingkatan para pelajar, kegiatan kewirausahaan melalui lomba proposal, pelatihan dari para ahli. Diharapkan dengan adanya pengetahuan tentang kewirausahaan bagi pelajar, mereka tidak lagi hanya berpikir untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan tetapi dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sekian dari saya Bapak Menteri, terima kasih. Salam saya, Maju terus Bangsa Indonesia!

Firmansyah Aditya Muchti, SMA Taruna Nusantara

167


Kepada Yth . Bapak Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhammad Nuh, Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb Perkenalkan nama saya Fitriani Puspitasari Daulay, saya seorang pelajar kelas XI dari sekolah SMK Farmasi Galenium Kab. Bogor, secarik surat ini hanya ingin meminta Bapak untuk meninjau kembali pengadan Ujian Nasional (UN). Pelajar Indonesia terus dikotak-kotakan dengan adanya UN, sungguh UN telah merendahkan pendidikan dinegeri ini. UN bukanlah satusatunya indikator yang menjelaskan kualitas pelajar Indonesia, bahkan dengan adanya UN banyak pelajar yang berlaku curang dengan mencari kunci jawaban atau ada yang depresi karena takut tidak lulus UN. Kami mohon jangan hanya melihat kualitas pelajar hanya dari kelulusan UN yang berlangsung selama 3-4 hari, tapi lihatlah kualitas kami dari 3 tahun lamanya kami menuntut ilmu. Esensi kelulusan sebenarnya menurut saya ada ditangan guru karena merekalah yang lebih mengerti kualitas anak didiknya bukan 4 mata peljaran UN (Bahasa Inonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA) apalah arti 4 mata pelajaran UN ini bila pelajaran moral dan agama sudah mulai tidak dimimnati oleh pelajar, mungkin kedepannya Indonesia akan banyak memiliki kaum intelek yang kaya ilmu tapi miskin, miskin iman dan mungkin saja akan banyak kaum intelek yang akan menghancurkan negeri ini. “karena ilmu tanpa iman tidak akan bermanfaat�. Bila mungkin pemerintah akan tetap melaksanakan UN, mari sama-sama kita lihat daerah-daerah terpencil disana apakah fasilitas pendidikannya sama dengan fasilitas pendidikan dikota yang serba ada, banyak sekolah yang terpencil yang hanya mempunyai 1 guru pengajar. Dengan

168


demikian apakah mereka harus disamakan dengan semua perbedaan yang membentang oleh UN. Bapak menteri pendidikan yang terhormat Bapak mungkin sendiri tau banyak anak Indonesia yang menjadi juara olympiade namun depresi karena tidak lulus UN, dimana penghargaan bagi mereka yang telah mengharumkan nama negeri ini?? Apakah dengan tidak lulus UN mereka lantas dikucilkan, atau apakah kami pelajar Indonesia harus terus tertekan dengan UN ??. “sekali lagi kami mohon pada Bapak untuk meninjau kembali pelaksanaan UN dinegeri ini� Mungkin sekian surat dari saya mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan dihati Bapak. Terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb,

Fitriani Puspitasari Daviany, SMK Farmasi Galenium

169


Garut, 25 Maret 2012 Kepada Yth, Bapak Menteri pendidikan RI Di Tempat

Salam sejahtera kami sampaikan kepada Bapak menteri pendidikan, semoga selalu berada dalam lindungan-Nya. amiin Saya perwakilan pelajar indonesia ingin menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak selaku menteri pendidikan mengenai keluh kesah kami sebagai pelajar dan peserta didik berdasarkan apa yang kami lihat dan alami. Pendidikan indonesia sangat memprihatinkan. kenapa? Karena sistemnya tidak sesuai dengan kemampuan siswa dan cenderung memaksakan. Sistem pendidikan kita terlalu memaksa anak untuk dapat menguasai sekian banyak bidang studi dengan materi yang sedemikian abstrak,yang selanjutnya membuat anak merasa tertekan atau stres dibuatnya. Yang dampaknya mereka suka bolos, bosen sekolah, tawuran, mencontek, dan lain-lain. Yang pada akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik. Nilai mereka kurang padahal sudah dilakukan remedi. Dan supaya guru dianggap bisa mengajar atau karena tidak boleh ada nilai kurang atau juga dikarenakan kasihan beban siswa terlalu banyak, kemudian guru melakukan manipulasi nilai raport. Nilai raport inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk memperoleh beasiswa atau melanjutkan kuliah atau ikut PMDK dan sebagainya. Tahukah siswa akan kenyataan pahit ini? Lalu apakah UN adalah solusi untuk melihat kemampuan siswa? Bukan,karena UN dianggap tidak adil, bahwa kemampuan siswa tidak dapat di standarisasi dan di ranking,semua memiliki kelebihan dan kekurngannya masing-masing. Hal ini tentunya menekan kami sebagai pelajar yang harus belajar dengan kurikulum yang tidak sesuai dengan kapasitas umur psikologi anak dan dalam waktu yang singkat. Kalaupun mau dipaksa ada standarisasi,sistem pendidikan indonesia diperbaiki terlebih dahulu,

170


standarisasi dikenakan pada kelompok yang memiliki kompetensi dasar sama, itu baru adil. Kami sebagai pelajar mengharapkan untuk bisa mendapatkan ilmu dan meraih keberhasilan dengan cara yang jujur. Meningkatkan kualitatif pelajar sesuai dengan kualitas kemampuannya masing-masing tanpa ada tekanan . Salah satu solusi agar lulusan pendidikan menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai harapan, maka sebaiknya dibuat pendidikan terpadu. Sistem pendidikan harus memperhatikan seluruh unsur pembentuk sistem pendidikan yang unggul. Ada 3 faktor : pertama sinergi antar sekolah,masyarkat dan keluarga. Kedua kurikulum yang terstrukur dan terprogram mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Ketga berorientas pada pembentukan kepribadian dan penguasaan ilmu pengetahuan. Yang terhormat Bapak menteri pendidikan, kami sangat berharap agar sistim pendidikan yang ada di Indonesia dapat menghasilkan generasi dengan kepribadian yang unggul sekaligus menguasai ilmu pengetahuan. Yang terhormat Bapak Menteri RI, saya sangat berharap Anda dapat melakukan langkah konkrit mendasar dengan mengubah keadaan ini dari akar-akar persoalannya, bukan dari gejala yang tampak di permukaan saja.Saya sangat berharap Anda dapat melakukan realisasi untuk memperbaiki pendidikan di negri ini. Dan menunjukkan kepedulian anda terhadap masa depan anak-anak bangsa dan saya mengajak Anda berpikir dan bertindak lebih nyata dan lebih dalam lagi untuk menyikapi persoalan krisis bangsa ini. Marilah kita berpikir lebih bijaksana, mari kita ciptakan generasi penerus bangsa yang mempunyai kualitas tinggi dan menjunjung tinggi sikap jujur dan adil dalam mendapatkan pendidikan. Serta menciptakn suasana tentram dan damai anak bangsa. Semoga Anda selalu berada dalam lindungannya dan melakukan yang terbaik untuk negri ini. Amien Salam negeri tercinta, Fitria. Mardiani, SMAN 15 Garut

171


Garut, 5 Maret 2012 Kepada Yth; Bapak mentri kebudayaan dan pendidikan Negara Indonesia Di Tempat Dengan Hormat,

Assalamualaikum,wr.wb, Yang terhormat Bapak mentri kebudayaan dan pendidikan Negara indonesia, bagaimana kabar nya hari ini pak ? Saya harap bapak sehat wal’afiat seperti yang saya sering lihat di layar kaca. luarbiasa ternyata seorang mentri Negara seperti bapak ini masih bisa meluangkan waktunya untuk membaca surat dari saya Galang seorang santri kelas 2 Aliyah, dan seiring itu saya ucapkan banyak terimakasih Bapak mentri yang Galang banggakan. Tahukah bapak bahwa Pengaruh terhadap lingkungan yang membiasakan gaya budaya luar, khususnya budaya barat mulai menjadi sorotan yang indah sebagai sosok pandang yang di bilang tren pada anak masa kini. sebuah Pendidikan Seni Usia Dini masih kurang ramah di telinga anak muda khususnya untuk seni tari tradisional. Dalam penerapan program pendidikan seni, anak yang mengkonsentrasikan seni tari tradisional pun kurang., sehingga munculah suatu pertanyaan besar, mengapa sekian banyak pendidikan seni untuk anak lebih menitik beratkan pada seni tari modern dalam melatih dan mengasah kerja otak? Dimana seni tari tradisional selama ini? Apakah semua anak–anak itu harus dipaksakkan untuk menarikan tari–tarian modern? Dalam hal ini budaya barat menguasai warisan dari generasi muda dan bukan tidak mungkin budaya barat akan terus bergenerasi. Bapak mentri yang Galang hormati, untuk menyelamatkan kebudayaan tari tradisional Indonesia, maka sekarang yang harus dibenahi adalah anak-anak sebagai penerus bangsa dan alangkah baiknya untuk mengkolaborasikan antara pelajaran kesenian dengan pelajaran olah-

172


raga, kebanyakan peserta didik sangatlah antusias ketika hadir pelajaran olahraga dan terlalu acuh terhadap pelajaran kesenian, mengapa ini terjadi karena tidak ada perasaan kepemilikan dan kecintaan terhadap budaya sendiri. Bapak mentri yang Galang banggakan, Sehingga apabila kedua mata pelajaran ini di kolaborasiakan diharapkan peserta didik dapat menerima mata pelajaran kesenian seperti antusias mereka dalam menerima mata pelajaran olahraga, salah satu contoh seperti senam sebagai salah satu pembahasan dalam pelajaran olah raga yang menggunakan musik-musik bernuansa daerah dan di sisipkan gerakan-gerakan tarian daerah, sehingga di harapkan para peserta didik lebih dapat menerima,mengenal dan mencintai tari tradisonal dengan cara yang berbeda dan mengasyikan. Sehingga ke depan generasi muda semakin akrab dengan warisan budayanya sendiri, dan kehidupan yang kebarat-baratan berangsur�angsur akan berganti dengan kehidupan yang mencintai kekayaan kebudayaan . Kalau bukan bangsa itu sendiri yang mencintai budayanya lalu siapa lagi? Bapak mentri yang saya hormati hanya goresan tinta ini yang dapat galang tulis, mungkin dapat memberikan pencerahan dan dapat menjadikani Indonesia menjadi lebih baik. Amin

Galang Apreliana, MA. Darul Arqam Muhammadiah Putra

173


Bangko,24 Maret 2012 Kepada yth. Bapak Presiden Republik Indonesia.

Assalamualaikum Wr.Wb Untuk yang terhormat bapak presiden Indonesia, saya sungguh sangat prihatin bila membicarakan korupsi di negara ini, baru-baru ini seperti yang kita ketahui berita terbongkarnya kasus korupsi nazarudin membawa para petinggi negara tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan, SIAPAKAH YANG BISA RAKYAT PERCAYAI LAGI?? Berbanding lurus dengan hal tersebut kasus gayus tambunan juga merupakan perusak kepercayaan rakyat terhadap negara,BILA RAKYAT MEMBAYAR PAJAK KEMANA UANG ITU MENGALIR?? Karena itu saya mohon kepada anda sebagai orang no.1 dinegeri ini, untuk mengusut tuntas tentang permasalahan korupsi ini, bahkan bila para pelanggar ini berasal dari anggota partai anda sendiri saya harap dapat dihukum sesuai dengan hukum di Indonesia. Hal ini untuk menunjukkan bahwa seluruh warga yang ada di wilayah NKRI ini tetap berada dibawah hukum, tidak satupun orang yang bisa lebih tinggi derajatnya dari hukum di Indonesia dan bisa mengatur hukum di Indonesia. Saya sebagai warga negara indonesia sepenuhnya percaya bahwa anda dapat menyelesaikan permasalahan ini tapi saya sungguh mengharapkan ketegasan anda dalam permasalahan ini,saya sangat mengapresiasi sewaktu anda membentuk organisasi KPK, saya juga sangat berharap di akhir masa jabatan anda ini, anda dapat membuat sesuatu yang sangat signifikan dengan mempercepat pelaksanaan hukum kasus korupsi,menangkap seluruh pelakunya, dan menghukum seluruh pelakunya dengan seberat-beratnya, karena tindakan korupsi bukan hanya merugikan negara tapi juga menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, hal ini juga merupakan faktor-faktor yang dapat meruntuhkan indonesia dari dalam.

174


Kita adalah negara yang mencapai kemerdekaan dengan pertumpahan darah dan kebersamaan, jangan lah sampai permasalahan korupsi ini yang akhirnya memecah belah rakyat dengan para pejabat pemerintah. Demikianlah surat ini saya buat,mohon maaf jika ada kesalahan atas perhatian bapak/ibu Saya ucapkan terima kasih.

Gilang Kantata Putra, SMAN 1 Merangin

175


Bengkulu, Februari 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Dengan Hormat, Assalamualaikum, WR.Wb. Ba’da salam semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan YME. Bapak, terlebih dahulu perkenalkan saya Gita Novianti Suliawan, Pelajar dari SMA N 02 Kota Bengkulu, lahir dari pasangan Edy Suliawan & Yati Hartuti. Itulah sekelumit perkenalan dari saya untuk mengawali surat saya ini. Bapak, sekarang ini seperti semua khalayak melihat bahwa kondisi moral Pelajar di Indonesia sangatlah mengkhawatirkan. Hal tersebut acap kali tersirat melalui maraknya Kenakalan Remaja, seperti: Narkotika, Pergaulan Bebas dan Tawuran Pelajar yang mewarnai kehidupan Pelajar Indonesia. Secara Pribadi hal itu sangatlah miris bagi saya, tidak seharusnya kualitas generasi muda kita tercemari oleh hal-hal yang menyimpang se-perti itu.Begitu banyak Pelajar yang dianggap bermasalah atau melanggar peraturan sekolah diberikan hukuman bahkan hingga dipulangkan kembali ke orang tua sedangkan kejelasan status mereka setelah itu bak kapal yang terombang-ambing kala badai. Biaya pemindahan siswa/i pasti sedikit-banyaknya memerlukan biaya dalam arti lain bahwa jika ekonomi siswa/i yang dikeluarkan tersebut minim begitu banyak diantaranya akhirnya malah putus sekolah dan betul-betul berhenti mengenyam pendidikan. Bapak, bukankah akan sangat bersalahnya kita bila mencabut hak mereka untuk mengenyam pendidikan sedangkan kita kembalikan kepada fungsi Sekolah sebagai lembaga pendidik, harusnya Sekolah malah bisa menyelamatkan mereka dari jurang keterpurukkan tersebut. Sehing-

176


ga mungkin alangkah baiknya jika Pemerintah dibawah naungan Bapak mendirikan sejenis Sekolah Luar Biasa yang mana berfungsi untuk memperbaiki karakter siswa/i yang bermasalah tersebut, sehingga mereka yang dikeluarkan atau dianggap bermasalah dapat disalurkan ke Sekolah yang memfokuskan perbaikan karakter mereka. Hal ini menjadi perhatian saya, karena menurut saya sendiri jika tidak ada upaya penaggulangan yang benar-benar efektif selain Bimbingan Konseling di Sekolah-sekolah, hal-hal seperti Kenakalan Remaja tidak akan dapat diminimalisir apalagi jika tidak ada dukungan dari pihak Pemerintah dan Orang Tua sendiri sebagai orang terdekat sang anak. Itulah salah satu aspirasi saya, yang dengan jujur ingin sekali Indonesia kita ini dapat sukses menuju MDGs 2015. Demikianlah harapan saya , semoga Bapak dapat menyikapi hal tersebut dengan bijak dan memaafkan saya apabila ada penggunaan kata yang mungkin kurang berkenan. Hormat saya

Gita Novianti Suliawan, SMAN 2 Kota Bengkulu

177


Cepu, 20 Maret 2012 Perihal : Penyampaian aspirasi pelajar Indonesia

Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA

Salam sejahtera kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantiasa memberikan kemudahan kepada bapak untuk menjalankan tugas sebagai Mendikbud RI. Bapak Mendikbud,saya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai pelajar Indonesia demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa aspirasi saya terhadap bidang pendidikan di Indonesia lebih tepatnya dalam hal teknis implementasi pengajaran,antara lain : 1. Diadakannya peningkatan kualitas guru dengan cara pemberian latihan dan seminar pendidikan berkualitas atau pemberian kesempatan melanjutkan pendidikan bagi para guru yang berdedikasi tinggi di perguruan tinggi berkualitas. Dengan kualitas yang tinggi berarti guru diberi kebebasan untuk menggunakan metode kelas apapun yang disuka, dan buku teks yang dipilih sendiri. 2. Lebih banyak menerbitkan buku penunjang pendidikan. Guru yang melaksanakan kurikulum pemerintah, diberi kebebasan memilih metode mengajar dan buku teks. Serta didukung adanya siaran stasiun TV yang banyak menyiarkan acara bertemakan pendidikan dan pengetahuan, sehingga proses belajar mengajar dapat pula dilakukan melalui siaran TV. Terbukti bahwa Finlandia adalah salah satu contoh negara yang telah memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, yaitu dengan menayangkan acara bertemakan pengetahuan dan pendidikan secara kontinyu. 3. Mengapa pemerintah menentukan standart nilai kelulusan (nilai

178


UAN) terlalu tinggi yang pada kenyataannya sangat ironis sekali karena nilai tersebut dapat didongkrak dari nilai raport dan UAS. Ternyata belum menghasilkan SDM khususnya pelajar yang maksimal ? 4. Siswa harus dimotivasi untuk belajar secara independen dan mencari informasi yang dibutuhkan. Karena selama ini banyak djumpai siswa cenderung pasif, apabila tidak diminta guru untuk menulis,mereka tidak menulis. Suasana sekolah juga harus dikondisikan secara fleksibel. Terkadang juga muncul sikap otoriter dari guru yang hanya menimbulkan rasa tertekan dan belajar tidak menyenangkan.Sehingga suasana belajar mengajar tidak kondusif karena tidak terjadi interaksi antara guru dengan siswa. 5. Para guru sebaiknya menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Misalnya guru tidak memvonis “Kamu salah� pada siswa, karena hal tersebut akan membuat siswa malu di depan temantemannya. Jika mereka malu akan berdampak menghambat mereka dalam belajar. Apabila ada siswa yang melakukan kesalahan, seharusnya guru dapat memakluminya. Guru dalam memberikan penilaian akhir semester,yaitu dengan cara siswa diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, agar dapat meningkatkan prestasi selanjutnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan dapat mengintrospeksi diri terhadap kemampuan dirinya sendiri sebagai tolak ukur siswa.Sistem ranking hanya membuat guru memfokuskan diri terhadap segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Semua guru dituntut untuk memiliki kesabaran dan dedikasi tinggi sehingga turut menentukan keberhasilan siswa dalam dunia pendidikan. Demikianlah beberapa aspirasi saya terhadap bidang pendidikan. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan. Hormat Saya,

Guntur Prakoso, SMK Migas Cepu

179


Palembang,15 Februari 2012 Kepada Yang Terhormat, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamuallaikum wr.wb, Dengan Hormat, Saya Gustini Rahmadianna Putri siswi kelas X SMA LTI IGM Palembang, Sumatera Selatan, yang dimiliki oleh Bapak Marzuki Ali selaku ketua DPR RI. Pada kesempatan ini izinkan saya mengucapkan terima kasih,karena melalui surat ini saya bisa menyampaikan beberapa aspirasi dan inspirasi saya kepada Bapak, ini adalah suatu kebanggaan bagi saya diberi kesempataan yang berharga ini karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti saya, semoga Bapak senantiasa diberi rahmat dan hidayah-Nya dalam mengemban amanah seluruh rakyat Indonesia. Pun juga semoga Allah memberikan ridho dan anugerahnya dalam ‘melanjutkan’ amanah rakyat dimasa mendatang. Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan, pembangunan di kota ini mulai maju, saya berterima kasih kepada Gubernur kami, karena melalui kepemimpinannya lah kota Palembang mulai maju, kota ini adalah tuan rumah SEA GAMES XXVII Tahun 2011 kemarin, berkat adanya SEA GAMES kota Palembang semakin maju, dan kondisi masyarakat di Palembang sangatlah baik, masyarakat di Palembang sering juga melaksanakan kerja bakti, dan jalan santai. Pendidikan di kota Palembang kini kondisinya baik, termasuk pencanangan sekolah gratis yang memang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat, sebuah trobosan yang sangat berarti khususnya bagi masyarakat menengah kebawah, tetapi sayangnya kesempatan sekolah gratis di kota ini bukan digunakan sebaik-baiknya oleh anak-anak remaja di Palem-

180


bang, karena mereka berfikiran negatif, mereka menganggap rendah adanya sekolah gratis, dan mereka menggunakan kesempatan tersebut dengan sewenang-wenangnya seperti membolos,melangar peraturan yang ada yang belum sesuai dengan keinginan orang tua dan guru, tidak menghormati guru. Mungkin apabila anak-anak di usia dini tidak diberi pengarahan, bagaimanakah nasib penerus bangsa di masa mendatang? Oleh karena itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaki sistem pendidikan yang berada di Palembang terutama di Indonesia dengan cara memberikan pemahaman moral yang harus ditanamkan oleh orangtua sejak dini dan pemahaman agama yang baik agar anak-anak remaja diusia dini tidak terpengaruh kedalam hal-hal yang negatif, sehingga mereka bisa terfokus kependidikan dan juga dapat mencapai prestasi, dan akan menjadi penerus bangsa yang baik dimasa akan mendatang. Demikian aspirasi dan inspirasi dari saya mengenai pendidikan yang ada di Palembang, kiranya akan mendapat perhatian yang terhormat Bapak Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Wassalamuallaikum wr.wb Hormat Saya,

Gustini Rahmadianna Putri, SMA LTI IGM Palembang

181


Padang, 21 Maret 2012 Kepada yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

Assalamualaikum wr. wb. Perkenalkan nama saya Hanna Nabila. Saya siswi kelas 2 di SMAN 1 Padang. Saya sangat senang diberi kesempatan untuk menuls surat kepada Bapak. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan gagasan dan ide saya mengenai kebijakan yang rencananya akan dijalankan oleh Kementrian Pendidkan dan Kebudayaan, yaitu SNMPTN tertulis akan dihapuskan pada tahun 2013. Saya percaya semua kebijakan yang akan diterapkan memiliki tujuan yang baik, yaitu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, sebaiknya juga harus dibandingkan antara sisi buruk dan baiknya. Banyak dampak buruk yang akan terjadi apabila kebijakan ini dijalankan. Salah satunya adalah, akan banyak anak-anak Indonesia yang tidak berkesempatan duduk di bangku perkuliahan. Alasan saya mengatakan demikian adalah, yang pertama, sebagai seorang remaja tentu masa-masa SMA adalah masa yang labil dimana banyak masalah yang dihadapi. Tentu susah bagi siswa untuk menaikkan jumlah nilai mereka setiap semesternya, dan sulit untuk mengulang tes di tahun berikutnya. Yang kedua, tentu hanya akan ada satu pilihan yang diperjuangkan. Sedangkan kalau di SNMPTN tertulis kita diberikan 3 pilihan, maka apabila kita tidak lulus di salah satu pilihan, masih ada kesempatan di pilihan lainnya. Sehingga kalau hanya ada 1 pilihan maka mempersempit kemungkinan lulus. Yang ketiga, kalau seorang siswa itu tidak lulus dalam tes SNMPTN, maka pilihan lainnya adalah mengikuti tes mandiri atau masuk universitas swasta dimana biaya untuk masuk keduanya cukup mahal. Seperti yang sama-sama kita ketahu, ada sekitar 30 juta orang berpenghasilan rendah di Indonesia. Kecil kemungkinan mereka berkesempatan masuk

182


melalui jalur mandiri maupun universitas swasta, sehingga jalan yang dipilih adalah untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan langsung bekerja. Bukankan kompetisi semakin hari semakin sengit dan mereka yang tidak kuliah akan dengan mudah tersngkir oleh kompetisi ini dan angka pengangguran dan kemiskinan pun bertambah. Dan masih banyak alasan lainnya. Saya sebagai siswa kelas 2 SMA dan sebagai angkatan pertama diujikannya kebjakan ini berharap kebijakan ini tidak dijalankan. Solusi yang lebih baik disini adalah seharusnya pemerintah lebih mengoptimalkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Meningkatkan kredibilitas UN bisa dilakukan dengan cara lain, yaitu menjadikan nilai UN sebagai salah satu syarat masuk PTN, bukan satu-satunya. Kemudian memberikan kesadaran bagi guru-guru untuk lebih objektif dan jujur dalam memberi nilai siswa. Dan fokus dalam perkembangan belajar siswa. Kalau masalah dana, kita punya 20% dari total APBN yang seharusny bersih untuk dana pendidikan, para koruptor pendidikan itulah yang harus dicari dan dibasmi oleh pihak berwajib. Demikanlah surat ini saya sampaikan. Semoga kebijakan ini bisa lebih ditelaah ulang dan nantinya tidak menjadi trial and error policy dan tidak mengorbankan siswa-siswi Indonesia. Saya ucapkan terima kasih banyak atas perhatian Bapak. Assalamualaikum wr. wb. Hormat saya,

Hanna Nabila, SMAN 1 Padang

183


Pekanbaru, 14 Maret 2012 Yang Terhormat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bpk. Mohammad Nuh Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Assalamu’alaikum wr. wb., Keistimewaan bagi saya untuk menuliskan surat ini kepada seseorang yang telah mempertahankan kemauan dan selalu memupuk para pelajar Indonesia untuk selalu tegar dalam menuntut ilmu. Salam hangat dari saya, seorang pelajar Indonesia yang telah merasakan nikmatnya pendidikan dari dini hingga menjadi gadis belia seperti sekarang ini. Bapak menteri yang menjadi panutan seluruh pelajar Indonesia, dengan surat ini saya memenuhi salah satu syarat untuk menjadi calon anggota Forum Pelajar Indonesia 2012. Surat ini salah satu cara berkomunikasi dengan bapak. Saya, pelajar indonesia yang diberi kesempatan dalam menyampaikan aspirasi serta suara hati para pelajar indonesia ingin menyampaikan apa yang selama ini dilakukan oleh pelajar Indonesia. tidak semua pelajar Indonesia bisa merasakan nikmatnya pendidikan yang saya jalani. Pelajar yang seharusnya menuntut imu, kini membanting tulang ikut serta dalam tugas mencari nafkah keluarga. Tugas mulia-kah ini namanya? Tentu tidak dalam hal mengorbankan masa depan gemilang. Pelajar yang seharusnya menyimak guru dikelas, sekarang terkurung dalam kamar yang redup cahaya, terkulai lemas karena merasakan nikmatnya aroma haram dari sebuah barang terlarang. Pelajar yang seharusnya menjaga kehormatan dirinya, sekarang harus rela dirinya bekerja pada kehidupan malam yang sarat akan seksualitas. Semua sudah diatur agar berjalan selaras. Tapi mengapa semua menjadi gelap ketika saya mendengar ini semua. Teman – teman saya yang tertawa dan bersenda gurau saat jam istirahat. Teman – teman yang menyimak dengan baik dan giat dalam berusaha keras menerima pelajaran. Tapi itu semua tidak terjadi

184


pada segelintir pelajar yang tidak seberuntung saya. Bapak menteri, saya minta maaf kesempatan emas yang diberikan untuk menulis surat kepada bapak hanya diisi dengan kepiluan hati pelajar. Saya tidak bisa berbohong. Bagaimana bisa menyampaikan ide – ide kreatif dan inovatif sementara masih ada kawan yang butuh genggaman tangan yang tulus untuk mencapai masa depan yang gemilang. Terima kasih bapak panutan pelajar Indonesia. Wassalamu’alaikum wr.wb Pelajar Indonesia

Hanum Rahmi Putri, SMKN 2 Pekanbaru

185


Segeri, 18 Maret 2012 Kepada yth Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Tempat “Kami Butuh Pendidikan”

Assalamu’alaikum Wr Wb. BapakMenteri Pendidikan & Kebudayaan, yang terhormati. Saya merasa bangga karena diberi kesempatan untuk menulis surat ini kepada Bapak. Sebelum saya menjelaskan isi dari surat yang buat ini, terlebih dahulu. Saya I akan memperkenalkan diri: • nama: Hasnawati J • alamat : Segeri, Jl. Bawasalo, No 63, Kab Pankep, SUL-SEL • sekolah : SMA NEGERI 1 Segeri • alamat sekolah : Jln. AS Dg. Kalebbu No. 2 Segeri, Kec. Segeri Kab. Pankep, SUL-SEL • kelas

: XI.IA1

• lahir

: Segeri, 29 Juni 1995

• kata kenangan : Pendidikan adalah cahaya masa depan kita Sekolah adalah tempat kita manuntut ilmu dan belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Tapi, tidak semua orang yang dapat sekolah atau melanjutkan sekolahnya. Berhubung karena masalah ekonomi masyarakat yang tidak memadai.

186


Orang yang sekolah hendaknya bersyukur karena mereka termasuk orang-orang yang beruntung. Seperti saya misalnya, walaupun keluarga saya berkecukupan saya dapat melanjutkan sekolah di SMA NEGERI 1. Berkat kerja keras Ibu dan Kakakku. Ada beberapa teman-teman yang mengejek saya bila berangkat dan pulang sekolah, karena mulai dari bersekolah di MTS DDI-AD Segeri sampai sekarang saya masih mengendarai sepeda yang telah dibelikan oleh Kakakku ataukah hanya jalan kaki. Ya,,, memeng saya agak merasa malu bila diejek namun karena terbiasa, malu itupun hilang. Saya sadar bahwa masih ada orang yang ingin sekolah dan memiliki sepeda seperti saya tapi karena masalah ekonomi mereka tidak dapat mencapai keinginanya. Aku merasa, aku masih beruntung karena dapat melanjutakan sekolah ini. Sebenarnya masih banyak orang yang ingin melanjutkan sekolahnya, tapi mereka tidak mampu. Salah satu contohnya: anak-anak jalanan yang berada di luar sana, mereka rela bekerja menjadi pemulung dengan bergelumur sampah demi mencari samapah pastik untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidupnya, meaki kita tahu bahwa uang yang mereka dapatkan tidak seberapa. Maka dari itu saya meminta tolong kepada Bapak untuk melakukan pengunjungan e tempat-tempat tertentu di mana, ada beberapa anak yang tidak mampu yang ingin melanjutkan sekolahnya, dan saya juga meminta untuk diadakan pendidikan gratis bagi orang-orang yang tidak mampu. Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kekurangan/kesalahan dan kata-kata yang tidak berkenan di hati Bapak. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr Wb.

Hasnawati J, SMAN 1 Segeri

187


Kepada Yth, Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Istana Merdeka Jakarta

Assalamu’alaikum Wr Wb Bapak Mendiknas yang saya hormati. Sebelumnya saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT karena tidak terduga sebelumnya, saya berkesempatan untuk mengungkapkan aspirasi saya kepada Bapak lewat tulisan ini. Perkenalkan nama saya Hasniar Sappe siswi kelas XI.IPA 1 SMA Negeri 1 Segeri, Pangkep, Sulawesi Selatan. Pertama saya mendoakan agar Bapak dan sekeluarga dalam keadaan sehat walafiat dalam lindungan Allah SWT. Bapak Mendiknas yang saya hornati, akhir-akhir ini saya begitu miris dengan kondisi Negara kita ini. Saya masih sering melihat banyaknya generasi muda yang kurang mempunyai semangat untuk mencapai pendidikan yang maksimal. Padahal, disisi lain kita dituntut untuk bisa menye-laraskan pendidikan kita agar bisa sejajar dengan Negara-negara maju. Masalah yang saya lihat pada pelajar Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga dan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Padahal kedua hal tersebut merupakan syarat penting guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik kedepannya. Selain itu, semakin banyaknya calon generasi penerus bangsa yang lebih menyukai Negara lain dibandingkan Negara kita dan membuat citra bangsa kita terkena pengaruh negatif dari budaya Negara lain. Bagi saya, ini suatu masalah yang serius yang wajib segera dicari jalan keluarnya. Belum lagi, masalah para pelajar yang disebabkan oleh musuh yang merusak citra bangsa kita yakni Narkoba, Pergaulan Bebas, Judi. Saya yakin bapak pasti bisa bertindak tegas utuk memberantas semuanya. Saya terkadang sedih, ketika melihat para pelajar yang dapat berprestasi sampai tingkat internasional, tetapi banyak diantara kita sesame pelajar yang hidup di jalanan ysng putus sekolah karena mahalnya biaya.

188


Bapak Mendiknas yang saya hormati, tolong beri perhatian lebih terhadap generasi-generasi muda dalam hal pendidikan karena mereka akan menjadi penerus bangsa. Sebab Indonesia dimasa depan berada di pundak generasi muda, karena generasi yang handal akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Namun, jika sebaliknya Indonesia akan menjadi terpuruk dan terbelakang. Sekian surat dari saya, mohon maaf jika terdapat kata-kata saya yang menyinggung perasaan Bapak, saya berharap Bapak berkenang mendengar aspirasi saya dan menindak lanjuti. Wassalamu’alaikum Wr Wb Hormat saya,

Hasniar Sappe, SMA Negeri 1 Segeri, Pangkep

189


PEDULI AKAN HAK-HAK ANAK

Didalam kehidupan ini pasti ada yang namanya PEDULI. Peduli ini memilikibanyak spesifikasinya.Diantaranya peduli akan sesame manusia,peduli akan Negara tercinta,dan peduli terhadap hakhak anak. Diusia saya yang masih mudah ini saya membuat karangan atau karya yang mengenai Peduli akan hak-hak anak. Peduli akan hak-hak anak menurut saya itu adalah salah satu hal yang sangat penting sekali. Dimana saya dapat mengetahui hak-hak saya sebagai anak itu apa saja. Dan saya dapat mempertahankan hak-hak saya ketika saya telah mengetahui hak-hak anak. Anak dalam kehidupannya memiliki kurang lebih 32 hak anaknya. Akan tetapi yang mau saya tekankan adalah 4 hak dasar pada anak. 4 hak dasar pada anak itu adalah : 1.

Hak Hidup,

2.

Hak Tumbuh Kembang,

3.

Hak Perlindungan,dan

4.

Hak Partisipasi.

Dalam konsep peduli maka saya mau menjelaskan ke-4 Hak anak ini : 1. Hak Hidup Hak hidup adalah hak yang dimiiki oleh semua orang dan juga oeleh anak-anak.Anank-anak ini masih harus ada dibawh pengawasan oleh orang tua,yang mana mereka masih kecil itu adalah tanggung jawab yang sangat besar dari orang tua ia sendiri. Orang tua harus dapat peduli terhadap anak-anaknya karena anak adalah titipan dari Tuhan Yang maha Kuasa. Orang tua harus memberikan makan dan minum agar anak dapat bertahan hidup dan kuat dalam menjalani aktivitas mereka sehari-hari.

190


Jadi menurut saya orang tualah yang sangat berpengaruh dan juga peduli terhadap kelangsungan hidup mereka. 2. Hak Peduli Tehadap Tumbuh Kembang Anak Kita hidup ini pasti membutuhkan yang namanya proses pertumbuhan. Kita harus mulai dari kecil hingga dewasa.Disaat kita kecil maka dalah tanggung jawab orang tua untuk menjaga dan merawat kita. Hak tumbuh kembang ini adalah hak yang sangat penting bagi anak itu sendiri dan ini adalah tanggung jawab yang besar dari anak itu sendiri , oleh sebab itu orang tua harus memberikan Gizi yang baik pada anak agar anak itu menjadi anak yang memiliki Pertumbuhan dan Perkembangan yang baik. orang tua yang peduli ini adalah orangtua yang tidak mau lepaskan tanggung jawnnya sebagai orang tua,karena ia merasa anak adalah Masa depan keluarga. 3. Hak Perlindungan Dalam kehidupannya anak juga memiliki hak perlindungan yang mana didalam kehidupannya harus ada orang tua atau lembaga yang peduli pada hak Perlindungan mereka. Anak yang masih klecil tidak boleh diberlakukan dengan kasar, karena ada lembaga yang mengatur dan bertanggung jawab dalam hak perlindungan . Orang tua tidak boleh berlakukan anak-anak mereka dengan cara kekerasan. Karena dimasa mudah ini mereka akan merasa ketakutan sehingga mereka tidak dapat menyalurkan bakat dan minat mereka. Orang tua yang peduli anaknya adalah orang tua yang benar-benar mencintai anak-anaknya. Contoh : Seorang anak perempuan yang ingin keluar rumah pada malam hari maka mereka akan di temani oleh orang tuanya , ini di sebabkan karena orang tua sangat menyayangi anak dan orang tua ingin melindungi anaknya dari gangguan orang jahat yang akan menggangu mereka.

191


Disisi lain juga ada satu lembaga yang akan melindungi mereka,Yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Lembaga ini juga adalah salah satu lembaga yang sangat peduli pada hak perlindungan anak,karena anak adalah Masa Depan Bangsa yang harus di lindungi . 4. Hak Partisipasi. Hak Partisipasi adalah keikutsertaan atau kerja sama anak, baik dalam keluarga maupun Lingkungan dimana ia berada. Partisipasi anak ini juga disesuaikan dengan usia mereka. contohnya : Tingkat Balita : Anak kecil di suruh untuk mengambil sendok, ini adalah salah satu partisipasi anak dalam membantu orang tua Tingkat Remaja : Anak di suruh untuk menyapu halaman, ini adalah salah satu partisipasi anak dalam membantu meringankan pekerjaan ibu di rumah. Tingkat dewasa : Di kalangan Kelurahan agar dapat memberikan partisipasinya dalam membangun kelurahannya. Anak yang kecil juga sangat di butuhkan pendapat mereka. Karena dengan jelas mengatakan bahwa anak memiliki Hak Partisipasi. Anak harus dapat dilibatkan dalam beberapa kegiatan besar yang di lakukan. Contoh yang nyata adalah : Di sekolah saya biasanya membuat ajang tahunan yaitu pensi. Dengan adanya kegiatan ini maka Hak Partisipasi anak akan terpenuhi . Anak dapat memberikan pendapat mereka dalam satu kegiatan besar seperti acara di atas tadi . Anak juga dapat menyuarakan Hak Partisipasi mereka ketika Kegiatan MUSRENBANKEL. Dalam sebuah kelurahan juga di huni oleh anak-anak.Dengan ad-

192


anmya MUSRENBANGKEL maka anak dapat memberitahukan hal apa saja yang ingin dibangun bagi kelurahan mereka . Kesimpulan saya : Saya sebagai seorang pelajar, Saya memiliki tanggung jawab yang cukup besar bagi Negara kita. kita harus dapat mengetahui Hak-Hak kita agar bisa mendapatkannya. Dan sebagai pelajar kita tidak boleh malu dapat memperjuangkan hak kita. Akan tetapi setelah kita mengetahui hak-hak kita maka kita juga harus dapat menjalankanm kewajiban kita yang sepantasnya. Demikianlah hasil karya Tulis saya. Sekian dan terima kasih,

Herman Johan Joostensz, SMA Kristen Mercusuar Kupang

193


Firdaus 26 Januari 2012 Kepada Yth: Bapak Mentri Pendidikan Nasional Di JAKARTA

Assalamualaikum .wr. wb Saya do’a kan Bapak dalam lindungan Allah SWT, dan sukses dalam melaksanakan tugas sehari-hari amiin ya Robbal ‘alamiin. Bapak yang saya hormati!, Saya siswi dari SMK Zakiyun Najah ingin menyampaikan beberapa ungkapan kepada Bapak, walaupun saya tidak pernah bertatap muka langsung dengan bapak. Saya berbahagia sekali dapat berkomunikasi dengan Bapak walaupun dengan perantaraan surat yang singkat ini, kami adalah siswa/I yang tidak ada biaya sekolah(gratis) bahkan kami di asrama di biayai seluruhnya oleh Yayasan zakiyun najah. kami sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan orang-orang yang setulus bapak drs.H.maralautan siregar, ibu dra.H.mardiah tanjung ,dan ibu Nidaul hasanah s.pd.i.oleh karena itu saya mohon kepada Bapak agar kiranya ada bantuan buku dan dana yang lainnya untuk kelancaran Proses belajar saya dan teman-teman. Bapak yang terhormat!, Saya sebagai siswi, yang jauh tempatnya dari Jakarta, sangat senang sekali adanya Forum pelajar seperti ini, karena saya belum pernah pergi ke Jakarta, dan belum pernah jumpa dengan teman-teman se-Indonesia, tapi saya sudah dengar pengalaman dari kakak dan abang saya yang telah mengikuti Forum pelajar ini, ceritanya sangat menarik sekali. Besar harapan saya kepada Bapak, kiranya bapak dapat memperhatikan kami, dari jangkauan yang jauh ini, tidak ada kata yang pantas saya ucapkan hanya syukur Kepada Allah Swt, dan terima kasih kepada Panitia Forum Pelajar, yang telah dapat membuat ide seperti ini sehingga saya dapat bercerita singkat kepada bapak Mentri Pendidikan Nasional .

194


Bapak yang terhormat, Sebagaimana saya jelaskan di atas tadi, saya dan teman-teman di SMK Zakiyun Najah yang tidak mengeluarkan biaya sedikitpun (gratis),seperti uang sekolah, belajar ,makan,tidur,dll. saya berharap agar bapak dapat memberikan perhatian pasilitas terhadap kami.seperti Asrama, tempat tidur dan lainnya, ataupun pasilitas umum yang lainnya. Hanya inilah surat cerita dari saya semoga bapak berkenan membacanya dan memakluminya, sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf atas kata-kata yang kurang tepat pada tempatnya. Demikianlah surat ini saya perbuat agar dapat bapak baca,dan dapat bapak maklumi. Wassalamualaikum.wr.wb

Hilaliyah Hasibuan, SMK ZAKIYUN NAJAH

195


Tapaktuan, 04 Februari 2012 Hilma Astria, SMAN Unggul Aceh Selatan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya hormati. Dengan teriring doa semoga bapak dalam keadaan sehat Wal Afiat. Alhamdulillah Negara kita Indonesia dipenuhi dengan banyak kebudayaan yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, dengan suku bangsa yang berbeda dan juga adat istiadat yang berbeda pula. Disetiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda dengan ciri yang khas, seperti tari Aceh berbeda dengan tari Tor-tor yang berasal dari Sumatera Utara. Kita patut bangga dengan kebudayaan Indonesia yang telah go internasional. Tidak hanya disegi tari-tarian saja, dibidang kerajinan tangan Indonesia juga memiliki ciri khas yang berbeda dengan Negara lain, contohnya saja seperti batik. Batik sangat menggambarkan keuletan bangsa Indonesia. Mulai dari cara pembuatannya hingga kain tersebut menjadi sebidang kain yang memiliki lukisan dengan bebagai macam corak. Batik sangat terkenal di Indoensia bahkan juga mancanegara. Batik tidak hanya dipakai untuk sehari-hari, akan tetapi juga dipakai pada acara-acara tertentu, seperti pada acara resepsi pernikahan, batik sudah sangat terkenal hingga kenegara-negara lain, sehingga harga batik juga tidak sembarangan, ada yang ratusan bahkan hingga jutaan perhelainya, dengan demikian batik perlu dikembangkan karena batik bisa membantu ekonomi Negara dengan berkurangnya pengangguran. Tidak hanya batik, kesenian ataupun kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia juga perlu dilestarikan, sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut tidak memudar. Pak, kemarin sempat diberitakan bahwa batik Indonesia sudah ditiru oleh Negara Malaysia. Mengapa ini semua bisa terjadi ? Padahalkan Negara Malaysia tau bahwa batik merupakan salah satu budaya Indonesia. Oleh karena itu, saya sebagai anak bangsa sangat mengharapkan ketegasan Bapak sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa

196


memberikan perlindungan bagi kebudayaan untuk mempatenkan kesenian Indonesia sehingga tidak mudah ditiru oleh negara lain. Demikianlah surat yang dapat saya tulis, semoga Bapak Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dapat mempertimbangkannya. Hormat saya,

Hilma Astria, SMAN Unggul Aceh Selatan

197


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat dan sejahtera sebagai perkataan dari Allah SWT semoga tercurah kepada Bapak, kepada keluarga dan kepada kita semua InsyaAllah. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal menyangkut anak Bangsa/generasi muda yaitu: I. Fasilitas Pendidikan. A. Fasilitas Pendidikan Dizaman sekarang yang serba modern, kebutuhan masyarakat pun semakin meningkat. Seperti halnya kebutuhan para siswa-siswi dalam bidang pendidikan. Keadaan ini sangat mudah dijumpai dibeberapa sekolah di Indonesia. Tidak adanya fasilitas yang disediakan sehingga menyebabkan, murid-murid menjadi kurang termotivasi dalam belajar. Contoh terkait hal tersebut, sering sekali saya alami di Sekolah. Oleh karena itu, pemerintah lebih memperhatikan hal tersebut dan menanganinya lebih ketat guna menuju pendidikan yang bermutu di Indonesia. Anak-anak Indonesia itu cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Akan tetapi harus didukung dengan pemerhatian pemerintah terhadap anak Bangsa. Kami menyadari bahwa pendidikan dan tingkat pemahaman masyarakat kian hari kian bertambah namun kesadaran akan hal tersebut masih jauh dari harapan. Dari kedua pembahasan di atas menimbulkan pemikiran bagi saya yang sampai saat ini kami belum tahu bagaimana cara mencari solusinya. Meskipun kami tahu bahwa pendidikan dan tingkat pemahaman masyarakat kian hari kian bertambah namun kesadaran akan hal tersebut masih jauh dari harapan. Harapan kami adalah digalakkannya kesadaran masyarakat melalui optimalisasi pendidikan. Demikian surat ini, sebagai buah fikiran kami semoga berguna bagi Bangsa dimasa yang akan datang. Husnul Khatimah, SMAN 1 Mamuju

198


Kepada Yth., Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Om Swastiastu, Pejabat dan petinggi-petinggi Bangsa Indonesia adalah orangorang yang berpendidikan tinggi. Yang mendasari itu semua adalah generasi muda yang akan memajukan bangsa dengan bermodalkan pendidikan yang dipelajari mereka semasa sekolah. Tetapi, generasi muda penerus bangsa saat ini seakan-akan acuh-tak acuh mengenai pendidikan yang diterimanya. Banyak pelajar berfikir belajar hanya untuk mendapatkan nilai 9 atau 10. Padahal sejatinya pendidikan ada dan diberikan kepada pelajar untuk bekal mereka di masa depan. Apanya yang salah? Pelajarkah?. Tidak, bukan pelajarlah yang patut untuk disalahkan. Melainkan cara penyampaian ilmu pengetahuan yang patut disalahkan. Saya, Arjun Suputra Jaya adalah seorang pelajar yang masih menduduki bangku kelas 1 SMA di Bali. Sejak awal Saya bersekolah hingga sekarang tidak ada guru yang menyampaikan secara tegas bahwa ilmu pengetahuan yang akan Ia berikan merupakan bekal Saya untuk sukses dimasa depan. Awal pertemuan mereka hanya bercerita dan sekedar berbagi pengalaman. Bukannya memberikan motivasi belajar yang giat, melainkan bersendagurau menghabiskan 90 menit pertama mereka mengajar. Hal ini sangat disayangkan jika kita mengganti kalimat ‘time is money’ dengan kalimat ‘time is science’. Inilah yang perlu dibenahi dalam sistem pengajar di Indonesia. Siswa belajar bukan untuk mendapatkan nilai. Melainkan siswa belajar untuk mendapatkan dan menguasai ilmu pengetahuan. Berikan motivasi kepada pelajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pengajar, dan itu harus rutin dilakukan. Memberikan pengertian kepada pelajar diawal masa sekolah menengah adalah langkah pertama yang harus dilakukan oleh tenaga pendidik. Agar mereka mengetahui tujuan sebenarnya dalam belajar. Bapak Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya hormati. Mewujudkan tenaga pendidik yang berkualitas memang susah. Tetapi itu bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Guna mencerdaskan kehidupan bangsa memang butuh pengorbanan yang besar dan usaha yang keras. Saya rasa, apabila Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI ikut

199


berkontribusi dalam aspek edukasi, dalam waktu dekat pelajar-pelajar Indonesia akan menjadi pelajar yang berkualitas. Apabila sejak dini ditanamkan semangat Pancasila dalam hati mereka. Karna belakangan ini generasi muda Indonesia seolah-olah lupa akan jati dirinya, yaitu Pancasila. Semangat Pancasila yang saya maksudkan bukanlah semata-mata sebagai pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Melainkan semangat NKRI yang dimiliki oleh pahlawan-pahlawan kemerdekaan Indonesia dulu. Apabila pendidikan dan budaya bersatu berkontribusi langsung kepada generasi muda terutama pelajar, saya yakin semangat generasi muda bangsa akan bangkit kembali. Mereka akan mengerti apa tujuan belajar sesungguhnya. Tidak ada lagi pelajar bodoh, dan malas. Melainkan akan lahir pelajar yang memiliki motivasi, tujuan, dan nilai juang yang tinggi untuk mencapai cita-cita mereka. Tidak ada lagi pelajar yang takut akan angka yang tertera di selembar kertas. Mereka akan takut masa depan mereka hancur karna tidak memiliki bekal ilmu pengetahuan. Itu semua akan terwujud apabila mereka mengetahui apa tujuan belajar sesungguhnya dan memiliki semangat Pancasila yang besar guna mencapai apa yang dicita-citakan mereka kelak. Sekian surat dari Saya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terima kasih sudah berkenan membaca surat dari Saya ini. Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

I Made Arjun Suputra Jaya, SMAN 4 Denpasar

200


Surat Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

“Pengenalan Sejarah Secara Audiovisual” “Kemarin adalah tabungan untuk hari ini dan hari ini adalah tabungan untuk hari esok, jika hari ini tak lebih baik dari kemarin, maka kemungkinan besar hari esok adalah kehancuran” begitu kata pepatah. Sejarah bukanlah dokumentasi usang tak bernilai, melainkan suatu cermin untuk hari ini dan esok. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi dan tak akan pernah lupa sejarahnya. Dewasa kini, perkembangan teknologi sangatlah pesat. Hal ini dikarenakan arus globalisasi yang menerjang bagaikan ombak di laut, terus menerjang tanpa henti. Teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu aspek yang terkena dampaknya. Perkembangan yang sangat pesat membuat informasi dari seluruh dunia dapat dinikmati oleh semua orang dalam waktu yang singkat. Walaupun memiliki dampak yang positif, globalisasi juga berdampak negatif. Kita dituntut hidup serba cepat dan sebagian besar masyarakat menjadi konsumtif. Masyarakat mulai bersikap individual dan yang paling mengerikan adalah dampaknya terhadap budaya. Budaya nenek moyang kita semakin tergerus akan perubahan yang diakibatkan oleh proses modernisasi yang terjadi. Indonesia adalah suatu bangsa yang terdiri dari pulau – pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Beribu suku dan budaya ada di dalam bangsa kita. Namun, arus globalisasi semakin keras menggerus budaya – budaya yang ada di dalam negeri ini. Miris rasanya melihat tayangan berita meengenai kelakuan mahasiswa yang berdemo dengan kekerasan. Menghancurkan fasilitas bahkan sampai merenggut nyawa atau nyawanya terenggut. Hal ini dikarenakan penurunan moral masyarakat yang diakibatkan oleh berkembangnya sifat individualisme di dalam masyarakat. Sejarah merupakan salah satu aspek penting dalam penanggulangan hal – hal tersebut. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Dengan mengenal sejarah maka kita bisa menghargai dan mengikuti jejak para pejuang kita yang rela berkorban untuk kemerdekaan bangsa kita ini.

201


Namun dewasa kini, sejarah masih sangat minim fasilitasnya. Pengenalan sejarah biasanya hanya melalui pelajaran yang diberikan di sekolah. Terkadang siswa mengantuk dan bosan mempelajari sejarah, sehingga sejarah sering kali dianggap tidak penting. Hal ini terjadi karena penyampaian sejarah hanya melalui buku dan kurang menarik. Saya mempunyai ide, bagaimana kalau sejarah dikemas dalam bentuk audiovisual? Audiovisual itu berupa film pendek ataupun kartun – kartun yang diminati oleh banya orang. Seperti kartun Naruto dan anime lain yang sukses menarik minat dari segala usia di seluruh penjuru dunia. Dan salah satu kartun yang saya ingat, The Little Krishna yang tayang di salah satu stasiun televisi kita. Mengemas mengenai kebesaran dan sejarah yang terjadi di India dalam kartun. Sangat menarik dan mengedukasi. Media elektronik memiliki dampak besar dalam perubahan pola pikir masyarakat. Sayangnya, sinetron – sinetron yang ada sekarang terkesan menunjukkan moral buruk bangsa ini. Kekerasan dan percintaan, saya rasa kurang mengedukasi. Apalagi kita tahu, yang konsumennya bukan hanya para orang tua, melainkan juga anak – anak. Pendidikan sejarah di usia dini, akan menjadi salah satu perisai untuk bertahan dalam menghadapi dampak negatif dalam era globalisasi ini. Jika saja sejarah bangsa kita dikemas dalam bentuk yang lebih menarik, maka saya yakin semangat para pejuang pasti akan tersampaikan kepada generasi kita selanjutnya.

I Putu Agus Hadi Wibawa Suparsa, SMAN 4 Denpasar

202


Denpasar, 23 Maret 2012 kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di tempat.

Salam Sejahtera, Selamat pagi Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang terhormat. Semoga keadaan bapak baik-baik saja. Saya bersekolah di SMA NEGERI 4 DENPASAR. Dengan adanya kegiatan ini, saya ingin menuntut ilmu dan mencapai cita-cita saya untuk membahagiakan orangtua, keluarga serta ingin membangun Negara RI. Saya berasal dari keluarga sederhana, melihat kondisi Negara saat ini seperti banyaknya anak-anak jalanan dan kurang mendapat pendidikan membuat saya ingin membantu untuk mewujudkan mimpi mereka agar bisa bersekolah. Seperti saat ini begitu banyak anak dibawah umur yang berkerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tetapi mereka melupakan kewajiban mereka yang utama yaitu belajar. Sangat banyak anak-anak Indonesia yang ingin bersekolah tetapi karena keterbatasan biaya untuk bersekolah membuat mereka melupakan sejenak keinginan untuk menuntut ilmu tersebut. Disamping biaya untuk bersekolah sangat mahal, keterbatasan dana pendidikan karena kesulitan ekonomi, kurangnya fasilitas pendidikan di daerah terpencil atau daerah tertinggal dan selain itu karena adanya faktor lingkungan ( pergaulan ), menjadi salah satu faktor anak-anak menjadi tidak bersekolah. Jadi pendidikan bagi anak-anak jalanan itu sangat penting untuk menunjang karir dan cita-cita di masa depan. Selain itu juga dapat merubah pola atau karakter hidup didalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Untuk itu saya mohon, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memperhatikan anak-anak jalanan tersebut agar memperoleh pendidikan yang layak, dan tidak seharusnya bekerja pada usia yang masih belia. Permohonan saya ini, pastinya memiliki tujuan yang pasti yaitu

203


untuk membangun Indonesia agar lebih maju, dan membuat anak-anak yang tidak bersekolah terlepas dari kebodohan. Seperti yang dituangkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada salah satu butir yang tercantum disana dijelaskan bahwa adanya pencerdasan kehidupan bangsa, jadi bagaimana sekarang kita harus dapat menyikapi hal tesebut, karena secara tidak langsung orang yang tidak mengenyam pendidikan formal akan dekat dengan kebodohan dan kemiskinan. Dampak kemiskinan itu terjadi karena daya nalar orang dan mental orang yang tidak perpendidikan sangatlah berbeda dengan orang yang berpendidikan. Jangankan untuk mencari atau melamar pekerjaan untuk membaca dan menulis saja mereka kesulitan. Dan dari sisi mental mereka yang tidak mengenyam pendidikan akan merasa malu dan minder untuk berkompetisi dengan orang yang mengenyam pendidikan. Pada akhirnya mereka akan tersisih karena keterbatasan mereka tersebut.

Ida Ayu Puspa Cindra Rini, SMAN 4 Denpasar

204


Medan, 15 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan Di tempat

Assalammualaikum Wr.Wb., Apa kabar pak? Semoga Bapak baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin. Saya Ikhsan Eka Haryadi. Siswa kelas XI RSMABIM Shafiyyatul Amaliyyah Medan Sumatera Utara. Saya merasa senang mendapat sebuah kesempatan emas untuk berbagi aspirasi saya kepada Bapak. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan aspirasi saya mengenai “Minimnya Fasilitas Pendidikan kepada anak – anak yang kurang mampu”. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, seperti kita ketahui di negara kita ini masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan secara layak, karena mereka tidak dapat bersekolah lagi karena keterbatasan ekonomi keluarga mereka. Padahal pendidikan itu sangatlah penting untuk anak-anak Indonesia agar terwujudnya anak-anak Indonesia yang pintar, kreatif, dan intelektual untuk negara kita ini. Bapak Menteri yang saya hormati, setelah saya lihat hampir setengah persen dari anak-anak Indonesia masih banyak yang tidak mendapatkan pendidikan, dari sinilah saya menyampaikan aspirasi program saya untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang pintar, kreatif, dan intelektual dengan cara, saya akan membuat sebuah “KKN (Kampung Kreatif Negeri)”, Di kampung kreatif negeri inilah saya akan membangkitkan dan membangun semangat mereka kembali untuk mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan. Di kampung kreatif negeri ini saya harus bisa mengajak mereka untuk bisa masuk dan belajar di tempat yang sederhana ini, walaupun sederhana tetapi disinilah mereka bisa menggapai mimpi mereka yang sesungguhnya. Di kampung kreatif negeri ini memiliki jadwal belajar seminggu tiga kali yaitu setiap hari :

205


Senin, Rabu, dan Jumat, pada pukul empat sore setelah saya pulang sekolah. Di tempat ini mereka bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahuan saja, tetapi mereka juga bisa mendapat teman-teman yang banyak untuk bertukar pikiran. Bapak Menteri yang saya hormati, besar harapan saya agar dapat terwujudnya aspirasi program pendidikan yang telah saya tulis ini. Semoga kita dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan dunia pendidikan yang sudah mulai menurun seperti sekarang ini. Wassalammualaikum wr.wb. Hormat saya,

Ikhsan Eka Haryadi, SMA BIM YPSA Medan

206


Kepada : Yth. Bapak Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia

Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua Dengan Hormat, Perkenalkan saya Ilma Mahdiya siswi dari MAN 2 Model Banjarmasin, mengutarakan isi hati saya yang terpendam kepada Bapak yang memiliki wewenang dalam mengambil keputusan untuk negeri ini. Yaitu mengenai keadilan dalam bidang hukum di Indonesia yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan guru saya disekolah. Dengan diiringi kepedulian yang begitu dalam dari hati saya untuk saudara-saudara saya. Saya ingin menyarankan agar perangkulan anak jalanan untuk sekolah dengan cara yang baik-baik. Tidak diburu-buru dengan Satpol PP. Kebanyakan seperti itu mereka merasa takut, mungkin lebih baik seseorang melakukan penyamaran dengan pendekatan dan pemberian asumsi-asumsi yang membuat anak itu terhipnotis untuk bisa bersekolah. Kemudian dengan pembuatan gedung sekolah khusus, dengan maksud bukan membeda-bedakan melainkan agar anak-anak tidak merasa malu dengan anak-anak yang lebih kaya, dan tidak menjadi ejekan dari anak-anak kaya yang nakal. Kalaupun sudah ada gedung sekolah seperti itu, maka harus diperbanyak lagi. Kemudian anak-anak itu diberikan uang saku untuk makan setiap harinya. Agar mereka bias lebih fokus belajar tidak perlu lagi bekerja untuk mencari sesuap nasi. Lebih baik uang 20 miliar dipergunakan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang kurang diperhatikan dari pada merenovasi toilet gedung DPR yang tidak terlalu penting (lebih baik uang Negara dihabiskan untuk hal-hal yang seperti itu dari pada dihambur-hamburkan untuk study banding keluar negeri yang tidak mendapatkan hasil yang nyata).

207


Demikian surat ini saya sampaikan. Saya harap Bapak mentri dapat menerima saran saya dan menerapkannya secepat mungkin. Mohon maaf apabila terdapat salah kata yang kurang berkenan di hati Bapak dalam surat yang saya berikan. Terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb, Ilma Mahdiya, MAN 2 Model Banjarmasin

208


Makassar, 03 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamu Alaikum Wr Wb. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati sekaligus saya banggakan bahwa Berdasarkan surat Panitia forum pelajar Indonesia ke-4 nomor : 401/Q/XI/2011 tanggal 12 Desember 2011 perihal Undangan pengiriman delegasi forum pelajar Indonesia ke 4, maka bersama ini saya mengirimkan surat kepada Bapak Presiden RI sebagai bentuk karya tulis yang dibuat dalam bentuk Surat yang saya beri judul ‘ Ingin cerdas bertemanlah dengan buku ‘ sebagai intisari dari judul tersebut adalah sebagai berikut : Buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Selain itu banyak hal yang bermanfaat yang bisa kita dapatkan dari berbagai buku. Dengan membaca buku, artikel atau literatur lainnya dapat menambah wawasan dan memperkaya ilmu pengetahuan yang kita miliki serta dapat melahirkan gagasan yang kreatif, inovatif bahkan inspiratif sebagai sebuah terobosan untuk kemajuan suatu masyarakat atau bangsa. Berteman dengan buku adalah sebuah pilihan. Kemauan untuk menimba ilmu pengetahuan seluas-luasnya melalui buku adalah sebuah keniscayaan. Hal ini perlu melekat dalam pandangan kita sebagai siswa karena di era seperti saat ini terlalu banyak kegiatan dan godaan sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi yang menyita atau menghabiskan waktu kita untuk membaca buku. Tidak dapat disangkal, bahwa hampir di setiap waktu luang yang ada, kesempatan yang ada untuk membaca buku kadang terbuang karena kecenderungan kita hanya memegang dan mengaktifkan ponsel dengan berbagai variannya. Paradigma kita hanya menjadikan ponsel dan alat-alat komunikasi lainnya seakan menjadi hal utama dalam mengisi waktu-waktu luang tertentu kita, meskipun kita menyadari bahwa alat komunikasi itu juga diperlukan dalam berinteraksi sebagai bagian dari menambah ilmu pengetahuan.

209


Fenomena yang dapat dilihat di sekitar kita bahwa kebiasaan membawa dan membaca buku di luar waktu sekolah jarang dijumpai. Bahkan ada yang beranggapan bahwa memegang buku adalah hal yang merepotkan dan mengurangi kebebasan beraktifitas sekalipun waktu yang dimaksudkan hanya untuk hal-hal yang mengisi waktu luang saja, misalnya bepergian, rekreasi dan sebagainya. Tanpa kita sadari, bahwa membaca buku itu asyik karena dapat kita lakukan dimana saja dan sepertinya ada sesuatu yang menemani disaat kita sendiri. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada satu pun hal yang ada di dunia ini tidak kita ketahui tanpa melalui membaca buku. Untuk itu mari berubah sikap dan pandangan kita untuk menjadikan kebiasaan bahwa buku sebagai sahabat setia karena dengan membaca buku dapat memperkaya diri kita dengan ilmu pengetahuan, melahirkan inovasi, kreasi dan bahkan inspirasi sekalipun untuk berkarya demi kemajuan yang dapat kita sumbangkan untuk bangsa dan negara kita tercinta. Demikianlah surat yang saya buat ini kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI besar harapan saya kiranya surat ini mempunyai nilai yang dapat dibaca oleh sesama pelajar di seluruh Nusantara tercinta. Wassalam,

Indah Wulansari, SMAN 2 Makassar

210


Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dear, Bapak Menteriku.. Salam tulus dariku menyertakan doa kedamaian dan kesejahteraan bagi kita semua. Serta doa ku panjatkan kepada Alloh SWT agar Pak Menteri, saya, dan kita semua selalu diberi kesehatan juga keselamatan dimana pun kapan pun. Amin. Sebelumnya, ijinkanlah saya untuk lebih dekat denganmu Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saya rasa kau adalah orang yang tepat untuk membahas tentang Pendidikan juga Kebudayaan yang saya rasa patut ditangan dengan serius, oleh orang-orang yang serius, dan untuk yang para serius. Sebelum bangsa ini benar-benar tidak mempunyai potensi lagi untuk unggul dibidang itu. Setelah kepada Alloh SWT, saya juga berterima kasih kepada para wakil rakyat atas apa yang telah direalisasikan untuk bidang Pendidikan juga Kebudayaannya. Sampai detik ini saya masih bisa menikmati ilmu pengetahuan, menikmati kekayaan budaya, juga mencicipi kesulitan mencari biaya mahalnya pendidikan. Semua tahu bahwa mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Sayang sekali, bentuk aplikasi yang nyata tidak berkata demikian. Seperti yang Bapak katakan bahwa “Tidak akan ada yang selesai. Masalah pendidikan akan terus ada. Muter terus. Urusan guru juga tidak akan selesai pada 2012, dan seterusnya. Jangan berpikir itu akan selesai..�, saya mengerti itu. Tapi saya yakin, jika masalah-masalah ini diselesaikan bersama kita pasti bisa. Sayangnya, permasalahan korupsi di Indonesia terlalu banyak sehingga bermunculan cabang-cabang masalah baru sementara orang-orang jujur yang menanganinya semakin sedikit. Prihatin, mengetahui banyak sekali saudara kita yang kehilangan kesempatan mendapat pendidikan, seperti halnya saya dan Pak Menteri.

211


Saya pun belum tahu, sampai kapan kesempatan ini akan saya nikmati, mungkin hingga nanti ke Perguruan Tinggi, atau hingga saya bisa memiliki gelar sepertimu, atau bahkan tidak sama sekali. Saya tetap semangat Pak !!! Walau saya akui memang saya belum pintar, saya belum hebat, saya belum sukses, namun satu hal yang pasti yaitu saya tidak bodoh seperti “mereka” yang egois bertindak yang menurutnya hal sepele, tapi tak pernah terbayangkan oleh “mereka” akan ada ribuan jiwa bahkan mungkin lebih merasakan kesakitan, kelaparan, kesulitan, hingga akhirnya tak sedikit yang bertindak kriminal. Kemudian dihakimi, dikurung dalam jeruji, disisi lain terlantar banyak keluarga yang sedang diusir keadilan. Tidak memandang siapa dia, baik itu koruptor; pencuri; maling; rampok; atau apalah sebutannya. Yang terpenting ialah KEADILAN. Hampir setiap pemberitaan di negeri ini hanya sisi negatif saja, sehingga menutup prestasi-prestasi positif yang telah diraih anak bangsa. Salahkah jika generus bangsa menyontoh para pemimpin-pemimpin mereka ? Jika salah, buatlah kami Sang Generus Bangsa menyontoh mereka yang berbudi pekerti luhur yang mampu ikut mencerdaskan dunia. Saya mendukungmu Pak Menteri, selama tujuan kita Rakyat Indonesia seragam dan selaras. Terakhir dari saya, SEMANGAT !!! SEPAKAT !!! SELAMAT !!! Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dari Penerusmu,

Intan Medina, SMKN 1 Garut

212


Garut, 19 Februari 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indoesia

Assalamualaikum WR.WB., Hormat dan salam saya sampaikan kepada Bapak Menteripendidikan dan kebudayaan Indonesia. Semoga kesehatan dan keselamatan senantiasa menghampiri dimanapun Bapak berada. Sebuah kehormatan dan kebanggaan dapat menyurati bapak sebagai pemegang kebijakan perkembangan pendidikan dan pelestarian kebudayaan Indonesia. Sejak terbebas dari belenggu penjajahan yang merengut semangat hidup penduduk bumi pertiwi, negara yang memiliki kekuatan dalam kuantitas sumber daya baik alam ataupun manusia ini, belum menunjukan kualitasnya sebagai bangsa dan negara yang hebat. Keterlibatan pengaruh asing dan kurangnya kesadaran rakyat akan hal ini menjadi titik balik dari keberhasilan Indonesia mencapai kemerdekaan pada tahun 1945. Usaha para founding father untuk menciptakan bangsa yang cerdas masih jauh dari garis finis yang semakin hari sepertinya semakin menjauh dari pandangan bangsa ini. Pendidikan yang menjadi proses menciptakan dan membentuk manusia insani yang membentuk masyarakat madani masih jauh dari kata berhasil. Sekolah yang ditetapkan sebagai lembaga pendidikan masih jauh dari yang diharapkan para pendirinya. Sebagai sebuah tempat pembentuk agen perubahan, sekolah seharusnya dapat membentuk lulusan – lulusan yang berkarakter tinggi, berbudi luhur dan berwawasan luas. Polemik yang saat ini muncul di berbagai lembaga pendidikan ( sekolah ) di Indonesia adalah berubahnya fungsi sebagai pembentuk agen perubahan menjadi tempat pembodohan pelajar dan berkembangnya budaya korupsi yang semakin hari semakin parah keadaannya. Lebih aktifnya pengajar dalam proses pembelajaran membuat pikiran para pe-

213


lajar terbengkalai. Sebagai seorang pasif dan proses pembelajaran terkadang membuat apa yang mereka sampaikan terhadap pengajar hanya dianggap sebuah argumen bodoh dan ironisnya, terkadan hal itu dianggap sebagai sebuah pembangkangan terhadap sosok pengajar. Selain itu, berubah – rubahnya sistem kompetensi dasar bagi pelajar yang ditetapkan oleh pemerintah sejatinya merupakan perusak sistem sebelumya yang tengah berjalan. Biarkan sistem ini berjalan statis. Perbaikan bukan menjadi masalah tapi jika sudah dirombak menjadi masalah baru karena akan menganggu sistem yang telah berjalan seimbang. Satu hal lagi yang menjadi masalah. Orientasi tenaga pengajar yang ada saat ini lebih mengedepankan materi bukan keikhlasan dalam membimbing dan memberi ilmu terhadap anak didiknya. Dengan dalih biaya membeli peralatan sekolah, pengembangan bangunan dan lain sebagainya, praktik korupsi berjalan sedikit demi sedikit membangun sebuah sistem yang akan menjadi budaya paling buruk yang akan membawa kesengsaraan dan keruntuhan nilai keikhlasan dalam dunia pendidikan. Wahai Bapak Menteri, sudah saatnya Anda melihat ke lapangan apa yang sebenarnya terjadi. Sudah saatnya pendidikan dijalankan bukan sekedar membentuk pelajar yang pintar tetapi juga pelajar yang cerdas, kritis dan berkeahlianlah yang dibutuhkan untuk memenuhi ambisi bangsa ini sebagai Macan Asia bahkan dunia. Cukup sekian surat dari saya yang hanya seorang santri biasa dihadapan bapak, tapi saya berharap surat ini akan mengubah dan menjadi awal perubahan dunia pendidikan dan budaya di Indonesia. Wassalamualaikum Wr.Wb.,

Irfan Fardian, MA Darul Arqam Garut

214


Garut, 11 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Bpk Muhammad Nuh Di tempat

Assalamualaikum Wr.Wb., Salam hormat untuk Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Perkenalkan nama saya Irham Abdussalam, saya bersekolah di sebuah pesantren yang bernama MA’HAD DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH daerah Garut dan duduk di bangku kelas XI SMA. Bapak menteri yang saya hormati , melewati surat ini saya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai pelajar , tentang Pendidikan Di Indonesia.Pendidikan merupakan suatu kebutuhan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup, Tetapi karna biaya untuk mendapatkan pendidkan itu semakin tinggi, maka semakin susah untuk mendapatkannya.Oleh sebab itu masih banyak anak-anak yang ingin mengeyam pendidikan, Tetapi harus berhenti karna ada beberapa faktor, Salah satunya faktor ekonomi. Banyak anak-anak yang putus dari sekolah karna tidak mempunyai biaya, mereka bekerja banting tulang hanya untuk mendapatkan biaya agar mereka dapat melanjutkan sekolahnya , tetapi biaya yang di dapat dari hasil banting tulang itu hanya cukup untuk sesuap nasi, padahal di dalam diri anak-anak itu terdapat semangat yang besar untuk bersekolah. Menurut saya di berikannya Bantuan Oprasional Sekolah ke setiap sekolah itu sangat berpengaruh dan bermanfaat, apalagi di tambah dengan adanya sekolah gratis untuk orang yang tidak mampu, tetapi saya heran mengapa masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak sekolah, mereka mencari biaya untuk sekolah dari hasil kerja mereka sebagai pengemis, pengamen dan bebagai propesi lainnya hanya untuk mendapatkan biaya sekolah, padahal dana BOS yang di berikan ke setiap sekolah saya kira itu mencukupi untuk anak-anak yang kurang mampu, dan mengapa masih saja keadaannya seperti ini? Anak-anak itu tetap bersemangat menatap masa depannya meskipun banyak faktor-faktor

215


yang membebani mereka, kebesaran hati karena hidup yang tidak berkecukupan itu mereka rasakan, Betapa berat hati anak-anak yang tidak bisa sekolah karna faktor-faktor permasalahan itu melihat anak-anak yang bersekolah, Mereka menunggu tanggung jawabmu sebagai Pounding Father yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan DanKebudayaan RI. Tunjukanlah tanggung jawabmu sebagai Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RIuntuk mengurus anak-anak penerus bangsa di masa sekarang, Bapak menteri berjuanglah dan terus maju, engkau pasti bisa menghadapi permasalahan-permasalahan ini karena“ Sebesar apa sukses anda diukur dari seberapa kuat keinginan anda, seberapa besar mimpi-mimpianda, bagaimana pula anda mampu mengatasi permasalahan dalam hidup anda�. Terima kasih atas perhatiannya, salam hormat untuk bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Wassalamualaikum Wr.Wb Irham Abdussalam, MA Darul Arqam

216


Tapaktuan, 30 Januari 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di tempat

Salam sejahtera untuk Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nama saya Irlangga Nedial Handoyo, saya berasal dari daerah Aceh Selatan, NAD. Sekarang saya sedang menjalankan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas yaitu di SMA Negeri Unggul Aceh Selatan. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang dunia pendidikan, yaitu berkaitan dengan fasilitas dana dalam dunia pendidikan. Seperti yang banyak kita ketahui, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pemerintah banyak menjalankan berbagi usaha, salah satunya adalah dengan mengadakan berbagi macam perlombaan yang berkaitan dalm ruang lingkup dunia pendidikan. Yang mana tujuan diadakan berbagai macam perlombaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan kreativitas siswa sekaligus untuk mengingkatkan mutu hidup masyarakat Indonesia. Dengan mengadakan berbagai macam perlombaan tersebut pemerintah juga secara tidak langsung telah menciptakan generai penerus bangsa yang jenius dengan menciptakan penemuan-penemuan baru maupun perubahan yang baik untuk Indonesia. Maka dari sinilah sebuah inspirasi muncul di benak saya yang juga termasuk sebagai salah satu dari ribuan siswa di Indonesia. Saya melihat banyak siswa di Indonesia memiliki kemampuan yang patut dipersaingkan dengan siswa lainnya di Indonesia. Sebagai contoh di daerah Aceh Selatan, banyak siswa yang memilki kemampuan untuk bersaing. Namun banyak juga dari kami yang memikir ulang untuk

217


mengikuti perlombaan tersebut. Bahkan ada yang mengkayuh setengah jalan untuk mengikuti perlombaan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Olimpiade Sains tingkat provinsi. Kami sering mendengar bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana. Tapi hanya sebagian dari kami saja yang merasa mampu untuk bersedia mengeluarkan dana dari dirinya sendiri untuk dapat mengikuti perlombaan tersebut. Sebenarnya sebelum dari itu kami sudah menanyakan kepada pihak sekolah, tentang dana yang berkaitan dengan perlombaan tersebut. Tapi terkadang pihak sekolah mengatakan bahwa dari pihak pemerintah daerah tidak memberikan dana tersebut. Jadi yang saya tanyakan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, apakah pemerintah pusat di Indonesia menyiapkan dana untuk siswa agar ia dapat mengikuti perlombaan yang di adakan oleh pemerintah. Demikianlah surat dari saya, semoga bapak dapat menanggapi aspirasi yang saya sampaikan. Hormat saya

Irlangga Nedial Handoyo, SMAN Unggul Aceh Selatan

218


Magelang, 1 Maret 2012 Irnanda Mas Putri SMA Taruna Nusantara Magelang Yth. Bpk. Mohammad Nuh di tempat

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Bagaimana kabar Bapak? Saya harap bapak dalam keadaan sehat wal afiat. Menulis surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan yang sangat saya nantikan. Oleh karena itu, saya sangat senang karena dapat berkesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Forum Pelajar Indonesia ini. Bicara tentang negera Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasinya hingga masalah-masalah pelik yang mendera berbagai sudut di negeri ini. Salah satu masalah yang selalu mengusik pikiran dan hati saya ialah masalah krisis kebudayaan di Indonesia. Sebagaimana kita tahu, Indonesia merupakan negara dengan beragam suku dan budaya, namun dewasa ini saya melihat bahwa orang Indonesia sendiri justru terkesan acuh bahkan terkesan tidak memiliki keberagaman budaya-budaya itu. Hal ini terlihat di pelupuk mata kita sendiri. Waktu saya kemarin berlibur di Kota Yogyakarta, saya melihat adanya corak-corak batik yang terpampang di dalam beberapa monumen. Memang itu salah satu upaya yang baik, namun saya melihat bahwa kebanyakan dari kain-kain tersebut sudah tidak terawat lagi. Hal itu membuat saya sedih sekali. Perilaku orang Indonesia terhadap kebudayaan yang beragam ini pun juga mengkhawatirkan. Hampir tidak ada rasa keingintahuan terhadap budaya nusantara kita. Terlihat dari jumlah pengunjung museum yang kebanyakan justru orang asing yang mengunjungi museum tersebut. Seain itu, penggunaan bahasa daerah atau bahasa Ibu sekarang sudah mulai jarang digunakan, hal itu terlihat dan saya alami sendiri keti-

219


ka saya mengenyam pendidikan di kampung halaman saya, di Lampung, 2 tahun yang lalu. Betapa tidak, meskipun sudah ada pelajaran bahasa daerah di dalam kurikulum, namun pada kenyataannya penggunaan bahasa daerah dianggap kuno, bahkan hal itu hanya digunakan oleh segelintir kaum yang masih memiliki adat yang kuat saja di keluarganya. Bahasa Daerah saja hampir punah di kalangan sendiri, bagaimana dengan segudang kekayaan budaya yang tersimpan didalamnya? Hal itu sudah menjadi ancaman yang nyata di depan kita semua, akan punahnya wawasan kebudayaan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Jangan sampai kelak kebudayaan Indonesia punah atau bahkan “dicuri� oleh bangsa lain akibat kelalaian bagsa kita sendiri. Harapan saya, kedepannya nanti Indonesia akan menjadi salah satu negara yang maju dan makmur dengan keberagaman budaya yang elok yang menghias seantero negeri jamrud khatulistiwa ini. Saya harap, Bapak dapat mengangkat kembali budaya Indonesia yag hampir “tenggelam� di ranah kita sendiri. Sekian surat dari saya, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Irnanda Mas Putri, SMA Taruna Nusantara

220


Bandung, 28 Februari 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Dengan hormat, Nama saya adalah Iyit Benusia, umur saya 16 tahun. Saya adalah siswi kelas XI-IPA di SMAK 1 BPK Penabur Bandung. Saya ingin mengungkapkan salah satu pendapat saya mengenai masalah jumlah mata pelajaran wajib di Indonesia. Seperti yang kita semua ketahui, jumlah mata pelajaran wajib di Indonesia banyak. Pada setiap tingkatan pendidikan, jumlah mata pelajaran wajib di Indonesia mencapai belasan mata pelajaran. Contohnya : matematika, pendidikan agama, kesenian, dan lain sebagainya. Di samping itu, tidak ada pembedaan antara mata pelajaran wajib dan pilihan. Berbeda dengan Indonesia, beberapa negara maju di dunia memiliki jumlah mata pelajaran wajib yang relatif sedikit. Jumlahnya sekitar 4-6 mata pelajaran dan meliputi pelajaran umum saja, contohnya matematika, bahasa Inggris, Pkn, dan lain-lain. Mata pelajaran sisanya, seperti kesenian, biologi, dan lain sebagainya dimasukkan sebagai mata pelajaran pilihan yang boleh dipilih oleh para siswa secara bebas berdasarkan ketertarikan dan minatnya. Padahal bila kita tinjau dari sisi efektivitas pembelajaran. Saya merasa bahwa pendidikan dengan jumlah mata pelajaran wajib yang lebih sedikit dan adanya pembagian antara mata pelajaran wajib serta pilihan akan lebih efektif. Dengan jumlah pelajaran wajib yang sedikit, maka setiap orang bisa mendapatkan kesempatan untuk menekuni apa yang menjadi ketertarikannya melalui mata pelajaran pilihan atau waktu luang yang ia miliki. Bila seorang A memiliki ketertarikan di bidang fisika, ia akan punya waktu lebih banyak dan konsentrasi yang lebih untuk menekuni bidang fisika. Mengapa bisa demikian? Karena si A tidak perlu mempersingkat waktu belajar fisikanya untuk belajar biologi. Menurut saya, sebagai manusia kita tidak harus bisa mempelajari

221


atau melakukan segala hal, sebab setiap dari kita memiliki hobi dan talenta masing-masing. Memang sitem pendidikan kuno yaitu menuntut ilmu sebanyak-banyaknya adalah hal yang baik. Kita memang perlu memiliki pengetahuan yang luas. Tapi, hal itu tidak berarti kita harus mempelajari satu per satu hal tersebut secara rinci. Kita tetap bisa mendapatkan ilmunya dengan membaca buku atau mendapatkan informasinya melalui media lain. Dengan demikian, akan ada kesempatan lebih untuk kita menekuni bidang yang kita inginkan sehingga pembelajaran kita terpusat dan membuat peluang majunya suatu bidang jadi lebih besar. Hal ini tentu berbeda bila kita dipaksa untuk mempelajari sesuatu. Kita akan sulit melakukan suatu hal yang tidak kita sukai dengan senang hati. Selain membuat kita tidak dapat fokus dan tidak berkonsentrasi dalam mengerjakan satu hal, mata pelajaran wajib yang banyak pun membuat kita sulit menentukan cita-cita kita dan mau jadi apa kita akibat tidak terarahnya pendidikan sejak kecil. Tujuan sebuah negara memajukan pendidikannya adalah agar kondisi pemerintahan negara tersebut lebih maju. Bila kita melakukan sesuatu secara terpusat, kita akan lebih terfokus dan berusaha melakukan yang terbaik bagi hal tersebut, apalagi bila hal yang dimaksud adalah sesuatu yang kita sukai dan menarik minat kita. Dengan demikian, otomatis di setiap bidang akan memiliki sumber daya manusia yang amat berkualitas. Kesuksesan yang diraih oleh setiap bidang otomatis akan mempengaruhi kemajuan negara dalam berbagai bidang. Demikianlah surat saya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Akan sangat bijak apabila Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayan RI dapat mempertimbangan apa yang telah saya coba nyatakan melalui surat ini. Terima kasih atas perhatian Bapak. Hormat saya,

Iyit Benusia, SMAK 1 BPK Penabur Bandung

222


Kepada Yth. Menteri Pendidikan Di tempat

Dengan hormat, Saya adalah seorang siswa sekolah swasta yang baru menginjak usia 17 tahun. Semenjak memasuki jenjang SMA, saya lebih memerhatikan isu-isu dalam negeri terutama di bidang pendidikan. Menurut saya, pendidikan hal paling mendasar bagi setiap perkembangan. Pendidikan mencakup semua sektor kehidupan; ekonomi, teknologi, politik, sosial, dll. Kita terus bermimpi suatu hari Indonesia dapat menjadi negara maju seperti Amerika. Hal itu hanya dapat dicapai bila pendidikan di Indonesia sudah stabil. Negara dengan fondasi pendidikan yang kuat adalah negara yang dapat mengatur dan mengembangkan sektor-sektor kehidupan dengan baik. Saya merasa prihatin dengan sistem pendidikan Indonesia yang tidak menunjukan perubahan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini. Banyak berita serta artikel di koran dan media massa yang menggambarkan betapa sulitnya anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak dari mereka tidak mendapatkan fasilitas yang layak (lokasi sekolah yang sulit dijangkau, keadaan sekolah yang tidak layak, tidak adanya guru dan buku pelajaran, dll.) untuk menunjang proses belajar mengajar di daerahnya, terutama daerah terpelosok. Memang sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia. Namun sebagai seorang pelajar, saya tidak merasa hal itu membawa dampak yang cukup besar pada pendidikan Indonesia. Menurut APBN Indonesia, terdapat peningkatan dana pendidikan menjadi 20% dimulai dari tahun 2009. Ini merupakan langkah tepat untuk menyelesaikan masalah dana pendidikan yang kurang untuk memfasilitasi sekolah-sekolah yang kekurangan. Kenaikan anggaran menjadi 20% bukanlah jumlah yang sedikit. Namun saya melihat bahwa peringkat pen-

223


didikan di Indonesia tidak berbanding lurus dengan pengeluaran di APBN. Menurut data dari UNESCO PBB, tingkat pendidikan di Indonesia bukan hanya tidak berkembang, tetapi menurun. Ini berarti dana tambahan yang diberikan negara belum digunakan dengan efektif untuk meningkatkan taraf pendidikan Indonesia. Masalah lain adalah dengan kualitas pendidikan. Saya melihat bahwa pemerintah sudah berusaha memberikan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui program BOS. Namun masalah kembali timbul ketika kualitas materi yang diajarkan berada di bawah standar pendidikan. Hanya sekedar membuka sekolah baru bagi masyarakat kurang mampu tidak akan meningkatkan pendidikan Indonesia. Kualitas yang rendah tidak akan membawa perkembangan yang signifikan walaupun diimbangi dengan kuantitas yang menjanjikan. Belum lagi ditambah masalah pemerataan pendidikan di Indonesia. Penyebaran pendidikan di pinggiran kota tidaklah cukup. Masih banyak wilayah pedalaman yang tidak memiliki fasilistas pendidikan untuk warganya, bahkan pendidikan dasar sekalipun. Hal ini sepatutnya menjadi perkitaan Bapak dalam membuat solusi mengenai kebijakan pendidikan di masa mendatang. Banyaknya keluhan dan protes dari warga yang bersangkutan menunjukan bahwa mereka ingin menimba ilmu dan menuntut pemerintah untuk melakukan sesuatu. Hal yang paling tepat dilakukan oleh pemerintah adalah untuk mendukung hal tersebut dengan menyediakan sarana dan prasarana yang pantas. Hal ini juga sejalan dengan hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak Sekian surat dari saya. Besar harapan saya untuk melihat adanya perubahan dan solusi baru mengenai masalah pendidikan di Indonesia sekarang. Hormat saya,

Jeanne Sanjaya Awaluddin, SMAK 1 BPK Penabur Bandung

224


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Saya pelajar di SMAN 1 Lewa, Sumba, NTT ingin menyampaikan secara langsung kepada presiden RI mengenai kondisi dan keadaan pendidikan sekolah menegah atas ( SMA ) di kabupaten Sumba Timor Khususnya SMAN 1 Lewa. Ada banyak hal yang perlu saya sampaikan diantaranya adalah mengenai keadaan sekolah yang begitu terbelakang dibanding dengan sekolah – sekolah yang berada di daerah lain. Keterbelakangan tersebut dilihat dari kurangnya fasilitas pendudkuang seperti : perpustakaan, laboratorium IPA., Lab. Komputer, sarana olahraga dan jumlah perpustakaan serta internet. Oleh karena kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran maka peluang belajar bagi peserta didik hanya sedikit, semata – mata hanya memperooleh ilmu pengetahuan dari guru mata pelajaran sehingga ilmu pengetahuan yang didapat masih sempit. Ruang belajar yang masih di bawah standar Naional, membuat peserta didik merasa tidak nyaman ddan cepat bosan berada di dalam kelas. Sehingga pada waktu proses kegiatan belajar mengajar ( KBM ) berlangsung peserta didik keluar dari kelas dengan sesuka hati tanpa alasan tertentu. Bahkan ada peserta didik yang bolos pada waktu proses KBM berlangsung. Dilihat dari pat persentase yang rendah di NTT. Dari masalah tersebut jelas terlihat pada persentase kelulusan tingkat SMA , SMAN 1 Lewa mendapat persentase yang tergolong rendah di NTT. Dari keterbatasan tersebut kami merasa di diskriminasi oleh fasilitas pendukung pembelajaran dengan sekolah tingkat SMA di daerah lainnya di kepulauan Jawa. Kami sangat berharap untuk bisa setara bertaraf dengan sekolah – sekolah di kepulauan Jawa baik dari segi ilmu pengetahuan, fasilitas pendukung pembelajaraan serta prestasi. Maka dari itu kami memohon bantuan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

225


agar kami bisa maju dan meningkat demi tercapauinya cita – cita menjadi anak bangsa yang berkualitas, berprestasi , berkreasi dan berkarakter. Menteri Pendidilkan yang saya hormati, itulah suara hati dan cita – coita kami di lembaga SMAN 1 Lewa, saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan saya ucapkan terima kasih. Hormat saya,

Jemsi Njurumana, SMAN 1 Lewa.

226


Kepada Yth: Mentri Pendidikan Nasional RI Bapak Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamu’alaiku warahmatullahi wabarakatuh‌ Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan berbagai kenikmatan kepada kita, sehingga kita masih dapat menggunakan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Sholawat dan salam kita hanturkan keharibaan nabi besar Muhammad saw. Dialah manusia yang patut di contoh dalam segalah hal, termasuk pendidikan. Pendidikan akan maju ketika guru yang mendidik itu ikhlas dalam mengajarkan pendidikan, karena dengan keikhlasan dan kesungguhan, sang guru akan mudah untuk memahami muridnya. Bapak mentri pendidikan yang saya muliakan, dalam Forum Pelajar ini, saya ingin memberikan usulan kepada bapak yang berhubungan dengan pendidikan di negeri kita tercinta ini. Setelah dilihat lihat, banyak pelajar yang apabila sudah tamat sekolah, bingung mau kemana. Alangkah lebih baiknya apabila di sekolah dibuat semacam jurusan jurusan, selama ini yang kita ketahui adalah jurusan IPA dan IPS, nah bagaimana kalau ditambah lagi jurusannya, seperti Keagamaan. yang mana dengan itu orang akan tahu jurusan mana yang sesuai dengan dirinya, karena tidak semua orang jurusannya sama, dengan itu para siswa sudah mempunyai persiapan untuk kuliah atau ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memang di sekolah suasta biasanya ada jurusan keagamaan, tetapi bagaimana dengan pelajar yang di sekolah negeri?, padahal kemampuannya di jurusan keagamaan. Demikianlah usulan yang dapat saya berikan kepada bapak mentri pendidikan. Semoga pendidikan di Indonesia ini maju berkat semangat

227


para pelajar Indonesia. Sabar, ikhlas, dan kesungguhan guru dalam mendidik sangatlah di butuhkan, demi kelancaran pendidikan bersama. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh‌.. Hormat saya

Juanda Akbar Bintari, MA Ponpes Dempo Darul Mutaqien

228


Messawa, 7 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Dengan hormat, Melalui surat ini saya selaku siswa SMA katolik messawa sangat berbangga hati terhadap perkembangan ilmu pengetahuan generasi muda Indonesia saat ini khususnya dikalangan para pelajar tingkat tinggi. Akhir-akhir ini sudah mulai beredar berita-berita tentang perakitan mobil yang dilakukan oleh para pelajar SMK di Indonesia terlebih khusus SMK di Solo. Hal ini menandakan bahwa para pelajar indonesia juga bisa berkarya. Melalui karya anak bangsa inilah yang akhirnya bangsa kita juga bisa Go Internasional. Namun di luar dari itu masih ada keprihatinan saya terhadap masalah dalam dunia pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yang beraneka ragam. Mulai dari sederhana maupun kompleks. Beberapa fakta membuktikan bahwa ada beberapa masalah pendidikan yang dialami bangsa Indonesia saat ini, yaitu: Pertama. Muncul perilaku negatif siswa. Di kalangan pendidik saat ini telah melakukan langkah secara kontinu dan terus-menerus agar perilaku negatif siswa dapat diminimalisir. Tetapi hal tersebut ternyata belum dapat memberikan solusi dengan maksimal perilaku negatif tersebut. Kedua. Sudah mulai muncul berita, tentang tawuran antar pelajar, baik itu dari televisi maupun dari majalah. Hal tersebut terjadi karena adanya konflik dari kedua kubu pelajar tersebut. Hebatnya lagi, para pelajar ini membawa benda tajam yang digunakan untuk “berperang� dengan tujuan yang tidak jelas. Dalam aksi ini yang akhirnya menimbulkan perilaku menyimpang dalam kalangan masyarakat. Dalam permasalahan ini saya tentunya berharap agar bapak bisa menindaklanjuti dengan pi-

229


hak sekolah masing-masing dengan baik agar siswa yang terlibat tawuran tersebut agar mendapat pembinaan lebih baik dan lebih tegas. Ketiga. Minimnya kesadaran bagi siswa untuk berbuat yang lebih baik. Dalam sistem pendidikan nasional saat ini, banyak siswa yang tidak lagi menghormati dan menghargai hak asasi sebagai siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak bisa tumbuh dalam kemanusiaannya sebagai subjek, melainkan banyak siswa yang telah menjadi objek demi kepentingan ideologi, politik, industri, dan bisnis. Jadi dari ketiga permasalahan diatas, saya berharap agar dalam dunia pendidikan di Indonesia, bapak bisa menuntaskan segala permasalahan yang dihadapi oleh kaum pelajar Indonesia saat ini. Demikian surat dari saya, semoga isi surat ini dapat dijadikan sebagai patokan untuk membangun dan menigkatkan pendidikan berkarakter. Hormat saya,

Julian Sundunglangi, SMA Katolik Messawa Mamasa

230


Jakarta, 18 Maret 2012 Yth. Bapak Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bpk. Muhammad Nuh Di tempat

Salam hormat, Apa kabar bapak? Saya harap bapak senantiasa dalam keadaan sehat dan dirahmati Allah SWT, perkenalkan nama saya Kenny Ivanzaky Augusta, saya sering sekali bertemu bapak dalam upacara-upacara kenegaraan serta acara-acara pergerakan nasional, namun untuk masalah berbicara langsung dan berpapasan langsung saya belum pernah mengalaminya. Melalui surat ini saya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai salah seorang pemuda yang berpartisiasi dalam kemajuan revolusi bangsa. Seperti kita ketahui peran pemuda saat ini dalam rencana pembangunan bangsa sangat besar, namun terkadang kecintaan pemuda terhadap budaya budaya Indonesia sangat kecil. Hal itu yang membuat banyak budaya kita diklaim oleh negara lain. Namun terkadang pemuda kurang mendapatkan ruang untuk andil dalam menyampaikan aspirasi mereka, hal ini bukan sepenuhnya salah pemerintah, tetapi kurangnya sosialisasi kepada pemuda tidak bisa dipungkiri menjadi factor yang berpengaruh. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kurangnya pemerintah dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang kebudayaan serta seminar-seminar menarik yang dapat menarik minat mereka agar pemuda lebih diberikan peran dalam menjaga kebudayaan-kebudayaannya tersebut. Kelemahan lain ialah rendahnya pendidikan yang dimiliki rakyat Indonesia sehingga menyulitkan mereka untuk mengetahui, melihat bahkan mengenal kebudayaan tersebut. Untuk masalah yang satu ini saya sarankan agar pemerintah cepat mengesahkan budaya-budaya tersebut dan membuat pelajaran/studi yang membahas semua kebudayaan-kebudayaan yang pernah dimiliki Indonesia, bukan hanya mempelajari sejarah singkatnya saja tapi lebih mendetail agar semua aspek masyarakat mau menjaganya karena jika mereka tau mereka akan menjaga dan mem-

231


banggakannya. Selanjutnya saya akan membahas masalah pendidikan yang belakangan semakin maju seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia ini. Menurut saya hal tersebut baik namun ada baiknya jika kita juga menerapkan didaerah-daerah secara bertahap agar pendidikan kita tidak maju diperkotaan saja namun disegala lapisan masyarakat. Akibatnya rakyatpun akan semakin cerdas dan semakin maju karena usaha-usaha tersebut. Hal itulah yang akan membuat mereka bangga akan kebudayaannya bangga akan ilmu yang dimilikinya dan bangga atas kualitas pendidikan yang ia dapatkan. Ada baiknya jika seluruh elemen masyarakat dan organisasi bergabung, khususnya yang terlibat dalam masalah pendidikan untuk lebih ambil bagian yang dalam untuk menyelesaikan masalah kurang meratanya kualitas pendidikan di Indonesia. Sehingga masalah-masalah kecil itu dapat teratasi dan meratanya kualitas pendidikan di Indonesia dapat terwujud dengan digalangnya usaha-usaha yang menunjang untuk kegiatan tersebut. Sekian surat dari saya, atas kesediaan bapak untuk membaca dan memahami saya ucapkan terimakasih. Salam Hormat

Kenny Ivanzaky Augusta, SMAN 42 Jakarta

232


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Salam Sejahtera, Pertama-tama perkenalkan nama saya Keren Hapukh Meirysary saya sebagai perwakilan suara pelajar yang ada di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi sedikit saran dan pandangan saya tentang Pendidikan di Indonesia. Di zaman sekarang banyak sekali kurangnya sarana pendidikan terutama di daerah perdesaan. Jujur, saya sebagai anak kota yang pernah bersekolah di desa sangat merasakan perbedaan fasilitas-fasilitas yang ada di desa dan di kota. Yang menyebabkan saya dan mungkin juga hampir seluruh anak-anak di desa kurang mendapat fasilitas yang layak dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Padahal menurut saya anak-anak yang tinggal di desa mempunyai kemampuan yang sama dengan anak kota dalam pembelajaran, karena mereka mempunyai semangat belajar yang kuat. Tapi, karena terbatasnya ekonomi dan fasilitas pembelajaran yang minim menghambat mereka untuk belajar dengan nyaman, sangat menyedihkan bagi saya. Saya sebagian segelintir pelajar yang ada di Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan, ingin memberikan suara saya.Banyak sekali pelajar-pelajar berbakat dan berprestasi yang di banggakan akan tetapi mereka banyak yang tidak di perhatikan? Banyak pihak-pihak sekolah yang mengutamakan orang-orang terdekat yang di perhatikan, atau orang-orang yang golongan atas saja. Menurut saya, Pendidikan merupakan suatu kemewahan bagi sebagian masyarakat Indonesia dan terdapat 1,5 juta remaja usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena alasan keterbatasan ekonomi. Padahal pendidikan merupakan kunci dari pembangunan dan pembentukan calon pemimpin masa depan yang berkualitas yang diharap mampu menghadapi tantangan-tantangan era globalisasi. Dan juga Akademi tidak hanya mengedepankan pendidikan akademis namun juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, toleransi dan kesadaran sosial yang diperlukan untuk membentuk pemimpin masa depan Indonesia.

233


Saya kira bapak, dapat membantu anak-anak di indoesia yang tercinta ini. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Semoga bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sehat selalu dan lancar melaksanakan tugas-tugasnya. Terima kasih,

Keren Hapukh Meirysary, SMAN 2 Kuala Kapuas

234


Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tempat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya saya mohon maaf karena telah lancang mengirimkan surat ini kepada Bapak. Saya sebagai pelajar Garut akan menyampaikan aspirasi mengenai peran serta pemerintah dalam pendidikan yang belum optimal. Menurut saya Pak peran pemerintah di dunia pendidikan masih minim terutama ke sekolah-sekolah terpencil. Apakah Bapak tidak melihat atap-atap sekolah yang roboh? Bangunan sekolah yang sudah rusak dan tidak layak digunakan? Apakah ada tindakan untuk merenovasinya? Ya, mungkin ada. Tapi kapan Pak? Bukankah anggaran untuk pendidikan sudah disediakan? Mengapa sulit sekali mengeluarkan dana untuk kepentingan masyarakat terutama dalam hal pendidikan? Padahal disini masyarakat membutuhkan pendidikan. Jika pendidikan tidak dimulai sejak dini mau jadi apa masyarakat Indonesia Pak? Bukannya Indonesia membutukan sumber daya manusia-sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas? Bagaimana masyarakat menjadi bermutu dan berkualitas apabila tidak disediakan fasilitas? Oleh karena itu, saya berharap dilakukannya renovasi di sekolahsekolah terpencil karena ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan Pak. Kemudian menyediakan fasilitas yang sepantasnya supaya masyarakat menjadi bermutu dan berkualitas serta memeratakan pendidikan diantara kota dan desa. Semoga kegiatan tersebut dapat terealisasi, saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada Bapak apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dari Penerusmu, Keukeu Firda Lestari, SMKN 1 Garut

235


Assalamualaikum wr. Wb Bapak Muhammad Nuh yang saya banggakan, saya berdoa kepada Allah SWT agar bapak dilimpahkan kesehatan serta rahmat Nya. Perkenalkan pak, saya Kharis Dwi Irpan, siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara. Saya ingin mengutarakan pikiran dan gagasan saya tentang pentingnya bangga terhadap budaya Indonesia. Saya melihat kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budaya daerahnya sendiri belum tinggi. Beberapa contoh, remaja di Indonesia mulai meninggalkan budayanya sendiri. Saya sendiri adalah penggerak dari kebudayaan daerah Lampung, dan kebetulan saya juga orang asli Lampung. Banyak sekali yang saya perhatikan, remaja pada umumnya menolak budayanya karena dianggap telah tertinggal zaman. Saya juga pernah mendapat cemoohan dari remaja di sekitar saya, mengapa terlalu mencintai budaya Lampung? Saya juga sering dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Biasanya saya hanya menjawab, ‘kan saya orang asli Lampung, kalau bukan saya yang melestarikannya, siapa lagi? Namun saya tidak pernah berkecil hati untuk memajukan dan memperkenalkan budaya Lampung. Sebagai pecinta budaya Lampung, saya akan meneruskan budaya Lampung sampai kapanpun. Kebanyakan remaja sekarang tidak peduli dengan adat daerahnya sendiri. Bahkan kebanyakan apabila ditanya tentang adat daerahnya sendiri, tidak mengetahuinya. Kendala yang sering dihadapi oleh para pecinta budaya untuk memajukan kebudayaan daerahnya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Seperti misalnya banyaknya yang kurang mengetahui tentang kebudayaannya sendiri. Maka solusi saya adalah perhatian dari pemerintah untuk mengenalkan dan menggandeng semua pecinta budaya agar budaya mendapat perhatian lebih oleh masyarakat. Demikianlah surat saya, apabila ada kekurangan, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, pak. Atas perhatian bapak saya ucapkan terimakasih Wassalamualaikum wr. wb

Kharis Dwi Irpan, SMA Taruna Nusantara

236


Medan, 22 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Bapak Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada saya untuk menulis surat ini, dan juga memberikan kesehatan dan kesempatan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membaca surat dari saya ini. Saya berharap semoga bapak dan keluarga di sana dalam keadaan sehat wal’afiat. Amin ya rabbal alamin. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, perkenalkan nama saya Khavieza Siregar. Saya bersekolah di RSMABIM Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumatera Utara. Dan sekarang saya sudah duduk di bangku kelas 2 SMA. Dengan diadakannya forum pelajar se-Indonesia ini, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menyampaikan aspirasi saya yang insya Allah bisa mengurangi beberapa masalah yang sedang terjadi di lapangan saat ini. Fakta yang saya lihat saat ini adalah banyak sekali para pelajar Indonesia yang terjebak dalam dunia “Game Online�. Di sini saya ingin memberikan beberapa masukan terhadap masalah ini. Saya pikir ada baiknya jikalau setiap pemerintah daerah membuat peraturan baru kepada setiap sekolah se-Indonesia. Contohnya, sepulang sekolah diadakan kegiatan tambahan yang bermanfaat dan menyenangkan seperti Go Green, pramuka, paskibra, les tari, les musik, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan positif lainnya yang menyenangkan. Dan ada baiknya juga bila pemerintah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan seperti studio musik, sanggar tari, dll. Setiap pelajar juga diwajibkan mengikuti salah satu atau lebih dari kegiatan tersebut. Jika ini terlaksanakan, banyak sekali manfaat yang kita peroleh. Contohnya adalah para pelajar sepulang sekolah tidak lagi bepergian ke warnet, bakat

237


seni yang mereka pendam selama ini bisa tersalurkan dan mungkin bisa menghidupkan kembali nama anak bangsa Indonesia. Dan yang terpenting adalah uang yang selama ini mereka pakai untuk membayar warnet berjam-jam bisa ditabung untuk keperluan masa depan, atau mungkin bisa juga dibayarkan untuk iuran dari kegiatan yang saya sarankan di atas. Bapak Menteri Pendidikan yang baik hati, mungkin ini sajalah yang bisa saya sampaikan. Saya berharap semoga masukan dari saya ini dapat diterima dengan baik oleh bapak dan bisa terlaksanakan agar bangsa Indonesia kita ini bisa lebih maju lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada bapak atas waktunya untuk membaca surat saya ini, bila ada kesalahan kata mohon dimaafkan. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan hormat,

Khavieza Siregar, SMA BIM YPSA Medan

238


Kalangan, 24 Maret 2012 Kepada Yth: Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Assalamualaikum wr. wb. Halo, apa kabar pak? Semoga Yang Mahakuasa senantiasa memberikan kesehatan dan semangat kepada Bapak dalam menjalankan tugas negara. Perkenalkan, saya Kris Saputri, seorang remaja berusia tujuh belas tahun yang dibesarkan di daerah pesisir, dan berbaur dengan beragam budaya. Sebagian masyarakat Indonesia telah mengetahui bahwa mewujudkan pendidikan dasar untuk semua adalah poin kedua MDG’s. Bahkan setelah program wajar 9 tahun, pemerintah berupaya menjalankan wajar 12 tahun. Namun, saya merasa bahwa zaman sekarang masih banyak pelajar Indonesia yang kurang memaknai arti penting sekolah. Terlepas dari orangtua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya, tetapi banyak juga anak yang bermalas-malasan untuk sekolah. Sekolah yang belum mampu mengkoordinir kemampuan siswanya, kasus tawuran yang sering menghiasi wajah pendidikan Indonesia, dan masih banyak masalah lainnya. Padahal pendidikan adalah faktor penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Saat saya berkunjung ke kantor Bapak beberapa bulan yang lalu, sayang sekali rasanya tidak bisa langsung berkomunikasi dengan Bapak. Saya ingin sekali bisa menumbuhkan minat baca sejak dini kepada orang-orang disekitar saya. Namun, saya sangat miris karena kabupaten saya tidak memiliki perpustakaan kabupaten. Meskipun di sekolah ada pepustakaan, anak-anak lebih suka bermain games di warnet, padahal mereka bisa membaca buku-buku sekolah elektronik, atau menjelajah dunia dengan berinternet sehat.

239


Semoga bukan hanya bersekolah yang menjadi budaya tetapi mari kita wujudkan sekolah yang berbudaya adalah sekolah di Indonesia.

Kris Saputri, SMAN 1 (PLUS) Matauli Pandan Medan

240


Yogyakarta, 24 Maret 2012 Kepada Yth: Menteri Pendidikan Republik Indonesia Di Indonesia

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Bapak Muhammad Nuh yang saya hormati, perkenalkan saya Lana Nurani Nan Suci, salah satu pelajar kota Yogyakarta. Sebagai pelajar saya kurang nyaman dengan system pendidikan Indonesia pak. Harus banyak pelajaran yang harus saya pelajari dan kuasai. Terkadang saya stress untuk belajar. Dengan system seperti itu, saya merasa kurang bisa maksimal mempelajari suatu bidang ilmu. Semua hanya saya dapat setengahsetengah. Tidak mendalam. Jikapun ada yang saya perdalam harus mengorbankan beberapa mata peajaran untuk tidak di pelajari. Menurut saya hal itu kurang adil karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila pemuda dan pelajar Indonesia fokus belajar dengan mata pelajaran yang ia suka dan minati, maka saya rasa hasilnya akan maksimal, dan Indonesia bisa menjadi Negara berkemajuan yang lebih baik. Tolong kami untuk dapat berkontribusi untuk Negara kaya ini pak. Terima kasih, semangat perubahan, untuk Indonesia lebih baik. Wassalamu’alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh Hormat Kami,

Lana Nurani Nan Suci, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta

241


Batang, 17 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb Dengan hormat, Perkenankan nama saya Lathifun Ghofur Fathurrahman, siswa dari SMA Negeri 1 Batang, Provinsi Jawa Tengah. Surat kepada Bapak ini berkaitan dengan aspirasi dan suara hati saya mengenai Sistem Ujian Nasional. Ujian Nasional merupakan suatu indikator dari akhir proses pembelajaran disekolah yang rutin dilaksanakan pertahun atau bisa disebut sebagai evalauasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia. Dua tahun terakhir ini, sistem kelulusan Ujian Nasional mengikut sertakan perolehan nilai semester 1-5 yang ada di rapor dengan bobot 40% atau 0,4. Sedangkan hasil Ujian Nasional untuk mata pelajaran Utama (Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris) dengan bobot 60% atau 0,6. Walaupun demikian, Ujian Nasional masih tetap mengkhawatirkan siswa, orang tua, guru, dan pejabat setempat karena sistem Ujian Nasional yang sekarang tidak mengadakan ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus. Oleh karena itu kami mengusulkan untuk tetap diadakan ujian nasional ulangan agar kualitas dan kuantitas kelulusan meningkat dengan perolehan nilai maksimal sama dengan batas kelulusan atau 5,5 persyaratan lulus atau tidak ada nilai mata pelajaran dibawah 4,25. Jadi nilai Ujian Ulangan tidak menyamai nilai hasil Ujian Utama. Dengan begitu dapat menekan jumlah ketidak lulusan siswa dan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bukan hanya itu, batas kelulusan yang

242


sama setiap mata pelajaran juga sangat membebani karena karakteristik masing masing mata pelajaran dan kemampuan peserta didik tidaklah sama itu semua tidak adil karena peserta didik dituntut melebihi kapasitas kemampuan maksimalnya. Dari uraian diatas kami mohon Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat memperbaiki sistem pelaksanaan ujian nasional sehingga hakikatnya pendidikan di Indonesia semakin maju dan semakin bermutu. Sekian aspirasi dan suara hati saya dan masyarakat Indonesia tentunya, atas perhatian Bapak diucapkan teriamakasih. Wassalamualaikum Wr. Wb. Hormat Saya

Lathifun Ghofur Fathurrahman, SMAN 1 Batang

243


Bangko, 22 Maret 2012 Kepada yang Terhormat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, di tempat

Dengan hormat, Saya adalah salah seorang siswi dari SMA Negeri 1 Merangin, Bangko, Jambi. Bersama surat ini saya mewakili teman-teman yang lain yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menuliskan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ingin menyampaikan suara hati dan harapan sebagai seorang pelajar. Beberapa bulan yang lalu, kita bersama telah melihat salah satu potret masih minimnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan negeri ini. Teman-teman yang ada di Desa Sangiang Tanjung, Lebak, Banten rela mempertahankan nyawa mereka menyeberangi sungai Ciberang demi dapat bersekolah. Mereka memiliki semangat yang luar biasa untuk menuntut ilmu, dengan hanya menggunakan seutas tali dari jembatan yang putus mereka tidak takut melewati sungai deras di bawahnya. Berita ini telah tersebar ke dunia Internasional melalui Daily Mail, Media Inggris. Terekspose ke dunia sebenarnya sangat menampar wajah pemerintah dan warga Indonesia yang seharusnya bertanggung jawab akan masalah tersebut. Banyak orang-orang yang meninggalkan pesan di artikel tersebut, mereka mengatakan pemerintahan mereka akan sangat pontangpanting apabila hal tersebut terjadi di negara mereka. Dengan terjadinya hal tersebut, semoga Pemerintah dapat tersadarkan dari tidur lelap akan pendidikan di Indonesia. Sebenarnya masalah seperti itu tidak sepenuhnya salah pemerintah karena diperlukan pula peran aktif dari masyarakat agar cepat tanggap terhadap persoalan yang ada di lingkunga mereka. Saya sebagai salah satu pelajar Indonesia hanya bisa berharap semoga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bisa lebih memperhatikan lagi pendidikan di negeri ini, agar Indonesia tidak semakin jauh tertinggal dari negara-negara berkembang lainnya.

244


Mungkin hanya demikian surat yang dapat saya tulis untuk Bapak, apabila ada kata-kata yang tidak sopan dan kurang berkenan saya haturkan permohonan maaf. Terimakasih, Hormat Saya,

Lidia Purnama Sari, SMAN 1 Merangin

245


22 Desember 2011 Nomor

: 003/SMA.02/2011

Lampiran

: Surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Hal

: Penyampaian Aspirasi Pelajar Indonesia

Yth.

Bapak Muhammad Nuh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Dengan hormat, Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Perkenalkan nama saya “Muhammad Hauzan Fadlurrahman”. Saya adalah siswa SMA N 2 Padang. Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang “Pengaruh Telepon Selular dalam Proses Belajar Mengajar”. Bapak Menteri yang saya hormati. Telepon selular atau ponsel saat ini telah dimiliki oleh hampir semua siswa di Indonesia. Apalagi zaman sekarang ini pelajar Indonesia sudah banyak yang memakai ponsel yang lebih canggih seperti Blackberry. Akan tetapi, saat ini pelajar kita sudah terpengaruh oleh ponsel tersebut. Bahkan ada juga pelajar Indonesia yang menyimpan video atau gambar porno di ponselnya. Sebenarnya di beberapa sekolah telah dibuat peraturan untuk tidak membawa ponsel khususnya yang memiliki kamera dan Bluetooth. Namun, aturan tersebut tidak terlaksana dengan baik karena masih banyak siswa yang membawa ponsel tersebut ke sekolah. Untuk itu saya ingin mengusulkan kepada agar bisa mengontrol pemakaian ponsel ke sekolah. Dan pada kesempatan ini saya mengusulkan agar perlu dibuatkan sebuah “Lemari HP”

246


Setiap lokal di sekolah dibuatkan sebuah lemari kecil dan digantungkan pada dinding sekolah yang berfungsi untuk meletakkan HP siswa. Setiap harinya seluruh siswa wajib mengumpulkan HPnya selama PBM berlangsung. Siswa dilarang mengambil HPnya ketika PBM berlangsung dan hanya dapat mengambil HPnya pada waktu istirahat maupun pada jam pulang. Ini bertujuan agar siswa tidak terganggu dalam proses PBM oleh karen bunyi ponsel. Ada baiknya juga setiap guru yang mengajar di kelas itu juga meletakkan HPnya pada lemari tersebut sehingga dalam mengajar guru-guru tidak terganggu oleh bunyi telepon. Dengan demikian, setiap siswa boleh saja membawa HP ke sekolah. Asal HP tersebut diletakkan di lemari HP dan dimatikan. Saya juga berharap agar lemari HP ini ada di setiap lokal dan bukan sekedar sebagai pajangan kelas. Demikianlah surat ini saya sampaikan. Saya sangat berharap agar Bapak memperkenankan serta menerima apa yang saya tulis. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih. Salam Pelajar Indonesia

M. Hauzan Fadlurrahman, SMAN 2 Padang

247


Segeri, 17 Februari 2012 Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamu’alaikumWrWb, Dengan hormat. Sehubungan dengan adanya Kegiatan Forum Pelajar Indonesia saya salah satu dan perwakilan SMAN 1 Segeri dalam ajang ini ikut serta dan berpartisipasi guna membangun Negara Indonesia yang maju dan berkembang. Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah kawasan Bahari yang penuh dengan eksotika alam yang sangat besar dan luas. Tidak semua Negara mendapatkan karunia yang sama dengan Negara kita yang sangat melimpah ini, baik dari kawasan lautnya maupun daratannya. Hal ini memberikan peluang besar Negara kita agar bisa menjadi Negara yang berkembang pesat. Namun permasalahannya mengapa Indonesia kurang mampu mengelolanya untuk mendapatkan keuntungan sesaatnya saja. Mengapa tidak? SDA yang dihasilkan mampu membuat masyarakat Indonesia khususnya pesisir dan laut dapat hidup berkecukupan dan sejahtera, serta mengurangi angka kemiskinan. Akan tetapi yang nyata hanya orang kaya semakin kaya dan miskin menjadi miskin. Saya mengatakan hal tersebut tidak lain dan tidak bukan karena kondisi dan keadaan masyarakat. Namun seharusnya pemerintah harus memperhitungkan segala hal yang menjadi kebijakan bersama. Banyaknya SDA yang dikelola oleh Negara-negara tetangga menjadi bukti bahwa Indonesia belum bisa mencetak SDM yang berkualitas padahal kalau kita memperhitungkan hal tersebut, sebenarnya Indonesia dapat menjadi Negara maju. Namun, yang tampak masyarakat Indonesia hanya dapat menjadi buruh sampingan belaka. Sebaiknya masyarakat Indonesia

248


yang harus mengelola bahan yang telah disiapkan. Karena meski pun taraf pendidikan masyarakat kita dominan rendah kita dapat mengimbanginya dengan menggunakan system kerja relawan tapi pasti, yakni sistem kerja yang mengajarkan cara-cara mengelola sumber daya yang sesuai dengan perusahaan masing-masing. Jangan melihat jabatan tapi kinerjanya kedepan. Sehingga pekerja-pekerja mampu mandiri serta jarang/tidaksama sekali melakukan kecurangan seperti korupsi. Walaupun negera Indonesia tidak tergolong Negara maju, akan tetapi menurut pendapat saya Indonesia apabila mengikuti prosedur-prosedur yang baik bisa melampaui posisi Negara maju. Karena bukan dari posisi Negara tapi bagaimana kehidupan di dalam negaranya yang sejahtera dan merata serta selalu menjunjung tinggi budi pekerti dan luhur. Atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, saya ucapkan banyak terimakasih dan permohonan maaf saya karena hanya bisa mengkritik dan memberi saran. Akan tetapi sejujurnya saya sangat senang dan bangga karena kesempatan emas yang diberikan kepada saya. Sekalilagi terimakasih semoga kinerja pemerintah berjalan dengan lancar. Amien. Assalamu’alaikumWr.Wb., Salam hormat,

Macshur Tunggal, SMAN 1 Segeri

249


Denpasar, 23 Maret 2012 Yth. Bapak Muhammad Nuh di Jakarta

Dengan hormat, Ini pengalaman pertama saya menulis surat untuk Mentri Kebudayaan dan Pendidikan RI. Senang sekali rasanya saya berkesempatan untuk menulis langsung aspirasi saya terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan kepada Bapak. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak yang sudah memberikan saya dan teman- teman kesempatan untuk ikut terjun ke permasalahan negara khusunya kebudayaan. Bapak menteri yang saya hormati, saya ingin bercerita sedikit tentang daerah tempat tinggal saya. Saya lahir di kota Denpasar, Bali. Kota dan provinsi dimana pariwisata merupakan sektor yang cukup menunjang perekonomian daerah. Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengantarkan warga negara asing yang berasal dari India untuk berkeliling provinsi ini. Kesan yang saya dapat setelah bertemu mereka adalah, orang luar sangat tertarik dan menghargai keunikan serta keragaman yang dimiliki oleh Indonesia. Saya sangat bangga dengan hal itu karena masih banyak tempat wisata di dunia, tetapi mereka hanya memilih untuk datang ke negara ini. Tetapi rasa bangga saya diusik oleh kesedihan. Saya sebagai penerus bangsa merasa sedih karena masih banyak teman- teman saya dari daerah lain kurang menikmati kebudayaan daerah kami. Kebudayaan yang menjadi ciri khas daerah cukup sulit ditemukan, dan dapat dikatakan sudah hampir punah. Kesedihan saya ditambah lagi karena berita yang menyebutkan mulai punahnya bahasa daerah. Saya sebagai generasi muda memang merasa sekarang ini susah menemukan orang yang berkomunikasi menggunakan bahasa daerah mereka. Kalau bukan kita sebagai warga negara Indonesia siapa lagi yang akan menjaga seluruh kebudayaan tersebut. Padahal yang menjadi keragaman Indonesia adalah kebudayaanya, kebudayaan yang banyak dicari oleh orang- orang diluar negeri.

250


Untuk itu, saya ingin menyampaikan ide saya kepada Bapak. Di provinsi Bali setiap tahunnya diadakan pagelaran selama sebulan penuh yang disebut Pesta Kesenian Bali. Seperti namanya, event ini merupakan ajang untuk para pelaku seni menampilkan karya-karyanya. Bukan hanya dapat menjaga kebudayaan Bali, ajang ini juga dapat mempromosikan kebudayaan kita kepada wisatawan asing. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika provinsi- provinsi di Indonesia melaksanakan event yang sama tetapi mungkin dengan kemasan yang berbeda. Dengan begini para pelaku seni di Indonesia memiliki wadah yang dapat menampung aspirasi mereka di bidang seni, dan mungkin bisa menjadi pemasukan untuk kas daerah. Selain itu, ajang ini juga dapat melestarikan kebudayaan daerah di seluruh Indonesia. Bapak mentri yang saya hormati, terimakasih saya sampaikan karena Bapak sudah bersedia membaca surat saya. Saya sadar, mungkin ide saya ini hanya sekedar imajinasi anak- anak saja. Tetapi saya harap Bapak dapat menerima maksud dari ide saya. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan- kesalahan pada penulisan surat ini. Hormat saya, Anak Indonesia,

Made Pradnyaniti Chandra Dewi, SMAN 4 Denpasar

251


Bengkulu, 15 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Tempat

Dengan Hormat, Dengan iringan doa dan semoga bapak selalu sehat serta mendapat lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu berkarya dan mengabdi untuk bangsa ini. Perkenalkan pak, nama saya Magadalena Sidauruk. Saya duduk di bangku kelas XI IPA A di SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Sekolah saya termasuk sekolah terbaik di Provinsi Bengkulu. Tujuan utama saya masuk sekolah ini agar saya dapat bersaing dan dapat masuk ke perguruan tinggi negeri di Indonesia. Saat ini, saya sudah memikirkan nasib saya setelah tamat SMA. Apakah saya dapat masuk perguruan tinggi favorit dengan fakultas yang saya inginkan? atau sebaliknya? Kenyataan di dunia pendidikan saat ini sangatlah berbeda dengan era tahun 2000-an. Dulu, bagi siapa yang pintar, dapat mudah masuk universitas serta bisa mendapat beasiswa bahkan beasiswa penuh dari pihak universitas. Selain itu, biaya pendidikan masih sangat murah. Untuk masuk universitas favorit, cukup dengan tes tanpa adanya sogok menyogok. Kini pendidikan sudah dijadikan sebagai lahan bisnis bagi mereka yang mempunyai jabatan. Para pelajar yang tak berdaya harus melewati perjuangan berat untuk masuk ke universitas yang diinginkan. Jika tidak lulus, “apa boleh dikata, mungkin bukan rezeki. Lebih baik mencari jalan lain.� Itulah kata-kata yang banyak terucap dari pelajar yang tak beruang. Namun berbeda dengan siswa yang bermiliaran rupiah. Mereka bisa masuk ke universitas yang mereka inginkan dengan jalur yang mudah dan melewati jalan yang mulus. “siapa yang beruang, mereka yang berkuasa�. Bagaimana pendidikan bisa maju jika dipenuhi banyak lumpur yang busuk dan kotor? Tikus-tikus pun akan merajalela.

252


Selain itu, biaya pendidikan semakin lama, semakin mahal. Ba-nyak pelajar yang tidak mampu lebih memilih hidup dengan gelar tamatan SMA. Padahal banyak pelajar yang tidak mampu lebih pintar daripada mereka yang beruang. Beasiswa yang saat ini ditawarkan, ternyata tidak mencukupi untuk biaya kuliah ditambah dengan biaya hidup. Dan ternyata, jumlah kuota untuk menerima beasiswa sangatlah sedikit, dibandingkan jumlah kuota ‘jalan pintas’. Kita ketahui, jumlah pelajar yang tidak mampu lebih banyak daripada jumlah pelajar beruang. Bapak menteri yang terhormat, saat ini banyak sekali siswa berprestasi namun tidak memiliki biaya. Mereka ingin sekali masuk ke perguruan tinggi favorit yang menjadi idaman mereka. Siapa yang tidak ingin sekolah, pak? Semuanya mau sekolah. Namun, biaya sekolah yang terlalu mahal membuat mereka tidak mampu untuk dapat mengenyam pendidikan. Dimanakah saat ini letak keadilan? Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia bisa maju? Kualitas pendidikan saja tidak maju, apalagi kualitas sumber manusianya? Mohon maaf jikalau ada kata yang salah yang menyinggung perasaan bapak, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Hormat Saya,

Magdalena Sidauruk, SMAN 2 Kota Bengkulu

253


Morowali, 9 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Dengan Hormat! Assalamu Alaikum Wr. Wb., Dengan hormat, melalui surat ini saya sampaikan bahwa saya adalah siswa SMKN 1 Bungku Barat Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah. Dan nama saya adalah Mardiana yang berasal dari Wanasaba Pulau Sumbawa yang jauh di seberang sana di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Terima kasih kepada ISYF yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa menulis surat kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya banggakan ! Tentunya bapak paham betul bagaimana image Kementerian Pendidikan saat ini yang bapak di pimpin di mata masyarakat Indonesia saat ini. Alokasi dana pendidikan begitu melimpah, namun manajemennya kurang bermutu. Dana BOS, Dana BPP, Beasiswa dan lain-lain tidak tahu lari kemana pengembangannya. Bapak Menteri yang saya cintai ! Seharusnya bapak harus tahu keluh kesah pelajar Indonesia di pelosok. Morowali butuh anggaran pendidikan yang lebih besar. Kami ingin belajar seperti teman-teman yang ada di tanah jawa. Di lengkapi dengan fasiltas dan sarana yang memadai, utamanya IT. Kenapa kami harus membayar mahal untuk sebuah internet ? Bukankah internet sekolah sudah di tanggung oleh Pemerinta Pusat ? Bukankah Kementerian Pendidikan sudah menangani IT di sekolah-sekolah dengan nama Jaringan Pen-

254


didikan Nasional ? Tetapi mengapa, sekarang JARDIKNAS hanya sebuah nama ? Kami sudah tidak bisa internet di sekolah. Kami sudah kehilangan sumber informasi yang begitu penting untuk dunia pendidikan. Coba kita berkaca ke Negara tetangga seperti Malaysia dan India. Murid sekolah di Malaysia lebih pandai di bandingkan dengan gurunya, sehingga guru tersebut merasa malu dan berusaha lagi untuk belajar IT. India mengekspor tenaga ahli dalam bidang IT, bukan seperti Indonesia mengekspor pembantu rumah tangga yang tidak berbobot. Bapak Menteri yang saya cintai. Tentu Bapak mengerti kan apa yang saya masksud? Tolonglah bapak lebih memperhatikan bidang IT, supaya kedepan bangsa Indonesia di kenal karena teknologinya bukan karena korupsinya. Besar harapan saya untuk terpenuhinya permintaan saya. Terima kasih pak telah membaca suratku ini. Sekali lagi terima kasih pak. Wassalamu Alaikum Wr. Wb

M a r d i a n a, SMK Negeri 1 Bungku Barat

255


Segeri, 6 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di tempat

Assalamu’alaikum, wr.wb. Salam hormat, Melalui surat ini saya akan bercerita tentang harapan saya terhadap pendidikan di Indonesia. Sebagai seorang pelajar saya berharap agar pendidikan di negara kita menjadi lebih baik karena pendidikan adalah kunci kebangkitan dan kemajuan negara. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi-generasi dengan kualitas SDM yang memadai. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tak mengecap pendidikan? Membiarkan anak-anak usia sekolah menjadi gelandangan dan jauh dari kehidupan sekolah sama saja menghilangkan potensi yang ada pada mereka. Siapa yang pernah berpikir jika mereka diberikan pendidikan maka di antara mereka ada yang mampu menjadi pemimpin, guru, dokter, atau bahkan profesor yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa? Ada kalanya aku bermimpi jika seandainya aku mempunyai kekuasaan dan materi seperti presiden, aku ingin memberikan pendidikan yang bermutu kepada mereka yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Sesak rasanya jika membiarkan bakat mereka sia-sia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang terhormat, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas manusia yang menjadi peserta didik bukan hanya menciptakan lulusan yang bermodalkan ijazah dan gelar belaka dan terkenal dengan aksi contek massal, iya kan Pak? Tetapi mencontek sepertinya telah menjadi budaya yang mendarah daging dalam ruang lingkup pelajar, sulit untuk menghilangkan budaya tersebut. Pendidikan yang baik ditunjang oleh berbagai faktor, mulai dari pengajar yang berkualitas dan ditunjang oleh setiap pihak negara tak terkecuali media massa. Pendidikan adalah pondasi untuk membangun segala sesuatu, jadi jika ingin kuat dan maju maka pendidikan juga harus kuat, benarkan Pak? sehingga sebaiknya pendidiikan lebih diutamakan

256


dari bidang lain karena pendidikan merupakan pondasi yang pembenahannya harus maksimal sehingga nantinya dapat pula terwujud etika dan moral yang dituntun hukum yang kuat. Jika melihat fenomena putus sekolah memperlihatkan betapa menyedihkannya dunia pendidikan di negara kita. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang terhormat, perlulah memberikan fasilitas pendidikan gratis yang merata di seluruh wilayah RI agar pendidikan itu dapat dirasakan oleh setiap anak. Di samping itu, jauhkanlah perbedaan yang signifan antara pendidikan di desa dan di kota. Siswa yang menuntut pendidikan di desa ingin memperlihatkan pada dunia bahwa mereka mampu menyaingi pelajar di kota. Tetapi, bagaima mereka mampu jika sarana di sekolah tak mendukung, seperti halnya peralatan di laboratorium? Ada kalanya ingin melakukan praktikum tapi alat tak memenuhi apakah alatnya tidak ada ataukah alatnya minim. Demikian surat dari saya, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Wassalamu’alaikum, wr.wb. Salam Hormat,

Marlina Latif, SMA Negeri 1 Segeri

257


Kepada Yang Terhormat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bpk M. Nuh di Jakarta.

Assalammualaikum! Apa kabar, Pak? Saya berharap baik-baik saja seperti keadaan saya saat ini. Bapak, ini surat ke-3 yang saya tulis untuk petinggi negeri ini. Nama saya Melenia Pak, asal saya dari Ambon, sekarang duduk di kelas XI IPA. Surat ini sebagai pengantar suara hati salah satu anak negeri ini. Bapak sayang disini saya ingin sedikit menyinggung tentang penerapan Ujian Nasional yang diadakan setiap tahun. Dari tahun ke tahun jumblah kelulusan ditiap daerah mengalami kenaikan. dengan demikian ribuan pelajar dinyatakan lulus. Apakah hal ini berbanding lurus dengan kondisi dan SDM di negeri ini ? Apakah penerapan pendidikan, pembentukan moral dan pembangunan karakter di setiap sekolah sudah berjalan dengan semestinnya ? Sikap yang harus ditanamkan sejak dini adalah kejujuran. Supya tidak ada kasus yang muncul seperti, bocoran soal ujian, tertangkapnya oknum tertentu yang membagikan jawaban saat UN. Sebenarnya UN jangan dijadikan sebagai momok yang menakutkan dan jangan sampai menjadi penghalang setelah belajar mati-matian selama 12 tahun. Tapi saat seorang anak dinyatakan tidak lulus, apakah 3-4 hari UN menentukan perjuangan selama ini ? Saya rasa tidak sebanding dengan perjuangan yang dilakukan. dengan demikian pelajar menjadi kurang percaya diri, dampaknya timbulah kasus seperti ada pelajar yang gantung diri sebelum mendengar hasil UN. UN sebenarnya dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa tapi seakan UN juga dapat sebagai pembunuh, dalam artian pembunuh semangat dan pembunuh cita-cita anak negeri. Padahal jutaan anak indonesia dianugrahi Tuhan dengan talenta dan kemampuan yang dapat diasah demi

258


kemajuan negeri ini sendiri. Lulus atau tidaknya seseorang bukan sebagai alat ukur tetapi sudah berhasilkah seorang pelajar di didik menjadi yang lebih baik ?. Menurut saya tak ada investasi yang lebih baik bagi masyarakat manapun kecuali pendidikan bagi anak-anak. Saya prihatin melihat teman-teman yang bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk bersekolah hingga perguruan tinggi dan mendapat gelar sarjana. Hal tersebut bukanlah jaminan untuk seseorang mendapat penghidupan yang layak. Ada orang pendidikan terbatas tapi kemampuannya setara dengan seorang sarjana. Jangan di nilai dari gelar atau ijazah karena belum tentu menjamin. Tapi dengan cara apa dapat mengubah paradikma masyarakat terutama pelajar tentang arti bersekolah, dan pendidikan ? Bukan dengan tujuan mendapat ijazah dan gelar sarjana semata? ini merupakan tugas pemerintah dan kita bersama untuk menyelesaikan masalah ini. salah satunya dengan penerapan suatu sistem yang cepat dan tepat. Perlu adanya bimbingan, serta pengembangan dan penerapan pembelajaran yang lebih efektif di sekolah-sekolah supaya dapat merubah cara pandang masyarakat terutama pelajar tentang pendidikan yang sebenarnnya. Setiap anak berhak untuk memiliki cita-cita dan mewujudkannya. Mungin itu saja yang dapat saya utarakan, saya minta maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati bapak. sekian dan terima kasih.

Melenia Layan, SMA Negeri 4 Ambon.

259


Tombiano, Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Asslamu Alaikum Wr. Wb., Dengan Hormat, Melalui surat ini saya ingin menyampaikan pandangan saya tentang pendidikan di Indonesia. Saya berharap agar kedepannya pendidikan yang ada di Indonesia ini bisa lebih maju. Kamipun dari siswa-siswi seIndonesia sangat berharap Ujian Nasional kedepannya lebih baik lagi, seperti contoh diadakannya kembali ujian susulan. Kami sangat mengharapkan ujian susulan itu diadakan kembali kedepannya, agar siswa-siswi yang kelulusannya tertunda dapat mengikuti kembali ujian susulan tersebut, dan semoga angka kelulusan di tahun-tahun yang akan datang lebih meningkat dibanding dengan tahuntahun sebelumnya. Semoga juga kedepannya pemerintah lebih memperhatikan anak-anak yang kurang mampu di luar sana karena merekapun ingin merasakan duduk dibangku sekolah dan semoga saja pemerintah mau membuka beasiswa kepada mereka yang tergolong siswa-siswi yang berprestasi dapat melanjutkan sampai ke universitas. Mungkin hanya sampai disini saja harapan saya yang dapat saya sampaikan agar Bapak Menteri mau membuka hati untuk menyelamatkan siswa-siswi Indonesia yang kedepannya akan menjadi penerus bangsa, serta dapat membuka lapangan kerja di Indonesia. Sekian dan terima kasih. Wassalam Moh.Fahri, SMK Negeri 1 Tojo Barat

260


Palembang, 27 Februari 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Muhammad Nuh Di tempat

Assalamu’alaikum wr.wb, Perkenalkan nama saya Muhammad Ajie Prasetyo dari SMA LTI IGM Palembang. Sesuai dengan bidang yang bapak atasi maka surat saya ini akan bertema pendidikan. Tampaknya dari tahun ke tahun permasalahan pendidikan di Indonesia ini tidak pernah berubah, yaitu masalah Ekonomi dan Sarana prasarana. Dari segi ekonomi, tidak sedikit anak-anak Indonesia yang terpaksa putus sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar SPP untuk sekolah anaknya. Padahal, mereka mempunyai niat yang kuat untuk mempunyai pendidikan tinggi. Tidak sedikit pula, orang-orang sukses yang ada di dunia ini berasal dari keluarga yang tidak mampu. Maka, jangan pernah menganggap remeh orang-orang yang awalnya tidak berguna di negeri ini, siapa tahu merekalah yang akan memimpin negara ini. Dari segi yang satu lagi, yaitu segi sarana prasarana. Banyak sekolah-sekolah di Indonesia ini yang sarana sekolahnya tidak layak untuk menjadi tempat belajar. Seperti contoh, sebuah bangunan sekolah yang atapnya sudah tidak berfungsi sebagai pelindung lagi, dindingnya yang seakan tidak mampu berdiri lagi, bahkan salah satu ruangan sekolah tersebut sudah tidak dipakai lagi karena sudah rubuh. Tetap dijadikan tempat pembelajaran bagi anak-anak sekitar bangunan tersebut. Walupun tidak dipungut biaya tapi dengan keadaan bangunan sekolah yang seperti itu jiwa mereka terancam karena dindingdinding, atap-atap sekolah tersebut seakan siap untuk merenggut nyawanyawa anak-anak yang sedang belajar. Tidak mengenal waktu, tidak mengenal umur, nyawa seluruh siswa tersebut terancam. Apakah bapak mau melihat calon penerus bangsa ini terus belajar dengan keadaan tersebut?

261


Apakah sekolah mereka tidak kebagian dana BOS? Sekian surat dari saya, apabila ada salah dalam penyampaian saya mohon maaf. Wassalamua’alaikum. Hormat saya,

M. Ajie Prasetyo, SMA LTI IGM Palembang

262


Jakarta, 23 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb, Bersama dengan saya kirimkannya surat ini, saya sampaikan apresiasi dan isi hati saya ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Nuh, selaku Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah bersedia mengorbankan waktu, jiwa, raga demi untuk membangun perkembangan di bidang Pendidikan dan Kebudayaan Negara Indonesia. Perkenankanlah saya untuk memperkenalkan diri, nama saya Muhhamad Alfiansyah dari SMK Diponegoro 1 Rawamangun. Mungkin dengan apa yang saya kirim ini, belum bisa menebus apa yang telah Bapak lakukan dan perbuat ke Negara tercinta ini. Apresiasi saya mungkin sangat kecil, tapi semoga bermanfaat terhadap Bapak dan belum sejauh yang telah Bapak lakukan. Apresiasi saya dalam hal dibidang Pendidikan di Indonesia mungkin saat ini sangat minim sekali. Terkadang saya melihat, menonton, membaca dan mendengarkan masih banyak sekali anak-anak yang tidak bisa bersekolah dikarenakan fasilitas yang tidak memadai, seperti gedung sekolah yang roboh dan daerah terpencil. Tetapi mereka masih sangat semangat untuk bersekolah meskipun dengan tertiadanya fasilitas, daerah terpencil dan mungkin mereka masih menggunakan alat tradisional seperti sampan, sepeda, bahkan ada yang berjalan kaki yang mungkin jarak dari rumah ke sekolahnya itu sekitar 12 km untuk bisa bersekolah. Harapan saya adalah untuk para anak-anak yang belum bisa lagi bersekolah, bisa bersekolah lagi dan mewujudkan apa yang dicita-citakan, serta juga membangun sekolah-sekolah gratis tanpa dipungut biaya dan dekat dari rumah-rumah penduduk yang letaknya strategis. Apresiasi saya dalam hal Kebudayaan di Indonesia benar-benar sangat minim sekali. Budaya-budaya luar masuk ke dalam negeri de-ngan

263


sangat begitu mudah. Kebudayaan Indonesia sendiri akan pudar dan hilang yang mungkin ditelan waktu. Kebanyakan dari anak Indonesia itu lebih memilih budaya luar yang fanatik. Kebudayaan-kebudayaan Indonesia semakin mundur, dan saya berharap kepada Bapak Muhammad Nuh supaya lebih ditingkatkan lagi potensi-potensi kebudayaan Indonesia yang mungkin telah hilang dan pudar. Kebudayaan yang masuk kedalam negeri sangat mudah dicerna dan memperngaruhi akal, pikiran, mental seorang manusia. Saya ambil contoh, dengan adanya “shuffle� yang masuk ke Indonesia sangat mudah dicerna. Survei yang saya terima bahwa sekarang lebih banyak dominan remaja yang bisa Shuffle dari pada remaja yang bisa menari tradisional. Memang dampak yang diberikan sangat naik turun antara negatif dan positif. Oleh karena itu, saya harap bahwa Bapak Muhammad Nuh bisa lebih ditekankan kepada budaya Indonesia, dengan diadakannya sanggarsanggar kreatif, pameran, Pentas Seni Kebudayaan, Festival Betawi dll, yang dapat membantu para remaja agar bisa lebih kenal dan cinta kepada Kebudayaan kepada Negeri sendiri. Mungkin hanya itu isi apresiasi dan isi hati saya ke Bapak Muhammad Nuh. Saya yakin masih sangat banyak kesalahan-kesalahan, baik dalam tulisan maupun lisan. Saya mohon maaf, Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih banyak. Wassalamu’alaikum Wr. Wb,

Muhammad Alfiansyah, SMK Diponegoro 1 Jakarta

264


Kepada Yang Terhormat Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan RI DiTempat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Apa kabar, Pak Menteri ? saya harap semoga bapak selalu sehat wal’afiat supaya bisa menjalankan tugas sebagai tokoh pendidikan di negeri kita yang tercinta ini. Sebelumnya, perkenalkan nama saya Muhammad Asy’ari. Sekarang saya menduduki bangku kelas XI IPA di MA ALKHAIRAAT PUSAT PALU. Saya tau sebagai Wakil Presiden, bapak pasti mempunyai kesibukan yang jauh lebih padat dari kesibukan kami sebagai pelajar. Mulai dari mengurus masalah negara, sampai mengurus keluarga bapak sendiri. Pak menteri, sekolah saya ini adalah sekolah madrasah, berarti selain mengikuti Ujian Nasional (UN), kami juga harus mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) yang katanya setara dengan Ujian Nasional dan juga menunjag kelulusan kami. Pelajaran-pelajaran Umum seperti Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, dan sebagainya (pelajaran yang di UN-kan) memang penting. Tapi pelajaran-pelajaran seperti Bahasa Arab, Fiqih, dan lain sebagainya yang merupakan cirri khas dari madrasah itu sendiri juga tidak kalah penting. Mengapa hanya pelajaran-pelajaran umum saja yang diUN-kan ? dan pelajaran-pelajaran yang merupakan cirri khas dari madrasah itu sendiri hanya masuk ke UAMBN. Apakah mungkin sekolah madrasah hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah ? Dan pada kenyataannya UAMBN tidaklah setara dengan UN, karena dari kualitas soal saja sudah berbeda. Soal UN dibuat di Pusat dan dikawal sampai ke Provinsi dan kemudian ke sekolah-sekolah. Penjagaannya pun sangat ketat sampai-sampai polisi juga ikut berpartisipasi untuk

265


mengawasi jalannya UN beserta dengan pengawas dari pusat. Sedangkan UAMBN soalnya memang berasal dari pusat, tapi penggandaannya nanti di Provinsi, dan tidak ada pengawalan soal yang ketat oleh pemerintah. Pelaksanaan UAMBN pun sangat jauh berbeda dengan UN. UAMBN hanya diawasi oleh pengawas dari luar sekolah dan dari dalam sekolah tanpa ada pengawasan dari polisi dan pengawas pusat. Dari segi lembar jawaban dan pemeriksaan pun sangat jauh berbeda. UN menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dan diperiksa langsung di pusat dengan cara discan tanpa ada campur tangan dari guru manapun sehingga murni kelulusannya. Sedangkan UAMBN hanya menggunakan lembar jawaban yang masih memakai system menyilang (X). dan pemeriksaannya hanya diperiksa oleh guru-guru setempat dan masih secara manual. Pak Menteri, melalui surat inisaya mengungkapkan isi hati saya kepada pak menteri, kiranya pelajaran-pelajaran seperti Bahasa Arab, Fiqih, dan pelajaran-pelajaran lain yang merupakan cirri khas dari madrasah bisa dimasukkan ke Ujian Nasional. Agar supaya UAMBN bisa dihapuskan dan tidak ada lagi pandangan orang bahwa sekolah madrasah hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Selamat berjuang pak menteri, jangan pernah menyerah menghadapi cobaan yang ada. Enkaulah yang kami andalkan, engkaulah patokan kami, semoga bapak selalu dalam lindungan Allah Swt. Amiin.. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Muhammad Asy’ari, Siswa MA Alkhairaat Pusat Palu.

266


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat

Assalamuailkum Wr. Wb, Alhamdulillah hirobbil alamin, Allah SWT masih memberikan nikmat kesehatan kepada saya hingga saat ini, dan saya juga berharap bapak senatiasa dalam kondisi sehat walafiat. Sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada bapak karena telah menyempatkan diri untuk membaca surat saya ini, yang berisikan tentang aspirasi saya selaku pelajar di Indonesia. Kurang lebih telah 10 tahun, saya mencicipi asam-garam pendidikan di Negara tercinta ini. Banyak pengalaman yang saya rasakan, mulai dari suka hingga duka semuanya ada pada setiap jenjang pendidikan. Tapi pak, masih banyak kelemahan metode pembelajaran yang diterapkan di Indonesia. Misalnya : metode hafalan. Metode hafalan dapat dikatakan kebijakan yang salah, karena menurut saya pak metode hafalan tidak dapat menunjang seluruh bakat dan potensi siswa Karena metode hafalan hanya dapat diberikan kepada siswa yang memiliki IQ diatas rata-rata. Metode hafalan juga dapat dikatakan kurang efektif, karena materi yang telah dihafal oleh siswa tidak akan bertahan lama, paling lama siswa masih akan ingat selama 1 minggu setelah itu materi tersebut akan dilupakan begitu saja. Pernyataan saya ini didukung oleh fungsi otak kiri yang sifatnya sementara, maksudnya disini bahwa fungsi otak kiri yang memuat tentang “ Rumus, angka, huruf, abjad� hanya akan bertahan sementara ini sangat berbanding terbalik dengan fungsi otak kanan yang sifatnya permanen. Maka sebaiknya meteri yang diajarkan lebih banyak yang bersifat praktek, karena tujuan akhir dari sekolah ialah siap ditempatkan ditengah-tengah masyrakat. Selanjutnya pak saya ingin bertanya, Apakah tujuan pemerintah meniadakan ujian SMNPTN tertulis ? apa yang menjadi pertimbangan-

267


nya ? jika ujian tertulis SNMPTN ditiadakan tentu jalan yang paling strategis untuk masuk PTN favorit hanyalah SMNPTN Undangan. Apabila kebijakan yang akan dikeluarkan adalah dengan menggunakan nilai UN sebagai pintu gerbang menuju perguruan tinggi, maka ini merupakan kebijakan yang saya pikir terlalu tergesa-gesa. Jika nilai UN yang menjadi pintu gerbangnya, maka tidak ada kesempatan lagi bagi mahasiswa yang akan memperbaiki jurusan ditahun selanjutnya dan Nilai UN merupakan Jumlah dari beberapa mata pelajaran, ini tidaklah representative apabila seorang siswa hanya menyukai pelajaran Matematika namun tidak menyukai pelajaran Biologi dan berniat memasuki fakultas matematika, maka dia harus memaksakan diri untuk menyukai pelajaran biologi. Miris saya rasa. Kemudian pak saya ingin mengkritik program RSBI yang saya rasa hanya akal-akalan unsur pimpinan sekolah untuk “ menggali tambang emas “ di sekolah. Bayangkan saja masuk Sekolah menengah atas kita harus membayar uang pembangunan hingga 10 juta, ditambah lagi uang sekolah perbulan yang terbilang cukup tinggi dengan fasilitas apa adanya. Semoga Bapak dapat Membenahi Pendidikan di Indonesia dengan Semangat perubahan. Amin ya rabbal alamin. Salam Nusantara,

Muhammad Ghiffari Alfarisy, SMAN 1 Padang

268


Jakarta, 24 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh Di Jakarta

Assalamua’laikum Wr. Wb., Dengan hormat. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tempat. Saya Muhammad Krisna Pradytia siswa dari SMK DIPONEGORO 1 Jakarta Timur. Sebelumnya saya berterima kasih dapat berkesempatan menyampaikan keluhan-keluhan serta ide-ide saya. Adapun keluhan yang ingin saya sampaikan tentang “wajib masuk sd 7 tahun”. Karena kenapa tentang wajib masuk SD 7 tahun. Yang saya lihat tingkat pendidikan SD harus 7 tahun, kurang dari 7 tahun belum bisa ke tingkat SD. Dampak yang muncul yaitu banyak ibu-ibu yang mengeluh karena anaknya diumur 6 tahun sudah siap masuk ke tingkat SD. Tapi karena peraturan itu, anaknya belum bisa masuk ke SD. Dan juga anakanak yang umurnya dibawah umur 6 tahun sudah memiliki pengetahuan dan mental yang cukup untuk bersekolah, dan juga karena peraturan itu mereka harus menyimpan keinginan mereka untuk bersekolah tingkat SD. Dengakn keluhan-keluhan yang saya sampaikan ini, saya berharap kepada bapak mentri, untuk merubah peraturan wajib masuk SD 7 tahun. Menjadi wajib masuk SD 6 tahun karena sekarang ini anak-anak Indonesia di umur 6 tahun juga berkemampuan untuk berinteraksi di sekolah. Dengan saya menyampaikan suara hati saya. Saya berharap Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat membaca surat saya dan saya mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati bapak. Wassalamu’alaikum Wr. Wb M. Krisna Pradytia, SMK Diponegoro 1 Jakarta

269


Palembang, 21 Februari 2012 Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamulaikum Wr.Wb., Salam Sejahtera bagi kita semua. Apa kabar Bapak Menteri? Saya harap Bapak Sehat Walafiat dalam menjalankan Pendidikan dan Kebudayaan negara ini dengan baik. Suatu kebanggaan bagi saya untuk dapat menulis surat ini langsung untuk Bapak Menteri. Saya harap Bapak Menteri sempat untuk membaca surat saya in walaupun Bapak sibuk untuk mengatur Pendidikan dan Kebudayaan dinegara ini. Perkenalkan nama saya Muhammad Halim Wafdullah. Saya Berasal dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Saya bersekolah di SMA Life Skill Teknologi Informatika Indo Global Mandiri. Tema yang saya ingin angkat pada surat ini yaitu tentang Pendidikan bagi Masyarakat kurang mampu. Masih banyak anak-anak yang belum bisa bersekolah dikarenakan tidak memiliki biaya untuk keperluan sekolah. Pendidikan itu sangat penting bagi masyarakat karena tanpa kita berpendidikan kita tidak dapat berkerja dan tidak dapat menambah wawasan kita. Keterbatasan keuangan merupakan alasan utama para masyarakat untuk tidak bersekolah. Namun, Pemerintah telah membuat suatu program 9 tahun sekolah secara tidak mengambil pungutan biaya dan Dana BOS yang diberlakukan di setiap sekolah. Namun, masih banyak masyarakat tidak untuk bersekolah. Ilmu atau Pendidikan tidak hanya kita dapat dari sekolah, namun diluar sekolahpun kita bisa mendapatkannya. Salah satunya dengan kita membaca buku, kita dapat memperlebar wawasan kita melalui buku. Buku adalah Jendela dunia, buku dapat memberikan kita pengetahuan apa saja, baik akademik maupun nonakademik. Manfaat dalam membaca sangat banyak sekali terutama untuk pendidikan. Membaca dalam pen-

270


didikan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Karena didalam buku telah terangkum seluruh yang ada di dunia maupun di ruang angkasa. Sebab itulah guna buku yang diciptakan oleh Allah SWT untuk dibaca. Tanpa membaca, kita selalu ketinggalan informasi yang setiap harinya selalu baru. Membaca sejak dini dapat membuat kita semakin cerdas. Untuk itu, marilah kita harus tetap membaca agar kita dapat bangkit dari keterbelakangan kita sebagai negara berkembang. Ide atau gagasan yang baik untuk pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yaitu dengan membangun perpustakaan keliling agar para masyarakat dapat membaca dan menambah wawasan secara luas. Perpustakaan keliling berfungsi untuk mendekatkan informasi kepada masyarakat. Contoh dari Perpustakaan Keliling yaitu Khairudin yang memiliki minat baca yang tinggi. Tapi sayang, sarana prasarananya tidak ada. Akibatnya, minat baca yang besar itu pun padam dengan sendirinya. Berkaca dari pengalamannya, Khairudin rela mengayuh becak demi memberikan bukuuntuk masyarakat. Atas kerja kerasnya untuk semua orang dapat membaca ini Khairudin patut diberikan penghargaan. Pendidikan dapat kita temukan tidak hanya di sekolah melainkan kita dapat menemukan ilmu melalui buku karena buku adalah jendela dunia. Saya berharap ide dan gagasan yang saya buat itu dapat memacu kita semua membaca lebih banyak dan tekun lagi. Wawasan yang kita dapatkan bisa menjadi pengalaman walaupun kita hanya bisa dapat sebatas membaca saja. Demikianlah surat yang saya tulis untuk Bapak Menteri. Surat yang saya tulis adalah tampungan aspirasi saya sebagai perwakilan rakyat Indonesia untuk dapat membaca dan selalu mencari wawasan yang lebih luas. Semoga dengan surat ini Pemerintah dan Rakyat dapat berkerjasama untuk tergerak hatinya untuk membangun perpustakaan keliling untuk mengantarkan informasi lebih dekat untuk masyarakat. Wassalammu’alaikum Wr.Wb,

Muhammad Halim Wafdullah, SMA LTI IGM Palembang

271


Bekasi, 23 Maret 2012 Kepada Yth Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA Di tempat

Assalamualaikum wr. rb, Salam sejahtera untuk bapak. Bagaimana kabar nya pak? Semoga bapak dan keluarga tetap dalam rahmat Allah SWT. Bapak saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Budaya Indonesia, sebelumnya bapak menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Saya cukup kagum dengan bapak, karena bapak orang yang cerdas, bapak berhasil menyelesaikan pendidikan di Perancis. Sekarang bapak sangat terkenal dengan julukan Kiyai Teknologi, sungguh julukan yang unik. Indonesia adalah Negara yang hebat, kita diberi rezeki oleh Allah yaitu Sumber Daya Alam yang melimpah, Sumber Daya Manusia yang banyak yaitu sekitar 237.556.363 jiwa. Dengan demikian seharusnya Negara kita bisa maju, tidak kalah dengan Negara-negara di barat. Tetapi saat ini Negara kita masih belum bisa memanfaatkannya. Salah satu unsure yang harus bisa dilakukan saat ini adalah mengolah SDM, dalam mengolah SDM pasti harus masuk sekolah, dan untuk menentukan kelulusan dari sekolah murid harus mengikuti Ujian Nasional. Ujian Nasioanl merupakan syarat WAJIB bagi murid yang ingin lulus, standarisasi Ujian Nasional yang sangat tinggi membuktikan bahwa anak-anak Indonesia sangat pintar. Yang menjadi masalah saat ini adalah murid-murid yang berada didaerah terpencil, mereka tidak dapat berkompetisi dengan baik. Mereka sangat tertinggal contoh nya pada tanggal 22 Maret 2012 saya menonton acara petualangan di TV, pada saat itu petualangan nya sedang berada di Jambi pada saat pembawa acara nya sedang datang ke sekolah disana, keadaan sekolah nya kurang baik, staff pengajar nya terbatas, dan yang mencengangkan nya lagi bahwa anak-anak disana tidak ada yang tahu siapa presiden Negara kita. Disana pembawa acara menunjukan sebuah foto dan mereka tidak

272


tahu siapa orang yang ada di foto tersebut. Sungguh ironis betapa anakanak bangsa yang berada di daerah terpencil tidak mengetahui pengetahuan umum. Sedangkan di kota sekolah-sekolah sudah mulai menggunakan sarana IT sebagai penunjang pendidikan, sungguh ketidakadilan bagi penduduk Indonesia padahal di Pancasila jelas dikatakan KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Saat nya kita berbenah dengan SEMANGAT PELAJAR UNTUK NEGERI, jadikan semangat anak-anak dipedalaman untuk belajar sebagai pemacu kita untuk memajukan Indonesia. Disisa waktu bapak menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ubahlah pola pendidikan di Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertera di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Demikian surat dari saya, saat nya kita berubah sukseskan MDGs 2015 bagi Indonesia untuk Indonesia ditahun dimasa yang akan datang. Wassalamualaikum wr.wb,

Muhammad Hazim Fesa, SMAN 1 Cikarang Utara

273


Depok, 18 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh Di Tempat

Assalamualaikum wr. wb, Pertama-tama saya berharap Bapak dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT. Yang kedua saya juga berharap Bapak bisa terus istiqomah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri. Dengan sampainya surat ini, saya hanya ingin menyampaikan curahan hati saya. Sebagai seorang pelajar tentang sistem pendidikan di Indonesia. Bapak Menteri, dalam surat ini saya hanya ingin memberikan aspirasi saya untuk pendidikan di Indonesia. Mungkin bapak masih belum lupa tentang kasus mencontek massal, padahal sebenarnya mungkin masih sangat banyak kasus serupa yang tidak terungkap. Jadi, saya hanya ingin menganjurkan kepada bapak kalau bisa pengawasan UN bisa lebih diperketat. Kalau perlu, bapak bisa memasang kamera CCTV di tiap-tiap ruangan. Namun, saya mengerti jika mungkin itu memerlukan anggaran dana yang sangat banyak. Tetapi mengurangi kasus mencontek massal di Indonesia sangat penting agar makin banyak Individu berkualitas yang bisa berusaha sendiri tanpa mencontek. Yang kedua adalah tentang pendidikan yang belum merata antara sekolah di kota-kota besar dengan di daerah-daerah terpencil. Jika kita melihat di kota-kota besar seperti Jakarta banyak sekolah-sekolah bagus dengan fasilitas sangat memadai. Namun, jika melihat ke kota- kota kecil seperti kota kelahiran saya yaitu Barabai. Kondisinya sungguh memprihatinkan berbanding 180 derajat dengan di Jakarta. Padahal para putra-putra bangsa di daerah terpencil kebanyakan memiliki semangat belajar dan kejujuran yang lebih tinggi dari anak-anak di kota besar. Tapi, semangat belajar mereka itu terhambat dengan fasilitas pembelajaran yang tidak memadai. Padahal mungkin saja, jika mereka diberi fasilitas

274


memadai mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berprestasi. Jadi inti dari surat ini adalah saya berharap agar pendidikan di Indonesia tercinta ini tidak ternodai oleh perbuatan yang tidak jujur. Dan juga agar semua orang di Indonesia ini bisa mendapat pendidikan yang setara. Tidak membedakan ia tinggal dimana, anak siapa, dan kekayaannya. Demikian surat dari saya semoga pendidikan Indonesia bisa lebih maju. Amin‌ Wassalamualaikum wr.wb

Muhammad Ihsan, SMA Almanar Azhari Depok

275


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Di Tempat

Assalamualaikum wr.wbr., SAYA mendoakan semoga bapak Menteri Pendidikan dalam keadaan sehat waf afiat serta mendapatkan perlindungan Allah SWT, dan diberi kekuatan, sehingga dapat memajukan dunia pendidikan di Indonesia ini. Amin. Pak Menteri yang saya hormati, saya mempunyai teman sewaktu di SMP, namanya Salawati. Hanya saja teman saya tersebut hanya bertahan satu semester bersesekolah di kelas VII dan setelah itu berhenti sekolah. Tak meneruskannya teman saya itu, hanya ketiadaan biaya. Orangtuanya hanya buruh serabutan dan tidak punya pekerjaan tetap, rumahnya pun berupa gubuk ukuran 3x4 meter yang dihuni empat orang. Tanah yang ditempati pun bukan miliknya, hanya kepedulian tetangganya yang meminjaminya untuk membangun gubuk tersebut. Ironisnya pak Menteri, teman saya dua tahun kemudian memilih menikah, padahal usianya masih muda. Mungkin apa yang dialami teman saya banyak terjadi di Indonesia. Saya sebagai pelajar sangat prihatin, padahal pemerintah melalui Dinas Pendidikan memberikan bea siswa kepada yang tidak mampu seperti Bantuan Khusus Murid Miskin (BKMM) dan lain-lainnya. Bahkan bea siswa yang diberikan rakyat miskin tersebut mulai SD sampai ke perguruan tinggi. Pak Menteri, pemerintah pun sudah menggratiskan sekolah dan membuat program wajib belajar 12 tahun, tapi kenyataan masih banyak penduduk miskin yang tidak tamat sekolah sampai SMA. Jumlah penduduk miskin yang tidak tamat sekolah tidak sedikit tetapi jutaan orang. Saya sebagai pelajar menyarankan agar bea siswa untuk masyarakat tersebut tepat sasaran ke siswa yang benar-benar miskin. Cara aparat pemerintah melakukan cek ke lapangan, sehingga tidak ada lagi temantemannya di seluruh Indonesia yang putus sekolah ditengah jalan.

276


Hanya inilah yang saya sampaikan pak Menteri. Kalau ada katakata saya salah mohon dimaaf. Wassallam.

Muhammad Isra Anwar, MAN 2 Model Banjarmasin

277


Firdaus, 30 januari 2012 Kepada Yth : Bapak Mentri Pendidikan Nasioanal Di kantor kementrian JAKARTA

Assalammu’alaikum .wr.wb., Dengan hormat, kepada bapak mentri pendidikan. saya do’a-kan mudah-mudahan bapak tetap dalam keadaan sehat wal’afiyat dan dapat melaksanakan kegiatan yang di lakukan sehari-hari. AAMIIN YAA ALLAAH YAA RABBAL’AALAMIIN. Saya siswa SMK ZAKIYUN NAJAH mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak mentri pendidikan yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk pendidikan anak bangsa dinegri tercinta , saya mau banyak belajar untuk bisa menginovasi pendidikan yang diharapkan oleh seluruh pelajar Indonesia, agar dikemudian hari nanti para pelajar Indonesia menjadi pelajar yang tidak terbelakang dan dapat mewujudkan visi Indonesia. Pelajar yang dapat menyelesaikan dan dapat menuntaskan permasalahan adalah pelajar yang aktif, pelajar yang terlatih, dan pelajar yang mau untuk dilatih. Di negri ini pelajar yang seperti ini sudah langka. Ini semua dikarenakan kemajuan zaman semakin modren dan terus berkembang di dunia dengan pesat, kalau Indonesia tidak mengikuti perkembangan itu maka indonesia dikatakan Negara terbelakang, sementara dengan adanya zaman era-globalisasi ini dapat melalaikan para pelajar sehingga mengurangi rasa kemauan belajar pada generasi muda, dan mau tidak mau Indonesia dengan terpaksa harus mengikuti perkembang zaman. Salah satu cara pemerintah untuk memberikan pendidikan ke seluruh Indonesia adalah dengan memanfaatkan zaman era-globalisasi, dengan memnggunakan alat-alat canggih yang ada pada zaman tersebut. Ini adalah merupakan masalah serius yang harus diselesaikan bersama,

278


mungkin dengan kebijakan pemerintah dengan mengadakan kegiatan forum pelajar se Indonesia dapat meningkatkan prestasi belajar dan dapat mengajak para pelajar untuk berdiskusi mengenai, “zaman era-globalisasi dapat mengurangi kemauan belajar terhadap para pelajar� Dengan kesempatan ini saya menulis surat untuk bapak mentri pendidikan sebagai alat untuk dapat berkomunikasi dengan pejabat yang peduli dengan pendidikan Negara. Disini saya kembali mendo’a-kan agar bapak bisa dapat mengkembangkan pengetahuan pelajar Indonesia. AAMIIIN Demikianlah surat ini , mohon maaf kepada bapak apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati. saya mohon maaf, semoga bapak dapat memakluminya. Wassalamu’alaikum,

Muhammad Khaidir, SMK Zakiyun Najah

279


Payakumbuh, 18 Februari 2012 Yth.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Mohammad Nuh di Jakarta

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya cintai, sebelumnya saya mendoakan Bapak selalu dalam keadaan sehat dan selalu di beri rahmat oleh Allah SWT. Sebelumnya saya minta maaf jika surat saya ini telah mengganggu konsentrasi Bapak dalam mengurus beberapa tugas yang ada di bumi pertiwi ini. Saya sadar, sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia ini, ada suatu wacana dalam dunia pendidikan yang menarik perhatian saya sehingga saya memberanikan diri untuk menulis surat kepada Bapak. Saya berharap surat ini mendapat perhatian dari Bapak. Nama saya Muhammad Khairul Faraby. Saya merupakan salah satu siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat yang mempunyai mimpi, impian, dan cita-cita. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya Hormati, Tahun 2012 merupakan tahun pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai belahan dunia seperti Jepang, Cina, Amerika, dsb. Sebagai negara yang berkembang, pendidikan kebudayaan Indonesia juga tidak kalah di bandingkan negara maju yang menghasilkan teknologi terbaik untuk dunia. Jika diamati banyak diantara kebudayaan bangsa yang saat ini belum diasah sehingga timbulnya rasa terbelakang bagi bangsa untuk mengagumi kebudayaan sendiri. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya sayangi, Saya selaku pelajar yang berasal dari ranah minang, melihat kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur memperlihatkan pada masyarakat luas akan budaya minangkabau yang masih memegang prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Baik itu Rumah adat Gonjong, Upacara dan Festival seperti Tabuik, Turun Mandi, Bagatagak Penghulu, serta dalam bentuk kesenian tari dan musik seperti randai, tari pasambahan, tari piring, tari payung, silek, dsb, masih terhambat infrastrukturnya.

280


Banyak hal yang dapat di kagumi akan kebudayaan minangkabau di Indonesia. Tetapi, akan lebih baik lagi, jika budaya ini menjadi salah satu icon bagi Indonesia baik itu di Asia Tenggara, maupun Internasional. Bapak Menteri, saya ingin masalah ini menjadi titik perkembangan bagi Indonesia untuk maju dimasa depan, alangkah baiknya para pelajar mengetahui pentingnya ilmu dari pada nilai yang di peroleh. Pendidikan adalah ilmu. Pendidikan adalah untuk seluruh orang di Indonesia maupun Dunia. Demikian surat ini saya sampaikan kepada Bapak, semoga harapan yang saya ungkapkan dapat menjadi perhatian bagi Bapak demi terciptanya sistem pendidikan yang berkualitas di Tanah Air Tercinta. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Ananda,

Muhammad Khairul Faraby, SMAN 1 Payakumbuh

281


Firdaus 30 Januari 2012 Bapak Mentri Pendidikan Nasional DiJAKARTA

Assalamualaikum .wr. wb Saya do’a kan Bapak dalam lindungan Allah SWT, dan sukses dalam melaksanakan tugas sehari-hari amiin ya Robbal ‘alamiin. Bapak Mentri yang saya hormati!, Saya siswa dari SMK Zakiyun Najah ingin menyampaikan beberapa ungkapan kepada Bapak, bahwa sanya saya sebagai siswa belum kenal dan belum pernah jumpa dengan bapak. Saya berbahagia sekali dapat berbincang dengan Bapak walaupun melalaui surat. Ucapan terima kasih kepada bapak yang telah banyak membantu sekolah kami. Disekolah kami Zakiyun Najah, kami tidak ada dikenakan biaya sekolah, makan dan biaya lainnya di biayai seluruhnya dari Yayasan. Oleh karena itu saya mohon kepada Bapak agar kiranya dapat membantu kami untuk kelancaran Proses belajar saya dan temanteman. Bapak yang terhormat!, Saya sebagai siswa yang jauh dari Jakarta, sangat senang sekali adanya Forum seperti ini karena saya belum pernah ke Jakarta, dan belum pernah jumpa dengan teman-teman se-Indonesia, tapi saya sudah dengar dari kakak dan abang saya yang telah mengikuti Forum ini, sangat menarik sekali. Besar harapan saya kepada Bapak, kiranya dapat memperhatikan nasib anak bangsa, dari yang jauh maupun disekitar bapak dan saya. Banyak anak-anak diluar sana yang membutuhkan pendidikan agar mereka tidak tertinggal dengan anak-anak seusia mereka lainnya. Bantulah mereka karna mereka adalah salah satu bagian dari Penerus Bangsa. Tidak ada kata yang pantas saya ucapkan, hanya syukur Kepada Allah, dan terimakasih kepada Panitia Forum Pelajar, yang telah membuat ide seperti ini sehingga saya dapat bercerita singkat kepada bapak Mentri Pendidikan Nasional.

282


Bapak yang terhormat. Sebagaimana saya jelaskan di atas tadi saya dan teman-teman di SMK Zakiyun Najah yang tidak ada biaya atau geratis uang sekolah, makan dll, karna kami tinggal diasrama, juga harapan saya agar bapak dapat memberikan, perhatian kepada kami khususnya dan anak-anak penerus bangsa lainnya. Hanya inilah surat cerita dari saya semoga bapak berkenan membacanya dan memakluminya, sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf atas kata-kata yang kurang tepat pada tempatnya. Demikianlah surat ini saya perbuat agar dapat di maklumi. Wassalamualaikum.wr.wb.,

Muhammad Khalid, SMK Zakiyun Najah

283


Banjarmasin, 12 Maret 2012 Yth, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia DiTempat

Dengan hormat, Pertama-tama saya ucapkan puji syukur atas kesehatan dan anugerah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada Bapak dan semoga rakyat Indonesia senantiasa mendapat rahmat atas kinerja Bapak dalam mengemban tugas untuk meningkatakan mutu pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Pertama-tama perkenalkan nama saya Muhammad Rifky Ersadian Noor. Saya bersekolah di salah satu sekolah di Banjarmasin. Dalam surat ini saya akan menyampaikan salah satu aspirasi saya pada mutu pendidikan terhadap nilai kebudayaan yang ada di Indonesia. Nilai budaya yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar nilainya, akan tetapi seiring perkembangan zaman upaya pelestariannya pun mulai luntur yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal. Sebagai contoh adalah banyaknya budaya yang masuk ke Indonesia seperti tarian dan lagu dari mancanegara padahal di Indonesia memiliki banyak budaya dari seluruh daerah tetapi para masyarakat khususnya para remaja lebih memilih budaya dari mancanegara dibandingkan dengan budaya bangsa sendiri. Pada surat ini perkenankanlah saya memberikan aspirasi saya kepada Bapak Menteri. Dalam peristiwa ini sebenarnya para pemerintah harus memberikan perhatian yang penting terhadap kebudayaan kita. Salah satunya dimulai dengan Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan

284


dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan. Salah satunya adalah dengan membuat suatu wadah khusus untuk pelestarian kebudayaan Indonesia yang menanamkan nilai kebudayaan dari yang terkecil sekalipun, mengadakan pementasan kebudayaan, sehingga generasi muda lebih semangat untuk memupuk keinginan untuk mendalami suatu kebudayaan, mengajarkan nilai-nilai kebudayaan tidak hanya kepada generasi muda tetapi lebih menekankan penerapan kebudayaan asli kepada anak-anak. Demikian surat ini saya sampaikan atas perhatian dari Bapak Menteri saya ucapkan terima kasih. Apabila ada kesalahan dalam penulisan surat ini mohon dimaafkan karena sesungguhya kesempurnaan ini hanya milik Allah dan kekurangan hanya miliki manusia. Salam dan hormat saya,

Muhammad Rifky Ersadian Noor, SMAN 7 Banjarmasin

285


Yogyakarta, 23 Maret 2012 Kepada Yang Terhormat, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA

Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kita terhadap kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah serta inayahnya sehingga kita masih diberikan nikmat kesehatan tanpa kekurangan apapun. Tak lupa semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kehadirat junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Saya juga mendoakan, bapak agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas bapak sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan negeri kita tercinta, Negara Republik Indonesia. Perkenalkan nama saya Muhammad Nu’man Muttaqi siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Segala hormat saya berikan kepada Bapak, suatu kebanggaan tersendiri untuk saya dapat menuliskan isi hati saya sebagai pelajar Indonesia kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang selalu saya hormati. Di era modernisasi ini telah banyak ditemukan kejadian-kejadian yang memperlihatkan kemerosotan moral pemuda Indonesia. Narkoba, free sex, kekerasan, dan tawuran sudah mendarah daging di kota-kota di Indonesia, di kota Yogyakarta contohnya, kota yang dijuluki sebagai kota pelajar saja sudah banyak siswa maupun siswi yang memiliki moral yang buruk, contohnya sering terjadi tawuran antar pelajar. Lalu kejadian yang berikutnya adalah kekerasan yang terjadi di Bali yang di lakukan oleh para siswi sekolah menengah, kejadian ini membuat media di Indonesia kaget. Jika saya pikirkan, hal ini sungguh memalukan karena seorang siswi yang dikodratkan untuk berperilaku yang penuh sopan santun serta sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku tidak mentaati nilai dan norma tersebut. Saya sebagai seorang siswa yang berada di lingkungan seperti ini merasakan ketidaknyamanan, banyak korban almameter di kota yang saya tinggali ini. Permusuhan antar sekolah yang berujung pada tawuran

286


sungguh tidak pantas dilakukan oleh para pelajar di Indonesia. Menurut saya untuk mengatasi hal seperti ini dibutuhkan program yang bertujuan untuk pendidikan karakter remaja Indonesia yang serius dan program ini dilaksanakan secara continue. Karena jika masalah ini tidak diberantas secara serius masalah ini akan mengakibatkan mimpi buruk bagi Indonesia sendiri. Tentu kita semua tahu bahwa pengurus bangsa berikutnya adalah para generasi muda. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Wakil Presiden Indonesia. Terima kasih atas perhatian Bapak dan atas berkenannya Bapak mau membaca surat dari saya ini. Maaf jika masih banyak tutur kata yang kurang sopan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hormat saya,

Muhammad Nu’man Muttaqi, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

287


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera pak menteri, banyak hal, bukan suatu masalah, juga bukan kritikan, tetapi ini lebih dari pada itu pak. Ini isi hati saya, seorang pelajar SMA yang memang sudah sangat prihatin terhadap mirisnya pendidikan di Indonesia Ini. “Habis gelap terbitlah terang� apakah pepatah itu cocok untuk negeri kita ini? Dikala pepatah itu di jadikan prinsip untuk pendidikan di Indonesia, Sungguh tidak berlaku sama sekali. Malah kebalikan dari pepatah itu, “Habis terang terbitlah gelap� kenapa? Karena kualitas pendidikan sudah semakin menurun. Banyak fakta yang memang sudah menjadi rahasia umum. Dan fakta ini di permainkan. Nah, yang sebenarnya ingin sekali saya ungkapkan adalah sistem pendidikan yang salah. Kalau sistem sudah salah semuanya juga pasti akan salah. Pendidikan yang kita jalani sekarang sudah ditolak oleh kemajuan atau arus globalisasi. Jelas sekali pak, sangat jelas. Anda harus membuka kaca mata anda kali ini. Kita harus benar benar open mind kali ini. Ujian Nasional masih tetap di pertahankan, sistem pengajaran di sekolah yang membatasi potensi, dan juga lebih menekankan untuk menjadi seseorang menjadi pengecut, sangat pengecut untuk menghadapi masa depan. Banyak siswa bahkan lulusan yang sekolah hanya untuk izajah, dan lain-lain. Budaya sudah berbeda, nilai positif dari tradisional sudah di injakinjak, semakin jauh dari pengetahuan tradisional dan membangga-banggakan budaya orang lain yang dasarnya tidak ada apa-apa dibanding dengan budaya kita yang sangat luar biasa.

288


Banyak sekali isi hati saya yang belum bisa saya ungkapkan, lebih tepatnya lagi kerisauan hati saya. Mungkin dikala memang kita bisa berjumpa saya akan mengeluarkan semuanya.kita pasti bisa merubah semuanya pak menteri. Selagi kita masih percaya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hormat Saya:

Muhammad Sayuti, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

289


Tombiano, Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Asslamu Alaikum Wr. Wb. Dengan Hormat, Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridhaNyalah sehingga saya sebagai anak bangsa dapat memberanikan diri untuk mencurahkan segala perasaan dan isi hati saya. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati. Salam pendidikan, salam satu nusa dan satu bangsa majukan dan kembangkan pendidikan. Namun semua itu hanyalah impian yang tidak dapat tercapai. Sekarang banyak anak Indonesia yang sudah putus sekolah karena faktor kemiskinan yang melanda. Sekarang banyak pula fasilitas-fasilitas umum sekolah yang sudah tidak layak untuk dipergunakan. Walaupun ada, itu sudah membahayakan keselamatan para siswa dan siswi. Dalam surat ini, saya ingin suatu perubahan yang nyata di dalam pendidikan. Saya akan mengangkat kisah yang ditempuh para pelajar, dimana pelajar ini harus bertaruh nyawa untuk bisa sampai di sekolah. Harus melewati derasnya debit air sungai karena jembatan yang akan dilalui telah putus dan tidak ada perhatian khusus dan perehapan dari pemerintah. Ada juga yang harus melewati tebing-tebing gunung di pinggiran sungai dan ada pula yang hanya melewati sungai dengan seutas tali hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Mana perhatianmu pemerintah untuk pendidikan Wassalam Multiyani S. Abdullah, SMK Negeri 1 Tojo Barat

290


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Di Jakarta

Assalamu’alaikum wr. wb. Apa kabar Pak? Semoga Bapak dan keluarga sehat senantiasa Aamiin. Sebelum saya menyampaikan inti dari surat saya pak, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Muthiah Abustani, sekarang saya sudah kelas XI SMA dan bersekolah di SMAN 2 Tinggimoncong. Sekolah sekaligus asrama atau Boarding School, yang menerapkan sistem Character Building dan dibina agar kelak nantinya setelah keluar dari sekolah ini kami dapat menjadi pribadi andalan. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat berkirim surat dengan Bapak, dalang dari semua sistem pendidikan yang telah berlangsung. Prestasi anak bangsa yang tak meragukan lagi, membuat saya bangga dapat bersekolah di Indonesia tercinta ini dan terus mendorong tekad saya untuk berkarya selagi masih dapat berkarya. Tentu, masa di mana setiap anak wajib untuk menggantungkan cita-citanya demi berkembangnya status keluarga, ataupun mengharumkan nama bangsa Indonesia. Namun ternyata lensa mata saya sepertinya telah luput pak. Beberapa kasus kekerasan dalam instansi yang Bapak bawahi kini berubah orientasi bahkan kian meraja lela. Pendidikan sebagai salah satu sarana dari beberapa lembaga yang ada bertujuan untuk meningkatkan intelektual dan moral bangsa ke depannya sudah disalahgunakan. Senior, itulah panggilan beberapa adik kelas kepada kakak kelasnya. Sebenarnya, senioritas itu tidaklah salah, bukan begitu pak? Ya, rasa saling menghormati kepada yang lebih tua saya rasa tidaklah salah. Namun pengaplikasian dari senioritas ini justru menjurus kepada sistem bullying atau biasa kami istilahkan dengan menganiaya untuk dihormati. Penggolongan tingkatan dalam sekolah kini bermuara pada kekerasan.

291


Kekerasan berupa fisik maupun mental dilakukan demi mendapatkan penghormatan dari adik kelas. Senior akan merasa senang apabila telah melakukan hal yang sama yang telah dilakukan oleh seniornya terdahulu kepada mereka. Sehingga tindak bullying ini secara tidak langsung menjadi suatu kebudayaan suatu sekolah tertentu. Sekolah yang selayaknya digunakan sebagai media penyambung cita-cita justru menjadi tempat berkumpulnya preman senior yang siap melahap adik kelasnya. Saya takut budaya ini nantinya tak dapat dihentikan, sehingga membuat siswa lupa diri akan tujuan utama mereka ke sekolah yakni belajar bukan memangsa adik kelasnya atau ingin membalas dendamnya. Mungkin saja pak, ketika siswa itu sedang belajar rasa rendah diri, psikosomatis, dan depresi yang berujung pada bunuh diri muncul pada korban bullying. Saya bingung untuk menentukan pijakan kaki sendiri, saya bingung tindakan apa yang harus saya lakukan untuk memberantas bullying ini. Tapi, saya yakin apabila kita mau bersatu padu mencegah bullying ini dalam rangka membangun prestasi bangsa unggul, Insyaallah semua bisa diatasi dengan mudah. Demikianlah isi surat saya pak, mohon maaf apabila ada tutur kata yang menyinggung perasaan Bapak. Terima kasih pak telah meluangkan waktu untuk membaca curahan hati saya. Wassalamu’alaikum wr. wb.,

Muthiah Abustani, SMAN 2 Tinggi Moncong

292


Palembang, 18 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatu, Suatu kehormatan bagi saya bisa menulis surat kepada Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Salam sejahtera teriring doa semoga Bapak senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dalam menunaikan amanahnya untuk membangun bangsa dan Negara yang kita cintai ini. Perkenalkan, nama saya Nadia Septifanny. Saya adalah salah satu siswi kelas XI di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai ironi sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan hak bagi tiap warga Negara, dan Negara berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan. Langkah awal untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul yakni melalui pendidikan yang baik. Untuk melaksanakan amanat yang tertuang di dalam Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia, pemerintah Indonesia telah melaksanakan program wajib belajar sembilan tahun yang menargetkan warga Negara Republik Indonesia mengenyam pendidikan minimal pada Sekolah Menengah Pertama. Ancaman tidak efektifnya target pembelajaran masyarakat hingga tingkatan pertama sekolah menengah menjadi sebuah fenomena pendidikan kini. Sedikit masalah yang muncul berkaitan dengan fenomena ini telah diekspos media massa dan menjadi sebuah topik faktual yang belum menemukan penyelesaiannya. SDN 1 Dusun III Pancuran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayunglencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan masih mengandalkan bangunan bekas lumbung padi untuk kegiatan belajar mengajar. Gedung yang seharusnya, sangat jauh dari layak dengan beberapa bagian atap sekolah yang bocor, dan lubang pada bagian dinding

293


bangunan. Mereka kesulitan meraih ilmu karena tersandung pada sarana dan prasarana. Ini adalah contoh kecil dari sekian banyak permasalahan yang hadir sebagai ironi dari melimpahnya anggaran pendidikan yang dicanangkan pemerintah. Permasalahan wajib belajar pun tidak hanya terjadi di daerah pedesaan saja, perkotaan pun tidak luput dari permasalahan tersebut. Penyebab ketidakberhasilan ini bukan pada peraturan atau program pemerintah, tetapi terletak pada implementasinya. Kegagalan pengawasan yang efektif pada aliran dana operasional sekolah menjadi menjadi lubang permasalahan ini. Penyelewengan dana hadir di berbagai lini pendidikan. Mulai dari dinas hingga sekolah penyelenggara pendidikan. Mahalnya buku sekolah, juga menjadi kendala ketidaksukesan wajib belajar sembilan tahun tersebut. Walau pengadaan buku elektronik sudah ditawarkan secara gratis, penduduk di pedesaan belum mampu mengaksesnya. Dengan dana pendidikan yang berlimpah, justru muncul penawaran pendidikan berkualitas dengan bayaran yang tinggi. Permasalahan yang telah menjadi rahasia umum ini kiranya menjadi perhatian bagi pemerintah melalui pembenahan di lingkungan dinas pendidikan. Pengawasan yang efektif dari berbagai pihak, khususnya pemerintah dalam hal implementasi penyaluran dana operasional pendidikan menjadi harapan saya sebagai pelajar. Sistem pendidikan yang sudah sangat baik dicanangkan pemerintah, akan mencapai target melalui pengawasan pelaksanaan hingga tepat pada sasarannya. Hadirnya generasi unggul dan berkualitas menjadi tujuan jangka panjang dari sistem pendidikan yang efektif. Sehingga ironi sistem pendidikan nasional bisa mencapai penyelesaiannya. Demikian surat yang dapat saya tulis, dengan harapan surat ini mendapat respon positif dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional hingga dicapai langkah yang seharusnya untuk penyelesaian permasalahan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatu, Penulis, Nadia Septifanny, SMA Plus N 17 Palembang

294


Morowali, 5 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diJakarta

Dengan Hormat ! Assalamu Alaikum Wr. Wb, Selama ini saya selalu melihat kepemimpinan Bapak Menteri Pendidikan hanya melalui televisi dan saya selalu bermimpi-mimpi berharap suatu saat nanti akan bertemu dengan Bapak Menteri Pendidikan yang saya cintai. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, melalui surat ini banyak hal di benak saya yang ingin saya sampaikan kepada bapak, walaupun hanya melalui goresan tinta ini. Adapun yang ingin saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan yaitu mohon kiranya Bapak Menteri Pendidikan berkunjung ke daerah tempat tinggal saya yaitu Morowali. Kekayaan alam Morowali seperti potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertambangan sangatlah berlimpah ruah. Akan tetapi sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Morowali sangatlah kurang sehingga sumber daya alamnya tidak di kelola dengan baik karena memang mutu dan kualitas pendidikan kami yang sangat kurang. Sebagai contoh sumber daya alam yang tidak di kelola dengan baik dari sector pertambangan. Potensi tambang Morowali sangatlah besar di bandingkan dengan Kalimantan Timur. Tetapi pengelolaanya tidak maksimal sehingga yang di rasakan oleh masyarakat Morowali hanyalah dampak negative dari setiap penambangan. Banyak investor asing yang masuk ke Morowali untuk mengelola tambang di karenakan memang mereka mempunyai ilmu pengetahuan yang jauh lebih maju di bandingkan dengan putera puteri Indonesia khususnya Morowali. Mutu pendidikan di daerah Morowali tidak sama dengan yang ada di tanah jawa.

295


Sepertinya pemerintah lebih memfokuskan pendidikan di tanah jawa, padahal masih banyak potensi yang bisa di kembangkan di luar jawa seperti halnya di Morowali. Dengan ini saya meminta kepedulian Pemerintah Pusat dalam hal ini Bapak Menteri Pendidikan yang saya cintai untuk turut tangan menangani masalah tersebut di atas. Buatlah kami dan adikadik kami yang ada di Morowali, supaya tingkat pendidikan kami setara dengan mereka yang ada di tanah jawa. Sekiranya Bapak Menteri Pendidikan mendukung program Bupati kami untuk mendirikan Politeknik di Bumi Morowali. Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan yang saya cintai. Semoga saja bisa di penuhi, dan besar harapan saya Bapak Menteri Pendidikan langsung meninjau Daerah Morowali. Akhir kata sekali lagi yang begitu mendalam atas berkenannya Bapak membaca surat saya ini, saya haturan banyak terima kasih. Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Nasrullah, Siswa SMK Negeri 1 Bungku Barat

296


Banda Aceh, 22 Maret 2012 Kepada Yth, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diTempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Suatu kehormatan saya dapat mengirim surat untuk bapak. Karena saya seorang pelajar yang berusaha untuk mengharumkan nama Indonesia dan berbakti pada negara. Bapak adalah orang yang sangat saya banggakan. Cita-cita saya adalah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selanjutnya, dan saya akan menjadi lebih baik dari anda. Semoga cita-cita saya menjadi kenyataan. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terjaga kehormatannya, Menurut Undang-Undang Pasal 31 Ayat (1) dan (2). Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Tapi yang kita lihat sekarang sangatlah bertolak belakang dengan apa yang ada di Undang-Undang tersebut. Anak-anak dari golongan keluarga miskin terpaksa putus sekolah karena terkendala biaya. Padahal mereka sangat bersemangat dalam belajar, dan mereka masih memiliki cita-cita yang mulia. Mereka putus sekolah. Bukankah itu tugas pemerintah untuk menyediakan dana bagi mereka yang tidak mampu? Membebaskan segala biaya bagi mereka. Mengapa sekarang anggaran pendidikan malah diselewengkan? Mereka juga manusia, dan manusia mempunyai hak, juga kewajiban. Mereka berhak untuk mendapatkan pendidikan. Dan pemerintah berkewajiban untuk menyediakannya. Indonesia ke depan akan dipimpin oleh mereka yang sekarang masih kecil. Bayangkan saja jika mereka yang sekarang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, apakah Indonesia akan semakin hancur di masa mendatang?

297


Anak-anak kecil sekarang juga harus dibina dan dididik mengenai kebudayaan Indonesia. Mengingat budaya Indonesia yang lambat laun terpengaruh oleh budaya barat sangatlah memprihatinkan. Jika hal ini dibiarkan, maka budaya Indonesia akan punah. Anak cucu kita tidak akan merasakan lagi bagaimana enaknya masakan nusantara, indahnya tariantarian nusantara, juga kerajinan tangan dari Indonesia, maupun merdunya musik tradisional. Saya harap akan ada perubahan bagi kita semua. Amiiin. Majulah Indonesiaku!! Wassalam, Hormat Saya

Nasyaya Ulva Arskadius, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

298


Tapaktuan, 15 Januari 2012

Assalamualaikum wr wb.. Kepada yang terhormat Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati,saya salah satu murid SMAN unggul yang bernama Natasya Zuelda, saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan menulis surat untuk Bapak. Pendidikan merupakan kehidupan para pelajar, melalui pendidikan anak bangsa dapat meraih impian mereka, tepatnya di sebuah desa Keude Bakongan kecamatan Bakongan kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah pesisir yang menghasilkan ikan laut disana para pelajar sepulang sekolah mereka melakukan hal untuk menunjang biaya untuk kebutuhan sekolah mereka Dengan cekatan mereka melakukan, membantu para nelayan unuk menarik pukat(jaring) yang di tebar oleh nelayan, selanjutnya mereka membantu mengumplkan ikan-ikan hasil dari tangkapan pukat para nelayan, dan ikan-ikan tersebut mereka jual, sisa ikan yang tidak habis terjual mereka jemur untuk dijadikan ikan kering atau ikan asin. Hari-hari mereka, mereka habiskan untuk bekerja demi terpenuhinya kelengkapan sekolah mereka, sehingga mereka korbankan waktu bermain mereka untuk bekerja, mereka adalah anak-anak yang penuh semangat dan anak yang cerdas, mereka tak kalah pintarnya dengan anak-anak yang ada di kota. Bapak mentri yang Saya banggakan. Seharusnya di usia mereka , mereka hanya di tuntut untuk menuntut ilmu, namun kini mereka sudah menanggung beban untuk mendapatkan penghasilan, meskipun itu yang terjadi, tetap saja semangat mereka tidak pernah surut, mereka tidak pernah berputus asa, atau tidak pernah menjadi malas karna telah bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Mereka ingin terus sekolah meskipun jalan yang di tempuh sangat lah berat utuk mereka jalani. Semangat yang membara ini merupakan kunci keberhasilan me-

299


reka, tak sedikit dari mereka mendapatkan prestasi yang baik di sekolah, walaupun waktu belajar yang mereka miliki terbatas, kesungguh-sungguhan mereka adalah modal awal untuk meraih impian mereka. Demikianlah surat ini saya tulis sebagai curahan isi hati saya, semoga desa Keude Bakongan mendapatkan perhatian agar para pelajar yang ada disana dapat menempuh pendidikan mereka dengan cara yang lebih baik lagi, atas perhatian Bapak saya ucapkan terimakasih. Hormat Saya,

Natasya Zuelda, SMAN Unggul Aceh Selatan

300


Pangkalan Kerinci, 10 Maret 2012

Kepada: Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Salam Pendidikan dan Budaya Indonesia. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, saya mengetahui bahwa bapak sedang sibuk dengan urusan pendidikan Indonesia. Mohon kiranya bapak membaca surat dari saya tentang keluhan para pelajar Indonesia. Semoga Pendidikan Indonesia semakin Maju!. Salah satu permasalahan penting di Indonesia adalah pendidikan. Banyak anak-anak Indonesia tidak dapat meraih pendidikan karena biaya sekolah, terutama melanjutkan sekolah ke jenjang SMA karena tidak adanya dana batuan seperti BOS pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Terkadang anak kurang mampu tidak dapat mengenyam pendidikan sebagaimana di amanatkan UUD 1945. Kondisi idealnya pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal tingkat SMA, tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal itu sangat sulit direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin, seolah-olah pendidikan hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa rendah diri untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim. Menurut saya, pada jenjang pendidikan SMA perlu ada bantuan sekolah seperti dana BOS, juga beasiswa untuk siswa berprestasi dan siswa kurang mampu serta peningkatan ajang kompetisi atau perlom-

301


baan untuk meningkatkan minat dan kreatifitas anak-anak Indonesia untuk berkarya. Demikianlah harapan kami anak Indonesia. Hormat saya,

Naufal Fadhlullah Sayuti , SMAN 1 Pangkalan Kerinci

302


Garut,11 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Tempat.

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga Bapak dan Keluarga serta jajaran di Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia senantiasa diberikan rahmat, taufik, hidayah dan inayah oleh Allah SWT. Amiin. Pertama-tama, saya sampaikan permohonan maaf atas kelancangan mengirim surat kepada Bapak Mentri dan Perkenankan saya untuk menyampaikan pendapat dan saran melalui surat ini. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya hormati, Pendidikan itu seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi lainnya. Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut senantiasa beriringan dengan kesadaraan masyarakat untuk suatu proses maningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan. Saat ini Kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dan budaya mulai meninggi. Ditambah lagi anggaran pendidikan nasional yang terus meningkat, menyebabkan harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan menjadi tinggi. Sebagaimana dalam VISI Bapak Menteri sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,yaitu “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif�.

303


Untuk itu, dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta pemangku kepentingan di daerah mesti menunjukkan kinerja dan integritas dalam layanan pendidikan. Agar kualitas dan kuantitas kinerja masyarakat yang sudah timbul benih-benih kesadarannya lebih meningkat lagi,dan terselenggaranya VISI dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan itu sendiri. Demikian surat ini saya sampaikan kepada Yang Mulia Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati Bapak dan mohon saran saya untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan di Indonesia menjadi pertimbangan Bapak. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Nazeela Thifaly Fitriani, MA Darul Arqam

304


Palu, 22 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia DiJakarta

Assalamualaikum wr.wb., Saya yang menulis surat di bawah ini, Nama

: Ni Made Ayu Juli Andjani

Tempat dan tanggal lahir : Palu, 14 Juli 1997 Asal Sekolah

: SMA NEGERI 2 PALU

Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang Negeri ini. Saya melihat, selama masa jabatan Bapak sebagai Menteri Pendidikan Indonesia sudah bagus dalam masa jabatan. Namun, ada beberapa saran yang ingin saya sampaikan dari beberapa sudut pandang. Pertama, dari segi infrastruktur dan fasilitas setiap sekolah. Menurut saya, masih banyak bangunan sekolah yang tidak memenuhi standar serta fasilitas penunjang belajar mengajar belum memadai. Tolong pembangunan dan rehabilitasi sekolah yang rusak ditingkatkan demi kelancaran proses belajar mengajar serta fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar lebih diperhatikan. Kedua, mengenai biaya pendidikan yang begitu mahal. Banyak anak-anak Indonesia yang memiliki keinginan untuk bersekolah tetapi harus membantu keluarga untuk mencukupi kebutuhan hidup. Tolong Bapak lebih memperhatikan nasib anak-anak yang kurang mampu tetapi sangat ingin bersekolah pendidikan karena permasalahan ekonomi dan kebutuhan hidup pada beberapa wilayah serta diperhatikan lagi. Ketiga, mengenai kebudayaan dan pariwisata di Negara Indonesia.

305


Negara Indonesia ini kaya akan kebudayaan. Tetapi, banyak kebudayan kita yang diambil oleh Negara lain. Apabila ini dibiarkan terus akan mengakibatkan lunturnya budaya di Indonesia. Salah satu cara untuk mengantisipasi semua ini bisa dengan memperkenalkan dan menerapakan budaya dalam kurikulum pembelajaran. Kemudian mengenai pariwisata. Di Indonesia banyak tempat berwisata tetapi tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah sehingga terbengkalai begitu saja. Ini juga bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan suatu daerah dan menjadi ciri khas suatu wilayah. Sekian surat dari saya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih telah membaca surat dari saya. Hormat saya,

Ni Made Ayu Juli Andjani, SMAN 2 Palu

306


Mataram, 25 Maret 2012 Kepada : Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dari

: Ni Wayan Sri Wulandari

Dengan Hormat, Melalui surat ini saya Ni Wayan Sri Wulandari ingin menyampaikan aspirasi singkat tentang masalah yang dihadapi oleh kaum anak muda baik yang masih anak-anak maupun yang sudah remaja. Salah satu masalah yang ingin saya utarakan yaitu tentang masalah beasiswa terhadap kami para pelajar. Walaupun sejenak masalah tersebut adalah mudah dan dipandang sebelah mata. Tapi disamping itu, hal itu merupakan sesuatu yang sangat membantu baik secara moril dan materiil. Ada beberapa macam beasiswa yang setahu saya diprogramkan di Indonesia, salah satu diantaranya adalah beasiswa untuk para siswa yang kurang mampu, beasiswa anak berprestasi, beasiswa untuk S1, S2, bahkan S3 pun ada. Tapi disini yang ingin saya koreksi yaitu kurang adanya informasi yang menyeluruh, maksudnya penyampaiannya kepada masyarakat luas sangat kurang. Memang info-info tentang beasiswa telah lengkap tertera di alamat website yang disediakan. Bukan saja dalam via website tapi juga dengan surat-surat pemberitahuan yang dikirim ke pihak sekolah. Dengan diberikannya informasi yang seluas-luasnya tentang beasiswa itu secara terklarifikasi dan terdaftar dari pemerintah sendiri setidaknya dapat membuka pola pikir dan semangat bagi para pelajar di Indonesia. Selain itu sebagai anak SMA yang masih bingung untuk melanjutkan study ke universitas mana dan ada rasa takut untuk melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Kami anak SMA belajar dengan segiat-giatnya agar lulus SMA bukan hanya mempunyai tujuan untuk mencari nilai yang terbaik saja, tapi juga pengetahuan yang didapat saat disekolah yang dapat direalisasikan di kehidupan nyata dan pastinya akan mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan bakatnya untuk menghidupi kebutuhan hidup. Tapi faktanya, lulusan SMA dan Universitas belum tentu pasti mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu setidaknya berilah sedikit kelonggaran dan keleluasaan dengan system pendidikan yang terdapat di Indonesia ini. Jangan hanya ingin mengikuti standar pendidikan Internasional

307


dan tidak melihat situasi nyata pelajar Indonesia. Buat Indonesia maju itu dengan mutu dan kualitas nya bukan tampang atau namanya lah. Ingat yang berpotensi itu bukan hanya orang-orang yang berada atau berdomisili di Jawa, tetapi juga lihat masih banyak anak-anak Indonesia yang sangat berpotensi yang perlu diberi wadah untuk mengeluarkan bakat dan minat anak-anak tersebut. Demikian saran dan masukan saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Hormat Saya,

Ni Wayan Sri Wulandari, SMAN 1 Mataram

308


Firdaus 26 Januari 2012 Kepada Yth: Bapak Mentri Pendidikan Nasional Di JAKARTA

Assalamualaikum .wr. wb Saya do’a kan Bapak dalam lindungan Allah SWT, dan sukses dalam melaksanakan tugas sehari-hari amiin ya Robbal ‘alamiin. Bapak yang saya hormati!, Saya siswa dari SMK Zakiyun Najah ingin menyampaikan beberapa ungkapan kepada Bapak, walaupun saya belum pernah jumpa dengan bapak. Saya berbahagia sekali dapat berkomunikasi dengan Bapak walaupun lewat surat ini, dan saya berharap sekali bisa berkomunikasi secara langsung dengan bapak tidak hanya lewat surat. Ucapan terima kasih saya kepada Bapak agar membantu kami dalam bidang kegiatan Imformatika untuk tingkat SMK Zakiyun Najah, karena sekolah kami yang tidak ada biayanya,bahkan makan pun di biayai seluruhnya oleh Yayasan. Saya sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan orang sebaik dan berhati mulia yaitu pimpinan yayasan yang bernama “Drs.H.Maralutan srg., karena ia mau menanggung makan dan fasilitas yang lainnya, oleh karena itu saya mohon kepada Bapak agar kiranya bapak bisa membantu kami,seperti buku. Semuanya demi masa depan kami dan untuk kelancaran Proses belajar kami. Bapak yang terhormat!, Saya sebagai siswa yang jauh dari Jakarta, sangat senang sekali adanya Forum seperti ini karena saya belum pernah ke Jakarta, dan belum pernah jumpa dengan teman-teman se-Indonesia, tapi sudah dengar dari pengalaman kakak dan abang saya yang telah mengikuti Forum ini,dan katanya sangat menarik sekali, sehingga hati saya tertarik untuk mengikutinya dan tidak ada kata menyerah, seperti kata guru saya, ”there is no inposibel,because impossible is nothing”. Besar harapan saya kepada Bapak,agar kiranya dapat memperha-

309


tikan nasib anak bangsa, dari yang jauh maupun disekitar bapak. Banyak anak-anak diluar sana yang membutuhkan pendidikan agar mereka tidak tertinggal dengan anak-anak seusia mereka lainnya. Bantulah mereka karna mereka adalah salah satu bagian dari Penerus Bangsa. Tidak ada kata yang pantas saya ucapkan hanya syukur kepada Allah,dan terima kasih kepada Panitia Forum Pelajar, yang telah dapat membuat ide seperti ini,sehingga saya dapat bercerita kepada Bapak Mentri Pendidikan Nasional. Bapak yang terhormat, Sebagaimana saya jabarkan di atas tadi, saya dan teman-teman di SMK Zakiyun Najah yang tidak ada biaya atau gratis uang sekolah, makan dll, karna kami tinggal diasrama, saya berharap sekali agar bapak dapat memberikan perhatian serta pasilitas kami, seperti, Asrama, tempat tidur, ataupun pasilitas umum lainnya. Hanya inilah surat cerita dari saya semoga bapak berkenan membacanya dan memakluminya, sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terimakasih, dan mohon maaf atas kata-kata yang kurang tepat pada tempatnya. Demikianlah surat ini saya perbuat agar dapat di maklumi. Wassalamualaikum.wr.wb.,

Norma Ningsih, SMK Zakiyun Najah

310


Banjarmasin, 21 Maret 2012 KepadaYth. Bapak Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamualaikum Wr.Wb. Dengan teriring doa semoga bapak beserta keluarga dalam keadaan sehat Wal Afiat, serta selalu dalam perlindungan Allah SWT. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak, karena telah diberi kesempatan untuk menuliskan isi hati saya melalui surat ini. Pak Menteri, sepertinya memang sulit saat ini berada di era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang pada dasarnya memiliki dua sisi yang berbeda, di satu sisi telah membantu kemajuan bangsa, namun di sisi lain dapat dirasakan juga dampak yang tidak diharapkan, salah satunya adalah fenomena merosotnya karakter yang disebabkan lemahnya pendidikan karakter di dalam kemasyarakatan. Sehingga perilaku-perilaku yang tidak sesuai norma merasuk kedalam diri dan mulai merusak kehidupan bangsa. Terlepas dulu dari dampak yang tidak diharapkan ini, izinkan saya bercerita tentang salah satu persoalan budaya di daerah saya, Banjarmasin. Saat saya menulis surat ini, pengrajin kain khas Kalimantan Selatan dalam keadaan khawatir, termasuk saya sendiri. Seperti halnya kain khas batik di Jawa, kain khas sasirangan yang merupakan batik tradisional di Banjarmasin mendapat masalah baru dengan banyaknya kain sasirangan palsu yang beredar di tengah masyarakat. Dikatakan palsu, karena sasirangan tersebut dibuat dengan teknik modern menggunakan alat cetak, lalu menggunakan pewarna kimia dari China, sedangkan sasirangan yang asli pada dasarnya dikerjakan dengan proses manual, dan pewarnanya pun tentu saja dengan pewarna alami. Hampir tidak dapat dibedakan lagi

311


antara sasirangan asli dan palsu, karena dari segi motifnya pun sama, terkecuali dengan melihat lebih teliti kainnya, dan melihat guratan-guratan bekas jahitan jelujur. Sangat disayangkan, apabila motif-motif itu tidak secepatnya dipatenkan. Sasirangan juga merupakan salah satu aset budaya banjar yang harus dilindungi. Jika tidak, bisa saja generasi muda mendatang lebih mengenal sasirangan cetak daripada sasirangan yang dibuat pengrajin kain secara manual. Pak Menteri, saya sangat bersyukur karena dapat bersekolah di salah satu SMA di kota Banjarmasin, saya mendapat pendidikan yang baik, dengan prasarana yang baik, saya juga percaya bahwa orientasi belajar bukan sekedar nilai, namun manfaat. Setiap hari saya selalu melihat bahkan mengenakan secara rutin motto sekolah yang berbunyi “Improving the knowledge for the excellence of character building� terdapat pada baju seragam sekolah saya, yang intinya tentang pembangunan karakter. Hal ini membuat saya semakin sadar jika dengan kelemahan karakter, tentu saja bangsa Indonesia berada dalam posisi sulit untuk bersaing dengan bangsa lain serta mewujudkan cita-cita terhormat di tengah bangsa lain. Setiap manusia memiliki kemampuan, dan dengan kemampuan itulah manusia diberi kesempatan untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkannya, disinilah letak peran di mana pengembangan kemampuan yang direalisasikan melalui pendidikan menjadi hal penting. Selain itu, pendidikan di sini harus diimbangi dengan kaidah nilai dan norma yang berlaku pada dunia dan akhirat. Sehingga pendidikan tadi berimplementasi pada perilaku yang berkarakter. Melihat fakta yang ada, perilaku berkarakter tentu tidak cukup dengan istilah pintar dan sopan. Banyak ungkapan miring seperti sopan namun lamban, pintar namun tak berbudi pekerti, pintar namun tak jujur, dan lain lain. Pembangunan karakter merupakan aspek suksesnya pembangunan bangsa. Cara pembangunan karakter ini dapat disisipkan dengan berbagai cara, yang pertama pendidikan formal, pengetahuan terhadap negara sendiri, bukan hanya menjadi pengetahuan namun dapat lebih dari itu. Kedua, pendidikan nonformal, di mana pada pendidikan ini erat hubungannya dengan nilai-nilai seperti berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan beriman. Ketiga, pendidikan informal, pendidikan yang mengandalkan kemampuan keluarga yang memberikan pola asuh yang tepat untuk meletakkan dasar-dasar pembinaan karakter. Jika ketiga pendidikan tadi direalisasikan dengan tegas dan terdidik, maka Insya Allah dapat tercipta

312


pendidikan berkarakter, selain itu perlu juga media massa dan masyarakat turut serta dalam pembangunan karakter ini. Pak menteri, semoga bapak tak jemu untuk mengedepankan pendidikan karakter yang sudah tercantum dalam kurikulum, serta tidak temporal dan mengedepankan pendidikan secara totalitas. Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb. Hormat saya,

Nova Yolanda, SMAN 7 Banjarmasin

313


Banyumas, 25 Maret 2012 Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA Di Jakarta

Salam Hormat, Bapak menteri pendidikan dan kebudayaan RI yang sangat memiliki peran penting bagi kami para pelajar. Sosok Bapak yang berjuang keras demi majunya dunia pendidikan negeri, saya sangat bangga memiliki bapak negeri yang bijaksana, cerdas, dan sangat peduli akan kebutuhan pendidikan rakyatnya. Bagi kami para pelajar Bapak adalah semangat kami pada saat kami lemah, Bapak adalah suara kami pada saat kami bisu, Bapak adalah mata kami pada saat kami buta, Bapak segalanya bagi kami, Bapak yang terpenting bagi kami, tanpa Bapak kami tidak bisa membanyangkan apa yang akan terjadi dengan dunia pendidikan di negeri kami, apa yang terjadi dengan bintang negeri yang cerdas, ulet, dan akan menjadi penerus bangsa. Bapak, pada bulan Juli pertengahan tahun 2011, saya mengikuti seminar pengembangan karakter bangsa di Hotel Atrium Sokaraja, disana saya mendapat wawasan baru betapa hebatnya anak-anak negeri, betapa kayanya nageri ini, disana saya mendapat 7 pokok karakter bangsa dan itu sungguh membawa pengaruh yang besar bagi hidup saya, saya harap seminar tersebut tidak hanya dapat dinikmati kami para pelajar dikota, saya harap pelajar-pelajar diseluruh pelosok negeri dapat menikmati hal itu, karena dampak baiknya yang sangat berpengaruh bagi kelanjutan kehidupan bangga ini. Seminar tersebut sungguh sangat memiliki peran penting, karena dapat menyadarkan pelajar betapa hebatnya anak-anak negeri dan betapa kayanya negeri ini. Seminar tersebut memiliki peran penting bagi kara-

314


kter remaja, karena dapat memunculkan bakat-bakat dan talenta anak negeri juga dapat memotivasi pelajar supaya bersemangat dalam dunia pendidikan karena pelajar adalah generasi penerus bangsa. Saya berharap pemerintah banyak membuat kegiatan-kegiatan yang dapat mempertemukan siswa dengan wakil rakyat guna menyalurkan apresiasi dan suara hati mereka seperti Forum Pelajar Indonesia Ke-4 ini, saya yakin apabila para pelajar sering mengikuti kegiatan yang dapat memunculkan karakter mereka, para pelajar akan memiliki wawasan pendidikan tentang negeri yang lebih luas. Siswa Negeri,

Nur Afiyah Isnaeni, SMAN Banyumas

315


Jakarta,23 Maret 2012 Kepada yth, Bapak M.Nuh (Menteri Pendidikan)

Surat ini saya sampaikan hanya sekedar inspirasi,karena saya banyak melihat dan mendengar banyak tentang hal tersebut. Menurut saya Bapak adalah sosok Bapak yang mempunyai karismatik dan sangat berwibawa. Akan tetapi pernahkah Bapak memikirkan anak bangsa Indonesia. Sebagian besar dari mereka putus sekolah dan apakah bapak memikirkan hal tersebut. Apakah Bapak mengetahui sebagian Bantuan Operasional Sekolah atau BOS tidak semua sampai ke masyarakat yang terpelosok jangankan untuk pulau-pulau yang terpelosok untuk yang tidak terpelosok juga banyak yang tidak sampai pada sekolah sekolah . Kita dapat melihat bagaimana banyak anak anak kecil yang seharusnya sekolah akan tetapi ia malah mengamen di pinggir jalan demi menghidupi kehidupanya dan demi sesuap nasi untuk hidupnya. Melihat dari kejadian itu bagaimana generasi seterusnya,bagaimana Indonesia dapat menjadi Negara maju jika penerus bangsanya nanti tidak sekolah dan tidak mendapat pendidikan yang selayaknya. Banyak yang mereka harapkan dari Bapak,uluran tangan Bapak sangat berarti untuk kehidupan bangsa selanjutnya. Mungkin selama ini Bapak selalu melakukan hal yang terbaik untuk pelajar di Indonesia dan memikirkan bagaimana sekolah menjadi sekolah berstaraf internasional akan tetapi Bapak seakan akan lupa dengan mereka,yaitu anak jalanan yang putus sekolah karena biaya. Bapak hanya ingin membuat sekolah berstraf internasional tanpa memikirkan sekolah yang swasta ataupun sekolah yang di dirikan oleh masyarakat yang bertujuan untuk anak jalanan. Mereka rakyat bapak memikirkan bagaimana nasib anak jalanan yang putus sekolah, akan tetapi Bapak sendiri tidak. Seharusnya mereka diberikan penghargaan karena tanpa mereka anak anak jalanan mungkin tidak dapat membaca ataupun menulis. Untuk kali ini saya berharap buka mata Bapak dan buka hati Bapak untuk kehidupan bangsa ini . Buatlah suatu inovasi untuk kita anak Indonesia karena dengan hal itu membuat kita sebagai penerus bangsa nanti-

316


nya akan lebih memajukan bangsa kita Bangsa Indonesia agar Negara ini dapat menjadi Negara maju dan kita juga dapat lebih berguna bagi bangsa dan Negara kita Indonesia . Terima kasih semoga bapak mau menerima dan membaca surat saya,dan semoga bapak mendengarkan aspirasi saya dan pelajar di Indonesia. Hormat Saya,

Nur Hasanah, SMKN 22 Jakarta

317


Jakarta, 19 Desember 2011 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Di tempat

Salam Hormat, Halo pak apa kabar? Pada surat ini saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang maraknya HIV/AIDS (khususnya dikalangan remaja). Remaja adalah generasi penerus bangsa ini. Jika remaja-remaja Indonesia tekena HIV/AIDS maka siapakah nanti akan meneruskan bangsa ini kelak? Maka dari itu saya ingin menyampaikan aspirasi saya kepada anda tentang hal ini. Jika tidak dibekali ilmu yang cukup,pembinaan dari berbagai macam pihak serta iman yang kuat remaja cenderung mencoba sesuatu yang terlihat menyenang diawal saja . Dan sesuai berkembangnya jaman,remaja-remaja saat ini sangat tidak menyadari bahaya dari HIV/ AIDS. Rasa ingin tahu yang kuat, ajakan dari teman-teman atau lingkungan sekitar membuat remaja selalu ingin mencoba berbagai macam hal, seperti merokok. Mungkin awalnya hanya merokok namun hal ini dapat berkembang menjadi hal-hal yang bisa merusak kesehatan dan moral mereka seperti minum-minuman beralkohol atau bahkan memakai narkoba. Sebagai remaja saya merasa kita harus terus menggalakkan pembinaan kepada semua kalangan. Kurangya bekal ilmu pengatahuan mengenai kesehatan, dukungan moral dari berbagai pihakpun serta pembinaan iman, menurut saya sangat dibutuhkan untuk mengurangi penyebarannya ini di. Dukungan kepada ODHA (Orang Hidup dengan HIV dan AIDS) pun harus kita lakukan, memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDA. Mohon maaf jika ada kesalahan kata. Dan saya berharap surat ini bermanfaat walau hanya sedikit. Hormat Saya, Peserta Forum Pelajar Indonesia, Nur’aini Febrianingsih, SMAN 42 Jakarta

318


Bengkulu, 22 Maret 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Assalamualaikum, Saya Nurcitra Amanda, saya seorang pelajar dari Bengkulu, SMAN 5 kota Bengkulu tepatnya. Dalam surat ini saya ingin menyampaikan tentang kurangnya pendidikan moral di kebanyakan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di kota saya. Meskipun saya bukan siswa SMK, saya turut perihatin dengan pendidikan moral yang kurang di lingkungan mereka. Di daerah Bengkulu terutama kota Bengkulu, siswa SMK (Sekolah Menuju Kejurusan) tampak jelas seperti terabaikan pendidikan moralnya. Tidak sulit untuk menemukan siswa yang kebut-kebutan, merokok, dan membolos sekolah di sini. Setiap saya pulang sekolah, melihat anakanak SMK merokok di pinggir-pinggir jalan bukanlah hal yang aneh untuk dilihat lagi. Saya benar-benar tidak tahu siapa yang lalai dalam hal ini. Saya sering melihat iklan-iklan di televisi yang mengatakan bahwa memilih untuk melanjutkan ke SMK daripada SMA merupakan pilihan yang baik karena dapat membantu dan mempermudah mencari pekerjaan. Saya melihat iklan itu ketika saya masih berda di bangku SMP, tapi ada satu hal yang membingungkan, dari semua teman dan kakak-kakak kelas, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin melanjutkan ke SMK. Tentu saja saya mulai bertanya-tanya, kenapa apa yang disarankan dengan kenyataan yang terjadi di sini tidak selaras. Lalu muncullah jawaban dari mereka yang mengatakan bahwa, “Kalau SMK di luar memang bagus, tapi kalo disini kualitasnya berbeda�. Tiap jawaban dari setiap orang saya ajukan pertanyaan sama saja, kualitas. Seiring dengan berjalannya waktu, saya duduk di bangku SMA. Sekolah saya bersebelahan dengan dua SMK. Hari pertama saya masuk ke sekolah, saya melihat sekumpulan siswa dengan seragam SMK nongkrong di depan sekolahnya sambil menghisap rokok. Paradigma dari anak-anak SMK telah menyerubungi otak saya. Saya selalu cemas jika harus bertemu dengan anak SMK, terutama

319


laki-laki. Saya selalu merasa mereka seperti ‘preman’. Saya yakin kualitas SMK dengan SMA berada pada tingkat yang sama. Bahkan banyak siswa SMK yang dapat menghasilkan barang-barang yang dapat digunakan masyarakat pada umumnya seperti mobil dan mesin cuci. Di setiap sekolah diajarkan BK ( Bimbingan Konseling ) dan sangat jelas diajarkan bahwa merokok dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, dan saya yakin mereka juga tahu akan hal tersebut. Tidak hanya merokok, ketika saya sakit dan harus pulang ke rumah lebih awal, saya melihat sekumpulan anak SMK yang membolos dan hanya dudukduduk di warung sambil merokok tentunya. Saya cukup perihatin melihat keadaan pelajar-pelajar SMK di Bengkulu. Banyak orang yang mengabaikan pelajaran BK, tetapi sebenarnya dengan mempelajarinya secara tidak langsung pendidikan tentang karakter dan moral telah berlangsung. Hal ini diperlukan, terutama bagi mereka yang masih belum dapat mengaplikasikannya. Saya tahu tidak sepenuhnya dari mereka buruk. Saya pernah ikut dalam perlombaan yang diadakan di salah satu SMK di dekat sekolah saya dan ternyata ada beberapa dari mereka yang pandai dalam berorganisasi, dan peduli dengan ‘tamu perlombaan’. Sayangnya mereka hanya sebagian kecil. Sekian dari surat saya. Saya berharap dengan surat ini bapak dapat membantu dan mendukung peningkatan kualitas siswa-siswa SMK dengan meningkatkan kesadaaran akan pentingnya Bimbingan Konseling di sekolah, terutama di kota Bengkulu.

Nucitra Amanda, SMAN 5 Kota Bengkulu

320


Pontianak, 03 Mei 2012 KepadaYth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bapak Muhammad Nuh di Tempat

Salam hormat saya sampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bapak Muhammad Nuh, dan dengan iringan doa semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat Wal Afiat serta mendapatkan perlindungan Allah SWT dalam membantu untuk membangun pendidikan dan kebudayaan di negeri kita ini, Amin. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena dengan keikutsertaan saya dalam karya tulis ini, saya diberi kesempatan untuk menuliskan surat ini kepada Bapak. Dalam surat ini saya ingin menyampaikan beberapa gagasan saya, tentang sekolah berbasis RSBI/SBI tetapi tidak meggunakan nilai kebudayaan Indonesia. Sekarang di Indonesia menerapkan adanya sekolah RSBI/SBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional)/(Sekolah Berstandar Internasional), hal ini diterapkan agar cara atau proses belajar yang ada di Indonesia sama dengan proses belajar yang ada di luar negeri dimulai dari kedisiplinan, kurikulum, teknologi, dan lain sebagainya. Tetapi hal ini memberikan dampak buruk, dengan adanya penerapan sekolah RSBI/SBI ini, sistem dan cara atau proses belajarnya sama dengan proses belajar di luar negeri sehingga nilai kebudayaan Indonesia terlalaikan. Contohnya saja, di sekolah-sekolah RSBI/SBI diajarkan bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Mandarin, dan lain-lain. Sedangkan di sekolah-sekolah RSBI/SBI tidak ada diajarkan bahasa-bahasa daerah seperti Bahasa Sunda, Bahasa Melayu dan lainlain. Dan secara tidak langsung lama-kelamaan cara atau budaya Indonesia pun tertinggalkan. Perlu diketahui apakah pemerintah harus meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menerapkan program RSBI/ SBI? Hal ini akan membuat para peserta penyelenggara RSBI/SBI menjadi kebingungan.

321


Termasuk siswa yang ditambah dengan perubahan psikologisnya ketika sekolahnya menerapkan sistem Internasional. Menurut saya, sistem penyelenggaraan yang baik adalah sekolah yang berstandar Internasional namun berlatarbelakang nilai leluhur Indonesia yang baik. Kebanyakan sekolah RSBI/SBI selalu berpusat terhadap sesuatu yang berbau luar negeri, hal itu tidaklah menjadi prioritas. Prioritas terbaik sekolah seperti ini adalah level pendidikan dan cara pengajaran. Jika sekolah RSBI/SBI ingin mendapatkan hasil yang maksimal, solusi dari saya adalah: (1.) Peningkatan nilai leluhur Indonesia, (2.) Segala contoh tidak harus berkiblat pada luar negeri, (3.) Mengambil sistem pengajaran yang berstandar Internasional, (4.) Materi ajar yang sesuai dengan kemampuan anak. Umumnya sekolah RSBI/SBI menerapkan kurikulum materi ajar dari luar negeri, namun pertanyaanya adalah apakah kurikulum materi ajar di negeri ini kurang bagus dibandingkan dari luar negeri? Tiap negara memiliki karakteristik masing-masing agar dapat dipahami materi yang diajarkan. Selain itu materi yang diujikan di Ujian Nasional maupun Ujian SNMPTN pun juga menggunakan kurikulum nasional. Pertanyaanya, perlukah menggunakan kurikulum luar negeri? Selain itu beberapa siswa akan dihadapi materi-materi yang tidak terbiasa olehnya untuk diserap karena merasa asing dengan materi ajar yang berasal dari luar negeri. Akibatnya siswa mengalami kesulitan saat belajar sehingga berdampak stres, depresi, dan emosional yang berlebih akibat mereka tidak mampu meraih nilai ulangan yang baik. Sekolah RSBI/SBI lebih baik mengarah terhadap tenaga pengajar yang berkualitas, sarana dan prasarana yang berstandar Internasional dan sistem kedisiplinan. Bukan pada tertuju pada kurikulum. Anak Indonesia memiliki kecerdasan yang hebat, hanya itu butuh waktu untuk membentuk kecerdasan itu semakin matang, cara membentuk itu adalah dengan nilai-nilai leluhur Indonesia yang patut dicontoh. Sekian yang dapat saya sampaikan, saya yakin Bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, dapat mengatasi permasalahan yang terkait hal ini. Terimakasih. Hormat saya, Nurfajrin Dhuha Andani, SMAN 2 Pontianak

322


Segeri, 24 Maret 2012. Kepada yth, Bapak Menteri Pendidikan dan Pebudayaan Di Jakarta

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Salam pendidikan pak, apa kabar ? semoga baik-baik saja. Saya kagum dengan keteguhan bapak, bapak juga pintar. Saya pernah baca artikel yang berisi tentang keseharian dan tugas-tugas bapak, kalau tidak salah bapak pernah menjabat sebagai menteri komunikasi & informatika pada tahun 2007-2009 bukan?. Pak saya ingin sekali seperti bapak dapat biaya siswa ke luar negeri melanjutkan sekolah di sana. Kapan yah saya bisa seperti itu?. Pak kita tahu bahwa teknologi sekarang telah canggih tapi adapun yang mememanfaatkan hal tersebut kea rah negative seperti mencari flm porno maupun foto-foto sexk. Maaf lancang, bapak bisa bantu tidak, semua hal yang berhubungan dengan film porno & foto seks di musnakan dari internet? Karena banyak anak yang belum cukup usia sudah pernah melihat film seperti itu, kan dosa pak!. Banyak pula anak-anak yang sudah merokok.Pak di sekolah kami SMAN 1 SEGERI (SULSEL), mempunyai banyak kekurangan di pasilitasnya, seperti WC, Alat-alat laboratorium sains, laboratorium computer dll. Kami sering marah dan sedih jika ingin menggunakan laboratorium tetapi banyak gangguang. Pak saya juga ingin sekolah saya terkenal seperti sekolah-sekolah lain. Maka dari itu kami selalu mengikuti setiap lomba yang bisa membuat nama sekolah kami menjadi harum. Tapi kalau hanya mengandalkan hal itu tidak mungkin, karena hanya di desa dan kabupaten saja.Mungkin cukup sekian surat dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan dari kata-kata saya. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Nurwana, SMAN 1 Segeri

323


Kepada yth; Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tempat

Perkenalkan, saya adalah seorang siswa berumur 16 tahun yang saat ini masih aktif belajar di sebuah sekolah sederhana di daerah Cikarang—sebuah daerah di pinggir Ibu Kota Jakarta.Dengan surat ini, saya sebagai salah satu anak bangsa di negeri ini, ingin menyampaikan sesuatu perihal keprihatinan saya mengenai sistem pendidikan di Negara kita tercinta ini. Pak Menteri, menurut pendapat saya,pendidikan di Indonesia saat ini adalah pendidikan yang dapat dikatakan pendidikan yang ‘asal’. Asal lulus, asal mendapat nilai tinggi, asal sekolah, asal disayang guru, dan banyak asal lainnya. Namun yang lebih parah adalah guru yang asal mengajar, asal memberi nilai. Semuanya hanya dilakukan karena sebuah pekerjaan bukan sebagai panggilan jiwa. Selama ini mungkin pemerintah berfikir bahwa sistem pendidikan yang dijalankan oleh Indonesia adalah sistem yang terbaik didunia. Sebagai mana kita ketahui bahwa di sekolah dasar saja para pelajar di Indonesia telah mendapatkan berbagai macam pengetahuan baik sosial maupun science. Mulai dari ipa dan ips, fisika, kimia, biologi, bhs indonesia, matematika, seni dan budaya, bahasa inggris, ekonomi, dll.Hal itu mungkin dimaksudkan agar kualitas lulusannya akan menjadi lebih meningkat. Akan tetapi pada kenyataan para siswa di Indonesia tidak mendapatkan maksud dari sistem tersebut,karena mungkin sistem yang begitu baik tersebut tidak berjalan dengan mulus. Fakta dilapangan, hanya gara-gara sistem pendidikan yang terbaik (pemberian semua materi pelajaran), penguasaan siswa terhadap semua bidang ilmu yang mereka berikan menjadi setengah setengah. Siswa menjadi stress karena harus belajar banyak materi saat ujian nasional. Bahkan lebih parahnya lagi hingga menimbulkan korban jiwa. Saya tahu bapak ingin yang terbaik untuk kami. Akan tetapi apa yang bapak dan staff bapak rancang, tidaklah membuat membuat ke-

324


adaan menjadi lebih baik melainkan menjadi lebih carut marut. Sekarang ini, sekolah bagaikan mesin pencetak ijazah saja tanpa memperhatikan kualitas dari pemilik ijazah tersebut. Jika pemerintah tetap berpendapat bahwa sistem pendidikan yang saat ini digunakan adalah yang terbaik, pemerintah harus memperhatikan lagi cara pelaksanaan sistem tersebut. Mungkin benar sistem yang dipakai saat ini sudah yang paling bagus. Akan tetapi kalau dalam pelaksanaan terjadi kekeliruan seperti yang telah saya ceritakan diatas, sistem yang sudah bagus tersebut akan akan sia-sia Pak. Pak, sepertinya hanya sampai sekian yang bisa saya katakan kepada bapak. Semoga dengan adanya surat saya ini, kinerja bapak dapat menjadi lebih baik lagi sehingga pendidikan di Indonesia juga dapat menjadi lebih baik. Salam.

Oktapianus Pasaribu, SMAN 1 Cikarang Utara

325


Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Salam hormat, Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Priyangga Dyatmika salah seorang pemuda Indonesia. Saya berasal dari Bandung dan bersekolah di SMA Negeri 5 Bandung. Dengan surat ini saya bermaksud untuk menyampaikan sedikit pemikiran yang mungkin dapat jadi bahan pertimbangan bagi Bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Saya adalah siswa kelas XII yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional setelah proeses pembelajaran selama 3 tahun. Di Indonesia pendidikan terkesan terpaku terhadap aspek nilai yang berupa angka. Angka adalah salah satu cara termudah untuk menentukan parameter yang kita inginkan tercapai atau tidak. Misal dengan adanya SKBM yang menuntut siswa untuk bisa melewati nilai tersebut. Namun saya rasa masih ada aspek-aspek lain yang harus bisa dikembangkan oleh para siswa. Bukan hanya sekedar aspek nilai mata pelajaran. Setiap siswa haruslah memiliki softskill yaitu kemampuan untuk berinteraksi dengan orang banyak. Saya banyak menemui di kota saya sendiri yaitu Bandung, banyak orang tua yang menekankan anaknya pada nilai yang dicapai tetapi kurang bisa bersosialisasi dengan orang lain. Tekanan pada siswa untuk mencapai nilai tertinggi mengakibatkan sifat siswa yang individualis. Sementara belajar bertujuan sebagai bekal kita untuk menghadapi dunia kerja yang bersaing dengan milyaran orang di dunia. Dan salah satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan kerjasama. Melatih softskill bukan hal yang mudah karena akan menjadi bawaan bagi siswa untuk kedepannya. Salah satu sarana dalam pengembangan softskill yaitu dengan berorganisasi baik melalui Pengurus OSIS atau Ekstrakurikuler. Rasa kebersamaan yang muncul karena kecintaan

326


yang sama dalam salah satu bidang membuat siswa mudah bersosialisasi. Belajar berorganisasi, membuat suatu perencanaan, melaksanakan perencanaan, dan melaporkan pelaksanaan itu akan menjadi modal utama dalam dunia kerja. Oleh sebab itu, kegiatan ekstrakurikuler perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintahan menyerankan kepada setiap sekolah untuk menyeimbangkan antara pendidikan intrakurikuler dan ektrakurikuler. Memberikan kepercayaan kepada siswa untuk membuat suatu kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dukungan moral bagi para siswa untuk terus berkreasi. Dengan generasi muda yang memiliki softskill saya yakin bangsa Indonesia dapat menghasilkan tenaga-tenaga ahli yang tidak kalah dengan orang luar. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, berpikir kreatif, dan mencoba terobosan-terobosan baru guna bersain dalam persaingan global. Terimakasih saya ucapkan karena Bapak bersedia menyempatkan waktu untuk membaca surat ini. Saya hanya berusaha berkontribusi bagi Indonesia. Mungkin hal ini bukan suatu hal yang besar tapi akan berdampak kedepannya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan. Pemuda Indonesia bukanlah sebuah beban tetapi sumber kreatifitas tak terbatas. Hormat saya,

Priyangga Dyatmika, SMAN 5 Bandung

327


Pagaralam, 12 Maret 2012 Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Jakarta

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga surat elektronik ini menjumpai Bapak dalam keadaan sehat, dan tidak resah menangani masalah pendidikan di negeri kita tercinta ini. YTH Bapak Menteri, izinkan saya menyampaikan aspirasi saya sebagai pelajar Indonesia mengenai pendidikan di negeri ini. Sebagai pelajar, saya tidak dapat berbuat banyak selain mengeluarkan kemampuan saya ke dalam surat ini. YTH Bapak Menteri, sebentar lagi ujian nasional (UN) akan segera dilaksanakan. Para pelajar seluruh Indonesia berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai yang terbaik agar mereka dapat lulus ujian untuk melanjutkan pendidikan mereka ke tingkatan yang lebih tinggi. Saya ingin menanyakan kepada Bapak bahwa, berapa banyak pelajar Indonesia yang akan stress dan frustasi terhadap ketidaklulusan mereka? Saya bertanya begitu bukan saya pesimis terhadap kemampuan banyak pelajar Indonesia melainkan saya takut mengenai mimpi dan cita-cita mereka yang terancam sirna karena ujian nasional. YTH Bapak Menteri, dapatkah Bapak melihat sedikit ke arah kami yaitu para pelajar yang berada di daerah? apakah kami harus selalu mengejar ketertinggalan kami dari segi fasilitas dan sebagainya? apakah ujian nasional ini dapat dihilangkan? apakah Bapak lebih mementingkan anggaran yang diterima dari pelaksanaan ujian nasional daripada mimpi anak bangsa ini?. Pertanyaan itu hanya Bapak yang bisa menjawabnya. Ujian nasional yang dilaksanakan empat bahkan tiga hari ini, menentukan hasil belajar para pelajar selama tiga tahun mereka sekolah. Begitulah kenyataannya Bapak Menteri, bukankah sekolah dan guru lebih mengetahui kemampuan dari para pelajar dibandingkan dengan soal-soal ujian nasi-

328


onal. Ketakutan para pelajar mengenai ujian nasional membuat mereka menggunakan segala cara agar dapat lulus ujian. Sedikit miris memang, masalah utama dalam kehidupan yaitu masalah pendidikan. YTH Bapak Menteri, saya sangat berharap Bapak melakukan langkah yang tepat dalam mengevalusi masalah ini. Saya sangat berharap Bapak menunjukkan keberpihakan kepada para pelajar yang kehilangan mimpi dan cita-cita mereka. Sebagai anak-bangsa, saya mengajak Bapak berpikir dan bertindak lebih nyata dan lebih dalam lagi untuk menyikapi persoalan pendidikan bangsa ini. Saya menghormati Bapak sebagai Menteri, karenanya kutulis surat ini kepada Bapak, bukan kepada yang lain, karena kutahu hanya Bapak Menteri yang bisa menangani ini semua. Surat elektronik ini kubuat dalam suasana kebatinan sebagai pelajar Indonesia yang memikirkan dan merasakan keresahan secara bersama-sama, dan prihatin kemana sebenarnya pendidikan negeri ini akan dibawa. Marilah kita berpikir lebih adil dan seimbang, mari kita ciptakan kedamaian dan suasana kebatinan yang menyejukkan seluruh komponen anak bangsa serta marilah kita selalu berpikir positif dalam menyongsong pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Semoga Bapak diberkahi kekuatan untuk bertindak lebih jauh bagi pendidikan negeri ini oleh Allah SWT.. amien. Salam Pendidikan Indonesia.

Putra Ansa Gaora, SMAN 1 Pagaralam

329


Kepada Yth: Menteri Pendidikan Republik Indonesia Bapak Muhammad Nuh

Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang dalam proses menuju negara yang maju. Proses tersebut sangat ditentukan dengan kualitas sumber daya manusia yang ada pada bangsa ini sekarang, khususnya pendidikan pada masa kini. Saat ini, begitu banyak anak-anak di luar sana yang tidak dapat menikmati masa-masa sekolah mereka. Padahal, sering kita mendengar kata-kata “pemuda dan pemudi merupakan ujung tombak indonesia � Tetapi apakah itu dapat terwujud dengan kondisi pendidikan di Indonesia yang masih seperti ini? Saya ragu jika itu akan terwujud karena melihat kondisi pendidikan sekarang. Karena sekarang ini mutu pendidikan di Indonesia baik formal maupun informal kualitasnya memprihatinkan. Tidak hanya fasilitas gedung sekolah tempat mereka belajar dan mengajar, tetapi juga kualitas guru yang ada. Bahkan,tidak sedikit siswasiswa yang harus berjalan kaki sampai beberapa kilometer untuk menuntut ilmu karena keterbatasan transportasi. Tetapi mereka tetap gigih berjuang untuk mendapatkan setitik ilmu untuk memperbaiki nasib mereka di masa yang akan datang. Apakah tidak ada upaya transportasi dari pihak departemen pendidikan? Apakah hati Bapak tidak tergugah untuk membantu anak-anak Indonesia yang sedang berjuang untuk menjadikan Negara ini menjadi lebih bagus pada masa depan? Sebegitu mahalkah beberapa bus sekolah dibandingkan mobil mewah yang Bapak dan para pejabat lain nikmati selama ini. Sekarang ini salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan memberlakukan RSBI(Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Pemerintah membuat kebijakan itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing di internasional. Apakah kebijakan itu efektif? . Untuk masuk ke sekolah tersebut kita harus membayar lebih mahal. Hanya orangorang tertentu yang dapat masuk ke sekolah tersebut, seperti yang kita

330


ketahui bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangatlah tinggi. Mereka tidak dapat menikmati fasilitas RSBI tersebut. Alangkah baiknya jika Bapak berkenan memikir dua kali tentang kebijakan RSBI tersebut. Jika memang Bapak ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kualitas guru, dan juga memperbaiki/meningkatkan fasilitas pendidikan. Karena dengan ada atau tidak ada RSBI tersebut sekolah yang unggul tetap unggul di mata masyarakat. Yang menentukan sukses atau tidaknya seseorang bukan karena RSBI nya tetapi karena usaha yang dilakukan oleh seseorang. Boleh-boleh saja Bapak membuat kebijakan RSBI, tetapi Bapak harus mengajukan kebijakan yang efektif sehingga tidak ada diskriminasi diantara keduanya. Dan keduanya dapat memajukan bangsa ini di masa yang akan datang. Mungkin hanya ini yang dapat saya tulis tentang aspirasi saya sebagai seorang siswi. Saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Putri Meilia, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

331


Untuk Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

Dengan hormat saya sampaikan surat saya ini kepada Bapak Mohammad Nuh Selaku Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Saya baru saja memasuki dunia SMA yang kebanyakan orang bilang begitu banyak kenangan karena masa-masa SMA adalah masa-masa paling indah. Tapi mungkin tidak semua remaja bisa mendapatkan keberuntungan untuk menjajaki bangku SMA dan merasakan kebahagiaan menjadi remaja putih abu-abu. Entah karena mereka tidak cukup mampu untuk menerskan pendidikan atau malah mereka mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitar mereka. Lingkungan disini adalah lingkungan termpat mereka menuntut ilmu itu sendiri, sekolah mereka. Saya tidak bisa menampikkan bahwa mungkin dari jaman Bapak Nuh masih bersekolah, senioritas itu telah muncul. Iya, senioritaslah yang menjadi tekanan bagi para remaja yang baru memasukki gerbang putihabu mereka. Mungkin setelah menyontek, senioritas telah mendarah daging di kalangan pelajar Indonesia. Anggapan yang mengatakan bahwa senior selalu menang seakan telah meracuni pemikiran anak muda bangsa. Apalagi ketika MOS (Masa Orientasi Siswa) dimulai. Bagi para anak baru, MOS seakan neraka dan mereka harus bertemu dengan kakak kelas jahat yang akan menyiksa mereka. Kembali kita telaah, Pak, mengenai apa sebenarnya tujuan dari MOS itu sendiri. Bukankah MOS adalah masamasa pengenalan terhadap lingkungan sekolah mereka yang baru setelah mereka lepas dari sekolah sebenlumnya? Namun waktu memang mampu merubah segalanya, termasuk pola pikir seseorang. Ketika MOS berlangsung, guru seakan telah memberikan kepercayaan pada para panitia untuk melaksanakan MOS. Tidak menutup kemungkinan bahwa para guru tidak mengetahui apa yang dilakukan para panitia MOS tersebut. Para junior yang belum mengetahui apa-apa harus mendapatkan semacam ‘gencatan’ dari seniornya dan yang sangat disayangkan lagi, ‘gencatan’ tersebut dapat saja berlanjut bahkan setelah MOS telah usai. Senioritas juga memberikan luka dan dendam tersendiri, karena nanti ketika para junior yang tersiksa tersbut beranjak menjadi senior, bukan tidak mungkin mereka akan melakukan hal serupa pada junior mereka. Inilah yang saya maksud mendarah daging, Pak. Senioritas sudah seperti rantai, tidak dapat terputus, yang berujung pada tindakan bullying. Mungkin su-

332


dah sering kasus bullying tersiar di media cetak bahkan elektronik. Mari kembali ke masa-masa genk motor dan genk Nero yang sempat menjadi santapan publik beberapa tahun silam dan yang terbaru adalah genk motor CMP di Bali. Senioritas dan bullying terjadi tidak hanya di dalam lingkungan sekolah, tapi juga seperti ketika perekrutan anggota genk seperti kasus diatas. Apalagi permasalahan yang menciptakan kekerasan oleh genk-genk tersebut adalah permasalahan sepele yang sebenarnya bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan kekeluargaan. Saya yakin bapak tentunya tidak ingin jika masa remaja anak muda Indonesia dihabiskan dengan kegiatan yang tidak menguntungkan seperti tawuran dan juga saling membully satu sama lain. Karena kita semua sama, kita sama-sama anak Indonesia, kita sama-sama pelajar yang menuntut ilmu untuk mendapatkan masa depan cerah nantinya. Kita hanya terbatas umur sebenarnya, Pak. Peran seorang senior adalah menuntun juniornya, karena seorang senior sejatinya telah lebih merasakan dunia sekolah yang baru diinjak oleh para junior. Karena itulah saya ingin setiap pelajar diberikan hak dan kewajiban yang sama, tidak ada perbedaan, siapa yang salah ialah yang mendapat ganjaran. Jangan biarkan dunia pendidikan Indonesia menjadi kelam tertutup kekerasan dan kepalsuan. Sehingga nantinya bisa keluar undang-undang yang mengatur tentang kesamaan hak dan kewajiban bagi para pelajar dan para senior mampu mengetahui peran mereka sesungguhnya. Sekian surat saya ini untuk Bapak Nuh yang merupakan aspirasi dan opini singkat saya mengenai apa yang telah terjadi sebenarnya. Terima kasih karena bapak telah meluangkan sejenak waktu untuk membacanya. Hormat Saya,

Putrika Santiaji, SMAN 4 Denpasar

333


Jakarta, 24 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh Di Jakarta

Assalamu’alaikun Wr. Wb Dengan surat ini sebelumnya saya mengucapkan terimakasaih banyak kepada panitia FOR yang telah membantu saya untuk dapat berkomunikasai dengan bapak Mohammad Nuh. Saya berharap agar suraat ini dapat dibaca oleh bapak tanpa ada rasa terpaksa. Sebelum pembahasan lebih lanjut, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Qonita Theodora ssiswi dari SMK DIPONEGORO 1 Rawamangun Jakarta Timur. Langsung saja pada permasalahan yang akan dibahas. Karena bapak menteri pendidikan dan kebudayaaan, yang akan saya bahas tidak jauh daripada pendidiikan yang ada di Indonesia. Seperti yang saya dan bapak ketahui bahwa pendidikan itu sangat penting. Sebagai pelajar yang bersekolah di Ibukota Jakarta, saya sangat tahu niat belajar para pelajar di jakarta . Yang ingin sukses, belajar dengan sungguh-sungguh. Sedangkan yang tidak berfikir panjang untuk kehidupannya kedepan, lebih menjadi pelajar yang malas. Tetapi harus diakui, semangat belajar anak-anak Jakarta, kalah dengan anak-anak yang berada di desa-desa. Mereka memiliki semangat yang sangat besar. Tapi, sayangnya semangat mereka tidak dapat terbayar oleh fasilitas di daerah mereka. Perjuangan mereka bukan hanya pada di sekolah saat KBM saja, tapi perjalanan menuju sekolah. Banyak anak yang harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan berjalaan kaki. Bahaya di depan mata, tapi tetap mereka lewati tanpa mengeluh. Selain bahaya di perjalanan yang harus mereka lalui, merka juga harus melawan rasa takut pada saat di sekolah. Dengaan bangunan sekolah yang sudah tidak layak ditempati lagi. Cobalah bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menoleh dan terjun langsung di wilayah tersebut. Dengan cara membangun jalanan yang layak, transportasai yang nyaman dan bangunan sekolah

334


yang layak ditempati. Berikan juga motifasi kepada mereka. Bukan hanya di wilayah pedalaman, tetapi berikan juga motifasi pada pelajar di Jakarta agar lebih mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan. Selain itu, bapak juga dapat mengontrol pemerintah yang bertugas dalam pendidikan di desa-desa agar dana untuk para anak-anak tidak dicurangi oleh para koruptor. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Maaf jika ada kesalahan dalam isi surat ini, dan semoga ide saya dapat bapak lakukan tanpa rasa keterpaksaan. Terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Qonita Thiedora Sudibyo, SMK Diponegoro 1 Jakarta

335


Bandung, 24 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya kagumi di Tempat

Assalamualaikum wr. wb Salam sejahtera saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI agar Allah S.W.T. senantiasa memberikan kesehatan, perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas . Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya hormati, Saya sangat senang dan bersyukur karena pemerintah melaksanakan program wajib belajar 9 tahun dan adanya Bantuan Operasional Siswa (BOS). Hal tersebut adalah prestasi yang sangat dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun sayang, masih banyak teman–teman yang belum bisa memanfaatkan program baik pemerintah ini. Setelah saya bertanya kepada beberapa teman saya yang kurang mampu dan tidak bersekolah hal itu dikarenakan mereka sudah bekerja seperti berjualan es yoghurt, menjaga warung dan lain–lain, mereka menganggap karena mereka sudah bekerja maka sekolah sudah tidak diperlukan lagi dan pekerjaan mereka lebih mengasyikan dibanding sekolah. Dan mereka beranggapan apabila mereka sekolah, waktu mereka untuk berjualan akan termakan. Di sekolah saya (SMA BPI 1) terdapat pelajaran entrepreneurship yang membahas tentang kewirausahaan. Mengenai hal tersebut, alangkah baiknya apabila pemerintah membuat sekolah seperti SMK namun sekolah ini hanya diperuntukkan untuk teman–teman yang kurang mampu seperti yang saya sudah sebutkan diatas, yang nantinya mereka akan diajarkan tentang dasar–dasar untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dan nantinya dapat membuka lapangan kerja. Sekian yang dapat saya sampaikan, Sekian yang dapat saya sam-

336


paikan, saya berharap kedepannya Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Terima kasih atas perhatian Bapak Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb Hormat saya,

Rafindra Dwi Putra, SMA BPI 1 Bandung

337


Morowali, 5 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diJakarta

Dengan Hormat ! Assalamu Alaikum Wr. Wb., Bapak Menteri yang saya hormati, saya adalah siswa SMKN 1 Bungku Barat Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah. Kini saya duduk di bangku kelas X Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan sudah hampir satu tahun saya berada di sebuah tempat yang ku sebut sekolah. Di sana saya memulai aktifitasku di pagi hari, yaitu belajar menuntut ilmu. Selama hampir selama 1 tahun itu saya belajar selalu di hantui oleh kekhawatiran, yang di karenakan fasilitas yang ada di sekolahku belum memadai. Sedangkan sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan, saya di tuntut memiliki skill sesuai jurusan yang saya pilih. Bapak Menteri yang saya hormati, kadang-kadang saya merasa cemburu dan iri apabila saya lihat di televisi. Kenapa teman-teman nanjauh di seberang sana, mereka dapat belajar dengan riang dan tenang. Mereka memiliki banyak fasilitas penunjang khususnya media pembelajaran dan IT. Padahal dalam Undang-undang yang saya pelajari dalam pelajaran PKn bahwa pemerintah berkewajiban memberikan fasilitas pendidikan yang layak dan bermutu serta layak bagi rakyatnya. Akhirnya saya berfikir dan bertanya-tanya, bukankah saya yang ada di pelosok negeri ini merupakan bagian dari rakyatnya Bapak Menteri Pendidikan ? Kalau jawabannya ya, berarti sayapun berhak untuk mendapatkan fasilitas yang sama dengan teman-teman yang jauh di seberang sana. Atau mungkin karena saya jauh, kami jauh dari tempat kediaman Bapak Menteri ? Jauh dari hilir mudik kendaraan-kendaraan pejabat tinggi yang ada di negeri ini.

338


Bapak Menteri yang saya hormati. Melalui surat ini saya mencoba untuk meminta hak saya dan teman-teman, hak sebagai bagian dari anak bangsa, hak untuk mendapatkan kemerdekaan dalam pendidikan, meraih pendidikan yang layak, tempat saya menimba ilmu dan tempat saya merajut impian serta harapan. Demikian surat saya, terima kasih atas perhatian dan kesempatan bapak untuk membaca surat ini. Semoga Allah swt senantiasa memberikan kesehatan kepada Bapak Menteri sehingga dapat terus memimpin bangsa ini menuju bangsa yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur. Negeri yang senantiasa di ridhai oleh Allah swt. Wassalamu Alaikum Wr. Wb.,

Rahim Arwan S, SMKN 1 Bungku Barat

339


Tombiano, Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Asslamu Alaikum Wr. Wb. Dengan Hormat, Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridhaNyalah sehingga saya sebagai anak bangsa dapat memberanikan diri untuk mencurahkan segala perasaan dan isi hati saya. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati Melalui surat ini saya ingin menyampaikan pandangan saya tentang pendidikan dan lapangan kerja yang ada di Indonesia dimana kurangnya perhatian pemerintah kepada anak-anak bangsa yang ada dipulau-pulau terpencil akan pendidikan, dan dimana banyak anak didik yang mengkonsumsi barang-barang haram kurang kepedulian pemerintah terhadap hal itu, serta kurangnya ketersediaan lapangan kerja yang memacu terhadap faktor-faktor pengangguran dimana sekarang meningkatnya teknologi sehingga pentingnya diadakan bimbingan khusus untuk mengetahui hakhak seorang pelajar dan diharapkan agar ada buku-buku ilmu pengetahuan yang disebarkan diseluruh sekolah di Indonesia. Sekian kata-kata yang bisa saya sampaikan agar kedepannya semua harapan saya agar bisa terwujud. Wassalam,

Rahma Sintya, SMK Negeri 1 Tojo Barat

340


Morowali, 15 Maret 2012 Yth. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI diJakarta

Assallamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa semoga aktifitas Bapak mendapatkan Hidayah dari-Nya dikarenakan keiklasan dan hati simpatik bapak untuk memimpin pendidikan di Negara tercinta ini. Bapak Menteri saya siswa bernama Rais dan duduk dibangku SMK kelas X jurusan RPL, sekolah saya di Kabupaten Morowali yaitu tepatnya dikenal dengan sebutan SMKN 1 Bungku Barat. tempat ini berada diposisi kawasan selatan Sulawesi Tengah yang kaya akan sumber alamnya dikarenakan industry mineral dan kelapa sawit. Begitu banyak investor melirik akan sumber daya alam yang berada di daerah morowali tersebut. Bapak Menteri saya lahir didesa terpencil yang jauh dari bisingan transportasi darat. hanya saja transportasi yang dilewati melalui laut. Begitu banyak teman-teman saya hidup dibawah garis kemiskinan dan latar belakang orang tua yang tidak memiliki pendidikan tinggi. saya ingin bercita-cita sekolah sampai kejenjang yang lebih tinggi. Itikad dan harapanku kan selalu berusaha ingin mencapai cita. Sekarang ini aku tinggal pada seorang guruku dan aku mendapatkan bimbingan dan binaan yang sangat memyumbangsi perkembanganku. keiklasan guruku memberikan aku selalu termotifasi selalu. Cita-citaku ingin memajukan daerahku setidaknya aku dapat mejadi pembimbing pada mereka di desaku seperti guru yang aku banggakan. Bapak menteri dapatkah aku memproleh beasiswa diusia sekolahku ini aku ingin menyelamatkan pendidikan yang baik dan tidak terbebani fisik maupun pikiran untuk biaya sekolahku. Orang tuaku yang miskin tak akan mampu menyekolahkan aku sampai kejenjang lebih tinggi. Semangat dan keantausiasan ini mengantarkan harapan untuk masa depan yang kudambakan dari sentuhan hati Bapak menteri atas perhatian dan du-

341


kungannya. Allahu Akbar, Tuhan akan selalu menyertai bapak atas niat dan tanggung jawab yang ikhlas mencerdaskan putra-putri bangsa. Salam dekat bapak atas bhakti dan dharmaku untuk Negara Indonesia yang tercinta. Goresan Pena,

R a i s, SMKN 1 Bungku Barat

342


Blitar, 3 Maret 2012 Kepada Menteri Pendidikan Indonesia

Assalamuala’ikum wr.wb., Perkenalkan, saya Raisya siswi dari sekolah yang memiliki gelar “Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional” di Blitar. Bapak, berkaitan dengan sekolah yang telah saya tekuni hampir 2 tahun ini, saya merasakan keganjilan yang sangat. Ganjil dengan pelayanan “Bertaraf Internasional” yang diberikan. Meskipun, dari segi fisik boleh sangat berbeda, namun bisa dilihat dalamnya tak jauh beda. Sama dengan siswa yang duduk di kelas ber AC alami, tanpa LCD. Namun, alhamdulillah penyampaian pembelajaran masih dengan bilingual yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Saya termasuk siswa di kelas Enrichment. Dimana akan dibekali materi yang tidak diajarkan di kelas biasa. Namun, hal itu berubah dari pengayaan materi (pelajaran) menjadi pengkayaan materi (uang). Lumbung padi yang alami dan menguntungkan. Absennya materi acuan dari luar negeri, membuat kami (agak) tak semangat untuk memacu prestasi lagi. Bapak menteri yang saya hormati, sebenarnya seberapa penting keberadaan sekolah RSBI untuk daerah masing-masing dan negeri ini? apakah tidak ingin kalah saing dengan Negara lain? Percuma saja, ratusan sekolah ini menjamur di berbagai daerah namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Percuma saja, guru-guru diberi pelatihan namun mangkir dari tugas. Kalaupun pengajar ingin melanjutkan study, tentunya sudah ada pengganti pengisi materi yang diajarkan bukan? Bapak yang bijaksana, saya tahu banyak masalah yang anda hadapi di Negara yang miskin SDM ini. mungkin di meja kerja bapak, tertumpuk PR Negara yang harus segera diselesaikan. Inilah suara hati nurani saya yang sangat berharap system pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Bisa melahirkan putra bangsa yang mampu berinovasi menyelamatkan negara yang amburadul ini. banyak tunas bangsa yang hanya duduk jongkok, menerawang untuk menggapai citanya. Kami ini anak bangsa,

343


kami juga jengah dengan pemberitaan Negara yang tiada henti ini. Kami ingin membuktikan pada dunia, bahwa prokalamator lain sudah bangkit. Siap mengguncangkan dunia. Bapak yang baik hati, demikian surat dari saya. Saya ucapkan beribu terimakasih yang telah meluangkan waktunya untuk membaca goresan pena siswa kelas XI ini. Mohon maaf jika kurang berkenan. Kami menunggu ketegasan dan kebijaksanaan bapak. Supaya Negara ini tak ditindas terus menerus. Selanjutnya, kami berkeyakinan teguh dengan tekad untuk meraih cita. Wassalamu’alaikum wr.wb., Salam Hormat,

Raisya Hidayah Ekayanti, SMAN 1 Blitar

344


Bandung, 22 Maret 2012

Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya hormati, Saya sangat senang mendapat kesempatan baik untuk dapat menyampaikan aspirasi - aspirasi saya melalui surat ini kepada Bapak. Hal pertama yang ingin saya sampaikan yaitu rasa rindu saya pada suasana perayaan Hari Kartini, saat di mana saya pernah merasakannya saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, setiap tanggal 21 April, seluruh siswa dan guru mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Hampir setiap sekolah menyelenggarakan lomba-lomba untuk memeriahkan Hari Kartini seperti lomba busana tradisional, lomba masakan tradisional, lomba menggambar Kartini, lomba mengarang puisi Kartini , dan masih banyak lagi. Sungguh satu hari yang sangat istimewa buat saya, karena semua hal tersebut mengingatkan saya terhadap jasa-jasa Ibu Kartini. Alangkah baiknya apabila acara tersebut dapat kembali rutin diselenggarakan setiap tahun dengan kemasan yang lebih menarik. Hanya satu hari saja dalam satu tahun, seluruh pelajar diwajibkan mengenakan busana tradisional, dan menyelenggarakan berbagai acara berkenaan dengan Hari Kartini. Namun bukan dalam hal busana saja, untuk ikut memeriahkan hari istimewa tersebut, dianjurkan juga kepada semua kantin yang ada di setiap sekolah untuk menjual berbagai macam makanan tradisional Indonesia. Dengan demikian diharapkan “semangat Kartini� dapat kembali hadir dalam diri setiap pelajar, selain itu dengan dirayakannya Hari Kartini secara rutin juga, nama dan jasa jasa Ibu Kartini akan selalu dikenal oleh para pelajar di masa yang akan datang. Dan diharapkan juga rasa nasionalisme para siswa akan terus meningkat dengan adanya rasa bangga kepada para pahlawan Indonesia, seperti Ibu Kartini yang sangat berjasa demi memajuan pendidikan wanita di Indonesia. Hal kedua yang saya ingin sampaikan kepada Bapak Mentri yang mungkin saja akan terwujud, yaitu masih mengenai bagaimana kita dapat menghargai dan mengenang para pahlawan kita dengan cara belajar yang cukup efektif dan bersifat menghibur. Dewasa ini kita hanya mengenal tokoh-tokoh pejuang Bangsa Indonesia melalui sumber tertulis, dan metode ini kurang menarik karena hanya menuntut kita untuk membaca dan membaca lagi. Untuk itu saya berangan-angan suatu saat nanti, agar di

345


setiap jalan yang menggunakan nama pahlawan dibuat figur patung pahlawan tersebut dengan keterangan singkat dan padat tentang pahlawan ybs. di bawahnya. Untuk pengadaannya, pemerinta dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di seluruh Indonesia. Pemerintah menawarkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar, di imana satu perusahaan bertanggung jawab dengan satu jalan yang dipilihnya dan dapat menjadi media promosi bagi perusahaan tersebut. Dan sebagai imbalannya, perusahaan tersebut bersedia membuat figur patung pahlawan yang sama dengan nama jalan tersebut. Dengan adanya media figur patung yang menarik, maka para pelajar memiliki metode belajar yang baru dan lebih menarik, sehingga mereka tidak mudah bosan. Demikian disampaikan. Mudah-mudahan dapat dipertimbangkan dengan baik dan menjadi masukkan yang berharga demi kemajuan pendidikan negeri kita yang tercinta. Hormat Saya,

Rama Perdana Dradjat, SMA BPI 1 Bandung

346


Pagar Alam, 8 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Di JAKARTA

Dengan hormat, Sejak dikeluarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang pendidikan hal ini menjadikan mutu pendidikan di Indonesia saat ini sudah berangsur-angsur membaik dari sebelumnya, terutama dari penerapan sistem pendidikan berkarakter maupun sistem pendidikan yang lainnya. Pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan di dalam bidang pendidikan, dengan segala sistem dan cara yang sangat dominan sekali untuk mendongkrak semangat belajar anak didik disemua tingkatan pendidikan sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang Undang tersebut. Namun disisi lain masih banyak terdapat anak didik di daerah-daerah yang mengeluhkan tingginya tingkat KKM di tiap-tiap sekolah yang hal ini sangat menjadikan momok bagi mereka yang kurang aktif mengikuti proses KBM sehingga membuat mereka merasa takut terutama untuk mengikuti Ujian Nasional ataupun Ujian Sekolah. Bapak Menteri yang saya hormati ‌.. Saya sangat mendukung Program Pemerintah dengan adanya Ujian Nasional di semua tingkatan pendidkan, karena dengan Program tersebut Pemerintah benar-benar berkeinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan menjadikan generasi penerus negari ini betul-betul generasi yang mempunyai kemampuan yang tinggi dan memiliki keahlian, bukan generasi yang letoi dan cengeng. Akan tetapi apakah Program Pemerintah dengan melaksanakan Ujian Nasional tersebut telah sesuai

347


dengan yang diharapkan ? dan apakah hal ini tidak hanya menghabiskan Dana saja. Sebab kalau kita dengar/baca berita di media elektronik maupun media cetak setiap pelaksanaan Ujian Nasional selalu saja terdapat kecurangan baik kebocoran soal-soal maupun kunci jawaban. Untuk itu saya mohon kepada Bapak kalau memungkinkan, bagaimana seandainya Ujian Nasinal tersebut digantikan saja dengan Ujian Sekolah ? dimana untuk teknis pelaksanaannya diatur oleh Kepala Dinas Pendidkan di daerah-daerah dengan menyesuaikan standarisasi pendidikan nasional. Hal ini tentu dapat memperkecil biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaannya. Demikian surat ini saya sampaikan, dengan harapan Bapak Menteri berkenan mempertimbangkan keinginan kami ini Atas kebijaksanaan Bapak dihaturan terima kasih. Hormat saya,

Rangga Antovani, SMAN 1 Pagaralam

348


Kepada Yth : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia diTempat

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh, Menjadi seorang menteri bukanlah pekerjaan yang mudah, ketika bapak terpilih menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Periode ini, besar sekali tanggungjawab yang akan bapak pikul. Semua beban dan tanggungjawab itu akan lebih ringan apabila bapak berkenan mendengarkan suara dari pelajar indonesia yang merasakan langsung pendidikan di negara kita ini. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan ilmu pengetahuan yang luas, para pelajar indonesia rela mengorbankan waktu remajanya untuk mendapatkan hal itu. Tetapi tidak semua pelajar indonesia memiliki kemampuan yang maksimal untuk mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan itu. ada dua aspek yang akan menghambat dan mempengaruhi mereka, aspek yang pertama adalah kemampuan berfikir, hal ini merupakan aspek terpenting karena ketika seorang pelajar yang memiliki kemampuan berfikir luar biasa akan menjadi modal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, dan sebaliknya ketika seseorang memiliki kemampuan berfikir yang lemah dan kurang, meskipun dari aspek yang lain mendukung, maka inilah hambatan terbesarnya. Aspek yang kedua adalah kemampuan materil, ketika seorang pelajar memiliki materil yang melimpah, kemungkinan besar dia bisa memperoleh pendidikan yang layak dan ilmu pengetahuan, tetapi sebaliknya, ketika seorang pelajar memiliki materil yang serba kekurangan, inilah hambatan yang akan saya bahas. Sebagian besar beasiswa diberikan kepada orang yang memiliki materil yang kurang dan kemampuan berfikir luar biasa. Padahal, jika melihat aspek kekurangan materil, ada dua cabang di dalamnya, pertama pelajar cerdas dan pelajar sedang tetapi memiliki kontribusi yang besar terhadap dunia pendidikan. Dalam memberikan beasiswa, pemerintah lebih

349


mengutamakan orang yang cerdas dan tidak mampu. Apabila pemerintah memperhatikan juga pelajar yang memiliki kemampuan biasa tetapi memiliki kontribusi terhadap pendidikan itu akan lebih baik, karena merekalah yang akan menjadi kandidat pahlawan pendidikan indonesia selanjutnya. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati, itulah aspirasi kecil yang bisa saya sampaikan. Wassalamu’alaikum Warohmatulohi Wabarokatuh,

Ray Adhari Jajuri, SMAN 1 Singaparna

350


Medan, 22 Maret 2012 kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Indonesia, Mohammad Nuh

Assalamu’alaikum, Wr. wb., Nama saya Raymissa Wukfy. Saya siswa yang sedang menduduki kelas 10 SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, Medan. Saya adalah seorang siswa yang ingin merubah dan juga melihat sekaligus ingin meningkatkan pendidikan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin memberi saran dan solusi kepada Bapak Menteri Pendidikan, Mohammad Nuh. Saya mohon maaf bila saya meminta waktu Bapak untuk membaca surat saya ini. Dalam kesempatan ini, saya mohon izin atas saran dan harapan saya sebagai Pelajar Indonesia terhadap pendidikan di Indonesia. Pertama, saya ingin mengungkapkan pendapat saya tentang pendidikan yang ada di Indonesia. Menurut saya, sebenarnya pendidikan di Indonesia sudah bagus walau belum semaksimal mungkin karena masih adanya siswasiswi di Indonesia yang belum bisa menentukan masa depannya masingmasing, dengan beberapa kemungkinan sebab-akibat seperti bangunan yang rusak, sarana dan prasarana umum yang rusak, dan lain sebagainya. Akibatnya, banyak siswa-siswi yang tidak bisa sekolah dengan masalahmasalah tersebut. Dan pengalaman anak-anak Indonesia di luar negeri pun sepertinya kurang memadai (khususnya bagi yang di kalangan-kalangan miskin/bawah). Solusi saya dalam penanggulangan ini agar memperluas wawasan program pelajar seperti pertukaran pelajar dari dalam dan ke luar negeri, ataupun juga seperti beasiswa untuk siswa-siswa yang sedang menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sengajanya menyediakan program-program tersebut dalam umur semuda itu agar siswa-siswi yang berprestasi dapat pengalaman yang bervariasi ilmu dari luar negeri dan dapat diterapkan di Indonesia. Dengan inipun, akan menambah kemungkinan generasi kalangan pemuda yang

351


sukses untuk memajukan dan mensejahterakan Negara Indonesia kita ini. Itu saja yang ingin saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan. Semoga keinginan saya untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini dapat terwujud melewati perkembangan yang akan terjadi ke depannya. Sekali lagi saya mohon maaf atas waktu yang digunakan untuk membaca isi surat saya ini, dan saya mohon maaf sebesar-besarnya bila terdapat salah kata atau kata-kata yang dapat menyinggung. Demikian atas surat saya ini. Atas perhatian dan kesempatan yang telah Bapak berikan kepada saya, saya ucapkan terima kasih banyak. Hormat saya,

Raymissa Wukfy, SMA BIM YPSA Medan

352


Jakarta, 22 Maret 2012

Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bpk. Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA Di tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas rahmatnya, saya diberikan kesempatan untuk menyuarakan gagasan beserta aspirasi saya dalam surat ini. Bapak Menteri yang saya hormati. Dalam surat saya yang singkat ini, saya ingin menyuarakan aspirasi saya mengenai perkembangan dan kemajuan pendidikan menurut pandangan saya. Sistem pendidikan di Indonesia masih belum bisa dikategorikan cukup. karena, sistem pengajar di Indonesia masih belum terasah dan kompeten. Saya ambilkan contoh, beberapa saat yang lalu, melalui jejaring sosial (twitter), saya melihat suara hati seorang mahasiswa yang skripsinya masih terhambat dikarenakan oleh tidak ada dosen pembimbing yang bersedia untuk membantu. Bukannya kita seharusnya Malu? melihat banyaknya orang-orang yang berpendidikan kita tidak bisa terasah dengan baik, sehingga mereka lebih memilih untuk menuntut ilmu di Negara lain. Untuk itu, saya mohon kepada Bapak untuk meninjau kembali tenaga pengajar agar kedepannya dapat lebih kompeten dan lihai dalam mendidik anak bangsa dan memberikan kesempatan, dukungan, dan informasi, seluas-luasnya dalam pendidikan seperti beasiswa supaya bangsa Indonesia memiliki kader-kader masa depan yang cemerlang dan dapat membawa nama harum bangsa Indonesia dimata Internasional.

353


Bapak Menteri yang saya hormati. Sekian surat singkat mengenai pandangan serta gagasan dan opini saya. saya memohon maaf sebesarbesarnya untuk segala kesalahan yang saya lakukan dalam penulisan surat ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hormat Saya,

Reynaldi Bilahmar, SMAN 42 Jakarta

354


Tapatuan, 3 Desember 2012 kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat

Dengan Hormat, Terlebih dahulu nama saya Ridha Rahmayanti berasal dari Tapaktuan (Aceh Selatan) dan bersekolah di SMA Negeri Unggul Aceh Selatan. Saya ingin menyampaikan aspirasi saya mengenai kurang tersedianya perpustakaan di daerah Aceh Selatan. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat Sebagai putri Aceh Selatan, saya menyadari bahwa fasilitas pendidikan di daerah Aceh masih sangat kurang memadai terutama kurang tersedianya perpustakaan-perpustakaan bagi pelajar atau rakyat Aceh terutama di Aceh Selatan. Sehingga dengan kurangnya perpustakaan akan mengakibatkan kurangnya minat baca para pelajar atau masyarakat Aceh Selatan. Jika ini berlangsung lama maka akan mengakibatkan pembodohan pada rakyat Aceh. Selain itu para pelajar aceh tidak akan pernah memiliki wawasan yang luas serta tidak pernah mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang baru. Memang selain perpustakaan informasi tersebut dapat diperoleh dari internet, televisi serta media massa lainnya. Tetapi jangankan perpustakaan, jika diperhatikan di pelosok-pelosok desa Kabupaten Aceh Selatan listrik pun tidak ada, bagaimana anak Aceh ini bisa cerdas sedangkan yang menunjang wawasan mereka tidak ada. Walaupun di Aceh Selatan ini hanya terdapat satu buah perpustakaan yang terletak di ibukota kabupaten itu sendiri yaitu Tapaktuan, namun ini juga belum mencukupi bagi rakyat Aceh Selatan karena buku-buku yang tersedia masih sangat kurang memadai, banyak buku-buku yang dibutuhkan tidak tersedia di perpustakaan itu. Bagaimana halnya dengan pelajar yang tinggal di pelosok desa. Tidak mungkin mereka harus selalu pergi ke Tapaktuan untuk mengunjungi perpustakaan. Hal yang demikian akan

355


membebani mereka disisi ekonomi, sedangkan mereka memiliki penghidupan yang tidak berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan hidup saja mereka tidak mampu. Selain itu guru-guru yang terdapatt di daerah pedesaan masih sangat kurang memadai apalagi guru-guru yang professional sangat jarang ditemukan di daerah Aceh Selatan. Bagaimana anak Aceh dapat bersaing dengan anak-anak yang berada di luar Aceh yang memiliki wawasan yang luas dan banyak memperoleh sumber-sumber serta fasilitas yang memadai. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pendidikan di Aceh, karena jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya Aceh jauh lebih ketinggalan. Apalagi dahulunya Aceh dikenal sebagai daerah konflik, tetapi mengapa pemmerintah tidak memberikan sumber-sumber serta fasilitas pendidikan yang cukup. Padahal rakyat Aceh benar-benar membutuhkan semua itu. Sekarang Aceh hanya menjadi korban penderitaan. Hal ini disebabkan karena pemerintah menganak tirikan aceh terutama Aceh Selatan. Sebaiknya pemerintah harus berlaku adil pada daerah Aceh khususnya di daerah-daerah terpencil yang berada di Aceh Selatan. Misalnya dalam hal pendidikan dan pembangunan pemerintah harus lebih banyak menyediakan perpustakaan dengan isi yang memadai dan sarana-sarana pendidikan lainnya agar dapat bersaing dengan provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia demi mewujudkan generasi muda yang cerdas dan juga dapat mensejahterakan rakyat Aceh. Demikianlah surat dari saya, semoga Bapak menanggapi aspirasi saya. Hormat saya

Ridha Rahmayanti, SMAN Unggul Aceh Selatan

356


Morowali, 5 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta

Dengan Hormat! Assalamu Alaikum Wr. Wb., Bersama dengan ini saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang di berikan kepada saya untuk menulis surat terbuka ini. Saya adalah salah satu dari jutaan pelajar Indonesia yang sangat beruntung mendapat kesempatan yang baik ini, tentunya kami berharap programprogram seperti ini terus di adakan oleh Kementrian Pendidikan yang bekerja sama dengan Organisasi Kepemudaan sebagai salah satu sarana mediasi komunikasi dan barometer perkembangan pendidikan suatu daerah di seluruh penjuruh wilayah negeri ini. Bapak Menteri yang kami hormati, Era globalisasi dan modernisasi saat ini memaksa kita untuk berpacu meningkatkan kemampuan di segala lini, khususnya peningkatan SDM yang berarti adalah peningkatan kualitas pendidikan kita. Kami berterima kasih atas upaya dan usaha kerja keras Kementerian Pendidikan yang terus berkelanjutan mengadakan program-program alternative seperti Universitas Terbuka (UT). Kami meminta dukungan Bapak Menteri Pendidikan untuk membantu program Bupati Morowali untuk mendirikan Politeknik di Morowali sehingga dapat menjangkau dan memberi kesempatan kepada anak-anak dari seluruh pelosok negeri seperti kami untuk melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi berkelas suatu hari nanti. Meski demikian masih terasa ketertinggalan infrastruktur dan sarana serta kualitas pendidikan kami anak-anak pelosok negeri. Jika di bandingkan dengan daerah lain seperti di pulau jawa, namun tidak menyurutkan langkah dan cita-cita kami untuk menuntut ilmu.

357


Sehingga kelak kelak dapat mengangkat perekonomian keluarga dan tentunya turut andil membangun negeri yang kita cintai ini. Saya berharap semoga Bapak beserta seluruh jajarannya menerima masukan ini sebagai bentuk kepedulian dan cinta kepada kami anakanak negeri. Semoga ridha Allah menyertia kita semua dan tentunya bangsa ini juga serta menjadikan Indonesia kedepan lebih baik dan maju serta berkeadilan Akhir kata sekali lagi, terima kasih yang begitu mendalam atas berkenannya bapak menerima dan membaca surat ini, saya ucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf atas kelancangan serta segala kekurangan saya. Wasalamu Alaikum Wr. Wb.,

Rika Wulandari, SMKN 1 Bungku Barat

358


Bener Meriah, 27 Februari 2012 Kepada Yth : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak M Nuh Di Jakarta

Dengan hormat, Saya ingin bercerita sedikit tentang kondisi kebudayaan yang di miliki oleh daerah saya ini yang menyimpan sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas dan dan juga sangat memprihatinkan jika di lihat secara seksama dari segi bentuk dan penikmat budaya tersebut. Pertama-tama saya ingin bercerita tentang kondisi kebudayaa yang di miliki oleh daerah Goya yang di wariska secara turun menurun oelh nenek moyang masyarakat Giya itu sendiri. Bapak Menetri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang sayan hormati, saya mewakili sahabat-sahabat saya yang ada di Bener Meriah ingin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bapak terhadap kebudayaan di Goya yang terus menerus di kenal oleh masyarakat Indonesia, dan turut melindungi kelestarian budaya-budaya yang ada di Gayo yang dewasa ini sudah mulai pudar di kalangan masyarakat Gayo itu sendiri contohnya saja “TARI GUEL�, tari-tarian yang asli berasal dari dataran tinggi Gayo yang sudah banyak di ubah-ubah dari tarian aslinya, dan secara perlahan kan menghilangkan bentuk asli dan akan meninggalakan bentuk kreasi yang di anggap lebih modern tetapi menghapus bentuk asli yang mengandung makna dan cerita, dan sejarah yang terkadnung didalamnya. Jadi saya bersama teman-teman saya yang lain berharap pelestarian kesenian dan kebudayaan di Gayo ini dapat di pertahankan melalui sanggar-sanggar kesenian dan kehidupan masyarakat aslinya di Gayo terus di pertahankan melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan berguna untuk mepertahankan kebudayaan itu sendiri agar kebudayaan

359


Gayo dapat bertahan di antara kebudayaan modern saat ini dan juga kehidupan nenek koyang masyarakat Gayo terdahulu juga dapat di teliti melaluintar-tarian yang asli dari daerah Gayo sendiri. Demikianlah surat saya ini sampaikan semoga mendapat perhatian dari Bapak, lebih dan kurang saya mohon maad dan saya haturkan banyak terima kasih. Wassalam Hormat Saya.

Rike Mahara, SMAN 2 Bukit

360


Sungailiat , 4 Februari 2012 Kepada Yth : Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di. Jakarta

Assalamualaikum Warokhmatullahi Wabarokatuh, Bapak Mendiknas yang saya hormati, sebelumnya mohon maaf dan izinkan saya menulis kepada Bapak, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya banggakan. Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat dalam menjalankan tugas sehari-harinya. Perkenalkan saya Riska Kurniati siswi kelas XI IPA SMA Setia Budi kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka provinsi kepulauan Bangka Belitung. Ingin menyampaikan suara hati kami anak negri bumi Serumpun Sebalai tentang dunia pendidikan, dengan berbagai permasalahannya. Kemajuan demi kemajuan yang berhasil diraih oleh mereka yang berprestasi mudah-mudahan sebagai pertanda semakin membaiknya kualitas Sumber Daya Manusia anak bangsa khususnya para pelajar dengan berbagai tingkatannya. Tak kalah pentingnya bahwa sokongan dari pihak pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan. Karena SDM yang berkualitas sekalipun, bila tanpa didukung dengan fasilitas atau dana yang memadai sudah barang tentu tidak akan bisa berkembang secara optimal. Namun dibalik kemajuan dan prestasi yang telah dicapai, sesungguhnya ada bahaya besar yang sedang mengancam bahkan telah menjadikan anak bangsa khususnya para pelajar sebagai korban. Sebut saja seperti narkoba, seks bebas, sampai tawuran antar pelajar itu sendiri maupun dengan warga sekitar seperti yang kerap kita dengar dan kita lihat dari berbagai liputan media Nasional. Dalam kontek ini kami punya ide yang mungkin berguna dan mudah-mudahan menjadi solusi, yakni pentingnya untuk membenahi sistem pendidikan kita. Disadari atau tidak bahwa minimnya pendidikan tentang moral (agama) di sekolah ikut mempengaruhi perkembangan jiwa dan

361


moral seorang pelajar akan jadi baik atau buruk kah ia pada masa mendatang. Dengan kata lain, karena agama adalah merupakan faktor dasar yang menjadi penentu tentang baik tidaknya moral seseorang maka alokasi waktu untuk mata pelajaran agama di sekolah dengan segala tingkatannya hendaknya di tambah atau di perbanyak. Semoga Bapak Menteri sebagai pemangku kebijakan berkenan merespon aspirasi kami demi tercapainya SDM bangsa yang berkualitas dan bertakwa. Wassalaamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh, Hormat saya

Riska Kurniati, SMA Setia Budi Sungailiat

362


Messawa, 07 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Di Jakarta

Dengan hormat, Bersama dengan surat ini, saya selaku perwakilan pelajar SMA Katolik Messawa dan selaku generasi muda bangsa, mengikuti perlombaan ini dengan harapan semoga saya dapat lolos, karena saya memiliki keinginan yang begitu besar, dalam hal ini saya ingin menyampaikan aspirasi saya menyangkut pendidikan saat ini, kepada Bapak Menteri Pendidikan. Saya berharap semoga Bapak lebih memperhatikan pendidikan yang ada di pelosok-pelosok, karena saat ini masih begitu banyak generasi yang ingin mencapai pendidikan yang jauh lebih baik. Namun karena adanya keterbatasan biaya, generasi ini lebih banyak berdiam diri dan putus sekolah karena hambatan tersebut, andai saja Bapak memperhatikan yang ada di pelosok Negara ini misalnya memberikan bantuan dana untuk membangun sekolah, serta mengadakan beasiswa bagi siswa-siswi yang kurang mampu dan berprestasi. Maka, saya yakin pendidikan yang ada di Negara Republik Indonesia kita yang tercinta ini, akan jauh lebih baik dan melampaui pendidikan yang ada di Negara-negara maju. Begitu menyedihkan jika melihat generasi seusia saya menjadi seorang buruh dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang sebenarnya mereka belum mencapai usia kerja. Namun karnena keinginan mereka yang begitu besar untuk mendapatkan dan menggapai pendidikan yang jauh lebih baik sehingga mereka tetap semangat dan tabah di tengah keterbatasan, dan semangat mereka untuk belajar pun tidak pernah pudar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bai. Masih adakah tanda-tanda kemauan, kesediaan, apalagi keikhlasan berkorban untuk orang banyak pada sekarang ini ? masih adakah ikatan batin yang

363


menyatukan bangsa ini menjadi bangsa yang saling perduli satu sama lain sehingga menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain. Begitu menyedihkan mendengar cerita, Dia memiliki cita-cita yang begitu tinggi tapi Dia tak dapat merainya.Begitu banyak keinginan, bakat serta kemauan yang ingin mereka sumbangkan bagi negaranya namun, mereka tidak diberi kesempatan untuk itu. Harapan saya, semoga aspirasi yang saya sampaikan dapat terwujud dengan baik, sayang, jika saat ini pemerintah kurang memperhatikan generasi bangsa yang berkeinginan memperbaiki tatanan Negara menjadi lebih baik. Hormat saya,

Risma Riskiani, SMA KATOLIK MESSAWA

364


Palembang, 27 Februari 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan Di tempat

Assalammu’alaikum wr.wb. Saya sangat berterima kasih pada penyelenggara forum karena saya dapat menuliskan surat kepada Bapak Menteri. Pada kesempatan ini saya ingin membahas mengenai sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kita semua tahu bahwa sebagai pelajar, kami dituntut untuk mempelajari semua mata pelajaran sejak duduk di bangku sd, seperti Matematika, IPA, IPS, KWN, B. Inggris, B. Indonesia, dan sebagainya hingga penjurusan di masa SMA. Menurut saya sistem seperti ini kurang efektif karena semua siswa/i diwajibkan untuk menguasai seluruh mata pelajaran. Padahal saat kita akan memilih jurusan di masa kuliah nanti, kita hanya akan mempelajari satu mata pelajaran saja. Contohnya, ketika pelajar ingin memilih jurusan Fakultas Kedokteran, maka pelajar tersebut hanya akan mempelajari Biologi dan segala hal tentang ilmu kedokteran. Pada kenyataannya, pelajaran seperti Matematika, Fisika, KWN dan lain-lain menjadi kurang atau tidak sama sekali digunakan pada saat belajar di Fakultas Kedokteran. Bapak Menteri yang saya hormati. Seperti yang saya ketahui bahwa sistem pendidikan di Amerika Serikat berbeda dengan sistem yang kita miliki. Sekolah-sekolah di Amerika memberi kesempatan kepada siswa/i-nya untuk memilih pelajaran yang akan mereka pelajari selama mereka duduk di bangku sekolah tersebut. Ini membuat mereka menikmati pelajaran yang mereka sukai dan mereka tidak pusing-pusing untuk mempelajari banyaknya mata pelajaran yang ada. Tidak heran jika Amerika merupakan negara yang sangat maju, karena mereka memiliki sumber daya manusia yang benar-benar ahli dalam bidangnya. Berbeda dengan kita. Saya sangat sering mendengar atau bapak juga mungkin pernah mendengar bahwa banyak sekali siswa/i mengalami stres atau depresi akibat banyaknya mata pelajaran yang ada. Sehingga ini membuat mereka tidak dapat belajar secara optimal dan tidak dapat menguasai pelajaran seutuhnya.

365


Saya berharap kepada Bapak Menteri agar bapak mau mengubah sistem pendidikan yang ada sekarang menjadi sistem pendidikan seperti yang ada di Amerika. Meski ini bukanlah hal yang mudah tapi kita bisa memulainya perlahan-lahan dan saya yakin pelajar Indonesia akan menerimanya dengan positif. Kita bisa mulai sejak memasuki jenjang SMA atau maksud saya langsung menentukan jurusan di kelas 10. Sekolah akan memberikan kesempatan kepada siswa/i-nya untuk memilih pelajaran yang akan mereka pelajari tanpa menghilangkan pelajaran-pelajaran yang telah ada. Dan boleh jadi apabila seluruh sekolah menetapkan 2-3 pelajaran wajib yang harus diambil seperti B.Inggris, Agama atau olahraga. Saya kira hanya ini yang bisa saya katakan. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Wassalammu’alaikum wr.wb. Hormat saya,

Rizky Dwi Renaldy, SMA LTI IGM Palembang

366


Bengkulu, 5 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Di tempat.

Assalamualaikum wr.wb. Semoga kita selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Bapak Menteri yang saya hormati. Pertama-tama izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Rizky Nugraha siswa SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Saya disini ingin menyampaikan suara hati saya tentang permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia Bapak Menteri yang saya hormati. Saya menulis surat ini karena saya banyak melihat permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia. Pertama tentang peraturan sekolah yang memulangkan siswa/siswinya yang terlambat dengan alasan apapun dan tidak boleh mengikuti pelajaran pada hari itu. Ini sangat tidak baik untuk anak-anak yang terlambat dan mereka ingin belajar, dan ini juga sangat merugikan bagi anak-anak yang terlambat karena mereka ketinggalan materi pelajaran. Kedua adalah masalah guru yang masih membawa budaya buruk saat mengajar, guru yang menjatuhkan mental murid, mengusir murid yang ingin belajar dan selalu mengajari murid yang dianggap mampu dan serta meninggalkan murid yang lambat paham. Bapak saya punya sebuah cerita salah seorang teman saya pernah diusir dan disuruh pindah sekolah oleh seorang guru karena belum paham materi yang diajarkan. Lain lagi dengan cerita dikelas saya, karena sering banyak yang tidak tuntas saat ulangan, seorang guru berkata “kalian tidak akan paham, dan ulangan selanjutnya kalian juga pasti tidak bakal tuntas�. Apabila ada seseorang yang mendapat nilai tinggi maka anak tersebut akan dijelaskan sejelas mungkin materi tersebut dan anak yang tidak paham akan ditinggalkan. Bapak, masalah-masalah tersebut sangat mengganggu dan menghambat proses belajar seorang murid. Bagaimana Indonesia mau menjadi bangsa yang maju apabila pendidikannya saja sudah kacau. Padahal Indonesia sangat membutukan orang-orang cerdas untuk memimpin dan

367


memajukan bangsa Indonesia Demikian surat ini saya buat, inilah suara hati saya. Mohon maaf apabila surat ini menyinggung hati bapak. Semoga mimpi kita semua rakyat Indonesia menjadi cerdas, pintar, berwawasan luas dan mampu bersaing dengan warga negara lain. Wassalamualaikum wr.wb. Hormat Saya, Rizky Nugraha Putra Alka, SMAN 2 Kota Bengkulu

368


Garut, 13 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan RI di Tempat

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia Bapak Muhammad nuh. Semoga rahmat dan karunia dari Allah SWT selalu menyertai kita semua, Amiiin. Bagaimana kabar anak-anakmu para penerus bangsa dan Negara ini yang tersebar di Nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke? Dan bagaimanakah kabar anda sendiri? Semoga tetap dilindungi Allah SWT. Amiiin. Pengirim surat ini adalah seorang pelajar yang datang tanpa membawa segelintir prestasi apapun yang dapat membanggakan dirinya pribadi, kedua orangtuanya, Bangsa dan Negaranya baik di kancah Nasional ataupun Internasional, entah itu karena kesalahan pembelajaran ataupun kesalahan berada pada diri pelajar ini. Namun itulah saya seorang pelajar yang bernama Rizqi Aliya Sumaya Zm anak dari seorang petani dan seorang guru SD di sebuah desa kecil bernama Sukakarya yang berada di sebuah kabupaten kecil yang banyak orang memanggilnya kota pangirutan atau kota yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang dan itulah Kabupaten Garut. Saat ini saya menjadi seorang siswa di SMA NEGERI 1 GARUT yang mungkin sudah banyak orang yang mengetahui sekolah ini dikarenakan prestasi-prestasi yang telah di buat oleh para pelajar di sekolah ini namun sayangnya saya bukan salah seorang dari para pelajar yang telah mengharumkan nama sekolah ini karena pada saat ini saya masih kebingungan tentang hal apa yang bisa saya lakukan secara mahir sehingga saya dapat mengharumkan orang-orang yang ada di sekitar saya. Setelah Âą11 tahun saya bersekolah, banyak pengalaman, pembe-

369


lajaran yang dapat saya ambil namun selama saya sekolah ini saya merasakan bahwa Kurikulum di Indonesia terlalu kompleks. Padahal kecerdasan itu terbagi 2 yaitu kecerdasan Intelektual dan kecerdasan lainnya yang perbandingan persentasenya sangat jauh berbeda yaitu kecerdasan intelektual 20% dan kecerdasan lainnya 80%. Dua kecerdasan ini terdiri dari 8 kecerdasan yaitu kecerdasan raga, kecerdasan logic, kecerdasan linguistic, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan moral, dan kecerdasan music. Kurikulum yang kompleks ini akan sedikit menghalangi orangorang yang memiliki kecerdasan lainnya namun kurang memiliki kecerdasan intelektual untuk mengembangkan dirinya karena untuk lulus saja dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekola Menengah Atas) para pelajar harus melewati UN (Ujian Nasional) dengan materi yang diujikan semuanya termasuk kecerdasan interpersonal. Sehingga saya harapkan bapak yang bertugas dalam hal pendidikan ini dapat mengkaji ulang tentang kurikulum yang berlaku di Indonesia sehingga para pelajar yang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda dapat saling beriringan mengembangankan kecerdasan yang mereka miliki agar dapat membanggakan diri pribadi, keluarga besarnya, nama lembaga, sampai membanggakan nama Bangsa dan Negaranya. Amiiin Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh, Salam Anakmu ‌

Rizqi Aliya Sumaya Zm., SMA Negeri 1 Garut

370


Pagar Alam, 25 Maret 2012 Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Prof. Dr. M. Nuh di. Jakarta

Assalamualikum. Wr. WB., Bapak Presiden yang saya hormati ! Dengan surat ini saya berharap semoga Bapak dalam keadaan sehat dan dapat menjalankan tugas Kenegaraan dengan baik, khususnya tugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan baik, dan saya berdo’a semoga keluarga bapak selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin. Saya seorang sisiwi kelas 1 Madarasah Aliyah di sebuah kota kecil yang indah, dikelilingi bukit barisan dan dinaungi oleh sebuah gunung tinggi dan kokohyakni Gunung Dempo, sibawah Gunung Dempo itulah ada sebuah Kota, Pagar Alam namanya. Dan di Pondok Pesantren dempo Darul Muttaqien yang ada di Kota inilah saya menuntut Ilmu, nama saya adalh rully Yanti, saya dilahirkan tepatnya pada hari Pendidikan Nasional, yakni 2 September 1995. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menyelenggarakan sistem sekolah gratis, jika tidak ada program ini, mungkin sangat banyak anak Indonesia yang tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah, karena pendapatan perkapita di Negeri kita ini masih tergolong rendah. Namun, saya generasi muda saat ini sedang merasakan keprihatinan yang sangat dalam mengenai pendidikan di Indoensia Ini. Bagaimana tidak, konon menurut guru kami, dan orang yang berkompeten dalam bidang pendidikan, mutu pendidikan bangsa kita sangat rendah, yakni berada dalam urutan ke 113 diantara NegaraNegara di dunia, sungguh hal ini sangat meprihatinkan.

371


Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya hormati ! Melihat kualitas pendidikan Indonesia yang sangat menurun ini, saya mengharapkan kepada Bapak untuk lebih meningkatkan fasilitasfasilitas pendidikan, dan saya memohon kepada Bapak supaya dapat memberikan buku-buku pengetahuan ke Perpustakaan disekolah kami, karena pada saat ini buku-buku yang ada telah banyak yang rusak, harapan saya dengan banyaknya buku-buku pengentahuan yang ada, dapat meningkatkan semangat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Demikianlah surat ini saya sampaikan kepada Bapak, atas kesempatan dan perhatian Bapak sya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Rully Yanti, MA. Darul Muttaqien

372


Sungailiat, 12 Februari 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Dengan hormat, Ass. Wr. Wb. Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT. Saya berharap semoga bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI beserta keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Adapun surat ini saya kirim untuk bapak yaitu untuk menyampaikan bagaimana kondisi dan keadaan pendidikan serta pariwisata didaerah saya dan harapan saya untuk daerah propinsi Bangka Belitung khususnya Bangka. Hal pertama yang akan saya sampaikan adalah masalah pendidikan di Bangka. Sebagai pelajar SMA mungkin saya belum paham betul tentang masalah-masalah pendidikan di Bangka. Dalam hal prestasi belajar mungkin kami disini belum terlalu dominan atau pun menonjol dari daerah lain di Indonesia, khususnya dikota-kota besar seperti Jakarta, namun bukan berarti minat belajar di Bangka sedikit. Kami selalu berusaha untuk memperbaiki dan menjadi yang terbaik. Berbicara tentang masalah minat belajar, di Bangka Belitung khususnya di daerah perkotaan mungkin angka putus sekolah tidak terlalu banyak, namun jika kita memasuki daerah pedalaman, angka putus sekolah SD, SMP, maupun SMA terhitung lumayan banyak dibandingkan daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena faktor ekonomi masing-masing keluarga dan kurangnya pengetahuan orang tua serta anak bahwa sekolah itu sangat lah penting dan membantu untuk hidup dimasa depan. Hal kedua yang akan saya sampaikan adalah bagaimana kondisi pariwisata di Bangka, Bangka Belitung termasuk daerah yang menyimpan sejuta keindahan laut dan pasir yang putih, namun sayangnya tidak terlalu banyak orang yang mengetahui tentang hal tersebut akhirnya apa yang telah dianugerahkan Tuhan untuk daerah Bangka menjadi kurang lengkap

373


karena kurangnya minat wisatawan berkunjung ke Bangka. Harapan saya untuk Bangka Belitung adalah semoga dunia pendidikan disini semakin maju, adanya bantuan dana dari pemerintah untuk anak-anak kurang mampu yang ingin bersekolah, kondisi pariwisata membaik dengan datangnya wisatawan asing maupun lokal baik dari luar daerah maupun luar negeri. Besar harapan saya agar bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat mengerti serta memahami dan dapat mewujudkan apa yang saya cita-citakan dan harapkan. Demkian lah surat dari saya, semoga bapak dapat memahami keinginan saya. Saya mohon maaf jika disepanjang penyampaian isi surat saya terdapat banyak kesalahan. Dan saya mohon maaf jika kata-kata saya ada yang menyinggung bapak. Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang bapak berikan kepada saya. Wassalam. Wr. Wb. Hormat saya,

Rusihan, SMA Setia Budi Sungailiat

374


Bengkulu, 25 Maret 2012 Yth. Bapak M. Nuh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia di JAKARTA

Salam sejahtera Bapak M. Nuh, Teriring harapan dan doa bagi bapak pejuang pendidikan Indonesia. Pelajar Indonesia yakin dan percaya bahwa pendidikan negara ini akan menjadi bekal kami menuju Indonesia yang besar. Pekenalkan saya bapak, nama saya Ruth Glory Sihombing. Saya siswi kelas XI IPA 2 SMAN 5 Kota Bengkulu. Bapak yang saya hormati, saya sangat bangga dapat mengirim surat untuk bapak dan semoga bapak dapat menjawab surat saya dengan kebijakan- kebijakan yang bapak ambil. Pada zaman sekarang persaingan hidup semakin ketat. Baik dari segi ekonomi, gaya hidup, maupun persekolahan. Semakin ketatnya persaingan dan kompetisi sebaiknya diikuti dengan kemampuan setiap individu. Tetapi yang terjadi sekarang tidak seperti yang dicita- citakan. Semakin tingginya persaingan mengakibatkan banyak orang menghalalkan segala cara untuk menang dalam setiap pertandingan hidup. Salah satu hal yang saya anggap salah dalam persaingan terutama dalam proses pendidikan pelajar ialah budaya mencontek. Saat ini budaya mencontek di setiap sekolah tidak dapat dihindari lagi. Beberapa pelajar maupun pengajar menghalalkan cara ini untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, pujian, dan sebagainya. Hal ini menurut saya merusak moral bangsa. Sebagai pemikiran dasar bahwa pendidikan adalah pondasi yang kuat dan juga bekal bagi setiap orang untuk sukses dalam kehidupan tetapi hal seperti ini dapat dengan mudah melemahkan pondasi pendidikan dan moral pelajar. Apa kaitan mencontek dengan moral? Jadi dengan mencontek membuat seseorang berada di posisi aman dan nyaman. Saat mereka

375


berhasil melakukan hal tersebut dan mendapatkan nilai yang mereka inginkan membuat mereka tergiur untuk melakukannya terus menerus dan terlena. Saat inilah proses belajar terhenti. Mereka hanya mengandalkan contekan dari teman walaupun itu salah. Seperti halnya di Kota Bengkulu, budaya mencontek sangat melekat dengan pelajar. Kejujuran merupakan hal yang langka saat ini. Dan jika kejujuran itu ditinggalkan secara tidak langsung kita menciptakan koruptor setiap generasinya. Berjuang untuk mendapatkan nilai yang baik pun sudah ditinggalkan, saat ini banyak siswa yang berorientasi mendapatkan nilai yang tinggi tanpa ilmu. Beberapa siswa mengangap nilai sebagai hal yang utama di raih di sekolah, hal inilah yang perlu di rubah dari pola pikir pelajar Indonesia. Bapak yang saya hormati, pendidikan moral dan karakter yang saat ini sedang digembor- gemborkan di Indonesia harus dilaksanakan dengan baik dan cepat dikarenakan jika kita terlambat maka hal yang satu itu akan terus terjadi dan membudaya. Sangat disayangkan generasi Indonesia terpuruk dikarenakan karakter dan sikap yang selama ini tidak baik, mereka dibiarkan larut begitu saja tanpa suatu perubahan. Saya sangat mengharapkan, pendidikan Indonesia menjadi solusi yang cerdas bagi setiap orang yang ingin maju dan sukses. Setiap sekolah dan pendidik saya harapkan untuk bukan hanya memberi ilmu tetapi memberikan nilai yang berharga bagi setiap murid dan juga menanamkan bahwa ilmu itu didapat melalui proses. Proses yang mengajak mereka untuk aktif dan kritis bukan dengan jalan pintas mencontek lalu sukses. Terimakasih atas perhatian bapak. Salam hormat saya, ttd,

Ruth Glory Sihombing, SMAN 5 Kota Bengkulu

376


B.Aceh,20 Maret 2012 Kepada Yth: Bapak Presiden Republik Indonesia DiIndonesia

Salam hormat saya kepada Bapak MENDIKBUD. Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan apresiasi saya sebagai murid kepada Bapak berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Pendidikan Indonesia dapat dikatakan sangat memprihatinkan di dunia pendidikan, karena masih kurangnya realisasi terhadap pendidikan di daerah pelosok atau daerah yang perekonomiannya di bawah rata-rata, seperti pendidikan di daerah kaki gunung ataupun di pesisiran pantai, bahkan di pinggiran kota. Mungkin banyak hal yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya karena perekonomian. Banyak yang mengatakan pendidikan yang bermutu itu adalah pendidikan yang mahal. Sebaliknya pendidikan yang ‘murah’ adalah pendidikan yang tidak bermutu. Dari hal ini kita melihat ketidakrataan di masyarakat dalam hal pendidikan, sehingga banyak masyarakat miskin tidak dapat bersekolah karena masalah biaya dan menimbulkan pernyataan bahwa orang miskin tidak boleh bersekolah. Hal ini harus segera di realisasikan demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Pemerataan dalam hal pendidikan agar semua anak di Indonesia merasakan dunia pendidikan wajib belajar 9 tahun. Secara tidak langsung pendidikan yang kurang di dapat sebagian anak-anak di Indonesia membuat kurangnya pengetahuan tentang budaya di Indonesia, sehingga hal ini membuat semakin cepat punahnya kebudayaan di Indonesia atau lebih mudah kebudayaan Indonesia diklaim oleh negara lain. Hal ini sangat berpengaruh buruk bagi generasi mendatang di Indonesia. Dengan hal ini negara kita perlu meningkatkan system kualitas pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Karena dengan meningkatkan

377


system kualitas pendidikan dan kebudayaan akan melahirkan anak-anak yang baik mutunya dan akan mengubah nilai pendidikan dan kebudayaan di Indonesia di mata dunia pendidikan. Semoga dengan apa yang terjadi saat ini di dunia pendidikan dan kebudayaan menjadi sebuah tantangan untuk menghadapi masalah yang timbul di bidang perekonomian. Hormat Saya,

Safira Atikah, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

378


Bener Meriah, 27 Februari 2012 Kepada Yth : Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Dengan Hormat, Berhubungan dengan isi surat ini, saya sampaikan sebagaimana yang tersebut di bawah ini. Di kota-kota besar serta kota-kota kecil memihak kepada adatnya sendiri sehingga adat serta kebudayaan dapat menyebar dan dikenal oleh daerah-daerah dan Negara-negara lain. Karena keunikan dan keindahannya adat, kebudayaan di Indonesia, sehingga Negara lain mencoba untuk mengikuti kebudaaan Indonesia. Marilah kita kuatkan kebudayaan kita agar kebudayaan tidak punah dari lingkungan kita khususnya kebudayaan yang mencilok unggul, sperti Roeg Ponorogo yang di tiru oleh Negara Malaysia, seharusnya kita dapat melindungi dan melestarikan budaya yang asli milik kita sendiri. Demikian surat ini saya buat. Semoga ada upaya dari Pemerintah untuk membuat suatu kebiajakan bagi kebudyaan-kebudayaan yang di miliki Indonesia yang luar biasa ini, dan kita semua berharap dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang asli milik bangsa kita sendiri. Wassalam., Hormat Saya,

Sadjnah Simahate, SMAN 2 Bukit

379


Palembang, 22 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudaayaan RI Di Jakarta Dengan hormat,

Melalui surat ini saya ingin menyampaikan bahwa pada era globalisasi ini, tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antar bangsa yang sangat rumit semakin besar. Untuk itu bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang penting. Bahasa Indonesia berdiri sebagai lambang kebanggaan dan sebagai lambang identitas dari bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia menunjukan, identitas, latar belakang dan budaya dari bangsa Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini saya ingin menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia sebagai pemakai bahasa Indonesia, seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Namun, berbagai kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Rasa lebih menghargai bahasa asing masih terus tampak pada sebagian besar bangsa Indonesia. Merasa kurang hebat, merasa diri kampungan kalau tidak mencampur adukkan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Fenomena seperti inilah yang sedang terjadi dimasyarakat kita dalam keseharian berbahasa atau berkomunikasi. Mereka menganggap bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya dari pada bahasa Indonesia, bahkan mereka seolah tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia. Lunturnya kebanggaan masyarakat kita dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan tidak mungkin jika terus menerus dibiarkan, bahasa Indonesia itu dicampur adukan dengan bahasa asing, akan berakibat dimasa mendatang anak dan cucu kita tidak lagi mengetahui bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menurut hemat saya, pada dasarnya banyak cara yang bisa kita lakukan selaku warga negara Indonesia untuk menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa nasional kita. Setiap warga negara Indonesia

380


pada dasarnya adalah Pembina bahasa Indonesia. Hal ini tidak berlebihan karena tujuan utama pembinaan bahasa Indonesia adalah menumbuhkan dan membinakan sikap positif terhadap bangsa Indonesia. Untuk menyatakan sikap positif ini dapat dilakukan dengan: a). Sikap kebanggaan berbahasa Indonesia. b). Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia Kedua sikap itu terungkap jika bangsa Indonesia lebih suka memakai bahasa Indonesia dari pada bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing tidak terlalu belebihan. Yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap berbahasa yang tertutup dan kaku. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh positif dan mana pengaruh yang negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Sikap positif seperti inilah yang bisa menanamkan rasa percaya diri bangsa Indonesia bahwa bahasa Indonesia memberikan perubahan signifikan bagi terciptanya disiplin berbahasa. Seseorang yang berdisiplin berbahasa nasional menunjukan rasa cinta kepada bahasa, tanah air, dan NKRI. Selain dua sikap di atas masih ada sikap lain yang bisa menunjukkan karakter suatu bangsa yaitu sikap mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bersahabat atau komunikatif. Mandiri dalam arti tidak bergantung pada bahasa yang dimiliki oleh negara lain. Dalam hal ini semangat kebangsaan dapat diartikan sebagai cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Rasa cinta tanah air berarti cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Sikap bersahabat atau komunikatif dapat diartikan sebagai tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. Karakter bangsa dapat terbentuk secara alamiah apabila dalam diri seseorang sudah tertanam rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia. Ketika rasa cinta itu sudah ada dalam diri seseorang, maka lahirlah beberapa sikap yang menunjukkan karakter suatu bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia secara sadar dan berkala, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sikap disiplin dalam diri seseorang yang menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap bahasa dan bangsa Indonesia telah ada

381


dan tertanam dalam dirinya. Tidak hanya sikap disiplin yang dapat tertanam, sikap toleransi yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, budaya, dan bahasa juga akan dengan sendirinya melebur dalam jiwa setiap orang yang menghargai dan mencintai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak. Hormat saya,

Sakinah, SMAN 18 Palembang

382


Kepada yang terhormat bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri, nama saya Sakinatul Hidayah saya adalah murid di salah satu SMA di kota Blitar. Disini saya akan menyampaikan apresiasikan pendapat saya tentang melindungi museum kita. Indonesia negara yang memiliki berbagai banyak keindahan yang dapat di nikmati. Kesenian tradisionalnya, pakaiannya, alat musik yang ada, dan tentu masih banyak yang lainnya. Keindahan Indonesia ini dapat kita lihat disalahsatu tempat seperti dimuseum. Walaupun kita berada di Jawa, kita dapat melihat kebudayaan orang Papua ataupun orang Kalimantan. Semua di jajarkan dengan rapi dan apik, agar menarik perhatian yang melihatnya. Sayangnya, musium di Indonesia ini kurang ada yang merawat dan menjaganya. Menjadikan negara lain dapat mengakui bahwa kesenian Indonesia adalah keseniannya atau sekedar membuat Museum Indonesia di sana, perlukah kita bangga atau harusnnya kita MALU? Kita yang memiliki karya seni itu tidak memiliki barang yang lebih banyak dan lebih baik dari museum yang ada di luar Indonesia. Itu milik kita, Indonesia. Harusnya kita yang merawatnya dan memilikinya, BUKAN MEREKA. Apa arti kebudayaan ini jika kita bangsa yang memiliki kebudayaan tersebut tidak memperhatikan dan melestarikan kebudayaan tersebut. Misalnya karawitan, hampir di seluruh sekolah Singapura karawitan di jadikan mata pelajaran WAJIB. Tapi di Jawa khususnya tempat kesenian ini berasal hanya kalangan orang tua yang sering memainkannya, sedangkan kalangan remaja mengganggap karawitan itu kuno, membosankan, ketinggalan jaman dan lebih memilih musik-musik Barat seperti Hiphop,pop,Jazz dll. Oleh karena itu saya berharap kepada Bapak mentri Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi agar seluruh kebudayaan asli Indonesia di jadikan pelajaran wajib di sekolah negeri ataupun swasta sehingga dapat

383


membangkitkan lagi kebudayaan-kebudayaan yang telah tertidur lama. Sekian yang dapat saya sampaikan, bila ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf.

Sakinatul Hidayah, SMAN 3 Blitar

384


Morowali, 5 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan Nasional RI diJakarta

Dengan Hormat ! Assalamu Alaikum Wr. Wb. Bapak Presiden yang saya hormati, sebelum saya melanjutkan goresan saya ini, ijinkan saya memperkenalkan identitas saya. Saya bernama SALMA RANI, siswa SMKN 1 Bungku Barat Jurusan Teknik Survei dan Pemeetan, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah yang masih duduk di bangku Kelas X. Selama ini saya selalu melihat kepemimpinan Bapak Menteri Pendidikan hanya melalui televisi dan saya selalu bermimpi-mimpi berharap suatu saat nanti akan bertemu dengan Bapak Menteri Pendidikan yang saya cintai. Bapak Menteri Pendidikan yang saya hormati, melalui surat ini banyak hal di benak saya yang ingin saya utarakan kepada bapak, walaupun hanya melalui goresan tinta ini. Adapun yang ingin saya utarakan kepada Bapak Menteri Pendidikan yaitu mohon kiranya Bapak Menteri Pendidikan berkunjung ke daerah tempat tinggal saya yaitu Morowali. Kekayaan alam Morowali seperti potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertambangan sangatlah berlimpah ruah. Akan tetapi sumber daya manusia yang ada di kabupaten morowali sangatlah kurang sehingga sumber daya alamnya tidak di kelola dengan baik. Sebagai contoh sumber daya alam yang tidak di kelola dengan baik dari sector pertanian seperti lahan pertanian yang setiap tahunnya mengalami gagal panen, dari sector perikanan seperti ikan yang melimpah tetapi tidak tahu cara pemasarannya, dan dari sector pertambangan. Potensi tambang Morowali sangatlah besar di bandingkan dengan Kali-

385


mantan Timur. Tetapi pengelolaanya tidak maksimal sehingga yang di rasakan oleh masyarakat Morowali hanyalah dampak negative dari setiap penambangan. Semuan terjadi di karenakan kurangnya sumber daya manusianya. Kurangnya pendidikan yang mengajarkan kepada mereka untuk mengelola apa yang telah menjadi kekayaan alamnya. Dengan ini saya meminta kepedulian Pemerintah Pusat dalam hal ini Bapak Menteri Pendidikan bersama Bapak Ketua DPR RI dengan Bapak Presiden yang saya cintai untuk turun tangan menangani masalah tersebut di atas. Janganlah menitip pesan saja kepada Pemerintah Daerah, tetapi mendatangi langsung dan melihat kinerja mereka. Jangan sampai kekayaan Bumi Morowali habis termakan dan di nikmati bangsa lain. Bagaimana nasib kami dan adik-adik kami kelak nanti ? Buatlah anak-anak Morowali pandai mengelola sendiri kekayaan alamnya bukan orang asing. Jangan biarkan orang asing/orang barat/orang bule memperbudak kami, anak-anak Morowali. Demikianlah apa yang dapat saya utarakan kepada Bapak Menteri Pendidikan yang saya cintai. Semoga saja bisa di penuhi, dan besar harapan saya Bapak Menteri Pendidikan langsung meninjau Daerah Morowali dan melihat dengan mata kepala sendiri, bukan melihat dari bibir ke bibir para petinggi Morowali yang selalu berkunjung ke Ibukota negeri ini. Akhir kata sekali lagi yang begitu mendalam atas berkenannya Bapak membaca surat saya ini, saya haturan banyak terima kasih. Wassalamu Alaikum Wr. Wb.,

Salma Rani, SMKN 1 Bungku Barat

386


Kepada Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di DKI JAKARTA

Salam Pelajar Indonesia, Bapak Menteri yang sangat saya hormati, Saya Salmi Ramadhani Siswa kelas XI SMA Negeri 96 Jakarta, ingin menyampaikan kegundahan saya tentang penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) di dunia pendidikan di Indonesia. Yang saya ketahui kini pemerintah sedang berusaha sekuat mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, tentu dengan berbagai cara dan program seperti: wajib belajar 9 tahun, Buku Siswa Elektronik (BSE), dan kurikulum yang terus diperbaharui dan dengan berbagai cara lainya. Namun, ada satu hal yang mengganjal di hati saya yaitu penggunaan LKS sebagai sarana pendukung belajar siswa di sekolah. Menurut saya penggunaan LKS bagi siswa belumlah dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, banyak kekurangan yang di miliki LKS, mulai dari isi, kualitas, nilai kegunaan, maupun harga. Isi LKS seringkali salah dan menimbulkan ketidakpastian dan salah presepsi untuk beberapa rumus dan teori bagi siswa, apa lagi bila di padukan dengan buku cetak/paket ditambah lagi bila ada guru yang sering meninggalkan kelas dan hanya mengandalkan LKS. Mungkin tujuanya baik yaitu agar siswa terlatih untuk mandiri, tetapi percuma saja bila mereka mandiri pada media yang standarnya tidak mendukung. Kualitas LKS mulai dari kertas dan gambar sangatlah tidak menunjang. Kertas yang mudah sobek dan gambar-gambar yang tidak jelas karena warnanya pun hitam putih hanya membuat siswa sulit untuk mengartikan dan belajar pada LKS. Dengan kualitas kertas yang seperti itu tentu tidak akan tahan lama di gunakan, contohnya bila terkena hujan sedikit akan lapuk, sobek lalu hancur, bila di tumpuk akan kusut dan bila sering dibaca dan di gunakan akan lepas sari steplesnya. Kegunaan LKS sangat terbilang singkat yaitu hanya bisa digunakan

387


selama satu semester padahal LKS tersebut akan terbit kembali dengan isi yang sama tetapi dengan sampul (cover) dan harga yang berbeda. Bagi masyarakat kalangan bawah sebuah buku yang bisa digunakan lebih dari satu kali sangatlah bermanfaat. Harga LKS bila sudah sampai ke tangan siswa bisa mencapai kisaran Rp.7.500 – Rp.15.000/ LKS. Dan yang sangat disayangkan ternyata banyak fakta kalau LKS itu menjadi ladang bisnis di sekolah. Bapak menteri yang saya hormati, sampai kapan media belajar kami akan di sertai dengan berbagai masalah di atas? Kami hanya ingin media yang bisa saling dipadukan agar kami, guru, dan media belajar bisa saling mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan. Awal masuk sekolah mungkin siswa tidak terlalu memikirkan untuk menambah buku cetak/paket miliknya setelah membayar uang Iuran Peserta Didik Baru (IPDB), dan iuran bulanan. Tetapi siswa harus di bebankan lagi dengan harga LKS yang penuh dengan kekurangan dan harga seluruh LKS bisa setara dengan harga dua buah sampai tiga buah buku paket. Tentu yang gambar, isi dan kualitas kertasnya lebih baik dan tahan lama sehingga bisa digunakan kembali untuk tahun berikutnya. Bapak Menteri yang saya hormati, mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga kita semua bisa terus bersatu dalam membangun bangsa dan Negara tercinta, AMIIN,, SALAM PEMUDA INDONESIA!!

Salmi Ramdani, SMAN 96 Jakarta

388


Bekasi, 29 Januari 2012 Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hal : Aspirasi dan Suara Hati Pelajar Indonesia

Dengan hormat, Sekolah. Tempat dimana milyaran remaja menghabiskan waktunya pagi dan siang untuk menuntut ilmu. Tidak sedikit juga yang menggunakan waktu di sekolah tersebut untuk kegiatan lain. Namun ada yang pergi ke sekolah dengan tujuan bermain-main saja, bermalas-malasan ketika di dalam kelas, bahkan selalu tidak memperhatikan guru-guru yang sedang menerangkan ketika jam pelajaran berlangsung. Ini fakta, sudah sepuluh tahun ini saya duduk di bangku sekolah. Walaupun setiap tahun murid dalam kelas selalu diacak, tapi setiap tahun juga saya selalu menemukan siswa yang seperti itu. Prihatin saya melihatnya. Yang selalu ingin saya tanyakan, bagaimanakah keadaan kehidupan mereka nanti di masa depan? Saya juga sempat menanyakan kepada mereka, ‘mengapa seperti itu?’. Jawaban mereka pun tak lain adalah ‘sekolah itu membosankan’. Mungkin mereka belum terlalu paham betapa pentingnya suatu pendidikan bagi manusia dan masa depannya. Atau karena pengaruh didikannya dalam keluarganya. Entahlah, tapi mereka juga tidak salah, kegiatan belajar di sekolah memang agak membosankan. Kita sekolah setiap hari, datang pagi, duduk, menulis, membaca dan memperhatikan guru. Tidak ketinggalan, ‘mengantuk’. Mengantuk juga saat ini sudah menjadi kebiasaan rutin bila belajar disekolah. Pendidikan di sekolah, seharusnya tidak sekedar diberi materi yang bersumber dari buku saja. Belajar secara langsung akan lebih mengasyikan. Contohnya saja, ketika saya duduk di bangku SMP dulu, pertama saya belajar kimia mengenai atom. Guru saya tidak pernah memperlihatkan bagaimana bentuk atom nyatanya kepada saya, yang dia berikan hanyalah teori-teori yang ‘katanya’ menurut para ahli-ahli. Awalnya sulit bagi saya untuk mencernanya, saya baru bisa mengerti dan membayangkan setelah saya lama mempelajarinya. Nah, yang saya inginkan adalah metode belajar yang singkat, asik dan mudah dipahami. Bisakah metode belajar di Indonesia berubah? Yang sekarang, Sekolah, belajar, pulang dan paling utama itu tugas. Jika kami

389


harus selalu disibukan oleh tugas-tugas sekolah dan diwajibkan untuk belajar dengan giat, kapan kami akan mempunyai waktu untuk mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat? Kapan kami bisa berpartisipasi dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat? Begitu banyak kegiatan diluar sana yang sebenarnya lebih mendidik kita untuk menjadi orang mandiri juga membuat kita mempunyai skill dan bakat. Namun adakah waktu bagi kami untuk mengikuti kegiatan tersebut sementara kami harus selalu disibukan oleh sekolah? Transformasi dari Guru kepada Siswa. Mendidik, yaitu melatih dari yang tidak bisa menjadi bisa. Ilmu tidak hanya 12 mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Ilmu bukan hanya 5 bidang mata pelajaran yang diUN-kan. Ilmu bukan hanya Matematika, Biologi, Sejarah dan Bahasa Inggris. Ilmu bukanlah bilangan, nilai, ranking. Tidak hanya sesuatu yang diajarkan secara dialog oleh guru kepada muridnya. Dunia adalah ilmu. Ilmu bukanlah sesempit itu. Hormat saya,

Sari Rahmawati, SMAN 1 Cikarang Utara

390


Garut, 12 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tempat

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang terhormat, Dengan teriring doa semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat wal’afiat serta mendapatkan perlindungan dari Allah S.W.T melebihi perlindungan yang telah Bapak berikan kepada kami rakyat Indonesia. Saya merupakan salah satu pelajar di Indonesia. Saya sangat berterima kasih atas usaha Bapak untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Karena saat ini, pendidikan dapat dijadikan paradigma baik buruknya seseorang. Saat ini, salah satu masalah yang dimiliki Indonesia yaitu rendahnya mutu pendidikan. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam dan Di antara 174 negara di dunia, Indonesia masuk kelompok Medium Human Development yang menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), ke-109 (1999) dan data tahun 2007 menempati peringkat ke-111. Menurut data tersebut dapat dibuktikan bahwa Indonesia memiliki mutu pendidikan yang rendah. Beberapa penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah masalah efektivitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Rendahnya mutu pendidikan dapat menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Saya merasa prihatin mengenai hal itu, bukankah di dalam Pembukaan UUD 1945 sudah tercantum tujuan mulia terbentuknya negara adalah untuk mencerdas-

391


kan kehidupan bangsa. Lalu, sejauh mana penggunaan dana alokasi pendidikan tahun 2012 yang dianggarkan sebesar Rp 286,6 triliun? Seharusnya, dana sebesar itu didukung oleh mutu pendidikan yang tinggi. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia adalah meningkatkan kesadaran dari masyarakat Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran misalnya dengan mengefektifkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru di desa hingga perkotaan dan dengan adanya pemerataan sarana pendidikan untuk mendukung lahirnya prestasi siswa. Satu pesan saya yaitu “Marilah kita jadikan masyarakat indonesia yang bermutu dengan cara meningkatkan mutu pendidikan, karena mereka warga negara Indonesia maka mereka untuk Indonesia�. Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selfiyani Lestari, SMAN 1 Garut

392


Messawa,07 Maret 2012 Kepada Yth.Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Dengan hormat, Melalui surat ini saya ingin menyampaikan suatu hal kepada Bapak Menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia. Sebagai salah seorang siswi yang sedang berkecimpung dalam bangku pendidikan, saya merasa bahwa pendidkan di Negeri kita ini masih tergolong mahal. Saya mengatakan seperti itu karena biaya-biaya yang digunakan dalam pendidikan masih tergolong tinggi. Hal ini sangat berpengaruh besar dan memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat kita,sehingga banyak dari saudara-saudari kita yang putus sekolah, bahkan ada yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan. Tentunya saudara saudari kita sangat ingin untuk bersekolah, tetapi karena tekanan ekonomi yang menghimpit mereka, Sehingga mereka mengurungkan niat yang baik itu saja. Memang, telah diwajibkan di Negeri ini, untuk wajib belajar 9 tahun, tetapi sebagian besar dari masyarakat kita tidak mengindahkan kewajiban tersebut. Pendidikan selama 9 tahun itu memang tanpa dipungut biaya. Tetapi karena miskinnya masyarakat kita, sehingga mungkin untuk Membeli baju dan peralatan sekolah saja mereka kurang mampu, bahkan ada yang tidak mampu sama sekali. Padahal kita semua pasti tahu bahwa suatu Negara dapat menjadi Negara maju apabila ditunjang oleh SDM yang handal dan berkwalitas. Tetapi SDM yang handal dan berkwalitas hanya bisa dicapai melalui bangku pendidikan, dan pendidikan pun seharusnya dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai pula, misalnya tenaga guru dan juga alatalat sekolah dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Kebanyakan sekolah di Indonesia sering mengeluh dalam bidang tersebut yaitu tenaga guru dan peralatan lainnya, misalnya: laboratorium komputer.

393


Berkurangnya tenaga guru di sekolah-sekolah menyebabkan proses belajar mengajar terhambat. Sehingga, banyak siswa yang merasa tidak mendapat pelayanan secara maksimal sesuai dengan yang mereka harapkan.Hal ini membuat mereka sering merasa bosan dan lama-lama mereka pun membolos. Oleh karena itu,guru dan peralatan sekolah harus diberikan kepada sekolah-sekolah secara merata, sampai pada daerahdaerah pelosok. Oleh karena itu saya sebagai salah seorang siswi, sangat mengharapkan suatu tindakan nyata dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang suatu cara bagaimana mengentaskan angka melek huruf dan lebih mengutamakan mutu pendidikan demi pencapaian SDM yang handal dan berkwalitas.Sehingga, nasib bangsa kita kedepan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Demikianlah surat yang saya buat ini, semoga usul saya ini dapat ditindaklanjuti oleh Bapak dan memaklumi segala kekurangannya, atasnya saya ucapkan banyak terima kasih. Hormat saya

Sisilia Jeli Manapa, Siswi SMA Katolik Messawa

394


Jakarta, 15 November 2011

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Apa kabar? Semoga bapak selalu dalam lindungan Allah SWT. Perkenalkan nama saya Siti Hanum Salsabillah. Saya bersekolah di MAN 4 Jakarta. Beberapa bulan yang lalu, saya mendengarkan seorang guru kesenian dan kebudayaan yang mengajar disekolah saya bercerita tentang sulitnya mencari guru kesenian dan kebudayaan baru. Saat itu, guru kesenian saya yang bernama Pak Damilus hampir memasuki masa pensiunnya. Beliau bimbang, terlalu galau untuk meninggalkan sekolah saya karena tak ada pengganti. Sulit bukan main katanya, untuk mencari guru penggati. Memang, beliau adalah satu-satunya guru kesenian dan kebudayaan di sekolah-sekolah sekitaran sekolah saya. Beliau berkata bahwa orang-orang sudah tidak ada yang mau menjadi guru kesenian dikarenakan tidak dihargai (di anggap remeh), gaji yang kecil dan berbagai alasan lainnya. Sekarang, sekolah saya masih tidak memiliki guru kesenian yang tetap. Tahun belakangan ini, marak sekali isu-isu yang berkaitan dengan kesenian asli Indonesia yang diambil oleh negara lain. Faktanya, banyak sekali faktor yang mendukung pengakuan kesenian/kebudayaan kita oleh negara lain. Mulai dari kurangnya kepedulian terhadap kebudayaan tersebut, tidak adanya pengenalan ke generasi muda, tergeser oleh budaya luar, hingga tidak adanya usaha untuk melestarikan. Apalah gunanya kita membesar-besarkan slogan mengenai selamatkan kebudayaan kita jika guru kesenian (sebagai salah satu media penyelamatan kebudayaan) saat ini sulit sekali dicari? Maka dari itu, saya berharap kepada Bapak, selaku orang yang berwenan terhadap pendidikan dan kebudayaan Indonesia, bisa membantu memperbanyak guru kesenian dan kebudayaan di sekolah-sekolah. Dan juga dapat memasukkan berbagai kesenian Indonesia sebagai kurikulum. Hargai dan sejahterakan mereka, yang membantu menjaga kebudayaan asli Indonesia. Mereka bisa dijadikan penyelamat budaya yang semakin hari semakin hilang ini. Mudah-mudahan itu bisa benar-benar menjaga

395


keaslian Indonesia, terutama kebudayaannya. Semoga Bapak dan keluarga selalu dilindungi Allah SWT. Semoga Bapak selalu diliputi rasa takut kepada-Nya sehingga terus berusaha menjalani kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Selamat mengemban amanah dan pertanggungjawaban kepada-Nya. Saya doakan sukses dunia-akhirat. Amin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Siti Hanum Salsabillah, MAN 4 Jakarta

396


Dengan penuh hormat dan santun kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. di tempat

Saya sebagai pelajar sekaligus remaja Indonesia sangat senang apabila saya dapat diizinkan untuk mengeluarkan aspirasi dan pemikiran saya tentang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di Negara kita ini. Sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas usaha yang telah di lakukan Bapak Menteri Pendidikan dan Bapak Menteri Kebudayaan untuk memajukan Pendidikan dan Kebudayaan di Negara kita ini, walau sesungguhnya masih banyak hal yang masih perlu diperbaiki dan perlu lebih di perhatikan. Seperti hal nya pendidikan di Negara kita yang masih belum mencapai tingkat yang maksimal. Meskipun pemerintah sudah mencanangkan tentang wajib belajar 9 tahun dan telah memberikan bantuan BOS. Tetapi, masih banyak anak Indonesia yang belum bisa mendapatkan kesempatan untuk dapat duduk di bangku sekolah ataupun mereka yang putus sekolah. Semangat belajar anak Indonesia sangatlah besar, tetapi fasilitas yang diberikan pemerintah masih belum maksimal. Masih banyak diantara mereka yang merasakan belajar di sekolah dengan keadaan yang sangat memperhatinkan. Seperti hal nya mereka yang tinggal di pelosok daerah. Mereka tetap mempunyai semangat belajar yang tinggi walaupun dengan keadaan yang sangat memperhatinkan. Mereka adalah penerus bangsa. Masa depan sebuah Negara tergantung dari kemampuan yang dimiliki dan kebiasaan yang diterapkan oleh para pelajar Negara tersebut. Bagaimana Negara ini ingin maju apabila penerus bangsa ini tidak mendapatkan pelajaran yang seharusnya mereka dapatkan dengan maksimal di bangku sekolah. Atau hal lain seperti tentang kebudayaan yang dimiliki oleh Negara ini. Indonesia adalah Negara yang penuh dengan kebudayaan. Tetapi, banyak dari kebudayaan tersebut yang terabaikan dan terlupakan. Seharusnya pemerintah dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang di

397


miliki oleh bangsa ini agar kebudayaan yang di miliki Negara kita tidak pudar dan tergantikan begitu saja dengan kebudayaan asing. Hal ini sa-ngat jelas terlihat dari anak-anak sampai remaja Indonesia yang tidak tahu atau bahkan tidak berminat untuk belajar tentang kebudayaan yang dimiliki Negara ini. Mereka sebaliknya tahu dan bahkan mulai terus mengikutin pekembangan dari kebudayaang asing. Banyak hal yang dapat di lakukan pemerintah untuk menciptakan rasa cinta akan kebudayaan Negara sendiri seperti mengadakan banyak pameran tentang kebudayaan dari seluruh bagian Negara ini ataupun dapat bekerjasama dengan Bapak Mentri Pendidikan untuk menyeimbangkan pelajaran tentang kebudayaan Negara kita dengan pelajaran umum, karena pelajaran tentang kebudayaan Negara ini tidak kalah pentingnya dengan pelajaran umum lainnya. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon dimaafkan karena sekedarnya saya hanya mengutarakan aspirasi dan partisipasi saya sebagai Remaja dan Pelajar Indonesia. Wassalammualaikum Wr.Wb., Hormat Saya

Siti Khairunnisa El Shasi, SMK Bina Medika Jakarta

398


Kepada Yth Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Di tempat

Asalamualaikum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Sri Maulida, saya adalah seorang siswa dari sekolah MAN 2 Model Banjarmasin. Dengan surat ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yamg menurut saya sangat penting untuk untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Kita semua tahu bahwa kualitas pendidikan di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Indonesia memiliki daya saing yang rendah dalam masalah pendidikan sekarang ini yang kita rasakan adalah adanya ketinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan secara formal maupun informal. Padahal kualitas sistem pendidikan merupakan suatu tolak ukur keberhasilan atau maju tidaknya suatu negara. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu kita harus bisa menciptakan sumber daya manusia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara lain, salah satunya melalui pendidikan yang berkualitas. Tapi sayangnya, kesenjangan di dunia pendidikan sangat nampak terlihat, kesempatan pemerataan pendidikan di Indonesia sepertinya masih sangat jauh untuk kita gapai. Masih banyak di temukan anak-anak bangsa yang belum bisa menikmati fasilitas pendidikan secara memadai, bahkan masih banyak anak bangsa yang belum bisa menikmati indahnya bangku sekolah. Banyak anak-anak yang harus putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu untuk membayar biaya sekolah yang setiap tahun makin mahal. Di samping itu, banyak juga bangunan sekolah yang tidak di perhatikan oleh pemerintah yang mana gedung itu sudah sangat tua yang pastinya akan menghambat proses pembelajaran bahkan mungkin mengancam nyawa. Penyebabab rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia tak luput dari berbagai permasalahan yang tek kunjung terselesaikan. Ya-

399


itu tentang, pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga Indonesia secara adil dan merata, rendahnya kualitas guru, rendahnya relevansi pendidikan dan kebutuhan, dan masalah mahalnya pendidikan sekarang ini. Saya ucapkan terimakasih karena saya telah diberi kesempatan untuk menyampaikan saran-saran saya. Semoga saran ini bisa diterima dengan baik. Wassalam,

Sri Maulida, MAN 2 Model Banjarmasin

400


Sumatera Selatan, 09 Mei 2012 Kepada Yth Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Ri Bapak Muhammad Nuh Di- Jakarta

Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh, Bapak mentri yang saya mulyakan saya ingin menyampaikan aspirasi pelajar Indonesia dari Sumatra Selatan tentang penyelenggaraan pendidikan. Saya ingin mengawali dari sistem pendidikan yang mengharuskan Ujian Nasional. Baru-baru ini kementrian pendidikan mencanangkan Ujian Nasional tahun 2012 prestasi yes, jujur harus. Ini menimbulkan polemik. Pertama timbul pertanyaan kenapa baru sekarang ini dicanangkan? Ternyata ini disebabkan karena target nilai yang telah ditentukan oleh kementrian. Sebagai dampak dari ujian nasional ini, banyak kasus kriminal, kasus sosial dan bahkan banyak kematian tragis bunuh diri dari siswa yang tidak lulus UN. Saya sangat mendukung Ujian Nasional yang berprestasi dan jujur akan tetapi hal-hal yang berkaitan dengan persiapan menuju kearah itu tentu harus dipenuhi. Khusus bagi daerah-daerah yang terisolir, bapak mentri kami sampaikan masih banyak sekolah-sekolah yang kurang sarana. Tidak ada laboratorium IPA padahal telah bertahun-tahun menamatkan siswa jurusan IPA. Sekolah tidak memiliki lab. Bahasa padahal bertahun-tahun telah menjalani ujian Nasional Bahasa Inggris. Jadi bapak mentri kami minta perhatikan kelengkapan sarana guna peningkatan mutu. Selanjutnya, bapak menteri Belum lagi merosotnya karakter berbangsa para pelajar kita. Hal ini dikarenakan belum berhasilnya para guru untuk membangun karakter pelajar menjadi lebih baik. Sehingga mereka terkadang melakukan sikap atau prilaku yang tidak baik. Salah satu contonnya yaitu pada waktu UN atau ujian yang lainnya mereka mencontoh jawaban temannya. Hal ini dikarenakan tidak adanya rasa percaya diri

401


yang tertanam pada diri pelajar tersebut. Menurut saya agar masalah kependidikan dan kebudayaan di Indonesia ini di perbaiki lagi sehingga para pelajarnya menjadi orang yang sukses dan berprilaku sopan dan santun. Hal ini dapat dilakukan dengan mewajibkannya penerapan kurikulum tentang pendidikan karakter di setiap sekolah. Dengan diterapkannya pendidikan karakter di sekolah para pelajar sedikit demi sedikit mereka akan sadar dan memperbaiki prilaku atau sikap yang buruk seperti biasanya mereka lakukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimah kasih. Wassalamu’alikum Warrohmatullahi Wabarokatu,

Suparman, SMA N 1 Tebing Tinggi

402


Blitar, 5 Februari 2012 Yth. Bapak Muhammad Nuh Selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pertama, izinkan saya untuk memperkenalkan nama saya terlebih dahulu. Nama saya Suprayitno Fitra Bagus Prakoso. Saya hanya seorang remaja SMA di Kota Blitar. Atas penyelenggaraan Forum Pelajar Indonesia, saya berkesempatan untuk memberikan aspirasi saya kepada Bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang memiliki peran dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajukan aspirasi saya perihal polemik pelajar. Saat ini, telah banyak pelajar yang mulai mengembangkan segala bentuk kreativitasnya dalam berbagai bidang. Seperti beberapa saat yang lalu, siswa SMK di Solo dapat memproduksi mobil. Sama halnya di daerah lain, masih dari siswa SMK yang dapat merakit laptop dan LCD proyektor. Hal-hal tersebut patut dibanggakan, apalagi bila melihat prestasi-prestasi akademik lain yang dapat dikatakan lebih banyak lagi dan tidak dapat diutarakan satu persatu. Namun, di balik semua hal yanng membanggakan tersebut, ternyata ada masalah-masalah lain yang menerpa pelajar sekolah. Saat ini, perkembangan teknologi semakin merambah setiap pelosok negeri, meski belum seluruhnya. Dan dampaknya tidak semuanya positif. Tindakan yang tidak bertanggungjawab pun semakin bertambah seiring dengan kompleksnya jaringan internet, salah satu contohnya adalah cybercrime. Dengan cybercrime itu, seseorang bisa ‘melancarkan’ tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan, seperti penipuan, penggelapan informasi, hacking, bahkan penculikan dan tindakan asusila dapat diawali dari berkenalan melalui jejaring sosial.

403


Selain polemik itu, ternyata tawuran antarpelajar masih marak terjadi. Hal ini tidak terfokus hanya kepada siswa SMA serta mahasiswa saja, namun juga mulai merambah ke siswa SMP. Padahal, tawuran seperti itu hanya diawali dari masalah yang dapat dikatakan sepele. Saya cukup prihatin, apalagi tawuran juga terjadi karena sangat kurangnya rasa persatuan, jiwa nasionalisme, serta cinta tanah air yang dimiliki masing-masing remaja sekarang. Saya mengusulkan kepada Bapak Menteri untuk mencanangkan Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaan agar rasa nasionalisme generasi penerus negeri ini bertambah. Namun, pendidikan ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih menarik agar tidak terkesan membosankan bagi para pemuda, misalnya dengan mengadakan dialog interaktif, seminar wawasan kebangsaan dengan narasumber yang inspiratif, serta berbagai hal yang bisa ditambah oleh orang lain yang aspirasinya lebih baik daripada saya. Saya berharap, Bapak Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat menerima, bahkan membaca surat sederhana dari seorang remaja 16 tahun yang mulai terbawa arus globalisasi. Saya juga berharap agar amanat yang diemban seorang Menteri Pendidikan dapat terus terlaksana hingga akhir periode. Sekian surat dari saya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Hormat saya,

Suprayitno Fitra Bagus Prakoso, SMAN 1 Blitar

404


Padang, 20 Maret 2012 Kepada Yth Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Mohammad Nuh Di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb., Dengan Hormat Puji dan syukur marilah sama–sama kita panjatkan terhadap kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat-Nya, kita masih diberikan kesehatan dan nikmat sehingga kita masih diberi kesempatan untuk hidup sampai sekarang ini. Sayang ingin menyampaikan aspirasi Siswa/Siswi Indonesia yang mengeluh masalah biaya pendidikan di Indonesia yang jauh dari kata wajar. Kami merasa, kami tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan biaya yang sudah kami keluarkan. Kami merasa di rugikan. Apalagi transparansi yang tidak pernah dilakukan oleh pihak sekolah. Kami merasa dibohongi. Selain itu, kami dari Siswa/Siswi SMA jugan ingin mengeluh masalah jalur masuk perguruan tinggi negeri. Kami merasa sekarang pilihan yang diberikan pemerintah untuk jalur masuk perguruan tinggi negeri dipersulit dan dipersempit. Padahal, Siswa/Siswi SMA lebih banyak menginginkan masuk ke perguruan tinggi negeri kebanding perguruan tinggi swasta. Hal ini lebih didominasi dengan masalah biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta yang jauh lebih mahal kebanding perguruan tinggi negeri. Selain itu, dari segi kualitas dan akreditasi, perguruan tinggi negeri jauh lebih terjamin kebanding perguruan tinggi swasta. Kami merasa sekarang pemerintah lebih mengarahkan Siswa/ Siswi lulusan SMA untuk masuk ke perguruan tinggi swasta karena semua

405


prosedur yang dibuat oleh pemerintah memang lebih menguntungkan pihak perguruan tinggi swasta. Sebagai contoh, wacana yang dikeluarkan pemerintah yang akan mengahapuskan sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SNMPTN) jalur tulis dan memindahkan kuotanya ke Seleksi Nasional Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan. Berarti, siswa yang tidak lulus jalur undangan hanya memiliki kesempatan di jalur mandiri yang dimiliki perguruan tinggi negeri dengan biaya yang sangat mahal. Mereka yang masuk lewat jalur mandiri juga tidak mendapatkan fasilitas yang seimbang dengan biaya yang mereka keluarkan. Karena itu, lebih baik mereka beralih ke perguruan tinggi swasta yang jelas mahal tapi mereka mendapatkan imbalan yang setimpal. Atau beralih pergi ke luar negeri Indonesia yang lebih jelas terjamin kualitasnya walaupun dengan biaya mahal. Padahal perguruan tinggi adalah media yang mengeluarkan orang-prang intelektual guna membangun negara. Semoga Bapak Menteri Pendidikan Kebudayaan dapat memberikan solusi kongkirit daru masalah ini Demikian, sekian terimakasih. Wassalamualikum Wr. Wb.

Syafitri Sarman, SMAN 10 Padang

406


Jakarta, 24 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh Di Tempat

Assalamualaikum Wr.Wb., Bersama surat ini saya sebagai remaja dan pelajar Indonesia ingin menyampaikan segenap aspirasi dan pemikiran saya terhadap kinerja bapak selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Saya sebelumnya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak karena telah melaksanakn kinerjanya yang baik sebagai menteri pendidikan dan sekarang telah berganti menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan. Mungkin juga ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Saya juga ingin mengeluarkan aspirasi saya tentang pendidikan di Indonesia saat ini, memang saya rasa banyak sekali kemajuan ang diperlihatkan saat ini di dunia pendidikan. Tapi kemajuan ini tidak sejalan dengan kemampun anak-anak bangsa Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang lebih layak,dikarenakan faktor utamanya adalah biaya. Walaupun mungkin sudah ada beberapa program yang mendukung bagi seluruh pelajar yang kurang mampu untuk mendapatkan hal yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak seperti beasiswa maupun dana BOS, namun itu semua belum cukup untuk menutupi masalah yang menghadang,mungkin bantuan itu semua bisa kita dapati di daerah tertentu,namun bagaimana jika di daerah pedalaman yang sangat minim akan pendidikan. Saya ingin bapak juga lebih memerhatikan hal itu karena pendidikan juga merupakan hal menunjang demi kecerdasan anak bangsa. Kurangnya fasilitas serta minimnya tenaga pengajar di daerah pedalaman juga merupakan masalah yang utama. Saya ingin bagaimana

407


anak yang tinggal di daerah pedalaman juga mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan agar tidak jauh tertinggal dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Kalau diliat dari semangat,semangat belajar,semangat untuk sekolah mereka juga jauh lebih besar dari pada kita mungkin yang tinggal di perkotaan. Begitu pula anak-anak jalanan, yang banyak sekali putus sekolah. Saya ingin bapak juga lebih memperhatikan mereka lebih jauh, bagaiman jika membuat wadah yang menampung bagi semua anak-anak jalanan dan putus sekolah untuk berkumpul, bersekolah seperti kami,munyalurkan ide dan kreatifitas. Karena mungkin saying sekali jika bakat tersebut dan keinginan itu harus dipatakan dan diruntuhkan. Jadi bakarlah semangat mereka untuk SEKOLAH dan mendapatkan pendidikan yang layak seperti kami. Karena bapak juga saat ini menjabat sebagai menteri kebudayaan, saya berharap sekali bahwa kebudayaan Indonesia jangan sampai luntur dan punah dan tergantikan dengan kebudayaan luar,serta jangan ada lagi kebudayaan kita yang di klaim dengan Negara lain.Karena inilah ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan Indonesia dengan Negara lainnya, karena kita unik dan berbeda karena kita BHINEKA TUNGGAL IKA. Sekian dulu aspirasi yang saya tulis ini, saya meminta maaf bila ada kata-kata yang salah atau menyinggung di hati bapak. Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb

Tiani Putri Febrianty, SMK Bina Medika Jakarta

408


Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di tempat

Dengan hormat, Apa kabar pak? Semoga sehat dan selalu diberkahi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. Sebelumnya, saya ingin menyampaikan maksud saya menulis surat ini yaitu untuk berpartisipasi dalam seleksi kegiatan forum pelajar Indonesia yang ke-empat dan saya ingin menyampaikan aspirasi saya sebagai pelajar di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pandanganpandangan saya terhadap keadaan pendidikan di Indonesia. Wah, jika kita lihat ternyata banyak pelajar-pelajar di Indonesia yang memiliki potensi sangat baik ya pak? Baru-baru ini saya melihat di televisi bahwa siswa SMK di Solo bisa membuat mobil. Hal tersebut membuktikan bahwa pelajar di Indonesia memiliki potensi yang sangat baik, apalagi jika lebih dikembangkan. Tapi sangat disayangkan sekali pak, masih banyak anak-anak di Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan selayaknya. Masih banyak anak-anak yang kurang mampu dan tidak dapat sekolah. Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil juga tidak dapat menuntut ilmu dengan sarana yang cukup, bahkan mereka harus melewati jalan yang rusak untuk ke sekolah. Saya sangat berharap apabila pemerintah dapat mengusahakan pendidikan bagi mereka, anak-anak yang kurang mampu maupun yang tinggal di daerah terpencil agar mereka juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Selanjutnya, menurut saya sistem pembelajaran di negara tercinta kita ini masih kurang baik. Menurut saya, di Indonesia ini lebih mementingkan hasil dibandingkan proses. Sehingga, semakin banyak peserta didik yang lebih mementingkan nilai dibandingkan prosesnya. Mereka menempuh jalan curang untuk mendapatkan nilai yang tinggi tanpa proses yang benar. Padahal, yang tepat adalah fokus pada proses dan berorientasi pada hasil. Kesalahan sistem pendidikan ini dapat berdampak

409


fatal karena generasi-generasi penerus bangsanya akan memiliki mental yang buruk. Oleh karena itu saya sangat berharap apabila hal tersebut dapat diperbaiki sedini mungkin agar kedepannya Indonesia bisa menjadi negara yang maju dengan menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan akhlak yang baik agar tercipta karakter jujur dan disiplin. Sehingga generasi-generasi muda yang akan meneruskan negara ini dapat membawa Indonesia ke keadaan yang lebih baik. Saya sebagai pelajar, bagaimanapun keadaan Indonesia akan tetap merasa bangga menjadi bangsa Indonesia karena Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat luar biasa beragam. Ada ratusan bahkan ribuan kebudayaan di Indonesia ini. Semoga kita sebagai bangsa Indonesia bisa tetap menjaga semua kebudayaan tersebut dari waktu ke waktu. Demikian surat dari saya. Semoga surat saya dapat mewakili aspirasi dan harapan pelajar di Indonesia. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Tiara Budi Wardani, SMAN 1 Cikarang Utara

410


Payakumbuh, 20 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Tempat

Assalammualaikum, apa kabar pak? Semoga bapak selalu dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan tugas-tugas hebat untuk Indonesia. Bapak menteri yang terhormat.. Sebenarnya saya tidak ahli dalam merangkai kata-kata di dalam surat yang ditujukan kepada seseorang, tapi saya akan mencoba semampu saya untuk bisa menulis sepucuk surat ini kepada bapak untuk menyampaikan ide-ide saya. Bapak menteri yang terhormat.. Saya sebagai salah satu pelajar di Indonesia ini merasa kurang sependapat dengan kebijakan tentang pendidikan di indonesia saat ini. Mengapa para pelajar di Indonesia ini dituntut untuk menguasai begitu banyak mata pelajaran? Bukankah hanya bebearapa pelajaran saja yang pada kemudian hari akan terpakai pada saat kita kuliah dan memasuki dunia kerja? Kurikulum di Indonesia terlalu banyak menghafal, sehingga kurang memaksimalkan potensi siswa untuk berfikir analitis dan kritis. Coba kita lihat seperti dinegara Amerika misalnya tentang cara belajar, pengajaran, dan juga mata pelajaran. Mereka bisa memilih subject pelajarannya sendiri, dan gak perlu belajar semuanya. Menurut saya yah, hampir sama seperti kuliah, tapi ini sma. Lalu saya berpikir bahwa mereka memang dapat dinilai lebih profesional karena dari muda mereka telah memilih subject sesuai potensi mereka.Terpikir oleh saya, bahwa orang Indonesia walupun telah dibagi menjadi IPA, IPS, dan Bahasa mereka tetap harus mempelajari semuanya yang menurut saya tidak terlalu penting. Contohnya: saat kls XI IPA kita harus belajar sejarah padahal kita mau jadi seorang Dokter. Coba apa hubungannya? Saya sangat setuju dengan

411


opini teman- teman bahwa ada suatu mekanisme pendidikan Indonesia yang hanya membuang waktu dan tenaga. Saya lihat- lihat mungkin dibanding murid luar, murid Indonesia lebih pintar dan memiliki wawasan luas. Dan kalo berdasarkan tingkat stress, mungkin murid Indonesia akan memiliki tingkat stress teringgi. Gimana gak stress, harus mempelajari begitu banyak pelajaran. Menurut pendapat saya, lebih baik di Indonesia ini para pelajar mempelajari mata pelajaran yang umum dan dasar wajib dalam setiap minggunya, setelah itu siswa akan diberi hak untuk memilih pelajaran tambahan yang sesuai dengan skill dan minatnya. Sehingga dengan ini, setiap insan di Indonesia akan termaksimalkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Bapak menteri yang terhormat.. Semoga saran dan ide-ide yang telah saya goreskan pada alenia diatas dapat bapak pertimbangkan. Maka untuk itu saya juga mohon do’a dari bapak, semoga kita dapat bersama-sama membawa Indonesia ke negara yang maju dan berkualitas baik yang berlandaskan atas keimanan yang kuat. Amin. Salam Indonesiaku. Salam Hormat,

Tiara Rizki Maharani, SMAN 1 Payakumbuh

412


Ciamis, Maret 2012 Kepada Yang Terhormat, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Tempat

Salam Sejahtera, Pada jaman dahulu bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya. Sopan santun, ramah tamah gemah ripah lohjinawi (pepatah jawa) itu adalah slogan kebanggaan nenek moyang kita, tetapi saat ini slogan tersebut terasa tidak relevan lagi. Bangsa kita pada saat ini menjadi bangsa yang mudah tersinggung dan mudah marah, mengapa? Era globalisasi yang tidak dapat terbendung, arus informasi yang begitu deras, lemahnya landasan budaya Bangsa bagi pemuda tidak mampu untuk memfilter budaya asing, sebagai biang lunturnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, hubungan sosial tidak lagi mencerminkan hubugan yang saling menghormati, tetapi hanya berdasarkan kepentingan, bukan lagi berdasar atas kemanusiaan, gotong - royong tidak lagi nampak. Untuk itu Pendidikan Karakter dalam bidang Kebudayaan harus lebih ditonjolkan yang bertujuan untuk mengembalikan citra Bangsa dengan sasaran kegiatan adalah pemuda. Disamping itu untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, penegakan supermasi hukum haruslah berpihak kepada keadilan. Demikian yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan. Hormat saya Tina Anggelina Mutiara Dewi, SMAN 2 Ciamis

413


Jakarta, 22 Maret 2012 Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bpk. Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA Di tempat

Salam Hormat, Yang terhormat bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bagaimana kabar bapak dan keluarga? Semoga bapak dan keluarga selalu dalam rahmat dan karunia-Nya. Perkenalkan nama saya Tiorys Immanuella, pelajar dari SMAN 42 Jakarta. Melalui surat ini saya ingin menyampaikan ide saya untuk proses pembelajaran kebudayaan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Generasi muda adalah bibit harapan bangsa untuk membawa Negara RI menuju masa depan. Apabila bibit-bibit harapan bangsa ini tidak mengenal kebudayaannya sendiri, apa negara ini takan tetap bertahan pada kebudayaan aslinya? Ada baiknya bila ditiap sekolah mempunyai guru seorang seniman kebudayaan yang mempunyai wawasan luas dan cara pembelajaran yang bagus dalam mengenalkan kebudayaan Indonesia. Sudah banyak seniman Indonesia yang dipekerjakan oleh perusahan negara lain untuk negara tersebut. Tetapi, apakah memperkerjakan seorang seniman asli Indonesia di lembaga sekolah adalah hal yang sulit dan merugikan? Akan sangat menarik bila kita mempelajari budaya langsung oleh seorang seniman Indonesia. Demikian gagasan yang saya sampaikan dalam surat ini. Terima kasih atas perhatian dari bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhormat. Hormat Saya, Tiorys Immanuella, SMAN 42 Jakarta

414


Bengkulu Selatan, 22 Februari 2012 Kepada Yth . Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan DiTempat

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejathera untuk kita semua. Dengan hormat, Sehubungan dengan adanya pengiriman Delegasi Forum Pelajar Indonesia ke-4, 2012. Saya bernama “TRIOLA FITRIA”, kelas XI IPA 2 dari SMAN 2 Bengkulu Selatan, ingin mencoba mengikuti Forum Pelajar Indonesia yang ke-4 tahun 2012. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saya hormati, saya bernama ‘’TRIOLA FITRIA’’ kelas XI IPA2 dari SMAN 2 Bengkulu Selatan. Melalui karya tulis ini saya ingin mencurahkan suara hati pelajar Indonesia. Kita bisa melihat betapa kurangnya nilai-nilai religius yang diterapkan pelajar sehari-harinya dengan diganti oleh kenikmatan duniawi yang sementara salah satunya yaitu “NARKOBA” yang dapat menghancurkan generasi muda harapan bangsa. Saya menyarankan jika pada setiap kabupaten/kota didirikan organisasi “Pelajar Sehat Tanpa Narkoba”. Narkoba merupakan suatu masalah yang sangat kompleks ada di dalam kalangan masyarakat dan sudah tidak tabu lagi di kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK. Sudah banyak pelajar yang meninggal sia-sia akibat barang haram itu. Saya berharap dengan adanya organisasi tersebut, kalangan pelajar dapat sadar dan menghindari semua yang berhubungan dengan Narkoba, serta dapat mengetahui apa itu narkoba dan bahaya yang ditimbulkan akibat barang haram itu. Dengan begitu, diharapkan generasi muda yang berjiwa cerdas, bersih,bertakwa, dan sehat tanpa Narkoba yang akan memajukan bangsa dan negara Indonesia serta mengurangi tingkat

415


kematian. Lewat surat ini, saya berharap penuh kepada bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayan untuk bisa mendukung dan memahaminya. Demikianlah, karya tulis ini saya buat, mudah-mudahan dapat dipertimbangkan. Atas perhatian bapak, saya ucapkan Terima kasih. Wasalamualaikum Wr.Wb. Pengirim

Triola Fitria, SMAN 2 Bengkulu Selatan

416


Yth Mendiknas Di tempat

Semoga Bapak mendapat berkah dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, dan dapat menjalankan tugas dengan lancar. Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Trisa Andami, saya adalah seorang siswi kelas X di sma LT-I IGM Palembang, melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan aspirasi dan pendapat saya mengenai masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia. Hal pertama yang saya ingin sampaikan kepada Mendiknas adalah tentang gedung – gedung sekolah di Indonesia yang masih jauh dari kelayakan. Seperti yang sering saya lihat di tv, banyak sekali sekolah – sekolah yang tidak memenuhi sarana prasarana. Seperti, sekolah – sekolah yang atapnya bocor, Sehingga setiap musim hujan mereka harus rela belajar dengan ketidaknyamanan akibat atap sekolah yang selalu meneteskan air. Kadangkala jika hujan turun dengan deras, sekolah mereka akan terendam banjir. Bahkan, banjir dapat menggenangi sampai lutut kaki mereka. Kondisi tersebut sangat tidak nyaman bagi mereka untuk belajar, serta sangat memprihatinkan. Dimana kita seringkali melihat pejabat – pejabat negara yang puas dengan bergelimangan harta. Begitu juga dengan sekolah – sekolah yang terdapat di daerah – daerah terpencil dan jauh dari pusat kota. Sekolah mereka terletak sangat jauh, dan dipenuhi dengan banyak rintangan, hingga mereka harus menyeberangi sungai yang luas dengan perahu seadanya, bahkan, ada beberapa pelajar yang harus berenang menyeberangi sungai yang deras dan berjalan kaki sejauh 3 km jauhnya hanya untuk pergi ke sekolah. Bayangkan jika mereka harus melakukan hal tersebut setiap harinya. Hal ini tentu sangat membahayakan keselamatan mereka. Masih banyak sekolah – sekolah diluar sana yang letaknya jauh dan terletak di pelosok – pelosok desa yang kekurangan sarana prasana, serta pelajar – pelajar yang mengalami nasib yang sama, dan harus mengalami kesulitan tersebut setiap harinya. Mengingat semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hal ini masih jauh dari semboyan tersebut.

417


Menurut saya, hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah harusnya lebih peduli terhadap nasib para pelajar yang tidak mendapatkan sekolah yang tidak layak, dan memberikan dana alokasi anggaran untuk memperbaiki sekolah – sekolah mereka, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan menumbuhkan semangat belajar mereka. Serta, membangun sarana prasarana bagi sekolah yang letaknya jauh sulit dijangkau, seperti membangun jembatan agar mereka dapat pergi ke sekolah dengan menyeberangi jembatan, tanpa harus khawatir karena harus menyeberangi sungai. Atau, pemerintah dapat membangun sekolah – sekolah yang dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga, mudah dijangkau oleh masyarakat setempat,tanpa harus melewati banyak rintangan. Harapan saya ke depannya agar para pelajar di seluruh Indonesia dapat belajar di sekolah yang memenuhi kelayakan dari segi sarana prasarana, dan pelajar – pelajar yang berada di pelosok desa dapat pergi ke sekolah dengan selamat, tanpa harus melewati rintangan yang berat dan membahayakan nyawa mereka. Terima Kasih Kepada Bapak Mendiknas, karena telah memberi saya kesempatan untuk menulis pendapat dan solusi saya mengenai masalah pendidikan di Indonesia. Semoga Mendiknas dapat memahami aspirasi yang telah saya tulis. Saya mohon maaf bila ada salah kata dan bila terdapat kalimat yang dapat menyinggung salah satu pihak. Wassalammualikum.wr.wb Hormat Saya,

Trisa Andami, SMA LTI IGM Palembang

418


Dumai 17 Januari 2012

Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Dengan hormat Dengan ini, saya berharap pada bapak untuk mengatasi masalah pendidikan di negeri ini karena bapak adalah seorang yang dipercaya oleh penduduk untuk mengatasi masalah pendidikan yang ada di negeri ini. Masalah pendidikan dinegeri ini terlihat dari tinggi nya tingkat pengangguran akibat rendahnya taraf pendidikan masyarakat, itu semua di latarbelakangi oleh kemiskinan dan rendahnya sumber daya manusia. Ada suatu hal yang membuat batin saya terasa sangat terluka ketika saya melihat sebuah acara televisi di acara itu ada sebuah pemandangan yang sangat memiris hati, anak-anak berusaha mencari uang dengan menjadi pengamen, pemulung dan pekerjaan lainnya yang tidak pantas di lakukan oleh seorang anak-anak yang masih kecil dan lebih menyedihkan lagi masyarakat yang kurang mampu rela mendiami tempat yang kumuh dan kurang layak karena tidak mampu untuk membeli rumah, itulah yang mengakibatkan masa depan anaknya menjadi suram. Walaupun di Indonesia ini telah dilaksanakan sekolah wajib 9 tahun, namun masyarakat tetap terasa kesulitan dalam menyekolahkan anaknya. Mungkin akibat sumber daya manusia yang kurang memadai ataupun ketidakmampuan masyarakat untuk membiayai perlengkapan anak diluar biaya sekolah. Dalam hala ini saya sangat berharap kepada bapak untuk mengatasi itu semua. Mungkin saran saya bapak bisa bisa bekerja sama dengan menteri ekonomi untuk mengatasi masalah pendidikan dan kemiskinan. Demikianlah surat ini saya sampaikan, saya ucapkan terimakasih Hormat saya Tumiyem, SMAN 3 Dumai

419


Sumba Timur, 11 Juni 2012 Yth. Bpk Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta

Dengan hormat, Bersama dengan surat ini saya selaku murid dari SMA Negeri 1 Waingapu Kabupaten Sumba Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk dapat mengikuti Forum Pelajar Indonesia ke-4 dan sekaligus saya mendoakan agar Bapak selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Bapak Menteri yang terhormat, sedikit saya ingin menjelaskan tentang tempat tinggal saya yaitu daerah Sumba Timur di NTT yang mana di daerah saya masih kental dengan adat istiadat dan budaya. Disini adat sangat dijunjung tinggi, para orang tua lebih mementingkan prosesi adat daripada pendidikan anaknya. Bagi para orang tua cukuplah anak mereka dapat mengenyam pendidikan dasar tetapi sedikit sekali yang menganjurkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini memang tidak berlaku di Kota Waingapu namun masih banyak terjadi di kecamatan-kecamatan lainnya di daerah Sumba Timur. Demikian juga sarana dan prasarana pendidikan di daerah kami masih sangat minim. Mungkin hal tersebut juga yang membuat para orang tua enggan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi karena tidak semua Kecamatan di Sumba Timur mempunyai sekolah lanjutan seperti SMP dan SMA sehingga untuk anak yang ingin melanjutkan sekolah terkadang harus merantau ke Kota Waingapu. Namun untuk sekarang ini sarana dan prasarana pendidikan sedang ditingkatkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga di daerah saya dan hal itu menurut saya patut diberikan apresiasi yang baik. Masih banyak lagi faktor pendukung yang membuat anak usia sekolah enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Kecamatan Kota Waingapu antara lain adalah sarana transportasi dan jalan menuju Kota yang masih sangat sulit dilalui terlebih didaerah Selatan

420


Sumba Timur. Kadangkala pada saat musim penghujan terjadi tanah longsor yang membuat tempat tersebut menjadi terisolir. Belum lagi ancaman kelaparan dan gagal panen yang hampir setiap tahun melanda daerah saya. Sehingga banyak orang desa yang berfikiran “lebih baik bekerja mencari uang demi sesuap nasi daripada melanjutkan pendidikan�. Namun dengan segala kekurangan di daerah saya, saya tetap bangga menjadi anak Sumba karena disini masyarakatnya sangat familiar sekali, tidak individualis seperti yang banyak terjadi di Kota Metropolitan. Semangat gotong royong antar warga masih tinggi, semua merasa satu keluarga jadi jika terjadi musibah akan terasa lebih ringan karena saling tolong menolong. Bapak Menteri yang saya hormati, besar harapan saya agar Pemerintah Pusat dapat lebih memberikan perhatiannya kepada daerah-daerah tertinggal seperti daerah saya. Agar daerah saya dapat menjadi lebih maju seperti kota kota lain di Pulau Jawa. Agar anak sekolah di daerah saya dapat mengenyam pendidikan yang layak untuk masa depan bangsa dan negara. Demikian surat ini saya buat, maaf jika bapak kurang berkenan dan atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih. Hormat saya,

Umbu Aryad Tunggu Djama, SMA Negeri 1 Waingapu

421


kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

AssalamualaikumWr.Wb. Halo,Bapak Muhammad Nuh! Nama saya Utami Ratnasari. Saya duduk di bangku kelas X, SMAN 4 Denpasar. Mungkin sekarang Bapak mengingat-ingat nama sekolah saya? Tentu saja, sekolah saya adalah peraih Nilai UN tertinggi tahun lalu. Nah dua tahun lagi adalah tugas saya, doakan saya ya,Pak! Bapak Menteri yang saya hormati, Lewat surat singkat ini, saya ingin menceritakan dilema saya selama menjadi pelajar Indonesia. 10 tahun sudah saya mengenyam pendidikan dan sistem pembelajaran menurut saya masih belum maksimal dalam pembentukan kader bangsa. Alasannya, tentu ketidakfokusan dalam mata pelajaran. Bagaimana tidak? Banyak sekali mata pelajaran yang harus kami kuasai disetiap jenjang untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Hal ini menyebabkan saya dan teman-teman menjadikan sekolah sebagai beban. Tidak hanya di jenjang SD-SMP, di SMA pun ketidak fokusan masih terasa,Pak. Pelajar yang telah memilih SMA dan tentunya akan banyak berkelut di bidang Ilmu Pengetahuan yang berat. Namun tekanan dari bidang Ilmu Pengetahuan tersebut kian bertambah setelah cemeti dari bidang seni budaya juga menuntut untuk diperhatikan. Bila hanya menjadi selingan, tentu akan sangat menyenangkan. Namun tidak tangggung-tanggung diadakan uji kompetisi. Orientasi otak terhadap bidang IP terbagi dengan bidang seni, yang sesungguhnya bukan tujuan kami. Akhir-akhirnya, berujung pada tidak optimalnya pendidikan di SMA. Mungkin terdengar sepele, tapi keluhan inilah yang sering saya dengar, baik dari orang tua saya maupun teman-teman pelajar. Bapak Menteri yang saya kagumi, Sedikit menengok negara lain, mereka mampu dan maju karena fokusnya sistem pendidikan yang mereka jalankan. Untuk di Indonesia, agar kemampuan setiap pelajar tetap terorientasi dan tidak melupakan keragaman budaya yang harus dipertahankan, mengapa tidak disosial-

422


isasikan dan direalisasikan Sekolah Menengah Atas Kesenian? Bukankah akan lebih baik apabila pelajar yang memilik SMA berorientasi pada ilmu pengetahuan, SMK berorientasi pada teknik, dan Sekolah Kesenian berorientasi pada Kesenian. Perlu kita telaah lagi, bahwa tidak semua pelajar mampu menguasi seluruh bidang yang dijejali, dan pada akhirnya akan lebih menyenangkan bila berhasil memilih seusai apa yang diinginkan dan dicita-citakan? Bapak Menteri yang saya banggakan, Saya memiliki sedikit tambahan, bagaimana bila jam pelajaran di setiap jenjang sekolah bisa didispensasi untuk pendidikan karakter? Pendidikan karakter yang saya maksud dengan meminimalisir teori dan nilai di atas kertas serta Akan menekankan prakterk nilai-nilai kebaikan, terutama kejujuran yang sudah meluntur akhir-akhir ini. Sudah menjadi rahasia umum, banyak pelajar yang hanya mementingkan nilai di atas kertas dan menghalalkan segala cara, sehingga melunturkan persaingan sehat. Yah, gerah rasanya melihat ketenaran Angie dan Nazarrudin yang selalu eksis di TV akibat kurangnya pendidikan karakter yang mengimbangi kecerdasan. Semoga Bapak membaca surat saya. Memulai apapun memang sulit,termasuk menulis surat ini. Namun kalau tidak dimulai sejak sekarang, kapan lagi,Pak ? Wassalamualaikum Wr.Wb.

Utami Ratnasari, SMAN 4 Denpasar

423


Bengkulu, 5 Maret 2012 Yth Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Di tempat.

Dengan hormat, semoga kita selalu berada di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Bapak Menteri yang saya hormati, pertama-tama izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Vedro Yudha Laksana siswa SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Saya disini ingin menyampaikan suara hati saya tentang permasalahan yang terjadi di Indonesia. Bapak Menteri yang saya hormati, saya disini ingin menyampaikan tentang pendidikan yang ada di Indonesia menurut pandangan saya pak. Pertama, tentang profesionalitas seorang guru di dalam mengajarkan murid-muridnya. Contohnya saja di Bengkulu, nilai yang tidak tuntas bisa di bayar dengan uang. Padahal apabila tidak tuntas alangkah baiknya guru memberikan tes ulang atau memberi tugas untuk muridnya. Kedua adalah masalah pelestarian budaya di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, budaya asing tersebut banyak merusak kepribadian anak remaja di Indonesia. Sehingga ini membuat anak-anak Indonesia menjadi terpengaruh dan menghilangkan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia. Bapak, banyak anak-anak yang pintar memiliki kemauan yang tinggi dan semangat untuk bersekolah dihadang dengan masalah yang sangat klasik yaitu mahalnya biaya pendidikan, banyak dari anak-anak yang miskin tersebut ingin sekolah disekolah yang bagus dan terakreritasi A, tetapi tidak bisa masuk karna tidak mempunyai uang dan dana, untuk membeli peralatan sekolah saja susah, apalagi ingin membeli buku untuk bahan pembelajaran, dan ditambah lagi banyaknya sekolah sekarang yang banyak melakukan pungutan liar, juga salahnya disini kurangnya pemerataan pendidikan oleh pemerintah, sehingga banyak anak-anak yang miskin itu tidak bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal disekolah-sekolah yang bagus, pemmerintah hanya lebih memprorlitaskan sebagian sekolah, dan sebagian lagi kurang diprioritaskan oleh pemerin-

424


tah jika pemerataan sekolah itu dilakukan, maka anak-anak yang kurang mampu tersebut bisa bersekolah dimana saja, tanpa memikirkan status karna kesetaraan sekolah sudah dillaksanakan, maka tidak akan ada yang namanya sekolah favorite dan sekolah pinggiran. Oleh karena itu pemerintah harus lebih menekan dan melakukan pemerataan disekolahsekolah yang memang selama ini kurang diperhatikan dengan layak oleh pemerintah. Bapak demikian surat yang saya tulis, mohon maaf ya pak kalau ada kesalahan kata yang menyinggung bapak. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan semoga negara kita pendidikannya tetap maju dan terus berjaya. Hormat saya,

Vedro Yudha Laksana, SMAN 2 Kota Bengkulu

425


Kepada Yth : Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia diTEMPAT

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apa kabar bapak? Semoga bapak selalu dalam keadaan sehat. Amiin ya rabbal alamin.. Bapak yang saya hormati, Ada beberapa yang menjadi keberhasilan dan mengantarkan Indonesia ke gerbang yang lebih maju, keberhasilan itu menyangkut kualitas Sumber Daya Alam (SDM) sehingga SDM menjadi jantungnya dalam persoalan ini, apabila SDM nya lemah maka bangsa ini akan sulit untuk menjadi bangsa yang maju. Rendahnya SDM kita karena rendahnya mutu pendidikan. Pembangunan berupa fisik sudah mulai terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan, hanya saja suatu bangsa tidak akan menjadi besarn jika hanya mengandalkan berupa pembangunan fisik saja, tetapi harus dengan pendidikan yang arif dan bijaksana. Pendidikan memiliki peran penting dalam mencetak anak-anak yang bertaqwa, bermutu dan berkualitas. Negara kita terkenal akan SDA yang melimpah, akan tetapi jika SDM kita lemah, maka kita hanya akan menjadi seorang buruh di Negara kita sendiri, karena banyak perusahaan-perusahaan asing yang berdiri di negara kita. Apabila mereka bisa, kenapa kita tidak? Maka kata yang baik itu “we can do it�. Tetapi apabila SDM di negara ini kuat maka SDA di negara ini akan terolah dengan baik oleh asli tangan-tangan dalam negeri, dan itu akan menjadikan suatu kesejahteraan Bnagsa. Bapak yang saya hormati, saya selalu berdo’a mudah-mudahan tak ada lagi air mata yang mengalir dari Bangsa Indonesia, hanya ada pelangi

426


dimata Bangsa ini. Selamat Berjuang bapak, semoga sehat selalu. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Verra Rosyalia Widia Sopyan, SMAN 1 Singaparna

427


Kupang, 26 maret 2012 Kepada Yth, Menteri Pendidikan Republik Indonesia Di Tempat

Dengan Hormat, Puji dan syukur kita panjatkan kepa Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kehidupan kepada kita sampai saat ini. Sehubungan dengan kegiatan Forum Pelajar Indonesia yang merupakan kegiatan pertemuan pelajar di seluruh Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi dengan tujuan untuk memberikan apresiasinya dalam pendidikan di Indonesia, maka dengan hormat melalui surat ini saya, Viktor Eramly Nuban memohon partisipasi Bapak selaku Menteri Pendidikan dalam kegiatan Forum pelajar ini. Demikian surat ini saya buat, saya sangat mengharapkan partisipasi Bapak. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih. Hormat Saya

Viktor Eramly Nuban, SMA Kristen Mercusuar Kupang

428


Banda Aceh, 20 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bapak Menteri yang terhormat, saya selaku anak bangsa ingin berbagi rasa tentang suka dukanya saudara-saudara kita yang kehidupannya jauh dibawah garis kemiskinan,dimana mereka sangat berharap dan menggantungkan harapan agar kelak dapat menjadi putra-putri terbaik bangsa. Namun, mereka hampir tidak punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan sebagaimana layaknya anak-anak yang punya kemampuan dan berkecukupan. Bapak Menteri yang berbahagia, saya sangat berharap agar saudara-saudara kita baik yang berada di pedesaan maupun di perkotaan dapat mengenyam pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya yang lain dalam membangun negeri tercinta ini. Bapak Menteri yang berbahagia, kalaulah boleh saya ingin menyarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Buatlah program pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan ke Perguruan Tinggi. 2. Perbanyaklah sekolah-sekolah kejuruan sehingga anak-anak yang kurang mampu di bidang ekonomi diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru setelah mereka berhasil menyelesaikan sekolah kejuruan mereka. 3. Dan kalau boleh saya sarankan, agar kurikulum untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat ditinjau ulang, misalnya; untuk SMA jurusan IPA hanya memfokuskan pada pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, dan Biologi, dan untuk jurusan IPS hanya

429


memfokuskan pada pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi. Kemudian baru ditambah dengan Mulok (Muatan Lokal) seperti Agama, Olahraga, dan Sejarah sehingga akan mempercepat terbentuknya spesialisasi. Demikianlah surat dari saya. Alangkah senangnya saya apabila Bapak memberikan sedikit perhatian untuk kemajuan dunia pendidikan negeri kita tercinta. Semoga pendidikan Indonesia bisa bertambah maju dan setara dengan negara-negara lain. Amin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Vidia Viddari Ruzan, SMA Lab Unsyiah Banda Aceh

430


Kepada Yth : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Di Jakarta

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang saya banggakan, perkenalkan nama saya Volan Tara Difa Lubis, saya berasal dari sebuah daerah yang bernama Sepintu Sedulang, yaitu di Kepulauan Bangka Belitung. Saya bersekolah di SMA SETIA BUDI SUNGAILIAT, kelas XI IPA. Saya membuat surat ini karena ingin menyampaikan aspirasi saya mengenai keadaan daerah tempat tinggal kami di Bumi Serumpum Sebalai ini. Saya akan menyampaikan aspirasi saya tentang sistem pendidikan dan kebudayaan yang berkembang di Kepulauan Bangka Belitung saat ini. Pendidikan sangat diperlukan bagi anak-anak di Indonesia, termasuk pada anak-anak Bangka Belitung saat ini. Namun hal itu masih sulit untuk dilakukan, meskipun pemerintah telah menyelenggarakan progam Dana BOS pada sekolah-sekolah, namun masih ada juga anak yang tidak bisa menikmatinya karena rendahnya perekonomian orang tua mereka. Dengan adanya pendidikan, kita dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang berguna untuk diri kita sendiri sampai kapan pun. Di Indonesia, penyelenggaraan program Dana BOS yaitu Wajib 9 tahun. Jadi, apabila bagi anak-anak dengan perekonomian orang tuanya yang rendah, kemungkinannya hanya sebatas pendidikan 9 tahun itu dan tidak bisa melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi. Sementara itu, kebudayaan yang berkembang sebagian telah terabaikan karena kurang memadainya fasilitas-fasilitas serta alat transportasi yang dibutuhkan, sehingga kebudayaan ini tidak dapat ditunjukkan kepada masyarakat luar. Kebudayaan yang berada di daerah kami beranekaragam, mulai dari segi pariwisata dan keseniannya, tetapi itu pun tidak didukung dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Untuk itu, agar peristiwa seperti ini tidak kita jumpai lagi dalam kehidupan saat ini maka sebaiknya para pejabat dan petinggi negara harus lebih meningkatkan

431


kualitas dan kuantitas mereka dalam membuat atau menjalankan kebijakan-kebijakan didalam sistem pemerintahan ini. Demikian suara kami anak dari pulau Bangka Belitung ini, saya sangat mengharapkan adanya perbaikan sistem pendidikan di daerah kami Bangka Belitung ini. Agar tidak kita temukan kembali anak-anak yang putus sekolah. Hormat saya,

Volan Tara Difa Lubis, SMA Setia Budi Sungailiat

432


Kepada: Yth.Bapak Menteri Kebudayaan dan Pendidikan

Salam sejahtera, saya bernama Weldi Adi Pramana tinggal di salah satu desa terpencil yang ada di kepulauan Bangka Belitung, yaitu Desa Rebo. Saya bersekolah di SMA Setia Budi Sungailiat ingin menyampaikan beberapa masalah yang telah terjadi di daerah kami. Saya adalah salah satu warga kepulauan Bangka Belitung keturunan Thionghwa, saya merupakan warga asli Bangka Belitung,ingin menyammpaikan curahan hati kami. Budaya daerah kami saat ini telah banyak hilang,anak-anak yang ada didaerah kami banyak meniru budaya asing atau barat. Kami ingin budaya kami di kenal oleh orang lain, memang budaya kami saat ini sudah tertinggal jauh dengan budaya daerah lain, tapi kami ingin budaya daerah kami terus ada. Kami ingin generasi penerus kami, tetap terjaga dan lestari, karena kami adalah daerah yang semboyankan �Negeri Serumpun Sebalai�. Selain masalah budaya, juga masaklah pendidikan yang sangat tertinggal jauh,contohnya Sekolah Dasar(SD). Di daerah terpencil muridmurid yang ada disekolah todak mencapai puluhan, disini juga kurangnya pengetahuan orang tua murid terhadap pentingnyapendidikan.Bangunana sekolah juga banyak yang telah rusak, alat-alat sekolah yang kurang memadai. Harapan saya dan seluruh warga Bangka Belitung adalah kami ingin anak-anak daerah kami memiliki pendidikan yang tinggi dan sama dengan anak-anak yang ada di daerah lain. Semoga Bapak dapat menggapi masalah ini, maafkan saya jika ada kesalahan dalam penulisan surat ini.Terima kasih Hormat saya,

Weldi Adi Pramana, SMA Setia Budi Sungailiat

433


Pangkalan Kerinci, 3 Februari 2012 Yth, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Perkenankan, saya Wida Maulina Sari, siswi SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, ingin menyampaikan surat kecil yang merupakan aspirasi saya. Topik saya adalah budaya dalam pendidikan. Budaya adalah kebiasaan yang menjadi turun temurun dalam sebuah lingkup masyarakat. Pendidikan itu sendiri juga hal yang dilakukan agar budaya tersebut tidak memudar. Seperti yang telah dilihat, beberapa budaya yang mulai memudar seiring melajunya globalisasi adalah mencium tangan kedua orangtua. Dulu hal tersebut merupakan hal yang harus dilakukan, karena merupakan simbol menghormati orangtua. Mencium tangan kedua orangtua mungkin hal kecil, tetapi jika dilihat secara tersirat, tersebut makna penghormatan yang sangat tinggi kepada orang tua. Melihat dari beberapa survei yang telah saya lakukan, hampir 45% anak-anak tidak mencium tangan kedua orangtuanya sebelum berangkat sekolah. Melihat tingginya presentasi ini, gagasan saya adalah mensosialisasikan budaya tersebut sebelum akhirnya hilang begitu saja. Negara yang maju adalah negara yang menghormati orangtua, budaya, dan negaranya. Terutama, Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya timur. Yaitu budaya yang mengenal sopan santun dalam bertingkah laku. Untuk itu budaya mencium tangan kedua orangtua harus tetap kita lakukan sebagai rasa penghargaan kita kepada kedua orangtua Selanjutnya budaya dalam pendidikan seperti mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang mulai menghilang. Menurut pendapat saya, pengertian dari pelajaran ini adalah, Pendidikan yang artinya mendidik, pengajaran, Moral adalah akhlak, serta Pancasila adalah dasar negara, sehingga, Pendidikan Moral Pancasila menurut saya adalah didikan moral berdasarkan Pancasila. Dewasa ini menurut saya, moral generasi muda Indoneisa sudah mulai memudar dan hampir punah. Teru-

434


tama, sejak Pendidikan Moral Pancasila telah tidak diajarkan. Pendidikan moral sangat penting agar akhlak generasi muda tidak luntur. Menurut saya, Pendidikan Moral Pancasila sudah semestinya dimunculkan kembali ke dalam sistem kurikulum pendidikan Indonesia. Karena sejak pendidikan tersebut tidak lagi diajarkan, beberapa kesenjangan sosial mulai bermunculan, dan pelakunya adalah generasi muda itu sendiri. Generasi muda merupakan bibit yang harus dibina sebaik mungkin, karena masa depan bangsa Indonesia terletak pada generasi mudanya. Jika generasinya sudah tidak lagi berakhlak, Indonesia mungkin akan menjadi kacau. Generasi muda Indonesia diibaratkan sebagai calon nakhoda sebuah kapal. Jika calon nakhoda tidak diajarkan bagaimana berlayar menghalau badai, kapal tentu akan kehilangan kendali lalu karam. Memang, pendidikan pancasila masih tetap ada hingga sekarang, namun tidak disertai pengajaran moral, sehingga generasi muda hanya mengenal luarnya Pancasila, namun tidak dapat mendalami, ataupun menerapkannya. Demikianlah gagasan serta aspirasi saya. Semoga generasi muda Indonesia menjadi lebih baik di hari ke depannya. Terima kasih telah membaca surat saya. Akhir kata, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Wida Maulina Sari, SMAN 1 Pangkalan Kerinci

435


Palu,24 Maret 2012

Assalamuaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kepada yang terhormat Menteri Pendidikan Nasional, Apa kabar bapak? semoga anda dalam keadaan sehat walafiat. Nama saya Windi widyawati saya adalah salah satu siswi SMAN 2 Palu yang ingin menyampaikan aspirasi saya kepada bapak. Akhir-akhir ini, para remaja seusia saya banyak yang dijadikan topik hangat pembicaraan.Tetapi bukan karena prestasinya melainkan karena remaja tersebut melakukan penyimpangan sosial atau menjadi korban tindakan kriminal. Seperti salah satu siswa dari Palu yang menyentuh banyak orang dan membuat masyarakat menggalang “1000 sendal untuk Aal� dan peristiwa diperkosanya seorang siswi di Palu dalam sebuah angkot. Sungguh sangat memprihatinkan. Saya sendiri sebagai seorang remaja binggung, kenapa seorang remaja yang harus terjerat kasus hukum seperti Aal atau pun harus mengalami trauma karena di perkosa seperti siswi itu? Bukankah kami ada dalam masa yang labil dan butuh pemahaman lebih serta perlindungan? Dari kasus dalam contoh pertama, saya berpendapat bahwa masih banyak remaja di Indonesia memiliki beban fikiran yang menekan mereka sehingga mengantar mereka pada perilaku menyimpang. Jadi menurut saya sebaiknya pemerintah mengadakan sosialisasi kepada guru BP/BK dan orang tua siswa tentang cara kerja sama yang baik agar seorang anak tidak tertekan dan mau berbagi masalahnya dengan orang yang tepat. Saya juga berharap agar pemerintah membuat sebuah kebijakan untuk membangun sarana dan prasaran untuk anak yang putus sekolah,gelandangan,dan anak terlantar yang tidak mempunyai orang tua atau orang yang dapat membantunya menangani sebuah masalah. Agar mereka tetap dapat terhindar dari perilaku menyimpang. Dan dari kasus dalam contoh ke-2 saya berpendapat masih banyak remaja-remaja yang perlu di lindungi dari orang-orang yang berprilaku menyimpang terutama saat mereka harus naik kendaraan umum pulang pergi sekolah yang di karenakan kesibukan orang tua, mungkin penggadaan ankutan kota khusus pelajar atau bus sekolah yang supirnya di seleksi dengan baik dapat menjadi solusinya. Saya harap bapak sempat

436


membaca lansung surat ini dan bisa merealisasikan Indonesia sebagai Negara yang lebih memperhatikan genersi muda dari sebelunya. Lebih dan kurangnya surat ini mohon di maafkan. Wabilahi taufik walhidayah wasalamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh. Tertanda Rakyatmu,

Windi widyawati, SMAN 2 Palu

437


Kepada Yth Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Assalamu’alaikum Wr Wb Pertama-tama saya mengucapkan terimah kasih kepada Bapak atas kesempatan untuk membaca surat ini. Saya pun berharap semoga Bapak dan seluruh keluarga berada dalam keadaan sehat walafiat dan berada dilindungan Allah SWT. Sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu kesibukan Bapak. Baiklah disini saya akan mengutarakan sedikit mengenai perasaan saya. Ini mungkin hanya mimpi. Yang sepertinya bergejolak dibenakku mimpi yang merupakan gambaran dari semangat keceriaan insan pedesaan. Di mana mereka dapat mengenyampendidikan yang memadai. Namun kami adalah rakyat kecil yang hanya dapat menerima seluruh aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dan sayangnya, bagi pemerintah memerhatikan kehidupan kami yang berada di daerah terpencil ini. Terus terang kami memerlukan akses-akses pendidikan supaya dapat memperlancar kegiatan belajar kami. Jujur saja, sebenarnya saya sangat iri terhadap fasilitas pendidikan di perkotaan. Di mana fasilitas tersebut dapat memudahkan mereka untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Banyaknya fasilitas yang mereka dapatkan justru membuat sebagian dari mereka menyalagunakan fasilitas tersebut. Berbeda dengan kami, kami hanya bisa pasrah menerima keadaan. Minimnya akses belajar tidak melunturkan semangat kami untuk tetap bersekolah. Kami akan selalu berusaha untuk mempertahankan sekolah dan meningkatkan semangat belajar. Walaupun pengetahuan dan pengalaman yang kami dapatkan kurang. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerataan-pemerataan masih

438


belum maksimal. Akses pendidikan pedesaan masih lebih sulit dibandingkan perkotaan. Untuk mengimbangkan kondisi ini, pemerataan pendidikan harus menjadi prioritas, dan lebih penting lagi pemerataan dalam bidang mutu atau kualitas pendidikan. Oleh karena itu, akses pendidikan harus dibuka selebar-lebarnya. Saya berharap Bapak dapat lebih tegas untuk mengatasi hal kecil ini, karena apabila masalah ini dibiarkan akan menimbulkan penyesalan dikemudian hari, khususnya pada remaja-remaja dipedesaan. Sekian surat dari saya, semoga Bapak mau mendengar aspirasi saya dan dapat ditindak lanjuti, terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr Wb., Salam Hormat,

Wiwin Dwi Rahmawati, SMAN 1 Segeri

439


Kepada Yth. Bpk Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Di Tempat

Salam Damai dan Sejahtera, Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Yulius Hina Anggal. Saya adalah seorang pelajar kelas X di SMA St. Alfonsus Weetebula – Sumba Barat Daya – NTT. Melalui Forum Pelajar 2012 saya ingin mengemukakan beberapa gagasan yang mungkin berguna sebagai masukan untuk Bapak selaku pembantu presiden yang secara langsung memimpin departemen yang Bapak asuh. Sebagai seorang pelajar yang berasal dari daerah terpencil, saya merasa rendah diri dan berkecil hati ketika berbicara tentang masalah prestasi pelajar apalagi bila prestasi pelajar itu diukur dengan Nilai Kelulusan dan terutama dengan capaian Nilai Ujian Nasional. Betapa mindernya kami ketika dari tahun ke tahun daerah ini menjadi juru kunci nilai hasil Ujian Nasional dari 33 privinsi yang ada di Indonesia, meskipun di sisi lain kami merasa sangat bangga ketika berbicara tentang potensi daerah kami yang sangat kaya akan wisata budaya dan keaslian alamnya. Sewajarnya kami merasa bersyukur karena perhatian pemerintah di bidang pendidikan di daerah terpencil begitu besar melalui pengalokasian dana pendidikan untuk tunjangan profesi yang memungkinkan para guru melayani anak didik dengan lebih sungguh-sungguh. Beasiswa BKM, BKMM, dan BSM bagi pelajar dari keluarga kurang mampu juga terasa sekali manfaatnya untuk memungkinkan mereka mengenyam pendidikan di tingkat SMA. Apabila kebijakan ini tetap dilanjutkan dengan target tertentu saya yakin siswa dari keluarga miskin dan keluarga menengah ke atas akan mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun bangsa ini. Begitu juga Beasiswa Prestasi telah memberi pengaruh yang positif untuk menciptakan iklim kompetensi di kalangan pelajar.

440


Namun perlu diakui pula bahwa rendahnya prestasi para pelajar di wilayah ini tidak semata-mata disebabkan oleh kemampuan yang rendah dari para siswa. Pada dasarnya manusia dilahirkan dengan kemampuan yang sama, namun kesempatanlah yang membedakan sehingga peluangpun menjadi berbeda. Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan kiranya memegang peranan yang cukup penting dalam pencapaian prestasi itu yang ditunjukkkan oleh pencapaian nilai Ujian Nasional. Ruang kelas, laboratorium, ruang praktek, bengkel kerja, perpustakaan serta buku-buku dan peralatan yang tidak memadai membatasi langkah dan gerak para guru maupun siswa untuk belajar mengajar dan menyerap ilmu pengetahuan dengan optimal. Hal ini menuntut perhatian dari para pemegang kebijakan pendidikan di daerah ini agar lebih memprioritaskan program di bidang pendidikan. Pada umumnya sekolah-sekolah di daerah NTT mempunyai sarana dan prasarana pendidikan yang sangat minim. Dari berbagai media, pemerintah telah bertekad bulat akan segera menerapkan Kurikulum Berbasis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada tahun 2012. Sebagai bagian dari generasi muda saya merasa bersyukur karena pemerintah memperhatikan pendidikan moral yang selama beberapa tahun belakangan ini nampaknya semakin luntur. Saya yakin dengan kurikulum tersebut maka anarkisme, kekerasan, dan dampak negative IPTEK lainnya akan berkurang sementara nilai.nilai moral bangsa ini akan ditemukan sehingga bangsa ini tidak kehilangan kepribadian. Harapan saya agar semua pihak khususnya para pendidik dapat menghayati secara tepat kurikulum ini sehingga tujuan kurikulum dapat sungguh mencetak manusia Indonesia yang bermartabat dan berkepribadian serta berbudi luhur. Akhirnya saya berharap semoga impian saya ini juga menjadi impian para siswa di seluruh pelosok tanah air. Salam Hormat dan wasalam, Yulius Hina, SMA St. Alfonsus Weetebula

441


Garut, 21 Maret 2012 Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh Di Tempat

Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alangkah bahagianya ananda sebagai seorang pelajar SMA di salah satu Kabupaten Kecil di Jawa Barat (Garut), yang mendapatkan kesempatan untuk menulis sepucuk surat untuk sesosok Bapak Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam memajukan sistem Pendidikan dan mengembangkan Kebudayaan di nege-ri kita tercinta, Indonesia pusaka. Semoga setiap tetesan keringat Bapak dalam memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak bangsa mendapatkan limpahan berkah dari Allah swt. Sebagai seorang pelajar yang mengagumi Seni dan Kebudayaan bangsa Indonesia, saya sangat menyayangkan adanya beberapa kesenian asli Indonesia yang di klaim oleh Negara lain. Diantaranya alat musik Angklung, Reog Ponorogo, Tari Pendet, motif Batik dsb. Hal itu menandakan kurangnya pelestarian kebudayaan Nasional oleh bangsa kita sendiri. Ketika telah di klaim oleh Negara lain, barulah kita menyadari bahwa hal itu merupakan harta yang berharga bagi kelangsungan Budaya Nasional. Dan pada kenyataannya, hanya beberapa sekolah saja yang mengajarkan kesenian tradisional di pelajaran Seni dan Budaya, sedangkan sisanya mempelajari kesenian yang bersifat universal. Lantas bagaimana cara kami sebagai pelajar untuk melestarikan Kebudayaan Nasional jika kami sama sekali tidak mengenalnya? Saya meyakini peribahasa “tak kenal maka tak sayang�. Besar harapan saya agar pemerintah mampu memperkenalkan Kebudayaan Nasional lewat bangku belajar formal di sekolah dengan membuat standar kurikulum Pengetahuan Kebudayaan Nasional pada pelajaran Seni dan Budaya. Namun metode yang harus dilakukan adalah 60% praktik dan 40% teori, mengingat kemungkinan terjadinya kebosanan. Ketika pelajar melakukan praktik kesenian tradisional, hal itu akan menciptakan kecin-

442


taan terhadap Budaya Nasional. Selanjutnya akan timbul rasa memiliki diiringi dengan keinginan mengembangkan Budaya tersebut. Selain persamaan presepsi dan pengajaran dalam Pendidikan Seni dan Budaya, hal ini juga dapat membangkitkan kembali budaya-budaya Nasional yang telah terancam keberadaannya. Semoga aspirasi saya berguna bagi kelangsungan Budaya Nasional. Semoga Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia senantiasa mengalami peningkatan seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yunita Sekararum, SMA Negeri 1 Garut

443


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di tempat

Assalamu Alaikum, Sebelumnya saya sangat berterima kasih bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa menyampaikan suara hati dan sedikit aspirasi yang mungkin bisa berguna untuk kebaikan dan kemajuan pendidikan di negara tercinta ini. Pak, dari sudut oandang saya sebagai seorang pelajar, melihat kondisiu pendidikan di Indonesia sekarang ini sepertinya masih jauh dari harapan. Mengingat bahwa anggaran dana untuk pendidikan di Indonesia ini cukuplah banyak. Tapi kenapa ya paka, kok masih banyak sekolah – sekolah di Indonesia ini yang masih kekurangan media pembelajaran bahkasn aada yang bangunannya tidak layak pakai. Bagaiman anak – anak Indoensia bisa menyerap ilmu dengan baik smentara keadaan/kondisi belajar mereka tidak layak untuk tercpainya proses belajar – mengajar yang kompeten. Selain itu, karena biaya pendidikan yang masih lumayan mahal, masih banyak anak – anak yang terpaksa harus putus sekolah dan menjadi pekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sungguh ironis sekali, seorang anak yang yang harusnya menikmati manisnya mengeyam pendidikan malah harus bekerja layaknya orang dewasa. Dalam kasus di atas, menurut saya yang menjadi hal p=utama tentunya merombak atau membenahi sistem kerja Dinas Pendidikan agar lebih bisa bekerja secar sistematis, terbuka, dan terprogram dengan jelas. Sehingga anggaran damna yang dana yang telah di alokasikan untuk pendidikan memang bisa digunakan dengan jelas dan tepat (tidak salah masuk saku) dan memperhatikan sesuatu yang memang selalu diangtgap kecil namun berdampak besar, seperti kasus sekolah yang tak layak pakai dan kurangnya media pembelajaran di beberap sekolah. Langkah selanjutnya mungkin dengan merumuskan beberapa program dan rencana-

444


rencan kerja yang nyata dan tanpa ada unsur penundaan ataupun hal – hal yang bisa mengganggu jalannya program atau rencana kerja tersebut. Tentunya sebelum melakukan hal tersebut dibutuhkan survei lapangan untuk memudahkan dalam pembuatan program tersebut. Setelah itu, barulah meranang dan membuat rencan anggaran yang benar – benar matang dan terkonsep dengan sempurna sehingga program atau rencana kerja tersebut bisa berjalan sempurna sesuai harapan. Mungkin hal yang terpenting dari semua langklah tersebut yaitu niat untuk menjadikan pendidikan Indonesia menjadi lebih maju dan lebih baik di mata dunia. Selain masalah pendidikan di atas, satu perkara lagi yang turut meresahkan pikiran saya pak, yaitu tentang terjaganya kemurnian dan keabsahan budaya Indonesia. Sangat ironis sekali, sudah berapa budaya kita yang telah dicaplok oleh bangsa lain. Wajar, salah kita yang memang tidak menjaga dan melestarikannya. Oleh karena itu, kalau saya boleh kasih saran pak, sebaiknya ragam budaya yang ada di Nusantara ini segera disahkan dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sehingga para pelajar Indonesia byang berperan sebagai penerus bangsa bisa mengetahui dan mengenal budaya bangsanya sendiri. Demikianlah surat ini saya buat. Saya mohon maaf atas kesalahan kata yang telah saya buat. Sebelumnya saya sangat berterima kasih sekali dan semoga surat ini bisa bermanfaat. Hormat saya,

Zahratal Fitri, SMAN 2 Bukit, NAD

445


Yth. Bapak Menteri Pendidikan Di tempat

Assalamu’alaikum wr. wb., Bagaimana kabarnya pak? Saya berharap bapak sekeluarga selalu dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya pelajar Indonesia yang bernama Zain Abdurrasyid F.H duduk di kelas XI IPA bersekolah di MAN 2 Model Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Maksud saya menulis surat buat bapak hanya ingin menyampaikan peerasaan hati saya tentang pendidikan, hal ini mungkin sama pemikiran saya dengan seluruh pelajar di Indonesia. Saya pernah membaca salah satu buku bahwa pemerintah sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat baik dalam segi keuangan maupun taraf hidupnya. Sejak saat itu saya merasa pemerintah itu sangat hebat. Namun, tidak demikian saya dapati ketika melihat keadaan yang sebernarnya. Begitu banyak permasalahan rakyat sangat memiriskan hati. Sebut saja, masalah pendidikan anak. Begitu banyak anak-anak yang harus menghabiskan usianya di jalanan untuk mengemis, mengamen, bahkan menjual koran yang sebenarnya mereka tidak pantas untuk melakukan itu. Belum usai pula ditangani masalah pemukiman kumuh yang dibangun di bawah kolong jembatan. Padahal yang saya tahu, orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Saya sangat berharap pemerintah tidak hanya mencanangkan tentang pendidikan 9 tahun bagi anak-anak tetapi juga mengawasi langsung prosesnya di lapangan. Menurut saya seharusnya bukan hanya 9 tahun tapi alangkah baiknya sampai ke perguruan tinggi dan memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi agar anak – anak yang kurang mampu dan berprestasi dapat mengecap pendidikan setinggi – tingginya dengan harapan anak anak tersebut berhasil dan sukses menjadi wakil rakyat yang dapat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Itulah harapan saya terhadap anak yang kurang mampu dalam bidang pendidikan. Saya yakin pemerintah mampu benar-benar mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Insya Allah, Amin... Demikianlah surat yang saya sampaikan, besar harapan bapak dapat menerima ide dan saran dari saya dan apabila bapak tidak menerima saran saya, saya sangat berterima kasih atas diberikannya kesempa-

446


tan untuk menyampaikan pendapat saya kepada bapak karena saya hanya pelajar yang memiliki ilmu sangat kurang dan masih perlu belajar lagi.. Semoga kita selalu berada dalam naungan rahmat – Nya. Terima kasih. Wassalamu’alikum wr.wb.,

Zain Abdurrasyid FH, MAN 2 Model Banjarmasin

447


Tombiano, 23 Maret 2012 Kepada Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia DiJakarta

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Dengan Hormat, Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridhaNyalah sehingga saya sebagai anak bangsa dapat memberanikan diri untuk mencurahkan segala perasaan dan isi hati saya. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang saya hormati Sehubungan dengan surat ini saya sampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar supaya meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas lagi hendaknya disekolah-sekolah agar di adakan perpustakaan. Karena dari perpustakaan itulah dapat menjadi sumber ilmu dengan cara membaca sehingga dapat kita kembangkan ilmu-ilmu tersebut di dalam masyarakat atau orang disekitar kita. Sehingga terciptalah generasi penerus bangsa kita. Sekian apa yang dapat saya sampaikan dan saya berharap segera ditindaklanjuti. Wassalam,

Zaitun M. Adam, SMK Negeri 1 Tojo Barat

448


Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Di Jakarta

Salam Hormat, Saya merupakan seorang pelajar di SMA N 1 Merangin, dan melalui surat ini saya ingin turut menyampaikan aspirasi dan harapan yang mungkin dapat mewakili pelajar-pelajar di Indonesia. Motivasi merupakan hal yang sederhana karena orang-orang pada dasarnya termotivasi atau terdorong untuk berperilaku dengan cara tertentu yang dirasakan mengarah pada perolehan ganjaran. Salah satu yang membutuhkan motivasi adalah siswa. Siswa merupakan sumber daya yang berharga di sekolah, karena melalui kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh para murid, sekolah dapat mencapai tujuannya. Namun, mengapa terkadang para pelajar yang membantu membangkitkan nama sekolah ini tidak dihargai dan tidak diberi penghargaan ? Hal ini lah yang sering terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk sekolah saya. Sebagai contoh, banyak murid di sekolah saya yang mengikuti olimpiade dan lulus ke tingkat provinsi. Namun, ketika di sekolah ia hanya di sebutkan namanya saja, tanpa menyebutkan apa kegiatan yang dia ikuti dan berkompetisi dalam tingkat apa. Sehingga, sang murid tidak memiliki motivasi lagi, untuk membawa nama sekolah. Dari contoh tersebut saya berharap, pelajar yang berprestasi di sekolah bisa di berikan penghargaan dari sekolah maupun dari pemerintah daerah. Agar siswa kembali termotivasi untuk mempertinggi prestasi. Penghargaan tersebut, mungkin saja dapat berbentuk ucapan selamat secara langsung, atau pemberian piala bergilir dari pemerintah untuk pelajar yang berprestasi di setiap sekolah. Sehingga, para pelajar yang berprestasi ini dapat lebih memacu dirinya untuk kembali mempertinggi prestasinya. Dan keuntungan dari pemberian piala bergilir ini, yaitu dapat

449


membuat para pelajar mengenal siapa siapa saja yang ada di instansi pemerintah daerah. Karena jujur pak, saya tidak mengetahui dan mengenal siapa kepala Diknas di kabupaten Merangin. Maka dari itu saya ingin, pemerintah bisa bersosialisai dengan masyarakat, dan terutama untuk yang menjabat di bidang pendidikan agar lebih dekat dengan para pelajar. Tujuan dari harapan saya ini, yaitu untuk memotivasi pelajar yang tidak berprestasi, menjadi berprestasi dan memotivasi pelajar yang berprestasi menjadi lebih berprestasi. Serta untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat termasuk para pelajar. Hormat Saya,

Zelfia Siti Fatma, SMAN 1 Merangin

450


Profile for Indonesia Student & Youth Forum

Apa Kata Pelajar untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  

Buku ini merupakan kumpulan surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diterbitkan oleh Indonesia Student and Youth F...

Apa Kata Pelajar untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  

Buku ini merupakan kumpulan surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diterbitkan oleh Indonesia Student and Youth F...

Profile for isyf
Advertisement