Page 1

ISMANIAR

PENERBIT JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2017


Sanksi Pelanggaran Pasal 72: Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).


ISMANIAR

PENERBIT JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2017


Buku Panduan PERMAINAN ESTAFET BAIT LAGU

Model Pemusatan Perhatian sesuai Karakter dan Gaya belajar Anak Usia Dini

Penerbit Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Padang, Sumatera Barat Indonesia Penulis

: Ismaniar

Copyright@2017 by Penerbit Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Padang, Sumatera Barat Pertama kali diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Oleh Penerbit Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Cetakan pertama: 2017

ISBN 978-602-60486-2-2 Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.


KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan hidayah-Nya, sehingga penulis telah berhasil menyelesaikan penyusunan buku panduan “Permainan Estafet Bait Lagu� ini. Permainan ini merupakan salah satu cara kreatif dalam meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian yang sesuai dengan karakter dan gaya belajar anak usia dini. Buku panduan permainan ini merupakan salah satu produk dari penelitian dan pengembangan pada bidang pendidikan anak usia dini. Buku panduan ini dapat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian anak dengan cara yang menyenangkan. Penulis menyadari dalam proses penyelesaian buku panduan ini banyak sekali dukungan dan bantuan yang datang dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah turut membantu penyusunan buku panduan ini. Buku panduan ini diharapkan dapat menjadi referensi atau acuan bagi pendidik dalam meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian anak melalui model permainan.

Jakarta, September 2016 Penulis

ISMANIAR

i


ii


DAFTAR ISI Kata Pengantar ……………………………………………………………………… Daftar Isi ……………………………………………………………………………….. Bab I

Pendahuluan …………………………………………………………… 1 Latar Belakang …………………………………………………….. 1 Tujuan …………………………………………………………………. 5

Bab II

Konsep Model Permainan ……………………………………….. Pemusatan perhatian melalui model permainan Aspek kemampuan pemusatan perhatian anak usia dini ………………………………………………………………. Indikator kemampuan pemusatan perhatian anak usia dini ………………………………………………………………. Alternatif lagu sesuai dengan tema …………………….. Media permainan Estafet Bait Lagu …………………….. Asesmen kemampuan pemusatan perhatian anak usia dini ……………………………………………………………….

7 7

Pelaksanaan model permainan ……………………………….. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan ………………. Petunjuk permainan ……………………………………………. Contoh rencana kegiatan harian …………………………. Asesmen kemampuan pemusatan perhatian anak

23 23 27 29 37

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………….

45

Bab III

iii

10 11 13 15 22


Permainan Estafet Bait Lagu

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

L

embaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tempat atau wadah layanan yang ditujukan untuk mengembangkan berbagai aspek kecerdasan pada anak.

Keberhasilan stimulasi yang diberikan di lembaga PAUD akan menjadi modal bagi anak ketika mereka mulai memasuki pendidikan dasar (SD). Di lembaga PAUD berbagai bentuk stimulasi dilakukan dengan menggunakan metode maupun materi yang beragam. Untuk dapat mengikuti stimulasi yang dilakukan serta berkembang sesuai harapan maka anak harus mampu memusatkan perhatian ketika mengikuti kegiatan. Perhatian merupakan prerequisite atau persyaratan dalam

melakukan

tugas-tugas

belajar.

Mangel,

dkk

mengatakan; “Because attention is where learning begins, attracting and maintaining student attention are essential. Effective teachers plan their lessons so student attend to what

1


Pendahuluan is being taught and ignore irrelevant stimuli�.1 Oleh sebab itu, salah satu yang perlu dituntaskan anak dalam masa perkembangannya adalah kemampuan dalam menentukan pilihan terhadap apa yang perlu diperhatikannya. Kemampuan ini membantu anak dalam memproses stimulasi atau rangsangan yang ditangkap oleh panca indra dengan cermat. Ketidakmampuan untuk menentukan pilihan dalam pemusatan perhatian akan menyebabkan anak tidak dapat memproses stimulasi dengan cermat dan tidak fokus/memindahkan perhatiannya sebelum ia dapat mengambil manfaat dari stimulus yang diperhatikannya. Untuk mengatasi permasalahan masih banyaknya anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian, maka perlu dicarikan solusi kreatif sekaligus menyenangkan bagi anak untuk

meningkatkan

kemampuan

pemusatan

perhatian

mereka. Sehingga situasi pembelajaran yang diharapkan dapat terwujud dan pada akhirnya tujuan pembelajaran dalam rangka mengembangkan berbagai aspek kecerdasan anak tercapai dengan maksimal. Model permainan yang tepat menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam kegiatan stimulasi perkembangan anak usia

1

Paul Eggen, Don Kauchak. Educational Psychology, Windows on Classroom. New Jersey : United States of America. 2007. P211

2


Permainan Estafet Bait Lagu dini. Permainan sangat penting digunakan dalam kegiatan pengembangan anak usia dini, karena stimulasi yang dilakukan akan mudah diterima oleh anak melalui kegiatan bermain, termasuk dalam stimulasi peningkatan kemampuan pemusatan perhatian. Mungkin banyak orang menganggap bahwa bermain itu adalah kegiatan yang sis-sia, namun David Whitebread2 seorang psikolog dari Cambridge University mengatakan; “Play is often perceived as immature behavior that doesn’t achieve anything. But it’s essential to their development. They need to learn to persevere, to control attention, to control emotions. Kids learn these things through playing�. Bermain sering dianggap sebagai perilaku yang tidak mencapai apa-apa (tidak bermanfaat). Tapi bermain itu penting untuk perkembangan anak. Mereka perlu belajar untuk bertahan, untuk mengendalikan perhatian, mengendalikan emosi. Anak-anak belajar hal-hal ini melalui bermain. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Spencer dalam Musfiroh3 mengatakan bermain sangat penting bagi anak. Anak-anak harus bermain agar mereka dapat mencapai perkembangan yang optimal. Lebih lanjut Erikson 4 juga 2

David Kohn, Let the Kids Learn Through Play, diakses http://www.nytimes.comopinion/sunday/let-the-kids-learn-through-play.html?_r=0 tanggal 17 Mei 2015) 3 Musfiroh, Tadkiroatun, Cerdas Melalui Bermain., (Jakarta: Grasindo, 2008). hlm. 5. 4 Ibid.

dari pada

3


Pendahuluan mengemukakan

bahwa

melalui

bermain

anak

akan

memperoleh kemampuan untuk menguasai tubuh mereka, benda-benda dan keterampilan sosial. Bermain merupakan cara dan jalan anak berpikir dan menyelesaikan masalah. Sementara itu Mayke 5 mengatakan bahwa berbagai manfaat bisa diperoleh melalui kegiatan bermain aktif, antara lain mengembangkan kemampuan anak untuk berdaya cipta (kreatif), melatih keterampilan motorik halus, melatih pemusatan perhatian, ketekunan dan daya tahan. Aktivitas musik bisa digolongkan ke dalam jenis bermain aktif bila anak melakukan kegiatan musik, misalnya bernyanyi, memainkan alat musik tertentu atau melakukan gerakan atau tarian yang diiringi musik. Bernyanyi merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan karena tidak menuntut keahlian memainkan alat musik tertentu. Menurut Bronson dalam Musfiroh6 jika pada usia 4 tahun anak data mencerna garis besar lagu, maka pada usia 5 tahun anak sudah mulai mengenal ritme dengan baik termasuk jinggel. Mereka dapat bernyanyi bersama dan mampu

5 6

4

Mayke S. Tedjasaputra, Bermain, Mainan, dan Permainan, (Jakarta: Grasindo, 2001), hlm. 57. Musfiroh, op. cit, hlm. 84.


Permainan Estafet Bait Lagu mengikuti bit musik. Mereka dapat menikmati musik terekam dan menguasai lagu-lagu anak-anak. Berdasarkan

latar

belakang

tersebut,

peneliti

mengembangkan suatu model permainan pemusatan perhatian pada

anak.

Sesuai

dengan

disain

penelitian

yang

dikembangkan, model permainan ini diberi nama permainan “Etafet Bait Lagu�. Model permainan ini dirancang dengan memperhatikan

karakteristik

anak

usia

dini

serta

mempertimbangan gaya belajar anak yang beragam.

Tujuan

A

dapun tujuan buku panduan permainan ini disusun adalah dalam rangka membantu guru memahami model

permainan

pemusatan

guru

menguasai

langkah-langkah

sehingga

perhatian

anak

pelaksanaan

permainan. Buku panduan ini juga dilengkapi dengan konsep permainan,

tujuan

permainan,

capaian

perkembangan,

indikator kemampuan pemusatan perhatian anak, alternatif lagu-lagu sesuai dengan tema, media permainan, petunjuk permainan, rencana kegiatan harian dan langkah-langkah pelaksanaan permainan pemusatan perhatian anak. Di harapkan dengan adanya buku ini guru dapat melatih

5


Pendahuluan kemampuan pemusatan perhatian anak dengan cara yang menyenangkan.

6


Permainan Estafet Bait Lagu

BAB 2 KONSEP MODEL PERMAINAN PEMUSATAN PERHATIAN Pemusatan Perhatian Melalui Model Permainan Estafet Bait Lagu

B

erdasarkan pendapat beberapa ahli diantaranya; Magill, Santrock, Lehman, Alston, Ross, Shcunk dan Berk

dapat

disimpulkan

bahwa

Kemampuan

Pemusatan Perhatian Anak adalah kapasitas yang dimiliki oleh setiap

anak

dalam

memilih

atau

memproses

suatu

informasi/kegiatan yang akan dilakukan, tanpa teralihkan oleh sekian banyak rangsangan baik internal maupun eksternal pada jangka waktu tertentu.

Kemampuan Pemusatan Perhatian tidak dimiliki seseorang secara tiba-tiba, namun membutuhkan latihan rutin yang dimulai sejak usia dini. Sama halnya dengan kemampuan atau keterampilan lainnya, latihan dan stimulasi yang dilakukan sejak

dini

akan

menghasilkan

kemampuan

pemusatan

perhatian yang diharapkan. Schimd & Pepen dalam Priambodo 7


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

mengatakan; keterampilan untuk mengarahkan fokus pada stimuli yang tepat harus dilakukan melalui latihan rutin. Model permainan estafet lagu merupakan penerapan dari prinsip law of exercise yang bersandar pada teori belajar behavioritik. Central point dari model permainan pemusatan perhatian ini adalah latihan atau pengulangan. Dalam penguasaan suatu kemampuan atau keterampilan metode latihan atau pengulangan memiliki peran yang sangat penting. Thorndike adalan pakar yang mengemukakan Law Of Exercise sebagai salah satu dalil tentang belajar. Menurut prinsip Law of Exercise,

semakin

sering

tingkah

laku

diulang/dilatih

(digunakan) , maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan, makin sering diulangi/dilatih, maka materi pelajaran atau suatu keterampilan akan semakin dikuasai. Anak

tidak

dapat

dilatih

dengan

cara-cara

yang

monoton/membosankan, hal tersebut malah akan semakin memperburuk kemampuan pemusatan perhatian yang mereka miliki. Kegiatan pembelajaran yang efektif bagi anak adalah kegiatan belajar yang dapat menyentuh pancaindranya serta melibatkan mereka secara langsung baik fisik maupun psikologis. Proses memberikan latihan atau pengulangan untuk anak usia 8

dini

perlu

dirancang

sedemikian

rupa

dengan


Permainan Estafet Bait Lagu memperhatikan karakteristik dan gaya belajar anak. Diantara karakteritik anak usia dini adalah mereka suka bermain. Dunia anak adalah dunia berman. Berbagai potensi yang dimiliki anak akan

lebih

mudah

dikembangkan/

distimulasi

secara

menyenangkan melalui kegiatan bermain. Selanjutnya anak usia dini itu memiliki gaya belajar yang berbeda-beda satu sama lainnya. Guru harus menciptakan metode mengajar yang bisa menampung semua gaya belajar anak, sehingga metode yang digunakan guru efektif bagi semua anak. Karakteristik anak usia dini lainnya yaitu anak usia dini memiliki rentang perhatian yang relatif pendek dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi diperlukan metode yang kreatif dan menyenangkan untuk menarik anak memusatkan perhatiannya pada setiap kegiatan yang dilakukannya. Gaya belajar anak usia dini diantaranya; (1) Gaya belajar visual, anak akan lebih cepat mengerti jika dapat melihat langsung benda yang dijelaskan oleh guru, atau gambar serta dengan cara membaca (meskipun pada anak TK, membaca bukan kegiatan utama). (2) Gaya belajar auditorial, anak dengan gaya belajar ini, sangat aktif dan mudah memperoleh informasi melalui indra pendengarannya. (3) Gaya belajar kinestetik, akan belajar secara optimal dengan cara melakukan sendiri (Lerning by doing). (4) Gaya belajar campuran adalah

9


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik, atau hanya kinestetik dan visual. Model permainan estafet bait lagu merupakan model permainan

yang

menerapkan

metode

latihan

dalam

meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian pada anak dengan memperhatikan karakteristik dan semua gaya belajar anak. Permainan estafet bait lagu ini termasuk pada kelompok permainan dengan peraturan (Games with rules). Permainan yang dilakukan memiliki aturan main sendiri dan anak diminta mematuhi peraturan yang sudah dibuat dalam permainan. Sementara dari tahapan bermain dikemukakan Kathleen, maka permainan estafet bait lagu termasuk dalam kelompok Mastery Play.

Hal

tersebut

dimaksudkan

karena

untuk

keterampilan/kemampuan

permainan

yang

dirancang

melatih

anak

menguasai

tertentu

yaitu

kemampuan

pemusatan perhatian.

Aspek Kemampuan Pemusatan Perhatian Pada Anak Usia Dini

M

engacu pada pengertian yang dikemukanan oleh beberapa

orang

maka

Kemampuan

Pemusatan Perhatian anak dapat dijabarkan ke

dalam beberapa aspek yaitu;

10

ahli,


Permainan Estafet Bait Lagu 1. Mengontrol perilaku, yaitu; kemampuan anak dalam mengontrol

perilakunya

pada

saat

mengikuti

atau

melakukan suatu kegiatan. 2. Memfokuskan perhatian, yaitu; kemampuan anak dalam memfokuskan perhatiannya pada kegiatan yang sedang diikuti atau dilaksanakannya. 3. Menunjukkan kesungguhan, yaitu; kemampuan anak untuk menunjukkan kesungguhannya selama proses kegiatan berlangsung. 4. Mempertahankan perhatian, yaitu; kemampuan anak dalam mempertahankan perhatiannya dari awal sampai kegiatan yang diikuti atau dilaksanakannya berakhir sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Indikator Kemampuan Pemusatan Perhatian Anak Usia Dini

I

ndikator kemampuan pemusatan perhatian anak yang dikembangkan atau ditingkatkan melalui model permainan estafet

bait

lagu

ini

meliputi

25

indikator

yang

dikembangkan dari empat aspek kemampuan pemusatan perhatian yang sudah dirumuskan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

11


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian Tabel 1. Indikator Kemampuan Pemusatan Perhatian Anak Usia Dini

No 1

Aspek Mengontrol perilaku

Indikator Kemampuan 1.1 Duduk tertib di kelas 1.2 Memperhatikan penjelasan guru 1.3 Mengikuti aturan permainan 1.4 Sabar menunggu giliran 1.5 Tidak ceroboh/tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan

2

Memfokuskan perhatian

3

Menunjukkan kesungguhan

1.6 Tidak mengganggu teman

2.1 Menunjukkan minat terhadap kegiatan 2.2 Mendengarkan pembicaraan guru 2.3 Mengabaikan stimulus yang mengganggu 2.4 Menyaring stimulus yang dilihat 2.5 Menyaring stimulus yang didengar 2.6 Tidak terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan. 2.7 Mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sistematis 2.8 Memperhatikan perintah yang diberikan 3.1 Mau menerima tugas 3.2 Terlibat dalam kegiatan yang di lakukan 3.3 Melihat atau memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan 3.4 Mengikuti proses kegiatan dengan gembira 3.5 Tidak mudah terganggu atau teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan 3.6 Memperhatikan nasehat/saran dari guru

4

12

Kemampuan mempertahankan perhatian

3.7 memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan 4.1 Mengikuti kegiatan sampai selesai 4.2 Tidak terganggu dengan suara-suara atau bunyi-bunyian di luar kelas 4.3 Mengabaikan godaan/gangguan dari teman 4.4 Berhenti bermain pada waktunya


Permainan Estafet Bait Lagu

Alternatif Lagu Sesuai Tema

P

ada dasarnya dalam penggunaan model permainan estafet bait lagu ini, guru diberikan kebebasan untuk menggunakan

lagu

anak-anak.

Namun

untuk

menjamin kelancaran proses permainan disarankan kepada guru untuk memilih lagu-lagu yang sudah dikuasai anak. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak terlalu terbebani ketika proses bermain, karena mereka sedang memusatkan perhatiannya dalam mengikuti aturan permainan yang sudah dirancang. Disamping itu hendaknya guru juga menyesuaikan lagu-lagu yang akan dimainkan dengan tema yang sedang berlangsung di TK, agar permainan yang dilaksanakan turut mendukung nuansa tematik yang ada. Beberapa alternatif pilihan lagu yang dapat digunakan dalam permainan estafet bait lagu, dapat dilihat pada tabel berikut; Tabel 2. Alternatif Lagu Sesuai Tema Pada Semester I No

Tema

Sub Tema

Judul Lagu

1.

Diri Sendiri

Aku dan Panca Indra

    

Bangun Tidur Jari tanganku Aku anak sehat Macam-macam rasa Dua mata saya

2.

Lingkunganku

Keluargaku, Rumah, dan Sekolah

   

Sayang semua Kasih ibu Rumahku Sekolah taman kanakkanak

13


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian 3.

Kebutuhanku

Makan, Minum, Pakaian, Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan

4.

Binatang

Darat, Air , Udara

5.

Tanaman

Bisa dimakan, Tidak bisa dimakan

 Pepaya, pisang, mangga jambu  Baju baru  Tempat sampah  Mari jaga kebersihan  Burung kakak tua  Si gembala sapi  Tek kotek kotek  Potong bebek angsa  Cicak-cicak di dinding  Menanam jagung  Lihat kebunku

Tabel 3. Alternatif Lagu sesuai Tema Pada Semester II No

Sub Tema

1.

Rekreasi

Kendaraan, Pesisir dan Pegunungan

2.

Pekerjaan

Nama Pekerjaan, Tempat Bekerja, Istilah-istilah dalam sebuah pekerjaan Manfaat, Bahaya,

3. 4.

5.

6.

14

Tema

Air, Api dan Udara Alat Komunikasi Tanah Airku

Alam Semesta

Elektonik, Tradisional Negaraku, Kehidupan di Kota dan Desa Matahari, Bulan, Bintang, Bumi, Langit dan Gejala Alam

Judul Lagu    

Naik Delman Libur telah tiba Naik-naik ke puncak gunung Naik kereta api

 Abang tukang bakso  Tukang Pos  Si tukang kayu            

Balonku Tik-tik bunyi hujan Telepon Berdering Koranku Dari Sabang Sampai Merauke Halo-halo bandung Bendera merah putih Paman datang Pelangi-pelangi Ambilkan Bulan Bu Naik-naik ke puncak gunung Bintang Kecil


Permainan Estafet Bait Lagu

Media Permainan Estafet Bait Lagu

M

edia

permainan

digunakan

untuk

membantu

kelancaran terlaksananya permainan sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat diwujudkan. Adapun media

permainan yang dibuat terdiri dari poster, bendera aba-aba dan kartu identitas kelompok. Terkait media permainan yang disediakan dapat dijelaskan sebagai berikut;

Poster Setiap lagu yang dipilih disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung di TK, dan lagu akan dimainkan sebanyak 4 kali pertemuan. Untuk setiap pertemuan akan dilengkapi dengan poster yang berbeda karena disesuaikan dengan jumlah pembagian kelompok dalam permainan. Berikut beberapa contoh poster yang digunakan dalam permainan. Poster Pertama: Estafet dengan 2 Kelompok Anak

15


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

Poster Kedua: Estafet dengan Tiga Kelompok Anak

Poster Ketiga: Estafet dengan 4 Kelompok Anak

16


Permainan Estafet Bait Lagu Poster Pertemuan Keempat: Estafet Antar Anak

Bendera Aba-Aba Bendera aba-aba merupakan media yang digunakan guru untuk mengatur lalu lintas permainan. Bendera aba-aba yang dipakai jumlahnya disesuaikan dengan jumlah kelompok yang dibentuk saat permainan dilaksanakan. Warna bendera aba-aba disesuaikan dengan warna kartu identitas kelompok yang ada. Perhatikan gambar berikut.

17


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

Dua kelompok

Tiga kelompok

18


Permainan Estafet Bait Lagu

Empat kelompok kelompok

Antar anak perorangan

19


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

Kartu Identitas Kelompok Kartu Identitas Kelompok merupakan media yang digunakan untuk menumbuhkan semangat kekompakan antar sesama anggota dalam setiap kelompok. Media ini diperlukan untuk membantu guru mengontrol perilaku anak yang kecenderungan memiliki mobilitas tinggi. Jumlah dan warna kartu identitas kelompok sama dengan jumlah bendera aba-aba yang dipakai saat permainan berlangsung.

Dua kelompok

20


Permainan Estafet Bait Lagu

Tiga kelompok

Empat kelompok

21


yyy Konsep Model Permainan Pemusatan Perhatian

Asesmen Kemampuan Pemusatan Perhatian Anak Usia Dini

U

ntuk melihat perbedaan kemampuan pemusatan perhatian anak antara kondisi sebelum dilakukan model permainan dengan kondisi setelah model

permainan dilakukan beberapa kali maka dilakukan asesmen awal (pre test) dan asesmen akhir (post test). Asesmen dilakukan dengan cara mengamati perilaku anak selama kegiatan permainan berlangsung. Kriteria penilaian untuk masing-masing indikator dirumuskan menggunakan skala penilaian 1 - 3. Selanjutnya untuk mempermudah memberikan penilaian kepada anak maka dapat menggunakan rubrik penilaian yang ada pada bab 3.

22


Permainan Estafet Bait Lagu

BAB 3 Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu Langkah-Langkah Pelaksanaan Permainan

P

ermainan dirancang dengan strategi pelaksanaan dimana setiap lagu yang dipilih akan dimainkan sebanyak empat kali pertemuan. Setiap pertemuan

memiliki tingkat kesulitan permainan yang ditingkatkan dengan cara menambah jumlah kelompok dan perubahan bentuk gerakan dalam permainan. Pada pertemuan ke empat/terakhir setiap lagu, anak diminta menyambung/estafet lagu secara individu. Langkah-langkah

yang

dilakukan

dalam

setiap

kali

permainan yaitu: Tahap Pertama: Penjelasan Aturan Bermain a. Guru menempelkan poster yang berisi alur permainan yang akan dilaksanakan di papan tulis

23


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu b. Guru meminta anak memperhatikan poster permainan dan menjelaskan aturan permainan yang akan dilakukan. c. Guru memperagakan cara bermain ( cara menyanyi dan bergerak) d. Anak dipersilakan bertanya jika belum mengerti dengan penjelasan yang diberikan guru e. Anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi kartu nama dengan warna yang berbeda antar kelompok Tahap Kedua : Pelaksanaan Permainan a. Guru berdiri di depan kelas sebagai pemberi aba-aba menggunakan beberapa bendera dengan sesuai kelompok yang ada b. Anak

menyanyi

atau

bergerak

secara

bergantian

memperhatikan bendera yang dimainkan oleh guru, jika warna bendera sesuai kelompok naik maka anak menyanyi, tapi jika bendera turun maka anak bergerak. c. Guru boleh mengangkat dan menurunkan semua bendera secara bersamaan atau dilakukan secara bergantian selama nyanyian belum selesai.

24


Permainan Estafet Bait Lagu Tahap Ketiga: Pengulangan/Latihan Anak

diminta

berulang-ulang

melaksanakan

selama

waktu

permainan yang

ini

secara

disediakan

masih

memungkinkan untuk itu. Tahap Keempat: Evaluasi a. Guru dan anak bercakap-cakap tentang kendala atau kesulitan yang mereka alami ketika sedang melaksanakan permainan. b. Penilaian kemampuan pemusatan perhatian anak dilakukan guru melalui pengamatan langsung terhadap perilaku yang ditunjukkan anak sejak tahap persiapan sampai permainan selesai dilaksanakan. c. Guru menuliskan hasil pengamatan menggunakan tanda cek list pada lembar observasi yang sudah disediakan. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu dapat dilihat melalui gambar berikut.

25


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu Tahap I

Penjelasan Aturan Permainan

1. 2. 3. 4. 5.

Tahap II 1. 2.

GURU;

Menempelkan poster menjelaskan aturan permainan memperagakan cara bermain membagi anak menjadi beberapa kelompok memberi kartu identitas tiap kelompok

Pelaksanaan Permainan

Dua kelompok anak

Guru berdiri di depan kelas sambil memainkan bendera aba-aba Anak menyanyi atau bergerak secara estafet memperhatikan warna bendera yang digerakkan guru

Tiga kelompok anak Empat kelompok anak Antar individu

Tahap III

Tahap IV

Latihan/pengulangan permainan

Evaluasi

Lanjut ke Permainan dengan lagu baru; menggunakan tahap berulang/sama

Penilaian kemampuan pemusatan perhatian anak menggunakan lembar observasi Gambar 1. Langkah-langkah Pelaksanaan Permainan Estafet Bait Lagu

26


Permainan Estafet Bait Lagu

Petunjuk Permainan

P

ermainan estafet bait lagu ini dirancang untuk melatih kemampuan pemusatan perhatian anak usia dini. Untuk mendapatkan efektifitas hasil yang optimal

maka permainan hendaknya dilakukan secara berulang dibawah bimbingan/pengawasan guru.

Adapun petunjuk

pelaksanaan bermain agar dapat mewujudkan hasil yang efektif adalah sebagai berikut; 1. Guru dianjurkan menggunakan lagu yang sudah dikuasai oleh anak 2. Setiap lagu yang dipilih dapat digunakan maksimal 4 kali pertemuan dengan tingkat kesulitan tiap pertemuan yang berbeda. 3. Dalam pelaksanaan permainan, salah seorang guru berperan

sebagai

pengatur

permainan

dengan

menggunakan media bendera aba-aba 4. Bendera aba-aba digunakan guru sambil berdiri dengan menggerakkan bendera ke

atas dan ke bawah. Ketika

bendera ke atas anak diminta untuk menyanyi tanpa melakukan gerakan, sebaliknya ketika bendera ke bawah anak diminta untuk bergerak dan tidak boleh bernyanyi. 5. Guru dapat menggunakan variasi gerakan yang digunakan dengan mempertimbangkan kemampuan anak. Setiap 27


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu pertemuan hendaknya variasi gerakan dirobah agar melatih kemampuan pemusatan perhatian anak serta tidak membosankan bagi anak. Diantara contoh variasi gerakan yang dapat digunakan yaitu; a. Satu langkah ke kiri, satu langkah ke kanan b. Satu langkah ke depan , satu langkah ke belakang c. Satu langkah ke kanan, satu langkah ke kiri, tepuk tangan satu kali d. Satu langkah ke depan, satu langkah ke belakang, tepuk tangan dua kali 6. Jumlah bendera aba-aba yang digunakan guru tergantung jumlah kelompok yang ikut bermain. 7. Pengamatan terhadap kemampuan pemusatan perhatian anak sudah dapat dilakukan sejak kegiatan awal di mulai.

28


Permainan Estafet Bait Lagu A. Contoh Rencana Kegiatan Harian Pertemuan 1

RENCANA KEGIATAN HARIAN Tema : Lingkunganku Lagu : Sayang semuanya Waktu : 30 menit

Tujuan:

Adapun tujuan yang diharapkan setelah anak mengikuti permainan ini adalah; 1) Anak dapat mengontrol perilakunya selama kegiatan permainan. 2) Anak dapat memfokuskan perhatiannya kepada informasi atau kegiatan yang sedang diikuti. 3) Anak menunjukkan kesungguhan selama mengikuti kegiatan permainan. 4) Anak dapat mempertahankan perhatian selama kegiatan berlangsung dari awal sampai akhir

APE/Media Permainan: 1) Poster kegiatan permainan 2) Bendera aba-aba 3) Kartu identitas kelompok Kegiatan Awal: Estimasi waktu 5 menit 1) Guru menempelkan poster kegiatan permainan di depan kelas 2) Guru menjelaskan aturan permainan yang akan dilakukan hari ini. 3) Guru membagi anak menjadi 2 kelompok Kegiatan Inti:

Estimasi waktu 20 menit 1) Permainan estafet bait lagu menggunakan dua kelompok anak. 2) Variasi gerakan satu langkah ke kanan, satu langkah ke kiri. 3) Guru bertindak sebagai pemimpin di depan kelas yang mengatur lalu lintas kegiatan permainan.

29


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

Latihan:

Guru mendampingi anak-anak untuk mengulangi melakukan permainan estafet bait lagu.

Kegiatan Penutup: Estimasi waktu 5 menit Guru bercakap-cakap dengan anak-anak serta melakukan tanya jawab seputar kegiatan permainan yang sudah dilakukan. 1) Apakah anak-anak senang dengan permainan yang sudah dilakukan 2) Apa saja kesulitan yang dirasakan anak-anak dalam melakukan permainan tersebut Assesmen:

30

Mengisi format perkembangan kemampuan pemusatan perhatian anak menggunakan lembar observasi yang telah disediakan


Permainan Estafet Bait Lagu Pertemuan 2

RENCANA KEGIATAN HARIAN Tema : Lingkunganku Lagu : Sayang semuanya Waktu : 30 menit

Tujuan :

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan permainan adalah; 1) Anak dapat mengontrol perilakunya selama kegiatan permainan. 2) Anak dapat memfokuskan perhatiannya kepada informasi atau kegiatan yang sedang diikuti. 3) Anak menunjukkan kesungguhan selama mengikuti kegiatan permainan. 4) Anak dapat mempertahankan perhatian selama kegiatan berlangsung dari awal sampai akhir

APE/ Media Permainan; 1) Poster kegiatan permainan 2) Bendera aba-aba 3) Kartu identitas kelompok Kegiatan Awal: Estimasi waktu 5 menit 1) Guru menempelkan poster kegiatan permainan di depan kelas 2) Guru menjelaskan aturan permainan yang akan dilakukan hari ini. 3) Guru membagi anak menjadi 3 kelompok Kegiatan Inti: Estimasi waktu 20 menit 1) Permainan estafet bait lagu menggunakan tiga kelompok anak 2) Variasi gerakan satu langkah ke depan, sat langkah ke belakang 3) Guru bertindak sebagai pemimpin di depan kelas yang mengatur lalu lintas kegiatan permainan

31


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

Latihan:

Guru mendampingi anak-anak untuk mengulangi melakukan permainan estafet bait lagu.

Kegiatan Penutup: Estimasi waktu 5 menit Guru bercakap-cakap dengan anak-anak serta melakukan tanya jawab seputar kegiatan permainan yang sudah dilakukan. 1) Apakah anak-anak senang dengan permainan yang sudah dilakukan 2) Apa saja kesulitan yang dirasakan anak-anak dalam melakukan permainan tersebut Assesmen:

32

Mengisi format perkembangan kemampuan pemusatan perhatian anak menggunakan lembar observasi yang telah disediakan


Permainan Estafet Bait Lagu Pertemuan 3

RENCANA KEGIATAN HARIAN Tema: Lingkunganku Lagu : Sayang Semuanya Waktu : 30 menit

Tujuan :

tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan permainan adalah; 1) Anak dapat mengontrol perilakunya selama kegiatan permainan. 2) Anak dapat memfokuskan perhatiannya kepada informasi atau kegiatan yang sedang diikuti. 3) Anak menunjukkan kesungguhan selama mengikuti kegiatan permainan. 4) Anak dapat mempertahankan perhatian selama kegiatan berlangsung dari awal sampai akhir

APE/Media Permainan: 1) Poster kegiatan permainan 2) Bendera aba-aba 3) Kartu identitas kelompok Kegiatan Awal: Estimasi waktu 5 menit 1) Guru menempelkan poster kegiatan permainan di depan kelas 2) Guru menjelaskan aturan permainan yang akan dilakukan hari ini. Kegiatan Inti: Estimasi waktu 20 menit 1) Permainan estafet bait lagu menggunakan empat kelompok anak 2) Variasi gerakan satu langkah ke kanan, satu langkah ke kiri, tepuk tangan satu kali 3) Guru bertindak sebagai pemimpin di depan kelas yang mengatur lalu lintas kegiatan permainan

33


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

Latihan:

Guru mendampingi anak-anak untuk mengulangi melakukan permainan estafet bait lagu.

Kegiatan Penutup: Estimasi waktu 5 menit Guru bercakap-cakap dengan anak-anak serta melakukan tanya jawab seputar kegiatan permainan yang sudah dilakukan. 1) Apakah anak-anak senang dengan permainan yang sudah dilakukan 2) Apa saja kesulitan yang dirasakan anak-anak dalam melakukan permainan tersebut Assesmen:

34

Mengisi format perkembangan kemampuan pemusatan perhatian anak menggunakan lembar observasi yang telah disediakan


Permainan Estafet Bait Lagu Pertemuan ke 4

RENCANA KEGIATAN HARIAN Tema: Lingkunganku Lagu : sayang semuanya Waktu: 30 menit

Tujuan:

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan permainan adalah; 1) Anak dapat mengontrol perilakunya selama kegiatan permainan. 2) Anak dapat memfokuskan perhatiannya kepada informasi atau kegiatan yang sedang diikuti. 3) Anak menunjukkan kesungguhan selama mengikuti kegiatan permainan. 4) Anak dapat mempertahankan perhatian selama kegiatan berlangsung dari awal sampai akhir

APE/Media Permainan: 1) Poster kegiatan permainan 2) Bendera aba-aba ( satu warna) Kegiatan Awal: Estimasi waktu 5 menit 1) Guru menempelkan gambar ilustrasi kegiatan permainan di depan kelas 2) Guru menempelkan tulisan lirik lagu di papan tulis 3) Guru menjelaskan aturan permainan yang akan dilakukan hari ini. 4) Guru mengingatkan bahwa sekarang anak menyanyi dengan model estafet antar individu Kegiatan Inti: Estimasi waktu 20 menit 1) Permainan estafet bait lagu antar anak secara individu 2) Variasi gerakan satu langkah ke depan, satu langkah ke belakang, tepuk tangan dua kali 3) Guru bertindak sebagai pemimpin di depan kelas yang mengatur lalu lintas kegiatan permainan

35


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

Latihan:

Guru mendampingi anak-anak untuk mengulangi melakukan permainan estafet bait lagu.

Kegiatan Penutup: Estimasi waktu 5 menit Guru bercakap-cakap dengan anak-anak serta melakukan tanya jawab seputar kegiatan permainan yang sudah dilakukan. 1) Apakah anak-anak senang dengan permainan yang sudah dilakukan 2) Apa saja kesulitan yang dirasakan anak-anak dalam melakukan permainan tersebut Assesmen:

36

Mengisi format perkembangan kemampuan pemusatan perhatian anak menggunakan lembar observasi yang telah disediakan


Permainan Estafet Bait Lagu B. Asesmen Kemampuan Pemusatan Perhatian Anak Untuk melihat efektifitas penggunaan permainan dalam meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian anak, maka guru melakan penilaian atau evaluasi setelah permainan dilakukan. Penilaian dilakukan

dengan menggunakan instrumen penilaian

kemampuan pemusatan perhatian anak usia dini berikut ini;

Instrumen Penilaian

Kemampuan Pemusatan Perhatian Anak TK Kelompok B Nama anak Hari/ tanggal Tema/Sub Tema Lagu

:......................................... :......................................... :......................................... :……………………………..

Nama Observer :.......................................... Kriteria Penilaian - TT : Tidak Terlihat (1) - ST : Sudah Terlihat tetapi tidak konsisten (2) - TK : Terlihat Konsisten (3) No 1

Aspek Kemampuan Kemampuan mengontrol perilaku

Rating Scale 3 2 1

Butir Yang Diamati

1.1 Duduk tertib di kelas 1.2 Memperhatikan penjelasan guru 1.3 Mengikuti aturan permainan 1.4 Sabar menunggu giliran 1.5 Tidak ceroboh/tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan

1.6 Tidak mengganggu teman 2

Kemampuan memfokuskan

2.1

Menunjukkan kegiatan

minat

terhadap

37


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

No

Aspek Kemampuan perhatian

Rating Scale 3 2 1

Butir Yang Diamati 2.2 Mendengarkan pembicaraan guru 2.3

Mengabaikan stimulus yang mengganggu 2.4 Menyaring stimulus yang dilihat 2.5 Menyaring stimulus yang didengar 2.6 Tidak terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan. 2.7 Mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sistematis 2.8 3

Kemampuan menunjukkan kesungguhan

Memperhatikan diberikan

perintah

yang

3.1 Mau menerima tugas 3.2 3.3

Terlibat dalam kegiatan yang di lakukan Melihat atau memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan

3.4 Mengikuti proses kegiatan dengan gembira 3.5

Tidak mudah terganggu atau teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan 3.6 Memperhatikan nasehat/saran dari guru 3.7 memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan 4

Kemampuan mempertahan kan perhatian

4.1 Mengikuti kegiatan sampai selesai 4.2 Tidak terganggu dengan suara-suara atau bunyi-bunyian di luar kelas 4.3 Mengabaikan godaan/gangguan dari teman 4.4 Berhenti bermain pada waktunya

38


Permainan Estafet Bait Lagu Untuk

membantu

guru

mengisi

instrumen

penilaian

kemampuan pemusatan perhatian anak di atas maka buku panduan ini juga dilengkapi dengan rubrik penilaian kemampuan pemusatan perhatian anak berikut ini; Rubrik Penilaian Kemampuan Pemusatan Perhatian pada Anak Usia Dini No

Indikator

1

Duduk tertib di kelas

1.

2

Memperhatikan penjelasan guru

2.

3

Mengikuti aturan permainan

3.

4

Sabar menunggu giliran

4.

5

Tidak ceroboh/tergesagesa dalam

1

2

3

Keterangan Skor 1: Jika anak tidak terlihat duduk tertib di kelas Skor 2 : Jika anak terlihat duduk tertib di kelas tapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak duduk tertib di kelas secara konsisten Skor 1: Jika anak tidak terlihat memperhatikan penjelasan guru Skor 2 : Jika anak terlihat memperhatikan penjelasan guru tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak memperhatikan penjelasan guru secara konsisten Skor 1: Jika anak tidak terlihat mengikuti aturan permainan Skor 2 : Jika anak terlihat mengikuti aturan permainan tetapi tidak konsiten Skor 3 : Jika anak mengikuti aturan permainan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat sabar menunggu giliran Skor 2 : Jika anak terlihat sabar menunggu giliran tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak sabar menunggu giliran secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat ceroboh/tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan

39


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu melakukan kegiatan

40

5.

6

Tidak mengganggu teman

6.

7

Menunjukkan minat terhadap kegiatan

7.

8

Mendengarkan pembicaraan guru

8.

9

Mengabaikan stimulus yang mengganggu

9.

10

Menyaring stimulus yang dilihat

Skor 2 : Jika anak terlihat tidak ceroboh/tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak tidak ceroboh/tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat mengganggu teman Skor 2 : Jika anak terlihat tidak mengganggu teman tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak tidak mengganggu teman secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat tidak menunjukkan minat terhadap kegiatan Skor 2 : Jika anak terlihat menunjukkan minat terhadap kegiatan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat menunjukkan minat terhadap kegiatan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat mendengarkan pembicaraan guru Skor 2 : Jika anak terlihat mendengarkan pembicaraan guru tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mendengarkan pembicaraan guru secara konsisten Skor 1: Jika anak terlihat tidak mengabaikan stimulus yang mengganggu Skor 2 : Jika anak terlihat mengabaikan stimulus yang mengganggu tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mengabaikan stimulus yang mengganggu secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat tidak menyaring stimulus yang dilihat


Permainan Estafet Bait Lagu

11

Menyaring stimulus yang didengar

10. 12

Tidak terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan.

11. 13

Mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sistematis

12. 14

Memperhatikan perintah yang diberikan

Skor 2 : Jika anak terlihat menyaring stimulus yang dilihat tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat menyaring stimulus yang dilihat secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat tidak menyaring stimulus yang didengar Skor 2 : Jika anak terlihat menyaring stimulus yang didengar tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat menyaring stimulus yang didengar secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan Skor 2 : Jika anak terlihat tidak terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat tidak terganggu dengan kegiatan yang tidak relevan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sistematis Skor 2 : jika anak terlihat mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sisteatis tetapi tidak konsisten Skor 3: Jika anak terlihat mengikuti langkah-langkah kegiatan dengan sistematis secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat memperhatikan perintah yang diperhatikan Skor 2 : Jika anak terlihat memperhatikan perintah yang diberikan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat memperhatikan perintah yang diberikan secara konsisten

41


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

42

15

Mau menerima tugas

16

Terlibat dalam kegiatan yang di lakukan

17

Melihat atau memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan

13. 18

Mengikuti proses kegiatan dengan gembira

14. 19

Tidak mudah terganggu atau teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan

Skor 1 : Jika anak tida terlihat mau menerima tugas Skor 2 : Jika anak terlihat mau menerima tugan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mau menerima tugas secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat terlibat dalam kegiatan yang dilakukan Skor 2 : Jika anak terlihat terlibat dalam kegiatan yang dilakukan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat terlibat dalam kegiatan yang dilakukan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan Skor 2 : Jika anak terlihat memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat memeriksa kembali tugas yang telah diselesaikan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat mengikuti proses kegiatan dengan gembira Skor 2 : Jika anak terlihat mengikuti proses kegiatan dengan gembira tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mengikuti proses kegiatan dengan gembira secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat mudah terganggu ata teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan Skor 2 : Jika anak terlihat tidak mudah teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan tetapi tidak konsisten


Permainan Estafet Bait Lagu

15. 20

Memperhatikan nasehat/saran dari guru

16. 21

memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan

22

Mengikuti kegiatan sampai selesai

23

Tidak terganggu dengan suarasuara atau bunyibunyian di luar kelas

Skor 3 : Jika anak terlihat tidak mudah teralihkan perhatiannya pada saat kegiatan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat memperhatikan nasehat/saran dari guru Skor 2 : Jika anak terlihat memperhatikan nasehat/saran dari guru tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat memperhatikan nasehat/saran dari guru secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang sedang dilakukan Skor 2 : Jika anak terlihat memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan secara konsisten Skor 1 : Jika anak tidak terlihat mengikuti kegiatan sampai selesai Skor 2 : Jika anak terlihat mengikuti kegiatan sampai selesai tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mengikuti kegiatan sampai selesai secara konsisten Skor 1 : Jika anak terlihat terganggu dengan suara-suara atau bunyi-bunyian di luar kelas Skor 2 : Jika anak terlihat tidak terganggu dengan suarasuara atau bunyi-bunyian di luar kelas tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat tidak terganggu dengan suarasuara/bunyi-bunyian di luar kelas secara konsisten

43


Pelaksanaan Model Permainan Estafet Bait Lagu

44

24

Mengabaikan godaan/gangguan dari teman

25

Berhenti bermain pada waktunya

Skor 1: Jika anak tidak terlihat mengabaikan godaan/gangguan dari teman Skor 2 : Jika anak terlihat mengabaikan godaan/gangguan dari teman tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika anak terlihat mengabaikan godaan/gangguan dari teman secara konsisten Skuor 1 : Jika anak tidak terlihat berhenti bermain pada waktunya Skor 2 : Jika anak terlihat berhenti bermain pada waktunya tetapi tidak konsisten Skor 3 : Jika ana terlihat berhenti bermain pada waktunya secara konsisten


Permainan Estafet Bait Lagu

DAFTAR PUSTAKA Abdurrahram, Mulyono.2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Abernethy, B.1993. Attention., In R. M Singer, M. Murphey & L. K Tennat (Eds), Handbook of Research on Sport Psychology. New York: MacMilan Publishing Company Alston, child psychology, and developmental psychology at 2-year and 4-year schools.(http://educationportal.com/academy/lesson/selective-attention-definitionexamples-quiz.html#lesson). Berk, Laura E.2006. Child Development . United States of America. Campbell, Linda.2006. Metode Praktis Pembelajaran berbasis multiple Intelligences. Depok. Intuisi Press. Djohan, 2009. Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher Jamaris, Martini. 2009. Kesulitan Belajar Perspektif, Assesmen dan Penanggulangannya. Jakarta: Yayasan Penamas Murni Paul Eggen, Don Kauchak. 2007. EDUCATIONAL PSYCHOLOGY, Windows on Classroom. New Jersey : United States of America. Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. Cerdas Melalui Bermain. Jakarta: Grasindo, 2008 Mayke S. Tedjasaputra.2001. Bermain, Mainan, dan Permainan. Jakarta: Grasindo.

45


Daftar Pustaka http://azanulahyan.blogspot.com/2014/05/kenali-gejala-gangguankonsentrasi-pada-anak-anda.html Priambodo Anung, 2004. Program pelatihan Konsentrasi Bagi Atlet tenis Lapangan, Jakarta: Pascasarjana UI,Fakultas Psikologi Schunk, D. H. 1996. Learning Theories (2nd ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Merrill, an imprint of Prentice Hall. Santrock, John W. 2002. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup) . Jakarta: Erlangga.

46

Permainan Estafet Bait Lagu  

Lmbaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tempat atau wadah layanan yang ditujukan untuk mengembangkan berbagai aspek kecerdasan pada a...

Permainan Estafet Bait Lagu  

Lmbaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tempat atau wadah layanan yang ditujukan untuk mengembangkan berbagai aspek kecerdasan pada a...

Advertisement