Page 1

RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016 HARGA Rp 3.500,-

PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275391  FFax: ax: 0031-8275392. WEBSITE: skhmemorandum.com

Warga Protes Relokasi PKL Jemur Wonosari

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ANGGI

BACA HALAMAN 13

Tersangka Adenan Aries diamankan, ditelanjangi, digiring ke kantor polisi, korban Rizki Yolanza, dan motor tersangka.

Maling Helm RSUD dr Soetomo Benjut BERULAH MIRIP BANDIT

Surabaya,Memorandum Berdalih tidak memiliki helm, Adenan Aries (22), tinggal di Jalan Hang Tuah VII, nekat mencuri helm di parkir di baseman GDC

(Gedung Diagnostic Center) RSUD Dr. Soetomo. Usai dihajar massa dan ditelanjangi, tersangka asal Tanah Merah, Somor Koneng, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, me-

ringkuk di tahanan Polsek Gubeng. Awalnya tersangka yang berkerja sebagai kuli bangunan datang ke RSUD dr Soetomo mengendarai motor Jupiter MX merah DK 7593

CZ. Setelah itu tersangka masuk ke area parkir baseman di gedung GDC.  Bersambung ke halaman 2 

ENAM DEBT COLLECTOR DITANGKAP Menjawab keresahan warga, Polrestabes Surabaya menangkap enam debt collector yang merampas mobil Suzuki Splash di Jalan Tunjungan. Mereka adalah Choki (46), tinggal di Jalan Wage, Sidoarjo; Yoel (34), tinggal di Geluran, Candi, Sidoarjo; Patar (26), tinggal

Jurusita Bukan Preman DI lapangan, sering kali cara kerja DC cukup meresahkan. Tak jarang mereka menarik barang jaminan dengan pemaksaan dan kekerasan, baik di rumah maupun di jalanan. Atau setidaknya menakut-nakuti pihak yang menunggak kredit. Padahal, tindakan mereka merupakan pelanggaran yang diatur Undang-undang. Kementerian Keuangan

telah mengeluarkan peraturan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yngg dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012. Dalam pasal 3 dijelaskan, perusahaan leasing atau perusahaan pembiayaan dilarang menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yangg  Bersambung ke halaman 2 

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Surabaya, Memorandum Masyarakat sering diresahkan pemaksaan dan penganiayaan yang dilakukan debt collector atau penagih utang. Mereka acap kali bertindak di luar batas, seperti merampas kendaraan kreditan mirip begal, bahkan menjalankan pekerjaannya seolah kebal hukum.

Enam tersangka dan petugas menunjukkan barang bukti.

  Bersambung ke halaman 2

Arek Tambak Dalam Melawan 10 Bandit (19), warga Jalan Tambak Dalam Baru II. Gara-gara mempertahankan Yamaha Vixion, pemuda ini dibacok punggung dan pahanya oleh pelaku yang berjumlah 10 orang. Tragedi itu terjadi di perempatan

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Surabaya, Memorandum Aksi bandit jalanan semakin sadis. Tak hanya merampas barang, mereka juga mengancam nyawa korban. Inilah yang terjadi pada Dwi Bagus Saputra

Kejati Belum Temukan Benang Merah Korupsi PT PWU

Pasar Tembok. Namun, aksi pelaku yang masih di bawah umur itu kocar-kacir setelah kor Bersambung ke halaman 2 

DI Sempat Diperiksa Dokter Surabaya, Memorandum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, masih belum mene-

mukan benang merah keterlibatan Dahlan Iskan dari kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU). Dalam pemeriksaan kali ini, Dahlan  Bersambung ke halaman 2 

Heri Setiawan bersama petugas.

Luqman Hakim Romadhony didampingi petugas.

Surabaya, Memorandum Maksud hati ingin memiliki sejumlah barang tanpa harus mengeluarkan uang, Luqman Hakim Romadhony (31), warga Desa Bakalan Rayung RT 7/RW 2, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, terpaksa berurusan dengan polisi. Ia diringkus satpam Hypermart Royal Plasa usai mencuri baju serta barang yang lain. Hingga Selasa (18/10), iapun juga harus mendekam di ruang tahanan Polsek Wonokromo. Polisi juga terus

menginterogasi pemuda tersebut, karena diduga ia tak hanya sekali melakukan aksi kejahatan serupa. Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi didampingi Kanit Reskrim AKP Ade Waroka mengaku mengamankan tersangka setelah satpam pertokoan di Jl Ahmad Yani menghubungi anggotanya. Informasinya, tersangka datang bersama pacarnya. Namun entah karena punya kebiasaan nyolong, iapun meninggalkan pacarnya di gedung film. Saat itulah ia mulai berger-

ilya mendatangi Hypermart yang ada di lantai paling bawah. Di dalam pertokoan, tersangka dengan santainya mengambil tiga potong kaos, isolasi, makanan kucing serta barang yang lain. Barang tersebut sengaja dimasukkan dalam keranjang sehingga tak membuat sejumlah penjaga pertokoan curiga. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, iapun lantas menuju ke ruang ganti kemudian memindahkan barang-barang itu ke dalam tasnya. Sialnya, modus tersebut diketahui petugas. (yok)

+ Meng, KemenPAN RB minta PNS pelaku pungli diumumkan.

Krisis Tanggung Jawab

-

Malam demi malam aku berusaha tegar ketika masalah terus mengguncang rumah tanggaku. Sejak pertengkaran mewarnai kehidupan kami, aku, Yulia asal Surabaya, sering kesulitan tidur nyenyak. Pikiran sering kacau tak pernah mampu mengatasi urusan yang melilit kehidupan. Awal datangnya masalah, dua bulan sebelum aku melahirkan anak pertama, aku memergoki suamiku menjalin

Si Mameng (Malu)

ILUSTRASI: ISTIMEWA

Kalau tujuannya untuk mempermalukan, maka pengumuman itu sia-sia. Karena syaraf malu para PNS itu sudah putus, tus.

asmara dengan wanita idaman lain (WIL). Mas Romi, suamiku sehari-hari menjadi sales yang mendatangi toko di pasar-pasar. Dan wanita yang selama itu bersama suamiku adalah kasir yang cantik. Dia pernah tiga kali diajak suamiku main ke rumah dan diperkenalkan aku sebagai teman kerjanya. Sebagai istri aku setengah percaya  Bersambung ke halaman 2 

FOTO: ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/TRIYOKO

’Tikus’ Hypermart Tepergok Satpam Agus DW Martowardojo

KPK Periksa Eks Menkeu Agus Marto Jakarta, Memorandum Penyidik KPK terus menelusuri kasus proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri. KPK berencana memeriksa mantan Menteri Keuangan (Menkue) Agus DW Martowardojo.

Agus yang kini menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan diperiksa mengenai penganggaran proyek pengadaan e-KTP. Ia akan diperiksa sebagai saksi mantan Dirjen  Bersambung ke halaman 2 


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 2

SAMBUNGAN Semarak Pesona HUT Ke-468 Pamekasan

FOTO: MEMORANDUM/ ANGGI

MTs Sumber Bungur Pamerkan Keberhasilan Sekolah Sinta tiba di IRD RSUD dr Soetomo.

Penuhi Panggilan Kerja, Dua ABG Kecelakaan Surabaya,Memorandum Berniat pulang usai memenuhi penggilan kerja, dua gadis belia malah ndlosor di Jalan A Yani, Selasa (18/10) sekitar pukul 01.00. Kedua korban adalah Sinta (16) dan Ayu (16), anak baru gede (ABG) yang tinggal warga Sidosermo. Usai kejadian dan ditolong warga, keduanya segera dilarikan ke IRD (instalasi rawat darurat) RSUD dr Soetomo. Kecelakaan ini membuat keluarga korban kaget. Terlebih bagi Muchtar, ayah dari salah satu korban, kedua ABG ini keluar rumah sudah sangat larut malam dengan mengendarai motor. “Anak saya itu sebenarnya tidak pernah keluar malam seperti ini. Tapi kok ini diamdiam keluar rumah, apa lagi juga tengah malam,” ungkap Muchtar menerangkan panggilan kerja ini diterima Sinta dari telepon seluler yang berasal dari seseorang yang entah siapa. Setelah menerima pesan itu, Sinta dan Ayu segera memenuhi panggilan kerja itu. Namun saat hendak pulang, Sinta yang berada di depan membonceng Ayu mengendarai motor dari arah Korem di daerah Waru, Sidoarjo, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Karena tidak bisa menguasai laju kendaraan akhirnya Sinta dan Ayu terjatuh di jalan A Yani. Akibatnya, keduanya mengalami luka di bagian wajah, tangan dan kaki. (dee)

Pamekasan Memorandum Pelaksanaan acara ‘Semarak Pesona Hari Jadi Pamekasan ke-468’ yang digelar di Islamic Center, Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Kota, Pamekasan, mulai jam 07.00 WIB, mengundang antusias pengunjung masyarakat, Selasa (18/10). Sekolah madrasah khususnya MTs Sumber Bungur yang berasal dari Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, turut serta memeriahkan hari jadi Pamekasan dengan beberapa pameran keberhasilan sekolahnya, akhirnya

mendapatkan 3 medali tingkat internasional. Dengan memberikan program SKS mata pelajaran, dimana anak didik di sekolah MTs Sumber Bungur bisa bersaing dengan menghasilkan produk murid unggul,

dan bisa mengharumkan nama baik sekolah, daerah, dan bangsa. Termasuk memberikan hasil produk obat yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes dari tanaman yang hanya ada di tanah Sumber Bungur dengan nama teh herbal daun bungur, seperti diterangkan kepala sekolah MTs Sumber Bungur, Mohammad Holis Msi. Bupati Pamekasan Drs Ahmad Safii berharap, dalam even kali ini perlu dilanjutkan ke jenjang tahun berikutnya. Sehingga, apa yang menjadi potensi keberhasilan dan

kreativitas anak daerah Pamekasan dapat diketahui oleh khalayak ramai dan bisa bermanfaat bagi semua. Bapak Nawawi, Kasi Pedma Kemenag Pamekasan, juga mengucapakan rasa terima kasihnya kepada semua elemen pendidikan yang ada di kotanya. “Dari berbagai tingkat sekolah dan madrasah, prestasi yang telah digelar dalam pameran saat ini menyukseskan pesona hari jadi Pamekasan ke-486 hingga bisa berjalan dengan lancar selesai jam 12.00 wib,” tegasnya.(*)

Bupati Pamekasan bersama guru dan siswa Mts Sumber Bungur.

BLH Imbau Warga Tak Buang Sampah di Saluran Air Bangkalan, Memorandum Menyikapi siklus musim hujan mulai merata, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan, Drs H Moh Saad Asyari, MM, menyerukan agar perilaku buruk masyarakat membuang ragam jenis sampah organik disepanjang saluran drainase, gorong-gorong, dan aliran kali kecil harus diakhiri. Sebab, lanjut Moh Saad Asyari, kebiasaan buruk yang masih dilakukan sebagian warga, diyakini selalu menjadi penyebab utama musibah banjir di wilayah jantung Kota Bangkalan dan sekitarnya. “Terlebih dalam beberapa hari terakhir ini, guyuran hujan lebat mulai mengguyur Kota Bangkalan,” kata Saad Asyari, Selasa (11/10), di ruang kerjanya. Ditambahkan Saad, setiap kali musim hujan mencapai puncaknya, musibah banjir perkotaan selalu melanda sepanjang Jalan protokol SoekarnoHatta, Jalan Halim Perdana Kusuma, Jalan Teuku Umar, Jalan KH Moh Toha, Jalan KH Hasyim Asyari, Jalan Pemuda Ahmad, Jalan KH Marzuki, Jalan Letnan Ramli dan sepanjang ruas Jalan KH Moh Kholil Gang VI, VII dan gang VIII. Tidak hanya itu, sambungnya, se-

jumlah perkampungan padat pumukiman juga tenggelam akibat musibah banjir perkotaan. Ketinggian air rata-rata 0,5 s/d 1 meter. Realita buruk itu kaprah terjadi di seantero kampung Pesalakan, Legung, dan Keramat Tikus, Kelurahan Demangan. Juga latah terjadi di Kampung Saksak Timur, Karang Butoh, dan Kampung Pongkoran, di Kelurahan Kraton. Berikut di kompleks Perumahan Griya Abadi, Perumahan Nilam dan Perumahan Halim I dan II di Kelurahan Mlajah, tambah Saad, jika musibah itu kembali terjadi tahun ini, dampak negatifnya mudah ditebak. Sirkulasi arus lalulintas di wilayah perkotaan jadi lumpuh. “D mana-mana terjadi kemacetan. Aktivitas tata niaga dan sektor usaha rakyat juga jadi tersendat,” tegas Saad. Itu sebabnya, Saad wanti-wanti agar sebelum puncak musim hujan tiba, kisaran November sampai Maret, kebiasaan buruk membuang ragam jenis sampah organik disepanjang aliran sungai, kali, avour, gorong-gorong, dan saluran drainase (pembuangan) yang sejauh ini masih latah dilakukan sebagian warga perkotaan, harus disudahi. Sebab penyebab utama terjadinya musibah banjir di wilayah perkotaan, setelah dianalisa,

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangkalan, Drs H Moh Saad Asyari, MM.

ternyata akibat tersumbatnya sebagian besar saluran drainase oleh tumpukan sampah. Penegasan Saad juga diamini Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan, R Rio Batara,ST. Menurut dia, musibah banjir di Kota Bangkalan dan sekitarnya, tidak semata-mata akibat menebalnya endapan sedimentasi. Juga bukan karena kesalahan konstruksi dan kemampuan daya tampung seluruh saluran drainase yang ada. Tetapi, ada dugaan

musibah banjir setiap kali musim hujan itu lebih disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase, gorong-gorong, dan kali kecil oleh tumpukan sampah. Sialnya, sergah Rio Batara, kebiasaan warga membuang sampah disepanjang saluran drainase, gorong-gorong, avour dan kali, tidak hanya sebatas sampah organik ukuran kecil seperti plastik bekas tas kresek, pempes (popok bayi), pembalut, kaleng, dan botol minuman mineral berbagai ukuran. “Sampah ukuran besar seperti ban bekas motor dan mobil, tonggak bamboo, dan balok kayu, bahkan bekas bak sampah, juga banyak kami temukan disepanjang saluran drainase perkotaan,” ungkap Rio Batara. Sebaran sampah organik ukuran kecil, sedang dan jumbo itu, menurut Rio, banyak ditemukan dan tersebar disebagian besar saluran drainase, goronggorong, dan aliran kecil yang tersebar di Kota Bangkalan. Akibatnya, sebagian besar saluran pembuangan di Kabupaten Bangkalan jadi tersumbat. Ujungujungnya, ketika hujan mengguyur, volume air disemua saluran drainase, goron-gorong, dan kali kecil jadi meuluap. Kemudian meluber menggenangi hampir seluruh jalan protocol, dan sebagian perkampungan padat pemukiman.

Rio menambahkan, temuan tumpukan ragam jenis sampah organik ukuran kecil, sedang dan besar itu, terungkap ketika Dinas PI Bina Marga Dan Pengairan menggarap proyek rehebilitasi dan pemiliharaan semua saluran drainase, gorong-gorong, avour dan aliran kali senilai Rp 1.552.201.800 di Kota Bangkalan dan sekitarnya. Hasilnya? Sungguh mengejutkan. Sebab setelah dilakukan pengerukan, pekerja proyek menemukan tumpukan sampah tersebar dan menyumbat sebagian besar saluran drainase, goronggorong yang ada. Saat pengerukan saluran drainase di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Kartini, dan Jalan Teuku Umar, misalnya, pekerja proyek banyak menemukan sampah ukuran besar seperti ban bekas motor dan mobil, bak sampah, dan bahkan belasan tonggak kayu dan bambu cukup panjang. Relita buruk inilah yang mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan yang ada di wilayah perkotaan. “Itu sebabnya, untuk bisa menepis musibah banjir tahun ini, atau paling tidak memenimalisir, ya kebiasaan buruk membuang sampah disepanjang saluran drauinase, gorong-gorong, dan kali kecil, harus segera diakhiri,” oungkas Rio.(*)

Arek Tambak Dalam Melawan 10 Bandit ban nekat melawan dan berteriak minta tolong. Toh begitu, korban menderita luka akibat sabetan pisau para pelaku. Korban lantas dilarikan ke RS Williamboth. “Korban sempat melawan, tapi tiba-tiba seorang pelaku menyerangnya dengan pisau penghabisan,” jelas Kapolsek Bubutan Kompol Ketut Madia, Selasa (18/10). Ketut menambahkan, identitas pelaku masih didalami. Diduga mereka adalah

pembalap liar yang selama ini beraksi di sekitar Demak. “Kami masih menyelidikinya,” jelas Ketut. Informasinya, sekitar pukul 03.00, korban sendirian mencari makanan. Saat melintas di perempatan Pasar Tembok, tiba-tiba motornya dipepet lima motor yang dikendarai 10 ABG (anak baru gede). Merasa ada yang tidak beres, begitu motor mau senggolan, korban menghentikan motornya. Ternyata ke-10 ABG tadi

KPK Periksa Eks Menkeu Agus Marto Dukcapil Irman. “Betul, Agus Martowardojo ialah Gubernur BI. Ia akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka IR (Irman),” ujar Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andrianti di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/10) seperti dilangsir detikNews. Yuyuk menambahkan saat diperiksa nanti, penyidik KPK akan menelisik soal penganggaran e-KTP ketika Agus masih menjabat sebagai Menkeu di era Presiden SBY. “Nanti, penyidik akan memintai keterangan mengenai penganggaran proyek e-KTP dari Pak Agus. Karena ketika itu Pak Agus menjabat sebagai Menteri Keuangan,” ujar Yuyuk. Selain Agus, hari ini KPK juga memanggil beberapa orang lainnya sebagai

saksi atas tersangka Irman. Mereka di antaranya ialah Malyono Mawar, Kepala Biro Administrasi Umum Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang juga mantan Plt Sekretaris Ditjen Administrasi Kependudukan Kemendagri, Elvius Dailami, Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri yang juga mantan Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Naenunus, Staf Seksi Pengamanan Data Subdit Pengelolaan Data Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Selain itu juga ada Ir. Ekworo Boedianto, Pensiunan PNS Mantan Kasubdit Penyerasian Kebijakan dengan Lembaga Non Pemerintah Direktorat Perencanaan dan Penyerasian Kebijakan Ditjen Dukcapil, Triyuni Soemartono,

Maling Helm RSUD dr Soetomo Benjut Di sana, tersangka terlihat wira-wiri seperti orang kebingungan. Hal ini terlihat oleh Muksin, salah seorang juru parkir di area baseman. Karena curiga oleh gerak gerik tersangka, kemudian Muksin memantau pergerakan tersangka melalui CCTV. Sampai kemudian dugaan Muksin terbukti, dirinya melihat tersangka, mengambil helm bermerk INK kuning di

motor Beat Pop Merah AE 6722 NG. Saat hendak keluar baseman inilah, tersangka dihadang oleh Muksin. “Awalnya saya lihat dia (tersangka) mondar-mandir. Saya curiga lalu memantau dari CCTV. Saya tanya helm siapa yang dibawa. Karena tidak mau mengaku ya langsung saya pukul,” ungkap Muksin Melihat ada keributan, beberapa penunggu pasien mendekat. Ketika tahu ma-

Enam Debt Collector Ditangkap di Sidoarjo; Jefri (31), tinggal di Pondok Jati, Sidoarjo; Candra (21), asal Geluran, Candi, Sidoarjo; dan Ferry (24), asal Geluran Sidoarjo. Barang butki yang disita berupa dua motor, dua mobil, dan surat kuasa. Penangkapan bermula ketika korban yang mengendarai mobil dipaksa berhenti oleh para tersangka, kemudian dipaksa keluar mobil. Satu dari enam orang tadi mengatakan bahwa mobil akan dibawa ke BCA Finance. Karena jumlah tersangka jauh lebih Komisaris Utama: Mangestuti Agil Komisaris: Juniarno D Purwanto Direktur: Choirul Shodiq Wakil Direktur: Noer Fattah Syafi’i Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah

banyak, korban hanya bisa menurut. “Korban dipaksa duduk di belakang, dan salah seorang tersangka mengambil alih kemudi. Korban yang tidak terima dengan perlakukan tersangka kemudian melaporkannya kepada kami,” terang Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno. Dalam penyidikan, tersangka mengaku mendapat upah Rp 4 juta untuk mengambil mobil tersebut. Rencananya,

Sambungan dari halaman 1 juga turun dan langsung mengeroyoknya. Tapi, korban yang memunyai dasar beladiri itu meladeninya, hingga beberapa pelaku sempat terjungkal. Pada saat lengah itulah, seorang pelaku menyerangnya dengan pisau penghabisan. Punggung dan pahanya tersabet. Korban yang kesakitan lalu berteriak minta tolong hingga warga berdatangan ke lokasi. Mendapati itu, para pelaku langsung kabur.

Sambungan dari halaman 1 Dosen Universitas Prof. Moestopo yang juga mantan Sekretaris Ditjen Administrasi Kependudukan Kemendagri dan Ir Mahmudin, PNS Ditjen Dukcapil. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 2 orang tersangka yaitu eks Dirjen Dukcapil, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil, Sugiharto. Saat proyek itu, Irman juga menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran, sementara Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen. Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo pernah menyampaikan perhitungan kerugian keuangan negara dalam proyek itu mencapai Rp 2 triliun. Perhitungan itu berdasarkan perhitungan BPKP dari total nilai anggaran proyek sebesar Rp 6 triliun. (day/*)

Sambungan dari halaman 1 ling helm tertangkap, tanpa dikomando mereka juga memberikan bogeman pada tersangka. Hingga petugas Polsek Gubeng datang ke lokasi untuk mengamankan tersangka, dan membawa helm milik korban, Rizki Yolanza, asal Kediri. “Kini tersangka masih dalam proses penyidikan,” terang AKP I Gede Made Wassa, Kanit Reskrim Polsek Gubeng.(dee)

Sambungan dari halaman 1 uang tadi akan dibagi rata. Tersangka juga mengaku bahwa setiap menarik kendaraan, mereka mendapat bagian masing-masing Rp 400 ribu. “Kami masih mendalami kasus ini. Kami mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan debt collector segera melapor. Tidak jarang mereka melakukan kekerasan saat mengambil kendaraan yang dibeli secara kredit,” imbuh Bayu. (tyo)

Pasca kejadian itu, polisi gencar melakukan patroli. Ternyata membuahkan hasil. Saat menyanggong di sekitar Jalan tembok, mereka mendapat laporan ada jambret tertangkap di Jalan Bubutan. Dialah Heri Setiawan (19), warga Jalan Gundih Lapangan Blok C. Tersangka jatuh saat beraksi bersama tiga rekannya. Waktu itu mereka merampas tas Hemi Meiningsih (52), warga

Jalan Tambak Gringsing Baru I, yang berboncengan dengan anaknya. Pengakuan tersangka, ia menguntit korban sejak dari Jalan Semarang. Sesampai di Jalan Bubutan, depan HaloSurabaya, tas korban ditarik pelaku dari kanan. Karena keseimbangannya terganguu, motornya oleng dan terjatuh. Warga yang mengetahui itu langsung menangkap dan menghajarnya hingga

babak belur. Dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka bukan pemain anyaran. Ia pernah ditahan di Polsek Genteng pada Pebruari 2014 dan Polsek Tegalsari pada Oktober 2015. “Sekeluar dari penjara, tersangka beraksi kembali. Ada empat TKP (tempat kejadian perkara, red), yaitu Jalan Kalianak, Jalan Margomulyo, Jalan Pasar Besar, dan terakhir Jalan Semarang,” kata Ketut. (fer)

Kejati Belum Temukan Benang Merah Korupsi PT PWU Iskan (DI) sempat diperiksa dokter, karena kelelahan. Selasa (18/10) kemarin DI diperiksa sebagai sebagai mantan Direktur Utama PT PWU. Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Maruli Hutagalung mengatakan, “Kita sepakat menghentikan pemeriksaan, karena kondisi saksi tidak baik saat diperiksa selama 8 jam,” katanya. Dalam pemeriksaan, penyidik melontarkan sekitar 25 pertanyaan terkait dengan penyimpangan penjualan aset PT PWU. Kali ini, Kejati hanya memeriksa Dahlan Iskan saja. “Penyidikan difokuskan pada tugasnya saat itu,” lanjut Maruli.

Selain DI, dua saksi yang dipanggil Kejati kemarin tidak hadir. Mereka adalah Oestojo, Dirut PT Sempulur Adi Mandiri (SAM), dan Santoso, mantan Dirut PT SAM. Maruli mengaku, pemeriksaan terhadap DI bertujuan menemukan bukti yang kuat dari saksi. Sementara ini bukti dari Dahlan belum cukup, kata Maruli. Sedangkan untuk tersangka Whisnu Wardhana (WW) Kejati sudah menemukan bukti yang cukup kuat. Dari 25 saksi yang telah diperiksa oleh Kejati, penyidik akan melakukan pemanggilan kembali apabila keterangan saksi masih diperlukan. Maruli mengaku tidak ada ken-

dala saat proses pemeriksaan terhadap DI. Saat ini, penyidik memeriksa saksi mengenai proses atau perbuatan materil pada saat penjualan aset. Kasi Penyidikan Pidana Khusus, Dendeni Herdiana mengaku, “Kita masih meneliti pembukuan, pemasukan dan pengeluaran. Selain itu, kita telusuri uangnya lari ke mana,” katanya. Menurut Dendeni, antara WW dan DI saling menuding saat proses pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Kejati memutuskan melanjutkan penyidikan terhadap DI besok (hari ini, Red). Kali ini, pemeriksaan DI hanya terkait dengan perbuatan WW. (cr-1)

usaha. “Harusnya, surat kuasa diberikan kepada perorangan bukan kepada PT atau badan usaha. Terlebih dalam kasus ini, surat kuasa belum ditandatangani,” terang Shinto yang meminta agar masyarakat tidak takut dengan tindakan juru sita yang berulah seperti preman ini. Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor. Pihak debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Sementara

pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fedusia ini. Tindakan perbankan atau leasing melalui debt collector yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah merupakan tindak pidana pencurian. Jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindak pidana perampasan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4. Laporkan ke polisi, jika berani. (tyo)

Jurusita Bukan Preman menunggak kredit kendaraan. “Aturan ini sudah dipahami oleh perusahaan pembiayaan kredit tapi mereka banyak yang teledor. Salah satunya adalah dalam hal surat kuasa yang dijadikan dasar pihak ketiga,” terang Kasat Reskrim AKBP Shinto Silitonga, semalam melalui sambungan telepon. Dalam kasus yang ditanganinya, debt collector memegang surat kuasa yang diberikan kepada sebuah PT atau badan

Sambungan dari halaman 1

Krisis Tanggung Jawab juga setengah tidak. Kerena sikap wanita itu agak aneh. Bertani minta uang suamiku saat kami duduk di ruang tamu bersama. Dua lembar uang ratusna ribu diberikan ke tangan wanita itu, lalu dia bilang kurang. Ditambah lagi dua lembar ratusan ribu, lalu uang tersebut diletakkan di mulutnya untuk menutup mulut yang lagi tersenyum kegirangan. Aku yang melihat merasa iri. Saat itu dijatah sembako di dapur habis, aku minta uang sejak dua hari lalu, suami bilang tak punya uang. Giliran wanita itu minta dihadapan ku, langsung saja suami mengeluarkan dompet dan uangnya. Begitu mudahnya suami memenuhi permintaan wanita yang disebut teman kerja.

Sambungan dari halaman 1

Sambungan dari halaman 1 Keesokan harinya giliran aku minta uang. Suami bilang uangnya habis, aku disuruh melepas kalung yang di leherku untuk dijual. O…, jadi seperti ini cara suami memperlakukan aku. Butuh makan disuruh jual kalung, butuh bayar listrik disuruh jual gelang. Butuh bayar angsuran rumah aku disuruh jual cincin permata. Semua perintahnya tak kulakukan. Itu perhiasan bukan dia yang beli, tapi mamaku. Saat aku ulang tahun mama memberiku kenang-kenangan itu dan aku dipesan jangan dijual. Apa lagi setelah mama meninggal, aku tak akan menjual kenangan dari mamaku. Sikapku seperti itu membuat suami marah lalu mengejekku. Kali ini tak ada lagi maaf untuknya. Dia

bicara kasar kulawan dengan ucapan kasar hingga pertengkaran kami semakin seru. Sejak itu suamiku jarang tidur di rumah. Kalaulah mau pulang hanya di rumah sebentar ambil pakaian lalu pergi lagi tanpa memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami. Pernikahan cara seperti itu kian membuatku jengkel. Akhirnya kubiarkan, pulang terserah tidak pulang tak akan kucari. Hingga tiba saatnya anak pertama lahir dan sudah berusia 1 tahun, suami tak pernah menghiraukan aku juga anaknya. Tahun demi tahun yang kurasa hanya kesedihan, suami makin tidak ada tanggung jawab. Itu alasanku mengajukan cerai di kantor Pengadilan Agama Surabaya. (*)

Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab: Noer Fattah Syafi’i. Wakil Pemimpin Redaksi: Supriadi. Redaktur Pelaksana: Arief Sosiawan. Koordinator Liputan: Erwin Yohanes. Redaktur: Andi Saryoan, Sofia Ninik, Roba’i Hamid, Wetly H Ali, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Noor Arief, Rahmat Hidayat. Asisten Redaktur: Sujatmiko, Syaifuddin, Aris Setyoadji, Triyoko, Ferry Ardi Setiawan, Muchlis Darmawan. Staf Redaksi Surabaya: Tri Karyono S, Oskario Udayana. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik: Supardi Hardy. Lamongan: Supardi Hardy, Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: -. Probolinggo: Nur Wahyudi. Banyuwangi: Choiri Kurnianto. Jember dan Lumajang: Choiri Kurnianto. Bondowoso dan Situbondo: Choiri Kurnianto. Blitar dan Kediri: Prawoto Sadewo. Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo: Prawoto Sadewo. Madiun Raya: Zainul Arifin. Madura: Nanang Sudjono. Manajer Umum dan Diklat/Manajer Pemasaran: Ahmad Nurzaman. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Alamat Perusahaan: Jl. Karah Agung 45. Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom. Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Color: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. (Jawa Pos Group), Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 3

PASURUAN KEPALA BIRO: Maskur. WARTAWAN: Sudiono, DK. Riyanti. Ach. Farid. HP: 0812-2219-5558

Seputar Desa

Tong pembatas di jembatan Tembero yang roboh terserempet mobil.

Warga Kurung Minta Proyek Jembatan Tembero Diselesaikan Pasuruan, Memorandum Sejumlah warga Kurung Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, minta agar proyek pembangunan jembatan Tembero, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, segera dituntaskan. Proyek yang tidak kunjung dituntaskan itu, selama ini dikeluhkan warga setempat. Salah satu warga Kurung, Fauzan, mengatakan, jalan tersebut merupakan jalam utama Pasuruan menuju Malang ataupun sebaliknya. Sayangnya, kondisi jalan rusak dan hanya diberi pembatas tong yang malah membahayakan pengendara. “Kami dari warga juga harus berhati-hati melintas di situ mas. Apalagi saat malam hari, kondisinya gelap karena minim penerangan. Kalau tidak segera diperbaiki, lebih baik kita tanami pohon pisang, “ ungkapnya. Informasi yang diterima Memorandum, banyak pengendara yang jatuh ketika melintas di jalan tersebut. Karena gelap, pengendara sering kali menabrak tong pembatas. Salah satunya, kecelekaan antara truk tangki muat susu melawan Isuzu Elf beberapa waktu lalu. Sebenarnya, jalan raya Pasuruan-Malang, tepatnya di Jembatan Tembero, sudah beberapa kali diperbaiki. Ditahun 2016 saja, pihak PU Provinsi harus memperbaiki aspal dititik yang sama dua kali, tepatnya di awal tahun 2016 dan Oktober 2016 ini. “Pekerjaan pertama awal tahun 2016. Proses pekerjaannya juga lama. Saat itu, alasannya karena proses pemadatan cor. Tapi sekarang masih belum dikerjakan sama sekali. Hanya diberi tong dan dikasih himbauan hati-hati ada proyek,” papar Rozi, Kepala Desa Kurung, Kecamatan Kejayan. Selanjutnya, Rozi berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti pekerjaan proyek yang terkesan mangkrak tersebut. “Ya mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan,” harapnya kepada Memorandum. (mas)

Wakapolres beserta tim satgas melakukan sidak di Kantor Samsat dan pelayanan SIM di Polres Pasuruan.

Polisi Sidak Samsat, Tak Temukan Pungli Pasuruan, Memorandum Percaya atau tidak, tak ada pungli di pengurusan SIM dan samsat Polres Pasuruan. Tapi, itulah kenyataan dari hasil sidak tim Satgas Polres Pasuruan di beberapa tempat pelayanan yang ditangani satuan lalu lintas, Selasa (18/10) kemarin. Di tempat yang disidak Sidak yang dipimpin Wakapolres Pasuruan, Kom- itu, tidak ditemukan pungutan pol Bagus Ikhwan beserta yang dilakukan oknum yang tim satgas yang dibentuknya tidak bertanggung jawab. Kenini, menyasar sejumlah ru- dati demikian, pihak kepoliang pelayanan SIM (Surat sian berkomitmen akan terus Izin Mengemudi). Setelah melakukan pengintaian. “Apa itu, dilanjutkan ke tempat cek bila terjadi pungutan, maka fisik kendaraan dan di loket akan kami tindak tegas pelakupembayaran pajak kendaraan nya,” ungkap Wakapolres. Dalam sidak tersebut, bermotor di Kantor bersama petugas Tim Satgas memeriksa Samsat Polres Pasuruan.

setiap perugas yang bertugas. Mulai dari data pemohon, map yang berisi persyaratan dan laci-laci yang dimungkinkan ditemukan uang pungli. “Secara kontinue kami akan melakukan pengintaian melalui satgas yang sudah dibentuk Polres Pasuruan. Semua satgas kami fungsikan untuk melakukan pengawasan dan menerima aduhan dari warga. Apabila ada yang terbukti, maka petugas yang terlibat akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada,” tandasnya (18/10) kemarin. (mas)

16 SMP di Kabupaten Pasuruan Ajukan UN Berbasis Komputer

Mobil Keliling Dispendukcapil Layani Pengurusan KTP Pasuruan, Memorandum Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke1087, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil , menyediakan mobil keliling untuk pengurusan surat adminitrasi dokumen kependukan. Salah satunya, seperti yang dilakukan di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/10) kemarin. Di mobil keliling itu, Kepala Dispendukcapil saat di mobil pelayanan keliling. masyarakat bisa mengurus ungkapnya. dokumen kependudukan sepJika data-datanya sudah lengkap, erti kartu keluarga, KTP dan akta kelahiran. Drs. Sunyono, Kepala Dispenduk masyarakat langsung bisa mengambil Capil Kabupaten Pasuruan mengatakan, hasilnya di tempat. “Kami memberi kemobil keliling ini akan turun ke desa-desa mudahan pelayanan untuk masyarakat untuk melayani masyarakat. “Bagi warga dengan pelayanan mobil ini,” ungkapnya Kabupaten Pasuruan yang belum punya saat di temui Memorandum di Balai dokumen kependudukan seperti, KK, KTP, Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, akta kelahiran, bisa langsung ke tempat Kabupaten Pasuruan Selasa (18/10) pelayanan mobil yang sudah disediakan, “ kemarin. (ion)

Kabupaten Pasuruan Berangkatkan 41 Santri ke Pospenas Lulis Irsyad Yusuf berinteraksi dengan warga Desa Jeladri

Ketua Tim Penggerak PKK Kunjungi Desa Jeladri Pasuruan, Memorandum Kelompok Kerja (Pokja) IV tim penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, mengunjungi desa maslahat, Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/10) pagi. Kunjungan dipimpin Lulis Irsyad Yusuf SE, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten, diikuti Muspika. Hadir pada acara ini, tokoh masyarakat, ketua tim penggerak PKK Desa Jeladri, dan masyarakat Desa Jeladri. Di desa tersebut, kegiatan Lulis diawali dengan senam lansia bersama puluhan lansia. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian sembako kepada puluhan lansia, pembagian minuman bergizi untuk balita, dan kursi roda untuk penyandang cacat. M. Nur Tinggal, Kepala Desa Jeladri mengucapkan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan tim penggerak PKK Kelompok kerja IV yang telah hadir di Desa Jeladri dalam rangka Bakti sosial tersebut. Ketua Kelompok Kerja PKK Kabupaten Pasuruan Lulis Irsyad Yusuf,SE.MMA, mengatakan, pihaknya ikut serta mensukseskan kegiatan program desa maslahat yang telah dibentuk Bupati Pasuruan. “Program desa maslahat ini akan terus kami tingkatkan sebagai bentuk pelayanan PKK kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Kegiatan seperti ini mudah-mudahan bermanfaat bagi warga sekitar,” terangnya. (ion)

UNBK di SMPN 2 Pandaan, tahun lalu.

Pasuruan, Memorandum Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan telah membuka pendaftaran peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2017 , sejak Oktober 2016 lalu. Saat pertama kali dibuka, setidaknya ada 16 SMP yang mengajukan UNBK. Sebenarnya, pendaftaran ditutup 15 Oktober lalu. Namun, karena banyak SMP yang mengajukan ikut UNBK, maka Dinas Pendidikan tetap membukanya sampai 25 Oktober mendatang. Dr. Iswahyudi M.Pd, Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, melalui Heri Muly-

ono, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) mengatakan, penutupan di Dispendik sebenarnya tanggal 15 Oktober lalu. Tapi sampai kemarin masih ada sekolah yang mengajukan ikut UNBK. “Jadi, tetap kami buka sampai tanggal 25 Oktober sesuai dengan deadline pengajuan sekolah UNBK ke tingkat provinsi,” ungkapnya. Sementara data yang diperoleh Memorandum, ada 16 SMP yang mendaftar dan telah diterima Dispendik. Dari ke 16 tersebut, 5 sekolah diantaranya penyelenggara UNBK tahun 2016 lalu dan ditambah 11 sekolahan baru. “Tingginya jumlah sekolah yang ingin menjadi penyeleng-

gara UNBK naik hingga dua kali lipat dari tahun kemarin, di tahun pertama hanya SMPN 2 Pandaan saja yang menyelenggaakan UNBK tahun kedua 2016 tambah 4 sekolahan yaitu SMPN 1 Pandaan, SMPN 1 Bangil, SMPN 1 Gempol dan SMP NU Lekok saja, tetapi sekrang sudah sampai 16 SMP yang daftar, alhamdulillah,” paparnya kepada Memorandum. (ryt)

Pasuruan, Memorandum Sebanyak 41 atlet yang dari pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, akan bergabung bersama dengan atlet Jawa Timur dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII tahun 2016, di Provinsi Banten, 21-28 Oktober mendatang. Seluruh atlet tersebut diberangkatkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Dr Iswahyudi, dari Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/10) siang. Menurut Iswahyudi, para atlet tersebut sebelumnya telah meraih medali emas dari 10 cabang olahraga, yakni pencak silat, bola voli, sepak takraw,

bulu tangkis, atletik, hadang, tenis meja, bola basket, futsal dan senam putri. “Mereka atlet terbaik yang sebelumnya sudah mewakili Kabupaten Pasuruan di tingkat Jatim dan menang, kemudian kita berangkatkan lagi untuk bisa mewakili Jawa Timur dalam Pospenas Nasional di Banten. Mohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,” harap Iswahyudi, sesaat sebelum memberangkatkan para santri tersebut sebagaimana dimuat di laman pasuruankab.go.id. Untuk memberikan motivasi agar dapat meraih medali, Iswahyudi menjanjikan memberikan bonus kepada para atlet yang meraih medali,

khususnya medali emas. Hal tersebut akan diberikan ketika para atlet tersebut kembali ke Kabupaten Pasuruan. “Bonus adalah hal wajar yang kita berikan untuk memacu adrenalin mereka agar lebih semangat untuk bisa membawa nama harum Kabupaten Pasuruan. Mengenai berapa besarannya, kita akan menghitung sesuai dengan anggaran yang ada,” imbuhnya. Sementara itu, semua atlet Kabupaten Pasuruan yang mengikuti Pospenas rata-rata berusia antara 16-18 tahun. M Zainuddin (18), satu-satunya santri Kabupaten Pasuruan yang mewakili Kabupaten Pasuruan di kancah Pospenas 2016 untuk cabang olahraga sepak takraw.(*/bai)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 4

S I D O A R J O KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: Sudedi Minarno, Khumaidi. H Darianto TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777

Empat Alap-Alap Mobil Sewaan Digulung Sidoarjo, Memorandum Berulang-kali lolos dari pengejaran polisi, komplotan profesional penggelapan mobil showroom di Sidoarjo, ditangkap petugas di lokasi berbeda. Mereka diringkus setelah terbukti menggelapkan 1 unit mobil showroom Cahaya Abadi milik Harun Al Rasyid (40) warga Jl Sindoro 11 RT/11 RW 03 Desa Pepelegi Kecamatan Waru. Suasana sarasehan Santri On The Digital yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa.(sud/san)

Pemkab Gelar Sarasehan Santri On The Digital Sidoarjo, Memorandum Pelbagai kegiatan akan diselenggarakan Pemkab Sidoarjo untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh 22 Oktober besok. Salah satunya adalah kegiatan Sarasehan Santri On The Digital yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (18/10). Kegiatan diikuti para santri dan pelajar sekolah, dibuka Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur). Tiga nara sumber dihadirkan dalam kesempatan tersebut. Antara lain Direktur NU Online Syafiq Ali, Direktur TV9 Hakim Jayli serta dari Indosat Rifan Hariyadi. Cak Nur menyakini bahwa santri tidak diragukan lagi dalam menghadapi tantangan ke depan. Santri yang lekat dengan Pondok Pesantren (Ponpes) memiliki pengetahuan yang lengkap. Perbendaharaan ilmu yang didapat dari kitabkitab yang dipelajarinya sangat luar biasa. Untuk itu ia yakin santri akan selalu siap dengan tantangan-tantangan yang ada. Untuk itu, santri diharapkan tidak gagap dengan problema yang datang dalam mengatasinya. Cak Nur juga menyebutkan, saat ini santri dihadapkan pada era digital. Perkembangan teknologi informasi saat ini bagaikan pisau bermata dua. Dampak positif dan negatif dari pesatnya teknologi informasi selalu ada. Namun apabila semua itu disikapi dengan baik akan sangat bermanfaat bagi semua. Untuk itu ia meminta kepada para santri untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Sehingga kemajuan teknologi bukan menjadi boomerang, tetapi menjadi sumbangsih bagi santri untuk ikut dalam pembangunan. Ditambahkan, perkembangan teknologi informasi saat ini akan menguatkan segala sendi. Bila teknologi informasi dimanfaatkan dengan baik akan menguatkan karakter kebangsaan serta pembangunan yang ada. Untuk itu generasi muda saat ini diharapkan aktif dalam hal yang positif dalam menggunakan informasi teknologi. Mereka juga diharapkan dapat menfilter informasi-informasi yang ada.(sud/san)

Empat tersangka tersebut, yakni Udik Catur Busono (44) warga Jalan Darmawangsa No.9 Desa Kasri Kecamatan Pandaan, Pasuruan,M Kholili (39) seorang PNS warga Desa Ranggeh Barat RT 01/RW 03 Kecamatan Gondang wetan, Pasuruan, Syaiful Rohman (44) warga Jalan Raya Ranggeh RT 01/ RW04DesaRanggehKecamatan Gondang wetan, Pasuruan.     Dari ke empat tersangka ini, peran mereka berbedabeda. Mulanya, korban menyuruh Udik untuk menjualkan Mobil Mitsubishi Strada tanpa dilengkapi surat dan  hanya foto copy BPKB. Dengan maksud apabila ada pemberitahuan baru BPKB dan STNK di kasikan. Na-

mun oleh tersangka Udik, mobil tersebut dijaminkan ke M Kholili sebagai pengganti gadai mobil Inova sebesar Rp 35.000.000 dengan perjanjian gadai 1hingga 2 bulan. Tapi, hingga batas tempo habis dan ditunggu 6 bulan kemudian mobil tidak kunjung ditebusnya. Usut punya usut, ternyata mobil kembali dilemparkan oleh M Kholili ke Samsul sebesar Rp 25 juta melalui perantara H Syaiful. Berdasarkan laporan dan keterangan yang diperoleh dari saksi korban, polisi pun bergegas memburu mereka. Alhasil, ke empat tersangka berikut barang buktinya 1 unit mobil yang digelapkan berhasil ditemukan.

Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro membenarkan kejadian tersebut. Mereka dibekuk di lokasi berbeda. Sedangkan, untuk unit mobilnya ditemukan di wilayah Desa Tongas, Probolinggo. “Saat ini, ke empat tersangka berserta berikut barang buktinya sudah kita amankan di Mapolsek Waru,” ujarnya, Selasa (18/10). Untoro menambahkan, melihat kelihaian aksi para tersangka, polisi menyimpulkan bahwa kemungkinan masih ada korban-korban lain yang diduga telah ditipu oleh mereka. Oleh karena itu, pihaknya masih bersikeras mengembangkan hasil pemeriksaan terhadap ke empat tersangka tersebut. Akibat perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 372 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan. “Kasus perkara ini masih terus kita kembangkan. Barangkali masih ada korban lain yang sudah ditipu mereka,” tegas mantan Kanit Reskrim Polsek Gedangan ini.(med/san)

Dinas PU Pengairan Sosialisasikan Sempadan Sungai

Suasana sosialisasi sempadan sungai oleh Dinas PU Pengairan.(sud)

Sidoarjo, Memorandum Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab

Sidoarjo mengadakan sosialisasi sempadan sungai di Sidoarjo Barat, Selasa (18/10)

siang. Sosialisasi digelar menyusul maraknya bangunan rumah, ruko dan warung yang memakan sempadan sungai dan buntutnya banjir dimana-mana. Rencana, ada 8 titik wilayah kecamatan yang dilakukan sosialisasi sempadan sungai oleh Dinas PU Pengairan Sidoarjo. Dan, Selasa kemarin, sosialisasi digelar di Kantor Kecamatan Krian. Ada dua desa yang kemarin mendapat sorotan dari Dinas PU Pengairan. Kepala Bidang (Kabid) Bina Manfaat Dinas PU Pengairan Sidoarjo, Bambang TM yang memimpin sosialisasi mengatakan, Krian merupakan wilayah pertama yang dilakukan sosialisasi sempadan sungai. Dua desa di Krian yang marak bangunan memakan sempadan sungai adalah Kelurahan Krian dan Desa Kemeraan. Di wilayah itu banyak berdiri bangunan yang memakan sempadan sungai. Akibatnya sungai menjadi menyempit dan tidak mampu menampung debit air. Tujuan sosialisasi ini, menurut Bambang, agar warga menyadari bahwa tanah yang ditempati bukan miliknya, tetapi milik Dinas PU Pengairan Pemkab Sidoarjo. Karena itulah pemilik bangunan liar itu diundang untuk diberi pemahaman. Rencananya bangunan liar yang memakan sempadan sungai itu bakal dibongkar awal tahun depan. Dinas PU Pengairan juga akan mengundang PT KAI Daops 8 Surabaya lantaran ada saluran air yang menerobos rel KA. Pihaknya berharap ada pelebaran sehingga air bisa lancar. H Mustofa, warga Dusun Gresikan, Krian, mengatakan, ia tidak akan menuntut apa pun karena toko miliknya berdiri di atas tanah milik Dinas PU Pengairan Sidoarjo. “Saya hanya minta dinas adil. Saya meminta bangunan liar di Jalan Raya Sidoarjo yang juga memakan sempadan sungai juga ditertibkan,” pintanya.(sud/san)

Empat tersangka penggelapan mobil diamankan di Mapolsek Waru.(med)

Polisi Cepek Durung Bedug Bantah Lakukan Pengeroyokan Sidoarjo, Memorandum Tawuran antarkelompok pemuda, kerap kali berkelanjutan dengan dendam. Seperti diberitakan kemarin (18/10) yang dialami Moch Arifin, warga Desa Sudimoro RT 05/RW 01 Kecamatan Tulangan. Pemuda 22 tahun ini menjadi korban pemukulan Amar (19) bersama temannya, warga Desa Durung Bedug Kecamatan Candi. Dalam pemeriksaan polisi, ia membantah melakukan pengeroyokan kepada korban. Polisi membekuk pelaku yang merupakan tetangga desa dengan korban. Peristiwa pemukulan itu berawal saat pelapor bersama kedua orang temannya berboncengan tiga. Sesampainya di TKP, waktu korban hendak melintas di jembatan kembar perbatasan antara wilayah Desa Durung Bedug, Candi dengan Desa Sudimoro, Tulangan, pelapor dikejar seseorang dan diminta berhenti. Setelah korban berhenti, pelaku menyerang korban. Dengan dasar laporan dan keterangan dari saksi korban, petugas melakukan lidik dan mengejar pelaku. Tersangka ditangkap sekitar pukul 17.30 WIB. Waktu itu tersangka menjadi polisi cepek atau tukang

klebet yang menjaga perlintasan kereta api di wilayah desanya (Desa Durung Bedug, red). Setelah diinterogasi sebentar, tersangka mengakui kesalahannya yang kemudian oleh petugas Reskrim Tulangan, ia langsung dibawa ke Mapolsek setempat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Tulangan, Aiptu Bambang S membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, pemuda yang bekerja serabutan, diamankan setelah petugas mendapati keterangan dan bukti-bukti otentik yang mengarah pada keterlibatan tersangka. “Saat ini tersangka sudah kita tangkap dan kita amankan di Mapolsek guna proses penyidikan,” ujarnya. Bambang menambahkan, hasil keterangan yang didapat setelah melalui proses penyidikan. polisi menyimpulkan bahwa motif pelaku melakukan pemukulan ini karena ada dendam lama. Menariknya, awal keterangan pelapor mengaku dikeroyok dua orang. Namun, keterangan itu berbeda dengan pengakuan tersangka. Justru tersangka mengaku hanya seorang diri saat melakukan pemukulan terhadap korban.(med/san)

Amar di Mapolsek Tulangan. (med)

Katering Harum Bantah Kembalikan Audit BPK Rp 100 Juta Sesalkan Tanda Tangan dan Stempel Dipalsukan Sidoarjo, Memorandum Catering Harum Sidoarjo digoyang isu tak sedap. Bisnis mamin (makanan dan minuman) berkantor di Jalan Raden Patah Sidoarjo itu digoyang isu mengembalikan Rp 100 juta atas proyek mamin di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Sidoarjo karena tak sesuai bestek. Proyek mamin tersebut anggaran Tahun 2015. Pengembalian uang Rp 100 juta ke Kasda karena hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI. Namun justru dibantah mentah-mentah oleh Direktur Harum Catering, Iwan Hamzah, Selasa (18/10). Kepada Memorandum, dia menyatakan bahwa dia tidak pernah mengembalikan uang Kerugian negara Rp 100 juta tersebut atas audit BPK. Dan tahun anggaran bukan Tahun 2015, tapi anggaran Tahun 2013-2014.

Iwan Hamzah. (dar)

Pada bulan Maret-April dia memang didatangi oleh petugas BPK RI. Petugas BPK menanyai Iwan Hamzah tentang stempel dan tanda tangan dia. “ Karena

BPK RI menemukan tanda tangan dan stempel perusahaan saya disejumlah SKPD dipalsu. Padahal mereka tidak belanja pada perusahaan catering saya,” tegas Iwan Hamzah yang juga pembudidaya ikan Tambak ini. Kedatangan para petugas BPK tersebut, kata Iwan hanya bertanya-tanya tentang perusahaan kateringnya dan mencocokan stempel dan tanda tangan dia.” Ya saya berikan saja. Contoh stempel dan tanda tangan saya,”terang pengusaha catering yang berpolitik di PAN Sidoarjo ini. Soal pengembalian Rp 100 juta itu, dia menyangkalnya. “Jadi bukan saya yang mengembalikan. Karena proyek mamin saya pasti sesuai yang ada. Mungkin yang mengembalikan itu SKPD yang memalsukan stempel dan tanda tangan saya,”ungkap Iwan Hamzah. (dar)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 5

G R E S I K KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). WARTAWAN: Koinul Mistono, Syaifuddin Anam, Azharil Farih. ALAMAT: Jl. Pahlawan 34 Gresik. TELP: 031.39921058 - 081.330.330.886

LAKONE

Batubara Aman AKHIRAKHIR ini kondisi cuaca memang tidak bisa dipungkiri sedang tak menentu. Sesekali intensitas hujan tinggi terjadi. Praktis, kondisi tersebut bisa berdampak terhadap cuaca di laut. Misalnya gelombang air laut tinggi. Gambaran sekilas kondisi cuaca di laut, tentu masih mempunyai keterkaitan dengan PT Gresik Jasatama. Sebab, Bayu Tri A. (koi) jalur laut merupakan akses transportasi pengiriman barang, bagi perusahaan yang bergerak di bidang batubara tersebut. Meski demikian, dampak cuaca di laut yang akhirakhir ini memang kurang bersahabat dipastikan tak sampai mempengaruhi ketersediaan batubara. “Sampai sekarang ketersediaan batubara masih tetap aman,” kata Humas PT Gresik Jasatama, Bayu Tri A, kemarin (18/10). Lebih jauh dia menjelaskan, dari segi jumlah barang yang masuk memang ada sedikit penurunan dibanding biasanya. Pada bulan-bulan biasa atau cuaca normal, pengiriman batubara lewat jalur laut bisa mencapai sekitar 200 ribu ton setiap bulan. Namun, berbeda saat cuaca seperti bulan Oktober ini. Ada penurunan sekitar 30 ribu ton, atau setiap bulannya hanya sekitar 170 ribu ton. Walaupun demikian, Bayu menegaskan, bahwa ketersediaan batubara di perusahaan tetap aman dan siap menyuplai ke sejumlah perusahaan yang membutuhkan. “Karena kondisi seperti ini sudah menjadi tren hampir setiap tahunnya, maka sudah diantisipasi apabila terjadi keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk di laut,” pungkasnya. (koi/har)

Diputus Bebas, Kepulangan Tiga Jamaah Haji Gresik Tunggu Sebulan Gresik, Memorandum Tiga jamaah haji asal Kabupaten Gresik yang tertahan di Arab Saudi akhirnya bisa bernafas lega. Hal itu menyusul putusan sidang beberapa waktu lalu, bahwa ketiganya dinyatakan tidak bersalah. Mereka pun divonis bebas. Hanya saja, kepulangan tiga jamaah haji tersebut tidak bisa langsung. Pasalnya, harus menunggu terlebih dulu sampai putusan mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah. Setidaknya adalah 30 hari atau satu bulan, tanpa ada banding. Saat dikonfirmasi, Kepala Kemenag Gresik, Haris Hasanudin membenarkan adanya putusan bebas terhadap ketiga jamaah haji tersebut. “Iya, memang benar kalau keputusan dari pengadilan sudah keluar,” katanya, melalui sambungan seluler-nya, kemarin. Ketiganya dinyatakan tidak bersalah. Selain itu, pengadilan juga memutus mereka yang kedapatan membawa uang berjumlah sekitar Rp 6,2 miliar tersebut bebas tanpa denda. “Tapi sekarang masih ditunggu sampai keputusan itu berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” lanjutnya. Batas waktu putusan pengadilan dinyatakan inkrah terhitung setelah 30 hari. Berbeda cerita, jika pihak penyidik atau penuntut mengajukan banding. Maka, prosesnya bisa lebih panjang. “Sedangkan terkait kepulangan mereka, pihak KBRI (kedutaan besar republik Indonesia) masih mengupayakan surat permohonan agar mereka bisa secepatnya pulang. Kalau sesuai ketentuan, memang kepulangan mereka disuruh menunggu hingga keputusan inkrah,” pungkasnya. Dapat diketahui lagi, nasib tiga jamaah haji asal Gresik dari kloter 39 tertahan di Arab Saudi. Alasannya, karena mereka kedapatan membawa uang berjumlah banyak, total sekitar Rp 6,2 miliar. Mereka adalah Ansharul Adhim Abdullah (47) dan istrinya Sri Wahyuni (36), pasangan suami istri (pasutri) warga RT 3/RW 1 Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan. Sedangkan Rochmat Kanapi Podo (58), asal warga Dusun Betiring RT 02/RW 01 Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. (koi/har)

Berita foto : Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan saat melakukan assesment bersama tim Gajah Mada. Sedikitnya 100 personil diterjunkan untuk mendatangi rumah warga di Desa Sumurber Kecamatan Panceng. Warga yang kurang mampu diberi paket bantuan sembako. Tak hanya itu, warga yang terbaring sakit di tempat tidurnya juga dijenguk oleh Adex. Dia berharap dengan kedatangannya bersama tim Gajah Mada bisa meringankan beban warga. (far)

Kejari Eksekusi Perusak Polsek Panceng Gresik, Memorandum Suhud (43) warga Desa Sumurber RT 17/RW 6 Kecamatan Panceng, ternyata bukan hanya tersangkut kasus perusakan peralatan kantor Polsek Panceng. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu juga sudah lama ditetapkan sebagai terpidana atas kasus perbuatan tidak menyenangkan yang terjadi Februari 2014 lalu, dan telah diputus incrahct oleh Mahkamah Agung (MA). Bersama ketiga terpidana lainnya yakni Idham Kholid, Abdul Karim dan Nazidin, mereka seharusnya menjalani hukuman vonis 4 bulan penjara. Hanya saja, proses eksekusi terhadap keempat terpidana tersebut berjalan cukup alot. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik rupanya tidak berani gegabah melakukan eksekusi, lantaran dikhawatirkan timbulnya gejolak di tengah masyarakat.

Mendengar kabar tertangkapnya Suhud, kemarin (17), petugas Kejari Gresik akhirnya melakukan proses eksekusi. Dengan dikawal beberapa petugas, Suhud pun dibawa dengan mobil kejaksaan menuju Rutan Kelas II.B Cerme Gresik. Meski tahu dirinya dieksekusi, Suhud ternyata masih terlihat ceria. Beberapa kali dia menebar senyuman dengan kondisi kedua tangannya diborgol.

Suhud dieksekusi petugas Kejaksaan Negeri Gresik, kemarin (18/10) siang.(far)

“Aku wes ngerti nek arep dieksekusi. Pokoke engkok nek ditahan aku gak gelem tanda tangan. (saya sudah tahu kalau akan dieksekusi. Yang penting nanti kalau ditahan, saya tidak mau tanda tangan, red),” ucap Suhud saat digelandang oleh dua jaksa, Manshur dan Verdy. Di tempat yang sama, Kasi Intel Kejari Gresik, Luthcas Rahman mengatakan, pihaknya telah melakukan eksekusi terhadap Suhud atas vonis incrahct 4 bulan penjara yang dijatuhkan oleh MA. “Dia tersangkut kasus 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang terjadi 2014 lalu,” ujar Luthcas. Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan segera melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana lainnya, yakni Idham Kholid, Abdul Karim dan Nazidin. “Yang jelas dalam waktu dekat ini. Untuk pastinya nanti menunggu kabar lebih lanjut,” imbuhnya. Diketahui, kasus perbuatan tidak menyenangkan yang menjerat keempat terpidana bermula dari aksi pemblokiran Balai Desa Sumurber pada Februari 2014 lalu. Kala itu, mereka mengelilingi Balai Desa Sumurber dengan spanduk panjang. Tindakan mereka pun dianggap menghalanghalangi kinerja perangkat desa. (far/har)

Kanit Reskrim Dicopot Gresik, Memorandum Pasca ditangkapnya Suhud (43) warga Desa Sumurber RT 17/RW 6 Kecamatan Panceng, oleh anggota Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik, kemarin (17/10), atas dugaan perusakan peralatan komputer dan printer milik kantor Polsek Panceng, ternyata berbuntut pada pencopotan Kanit Reskrim Polsek Panceng, Aiptu Junaedi. Dianggap kurang tanggap dalam menangani beberapa kasus yang terjadi di Desa Sumurber, Junaedi pun mendadak dipindahtugaskan ke Unit SPKT Polsek Ujung Pangkah. Pasalnya, ulah anarkis Suhud ini dipicu oleh ketidakpuasan beberapa laporan yang belum ditindaklanjuti. Wakapolres Gresik, Kompol Nur Hidayat saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, menampik bila pencopotan Aiptu Junaedi ada kaitannya dengan kasus penangkapan Suhud. “Bukannya dicopot tapi dipindah ke Polsek Ujung Pangkah. Jadi jangan dilebih-lebihkan. Hal ini biasa sebagai bentuk penyegaran di dalam struktur tubuh Polri,” ujar Mantan Kanitreskrim Polres Gresik ini. Sementara itu, Satreskrim Polres Gresik akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penahanan (Sprinhan) kemarin (17/10) malam. Dia

dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP tentang perusakan terhadap barang milik orang lain secara bersama-sama. Oleh karena itu, polisi pun kabarnya sedang memburu satu pelaku lainnya yang turut melemparkan teletong (kotoran sapi) ke Polsek Panceng bersama Suhud. “Ada satu pelaku lagi yang ikut terlibat saat pelemparan kotoran sapi di Polsek Panceng. Untuk itu, kami masih mengejar satu pelaku lainnya,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Heru Dwi Purnomo. Dari keterangan yang dihimpun. Salah seorang pelaku yang kini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) diketahui bernama Nasiroh, warga Desa Sumurber, Panceng. Wanita lajang yang diperkirakan berusia 32 tahun itu, diketahui pernah melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh adik kandungnya sendiri ke Polsek Panceng. Merasa geram laporannya tidak segera ditangani, Nasiroh pun dikabarkan kerap tidur di Polsek Panceng. Selain itu, Nasiroh juga diketahui ikut-ikutan berulah, dengan melemparkan kotoran sapi ke Kantor Polsek Panceng. “Jadi waktu kejadian pelemparan itu bukan hanya Suhud saja, tapi ada wanita bernama Nasiroh yang ikut terlibat,” imbuhnya. (far/har)

Pemkab Incar Lahan TPA di 3 Kecamatan Gresik, Memorandum Niat Pemkab Gresik memiliki lahan sendiri untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah terus dipersiapkan. Selasa (18/10) kemarin, DPRD Gresik mengundang Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menanyakan kesiapannya dalam pengadaan lahan. Dalam rapat yang berlangsung di ruang komisi C DPRD Gresik itu terungkap, bahwa BLH sedang membidik tiga titik Kecamatan untuk dijadikan TPA. Antara lainnya di Kecamatan Wringinanom, Kedamean dan Sidayu. Kepala BLH Gresik Sumarno mengatakan, dari hasil pencariannya sudah menemukan beberapa titik lahan kosong di tiga kecamatan. “Kami sudah menemukan ada tiga titik lahan di tiga kecamatan yang potensial bisa dijadikan sebagai TPA,” katanya, kemarin (18/10). Saat ini, pihaknya tengah mengkaji lebih jauh terkait keberadaan titik-titik lahan potensial tersebut. Jika memang sudah benar-benar dinyatakan layak dan bisa dibebaskan, maka pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pembebasan. Niatnya membeli lahan

Warga dan petugas sedang memadamkan sisa api yang masih menyala.(far)

Rumah Warga Sekarputih Membara Gresik, Memorandum Warga Dusun Sekarputih Desa Sekampung Kecamatan Balong Panggang dibuat panik oleh si jago merah. Dalam waktu sekitar 40 menit, rumah milik Nanang Rupono (48) warga setempat hangus terbakar. hampir seisi rumah nyaris tak tersisa. Hanya sebagian kecil barang yang bisa diselamatkan. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, kerugian materiil yang diderita korban mencapai puluhan juta. Peristiwa ini terjadi pukul 12.30, kala itu korban sedang bersantai di dalam rumah. Korban yang sempat mencium bau tak sedap kemudian keluar dan memeriksa sumber bau tersebut. Ternyata, ada kepulan asap yang muncul dari bagian belakang rumah korban. Melihat api yang sudah terlanjur berkobar korban pun sontak berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, beberapa warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi. Dengan alat seadanya, korban dibantu warga menyirami api yang sudah membesar dan merembet ke sebagian besar rumah. Tetangga korban yang lain mencoba

menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah korban. Sayangnya, usaha korban hanya berbuah sangat sedikit. Tim pemadam kebakaran tidak sampai datang ke lokasi, api sudah padam. Unsur pimpinan Muspika yang mendatangi lokasi langsung mengamankan tempat kejadian. Polisi melakukan pemeriksaan awal terhadap para saksi, termasuk korban dan orang di sekitar lokasi. “Sampai saat ini, kami belum bisa menyimpulkan penyebab kejadiannya. Bisa saja dari dapur yang lupa dimatikan apinya, atau juga dari konsleting listrik,” tutur Kapolsek Balong Panggang, AKP Zamzami. Dia menegaskan, kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Selain itu, polisi sedang menghitung kerugian yang diderita korban. Taksiran sementara lebih dari Rp 10 juta dan nantinya pihak terkait akan memberi bantuan. “Kami usahakan ada bantuan meski tidak banyak. Para tetangga dan juga pejabat sekitar nantinya diajak juga untuk meringankan sedikit beban korban,” tandasnya. (far/har)

Warga Desa Ganggang Tewas Tersetrum Gresik, Memorandum Warga Dusun Tanggulangin Desa Ganggang Kecamatan Balong Panggang, digegerkan dengan penemuan Suparto (55), warga setempat diduga tewas setelah tersengat aliran listrik. Informasi yang dihimpun Memorandum, saat itu korban hendak memperbaiki rumah, barangbarang yang ada sedang dipindahkan. Pada saat memindah perabotan rumah, ia diduga memegang salah satu kabel hingga tersengat listrik dan meninggal di tempat kejadian. Yang mengetahui korban kesetrum adalah Asiah (53), istrinya sendiri. Mengetahui suaminya tersengat listrik, spontan ia berteriak teriak  minta tolong. Teriakan itu didengar tetangganya, selanjutnya melakukan pertolongan. Namun, sayangnya saat tetangganya hendak melakukan pertolong korban sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polisi. Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Balong Panggang AKP Zamzani bersama anggotanya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam olah TKP sejumlah barang bukti diamankan. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dugaan sementara akibat tersengat listrik.

Petugas memeriksa jasad korban.

Kapolsek Balong Panggang AKP Zamzani membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar ada korban tersengat listrik. Secara pasti penyebabnya masih penyelidikan,” tegas mantan Kapolsek Sangkapura, Bawean itu. (har)

KEHILANGAN Komisi C DPRD Gresik rapat bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH), Selasa (18/10) kemarin. (koi)

untuk TPA memang sudah bulat. Terbukti dengan kesiapannya mencari lahan pengganti, jika ketiga titik lahan tersebut gagal dibebaskan. BLH mempunyai cara lain, dengan memilih untuk membeli lahan TPA milik Semen Indonesia di Ngipik. Dengan membeli lahan tersebut, maka dipastikan tidak akan ada gejolak dari masyarakat. “Alasannya karena sudah menjadi lahan TPA sejak awal, sehingga kami yakin akan lebih aman,” imbuhnya. Diakuinya, bahwa pembelian lahan untuk kegunaan TPA bukan perkara mudah. Potensi timbulnya persoalan dari masyarakat bisa saja terjadi. Sebab, tidak semua dari mereka menerima keberadaan TPA di lingkungan sekitarnya. “Tapi walaupun seperti itu, kami sudah menyiapkan be-

berapa skenario terkait TPA ini,” tuturnya. Sumarno menerangkan, tugasnya saat ini adalah memastikan lahan yang bakal dibebaskan. Pasalnya, sudah banyak calon investor yang siap bekerjasama dan pengelolaan sampah di Gresik, juga bisa segera dilakukan lebih modern. “Sudah ada banyak calon investor, mulai dari Kanada hingga Korea,” tandasnya. Di lain pihak, Ketua Komi si C DPRD Gresik, Moh Syafi’ AM menegaskan, proses pembelian lahan untuk TPA memang harus segera direalisasi. Karena itu, pihaknya meminta BLH secepatnya menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) ini. “Terserah dimana saja, yang terpenting lahannya bisa segera didapatkan,” katanya singkat. (koi/har)

KEHILANGAN BPKB no.102490 895 Nopol W641BB Th.1997 An. Diane Noviyanti, Jl. Jawa Indah I/6-8 Ds.Yosowilangon Kec.Manyar Gresik

IV/17 Manyar Gresik

Hilang STNK W6521LJ th. 2011 An. Muh. Zakariyah Jl. Dr. wahidin SHD Kebomas Gresik

Hilang STNK W2453KE th. 2003 An. Achmad Supriyanto Ds. Tanggulrejo Manyar Gresik

Hilang STNK W6948KY th. 2011 An. Sugeng Ds. Laban Menganti Gresik

Hilang STNK W2630GW th. 2005 An. Maratus Sholika Ds. Banjarsari Cerme Gresik

Hilang STNK W8869UD th. 2000 An. Timan Jl. Usman Sadar 8B/26A Karangturi Gresik Hilang STNK W5254BT th. 2003 An. M. Agus Setiawan Ds. Gumeno Manyar Gresik Hilang STNK W6720EZ th. 2008 An. Gufron Ds. petung Panceng Gresi Hilang STNK W6383FI th. 2008 An. Subari Ds. lebanisuko Wr. Anom Gresik Hilang STNK W2134HA th. 2005 An. Katim Ds. Gridi Balong Panggang Gresik Hilang STNK W622AK th. 1994 An. Mohammad Khambali Jl. Barabai

Hilang STNK W5334AF th. 1964 An. Saikun Ds. Randu padangan Menganti Gresik

Hilang STNK W6134LD th. 2011 An. Buniri Jl. Sindujoyo 61 Ds. Kroman Gresik Kehilangan STNKB Honda th. 2013 W-3569-LG a/n: Romakyah d/a: Jl. Ngargosari RT.02 RW.01 Kebomas Gresik. Kehilangan STNKB Honda W2645-JS a/n: Ahmad Baidhowi Adnan d/a: Ds. Jetek RT. 09 RW. 03 Sumari Duduksampeyan Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2015 W-4134-LU a/n: Eka Ratna Ayu Ningsih d/a: Ds. Wahas Balongpanggang Gresik.

Kehilangan STNKB Honda th. 2006 W-2487-KB a/n: M. Farid Ardiansyah d/a: Jl. Taman Enggano Dalam III/8 GKB Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2013 W-3815-LS a/n: Nur Faidah d/a: Dewi Sekardadu RT. 01 RW. 01 Kebomas Gresik. Kehilangan STNKB Spd Mtr th. 2014 W- 3338-JY a/n: Asmaul Khusnah d/a: Perun ABM Blok A-9 Kebomas Gresik. Kehilangan STNKB Honda rh. 1996 W-2258-KD an. Suyoto d/a: Jl. Biliton D-01 Sidorukun Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2011 W-6192-JZ a/n: Parman d/a: Dsn. Medangan RT. 03 RW. 01 Benjeng Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2013 W-3448-KO a/n: Sono d/a: Ds. Banyuurip RT. 04 RW. 03 Kedamean Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2015 W-4079-LU a/n: Sini Erawati d/a: Dsn. Landean RT. 02 RW. 01 Tanah Landean Balongpanggang Gresik.


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 6

LAMONGAN-BOJONEGORO BIRO LAMONGAN-BOJONEGORO (Meliputi Kabupaten Lamongan-Bojonegoro). KEPALA BIRO: Supardi (Hardi). WARTAWAN: Komari, Reinno Pareno, Muhammad Yusuf Fadhli. NO TELP: 031-3991058, Redaksi 081330330886

NGETOP

Pinjam Traktor Dinas Pertanian Bojonegoro, Petani Sumberarum Dipungli

Ipda Raksan (kom)

Bahaya Judi PENYAKIT masyarakat memang harus diberantas karena kalau dibiarkan akan menjadi kronis dan sangat meresahkan masyarakat. Menurut Ipda Raksan, Paur Subag humas Polres Lamongan penyakit masyarakat atau pekat tersebut adalah praktek perjudian. "Karena dari perjudian dapat muncul prilaku yang kurang sehat. Diantaranya pelaku akan malas bekerja. Ini akan sangat berdampak bagi pelaku yang sudah memiliki keluarga karena anak dan istrinya akan tak terurus. Mereka yang sudah ketagihan berjudi dipastikan keluarganya terabaikan," kata Ipda Raksan. Bagi pelaku judi yang masih remaja dipastikan massa depannya terancam karena mereka hanya berfikir jangka pendek. " Mereka hanya berfikir bagaimana caranya agar hari harinya mendapat lawan berjudi ' ungkap Raksan. Di sisi lain, tegas Raksan, dari ajang perjudian juga dapat mendorong pelaku judi yang kalah taruhan melakukan tindak kriminalitas pencurian. “Judi itu juga dapat memunculkan dendam. Mereka yang kalah akan nekat mencari modal lagi dengan berbagai cara agar mendapat modal dan dipakai berjudi lagi diantaranya dilakukan dengan mencuri," ungkap Raksan. Maka, tegas Raksan, praktek perjudian harus diberantas. Masyarakat dimohon turut membantu dalam pemberantas perjudian dengan menginformasikan jika mencurigai praktek tersebut agar polisi segera melakukan proses hukum. "Informasi masyarakat sangat kami butuhkan agar pemberantas perjudian di tengah-tengah masyarakat segera tuntas. Selain itu, siapapun yang diajak berjudi diharap menolak sebagai upaya pencegahan," pinta Raksan serius. (Kom/har)

Alat dan mesin pertanian parkir di halaman dinas pertanian. (ren)

Bojonegoro, Memorandum Pemberantasan pungli (pungutan liar) yang digiatkan pemerintah, ternyata tidak membuat oknum petugas penyuluh lapangan (PPL) di Kabupaten Bojonegoro. Terbukti ada kabar tak sedap soal oknum PPL Dinas Pertanian Bojonegoro melakukan pungli terhadap petani petani Desa Sumberarum, Kecamatan Dander. Petani yang hendak pinjam alat dan mesin pertanian hadiah dari Kementerian Pertanian RI kepada Dinas Pertanian Bojonegoro, harus mengeluarkan uang. Besarannya adalah Rp 1 juta untuk pinjam satu unit alat maupun mesin. “Kami butuh traktor dari dinas pertanian. Tapi kami diminta satu juta rupiah untuk satu unit traktor dan uangnya sudah kami serahkan ke PPL desa kami,” kata Samuel (40) anggota kelompok tani di Desa Sumberarum. Keterangan itu juga dibenarkan oleh Bendahara Kelompok Tani Desa Sumberarum Mohlazim, menurutnya semestinya tidak boleh ada

pungli. “Jadi tak gratis. Kami menebus kepada PPL. Kalau tidak mengeluarkan uang, kami tidak dapat pinjaman traktor,” kata Mohlazim. Setelah ditelisik, pungli itu untuk uang pengurusan surat-surat pada Diperta, pengangkutan traktor dari kantor dinas menuju lokasi di Desa Sumberrarum. Termasuk pembeliaan oli dan BBM traktor. Terpisah Kepala Diperta Bojonegoro Ahmad Djupari mengatakan dirinya sejauh ini tidak mengetahui adanya pungli.”Kalau memang benar adanya, pelakunya harus bertanggung jawab. Tapi saya rasa tidak ada pungli,” tegasnya saat

ditemui di kantornya. Kemudian Ahmad Djupari, menelpon Rudi yang menjabat sebagai PPL Desa Sumberarum. Dalam teleponnya Rudi mengaku menerima uang Rp 1 juta dari petani Desa Sumberrarum Kecamatan Dander. Uang tersebut digunakan untuk biaya pembuatan proposal pengajuan pinjam alat dan biaya angkutan satu unit traktor dari kantor Diperta ke Desa Sumberarum. “Inilah yang masih kendala kami. Dikarenakan tidak ada biaya yang tersedia di dinas untuk angkutan unit alat dan mesin pertanian yang akan dipinjamkan ke petani, sehingga petani harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan pinjaman alat dan mesin pertanian. Sehingga yang terjadi ini bukan pungli, hanya pungutan untuk angkutan,” jelasnya. Untuk diketahui Kabupaten Bojonegoro mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI berupa alat dan mesin pertanian. Yakni 78 traktor roda dua, 15 traktor roda empat, 15 unit mesin tanam padi, 17 diesel beserta pompa air dan 9 alat panen. Kepala Diperta Bojonegoro Ahmad Djupari waktu itu mengatakan peralatan pertanian itu untuk dipakai semua petani dalam yang tergabung dalam gapoktan. Dalam menggunakan alat maupun mesin yang tersedia tidak dikenakan biaya sepersen pun, Untuk mengawali pinjam, petani terlebih dahulu berkoordinasi dengan geapoktannya dan kemudian mengajukan surat ke kantor. (ren/har)

Produktivitas Sorgum Lamongan Lampaui Nasional Lamongan, Memorandum Komuditas tanaman sorgum di Lamongan cukup tinggi, yakni mencapai 6,5 ton per hektar. Padahal, produktivitas skala nasional yang hanya berkisar antara dua hingga tiga ton per hektar. Yang terbanyak tanaman sorgum ada di Kecamatan Babat. Perwakilan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Tri Sudariyono, mengakui bila produktivitas sorgum Lamongan bahkan jauh lebih tinggi dari angka nasional yang hanya berkisar antara dua hingga tiga ton perhektar. Kandungan dalam sorgum, lanjut Sudariyono, jauh lebih tinggi dibanding beras. Seperti kandungan protein beras yang hanya 6,8 persen, sementara sorgum mencapai 11 persen. Kemudian kandungan lemak sorgum yang mencapai 3,3 persen juga lebih tinggi dari beras yang hanya 0,7 persen. “Jika mampu ditingkatkan menjadi hingga 8 ton per hektar saja, itu sudah bisa menyamai angka produsen tertinggi dunia, yakni India,“ kata Bupati Fadeli, saat mencoba alat panen sorgum di Desa Patihan Kecamatan Babat, Selasa (18/10), kemarin. Fadeli sendiri menyebutkan akan memberikan perhatian pada petani sorgum untuk meningkatkan nilai jualnya sehingga bisa lebih bermanfaat untuk petani. Seperti den-

gan membantu untuk pembuatan produk olahan, menaikkan produktivitas, serta membuat pertanian sorgum terintegrasi dengan ternak sapi. “Harga sorgum ini memang tidak terlalu tinggi. Berkisar antara Rp 1.700 hingga Rp 2.000 saat panen. Namun sorgum ini biaya produksinya juga rendah dan sangat cocok untuk tanah kering, karena itu akan dilakukan upaya agar petani tetap menanam sorgum, “ kata Fadeli. Dia juga melihat potensi integrasi sorgum dengan ternak sapi. “Daun sorgum ini jauh lebih banyak dari jagung. Sehingga sangat berpotensi untuk diintegrasikan dengan peternakan sapi, “ katanya menambahkan. Areal tanam Sorgum di Lamongan tahun ini seluas 560 hektar. Namun diperkirakan luasan panen akan berkurang, karena musim hujan yang datang lebih cepat. Produksinya juga fluktuatif. Sempat mencapai 4 ribu ton di tahun 2012, kemudian turun menjadi 3.800 ton di tahun 2013. Kemudian terus turun hingga di bawah seribu ton. Petani Desa Patihan masih meminati menanam sorgum karena komoditas ini minim perawatan dan tahan cuaca. Sehingga ketika sudah tumbuh, biasanya akan ditinggal untuk mencari pekerjaan lain hingga saat panen tiba. (Suf/har)

Prihatin Nasib Buruh, Serikat Pekerja Lapor Dewan Lamongan, Memorandum Prihatin nasib tenaga kerja di Lamongan mendapat perlakuan tidak sesuai peraturan perundang-undangan, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lamongan wadul ke Komisi D DPRD Lamongan, Selasa (18/10), kemarin. Organizer SPN Lamongan Ari Hidayat mengatakan salah satunya mengadukan adanya intimidasi dan diskriminasi terhadap anggotanya di perusahaan rokok Mitra Kerja Sampoerna (MPS) Tani Mulyo, Lamongan. "Pengurus SPN di MPS setiap hari selalu diawasi dan dibatasi geraknya. Bahkan dipindah penempatan kerja yang tidak sesuai keahliannya," kata Ari, kemarin. Selain itu, tambah Ari, salah satu anggotanya juga di-PHK sepihak tanpa pesangon. Padahal yang bersangkutan sudah bekerja lebih dari tiga tahun di MPS Tani Mulyo, namun belum berstatus pekerja tetap. Tidak maksimalnya penanganan dinas sosial dan tenaga kerja (Dinsosnaker), juga menjadi bahan aduan SPN."Dinsosnaker tidak serius menangani masalah yang berhubungan dengan ketenagakerjaan," sebut Ari. Ketua Komisi D, Ali Mahfud menyambut baik kedatangan SPN. Komisi akan menindak lanjuti dengan mempertemukan pihak-

pihak terkait. "Kita menyambut baik dengan terbentuknya organisasi pekerja. Ketika ada persoalan pekerja bisa lebih terkoordinir," kata Ali Mahfud. "Ini masukan bagi kami sebagai lembaga pengawasan. Kita akan tindaklanjuti dengan memanggil dinsosnaker, atau kita kroscek ke sana apa benar terjadi kasus di MPS," tambahnya. Ali Mahfud juga menyebutkan, persoalan ketenagakerjaan di Lamongan juga menyangkut penggunaan tenaga kerja asing yang tidak dilaporkan. Meskipun demikian, Komisi D mengakui tidak semua leading sektor perusahaan bisa diawasi. “Akan kita upayakan memediasi pertemuan dengan semua pihak, agar bisa duduk bersama," sambung Saifuddin Zuhri, anggota dewan lainnya. Dewan Pimpinan Daerah SPN Jawa Timur, Nuryanto, yang ikut dalam hearing berharap ada respon dari dinsosnaker terkait permasalahan pekerja yang tergabung di SPN di MPS Tani Mulyo"Setelah upaya ini dinsosnaker tetap tidak respon, kami tidak bisa melakukan pengadilan hubungan industrial (PHI)," ujarnya. SPN berharap, setelah melakukan hearing dengan DPRD , ada perhatian terhadap kesejahteraan pekerja di Lamongan. ( suf/har)

Panen sorgum di Lamongan, kemarin. (suf)

Jenguk Kakak Sakit, Warga Bogor Kena Gendam di Lamongan Lamongan, Memorandum Berhati-hatilah pada orang yang baru dikenal karena kita belum mengetahui secara pasti karakter orang baru dikenal tersebut. Ungkapan tersebut ternyata diindahkan begitu oleh Abdul Munib (36) warga Rawahingkik, Kelurahanan Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Akibatnya ia menjadi korban penipuan bermodus gendam yang dilakukan orang yang baru dikenalnya. Paur Subag Humas Polres Lamongan Ipda Raksan mengatakan peristiwa dugaan penggendaman tersebut ber-

mula korban mendatangi Rumah Sakit Lamongan untuk menjenguk kakaknya yang sedang sakit . “Saat korban keluar dari ruang perawatan pasien untuk merokok, tiba-tiba korban ditepuk dari belakang oleh pelaku yang tidak dikenal hingga menyebabkan korban tidak sadar,” kata Ipda Raksan. Saat dalam kondisi tak sadar tersebut, lanjut Raksan, korban diperdaya oleh pelaku. Korban diperintah pelaku mentransfer sejumlah uang melalui ATM ke sebuah rekening. “Transfer uang dilakukan sebanyak 5 kali dengan meng-

gunakan kartu sejumlah ATM yang berbeda. Secara keseluruhan totalnya berjumlah Rp 29 juta. Setelah uang korban habis, sesaat kemudian korban baru sadar menjadi korban penipuan” terang Raksan. Kasus dugaan penipuan bermodus pengendaman tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Lamongan. Kini petugas telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Diharap warga lain tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal agar kejadian yang menimbah warga Bogor tersebut dapat dihindari,“harap Raksan. (kom/har)

Gandeng Tommy Soeharto, Pemkab Bojonegoro Bangun Kilang Minyak Bojonegoro, Memorandum PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menggandeng PT Humpus, perusahaan milik Tommy Soeharto membangun kilang minyak model mini. Sedangkan kontraktor

infrastrukturnya adalah perusahaan kontruksi PT Tiera. Informasi yang diperoleh, Selasa (18/10) menyebutkan tentang perijinan pembangunan kilang minyak tersebut telah disetujui oleh Kementerian ESDM RI. Sehingga apabila pembangunan kilang minyak itu selesai, Bojonegoro memiliki dua kilang minyak. Rencana lokasi akan digunakan tanah Pemkab Bojonegoro di pinggiran jalur utama Bojonegoro- Nganjuk, yakni di Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander. “Prosesnya sekarang adalah perjanjian jual beli minyak atau PJBM,” kata Direktur BUMD Ganesha Askari. Dia mengungkapkan, pemerintah memberi waktu selama dua tahun terhitung tahun 2016 ini untuk membangun kilang minyak model mini. Apabila PT BBS dan mitranya serta PT Humpus tidak mampu menyelesaikan

pembangunan maka pemberian jatah minyak mentah dibatalkan. “Jadi target pembangunan kilang minyak mini dua tahun. Jika tidak bisa menyelesaikan, ya perjanjian jual beli minyaknya hangus,” tegasnya. Alokasi minyak mentah untuk Kabupaten Bojonegoro yaitu sebesar 30 ribu barel per hari. Rinciannya, PT BBS 10 ribu Bph, PT Humpus 10 ribu dan kilang minyak di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidiu milik Pertamina EP 10 ribu Bph. “Kalau sekarang, kilang minyak mini yang di Sumengko sudah dapat enam ribu barel per hari dari PEPC, tinggal menunggu tambahan dari pemerintah empat ribu barel per hari,” lanjutnya. Pemerintah telah menyetujui pemberian alokasi minyak mentah tersebut dari porsi minyak proporsional. Yakni, dari ExxonMobil Cepu Limited, PEPC dan Badan Kerjasama (ren/har)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 7

T

U

B

A

N

Kabiro: Abdul Rohman. WARTAWAN: Musyafa, Moc. Arif Saifudin, Luluk Mulyanto, Atmo. ALAMAT KANTOR: JL. AKBP Suroko 17 (Depan Lab Populer Tuban). NO HP: 082177263791

FIGUR

Tegas dalam Memimpin Sosok tegas dan penuh bersahabat terlihat dalam sikap H. Syafiq Syauqi,Lc dalam memimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tuban. Berkat sikapnya itu, dia dipercayai kembali untuk oleh kader Ansor untuk memimpin Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tuban periode 2016-2020. H Syafiq Syauqi Selain itu, komitmen dalam manjaga kebersamaan antara kader dengan pengurus di tingkat bahwa terus di lakukan. Hal tersebut dilakukan guna untuk menciptakan organisasi yang dipimpinnya terus maju, berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat. “Keberadaan organisasi ini harus bermanfaat buat seluruh lapisan masyarakat, dan para kader beserta pengurus sudah kita tanamkan jiwa kepemimpinan untuk mengabdi terhadap bangsa tanpa pamrih,” terang Gus Syafiq panggilan akrabnya. Menurutnya, semua kepentingan kader dan pengurus menjadi peroritas utama dalam mewujudkan kemakmuran dan kondisi Tuban aman. Serta tidak ada perbedaan dalam memberikan kontribusi buat masyarakat. “Semua masyarakat (kader, red) harus di perlakukan yang sama untuk mendapatkan hak – hanya,” jelasnya. Lebih lanjut, dalam kepemimpinan kedepan, Gus Syafiq menjelaskan bahwa pengurus Ansor akan mencanangkan program yang berkualitas buat kader Ansor dan msyarakat luas. Diantaranya program bantuan hukum di setiap masingmasing Kecamatan. “Program bantuan hukum itu digunakan buat masyarakat yang membutuhkan, dan akan kita kawal secara penuh dan baik,” terangnya. Selain itu, Program pemberdayaan ekonomi yang madiri buat kader juga menjadi hal yang utama. Karena dengan adanya program itu, kader dilapisan desa akan lebih madiri dan perekonomian di Tuban terus meningkat. “Nantinya program pemberdayaan ekonomi sampai kepengurus tingkat ranting (desa, red) dan langsung bisa dirasakan semua masyarakat,” pungkasnya. (at/roh)

Polres Tuban Ringkus Pengedar Karnopen Tuban, Memorandum Dua pengedar pil karnopen kelas teri diringkus jajaran anggota Polres Tuban di jalan Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban. Hasil penangkapan itu, petugas hanya mengamankan barang bukti (BB) berupa 150 butir pil karnopen dan uang hasil Kedua tersangka di Polres Tuban. (at) penjualan Rp 4 ribu. Adalah Sarko (21), warga Dusun Bongkol, RT 04/RW 06, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, dan Lasinik (27), warga Dusun Tarakan, RT 01/RW 02, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak. “Mereka berdua telah ditahan guna proses penyelidikan,” kata AKP Elis Suedayati, Kasubbag Humas Polres Tuban, (18/10). Menurutnya, penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat setempat yang sudah resah melihat ulah pelaku. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dengan target operasi yang telah di tentukan. “Pil karnopen sebanyak 150 butir dan uang tunai telah diamankan untuk mengungkap fakta baru,” jelas Elis Suedayati ini. Sementara itu, kedua pelaku di jerat Pasal 197 sub pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Serta terancam hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. (at/roh)

Pamit Bermain, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam Tuban, Memorandum Keheningan menyelimuti keluarga Saeri, warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. Karena, buah hatinya Ali Mu’man (8) yang pamit bermain, tetapi ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kening. “Korban ditemukan tenggelam di Sungai Kening sekitar pukul 07.15,” terang Camat Parengan Didik Purwanto, Selasa (18/10). Peristiwa nahas tersebut, terjadi Senin (17/10) pagi. Saat itu, korban pamitan untuk bermain dengan temannya di sekitar Sungai Kening. Kemudian sorenya, korban yang tidak sekolah itu tidak kunjung pulang kerumah. Mengetahui itu, keluarga korban langsung melakukan pencarian di sekitar tempat bermainnya.

Warga mengevakuasi jasad korban. (at)

Hingga pencarian sekitar pukul 19.30, korban tidak ditemukan. Kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat. “Setelah mendapat laporan, keesokan harinya (Selasa, red) perangkat desa beserta warga melakukan pencarian kepada korban,” sambung Camat Parengan. Setalah melakukan pencarian di sekitar sungai, tern-

yata korban ditemukan dalam keadaan tengelam dan sudah tidak bernyawa lagi. Setelah itu, warga melakukan evakuasi terhadap jenazah bocah tersebut dan dilakukan pemeriksaan secara medis. “Ditubuh korban tidak diketemukan tanda tanda penganiayaan, dan jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga duka untuk dimakamkan,” jelas Camat Parengan itu. Sementara itu AKP Elis Suedayati, Kasubbag Humas Polres Tuban menambahkan bahwa korban tenggelam murni kecelakaan. “Tidak ditemukan tanda penganiyaan di tubuh korban,” ujar Elis, kemarin. (at/roh)

Anggaran Workshop Guru Hendak Pesta Miras, 12 Pelajar SMA Digerebek Bahasa Jawa Rp 75 Juta Tuban, Memorandum Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban mengadakan workshop pelatihan bagi Guru Bahasa Jawa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Tuban. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama lima hari dengan anggaran sekitar Rp 75 juta, di aula Disdikpora Tuban, Selasa (18/10). Dana yang digelontorkan itu dipakai oleh panitia untuk biaya operasional dan dana pemeteri. ‘’Dana intu dibuat buat uang transport peserta seminar, pemateri dan lain-lain,’’ kata Muhammad Syufyan Hadi, ketua panitia penyelenggara. Menurutnya, dana yang diambilkan dari APBD tersebut ada hal yang utama dengan pentingnya kegiatan untuk guru tersebut. Serta sesuai peraturan gubernur nomor 19 tahun 2004 tentang muatan lokal wajib bahasa daerah. “Peningkatan kualitas Guru Bahasa Jawa sangat penting,” terangnya. Pihak Dinas berharap setelah mengikuti acara pelatihan guru ini bisa meningkatkan kompetensi guru di bidang bahasa jawa. Sehingga terjadi proses pembelajarn yang aktif kreatif dan inovatif. “Setelah pelatihan selesai, guru diharapkan menerapkan ilmu yang di dapat dalam mengajar di

Pelatihan guru yang diadakan Disdikpora Tuban. (saf/roh)

sekolahan,” tegasnya. Sementara itu, pelatihan tersebut mengundang tim akademisi dan praktisi untuk menjadi pemateri. Diantaranya ketua program studi pendidikan bahasa jawa UNESA Dra. Sri Sulistian. Serta

Ketua Redaktur Majalah Jayabaya Jawa Timur Drs. Widodo Basuki. Selanjutntya, sesuai jadwal pelatihan akan berakhir 21 Oktober 2016 mendatang. Dan pelatihan sudah di mulai sejak 17 Oktober lalu. (saf/roh)

Tuban, Memorandum Sebanyak 12 pelajar yang masih setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kecamatan Jenu diamakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban. Para pelajar yang terdiri dari dua pelajar putri dan sepuluh putra diamankan ketika berada di dalam kamar kos Jalan Sunan Kalijogo Tuban, Senin (17/10) sekitar pukul 23.00. Berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar, bahwa para pelajar tersebut berencana akan menggelar pesta minuman keras (miras) dan obat terlarang dalam rangka memperingati hari ulang tahun salah pelajar putri. Namun, aksi tersebut bisa digagalkan petugas dan dilokasi kejadian diamankan pula sebanyak 9 butir pil carnophen.

“Para pelajar diamakan ketika bersama-sama di kamar kos,” terang Kabid Penegakkan Perda dan Perundang-undangan Satpol PP Tuban Wadiono, Selasa (18/10). Menurutnya, sejumlah pelajar tersebut diamankan petugas, karena dikhawatirkan akan melakukan kegiatan asusila dan dapat mengganggu ketertiban maupun ketentram. Setelah diamankan, petugas langsung membawa meraka ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan. “Di lokas kejadian juga diamankan 9 butir pil carnophen, tetapi meraka tidak mau mengakui barang itu. Serta tidak ditemukan barang-barang miras di lokasi kejadian,” terang Wadiono ini. Lebih lanjut, setelah dilakukan pemeriksaan dan pembi-

naan bahwa mereka mengaku akan merayakan ulang tahun salah satu temannya. Tetapi di lakukan dimalam hari, sehingga langsung dilakukan tindakan tegas oleh petugas. “Setelah dilakukan pembinaan, pagi hari mereka di jemput orang tuanya,” jelas Wadiono ini. Untuk menimbulkan efek jera dan tidak melakukan hal yang sama, Wadiono menegaskan bahwa petugas meminta kepada seluruh pelajar membuat surat pernyataan yang diketahui Kepala Desa dan Kepala Sekolah masing-masing. Serta pemilik kost akan di lakukan pemanggilan dikarenakan sudah beberapa kali pemilik tidak menghiraukan peringatan petugas. “Tempat kos itu sudah menjadi target operasi petugas, karena pemilik kos sering melanggar,” terang Wadiono ini. (saf/roh)

H Mirza Ali Mansyur Nakhodai KONI Tuban (Bagian 2)

Pengurus Periode 2016-2020 Melanggar Peraturan Pusat Tuban, Memorandum Kepengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tuban di periode 2016-2020 dinilai Komisi C DPRD Tuban melanggar aturan pemerintah pusat (PP). Karena didalam kepengurusan KONI yang baru dilantik itu terdapat tiga anggota dewan Tuban. Ketiga anggota dewan diataranya Fahmi Fikroni asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menduduki kepengurusan sebagai Wakil Sekretaris Umum I. Serta Nur Azis asal PKB sebagai Wakil Ketua Umum III, dan Agung Supriyanto asal Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai Wakil Ketua Bidang pembinaan hukum olahraga. “Kepengurusan KONI jelas melanggar aturan pemerintah pusat, karena terda-

Pengurus KONI Tuban baru dikukuhkan. (roh)

pat anggota dewan,” ungkap Hj. Tri Astutik, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban yang membidangi hal tersebut, Selasa, (18/10). Menurutnya, di PP Republik Nomor 16 tahun 2007 tentang penyelengaraan olahraga dalam pasal 56 ayat 1 di sebutkan, pengurus komite Nasional, Provinsi, dan Kabupaten

atau Kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik. Serta di ayat 4 bahwa pengurus dilarang memegang suatu jabatan publik yang di peroleh melalui proses pemilihan langsung oleh rakyat. “Anggota dewan itu jelas jabatan publik yang di pilih secara langsung oleh masyarakat.

Kenapa di kepengurusan ada hal tersebut,” terang perempuan asal Partai Gerindra itu. Lebih lanjut, dia menambahkan di dalam Surat Edaran Mendagri nomor 800/148/sj 2012 yang menegaskan kepala daerah tingkat I dan II, pejabat publik, wakil rakyat, hingga pegawai negeri sipil (PNS) dilarang rangkap jabatan dalam

organisasi olahraga. Seperti Koni dan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), serta kepengurusan klub sepak bola profesional atau amatir. “Larangan itu sudah jelas dan perbijak pula pada undang-undang (UU) nomor 3 tahun 2005. Jika itu diteruskan bagaimana menjaga kenetralan pengurus Koni Tuban,” jelas Hj. Tri Astutik ini. Sementara itu, Ketua KONI Tuban H. Mirza Ali Mansyur, mengaku tidak mempermaslahan hal tersebut. Karena dinilai komposisi kepengurusan sudah efektif dan berdasarkan koordinasi dengan pengurus provinasi. “Yang tidak boleh itu Ketua Umum dijabat PNS atau jabatan publik,” tepis Ketua KONI Tuban. Seperti diketahui, secara resmi Ketua Umum KONI Kabupaten Tuban dinakhodai H. Mirza Ali Mansyur, ST, MM. Selanjutnya, jajaran pengurus KONI yang memiliki anggaran jumbo sebesar Rp 4,7 miliar di tahun 2016 dilantik Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, Sucipto, S. Sos, di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Minggu (9/10) lalu Pelantikan tersebut sesui dengan surat keputusan KONI Jawa Timur, Nomor 821.2/ SK.36 / 601.1 / 2016. Sebanyak 42 pengurus dilantik termasuk, dan temasuk sekelas Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana hanya menjadi Wakil Ketua Umum I. (roh/bersambung)

KEHILANGAN STNK Kehilangan STNK S-6122-HQ. An. Kasmiadji Setiawan, Kel Sidorejo RT 03/01, Kec Tuban, Kab Tuban. Kehilangan STNK S-6115-GG.An. Hadi Suhirlan, Ds Cendoro RT 02/05, Kec Palang, Kab Tuban.


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 8

KEDATANGAN/KEBERANGKATAN DARI SURABAYA GUBENG KE BANYUWANGI Kereta Api Mutiara Timur (Eksekutif & Bisnis) Stasiun (Station) Sb. Gubeng Sidoarjo Bangil Pasuruan Probolinggo Tanggul Rambipuji

KA 85 Kedatangan Keberangkatan (Arrival) (Departure) 09.23 09.47 10.09 10.55 12.04 12.29

09.00 09.25 09.52 10.11 11.01 12.10 12.31

Stasiun (Station) Jember Kalisat Kalibaru Kalisetail Temuguruh Rogojampi Karangasem Banyuwangi

Kedatangan (Arrival) 12.43 13.11 14.00 14.25 14.37 14.50 15.04 15.20

KA 85 Keberangkatan (Departure) 12.51 13.13 14.03 14.27 14.39 14.52 15.08 -

MOJOKERTO-JOMBANG

KEPALA BIRO: Muhammad Anwar. MOJOKERTO: Suparno, Soffan Soffa. JOMBANG: As’ad Choirudin, Ferdy Cahyo, Hermawan. Telp/SMS: 082257535345. EMAIL: anwarmojokerto@gmail.com

Tepergok Transaksi Pil Koplo

Suasana hearing Komisi A, DPRD Jombang. (wan)

Polemik Pilkadus Sawahan, Komisi A Perintahkan Patuhi Putusan PTUN Jombang, Memorandum Polemik pengisian Kepala Dusun Sawahan, Desa Barong Sawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang memasuki babak baru. Pasca dilaksanakan 25 November 2015 silam, hasilnya, Lutfi Hidayat (29), dinyatakan pemenang penjaringan. Tetapi belum juga dilantik oleh Kepala Desa setempat. Malah, dalam prosesnya, terdapat dua gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN-red). Masing-masing bernomor : 17/P.FP/2016/PTUN.SBY, serta : 35/G/2016/ PTUN.SBY. Masih berlarutnya perkara dimaksud. Membuat Komisi A DPRD Jombang, melakukan hearing. Kendati masih dalam tahap awal, yang hanya mengundang Kabag Hukum, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdakab Jombang. Lalu Camat Bandar Kedungmulyo, serta Kepala Desa Barong Sawahan. “Sudah seharusnya, Pemdes segera melantik hasil dari proses penjaringan perangkat,” papar Ketua Komisi A, Cakup Ismono, sesaat selesai hearing,(18/10). Terlebih, telah dikuatkannya posisi pemenang hasil seleksi perangkat. Dengan putusan dari PTUN Surabaya. Dimana beberapa poin yang telah diwajibkan dalam amar putusan. Diantaranya mewajibkan Kepala Desa selaku tergugat, untuk memproses lebih lanjut. Hasil dari seleksi perangkat desa, atas nama Lutfi Hidayat selaku penggugat. “Dikaji dari sudut manapun, putusan Pengadilan telah memiliki kekuatan hukum tetap,” pungkas Cakup menegaskan. Terpisah, Kepala Desa Barong Sawahan, Tri Destyo Lulas Bono, melalui Camat Bandar Kedungmulyo, M. Hassan, menuturkan. Akan menunggu hasil dari keputusan Komisi A, perihal hasil hearing yang digelar. Namun sejauh yang ia ketahui, kenapa hingga saat ini belum juga melakukan pelantikan. Sebab Kades merasa ada kejanggalan, ketika pelaksanaan seleksi. “Maka, kami akan menunggu hasil dari putusan / rekomendasi Komisi A,” tandasnya.(wan)

Polsek Mojosari Tangkap Penjual Ganja Mojoranu Mojokerto, Memorandum Edarkan ganja, Alimin (25) warga Dusun Mojoranu, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ditangkap anggota Satreskrim Polsek Mojosari, Senin (17/10). Dalam penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, enam poket ganja kemasan plastik klip, uang tunai Rp 100 ribu dan satu buah hp. Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP Sutarto SH, membenarkan adanya penangkapan tersangka. Penangkapan tersebut, berkat informasi dari masyarakat, bahwa tersangka sering melakukan Alimin pengedar ganja. transaksi ganja di wilayah Mojosari. Akhirnya petugas melakukan pengintaian selama sepekan. Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas melihat sasaran sedang melakukan transaksi di depan Indomart yang terletak di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Pada saat itulah petugas melakukan penggerebekan. Maka tersangka langsung digelandang ke Polsek Mojosari. Dan saat di lakukan pemeriksaan, ia mengaku bahwa telah membawa enam poket ganja, yang di simpan di kantong celana bagian belakang dan di masukkan ke dalam kemasan rokok Gudang Garam. “Dan dalam pengakuannya, ia dapat dari Paijo (DPO) di beli dengan harga Rp 300 ribu dan tersangka mendapatkan untung Rp 100 ribu,” ungkapnya. Tersangka di jerat pasal 114 ayat (1) subs pasal 11 ayat (1) Undang Undang RI, no. 35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal sepuluh tahun penjara. “Petugas saat ini melakukan pendalaman kasus tersebut, guna mengungkap jaringan yang lain,” ungkapnya. (no)

Polres Jombang Bekuk Penjual Kopi Asal Blimbing Jombang, Memorandum Perang terhadap peredaran narkoba, terus digencarkan oleh Polres Jombang. Hasil dari penangkapan disalah satu warung, Dusun Kedongdong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben. Petugas membekuk Nurcholis alias Jembung (39), warga sekitar yang berprofesi sebagai penjual kopi. Dari tangan tersangka, berhasil diamankan beberapa barang bukti. Diantaranya 30 pil double L, uang tunai 100 ribu, serta 1 buah HP, yang digunakan sarana bertransaksi. Diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Jombang, Iptu Subadar. Penangkapan terhadap tersangka, berawal dari masuknya laporan dari masyarakat. Polisi yang melakukan penelusuran, mendapati buruan sedang bertransaksi dengan salah satu pelanggannya, Sabtu (15/10). Tidak mau incarannya kabur, langsung dilakukan penangkapan. “Hasilnya, pelaku tidak dapat berkutik,” paparnya,(18/10). Dari pengakuan pelaku, ia

Nurcholis.(wan)

mendapatkan obat keras berbahaya dari salah satu bandar,

asal Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Namun saat dilakukan pengembangan, sang bandar telah berhasil kabur. Kuat dugaan, ia mengetahui salah satu pengedar jaringannya. Tertangkap Polisi, saat bertransaksi. “Setelah berhasil diamankan, tersangka langsung dibawa ke Mapolres, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Kasubag Humas. Akibat perbuatnnya, pelaku masih terus menjalani pemeriksaan intensif oleh Petugas. Setelah sebelumnya, dilakukan gelar perkara dan tersangka telah cukup bukti untuk dilakukan penahanan. Sebagaimana Laporan Polisi, bernomor : LP/406 /IX/2016/ Jatim/Res Jombang, tanggal 24 September 2016. “Pelaku dijerat dengan pasal-pasal 196 sub 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara,” pungkas Subadar.(wan)

Curi Kotak Amal di Tiga Masjid Pakai Obeng Jombang, Memorandum Polsek Sumobito membekuk seorang pemuda spesialis pencuri kotak amal masjid/ musala, Selasa (18/10/2016). Pelaku bernama Anis Isnaini (31), warga Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Ironisnya, pelaku hanya mendapatkan uang Rp 3 ribu dari kotak amal itu. Anis melakukan aksi terakhirnya di Musala Al Ikhsan, Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito. Saat itu, Anis berpura-pura istirahat di musala tersebut. Semakin siang, kondisi semakin sepi. Anis pun akhirnya beraksi. Dia mengeluarkan obeng warna merah. Dengan obeng itu pula pelaku menjebol kunci gembok yang menutup kotak amal tersebut. Sejurus kemudian uang dalam kotak amal itu

sudah berpindah tangan. Oleh Anis dimasukkan ke dalam tas yang ia bawa. Berhasil menjalankan kejahatannya, warga Plandi itu segera pergi. Saat itulah pelaku berpapasan dengan takmir musala. Tentu saja, takmir musala itu curiga. Karena Anis pergi dengan tergopoh-gopoh. Takmir musala semakin kaget ketika melihat kotak amal kondisinya berantakan. Yakin ada yang tidak beres, takmir musala mengejar serta menghubungi polisi. Beruntung, pelaku belum pergi jauh dan bisa dilumpuhkan dengan mudah. Awalnya, Anis mengelak tudingan petugas. Namun dia tidak berkutik ketika dalam penggeledahan ditemukan uang recehan di dalam tas yang ia bawa. “Pelaku beri-

kut barang bukti langsung kita amankan,” kata Kapolsek Sumobito AKP Agus pada beritajatim.com. Dari pemeriksaan, Anis mengaku bahwa pencurian yang ia lakukan bukan sekali itu saja. Sebelumnya ia menggasak kotak amal di Musala AtTauchid Dusun Semping, Desa Mentoro, dan Masjid Darul Muttaqim Desa Plosokerap, Kecamatan Sumobito. “Di Musala At-Tauchid pelaku menjarah uang dari kotak amal sebesar Rp 185 ribu, sedangkan dari Masjid Darul Muttaqim mendapatkan hasil kejahatan sebesar Rp 800 ribu. Kami juga menyita obeng warna merah, kotak amal berisi uang Rp 3 ribu, serta sepeda motor Honda Vario 125, Nopol S- 5710-ZW,” pungkas Agus. (*/nin)

Mayat Mr X Gegerkan Pasar Keboan Jombang, Memorandum Penemuan mayat tanpa identitas, menggemparkan pasar Keboan, Kecamatan Ngusikan. Terlebih, saat diketemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pada hari Minggu,(16/10), sekitar pukul 14.00 WIB. Jasad berjenis kelamin pria tersebut, berada di depan rumah milik Nandiro (43), wargaDusunKeboanKidul,Desa Keboan. Kuat dugaan, penyebab meninggalnya tunawisma itu, dipicu sakit. Diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Jombang, Iptu Subadar. Awalnya, saksi Nandiro melihat kondisi korban sedang kesakitan. Karena takut, ia memanggil Kaur Kesra untuk bersama – sama memeriksa. “Setelah didekati

Pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas. (wan)

dan diperiksa, tak lama setelah mengalami kesakitan, korban menghembuskan nafas terakhir,” paparnya,(18/10). Selain diketahui sudah hampir 6 tahun luntang

lantung, di pasar Keboan. Masyarakat sendiri selama ini tidak mengetahui, identitas pria yang diperkirakan berusia 80 tahun tersebut, termasuk siapa keluarganya. Tak lama setelah memastikan korban meninggal, saksi langsung melaporkan penemuan mayat ke Polsek Ngusikan. “Petugas yang datang, langsung mendatangi TKP, memeriksa saksi, sekaligus mengevakuasi jasad menuju RSUD Jombang, untuk dilakukan Visum Et Repertum,” urai Kasubag Humas. Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter dari Puskesmas. Tidak diketemukan adanya tanda – tanda kekerasan fisik. Jadi dapat dipastikan, meninggalnya korban disebabkan sakit yang diderita. “Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, dapat langsung menuju kamar jenazah, terlebih jika memiliki ciri – ciri fisik, seperti yang ditemukan di Keboan,” tandas Subadar.(wan)

Ratusan motor yang diamankan petugas. (fa)

Rombongan Pesilat PSHT Dihadang di Dua Lokasi Mojokerto, Memorandum Kronologi penghadangan anggota simpatisan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Mojokerto oleh sekelompok warga yang tidak dikenal terjadi didua tempat. Seperti yang dijelaskan Wakil Ketua Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Agus Iswahyudi ketika ditemui koran ini. Menurutnya, aksi bentrok antara angggotanya dengan warga ini terjadi saat digelar pelantikan/pengesahan (wisuda) warga anggota baru PSHT Cabang Mojokerto, 15-16 Oktober 2016. “Bentrok pertama saat berangkat, yakni di Jalan Raya Desa Kebonagung, Kecamatan Puri pada Sabtu malam. Bentrok kedua, saat pulang di simpang empat Desa Kupang, Kecamatan Jetis pada Minggu dini hari. Baik di Puri maupun Jetis, konvoi ada tiga gelombang. Saat berangkat lewat Puri, gelombang pertama aman melintas karena mendapatkan pengawalan,” ungkapnya. Masih kata Agus, gelombang kedua ada sekelompok pemuda naik sepeda motor di depan gelombang kedua melakukan konvoi dengan cara ‘membleyer-bleyer’ dan berjalan zig-zag memenuhi jalan. Dari keterangan yang diterima, gelombang kedua tidak mengenal sekelompok pemuda yang berada di depan mereka. “Anggota kami tidak mengenal kelompok tersebut. Karena itu, anggota kami kemudian melakukan pengejaran dan mendapat penghadangan warga. Anggota kami melihat ada batu yang sudah disiapkan warga. Apakah ada penyusup, kami belum berani mengatakan tapi kemungkinan bisa saja terjadi, karena yang di depan itu bukan anggota kita,” katanya. Lanjut Agus, pihaknya belum berani mengatakan kecolongan, adanya dugaan penyusup. Pasalnya hal itu perlu dibuktikan. Apalagi, menurutnya, anggota yang konvoi tidak hanya berasal dari Mojokerto, tapi juga dari luar daerah. Seperti, Jombang, Tuban, Lamongan dan Gresik. “Di TBI, sebelum berangkat semua digeledah tidak boleh membawa sajam atau sejenisnya, tapi kenyataan di lapangan ada peristirwa pembacokan terhadap warga. Kami tidak tahu senjata itu dari mana.

Antisipasi Bentrok Susulan, Polresta Terjunkan Dua Kompi Brimob Mojokerto, Memorandum Hindari aksi bentrok susulan yang dilakukan simpatisan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Selasa (18/10) Polres Mojokerto Kota meminta bantuan Polda Jatim. Kapolres Mojokerto Kota AKBP. Nyoman Budiarja menyatakan, jika pihaknya meminta bantuan sebanyak satu pleton anggota Brimob Polda Jawa Timur dari Kompi Kediri.

KEHILANGAN S 6670 QX KHAIRUS SALISIYAH DSN PUGERAN RT2RW1 DS PUGERAN KEC GONDANG S5795RU MEGA IRMA MELATI DSN SENO RT2RW3 DS SIDOMULYO KEC BANGSAL S.6652.NO/JUMAWan nur islam/ dsn.kasiyan ds.domas trowulan KT.1165.LK/MUHAMMAD RUS LAN SPD/JL.MULAWARMAN 71. RT22.KEL.SEPINGGAN BALIK PAPAN B.8496.HB / AHMAD JAIS SE /

JL.WAJA 1. NO.17. RT5.RW2. HA RAPAN KEMAYORAN JAK PUS Stnk ag 2254 xb, Giyanto, Ds. ngepeh 03/03, loceret, nganjuk. Stnk ag 5556 xq, Pailan, dsn. pulo ds. campur, gondang, nganjuk. Stnk ag 4526 xz, anam april rianto, ds.kedungsuko.02/02, sukomoro, nganjuk. Hlg stnk ymh13 N.5761.OM an bhaku arizatyagraha pakijangan 30 5/3 wonorejo

Pengeledahan sudah kami lakukan, upaya meminimalisir sudah dilakukan organisasi,” ujarnya. Sementara kasus bentrok di simpang empat Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Agus menjelaskan jika kasusnya sama. Gelombang pertama pulang mendapat pengawalan ketat dan akhirnya lolos, aman tidak ada apa-apa. Gelombong kedua, sekitar pukul 03.00 WIB diduga warga terusik karena sebelumnya juga ada konvoi bersiap-siap menghadang sehingga Polsek Jetis mengembalikan dan menyarankan melalui ke Gedeg dan Kemlagi. “Akhirnya, gelombang kedua tidak terjadi apa-apa. Gelombang ketiga sempat berhenti di jembatan Gajahmada. Saya berada di belakang rombongan ketiga, tapi sekitar pukul 04.00 WIB, saya mampir Wates ada dua pengendara sepeda motor pakai celana biasa dan helm. Dari keterangan korban selamat, dia bersama korban meninggal mendapat penghadangan dan dilempari kayu sehingga terjatuh. Bahkan sepeda motor oleng hingga menabrak tiang telepon dan mereka dimassa” jelasnya. Agus menjelaskan, dari keterangan korban selamat, sebelumnya dua anggota melintas dan satu dari anggota Perguruan Silat (PS) lainnya yang kebetulan lewat juga mendapatkan penghadangan dan pemukulan. Dua anggota terluka, sementara motor PS lainnya tersebut rusak. Menurutnya, ia pun kembali dan melihat korban, Dwi Cahyono (19) dan Andika Dwi Pratama (17) sudah dibawa mobil. “Saya ke Polsek membawa korban Subandi dan Son Sholikudin serta satu orang lain. Dari keterangan polisi, Dwi Cahyono dan Andika Dwi Pratama menjadi korban kecelakaan tunggal. Memang saya sendiri tidak melihat aksi bentrok karena berada di belakang mereka sehingga saat saya ke lokasi, saya melihat tiga orang itu tergeletak. Kami menyayangkan jika ada satu hal yang harus ditutupi, jika kami yang keliru maka secara moral organisasi pasti diminta pertanggungjawaban,” tuturnya. Agus menambahkan, jika anggotanya menjadi korban, seharusnya pihak kepolisian fair dengan mengatakan sebenarnya. (fa)

Hlg stnk kawasaki 05 N.2549.TBW an ibnu mas’ud nganglang 3/1 rembang Hlg stnk hnd16 N.2121.TAU an rejaso lor 4/2 rejoso S.6670.QX khairus salisiyah dsn pugeran rt2 rw1 ds pugeran kec. gondang S.5795.RU mega irma melati dsn seno rt2 rw3 ds sidomulyo kec bangsal S.5033.RN mastutik mojokerto

Pergeseran Pasukan Brimob (fa)

“Kami sudah mengerahkan bantuan sebanyak 90 personil dari Polda Jatim. Yakni penebalan di titik perbatasan serta sasaran TKP lokasi perusakan dan rumah korban sebagai titik kumpul solidaritas simpatisan PSHT,” ungkapnya. Sementara itu, pada malam sebelumnya anggota Polres Mojokerto Kota juga telah berhasil mengamankan sebanyak 35 simpatisan SH Terate dari lokasi kejadian. Setelah dilakukan pendataan para simpatisan tersebut berasal dari wilayah Kabu-

paten Mojokerto dan sebagian lagi dari wilayah sekitar. Diantaranya, enam orang dari Mojokerto, 23 orang dari Lamongan, empat orang dari Bojonegoro, satu orang dari Nganjuk dan Jombang. Usia mereka mulai dari 17 sampai 25 tahun dan enam diantaranya, masih berusia di bawah umur. Selain simpatisan, petugas juga mengamankan ratusan motor milik simpatisan SH Terate yang sebelumnya ditinggal lari saat petugas menyisir lokasi kejadian.(fa)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 9

PATRIA PAMENANG MELIPUTI WILAYAH KOTA/ KABUPATEN BLITAR DAN KOTA/ KABUPATEN KEDIRI. KABIRO: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Susilo Prabowo ST, Aunur Rofiq, Ana Akina, Binti KH, Ahmad Rifai. EMAIL: memorandumppls@gmail.com Tlp.081334603445 Kantor. Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Curi Speaker, Warga Plemahan Masuk Bui

PANUTAN

Berkarya untuk Ibu Pertiwi

M

uda dan penuh semangat. Itulah Syaiful Huda yang sejak awal masa kuliah bercitacita ingin membangun bangsa dan negara. Beragam upaya ia tempuh, salah satunya adalah melalui bidang organisasi. Ada cukup banyak organisasi yang ia ikuti. Salah satunya Purna Karya Pemuda Indonesia (PPMI). Kerja keras yang Syaiful Huda ia tunjukkan berbuah sebuah kepercayaan. Dia ditunjuk sebagai sekretaris DPD PPMI Jawa Timur.”Dipercaya sebagai sekretaris adalah amanah dan tanggung jawab. Saya selalu ingin berbuat yang terbaik untuk Ibu Pertiwi,” kata Syaiful kepada Memorandum, Selasa (18/10). Syaiful selalu dan terus berpikir tentang bagaimana cara menbangun masyarakat dan negara agar bisa semakin maju. Dengan berorganisasi ia bersama dengan teman lainnya berusaha mewujudka apa yang ada dalam pikirannya. ”Program PPMI ini di antaranya adalah pembangunan masyarakat dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi. Salah satu fokusnya adalah bidang kewirausahaan,” tandas mahasiswa semester akhir di Unisba Blitar ini. Apa yang ia utarakan itu bukan gurauan belaka. Bersama dengan PPMI, Syaiful saat ini sedang melaksanakan Jambore Pemuda Indonesia di Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, mulai 17 sampai dengan 19 Oktober 2016. Kegiatan diikuti 38 peserta kota/kabupaten se Jawa Timur. Jambore ini menampilkan pentas seni, seminar dan kirab budaya. (ana)

Wabah Difteri di Kota Blitar Meningkat Blitar, Memorandum Jumlah kasus suspek difteri di Kota Blitar tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan 2015 lalu.  Sepanjang tahun 2015 hanya terdapat 6 kasus suspek difteri di Kota Blitar. Namun ditahun 2016 ini data dari bulan Januari sampai September dinas kesehatan Kota Blitar mencatat 16 wabah suspek difteri.  Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Ngesti Utomo. Di mana sebaran penukaran difteri di Kota Blitar tersebar di tiga kecamatan di Kota Blitar.  “Sepanjang tabun 2016, ada 16 wabah yang memang gejalanya mirip dengan difteri,” ungkap Ngesti Utomo,  Selasa (18/10). 16 wabah suspek difteri tersebut diantaranya empat kasus di kecamatan Sukorejo,  delapan kasus di kecamatan Sananwetan,  dan lima kasus dikecamatan Kepanjenkidul.  Dimana rata-rata pasien suspek difteri tersebut merupakan anak-anak usia sekolah. “Untuk kasus terbanyak kita temui di kecamatan Sananwetan, karena memang Sananwetan merupakan kecamatan yang mobilitasnya cukup tinggi. Sehingga lebih rentan penularan penyakit termasuk difteri, “ imbuhnya. Lanjut Ngesti Utomo, peningkatan jumlah kasus

Kediri, Memorandum Ingin punya speaker aktif, karena tidak bisa membeli, Legiman (46), warga Desa/Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri memilih mencuri. Namun, belum sempat menikmati hasil curiannya, tukang batu yang lagi nganggur itu keburu diamankan polisi dan dimasukkan bui. Dia ditangkap polsek setempat karena diketahui mengambil speaker aktif milik Dedik Susilo (31), tetangganya. Sebelum rumahnya digeladah dan diamankan polisi, oleh Dodik pelaku sudah didesak untuk mengembalikan speaker aktif yang diambilnya. Namun upaya korban tidak berhasil. Setelah itu korban lapor ke Polsek Plemahan. Ketika polisi menggeledah rumah pelaku, ditemukanlah speaker aktif milik korban. Kapolsek Plemahan AKP Su-

Legiman (tengah) dengan barang bukti speaker aktif didampingi petugas.

harjito melalui Kasi Humas Aiptu Endah Anggraheni mengatakan, pencurian terjadi Minggu malam (16/10) di tempat pemancingan milik korban. “Pelaku kepada polisi mengaku, mengambil speaker itu pas kondisi pemancingan sedang sepi. Itu dilakukan karena pelaku ingin memiliki speaker tersebut. Sementara untuk membeli tidak mampu karena tidak bekerja,” terangnya, Senin (17/10). Informasi lebih lanjut, aksi pelaku ketika mencuri ada yang memergoki, kemudian oleh saksi diberitahukankepemiliknya.Sehingga ketika polisi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti2speakeraktif,pelakutidakbisa membantahnya.“Karenaperbuatannya maka pelaku terancam pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas empat tahun kurungan,” pungkasnya. (mad)

Dua Pengikut Dimas Kanjeng Asal Kediri Enggan Pulang Kediri, Memorandum Dari sekian pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal Kabupaten Kediri, dua di antaranya enggan diajak pulang. Dengan alasan lebih senang tinggal di padepokan, mereka memilih tetap di sana. Keduanya adalah Ahmad Kisworo asal Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dan Endang Susilowati asal Desa Jagung, Kecamatan Pagu. Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Eko

Setiono, bersama Kabag Humas Pemkab Kediri, Haris Setiawan, kepada awak media. Kedua warga Kediri yang berada di Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi berhasil ditemui tim gabun-

gan dari Pemkab Kediri, namun enggan diajak pulang. ”Setelah kami lakukan pengecekan di Padepokan Kanjeng Dimas di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ada dua warga Kediri yang masih tinggal di sana. Sayangnya enggan diajak pulang,” terangnya, Selasa (18/10). Awalnya, masih kata Eko Setiono, tim kesulitan ketika hendak menemui keduanya. Itu disebabkan,

situasi padepokan sedang memanas. “Secara kebetulan salah satu anggota tim bertemu Achmad Kisworo, sehingga tim diperbolehkan berbincang di padepokan. Setelah itu tim juga bertemu Endang Susilowati, namun tidak diperkenankan mendekat ke tenda-tenda pengikut,” tambahnya. Sebelumnya, delapan pengikut Dimas Kanjeng asal Kabupaten Kediri sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka

adalah Tarjiyah warga Desa/Kecamatan Gampengrejo, Abdul Muin, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Sri Andarwati, warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Eko Suwaji, warga Desa/Kecamatan Tarokan, Sumiatun Solikah, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kurdi, warga Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, dan terakhir M Shohib Nurhuda, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. (mad)

dr. Ngesti Utomo.

suspek difteri itu, dipengaruhi berbagai faktor.  Salah satunya adalah kepadatan dan mobilitas penduduk.  Karena penularan penyakit yang menyerang fungsi pernafasan itu menular melalui udara.  Dengan kondisi itu dinas kesehatan Kota Blitar terus berupaya untuk terus menekan jumlah wabah. Selain melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah yang terdapat penderita difteri,  Dinkes juga melakukan profilaksi dan memberikan obat kepada warga sekitar pasien untuk memutus mata rantai penularan didaerah tempat tinggal pasien.  Ataupun tempat bergaul pasien, untuk memastikan tidak ada warga lain yang tertular. “Langsung kita kasih obat,  termasuk di sekolah-sekolah dimana ada siswanya yang terserang difteri, “ pungkasnya. (ana)

Polresta Blitar Sidangkan 15 Kasus Miras Polres Blitar Tetapkan Dua Tersangka Korupsi KONI Blitar, Memorandum Setelah menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Penyidik Polres Blitar menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blitar tahun 2015. Kedua tersangka ini pengurus KONI yang berinisial DW dan MA. “Untuk jabatan kedua tersangka merupakan pengurus KONI, yang akan kembali kita panggil pada akhir minggu ini,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, SH, SIK, Selasa (18/10). Slamet Waloya menegas-

AKBP Slamet Waloya.

kan, penetapan tersangka ini setelah pihaknya menerima hasil pemeriksaan BPKP dan melaksanakan gelar perkara di satuannya, Minggu lalu. Rencananya kedua tersangka yakni DW dan MA akan dipanggil untuk di Berita Acara Pemeriksaan (BaP) akhir Minggu ini. “Kami juga sudah memeriksa 112 saksi dalam kasus korupsi KONI ini,” ungkapnya. Dikatakannya, dari dana Rp 3 miliar ini, Rp 1,5 miliar digunakan untuk kegiatan lain di luar Porprov dan setengahnya untuk membiayai kegiatan 300 atlet dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada 2015 lalu. Namun berdasarkan audit BPKP KONI Kabupaten Blitar justru membuat kegiatan fiktif yang merugikan negara atau korupsi sebesar RP 972.438.000,-.

Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 junto 15 UURI No 20/2001 perubahan atas UURI 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan ancaman hukuman pasal 2 adalah pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 th dan denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. Untuk pasal 3 paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 50 juta paling banyak Rp 1 miliar. Meski demikian, dia belum menentukan apakah kedua tersangka akan langsung ditahan usai di BAP, sebab penahanan ini merupakan kewenangan dari penyidik. “Kalau orangnya kooporatif bisa jadi, tidak langsung dilakukan penahanan oleh penyidik,” ujarnya. (ana)

Blitar, Memorandum Polresta Blitar mengungkap 18 kasus peredaran minuman keras di wilayah hukum Polrestas Blitar, selama September hingga pertengahan Oktober. Sedangkan dari 18 kasus ini sudah 15 kasus yang sudah masuk persidangan. Kasubbag Humas Polres Blitar Kota, Kompol Mohammad Lessy mengatakan, dari 15 kasus yang sudah disidangkan ini, 10 kasus siding pada September dan lima kasus siding pada Oktober ini. Tiga kasus tersisa akan segera dipersidangkan bulan ini. Denda bagi penjual miras sesuai undang undang tipiring mencapai Rp 2 juta. Sehingga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi penjual miras. “Adanya denda yang mencapai Rp 2 juta ini, diharapkan mampu memberikan efek jera bagi penjual miras agar tidak menjual miras kembali, maupaun memberikan efek jera bagi warga yang akan berjualan miras,” kata Lessy, Selasa (18/10).

Dari sembilan kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Blitar Kota, jumlah peredaran minuman keras terbesar di wilayah Kecamatan Ponggok dengan delapan kasus. Sementara untuk peringkat kedua yakni Kecamatan Sanankulon dengan tiga kasus yang sudah diungkap. Selama satu setengah bulan terakhir, Satuan Shabar Polres Blitar mampu mengamankan 47 botol miras berbagai merek seperti arak jowo (Arjo), Vodka, dan kuntul. Sedangkan dari 47 botol miras ini 28 botol miras didapatkan selama September, dan 19 botol pada pertengahan Oktober. “Kami dari Kepolisian akan menindak tegas bagi penjual miras, untuk menghindari perbuatan melanggar hukum yang disebabkan oleh minuman keras. Apalagi saat ini menjelang akhir tahun banyak warga yang ingin merayakan tahun baru dengan minum minuman keras,” tutupnya. (ana)

Pemilik Rental Balowerti Lapor Polisi Kehilangan Vario Kediri, Memorandum Kembali aksi kejahatan dengan modus menyewa/rental kendaraan di Kediri Kota memakan korban. Kali ini menimpa pemilik motor, Erwin Tri Laksono (35), warga Jalan Stasiun 03-A, Perum PJKA Kelurahan Balowerti, Kota Kediri. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu dialami korban sejak 1 Oktober lalu. Saat itu, siang pukul 12.00 WIB, seseorang mengaku bernama Sono, usia 40 tahunan, datang ke rumah korban, dengan maksud menyewa motor. Setelah terjadi kesepakatan harga, Honda Vario AG 2105 CE warna hitam tahun 2016 disewa Sono selama lima hari. Tidak menaruh curiga, motorpun dibawakan korban ke pelaku. Sayangnya, tidak ada identitas yang ditinggalkan. Sehingga alamat pelaku tidak diketahui selain hanya nomer telepon.

Setelah lima hari berjalan, rupanya pelaku tidak juga mengembalikan motor korban. Bahkan nomer telepon pelaku tidak bisa dihubungi. Akhirnya korban memutuskan untuk mencari keberadaan pelaku dan motornya ke berbagai tempat, namun hasilnya nihil. Sadar menjadi korban penipuan dan penggelapan, Senin (17/10) sore, korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolresta Kediri. Kejadian itu dibenarkan Kasubag Humas Kediri Kota AKP Anwar Iskandar. Pihaknya mengaku sudah menerima laporan korban. “Kemarin (Senin-red), seorang warga Balowerti melaporkan kalau motornya dibawa lari penyewa. Hingga saat ini polisi telah menindaklanjutinya,” terangnya kepada awak media, Selasa (18/10). (mad)

MBANGUN DESA

Pertinas Pengaruhi Perilaku Sehat Warga Gogodeso Blitar, Memorandum Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar sedang bersukacita. Di tempat mereka sedang digelar Perkemahan Bhakti Nasional (Pertinas) V Saka Bhakti Husada mulai 17 hingga 23 Oktober 2016. Meskipun yang menjadi tuan rumah sebenarnya adalah Pemerintah Kabupaten Blitar, namun warga Desa Gogodeso sangat bangga daerah mereka dijadikan lokasi Pertinas. Bendungan serut yang dijadikan lokasi merupakan ikon wisata Desa Gogodeso. Sejak jauh hari sebelum digelarnya Pertinas, seluruh warga masyarakat sudah berbenah melakukan kerja bakti di sepanjang jalan. “Seluruh warga masyarakat kami menyambut baik sekali. Pertinas ini adalah event tingkat nasional,” kata Kepala Desa Gogodeso, Choirul Anam,

Warga Desa Gogodeso kerja bakti jelang pelaksanaan Pertinas.

Selasa (18/10). Choirul menambahkan, ia berharap digelarnya Pertinas ini selain memebuat

warga desa bangga, diharapkan juga akan berpengaruh terhadap perilaku sehat warga masyarakat Desa Gogodeso.

”Semoga akan berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat warga kami. Perillaku hidup sehat itu dalam arti sikap, pola pikir dan tindakan dalam hidup harus selalu sehat,” imbuhnya. Ada 2500 peserta Pertinas yang datang dari 34 provinsi, Choirul berharap kehadiran banyak orang dari seluruh wilayah Indonesia ini bisa menginspirasi warga gogodeso untuk berprilaku lebih sehat. Selain itu, melalui Pertinas ini potensi Gogodeso yang tengah mengembangkan diri menjadi desa wisata bisa diketahui oleh peserta yang datang dari berbagai seluruh wilayah Indonesia itu. “Kita baru saja melakukan penanaman 7000 pohon papaya atau Katesisasi. Semoga potensi desa kami bisa dilihat oleh peserta yang datang dari seluruh Indonesia,” tutupnya. (ana)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 10

LINTAS SELATAN MELIPUTI WILAYAH TULUNGAGUNG, TRENGGALEK, PONOROGO. KABIRO: Prawoto Sadewo S.sos. WARTAWAN: Effendy, Ekopriyono, Aji S, Mukhosin, Hari Bahrul Ulum, Sukamto. EMAIL: memorandumppls@gmail.com Tlp.081334603445 Kantor. Jln Kota Baru no.9 Kanigoro Blitar

Dagangan Baju Batik Dibakar

Pemilik Toko Wanesha Lapor Polisi Ponorogo, Memorandum Sejumlah dagangan baju batik yang berada di dalam Rumah Batik Wanesha di jalan Jendral Sudirman Ponorogo dibakar hingga menjadi abu oleh orang tak dikenal, Selasa (18/10). Lantaran bingung dengan kejadian yang menimpa tokonya, dirinya langsung mengcek seluruh barang miliknya yang ada, namun tidak ada barang satu pun yang hilang. “Saat itu saya datang pagi untuk membuka toko seperti biasa. Namun waktu membuka toko saya kaget melihat sejumlah baju yang dipajang terbakar habis sampai tinggal abunya. Ketika saya mengecek semua barang tidak ada yang hilang. Saya heran dan bingung barang tidak ada yang hilang, tapi sejumlah baju dibakar apa tujuannya,“ kata Diah dengan nada heran. Diah menambahkan, pembakaran tersebut kemungkinan dilakukan pada malam hari, setelah toko miliknya tutup. Atas kejadian tersebut dirinya langsung melapor ke pihak yang berwajib karena mengalami kerugian jutaan rupiah. Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Darmawan saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Fahmi Noor mengatakan, mendapati laporan warga tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi guna melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Petugas masih melakukan penyelidikan atas terbakarnya sjumlah baju di toko milik korban. Dugaan sementara, kemungkinan pelaku masuk dengan menjebol Plafon lalu masuk toko dan melakukan pembakaran,” tutup Fahmi. (kam)

Jual Miras, Warga Pasir Diringkus Tulungagung, Mememorandum Berbekal aduan dari masyarakat, anggota Sat Reskrim Mapolsek Sumbergempol, menggrebek rumah Eka Prasetyoning Tyas (36) warga Dusun Pasir, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Senin (17/10). Dari hasil pengrebekan sekira pukul 12.00 WIB tersebut, polisi berhasil mengamankan 3 buah jeriken dan 10 botol plastik ukuran 1,5 liter yang kesemuanya berisi minuman keras (miras) jenis ciu. Kapolsek Sumbergempol AKP Sukirno melalui Kanit Reskrim Aiptu Pamuji menyampaikan, penggrebekan dilakukan berdasarkan informasi dari warga. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut intruksi Kapolres untuk melakukan sterilisasi miras di Tulungagung. “Warga sekitar merasa resah dan banyak miras beredar di sekitaran. Selain itu untuk menghindari adanya penyakit masyarakat, karena selama ini miras bisa menimbulkan kematian,” ujarnya. Menurutnya, miras oplosan yang disita dikemas dalam botol mineral itu diduga untuk mengelabui petugas. “Pelaku dan barang bukti sekarang berada di Mapolsek Sumbergempol guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Pamuji. Atas ulahnya, pelaku bakal dijerat Pasal 142 tentang pangan, UU RI 18/2012 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman penjara kurungan di atas 4 tahun. (lang/ef)

Aniaya Teman, Pemuda Tamanan Ditahan Kajari Trenggalek Jabat Aswas Kejati Kaltim

Yongki ditahan di Mapolres Trenggalek.

Trenggalek, Memorandum Gara-gara pengaruh minuman beralkohol, Yongki alias Cingok (22), warga RT 9/RW 4 Kelurahan Tamanan, Trenggalek, harus berurusan dengan hukum. Pria tanggung ini harus merasakan pengapnya ruang tahanan setelah melakukan penganiayaan terhadap temannya sendiri. Kasus penganiayaan ini dilakukan tersangka kepada korban Agus Zubaituzzaman (19), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu. Sedangkan lokasi penganiayaan sendiri dilakukan di Jalan Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. Dituturkan Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum, melalui

Kasubbag Humas Iptu Adit Suparno Selasa (18/10), kronologis kejadiàn penganiayaan ini terjadi pada Kamis (13/10).  “Kejadian itu bermula saat korban bersama tersangka dan teman-temannya asyik berpesta miras. Lantaran tersinggung dengan perkataan korban, tersangka pun naik pitam. Tak pelak tersangka

memukuli korban di lokasi kejadian,” kata Adit. Atas pemukulan tersebut korban mengalami beberapa luka memar. Tak terima diperlakukan seperti itu, korban segera melaporkan kejadian penganiayaan ini ke Polres Trenggalek. “Kasus ini tengah ditangani Sat Resmob Polres Trenggalek,” terang Adit. Saat ini tersangka telah diamankan di ruang tahanan Mako Polres Trenggalek. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP mengenai penganiayaan, dengan ancaman hukuman selama-lamanya delapan bulan kurungan penjara. (ko)

Tulungagung, Memorandum Dalam rangka menyambut hari jadi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan menggelar pameran produk unggulan, Selasa (18/10). Dalam pameran yang dibuka Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, SE ini dihadiri Wakil Bupati Drs, Maryoto Bwirowo, MM, Muspida dan juga beberapa kepala

SKPD serta peserta pameran. Sementara itu pembukaan pemeran yang bertempat di Gor Lembu Peteng ini ditandai dengan pemukulan sebuah Lesung oleh bupati dan dilanjutkan pemotongan bunga oleh istri bupati, Wiwik Wijayanti dengan didampinggi istri wakil bupati, Siuk Maryoto. Pameran akan berlangsung mulai Selasa 18 September 2016 hingga 5 hari ke depan. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengatakan, salah satu strategi dalam upaya mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan yang berbasis sumber pangan lokal adalah pameran produk unggulan seperti yang dilaksanakan pada saat ini. Berkaitan dengan hal tersebut bupati berharap agar kegiatan promosi hasil pertanian, perkebunan, kerajinan dan yang lainya terus

dilaksanakan setiap tahunnya. Sehingga bisa meningkatkan penghasilan para warga masyarakat Tulungagung. Kepada awak media Bupati Tulungagung menyampaikan bahwa pameran tersebut bertujuan untuk mengenalkan produk-produk unggulan. “Diadakannya pameran ini untuk memperkenalkan produk warga masyarakat Tulungagung yang sebetulnya layak dipasarkan di pasar modern,” terangnya. Bupati juga mencontohkan salah satu produk topi dari suku Dayak yang dibikin warga Desa Ngunut. “Memang topi suku Dayak ini bukan ciri khas Tulungagung, namun kita patut bangga karena warga kita ada yang bisa membuat dan terlebih pemasaran topi tersebut sekarang ini menembus hingga luar daerah bahkan luar negeri,” terangnya. (ef/kin)

Trenggalek, Memorandum Kajari Trenggalek, Rudi Hidayat, SH, beralih tugas pada jabatan baru di bumi Kalimantan, Selasa (18/10). Acara alih tugas kajari ini dihadiri Wakil Bupati H. Moch. Nur Arifin dan segenap Forkopimda serta undangan lain dari Kejaksaan Negeri Trenggalek. Kajari Trenggalek Rudi Hidayat, SH, saat ini akan berpindah tugas menjadi Asisten Pengawasan Kejati Kalimantan Timur. Jabatan Kajari ini nantinya akan digantikan oleh mantan Kajari Minahasa, Umaryadi. Muhammad Taufiq, SH, MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Trenggalek dalam sambutannya mengaku sangat berat harus melepas Bapak Kajari untuk pindah tugas pada jabatan barunya. Terasa kedekatan dalam keluarga besar Kejaksaan Negeri Trenggalek belumlah lama dirasakan. “Karena tugas perpisahan ini tidak dapat dihindarkan. Telah banyak ilmu, kedisiplinan dan integritas kerja yang ditularkan kepada kami, sehingga hanya kata maaf, terima kasih

Kajari bertukar cenderamata dengan Wabup Trenggalek.

dan selamat jalan yang bisa kami ucapkan untuk mengiringi kepindahan bapak,” ungkapnya di kegiatan alih tugas yang dilaksanakan di Resto Hotel Hayamwuruk, Trenggalek. Sedangkan Kajari Trenggalek, Rudi Hidayat, SH, dalam sambutannya menyatakan rasa keberatannya meninggalkan Kabupaten Trenggalek. “Meskipun belum lama, saya merasa Trenggalek seperti kampung halaman sendiri,” kata Rudi Hidayat.. Banyak kenangan yang

diceritakan Kajari Trenggalek ini selama masih menjabat di kota tempe keripik ini. Mulai dari pengalaman kedatangan hingga pengalaman dirinya akan bepindah tugas pada jabatan barunya. Sedangkan Wakil Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda Trenggalek, secara bergantian mengucapkan selamat jalan dan selamat menjalankan tugas baru di jabatan yang baru juga kepada kajari. Kegiatan ini diakhiri dengan saling tukar cinderamata dan ramah tamah. (ko)

Pimpinan Pusat PDIP Hadiri Bupati Kenalkan Produk Unggulan Tulungagung Grebek Wilis Buceng Robyong

Bupati dan wakilnya meninjau stan pameran.

Dra Hj Sri Rahayu hadiri festival seni grebek wilis buceng robyong.

Tulungagung, Memorandum Sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan berkah, warga Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung menggelar festival seni Grebek Wilis Buceng Robyong, , Minggu (16/10). Sebelum prosesi ritual dilaksanakan di Sumber Tirto Amerto, Candi Darma Penampihan di kaki Gunung Wilis, diawali dengan arakarakan kesenian tradisional. Terdepan Eyang Dipo Suryani pemangku adat, diikuti arakarakan tumpeng dan buceng dari hasil bumi. Diikuti di belakangnya ada reog kendang, dadak merak, jaranan, barongan dan kesenian lainnya dengan menempuh jarak sepanjang 1 km dari permukiman warga Dusun Turi

menuju Sumber Tirto Amerto. Selanjutnya, di panggung kehormatan sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu undangan dan masyarkat dipentaskan sendra tari Gambyong. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang kesehatan perempuan dan anak Dra Hj Sri Rahayu, Bupati diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung Suharno MPd MM, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono SE, MSi, Camat Sendang Hartono AP, jajaran Muspika Sendang serta tokoh masyarakat setempat. Semakin meriah dengan hadirnya ribuan masyarakat dari berbagai daerah, yang ingin berebut berkah dari prosesi ritual Grebek Wilis Buceng Robyong. Menanggapi festival seni Grebek Wilis Buceng Robyong, Dra.Hj.Sri Rahayu menyampaikan, DPP PDI Perjuangan saat ini sangat konsentrasi dan komitmen terhadap kebudayaan. “Dari kebudayaan bisa melahirkan proses. Dari proses itu akan menuju pembelalajaran terhadap masyarakat. Apa yang ada pada kejadian proses itu bisa kita ambil manfaatnya, yang baik untuk kita bawa ke perombakan berikutnya. Salah satu diantaranya adalah kebudayaan,” terangnya kepada Memorandum.

Hal itu, kata Sri Rahayu, adalah cermin ataupun bisa dari kebudayaan yang dilahirkan akan mengahasilkan karakter anak-anak bangsa sesuai dengan karakter anak Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini kami hadir bersama-sama dengan Ketua DPRD, sekaligus Ketua PDI Perjuangan Tulungagung Supriyono yang terus bersemangat memberi support kepada masyarakat,” tambahnya. Sri Rahayu juga menanggapi buruknya infrastruktur jalan ke Geger Sendang, terutama ke Sumber Tirto Amerto. “Memperbaiki infrastruktur jalan menuju lokasi Sumber Tirto Amerto yang tidak layak dilalui ini sangatlah perlu. Kita lihat kanan kiri pegunungan dan jurang yang dalam, tentu sangat berbahaya jika jalannya rusak. Oleh karena itu, kami dari DPP sangat mendorong untuk memberikan prioritaas kepada Desa Geger Sendang karena insfratruktur itu sangat penting,” paparnya. Selain desa ini menjadi tempat wisata religi, lanjut Sri Rahayu, juga tempat kebudayaan yang lain. Imbasnya untuk percepatan pengembangan ekonomi masyarakat yang ada. Apabila jalannya bagus, dampaknya akan mengurangi biaya transpotasi, sehingga hasil bumi maupun ternak di desa ini harganya bisa naik dan berdampak pada perputaran ekonomi semakin membaik pula,” ungkapnya. Di akhir wawancara, Sri Rahayu menegaskan bahwa sebagai kader partai, masyarakat adalah nomer satu. “Jauh dari Jakarta ke Tulungagung, penting untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam rangka pembangunan ke depan. Sehingga masyarakat semakin lama akan sejahtera,” pungkasnya. (kin)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 11

M A D IU N R AYA BIRO MADIUN RAYA MELIPUTI NGANJUK, KAB/KOTA MADIUN, PACITAN, NGAWI, MAGETAN. KEPALA BIRO: Zainul Arifi n. WARTAWAN: Joko Wiyono, Ester Mardiana, Budi Suryanto, Dian Anggey Suraya, A. Fredi Prasetyo W, Danang Finantoko. EMAIL: Memomataraman@gmail.com. Telp: 082234539483. KANTOR: Jln. Munggut Peni.1 Blok.C.1. No.11 Perum. Mojopurno. RT 24/RW 06 Kelurahan Munggut Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun

Bermula dari Elpiji

B

Erning Yuli Asnunik

erkeliling meloper tabung elpiji, itulah di antara kesibukan Erning Yuli Asnunik, sebelum menjadi anggota DPRD Ngawi. Ketabahan serta kegigihannya saat itu, membuat dirinya b any a k d i ke n a l orang, hingga dipercaya masyarakat khususnya Daerah Pemilihan V untuk

menjadi wakil rakyat. “Dari keliling saat berdagang itulah, kemudian masyarakat lebih mengenal saya,. Makanya dari omongan serta dukungan dari masyarakat itu pula saya niat untuk maju menjadi wakil mereka,” tutur Erning pada Memorandum. Pengalaman merakyat itulah, yang terus ia bawa hingga saat ini. Terlihat, meski telah duduk di kursi legislatif, Erning tak nampak sombong. Selain anggun dan ramah, perempuan yang duduk di Komisi III ini mempunyai karakter tegas dalam bersikap. Pola kehidupannya juga sederhana. “Sama saja, saya justru saat ini menjadi berat dalam tugas. Betapa tidak, masyarakat telah mempercayai saya untuk membawa aspirasinya, tak bisa main- main kalau sudah menyangkut nama masyarakat,” ucapnya. Setelah menjadi wakil rakyat, Erning mengatakan tetap konsisten menjadi pengusaha elpiji tersebut. Namun, dengan segudang aktifitasnya, ia tidak lagi berkeliling. “Tetap berjualan, tapi sudah tidak keliling. Usaha ini merupakan jejak saya hingga terpilih menjadi anggota dewan,” katanya. Ia berterima kasih pada masyarakat yang telah mendukung dan memberikan amanah kepadanya. “Saya tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi,” tandasnya. (dwy)

Beras berkutu di tangan warga. (dwy)

Warga Kendal Keluhkan Beras Bulog Berkutu dan Apek Ngawi, Memorandum Sejumlah warga di Kecamatan Kendal, Ngawi, mengeluhkan kualitas beras dari Bulog (Badan Urusan Logistik) yang buruk. Bebarapa warga penerima mengaku, kondisi beras dalam kemasan tersebut, sebagian besar hancur dan berkutu. Menurut warga beras murah itu tak layak untuk dikonsumsi. “Waktu saya buka, ternyata berasnya banyak yang hancur, pecah-pecah. Celakanya, berasnya juga berkutu. Saya lihat, kualitas beras m,urah ini sangat rendah dan tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Wahyuni (35) warga Kendal pada Memorandum, Selasa (18/10). Selain hancur dan berkutu, lanjut Wahyuni, sebagian berasnya sudah menjadi tepung dan menyatu dengan kutukutu yang sudah mati. Baunya pun apek. Itulah yang kemudian membuat sebagian warga penerima jatah beras murah, memilih menjual kembali beras itu ke para tengkulak. “Saya sebenarnya mengharap beras itu dapat dimakan sekeluarga. Namun melihat kondisinya, terpaksa saya jual saja. Dari pada dimakan keluarga, takutnya malah mengakibatkan sakit,” kata Watini (50) warga lainnya. Beberapa warga penerima jatah beras murah Bulog, kini hanya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan rakyat kecil. Terutama terkait raskin, mereka menginginkan beras yang benar-benar layak bisa dikonsumsi. (dwy/zai)

Wali Kota Madiun Gelar Rapat Tertutup Giliran Kantor Dinas PU Digeledah KPK Madiun, Memorandum Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar, Wali Kota Madiun Bambang Irianto, masih tetap masuk kantor, Selasa (18/10). Orang nomor satu di Kota Pecel itu langsung melakukan rapat tertutup dengan seluruh pejabat teras di ruang kerjanya. Tidak diketahui secara pasti agenda yang dibahas. Sejumlah pejabat yang ikut rapat, juga kompak tutup mulut. “Saya tidak tahu rapat soal apa. Langsung saja ke beliaunya,” ujar singkat Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Kota Madiun Sadikun. Usai menggelar rapat, kepada wartawan, Wali Kota Bambang Irianto tak banyak berkomentar soal statusnya yang telah dijadikan tersangka oleh KPK. “No comment dulu ya, saya nggak boleh ngomong dulu. Yang jelas belum dapat (pengacara),” ujarnya kepada wartawan. Terkait penetapan dirinya sebagai tersangka, Bambang Irianto menyatakan, tidak ingin mempraperadilkan lem-

baga KPK. Dirinya juga belum menyiapkan penasihat hukum terkait masalah tersebut. Dinas PU Digeledah Sehari sebelumnya, Senin (17/10), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeladah ruang kerja, rumah dinas dan rumah pribadi Wali Kota Madiun, Bambang Irianto. Selasa (18/10), giliran kantor Dinas PU Bina Marga Kota Madiun, jalan Panjaitan, diobok-obok. Penggeledahan tersebut merupakan buntut dari kasus dugaan korupsi dan gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) senilai Rp 76,5 miliar dengan tersangka Wali Kota Madiun. Tim penyidik KPK tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 Wib, dengan menggunakan kendaraan berplat nomor AD 503 SY, dan diparkir depan gedung

Kawanan Maling Bobol Toko Kelontong Pasar Sayur NGANJUK-Kawanan maling mengobok-obok toko milik Eko, yang ada di dekat pintu masuk Pasar Sayur bagian barat, Senin (17/10) malam. Pelaku diduga lebih dari seorang itu, berhasil masuk toko setelah mematikan lampu depan toko dan merusak gembok pintu. “Saya baru tahu kejadian, saat mau buka toko, melihat pintu sudah terbuka dengan gembok yang rusak. Saya cek barang dagangan, beberapa dos rokok sudah hilang,” katanya. Kasusnya ditangani Polsek setempat. (pp/zai)

Graha Krida Praja (gedung bersama) Kota Madiun. Begitu tiba, tim sebanyak lima orang tersebut, langsung masuk ke kantor Dinas PU dan melakukan pemeriksaan sejumlah ruang. Antaranya, ruang Subdin Tata Kota dan Tata Bangunan, Subdin Pemeliharaan/Pembangunan Jalan dan Jembatan, Subdin Tata Ruang Perizinan,

Penipuan Forum Kesehatan Nganjuk

Badan Kepegawaian Minta Puskesmas Bertindak Nganjuk, Memorandum Kasus dugaan penipuan Forum Kesehatan Nganjuk terhadap anggotanya, menjadi sorotan publik. Bahkan, kasus ini juga mendapat perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Luhur Budi Wahyono, SE, MM mengatakan, jika ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus ditempuh dengan jalur tes. Tidak ada biaya. Jika kemudian Forum Kesehatan meminta anggotanya Rp 30 juta per orang, dengan dalih agar segera di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, menurut Budi, itu tidak bisa dibenarkan. “Saya kaget dengan berita ini. Sebab, tidak ada aturan bahwa yang ingin menjadi PNS, harus membayar sekian banyak. Untuk jadi PNS, ya

Luhur Budi Wahyono.

harus ikut tes. Ini temuan baru, dan harus diselesaikan,” ujarnya kepada Memorandum, kemarin (18/10). Budi pun kemudian menyarankan, agar permasalahan tersebut untuk disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pembinaan Pegawai, BKD Nganjuk, Sri Handayani Rusiawati, M.Si dihubungi melalui ponsel selulernya mengatakan, yang harus memberi tindakan terse-

but adalah kepala Puskesmas Bagor. Sebab, Totok Yunior selaku terduga penipuan yang juga anggota Forum Kesehatan dan pegawai Puskesmas Bagor, masih sukuan alias belum menjadi PNS. “Laporkan saja dulu ke Kepala Puskesmas,” sarannya kepada Memorandum. Seperti diberitakan sebelumnya, Totok Yunior, salah seroang anggota Forum Kesehatan, diduga menipu 27 anggota sebesar Rp 30 juta per orang atau sekitar Ro 750 juta. Dalihnya, dana untuk pengangkatan PNS itu sudah disetorkan ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional) Jakarta diterima oleh Saman. Namun, hingga berita ini bergulir, Toto Yunior belum bisa mempertanggungjawabkan keuangan tersebut. Para anggota yang merasa tertipu, mengancam akan melaporkan Totok Yunior ke polisi. (est/zai)

Bagian Tata Usaha dan ruang Kepala Dinas PU. Selama lima jam lebih penyidik memeriksa sejumlah berkas penting di kantor dinas tersebut. Namun, sayangnya, tak satu pun petugas dari lembaga antirasua itu yang bersedia memberikan komentar kepada wartawan. Seperti diberitakan, Senin (17/10) malam, KPK telah menetapkan Wali Kota Bambang Irianto sebagai tersangka, dalam kasus dugaan gratifikasi proyek Pasar Besar Madiun senilai Rp 76,5 miliar. Penetapan itu, setelah lembaga antirasua itu menemukan barang bukti permulaan yang cukup,

terkait pembangunan proyek PBM dan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan sejalan penetapan wali kota sebagai tersangka. Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. Kasus dugaan korupsi Pasar Besar Madiun mencuat pada awal 2012 ketika Kejaksaan Negeri Madiun menduga proses lelang dan pembangunan proyek tersebut melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun

2011 tentang perubahan atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Dugaan lain adalah terdapat pelanggaran jadwal pengerjaan, kualitas, serta model konstruksi bangunan. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selanjutnya mengambil alih perkara dugaan korupsi ini namun pada Desember 2012, Kejati Jawa Timur menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena dinilai tidak ada kerugian negara. Hingga pada Agustus 2015, kasus dugaan korupsi Pasar Besar Madiun tersebut akhirnya diusut oleh KPK. (zai)

Satpol PP Magetan Tangkap Penculik Bocah Ngawi

Magetan, Memorandum Salut buat petugas Satpol PP Kabupaten Magetan. Tak butuh waktu lama, penegak perda itu berhasil meringkus Triyono, pelaku penculikan Alex Eko (10), bocah asal Dusun Kembang, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Pelaku penculikan adalah

Triyono. Saat diringkus di seputar Alun-Alun Magetan, kemarin, pelaku berpura-pura gila. Penangkapan itu sendiri terbilang mudah, karena petugas Satpol PP telah mengidentifikasi wajah pelaku saat kabur dan meninggalkan korbannya di alun-alun. Kepala Satpol PP Magetan Chanif Tri Wahyudi menje-

laskan, selama dibawa kabur, korban diajak mengemis di beberapa tempat di wilayah Magetan, termasuk di alunalun. Namun, Chanif mengaku pihaknya kesulitan melakukan komunikasi secara detil dengan Triyono, karena yang bersangkutan tidak membawa identitas apapun. “Saat ditanya alamat rumahnya, ia juga menjawab asal-asalan,”kata Chanif. Setelah diperiksa, Satpol PP menyerahkan pelaku ke Satuan Reserse Kriminal Polres Magetan, untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi belum bisa memastikan pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa, atau berpura-pura. Petugas juga masih memintai keterangan terkait alasan pelaku membawa kabur korban. (pp/zai)

Nganjuk, Memorandum Nasib dua anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Karyanto dan Susianto, terkatungterkatung. Komisi A DPRD Nganjuk, yang diharap bisa memperjuangkan nama mereka agar kembali memperoleh SK anggota BPD, juga tidak jelas. Ketua BPD Desa Tembarak, Abdul Syukur Junaidi membenarkan, dua anggota BPD tersebut sudah tidak ada namanya di SK. “Sekarang ini, dari tujuh anggota BPD, ada yang berhalangan tetap atau sakit. Kemudian, atas dasar musyawarah mufakat, mereka sudah digantikan oleh anggota BPD yang baru. Memang belum dilantik, tapi haknya tetap diberikan meskipun 50 persen,” katanya.

Kepala Desa Tembarak, Reda Isussiati saat dikonfirmasi Memorandum, Selasa (18/10) mengungkapkan, pihaknya dulu pernah melayangkan surat ke Kecamatan. “Dulu, permasalahan itu pernah kami sampaikan melalui surat ke Kecamatan. Jawabannya, anggota BPD tetap berjumlah tujuh orang dan tidak ada perubahan. Sekarang, kita dalam posisi menunggu hasil keputusan rapat dari komisi A DPRD Kabupaten Nganjuk,” ujar Kades perempuan berjilbab ini. Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Nganjuk, Kamto dihubungi melalui ponselnya, meminta kembali pada pihak desa untuk mengusulkan dua orang tersebut agar segera diberikan SK. “Kami minta agar Kepala Desa Tembarak, segera membuatkan surat

untuk mengusulkan kembali kedua orang anggota BPD itu untuk diberikan SK. Sebab, Kepala Desa yang sekarang kan sama-sama produk lama dengan kedua anggota BPD itu (Karyanto dan Susianto),” tegasnya. Masih kata Kamto, jika tidak segera diberikan SK yang barfu, ada kekhawatiran, Kades yang sekarang ini memimpin desanya, bisa juga dikatakan tidak sah. Seperti diberitakan, dua anggota BPD Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Karyanto (49) dan Susianto (48) mengadu ke DPRD Nganjuk, lantaran sejak tahun 2016, tak diakui statusnya di BPD. Padahal, mereka telah dilantik oleh Bupati Nganjuk Taufiqurrahman pada tanggal 5 Januari 2013 dan sudah bekerja selama tiga tahun. (is/zai)

Triyono di kantor Satpol PP Magetan. (pp)

Setelah Makan Korban, Dewan Sidak Kubangan Galian C Lumpangkuwik Nasib Dua Anggota BPD Tembarak Tak Jelas

Lokasi bekas galian C Desa Lumpangkuwik, Kecamatan Jatikalen (frd)

Toko di pasar sayur Magetan. (pp)

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Madiun di Jalan Panjaitan dan Wali Kota Madiun Bambang Irianto. (zai)

Nganjuk, Memorandum Komisi C DPRD Kabupaten Nganjuk, akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) kubangan bekas galian C di Desa Lumpangkuwik, Kecamatan Jatikalen. Karena seperti diberikan, bekas galian yang telah menyerupai kubangan, telah menelan korban jiwa. M. Dika Pranata (13) warga Desa Dawuhan, tewas terperosok masuk kubangan galian itu, Senin (17/10) lalu. Ketua Komisi C Tatit Tjahjono, A. Md mengatakan, kejadian tewasnya anak Desa Dawuhan itu, seharusnya tidak terjadi jika sudah ada langkah antisasi sebelumnya. Menurut dia, pengusaha pemborong galian C harusnya sudah melakukan reklamasi atau menguruk bekas galian tersebut. Itu pun harus memiliki izin pemerintah. “Harus ada reklamasi yang tertuang dalam perizinan”, ungkap Tatit pada Memorandum melalui ponselnya, Selasa (18/10) Ia menambahkan, apapun

praktek eksplorasi tambang galian C, harus mengantongi izin sebelum melakukan kegiatan. “Harus ada plang imbauan berhati-hati dan pagar pembatas di sekitar bekas galian C dekat lokasi. Dengan warga, warga pun akan tahu akan adanya galian di situ,”ujar anggot dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu. Di tempat terpisah, Kapolsek Jatikalen AKP Sugeng Widodo mengatakan, pihaknya akan memanggil Lilik Sulistyowati SE, istri dari Yono yang merupakan bekas pemborong lokasi galian itu. Sebab, menurut Widodo, ia diduga ikut bertanggung jawab terkait pembiaran bekas galian tersebut. Pemanggilan dilakukan untuk dimintai keterangan kenapa tidak ada tanda atau plang peringatan di areal sekitar lokasi galian. “Saya sedang mencari nomor bu lilik untuk dimintai keterangan, kenapa lokasi bekas galian dibiarkan saja, tidak ada tanda peringatan”,

kata mantan Kasat Binmas Polres Nganjuk ini. Informasi dari internal kepolisian diperoleh Memorandum menyebutkan, areal tanah galian tersebut milik pribadi warga setempat, tapi kemudian diborong oleh pengusaha bernama Yono, warga Desa Tirtobinangun, Kecamatan Patianrowo, yang juga suami dari anggota DPRD Nganjuk Lilik Sulistyowati, SE dari partai NasDem. Sekitar lokasi galian C tidak ada imbauan atau pagar pembatas untuk memberi peringatan pada warga. Bekas galiannya juga sudah seperti kubangan karena dipenuhi air. Padahal, penggalian sudah berhenti sekitar dua tahun. Tapi, sampai sekarang, dibiarkan begitu saja dan tidak ada upaya untuk diuruk. (frd/zai)

Reskrim Polres Magetan Ringkus 2 Pembobol ATM Magetan, Memorandum Jajaran reserse kriminal Polres Magetan, berhasil menangkap pelaku pembobol mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Kepada petugas, tersangka mengaku sudah menjalani aksinya di 10 tempat. Tersangka Jumadi (40) asal Kendal, Jawa Tengah, dan Hamdani (22) warga Desa Ringinagung, Kecamatan Kota Magetan. Dalam aksinya, kedua pelaku memasukkan lidi atau batang korek api berbahan kayu dilubang kartu

ATM. Ketika nasabah mau mengambil uang di mesin ATM tersebut, otomatis mesin eror, karena sudah terganjal lidi. Di saat itulah pelaku beraksi, dengan meminta nasabah mengurus ke bank terdekat. Ketika nasabah ke luar, pelaku mengambil kartu ATM dengan menggunakan gergaji besi berukuran tipis kecil. Tak hanya itu, pelaku juga memasang call center bank palsu di mesin ATM. Sehingga sebagian nasabah akan menghubungi nomer tersebut, apabila

kartu ATM nya tertelan. AKP Suyatni Kasubbag Humas Polres Magetan menjelaskan, dari pemeriksaan petugas, tersangka merupakan resedivis pembobol ATM. Dia berkasi sedikitnya di 10 TKP di Jawa Timur. Tersangka Jumadi pernah terlibat kasus yang sama di Ponorogo. “Dua pelaku dijerat pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” katanya. (pp/zai)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 12

OASE

Tidak Mengganggu Teman

Ketahuilah olehmu bahwa datangnya pertolongan itu bersamaan dengan kesabaran. (HR At Tirmidzi)

T

O

T

A

L

SUATU siang. seorang ayah bertanya kepada anaknya yang terkenal nakal di sekolahnya. “Bagaimana hari ini, Nak? Apakah kamu masih mengganggu teman-temanmu di kelas?”

“Sama sekali tidak, Ayah. Mana mungkin mengganggu teman kalau disuruh Pak Guru sepanjang hari berdiri menghadap tembok di pojok kelas!”

Tugu Monas Ableh Terserang Lindu K Aliran Sesat (1)

A

liran sesat. Istilah itu ibarat pedang bermata dua, karena bisa membahayakan tatanan dengan berbagai kedok. Disinyalir, aliran sesat ini sedang merebak, seiring dengan banyaknya ritual, serta hal-hal yang menyimpang dari norma-norma masyarakat yang semakin berkembang. Tentunya, aliran sesat yang dimaksudkan memang bukan aliran dalam hal agama, tetapi sekte atau aliran yang berbau supranatural dan mendalami ilmu-ilmu kegaiban. Meski ada di antaranya yang berkedok agama, toh pada dasarnya itu hanya dijadikan alat semata. Misalnya tentang sebutan nabi, imam, syekh, wali dan lain-lainnya. Salah satunya adalah fenomena pengakuan Nabi palsu baru-baru ini, Mushadik. Untuk mensinyalir apakah sebuah kelompok itu sebagai aliran sesat atau bukan memang hal mudah. Hanya saja, dari sejarahnya di Indonesia, aliran yang merusak tatanan ini memang bukan sesuatu yang baru. Sejak jaman baheula, banyak sekali sekte yang menyimpang dari ajaran sebenarnya. Hal itu tidak hanya berakar pada agama Hindu, Budha, Islam dan Nasrani saja, tetapi ada pula sekte sesat yang berpangkal pada keyakinan leluhur dan menyimpang jauh dari piwulang-piwulang luhur. Dalam sejarah di Indonesia, ada istilah yang cukup menarik untuk aliran sesat dalam hal agama. Umumnya disebut dengan aliran sempalan. Bahkan, terkait dengan masalah ini, sempat ramai dibicarakan. Dari pihak pemerintah sendiri juga turun tangan. Adapun, dari pihak para penjaga kebenaran juga turut urun rembug. Misalnya, untuk kalangan tarekat warga Nahdliyyah. Di sana, terdapat beberapa tarekat yang mu’tabarah atau diperbolehkan, karena sesuai dengan syariat Islam. Tetapi, untuk masalah orang ngelmu, memang masih belum mendapatkan gambaran yang jelas. Tak heran, seringkali muncul adanya fenomena unik dan sangat riskan dari perilaku ngelmu ini. Misalnya, munculnya orang-orang yang berkata dan berperilaku kontroversial, dengan serangkaian laku-laku yang dan pengakuan yang jauh dari norma kebenaran. “Sekarang ini, dunia supranatural memang terancam rusak. Bahkan, yang merusaknya adalah orang-orang yang sebenarnya tidak tahu menahu, tetapi ingin terlibat di dalamnya,” tutur seorang paranormal dari Lamongan, yang minta namanya disamarkan. “Selain ada yang seharusnya ditutupi tetapi dibuka, juga bermunculan orang-orang yang tidak sesuai dengan tuntunan stari’ah. Misalnya, untuk manusia, kalau usus, seharusnya ditaruh di dalam, jangan ditaruh di luar, membuat orang jijik dan itu tidak pada tempatnya. Begitu pula mistik. Adapun orang yang sudah melanggar syariah, sudah banyak,” lanjutnya. Benarkah sinyalir dari paranormal tadi hanya sekedar isapan jempol? Ternyata, ada beberapa pemerhati supranatural yang berusaha membaca kembali mencuatnya ungkapan berbahaya: ‘aliran sesat atau aliran hitam dalam dunia supranatural’ dengan pandangan yang lebih menyeluruh. Soalnya, hal ini sangat rawan untuk diungkapkan, serta ditindaklanjuti lebih jauh. (besambung)

Tiga Dewa Judi Putat Gede Nyerah Surabaya, Memorandum Kebiasaan berjudi tiga warga Jl Ngaglik Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal ini nampaknya sudah tak bisa dihentikan lagi. Meski tak sedikit tetangganya yang mengingatkan, tapi tetap saja mereka taruhan sejumlah uang sambil memainkan kartu domino. Akibatnya, saat petugas Polsek Sukomanunggal mendatangi kerumunan judi di Jl Ngaglik Putat Gede, tiga pelaku tak bisa berkutik. Mereka adalah Kadelan (52), Bakir (53) dan Parjo (59) ketiganya warga Jl Ngaglik Putat Gede RT 5/ RW 4. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti (BB) berupa kartu domino dan uang Rp 200 ribu. Dalam penggerebekan tersebut, seorang pelaku berhasil melarikan diri, sampai kemarin masih dalam pencarian petugas. Menurut Kapolsek Sukomanunggal Kompol Suroso, pihaknya telah beberapa kali mendapat laporan dari warga sekitar. “Kami kerap memperoleh informasi kalau mereka berjudi dengan berpindah-pindah rumah,” ungkap Suroso. Selama ini mereka juga diketahui kalau memainkan judi domino jenis senggolan dengan taruhan uang hingga belasan ribu. Sebenarnya para penjudi itu memilih arena permainan yang tersembunyi di dalam rumah salah seorang pelaku. Namun sepertinya polisi telah melakukan pengintaian beberapa lama, sebelum akhirnya kemarin memutuskan untuk menggerebek. Pelaku terlihat panik begitu polisi datang, mereka tak sempat mengemasi barang bukti perjudian yang mereka beber di bawah. (yok)

aku Ableh saat diperiksa polisi, Jumat (14/10) siang. Kini, akibat tugu monas Ableh yang rajin manthukmanthuk di sumur buaya gadis dasar sungai (dada besar sungguh aduhai) ini, perut Nikmah membengkak lima bulan. Kepala UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Malang Iptu Sutiyo mengatakan, pelaku dibekuk di rumahnya. “Dia kami jerat pasal 81 dan 82 tentang UU Perlindungan Anak,” katanya. (*/jos)

Diduga Hasil Hubungan Gelap

Bayi Laki-Laki Dibuang Dekat TPS Bayi berkelamin laki-laki itu sontak menjadi pusat perhatian warga. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut melihat dari dekat bayi tersebut. Awalnya, Risqon, sapaan akrab

anak Khoiriyah, berniat hendak pulang, setelah rapat di kantornya. Sesampai di jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan tempat pembuangan sementara (TPS) Ungup-ungup, laju motornya

dikagetkan tangisan bayi. Karena merasa letaknya sangat dekat, karyawan swasta salah satu swalayan ini berhenti dan mencari sumber suara. Tatapannya kemudian tertuju pada kotak kardus bekas air mineral. Dugaannya benar, di dalam kardus tersebut, ada sesosok bayi mungil yang amsih merah. Dengan sigap, ia pun berusaha mengambilnya. “Tapi sebelum mengambil, saya coba telepon ibu saya (khioriyah) dahulu. Mengatakan kalau saya men-

Kapolda: Kapolres Jangan Takut Wartawan Surabaya, Memorandum Maraknya wartawan abal-abal yang dianggap cukup meresahkan di Jatim menjadi atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Orang nomor satu di Kepolisian Jatim ini memerintahkan kepada Kapolres jajarannya untuk tidak takut menghadapi wartawan tersebut dalam hal pemberitaan. Anton mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab jika ada statmen dari Kapolres jika memberikan keterangan pers kepada wartawan. “Saya perintahkan kepada kapolres untuk tidak takut pada semua wartawan. Saya yang tanggungjawab,” ujar Anton dalam acara sarasehan kemitraan polri dengan media dalam memelihara stabilitas kamtibmas di Singgasana Hotel Surabaya, Selasa (18/10). Dikatakan Anton, pihaknya menekankan kepada Kapol-

Kegiatan sarasehan Polri dan media.

res harus bisa sebagai communicator dan communican. “Menyampaikan bagaimana informasi-informasi bisa sampai ke masyarakat dengan baik. Sebelum pemberitaan konfirmasi ke Kapolres,” ujarnya. Anton juga mengatakan, pihaknya juga siap menerima kritikan dari masyarakat melalui informasi dari wartawan. “Jangan takut kritik, itu untuk perbaikan kita. ,” tegas Kapolda. Lanjut Anton, sinergitas

bersama wartawan terus dijaga meski untuk penggantinya nanti. “Kita awali dari daerah. Keberadaan jurnalis bisa membangun kita,” pungkas Anton. Dalam acara kemarin, juga dihadiri beberapa narasumber diantaranya Dr Aqua Dwipayana (konsultan komunitas), Margiono (Ketua PWI Pusat), Jimmy Silalahi (anggota Dewan Pers), Achmad Munir (Ketua PWI Jatim), dan Kapolres SeJatim. (fer)

FOTO: MEMORANDUM/PY

Probolinggo, Memorandum Rumah Khoiriyah, warga jalan Sunan Ampel, RT1/ RW10, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo mendadak gempar. Sejumlah warga berdatangan ke rumahnya. Mereka ingin melihat dari dekat, bayi merah berumur sekitar tiga hari yang ditemukan anak Khoiriyah, Muhammad Risqon.

FOTO: MEMORANDUM/TRIYOKO

Tiga dewa judi Putat Gede, Kadelan, Bakir, dan Parjo.

istrinya. Apes-apesnya, Ableh mengasahnya dengan jari-jemari. Ya... lumayanlah daripada berdiri tegak tapi tak dihormati. Tapi, lama kelamaan Ableh diserang depresi berat tatkala melihat Nikmah sedang asyik memelototi video

di ponselnya. Maka, dibisikinya Nikmah dengan lembut, diajak mempraktikkan adegan di video tersebut. Tak disangka, ternyata Nikmah manthuk. Selanjutnya, manthukmanthuk -lah tugu monas Ableh di sumur buaya Nikmah. Seperti dilansir beritajatim. ccom, Jumat (14/10), Ableh yang dianggap mesum vs anak di bawah umur diringkus aparat Polres Malang. “Kami sudah melakukannya tujuh kali dan saya tidak memaksanya,”

ILUSTRASI: ISTIMEWA

FOTO: ISTIMEWA

etika mengetahui keponakannya, sebut saja Vajinatul Nikmah (17), sering nonton video porno, diam-diam tugu monas Ableh (40, nama samaran), warga Kecamatan Kepanjen, Malang, tekena lindu. Tugu tersebut bergoyang ke sana kemari tidak karuan. Awalnya Ableh bisa menahan agar lindu tersebut tidak membawa dampak negatif. Kalau sudah nggak koat, dia terpaksa membenamkan tugu keramatnya itu ke sumur buaya

Bayi buangan yang ditemukan warga.

emukan bayi. Oleh ibu, disuruh pulang, kalau memang itu bayi,” kata Risqon. Selanjutnya, dengan mengemudi motor tangan satu, pemuda ini membawa pulang

bayi temuannya. “Sesampai di rumah, langsung ramai, banyak tetangga yang melihat. Anaknya juga sangat tampan dan lucu,” sahut Khoiriyah. Kabar penemuan bayi itu

kemudian dilaporkan juga ke pihak berwajib. Tak lama berselang, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Probolinggo, mendatangi lokasi. (py)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 13

Puluhan Ribu Kader Meriahkan Puncak HUT Golkar

PEMBACA SKH MEMORANDUM yang budiman. Jika kampung Anda punya hajat atau kegiatan seperti bersihbersih kampung, pengajian, atau kegiatan sosial lainnya, silakan informasikan kepada Redaksi SKH Memorandum melalui SMS, WA ke nomor 081238620301 atau melalui email blusukansurabaya @gmail.com. Wartawan kami akan meliput kegiatan tersebut. Untuk mempermudah komunikasi, cantumkan nama, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Terima kasih.

KOTA SURABAYA

Surabaya, Memorandum Dua puluh ribu kader Partai Golkar Jawa Timur ikut memeriahkan puncak HUT Partai Golkar ke 52 tahun, di Gelora 10 November Tambaksari, Minggu (6/11) mendatang. Kegiatan HUT ini, diawali dengan kirab panji Partai Golkar dari lima daerah mulai Banyuwangi,Tuban, Sumenep,Situbondo dan Pacitan yang berakhir di Surabaya. Ketua Bidang Kirab dan Puncak HUT Partai Golkar, Yusuf Husni Bersambung ke halaman 14

Wajah Kampung Kumuh PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Agama Islam, Spiritual, Hukum dan Narkoba, serta Kuliner, secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: konsultasimemorandum@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081238620301 atau mengirimkan surat lewat pos dengan menempelkan guntingan kupon yang tersedia ke redaksi Jl. Karah Agung 45 Surabaya, Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Warga Protes Relokasi PKL Jemur Wonosari

Rubrik Konsultan Spiritual, diasuh oleh Gus Becki, Pengasuh Padepokan Lillaah, dimuat setiap hari Rabu.

Bangunan PKL yang sudah berdiri dan sebagian masih dibangun. (lis)

SAYA seorang gadis berusia 29 tahun. Saya bekerja di sebuah mall di Surabaya barat. Sebenarnya pada usia 23 tahun keinginan menikah itu sudah ada, apalagi saat usia saya 21 tahun saya pernah menjalin hubungan dengan pacar saya. Namun hubungan kami putus. Singkat cerita sampai usia 29 tahun ini saya masih belum menemukan jodoh. Jangankan ketemu jodoh, untuk mempunyai pacar saja susahnya minta ampun. Apakah karena faktor usia saya atau hal yang lainnya. Terkadang saya berpikir apakah jodoh saya ada yang nutup, karena 2-3 tahun terakhir ini saya kesulitan menjalin asmara.Terkadang saya naksir cowok tapi cowoknya tidak respek. Begitu juga sebaliknya, kadang ada cowok yang naksir saya tetapi saya tidak respek kepadanya Saya sering minder apabila ketemu sama temen sekolah, karena mereka banyak yang sudah berumah tangga bahkan sudah punya anak. Dalam rubrik ini saya ingin minta saran dan solusi yang terbaik untuk saya tentang perihal tersebut. Terima kasih.

Surabaya, Memorandum Penggunaan lahan fasilitas umum (fasum) yang ada di wilayah Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo disoal warga. Pasalnya, lahan fasum seluas sekitar 360 meter persegi itu kini ditempati para pedagang kaki lima (PKL) pindahan dari SMA Negeri 10 Surabaya Menurut Achmad warga Jemur Wonosari RT 01, keberdaan PKL yang menempati lahan fasum tersebut tidak sesuai dengan peruntukannnya. Para PKL yang sebelumnya berjualan di pinggir pagar SMAN 10 itu direlokasi (dipindah) ke lahan fasum di barat kantor Kelurahan Jemur Wonosari. “Dengan berdirinya bangunan PKL yang dibangun

Jawaban: Usia 29 tahun buat seorang gadis yang belum menikah adalah masamasa yang sulit bagi wanita pada umumnya. Rasa minder, tidak percaya diri sering timbul. Bahkan sering emosi dan menyalahkan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang pernah berkonsultasi dengan saya tentang hal ini. Sering mengeluh dan protes dengan keadaanya. Bahkan tidak sedikit yang bukannya mendekatkan diri pada Allah malah sebaliknya menjauhi Allah. Tidak melakukan sholat dan ibadah yang lainnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bisa ditebak jawabannya karena mereka protes sama Allah karena mereka ngondok dengan keadaan. Merasa hidupnya tidak beruntung dan lain-lain. Saran dari saya, dekatkan diri anda dengan Allah. Yakinkan bahwa Allah pasti memberikan jodoh kepada anda. Berikutnya jangan protes dengan keadaan serta jangan mengeluh. Timbulkan rasa percaya diri dan jangan minder. Karena dengan minder maka kemampuan anda menjadi melemah. Jika anda melakukan apa yang saya sebutkan di atas maka insyaallah anda akan cepat mendapatkan jodoh. Lebih jelasnya anda bisa berkonsultasi langsung ke sekretariat kami. (*) Gunting di sini

KUPON KONSULTASI

FOTO: MEMORANDUM/MUCHLIS

(Yulianti-Sby)

Bersambung ke halaman 14

Proyek Saluran Air Jalan Tembok Sayuran Bikin Celaka Surabaya, Memorandum Proyek gorong-gorong di Jalan Tembok Sayuran, wilayah Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, bikin celaka. Selain memacetkan lalulintas karena jalan bertambah sempit, beberapa kali kejadian ada kendaraan terpelosok.

Selasa (18/10), satu unit truk besar yang melintas Jalan Tembok Sayuraan bernasib sial. Roda belakang kendaraan tersebut, terpelosok ke dalam lubang galian gorong-gorong. Sehinga, membuat kendaraan besar itu, tak lagi bergerak. Akibatnya kendaraan lain yang lewat, harus berganti satu

persatu. Sebab, sebagian jalan itu tertutupi badan kendaraan. Kondisi ini memicu kemacetan. Untuk itu kendaraan dari arah Jalan Kalibutuh dan Jalan Tembok Dukuh dilarang lewat di sana agar kemacetan tidak semakin parah. Tampak awak truk berusaha mengangkat ban truk belakang dengan menggunakan tuas. Dan proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Melinda, satu pemilik ruko di Jalan Tembok Sayuran mengatakan sejak proyek goronggorong itu dilakukan tahun ini sudah ada 5 kendaraan yang terpelosok dalam lubang gorong-gorong. Diantaranya

Suasana workshop BNNP Jatim bersama institusi pemerintah.

Keikutsertaan mereka diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan dari BNNP Jatim untuk mencegah narkoba di lingkungan pemerintahan. “Kali ini beberapa lembaga pemerintahan yang kita ajak workshop. Karena masalah narkotika bukan hanya masalah kalangan tertentu saja,” jelas Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jatim AKBP Ria Damayanti, kemarin.

Dikatakan Ria, dengan menggelar workshop ini diharapkan adanya kesinergian antara BNNP Jatim dan pemerintah. “Ini sesuai dengan perintah Presiden, bahwa untuk 2017 mereka sudah tahu arah dan tujuan BNNP Jatim terkait program P4GN,” ujar pamen dengan pangkat dua melati ini. Kemarin, ada tiga narasumber yang memberikan workshop dengan materi wawasan kebangsaan, rehabilitasi, dan pencegahan serta pemberdayaan masyarakat. “Untuk P2M saya sendiri narasumbernya. Kalau rehabilitasi diwakili dr Astrid, karena Pak Firmansyah ada kegiatan diluar,” jelas Ria. Ria menambahkan, kenapa lembaga pemerintah dilibatkan dalam program P4GN? Ria berharap, agar mereka bisa memberikan sosialisasi ke dalam dan koordinasi antar instansi mereka sendiri. “Misal kalau ada PNS yang hasil tes urinenya positif, agar peduli dan mengajaknya ke BNNP,” pungkas Ria lagi. (fer)

Bersambung ke halaman 14

Truk terperosok saluran air di Jalan Tembok Sayuran.

Seabad KBS, Warga Kado Buku dan Pameran Foto

FOTO: MEMORANDUM/TRI KARYONO

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Gelar Workshop, BNNP Jatim Gandeng Lembaga Pemerintah

Surabaya, Memorandum Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terus mensosialisasikan Program P4GN (Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Seperti Selasa (18/10) bertempat di Kantor BNNP Jatim di Jalan Ngagel Madya V/22 ini, institusi yang dikomandani Brigjen Pol Amrin Remico menggandeng lembaga pemerintahan.

sendiri-sendiri di lahan fasum itu tentu menyalahi aturan di masyarakat pada umumnya. Bangunan PKL kok dibuat semi permanen dan tidak serasi gitu,” katanya, Selasa (18/10). Warga Jemur Wonosari lainnya, Rahardjo menyampaikan bahwa PKL yang dipindahkan tersebut jumlahnya hanya empat

FOTO: MEMORANDUM/SAIFUDIN

Mencari Jodoh

Panitia mengadakan jumpa pers.

Surabaya, Memorandum Berusia genap seratus tahun, Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendapat kado istimewa dari masyarakat. Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KPJL) Indonesia dan berbagai elemen masyarakat, seperti Surabaya Punya Cerita, Turun Tangan Surabaya, Soerabaja Tempo Doeloe (STD), Rumah Belajar Pandawa, Kelompok Produktif Inspiratif, Surabaya Creative Network (SCN), menggelar berbagai kegiatan, untuk menyongsong kemajuan KBN. Rangkaian kegiatan Kado Warga Untuk KBS ini, juga an digelar di Grand City Surabaya, pada tanggal 14-20 November 2016 mendatang. Teguh Ardi Srianto, Ketua Panitia Kado Warga Untuk KBS, Selasa (18/10) di Aiola Resto & Café meny-

ampaikan, KBS sebagai lembaga konservasi, wahana wisata serta edukasi bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur memiliki sejarah yang sangat panjang. “KBS genap berusia 100 pada 31 Agustus 2016, kami akan menggelar beragam kegiatan yang bertema kado warga untuk Kebun Binatang Surabaya, menyongsong Abad ke II,” papar Teguh Ardi Srianto. Teguh memaparkan, diantaranya pameran foto yang merangkum kisah KBS dari awal berdiri sampai tahun 2016. Foto-foto tersebut selain berasal dari koleksi KBS sendiri, juga berasal dari sumbangan masyarakat yang dikirim secara partisipatif dan gratis ke panitia. “Foto yang sudah masuk, akan diseleksi oleh Bhakti Pundhowo dan akan ditampilkan selama pameran foto berlangsung,” ujar dia. Pada kesempatan yang sama, Henry Nurcahyo bersama Dhahana Adi, penulis buku tentang Kebun Binatang Surabaya menyampaikan, peringatan satu abad KBS, mereka juga memberi kado istimewa, berupa peluncuran buku, berjudul “Bonbin Dalam Kisah Dan Tjerita”. “Buku bonbin dalam kisah dan tjerita ini, mengulas sejarah serta kisah-kisah menarik tentang KBS,” ujar Henry Nurcahyo. (yon)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 14

SEPUTAR SURABAYA

Dewan Desak Wali Kota Angkat Dirut Perusahaan Daerah

Ketua DPRD Jatim Lepas Pawai Hari Santri Ka’bil yang juga anggota dewan Jatim ini, menambahkan peserta pawai juga melantunkan shalawat. “Kegiatan ini, menunjukkan kekuatan santri untuk kemajuan negeri yang diperingati dalam bentuk pawai budaya religi Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober,” tandas Ka’bil. Untuk keamanan kegiatan, lanjut Ka’bil pengamanan dilakukan Polres Pacitan dengan tenaga bantuan dari Banser. Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar mengapresiasi pawai budaya religi yang diikuti ribuan warga NU. Ia mengingatkan sejarah santri yang selama ini, berada di pondok pesantren ikut mengawal kemerdekaan bangsa. “Sampai mengisi kemerdekaan,

Warga Protes Relokasi PKL Jemur Wonosari orang. Namun, lahan fasum yang digunakan untuk relokasi itu dibagi menjadi 13 lapak. “Padahal PKL yang direlokasi cuman 4 orang. Lalu sisa lapak itu untuk siapa juga belum jelas. Apalagi warga juga banyak yang ingin jualan di lahan fasum tersebut,” ungkapnya. Di kesempatan sama, Amin warga Jemur Wonosari RT 8 juga menyampai-

kan hal yang sama terkait relokasi PKL tersebut. Ia menilai bahwa pemindahan 4 orang PKL itu hanya memindahkan kekumuhan saja. “Saat ini kondisi di barat kantor kelurahan terlihat kumuh dengan adanya bangunan PKL yang tidak serasi. Untuk itu harus ada penataan PKL lagi,” katanya diamini warga lainnya. Terpisah, Lurah Jemur Wonosari

mengatakan, pembawaan panji Partai Golkar dari lima wilayah ujung Jawa Timur, merupakan simbul kebangkitan. Sebagai partai politik tinggalan orde baru, sudah banyak merasakan proses berbangsa dan bernegara. “Membawa Panji Partai Golkar, sebagai simbul kebangkitan,” terang Yusuf Husni didampingi Sekretaris Kegiatan HUT Maililla Usman, Selasa (18/10). Mantan anggota DPRD Jatim ini, memprediksi perjalanan peringatan HUT Partai Golkar diawali tanggal 14 November dan berakhir 16 November. “Seluruh kader akan dikerahkan, mulai dari pengurus ditingkatan kelurahan maupun desa, hingga pengurus Partai Golkar ditingkat kecamatan se Jawa Timur,” tandas dia. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli mengatakan, dalam HUT Partai Golkar

FOTO: MEMORANDUM/DAYAT

Puluhan Ribu Kader Meriahkan Puncak HUT Golkar

Nyono Suharli

santri masih tetap mempunyai peranan,” kata Abdul Halim Iskandar. Selain pawai budaya religi, panitia HSN juga menyiapkan berbagai bentuk kegiatan, seperti bazar UMKM warga Nahdliyin, aksi sosial donor darah, panggung budaya religi soko papat, lomba kajian kitab kuning, lomba cipta puisi dan esai. Selain itu, puncak peringatan HSN tanggal 22 Oktober, digelar kirab resolusi jihad NU yang dilakukan dengan jalan kaki dari Pesantren Tremas menuju alun-alun Pacitan, Pembacaan 1 Miliar kali shalawat nariyah, apel dan kirab hari santri serta pagelaran wayang kulit bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (day)

Surabaya, Memorandum Carut marut rekrutmen jajaran direksi di perusahaan daerah yang sampai sekarang tidak jelas, menjadi perhatian serius Komisi B (anggaran) DPRD Surabaya. Baktiono, anggota Komisi B meminta Wali Kota Tri Rismaharini menggunakan hak prerogatif.

Sambungan dari halaman 13 Nurul Muzayanah saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa fasum yang dijadikan relokasi PKL merupakan lahan diwilayah RW 10. Untuk pengelolaanya, pihak kelurahan akan melakukan perjanjian secara tertulis dengan PKL di lahan yang baru. “Pengelolaanya diserahkan ke PKL, dengan perjanjian tertulis. Jadi tidak ada pungutan,” terang Nurul. (lis)

Sambungan dari halaman 13 juga digelar beberapa kegiatan serentak di seluruh DPD Partai Golkar tingkat Kabupaten/kota II hingga provinsi. “Semua wajib berpartisipasi untuk HUT Partai Golkar ke 52. Untuk membangkitkan semangat kebangkitan Partai Golkar di Jatim,”jelas Nyono. Pria yang juga Bupati Jombang ini mengatakan selain kegiatan-kegiatan sosial misalnya lomba-lomba dan wayangan, nantinya akan digelar kirab panji Golkar dari beberapa daerah mulai dari Banyuwangi,Tuban, Sumenep,Situbondo dan Pacitan yang berakhir di Surabaya. “Nanti para pengurus DPP Partai Golkar termasuk Ketum Setnov dan para anggota DPR RI dari Partai Golkar akan turun di Jatim. Puncaknya digelar di Surabaya pada tanggal 6 November 2016,”jelasnya. (day)

FOTO: ISTIMEWA

Surabaya, Memorandum Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar akan melepas ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam kirab peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Minggu (16/10) pagi. Pelepasan pawai yang juga disaksikan jajaran pengurus PCNU Pacitan dilakukan di halaman Pesantren Nahdlatussubban, Arjowinangun, Kabupaten Pacitan. M Ka’bil salah satu panitia Pawai Hari Santri mengatakan, rombongan pawai melewati jalan protokol menuju alun-alun Pacitan. “Ribuan massa yang terdiri dari MWCNU se-Pacitan, anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan badan otonom NU lainnya ikut memeriahkan,” tandas Ka’bil.

Baktiono

“Kami meminta Wali Kota Tri Rismaharini mengangkat Plt dirut menjadi definitif. Ini untuk mengatasi buntunya rekrutmen direksi di perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya,” katanya, Senin (17/10). Alasannya, jika mengulang akan terlalu lama sehingga mengganggu kinerja

perusahaan. Selain itu juga membutuhkan anggaran lagi yang cukup banyak. “Wali Kota tinggal tunjuk Plt menjadi dirut definitif. Dan itu tak salah salah karena memang diperbolehkan,” tegas politisi asal PDIP ini. Ia mencontohkan Sunarno sekarang menjabat sebagai Plt Dirut PDAM Surya Sem-

bada. “Sunarno sudah layak menjabat sebagai dirut definitive karena ia orang dalam yang tahu persis apa yang harus dilakukan memajukan PDAM,” katanya. Ketika disinggung Sunarno tidak ikut mendaftar dalam rekrutmen, Baktiono mengatakan tidak menjadi masalah. Sebab, itu hak prerogative wali kota demi kebaikan bersama. Demikian juga dengan perusahaan daerah lainnya. Jika memang belum bisa menunjuk dirut definitif, lebih baik menunjuk langsung Plt menjadi dirut definitif daripada mengulang rekrutmen. “Rekrutmen ini sudah dilakukan sejak setahun lalu, namun hingga sekarang belum ada hasilnya. Kalau rekrutmen lagi, kapan ada dirutnya? Ini akan berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan,” ujarnya. Rekrutmen direksi di perusahaan daerah (PD)   milik Pemkot Surabaya sendiri banyak yang bermasalah.  Dari 5 PD yang melakukan rekrutmen, ada  3 perusahaan plat merah yang sampai sekarang belum tuntas. Perusahaan tersebut adalah PD Pasar Surya yang rekrumen direksi dihentikan

karena menunggu seleksi badan pengawas. Calon direksi PDAM Surya Sembada ditolak Wali Kota Tri Rismaharini karena dianggap tidak kapabel. Dan  calon direksi dan komisari BPR Artha Surya   Utama mengundurkan diri. Kepala Bagian Perekonomian Kota Surabaya Khalid mengakui adanya 3 PD yang bermasalah dalam rekrutmen. Untuk itu pihaknya akan melaporkan persoalan ini Wali Kota Tri Rismaharini. “Kami berharap dalam tahun ini, rekrutmen bisa segera tuntas,” cetusnya. Soal BUMD lainnya,ia menyat a k an t i d a k a d a masalah. Perusahaan Daerah Taman Satwa dan Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) sudah ditunjuk dirut yang baru oleh wali kota  dan sekarang tinggal pelantikan.  Demikian juga  dengan Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH), sudah beres rekrutmennya. “Untuk perusahaan daerah yang sudah beres rekrutmen direksinya, tinggal menunggu pelantikan. Kemungkinan akan dilakukan  setelah perda  organisasi perangkat daerah disahkan DPRD Surabaya,” jelasnya. (udi)

Proyek Saluran Air Jalan Tembok Sayuran Bikin Celaka

Sambungan dari halaman 13

mobil pengangkut pasir, mobil air mineral. Untung saja belum sampai memakan korban jiwa. “Kan proyeknya sudah mandek sejak pertengahan September lalu hingga kini belum ada kejelasan kapan dilanjutkan. Akibatnya, ban-

galian itu terbuka dan belum tertutup box culvert. Ada juga box cukvert yang patah. Ketika dikonformasi kepada Samsul Hariadi selaku Kabid Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya tak bisa dihubungi. (udi)

yakl truk yang celaka,” katanya. Ia sendiri berharap proyek tersebut segera dituntaskan agar tidak bikin celaka dan macet. Sebab, kondisi ini juga berdampak terhadap usahanya karena warga atau pelanggan akan mengalami kesulitan ke

tempat usahanya. Berdasarkan pantauan, proyek gorong-gorong atau saluran air itu, memakai badan jalan. Setelah digali, lalu dipasang box culvert. Sayangnya di sana, pengerjaannya tak tuntas. Ada sebagian


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

H A L A M A N 15

IKLAN PAS Properti SURABAYA

RUMAH DIJUAL

RUMAH DIJUAL

J.Rmh Jl Kapas Madya Barat 6Lt.5,25x18,2Lt ,TMR,PLN,PAM,IMB,SHM.H:800Jt(NG) T:081331420688/085604755688

J Rmh BR SHM 5x13=170Jt,Ds Sambang rejo-Sukodono,Tnh SHM Sdh Split 5x20= 70Jt.Ds.Sewaluh-Balungbendo-Krian.Bisa Dicicil 081231417020/081230782610

Rmh Mewah Jalan Besar Lt.635/LB.300 SHM,2LT Jl.Rungkut Asri barat 34 Sby.3,850m Hub:081233355517

J.Kav Promo DP Min 10Jt,Uk:6x13,6x14,6x 15,Lok:Ry Kacangan 100m dr Jln Ry Dermo.Lok Ry Jelaq BR Gresik 200m Dr Jl.Ry Jelaq H:081212679157/085101748193 J.Rmh 10x5 PDAM,PLN 145Jt NG & Kos2an 6Kmr Penuh 7,5x14 Grsi Spd,Dapur Didlm 350Jt.Jl.Gadel Tengah I/22 H:P.Heru 085100068731

& Angsuran bisa diatur Daerah Krian dan Bangil Tersedia Rumah subsidi pemerintah Angs. 600 rb-an STOCK TERBATAS

SIDOARJO

RUMAH DIJUAL

RUKO

J.Rmh Hrg 1,5M Nego,Semampir barat Gg.5 No.17-C Kel.Medokan Semampir,Kel Sukolilo,Sby-Timur.SHM Bangunan 11/2 Lantai 3KT,2KM(1Kamar utama+Km dlm) Atas 1Kmr dan 1Km,Garasi Hadap Ketimur Hub:082244815545

Dijual Ruko Jln.A.Yani 281-A Sby (Dpn Carrefour A.Yani Sby) Lt.65,LB75.Kamar Ada 2,KM1+Dapur Ruang Toko/Ruang Kantor,SHM Nol Jln Raya Hrg 2.4 Nego.Tnp Perantara Minat Hub:Dini Tlp/WA 081230373096-085731689355

Di Jual Rumah Ditengah kota Nirwana kahuripan tipe 36 L108.Sertifikat.395Jt.Tanpa perantara.Hub:085100980917. J.Rmh Bagus Lebak Rejo Utara 6/1(4x6m) 175Jt & Setro baru Utara 8/85(3x8m) 150Jt.Hub:081231380564/085748657917

Rumah 6x8 = 200 jt Tanah Kav 6x12

CASH & KREDIT

DP. 70Jt

Telp. 081 252 701 602 / 089 6570 32258 38.30/008-30/09

KEHILANGAN Jl. Kali Kepiting Jaya 2/25 Sby

RUMAH DIJUAL Rmh Rakyat Masangan Kulon 130Jt Jumput Rejo 110Jt Dp 50% Sisa Diang s/d 3Th 081216161595/085606535159

MENERIMA PESANAN : TOPI mulai Rp. 5.000 KAOS mulai Rp. 6.000,JAKET mulai Rp. 30.000,ALMAMATER Rp. 35.000,38.18/09-18/10

TANAH DIJUAL

TANAH DIJUAL Tnh Dijual Sdh di Apit Rmh+Urukan,Ukr 5x12 Leter C,Hrg 162Jt Nego.Bulak Setro utara 2-A Sby (Kenjeran) Hub:081353008626 Tanah Gratis 20x20,Tambak Udang 10x20 Gresik dgn Menabung di koprasi kesra laba 9%/Thn 3x12 di sby H:8708227/WA 085649653702 Terbatas Jual Tanah Petok D / Sporadix Luas 8,6ha, Raya tambak langon Sby.Nanati diuruskan sampai menjadi SHM.Hrg 2.7Juta per 1m2 Hub:081330766853 Jual Tnh SHM Bangsal Mejoketo L.1960m2 BU Hrg.400Jt (Nego) Hub:082115066999081332224306

Tnh Kav Sbgn 6x11,6x12 Masangan kulon 5x10=50Jt.Jumput rejo Dp.50% Diangs 2Th 085102494955/085606535159

RUMAH DIJUAL

Dijual Rumah Perum Kedundung Indah Jl.Muria Iv Depan masjid Muria Hub: 081554223123

41.24/09-23/10

C75 = 50.000 Eceran = 52.000 C65 = 45.000 Eceran = 47.000 Reng = 22.000 Eceran = 23.000

Metal Stat = 22.000

Hub: 0812 1780 0900 38.7/10-06/11

00.08/10-07/11

MOTOR

OTOMOTIF MOBIL

RUPA-RUPA MOBIL

Honda karisma»2002 Cakram PGN 1 Dobel Msin Enak lengkap ori 3,6Jt.0851.0082.1235 / 0812.4970.5043

DAIHATSU KREDIT NEW DAIHATSU TERMURAH.Ayla DP3,9Jt. Xenia 13jt.Gak Ribet Pasti ACC.082231630005-085648744445553CA807 Di Jual pu espass»06 Warna Hitam(L) Kijang Innova V diesel th»2008,Warna Hitam Metalik,Tgn 1 (W-Sda) Hub:081235568583

PU XENIA 1.3 AYLA G.Max

Supra X TR»2010 Pjk Baru 8,5Jt.Nego Pacar Kembang 5/31 087703312224

DP. 9 jt DP. 8,5 jt DP. 11 jt DP. 19 jt

SHOW ROOM

Harga Nego, Proses dibantu

ARSITEKTUR

Aertehnik servis AC,Kulkas,Dispenser,M.Cu ci,Chiller/Central AC Hub:085100581280 081252929980

Wahyu Arsi Tektur Bangun Baru/Renov+ Design Rmh/Ruko Dll Berkualitas Hub:081803801964/085101551964

BANK

MOTOR BEKAS + BARU Segala Merk Sport & Bebek

Bantu pinjamkan jaminan sertifikat,BPKB, Melayani take over Hub:081703114244

Kredit KTP Luar Kota, Kost bisa dilayani

HUB: Jl. Barata Jaya 19 No. 5 Surabaya 031-5043081 -5048607 - 085100583104

HONDA JAZ16RS.At.Pth AlnewAvz13G.Pth:Freed 11 Slvmk.229/142/152Ng.7386039/0811351148

K.I.A

R4,BUS,TRUCK,TRONTON Menerima Pinjaman Dana Jaminan BPKB, Proses Cepat, Bunga Ringan

0822.4718.5701

WA. 0857.3607.0979 00.27/09-26/10

Dijual K.I.A Visto Autometic Th»2003 Warna Gold.Keadaan Masih Bagus Hrg:55Jt (nego) Hub:0811333243

MENERIMA PEMBIAYAAN KENDARAAN

00.27/08-26/09

Gran Max 1.300 cc standart Gran Max 1.500 cc standart Gran Max 1.500 cc AC Nippon Denso (ND) Power Sterring

HUB: PUTUT 082230960620 / 087854480258 MITSUBUSHI MOTOR

78.17/09-27/10

PICK UP L300

T.120SS

PANGGILAN NO STOP H:0852.3480.0270. Ahli Kulkas,AC,TV,Mesin Cuci.P.Air,Kipas Angin dll.Minggu Buka T:8281170

(031)5922404 - (031)3893066 (031)8782440 - (031)3893077 08123509409

Galaxi Bumi Permai N2/6 Surabaya 38.20/09-19/10

Pinjaman,Uang Langsung Cair(Jaminan BPKB)Hub:08100161759-0818372724 Waru,Sepanjang,Banyuurip,Wiyung

79.01/10-01/11

Daihatsu Murah,Ayla Dp.3Jt.@ 2,1 Xenia.Dp.16Jt @3,8.Sigra.Dp.16Jt @ 2Jtan.082233175551-087720004551

SERVICE

Jl. Kenjeran V/20 T: 081231492036

HOTEL ORCHID GUEST HOUSE Jl.Bongkaran 49 Sby Tlp.3550211 Room Rate Rp.180.000/Malam. Rp.100.000/6 Jam

BIRO JODOH Putri 31Th Cantik Menarik Kulit Bersih,Janda 1 Anak,Krja Swasta,Cari Suami Yg Jujur,Setia,Brtanggung jawab,Hanya yg serius Hub:0822.5790.1677

RUPA-RUPA Membantu menyelesaikan mslh hutang Dgn Cepat,Mslh Ekonomi,Pelarisan usaha,Dag ang,Jodoh Dll.Tlp-SMS 081939821206

Hilang STNK Honda Vario 2013 L-6181YT.A/n.Ferry Trihansyah-Simo Kalangan 8K Hub:083849248009 Hilang STNK Honda Supra 125 Th»2009 L5173-VZ.A/n.Ramadhan Hariyadhi.Telp:0851 0050 0858

Hlg BPKB Ertiga»2015 AN ISKANDAR L1914SM Rangka MHYKZE81SFJ309018, Mesin K14BT1182065 Jl.Ahmad Jais 26 Sby

SEDOT WC

SURABAYA

BPKB Spd Mtr Yamaha»2003 W2255XH.Nk: MH34ST1053K311507.Ns:4ST648536 AN.Sutono Jl.Gebang Malang RT13 RW02 Sda

Hilang STNK Avanza L-1505-VX.A/n.Liana Agus Saptarohmawati.D/a.Jl.Sedayu 3/34 sby

ANEKA KEBUTUHAN

• HONDA • CBR 250CC/Tiger»06(M)+Vixion»09(B)= 8.5Jt/Pulsar 200CC=8Jt/Mtc Kimco»08+»06 /RX100 Ors 100% Tlf Hp:0821.3198.3021

BPKB Spd Mtr Suzuki»2007 L2015ON.Nk:MH8BE4DFA7J227466 Mesin E451iD226158AN.Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby BPKB Spd Mtr Suzuki»2012 L4650SA.Nk:MH8BE4DUA CJ304752.Ns:E470iD332993AN.Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby

PASURUAN Jual Rmh T.36/LT.72 Sengon Agung Residence.Jln.Stasiun Sengon Purwosari SHM.PDAM Dekat Saigon WP.Bisa KPR BTN Hub:08123111960-081703511150

Hilang STNK Spd Mtr L-2047-PS.Nk:MH1JF9 115BK244601.Ns:JF91E1241419.An.Siti Ruyati.D/a.Bulak jaya 2/35 sby.SIM C+KTP+ ATM.An.Romadhon.

LOWONGAN Cari tenaga baby sitter pendidikan Gratis pengalaman & yang belum langsung kerja Hub:085748274556-087853385009082257663447 Di butuhkan Wanita Umur 21Th-25Th.Untuk Club Malam.Penampilan menarik Fas Mees Hub:0822.3468.0095 Sopir Truck Tronton Wing Box Sby-Jkt & Kota2.SIM-B2 Umum Hub:081330994567

BPKB Granmax»2013 L9458T Rangka MHKT 3BA1JDK018652 Mesin MA69756 AN. Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby BPKB Granmax»2013 L9773NA.Nk:MHKT 3BA1JDK020009 Mesin MB 36647 AN. Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby BPKB Spd Mtr Suzuki»2013 L6856TJ Rangka MH8BF46AADJ106689 Mesin AEP1iD106643 AN.Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby BPKB Spd Mtr Suzuki»2009 L6179QN.Nk: MH8BE4DFA9J741910 Mesin E451iD777335 AN.Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby BPKB Spd Mtr Kaisar»2009 L9486NB.Nk:M GDT15MKT9J001709.Ns:162FMJ09030559 AN.Iskandar Jl.Ahmad Jais 26 Sby Hilang STNK Honda L-6344-BH.An.Lilik Tjitrawati G.Jl.Karang Asem XII-A/47

38.16/0-16/11

RUPA-RUPA MOBIL

DP.4 Jt-an

00.27/09 26/10

* * * * *

TOUR TRAVEL

DP 11 Jt-an

Informasi Hubungi 082139577575-085101177660 AYLA DP. 10 Jt Angs. 2.021.000 AYLA DP. 6 JT Angs. 2.486.000 Sigra DP. 15 Jt Angs. 2.806.000 Xenia 1300cc DP 15 Jt Angs. 4.434.000

Jln.Taruna No.7 Wage Taman Sidoarjo

031-8549567-081230911115

79.18/10-17/11

PROMO DP Minim

Dengan hanya Rp. 250.000,- Anda mendapatkan Sulusinya

Pick Up DP. 8 Jt, Teris DP 16 Jt, Luxio DP 26 Jt, GranMax D DP 22 Jt, Sirion dP. 30 Jt Proses Cepat & mudah DP. Ringan

0822.3344.0990 /0851.0142.2950 79.27/09-26/10

Rumah mau dilelang BANK Terjerat Rentenir Kredit Macet Kredit ditolak Bank Terjerat dana Talangan

38.17.09-16/10

-

AYLA DP 12 Jt XENIA DP 15 Jt

Bunga Termurah Bisa Cari Unit Sendiri DPRendah Angsuran Ringan

- Syarat Mudah & Fleksibel - Instan Approval - Unit 2005- Up - Tenor 5 Thn

CASH BACK UNTUK PEMBELIAN HANYA BULAN INI !!! Dijamin - Harga terbaik - Kredit pasti OK - Proses cepat - Tanpa Ribet (data dijemput)

ALAMINIUM

08123155758 - 081703856600

ALUMINIUM Class and stainless Kantor : Jl. Ry Simolowaru 159 Sby T. 031) 5965356 Gudang: Ry Tambak Medokan Ayu 68 Sby T.031-8783044 E-mail: amandabambang1@gmail.com

00 27/09 26/10

081332211135 WA / 087734111135 WA / 08153211115 38.23/09-23/10

RUPA-RUPA MOBIL

Melayani Bor Sumur, Bor Setros,Bosr Arde/Grounding,Mesin/Manual.Hub:0857.318 6.7707/0821.3113.2269

HARGA TINGGI BUKTIKAN!!! Cari / beli TV,LCD,LED dll T:0851.0011.0415 / 0812.3594.962 (sampai malam)

GUBENG RUNGKUT KUTISARI

031-5922262 082333356269 085100932002 38.14/10-

- AGYA - AVANZA - YARIS- INNOVA - FORTUNER - SIENTA

PALING MURAH Gratis asuransi

DP 17 Jt/Angs. 2.704.00

Info Selengkapnya Rizal Hub: 081350058725 Astra Daihatsu

WA 0812.3028.9288 79.28/09-26/10

PARANORMAL AHLI RAMAL KARTU CKI,JITU BISA BACA NASIB,RMH TANGGA,JODOH,BISNIS,DLL. DTNG LANGSUNG KE IBU RINA! JL.KEDUNGSARI MASUK SAMPING KANAN GIANT SURABAYAN 3/34 T.0315490592/081229729706 (Tidak terima SMS) JASA KILAT,PUTUS NYAMBUNG ASMARA & PERSELINGKUHAN PIL/WIL/PACAR,Juga Aura Pemikat & Penglaris,Praktek Pakis & Dupas.Hub:(Abah To) Hp:0812.303.9275 / 0858.5297.7996 SPESIALIS JASA PELET @ PENGASIHAN Tentang Pacar,Pil/Wil,Jodoh,Kerjaan,Bisnis, Jabatan Hub:Gus Stiawan Jl.Pakis 51 Sby Hp:0822.4505.3532/0857.3326.8938

38.18/09-17/10

-

CV.TOP Ahli pendinginan AC Split Cuci 30 ,Freon 50,Bonkar/Pasang 100,Ahli Kipas,Msn Cuci,Central/Chiler,Casetta,While,Dispenser, P.Air,TV,DVD dll J/B.AC Bekas Kjrn:0315150.3333 Rkt,0851.0304.0303,Myjnd 03151503332

Perusahaan Resmi+Terdaftar

BUTUH CEPAT u/ Kantor/ PT 75 Orang P & W * Min SMP,SMU/K-S2 U/Bagian : * Pengalaman tdk diutamakan - ADM,ACC,KEU,HRD, (Bukan Sales) * Kerja Minggu ini - Gudang, Pack, Umum PENGHASILAN : 3,8 - 5 JT + BONUS+Dll. TLP/SMS DATA Hub: 0857.3321.6221 38.01/10-01/11

SERVICE

ELEKTRONIK MEBEL LAPTOP HP. DLL

38.12/10-11/11

PENGOBATAN

LAMONGAN KEHILANGAN

( Bpk. Raffty HRD Personalia)

41.24/09-23/10

Grand Max Pick UP (1.300 cc) DP. 9,6 Jt Xenia X (1.300 cc) DP. 8,5 Jt Ayla X (Tipe Paling lengkap) DP. 8,5 Jt

KEHILANGAN Hlg STNK Honda Vario th 2014 W 4144 WN a/n: Siti Fatimah hub 085851290005.

5920876 / 085100127996 / 081242974292

AC...AC...DINGIN!!! Berkwalitas,AC Split Scond=1 Juta (05-3/4-1PK-2PK) 350 Watt.08 5100995098-0315012481 Persewaan AC.

ELEKTRONIK

79.27/09 26/10

79.07/10-06/11

SIDOARJO

38.18/10-17/11

ELEKTRONIK DICARI TUBAN

Hilang STNK Ymh Mio L-5038-PJ.An.Endang Saptowati.D/a.Pandegiling 3/9 sby

BIRO JASA

Ternor bisa sampai 5 thn, tuka tambah, proses cepat, tanpa tolak !!! BONUS BANYAK !!

AVANZA DP. 15 Jt AGYA DP. 14 Jt CALYA DP. 19 Jt CEPAT INNOVA DP. 45 Jt PROSES & MUDA FORTUNER DP. 80 Jt Hub: 0812.3311.1938 SIENTA DP. 24 Jt WA : 0812.3311.1938

SEDOT WC Jitu Ahli Sedot Saluran Air & Sedot WC Mampet,Tanpa Bongkar Kimia,Terima Kuras,Sumur,Tandon,Kolam,Sedot Wc,Borongan,Kenjeran 0315150.3330/Rungkut 0851.0877.7759 Mayjen 0851.0362.8003

38.Kms-mgg) 2/08-14/10

38.27/10-26/10

38.15/10-14/11

Hilang STNK HND nopol L 4838 0G an Sely eka reza rosita jln. Kendangsari F / 72 sby.

BIMA***** Hub:0815.5986.3118-0878. 5249. 2139-0851.0602.3019 Hari Minggu/Besar Buka,Waru,Perak

SENDY 082232446706 5F9DBF51

NEW ERTIGA : DP. 23 JT WAGON R : DP. 18 JT PICK UP : DP. 9,5 JT

Mlm tabungan syariah resm ojk apli 4 jt 1 thn 30 jt uztd yusuf mansur hub 085606663483

38.21/09-21/10

INVESTASI 38.20/10-19/11

INVES Hanya 50Jt Atau 75Jt saja dpt 1 unit Rmh Type 36.Daerah bangil & Krian Segera Hub:0822.3332.3808 Adam

PARANORMAL - PENGOBATAN

GENDAM ASMARA,Solusi Perselingkuhan, Taklukan Pacar,Hub:0812.9369.9917.Klik:W WW.kirandulawe.com

ATASI TERLAMBAT BULAN JOSS... PASTI LUNTUR Harga terjangkau

Mengatasi masalah, guna-guna, asmara, jodoh, bisnis, pengasihan, buka aura, mahar siklasnya, media menolong

Membesihkan racun (tanpa operasi) bisa awet muda, penyakit apapun seluruh tubuh, migrain, kencing manis, lemah syahwat, stroke, jantung lemah, asam lambung, hernia, prostat, liver dll. Pria ,Wanita,Bayi

Hilang Stnk spd mtr: S 4410 LI Nk: MH331B206CJ084860 Ns: 31B1084866 An.Soenoko D/a: Pangkatrejo kec.Maduran Kab.lamongan

Hilang stnk Mobil S-744-LI.Nk:MHYKZE81SE J230597 Ns: K14BT1133982 An.Juli thp D/a: Tumenggungan kec/kab.lamongan

79.18/10-17/11

38.25/09-24/10

00.14/09-13/10 41.14/10-14/11

HLG STNK Honda Th»2012, S-3351-LG, an.SUYONO,SH desa SIDOREJO Gg.RajawaLi No:30 Kec.DEKET LMG

KEDIRI KEHILANGAN

38.19/10-18/11

Perum Griya Karya Sedati Permai (GKSP) Blok BA No.1 RT 29 Sedati dekat Juanda

Tokcer 100% 1 jam Lancar Garansi Resmi

Hilang STNK. AG.2077.ER. RUDY SAPUTRO. LAMONG BADAS.

41.8/09-9/10

41.14/10-14/11

41.14/09-14/10

Hilang Stnk AG 5030 GO A/n podo ds. tanon papar kediri.

EXSCUTIVE CLASS SURABAYA

THERAPY KESEHATAN

38.29/09-29/10

Totok Kejantanan pria, massage, lulur, totok wajah, bod scrub, (cantik,semok, arab, montok) NO SMS 38.08/10-08/11

BU MINI Cantik Pijat Kebugaran Tradisional P/W Pggl A/J Htl /Losmen,Perum Apartemen H:0838.5499.9511 / 081.935.094.823

38.21/09-20/10

41.14/10-14/11

38. 21/9-20/10

HUB: ZHU FU SHOP

Diadakan pelatihan aji tapak sesantengan penyembuhan kilat tanpa obat, Warisan leluhur Nusantara+Hipnoterapy diadakan pelatihan. Meramal memakai nama+tanggal lahir+Memakai kartu TAROT.

082244452417 / 085784699917

Candi Lontar Kulon 45M Surabaya

Mengobati Hernia Tanpa Operasi. Cocok dipakai olahragawan & Pekerja Berat untuk Pencegahan. Baik digunakan sebelum/sesudah operasi !! Sedia Obat Paasutri & Alat Bantu P/W

IBU MIRA AHLI Massage Urat Bisa Lulur/Masker Scrap Jamu Bisa Panggil Hub:0823.3722.3816 Pijat Capek∆ + Bekam Kering Buat Wanita 24Jam H:Didit Tlp / WA 088217696764 -NO SEX-

PASANG IKLAN PAS 081332224306 085101994897 083830506366 081330371927

Pendaftaran SMS 082232205324 (Tyagraj)

38.21/09-21/10

38.06/10-06/11

38.06/10-06/11

20/09-19/10

38.23/09-22/10

RADOO Putih,Tinggi,Bersih,Atletis,Body Fitnes buat Wanita & Pasutri Hub:0856.0731.1278

Call to Hotel wilayah surabaya dijamin cantik menarik mempesona privaci dijaga

Bu Janda Sintal Jawa Manis Lembut Keibuan Massage Call To Hotel : 087.853.894.305 Putra Massage++++ Siap Dipanggil / Ditempat 24 Jam u/ Info Call 085101165543

38.19/10-18/11

SMS : 081217234891 00.30/09-29/10

41.TM09/09-15/10

38.09/10-08/11

JOY Muscle Massage+++ untuk panggilan 24 Jam Go Hub:085102165650

38.4/10-04/11

38.27/09-26/10

Room BerAC, Bersih,Pemijat Ramah

LUNA MASSAGE 20TH CALL TO HOTEL : 0838.5450.1941

0812.2149.1114 00.18/10-17/11

Jl.Raya Sukomanunggal Jaya Komp Ruko Satelit Town Square D18

Bersih,Ramah & Privasi terjamin

HP. 081254557089 79.11/10-10/11 79.20/09-19/10

Model

BISA DITEMPAT, BISA DIPANGGIL

Cantik-Putih-Sexy-Indo China 00.19/10-24/10

Hilang Stnk Spd Mtr: S 5015 LC Nk: MH351D9204BJ328487 Ns: 5D91327443 An.Suwarno D/a: Ardirejo Kec.Sambeng kab.lamongan

Hilang Stnk Spd Mtr: S 3256 LE Nk: MH1JF5126BK546142 Ns: JF51E2546975 An.Syahrul g D/a:Bandungsari kec.Sukodadi Kab.Lamongan

40.23/09-22/10

Levino Atletis Massage Melayani Pria / Pasutri Ditempat/Dipanggil 085735560502

HILANG STNK SPD MTR : S 6333 LY. Nk.MH311UB003CJ021609. Ns.1UB021511. An. SUSASPUTIH. FATHARAI. D/a: Ds KALIPANG KEC. SUGIO KAB.LAMONGAN Hilang Stnk spd mtr: S 4584 LK Nk: MH1JF5135CK574928 Ns: JF51E3573489 An.Sumaiyah D/a:Ds.Tunggul kec.Paciran kab.lamongan

Divisi: Pabrik,Sec, Ad, Gdng P/W usia: 17-45 thn (Pensiunan) Min: SMP,SMA/Sederajat, D3, S1 Tidak Mengutamakan Pengalaman Status Tetap, bukan Kontrak Bukan Aoutcorsing/Penyalur ANDA MINAT HUB/SMS DATA DIRI (Nama,Alamat,Pendidikan,Usia)

Hub: Bpk. Budi Iswanto (Personalia HRD) Hp. 081335586439

(031) 5611001/8665686/70922999

.Hilang stnk spd mtr: S 6186 KO Nk: MH1JBC110AK805276 Ns:JBC1E1800050 An.AYUNI RAHMAWATI D/a: RT 02 RW .05 Ds Sugio kec sugio kab lamongan

00.19/10-24/10

38.12/10-11/11

79.14/10-28/10

38.29/09-29/10

41.09/09-15/10

Blesteran Cainese, Sexy, Cantik, Full Service, No. Asisten

38.15/10-15/11

38.29/09-28/10

Jam: 07.00 s/d 21.00

38.4/10-3/11

40.13/10-12/11

Jl. Ka Jl. Ke


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 16

P RO B O L I N G G O MELIPUTI WILAYAH KOTA/KABUPATEN PROBOLINGGO. KABIRO: Nur Wahyudi. WARTAWAN: Richard De Nre, Happy Lailatuansyah, M. Hisbullah Huda, Yusron Fuadi

Kakek Sumberkerang Bacok Warga Sebaung Probolinggo, Memorandum Kesal lantaran tukar tambah mobil tak kunjung beres, Nik Sudarto (54), warga Dusun Karnen Wetan, RT1/RW2 Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, nekat membacok Agus Misdar (52), warga Desa Sebaung Kecamatan Gending. Usai rapat koordianasi internal, para peserta langsung meninjau lokasi untuk memastikan solusi yang akan dilakukan di area proyek pembangunan jembatan Gladak Serang.

Arus Lalin Tetap Buka pada Jam Sibuk Probolinggo, Memorandum Pasca diprotes, pejabat dari instansi terkait akhirnya turun ke lokasi proyek pembangunan jembatan Gladak Serang di Jalan Mastrip. Sebelumnya, para pejabat itu menggelar pertemuan yang digagas Camat Kanigaran. Pertemuan diikuti Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Imanto, Kabid Pengairan, Ghofur Efendi, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Kasat Intelkam Polres Probolinggo Kota, Iptu. Darto Darmawan, Kapolsek Mayangan, Kompol Wiwoho, Lurah Kanigaran, Angga, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, beserta Direktur PT Seribu Bintang, Wanto. Camat Kanigaran, Sugito Prasetyo, mengatakan, rapat kordinasi internal itu mendiskusikan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Gladak Serang yang menuai protes warga. “Kami yang punya wilayah mempunyai kewajiban untuk mensinkronkan dan mendiskusikan masalah untuk mencari jalan keluar yang terbaik tentang permasalahan pembangunan jembatan gladak serang yang diprotes warga karena ruas jalan ditutup,” ujar Sugito. Pada rapat tersebut, pihaknya memberikan solusi pelaksanaan pekerjaan agar tidak menutup ruas jalan pada jam-jam tertentu (jam sibuk). Dengan demikian, masyarakat yang melintas tidak terganggu. ”Masyarakat bertanya, proyek pembangunan seperti apa, bentuknya bagaimana, dan indahnya seperti apa?,” tandas Sugito Prasetyo. Tak hanya itu. Sugito Prasetyo juga mengusulkan agar dipasang baliho atau pemasangan banner terkait gambar pembangunan jembatan gladak serang jika sudah terbangun. “Ini untuk mengurangi keraguan masyarakat akan proyek tersebut sehingga wujudnya akan diketahui. Saya yakin warga akan berpikiran positif jika itu dilakukan dan pasti mendukungnya sampai selsesai pembangunan,” katanya. Kepala DPU, Imanto, mengaku mempunyai beberapa kegiatan program di wilayah Kecamatan Kanigaran. Ada beberapa akses jalan yang harus mendapatkan solusi yang terbaik. Dimana proses pembangunan harus berjalan lancar dengan perencanaan untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti yang terjadi dengan permasalahan akibat protes warga terhadap ruas jalan yang ditutup karena pekerjaan proyek butuh sebuah komunikasi, dalam artian program pelaksanaan pembangunan dipastikan ada kaidah-kaidah yang harus dicermati seperti spec dan ketepatan waktu karena disepakati dalam kontrak pekerjaan. “Kami mohon maaf, jika terjadi permasalahan tersebut. Tentunya yang harus sambungrasakan bagaimana pekerjaan dilaksanakan tepat waktu. Apalagi akses jalan tidak mengorbankan warga. Pelaksanaan tetap dijalankan, dan akses jalan tetap disiapkan. Kami sudah membuat pola pemikiran yang akan disampiakn kepada rekanan,” katanya. Cara yang akan dilakukan dengan metode pelaksanaan bagaimana mengubah sistim penutupan total ruas jalan dengan sistim buka tutup. Nantinya ruas jalan aspal yang harus disikapi bagian mana sebab tidak bisa menyikapi ganti lahan yang diminta oleh warga. “Butuh pemahaman pada semua pihak dengan cara mensosialisasikan kepada warga untuk menyikapi pelaksanaan proyek pembangunan jembatan gladak serang,” tutur Imanto. Usai rapat koorrdinasi internal, peninjauan lokasi langsung dilakukan untuk memastikan hasil yang diinginkan agar mendapat solusi yang terbaik untuk warga Kota Probolinggo.(mhd)

Kejadian berdarah itu, terjadi pada Senin (17/10) malam, sekira pukul 23.00. Saat itu, Sudarto melihat korban tengah bercengkrama dengan rekan lainnya, di Dusun Taman, Desa Sebaung. Diduga kesal karena urusan tukar tambah mobil dengan korban tak kunjung menemui penyelesaian, kakek berusia lebih setengah abad itu kalap. Ia turun dari bentor yang dinaikinya, dan berjalan ke arah Agus, dengan menenteng sebilah celurit. Selanjutnya, Sudarto mengayunkan celuritnya ke arah korban, dari belakang. Mendapat serangan yang tak diduga ini, korban berusa-

ha menghindar. Tapi ia malah kena bacok dari arah depan. Ayunan celurit yang berulangulang, berusaha ditangkis dengan tangan kosong oleh korban. Aksi tersebut berhenti setelah warga pada berdatangan dan melerai keduanya. “Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Gending. Namun, karena pihak puskesmas tidak sanggup, dirujuk ke RS Waluyojati Kraksaan,” kata Kapolsek Gending, AKP Naryo. Selanjutnya, pihak Polsek Gending segera datang ke lokasi kejadian, setelah mendapat laporan dari warga setempat. Pihak kepolisian memintakan visum kepada

Korban Misdar dan barang bukti celurit.

pihak rumah sakit, sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut. “Usai membacok korban, dia (Sudarto), lengkap dengan barang bukti, berupa sebilah

Tekan Narkoba, Binmas Polres Probolinggo Gelar Penyuluhan di MTs Darun Najah Dringu Probolinggo, Memorandum Peredaran berbagai jenis narkoba kian memprihatinkan. Untuk Indonesia, keadaan ini sudah masuk dalam kondisi darurat. Jika terus dibiarkan, hal ini jelas akan merusak generasi muda. Guna menekan peredaran narkoba di kalangan pelajar, satbinmas Polres Probolinggo, menggandeng pihak Dinas Pendidikan setempat, untuk kemudian melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah. “Pemuda adalah generasi penerus bangsa, calon pemimpin masa depan dan kontributor bagi kemajuan Negara. Akhir-akhir ini kehidupan pemuda kita saat ini terutama pelajar dipengaruhi banyak faktor. Narkoba menjadi salah satu penyebabnya. Ini yang harus dicegah dan ditangani,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syariffudin, melalui Kasatbinmas, AKP Hendrix K. Wadhana, Selasa (18/10) siang. Untuk itu, pemerintah saat ini telah mencanangkan Indonesia Darurat Narkoba. Dengan mengacu pada peristiwa-peristiwa tersebut di atas dan juga untuk mencegah semakin meluasnya peredaran narkoba, pihak Polres bersama dengan Diknas, melakukan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Seperti yang

Sosialisasi narkoba ke para pelajar.

dilaksanakan di MTS Darun Najah, Kecamatan Dringu ini. Seluruh pelajar mengikuti kegiatan tersebut. Tujuan diadakan giat sosialisasi ini adalah menumbuhkan kedisiplinan dan patuh hukum dikalangan para siswa, dipandang perlu melakukan langkah-langkah preemtif Kepolisian guna membentuk generasi penerus bangsa yang patuh dan disiplin sejak dini dikalangan para pelajar. Kasat Binmas memberikan arahan yang intinya agar dapat meningkatkan disiplin bagi para pelajar, dapat menghindari diri dari bahaya merokok, minuman keras dan narkoba, menghindari pergaulan bebas dan kenakalan remaja, serta mematuhi semua aturan di

sekolah yang berlaku. Dengan dilaksanakan giat sosialisasi ini, Polres Probolinggo berharap kepada para siswa-siswi untuk selalu bersikap disiplin dan patuh terhadap semua aturan dan dapat mengerti akan dampak bahaya dari Narkoba serta buruknya kenakalan remaja dan diharapkan para pelajar selalu bisa menjaga pergaulannya dengan baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. “Kalau tidak dimulai sejak saat ini, lalu kapan. Sebab masa depan bangsa ini ada pada remaja. Harapannya mereka bisa lebih berhati-hati, dan waspada terhadap narkoba,” pungkas perwira yang belum genap sebulan bertugas di Polres Probolinggo ini. (py)

celurit, menyerahkan diri ke mapolsek. Maka pelaku kami

amankan, dan kami bawa ke Mapolres Probolinggo, guna

penyelidikan lebih lanjut,” pungkas AKP Naryo. (py)

Wali Kota Ingatkan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama Probolinggo, Memorandum Muharam merupakan salah satu bulan yang utama bagi umat Islam. Karenanya, sangat dianjurkan untuk mengerjakan amal kebaikan di bulan ini. Termasuk, anjuran untuk saling menghargai, dan menjaga toleran antara sesama. Pesan yang sangat kuat soal toleran dan menjaga kerukunan antar sesama ini, disampaikan Walikota Hj Rukmini SH. MSi, pada peringatan Muharam, kalender tahun baru Hijriyah, dan Hari Santri. Pesan Walikota tersebut sangat tepat karena disampaikan langsung di hadapan ribuan warga yang menjadi peserta gerak jalan di acara tersebut. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama, kata Walikota, menjadi kunci bagi keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu daerah. Toleransi dan kerukunan merupakan salah satu pondasi tegaknya bangunan bangsa. Komitmen moral tersebut, tidak cukup ucapkan, tapi harus direalisasikan, dipraktekkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebagai bukti konkret toleran dan kerukunan yang terus terjaga di Kota Probolinggo, di peringatan hari santri dan

kalender Islam itu di dalamnya juga turut serta sekolah kristen (SMPK dan SMK Materdei) berbaur dengan para santri. Perbauaran ini memperlihatkan kesejukan hubungan antar sesama dan antar umat beragama. Kondisi yang demikian diharapkan Walikota terus terpelihara. Sehingga Kota Probolingo memberikan kenyamanan bagi semuanya. Walikota menyampaikan, manusia adalah mahluk sosial yang butuh interaksi sosial. Manusia juga memiliki perbedaan, termasuk soal keyakinan. Namun, perbedaan itu diharapkan menumbuhkan rasa persatuan dan saling menghormati dan menghargai. Supaya kerukunan antar-umat beragama tetap terjaga. “Air dan minyak memang tidak bisa menyatu. Namun keduanya, bisa berdampingan dan saling melengkapi. Seperti itulah harapan dari Pemkot terhadap seluruh umat beragama di Kota Probolinggo. Meski tak bisa bersatu, namun tetap berdampingan dan hidup rukun. Semoga kita mampu menjaga persaudaraan kemanusian, persaudaraan kebangsaan dan persaudaraan seimah di bumi Indonesia yang kita cintai, sesuai semboyan Binneka Tunggal Ika,” jelas Walikota.(adv)

Wali Kota Hj Rukmini (dua dari kanan) dan ribuan peserta dalam pesan damai dan toleransi

Kota Probolinggo Kehilangan Momentum (1)

Setahun, Pejabat Pindah Empat Kali

Pengangkatan sumpah dan pelantikan pejabat struktural Pemkot Probolinggo yang dirotasi.

KOTA Prob oling go bisa kehilangan momentum produktif karena seringnya rotasi pejabat. Selama 2016 tercatat lima kali rotasi pada pejabat. “Selama setahun ada

lima kali mutasi atau rotasi pejabat. Yang luar biasa proses tersebut tidak hanya dilakukan pada pejabat berbeda. Satu orang bisa tiga-empat kali pindah jabatan dalam seta-

hun,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar, H. Rano Cahyono. Rano mengatakan, kondisi demikian menyebabkan momen produktif menjadi hilang. Sistem kerja di Pemerintahan Kota Probolinggo berjalan ditempat. Selain itu, muncul suasana kurang kondusif dan bahkan meresahkan. Tak hanya itu, ada beberapa pejabat baru tidak memiliki dasar-dasar kemampuan dibidang yang diembannya. Ini justru menimbulkan keraguan untuk menjalankan tugas dan fungsi jabatannya.

“Oleh karenanya, evaluasi jabatan dan mutasi pejabat yang dilaksanakan oleh Baperjakat harus matang, kualified dan mendalam serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lancarnya pelaksanaan tupoksi jabatan dimaksud,” ucap Rano. Berdasarkan sumber data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang ada pada 2016 terjadi lima kali rotasi dalam setahun. Pada 28 Januari 2016, terdapat 77 orang pejabat es-

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Pertama Lelang Eksekusi Hak Tanggungan tanggal 04 Oktober 2016, Maka berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Retail Credit Collection Surabaya akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo, terhadap barang jaminan debitur sebagai berikut : 1.Sulistiyono Sebidang tanah terdiri dari SHM No. 212 seluas 238 m2 a.n. Romelah terletak di Desa Ngareskidul, Kec. Gedeg, Kab. Mojokerto, Prop. Jawa Timur berikut bangunan di atasnya. (Harga Limit Rp. 140.000.000,-/Uang Jaminan Rp 70.000.000,-) 2.Moch. Muckhtar Sebidang tanah terdiri dari SHM No. 1111 seluas 925 m2 a.n. Moch. Mukhtar terletak di Kelurahan Ngemplakrejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan, Prop. Jawa Timur berikut bangunan di atasnya. (Harga Limit Rp. 1.269.000.000,-/Uang Jaminan Rp. 643.000.000,-) 3.Adimas Pramudya Sebidang tanah terdiri dari SHM No. 993 seluas 317 m2 a.n. Djoko Agananto Slameto Dadi terletak di Desa Pacet, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto, Prop. Jawa Timur berikut bangunan di atasnya. (Harga Limit Rp. 579.000.000,-/Uang Jaminan Rp. 289.000.000,-) Lelang akan diselenggarakan pada : Hari/tgl : Rabu / 02 November 2016 Pukul : 09.00 WIB s/d selesai Tempat : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo,JL. Erlangga Nomor 161 Sidoarjo Syarat-syarat lelang : 1. Peminat wajib menyetor uang jaminan sesuai dengan daftar diatas. 2. Jaminan disetorkan melalui rekening pada PT. Bank Mandiri Tbk Cabang Pahlawan-Sidoarjo No. Rek. 142-0002032539 a.n. Rekening Penampungan Lelang KPKNL Sidoarjo, yang harus sudah efektif paling lambat 1 (satu) kerja sebelum Pelaksanaan Lelang. 3. 1(satu)penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) barang atau paket barang yang ditawar. Peserta lelang/kuasanya wajib menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), membawa slip setoran uang jaminan lelang dan asli/fotocopy tanda pengenal yang sah (KTP/SIM) sebelum pelaksanaan lelang. 4. Penawaran secara lisan dan naik-naik atau semakin meningkat. 5. Setiap peserta lelang wajib melakukan penawaran paling sedikit sama dengan nilai limit. 6. Pemenang lelang diwajibkan melunasi harga lelang dan biaya lelang sebesar 2% dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak pelaksanaan lelang, apabila pemenang lelang tidak melunasi harga lelang dalam tenggang waktu tersebut, maka uang jaminan akan disetor ke kas negara, dan peserta lelang akan dimasukkan dalam daftar hitam lelang. 7. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan/penundaan lelang maka peserta tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun kepada KPKNL Sidoarjo, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 8. Persyaratan lelang dan ketentuan lain ditetapkan sebelum pelaksanaan lelang dimulai. Info hub PT. Bank Mandiri, RCC Surabaya, Telp. No. 031 – 5661371-74 atau 08118498432. Surabaya, 19 Oktober 2016.

selon II dan IV dimutasi. Dua bulan kemudian, tepatnya 4 Maret 2016 sebanyak 61 pejabat struktural, yang terdiri eselon II sebanyak 3 orang, eselon III sebanyak 4 orang, eselon IV sebanyak 54 orang. S e bu l an ke mu d i an , tepatnya 1 April 2016 sebanyak 62 orang pejabat esselon II, III dan IV juga dimutasikan. Mutasi kembali dilakukan pada 7 Agustus 2016, sebanyak 60 orang pejabat eseelon III dan IV. Terakhir, selang satu bulan tepatnya 16 September 2016, dengan mengganti posisi pada

31 orang pejabat. Namun, mutasi tersebut berdampak pada dua SKPD yang tidak dijabat secara definitif, yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Perombakan pejabat, membuat para pejabatnya menjadi tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaannya. Sehingga ketika dilakukan rapat bersama antara eksekutif dan legislatif. Hasilnya sering menemui jalan buntu, sebab pejabat yang ditugasi tidak menguasai masalah. Karena pejabatnya sering berganti-ganti. Sejumlahpejabatmengakuhanya bisa pasrah menerima situasi itu. Mananggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sukam, yang dimintai komentarnyaterkaitmutasitersebut menyampaikan bahwa penyegaran terhadap satu posisi jabatan merupakan hal lumrah yang bisa dialami oleh pejabat publik. “Hal logis yang kerap terjadi disatupemerintahan.Halinisebagai upaya untuk memberi penyegaran padapejabatagartidakjenuhdalam memimpinsatuinstansi.”paparnya. (mhd/bersambung)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 17

JEMBER RAYA-LUMAJANG KEPALA BIRO: Choiri Kurnianto, SH. WARTAWAN: Edi Winarko, Ulum Subekti, Rifai, Marjuni, Yuyun NW. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Protes Manajemen RSUD Koesnadi Buruk

3 Dokter Spesialis Mengundurkan Diri Bondowoso, Memorandum Pengunduran diri ketiga dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koesnadi Kabupaten Bondowoso, berdampak kepada standar pelayanan minimal (SPM) sebuah rumah sakit daerah. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr Imron dengan pengunduran ketiga dokter spesialis pelayanan di RSUD Koesnadi semakin tidak bermutu standar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Ketersediaan dokter spesialis dan umum di RSUD Koesnadi masih kurang, dengan adanya pengunduran diri ketiga dokter spesialis ini, menjadikan rumah sakit semakin tidak memiliki mutu standar,” kata dr Imron,Selasa (18/10) Dia mengaku, tidak tahu menahu alasan pengunduran diri ketiga dokter spesialis, namun yang jelas pengunduran diri ketiganya dikarenakan persoalan personal dengan pihak managemen RSUD sendiri.“Kita wait and see aja seperti apa kedepannya. Kita kembalikan kepada Bupati selaku kepala daerah yang akan menyikapinya,” katanya Salah seorang dokter spesialis yang mengundurkan diri yaitu dr. Yus Priyatna saat dikonfirmasi menyatakan, pengunduran dirinya merupakan bentuk protes dari managemen RSUD Koesnadi yang selama ini dianggapnya buruk.“Saya mengundurkan diri hanya karena ingin ada perubahan situasi yang lebih baik, itu saja,” akunya. Dokter Spesialis Paru ini mengaku, selama ini managemen di RSUD Koesnadi tidak ada perubahan ke arah perbaikan, hal itulah yang menyebabkan dirinya mengundurkan diri dari status pegawai negeri sipil (PNS) sebagai dokter spesialis paru di RSUD Koesnadi.“Saya hanya inginkan managemen yang lebih baik, kalau saya mengatakan lebih baik berarti kemarinkemarinnya tidak baik,” tukasnya. Ketiga dokter spesialis yang mengajukan pengunduran diri sebagai PNS di Lingkungan Pemkab Bondowoso, yaitu, dr Yusdeni Lanasakti, Sp PD, dr Gunawan, Sp PD dan dr Yus Priyatna Sp P. Surat pengunduran diri ketiganya hampir bersamaan yaitu pada 10 Oktober dan 12 Oktober 2016. Tidak hanya ketiga dokter itu saja, dr. Andreas Andrianto, Sp. B (K) Onk juga mengundurkan diri sebagai Ketua Komite Medik RSUD Koesnadi. Direktur RSUD Koesnadi, dr Agus Suwardjito saat dihubungi melalui telepon menyatakan siap dikonfirmasi di kantornya. Namun saat akan ditemui di kantornya, dr Agus Suwardjito melalui satpam RSUD mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia dikonfirmasi.(kbrn)

Angka Perceraian di Situbondo Tinggi Situbondo, Memorandum Tahun ini angka perceraian di Situbondo cukup tinggi. Kantor Pengadilan Agama (PA) menangani 2.419 kasus perceraian. Dengan demikian, akan ada ribuan janda baru di Situbondo. Tingginya angka perceraian tidak lepas karena kemajuan teknologi informasi. Ironisnya, dari 2. 419 kasus perceraian di Pengadilan Agama Situbondob, paling tinggi diajukan pihak istri atau gugat cerai sebanyak 1.067 kasus. Sedangkan cerai talak atau gugatan cerai diajukan pihak suami hanya 786. Untuk penyebab tertinggi dipicu masalah ketidak harmonisan, yaitu sebanyak 581 kasus perceraian. Tidak adanya tanggung jawab sebanyak 316 kasus perceraian. Disebabkan karena hadirnya pihak ketiga sebanyak 316 kasus. Cemburu 113 kasus perceraian dan masalah ekonomi 81 kasus. Ada pergeseran penyebab perceraian dibandingkan tiga atau empat tahun sebelumnya. Biasanya penyebab tertinggi kasus perceraian karena faktor ekonomi. Namun tahun ini lebih tinggi karena ketidak harmonisan. Menurut Panitera Pengadilan Agama Situbondo, Muhammad Nizam Fackhry, angka perceraian ini dipastikan masih akan meningkat, mengingat jumlah 2.419 kasus perceraian itu terhitung sejak Januari hingga September. Fackry menambahkan, dari 2.419 kasus perceraian, ada 352 kasus perceraian sisa tahun 2015 yang masih belum diputus. Selain itu, Fackry mengaku pihak pengadilan tidak langsung meloloskan begitu saja setiap kasus perceraian. Kedua belah pihak pasti diberi kesempatan islah melalui mediasi. (edo)

Jalan Desa Kesambirampak nyaris rata dengan tanah.

Warga Kesambirampak Tuntut Pemkab Situbondo Perbaiki Jalan Rusak Situbondo, Memorandum Sejumlah warga Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo mengeluhkan kondisi jalan utama di wilayah mereka yang rusak parah. Jalan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa kesambirampak dan Desa Pokaan sudah terjadi hampir tiga tahun, dan belum ada perbaikan atau pengaspalan lagi dari Pemkab Situbondo. Jalan sepanjang tiga kilometer itu saat ini sebagian besar rusak parah. Bahkan, nyaris jadi jalan tanah. Karena itu, jika terjadi hujan, maka sebagian besar jalan berubah menjadi kubangan dan membuat akses keluar masuk warga sulit. Maryam (40), warga Desa Kesambirampak menuturkan, jalan tersebut tidak pernah dilakukan betonisasi seperti ruas jalan lain. Tiga tahun lalu, pernah dilakukan pengaspalan namun kondisinya saat ini rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.”Sangat parah sekali jalannya. Bahkan, aspalnya sudah rata menjadi tanah,”ungkap Maryam. “Warga yang naik motor harus hati-hati sekali kalau lewat jalan sini. Apalagi kalau hujan, motor lebih baik dituntun,” kata warga lainnya, Syaiful. Kepala Bidang Bina Marga, Arifin ketika dikonfirmasi mengatakan , bahwa jalan desa tersebut masih dalam tahap pengusulan. Namun Arifin belum bisa memastikan usulan pengaspalan di jalan Desa Kesambirampak bisa terealisasi tahun ini. “Jalan di desa itu masih di usulkan. Saya harap warga bisa bersabar dulu, mungkin tahun depan bisa terealisasi,” tuturnya. (edo/bud)

Terbukti Melanggar, Warga Kebon Kidul Minta Izin Karaoke Terminator Dicabut Jember, Memorandum Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Jember menemukan ketidaksesuaian jumlah lantai dengan perizinan yang dimiliki oleh pengusaha tempat karoke Terminator (TNT) di Jalan Gajah Mada Lingkungan Kebon Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember. Tim KLH menemukan pelanggaran izin prinsip terkait jumlah lantai yang tidak sesuai. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Jember Trilaksono Titot mengatakan, hasil dari survei yang dilakukan pada Senin (17/10) di tempat karaoke Terminator, tim KLH menemukan pelanggaran prinsip atas banguan setinggi tiga lantai tersebut. Dalam izin Hinder Ordonantie (HO)m hanya dua lantai saja yang dikantongi pemohon IMB tempat hiburan karoke tersebut. “S e t e l a h d i l a ku k a n pengecekan di lapangan ditemukan bahwa yang tertera dalam perizinan dua lantai, namun fakta di lapangan ada tiga, bahkan lebih.” ungkap Titot, Selasa (18/10). Sesuai perda No 6 tahun 2011, tentang perijinan tertentu pasal 24 huruf b apabila pengusaha tidak mengajukan perubahan yang tidak sesuai dengan fakta, maka perizinan yang lama dianggap gugur dan tidak berlaku lagi. Namun pengusaha masih bisa untuk mengubah izin tersebut sesuai

Trilaksono Titot

dengan fakta di lapangan. “Izin ini sendiri adalah izin tempat usaha/kegiatan kepada pribadi atau badan hukum yang menjalankan suatu bidang usaha yang berpotensi menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup,”jelas Titot Dasar hukum izin ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah

dan Retribusi Daerah. Selain itu, masih ada Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang mengatur secara rinci tentang Retribusi Izin Gangguan. Masih kata Titot, Yang terpenting mendapatkan persetujuan dari warga terdekat dalam radius 50 meter dari tempat usaha. Atas fakta pelanggaran tersebut, lanjut Titot, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim surat teguran kepada pemiliki tempat karaoke Terminator, dan segera memperbaharui permohonanya. Yuni Laili Rohimah, warga RT03/RW 035 yang lokasinya dekat dengan tempat karaoke itu mengatakan, sejak direnovasi tambahan pada 2014, yang semula dua lantai, dirinya sebagai warga tidak pernah dimintai izin.”Hingga sesuai dari hasil sidak bersama dengan pihak LH dan PU Cipta Karya telah diketemukan ketidak sesuaian dengan luas bangunan yang diberikan atau perizinan yang dimiliki oleh pengusaha karaoke tersebut,” ungkapnya. Untuk itu, Yuni berharap kalau sudah ditemukan ketidak kesesuaian dengan perizinan yang dikeluarkan oleh LH dan Dinas PU Cipta Karya, Warga Lingkungan Kebon Kidul menginginkan semua perizinanya dicabut dan ditutup.(edy/nre)

Warga Pesisir Jember Gelar Ritual Petik Laut Jember, Memorandum Bulan Suro menurut hitungan Jawa memang sangat disakralkan. Ratusan nelayan dan warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (18/10) menggelar ritual petik laut sebagai wujud syukur atas melimpahnya hasil tangkapan ikan. Diawali arak-arakan sesaji, yang dalam istilah masyarakat setempat disebut jolen, dipikul bersama-sama dari kantor desa menuju pelabuhan yang berjarak sekitar 500 meter. Sesampai di pelabuhan, tujuh jolen itu diletakkan di dua perahu yang telah disiapkan untuk kemudian dilarung di tengah laut secara bersamasama. Jolen adalah sesaji yang berasal dari hasil pertanian dan laut. Hasil alam itu disusun menyerupai gunung. Ada berupa nasi kuning yang puncaknya diberi kepala kambing dan buah-buahan serta sayur mayur. Hasil laut seperti ikan juga menjadi salah satu bahan pembuatan jolen itu. Dari tujuh jolen tersebut, ada satu yang akan menjadi rebutan para nelayan saat dilepas di tengah laut. Jolen ini berbentuk perahu mini, dengan panjang sekitar 5 meter. Nelayan percaya, siapa saja yang berhasil mendapatkan

Warga pesisir di Kecamatan Puger meyakini yang mendapatkan sesaji dalam miniatur perahu akan mendapat berkah.

jolen perahu akan mendapat keberuntungan selama setahun ke depan dalam mencari ikan. Menurut Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan, tradisi ini merupakan ritual syukur masyarakat terhadap karunia alam yang melimpah. Harapannya, nelayan dan petani desa setempat mendapat keberkahan sehingga mendapat kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya di kemudian hari. “Larung sesaji atau petik laut ini juga dibarengkan dengan sedekah desa. Semoga kedepannya masyarakat di Desa Puger Kulon mendapat berkah yang melimpah,”

ujarnya. Menurut dia, dalam petik laut tahun ini, panitia menyediakan 5 perahu. Perahu itu akan digunakan untuk mengusung sekaligus mengawal pelepasan jolen di tengah lautan. “Namun biasanya para nelayan sangat antusias. Puluhan perahu juga akan mengikuti proses pelepasan jolen tersebut, Ketika itulah sesepuh desa mulai membaca doa,” jelas Nurhasan. Suasana berubah hening, hanya kata amin yang mengiringi lantunan doa itu. Sejurus kemudian, satu persatu jolen dilepaskan, dan jadi perebutan berkah di tengah laut. (edy/nre)

Unej Buka Empat Prodi Baru di Bondowoso Jember, Memorandum Universitas Jember (Unej) segera membuka empat program studi (prodi) baru yakni ekonomi syariah, perkebunan, peternakan, dan ilmu gizi untuk jenjang sarjana pada tahun akademik 2017/2018 di Kabupaten Bondowoso. “Alhamdulillah antara Unej dengan Pemkab Bondowoso sudah sepakat untuk mendirikan program studi di luar domisili dan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama pelaksanaan pendidikan di Bondowoso,” kata Rektor Unej M. Hasan di Kabupaten Jember, Selasa. Menurutnya program kerja sama tersebut merupakan langkah yang sangat baik bagi Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan kualitas sumber daya manuisia, bahkan jumlah mahasiswa Unej yang berasal

dari Kabupaten Bondowoso cukup besar yakni mencapai 1.653 orang. “Saya pikir dengan adanya kampus Unej di Bondowoso, antusias masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi akan semakin besar karena biaya yang dikeluarkan orang tua mahasiswa akan semakin kecil dan mereka yang asli Bondowoso pasti tidak perlu sewa tempat tinggal,” tuturnya. Bupati Bondowoso Amin Said Husni mengatakan pembahasan mengenai pembukaan beberapa program studi baru Universitas Jember di Kabupaten Bondowoso sudah dibicarakan sejak tahun lalu. “Banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan Unej akan ada di Bondowoso dan saya rasa semuanya menunggu realisasi kerja sama Unej dengan Pemkab Bondowoso,”

tuturnya. Menurut dia, keberadaan Unej di Bondowoso akan memiliki multiefek yang cukup besar di sektor ekonomi dan pendidikan masyarakat, sehingga dapat berkontribusi dalam kemajuan pembangunan kabupaten yang dikenal sebagai Kota Tape itu. “Kerja sama bidang pendidikan ini akan segera terealisasi dan menjadi bagian penting dari Indek Pembangungan Manusia (IPM) yang ada di Kabupaten Bondowoso Karena IPM Bondowoso masih cukup rendah,” ujarnya. Kehdiran Unej di Bondo woso, lanjut dia, akan semakin banyak melahirkan para sarjana-sarjana baru yang diha rapkan ikut membangun Kabupaten Bondowoso menjadi lebih baik lagi ke depan. (ant)

Ogoh-Ogoh Dimas Kanjeng diarak

Ogoh-Ogoh Dimas Kanjeng Muncul di Sedekah Desa Sumberejo Lumajang, Memorandum Geger kasus penipuan penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo, ternyata menginspirasi warga Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro untuk membiat patung ogohogoh berbentuk Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pembuatan patung ogoh-ogoh ini diikutkan dalam acara karnaval Sedekah Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (17/10) kemarin. Di buatnya patung ogoh-ogoh berbentuk Dimas Kanjeng ini tidak lain untuk mengampanyekan warga Desa Sumberejo anti penipuan penggandaan uang berkedok ilmu ghaib. Rohmad (57), seorang warga desa yang ditokohkan mengatakan, sedekah desa ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana untuk panen hasil bumi, seperti padi, kacang, tomat dan sayur-sayuran panennya mengalami peningkatan. “Jadi selamatan desa ini maksud dan tujuannya bahwa masyarakat ada yang membawa hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, sehingga masyarakat rezekinya lancar dan sebagainya,”jelas Rokhmad. Dia berharap setelah bersih desa ini, Desa Sumberejo menjadi aman, tentram dan nyaman serta gemah ripah loh jinawi.”Seperti yang ditampilkan ada ogoh-ogoh patung Dimas kanjeng. Ini menggambarkan bahwa masyarakat kedepannya harus lebih hati-hati, karena ini bentuk penipuan nyata.

Masyarakat imannya juga harus kuat dan tahu mana yang salah dan mana yang benar,” kata Rokhmad. Lebih jauh dia menuturkan, pembuatan patung itu tidak ada tendensi apa-apa. Hanya mengingatkan kepada masyarakat luas, apa yang dilakukan Dimas Kanjeng ini tidak perlu diteruskan karena perbuatan seperti itu termasuk penipuan. ”Perbuatan seperti itu harus diberantas, dan aparat penegak hukum harus tegas menindaknya,” imbuhnya. Setelah semua hiasan berbagai bentuk sudah berkumpul di lapangan, satu persatu warga mengarak keluar dan keliling Desa Sumberejo. Sebelum diarak, seluruh hiasan yang terbuat dari hasil bumi, dilakukan ritual doa sedekah desa. Usai dilakukan ritual, satu persatu hiasan itu diarak keluar dari lapangan. Ketika patung ogo-ogoh yang menyerupai Dimas Kanjeng mulai diangkat dan siap diarak, sontak terdengar gemuruh tawa serta teriakan warga. Warga yang penasaran mencoba mendekati dan berselfi dipatung ogoh-ogoh yang menyerupai Dimas Kanjeng Dimas. Galih Triadi (36) warga Desa Sumberejo yang berperan sebagai Dimas kanjeng mengatakan, dirinya ingin mengajak masyarakat bahwasanya ajaran Dimas Kanjeng adalah sesat dan syirik. Karena apa yang sudah dilakukan Dimas Kanjeng merupakan penipuan yang merugikan masyarakat. ”Jika Anda ingin kaya, ya harus berusaha sekuat tenaga. Karena tidak ada usaha yang mengalahkan hasil,”pungkasnya. (uul)

Petani Jember Keluhkan Rencana Penutupan Pabrik Gula Jember, Memorandum Sejumlah petani tebu di Kabupaten Jember mengeluhkan rencana penutupan sembilan pabrik gula di beberapa kabupaten di Jawa Timur pada 2017. “Kalau sejumlah pabrik gula ditutup, maka petani tebu tidak bisa bebas memilih untuk menggiling tebu hasil panennya karena jumlah pabrik gula berkurang,” kata petani tebu di Kecamatan Tanggul, Ahmad Taruna, Selasa (18/10). Selama ini, lanjut dia, petani bisa memilih menggiling tebunya ke pabrik gula yang dinilai menguntungkan berdasarkan rendemen dan informasi yang didapat dari petani tebu lainnya karena jumlah pabrik gula di Jatim cukup banyak yakni 33 unit. “Penutupan pabrik gula itu akan berdampak pada nilai tawar tebu petani menjadi rendah karena jumlah pabrik gula berkurang, sehingga para petani yang rendemennya rendah akan kesulitan untuk menggiling tebunya,” katanya. Taruna mengaku tidak sepakat dengan alasan pemerintah menutup pabrik gula

karena efisiensi dan penggabungan pabrik gula yang sudah berdiri pada zaman kolonial Belanda tersebut.”Secara tegas, saya menolak rencana penutupan pabrik gula karena kelebihan tebu petani akan dijual kemana, apabila kapasitas giling di sejumlah pabrik gula itu sudah cukup. Kebijakan itu sangat merugikan petani,” ujarnya. Petani tebu lainnya, Hamdani mengatakan penutupan pabrik gula tersebut akan berdampak pada petani tebu yang berada di sekitar pabrik gula yang ditutup, seperti di Kabupaten Situbondo.”Petani menanam tebu karena komoditas tersebut tahan terhadap serangan hama dan cuaca ekstrem, sehingga kemungkinan petani akan tetap menanam tebu, meskipun sejumlah pabrik gula di Jatim akan ditutup,” tuturnya. Dia berharap rencana penutupan pabrik gula tersebut ditinjau ulang dan tidak dilakukan semata-mata hanya dengan dalih efisiensi dan kebangkrutan, namun perlu dipikirkan untuk jangka panjang ke depan untuk mewujudkan swasembada gula.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat berkunjung ke Kabupaten Jember dengan tegas menolak rencana penutupan pabrik gula karena kultur masyarakat di provinsi setempat adalah petani yang menanam tebu, sehingga penutupan pabrik gula tersebut dapat mempengaruhi perekonomian di Jatim. “Penutupan pabrik gula akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja atau menambah pengangguran dan mengubah kultur petani tebu di Jatim, sehingga apapun alasan penutupan pabrik gula itu, saya tidak setuju,” katanya di Jember pada kegiatan silaturahmi forum pimpinan daerah seKeresidenan Besuki pada Jumat (14/10). Sebanyak 10 pabrik gula yang rencananya akan ditutup pada tahun 2017 adalah PG Kanigoro, PG Rejosari dan PG Purwodadi di Madiun, PG Toelangan dan PG Watoetoelis di Kabupaten Sidoarjo, PG Meritjan di Kediri, PG Wringinanom, PG Pandjie dan PG Olean di Kabupaten Situbondo, serta PG Gondang Baru di Klaten (Jawa Tengah).(ant)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 18

BONDOWOSO-SITUBONDO KEPALA BIRO: Choiri Kurnianto, SH. WARTAWAN: Adi Purnomo, Bambang, Cipto H Silvani, Edo Firman, Abd Hakim, Heru Hartanto, Heri Iwantoro.

Berebut Lahan Parkir, Warga Panarukan Dianiaya Kepala Dishubkominfo Lutfi Joko Prihatin sidak ke kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor.

Cegah Pungli, Dishubkominfo Sidak Uji Kir Kendaraan Bermotor Situbondo, Memorandum Inspeksi mendadak (Sidak) kembali dilakukan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Situbondo di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor, Selasa (18/10). Kepala Dishubkominfo, Lutfi Joko Prihatin, mendadak datang ke UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, yang membuat petugas kaget dan kelabakan. Sidak dilakukan di sejumlah loket pelayanan. Lutfi Joko mengatakan, pihaknya melakukan sidak dalam rangka mengantisipasi adanya praktik pungli dimana selama ini sering terjadi di beberapa UPTD di daerah–daerah lain.”Sengaja saya lakukan dengan mendadak agar saya tahu sepak terjang dan kinerja petugas yang ada di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor selama ini,” tegas Lutfi. Selain melihat loket pelayanan pengujian kendaraan, Lutfi juga menemui pemilik kendaraan yang sedang menunggu mendapatkan pelayanan. Lutfi meminta masyarakat melapor jika menemukan petugas nakal, menarik biaya pengujian kendaraan melebihi ketentuan. Dalam pengarahan, Lutfi mengancam akan menindak tegas jika ditemukan ada petugas melakukan pungli. Operasi Pemberatasan Pungli (OPP) merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo. Lutfi meminta petugas tidak menerima pengajuan uji kendaraan menggunakan calo. Lebih jauh, Lutfi menandaskan, sejauh ini pihaknya telah maksimal mengantisipasi adanya praktik pungli. Terbukti penerimaaan pajak dan retribusi di Dishubkominfo yang masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat 100 persen. Artinya selama ini di UPTD tidak ada pungli. Lutfi mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap tempat pelayanan, yang berpotensi terjadinya pungli. “Kami akan bekerja sama dengan polisi untuk melakukan penertiban kendaraan yang tak layak namun tetap beroperasi,” tandasnya. (edo/bud)

Polsekta Bondowoso Giatkan Siskamling Bondowoso, Memorandum Untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di wilayah hukum Polsekta Bondowoso, Kapolsekta Bondowoso, terus menggulirkan perlunya sistem keamanan bersama. Peran keamanan suatu wilayah tidak hanya ditugaskan kepada aparat keamanan, namun jauh lebih efektif ketika peran masyarakat berada di depan . Upaya menggiatkan kembali siskamling diakui oleh Kapolsekta Bondowoso AKP Yunaryanto. Pihaknya secara rutin menemui masyarakat untuk mendorong kembali siskamling guna menciptakan rasa aman, nyaman di kampung masing-masing. “Kami rutin memotivasi masyarakat untuk siskamling. Hampir tiap malam kami keliling untuk memastikan siskamling sudah diterapkan di masing-masing kelurahan atau desa. Harapan kami ada sinergi antara masyarakat dengan polisi dan aparat yang lain guna menciptakan Bondowoso yang kondusif dan sadar hukum,“ kata Yunaryanto. (cip/nre)

Situbondo, Memorandum Misnanto (29), warga Dusun Pesisir Selatan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, babak belur dihajar dua nelayan Sando (18) dan Markun (24). Penganiyaan ini terjadi diduga karena berebut lahan parkir saat perayaan petik laut, Senin malam (17/10).

Korban mendapat perawatan medis di Puskesmas Panarukan.

Bermula dari Misnanto yang membantu memarkir kendaraan pengunjung petik laut di pantai pesisir selatan Desa Kilensari. Hal ini membuat petugas parkir lain gerah dengan upaya Misnanto tersebut. Teguran pun disampaikan oleh Sando dan Markun bahwa lahan yang digunakan parkir termasuk daerah parkirnya. Namun, teguran itu tidak dianggap oleh Misnanto hingga menyebabkan mereka cekcok. Karena sama-sama emosi, akhirnya Sando dan Markun menghajar Misnanto hingga babak belur. Keduanya baru berhenti setelah melihat korban terjatuh dan tak berdaya. Merasa dianiaya, Misnanto akhirnya mengadukan kasus pengeroyokan ini ke Polsek Besuki.

Nasib Warga Miskin Bantaran Kali Tambeng Mengenaskan

Salehudin

Situbondo, Memorandum Nasib keluarga miskin tinggal di bantaran Kali Tambeng, Dusun Curahguno, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur masuk kawasan Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Probolinggo, masuk kawasan Kabupaten Situbondo, hidupnya cukup mengenaskan. Selain kondisinya pas-pasan, juga tidak memiliki mata pencaharian tetap untuk menafkahi keluarganya, dengan status sebagai magersari saja. Keprihatinan itu, mengundang perhatian banyak pihak, di antaranya Salehudin, seorang pejabat Asisten Perhutani (Asper) yang bertugas di

Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Taman, Kecamatan Banyuglugur dan Kepala Dinas Sosial Situbondo Basuki SH MSi. Salehudin mengatakan, warga itu termasuk mergasaren. Artinya warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, namun sudah lama tinggal di kawasan lahan Perhutani. “Warga yang bermukim di kawasan hutan itu termasuk mergasaren dan sangat layak mendapatkan bantuan program bedah rumah. Namun jika mendapat bantuan bedah rumah, maka pembangunannya tidak boleh dilakukan secara permanen,” ujarnya Senin (17/10).

Mereka terkendala larangan adanya bangunan permanen di kawasan hutan. Seperti diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yakni setiap orang dilarang mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah. “Lebih baik warga yang tinggal di Kali Tambeng itu direlokasi dan dicarikan tempat lebih aman. Karena kawasan itu terkenal rawan musibah longsor,”ungkapnya. Terpisah, Kepala Dinas Sosial Situbondo, Basuki mengaku, pihaknya ikut prihatin dengan kondisi warga miskin yang tinggal di kawasan lahan milik Perhutani. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi kegiatan Lembaga Yayasan Habibillah yang telah memberikan santunan sembako kepada sejumlah warga miskin yang berada di daerah tersebut. “Sebenarnya sejumlah warga itu, memang sangat layak untuk mendapatkan bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH). Tapi, karena rumah para warga itu berada di atas lahan milik Perhutani, maka kita juga harus mematuhi apa yang telah diamanatkan undang-undang,” ungkapnya,Selasa,(18/10). (kim)

Kapolsek Panarukan AKP Didik Rudianto SH melaui Kasubag Humas Polres Situbondo Ipda H Nanang Priambodo membenarkan adanya

perkelahian antar nelayan yang dipicu rebutan lahan parkir. “Kedua pelaku sudah diamankan di Polsek Panarukan dan korban sedang dirawat di

Puskesmas Panarukan. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala dan pelipis matanya,” jelas Nanang. (eru/nre)

Mobil boks yang parkir menghantam pohon asem karena ditabrak truk tronton dari belakang.

Sopir Ngantuk, Truk Tronton Hantam Mobil Boks Situbondo , Memorandum Akibat lelah dan mengantuk, sopir truk tronton menabrak mobil boks yang sedang parkir di pinggir Jalan Raya Pantura Situbondo, Selasa (18/10 ) dini hari. Meski musibah tidak menimbulkan korban jiwa,namun mobil boks rusak parah. Mobil boks nopol B 9137 PCH yang disopiri Sanusi (53) asal Subang (Jabar) tersebut sedang parkir dan istirahat. Namun tiba –tiba truk tronton nopol P 9194 UE yang di kemudikan Dedy hariyanto (28) asal Desa Semiring, Kecamatan Mangaran menabrak mobil boks dari arah belakang. Diduga sopir ngantuk. Akibat ditabrak dari belakang, mobil boks menghantam pohon asam di depannya hingga rusak parah dan muatannya berantakan. Peristiwa itu terjadi di jalan pantura Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar. Menurut Dedy Hariyanto kejadian

tersebut secara tiba –tiba. Truk yang dikemudikannya melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. “Karena ngantuk, tibatiba truk yang saya kemudikan nubruk mobil boks yang sedang parkir di tepi jalan hingga rusak parah,”tuturnya. Terpisah, Sanusi sopir mobil boks mengatakan, waktu itu dirinya lagi parkir dan istirahat. “Tahu-tahu mobil saya jalan sendiri dan menghantam pohon asem hingga rusak parah. Saya kaget, saat kejadian lagi enak tidur tiba –tiba terdengar suara keras yang menghantam mobil saya,”tandasnya. Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Ris Andrian membenarkan adanya kecelakaan di jalan pantura Curah Kalak. Selanjutya, tim dari Lantas segera menangani kejadian tersebut. “Kami akan memintai keterangan kepada masing-masing sopir untuk proses lebih lanjut,”jelasnya.(eri)

Kualitas Raskin Buruk, Dewan Kecam Bulog Bondowoso, Memorandum. Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso mengecam keras buruknya kualitas beras raskin yang di distribusikan Bulog. Kekecewan itu disampaikan kepada wartawan karena banyaknya pengaduan masyarakat penerima raskin kualitas buruk alias tidak layak

Buruknya kualitas raskin yang didistribusikan Bulog.

konsumsi. Warga Desa Branbang, Kecamatan Tlogosari akhirnya angkat bicara. Karena sering menerima beras raskin yang tidak layak itu, warga akhirnya sepakat mengembalikan kepada pihak Bulog setempat. Kepala Desa Branbang, Mulyono mengaku mendukung penolakan penerima beras raskin yang tidak layak untuk konsumsi itu. “Warga menerima beras berwarna coklat, 80 persen menir, berkapang layaknya pakan bebek. Jika kondisinya begini saya sepakat mengembalikan ke Bulog. Kualitas berasnya sangat buruk,”ungkapnya kecewa. Terkait keluhan buruknya kualitas raskin yang diedarkan Bulog, anggota Komisi III DPRD Bondowoso H Samsul Hadi terang-terangan marah besar. “Tolong ini ditulis, bahwa Bulog harus bertang-

gung jawab. Kalau kenyataan di lapangan ternyata beras raskin seperti itu warnanya, maka rakyat Brambang sudah dianggap seperti babi. Ini sebuah penghinaan besar dan jelas ini sebuah penipuan. Rakyat harus menuntut secara hukum dan saya akan berada di garis depan untuk membela rakyat,” tegasnya, Selasa(18/10) Lebih jauh, Samsul Hadi menganggap kasus raskin ini patut diperjuangan karena sudah tidak lagi manusiawi. “Bulog harus mempertanggungjawabkan atas distribusi raskin yang tidak layak dimakan ini. DPRD akan mengagendakan untuk hearing temuan raskin yang jelek ini,” tandasnya. Mendapat informasi terkait raskin Brambang, Kasi PMD Kecamatan Tlogosari. H.Fikri membenarkan jika jatah raskin kualitasnya memang jelek. (cip/nre)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

TELEPON PENTING PEMADAM KEBAKARAN POLISI AMBULANS

113 110 118

HALAMAN 19 RSU BLAMBANGAN PELAYANAN GANGGUAN PDAM PELAYANAN GANGGUAN PLN INFORMASI REKENING LISTRIK PMI UNIT TRANSFUSI DARAH PMI TELKOM CALL CENTER

421118 421525 424207 123 / 421441 424240 423212 147

TELEPON PENTING

B A N Y U WA N G I

TERMINAL BIS SRITANJUNG TERMINAL BIS BRAWIJAYA

510635 424438

STASIUN KA BANYUWANGI BARU KETAPANG STASIUN KA KARANG ASEM PELABUHAN PENYEBARANGAN KETAPANG INFO KELUARGA BERENCANA

510396 424306 424308 163

KEPALA BIRO: Choiri Kurnianto SH. WARTAWAN: Hujaini SE, Hariyadi, E Budi S, Imam Ashari, Siswanto, Fatahu Sugito; ALAMAT: Jl. Badung No. 1A Taman Baru, Banyuwangi. CP: 081234565895

DULUR ISUN

Dunia Akhirat TERLEPAS dari kasus dan permasalahan hukum yang diperkarakan di pengadilan, keputusan yang dijatuhkan seorang hakim pengadilan tentu akan dapat merubah nasib dan kondisi seseorang yang diadili. Karena itu, beban tanggung jawab yang harus dipikul seorang hakim merupakan tanggung jawab dunia akhirat. Lantas, bagai mana sisi psikoloDrs Amroni MH gis seorang hakim ketika akan memutuskan sebuah perkara? “Harus yakin, bahwa keputusan yang diambil itu adalah keputusan yang benar,” ungkap Hakim Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, Drs Amroni MH ketika disinggung tentang beban moral seorang hakim dalam memutuskan sebuah perkara. Menurutnya, saat-saat menjelang pengambilan keputusan sebuah perkara, merupakan ‘fase’ terpenting dalam sebuah proses hukum. Karena itu, keputusan yang akan dijatuhkan seorang hakim harus benar-benar diyakini kebenarannya, dan berdasarkan koridor hukum dan peraturanperaturan yang berlaku. “Kita harus mampu menyingkirkan pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan pribadi. Pegangan kita adalah koridor dan peraturan hukum yang berlaku. Dan kita harus benar-benar yakin bahwa keputusan hukum yang kita jatuhkan, adalah keputusan yang benar,” kata Amroni, yang pertama bertugas sebagai hakim PA di Maluku Utara pada tahun 1999. (bud)

Satpol PP Garuk Pasangan Mahasiswa di Kamar Kos Banyuwangi Memorandum Dua pasangan mahasiswa di Banyuwangi dan Jember, serta dua lelaki asal luar Banyuwangi tanpa memiliki identitas kependudukan, digaruk Satpol PP di rumah kost belakang Mall Ramayana, Selasa (18/10). Total, ada enam orang yang dibawa ke Markas Satpol PP Banyuwangi. Rumah kost yang dicurigai menggunakan aturan bebas tanpa batas, didatangi Satpol PP. Seperti di rumah kost kawasan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi, dan sejumlah rumah kos di Kecamatan Glagah, Giri, kawasan dekat dengan Pabrik Kertas Basuki Rachmad Kelurahan Singotrunan, ikut diperiksa petugas. “Yang kedapatan berdua di kamar, adalah mahasiswa perguruan tinggi di Banyu-

wangi, berasal dari Jawa Barat. Mereka tidak bisa menunjukan bukti surat nikah,” kata Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Repai SH. Sebelum dipulangkan dan dikembalikan kepada orang tuanya, terlebih dahulu petugas mendata dan mewajibkan untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi. “Kita bina agar mereka tidak lagi mengulang perbuatannya,” ungkapnya.

Ditambahkan Ripai, selain gelar operasi rutin di rumah kos, juga akan dilakukan pada tempat-tempat lain yang dicurigai jadi praktik mesum. Namun Ripai tidak menampik maraknya bisnis rumah kos ini, akan berdampak negatif. “Dampak negatifnya ternyata banyak yang disalahgunakan menjadi tempat ajang mesum. Prinsip kami, ingin kondisi Banyuwangi aman dan jauh dari penyakit masyarakat,” katanya. Waktu dekat, untuk penegakan perda No. 11 Tahun 2014 tentang Ketenraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP akan menggelar operasi yustisi ke tempat hiburan yang rawan dijadikan ajang transaksi prostitusi. (mam)

Tidak Terima Istri Dimutasi

Suami Alief Theria SH Dukung Banding ke PT Agama Jatim

Balita Kurang Gizi Akhirnya Meninggal

Nenek dan Intan Putri Lestari semasa hidup. (istimewa)

Banyuwangi, Memorandum Balita kurang gizi asal Dusun Krajan, Kebaman, Srono, Banyuwangi, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD Genteng, Senin (17/10). Camat Srono, Drs Gatot Haryanto membenarkan bahwa balita Intan Putri Lestari yang menderita gizi buruk tersebut tidak bisa tertolong saat melakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Genteng. Selain itu, pihaknya juga mengatakan agar balita tersebut diberikan ketenangan dan diterima

Tuhan YME. Bahkan jajaran Muspika Kecamatan Srono mendatangi rumah duka balita Intan untuk turut berbelasungkawa dan memberikan bantuan terhadak nenek balita Intan Putri Lestari yang selama ini mengasuhnya. Basini mengatakan, ia sangat terpukul dengan kehilangan cucunya. “Kedua orang tuanya meninggal saat usia Intan Putri Lestari masih kecil,” ungkapnya. Ia juga mengucapkan terima kasih terhadap pemerintah, baik Desa Kebaman, maupun Kecamatan Srono sudah berusaha membawa Intan Putri Lestari untuk disembuhkan. Namun Tuhan YME berkehendak lain. “Kami ikhlas atas kepergian cucu kami,”imbuhnya. (swa)

Sejumlah pemuda yang terjaring razia sedang berdua di kamar kos dibawa ke kantor Satpol PP. (mam)

Tersangka Deny Febriansyah dan BB: Barang bukti pil Trex dan uang tunai yang disita.

Polres Banyuwangi Tangkap Pengedar Pil Setan Asal Bali Banyuwangi, Memorandum Deny Febriansyah (23), harus merasakan pahitnya kehidupan di balik terali besi kamar tahanan Polres Banyuwangi. Kenyataan pahit itu harus dihadapinya setelah dia kedapatan menjual pil koplo jenis Trex. Pemuda asal Banjar Puana, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali ini, dibekuk anggota Satuan Narkoba Polres Banyuwangi di belakang SMAN I Banyuwangi. Polisi awalnya mendapatkan informasi adanya peredaran pil Trex dikalangan pelajar dan mahasiswa. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya didapatkan informasi yang mengerucut pada pelaku. “Kamipun menintensifkan penyelidikan untuk melakukan penangkapan pada tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Banyuwangi, AKP Bakin. Tersangka berhasil diringkus petugas di sebuah rumah kos di belakang SMA 1 Banyuwangi, Kelurahan Kertosari. Petugas yang melakukan penyamaran, memancing pengedar pil yang seharusnya dijual dengan resep dokter itu. Saat itulah tersangka akhirnya dibekuk bersama sejumlah barang bukti. Polisi juga melakukan penggeledahan di kamar kos yang ditempati tersangka. Barangbuktiyangdiamankan,

690 butir pil Trex, sebuah tas warna kuning tempatmenyimpanpilTrex, uang tunai Rp 836.000 yang diduga kuat merupakan hasil penjualan pil Trex.Bersamabarangbuktitersebut, tersangkakemudiandigelandangke Polres Banyuwangi. Bakin menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku membeli pil setan tersebut dari seseorang yang berinisial H. Dia bertransaksi dengan cara mentransfer uang kepada H, lalu pil Trex dikirim sesuai pesanan. “Tersangka mengaku barang tersebut dikirimkan dengan cara diranjau di lapangan volly di belakang Taman

Makam Pahlawan,” tegas mantan Kapolsek Siliragung ini. Keterangan tersangka, lanjut Bakin, menjadi bahan untuk pengembangan perkara ini. Satuan Narkoba Polres Banyuwangi juga sudah menyebar anggotanya untuk melakukan penyelidikan dalam rangka menindak lanjuti informasi tersangka. Sebagai konsekuensi perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 196, 197 Undangundang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukumannya pidana penjara hingga 5 tahun lamanya,” pungkasnya.(jai)

Banyuwangi, Memorandum Merasa tidak bersalah dan tidak dipertimbangkan secara kemanusiaan, 2 Panitera Pengganti Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi yang dipindahtugaskan (mutasi) ke PA Lumajang, merasa keberatan dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur. Kedua Panitera Pengganti tersebut, Sumiyati SH dan Alief Theria SH, langsung berangkat ke Surabaya untuk mengajukan keberatannya, Selasa (18/10). Menurut penjelasan Eko Setyo Pribadi SH, suami Elief Theria, keputusan mutasi terhadap istrinya yang baru 4 tahun dipindah-tugaskan ke PA Banyuwangi, sangat tidak fair dan terkesan sengaja dilakukan untuk menutup-nutupi kasus yang sedang terjadi di internal Kepaniteraan PA Banyuwangi. “Terus terang, rencana mutasi terhadap istri saya itu muncul setelah istri saya mengetahui ada yang tidak beres di internal Kepaniteraan, khususnya yang menyangkut personal atasannya langsung. Untuk itu, istri saya merasa keberatan dan mengajukan banding ke Surabaya. Pertim-

Eko Setyo Pribadi SH, suami Alief Theria SH.

H Mudjito SH MH, ketua Pengadilan Agama Banyuwangi

bangan lain adalah, bahwa istrinya juga memiliki catatan medis yang menjelaskan bahwa dia sedang mengidap penyakit. Seharusnya itu juga menjadi pertimbangan. Kalau tentang Bu Sumiyati, dia merasa keberatan karena harus meninggalkan anaknya yang autis sendirian disini,” Eko Setyo Pribadi, yang mengaku sudah mengetahui dengan jelas tentang SK mutasi istrinya ke PA Lumajang. Eko Setyo Pribadi menegaskan, apabila proses mu-

tasi terus berlanjut, maka demi kepentingan kesehatan istrinya dia akan meminta istrinya untuk mengajukan pensiun dini. “Apalagi masa kerjanya hanya tinggal setahun,” tambahnya. Dikonfirmasi masalah tersebut, Ketua PA Banyuwangi, H Mudjito SH MH melalui Humas PA, Drs Amroni MH, membenarkan tentang adanya mutasi di kelompok fungsional kepaniteraan. Menurutnya, dijajaran PA mutasi adalah hal biasa dan dilakukan berdasarkan kepentingan dan penilaian Mahkamah Agung (MA). “Benar. Rencananya ada 5 orang yang akan dimutasi. SK Mutasi memang belum kita pegang. Tetapi rencana itu sudah bisa diketahui, karena nama personel yang akan dimutasi sudah hilang dari daftar Simpeg disini. Dan itu hal yang biasa di jajaran PA. Beberapa bulan lalu bahkan ada mutasi 600 hakim sekaligus. Dan mutasi itu dilakukan bukan berdasarkan usulan dari bawah, tetapi berdasarkan kepentingan dan penilaian MA,” jelas Amroni, sembari menambahkan, proses mutasi bisa saja dibatalkan apabila ada pengajuan keberatan oleh yang akan dimutasi dan didasari dengan alasan dan buktibukti yang jelas. (bud)

Raperda Desa Wisata Tunggu Paripurna Pengesahan Banyuwangi,Memorandum Pembahasan finalisasi Raperda Desa Wisata, tuntas. Panitia Khusus (Pansus) Raperda Desa Wisata DPRD bersama Eksekutif yang diwakili Dinas Periwisata dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerinthan Desa, telah membuat keputusan akhir, tentang payung hukum baru tersebut. Ketua Pansus Raperda Desa Wisata, Moh Sahlan mengatakan, regulasi daerah tentang Desa wisata yang rencananya akan disahkan pekan depan. Ada beberapa aspek yang menjadi fokus perhatian. Diantaranya, tentang aturan penyelenggara Desa Wisata. “Pembahasan Raperda Desa Wisata, hari ini telah finalisasi. Rencananya pekan depan sudah dapat disahkan menjadi

Perda” ucap Moh Sahlan saat dikonfirmasi Memorandum uasai rapat finalisasi, Selasa (18/10) di gedung DPRD Banyuwangi. Perseorangan, kelompok masyarakat maupun pengusaha, dapat mengelola Desa Wisata dengan syarat, wajib melakukan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), sehingga sharing profitnya jelas dan saling menguntungkan diantara kedua belah pihak. Pengusaha atau investor yang dapat melakukan kerjasama pengelolaan Desa Wisata, lebih diutamakan kepada pengusaha pariwisata lokal yang kategorinya kelas menengah. Selain hal itu, pengelolaan Desa Wisata diharapkan mampu menyerap tenaga kerja pariwisata dari desa setempat. (ydi)

Moh Sahlan

Korban Joko Hariyanto saat di rumah sakit.

Tertimpa Dahan Pohon Asem, Warga Kepatihan Luka Parah Banyuwangi, Memorandum Nasib sial menimpa Joko Hariyanto (29), asal Dusun Kepatihan RT01/RW03, Cluring, terpaksa dilarikan kerumsah sakit Al-Rohmah Jajag, karena terimpa dahan pohon asam ayoman pinggir jalan raya saat m,engendarai sepeda motor. Kendaraannya oleng karena korban dengan kecepatan tinggi tiba-tiba ditimpa dahan pohon asam ayoman. Akibatnya, kendaraan terjatuh hingga mengakibatkan korban luka cukup parah. “Korbannya luka di kepala dan pelipis,” kata Monaji (57), warga Pesanggaran yang berada dilokasi kejadian, Senin (17/10). Kondisi pohon Asem ayoman yang usianya ditaksir puluhan tahun itu, semestinya sudah harus dilakukan penebangan. Terlebih, kondisi cuaca yang mengakibatkan angin kencang di kawasan ini, menghawatirkan pengguna jalan raya. Saat kejadian, korban langsung dievakuasi warga dan anggota Satlantas Polsek Cluring ke rumah sakit terdekat di Jajag. (swa)

DPRD Belum Maksimal Bahas Kebijakan Umum Anggaran 2017 Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Banyuwangi Tahun 2017. Hal ini nampak dilakukan setengah hati oleh masingmasing Komisi di DPRD. Pasalnya, Pemkab Banyuwangi selaku eksekutif belum menyerahkan draf Rencana Kerja Anggaran (RKA), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), bahkan dokumen Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang seharusnya dijadikan pedoman arah tujuan program pembangunan

tahun 2017. Selain itu, RKA dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu, menjadi salah satu bahan bagi anggota dewan untuk membahas RAPBD, karena merupakan terjemahan dari total nilai anggaran di RAPBD. “Pembahasan KUA-PPAS hari ini, dewan hanya mengoreksi angka-angka yang tertera dalam KUA-PPAS, tanpa mengetahui RKA dari masingmasing SKPD,” ungkap Ketua Komisi I, Ficky Septalinda saat ditemui Memorandum, Senin (17/10) di Ruang Komisi I. Selain hal itu, jadwal dan waktu yang pembahasan

KUA-PPAS diagendakan terlalu singkat, yakni Senin hingga Jum’at mendatang. Padahal draf KUA-PPAS APBD tahun 2017 secara umum memuat rencana pembangunan tahun 2017 yang mebutuhkan pembahasan secara cermat dan detail, agar pengunaan anggaran bisa tepat guna dan tepat sasaran. “Hasil rapat kerja komisi bersama mitra kerja, akan kita laporkan apa adanya kepada pimpinan dewan. Selanjutnya akan dibahas oleh badan anggaran,” ungkap Ficky S. Sementara hasil rapat kerja Komisi I bersama Dinas Kesehatan, alokasi anggaran bi-

dang kesehatan di Kabupaten Banyuwangi, dinilai belum memenuhi Undang-Undang No 36 tahun 2009 Tentang kesehatan. Pemerintah daerah secara konsisten dan berkesinambungan harus mengalokasikan anggaran kesehatan minimal 10 persen dari total APBD diluar gaji. “Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Komisi I, alokasi anggaran kesehatan di Banyuwangi masih dalam kisaran 7,8 persen” jelas Ketua Komisi I. Sejalan dengan hal tersebut, Komisi I berharap Hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur yang dituangkan dalam Surat

Suasana pembahasan KUA DPRD Banyuwangi.

Keputusan Gebernur tentang evaluasi Raperda Perubahan APBD tahun 2016 lalu, agar

segera ditindaklanjuti, khususnya terkait dengan alokasi anggaran kesehatan. (ydi)


RABU PAHING, 19 OKTOBER 2016

HALAMAN 20

Persela Didenda akibat Ulah Suporter MANAJEMEN Persela Lamongan harus didenda karena ulah suporternya sendiri. Gara-gara flare yang dinyalakan oleh pendukungnya di Stadion Gajayana, Sabtu (8/10) lalu, Persela harus membayar denda sebesar Rp 15 juta Menyalakan flare merupakan ben-

tuk pelanggaran disiplin terkait tingkah laku buruk penonton. Sesuai pasal 64 ayat (1) huruf a dan b Kode Disiplin ISC, maka Persela harus membayar denda sebesar Rp 15 juta. Jumlah denda itu lebih besar dibanding sanksi serupa yang diterima Persela 5 Mei lalu. (*/sr)

Salam Olahraga, PEMERHATI dunia olahraga yang budiman, guna kemajuan, penguatan semangat, dan peningkatan prestasi atlet Jawa Timur. Sampaikan kritik, saran, dan pendapat anda ke WA 088213236787 dan WA 088213193948 dengan menyertakan identitas anda. Terima kasih. Redaksi

MOTIVASI BEROLAHRAGA

OLAHRAGA

Wiranto-Gita Berebut Ketua Umum PBSI

PSSI dan Menpora Ayo Akur SAAT ini sepak bola Indonesia sedang terpuruk hanya gara-gara dimanfaatkan orang-orang yang tidak mengerti sepak bola atau memanfaatkan kepentingan pribadi di olahraga. Sebagai peminat olahraga sepak bola di tanah air dan tim nasional, saya harapkan PSSI dan Menpora aku demi kepentingan yang lebih besar yakni prestasi tim nasional Indonesia. Masak tidak kasihan timnas kita yang sudah ketinggalan dari Kamboja, Pilipina dan Timor Leste yang dulunya jauh di bawah Indonesia. 087857239219

Pablo Rodriguez Aracil, top score Madura United.

Madura United Pimpin Klasemen ISC MADURA United semakin mantap memimpin klasemen sementara Indonesia Soccers Championship setelah berhasil menahan imbang tuan rumah Bali United tanpa gol dalam pertandingan yang digelar di stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (18/10). Dengan hasil ini, MU kini memiliki poin 49 dari 25 kali bertanding 14 kali menang, 7 kali seri dan 4 kali kalah. Posisinya masih aman dari tekanan Arema Cronus yang hingga berita ini diturunkan masih bertanding menghadapi Persija. Hanya saja, tambahan satu poin membuat Madura United gagal memenuhi targetnya untuk melengkapi poin di pertandingan ke-25 dengan target 50 poin. Sebelumnya pelatih MU, Gomes De Oliveira mengatakan dirinya ingin ada 50 poin untuk mengokohkan posisinya di puncak klasemen. Tetapi, usai pertandingan, pelatih asal Brasil itu tetap merasa puas bisa membawa pulang poin dari pulau Dewata. Menurutnya, penampilan timnya sudah cukup bagus menghadapi Bali United di kandangnya. “Kita tetap puas dengan hasil imbang ini,” katanya. Sementara bagi Bali United, hasil imbang cukup mengecewakan. Pasalnya, hanya kemenangan yang membuat posisi mereka bisa memperbaiki klasemen. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Tim asuhan Indra Syafri gagal bangkit setelah sebelumnya kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut. Pada pekan 21, Bali United kalah menghadapi Semen Padang dengan skor 3-0, di pekan 22 Bali United juga kalah di kandang dengan skor 1-2 melawan Persiba Balikpapan, dan terakhir pekan lalu, di kandang Persela Lamongan, Bali United kalah 3-0. Kemudian di pertandingan terakhir diimbangi Madura United 0-0. (*/sr)

Bekerja keras yang membutuhkan aktifitas fisik, berbeda dengan olahraga. Meski pun tubuh anda bergerak, anda tetap membutuhkan olahraga yang teratur.

Gita Wiryawan

Wiranto

Jenderal Purnawirawan Wiranto dan Gita Wirjawan bakal berebut Ketua Umum PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2016-2020 dalam Muyawarah Nasional (Munas) yang akan berlangsung di Surabaya, akhir bulan ini. Setelah Wiranto meresmikan pencalonan dirinya di Forum Pengprov PBSI di Hotel Sultan, Sabtu (15/10) di Jakarta, giliran Gita Wiryawan siap menyatakan kesiapan meladeni tantangan Wiranto. Hal itu dibuktikan dengan pengembalian formulir kesediaan menjadi kandidat yang diserahkan kubu Gita Wirjawan, Senin (17/10) ke sekretariat tim penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum PBSI di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Dalam berita acara serah terima tertanggal 17 Oktober 2016 tertulis bahwa Pengprov

PBSI Kalteng telah menyerahkan dokumen berupa formulir pendaftaran, surat pernyataan, dan surat dukungan dari 18 Pengprov PBSI. Dengan demikian, Gita resmi didukung oleh 18 dari 34 Pengprov PBSI. “Saya sudah putuskan untuk maju lagi kalau diperkenankan.Semangatnya sederhana. Apakah dengan segala ketidaksempurnaan yang ada, kami telah melakukan hal yang konkret secara positif? Semangatnya adalah siapapun yang maju itu harus bertekad untuk bisa meningkatkan prestasi para atlet yang bisa terukur oleh para atlet di daerah dan

siapapun,” kata Gita. Sebelumnya, ada 22 Pengprov PBSI yang mengklaim mendukung Wiranto. Mereka rencananya akan mendaftarkan Menteri Polkuham itu ke Tim Penjaringan Calon Ketua Umum PBSI pada 21 Oktober mendatang. Seluruh Pengprov yang mendukung akan datang langsung menyerahkan surat dukungan untuk Wiranto. Juru bicara forum Pengprov PBSI, Lutfi Hamid yang juga Ketua Pengprov PBSI Jawa Barat mengatakan, mereka mengusung Wiranto karena diyakini bisa mengembalikan masa keemasan bulutangkis Indonesia seperti era Tri Sutrisno. Wiranto yang hadir pada saat deklarasi menerima pinangan tersebut. Menurutnya, dia bersedia karena terketuk untuk memperbaiki dan peningkatkan apa yang sudah ada saat ini. Setelah mendapatkan izin dari Presiden, dia pun berani mencalonkan diri. “Sebenarnya prestasi bulutangkis saat ini sudah baik tapi kiranya masih bisa dimaksimalkan lagi menjadi lebih baik. Makanya, setelah ada izin dari atasan saya yakni Presiden RI, saya pun bersedia dicalonkan,” tuturnya. (*/sr)

Wabup Buka Futsal Liga Santri Trenggalek Trenggalek, Memorandum Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek H. Moch. Nur Arifin membuka turnamen futsal, liga santri Trenggalek tahun 2016, Senin (17/10). Turnamen futsal ini diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional PC NU Trenggalek dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober nanti. Hari Santri tahun 2016 ini merupakan Hari Santri Nasional yang kedua, setelah Hari Santri ini ditetapkan Presiden Joko Widodo 2015 lalu. Hadir dalam acara pembukaan turnamen ini selain Wabup Trenggalek, Ketua DPRD, Drs Samsul Anam dan beberapa perwakilan dari Forpimda Trenggalek serta beberapa pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek. Disampaikan oleh ketua panitia, Amin Tohari, lomba futsal dalam memperingati Hari Santri Nasional ini dis-

Wabup Trenggalek Moch Nur Arifin membuka Liga Santri.

elenggarakan selama tiga hari mulai Senin lalu. Ada 64 klub dari para santri berbagai pondok pesantren, Madin maupun perwakilan dari beberapa sekolah. Berbagai kegiatan akan diselenggarakan dalam memperingati hari santri nasional ini, mulai liga futsal ini, lomba karya cipta dan baca puisi serta puncaknya pawai ta’aruf yang diselenggarakan pada 22 Oktober untuk seluruh warga NU. Hari Santri ini lahir mengilhami andil besar para

ulama maupun santri dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dari tangan para penjajah. “Selamat bertanding bagi seluruh peserta yang akan tampil. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari liga santri ini maupun peringatan hari santri nasional ini. semoga peringatan hari santri nasional utamanya turnamen futsal liga santri bisa berjalan lancar sampai hari ketiga nanti,” ungkap Wakil Bupati dalam sambutannya. (ko)

Memorandum Edisi 19 Oktober 2016  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you