Page 1

2

HARI

MENUJU

ULANG TAHUN

EMAS

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

T E R B I T

EDISI CIAMIK SORO HUT KE-50 MEMORANDUM SENIN, 11 NOVEMBER 2019 TIADA TANDING, TIADA BANDING 68 HALAMAN

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Perwira TNI Ditemukan Tewas di Kamar

Surabaya, Memorandum Seorang perwira TNI AL ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Kedung Anyar 1 nomor 28, RT 2 RW 12, Sawahan, Kamis (7/11).  Bersambung ke halaman 7  Kami belum mengetahui penyebab kematian korban dan saat ini masih dalam penyelidikan. FOTO: ISTIMEWA

Radikal LaVani Oleh: Dahlan Iskan

S

aya ini boleh dibilang golongan radikal: melayat kok begitu telat. Saya baru melayat setelah almarhumah dimakamkan lebih lima bulan sebelumnya. “Nyuwun duko,” kata saya kemarin malam --saat saya menyalami suami almarhumah. Nyuwun duko. Itu tidak bisa diartikan sebagai sekadar minta maaf. Arti harfiah “nyuwun duko” adalah “minta agar diberi marah”.  Bersambung ke halaman 4 

Dijerat TPPU, Tanah dan Perhiasan Dirampas

Bandit Motor Sidodadi Dijebol Peluru Ahmad ditangkap warga setelah gagal mencuri motor Beat L 5851 PO milik Rosadi. Polisi kemudian datang ke lokasi dan mengamankan Ahmad ke mapolsek.

Utamakan Anak

Sehubungan Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, Surat Kabar Harian MEMORANDUM pada 9 November 2019 tidak terbit. MEMORANDUM kembali terbit seperti biasa mulai Senin, 11 November 2019. Harap para pembaca dan relasi iklan maklum. Penerbit

Petugas memeriksa dua pemabuk di Jalan Bratang Wetan.

Respatti Amankan Dua Pemabuk Bratang Surabaya, Memorandum Dua pria diamankan Tim Respatti Kobra Satsabhara Polrestabes Surabaya. Karena mereka kedapatan pesta miras di Jalan Bratang Wetan, Kamis (7/11) sekitar pukul 03.10. Kedua pria tersebut yakni Novan Alga (31), warga Jalan Manukan  Bersambung ke halaman 7 

Sambangi Warkop, Imbau Waspadai Curanmor Surabaya, Memorandum Patroli malam dilakukan Bripka Busaryanto, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak di pasar sore Jalan Babadan Rukun.  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Ketika dikeler, tersangka berusaha kabur sehingga dilumpuhkan kaki kanannya.

Revalina S Temat

TIDAK TERBIT

Hadi Purnomo

KRONOLOGI KEJADIAN

ILUSTRASI: MEMORANDUM/AZIZ

Surabaya, Memorandum Ahmad Rifqi (30), bandit motor warga Jalan Sidodadi, harus merasakan kesakitan di kaki kanannya karena ditembak polisi. Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas setelah dia berusaha melarikan diri saat dikeler anggota Reskrim Polsek Semampir..  Bersambung ke halaman 7 

Surabaya, Memorandum Gegara menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 19,3 miliar, Hadi Purnomo, Kabag Administrasi Keuangan PT Hasjrat Abadi Cabang Surabaya (main dealer Toyota) divonis 11 tahun penjara, Kamis (7/11).  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Kemplang Rp 19,3 M, Kabag Keuangan Divonis 11 Tahun

Ahmad Rifqi hanya bisa menunduk dengan kaki kanan diperban karena ditembak petugas.

SEBAGAI aktris, peran yang cocok dan mampu dimainkan secara apik akan mampu mendongkrak popularitasnya. Masih ingat kesuksesan sinetron Bawang Merah Bawang Putih?.  Bersambung ke halaman 7 

LETKOL LAUT (P) DJAWARA HT WHIMBO A Kadispen Koarmada II

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Bhabinkamtibmas Polsek Krembangan Bripka Busaryanto memberikan imbauan kamtibmas kepada pengunjung warkop di Jalan Babadan Rukun.

Kapolsek Wonokromo AKP Christoper Adikara Lebang didampingi Ipda Arie Pranoto menginterogasi tersangka.

Mantan Karyawan Gasak Lima Laptop Surabaya, Memorandum Kesal dengan gaji kecil, membuat Gilbertus Aditama Arkana alias Gilbert (18), memutuskan resign dari pekerjaannya di toko elektronik salah satu mal di Surabaya Selatan. Namun, bukannya mencari pekerjaan lain, remaja yang  Bersambung ke halaman 7 

Sudah saya jual semua di FB . Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari dan jalan-jalan. Saya kan masih menganggur. GILBERTUS ADITAMA ARKANA Pencuri laptop

PENYEMBUH ALTERNATIF YANG TERJEBAK DUNIA PARANORMAL Έ5Ή + Meng, Kabupaten Lamongan memperingati Hari Anak Internasional dengan cara unik. Seluruh lembaga pendidikan mengikuti kegiatan sehari belajar di luar kelas. -

Lalu bermain setiap hari di dalam kelas? Begitu? Waduh!!!

Si Mameng (Siswa kreatif)

Ditanya Apakah Mau Minta Cerai, Malah Dijawab Peluk Erat Pertobatan Abiyasa, alhamdulillah, bisa memulihkan kemampuan lelaki lesung pipi itu. Kini pasiennya kembali banyak. Banyak pula yang minta kesembuhan dengan hanya titip dibelikan minuman. Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Mas Abi tidak lagi menerima tamu yang minta tolong yang aneh-aneh. Tentang sesuatu yang tidak dikuasai ilmunya. Misal pelarisan, minta jampi-jampi atau jimat agar punya kemampun tertentu,” kata Anik. “Yang aneh-aneh gimana?” buru Memorandum. “Kan banyak yang ingin jadi orang disegani. Mereka minta aji-aji kaw-

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

ibawan. Ada juga lelaki yang ngotot minta agar anunya diubah menjadi lebih besar dan tahan lama. Juga, yang minta lotre arisannya keluar sesuai harapan. Banyaklah yang kayak gitu.” Tapi, semua ditolak. Abiyasa hanya mau menangani pasien dengan keluhan sakit. Medis maupun nonmedis. Bahkan, tidak jarang  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud, HM Soumi, H Hariono, Waras Subarkah . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Bos UD Gajah Duduk Divonis 4 Bulan Penjara Sidoarjo, Memorandum PT Unichem Candi Indonesia, perusahaan dari Kota Delta yang memproduksi garam kemasan merek Daun, merasa puas atas hukuman yang dijatuhkan kepada Rudy Mulyanto, bos UD Gajah Duduk, Pati, Jawa Tengah. 2016, tentang Merek dan Indikasi Geografis. Majelis hakim memvonis terdakwa Rudy Mulyanto empat bulan penjara. Semula tuntutan jaksa, terdakwa melanggar pasal 102 dan dituntut tiga bulan kurungan.Tapi majelis hakim berpandangan lain, terdakwa melanggar pasal 100 ayat 2 dan menjatuhkan hukuman empat bulan penjara. Menanggapi putusan hakim PN Nganjuk, Kuasa Hukum PT Unichem Candi Indonesia, Bambang Soetjipto SH MHum bersama DR Leny Poernomo dan Imam Loedfi SH mengatakan, pihaknya

Soetjipto SH MHum

DR Leni Purnomo

“Kenapa harus takut bersaing dan tidak laku di pasaran, jika produknya benar-benar berkualitas,” ujar pengacara senior yang sudah malang melintang di dunia hukum Jawa Timur dan Indonesia itu. Apa langkah selanjutnya akan diambil setelah putusan majelis hakim PN Nganjuk? Menurut Bambang Cip, ia bersama timnya akan melihat perkembangan. Pi-

haknya juga akan mengantisipasi jika ada pengajuan banding yang mungkin dilakukan pihak terdakwa Rudy Mulyanto. “Kita lihat perkembangan dulu,” tegas dia. Masih kata Bambang Cip, putusan hakim PN Nganjuk itu sudah memenuhi rasa keadilan, karena majelis hakim dengan seksama telah mempertimbangkan seluruh alat bukti. Baik saksi, ahli dan bahkan keterangan terdakwa Rudy Mulyanto.

Bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum melanggar pasal 100 ayat 2 UU RI nomor 20 tahun 2016, tentang merek dan indikasi geografis. Patut dijatuhi hukuman pidana penjara empat bulan. Setimpal dengan perbuatannya sehingga telah memenuhi rasa keadilan. Bambang Cip juga menekankan pernyataan sebelumnya. Yakni, dari peristiwa hukum yang telah terjadi, seharusnya semua dan terutama para pengusaha dari segala tingkatan dapat mengambil hikmahnya. Menjadi peringatan, bahwa dalam melakukan kegiatan usahanya, baik produksi barang maupun jasa senantiasa berperilaku profesional. Dengan memproduksi dan memperdagangkan barang hasil produksinya dengan kualitas tinggi, tanpa harus meniru atau menjiplak merek dari perusahaan lain yang sudah lebih dulu ada dan dikenal di pasaran.

Menurut Bambang Cip, kenapa harus takut bersaing atau tidak laku di pasaran bila benar-benar barang hasil produksiya berkualitas. Jadi, dia mempersilakan berkreasi dan berinovasi secara mandiri dan profesional. “Agar barang hasil produksinya bisa diterima di pasaran tanpa meniru, menjiplak atau mendompleng merek perusahaan lain yang sudah lebih dulu ada, dan dikenal di pasaran,” tandas pengacara yang berkantor di Jalan KH Mukmin, Sidoarjo itu. Sementara itu Kasi (Kepala Seksi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Roy Ardian Nurcahya SH MH pada insan pers mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Rudy Mulyanto hukuman tiga bulan penjara. Namun majelis hakim PN Nganjuk memutuskan vonis empat bulan. “Kewenangan putusan sepenuhnya ada di tangan hakim, kami menghormati putusan hakim,” ujar dia. (jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/IST

Dalam sidang putusan di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Rabu (6/11) siang, Rudy Mulyanto dinyatakan terbukti bersalah. Membuat produk garam kemasan dengan merek dan bentuk yang menyerupai produk garam merek Daun, dengan nama garam Pucuk Daun. Majelis Hakim diketuai Sugiyo Mulyoto dalam amar putusan perkara pidana nomor :150/ Pid.B/2019/PN.Njk menyebutkan, terdakwa Rudy Mulyanto terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 100 ayat (2) Undang Undang (UU) Nomor 20 tahun

menerima dan menyambut baik putusan hakim. “Dengan mempertimbangkan seluruh alat bukti dan saksi maupun saksi ahli, dan keterangan terdakwa (Rudy Mulyanto), maka putusan majelis hakim tersebut sudah memenuhi rasa keadilan,” ujar Bambang Cip, sapaan akrab lawyer yang juga tercatat sebagai Ketua DPC Peradi Kabupaten Sidoarjo tersebut. Menurut Bambang Cip, dari peristiwa hukum ini dapat dipetik pelajaran berharga. Terutama bagi kalangan pengusaha di semua tingkatan. Pelajarannya, bahwa dalam melakukan kegiatan usaha, baik itu produksi barang maupun jasa, harus selalu berperilaku profesional, dengan memproduksi barang yang berkualitas tinggi tanpa harus meniru atau menjiplak produk yang sudah lebih dahulu ada.

FOTO: MEMORANDUM/JOK

TerbukƟ Palsukan Garam Merek Daun

FOTO: MEMORANDUM/DAR

FOTO: MEMORANDUM/DAR

Zainul Arifin diamankan berikut barang bukti kejahatannya.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah membuka acara penjualan bandeng murah di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Kamis (7/11).

Jelang Maulid Nabi

Enam calon anggota BPD dapil III Desa Tanggul saat pengundian nomor urut.

13 Calon Anggota BPD Tanggul Lolos Penjaringan Sidoarjo, Memorandum Panitia pengisian anggota BPD (Badan Permusyawarahan Desa) Tanggul menetapkan 13 calon anggota BPD masa jabatan 2020-2026. Sekaligus melakukan pengundian nomor urut. Para calon tersebut sudah melalui tahapan penjaringan dan penyaringan administratif. Dari 13 calon akan dipilih secara demokratis melalui pemilihan langsung yang akan diselenggarakan Minggu, 1 Desember mendatang. Lokasi pemilihan ditempatkan di kantor balai desa setempat. Ketua Panitia Pengisian anggota BPD, Adi Sulistyono mengatakan, karena Desa Tanggul jumlah penduduknya kurang dari 5 ribu, sesuai Perbup Sidoarjo, jumlah anggota BPD yang dibutuhkan desa hanya 5 kursi. “Desa Tanggul mempunyai 3 RW/Dusun. Maka jumlah penduduknya yang lebih banyak diberi 2 kursi ada dua dusun. Yakni Dusun Tanggul Wetan dan Tanggul Kidul. Khusus Tanggul Kidul ada keterwakilan perempuan wajib ada 1 anggota BPD dari perempuan. Sedangkan jumlah penduduk terkecil Tanggul Kulon dapat 1 kursi,” jelas Adi Sulistyono, Kamis (7/11). Saat penetapan calon dan pengundian nomor urut, untuk Dapil I (RW 01) ada dua calon, yakni H Moh Irwandi (nomor 01) dan Mochamad Aksan Tudhonni (nomor 02). Untuk Dapil II (RW 02) ada 5 calon, Muryanto (nomor 01), M Khuzaini (nomor 02), Mochamad Efendi (nomor 03), Cicin Dwi Yuliana (nomor 04) dan Siti Nur Hasanah (nomor 05). Sedangkan untuk Dapil III (RW03) ada 6 calon. Mereka adalah Mohamad Mustofa (nomor urut 01), Mochammad Khafid (nomor 02), Sinta Aprilia (nomor 03), Ahmad Sumarto W (nomor 04), Luluk Siti Halimah (nomor 05) dan Hartiningsih (nomor 06). Calon dari keterwakilan perempuan nomor urut cantik tidak ada yang ngembari Hartiningsih (nomor 06). Hartiningsih calon yang sudah terkenal karena istri mantan Kades Abdul Wahab (Kades periode 2011-2017). “Nomor urut istri saya cantik gak ada yang ngembari. Karena nomor 06,” ujar Abdul Wahab. Sementara saat penetapan dan pengundian nomor urut calon dihadiri Kades Tanggul Syaiful Ahmadi, Sekdes Abdul Muid sekaligus sekretaris Panitia Pengisian BPD, H Darianto Wakil Ketua Panitia Pengisian BPD, H Mahfudz anggota Panitia, Elok bendahara Panitia, Mirin, Agung, Yoji dan Hariyono anggota. Juga dihadiri ketua RT dan RW seluruh Desa Tanggul. (dar/jok/pi)

Dinas Kelautan Jual 5,4 Ton Bandeng Murah Sidoarjo, Memorandum Tradisi penjualan bandeng murah menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, rutin digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Dalam hitungan menit, sebanyak 5,4 ton bandeng murah itu ludes dibeli warga. Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah yang membuka penjualan bandeng murah mengatakan, pemkab rutin setiap tahun menjaual bandeng murah untuk warga Sidoarjo. Penjualan bandeng murah ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. “Tahun ini disediakan 5,4 ton bandeng. Di pasaran bandeng seharga Rp 28 ribu, kita jual ke warga Rp 14 ribu. Jadi warga kita subsidi 50 persen,” tegas Abah

Saiful panggilan akrab bupati yang menjabat dua periode ini, Kamis (7/11). Lebih lanjut bupati yang juga Ketua DPC PKB Sidoarjo ini menyatakan, bandeng murah itu didatangkan dari petambak Kalanganyar Sedati. “Ciri khas bandeng Sidoarjo, punggung dan bibirnya warna merah. Dan bandengnya tidak bau tanah,” jelas Abah Saiful saat dimintai keterangan. Dia menambahkan, momen menjelang Maulid Nabi, ada kegiatan yang dilakukan. Yakni, pertama jual bandeng dan kedua, lelang bandeng yang digelar di alun-alun. Abah Saiful menambahkan, untuk warga dibatesi membeli dua kupon. Satu kupon berisi dua kilogram. Bila dua kupon berisi

empat kilogram. “Total kupon yang disediakan sebanyak 2.700 kupon,” kata dia. Sementara itu Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, HM Bahcruni Aryawan mengatakan, dinasnya setiap tahun berupaya untuk mempertahankan tradisi jual bandeng murah dan lelang bandeng. “Jual bandeng murah untuk membantu warga kurang mampu bisa membeli bandeng guna selamatan Maulid Nabi. Dan tetap mempertahankan budaya lelang bandeng untuk pengumpulan dana kegiatan sosial,” pungkas Bahcruni sapaan karib sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo ini. (dar/jok/pi)

Janji Gandakan Uang, Pria Sukodono Dibui Sidoarjo, Memorandum Zainul Arifin  (51), warga Pedemonegoro RT 03/RW 01, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo diamankan Reskrim Polsek Sedati. Dukun palsu yang menjanjikan bisa menggandakan uang jutaan menjadi miliaran rupiah itu, meringkuk di dalam tahanan. Kapolsek Sedati AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, awal mulanya tersangka mendatangi rumah korban, Suprapto (47), warga Pepe Indah, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Tersangka Zainul dulu pernah kerja di tempat korban dan setelah itu keluar dan hampir lima tahun tak pernah bertemu. “Saat bertemu kembali menawarkan kepada korban uang hibah sebesar Rp 11 miliar untuk disalurkan kepada anak yatim piatu,” ujar AKP InggalWidya Perdana kepada TribunJatim.com, Rabu (6/11). Untuk bisa mencairkan uang Rp 11 miliar itu, korban dimintai uang oleh pelaku yang menyamar jadi dukun. Alasannya, untuk syarat membeli minyak serta perlengkapan yang dibutuhkan. Seperti terhipnotis, korban

sendiri tanpa sadar beberapa kali mentransfer uang kepada tersangka hingga mencapai nominal Rp 76,5 juta. “Lalu korban diberikan tiga buah koper agar disimpan baik baik. Dirinya meminta agar koper tersebut jangan dibuka hingga ada perintah dari seorang kakek,” tambah dia. Korban pun kemudian tak berani membuka koper itu, namun lama kelamaan korban curiga dengan isi kopernya. “Apalagi si tersangka tak pernah ada kejelasan untuk membuka koper, akhirnya dengan memberanikan diri korban kemudian membuka koper,” terang kapolsek. Alangkah kaget korban, ternyata bukannya uang Rp 11 miliar di dalam koper melainkan tumpukan kertas HVS dan buku tulis. Korban yang merasa telah tertipu kemudian melaporkan kejadian itu kepada Mapolsek Sedati. Berdasarkan laporan tersebut, polisi pun langsung bertindak cepat dan menangkap tersangka. “Tersangka kita jerat pasal 378 dan pasal 372 KUHP. Dengan ancaman pidana empat tahun penjara,” tandas dia. (*/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 3

JaƟm Gandeng Australia Barat

Surabaya, Memorandum Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan vokasi di berbagai lembaga pendidikan di Jawa Timur. Sebagai upaya pengembangan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan kerja sama pendidikan vokasi kepada Pemerintah Australia Barat. “Pendidikan vokasi kebutuhannya sangat besar di Jatim. Tahun depan kerja sama provinsi Jawa Timur dengan Australia Barat telah berusia 30 tahun. Apa yang bisa kita perbarui kerja sama akan kita lakukan, khususnya pendidikan, pariwisata dan perdagangan ,” ujar Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim saat menerima Menteri Australia Barat Peter Tinley di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/11). Saat ini, jelas Gubernur Khofifah, Jatim sedang fokus terhadap pendidikan vokasi, utamanya SMK. Melalui pendidikan vokasi tersebut, diharap-

kan dapat membentuk keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Sekarang sudah keluar Keputusan Presiden tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari-Malang. KEK ini khususnya di bidang digital IT dan pariwisata. Kita berharap akan ada kemungkinan kerja sama tidak sekedar SMK, tetapi juga setelah mereka lulus SMK bisa mendapatkan penguatan skill khususnya melalui skema working holiday visa yang bisa kerja magang sampai 2 tahun di perusahaan di Australia sesuai bidang masing- masing terutama sektor maritim. Program

kerja sama antara Jatim dengan Australia Barat terutama untuk pendidikan vokasi secara khusus digital IT juga akan kami jadikan prioritas,” kata mantan Menteri Sosial RI di era Presiden Jokowi ini. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan, bahwa saat ini sudah mulai tumbuh sekitar 300- an start up di Jatim serta perkembangan perusahaan e-commerce yang membutuhkan skill khusus. Karena, persoalan tersebut menjadi kebutuhan di era industri 4.0. Misalnya saat ini kita sangat kekurangan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang coding. Terkait hal tersebut, Khofifah pun mengusulkan adanya kerja sama pelatihan teknis secara spesifik untuk mendapatkan ahli coding. Harapannya, ahli coding bisa mensupport perkembangan start up yang sedang tumbuh subur di Jatim. (yok/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Ajukan Kerja Sama Maritim dan Pendidikan Vokasi

Gubernur Khofifah menerima Menteri Australia Barat Peter Tinley di Gedung Negara Grahadi.

HDCI Bantu Wanita Disabilitas Surabaya, Memorandum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya kembali memberikan bantuan sosial di hari jadi ke-19 Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Jatim, Kamis (7/11). Sekretaris sekaligus Ketua Bidang Sosial HDCI Surabaya Efrandi Rachman mengatakan, pihaknya hanya ikut mensponsori dalam bentuk bantuan dana tunai kepada HWDI untuk disalurkan kepada wanita penyandang disabilitas, kaum duafa, dan anak yatim piatu. “Kami memberikan bantuan dana tunai ke pengelola himpunan wanita disabilitas untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dalam kegiatan bakti sosial ini,” kata dia. Kebetulan HDCI Surabaya sering diberi proposal terkait bantuan di acara seperti bakti sosial. Jadi, anggota HDCI sebisa mungkin dan apapun wajib membantu. “Sifatnya bakti sosial ini dadakan dan kami datang membantu,” jelas Efrandi. Pemberian bantuan ini bukan kali pertama diberikan oleh HDCI. Sebelumnya, HDCI juga memberikan bantuan kepada warga Surabaya bernama Beny, yang tidak bisa bernafas tujuh bulan lalu karena tidak punya biaya ke rumah sakit. Pengurus HDCI yang mendapatkan informasi itu, langsung dicek ke lokasi. Selanjutnya, memberikan bantuan pengobatan, alat, dokter, dan obat sehingga bisa bernafas kembali. “Selama ini, Beny tidak mampu berobat. Untuk ke rumah sakit hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar,” ungkap dia. Mendekati akhir tahun ini, HDCI masih mempunyai kegiatan bakti sosial. Yakni pada 16-17 November akan mengadakan baksos untuk para veteran dalam rangka Hari Pahlawan dan terakhir Desember 2019 akan mengadakan Santa Claus On The Road. (rio/lis)

FH Unitomo Gandeng KY Kupas Integritas Hakim dalam Pemilu Surabaya, Memorandum Fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo (FH Unitomo) bekerjasama dengan Komisi Yudisial (KY) RI menggelar seminar nasional dengan tema Pemilu dan Integritas Hakim, di ruang RM Soemantri, Kamis (7/11). “Sangat penting menjaga integritas hukum untuk melakukan sesuatu dalam persidangan, terlebih dalam menangani sengketa pemilu yang belum lama terjadi di negeri ini. Harapannya dapat meningkatkan kualitas khasanah bidang hukum di Unitomo,” Rektor Unitomo Bahrul Amiq. Mengawali acara, Jaja Ahmad Jayus menyampaikan, setiap penegak hukum harus memiliki wawasan atau ilmu pengetahuan. “KY sebagai pengawas hukum pun harus menjunjung tinggi etika sebagai penegak hukum, hal ini untuk mendukung atas wawasan dan ilmu pengetahuan yang kita miliki,” ujar dia. Meneruskan Ketua KY RI, Refly Harun menyampaikan pemerintah harus mendesain penyelesaian sengketa proses dan hasil pemilu. Di masa depan, untuk mencipakan free and fair election, perlu memastikan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa atau pelanggaran pemilu dilaksanakan dengan sistem yang dapat menjamin kepastian hukum dan memberikan remedi yang memulihkan hak konstitusional setiap pihak yang terkait dengan pemilu. (alf/lis)

Penandatanganan prasasti peresmian kantor baru BTN wilayah III.

juga mencatat bahwa lapangan usaha real estate yang menjadi segmen penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR masih berdenyut dengan pertumbuhan laju pertumbuhan 6,95 persen (year on year) artinya permintaan hunian masih tinggi dan ini yang menjadi ladang bisnis BTN,” kata Dasuki. Lanjut Dasuki, Bank BTN juga mengoptimalkan regional load processing center di kantor wilayah III yang juga membawahi 17 kantor cabang. Dari 17 kantor cabang terbagi 14 kantor cabang konvensional dan 3 kantor cabang syariah, 56 kantor kas cabang pembantu konvensional dan 10 kantor cabang pembantu syariah, 56 kantor kas konvensional dan 1 kantor kas syariah, dan 11 payment point, terdiri dari 8 paemt poin konvensional

dan 3 payment point syariah. Lanjut Dasuk, data BPS menyebutkan ekonomi Jatim tumbuh lebih baik daripada nasional. Bisnis real estate masih positif. Kantor wilayah III BTN menargetkan pertumbuhan kredit, tidak sekedar mengejar kredit. “Kami fokus pada perbaikan kualitas kredit dan proses kredit itu sendiri. Kami optimalkan regional load processing center di kanwil 3 akan optimal dan proses kredit berjalan sesuai prinsip good corporate govermance,” kata Dasuki. Peresmian kantor Bank Tabungan Negara (BTN) wilayah III, hadir kepala perwakilan kantor cabang BTN, rekan kerja BTN, dan pengusaha perumahan, sertasejumlah pejabat pemerintah daerah. (day/lis)

Surabaya, Memorandum Bursa kursus kerja (BKK) bagi pendidikan SMK sangat dibutuhkan. Hal itu dinilai sebagai fasilitas atau wadah bagi lulusan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki. Sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim berupaya untuk mendorong pendirian BKK di setiap lembaga SMK ditingkatkan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Jatim Hudiyono menuturkan, kini dari 2103 lembaga SMK negeri dan swasta, baru 625 lembaga yang telah memiliki BKK. Sedangkan dari 296 lembaga SMK Negeri, 90 persen di antaranya telah memiliki BKK. “Mereka yang belum mempunyai BKK ini karena berbagai faktor. Di antaranya fasilitas yang belum memenuhi dan dunia industri di sekitar sekolah belum mendukung,” ungkap Hudiyono didampingi Kabid Pendidikan SMK Suhartono, Kamis (7/11). Pihaknya berupaya mendorong semua lembaga memiliki BKK. Menurut Hudiyono, dengan adanya BKK lulusan SMK bisa terserap dalam dunia kerja selain kerjasamanya dengan disnaker (dinas tenaga kerja). Di samping itu, adanya BKK juga dinilai mampu mematahkan pandangan masyarakat, pengangguran disumbang lulusan SMK. “Di BKK, industri tinggal meminta siswa sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan. Sehingga mampu untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan SMK,” ujar dia. Dengan banyaknya BKK di lembaga ini semakin memperkecil jumlah pengangguran dari lulusan SMK. Suhartono mengklaim, adanya BKK mampu menaikkan keterserapan kerja dari lulusan SMK berkisar antara 20-25 persen dibanding tahun sebelumnya. “Kini kami juga tengah mempersiapkan pembuatan Big Data Si Grak (Integrasi Data SMK). Dari sistem itu kami bisa memonitoring jumlah lulusan SMK termasuk keterserapannya dengan dunia industri. Kami juga menyediakan bursa kerja dalam satu sistem bagi lulusan SMK,” jelas dia. Sementara itu, menyikapi lulusan SMK sebagai penyumbang pengangguran terbanyak, Suhartono berpendapat jika salah satu solusinya adalah dengan memenuhi sarana prasarana dalam pembelajaran, meningkatkan hubungan dengan kelas industri, dan sinkronisasi kurikulum dengan industri. ”Kalau kita bisa fokus itu lulusan kita akan lebih berkualitas,” pungkas dia.(why/lis)

Hari Anak Internasional

Gerakan Sehari Belajar di Luar Kelas Lamongan, Memorandum Kabupaten Lamongan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dengan cara unik. Seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis (7/11). “Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas ini sangat penting. Karena perlu memperkenalkan anak-anak dengan alam. Bermain sambil belajar di luar kelas juga tak hanya mengajarkan keterampilan bekerjasama dan kreativitas, tetapi juga sebagai hal pokok bagi anak untuk menikmati masa kecil mereka,” ungkap Bupati Fadeli saat ditemui di SMPN 1 Lamongan. Gerakan ini dilaksanakan selama sehari di seluruh PAUD, TK, SD, dan SMP

di Kabupaten Lamongan dalam rangka menyambut Hari Anak Internasional. Secara nasional terdapat 17 kegiatan yang bisa dilakukan selama sehari belajar di luar kelas. Di antaranya adalah menyambut siswa dengan senyum salam dan sapa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, cuci tangan sebelum makan, mengajarkan anak cinta lingkungan, berdoa bersama sebelum makan, sarapan sehat bersama, senam germas, melakukan olahraga tradisional membaca buku, dan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar. Bupati Fadeli saat mengunjungi SMPN 1 Lamongan juga memberikan beberapa quiz kepada siswa agar mereka bersemangat melakukan kegiatan tersebut. (*/udi/lis)

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Sekretaris sekaligus ketua bidang sosial HDCI Surabaya, Efrandi Rachman, bersama pengurus memberikan bantuan kepada wanita disabilitas pada acara HUT ke-19 HWDI Provinsi Jatim.

Surabaya, Memorandum Menjelang di penghujung 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendorong kinerja di wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Rabu (7/11). Upaya itu dilakukan dengan merelokasi Bank Tabungan Negara (BTN) wilayah III ke gedung Graha Sudirman, Surabaya. Direktur Network & Distribution Bank BTN Dasuki Amsir menjelaskan, pengembangan bisnis perbankan di kanwil III sangat potensial karena berada di kawasan wisata yang terus menggeliat seperti Banyuwangi, Malang, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. “Bisnis wisata terus tumbuh positif. Potensi bisa digali untuk meningkatkan kinerja,” terang Dasuki Amsir disela-sela peresmian Bank BTN kontor wilayah III Jawa Timur, Baki, NTB, NTT. Kinerja Kanwil III saat ini bertumpu pada Provinsi Jawa Timur karena setidaknya lebih dari 50 persen outlet yang dikelola Kanwil III Bank BTN berlokasi di Jawa Timur. Seperti di Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Malang, Gresik, Kediri, Jember, Mojokerto, Bangkalan, Madiun, dan lain sebagainya. Menurut Dasuki, kinerja Kanwil III sangat dipengaruhi dinamika ekonomi Jawa Timur. “Pertumbuhan ekonomi di Jatim pada kuartal III 2019 tumbuh 5,32 persen (year on year), agak melambat namun BPS

Bursa Kursus Kerja bagi Pendidikan SMK Sangat Dibutuhkan

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

BTN Pacu Kinerja Jatim, Bali, NTT, dan NTB

Bupati Fadeli melepaskan balon sebagai tanda memperingati Hari Anak Internasional.


SAMBUNGAN

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Radikal LaVani Itulah orang Jawa. Atau budaya Jawa. Kalau merasa berbuat salah --yang keterlaluan-- tidak cukup sekadar minta maaf. Harus sampai minta dimarahi. “Nyuwun duko, pak”, kata saya mengulangi. “Gak apa-apa. Saya tahu Pak Dahlan lama di luar negeri,” ujar beliau --sambil merangkul saya. “Waktu almarhumah dirawat di Singapura Pak Dahlan kan sampai menengok dua kali,” tambah beliau. Kemarin malam saya memang ke Cikeas. Melayat. Sangat telat. Dulu, saat Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia, saya lagi di Amerika. Lalu harus ke Tiongkok. Ke beberapa negara lainnya lagi. Sambung ke Inggris. Baru ketemu istri sendiri di Hangzhou. Diajak pulang. “Nyuwun duko,” kata saya lagi --sambil cipika-cipiki. Lalu saya tinggalkan HP di teras. Kemudian diajak duduk di meja rapat --di ruang depan. Ruang itu tidak asing bagi saya. Sudah sering saya diterima beliau di situ. Dulu. Saat masih menjadi sesuatu. “Nyuwun duko,” kata saya lagi --setelah duduk di kursi. Kami hanya berdua. Sunyi. Di luar rumah cuaca dingin. Hujan baru reda. Waktu berjalan dari pendopo ke kediaman ini pun beberapa tetes hujan masih tersisa. “Kami kaget Bu Ani meninggal begitu cepat. Mungkinkah tim dokter terlalu agresif?” celetuk saya. Pak SBY terdiam agak lama. Lalu menarik nafas panjang. “Tidak juga Pak Dahlan,” katanya lirih. “Semua sudah sesuai dengan pro-

Sambungan dari halaman 1 tokol penanganan kanker darah,” ujar beliau. Di samping ditangani tim dokter Singapura, dua tim dari Amerika juga didatangkan. Untuk melakukan review. Hasilnya: apa yang dilakukan di Singapura sudah betul. Mereka pun akan melakukan hal yang sama. Saya tidak meneruskan pertanyaan itu. Padahal begitu banyak yang ingin saya tanyakan seputar masa sakitnya Ibu Ani. Sebagai sesama penderita kanker. Saya harus tahu. Soal itu masih sangat sensi. Saya melihat Pak SBY masih begitu sedih. Wajahnya masih penuh duka. Pun setelah lima bulan berlalu. Wajah beliau masih sangat sedih. Karena itu beliau tidak lagi tinggal di Kuningan. Rumah Kuningan penuh dengan kenangan masa-masa akhir dengan Ibu Ani. Itulah rumah yang diberikan negara. Untuk seorang mantan presiden. Tiga tahun penuh Pak SBY pindah ke rumah itu. Hanya berdua dengan Ibu Ani. Acara tidak sepadat waktu menjabat presiden. Ibaratnya di rumah baru itu beliau seperti pengantin baru lagi. Banyak waktu yang dihabiskan hanya berdua. Rumah itu sekarang dibiarkan kosong dulu. Hanya ada penunggunya saja. Pak SBY kembali tinggal di Desa Cikeas. Yang sudah masuk wilayah Bogor. Malam itu saya perlu waktu 1,5 jam untuk bisa sampai di sana. Dari rumah saya di SCBD Jakarta. “Di sini lebih tenang,” ujar Pak SBY lirih. “Saya belum ke mana-mana. Di rumah ini saja,” tambahnya. “Tidak ingin ke luar

negeri?“, tanya saya. “Jangankan ke luar negeri. Ke kota lain pun belum bisa. Bayangan Ibu Ani masih ikut terus. Ke mana pun saya pergi pasti ada kenangan dengan Ibu Ani,” ujar beliau. Saya tahu betapa menyatu pak SBY dengan istrinya. Bukan hanya untuk masa yang panjang. Bukan hanya serasi. Tapi juga sangat intens. Intensitas hubungan itu begitu tinggi. Pun dalam masalah politik. “Baru minggu depan terpaksa harus ke Bandung,” ujar beliau. “Pak Hatta terima gelar doktor dari ITB,” tambah beliau. Hatta Rajasa adalah besan. Juga menteri. Di masa kabinet beliau. Termasuk menjabat Menko Perekonomian. “Di Bandung nanti saya minta dicarikan hotel yang tidak ada kenangan dengan Ibu Ani,” ujar beliau. Saya pun tidak mau menambah kesedihan beliau. Mungkin bicara politik lebih bisa mengalihkan kesedihan itu. Maka saya pun memulai bicara politik. Mulai dari mengapa Mas Agus berhenti dari dinas ketentaraan --saat pangkatnya masih mayor. Agus Harimurti Yudhoyono adalah anak sulung beliau. Yang sangat pandai. Ganteng. Lulusan Akmil terbaik. Karir militernya lancar. Mestinya akan bisa mencapai pangkat jendral. Tapi baru di mayor sudah memutuskan berhenti. Saya ingin tahu cerita panjangnya. Siapa yang berinisiatif untuk berhenti. Meski tidak untuk saya tulis. Termasuk saya tanyakan juga: mengapa Mas Agus itu tidak langsung

saja jadi ketua umum Partai Demokrat. Toh sudah nekat hanya akan terjun ke politik. Tentu saya juga bertanya soal mengapa tidak jadi gabung ke koalisi. Cerita panjangnya seperti apa. Pokoknya apa saja saya tanyakan. Termasuk yang agak sensitif: mengapa Ibu Megawati Soekarnoputri masih belum bisa menerima penggabungannya. Terutama apakah betul begitu. Hanya satu yang saya tidak berani menanyakan: mengapa berat badannya tidak turun-turun. Saya khawatir pertanyaan seperti itu hanya akan menambah kesedihan beliau. Dan lagi, berat badan saya sendiri kini naik 3 kg. Gara-gara 12 hari di Xinjiang. Lemak dari kambing pantat besar di sana ada yang ikut ke darah saya. Satu jam sudah kami berbincang. Tiba-tiba ada suara anak kecil. Sendirian. Dari arah dalam. Larilari. Mendekat ke arah Pak SBY. Anak kecil itu termangu melihat saya. Lalu menempel ke pangkuan beliau. Sambil seperti mau mengambil kue di depan saya. “Yang ini saja,” kata Pak SBY kepada cucunya itu. Sambil menyodorkan kue di depan Pak SBY. Setelah menerima kue itu sang cucu lari ke dalam lagi. Itulah Pancasakti Maharajasa Yudhoyono. Putra kedua Mas Ibas --Edhie Baskoro Yudhoyono, adik mas Agus. Cucu seperti itulah yang kini jadi penghibur hati beliau. Ibas dan keluarganya kini ikut tinggal di Cikeas --menemani sang ayah. Sebagai intelektual Pak SBY tahu kesedihan jenis

apa yang sedang dialaminya sekarang ini. Yakni masa sulit setelah ditinggal istri tercinta. Beliau sengaja membaca beberapa buku yang membahas ‘masa-masa sulit’ seperti itu. Juga membaca beberapa artikel terkait. Beliau optimistis masa sulit itu akan bisa diatasi. Pada saatnya. Hanya perlu waktu. Semua orang mengalaminya. Itu sangat manusiawi. Ada yang bisa teratasi dalam sebulan. Setengah tahun. Ada yang perlu satu tahun. Bahkan ada yang harus sampai satu setengah tahun. Pak SBY kelihatannya tergolong yang terberat

itu. Sudah hampir lima bulan pun masih seperti itu. Padahal dulu begitu tegarnya. Sudah satu setengah jam kami berbincang. Saya melirik ke jam dinding. “Mu n g k i n b a n y a k tamu bapak yang antre,” kata saya. “Malam ini saya kosongkan untuk Pak Dahlan,” jawab beliau. Baru satu jam kemudian saya pamit. Kembali melewati pendopo di sebelah rumah. Yang ada halaman luas di depannya. Yang dulu sering dipakai pertemuan umum. “Apa yang berubah di halaman ini ya?“ tanya

saya pada diri sendiri. Tidak ada lagi mobil yang parkir di situ. Semua mobil parkir di luar halaman. Halaman itu kini jadi lapangan voli. Ada net yang masih terpasang rapi. “Sore tadi ada pertandingan antar dapil,” ujar petugas di situ. Ternyata ada kompetisi voli di lingkungan partai. Antar daerah pemilihan. Karena itu lapangan voli tersebut dirawat dengan baik. Saat saya melewatinya, lapangan itu ditutup terpal. Rapi. “Tadi kan hujan. Agar lapangan tidak becek,” ujar petugas itu. Lapangan voli itu juga bisa diubah jadi lapangan futsal. Ada net yang

bisa ditarik mengelilingi halaman. Menjadi dinding. Ada rel untuk tempat ‘dinding’ itu bergantung. Di sebelah lapangan voli itu ada lapangan badminton. Yang juga bisa diubah menjadi lapangan basket. Ada net badminton di situ. Juga ring basket. Pak SBY selalu menonton pertandingan di situ. Beliau duduk di tribun kecil yang cukup untuk 8 orang. Di belakang tribun itu ada baliho cetak. Tulisan di baliho itu berbunyi: LaVani Sports Center. Baliho itu dipasang setelah 40 hari Ibu Ani meninggal dunia. Arti tulisan itu yang sangat spesial: Love Ani. (*)


TULUNGAGUNG

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Operasi Zebra Semeru, Ribuan Pelanggar Ditilang

Polisi Temukan Kandungan Alkohol

AKP Wisnu menunjukkan knalpot brong hasil razia Operasi Zebra Semeru 2019.

beberapa sepeda motor yang kita sita dan knalpot brong yang ikut kita amankan,” ucapnya. Pandia menjelaskan, meningkatnya jumlah pengendara yang ditilang pada operasi zebra tahun ini bukan serta merta karena semakin membandelnya warga Tulungagung dalam mentaati aturan lalu lintas. Namun dikarenakan banyak faktor. Salah satunya karena meningkatnya jumlah kendaraan di Tulungagung. “Data yang kita miliki, setiap bulannya penambahan jumlah sepeda motor cukup signifikan. Ini juga jadi faktor penyebabnya,” ungkapnya Pihaknya selama ini telah mengedepankan sosialisasi melalui berbagai media. Seperti media online dan melalui sekolah-sekolah dengan sasaran pelajar. Tujuannya agar bisa memahami peraturan dan sadar berlalu lintas dengan aman. (fir/mad/rif)

Awalnya, unggahan itu viral karena Muhammad Azzam (24), pemilik akun menuliskan caption ‘percobaan ciu pada kucing’. Komunitas pecinta hewan yang menilai video ini mengandung unsur kekerasan mendesak polisi melakukan ujilab dan otopsi. Meskipun dalam pemeriksaan awal, saksi Muhammad Azzam mengaku tidak meminumkan ciu ke kucing. Namun meminumkan air kelapa karena kucing kondisinya keracunan. Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi mengatakan, hasil otopsi dan penjelasan dari keterangan dokter yang menangani masalah ini ditemukan adanya luka memar pada beberapa bagian tubuh kucing. Mulai leher, badan, hingga ekor. “Jadi baru kemarin kita sudah mendapatkan hasil dari ujilab dan otopsi. Terus adanya lebam dan penganiayaan di leher, badan, dan ekor kucing. Memang benar ekor kucing patah,” terangnya, Kamis (7/11). Hendi melanjutkan, dari hasil ujilab juga ditemukan adanya iritasi pada saluran pernafasan kucing. Kemudian ditemukan juga perlemakan pada bagian hati dan ginjal kucing. Menurut keterangan medis, perlemakan tersebut diakibatkan

karena masuknya alkohol pada bagian tubuh kucing. “Dari hasil itu dijelaskan bahwa adanya iritasi pada saluran pernafasan. Adanya perlemakan di hati dan ginjal yang bisa diakibatkan adanya alkohol,” jelasnya. Hendi tidak merinci jenis alhokol apa di dalam tubuh kucing itu. Namun temuan adanya zat alkohol di dalam tubuh kucing adalah fakta baru jika dibandingkan dengan pengakuan saksi sebelumnya. Pihaknya juga memastikan tidak menemukan adanya kandungan air kelapa maupun racun tikus di dalam tubuh kucing. Hal ini bertolak belakang dengan keterangan saksi di hadapan polisi kala itu. “Untuk air kelapa dan racun tikus, tidak ditemukan kandungan itu di dalam tubuh kucing,” ungkapnya. Selanjutnya menurut Hendi, dengan adanya temuan baru ini maka pihaknya akan melakukan pendalaman lagi dan meminta keterangan dari saksi yang sebelumnya sudah dimintai keterangan. Bukan tidak mungkin akan ada saksi baru untuk penyelidikan kasus ini. “Ya kita dalami dulu ini kan masih penyelidikan. Ini kan ada temuan baru ya, saksi akan kita mintai keterangan lagi,” tegasnya. (fir/mad/rif )

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Polisi akhirnya merilis hasil uji laboratorium dan autopsi atas jasad kucing angora yang viral karena video sekaratnya diunggah di story instagram oleh akun Azzam_cancel, beberapa waktu lalu. Ada temuan baru dalam kasus tersebut. FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas Zebra Semeru 2019 telah selesai pada 5 November. Berdasarkan data milik Satlantas Polres Tulungagung, selama 14 hari pelaksanaan operasi ditemukan ribuan pelanggaran. Tercatat sebanyak 3.582 pengendara kendaraan bermotor ditilang. Sedangkan pengendara yang mendapatkan teguran sebanyak 45 orang. Total, 3.627 pengguna kendaraan terjaring selama operasi digelar.  Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengendara yang ditilang pada Operasi Zebra Semeru tahun ini lebih banyak. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas AKP Wisnu mengatakan, jumlah pengendara yang ditilang tahun ini meningkat 1 persen dibandingkan operasi yang sama di tahun sebelumnya. “Dibandingkan tahun sebelumnya meningkat 1 persen,” ujarnya, Kamis (7/11). Pengendara kendaraan di bawah umur menempati peringkat teratas dalam daftar pelanggar dalam operasi kali ini. Disusul pelanggaran tidak menggunakan helm SNI (standart nasional Indonesia). Kemudian pengendara yang melawan arus, dan tidak melengkapi surat- surat selama berkendara. “Jenis pelanggarannya merata. Tapi paling banyak pengendara di bawah umur. Kemudian pengendara yang tidak mengenakan helm SNI dan pengandara melawan arus,” terangnya. Dalam operasi kali ini pihaknya juga menyita 53 unit sepeda motor. Itu karena sepeda motornya tidak sesuai spesifikasi teknis. Pihaknya juga menyita knalpot brong yang mengganggu pengguna kendaraan di jalan raya. “Ada

Viral Kasus Kucing MaƟ Dicekoki Ciu

AKP Hendi Septiadi merilis hasil temuan terbaru dalam kasus kucing mati yang viral beberapa waktu lalu.

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Kediri, Memorandum Petugas Polsek Pare menggerebek dua tempat penjualan minuman keras tanpa izin. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan dua tersangka dan menyita ratusan botol miras jenis arak jowo dan tiga jeriken berisi miras arak jowo. Dua pelaku penjual miras tanpa izin tersebut adalah Mochamad Yani (54), tukang becak warga Kecamatan Pare

dan Maemunah (59), warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita mengatakan, penggerebekan tempat jual miras itu bermula Informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan petugas melakukan penggerebekan. “Penggerebekan miras ini bermula dari tindak lanjut Informasi masyarakat, ” tutur

Iptu I Nyoman Sugita, Kamis (7/11). Dari rumahYani, petugas mengamankan tiga jiregen berisi miras, 24 botol ukuran besar miras arak jowo, dan 13 botol ukuran kecil berisi miras arak jowo. Sedang dari rumah Maumunah petugas menemukan bunker menyimpan miras. Sedikitnya 40 botol mineral ukuran besar berisi miras arak jowo, 39 botol mineral ukuran kecil

Miras yang petugas.

diamankan

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Tukang Becak Jual Miras

berisi miras arak jowo, tiga botol miras merek anggur 500 Kimhua, dan 2 botol miras merek kuntul. (st3/yud/rif)

Hari Cinta Puspa dan Satwa

DLH Gelar Lomba Mewarnai Tingkat TK Dalam acara ini diikuti sebanyak 160 siswa siswi tingkat TK se Kabupaten Kediri, dengan mengambil tema ‘Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Untuk Indonesia Maju’. Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti berharap, generasi milenial lebih peka dan mengenal terhadap ekosistem flora dan

fauna terlebih mau untuk menjaga dan melestarikannya.“Sesuai dengan tema yang diangkat, jadi kita mengharapkan kaum milenial outputnya kedepan dapat peka maupun peduli untuk mau melestarikan tumbuhan dan satwa yang tersebar luas Indonesia,” kata Putut. Sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.000 lebih pulau, Indonesia memiliki banyak spesies tumbuhan dan hewan serta ekosistem unik. Lebih dari 25.000 jenis tumbuhan berbunga yang tersebar di berbagai bagian Nusantara meliputi 10 persen dari spesies tumbuhan berbunga dunia. Selain itu, Indonesia memiliki sekitar 500 jenis hewan mamalia, sekitar 600 jenis reptil, kira-kira 1.500 jenis burung, kurang lebih 270

jenis amfibi, dan lebih dari 2.500 jenis ikan atau 45 persen dari seluruh jenis ikan di dunia. Menyadari hal tersebut, sambung Putut, generasi muda alias milenial harus mengenali kekayaan keanekaragaman hayati nusantara tersebut agar bisa ikut menjaga dan melestarikannya. “Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini memang ditujukan untuk para milenial. Jadi, bagaimana kami dapat menumbuhkan kesadaran, kecintaan terhadap flora dan fauna Indonesia, terutama satwa liar yang ada di Indonesia,” ungkapnya. Lebih lanjut, Putut mengutarakan, sesuai dengan tujuan awal untuk memperkenalkan puspa dan satwa. Jadi obyek lomba mewarnai ini adalah berbagai ragam gambar bunga maupun hewan. “Jadi obyek lukisannya adalah bunga dan hewan. Dengan hal ini diharapkan mereka mampu mengenal ragam bunga dan satwa yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (st3/yud/rif)

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Kediri, Memorandum Dalam rangka memperkenalkan dan membangun generasi milenial yang mencintai satwa dan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri gelar lomba mewarnai yang dilaksanakan di depan area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis 7 November 2019.

Lomba mewarnai yang digelar DLH Kabupaten Kediri.

Klinik Psikologi RSUD Mardi Waluyo Layani Konsultasi Blitar, Memorandum Layanan psikologi semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Setiap orang perlu memenuhi kebutuhan yang bersifat psikologis. Klinik psikologi RSUD Mardi Waluyo menyediakan layanan psikologi yang dapat menolong dan memfasilitasi untuk pencegahan, pengembangan, dan penyelesaian masalah psikologis. Psikolog Klinik Psikologi RSUD Mardi Waluyo, Agustina Dwi Rahmawati SPsi MPsi, psikolog mengatakan, orang menilai pemahaman tentang sehat dan sakit itu hanya seputar kondisi fisik. Padahal, kesehatan jiwa tak kalah penting dibanding kesehatan fisik. Jika fisik sehat ditunjang dengan jiwa yang sehat, seseorang dapat beraktivitas sesuai peran dan fungsinya secara maksimal. “Minimal, setiap orang akan membutuhkan layanan psikologi sebanyak satu hingga tiga kali. Mulai dari psikotes untuk masuk sekolah, penjurusan, atau dalam rangka melamar pekerjaan. Oleh karenanya, layanan psikologi sangat bervariasi. Disesuaikan untuk berbagai usia dan kebutuhan,” jelasnya. Psikologi, kata Agustin, tidak hanya mempelajari pikiran, tetapi juga hubungan antara pikiran dan pengaruhnya terhadap beberapa hal. “Seperti perilaku, sifat, kemampuan belajar dan kognitif, kemampuan motorik, dan fungsi manusia secara keseluruhan,” tambahnya. Menurut dia, layanan psikologi diberikan oleh seorang psikolog tidak ditunjang dengan kewenangan pemberian obat. Oleh karena itu, psikolog akan memfasilitasi kebutuhan klien melalui layanan konseling, terapi, tes psikologi (psikotes). “Penerima layanan dapat dibedakan menjadi klien individual, klien industri atau organisasi, dan klien komunitas. Beda penerima, tentu akan beda pula jenis pelayanannya,” terangnya. Agustin mencontohkan, kon-

Agustina, salah satu spesialis konsultan ahli psikologi di RSUD Mardi Waluyo.

seling yang berhubungan dengan deteksi gangguan perkembangan, biasanya dilengkapi dengan tes psikologi seperti tes IQ, bisa untuk anak, remaja, dan dewasa. Tes kematangan sosial, hingga tes kepribadian. Selain itu, juga melayani deteksi dini tumbuh kembang, tes bakat minat, dan tes seleksi karyawan sesuai level yang ingin diseleksi. “Bisa juga psikotes untuk calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke luar negeri,” ujarnya. Dalam melayani pasien, Klinik Psikologi di RSUD Mardi Waluyo

ini buka pada hari Selasa dan Rabu dengan jam pendaftaran dimulai pukul 07.30-11.00. Sedangkan pada hari Jumat 07.30-10.00. Keunggulan pelayanan psikologi di RSUD Mardi Waluyo yaitu melayani penyembuhan atau penyegahan terhadap gangguan jiwa, membentuk perilaku sehat secara perorangan maupun kelompok masyarakat serta meningkatkan perkembangan jiwa dan kualitas hidup seseorang, membantu mengatasi masalah tumbuh kembang anak disetiap tahapan perkembangan. (adv/pra/rif )


MOJOKERTO-JOMBANG

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Mojokerto, Memorandum Radita Angga Dwi Mahendra (31) dan Ghozali (57) dijebloskan sel tahanan. Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) Wonoploso, Kecamatan Gondang, ini kompak korupsi dana desa (DD) 2017. Kedua tersangka ini dijebloskan ke sel tahanan Lapas Klas IIB Mojokerto oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Kamis (7/11). Menyusul, berkas penyidikan kasus korupsi keduanya dinyatakan lengkap atau P21. “Hari ini kami menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dengan tersangka Kades dan Sekdes Wonoploso terkait penyimpangan dana APBDes. Keduanya langsung kami lakukan penahanan,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mojokerto

Agus Hariyono. Agus menuturkan, pelimpahan tahap dua oleh penyidik Satreskrim Mojokerto ini diakui sempat tertunda karena Radita sempat mangkir saat penyidik melakukan pemanggilan. Akan tetapi, Radita berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polres Mojokerto setelah sempat melarikan diri. “Iya betul, ini sempat tertunda. Seharusnya tahap dua sudah dilakukan beberapa waktu lalu, tapi kades tidak kooperatif. Dia sempat melarikan diri dan sem-

pat dimasukkan dalam daftar pencarian orang atau (DPO). Namun kemudian bisa ditangkap dan baru dilimpahkan hari ini,” imbuhnya. Sementara, modus operandi Kades dan Sekdes dalam mencuri DD dengan cara yang cukup cerdik. Yakni dengan melakukan mark up anggaran pembangunan jembatan senilai Rp 210 juta serta pelaksanaan rehab bangunan 5 unit posyandu senilai Rp 270 juta. “Jadi pembangunan yang seharusnya dilakukan tim pelaksana kegiatan di desa, akan tetapi pembangunan itu dilakukan sendiri oleh kades. Sedangkan sekdes membantu membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. Kerugian negara Rp 70 juta,” jelasnya. Kasus tindak pidana korupsi DD Wonoploso ini, lanjut Agus,

sejatinya pernah ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Mojokerto. Setelah inspektorat menemukan adanya penyelewengan dana sebesar Rp70 juta saat mengaudit realisasi DD Wonoploso. Pihak inspektorat pun sudah memberikan kelonggaran waktu selama dua pekan kepada Radita untuk mengembalikan. Namun, saat itu sang Kades hanya hanya mengembalikan Rp20 juta. Sedangkan untuk sisanya, Radita hanya membuat pernyataan dan berjanji akan mengembalikan. Lantaran dianggap tidak ada iktikad baik Inspektorat Kabupaten Mojokerto kemudian melimpahkan kasus ini ke kepolisian. Berdasarkan laporan itu, penyidik Satreskrim Polres Mojokerto langsung melakukan penyidikan bahkan

menetapkan Kades dan Sekdes Wonoploso sebagai tersangka. Kendati saat pemanggilan, Radita sempat mengembalikan uang Rp50 juta ke penyidik Satreskrim Polres Mojokerto. Namun demikian, pengembalian kerugian negara itu tidak serta merta membuat polisi mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3). Kasus itu kemudian menggelinding hingga dinyatakan P21. “Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Agus.(no/rif)

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Korupsi DD, Kades dan Sekdes Wonoploso Ditahan

Kedua tersangka digiring petugas.

Respons Laporan Seragam Kekecilan

Disdikbud Imbau Sekolah Menukar

Jombang, Memorandum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jombang, Agus Purnomo mengakui perihal keluhan seragam yang kekecilan. Merespons hal itu, pihaknya mempersilakan seluruh sekolah yang merasa seragam kurang pas untuk melakukan penukaran. Bahkan untuk memastikan hal itu berjalan lancar, pejabat pembuat komitmen (PPK) telah berkoordinasi dengan penyedia. Hasil dari kordinasi tadi, proses penggantian akan dilakukan dengan metode pemutaran. “Laporan yang datang sementara baru dari Mojowarno. Yang lain memang belum, cuma infonya kan memang sudah menyebar,” terang Kadisdikbud Jombang Agus Purnomo, Kamis (7/11). Usai mendapat laporan, pihaknya menyebut telah menginstruksikan sekolah yang mengeluh untuk segera membawa kain kembali ke gedung Tenis Indoor. “Ini akan kita tindak lanjuti langsung. Sudah kita minta untuk dibawa lagi ke tenis indoor untuk proses penggantian,” lanjutnya. Namun, proses penggantian seragam ini disebut Agus tak bisa dilakukan langsung secara keseluruhan. Pihaknya menyebut akan terlebh dahulu mengumpulkan seragam yang tidak cocok untuk diatur kembali pencocokannya. “Kalau bisa ditukar nanti ditukar, atau kita komunikasikan dengan yang lain. Ini kan satu dengan yang lain ada yang mungkin kebesaran, ada yang kekecilan kita pisah dulu baru dicocokkan. Baru sisanya kita kembalikan ke penyedia lagi,” imbuhnya. Agus menyebut, banyaknya seragam yang tak sesuai ukuran ini muncul dari kesulitan pembuatan ukuran seragam. Menurut Agus, beberapa anak biasanya tak akan sesuai dengan ukuran seragam yang sudah jadi. “Memang susahnya itu. Namanya ukuran L, XL, dan S itu setiap orang beda mungkin,” pungkasnya. (wan/rif)

Aksi warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, menggeruduk balai desa.

yang bersangkutan hanya sebagai alibi. Warga pun memilih keluar dari pertemuan. Jamjuri, salah seorang peserta aksi mengatakan, kedatangan warga kali ini, tidak lain mempertanyakan kejelasan aktivitas penambangan di tanah kas desa (TKD) dan transparansi anggaran pengelolaan dua gedung di tanah kas desa.“Kita sudah melaporkan ke polisi, soal pengerukan batu di tanah kas desa yang di bawa keluar,” ungkapnya. Saat aktivitas, kata Jamjuri tidak ada kesepakatan antara desa dan pihak ketiga, namun batu sudah dibawa keluar. “Apapun bentuknya ini sudah menyalahi aturan, ditambah tidak adanya kesepakatan dan juga sosialisasi kepada warga,” paparnya. Kata dia, di lokasi tanah kas desa, saat ini tengah berdiri dua bangunan yakni villa dan gedung serba guna. Namun warga menyebut hal tersebut juga menyalahi aturan. Lantaran MoU dari sewa lahan TKD Desa Padusan dengan pihak keduanya belum ada. “Sewa lahan TKD tidak sesuai dengan Perbub dimana tanah TKD itu harusnya dilelang, namun hal itu tidak di sosialisasikan kepada warga, sehingga warga tidak mengetahui,” jelasnya. Masyarakat juga sudah melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib, lantaran hal ini dianggap sudah masuk dalam ranah kriminal. Sementara itu, pihak perangakat desa saat berusaha dikonfirmasi menolak memberikan penjelasan. Setiap peragkat desa, mulai dari sekretaris desa, plt kades hingga mantan lurah saling lempar saat berusaha dimintai keterangan akhirnya warga bubar tanpa ada ke jelasan. (no/rif)

Polsek Jogoroto Bekuk Pengedar Dobel L Jombang, Memorandum Polsek Jogoroto membekuk dua pengedar sediaan obat keras berbahaya (okerbaya) jenis dobel L, Rabu (6/11) sekitar pukul 20.30, di lapangan Desa/Kecamatan Jogoroto. Kedua pengedar yaitu M. Mas’udin alias Gondol (26), buruh bengkel sepeda motor asal Dusun Padar RT 01/RW 01, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro dan Dwi Prayogo Lugito alias Ugik alias Bogel (31), buruh gudang rosokan warga Dusun Cermenan, RT 08/ RW 01, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro. Diungkapkan Kapolsek Jogoroto AKP Bambang Setya Budi,

keberhasilan pihaknya meringkus jaringan pil setan, berawal dari kecurigaan petugas yang mendapati gerak-gerik mencurigakan seorang pemuda di lapangan Desa Jogoroto. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan 8 butir pil dobel L. “Begitu kedapatan membawa pil dobel L, saksi mengaku jika barang tadi didapat dari seorang pengedar. Berbekal pengakuan itu, upaya pengembangan seketika dilakukan,” ungkapnya, Kamis (7/11). Pengembangan tadi, lanjut kapolsek, mengarah kepada tersangka Mas’udin. Ketika yang bersangkutan dicokok, ia pun

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Kadisdikbud Jombang Agus Purnomo

Mojokerto, Memorandum Ratusan warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, menggeruduk kantor desa setempat, Kamis (7/11). Mereka menuntut aktivitas tambang galian batu di tanah kas desa (TKD) dan minta transparansi anggaran pengelolaan TKD. Sejak pukul 09.00, ratusan warga yang didominasi kaum muda dan ibu rumah tangga datang ke balai desa. Setibanya di lokasi, mereka menunggu pemdes serta pihak ketiga untuk duduk bersama. Pantauan di lokasi, setelah menunggu sekitar satu jam, pemdes serta pihak ketiga tiba di balai desa dan langsung menggelar pertemuan. Namun baru saja pertemuan dimulai, suasana ricuh seketika pecah. Itu setelah, salah satu warga mempertanyakan pertanggung jawaban pihak peragakat desa soal tuntutan warga. “Saya tidak mau bertele-tele. Yang masyarakat ingin dalam forum ini segera ada keputusan dan satu yang memberikan jabawan adalah orang yang bersangkutan,” ucap Erwin, Kamis (7/11). Sontak hal itu, langsung mendapat respons dari pihak pemerintah desa yang hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana semakin memanas saat seorang dari pihak ketiga, melontarkan pengusiran terhadap Erwin. Lantaran yang bersangkutan dianggap sebagai pericuh. Aksi saling adu mulut pun sempat terjadi. Beruntung, kericuhan tersebut berhasil diredam pihak keamanan yang datang di tengah tengah masyarakat. Tak berhenti, usai berjalan hampir 30 menit, pertemuan antara ratusan warga dan perangkat desa kembali ricuh. Ini setelah warga mengangap semua penjualan pihak

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Warga Padusan Geruduk Balai Desa

Kedua pengedar dobel L setelah rilis.

menyebut nama tersangka Dwi. Dari penangkapan keduanya, petugas berhasil mengamankan

total sebanyak 168 butir pil dobel L, serta uang tunai hasil penjualan Rp 100.000.“Termasuk pula kita aman-

kan dari tangan kedua tersangka, berupa dua unit handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi,” lanjutnya. Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, baik tersangka maupun barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Jogoroto. Setibanya di kantor polisi, Mas’udin dan Dwi langsung dijebloskan ke balik jeruji besi ruang tahanan. “Kedua tersangka kita jerat dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandas Bambang. (wan/rif)

Kejari Mojokerto Menelaah Laporan PTSL Watesumpak Dijelaskan olehnya, dalam telaah yang dilakukan saat ini. Hasilnya akan diketahui kekurangan apa yang ditemui oleh tim, serta upaya apa yang akan diambil. Jika nantinya menemukan ada kekurangan data maupun kekurangan bahan keterangan. Pihaknya akan melakukan pengumpulan, baik dengan cara melakukan pemanggilan ataupun metode lain. “Jika dalam telaah tim menemukan kekurangan, pasti akan kita lakukan pelengkapan. Baik itu dengan melakukan pemanggilan, maupun metode lain,” jelasnya. Kendati saat ini Kejari Mojokerto tengah memiliki banyak kegiatan, terutama yang menyangkut laporan pilkades serentak. Kasi Intelijen menyebut tetap ada skala prioritas untuk menindak lanjuti laporan yang masuk.“Kami pastikan jika setiap laporan yang

yang diserahkan kepada Korps Adhyaksa diketahui, dari 1.300

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Mojokerto, Memorandum Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto mengaku masih melakukan telaah atas laporan dugaan penyelewengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Langkah tadi dilakukan Korps Adhyaksa untuk menentukan tindakan hukum yang bakal diambil. Langkah hukum tadi dapat berupa pengumpulan data (puldata) serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). “Setelah disposisi turun, saat ini tim masih melakukan telaah atas laporan dugaan penyelewengan PTSL Desa Watesumpak. Setelah telaah itu, dapat kita ketahui langkah hukum apa yang bakal diambil,” papar Kasi Intelijen Kejari Mojokerto,Wisnu Nugroho, Kamis (7/11).

Kantor Kejari Mojokerto.

masuk pasti ditindak lanjuti. Karena memang ada skala prioritas bagi setiap aduan yang dikirim,” tandas Wisnu. Diberitakan sebelumnya, terindikasi banyak penyelewengan dengan membebankan biaya

PTSL tidak sesuai aturan. LSM Lingkar Merah Putih Nasional melaporkan panitia PTSL serta Pemdes Watesumpak, Kecamatan Trowulan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Selasa (29/10) lalu. Dari dokumen

pemohon sertifikat dibebani biaya bervariatif. Mulai dari terendah

Rp 366.000 hingga paling tinggi Rp 1.500.000. (no/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Pengguna Sabu Terjaring Razia

AMBRUKNYA ATAP SDN GENTONG PASURUAN KOTA

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Dua Kontraktor dan ASN Diperiksa

Fadiyanto menunjukkan barang bukti diapit petugas di Mapolsek Tandes.

diselempangkan di pundaknya. “ Di dalam tas ditemukan dua poket sabu,” tandas Kusminto.

Dalam pemeriksaan terungkap, Fadiyanto mengakui jika dua poket sabu yang

ditemukan polisi itu adalah miliknya. “Sabu baru saya beli dengan menggunakan

sistem ranjau di daerah Manukan,” aku Fadiyanto ke petugas. (rio/nov)

Surabaya, Memorandum Penyelidikan ambruknya atap SDN Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan, terus bergulir. Kini penyidik meminta keterangan pejabat dan kontraktor. Sedangkan hasil dari Tim DVI Polda Jatim sudah kelar. “Unit III Tipidkor Satreskrim Polres Pasuruan Kota sudah memeriksa dua aparatur sipil negara (ASN) dan dua kontraktor, statusnya masih saksi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (7/11). Barung menjelaskan, dua ASN yang diperiksa tentang proyek tahun 2012 ini yakni RTH (43), asal Lowokwaru, Kota Malang, selaku pejabat pembuat komitmen Disdik Kota Pasuruan serta MR (42), asal Suku, Kota Malang, dari instansi yang sama. Sementara dua kontraktor yang diperiksa yakni LS (38), asal Gadingrejo, Kota Pasuruan, selaku Direktur CV Andalus, dan SSM (40), asal Purworejo, Kota

Perwira TNI Ditemukan Tewas di Kamar Identitas korban adalah Arif Ario Prakoso (28). Belum diketahui penyebab kematian pria berpangkat Lettu ini karena masih dalam penyelidikan kesatuannya. Informasi yang dihimpun, kali pertama jenazah Arif diketahui oleh Sutikah (80), neneknya pada pukul 11.00. Saat ditemukan kondisi korban telentang di atas kasur di kamar seluas 3 meter x 3 meter. Bermula dari kecurigaan Sutikah,

setelah salat subuh tidak melihat cucunya. Pun saat dipanggil, Arif juga tidak merespons. Penasaran, Sutikah kemudian berinisiatif mengeceknya dalam kamar, dan mendapati korban seperti orang tidur. “Biasanya saya bangunkan Arif untuk salat subuh. Selanjutnya ia salat saya juga salat. Tapi tadi tidak menjawab sama sekali ketika saya panggil,” kata Sutikah kepada wartawan. Hingga pukul 11.00, Arif tetap saja

dan dikembalikan kepada PT Hasjrat Abadi. “Sebidang tanah dan perhiasan yang dibeli terdakwa diduga hasil dari pencucian uang dan dirampas untuk dikembalikan kepada PT Hasjrat Abadi,” ujar Sutarno dalam amar putusannya, kemarin. Lanjut Sutarno, bahwa daridakwaan jaksa penuntut umum

tidak keluar dari kamarnya. Mulai curiga, Sutikah berinisiatif menggedor-gedor jendela kamar cucunya. “Subuh kok tidak bangun, terus agak siangan sekitar jam 11 kembali saya bangunkan karena sudah siang,” jelas Sutikah. Akhirnya Sutikah memberanikan diri membuka jendela kamar yang menghadap ke halaman rumahnya. Alangkah kagetnya perempuan ini lantaran melihat korban dalam kea-

(JPU) yaitu pasal 374 KUHP dan pasal 3 Tindak Pidana Pencucian Uang semuanya terbukti. “Komulatif kedua dakwaan itu terbukti,” pungkas Sutarno. Atas putusan itu, Kardono, penasihat hukum Hadi Purnomo masih akan berkoordinasi dengan pihak keluarga terdakwa. “Kami akan rundingan dengan keluarga. Kalau di sini

Lor dan PUS (17), warga Jalan Bratang Kalisumo. Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian mengatakan, pengamanan terhadap keduanya saat Respatti Kobra yang dipimpin Aipda Agus Setyo sedang melaksanakan patroli rutin. Ketika patroli di Jalan Bratang Wetan, petugas mendapati dua pria sedang asyik pesta miras. “Mendapati hal itu kami langsung mendatangi kedua pria tersebut,” kata Oki. Ketika didatangi, petugas mendapati mereka ternyata sedang pesta miras. Terlihat dua botol minuman beralkohol jenis bir bintang dan anggur merah. “Ketika diperiksa kami hanya menemukan

Utamakan Anak Dalam sinetron tersebut tak bisa dipisahkan dari peran Revalina S Temat sebagai sosok teraniaya dalam sinema layar kaca tersebut. Sehingga nama Reva pun menjulang lebih setelahnya. Terbukti dari makin berkembangnya ranah akting yang ditekuni seperti beberapa film layar lebar. catat saja judul Perempuan Berkalung Sorban, Kota Versus Korupsi, Hijrah Cinta, Critical Eleven dan masih banyak lagi. Soal akting, kemampuan Revalina S Temat memang sudah tak bisa diragukan lagi. Berbagai piala dari ajang penghargaan khususnya perfilman pun berhasil ia dapatkan. Reva mampu membuktikan diri sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik hingga Aktris Terfavorit. Namun, kini dirinya sudah jarang terlihat di layar kaca maupun layar lebar. Terlebih usai dirinya memiliki dua anak yaitu Rihga Sadiwasakti Rabbani dan Rajendra Satya Razzani, buah cinta dari pernikahannya dengan Rendy Aditya Gunawan. “Waktu hamil Righa aku masih syuting untuk sinetron hingga film sampai perutku besar banget, tapi pas hamil anak kedua nggak,” ujar Revalina S Temat saat wawancara eksklusif dengan Fimela.com di kediamannya, kawasan Rempoa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menurut Reva, kala itu dirinya masih mendapati tawaran main dalam sinetron, namun ditolaknya. “Ada tawaran sinetron, aku nggak

Sambungan dari halaman 1

dikenal. Karena tidak menutup kemungkinan ada di antaranya yang berniat melakukan aksi kejahatan. Sementara itu menurut Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami kegiatan patroli malam dilakukan rutin setiap hari sebagai bagian dari upaya pengamanan wilayah. “Tidak hanya di permukiman. Semua tempat yang rawan menjadi sasaran curat, curas dan curanmor rutin kami pantau. Termasuk minimarket dan SPBU,” pungkas Esti. (rio/nov)

Respatti Amankan Dua Pemabuk Bratang

Pasuruan selaku Direktur CV DHL Putra. “Beberapa saksi lain rencananya akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. Ada dari ASN juga swasta. Hasil dari DVI Polda Jatim sudah keluar, tapi kami masih mencari pembanding,” tambah Barung. Seperti yang diketahui, kejadian ambruknya atap SDN Gentong tersebut terjadi pada Selasa (5/11) sekitar pukul 08.30. Akibat musibah ini dua orang meregang nyawa, yakni guru dan murid. Selain itu ada 11 murid lain yang terluka. (tyo/nov)

daan meninggal. Mendapati itu, Sutikah segera meminta bantuan para tetangga untuk membuka kamar Ario yang terkunci dari dalam, dan menghubungi Polsek Sawahan. Tidak berapa lama, polisi datang ke lokasi. Hanya saja, petugas tidak bertindak apa-apa. Hal itu karena harus berkoordinasi dengan pihak kesatuan korban. Setelah anggota dari TNI AL tiba di tempat kejadian perkara (TKP), me-

reka lalu bersama-sama mendobrak pintu kamar korban. Setelah diidentifikasi Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya, selanjutnya jenazah Arif dibawa ke RSUD dr Soetomo guna divisum. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Kasusnya sudah ditangani kesatuannya,” kata Kapolsek Sawahan AKP Argya Satriya Bhawana saat dikonfirmasi Memorandum.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan Komando Armada II (Kadispen Koarmada II) Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A saat dikonfirmasi Memorandum membenarkan yang meninggal adalah perwira TNI AL yang berdinas di Mabes AL. Korban baru lulus dan kini sudah bertugas. “Kami belum mengetahui penyebab kematian korban dan saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Whimbo. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

Sambangi Warkop, Imbau Waspadai Curanmor Selain memantau situasi keamanan di sekitar lokasi, Busaryanto juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada setiap warga yang ditemui. Termasuk beberapa warga yang nongkrong di warung kopi giras. Mereka diimbau untuk selalu berhati-hati menjaga keamanan sepeda motornya, dan sering-sering mengawasi untuk mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Di samping itu, warga juga diingatkan berhati-hati terhadap semua orang yang tidak

Frans Barung Mangera

Sambungan dari halaman 1

Dijerat TPPU, Tanah dan Perhiasan Dirampas Selain hukuman badan dan denda Rp 2 miliar subsidair 1 tahun penjara, terdakwa juga terbukti dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Di mana, dalam putusan ketua majelis hakim Sutarno, bahwa sebidang tanah di kawasan Dukuh Kupang Timur Gang 19 dan perhiasan (dua gelang dan kalung) dirampas

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Seorang pengguna sabu terjaring razia polisi pada tengah malam di depan pos polisi Jalan Raya Tandes. Dia adalah Fadiyanto (39), warga Jalan Tambak Mayor Utara. Saat penggeledahan badan, petugas menemukan barang bukti tas merek Guess dan 2 poket sabu seberat 0,28 gram dan 0,19 gram. Setelah terbukti, tersangka kemudian digelandang polisi ke Mapolsek Tandes dan dijebloskan tahanan akibat perbuatannya. Proses penangkapan Fadiyanto diawali saat anggota Reskrim Polsek Tandes melaksanakan razia kendaraan bermotor di Jalan Tandes. Tak lama kemudian, tersangka melintas dengan mengendarai sepeda motor sendirian. “Gerak-gerik Fadiyanto mencurigakan ketika terjaring razia,” ungkap Kapolsek Tandes Kompol Kusminto, Kamis (7/11). Melihat kepanikan tersangka, petugas langsung menghentikan motor Fadiyanto, lalu dilakukan pemeriksaan isi tas yang

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Sambungan dari halaman 1

dua botol minuman beralkohol,” imbuh Oki Selanjutnya, kedua pemabuk beserta barang buktinya dibawa ke Unit Tipiring Polrestabes Surabaya. Setiba di mapolres, novan dan PUS langsung didata petugas dan menunggu dijemput oleh keluarganya. Oki menambahkan, patroli rutin akan terus dilakukan guna menjamin keamanan dan ketertiban Kota Surabaya. “Patroli rutin terus kita laksanakan, mengingat pesta miras sangat meresahkan dan kerap memicu timbulnya aksi kriminal, premanisme maupun tawuran,” pungkas Oki. (x-3/nov)

Sambungan dari halaman 1 mau karena nggak tahu ya kaya nggak mau aja, padahal mereka udah deal karena aku banyak syaratnya. Nah semenjak itu sampai saat ini belum syuting lagi,” tuturnya. Anak memang menjadi pertimbangan paling berat kala Revalina akan bekerja kembali. Ia yang mengurus anak-anaknya sendiri, merasa harus ada yang dikorbankan, tapi untuk sekarang ini bukan anak-anaknya yang masih kecil tentu saja. “Kalau sekarang, aku udah punya anak dua. Kalau dulu punya anak satu aku bisa angkut dia (Righa) ke lokasi, ini mah bisa aja. Cuma karena Righa udah sekolah nggak mungkin aku ajak, nanti dia sama siapa? Itu yang memutuskan aku break dulu dari sinetron dan film, aku fokus dulu jadi ibu rumah tangga, dan ngurus anak dan suami,” papar Reva. Rindu dengan suasana syuting dengan tantangan akting pun ditepisnya. Ia harus memberlakukan skala prioritas. Karena saat disinggung tentang restu suami, Revalina S Temat mengatakan jika pasangannya sebenarnya selalu mengizinkan dirinya untuk kembali ke dunia entertainment. “Kalau dibilang kangen ya kangen pengen syuting. Tapi aku lebih mementingkan anakku dulu saat ini. Karena kan golden age mereka 5 tahun kan. Jadi sayang banget deh mereka nggak akan keulang lagi gemes-gemesnya,” tandas Revalina. (*/nov)

kan tidak bisa berpikir, nanti saya tentukan ini saya salah,” jelasnya. Disinggung apakah putusan itu terlalu tinggi, Kardono menegaskan bahwa itu cukup berat. “Itu yang repot. Bagi saya itu berat, tapi jaksanya itu ringan,” pungkas Kardono. Sementara itu, Aris Rahmatdi, manager litigasi PT Hasjrat Abadi Pusat Jakarta mengatakana bahwa pihaknya mengapresiasi putusan hakim. “Pada

prinsipnya kami tidak menginginkan itu, kami lebih menginginkan untuk pengembalian asset, tapi yang bersangkutan bersikukuh maka harus ditempuh pidana,” jelas Aris. Lanjut Aris, pihaknya masih berharap yang bersangkutan masih mengembalikan sisa kerugian senilai Rp 14 miliar dari kerugian Rp 19,3 miliar. “Baru dikembalikan Rp 3 miliaran sekian dan masih ada Rp 15 miliar sekian sisanya,” ujarnya.

Aris menambahkan, bahwa modusnya terdakwa sebagai kabag keuangan menggunakan invoice nota tagihan dari ekspedisi pelayaran dan ditagihkan ke Jakarta sebanyak dua kali. “Misalkan pengiriman ke Papua yang seharusnya sudah dibayarkan di minggu pertama, itu dicoba dimintakan lagi dananya ke Jakarta pada minggu ketiga atau minggu kedua,” jelasnya. Lanjut Aris, modus itu di-

Mantan Karyawan Gasak Lima Laptop tinggal di kos-kosan Desa Watogolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo itu malah melakukan pencurian di toko tempatnya bekerja. Dengan memanfaatkan pengalaman selama tiga bulan bekerja di lokasi, tersangka menawarkan kerja sama ke manajemen. Meski tidak lagi dijanjikan gaji, Gilbert berdalih suka rela membantu memasarkan barang dagangan seperti laptop dan elektronik lain. Dia mengaku jika semenjak resign dari toko itu, bisnisnya berjualan via media sosial Facebook (FB) cukup menghasilkan. Dari sanalah, pihak manajemen tergiur dengan tawaran Gilbert. Beberapa hari kemudian, dia kembali

ke toko itu dan meminta izin mengambil foto beberapa contoh laptop yang tersedia di gudang. Lantaran sudah percaya, pihak manajemen mempersilahkan Gilbert untuk mengambil laptop di gudang. Secara leluasa, tersangka kemudian membawa laptop-laptop itu di etalase toko. “Usai mengambil foto, tersangka lalu mengembalikan laptop tersebut ke gudang. Tapi di tengah perjalanan antara etalase dan gudang yang berjarak hanya beberapa meter, tersangka merobek kardus menggunakan pisau cutter yang dipersiapkan,” kata Kapolsek Wonokromo AKP Christoper Adikara Lebang. Selanjutnya lanjut Lebang, tersangka

Bandit Motor Sidodadi Dijebol Peluru Ahmad ditangkap warga setelah gagal mencuri motor Beat L 5851 PO milik korban, Rosadi (21), warga setempat. Saat itu motor diparkir di depan rumah keadaan terkunci setir. Setelah itu korban masuk ke dalam untuk beristirahat. Pada tengah malam, muncul Ahmad dan berusaha mencuri motor korban dengan memakai kunci T. “Tapi aksi tersangka tepergok oleh warga hingga diteriaki

maling,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Kamis (7/11). Korban baru mengetahui ketika dibangunkan oleh temannya, dan memberitahu jika motornya dicuri maling. Hanya saja pelakunya berhasil tertangkap. Tak lama kemudian, polisi datang ke lokasi dan segera mengamankan Ahmad ke mapolsek. “Ketika dikeler anggota, tersangka berusaha

Ditanya Apakah Mau Minta Cerai, Malah Dijawab Peluk Erat Abi mensyaratkan pasien membawa hasil rontgen agar penanganannya bisa lebih fokus. Atau, hasil lab darah maupun urine. “Alhamdulillah pasien Mas Abi pulih seperti sedia kala. Kalau tidak saya bantu, dia tidak akan sanggup sendiri,” kata Anik, yang membantu menyediakan air mineral botolan dan menerima uang dari pasien. “Lalu, kenapa Njenengan bisa sampai kemari (PA, red)?” tanya Memorandum sambil menatap bola mata Anik. “Hanya konsultasi.” “Masalah?” Anik tampak ragu. Mulutnya komat-kamit tapi tidak segera mengeluarkan kata-kata. Tampaknya ada yang ingin dia katakan, namun di sisi lain dia merasa ragu untuk menuangkannya. “Kalau Njenengan tidak mau berbagi nggak apa-apa kok.” “Anu. Saya curiga Mas Abi ada main dengan pasien. Belum sejauh itu, tapi jelas bahwa Mas Abi tertarik kepada seorang pasien wanita. Hanya jaga-jaga kalau ada apaapa,” ungkapnya dengan nada berat.

Menurut Anik, Abiyasa memang tidak pernah mengaku ketika ditanya tantang kecurigaan itu. Tapi, Anik melihat jelas tanda-tanda tersebut. Dia khawatir bila itu terjadi, seperti firasatnya dulu, Abiyasa bakal kembali ditinggalkan pasien. “Tanda-tanda seperti apa?” desak Memorandum. Anik tidak segera menjawab. Tampak dia menimang-nimang dalam hati; antara mau bercerita atau memendam untuk diri sendiri. Setelah cukup lama hening, Anik akhirnya membuka mulut, “Mas Abi memperlakukan berbeda terhadap seorang pasien wanita.” “Misalnya?” “Ketika meraba-raba tubuh dia (pasien wanita tadi, red), tangannya sering berhenti lama di tempat-tempat tertentu.” Anik lantas diam, seolah memberi kesempatan Memorandum untuk membayangkan. “Paham kan? Dan, wanita itu sangat menikmatinya,” lanjut Anik. Ada nada cemburu di dalam kalimat ini. Tak Memorandum sangka, seorang le-

ulangi terus oleh terdakwa sampai akhirnya ketahuan ketika bersangkutan naik haji dan tidak sempat merapikan apa yang di-double saat dimintai audit dari Jakarta. “Ada double penagihan. Dan baru diketahui bulan Juli 2018, tapi dicek ke belakang diketahui sejak tahun 2012. Ada 113 giro yang digunakan untuk memindahkan Rp 19 miliar dari rekening perusahaan,” pungkas Aris. (fer/nov)

Sambungan dari halaman 1 mengeluarkan laptop itu dan menyembunyikan di tas ransel yang dibawanya. Bahkan aksi tersebut dilakukan beberapa kali dalam kurun kurang lebih satu pekan. “Dalam waktu tersebut, tersangka mampu menggondol lima buah laptop dari toko itu,” imbuh alumni Akpol 2006 itu. Dari hasil pemeriksaan terungkap, pemuda kelahiran Jalan Nusa Penida, Desa Klegen, Kecamatan Katoharjo, Madiun itu juga sudah menjual semua laptop curiannya. Dia nekat menawarkan barang hasil curian itu ke FB. “Sudah saya jual semua di FB . Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari dan jalan-jalan. Saya kan masih menganggur,” ujar Gilbert. (fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1 kabur sehingga dilumpuhkan kaki kanannya,” tegas Agus. Saat diinterogasi, Ahmad mengakui semua perbuatannya. Sialnya, pelaku menambahkan aksinya sudah kali kedua dan semuanya gagal alias tidak dapat hasil. “Jika berhasil, rencananya motor akan saya jual dan hasilnya untuk biaya hidup,” ujar Ahmad menunduk sembari meringis kesakitan. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 laki yang sejak tadi duduk membelakangi kami dengan memakai jaket ponco berbalik dan membuka ponconya. “Aku hanya ingin memastikan wanita itu menderita kanker payudara atau servic. Makanya aku mendeteksi daerah itu lebih seksama dan lama,” kata lelaki tersebut, yang memperkenalkan dirinya sebagai Abiyasa. Dia mengaku sudah lama membuntuti Anik, yang akhir-akhir ini sikapnya sangat berbeda dengan biasanya. “Aku tidak menyangka dia (Aniik, red) datang ke PA. Mau minta cerai, Sayang?” tanyanya kepada Anik, yang dijawab dengan pelukan erat. Lho… (habis)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALA HALAMAN 8

Surabaya, Memorandum Usia tua tidak menghalangi Senidin alias Rochman (48), warga Jalan Bulak Banteng Madya V, untuk tetap mengedarkan sabu. Bahkan, untuk mengembangkan bisnisnya, tersangka mengajak Rahmatullah Ufron (20), warga Jalan Tambak Dalam Baru.

Satgas bersama warga menikmati jamu tradisional.

Beras Kencur Disebut Jamu TMMD 106

Rochman ditangkap anggota unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat mengemas sabu ke ukuran nol koma di rumah Jalan Tambak Pring Timur VI, Rabu (30/10) malam. Kontrakan itu sengaja disewa bersama Ufron. Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti satu poket sabu seberat 1,20 gram, pipet kaca bekas pakai dengan sisa sabu seberat 1,86 gram, timbangan elektrik, tiga perangkat alat isap sabu, skrup, HP dan uang tunai Rp 950 ribu hasil penjualan. “Barang-barang itu sebagian kami temukan di lantai ruang tamu dan laci kamar,” kata Kasatreskoba Polrestabes Sura-

Malang, Memorandum Sebagai bentuk terima kasih pada satgas TMMD ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan agar terus diingat, ada cara yang dilakukan ibu-ibu Desa Kedungsalam yang setiap harinya memproduksi jamu beras kencur. Mereka memberi produk jamu itu dengan nama TMMD 106. “Selama berada di desa kami, bapak satgas selalu minum jamu beras kencur ini untuk menghilangkan haus dan lelah,” ujar Siti sambil menunjukkan jamu racikan buatannya, Kamis (7/11). Siti berharap satgas yang bekerja keras untuk desanya ini selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah. “Apa yang diberikan kepada desa kami menjadi amal barokah. Dan jamu ini sekarang disebut TMMD 106 sebagai bentuk kenangan pengabdian bapak tentara,” lanjut Siti. (tyo/fer)

baya Kompol Memo Ardian, Kamis (7/11). Dijelaskan Memo, pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat yang menyebut, jika kedua tersangka kerap keluar masuk kontrakan itu. Namun, diketahui mereka jarang sekali menginap dan hanya mondar mandir. Dari sana, pihaknya mengintruksikan anggota untuk menyebar di sekitar rumah itu. Beberapa hari melakukan pengintaian, tim pimpinan Iptu Made itu membuahkan hasil. Setelah mendapati kedua tersangka tiba di rumah itu, empat petugas berpakaian preman menyusul masuk. Sementara beberapa petugas bersiaga untuk

Senidin alias Rochman dan Rahmatullah Ufron di Mapolrestabes Surabaya.

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019

meminimalisir kedua tersangka kabur. “Tidak menunggu lama, petugas langsung mengamankan dua tersangka berikut barang bukti yang selanjutnya

dibawa ke mako (Mapolrestabes Surabaya, red) untuk dilakukan pengembangan,” pungkas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. (fdn/fer)

Personel Digembleng TPTKP

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Probolinggo, Memorandum Saat ini, Polri dituntut untuk menjadi lebih profesional mengemban tugas dan tanggung jawab, yaitu sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme personil, Polres Probolinggo Kota melakukan pelatihan dan simulasi Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), di halaman Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (7/11). Pelatihan dan simulasi TPTKP dilakukan untuk uji kecepatan bertindak, puluhan personel digembleng menciptakan persamaan persepsi dalam penanganan olah TPTKP, dan untuk meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat di bidang penanganan laka lantas secara cermat, benar, nyaman dan adanya kepastian hukum. “Kegiatan ini dilaksanakan selain untuk melatih anggota agar lebih tanggap dalam menangani suatu kejadian perkara, juga

Makan bersama mencairkan suasana.

Sebentar namun Berkesan Malang, Memorandum Makan siang bersama satuan tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan warga Desa Kedungsalam ternyata waktu yang tepat untuk mencairkan suasana. Bahkan juga menghilangkan anggapan warga tentang TNI yang berhati keras. “Ternyata bapak tentara ini banyak memberikan suri tauladan dan bisa sebagai kawan atau sahabat bagi warga,” ujar Tumirin, tokoh masyakat desa setempat. Meski waktu sangat singkat, namun kehadiran satgas tersebut menurut Tumirin sangat berkesan. Ini karena bentuk kepedulian satgas pada warga. “Rasa syukur dan terima kasih yang terus diberikan warga kepada satgas,” lanjut Tumirin. (tyo/fer)

FOTO: MEMORANDUM/MHD

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL Pria Bulak Banteng Ajak Pemuda Edarkan Sabu

Personel Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengikuti pelatihan dan simulasi TPTKP.

sebagai persiapan untuk pelaksanaan lomba TPTKP di Polda Jatim, Jumat (8/11) ,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya melalui Kasatreskrim AKP Nanang Fendi Dwi Susanto. Puluhan personel digembleng TPTKP, lanjut Nanang, dilakukan untuk melatih dan

menambah keterampilan anggota dalam mengamankan lokasi kejadian hingga olah TKP. Apalagi dalam kegiatan latihan ini, di sajikan tahapan-tahapan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dimulai dari saat mendatangai TKP, pelaksanaan olah TKP dan konsolidasi setelah selesai pelaksanaan olah TKP. “Peningkatan profesionalitas ini untuk memberikan bekal sekaligus pengetahuan agar saat terjun di lingkungan masyarakat bias

langsung ditangani dengan sesuai SOP yang telah diberikan. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai persiapan lomba TPTKP di Polda Jatim besok pagi (hari ini, red),” tuturnya. Kasatreskrim juga mengharapkan dalam setiap tindakan kepolisian yang dilakukan oleh anggota hendaknya dikerjakan dengan profesional dan proporsional, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. ”Sebagai petugas polisi lalu lintas yang profesional. Setiap

kegiatan penanganan TKP harus tepat dan profesional,” terang Nanang. Disisi lain, anggota Satreskrim wajib mengetahui kegiatan TPTKP sehingga apabila saat melaksanakan patroli dapat memberikan laporan yang biasa disajikan. “Peningkatan profesionalitas ini untuk memberikan bekal sekaligus pengetahuan agar saat terjun di lingkungan masyarakat bias langsung ditangani dengan sesuai SOP yang telah diberikan,” pungkas Nanang. (mhd/fer)

Jajaran Polres Pasuruan Kota mengamankan kunjungan Mendikbud ke SDN Gentong Kota Pasuruan.

Kapolres AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi didampingi Wakapolres Kompol Hendy Kurniawan memimpin giat operasional dan anev.

Terima Kunjungan Mendikbud ke SDN Gentong

Reward and Punishment untuk Motivasi Polsek

“Percayakan kepada kami, karena Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk menangani setiap perkara secara profesional,” ujar Agus. Dalam kunjungan itu, Mendikbud mengecek empat ruang kelas yang ambruk dengan didampingi dewan guru dan Pemkot Pasuruan. Serta jajaran Polres Pasuruan, dan mengajak rapat dewan guru dengan kepala sekolah. “Kami akan terus berupaya maksimal mudah - mudahan tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang di daerah Kota Pasuruan,” jelas Endy. (*/rul/fer)

da jangan ada pihak lain yang dan akan mengganggu atau mengotak-atik tatanan yang sudah ada, dan antisipasi faham khilafah. “Agar para santri ikut membantu dalam membendung isu hoax, terlebih saat iini wilayah Kabupaten Pasuruan akan dilakukan Pilkades secara serentak yang rawan terhadap isu konflik karena adanya kepentingan yang berbeda. Bijaksana bermedia sosial,” ucap Rofiq. Selain itu KH. Huda Kholili juga menyampaikan akan membantu pihak kepolisian dalam menjaga harkamtibmas dan kebijakan pemerintah yang perlu kita dukung. (*/rul/fer)

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi Kasatbinmas mengunjungi rumah KH Huda Kholili, pengasuh Pondok Persantren Al-Huda Bangil.

Kapolres Serahkan Santunan Asuransi Jiwa FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Bangkalan, Memorandum Ada penegasan menarik disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, kepada polsek jajarannya. Di mana, perwira menengah (pamen) kelahiran Sidoarjo ini berjanji akan menganugerahkan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) untuk mengukur kadar kualitas prestasi kerja 17 polsek jajarannya. Motivasi kerja itu dilontarkan Rama Samtama Putra dalam giat operasional dan analisa evaluasi (anev) kamtibmas bulanan, di ruang serbaguna Mapolres Bangkalan, Rabu (6/11). Acara ini dihadiri oleh seluruh kapolsek, kanitreskrim, kanitintel dan kasihumas polsek jajaran. Semua perwira di lingkup polres setempat, juga kompak ikut ambil bagian. “Bagi polsek yang prestasi kerjanya paling baik, akan saya beri reward. Sebaliknya, polsek dengan prestasi kerja terendah, yaahhh...akan menerima punishment,” kata Rama, disambut aplaus meriah peserta. Aplikasi dari pemberlakuan reward dan punishment itu, sambung Rama, akan dijadikan agenda rutin bulanan. Artinya, setiap kali giat operasional dan anev bulanan tuntas dilaksanakan, akan diakhiri dengan satu keputusan. Yakni mengukuhkan polsek dengan prestasi kinerja terbaik, serta polsek mana yang kadar kualitas prestasinya terendah. Ukuran prestasi dimaksud merujuk pada kemampuan masing-masing polsek jajaran untuk meningkatkan kadar kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah kerja masing-masing polsek. Juga berkait erat dengan kemampuan polsek jajaran dalam mengungkap kasus. Baik itu kasus curas, curat, narkoba maupun ungkap kasus tindak kriminalitas lainnya. Tak terkecuali, kualitas dan prestasi kerja bidang kehumasan di masing-masing polsek jajaran, termasuik tolok ukur penilaian yang diprioritaskan. (ras/fer)

Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno SIK MH menerima kunjungan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim BA MBA ke SD Negeri Gentong Jalan KH Sepuh, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Kamis (7/11). Selain kapolres dan jajaran, kunjungan Mendikbud ini disambut Muspika dan Muspida Kota Pasuruan. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno SIK MH melalui Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto menyampaikan, bahwa perkara ini sudah ditangani Polres Pasuruan Kota.

Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi kasatbinmas dan kasium bersilaturahmi ke tokoh agama KH Huda Kholili, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Bangil, Kabupaten Pasuruan,, Kamis (7/11). Dalam kesempatan ini, Kapolres menyampaikan mohon dukungan dari ulama terkait dengan tugas kepolisian, terutama sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat yang lebih baik dalam menjaga harkamtibmas. Berkaitan dengan situasi terkini bahwa konteks NKRI adalah sudah final,

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/RAS

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Sambang ke Pondok Pesantren Al-Huda

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum menyerahkan santunan asuransi jiwa didampingi Sulaiman, kepala Jasa Raharja Cabang Wilayah Cabang Jember, disaksikan Kasatlantas AKP Edwin Nathanael.

Jember, Memorandum dum tu lama, Tak butuh waktu abang PT Jasa Raharja Cabang kan Jember menyerahkan nsi santunan asuransi jiwa kepada ahli waris Iptu Ainur Rofiq, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di ruass Kota tol Probolinggo Kota, Selasa (5/11) Sa n t u n a n d i s e r a h k a n langsung Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum ke rumah duka di Perumahan Bedadung Indah V 5, Kelurah-

an Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Rabu (6/11). Penyerahan ini didampingi Sulaiman, Kepala Jasa Raharja Cabang Wilayah Cabang Jember dan disaksikan Kasatlantas AKP Edwin Nathanel SIK, Kauregident Satlantas Iptu Agnes Juwita SIK.  Nilai santunan asuransi jiwa sebesar  Rp 50 juta langsung diserahkan kepada ahli waris,

dalam hal ini Istri korban Ny Ernawati Ainur Rofiq. Santunan ini bukan sebagai pengganti hilangnya nyawa korban laka lantas, melainkan untuk meringankan beban yang dialami keluarga yang ditinggalkan. Selain memberikan santunan, pihak Polres Jember dan Jasa Raharja juga mengucapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita, Kita berharap  santunan ini bisa bermanfaat, dan semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kapolres. (edy/fer)


KOTA SURABAYA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

Proyek Drainase Mangkrak, Warga Keputih Marah Surabaya, Memorandum Proyek Pemkot Surabaya berupa saluran air atau drainase di Jalan Keputih V, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, mangkrak. Warga geram karena proyek tersebut ditinggal pelaksana proyek sejak enam bulan lalu. Pengerjaan proyek yang belum tuntas tersebut cukup meresahkan warga RT 02/RW 08.Sebab, rawan terjadinya kecelakaan. Apalagi pemasangan box culvert berukuran kecil itu amburadul dan belum dipasang beton penutup. Sehingga dikhawatirkan terjadi genangan pada saat musim hujan. Untuk itu, warga Keputih mende-

sak Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Surabaya, untuk segera menyelesaikan pembangunan drainase tersebut sebelum musim penghujan datang. “Ya, warga berharap pemkot segera merampungkan proyek saluran air

ini. Apalagi, menjelang musim penghujan, sehingga nanti tidak terjadi banjir,” ungkap warga RT 02 Keputih Wahidin, Kamis (7/11). Menurut dia, mangkraknya proyek saluran air ini sangat merugikan warga Keputih. Mengingat pengerjaanya baru setengah jalan, tapi tak dirampungkan. “Parahnya, pengerjaan saluran air ini malah ditinggal pelaksana proyeknya sejak enam bulan lalu. Setelah saluran air digali, tapi material box culvertnya tidak dipasang. Akibatnya galian malah tertimbun tanah. Kalau hujan pasti akan timbul

genangan,” ungkap dia. Wahidin berharap DPRKPCKTR Surabaya segera menyelesaikan pengerjaan proyek saluran air di wilayah Surabaya Timur tersebut. Jika ini dibiarkan, tak menutup kemungkinan akan ada korban dan jalan tergenang di kala musim hujan. Sekretaris Lurah Keputih Anang Purwanto mengaku sangat berterima kasih atas informasi yang dis Bersambung ke halaman 10  Pengerjaan saluran air Keputih terhenti di tengah jalan karena ditinggal pelaksana proyek. FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Satgas pematusan mengeruk saluran yang penuh lumpur.

Pengerukan Saluran Air Januari-Oktober

Volume Sedimen Capai 45 Ribu Dump Truck Surabaya, Memorandum Banyak saluran air di Surabaya yang mengalami pendangkalan akibat lumpur dan sampah. Kondisi ini bisa mengakibatkan banjir karena saluran tak mampu menampung air hujan. Untuk mencegah banjir, satgas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya mengeruk saluran. Hasilnya, dari Januari hingga Oktober, volume sedimen

berupa tanah maupun sampah yang terkumpul mencapai 45 ribu dump truck. Satu dump truck berisi enam meter kubik, sehingga volume kerukan sekitar 270 ribu meter kubik. “Kalau penuh, satu dump truck berisi 7-8 meter kubik. Kenapa diisi enam meter kubik, khawatirnya kalau diisi penuh bisa membahayakan, sebab bisa tumpah di jalan. Makanya, ada  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Rumah milik PDAM Surya Sembada dibongkar untuk pembangunan jembatan Joyoboyo.

Pembangunan Jembatan Joyoboyo Gusur 45 Rumah Surabaya, Memorandum Pembangunan jembatan Joyoboyo sisi barat mulai dikerjakan. Ini seiring dengan pencairan anggaran pembebasan atau ganti rugi kepada

Penerapan Single Cashier Lebih Ribet Surabaya, Memorandum Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop) Kota Surabaya menerapkan kebijakan pemasangan alat single cashier di sentra wisata kuliner (SWK) yang tersebar di Kota Pahlawan. Namun kebijakan tersebut dinilai justru menghadirkan masalah baru bagi pelaku usaha dan dikeluhkan pembeli. Terkait mekanisme alur transaksi single cashier ini pembeli memesan salah satu menu di pedagang, kemudian mendapat nota rangkap untuk bertransaksi di kasir. Selanjutnya, pembeli mendapat nota baru di kasir. Namun dalam penerapannya, ditemui beberapa keluhan pemberi terkait  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Suasana Sentra Wisata Kuliner Deles.

Sengketa Jalan Tambak Wedi Baru

Pemkot Beri Sinyal Beli Lahan Milik Ichwan Surabaya, Memorandum Tuntutan H Ichwan agar Pemkot Surabaya membeli lahan miliknya yang terpangkas untuk Jalan Tambak Wedi Baru, Kelurahan TambakWedi, Kecamatan Kenjeran, mendapat respons dari pemkot. Meski sempat memanas, bahkan Satpol PP Surabaya dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena membongkar tembok penghalang di jalan Tambak Wedi Baru, tapi pemkot akan

mempertimbangkan untuk membebaskan lahan seluas 540 meter persegi. Adanya lampu hijau ini diungkapkan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati. Dia mengaku akan membebaskan lahan di sana jika diperlukan.“Jika memang diperlukan ya akan kita bebaskan. Soal itu nanti dibicarakan di Bappeko,” kata Erna Purnawati di gedung DPRD Sura Bersambung ke halaman 10 

FOTO: ISTIMEWA

Erna Purnawati

HUT Ke-50 SKH Memorandum

Hotel The Alana Surabaya Jalin Silaturahmi Surabaya, Memorandum Nabilla Humaira, Marketing Communication Manager Hotel The Alana Surabaya terus menjalin sinergitas hubungan baik dengan surat kabar harian (SKH) Memorandum. Nabilla menjelaskan, media massa memiliki kedudukan sangat penting untuk menyampaikan informasi secara faktual kepada masyarakat,  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Perwakilan marketing The Alana Hotel diterima staf SKH Memorandum.

warga terdampak. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, proyek jembatan Joyoboyo sudah ada pemenang lelang

dan teken kontrak pada 15 Oktober. “Efektif bekerja awal Desember karena harus menunggu material datang,” kata Erna Purnawati di gedung DPRD Surabaya, Kamis (7/11).

Erna menjelaskan untuk mendukung kelancaran proyek multiyears tersebut, ada 45 rumah yang terkena pembebasan. Untuk pembayaran  Bersambung ke halaman 10 


KOTA SURABAYA

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

TANYA JAWAB ISLAM PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Hukum Menahan Kentut ketika Salat Tanya: Assalaamualaikum wr wb. Mau bertanya, bagaimanakah hukum menahlat ? an buang angin ketika salat Jawab: Waalaikumussalaam wr wb. ormati, Penanya yang saya hormati, hukum menahan buang angin, buang air kecil, dan buang air besar ketika salat adalah makruh. Karena dapat menguranUstaz Dino Imansyah gi kekhusu’an salat. Sesuai hadits Rasulullah SAW di bawah ini: Rasulullah SAW bersabda: tidak sempurna salat di hadapan makanan dan salat sambil menahan dua kotoran (buang air kecil dan air besar). (HR Muslim dan Baihaqi). Seorang ulama, Imam Nawawi memberikan komentar terhadap hadits tersebut berkata: makruh hukumnya salat di hadapan makanan yang hendak disantap karena dapat membimbangkan hati dan menghilangkan konsentrasi yang sempurna. Dan makruh salat sambil menahan dua kotoran, yakni buang air kecil dan buang air besar. Dan disamakan hukumnya dengan ini sesuatu yang termasuk dalam pengertiannya, yaitu yang dapat membimbangkan hati dan dapat menghilangkan konsentrasi yang sempurna. Jika kita menahan buang angin (kentut) dan kita yakin belum keluar (tidak kentut) sedikitpun karena pertahanannya kuat, maka kita dipandang masih mempunyai wudhu. Dalam hadits disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: jika salah seorang di antara kamu sedang salat lalu merasakan adanya gerakan dalam duburnya, apakah membatalkan wudhu atau tidak, ia tidak jelas, maka hendaknya ia jangan membatalkan salatnya sehingga mendengar bunyinya dan mencium baunya. (HR Abu Daud) Dalam hal ini seorang ulama, Sayid Sabiq menjelaskan dalam kitabnya Fiqhus Sunnah: Dan bukan mendengar bunyi suara atau mencium bau (kentut) yang dijadikan syarat dalam masalah itu, tetapi yang dimaksud di sini adalah adanya keyakinan terhadap yang keluar dari dubur itu. Kalau kita yakin benar-benar merasakan buang angin maka harus wudhu lagi dan mengulangi salatnya, seperti disebutkan dalam sebuah hadits ini: Rasulullah SAW bersabda: Jika salah seorang diantara kamu kentut dalam shalat, maka batalkanlah salatnya, lalu berwudhulah dan mengulangi lagi salatnya. (HR Abu Daud) Semoga keterangan di atas mudah dimengerti dan fahami. Wallaahua’lam bishshowab. (*)

Parade Surabaya Juang 2019

Risma Bacakan Puisi Karya KH Mustofa Bisri Surabaya, Memorandum Tiga ribu peserta akan memeriahkan Parade Surabaya Juang 2019, Sabtu (9/11). Acara yang rutin digelar pemkot ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, Parade Surabaya Juang tahun ini mengambil tema Wira Bangsa yang memiliki arti pahlawan bangsa. Tujuannya, untuk mentransfer nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda yang dikemas dalam bentuk parade dan seni teatrikal. Dia menjelaskan, parade tahun ini berbeda dari sebelumnya, sebab kegiatan ini akan diikuti oleh delegasi dari Rusia yakni Kota St Petersburg dan Volgograd. Kedua kota itu merupakan Kota Pahlawan di Rusia yang memiliki kesamaan dengan Surabaya. Parade tahun ini juga bakal dihadiri oleh Direktur Sejar-

ah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari. Antiek mengungkapkan, kegiatan parade ini dimulai pukul 07.00 , start dimulai dari depan Kantor Bappeda Provinsi Jatim (Tugu Pahlawan). Acara dibuka dengan atraksi pemberangkatan Parade Surabaya Juang 2019. Kemudian, dilanjut dengan pembacaan puisi dan teatrikal pidato Bung Tomo di depan Gedung Siola. Spot berikutnya, yakni pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan puisi di depan Hotel Majapahit. “Nanti pembacaan puisi ini dibacakan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karya KH Mustofa Bisri,” kata dia.

FOTO: ISTIMEWA

Parade juang pada tahun lalu.

Berikutnya, atraksi perang bakal digelar di depan Gedung Grahadi dengan pertunjukan penampilan band dan teatrikal pidato Gubenur Suryo oleh komunitas pecinta sejarah Indonesia. Setelah itu, pertunjukan teatrikal kolosal digelar di Monumen Bambu Runcing dan Monumen Polisi Istimewa. “Lalu ada atraksi di Santa

Pemkot Belum Siap Relokasi Pedagang Pasar Keputran Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya ditengarai belum siap dengan rencana relokasi pedagang di Pasar Keputran Selatan. Hal ini disampaikan oleh pedagang yang mayoritas penjual unggas. Pedagang belum mendapat kejelasan mengenai tempat mereka di lokasi pasar baru. “Tidak ada kejelasan sejak dulu mengenai relokasi,” kata ketua Pedagang Unggas Pasar Keputran Selatan, Solihan. Sebagian badan pasar tradisional tersebut akan terpang-

kas untuk pelebaran Jalan Sulawesi. Untuk itu, stan pedagang dari jarak 15 meter dari sisi Jalan Sulawesi akan diratakan. Rencana tersebut memang sudah diwacanakan pemkot sejak 2018. Namun, pemindahan pedagang unggas yang diputuskan PD Pasar Surya direlokasi ke Pasar Panjang Jiwo dulu, ternyata menimbulkan masalah. Sebab, pasar tersebut belum memiliki fasilitas instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Bahkan, ada keluhan warga sekitar karena dengan adanya

pedagang unggas pasti efek terhadap bau yang ditimbulkan oleh pemotongan ayam tersebut. Tentunya ini juga menimbulkan pencemaran lingkungan seperti timbulnya bau kurang sedap dan pencemaran. “Dipindah kemana? Dipindah nanti malah tidak ada tempatnya. Seharusnya ada kejelasan. Sejak dulu kok tidak ada kejelasan,” ungkap dia. Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb menjelaskan, Pemkot

tahap pertama baru 14 orang yang sudah dilakukan. Sedangkan sisanya 10 orang masih melengkapi berkas kepemilikan. “Untuk tahap pertama ada 24 rumah dengan anggaran pembebasan Rp 24 miliar. Se-

ampaikan warga. Anang akan menyampaikan proyek saluran air yang mangkrak karena ditinggal kontraktor itu kepada DPRKPCKTR Surabaya. “Laporan dari warga akan segera kami sampaikan kepada dinas terkait. Dengan kami melaporkan hal itu tentu menjadi bahan kami untuk bisa meminta penjelasan kepada dinas terkait

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Kasdim 0832 Ajak Disiplin Berlalu Lintas Surabaya, Memorandum Dalam rangka binter (pembinaan teritorial), Kodim Tipe A 0832/Surabaya Selatan bekerjasama dengan Polda Jatim untuk sosialisasi lalu lintas. Diharapkan para personel tetap disiplin ketika berkendara. Kepala Staf Kodim (Kasdim) Tipe A 0832/Surabaya Selatan Mayor Inf Budi Sasmoyo Teguh K menjelaskan dengan modernnya alat trasportasi akan merugikan diri ketika tidak melaksanakan dengan disiplin. “Disiplin itu indah, namun apakah kita sudah menanamkan jiwa disiplin dalam diri kita sendiri,” tanya Budi pada peserta. Masih menurut Budi, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran disiplin terutama dalam hal lalu lintas. Banyak kasus kecelakaan akibat pengendara yang ugal-ugalan di jalan. Ada juga pengendara yang mengendarai dalam kondisi mengantuk, kurang fit, dan lain sebagainya. “Marilah kita mentaati peraturan lalu lintas yang sudah ada, jangan sampai ketidak disiplinan yang kita lakukan mencelakakan diri kita sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita,” pesan Budi. Mewakili Dirlantas Polda Jatim yang saat itu berhalangan hadir, Kompol H Dadang menyampaikan, bahwa penyebab kecelakaan yaitu perilaku tidak konsentrasi, tidak tertib, melebihi batas kecepatan, lelah, dan mengantuk. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Surabaya akan menggusur beberapa stan di Pasar Keputran Selatan. Ini untuk pelebaran Jalan Sulawesi. Dia juga menyampaikan penggusuran rencananya akan dilakukan, Kamis (14/11). “Besok (hari ini, red) akan dilakukan penertiban,” kata Piter saat dihubungi Kamis (7/11). Sosialisasi penggusuran pasar pada para pedagang sudah dilakukan berkali-kali. Pieter menyampaikan lebar tanah yang akan digusur yakni kurang lebih 15 meter, sedangkan pan-

jangnya dari Jembatan hingga lampu merah kurang lebih 100 meter. “Pedagang ayam yang tergusur bisa bergeser ke tengah pasar sisi selatan,” pungkas dia. Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Muhibuddin ketika dikonfirmasi terkait kejelasan tempat relokasi pedagang unggas belum bisa memberikan komentar. “Nanti saja ya, saya mau ada rapat, waktunya mepet,” singkat Muhibuddin ketika dihubungi Memorandum via telepon. (alf/dhi)

Pembangunan Jembatan Joyoboyo Gusur 45 Rumah dangkan tahap dua untuk 21 rumah anggarannya Rp 20 miliar,” beber dia. Pencairan semua rumah yang terdampak, lanjut Erna, kemungkinan Januari sudah selesai. Dia menambahkan

khusus untuk rumah dinas milik PDAM Surabaya, anggarannnya paling besar. Dengan luas 840 meter persegi, Pemkot Surabaya membayar Rp 12 miliar.Dan rumah tersebut sudah dibongkar. “Meski bangunan itu milik

Proyek Drainase Mangkrak, Warga Keputih Marah Sambungan dari halaman 9

Kompol H Dadang memberikan penjelasan tentang berlalu lintas.

Maria dan prosesi di perempatan Jalan Bengawan dan berakhir di Taman Bungkul,” imbuh dia. Jika di tahun-tahun sebelumnya penyerahan senjata dari veteran kepada Wali Kota Tri Rismaharini berada di Jalan Polisi Istimewa dan depan sekolah Santa Maria, kini berpindah mendekati garis finish. Tepatnya di perempatan Jalan

Bengawan. Menurut Antiek, jalan tersebut dipilih karena dahulu di lokasi tersebut ada namanya pertempuran Wonokromo. “Kita ingin kali ini bergeser ke situ, sebab ada nilai-nilai yang kita ambil,”ungkap dia. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Surabaya, Soesandi Ismawan mengatakan, dishub telah menyiapkan penutupan jalan mulai pukul 06.00. Adapun rute pertama kali yang ditutup, yakni lokasi start di depan Bappeda Provinsi Jatim. Selain melakukan penutupan jalan, dishub juga telah menyiapkan kantong-kantong parkir di beberapa lokasi. “Seperti di Jalan Tugu Pahlawan kami menyiapkan 10 kantong parkir, kemudian di Jalan Tunjungan, ada di Genteng Kali, di Darmo lokasi parkirnya ada di Jalan Bengawan sisi barat,” kata Soesandi. (udi/dhi)

atas terhentinya pengerjaan proyek tersebut,” pungkas dia. Ketika ditanya soal kontraktor yang mengerjakan proyek drainase tersebut, Anang mengaku tidak tahu. Sebab, selama pengerjaan proyek tersebut tidak terpasang papan nama proyek di lokasi. “Saya tidak tahu siapa kontraktornya. Nanti kita tanyakan ke dinas terkait, apa

Penerapan Single Cashier Lebih Ribet penggunaan sistem ini saat melakukan transaksi pembelian di SWK. “Enak manual saja. Enggak perlu ribet,” cetus salah seorang pembeli saat berkunjung ke SWK. Sementara salah seorang pedagang yang berjualan di SWK Deles Tito Hidrathul Qudsi menuturkan, sistem pembayaran yang baru saja diterapkan 2019 ini menyusahkan pembeli karena harus bolak-balik ke sana- ke sini untuk pembayaran. “Saya rasa lebih ribet. Mondar mandir dengan nota bayar ke kasir kurang efisien. Tidak seperti manual,” kata Tito, Kamis (7/11). Mekanisme pembayaran tersebut, menurut dia, perlu dikaji ulang. Sebab, banyak

yang mengeluh karena kurang efisien.“Semisal ada pembeli yang tiba-tiba menambah makanan, tentunya kan harus ke kasir dulu. Ini kan tambah rumit,” ujar dia. Dikonfirmasi Kepala Dinkop Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menjeskan, sistem single cashier akan terus diterapkan di SWK se-Surabaya. Dengan sistem pembayaran itu, maka manajemen para pedagang dapat terbukukan. Baik itu manajemen keuangan maupun produk-produk kuliner yang mereka sajikan. “Dengan begitu maka bisa diketahui jenis makanan atau minuman apa saja yang disukai pembeli atau konsumennya,” ujar Widodo.

Pemkot Beri Sinyal Beli Lahan Milik Ichwan baya, Kamis (7/11). Erna menambahkan Jalan Tambak Wedi Baru itu yang kemarin ditutup oleh warga itu terkait sengketa lahan.“Saya belum ke sana,” kata dia. Untuk diketahui Ichwan dan kerabatnya yang menjadi ahli

waris atas tanah yang kini dijadikan jalan umum (Jalan Tambak Wedi Baru), mengancam akan menutup jalan tersebut pada 1 Desember 2019. Ini dilakukan jika Pemkot Surabaya tak segera membeli lahan tersebut. Karena itu di sana dipa-

alasannya proyek berhenti,”ujar dia. Sementara Pemkot Surabaya melalui Kabag Humas Febriadhitya Prajatara mengatakan,masalah proyek drainase di Keputih yang mangkrak akan dikoordinasikan dulu dengan instansi terkait. “Saya akan koordinasikan dulu dengan dinas cipta karya,” tandas Febri. (why/udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 Soal pedagang yang mengeluhkan penerapan single cashier, Widodo menegaskan bahwa dengan teknologi itu akan berdampak baik. “Oh tidak, justru dengan single cashier akan menguntungkan pedagang karena tidak perlu ribet memberikan kembalian uang atau menerima uang. Semua akan diatur oleh single cashier,” jelas dia. Melalui sistem pembayaran kasir tunggal itu, maka bisa diketahui pula seberapa besar omzet SWK. Baik omzet harian, mingguan, atau bulanan yang didapat oleh masing-masing pedagang. Karena, ada catatan yang menunjukkan pendapatan tersebut.“Jadi kita tahu mana makanan yang laris dan tidak,” imbuh dia. (alf/dhi)

Sambungan dari halaman 9 sang spanduk berwarna merah berbunyi: Tanah yang dipakai jalan ini milik Bapak Ichwan berdasarkan sertifikat hak milik no 220 tahun 1983. Jika pemkot tidak membeli tanah ini, maka mulai tanggal 1 Desember 2019 jalan akan kami tutup. (udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 PDAM, kemungkinan tetap dibayar,” ungkap Erna. Dia menegaskan, setelah warga menerima ganti rugi, maka harus segera membongkar bangunannya. “Kami memberikan waktu sebulan bagi mereka yang sudah menerima ganti rugi untuk membongkar rumahnya,” tegas Erna. Proyek jembatan Joyoboyo senilai Rp 40 miliar dari APBD itu direncanakan akan dilaksanakan Oktober ini hingga tahun depan. Pengerjaan proyek jembatan ini selama 420 hari

atau sampai tahun depan. Bentuk jembatan ini agak serong yang menghubungkan Frontage Road (FR) Wonokromo ke Jalan Gunungsari. Jembatan itu sendiri berukuran 70 meter kali 15 meter. Jembatan ini memiliki unsur arsitektural, ada air mancur dan ada tempat berswafoto. Selain untuk mendukung kelancaran lalu lintas, jembatan ini memiliki daya tarik bagi masyarakat untuk berselfie di sana. Untuk itu, dibuka lahan parkir dekat jembatan. (udi/dhi)

Volume Sedimen Capai... space setengah meter lebih,” jelas Kepala Bidang Pematusan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, Kamis (7/11). Syamsul mengatakan, sedimentasi saluran air disebabkan oleh kondisi topografi Kota Surabaya yang datar. Saluran air yang sebelumnya setinggi dua meter, akibat sedimentasi menjadi satu meter. Kegiatan pengerukan saluran, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya menerjunkan sekitar 1.400 satgas, yang terbagi dalam lima rayon, masing-masing Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan

Hotel The Alana... karena media merupakan akses bagi narasumber untuk berpendapat. Tentu SKH Memorandum merupakan salah satu media yang berperan aktif dan sering berkomunikasi dengan Hotel The Alana Surabaya. “Saya kira media ini sangat positif. Dengan sharing bersamanya itu sangat bagus. Tentunya, ke depan hubungan sinergitas harus lebih baik lagi,” kata wanita berparas ayu ini. Dia mengatakan, silaturahmi ini menjadi sinergi hubun-

Sambungan dari halaman 9

dan Pusat. Dari jumlah satgas tersebut, 370 orang bertugas sebagai operator alat berat, driver, dan operator pompa. Syamsul menyebutkan, pengerukan saluran menggunakan peralatan, mulai dari alat berat berupa eskavator serta dump truck. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan memiliki 63 eskavator dan 80 unit angkutan dump truck. “Hasil pengerukan akan dibuang ke tanah BTKD (bekas tanah kas desa) yang akan digunakan untuk pembangunan lapangan. Agar biayanya tak terlalu tinggi, maka kita uruk dengan sedimen, atasnya baru finishing dengan sirtu,” jelas dia. (udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 gan komunikasi yang sudah terjalin baik dengan Hotel The Alana Surabaya. Sengaja datang di kantor SKH Memorandum lebih awal supaya memang kita prioritaskan supaya tidak berseberangan dengan event lainnya. “Saya minta sinergi positif ini harus ditingkatkan lebih intens. Saya ucapkan selamat ulang tahun SKH Memorandum yang ke-50 tahun serta menempati kantor baru. Semoga ke depannya kita tetap memiliki hubungan yang baik,”pungkas Nabilla. (why/alf/lis)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Pamekasan, Memorandum Istri Wakil Bupati Pamekasan Yuni Lailatul Ftriyah didampingi jajaran kepala OPD terkait menghadiri dan membuka pelaksanaan Festival PAUD 2019 yang berlangsung di aula Mandhapa Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, sejak Rabu (6/11) hingga Kamis (7/11). Festival PAUD itu digelar oleh mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Konsentrasi Paud Pascasarjana Unesa Surabaya bekerja sama dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan. Dalam acara tersebut juga dilangsungkan seminar yang menghadirkan narasumber Dr Hendratno dan Dr Yoyok Yermiandhoko. Ketua pelaksana Nur Rahma mengatakan, festival ini digelar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Festival ini dikemas dalam bentuk seminar, workshop dan lomba-lomba dengan tema ‘Menyiapkan Guru Hebat untuk Generasi Berbakat’. “Latar belakang kegiatan ini memilih Kabupaten Pamekasan, karena menurut Wakil Bupati Pamekasan, iklim literasinya di Pamekasan masih rendah. “Kemudian juga yang menjadi latar belakang kami di sini bahwa ada enam ton sampah di pesisir Pantai Tlanakan. Jadi kami dengan seminar ini ingin masyarakat mencintai bumi alam kita. Kita juga menyosialisasikan penggunaan minim plastik,” sambung dia. Selain itu, Nur Rahma mengutarakan, dalam festival ini ada mitigasi bencana kepada anak usia dini. Menurutnya anak usia dini rawan trauma ketika ada bencana seperti melihat tingginya angka kebakaran di Kabupaten Pamekasan. “Kami ingin anak-anak Paud ini tanggap bencana dan siaga ketika ada bencana kebakaran, mereka juga tidak trauma,” ujarnya. Sementara, Istri Wakil Bupati Pamekasan, Yuni Lailatul Fitriyah mengapresiasi kegiatan ini untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan usia dini. “Para Guru Paud ini harus ekstra sabar dalam mengajar para anak usia dini. Dalam hal ini memang membutuhkan guru yang kreatif, terampil dan cerdas untuk mendidik generasi yang hebat,” tambahnya. Sedangkan Anggota FRPB, Wahyudi mengaku siap dalam membantu dan menanggulangi bencana terutama untuk membantu pendidikan usia dini. “Kami dari FRPB selalu siap membantu dalam urusan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” pungkasnya.(sjk/sr)

Pemkab Pamekasan Terbitkan Kartu Identitas Anak Pamekasan, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA). Hanya saja, penerbitan masih difokuskan di dua kecamatan yakni Kecamatan Kota dan Pademawu. Pelaksana Tugas (Plt) Kadispendukcapil Pamekasan Mohammad Alwi mengatakan, mengenai mekanisme dalam pemberian KIA tahun 2019 ini dikhususkan untuk Kecamatan Kota dan Pademawu, karena blanko KIA sangat terbatas. Meski demikian pihaknya berjanji untuk tahun 2020 mendatang akan melayani pembuatan KIA dari semua wilayah yang tersebar di 13 kecamatan. “Tujuan diberikannya KIA itu untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya untuk memberikan perlindungan warga Negara,” katanya seperti dikutip dari TribunMadura.com, Kamis (7/11). Ia melanjutkan, manfaat dari KIA tersebut sebagai persyaratan pendaftaran sekolah. Sehingga para anak yang mendapatkan kartu bisa dengan mudah memberikan kartu indentitasnya. “Tapi mayoritas dalam dokumen kependudukan adalah perubahan dokumen kependudukan menyesuaikan dengan ijazah dan paspor, ini yang paling banyak kami hadapi setiap hari. Seharusnya pembuatannya harus berdasar dokumen kependudukan seperti KK, Akte Kelahiran dan E-KTP,” ujarnya. Mohammad Alwi berharap dengan diterbitkannya KIA yang diberikan terhadap masing-masing anak di daerah Pamekasan mampu mengoptimalkan penertiban administrasi. Terutama mengenai penulisan indentitas, baik dalam rapor siswa, Ijazah ataupun di dokumen penting lainnya. “Mudah-mudahan tidak ada lagi kesalahan penulisan di dokumen sepeti raport ijazah, dan paspor,” harapnya. Terpisah, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengatakan, penerbitan KIA untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ia mengatakan banyak keluhan dari beberapa masyarakat Pamekasn berkaitan dengan posisi anakanak mereka yang selama ini mengalami kesulitan dalam membuat beberapa dokumen kependudukan. Dengan demikian diterbitkannya KIA ini diharapkan keluhan yang datang dari masyarakat tersebut tidak akan terjadi di masa yang akan datang. Sebab Pemkab Pamekasan melalui Dispendukcapil sudah berikhtiar untuk menyiapkan KIA yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Saya sangat bangga dengan langkah pembuatan KIA untuk anak-anak di Pamekasan, karena sangat membantu,” katanya. Menurut Raja’e, KIA mampu membantu urusan pendataan identitas anak. Apalagi, akhir-akhir ini banyak keluhan dari masyarakat mengenai identitas anaknya yang sering keliru dalam penulisan rapor, ijazah dan dokumen lainnya. “Mudah-mudahan dengan adanya KIA ini tidak ada akan lagi kesalahan penulisan di dokumen seperti rapor, ijazah, dan paspor dan mudah-mudahan tidak ada keluhan lagi dari masyarakat,” harapnya. (*/sr)

Situasi di tempat pemungutan suara pilkades Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

HP beserta topinya hilang. Beruntung TNI masuk dalam kerumunan massa dan mengeluarkannya. Kemudian dievakuasi ke sekretariat pelaksanaan pilkades tidak jauh dari tempat pemungutan surat suara (TPS). Sayangnya ketua panitia

pelaksana tidak memberikan komentar lebih lanjut hingga dirinya dibawa aparat kepolisian. Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyarankan pilkades di Desa Juruan Laok dihentikan sementara, karena situasi tidak kondusif. Selanjutnya kepolisian

kembali melakukan rapat bersama forkopimda, panitia pilkades tingkat kabupaten. “Karena tahapan pilkades hari ini (kemarin) dihentikan sementara. Selanjutnya kami berharap TPS pilkades dipecah,” sarannya. Pemecahan TPS dimak-

sudkan menghindari kerumunan massa yang menurutnya, berpotensi kericuhan karena kerumunan massa membesar. Ditambahkan, peristiwa itu diharapkan sebagai pelajaran dan evaluasi untuk tahapan berikutnya di desa setempat. Soal massa yang membuat kerusuhan, kepolisian belum bisa menyebut dari pihak salah satu calon. Namun peristiwa tersebut akan didalami. “Kami belum berfikir massa itu berasal dari salah satu calon. Tugas kami melakukan pengaman. Terkait motif-motif tidak bisa kami sesebutkan ke media,” ujarnya. Sementara kerusakan yang terdata yakni kursi, surat suara, dan kotak suara banyak yang rusak. Kerusakan lain masih dikumpulkan, terkait apakah terdapat tindakan pidana, dirinya berjanji kembali akan disampaikan. AKBP Muslimin berjanji, jika terdapat unsur pidana akan dilakukan penindakan. “Karena kami hanya bertugas mengamankan selanjutnya kami sarankan dilakukan pemecahan TPS,” sarannya lagi. Disebutkan, personel yang diterjunkan ke Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, mencapai ratusan personel gabungan dari TNI, kepolisian, beserta Linmas. (uri/sr)

Bupati Sumenep Pantau Pilkades Serentak Sumenep, Memorandum Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi bersama seluruh pejabat forkopimda memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Kamis (7/11).

Bupati Busyro bersama rombongan melakukan monitoring pilkades ke Desa Paberasan, Kecamatan Kota, dilanjutkan ke Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kedatangan bupati disambut panitia pilkades. Selain

menyapa calon kepala desa, rombongan bupati juga foto bersama. Busyro Karim bersyukur pelaksanaan pilkades tahun ini berjalan sukses dan lancar sebagaimana gelaran serupa tahun-tahun sebelumnya. Ia

Dinkes Berjibaku Tangani Stunting FOTO: MEMORANDUM/ ANWAR

Pamekasan Gelar Festival PAUD

Panitia pelaksana membuka pemungutan suara sekitar pukul 800. Waktu itu kondisinya kondusif. Namun mendekati pukul 10, sekumpulan massa yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) mulai tidak kondusif. Hartono selaku ketua panitia pelaksanaan Pilkades Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep berada di panggung calon kepala desa (cakades) mendatangi kumpulan massa itu, menanyakan kedatangannya. “Dari kumpulan massa salah seorang calon tidak lolos, meminta jalannya pemungutan suara dihentikan. Namun mendapat jawaban saya, massa tersebut mendatangi saya,” katanya, Kamis (7/11). Lanjutnya, dalam situasi tidak kondusif, dirinya mengaku di tengah-tengah kerumunan massa sudah tidak terkendali menyebabkan bajunya sobek,

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Suasana ketika guru PAUD se-Pamekasan hadir dalam acara Festival PAUD 2019.

Sumenep, Memorandum Pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Kamis (7/11), ricuh. Untuk menghindari kericuhan lebih jauh, pilkades ditunda sesuai saran dari Polres Sumenep.

35 Bides dan KTK Terjun ke Lapangan Kabupaten Bangkalan. Bangkalan, Memorandum anak balita yang masih masuk daPemateri workshop saat itu, lam koridor 1.000 hari kehidupan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten menurut Yoyok, tidak hanya mel- mereka. Kalau ada gejala kurang Bangkalan H Sudiyo SKep Ns ibatkan instruktur dari internal sehat, dan berpotensi akan menmenegaskan, antisipasi problem Dinas Kesehatan Bangkalan. Teta- galami stunting, mereka harus stunting atau tumbuh kembang pi juga dari pusat. Di antaranya sigap melakukan tindakan terapi postur pendek di kalangan anak Suyatno SSos MSi dari Kemensos medis sesegera mungkin. “Conusia balita menjadi salah satu ska- dan pematari dari Perkumpulan tohnya, mereka harus memberila prioritas program kerja dinkes. Promotor Dan Pendidik Kes- kan asupan makanan bergizi dan Tidak hanya tahun anggaran 2019 ehatan Masyarakat Indonesia obat-obatan vitamin yang tepat. kali ini, tetapi juga untuk bebera- (P3-KMI) Ismoyowati SKM Mkes. Dengan demikian, baik anak Kini, dalam enam bulan ter- yang masih dalam kandungan, pa tahun ke depan. Aplikasinya tidak hanya akhir ini, ke-35 bides dan kader anak-anak kita yang terdeteksi fokus pada penanganan anak tenaga kesehatan peserta work- kekurangan gizi, bisa secepatnya penyandang stunting. Tetapi, shop itu sudah blusukan ke lapa- terantisipasi, dan tidak sampi juga mengedepankan tindakan ngan. Utamanya di di 10 desa di mengalami problem stunting,” preventif atau pencegahannya. lima kecamatan yang menjadi tandas Yoyok. Kebijakan program ini tidak boleh lokus angka stunting tertinggi. Selain aktif melakukan tinditunda-tunda lagi. Sebab grafik Deretan desa dengan masalah dakan prventif melalui 35 Bides angka anak balita penyandang stunting itu, adalah Desa Gunong dan kader tenaga ksehatan itu, stunting akibat gizi buruk di Sereng, Morombuh, Duwa’ Buter, Dinkes bersama OPD terkait Kabupaten Bangkalan, masuk Dlemer dan Desa Batah Timur, lainnya, diantaranya Dinas Pekerdalam daftar tertinggi di Jawa Kecamatan Kwanyar. Selain itu, jaan Umum Dan Penataan RuTimur. Bahkan lebih tinggi dari juga banyak dijumpai di Desa ang (PUPR), Dinas Perumahan Durjan, Kecamatan Kokop, Desa Rakyat Dan Kawasan Pemukiman angka rata-rata nasional. ”Targetnya, ya agar problem Desa Neroh dan Glisgis, Keca- (PRKP) dan Dinas Lingkungan stunting ini bisa segera teranti- matan Modung, serta Desa Bume Hidup (DLH), Dinas Pendidikan sipasi. Paling tidak, angka pen- Anyar di Kecamatan Tanjung (Disdik) dan Dinas Keluarga deritanya bisa diminimalisir,” Bumi. Berencana Dan Perlindungan Selama di lapangan, ke- 22 Perempuan Dan Anak (KB-PPA), kata Yoyok, sapaan akrab Kepala Bides dan 13 kader tenaga kes- juga terjun lansung menangani Dinkes, Kamis (7/11). Tak tanggung-tanggung, un- ehatan peserta workshop itu, problem stanting secara terpadu tuk menyukseskan program itu, diminta tidak hanya aktif me- di lapangan. Tim penanganan menurut Yoyok, Dinkes sudah maparkan materi tentang tata terpadu ini di bawah koordinasi menganggarkan dana Rp 3,3 cara pencegahan agar anak usia Bappeda. miliar di sepanjang tahun ang- balita sampai menderita stunting. “Data terkini, di Kabupaten garan 2019 kali ini. Untuk tahun Lebih dari tu, mereka juga harus Bangkalan terdeteksi masih ada depan dan seterusnya, besaran terlibat langsung menangangi 114 anak penyandang stunting, anggaran itu, jika disetujui akan setiap anak dalam 1.000 hari ke- akibat asupan gizi yang buruk, ditingkatkan. “Ini penting, karena hidupan pertama mereka. sanitasi lingkungan yang kurang Artinya, selain memeberi- sehat, serta karena indikator antisipasi stunting ini menyangkut masa depan anak bangsa,” kan pengertian secara teoritis, penyebab lainnya. Umumnya mereka, menurut Yoyok, harus mereka terkosenstrasi di 10 desa tandas Yoyok. Start awal untuk memaksi- melakukan pemeriksaan kand- dan lima kecamatan tadi,” pungmalkan antisipasi stunting untuk ungan ibu hamil, termasuk para kas H Sudiyo. (ras/sr) tahun ini, menurut Yoyok sudah mulai digeber sejak Aprtil 2019 lalu. Itu diawali dengan pelaksanaan worshop peningkatan kapasitas tenaga kerja bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian PDT ini. Itu penting karena materinya memang fokus pada upaya pencegahan stunting. Sebanyak sebanyak 35 tenaga kesehatan ikut ambil bagian dalam pelaksanaan workshop 9 s/d 11 April 2019 di Hotel Ningrat itu. Mereka terdiri dari 22 Bidan Desa (Bides ) dari 22 Puskesmas dan 13 kader tenaga kesehatan (KTK) dari 10 desa di lima kecamatan yang menjadi lokus tertinggi Bides dan kader tenaga kesehatan mengikuti pemaparan materi angka peyandang stunting di dalam forum workshop di Hotel Ningrat.

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

Ricuh, Pilkades Juruan Laok Ditunda

Bupati Sumenep A Busyro Karim meninjau salah satu desa yang menggelar pilkades.

berharap 226 desa yang menggelar pilkades tidak ada masalah apa pun sampai selesai penghitungan surat suara. “Kunjungan kami bersama forpimda ke sejumlah lokasi, ingin memastikan proses pilkades serentak berjalan dengan lancar dan aman. Serta semua warga yang berpartisipasi mengikuti pemilihan tetap menjaga kerukunan meskipun berbeda pilihan,” terang Bupati. Bupati berharap, siapapun yang terpilih menjadi kepala desa agar bisa menjalankan pemerintahan desa secara baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD)

yang tepat sasaran. Selain 174 desa di wilayah daratan Sumenep yang melaksanakan pesta demokrasi pada Kamis (7/11), Bupati Busyro juga berharap gelaran pilkades serentak di 52 desa di wilayah kepulauan yang akan berlangsung 14 November mendatang juga terlaksana dengan aman dan lancar. Ia juga berharap, panitia pilkades bertindak profesional, netral dan tidak membuat kecurangan agar tidak menimbulkan masalah. Bupati juga berterima kasih kepada pihak keamanan yang telah fokus menjaga kamtibmas sejak sehari sebelum pelaksanaan pilkades serentak. (aan/sr)


PASURUAN

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Pengedar sabu Fauji dan Marthaeng Wahyu.

Dua Pemuda Sukorejo Edarkan Sabu Pasuruan, Memorandum Satresnarkoba Polres Pasuruan mengamankan Fauji (23) dan Marthaeng Wahyu Dwi Ivando (22), dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Kamis (7/11). Keduanya ditangkap di SPBU Dusun Jerukkuwek, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (4/11) malam. Kasat Narkoba Polres Pasuruan Iptu Sugeng Prayitno menginformasikan, kedua tersangka dibekuk Di depan kamar mandi SPBU. “Kedua tersangka Bernama Fauji (23), warga Dusun Karanggondang, RT 007/RW 003, Desa Pucang Sari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dan Marthaeng Wahyu Dwi Ivando (22), warga Dusun Karanglo, RT 001/RW 009, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan,” ujar Sugeng. Keduanya diamankan karena terbukti menjadi perantara dalam jual beli, memiliki, menyimpan atau menguasai diduga narkotika gol I jenis sabu. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh satreskoba dari kedua tersangka, satu kantong plastik kecil berisi kristal warna putih diduga sabu dengan berat kotor 0,89 gram, satu buah HP merek samsung warna hitam beserta kartu Indosat, satu buah HP merek Oppo warna putih beserta kartu Indosat. Tindakan kedua tersangka ini dianggap melanggar Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Selain itu, untuk menindaklanjuti penangkapan ini, Satreskoba Polres Pasuruan akan melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait kasus yang melibatkan keduanya, “ ujar Sugeng. (rul/sr)

Pasuruan, Memorandum Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mendatangi SDN Gentong di Jalan KH Sepuh 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Kamis (7/11). Kedatangan Mendikbud terkait ambruknya atap empat ruang kelas, Selasa (5/11) lalu. Kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim disambut oleh Sekda Kota Pasuruan dan jajaran pejabat Pemkot Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota beserta jajaran, Ketua DPRD Kota Pasuruan serta dewan Guru SD Gentong. Nadiem menyampaikan kesedihannya ada 4 ruang kelas yang ambruk yang mengakibatkan dua korban satu guru dan satu murid. Saat sampai di lokasi, mendikbud langsung menuju keempat ruang Kelas yang atapnya ambruk. Setelah berkeliling kelas, Nadiem langsung menggelar rapat tertutup di salah satu ruang kelas SDN Gentong Pasuruan dengan Sekda Kota Pasuruan serta

Kepala Sekolah SDN Gentong. “Saya melihat ini adalah suatu hal yang tidak bisa saya terima. Harusnya kita melakukan hal yang lebih baik lagi dari semua pihak baik dari pusat, pemerintah daerah semua harus bekerjasama gotong royong untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi karena keamanan murid, guru dan orang tua harus di nomor 1 kan agar kita bisa belajar dengan aman dan dengan senang,” ujar Nadiem. “Saya sudah mengirim tim saya dari Inspektorat Jenderal untuk segera melakukan investigasi apa yang terjadi agar kita bisa merencanakan Bagaimana bisa bersama-sama menghindari ini tidak terjadi

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Mendikbud Tinjau Gedung SDN Gentong yang Ambruk

Mendikbud Nadiem Makarim berada di SDN Gentong Kota Pasuruan. Dia didampingi Sekda Kota Pasuruan, ketua DPRD, dan kepala SDN Gentong.

lagi,” tambah Nadiem. Polres Pasuruan Kota sudah memanggil empat orang terkait insiden atap Empat Ruang kelas di SDN Gentong Pasuruan ambruk yang menewaskan dua orang, satu siswa dan satu guru “Sudah ada empat orang yang kami panggil dan kami periksa,” kata Ka-

subbaghumas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto, Endy Menjelaskan, empat orang yang dipanggil ini ada dari pihak kontraktor pelaksana proyek, pihak sekolah, dan rumah sakit.” Kami mintai keterangan semuanya, kontraktor terkait pembangunan dan sejenisnya, sekolah terkait

kronologis kejadian dan sejenisnya dan rumah sakit terkait penyebab meninggalnya dua korban,” jelas Endy. “Kami masih menunggu hasil labfor dari polda jatim, dan perkembangan hasil penyidikan, baru akan menuju tahap selanjutnya,” tambah Endy. (rul/sr)

Pemkab Siapkan 2.780 Jamban untuk Warga Pasuruan, Memorandum Upaya Pemkab Pasuruan memerangi buang air besar (BAB) sembarangan terus dilakukan. Salah satunya, dengan mendorong warga memiliki jamban di masing-masing rumah. Kepala Bidang Pengembangan Air Bersih dan Limbah Lingkungaan Permukiman Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman Ichwan Adi menjelaskan, ada setidaknya 80 ribu

kepala keluarga yang belum memiliki jamban saat ini. Padahal, jamban merupakan salah satu kebutuhan dalam mewujudkan hidup sehat di tengah masyarakat. “Karena itulah, support kepemilikan jamban bagi masyarakat akan terus kami lakukan. Tujuannya, untuk menciptakan lingkungan sehat dan mewujudkan program tidak buang air besar sembarangan,” terangnya.

Menurutnya, tahun ini sebanyak 2.780 jamban direalisasikan Pemkab. Bentuknya dengan support material untuk membantu masyarakat dalam kepemilikan jamban. “Distribusi material jamban itu sudah kami realisasikan. Tinggal sekarang pelaksanaannya oleh penerima bantuan,” imbuhnya. Program bangun jamban, dikatakan Ichwan Adi, tidak hanya berhenti

di situ. Karena rencananya, program serupa akan direalisasikan tahun depan. Bahkan, diupayakan lebih meningkat dibandingkan 2019. Setidaknya, ada 5 ribu jamban yang akan direalisasikan. “Kami rencanakan jumlah penerima bantuan material jamban bisa ditingkatkan. Paling tidak, bisa mencapai 5 ribu penerima. Supaya, makin banyak warga yang memiliki jamban,” jelasnya. (ion/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Pembacok Warga Bantaran Dibekuk mis (6/11). Beberapa hari yang lalu, kata Sumandi, istrinya menghilang selama tiga hari tiga malam. Dan ia tahu kalau istrinya pergi bersama korban yang berasal dari Dusun Raap, Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Dari kejadian itu pula emosinya semakin memuncak. “Saya pas mencari rumput, tiba-tiba memergoki istri saya dengan Nurhalim sedang berboncengan. Mendapati itu saya langsung membacok dia di hadapan istri saya itu, Saya langsung kabur karena saya

takut dikeroyok,” katanya. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santoso membenarkan bahwa motif pembacokan itu dipicu soal asmara. Tersangka cemburu terhadap korban. Dimana istri pelaku sedang ada main dengan korban terebut. “Setelah kejadian pagi hari, kami langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Alhamdulillah, kami berhasil mengamankannya pada malam hari pasca kejadian, kurang lebih 16 jam. Kami masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Rizky. (yd/sr)

Tiga Fraksi Ragukan Penyerapan ADK Probolinggo, Memorandum Alokasi dana kelurahan (ADK) mengundang polemik. Sejumlah fraksi di DPRD Kota Probolinggo memberi respons. Sebab, hingga Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja (P-APBD) tahun anggaran 2019 disahkan, belum juga bisa terserap masing-masing kelurahan senilai Rp1,6

miliar. Salah satu pandangan yang meragukan atas pelaksanaan program muncul dari Fraksi Partai Golkar. Itu disampaikan dalam pemandangan umum fraksi terhadap pembahasan raperda tentang APBD tahun 2020, di ruang sidang utama DPRD Kota Probokinggo, Rabu (6/11) malam.

Juru bicara Fraksi Partai Golkar Mukhlas Kurniawan mempertanyakan prioritas dan plafon anggaran daerah pada masing-masing SKPD/PPKD di kecamatan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Yakni Kecamatan Wonoasih sebesar Rp 24.631.647.1555,86, Kecamatan Kademangan sebesar Rp 24.863.915,601, Kecamatan Mayangan sebesar Rp 20.321.239.827, Kecamatan Kedopok sebesar Rp 26.001.007.797,2, Ke c a m a t a n Ka n igaran sebesar Rp.24.522.569.075,90. Besaran anggaran per-kecamatan ini karena adanya alokasi dana kelurahan untuk pelaksanaan pembangunan di masing-masing kelurahan. Dalam pelaksanaan pembangunan di kelurahan dilaksanakan oleh sumber daya manusia di kelurahan. “Artinya bahwa kelurahan juga sebagai pengguna anggaran dan bertanggung jawab terhadap penggunaan

anggaran tersebut,” tegas Mukhlas. Di sisi lain, kata Mukhlas, sebagai dasar pijakan pelaksanaan pembangunan, maka programnya harus melalui musyawarah kelurahan, yaitu Musrenbang. Dasar hukum perencanaan besaran anggaran setiap program, pelaksana teknik, pelaporan, pelaksanaan pembangunan harus dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali). Berbeda dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-Demokrat yang disampaikan juru bicaranya Tri Admojo Adil Susilo menyatakan berdasarkan Permendagri No 130 tahun 2018 tentang kegiatan pembangunan sarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan. Sehingga Pemkot Probolinggo perlu menyiapkan di masing-masing kelurahan dalam rangka merealisasikan dana kelurahan dengan beberapa hal, seperti landasan hukum yang jelas, prosedur dan mekanisme pelaksanaan sesuai aturan, peruntukan yang tepat sasaran, SDM pelaksana yang memadai, dan dukungan dari dinas-dinas teknis terkait. (mhd/sr)

Korsleting, Mebel Barokah Ludes Lumajang, Memorandum Kebakaran hebat dialami Ruko Mebel Barokah milik Andi (45) di Jalan Nasional, Dusun Wadaan, Desa Kalipepe, KecamatanYosowilangun. Akibat kebakaran yang terjadi Kamis (7/11) pagi tersebut, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, pagi itu korban (Andi) berada di rumah bagian belakang. Sementara itu, istri korban Susiani sedang berada di kamar bagian depan dan ruko dalam kondisi sedang dibuka. Pagi itu, istri korban melihat ada percikan api berasal dari salah satu stop kontak kemudian merembet ke kabel lalu membakar bahan dasar spring bed yaitu spon dan kain. Pada tumpukan bahan dasar mebel itulah,

api semakin membesar kemudian merembet kemana-mana. Melihat kobaran api yang semakin membesar itulah, istri korban teriak minta tolong kepada warga sekitar. Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan dari warga, tiba di lokasi dengan 2 unit mobil damkar melakukan pemadaman dibantu warga. Tak kurang dari 30 menit kemudian, seluruh kobaran api berhasil dijinakkan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Namun demikian, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp. 500 juta rupiah. Sebab selain bangunan ruko, puluhan mebel yang siap jual berikut perabitan rumah juga ikut ludes terbakar.

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Dari pengakuan tersangka, peristiwa pembacokan itu terjadi lantaran istri pelaku yakni Holifah, dibawa kabur oleh Nurhalim (korban) selama beberapa hari. Padahal, Holifah masih berstatus istri sah pelaku. “Saya mengetahui kalau Nurhalim itu ada main dengan istri saya sejak enam bulan terakhir. Saya sering memergoki istri saya keluar dengannya, tapi saya diam. Di situlah saya ada rasa dendam terhadap Nurhalim,” kata Sumandi saat diperiksa petugas di Mapolres Probolinggo, Ka-

Kobaran api yang meluluhlantakkan ruko dan mebel Barokah.

Kapolsek Yosowilangun, Iptu Suhari membenarkan tentang musibah kebakaran tersebut. Dari hasil olah TKP, kuat dugaan jika api berasal dari korsleting salah satu stop kontak yang ada di salah satu ruangan kondisinya rusak dan goyah. ”Setelah mengeluarkan percikan, lalu api membakar kabel kemudian merembet ke tumpukan bahan dasar mebel,”jelas Suhari.(tri/sr)

Dokter Muter Jemput Pasien hingga Pelosok Desa Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan melalui inovasi “Dokter Muter”. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lumajang dengan agenda penyampaian nota penjelasan bupati terhadap raperda APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2020, Kamis (7/11). Dia menjelaskan, inovasi Dokter Muter merupakan inovasi jemput bola mencari atau mendatangi pasien sampai di pelosok pedesaan. “Diharapkan pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” terang Bupati. Di bidang kesehatan pula dijelaskan, pelaksanaan program kesehatan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan

FOTO: MEMORANDUM/HUM

Probolinggo, Memorandum Hanya butuh waktu 16 jam, Satreskrim Polres Probolinggo berhasil mengamankan Sumandi (35), tersangka pembacokan terhadap Nurhalim (27) di Desa Besuk, Kecamatan Ba n t a ra n , Ka b u p a t e n Probolinggo, Rabu (6/11). Tersangka diamankan di rumahnya di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten setempat, pada malam hari pacakejadian. Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Polisi menyita barang bukti celurit dari tangan tersangka.

Cak Thoriq menyerahkan nota penjelasan kepada ketua DPRD Lumajang.

kesehatan melalui peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia baik di puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah. Bupati berharap beberapa puskesmas di Kabupaten Lumajang berstatus Badan Layanan Umum Daerah

(BLUD). Selain itu, Bupati yang kerap disapa Cak Thoriq juga menjelaskan fokus utama kebijakan RAPBD 2020 masih dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan angka indeks pembangunan manusia (IPM) karena IPM dapat memberikan gambaran hasil pembangunan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Oleh karena itu kebijakan pembangunan dibidang kesehatan, pendidikan,

dan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan didalam RAPBD tahun anggaran 2020,” paparnya. Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Anang Ahmad Saifuddin tersebut diakhiri dengan penyerahan Nota Penjelasan Bupati Terhadap RAPERDA APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2020 kepada DPRD. (hum/tri/sr)


OLAHRAGA

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Hong Kong U-19 vs Indonesia U-19 (live 19.00)

Waspadai Kejutan Hong Kong Jakarta, Memorandum Timnas Indonesia memuncaki klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, usai lolos dari hadanganTimor Leste di laga pembuka yang sudah diprediksi banyak pihak. Ujian sesungguhnya baru datang di partai kedua menghadapi Hong Kong di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, malam ini (8/11). Ujian sebenarnya karena di laga awal, Hong Kong justru nyaris membungkam Korea Utara, tim yang disebut paling kuat di fase grup ini kendati akhirnya hanya berbagai angka. Pelatih Fakhri Husaini sangat mewaspadai kejutan permainan Hong Kong. “Saya dan staf pelatih melihat mereka berlaga melawan Korea Utara. Saya menilai calon lawan kami berikutnya itu punya kejutan dalam permainannya. Itu yang tim ini harus waspadai. Mereka mencetak gol lebih dahulu ke gawang tim unggulan. Meski akhirnya laga berakhir imbang 1-1. Kami telah menyiapkan strategi untuk mengatasi permainan Hong Kong,” jelasnya kemarin. Dengan jadwal tanding dua hari sekali, Fakhri memang tidak bisa

leluasa mengaplikasikan evaluasi permainan dalam latihan. Membagi dua sesi, dia memberikan recovery training untuk semua pemain, dan tambahan materi taktik untuk pemain yang tidak diturunkan lawan Timor Leste. “Rotasi pemain diperlukan, tentu dengan melihat kondisi akhir pemain. Tapi tidak banyak mengubah komposisi pemain,” terangnya. Satu persoalan yang mendpat porsi khusus adalah penyelesaian akhir. Hal ini berupaya dibenahi pada sesi latihan Kamis (7/11) pagi. Di luar itu, eks playmaker andalan Indonesia ini meminta pemain mengatasi serta menguatkan mental. E k s t r a

waspada yang dilon tarkan Fakhri selaras dengan apa yang dipikirkan pelatih Hong Kong, Amason Tholakur Mararnason. Dia mengaku sudah punya gambaran taktik untuk meredam permainan cepat Indonesia. “Terutama build up cepatnya, mereka memiliki pemain-pemain sayap

cepat. Terlihat saat mereka mengalahkan Timor Leste,” bebernya dalam sesi jumpa pers kemarin. Dengan sinyal itu, Fakhri wajib mencari solusi jika sisi lapangan menemui jalan buntu. Termasuk kemung-

kinan menempatkan M Supriadi sebagai starter. Statusnya sebagai pemain pengganti di laga pertama, cukup bagus dengan sumbangan satu assist. Sedangkan di sektor pertahanan, Indonesia wajib mewaspadai perger-

akan striker Lau Ka Kiu. Skill dan kemampuannya menjaga bola, membuat Korea Utara keteteran. Salah satu kelebihan yang cukup menakutkan adalah kemampuannya memenangkan duel-duel udara. (*/epe)


DEWI RENGGANIS

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/MARJUNI

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Kemeriahan penutupan MTQ XXVIII Jawa Timur di Tuban.

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Kafilah Jember 10 Besar MTQ XXVIII Jawa Timur

Bupati dr Hj Faida MMR menerima audiensi Komisioner KPU Kabupaten Jember.

Komisioner KPU Temui Bupati, Tahapan Pilkada Jember Segera Dijalankan Jember, Memorandum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menemui Bupati dr Hj Faida MMR di pendapa Wahya Wibawagraha, Rabu (6/11). Mereka berkoordinasi terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Ketua KPU Jember, M Syai’in, usai pertemuan menjelaskan kepada wartawan tentang agenda bertemu dengan bupati. Syai’in mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menjelaskan

progres persiapan penyelenggaraan pilkada. KPU Jember telah menindaklanjuti berbagai hal teknis usai penandatangan NHPD (naskah perjanjian hibah daerah) untuk proses pencairan.

“Kita koordinasi untuk mempercepat (kepastian anggaran dan pencairannya, RED), karena sekarang sudah memasuki tahapan pilkada yang mau tidak mau harus segera dijalankan prosesnya, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari sisi anggarannya,” terang Syai’in, Kamis (7/11). Tanggapan bupati, ungkap Syai’in, KPU diminta melaksanakan proses pencairan sesuai dengan ketentuan dan

teknis yang berlaku. Setelah itu dilengkapi, kemudian diajukan untuk pencairan. “Seperti register dan hal teknis lainnya harus dilengkapi,” imbuhnya. November 2019, agenda KPU Jember adalah sosialisasi Pilkada 2020 ke publik. Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember dan KPU Jember menandatangani NPHD Pilkada 2020 pada 14 Oktober 2019. Anggaran yang disepakati sebesar Rp 82 miliar. (adv/edy/hms/epe)

Jember, Memorandum Kafilah Mussabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Jember telah menyelesaikan tugasnya tampil di MTQ XXVIII Jawa Timur, yang digelar di Kabupaten Tuban, 24 Oktober-2 November 2019. Selain mengikuti lomba MTQ, Kafilah Jember juga mengikuti Pawai Ta’aruf dan pameran produk unggulan daerah. “Khusus pameran produk yang pertama kali digelar dalam MTQ, Jember menempati peringkat terbaik pertama,” terang Kabag Bina Mental Pemkab Jember, Bambang Saputro SH, Rabu (6/11).

Pada pergelaran MTQ sendiri, Kafilah Jember berhasil menempati posisi kesembilan dari 7 cabang MTQ yang dilombakan. Sedangkan peserta MTQ, berhasil menempati semua peringkat pada cabang Khath Al Qur’an, Tilawah, Tafsir Al Qur’an, Hifzh Al Qur’an, dan Syarhil Qur’an. Peringkat terbaik pertama diraih Muhammad Nasihin yang bertanding di cabang Khath Al Qur’an pada Golongan Hiasan Mushaf Putra. Bambang menjelaskan, ada rencana dari Bupati Faida akan memberikan penghargaan kepada para kafilah yang menang. (jun/hms/edy/epe/adv)

Nama, cabang, dan golongan pada MTQ yang diraih Kafilah Jember: Terbaik I:

Muhammad Nasihin - Khath Al Qur’an - Hiasan Mushaf Putra Terbaik II: Friendy Alan Nawawi – Tilawah - Tartil Al Qur’an Putra Terbaik II: As’ad Daroini - Tafsir Al Qur’an - Bahasa Inggris Putra Terbaik III: Ahmad Jimly Ashari - Khath Al Qur’an – Naskah Terbaik III: Fathurrahman - Tafsir Al Qur’an - Bahasa Indonesia Putra Harapan I: Najwa Khomariyah - Khath Al Qur’an - Kontemporer Harapan I: Ulumiyatul Jannah - Tafsir Al Qur’an - Bahasa Indonesia Putri Harapan I: Ahmad Farid Anam - Hifzh Al Qur’an - 10 Juz Putra Harapan I: Imroatus Safira, Badriah Isnaini, dan Wilda Fajriyatus Sa’adah - Syarhil Qur’an - Putri. Harapan II: Vanya Ironies - Tafsir Al Qur’an - Bahasa Inggris Putri Harapan II: Fatatanil Marist - Hifzh Al Qur’an - 20 Juz Putri. Harapan III: Muhammad Khoirus Zacky - Khath Al Qur’an - Kontemporer Putra.

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan

Lomba HKG-PKK 2020 Tingkat Provinsi

Kelurahan Sarangan Berpeluang Wakili Magetan Magetan, Memorandum Kedatangan tim monitoring dan evaluasi (monev) 10 program PKK dan penilaian lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG)-PKK tingkat Provinsi Jawa Timur diterima Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan Hj Wartini Bambang Priyanto di Balai Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Rabu (6/11) malam.

Turut mendampingi sekdakab unsur Forpimka Nguntoronadi, dan seluruh Ketua TP-PKK. Dalam sambutannya, Wartini mengatakan, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi khususnya bagi tim penggerak (TP) PKK beserta seluruh kader di setiap tingkatan di Magetan. Hal ini selaras

dalam upaya peningkatan peran aktif melaksanakan 10 Program Pokok PKK. “Semoga adanya monitoring yang dilakukan langsung dari provinsi dapat memberikan spirit bersama untuk kembali meningkatkan partisipasi seluruh unsur terkait yang ada di Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Apalagi 10 Program Pokok PKK memiliki peran dan cakupan yang sangat strategis sebagai upaya meningkatkan taraf kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selain memiliki jaringan dari tingkat kota hingga RW/RT, kegiatan ini bertumpu pada peran PKK dan institusi KB-Kesehatan berikut

kader sebagai ujung tombaknya. “Adanya 10 Program pokok PKK yang berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM sangat sesuai dengan misi utama PKK yang harus bisa melaksanakan hidup sehat lahir batin di dalam keluarga agar harmonis dan sejahtera,” tambah Wartini. Kelurahan Sarangan, Ke-

camatan Plaosan, dinilai layak mewakili Magetan mengikuti lima penilaian lomba HKG-PKK 2020 tingkat Jatim. Karenanya, Wartini berharap tim monev dari provinsi dapat memberikan bimbingan dan petunjuk kepada peserta agar dapat menyempurnakan program HKG-PKK. (alv/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII

Roda Terpeleset Penyebab Insiden KA Wijayakusuma

Kapten Inf Suryoto menerima piagam dari Komandan Kodim Letkol Czi Nur Alam Sucipto.

Madiun, Memorandum Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto memimpin acara Korps Raport Pelepasan Prajurit yang memasuki MPP (masa persiapan pensiun) untuk Kapten Inf Suryoto, di aula makodim, Kamis (7/11). Acara yang juga dihadiri para perwira staf, danramil jajaran, dan lainnya, terasa penuh haru karena akan kehilangan sosok personel yang puluhan tahun mengabdi. “Sebagai Komandan Kodim 0803 Madiun, saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kapten inf Suryoto atas segala kinerja yang luar biasa, loyalitas yang patut dibanggakan serta dedikasi yang tinggi. Banyak hal yang telah Kapten Suryoto berikan bagi Kodim 0803. Rasanya ucapan terima kasih saja tidak cukup,” kata Letkol Nur Alam Sucipto dalam sambutannya. “Saya berharap Kapten Suryoto menjalani MPP dengan tenang dan semangat sesuai dengan yang diharapkan.Dan tetap jalin hubungan dengan Kodim 0803 Madiun,” pungkasnya. (hbb/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Dandim Madiun Lepas Prajurit MPP

Kapolres AKBP Arief Fitrianto menerima kenang-kenangan dari peserta FGD dan Safari Reog Kamtibmas.

Safari Reog Kamtibmas di Bringin Kauman Ponorogo, Memorandum Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menghadiri focus group discussion (FGD) dan Safari Reog Kamtibmas di Balai Desa Bringin, Kecamatan Kauman, Kamis (7/11). Acara ini dihadiri sekitar 300 peserta. Dalam kegiatan itu, kapolres didampingi perwira jajaran, disambut Camat Djoko Waskito, Kapolsek Somoroto Kompol Nyoto, Danramil Kauman Kapten Inf AgusYuda Bintoro, dan unsur forpimka lainnya. Termasuk

Paguyuban Reog Sardulo Mudo. Kepala Desa Bringin, Purwito berharap kunjungan Kapolres Ponorogo dan jajarannya memberi manfaat bagi warga. Khususnya dalam keamanan dan ketertiban. “Situasi kamtibmas di Desa Bringin, alhamdulillah sejauh ini tidak ada gangguan yang mengkhawatirkan dan berjalan dengan aman,” katanya. “Saat ini situasi kamtibmas di Ponorogo aman dan kondusif. Tetapi kami berharap kepada warga, jika ada permasalahan di ling-

kungan jangan segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian,” ucap AKBP Arief Fitrianto. Kapolres juga berpesan kepada warga untuk aktifkan kembali siskamling dan wajib lapor bagi tamu dari luar Desa Bringin. Apalagi marak penyebaran paham radikalisme. “Bagi orang tua, ingatkan anaknya untuk mematuhi aturan lalu lintas. Tertib di jalan agar bisa terhindar dari kejadian fatal sehingga dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Ponorogo,” pesan kapolres. (ji/mt/epe)

Madiun, Memorandum PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun memberikan tanggapan terkait berita di edisi 7 November 2019 yang berjudul “As Patah, Gerbong KA Wijaya Kusuma Anjlok”. Gangguan yang dialami KA Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta karena keluarnya roda dari jalur rel. Yakni sebanyak 2 as 4 roda, dan 4 as 8 roda pada gerbong 3. “Kami sampaikan sekali lagi, bahwa gangguan yang dialami KA Wijayakusuma adalah bukan karena as atau roda patah melainkan roda KA keluar dari jalur rel,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Kamis (7/11). Terkait penyebab gangguan, Ixfan menyebut masih dalam penyelidikan oleh Tim Safety Inspector Kantor Pusat PT KAI dan tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perkeretaapian. “Dapat kami informasikan, untuk kedatangan KA di Daop 7 Madiun pada Kamis sudah berangsur normal, kelambatan tertinggi yang tercatat Kamis pagi kurang lebih 20 menit,” sebutnya. (hbb/mt/epe)


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Bojonegoro, Memorandum Sidang pembahasan draft kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2020 berjalan alot, Kamis (7/11). Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin membenarkan bila sidang berjalan alot. Hal itu dikarenakan ada beberapa poin yang ingin diketahui oleh anggota dewan. Salah satunya terkait beberapa penkerjaan proyek yang sudah berjalan, tapi anggaran belum banyak terserap. “Padahal kan pembangunan sudah dilakukan. Tapi serapan masih minim. Kontraktor kan juga rakyat,” ujar Imam, kemarin. Selain itu, lanjut Imam, anggota DPRD meminta kejelasan terkait anggaran pokok pikiran (pokir atau jasmas). Sebab, anggota dewan sebelumnya sudah melakukan reses di daerah pemilihan masing-masing . Dan sudah menampung aspirasi dari masyarakat.Tapi, masih belum ada penjelasan dari pihak pemerintah. Sehingga sidang terpaksa diskorsing dan dilanjutkan hari ini. “Ya kita sidang KUA PPAS ada waktu 3 hari,” bebernya. Ia menambahkan, bila DPRD juga memiliki hak. Artinya dewan juga memikirkan rakyat di daerah pemilihannya. Sehingga perlu diperjelas terkait alokasi dana untuk pokir. (top/har/mik)

lagi mas. Karena yang dibuatkan tidak cukup, dan tidak enak dipakai. Padahal sudah bayar sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan,” jelasnya ketika ditemui wartawan Memorandum di luar Pendopo Lokatantra seusai pelantikan, kemarin. Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Lamongan Abdul Kowi saat dimintai keterangan enggan memberikan jawaban. Bahkan ketika dikonfirmasi kembali melalui saluran telepon tidak dijawab, sementara pesan whatsapp juga hanya dibaca tanpa dibalas. Sementara itu, Bupati Fadeli

Bupati Fadeli menyerahkan SK kepala desa seusai prosesi pengambilan sumpah.

usai mempimpin pelaksanaan upacara pengambilan sumpah dan pelantikan kepala desa menghimbau agar semua elemen saling merangkul pasca pilkades. Jangan ada lagi per-

Berkas Oknum Kades Tersangka Korupsi Masuk Tahap Dua

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung berfoto bersama pelajar sebelum nonton film Hanya Manusia.

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

750 Tiket Nonton Gratis Hanya Manusia Ludes

Dimas setelah menjalani prosesi akad nikah.

Tersangka Pil Koplo Nikah di Polres Lamongan Lamongan, Memorandum Seorang pemuda tersandung kasus narkotika, Dimas Bayu Pamungkas (19),harus menjalani pernikahan dengan wanita idamannya Riska Nuriswahyuni (21), di Mapolres Lamongan, Rabu (6/11) sore. Pasangan pengantin dari Kecamatan Ngimbang tersebut sudah merencanakan pernikahan sejak jauh hari. Namun, sebulan sebelum proses pernikahan berlangsung, sang pengantin lelaki diringkus polisi karena mengedarkan pil Koplo. Setelah menjalani prosesi pernikahan keduanya harus berpisah untuk waktu yang belum diketahui, karena belum ada putusan pengadilan. Usai prosesi akad nikah berlangsung sang pengantin laki-laki harus kembali istirahat di sel tahanan Polres Lamongan. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, bahwa prosesi pernikahan sepasang kekasih tersebut difasilitasi penuh Polres Lamongan. Meskipun menikah secara sederhana di Polres, keduanya tidak menunjukkan rasa sedih, meski sadar setelah menikah mereka akan berpisah. “Istrinya meminta suami bersabar menjalani tahanan, ia mengaku akan sabar menunggu sampai proses hukuman berakhir. Keduanya terlihat saling menyampaikan pesan dan tetap dalam kebahagiaan. Sebelum berpisah pasangan muda ini duduk berdampingan makan bersama,” jelasnya. Feby menuturkan, bahwa kedua keluarga mempelai turut serta mendampingi prosesi pernikahan tersebut. Pernikahan sendiri dilakukan setelah proses makan bersama usai. Dimas mempersunting kekasihnya dihadapan penghulu dengan mas kawin uang Rp 100 ribu. “Dinikahkan petugas KUA yang mewakili orang tua mempelai perempuan di ruang K3i Polres Lamongan. Istri Dimas tampak agak sedih, namun tetap tegar ketika melepas sang suamo kembali ke sel tahanan polres,” tutur alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. Seperti diketahui Dimas dijebloskan petugas kepolisian karena kedapatan mengedarkan pil dobel L, dari tangan tersangka petugas mengamankan sebanyak 5.600 butir pil dobel L. Dimas dijebloskan ke penjara bersama 9 orang lainnya yang diduga masih satu jaringan. (al/har/mik)

musuhan dan saling membenci yang berkepanjangan. “Mari kita sambut saudara kita yang kemarin menjadi lawan tanding sekarang kan sudah selesai, maka harus ber-

sama merajut kembali untuk melaksanakan program - program pembangunan sesuai dengan visi - misi yang sudah di sampaikan demi kepentingan bersama untuk memajukan Lamongan,” tegas Fadeli. Fa d e l i m e n u t u r k a n , pertandingan sudah selesai, jangan sampai lama - lama bermusuhan. Ini adalah garis bawah dan yang dititipkan Kapolres dan Dandim. Ia juga berpesan agar yang menang jangan berlebihan dalam euphoria. Ia mengajak menjaga moral dan mununjukkan kepemimpinan. “Kabupaten Lamongan mampu menyelenggarakan pilkades massal dengan aman, damai dan kondusif. Terimakasih pada tokoh masyarakat semua yang turut serta mensukseskan pilakada massal ini,” pungkasnya. (al/har/mik)

Lamongan, Memorandum Polres Lamongan menggelar nonton bareng (nobar) film Hanya Manusia di bioskop NSC Plaza Lamongan, Kamis (7/11) siang. 750 tiket nonton gratis yang disediakan ludes dalam sekejap. Masyarakat umum mulai pelajar, mahasiswa, karyawan dan berbagai latar belakang berbondong-bondong ke lokasi ikut nonton bareng. Penonton yang hadir terlihat serius memperhatikan setiap alur cerita film yang diproduksi Divisi Humas Mabes Polri tersebut. Bahkan, tak jarang dari yang hadir terbawa suasana ikut tertawa, tegang dan menangis. Eva Kusuma, selaku penon-

ton mengaku penasaran dengan jalan cerita film tersebut. Ditambah ada tiket gratis yang disediakan pihak kepolisian, membuatnya tak ingin ketinggalan. Menurutnya, meskipun itu hanya cerita film, tetapi sudah memberikan pelajaran berharga bagaimana tindak kejahatan itu berjalan dan bagaimana cara polisi mengungkapnya. “Saya mendapatkan informasi dari akun media sosial Polres Lamongan. Kemudian saya mencari informasi di internet terkait sinopsis film tersebut. Akhirnya penasaran dan pengen nonton,” jelas mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Lamongan ini.

Sementara Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, bahwa film ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang perwira muda polisi yang dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Tetapi di sisi lain dia mempunyai keluarga yang sangat dicintainya. “Dengan adanya film ini, kami berharap masyarakat memahami, bahwa anggota kepolisian itu hanyalah manusia biasa. Dalam film ini kita juga belajar, bahwa kepentingan masyarakat luas lebih utama, ketimbang kepentingan pribadi,” terang alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. (al/har/mik)

Bojonegoro, Memorandum Berkas tersangka korupsi oknum Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk Syaikul Alim, sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro dan masuk tahap dua, Kamis (7/11). Tersangka diduga korupsi dengan merugikan negara Rp 551 juta. Kasipidsus Kejari Bojonegoro A. Fauzan mengatakan, bila korupsi yang dilakukan tersangka dari tiga komponen. Yaitu, melakukan korupsi dari Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dari DD adalah pembangunan. Setalah silakukan audit oleh dinas terkait ditemukan penyimpangan. Sementara ADD yang seharusnya sebagai operasionel tapi diambil ter-

sangka,” jelasnya, kemarin. Sementara itu PAD dari hasil sewa tanah kas desa yang seharusnya masuh menjadi keuangan desa. Tapi, juga ditilap oleh tersangka. “Sehingga ditemukan kerugian hampir Rp600 juta,” bebernya. Akibat perbuatannya itu tersangka diancama pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Ancaman itu karena tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Saat ini tersangka harus meringkuk di tahanan selama 20 hari sambil menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Pertanyakan Pokir, Sidang KUA-PPAS Alot

Rupanya, dengan biaya sebesar itu masih banyak kepala desa yang menggerutu karena ukuran baju yang tidak sesuai. Ukuran baju ada yang kebesaran dan ada yang kekecilan. Bahkan ada yang terlanjur kecewa, lalu membuat baju untuk diapakai sendiri. Salah satu kepala desa yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, jika seluruh kepala desa yang dilantik dikenakan biaya untuk baju dan prosesi pelantikan. Dengan dikoordinasi oleh camat masing-masing wilayah. “Ini baju saya buat sendiri

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Ketua DPRD Imam Sholikin dan Wakil Ketua Syukur Priyanto memimpin sidang.

Lamongan, Memorandum Pemkab Lamongan resmi melantik 369 kepala desa (kades) terpilih, Kamis (7/11). Informasinya, kades yang berhasil memenangkan pertarungan dalam pilkades serentak tahun 2019 dikenakan biaya Rp 3 juta untuk biaya pelantikan.

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Kades yang Dilantik Dipungut Biaya Rp 3 Juta

Syaikul Alim (kiri) sedang diperiksa di kejaksaan.


GRESIK-PANTURA

JUMAT PAHING, 8 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Tolak KEK, Forkot Demo JIIPE

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Ratusan massa dari Forum Kota (Forkot) melakukan aksi demonstrasi di depan kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate ( JIIPE), Kamis (7/11). Mereka menolak JIIPE dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat kepolisian. Massa aksi tiba di lokasi sekitar puluk 12.30. Mereka melakukan long march dari Desa Banyutami menuju pintu masuk kawasan JIIPE. Mobil komando memimpin di barisan paling depan. Diikuti ratusan massa yang membawa atribut bendera maupun banner. “Kami sangat menolak JIIPE dijadikan KEK. Karena hanya mementingkan keuntungan para pemodal. Sementara rakyat gresik banyak menjadi pengangguran,” kata koordinator aksi Haris Faqih, kemarin.

Massa Forkot menggelar demo di depan kawasan JIIPE.

Aksi pencurian itu terjadi pada Rabu (6/11) pagi sekitar pukul 08.40 Wib. Saat itu, kondisi rumah korban dalam keadaan kosong. Penghuninya sedang keluar. Pelaku lalu masuk rumah korban lewat pintu belakang yang tidak dikunci.   Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku menuju kamar korban sambil membawa obeng. Alat itu digunakan untuk

merusak pintu kamar. Kemudian, langsung mengambil kotak besi dalam kondisi di gembok. Di atas kotak itu terdapat kuncinya. Alhasil, uang jutaan dalam kotak itu diambilnya. Setelah berhasil mencuri uang, pelaku keluar rumah lewat jalan sebelumnya. Jejaknya terekam CCTV. Korban mengetahui itu sekitar pukul 12.10. Akibat kejadian tersebut korban lapor ke

Polsek Menganti. Setelah diselidiki, identitas pelaku berhasil dikantongi.  Sekitar pukul 17.00 sejumlah anggota mencari pelaku dan berhasil diamankan. Dia digelandang ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, sudah dua kali pelaku beraksi di rumah korban. “Sebelumnya mencuri laptop,” kata Kanit Reskrim Polsek Menganti Aiptu Agus Margono, kemarin.    Sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Di antaranya, uang tunai Rp 3,7 juta, obeng besi dan flash disk berisi rekaman CCTV.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Tekan Kecelakaan sejak Dini, Satlantas Lantik Siswa Jadi PKS Gresik, Memorandum Untuk menekan angka kecelakaan di jalan, Satlantas Polres Gresik mengajak siswa SD Muhammadiyah 1 GKB untuk menjadi pelopor keselamatan, Kamis (7/11). Para siswa dilantik menjadi polisi keamanan sekolah (PKS). Mereka bertugas mengatur lalu lintas di sekitar sekolahnya. Terutama pada saat penyeberangan siswasiswa yang akan masuk dan keluar sekolah. PKS ini dinilai mempunyai peran penting. Membantu para gurunya menciptakan keamanan dan ketertiban di internal lembaga pendidikannya. “Kami berupaya menumbuhkan kesadaran pentingnya keselamatan pada anak usia dini,” ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra melalui Kaut Bin Op Iptu Khairul Alam, kemarin. Pelantikan PKS ini dinilai sebagai pilot project keselamatan berlalu lintas. Misalnya, men-

Atlet Peraih Medali Emas Belum Terima Bonus Rp 30 Juta

erapkan aturan berlalu lintas sejak dini. Menggunakan helm SNI misalnya, bagi pengendara roda dua. Kemudian, saat menyeberang jalan harus melewati jalur zebra cross. Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 GKB Fony Libriastuti menyatakan, siswanya sangat senang. Mereka mendapatkan ilmu baru. Bertugas layaknya polisi yang menjadi pengingat tertib berlalu lintas. Disebutkan, terdapat 154 siswa yang bertugas patrol setiap hari. Mengamankan lalu lintas di sekitar sekolah. Kemudian, melakukan pengecekan kerapian, kebersihan. “Ini dibentuk untuk menjadi pembelajaran disiplin bagi dirinya dan pelajar yang lain,” ujar Fony. Ditambahkan, sebelum pelantikan PKS, sekolah dasar (SD) itu mempunyai tim pocil. Bahkan sudah mengikuti lomba polisi cilik di Polda Jatim dan mendapatkan juara dua, The Best Costume. (an/har/mik)

“Uang itu sudah digunakan Rp 100 ribu untuk beli makan,” ujar Agus menirukan tersangka. Karena perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 ayat (1)

ke-5 KUHP tentang pencurian. Dia terancam hukuman diatas 3 tahun penjara. Tidak ada tersangka lain dalam kasus tersebut. (an/har/mik)

Gresik, Memorandum Mal pelayanan publik (MPP) adalah terobosan terbaru pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Seperti pelayanan barang, jasa dan layanan administrasi. Tujuannya agar pelayanan masyarakat makin efisien. Di Ka b u p a t e n G re s i k , MPP bakal berkantor di belakang kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) tepatnya di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Namun, setelah gedung MPP terbangun dan selesai pada Maret 2019, gedung tersebut belum bisa beroperasi. Kepala Bagian Oraganisasi dan Tata Laksana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Misbahul Munir mengatakan, jika saat ini baru selesai melakukan penyusunan draft Peraturan Bupati (perbup) tentang MPP.  “Dalam perbup tersebut nantinya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu (DPM PTSP) menjadi leading sector-nya. Kemudian sarana dan prasananya menurutnya sudah siap,” jelasnya, Kamis (7/11). Dalam draft tersebut juga membahas jumlah pelayanan

dari MPP nanti. Tercatat ada 15 instansi yang bakal memberikan pelayanan. “Dari 15 Instansi kurang lebih ada 100 pelayanan yang tersedia di sana (MPP,red),” tambahnya. Contoh pelayanan di kota atau kabupaten lain di dalam MPP di antaranya PLN seperti, pemasangan listrik baru, merubah daya dan pemasangan listrik sementara. Selain itu masyarakat dapat melakukan pendaftaran BPJS Kesehatan hingga mutasi data diri dan layanan informasi dan pengaduan. BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja juga tersedia di MPP. Serta beberapa jumlah pelayanan lainnya. “Namun untuk MPP di Gresik ini masih menunggu persetujuan dari Bapak Bupati. Karena darft barus selesai disusun,” terangnya. Sekadar diketahui, MPP di DKI Jakarta memberikan 340 layanan, di Kabupaten Banyuwangi memberikan 199 layanan dan di Bekasi 97 layanan.  Kemudian MPP Banyumas 103 jenis layanan. Bogor 145 layanan bekerja sama dengan 14 instansi. (dri/har/mik)

Antisipasi Permainan Harga, Polres Tuban Pantau Pasar

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ HARDY

Gresik, Memorandum Atlet peraih medali perwakilan Kabupaten Gresik dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur, kecewa, Kamis (7/11). Adalah Rido Hutama Putra (15), atlet cabang olahraga (cabor) senam peraih dua medali emas dalam kejuaraan tersebut. Sejak Juli hingga sekarang, Rido mengaku belum mendapatkan bonus yang telah dijanjikan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pemkab Gresik. Bonus yang dijanjikan yakni uang pembinaan sebesar Rp 30 juta. “Kejuaraan kemarin saya memperoleh dua medali emas. Dari cabor senam kategori semua alat dan palang tunggal. Kalau palang tunggal saya memperoleh poin 925 sehingga juara pertama. Kemudian kalau semua alat seperti alat lantai 1285 poin saya, alat jamur 915, meja lompat 1185 dan palang tunggal 925 semua itu ditotal dan Alhamdulilla saya juara pertama juga,” jelas pelajar kelas X SMA 1 Kebomas, Gresik, kemarin. Meski belum menerima bonus, Rido tetap latihan senam setiap harinya. “Pagi mulai pukul 5.00 sampi 9.30 dan latihan kedua pukul 14.00-18.30,” tambahnya. Sementara Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Suwarno mengatakan, jika telah mengusulkan Rp 3,8 miliar untuk para atlet yang memperoleh medali. Selanjutnya menunggu keputusan dari bupati. “Kabupaten Gresik memperoleh 26 medali emas, 23 medali perak dan 31 medali perunggu,” jelasnya. Namun, setelah diusulkan bonus tersebut belum dapat dipastikan pemberiannya kepada atlet karena proses pengajuan baru berjalan. (dri/har/mik)

Siswadi diapit petugas di Mapolsek Menganti sambil menunjukkan barang bukti.

Mal Pelayanan Publik Gresik Tunggu Perbup sebelum Dibuka

Proses pelantikan PKS di SD Muhammadiyah 1 GKB.

Peraih dua medali emas kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur cabang olahraga senam, Rido Hutama Putra.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Perbuatan Siswadi, warga Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, tidak patut dicontoh. Pria 41 tahun ini membobol rumah tetangganya, Sumadi. Uang Rp 3,7 juta milik korban digarong. Akibat perbuatannya itu, Siswadi dijebloskan penjara.

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

SUPRIANTO tak pernah mengenal kata lelah. Ia harus pulang pergi setiap hari dari Kecamatan Sukodadi, Lamongan menuju Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Bapak dua anak ini adalah Suprianto pegawai keamanan yang kadang juga membantu tugas di panitera. Ia mengaku tetap semangat demi menjaga profesonalitas dalam bekerja. Tak hanya itu, dirinya juga menyempatkan diri untuk beternak di rumah. “Di rumah punya usaha ternak. Ternak sapi daging. Sapi jantan untuk disembelih,” beber pria kelahiran 1987 ini tersenyum. Sebagai pelayanan masyarakat, dia harus siap bekerja full time untuk menjalankan pekerjaannya di PN Bojonegoro yang sudah dijalani hampir 6 tahun ini. Dalam menjalankan hidup, ia berprinsip tolong menolon membantu dengan ikhlas kepada masyarkat yang membutuhkan. Perjuangan tak kenal lelah ia tunjukkan untuk mewujudkan keluarga yang bahagia. Sehingga sebagai anak muda, dirinya terus berjuang untuk sebuah kemajuan (top/har/mik)

Forkot. “Pada prinsipnya pimpinan perusahaan bersedia bertemu dengan forkot dan masyarakat membahas tentang KEK. Nanti kita sesuaikan waktu pimpinan dengan teman-teman forkot,” ujar Mifti. Ditambahkan, dirinya tidak bisa menyampaikan secara gambling terkait KEK itu. Sebab, itu merupakan wilayah pemerintah. Yang jelas, semua daerah ingin memiliki KEK agar investasi mudah masuk. “Kalu nanti jadi bertemu, kami akan menghadirkan orang yang kompeten membahas KEK itu,” tuturnya. Terkait tidak hadirnya pada pertemuan sebelumnya, Mifti mengaku jika undangan yang disampaikan forkot mendadak. Selain itu, topik pembahasannya belum diketahui. “Kami sempat bertanya kepada panitianya, tapi tidak ada respon,” pungkasnya. (an/har/mik)

Bobol Rumah Tetangga, Garong Uang Rp 3,7 Juta

LAKONE

Tak Kenal Lelah

Dia menjelaskan, aksi di depan JIIPE ini merupakan ketiga kalinya. Tuntutan pada aksi sebelumnya masih belum dituruti. Yaitu, merekrut tenaga kerja lokal. Karena sampai saat ini dirinya menganggap penyerapan tenaga kerja belum 100 persen. “Banyak masyarakat lokal yang pengangguran,” ungkapnya. Har is meminta untuk melakukan diskusi terbuka membahas masalah itu, (KEK, Red) dan penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan dihadiri anggota DPRD, Mahasiswa dan masyarakat. “Apa berani mereka menghadiri,” katanya. Namun, massa aksi membubarkan diri setelah ditemui oleh perwakilan dari Humas PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) JIIPE, Mifti Haris. Ada kesepakatan yang didapat. Mereka siap melakukan pertemuan terbuka dalam diskusi publik. Membahas tuntutan

Anggota Unit Reskrim Polsek Merakurak memantau harga bahan pokok di pasar.

Tuban, Memorandum Untuk memonitor harga kebutuhan bahan pokok di wilayah hukum Polres Tuban, polsek jajaran melakukan pantuan di sejumlah pasar di Kota Bumi Wali sebutan lain Tuban. Salah satunya seperti yang dilakukan Polsek Merakurak, Kamis (7/11). Dengan mendatangi pasar, anggota polisi melakukan pengecekan harga sembako di Desa Sambonggede -kecamatan Merak Merakurak, Tuban. Korps baju coklat ini melakukan tatap langsung kepa pada pedagang maupun dengan p pembeli. Kegiatan dipimpin AKP S Simon Triyono. Pemantauan harga pangan te tersebut atas perintah Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono untuk menindaklanjuti atensi dari Direskrimsus Polda

Jatim. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, menegaskan, bila tujuan melakukam pememantaun perkembangan harga pangan dan bahan pokok yang ada di wilayah Tuban adalah agar stabilitas harga terjaga maupun stok tercukupi. “Apabila hal itu dilakukan, maka ketersidaan kebutuhan pangan untuk masyarakat terpenuhi dan harga terjangkau sesusai dengan harga normal. Sehingga masyarakat tidak dirugikan “tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah. Kami tidak akan segan-segan menindak tegas bila dilapangan ditemukan penimbunan kebutuhan bahan pokok. “Akan kami lalukan penindakan tegas bila ditemukan baik menimbun sembako atau permainan harga “ucap Nanang serius. (har/mik)

Profile for MEMORANDUM

MEMORANDUM EDISI 08 NOVEMBER 2019  

MEMORANDUM EDISI 08 NOVEMBER 2019  

Profile for irfanha
Advertisement