Page 1

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang. Media merupakan suatu alat perantara menjadi suatu kebutuhan dalam menyalurkan berbagai informasi.Media merupakan bentuk jamak yang berasal dari kata medium.Jadi medium komunikasi merupakan alat perantara dalam proses komunikasi atau proses penyampaian isi pernyataan dari komunikator sampai kepada komunikasi atau proses penyampaian umpan balik(feed back) dari komunikasi sampai kepada komunikator. Media komunikasi yang dapat kita amati sehari-sehari sepertileaflet,spanduk,Baliho,billboard,poster,folder,papanpengumuman,buku,buletin,majalah,televisi, film,dan surat kabar. Media masa yang fungsinya sebagai perantara institusi ini berperan sebagai agent if change,yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Pernyataan ini adalah paradigma utama media massa.Dalam menjalankan paradugmanya media massa berperan sebagai institusi pencerahan masyarakat atau sebagai edukasi, selain itu media massa juga menjadi informasi, terakhir media massa juga sebagai sarana hiburan. Melalui media ini selain menjadi tempat menyampaikan berita juga sebagai ajang bisnis. Di antaranya terkait dunia periklanan.perikalan merupakan sebuah bisnis yang kreatif,hasil kretifitas telahdari orang-orang yang berada di media.yang kreatifitasnya tidak pernah berhenti membuat kita tercengang. Media berubah menjadi sesuatu yang relevan dalam mempromosikan suatu produk dan jasa.kekuatan yang berada di balik perubahan wajah periklanan ialah kenyataan tersembunyi bahwa apapun media saat itu,periklanan pasti berhasil.Periklanan membangun mereka dan menjual produk perusahaan yang menjadi pemimpin di setiap sektor yang mengetahuinya.Sekarang sudah lebih jelas bahwa iklan lebih dari sekedar reklame.suka atau tidak, iklan telah bermunculan dimana-mana.iklan terlihat di mana saja.mulai dari tumpukan surat dan katalog.Dengan berbagai iklan yang ditemukan di sana.Mulai dari iklan komersil sampai pada iklan layanan masyarakat. Dengan maraknya iklan yang ditemukan di setiap lini kebtuhan kita,iklan bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi iklan dapat memberikan informasi yang positif.Dilain sisi,informasi iklan juga bermuatan negatif dan bertentangan aturan baku yang telah diatur pada etika periklanan. Pada tatakrama dan tata cara periklanan indonesia,menjelaskan tiga poin yang musti di tatati oleh dunia periklanan. 1.Iklan harus jujur, bertanggung jawab dantidak bertentangan dengan huku yang berlaku. 2.Iklan tidak boleh menyinggung perasaan atau merendahkan martabat agama,tata susila, adat,budaya,suku dan golongan. 3.iklan harus di jiwai oleh persaingan yang sehat. Seperti pada iklan yang terdapat pada surat kabar riau pos yang berjudul : “PIJAT SEHAT RHENATA� “Anda ingin enjoi atau ingin bermanja-manja? Dengan dipijat body massage atau ingin yang lain temukan semuanya di sini,anda akan mendapat kepuasan dan kebugaran yang tiada duanya. Karena kami hadir lain dari yang lain di jamin anda akan lebih segar dan heppy terus.hubungi 081378xxx�


Dari segi bahasa dan kata-kata yang di gunakan sudah bertentangan dengan etika periklanan,yakni tidak jujur,dan melanggar norma tata susila,adat dan budaya bangsa. Sebagaimana terdapat pada poin satu dan dua pada tatakrama periklanan. Iklan dari segi bahasa telah mengelabui konsumennya dan memberikan keterangan yang tidak benar.Pijat sehat yang di tawarkan telah menyimpang dari tujuan yang sesungguhnya yakni memijat intuk kesehatan.Disini tersembunyi maksud mengajak masyarakat untukberbuat assusila dan tidak setia pada pasangan.sebagaimana dibuktikan oleh PANDI melalui telpon salulernya, terjadi percakapan yang mengarah untuk berbuat asusila.sementara mereka mengiklankan pijat kesehatan. Kode etik periklanan hadir guna memberikan perlindungan pada konsumen serta mencegah hal-hal yang tidak di inginkan dari produk yang diiklankan.Usaha periklanan turut menjadi andil dalam hal ini. Tata krama periklanan menjadi pedoman bagi usaha periklanan dalam memproduksi pesan iklan secara benar. Di Riau, Surat kabar Riau pos selain intens menyajikan informasi bernuansa berita juga intens menyajikan berbagai iklan. Baik iklan yang sifatnya komersil mulai dari penawaran produk maupun yang sifatnya jasa.Akan tatapi,perusahaan pers dalam openyajian iklan agar tidak melupakan 4fungsi pers itu sendiri,yakni berfungsi sebagai media informasi , fungsi sebagai pendidikan ,fungsi sebagai hiburan,fungsi sebagai control sosial,fungsi sebagai ekonomi.Dengan tujuan ingin membudayakan nilai-nilai pancasila dalam kahidupan pers nasional.Berperan serta dalam perwujudan peraturan perundang-undangan mengenai pers.Membina praktek-praktek jurnalistik sesuai dengan etika periklanan at6au undang-undang yang ada mengatur tentang periklanan. B.Alasan memilih judul. Iklan hadir dimana-mana,baik di media cetak,elektronik maupun di luar ruangan.secara terang-terangan dan gamblang iklan bebas di konsumsi olehmasyarakat luas tanpa ada batasan. Iklan mampu menghipnotis konsumennya untuk berprilaku sesuai pesan yang di sampaikan. Apabila pesan itu tanpa filter di kuatirkan akan berdampak buruk pada masyarakat selaku konsumen.karena tidak semuanya iklan jujur memberi keteraangan. Dan surat kabar riau pos yang merupakan surat kabar yang pernah menyandang prediket yang pembacanya terbesar di bagian sumatra utara,tentunya iklan yang di sajikan akan membawa pengaruh yang signifikan terhadap pembacanya, selain pertimbangan waktu,besarnya biaya,dan lokasi penelitian yang mudah dijangkau oleh penulis. C.Penegasan Istilah. Guna menghindari salah penafsiran dalam pemaknaan kata pada judul penelitian,maka penulis akan menjelaskan beberpa istilah yang terangkum dalam penelitian. 1.Iklan secara umum, iklan adalah berita pesnan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang atau jasa yang di tawarkan.Menurut Klepper (liweri 1992) iklan atau advertising berasal dari bahasa latin Advere yang berarti mengoperkan pemikiran dan gagasan kepada pihak lain.Menurut Sprigel dalam bukunya (susanto1997) iklan merupaka penyampian informasi tentang barang maupun gasan yang menggunakan media non personal yang di bayar. Menurut pendapat lain, periklanan adalah kigiatan memasok penghasilan perusahaan penerbitan pers dengan jalan menjual kolom-kolom yang ada pada surat kabar atau majalah dalam


bentuk advertasi. Sedangkan iklan merupakan sumber pendapatan sampingan bagi perusahaan penerbitan pers. 2.Iklan kesehatan Iklan kesehatan adalah iklan yang berisikan berbagai hal berkaitan dengan masalah kesehatan. Misalnya tentang pengobata alternatif obat-obatan dan peralatan yang di gunakan untuk mengobati penyakit,rumah sakit,dan segala fasilitasnya. 3.Prespektif. Menurut kamus besar bahasa indonesia komersil merupakan segala sesuatu yang bersangkutan dengan niag atau perdagangan. Semantara prespektif berarti pandangan atau sudut pandang. 4.Surat kabar surat kabar/pers berarti usaha majalah,radio,televisi dan lainnya.

pencetakan

dan

penyiaran

berita

melalui

surat

kabar,

Pengertian pers atau surat kabar,sebagaimana tertuang pada pasal 1,BAB 1,Uupers No.40 tahun 1999.berbunyi “pers adalah lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliput,mencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah,dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan,suara,gambar,suara dan gambar,serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak,media elektronik,dan segala jenis saluran yang tersedia. D.Permasalahan: 1.Identifikasi masalah (1).Analisa Iklan Komersil Kesehatan Di Surat Kabar Riau Pos Apakah iklan di surat kabar riau pos sudah sejalan dengan etika periklanan. (2).Pembatasan Masalah Sebagaimana di ketahui pembatasan masalah adalah usaha untuk menetapakan batasan-batasan dari masalah penelitian yang akan di teliti.Batasan masalah dibuat dengan tujuan agar kia dapat mengetahui faktorfaktor mana saja yang termasuk ruang lingkup penelitian.(Usman,Akbar.2006:26).Dalam hal ini penulis membuat batasan masalah dengan bertujuan untuk menspesifikasikan atau mengelompokkan arah penelitian hanya pada persoalan iklan komersil kesehatan di surat kabar riau pos berdasarkan kode etik periklanan. (3).Rumusan Masalah Agar permasalahan tidak menyimpang dari maksud semula,maka penulis merumuskan apakah surat kabar riau pos dalam menerbitkan iklan kesehatan sesuai dengan kode etik periklanan.


E.Tujuan Dan Manfaat Penelitian. 1.Tujuan penelitian. a.Memperoleh gambaran bagaimana surat kabar riau pos menerbitkan kesehatan. b.Untuk mengetahui faktor apa yang membuat surat kabar riau pos menerbitkan sejumblah iklan yang tidak sesuai dengan kode etik periklanan. 2.Manfaat Penelitian. a.Sebagai bahan kajian ilmiah yang di harapkan dapat menjadi sumbangan dalam penelitian study sosial. b.penelitian ini berguna sebagai informasi bagaimana seharusnya iklan dapat mengacu pada kode etik periklanan. c.Untuk mengetahui sejauh mana surat kabar riau pos berpegang pada kode etik periklanan. F.Kerangka Teori dan Konsep Operasional. Pada bagian ini di sajikan kerangka teoristis,yang tolak ukur dalam penelitian.kerangka menurut teori-teori dengan tujuan untuk memudahkan dan menjawab permasalahan secara teoritis. Dengan kerangka teoritis inilah konsep operasional dirumuskan, agar memudahkan dalam pelaksakan penilitian. 1. Kerangka teori Kerangka teoritis dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau batasan tentang teori-teori yang digunakan sebagai penelitian yang akan dilakukan tentang teori mengenai variable permasalahn yang akan ditiliti. a. Iklan 1) Pengertian iklan Otto kleper (1986), seorang ahli periklanan terkenal asal Amerika, merupakan orang yang berjasa besar dalam meruntut asal muasal istilah advertising, yang berasal dari bahasa latin yaitu advere yang berati mengoporkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain. Jadi pengertian seprti ini tidak ubahnya dengan pengertian komunikasi yakni mengoporkan pesan dari satu pihak kepihak lain, baik melalui lisan, media cetak, radio, televisi, komputer, media luar ruang dsb. Bebrapa pandangan mengenai pengrtian iklan telah ditulis oleh sejumlah pakar iklan. Dunn dan barban (1978) menuliskan bahwa iklan merupakan kegiatan komunikasi non versonal yang disampaikan lewat media dengan membyar ruang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang bersifat membujuk kepada konsumen oleh perusahaan, kembaga nonkomersil, maupun pribadi yang berkepentingan. Menurut kleper, (1986) iklan atau advertaising berasal dari bahasa latin advere bearti mengoporkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain. Tanpanya pegertian semacam


ini sama hal nya dengan pengertian komunikasi. Pengertia tersebut masih bermakna umum. Untuk itu pula, wright (1987) dalam bukunya� advertising� menyebutkan begitu banyak julukan diberikan kepada sebutkan iklan. Diantaranya iklan disebutkan merupakn makhluk serba adadisegal tempat, artinya iklan dapat terlihat, terdengar, tertonton dimana saja. Iklan dapat mempengaruhi sikap orang menjadi dinamis dan memiliki daya pikat meskipun iklan terkadang menjengkelkan. Wreght sebagaimana disubutkan oleh aloliliweri, menuliskan bahwa iklan juga merupakan bentuk penyampaian pesan sebagai mana kegiatan komunikasi lainya. Secara lengkap ya menuliskan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatn sangat penting sebagau alat pemasaran yang membantu menjual barang memberi layanan, serta gagasan atau ide-ide melaui saluaran dalam bentuk informasi yang persuasif. Pengertian tersebut juga sejalan dengan apa yang disamp[aikan oelh koniq, sebagaimana dituliskan oleh kellner (1990:244). Menuruk koniq iklan adalah informasi yang uptodate kepada konsumen mengenai komuditi-komoditi dan dorongan-dorongan kebutuhan tertentu yang bertujuan untuk menjaga tingkat produksi. Seorang ahli pemasaran,Kotler(1991:237) mengartikan iklan sebagai semua bentuk penyajian non personal,promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang di lakukan oleh sponsor tertentu yang di bayar. Artinya,dalam menyampaikan pesan tersebut, komunin kator memang secara khusus melakukannya dengan cara membayar kepada pemilik media atau membayari orang yang mengupayakannya. Selain perorangan,defenisi iklan juga di sampaikan oleh organsasi profesional semacam AMA (The American Marketing Association).di sebutkan oleh AMA bahwa ikaln merupakan setiap bentuk pembayaran terhadap suatu proses penyampaian dan perkenalan ide-ide,gagasan,dan layanan yang bersifat non personal atau tanggungan sponsor tertentu.(liliweri,1986:21). Di indonesia masyarakat periklanan indonesia mengartikan iklan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk atau jasa yang di sampaikan lewat suatu media dan ditujukan kepada sebagian dan seluruh masyarakat.sementara istilah periklanan di artikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi persiapan,perencanaan,pelaksanaan,dan pengawasan penyampaian iklan. Dari pengertian iklan sebagaimana tersebut di atas sekalipun di jumpai beberapa prespektif yang bebrbeda-beda namun umumnya defenisinya mempunyai kesamaan dari segi sifatnya. 2) Ciri-ciri iklan a).Adanya pesan tertentu. Tanpa pesan,iklan tidak terwujud bila dimedia cetak ia hanya ruang kosong tanpa tulisan gambar atau bentuk apapun. b).Dilakuka oleh komunikator(sponsor) pesan iklan ada kerena di buat oleh komunikator sebaliknya bila tidak ada kounikator maka tidak ada pesan iklan. c).Dilakukan dengan cara non personal. Pengertian iklan yang di berikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang di lakukan dengan cara non personal.artinya


tidak .dalm bentuk tatap muka.penyampaian pesan bisa disebut iklan bisa dilakukan melalui media. d).Disampaikan untuk khalayak tertentu. Iklan diciptakan oleh komunikator karena ingindi tujukan oleh khalayak tertentu dalam dunia periklanan,khlayak sasaran cendrung bersifat khusus.pesan yang di sampaikan tidak di tujukan untuk semua orang,melainkankelompok target audience tertentu. e).Dalam penyampaian pesan tersebut,dilakukan dengan cara membayar penyampaian pesan penyampaian pesan yang dilakukan dengan cara bukan membayar oleh kalangan pengiklan dewasa ini di anggap sebagai bukan iklan.pesan komunikasi yang di sampaikan dengan cara tidak membayar akan dimasukkan dalam kaegori kegiatan komunikasi yang lain. f).penyampaian pesan tersebut,mengharapkan dampak tertentu. Dalam sebuah visualisasi iklan,seluruh pesan dalam iklan semestinya merupakan pesan yang efektif.Artinya pesan yang mampu menggerakkan khalayak agar mereka mengikuti pesan yang efektif.artinya,pesan yang mampu menggerakkan khalayak agar mereka mengikuti pesan iklan. Dari pandangan widodo di dalam bukunya berjudul�sihir iklan� dimana kata sihir yang berasal dari bahasa arab yang artinya perbuatan aneh yang dilakukan dengan kekuatan gaib. Jadi eksistensi iklan lebih pada menyihir bukan pesona. Dan diapun mengutip istilah ajiang liem yang pada dasarnya sihir terwujud dalam tiga bentuk. a)Mengintimidasi b)Memanipulasi. c)Mendominasi. Ketiga bentuk tersebut dalam prosesnya saling keterkaitan dan sangat cocok di tunjukan ke dunia iklan.Di sini penyajian iklan juga mengandung aktifitas mengintimidasi.memanipulasidan mendominasi calon konsumennya bahkan sebagai ahli berpendapat behwa penyajian iklan dapat di gunakan untuk mengubah gaya hidup dan kebiasaan seseorang.daya mantra yang terkandung dalam sihir itulah membuat diri jita tidak berdaya. Adapun iklan dalam penerbitan pers dibagi dalam dua jenis yaitu iklan khusus. Iklan umum artinya iklan benar-benar untuk kepentingan bisnis seperti perusahaanperusahaan,lembaga-lembaga bisnis,instansi pemerintahan dan siapa sja yang ingin mempromrosikan hasilusahanya dengan sasaran untuk mencari keuntungan. Iklan khusus,artinya yang sasarannya di peruntukkan bagi kegiatan social misalnya pengumuman ,iklan keluarga, iklan layanan masyarakat,dan sebagainya.


3) Jenis-jenis iklan. Menurut Frank Jefkins,iklan terbagi atas tujuh jenis yaitu: 1) Iklan konsumen 2) Iklan bisnis ke bisnis 3) Iklan perdagangan 4) Iklan eceran 5) Iklan keuangan 6) Iklan langsung 7) Iklan lowongan kerja 4) Iklan berdasarkan isi pesan

Iklan dapat pula di kelompokkan berdasarkan bidang isi pesan yang di kandungnya.Menurut kategori ini akan banyak sekali jenis ikaln.Adapun beberapa jenis ikaln yang dilihat dari isi pesan yang dikandungnya,dapat di bedakan sebagai berikut: a.ikalan kesehatan b.ikalan kecantikan dan perawatan tubuh c.iklan pariwisata. d.ikalan hiburn. e.ikaln olahraga. f.iklan hukum. g.iklan lowongan pekerjaan. h.iklan pendidikan. 5) Iklan Kesehatan Di sini peulis hanya membahas tentang iklan kesehatan saja.maka dapat di artikan iklan kesehatan adalah iklan yang berisikan tentang berbagai hal berkait dengan masalah kesehatan.misal nya tentang pengobatan alternativ,obat-obnatan dan peralatan yang di gunkan untuk mengobati penyakit,rumah sakit dan segala fasilitasnya dan sebagainya. 6)Fungsi Iklan Iklan memiliki banyak fungsi, tergantung pada isi pesan itu sendiri.berbagai macam fungsi tersebut secara sederhana dapat di bagi dalam beberapa kelompok,yaitu iklan informasi,iklan mendidik,dan iklan parody. a.iklan informasi adalah iklan yang menitik beratkan isinya sebagai sebuah informasi untuk khalayaknya.semua iklan pada dasarnya merupakan informasi namun ada iklan yang lebih menitik beratkan pada pemberian informasi di banding fungsi-fungsi lain.misalnya iklan yang tertulis dalam kemasan obat,petunjuk aturan pakai,cara merakit televisi,iklan informasi wisata keindahan gat


b.Iklan persuasif,merupakan iklan yang dalam isi pesannya menitik beratkan pada upaya mempengaruhi khalayak untuk melakukan sesuatu sebagimana di kehendaki oleh komunikator.karena tujuan yang ingin di capai adalh mempengaruhi khalayak,maka bahsa yang di gunakan dalam hal ini di rancang sedemikian rupa yang mampu membujuk khalayak. c.Iklan mendidik di mana iklan yang di dalam isi pesannya menitik beratkan pada tujuan khalayak agar mengerti atau mempunyai pengetahuan tertentu dan mampu melakukan sesuatu.Iklan ini sering pula berisi pesan yang mendidik. d.Iklan proddy iklan ini di buat untuk keperluan hiburan semata.jadi tujuan pesan iklan iniadalah menitik beratkan pada kemampuannya untuk menghibur.biasanya dilakukan untuk memeriahkan vestival periklanan. 7)Pengaruh Iklan Dalam kehidupan kita ,ikaln telah banyak menimbulkan dampak yang sangat mendasar.Iklan telah mengepung kita dari seluruh penjuru.sepanjangwaktu,seolah kita tidak dapat bersembunyi darinya. Dewasa ini iklan telah menjadi bagian yabg tidak dapat terpisahkan dalm kehidupan manusia Iklan dimana=mana . saat bangun tidur kita sudah dengarkan iklan melaui radio.pergi kekamar mandi kita akan jumpai berbagai reklame yang menempel di aneka produk seperti pasta gigi,sabun mandi sabun cuci dll. a) Pengaruh ekonomi Iklan sebagai transaksi atau pristiwa ekonomi yang mampu mempengaruhi kehidupan ekonomi yang di lakukan oleh masyarakat.Pada sisi ini kita memandang iklan layaknya kegiatan ekonomi lainnya semacam jual beli barang.Jelasnya untuk menyampaikan pesan iklan harus membayar media yang dipilih peristiwa tersebut sudah mengindikasikan bahwa iklan merupakan kegiatan ekonomi. Benjamin Franklin merupakan salah satu dari banyak kisah sukses para pegiat iklan.dia di kenal sebagai penulis naskah iklan yang piaway,manager perusahaan periklanan yang handal,salesma,penerbit,serta sekaligus edotor surat kabar. b) Pengaruh psikologi Selain dampak ekonomi, iklan juga memunculkan dampak psikologi yang beragam.hal itu meliputi:aspek kognitif,efektif dan konatif,baik secara individu dapat menumbuhkan perhatian khalayak terhadap sesuatu secara lebih tinggi di banding yang lain.kita sering memberi perhatian yang lebih besar kepada suatu produk yang di iklankan secara gencar. Ikaln pada gilirannya ikut menentukan tingkat minat,kepercayaan,dan keyakinan kita terhadap produk dikerenakan iklan nya yang menarik,atau sebaliknya kurang tertarik bahkan kurang yakin akan kualitas produk yang tidak diiklankan.Tingkat keyakinan tersebut pada gilirannya juga ikut menjadi penentu keputusan seseorang dalam memilih produk yang hendak di beli. Pengaruh dalam aspek efektif,terlihat dalam prilaku seseorang di tengah masyarakat.karena pengaruh iklan pada akhirnya masyarakat hendak membentuk prilaku-prilaku tertentu.Antara lain merasa lebih nyaman dan percaya diri


mengenakan produk merek tertentu setelah diiklankan.sehingga membentuk prilaku tertentu.Misalnya memiliki mobil BMW,akan merasa sebagai kelas tersendiri di banding mempunyai mobil merek lain. c) Pengaruh social budaya Pengaruh psikologi secara individu yang dimunculkan oleh iklan,lambat laun akan mengkristal secara kolektif dan menjadi prilaku masyarakat secara umum.dan pada gilirannya akan membentuk sistem nilai ,gaya hidup,maupun standar budaya tertentu termasuk mempengaruhi standar moral ,etika,maupun estetika. Banyak sistem nilai baru yang lahir dan berubah karena iklan ,standar kecantikan salah satu contohnya,pada era 60-70an,perempuan cantik adlah sosok memliki tubuh kurus,dengan kulit yang hitam dan rambut yang berombak.kemudian tahun 80an standar kecantikan berubah yang di pelopori oleh iklan kecantikan.kecantikan di ubah kedalam standar baru mereka bilang cantik bila memiliki kulit halus dan lembut.

8)Kode Etik Periklanan Ahli komunikasi,ekonomi bahkan para ilmuan politik dan budaya dalam periklanan telah banyak membuktikan bahwa konsumen dapat dibujuk untuk membeli sesuatu.semuanya dilibatkan untuk mencari titik lemah konsumen. Ibarat bermain tenis,konsumen yang sendirian di hadapkan pada lawan-lawan yang menyerang sekaligus mereka kompak melawan konsumen.ini jelas tidak adil ,tidak fair.(Erna witoelar,mantan ketua yayasan lembaga konsumen). Keadaan yang tidak berimbang ini telah mengakibatkan timbulnya kesadaran di kalangan konsumen bahwa mereka perlu bersatu menentang tindakan semena-mena dari produsen dan pemasang iklan.Gerakan ini di sebut konsumerisme yakni garakan yang terkoordinasi antara masyarakat dan pemerintah untuk membela kepentingan konsumen. Dalam hal ini tahun 1981 pemerintah indonesia melalui departemaen penerangan telah berhasil menyusun kode etik yang diberi nama�TATA KRAMA DAN TATA CARA PRIKLANAN INDONESIA�. Kode etik ini merupakan tuntutan bagi terbinanynya suatu dunia periklanan yang tertib,sehat,dan bertanggung jawab.kode etik tersebut juga merupakan landasan untukmasyarakat dan berfungsi mengatur kehidupan periklanan yang dilaksanakan oleh masyarakat periklanan indonesia.kode etik tersebut yang dijabarkan dalam bentuk tata krama periklanan sebagaimana seperti yang terlampir. 2.Konsep Operasional Untuk memudahkan peneliti melakukan pengamatan dalam memahami penelitian penggunaan kode etik periklanan,maka berdasarkan latar belakang dan kerangka teori di atas maka penulis membuat konsep operasional sebagai tolak ukur dalam penulisan supaya tidak terjadi kesalah pahaman dalam melanjutkan kejenjang skripsi.


Kode etik periklanan adalah tolak ukur atau rambu-rambu bagi dunia periklanan.menyimpang dari rambu-rambu yang telah di tetapkan itulah iklan yang sering menimbulkan dampak negatifkepada konsumen yang menjadi ujung tombak mereka. Untuk mengetahui sejauh mana iklan kesehatan di surat kabar riau pos mematuhi kode etik periklanan.dapat di ketahui dengan indikator kode etik periklanan yang di jabarkan kedalam bentuk tata krama periklanan. Penerbitan iklan yang baik dapat di tukar dengan beberapa indikator yang terdapat dalam kode etik periklanan.Disini penulis hanya mengambil tiga pasal yang penulis jadikan sebagai indikator masing-masing pasal tersebut terdiri dari beberapa ayat,dan penulis juga mengambil tiga ayat pertama dari uraian pasal tersebut yang menjadi tolak ukur dalam menganalisis penelitian ini.tiga indikator tersebut yakni: 1.Iklan harus jujur,bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 1) jujur, Iklan tidak boleh menyesatkan antara lain dengan memberikan keterangn yang tidak benar ,mengelabui,dan memberikan janji yang berlebihan. 2) Bertanggung jawab, iklan tidak boleh menyalahgunakan kepercayaan dan merugikan masyarakat. 3)Tidak Bertentangan Dengan Hukum:Iklan harus mematuhi undang-undang dan peraturan pemerintah. 2.Iklan tidak boleh menyinggung perasaan dan merendahkan martabat,agama,tatasusila, Adaptasi,budaya,suku,dan golongan. 1)Tidak boleh menyinggung perasaan. a.Iklan harus berselera dan pantas. b.Iklan harus menggunakan bahasa yang baik dan istilah yang tepat. 2)Agama/kepercayaan. Iklan tidak boleh merendahkan atau mencemoohkan agama dan kepercayaan. 3)Tata susila,Adat dan Budaya. Iklan tidak boleh melanggar norma-norma tatasusila,adat,dan budaya bangsa. 3.Iklan harus dijiwai oleh asas persaingan yang sehat. 1)Penggunaan kata-kata yang berlebihan. Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata “ter�,�paling�,dan sejenisnya tanpa menjelaskan dalam bidang apa keunggulan itu.


2)Perbandingan langsung. Iklan yang baik tidak mengadakan perbandingan langsung dengan produk-produk saingan nya.apabila perbandingan semacam ini di perlukan maka dasar perbandingan harus sama dan jelas.konsumen tidak di sesatkan oleh perbandingan tersebut. 3)Merendahkan. Iklan tidak boleh secara langsung ataupun tidak langsung merendahkan produk-produk lain. H.Metode penelitian 1.lokasi penelitian Penelitian karya ilmiah ini di laksanakan di surat kabar riau pos Jl.Subrantas Km,10,5pekanbaru. 2.subjek dan objek penelitian a.subjek penelitian disini adalah managemen periklanan sebagai pengedit dan pembuat iklan di surat kabar riau pos. b.objek dalam penelitian ini adalah penggunaan kode etik periklanan dalam menerbitkan iklan kesehatan di surat kabar riau pos. 3.populasi dan Sampel a.populaso adalah jumblah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan di duga (Arikunto,2002:108).populasi dalam penelitian ini adalah iklan kesehatan di surat kabar riau pos. b.sampel sebagian atau yang mewakili yang di teliti,berdasarkan ketrbatasan waktu, tenaga dan dana maka sampel yang di ambil maka sampel yang di ambil adalah iklan kesehatan dan data.hasil interviu dari manager periklanan dan ombusmen atau orang berkaitan langsung dengan sampel peneliti di surat kabar riau pos. 4.Tehnik Pengambilan Data a.Interview kepada manager periklanan atau kepada orang yang berkaitan dengan penelitian ini. b.Study dokumentasi yaitu dengan menghimpun dokumen-dokumen pada surat kabar riau pos yang berkaitan dengan penelitian.teknik ini untuk menganalisis dan untuk mengetahui seberapa jauh penggunaan kode etik periklanan dalam pembuatan iklan,yang kemudian di jadikan sampel dan dokumen yang berkenaan dengan kajian penelitian ini.


Tugas metopel 2  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you