Page 1

Tugas Kelompok Sistem Ekonomi Indonesia

Dosen Pembimbing Ezy Niranda, M. I. Kom

Investasi

OLEH : KELOMPOK 4 Hafzotillah Kurniati Miza Ade Yani M. Damra Oktavif Rozalia Ulfatun Hasanah Mendofa

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2012


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam upaya menumbuhkan perekonomian, setiap negara senantiasa berusaha menciptakan iklim usaha yang dapat menggairahkan investasi. Pada umumnya yang dijadikan sasaran bukan hanya masyarakat atau kalangan usaha swasta dalam negeri, tetapi juga dari kalangan dunia usaha dari luar negeri. Pertumbuhan iklim investasi di indonesia mengalami eningkatan semenjak di berlakukannya Undang-Undang Nomor 1/1967 tentang penanaman modal asing. Walaupun sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang PMA dan PMDN yang cukup refserentif namun pada tahun-tahun terjadi penurunan investasi, hal ini di sebabkan oleh faktor keamanan dan kepastian hukum di samping faktor ekonomi itu sendiri. Kecendrungan untuk melakukan investasi tidak terbatas pada kalangan masyarakat dan usaha swasta, tetapi juga investasi yang dilakukan oleh pemerintah yang berupa infrastruktur yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Dengan kecendrungan makin meningkatnya investasi dari tahun ke tahun maka sektor industri juga terus tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan investasi. 2.1 Rumusan masalah Adapun masalah yang kami dapat kami simpulkan dari makalh kelompok kami sebagai berikut : 1. Pengertian investasi 2. Permasalahan dalam investasi itu sendiri 3. Perkembangan investasi di indonesia


BAB II ISI 2.1 Pengertian investasi 2.2 Permasalahan dalam investasi Perkembangan investasi di indonesia mengalami fluktasi dari waktu ke waktu mulai dari zaman ke zaman, yang disebabkan oleh dua faktor lingkungan. Kedua faktor lingkungan tersebuta adalah faktor internal dan eksternal. Dalam lingkungan internal belum mampu menciptakan iklim investasi yang sehat sehingga daya tariknya lemah. Sedangkan untuk menarik investai asing dihadapkan pada persaingan global yang semkin ketat. Faktor internal yang menghambat investasi sebagai berikut : Pertama: Prosedur panjang dan berbelit. Berdasarkan telaah bank dunia ( 2003 ) terhadap peraturan perundangan yang ada, di butuhkan 11 prosedur pokok untuk memulai usaha di indonesia dan memerlukan waktu selama 168 hari. Hal ini mengakibatkan biaya ekonomi tinggi, menghambat peluang usaha baik untuk kepentingan perusahaan maupun kepentingan nasional seperti penciptaan lapangan kerja bagi penduduk indonesia. Kedua : Tumpang tindihnya kebijakan pusat dan daerah dibidang investasi, serta kebijakan antara sektor, belum mantapnya pelaksanaan program desentralisasi mengakibatkan kesimpang siuran kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah dalm kebijkan inveatasi. Kesemua hal ini menyebabkantidak adanya kejelasan kebijakan investasi nasional sehingga menurunkan minat masyarakat untuk berinvestasi. Ketiga : Kurangnya kepastian hukum, yaitu dengan berlarutnya perumusan RUU penanaman modal dan lemahnya penegakan hukum yang terkait dengan kinerja pengadilan investasi. Keempat : kurang kondusifnya pasar tenaga kerja, terdapat dua permasalahn dalam ketenaga kerjaan yang mempengaruhi minat investasi ‘ kecendrungan peningkatan upah minimum yang tinggi dan biaya-biaya non UMP’ ‘ ketidak pastian hubungan industrial antara perusahaan dan tenaga kerja. Kedua hal tersebut mengakibatan biaya yang berkaitan denga tenaga kerja menjadi tinggi dan sulit untuk di perkirakan. Kelima : Gangguan keamanan di daerah, meskipun sejak tahun 2001 keamanan secara nasional relatif membaik namun kegiatan investasi masih sangat sensitif terhadap kemaanan di daerah. Keenam : Kurangnya insentif investasi, meskipun tinggkat pajak progresif yang di perkirakan relatif sama dengan negara lain, sistem perpajakan kita tidak memberikan kebebasan perpajakan.


Sedangkan faktor eksternal yang menghambat investasi di indonesia adalah ketidakpastian ekonomi global. Kecendrungan menurunnya arus masuk penanaman modal asing adalah dengan meningkatnya ketidakpastian global yang mempengaruhi rasa aman dalam kegiatan penanaman modal di indonesia. Adanya perubahan sistem ekonomi di negara-negara tertentu. Menurunnya arus masuk penanaman modal asing tersebut dikarenakan sebagian besar masuk ke negara-negara tertentu saja seperti RRCdan vietnam yang telah mulai membuka diri untuk investasi dari luar. RRcC dan Vietnam menjadi jembatan bagi PMA yang mengalir ke kawasan asia yang di dukung pertumbuhan pasar dalam negeri yang tinggi, biaya produksi yang murah, serta ketersedian tenaga kerja yang memadai. Faktor-faktor penghambat investasi tersebut di atas perlu di atasi secepat mungkin. Langkah awal untuk meningkatkan iklim investasi di indonesia sebagian tercantum dalam inpres nomor 5/2003 tentang paket kebijakan ekonomi menjelang dan sesudah berakhirnya program kerjasama dengan IMF. Penyederhanaan proses perizinan yang dilakasanakan satu atap dan pemberian kepastian hukum sebagai payung iklim investasi dengan mengusulkan RUU penanaman modal ke DPR secepatnya. 2.3 Perkembangan investasi di indonesia Sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi di indonesia yang lamban dan kondisi keuangan pemerintah yang masih memperhatinkan, maka untuk mempercepat perekonomian indonesia investasi swwsta sangatlah penting. Namun demikian akhir-akhir ini daya tarik investasi dalam negeri masih lemah sehingga penanaman modal asing mengalami penurunan yan tajam. Hal ini di sebabkan oleh buruknya iklim investasi di indonesia, seperti faktor ketidakstabilannya sistem politik dan gangguan keamanan, hukum dan sebagainya. Di samping itu upaya untuk menarik investasi di hadapkan lingkungan eksternal yang semakin ketat meskipun perekonomian dunia pada tahun 2002 mengalami pertumbuhan namun modal asing terus menurun. Arus modal asing yang cendrung menurun tersebut mengalir ke negaranegara tertentu seperti negara RRC dan Vietnam. Dari gambaran tersebut maka tantangan eksternal untuk mendorong investasi tahun 2004 sekarang dan tahun-tahun mendatang akan semakin berat dengan kecendrunagn global.


BAB III PENUTUP 3.1.Kesimpulan Kebijakan investasi juga perlu di arahkan untuk mendorong kemampuan ekspor nasional agar meningakatnya investai tidak saja di gerakakna oleh permintaan dalm negeri, tetapi juga dimamfaatkan peluang-peluang ekspor. Upaya tersebut perlu di lakukan dengan mengembangkan zona ekonomi yang khusus memberikan insentif yang tepat sasaran dalam rangka pengembangan wilayah strategis dan mempercepat pertumbuhan. 3.2. Kritik danSaran Untuk pembaca yang sewaktu-waktu menemui kekurangan dari makalah kami ini harap memberikan kritik dan saran yang bisa membangun makalah kami ini ke depan karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan. kami

Daftar pustaka Subandi, Sistem ekonomi Indonesia;2005; alfabeta ; Jakarta

Makalah kelompok 4