Page 1


wonosobo Paper

Salam Redaksi

Profesi Zaenal Penemu Kalkulator Tangan 4 Kreatif Yohana Wiera Batik Kembang Keli /2012 Ngejreng 6 Photography Teknik Memotret Model (M.Faies) Bisnis Power Of Giving (Yoyok Sancoyo)

8

10

Software Antisipasi Hacker Facebook (Tyovan Ari Widagdo)

11

Hardware Cerdas Memilih Laptop (Alvlas Solecham)

12

Kisah Setia Dampingi ODHA (Jaelan)

13

Travelling Menikmati Jeram Serayu

19

Cerpen Orang Ketiga

21

Genap lima tahun sudah Portal e-wonosobo.com menjamu para pembaca dengan beragam informasi tentang kota pegunungan. Sejak mula, portal ini didisain untuk menyuguhkan beragam informasi tentang Wonosobo, lebih dalam, sebagai media informasi warga sekaligus perekat komunikasi antar warga. Kini, memasuki tahun 2012, e-wonosobo.com tidak hanya terbit dalam berita online harian. Namun menerbitkan versi majalah Wonosobo paper. Alasan memilih format ini untuk menampung lebih luas. Sebelumnya melalui versi online sajian informasi didominasi berita pendek (spot news). Versi Wonosobo paper hadir dengan suguhan lebih menarik. Sebab,tata wajah digarap lebih serius dan cantik sehingga enak dibaca. Tidak hanya itu, isi liputan akan mengupas lebih dalam tentang isu lokal Wonosobo yang mengemuka selama satu pekan. Sisi lain, Wonosobo paper mengupas tentang perkembangan kesehatan, pendidikan, bisnis, informasi tehnologi, sastra, mooda, serta menyuguhkan informasi orang-orang asal Wonosobo yang mempunyai geliat inspiratif. Menariknya lagi, disain Wonosobo paper dengan tata wajah majalah akan lebih memudahkan pembaca menikmati semua isi seperti membaca e-book. Hanya cukup mengunduh secara gratis, pembaca bisa membaca lebih nikmat dan leluasa karena bisa dibaca secara offline. Akhirnya, selamat membaca sukses memasuki Tahun Naga Air.Salam. Alay Asmarasufi

Pimpinan Umum Alay Asmarasufi Tyovan Ari Widagdo Pimpinan Redaksi Alay Asmarasufi Redaktur Pelaksana Abdul Hanan Lutvie Noviantoro Tata Wajah Zen Ahmad Faishal Azmi A Periklanan Dyo Hendro Kumoro Redaksi Wonosobo Paper Kantor Jalan Sabuk Alu 121 B Wonosobo Email : redaksi@e-wonosobo.com Disain Pra Cetak Percetakan Merdeka. Jalan Pakuwojo No 12 Wonosobo Telp. 0286-325341 Email : intimerdeka@gmail.com

13 Penderita HIV/ Aids di Wonosobo Terus Bertambah Jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Wonosobo terus bertambah. Hingga tahun 2012 tercatat 75 orang positif penyakit yang mengancam kematian ini. Parahnya lima di antaranya merupakan anak balita

Edisi Perdana Februari 2012

1


wonosobo Paper

Profesi

Awalnya Hanya 30 Siswa, Sekarang Punya Puluhan Cabang Kesibukan sebagai anggota KPU Kabupaten Wonosobo, tidak membatasi Zaenal Ahmad untuk mengembangkan metode pendidikan. Bahkan diamdiam dia merupakan penemu metode hitung Kalkulator tangan. Metode ini sudah dikembangkan sebelum menjadi anggota KPU. Bagaimana ceritanya? Banyak orang, setelah lulus pendidikan Perguruan Tinggi (PT) mengandalkan ijazah untuk melamar kerja. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Zaenal Ahmad. Alumni jurusan Ushuludin Perbandingan agama IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini memilih jalan lain. Setelah lulus dari pendidikan agama pada tahun 2001, Zaenal Ahmad pulang ke Wonosobo. Saat itu, dia tidak berfikir untuk melamar kerja.Sebab, untuk bidang pendidikan yang dikaji tidak banyak peluang. Situasi ini medorong Zaenal berfikir keras mencari peluang pekerjaan. Beruntung, selama di kota pelajar Jogjakarta dia banyak bergumul dengan berbagai komunitas termasuk berlatih metode hitung sempoa. “ Ya di Jogjakarta itu banyak pilihan, saat itu karena temanteman saya banyak, saya ikut kursus simpoa,”aku Zaenal Ahmad Direktur Prisma saat ditemui di kantornya di Komplek Perumahan Argopeni Indah.

Zaenal Ahmad Penemu Kalkulator Tangan

Kursus simpoa ini, rupanya menjadi jalan bagi Pria Kelahiran Wonosobo 25 Mei ini untuk mengembangkan potensinya bahkan menjadi alternatif kerja. Berbekal keterampilan simpoa, dia mencoba mengembangkan metode hitung yang lebih mudah dicerna. Metode hitung itu tanpa menggunakan peraga dan rumus yang menyulitkan. Belakangan disebut kalkulator tangan. “ Dulu saya memang kursus simpoa manik empat satu, namun dari metode ini saya kembangkan lebih sederhana dan mudah ditangkap anak-anak,” ungkap pria berusia 35 tahun ini. Bermodal metode hitung yang dinamai kalkulator tangan ini, Zaenal berkisah, belum cukup membuka jalan untuk membuktikan metode temuannya. Dia kemudian mencoba membangun kerjasama dengan sejumlah sekolah. Dari sejumlah sekolah yang dia kunjungi, kali pertama sekolah yang menerima metode hitungnya yakni SD 2 Wonosobo, yang merupakan tempat dia mengenyam pendidikan dasar. “ Saya ke sejumlah sekolah untuk menggaet kerjasama. Yang menerima pertama almamater saya waktu SD, saat itu yang ikut hanya 30 siswa,”katanya Ayah satu putra istri dari Fitriyana Masruroh ini mengatakan, pengajaran metode hitung praktis kalkulator tangan ini, awalnya hanya untuk model Edisi Perdana Februari 2012

2


wonosobo Paper

Profesi

Ayah satu putra istri dari Fitriyana Masruroh ini mengatakan, pengajaran metode hitung praktis kalkulator tangan ini, awalnya hanya untuk model penambahan dan pengurangan yang diberi lebel level satu dan dua. Berkat kerja kerasnya, dia saat ini sudah menemukan 10 level meliputi perkalian, pembagian bahkan untuk akar kuadrad. “ Penemuan metode ini bertahap, setelah level satu dan dua terus saya kembangkan, yang jelas dasar dari metode ini tidak menggunakan peraga, namun hanya jari tangan, makanya kita sebut kalkulator tangan,�ujar ayah Mazaya Haita Azzahra ini. Menurutnya, kelebihan dari metode yang dikembangkan, selain lebih irit karena tidak perlu peraga. Kemampuan siswa didik dalam menghitung lebih cepat. Selain itu, tidak ketergantungan dengan peraga, karena perangkat yang digunakan ada dalam tubuhnya. Berkat metode ini, kini Zaenal Ahmad melaui lembaga pendidikan Prisma (Prestasi Sukses Mental Aritmatika) sudah meluluskan 10 ribu lebih siswa dan membuka cabang dibeberapa Kabupaten seperti Cabang Temanggung, Banjarnegara, Purworejo, Semarang, Kebumen, Balik Papan, Surakarta, Salatiga serta beberapa lokasi lain di luar Jawa. “ Kelebihan metode ini bisa dilihat, tidak hanya kemampuan hitung anak yang maju, namun juga mental anak, karena metode yang dipakai mengasah logika otak. Bisa dilihat buktinya, anak TK sudah menguasai penambahan dan pengurangan hanya dengan 10 jari,�pungkasnya meyakinkan. (Sumali.Ibnu.Chamid )

Edisi Perdana Februari 2012

3


wonosobo Paper

Kreatif

2012 Lebih Ngejreng Pelaku industri batik di Wonosobo terus meningkatkan kreatifitas. Setelah berhasil melahirkan batik elegan dengan warna dominan pekat disertai disain purwaceng dan carica. Batik Kembang Keli karya Yohana Wiera kembali melahirkan karya lebih nyentrik dominan warna cerah dipadukan kain lurik jarik gendong.

Batik karya Yohana Wiera Atmosfir of Wonosobo

Batik karya Yohana Wiera berlebel Atmosfir of Wonosobo menyuguhkan konsep yang berbeda. Sebelumnya karya batik kembang keli dengan motif buah carica dan purwaceng sebagai ikon Wonosobo, lebih memilih pada warna-warna gelap padam. Seperti ungu, hitam, hijau tua, serta merah maroon. Namun pada permulaan tahun 2012 ini Yohana Wiera rupanya mulai melihat pasar dengan memilih warna cerah alias ngejreng. Dalam memamerkan karya awal tahun ini, dilakukan dengan cara yang cukup ekstrim. Biasanya untuk ajang fashion show dihelat di atas catwalk dengan tata cahaya dan panggung yang mewah disebuah ruangan. Namun bebeapa waktu lalu Batik karya Kembang Keli dilaunching diperankan model cantik Krelina Puspa Nugroho,Yemona Happy devita, Ratih Indrapasti, Mei Karina Putri serta Almira Ineza para model diatas Zebra cross di perempatan jalan A Yani Wonosobo. Praktis aktivitas ini membutuhkan keberanian dan keterampilan para model. Dampaknya juga efektif, para pengguna jalan sembari menunggu lampu hijau bisa menikmati batik yang dalam waktu dekat akan dipamerkan di Jogjakarta. Yohana Wiera Disainer Batik Kembang Keli menyampaikan, sejak beberapa tahun terakhir pihaknya terus memicu kreatifitas dalam melahirkan karya batik yang melekat milik Wonosobo. Sejak mula, karyanya mempertahankan motif buah carica dan purwaceng tanaman khas Dieng sebagai motif utama. Sednagkan untuk pewarnaan memilih warna tua dan

Edisi Perdana Februari 2012

4


wonosobo Paper

Kreatif

padam. “ Warna padam memang lebih kita pilih agar hasilnya lebih tampak elegan dan wibawa, selain itu melihat kondisi iklim Wonosobo yang dingin,”katanya. Namun, kata Yohana, berdasarkan survei pasar, warga Wonosobo minatnya cukup tinggi memilih warna baju yang cerah. Untuk itu, pada tahun ini Kembang keli mengeluarkan produk disain dengan dominan warna cerah dipadukan dengan motif jarik gendong lurik. Pun hasilnya tetap elegan dan menarik. “ Saya melihat orang Wonosobo banyak yang menyukai warna ngejreng,”katanya. Sedangkan untuk pemilihan motif jarik gendong lurik, Yohana bermaksud menempatkan batik sebagai karya adiluhung yang selalu cocok dipadukan dengan disain apapun termasuk jarik lurik. “ Saya juga membuat karya batik yang saya padukan dengan jeans, ternyata elegan juga. Malah dinilai lebih gaul untuk anak remaja,” pungkasnya. (ale)

Edisi Perdana Februari 2012

5


wonosobo Paper

Photography

Teknik Memotret Model Memotret model bisa dikatakan ilmu wajib dalam dunia fotografi. Karena salah satu obyek yang paling sering difoto oleh fotografer professional atau pun amatir adalah manusia. Apalagi perkembangan tekhnologi semakin pesat, ketika kita berwisata bersama keluarga, sekedar kumpul bareng teman atau merayakan kelulusan dengan cepat mengabadikan moment –moment tersebut menggunakan kamera ponsel atau DSLR. Tak hanya itu, tengoklah di dinding rumah-rumah, foto manusia paling banyak dipajang. Perkembangan dunia maya semakin pesat, kini sering kita jumpai blog pribadi yang menampilkan foto diri mereka dan itu jumlahnya sangatlah banyak. Bahkan sering kita temui orang mempunyai hobi di foto, walaupun sebenarnya bukannya hoby di foto tetapi hoby melihat foto sendiri. Pertanyaanya, segampang itukah memotret orang? jawabannya Ya. Dalam artian kita memotret asal orang tersebut keliatan wajahnya dan keliatan cantik atau ganteng (menurut dirinya sendiri). Itu sah-sah aja karena memang foto itu untuk keperluan kesenangan dirinya sendiri. Hal ini tentu berbeda untuk proyek pemotretan model. Karena harus dipersiapkan dengan matang baik Fotografer maupun model. Untuk model mungkin perlu mempersiapkan make-up, baju, acesoris, perangkat lainnya. Semakin serius sebuah pemotretan, maka semakin serius juga persiapannya. Sebuah pemotretan di studio fun akan beda persiapannya dengan pemotretan untuk keperluan advertising. Apa yang perlu dipersiapkan dan diperlukan oleh fotografer untuk memotret model? 1. Menentukan konsep Konsep sangatlah diperlukan supaya kita dalam memotret bisa sistematis dan bisa mengasilkan karya yang memuaskan konsep tersebut meliputi: lokasi pemotretan, costum beserta acesoris yang akan digunakan, make-up dan tim yang akan membantu. Lebih penting lagi, upayakan konsep kita dipahami semua orang yang terlibat di dalam pemotretan ini. 2. Peralatan Yang Disiapkan Setelah konsep jadi, kita juga harus mempersiapkan alat apa saja yang kita butuhkan. Meliputi, lensa wide gunanya untuk bermain dengan komposisi ataupun menginginkan efek yang distorsi. Lensa tele dengan bukaan lebar, fungsinya untuk membuat foto dengan obyek utama menjadi sangat menonjol. Atau lebih dikenal dengan istilah bokeh. Accesoris foto, peralatan foto lainnya yang berguna untuk menyempurnakan sebuah foto seperti: flash, tripod,monopod, reflector dan perangkat lain yang dibutuhkan.

Edisi Perdana Februari 2012

6


wonosobo Paper

Photography

Langkah lainya, Mencari model sesuai dengan konsep kita. Penting! Jangan mencari model hanya karena cantiknya saja. Alasannya, tidak semua orang cantik bisa berekspresi dengan baik, bahkan banyak juga orang yang keliatannya biasa saja justru akan kelihatan cakep ketika di foto. Itulah yang dinamakan dengan Foto Genic. Kunci lainya, Pendekatan secara personal dengan model.Langkah ini sangat diperlukan supaya dalam pemotretan model merasa nyaman untuk dipotret. Kenyamanan ini akan memudahkan model berekspresi degan lepas. Untuk memotret model apakah masih diperlukan teknis fotografi? Semua tekhnis fotografi sangatlah diperlukan. Seperti komposisi, pencahayaan, ruang tajam dan lainnya. Karena sebuah foto yang bagus atau enak dipandang mata tetap dibangun oleh unsur-unsur teori dasar fotografi. Jadi foto kita selain terang dan jelas ada unsur nilai estetisnya. Pose dan ekspresi merupakan kunci dari foto model. Memotret seorang top model dan bukan sangatlah berbeda. Seorang top model sudah bisa berpose atau berekspresi sendiri, dan fotografer tinggal mengatur komposisi dan lighting, jadi tidak perlu repot untuk mengatur pose. Tapi di sisi lain, semakin profesional model tersebut, maka budget yang kita siapkan pun semakin besar Sebaliknya kalau yang difoto model belum profesional, maka fotografer dituntut untuk menciptakan pose-pose yang menarik. Di sinilah tantangan seorang fotografer. Ketika dengan model pemula mampu m terlihat model profesional ada kepuasan tersendiri. Yang tidak boleh lupa, dalam pemotretan jangan lupa selalu memberikan pujian yang wajar. Karena pada umumnya semua manusia suka dipuji. Pujian ini bertujuan untuk menimbulkan rasa percaya diri model. Keberhasilan suatu foto, bisa dilihat dari diterimanya foto kita oleh masyarakat luas tanpa mereka harus berpikir lama untuk mengetahui maksud dari foto tersebut. Selamat Berkarya. (ale/WP)

M. Faies Fotografer Payu and design

Edisi Perdana Februari 2012

7


wonosobo Paper

Bisnis

Power Of Giving Mungkin sudah sering membaca atau mendengar tentang power of giving atau sejenisnya? Sering dikatakan bahwa jika kita mau memberikan (sedekah) maka Allah akan membalasnya 10 kali lipat. Bahkan ada yang mengatakan akan dibalas 400 kali lipat. Namun pertanyaannya adalah, apa benar begitu? Dari janji Allah itu, maka orang kebanyakan berlomba-lomba untuk memberikan sedekah dengan mengharapkan akan di balas oleh Allah. Jika dilandasi dengan pikiran seperti itu, pertanyaannya adalah, Ikhlaskah Kita Dalam Memberi? Saya rasa jawabannya Tidak! Kenapa? ya karena kita mengharap Allah akan membalasnya.

Yoyox Sancoyo Pemilik Butik Rabbani Wonosobo

Kita masih dikotori oleh bisnis secara duniawi jika masih seperti itu. Dalam bisnis duniawi, rupiah yang kita keluarkan, kita mengharapkan akan dapat memberikan kita rupiah-rupiah kelipatannya. Namun dalam hal sedekah, hal ini akan disebut sebagai amal yang baik dan akan dibalas sepuluh kalilipat seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam QS 6 (Al-an'am) ayat 160, manakala sedekah ini harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan apapun dari Allah. Pembaca saya mengalami kejadian yang membuat saya belajar mengenai Power of Giving ini. Temen saya mempunyai saudara yang cukup kaya di bidang materi. Katakan namanya Mr X. Mr X ini mempunyai usaha di bidang transportasi barang yang mempunyai sekitar 12 armada mobil angkutan barang. Awal mendirikan usahanya, dia menggunakan modal sendiri, yang berangkat dari nol. Seiring dengan semakin pesatnya bisnis yang dia jalankan, dia menggunakan uang Bank yang total pinjamannya sekitar 1 Miliar. Pinjaman yang cukup besar menurut saya, dari bunganya saja sekitar 12 juta perbulan. Pada satu waktu sepulang dari mengambil uang Bank langganannya, uang itu dirampok. Jumlahnya lumayan besar,sekitar 150 juta. Modus operandinya umum sekali, yaitu ketika mobilnya berhenti dilampu merah, ada orang naik motor boncengan dan mengatakan pada sopirnya kalau ban belakang mobil yang dinaikinya kempis. So, begitu lampu hijau, sopirnya langsung menepikan mobilnya dan mengganti mobil. Mr X ini juga ikut turun dari mobilnya, orang yang naik motor tadi, tiba-tiba saja membuka pintu mobil dari depan, dan mengambil uang 150 juta yang diletakkan di dashboard, habis itu kabur. That's it! Selang beberapa waktu, saya dengar lagi kalau salah satu armada mobil angkutan barangnya hilang saat diparkir didepan rumahnya. Dia tidak asuransikan kendaraannya karena dipikirnya hal itu percuma, lebih parahnya lagi, STNK dan surat lainnya ada di dalam mobil.

Edisi Perdana Februari 2012

8


wonosobo Paper

Bisnis

Dan belum ada waktu satu minggu ini, saya dengar lagi berita, HP anaknya Mr X ini yang berharga sekitar 5 juta dicopet di bis saat perjalanan di kota Yogyakarta. Kehilangan demi kehilangan berturut-turut dialami oleh Mr X ini. Salah satu saudara Mr X, sebut saja Mr Y, ini prihatin dan menelusuri penyebab kejadian rentetan kehilangan ini. Kesimpulan Mr Y kenapa Mr X selalu kehilangan karena MR X tidak pernah bersedekah di luar zakat. Artinya Mr X ini selalu taat bayar zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal pada bulan ramadhan, namun diluar itu tidak pernah bersedekah. Mr Y pernah menyarankan untuk mencoba bersedekah, beri makanan makanan panti asuhan, kaum miskin dsb. Namun jawaban Mr Yselalu, " Saya itu sebenarnya tidak kaya, karena yang saya putar adalah uang bank yang setiap bulan harus bayar bunga sekitar 12 juta rupiah. Kalo harus nyumbang panti asuhan, fakir miskin dan sebagainya, maka saya nanti yang akan disita oleh bank karena tidak bisa ngangsur,�katanya menirukan MR X. Pembaca, saya mau mengajak anda untuk berpikir tentang ini. Sekiranya seluruh harta anda yag dipunyai sekarang merupakan harta pinjaman, entah dari Bank dari saudara maupun dari yang lain, wajibkah anda memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan? Terus terang saya belum menemukan referensi yang tepat untuk menjawab hal ini. Namun berdasarkan logika saya, jawaban saya wajib! Mengapa? Karena pada dasarnya semua hal yang ada di dunia ini tidak ada yang menjadi milik kita secara hakiki. Semua adalah pinjaman dari Allah swt. Dalam kasus Mr X diatas, mengapa dia selalu "kehilangan", menurut saya anggapan dia salah. Walaupun yang dijalankan dalam bisnisnya adalah modal dari Bank dengan bunga sekian juta rupiah perbulan, dia mempunyai hak atas penggunaannya. Menurut asas penggunaan, dia bebas menentukan penggunaan uang yang dia peroleh, sementara konsekuensi yang timbul adalah mengacu pada jenis penggunaannya. Bersedekah, berzakat, memberi kepada yang membutuhkan, atau apapun namanya, hendaknya tetap dilakukan tanpa melihat harta kita itu pinjaman atau milik sendiri. Kalaupun takut kita tidak bisa membayar angsuran karena harta kita adalah pinjaman, maka 2.5 persen dari hasil yang diputar pun sudah cukup untuk menjaga harta kita. Bersedekah ini, wallahu'alam kalau Allah akan mengganti 10 kali lipat, namun yang pasti akan selalu menjaga harta kita agar tetap bersih, mengurangi kehilangan, dan yang lebih pasti lagi, kita bermanfaat bagi lingkungan kita.(ale/WP)

Edisi Perdana Februari 2012

9


wonosobo Paper

Software

Antisipasi Hacker Facebook

Mungkin anda sering berpikir dan menyalahkan satu media mungil bernama flashdisk.Yap, satu perangkat kecil ini sering jadi bulan-bulanan pengguna computer, bahkan ada beberapa orang yang memfatwa bahwa haram flashdisk colakcolok di computer mereka, kalau mau bertukar data ya pakai CD/DVD or kirimaja via email, bereskan ? dan computer bebas virus. Hmmm‌,tak sepenuhnya salah bahwa memang perangkat bernama flashdisk ini sering membawa banyak penyakit yang siap mengobrak-abrik computer anda, tapi jangan salah, sebetulnya banyak media selain flashdisk yang bisa dijadikan media penyebaran virus – virus nakal. Saat ini penyebaran virus sudah semakin canggih, karena virus bisa menyebar melalui website dan sosial media. Nah khusus penyebaran virus melalui sosial media, yang paling mengerikan adalah penyebaran virus melalui facebook. Facebook jadi favorit tempat penyebaran virus karena facebook memiliki basis pengguna yang sangat besar, 400 juta orang di seluruh dunia terhubung melalui situs jejaring pertemanan buatan Mark Zuckerberg ini. Ramnit adalah satu varian malware (cacing) yang sedang booming meyerang pengguna facebook di seluruh dunia.Virus ini dapat menyerang facebook melalui link yang tersebar menggunakan fasilitas apps dari facebook. Pengguna yang terinfeksi virus ini tidak akan mengalami gangguan berarti, karena virus ini memang tidak merusak system, berbeda dengan virus-virus buatan Indonesia yang ratarata kerjaanya merusak computer orang. Virus Ramnit ini dibuat untuk tujuan memata-matai dan mencuri data sensitif pengguna seperti password, data perbankan dan account kartu kredit.

Edisi Perdana Februari 2012

10


wonosobo Paper

Software

Tipe penyebaran dari virus ini melalui link yang tersebar secara otomatis kepengguna, dimana pengguna yang meng-klik link virus ini akan menyebarkan kembali kepengguna lain melalui fasilitas wall (dinding) pada facebook. Jadi, untuk mencegah virus ini menyebar, diharapkan anda tidak sembarangan meng-klik link yang di post oleh teman anda di wall facebook. Kadang memang link yang dikirim oleh teman anda itu sungguh menggoda, contoh, beberapa waktu lalu sempat menyebar link yang dimana pada link tersebut bergambar porno, nah pengguna yang penasaran pasti akan meng-klik link tersebut. Setelah di klik, otomatis account facebook anda akan menginstall satu apps dimana apps itu akan menyebarkan kembali link porno tadi keseluruh daftar teman anda di facebook. Untuk pencegahannya ada beberapa cara yaitu:

- menggunakan password yang aman, dimana password yang aman itu mengandung text, angka dan symbol. - Tidak menerima permintaan dari teman yang tidak dikenal, sebelum approve suatu request, lihatdulu di mutual friendnya. - Selanjutnya jangan mengklik link yang dikirim oleh teman ke wall kita, apalagi link tersebut mencurigakan. - Aktifkan HTTPS pada facebook untuk enkripsi data. Cara mengaktifkan fitur ini yaitu masukke menu Account Setting disebelah kanan atas, klik pilihan security, kemudian aktifkan secure browsing. - Bedakan antara password facebookdengan password di email. Nah beberapa cara diatas dapat di terapkan untukpencegahan penyebaran virus melalui facebook, selain itu juga mencegah facebook anda di hack oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. So, mulai sekarang berhati-hatilah dalam menggunakan sosial media, karena sosial media juga terkadang bisa menjadi mengerikan, berhentilah menyalahkan satu mahkluk bernama flashdisk, karena flashdisk juga tak sepenuhnya harus menanggung beban pengkambing hitaman anda. Dan yang terakhir, selalu aktifkan antivirus dikomputer anda, update antivirus jika sudah kadaluarsa. Untuk alternative anda bisa mendownload antivirus dr.Virus yang bisa anda download melalui situs www.doktervirus.net.

Penulis : Tyovan Ari Widagdo IT Consultant Web :www.tyovan.com Edisi Perdana Februari 2012

11


.COM

wonosobo

Portalnya Masyarakat Wonosobo

Kantor Jalan Sabuk Alu 121 B Wonosobo Telp. 0286-324431 Email : redaksi@e-wonosobo.com Follow me Joint us

@wonosobo e-wonosobo.com


wonosobo Paper

Hardware

Cerdas Memilih Laptop Laptop semakin mewabah, saban hari hampir selalu kita lihat dibanyak tempat, orang menenteng komputer jinjing ini. Yup, laptop memang dikemas untuk membantu kita menyelesaikan kerja lebih luwes, karena bisa ditenteng kemanamana. Lalu, bagaimana memilih laptop yang sesuai kebutuhan kita? Disini saya akan berbagi tips memilih laptop. Pertama kenali Spesifikasi, pastikan spesifikasi yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, kalau hanya untuk memasukan data office atau sekedar berinternet tidak memerlukan spesifikasi tinggi.Spesifikasi yang diperhatikan meliputi Kecepatan Processor, RAM (Random Access memory) atau kapasitas memory dan HDD : Hard Disc Drive (media penyimpanan data), semakin cepat atau semakin tinggi nilainya, sangat berpengaruh dengan kinerja laptop. Selanjutnya Battery Life juga perlu diperhatikan, mengingat kinerja laptop atau netbook diperuntukkan untuk mobile, maka pilih processor hemat daya dan batrey dengan Cell tinggi (misal 6 atau 9 cell) agar pemakaian semakin lama tanpa harus sering colok charger. Kenali Layar, disarankan untuk memilih type LED (Light Emitting Diode), selain hemat daya juga lebih jernih dan lebih tinggi ketajaman warnanya. Adapun ukuran disesuaikan dengan jenis kebutuhan. Umumnya ukuran 14.1" (inci) untuk laptop dan 10.1" (inci) untuk netbook. Langkah berikutnya, pahami beragam fasilitas yang ditawarkan, direkomendasikan untuk membeli laptop yang sudah memiliki wifi, camera, speaker stereo, dan fasilitas konektifitas sprti USB (yang terbaru USB 3.0 dengan kecepatan 10x lipat dari USB 2.0) serta HDMI untuk menampilkan Video resolusi tinggi di LCD TV eksternal yang lebih besar. Tip berikutnya, pertimbangkan Layanan Purna Jual, Jangan Membeli laptop seperti membeli kucing dalam karung. Merek bukanlah satusatunya pengukur keandalan laptop. Oleh karena itu, yang paling diperhatikan adalah laptop garansi resmi dari vendor yang menjual produk tersebut, bukan garansi toko atau distributor, serta ketersediaan service center yang memadai. Mempertimbangkan Harga sangat penting, Pilih laptop sesuai budget, karena harga mahal belum tentu bisa dapat laptop yang sesuai kebutuhan. Sebagai contoh laptop dengan 3 juta-an saja sekarag sudah berprocessor dual-core, ram 2 GB dan kapasitas hardisk 320 GB, sangat cukup untuk mengoperasikan kebutuhan kantor dan media hiburan. Pilih harga dan spesifikasi degan mencari referensi di website resmi lewat internet atau dealer resmi terdekat. Selamat jadilah pembeli cerdas.(Ale/WP) Alvlaz Solecham Direktur Auracom

Edisi Perdana Februari 2012

12


wonosobo Paper

Indept

Penderita HIV/ Aids di Wonosobo Terus Bertambah

Perempuan berkerudung berdiri. Tangannya memegang lilin, disampingnya berdiri sosok laki-laki berbadan cukup gemuk. Mereka berdiri, berderet dengan ratusan orang yang semuanya memegang lilin. Ditengah lingkaran itu, menyala lilin melambangkan pita. Sesekali perempuan itu menengok sisi kanan dan kiri, kemudian tertegun, saat ratusan orang itu menyanyikan lagu Usah Kau Lara Sendiri yang dipopulerkan Katon Bagaskara. Ya, Perempuan berkerudung itu mengaku tersentak. Saat ratusan warga Wonosobo dari beragam komunitas, malam itu berkumpul di Alun-Alun Wonosobo memperingati hari HIV/Aid. Sebab, perempuan berusia produktif itu oleh dokter telah dinyatakan positif terserang Human Immunodeficiency Virus (HIV) alias Odha. Dengan suara rendah, berusia 30 tahun itu mengaku, saat berdiri diantara lingkaran tersebut merasa tersentuh, karena selama ini, sejak dinyatakan positif HIV/ Aid seperti kehilangan harapan hidupnya. Karena keberadaan Odha kerap kali dicibir bahkan didiskriminasikan. “Saya sebelumnya ragu untuk datang ke acara ini, karena keberadaan odha selama ini seperti tidak mendapat tempat di tengah masyarakat,� akunya. Perempuan berkerudung itu ternyata tidak sendiri, Pasalnya populasi penderita HIV/Aids di Wonosobo terus meningkat. Gatot Hermawan Ketua Peringatan Hari HIV /AIDs mengatakan Jumlah penderita HIV/AIDs di Kabupaten Wonosobo per November 2011 tercatat 75 orang. Yang lebih memprihatinkan, selain tersebar di 15 Kecamatan, para penderita tersebut sebagian besar masih dalam usia produktif, yakni kisaran usia 24 sampai 29 tahun.

Edisi Perdana Februari 2012

13


wonosobo Paper

Indept

“Kenyataan ini tidak bisa diingkari, melainkan harus disikapi secara bijaksana oleh semua pihak,”katanya. Menurutnya, untuk mengurangi populasi penyebaran penyakit yang mengancam kematian ini perlu adanya perhatian lebih, terutama dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi waspada HIV AIDS ke berbagai kalangan masyarakat. “ Potensi penyebaran ini bisa kepada siapa saja terjadi. Untuk itu kepada masyarakat harus mengetahui betul bagaimana menghindari penyakit ini,”katanya.

2012 Total Penderita 75 Orang Populasi penderita HIV/ Aids di Wilayah Wonosobo terus bertambah. Hasil pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo hingga bulan ini, jumlah penderita mencapai 75 orang. Dari jumlah tersebut, para penderita tertinggi berasal dari pekerja wiraswasta. Junaedi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo membeberakan, penyebaran virus yang melemahkan kekebalan tubuh penderita ini di Wonosobo cukup cepat. Tercatat sejak 2009 jumlah penderita positif HIV/Aids sebanyak 20 kasus, kemudian pada tahun 2010 bertambah menjadi 25 kasus. Awal tahun 2011 jumlah penderita 58 kasus. “ Sampai bulan ini jumlah total penderita mencapai 75 orang dari beragam umur dan berbagai latar belakang pekerjaan,”ujarnya. Lebih lanjut Junaedi menyampaikan, dari 75 orang yang teridentifikasi diketahui 34 orang dinyatakan menderita HIV dan 39 sudah masuk kategori AIDs, terdiri dari 36 laki-laki dan 37 perempuan. Bila didasarkan pada faktor resiko diketahui ibu hamil 4 orang, pengasuh 13 orang, homoseks 4 orang dan heterosek 52 orang. Secara rinci apabila dilihat dari latar belakang pekerjaan, lanjut Junaedi, pekerjaan sektor wiraswasta menempati rangking tertinggi yaitu 16 orang, TKI 14 orang, ibu rumah tangga 12 orang, Napi 12 orang, PSK 7 orang, buruh 2 orang, karyawan 2 orang, belum bekerja 4 orang dan tidak deketahui 4 orang. “ Melihat kondisi ini maka sangat memprihatinkan, penanggulangannya harus

Edisi Perdana Februari 2012

14


wonosobo Paper

Indept

melibatkan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,”katanya. Domisili para penderita tersebut, imbuh Junaedi, yang masih di Wonosobo 21 orang, yang diluar Wonosobo 20 orang dan yang belum terlacak 3 orang. Sementara itu bila didasarkan penemuan kasus kecamatan Wonosobo menempati urutan teratas yakni 15 orang, disusul Kalikajar 13 orang, Kertek 5 orang, Kepil 5 orang dan Kecamatan lain rata-rata 1-2 orang. “ Kecamatan Wonosobo sebagai induk kota menempati posisi tertinggi asal penderita,” katanya. Sementara itu Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida menyampaikan, pembentukan Komisi Penanggulangan Aids harus memfokuskan upaya pencegahan pada penduduk usia muda, yakni antara 13 sampai 24 tahun. Dengan meningkatkan pemahaman tentang pengetahun dasar HIV/AIDs, cara penularan dan pencegahannya, prinsipprinsip non dikriminasi dan hak asasi manusia dalam kontek epidemi, serta memfokuskan intervensi pada populasi kunci yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs. “ Kelompok remaja dan pemuda menempati posisi yaang rentan. Untuk mengurangi penularan maka penting diberikan bekal tentang penyebaran HIV Aids,”katanya. Maya juga meminta agar komisi penanggulangan AIDs menginisiasi pembentukan LSM lokal peduli Aids dan meminta agar RSUD Setjonegoro mengembangkan layanan kesehatan yang terintegrasi untuk penanganan kasus HIV/AIDs,yakni pelayanan konseling dan testing (vct), diagnosa dan pengobatan infeksi menular seksual (ims), pengobatan infeksi oportunistik (io), diagnosa dini dan pengobatan hiv/aids dengan anti Identifikasi penderita ini retroval (arv).

Lima Balita Terjangkit HIV

sangat penting. Harapanya apabila semua penderita teridentifikasi maka penyebaranya bisa dibatasi

Penyebaran HIV/ Aids cukup mencengangkan, selama ini stigma HIV/ AIDs hanya menyerang orang dewasa lantaran melakukan hubungan seks bebas atau terinfeksi jarum suntik atau narkoba. Namun, di Wonosobo tercatat dari 75 penderita. Lima diantaranya ditemukan masih berusia dibawah lima tahun (balita). Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Wonosobo , Jaelan menyebutkan, pihaknya belum lama ini kembali berhasil mengidentifikasi virus

Edisi Perdana Februari 2012

15


wonosobo Paper

009 Th. 2 us as 20 K

010 Th. 2 us as 25 K

012 Th.a2nuari) (J asus 58 K 011 Th. 2 us as 58 K

Indept

HIV yang menjangkiti balita berusia 23 bulan. Penemuan itu menambah daftar balita yang terjangkit virus HIV di Wonosobo, sejak 2004 hingga Januari 2012 mencapai lima balita. Bayi malang itu diketahui terjangkit HIV pada 13 Januari lalu. Balita itu tertular virus dari ibu kandungnya yang juga positif HIV. “ Dari lima kasus yang ditemukan itu, sebagian besar karena penyebaran virus dari orang tuanya,”katanya.

Jaelan mengatakan, penularan HIV bisa terjadi saat hubungan sek, kontak darah dan penularan ibu kepada bayi. Untuk penularan dari ibu kepada bayi masih bisa ditangani dengan melakukan pengobatan sejak awal usia kandungan. Pemerintah telah menyediakan obat itu secara gratis yang bisa diambil di RSU Temanggung. Selama proses bimbingan itu semua kebutuhan obat akan dibiayai oleh pemerintah. “Kami terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada teman-teman penderita HIV agar selalu terbuka sehingga penyebaran virus bisa ditekan,” katanya. Dia menambahkan, sikap keterbukaan penderita HIV akan sangat membantu dalam proses penanganan. Sehingga beban penderita bisa terbantu sekaligus mampu menekan penyebaran ke masyarakat luas baik dalam penanggulangannya maupun pencegahannya. “ Pemantauan terus kita lakukan, kepada penderita HIV dan memberikan bimbingan agar penyebaran virus bisa terpantau,” ujarnya. Untuk itu, Jaelan meminta kepada penderita HIV untuk melakukan konsultasi secara aktif. Sehingga upaya penekanan penyebaran virus yang memtikan ini dapat ditekan. Karena sikap tertutup dari para penderita ini justru akan memicu penyebaran virus terus bertambah. Apalagi sebagian tetap melakukan hubungan seks tanpa perlindungan yang baik. “ Identifikasi penderita ini sangat penting. Harapanya apabila semua penderita teridentifikasi maka penyebaranya bisa dibatasi,” pungkasnya.

Edisi Perdana Februari 2012

16


wonosobo Paper

Indept

Jaelan Setia Mendampingi ODHA Menulis Thesis tentang penderita HIV/ Aids (odha) tidak mudah. Apalagi yang diteliti para mantan Tenaga Kerja Wanita ( TKW), selain butuh kerja keras mendapatkan identitas odha, juga harus pandai melakukan wawancara agar sumber mau membuka diri. Adalah Jaelan dengan totalitas berhasil melakukannya. Bagaimana kisahnya? Jaelan menyelesaikan pendidikan S2 di Univeritas Dipenegoro ( Undip) Semarang, selesai tahun 2010 lalu. Berkat mendapat bea siswa dari Kementrian Pendidikan Nasional. Gelar Magister yang diambil pada jurusan Promosi Kesehatan dengan kajian kesehatan reproduksi dan HIV/ Aids. Pada tugas akhir penyusunan Thesis, Pria yang intim disapa Mas Jay ini memilih judul gambaran pengalaman dan perilaku seksual berisiko mantan TKW HIV Positif. Pemilihan judul ini diakui, karena melihat banyaknya warga Wonosobo yang bekerja sebagai TKW dan sangat berisiko terhadap serangan HIV/ Aids. Kendati begitu, Jay mengaku pada pengajuan judul disertasi sempat di tolak oleh para dosennya. “ Saat saya mengajukan judul itu ditolak, dengan berbagai pertimbangan para dosen,” Aku Pria Kelahiran 17 Mei 1973 ini. Alasan para dosen menolak judul, karena para dosen menganggap TKW kemungkinannnya sangat kecil terserang HIV/AIDs. Alasanya, dari proses pemberangkatan di penampungan, hingga bekerja dalam pengawasan majikan sehingga dianggap kecil kemungkinan adanya TKW yang terserang TKW. “ Namun saat itu saya tetap bersikukuh mempertahankan judul tersebut,”ujarnya Untuk menunjukan kasus yang akan dikaji itu ada, Jay kemudian menyusun pengantar dengan cara memasukan wawancara awal dengan para sumber yakni para TKW yang terserang HIV Positif. “ Setelah saya masukan wawancara permulaan, kemudian usulan thesis saya disetujui,” katanya Lolos persetujuan dosen pembimbing, rupanya belum menjadi jalan terang. Jay masih harus meluangkan waktu serta kesabaran yang tinggi, sebab dia harus menggali nama-nama yang siap diwawancarai. Untuk menemukan data TKW yang mengidap HIV, dia harus memburu data dari beberapa PJTKI, Dinas Kesehatan serta berbagai sumber. “Di Wonosobo belum ada manajer center yang menangani secara khusus perlindungan penyakit berisiko terhadap TKW, sehingga saya menggali data dari

Edisi Perdana Februari 2012

17


wonosobo Paper

Indept

banyak sumber,”katanya. Setelah berhasil menemukan data TKW penderita HIV, lanjut dia, dalam melakukan wawancara mendalam dengan para odha (positiv HIV) serta Ohida (keluarga odha) membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab, prinsip penggalian data selain tetap harus menjaga identitas odha, juga harus mengedepankan nilai kemanusiaan dan pshikologis, dimana semua data dari sumber harus mendasarkan kepada kemauan odha dan ohida. “Pada awal wawancara, kita tidak boleh langsung menyebutkan kepada informan (odha) bahwa dia penderita HIV. Namun sebaliknya kita berusaha agar informan dengan sendirinya dengan sadar mengaku bahwa dia positif HIV,” ujarnya. Dalam melakukan penelitian, Suami dari Solikhah Wulandarai ini memilih penelitian kualitatif dengan mengambil tiga informan mantan TKW positif HIV. Kendati hanya tiga orang, penelitian membutuhkan waktu cukup lama. Karena dilakukan wawancara secara mendalam bahkan untuk menggali data membutuhkan waktu sampai 7 bulan. “ Untuk satu informan, saya melakukan wawancara minimal tujuh kali, dan untuk satu kali wawancara belum tentu mendapatkan data seperti yang kita harapkan Karena kita harus menunggu kesiapan informan,”katanya Setelah tujuh bulan menggali data, Ayah berputri tiga ini kemudian menyusunnya dalam thesis dan berhasil meraih gelar magister kesehatan. Meski begitu,tidak lantas hubungan dia dengan informan (sumber) usai. Sebaliknya setelah selesai penelitian dia merasa tanggungjawabnya tinggi dalam mendampingi kelangsungan kesehatan odha dan keluarganya. “ Sampai saat ini saya masih berkomunikasi. Karena di Wonosobo belum ada manajer untuk mengurus odha saya terus mendampingi mereka,”jelas ayah dari Lintang Madani, 12, Sekar Tantri, 8, Sotya Jauhari, 7, ini. Dalam mendampingi odha, ternyata tidak mudah. Jay yang kini bekerja sebagai staf Bidang Pencegahan dan pemberantasan penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Wonosobo ini terus melakukan pendampingan tentang perkembangan kesehatan odha sekaligus hubungannya dengan ohida agar tetap mempertahankan keluarga dengan baik sekaligus sehat. “Semua informan sudah berkeluarga, punya suami dan anak. Pendampingan tidak hanya pada odha namun juga keluarganya. Saya hampir tiap minggu berkomunkasi, termasuk menyuplai kebutuahan kondom dan periksa kesehatan odha ke rumah sakit di semarang,” jelasnya penuh semangat.

Jaelan Edisi Perdana Februari 2012

18


wonosobo Paper

Travelling

Menikmati Jeram Serayu Sungai Serayu berhulu di Tuk Bima Lukar Dieng, menawarkan pesona wisata yang atraktif. Kawasan ini menjadi jujugan bagi para petualang arung jeram domestik dan luar negeri. Letak sungai serayu membentang mengalir melintasi beberapa Kabupaten di Wilayah Jawa Tengah, diantaranya Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan berhilir di Pantai Selatan Kabupaten Cilacap. Oleh para penggemar arum jeram, Serayu diakui mempunyai bobot petualangan tinggi, sebab deras airnya berlari kencang, medan berkelok disertai gelombang air atraktif. Selain itu, di tepi kanan dan kiri dikepung pemandangan alam nan eksotis. Sehingga tak jarang wisatawan dari luar negeri utamanya eropa kerap menjajal tantangan aliran jeram serayu. Saya beberapa waktu lalu sempat menjajal tantangan serayu. Sebenarnya, pilihan melakukan rafting di sungai serayu bisa dimulai dari dua tempat, yakni di Jembatan Tunggoro Sawangan, Kecamatan Leksono serta di Kecamatan Sukoharjo Wonosobo. Bersama Tim Guide Profesional dari Wonosobo Rafting Sport (WRS) kami memilih mengarung dari Kecamatan Sukoharjo tepatnya di rumah makan Jujugan Serayu. Dari kawasan ini, arus sungai tergolong landai, sehingga tepat untuk para rafter pemula. Setelah melaju sekitar satu kilometer, tantangan arus sungai Serayu mulai bisa dirasakan, laju perahu dayung mulai kencang, bebatuan besar membuat jalur perahu semakin menyempit sehingga aliran sungai semakin kencang. Setelah melaju sekitar dua kilometer, tantangan arus jeram semakin bisa dirasakan.Perahu melaju semakin kencang disertai medan berkelok. Sebab perahu mulai memasuki diantara himpitan batu-batu. Namun tidak perlu khawatir, sebab setiap perahu didampingi oleh guide profesional dari WRS. Tentu sudah sanga mengenali medan. Setelah melintas perjalanan sekitar 5 kilometer, arus sungai semakin terasa asyik, laju perahu terasa bergoyang karena gelombang sungai bak naik kendaraan diatas jalan rolak. Oleh para pengarung jeram medan ini disebut medan “kriting�. Apa pasal? laju air bergelombang sedang dengan jarak cukup panjang mencapai sekitar 100 meter. Menariknya, pesona alamnya juga eksotis, karena lokasi ini berada diantara tebing tinggi dengan tatanan batu cadas nan elok. Perjalanan belum selesai, perahu kita masih harus melewati medan keras dan deras. Setelah keluar dari sungai yang cukup luas, kita memasuki medan sungai yang menyempit lagi, praktis arus sungai semakin kencang. Tempat ini merupakan salah satu lokasi yang banyak digemari para pengarung jeram. Selain menaikan andrenalin, medan ini sangat asyik, karena dengan cepat arus sungai bisa memutar perahu, lantas menepi, dilanjutkan istirahat minum es kelapa muda serta makanan khas Wonosobo tempe kemul. Edisi Perdana Februari 2012

19


wonosobo Paper

Travelling

Sembari mengisi perut, mata kita tetap termanjakan, di lokasi ini terdapat pemandangan alam yang menarik, deretan sawah, tanaman salak dan pohon kelapa yang hijau membentang di depan mata. Usai istirahat, saatnya melanjutkan perjalanan sekitar 5 kilometer. Sisa perjalanan terakhir ini merupakan medan paling berkesan. Serayu yang dikenal menantang benar-benar terasakan. Sebab aliran sungai kian kencang yang dikepung pualam batu batu besar di sepanjang jalan. Selain harus ekstra hati-hati, kerja kelompok penumpang perahu harus kompak. Karena apabila satu saja tidak kompak perahu bisa terbalik saat perahu melintas dicelah batu-batu besar dengan aliran sungai kencang. Setelah melintas tiga kilometer, medan menantang itu mulai terurai. Perahu memasuki sungai yang lapang dengan aliran sungai landai. Di tempat ini, ada paket game menarik. Semua penumpang berdiri diatas perahu dengan saling menggandeng tangan.Kemudian oleh guide perahu diputar. Apabila ada yang tidak seimbang, dengan cepat semua terpelanting. Kendati begitu game ini sangat mengasyikkan, karena laju sungai landai dan tidak begitu dalam. Sehingga tidak perlu takut terjatuh. Setelah melintasi jarak total sekitar 17 kilometer, perahu mulai menepi, dan perjalanan usai. Setelah menikmati perjalanan sekitar 3 jam. Saatnya menikmati makan siang dan pesona alam yang menarik di warung jujugan serayu yang berada dipinggir sungai. Oni Wiyono dari Wonosobo Rafting Sport (WBS) yang menawarkan paket wisata ini menyampaikan, bahwa Sungai serayu sangat cocok untuk wisata petualang dan wisata keluarga. Sebab, serayu menawarkan medan arus sungai yang deras juga landai. Paket wisata dibagi menjadi beberapa hal diantaranya, Paket A Harga @Rp. 300.000,-/pax Start dari Jembatan Krasak – Singomerto (27 km) Full Trip/Super Extreme selama 4 – 5 jam. Paket ini tergolong menantang, karena jarak arung panjang dengan medan penuh kelok dan kencang. “ Biasanya yang memilih paket ini yang sudah profesional,”katanya Untuk paket kedua, Start dari Jembatan Krasak – Rumah Makan Jujugan serayu jaraknya sekitar 23 km Harga yang dipasang Rp. 250 ribu per orang medan lanjunya dikenal Super Extreme selama 3 – 4 jam. Sedangkan paket ketiga Harga Rp. 200 ribu per orang, Start dari Jembatan Sawangan – Singomerto (20 km) Extreme selama 2 – 3 jam. Paket selanjutnya Harga Rp. 180 ribu per orang Start dari Rumah Makan Jujugan Serayu – Singomerto (17 km) Extreme selama 2 jam. Paket ini tergolong landai dan cocok untuk keluarga. Tak hanya itu, bagi yang ingin bermalam di tepi sungai serayu. Juga disediakan paket river camp. Paket ini menawarkan camping disungai serayu menggunakan Tenda Dum ,Sleeping Bag, Matras, makan serta mendapat hiburan musik. Tak hanya itu, bagi yang ingin berlatih keterampilan mengarung juga diberikan teknik oleh para guide profesional. Untuk paket ini per orang dipatok harga Rp 500 ribu dengan minimal peserta 30 orang. “ Kita juga menawarkan paket khusus bagi yang ingin berlatih secara khusus tentang dunia rafting,” pungkasnya. (sumber : http://sumalistory.com/)

Edisi Perdana Februari 2012

20


wonosobo Paper

Cerpen

ORANG KETIGA Abdul Arif KFC

Sudah dua tahun aku mendapati malam seperti ini. Lebih hitam dari ngarai terdalam, lebih perih dari sayatan-sayatan pedang tertajam. Malam seperti ini sanggup melumat hati menjadi terserpih-serpih. Atau memanggangnya hingga hangus dan gosong. ”Oh, sedang apa kamu di sana? Apakah dia kembali mendatangimu dan meminta haknya?” pertanyaan seperti itu berdengung di seputar kepalaku. Lalu terbayang olehku kamu tergolek tak berdaya. Menatap mata pria di hadapanmu dengan putus asa, atau malah kau tundukkan wajahmu dan menyembunyikannya di bawah bantal. Lalu adegan itu berlangsung. Lima, sepuluh hingga dua puluh menit. Aku tak mampu menggambarkan secara persis apa yang kamu rasakan. Sakit, linu, perih, atau malah tak berasa sama sekali. Yang ku tahu, setelah itu kamu pasti buru-buru mengirim permintaan maaf, kepadaku. ”Sayang…maafkan aku. Malam ini aku tak kuasa menghindarinya. Aku tak mampu menolak keinginannya. Aku merasa berdosa kepadamu. Tak mampu menjaga kehormatan dan kepercayaanmu. Sayang…maafkan aku.” Setiap membaca pesanmu seperti ada halilintar menggelegar di atas sana. Lalu seperti ada palu godam menghajar kepalaku. Juga belati yang menusuk-nusuk hatiku. Setengah tersadar, hmmm...tidak kubiarkan diriku jatuh tersungkur di tempat paling gelap. ”Inikah neraka itu?” gumamku sambil tetap membiarkan keakuanku pecah berkeping-keping. Di dasar ruangan yang gelap dan pengap itu, seolah harga diri dan kebanggaanku direnggut paksa dan diperkosa. Aku seperti telanjang, hina dan hancur. Potongan-potongan adegan itu berselang-seling dengan gambaran wajahmu bergantian melintas di atas kepalaku. Tampak di sana kau tutup mukamu dengan kedua telapak tangan yang dibanjiri air mata. Sementara mulutmu tak putus mengeluarkan suara-suara rintih memilukan. Pada detik itu, tubuhku terasa terbelah. Aku seperti mengihlaskan nyawaku terbang

Edisi Perdana Februari 2012

21


wonosobo Paper

Cerpen

meninggalkan raga yang menggelepar menahan sakit yang teramat. ”Aku tak mau purapura kuat dan tegar di hadapanmu. Aku hancur. Engkau dan suamimu telah menghancurkanku berkali-kali,” tulisku membalas pesan “halilintarmu”. Ku bayangkan dengan sisa-sisa tenaga kau balas,”Sayang…aku sudah bertahan semampuku. Sudah kujaga dengan segenap yang aku bisa. Jika malam ini hal itu kembali terjadi bukan karena aku tak berusaha menghindarinya. Lebih karena dia melampaui kekuatanku. Dan situasi ini menunggangi kelemahanku.” Sayang…aku tahu engkau kecewa, sakit dan hancur. Namun ketahuilah wahai kekasihku, aku lebih sakit, lebih kecewa dan lebih hancur.” Adakah kekecewaan yang lebih besar daripada mendapati diri kita tak mampu menjaga milik yang paling berharga? Adakah rasa sakit yang melampaui kesakitan perempuan yang diperkosa, meski oleh suaminya? Adakah kehancuran yang lebih h e b a t d a r i Sayang, kepedihan dan seseorang yang telah d i r a m p a s kehormatannya?”

kesakitan ini adalah harga yang harus kita bayar untuk cita-cita kita

Jika tadi aku menunduk, itu karena tak kuasa menahan rasa bersalah kepadamu. Jika kututup wajah ini dengan kedua tanganku itu karena tak kuasa ku tanggung rasa malu di hadapanmu. Andai rasa bersalah dan malu ini dapat kutukar dengan nyawaku, maka sertamerta rela kulepas selembar nyawa ini demi mendapat maafmu.”

O, kekasihku…padamu telah kuserahkan seluruh hatiku. Hingga relung terdalamnnya telah tergambar namamu. Engkau tidak hanya satu-satunya penghuni, namun raja di sana. Pada setiap denyut nadi kuikrarkan janji setiaku kepadamu. Pada setiap hembusan nafas kulafalkan doa agar pada sisa hidupku mendatang dapat kutempuh denganmu.” Sayang, dengan segala sisa yang kumiliki mohon terimalah aku".Demikianlah, pesanmu mengalir bagai air bah yang membanjiri mataku. Semakin kubaca, semakin tersadar aku akan besarnya cintamu. Maka dengan sisa-sisa ketegaran kutulis kalimat-kalimat yang teramat berat,”Sayang, kepedihan dan kesakitan ini adalah harga yang harus kita bayar untuk cita-cita kita. Siksaan ini adalah tangga yang harus kita lalui untuk sampai di ujung sana. Jika cintamu lebih besar dari sakitmu, maka bertahanlah. Aku di sini akan selalu begitu. Neraka ini akan kuarungi hingga kumenangkan takdirku. Semoga Tuhan bersama kita.” *Penulis merupakan mantan wartawan Radar Semarang sekarang menjabat sebagai wakil ketua DPRD Wonosobo juga menjadi Ketua HIPMI Wonosobo.

Edisi Perdana Februari 2012

22


Office : Jl.Masjid No.17 Kauman Utara, Telp.0853-17-08-1978 Website : http//www.obrolanwarungkopi.com Facebook : Obrolan Warung Kopi

Wonosobo Paper  

Majalah Wonosobo Paper Versi Web

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you