Issuu on Google+


Cadas C adas dipecundangi ki lagi polisia, kodong. Ini juga mahasiswaiyya, si preman kampus. Nda na urusi mi urusanna ri kampus. Kalau teringat lagu Slank, ‘Makan nggak makan asal ngumpul..’, buat si preman kampus, ‘kuliah nggak kuliah, asal demo’. Pesan ku buat agan-aganku (temantemanku), terutama andi’-andi’ ku yang angkatan 2012 & 2013. Masih polos ki kita dek, masih jauh perjalanan. Jammaki ikutikut tipu-tipunya senior ta’ kalau dipanaspanasi meki itu mau main hambur sama suku sebelah, sama jurusan sebelah, sama fakultas sebelah, emdedeh, jadi sampah masyarakat ji kalau begitu. Awas waspada mahasiswa dengan status preman kampus. Mereka ada di sekitar kita. Ada yang dengan sadar menjadi preman kampus, ada yang cuma ikutikutan, ada yang memang sedari awal dia masuk kampus, memang maunya mau menunjukkan eksistensinya, yang mau dibilang ‘ini mi jagonya’. Intelek itu nda diukur ji dari rewanya berkelahi sama orang. Ini mahasiswa bro, perang ide mi orang. Ini mi ini, diantara ciri-cirinya itu si preman kampus, susah diajak diskusi. Pasti ujung-ujungnya anarkis. Diantara ciri-ciri yang lain, malas kuliah, lebih suka nongkrong. Kalau nongkrong yang dibahas nda ada yang produktif. Yang

36

paling sering itu tentang cewek. Kalau bicara-bicara yang serius, paling-paling bahas tentang ketuhanan, Tuhan ada di mana, ada di mana-mana, kenapa shalat harus dengan ‘gaya-gaya begitu’, kenapa shalat subuh itu 2 rakaat, semua agama sama. Preett, pokoknya masih banyak lagi hal-hal yang selalu dibahas, yang sifatnya emang anarkis. Orangorang begini ini, mereka yang menganut paham anarki sindikalisme, paham yang pokoknya anarkis lah, heheh. Nanti mi lain kali kita bahas paham-paham yang begituan nah. Satu lagi ciri-cirinya, ini orang-orang si mahasiswa preman kampus, paling jarang kelihatan di masjid. Bisa jadi karena mereka mempertanyakan kesucian masjid, atau mungkin memang karena mereka sudah mempertanyakan kesucian agama, atau jangan-jangan memang mereka sudah tidak lagi mengakui agama. Ich, parah sekali ki orang-orang begini. Anarkis mentong. Saya nda akan buat kesimpulan, supaya pembaca ikut berpikir ki juga. Pe-Er buat para pembaca, kenapa ki bisa lahir dan eksis terus ki para mahasiswa preman kampus?? Jawab sendiri meki atau diskusikan bersama sari’battang ta (sahabat/teman-teman ta), yang ideologis ki nah. Jangan ki sotta.

,Edisi 4/Januari 2014


Cadas Cadas mulai dari terduga koruptor, tersangka koruptor, sampai terdakwa koruptor. Cabut mi saja itu foto-fotonya caleg, calege-lege ji kapang. Sukanya merayu ji, dan menggoda rakyat ji untuk dipilih. Pas terpilih mi, na lupakan meka. Heheh. Eits, kita kembali dulu ke permasalahan yang tadi. Coba mi dipasang itu foto, pasti malu-malu ki, malu sekali iya. Kalau difotonya caleg ada ditulis misalnya ‘Ini mi calon wakil ta’, tapi kalau koruptor ditulis ki ‘Ini mi koruptor ta’, penghisap uang rakyat. Baru dilempari ki dengan telur busuk, tomat busuk, mangga busuk, jambu busuk, pokoknya lempari ngaseng dengan yang busuk-busuk. Begitu juga dengan yang lain, palukka, ammuno (pembunuh), pezina, de es be. Begitu mi dulu kapang langkah praktisnya. Masalahnya juga kalau mau ditanya hukum positif hari ini, yang katanya Kasih Uang Habis Perkara, tena mi yang bikin jera.

“Sebuah revolusi selalu bermula dari kata-kata. Kata-kata yang menggerakkan sebuah bangsa.” -Fahmi Amhar-

Pembaca sekalian, mungkin ada mi diantara kita yang bertanya, ngapa nda nyambung ini judul sama yang dibahas. Tenang, itu yang di atas baru ji muqaddimah-nya (pembukaan), heheh. Sebenarnya yang mau disoroti pada tulisan kali ini, tentang aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa dalam menyikapi berbagai permasalahan yang mendera bangsa ta’. Diantara salah satu

contohnya, tentang peringatan hari anti korupsi ini. Tanggal 9 Desember 2013, hampir semua jalan-jalan protokol di kota Makassar, kota nya para daeng, lumpuh ki. Bayangkan mi saja, unjuk rasa nya yang katanya mahasiswa, bukannya mengedukasi masyarakat, atau menyuarakan aspirasi masyarakat, eh malah baku lempar ki dengan masyarakat. Coba mi itu dipikir gan, pake acara tutup jalan, bakar ban di tengah jalan, tahan kendaraannya orang. Anehnya lagi, pake nama aliansi mahasiswa, himpunan mahasiswa, ikatan mahasiswa, prett. Jammoko deh, bikin malu saja nama mahasiswa. Lebih pantas disebut preman. Pak polisi, densus 88, di mana ko? Tangkap sai ki ini si gondrong yang masih asik dengan kaluru na (rokok nya) dengan pongahnya bakar ban di tengah jalan, berkoar-koar nda di tahu apa mi na bicarakan. Yang ini mi yang cocok dibilang teroris, karena bukan lagi mengancam, bahkan mengganggu keselamatannya orang lain. Apa ji Densus ka, jagonya ji na tembaki orang yang naik motor baru pulang atau baru kodong mau ke masjid. Setelah itu jadi berita utama mi, telah ditembak satu orang terduga teroris, alach… basi. Kalau rewa ko, tembak sai ki ini mahasiswaiyya, sudah jelas-jelas mi na ganggu orang, ,Edisi 4/Januari 2014

35


Carita na Daeng Aslan

Cadas Edisi 3/Desember 2013

Daftar Isi

Mahasiswa Preman Daeng Aslan

ungkin sudah terlalu sering mi dibahas tentang mahasiswa. Di edisi sebelumya ada ji juga pembahasan tentang mahasiswa. Karena memang seru ki juga kalau mau ki di bahas tentang status yang satu ini, sebagai mahasiswa.

M

Sampe-sampe ada mi yang bilang kalau bicara tentang mahasiswa, pasti kita bicarakan tentang pemuda. Kalau bicarakan tentang pemuda, tidak lepas dari pembicaraan tentang ACO; Akademi, Cinta, dan Organisasi. Sebelum kita lanjut, ku kasih ki dulu pengantar nah, tentang salah satu kegiatan yang banyak tonji mahasiswa yang suka. Tanggal 9 Desember, hari anti korupsi sedunia, katanya begitu. Banyak sekali orang yang masih latah dalam memperingatinya. Apa ji, buat apa mi

34

juga mau diperingati, gan. Memangnya efek timbal balik buat bangsa dan negara apa ji. Hari itu ji kapang nda korupsi ki para koruptor, besok korupsi mi lagi sede’. Sebenarnya, banyak sekali yang mau dipertanyakan ini. Itu korupsi kan jenis perbuatan tercela. Kenapa nda sekalian mi diperingati ngaseng (semua) mi injo perbuatan-perbuatan tercela yang lain. Mulai dari hari anti malas, hari anti bohong, hari anti mencuri, hari anti membunuh, hari anti merampok, prett. Sebenarnya, perbuatan malas, bohong, mencuri, bahkan korupsi, itu setan yang lakukan atau manusia. Memang setan yang bujuk tapi kan eksekutornya manusia. Jadi kalau mau lebih bagus, dan lebih berani, sekalian kita bikin hari anti koruptor, hari anti pembunuh, hari anti pelacur alias PSK, alias pezina, hari anti palukka (pencuri), dll, hehehe. Bentuk peringatannya, misalnya kalau hari anti koruptor, bisa diperingati dengan cara, dipasang semua ki itu foto-fotonya

,Edisi 4/Januari 2014

Ink Side-1.....5

Ink-ternasioanal.....43

Lakon Over Acting Skandal Penyadapan

American Liberal Imperialism

Masyarakat digegerkan dengan terungkap nya kasus penyadapan yang diakukan oleh Australia dan Amerika terhadap beberapa petinggi negeri ini. Lantas apa tindakan pemerintah kita ?

Telah menjadi rahasisa umum bahwa Amerika merupakan dalang dibalik semua kekacauan dunia. Ibarat pecopet ditengah siang, ia telah tertangkap basah. Namun belum juga ada negara yang berani melawan meski hanya untuk menggertaknya.

Salam Redaksi 2

Sajak “Pertemuan Mahasiswa” 25

Editorial“ Kondomisasi, Kapitalis Untung Generasi Rusak?” 3

Tanya Jawab “Ashabiyah” 26

Ink-Side 1 “Lakon Over AcƟng Skandal Penyadapan” 5

Ink-Knight “Mahasiswa (bukan) Agent of Change” 28 Ink-Site 5 “Apa itu Khilafah” 31

Ink-Side 2 “Pekan Kondom, Buah Strategi Mesum” 8

Open Opinion 1 “Bebas nan Bablas” 34

Ink-Side 3 “Skandal Century, Kejahatan Besar Rezim SBY” 11

Open Opinion 2 “WTO, Racun Berbalut Madu” 37

Ink-Side 4 “Kiprah PoliƟk Berbuah Prahara” 14

Open Opinion 3 ”Strategi Pemuda Islam di Milenium KeƟga” 40

Ink-Side 5 “GRES,Bualan Penguasa Untuk Meraup Suara” 18

Ink-ternaƟonal “American Imperialism” 43

Ink-Side 6 “Inikah Mahasiswa Berjuluk Kampus Islami?” 22

Cadas “Paentengi Siri’nu” 46

Liberal

1


Ink-ternational Ink-ternational

Salam Redaksi

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Salam mahasiswa! Para pembaca, kawan-kawan mahasiswa sekalian. Kembali negeri ini dijejali berbagai persoalan tak berkesudahan. Menumpuk dan semakin membesar, menunggu waktu pecahnya. Tanpa ada ‘perlawanan membara’, persoalanpersoalan itu hanya menjadi koleksi masalah yang segera akan kita wariskan kepada generasi mendatang. Alhamdulillah, edisi ketiga ini kami hadir menyajikan isu penyadapan AS-AUS, Pekan kondom, kelanjutan kasus bank century, konferensi WTO, hingga kasus seksual yang akhir-akhir ini semakin menggejala. Tentu di tambah dengan beberapa isu nopember lalu yang sempat mengemuka dan menjadi konsumsi informasi kita semua. Penyadapan yang dilakukan AS-AUS terhadap indonesia kiranya bertengger di beberapa media. Namun sampai hari ini penguasa hanya berani ‘menikam’ AUS, tapi tidak berkutik di hadapan AS. Pekan kondom nasional yang di godok Menteri Kesehatan lagi-lagi menuai kontroversi. ‘Perselingkuhan’ antara menkes dengan pengusaha kondom semakin menancapkan sekularisasi dan penghancuran masa depan serta pergaulan muda-mudi. Ini senada dengan menguaknya kasus-kasus seksual ke permukaan. Belum lagi, Kelanjutan kasus Bank Century yang diduga menyeret sang raja cikeas, SBY. Beberapa waktu lalu, GRES (Gerakan Ekonomi Syariah) canangan SBY hadir juga mewarnai pemberitaan media massa. Gebrakan ini pun tak lepas dari kritik. Gerakan Ekonomi Syariah dianggap tipu daya SBY untuk kembali meraup suara. Memasuki desember, Konferensi WTO berlangsung di bali. Banyak kalangan menengarai adanya upaya pembodohan krusial bangsa indonesia yakni liberalisasi sektor pertanian. Insya Allah, hadirnya Ink Sharia di jalur literasi adalah dengan maksud melengkapi bangunan bacaan anda sekalian. Menganalisis isu dan fakta untuk benar-benar meresapi tagline kami, menjadi referensi pemikiran mahasiswa. Tersadar majalah ini masih tergolong muda, tentu saja masih banyak konstruksi yang perlu kembali di ramu guna memperindah untaian analisis kami. Baiklah sampai di sini saja. Selamat membaca!

2

mampu untuk memecah belahnya dari kelompok manapun, bahkan kelompokkelompok asing. Menurut fatwa itu, selama penguasa Saudi masih berlandaskan al-Quran dan Sunnah maka wajib ditaati dan tidak boleh melakukan demonstrasi untuk menuntut perbaikan karena bisa menimbulkan kerusuhan dan perpecahan umat. Sikap ini menurut fatwa tersebut, adalah bentuk dari ketaatan terhadap mazhab/tradisi para pendahulu/salafus sholeh dan para pengikut mereka dari dulu hingga sekarang. Fatwa ini diperkuat dengan dalil-dalil dari al-Quran dan hadits nabi seperti dikutip dalam QS. Ali-Imran ayat 103 dan 105 serta Al Ana’am ayat 159. Fatwa ini kemudian diperintahkan untuk dicetak sebanyak 1,5 juta kopi lalu disebarkan ke masjidmasjid dan masyarakat, juga disebarkan lewat media online. Media lokal juga ikut memuat untuk memperkuat dukungan terhadap penyebaran fatwa tersebut. Namun bukan berarti semua ulama di Saudi bersikap sama, ada juga yang kritis terhadap penguasa seperti syekh Dr. Salman al- Awdah. Melalui twitter beliau mengkritisi kondisi di negara Saudi yang stagnan karena kurangnya perumahan, pengangguran, kemiskinan, korupsi, buruknya sistem pendidikan dan kesehatan, buruknya nasib tahanan dan ketiadaan prospek reformasi politik. Syekh Sulaiman al-Duwaish, menggunakan youtube untuk mengkritisi pemerintah yang dianggap tidak Islami

dan korup. Namun, akhirnya ditahan oleh pemerintah pada juni 2011. Dr. Yusuf alAhmad mengunggah video ceramahnya ke youtube yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah, menuntut keadilan bagi para tahanan politik, dan mengecam penahanan massal yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para demonstran laki- laki maupun perempuan. Setelah tiga videonya diunggah ke youtube, akhirnya beliau ditahan pada tanggal 8 Juli 2011. Dampak dari fatwa-fatwa yang dibuat oleh ulama tersebut mendeligitimasi segala demonstrasi yang dibuat oleh masyarakat Saudi dan memberikan legitimasi kepada pemerintah untuk bertindak sesukanya dalam mengendalikan suasana, baik secara represi, penahanan ataupun pembunuhan. Laporan Komisi HAM Islam (Commission of Islamic Human Right) pada tahun 2011, menuliskan sekitar 5.000 tambahan tahanan politik di penjara-penjara Saudi yang dikutip dari data pemerintah. Sementara itu yang tercatat oleh para pengacara/pakar hukum dan aktifis HAM sekitar 7.000 orang tahanan politik yang tentunya menambah jumlah tahanan menjadi sekitar 30.000 orang di negara tersebut. Adapun yang tewas karena ditembak oleh pihak keamanan sejak tahun 2011 hingga 2012 sebanyak 22 orang, mayoritasnya adalah anak-anak muda dibawah usia 20 tahun. Mayoritas ditembak pada saat aksi-aksi protes sedang berlangsung.[]

,Edisi 4/Januari 2014

33


Ink-ternational Ink-ternational yang memiliki hasrat besar untuk terjadinya reformasi sosial dan politik di Arab Saudi. Hal ini didorong oleh tingginya tingkat pengangguran yang berusia muda di negara tersebut, yakni sekitar 25 %. Ketiga, minoritas Syiah yang mendominasi provinsi di wilayah barat daya Saudi. Kelompok Syiah di negara Saudi masih mengalami diskriminasi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah. Mereka masih diperlakukan sebagai warga kelas dua dalam hal mendapatkan pekerjaan, kebebasan membangun masjid Syiah serta pusat-pusat keagamaan, dan mereka juga meminta perhatian pemerintah untuk mendukung pembangunan di wilayah mereka kaum Syiah. Pemerintah Saudi “Menyuap” Rakyat Khawatir dengan potensi pembangkangan yang lebih besar, pemerintah Saudi membuat beberapa kebijakan untuk menghentikan pelbagai aksi dan mengembalikan stabilititas, diantaranya: pertama, tindakan brutal terhadap para demonstran yang menyebabkan adanya yang ditembak mati sedangkan ribuan lainnya ditahan atau disiksa. Kedua, pemerintah menambah bantuan bagi masyarakat Saudi dengan mengucurkan dana sekitar 130 miliar dollar dalam lima tahun untuk program peningkatan gaji pegawai dan pekerja, penambahan unit-unit perumahan murah, penambahan pegawai, pemberian gaji bagi pengangguran sekitar 260 dollar perbulan, dan pembukaan lapangan

32

kerja di bidang keamanan dan militer. Terakhir, Pemerintah menjanjikan kepada perempuan kebebasan untuk ikut dalam pemilu. Merespon ancaman dari para demonstran minoritas Syiah yang menempati wilayah kaya minyak sebelah timur Kerajaan Saudi, pemerintah Saudi melakukan represi terhadap para demonstran dengan menangkapi dan menyiksa para demonstran serta menyebarkan opini anti Syiah di masyarakat Sunni Saudi. Pemerintah menyerukan dan memperingatkan kepada warga Saudi bahwa orang-orang yang berdemonstrasi itu kebanyakan adalan orang Syiah Iraq dan Iran yang anti Sunni yang bertujuan untuk mendestabilisasi perekonomian di Saudi. Politik Fatwa Para Ulama Satu yang penting dalam menghentikan laju opini pembangkangan di Saudi adalah fatwa dewan ulama senior (Hai`ah kibaril ulama). Saat gencarnya seruanseruan untuk melakukan demonstrasi di Saudi pada tahun 2011, dewan ulama senior mengeluarkan fatwa yang menentang pelbagai protes masyarakat. Isi fatwa tersebut menyatakan dukungan terhadap keamanan dan stabilitas di dalam kerajaan Arab Saudi yang merupakan kepimpinan sah, diakui dalam Islam dan telah diridhoi oleh Allah Swt karena keteguhan penguasa untuk menjaga Islam dan dua kota suci. Oleh karena itu, tidak ada yang

,Edisi 4/Januari 2014

Editorial Kondomisasi,

Kapitalis Untung, Generasi Rusak!

K

ebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) sungguh mengejutkan. Bagaimana tidak? Menkes barubaru ini mewacanakan membagikan kondom untuk remaja secara gratis bersama KPAN & DKT dari tanggal 1-7 Desember 2013 dalam rangka menekan angka kehamilan tak diinginkan atau menekan angka aborsi yang terus meningkat. Menkes mendorong penggunaan kondom untuk kelompok seks beresiko, tak terkecuali remaja yang terlibat perilaku seks beresiko. Parahnya kebijakan ini didukung oleh MPR. Jelas kebijakan ini menuai prokontra di tengah masyarakat. Alih-alih menekan angka aborsi dan kehamilan tak diinginkan, kebijakan ini justru semakin menyuburkan pergaulan bebas di kalangan remaja maupun mahasiswa. Pembagian kondom secara gratis menunjukkan pelegalan seks bebas oleh Negara. Data BKKBN tahun 2011 hingga tahun 2012 menunjukkan setiap tahunnya sekitar 600.000 remaja putri kehilangan

keperawanannya. Pembagian kondom ini seolah-olah menyiratkan bahwa “tak masalah melakukan seks bebas asalkan menggunakan kondom yang bisa mencegah kehamilan”. Fenomena seks bebas di kalangan kawula muda ibarat gunung es, Fakta yang nampak belum seberapa jika dibandingkan dengan fakta yang sebenarnya. Sebenarnya banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menuntaskan masalah seks bebas ini, tapi justru kebijakannya malah kotradiktif. Angka freesex semakin meningkat dan tidak pernah tuntas sampai ke akarakarnya. Program KRR yang digulirkan ke sekolah-sekolah sejatinya malah menginspirasi para remaja untuk melakukan seks bebas. Membuka lebarlebar jalur seks bebas. Mereka merasa penasaran dengan organ reproduksi dan sebagainya sehingga mencoba untuk mempraktikkannya dengan dalih “cinta dan kebebasan”. Terlebih saat Menkes mempropagandakan hal itu,

3


Ink-ternational

Editorial

tak bisa dipungkiri angka freesex akan bertambah lagi. Bisa dibayangkan saat remaja menerima kondom itu, kemudian terdorong untuk menggunakannya dengan dalih pemanfaatan. Kondomisasi ini tak lain hanya berpihak dan menguntungkan para kapitalis (pemilik modal) tanpa menghiraukan kemuliaan perempuan, atau dapat dikatakan bahwa kondom adalah alat pemancing penjualan kaum perempuan secara legal. Tak hanya kaum perempuan, tetapi juga seluruh kawula muda akan terjerembab dalam dunia seks bebas yang akan berujung pada rusaknya masa depan generasi bangsa. Kampanye dari kondomisasi ini adalah ingin mengurangi tingkat HIV/ AIDS, dimana hari HIV/AIDS jatuh pada tanggal 1 desember 2013. Padahal seluruh dunia juga tahu bahwa awal munculnya penyakit ini adalah seks bebas. Bagaimana mungkin mengurangi HIV/AIDS sementara solusi yang diberikan adalah kondomisasi yang notabene justru menyuburkan seks bebas tersebut? Sungguh, solusi yang diberikan pemerintah sangat kontradiktif. Sejatinya, solusi kondomisasi ini hanyalah menjadikan keuntungan bagi para pemilik modal (kapitalis), dalam hal ini adalah Negara. Diawali dengan pembagian kondom secara gratis sebagai

4

kampanye, yang akhirnya berujung pada meningkatnya penggunaan alat ini dikalangan remaja maupun mahasiswa. Sehingga akan meningkatkan pula produksi alat ini yang akan membawa keuntungan besar. Walhasil, kondomisasi hanyalah menguntungkan para kapitalis, tetapi merusak masa depan generasi bangsa! []

Redaksi,

inkCrew Pelindung : Allah SWT Pemimpin redaksi : Indrawirawan Redaksi : Harly Yudha Priono, Jayadi, Sulerski Monoarfa, Abdul Aslan, Hasbi Aswar, Adi Wijaya, Kusanadi Ar-Razi, Ridha Zinnirah, Zahra Qonita, Risma Desmita Tata letak : Mu’min Nursalim Fotografer : M.Nurfalah Pracetak : Rustam Efendi, Itonroy

Arab Spring di Kerajaan Saudi Hasbi Aswar

S

elama revolusi timur tengah sejak tahun 2011, wilayah yang agak sunyi dari gosip pergolakan adalah negara-negara monarki di arab, salah satunya Arab Saudi. Padahal sebenarnya negara ini juga terjadi pergolakan walaupun tidak seheboh tetanggatetangganya yang lain. Geliat revolusi di Saudi mulai muncul pada bulan Februari 2011. Berawal dari para aktifis Arab Saudi yang membuat beberapa petisi/tuntutan reformasi yang ditujukan kepada pemerintah untuk melakukan reformasi nasional, reformasi konstitusional, dialog nasional, pengadaan pemilu dan memberikan hak partisipasi politik bagi wanita. Petisi itu juga mengeritik birokrasi pemerintah yang tidak efisien, fanatisme beragama, dan kesenjangan sosial antara negara dan rakyat. Juga, memperingatkan pemerintah bahwa jika kondisi buruk terus berlanjut maka akan tercipta malapetaka dan konsekuensi yang buruk bagi negara Saudi. Petisi tersebut ditandantangani oleh lebih ribuan orang. Diantara mereka ada aktifis, akademisi, pebisnis dan ulama.

Salah seorang ulama terkenal yang ikut menandatangani adalah Syekh Dr. Salman al-Awdah. Kemudian setelah itu, menyusul seruanseruan untuk melakukan demonstrasi secara massif melalui media-media online, blog, facebook, twitter dan youtube. Para aktifis tersebut menyeru untuk melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 11 Maret 2011. Namun pada tanggal 11 Maret hanya ratusan demonstran yang turun ke jalan. Demonstrasi paling ramai terjadi hanya di wilayah timur Arab Saudi yang dihuni oleh kelompok Syiah. Terdapat tiga problem utama di Saudi yang bisa menjadi ancaman terhadap stabilitas dalam negeri Arab Saudi. Pertama, persoalan status wanita di Arab Saudi yang berbeda dengan pria. Perempuan masih mengalami diskriminasi secara hukum dan sering menjadi subjek kekerasan dan penderitaan dalam rumah tangga. Begitupun juga perempuan tidak diberikan kebebasan dalam berpolitik. Kedua, besarnya jumlah anak-anak muda yang berumur sekitar 25 tahun

,Edisi 4/Januari 2014

31


Open O pen O Opinion pinion subur di negeri kita memancing remaja untuk memanjakan syahwatnya, baik di lapak kaki lima maupun dunia maya. Zoy Amirin, pakar psikologi seksual dari Universitas Indonesia, mengutip Sexual Behavior Survey 2011, menunjukkan 64 persen anak muda di kota-kota besar Indonesia ‘belajar’ seks melalui film porno atau DVD bajakan. Akibatnya, 39 persen responden ABG usia 15-19 tahun sudah pernah berhubungan seksual, sisanya 61 persen berusia 20-25 tahun. Survei yang didukung pabrik kondom Fiesta itu mewawancarai 663 responden berusia 15-25 tahun tentang perilaku seksnya di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali pada bulan Mei 2011. Gerakan moral Jangan Bugil di Depan Kamera (JBDK) mencatat adanya peningkatan secara signifikan peredaran video porno yang dibuat oleh anakanak dan remaja di Indonesia. Jika pada tahun 2007 tercatat ada 500 jenis video porno asli produksi dalam negeri, maka pada pertengahan 2010 jumlah tersebut melonjak menjadi 800 jenis. Fakta paling memprihatinkan dari fenomena di atas adalah kenyataan bahwa sekitar 90 persen dari video tersebut, pemerannya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ini sesuai dengan data penelitan yang dilakukan oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Okezone.com, 28/3/2012). Islam ketika diterapkan niscaya mampu membangun generasi yang bersih dan berkepribadian Islam, jauh dari seks bebas. Hal mendasar yang diwajibkan Islam

30

dalam hal ini adalah kewajiban Negara, orang tua, dan seluruh kaum muslim membina serta menanamkan ketakwaan pada diri kaum muslim termasuk remaja. Dalam hal ini Islam dengan tegas menyatakan bahwa zina sebagai dosa besar (lihat QS.Al-Isra’[17]:32). Penyelamatan remaja tidak akan berjalan bila Negara tidak mengambil peran, karena peran Negara amat besar dalam menjaga moral masyarakat. Negara juga harus menegakkan hukum agar nilainila akhlak masyarakat terjaga. Karena itu, hukum-hukum Islam yang terkait dengan tindakan pidana asusila, wajib di laksanakan. Bagi pezina yang belum menikah seperti remaja, wajib diberikan sanksi 100 kali cambuk dan pengasingan selama setahun bila dianggap perlu (Lihat QS. An-Nur [24]: 2). Inilah hukum islam yang berlaku bagi mereka. fungsinya sebagai pencegah dari kejahatan (zawajir) juga sebagai penebus dosa di akhirat (jawabir). Telah Nampak kerusakan pada para remaja akibat sekularisme dan demokrasi. Kebebasan yang di usung telah menghancurkan masa depan generasi muda umat. Masa depan umat pun terancam karenanya. Olehnya itu, sekularisme demokrasi dan liberalisme harus segera di campakkan. Sebagai gantinya, sistem Islam dengan hukumhukum syariahnya harus segera diterapkan di bawah naungan sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Sekaranglah saatnya kita wujudkan perubahan itu. ALLAHUAKBAR..!! Wallahu a’lam.[]

,Edisi 4/Januari 2014

Ink-Side Lakon Over Acting Skandal Penyadapan Indrawirawan

D

alam percaturan dunia internasional adalah hal yang lumrah melakukan aksi penyadapan atau spionase. Spionase bahkan menjadi salah satu taktik perang yang tak boleh dilewatkan. Melakukan penyadapan atau tindakan mematai-matai adalah bentuk aktivitas mengukur kekuatan musuh. Sebuah taktik perang yang pernah digariskan oleh Sun Tzu. Selain dari mengenal diri dan mengenal medan, mengenal musuh pun dianjurkan. Tetapi, menjadi sangat janggal jika yang dimata-matai atau disadap adalah kawan sendiri, negara sahabat. Penyadapan menjadi ‘tidak sedap’ karena yang disadap bukan siapasiapa, menyadap negara tetangga yang disatukan dalam perjanjian bilateral. Begitulah nasib yang terjadi dengan Indonesia, salah satu negara dari sekian banyak negara yang ditelanjangi oleh Amerika dan Australia. Edward Snowden membeberkan keterlibatan AS dalam menyadap demikian banyak negara, termasuk kepala pemerintahan, tidak peduli lawan ataupun negara sahabat. Selain Amerika, negeri kanguru Australia pun turut serta menyadap Presiden SBY. Bukan hanya SBY tapi juga Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres, Menko Perekonomian, Dubes RI

untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, mantan Menkeu RI yang kini menjabat Direktur Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, dan mantan Menpora Andi Mallarangeng turut disadap. Aksi penyadapan yang dilakukan oleh pihak Australia kepada para pejabat bangsa Indonesia membuka mata publik bahwa hubungan ‘persahabatan’ yang dilakukan oleh kedua belah pihak tidak selamanya berlangsung tulus, mulus dan lurus. Ini juga membuka tabir bahwa mereka (Amerika Serikat-Australia) memang tidak percaya sepenuhnya kepada bangsa Indonesia. Lebih lanjut, aksi ini bias mengindikasikan fakta lain bahwa penyadapan dilakukan oleh sepihak ini semata dilakukan untuk menjaga kepentingan mereka terhadap Indonesia. Seperti kegunaan spion dalam kendaraan. Melalui tindakan penyadapan (spionase), pihak asing dapat menerka apa yang sedang dipikirkan, direncanakan atau yang akan dilakukan oleh para pejabat. Sehingga dengan mudah mereka bisa membuat rencana tandingan, atau membuat langkah antisipatif untuk membatalkan atau memengaruhi setiap keputusan yang bakal diambil oleh

5


Open Opinion

Ink-Side pemerintah. Spionase AS dan Australia di Indonesia Terkuaknya skandal penyadapan komunikasi oleh badan intelijen Amerika Serikat terus meluas. Bukan hanya negaranegara sekutu di Eropa yang menjadi sasaran, melainkan juga beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Australia, salah satu sekutu dekat AS, turut menyadap Indonesia. Laporan terbaru yang diturunkan laman harian Sydney Morning Herald pada Kamis (31/10) dini hari waktu setempat, atau Rabu malam WIB, menyebutkan, kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta turut menjadi lokasi penyadapan sinyal elektronik. Surat kabar tersebut mengutip dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang dimuat di majalah Jerman, Der Spiegel. Dokumen itu dilaporkan jelas-jelas menyebut Direktorat Sinyal Pertahanan Australia (DSD) mengoperasikan fasilitas program STATEROOM. STATEROOM adalah nama sandi program penyadapan sinyal radio, telekomunikasi, dan lalu lintas internet yang digelar AS dan para mitranya yang tergabung dalam jaringan ”Lima Mata”, yakni Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Dugaan penyadapan terhadap Indonesia yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) bukanlah hal yang baru, karena sudah menjadi kenyataan empiris semenjak masuknya CIA dalam operasi menumbangkan presiden Soekarno dan menjadikan rezim Orde Baru (Orba) sebagai perpanjang tanganannya di Indonesia.

6

Dalam kasus penyadapan yang dilakukan oleh Australia, sepantasnya kita bertanyatanya. “Mengapa kemarahan Indonesia lebih besar kepada Australia dibandingkan kepada Amerika?” Padahal, kedua negara ini punya kepentingan yang sama di Indonesia. Lagian, Amerika dan Australia adalah sekutu. Kalau mau marah ‘jangan pilih-pilih’. ‘Marahi’ dalang sesungguhnya aksi penyadapan di dunia internasional, Amerika Serikat. Maka, sikap SBY yang tak berani bersikap kepada AS, dan hanya marah besar kepada Australia itu pun mengundang tanda tanya, kenapa SBY sedemikian takut kepada AS? Ini seolah-olah seperti ada anak nakal yang mengguping pembicaraan orang lain atas suruhan ayahnya. Ketika orang itu mengetahui pembicaraannya dikuping si anak, dia hanya berani marah kepada anak itu. Padahal, dia tahu anak itu disuruh oleh ayahnya (politik.kompasiana.com, 11/21). “Sepengetahuan saya yang memberikan order kepada Australia itu Amerika. Jadi menurut saya salah alamat kalau kita protes, atau minta pertanggungjawab atau minta maaf Australia. Jadi mestinya ke sana (Amerika) alamatnya bukan ke Kedutaan Australia atau pemerintah Australia,” ujar mantan wakil ketua BAKIN Soeripto di Gedung KPK, BIN di era orde baru (voa-Islam, 11/20). Selain itu, Presiden SBY alumnus AKABRI ini dipastikan akan ciut nyalinya untuk protes ke ‘tuannya’ Amerika Serikat. SBY tidak akan berani menyatakan protes keras kepada AS maupun Australia. Coba kita kembali mengingat pidato SBY pada

Krisis Moral remaja Wahyuni Usman

M

asih Hangat dalam ingatan kita, terungkapnya kasus video asusila pelajar sebuah SMP Negeri di Jakarta, oktober lalu. Tentu ini menghadirkan keprihatinan. Bagaimana bisa pelajar yang masih usia remaja melakukan tindakan asusila di hadapan kawan-kawannya, dan bukan hanya sekali? Selain menyaksikan perbuatan mesum itu, sebagian dari pelajar itu juga merekamnya. Pertengahan tahun ini, masyarakat juga dibuat terkejut dengan kasus pelajar SMP di Surabaya yang menjadi mucikari untuk teman-temannya sendiri. Pelaku, menawarkan siswi-siswi yang merupakan teman sekolahnya kepada lelaki hidung belang untuk menjadi PSK. Geliat dunia remaja kian banyak menyita perhatian media. Sayangnya, kabar dari dunia remaja yang mengisi headline media massa justru di dominasi oleh berita miring dan negatif. Kasus kenakalan remaja yang mengarah pada kriminalitas remaja dengan berbagai bentuknya, tak henti-hentinya menjadi trending topik, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sudah separah itukah kondisi remaja saat ini?

Kenakalan Remaja Kian Merajalela. Naiknya grafik jumlah kenakalan/ kriminalitas remaja setiap tahun

menunjukkan permasalahan remaja yang cukup kompleks. Ini tidak hanya diakibatkan oleh satu perilaku menyimpang, tetapi akibat berbagai bentuk pelanggaran terhadap aturan agama, norma masyarakat atau tata tertib sekolah yang dilakukan remaja. Berikut beberapa bentuk kenakalan remaja yang sejatinya mengarah pada kejahatan/kriminalitas remaja, yang sering mendominasi pemberitaan media massa: 1. Penyalahgunaan narkoba Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja makin menggila. Penelitian yang pernah di lakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan bahwa 50 – 60 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Total seluruh pengguna narkoba berdasarkan penelitian yang dilakukan BNN dan UI adalah sebanyak 3,8 sampai 4,2 juta. Di antara jumlah itu, 48% di antaranya adalah pecandu dan sisanya sekadar coba-coba dan pemakai. Demikian seperti disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto Rabu (6/6/2012). 2. Akses media porno Dan seks bebas Pornografi dan pornoaksi yang tumbuh ,Edisi 4/Januari 2014

29


Ink-Side

kepribadian Islam (syakhshiyyah Islamiyyah) yang dimiliki seorang muslim berarti cara dia berfikir, bersikap, dan berbuat yang dilakukan sesuai dengan Islam kul tugas dan tanggung jawab menghadapi segala tantangan kehidupan di abad mendatang. Strategi yang perlu dicanangkan oleh para pemuda muslim adalah sebagai berikut: 1. Membentuk aliansi pemuda Islam Internasional sehingga potensi umat di berbagai negeri muslim dapat dijalin dan disatukan. Dan kesatuan pemuda Islam yang dibangun di atas asas persaudaraan seiman (QS. Al-Hujurat 10) akan lebih efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan umat, baik intern maupun ekstern. 2. Bergabung dengan klub-klub dakwah yang berdiri atas dasar perintah Allah (QS. Ali Imran 104) dan berjuang untuk menghidup-hidupkan kembali Islam dalam realitas kehidupan kaum muslimin dan membekali umat Islam dengan pengetahuan tentang mabda’ (aqidah dan hukum-hukum) Islam yang cukup untuk membentengi diri dari berbagai serangan

28

pemikiran dan kebudayaan Barat yang kafir dan keji, bahkan mempersiapkan umat untuk mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad fi sabilillah. 3. Setiap pemuda Islam selain menguasai ilmu (tsaqafah) Islam, hendaknya mereka memiliki wawasan yang cukup tentang perkembangan sains dan teknologi, serta membekali diri dengan ketrampilan yang mengarah kepada penguasaan teknologi. Sebab strategi pasar bebas AS yang diglobalsasikan ke seluruh dunia, termasuk dunia Islam, pada hakikatnya adalah dominasi dan eksploitasi bangsabangsa Barat yang maju atas bangsabangsa yang terbelakang dalam bidang sains dan teknologi. Sistem hak paten dan sertifikasi mutu merupakan dua faktor yang menjadi alat bagi mereka untuk memaksakan penggunaan produk teknologi mereka secara dominatif dan eksploitatif. Jelas, milenium ketiga adalah masa-masa yang lebih sulit bagi kaum muslimin. Gejolak moneter dan resesi ekonomi yang mulai terasa dampaknya beberapa bulan terakhir ini telah membayangkan kepada kita masa-masa yang penuh keprihatinan. Hanya dengan pasrah diri (tawakkal) kepada Allah dan kerja keraslah yang bakal memberi harapan kepada pemuda Islam dapat menyelesaikan seluruh tantangan umat yang begitu berat. []

,Edisi 4/Januari 2014

tahun 2004 setelah 2 jam pelantikan dirinya sebagai presiden dia berkata dlm bahasa Inggris yang kira-kira menyatakan Indonesia is my first Country, and USA is my second country. Pemerintah Lengah dan Over Acting Jika memang pemerintah Indonesia serius dalam mengurus negaranya. Kemudian menyandarkan bahwa kepemimpinan adalah untuk mengurusi urusan ummat maka seyogyanya pemerintah tidak lengah seraya bertekuk lutut di atas para kafir penjajah. Selain itu, pemerintah juga terkesan tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya terkait wikileaks yang sempat menghebohkan publik Indonesia beberapa medio lalu. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan memulangkan duta besarnya dari Australia dan berbagai pernyataan kecaman yang dilakukan oleh pejabat negeri ini pun tidak membawa apa-apa. Kecaman tinggal kecaman sedangkan pusat spionase ‘musuhmusuh’ mereka tetap dipelihara, gedung kedubes Amerika dan Australia. Tengok saja misalnya, keberadaan kantor kedutaan besar AS. Jika ditarik lurus ke istana negara, jaraknya hanya sekitar 500 meter. Selain menjadi pusat perkantoran bagi duta-duta besar, fungsi gedung kedutaan besar dalam suatu negara biasanya berfungsi ganda. Salah satu yang strategis adalah sebagai tempat pengumpul informasi melalui aksi spionase dan intelijen. Bahkan fungsi yang terakhir adalah fungsi utama. Sejumlah kawat diplomatik yang dibongkar oleh wikileaks

berisi tentang berbagai informasi tentang negara tuan rumah termasuk kawat diplomatik dari kedubes dan konsul AS di Indonesia hanya menegaskan berjalannya fungsi itu. Karena itu, kedubes AS sebenarnya juga menjadi “markas” intelijen AS di setiap negara tuan rumah. Kita pun mesti berkaca kembali melihat lebih dalam. Apa maksud tersirat dari dibangunnya kompleks gedung kedubes AS di Jakarta, pembangunannya direncanakan menghabiskan dana USD 450 juta (sekitar Rp 4,2 triliun). Gedung utamanya nantinya akan memiliki luas 36.000 meter persegi atau 3,6 ha. Bangunan sebesar itu tentu bisa menampung ribuan personel. Dengan ukuran sebesar itu, nanti kedubes AS di Jakarta akan menjadi kedubes AS terbesar ketiga di dunia setelah kedubes AS di Irak dan Pakistan. Aksi penyadapan yang dilakukan oleh negara penganut, pengembang, dan ‘pendakwah’ demokrasi hanyalah bualan saja. Demokrasi yang sejatinya digadanggadang menjaga privasi, malah menjilat ludahnya sendiri dengan melanggar privasi suatu negara dengan melakukan aksi penyadapan. Kita tunggu saja lakon apa lagi yang akan ditunjukkan pemerintah kita terkait ‘pelanggaran’ bigboss mereka. Lakon ini memang terlalu rumit untuk di pahami. Terlebih jika media telah mengekspos aksi ‘over acting’ pemerintah. Berbalut ‘politik pencitraan’ publik dimainkan. Namun, rehatkan diri sejenak bertanya “Negara jongos mana yang berani dengan tuannya?” []

7


Open O pen O Opinion pinion

Ink-Side

Pekan Kondom, Buah Strategi Mesum Risma Desmita

S

ebagaimana yang telah dilansir oleh beberapa media, Pemerintah melalui KPAN menyelenggarakan program PKN (Pekan Kondom Nasional) pada tanggal 1 - 7 Desember 2013. Program ini merupakan “ritual” tahunan yang dilaksanakan oleh Kemenkes dan bertujuan menekan penyebaran virus HIV/AIDS yang ide dasarnya adalah menghindari seks beresiko.

kampanye dan membagikan kondom gratis, menampakkan gambar yang tidak senonoh, bahkan terkesan mengundang masyarakat untuk melakukan seks. Bagaimanapun juga, fakta yang disediakan kepada masyarakat membuat orang-orang yang mau berpikir kembali mengkaji kesesuaian antara harapan yang disebutkan oleh kemenkes dengan metode yang digunakan.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bersama perusahaan swasta DKT menjadi pelopor diselenggarakannya program ini. DKT sendiri melaksanakan kampanye kondomisasi sejak tahun 2007.

Disebabkan oleh besarnya protes masyarakat utamanya kaum Muslim, akhirnya KPAN menghentikan salah satu bagian dari program PKN ini yaitu menghentikan kampanye melalui bus merah bergambar duta kondom nasional.

Respon masyarakat terhadap PKN Adanya PKN ini telah menuai gelombang reaksi dari berbagai ormas Islam dan kaum Muslim. Sebelum program ini dimulai. Berbagai kelompok telah melayangkan protes. Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Syafiq Mughni menyampaikan bahwa bus yang pada rencana awalnya akan digunakan untuk

8

HIV/AIDS telah menjadi satu genosida yang tak terelakkan oleh negara-negara maju dan berkembang. Berbagai upaya yang dilakukan tidak memberikan hasil bagi penekanan angka HIV/AIDS sebagaimana yang sudah menjadi harapan bersama. Efektifitas solusi kondomisasi dan Pekan

Syaikh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab As Syakhshiyyah al Islamiyyah Juz I/5 mengatakan bahwa kepribadian (syakhshiyyah) seseorang itu tersusun dari cara berfikir (aqliyyah) orang itu dan cara dia bersikap serta berbuat (nafsiyyah). Sehingga kepribadian Islam (syakhshiyyah Islamiyyah) yang dimiliki seorang muslim berarti cara dia berfikir, bersikap, dan berbuat yang dilakukan sesuai dengan Islam. Untuk itu, pertama kali yang harus dibentuk dalam diri seorang muslim adalah aqidah Islamiyyah yang benar. Lalu aqidah itu ia jadikan sebagai landasan berfikirnya dan sebagai pengarah tingkah lakunya. Cara berfikir Islami (Aqliyyah Islamiyyah) yang dimiliki seorang muslim akan membuatnya selalu meningkatkan kemampuannya dalam berfikir. Ia akan gemar memikirkan alam semesta yang ada di sekitarnya sehingga dia semakin memahami kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, Al Khaliq yang telah menciptakan semua itu termasuk dirinya. Allah SWT telah mendorong hal itu dalam firmanNya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi , silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya (kering) dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis

hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda (kekuasaan dan keesaan Allah) bagi yang memikirkannya” (QS. Al-Baqarah 164). Dia tidak pernah berkhayal, namun berfikir secara sempurna. Dia berfikir sebagaimana Rasulullah saw. mengajar kaum muslimin berfikir. Tatkala orangorang Arab berilusi menghubungkan gerhana dengan kematian putranya yang bernama Ibrahim, beliau saw. bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua benda yang merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Keduanya tak mengalami gerhana lantaran hidup dan matinya seseorang” Dia akan banyak membaca dan mentadabbur-i Al-Qur’an, juga hadits-hadits Rasulullah saw. Dia yakin keduanya merupakan wahyu yang merupakan kekayaan pemikiran yang paling tinggi, yang menjadi petunjuk hidup dan pemecah problematika kehidupan. Allah SWT. berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yunus: 57) Dengan bekal kepribadian yang unggul itulah pemuda Islam akan mampu memi ,Edisi 4/Januari 2014

27


Open O pen O Opinion pinion

Ink-Side

ada yang masih muda belia seperti Ali bin Abi Thalib r.a. (8 th.), Zubair bin al Awwam r.a. (8 th.), Thalhah bin Ubaidillah (11 th.), Al Arqam bin Abil Arqam r.a. (12 th.), dan Ibnu Mas’ud r.a. (14 th.). Umar bin Abdul Aziz r.a., seorang khalifah dari Bani Umayyah yang dijuluki khulafaur rasyidin yang kelima, diangkat menjadi khalifah pada tahun 99H dalam usia 36 tahun. Sedangkan Khalifah Harun ar Rasyid r.a. dari Bani Abbasiyyah yang sangat terkenal memimpin umat Islam di zaman keemasan dan puncak kejayaan Islam yang kedua itu menempati jabatan khalifah dalam usia 22 tahun. Beliau memerintah selama 23 tahun dan wafat pada tahun 193H (As Suyuthi, Tariikhul Khulafa. hal 274). Jadi pemuda sangat berperan dalam perjuangan memajukan Islam. Bahkan di masa-masa keruntuhan Islam, ambruknya kekhilafahan Islam yang berpusat di Turki pada tahun 1924 ternyata juga lantaran kiprah para pemuda yang terpukau oleh revolusi bangsa-bangsa Eropa yang tergabung dalam gerakan Turki Muda yang antara lain dipimpin oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, Musthafa Kamal (At Taturk). Kini 73 tahun setelah runtuhnya istem Islam yang memayungi kaum muslimin di seluruh dunia, kebangkitan kaum muslimin untuk merebut kemulian dan kejayaannya kembali telah mulai menampak. Indikasinya adalah kecenderungan

26

mempelajari Islam dan hidup sesuai dengan Islam yang menggejala dan begitu menguat di sekolah-sekolah, perguruanperguruan tinggi, pabrik-pabrik, maupun prkantoran, baik negeri maupun swasta, yang dalam dekade terakhir dari milenium kedua ini semakin marak. Oleh karena itu, menapaki penghujung abad ini, para pemuda sudah selayaknya mempersiapkan diri dalam rangka memasuki abad 21 sebagai awal milenium ketiga dengan segala tantangannya. Bekal apa yang perlu dimiliki dan strategi apa yang perlu ditetapkan merupakan fokus pembahasan tulisan ini. Dengan satu tekad dan keyakinan bahwa Allah SWT akan senantiasa menolong orangorang mukmin yang berjuang untuk meninggikan Islam (QS. Ruum 47, QS. Muhammad 7) para pemuda Islam optimis memasuki era milenium ketiga. Satu hal yang membesarkan hati kita: Allah SWT senantiasa mempergilirkan kemenangan di antara umat manusia sebagaimana firmanNya: “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia…” (QS. Ali Imran 140). Kepribadian Pemuda Islam Bekal yang paling diperlukan dan dapat diandalkan para pemuda Islam dalam menghadapi segala tantangan zaman adalah kepribadian Islam (syakhshiyyah Islamiyyah). Apa itu kepribadian Islam?

,Edisi 4/Januari 2014

Kondom Nasional Saat ini, yang seharusnya menjadi pertanyaan adalah: apakah kondomisasi beserta seluruh program kampanyenya telah memberikan hasil yang efektif bagi penekanan angka penularan PMS? Kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang dianggap mampu mencegah penularan PMS. Oleh karena itu, pihak kemenkes dengan berbagai macam cara berupaya mengampanyekan kondomisasi. Perusahaan-perusahaan kondom juga telah melakukan promosi safe sex pada masyarakat sejak bertahuntahun silam. Baik melalui kerja sama dengan pihak kemenkes, maupun secara independen. Tetapi sampai saat ini, sejumlah pakar masih meragukan efektifitas kondom. Pada faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa efektifitas kondom tidak bisa diharapkan dalam mencegah penularan HIV/AIDS. Salah satu pakar yang menyuarakan hal tersebut adalah Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada September 2002, beliau menuliskan hasil rangkuman beberapa pernyataan berbagai kalangan tentang kontroversi kondom sebagai pencegah penyebaran AIDS yang kemudian dimuat dalam rubrik Suara Publika di Harian Republik. Salah satunya adalah pakar AIDS, R, Smith (1995) mengungkapkan

setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom beliau mengecam mereka yang telah menyebarkan safe sex dengan cara menggunakan kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian”. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar risiko penularan/ penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah (Republika, 12 November 1995). Hal ini tentu sangat bertentangan dengan logika Menkes. Nafsiah Mboi mengungkapkan bahwa yang memicu perilaku seks hanyalah filmfilm porno. Menurutnya, kondom tidak termasuk kategori pendorong semakin menjamurnya seks. Usai pelantikan Ketua BPOM Baru di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12) ia menekankan hal tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada orang yang berbuat seks karena ada kondom. (detikhealth.com) Pernyataan Smith di atas sekaligus menunjukkan kesalahan kedua dari penggunaan kondom. Selain tidak efektif, kondomisasi juga sebenarnya telah membuka peluang yang sangat besar bagi masyarakat untuk melakukan seks. Dengan adanya PKN, masyarakat sengaja untuk diajak mencoba penggunaan kondom. Dengan kata lain, tidak peduli dilakukan bersama siapa pun, asalkan mengunakan kondom maka ia telah

9


Open Opinion Ink-Side melakukan sex dengan aman dan membantu pencegahan penyaluran AIDS. Ini merupakan betuk penyesatan di tengah-tengah masyarakat. Betapa banyak fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa remaja-remaja berani melakukan sex di luar nikah disebabkan karena mereka difasilitasi dan merasa aman dengan penggunaan kondom. Melihat dari kedua fakta di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akar masalah dari penularan HIV/AIDS adalah karena perilaku seks bebas di kalangan masyarakat, baik yang muda maupun yang tua. Ditambah lagi mereka difasilitasi oleh negara. Hal ini akan semakin mengokohkan perilaku tersebut. Dengan ini, harapan untuk mereduksi PMS tidak akan tercapai sebab metode yang ditempuh merupakan metode yang salah, tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai bahkan dapat memperburuk masalah. Peran negara Satu-satunya pihak yang dapat menangani perilaku seks bebas secara menyeluruh hanyalah negara. Sebab negara merupakan institusi yang paling memegang kuasa dan pengaruh atas aturan yang berlaku di tengahtengah masyarakat. Masyarakat yang berinteraksi berdasarkan kepentingan mereka masing-masing terikat dengan batas maupun peluang yang disediakan

10

Open Opinion Open Opinion negara. Oleh karena itu, ideologi diemban negara merupakan hal sangat penting. Ideologi tersebut akan melahirkan aturan-aturan masyarakat.

Open Opinion

yang yang yang bagi

Saat ini, dalam sistem demokrasi masyarakat diatur dengan tatanan sosial yang kacau. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam berinteraksi, baik di lingkungan pribadi maupun sosial. Inilah yang menjadi pemicu ketidakseimbangan dalam masyarakat. Pilihan-pilihan didasarkan pada kehendak masing-masing dengan standard baik dan buruk yang juga berdasarkan kepentingan sendiri. Demikianlah demokrasi mendidik manusia. Maka diperlukan sebuah ideologi pengganti bagi negara yang melahirkan aturan-aturan yang sehat bagi masyarakat. Sebagai ideologi, Islam telah mengatur hubungan pria dan wanita dengan tatanan yang istimewa. Pada dasarnya, kehidupan laki-laki dan perempuan merupakan kehidupan yang terpisah. Dengan aturan semacam ini, masyarakat akan terhindar dari perilaku seks bebas. Penjagaan atas aturan tersebut oleh negara merupakan cara yang paling utama untuk menyelamatkan masyarakat. Wallah a’lam bi ash-shawab.[]

Strategi Pemuda Islam Di Milenium Ketiga Muh. Fahrul Alam

I

slam adalah sebuah sistem kehidupan yang unik, sistem Ilahi yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Sebagai realitas sejarah, Islam yang mula pertama diperkenalkan oleh Rasulullah saw. di kota Mekkah dan kemudian mendapatkan basis dukungan yang sangat kuat di kota Yatsrib (Madinah Al Munawwarah) itu telah berhasil tampil sebagai ideologi dan sistem kehidupan baru di dunia, sekaligus menggantikan sistem kehidupan jahiliyyah yang dianut oleh bangsa Arab Jahiliyyah. Juga Islam menggantikan sistem kehidupan yang diadopsi dua negara adidaya waktu itu, Rumawi dan Persia. Dalam perkembangan selanjutnya Islam menjadi sistem kehidupan yang dianut oleh hampir seluruh bangsa di dunia selama berabad-abad. Peradaban Islam maupun iptek yang dikembangkan oleh kaum muslimin menjadi pedoman sebagian besar umat manusia. Bahkan telah mempengaruhi dan mengilhami kebangkitan (renaissance) Eropa, sekalipun mereka tidak memeluk Islam. (Kenapa orang-orang Eropa yang bangkit lantaran keterpengaruhan mereka oleh

Islam dan kemajuan kaum muslimin waktu itu tidak mengganti agama mereka dengan masuk Islam? Ini merupakan rahasia Allah SWT yang bisa kita pahami dari firmanNya dalam QS. Yunus 99: “Dan jikalau Rabb-mu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya…” Sejarah pun mencatat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Islam hingga menjadi kekuatan adidaya nomor satu di dunia selama lebih dari 10 abad itu tak lepas dari peranan para pemuda yang ikut berjuang di dalamnya. Di awal pertumbuhan Islam misalnya, para sahabat yang menyertai perjuangan Rasulullas saw. di kota Mekkah mayoritasnya adalah para pemuda, yakni usia mereka rata-rata di bawah 40 tahun. Mereka itu antara lain Abu Bakar r.a. (37 th.), Umar bin al Khaththab r.a. (26 th.), Utsman bin Affan r.a. (20 th.), Bilal bin Rabbah r.a. (30 th.), Abdurrahman bin Auf r.a.(30 th.), Ammar bin Yasir r.a. (30-40 th.), Mush’ab bin Umair r.a.(24 th.), dan Sa’ad bin Abi Waqash r.a.(17 th.). Bahkan ,Edisi 4/Januari 2014

25


Ink-Knight

Ink-Side

dan menjadi nasehat berharga kalau kalimatnya dilanjutkan, “Caranya kalian harus begini…begitu…kakak yakin insya Allah bisa.” Membanding-bandingkan tanpa solusi dan motivasi, itu meyakitkan. Ingat, kita punya masa yang berbeda. Ukuran kita tidak sama. Jangan bully perasaan adinda seperjuangan dengan memaksakan ukuran kita. Pernah ada senior yang berlontar kata begini, “Ah kalian ini inginnya yang praktis. Tidak semilitan kami dulu. Selalu saja digital print. Dulu kami kalau buat baliho, pakai teripleks bekas dan cat tembok.” Duhai kanda, masa kita berbeda. Ini bukan soal militan atau tidak. Ini perkara efektivitas kerja. Senior nan bijak tidak akan pernah menuntut adiknya untuk menjadi dirinya pada zaman yang berbeda. Kita belajar dari cerita tentang Ali bin Abi Thalib. Saat ada yang mencoba membandingbandingkan masa pemerintahannya dengan dua Khalifah sebelumnya. “Dulu pada masa Abu Bakar dan Umar, keadaan masyarakat begitu aman dan tentram. Damai lagi penuh berkah. Lalu mengapa di masa kekhalifahanmu, keadannya begitu kacau balau dan rusak seperti ini?” Tanya seorang lelaki kepada Ali bin Abi Thalib. Sudah kita bahas, dibanding-bandingkan tanpa memberi solusi itu menyakitkan.

Saydina Ali, beliau memang cerdas. Jawabannya tuntas lagi menusuk, “Alasannya, karena pada zaman Abu Bakar dan Umar rakyatnya seperti aku. Namun di zamanku sekarang, rakyatnya seperti kamu!”

Skandal Century, Kejahatan Besar Rezim SBY Sulerski Monoarfa

Senior nan bijak tidak akan pernah menuntut adiknya untuk menjadi dirinya pada zaman yang berbeda Ini baru satu modus pem-bully-an perasaan. Masih banyak yang lain. Kita sebagai senior, mungkin sering melakukannya. Istighfar, semoga bisa membersihkan dosa-dosa. Sembari diiringi dengan sebuah komitmen, untuk menjadi kakak yang selalu membersamai adiknya. Dalam senang apalagi duka. Ketika masih bersama berjuang di alam kampus, pun ketika telah berstatus alumni, persaudaraan tak boleh diakhiri. Yakinlah, di balik tembok-tembok kampus, masih ada adik-adik kita yang selalu rindukan bimbingan kakaknya. Dengarlah keluh kesahnya. Beri jalan keluar, sesuai ukuran diri dan zaman sang adik. Sesekali jenguklah mereka. Walau itu hanya dalam doa.

T

idak terasa Skandal Bank Century sudah menginjak tahun kelima sejak di tetapkannya Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik oleh Gubernur Bank Indonesia Boediono atas persetujuan bersama President melalui Menteri Keuangannya Sri Mulyani pada Nov 2008. Isu skandal century kembali memanas setelah wakil President Boediono di periksa KPK pada 23 November kemarin dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia (Pimpinan tertinggi BI), yang sebelumnya juga di ikuti pemeriksaan mantan wakil President Yusuf Kalla sebagai saksi. Satu hal yang tentunya tak luput dari ingatan kita ialah kucuran uang 6,7 T dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menyelamatkan Bank Century yang kini bersalin nama menjadi Bank Mutiara pada 2 Okt 2009 yang oleh banyak pihak di asumsikan sebagai perampokan bersistem yang di back-up oleh sejumlah pemegang kekuasaan dan mengalir ke tim pemenangan pemilu dan pilpres Demokrat 2009. Kini

24

,Edisi 4/Januari 2014

para

aktor

utama

pemegang

kebijakan yang merekayasa kebijakan century ini seakan sulit di jerat, hal tersebut kita bisa lihat bersama dalam pemeriksaan Boediono yang cenderung di perlakukan istimewa. Ketika seluruh saksi maupun tersangka korupsi biasanya di periksa di kantor KPK, namun khusus untuk pemeriksaan Boediono di lakukan di kantornya sendiri dengan alasan wapres sangat sibuk. Disisi lain, Sri Mulyani Indrawati mantan Menteri Keuangan RI yang saat itu menjadi salah satu penentu kebijakan Bailout ini seakan tidak dapat lagi di sentuh KPK. Bagaimana tidak, sejak Juni 2010 beliau telah di dorong SBY ke jabatan internasional sebagai Managing Director World Bank (Direktur Pelaksana Bank Dunia) dan sekarang telah rangkap jabatan sebagai Chief Operating Officer (COO) yang secara otomatis telah menempatkan beliau sebagai orang kedua di lembaga Riba internasional yang telah menjerumuskan Indonesia ke jurang penjajahan ekonomi yang kronis dengan paket pemaksaan kebijakan mulai dari privatisasi (penjualan aset

11


Ink-Knight

Ink-Side negara ke swasta asing), hutang negara, dan liberalisasi perudangan-undangan ekonomi indonesia. Terlihat jelas bahwa rezim SBY cukup berhasil membentengi berbagai serangan yang datang. Dengan posisi jabatan yang sangat strategis secara logika para aktor utama ini tentunya akan mampu merekayasa hukum. Disamping itu, agar bisa terlihat seolah-olah bahwa hukum telah ditegakkan seadil-adilnya, maka di korbankanlah sebagian para prajuritnya untuk di jadikan tumbal atas kasus tersebut. Sebagaimana yang terjadi pada Robert Tantular (Pemegang saham Century), diikuti oleh beberapa direksi dan manajer Bank century, dan yang terakhir menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya dan Siti Fajriyah. Kejahatan Sistemik Kejahatan rezim SBY tentunya tidak bisa dilepaskan dari seluruh rangkaian skandal Bank Century ini. Kejanggalan dapat terindentifikasi dalam seluruh proses penyelamatan hingga pengucuran dana, rekayasa kondisi bank dan penyalahgunaan wewenang pada kebijakan penyelamatan pun memuluskan mengalirnya uang rakyat tersebut ke tangan para kapitalis hingga sebagiannya terindikasi kuat mengalir ke pemenangan pemilu dan pilpres 2009. Bank hasil merger dari Bank Danpac, Bank Picco, dan Bank CIC pada 6 Desember 2004 memang dari awal berdiri telah

12

menimbulkan kontroversi kelayakan pendiriannya, hingga akumulasi masalah puncaknya pada pengumuman kalah kliring atau menunjukan kondisi yang menyebabkan Bank tidak mampu membayarkan permintaan dana dari nasabah pada 13 Nov 2008 dan dibenarkan oleh Gubernur BI Boediono. Dalam merespon masalah tersebut Bank BI langsung membuat rapat konsultasi melalui telekonferensi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang ada di Washington AS bersama Presindent SBY dalam siding G-20 Pada 20 Nov 2008 Rapat kabinet yang dipimpin JK, Boediono dan Srimulyani menyimpulkan bahwa tidak ada krisis ekonomi dan tidak ada Bank gagal yang berdampak sistemik. Setelah itu dilanjutkan dengan rapat tertutup pada 21 Nov 2008 yang di hadiri BI dan Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK) yang di ketuai oleh Sri Mulyani. Dalam kesaksian Jusuf Kalla (JK) yang pada saat itu menjabat sebagai wakil president serta pelaksana tugas president karena president masih berada di G-20 AS, menilai rapat yang diadakan tersebut penuh misteri, pasalnya rapat tersebut cenderung tertutup karena tidak mengundangnya selaku pengendali pemerintah serta berlangsung diam-diam pada malam hingga subuh. Akhrinya peserta rapat yang kemarin memutuskan tidak ada masalah dengan Bank Century, berbalik memutuskan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Walhasil dengan keputusan

pemikiran baru. Teladani Rasulullah. Tidak pernah beliau mengkader sahabatnya dengan gaya ala Ospek mahasiswa ITN. Mengajak orang berislam saja tak boleh dengan pedang. Dengan kekata indah penuh kekaraban, takluklah hati Ka’b bin Malik. Ka’b berislam hanya dengan sedikit pujian sang Rasul. Kala itu Ka’b dan Al-Barra’ bin Ma’mur datang menemui Rasulullah di Mekah. Rasulullah sedang duduk bersama paman beliau, Abbas. Lalu Rasulullah bertanya kepada sang paman, “Apakah engkau tahu kedua orang ini Abu al-Fadhl?” “Ya. Ini adalah Al-Barra’ bin Ma’mun, pemimpin kaumnya. Lalu ini, yang satu lagi adalah Ka’b bin Malik.” “Ka’b si penyair itu?” Rasulullah lalu berujar, sebaris kalimat inilah yang meluluh lantakkan kekafiran Ka’b. Kalimat sederhana yang kuasa menembus hati, jitu mengubah pemikiran. Entah di mana ketersambungan logika antara perubahan pemikiran dengan penyiksaan fisik? Jadi tidak perlu ada pem-bully-an untuk menciptakan mahasiswa yang punya militansi. Karena militansi sejatinya berasal dari keteguhan ideologi (akidah). Bully Perasaan Pengkaderan yang dibumbui kekerasan fisik memang kerap terjadi pada organisasi yang tidak jelas visi geraknya.

Tapi untuk organisasi kader seperti pergerakan dakwah kampus, insya Allah terselamatkan dari jenis pengkaderan ini. Tengok cara “Ustad-Ustadzah Kampus” itu bila mengkader. Sungguh memesona, kerena penuh cinta. Adikadiknya diperlakukan bak raja. Padahal baru kenal kemarin sore. Dan terbukti, aktivis mahasiswa yang militan geraknya, jelas arah juangnya, soleh pribadinya lagi jelita akhlaknya, lahir dari rahim dakwah kampus. Akan tetapi, bukan berarti benar-benar tidak ada pem-bully-an. Biasanya tetap ada. Memang bukan penyiksaan fisik. Tapi penyiksaan perasaan. Kita istilahkan saja “Bully Perasaan”. Ini juga kerap kali dilakukan oleh kanda kepada dindanya. Bully perasaan akan meninggalkan perihnya sakit hati. Bully perasaan, modusnya banyak dan kurang disadari. Kadang ada senior yang kurang bijak. Datang bercerita tentang segala rupa kesuksesan capaiannya dulu. Bukan masalah kalau kalimatnya memotivasi. Sering terjadi justru membandingkan, lalu menjatuhkan. Padahal sadarlah duhai senior, adik-adik kita itu tidak suka dibanding-bandingkan. “Kalian tahu, dulu kalau kakak buat acara, pesertanya bisa ribuan. Setiap bulan, itu auditorium kampus, selalu kita pakai.” Terkadang, kalimatnya berhenti sampai disitu. Padahal bisa lebih bijak ,Edisi 4/Januari 2014

23


Ink-Knight

Senior Tukang Bully Adi Wijaya

A

dalah Fikri Dolasmantya Surya. Seorang remaja yang beranjak dewasa. Dari Nusa Tenggara Barat asalnya. Pergi ke Malang guna menggenapkan cita-cita. Menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Nasional (ITN). Untung tak dapat digapai. Malang tiada bisa dihindari. Di Malang, kemalangan dirinya dimulai. Maksud hati kelak akan pulang dengan ijazah sarjana. Apa hendak dikata, datang sudah tak bernyawa. Maut memang ketentuan Allah. Namun cara datangnya maut itu yang jadi tanda tanya. Fikri, tewas karena diduga menjadi korban kekejaman senior saat masa orientasi pengenalan kampus. Tajuk kegiatannya memang indah; Orientasi Kemah Bakti Desa. Sayang, perlakuan yang didapat mahasiswa baru, tak seindah namanya. Konon dalam kegiatan itu ada praktek kekerasan. Senior bertindak layaknya algojo penyiksa yang tak punya iba. Katanya mereka diinjakinjak juga disuruh push up. Ada yang dipukuli dengan sandal. Disiram matanya dengan air bawang hingga bengkak.

22

Bahkan, disuruh meniru adegan intim sesama lelaki. Menjadi senior di kampus memang adalah sebuah prestise. Dan sebenarnya itu adalah sunnatullah. Semua akan berlangsung alami. Siapapun dia, di suatu masa nanti akan ada yang memanggilnya “Kanda�. Seiring menjadi senior, bersamaan itu pula terbebankan amanah untuk menjadi guru bagi adik-adiknya. Ya, guru. Sosok yang layak digugu dan ditiru. Tapi apa yang terjadi di ITN (dan di kampus lain yang untungnya belum ketahuan) tentu jauh panggang dari api. Jauh harapan dari kenyataan. Ini bukan pekaderan namanya. Istilah lainya bullying (Penyiksaan). Seharusnya para senior kampus itu sadar. Bahwa yang hendak ia ubah adalah pemikiran adik-adiknya. Bukan fisik. Bila hendak mengubah si hidung mancung menjadi pesek, bolehlah dengan membully. Yang bermata bulat purnama menjadi sipit bergaris, silakan dengan aksi fisik. Kalau mengubah pemikiran? Caranya hanya satu, benturkan dengan

,Edisi 4/Januari 2014

Ink-Side tersebut besok harinya dicairkanlah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) uang sekitar Rp 630 M untuk FPJP (sesuai permintaan Bank Century) menutupi kebobrokan bank. Namun secara mengejutkan selang tiga hari nilai ini melambung tajam ke Rp 2,773 T dan dalam kurung waktu tak lebih dari tiga bulan kedepan telah mencapai sekitar 6,7 T. Penetapan Bank Cenutry sebagai Bank gagal yang berdampak sistemik ini di pertanyakan oleh berbagai pihak dan salah satunya JK karena terlihat jelas ada tindakan penyalahgunaan wewenang. Gubernur BI Boediono dan Ketua KSSK Srimulyani telah merekayasa kondisi Bank, dan dengan mudahnya memutar balikan fakta agar Bank Century harus di bailout, padahal Century hanyalah bank kecil yang tidak mempunyai pengaruh apa-apa secara sistemik dan tidak memperjuangkan saham secara terbuka. Disamping itu LPS yang secara undangundang di bawah tanggung jawab President SBY ini juga ikut andil dalam memuluskan tindakan kriminal tersebut dengan secara gila-gilaan terus menurus menghamburkan uang rakyat tersebut tanpa di dasari ketentuan yang jelas. Walaupun disatu sisi SBY mengelak dengan berbagai alasan, namun terbukti kuat Sri Mulyani melalui beberapa pemberitahuan surat dan pembicaraan rahasia telah mendapatkan restu dari si bos besar. Untuk

bisa

menenangkan

Gubernur BI Boediono juga tak mau kalah. Dengan mempermainkan sejumlah peraturan pemulusan FPJP melalui rekayasa syarat peraturan FPJP dengan mengubah Rasio Kecukupan Modal (CAR) dari 8 persen ke CAR yang positif saja, sehingga PFJP pun bisa di berikan ke Bank Century. Namun temuan terakhir BPK ternyata Bank Century memiliki CAR negatif yang mencapai -3,53 serta tidak ada pengaruh sistemik, Untuk itu tak seharusnya di berikan FPJP atau di bailout. Ini artinya sudah sangat layak kursi wakil president diberikan kepada Boediono atas jasa-jasanya terhadap SBY disamping untuk menjadi kursi pembungkam kebenaran. Beginilah cara Rezim zolim yang ada di alam demokrasi meraih kekuasaan, dana talangan adalah cara yang praktis untuk mendapatkan uang segar sebagaimana yang terjadi di kasus BLBI, Bank Bali dan sebagainya. Hal tersebut sangat wajar karena untuk meraih kursi president anda harus sedikitnya punya uang 1 T untuk membeli suara orang-orang yang mereka bodohi. Bank Century telah di manfaatkan sebagai jembatan para penguasa dan pengusaha untuk saling menguntungkan. Terdengar nama seperti Murdaya Poo dan sponsor aktif lainnya serta para politisi partai penguasa tersebut dalam proses permainan (pengucuran) dana talangan yang tentunya tidak jauh bermuara pada Tim Kemengan Pileg dan Pilpres 2009.[]

bosnya,

13


Sajak

Ink-Side

Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana ? (K.H.A. Mustofa Bisri, 1987)

Kiprah Politik Berbuah Prahara Ridha Zinnirah

N

asi sudah menjadi bubur. Vonis 12 tahun penjara akhirnya menjadi keputusan akhir hukuman bagi mantan putri Indonesia, Angelina Sondakh. Tidak hanya itu akibat kasus korupsi yang melilitnya, istri almarhum Adji Masaid tersebut juga harus mengembalikan uang denda 500 juta rupiah. Tak sebatas mengembalikan kepada tuntutan jaksa, majelis hakim kasasi menjatuhkan pula pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dollar AS. Keterkaitannya terhadap kasus hambalang menjadi buah bibir yang tidak henti-hentinya diperbincangkan khususnya di media. Betapa tidak, Angie yang awalnya terjun ke dunia politik karena kecerdasan yang dimilikinya justru terjebak dengan lika-liku perpolitikan di Indonesia. Akhirnya buah hati pun jadi taruhan. Selepas kepergian ayahnya putra tercinta pun akhirnya harus merelakan diri hidup terpisah dari ibundanya. Tidak hanya Angie, politisi perempuan lainnya yang juga diperkarakan adalah Wa Ode Nurhayati. Politisi PAN ini

14

tersangkut kasus suap dalam alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) untuk tiga kabupaten di Nangroe Aceh Darussalam. Pada persidangan, Wa Ode sudah didakwa telah menerima uang sejumlah Rp 6,250 miliar dari beberapa pengusaha. Akibat perbuatannya akhirnya MA memutuskan hukuman 6 tahun penjara. Ternyata tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun memiliki kasus yang serupa. Sebut saja Ana Maria Gajola pimpinan gerakan Eropa Estonia ini terbukti menggelapkan uang LSM nya sebesar 60 ribu Euro atau sekitar Rp 690 juta. Dari pembuktian itu ditemukan bahwa uang yang tidak sedikit jumlahnya itu digunakan untuk membeli perhiasan dan perlengkapan pribadinya. Tokoh lain yaitu Yulia Tymoshenko Perdana menteri Ukraina periode 2005-2010 terbukti menyalahgunakan kekuasaan. Politisi perempuan selanjutnya yang juga tejerat kasus korupsi adalah Kanimozhi Premiere. Anggota parlemen India tersebut dijerat UU Pencegahan Korupsi karena telah

Kau ini bagaimana? Kau bilang Aku merdeka, Kau memilihkan untukku segalanya Kau suruh Aku berpikir, Aku berpikir Kau tuduh Aku kafir Aku harus bagaimana? Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak Kau curigai Kau bilang jangan banyak tingkah, Aku diam saja Kau waspadai Kau ini bagaimana? Kau suruh Aku pegang prinsip, Aku memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku Kau suruh Aku toleran Kau bilang Aku plinplan Aku harus bagaimana? Aku Kau suruh maju, Aku maju Kau srimpung kakiku Kau suruh Aku bekerja, Aku bekerja Kau ganggu Aku Kau ini bagaimana? Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya Aku Kau suruh berdisiplin, Kau menyontohkan yang lain Aku harus bagaimana? Kau bilang Tuhan sangat dekat, Kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara tiap saat Kau bilang Kau suka damai, Kau ajak Aku setiap hari bertikai Aku harus bagaimana? Aku Kau suruh membangun, Aku membangun Kau merusaknya Aku Kau suruh menabung, Aku menabung Kau menghabiskannya Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku menggarap sawah, sawahku Kau tanami rumah-rumah Kau bilang Aku harus punya rumah, Aku punya rumah Kau meratakannya dengan tanah Kau ini bagaimana? Aku Kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi Aku Kau suruh bertanggung jawab, Kau sendiri terus berucap Wallahu a’lam bissawab Kau ini bagaimana? Kau suruh Aku jujur, Aku jujur Kau tipu Aku Kau suruh Aku sabar, Aku sabar Kau injak tengkukku Aku harus bagaimana? Aku Kau suruh memliihmu sebagai wakilmu, sudah kupilih Kau bertindak semaumu Kau bilang Kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja Kau merasa terganggu Kau ini bagaimana? Kau bilang bicaralah, Aku bicara Kau bilang Aku ceriwis Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam Kau tuduh Aku apatis Aku harus bagaimana? Kau bilang kritiklah, Aku kritik Kau marah Kau bilang cari alternatifnya, Aku kasih alternatif Kau bilang jangan mendikte saja Kau ini bagaimana? Aku bilang terserah Kau, Kau tidak mau Aku bilang terserah kita, Kau tak suka Aku bilang terserah Aku, Kau memakiku Kau ini bagaimana? Aku harus bagaimana?

,Edisi 4/Januari 2014

21


IInk nk S Side ide

Ink-Side

menghasilkan uang semata. Generasi semacam itu juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kepribadian pengajarnya. Angka kriminalitas dan pelecehan seksual yang dilakukan guru terhadap murid juga cukup memberikan kita gambaran bagaimana kondisi pengajar di negara kita. Maraknya praktik curang dalam pelaksanaan ujian nasional yang dilakukan oleh para guru juga menjadi teladan yang menyesatkan. Sebagai contoh, di tahun 2013 lalu terciptalah sebuah film dokumenter berjudul “Temani Aku Bunda�. Film ini dibuat berdasarkan kisah yang dialami oleh Muhammad Abrary, siswa SDN 6 Petang, Pesanggerahan, Jakarta Utara. Abrary yang dibimbing oleh bundanya, berusaha untuk mencari keadilan saat guru SD sekolah tersebut menyuruh mereka untuk menandatangani sebuah perjanjian yang berisi mereka akan saling membantu dalam menjawab ujian nasional. Namun ternyata, hingga Mei 2013 belum ada sanksi yang diberikan terhadap sekolah maupun oknum yang bersangkutan. Guru yang seharusnya menjadi teladan, sosok yang dikagumi, kini berubah menjadi sosok yang mengajarkan kecurangan. Keempat, aspek yang paling penting dari semua ini adalah bahwasanya sistem pendidikan merupakan sebuah sub sistem dari dua supra sistem yang mendasarinya, yakni ekonomi dan politik. Hingga saat ini, negara kita masih berpegangan erat pada kapitalisme sebagai sistem ekonomi dan demokrasi sebagai sistem politik. Dua sejoli ini menghasilkan sistem pendidikan

20

yang berbasis pada kebebasan juga materi. Universitas-universitas dan sekolah-sekolah kini telah menjadi lahan bisnis. Bahkan menjadi tempat berinfestasi yang menjanjikan. Arahan yang diberikan kepada masyarakat adalah menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh materi. Di samping itu, karena ditopang oleh liberalisme, akhirnya pembinaan para pelajar tidak menjadikan mereka sebagai orangorang yang memiliki kepribadian yang kuat, melainkan bermental kaum-kaum pekerja yang memiliki kebebasan dalam berperilaku. Kesalahan yang bersifat sistemik ini tidak bisa jika hanya diselesaikan dengan fokus pada memperhatikan kurikulum ataupun upaya-upaya lain yang bersifat parsial. Sejarah telah membuktikan bagaimana Islam bisa menghasilkan sistem pendidikan tanpa mencampuradukkannya dengan dunia bisnis. Pendidikan dianggap sebagai tanggung jawab penuh oleh negara kepada rakyat. Penguasa sadar akan perannya dalam menghasilkan generasigenerasi yang akan mengisi peradaban tersebut. Sekolah dijadikan sebagai tempat untuk menimba ilmu kemudian secara praktis dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan. Sistem ekonomi yang sehat juga membuat pendidikan dapat dijangkau dengan mudah oleh setiap individu. Peserta didik tidak disibukkan lagi dengan permasalahan ekonomi dan mereka pun dibimbing dengan pengajar yang memiliki akhlak terpuji. []

,Edisi 4/Januari 2014

menerima suap sebesar Rp 450 miliar. Itulah beberapa gambaran jelas kasuskasus yang menghampiri politisi-politis cantik. Jika dibandingkan dengan politisi pria, kasus yang menimpa politisi perempuan memang cenderung lebih sedikit tapi semakin hari jumlahnya semakin bertambah bahkan bisa jadi kasusnya tidak hanya seputar korupsi, perselingkuhan, narkoba menjadi sesuatu yang memungkinkan akan menghampiri mereka sama halnya dengan politisi pria. Dan tentunya akan menjadi pil pahit yang harus mereka terima. Kapitalis Sekuler Biang Prahara Semakin tingginya angka keterlibatan perempuan dalam dunia politik baru terjadi sekitar 10 tahun terakhir. Terlebih lagi ketika adanya kuota partisipatif perempuan di parlemen sebanyak 30%. Terjeratnya politisi perempuan dengan berbagai kasus khususnya kasus korupsi tidak terlepas dari kondisi perpolitikan yang saat ini dianut oleh sebagian besar Negara dunia termasuk Indonesia. Aktivitas politik yang mengedepenkan perebutan kekuasaan semata merupakan pengaruh dari mengakarnya kapitalisme sekuler di tengah-tengah kehidupan. Seperti yang sudah digambarkan sebelumnya bahwa kapitalis sekuler merupakan ideologi yang memandang bahwa agama terpisah dari kehidupan.

Agama dianggap tidak memiliki andil untk mengatur urusan politik. Tidak mengherankan jika melihat fakta bahwa politik merupakan sesuatu yang pragmatis, cenderung apa adanya serta melihat persoalan hanya pada tataran kulitnya. Hal ini mengakibatkan politisi lebih banyak menghukumi masalah bukan mencari akar permasalahan. Meskipun ketika masa kampanye beribu janji untuk membantu masyarakat mengatasi persoalan hidup telah terucapkan dan tidak jarang diantara mereka, membawa unsur agama. Namun setelah terpilih, agama pun akhirnya dikesampingkan. Semuanya sirna karena sudah terlena dengan harta dan tahta. Faktor-faktor mendasar di atas menjadi latar belakang mengapa banyak politisi perempuan yang terjerat kasus. Ditambah lagi karena hadirnya perempuan dalam parpol pada saat ini hanyalah sebatas kuantitas, tanpa memperhatikan kualitas. Akibatnya mereka buta akan politik. Senada dengan hal ini Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sri Budi Eko Wardhani, menilai politisi perempuan yang duduk di legislatif mudah terjerat kasus korupsi atau suap lantaran masih belum menguasai tentang likaliku politik.Yang ada hanyalah tuntutan kebutuhan untuk mengumpulkan materi, mengejar penghargaan dan tentunya

15


IInk nk S Side ide

Ink-Side

meraih kekuasaan. Diperparah oleh lemahnya keimanan karena kondisi kehidupan yang semakin liberal akhirnya mereka rawan untuk terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Kiprah Politik Perempuan dalam Islam Islam memiliki pemahaman yang khas tentang makna politik. Secara bahasa, politik (siyasah) dari kata sasa, yasusu, siyasatan berarti mengatur atau mengurusi. Dalam kamus Al Muhits dikatakan sustu ar ra’iyata siyasatan, ai amaratuha wa nahitatuha, ai ra’itu syu’unaha bi al-awamiri wa an-nawahi ( aku memimpin rakyat dengan sungguhsungguh, atau aku memerintah dan melarangnya, atau aku mengurusi urusanurusan mereka dengan perintah-perintah dan larangan-larangan). Adapun dari segi istilah syara’ menurut Syekh Taqiyuddin an- Nabhani dalam kitab muqoddimah dustur disebutkan bahwa siyasa atu politik adalah ri’ayah asy-syu’un al ummah dakhiliyyan wa khaarijiyyan (mengatur urusan umat di dalam maupun luar negeri). Pengertian ini merupakan pandangan umum yang diambil dari hadits Rasulullah, salah satunya: “Adalah bani Israil, mereka diurusi oleh para Nabi (tashushumul anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang laun daatang menggantinya. Tidak ada lagi nabi setelahku, namun akan ada

16

banyak khlifah” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari pengertian di atas maka politik dalam Islam mengandung dua komponen yaitu negara sebagai institusi yang menjadi pengatur dalam mengurusi kehidupan ummat baik secara individu maupun kolektif. Sebagai sebuah Negara, Islam memiliki infrastruktur politik, punya struktur politik, dan punya suprastruktur politik. Jadi, Islam bukan hanya sekadar spiritual tapi juga politik. Sementara itu, rakyat atau ummat baik individu ataupun kolektif memiliki peran untuk mengoreksi penguasa. Politisi khususnya perempuan harusnya memiliki kesadaran politik yang tinggi, dalam hal ini memiliki pandangan yang mendalam tentang persoalan kehidupan. Sehingga mampu memilah persoalan mana yang sifatnya ideologis, mana yang hanya bisa dijangkau tataran partai politik dan individu. Sebagai seorang individu, perempuan di dalam Islam telah memiliki peran yang khas pula. Secara ringkas aktivitas politik yang hanya bisa dilakoni oleh kaum perempuan adalah pertama, adanya hak dan kewajiban baiat terhadap khalifah (berdasarkan hadits Ummu ‘athiyah tentang adanya baiat dari kalangan perempuan). Kedua, hak memilih dan dipilih menjadi Majelis Ummat. Aktivitas

para peserta didik menjadikan ilmu yang didapatkan sebagai kebenaran mutlak tanpa memiliki landasan ideologi dalam mencerna setiap pelajaran yang dijejali kepada mereka. Dan yang memperparah adalah perubahan kurikulum yang terjadi nyaris setiap tahun ini menelan biaya yang cukup banyak tanpa membawa perubahan yang berarti pada peningkatan mutu pendidikan. Bahkan, peserta didik hanya dijadikan sebagai kelinci percobaan sampai menemukan kurikulum yang tepat. Adapun pendidikan agama hanya melengkapi kurikulum tersebut. Siswasiswi hanya sekedar menghafalkannya tanpa mampu mempengaruhi pola pikir dan pola sikapnya. Kedua, pendidikan dijadikan sebagai komoditi. Dalam sebuah jurnal internasional berjudul “WTO and the University”, dijelaskan bahwa WTO sebagai organisasi dagang terbesar menganggap dunia pendidikan sebagai lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Hal ini disebabkan karena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat dan tidak akan hilang seiring dengan tetap adanya masyarakat. Ini mengakibatkan pada tahun 2013, sangat ramai upaya pendidikan di Indonesia mengikuti standard universal dalam segala hal. HAR Tilaar, Guru Besar (emeritus) Universitas Negeri Jakarta, mengatakan “Sekolah dan universitas kita berlombalomba menjadi world class university, tapi apakah mereka peduli dan bisa menyelasikan persoalan yang dihadapi bangsa ini?”. Ini menunjukkan bahwa bangsa ini lebih peduli pada pencitraan

pendidikan di mata dunia sehingga dapat dijadikan sebagai lahan dalam dunia bisnis. Sebagai hasil, pendidikan semakin hari bisa menjadi barang mewah yang tidak dapat dijangkau oleh semua masyarakat. Sekretaris Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc mengatakan bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, disebabkan oleh tiga faktor, yaitu ekonomi, kerja usia dini untuk mendukung keluarga dan pernikahan di usia dini. Ketiga, sampai saat ini, pendidikan belum berhasil mencetak pelajar serta pengajar yang memiliki akhlak dan kepribadian yang baik. Masih teringat jelas bagaimana upaya pemerintah menyematkan kata “karakter” dalam wajah pendidikan di Indonesia. Pendidikan berkarakter diharapkan menjadi solusi untuk menghasilkan generasi yang memiliki prinsip dan memahami nilai-nilai positif. Namun pada kenyataannya, sepanjang 2013 masih saja bermunculan siswasiswi bahkan mahasiswa yang bersikap selayaknya preman. Hubungan antara guru dan murid serta mahasiswa dan dosen tidak memiliki ikatan sebagaimana yang diharapkan. Tawuran, pergaulan bebas, hura-hura merupakan hal yang masih sangat lazim kita temukan di negara kita. Di samping itu, generasi yang dihasilkan dari sistem pendidikan ini tidak lain hanya bertujuan untuk mencari kepuasan materi saja. Sejak dini, para pelajar ditanamkan mindset profit oriented sehingga mereka pada akhirnya hanya puas menjadi orang-orang yang ,Edisi 4/Januari 2014

19


IInk nk S Side ide

Ink-Side

2013 : Pendidikan Kita Risma Desmita

P

endidikan merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam masyarakat yang akan menentukan bagaimana jalannya peradaban. Sebagaimana wasiat yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, pendidikan adalah hak rakyat yang wajib untuk dipenuhi oleh pemerintah, maka menjadi hal yang sangat signifikan untuk memperhatikan tata kelola pendidikan di Indonesia. Lembaran baru dalam dunia pendidikan selalu terjadi setiap tahun. Perbaikan demi perbaikan terus terjadi seiring dengan berkembangnya pola-pola pengajaran yang bersifat universal. Namun, sampai saat ini pun, sistem pendidikan yang ada di negara kita belum mampu mencetak generasi dengan kepribadian yang utuh. Menilik apa yang terjadi di tahun 2013, setidaknya ada empat hal yang harus menjadi perhatian bagi negara ini. Pertama, kurikulum pendidikan didasarkan pada trial and error. Di tahun 2013, kurikulum pendidikan di Indonesia merujuk pada Kurikulum 2013, setelah sebelumnya mencanangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di tingkat sekolah dasar hingga sekolah

18

menengah atas, kurikulum dianggap hal yang paling penting dalam pendidikan. Menurut Bambang Indriyanto, peneliti pada Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud, kurikulum merupakan instrumen strategis bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. Oleh sebab itu, kurikulum menjadi poros bagi semua instrumen pendukung untuk dibangunnya sebuah pendidikan yang berkualitas. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada kurikulum yang bisa menghasilkan pola pengajaran yang berkualitas. Pada kurikulum 2013, jam belajar peserta didik dipadatkan menjadi 30 jam per minggu. Hal ini akan mengakibatkan siswa menjadi jumud dalam belajar. Mereka tidak akan terbiasa mengenal lingkungan dan menyisihkan waktunya untuk permasalahan sosial. Fokus mereka diarahkan hanya untuk sekedar mengejar prestasi akademik. Selain itu, mereka terjebak dalam pendidikan yang hanya berbasis hafalan. Mereka menyalin apa yang disampaikan oleh guru dan paket pelajaran pada buku-buku ajar sehingga mereka memperoleh hasil yang distandarkan. Hal tersebut membuat

,Edisi 4/Januari 2014

Majelis ummat adalah menyalurkan aspirasi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. Pada masa Rasulullah, Ummu Salamah pernah memberikan pendapat kepada beliau pada saat peperangan Hudaibiyah. Begitupula setelah Baiat Aqabah II, Rasulullah meminta para sahabat memilih 12 orang wakil mereka dari 75 orang yang melakukan baiat (dua diantaranya adalah perempuan). Ketiga, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar (salah satunya berdasarkan QS. At Taubah ayat 71). Keempat, menasehati dan mengoreksi penguasa (dalilnya sama dengan perkara yang kedua). Kelima, menjadi anggota parpol (berdasarkan QS. Ali Imran ayat 104). Kelima aktivitas diatas tentunya tidak sekedar dijalankan begitu saja, tetapi semuanya harus tetap sejalan dengan apa yang telah digariskan dalam Islam. Hanya saja yang menjadi persoalan bahawa seluruh peran tersebut tidak akan mungkin dijalankan secara syar’I dalam sistem kehidupan kapitalis sekuler yang bobrok seperti saat ini. Namun, hanya akan bisa dijalankan jika wadahnya adalah sistem kehidupan yang Islami pula. Karena jika tetap dijalankan dalam sistem yang bobrok tentunya akan memunculkan prahara-prahara yang baru.

Politisi khususnya perempuan harusnya memiliki kesadaran politik yang tinggi, dalam hal ini memiliki pandangan yang mendalam tentang persoalan kehidupan. Sehingga mampu memilah persoalan mana yang sifatnya ideologis, mana yang hanya bisa dijangkau tataran partai politik dan individu. Sumber: Syekh Taqiyuddin An Nabhani, Muqoddimah Dustur (edisi terjemahan Indonesia) www.hizbut-tahrir.or.id http://lipsus.kompas.com/ topikpilihanlist/2139/1/Vonis.Wa.Ode http://nasional.news.viva.co.id/news/ read/324906-perempuan-yang-terjeratkasus-korupsi http://www.wartaberita.info/2012/08/4politisi-cantik-di-dunia-yang.html

Wallahu a’lam bishshawab

17


IInk nk S Side ide

Ink-Side

GRES, Gerakan Ekonomi Syariah Bualan Penguasa Untuk Meraup Suara Harly Yudha Priyono

“

Kita memasuki sejarah baru karena Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) perlu mendapat dukungan semua pihak dan memprioritaskan ekonomi syariah dalam pembangunan. Seperti di bidang makanan, fashion, dan lainnya. Gerakan ini juga bisa menjadi agenda nasional. Kita harus membangun budaya berbagi, karena prinsip ekonomi syariah adalah bagi hasil yang sudah berjalan sejak dulu melalui zakat, amal, dan sebagainya�. Ujar SBY. Ada yang berbeda, tak seperti biasa. Hari ahad (17/11) bertempat di monas, tenda berdiri rapi dan manusia berkerumun. Bukan menghadiri acara ondel-ondel betawi, campur sari atau konser musik. Kerumunan itu adalah acara canangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) yang di gagas orang nomor satu Indonesia, SBY. tingginya minat masyarakat terhadap portofolio keuangan syariah, tak lepas dari penduduk Indonesia yang mayoritas Islam. Inilah dalih berdirinya Gerakan Ekonomi Syariah1.

18

Upaya pengaktifan ekonomi syariah memang terjadi di berbagai sektor, antara lain sektor perdagangan, asuransi, dan perbankan. Hadirnya Gerakan Ekonomi Syariah,tentu saja diharapkan mampu menciptakan usaha kecil dan menengah (UKM) yang tangguh serta mampu memberikan kesejahteraan. GRES (Gerakan Ekonomi Salah) Menipu Rakyat

haknya. Rakyat Banten menjadi tumbal atas keserakahan dinasti yang ia bangun. Ia pun lupa bahwa perannya dalam kancah politik telah melewati batas, dirinya sebagai seorang perempuan. Masuknya Atut dalam daftar pejabat pemerintahan yang korupsi melengkapi status Indonesia sebagai jawara korupsi Asia. Tak mengenal gender, kapan pun dimanapun. Perlu kiranya acungan jempol bagi KPK telah menyentuh tataran badan tertinggi hukum Indonesia, Mahkamah Konstitusi. Menyeret Akil Mochtar dan Atut ke dalam tahanan. Namun, suatu saat KPK pun akan jenuh dengan siklus kasus korupsi ini. Mati satu tumbuh seribu, realitas kasus korupsi. Indonesia mutlak membutuhkan perubahan besar yang fundamental. Tatanan politik yang bersih tentu akan melahirkan pejabat pemerintahan yang juga amanah, jauh dari predikat koruptor. Peran Atut: Islam punya solusi

Melalak mata dan membawa pikiran ini jauh mengelilingi Indonesia. Kapitalisme yang menjadi pandangan hidup sekaligus motor ekonomi bangsa indonesia, tidak lagi menjadi pembicaraan para high class seperti intelektual. Bahkan disudut gang, kapitalisme menjadi pembicaraan para marjinal. Bahwa kapitalisme racun pembawa kemelaratan. Pernyataan Sang Raja Cikeas (Baca : SBY) mengenai ekonomi syariah, hanyalah konsep ekonomi kapitalisme yang disampul dengan kata syariah. Mengapa? Karena sampai hari ini yang

Sejatinya, Atut telah terpenjara dalam bui bernama Demokrasi. Perannya sebagai perempuan dan ibu telah dirampas. Keputusannya memegang kekuasaan sebagai pemimpin di Banten harus ia bayar mahal dengan meninggalkan keluarga dan mendekam dalam sel tahanan. Berbeda dengan demokrasi yang menjerumuskan perempuan dalam sistem politik yang keliru. Islam hadir memberi solusi dengan mengharamkan jabatan kekuasaan bagi perempuan dan mengkhususkannya bagi lakilaki. Hanya saja pengkhususan ini bukan berarti menjadikan perempuan sebagai warga negara kelas dua atau

merendahkan perempuan sebagaimana yang dituduhkan sebagian kalangan. Sebab Islam memandang bahwa peran perempuan yang utama dan paling utama adalah menjadi Ummu wa Rabbah AlBayt. Adapun dalam lingkup politiknya, maka perempuan berhak untuk memilih dan mengoreksi pemimpin, dipilih menjadi anggota Majelis Umat juga sebagai anggota partai politik. Dalam lembaran sejarah, bagaimana dahulu para shahabiyah ambil bagian dalam kancah politik tanpa lupa peran utamanya. Sebutlah, Asma binti Abu Bakar, wanita yang dijuluki dengan perempuan pemilik dua ikat pinggang (dzatun nithaqain) adalah seorang muhajirah yang agung, yang mengorbankan jiwa, raga dan hartanya hanya untuk Islam. Asma-lah yang mengirim makanan untuk Rasulullah dan ayahnya di Gua Tsur ketika hendak hijrah ke Yatsrib (Madinah). Juga ada Shafiyyah Binti Abdul Muthalib, seorang wanita yang dikenal dengan kesabarannya tetapi ia juga sangat tangkas dan gesit. Beliau berperan aktif di medan Perang Uhud dan menyaksikan jasad saudaranya yang rusak –Hamzah Bin Abdul Muthalib- dengan penuh ridha dan sabar. Tak ketinggalan ada Khaulah r.a yang mengkritik kebijakan Khalifah Umar r.a yang membatasi jumlah mahar dan masih banyak lagi. Ya, andai saja Atut Chosiyah menjadikan Islam sebagai pegangan hidup. Ideologi yang mengantarkannya pada peran yang sesungguhnya sebagai perempuan. Tentu tak akan ada cerita, seorang Ratu yang mendekam di balik bui demokrasi.

,Edisi 4/Januari 2014

17


IInk nk S Side ide

Ink-Side

Atut Chosiyah: Ratu Dibalik Bui Izzah Al Mundzirah

D

ahulu kala, hiduplah raja dan ratu di sebuah istana megah. Baju yang indah bertahtahkan emas, pangeran dan putri yang tampan jelita. Dengan rakyat yang hidup serba kecukupan, tidak kurang apapun, makmur nan sentausa. Dan akhirnya, mereka hidup bahagia selamanya. Ya, begitulah alur kisah dongeng yang biasa menjadi pengantar tidur saat kecil. Namun, sepertinya itu tidak berlaku bagi Ratu Atut Chosiyah. Gubernur wanita pertama di Indonesia.

Atut berhasil menduduki tampuk kekuasaan sebagai orang nomor satu di Banten setelah Djoko Munandar, lengser dari jabatannya pada 2005. Djoko didakwa memperkaya anggota DPRD Banten dan merugikan keuangan negara Rp 14 miliar. Pada tanggal yang sama, 11 Oktober 2013, tepat delapan tahun, Atut diperiksa oleh KPK sebagai saksi kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak yang melibatkan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, dan mantan Ketua MK Akil Mochtar. Keputusan final KPK, Atut dinyatakan sebagai tersangka kasus pencucian uang pada Senin, 16 Desember dan ditahan di Rutan Pondok Bambu pada Jumat, 20 Desember. Dinasti Ratu Atut Sejak menjadi orang nomor satu di Banten. Satu per satu keluarga besarnya

16

terlibat dalam pemerintahan. Diawali kemunculan Airin Rachmi Diany, adik ipar atut, pada pilkada Tangerang 2008. Namun gagal dan baru terpilih sebagai wali kota di Tangerang Selatan 2011-2015. Di tahun yang sama, adik tiri Atut terpilih sebagai wakil wali kota Serang, kemudian di tahun 2013, ia kembali mencalonkan diri dan menang sebagai wali kota. Tahun 2010, adik Atut, Ratu Tatu Chasanah terpilih menjadi Wakil Bupati Serang 20102015 mendampingi Taufik Nuriman. Juga tak mau ketinggalan, Ibu tiri Atut, Heryani, terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang pada Pilkada 2011 mendampingi Erwan Kurtubi. Bukan hanya itu. Dinasti ini pun merambah ke luar eksekutif. Sang suami, Hikmat Tomet, terpilih sebagai anggota DPR. Anak pertama mereka, Andika Hazrumy, jadi anggota DPD perwakilan Banten. Adde Rosi Khairunnisa, menantu Atut (istri Andika), menjadi anggota DPRD Kota Serang. Bui, Kado terindah di hari Ibu Dinginnya bui menjadi kado terindah Hari Ibu bagi Atut. Di mata anak-anaknya, ia adalah sosok ibu yang baik. Rumah yang mewah, harta yang berlimpah, posisi pemerintahan yang menjanjikan tak ayal ia berikan. Demi kebaikan ananda dan keluarga tersayang. Sayangnya, Atut lupa bahwa ada ribuan perut yang ia rampas

,Edisi 4/Januari 2014

menjadi landasan negara Indonesia dalam berekonomi secara luwes adalah pasar bebas (liberalism market). Dan kita ketahui bersama bahwa taburan kekayaan alam indonesia, masih sepenuhnya dikuasai oleh para komprador kapitalis (individu-individu yang menguasai kekayaan negara). Kekayaan negara yang menyangkut hajat dan kehidupan rakyat indonesia dimana seharusnya mengakomodir kebutuhan sandang, pangan dan papan rakyat indonesia itu, malah diserahkan kepada asing. Seperti inikah sikap penggerak ekonomi syariah yang justru melenceng jauh dari ekonomi syariah? Zakat adalah seruan Allah swt kepada kaum muslimin untuk mereka tunaikan. Entah itu zakat fitrah yang wajib pada bulan ramadhan, ataupun zakat lain yang terkategori sunnah. Bila mengamati pernyataan SBY terkait prinsip ekonomi syariah yakni berbagi kepada individu lain lewat zakat dan amal. Ada indikasi bahwa, SBY berharap rakyat mau membantu sesamanya. Tentu tidak salah. Tapi, jika semua urusan itu hanya di bebankan kepada rakyat, lalu penguasa membantu siapa? Faktanya, Penguasa lebih senang membantu asing untuk menguasai kekayaan alam indonesia daripada rakyatnya sendiri. itulah ‘infaq’ penguasa kepada asing. Maka, pernyataan SBY di atas pun memiliki nilai politis, yakni

mengerdilkan makna ekonomi syariah. Prinsip ekonomi syariah bukan hanya zakat. Zakat hanyalah satu bagian dari ekonomi syariah. Secara utuh, prinsip ekonomi syariah adalah bagaimana negara mampu memberikan kebutuhan sandang, pangan, dan papan (primer) secara gratis kepada rakyat lewat pengelolaan kekayaan alam negara yang dikelola oleh negara. Tapi, bagaimana bisa penguasa menyajikan kebutuhan primer secara gratis kepada rakyat, sedangkan kekayaan alam sepenuhnya dijarah oleh asing? Gerakan ekonomi syariah cetusan SBY juga menuai kritik dari pakar ekonomi syariah, yakni Arim Nasim. Beliau menyatakan, “pidato SBY dapat menimbulkan kesalah pahaman, karena terlalu menonjolkan perbankan syariah. Sehingga seolah – olah ekonomi syariah itu sama dengan perbankan syariah. Padahal konsep perbankan syariah hanyalah sebagian kecil dari sistem ekonomi islam”. Beliau menambahkan, “dalam sistem syariah (islam) harta milik umum seperti tambang migas, emas, perak, batubara, dll. Adalah milik umum yang wajib dikelola oleh negara dan haram di privatisasi”. “Namun faktanya, di negara kaya ini rakyat dikesampingkan, justru asing

19


IInk nk S Side ide

Ink-Side diberikan kebebasan penuh untuk menguasai kekayaan alam negeri. Inilah bualan gerakan ekonomi syariah cetusan SBY. Arim Nasim pun menegaskan “SBY adalah kapitalis tulen yang pura – pura pro syariah2“.

Sejatinya GRES (Gerakan Ekonomi Syariah) hanyalah alat SBY untuk mengembalikan citra diri dan partainya dihadapan rakyat Jika SBY, betul serius dalam menjalankan ekonomi syariah, seharusnya SBY, mengambil alih seluruh kekayaan alam indonesia yang dikelola oleh asing, menghapus tempat prostitusi, perjudian, menghapus perdangan narkoba, dan minuman keras. Namun yang terpampang depan mata SBY tetap memberikan kekayaan indonesia kepada asing, dan indonesia tetap menjalankan praktik ekonomi yang diharamkan syara’. Inilah bukti bualan dan kebohongan SBY kepada rakyat muslim indonesia. Sejatinya GRES (Gerakan Ekonomi

20

Syariah) hanyalah alat SBY untuk mengembalikan citra diri dan partainya dihadapan rakyat. Terkhusus di hadapan rakyat muslim, yang mana rakyat muslim adalah mayoritas dinegeri ini atau dengan kata lain rakyat muslim pemegang suara terbanyak yang tertipu oleh SBY lewat GRES-Nya. Mengingat pemilu tinggal menunggu bulan, GRES sekali lagi adalah alat pembodohan tirani cikeas. Ekonomi Syariah Sesungguhnya Ekonomi syariah merupakan sistem perekonomian dalam islam yang benarbenar shahih karena berasal dari pemikiran islam (Al-Qur’an dan As-sunnah). Adapun tiga perkara yang dibahas dalam sistem ekonomi islam, yakni pertama berbagai cara untuk mendapatkan kekayaan, kedua pengelolaan kepemilikan, ketiga distribusi kekayaan di tengah – tengah masyarakat. Soal berbagai cara mendapatkan kekayaan, islam melarang praktik prostitusi, jual beli minuman keras (khamr), dan praktik ribawi. Karena cara-cara seperti itu dapat menyebabakan merosotnya perilaku masyarakat, dan memicu ketidakadilan ekonomi. Pengelolaan kepemilikan dan distribusi kekayaan di tengah masyarakat merupakan suatu faktor kritis dalam menentukan tingkat ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan masyarakat. Dari sinilah islam

dalam dan luar negeripun tak pernah alpa hadir menjadi suguhan masayrakat. Tak ketinggalan budaya K-pop yang semakin menjamur dan menjadi kiblat para remaja. Maka wajar jika sebagian besar masyarakat menyatakan bahwan music (song) is my life. Virus S yang ketiga adalah sport. Saat ini olahraga tidak hanya dilakukan untuk kesehatan. Lebih jauhnya olahraga kini dijadikan sebagai hiburan, bahkan sebagai ladang bisnis. Berbagai ajang olahraga bergengsi baik tingkat nasional maupun dunia hampir setiap waktu diselenggarakan tentunya dengan mengucurkan dana yang tidak sedikit. Seperti yang dismpaikan oleh komite eksekutif FIFA pada Kamis (5/12/2013) bahwa total dana yang akan dikeluarkan untuk Piala Dunia 2014 sebesar $576 juta atau sekitar Rp 6,8 triliun (http://namafb. com/2013/12/06/). Tak ketinggalan pual bintang-bintang olahraga tak jarang dijadikan sebagai idola mengganti sosok kesatria sejati pahlwan nasional ataupun pejuang-pejuang Islam yang bahkan namanya saja tak pernah terdengar. 3F dan 3S Produk Sitem Sekuler Kapitalis Semakin menjamurnya virus 3F dan 3S tidak lain adalah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh para pengsusung ide sekuler kapitalis. Ide yang meniadakan agama di tengah-tengah masyarakat sekaligus menjadikan keuntungan

materis sebagai kiblat dan motivasi berbuat. Hal-hal yang awalnya hanya berupa keinginan kini naik tingkat menjadi tuntutan kebutuhan sehingga butuh pnegorbanan materi yang lebih besar pula. Maka wajar pula jika para pengusaha yang berkaitan dengan fun, food, fashion, seks, song dan sport semakin laris manis dan bebas menjajakan produknya demi meraih keuntungan yang sebasar-besarnya. Tanpa melihat lagi apakah dampaknya semakin positif atau justru negative. Kondisi ini juga didukung dengan sistem kontrol masyarakat dan ketahanan Negara yang semakin rapuh. Maka kepedulian dengan merebaknya virus ini tak lagi dijadikan perhatian utama. Seakan hanya menjadi PR orang tua dan keluarga, itupun jika perhatian dan kepedulian tersebut masih ada. Sistem sekuler kapitalis benar-benar telah menebarakan virus ke seluruh lini kehidupan. Inilah proyek besar mereka menghancurkan generasi demi kepuasan materi semata. Tahun baru harapan baru, saatnya mewasapadai dan berhati hati dengan penyebaran virus sekuler kapitalis dan bangkit melakukan pembasmian secara menyeluruh. Tanpa itu semua keadaan akan semkain suram generasi harapan bangsa pun akan hilang. Wallahu a’lam bishshawab

,Edisi 4/Januari 2014

15


IInk nk S Side ide

Ink-Side

fashion yang baru mengikut pada trend mode dunia. Bahkan tidak ketinggalan fashion bergaya Islami menjadi sasaran empuk terlebih lagi ketika animo masyarakat terhadapa pakaian Islami semakin tinggi. Bukannya membuat masayrakat khsusnya kaum hawa berbusana muslim sempurna justru yang terjadi menghadirkn berbagi macam gaya berbusana yang dimodifikasi sedemikian rupa. Virus ketiga bernama food. Semakin hari semakin banyak jenis makanan yang bermunculan mulai dari makanan balita hingga makanan orang dewasa. Makanan pun akhirnya dijadikan gaya hidup. Seakan-akan untuk mengukur tingkat kesejahteraan seseorang dilihat dari jenis makanan yang dia makan. Didukung oleh media yang menampilakn kompetesi masak ataupun kompetisi makan dengan berbagai macam gaya, semua itu dilakukan demi mendaptkan imbalan berupa hadiah ataupun sebuah prestise gelar. Disatu sisi serangan food ala barat, junkfood dan sejenisnya semkain banyak hampir disetiap sudut tempat perbelanjaan dan sudut jalan kota dijumpai. Tentun kesemuanya tidak lagi memperhatikan kandungan bahan makanan yang digunakan apakah halal atau haram. Virus 3S (Sex, Song dan Sport) Virus sex merupakan virus yang tidak

14

kalah parahnya. Bahkan sejarawan Tufiq Ismail menyatakan bahwa budaya malu saat ini sudah dikikis habis oleh Gerakan Syahwat Merdeka (GSM) yang dimotori oleh 13 pihak. Diantara mereka adalah : praktisi seks bebas sehari-hari baik hetero maupun homo seksual, penerbit majalah dan tabloid mesum yang telah menikmati ketiadaan perlunya SIUPP (Surat Ijin Penerbitan Pers), produsen juga penulis skrip dan pengiklan acara televise syahwat, 4,2 juta situs porno dunia dan 100ribu situs porno Indonesia, penulis penerbit dan propagandis buku syahwat, dokter dan dukun praktisi aborsi (http://www.voa-islam.com/read/ smart-teen/2013/) Peran media sangat besar dalam memunculkan nafsu syahwat ditengahtengah masayrakat khusunya generasi muda. Akhirnya yang terjadi kebebasan bergaul yang kebablasan. Angka seks pra nikah dikalangan remaja pun terus meningkat. Di tahun 2010 sekitar 21 persen remaja diduga melakukan seks bebas atau seks di luar nikah (http:// www.metrotvnews.com/metronews/ read) Virus S yang kedua adalah song. Virus ini tidak mau kalah ikut menjamur. Ajang pencarian bakat menyanyi hampir diadakan di seluruh stasiun TV swasta. Para calon finalis rela antri berhari-hari, melewati teriknya panas matahari demi mengikuti audisi. Berbagai konser dari

,Edisi 4/Januari 2014

mengelompokkan kepemilikan kedalam tiga golongan, yaitu kepemilikan umum, kepemilikan pribadi (individu), dan kepemilikan negara. Kepemilikan umum bemakna kekayaan yang dimiliki oleh seluruh warga negara islam, baik yang dimiliki oleh seluruh warga negara islam maupun nonmuslim yang hidup dan taat terhadap hukum islam. Termasuk diantaranya adalah segala kebutuhan pokok yang menjadi hajat hidup seluruh masyarakat. Dalam salah satu hadits Rasulullah saw bersabda : “Manusia berserikat dalam tiga perkara yaitu air, padang rumput, dan api”. Kepemilikan individu adalah segala sesuatu yang didapat oleh seorang individu melalui usahanya, atau diperoleh hadiah, shadaqah, warisan, atau cara-cara lainnya yang dibenarkan syariat islam. Barang – barang milik individu diantaranya adalah rumah, mobil, uang, tanah, perusahaan, dan lain sebagainya. Masing – masing individu bebas memanfaatkan barang – barang milik individu ini sekehendak hatinya, sepanjang sesuai dengan syariah islam. Kepemilikan negara adalah segala sesuatu yang menjadi milik negara yang dibutuhkan negara agar dapat menjalankan tugas – tugasnya.

Diantaranya adalah perlengakapan militer, termasuk gedung- gedung yang dijadikan sebagai markas dan kantornya, serta industri – industri berat yang digunakan untuk membangun infrastruktur dimasyarakat3. GRES (Gerakan Ekonomi Syariah) cetusan SBY hanyalah cover dari sistem ekonomi kapitalisme dengan tujuan tetap menguatkan dominasi asing untuk menjarah negeri ini. Ini terlihat dengan adanya economy individualic concept yang menjadi pandangan bangsa. Bukti bahwa sistem kepemilikan negeri ini menjadikan pemilik modal segalanya. sistem ekonomi islam hanya bisa diterapkan secara sempurna dan menyeluruh dalam konstitusi islam yakni negara khilafah. “kerusakan semakin nyata. berbaring rasakan dan diam. Atau kah bangun merasakan dan lawan. Lawan, lawan, dan lawan!” Sumber : 1. Hizbut-tahrir.or.id 2. (Liputan6.com,Jakarta) Rujukan : Abdullah / Islam Pandangan Hidup yang Sempurna / Sistem Ekonomi Islam / Hal 84 – 95.

21


Ink Side

Ink-Side

Inikah Mahasiswa Berjuluk Kampus Islam?

Virus 3F dan 3S Semakin Kronis

Zahra Qonita Al Maisaroh

Ridha Zinnirah

D

unia akademik kembali berduka. Dua kelompok mahasiswa di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, (20/11/2013) terlibat bentrok. Begitulah yang terlansir pada berita Hidayatullah.com. Akhir dari bentrok ini menewaskan dua mahasiswa.

Ada asa yang tak bisa terlisankan setelah membaca kata “Muslim” di berita itu. Tidak hanya kali ini. Malu, sedih, atau apapun itu tak bisa mewakili pikiran yang menerawang jauh dalam pandangan Islam. Teringat kembali firman Allah SWT “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” ( TQS. Al-Imran : 110 ). Bukan berfikir bahwa Tuhan membohongi kita, tetapi tak lebih dari sekedar mencari apa sebenarnya yang salah, hingga hari ini tak kita dapati hal itu. Kata ummat terbaik adalah kemuliaan tertinggi bagi ummat islam, namun fakta saat ini manusia bergelar “muslim” justru saling membunuh, saling menyerang dengan alasan yang tidak dibenarkan. Ummat

22

muslim saat ini hanya menempatkan keislamannya pada secarik kertas berukuran 15x10 cm, itulah KTP. Dari berita yang beredar bahwa pembunuhan itu hanya disebabkan oleh motif “saling mengejek”. Tindakan anarkisme yang kerap berujung pada aksi pembunuhan dipertontonkan mahasiswa, merupakan sebuah upaya untuk unjuk kemapanan (show of force) satu kelompok terhadap kelompok lain yang dianggap sebagai lawan. Budaya adu kekuatan fisik menjadi hal yang lazim dilakukan para mahasiswa. Mereka mengandalkan parang ketimbang pemikirannya. Hal ini justru menggambarkan bahwa otak para mahasiswa tidak lagi di isi dengan pemikiran intelektual, melainkan hanyalah kekosongan. Mahasiswa yang notabene adalah seorang pemikir, seorang intelek, kini menjadi preman berkemeja dan berbuku kosong. Padahal dikatakan mereka adalah tombak perubahan, agen perubahan ( The Agent Of Change). Perubahan seperti apa yang

2

013 berlalu, 2014 pun tiba. Tak lupa pula pesta penyambutan gegap gempita dengan berbagai pesona, warna dan budaya di hadirkan menjelang pergantian tahun. Namun sebenarnya jika kita merenung, maka akan terkuak bahwa saat ini masyarakat sedang dalam keadaan yang kritis, mengidap virus yang menghancurkan tidak hanya untuk saat ini tapi dampkanya akan dirasakan hingga generasi-generasi mendatang. Maka menjadi pertanyaan besar, apakah dengan moment pergantian tahun ini, masyarakat akan sembuh dari wabah virus itu ataukah justru akan semakin kronis? Virus 3F (Fun, Food dan Fashion) Virus F pertama fun. Melalui fun atau hiburan masyarakat dilenakan, masyarakat dialihkan dari memikirkan dan mencari solusi untuk kondisi yang semakin hari semakin terpuruk. Kondisi

generasi semakin hancur karena fun yang semakin tak bersahabat. Mari kita tengok berapa banyak game online yang tersebar waktu belajarpun direbut oleh waktu untuk bermain game. Tak ketinggalan budaya dugem khususnya dikalangan remaja menjadi sesuatu yang ngetrend, seakan tak gaul jika tak ngedugem. Tidak cukup sampai disitu. Setiap hari masyarakat disuguhi dengan tontonan hiburan layar kaca yang adegana-adegannya hanya mengandung celaan ejekan, kekonyolon yang berlebihan bahkan tidak segan-segan adu jotos hanya dalam rangka membuat penonton terpingkal-pingkal. Termasuk pula perayaan pergantian tahun dipenuhi dengan pesta yang gemerlap, tiupan terompet memecah telinga, tarian dan nyanyian dengan berbagai macam gaya, dan tentunya tak sedikit mengeluarkan biaya Kedua adalah fashion. Istilah ini bukanlah hal baru, serangan virus atas nama fashion pun terus bermunculan. Setiap tahun berganti maka akan ada pula trend

,Edisi 4/Januari 2014

13


Ink Side

Ink-Side

pembubaran Densus 88. Fenomena yang sangat menjijikan juga kita bisa lihat pada Sidang Paripurna DPR RI awal tahun (15/1) yang hanya dihadiri oleh 312 anggota dari 560 anggota (tidak mencapai 50 %), diduga kuat para anggota masih berada di daerah berhubung sekitar 2,5 bulan lagi akan di adakan pemilihan legislatif. Ironisnya lagi aktifitas ini dilakukan setelah masa reses (pulang ke daerah) sejak 19 Desember 2013 lalu. Resolusi yang benar Indentifikasi penyakit (masalah) di atas tentunya memerlukan obat yang tepat dan mujarap. Sebagaimana orang sakit perut karena dia lapar seharusnya penanganan yang paling tepat ialah dia harus makan, bukan malah mengkonsumsi obat sakit perut, anti nyeri atau diurut yang justru malah menimbulkan masalah baru. Masalah negara ini bukanlah hanya masalah pemimpin tapi juga masalah sistem kenegaraan yang carut marut, lihat saja pergantian kepemimpinan Indonesia melalui jalur tidak langsung maupun langsung justru membuat Indonesia secara umum semakin terpuruk dari hari kehari dalam ukuran kesejahteraan, kedaulatan dan keadilan. Model kepemimpinan negara pun sering berganti dari Soekarno yang cenderung Pancasila Sosialis, Soeharto ke Pancasila Liberal, dan reformasi ke Pancasila kapitalis dan kesemuanya mengklaim dirinya pancasilais, seakan ini menunjukan tidak ada format baku dalam pancasila dan UUD sehingga intrepretasi berbedapun muncul saat merumuskan

12

sistem kerja (kebijakan) kenegaraan. Di sisi lain kita juga bisa melihat fenomena Anggota DPR RI yang sering jalan-jalan ke luar negeri dengan alasan mempelajari budaya atau kebijakan mereka dalam rangka pertimbangan perumusan RUU di Indonesia, yang seolah juga menunjukan bahwa dasar negara kita itu tidak lengkap dan hanya sebagai filosofi kenegaraan yang tidak bisa menerjemahkan sistem kenegaraan secara sempurna (baca: ideologi).

dikehendaki jika mahasiswanya kosong akan pemikiran-pemikiran intelektual? Padahal pemuda adalah tebing kekuatan. Disanalah tertumpuk mesin semangat yang bisa merubah dunia. Sampai ada pepatah mengatakan “jika pemudanya baik maka negaranya akan baik pula”.

Kebenaran relatif hasil kajian manusia sebenarnya secara jujur tidak bisa dan tidak mampu di jadikan sandaran yang tepat dalam mengatur kehidupan manusia termasuk sistem kenegaraan, dikarenakan pikiran kita bersifat terbatas atau manusia tidak mampu memprediksi masa depan serta manusia juga cenderung menitipkan kepentingan atau hawa nafsunya dalam merumuskan suatu aktifitas (kebijakan). Oleh karena itu sejatinya kita harus mengambil kebenaran mutlak hasil ciptaan Sang Pencipta manusia yang benar-benar tahu hakikat manusia. Kalau barang elektronik seperti HP saja punya buku pedoman, manusia sebagai mahluk yang diturunkan sebagai pemimpin di dunia haruslah juga punya pedoman.

Lantas apa yang salah pada pemuda kini? Semua orang tahu bahwa tindak kriminal yang tejadi menggambarkan kemerosotan moral. Nah apakah ada pembinaan khusus memperbaiki moral generasi bangsa ini? Mereka hanya dituntut mengetahui ilmu alam, ilmu sosial, teknik dll, namun miskin akan pembinaan moral. Sedang pembinaan moral yang terbaik ada pada Islam. Bagaimana tidak? Dalam Islam diajarkan bagaimana berinteraksi, bagaimana saling menghormati, dan diajarkan pula kesadaran akan perintah Allah SWT dalam melakukan kebajikan, dan larangan Allah SWT melakukan kemaksiatan, seperti tindak anarkisme, pembunuhan, dll. Adanya kesadaran ini akan mendorong mahasiswa untuk melakukan perubahan ke arah yang benar. Karena Islam memiliki aturan yang lengkap dalam pembinaan moral.

Islam adalah agama dan juga ideologi yang sempurna dan juga ilmiah serta dapat di uji kebenaran mutlaknya, tentunya kita sebagai manusia pemikir haruslah mengambil sesuatu yang benar untuk digunakan sebagai pengaturan hidup dan kehidupan kita untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Namun, pertanyaannya adalah mengapa kampus bergelar “muslim” sekalipun bisa melakukan kemaksiatan? Jawabannya adalah karena Islam hanya ditempatkan pada teori. Mereka mempelajari tentang moral dalam islam, mereka mempelajari kebajikan yang diperintah Allah SWT,

,Edisi 4/Januari 2014

bahkan mereka mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun tidak pada penerapannya. Saat ini sistem pendidikan yang ada di Indonesia menafikkan adanya peranan agama dalam mengatur kehidupan, agama hanya didasarkan pada terori semata, tidak untuk diamalkan. Lihat saja sudah berapa kali bentrokkan terjadi di kalangan mahasiswa? Apakah ada sanksi yang membuat mereka jera akan hal itu? Tidak adanya sanksi yang membuat jera pelakunya akan menumbuhkembangkan pelaku berikutnya. Padahal di dalam islam telah jelas dikatakan bahwa “...barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya....” (TQS. Al-Maidah: 32). Hukuman duniawi terhadap seorang pembunuh dalam Islam sangatlah berat yaitu dibunuh juga sebagai hukuman qishash ke atasnya. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan

23


Ink Side

Ink-Side kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.” (QS. alBaqarah: 178). Sementara hukuman ukhrawi-nya adalah dilemparkan dalam neraka oleh Allah SWT suatu masa nanti, sesuai dengan firmanNya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa’: 93) Bagi pembunuh yang sudah dimaafkan oleh keluarga terbunuh sehingga bebas dari hukuman qishash, wajib baginya membayar diyat kepada keluarga terbunuh sebanyak 100 ekor unta. Jumhur ulama sepakat dengan jumlahnya dan bagi wilayah yang tidak mempunyai unta dapat diganti dengan lembu atau kerbau atau yang sejenis dengannya. Dalam Islam, qishash diberlakukan karena di sana ada kelangsungan hidup umat manusia, sebagaimana firman Allah: “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 179). Qishash ini betul-betul sebuah keadilan dalam sistem hukum pidana Islam, di mana seseorang yang membunuh orang lain tanpa salah harus dibunuh balik. Ini sama sekali tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana diklaim orang-orang yang tidak paham

24

hukum Islam. Bagaimana mungkin kalau seseorang membunuh orang lain tanpa dibenarkan agama dapat diganti dengan hukuman penjara 5-9 tahun, sementara orang yang dibunuhnya sudah meninggal. Malah yang seperti itulah melanggar HAM, karena tidak berimbang antara perbuatan jahat yang dilakukannya dengan hukuman terhadapnya. Islam ada dengan kesempurnaannya mengatur kehidupan, mulai dari pembinaan moral, tsaqofah, dan pendidikan akademik yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Islam selalu memandang Pemudanya sebagai The Agent Of Change, karena ditangan merekalah perubahan ini bisa tercapai. Perubahan yang membawa ke arah kegemilangan. Dengan diterapkannya sistem pendidikan islam, sistem sanksi yang jelas dan membuat jera para tindak kriminal, serta menjadikan negara sebagai kontribusi utama dalam penerapan Islam secara kaffah (menyeluruh). Maka saat ini, yang kita butuhkan bukanlah sekedar teori, tetapi perjuangan para pemudanya dalam memberantas sistem yang menafikkan adanya peranan Tuhan dalam kehidupan ( baca : demokrasi ), hingga tak ada lagi bentrokkan yang terjadi apalagi dengan gelar “muslim” atau mahasiswa berjuluk kampus “islam”, melainkan kemuliaan islam yang diperjuangkan oleh para pemuda muslim berakademik intelektual. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

dengan tingginya inflasi sehingga daya beli masyarakat semakin rendah dan perekonomian Indonesia semakin melambat, serta lebih jauh lagi telah menjadi salah satu pemicu menurunnya nilai mata uang rupiah yang sekarang masih berfluktuatif di angka Rp.12.200/ US$ padahal sebelum kenaikan BBM Juni 2013 bermain di angka Rp.9.000/US$. Rupa-rupanya kebijakan mencekik rakyat ini juga belum berhenti, beban hidup pun semakin akan bertambah dengan di hembusnya kenaikan tarif listrik bagi industri. Di tengah kesengsaraan yang luar biasa ini, demi meraih simpati masyarakat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Pengelola Jaminan ke-Sehatan (BPJS) diluncurkan pada awal tahun baru 2014. Pemerintah dan DPR korup yang didukung oleh media massa dengan informasi sesat serta para cecuruk-cecuruknya ini mensosialisasikan program BPJS sebagai program kesehatan gratis dan dikhususkan sebagai program yang pro rakyat kecil. Setelah dikaji lebih jauh sejatinya ini tidak jauh dengan asuransi secara umum sebagaimana rakyat juga harus membayar premi atau iuran setiap bulannya untuk mendapatkan kesehatan yang ternyata hanya sebagian kecil yang diakomodir oleh jaminan ini dan lebih mirisnya lagi ini sangat memberatkan rumah sakit dalam pembiayaannya sehingga berimbas kepada mutu pelayanannya yang lebih rendah. Protes ini sejalan dengan suara penolakan mantan menteri kesehatan Siti Fadhilah sewaktu dalam perancangan

UU BPJS tersebut. Lebih terangnya pemerintah dan DPR yang merancang UU BPJS ini sebenarnya berniat ingin mengkomersialisasi layanan kesehatan masyarakat, ini terlihat dari kebijakan pemaksaan bagi para peserta BPJS agar membayar premi atau dengan kata lain tidak ada pelayanan gratis bagi para pasien. Di tengah gemuruh suara petasan tanda bergantinya tahun di Jakarta, Densus 88 pun seakan tidak mau kalah melapas letusan senjatanya untuk menyambut tahun baru 2014 dengan membunuh para terduga teroris di sudut kota Jakarta. Para ‘Anjing’ peliharaan Australia dan AS serta didukung rezim pengkhianat ini dalam operasinya sangatlah brutal serta penuh kebohongan. Bagaimana tidak, terduga teroris selalu dieksekusi mati dalam penanganannya dengan alasan klasik yakni para teroris melakukan perlawanan, namun terbukti dalam beberapa operasi banyak para terduga teroris tersebut tidak melakukan perlawan bahkan pernah terjadi fenomena salah tangkap, namun lagi dan lagi informasi sesat Densus 88 demi untuk menutupi kejahatannya maka mereka pun tidak segan-segan mengeluarkan pernyataan kronologis yang bertentangan dengan uji lapangan oleh para pengamat seperti Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir serta komnas HAM dan lain sebagainya. Standar penetapan teroris juga sangatlah rancu bahkan Al-Quran serta buku bacaan tentang surga dapat di masukan sebagai bukti dalam penggerebekan. Jangan heran ormas-ormas besar Islam serta para pejuang HAM sampai menuntut ,Edisi 4/Januari 2014

11


Ink Side

Sajak

Kado Tahun Baru Rezim Pengkhianat Rakyat Sulerski Monoarfa

T

erima kasih, saya sampaikan kepada pak SBY, semoga ini menjadi kado tahun baru 2014 “pesan Anas Urbaningrum sewaktu ditahan KPK pada Jumat kemarin (10/1)”. Para loyalis Anas yang tergabung dalam barisan PPI menilai ada peran strategis cikeas atau sebutan lain dari rezim SBY serta para pengikut setianya dalam upaya menjerumuskan anas dalam jerat KPK. Loyalis Anas sangat meyakini bahwa bosnya mengetahui seluk beluk rekayasa drama korupsi Cikeas, maka sebelum rekayasa kasus ciakeas terbongkar, maka pihak Cikeas berupaya untuk mengelabui dengan membungkam Anas lewat KPK dan membersihkan loyalis anas dari internal partai Demokrat, sebut saja pasek yang diturunkan dari komisi 3 DPR RI dan sekarang telah ditendang keluar oleh partai Demokrat. Kata terima kasihpun seolah pantas dialamatkan kepada SBY sebagaimana di tekankan oleh politisi Partai Demokrat Ikhsan Modjo, karena dengan desakanya elpigi ukuran tabung 12 kg bisa di turunkan dari kisaran harga Rp.130.000 per tabung ke kisaran Rp.95.000 per tabung, yang pada awal bulan Januari telah di naikan pertamina dari kisaran

10

Rp.75.000 per tabung, dengan alasan perusahaan negara ini merugi sekitar 7 triliun, sementara pada tempat yang berbeda rekan koalisinya dari partai Golkar Bambang Soesatyo menilai SBY berpura-pura tidak mengetahui rencana pertamina menaikan harga elpigi 12 kilogram. Hal ini terindikasi dalam drama pencitraan SBY yang seakan-akan menjadi pahlawan kesiangan atas kebijakan penurunan harga elpigi tersebut. Lagu lama tipu-tipu ala penguasa zholim pengkhianat rakyat ini pun selalu dinyanyikan, diantaranya ialah kasus pertamina yang harus mengimpor gas dari luar negeri sehingga harga elpigi pun bisa mahal, namun anehnya Indonesia adalah negara utama penghasil gas dunia tapi pemerintah lebih cenderung menjualnya secara murah ke luar negeri dan pertamina dipaksa mengimpor. Padahal disisi yang lain pemerintah senantiasa mensosialisasikan konversi BBM ke gas agar bisa dijangkau masyarakat, toh pada akhirnya belakangan juga dinaikkan seakan BBM dan elpigi tersebut tidak menyangkut hajat hidup orang banyak. Di sisi lain efek jangka panjang kenaikan BBM kemarin masih terasa berat oleh masyarakat Indonesia secara umum

,Edisi 4/Januari 2014

“PERTEMUAN MAHASISWA” Matahari terbit pagi ini Mencium bau kencing orok di kaki langit Melihat kali coklat menjalar ke lautan dan mendengar dengung lebah di dalam hutan Lalu kini ia dua penggalah tingginya Dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini Memeriksa keadaan Kita bertanya : Kenapa maksud baik tidak selalu berguna Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga Orang berkata : “Kami punya maksud baik” Dan kita bertanya : “Maksud baik saudara untuk siapa ?” Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina Ada yang bersenjata, ada yang terluka Ada yang duduk, ada yang diduduki Ada yang terlimpah, ada yang terkuras Dan kita di sini bertanya : “Maksud baik saudara untuk siapa ? Saudara berdiri di pihak yang mana ?” Kenapa maksud baik dilakukan Tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya Tanah – tanah di gunung sudaj menjadi milik orang – orang kota Perkebunan yang luas Hanya menguntungkan segolongan kecil saja Alat – alat kemajuan yang diimport Tidak cocok bagi petani yang sempit tanahnya Tentu saja kita bertanya : “Maksud baik saudara untuk siapa ?”

Kita mahasiswa tidak buta Sekarang matahari semakin tinggi Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya : Kita ini dididik untuk memihak yang mana ? Ilmu – ilmu diajarkan disini Akan menjadi alat pembebasan Ataukah akan menjadi alat penindasan ? Kita menuntut jawaban.. Sebentar lagi matahari akan tenggelam malam akan tiba Cicak – cicak berbunyi di tembok rembulan berlayar Tetapi pertanyaan-pertanyaan kita tidak akan mereda Akan muncul di dalam mimpi Akan tumbuh di kebon belakang Dan esok hari Matahari akan terbit kembali Sentiasa hari baru menjelma Pertanyaan – pertanyaan kita akan menjadi hutan Atau masuk ke gali Menjadi ombak di samodra Di bawah matahari ini kita bertanya : “Ada yang menangis, ada yang mendera ada yang habis, ada yang mengikis” Dan maksud baik kita, memihak yang mana.

WS. Rendra

25


IInk nk S Side ide SOAL-JAWAB

‘Ashabiyah Ustadz Kusnady Ar-Razi Ma’had Darul Muttaqin, Malang Koord. Resist (Research and Study of Islamic Thought and Civilizations)

Soal:

Nabi Saw:

Kebanyakan dari kita terjebak dalam sikap ‘ashabiyah (fanatik buta) yang akut terhadap suku, mazhab, kelompok, atau organisasi politiknya. Alhasil, masing-masing membanggakan kelompok/golongannya dan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga kepentingan kelompok. Apakah sikap ini dibenarkan dalam Islam?

Bukan termasuk umatku siapa saja yang menyeru orang pada ‘ashabiyah, bukan dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyyah, dan bukan dari golongan kami orang yang mati karena ashabiyyah (HR Abu Dawud).

Jawab: ‘Ashabiyah berasal dari bahasa arab. Ia adalah sifat dari kata ‘ashabah yang berarti kerabat dari pihak bapak. Dalam Lisanul Arab, Ibnul Mandzur mendefinisikan ‘ashabiyah sebagai: “ajakan seseorang untuk membela keluarga, tidak peduli keluarganya zalim maupun tidak, dari siapapun yang menyerang mereka.” Dari definisi ini, ‘ashabiyah identik dengan upaya seseorang yang membela atau menolong kelompoknya meskipun mereka zhalim. Sikap inilah yang dicela di dalam hadits

26

Dengan hadits tersebut, Rasulullah Saw menegaskan larangan berperang di bawah bendera ‘ummiyyah (kejahiliyahan). Rasulullah Saw juga melarang keras, siapa pun ia, untuk membela golongannya, menolong mereka dan bahu-membahu dalam kezhaliman. Dengan hadits ini pula, Rasulullah Saw yang mulia mengecam siapa pun membela jama’ah yang dihimpun dengan dasar yang tidak jelas (majhul), yang tidak diketahui apakah haq ataukah batil. (Lihat As-Sindi, Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibn Majah, VII/318) Sikap ta’ashub (fanatik golongan) tidak akan muncul jika manusia tidak mengagungkan ikatan kesukuan atau kelompok. Menjadikan ikatan kesukuan

publik gratis/memadaai kepada rakyat. Jikalau sistem kapitalisme masih menjadi tumpuan negara ini dalam menjalankan roda politik. Karena sejatinya politik kapitalisme yang di topang oleh demokrasi yang dianut oleh negari ini, adalah politik untuk mencari keuntungan dan kekuasaan semata. Dan sama sekali tidak untuk mengurusi rakyat. Penopang jalannya pelayanan kesehatan adalah sistem ekonomi. Sistem ekonomi dalam Islam bersumber dari Syara’ yang membagi kepemilikan menjadi tiga bagian, yakni kepemikian individu, umum, dan negara. Kepemilikan umum diatur oleh negara, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pelayanan publik rakyat/ummat. Bukan hanya kesehatan, tetapi pendidikan, keamanan, bahkan sandang, pangan, dan papan. Sistem ekonomi kapitalisme yang dianut negeri ini tidak mampu mengatur, bahkan memprivatisasi kekayaan Indonesia. Ini menandakan bahwa rusaknya kapitalisme yang di topang demokrasi yang dipakai negeri ini, yang sama sekali tidak bisa menyejahterahkan rakyat Indonesia. Untuk merasakan layanan publik, yang sedemikian baik pengaturannya, dan sesuai syariah Islam, tidak merampok uang rakyat, hanya bisa di terapkan melalui negara Khilafah yang menerapkan Syariah Islam secara kaffah. Dimana dalam negara Khilafah masalah pelayanan kesehatan bukan hanya untuk orang berduit, tetapi untuk seluruh

rakyat yang hidup dan tunduk taat dan patuh pada negara Khilafah, baik muslim maupun non muslim akan merasakan layanan yan baik dalam Islam. Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw pernah mengirim tabib kepada Ubay bin Kaab. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutnya dengan kay (besi panas). Demikian pula dalam riwayat Al-Hakim disebutkan bahwa Zaid bin Aslam dari bapaknya ia berkata: Di masa Umar bin Khattab saya menderita sakit parah. Lalu Umar memanggilkan tabib untukku.Tabib itu menjagaku dimana saya harus menghisap biji kurma untuk berdiet.”Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa penyediaan layanan kesehatan dan pengobatan wajib disediakan oleh negara secara gratis bagi yang membutuhkannya (An-Nabhâny, Muqaddimah ad-Dustûr, hal.19). Demikianlah sistem jaminan pelayananan kesehatan dalam Islam dan sistem tersebut hanya bisa dijalankan jika syariat Islam diterapkan secara Kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah. Wallahu a’lam bisshawab [] Referensi : 1. Hizbut-tahrir.or.id 2. satullayan.net 3. kpmak-ugm.org 4. Setkab.go.id 5. An Nabhani, Taqiyyudin. 1963. Muqad dimah Dustur

,Edisi 4/Januari 2014

9


IInk nk S Side ide

Soal jawab

ayat (1) “Besarnya pembayaran kepada fasilitas kesehatan untuk setiap wilayah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan asosiasi fasilitas kesehatan di wilayah tersebut”, dalam frase pasal ini tidak jelas, ketidak jelasan ini menimbulkan indikasi bahwa peserta akan dikenakan biaya lagi, sementara diawal sudah membayar premi. Begitu pula dalam UU BPJS, bukan saja ada kalimat yang memiliki frase yang tidak jelas, ada juga pasal yang sangat jelas merampok rakyat. Seperti dalam Pasal 1 ayat 6 “Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran”, maka jelas dalam pasal ini peserta adalah yang membayar iuran, maka yang tidak membayar iuran bukanlah peserta, dan sudah pasti yang tidak membayar iuran tidak akan mendapatkan pelayanan jaminan sosial. Dan masih banyak pasal-pasal dalam UU SJSN dan BPJS yang tidak pro kepada rakyat, dan tujuannya merampok uang rakyat. SJSN Pesanan Kapitalis ! Konsep dari sistem jaminan sosial (SJSN) ini mengikuti Worldview Barat atau konsep jaminan sosial ala kapitalis, yakni sistem asuransi. Konsep sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang diterapkan di Indonesia, juga merupakan bagian dari Konsesus Washington dalam bentuk program SAP (Structural Adjustment Program) yang pengimplementasiannya

8

dalam bentuk Lol antara IMF dan Pemerintah Indnesia untuk mengatasi krisis. Realita yang terpampang, justru sebaliknya para kapitalis lewat pemerintah merampok rakyat melalui UU SJSN dan BPJS. UU SJSN dan BPJS adalah pesanan asing! Terbaca dengan jelas pada setiap poinnya yang tidak pro kepada rakyat, membodohi, bahkan menipu rakyat. Jangan harap ada yang gratis di era materialistis saat ini, itu pun ada tetapi tak lepas dari kepentingan politis penguasa untuk cari muka di depan rakyat agar mendapat suara. Maka UU SJSN dan BPJS harus kita tolak! Islam Pandangan Hidup yang Sempurna Jaminan sosial dalam hal ini kesehatan adalah layanan publik yang merupakan tugas pemerintah/negara yang harus dijalankannya dan tak boleh di serahkan kepada individu. Dan sebagaimana pelayanan, pemerintah tidak boleh membatasi pada satu aspek saja seperti kesehatan, tetapi harus mengikutkan aspek lain seperti halnya sandang, pagan, papan, dan pendidikan. Rasulullah SAW : “Imam adalah pelayan yang bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR. Muslim). Bila kita menelaah hadits tersebut, bahwa hanya pemimpinlah yang berhak melakukan aktivitas pelayanan (riayah) untuk rakyatnya/umat. Dan tidak boleh diserahkan kepada individu. Mustahil pemerintah menjadi pelayan bagi rakyat, dan memberikan pelayanan

,Edisi 4/Januari 2014

sebagai satu-satunya ikatan yang sah yang membentuk hubungan di antara mereka akan melahirkan sikap ‘ashabiyah yang akut. Inilah manifestasi dari naluri mempertahankan diri. Siapa pun yang telah diikat dengan ikatan semacam ini akan berupaya membela diri dan kelompoknya dari orang lain, meski mereka sendiri berada dalam kebatilan. Apakah patut ikatan semacam ini dilestarikan? Syaikh An-Nabhani – rahimahullah- menjelaskan beberapa kelemahan ikatan ini di dalam kitabnya, di antaranya: 1. Karena berlandaskan pada kabilah/ keturunan, sehingga tidak bisa dijadikan pengikat antara manusia satu dengan yang lainnya menuju kebangkitan. 2. Karena ikatannya bersifat emosional, selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yang di dalamnya terdapat keinginan dan ambisi untuk berkuasa. 3. Ikatannya tidak manusiawi, sebab menimbulkan pertentangan dan perselisihan antara sesam manusia dalam berebut kekuasaan. Karena itu tidak bisa menjadi pengikat antara sesama manusia. (Lihat An-Nabhani, Nidzamul Islam, hal. 24)

Islam tidak mengakui loyalitas selain kepada Islam. Islam pula tidak mengakui persaudaraan lain, selain yang dibangun di atas ukhuwah Islamiyyah. Sejarah telah mengabarkan kepada kita, persatuan yang dicapai bangsa Arab adalah karena mereka diikat oleh keimanan, bukan karena kabilah. ‘Aus dan Khazraj, dua kabilah yang menjadi musuh selama ratusan tahun, akhirnya berada dalam ukhuwah yang sama saat Nabi Saw mempersaudarakan mereka bukan karena kabilah tapi karena keimanan. Begitulah Islam membangun persaudaraan. Ia akan tetap langgeng sepanjang masa. Baik dan buruknya kita tidak ditentukan oleh nasab (keturunan), maupun dari golongan mana kita berasal. Tetapi baik dan buruk itu diukur dari sejauh mana ketakwaan kita kepada Allah Swt. Perhatikanlah

sesungguhnya

kamu

tidak lebih baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam, kecuali jika kamu dapat mengunggulinya dengan ketakwaan kepada Alloh (HR. Ahmad )

Bagi anda yang ingin bertanya tentang persoalan keislaman dapat mengirimkan sms ke: 085656200469

Itulah sebabnya, Islam tidak mengakui ikatan lain selain aqidah Islamiyyah.

27


IInk nk S Side ide

Ink-Knight Mahasiswa (Bukan) Agent of Change “Tapi laksana Al Barra bin Malik” Adi Wijaya

M

ahasiswa, sering dipuji juga memuji dirinya dengan gelar “agent of change”, agen perubahan katanya. Walau sampai sekarang, tidak ada pemaknaan baku terhadap kalimat sakral itu. Kalau agent of change, dimaknai bahwa mahasiswa itu adalah pelaku perubahan, maka tidak boleh menjadi monopili mahasiswa. Tengoklah rekam jejak sejarah. Bukan hanya mahasiswa yang punya andil mencetuskan perubahan dan pelanjut nasib bangsa. Kalau buruh, dokter juga tukang sapu jalan mogok kerja, maka nafas ibu pertiwi akan terhenti. Jauh lebih berbahaya, daripada resesnya anggota dewan. Bila agent of change dimaknai bahwa mahasiswa sebagai kunci perubahan, nah ini yang kurang tepat. Mari buka lagi kitab sejarah Indonesia. Menerawang mundur ke tahun 1998. Ada peristiwa reformasi yang gempita. Harus diakui mahasiswa adalah pelopornya. Mahasiswa yang menjadi hulu ledaknya. Namun, setelahnya, apakah mahasiswa menjadi kunci penentu arah bangsa

28

melaju? Tampaknya tidak. Karena memang, kapasitas mahasiswa masih terlalu sederhana untuk menjadi kunci penentu perubahan. Ada seorang sahabat Rasulullah yang layak diserupakan dengan mahasiswa. Dari segi peran, perangai sikap, maupun tampilan fisik. Namanya AlBarra bin Malik. Tampilan fisiknya, seperti mahasiswa kebanyakan (apalagi yang mengaku aktivis). Orangnya lusuh berdebu. Memang tidak semua mahasiswa begitu. Ini hanyalah menyeksamai fenomena umum yang ada. Al Barra juga berpenampilan alakadarnya. Tidak perlu yang mewahmewah. Koleksi busananya hanya dua helai pakaian usang. Sedikit lebih banyak dari punya mahasiswa. Tidak terlalu dipandang. Bahkan sering dilupa. Tapi berhati-hatilah, jika Al-Barra bersumpah, niscaya Allah memenuhi sumpahnya. Al Barra bin Malik, di Perang Yamamah dia adalah prajurit. Perang yang kelak membungkam kekufuran Musailamah al Kahzab. Sang pembohong yang mengaku-ngaku nabi. Walau dengan

dari iuran guna memberi perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan anggota keluargannya. Dan dalam pasal 17 ayat (1) dikatakan “Setiap peserta wajib membayar iuran. Pasal (2) “Setiap pemberi kerja wajib memungut iuran dari pekerjanya, menambahkan iuran yang menjadi kewjibannya dan membayarkan iuran tersebut kepada BPJS secara berkala. Pada permasalahan jaminan sosial, kesekian kalinya penguasa lepas tangan. Jaminan sosial yang berbentuk jaminan kesehatan, hari tua, rawat inap, seharusnya ditanggulangi oleh negara. Kembali dibebankan kepada rakyat, lewat iuran yang rakyat berikan kepada BPJS. Lewat amanat UU No. 24 tahun 2011, atas nama jaminan sosial, penguasa merampok uang rakyat lewat payung hukum SJSN yakni BPJS. Lalu menutupi untuk kecacatannya, pemerintah hanya menaggulangi permasalahan sosial rakyat miskin. Pemerintah yang membayar iuran atau premi rakyat miskin, kiranya suatu kebohongan lagi. Prinsip gotong royong yang dijelaskan dalam UU BPJS adalah adalah “peserta yang mampu membantu kepada peserta yang kurang mampu dalam bentuk kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat; peserta yang beresiko rendah membantu yang beresiko tinggi; dan peserta yang sehat membantu yang sakit”. Yang diatur dalam jamina sosial nasional adalah asuransi, maka berakar dari semangat

gotong royong yang di jelaskan UU BPJS, pemerintah berkamuflase untuk membantu rakyat miskin. Sebenarnya semua dilimpahkan kepada rakyat, pemerintah hanya menyediakan UU untuk lepas tangan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat. Karena ini adalah asuransi. Asuransi akan keluar jika si pemegang asuransi terjadi suatu kecelakaan. Namun bagaimana jika tidak terjadi kecelakaan? Rakyat tetap harus membayar iuran, dan iuran inilah yang akan diputar oleh BPJS untuk menangani masalah rakyat miskin bahkan untuk membayar pekerja yang ada di BPJS, inilah yang dapat kita katakan BPJS adalah Lembaga yang merampok Rakyat. Dan yang menerima jaminan sosial adalah mereka yang tercatat membayar iuran, lalu yang tidak membayar dan tak terdaftar bagaimana? The Goverment it’s Big fat Liar, kebohongan pemerintah dalam mengurus jaminan sosial rakyat, semuanya di limpahkan kepada rakyat. Mantan MenKes RI Siti Fadilah Supari pun berujar mengenai kebusukan UU BPJS, “Tidak semua rakyat akan dijamin oleh negara. Hanya mereka yang bisa membayar premi saja yang akan mendapatkan layanan” Jaminan sosial ini juga bersifat parsial, tidak memenuhi kebutuhan mendasar rakyat yang lainnya, seperti kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan, juga pendidikan. Adapun juga sejumlah pasal dalam UU SJSN yang memilki frase tidak jelas, seperti dalam Pasal 24

,Edisi 4/Januari 2014

7


Ink Side

Ink Knight

tumpuan adanya UU ini adalah semangat gotong royong. Yakni semangat yang mewakili sila ke-tiga “Persatuan Indonesia”, dan sila ke-lima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sehingga lahirlah SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), yang akan mengurusi problem kesehatan rakyat Indonesia. Dalam pidato peresmian BPJS Kesehatan dan Ketenagan kerjaan, Presiden SBY berharap penerapan SJSN yang dijalankan BPJS dapat memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia, yakni perlindungan atas resiko ekonomi, kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan pensiun, sebagaimana yang telah diamanatkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Akar dari lahirnya SJSN dan BPJS, karena tidak meratanya jaminan sosial pada rakyat Indonesia terkhusus pada rakyat miskin. Mengenai layanan kesehatan, orang nomor satu Indonesia ini kembali berlontar dalam pidatonya. Beliau tidak ingin mendengar lagi adanya pekerja yang tidak terlindungi, adanya laporan bahwa rakyat kurang mampu ditolak oleh rumah sakit dan tidak bisa berobat karena alasan biaya. JKN dalam SJSN Kesejahteraan Rakyat?

BPJS

untuk

Melihat sepak terjang pemerintah sebelumnya, tergambar pemerintah tidak pro kepada rakyat. Pemutusan subsidi BBM, naiknya tarif dasar listrik, dan baru-baru ini kenaikan hargas gas LPG 12 Kg. Adanya SJSN yang di jalankan oleh BPJS dalam bentuk Jaminan Sosial Nasional, terlihat pemerintah seperti pro

6

dan cinta kepada rakyatnya. Demikian karena, begitu manisnya janji seperti memenuhi kebutuhan dasar kesehatan rakyat Indonesia, program jaminan kesehatan, dan program jaminan hari tua. Berangkat dari kesejahteraan yang tertuang dalam BPJS dan SJSN. Di manakah letak kesejahteraannya ?. Pemerintah lewat anggota DPR Komisi IX menyatakan, bahwa kesejahteran yang akan di berikan BPJS sebagai payung hukum SJSN adalah lima jaminan sosial, yakni kesehatan, kecelakaan, hari tua, pensiun, dan kematian. Terkhusus jaminan kesehatan masyarakat akan mendapatkan penyuluhan kesehatan, KB, rawat inap, rawat jalan, sampai cuci darah, dan operasi jantung semuannya gratis. Penguasa Jujur Menipu ! Mengenai JKN dalam SJSN. Ada beberapa poin yang bisa kita tangkap, dan mengatakan penguasa jujur menipu. (1) dalam JKN, pemerintah jujur mengatakan asuransi, bukan jaminan. Di pertegas lagi dengan kalimat layak di berikan bagi yang membayar iuran, atau dibayarkan pemerintah. (2) poin besar dalam UU SJSN, dikatakan adalah sebuah sistem gotong royong, masyarakat yang mampu membayar iuran untuk membatu masyarakat yang tidak mampu. Asuransi dalam JKN dipertegas dalam UU No. 40 tahun 2004 tentang SJSN. Dalam pasala 1 berbunyi : “Asuransi sosial adalah suatu mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal

,Edisi 4/Januari 2014

pakaian lusuh, dia tampak sungguh gagah. Pesona tak selamanya dari eloknya balutan busana. Boleh jadi muncul dari kekata lisan yang berapi-api. Begitulah Al-Barra. Teriakan-teriakannya, kuasa membakar semangat tentara Allah. Berperang dengan Musailamah al Kahzab, bukan perkara gampang. Bersama Musailamah ada 40.000 pasukan setia, pembela kekufuran. Sejengkal pun Al Barra pantang untuk mundur. Berteriaklah Al Barra. Dengan kalimat yang kuasa melecut semangat. “Wahai orang-orang Anshar, jangan ada satu orang pun dari kalian yang pulang ke Madinah. Tidak ada Madinah lagi setelah hari ini. Yang ada hanyalah Allah dan mati syahid.” Bukankah mahasiswa juga begitu? Kalau soal berkata-kata, mereka memang jagonya. Panggung orasi, telah menjadi ladang persemaian amalnya. Soal tampilan biasa saja. Tapi kalau sudah mengutuk pemerintah, seolah langit akan runtuh. Kalau dari segi peran perjuangan, antara Al Barra dan mahasiswa, juga ada keserupaan. Di Perang Yamamah, saat Musailamah merasa terdesak, mereka mundur. Berlindung di balik benteng tinggi lagi kokoh. Serangan kaum muslimin terintangi. Sekarang berbalik, Musailamah dan pasukannya, leluasa meluncurkan anak panah dari balik benteng. Deras sekali hujan anak panah waktu itu. Pasukan muslim terdesak. Tapi mundur bukanlah pilihan hidup

seorang ksatria. Ketika kondisi kian kalut, tampillah Al Barra. Idenya terbilang cerdas, tapi nekat. “Wahai kaum muslimin, “teriak Al Barra ketika kondisi kian genting, “tempatkan aku di atas perisai. Lalu angkat perisai itu dengan ujung-ujung tombak kalian. Kemudian lontarkan aku. Biar, akulah yang masuk ke dalam benteng itu.” Puluhan bilah tombak mengangkat perisai yang telah dinaiki Al Barra. Dia dilemparkan ke dalam benteng kematian. Benar-benar, sebuah keberanian tiada tanding. Di dalam benteng itu Al Barra bergerak sendiri. Menuju pintu gerbang yang terkunci. Sepuluh leher pasukan kafir, berhasil dia tebas. Berhasillah Al Barra membuka gerbang benteng. Dengan begitu, pasukan muslim, leluasa memasukinya. Mengalir menderas. Laksana air bah, yang menghancurkan segala rintangan. Lihatlah badan Al Barra. Akibat aksi nekatnya, ada delapan puluh luka di tubuhnya. Ada tusukan anak panah, ada juga tebasan pedang. Khalid bin Walid, komandan pasukan masa itu, mendatangi tenda Al Barra dan mengobatinya. Sebulan, Khalid bin Walid tinggal mengobati lukanya. Hingga kepada Al Barra, Allah memberi kesembuhan dan kepada kaum muslimin, Allah anugerahi kemenangan. Mirip dengan Al Barra, begitulah mahasiswa. Selalu diposisikan sebagai komunitas pendobrak. Ingat, itu bukan kehinaan. Dalam mengelanai masa-masa

29


Ink Knight perjuangan seperti sekarang, sebenarnya kemuliaan bukan terletak pada posisi. Tapi pada apa yang telah kita persembahkan dengan posisi kita sekarang. Kadangkadang, ada mahasiswa yang mengutuki diri sendiri. Dari dulu kerjanya hanya di balik layar. Tukang angkat-angkat dan juru antar-antar. Kapankah ia bisa tampil gagah di depan podium? Di hadapan ribuan khalayak orang? Sadarlah duhai mahasiswa. Bukan di tangan kita arah perjuangan itu ditentukan. Biarkanlah itu urusan para sepuh. Peran kita serupa Al Barra. Relakan diri untuk dijadikan tumbal dalam segala agenda revolusi. Karena memang begitulah mahasiswa, energik dan taktis geraknya. Kalau soal rencana strategis, jangan serahkan kepada mahasiswa. Tapi kalau soal gerak, perkara mendobrak, mari serahkan kepada mahasiswa genrasi Al Barra. Mereka memang jagonya. Independensi Gerakan? Kalau sudah sadar perannya seperti Al Barra di Perang Yamamah, maka gerakan mahasiswa jangan malu, bahkan harus, berafiliasi dengan gerakan yang lebih global. Jika perlu, mengikutlah pada gerakan perubahan yang skala geraknya internasional. Tetapi bukankah dengan begitu, tergadai independensi gerakan? Ah jangan terlalu termakan dengan doktrin itu. Biasanya gerakan yang sok independen, geraknya semu saja. Saat di kampus, begitu berapi-api. Keluar

30

kampus, bingung hendak kemana. Ingat kampus hanyalah satu episode dari sekian panjang episode perjuangan yang harus kita lalui. Gerakan mahasiswa, relakanlah diri untuk tetap dipimpin. Oleh gerakan yang lebih mengglobal, dengan idealisme yang persis serupa. Semisal pergerakan mahasiswa Islam. Berafiliasilah dengan gerakan Islam yang mendunia. Bila untuk itu kita harus dipimpin, menjadi pasukan, terimalah dengan ikhlas. Al Barra bin Malik, dia pernah dicekal menjadi pemimpin di masa Umar bin Khattab. Bukan karena ketidakmampuannya. Dengarlah alasan Saydina Umar, menolak Al Barra didaulat menjadi pemimpin, “Jangan mengangkat Al Barra menjadi panglima tentara kaum muslim. Aku khawatir, dia akan mencelakakan bala tentaranya, karena keberaniannya.” Memang begitu Al Barra. Bila sudah berperang, yang lain tidak diperdulikannya. Pokoknya bagaimana dia bisa gugur syahid. Jadi, mahasiswa sebenarnya bukanlah agent of change (dalam makna sebagai pemegang kunci perubahan). Mahasiswa lebih sesuai jika dijuluki “Hammer of Change” martil perubahan. Ya seperti martil. Mereka harus rela menjadi pendobrak awal. itu bukan kehinaan. Justru dengannya, mereka jadi mulia. Laksana Al Barra yang telah dilemparkan ke dalam benteng kematian.

Ink Side

SJSN & BPJS

Penipuan Berkedok Jaminan Sosial Harly Yudha Priono

“M

asalah kesehatan adalah sesuatu yang krusial bagi setiap individu. Sesuatu yang krusial ini tentunya harus mendapat sorotan yang terarah, agar tercapainya kesehatan yang merata pada setiap rakyat. Rakyat adalah SDM yang harus terurus penangan kesehatannya secara menyeluruh oleh negara. Mengingat sehat bukan hanya sebagai kebutuhan tetapi alat untuk mencapai kehidupan yang produktif” Tanggal 1 Januari 2014, merupakan kado istimewa pemerintah kepada rakyat Indonesia. Kado istimewa pemberlakuan Sistem Jaminan Sosial, merupakan penindak lanjutan Perpres No. 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dan PP 101/2012 tentang penerima bantuan iuran (PBI) sebagai implementasi dari SJSN. Sebelumnya, Pemerintah dan DPR menggodok UU Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS), yang menjadi payung hukum pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang telah ditetapkan dalam UU No. 40 Tahun 2004 Tentang SJSN. Penerapan UU

BPJS sebagai payung hukum SJSN resmi terlaksana pada awal tahun 2014. JKN dalam SJSN dan BPJS, apa itu ? JKN merupakan bagian dari SJSN yang diselengarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan nasional yan bersifat wajib berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. SJSN adalah sistem yang dijalankan oleh BPJS. Sebuah sistem gotong royong untuk kesehatan rakyat Indonesia. Masyarakat diwajibkan membayar iuran untuk membantu orang yang tidak mampu dan ketika kita tidak mampu kita dibantu orang lain. Sedangkan BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk penyelenggara program jaminan, di dalam program jaminan itu ada program jaminan kesehatan, dan program jaminan hari tua. Berangkat dari pengertian tiga alat penguasa tersebut. Yang menjadi ,Edisi 4/Januari 2014

5


Editorial

Ink-Site

bergabung. Peneliti FISIP UI, Mahmud Syalton, sempat mempertanyakan metamorfosis PKS yang kini terbuka dan bahkan cenderung liberal. Dia pun melihat sejumlah kader PKS yang tidak lagi anti terhadap perayaan agama di luar Islam (Kontan.co.id, 07/01). Politisasi bencana pun marak terjadi. Bala yang menimpa masyarakat malah menjadi ladang suka cita untuk partai politik. Partai Politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) tidak dilarang membantu korban bencana. Namun, miris karena arena pengungsian dijadikan sebagai tempat kampanye pemilu. Uang, Kuasa di Negara Demokrasi Kondisi perpolitikan kita sesungguhnya tidak akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Demokrasi yang didiktekan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat nyatanya hanya sebatas dogmatis saja. Hal ini tidak lain terjadi karena kemenangan seorang penguasa hari ini dapat diatur dengan uang. Rakyat yang sudah lama dihantam dengan kemiskinan, di cekik dengan berbagai kemelaratan dan penderitaan seolah terhipnotis. Janji, tebar pesona hingga menabur uang kepada masyarakat seakan menjadi obat derita selama 5 tahun. Bahkan bukan semata di tingkat akar rumput, masyarakat kita sulit mengatakan “Say No to Money”, namun hingga tingkat daun. Bukti lain kuasa uang dalam tatanan politik Indonesia adalah kiprah Rusdi Kirana. Rusdi Kirana (Bos maskapai penerbangan Lion Air) diangkat menjadi Waketum Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y. Thohari, menilai bahwa masuknya

4

pengusaha besar ke dunia politik praktis, merupakan konsekuensi logis sistem politik Indonesia yang menganut demokrasi langsung. Jawaban benar dari seorang aktivis politik demokrasi. Sebelum Rusdi Kirana, publik mengenal Hary Tanoesoedibjo yang juga keluar masuk partai kemudian membentuk partai baru lagi karena banyaknya uang di kantong. Tahun Baru, Kepemimpinan berdasar Islam Jika kita ingin bertanya kepada khayalak ramai di negeri ini, maka banyak asa dan harapan untuk perubahan. Merubah kondisi mereka yang termarginalkan ke arah yang lebih baik. Mereka rindu dengan kesejahteraan. Rindu kepada pemimpin yang amanah. Pemimpin yang betul-betul mau mengurusi urusan mereka. Sekarang, ilusi kesejahteraan demokrasi hendaknya kita tanggalkan. Buang aturan hukum dan perpolitikan yang bathil. Karena demokrasi, bukan jalan perubahan Islam. Saatnya kita merencanakan agenda besar dalam menyonsong era baru. Kepemimpinan yang tegak dalam daulah Khilafah Islamiyah. Hendaknya kita menjaga nafas kita karena perjuangan ini membutuhkan nafas panjang bagai pelari marathon. Revolusi Islam harus di gagas, menyatukan visi politik menuju arus perubahan. Mewujudkan suasana politik berdasar Al Quran Sunnah, sebagaimana kepemimpinan dalam Islam yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat. Seorang pemimpin adalah pengatur bagi urusan rakyatnya dengan aturan-aturan Allah SWT. []

,Edisi 4/Januari 2014

Apa Itu Khilafah? Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam haditshadits shahih.

yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum Muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat.

Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.

Kontrak bai’at mengharuskan Khalifah untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam. Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegislasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan pribadi dan keluarganya. Setiap undangundang yang hendak dia tetapkan haruslah berasal dari sumber hukum Islam, yang digali dengan metodologi yang terperinci, yaitu ijtihad. Apabila Khalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam, atau melakukan tindakan opresif terhadap rakyatnya, maka pengadilan tertinggi

Khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas,

31


Ink Site dan paling berkuasa dalam sistem Negara Khilafah, yaitu Mahkamah Mazhalim dapat memberikan impeachment kepada Khalifah dan menggantinya. Sebagian kalangan menyamakan Khalifah dengan Paus, seolah-olah Khalifah adalah Pemimpin Spiritual kaum Muslim yang sempurna dan ditunjuk oleh Tuhan. Ini tidak tepat, karena Khalifah bukanlah pendeta. Jabatan yang diembannya merupakan jabatan eksekutif dalam pemerintahan Islam. Dia tidak sempurna dan tetap berpotensi melakukan kesalahan. Itu sebabnya dalam sistem Islam banyak sarana check and balance untuk memastikan agar Khalifah dan jajaran pemerintahannya tetap akuntabel. Khalifah tidak ditunjuk oleh Allah, tetapi dipilih oleh kaum Muslim, dan memperoleh kekuasaannya melalui akad bai’at. Sistem Khilafah bukanlah sistem teokrasi. Konstitusinya tidak terbatas pada masalah religi dan moral sehingga mengabaikan masalahmasalah sosial, ekonomi, kebijakan luar negeri dan peradilan. Kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan peningkatan standar hidup masyarakat adalah tujuan-tujuan yang hendak direalisasikan oleh Khilafah. Ini sangat berbeda dengan sistem teokrasi kuno di zaman pertengahan Eropa dimana kaum miskin dipaksa bekerja dan hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan imbalan berupa janji-janji surgawi. Secara histories, Khilafah terbukti sebagai

32

negara yang kaya raya, sejahtera, dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi, dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang industri serta riset ilmiah selama berabad-abad. Khilafah bukanlah kerajaan yang mementingkan satu wilayah dengan mengorbankan wilayah lain. Nasionalisme dan rasisme tidak memiliki tempat dalam Islam, dan hal itu diharamkan. Seorang Khalifah bisa berasal dari kalangan mana saja, ras apapun, warna kulit apapun, dan dari mazhab manapun, yang penting dia adalah Muslim. Khilafah memang memiliki karakter ekspansionis, tapi Khilafah tidak melakukan penaklukkan wilayah baru untuk tujuan menjarah kekayaan dan sumber daya alam wilayah lain. Khilafah memperluas kekuasaannya sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, yaitu menyebarkan risalah Islam. Khilafah sama sekali berbeda dengan sistem Republik yang kini secara luas dipraktekkan di Dunia Islam. Sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuat hukum dan konstitusi. Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri. Khilafah

bukanlah

negara

totaliter.

Editorial E d

Tahun Baru, Pemimpin Baru ?

B

elum lekang euforia perayaan tahun baru. Segenap agenda telah terencana. Terencana tanda menyiapkan segala hal. Memiminalisir segala kemungkinan gagal untuk menunggu kedatangan capaian keberhasilan. Karena gagal dalam berencana, berarti merencanakan kegagalan. Wajah bumi Indonesia semarak menyambut masa baru. Kemeriahan ini akan bertambah dengan hadir dan tibanya masa kampaye para calon wakilwakil rakyat yang ingin melenggang di kursi perwakilan. Semua telah bersiap, memeriahkan dan mengambil bagian di pesta 5 tahunan pemilihan umum di alam demokrasi. Potret Perpolitikan Indonesia Empat partai politik peserta pemilu, yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Gerindra dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Keempat partai itu diduga melakukan pidana pemilu karena memasang iklan kampanye televisi di luar jadwal yang diizinkan (Kontan.co.id, 15/01). Di lingkungan media, kita masih bisa melihat bahwa banyak diantara kandidat presiden memanfaatkannya untuk mendongkrak suara, meningkatkan

jumlah raihan suara. Mungkin, mereka sudah tahu persis bahwa siapa yang menguasai media maka dialah yang pantas menggenggam tampuk kepemimpinan. Indikatornya jelas, media cetak, elektronik, hingga sosial media mereka dijadikan tools propaganda untuk meningkatkan elektabalitas partai atau figur partai mereka. Selain menggunakan cara lama dengan menggait para public figure (artis) untuk menjadi calon legislatif di partai mereka. Cara ini terbilang ampuh karena sedikit atau banyak telah memberikan sumbangsih suara yang riil bagi partai. Sungguh, cara instan dalam merekrut kader. Lain lagi partai Islam yang masuk dalam pusaran partai terbuka. Nasib partai seperti ini adalah partai yang tergadaikan. Lupa platform awal pembentukan partai. Demi meningkatkan raihan suara, para pengusung partainya pun boleh berasal dari akidah yang berbeda. Supaya komunikasinya bisa lancar dengan akidah yang berbeda, maka tiada jalan lain bagi mereka selain menggunakan ide-ide universal untuk menyambung cerita. Sejak tahun 2008, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka. Partai ini tidak lagi mengeksklusifkan diri sebagai partai umat Islam dan membuka pintu bagi penganut agama lainnya untuk ,Edisi 4/Januari 2014

3


Salam redaksi

Ink-Site

Salam Mahasiswa ! Kebenaran harus senantiasa digaungkan meski diri dalam keterbatasan. Karena keterbatasan adalah batu sandungan untuk meraih pahala yang berlipat. Inilah yang menjadi pemantik bagi kami untuk kembali menghadirkan majalah InkSharia edisi ke empat ditangan para pembaca. Ya, setelah beberapa lama. Edisi ini terbilang spesial, kami merangkainya dalam edisi bundel. Dua edisi dalam sekali terbit. Kami mengatakan edisi spesial karena menurut kami ini spesial bagi redaksi InkSharia. Bongkar muat manajemen, agenda, dan rencana untuk melebarkan sayap InkSharia agar lebih luas menjangkau pembaca. Dalam edisi keempat ini, kami mengulas mengenai kaleidoskop pendidikan di tahun 2013, mengulas tentang korupsi Ratu Atut, Arab Spring di Kerajaan Saudi dan kado istimewa yang diberikan Pak SBY diakhir kepemimpinannya, pemberlakuan SJSN. Kami berharap, di tahun baru ini kami akan lebih baik dari yang sebelumnya. Dengan semangat menjadi “Referensi Pemikiran Mahasiswa”, kami tetap tertatih di jalan yang telah dirintis. Kami telah memulainya, maka kami harus menyelesaikannya. Akhirnya, kami meminta diberi kekuatan kepada Dzat Yang Maha Kuat, Allah SWT. Semoga, langkah ini mengantarkan kita menuju peradaban gemilang, kembali melanjutkan kehidupan Islam. Selamat membaca, memahami dan menyebarkan.

inkCrew

Pelindung : Allah SWT. Penanggung Jawab : Ust. Arafah. Pemimpin redaksi : Indrawirawan. Redaksi : Harly Yudha Priono, Jayadi, Sulerski Monoarfa, Abdul Aslan, Hasbi Aswar, Adi Wijaya, Kusanadi Ar-Razi, Ridha Zinnirah, Zahra Qonita, Risma Desmita, Izzah Al Mundzirah. Layouter : Mu’min Nursalim. Pracetak : Rustam Efendi, Itonroy.

2

,Edisi 4/Januari 2014

Khilafah tidak boleh memata-matai rakyatnya sendiri, baik itu yang Muslim maupun yang non Muslim. Setiap orang dalam Negara Khilafah berhak menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan negara tanpa harus merasa takut akan ditahan atau dipenjara. Penahanan dan penyiksaan tanpa melalui proses peradilan adalah hal yang terlarang. Khilafah tidak boleh menindas kaum minoritas. Orang-orang non Muslim dilindungi oleh negara dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya untuk kemudian memeluk agama Islam. Rumah, nyawa, dan harta mereka, tetap mendapat perlindungan dari negara dan tidak seorangpun boleh melanggar aturan ini. Imam Qarafi, seorang ulama salaf merangkum tanggung jawab Khalifah terhadap kaum dzimmi: “Adalah kewajiban seluruh kaum Muslim terhadap orang-orang dzimmi untuk melindungi mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan mereka yang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan santun, dan bahkan menoleransi kesalahan mereka bahkan jika itu berasal dari tetangganya, walaupun tangan kaum Muslim sebetulnya berada di atas (karena faktanya itu adalah Negara Islam). Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dalam urusannya dan melindungi mereka dari ancaman siapa saja yang berupaya menyakiti mereka atau keluarganya, mencuri harta kekayaannya, atau

melanggar hak-haknya.” Dalam sistem Khilafah, wanita tidak berada pada posisi inferior atau menjadi warga kelas dua. Islam memberikan hak bagi wanita untuk memiliki kekayaan, hak pernikahan dan perceraian, sekaligus memegang jabatan di masyarakat. Islam menetapkan aturan berpakaian yang khas bagi wanita – yaitu khimar dan jilbab, dalam rangka membentuk masyarakat yang produktif serta bebas dari pola hubungan yang negatif dan merusak, seperti yang terjadi di Barat. Menegakkan Khilafah dan menunjuk seorang Khalifah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia, lelaki dan perempuan. Melaksanakan kewajiban ini sama saja seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah Swt perintahkan kepada kita, tanpa boleh merasa puas kepada diri sendiri. Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum Muslim. Khilafah yang akan datang akan melahirkan era baru yang penuh kedamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi Dunia Islam, mengakhiri tahuntahun penindasan oleh para tiran paling kejam yang pernah ada dalam sejarah. Masa-masa kolonialisme dan eksploitasi Dunia Islam pada akhirnya akan berakhir, dan Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum Muslim, sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem Kapitalisme. (hti)

33


Open Opinion

Open Opinion Open Opinion

Open Opinion

Daftar Isi

Bebas nan Bablas Taufiq Dalming

D

ari hasil survei di Eropa angka perceraian cenderung meningkat dibanding angka pernikahan1. Sebagaimana di Jepang angka pernikahan terus menurun yang juga mengikuti penurunan angka kelahiran2. Kemudian Rusia merupakan negara nomor satu dengan tingkat perceraian paling 3 tinggi . Satu dari 10 orang wanita di Inggris telah dipaksa melakukan hubungan seks di luar kehendak mereka dan hampir setengahnya terjadi dilakukan oleh keluarga atau teman dekat mereka4 . Di Amerika aborsi per tahun 1,2 juta kasus, per hari 3.288 kasus, per jam 137 kasus, setiap 4 menit 9 kasus, dan 1 kasus setiap 26 detiknya5 . Adapun di Indonesia angka perceraian mencapai angka 212.000 pertahun6, dan 1 dari 5 remaja telah melakukan aborsi7. Itulah beberapa data negara dengan

34

Edisi 3/Desember 2013

beragam isunya. Setidaknya ini cukup mewakili gambaran dunia kita saat ini dan mungkin bisa lebih gawat dengan apa yang tak sempat tercatat. Jadi apa yang digembar-gemborkan soal kemajuan, kemoderenan ternyata menyimpan masalah yang tidak remeh seputar problem sosial. Bila ini terus berlanjut, rasanya berat untuk membayangkannya.

Ink Side 5

Cadas 34

SJSN & BPJS, Penipuan Berkedok Jaminan Sosia

Mahasiswa Preman

Sejak 1 Januari secara resmi diberlakukan sistem jaminan sosial dengan prinsip gotong royong. Tujuanny untuk menjamin kesejahteraan rakyat. Namun bukan jaminan yang didapat, justru pemelaratan tersistematis.

Dunia mahasiswa tidak lagi sekedar dunia akademik, namun telah bertransformasi menjadi sebuah pabrik penghasil ahli-ahli anarki. Lalu dimana intelektualitas mereka ? Dimana pula tanggung jawab para pengayom pemuda dan masyarakat ?

Salam Redaksi 2 Editorial “Tahun Baru, Pemimpin Baru” 3 Ink-Side 1 “SJSN & BPJS, Penipuan Berkedok Jaminan Sosial” 5

Selidik masalah

Ink-Side 2 “Kado Tahun Baru Rezim Pengkhianat” 10

Manusia memang cenderung berubah, makanya biasa disebut sebagai makhluk dinamis. Dengan tuntutan dinamisnya itulah kemudian manusia membangun peradabannya. Corak pemikiran yang dianut menentukan perdaban yang dibentuk, bila asal-asal maka tentu akan terbentuk pula peradaban yang asal-asalan. Lantas peradaban yang sudah terlanjur saat ini, kira-kira bisa dikatakan telah dibangun dengan corak pemikiran yang benar?. Berikut kami coba membantu Anda menemukan

Ink-Side 3 “Virus 3F dan 3S Semakin Kronis” 13 Ink-Side 4 “Atut Chosiyah, Ratu di Balik Bui” 16 Ink-Side 5 “2013, Pendidikan Kita” 18 Sajak “Kau Ini Bagaimana, Atau Aku Harus Bagaimana” 21 Ink-Knight “Senior Tukang Bully” 22 Open Opinion 1 “Strategi Pemuda Islam di Milenium KeƟga” 34 Open Opinion 2 “Krisis Moral remaja” 29 Ink-ternaƟonal “Arab Spring di Kerajaan Saudi” 31 Cadas “Mahasiswa Preman” 34

,Edisi 4/Januari 2014

1


Open opinion jawabannya. Sederhananya, masalah manusia itu cuman harta, tahta, atau wanita (baca: kalau pria). Soal berburu harta manusia mengembangkan pemikirannya hingga membentuk tata ekonomi dan berbagai perangkat-perangkat aturan yang terkait. Begitupun soal tahta, pemikiran manusia terbuka untuk membangun kesepakatan-kesepakatan soal politik, tata kenegaraan, ataupun berbagai model lainnya. Terus soal wanita, interaksi pria dengan wanita, hubungan antar keduanya harusnya juga perlu pengaturan tapi sayangnya porsi masalah yang satu ini sedikit banyak terabaikan, hanya dikembalikan ke masing-masing individunya. Padahal salah kaprah memahami interaksi soal pria-wanita inilah yang memberikan andil penting munculnya problem sosial yang terjadi saat ini. Kembali ke awal, peradaban sangat tergantung corak pemikirannya. Corak pemikiran yang ada di dunia saat ini tak lain hanya digawangi oleh tiga ideologi saja yakni Sosialisme-Komunis, Kapitalisme dan Islam. Masing memiliki keunikan dalam mewarnai peradaban. Hanya saja soal pria-wanita sosialismekomunisme dan kapitalisme punya cara pandang yang mirip, kalau tak bisa

dibilang sama persis. Kedua ideologi ini intinya soal interaksi pria-wanita hanya dipandang soal individual semata, sehingga kebebasan adalah suatu yang diagung-agungkan dan malah menghalanginya akan dianggap sebagai bentuk pelanggaran dan kemunduran. Jadi tidak mengherankan kemudian negara pengadopsi ideology ini miskin aturan soal interaksi pria-wanita. Walaupun ada aturannya itu hanya untuk memperkuat kebebasan itu sendiri. Sex bebas, kumpul kebo, aktivitas pacaran di Negara barat penganut kebebasan misalnya telah dianggap sebagai kehidupan yang normal. Malah penyimpangan seksual semisal homo dan lesbian terus diupayakan untuk mendapat pengakuan di hadapan publik. Tak hanya itu, kebebasan dan tidak jelasnya pengaturan yang ada membuat semakin rapuhnya institusi keluarga. Pemandangan di kala tua yang hanya ditemani oleh binatang piaraan pun semakin mudah didapat. Inilah model kehidupan barat yang saat ini tidak sedikit dibangga-banggakan oleh anak negeri ini. Ide kebebasan yang ditawarkan barat sudah jelas hanya membawa keburukan. Ideologinya gagal memahami masalahnya sendiri hingga

35


Open opinion gagal pula menentukan jawabannya. Kebebasan yang mengarah perilaku yang salah, demoralisasi, dan fakta lainnya telah merapuhkan institusi keluarga, meningkatkan pemerkosaan, menyuburkan perzinahan, dan menaikkan angka aborsi. Islam berbeda Ideologi Islam tentu berbeda dengan dua ideologi lainnya. Islam unik, unik karena corak pemikirannya berasal dari Pencipta alam semesta. Allah SWT. Ideologi Islam tidak lalai memberikan jawaban atas setiap masalah manusia, termasuk soal interaksi pria-wanita ini.

Hubungan manusia satu dengan manusia lainnya adalah hubungan mitra atau sahabat, bukan hubungan sebagai kompetitor (pesaing) dalam meraih kemaslahatan-kemaslahatan dunia sebagaimana di alam ide kebebasan Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia kecenderungankecenderungan (naluri). Diantara kecenderungan tersebut adalah kecenderungan yang Allah SWT tujukan

36

untuk melestarikan jenis manusia sebagai manusia. Penampakannya bisa berupa suka terhadap lawan jenisnya, keibuan, kebapakan, cinta anak, sayang kepada manusia, menolong orang yang membutuhkan, dan lainlain. Kecendrungan ini bisa berakibat baik ataupun buruk, baik ketika ditujukan untuk melestarikan jenis dan buruk ketika ditujukan untuk hal lain. Oleh karenanya Islam memandang pengaturan masalah ini suatu yang wajib adanya. Pengaturannya mencakup pergaulan pria dan wanita, hubungan/ interaksi yang timbul dari pergaulan tersebut, dan masalah-masalah cabang dari hubungan ini. Hubungan manusia satu dengan manusia lainnya adalah hubungan mitra atau sahabat, bukan hubungan sebagai kompetitor (pesaing) dalam meraih kemaslahatan-kemaslahatan dunia sebagaimana di alam ide kebebasan. Begitupun tak ada pandangan kelebihan pria atas wanita ataupun sebaliknya, keduanya dipandang sama dan diatur secara adil sesuai hak dan kewajiban yang telah diatur dalam syariat. Selain itu berbagai pengaturan khusus pria dan wanita diberlakukan, terutama kepada perempuan dalam penjagaan kehormatan.


Inilah pemikiran mendasar Islam melihat persoalan ini. Islam memastikan pengaturan ini adalah pengaturan yang ideal yang dibangun atas pemahaman yang sama dalam benak-benak kaum muslimin. Pemahaman ini memastikan persepsi sekaligus sikap yang tepat, dimana pada akhirnya menuntut seorang individu menjauhi sesuatu yang dapat merusak dan membahayakan akhlak. Selain kesamaan pemahan tadi, wujud pengaturan ini dikuatkan dengan adanya perasaan kasih sayang yang benar. Akhirnya peradaban mulia yang melestarikan jenis dengan tata pergaulan Islam suatu hal yang niscaya.

menentramkan kehidupan. Aturan yang akan mencegah pelanggaran demi pelanggaran, aturan yang akan mengobati penyakit-penyakit sosial. Tinggal satu masalah lagi, kapan kiranya kita bisa menikmati indahnya peradaban mulia ini, akankah kita tetap hanya mendamba saja?. Jawabannya itu tugas kita mempercepat mewujudkannya dan Insya Allah tak lama lagi dalam Negara Khilafah Islamiyah.[]

Tidak mengherankan, jarang ditemukan kasus mengenai penyimpangan dari hubungan pria dan wanita ketika Islam dijadikan landasan kehidupan di masa yang lalu. Isu emansipasi, persamaan hak antara pria dan wanita, tuntutan keadilan atas perlakuan diskriminasi wanita jelas hanya berlaku di Negara pengadopsi ideologi kapitalisme dan sosialisme-komunisme. Maka tuduhan masalah ini kepada Islam adalah salah alamat.

3. http://life.viva.co.id/news/read/19584810-negara-dengan-tingkat-perceraiantertinggi

Demikianlah Islam yang telah menetapkan aturan untuk hubungan/ interaksi pria dengan wanita yang masuk akal, sesuai fitrah, dan akan

Taqiyuddin An-Nabhani, Peraturan Hidup Dalam Islam

Sumber Bacaan : 1. www.Epp.eurostat.ec.europa.eu 2. www.Academia.edu

4.http://www.hizb.org.uk/news-watch/ one-in-10-women-have-been-forced-intosex-against-their-will-lancet-study-says 5. http://www.all.org/nav/index/heading/ OQ/cat/MzQ/id/NjA3OQ/ 6. www.antarajambi.com 7. www.detik.com Taqiyuddin An-Nabhani, Sistem Pergaulan Dalam Islam

Abdurrahman Al Baghdadi, Emansipasi Adakah Dalam Islam

37


Open opinion

Galeri Aksi Mahasiswa Makassar

WTO,

Racun Berbalut Madu RindyanĆ&#x; SepĆ&#x;ana etelah Indonesia sukses menjadi tuan rumah KTT APEC ( Asia Pacific Economic Cooperation) yang berlangsung di Bali 1-8 Oktober lalu dengan tema Resilient Asia PacificEngine of Global Growth. Selanjutnya Indonesia menyiapkan diri sebagai tuan rumah kembali untuk Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 dalam forum World Trade Organization (WTO) atau organisasi perdagangan dunia 3-6 Desember 2013 di Nusa Dua, Bali.

S

Seperti apa yang disinggung Wamendag salahsatunya mengembalikan kepercayaan dunia, karena sebelumnya KTM ke-3 gagal karena demo besarbesaran, KTM ke-4 di Doha tahun 2001, setelah 12 tahun tidak banyak kemajuan, sehingga orang muai berkurang kepercayaannya terhadap WTO. Maka KTM ke-9 ini yang diselenggarakan di Bali diharapkan bisa berjalan sukses menyusul kesuksesan KTT APEC yang diadakan di kota yang sama.

Organisasi Internasional perdagangan dunia ini akan dihadiri 159 negara beserta delegasi, NGO, dan media. Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi akan ada 10 ribu orang yang datang ke Bali, itu akan menggairahkan wisatawan di Bali, tetapi yang penting mengembalikan sistem perdagangan multilateral dan kepercayaan dunia. (detikfinance.com 06/11/2013)

Dalam KTM ke-9 Pemerintah Indonesia melalui Kemendag akan memperjuangkan 3 komponen dalam agenda WTO mendatang yaitu perundingan bidang pertanian, fasilitasi perdagangan atau memperlancar arus barang, dan isu-isu pembangunan termasuk kepentingan negara-negara yang baru berkembang.

38

Persiapan Pemerintah memang kelihatannya sangat matang, karena


Open opinion

Cadas Australia yang ada di Jakarta, tenangtenang ji. Lucu dan aneh, siapa yang salah, siapa yang dihukum. Suharusnya itu, Dubes Australia yang diusir pulang, karena dari kantor na mi injo disimpan alat-alat untuk menyadap. Dalam pandangan Islam, hubungan kita dengan negara-negara kafir seperti USA dan Australia adalah hubungan perang. Apalagi memang dua negara ini secara terang-terangan memerangi Islam, maka keduanya berstatus muharriban fi’lan (negara yang wajib diperangi). Kepada negara-negara kafir, na perangi Islam atau tidak na perangi, tetap status hubungan kita perang. Dari situ, selalu timbul kewaspadaan, karena memang begitulah tuntunan na Islam dalam menjalin hubungan dengan mereka. Jadi jangankan mau menyadap, kantor dubesnya saja, tena kulle anrinni (tidak boleh ada). Masalahnya penguasa ta ini, tidak na tahu ki memposisikan orang-orang di sekitarnya, yang mana lawan yang mana kawan, yang mana yang seharusnya diajak berteman dan bersahabat, dan yang mana yang harus dimusuhi dan diperangi. Dalam suatu kesempatan, pak SBY ta pernah na kana,”Amerika itu adalah negara kedua bagi saya”. Injo, bagaimana mau dianggap musuh, kalau negara yang harusnya diperangi malah dianggap negaranya juga. Na’udzubillah

46

tsumma na’udzu billah. Sebagai penutup dari tulisan ini, mari ki teliti dengan seksama apa yang dilakukan Pak SBY setelah kejadian ini? Tena (tidak ada). Apa yang dilakukan kroni-kroninya? Tena juga. Mereka tidak akan menggerutu dan berkeluh kesah, karena yang sadap tuan-tuannya ji. Dimana-mana ‘budak’ harus menuruti apa kehendak tuannya, sekalipun itu sudah menyangkut harga diri, bangsa, negara, dan agama. Kejadian ini semakin memperlihatkan betapa bangsa kita sedang terjajah, dan yang lebih mengerikan dan menyesakkan dada bahwa para penguasa dan penentu kebijakan di negeri ini adalah antek-antek na penjajah. Putuskan harapan ta kepada mereka dan parpol-parpolnya sekarang juga! Singkamman ji ngaseng injo. Sebab apa yang keluar dari lisan mereka, janji yang na obral, tidak lepas dari arahan dan ketentuan yang ditetapkan tuannya, para penjajah. Akhirul-kalam, Biar ikatte mo, para pembaca sekalian yang membuat kesimpulan. Kesimpulan yang menghasilkan gerak untuk mengedukasi masyarakat, mentransfer pemikiran dan perasaan untuk sama-sama berjuang dalam barisan menegakkan Ideologi Islam, yang selanjutnya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang betul-betul sadar menjaga Siri’nya, dan menjaga kedaulatan Islam.[]

WTO Task Force telah bekerja sama dengan The Indonesian Mirror Task Force sejak Oktober 2012. (Kompas.com 28/01/2013) Namun sikap optimis Pemerintah untuk menyukseskan agenda WTO di Bali bertolak belakang dengan sambutan sebagian masyarakat Indonesia, melalu berbagai lembaga sosial masyarakat. Beberapa diantaranya Kalyanamitra (Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan) , Perempuan Mahardhika, FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik), CWGI (Cedaw Working Group Indonesia), TURC (Trade Union Right Center), NLC (New Land Community), AMAN Indonesia, JALA PRT, FSPSI (Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Reformasi, PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), Aliansi Sovi (Solidaritas Untuk Luviana), KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), GSBI (Gabungan Serikat Buruh Independen), Kohati Ciputat, Wanita Hamas UNAS, Institute Perempuan, LBH Apik, Solidaritas Perempuan, Semerlak Cerlang Nusa, Jatam (Jaringan Advokasi Tambang), KPO PRP (Kongres Politik Organisasi Perjuangan Rakyat Pekerja), Mitra Imadei, Migran Care, Gerak Lawan, IPA (Indonesian People Alliance). WTO, Racun Berbalut Madu

WTO yang digadang-gadang akan membawa kemajuan perdagangan serta ekonomi negara berkembang justru membawa malapetaka. Khususnya bagi Indonesia karena justru akan mempercepat krisis ekonomi jilid 2. Hal ini dikarenakan liberalisasi perdagangan dan investasi yang menjadi agenda utama WTO akan menyebabkan negara berkembang seperti Indonesia tercekik dalam perdagangan Internasional. Sebagaimana diketahui, WTO dipelopori oleh negara-negara maju khususnya Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa untuk memuluskan rencana mereka memasarkan produk-produknya di negara berkembang sekaligus menguasai berbagai potensi ekonomi negara melalui investasi.

Sudah saatnya Indonesia berani dengan tegas menyatakan diri untuk keluar dari kemitraan semacam APEC, WTO dan sejenisnya karena itu merupakan wujud global governance yang menempatkan penjajah sebagai pengendali dan penguasa negara-negara berkembang, Liberalisasi perdagangan juga hanya

39


Open opinion

Cadas

menjadikan Indonesia sebagai penopang kebutuhan bahan mentah negara maju sekaligus pasar bagi produk-produk mereka melalui impor. Hal ini dapat diketahui dari data BPS, sumbangan keempat komoditi selama empat tahun terakhir (2009-2012) mencapai dua pertiga dari total nilai ekspor Indonesia. Dan menunjukkan bahwa ekspor Indonesia didominasi oleh sumber energi dan bahan mentah.

pangan tersebut, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah APEC sekaligus sebagai tuan rumah penyelenggaraan Ministerial Meeting WTO. Maka tepatlah jika dikatakan bahwa WTO, racun berbalut madu. Begitu indah dalam teorinya namun dapat ‘membunuh’ bagi negeri yang justru memuluskan agendanya.

Sementara liberalisasi di sektor pertanian dan pangan, pertanian Indonesia saat ini semakin terpuruk. Padahal sektor tersebut merupakan andalan utama Indonesia. Pada kasus tingginya harga kedelai tersebut, Pemerintah melalui Kemendag menambah volume izin impor kedelai hingga akhir tahun 2013 ini menjadi 1.1 juta ton dari sebelumnya 580 ribu ton. Penambahan kuota volume izin impor kedelai ini dilakukan terkait kebijakan relaksasi impor kedelai sesuai arahan Wakil Presiden Boediono (Kompas.com, 18/9).

Islam secara jelas mengharamkan liberalisasi ekonomi karena merupakan salah satu sarana yang ampuh untuk mencengkramkan ideologi Kapitalis dan sangat berpengaruh bagi negeri-negeri Muslim. Hal ini jelas perkara yang tidak dibenarkan, sebab Allah SWT berfirman:

Tingginya impor pangan ini juga menjadi bukti keberhasilan penjajahan ekonomi di negeri ini. Pasalnya, krisis pangan ini tidak dapat dipisahkan dari keikutsertaan Indonesia meratifikasi WTO sejak tahun 1999. Hingga sebagai hadiah karena ‘sukses’ meliberalisasi sektor pertanian dan

40

Stop Liberalisasi Ekonomi

“dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman” (TQS an-Nisa’ [4]: 141). Sudah saatnya Indonesia berani dengan tegas menyatakan diri untuk keluar dari kemitraan semacam APEC, WTO dan sejenisnya karena itu merupakan wujud global governance yang menempatkan penjajah (baca : AS dan sekutunya) sebagai pengendali dan penguasa negara-negara berkembang, termasuk di dalamnya Indonesia. Maka, WTO WAJIB DITOLAK!

USA dan Australia. Akhirnya, respon masyarakat sepertinya biasa-biasa saja. Ketika ada pemberitaan yang seolaholah menyudutkan pemerntah, diganti lagi dengan berita yang lain yang kurang penting. Kebanyakan media hari ini seperti itu, salah satunya media televisi yang menyoroti satu kasus tidak sampai tuntas, tidak sampai terjawab ki itu pertanyaan mengapa terjadi dan siapa dalangnya. Kembali ke laptop. Okelah, sekarang kita dudukkan pak SBY, dan beberapa orang yang juga ikut disadap ponselnya misal istrinya Ibu Ani, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, Boediono, dll sebagai korban. Bahkan sebenarnya semua warga negara Indonesia ini sudah berstatus korban. Lalu, pantaskah sikap korban seperti itu? Diam ji, kalau pun marah, marahnya lewat facebook dan twitter saja (anak puber kapang, yang sedikit-sedikit up date status). Dalam falsafah Bugis-Makassar, yang digali dari nilai-nilai Islam, dikenal istilah “Siri’ na pacce”. Siri’ itu bermakna harkat, martabat, dan harga diri manusia. Sedangkan pacce adalah rasa iba hati melihat sesama manusia yang mengalami penderitaan atau tekanan, atau dalam bahasa sederhananya di kana, Pacce adalah prinsip solidaritas dari individu. Jadi, Adat siri’ na pacce adalah harkat, martabat, dan harga diri,

serta rasa kasihan yang timbul dalam hati masyarakat ketika melihat sesama menderita, dan menjadi kebiasaankebiasaan serta dijunjung tinggi dan dipatuhi oleh masyarakat. Punna (kalau) dihubungkan ki ini falsafah dengan kasus di atas, ternyata nia’ ji (ada) benang merah na. Sebelum kita lanjut, kami perjelas sedikit lagi tentang pembahasan siri’ ini. Dalam falsafah Bugis-Makassar, ada istilah “siri’ nipakasiri’”, yaitu kondisi yang terjadi bila mana seseorang dihina atau diperlakukan di luar batas kemanusiaan dan ketentuan Hukum Syara’, sehingga orang tersebut atau keluarganya harus menegakkan siri’nya untuk mengembalikan harga dirinya. Kembai kepada kasus di atas, harus kami katakan bahwa sungguh memalukan sikap yang ditunjukkan oleh para pemimpin ta. Sudah jelas-jelas mi injo, bukan Cuma harga dirinya yang dipermalukan, tapi negara ta juga, kita semua dipermalukan. Tapi responnya biasa-biasa ji. Orang-orang kayak begini, tena mi kapang siri’na, sudah nda ada mi harga dirinya, tidak na tahu mi bagaimana caranya malu, atau mungkin sudah putus memang urat malunya. Na’udzubillah Lucunya juga, masa’ Australia yang menyadap, Dubes Indonesia untuk Australia yang ada di Canberra yang disuruh pulang. Sedangkan Dubes

45


Carita na Daeng Aslan

Ink-ternational

Cadas

Paentengi Siri’nu!

American Liberal Imperialism Hasbi Aswar

Maa

syaa Allah! Menghebohkan, menjengkelkan, menggelitik, baku campur semua perasaan. Bukan ji ini kegalauan tentang kisah kasih pemuda-pemudi dan remajaremaji yang baru puber. Tapi ini tentang kisah kasih dan kisah kotor dua negara, bukan rakyatnya yang kami maksud, tapi pemimpinnya. Bagaimana itu pendapat ta, ada tetangga sebelah selalu mengintip-intip ke dalam rumah, selalu menguping pembicaraan di dalam rumah, bahkan tidak menutup kemungkinan na tahu ki apa yang sedang dan akan kita lakukan di rumah? Dalam kaca mata manusia yang normal, bukan cuma marah di lisan, orang-orang kayak begini ini sekalian kita parangi saja. Anehnya, ada orang yang sudah jelas-jelas diobok-obok urusan rumah tangganya, ditahu semua mi pembicaraan ri balla’na (di dalam rumahnya), tapi diam-diam ji, tidak ada aktivitas yang berpengaruh untuk mengingatkan si tetangga. Begitulah kira-kira sikap penguasa ta.

44

Rumah tangga yang kami maksud, bukan hanya rumah tangganya saja, tapi negara ta, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Begitulah pemberitaan fakta yang terjadi antara bulan oktober hingga awal nopember yang lalu. Rahasia penyadapan yang dilakukan USA dan Australia ini terhadap petinggi-petinggi negara di dunia tidak terkecuali pak SBY, dibocorkan oleh mantan anggota National Security Agency, Snowden yang juga dikuatkan pemberitaannya oleh Weakleaks. Media juga seakan-akan mencoba mengalihkan opini , tidak na soroti dan na kritisi secara mendalam kasus sadapmenyadap ini. Bagaimana tidak, sebagian besar yang memiliki media massa yang mampu menguasai dan mengolah opini yang berkembang di masyarakat di negeri ini adalah mereka para konglomerat yang tidak lain merupakan para elit partai politik, atau memiliki hubungan dengan partai politik, yang bisa jadi mereka juga korban penyadapan

B

elakangan ini, isu Edward Snowden memanaskan opini publik dunia. Edward Snowden, mantan NSA membongkar penyadapan-penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap banyak negara di dunia. Banyak negara di dunia yang gerah dan protes atas hal tersebut termasuk Indonesia. Aksi Snowden berdampak pada hangatnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Bagi orang-orang yang sadar akan realitas perilaku Amerika Serikat dalam berhubungan dengan negara-negara lain, perilaku penyadapan yang dianggap kurang ajar oleh banyak kepala negara sebenarnya hanyalah setitik dari aksiaksi Amerika Serikat yang secara terang-terangan meremehkan martabat kemanusiaan. Aksi bengis Amerika Serikat tersebut telah terjadi sejak awal berdirinya AS, kemudian di susul Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Dingin dan era perang melawan teror saat ini.

Carl Boggs, Professor di National University of Los Angeles, tahun 2009 menerbitkan sebuah buku yang diberi judul The Crimes of Empire: Rogue State and World Domination. Buku ini menelanjangi segala pelanggaranpelanggaran Amerika Serikat terhadap kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Boggs mengatakan, “ AS saat ini adalah negara pelanggar hukum yang paling menakutkan di dunia ini. Para pemimpinnya telah berkontribusi terhadap proses merosotnya kondisi dunia menjadi tanpa hukum (global lawlassness).� Diantara pelanggaran besar yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat adalah tindakan pembunuhan massal dan pembersihan sebuah etnis tertentu (massacre and ethnic cleansing). Pelanggaran ini terjadi sejak pertama kali orang-orang eropa kulit putih hijrah ke benua Amerika kemudian mereka melakukan ekspansi untuk memperbesar wilayah kekuasaan yang berada di

41


Ink-ternational wilayah Amerika Tengah. Orang Indian yang jumlahnya sekitar 15 juta, tinggal berjumlah ratusan ribu saja di awal abad 20 akibat dari peperangan, pengambil alihan lahan dan sumber daya alam, dominasi kekuasaan dan hegemoni agama. Tindakan pembasmian sebuah masyarakat juga terjadi di abad 20 dan 21. Seperti pada pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki dengan menggunakan senjata nuklir yang memusnahkan sekitar 200 ribu pendudukan dan menghabiskan seluruh yang tersisa. Kemudian, antara tahun 1961-1974 di Vietnam, Laos dan Kamboja, Amerika Serikat telah melakukan tindakan pemusnahan terhadap masyarakat. sekitar 9.000 kampung kecil yang musnah, 25 juta are daerah pertanian, 12 juta are hutan dan 1,5 juta hewan ternak yang musnah akibat dari pemborbardiran, pembakaran, buldoser, dan penyembelihan massal oleh para pasukan Amerika Serikat atas nama perang melawan komunisme. Kemudian Iraq tahun 1990 dan tahun 2003, Afghanistan, dan Libya tahun 2012. Semua invasi tersebut lebih banyak merugikan masyarakat sipil dibandingkan dengan slogan-slogan kepentingan kemanusiaan yang sering diceramahkan para pemimpin Amerika Serikat. Padahal dalam hukum internasional telah disebutkan. “pembombardiran, dan apapun tujuannya yang diarahkan

42

Ink-ternational kepada pemukiman, perkampungan, kota, dan bangunan yang tidak menjadi benteng pertahanan adalah terlarang� (Carl Boggs, 2009) . Tindakan-tindakan keji terselubung juga banyak dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya melalui Central Intelligent Agency, CIA. Tahun 1953 presiden Mosaddegh Iran dipaksa diturunkan oleh Shah Iran, Reza Pahlevi yang disokong oleh CIA. Mosaddegh diturunkan karena menasionalisasi perusahaan minya milik British Petroleum. Inggris bekerjasama dengan CIA melengserkan Mosaddegh dengan mengangkat Reza Pahlevi serta membayar demonstran untuk mendukung Shah dan menolak Mosaddegh. Di Indonesia, sejak tahun 1945 dan 1965 Soekarno menjadi presiden pertama yang sangat anti terhadap kepentingan kapitalisme barat di Indonesia. CIA beberapa kali melakukan rekayasa pembunuhan terhadap Soekarno sampai bahkan membuat film porno yang sebagai bintangnya mirip Soekarno (thirdworldtravellers.com,24/11/2013). Akhirnya, Soekarno betul-betul runtuh tahun 1965 melalui kudeta militer yang sangat didukung oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutu baratnya. Kemudian mengangkat Soeharto sebagai presiden yang menjaga kepentingan Amerika

di Indonesia. setelah itu menyusul pembunuhan-pembunuhan baik secara terang-terangan ataupun sembunyisembunyi yang dilakukan oleh rezim Soeharto yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. Buku-buku dan tulisantulisan yang mengungkap kekejian Amerika Serikat melalui intelijennya sudah sangat banyak sekali ditulis.

Selama negeri-negeri muslim masih menaruh kepercayaan terhadap politik dan ideologi Amerika Serikat maka sejak itu pula kaum muslim tidak aman dari kejahatan Amerika Dalam proses pemiskinan mayoritas masyarakat dunia, Amerika Serikat menjadi aktor yang paling bertanggung jawab karena menjadi pemain utama dalam membentuk sistem ekonomi dan keuangan global yang menjadikan korporasi global menjadi penguasa perekonomian dunia. Sumber daya alam yang melimpah milik negara-negara “berkembang� menjadi santapan lezat para korporat. Dan para korporat tersebut berlindung di belakang kekuatan politik dan militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Jika ada yang menolak untuk ikut dalam sistem ekonomi dan keuangan global tersebut

maka, kata John Perkins, para serigala (CIA) akan membunuh atau melengserkan mereka, kalau tidak berhasil maka cara yang ketiga, pemerintah yang menolak tersebut akan diinvasi secara militer oleh Amerika dan sekutunya dengan berbagai alasan (John Perkins,2004). Menurut seorang ilmuwan barat, sikap bengis Amerika Serikat itu disebut sebagai Liberal Imperialism. Bentuk imperialism gaya baru ini adalah menjadikan Amerika sebagai penguasa tunggal dalam politik dunia yang bisa dengan mudahnya melakukan intervensi terhadap negara lain tanpa harus mengikuti rambu-rambu hukum dan norma internasional. Fakta-fakta yang telah tertulis mengenai kekejaman Amerika Serikat sebenarnya cukup untuk membuat pemerintah di negeri-negeri muslim paham dan segera mengambil sikap untuk mengambil jarak atau memutus hubungan ideologis dengan Amerika Serikat. Dan setelah itu membangun sistem ekonomi, industri, militer dan politik yang tangguh untuk bisa menyaingi dan mengalahkan kekuatan imperialisme Liberal. Selama negeri-negeri muslim masih menaruh kepercayaan terhadap politik dan ideologi Amerika Serikat maka sejak itu pula kaum muslim tidak aman dari kejahatan Amerika. Jadi, mau butuh apa lagi? []

43


Ink sharia edisi bundel 3 dan 4