Issuu on Google+


Edisi 02/ Nopember 2013

referensi pemikiran mahasiswa

Daftar Isi Salam Redaksi

2

Editorial “ Mahkamah Konstitusi Lembaga Peradilan yang Bersih ?” Ink-Side 1 “Sakit, Makan Pil Pahit Resep Negara Kapitalis” Ink-Side 2 “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan” Ink-Side 3 “American Shutdown”

6

9

12

Ink-Side 4 “Sulsel Sasaran Konspirasi”

17

Ink-Knight “Hudzaifah Sang Mata-mata” Open Opinion 1 “Sumpah Pemuda”

20

24

Open Opinion 2 “Pemuda : Mesin Politik Perubahan Bangsa” Open Opinion 3 ”Hasil Karya Peradaban Gemilang” Open Opinion 4 “Terapi Menulis”

26

29

32

Open Opinion 5 “Nasehat Buat Preman Palangkaraya” Cadas “ Rusak”

3

34

37

,Edisi 2/Nopember 2013

1


Salam Redaksi

Editorial Editorial

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam mahasiswa !

P

embaca yang budiman, majalah INK SHARIA hadir lagi. Memulai jejak-jejak sejarahnya dengan terbitnya edisi yang kedua. Walaupun, masih terbilang muda belia, hijau pun belum mencapai, tapi itulah yang menjadi asa kami ke depan. Asa untuk berpartisipasi dalam mengembalikan kehidupan Islam. Di bulan Oktober, berbagai peristiwa nasional maupun peristiwa global terjadi. Peristiwa-peristiwa ini tentu memerlukan respon dan sikap, terutama bagi mereka yang masih menggenggam bara ideologi Islam. Pada edisi kedua ini, kami fokus pada permasalahan mengenai penyelenggaran KKT APEC di Bali, American Shutdown, korupsi MK, penembakan Densus 88 di Bone, hingga pada persoalan Sumpah Pemuda. Peristiwa-peristiwa tersebut bukan problem netral untuk disikapi. Apalagi menganggapnya sebagai peristiwa datar nan hambar yang tak perlu direspon. Dilihat dari sisi ideologis, berbagai macam peristiwa Internasional (termasuk KKT APEC di Bali) yang terjadi adalah upaya kapitalisme global mencengkeramkan kukunya ke negeri zamrud khatulistiwa ini. Namun, indikasi dan sinyalimen kekuatan mereka sudah terbantahkan oleh realitas yang ada. Kekuatan kapitalisme global yang di usung negara adidaya Amerika harus bertekuk dalam kebatilan, American Shutdown! Untuk konteks nasional, peristiwa dan kejadian memalukan bagi negeri ini kembali berulah. “Sang Penjaga” Konstitusi negara, Mahkamah Konstitusi malah tersandung kasus penyuapan. Sebuah tanda bahwa UUD buatan manusia memang tidak layak dijaga. Penjaga pintunya saja terbuai dan tergoda pula untuk ‘sedikit’ melanggarnya. Tak lepas dari itu, kami juga menyikapi ‘over acting’ nya Densus 88-Sang Penebar Teror di tanah Arung Palakka, Bone. Betapa pembunuhan terjadi dengan entengnya. Bulan Oktober juga sering disebut bulan pemuda. Usut punya usut, ini dilatar belakangi memori sumpah serapah tak bermakna dalam sekat nasionalisme yang masih saja terngiang di kepala sebagian pemuda negeri ini. Mereka masih bermesraan dengan sesuatu yang tak pantas untuk diperjuangkan karena berasal dari ikatan yang rendah. Itulah menu-menu yang kami sajikan dalam edisi kedua ini. Semoga menjadi hujjah kami dan anda di yaumil akhir nanti. Bahwa kita tidak bisu dengan kerusakan, namun sempatkan diri berteriak mengangkat suara lewat media ini. Selamat membaca. memahami. menyebarkan!

2

,Edisi 2/Nopember 2013

Mahkamah Konstitusi Lembaga Peradilan Yang Bersih?

D

alam Konstitusi Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang nomor 22 tahun 2004 dan undang-undang No 18 tahun 2011 tentang Komisi Yudisial dan perubahannya, terlihat jelas tentang fungsi pengawasan terhadap Hakim yang di laksanakan oleh lembaga Komisi Yudisial. Tetapi hal ini berbanding terbalik dengan realitas pengawasan terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi(MK). Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, pada dasarnya Hakim MK seolah-olah kebal dengan Hukum sehingga tak perlu diawasi berbagai keputusannya. Semua merupakan keputusan tertinggi dan dianggap final tanpa perlu adanya Yudisial Review setelah diadakannya pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar. Nampaknya semua teratasi dengan dibentuknya PERPPU No. 1/2013 tentang pembentukan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi yang akan mengawasi segala macam tindak tanduk

perilaku atau lebih dikenal dengan nama kode etik Hakim mahkamah konstitusi. Tapi sebagian Pakar Ilmu Hukum memandang pembentukan dewan kehormatan Mahkamah Konstitusi dalam PERPPU tidaklah menyentuh masalah substansialnya. Praktisi Hukum yang juga kader partai Gerindra, Habiburrokhman, menilai perppu MK Inkonstitusional. Jika pemerintah mengeluarkan perppu tentang MK untuk menjaga kewibawaan institusi tersebut hanya karena ketuanya ditangkap KPK, lantas mengapa saat mantan menpora Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka pemerintah tidak mengeluarkan perppu tentang Kementrian? begitu pula saat Irjen Djoko Susilo ditetapkan tersangka oleh KPK, presiden tidak lantas mengeluarkan perppu tentang undang-undang kepolisian? Perwakilan 17 pengacara melalui Robikhin Emhas menjelaskan bahwa Presiden memang berhak menerbitkan perppu. Alasannya karena pasal 22 ayat (1) UUD 1945 berbunyi, “Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, presiden ber-

,Edisi 2/Nopember 2013

3


Editorial

Editorial

hak menetapkan perppu.” Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa dalam undang-undang dasar tahun 1945 tidak di tentukan apa yang disebut dengan kegentingan yang memaksa itu. Sehingga dapat menjadi analisis pembanding kita Antara perppu yang dikeluarkan oleh presiden dengan keputusan MK nomor 138/PUU-VII/2009 tanggal 8 februari 2010. Dimana dalam keputusan MK itu ditentukan ada 3 syarat agar suatu keadaan secara obyektif disebut sebagai kegentingan yang memaksa: - Adanya kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan undang-undang -

Undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum atau ada undangundang tetapi tidak memadai

- Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang secara prosedural biasa karena akan memakan waktu yang cukup lama sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan “Pertanyaannya kemudian, apakah setelah penangkapan Aqil Mochtar oleh KPK telah mengakibatkan terjadinya kegentingan yang memaksa sehingga untuk mengatasi dan menyelesaikan keadaan tersebut perlu dibuat perppu?” Ujar Robikhin.

4

Oleh karena itu, perppu tentang MK mengalami cacat hukum baik dari segi Formil maupun Materil. Masalah sebenarnya bukan akan dibuatnya PERPU atau tidak. Tapi masalahnya adalah Kasus Korupsi yang kian merebak dan membuat pemerintah sulit menentukan pilihan terhadap pokok pangkal permasalahan yang sesungguhnya tentang sebab korupsi, penanganan dan antisipasi yang seharusnya dilakukan. Apakah Penjara ataupun Denda Pidana yang diberikan terhadap terdakwa kasus Korupsi sudah dapat mengantarkan pada upaya penanganan kasus korupsi dinegeri ini? Bukankah dari setiap keputusan Hakim di lembaga Peradilan Umum maupun Peradilan Khusus, justru tidak memberi arti apa-apa bagi pelakunya atau paling tidak ada efek jera bagi pelakunya? Dan bukankah pada setiap Korupsi yang dilakukan oleh Pemerintah Kita, tidaklah dijadikan sebuah pelajaran untuk menghindari praktek Korupsi, tapi malah membuat pelakunya semakin Bertambah laksana Lumut yang tumbuh dimusim hujan? Transparency Internasional Indonesia (TII) merilis hasil survey terbarunya mengenai korupsi yang semakin marak terjadi di Indonesia. Dalam temuan surveynya Pada Selasa 8 Juli 2013 kepada 114 ribu orang di 107 negara, semua kelembagaan pemerintah ternyata melakukan praktek korupsi. “Kepolisian, Parlemen,

,Edisi 2/Nopember 2013

dan Peradilan Di Indonesia masih melakukan praktek korupsi tertinggi,” ujar Dadang Trisasongko selaku sekretaris TII (tempo.co/10 juli 2013). Prestasi yang sangat luar biasa dan cukup memalukan! Hal ini terjadi bukanlah pada unsur penegakkan hukum yang masih kurang maksimal. Tapi Substansi hukum kita lah yang saat ini memang bermasalah. Tidak mampu menjaring dan menyelesaikan masalah tanpa masalah, melainkan menyelesaikan masalah yang satu dan memunculkan ratusan bahkan ribuan masalah lainnya. Inilah, permasalahan hukum yang jika dalam penanganannya diserahkan kepada manusia, makhluk yang memiliki keterbatasan untuk melingkupi segala macam kepentingan orang banyak (umat). Islam sebagai agama yang paling sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya aspek ibadah Mahdhoh saja melainkan Ibadah Ghayru Mahdhoh (Muammalah, ekonomi, politik, hukum, peradilan, pendidikan dan lainsebagainya). Islam juga tegas dalam menetapkan aturan. Pada kasus-kasus pencurian misalnya Rasulullah dengan tegas bersabda ”Walaupun Fatimah binti Muhammad mencuri, maka tetap tegakkan hukum HAD (potong tangan)”. (HR Muttafaqun Alaih). Untuk masalah korupsi, Islam memandangnya sebagai perbuatan Al-Ghulul (pengkhianatan terhadap harta yang

diamanahkan) dan Al-Ghasysy (penipuan). Penyerahan kasus hukumnya bersifat Ta’zir (hukuman yang diputuskan oleh seorang Khalifah). Jenis-jenis hukum ta`zîr yang dapat diterapkan bagi pelaku korupsi adalah; penjara, pukulan yang tidak menyebabkan luka, menampar, dipermalukan (dengan kata-kata atau dengan mencukur rambutnya), diasingkan, dan hukuman cambuk di bawah empat puluh kali. Khusus untuk hukuman penjara, Qulyûbî berpendapat bahwa boleh menerapkan hukuman penjara terhadap pelaku maksiat yang banyak memudharatkan orang lain dengan penjara sampai mati (seumur hidup). Itulah beberapa indikasi (qarinah) hukuman yang layak diberikan pada seorang koruptor, agar tidak terulang perbuatannya. Sebab pada dasarnya Islam memiliki dua fungsi Hukum yakni pencegah dari kejahatan (zawajir) juga sebagai penebus dosa di akhirat (jawabir). Mewujudkan Hukum yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah ini, tentu saja memerlukan adanya Upaya kekuatan umat diseluruh Dunia. bersatu untuk mengganti Sistem Hukum Thaghut saat ini menjadi Sistem Hukum Islam yang diberkahi dan diridhai Allah Swt. []

Jayadi, SH

,Edisi 2/Nopember 2013

5


Ink-Side

Ink-Side

Sakit, Makan Pil Pahit Resep Negara Kapitalis Oleh : Indrawirawan

(Ketua Gema Pembebasan Komsat Unhas)

P

ublik masih memanas dengan diadakannya perhelatan maksiat sejagat, Miss World. Mendatangkan berbagai duta-duta pejuang aktivis kecantikan dengan basis materialisme dari berbagai negara yang ada di dunia. Perhelatan tersebut dilaksanakan di atas sekerat ‘tanah surga’, Bali. Setelah itu, publik kembali dikagetkan dengan kedatangan para petinggi dunia. Dalam sebuah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC (Asia Pasific Economy Cooperation) Economic Leader’s Week, forum kerjasama sesama negara-negara Asia Pasifik. KTT APEC Economic Leader’s Week ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 8 Oktober 2013, bertempat di Nusa Dua Bali dengan beberapa pertemuan terkait tema “Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth” yang bakal dihadiri pemimpin 21 kepala negara anggota.

Kerjasama bilateral maupun multilateral ini di harapkan membawa angin perubahan. Tapi, semua ini mungkin jauh panggang dari api. Telisik punya telisik, garis tujuan akhir dari kesepakan ini nyatanya

6

hanya membuat pincang banyak pihak dan membuat untung sebagian kecil negara anggotanya. Melakukan upaya eksploitatif dan akumulatif modal untuk ekspansi ekonomi dalam sebuah negara. Agenda penyebaran paham kapitalisme dengan melanggengkan upaya liberalisasi, penghapusan rintangan perdagangan hingga upaya meminimalisir peran pemerintah dalam menjaga dan mengayomi ekonomi ummat. Apa yang nantinya dihasilkan oleh forum KTT APEC akan menjadi sebuah konsensus. Kesepahaman bersama oleh para negara anggota untuk melaksanakannya. Lalu bagaimana posisi Indonesia dalam konsensus ini ? Apakah semua negara peserta akan mendapatkan bagian keuntungan yang sama, win-win solution kah? Apa yang dibahas dalam forum KTT APEC merupakan perpanjangan tangan pada pertemuan WTO 2008 yang beberapa agendanya harus kandas. Sebuah perjuangan dibalik tipu-tipu forum internasional dalam rangka menyukseskan perdagangan bebas multilateral.

,Edisi 2/Nopember 2013

Dalam forum KTT APEC ini, memang tidak hanya mengakomodir satu kepentingan saja. Ada banyak kepentingan ekonomi yang ingin di rangkul. Amerika dan Indonesia pun punya kepentingan. Ada banyak negoisasi yang nantinya dilontarkan. Namun, hampir sudah dipastikan bahwa kepentingan atau negoisasi negara kuat yang bakalan didengar dan direalisasikan. Bagaikan pasar serba ada, toh kepentingan negara maju juga yang akan dicapai dengan segala intervensinya. Sejatinya, APEC adalah forum yang didominasi negara big power (Amerika, China, Rusia, Jepang) sehingga APEC akan digiring ke arah pemenuhan kepentingan mereka. Pertemuan APEC 2013 tidaklah lebih dari alat pemaksaan kepentingan negara industri guna membangun ekonominya yang saat ini sedang tidak stabil. “Mereka itu kan hanya ingin memastikan apakah pasar masih terbuka, itu agar industrinya bisa tetap berjalan,” ungkap Riza, Executive Director Indonesia for Global Justice (Waspadaonline, 23/09/13). Negara maju memang selalu egois. Egois karena latar belakang falsafah ekonomi mereka. Memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan segala bentuk kerugian tanpa mempedulikan konsekuensi hidup manusia dan kelestarian lingkungan serta martabat manusia. Prinsip kaku bagai tangan besi, memeras keringat para pekerja dengan harga murah kemudian sedikit menjaga hak-hak pekerja. Meninggalkan bangkai kehancuran bagi ekosistem lingkungan hidup.

Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa Indonesia yang memiliki komoditas kertas dan minyak sawit mentah (CPO) juga belum mampu menembus pasar internasional sesama negara-negara anggota APEC. Pada KTT APEC yang dilaksanakan di Rusia tahun 2012, pemerintah Indonesia juga belum berhasil mendaftarkan CPO untuk masuk kategori produk ramah lingkungan atau Environment Good List (Jurnas, 01/01/13). Ini patut dicurigai. Pasalnya, dalam mata dunia internasional, pulp (bubur kertas) asal Indonesia tidak memiliki Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sehingga tidak layak sebagai produk ekspor. Menurut Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Joko Supriyono, kegagalan CPO masuk sebagai produk ramah lingkungan APEC mempertegas ada beberapa pihak asing yang berupaya menghambat upaya pengembangan industri sawit nasional. “Mereka sudah lama melakukan black campaign agar masyarakat dunia tidak menggunakan produk CPO. Mereka takut bisnis minyak nabati berbasis kedelai, rapeseed, atau bunga matahari kalah bersaing dengan CPO yang lebih efisien,” kata Joko kepada Koran-Jakarta. Sembilan belas tahun telah berlalu sejak KTT APEC sebelumnya di Indonesia yang diselenggarakan tahun 1994 di Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, tetap dengan agenda yang sama yakni upaya liberalisasi sistem perdagangan dan investasi tahun 2010 untuk negara maju dan selambat-lambatnya tahun 2020 bagi negara berkembang. Ini menjadi ironi, karena In-

,Edisi 2/Nopember 2013

7


Ink SIde

Ink SIde donesia pada hari ini pun masih berstatus sebagai negara berkembang. KTT APEC tidak memberikan angin segar bagi rakyat Indonesia, malah menjadi lahan investasi basah yaitu dengan bebasnya para investor asing melakukan eksploitasi alam. Hal ini memang sudah tertuang dari tujuan awal pembentukan APEC dan agenda kerjanya seperti intervensi negara-negara kapitalis melalui UU swastansisasi sebagai imbas dari keterbukaan liberalisasi sehingga terjadi pemotongan subsidi pendidikan, kesehatan dan kenaikan BBM. Dan dari segi perdagangan, Indonesia menjadi sasaran barang-barang luar yang siap membanjiri pasar. Mulai dari pangan sampai barang-barang terkecil Indonesia yang didominasi produk China (Radar Online, 03/10/13). Berbagai upaya eksploitasi yang dilakukan oleh negara ekonomi kuat memang terbilang sangat halus. Menjebak negara berkembang membuka pasar dalam negeri dengan iming-iming atau mengundang secara ‘terhormat’ dalam sebuah forum tipu-tipu, APEC, G-8, G-20, dan berbagai macam jenis konferensi (summit). Keterlibatan negara berkembang yang ada di dunia ke dalam forum seperti ini adalah sesuatu yang sangat mudah. Hal ini dikarenakan para kacung-kacung negara kapitalis yang berwujud sebagai penguasa-penguasa negara berkembang, pengangkatan dan kelanggengan dinasti kekuasaan mereka memang telah disokong oleh pihak kapitalis asing. Tanpa malu-malu mereka memenuhi kehendak tuannya ‘para komprador asing’ sebagai tanda jasa atas segala sokongan yang telah mereka terima.

8

Maka jadilah mereka penguasa yang makan ‘gaji buta’. Sibuk mengurusi negara sendiri tapi juga selalu dirundung masalah tak berkesudahan, tak bertepi, demi mengejar angan-angan. Tidak tercapainya angan-angan kesejahteraan disebabkan oleh tidak di jalankannya hal yang pokok dan utama, yakni ri’ayah syu’un al ummah (pengurusan urusan umat). Sejatinya dalam Islam, kepemimpinan merupakan jabatan yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat. Seorang pemimpin adalah pengatur bagi urusan rakyatnya dengan aturan-aturan Allah SWT. Termasuk di dalamnya adalah urusan muamalah atau hubungan kerja sama, hubungan bilateral-multilateral dengan negara lain dalam bentuk perdangangan luar negeri. Kesemuanya itu telah di atur sesuai aturan Allah SWT. Perdagangan luar negeri di dalam Islam sah-sah saja asal tetap dengan koridor membedakan antara kafir atau tidak, membangkang atau tunduk pada pemerintahan Islam. Jika pelakunya berasal dari negara kafir yang memusuhi Islam (Dar al-Harb Fi’lan) -seperti AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan sebagainya, maka perdagangan tersebut jelas haram. Motif liberalisasi yang dibawah oleh ‘para pedagang’ kapitalis asing merupakan motif batil. Liberalisasi adalah tujuan ekonomi kapitalisme. Rusak, bathil karena tidak sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Islam tidak mengenal liberalisasi, akumulasi modal besar oleh pihak swasta, dan atau motif ekspansi pasar dengan memonopoli sektor kepemilikan umum. Karena jelas, kepemilikan umum tidak boleh dikelolah

,Edisi 2/Nopember 2013

apalagi dikuasai oleh individu. Negara bertanggung jawab dan menghentikan siapa saja individu yang ingin menguasainya. Kepemilikan umum adalah hajat hidup orang banyak, dan Syariah telah menggariskan bahwa manusia harus berserikat di dalamnya. Wallahu a’lam bishawab.[]

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Salahkah ? Oleh : Ridha Zinnirah (Aktivis MHTI)

Fakta Pemberdayaan Perempuan Satu dari tujuh kesepakatan yang dicapai pada KTT APEC 2013 adalah peningkatan keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi. Para pemimpin negara APEC telah sepakat mengadopsi rekomendasi Women’ s Economic Forum 2013 yang mengajukan peran strategis perempuan sebagai pengendali ekonomi keluarga dan bangsa (women as economic drivers). (hizbut-tahrir.or.id/2013) Adanya program pemberdayaan perempuan ini merupakan target Millenium Development Goals (MDGs). A Roadmap to Accelerate Achievement of the MDGs in Indonesia tahun 2010 yang dikeluarkan BAPPENAS menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, peran berbagai komunitas terutama kelompok perempuan

telah terbukti memberikan kontribusi yang signifikan. Dalam roadmap tersebut juga dinyatakan bahwa target MDGs untuk memberantas kemiskinan akan dicapai dengan memfasilitasi UMKM. Seiring hal tersebut, Indonesia dalam Equal Future Partnership (EFP) berkomitmen memperluas akses keuangan dan mengembangkan kapasitas perempuan dalam UMKM, serta mereformasi hukum dan kebijakan khusus untuk memperluas kesempatan ekonomi sehingga terdapat kesempatan ekonomi yang setara (equal) bagi perempuan sebagaimana untuk lakilaki (Nurisma Fira/Waspada, 2013) Perempuan pelaku bisnis rumahan yang disebut Bank Dunia tahun 2010 sekitar 6 juta orang. Di wilayah Asia Timur dan Indonesia mencapai jumlah 60% dari seluruh bisnis UMKM. Mereka akan diberi berbagai kemudahan untuk mendapatkan akses dunia usaha, perizinan, permodalan, sarana peningkatan kapasitas dan mobilitas. Sebagai contoh di daerah Sulawesi Selatan, bisnis UMKM sudah mencapai 751.802 unit (Antara.2010) dengan kucuran dana senilai total 2,88 miliar untuk sector kehutanan dan 339,5 juta untuk sector industry (Laporan tahun 2011/Kementrian Koperasi dan UKM RI) dengan berbagai program yang dimasukkan ke daerah-daerah. Sementara itu menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, meskipun pelaku bisnis dari kalangan perempuan masih sekitar 0,1 % dari total jumlah penduduk Indonesia namun populasi wanita sebanyak 49 % merupakan potensi yang sangat besar (Kompas,2011).

,Edisi 2/Nopember 2013

9


Ink SIde

Ink SIde

Analisa Sekilas nampak sebagai kesempatan potensial bagi perempuan untuk berperan besar mengentaskan kemiskinan keluarga dan bangsanya. Pemberdayaan perempuan seakan menjadi tuntutan di tengah semakin kompleksnya persoalan ekonomi Indonesia. Tingginya angka kemiskinan menuntut peran aktif tidak hanya laki-laki bahkan perempuan pun harus tenggelam banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Persoalan ekonomi Indonesia saat ini sangat kompleks. Besarnya utang mengakibatkan sebagian besar pendapatan Negara disedot untuk membiayai hutang. Selanjutya banyak sektor dan aset publik yang dikuasai oleh swasta terutama swasta asing. Sehingga pelayanan dan jaminan negara kepada masyarakat terbengkalai. Ditambah lagi problem kemiskinan merupakan problem yang tidak kunjung selesai sebagai imbas dari perdagangan internasional yang tidak fair. Sementara itu semakin menjamurnya bisnis yang dimodali oleh pemerintah dan melibatkan dunia perbankan, tentunya disana mau tidak mau akan bersinggungan dengan bunga bank yang ternyata menjadi salah satu komponen untuk memperkuat hegemoni kapitalisme. Opini pemberdayaan perempuan khususnya di bidang ekonomi saat ini merupakan imbas dari pemikiran kapitalis yang menganggap perempuan harus menghasilkan materi. Peran partisipatif

10

perempuan sebagai pengendali ekonomi terlebih lagi di tengah kondisi kapitalis saat ini menjadi bagian bentuk eksploitasi perempuan. Betapa tidak, jumlah perempuan jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki. Lebih jauh, perempuan dipandang menjadi pasar potensial bagi komoditas Barat jika mereka mandiri secara ekonomi, sehingga semua pihak berkepentingan menyukseskan pemberdayaan ekonomi perempuan. Sebagian besar aktivitas ekonomi yang digeluti oleh kaum perempuan ternyata sangat dibutuhkan dalam mata rantai suplai bisnis. Dari sinilah maka dianggap perlu berbagai upaya untuk memberdayakan mereka dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan finansial di negeri ini. Ironisnya, jutaan perempuan Indonesia telah terjun ke dunia kerja dalam kondisi rawan kriminalitas dan pelecehan. Kaum perempuan yang semakin banyak terlibat di dunia kerja, sesungguhnya hanya akan memperbesar jumlah perempuan yang dieksploitasi. Keterlibatan mereka juga akan mengakibatkan teralihkannya pemikiran dan upaya untuk mencari akar masalah problem ekonomi dan kemiskinan yang mendera. Sementara itu, pemerintah sebagai pengayom rakyat berlepas tangan dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya karena rakyat sudah terdorong untuk mandiri secara ekonomi. Menetapkan perempuan sebagai pengendali ekonomi keluarga dan bangsa sebagaimana disepakati pada KTT APEC

,Edisi 2/Nopember 2013

2013 hanya akan mendorong munculnya berbagai persoalan baru pada bangsa ini. Memberi penghargaan kepada kaum perempuan berdasarkan kontribusi materi yang disumbangkannya bagi keluarga dan bangsa, sama saja dengan mengarahkan mereka untuk mengabaikan fitrah nya sebagai manajer rumah tangga dan pendidik generasi. Berikutnya, akan semakin banyak muncul persoalan kehancuran keluarga dan berujung pada kehancuran masa depan generasi.

kesemuanya didukung oleh ketakwaan individu. Dalam Islam, kemiskinan akan sangat diminimalisir bahkan tidak ada, karena adanya distribusi kekayaan yang merata, juga adanya pembagian harta sesuai dengan aturan Pencipta. Hak-hak kepemilikan yang seharusnya dimiliki dan diperuntukkan kepada masyarkat tidak akan dikuasai oleh Negara atau bahkan individu. Pendapatan negara yang masuk ke kas negara (Baitul mal) akan dikelola oleh Negara untuk kepentingan umat.

Pemberdayaan Perempuan Dalam Islam Islam adalah agama sekaligus pandangan hidup yang memiliki sistem pengaturan hidup yang sempurna karena bersumber dari Allah swt dan termaktub dalam al qur’an dan sunnah.

Islam telah membebankan tanggung jawab nafkah keluarga kepada kaum laki-laki. Oleh karenanya Islam sangat mendorong kaum laki-laki untuk bekerja. Tidak hanya sampai disitu, melalui peran Negara setiap individu berhak mednapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan lainnya yang mendukung atmosfer kehidupan yang penuh ketentraman.

Problem kemiskinan kekinian tak lagi bisa dipandang sebagai problem individu semata, tetapi lebih dari itu, kemiskinan telah menggejala menjadi problem sosial yang hadir karena buruknya sistem yang berlaku. Variatifnya sebab kemiskinan itulah yang jadi indikasinya. Tidak sekedar kurangnya kesempatan kerja tapi soal ekonomi, politik, pendidikan juga memiliki andil yang tidak sedikit memperpanjang kemiskinan ini. Oleh karenanya, Islam sebagai tatanan hidup telah memiliki konsep mengatasi kemiskinan tanpa embel-embel ‘pemberdayaan perempuan’. Seluruh sistem kehidupan ada pengaturannya dalam Islam tak terkecuali persoalan ekonomi dan perempuan yang

Islam memandang perempuan begitu mulia, memiliki kedudukan terhormat. Bahkan banyak nash yang menggambarkan bagaimana mulianya perempuan dalam Islam. Adapun pemberdayaan perempuan dalam Islam lebih kepada peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik utama dan pertama generasi. Mendidik generasi-generasinya menjadi generasi yang memiliki karakter keislaman yang kuat, takwa yang penuh kepada Pencipta serta kelak menjadi generasi-generasi harapan untuk memajukan peradaban. Sementara itu, perempuan juga diarahkan untuk berkontribusi bagi perdaban

,Edisi 2/Nopember 2013

11


Ink Side

Ink SIde

Islam dengan mengaplikasikan ilmu dan keahliannya. Misalkan dengan mengajar, melakukan penelitian-penelitian yang sifatnya saintek dan hasilnya nanti dimanfaatkan bagi kepentingan ummat. Disamping itu ada peran yang tidak kalah pentingnya yaitu menjadi penyeru kebenaran (hamlu’dakwah) di tengah-tengah masyarakat khususnya kepada kaum perempuan. Bersama dengan kaum laki-laki mengajak ummat untuk taat sepenuhnya kepada aturan Allah dan menjalankan syariat secara sempurna serta menghentikan jerat-jerat kapitalis yang semakin kuat merongrong masyarakat.

12

,Edisi 2/Nopember 2013

Tak dipungkiri lagi, secara jelas mileinium ke tiga saat ini sedang berada dalam lingkaran keterjangkitan Kapitalisme. Sebuah Ideologi yang kental dengan karakteristik Ekonomi dan Sosial politiknya. Amerika Serikat, digodok sebagai Kampiun Negara yang menerapkan dan mempromosikan Ideologi ini. Itu tergambar secara jelas lewat aktivitas Ekonomi, Sosial Politik maupun lainnya.

(Mahasiswa FKM UMI 2010)

Oleh : Harly Yudha Priyono

American Shutdown

Terberdayakan di tengah-tengah masyarakat bukanlah hal yang salah bagi seorang perempuan bahkan menjadi hal yang mubah. Namun apalah artinya jika semuanya hanya di dorong dalam rangka untuk memenuhi kantong-kantong kapitalis. Oleh karena itu, seharusnya kaum perempuan semakin sadar akan perannya yang hakiki, sehingga terlahir pula upaya yang serius untuk melakukan perubahan kondisi, tidak justru terlarut dalam arus yang diciptakan oleh hegemoni kapitalis saat ini. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Lintasan kehidupan mengantarkan pada pergantian kekuasaan. Bagai air yang mengalir, mendominasi kah ia terjun ke comberan pekat? atau berbelok ke saluran yang bersih nan jernih? Dalam pahit manisnya kehidupan pasti ada dalang. Dalam kerusakan akan datang perbaikan. tetapi tak sedikit harmoni yang menghampiri pun akan ada yang mengakhiri. Seharusnya kita bisa menilai kehidupan untuk mulai membuat setting-an perjalanan.”

Tahun 1944 menjadi tahun gembira sekaligus kado bahagia bagi Amerika Serikat dan menjadi tahun tersuram sekaligus ancaman bagi negeri-negeri Muslim. Tahun tersebut adalah tahun dilaksanakannya pertemuan Bretton Woods dimana Amerika Sebagai pemenang perang dunia II mengumpulkan 730 delegasi dari 44 negara di seluruh dunia untuk merumuskan sistem moneter global yang baru, atau dengan kata lain merumuskan strategi penjajahan yang baru. Hasil dari pertemuan tersebut melepaskan patokan mata uang dunia terhadap logam emas (gold standard) dan beralih mematok uang du-

nia terhadap dollar Amerika Serikat. Inilah langkah awal Amerika Serikat menjarah negara lain. Amerika serikat dengan Ideologi Kapitalismenya mempunyai pengaruh besar atas negara yang baru merdeka maupun negara yang sudah lama merdeka. Dalam langkah ekonomi, Ini tampak dengan adanya sejumlah perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di berbagai negara termasuk Indonesia. Begitupun dengan politik, sosial dan tren gaya hidup (life style). Amerika serikat menjadi garis bagi Negara lain yang terkecoh lewat teater busuknya, atau dapat dikatakan Amerika Serikat bagaikan selebriti yang memerankan segala sandiwara yang mengecoh penontonnya. Tak Pelak ini menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara ‘Adi daya’ yang setiap langkahnya ada dan bergentayangan di tiap-tiap negara. Amerika Serikat dan Kapitalisme, Senjata Makan Tuan Kapitalisme merupakan Ideologi berlandaskan Sekularisme yang menghapuskan aturan Agama dalam mengurusi dunia. Ideologi ini menjadi Sistem dan pandangan hidup Amerika Serikat. Tertera dalam aktivitas yang dilakukan masyarakatnya, mereka mengadopsi Ideologi ini secara utuh sebagaimana lumrahnya pergaulan bebas yang menjadi ‘santapan’ mereka berhari-hari. Amerika Serikat dengan Ideologi kapitalismenya secara sosial memberikan kebebasan sepenuhnya dan semaunya kepada masyarakatnya.

,Edisi 2/Nopember 2013

13


Ink Side

Ink Side

Penatnya kehidupan di Negara Paman Sam tersebut semakin menjadi-jadi. Demikian itu karena pertalian nasab Kapitalisme dan Demokrasi. Demokrasi memiliki butir: kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan, dan kebebasan beragama yang ikut andil dalam konstruksi Amerika Serikat. Tentunya ini menjadi elok bagi mereka pemuja kesenangan dunia yang menghabiskan kehidupannya dalam Kesesatan Kapitalisme dan Demokrasi.

Karena berlandaskan kebebasan, maka masyarakat berbuat semaunya. Meski Negara Indian ini memiliki aturan, namun tetap saja aturan itu tidak berdaya guna. Sebaliknya menjadi rancu ketika Pemerintah Amerika Serikat mempublish dan menerapkan aturan di tengah masyarakatnya, padahal poin awal landasan negara ini adalah kebebasan. Maka kembali kita pertanyakan perihal kebebasan yang masih ada aturan itu. Kebebasan yang menjadi pandangan hidup penuh Amerika Serikat yang dilaksanakan dengan sangat ‘rapi’ oleh penganutnya, sebebas-bebasnya tanpa mempedulikan aturan yang berlaku karena adanya dalih kebebasan yang penuh. Sebaliknya, Kapitalisme dengan kebebasan penuhnya ini menjadi anak panah yang kembali ke Tuannya sendiri. Dari kebebasan penuh ini menghasilkan berbagai kejahatan dan tindakan kriminal. Salah satu situs jejaring sosial dunia, menobatkan Amerika Serikat sebagai

14

negara dengan tingkat kejahatan yang tertinggi di seluruh dunia. Dengan angka kriminalistas tertinggi berupa pencurian, pemerkosaan dan pembunuhan. Adapun kota di Amerika serikat yang tingkat kriminalitasnya paling tinggi yakni : 1. Memphis, Tenn. Total kejahatan terjadi 1,750.0 dengan jumlah populasi masyarakat kota 657.436. 2. St. Louis, Mo. Total kejahatan terjadi, 1,776.5 dengan jumlah populasi masyarakat kota 318.667. 3. Oakland, California. Total kejahatan terjadi 1,993,1 dengan jumlah populasi masyarakat kota 399.87. 4. Detroit, Mich. Total kejahatan terjadi 2,122.6 dengan jumlah populasi masyarakat kota 707.096. 5. Flint, Mich. Total kejahatan terjadi 2,729.5 dengan jumlah populasi masyarakat kota 101.632. Demikian bangunan sosial masyarakat yang buram akibat Sistem Kapitalisme Demokrasi yang diterapkan Amerika Serikat. Perlahan tapi pasti Amerika Serikat akan Mati Permasalahan yang merantai AS akan terus melilit dan menukik pada masalahmasalah yang baru. Dampak dari Ideologi yang diterapkan Amerika Serikat tidak hanya menjarah kehidupan sosial masyarakatnya. Seperti yang ramai terngiang, Amerika Serikat merumahkan

,Edisi 2/Nopember 2013

atau memensiunkan dini pegawai negara federal nya (Di Indonesia sederajat dengan PNS) sebanyak 800 Ribu Pegawai (Shut Down). Sementara jutaan pegawai diminta bekerja tanpa bayaran. seperti inikah negara adidaya? Tak pelak permasalahan ekonomi yang dialami Amerika Serikat adalah dampak dari penerapan Ekonomi Kapitaslisme. Ditutupnya layanan pemerintahan tersebut dikarenakan jumlah utang Amerika Serikat yang disetujui oleh pemerintah federal jatuh tempo pada 17 Oktober 2013 dan mencapai lebih dari plafon utangnya yaitu US$ 16,7 Triliun. Krisis dan pertanda Shutdown-nya Amerika Serikat sudah terbayang oleh masyarakat di awal tahun 2013 dengan naiknya harga pajak yang sangat tinggi, akibat pemberlakuan kenaikan pajak secara otomatis di tahun 2013. Plafon utang yang saat ini masih menunggu kesepakatan kongres -senat yang di dominasi oleh partai demokrat, dan DPR yang bergaris besar di isi partai republikan- masih menjadi pembicaraan mengawang dan belum menemukan solusi. Di sisi lain pembicaraan yang terkesan bualan dan rencana kebijakan pencitraan oleh dua kubu tersebut masih belum menemukan titik temu antara kedua partai. Masing-masing meng-egokan argumen sendiri sementara rakyatnya mati kelaparan menunggu bualanbualan tersebut

Krisis yang melanda Amerika Serikat di tahun 2013 merupakan benturan dari kebijakan pemerintah di tahun sebelumnya. Diantaranya, kebijakan Amerika serikat meminjam sejumlah uang ke perusahaa swasta untuk mendanai pengiriman tentara Amerika Serikat untuk Invasi ke negeri-negeri muslim. Selain itu krisis juga terlihat dengan bangkrutnya sejumlah perusahaan-perusahaan swasta di Amerika Serikat, yang menjadi penopang sebagian APBN. Berikut perusahaan besar Amerika Serikat yang bangkrut : 1. Lehman Brothera Holdings, lembaga keuangan, bangkrut pada september 2008, nilai aset US$ 691 miliar 2. Washington Mutual, bank, bangkrut pada september 2008, dengan nilai aset US$ 327,9 miliar 3. WorldCom, penyedia telepon jarak jauh, kolaps pada juli 2002, dengan nilai aset US$ 103,9 miliar 4. General Motors, perusahaan otomotif, bangkrut pada juni 2009, dengan aset mencapai US$ 91 miliar 5. CIT Group, penyedia kredit usaha menengah, bangkrut pada november 2009 dengan nilai aset US$ 80,4 miliar 6. Enron Group, pabrik tubin dan mesin, bangkrut pada tahun 2001 dengan nilai aset US$ 6,5 miliar 7. Consesco, lembaga keuangan, bangkrut pada 2002 dengan nilai aset US$ 61,4 miliar

,Edisi 2/Nopember 2013

15


Ink Side

Ink Side 8. Chrysler, pabrik mobil, bangkrut pada april 2009 dengan nilai aset US$ 39,3 miliar 9. Thonrnburg Mortage, perusahaan pembiayaan dan perdagangan, bangkrut pada mei 2009, dengan nilai aset US$ 36,5 miliar 10. Pacific Gas & Electric Co, perusahaan minyak dan gas, bangkrut pada tahun 2011 dengan nilai aset US$ 36,25 miliar Penyebab bangkrutnya perusahaan terbesar di Amerika adalah pola sistemik Ekonomi kapitalisme dimana kredit perusahaan ke sejumlah bank tidak mampu ditanggulangi oleh perusahaan peminjam. Ini di perparah pula dengan sistem bunga (riba) yang menjadi tulang punggung ekonomi kapitalisme dalam menjalankan roda ekonomi. Dimana perusahaan lebih banyak membayar bunga, ketimbang pinjaman dasarnya. Kapitalisme yang menjadi pijakan ekonomi Amerika serikat, kembali menjadi umpan balik. Kehancurannya datang bagi yang menerapkannya. Ekonomi kapitalisme meniscayakan Seorang Individu itu bisa lebih kaya dari negara. Membolehkan seseorang untuk mengeruk kekayaan semaunya, tanpa memikirkan standar halal atau haram. Maka seperti itulah Amerika Serikat negara ‘adi daya’ yang menunggu kehancurannya akibat penerapan Sistem Kapitalisme. Maka terlihat jelaslah kebusukan Sistem Kapitalisme yang menjadi tatanan kehidupan

16

Amerika Serikat. Revolusi Islam, Pasti ! Krisis dan Shut down-nya Amerika Serikat merupakan salah satu pertanda datangnya pertolongan Allah SWT terhadap hasil perjuangan membongkar kebusukan Sistem Kapitalisme. Sekiranya telah tergambar bagaimana Amerika Serikat itu tergopoh-gopoh dengan Ideologinya sendiri dalam mengatur tata kehidupan negaranya. Pada pembahasan di Edisi 1 sebelumya, telah saya gambarkan bagaimana konstruksi sistem ekonomi islam yang menyejahterahkan. Sebagaimana dimasa Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634644 m), hanya dalam 10 tahun masa pemerintahannya, kesejahteraan merata ke segenap penjuru negeri . Pada masa beliau, ketika di yaman, Muadz bin Jabal sampai kesulitan menemukan seorang miskin yang layak untuk di beri zakat (Abu Ubaid, Al amwal, hlm 596). Tinggal bagaimana kita berjuang untuk menerapkan Sistem Islam secara menyeluruh, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. American shutdown adalah Pertanda Nasrullah di depan mata. Meraka yang mencabik menjadi semakin sakit. Maka mulailah menghitung mundur dari sekarang. Kobarkan semangat perjuangan menuju Revolusi Islam. []

,Edisi 2/Nopember 2013

Sulsel Sasaran Konspirasi Oleh : Sulerski Monoarfa, SE (

P

ada beberapa minggu kemarin, masyarakat sulsel di kagetkan dengan tewasnya guru ngaji (suardi) yakni pria yang masih terduga teroris oleh densus 88 di bone. Walaupun ini hal yang biasa dilakukan oleh densus 88, namun dalam beberapa sudut pandang ini cukup membawa tanda tanya besar bagi masyarakat serta umat muslim. Pasalnya, sasaran yang biasa menjadi target operasi densus 88 ini adalah orang yang terlihat mempunyai pemahaman islam yang baik dan sering menjadi pembina masyarakat sekitar tempat dia tinggal. Sulsel merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai kultur budaya religius dalam tataran sosial kemasyarakatan dan sarat makna akan peniggalan-peniggalan sejarah kerajaan islam. Makanya sampai sekarang masih berimplikasi pada menjamurnya partai, ormas, dan kelompok/jamaah yang bercirikan islam hingga ke sudut-sudut daerah. Kegiatan penegakkan amar ma’ruf nahi mungkar pun sering mewarnai dinami-

ka gerak nyata kelompok masyarakat yang ada di sulsel. Sebagaimana terlihat pada upaya penggagalan festival persahabatan 2013 kemarin yang dicermati oleh MUI dan Ormas Islam merupakan sarana pemurtadan. Dan bukan hal yang tidak mungkin, dengan kondisi tersebut beberapa pihak yang tidak senang melihat islam tumbuh dengan baik menganggap ini sebagai ancaman yang berarti sehingga proyek deradikalisasi yang berkedok antiterorime melalui densus 88 menyasar ke sulsel dengan tujuan memberikan citra ataupun opini buruk bagi ajaran islam. Sehingga, umat muslim pun takut (phobi) dengan ajaran islam yang utuh (kaffah). Hasilnya umat muslim kadang membatasi ajaran islam hanya sebatas di masjid saja. Dalam kurun satu tahun belakangan, Densus 88 telah beraksi dalam beberapa kasus penangkapan dan penembakan khususnya di daerah sulsel. Diantaranya ialah Teror bom kepada gubernur sulsel SYL pada 11 November 2012, Penyergapan dua teroris dengan barang bukti di desa moncongloe maros 12 November 2012, Penembakan (mati) dua

,Edisi 2/Nopember 2013

17


Ink Side

Ink Side

terduga teroris abu uswah dan hasan serta lainnya di tangkap di depan masjid kompleks RS wahidin Makassar 04 Januari 2013, Penyergapan umar farouq di kompleks perumahan permata sudiang raya Makassar 9 juni 2013, dan terakhir Penembakan (mati) 1 terduga dan 2 ditangkap di desa Allinge, Bone 17 oktober 2013. Kasus penemabakan seorang guru ngaji (suardi) di desa Alinge-Bone Sulsel 17 Oktober kemarin sungguh sangat mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, beliau di kenal baik di kalangan warga sekitar dan sempat menjadi guru SD dan terangkat menjadi PNS pada 2007. beliau meminta mundur pada tahun 2011 silam dengan berdasar pada alasan logis orang amanah yakni mengkhawatirkan gajinya bisa jatuh pada status haram apabila dia terlambat mengajar sedetikpun atau lalai menunaikan kewajiban sebagai guru. Menengok Gerak Densus 88 Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Marwoto Soeto waktu itu menegaskan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memang dilatih oleh pihak Australia. Tidak hanya menerima pelatihan, Densus juga diberi peralatan canggih oleh polisi Australia. Hal itu disampaikan Marwoto, Senin 13/9/2010. Keberadaan pasukan elite anti teror Kepolisain Republik Indonesia Detasemen Khusus (Densus) 88 oleh banyak pihak

18

dianggap semakin meresahkan. Selain profesionalismenya dipertanyakan oleh banyak pihak, sepak terjangnya pun semakin brutal. Alih-alih membuat masyarakat semakin terlindungi, aman, dan nyaman dari sekelompok orang yang dinilai teroris oleh kepolisian. Malah mereka kerap hadir sebagai teror negara terhadap warga masyarakatnya sendiri. Main tangkap, culik dan bunuh meski terhadap orang yang tidak pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pun sering dilakukan. Dan dalam aksinya di lapangan, sering mengabaikan standar operasional kerja, melanggar hukum, hak asasi manusia (HAM), dan membahayakan keselamat warga sipil. Konspirasi Pendangkalan Akidah umat Bisa kita cermati bersama opini yang sering di angkat dalam setiap operasi densus 88, dekat sekali dengan pencitraan buruk ajaran islam dan pendangkalan akidah umat muslim. Misalnya dalam kasus suardi, sebagaimana aktifitas orang islam yang taat beragama, beliaupun sangat aktif mengajarkan alqur’an serta menyebarkan pemahaman-pemahaman tentang ajaran islam pada warga sekitar lewat pengajian di masjid dan ajakan person ke person. Disamping itu, sebuah hal yang wajar ketika dia (suardi) senang menjaga dirinya dari kemaksiatan dengan tidak berteman dengan sembarangan orang. Namun hal ini yang sering di opinikan kemasyarakat umum

,Edisi 2/Nopember 2013

sebagai hal yang mencurigakan, dan dipakai densus 88 sebagai salah satu modus untuk menyasar penangkapan beberapa terduga teroris bahkan sampai di tembak mati. Dalam beberapa operasi lapangan densus 88 itu, sering mengalami juga kesalahan penangkapan. Walaupun nanti di lepas kembali karena tidak terbukti bersalah, hal ini kemudian dapat membuat trauma dan merusak mental masyarakat tentang keyakinan akidah islamnya. Contohnya penangkapan ahmad iswan (anak suardi) yang tidak terbukti dalam operasi densus 88 pada 17 oktober kemarin, namun secara tidak langsung cap teroris sudah menyandang ke anak tersebut. Keakuratan datapun sering di pertanyakan oleh beberapa pihak. Contoh sederhananya bagaimana kemudian opini terduga suardi ini di kaitkan dengan teror bom pada SYL 2012 silam. Densus 88 juga terlihat sangat tendensius dalam menangani masalah-masalah terorisme pada beberapa daerah sehingga para terduga teroris ada yang langsung di tembak mati termasuk suardi, padahal dia belum menjadi tersangka melalui jalur persidangan atau terkadang belum termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Seakan menunjukan dia (suardi) seperti makhluk yang hina dan tak perlu lagi di kasihani dan membela diri, bahkan lebih hina dari para koruptor dan pengedar narkoba yang sejatinya

sangat membahayakan dan merugikan negara, namun masih ditindak secara manusiawi. Tidak bisa dipungkiri juga ada kesalah mendasar dalam menentukan tolak ukur menilai para terduga teroris dan manipulasi bukti, sehingga terkadang ada pengenerelasiran, sebagaimana kasus suardi. Dalam operasi penggrebekan terduga teroris pada 17 oktober tersebut yang terdiri dari 3 orang yakni ahmad iswan (anak suardi) dan umair alias jodi dan suardi sendiri yang menurut pengakuan polri membawa senjata dan sejumlah peluru. Akan tetapi, bila kita cermati dengan seksama kasus tersebut terlihat ada beberapa kejanggalan, karena bukan hal yang tidak mungkin terjadi dalam kasus ini barang bukti itu hanya dimiliki seseorang saja yakni Jodi, terlepas ini sekedar jebakan ataupun tidak kepada suardi dan anaknya, namun karena berjalan bersamaan sehingga semuapun di generalisir sebagai terduga teroris. Hal tersebut di kuatkan dengan penuturan istri suardi, yang menegaskan bahwa suaminya memang tidak pernah dilihatnya menyimpan senjata api, namun disatu sisi istri suardi ini mencurigai gerak – gerik jodi serta mensinyalir suaminya di jebak Jodi. Inilah salah satu modus yang digunakan oknum yang tidak menyukai islam dalam memperburuk citra islam. Wallahu a’lam bi as shawab.

,Edisi 2/Nopember 2013

19


Ink Knight

Ink-Knight

Hudzaifah Sang Mata-mata Oleh :Adi Wijaya

(Penulis buku Muslim Demolisher)

M

alam sudah kelam pekat. Sementara pagi masih jauh datangnya. Ini padang pepasir. Dingin malam sungguh membuat derita. Hanya keimanan kepada Allah dan cinta tak berbatas kepada Rasulullah, yang membuat pasukan ini masih bertahan. Ditambah lagi, perut kosong keroncongan. Lapar menyayat-nyayat lambung. Perih sekali. Coba bayangkan, kesempurnaan penderitaan pasukan Allah ini. Kedinginan. Kelaparan. Di tengah suasana perang lagi. Sempurna sudah semuanya. Desiran angin menimbulkan berisik. Bersamaan itu terdengar suara yang tegas namun tetap bersahaja. Suara Rasulullah. Beliau datang dengan satu tawaran perintah, “Siapakah gerangan yang hendak pergi ke perkemahan Abu Sufyan?” Andai saja perintah Rasulullah sampai di sini, pasti banyak yang akan unjuk diri. Hanya saja, perintah selanjutnya yang membuat semua sahabat menundukkan diri. “Untuk mencari informasi dan kembali ke sini, mengabarkannya kepadaku.” Tak ada yang mau. “Siapa yang bersedia, aku akan mem-

20

inta kepada Allah agar menjadikannya sahabatku di surge kelak.” Rasulullah menutupnya dengan iming-iming yang menggiurkan. Surga. Pergi sebagai mata-mata. Ini tidak mudah. Dan syaratnya, dia harus kembali selamat. Sang pemegang amanah harus kembali selamat. Dan tak boleh seiris pedang pun mencederai Abu Sufyan dan sahabatnya. Ya Rasulullah, andai engkau mengijinkan untuk syahid di perkemahan Abu Sufyan, pastilah banyak yang mau. Untuk apa berlama-lama di dunia, kalau kesempatan mendapat surge sudah di pelupuk mata. Semua sahabat tertunduk menatap bumi. Tidak ada yang yakin, bisa tetap menyarungkan pedangnya, kala berhadapan dengan Abu Sufyan, yang masih kafir kala itu. “Mana Hudzaifah?” Ah akhirnya Rasulullah menyebutkan nama itu. Hudzaifah Ibnul Yaman. Ada kelegaan yang membuncah dari hati para pasukan. Namun tidak untuk sang pemiliki nama, Hudzaifah. Rasa dalam dirinya bercampur-campur. Ada

,Edisi 2/Nopember 2013

keterkejutan. Tidak disangka-sangka namanya yang didaulat menjadi agen mata-mata. Juga rasa takut. Bukan takut kepada musuh Allah. Sama sekali tidak. Dia takut tidak bisa menahan amarah di hadapan Abu Sufyan. Lalu menyimpang dari amanah yang Rasulullah titahkan. Sekaligus ada rasa bangga. Dari sekian banyak sahabat, namanyalah yang tersebut. Rasulullah mengingatnya. Itu sudah cukup membuat gembira. “Saya siap ya Rasulullah.” Jawab Hudzaifah. Kalau Rasulullah yang meminta, tak ada alasan untuk berkilah. Berangkatlah Hudzaifah. Ia menyusup sampai ke pusat perkemahan Abu Sufyan dan para tentara kafirnya. Detikdetik yang dinanti pun tiba. Abu Sufyan akan membuka satu rahasia. “Hai pasukan Quraisy. Aku hendak berbicara kepada kalian sekarang. Pastikan tak ada penyusup di antara kita. Cermati, seksamai orang-orang di sekitaran kalian.” Perintah Abu Sufyan. Cerdik benar Hudzaifah. Tak salah Rasulullah memilihnya sebagai intelejen. Cekatan sekali, Hudzaifah yang memulai pertanyaan. Jangan sampai dia yang ditanya. ”Siapa kamu? Lalu kamu siapa?” Sibuk sekali Hudzaifah bertanya-tanya. Untuk menutupi dirinya yang sebenarnya. “Hai orang Quraisy. Tidak lagi kita bisa bertahan di sini. Hewan-hewan banyak

yang mati. Bani Quraizah sudah berkhianat. Angin topan pun telah meluluhlantakkan semua. Berangkatlah. Karena aku juga akan berangkat.” Abu Sufyan berjalan mendekati untanya. Antara Hudzaifah dan Abu Sufyan hanya hembusan angin yang menjadi perantara. Tangan Hudzaifah mulai mengenggam busur. Di hadapannya kini berdiri musuh Allah. Orang yang telah mendzalimi kaum muslim di Madinah. Amarah dalam hati Hudzaifah menjadi-jadi. Abu Sufyan ingin segera dia habisi. Namun pelan-pelan, genggamannya mulai merenggang. Teringat dengan pesan Rasulullah. Hudzaifah harus pulang selamat. Untuk mewartakan segala rupa yang ia lihat. Dari Hudzaifah, kita belajar tentang ketaatan seorang agen rahasia. Untuk taat, itu memang berat. Tapi lakukanlah. Karena ini pesan Rasulullah. Hudzaifah pulang. Mengenggam kabar penting yang segera akan diberitahukan kepada Rasulullah. *** Jadi dunia mata-mata (istilah keren-nya: Spionase) sudah dikenal militer Islam sejak dulu. Hudzaifah adalah agen rahasia, kepercayaan Rasulullah. Tepat sekali Rasulullah memilihnya. Hudzaifah adalah sahabat Rasulullah yang teguh memegang rahasia lagi berdisiplin tinggi. Ini karakter yang terpatri dalam dirin,Edisi 2/Nopember 2013

21


Ink Knight ya. Sampai-sampai Rasulullah memberi tahunya daftar nama-nama orang munafik. Yang hingga detik ini tak pernah bocor. Jika ada muslim yang meninggal, Khalifah Umar bin Khathab selalu bertanya, “Apakah Hudzaifah menyalatkannya?” Bila iya, Umar pun ikut menyalatkannya. “Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?” “Ada seorang ya Amirul Mukminin.” Jawab Hudzaifah. “Siapa? Tolong tunjukkan kepadaku.” “Maaf Khalifah. Rasulullah melarangku untuk mengatakannya.” Luar biasa ketaatan Hudzaifah. Teguh memegang rahasia yang dipercayakan untuknya. Pantas memang jika dia dijuluki “Shahibu sirri Rasulullah” (sang pemengang rahasia Rasulullah). Bercerita tentang mata-mata, kini di Indonesia sedang gonjang ganjing masalah itu. setelah sekian lama, barulah terbuka kedok dari Amerika (AS) dan Australia. Dua negara ini gencar melakukan aktivitas mata-mata. Memang baru dugaan. Tapi seiring waktu, bukti-bukti semakin terkuak. Ada 90 pos, milik AS yang dijadikan pusat aktivitas intelijen. Dan salah satu titiknya ada di Indonesia.

22

Indonesia ini memang negara yang “Lugu”. Lucu-lucu dungu. Lucu, ko baru hari ini tahu bila dia diinteli? Padahal Indonesia punya sederet lembaga intelijen, yang bekerja secara rahasia. Kalau untuk soal teroris, intelijen tampil begitu gagah. Walau sang “terduga teroris” bersembunyi di pelosok negeri pun, bisa tercium lalu ditangkap. Dungu, karena Indonesia sendiri yang memberi ijin pembangunan kedutaan besar AS. Kedubes itu ternyata bukan kantor biasa. Kantor yang sekaligus menjadi pusat mata-mata. Konon Kedubes AS adalah yang ketiga terbesar di dunia, setelah Irak dan Pakistan. Negeri ini memang terlalu dungu, selalu berpikir positif terhadap AS, yang jelasjelas telah menumpahkan darah kaum muslimin. Dan bertambah dungulah negeri ini, jika kepada Kuasa Usaha AS untuk Indonesia, hanya dipanggil lalu menyatakan keberatan. Aktvitas intelijen dalam dunia militer adalah keniscayaan. Rasulullah dan Hudzaifah telah memcontohkannyauntuk kita. Namun memata-matai itu diperuntukkan bagi orang-orang kafir, seperti Abu Sufyan. Bukan justru mengintai saudara muslimnya sendiri dan membiarkan negara impelialis menggerogoti ibu pertiwi.

,Edisi 2/Nopember 2013

Sajak-sajak Fahmi Amhar KAMI MUSLIM! Kami mencintai negeri ini, mencegah penjajah masuk dari kanan dan kiri, mencegah kaum separatis yang ingin memisahkan diri mencegah negeri ini bangkrut ditelan oleh utang raksasa ribawi, kalau karena itu kalian sebut kami ini NASIONALIS, itu persoalan kalian ! Kami ini anti nasionalisme, kami ini muslim! Kami gemar bermusyawarah mufakat, mendengarkan aspirasi dan pendapat seluruh lapisan umat, memperhatikan suara para ilmuwan dan fatwa para ahli ijtihad, kami tidak ingin jadi diktator mentang-mentang berkuasa tapi khianat, kalau karena itu kalian sebut kami ini DEMOKRATIS, itu persoalan kalian ! Kami ini anti demokrasi, kami ini muslim! Kami suka jual beli saling ridho dengan tawar menawar, berbisnis barang-barang halal, tanpa memonopoli pasar, memberi jaminan mutu agar orang tidak ada sukar, kami yakin dengan sikap profesional, bisnis kami akan makin besar, kalau karena itu kalian sebut kami ini KAPITALIS, itu persoalan kalian ! Kami ini anti kapitalisme, kami ini muslim! Kami ingin manusia bebas dari rasa takut pada sesamanya, bahkan kami dorong mereka menyuarakan jerit nuraninya, kami semangati mereka agar menegur penguasa yang berbuat semaunya, kami ingatkan para ulama agar di garda depan cendekia pembebas bangsa, kalau karena itu kalian sebut kami ini LIBERALIS, itu persoalan kalian ! Kami ini anti liberalisme, kami ini muslim!

,Edisi 2/Nopember 2013

23


Open Opinion

Open Opinion

Open Opinion Open Opinion

Open Opinion

Sumpah Pemuda

Secarik Kertas Semu Awal Perpecahan Muslim Indonesia Oleh : Zahra Qonita Al Maisaroh

(Mahasiswi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Kendari)

28 Oktober”, tanggal yang menjadi kebanggaan mayoritas pemuda Indonesia. Tak heran jika tanggal yang dikenal sebagai hari peringatan “Sumpah Pemuda” ini menjadikan para pemuda berbondong-bondong melakukan kegiatan-kegiatan, mulai dari seminar, dialog intelektual hingga aksi turun ke jalan. Namun, banyak dari kalangan pemuda sendiri tidak mengetahui sejarahnya. Bahkan tidak menyadari maksud dari adanya hari sumpah pemuda ini. Tertanggal 28 oktober 1928 bukanlah pembacaan “Sumpah Pemuda” yang biasa kita dengar dengungannya. Namun peristiwa yang terjadi adalah berkumpulnya seluruh pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda, di Batavia (Jakarta) dalam rangka menghadiri Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda II ini dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan, diantaranya Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong

24

Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb. Serta pengamat dari pemuda Tiong Hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. Kongres Pemuda II ini diketuai oleh Soegondo Djojopoespito (dari Perhimpunan PelajarPelajar Indonesia). Di akhir acara ini, dituliskan hasil keputusan kongres pada secarik kertas oleh Moehammad Yamin dengan judul “Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia”. Perlu diperhatikan bahwa pada saat kongres berlangsung Negara Republik Indonesia belum lahir. Penduduk Indonesia saat itu hanya dikatakan penduduk “pribumi”. Sebab, Indonesia saat itu masih dibawah jajahan Hindia Belanda. Maka tak heran, ketika itu polisi-polisi Belanda menjaga ketat saat Kongres berlangsung. Keputusan Kongres ini dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang lebar oleh Moehammad Yamin. Jauh dari tanggal 28 oktober 1928, 26 tahun berikutnya yakni pada tanggal 28 Oktober 1954, Presiden Ir.Soekarno dan Muhammad Yamin membuka Kongres Bahasa Indonesia yang kedua di Medan. Pada saat itu, Soekarno

,Edisi 2/Nopember 2013

dan Yamin, sedang membangun simbol yang menjadi bagian dari susunan ideologi sebuah bangsa dan negara, dimana pilihannya jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928 dan saat itu pula kata “Poetoesan Congres” dibelokkan menjadi “Sumpah Pemuda”. Sehingga, tanggal 28 Oktober inilah diperingati sebagai hari “Sumpah Pemuda”. Di balik sejarah “Sumpah Pemuda”, ada satu hal yang banyak para pemuda tidak menyadarinya. Kata “Sumpah” ini adalah ikrar. Adalah janji setia. Sehingga kita tidak boleh melanggarnya. Itulah statement dari para Nasionalis. Padahal di awal tadi kita sudah mengetahui bahwa tak ada sejarah pembacaan sumpah. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Phil Ichwan Azhari “Berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada satu baris pun ditulis kata Sumpah Pemuda dan para pemuda juga tidak sedang melakukan sumpah saat itu”. Yang ada hanyalah perkumpulan pemuda untuk mencapai cita-cita yang sama, yaitu membangun negara. Coba perhatikan baik-baik, lihat dan baca baik-baik sejarah yang ada. Perhatikan organisasi pemuda yang hadir pada Kongres Pemuda II. Terdapat satu organisasi yang digandrungi oleh pemuda-pemuda berhati ikhlas. Mereka tergabung dalam organisasi Jong Islamieten Bond (JIB). Organisasi ini diketuai oleh tokoh islami yang namanya kurang terdengar, yaitu Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Nama ini

hanya sebuah nama yang cukup problematis dan kontroversial di negara Indonesia, dari dulu hingga saat ini. Bahwa dia dikenal sebagai pemberontak. Padahal ia adalah salah seorang mujahidin Indonesia yang berjuang untuk menerapkan Syariat Islam dalam bingkai Darul Islam ( Negara Islam ). Itulah cita-cita mulianya bersama kelompoknya, yang kemudian menjadi besar dengan organisasi politiknya yang dikenal dengan nama PSII (Persatuan Syarikat Islam Indonesia). Perjuangan yang dilakukan pemuda itu, adalah gambaran bahwa Islam ada sebelum Indonesia lahir. Dan 4 tahun sebelum Kongres Pemuda II ini terjadi, Negara Islam “Khilafah Utsmaniyah” di Turki dengan kesatuan yang dipimpin oleh 1 pemimpin (Khalifah) saja masih berdiri. Walaupun sudah diujung tanduk karena adanya musuh-musuh Islam yang terus merobohkan persatuan itu, namun tetap memberikan sejarah panjang tegaknya Negara Islam ( Khilafah ) selama 13 abad dengan kesejahteraan dan kegemilangannya. Sedangkan saat ini, pemuda-pemuda di Indonesia hanya sibuk dengan urusanurusan duniawi, urusan-urusan materi semata. Kapitalisme telah berhasil mengajarkan kepada ummat muslim untuk menendang jauh-jauh paham keislamannya ketika berada di luar mesjid. Maka tak heran ketika para pelajar muslim maupun mahasiswa muslim melakukan diskusi di ruang seminar atau ruang diskusi lainnya, mereka akan semangat dengan per-

,Edisi 2/Nopember 2013

25


Open Opinion

Open Opinion juangan atas nama agamanya, tetapi ketika berbicara tentang negara islam maka kita akan melihat mereka akan menghindar dan bungkam seribu bahasa. Keputusan Kongres Pemuda II yang berisikan satu tanah Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu bahasa Indonesia, yang sekarang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, hanyalah secarik kertas yang semu. Tidak hanya semu, tetapi juga awal dari perpecahan ummat Muslim. Sebab pengakuan ini dibangun atas dasar nasionalisme. Dan kita tahu bahwa nasionalisme adalah paham yang digunakan oleh musuh-musuh Allah ( kafir ) untuk memecahkan persatuan kaum muslimin yang dulu dipimpin oleh satu pemimpin yang adil. Yang dulunya hanyalah Satu kesatuan negara, yaitu Negara Khilafah Islamiyah. Kini Indonesia tinggallah pecahan kerikil kecil dari persatuan itu, dengan kemerosotan keterjajahan yang tak disadari oleh penghuninya. Sejatinya, kesejahteraan hanyalah didapatkan oleh Negara yang diridhoi oleh Yang Maha Pemilik Alam Semesta. Dialah Allah SWT. Yang memberi petunjuk bahwa hanya Islam lah yang Dia ridhoi (lihat QS.Al-Imran:19), dan rahmat untuk seluruh alam hanya bisa dirasakan ketika Islam itu terterapkan secara kaffah/menyeluruh (lihat QS.Al-Anbiyaa:107). Maka sungguh, memperjuangkan kembalinya kesatuan mulia ini adalah kewajiban seluruh Ummat Muslim. Agar kita bisa hidup dibawah bendera “Laa illahaillallah”, yaitu Negara Khilafah Islamiyah. Insya Allah. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

26

Pemuda : Mesin Politik Perubahan Bangsa Oleh: Danial Darwis

(Alumni FISIPOL UNHAS Makassar)

P

emuda, mungkin itulah suatu masa dalam fase kehidupan seseorang yang penuh dengan dinamika. Masa tersebut menjadi suatu masa pencarian akan identitas diri yang sebenarnya, masa dimana idealisme senantiasa membuncah untuk suatu perbaikan kondisi kehidupan. Pemuda hari ini merupakan cerminan bagi kehidupan suatu bangsa dimasa yang akan datang, maka tidak heran ketika kita menaruh sebuah harapan yang sangat besar di atas pundak pemuda-pemuda di negeri ini untuk menjadi miniatur cerminan bangsa kita di masa yang akan datang. Setiap tahunnya bertepatan dengan tanggal 28 Oktober di negeri ini, senantiasa kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda, yang dalam tonggak sejarah di republik ini dikenal sebagai suatu fase utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Momentum tersebut menjadi suatu upaya untuk memberi penegasan akan cita-cita dan kristalisasi semangat yang sangat sarat akan muatan nasionalisme yang kuat. Setidaknya itu bisa kita lihat dalam ungkapan keputusan

,Edisi 2/Nopember 2013

Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta (yang ketika itu masih dikenal sebagai Batavia), yang memberikan sebuah penegasan ikrar bagi pemuda untuk mewujudkan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia” yang satu.

dan timah; 85 persen tambang tembaga dan emas; serta 50 persen perkebunan sawit. Ironisnya Pertamina yang merupakan BUMN Migas milik negeri ini hanya menguasai tujuh belas persen produksi dan cadangan migas nasional. Sementara tiga belas persen sisanya adalah share perusahaan-perusahaan swasta nasional.

Namun, pasca ikrar pemuda yang penuh dengan heroisme perjuangan yang sangat sarat dengan muatan nasionalisme tersebut serta berjalannya republik ini hingga sekarang, kita menyaksikan degradasi yang akut menimpa para pemuda. Mulai dari kemerosotan moral dan akhlaq dikalangan pemuda yang dijangkiti oleh virus “hedonisme” hingga para pengambil kebijakan di negeri ini yang merongrong habis kedaulatan negeri ini, dalam bidang energi misalnya kita sangat tidak berdaulat karena kebijakan yang diambil oleh pemerintah dewasa ini sangat sarat muatan dan kepentingan dari pihak kapitalis asing.

Selain kedaulatan energi, kedaulatan pangan pun gagal diwujudkan oleh pemerintah republik ini. Mengutip pernyataan Agung Jelantik Sanjaya yang merupakan anggota komisi IV DPR yang mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah saat ini yang tak melindungi para petani dalam negeri, “Indonesia sedang berada di tengah krisis pangan yang luar biasa. Beras impor, cabai impor, bawang impor, dan banyak lagi. Padahal, Indonesia memiliki lahan yang luas yang sangat subur dengan potensi besar,” ungkap beliau. Saat ini setidaknya sebanyak lima puluhan lebih jenis bahan pangan di impor oleh Indonesia. Selain impor, pemerintah masih belum mampu menstabilisasi beberapa harga bahan pangan yang terus meroket.

“Masyarakat belum bisa menikmati kemakmuran dari kekayaan sumber daya alam yang kita miliki” demikian ungkapan dari salah seorang anggota Badan Pemeriksa Keuangan Ali Masykur Musa ketika menjadi pembicara dalam diskusi Membangun Paradigma Baru Kemandirian Energi. Beliau menegaskan bahwa penyebab kemandirian energi belum dapat terwujud adalah terlalu dominannya perusahaan asing yang mengelola sumber daya alam negeri ini. Asing menguasai 70 persen pertambangan migas, 75 persen tambang batu bara, bauksit, nikel

Fakta tersebut merupakan sebuah penggambaran akan nasib bangsa ini dibawah karakter dan kepemimpinan pemuda bangsanya, nampaknya semangat nasionalismenya menjadi terkikis karena faktor keuntungan jangka pendek yang ingin mereka peroleh dalam mengelola bangsa ini. Tetapi, sikap semacam tersebut justru menjadi bomerang bagi eksistensi bangsa ini di masa depan, karena kedaulatannya hampir dalam seluruh sektor menjadi terancam, sehingga sikap independensi

,Edisi 2/Nopember 2013

27


Open Opinion dalam mengelola negara menjadi hilang sebagai akibat ketergantungan yang begitu tinggi kepada asing. Ternyata jiwa nasionalis yang terpancar dalam ikrar sumpah pemuda memang telah luntur karena faktor kepentingan. Mengingat begitu vitalnya peran pemuda sebagai mesin politik perubahan bangsa, maka aset berupa pemuda ini seyogyanya harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Proses yang dapat kita tempuh pada awalnya membangun sebuah landasan pemahaman yang benar dikalangan pemuda akan ikatan yang seharusnya mengikat mereka, yakni bagaimana sebuah bangunan ikatan tersebut harus kuat dan kokoh di tengah gempuran “pragmatisme” politik yang kian akut. Selanjutnya dari ikatan tersebut yang merupakan landasan, dibangunlah sebuah konsepsi kehidupan yang mampu untuk diejawantahkan dalam rangka menjadi “problem solving” atas seluruh permasalahan yang menimpa negeri ini. Keberadaan pemuda yang telah tersadarkan oleh sebuah ikatan yang benar untuk mengikat mereka dan keberadaan sebuah konsepsi kehidupan baru yang menuntun mereka akan berimplikasi pada terbangunnya sebuah kekuatan politik baru ditengah-tengah masyarakat dengan elemen pemuda didalamnya, yang berkeinginan untuk mewujudkan sebuah tata kelola yang lebih handal dalam menghadapi kompleksitas permasalahan yang mendera negeri ini. Tampilnya pemuda-pemuda dengan karakter semacam itu menjadi kita idam-idamkan, sehingga karakter pe-

28

Open Opinion muda yang “hedonisme” dan juga karakter pemuda yang “pragmatis” menjadi sesuatu yang bisa kita tinggalkan menuju kepada suatu masa yang baru untuk pemuda sebagai harapan masa depan. Semuanya itu, nampaknya hanya bisa terwujud ketika Islam tampil sebagai sebuah bangunan ideologi yang dianut oleh pemuda, sekaligus juga menjadikannya sesuatu yang layak untuk diperjuangkan bagi tata kelola yang lebih baik bagi negeri ini. Tidakkah kita melihat bagaimana Rasulullah SAW berhasil membangun sebuah kehidupan yang kuat di Madinah dengan bermodalkan Islam sebagai ideologi dan barisan pemuda yang mengkristalisasi perjuangan mereka untuk mewujudkan kehidupan Islam yang berasal dari kalangan sahabat Rasulullah SAW yang masih muda-muda. Mereka adalah pemuda yang menjadi idaman bagi sebuah peradaban yang kokoh dengan Islam sebagai landasannya. Sungguh eksistensi pemuda-pemuda semacam itu sangat kita harapkan sebagai lokomotif perjuangan yang senantiasa bergerak untuk kemajuan bangsa. Karena Islam adalah solusi, maka menjadi sebuah perkara yang sangat relevan untuk megajak seluruh elemen pemuda untuk memperjuangkannya, sosialisme telah runtuh dan kapitalisme pun telah menunjukkan kebobrokannya, maka kemana lagi kita harus kembali selain kepada Islam yang telah terbukti mampu mensejahterakan selama kurang lebih 14 abad lamanya. Kita menunggu partisipasi anda wahai pemuda !!!!

,Edisi 2/Nopember 2013

Hasil Karya Peradaban Gemilang Oleh: Rindyanti Septiana, SH.I

Dunia hanya terdiri atas empat unsur: pengetahuan orang bijak, keadilan penguasa, doa orang shalih, dan keberanian kesatria.” [Slogan di pintu masuk Universitas Granada] Pada abad ke-11, di mana Islam tengah berbinar terang dengan pengetahuannya di Andalusia, ada tujuh fokus pengetahuan yang digulirkan: Al-Qur’an, teologi, filsafat, bahasa Arab, puisi, sejarah, dan geografi. Cordova, Seville, Malaga, dan Granada, yang berposisi sebagai kota penting di sana, membuka universitasnya. Jurusan astronomi, matematika, kedokteran, teologi, dan hukum dibuka oleh universitas Cordova. Ribuan mahasiswa dengan semangat belajar selangit berdatangan. Universitas Granada —dengan pemban-

gunnya adalah khalifah Nashriyyah IV, Yusuf Abu Al-Hallaj, yang sistim administrasinya dipuji sejarawan Lisanuddin bin Khathib ini— lebih elok lagi, kurikulumnya meliputi kajian teologi, ilmu hukum, kedokteran, kimia, filsafat, dan juga astronomi. Mahasiswanya tak tanggung-tanggung; berasal dari kalangan bangsawan dan pelajar luar negeri. Masingmasing universitas membangun perpustakaan secara berdampingan. Di Cordova lah perpustakaan terbesar berada. Muhammad I memelopori pembangunannya, yang kemudian diteruskan Abdurrahman III, kemudian mencapai puncak kepopulerannya sebagai perpustakaan terlengkap dan terbesar sekaligus terbaik di dunia saat Al-Hakam II ikut menyumbangkan koleksi pribadinya menjadi milik publik.

,Edisi 2/Nopember 2013

29


Open Opinion

Dengan status seperti itu, tentu keberadaan pabrik kertas sebagai penyumbang penting keilmuan berbentuk buku (kitab) berperan penting. Dari kertaslah kemudian lahir deretan kekata dari ujung tinta mengalir dengan ritme kepenulisan masingmasing penulisnya. Tanpa kertas, tentu hasil kerja keras Guttenberg mencipta mesin cetak di abad ke-15 tak terlalu berguna. Di Maroko lah tempat pertama pembuatan kertas berada, kemudian industrinya menyebar hingga ke timur dan menjangkau jauh di Andalusia. Kata rim yang biasa kita sebut untuk dikaitkan dengan kertas, berasal dari ream dalam bahasa Inggris yang menyerap rayme dari bahasa Perancis serta bahasa Andalusia resma untuk pinjaman dari khazanah kosakata arab rizmah yang berarti bundel. Di Andalusia, kota Syatibi menjadi tempat pusat pembuatan kertas. Selain itu, Cordova menjadi pusat perdagangannya. Kaum muslimin membuat kertas tak hanya dari sutra, tapi juga dari katun, kapas, juga kayu. Seni pembuatannya yang sangat rumit pernah dijelaskan oleh Shabir Ahmed dalam Islam and Science, bagaimana prosesi pulp hingga menjadi lembaran, kemudian dicuci, dibersihkan, diwarnai, digosok, juga

30

Open Opinion

direkatkan. Kerennya, saat penyiapan pulp saja melewati serangkain proses kimiawi yang luar biasa rumit. Hal ini menandakan kemajuan ilmu kimia saat itu telah juga dicapai para ilmuwan muslim. Hingga tibalah saat naas itu terjadi. Kekuatan kaum muslimin terpatahkan oleh reconquista Kristen Spanyol. Peradaban dihancurleburkan. Perhari, satu juta buku dibakar di lapangan Granada. Hanya kurang dari dua ribu volume kertas saja yang berhasil diselamatkan oleh Philip II dan para penerusnya dari beberapa perpustakaan. Sisa-sisa itu kemudian menjadi cikal bakal didirikannya perpustakaan Escurial yang berada di Madrid. Uniknya, pada paruh abad ke-17, saat sultan Maroko, Syarif Zaidan melarikan diri dari ibu kota dan mengirimkan koleksi perpustakaannya dengan kapal, tak disangka kapten kapal enggan menurunkan muatannya tersebut di tempat tujuan. Alasannya adalah karena ongkos tak dibayar penuh. Dalam perjalanan menuju Marseille, kapal tersebut justru dibajak para perompak Andalusia. Mereka mendapati barang rampasan berupa buku dan alat-alat tulis berjumlah tiga atau empat volume yang kemudian disampan rapi oleh pelayan Philip II di Escurial. Berkat

,Edisi 2/Nopember 2013

peristiwa itu, perpustakaan tersebut menjadi salah satu yang terkaya dengan khazanah literatur Arabnya. Bahkan, hingga saat ini karya-karya Ibnu Rusyd dalam bahasa Arab yang berjumlah 78 buah masih tersimpan dan terawat dengan baik. Ada serentetan penulis sejarah yang masyhur di masa Andalusia itu. Ibnul Quthiyah, sejarawan Andalusia terawal yang bernama asli Abu Bakar bin Umar adalah asli kelahiran Cordova. Karyanya Tarikh Iftitah AlAndalus mengulas sejarah Andalusia dari masa penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin hingga masa pemerintahan Abdurahman III. Selain itu, ia juga ahli gramatikal. Ibnu Hayyan, yang juga ahli sejarah justru menghasilkan lebih banyak karya. Tak kurang dari 50 judul ia terakan. Terfenomenal tentu saja Al-Matin yang terdiri atas 60 jilid. Paling mudah terekam dengan otak kita adalah Abdurrahman bin Khaldun, yang akrab kita dengar dengan Ibnu Khaldun. Karyanya memberikan penegasan penting bagaimana kondisi tinggi telah dicapai di masa itu dalam literatur dan pemahaman sejarah, yaitu Kitabul Ibar wa Diwanul Mubtada’ wal Khabar fi Ayyamil Arab wal Ajam wal Barbar.

*** Perpustakaan, pena, kertas, juga tinta, adalah lingkaran paling mengagumkan dalam dunia kepenulisan. Di sanalah semangat, antusiasme, dan surga sebelum surga seolah telah tercipta. Seorang kawan, yang memiliki koleksi ribuan buku untuk membangun perpustakaan mini pribadinya, tiba-tiba dibakar oleh ayahnya. Senja yang telah gelap itu tiba-tiba terang lagi dengan nyala api yang melumat kertas. Sang kawan menangis bukan karena tak sanggup membeli yang seperti itu lagi. Tapi bagaimana kenangan yang ada di tiap mendapatkannya itulah kenikmatan yang tak semua orang dapat memahaminya. Menyedihkan sekaligus memilukan. Sang buku harus mendahului sang pemilik untuk dicabut nyawanya. Padahal, “Jika seorang terpelajar meninggal di Seville,” catat Ibnu Rusyd, “koleksi bukunya akan dibawa orang-orang ke Cordova untuk dijual. Bukan untuk niat dikomersilkan. Karena di sana, buku-buku dihormati sekaligus dihargai sangat tinggi...”[]

,Edisi 2/Nopember 2013

31


Open Opinion

Open Opinion

Terapi Menulis

Alternatif Mengelola Pikiran dan Perasaan Oleh: Rustan S.Si, CH (Sekretaris Komunitas Sulsel Menulis)

M

enulis, untuk sebagian orang merupakan aktivitas yang sangat berat dan membosankan, tapi bagi yang menulis merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Tingkat minat menulis di Indonesia masih sangat memprihatinkan terbukti dari berbagai survei kepenulisan menunjukkan bahwa tradisi menulis lebih rendah dibandingkan dengan minat membaca (Kompas, Rabu 23/11/11). Hal ini tentu jauh berbeda dengan tradisi menulis di berbagai negara maju. Indonesia yang penduduknya 250 juta jiwa hanya menerbitkan 8000 buku. Jumlah yang cukup “memalukan� jika dibandingkan dengan Vietnam yang mampu menerbitkan 15.000 buku dengan jumlah penduduk yang hanya 80 juta jiwa. Jepang mampu menerbitkan 60.000 judul buku, sementara Inggris jauh lebih besar lagi, mencapai 110.155 judul buku per tahun (Harian Global 3/8/ 2009). Terlepas dari data diatas, ternyata menulis memberikan banyak manfaat, salah satu diantaranya adalah menulis sebagai terapi pikiran dan hati. Banyaknya persoalan yang dihadapi secara pribadi maupun di masyarakat tentu membuat hati “galau� dan pikiran jadi stress. Efek

32

dari kegalau hati dan runyamnya pikiran adalah luapan emosi yang tidak terkendali atau penyakit-penyakit tertentu yang sumber pemicunya adalah dari kondisi pikiran seperti penyakit maag atau sariawan. Hal ini banyak dialami oleh setiap orang terutama di kota-kota besar yang penuh dengan beban hidup, kemacetan, tekanan sosial dan pergaulan. Secara ilmiah sudah banyak penelitian yang telah dilakukan yang menunjukkan bukti bahwa dengan menulis dapat dijadikan terapi , khususnya yang berkaitan dengan masalah mental seperti perasaan tertekan, emosional, peristiwa traumatik dan sebagainya. Menurut Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales, menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Dalam studinya, Baikie meminta partisipan menulis 3-5 peristiwayang penuh tekanan selama 15 - 20 menit. Hasil studi menunjukkan, mereka yang menuliskan hal tersebut mengalami perbaikan kesehatan fisik dan mental secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang menulis topik-topik

,Edisi 2/Nopember 2013

yang netral. Menurut Baikie, terapi menulis ekpresif ini akan meningkatkan kadar stres, suasana hati yang negatif, gejalagejala fisik, serta penurunan suasana hati yang positif di tahap awal. Akan tetapi, dalam jangka panjang, banyak studi yang telah menemukan bukti mengenai manfaat terapi menulis bagi kesehatan. Para partisipan melaporkan merasa lebih baik, secara fisik maupun mental. Menulis, menurut peneliti dari Universitas Texas, James Pennebaker, bisa memperkuat sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan T-lymphocytes. Pennebaker meyakini, menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan akan membantu Anda memahaminya. Dengan begitu, akan mengurangi dampak penyebab stres terhadap kesehatan fisik Anda. Untuk memulai menulis tidak ada aturan baku atau dibatasi oleh usia. Menulis juga tidak harus yang panjang dan ilmiah yang justru bikin pusing kepala tapi menulis bisa dimulai dari hal-hal yang ringan dan dikuasai, materi bisa bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. Bang Jonru menjelaskan agar menulis bisa dijadikan sebagai terapi untuk hati dan pikiran maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan bahasa yang digunakan, hindari bahasa negatif dan usahakan bahasa gunakan positif yang dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar . Kedua, tidak perlu memperhatikan EYD atau mengikuti kaedah penulisan ka-

rena yang paling penting adalah aspirasi dan keinginan berupa bahasa-bahasa hati tersampaikan lewat tulisan. Dengan menulis, mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional. Saat melatih otak kiri, otak kanan akan bebas untuk mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Singkatnya, menulis bisa menyingkirkan hambatan mental dan memungkinkan kita menggunakan semua daya otak untuk memahami diri sendiri, orang lain, serta dunia sekitar kita. Melampiaskan kekesalan, curhat, bersedih, bergembira semua bisa dituangkan melalui tulisan. Kalau dulu biasanya curhatnya dengan buku diary, sekarang bebagai sarana tempat menulis tersedia, bisa melalui media sosial seperti facebook atau twitter, blog dan sejenisnya. Dari hasil penelitian menulis 20 menit sehari sudah cukup dijadikan sebagai saran melepaskan beban pikiran. Bahkan dari hasil curhat menulis muncul karya-karya berupa buku yang menjadi Best Seller sebut saja buku-buku tulisan Asma Nadia. Kebiasaan menulis sudah harus di mulai dari sekarang, tidak penting berapa usianya dan apa pekerjaan tapi yang paling penting membiasakan menulis agar Indonesia maju dalam hal kepenulisan dan tentunya menulis bisa dijadikan sebagai sarana terapi untuk mengelola pikiran dan hati agar bisa lebih tenang, damai. Wallahu ‘Alam.

,Edisi 2/Nopember 2013

33


Open Opinion

Open Opinion

Nasehat Buat Preman Palangkaraya (GPI) Oleh : Hasbi Aswar (Mantan Aktifis Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar)

A

ktifitas kelompok preman di Palangkaraya terhadap sekretariat gerakan mahasiswa Pembebasan wilayah Palangkaraya tidak akan pernah diakui oleh seluruh pendiri negeri Indonesia meskipun mengatasnamakan cinta tanah air atau nasionalisme. Perilaku mereka dalam menghakimi sebuah pemikiran sangat jauh dari “sunnah� para pendiri negeri ini. terlebih lagi latar belakang para preman itu mengatasnamakan lembaga-lembaga mahasiswa yang dididik untuk berfikir ilmiah dan rasional dalam setiap tindakan dan perbuatan, bukan emosional. Tindakan yang dibawah oleh kelompok preman tersebut adalah tindakan ahistoris, anomali dalam sejarah perjuangan Indonesia. begitupun isu yang dibawah, nasionalisme dan NKRI harga mati adalah slogan yang jauh dari nuansa berfikir rasional. Tulisan ini akan sedikit memberikan pemahaman kepada mereka.

34

Etika dalam perbedaan para pendiri bangsa Saat Indonesia berada diambang kemerdekaannya, isu yang sangat krusial dan mendesak dan menjadi perdebatan panjang di forum BPUPKI adalah mengenai dasar negara. Indonesia yang akan lahir akan diberi identitas apa, Nasionalisme atau Islam. isu ini memecah tokoh-tokoh kemerdekaan dalam dua kutub yang saling eksklusif. Kelompok-kelompok nasionalis seperti Soekarno, Hatta, syahrir dkk menghendaki Indonesia harus berdasarkan atas asas nasionalisme dan agama menjadi pemandu moral. Sementara, kelompok Islam yang diantara tokohnya adalah Muhammad Natsir, KH. Agus Salim, HAMKA, Ki Bagoes Hadikusumo, dan Wachid Hasyim menginginkan Indonesia menjadi negara Islam. Yang terlibat dalam perdebatan sengit antara kedua kutub itu adalah antara

,Edisi 2/Nopember 2013

Soekarno dan Muhammad Natsir yang dimuat di majalah Panji Islam tahun 1940an. Keduanya saling membalas tulisan untuk saling memahamkan ide yang paling rasional antara Islam atau Nasionalisme sebagai dasar negara Indonesia. perdebatan kedua tokoh itu memperlihatkan usaha yang kuat untuk saling memenangkan argumentasi dengan pendapat-pendapat logis yang diutarakan oleh mereka masingmasing. tak tak ada dalam catatan sejarah, Soekarno jengkel dan mengirim pasukan untuk mengepung Muhammad natsir hanya karena keteguhan prinsip natsir terhadap Islam, begitupun sebaliknya. Perdebatan yang terjadi diantara para tokoh tersebut sebatas hanya pada perang pemikiran, adu argumentasi bukan saling mem-blacklist apalagi mengerahkan massa untuk saling menghancurkan atau membasmi satu sama lain. Perbedaan itu tak pernah ada ujungnya hingga para tokoh itu meninggal dunia. Kelompok Islam dan para tokohnya akhirnya tersisihkan bukan karena kalah argumentasi tapi karena kondisi politik saat itu yang membuat mereka dilemahkan. NKRI harga mati? Isu yang diangkat oleh para aktifis anti syariah adalah para pejuang syariah

anti NKRI dan berpotensi subversif atau memberontak terhadap NKRI, karena NKRI adalah harga mati. Peryataan ini anomali dalam sejarah pergolakan pemikiran Indonesia. Bahkan seandainya pun kita menerima statement ini pertanyaan yang akan muncul, wujud NKRI harga mati itu seperti apa?, definisi atau batasannya seperti apa?. Dari semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia saat ini tidak ada yang betul-betul eksklusif produk orisinil dari Indonesia. Mulai dari budaya, sistem politik, ekonomi, hukum, pendidikan, bahkan bahasa Indonesia sekalipun sudah menaturalisasi banyak bahasa asing, Inggris, Arab, Belanda Dan Portugis. Bahwa NKRI sudah final karena hasil perjuangan para pemimpin bangsa itu juga cacat argumentasi. Faktanya, perdebatan identitas dan asas Indonesia yang marak di era pasca reformasi ini adalah kelanjutan dari perdebatan yang sempat tertutup selama kurang lebih 30 tahun oleh rezim diktator Soeharto. Perjuangan Natsir dan kawankawan untuk memperjuangkan Islam di Indonesia sempat berhenti karena mereka ditelikung oleh kelompok nasionalis diantara contohnya, penghapusan sebagian kata-kata di poin pertama piagam Jakarta. Kemudian, ,Edisi 2/Nopember 2013

35


Open Opinion Masyumi dibubarkan oleh Soekarno dan para tokohnya ditangkapi karena tuduhan pemberontakan PRRI permesta tahun 1960. Setelah Soekarno lengser, para tokoh Islam mengharap kebaikan Soeharto setelah mereka mendukung TNI untuk memukul PKI tapi, Soeharto juga tidak berfihak pada perjuangan kaum Muslim. Itulah alasan sehingga akhirnya perjuangan penegakan Syariah di Indonesia berhenti. Jadi wajar kalau saat ini muncul lagi perdebatan tersebut. Berubahnya sebuah bentuk satu negara ke bentuk yang lain tidak perlu ditakutkan. Orang-orang yang takut adalah orang-orang yang tak pernah belajar sejarah dunia atau setidaknya sejarah Indonesia. perubahan sebuah negara dan peradaban adalah hal yang lazim terjadi. Nusantara sendiri telah merasakan jatuh bangunnya tiga peradaban, Hindu, Budha dan Islam dan saat ini dibawah Kapitalisme. Bahkan usia Indonesia saja terbilang sangat baru dibanding kerajaan Islam Demak yang pernah berkuasa kurang

lebih 100 tahun. Jadi tak perlu ada yang ditakutkan, dikhawatirkan apalagi harus berdarah-darah cuma karena mendiskusikan kembali NKRI, itu bukan etika seorang pejuang apalagi bergelar ilmuwan. Karena kehidupan manusia itu secara alamiahnya adalah dinamis maka yang paling penting adalah dengan cara apa peradaban dan kehidupan manusia ini dijalani. Bagaimana ideologi dan kerangka berfikir yang dibangun untuk menuntaskan segala problematika hidup manusia. Islam sebagai sebuah panduan kehidupan akan otomatis menggerakkan para penganutnya untuk memperjuangkan ide tersebut sehingga bisa diterapkan, sebagaimana aktifis gerakan mahasiswa pembebasan lakukan. Bagi yang menolak, itu adalah wajar tapi yang menolak harus melawan dengan otak bukan dengan otot. Kalau memang harus, diskusi sampai mati.

Cadas

Rusaks!

A

h… sudahlah, capek ma. Bosan. Na hampir ji tiap hari ada terus pemberitaan korupsi. Huh...

Belum pi hilang dari ingatan ku bagaimana dulu kasus century. Sandiwara rapat gedung DPR RI di akhir tahun 2009 sampai awal tahun 2010. Wuididihh… Rapat nya mo saya. berlangsung kurang lebih tiga bulan dan hampir tiap malam di nonton satu Indonesia lewat dua TV swasta nasional. Baru apaji Ujung-ujungnya? Sri Mulyani yang diduga kuat punya andil, justru ditarik ki ke negeri Paman Sam. Akhirnya apa? hening kembali injo kasus ka. Belum pi napas bae’-bae’ indonesia, di biking geger lagi sama si Gayus Tambunan. pegawai kantor pajak golongan III/a. III/a ji iya, tapi deh… uan(g) nya luar biasa. Gayus punya rekening battala’, rekening gendut di beberapa Bank di Indonesia. wattu na sidang Gayus bilang apa!? Sederhana ji kawan, “saya ini hanya kelas teri,..”. ecece… massu’nu rahing? Adapi lagi itu di bilang Kasus Ham-

36

,Edisi 2/Nopember 2013

Carita na Daeng Aslan

balang. Menyeret mantan Menpora, Andi Mallarangeng dan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin. Sampe nya sekarang, belum pi ada titik temu nya. Di depan publik, Nazaruddin pernah bilang, “Pak esbeye tolong jangan ganggu keluarga saya”. Apa lagi maksud ta ini bapa’? bukan cuma mereka berdua saribattang, Angelina jolie, eh.. Angelina sondakh bahkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terseret juga di kasus ini. Partai Islam. Aih! kenapa tongngi terseret juga dalam lingkaran ‘setan korupsi’. Lutfi hasan ishak tersangka kasus suap impor daging sapi. Auwwa… tambah sakit kepala na ana’ mudayya. Bukan cuma kalangan elit partai politik, dari kalangan perwira kepolisian, Irjen Pol Susno Duadji terseret juga kasus dana pemilukada Jabar. Sama ji dengan perwira Irjen Pol Djoko Susilo. Tersangka kasus korupsi dana simulator SIM. Betul-betul injo korupsiyya. Semelekete! Ndak mau habis-habis juga.

,Edisi 2/Nopember 2013

37


Cadas

Cadas Ini lagi ndak mau kalah. puluhan pejabat pemerintah di tingkat daerah, juga ikut-ikutan terlibat kasus suapmenyuap (kayak makan bubur saja, suap-suapan). Tapi mohon maaf mami ini sarbat. Karena keterbatasan ruang, saya tidak bisa menguraikannya satu per satu. Yang jelas, terakhir kita digegerkan dengan pemberitaan kasus gurita politik dinasti di Propinsi Banten. Tertangkap ki Tubagus Chairi Wardana oleh KPK, adek na Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. ini membuka mata kita begitu rusaknya negeri ini oleh penyakit yang kita sebut korupsi. Eih, tundulu. Ada yang lebih terbaru lagi. kasus tertangkapnya Akil Mochtar, sang ketua Mahkamah Konstitusi. Katanya, terlibat ki puluhan kasus pemilukada termasuk di Propinsi Banten. so applause ta dulu Dan untuk KPK. Akhirnya banyak kasus korupsi, suapmenyuap, sogok-menyogok terbongkar juga. Tapi tunggu dulu! Baca kembali ki tulisan di atas, apa maksud pernyataannya si Gayus dan si Nazaruddin. Sesuatu banget. Tapi okelah, KPK sudah mi na bongkar. selanjutnya apa? Di hadapan media Pak esbeye pernah mengatakan, “saya akan berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi”. Tapi angngapa koruptor bukannya berkurang, justru semakin banyak? Menurut analisis pribadi, ko-

38

rupsi ini tidak bisa disalahkan hanya karena individunya saja, teman. Misalnya kasus Century, atas kehendak siapa berani-beraninya injo Sri Mulyani dan pak Boediono memberi dana talangan kepada Bank Century? Tentu karena ini kebijakan dari bosnya, siapa lagi kalo bukan pak Esbeye. Begitu juga kasus suap-menyuap yang melibatkan beberapa kepala daerah dengan si Akil, mantan ketua MK.

ah. Memang begitu to’ adanya?

Saya agak sangsi kalau berani ki KPK periksai Pak Esbeye. KPK bukanlah lembaga independen. KPK bertanggung jawab kepada presiden. Kalau mo di ikuti sistem sekarang, istilahnya ‘masa anak buah berani periksa bosnya’. Kan aturan mainnya, anak buah harus tunduk sama bos.

Maa Syaa Allah, itulah sistem yang diberlakukan di negeri ini. Sistem kapitelisme-sekularisme. Sistem bobrok yang menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan. Dari sini mi lahir masyarakat, para peserta didik, bahkan para penyelenggara negara yang mendewa-dewakan materi.

Sebenarnya, bukan cuma Pak Esbeye yang disalahkan. Tapi sistem juga komandan. Sistem hari ini memang menjamin dan melegalkan korupsi secara tidak langsung. Coba mi dipikirpikir. Dari awal kita masuk sekolah, sudah dimintaki biaya yang besar. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Sudah lumrah kalau mau masuk sekolah/perguruan tinggi negeri butuh dana besar. Mau ki masuk polisi, mau ki masuk tentara, mau ki masuk IPDN, mau ki masuk sekolah-sekolah kedinasan lainnya, bahkan mau ki jadi PNS? Emdedeh, siapkan memang maki uang ta, puluhan, bahkan ratusan juta rupi-

Okay. Bemana Islam menjawab ini masalah pale?

,Edisi 2/Nopember 2013

Bukan ji biaya pendaftarannya yang mahal, tapi karena apa yang saya sebutkan di atas adalah tempat sekolah bergengsi. Sekolah yang katanya menjanjikan masa depan lebih baik. Garagara dorongan itulah, kebanyakan orang memaksakan diri masuk. Padahal kuota yang tersedia sedikit ji. Maka pemenangnya hanyalah mereka yang memiliki amplop tebal sebagai pelicin.

Islam itu sistem kehidupan dari Yang Maha Benar. Dalam kehidupan Islam, masyarakat memang dibentuk menjadi masyarakat yang islami, massud na: masyarakat yang memiliki pemikiran, perasaan, dan peraturan islami. Dalam Islam, materi bukan ji ukuran kebahagiaan, teman. Kemuliaan seseorang dinilai dari tingkat ketakwaannya kepada Allah subhahanu wa ta’ala, Tuhan ta’. Kembali ki sdikit ke tema di atas. Islam

telah memiliki aturan-aturan yang jelas dan lengkap. Untuk masalah korupsi saja, seorang koruptor belum tentu dijerat sebagaimana orang mencuri, dipotong tangannya. Hukuman bagi koruptor, bisa sampai penyitaan harta kekayaan miliknya dan dikenakan hukuman mati. Biar ki presiden atau yang dalam Islam pemimpin kaum muslim disebut khalifah, tetap akan dihukum tidak pake pandang bulu kalau memang telah terbukti korupsi. Makanya, Buat para koruptor bertobat mi cepat. Kembalikan maki itu uang Negara, uangnya orang banyak. Jammaki berlindung dari songkok haji ta, atau dari jidat hitam ta, atau dari senyum ta yang ramah. Allah tahu ji itu apa yang kita sembunyikan pak dasi... Buat pak esbeye segeralah bertobat, ikatte injo penguasa. Sebaik-baik penguasa adalah yang taat kepada Allah dan RasulNya. Tuntaskan korupsi dengan Syari’ah dan Khilafah, kami umat Islam pasti mendukung. Buat KPK, nasehati ki itu ‘bos’ ta bela. Adakan konfrensi pers. Sampaikan kepada dunia: masalah kita sudah sistemik, harus kembali kepada aturan Islam, dari Allah Yang maha Benar. Rewa’-rewa’ sai ko Abraham samad, rewako KPK! Allahu Akbar!!!

,Edisi 2/Nopember 2013

39


Keluarga Besar Ink-Sharia mengucapkan

Selamat Tahun Baru Umat Islam 1435 H Andakah mahasiswa yang kami cari? Mampu menulis artikel-artikel islam ideologis terkait isu-isu sebulan ini baik itu segmen mahasiswa ataupun sosial kemasyarakatan? Mari mengisi lembar-lembar majalah INK SHARIA dengan mengirimkan artikelmu ke: achoymajazi@gmail.com, font Calibri, size 12, maksimal 2 halaman A4.

Pelindung : Allah SWT. Pemimpin redaksi : Jayadi, SH. Redaksi : Abdul Khaliq, Harly Yudha, Indrawirawan, Abdul Aslan, Sulerski Monoarfa, SE, Ridha Zinnirah. Tata letak : Mu’min Nursalim. Fotografer : M. Nurfalah Muzakkir. Pra cetak : Rustam Efendi, Itonroy.

Semarak pawai kendaraan menyambut tahun baru Islam 1435 H Kota Makassar

40

,Edisi 2/Nopember 2013


referensi pemikiran mahasiswa


E book ink sharia ed.2