Issuu on Google+


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilahREVIEW

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji

Cover: Fonda Lapod Pembatasan BBM dan Industri Otomotif Pemerintah berencana membatasi pemakaian bahan bakar minyak (BBM). Mobil yang berkapasitas mesin di atas 1300 diwajibkan memakai BBM nonsubsidi. Tujuannya jelas. Mobil ber-cc besar dan mewah tak boleh mengkonsumsi BBM bersubsidi. Kebijakan ini juga memacu industri otomotif untuk berkembang. Saat ini ada beberapa produsen otomotif nasional yang memproduksi mobil kecil. Saat ini, setidaknya ada tiga produsen mobil murah di Indonesia. Ketiganya yakni PT Industri Kereta Api (INKA) yang berbasis di Madiun, Jawa Timur, dan mulai memproduksi mobil murah merek GEA. Ada juga PT Super Gasindo Jaya memproduksi mobil merek Tawon dan PT Maha Era Motor memproduksi mobil merek Mahator. GEA, misalnya. Mobil mungil ini sudah dirancang sejak 2006. Bahkan sejak tiga tahun lalu, mobil mungil ini mulai dilirik pasar. Koperasi Angguna (angkutan serba guna) Surabaya memesan sekitar 250 unit. Angguna adalah alat transportasi di Kota Surabaya dengan dengan empat jok kursi, dua ada di depan dan dua lagi ada di belakang serta bak terbuka di belakangnya untuk mengangkut barang bawaan. Angguna memiliki warna identik yaitu berwarna kuning. Namun pesanan untuk Angguna baru selesai 30 unit. Alasan PT INKA membuat mobil seharga Rp 50-60 juta ini memiliki kapasitas mesin 650 cc: tidak mampu melawan produsen asal Korea, Jepang,

4

dan Eropa yang sudah mapan di Indonesia. Mereka melihat peluang bisa maju bila bermain di cc kecil. Namun kini, mereka harus kembali berjuang sendiri. Produsen otomotif besar sudah melirik pasar ini. Bajkan, pembesar Nissan-Renault Grup sowan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu untuk meminta restu mendirikan pabrik mobil kecil. Keinginan untuk menyesaki jalan raya di Indonesia dengan mobil kecil juga dilakukan produsen besar lainnya. Suzuki siap membawa US$ 800 juta ke Indonesia untuk membangun mobil kecil. Setidaknya ada dua mobil kecil yang disiapkan Suzuki, yakni MR Wagon dan Palette 660 cc. Daihatsu siap mengusung Ai yang pernah dipamerkan di Indonesia International Motor Show, Juli 2011. Adapun Toyota akan membuat Etios. Nah, pembatasan BBM untuk mobil di atas 1300 cc sangat baik. Namun,dampaknya nanti akan dinikmati produsen mobil besar bila pemerintah tak berpihak. Riestiyanto Pondok Cabe, Tangerang Harga Cabe di Mata Menteri Gita Naiknya harga cabe membuat pedagang di Garut mengeluh. Omzet turun, keuntungan sekaligus menipis. Pedagang meringis, petani justru senang. Petani cabai di Yogyakarta meraup untung berlipat dengan kenaikan harga cabai sepekan terakhir yang kini menembus Rp36.000 per kilogram. Namun lain halnya dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Ketika harga cabe naik, Gita justru menyarankan masyarakat mengurangi konsumsi cabenya. Mungkin Menteri Gita perlu meniru Dahlan Iskan merasakan tidur beralas tikar di rumah petani miskin. Harapannya, dia bisa merasakan kepedihan petani. Dewi D Bekasi, Jawa Barat

Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana, latihono sujantyo Redaktur: Derek Manangka, Satrio Adinugroho, Sigas, Setiyadi, FONDA LAPOD, Iwan purwantono redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria REDAKTUR DESAIN: Erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya , ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: ira sri rejeki

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), Tri Cahyani manager it: bonny hardi putra sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

SuratMingguini BLSM Ganti Pemberdayaan Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) digagas untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM. Pemerintah lewat Menko Kesra, Agung Laksono, menggawangi program penanggulangan kenaikan BBM. Ada empat program yang disiapkan, yakni BLSM yang sifatnya cash transfer; penambahan subdisi siswa miskin; penambahan jumlah penyaluran raskin; dan subsidi pengelola angkutan masyarakat/desa. Namun ketika harga BBM tak jadi naik, pemerintah tak jadi melanjutkan program ini. Memang sebaiknya pemerintah tak hanya bagi-bagi duit kepada masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pekerjaan yang layak. Kalau hanya sekadar bantuan tunai langsung, hanya akan menjadi konsumsi politik yang tidak mengena bagi masyarakat. Soedjarwo Cililitan Kecil, Jakarta Timur

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


CONTENTREVIEW

LaporanUtama

4 | MailBox 8 | Editorial Dagang Gaya Cameron 44 | Internasional SONY Melawan Badai 52 | Hukum Babak baru sengketa lahan Bukit Asam 56 | Keuangan dan Perbankan Ketika pemilik bank harus mengalah 60 | Pasar Modal Gelombang masih besar 66 | Kolom Investasi surga

menggugat calon pimpinan ojk Sebagian besar calon pengisi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sarat konflik kepentingan. 12 |

tak mudah mengawasi perbankan Tak mudah mengawasi industri perbankan yang begitu dinamis.

14 |

bisakah sehebat bapepam-LK? Bapepam-LK tak perlu menunggu perusahaan kolaps baru menutup izin.

16 | inforial jabar membangun jabar lewat pendidikan Tingkat pendidikan memiliki korelasi dengan kesejahteraan rakyat. 18 |

nasional undang-undang perpajakan Pemerintah berencana memasukkan aset finansial ke dalam Undang-undang perpajakan.

22 | Bisnis Sepekan

• • • •

24 |

Tiga tahun hanya Rp 600 triliun. Semen Gresik. Lebih murah lewat Syariah. SMESCO Community bisnis Importir Mobil CBU Tak akan ngebut lagi Menunggu aturan baru dari pemerintah.

51 | profil Shinta Widjaja Kamdani Tak Semata Karena Nasib Baik Masuk dalam daftar Asia’s 50 Power Businesswomen memang prestasi hebat. 31 |

sisipan berharap aceh tak lagi melawan Tentu bukan satu kebetulan jika Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam selalu dekat dengan cerita kelam. Sebab sejak zaman penjajahan Belanda, penduduk wilayah itu sudah terkenal keras dan enggan mengalah barang setapak

40 | GAYA HIDUP jaket kulit, dari biker sampai bankir Sejak diperkenalkan pada perang dunia, jaket kulit kini menjadi ikon fashion abadi.

38 | Figur

Rianti Cartwright Finding Srimulat


V V

Gempa Sumatra 2012, Terbesar Ketiga di Indonesia

V V

V V

V V

SUMATRA kembali diguncang gempa Rabu (11/4/2012). Kali ini, berkekuatan 8,9 pada Skala Richter. Peringatan tsunami sempat dikumandangkan, namun dicabut kembali setelah tidak terbukti. Di beberapa tempat, tsunami memang terjadi, namun tidak mengkhawatirkan. Gempa ini merupakan yang terkuat ketiga yang pernah terjadi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, gempa ini terjadi pada pukul 15:38 WIB berpusat di 346 km Barat Daya Simeulue, Aceh. Gempa susulan terjadi sebanyak 16 kali. n

6

Inilah Aturan Baru Pemilu 2014

SIDANG paripurna DPR mengesahkan RUU Pemilu menjadi Undang-undang menggantikan Undang-undang No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu. Beberapa aturan main Pemilu 2014 berbeda dengan 2009. Dalam Undang-undang No 10 Tahun 2008 besaran Parliamentary Threshold (PT) ditetapkan sebesar 2,5 persen dan kini bertambah menjadi 3,5 persen. Sistem pemilu terbuka tetap dipertahankan, kuota kursi per daerah pemilihan, dan sistem penghitungan pun tidak berubah dari Pemilu 2009. n

Mengapa Bensin di China Lebih Mahal Ketimbang AS?

HARGA minyak dunia naik sejak tahun 2000. China pun membayar lebih, karena separuh konsumsi minyaknya tergantung pada impor. Tapi apakah masuk akal, bila harga minyak di negara ini lebih mahal ketimbang AS? Chen Weidong bekerja di China National Offshore Oil Corporation. Ketika ia membeli mobil kecil pada 2004, ia hanya perlu mengeluarkan 180 yuan (US$ 28,6) untuk bensin. Sekarang ia harus merogoh kocek lebih dalam, yakni 400 yuan. Hal ini ternyata juga dirasakan sebagian besar dari 5 juta pemilik mobil Beijing. n

Foke dan HNW Akan Bertarung Sengit

PUBLIK mulai intensif memperhatikan siapa calon gubernur DKI yang layak menduduki kursi gubernur DKI Jakarta. Berbagai kalangan memberikan pandangan dari berbagai sudut pandang. Pakar transportasi publik dan juga kependudukan dari Universitas Indonesia, Sonny Harry B Harmadi, melihat hanya akan ada dua pasangan calon gubernur yang akan bertarung habis-habisan, hingga putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta. Yakni, pasangan Fauzi BowoNachrawi Ramli, dan pasangan Hidayat Nur WahidDidik J Rachbini. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


editorial

Dagang Gaya Cameron

W

alaupun hanya dua hari, kunjungan David Cameron ke Indonesia, Rabu dan Kamis pekan lalu, menyisakan senyuman bagi para pelaku politik di negeri ini. Kesannya, kurang bagus memang. Sebab yang tersungging berupa senyum ‘kemenangan’. Kehadiran Sang Perdana Menteri, mereka anggap sebagai ‘kekalahan’ telak. Tafsir seperti itu muncul, ketika tokoh dari Partai Konservatif tersebut secara terbuka mengemukakan niatnya mengunjungi negara-negara di Asia Tenggara dan Jepang. Seperti diungkapkan David Cameron, salah satu kedatangannya bersama serombongan pengusaha Inggris adalah untuk berdagang senjata. Berdagang senjata? Tidak salah, Inggris memang telah mengubah sikapnya. Negara yang 13 tahun lalu pernah melarang menjual peralatan tempur ke Indonesia itu, kini sudah berbalik arah. Sekadar mengingatkan, dulu Inggris mengambil sikap seperti itu dengan alasan pemerintah Indonesia kerap melanggar hak azasi manusia. Dan sekarang, alasan tersebut dibantahnya sendiri. Menurut Cameron, embargo yang dilakukan Inggris merupakan bagian dari masa lalu. “Kami harus jujur dan terus terang mengenai masalah-masalah yang terjadi di masa lalu, tetapi Inggris maupun Indonesia telah melakukan perubahan berarti sejak saat itu,“ tandasnya. Apa yang dimaksud dengan ‘perubahan berarti’ oleh Sang PM? Wallahulam. Yang jelas, mungkin demi memuluskan misi dagangnya, Cameron tak pelit untuk memberikan pujian pada tuan rumah. Dalam ceramahnya di Universitas Al Azhar ia menuturkan bahwa transformasi yang terjadi di Indonesia, tidak semata-mata untuk menjaga kemakmuran di dalam negeri. Tapi negeri ini, lanjut dia, bisa merampungkan proses demokrasi secara tuntas. Sehingga Indonesia bisa memimpin dunia dalam hal demokrasi. Ah, lidah memang tak bertulang. Ia bisa melontarkan kalimat apapun, gratis dan tak berisiko. Coba siapa yang akan menggugat seseorang yang melontarkan pujian? Tidak akan ada. Cuma, istimewanya, yang meluncurkan kata-kata kali ini adalah seorang politikus cerdas sekaligus pemimpin negara maju yang datang dengan misi dagang. Nah, karena sudah bisa menerapkan azas demokratis, Cameron menganggap Indonesia layak membeli peralatan perang untuk mempertahankan dirinya. Ujungujungnya, mudah ditebak, bapak tiga anak inipun menawarkan persenjataan yang dibuat Inggris. Bagi kalangan pedagang di pasar tradisional di Indonesia, gaya seperti ini bukanlah sebuah trik baru. Bahkan sudah kuno. Seorang tukang beras yang ‘canggih’ selalu menyambut calon pembelinya dengan senyum. Kalau sang pembeli merupakan muka lama, ia akan memberi embel-

8

embel senyumannya dengan kata-kata “Ibu kelihatannya muda terus nih” atau “Ibu seperti belum punya anak saja”. Setelah itu, barulah sang penjual akan menawarkan dagangannya. Jadi, persis seperti yang dilakukan Cameron. Ia pun lantas menggelar dagangannya dengan bumbu bahwa persenjataan buatan Inggris merupakan salah satu yang terbaik di dunia. “Inggris membuat beberapa peralatan pertahanan terbaik di dunia, dan wajarlah kalau peralatan tersebut tersedia bagi Indonesia, dengan kriteria yang sama seperti yang kami terapkan bagi semua mitra kami di dunia,” katanya. Untuk menghilangkan sedikit rasa malu, gara-gara sikap yang diambil di masa lalu, ia mengatakan bahwa salah satu pertimbangan Inggris membuka kembali perdagangan senjata dengan Indonesia lantaran di sini militer tak lagi berperan dalam poliltik. Tentara Indonesia, lanjut dia, kini lebih memainkan peran yang benar dalam hal mempertahankan negara dari ancaman serangan dari luar. Ah, Cameron..Cameron. Betul, pemerintahan di masa lalu telah melakukan banyak pelanggaran HAM. Tapi, penculikan mahasiswa ataupun pembunuhan aktivis tidak perlu memakai senjata canggih yang diimpor dengan harga jutaan dolar. Sudahlah, tak perlu dipikirkan. Dengarkan saja, namanya juga promosi seorang tukang dagang. Apalagi yang jualan seorang politikus muda (baru 46 tahun) dengan jabatan sebagai PM Inggris. Satu hal yang pasti, kunjungan Cameron ke Indonesia tidak sia-sia. Airbus s.a.s berhasil menjual 11 unit pesawat buatannya kepada Garuda Indonesia senilai US$ 2,5 miliar. Lumayan, ini sebagai transaksi sekaligus hiburan bagi Inggris dengan Airbusnya. Sebab, seperti diketahui, tahun lalu, Boeing Co berhasil memenangkan pengadaan 230 unit pesawat senilai US$ 22 miliar untuk Lion Air. Kemenangan itu, dituding Airbus sebagai dampak dari campur tangan Gedung Putih dalam proses lelang. Kini, selain pesawat angkutan sipil, Inggris mengincar pengadaan alat persenjataan yang dibutuhkan Indonesia. Sebuah proyek besar. Sebab, tahun ini, Indonesia menganggarkan dana untuk pertahanan senilai Rp 72,5 triliun. Cuma, di jalur ini, langkah Inggris dipastikan tak akan mulus. Kalau mau sukses, mereka harus bersikap lebih baik dan lebih manis dari Rusia, yang selama ini tetap meladeni Indonesia sebagai pembeli yang memberikan keuntungan. n Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru, Jakarta 12130 Info Berlangganan: (021) 72787313, 72787316

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Mahbub Junaidi FOTO Asep Rochyadi Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

9


S

iapa yang bakal terpilih menjadi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 2013? Oh…, jangan gusar. Sebentar lagi pasti ketahuan. Setidaknya, setelah anggota DPR menikmati masa reses, Mei mendatang. Di bulan itu, Komisi XI DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test terhadap 14 nama calon anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke-14 nama calon DK OJK itu adalah pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya Panitia Seleksi DK OJK menjaring 21 nama. Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Presiden. Dari Presiden mengerucut menjadi 14 nama. Nah, 14 nama inilah yang Rabu pekan lalu diserahkan Presiden kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Dan, paling lambat Juni depan, DPR sudah menetapkan 9 anggota DK OJK untuk dilantik oleh Presiden. Jumlah 9 itu merupakan formasi 2 – 7, yakni satu wakil Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan serta tujuh independen. Memang, sesuai dengan UU No. 21 tentang OJK, dua posisi di DK sudah dipastikan akan ditempati oleh pewakilan dari BI dan Kementerian Keuangan. Ini penting, mengingat OJK memiliki keterkaitan dengan otoritas moneter (BI) dan otoritas fiskal (Kementerian Keuangan). “Oleh karena itu, lembaga ini memberikan tempat bagi perwakilan BI dan Kementerian Keuangan secara ex-officio,” kata Ketua Panitia Seleksi DK OJK, Agus Martowardojo. Walaupun ada perwakilan dari BI dan Kementerian Keuangan, Agus yakin OJK bisa independen seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau BI. Berdasarkan informasi yang dimiliki majalah ini, nama Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad dan mantan Deputi Gubernur BI, Achyar Ilyas, adalah dua nama yang tengah bersaing untuk posisi Ketua DK OJK. Mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, I Wayan Agus Mertayasa dan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Mulia P Nasution kandidat yang bersaing untuk posisi Wakil Ketua. Di posisi Kepala Eksekutif Perbankan, kandidat yang dijagokan adalah Direktur Internasional, BI Nelson Tampubolon dan Wakil Direktur Bank Mandiri, Riswinandi. Di posisi Kepala Eksekutif Pasar Modal nama kuat yang bersaing adalah Kepala Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida dan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto. Nama Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rahmatarwata dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, Firdaus Djaelani akan bersaing untuk kursi Kepala Eksekutif Asuransi dan Jasa Keuangan. Auditor Utama Keuangan Negara VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ilya Avianto dan Executive Vice President Audit Internal Bank Mandiri, Rijani Tirtoso menjadi kandidat untuk anggota bidang Audit. Terakhir, nama mantan Ketua Pusat Penelitian dan Analisis Keuangan dan Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein dan Kepala Kantor BI Cabang New York, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono bakal memperebutkan anggota bidang Perlindungan Konsumen.

Konflik Kepentingan Melihat 14 nama tersebut, sebagian besar calon DK OJK diisi oleh birokrat dan regulator, baik dari BI maupun Kementerian Keuangan. Celakanya lagi, nama-nama yang lolos sarat konflik kepentingan. Misalnya, calon terpilih memiliki latar belakang yang sama

10

dengan Ketua Panitia Seleksi, yakni Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dan Komisaris Bank Mandiri, Gunarni Soeworo. “Pansel kan ada yang punya latar belakang Bank Mandiri, calonnya ada juga latar belakang Bank Mandiri. Itu akan jadi konflik kepentingan,” kata Divisi Korupsi Politik LSM Antikorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi. Apung menyebut, sejumlah nama yang memiliki konflik kepentingan dengan Bank Mandiri, yaitu Wakil Direktur Bank Mandiri, Riswinandi dan Executive Vice President Audit Internal Bank Mandiri, Rijani Tirtoso. Selain itu, ada mantan Sekjen Kementerian Keuangan, Mulia P Nasution dan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto. Posisi kedua orang ini, kata Apung, adalah staf khusus Kementerian Keuangan. “Kalau begini, bagaimana enggak ada konflik kepentingan,” katanya. Bahkan, Apung menuding ada satu calon yang diduga terlibat kasus dana talangan Bank Century. Siapa? Apung tak mau menyebutkan. Tapi, katanya, yang bersangkutan pernah diperiksa oleh KPK tahun 2010. Aktivis ICW yang lain, Dadang Trisasongko menilai, Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad dan mantan Deputi Gubernur BI, Achyar Ilyas, juga yang termasuk sarat konflik kepentingan dengan BI. Bahkan Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Harry Azhar Azis mengatakan, Muliaman merupakan kelompok yang awalnya menentang pembentukan OJK. “Dulu menolak, sekarang mendaftar, bagi saya integritasnya buruk,” kata Harry. DPR memang punya wewenang untuk menolak calon-calon yang diajukan Presiden. Kata Harry, DPR memiliki waktu hingga Juni untuk menguji ke-14 calon tersebut. “Bila DPR tak setuju, calon bisa dikembalikan lagi ke Presiden,” katanya “Nama yang tertolak tidak boleh diajukan lagi.” Namun, Agus Martowardojo menolak semua tudingan itu. “Saya meyakini mereka adalah calon-calon yang terbaik untuk diseleksi selanjutnya,” ujar Agus. OJK adalah lembaga pengawas jasa keuangan. OJK mengawasi industri perbankan, pasar modal, reksa dana, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan asuransi. Karena itu, ia disebut sebagai lembaga superior. Maklum, saat ini saja jumlah dana yang tersimpan di lembaga keuangan mencapai Rp 7.000 triliun. “Karena itu, OJK harus lebih dari Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartuti. Betul. n

Bank Indonesia

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Oleh karena itu, lembaga ini memberikan tempat bagi perwakilan BI dan Kementerian Keuangan secara ex-officio. Agus Martowardojo, Ketua Panitia seleksi DK OJK

Bermula dari Krisis Moneter Masih ingat krisis moneter tahun 1998 yang menimpa negeri ini? Nah, kalau mau dirunut, dari sinilah Otoritas Jasa Keuangan alias OJK lahir. Saat itu, peran Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas perbankan dianggap gagal sehingga melahirkan krisis. Tetapi banyak juga yang menilai, kegagalan tersebut bukan semata-mata kegagalan BI, tetapi akibat kondisi politik saat itu yang menempatkan BI sebagai bagian dari rezim Orde Baru. Apapun penyebabnya, IMF yang saat itu memberikan pinjaman talangan kepada Indonesia meminta pemerintah untuk membentuk OJK. Keinginan dana moneter internasional itu lalu diwadahi dalam Undang-undang BI Nomor 23 tahun 1999. Undang-undang ini mengharuskan OJK sudah dibentuk sebelum akhir 2002. Awalnya, BI menolak jika kewenangan pengawasan bank dipisahkan dari fungsi bank sentral. Alasannya, kebijakan moneter tak bisa dilepas dari sektor perbankan yang memang saling mengait. Penolakan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk dari DPR. Maka muncullah amendemen mengubah Undang-undang BI No. 23/1999 menjadi Undang-undang BI No. 3 tahun 2004. Dalam UU itu ditegaskan, pembentukan OJK diundur hingga akhir 2010. Penundaan pembentukan OJK tak pelak menimbulkan prasangka bahwa penundaan itu sarat aroma suap. Entah benar atau tidak, yang jelas DPR dan pemerintah telah menghabiskan 433 hari untuk membahas RUU OJK, sampai akhirnya disahkan menjadi undang-undang pada Oktober lalu. Harus diakui, ongkos untuk mengawasi sektor jasa keuangan memang tidak kecil. Untuk penyelenggaraan perizinan dan pengawasan bank saja BI harus mengeluarkan biaya Rp 1,7 triliun. Biaya ini tentu akan semakin membengkak karena yang diawasi OJK bukan hanya industri perbankan, tetapi juga pasar modal, dan lembaga keuangan nonbank seperti asuransi. Tak mengherankan bila OJK harus memungut fee, seperti yang pernah dilakukan otoritas di Inggris. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

11


S

igit Pramono, Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Nasional Swasta (Perbanas), tidak sedang bercanda. Dia meminta, posisi Ketua Dewan Komisioner dan Ketua Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berasal dari kalangan perbankan. Sigit bukan tanpa alasan bicara begitu. Soalnya, saat ini, perbankan menguasai sekitar 80% aset industri keuangan dengan jumlah pegawai 250 ribu orang. “Perbankan memiliki peran paling besar dalam sektor jasa keuangan. Oleh karena itu, kedua posisi tersebut diisi bankir,� katanya. Memang, tak mudah mengawasi industri perbankan yang begitu dinamis. Bank Indonesia saja yang bertahun-tahun mengawasi perbankan, berkali-kali kecolongan. Tengok saja di era Orde Baru lalu, ketika perbankan diguncang krisis moneter 1997-1998. Sebanyak 48 bank kolaps, BI pun mengeluarkan kebijakan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Bak menggarami lautan, kebijakan tersebut bukannya mendongkrak likuiditas perbankan, BLBI malah menjadi lahan bancakan. Semuanya akibat lemahnya pengawasan BI sehingga dana BLBI tak memberikan dampak sedikitpun bagi penyehatan perbankan. Cerita BLBI kembali berlanjut di era reformasi. Menjelang Pe-

Tak Mudah Mengawasi Perbankan

Tak mudah mengawasi industri perbankan yang begitu dinamis. Bank Indonesia saja yang bertahun-tahun mengawasi perbankan, berkali-kali kecolongan. Bagaimana OJK? TEKS Iwan Purwantono Foto Nurma

12

milu 2009, terjadi skandal Bank Century. Akibat kasus tersebut, kerugian negara mencapai Rp 6,7 triliun. Para nasabah bank tersebut harus rela kehilangan dana sampai triliunan rupiah. Alih-alih kasusnya diusut tuntas. Bank Century yang keuangannya megap-megap, malah mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp 6,7 triliun. Lebih miris lagi, pemilik Bank Century yakni Rafat Ali Rizfi dan Hesyam Al Waraq malah bebas berkeliaran. Masih tentang lemahnya pengawasan BI terhadap perbankan, Mabes Polri punya catatan khusus. Sejak 2010 sampai kuartal pertama 2011, sedikitnya ada sembilan kasus pembobolan bank. Juga masih segar dalam ingatan, brangkas kantor BRI Tamini Square, Jakarta Timur kebobolan Rp 29 miliar. Dalam kasus ini, supervisor bank pelat merah itu, ditetapkan sebagai tersangka. Modusnya, uang nasabah ditransfer ke rekening orang lain. Kemudian ditukar dalam bentuk dolar AS. Adapula modus kucuran kredit dengan jaminan atau agunan bodong, menyebabkan BII Cabang Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat, menelan kerugian Rp 3,6 miliar. Kasus yang menyeret account officer BII itu, terjadi pada 31 Januari 2011. Kasus lainnya, pencairan deposito senilai Rp 18 miliar di

Bank Mandiri tanpa sepengetahuan pemiliknya. Caranya dengan memalsukan tanda tangan. Selanjutnya, dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening orang lain. Kasusnya dilaporkan 1 Februari 2011, salah satu tersangkanya adalah costumer service Bank Mandiri. Bank pelat merah lainnya yang kebobolan adalah BNI. Modusnya cenderung rumit, yakni dengan melayangkan telex palsu, tentang perintah membuka rekening kredit modal kerja. Kasus yang menyeret Wakil Pimpinan BNI Depok itu, bisa digagalkan, karena canggihnya sistem perbankan yang diterapkan. Kemudian, pencairan deposito nasabah BPR Pundi Artha Sejahtera. Kasusnya melibatkan sejumlah pimpinan BPR yakni Dirut, komisaris, komisaris utama, dan marketing. Yang menghebohkan lagi, kasus Malinda Inong Dee, mantan relationship manager Citigold Citibank. Hanya berbekal slip penarikan kosong yang ditandatangani nasabah, Malinda sukses membobol Citibank. Kasus-kasus seperti ini bakal terus terjadi selama masih ada celah bagi orang untuk berbuat curang. Kini, tugas OJK mencegahnya. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Agar Kasus Antaboga Tak Berulang OJK diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus Antaboga. Perlu lembaga penjamin dana investor? TEKS Iwan Purwantono Foto Wirasatria

M

asih ingat kasus Antaboga beberapa tahun lalu? Betul, ketika itu sejumlah nasabah Bank Century kesulitan mencairkan dana produk investasi mereka yang jatuh tempo. Produk investasi sejenis reksa dana itu diterbitkan Antaboga, namun tidak terdaftar di Bapepam-LK. Entahlah, kenapa kasus ini bisa lolos dalam pengawasan Bapepam-LK dan Bank Indonesia. Karena itu, banyak orang bertanya, mampukah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencegah kasus ini terulang? “OJK harus mampu mengawasi seluruh lembaga keuangan yang ada, kecuali koperasi,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz. OJK yang bakal mengganti peran Bapepam-LK memang harus bekerja ekstra keras mengawasi setiap transaksi yang terjadi di lantai bursa secara detil. Karena, tidak tertutup kemungkinan ada praktik cuci uang di situ. “Kita tunggu, saja gebrakannya,” kata Harry Sejauh ini, kasus-kasus di lantai bursa yang mengemuka, cukup banyak. Yang heboh, kasus Sarijaya, penggelapan PT Optima Securities, dan Bank Century. Dari banyak kasus, biasanya investor publik yang paling banyak dirugikan. Ambil contoh, akibat kasus Sarijaya, nasabah menanggung kerugian Rp 245 miliar. Belum lagi, kasus reksa dana bodong Antaboga yang menyedot dana nasabah Rp 1,5 triliun. Yang terbaru, dugaan penggelapan dana nasabah senilai Rp 100 miliar oleh pejabat PT Batavia Prosperindo (BPS) cabang Medan. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito berharap OJK bisa memberikan solusi terhadap maraknya kasus sekuritas yang merugikan investor. Dia menyebut adanya dualisme pengawasan membuat penyelesaian kasus sekuritas tak kunjung menemui penyelesaian. Misalnya, pelaku sekuritas berada di bawah pengawasan Bapepam-LK sedangkan perbankan di bawah kendali BI. “Kalau satu pintu, kita harapkan bisa lebih efektif dan efisien,” katanya. Lahirnya OJK menggantikan Bapepam-LK sebagai pengawas lantai bursa, menurutnya, bukan masalah. Kalangan pelaku pasar, menyambut baik kehadiran OJK. “Secara substansi, tidak ada perubahan. Hanya dulu lapornya ke Bapepam-LK, nanti ke OJK. Nggak ada masalah itu,” katanya. Pendapat senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Airlangga Hartarto. Kalangan emiten pasar modal, sangat berharap peran OJK bisa lebih ‘super’ dibanding

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Bursa Efek Indonesia

pendahulunya, Bapepam-LK. “Secara otomatis, OJK menggantikan tugas dan fungsi Bapepam-LK. Meski begitu, kami belum tahu bagaimana bentuk kerja dan format OJK,” kata Airlangga. Pengamat pasar modal Yanuar Rizky, mengusulkan pembentukan lembaga penjamin dana investor atau Investor Protection Funds (IPF), dipercepat. Hal ini penting agar kepercayaan investor untuk berbelanja produk sekuritas, tetap terjaga. n

13


Bisakah Sehebat Bapepam-LK? Bapepam-LK tak perlu menunggu perusahaan kolaps baru menutup izin. Bagaimana dengan OJK yang akan mengganti peran Bapepam-LK? TEKS Iwan Purwantono Foto Dahlan Rebo Pahing

T

ahun lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengingatkan tentang rendahnya rasio pembiayaan terhadap nilai biaya, atau lazim disebut loan to value ratio (LTV). Idealnya, down payment (DP)—sering disebut uang muka, minimal 30% dari nilai barang atau pembiayaan. Selama ini, perusahaan multifinance mematok uang muka 10%-20% dari harga jual. Banyak pula perusahaan yang memasang uang muka di bawah 10% dari nilai jual. Alhasil, kredit kendaraan bermotor, laris bak kacang goreng. Kekhawatiran Darmin cukup beralasan. Ia melirik pengalaman Lehmann Brothers, lembaga keuangan internasional Amerika Serikat yang jor-joran mengucurkan kredit properti sehingga membawa krisis moneter pada 2008. Dari kasus ini, BI kemudian menetapkan kebijakan uang muka kendaraan bermotor roda dua, BI menetapkan uang muka minimal 25%. Sedangkan untuk roda empat dipatok 30%, roda empat nonproduktif sebesar 20%. Untuk realisasinya, BI mematok waktu 3 bulan melalui Surat Edaran BI No 14/10/

DPNP. Pengetatan ini, kata Darmin, diperlukan untuk mengerem laju kredit konsumsi yang terus melesat. ‘’Kami ingin pertumbuhan kredit yang sifatnya konsumtif itu sedikit lebih lambat,’’ katanya. BI punya kekhawatiran yang cukup serius. Sebab, bila industri multifinance gulung tikar, dampaknya bakal terasa ke perbankan. Soalnya, sumber pendanaan industri multifinance banyak yang berasal dari perbankan. Gayung bersambut. Pada 15 Maret 2012, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menerbitkan Permenkeu No 43/PMK.010/ 2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor pada Perusahaan Pembiayaan (Multifinance). Dalam aturan tersebut, uang muka untuk kredit kendaraan bermotor roda dua dipatok minimal 20% dari harga jual. Sedangkan untuk roda empat, ditetapkan minimal 20% dari harga jual. Untuk kendaraan bermotor roda empat nonproduktif, minimal 25% dari harga jualnya. Bapepam-LK pun sepakat tentang perlunya pengetatan kredit kendaraan bermotor dan perumahan. “Saat ini, pertumbuhan industri multifinance, terlalu cepat. Harus direm. Caranya dengan memperketat regulasinya,” kata Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK, M Ihsanudin. Ketatnya aturan uang muka kredit, tentu perlu pengawasan. Ini menjadi tugas berat bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan terbentuk, Juni mendatang. Tak hanya itu, tugas berat lainnya menyangkut ketegasan. Selama menjalankan pengawasan, Bappem-LK mencabut puluhan perusahaan multifinance pelanggar aturan. Atau perusahaan yang hampir ambruk, langsung dicabut izinnya. Sejak 2009, perusahaan multifinance yang dicabut izinnya, rata-rata di atas 10 perusahaan. Pada 2009, Bapepam-LK melikuidasi 16 perusahaan dan setahun berikutnya, turun menjadi 10 perusahaan. Pada 2011, terdapat 13 perusahaan multifinance yang dicabut izinnya oleh Bapepam-LK, karena dinilai melanggar aturan. Dalam menjalankan pengawasan, Bappepam-LK tak mau terlambat. Artinya, lembaga ini tak perlu menunggu perusahaan kolaps, baru menutup izin. Nah, bagaimana dengan OJK, yang akan menggantikan Bapepam-LK? n

Multifinance. pertumbuhannya terlalu cepat

14

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Asuransi. perlu perhatian ekstra

Jangan Anggap Enteng Asuransi

Korban lainnya, AJN. Perusahaan asuransi plat merah ini ikut-ikutan memborong reksa dana Optima senilai Rp 62 miliar. AJN harus menanggung rugi cukup besar karena dananya tak bisa kembali. Kasus ini akhirnya masuk Mabes Polri. Kok bisa? Ternyata reksa dana yang mereka borong semuanya ‘bodong’. Kasus mirip di atas sempat dialami PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida). Dana sebesar Rp 11 miliar yang dipercayakan kepada Falcon Asia Resources Management (Falcon), melalui KPD, lagi-lagi raib. Salah jalan dalam mengelola dana nasabah, sempat diingatkan Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Kornelius Simandjuntak. Berbagai kasus yang menyebabkan perusahaan asuransi merugi, tidak perlu terulang, seandainya pimpinan perusahaan asuransi, berhati-hati. Untuk memutar dana nasabah agar tak mandek, perusahaan asuransi cenderung memilih belanja reksa dana ketimbang deposito. Soal belanja inilah, manajer investasi punya peran besar, karena mereka dipercaya mengelola 50% dana perusahaan. Dari tahun ke tahun investasi 43 perusahaan asuransi jiwa terus meningkat. Pada 2010 berada di angka Rp 157,34 triliun dan pada 2011 menjadi Rp 197,54 triliun. Karena itu, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim menyambut baik hadirnya OJK. Dia berharap, pimpinan OJK memahami dunia asuransi nasional karena menyangkut masa depan bisnis asuransi tanah air. Pelaku bisnis asuransi jiwa, kata Hendri, lebih tertarik untuk berinvestasi reksa dana dibanding deposito. Alasannya, bunga deposito cenderung menurun, kalah kinclong dibanding reksa dana. “Deposito tidak menarik lagi setelah bunga yang ditawarkan perbankan cenderung turun, mengikuti BI Rate,’’ ucap Hendri. Bagaimanapun, industri asuransi perlu perhatian ekstra dari OJK. Apalagi, setelah BPJS diberlakukan, pertumbuhan asuransi bakal melonjak. n

Berbagai masalah bakal muncul di industri asuransi setelah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diberlakukan. Energi OJK bakal banyak terkuras. TEKS Iwan Purwantono Foto Wirasatria

B

isnis asuransi tak bisa dianggap enteng. Sebab, pertumbuhannya setiap tahun selalu naik. Kalau saat ini dana yang dikelola Rp 300 triliun, tahun 2014 bisa mencapai Rp 500 triliun. Nah, kalau dana yang dikelola semakin besar, maka tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin besar pula. Artinya, nantinya energi OJK cukup banyak terkuras untuk mengawasi industri ini. Maklum, berbagai produk asuransi, seperti unit link, bancassurance, asuransi syariah, surety bond, hingga kini belum diatur dalam UU Asuransi. Tak hanya itu. Investasi di industri asuransi bukan persoalan sepele. Ia begitu ruwet, karena itu memerlukan kontrol yang ketat. Soalnya, banyak kasus “salah urus” investasi sehingga keuangan perusahaan jebol. Tengok saja kasus pada 2009. Saat itu, AJB Bumi Putera 1912 dan Asuransi Jiwa Nusantara tergiur menanamkan dana nasabahnya di reksa dana Optima yang dikeluarkan PT Optima Kharya Capital Management dan PT Optima Kharya Capital Securities. Lewat Kontrak Dana Investasi (KPD), AJB Bumi Putera memborong reksa dana Optima, senilai Rp 308 miliar dan US$ 3 juta. Bukannya untung, AJB malah buntung karena merugi sampai ratusan miliar.

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

15


Kunjungan pengarahan dan peninjauan ke SMA Plus Bhina Siswa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat 4 MAret 2010

Membangun Jabar Lewat Pendidikan Tingkat pendidikan memiliki korelasi dengan kesejahteraan rakyat. Itu sebabnya, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas Pemprov Jabar.

M

aju tidaknya sebuah negara ditentukan oleh tingkat pendidikan penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin sejahtera pula penduduknya. Bahkan pendidikan juga memiliki hubungan yang erat dengan tingkat kesehatan. Seseorang yang berpendidikan relatif lebih mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya. Singapura bisa menjadi contoh. Negara berpenduduk sekitar 4,9 juta jiwa

16

ini oleh International Monetary Fund (IMF) ditempatkan di urutan ke tiga sebagai negara terkaya di dunia, di bawah Qatar dan Luxemburg. Tahun lalu, pendapatan per kapita penduduk Singapura sudah mencapai US$ 56.694 atau sekitar Rp 517,9 juta per tahun. Padahal negara Singapura berada di atas pulau karang yang relatif tidak memiliki kekayaan sumber daya alam. Namun dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang handal (berkualitas), negara

seluas kota Jakarta itu mampu mengungguli negara sekelas Swiss, Jepang, bahkan Amerika Serikat. Singkat kata, pendidikan memiliki korelasi yang kuat dengan kesejahteraan penduduk. Dan Ahmad Heryawan termasuk orang yang percaya bahwa roda pembangunan bisa berjalan dengan baik bila didukung oleh SDM yang handal. “Pembangunan di bidang pendidikan adalah salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,� ujar pria kelahiran 46 tahun silam ini. Oleh sebab itu, sejak terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat untuk periode 2008 – 2013, Ahmad Heryawan langsung menempatkan sektor pendidikan sebagai dasar pembangunan untuk menciptakan masyarakat Jawa Barat yang sejahtera. Pada tahap awal, pembangunan pendidikan di Provinsi Jawa Barat lebih difokuskan kepada peningkatan pelayanan pendidikan guna meningkatkan Angka Melek Huruf (AHM), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), hingga pengembangan pendidikan bertaraf internasional. Namun tidak semua warga Jawa Barat memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Tingginya dana penunjang pendidikan membuat harapan keluarga miskin untuk meluluskan anaknya dari bangku sekolah menjadi kecil. Karena Itu, selain membebaskan pungutan sumbangan pembinaan pendi-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


inforial Jawa Barat dikan (SPP), Pemprov Jawa Barat memberi bantuan dana penunjang pendidikan. Bantuan pendidikan bagi keluarga miskin itu disalurkan lewat program Beasiswa Khusus Siswa Miskin (BKSM) yang seluruhnya dibiayai dengan APBD. Untuk tahun anggaran 2012, ada 6.250 siswa SMA yang akan mendapat batuan pendidikan dengan total Rp 5 miliar atau setiap siswa akan mendapat bantuan sebesar Rp 850.000 per tahun. Dana ini diharapkan dapat meringankan beban pendidikan keluarga miskin, khususnya dalam pengadaan seragam, buku, dan penunjang pendidikan lainnya. Selain melalui BKSM, keluarga miskin di Jawa Barat juga mendapat bantuan dana pendidikan lewat program Beasiswa Khusus Murid Miskin (BKMM). Berbeda dengan BKSM, bantuan dana pendidikan yang diberikan lewat program BKMM seluruhnya berasal dari APBN. Tahun ini Provinsi Jawa Barat mendapatkan dana BKMM sebesar Rp 23,7 miliar. Dana tersebut akan diberikan kepada sekitar 30.460 siswa keluarga miskin atau setiap siswa rata-rata akan menerima bantuan Rp 750.00 per tahun.

pembangunan sarana dan prasarana pendidikan mendapat perhatian serius. Mulai dari pembangunan ruang kelas baru (RKB), bantuan rehabilitasi ruang belajar, melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan lainnya. Tentu saja, pembangunan sarana dan prasarana ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Tahun lalu, Pemprov Jabar menghabiskan anggaran Rp 451 miliar untuk membangun 6.000 ruang kelas baru (RKB). Tahun ini nilainya meningkat menjadi Rp 600 miliar. Sementara untuk pengadaan buku selama dua tahun menghabiskan anggaran sebesar Rp 375 miliar. Cukup besar, memang. Namun jika melihat hasil pembangunan sektor pendidikan di Jawa Barat, semua pengeluaran itu membuah hasil yang menggembirakan. Ini bisa dilihat dari Indeks

Melampaui target Digulirkan BKSM tak lepas dari kepedulian Ahmad Heryawan terhadap dunia pendidikan. Sebagai Gubernur Jawa Barat, ia tak ingin melihat ada warganya yang putus sekolah hanya karena kekurangan biaya. Makanya, untuk melengkapi program BKMM dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat pun membentuk BKSM. Dengan adanya dua program ini, Ahmad Heryawan berharap kebutuhan dana pendidikan bagi keluarga miskin dapat diatasi. Kepedulian Pemprov Jabar tak hanya terbatas pada pendidikan formal, tapi juga nonformal. Di antaranya melalui penyelenggaraan program paket B yang mencapai 100 kelompok untuk kelas lanjutan satu dan 400 kelompok untuk lanjutan dua. Sedangkan penyelenggaraan program paket C sebesar 158 kelompok kelanjutan satu dan 75 kelompok lanjutan dua. Upaya lainnya adalah meningkatkan minat baca masyarakat dengan menyediakan 26 taman bacaan masyarakat, penyelenggaran kelompok baca mandiri, keaksaraan usaha mandiri, dan lain sebagainya. Namun, tanpa dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, upaya menciptakan SDM yang berkualitas sulit diwujudkan. Itu sebabnya,

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Pendidikan Jabar yang meningkat dari sebelumnya 81,14 menjadi 81,95. Sementara AHM usia 15 tahun ke atas naik dari 96% menjadi 96,42%. Adapun RLS naik dari 7,95 tahun menjadi 8,20 tahun. Yang lebih membanggakan lagi, Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI telah mencapai 119,06% dan menempatkan Provinsi Jabar di urutan kelima nasional. Peningkatan juga terjadi pada APK SMP/ MTs dan APK SLTA/SMK/MA. Anggaran pendidikan 20% pun sudah tercapai sejak tahun 2009. “Jadi semua janji kami sudah terlampaui. Malah realisasinya tiga kali lipat dari janji,� kata Ahmad Heryawan. Namun, harus diakui, sumberdaya dan dana yang dimiliki oleh Pemprov Jabar sangat terbatas. Oleh sebab itu, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. n

Pembangunan di bidang pendidikan adalah satu prasyarat utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa barat meninjau bangunan SD Cikaliki dan SD Gamlok pengalengan Kabupaten Bandung 3 April 2012

17


nasional undang-undang perpajakan

Saham pun Bakal Dip Pemerintah berencana memasukkan aset finansial ke dalam undang-undang perpajakan. Takut target tak tercapai lagi. TEKS Ardi Siregar Foto ASEP R

18

D

ibanding periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak triwulan I-2012 mencatatkan kenaikan yang lumayan, Tapi, itu tak membuat pemerintah merasa tenang. Apalagi target pajak yang dipatok tahun ini cukup tinggi. Sehingga, kemungkinan untuk tidak tercapai—seperti tahun-tahun lalu—cukup terbuka lebar. Mungkin, pertimbangan itulah yang mendorong pemerintah untuk menerbitkan produk pajak yang baru. Hanya saja, apa yang akan dijadikan objek pajak baru, sampai sekarang masih belum jelas benar.

Salah satu yang sedang diincar pemerintah adalah aset keuangan (financial asset). Menurut Fuad Rahmany, Dirjen Pajak, aset finansial baru terkena pajak ketika dijual atau menghasilkan dividen. Tapi ketika didiamkan, sang aset sama sekali tidak dipajaki. “Kalau belum dijual tidak dikenai pajak. Padahal apa bedanya aset finansial dengan kepemilikan atas rumah dan tanah,� katanya. Fuad mencontohkan kepemilikan saham di sebuah perusahaan. Pemilik perusahaan awalnya memiliki 100% saham. Dia kemudian menjual 20% sahamnya ke pasar saham melalui initial

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


nasional undang-undang perpajakan

“Tidak tepat kalau yang sifatnya natura dikenai pajak. Saya tidak bisa membayangkan hal ini.” Haryadi Sukamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

pajaki public offering  (IPO). Artinya, pemilik perusahaan tetap menjadi pemegang saham mayoritas. “Kalau nilai sahamnya naik terus, kan ada semacam kenaikan kekayaan,” kata Fuad. Kenaikan nilai saham--yang juga berarti bertambahnya kekayaan-- inilah yang disebut aset finansial. Pertumbuhan nilai aset finansial, pada dasarnya sama seperti pertumbuhan harga tanah dan bangunan yang juga naik setiap tahun. Argumentasi yang dikemukakan Fuad, membuat para pelaku di pasar modal geregetan. “Bagaimana, Pak Dirjen ini, seperti bukan orang yang per-

nah memimpin bursa saham saja,” kata seorang direktur perusahaan sekuritas. Menurut dia, alasan itu tidak logis. Sebab, ketika harga saham naik, maka pajak penghasilan, pajak penjualan, dan pungutan lainnya yang dibayarkan oleh sang emiten pasti naik juga. Begitu pula ketika saham itu berpindah tangan, karena harganya sudah lebih tinggi, tentu pajak yang dibayarnya pun menjadi lebih mahal lagi. “Jadi apanya yang belum dipajaki?” tuturnya. Rencana untuk memajaki saham yang didiamkan juga tidak masuk di akal investor. Soalnya, harga saham selalu mengalami naik-turun. “Saham itu tidak bisa disamakan dengan properti, yang harganya selalu naik,” katanya. Jika kebijakan ini diberlakukan, tutur sang sumber, akan semakin banyak perusahaan yang enggan masuk ke bursa. Selain mengincar aset finansial, pemerintah juga tengah membidik penghasilan dalam bentuk natura atau kenikmatan lain (fringe benefits) untuk dijadikan sebagai objek pajak baru. Tapi, wacana inipun, pagi-pagi sudah mendapat penolakan. “Tidak tepat kalau yang sifatnya natura dikenai pajak. Saya tidak bisa membayangkan hal ini,” kata Haryadi Sukamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Bahkan, ia menyebut, kalau jadi dibuat, beleid ini akan menimbulkan terjadinya pajak berganda. Sebab fasilitas natura berupa tunjangan perumahaan, kendaraan dan pengobatan diberikan kepada pekerja untuk menunjang produktivitas. Dan semua itu, sudah dipajaki. Makanya, Haryadi menyarankan, sebaiknya pemerintah mencari objek pajak yang lain. Wah, kalau semua rencana ditolak, lantas apalagi yang akan diincar pemerintah? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, pantas kalau pemerintah terlihat begitu ‘gelap mata’ dalam mengejar penerimaan pajak. Soalnya, di tahun-tahun lalu target yang dipatok kerap tak tercapai. Sementara, tahun ini, anggaran belanja negara tercancam oleh jebolnya subsidi BBM dan listrik yang lebih besar. Berdasarkan data Ditjen Pajak, pe-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

nerimaan triwulan I 2012 ini mencapai Rp 165,05 triliun atau 18,72% dari target yang dipatok dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 881,70 triliun. Pencapaian ini lebih bagus ketimbang yang diraih pada periode yang sama di tahun lalu. Sepanjang triwulan I-2011, uang pajak yang masuk ke kas negara baru mencapai 15,9%. Tapi, tetap saja, angka ini membuat pemerintah tak pede. Apalagi, laju dunia usaha terancam tersendat gara-gara tingginya tingkat inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga premium dan solar (kelak). Ditambah lagi, mulai tahun ini, hak atas PBB sudah dialihkan ke pemerintah daerah dan menjadi pendapatan asli daerah. “Selain PBB belum ada pajak lainnya yang berbasis kekayaan,” kata Fuad. Namun terlepas dari sejumlah rencana pemerintah yang ditolak khalayak, rasio pajak di negeri ini (penerimaan dibanding produk domestik bruto) sebenarnya masih tergolong rendah. Menurut Agus Martowardojo, Menteri Keuangan, saat memaparkan arah kebijakan fiskal, pada awal Januari lalu, realisasi penerimaan pajak terhadap PDB (tax ratio) pada tahun 2011 baru mencapai 12,3%. Pendapat senada dikemukakan Darussalam, pengamat perpajakan dari Universitas Indonesia. Menurutnya, penerimaan pajak tidak maksimal karena masih banyak penyimpangan di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, minyak, dan gas bumi. Darussalam juga menilai, rencana pemerintah menambah objek pajak baru dari aset finansial merupakan sesuatu yang wajar. Sebab sumbernya masih berasal dari kekayaan, penghasilan, dan konsumsi. Apalagi tren di dunia memang memperluas basis pajak, meski dengan kompensasi menurunkan tarifnya. Bahkan jika mau, pemerintah sebenarnya bisa memperluas objek pajaknya. “Jika ingin meningkatkan pajak dari kekayaan, pemerintah bisa memperluas objeknya, seperti pajak atas properti, emas, benda seni, dan aset-aset keuangan lain,” kata Darussalam. n

19


nasional revisi undang-undang sp

Sejumlah Pimpinan Serikat Pekerja mendeklarasikan Mayday Damai di gedung PBNU

Mengapa Harus Diam Cak? Kemenakertrans berencana merevisi syarat pendirian Serikat Pekerja di dalam UU 21/2000. Syarat 10 orang dianggap terlalu sedikit. TEKS Ardi Siregar FOTO Inilah.com

K

antor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) kembali melansir berita yang cukup mengagetkan. Tibatiba saja, kementerian yang dipimpin Cak Imin itu menyatakan akan memperketat syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan Serikat Pekerja (SP) dalam sebuah perusahaan. Untuk keperluan tersebut, Kemenakertrans bakal mengajukan draft revisi UndangUndang Nomor 21 Tahun 2000 tentang ‘Serikat Pekerja Indonesia’. Kabar itu disampaikan Ruslan Irianto Simbolon, Dirjen Pembinaan Hubung­an Industrial (PHI) dan Jamsostek. Menurut dia, revisi bakal dilakukan terhadap pasal yang mengatur

20

jumlah anggota yang bisa mendirikan SP. Syarat jumlah anggota minimum tetap 10 orang bisa menyebabkan dalam sebuah perusahaan terdapat banyak SP. “Jumlah SP jadi terlalu banyak sehingga harus diperketat,” kata Irianto. Banyaknya SP dalam sebuah perusahaan, lanjutnya, bakal mempersulit proses negosiasi antara perusahaan dan karyawan jika muncul masalah ketenagakerjaan. “Para investor sudah banyak yang mengeluhkan hal tersebut karena sering menghambat proses produksi,” katanya. Oleh karena itulah, muncul pemikiran agar syarat pendirian SP minimal 30% dari jumlah total karyawan di perusahaan yang bersangkutan. Rencana ini langsung disambut

positif kalangan pengusaha. Haryadi Sukamdani, Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), mengaku sangat sepakat jika aturan tersebut direvisi. Pasalnya, berdasarkan pengalaman di lapangan, pihak perusahaan seringkali kebingungan harus berunding dengan siapa, jika di dalam perusahaan terdapat lebih dari satu SP. “Aksi unjuk rasa di perusahaan itu, sering disebabkan banyak SP minoritas yang tidak ikut kesepakatan,” katanya. Selain itu, banyak pengurus SP yang sebenarnya tidak mewakili pekerja karena sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Sementara itu, Anton J Supit, pengusaha, juga mendukung rencana tersebut. Ia lebih melihat dalam hubungan tripartit, di mana perusahaan seringkali kesulitan untuk berkomunikasi dengan perwakilan buruh karena terlalu banyak. Oleh sebab itu, Anton menyarankan agar perwakilan buruh di tripartit harus diverifikasi apabila bertindak mewakili buruh. Apabila kalangan pengusaha mengamini, tidak demikian dengan kalangan buruh. Rencana itu dinilai terlalu mengakomodir kepentingan pengusaha. “Usulan ini akan membuat buruh semakin marah dan akan terjadi penolakan masif dari Serikat Pekerja,” kata Timboel Siregar, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), pada Senin pekan lalu. Menurut Timboel, jika alasan yang diajukan soal alotnya perundingan karena banyaknya serikat pekerja di suatu perusahaan, hal itu tidak beralasan. Sebab sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 120, UU Ketenagakerjaan, yang telah ditindaklanjuti oleh pemerintah lewat Permenakertrans. “Ketentuan itu dapat dijadikan rujukan mengenai mekanisme perundingan di sebuah perusahaan yang memiliki Serikat Pekerja lebih dari satu,” katanya. Penolakan kaum pekerja ini ditanggapi dengan aksi diam. Bahkan Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, membantah. “Itu enggak ada, enggak ada,” katanya, seusai rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin pekan lalu. Tak hanya Pak Menteri, Dirjen PHI dan Jamsostek yang pertama melansir kabar juga ikut-ikutan membantah. “Makanya, itu siapa sih yang bilang? Enggak ada itu,” kata Irianto yang mendampingi Muhaimin. Lo, jadi siapa yang ngomong kemarin? Jangan-jangan bukan orang? n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


nasional pengetatan premium

Para Pemilik Mobil, Bersiaplah Pemerintah hampir pasti menerbitkan larangan mengkonsumsi premium bagi mobil pribadi 1.300 CC ke atas. Tujuannya, agar kuota 40 juta kiloliter tak jebol. TEKS Ardi Siregar FOTO Wirasatria

A

nda memiliki mobil dengan mesin berkapasitas 1.300 CC ke atas? Jika ya, bersiap-siaplah merogoh kocek lebih dalam per 1 Mei mendatang. Pasalnya, saat mampir ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Anda tak akan diizinkan membeli premium atau BBM bersubsidi. Anda bakal dipersilahkan mengisi dengan pertamax. Peraturan untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi bagi mobil pribadi 1.300 CC ke atas itu, bakal berbentuk peraturan menteri (Permen) dan sedang digodok Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). “Kami targetkan Permen ESDM itu bisa terbit pada April ini atau awal Mei 2012,” kata Evita Legowo, Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Rabu pekan lalu. Permen pembatasan BBM bersubsidi tersebut bakal menjadi turunan dari Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang ‘Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu’, yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 7 Februari silam. Kemungkinan bakal keluarnya Permen pembatasan BBM itu diperkuat

oleh pernyataan yang dikeluarkan Kantor Kementerian Keuangan, di Lapangan Banteng. Menurut Bambang Brojonegoro, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Permen tersebut bakal berguna untuk menahan laju penyerapan BBM subsidi agar tidak jebol melebihi kuota yang 40 juta kiloliter. “Saya rasa bagus karena yang harus kita waspadai dari BBM bersubsidi adalah volumenya. Kami mendukung, karena akan mencegah subsidi yang berlebihan,” kata Bambang, Jumat pekan lalu. Keluarnya Permen pembatasan BBM bersubsidi menjadi makin pasti, ketika Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, juga menyatakan bahwa pemerintah terus memastikan ketersediaan pertamax di Pulau Jawa siap, jika Permen diberlakukan. “Tentu kebijakan itu akan dimulai di Jawa, karena infrastrukturnya seperti kesediaan SPBU-nya cukup. Kita hanya memerlukan sosialisasi,” kata Hatta, Jumat pekan lalu. Nada dukungan juga datang dari gedung wakil rakyat di Senayan. Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar misalnya, menilai kebijakan tersebut patut diapresiasi.  “Saya apresiasi kepada Menteri ESDM karena

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

tidak patut mobil mewah milik orang kaya menggunakan BBM bersubsidi,” katanya, Rabu pekan lalu. Meski sinyal-sinyal lahirnya Permen makin pasti, agaknya menarik menyimak apa yang disampaikan Sofyano Zakaria, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi). Kata dia, pembatasan BBM bersubsidi harus jelas dasar hukumnya. “Ketika sebuah larangan ditetapkan dan diberlakukan ke masyarakat, harus memiliki dasar hukum yang jelas, tegas dan bukan hanya berpedoman kepada peraturan menteri,” katanya. Sebab, aturan itu dapat dimaknai publik sebagai amar larangan bagi masyarakat tertentu untuk mempergunakan BBM bersubsidi. Selain itu, pembatasan pembelian BBM bersubsidi pada jenis-jenis kendaraan tertentu, berpotensi menyulitkan para operator SPBU. Misalnya, bagaimana menentukan kapasitas mesin sebuah kendaraan sudah menjadi masalah tersendiri bagi para operator. Kalau pun dikeluarkan aturan mempergunakan stiker, bagaimana jika stiker tersebut hilang atau sengaja dihilangkan? Wah, Permen pembatasan itu agaknya bakal mudah diterbitkan, tapi tak gampang dilaksanakan. n

21


bisnis sepekan

Tiga Tahun Hanya Rp 600 Triliun TEKS Hideko FOTO asep rochyadi

I

nvestor asing (PMA) tampaknya masih ragu-ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Buktinya, selama tiga tahun terakhir, investor yang benar-benar merealisasikan investasinya cuma bernilai Rp 600 triliun. Padahal, izin yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk PMA mencapai nilai Rp 2.000 triliun. Krisis global boleh jadi merupakan salah satu faktor yang membuat realisasi investasi PMA di tanah air sangat kecil. Faktor lainnya, seperti dikatakan oleh Tamba P. Hutapea, Deputi Perencanaan Investasi BKPM, dikarenakan minimnya sarana penunjang seperti listrik dan air bersih. Birokrasi perizinan di daerah serta lemahnya koordinasi antar departemen juga kerap dikeluhkan para investor. Belum lagi masalah kepastian hukum. “Para investor juga sering menghadapi masalah pembebasan lahan, terutama di sektor pertambangan dan pertanian,� kata Tamba. Dengan berbagai kendala tersebut, Tamba masih optimistis realisasi investasi tahun ini akan mencapai Rp 283,5 triliun atau sesuai dengan target. Kemudian pada 2013 akan meningkat lagi menjadi Rp 390,3 triliun dan tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp 506,9 triliun. Investasi yang masuk ke Indonesia seharusnya bisa lebih besar lagi jika berbagai hambatan bisa dihilangkan. Namun, sejak pemerintahan Orde Baru hingga sekarang, masalah tersebut tak juga bisa diatasi. Entah kenapa. n

Agresif Membangun Pabrik TEKS Hideko FOTO riset

P

rogram konversi minyak tanah ke elpiji yang diprakarsai mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mulai menampakkan hasil. Laporan audit BPK menyebutkan, program konversi minyak tanah ke gas elpiji selama kurun 2007-2010 berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 21 triliun. Angka ini lebih rendah dari klaim pemerintah, yakni Rp 37 triliun. Kecilnya anggaran yang bisa dihemat, menurut Hadi Poernomo, Ketua BPK, karena pelaksanaan program konversi energi tidak didukung perencanaan yang baik. Sejak program ini digulirkan pada tahun 2007 hingga 2010, pemerintah telah berhasil menarik minyak tanah sebesar 6,9 juta kiloliter. Penarikan BBM bersubsidi tersebut membuat anggaran subsidi bisa dihemat sekitar Rp 37,08 triliun. Dari penghematan tersebut, Rp 25,64 triliun dikembalikan ke APBN untuk program subsidi lainnya. “Sisanya untuk pengadaan kompor dan tabung elpiji,� kata Evita H. Legowo, Dirjen Migas Kementerian ESDM. n

22

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


bisnis sepekan

Lebih Murah Lewat Syariah TEKS Hideko FOTO riset

J

ika ingin mengajukan kredit kendaraan bermotor dengan uang muka atau down payment (DP) kecil, datanglah ke perusahaan multifinance syariah. Ini nasihat gratis dari Mulabasa Hutabarat, Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Soalnya, aturan DP minimum sebesar 20% untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) roda dua dan 25% untuk KKB roda empat tak berlaku bagi multifinance syariah. Kebijakan yang terkesan pilih kasih itu dimaksudkan untuk meningkatkan bisnis multifinance syariah. Sebagai gambaran, selama periode Juni 2011-Februari 2012, pembiayaan kendaraan bermotor melalui multifinance syariah baru Rp4,11 triliun. Bandingkan dengan pembiayaan lewat multifinance konvensional yang mencapai Rp156,98 triliun. Menurut Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiyaan Indonesia (APPI), kebijakan yang diambil Bappepam-LK cukup adil. “Selama ini bisnis multifinance syariah tertinggal dari yang konvensional,” katanya. n

Membangun Citra Perusahaan dengan Kantor Murah Ala SMESCO Community A

nda pasti sepakat bahwa kesuksesan sebuah bisnis tidak hanya dibangun melalui mutu produk semata, tetapi juga melalui kepiawaian Pengusaha membangun citra perusahaan yang tercermin antara lain melalui fisik kantor. Sebuah kantor yang representatif berbicara lebih banyak dibandingkan presentasi yang Anda sampaikan kepada klien di lobby hotel mewah sekalipun. Sayangnya, memiliki kantor yang representif terbilang cukup mahal di Jakarta. Jika Anda satu di antara banyak pebisnis yang mencari kantor strategis dengan harga terjangkau, SMESCO Community Network (SCN) bisa jadi solusi. Konsep “low budget office” yang diperkenalkan SCN memungkinkan Anda memanfaatkan beragam fasilitas perkantoran mewah yang digunakan bersama dengan anggota inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

lainnya tanpa perlu membayar biaya operasional kantor termasuk biaya listrik, air, hingga gaji staff. Adinda Putri, seorang pengusaha travel asal Bekasi mengungkap bahwa sejak bergabung dengan SCN semakin banyak klien yang menggunakan jasa perusahaannya “omset naik sampai dua kali lipat!” tambahnya. Paket perkantoran yang dibandrol dengan tarif mulai 10 Juta per tahun ini menawarkan banyak kemudahan seperti solusi legalitas, domisili, penanganan telepon, mini office, work station, meeting room, dan lounge. Pastikan Anda jadi bagian dari keluarga besar SCN di SME Tower lantai 10, Jl. Gatot Subroto Kav. 94, Pancoran, Jakarta Selatan. Telp: (021) 7919 4757 / 0853 1304 7070 (Sdr. Sohib). n

23


bisnis cbu

Importir Mobil Tak Importir tak akan leluasa mendatangkan mobil CBU. Mereka menunggu aturan baru dari pemerintah. TEKS AS Riyanto Foto Asep Rochyadi

J

alanan terus sesak oleh kendaraaan bermotor. Namun, animo masyarakat untuk memiliki mesin beroda dua atau empat tetap tinggi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil di tiga bulan pertama 2012 sebanyak 225.739 unit atau naik 10% dari penjualan pada periode sama tahun lalu yang mencapai 249.589 unit. Gaikindo yakin tahun ini penjualan

24

mobil di Indonesia tembus 900 ribu unit. Adapun tahun 2013, diprediksi penjualan mebil mencapai 1 juta unit. Sementara penjualan sepeda motor di tanah air justru menurun. Penjualan sepeda motor pada kuartal pertama 2012 sebesar 1.931.930 unit atau turun 3,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Namun, penjualan mobil dan sepeda motor tahun ini dibayang-bayangi penurunan. Penyebabnya, pemerintah akan

menerapkan kebijakan penaikan uang muka kredit kendaraan bermotor. Kebijakan ini mengharuskan uang muka minimal 25% untuk sepeda motor dan 30% untuk kredit mobil. Kebijakan yang akan diterapkan Juni 2012 ini untuk meningkatkan kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit dan menekan angka kredit bermasalah. Pertengahan tahun ini, pemerintah juga akan melarang produsen dan distributor resmi atau Agen Pemegang Merek (APM) menjual mobil dalam bentuk impor alias completely built up atau CBU. Aturan ini tentu saja membuat keresahan pelaku otomotif di Indonesia bertambah. Padahal saat ini CBU menjadi salah satu andalan Agen tunggal pemegang merek

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


bisnis cbu Chevrolet Orlando. Mobil ini diimpor utuh langsung dari Korea Selatan. Produsen lain yang juga gencar menambah sejumlah varian terbaru yang diimpor secara utuh dari luar negeri ialah PT Toyota Astra Motor, yang segera mendatangkan Toyota Camry 2013 ke Indonesia pada 2012 ini. Toyota juga akan memasarkan Toyota Vios TRD Sportivo tahun ini langsung dari Thailand. Impor CBU dari Thailand, misalnya, ada Mazda2, Ford Fiesta dan Ranger, Honda City, Civic, Accord. Kemudian Toyota Yaris, Vios, Corolla Altis, dan Camry. Juga Nissan March dan Teana. Ada pula CBU Jepang sekelas Toyota Alphard, Mazda RX-8, CX-7, dan CX-9, Honda Odyssey hingga Nissan Elgrand. Begitu pula mobil-mobil CBU yang didatangkan dari Eropa, seperti BMW, MINI, Mercedes Benz, dan Peugeot. Se-

Kami sudah melakukan investasi, perakitan, jangan lantas dipersulit memperluas portofolio produk kami. Freddyanto Basuki, Kepala pemasaran Domestik KMI

sia. Ini dimungkinkan berkat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 39/M-DAG/PER/10/2010 tentang Ketentuan Impor Barang Jadi. Namun, sebentar lagi mereka tak lagi bisa sebebas sekarang. Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan bahwa Permendag itu tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. MA telah mengatur untuk mencabut Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 1 angka 3. MA juga memberikan tenggang waktu bagi Kementerian Perdagangan untuk membuat regulasi baru sampai akhir Mei 2012. Pasal 2 Ayat (1) menegaskan bahwa produsen dapat mengimpor barang jadi untuk mendorong pengembangan usahanya. Sedangkan Pasal 1 angka 3 dikemukakan definisi barang jadi, yakni barang yang tidak digunakan dalam proses produksi yang dapat diimpor oleh produsen sesuai dengan izin usaha industri atau izin usaha lain yang sejenis yang diterbitkan oleh instansi teknis yang berwenang. Pencabutan Permendag tersebut membuat produsen importir kendaraan was-was. Johannes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, ATPM sepeda motor juga masih menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi baru. Adapun Freddyanto Basuki, Kepala

Akan Ngebut Lagi (ATPM). Pemain besar bisnis otomotif di Indonesia sangat menikmati produk CBU. Ada PT Toyota Astra Motor (TAM) dengan Toyota Camry, Altis, Vios, hingga jenis pick up, Toyota Hilux. PT Honda Prospek Motor (HPM) memasukkan sejumlah produk mobil secara utuh dari luar negeri, seperti Jazz, Accord, Freed, Oddysey, City, dan Brio. Adapun produk CBU PT Ford Motor Indonesia (FMI) yang meramaikan pasar Indonesia adalah All New Ford Fiesta, Ford Ranger, Ford Everest, serta All New Focus. Tahun ini, Ford akan mendatangkan kabin ganda Ford Ranger dari Thailand. Begitu pula PT General Motors Indonesia (GMI) yang memasukkan CBU barunya, yakni

mentara dari Korea ada KIA Sportage, Hyundai Tucson hingga Chevrolet Orlando.

Menunggu dan Menunggu Di sepeda motor, ada Kawasaki yang menjual motor asal Thailand seperti Ninja 250, Ninja 150 series, KLX series, ZX6R, dan ER6. Selama 2011 tercatat sekitar 87 ribuan adalah produk CBU. Padahal total penjualan Kawasaki sekitar 100 ribuan lebih dikit. Artinya hampir 80% adalah produk impor. Sedangkan Honda, memasukkan PCX, CBR 150R, ataupun CBR 250R. Selama ini, semua produsen otomotif maupun importir umum bisa mengimpor mobil-mobil dan menjualnya di Indone-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Pemasaran Domestik KMI menyatakan, pemerintah seharusnya lebih berpihak kepada ATPM yang sudah punya pabrik di Indonesia. Kewenangan impor dan memasarkan produk CBU di Indonesia diperlukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan beragam pilihan pada konsumen. “Kami sudah melakukan investasi, perakitan, jangan lantas dipersulit memperluas portofolio produk kami,� kata Freddyanto. Hal senada juga dilontarkan oleh produsen dan importir mobil. Menurut Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum GAIKINDO, saat ini produsen mobil tengah menunggu ajakan dari pemerintah untuk merumuskan peraturan pengganti dari Permendag 39/2010. n

25


bisnis rumput laut

Dalam Kerenyahan Rumput Laut Potensi rumput laut sangat besar. Investor mulai meliriknya. TEKS AS Riyanto FOTO Riset

P

otensi perairan Indonesia memang luar biasa. Total luas perairan laut negeri ini mencapai 5,8 juta km2. Luas itu terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teritorial, 2,8 juta km2 perairan nusantara dan zona ekonomi ekslusif 2,7 km2. Adapun garis pantai Indonesia terpanjang keempat di dunia dengan panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer (km). Sayangnya, potensi itu tak tergarap dengan baik. Rumput laut, misalnya. Produksi rumput laut pada tahun lalu 4,3 juta ton terdiri dari rumput laut jenis glacilaria kering 95.200 ton. Produk itu hanya 50% dari kapasitas pabrik pengolahan rumput laut. Produksi rumput glacilaria sebagian besar dihasilkan dari Sulawesi Selatan, sedangkan produksi dari Jawa Barat hanya 2,4% atau 2.300 ton. Produksi rumput laut glacilaria kering di dunia sekitar 2,5 juta ton. Indonesia saat ini merupakan negara

26

pengekspor rumput laut terbesar kedua di dunia dan dengan pangsa pasar 20,74%, setelah Tiongkok dengan penguasaan pasar 21,64%. Sementara negara tujuan ekspor rumput laut di antaranya Tiongkok, Filipina, Vietnam, Hong Kong, dan Eropa. Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan, mengakui volume ekspor rumput laut saat ini masih kecil. Selain itu, industri pengolahan rumput laut di dalam negeri masih kekurangan pasokan. “Kita masih bisa menyerap 5 juta ton rumput laut basah,� katanya. Namun, tak gampang bagi petani untuk mengembangkan rumput laut. Penyebabnya, investasi rumput laut tidak sedikit. Perhitungannya, proyek budidaya rumput laut dengan 250 rakit apung dengan ukuran 7x7 meter diusahakan secara kelompok oleh 5 orang petani nelayan plasma. Setiap rakit apung terdapat 500 titik tanaman rumput laut atau

125 ribu titik tanaman untuk 250 rakit apung. Total dana yang dibutuhkan untuk kelompok petani rumput laut Rp 50 juta hingga Rp100 juta. Dengan pemeliharaan 45 hari, setiap titik menghasilkan 0,8 kg rumput laut basah atau total produksi selama satu periode adalah 100 ribu kg atau 600 ribu kg rumput laut basah. Produksi tersebut menghasilkan 60 ribu kg rumput laut kering (kadar air 30%) dalam satu tahun. Bila harga jual rumput laut kering Rp 4.000 per kg di tingkat petani/nelayan, maka diperoleh Rp 249 juta per tahun. Nah, pemerintah kini berupaya mendongkrak produksi rumput laut. Produksi rumput laut tahun ini ditargetkan naik 18,6% atau menjadi 5,1 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu 4,3 juta ton. Agar target yang digaungkan tersebut tercapai, pemerintah telah menyiapkan sejumlah paket bantuan. Paket bantuan tersebut bernilai Rp 7,3 miliar. Selain pemerintah, perbankan pun ikut melirik komoditas ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Jabar Banten (BJB) merangkul Yayasan

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


bisnis rumput laut Al-Bahri Nusantara menggulirkan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Pantai Utara Jawa Barat melalui pengembangan usaha budi daya Rumput Laut glacilaria sp secara terpadu (PPMP). Tahap I efektif dimulai sejak Februari 2011, merupakan pengembangan dan pemantapan kegiatan budi daya (on farm activity) dengan target pengembangan budi daya rumput laut dengan luasan usaha minimal 100 ha dan melibatkan minimal 100 orang. Dari tahap I dicapai pengembangan budi daya rumput laut dengan luas lahan 270.49 ha melampaui target 100 ha dan melibatkan 108 orang dari target 100 orang. Bibit yang ditanam di lahan seluas 270.49 ha itu mencapai 332,90 ton. Hal sama juga dilakukan BNI. Bank BUMN ini menyalurkan kredit sebesar Rp 6 miliar untuk daerah Pulau Naen di Minahasa Utara yang telah dibangun Kampoeng BNI sebagai penghasil rumput laut. Rencananya Kampoeng BNI akan diresmikan pada bulan depan dan BNI telah menganggarkan sebesar Rp 2 miliar masing-masing Rp 1 miliar untuk pedagang perantara dan Rp 1 miliar untuk kelompok budi daya. Sedangkan Rp 4 miliar nanti akan menyusul berikutnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan. Volume ekspor masih kecil

Dilirik Investor Meskipun produksi masih kekurangan bahan baku, investasi membuat pabrik pengolahan rumput laut terus berkembang. Tahun ini ada empat investor yang akan membangun pabrik pengolahan rumput laut menjadi karaginan, dengan total nilai investasi sekitar Rp 160 miliar. Karaginan adalah senyawa polisakarida hasil ekstraksi rumput laut. Produk ini banyak digunakan dalam industri pangan farmasi kosmetika tekstil keramik dan juga sebagai bahan penstabil pen-

gental pembentuk gel pengemulsi dan lainnya. Tiga dari empat pabrik pengolah karaginan itu berlokasi di Bau Bau dan Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), serta Sumbawa (Nusa Tenggara Barat). Setiap pabrik dipersiapkan mampu mengolah 9 ton rumput laut kering per hari. Khusus pabrik yang berlokasi di Palu, investor bermitra dengan perusahaan makanan asal Jepang. n

Panen Rumput laut. selain pemerintah, perbankan ikut melirik

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

27


bisnis keramik

I

Pabrik Keramik. Terhambat pasokan gas

Galau SNI Industri Keramik Produk keramik harus wajib SNI. Selain serbuan keramik Cina, industri ini juga kekurangan bahan baku. TEKS AS Riyanto FOTO Dahlan Rebo Pahing, Riset

28

ndustri keramik ternyata mudah pecah. Industri ini rentan terhadap pasokan gas dan membanjirnya keramik impor. Untuk menangkal serbuan produk asing, pemerintah akan memberlakukan 3 SNI wajib bagi produk keramik mulai September tahun ini. SNI wajib tersebut bagi produk peralatan makan keramik (tableware), kloset duduk, keramik ubin, dan keramik dinding yang meliputi 10 nomor pos tarif yang berbeda. Industri keramik memang terus menanjak belakangan ini. Omzet penjualan industri keramik nasional diproyeksikan akan mencapai Rp 21 triliun tahun ini. Target ini lebih tinggi dari capaian tahun lalu yang mencapai angka Rp 19 triliun. Bahkan omzet industri keramik di kuartal I 2012 naik 10,5% menjadi Rp 4,2 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Investor juga terus menambah pembiayaannya. PT Arwana Citramulia Tbk, misalnya. Produsen keramik terbesar kedua nasional ini mengincar penjualan bersih pada 2012 tembus Rp1,07 triliun, naik 15,48% dibandingkan dengan proyeksi tahun lalu Rp930,65 miliar. Peningkatan itu diimbangi meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 41,37 m2 ton per tahun dari posisi tahun lalu 40,87 juta m2 per tahun. Ini dilakukan dengan peningkatan kapasitas terpasang dilakukan dengan cara ekspansi kapasitas tahap ketiga untuk pabrik 3 C yang berlokasi di Gresik Jawa Timur. Selain itu, manajemen perseroan juga mengungkapkan rencana ekspansi pembangunan pabrik baru di luar Jawa, yakni Kalimantan dan Sumatra guna mengantisipasi tingkat utilitas produksi perseroan yang kini sudah mencapai 91% dan meningkat menjadi 97% pada 2012. Biaya investasi pembangunan pabrik dengan kapasitas 10 juta m2 per tahun itu kurang lebih US$22 juta—US$25 juta. Namun, ya itu tadi, ancaman keramik asing sangat menakutkan pemain keramik. Bahkan menurut Elisa Sinaga, Sekretaris Jenderal Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), tahun ini penjualan keramik bisa sama dengan tahun lalu, sebesar Rp 19 triliun. Nilai itu dibagi Rp 15 triliun untuk pasar domestik dan ekspor Rp 4 triliun. Nah, Rp 15 triliun tersebut masih harus berebut dengan keramik asal Cina. Achmad Widjaja, Ketua Umum Asaki, memperkirakan keramik impor saat ini mencakup 30% dari nilai pasar keramik

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


bisnis keramik yang tahun lalu mencapai Rp15 triliun itu. Bahkan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) tahun lalu menemukan indikasi adanya praktik dumping dari produk keramik tableware yang diimpor dari China. Praktik ini bisa berdampak buruk dan menyebabkan kerugian bagi industri lokal yang memproduksi barang sejenis. Agar keramik asal Cina tak menginvasi pasar Indonesia, pemerintah membuat pagar dengan penerapan SNI. Menurut Achmad Widjaja, penerapan SNI tersebut untuk mencegah peredaran barang berkualitas rendah yang akhir-akhir ini sering ditemukan di pasar domestik. “Akhir-akhir ini impor dari China naik lagi. Barang-barang tidak sesuai standar dimasukkan secara borongan ke Indonesia lalu dijual dengan harga semurah-murahnya,� katanya. Penerapan SNI wajib, lanjut Achmad, akan melengkapi instrumen perlindungan lainnya yang telah diterapkan bagi industri keramik Indonesia. Selain penerapan standar, industri keramik dalam negeri juga memang dilindungi melalui tarif bea masuk yang tinggi, kewajiban verifikasi impor di pelabuhan muat dan tarif bea masuk pengaman (safeguard).

Gas Mampet Selesai? Tidak juga. Industri ini juga kekurangan pasokan gas. Pada tahun 2011, kebutuhan gas untuk industri keramik mencapai 100 mscfd hingga 120 mmscfd. Tapi hanya terpenuhi sebanyak 50 mmscfd. Yang lebih menyedihkan lagi, pasokan gas untuk Industri tersebut tersendat sejak kuartal IV-2011. Padahal kebutuhan gas untuk industri keramik mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10% per tahun. Akibatnya, industri ini galau. Contohnya PT Platinum Ceramics Industry. Produsen keramik ini terpaksa menunda peluncuran produk baru yang menjadi tren 2012 hingga semester II. Platinum biasanya meluncurkan produk dengan desain terbarunya setiap November atau minimal satu bulan sebelum memasuki tahun baru. Hanya saja, karena sepanjang 2011 kepastian pasokan gas tidak dapat ditentukan, perusahaan tersebut terpaksa menunda pameran desain keramik yang bakal mewarnai tren sepanjang 2012. “Semula kami tunda hingga Maret 2012, tetapi karena sampai sekarang jumlah pasokan gas juga belum bisa dipastikan,

Toko Keramik. Ancaman keramik asing sangat menakutkan

Akhir-akhir ini impor dari China naik lagi. Barang-barang tidak sesuai standar dimasukkan secara borongan ke Indonesia lalu di jual dengan harga semurah-murahnya. Achmad Widjaja, KeTua Umum ASAKI akhirnya pameran motif dan desain keramik kami tunda lagi hingga Juni,� ujar Welly Santoso, Direktur PT Platinum Ceramics Industry. Keluhan senada juga datang dari PT Asri Pancawarna (Indogress). Akibat kurangnya pasokan gas, pada 2011 lalu, Indogress hanya mampu memakai 75% dari kapasitas terpasang pabrik yang sebesar 500 ribu per m3. Untuk meningkatkan utilisasi pabrik, Indogress membutuhkan gas sebesar 1,8 juta mmscfd. Saat ini pasokan gas yang didapatkan Indogress sebesar 1,6 juta mmscfd. Jika kebutuhan gas bisa terpenuhi maksimal, produksi juga akan meningkat. Peningkatan tersebut, menurut Hendrata Atamoko, Vice President Director PT Asri Pancawarna, seiring dengan permintaan keramik di pasar dalam negeri yang terus tumbuh lantaran terdorong pasar properti. Dengan pertumbuhan itu, peluang meningkatkan penjualan juga naik walau harus bersaing dengan produk keramik impor. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Kelompok Produk Keramik 1. Keramik ubin Ubin lantai, ubin perapian atau ubin dinding 2. Keramik Saniter Bak cuci, wastafel, alas baskom cuci, bak mandi, bidet, bejana kloset, tangki air pembilasan, tempat kencing, dan perlengkapan saniter semacam itu dari keramik, dari porselen atau tanah lempung 3. Keramik tableware Perangkat makan, perangkat dapur, perlengkapan rumah tangga lainnya. n

29


TEKS Mikail FOTO Riset Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

31


S

uasana tegang, panik dan khawatir kembali melingkupi seluruh penduduk Serambi Mekah. Itu terjadi ketika Rabu pekan lalu, provinsi ini kembali dilanda gempa besar berkekuatan 8,5 skala richter dan beberapa wilayah pesisir Sumatra lainnya. Bayangan tsunami di tahun 2004 lalu seakan kembali menguak. Rasa tegang, takut, dan entah apalagi seperti menggelayut. Padahal, Nanggroe Aceh Darussalam alias NAD baru saja bernapas lega setelah hajatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) rampung digelar pada, Senin 9 April 2012. Pilkada itu berlangsung aman. Kendati hajatan Pilkada Aceh kedua (setelah perjanjian damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka) diteken di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005 silam, sempat diwarnai de-

pasukan belanda pada saat berperang dengan aceh

ngan insiden berdarah di beberapa wilayah. Pilkada memang menjadi ajang perebutan kekuasaan di NAD yang selalu sarat dengan konflik. Perdebatan panjang yang berujung pada beragam gugatan yang dilayangkan sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi (MK), menjadikan Pilkada Aceh molor dari rencana awal di tahun 2011. Ancaman boikot pun mengemuka. Akibatnya, rentetan peristiwa berdarah menyertai. Kasus penembakan misterius terjadi di beberapa titik di NAD. Dan hingga kini tak jelas siapa pelaku yang bergaya koboi itu. Perdebatan baru mereda setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menggugat Komisi Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi, terkait tahapan penyelenggaraan Pilkada Aceh pada awal Januari 2012. Gugatan itu dilayangkan agar penyelenggara Pilkada membuka kembali pendaftaran dan partai yang berhak ikut Pilkada bisa mendaftar. Otomatis acara pemilihan pun kembali molor. “Ini demi keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih aman, nyaman, dan demi terwujudnya

32

Aceh untuk masa lima tahun ke depan,� kata Gamawan beberapa waktu lalu. Walhasil Pilkada Aceh ditunda hingga 9 April 2012 lalu. Dan keputusan itu disambut baik. Bahkan mereka yang semula mengancam boikot, karena menolak kehadiran calon independen, pun setuju ikut Pilkada. Akhirnya lima pasang kandidat calon Gubernur Aceh ditetapkan. Mereka adalah pasangan Tgk Ahmad Tajudin-Suriansyah, Irwandi YusufMuhyan Yunan, Darni Daud-Ahmad Fauzi, Muhammad Nazar-Nova Iriansyah, dan dr Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.

Dipantau serius Ketegangan menjelang Pilkada dengan rentetan aksi kekerasan menjadikan penyelenggaraan Pilkada Aceh jadi perhatian serius banyak pihak. Pelaksanaan pemilihan juga jadi sorotan dunia internasional dengan hadirnya tiga lembaga

Acara Pelepasan Merpati saat hajatan Pilkada

Perang tak menyisakan siapa yang menang. Satu yang pasti, kekalahan justru dirasakan warga sipil. pemantau internasional, seperti Asian Network for Free Election alias Anfrel, Kedutaan Uni Eropa dan Kedutaan Amerika Serikat. Mereka melakukan pemantauan tahapan demi tahapan Pilkada. Selain tiga pemantau asing, ada sekitar 15 lembaga lokal dan nasional yang juga memantau pelaksanaan Pilkada. Sementara untuk mengamankan pelaksanaannya, sebanyak 34.720 orang personel gabungan TNI dan Polri serta Linmas dikerahkan. Para personel ini bertugas untuk mengamankan 9.700 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada.

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Pengamanan ketat ini tak lain dari upaya menjaga perdamaian di Serambi Mekah semenjak perjanjian damai pada, 15 Agustus 2005 di Helsinski, Finlandia.

Penuh kekerasan Kekerasan memang lekat dengan bumi Serambi Mekah. Sebelum perdamaian Helsinki digagas mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di tahun 2005 lalu, Aceh ibarat buku yang dipenuhi kisah kekerasan dan tetesan darah. Menarik untuk melihat ulasan Dr Baskara T Wardaya SJ, Dosen Program Magister Ilmu Religi dan Budaya (IRB) Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Menurutnya, sejarah kelam penuh kekerasan yang memakan banyak korban jiwa sudah berlangsung lama. Sejarah juga mencatat konflik militer yang terjadi di Aceh cenderung pelik dan berkepanjangan. Di tahun 1873, misalnya, tentara kolonial Belanda men-

man Orba Semangat memberontak dan melawan atas kekuatan ‘asing’ agaknya terus terpatri dalam diri warga Aceh. Kemerdekaan Republik Indonesia, nyatanya juga tak menyurutkan semangat perlawanan rakyat Aceh. Pada zaman Orde Baru, upaya untuk menguasai unsur-unsur perlawanan di Aceh melalui berbagai operasi militer (termasuk pemberlakuan status Daerah Operasi Militer, 1989-1998), kembali mendapat perlawanan yang terbungkus dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Operasi militer yang digelar TNI terbukti tak menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya perlawanan dengan cara gerilya makin mengobarkan semangat dan sikap anti terhadap penguasa pemerintahan pusat.

Sipil jadi korban Perang tak menyisakan siapa yang menang. Satu yang pasti,

Tsunami Aceh 2004, meninggalkan trauma

coba menyerang Banda Aceh (Kotaraja) dengan 3.000 personel militer bersenjata lengkap. Perlawanan gigih rakyat Aceh berhasil memukul pasukan Belanda bahkan Panglima Perang Belanda tewas bersama 80 tentaranya. Ketika Belanda datang lagi dengan kekuatan pasukan berlipat, lagi-lagi kekuatan resistensi rakyat dan militer lokal yang amat tangguh dan terorganisir mampu membuat pasukan bersenjata lengkap itu kewalahan (Ricklefs: 1993). Pada Januari 1874 Belanda sempat mengumumkan kemenangan atas Aceh, tetapi semangat perlawanan rakyat di sana tetap bergelora dan perang untuk membebaskan diri dari penjajahan Belanda terus berlanjut. Pada tahun 1903, perang gerilya terus berlangsung sampai tahun 1914. Bahkan, pada tahun 1942 sesaat menjelang kedatangan Jepang, orang Aceh kembali memberontak. Saat terjadi revolusi sosial tahun 1946, para pemimpin lokal dukungan Belanda (para Ulebalang) dikalahkan kelompok Ulama. Perang tak menyisakan siapa yang menang. Satu yang pasti, kekalahan justru dirasakan warga sipil za-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

kekalahan justru dirasakan warga sipil. Konflik berdarah berkepanjangan di Aceh sudah menelan ratusan ribu jiwa. Konon, di zaman Belanda, sekitar 100.000 nyawa orang Aceh melayang. Sementara, di zaman Orde Baru dan setelahnya jumlah korban konflik di Aceh mencapai belasan ribu. Dalam catatan Kontras Aceh tahun 2000, misalnya, setidaknya ada 1.632 orang yang menjadi korban berbagai tindak kekerasan oleh aparat negara. Lalu, bagaimana Aceh setelah Pilkada 2012 lalu? Siapapun yang tampil memimpin Nanggroe Aceh Darussalam tak perlu dipersoalkan benar. Yang penting adalah bagaimana Aceh tak lagi berhiaskan kekerasan. Dan tak perlu lagi wilayah ini dijadikan ajang unjuk kekuatan bagi militer. Jadi yang penting, siapapun pemimpin yang tampil tak lagi menebarkan virus ‘merdeka’ dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, sikap perlawanan dan semangat ‘merdeka’ yang berujung pada konflik berkepanjangan jauh lebih menyakitkan ketimbang apapun bencana alam yang mengintai. n

33


Masjid Baiturrahman

Kemilau Aceh Yang Aceh atau Nanggroe Aceh Darussalam seperti menjadi sebuah ironi. Bentang alamnya yang penuh dengan kekayaan, pada kenyataannya tidak mampu mengangkat derajat hidup anak negerinya sendiri. TEKS Mikail Foto Riset

M

Seulawah, pesawat pertama yang dimiliki Maskapai Penerbangan Indonesia

34

ungkin sedikit yang masih ingat, bila Aceh yang kini bernama Nanggroe Aceh Darussalam punya sejarah indah di masa lalu. Contoh yang kerap terdengar walau sayup-sayup adalah bagaimana Aceh punya andil besar dalam keberadaan maskapai penerbangan nasional di Indonesia yang kini bernama Garuda Indonesian Airways. Di tahun 1949 Garuda memiliki pesawat pertama yang dinamakan Seulawah, atau Gunung Emas, sebuah nama gunung ternama di Aceh. Bukan tanpa alasan tentunya. Sebab, pesawat jenis DC-3 seharga 120.000 dolar Malaya atau seharga 20 kilogram emas itu dibeli dari sumbangan rakyat Aceh ketika itu. Tapi itu hanyalah cerita sepenggal kisah masa lalu. Sebab, Aceh kini justru masuk dalam status kenestapaan. Mengutip data nota perhitungan APBD tahun 2005, misalnya, NAD masuk dalam status provinsi termiskin kedua di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data tersebut mencatat ada 1.762.214 jiwa atau 34,9% penduduk yang masuk dalam kategori miskin di Aceh. Hitungan lebih besar juga pernah dilansir

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Forum Bersama (Forbes) DPR-RI dan instansi terkait yang menyebut kemiskinan di Aceh mencapai 1.898.072 jiwa atau 47,8%. Data ini, bagi sebagian pengamat, sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Kemiskinan di NAD, konon lebih disebabkan tidak fokusnya para pengambil keputusan dalam menerapkan perencanaan pembangunan ekonomi. Majalah Ilmiah Unimus, dalam artikel yang berjudul Ekonomi Aceh: Ketergantungan dan Keterbelakangan menyebut, akibat kurang fokusnya pembangunan ekonomi kerakyatan dan pemacuan pertumbuhan riil, yang tersisa hanyalah ketergantungan dan keterbelakangan di NAD. “Lihat saja bagaimana pasar-pasar di sana dengan beragam kebutuhan dan denyutnya seolah dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan di luar NAD,” demikian sepenggal uraian artikel tersebut. Bencana tsunami di tahun 2004 juga makin membuat keterbelakangan dan ketergantungan NAD terhadap dunia luar. Ta-

dak ada habisnya dalam hal perdagangan. Di masa keemasannya itu, Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, memiliki kekuasaan yang terbilang luas. Sampai-sampai dalam sebuah suratnya kepada Ratu Inggris Elizabeth I—yang mengirimkan utusan ke Aceh—sang Sultan berujar, “Sayalah sang penguasa perkasa negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam.” Surat itu terbit tahun 1585 dan kini masih disimpan pemerintah kerajaan Inggris.

Memudar hap rehabilitasi dan rekonstruksi, yang dilakukan dan disebut-sebut punya nilai nominal luar biasa, nyatanya tak lebih dari sekadar angka. Mengutip A. Rachman Lubis, Ketua Bappeda Aceh, ekonomi Aceh mengalami buble economy pasca tsunami. “Artinya, kelihatannya besar, tapi ternyata kosong,” papar Rachman seperti dikutip Aceh Magazine.

Kejayaan masa lalu Sejarah memang kerap tak terulang. Masa keemasan seperti tak lagi berpihak pada NAD. Melongok masa lalu, sejak zaman Kesultanan Aceh di abad 16 hingga masa kolonial, Aceh telah menjadi inspirasi sekaligus konspirasi yang ti-

Sayalah sang penguasa perkasa negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam. Sultan Iskandar Muda

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

35


Aceh merupakan salah satu bangsa di pulau Sumatra yang memiliki tradisi militer dan pernah menjadi bangsa terkuat di Selat Malaka, yang meliputi wilayah Sumatra dan Semenanjung Melayu. Kenyataan itulah yang mendorong Ratu Elizabeth I mengirim utusannya, Sir James Lancester tadi. “Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam,� begitu torehan di sampul surat dari sang Ratu untuk Sultan kala itu. Surat tersebut dikirim bersama seperangkat perhiasan sebagai persembahan. Saat itu Inggris meminta izin sang Sultan agar armada lautnya bisa berlabuh dan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh. Hubungan ini terus berlanjut pada masa Raja James I di mana sebuah meriam dipersembahkan untuk Sultan Aceh. Meriam itu kini masih terawat dan dikenal dengan nama Meriam Raja James. KesultananTidak hanya menunggu kedatangan bangsa asing, Aceh di masa itu juga kerap mengirim utusan ke kerajaan negeri biru. Kesultanan Aceh Darussalam pernah mengutus rombongan dagang yang dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid untuk datang ke Belanda di masa kekuasaan Pangeran Maurits – pendiri dinasti Oranye di Belanda.

Tari Saman

36

Konon, rombongan inilah yang dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang singgah di Belanda, atau mungkin Eropa. Tuanku Abdul Hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia di negeri oranye. Pihak kerajaan kemudian memakamkan jasad Tuanku Abdul Hamid dengan upacara kebesaran dan memakai upacara agama Nasrani di pekarangan sebuah gereja. Hubungan diplomasi Aceh merambah hingga ke Turki. Saat itu, Kesultanan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap Sultan Utsmaniyah yang berkedudukan di Istanbul dengan membawa persembahan berupa sekarung lada Aceh (Lada Sicupak). Sebagai balasan, Kesultanan Ustmaniyah mengirimkan sebuah meriam dan beberapa ahli perang untuk membantu pasukan kerajaan Aceh. Meriam itu kini masih terjaga dan dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak dan berada di desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak.

Konflik kepentingan Catatan sejarah, setidaknya menggambarkan betapa misi perdagangan Kesultanan Aceh sudah demikian luasnya. Namun di lain sisi, posisi strategis Aceh yang terletak di Selat Malaka telah mengundang berbagai konflik kepentingan bangsa-bangsa Eropa. Bangsa seperti Inggris, Portugis, Belanda, bahkan Prancis saling berebut hegemoninya di kawasan Aceh. Bisa dimaklumi sebab, bagi bangsa Eropa, Selat Malaka merupakan perlintasan strategis bagi jalur perdagangan mereka. Posisi yang otomatis membawa Aceh

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Tanker LNG, Aceh memiliki ratusan miliar kubik cadangan gas

ke dalam jalur perdagangan global. Posisi strategis itu didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Di masa kesultanan, Aceh merupakan sumber penghasil rempah-rempah seperti lada yang menjadi inti keterlibatannya dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Begitu pula dengan sumber daya alam lain seperti padi, kelapa sawit, cengkeh, dan komoditas lainnya. Di tambah lagi, perairan di wilayah ini juga memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah.

Kaya mineral Aceh juga memiliki sumber daya mineral yang menjanjikan. Setidaknya ditaksir ada ratusan juta barel cadangan minyak terdapat di Aceh dan sangat berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain minyak, Aceh juga masih memiliki ratusan miliar kubik cadangan gas yang berpotensi di sepanjang garis daratan dan lautan pantai utara timur. â&#x20AC;&#x153;Potensi-potensi ini merupakan kekayaan Aceh yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk terus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,â&#x20AC;? jelas Muchlis, dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh pada diskusi prospek migas di Aceh beberapa waktu lalu. Cadangan gas blok-A di Kabupaten Aceh Utara salah satunya. Di kawasan ini ditemukan cadangan gas alam pada Struktur Julok Rayeuk, Alur Siwah, Alur Rambong dengan perkiraan cadangan sebesar 560 miliar kaki kubik (CO2 < 24%) serta 10,9 juta barel condensat. Di samping itu masih ada juga potensi eksplorasi cadangan minyak dan gas lainnya di kawasan Aceh Timur atau yang dikenal dengan blok-A, juga ada blok NAD-1 yang ber-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

ada di kawasan Aceh Utara, dan Blok Andaman, yang juga sudah memulai eksplorasi oleh beberapa perusahaan besar. Itu belum cukup. Hampir 90 persen dari area produksi Hydro Carbon saat ini terletak di Aceh Tamiang hingga Aceh Utara. Jika estimasi cadangan gas 5,6 miliar kubik akan menjadi cadangan terbukti, maka Aceh masih memiliki lima miliar kubik gas lainnya (1Bcf asumsi sama dengan 1 kargo gas). Itu artinya, Aceh dapat mengekspor 5.000 kargo dalam satu tahun. Sebelumnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang melakukan survei geologi dan geofisika kelautan, juga menemukan cadangan migas yang amat besar perairan timur laut Pulau Simeulue. Bahkan cadangan yang ini diperkirakan yang terbesar di dunia yakni 320,79 miliar barel. Meski volume tersebut, belum tentu seluruhnya diisi oleh hidrokarbon, namun potensi ini menggambarkan besarnya cadangan migas yang dimiliki Aceh. Jadi, sungguh ironi jika Aceh yang kaya nyatanya tetaplah terbelakang dan bergantung pada pihak luar. Tak ada lagi raja atau sultan yang mampu berbuat. Ia ibarat sebongkah emas yang tak lagi memendarkan kilaunya. Sebuah penggalan Hikayat Pocut Muhammad yang dikutip dari buku karya Aly Hasjmi, Jembatan Selat Malaka (1997), sungguh menarik untuk jadi renungan: Sawah ladang tinggal merana, Tiada siapa mengusahakannya Andai sawah menghasilkan padi Anak negeri bersuka ria Kalau padi tidak menjadi Rakyat pergi meninggalkan negeri Kalau rakyat sudah tiada Dimana kita menjadi Rajaâ&#x20AC;Ś. n

37


figur

Rianti Cartwright

Finding Srimulat TEKS Ardi Siregar FOTO riset

P

emeran tokoh Aisha mahasiswi keturunan Jerman dan Turki yang cerdas, cantik dan kaya raya di film Ayat-Ayat Cinta, sedang asyik dengan film terbarunya. Tak seperti Ayat-Ayat Cinta yang religiusromantis, kali ini, peran Rianti Rhiannon Cartwright berubah haluan 180 derajat, komedi romantis. Maklum saja, dalam film berjudul Finding Srimulat, gadis kelahiran Bandung, 22 September 1983 itu, harus beradu akting dengan para maestro lawak. “Aku senang dilibatkan sama teman-teman komedian Indonesia. Finding Srimulat itu film yang tema utamanya romansa-budaya,” kata Rianti, Selasa pekan lalu. Film Finding Srimulat berkisah tentang perjalanan panjang Srimulat berkiprah di dunia seni di negeri ini. Oleh karena itulah, Rianti yang mulai dikenal publik sejak menjadi VJ MTV Indonesia di tahun 2005 itu, merasa keterlibatannya sebagai bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. “Senang bisa mengangkat budaya Indonesia. Mudah-mudahan bisa dinikmati kehadiran filmnya, karena ini bentuk kecintaan bagi budaya yang diberikan oleh teman-teman Srimulat,” ujar lulusan International Education Program, Jurusan International Business and Marketing, University of Tasmania tersebut. Rianti memulai karier sebagai model sejak usia 16 tahun. Film pertama yang ikut diperankannya adalah Eiffel I’m in Love. Setelah itu, berperan di beberapa film seperti Inikah Rasanya Cinta, Jomblo, Pesan dari Surga. Namanya benar-benar melambung setelah ia menjadi Aisha dalam Ayat-Ayat Cinta, sebuah film yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. n

TEKS Ardi siregar FOTO riset

38

inilahREVIEW inilahREVIEW 3331 Tahun Tahun I | 16-22 I | 2-8 April 2012


figur

TEKS Ardi Siregar FOTO RISET

B

anyak cara yang dilakukan para aktris untuk mempersiapkan hari depan, jika kelak tak lagi bersinar di dunia gemerlap. Dara Rizki Ruhiana, vokalis grup duo The Virgin yang akrab disapa Dara ini memilih secara rutin menyisihkan penghasilannya untuk membeli tanah. “Aku sih lebih memilih investasi tanah karena kalau perusahaan atau usaha, ada masanya. Tanah itu kan semakin lama, harganya bisa semakin tinggi,” ujar dara kelahiran Tasikmalaya, 9 Agustus 1991 itu. Kini Dara pun telah memiliki tanah di kawasan elite Pondok Indah dan Kelapa Gading. Dara mengawali karier sejak bertemu dengan Ahmad Dhani, produser musik, di ajang kontes menyanyi Mamamia Show yang digelar Indosiar, tahun 2008. Dhani yang menjadi salah satu juri, jatuh hati pada suara Dara dan mengajaknya masuk dunia rekaman. Di penghujung 2008, berkat jasa Dhani, terbentuklah duo The Virgin. Dhani menduetkan Dara dengan Mita, gitaris The Rock. Single pertama mereka, Cinta Terlarang pun meledak di pasaran. n

Selena Gomez

Dua Penghargaan Sekaligus TEKS Ardi Siregar FOTO riset

A

ktris asal Amerika Serikat, Selena Marie Gomez (19), baru saja meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Nickelodeon Kid’s Choice Award, yang digelar di Los Angeles. Gomez berhasil memikat 220 juta pemilih untuk mendukungnya sebagai Aktris TV Favorit dan Penyanyi Perempuan Favorit. “Setelah tak lagi melakukan pertunjukan, saya tahu kalian masih menontonnya. Ya tentu saja itu berarti banyak,” kata dara kelahiran Las Vegas, pada 22 Juli 1992 tersebut. Kekasih Justin Bieber itu terpilih sebagai aktris favorit lewat film produk Disney Wizards of Waverly Place. Selena Gomez mulai berakting sejak usia 7 tahun. Kariernya terus melejit. Dia pun merambah blantika musik. Menjelang usia 16 tahun, pada Juli 2008, dia menandatangani perjanjian rekaman dengan Hollywood Records, label musik milik Disney. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

39

Dara ‘The Virgin’

Investasi Tanah


gaya hidup jaket kulit

Jaket Kulit, dari Biker Sampai Bankir Sejak diperkenalkan pada perang dunia, jaket kulit kini menjadi ikon fashion abadi, tak lekang oleh waktu. Seiring tren fashion dunia, jaket kulit menjadi produk lintas gender dan lintas profesi. Dipakai oleh biker hingga bankir. TEKS Elka Saraswati FOTO riset

S

iapapun termasuk Anda, mungkin tak asing dengan jaket kulit. Meski awalnya hanya dikenakan oleh para pilot dalam Perang Dunia I, kini jaket kulit sudah menjadi produk fashion mendunia. Jaket kulit juga telah menjadi produk fashion lintas gender dan lintas profesi. Baik lelaki maupun perempuan, menjadikan jaket kulit bagian dari penampilan mereka. Selain itu tidak hanya para biker yang merasa perlu mengenakan jaket kulit dengan alasan untuk berkendara. Kalangan bankir dan profesional pun sesekali menjadikan jaket kulit sebagai padanan pakaian resmi mereka, saat rapat maupun pertemuan dengan kolega. Jaket kulit kini tidak hanya pakaian luar yang memberikan kenyamanan dan kehangatan ketika dingin menerpa. Jaket ini telah terhubung ke berbagai subkultur dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Busana ini telah mendapatkan status ikonik dalam jagad fashion di berbagai belahan dunia. Sebuah jaket kulit bisa ditata dalam berbagai cara dan dikaitkan dengan berbagai, profesi gaya hidup dan orang-orang.

Warisan Michael Jackson Jaket kulit memang telah mendapatkan tempat tersendiri di kalangan fashionista. Banyak dari mereka yang kadung terlanjur gandrung, akhirnya rela berburu jaket kulit, khususnya yang terbilang istimewa.

40

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


gaya hidup jaket kulit

Jangan Lupa Merawat Anda penggemar jaket kulit? Simak cara merawat jaket kulit, sebagai berikut:

a Jangan cuci dengan deterjen karena dapat membuat kulit jaket kering, rapuh dan mudah terkelupas kulitnya. a Jauhkan dari air termasuk air hujan dan bila terkena air sebaiknya langsung dijemur, tetapi jangan langsung kena sinar matahari. a Jangan lupa merawat kelenturan jaket kulit dengan lotion pelembab selama sebulan sekali dan dibersihkan dengan lap yang kering dan bertekstur lembut. a Bersihkan noda yang menempel di jaket dengan minyak goreng atau cairan pembersih khusus. a Jangan pernah semprotkan parfum ke permukaan jaket kulit. a Gantungkan jaket dengan hanger jika tidak dipakai dan jangan dilipat karena lipatan akan mengubah warna. n Salah satunya adalah jaket kulit bewarna merah yang pernah dikenakan mega bintang Michael Jackson. Nah, jaket yang dipakainya dalam video ‘Thriller’ pada tahun 1983 silam, disebutkan menjadi rebutan saat dilelang di Beverly Hills, Los Angeles, California beberapa hari lalu. Banyaknya peminat menjadikan harga jaket istimewa itu melesat hingga US$ 1,8 juta atau setara Rp 16 miliar. Wow… Jaket kulit istimewa lain yang banyak diburu adalah jaket kulit para pilot angkatan laut AS (US Navy). Salah satu modelnya memang sempat menjadi tren ketika dimunculkan aktor Tom Cruise dalam film ‘Top Gun’. Nah, salah satu jaket kulit khusus tersebut yakni jenis Avirex G1, dilego salah satu situs internet dengan harga lebih dari 1,2 miliar rupiah.

Rumah Mode Banyaknya penyuka jaket kulit, juga membuka peluang banyak rumah mode di Eropa dan Amerika untuk menjual langsung produk mereka. Tidak sedikit yang kemudian menggandeng biro perjalanan wisata, dan menjual paket wisata mengunjungi rumah-rumah mode. Nah, di rumah mode para peserta tur disuguhi peragaan busana yang dilakukan di ruangan khusus dengan

dekorasi dan ukuran minimalis. Sembari menikmati minuman dengan aroma spirit ringan, para peserta bisa melihat langsung lenggak-lenggok model yang menampilkan berbagai mode jaket kulit. “Suasananya nggak kalah meriah dengan lazimnya peragaan busana mewah. Apalagi karena terbatas audience-nya, kesannya jadi private,” papar Heri, yang pernah memburu jaket kulit ke beberapa rumah mode di Eropa. Nah, usai menyaksikan peragaan busana, peserta tur akan dibawa ke ruang pamer. Di tempat tersebut, tinggal pilih saja mana jaket kulit yang disuka. Asal jangan kaget dengan harga yang ditawarkan. Sebuah ja­ ket kulit bisa mencapai ratusan hingga ribuan euro. Harga yang wajar, karena setiap mode dibuat terbatas. Jadi tak usah khawatir menemukan jaket kembar. Sangat ekslusif…… n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Tren dari Udara

S

iapa pemilik gagasan pertama membuat jaket kulit? Tak mudah menelusurinya. Namun beberapa kalangan menunjuk kebiasaan pilot pada Perang Dunia I, sebagai pihak pertama yang memperkenalkan jaket kulit yang kemudian mendunia. Jaket kulit yang mereka kenakan disebut leather flight jacket. Awalnya konsep pembuatan jaket kulit ditujukan untuk menghangatkan suhu tubuh pilot dan awak pesawat di udara. Pada tahun 1915 para pilot dari Royal Flying Corps di Perancis dan Belgia, memperkenalkan jaket kulit berlengan panjang. Dua tahun kemudian, para pilot US Army mendistribusikan leather bomber flight jacket. Sejak itulah jaket kulit mulai dikenal luas oleh kalangan pilot. Model pun terus berkembang hingga pada tahun 1931 US Air Force mengeluarkan model A2 Bomber Jacket dan setahun berikutnya ada model M-445 Flight Jacket. Kedua model ini menjadi model klasik jaket kulit yang sampai kini diburu para kolektor. Ketika memasuki Perang Dunia II, jaket kulit para pilot memasuki era baru yakni bomber light jacket dengan lapisan wool di dalamnya atau era shearling flight jacket dengan model yang terkenal adalan ANJ-4 Shearling yang banyak dipakai pilot pesawat bomber B-17 dan B-24. Popularitas jaket kulit meroket memasuki dekade 1950-an, ketika dikenakan oleh aktor Hollywood Marlon Brando dalam filmnya: The Wild One dan Rebel Without a Cause. Penampilan sang aktor dalam balutan jaket kulit akhirnya identik dengan kejantanan, sehingga mengundang orang lain untuk ikut mengenakannya. Menyusul berikutnya adalah King of Fashion, Michael Jackson, yang menjadikan jaket kulit merah dalam video ‘Thriller’ sebagai tren dunia. Setelah itu ada Tom Cruise dengan film ‘Top Gun’ menjadikan jaket kulit para pilot Angkat­ an Laut AS (US Navy) kian po­ pular. Dari H o l l y­wo o d, jaket kulit pun m e n­d u n i a , sampai sekarang… n

41


kehutanan lahan kritis

Dari Kritis Menjadi Produktif

Saat ini pemerintah telah menyediakan lahan kritis seluas 500 ribu hektar untuk dikelola swasta. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kemudahan bagi calon investor. Misalnya mempermudah perizinan investasi geothermal dan pembangkit listrik mikrohidro. Bahkan, Kemenhut menjanjikan proses perizinan bisa tuntas dalam tiga bulan. Sebagai informasi, sebesar 40% potensi geothermal dunia ada di Indonesia, dan 70% di antaranya ada di kawasan hutan. Dikatakan Hadi Daryanto, Sekretaris

lahan kritis eksploitasi membabi buta

Lahan kritis di kawasan hutan sering menyebabkan bencana tanah longsor. Bekerja sama dengan investor, Kementerian Kehutanan mengubah lahan kritis menjadi produktif. TEKS Hideko FOTO dahlan rebo paHING, riset

E

ksploitasi sumber daya hutan secara membabi buta dalam satu dekade terakhir ini menyisakan kerusakan lingkungan yang luar biasa. Tak kurang dari 33 juta lahan di Indonesia kini dalam kondisi kritis. Pemulihan kondisi tersebut tak bisa sepe-

42

nuhnya ditangani pemerintah. Karena itu, Kementerian Kehutanan membuka tawaran kepada mereka yang ingin memanfaatkan lahan kritis, terutama kepada kalangan swasta yang ingin mengembangkan hasil hutan bukan kayu di lahan kritis.

Jenderal Kementerian Kehutanan (Kemenhut), sebagian besar titik lahan kritis tersebut berada di pulau Jawa dan Sumatra. Di Jawa, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah lahan kritis terbanyak. Tingginya angka lahan kritis ini, menurut Hadi, disebabkan budaya masyarakat yang lebih menyukai menanam tanaman yang cepat menghasilkan. Akibatnya, banyak lahan resapan air beralih fungsi menjadi area pertanian.â&#x20AC;&#x153;Budaya bertani itu bagus, tapi harus dibarengi dengan menanam pohon,â&#x20AC;? ujarnya. Disiapkannya lahan kritis untuk dimanfaatkan swasta bukan berarti Kementerian Kehutanan tidak mengurusi

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


kehutanan lahan kritis lagi lahan kritis. Kemenhut sendiri telah memiliki program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) seluas 1,6 juta hektar per tahun. Dengan perincian, Kemenhut bertugas merehabilitasi sebanyak 500 ribu hektar, program kemitraan 250 ribu hektar, dan sisanya merupakan kewajiban perusahaan-perusahaan pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Kontribusi Rp 9 triliun Tapi, sayang, ada di antara pemegang HPH yang tidak menjalankan kewajib­ annya merehabilitasi lahan kritis. Menurut Hadi, itu terjadi karena jumlah pemegang izin HPH dan juga HTI ( Hutan Tanaman Industri) terus menyusut akibat kebijakan otonomi dan kesulitan permodalan. Hingga kini terdapat 179 dari 285 unit industri pemilik izin HPH yang tidak aktif mengelola kawasan hutan. Selain itu, ada 175 perusahaan HTI yang kekurangan modal akibat tidak dapat mengoptimalkan dana reboisasi. Selain panas bumi, lahan kritis juga dapat dimanfaatkan untuk investasi tanaman pangan, energi, wisata alam, budi daya ulat sutera, madu gaharu dan gondorukem (getah pohon pinus). Khusus untuk gondorukem (Bahan baku cat, tinta, kosmetik dan terpentin), pada Desember 2011 Perum Perhutani mendapat pinjaman Rp 130 miliar dari Bank BNI untuk komoditas ini. Menurut Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perhutani, saat ini Perhutani tidak bisa lagi mengandalkan kayu sebagai bisnis utamanya. Oleh sebab itu, Perhutani akan lebih memaksimalkan bisnis nonkayu. Kemudahan lain akan diberikan kepada investor yang berminat mengelola lahan kritis sebagai kawasan wisata alam. Menurut Hadi, investasi di sektor wisata alam akan diberi kemudaham dengan pemangkasan birokrasi perizinan. Izin pengusahaan pariwisata alam kini tak lagi membutuhkan rekomendasi dari banyak pihak, cukup pertimbangan teknis dari pengelola kawasan konservasi yang dimohon. Durasi izin usaha wisata alam bahkan akan diperpanjang hingga 55 tahun. Tawaran yang diajukan Kementerian Kehutanan ini tidak hanya ditujukan untuk investor kakap, Investor kecil dan masyarakat pun dapat memanfaatkan kesempatan ini. Di Kalimantan misalnya, sekitar 100 petani memanfaatkan lahan kritis untuk usaha budi daya ikan Arwana. Lalu, melalui Perhutani, sejak beberapa tahun terakhir ini Kemenhut mengembangkan program pengelolaan

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Tanaman jagung kontribusi pangan dari sektor kehutanan

â&#x20AC;&#x153;Budaya bertani itu bagus, tapi harus dibarengi dengan menanam pohon.â&#x20AC;? Hadi Daryanto Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan

hutan bersama masyarakat (PHBM) melalui pola tumpang sari. Hingga 2010, luas kontribusi pangan dari sektor kehutanan mencapai 16,4 juta hektar. Dari luas tersebut, sekitar 6,3 juta hektar merupakan tumpang sari, pembuatan hutan tanaman, dan hutan rakyat.

Program PHBM Kemenhut saat ini telah memberikan kontribusi pangan sebanyak 13,5 juta ton yang setara dengan Rp 9,1 triliun. Potensi pangan itu berupa padi 856.802 ton, jagung 7.092.870 ton, kacang-kacangan 635.441 ton, dan jenis pangan lainnya 4.956.348 ton. Di sisi lain, dari kegiatan PHBM juga telah terserap tenaga kerja lebih kurang 4,8 juta orang dengan tambahan penghasilan Rp1,6 triliun. Dengan strategi seperti itu, lahan-lahan kritis di kawasan hutan yang sering menimbulkan bencana tanah longsor dapat beralih menjadi lahan produktif yang menguntungkan semua pihak. n

43


internasional sony

Melawan Badai Sony Corp berusaha bangkit dari keterpurukan lebih dalam karena kalah bersaing dengan Apple dan Samsung. 10.000 karyawan pun menjadi korban. TEKS Ali Sundoluhur foto dahlan rebo pahing, riset infografis yayan taryana

R

aksasa elektronik Sony Corp harus melakukan perubahan radikal jika tidak mau terkubur oleh persaingan ketat perusahaan-perusahaan teknologi yang dimotori Apple dan Samsung. Ya, persaingan ketat telah mengantar Sony menelan kerugian terburuk tahunan. Dalam tahun fiskal yang berakhir 31 Maret lalu, Sony Corp membukukan kerugian sebesar 520 miliar yen atau US$ 6,4 miliar (Rp 58,2 triliun). Catatan kerugian ini dua kali lebih besar dari perkiraan semula. Pada Februari, Sony memperkirakan kerugian pada tahun fiskal yang berakhir Maret mencapai 220 miliar yen. Tapi kenyataannya malah 520 miliar yen. Kenaikan realisasi kerugian itu disebabkan perusahaan ini memasukkan beban pajak terhadap aset Sony di Amerika Serikat yang mencapai 300 miliar yen. Ini merupakan catatan kerugian tahunan terburuk yang pernah terjadi pada Sony. “Sebagai CEO, saya melihat ini sangat serius. Tetapi pada saat yang sama, ini memperkuat tekad saya untuk mengubah Sony,” kata CEO baru Sony, Kazuo Hirai, yang resmi menduduki posnya mulai 1 April lalu. Hirai merupakan veteran Sony.

Namanya melambung setelah berhasil menghidupkan kembali operasi game PlayStation melalui pemotongan biaya yang agresif. Ia langsung mengusung langkah radikal. Sejumlah strategi pun siap dilaksanakan dengan satu tujuan: bangkit. Hirai mengusung strategi yang dilabeli dengan sebutan “One Sony”. “Yang pasti kami bersama karyawan ingin mengembalikan Sony pada kejayaannya, bahkan lebih,” kata Hirai di hadapan ratusan wartawan, Kamis pekan lalu. “Sony akan berubah. Saya telah sepenuhnya mengabdikan diri untuk mengubah Sony,” tandas Hirai yang menggantikan Howard Stringer di posisi CEO. Selama bertahun-tahun, Sony menjadi kekuatan dominan di era 1080-an dan awal 1990-an. Ini terjadi berkat bakat inovatif yang dimilikinya. Sony menjadi raja mulai dari bisnis kamera digital, komputer pribadi, konsol game PlayStation hingga film. Namun, kejayaannya kini diambil alih Apple Inc dan Samsung Electronics Co. Khusus tahun

kazuo hirai

44

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


internasional sony fiskal yang berakhir Maret lalu, Sony juga mengalami pukulan telak oleh gangguan produksi karena banjir di Thailand dan penguatan yen. Ini jelas pengurangi pendapatan Sony dari ekspor. Saham Sony merosot hampir separuh sejak lebih dari setahun yang lalu. Dalam 10 sesi perdagangan terakhir, saham turun 11%. Nilai perusahaan saat ini juga menurun drastis dibanding tahun 2000. Pada saat itu, nilai Sony mencapai US$ 120 miliar, tapi kini hanya US$ 19 miliar. Bandingkan dengan dua raksasa baru di bisnis teknologi dan elektronik. Nilai Apple saat ini mencapai US$ 584 miliar, sedangkan Samsung sebesar US$ 164 miliar. “Ada beberapa alasan dari hasil buruk kami,” kata Direktur Keuangan Sony Masaru Kato. Ia mencatat penguatan yen dan turunnya permintaan merupakan pangkal masalahnya. “Jelas kami bertujuan untuk rebound. Untuk ini kami telah membuat perubahan manajemen.” Situasi ini membuat Sony tidak memiliki pilihan lain kecuali mem-PHK karyawan. Jumlahnya tak tanggung-tanggung. Sebanyak 10.000 karyawan akan dirumah­ kan secara bertahap sepanjang tahun ini. Jumlah itu setara dengan 6% dari keseluruhan jumlah karyawan Sony di seluruh dunia. Per Maret 2011, jumlah karyawan Sony tercatat sebanyak 168.200 orang. Untuk menutupi biaya PHK dan restrukturisasi, Sony akan mengambil 75 miliar yen dari dana tahun fiskal ini. Langkah PHK kali ini bukan yang pertama. Total, perusahaan ini telah memPHK 66.500 pekerja dalam empat kali restrukturisasi sejak 1999. Sinyal adanya PHK itu sudah dikemukakan Hirai begitu menduduki posisi CEO. Ia menyatakan siap meng-

ambil “langkah-langkah menyakitkan” untuk meng­hidupkan kembali perusahaan dan tidak akan ragu untuk menarik diri dari lini bisnis yang tidak kompetitif.

Tiga Fokus Dalam strategi baru “One Sony”. ada tiga lini yang akan difokuskan agar bisa bangkit kembali. Langkah pertama adalah menggenjot produk digital imaging seperti kamera dan video recorder. Fokus kedua adalah memperkuat produksi konsol game pada divisi PlayStation. Dan fokus ketiga adalah melebur divisi PC, tablet, dan smartphone menjadi satu departemen di bawah divisi mobile. Sony akan memusatkan investasi dan pengembangan teknologi di tiga divisi ini. Sementara, di bisnis televisi, Sony akan melakukan pemangkasan biaya biaya tetap dan biaya operasi. Di lini bisnis televisi,

Dalam Angka US$ 8,8 Miliar US$ 6,4 Miliar Kerugian setahun yang berakhir 31 Maret

Kerugian di bisnis televisi 8 tahun terakhir

US$ 120 Miliar Nilai SONY Tahun 2000 US$19 Miliar Nilai SONY Saat Ini

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

10.000 Jumlah tenaga

kerja yang di-PHK tahun ini

Sony mengalami kerugian selama delapan tahun berturut-turut. Meskipun fokus Sony bergeser, namun perusahaan ini tetap berkomitmen untuk mengembangkan produksi televisinya agar bisa kembali meraih laba positif setelah terus menurun pendapatannya. Hirai mengingkan agar di lini ini mulai bisa menguntungkan lagi pada tahun fiskal sampai Maret 2014. Sony akan berusaha menemukan pertumbuhan baru di pasar negara berkembang seperti India dan Meksiko. Perusahaan ini menargetkan penjualan sebesar 2,6 triliun yen hingga Maret 2015. Beberapa analis percaya, Hirai dapat membangkitkan Sony karena ia memiliki pemahaman yang baik dari bisnis ini. Ia dinilai paham bagaimana harus mengintegrasikan divisi-divisi yang ada. “Untuk membawa Sony kembali, Hirai perlu mengembangkan personel dan platform yang menciptakan produk yang kompetitif dan inovatif,” katanya. “Budaya Sony akan memungkinkan untuk membuat hal-hal yang terbaik secara global,” kata Tetsuru Li, presiden Asset Management Commons. Yuuki Sakurai, kepala manajer dana Fukoku Capital menilai Sony harus mengubah mindset dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini. “Jika mereka tetap dengan cara berpikir lama, mereka tidak akan berhasil,” katanya. “Sony tentu bisa menguntungkan kembali melalui perampingan. Tapi, kami harus menunggu dan melihat apakah mereka dapat terus menguntungkan,” imbuh Yuuki Sakurai. n

45


internasional china

ChinaMelambat, Eropa Terhambat Perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama 2012 membuat Eropa khawatir. Maklum, China masih menjadi tujuan ekspor benua biru. TEKS Ali Sundoluhur foto riset infografis ramawijaya

S

emua mata tertuju ke China pada Jumat pekan lalu ketika kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia itu merilis angka produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal pertama. Menurut Biro Statistik Nasional (NBS), PDB China mencapai 10, 7995 triliun yuan (US$ 1,72 triliun) dalam tiga bulan pertama tahun ini. Secara year on year, PDB China tumbuh 8,1%. Angka itu merupakan pertumbuhan kuartalan terendah selama tiga tahun sejak 2009. Pertumbuhan 8,1% juga lebih rendah dari pertumbuhan kuartal keempat tahun lalu yang mencapai 8,9%.

“PDB China melambat menjadi 8,1%, lebih rendah dari ekspektasi kami. Perlambatan karena langkah pengetatan yang menekan pertumbuhan investasi menjadi 20,9%,” ungkap ekonom OCBC Bank Singapura, Dogming Xie. Angka itu mengalirkan efek kejut bagi pasar komoditas di luar negeri, khususnya Eropa. “(Pertumbuhan itu) secara signifikan lebih rendah dari yang diharapkan,” kata Maarten-Jan Bakkum analis ING kepada EUobserver. Angka-angka itu memang mengecewakan, tapi masih tetap tinggi dan relatif stabil. Sebagai perbandingan, pereko-

nomian Uni Eropa tumbuh hanya 1,5% tahun lalu, sementara zona euro bahkan sudah dalam resesi. Untuk jangka panjang, angka-angka tidak bermakna banyak. China akan tetap menjadi pendorong yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi global. Penduduknya mulai membeli produk di pasar dunia. “Kami percaya perekonomian akan terus mempertahankan pertumbuhan yang cukup mantap di masa depan,” kata Sheng Laiyun, juru bicara biro statistik nasional. Tapi, untuk jangka pendek, para ahli mengatakan itu merupakan berita buruk bagi Eropa yang ekonominya saling terkait dengan China. Artinya, bila perekonomian China melambat akan membuat pergerakan perekonomian Eropa terhambat “Berita itu sangat relevan untuk Eropa,” kata Bakkum. “Sejumlah negara seperti Jerman sangat tergantung pada ekspor ke China.” Ekspor utama Eropa adalah kelompok produk mesin dan peralatan transscott thompson

46

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


internasional china portasi. “Semua pabrik di China dipenuhi dengan peralatan Eropa,” kata Bakkum. Kemerosotan produksi di China akan mengakibatkan penurunan permintaan dari Eropa. Namun, Komisi Eropa menolak mengomentari angka PDB China pada kuartal pertama 2012 tersebut. “Kami tidak mengomentari setiap kali ada statistik baru,” kata Olivier Bailly, juru bicara Komisi Eropa. Sementara itu, harga minyak turun pada perdagangan Asia Jumat pekan lalu, dipicu oleh prospek melemahnya permintaan China. Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 23 sen ke posisi US$103,41 per barel, sementara minyak mentah Brent North Sea juga penyerahan Mei turun 47 sen menjadi US$121,24 dolar pada perdagangan pagi.

Khawatir? Haruskah dunia khawatir dengan angka PDB China yang mengecewakan? Tentu saja tidak. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dari kompleksitas perekonomian China, penting untuk meneliti indikator lebih dari sekadar angka PDB tersebut. Angka ekspor melampaui ekspektasi, begitu pula pinjaman baru pada bulan Maret. Menurut Purchasing Managers Index (PMI), aktivitas manufaktur justru naik selama empat bulan berturutturut ke level tertinggi dalam setahun. Selain itu, indeks penghasilan pribadi cukup menggembirakan. Pada kuartal pertama 2012, pendapatan per kapita penduduk perkotaan dan pedesaan naik secara riil sebesar 9,8% dan 12,7%. Angka itu lebih tinggi dari angka pertumbuhan PDB. Jika tren ini berlanjut, daya dorong konsumsi China yang dengan 1,3 miliar konsumen akan menunjukkan tren membaik. Pasalnya, selama tiga dekade terakhir, pendapatan per kapita jarang tumbuh lebih cepat daripada ekonomi secara umum. Oleh karena itu, perubahan terbaru China diyakini akan menciptakan potensi yang lebih besar untuk permintaan domestik dan menjadi pertanda baik untuk penyediaan barang dan penyedia layanan di dalam dan di luar negeri. Di tengah pemulihan global yang lemah, China bisa menjadi pemimpin pertumbuhan global, dibandingkan dengan negara maju yang dililit utang.

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

“PDB China melambat menjadi 8,1%, lebih rendah dari ekspektasi kami. Perlambatan karena langkah pengetatan yang menekan pertumbuhan investasi menjadi 20,9%.” Dogming Xie ekonom OCBC Bank Singapura

Pertumbuhan Global Organisasi Pedagangan Dunia (WTO) memperkirakan pertumbuhan perdagangan global 2012 melambat menjadi hanya 3,7% dari 5% pada tahun lalu. Penurunan tersebut disebabkan guncangan ekonomi dari krisis utang zona euro, gempa dan tsunami Jepang, serta banjir Thailand. “Ekonomi dunia telah kehilangan momentum di bawah perkiraan pada September 2011 sebesar 5,8%,” sebut WTO. WTO menambahkan, beberapa kemunduran dalam tahun berjalan telah menghantam pertumbuhan lebih dari perkiraan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Organisasi ini memperkirakan, pulihnya perdagangan pada 2013 men-

datang akan berdampak terhadap naiknya pertumbuhan sebesar 5,6%. Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy mengungkapkan, lebih dari tiga tahun telah berlalu sejak merosotnya perdagangan pada 2008– 2009, tetapi ekonomi dan perdagangan dunia tetap rapuh. “Melambatnya perdagangan pada 2012 menunjukkan bahwa risiko penurunan tetap tinggi,” imbuhnya. Sementara, perkiraan WTO terbaru mengasumsikan, pertumbuhan produksi global tahun ini sebesar 2,1%, turun dari 2,4% pada 2011.Tetapi, ekspor negara berkembang melebihi prediksi dengan pertumbuhan 4,7%, didorong oleh kenaikan ekspor sebesar 7,2% dari Amerika Serikat (AS). n

47


internasional facebook

Uang Deras Mengalir ke Internet

Langkah Fecebook Inc mengakuisisi Instagram dengan mahar US$ 1 miliar (Rp 9 triliun) merupakan petunjuk bahwa pusaran uang memang makin deras mengalir ke internet. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

H

ingga hari ini, orang-orang di seluruh dunia masih tercengang dengan langkah Facebook Inc. Betapa tidak, pekan lalu perusahaan pengelola jejaring sosial terbesar di dunia Facebook ini mengakuisisi Instagram, sebuah aplikasi mobile berbagi foto milik Burbn Inc. Mengejutkan, karena transaksi ini melibatkan dana tidak sedikit, US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun. Tapi, kejutan terbesar sesungguhnya bukan itu saja. Bayangkan, selama hampir dua tahun

48

eksistesinya, Instagram belum menghasilkan revenue. Perusahaan ini pun hanya digawangi 13 karyawan. Pantaskah Instagram dihargai sedemikian besar? Yang bisa menjawab sepenuhnya tentu CEO Facebook Inc sendiri, Mark Zuckerberg. â&#x20AC;&#x153;Ini merupakan tonggak penting bagi Facebook karena ini pertama kalinya kami membeli produk dan perusahaan dengan pengguna begitu banyak,â&#x20AC;? tulis Zuckerberg. Saat diakuisisi Facebook, pengguna Instagram mencapai 30 juta di seluruh

dunia. Salah satu penggunanya adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. â&#x20AC;&#x153;Memberikan pengalaman berbagi foto terbaik. Inilah salah satu alasan mengapa begitu banyak orang mencintai Facebook, dan kami tahu ini akan bernilai membawa kedua perusahaan (Facebook dan Instagram) berjalan bersama-sama,â&#x20AC;? imbuh Zuckerberg. Baiklah. Tapi, sekali lagi, apakah angka itu sudah layak? Ketika sebagian orang menilai harga yang diberikan Facebook itu kemahalan, di lain pihak ada orang yang menilai, inilah langkah cerdas Zuckerberg.

Iklan Online Tapi, deal ini sebenarnya menggambarkan sisi lain dari pergeseran bisnis. Inilah simbol ketika uang dan kekuasaan telah bergeser ke dunia internet. Tahun lalu, Facebook berhasil membukukan penghasilan bersih US$ 1 miliar dengan total revenue mencapai US$ 3,71 miliar. Sebanyak 80% revenue-nya berasal dari

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


internasional facebook iklan. Tahun lalu, pendapatan iklan Facebook naik tidak kurang dari 69%, meski secara keseluruhan pembayaran Facebook meningkat. Awal bulan ini, secara simbolis merupakan momen besar bagi jagad internet, tak terkecuali di Inggris. Menurut Internet Advertising Bureau dan PwC Inggris, belanja iklan online naik 14% menjadi £ 4,8 miliar (Rp 68 triliun). Hal ini membuat iklan media online di Inggris menyalip iklan surat kabar untuk pertama kalinya. Inggris adalah pasar besar pertama di dunia di mana hal seperti itu terjadi. Tahun lalu, iklan berbasis online meningkat 14,4%. Angka pertumbuhan dua digit itu diperkirakan akan terus berlangsung beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan iklan itu terbilang mencengangkan di tengah kondisi perekonomian yang dihantui resesi. Bandingkan dengan pertumbuhan iklan radio dan televisi yang flat, dan iklan surat kabar yang turun 8%. Tidak diragukan lagi, pengiklan terus menggeser proporsi yang lebih besar dari anggaran mereka ke media online. Enders Analysis memperkirakan iklan online di Inggris akan tumbuh sebesar 14% tahun ini dan 12% tahun berikutnya. Berbarengan dengan iklan media sosial yang terus berkembang, produk barangbarang konsumen menyesuaikan dengan kebutuhan yang berhubungan langsung dengan konsumen pengguna media sosial. Enders percaya bahwa pada 2015, ponsel akan mencapai 30% dari penggunaan internet dan pencarian mobile. ` Dengan proyeksi itu, langkah Facebook mengakuisisi Instagram yang berbasis mobile akan menemukan momentumnya. Facebook perlu atraksi baru untuk menumbuhkan efek jaringan dan terus menarik demografis yang lebih muda. Tentu, pertimbangannya, Facebook tidak ingin Instagram jatuh ke tangan pesaingnya.

Saham Perdana Namun, pertanyaannya, apakah momentumnya tepat mengakuisisi Instagram dengan dana begitu besar di saat Facebook bersiap melakukan penawaran umum saham perdana? Ya, dikomandoi bank investasi Morgan Stanley sebagai penjamin emisi, Facebook mungkin akan mulai melakukan penawaran saham perdana 14 Mei mendatang. Seorang bankir dari perusahaan penjamin emisi yang tidak mau disebut identitasnya mengaku tidak habis mengerti tentang langkah Facebook ini, yang justru

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

“Ini merupakan tonggak penting bagi Facebook karena ini pertama kalinya kami membeli produk dan perusahaan dengan pengguna begitu banyak.” Zuckerberg CEO Facebook

dilakukan pada saat penjamin emisi bersiap melakukan kampanye penjualan saham atau kerap disebut “road show”. Langkah seperti ini tidak lazim dilaku-

kan perusahaan yang siap melakukan penawaran umum saham perdana. Di saat minat terhadap saham Facebook cukup kuat, sumber perbankan itu mengatakan bahwa stabilitas membuatnya lebih mudah untuk memaksimalkan valuasi perusahaan. Pada titik ini, pelaku pasar di Wall Street harus menunggu sampai awal Mei untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang penawaran saham perdana. Kritik terhadap deal kontroversial ini muncul, khususnya soal timing yang tidak tepat, pendukung langkah ini berpendapat sudah saatnya pembelian Instagram dilakukan untuk meningkatkan platform Facebook, sekaligus menutup peluang para pesaing. Analis lain menyebut, langkah ini sebagai bentuk keputusasaan, ketimbang sebagai langkah melihat peluang. Siapa yang benar? Waktu yang akan menjawabnya. n

Keajaiban Instagram

Dari sudut pandang bisnis, akuisisi Instagram dengan harga US$ 1 miliar adalah keajaiban. Pasalnya, perusahaan yang berdiri pada Oktober 2010 ini bahkan belum mendapatkan pendapatan sama sekali. Didirikan oleh mahasiswa Universitas Stanford, Kevin Systrom and Mike Krieger, Instagram merupakan sebuah aplikasi mobile berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial. Nama Instagram berasal dari dua kata “insta“ dan “gram“. “Insta” berasal dari kata “instan” karena Instagram dapat menampilkan foto-foto secara instan. Sedangkan “gram” berasal dari kata “telegram”, yang merupakan alat pengiriman informasi kepada orang lain dengan cepat.

Dengan gabungan dua kata “instan“ dan “telegram“, Instagram dimaksudkan untuk mengunggah foto menggunakan jaringan internet mobile yang dapat disampaikan dengan cepat. Pada 5 Maret 2010, Systrom mendapat modal US$ 500.000 dari Ventures Baseline dan Andreessen Horowitz. Kemudian, produk ini diluncurkan di Apple App Store pada 6 Oktober 2010. Pada 2 Februari 2011, Instagram kembali mendapat suntikan dana US$ 7 juta dari berbagai investor, termasuk Benchmark Capital, Jack Dorsey, Chris Sacca, dan Adam D’Angelo. Kesepakatan ini membuat nilai Instagram melonjak menjadi U$ 25 juta. Pada 12 April, secara resmi Facebook mengakuisisinya dengan harga US$ 1 miliar. n

49


profil perempuan pebisnis

Shinta Widjaja Kamdani

Tak Semata Kare Masuk dalam daftar Asiaâ&#x20AC;&#x2122;s 50 Power Businesswomen memang prestasi hebat. Namun kesuksesan itu diraih Shinta Widjaja dengan usaha keras dan penuh ketekunan. TEKS Hideko ilustrasi ramawijaya

50

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


profil perempuan pebisnis

ena Nasib Baik A

pril memang menjadi bulan yang spesial bagi kaum hawa di tanah air. Di bulan ini, setiap tanggal 21, diperingati hari lahir RA Kartini. Peringatan ini sebenarnya merupakan simbol bagi kesetaraan serta kemandirian perempuan di Indonesia. Melalui pemikiran Ibu Kartini, kini kaum perempuan bisa meniti kesuksesan di segala bidang, termasuk di sektor bisnis. Bahkan, kehebatan perempuan pebisnis dari Indonesia diakui dunia internasional. Salah satu perempuan pebisnis yang telah diakui kehebatannya adalah Shinta Widjaja Kamdani. Managing Director Shintesa Group ini dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai salah satu dari 50 perempuan pebisnis di Asia yang sukses atau Asiaâ&#x20AC;&#x2122;s 50 Power Businesswomen, beberapa waktu lalu. Dalam daftar tersebut, perempuan kelahiran Februari 45 tahun silam itu berada di peringkat ke-18. Masuk dalam kelompok 50 perempuan pengusaha Asia memang cukup membanggakan. Shinta termasuk dalam pilihan Forbes karena Shintesa Group yang dipimpinnya kini menaungi sekitar 17 perusahaan yang bergerak di bidang properti (6), manufaktur (6), energi (2), dan produk konsumen (3). Perusahaan yang ia pimpin beromzet sekitar US$ 100 juta per tahun. PT Widjajatunggal Sejahtera, cikal bakal Shintesa Group, didirikan Shinta pada tahun 1992. Kemudian namanya berubah menjadi Shintesa Group pada 1999. Selain menaungi banyak perusahaan, Shintesa Group juga memiliki investasi di banyak perusahaan, termasuk di Tira Group. Tira Group merupakan perusahaan yang didirikan oleh ayah Shinta, Jhonny Widjaja. Keberhasilan Shintesa Group tak lepas dari kemampauan Shinta dalam meyakinkan investor. Tak heran bila beberapa perusahaan asing kini menjadi mitra Shintesa Group. Tahun ini, Shintesa berhasil mengajak Metro Group untuk menanamkan investasi se-

Ketika temanteman seusianya asyik bermain, ia malah menjajakan buku dari rumah ke rumah. Semangat dan usaha kerasnya inilah yang mengantarkan perempuan ini menjadi businesswoman yang diperhitungkan di Asia. besar 350 juta euro di Indonesia. Tahun ini, perusahaan ritel asal Jerman itu akan membuka enam gerai baru. Hingga 2014 nanti ditargetkan perusahaan ritel ini akan mampu membiakkan gerainya menjadi 18 outlet. Daerah pusat bisnis seperti Jakarta, Bali dan Surabaya menjadi utama Shinta dalam mengembangkan Metro. Terjuni bisnis saat remaja

Menurut Shinta, Metro memiliki target usaha yang berbeda dari peritel yang sudah ada saat ini. Peritel dari Jerman itu lebih fokus pada house sale dengan target market para pengusaha UMKM, restoran dan hotel. â&#x20AC;&#x153;Jadi Kami akan bawa sistem cash and carry yang cukup baru di sini,â&#x20AC;? katanya. Shinta juga menyatakan di antara produk yang dijual tersebut akan menggunakan merek dagang lokal dan akan diluncurkan Agustus mendatang.

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Selain menjadi managing director di Shintesa Group, Shinta juga menjadi eksekutif penting di beberapa perusahaan. Sebut saja Wakil Presiden Direktur PT Menara Duta (Property Development Company), Direktur PT Menara Peninsula (Hotel), Komisaris PT Bumi Perkasa Andhika (Property), Direktur PT Tiga Raksa (Holding Company), sampai Komisaris PT Tigaraksa Satria Tbk (perusahaan distribusi). Menjadi pengusaha memang sudah menjadi garis tanganya. Selain lahir dari keluarga pebisnis, sejak kecil perempuan yang pernah menimba ilmu di Barnard College of Columbia University, New York, dan Harvard Business School Executive Education, Boston ini telah terjun di dunia bisnis. Ketika usianya baru 13 tahun, Shinta sudah menjadi sales buku yang dijajakannya secara direct selling dari rumah ke rumah. Maklum, salah satu bisnis Tira Group adalah distributor buku yang dijual secara direct selling. Baru pada usia 20 tahun Shinta mendirikan perusahaan sendiri. Kesuksesan yang diraihnya Shinta ini memang boleh dibilang karena nasib baik. Bagaimana tidak? Sebagai anak dari pengusaha besar, ia dengan mudah dapat berkarya di perusahaan yang dibangun oleh sang ayah. Sehingga, tak heran bila ketika usainya baru menginjak 20 tahun, Shinta sudah dipercaya ayahnya menjadi salah satu direktur di perusahaan ternama. Begitulah, nasib baik menaungi perjalanan Shinta sebagai pebisnis. Tapi begitu, menjadi pebisnis sukses tidak hanya semata karena memiliki nasib baik. Semangat dan usaha keras menjadi modal Shinta saat meniti kariernya. Ketika teman-teman seusianya asyik bermain, ia malah menjajakan buku dari rumah ke rumah. Semangat dan usaha kerasnya inilah yang mengantarkan perempuan ini menjadi businesswoman yang diper­ hitungkan di Asia. n

51


hukum sengketa lahan

Tambang Batubara Bukit Asam

Babak Baru Seng Lahan Bukit Asam Tidak sia-sia PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk memiliki Patrialis Akbar sebagai Komisaris Utama. Mantan Menteri Hukum dan HAM ini, mem-back up upaya Perseroan melanjutkan perkara sengketa lahan. Kali ini kasusnya bergulir ke Komisi Pemberantasan Korupsi. TEKS Elka Saraswati Foto Nuril Sybli

B

abak baru kasus sengketa lahan ditandai kedatangan Patrialis Akbar ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada awal pekan kemarin. Ia datang bersama Wilawarma, Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Kedatangan dua petinggi PTBA ke KPK ini bukan tanpa maksud. Mereka berniat melanjutkan persoalan sengketa lahan yang berujung pada pengalihan se-

52

bagian wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PTBA di Kabupaten Lahat, Sumatra Barat kepada 34 perusahaan pertambangan lainnya. Dalam versi mereka, proses pengalihan lahan memiliki indikasi tindak pidana korupsi. Direksi PTBA memutuskan membawa kasus ini ke KPK. Ini adalah upaya kedua kalinya, setelah pada tahun 2006 juga pernah dilaporkan kepada KPK. Berbeda dengan tahun 2006, kali ini

PTBA yakin KPK akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan. â&#x20AC;&#x153;Ada indikasi pidana, kami laporkan kepada institusi yang berwenang sehingga semua berjalan sesuai proses hukum. Saya mendampingi Direktur Utama PTBA, Pak Milawarma, melaporkan masalah ini ke KPK,â&#x20AC;? tegas Patrialis Akbar di Gedung KPK. Untuk menguatkan dugaan korupsi, PTBA mengaku sudah memiliki buktibukti adanya kerugian negara terkait

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


hukum sengketa lahan pengalihan aset negara dan pemanfaatannya. “Sudah ada transaksi, antara lain, lahan seluas 2.700 hektar senilai sekitar Rp 2 triliun. Potensi kerugian akibat dibagikan kepada swasta nilainya sekitar US$ 2,3 miliar. Itu tahun 2007. Kalau harga sekarang bisa dua atau tiga kali lipat,” tambah Milawarma. Adapun pihak terlapor adalah mantan Bupati Lahat, Harunata yang menjabat dalam kurun watu tahun 2003-2008. Sejauh ini pihak Pemkab Lahat sendiri tak terlalu dipusingkan dengan langkah lanjut PT BA tersebut. Alasannya, seperti diungkap kuasa hukum Pemkab Lahat, Suhar­ yono, duduk perkara sengketa lahan sudah jelas karena MA menyatakan pengalihan lahan dinilai bukan sebagai perbuatan melawan hukum. “Fakta hukum yang tidak terbantahkan lagi bahwa kasus sengketa lahan

gketa m

tersebut dimenangkan oleh kami,” katanya.

Berkepanjangan Babak baru sengketa lahan PTBA yang kini bergulir ke KPK, membuat perkara ini kian berkepanjangan. Kasus ini sebenarnya sudah bergulir sejak tahun 2005, bermula ketika Harunata memerintahkan PTBA mengajukan kembali permohonan baru guna meningkatkan status dari Kuasa Pertambangan (KP) Eksplorasi ke KP Eksploitasi melalui SK No.540/29/KEP/ PERTAMBEN/2005 tertanggal 24 Januari 2005. Penerbitan SK ini tentu saja membuat PTBA geram. Lebih-lebih ketika Bupati mengeluarkan izin KP baru untuk perusahaan lain, pada wilayah KP yang dimaksud dalam SK. Dalihnya ketika itu adalah untuk mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Toh meski meradang, PTBA tetap berupaya melakukan penyelesaian melalui langkah mediasi. BUMN pertambanan ini sempat menawarkan penyelesaian secara adat, berupa pemberian kompensasi 49 persen dari total produksi dari lahan itu kepada Pemkab Lahat. Apa lacur sampai saat terakhir, menurut Milawarma, tidak ada tanggapan dari Pemkab Lahat. Alhasil, tak ada pilihan lain bagi PTBA, untuk melaporkan kasus ini ke KPK. Apalagi setelah Patrialis Akbar ditetapkan sebagai Komisaris Utama. n

Patrialis Akbar

“Saya Dapat Tugas Khusus” Langkah PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menggulirkan kasus pengalihan lahan ke ranah pidana korupsi, memang tidak terlepas dari campur tangan Patrialis Akbar. Mantan Menteri Hukum dan HAM ini, sejak awal Desember 2011 memang telah diangkat sebagai Komisaris Utama pada BUMN tersebut. “Saya ini ditugaskan oleh negara sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam,” ujar Patrialis Akbar sembari menambahkan, keberadaannya di PTBA untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan hukum di BUMN tersebut. Untuk itulah sejumlah langkah dan upaya sudah disiapkan. “Jadi, satu per satu kami uraikan benangnya ini. Kalau ada (kasus) perdata, kami (selesaikan) perdata itu, kalau ada indikasi pidana kami laporkan kepada institusi yang berwenang untuk itu, sehingga semua berjalan sesuai proses hukum,” urainya. Bisakah Patrialis Akbar mengemban misi khusus ini? Tunggu saja. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

Pantang Mundur Demi Emas Hitam

P

anjang sudah jalan yang ditempuh PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk bisa mendapatkan kembali wilayah yang hilang. Ngototnya PTBA tak hanya menjadikan BUMN ini berhadapan dengan Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, tapi juga seteru lain yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Peperangan segitiga PTBA – Pemkab Lahat – ADRO, berawal dari keberhasilan PTBA mendapat izin Kuasa Pertambangan (KP) yang kini berganti nama menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada 20 Desember 1990. Selanjutnya 11 September 2001, izin KP Penyelidikan Umum meningkat menjadi KP Eksploitasi, lewat keputusan yang diteken Gubernur Sumatra Selatan waktu itu, Rosihan Arsyad. Pada 7 Januari 2004, Gubernur Sumatera Selatan yang baru, Syahrial Oesman, mengirimkan surat kepada PTBA. Isinya peninjauan ulang SK Gubernur yang diterbitkan sebelumnya, karena tanpa meminta persetujuan dari Bupati Lahat dan Bupati Muara Enim, tempat areal tambang PTBA berada. Syahrial Oesman meminta PTBA mengajukan izin KP Eksploitasi kepada kedua bupati itu. PTBA menurutinya dan mengirim permohonan izin KP Eksploitasi kepada Bupati Lahat pada 16 Juli 2004. Apa lacur, yang terjadi Bupati Lahat malah memberi izin KP Eksplorasi di wilayah yang sebelumnya diklaim sebagai wilayah KP Eksplorasi PTBA, kepada empat perusahaan swasta yakni: Mustika Indah Permai, Bukit Bara Alam, Muara Alam Sejahtera, dan Bara Alam Utama. Keterlibatan ADRO dalam “peperangan emas hitam” ini dimulai ketika anak usahanya, PT Alam Tri Abadi membeli 75% saham Mustika Indah Permai milik Elite Rich Investment Ltd, dengan nilai transaksi US$ 222,5 juta. ADRO sendiri bergerak cepat dengan melakukan investasi besar-besaran guna mengeruk emas hitam dari perut bumi. Tentu saja semua ini membuat PTBA meradang yang lantas mengajukan gugatan Tata Usaha Negara (TUN) dan Perdata pada 2005 dan 2008. Sayang upaya ini kandas karena sampai ke tahap Peninjauan Kembali (PK), Mahkamah Agung (MA) tidak memenangkan gugatan PTBA. Tak mau menyerah, PTBA membawa kasus ini kepada KPK. Kini dengan Patrialis Akbar di jajaran Dewan Komisaris, PTBA yakin bisa memenangkan peperangan. Jadi, meminjam penggalan syair lagu D’Massiv: jangan menyerah…jangan menyerah… n

53


hukum hakim

A

wal pekan kemarin, Komisi Yudisial (KY) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kedatangan 28 hakim. Mereka berasal dari pengadilan yang tersebar di nusantara, mulai Aceh sampai Sulawesi. Kedatangan para hakim disambut Ketua KY, Eman Suparman bersama anggota KY lainnya, yakni Ahmad Jayus dan Taufiqurahman Syahuri. Sebenarnya hal biasa jika ada hakim yang mendatangi KY. Namun kedatangan 28 hakim kali ini berbeda. Mereka mengaku mewakili 4.000 hakim di seluruh Indonesia dan sengaja datang untuk meminta dukungan KY memperjuangkan kesejahteraan. Tuntutan ini disampaikan karena menurut hakim, pemerintah terus abai menyoal kesejahteraan mereka. Padahal menurut juru bicara para hakim, Marta Satria Putra yang juga Ketua PTUN Palangkaraya, sebagai hakim mereka memiliki hak konstitusional sebagai pejabat negara, seperti diatur dalam Undang-Undang (UU) Kepegawaian dan UU Kekuasaan Kehakiman. Kedua UU tadi mengandaikan hak pejabat negara yang harus dipenuhi. Persoalannya, lanjut Maria Satria Putra, “Tak ada peraturan pemerintah untuk melaksanakan UU tersebut.” Ketiadaan peraturan pemerintah itu­lah yang menurut pakar hukum dan tata negara, Prof Jimly Asshiddiqie, membuat hakim sampai sekarang belum mendapatkan tunjangan yang selayaknya diterima sebagai pejabat negara. Ditambahkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, “Penetapan sebagai pejabat negara baru pada hakim agung. Sementara para hakim selainnya belum, sehingga tunjangan pejabat negara para hakim ini tidak dapat.” Nah, masih terabaikannya hak kons­ titusional para hakim murni kesalahan pemerintah. Alasannya, demikian Jimly Asshiddiqie, “Yang mengatur urusanurusan administrasi dan keuangan kan pemerintah, termasuk yang mengurus status pejabat negara.”

Ancam Mogok Para hakim sendiri sepertinya serius menuntut kepada pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan mereka. Mereka mengancam mogok sidang jika tuntutan perbaikan kesejahteraan mereka tidak dipenuhi. Bukan tanpa alasan kalau para hakim kemudian meradang. Maklum saja sudah

54

Jangan Mogok Pak Hakim Lama tak diacuhkan kesejahteraannya, ribuan hakim di negeri ini bersatu sikap. Bila pemerintah tetap abai, maka para penegak keadilan ini akan mogok sidang. TEKS Elka Saraswati Foto Asep Rochyadi

empat tahun ini gaji hakim tidak pernah naik. Padahal di sisi lain pemerintah sudah beberapa kali menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Upaya bertanya bukan tak pernah dilakukan, tetapi sepertinya tak ada gayung tersambut. Ancaman mogok sidang pak hakim tentu saja mengundang reaksi. Banyak pihak menyayangkan jika sampai terjadi para hakim benar-benar menolak menjalankan tugas menggelar persidangan. Jimly Asshiddiqie sendiri berpendapat, “Lebih baik bertemu dengan otoritas yang berwenang.” Hal senada juga disampaikan Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung (MA), Djoko Sarwoko. Menurutnya, mogok sidang bukanlah kultur hakim untuk memperjuangkan peningkatan gaji dan kesejahteraan. Perjuangan hakim harus dilakukan elegan, misalnya mengajukan permohonan uji materi UU Kekuasaan

Kehakiman ke Mahkamah Konstitusi. Sejauh ini para hakim berjanji, mogok bersidang adalah pilihan terakhir. “Pada prinsipnya mogok itu apabila kepentingan kita tidak terealisasi. Apa boleh buat. Kita akan mengambil jalan alternatif. Pengajuan dalam RAPBN 2013 harus terealisasikan, jika tidak terealisasikan, tidak menutup kemungkinan teman-teman melakukan gerakan yang lain termasuk dalam hal mogok sidang,” papar Marta. Semoga saja ancaman mogok tidak menjadi kenyataan. Apalagi DPR sepertinya setuju kalau gaji para hakim memang harus dinaikkan, meski pertimbangannya berbeda. “Saya setuju gaji hakim dinaikkan. Selama anggarannya ada kenapa tidak? Ini untuk meminalisir supaya hakim tidak jual beli kasus,” tandas Wakil Ketua DPR, Pramono Anung. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Penjual Nakal Bikin Gatal Praktik penjualan setengah memaksa di pusat perbelanjaan kembali marak. Ulah para penjual nakal ini memang bikin gatal. Bila tak waspada, bukan tak mungkin uang di dompet bisa mental. TEKS Mahbub Junaidi dan Elka Saraswati Foto dahlan rebo pahing

U

lyah tersenyum lebar. Maklum saja, tanggal masih muda, tagihan beres semua, sementara saldo tabungan sudah bertambah dari pensiun almarhum sang suami. Hari itu ia mengajak putri bungsunya, Karimah berjalan-jalan ke salah satu pusat belanja megah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Harusnya hari itu jadi hari bahagia. Apa lacur, yang didapat malah petaka. Semuanya berawal dari aksi beberapa penjual dari gerai yang memajang produk merek Horvern. Melihat Ulyah datang, merekapun mendekat, dan bilang kalau ia telah mendapat hadiah kejutan berupa barang dan kupon (voucher) belanja ratusan ribu rupiah. Tentu saja Ulyah terkaget-kaget, tak percaya tapi juga senang demi mendapat hadiah. Tapi agar hadiah berupa kompor gas, blender, spa belt electric dan panic presto bisa diam-

bil, ia harus membeli mineral pot seharga Rp 499.500. Belum sempat mencerna aturan main, para penjual nakal meminta Ulyah mengeluarkan ATM untuk membayar mineral pot. Bisa diduga, dana yang ada pun langsung didebet. Belum cukup, para penjual nakal langsung “memberikan” hadiah yang dijanjikan namun bentuknya potongan harga sehingga Ulyah cukup membayar Rp 5,090 juta saja. Gerak cepat para penjual nakal tak bisa diikuti Ulyah yang kembali tak kuasa mencegah ketika kartu ATM miliknya kembali didebet. Transaksi selesai sudah. Gantinya, Ulyah mendapat dua lembaran nota yang berisi barang-barang “hadiah”. Namun langkah kaki Ulyah terasa berat saat meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut. Dirinya tak percaya, baru saja membelanjakan uang lebih dari Rp 5,5 juta untuk mendapatkan

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

hukum penjual nakal “hadiah”. Katanya, “Saya merasa seperti kena tipu.”

Penjual Nakal Sesungguhnya bukan hanya Ulyah yang merasa tertipu oleh praktik penjualan nakal berkedok “hadiah”. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut, kerap menerima pengaduan kasus-kasus serupa. “Kami sempat membawa kasus serupa hingga ke BPSK (Badan Perlindungan Saksi Korban) serta berujung di pengadilan dan berakhir dengan dimenangkannya konsumen,” ujar Sularsi, Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI. YLKI sendiri sebenarnya tidak tinggal diam. Berbagai upaya sudah dilakukan agar praktik penjualan nakal tidak lagi dilakukan karena merugikan kon-

sumen. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan melakukan mediasi ke pihak produsen maupun pusat perbelanjaan, juga melaporkannya ke Kementerian Perdagangan bahkan Bareskrim Polri. Namun nampaknya para produsen nakal tetap saja leluasa melakukan praktik penjualan setengah memaksa. Kondisi ini terjadi karena kegiatan penjualan nakal cenderung sudah membentuk sistem. Karenanya untuk membatasi gerak para penjual nakal, menurut Sularsi harus dihadapi melalui sistem yang melibatkan banyak pihak. Diuraikan Sularsi, “Modus seperti ini, merupakan sistem. Jadi, penyelesaiannya harus lewat sistem juga. Segala macam cara yang ditempuh masyarakat sebagai korban, YLKI sebagai pelindung hak-hak konsumen serta polisi sebagai aparat penegak hukum, akan sia-sia jika pemerintah sebagai pemegang kunci utama tak mengambil sikap dan tindakan tegas.” n

55


keuangan dividen

Ketika Pemilik Bank Harus Mengalah Kendati perolehan laba naik cukup tinggi, sejumlah bank memilih tak membagikan dividen. Mereka butuh modal untuk menghadapi Basel II di tahun 2013. TEKS Bastaman foto wirasatria, riset

Parikesit Suprapto

56

M

enjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang rencananya berlangsung April ini, bankir bank pemerintah mendapat kado istimewa dari Kementerian BUMN. Adalah Parikesit Suprapto yang menyampaikan kabar baik tersebut. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa ini, besaran dividen yang harus disetor ke kas negara tahun ini dipastikan di bawah 25% dari laba bersih. Lebih rendah dari tahun lalu yang rata-rata di atas 30%. Berdasarkan data Kementerian BUMN, total, laba bersih empat bank pemerintah pada tahun 2011 mencapai Rp 34,190 triliun. Dengan pay out ratio sebesar 25%, maka dividen yang harus disetor ke kas negara mencapai Rp 5 triliun lebih. Dengan turunnya pay out ratio, bank BUMN bisa menggunakan sebagian besar keuntungan untuk meningkatkan permodalannya dan ekspansi kredit. â&#x20AC;&#x153;Diharapkan bank BUMN dapat mempertahankan CAR 12% dan memaksimalkan penyaluran kredit,â&#x20AC;? kata Parikesit. Target ekspansi kredit sebesar 22% tahun ini memang mengharuskan perbankan meningkatkan modalnya. Jika tidak, aksi tersebut akan membuat kecukupan modal bank menjadi menciut. Padahal, upaya menambah modal di kala situasi sulit seperti sekarang, bukanlah perkara mudah. Itu sebabnya, untuk memperkuat tingkat kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR), BI sebagai otoritas moneter sudah sejak lama menyarankan agar perbankan menahan perolehan labanya. Hanya saja, hal itu baru bisa dilakukan bila pemegang saham atau para stake holders rela perusahaan miliknya tidak membagikan dividen. Pemerintah sendiri sebenarnya sedang membutuhkan duit. Dalam RAPBN-P 2012, tahun ini pemerintah menargetkan setoran dividen BUMN sebesar Rp 30,77 triliun atau lebih tinggi Rp 1,7 triliun dibandingkan APBN 2012. Namun, ya itu tadi, pemerintah

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


keuangan dividen terpaksa menurunkan pay out ratio agar bank BUMN dapat mempertahankan CAR 12%. BRI, contohnya. Dalam RUPS BRI yang berlangsung pekan lalu, pemegang saham telah sepakat membagikan dividen sebesar Rp 3 triliun lebih atau 20% dari laba bersih. Jika dibandingkan dengan setoran dividen tahun buku 2010, yang berjumlah Rp 2,9 triliun, angka itu memang mengalami kenaikan. Namun saat itu perolehan laba BRI tidak sebesar tahun 2011, sehingga pay out ratio-nya cukup tinggi, yakni 30%. Parikesit belum bisa memastikan jumlah dividen yang bakal diambil pemerintah dari Bank Mandiri, BNI, dan BTN. “Kita tunggu RUPS mereka April ini,” katanya. Namun ia memastikan pay out ratio ketiga bank tersebut akan di bawah 25%. Tahun lalu, Bank Mandiri dan BNI masing-masing menyetor dividen sebesar 35% dari laba bersih mereka. Sedangkan dividen yang disetor Bank BTN lebih besar lagi, mencapai 45%.

Menyongsong Basel II Halim Alamsyah, Deputi Gubernur BI, kembali mengingatkan pentingnya peningkatan permodalan bank. Pasalnya, tambahan modal ini bukan hanya untuk kebutuhan internal dan ekspansi kredit semata, tapi juga untuk menghadapi diberlakukannya ketentuan Basel II pilar II pada 2013. Betul, basaran CAR tidak akan berubah alias tetap 8%. Hanya saja, dalam aturan internasional tersebut risiko dari setiap aktivitas perbankan akan turut diperhitungkan sehingga butuh modal yang kuat. Mungkin itu pula, selain bank BUMN, sejumlah bank swasta pun tahun ini tidak membagikan dividen atau menahan laba mereka. Bank Panin, contohnya. Pemegang saham bank swasta ini sepakat untuk menahan seluruh laba bersihnya yang mencapai Rp 2 triliun lebih. “Akan dipergunakan untuk meningkatkan permodalan,” kata seorang direktur Bank Panin. Dengan tambahan modal ini, Panin leluasa melakukan ekspansi tanpa khawatir CAR-nya yang kini mencapai 17,45% akan turun. Langkah serupa juga dilakukan Bank CIMB Niaga. Karena telah membagikan dividen interim sebesar Rp 200 miliar pada November 2011, pemegang saham sepakat untuk menahan seluruh laba bersihnya yang mencapai Rp 3,17 triliun. “Dividen interim sudah dilakukan pada November 2011 dan kami minta itu se-

rapat umum pemegang saham bank BNI

“Diharapkan bank BUMN dapat mempertahankan CAR 12% dan memaksimalkan penyaluran kredit.” Parikesit Suprapto Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa

bagai final. Jadi tidak pembagian dividen lagi,” kata Catherine Hadiman, Wakil Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga. Memang, tak semua bank membutuhkan modal tambahan. Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJB), contohnya. Tingkat kecukupan modal

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

BJBR saat ini masih cukup tinggi, yakni 18,36%. Tingginya CAR bank daerah ini terutama didongkrak oleh modal dari penjualan saham, Juli tahun lalu. Dari penjualan saham tersebut Bank BJB berhasil meraup dana murah Rp 1,4 triliun lebih. Hingga akhir 2011, dana hasil go public yang belum terpakai masih ada sekitar Rp 200 miliar. Makanya, BJB berani memberikan dividen cukup tinggi, yakni Rp 592 miliar atau sekitar 62,5% dari laba bersih. Sehingga, menurut Bien Subiantoro, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk, bank yang dipimpinnya belum belum perlu menambah modal baru. “Dengan membagikan dividen, kemungkinan CAR Bank BJB turun menjadi 17%. Dengan CAR sebesar itu kami bisa ekspansi,” kata Bien. n

57


keuangan bumiputera

Pil Pahit Buat Si Datuk Bank ICB Bumiputera menjadi sedikit bank di tanah air yang merugi. Katanya, itu karena manajemen fokus pada pembenahan kondisi perusahaan. TEKS Bastaman foto dahlan rebo pahing

M

anajemen Bank ICB Bumiputera harus menelan pil pahit. Di saat hampir semua bank di tanah air berhasil mencatatkan kenaikan laba yang lumayan tinggi, bank yang 68,89% sahamnya dikuasasi oleh ICB Group Holdings AG itu boleh dibilang gagal total. Tahun lalu, bank swasta ini membukukan rugi sebesar Rp 95,33 miliar. Padahal, pada tahun 2010, ICB Bumiputera masih mampu meraih laba bersih Rp 28 miliar lebih. Naiknya kredit bermasalah atau non

58

performing loan (NPL) disebut-sebut sebagai penyebab utama dari kerugian tersebut. Seperti halnya bank yang dikuasai pemodal asing, ICB Bumiputera juga agresif di sektor konsumsi seperti kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KPM), kredit tanpa agunan, dan kartu kredit. Sayang, langkah itu tak diimbangi dengan kontrol yang ketat sehingga menimbulkan kemacetan. Tahun lalu, kredit bermasalah di Bank ICB Bumiputera mencapai 6,25% dari total kredit yang disalurkan. Naik tajam

dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,34%. Gara-gara kenaikan NPL tersebut, duit ICB Bumiputera banyak tersedot untuk pencadangan aset (PPA) yang nilainya mencapai Rp 172,78 miliar. Ini pula yang membuat rasio kecukupan modal (CAR) ICB Bumiputera anjlok dari 12,55% menjadi 10,47%. Benarkah gara-gara kredit bermasalah? Bambang Setiawan, Direktur Kepatuhan Bank ICB Bumiputera, tak membantah soal memmbengkaknya NPL. Namun, menurutnya, turunnya kinerja ICB Bumiputera lebih dikarenakan langkah konsolidasi yang diambil manajemen sejak pertengahan 2011. Pembenahan yang dilakukan meliputi berbagai bidang, mulai dari menata ulang bisnis, sumber daya manusia, hingga membenahi kredit berisiko tinggi. Singkat kata, tahun lalu fokus manajemen lebih diarahkan pada pembenahan menyeluruh terhadap kondisi perusahaan. Termasuk membayar kewajiban yang sudah jatuh tempo serta menambah pencadangan aktiva produktif untuk meningkatkan kualitas kredit. â&#x20AC;&#x153;Bisa dikatakan, tahun 2011 kami melakukan bersih-bersih karena ingin ICB Bumiputera menjadi bank yang lebih baik,â&#x20AC;? katanya. Penjelasan yang cukup masuk akal. Namun sayang, pembenahan itu menyebabkan penyaluran kredit sepanjang 2011 menyusut dari Rp 613 triliun menjadi tinggal Rp 5,11 triliun. Sementara upaya menekan dana mahal membuat dana pihak ketiga (DPK) turun dari Rp 7,21 triliun menjadi Rp 6 triliun lebih. Penurunan DPK terbesar terjadi di deposito, dari Rp 5,5 triliun menjadi 3,89 triliun. Apa boleh buat, penurunan kredit tadi membuat pendapatan bunga bersih ICB Bumiputera tahun lalu mencatat penurunan sebesar Rp 32 miliar menjadi Rp 362,65 miliar. Penurunan juga terjadi pada pendapatan non bunga ( fee-based income) dari Rp 77,73 miliar menjadi Rp 57,7 miliar. Sementara itu kenaikan pencadangan aktiva produktif dan pelunasan kewajiban atau utang membuat beban operasional meningkat 43,13% menjadi Rp 491,62 miliar. Jadi, buruknya rapot bank milik Che Abdul Daim bin Haji Zainudin (pemilik 99,99% ICB Financial Holdings AG) itu semata-mata karena pembenahan untuk membuat Bank ICB Bumiputera lebih sehat. Sungguhpun harus menelan pil pahit, menurut Bambang, upaya pembenahan itu kini telah menampakkan hasil. â&#x20AC;&#x153;Alhamdulillah, akhir kuartal-I 2012 kami sudah membukukan keuangan (keuntungan) yang lumayan,â&#x20AC;? katanya. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


keuangan obligasi

B

ank Indonesia akhirnya tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 5,75%. Namun, bukan tidak mungkin, di bulan-bulan mendatang suku bunga akan mengalami kenaikan. Soalnya, pemerintah berencana untuk membatasi pemakaian BBM bersubsidi. Jika tak ada aral melintang, Mei depan BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi oleh kendaraan di bawah 1.300 cc. Kebijakan tersebut mau tak mau akan memicu kenaikan inflasi dan suku bunga. Makanya, sejumlah analis berpendapat bahwa saat ini merupakan momentum yang pas untuk menerbitkan obligasi karena biayanya masih relatif murah. Lagi pula, aliran dana asing masih masuk ke Indonesia. “Perusahaan yang memerlukan dana, segeralah menerbitkan obligasi,” saran Herdi Ranu Wibowo, Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities. Saran itu disampaikan Herdi karena ada indikasi pemerintah bakal lebih banyak lagi menerbitkan surat berharga negara (SBN). Tentu saja, persaingan memperebutkan dana masyarakat akan semakin ramai. Soalnya, selain obligasi pemerintah, sampai saat ini obligasi korporasi yang masuk pipeline atau dalam proses emisi di Bursa Efek Indonesia sudah mencapai Rp 20 triliun. Ini belum termasuk obligasi yang bakal diterbitkan di akhir semester I dan semester II. I Made Adi Saputra memprediksi, penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini akan mencapai Rp 50 triliun atau naik 11% dibanding penerbitan obligasi tahun 2011 yang mencapai Rp 45,08 triliun. Menurut analis dari NC Securities ini, sekitar 70% obligasi baru tersebut dikeluarkan oleh perusahaan multifinance dan bank. “Mereka membutuhkan dana untuk ekspansi kredit dan membayar utang (obligasi) yang sudah jatuh tempo,” ujar Adi. Masalahnya, ya itu tadi, kemungkinan akan terjadi masalah dalam daya serap. Persaingan ini diperkirakan para analis akan memicu kenaikan kupon (bunga). Saat ini yield obligasi bertenor lima tahun dengan peringkat A memberikan kupon 400 – 500 basis poin di atas yield obligasi pemerintah dengan tenor yang sama. Namun, menurut Adi, hal itu bisa diminimalisir bila rating perusahaan bagus dan kupon yang diberikan cukup tinggi. Memang, pemodal institusi seperti

Maraknya Gelombang Utang Semakin banyak saja perusahaan yang menerbitkan obligasi. Ada kemungkinan terjadi masalah dalam daya serap pasar. TEKS Bastaman foto riset

BTN akan menerbitkan obligasi untuk ekspansi bisnis pada 2012

“Perusahaan yang memerlukan dana, segeralah menerbitkan obligasi.” Herdi Ranu Wibowo Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities

dana pensiun dan manager investasi biasanya lebih selektif dalam melakukan pembelian obligasi korporasi. Selain besaran kupon, mereka juga akan memperhatikan rating surat utang. Dana

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

pensiun dan perbankan biasanya lebih tertarik dengan obligasi yang memiliki rating AAA. Tingkat likuiditas emiten juga jadi pertimbangan para investor. Mereka juga akan mempertimbangkan track record si penerbit surat utang, apakah pernah default atau selalu tepat membayar. Walaupun nilai obligasi yang bakal dikeluarkan tahun ini cukup besar, namun angka itu masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan dana asing yang masuk. Tahun ini dana asing yang masuk ke Indonesia diperkirakan akan mencapai US$ 17 miliar atau sekitar Rp 153 triliun. Jadi, peluang untuk meraup dana dari pasar masih terbuka lebar. n

59


pasar modal ihsg

Gelombang Ma Para pelaku pasar memprediksi, indeks masih akan menurun hingga dua pekan ke depan. Ini membuka kesempatan bagi investor untuk bermain pendek. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi/infografis ramawijaya

S

eperti yang diramalkan kalangan analis, pekan lalu akhirnya menjadi saat bagi indeks harga saham gabungan untuk memasuki fase konsolidasi. Namun, setelah mengalami penurunan selama empat hari perdagangan, di penghujung pekan IHSG rebound dan menclok di level 4.159,28. Tidak terlalu parah, memang. Sebab, jika dibandingkan dengan posisi sepekan sebelumnya, hanya terjadi penurunan sebesar 7,09 poin atau sekitar 0,17%. Kendati di dalam negeri ada sejumlah faktor negatif yang memengaruhi, selain lantaran koreksi yang sehat, pelemahan kali ini lebih disebabkan oleh pengaruh eksternal. Pemicunya masih belum berubah, yakni gonjang-ganjing di Eropa, pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian yang terjadi di China. Tengok saja yang terjadi pada Dow Jones Industrial Average. Bahkan, indeks yang menjadi kiblat bagi pasar modal dunia ini, pekan lalu melemah hingga menembus batas psikologisnya, 13.000. Dow, sepanjang minggu lalu, tercatat melemah hingga 210 poin (1,6%) dan ditutup pada kisaran 12.849. Menurut Felix Sindhunata, Kepala Riset Henan Putihrai Securities, apa yang terjadi di minggu lalu bukan mustahil akan berulang di pekan ini. â&#x20AC;&#x153;Secara keseluruhan, risiko masih tinggi. Pasar mengkhawatirkan kemampuan Spanyol dan Italia dalam mengendalikan fiskal mereka,â&#x20AC;? katanya.

60

Felix menilai, Volatility Index (VIX) akan bergerak menguat, atau paling tidak tetap konsisten mendekati level tertinggi di tahun ini. Seperti dikemukakan di depan, pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kualitas pertumbuhan ekonomi AS dan seberapa besar kemampuan China dalam melakukan soft landing. Sementara itu kekhawatiran terhadap krisis di Eropa juga semakin membuat risiko pasar meningkat. Itu ditandai dengan terus menaiknya imbal hasil (yield) oblilgasi Spanyol yang bertenor 10 tahun. Saat ini, yield obligasi negeri matador itu sudah berada pada tingkat 5,91%. Dan menurut Felix, angka itu akan bisa dengan mudah mencapai 7%. Peningkatan tersebut, tak lepas dari ketidakmampuan pemerintah Spanyol untuk memenuhi target defisit 3%. Bahkan yang terjadi malah merayap ke level 4,4%. Ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kemampuan pemerintah mengelola defisit.

Pemangkasan anggaran senilai 10 miliar euro, juga tidak mampu memberikan keyakinan ke pasar. Pesimisme para pelaku pasar dipicu oleh tingkat pengangguran yang tinggi serta kekhawatiran pemerintah otonomi daerah tidak mau tunduk pada kebijakan pengetatan yang digariskan pusat. Maklum, banyak daerah otonomi yang dikuasai oleh partai oposisi. Kondisi serupa juga tengah berlangsung di Italia. Padahal, dilihat dari sisi produk domestik bruto, dua negara ini (Spanyol dan Italia) merupakan yang keempat dan kelima terbesar di Eropa. Jadi bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika gonjang-ganjing yang terjadi di sana melaju ke arah krisis besar. Ketika Yunani--yang PDB-nya berada di rangking 12--kolaps saja, seluruh dunia sudah dibikin repot. Betul, kondisi Spanyol dan Italia bisa saja diobati dengan cara menyuntikkan dana, seperti yang dilakukan pada Yunani. Apalagi lmbaga-lembaga peno-

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


asih Besar

longnya (seperti Troika, The European Financial Stability Facility (EFSF) dan The European Stability Mechanism) kini sudah lebih siap dari sisi institusi. Namun, pasar khawatir dua negara itu terlalu besar untuk di-bailout. Dan kalau program bailout tidak bisa terlaksana dengan baik, maka kekacauan di pasar keuangan dunia pun dipastikan tak bisa terhindarkan. Lantas bagaimana dengan sentimen yang bertiup dari China? Sama. Ini pun bikin deg-degan. Pemerintah China baru saja merilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama 2012 pada Jumat, 13 April ini. PDB China hanya meningkat ke 8,1% pada kuartal I-2012. Ini berada di bawah estimasi Bloomberg yang mematok pertumbuhan 8,4%. Ini jelas merupakan sentimen negatif bagi pasar global, terutama komoditas. Sebab, China merupakan negara konsumen terbesar kedua setelah AS. “Investor kini menunggu, seberapa besar eko-

nomi China akan melambat,” kata Felix. Terlepas dari berbagai indikator seperti yang dibeberkan di atas, kata Felix, secara historis, pada periode April–September, pergerakan pasar selalu membingungkan dan selalu diwarnai oleh volume perdagangan yang relatif tipis. Apalagi sekarang ada kekhawatiran meningkatnya inflasi sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah. Dalam 10 tahun terakhir, tercatat hanya ada empat tahun perdagangan di bursa saham mengalami penguatan pada triwulan 2 dan 3 (April – September). Indeks Dow Jones menguat 2 triwulan berturut-turut pada tahun 2003, 2006, 2007, dan 2009. Dan ini berpengaruh kuat pada pasar Asia, termasuk BEI. Nah, kali ini, faktor eksternal tetap akan menjadi penentu bursa Jakarta. Oleh sebab itulah, Fellix lebih merekomendasikan saham-saham yang berorientasi pada pasar dalam negeri. “Masih banyak yang menarik, kendati sudah ditransaksikan pada harga

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

pasar modal ihsg premium,”katanya. Saham-saham perkebunan misalnya, masih menarik karena kekeringan di Amerika Selatan yang memengaruhi suplai minyak kedelai di pasar global. Jangan terlalu mengkhawatirkan koreksi yang terjadi pada harga CPO. Sebab, kata Felix, itu hanya bersifat sementara. Beberapa saham yang memiliki momentum penguatan cukup baik dalam sepekan ke depan antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) dengan target price Rp 24.120. Lalu, PP London Sumatra Indonesia (LSIP) dengan target harga Rp 3.328 (Lihat: Si Licin Masih Bisa Menguat). Selain sektor perkebunan, masih ada sederet efek lainnya yang layak dipertimbangkan. Seperti XL Axiata (EXCL) yang berpotensi meningkat menuju Rp 5.820, Jasa Marga (JSMR) dengan target harga Rp 5.916, Gudang Garam (GGRM) dengan target price Rp 61.800 dan Bank Mandiri (BMRI) dipatok menuju Rp 8.260. Hanya saja, sebaiknya investor sabar menanti sampai terjadi koreksi. Sebab, minggu ini indeks masih berpeluang untuk melemah. Felix menebak, kali ini IHSG akan bermain di rentang 4.080– 4.200 Lain lagi hasil perhitungan yang diperoleh Tommy Yu. Menurut analis teknikal dari Jsxpro.com ini, selama tidak merosot hingga ke bawah 4.020, indeks masih berada di jalur menguat. Namun ia sepakat, dalam 4–5 minggu ke depan akan terjadi pelemahan. Ia memasang support terdekat pada angka 4.110. Dan kalau ini tertembus akan mengarah pada support berikutnya di 4.020. Sementara resistance terdekat dipasang pada level 4.170 dan 4.125. Rentang itulah yang memunculkan peluang bagi investor jangka pendek untuk memancing gain. Dan memang, Tommy menyarankan agar, dalam 1–2 pekan ke depan, investor memakai startegi trading buy. Pillihan yang disodorkan, mirip dengan yang diajukan Felix, yakni sahamsaham perkebunan Gozco Plantations (GZCO), BW Plantation (BWPT) dan LSIP. Saham lainnya yang diperkirakan bakal melahirkan keuntungan antara lain, Wijaya Karya (WIKA), Adhi Karya (ADHI), Total Bangun Persada (TOTL), Bakrieland Development (ELTY), dan Energi Mega Persada (ENRG). Nah, kini keputusan berada di tangan Anda, berani masuk di saat gelombang sedang tinggi? n

61


pasar modal saham CPO

Si Licin Masih Bisa Sejak awal tahun, sahamsaham sawit sudah terbang tinggi. Tapi, masih ada peluang bagi yang ingin merasakan nikmatnya gain dari si licin. TEKS Ahmad Munjin foto Sybli ilustrasi ramawijaya

K

omoditas minyak sawit mentah, boleh ‘dihajar’ oleh siapa saja, kapan saja dan dengan tuduhan apa saja. Mulai dari isu perusakan lingkungan hutan, hingga dianggap sebagai minyak yang bisa mengganggu kesehatan. Penudingnya, negara-negara maju—seperti AS dan Eropa—berulangkali menetapkan embargo alias penolakan atas produk yang banyak diproduksi di Indonesia ini. Tapi, toh bukan hanya para pencela itu yang menjadi konsumen. Oleh banyak negara, seperti India dan China, CPO tetap sangat dibutuhkan. Bahkan, Kazakhstan telah berkomitmen untuk ‘menukar’ CPO Indonesia dengan minyak mentah.

62

Hangatnya harga CPO di pasar internasional terlihat dari pergerakan yang terjadi belakangan ini. Akhir pekan lalu, minyak sawit mentah sudah menclok di level 3.613 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 10,8 juta per ton. Menurut Pardomuan Sihombing, jika melihat tingginya permintaan, harga CPO masih terbuka untuk meningkat lagi sebesar 10% hingga 20%. Ukie jaya Mahendra dari Asosiasi Analis Indonesia, juga mempunyai prediksi yang positif. Ia memperkirakan, tahun ini, harga minyak sawit mentah akan melaju menuju RM 3.960 – RM 4.000 per ton. Ekspektasi itulah yang membuat saham-saham dari sektor ini, sejak awal tahun, terus melaju. ”Secara rata-rata,

sejak awal tahun, sektor perkebunan mencatatkan kenaikan 11%,” kata Pardomuan. Dengan prestasi ini pula efek CPO tampil sebagai sektor yang mencatatkan kenaikan ketiga terbesar setelah saham sektor properti dan perdagangan. Tidak semua melesat, memang. Ada beberapa yang—karena berbagai hal—penguatannya berlangsung tersendat. Contohnya saham terbitan Bakrie Sumatera Plantation (UNSP), yang sejak awal Januari hanya berhasil terangkat 3,5% saja atau jauh di bawah kenaikan indeks harga saham gabungan (8,84%). Sementara sejumlah saham lainnya, justru berperilaku sebaliknya, terbang melebihi penguatan IHSG. Astra Agro

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


a Berotot

Lestari (AALI) misalnya, hingga akhir pekan lalu mencatatkan kenaikan harga hingga 10,6% dan Sampoerna Agro (SGRO) sebesar 18,5%. Yang spektakuler adalah penguatan pada saham London Sumatera Plantation (LSIP) yang mencapai 38,5%, Gozco Plantations (GZCO) 41,4%, dan BW Plantation (BWPT) 51,8%. Pertanyaannya, setelah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, masih adakah peluang bagi saham-saham itu untuk menguat? Jawabnya, masih ada. Kata Pardomuan Sihombing, saham-saham CPO biasanya mengekor pada harga minyak dunia dan batu bara. Tapi, untuk sementara, saham batu bara sebaiknya dikesampingkan dulu

lantaran sektor ini sedang diterpa oleh sentimen negatif berupa penerapan pajak penjualan yang cukup tinggi. “Isu ini sebenarnya masih wacana, tapi sudah direspons oleh pasar,” katanya. Namun terlepas dari kabar yang belum pasti terjadi, Pardomuan optimistis, permintaan dan harga CPO tahun ini akan terus menanjak. Itu sebabnya, ia tetap memberikan rekomendasi beli. Dua jago Ukie

Ada sejumlah saham yang, menurut perhitungan Pardomuan, layak dikoleksi. Salah satunya adalah AALI yang berkapitalisasi besar. Harga efek ini, hingga akhir tahun ditargetkan akan mencapai Rp 24.500. Kendati sudah menipis, LSIP, BWPT,

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012

pasar modal saham CPO SGRO dan UNSP juga masih memiliki potensi untuk berotot. LSIP misalnya ditargetkan akan mencapai level Rp 3.250, BWPT Rp 1.740, SGRO Rp 3.650 dan UNSP diprediksi masih mampu menggeliat lebih banyak menuju Rp 340 per saham. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” katanya. Itu berarti, jika mengalami pelemahan, efek-efek tersebut layak dibeli. Tapi, kalau untuk investor jangka pendek, sebaiknya melakukan perhitungan yang lebih ketat dengan technical analysis. Prediksi dan rekomendasi yang disodorkan Ukie jaya Mahendra pun tak jauh berbeda. Menurut analis ini, hampir seluruh saham CPO memiliki daya tarik. Namun ia lebih cenderung untuk memilih efek terbitan BWPT dan LSIP. Ada sejumlah alasan yang membuat Ukie tertarik pada dua saham ini. BWPT, kata dia, merupakan emiten yang paling efisien dalam berproduksi, sehingga potensi pertumbuhannya masih cukup baik. Saking efisiennya, perusahaan ini memiliki operating profit margin (OPM) paling tinggi, 54%. Memang, jika dilihat dari sudut PER (price to earnings ratio) yang mencapai 21,6 kali, saham ini sudah tergolong mahal. Sebab rata-rata PER di industri ini hanya berada di angka 15 kali. Namun karena memiliki kinerja yang kinclong, BWPT tetap menarik untuk dikoleksi. “Untuk tahun ini, saya memasang target Rp 2.000 untuk BWPT,” katanya optimistis. Kalau mau aman benar, tutur Ukie, investor harus bersabar hingga harganya melemah dari posisi saat ini (Rp 1.700, 13 April). Soalnya, untuk jangka pendek, BWPT diduga akan bergerak di rentang support Rp 1.560 dan resistance Rp 1.790. Lain BWPT, lain lagi karakter LSIP. Saham terbitan London Sumatera Plantation ini masih tergolong murah dengan PER 11,95 kali. Sementara debt to equity ratio-nya juga sangat rendah, 0,16 kali. Berdasarkan fakta-fakta itulah, ia berani memasang target harga pada level Rp 3.300. Kendati, sepanjang 3,5 bulan terakhir sudah mengalami kenaikan yang cukup besar. Saham ini, kata sang analis, layak dikoleksi di saat harganya melemah di level Rp 2.800. Walhasil, untuk seluruh saham sawit rekomendasi Ukie adalah buy on weakness. Tapi, ia tetap menyarankan agar investor lebih berkonsentrasi pada BWPT dan LSIP. Tertarik? n

63


pasar modal saham properti

Silakan Tunggu di Bawah

Saham-saham properti diyakini masih punya tenaga untuk menguat. TEKS Ahmad Munjin FOTO dahlan rebo pahing

P

roperti, memang, merupakan salah satu sektor usaha yang terkena pukulan telak berulangulang. Mulai dari ketentuan uang minimal sebesar 30%, yang akan diberlakukan per 15 Juni 2012, hingga kenaikan harga bahan-bahan bangunan yang mendahului kenaikan harga BBM bersubsidi. Belum lagi, akibat dari tingginya inflasi, daya beli masyarakat pun semakin melemah. Namun terbukti, hantaman itu tak membuat saham-saham properti juntai. Malah sebaliknya, harga sejumlah efeknya terus menanjak. Betul, dampak dari beleid pemerintah yang menyangkut BBM dan down payment (DP) kredit otomotif lambat laun akan berpengaruh negatif. Tapi, kata Gina Novrina Nasution, gejala itu tak perlu dikhawatirkan benar. Sebab tekanan yang terjadi hanya akan berlangsung sementara. Begitupun dampak dari penaikan harga BBM kelak, tak akan terlalu berpengaruh. Soalnya, semua itu sudah terfaktorkan pada harga-harga yang terbentuk saat ini. Sehingga, pada saat harga BBM benar-benar dinaikkan tak akan terjadi gejolak pada bisnis properti. “Apalagi BI rate masih dipertahankan di level 5,75%,” kata analis dari Equator Securities ini. Makanya, Gina optimistis, hingga triwulan III, sektor properti masih akan tumbuh positif. Memang, ketentuan DP

64

minimum 30% merupakan sentimen negatif, namun pengaruhnya tidak akan terlalu dahsyat. Dan itu hanya berlaku bagi penjualan rumah tipe 70 ke atas. Selain itu, pengaruh aturan tersebut akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang, pasar tinggal melihat, pergerakan harga minyak dunia dan pengaruhnya pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri. Sementara dari eksternal, selain sentimen negatif dari Eropa dan China, ada angin positif dari AS berupa meningkatnya penjualan ritel di sana. Ini, tutur Gina, berpengaruh positif ke bursa AS dan regional Asia, termasuk IHSG yang sangat didukung oleh sektor properti. Walhasil, setelah memperhitungkan berbagai sentimen yang bakal muncul di masa depan, saham di sektor ini masih tetap menarik untuk dimainkan. Hanya saja, karena sudah banyak yang diperdagangkan pada harga premium, investor disarankan untuk menunggu hingga terjadi koreksi. Ciputra Property (CTRP) misalnya, layak dikoleksi setelah harganya berada di kisaran Rp 670–Rp 690. Sementara support Ciputra Development (CTRA) berada di level Rp 710. Di luar Grup Ciputra, saham sejenis yang pantas ditunggu di harga bawah adalah Alam Sutera Realty (ASRI) yang memiliki support di Rp 590, Agung Podomoro Land (APLN) tunggu di Rp 360,

Lippo Cikarang (LPCK) di Rp 2.525, dan Wijaya Karya (WIKA) di Rp 860. “Adhi Karya (ADHI) juga layak dipertimbangkan karena dengan PER 7,4 kali, saham ini masih tergolong murah,” kata Gina. Dandossi Matram, analis senior yang kini menjadi Direktur di PT Rajawali Nusantara Indonesia, juga memiliki pandangan yang positif terhadap saham-saham properti. Menurut dia, naiknya harga bahan bangunan—untuk sementara—tidak akan memengaruhi bisnis di sektor ini. Sebab, biasanya, pengembang sudah memesan sejak jauh-jauh hari. Dan rata-rata, emiten yang terdaftar di bursa sudah melakukan hal seperti itu. Dampak kenaikan BBM kelak terhadap inflasi, yang kemudian berujung pada meningkatnya suku bunga, juga tak perlu dikhawatirkan benar. Sebab, kenaikannya diprediksi tidak akan terlalu tinggi. Lalu, dari sisi inflasi, memang, kemungkinan penaikan harga BBM 2012 bisa mendorong inflasi. Tapi, ini harus dilihat seberapa besar kenaikan inflasi terhadap bunga. Saya perkirakan, kalaupun suku bunga naik tidak akan banyak. Saya tidak melihat, kenaikan suku bunga yang tidak besar ini, akan berpengaruh negatif pada tingkat konsumsi di sektor properti. “Satu – dua tahun lalu, ketika bunga lebih mahal dari saat ini, toh orang tetap membeli,” katanya. Itu sebabnya, Dandossi melihat, saham-saham properti masih menarik untuk dikoleksi. Sebab, permintaan akan tetap tinggi. Apalagi, sekarang rumah tidak hanya dijadikan sebagai tempat tinggal, tapi juga untuk investasi. n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


Executive Lounge Bandara

Havana (Term 2 f) Prima (Term 2f) El john (Term 1b) El john (Term 1c) Sunda kelapa Lounge (Term 2 f) Mandiri Lounge (Term 2 f) Bni Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge Intr (Term 2 f) Batavia Lounge (Term 2d) Mutiara Longe (Term 2e) Kedaton Executive Lounge (Term 1a) Jw Lounge (Term 1a) Jw Sky Lounge (Term 2e) Taman Sari Royal Heritage Spa (Term 2f) D. Green Lounge (Term 3) Emerald Sky Lounge (Term 2f) Emerald Sky Lounge (Term 2d) Bengawan Solo Cafe (Term 1b) Oh La La Café (Term 2d) Padma Lounge (Ngurahrai Bali) Cempaka Lounge (Ngurahrai, Bali) Mandiri Prioritas (Ngurahrai, Bali) Garuda Executive Lounge (Ahmad Yani) Arjuna Lounge (Ahmad Yani) Srikandi Lounge (Ahmad Yani) Garuda Executive Lounge (Adi Sucipto) Borobudur Lounge (Adi Sucipto) Syaleindra Lounge Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang Lembayung Lounge Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru Minang Kabau Lounge Bandara Udara Internasional Ketaping Padang Crown Gapura Angkasa Lounge Polonia Medan Jw Lounge Terminal keberangkatan domestik bandara Depati Amir - bangka Jw Lounge Terminal Keberangkatan Int. Bandara Lombok Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Sultan Thaha - Jambi Jw Sky Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia - Medan Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Hangnadim - Batam Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai - Bali

Café

Kopi Luwak (All Jkt) Kopi thiam (pi) J.Co Donuts & Café Oh LaLa Apple Tree (mnc Tower) Marzano (Senayan City) Founzu Restoran (Wisma bni) Bengawan Solo Café Cup & Cino Cofe House Segafredo Zaneti Espreso Tator Café Cazasuki Resto

Bengawan Solo Café (Medan) Bengawan Solo Café (Surabaya) Bengawan Solo Café (Jogjakarta) Starbucks Café Christine Bakery Exselco Travel Dwijaya Travel (Wisma bni) Executive Barbershop/Salon Paxi Servis Center Daihatsu Rumah Sakit Medistra Rs. Satiti Depok

Hotel

Grand Sahid Jaya Borobudur Fulham Hotel Hotel Sentral - Pramuka (Drug Store) Hotel Century - Sudirman Hotel Kaisar - Duren Tiga Hotel Mega - Cikini Hotel Mega Anggrek Hotel Peninsula Slipi Hotel Menteng II Hotel Manhattan Hotel Sun Lake Hotel omni Batavia Hotel Ibis Slipi Hotel Regent Inter Continental - Rasuna Said Hotel Sahid Jaya Sudirman Hotel Ambara - Blok M Hotel Classic - jl. Samanhudi Hotel Mulia - Senayan Hotel Mercure - Ancol Hotel Milenium - Kebon Sirih Hotel Cipta I Hotel Golden Truly - Gunung Sahari Hotel Sofyan Betawi - Cikini Hotel Traveller - Mangga Dua Apartement & Hotel Tropic - Grogol Mall Bellagio - Mega Kuningan

Gedung Perkantoran

Apartement Taman Rasuna - Mm Little Corner Gedung Plaza Aldiron - Inkopau Gatot Subroto Gedung Menara Thamrin - Basement Gedung Graha Niaga - Liquid Shop - Loby Gedung Manara Jamsostek Gedung Graha Surya Internusa - Rasuna Said Gedung Manara Gracia - Rasuna Said Gedung Century Tower - Rasuna Said Gedung Depnaker RI Gatot Subroto Gedung Wisma Adhi Graha - Gatot Subroto Gedung Wisma Indo Mobil - Mt Haryono Gedung Depkes RI - Rasuna Said Gedung Wisma 77 Gedung Menara Dea Mega Kuningan Gedung Graha Pertamina - Rasuna Said Gedung Bpk RI. S.Parman

Gedung Menara Karya - Rasuna Said Gedung Wisma Sonatopas -S. Parman Tiptop Pondok Bambu (Hypermart) Rest Area Km 13.5 Tol Jkt Tangerang - Pujasera Total Bonjour - Buncit Mampang

Toko Buku

Toko Buku Gunung Agung Kwitang 6 Toko Buku Gunung Agung Kwitang 38 Toko Buku Gunung Agung Atrium Senen Toko Buku Gunung Agung Sunter Toko Buku Gunung Agung Blok M Toko Buku Gunung Agung Pondok Indah Mall Toko Buku Gunung Agung Citraland Toko Buku Gunung Agung Trisakti Toko Buku Gunung Agung Senayan City Toko Buku Gunung Agung Arion Toko Buku Gunung Agung Cbd Cileduk Toko Buku Gunung Agung Bumi Serpong Damai (Bsd) Toko Buku Gunung Agung City Mall Tangerang Toko Buku Gunung Agung Bekasi Toko Buku Gunung Agung Pondok Gede Toko Buku Gunung Agung Tamini Square Toko Buku Gunung Agung Cyber Park (Bekasi) Toko Buku Gunung Agung Margo City (Depok) Toko Buku Gunung Agung Uob Plaza Mh. Thamrin Toko Buku Gunung Agung Jembatan Merah (Bogor) Toko Buku Gunung Agung Tunjungan Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Delta Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Galaxy Mall (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Libi (Denpasar) Toko Buku Gunung Agung Ramayana (Denpasar) Kinokuniya Grand Indonesia (Jakarta) Kinokuniya Bellezza (Jakarta) Kinokuniya Pondok Indah Mall (Jakarta) Kinokuniya Plaza Senayan (Jakarta) Toko Buku Gramedia Central Park (Jakarta) Toko Buku Gramedia Cinere (Jakarta) Toko Buku Gramedia Gandaria (Jakarta) Toko Buku Gramedia Kediri (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Madiun (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Maumere (Ntt) Toko Buku Gramedia Malang Town Square (Malang) Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat (Malang) Toko Buku Gramedia Nikita Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Duta Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Bali Galeria (Denpasar) Toko Buku Gramedia Ternate (Denpasar) Toko Buku Gramedia Binjai (Sumatera Utara) Toko Buku Gramedia Grand Palladium (Medan) Toko Buku Gramedia Sun Plaza (Medan) Toko Buku Gramedia Medan Mall (Medan) Toko Buku Gramedia Gajah Mada (Medan) Toko Buku Gramedia Cibinong Toko Buku Gramedia Pondok Gede (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Cijantung (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Gajahmada (Jakarta) Toko Buku Gramedia Melawai (Jakarta Selatan) Toko Buku Gramedia Pintu Air (Jakarta) Toko Buku Gramedia Daan Mogot (Jakarta) Toko Buku Gramedia Golden Truly (Jakarta)

Toko Buku Gramedia Jambi Toko Buku Gramedia Bengkulu Toko Buku Gramedia Palembang Atmo Toko Buku Leksika Mercu Buana Toko Buku Leksika Tarumanegara Toko Buku Leksika Ui Toko Buku Togamas Diponegoro (Surabaya) Toko Buku Togamas Margorejo (Surabaya) Toko Buku Togamas Petra (Surabaya) Toko Buku Togamas Malang Sinar Supermarket Jemur Sari (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Satelit (Surabaya) Sinar Supermarket Bintoro (Surabaya) Sinar Supermarket Jagir (Surabaya) Sinar Supermarket Perak (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Park (Surabaya) Indomart Convenient Dirjen Pajak (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Indofood (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Kodel (Jakarta) Indomart Convenient Apartamen Casablanca (Jakarta) Indomart Convenient Indocement (Jakarta) Indomart Convenient Bca Pluit (Jakarta) Indomart Convenient Bca Matraman (Jakarta) Indomart Convenient Metropolitan (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Budi (Jakarta) Indomart Convenient Ario Bimo (Jakarta) Indomart Convenient Arthaloka (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Bapindo (Jakarta) Indomart Convenient Point Convenient Kgb (Jakarta) Indomart Convenient Pc Oli Centre Building (Jakarta) Indomart Convenient Menara Imperium (Jakarta) Indomart Convenient Point Thamrin Residence (Jakarta) Indomart Convenient The Boulevard (Jakarta) Indomart Convenient Point City Home (Jakarta) Indomart Concenient Point Cempaka Mas (Jakarta) Indomart Convenient Point Mt Haryono (Jakarta) Indomart Convenient Prj Kemayoran (Jakarta) Indomart Convenient Point Maple Park (Jakarta) Indomart Convenient Pluit Village (Jakarta) Indomart Convenient Mangga Dua Square (Jakarta) Indomart Convenient Point Taman Fatahillah (Jakarta) Indomart Convenient Point Menara Supra (Jakarta) Times Bookstore Pluit Village Times Bookstore Kemang Village Times Bookstore Pacific Place 1 Times Bookstore Pacific Place 2 Times Bookstore Uph Karawaci Times Bookstore Cibubur Junction Times Bookstore Citos Times Bookstore Pejaten Times Bookstore Plaza Semanggi Times Bookstore Puri St. Moritz Times Bookstore Siloam Hospital Kebun Jeruk Times Bookstore Siloam Hospital Karawaci Times Bookstore Supermall Karawaci Times Bookstore Aryaduta Hotel Jakarta Times Bookstore Mochtar Riady Cancer Center, Jakarta Toko Buku Fresh Media (Cibubur) Anugerah Media - Hermes (City Of Tomorrow, Surabaya) Teratai Bookshop (Menteng Huis, Jakarta) Erlangga - Hypermart Cikarang

form

Langganan

Alamat : Jln Sungai Sambas VI/12 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12130 Telp. (021) 72787313, 72787316 Fax. (021) 7210976

Nama

: ........................................................................................................................................

Alamat : ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ Telephone : ........................................................................................................................................ Email : ........................................................................................................................................


kolom andi suruji

Investasi Surga

M

enteri Kehutanan Zulkifli Hasan sudah lama bicara tentang tradisi menanam di masyarakat kita. Menanam pohon apa saja dan di mana saja. Tujuan Pak Menteri mengajak masyarakat kembali gemar menanam tentu antara lain agar tercipta lingkungan yang hijau, dan menyejukkan di mana pun kita berada. Bisa dipahami substansi dari ajakan itu. Isu pemanasan global menjadi perbincangan hangat. Suhu bumi semakin naik. Berbagai dampak negatif, mengancam umat manusia. Termasuk iklim yang tidak keruan. Petani susah menanam, apalagi memanen. Mereka kebingungan mengantisipasi pola perilaku iklim. Menjaga atau memperbaiki lingkungan alam, tidak bisa ditawar. Menanam pohon, bukan saja menghijaukan lingkungan, juga bisa menjadi instrumen pertahanan alami bagi penduduk. Lha, memangnya ada perang, atau akan ada perang sehingga masyarakat harus menyiapkan pertahanan? Tidakâ&#x20AC;Ś! Perang dalam arti permusuhan, saling tembak, dan saling serang antarbangsa, memang tidak ada. Akan tetapi, setiap saat kita bisa melihat masyarakat berperang melawan lingkungan. Banjir tiba-tiba menerjang. Tanah longsor tak pernah terduga sebelumnya, mendadak bergemuruh meruntuhkan kampung. Menelan korban harta benda dan jiwa. Masyarakat mengatakan itu bencana alam. Weleh, alam yang disalahkan. Padahal, itu bencana lingkungan, akibat kerusakan parah yang terjadi dalam ekosistem. Tidak ada lagi hutan lebat, tanah menjadi kering kerontang. Pohon-pohon yang semula menahan air, sudah menjadi perabot di seluruh penjuru dunia. Air yang jatuh dari langit tak lagi meresap masuk ke dalam tanah. Air mengalir dengan bebasnya ke tempattempat yang lebih rendah, banjir jadinya. Dengan menanam pohon apa saja, di mana pun, kita coba berbuat sesuatu. Kalau ada 240 juta penduduk Indonesia menanam satu pohon dalam setahun, berarti dalam setahun kita bisa memiliki pohon baru sebanyak itu pula. Dengan catatan semuanya tumbuh. Kalau rajin dan konsisten, berarti dalam sepuluh tahun Indonesia bakal punya 2,4 miliar pohon baru. Ah, mau ditanam di mana? Mengajak masyarakat menanam pohon adalah ide bagus. Tetapi jauh lebih penting adalah mencegah masyarakat mene-

66

bang sembarangan. Terlebih mereka yang gemar membabat dan membakar hutan dengan menggunakan peralatan mesin, seperti pengusaha hutan, pengusaha pertambangan, pengusaha perkebunan. Itu tugas pemerintah, bukan sebaliknya, rajin memberi mereka izin, hanya karena mendapat komisi untuk kekayaan sesaat tetapi bisa berdampak kesengsaraan rakyat dalam jangka panjang kelak. Bicara soal hutan, inilah perbincangan antara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan anaknya, Solihin Kalla. Suatu ketika, JK melakukan perjalanan ke daerah dengan naik helikopter miliknya. Dia melihat banyak sekali lahan gundul. Hutan sudah habis. Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, JK juga tentu banyak pengalaman menangani korban longsor akibat rusaknya hutan dan lingkungan. Kepada anaknya, JK menyatakan keinginannya menanam pohon dengan cara Tuhan. Bagaimana cara Tuhan itu? Berceritalah JK, bahwa dahulu kita memiliki hutan yang lebat sekali. Siapa yang tanam? Tuhanâ&#x20AC;Ś! Caranya? Burung-burung yang beterbangan ke mana saja, bermigrasi dari suatu tempat ke tempat lain, menebarkan bibit pohon melalui kotorannya yang dibuang dari udara pada saat terbang. Siapa memupuk? Burung juga dengan kotorannya. Kumbang-kumbang juga berperan di bawah. Dari situlah muncul ide liar JK. Bibit pohon ditebar menggunakan helikopter. Solihin berpikir, ini ide gila. Kalau sudah jadi hutan, apa kita ambil kayunya, atau pohon-pohon itu dibiarkan menjadi hutan belantara saja? Oh tidak, kata JK. Kita akan dapat keuntungan dari perdagangan karbon (carbon trading) dari negara maju. Ah, itu baru wacana. Masih lama, belum semua negara sepakat ikut skema perdagangan karbon. Tetapi JK orang optimistis. Ya, tidak mengapa. Kita menanam dulu. Kalau mereka sudah setuju, sudah ikut, kita sudah punya hutan. Oke, kata Solihin. Tetapi kalau perdagangan karbon itu tidak terjadi, nantinya apa yang kita lakukan dengan investasi di hutan ini? JK tidak mati angin ditembak seperti itu. Dia punya alasan. â&#x20AC;&#x153;Ya, sudah. Anggap saja investasi surga,â&#x20AC;? begitu jawabannya. Kok surga? Kata JK, karena kita telah mengembalikan kesejukan alam, kelestarian lingkungan, mengembalikan fungsi hutan. Insya Allahâ&#x20AC;Ś! n

inilahREVIEW 33 Tahun I | 16-22 April 2012


b

inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011



Inilah review edisi 33 : MENGGUGAT KANDIDAT OJK