Page 1

®

8-14 OKTOBER 2012 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

06 » TAHUN II RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilahREVIEW

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji

®

8-14 oktober 2012 MAJALAH ekoNoMI & bISNIS

mengakali aturan tersebut sehingga bisa merugikan negara.

RP 20.000

Cover: fonda lapod

Kenakalan Perusahaan Migas badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan pemeriksaan audit terhadap laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2011. Hasilnya, BPK menemukan kesalahan penetapan tarif pajak dalam perhitungan pajak penghasilan minyak dan gas bumi (PPh Migas) dan perhitungan bagi hasil migas sehingga terjadi kehilangan pendapat negara senilai Rp 2,35 triliun. Tidak hanya itu, BPK juga tidak yakin dengan kewajaran penetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Migas sebesar Rp 3,96 triliun. BPK menyarankan, perlu adanya amandemen production sharing contract (psc) dan amandemen tax treaty terhadap kontraktor kontrak kerja sama (kkks) menggunakan tax treaty. Selain itu, untuk menggenjot penerimaan PPh Migas, BPK menyarankan agar pemerintah menetapkan aturan mengenai pembagian kewenangan antar instansi dan mekanisme pemantauan serta penagihan PPh Migas yang lebih memadai. Kok bisa jumlah yang ‘tercecer’ sebesar itu? Permasalahan pajak migas memang tidak pernah maksimal. Banyak perusahaan migas nakal yang memanfatkan aturan tax treaty. Dalam tax treaty tersebut, tarif pajak yang ditetapkan lebih rendah dari tarif pajak yang berlaku di Indonesia. Contohnya, tarif pajak migas dalam tax treaty dengan Inggris hanya 10% atau dengan Malaysia sebesar 12,5% . Padahal, tarif pajak penghasilan dalam UU Migas sebesar 20% . Seharusnya, pemerintah menegosiasikan pengecualian pajak migas dalam perjanjian tax treaty. Sebab, dikhawatirkan ada perusahaan bandel yang

Iwan purwantono, kukuh bhimo nugroho, reporter: Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu redaktur foto: dahlan rebo pahing

4

Fotografer: wirasatria, asep rochyadin

pekan lalu, buruh melakukan aksi demonstrasi yang menuntut tiga hal, yakni pertama, menuntut Menteri Koordinator Perekonomian serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk merevisi Peraturan Menteri tentang Kebutuhan Hidup Layak dari 60 item menjadi 84 hingga 122 item. Kedua, menuntut penghapusan outsourcing di luar lima jenis pekerjaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ketiga, menuntut pemerintah agar memutuskan iuran pekerja untuk jaminan kesehatan ditanggung oleh pengusaha. Seharusnya perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan, dan yang tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon, call centre, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service. Namun pada kenyataannya, penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan perusahaan, dan tentunya sangat merugikan pekerja outsourcing yang telah lama bekerja di perusahaan pemberi kerja dan mengharapkan kejelasan jenjang karir. Tapi, perusahaan pemberi kerja juga harus waspada. Ketika mengambil pekerja outsourcing untuk melakukan pekerjaan inti (bisnis inti), bisa saja data-data penting menjadi tidak aman. Atau ketika pekerja outsourcing yang bekerja di pekerjaan inti, berhenti begitu saja sehingga menghambat kinerja atau produksi perusahaan. Hal lain yang juga merugikan pekerja outsourcing adalah potongan yang dikenakan oleh vendor/perusahaan penyedia jasa outsourcing, yang bisa mencapai 30% dari upah. Harus ada dasar atau peraturan yang jelas mengenai potongan tersebut, dan seharusnya pekerja outsourcing diberitahu detail atau rincian potongan tersebut. Padahal, jika dilakukan dengan benar, outsourcing dapat menguntungkan. Semoga nasib pekerja di Indonesia bisa semakin baik.

Yolanda Pasar Minggu, Jakarta Selatan

latihono sujantyo Redaktur: Derek Manangka, Sigas, Setiyadi, FONDA LAPOD,

burhanuddin Cipayung, Jakarta Timur

Outsourcing dan Pekerja

06 » Tahun II

Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana,

REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya, ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: ira sri rejeki

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), Tri Cahyani, AIDA iryani sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

SuratMingguini Korupsi di BUMN

badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 63 kasus di lingkungan BUMN yang mengakibatkan kerugian negara. Potensi kerugian dan kekurangan penerimaan negara senilai Rp 2,5 triliun. Sebelumnya, Dahlan Iskan juga mengungkapkan bahwa 70% BUMN karya (infrastruktur) melakukan korupsi. Ini bisa dipahami karena BUMN karya selama ini memperoleh proyek dari pemerintah dan BUMN sebanyak 90% dan sisanya swasta. Nah, terkait temuan BPK, Dahlan akan mengklarifikasi kepada masing-masing BUMN yang terindikasi korupsi, apakah ada kemungkinan salah administrasi, salah posting, atau memang ada kesengajaan. Seharusnya, Dahlan tak usah mengklarifikasi temuan BPK. Sebab, kesalahan administrasi sudah tak bisa dibenarkan lagi. Apalagi nilainya besar. Dahlan langsung menindak direksi yang menurut BPK telah merugikan negara.

Sari Depok, Jawa Barat.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


CONTENTREVIEW LaporanUtama Si Hitam Makan Korban Puluhan produsen batu bara pemegang konsesi izin usaha pertambangan berskala kecil ambruk. Ini gara-gara harga batu bara terus merosot di pasar internasional.

18 | nasional Bara Dalam Sekam Saham Daerah Target lifting minyak 2013 diprediksi takkan tercapai lagi. Tapi sejumlah daerah mulai menggugat hak mereka.

50 | profil Samin Tan Juragan Batu Bara yang Tengah Merana Gerak bisnisnya sering menimbulkan kontroversi. Tak hanya itu, ia selalu dikait-kaitkan dengan keluarga Bakrie. 31 | sisipan Bibit, Bobot, Bebet, dan Bisnis Besanan di kalangan konglomerat bukan cerita baru. James T. Ryadi pewaris Lippo Grup dan Hamid Djojonegoro generasi kedua Grup Orang Tua besanan. Inilah bentuk lain dari ekspansi dan kolaborasi bisnis.

22 | Bisnis Sepekan l Edukasi Perbankan di Kalangan Pelajar l Pemerintah Kaji HPP Kedelai l Melorot Akibat Produksi Berlebihan l Carrefour Tetap di Indonesia

24 | bisnis Air Kemasan Tak Mengalir Lagi Air kemasan menghilang dari pasaran. Dalihnya efek Lebaran dan kekeringan. Terlepas dari langkanya AMDK, permintaan yang mengalir membuat produsen terus berinvestasi.

40 | GAYA HIDUP Membangun Citra Bersama Bodyguard Pengawal pribadi alias bodyguard diam-diam sudah lama ada dan dikenal di Indonesia. Pengguna jasanya terutama kalangan atas termasuk eksekutif dan pengusaha. Mereka menyewa bodyguard demi keselamatan dan juga citra bisnis!

4 | MailBox 8 | Editorial Buruh 44 | Internasional Iran Terjun Bebas 52 | Hukum Babak Baru Merrill Lynch vs Renaissance 56 | Keuangan dan Perbankan Dua-duanya Oke, Kecuali... 60 | Pasar Modal Ancaman di Balik Rekor Baru 66 | Kolom Anggaran Bocor di Semua Penjuru 38 | Figur Tya Ariesta Duta Taekwondo Tya Ariestya (26), aktris dan presenter, baru saja dipercaya menjadi duta Taekwondo Indonesia. Pelantikan sebagai brand ambassador dilakukan oleh Letjen Marciano Norman, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, bertepatan dengan HUT ke-40 Organisasi Taekwondo Dunia (WTF), pada Minggu (30/9).


FOTO riset

V V

Film Pembantaian Warga PKI Menuai Sorotan

FOTO wirasatria

V V

Prabowo Subianto Kalah Pilpres Sebelum Bertanding? partai Gerindra dan Prabowo Subianto meradang. Rencana revisi UU Pemilu Presiden di parlemen, besar kemungkinan mensyaratkan calon presiden/wakil presiden mendapat dukungan partai politik/gabungan partai politik di atas 20 persen. Inikah upaya menjegal jalan Prabowo? Sejumlah partai politik besar seperti Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDI Perjuangan mengisyaratkan untuk tidak melakukan perubahan UU Pemilu Presiden. Jika kelompok ini kompak, dapat dipastikan, tidak ada perubahan UU Pilpres. n

FOTO dahlan rebo pahing

V V

Pemerintah Kaji Ulang Penyatuan Zona Waktu pemerintah menunda pelaksanaan penyatuan zona waktu dengan alasan masih membutuhkan kajian yang matang. Usulan penyatuan tersebut awalnya ditetapkan mulai 28 Oktober 2012. Manteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengungkapkan penyatuan zona waktu membutuhkan kesiapan yang matang termasuk sosialisasinya. “Tidak tanggal 28 Oktober ini ditetapkan. Tapi sedang berlangsung (kajiannya), tapi kapannya, tentu setelah matang betul. Pembahasan terus dilakukan. Saya tidak berani mengatakan tahun ini atau tahun depan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/10/2012). n

Film Anti-Islam, Bukti ‘Soft Power’ AS Gagal

FOTO riset

V V 6

film mengenai pembantaian massal di Indonesia pada era 1965-1966 mengundang perhatian masyarakat. Film berjudul The Act of Killing yang merupakan dokumenter itu mengungkapkan mengenai pengakuan sang algojo dalam pembantaian warga yang dianggap simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sejumlah etnis Tionghoa. Film itu diputar di Toronto International Film Festival 2012 pada September lalu dan trailer-nya bisa disaksikan secara online di situs YouTube. Film tersebut menceritakan mengenai Anwar Congo, seorang preman yang kemudian menjadi tukang jagal para simpatisan PKI di Medan. n

tindakan Nokoula Basseley Nokoula membuat film Innocence of Muslims, yang dinilai sudah melecehkan umat Islam sedunia, membuktikan kegagalan soft power orangorang Amerika Serikat (AS) dalam relasinya dengan luar negeri. Menurut akademisi Joseph Nye, soft power diartikan sebagai kemampuan suatu negara untuk menjadikan negaranegara lain memiliki keinginan sesuai dengan keinginankeinginan negara tersebut melalui kebudayaan dan ideologi yang dimilikinya. Jika kebudayaan dan ideologi suatu negara menarik, negara-negara lain akan mengikuti pola kepemimpinannya. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

a

Buruh

ksi demo yang dilakukan kaum buruh, seperti Rabu pekan lalu, tampaknya akan terjadi lagi. Bahkan, bukan tak mungkin, dalam skala yang lebih besar. Soalnya, para pentolan serikat buruh hanya memberikan waktu 14 hari kepada pemerintah, untuk menghapuskan sistem outsourcing. Jika dalam tenggat waktu tersebut pemerintah tidak melakukan apa-apa, maka—insya Allah—aksi yang lebih besar akan diulang kembali. Dan mereka mengancam, acara mogok kerja akan diperpanjang hingga seminggu lamanya. Bisa dibayangkan, betapa besar kerugian yang terjadi jika ancaman itu menjadi kenyataan. Sebab, monas alias mogok nasional, yang hanya berlangsung sehari kemarin saja sudah menimbulkan kerugian triliunan rupiah. Nah, untuk mencegah terjadinya pemogokan yang lebih parah, mestinya pemerintah bersikap tegas. Laksanakan UU nomor 13 tahun 2003, yang hanya membolehkan outsourcing atawa alih daya diterapkan pada kegiatan jasa penunjang yang tidak berkaitan dengan proses produksi inti. Seperti cleaning service, keamanan, transportasi, pertambangan dan katering. Yang aneh, sekaligus bikin geregetan para buruh, pemerintah kelihatannya belum mau melaksanakan undang-undang yang notabene merupakan bikinannya bersama DPR. Menaker Muhaimin Iskandar misalnya, mengotot belum akan meng­hapuskan sistem outsourcing. Yang dilakukan malah akan menutup perusahaan-perusahaan jasa penyedia pekerja. Apa hubungannya? Perusahaan-perusahaan itu, pada dasarnya, hanya menjajakan tenaga buruh yang butuh pekerjaan. Perkara mereka menjadi tenaga alih daya atau karyawan tetap, itu bukan urusan mereka. Jadi, bola sebenarnya ada di perusahaan-perusahaan yang memakai para tenaga kerja tersebut. Dan, di sini, pemerintah beserta DPR berkewajiban mengawasi pelaksanaan yang diamanahkan undang-undang. Fakta ini juga, suka tak suka, merupakan peringatan bagi pemerintah dan para wakil rakyat, agar di masa datang tidak lagi membuat undang-undang yang tak bisa atau sulit dilaksanakan. Tak perlu berlagak membela buruh, kalau tak punya kemampuan yang memadai. Sebelum menurunkan peraturan, seperti UU No 23, harusnya pemerintah (juga DPR) menyadari

8

bahwa itu sangat sulit dilaksanakan. Pertama, kalangan pengusaha sudah terlanjur menikmati besarnya keuntungan dengan memakai tenaga alih daya. Perusahaan tak perlu menyediakan dana untuk membiayai karyawan yang sakit. Bahkan, kalau sang buruh sakit dan tidak masuk bekerja, tinggal potong saja honornya. Selain itu, ketika melakukan PHK juga tak perlu memikirkan uang pesangon. Walhasil, memakai tanaga alih daya, dipastikan, jauh lebih murah ketimbang mempekerjakan karyawan tetap. Yang juga harus dipikirkan sebelum membuat UU, adalah kecilnya kemampuan menciptakan lapangan kerja. Sementara, jumlah angka tenaga kerja, setiap tahun, terus mengalami peningkatan. Jangan terlalu membanggakan prestasi karena telah berhasil menekan angka pengangguran sekian persen. Sebab, kalau dilihat dari kepala yang tak punya pekerjaan, jumlahnya tetap tinggi. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan, per Februari 2012, di negeri ini masih ada sekitar 7,6 juta penganggur. Selain itu, masih ada sekitar 6,9 juta orang lainnya yang hanya bekerja 15 jam seminggu. Artinya, mereka hanya bekerja sekitar 2 – 3 jam sehari. Kerja apa? Entahlah. Angka-angka itu juga baru merupakan angka resmi. Besar kemungkinan, jumlah pengangguran yang sebenarnya jauh lebih besar lagi. Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) mencatat ada sekitar 3 juta tenaga outsourcing yang disalurkan. Tapi itu merupakan jumlah yang disalurkan anggota Abadi yang jumlahnya sekeitar 90 perusahaan. Padahal, saat ini, ada sekitar 1.200 perusahaan yang bisnis intinya menjadi penyalur tenaga alih daya. Jadi, wajar kalau sejumlah serikat pekerja mengklaim bahwa tenaga outsourcing saat ini mencapai 40 juta orang. Nah, kondisi itulah yang harusnya dipikirkan oleh eksekutif dan legislatif sebelum membuat undang-undang outsourcing. Rasanya, tak perlu kita sepenuhnya pada peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah negara lain. Sebab kemampuan mereka dan kita jauh berbeda. Di Kanada contohnya, 70% pekerja di sana berstatus outsourcing, sementara di Jepang mencapai 45%. Tapi dua negara itu tak pernah diguncang aksi buruh yang mempersoalkan alih daya. Itu lantaran para pekerja dilindungi oleh asuransi pengangguran. Bahkan, konon, di Jepang tenaga outsourcing dibayar dua kali lipat lebih besar dari tenaga tetap. Tujuannya, agar mereka bisa menabung untuk menghadapi masa paceklik pekerjaan. Nah, pemerintah kita belum mampu menyediakan fasilitas seperti itu. Makanya, wajar jika ada yang menilai, UU Nomor 13 tentang ketenagakerjaan merupakan produk dari sebuah langkah gegabah, yang mengakibatkan senjata makan tuan. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Vinsensus Segu Foto Dahlan Rebo pahing, Nury Sybli ilustrasi Fonda Lapod Infografis Erbhayu

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

9


Ini gila. Kami benar-benar sudah hancur,” kata Wijaya, produsen batu bara yang membuka usaha di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, “Kami tak kuat lagi beroperasi.” Sejak Selasa pekan lalu, Wijaya memutuskan menutup usaha tambangnya, yang sudah dilakoninya sejak empat tahun lalu di kecamatan penghasil batu bara tersebut. Ia tak kuat menanggung beban produksi yang begitu berat akibat harga batu bara yang terus merosot setiap hari. Wijaya, tentu saja tak sendirian. Masih ada puluhan produsen tambang kelas gurem lain, yang sejak beberapa waktu lalu, menghentikan usahanya. Tingkat produksi mereka umumnya berkisar 25.000 sampai 100.000 ton per tahun. Menurut Supriatna Sahala, Direktur Eksektuif Pengusaha Batu bara In-

Ancaman PHK Sudah bisa ditebak, ambruknya puluhan produsen batu bara kelas teri berakibat pada nasib karyawan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur, M. Slamet Brotosiswoyo memperkirakan, sebanyak 30 ribu tenaga kerja pada industri ini, kini terancam PHK. “Angka tersebut belum mencakup tenaga kerja sektor jasa pendukung di industri pertambangan,” kata Slamet. Asal tahu saja, Kalimantan Timur adalah provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia, dengan produksi 220 juta ton atau 58% dari produksi nasional. Jadi, bisa dibayangkan, kolapsnya bisnis batu bara alias si hitam di daerah ini, bakal menyeret banyak orang terhuyung-huyung. Lalu, apa yang menjadi penyebab anjloknya harga si hitam

Kereta pengangkut batu bara bukit asam

donesia (PBI), 10% dari 400 badan usaha pemegang izin usaha pertambangan (IUP) telah berhenti beroperasi. Sebagian besar perusahaan yang menutup operasinya itu adalah produsen batu bara berkalori rendah, yakni di bawah 5.500 kilokalori (kkal). Saat ini, harga batu bara berkalori rendah hanya US$ 45 per ton, atau lebih rendah 10% dibandingkan dengan harga normal yang mencapai US$ 50 per ton. Apa yang dialami produsen batu bara gurem memang belum sampai menyentuh produsen besar. Tapi, bukan berarti, produsen batu bara berkalori tinggi bisa lolos dari maut. Soalnya, dengan lesunya industri baja, harga batu bara berkalori tinggi akan terus merosot. “Harganya bisa tembus US$ 87 per ton,” kata Supriatna.

10

Ada pemilik restoran punya batu bara. Kalau industrinya sudah terlalu banyak, maka jadi tidak sehat. Bob Kamandanu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


sehingga banyak memakan korban? Banyak kalangan menilai, itu gara-gara pasokan berlebih di pasar internasional. Kelebihan di pasar itu diawali dari kelebihan stok batu bara yang dimiliki China. Negeri Tirai Bambu ini lantas mengurangi konsumsi batu bara. Sebab, industri pembuatan barang jadi yang diproduksi dengan mesin-mesin elektrik lewat pembakaran batu bara tengah lesu. China, yang semula banyak mengimpor batu bara dari Indonesia, mulai menambang sendiri batu bara miliknya dengan kapasitas produksi 750 juta per tahun. Ini juga dilakukan karena ekspor barang-barang China ke Eropa—yang tengah dilanda krisis—terus menurun. Kalau dulu hanya Indonesia dan Australia yang menguasai pasar, kini Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan, dan Kolombia juga menjadi pemain ekspor batu bara. AS, misalnya. Setelah menemukan gas serpih (shell gas) yang murah, di mana biaya produksinya hanya dua sen dolar per kaki kubik, Paman Sam mengganti bahan bakar sejumlah pembangkit listrik dengan gas tersebut. Pemakaian gas itu membuat AS menghemat batu baranya sampai 180 juta ton per tahun. Ini juga mengakibatkan stok batu bara AS yang sudah terlanjur dieksploitasi menjadi tidak terpakai. Nah, pasar batu bara Indonesia yang ada di China dan Jepang, sebagian direbut AS. Bulan September lalu, ekspor AS sudah mencapai 91 juta ton. Bob Kamandanu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) kepada InilahREVIEW mengatakan, pasokan batu bara dunia berlebih karena sejumlah pemain baru masuk ke dalam bisnis ini. Tapi pemain lama juga tak mau kalah. Akhirnya, banyak penambang batu bara, terutama di Indonesia, ramai-ramai menggenjot produksinya saat harga tinggi. “Ada pemilik restoran punya batu bara. Kalau industrinya sudah terlalu banyak, maka jadi tidak sehat,” kata Bob. Akibatnya, ya seperti sekarang, suplai melimpah ruah, permintaan turun, dan harga pun jeblok.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Tahun 2011 lalu, total produksi batu bara Indonesia mencapai 310 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 150 juta ton diekspor ke China dan India, 60 juta ton untuk domestik, dan sisanya ke beberapa negara lain. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, ekspor batu bara Indonesia pada semester I 2012 turun 19% menjadi 137 juta ton. Edi Prasojo, Direktur Batu Bara ESDM mengatakan, ekspor itu ditujukan ke China, India, Korea Selatan, dan Jepang. Selain ekspor menurun, penjualan di dalam negeri juga turun 10% menjadi 45 juta ton. “Ini akibat keterlambatan pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap proyek 10 ribu megawatt tahap I PT PLN,” kata Edi. Lucunya, meskipun harga turun, produksi batu bara nasional justru naik. Menurut catatan Kementerian ESDM, produksi batu bara pada semester I 2011 sebesar 184 juta ton atau naik 5% dibanding semester I 2011. Angka 184 juta ton itu setara dengan 54% target produksi tahun ini sebanyak 340 juta ton. Produksi ini berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara dan Izin Usaha Pertambangan.

Bikin Heran Namun, negeri ini memang aneh. Meski bukan pemilik cadangan dan produksi batu bara terbesar, nyatanya Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor batu bara terbesar di dunia. Inilah yang sempat dipersoalkan mantan Menteri ESDM, Darwin Zahedy. Darwin bilang, seharusnya cadangan batu bara Indonesia dimanfaatkan untuk puluhan sampai ratusan tahun ke depan. Darwin betul. Sebab, volume ekspor batu bara yang besar akan membuat Indonesia rugi di kemudian hari. Kalau cadangan batu bara habis, Indonesia akan menjadi negara pengimpor. Bayangkan saja. Cadang-an batu bara yang tersimpan di perut bumi Indonesia hanya 28 miliar ton. Atau hanya 3,3% dari

11


total cadangan batu bara dunia yang berjumlah 826 miliar ton. Coba bandingkan dengan China yang memiliki cadangan batu bara 115 miliar ton (14%), Australia 76 miliar ton (9,2%), ataupun India 59 miliar ton (7,1%). Celakanya, batu bara Indonesia banyak diekspor ke China dan India, yang justru pemilik cadangan batu bara berlimpah. Wakil Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu bara Kementerian ESDM, Hersonyo P Wibowo mengatakan, kini Dewan Energi Nasional tengah mengkaji upaya untuk menghemat cadangan batu bara nasional. Caranya, dengan mencekik agar produksi batu bara tidak jor-joran. Sebab, kata Hersono, batu bara bukan komoditas ekonomi biasa, tapi sumber energi yang perlu diatur penggunaannya. “Kalau tidak, cadangan batu bara sebanyak 28 miliar ton bisa habis kurang dari 30 tahun,” katanya. Hmm…, kenapa baru sekarang? n

Tambang batu bara di berau, kalimantan timur

Menengok Ongkos Produksi Batu Bara Berapa ongkos produksi batu bara di Indonesia? Tak ada yang tahu persis angkanya. Boleh jadi, lantaran masing-masing produsen punya hitungan sendiri. Hanya saja, Wakil Presiden Moody’s, Simon Wong, sempat mendaulat Indonesia sebagai biaya produksi batu bara terendah. Sayangnya, Wong tak memberikan angkanya. Namun, informasi yang disampaikan ada benarnya. Simak saja apa yang dikatakan Sandiaga Salahudin Uno, pendiri Saratoga Capital. Dia bilang, ongkos produksi batu bara di Indonesia paling kompetitif dibanding sejumlah negara produsen batu bara di dunia. Biaya produksi satu ton batu bara yang ditambang di Tanah Air sekitar US$ 20 per ton

12

atau masih rendah dibanding China dan Afrika Selatan sebesar US$ 23 per ton. Indonesia, katanya, hanya kalah dari Venezuela yang ongkos produksi menambangnya sekitar US$ 18 per ton. Menurut Sandiaga, ongkos produksi batu bara tersebut terdiri atas sejumlah komponen, yakni penambangan, biaya umum plus administrasi, dan transportasi darat. Selain itu, masuk kategori ongkos produksi adalah pemrosesan batu bara, royalti plus pajak produksi, dan ongkos pelabuhan plus terminal batu bara. Tapi, ya itu tadi, masing-masing produsen punya hitungan sendiri. Misalnya, ongkos produksi untuk produsen batu bara skala besar bisa mencapai US$ 52,4 per ton. Selain sejumlah komponen yang

disebutkan di atas, produsen kelas ini biasanya juga menanggung biaya kontrator dan tingginya curah hujan. Akibat tingginya curah hujan, biaya pengupasan batu bara jadi membengkak. Angka tersebut tak beda jauh dengan asumsi yang dirilis Asosiasi Pemasok Batu Bara Indonesia (Aspebindo), yakni US$ 53 per ton. PT Resourches Alam Indonesia Tbk (KKGI)—perusahaan tambang batu bara yang masuk 10 besar di level nasional— malah punya angka berbeda. Setiap satu ton biaya produksi batu bara dianggarkan US$ 27,9. Jadi, sekali lagi, masing-masing produsen punya ongkos produksi batu bara yang berbeda. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


D

ari hari ke hari batu bara terus meredup. Pemicunya, lambatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara pengimpor batu bara. Permintaan batu bara dari China, India, dan Jepang melandai. Akibatnya, persediaan batu bara berlimpah di pasar internasional dan harga jatuh lebih dalam. Akhirnya, puluhan perusahaan tambang tak beroperasi. Bagaimana Indonesia menyiasati kondisi ini? Vinsensius Segu dari InilahREVIEW, Jumat pekan lalu, mewawancarai Ferry J Juliantono, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo). Petikannya:

Kenapa bisnis batu bara belakangan ini terlihat lesu?

Lesu itu akibat oversupply di pasar internasional, menyebabkan permintaan akan batu bara kita menurun. Selain akibat krisis Eropa, perusahaan manufaktur China juga beralih menggunakan mesin-mesin elektrik dalam produksinya. Padahal China merupakan negara tujuan utama ekspor batu bara kita. China juga lagi giat menambang sendiri batu baranya. Begitu pula Amerika Serikat mulai beralih ke gas sebagai bahan bakar pembangkit listriknya karena lebih murah dan hemat. Bahkan produksi batu bara Amerika Serikat juga oversupply. Akibat oversupply inilah yang membuat batu bara kita harganya anjlok dan lesu. Dan, kelesuan ini akan berlangsung lama. Bahkan, saat ini selain baru bara, ada komoditas unggulan lainnya yang jatuh, seperti kelapa sawit dan karet yang jadi primadona ekspor kita dan menjadi penyangga utama neraca perdagangan kita.

Berapa jumlah perusahaan batu bara di Indonesia?

Menurut catatan kami, kalau yang besar-besar dan status izinnya adalah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) kira-kira 20-an perusahaan. Tapi kalau yang kecil-kecil banyak, bisa ribuan yang izinnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Kemarin ketika ada rapat pimpinan di Kadin, kita usulkan kepada pemerintah agar melakukan klasifikasi mana perusahaan yang besar, menengah, dan kecil. Ini semua menyangkut turunan regulasi yang berbeda antara yang besar dan kecil. Ini tidak boleh digeneralisasi.

Dari jumlah perusahaan yang sebanyak itu. Apakah sudah ada yang tutup?

Sudah banyak, terutama yang kecil-kecil. Dulu ketika bisnis ini bergairah, mereka masuk dengan penuh euforia. Mereka terlanjur mengambil kredit alat berat, kredit mobil, dan lainlain. Nah, ketika terjadi kelesuan seperti sekarang ini, mau enggak mau harus tutup atau menjual ke pihak lain dengan harga murah. Yang kita khawatirkan, perusahaan tambang itu jatuh ke tangan asing yang punya uang. Pemerintah harus mencermati ini.

Berapa harga batu bara saat ini?

Dengan situasi seperti ini, dimana permintaan terus menurun, kalau enggak salah harganya di bawah US$ 100 per ton. Itu untuk yang berkalori tinggi. Tapi kalau yang rendah, di level US$ 45 per ton. Saya perkirakan sampai akhir tahun harga batu bara bisa terus turun.

Berapa besar biaya produksi batu bara? inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Ferry J Juliantono, Ketua Umum Aspebindo

Ini Akan Berlangsung Lama TEKS Vinsensius Segu Foto Asep Rochyadi

Biaya produksinya saat ini masih berkisar antara US$ 20 per ton sampai US$ 25 per ton. Risiko yang akan terjadi jika harga batu bara terus turun, perusahaan semakin terbebani biaya produksi, terutama biaya gaji dan lain-lain.

Ongkos produksi setiap daerah berbeda-beda, kenapa?

Banyak faktor ya, antara lain coaling roof-nya, jarak tempuh antara tambang dan pelabuhan. Selain itu, harga BBM yang tinggi, seperti di Papua kan lebih mahal harga BBM-nya dibandingkan daerah lain. Faktor penyebab lainnya bisa karena kesulitan desain tambangnya.

Dengan situasi seperti ini, bagaimana prospek industri batu bara kita ke depan?

Menurut saya saat ini kita lakukan penetrasi pasar dalam negeri. Terutama perusahaan tambang yang kecil-kecil ini yang dikelola oleh anak bangsa, beri kesempatan mereka untuk masuk ke PLN dan perusahaan lainnya yang butuh batu bara. Sebab, rata-rata produksi mereka untuk pasar dalam negeri. Tapi terobosan lain juga perlu dilakukan untuk pasar ekspor, terutama oleh mereka yang besar-besar. Caranya bagaimana? Lakukan stock file di negara-negara tujuan ekspor. Kita jual eceran saja ke mereka sambil penetrasi pasar-pasar baru. Tidak usah melibatkan broker, kita langsung saja ke pengguna. Kami di Aspebindo telah dan akan melakukan terobosan itu dengan mendirikan kantor-kantor perwakilan, seperti di China, India, dan Hong Kong. Tujuannya, sebagai penghubung ke pengguna. n

13


Menikmati Berkah si Hot Batu bara sempat booming selama tiga tahun. Pada saat itu, banyak orang tertarik mencicipi gurihnya bisnis ini. TEKS Iwan Purwantono dan Vinsensius Segu Foto ARIS DANU, DOK. INILAH, RISET INFOGRAFIS ERBHAYU

JULIA PEREZ

14

A

pa sih bisnis murah, tapi untungnya gede? Tak salah kalau itu batu bara. Cukup menyediakan uang Rp 1 miliar dan menyiapkan izin, maka penambangan sudah bisa dimulai. Ingat, ini industri bukan padat modal. Jadi, tak salah kalau orang semacam Julia Perez, yang biasa kerja di lingkungan seni, begitu tertarik untuk mencicipi bisnis ini. “Ini bisnis menjanjikan,” katanya beberapa waktu lalu. Ia pun menggarap bisnis ini di Batulicin, Kalimantan Selatan. Hanya beberapa bulan saja, ia sudah bisa mengantongi miliaran rupiah. Tak hanya Julia Perez alias Jupe yang terjun ke bisnis ini. Ada artis lain, seperti Jane Shalimar, Shezi Idris, atau Yuni Shara. Bahkan, Yuni Shara sudah melakoninya sejak beberapa tahun lalu. Ia belajar sendiri, dan semuanya berjalan lancar. “Ini tambahan rejeki. Ini jangka panjang untuk saya. Nyanyi kan ada waktu habisnya juga. Mudah-mudahan berkah terus,” katanya. Ia masuk ke bisnis ini dengan harapan bisa menyekolahkan dua anaknya ke luar negeri. Semua, katanya, butuh modal tak sedikit. “Kalau bisa mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit, ya kenapa enggak? Kita harus menjemput rezeki itu,” ujar Yuni. Berkah batu bara juga dirasakan Mirza. Pemilik restoran padang yang membuka usaha di Ketapang, Kalimantan Barat, ini berpatungan dengan temannya untuk terjun ke bisnis ini. “Gampang, kok. Keuntungannya lumayan sekali,” kata pemuda paruh baya asal Sumatra Barat ini. Ya, batu bara telah mendatangkan rejeki buat banyak orang. Sejak tiga tahun lalu, komoditas ini telah mencuri perhatian. Bahkan, dalam catatan akhir tahun 2010, PT Bahana TCW Investment Management sempat menggelari batu bara sebagai salah satu “komoditas paling hot” pada tahun 2011.

Masa Keemasan Memang, sejak tahun 2009, harga batu bara menjulang tinggi. Inilah yang membuat banyak orang ramai-ramai masuk dan menggarapnya. Harga batu bara sempat mencapai rekor tertinggi pada 2011 ketika menembus angka US$ 127,05 per ton. Selama tahun keemasan itu, rata-rata harga batu bara bertengger di posisi US$ 118,40 per ton. Hebatnya lagi, cadangan batu bara di Indonesia begitu berlimpah. Data Ditjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, cadangan batu bara yang dimiliki Indonesia mencapai 21,130 miliar ton. Sebanyak 5,53 miliar ton di antaranya merupakan cadangan yang sudah terbukti. Kandungan batu bara nasional hampir tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan cadangan terbesar berada di Kalimantan, yakni 11,55 miliar ton dan Sumatra 9,58 miliar ton. Keuntungan lainnya, penambangan batu bara tak memerlukan teknologi tinggi, seperti halnya tambang-tambang mineral lainnya. Keuntungan ini ditambah lagi longgarnya pengawasan dari pemerintah daerah setempat. Akhirnya, kata Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, sangat mudah bagi siapa pun yang menjalankan bisnis ini. Tak hanya itu. Indonesia juga memiliki keuntungan infrastruktur transportasi batu bara dibanding eksportir batu bara lainnya. Indonesia juga diuntungkan karena dekat dengan pembeli batu bara terbesar, seperti China, India, Korea Selatan, dan Jepang.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Namun, beberapa bulan belakangan ini, era keemasan batu bara mulai redup. Itu lantaran harganya terus merosot saban hari. Permintaan dari China dan India berkurang, dan batu bara berlimpah di pasar. Data di bursa ICE Futures menyebutkan, Harga kontrak untuk pengiriman Oktober 2012 tak bergerak dari US$ 86,15 per ton. Ini merupakan harga terendah sejak September 2009. Kini, belum ada informasi, apakah Julia Perez atau Yuni Shara masih memperoleh berkah dari batu bara. n

Bebatuan yang Mudah Terbakar Mungkin, masih banyak orang yang belum tahu apa dan siapa batu bara. Batu bara adalah bebatuan yang mudah terbakar. Lebih 50%-70% berat volumenya adalah bahan organik, yang merupakan material karbonan, termasuk inherent moisture. Untuk menghasilkan batu bara, harus melalui dua tahap, yakni biokimia (penggambutan) dan geokimia (pembatubaraan). Pada tahap penggambutan sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5-1- meter. Material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O, dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik diubah menjadi gambut. Setelah melewati tahap ini, tahap selanjutnya adalah pembatubaraan. Tahap ini adalah penggabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya terhadap komponen organic dari gambut. Pada tahap ini, prosentase karbon akan meningkat, sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurang. Proses ini akan menghasilkan batu bara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga meta antrasit. M a u coba? n

YUNI SHARA

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

15


Alarm Waspada Harga batu bara di pasar internasional diperkirakan terus menurun sampai tahun depan. Bila harga terus merosot, batu bara akan digeser ke pasar domestik. TEKS Vinsensius Segu Foto Wirasatria

S

etelah menikmati keuntungan berlimpah dari booming permintaan, kini pengusaha batu bara harus lebih pintar lagi membelanjakan duitnya. Sebab, sampai tahun depan, harga batu bara diperkirakan masih terus menurun. Ini akibat berkurangnya permintaan karena krisis global yang belum mereda. Maklum, krisis Eropa sudah menyebar ke mana-mana. Memang, produk Indonesia yang diekspor ke negara-negara Uni Eropa terbilang kecil, yakni hanya 12,6%. Tapi, yang dikhawatirkan adalah Eropa selama ini menjadi andalan bagi ekspor produk China, India, AS, dan Jepang. Padahal, negara-negara raksasa tersebut, merupakan pasar yang sangat diandalkan oleh produk ekspor Indonesia. Tak ada yang bisa menebak, kapan krisis di Benua Biru itu akan berakhir. Tapi, banyak analis ekonomi bilang, masih butuh waktu yang cukup panjang untuk memulihkan keadaan menjadi normal. Soalnya, krisis keuangan yang membelit Portugal, Irlandia, Italia, Yunani, dan Spanyol, sudah sangat dalam. Bahkan, Jerman yang ekonominya begitu kuat, kini mulai merasakan dampak krisis. Kondisi inilah yang dikhawatirkan pengusaha batu bara Indonesia. Bob Kamandanu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, mengaku terus mencermati pengaruh krisis tersebut terhadap perekonomian China. Soalnya, China menjadi pasar terbesar ekspor batu bara Indonesia. Kalau kondisi ini berlanjut terus, sudah bisa ditebak permintaan akan terus menurun. “Kalau permintaan turun, tentu terjadi keseimbangan harga baru. Mungkin harganya akan menurun dibanding sekarang,” ujar Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Thamrin Sihite. Seperti halnya Thamrin, Ade Renaldi Satari, Corporate Secretary PT ABM Investama Tbk memprediksi, harga batu bara berkalori rendah akan kembali turun dari yang saat ini US$ 45 per ton menjadi US$ 37,5 per ton. Itulah sebabnya, ABM akan menurunkan panduan target poduksi. Semula ABM menargetkan mampu memproduksi 5,5 juta ton per tahun. Penurunan harga juga bakal melanda jenis batu bara berkalori tinggi, lebih dari 6.000 kilokalori per kilogram atau kkal/kg. Batu bara kualitas tinggi itu, umumnya digunakan untuk industri pembuat baja dan tembaga. Saat ini harga batu bara berkalori tinggi masih berkisar US$ 90 per ton. Jika permintaan batu bara terus melemah, harga batu bara jenis ini bisa terus melandai hingga US$ 87 per ton. Perkiraan itu, tentu saja mencemaskan. Karena itu, tak salah kalau Thamrin minta pengusaha batu bara menerapkan status waspada. Tujuannya, supaya pengusaha batu bara tidak meng-

16

alami goncangan ketika sesuatu yang buruk terjadi. Pasalnya, pertambangan batu bara merupakan salah satu penyokong perekonomian nasional. “Harapannya pertambangan batu bara tetap berjalan baik. Semua pihak harus waspada pada harga batu bara tahun depan,” katanya. Peringatan itu bukannya tanpa alasan. Sebab, Kementerian ESDM mencatat total rencana produksi batu bara tahun 2013 akan mencapai 450 juta ton. Itu sangat riskan karena permintaan batu bara di luar negeri sedang melemah, “Tahun depan, kalau melampaui rencana produksi mereka bisa mendekati 500 juta ton,” tambah Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Edi Prasodjo. Kalau permintaan dari luar negeri terus melemah, bisa jadi pasar batu bara akan digeser ke pasar domestik. Sebab, kebutuhan di dalam negeri juga besar. Misalnya, untuk sektor kelistrikan atau tekstil. “Porsi penjualan batu bara ke dalam negeri masih terbilang kecil. Saat ini yang didistribusikan ke pasar domestik baru 25%, kita berharap semakin meningkat,” ujar Thamrin. Ya, mudah-mudahan saja. n

Listrik milik PT PLN. Banyak butuh batu bara

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Tongkang PENGANGKUT BATU BARA

R

encana pemerintah memberlakukan pajak ekspor batu bara alias si hitam, tampaknya tak main-main. Empat kementerian, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, terus membahas dan mengkaji calon beleid baru ini. Seorang pejabat Kementerian Perdagangan kepada InilahREVIEW mengatakan, pemerintah sangat serius menerapkan pajak ekspor batu bara. “Kami tak ingin gagal seperti beberapa tahun lalu,� kata pejabat yang tak ingin disebut namanya ini. Pemerintah memang pernah gagal menerapkan pajak ekspor batu bara. Saat itu, para pengusaha batu bara mengajukan gugatan pengadilan. “Kini, situasi berbeda. Kami sedang mempersiapkan argumen tentang pajak ekspor batu bara,� tambah si pejabat. Kebijakan pajak ekspor batu bara adalah upaya pemerintah mengendalikan eksploitasi batu bara secara besar-besaran, sekaligus menjaga ketersediaan cadangan komoditas tersebut di Tanah Air. Informasi yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan menyebutkan, penetapan bea keluar akan dilihat dari pola produksi masing-masing tambang. Kalau yang masih sangat mentah ekspornya, bea keluarnya lebih besar. Kalau sudah ada prosesnya, bea keluarnya mungkin lebih kecil. Kementerian Perdagangan saat ini sedang menyiapkan tata niaga ekspor untuk mendukung Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam No 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. Yang jelas, sejak otonomi daerah diberlakukan, izin usaha pertambangan bak air ke luar dari keran. Tengok saja, saat ini jumlahnya sudah mencapai 10.000 izin. Jumlah izin itu meningkat luar biasa dibandingkan dengan jumlah sebelum berlakunya otonomi daerah, yakni 5.000 izin. Peningkatan yang luar biasa juga terjadi dari sisi produksi. Kalau pada 1998, produksi batu bara baru tercatat sebesar 60 juta ton, tahun 2011 meningkat pesat menjadi 253 juta ton. Dan, tahun ini diperkirakan mencapai 332 juta ton. Tahun 2013 direncanakan menjadi sekitar 469 juta ton, atau bahkan bisa mendekati 500 juta ton. Memang, pengenaan pajak ekspor akan memukul eksportir

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Bersiap dengan Beleid Baru Pemerintah berencana memberlakukan pajak ekspor batu bara. Bila benar, hampir pasti ekspor si hitam akan turun. Tapi, pasar dalam negeri terpenuhi. TEKS Mahbub Junaedi Foto Dahlan Rebo Pahing

batu bara. Mereka bakal terbebani ongkos produksi yang lebih tinggi. Asal tahu saja, kalau pada 2006 ongkos produksi baru US$ 16 per ton, kini sudah menjadi US$ 53 per ton. Nah, jika ditambah pajak ekspor, sudah pasti beban ongkos bisa bertambah. Kenyataan ini bisa membahayakan sekitar 68 juta ton ekspor batu bara Indonesia per tahun dan market value hingga US$ 11 miliar. Hingga kini, belum diketahui berapa besar pajak ekspor batu bara yang akan dikenakan. Kabarnya, pengenaan pajak ekspor tersebut, berkisar antara 20%-30%, sama seperti yang akan diberlakukan pada bea keluar tambang mentah. Pemerintah juga sedang berencana mengenakan pajak ekspor terhadap 14 jenis hasil tambang mentah. Yang akan terkena beleid ini adalah tembaga, emas, perak, timah, dan timbal. Kemudian, kromium, molybdenum, platinum, bauksit, biji besi, seng, pasir besi, nikel, mangan, dan antimon. Ekspor hanya bisa dilakukan asal perusahaan pemilik izin usaha pertambangan (IUP) memenuhi sejumlah syarat. Yang jelas, pajak ekspor bakal menambah pundi pemerintah. Tak hanya itu. Banyak keuntungan lainnya. Misalnya, pasar dalam negeri bisa terpenuhi, sumber daya alam terlindungi, atau berjaga-jaga kalau harga di luar negeri naik drastis. Kalau memang begitu, pengusaha tambang harus bersiapsiap menerima beleid baru. n

17


nasional produksi minyak

L

ifting atau produksi minyak kita berantakan. Target APBNP 2012, yang sudah diturunkan dari 940 ribu barel per hari (bph) menjadi 930 bph, dipastikan meleset ke 900 ribu bph. Hal yang sama tampaknya bakal terjadi tahun depan. Target 2013, yang dipatok pada angka 900 ribu bph, masih dianggap terlalu tinggi oleh para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Mereka hanya sanggup 846 ribu bph. Banyak hal yang membuat target lifting meleset. Salah satunya, tak lain gangguan dari berbagai daerah penghasil migas. Maklum, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Migas (turunan UU No 22 Tahun 2001), daerah berhak mendapat bagian 10% saham. Pada pasal 34 disebutkan; “Sejak disetujuinya rencana pengembangan lapangan (plan of development-POD) yang pertama kali akan diproduksikan dari suatu wilayah kerja, KKKS wajib menawarkan participating interest (PI) 10% kepada BUMD.” Nah, aturan main inilah yang dijadikan pegangan, oleh sejumlah pemerintah daerah penghasil Migas untuk menuntut haknya. Dan agar tidak berlarut-larut, Kementerian ESDM dan BP Migas pun turun tangan. Mereka aktif melakukan pertemuan dengan daerah-daerah untuk membantu menyelesaikan PI. Pada Jumat (28/9), misalnya, digelar pertemuan tertutup antara Kementerian ESDM dan BP Migas dengan perwakilan Pemprov Jawa Timur, serta Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep Madura. Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi PI atas blok West Madura Offshore (WMO) di Bangkalan dan blok Kangean di Sumenep.(Baca; Pak De Karwo Pun Ikut Sibuk) Sebenarnya wajar bila pemerintah pusat ikut membenahi urusan. Sebab, selain di Jatim, sengketa serupa bermunculan di daerah lain. Salah satu contoh, Blok Masela di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang menyimpan cadangan 14 triliun kaki kubik. Bahkan khusus untuk Masela, Presiden SBY urun bicara. Pada Sabtu (9/6), di Ambon, Presiden mengatakan,”Migas di blok Masela, bila dieksploitasi pada 2017 dengan nilai Rp 400 triliun, maka Maluku akan kebagian PI 10%. Hendaknya dikelola dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

18

Blok mahakam

Bara Dalam Sekam Saham Daerah Target lifting minyak 2013 diprediksi takkan tercapai lagi. Tapi sejumlah daerah mulai menggugat hak mereka. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho, Vincensius Segu, Mahbub Junaedi Foto riset

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


nasional produksi minyak

kepemilikan nasional. Artinya, Pertamina 41% dan daerah 10%. Sementara Total dan Inpex Jepang 49 %. Awang Faroek, Gubernur Kaltim mengatakan, telah ada kesepakatan dengan Pemkab Kutai soal pembagian PI ini yakni 6% untuk Kutai dan 4% untuk Kaltim. “Tidak perlu saling bertengkar memperebutkan blok Mahakam,” ujarnya. Blok Mahakam memang menawan mengingat kemampuannya memproduksi gas 2.200 MMSCFD dan minyak 93 ribu bph. Pada 2013, blok Siak dengan operator PT Chevron Pacific Indonesia berakhir. Kemudian 2015, blok Gebang dengan operator JOB Pertamina-Costa.

Masalahnya, tidak hanya Maluku yang menginginkan PI atas Masela. Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) juga berminat, dengan alasan posisi blok ini berada di luar yurisdiksi dua provinsi, baik Maluku maupun NTT. Mengetahui NTT melirik, Karel Albert Ralahalu, Gubernur Maluku, berkirim surat ke Presiden SBY, meminta agar mengingatkan Menteri Jero Wacik segera menandatangani hak PI Maluku. Contoh lainnya blok Mahakam, di Kaltim. Blok yang masih dikuasai Total E&P Indonesie asal Perancis itu, bakal habis masa kontraknya 2017. Namun belum ada kejelasan nasibnya pascakontrak. Menurut Rudi Rubiandini, Wakil Menteri ESDM, kendalanya tak lain kepemilikan saham daerah. Terjadi sengketa antara Pertamina dan Total. Pertamina menuntut agar 10% diambilkan dari hak Pertamina dan Total, masing-masing 5%. Sementara Total menganggap, 10% termasuk dalam 51%

Regulasi Tak Jelas Masalahnya, selain ada perebutan di antara sesama pemerintah daerah, membagi PI tak semudah membagi kue. Sebab regulasi yang ada tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai potensi konflik. “Definisi BUMD di PP 35/2004 tidak jelas dan memicu dispute,” kata sebuah sumber di ESDM. Menurut siempunya cerita, satu-satunya sengketa PI yang berhasil dituntaskan adalah blok Cepu. Makanya, setiap muncul sengketa PI, penyelesaian blok Cepu selalu dijadikan acuan. Blok yang sebelumnya dikuasai Exxon ini memang unik, karena ladang minyaknya membentang di dua provinsi dan dua kabupaten. Mulai dari Bojonegoro Jatim hingga Kabupaten Blora Jateng. Sejak kontrak ditandatangani September 2005, baru pada 2009 sengketa PI tuntas. Pembagian sahamnya Exxon 45%, Pertamina 45%, dan 10% daerah. Jatah daerah terbagi; Bojonegoro 4,5%, Blora 2,2%, Jawa Timur 2,2% dan Jawa Tengah 1,1%. Mereka diwakili PT Asri Darma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora), PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jateng ), dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jatim). Sebagai konsekuensi dari kepemilikan tersebut, otomatis, empat daerah tadi harus menyertakan modal sekitar Rp 2,6 triliun. Pembagiannya, Bojonegoro Rp 1,17 triliun (45%), Jatim dan Blora masing-masing Rp 572 miliar (22%) dan Jateng Rp 286 miliar (11%). Sebuah uang besar yang tidak mungkin dimiliki oleh sebuah kabupaten. Asal tahu, nilai APBD Bojonegoro saja hanya Rp 1,526 trililun. Makanya, PI ini akhirnya menjadi incaran swasta berduit, semen-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

tara Pemda hanya menjadi semacam ‘broker’. Dan swasta pasti ngiler, mengingat blok Cepu menyimpan cadangan minyak 2 miliar barel dan produksinya, pada 2013, diproyeksikan mencapai 165.000 bph. Gde Pradnyana, Deputi Pengendalian Operasi BP Migas, membenarkan bahwa masalah utama PI adalah pembagian antara kabupaten dan provinsi. Kemudian kedua, terkait BUMD yang ditunjuk pemda bersangkutan. “Setiap pergantian kepala daerah, BUMD pasti ikut ganti. Itu menyulitkan,” ujarnya kepada InilahREVIEW, Jumat pekan lalu. Pemerintah daerah, lanjut Gde, sepertinya lebih mementingkan fee dengan menjadi broker. “Itu yang kita sayangkan,” tuturnya. Menarik menyimak Bambang Irjanto, pendiri Energy Management Institute. Menurut pemerhati minyak ini, konsep PI termasuk baru. Konsepnya bagus, namun pelaksanaannya memerlukan sejumlah perangkat pendukung. Padahal proyek migas berisiko tinggi, karena melibatkan dana yang besar, hingga triliunan rupiah. “Sementara hasil atau manfaat dari konsep tersebut belum terbukti. Baik dari segi besaran jumlah, maupun dari segi waktu,” ujarnya. Selain itu, lanjut Bambang, PI pada kontrak pertama akan berbeda dengan kontrak-kontrak selanjutnya. Jika pertama yang ditawarkan 10%, pada kontrak selanjutnya, angka bisa naik turun berdasarkan magnitude bisnisnya. Oleh sebab itulah, swasta yang berminat pada PI harus benar-benar memiliki jiwa dan karakter pebisnis tulen. Memang, mengingat bisnis minyak sifatnya high profit, banyak pebisnis swasta yang mendekati pemerintah daerah agar mengambil hak PI di wilayahnya. “Namun yang benar-benar mumpuni dan melaksanakan PI untuk membantu kesejahteraan masyarakat, itu yang sulit ditemukan,” ujarnya. Masih menurut Bambang, jika pemerintah ingin melakukan terobosan, hal yang bisa dilakukan adalah mengembangkan insentif bagi lembaga pembiayaan untuk terlibat. “Ini yang terbaik, di mana BUMD akan bermitra dengan lembaga pembiayaan, bukan dengan pemodal individual atau pebisnis,” katanya. Makanya, untuk itu diperlukan kepastian hukum. Sebab pada ujungnya, masalah hukum akan menjadi insentif sekaligus patokan dasar dalam hubungan bisnis. n

19


nasional produksi minyak

Pak De Karwo Pun Ikut Sibuk

P

ertemuan di Ruang Sanggar, Hotel Novotel Bogor (28/9), tak menghasilkan kesepakatan. Menurut sumber InilahREVIEW yang ikut dalam pertemuan tertutup tersebut, pemerintah pusat menawarkan dibentuknya komite permanen untuk menyelesaikan persoalan di blok Kangean maupun blok WMO. Sengketa di dua blok itu agaknya tak bisa dilepaskan dari Soekarwo, Gubernur Jawa Timur. Keruwetan di Kangean, misalnya, bermula saat Pak De Karwo–sebutan Soekarwo—yang meminta agar pembagian jatah PI dibagi antara Jatim (4%) dan Sumenep 6%. Namun ternyata, kesepakatan antara gubernur dan bupati tak benarbenar bulat. Khususnya soal penunjukkan pihak ketiga yang akan mereka gandeng. Gubernur ternyata membatalkan penunjukan pada PT Petrogas Sumekar Kangean Energy, perusahaan patungan antara Jatim dan Sumenep. Hal itu membuat KH A Busyri Karim, Bupati Sumenep, berkirim surat ke Menteri ESDM. Isinya, ia meminta agar jatahnya yang 6% diserahkan kepada PT Wira Usaha Sumekar, BUMD yang menggandeng PT Sumekar Arya Pratama. “Pada pertemuan di Bogor, pihak ketiga yang digandeng Sumenep siap secara teknis dan finansial, sementara yang digandeng Pemprov Jatim justru belum siap finansial,” ujar sumber tadi. Hal lain yang mengganjal di Kangean, kontraktornya—EMP Kangean Ltd—tak kunjung menawarkan PI 10% kepada daerah. Meski dalam dokumen kontrak yang ditandatangani 12 Desember 2004, jelas disebutkan paling lambat 1 Januari 2011, kontraktor sudah harus menawarkan PI 10% kepada BUMD. Sementara blok WMO di Bangkalan, sengketa justru terjadi antara Pemprov Jatim, Pemkab Bangkalan dan Pemkab Gresik. Blok WMO kontrak pertamanya ditandatangani 1981 dan berlaku 30 tahun hingga 2011. Saat habis kontrak pertama itulah, Gresik meminta jatah karena infrastruk-

20

Blok Kangean

tur dan penjualan gas hasil WMO terjadi di wilayahnya. Gresik menganggap, mereka memenuhi dua dari tiga kriteria daerah penghasil migas WMO, yakni daerah di mana terjadi produksi dan transaksi. Bangkalan bisa menerima dan dibuatlah MoU antara Gresik dan Bangkalan pada 2011. Mereka membentuk PT Gerbang (Gresik-Bangkalan) Oil Jatim WMO. Ini merupakan perusahaan patungan dua BUMD, PT Gresik Migas dan PT Bangkalan Petrogas. Mereka meminta saham 20,7% atas WMO. Pembagiannya, Bangkalan 40%, Gresik 30% dan Jatim 30%. Permasalahan muncul, gara-gara Pak De Karwo berkehendak lain. Melalui pendekatan politis, gubernur menekan Bupati Bangkalan agar tak mengikut-

sertakan Gresik. Maka ditandatanganilah MoU tersendiri dengan pembagian; Jatim 53% dan Bangkalan 47%. Gresik tentu saja meradang. “Kalau Gresik tidak dapat, lebih baik semua juga tidak dapat,” kata Bukhari, Komisaris Gerbang Oil yang juga Dirut Gresik Migas kepada InilahREVIEW, Jumat pekan lalu. Wajar jika Gresik Gusar, sebab WMO memang menggiurkan. Blok yang kini dimiliki Pertamina Hulu Energi (80%) dengan Kodeco (20%) itu, menghasilkan minyak 13 ribu barel per hari (bph). Dan kini menaikkan target hingga 30 sampai 40 ribu bph. Selain itu, WMO juga menghasilkan 165 juta kaki kubik per hari (mmcfd). Dan masih bisa digenjot hingga 200 mmcfd. Jadi wajar jika Pak De ngiler. n

Sengketa di dua blok itu agaknya tak bisa dilepaskan dari Soekarwo, Gubernur Jawa Timur. Keruwetan di Kangean, misalnya, bermula saat Pak De Karwo– sebutan Soekarwo—yang meminta agar pembagian jatah PI dibagi antara Jatim (4%) dan Sumenep 6%.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


nasional Pencurian Minyak

A

walnya adalah kecelakaan. Gara-gara sebuah ledakan, lima orang tewas dan 18 lainnya menderita luka bakar. Kecelakaan yang terjadi di Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatra Selatan itu, membuat terbongkarnya pencurian massal terhadap minyak mentah milik Pertamina. Maklum, ledakan yang terjadi pada Rabu pekan lalu, terjadi di sekitar jalur pipa minyak milik Pertamina, yang membentang dari Tempino Jambi hingga Plaju Palembang sepanjang 265 kilometer. Sumur minyak tua yang meledak itu, ternyata dipergunakan untuk menampung minyak yang dicuri dari pipa Pertamina untuk kemudian dilakukan pengolahan secara sederhana. Temuan selanjutnya lebih membuat miris. Jumlah sumur atau lubang seperti itu ternyata mencapai 100 buah dengan kedalaman bervariasi antara 1 meter hingga 2 meter. Sama, lubang-lubang itu digunakan untuk menampung minyak hasil sambungan pipa ilegal yang dipasang oleh para pelaku. Volume minyak bisa mencapai 1 ton per lubang. Ironisnya, menurut Gde Pradnyana, Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), pelaku pencurian sangat banyak dan diperkirakan mencapai 3.500 orang. Bahkan, pencurian sudah terjadi sejak sekitar 20 tahun silam. Para pelakunya sudah seperti sindikat. Sebab yang penjarahan ini tidak hanya melibatkan warga di sekitar pipa, tapi juga pejabat dan aparat keamanan. Nah, karena banyak aparat yang terlibat, untuk menanggulanginya pemerintah membentuk tim khusus yang berada di bawah komando Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Berdasarkan data BP Migas Sumatera Selatan, pencurian di sepanjang jalur pipa milik Pertagas yang dioperatori PT Elnusa itu, mencapai 1.200 hingga 2 ribu barel perhari. Itu setara dengan 10%-17% dari total minyak yang disalurkan. Rudi Rubiandini, Wakil Menteri ESDM menambahkan, jika yang dicuri 1.200 barel, maka uang negara yang melayang sekitar Rp 120 juta per hari atau Rp 43,8 miliar per tahun. Angka itu muncul dengan asumsi harga minyak US$ 110 per barel dan kurs Rp 9.000 per dolar AS. Data lebih konkret disampaikan Agus Amperianto, manajer humas Per-

terbakarnya Minyak Curian

Pencurian Minyak Berjamaah Pencurian minyak mentah di sepanjang pipa TempinoPlaju mencapai 11 ribu barel per hari. Pelakunya bukan hanya masyarakat tapi juga aparat. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto Riset

tamina EP. Kata dia, sepanjang periode Januari 2012 hingga 17 September 2012, pengiriman minyak mentah ke kilang pengolahan hilang rata-rata 17%. Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah 330 ribu barel per bulan atau rata-rata 11 ribu barel per hari. “Kehilangan mencapai 232 ribu barel. Jika dirupiahkan mencapai Rp198,3 miliar lebih,� ujarnya.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Melihat besarnya jumlah minyak yang dicuri dan nilai kerugiannya, Marwan Batubara, dari Indonesian Resourcess Studies (IRESS), meminta Presiden SBY menginstruksikan agar aparat keamanan turun tangan. “Saya yakin ada keterlibatan oknum aparat keamanan maupun pertahanan. Ini kejahatan besar dan tidak bisa ditolerir karena masuk extraordinary crime,� katanya. n

21


bisnis sepekan

Edukasi Perbankan di Kalangan Pelajar TEKS Hideko FOTO riset

k

ampanye gemar menabung ternyata tak hanya dilakukan BI dan pemerintah, tapi juga oleh PT Bank Artha Graha Internasional. Lewat kantor cabang Cirebon, beberapa waktu lalu Artha Graha menggelar ke­ giatan pendidikan perbankan di SMP BPK Penabur, Cirebon. “Menabung da­ pat melatih pelajar dengan pola hidup terencana dan menentukan prioritas,” jelas Andy Dharma, Corporate Secre­ tary Bank Artha Graha Internasional. Secara berkala, Bank Artha Graha Internasional telah melaksanakan ke­ giatan edukasi perbankan di kalangan pelajar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan im­ plementasi dari arahan Bank Indone­ sia untuk mensosialisasikan “Gerakan Siswa Menabung” yang merupakan bagian dari “Gerakan Indonesia Mena­ bung” yang dicanangkan Presiden Susi­

lo Bambang Yudhoyono sejak 2010 lalu. Khusus untuk kalangan pelajar, Bank Artha Graha Internasional me­ nyediakan produk TabunganKu dan Ta­ bungan Prega. Untuk produk Tabung­ anKu, dengan setoran awal hanya Rp 20.000, para pelajar tidak dikenai biaya administrasi bulanan. Sedangan pada produk Prega, para pelajar dapat mem­

Pemerintah Kaji HPP Kedelai TEKS Hideko FOTO wirasatria

22

peroleh ragam manfaat berupa buku tabungan dan kartu ATM atas nama sendiri, bebas biaya administrasi bula­ nan, setoran yang terjangkau (setoran awal minimal Rp 20.000 dan setoran selanjutnya minimal Rp 10.000) serta memperoleh suku bunga yang menarik sehingga uang yang disimpan dapat te­ rus bertambah. n

u

ntuk meredam gejolak kede­ lai di pasar dalam negeri, petani mengajukan usulan agar peme­ rintah menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai sebesar Rp 7.000 per kilogram. Usulan tersebut di­ sambut baik oleh Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menilai, usulan petani cukup adil. “Bila harga beras sekarang sudah Rp 6.600, maka HPP untuk kedelai Rp 7.000 itu cukup bagus,” katanya. Dengan adanya HPP, menurutnya, pe­ tani kedelai akan terlindung dari gejolak harga kedelai dunia. Tak hanya itu saja, dengan adanya HPP, petani juga akan ter­ tarik menanam kedelai. Sehingga, nanti­ nya, Indonesia diharapkan tidak lagi ter­ gantung pada kedelai impor. Sayangnya, usulan HPP ini masih dikaji pemerintah alias belum final. Ren­ cananya, bulan ini usulan HPP kedelai Rp 7.000 per kilogram akan disampaikan kepada Presiden. “Tapi itu belum angka fixed,” kata Hatta. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


bisnis sepekan

i

su yang menyebutkan bahwa wara­ laba raksasa Carrefour akan hengkang dari Indonesia, telal membuat PT Car­ refour Indonesia, begitu gerah. Perusa­ haan asal Prancis itu menyatakan akan tetap berada dan beroperasi di Indone­ sia. “Tidak, kami masih punya komitmen jangka panjang di sini,” kata Head of Pu­ blic Affairs Carrefour Indonesia, Satria Hamid, di Jakarta, Jumat pekan lalu. Memang, sejak dua pekan lalu, ber­ embus isu bahwa Carrefour akan heng­ kang dari Indonesia. Beberapa media massa memberitakan adanya keluhan dari petinggi Carrefour tentang regulasi zonasi yang diterapkan oleh Kementeri­ an Perdagangan. Head of Public Affairs Carrefour In­ donesia, Satria Hamid mengatakan, po­ sisi saham Carrefour Indonesia saat ini semakin kuat karena bos Trans Corpo­ ration, Chairul Tanjung, menjadi peme­ gang saham mayoritasnya. “Pak Chairul memiliki 40% saham Carrefour,” katanya. n

Carrefour Tetap di Indonesia TEKS Hideko FOTO dahlan rebo pahing

Pasokan Melimpah, Harga Tetap Naik TEKS Hideko FOTO dahlan rebo pahing

b

oleh saja orang bilang saat ini ekonomi global sedang dilanda lesu darah. Tapi, agaknya, kon­ disi itu tak berlaku di Indonesia. Lihat saja data penjualan apartemen hingga semester II-2012 yang mengalami ke­ naikan sebesar 95%. Konsultan properti Cushman & Wakefield memaparkan, penjualan apartemen didominasi oleh kondominium. Sekitar 60% pembelian kondominium tersebut dilakukan oleh pemilik uang untuk investasi. Hingga kuartal III-2012 permintaan komulatif apartemen di Jakarta dan seki­ tarnya mencapai 29.660 unit atau me­ ningkat 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu pasokan­ nya mencapai 47.125 unit atau meningkat 14,3%. Pasokan terbanyak terjadi pada kondominium sewa, yakni 40.874 unit. Kendati pasokan lebih banyak dari per­ mintaan pasar, ternyata harga apartemen justru meningkat terus. Aneh kan? n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

23


Bisnis Air Minum

Air Kemasan Tak Meng Air kemasan menghilang dari pasaran. Dalihnya efek Lebaran dan kekeringan. Terlepas dari langkanya AMDK, permintaan yang mengalir membuat produsen terus berinvestasi. Persaingan di industri pun semakin ketat. Teks AS Riyanto Foto Asep Rochyadi, riset

K

onsumsi air minum kemasan terus meningkat. Namun, kondisi ini tidak diimbangi dengan pasokan. Akibatnya, air mineral da-

lam kemasan (AMDK) langka di beberapa daerah, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Alasan kelangkaan ini adalah masih belum lancarnya jalur distribusi serta musim kemarau yang berkepanjangan. Apapun alasannya, pasar AMDK memang semakin menjanjikan. Hingga semester pertama tahun ini, penjualan AMDK nasional telah mencapai 9,2 miliar liter atau tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Jauh di atas ekspektasi awal asosiasi, yakni tumbuh 10%. Makanya Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) optimistis, penjualan AMDK tahun ini akan mencapai 19,8 miliar liter atau meningkat 10,6%.

Air minum dalam kemasan. konsumsi meningkat tidak diimbangi pasokan

24

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Bisnis Air minum

galir Lagi Namun, tingginya penjualan ini tak diimbangi dengan pasokan. Di beberapa daerah, masyarakat kesulitan mendapatkan AMDK. Masyarakat Solo, misalnya, di awal Oktober ini mulai kesulitan mencari AMDK ukuran galon. Menurut Rajino, Kepala Depo Distributor Resmi Aqua Mitra Mulya Palur, permintaan air mineral Aqua mencapai 10 ribu galon per hari. Sementara pasokan dari pabrik Aqua di Klaten hanya 6.000 galon. “Musim kemarau menjadi faktor melonjaknya kebutuhan masyarakat terhadap AMDK,” katanya. Hal sama terjadi di Jakarta. Kelangkaan AMDK galon membuat harga melonjak dari Rp 12.500 menjadi Rp 16.000

per galon. Bahkan di Depok, konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mendapatkan produk ini. Itu pun belum tentu ada. Hal sama juga terjadi di Bekasi. “Saya sudah pesan satu minggu, tapi nggak ada yang kirim-kirim,” kata Julianto, warga Bekasi. Kelangkaan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Hendro Baroena. Menurut Ketua Umum Aspadin ini, AMDK di wilayah Jabodetabek akan sulit didapatkan akibat belum stabilnya distribusi sejak Hari Raya Idul Fitri. Hal senada juga diungkapkan oleh Gunaryo, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. “Kalau laporan ke kami belum separah itu. Barangkali ini hanya masalah transportasi,” katanya. Alasannya, distribusi tersendat karena pengangkutan air minum kemasan menggunakan truk bermuatan 5 ton yang pada jam-jam tertentu tidak dibolehkan masuk ke beberapa ruas jalan di Jakarta.

Persaingan akan ketat Alasan serupa dikemukakan oleh Troy Pantouw, Corporate Communication Director PT Tirta Investama. Menurut dia, kelangkaan ini akibat tak beroperasinya armada AMDK pada Lebaran kemarin. Troy memperkirakan, ada sekitar ratusan ribu galon yang tidak bisa disalurkan kepada distributor-distributor akibat larangan beroperasinya truk di atas 5 ton pada Idul Fitri yang lalu. Troy berharap pemerintah tidak melarang beroperasinya armada truk AMDK setiap Lebaran. “Kami menilai inilah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah kekurangan pasokan air galon di Jakarta dan sekitarnya, termasuk yang kami rasakan,” katanya. Untuk memulihkan pasokan seperti sediakala, lanjutnya, butuh waktu yang tak sebentar. “Sekitar dua bulan baru pasokan bisa kembali pulih.” Namun Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menduga kelangkaan ini terjadi akibat kesengajaan untuk menaikkan harga jual. Pemerintah pun diminta untuk mengambil tindakan tegas untuk melindungi konsumen. Langkanya AMDK versi galon tentunya membuat pemain industri ini semakin giat merebut pasar yang selama ini dipegang oleh PT Tirta Investama (Danone Aqua) melalui merek Aqua. Saat ini Aqua menguasai 60%-65% pasar air minum kemasan di tanah air. Sisanya diperebutkan pemain lain seperti Sinar

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Saat ini Aqua menguasai 60%65% pasar air minum kemasan di tanah air. Sisanya diperebutkan pemain lain seperti Sinar Sosro, PT Akasha Wira International Tbk (ADES), dan PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO). Sosro, PT Akasha Wira International Tbk (ADES), dan PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO). Agar tak tergerus, Aqua sudah pasang kuda-kuda untuk menghadapi persaingan. Menurut Rembang Kayo, Sekretaris Jenderal Aspadin, Aqua berencana membangun pabrik baru. Saat ini Tirta Investama memiliki 15 pabrik air minum kemasan di sejumlah daerah. Sinar Sosro, yang menjadi pesaing Tirta, juga berencana menambah pabrik air minum kemasan dari 6 pabrik yang dikelolanya saat ini. Persaingan akan kian sengit karena PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pun berencana masuk arena persaingan. Perusahaan ini menggandeng Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd asal Jepang untuk membangun pabrik teh dan air mineral dengan investasi awal sebesar Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun. n

25


Bisnis Sapi

H

arga sapi, kambing, dan kerbau mulai merangkak naik mendekati hari raya Idul Adha. Kenaikan ini, selain dipicu permintaan yang tinggi, juga akibat permainan oleh peternak bermodal besar. Tak hanya itu. Tingginya permintaan sapi untuk hari raya kurban juga membuat sapi betina usia produktif banyak dipotong karena kelangkaan sapi jantan. Apalagi harga sapi betina juga lebih murah. Memang, kebutuhan sapi jantan menjelang Idul Adha sangat tinggi. Akibatnya, harga hewan kurban melonjak. Harga kambing di Semarang, Jawa Tengah, di awal Oktober ini naik di atas Rp 200 ribu per ekor. Sedangkan harga sapi naik lebih dari Rp 2 juta per ekor. “Kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh faktor sulitnya peternak mencari pakan hewan pada musim kemarau ini,” kata salah seorang pedagang hewan di pasar kambing di Mrican, Semarang. Lonjakan harga lebih tinggi terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah. Kini di sana harga sapi mencapai Rp 11 juta per ekor

26

Sapi yang Tak Pernah Sepi Harga sapi potong tinggi karena adanya permainan oleh peternak pemodal besar. Sapi betina pun dikhawatirkan berkurang. Teks AS Riyanto Foto Dahlan Rebo Pahing, Ardhy Fernando

atau naik 90% jika dibanding sebelumnya yang dihargai Rp 6 juta. “Harga kambing semula sekitar Rp 900 ribu per ekor kini naik Rp 1,3 juta hingga Rp 2 juta per ekor,” kata Nasir, pedagang hewan ternak di Pekalongan. Kenaikan harga sapi potong tahun ini dinilai oleh Dadang Iskandar, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) Jawa Barat, sangat ti-

dak wajar. Alasannya, melonjaknya harga sapi potong untuk hewan kurban dipicu adanya penguasaan pasar dan harga oleh para pengusaha besar. “Setiap tahun harga sapi memang naik rata-rata Rp 1 juta. Tapi, kenaikannya tidak sebesar tahun ini yang bisa mencapai Rp 3 juta per ekor,” katanya. Dengan dukungan modal yang kuat, menurut Dadang, mereka bisa memiliki sapi potong hingga mencapai puluhan

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Bisnis Sapi ribu ekor. Bandingkan dengan peternak biasa yang hanya menguasai ratusan ekor. Makanya, para pedadagang besar dapat mendikte pasar. Tingginya harga sapi diperkirakan akan terus bertahan karena impor sapi asal Australia mulai disetop akhir Oktober 201. Artinya, pada November dan Desember tidak ada sapi bakalan Australia yang dikirim ke Indonesia. Menurut David Cundy, agen ternak di Australia, Indonesia memangkas jumlah impor ternak dari Australia 283 ribu ekor. Angka itu merupakan separuh dari angka impor 2011. Selain itu, harga jual daging sapi Australia di Indonesia juga menurun. “Saya dengar harga kontrak daging sapi jantan hanya sebesar US$ 1,85 per kilogram,” papar Cundy kepada ABC. Para peternak sapi Australia memang masih berharap pemerintah Indonesia akan memberikan izin impor tambahan. Namun, tampaknya, hal itu mustahil. “Kami selalu berharap dan berpikir demikian. Namun, tampaknya kami harus menunggu alokasi impor daging Indonesia untuk periode Januari-Maret 2013,” kata Cundy.

bih murah dicampur dengan daging sapi jantan. Bahkan di Jawa Timur, yang tergolong daerah surplus sapi, penyembelihan sapi betina juga terjadi. Di RPH Surabaya, contohnya, dalam sehari sapi betina yang disembelih mencapai 50 ekor. Nur Wahono, Direktur Utama PD RPH, mengakui adanya kekurangan stok sapi jantan. Sehingga, dari sekitar 315 ekor sapi yang dipotong setiap harinya, 50 ekor di antaranya adalah sapi betina. Apfindo lantas berhitung. Dari populasi sapi saat ini sebesar 2,6 juta ekor, sebanyak 1,4 juta ekor adalah sapi jantan dewasa dan 1,2 juta ekor sapi betina di atas usia enam tahun. Dari jumlah sapi betina ini yang bisa dipotong hanya 50% atau sebanyak 600 ribu ekor. Sehingga total sapi dalam negeri yang bisa dipotong hanya 1,9

juta ekor atau setara 340 ribu ton. Anehnya, angka yang diajukan Apfindo tidak sama dengan angka yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS). Badan ini mencatat, saat ini populasi sapi di dalam negeri mencapai 14,6 juta ekor dengan kebutuhan daging 480 ribu ton atau setara 2,6 juta ekor sapi. Dari populasi tersebut, sekitar 2,6 juta ekor potensial untuk dipotong. Sementara Kementerian Pertanian menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, pasokan ternak pada 2012 ditargetkan 3.048.012 ekor. Dari sejumlah tersebut, sapi potong mencapai 2.678.758 ekor, sapi perah 21.2641 ekor, dan kerbau 347.613 ekor. Ketersediaan ternak tersebut meningkat dibandingkan potensi stok pada 2011 yang sebanyak 2.942.080 ekor. n

Sering terjadi, untuk menyiasati harga, daging sapi betina yang relatif lebih murah dicampur dengan daging sapi jantan.

Sapi betina terancam Tak hanya melambungkan harga, permintaan sapi jantan menjelang hari raya sangat tinggi. Kondisi ini diprediksi akan membuat Indonesia kekurangan sapi betina. Penyebabnya, rumah pemotongan hewan (RPH) kekurangan stok sapi jantan dan akibatnya memotong sapi betina yang masih produktif. Padahal, UU No. 18 tahun 2009 telah melarang pemotongan sapi betina produktif. Selain pidana kurungan, pelanggaran atas peraturan ini adalah denda paling sedikit Rp 5 juta dan paling banyak Rp 25 juta. “Pemotongan sapi betina produktif terjadi hampir di semua wilayah sentra sapi potong. Jika ini tidak segera diantisipasi, tidak menutup kemungkinan populasi sapi betina tahun mendatang habis,” kata Joni Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia (Apfindo). Merosotnya jumlah sapi betina selain pasokan sapi lokal yang kurang, pemangkasan kuota impor sapi telah menyebabkan pengusaha penggemukan sapi dan distribusi daging sapi kesulitan memperoleh sapi jantan dari pasar lokal. Harga sapi betina yang lebih murah, juga membuat sapi-sapi tersebut masih cukup terjangkau. Sering terjadi, untuk menyiasati harga, daging sapi betina yang relatif le-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

27


Bisnis Alih daya

Alih Daya Tak Lagi Gembira Sektor alih daya dibatasi. Akan berakibat pada perusahaan alih daya dan pemakainya.

P

Teks AS Riyanto Foto riset

erusahaan alih daya (outsourcing) terus berkembang. Jumlahnya membiak seiring naiknya permintaan. Namun, tak sedikit perusahaan alih daya yang nakal. Akibatnya, tenaga kerja yang menjadi korbannya. Nah, pemerintah kini sedang mempersiapkan aturan

pekerjaan alih daya yang akan terbit akhir tahun ini. Dalam aturan itu, hanya lima pekerjaan yang dibolehkan dilakukan outsourcing. Lima jenis yang dibolehkan untuk alih daya adalah cleaning service, keamanan, transportasi, katering, dan pemborongan pertambangan. “Di luar lima jenis tadi, wajib kontrak langsung dengan perusahaan terkait,” ujar Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, beberapa waktu lalu. Tentunya, aturan ini akan berpengaruh terhadap bisnis alih daya. Menurut Wisnu Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi), perkembangan bisnis alih daya sangat lumayan. “Sejak 2009, pertumbuhannya berkisar 20%-30% per tahun,” katanya. Saat ini kurang lebih ada 12 ribu perusahaan alih daya yang mencakup banyak jenis usaha. Dari jumlah itu, yang relatif tertib adalah sektor keamanan dan perbankan. “Pelanggaran yang sering dilakukan perusahaan alih daya adalah hanya (membayarkan) upah minimum, kemudian tidak membayar kewajiban pajak perusahaan seperti pajak, dan Jamsostek,” papar Wisnu. Selain menggerus perusahaan alih

daya, aturan tersebut juga akan menambah beban perusahaan pemakai. Perbankan, misalnya. Bila aturan yang membatasi karyawan alih daya hanya untuk kelima pekerjaan tersebut, tentunya akan membuat perbankan kelabakan. Saat ini, perbankan banyak memakai karyawan alih daya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, contohnya. Hingga akhir 2011, BUMN ini memakai tenaga alih daya sebanyak 45.486 dari total jumlah karyawan sebanyak 85.530. Jumlah karyawan alih daya BRI tahun 2010 mencapai 38.068 orang. Adapun PT Bank Danamon Indonesia Tbk tercatat memiliki tenaga alih daya sebanyak 62.266. Jumlah itu sudah termasuk juga pekerja Adira Finance, Adira Kredit, dan Adira Insurance. Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk memiliki 27.907 karyawan alih daya. Bila perbankan tahun depan hanya boleh memakai tenaga kebersihan dan keamanan, maka tak ada lagi karyawan alih daya untuk customer service, teller, dan debt collector. Artinya, akan ada tambahan beban tenaga kerja, terutama dari pos gaji dan tunjangan. Tambahan pengeluaran ini akan menaikkan rasio BOPO. Padahal BOPO yang ada selama ini saja bisa dibilang kurang efisien. n

Customer service bri prioritas. memakai tenaga kebersihan dan keamanan saja

28

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Bisnis Jalan tol

S

enin ini, tarif tol JakartaCikampek naik. Kenaikan sebesar Rp 500-Rp 3.500, ini sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.311/ KPTS/M/2012 tentang penyesuaian tarif tol ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek. Nah, angka kenaikan itu, sama dengan 10% dari tarif awal. Besaran kenaikan tersebut disesuaikan dengan kenaikan inflasi di Jakarta dan Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan adanya keputusan pemerintah tersebut, maka tarif untuk golongan satu jarak jauh dengan sistem terbuka atau tertutup naik dari tarif awal Rp 11.000 menjadi Rp 12.000. Kemudian golongan II menjadi Rp 19.500 dari Rp 17.500, golongan III Rp 24.000 dari awal Rp 22 ribu. Adapun kenaikan tertinggi di golongan V yaitu sebesar Rp 3.500 dari Rp 33 ribu menjadi Rp 36.500. Hasannudin, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk mengatakan, kenaikan itu seharusnya berlaku sejak 5 Juli 2012. Tetapi, karena ada syarat standar pelayanan minimum yang belum terpenuhi, maka kenaikan ditunda sampai Oktober ini. Jasa Marga mengaku telah memperbaiki standar pelayanan minimal ruas tol yang beroperasi sejak 1988 itu. Salah satunya adalah dengan melakukan pelebaran jalan dari 3 jalur menjadi 4 jalur di tiap ruas tol. Selain itu, penambah jumlah CCTV juga dilakukan agar pengguna bisa melihat kondisi jalan tol secara real time, melakukan percepatan waktu transaksi, dan memaksimalkan Gardu Tol Otomatis (GTO) untuk mengurangi antrean kendaraan. Operator jalan tol ini juga mengaku telah meningkatkan kualitas konstruksi jalan tersebut. Untuk peningkatan pelayanan ini, Jasa Marga mengaku telah mengalokasikan duit sebesar Rp 70 miliar pada tahun ini, dan sebesar Rp 90 miliar pada tahun depan. Dengan kenaikan tarif itu, pendapatan harian perusahaan akan ikut naik. “Setelah kenaikan ini, pendapatan kami akan tumbuh sekitar 10% atau menjadi Rp 2,75 miliar per hari,” ujar Hasannudin. Sebelumnya, dengan lalu lintas harian hingga 500 ribu kendaraan yang didominasi kendaraan golongan I, nilai transaksi tol Jakarta-Cikampek bisa mencapai Rp 2,5 miliar per hari. Kenaikan tarif tersebut memang membuat kantong Jasa Marga semakin tebal. Tapi, bagi para pengusaha, kenaikan tarif tol sebesar 10% tersebut

Bayar tol. naik 10%

Berharap Tak Lagi Macet Tarif tol Jakarta-Cikampek naik. Bagi para pengusaha, kenaikan itu tak jadi masalah asal Jasa Marga bisa menjamin jalan tol tak macet lagi. Teks AS Riyanto Foto Dahlan Rebo Pahing

berdampak tak lebih dari 1% pada biaya logistik. “Yang menjadi beban besar sekarang ini adalah kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek yang cenderung semakin parah,” ujar Zaldi Masita, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia. Jadi, kenaikan biaya logistik bukan semata-mata karena tingginya tarif tol,

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

melainkan lebih disebabkan oleh kemacetan. Menurut Zaldi, kemacetan di jalan tol menyebabkan konsumsi BBM semakin boros. Selain itu, distribusi barang juga jadi terhambat. “Jika Jasa Marga bisa menjamin jalan tol tidak macet lagi, pengusaha bahkan tidak keberatan tarif tol dinaikkan hingga 100%,” katanya. n

29


Executive Lounge Bandara

Havana (Term 2 f) Prima (Term 2f) El john (Term 1b) El john (Term 1c) Sunda kelapa Lounge (Term 2 f) Mandiri Lounge (Term 2 f) BNI Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge Intr (Term 2 f) Batavia Lounge (Term 2d) Mutiara Longe (Term 2e) Kedaton Executive Lounge (Term 1a) Jw Lounge (Term 1a) Jw Sky Lounge (Term 2e) Taman Sari Royal Heritage Spa (Term 2f) D. Green Lounge (Term 3) Emerald Sky Lounge (Term 2f) Emerald Sky Lounge (Term 2d) Bengawan Solo Cafe (Term 1b) Oh La La Café (Term 2d) Padma Lounge (Ngurahrai Bali) Cempaka Lounge (Ngurahrai, Bali) Mandiri Prioritas (Ngurahrai, Bali) Garuda Executive Lounge (Ahmad Yani) Arjuna Lounge (Ahmad Yani) Srikandi Lounge (Ahmad Yani) Garuda Executive Lounge (Adi Sucipto) Borobudur Lounge (Adi Sucipto) Syaleindra Lounge Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang Lembayung Lounge Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru Minang Kabau Lounge Bandara Udara Internasional Ketaping Padang Crown Gapura Angkasa Lounge Polonia Medan Jw Lounge Terminal keberangkatan domestik bandara Depati Amir - bangka Jw Lounge Terminal Keberangkatan Int. Bandara Lombok Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Sultan Thaha - Jambi Jw Sky Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia - Medan Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Hangnadim - Batam Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai - Bali

Café

Kopi Luwak (All Jkt) Kopi thiam (PI) J.Co Donuts & Café Oh LaLa Apple Tree (MNC Tower) Marzano (Senayan City) Founzu Restoran (Wisma BNI) Bengawan Solo Café Cup & Cino Cofe House Segafredo Zaneti Espreso Tator Café Cazasuki Resto

Bengawan Solo Café (Medan) Bengawan Solo Café (Surabaya) Bengawan Solo Café (Jogjakarta) Starbucks Café Christine Bakery Exselco Travel Dwijaya Travel (Wisma BNI) Executive Barbershop/Salon Paxi Servis Center Daihatsu Rumah Sakit Medistra RS. Satiti Depok

Hotel

Grand Sahid Jaya Borobudur Fulham Hotel Hotel Sentral - Pramuka (Drug Store) Hotel Century - Sudirman Hotel Kaisar - Duren Tiga Hotel Mega - Cikini Hotel Mega Anggrek Hotel Peninsula Slipi Hotel Menteng II Hotel Manhattan Hotel Sun Lake Hotel OMNI Batavia Hotel Ibis Slipi Hotel Regent Inter Continental - Rasuna Said Hotel Sahid Jaya Sudirman Hotel Ambara - Blok M Hotel Classic - Jl. Samanhudi Hotel Mulia - Senayan Hotel Mercure - Ancol Hotel Milenium - Kebon Sirih Hotel Cipta I Hotel Golden Truly - Gunung Sahari Hotel Sofyan Betawi - Cikini Hotel Traveller - Mangga Dua Apartement & Hotel Tropic - Grogol Mall Bellagio - Mega Kuningan

Gedung Perkantoran

Apartement Taman Rasuna - Mm Little Corner Gedung Plaza Aldiron - Inkopau Gatot Subroto Gedung Menara Thamrin - Basement Gedung Graha Niaga - Liquid Shop - Loby Gedung Manara Jamsostek Gedung Graha Surya Internusa - Rasuna Said Gedung Manara Gracia - Rasuna Said Gedung Century Tower - Rasuna Said Gedung Depnaker RI Gatot Subroto Gedung Wisma Adhi Graha - Gatot Subroto Gedung Wisma Indo Mobil - Mt Haryono Gedung Depkes RI - Rasuna Said Gedung Wisma 77 Gedung Menara Dea Mega Kuningan Gedung Graha Pertamina - Rasuna Said Gedung BPK RI. S.Parman

Gedung Menara Karya - Rasuna Said Gedung Wisma Sonatopas -S. Parman Tiptop Pondok Bambu (Hypermart) Rest Area Km 13.5 Tol Jkt Tangerang - Pujasera Total Bonjour - Buncit Mampang

Toko Buku

Toko Buku Gunung Agung Kwitang 6 Toko Buku Gunung Agung Kwitang 38 Toko Buku Gunung Agung Atrium Senen Toko Buku Gunung Agung Sunter Toko Buku Gunung Agung Blok M Toko Buku Gunung Agung Pondok Indah Mall Toko Buku Gunung Agung Citraland Toko Buku Gunung Agung Trisakti Toko Buku Gunung Agung Senayan City Toko Buku Gunung Agung Arion Toko Buku Gunung Agung Cbd Cileduk Toko Buku Gunung Agung Bumi Serpong Damai (BSD) Toko Buku Gunung Agung City Mall Tangerang Toko Buku Gunung Agung Bekasi Toko Buku Gunung Agung Pondok Gede Toko Buku Gunung Agung Tamini Square Toko Buku Gunung Agung Cyber Park (Bekasi) Toko Buku Gunung Agung Margo City (Depok) Toko Buku Gunung Agung Uob Plaza Mh. Thamrin Toko Buku Gunung Agung Jembatan Merah (Bogor) Toko Buku Gunung Agung Tunjungan Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Delta Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Galaxy Mall (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Libi (Denpasar) Toko Buku Gunung Agung Ramayana (Denpasar) Kinokuniya Grand Indonesia (Jakarta) Kinokuniya Bellezza (Jakarta) Kinokuniya Pondok Indah Mall (Jakarta) Kinokuniya Plaza Senayan (Jakarta) Toko Buku Gramedia Central Park (Jakarta) Toko Buku Gramedia Cinere (Jakarta) Toko Buku Gramedia Gandaria (Jakarta) Toko Buku Gramedia Kediri (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Madiun (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Maumere (Ntt) Toko Buku Gramedia Malang Town Square (Malang) Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat (Malang) Toko Buku Gramedia Nikita Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Duta Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Bali Galeria (Denpasar) Toko Buku Gramedia Ternate (Denpasar) Toko Buku Gramedia Binjai (Sumatera Utara) Toko Buku Gramedia Grand Palladium (Medan) Toko Buku Gramedia Sun Plaza (Medan) Toko Buku Gramedia Medan Mall (Medan) Toko Buku Gramedia Gajah Mada (Medan) Toko Buku Gramedia Cibinong Toko Buku Gramedia Pondok Gede (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Cijantung (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Gajahmada (Jakarta) Toko Buku Gramedia Melawai (Jakarta Selatan) Toko Buku Gramedia Pintu Air (Jakarta) Toko Buku Gramedia Daan Mogot (Jakarta) Toko Buku Gramedia Golden Truly (Jakarta)

Toko Buku Gramedia Jambi Toko Buku Gramedia Bengkulu Toko Buku Gramedia Palembang Atmo Toko Buku Leksika Mercu Buana Toko Buku Leksika Tarumanegara Toko Buku Leksika UI Toko Buku Togamas Diponegoro (Surabaya) Toko Buku Togamas Margorejo (Surabaya) Toko Buku Togamas Petra (Surabaya) Toko Buku Togamas Malang Sinar Supermarket Jemur Sari (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Satelit (Surabaya) Sinar Supermarket Bintoro (Surabaya) Sinar Supermarket Jagir (Surabaya) Sinar Supermarket Perak (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Park (Surabaya) Indomart Convenient Dirjen Pajak (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Indofood (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Kodel (Jakarta) Indomart Convenient Apartamen Casablanca (Jakarta) Indomart Convenient Indocement (Jakarta) Indomart Convenient BCA Pluit (Jakarta) Indomart Convenient BCA Matraman (Jakarta) Indomart Convenient Metropolitan (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Budi (Jakarta) Indomart Convenient Ario Bimo (Jakarta) Indomart Convenient Arthaloka (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Bapindo (Jakarta) Indomart Convenient Point Convenient KGB (Jakarta) Indomart Convenient Pc Oli Centre Building (Jakarta) Indomart Convenient Menara Imperium (Jakarta) Indomart Convenient Point Thamrin Residence (Jakarta) Indomart Convenient The Boulevard (Jakarta) Indomart Convenient Point City Home (Jakarta) Indomart Concenient Point Cempaka Mas (Jakarta) Indomart Convenient Point Mt Haryono (Jakarta) Indomart Convenient Prj Kemayoran (Jakarta) Indomart Convenient Point Maple Park (Jakarta) Indomart Convenient Pluit Village (Jakarta) Indomart Convenient Mangga Dua Square (Jakarta) Indomart Convenient Point Taman Fatahillah (Jakarta) Indomart Convenient Point Menara Supra (Jakarta) Times Bookstore Pluit Village Times Bookstore Kemang Village Times Bookstore Pacific Place 1 Times Bookstore Pacific Place 2 Times Bookstore Uph Karawaci Times Bookstore Cibubur Junction Times Bookstore Citos Times Bookstore Pejaten Times Bookstore Plaza Semanggi Times Bookstore Puri St. Moritz Times Bookstore Siloam Hospital Kebun Jeruk Times Bookstore Siloam Hospital Karawaci Times Bookstore Supermall Karawaci Times Bookstore Aryaduta Hotel Jakarta Times Bookstore Mochtar Riady Cancer Center, Jakarta Toko Buku Fresh Media (Cibubur) Anugerah Media - Hermes (City Of Tomorrow, Surabaya) Teratai Bookshop (Menteng Huis, Jakarta) Erlangga - Hypermart Cikarang

form

Langganan

Alamat : Jln Sungai Sambas VI/12 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12130 Telp. (021) 72787313, 72787316 Fax. (021) 7210976

Iklan HLM 30 1

Nama

: ........................................................................................................................................

Alamat

: ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................

Telephone

: ........................................................................................................................................

Email

: ........................................................................................................................................

3/31/12 12:22 PM


TEKS Mikail Foto Riset, Gagarin Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

31


P

erkawinan atau pernikahan adalah fitrah. Ia sebuah kebutuhan lantaran manusia diciptakan memang untuk berpasangan. Dan umumnya, pernikahan didasari oleh cinta. Tapi, jauh sebelum zaman Siti Nurbaya, makna dari pernikahan mulai bergeser. Kebebasan membuat orang memaknai perkawinan dengan berbagai cara. Bahkan terkadang nyeleneh. Perempuan bernama Erika asal San Fransisco, misalnya. Saking cintanya pada menara Eiffel, ia akhirnya menikahi menara di Paris itu. Pertautan kasihnya itu disaksikan beberapa temannya. Erika juga membubuhi nama belakangnya dengan La Tour Eiffel. Gila? Bisa jadi. Begitu pula Atu Liu Ye, perempuan dari kota Zhuhai, China. Di depan seratus tamu yang diundang, dia menikahi dirinya sendiri. Caranya, dia mejeng di depan tamu, bersama sepotong busa yang dibuat mirip dengannya lengkap dengan gaun merah kesayangannya. Liu yakin jika ‘perkawinan’ itu membuatnya utuh dalam memaknai arti sebuah hubungan. Di Jepang, seorang lelaki dengan nama julukan Sal9000 menikahi Nene Anegasaki di Guam. Siapa Nene? Ia adalah tokoh video game Nintendo DS “Love Plus,” sebuah permainan kencan virtual. Cinta memang kerap membuat orang buta. Tapi, apakah cinta selalu begitu? Tidak juga. Bagi orang kebanyakan, perkawinan jelas punya tujuan. Sejarah barat mencatat, perkawinan sebagai sebuah tradisi yang resmi sifatnya dimulai sejak 4000 tahun lalu di Mesopotamia. Di masa itu, sebuah perkawinan dilakukan semata bertujuan memperluas kekuasaan di antara keluarga raja atau kaum bangsawan. Ini, tentu saja tidak hanya menyangkut urusan memperpanjang garis keturunan, tapi juga mencakup bertambahnya wilayah kekuasaan (tanah), harta dan lainnya.

Pernikahan Stephanie Riady dengan Soebroto Djojonegoro

Gosip Hangat Jadi, tak heran jika gelaran resepsi pernikahan yang melibatkan orang gede di masa kini, selalu saja dilihat dari banyak sisi. Pernikahan di jajaran elite kekuasaan misalnya, pasti mengarah pada tudingan mengasah daya cengkeram si penguasa bersangkutan. Bagi pengusaha atau konglomerat, pernikahan dipandang tak sekadar tautan cinta dua anak manusia, tapi lebih dari itu, sebuah kolaborasi bisnis. Inilah yang jadi gosip hangat seputar perhelatan pernikahan Stephanie Riady dan Soebroto Djojonegoro, beberapa waktu lalu. Maklum, Stephanie adalah puteri ketiga konglomerat James T. Riady. Dan Soebroto Djojonegoro adalah putra taipan Hamid Djojonegoro, pemilik grup Orang Tua dan ABC. Siapa tak kenal James T. Riady? Sosok satu ini adalah generasi kedua Grup Lippo yang kini meraksasa dan memiliki lebih dari 50 anak perusahaan di bidang jasa keuangan, properti dan urban development, industri serta jasa. Tidak saja di Indonesia, sayap bisnisnya mengepak hingga kawasan Asia Pasifik, seperti Hong Kong, Guangzhou, Fujian, dan Shanghai. James tampil sebagai yang terdepan di bisnis properti saat ini. Ia, boleh dibilang tak kalah dari empat pesaingnya, Ciputra, Muktar Widjaja, Trihatma K. Haliman, dan Rudy Margono.

Lippo Grup sendiri adalah kelompok bisnis yang didirikan Mochtar Riady, ayah James. Kini, di bawah komando James, grup ini bergerak makin ekspansif. Akan halnya sang besan Hamid Djojonegoro, bersama saudaranya Husain Djojonegoro, adalah pewaris Grup Orang Tua dan ABC yang dibangun sang ayah Chandra Djojonegoro. Grup ini bergerak di bidang consumer goods. Konon, aset bisnis grup ini mencapai US$ 545 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun. Grup ABC awalnya berkembang pesat sebagai perusahaan pembuat batu baterai terbesar di Indonesia. Setelah itu, sejumlah produk makanan dan minuman serta kebutuhan rumah tangga yang cukup populer di masyarakat juga diproduksi grup perusahaan ini. Sebut saja kecap ABC, wafer Tango, Vitacharm Prebiotik Milk, Nü Green Tea, hingga pasta gigi Formula. Grup ini juga memiliki sekitar 50 anak usaha yang memproduksi berbagai macam kebutuhan rumah tangga, yang beberapa di antaranya menjadi pemimpin pasar. Ini memang bukan pernikahan sembarangan. Pemberkatan kedua mempelai saja berlangsung di empat ruang utama Jakarta Convention Center yaitu Assembly Hall, Main Lobby, Ruang Cendrawasih, dan Ruang Merak. Pestanya digelar malam hari dengan 2.000 tamu memenuhi Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

32

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Di masa itu sebuah perkawinan dilakukan semata bertujuan memperluas kekuasaan di antara keluarga raja atau kaum bangsawan. Tak sedikit pejabat dan tokoh masyarakat dan pebisnis kakap negeri ini hadir, termasuk para duta besar negara sahabat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara juga menyempatkan hadir sebelum bertolak ke New York. Menariknya, besanan dua konglomerat ini juga bukan kali pertama. James dan Hamid sudah besanan sejak 18 Juni 2005, saat mereka menikahkan Caroline Riady (puteri sulung James) dengan Soeharto Djojonegoro (putera sulung Hamid) dengan pesta yang tak kalah mewah.

Darah Biru Pernikahan trah keluarga konglomerat memang bukan cerita baru. Ini bukan soal tren. Di kalangan ‘darah biru’ pernikahan

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

jelas soal status. Maklum, trah konglomerat bukan sekadar tajir. Di dunia barat, misalnya, seseorang disebut ‘berdarah biru’ bila mampu mempertahankan imperium kekayaan keluarga hingga generasi kedua atau ketiga. Itupun dengan syarat, generasi bersangkutan menjalin kekerabatan dengan mereka yang masuk golongannya, atau bergaul di lingkungan sederajat. Bila perlu, menikah dengan orang segolongan. Itu sebabnya orang sekelas Donald Trump, mengaku belum masuk dalam jajaran darah biru di Amerika Serikat. Sekalipun fulus menumpuk, Trump terbilang orang biasa yang tajir bukan lantaran warisan, apalagi punya darah biru. Nah, istilah bibit-bobot-bebet dalam soal perjodohan di negeri ini, agaknya hampir serupa dengan cara pandang bangsawan di barat. Artinya, memilih pasangan, tentu saja yang derajatnya tak jauh-jauh amat. Syukur-syukur bisa sederajat atau lebih. Bisa jadi filosofi ini yang membuat banyak konglomerat di Indonesia memilih besanan dengan mereka yang sederajat. Setidaknya, itu terlihat dari fenomena beberapa pernikahan yang terjadi antaranggota keluarga inti konglomerat. 15 Januari 2008 lalu misalnya, Eka Tjandranegara, bos Grup Mulia, menggelar acara pernikahan anaknya Ekman Tjandranegara dengan Lareina Halim Kusuma. Sang mantu bukan perempuan sembarangan. Lareina adalah putri dari Sugianto Kusuma, salah satu tokoh pengusaha yang berada di belakang kesuksesan Grup Artha Graha, bersama taipan Tomy Winata. Lalu, di tahun yang sama, Prajna Murdaya, anak dari pasangan konglomerat Murdaya Widyawimarta Poo dan Siti Hartati Tjakra Murdaya (bos Grup Central Cipta Murdaya), menikah dengan Irene Tedja, anak dari pasangan konglomerat Alexander Tedja dan Melinda Tedja (pemilik Grup Pakuwon). Perhelatan digelar 27 Juli 2008 di arena Jakarta International Expo Pekan Raya Jakarta, dan terbilang wah. Besanan keluarga konglomerat lainnya dilakoni Grace L. Katuari (Grup Wings) dengan Martin B. Hartono (Grup Djarum), serta Lanny Angkosubroto (Grup Sewu) dengan Trijono Gondokusumo (Grup Dharmala).

Kolaborasi bisnis? Lalu, apakah ini menandakan sebuah kolaborasi bisnis di kalangan konglomerat? Bisa iya, bisa juga tidak. Tapi, pertautan asmara yang berujung pada hubungan perkawinan antar anak konglomerat ini rasanya tidak terlepas dari budaya serta lingkungan ‘darah biru’ mereka. Artinya, orang-orang tajir itu sudah merencanakan perjodohan itu sejak jauh-jauh hari. Tujuannya, selain memperlebar jaringan relasi bisnis, juga diharapkan bisa menjalin kemitraan strategis di dunia bisnis antara dua kelompok usaha yang berbeda. Konon, sinyalemen itu terjadi pada pernikahan Grace L. Katuari dan Martin B. Hartono, generasi ketiga Grup Wings

33


dan Grup Djarum. Entah disengaja atau tidak, pertautan besan itu dituding menciptakan kolaborasi efektif dua konglomerasi itu. Tak salah, memang. Toh, pernikahan, tak jauh berbeda dalam kolaborasi di dunia bisnis. Kolaborasi adalah sebuah puncak bentuk kerjasama dua pihak yang sinergis. Kerjasama itu membentuk satu entitas abstrak atau material baru dimana kedua pihak saling berperan. Perbedaan filosofi dua pihak menjadi tak penting lantaran kolaborasi mereka menekankan pada persamaan ide dalam mencapai sasaran. Nah, bergabungnya Grup Wings dalam konsorsium bersama Grup Lautan Luas dan Grup Djarum untuk membeli PT Ecogreen Oleochemicals, bisa jadi sebuah pembenaran. Ecogreen adalah perusahaan produsen oleochemical (termasuk natural fatty alcohol) terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai 180.000 metrik ton/tahun dan total penjualan US$214 juta (2007). Oleochemical adalah bahan baku industri perawatan tubuh, sabun, detergen, makanan, plastik, farmasi dan lain-lain. Sebelumnya perusahaan ini merupakan salah satu aset blue chip Grup Salim (Salim Oleochemicals) yang terpaksa dilepas ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional sebagai bagian dari penyelesaian masalah penggunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Entah disengaja atau tidak, pertautan besan itu dituding menciptakan kolaborasi efektif dua konglomerasi itu. Kolaborasi Grup Wings dan Grup Djarum juga terjadi di bidang properti. Dengan bendera PT Nagaraja Lestari, keduanya membangun properti ritel komersial Pulogadung Trade Center. Dalam menggarap proyek properti prestisius Grand Indonesia (dahulu Hotel Indonesia), Grup Djarum dikabarkan juga menjalin kerja sama dengan Grup Wings. Bisa jadi itu hanya kebetulan. Sebab, tidak selamanya pernikahan antaranggota keluarga inti dua konglomerat ini bisa menghasilkan suatu proyek baru atau bisnis baru. Sebab, sesuai zaman, umumnya generasi ketiga telah mengalami degradasi dalam menjalankan bisnis yang membedakan mereka dengan para pendahulunya. Generasi pertama umumnya masih kental darah pedagang. Generasi kedua bertugas meneruskan usaha warisan dengan memperluas sayap bisnis perusahaan dengan cara ekspansif melahirkan beragam proyek baru. Nah, generasi ketiga umumnya lebih moderat lantaran berpendidikan tinggi. Mereka, umumnya, tidak lagi membangun, tetapi mengakuisisi atau membeli saham perusahaan yang telah ada. Inilah yang menjadikan sulitnya memetakan proyek-proyek apa saja yang dihasilkan dari sepak terjang generasi ketiga, termasuk memastikan apakah pernikahan mereka terkait dengan bisnis atau tidak. Sejumlah pengusaha mengaku, pengembangan bisnis para konglomerat lebih pada hubungan pertemanan yang cukup akrab di antara mereka. Kalaupun ada ikatan pernikahan,

34

Prajna Murdaya dan Irene Tedja

itu tidak serta merta dimaknai sebagai upaya kolaborasi bisnis yang dahsyat. Artinya, filosofi bibit, bobot, dan bebet tak selalu dibumbui bisnis. “Dalam keluarga kami sendiri, tidak ada paksaan untuk menikah dengan siapa pun,� ujar Erwin Aksa, putra mahkota dari kerajaan bisnis Grup Bosowa yang kini menjabat sebagai CEO. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


Kantor Pt lippo Cikarang Tbk

Si Jago Properti dan Batu Baterai James T. Riady, boleh dibilang merupakan pengusaha yang tampil terdepan di bisnis properti saat ini. James kini mengungguli pesaingnya, seperti Ciputra dan Mukhtar Widjaja. Ciputra dengan Ciputra Groupnya hanya punya total aset berkisar Rp 7,6 triliun. Sementara Mukhtar Widjaja dengan Sinar Mas Grup dan PT Duta Pertiwi Tbk yang sukses besar lewat sejumlah lokasi ITC (International Trade Center) hanya menyandang aset Rp 4,64 triliun. Properti sebenarnya bukanlah bidang baru buat Lippo Group. Kelompok bisnis yang didirikan Mochtar Riady ini, sekarang berada di bawah komando James Riady. Perusahaan-perusahaan properti Lippo bergerak cukup agresif. Asetnya pun terus menggelembung. Pada kuartal pertama 2006, aset grup yang bergerak di bidang properti mencapai lebih dari Rp 10 triliun yang merupakan akumulasi kekayaan yang dikelola PT Lippo Karawaci Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. Tiga nama itu mem-

bukukan total laba usaha Rp 504,09 miliar dan laba bersih Rp 90,64 miliar. Di industri barang-barang konsumsi, Hamid Djojonegoro nama pebisnis yang mengendalikan Grup ABC selama 62 tahun, bersama Husain Djojonegoro (saudaranya) juga menjadi salah satu yang terkaya. Nama Hamid Djojonegoro memang tak sekondang James T. Riady. Dia pun tak semenonjol sang kakak Husein Djojonegoro yang lebih dikenal dalam mengendalikan Orang Tua Group (ABC), sebuah imperium bisnis yang didirikan sang ayah, Chandra Djojonegoro. Kekayaan grup ini ditaksir mencapai US$ 545 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun. Grup ABC awalnya berkembang pesat sebagai perusahaan pembuat batu baterai terbesar di Indonesia. Setelah itu, sejumlah produk makanan dan minuman serta kebutuhan rumah tangga yang cukup populer di masyarakat juga diproduksi grup perusahaan ini. Sebut saja kecap ABC, wafer Tango, Vitacharm Prebiotik Milk, N端 Green Tea, hingga pasta

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

gigi Formula. Dalam buku ilmu bisnis Tionghoa disebutkan, dua kakak beradik Husain dan Hamid memimpin usaha Grup ABC atau yang dikenal juga dengan Grup Orang Tua, sejak 1988. Generasi kedua Djojonegoro ini tidak hanya mampu mengembangkan bisnisnya di bidang lain, namun berhasil membawa perusahaan melewati masa krisis ekonomi. Grup Orang Tua ini juga memiliki sekitar 50 anak usaha yang memproduksi berbagai macam kebutuhan rumah tangga yang beberapa di antaranya menjadi pemimpin pasar. Karena keberhasilannya itulah, Husain, sang kakak, sudah masuk daftar 40 orang terkaya versi majalah Forbes pada 2007 dengan kekayaan US$ 305 juta. Fulus besar itu mengalir dari sejumlah perusahaannya, seperti PT Ultra Prima Pangan Makmur produsen panganan ringan wafer Tango. Sementara PT Asia Sejahtera Pharmaceutical dikenal sebagai produsen minuman energi merek Krating Daeng. n

35


Private Party di Hotel, Nikah Massal di Silang Monas Pernikahan adalah peristiwa yang paling istimewa dalam hidup manusia. Saking istimewanya, acara ini selalu disertai hajatan yang meriah.

1

TEKS Mikail Foto Dok. inilah, riset

B

agi kalangan berduit, pernikahan tentu saja punya makna lebih, prestisius. Perkara biaya, jelas bukan urusan yang perlu dipersoalkan. Kendati jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Hitungan sederhananya begini. Katakanlah 2.000 undangan disebar, itu berarti butuh dana Rp 200 juta hingga Rp 300 juta untuk cindera mata yang ditaksir minimal berharga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per keping. Untuk santapan, biaya katering kelas hotel tentu tak kurang dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per porsi atau bisa jadi lebih. Nah, itu berarti butuh fulus Rp1 miliar. Selain itu, usai acara resmi, kalangan tajir kerap menggelar private party, yang membutuhkan dana tak kalah besar. Belum lagi honor MC dari kalangan selebriti serta pengisi acara sekelas orkestra atau disc jockey kondang yang menelan biaya ratusan juta. Dan biaya wedding organizer yang mengemas acara, pasti juga bukan perkara murah. Lalu ada lagi biaya sewa gedung yang bukan lagi hitungan jam tapi hari. Lazimnya, bila acara digelar di hotel, sohibul bait pastilah menyewa puluhan hingga ratusan kamar untuk tamu-tamu special. Ini belum biaya tetek bengek lain seperti gaun pengantin, seragam penerima tamu dan keluarga pengantin, atau dekorasi gedung serta biaya foto dan video, sampai biaya keamanan sebelum dan selama hajatan digelar. Bila perhelatan usai, rogohan kocek masih dalam untuk memenuhi hasrat berbulan madu yang umumnya pelesiran ke luar negeri.

Pesta Kaum Tajir Nah, kalau hitung-hitungan itu dipakai, wajar jika perhelatan pernikahan kalangan berduit mencapai miliaran. Pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Rubi Aliya Rajasa, misalnya, konon menelan biaya miliaran rupiah. Maklum, sang mempelai lelaki adalah politisi anggota de-

36

3 1 Edhie baskoro dan Siti Rubi Aliya, 2 Ardhi Bakrie dan Nia Ramadhani

wan yang juga putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Aliya tak lain adalah puteri Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Lalu, pernikahan Ardhi Bakrie dan Nia Ramadhani. Ardhi adalah putra pengusaha Bakrie Grup, Aburizal Bakrie yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Pernikahan yang digelar secara mewah pada April 2010 itu konon menghabiskan dana hingga puluhan miliar juga. Sebelumnya, keluarga Bakrie yang punya kekayaan US$ 3,8 miliar juga jadi sorotan hangat saat menikahkan Adinda Bakrie yang dipersunting

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


pesta pernikahan pewarisnya? Prajogo Pangestu adalah contoh menarik untuk menakar besaran biaya yang dikeluarkan. Saat menikahkan anaknya, Nancy, dengan pengusaha Nicolas Tabardel, konon taipan bos Barito Pasific yang kekayaannya mencapai US$ 1,05 miliar ini merogoh kocek hingga puluhan miliar untuk pesta digelar di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Lillennia, Singapura. Kabarnya, selain gelaran pesta yang megah, para tamu juga dijamu dengan tiket bisnis Jakarta-Singapura (PP) dengan pesawat Singapore Airlines, gratis. Tak cuma itu, keluarga Prajogo pun konon menyediakan 300-an kamar hotel berbintang untuk undangan spesial tersebut. Jumlah itu terbilang kecil bila menimbang status Prajogo Pangestu yang super tajir itu. Tak cuma main kayu, bisnis Barito Pacific juga terbilang ciamik untuk urusan sumber daya alam dan kimia. Langkah penggabungan bisnis dari dua usahanya di bidang petrokimia membuat Prajogo memiliki perusahaan petrokimia terbesar dengan aset US$1,2 miliar.

2

4 3 & 4 nikah massal

seorang pengusaha Seng Hoo Ong pada 2008 silam di Hotel Mulia dan Bali yang berlangsung mewah. Pernikahan cucu almarhum mantan Presiden Soeharto (Danny Bimo Hendro Utomo) dengan Lulu Tobing juga tak kalah wah. Hanya saja bilangan biayanya lebih kecil, cuma Rp 5 miliar. Selain menggelar pesta serba mewah kelas atas pernikahan putra Indra Rukmana dan Siti Hardiyanti ini pun mengumbar cindera mata uang Rp 70 ribu untuk ribuan tamu yang datang. Nah, bagaimana dengan gaya taipan menghelat hajatan

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Nikah Massal Hebat bukan? Sekali lagi, bagi kaum berkantong tebal, pernikahan memang bergelimang fulus. Padahal, kalau mau hitungan lagi, biaya pencatatan sipil atau surat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) paling dalam kisaran puluhan atau ratusan ribu rupiah. Tapi biaya yang segitu nyatanya dianggap berat oleh orang-orang kecil di kota Jakarta yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang taipan tadi. Akhirnya, terpaksa, nikah siri tanpa catatan di Kantor Urusan Agama (KUA) jadi pilihan. Beruntung ada kegiatan nikah massal yang kerap digelar di ibu kota. Tanpa itu, mereka bakal repot berurusan dengan pihak berwajib saat terjaring razia. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) adalah salah satu lembaga yang rutin menggelar hajatan nikah massal. Contohnya kegiatan nikah massal di Silang Monas pertengahan Juli lalu. Baznas mengundang ratusan pasangan suami-istri dari seputaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasilnya 349 pasangan yang hadir. Mereka kebanyakan adalah pasangan suami istri yang menikah tanpa catatan di KUA. Pelaminannya pun tak main-main, sepanjang 325 meter. Nah, mau tahu berapa biaya menggelar hajatan massal ini? Baznas menyebut hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 miliar. Dana itu dipakai untuk pengadaan baju dan rias wajah pengantin, plus seserahan yang berisi mukena, sarung, sajadah, Alquran dan uang sebesar Rp 500 ribu. Total dana untuk satu pasang pengantin tak lebih dari sekitar Rp 2 juta yang diambil dari dana zakat dan infak masyarakat yang ada. Untuk biaya transportasi, konsumsi, serta pelaminan dan akomodasi lain Baznas mengambil dari dana operasional. Upaya Baznas mengundang decak kagum. Sampaisampai Museum Rekor Indonesia (MURI) memerlukan datang guna mencatat rekor hajatan itu. Tidak saja ratusan pasangan yang dinikahkan, panjangnya pelaminan tentu membuat decak kagum. Dan bila saja biaya pernikahan jadi ukuran, rasanya MURI bakal lebih berdecak kagum lagi. Sebab, bila biaya pernikahan sepasang pengantin dari keluarga penguasa atau pengusaha dikonversikan untuk nikah massal, jumlah pasangan nikah massal niscaya bakal berpuluh kali lipat. n

37


figur

Tya Ariestya

t

ya Ariestya (26), aktris dan presenter, baru saja dipercaya menjadi duta Taekwondo Indonesia. Pelantikan sebagai brand ambassador dilakukan oleh Letjen Marciano Norman, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, bertepatan dengan HUT ke-40 Organisasi Taekwondo Dunia (WTF), pada Minggu (30/9). Tya, panggilan akrab gadis kelahiran Jakarta itu, menganggap kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi motivasi untuk memajukan olah raga bela diri asal negeri ginseng ini. “Sekarang tambah semangat karena punya tanggung jawab besar. Aku harus jadi teladan dan contoh yang bisa memotivasi taekwondoin yang lain,” ujarnya. Tya terpilih setelah pengurus mempertimbangkan beberapa faktor. Salah satunya bintang sinetron Orang Kaya Baru ini, telah menggeluti Taekwondo sejak masih usia 12 tahun. Dia juga berprestasi di tingkat nasional dengan mengoleksi 8 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu. Ada rasa bangga luar biasa dalam diri Tya. Sebab dia bisa membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dia bisa berprestasi. “Orang tua aku terpecah dua kubu. Papa pe­ngen banget aku jadi atlet, sementara Mama inginnya kuliah yang bener. Dan dua-duanya sudah kubuktikan,” katanya. Kyungrye! n

Duta Taekwondo TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

38

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


figur

Terlaris di Inggris TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

g

abba

rup musik legendaris ABBA baru saja dinobatkan sebagai yang terlaris di Inggris untuk penjualan album dalam bentuk CD (compact disk). Penjualan album mereka yang bertitel Gold: Greatest Hits dinobatkan oleh British Phonographic Industry, sebagai album terlaris sepanjang masa dengan penjualan sebanyak 4 juta kopi. Penghargaan diberikan berkaitan dengan hari ditemukannya CD pada 1 Oktober 1982. Album Gold: Greatest Hits dirilis pada 21 September 1992. Posisi terlaris kedua penjualan CD diraih Adele lewat album 21 yang terjual 3,5 juta kopi. Kemudian disusul Oasis lewat album What’s The Story Morning Glory? yang terjual 3,4 juta kopi. ABBA mempunyai banyak penggemar di Indonesia lewat lagu The Winner Take It All, Fernando dan I Have A Dream. Grup musik asal Swedia itu beranggotakan Agnetha Fältskog, Benny Andersson, Björn Ulvaeus, dan AnniFrid Lyngstad. ABBA mulai terkenal setelah menjuarai kontes lagu Eurovision pada 1974 lewat lagu Waterloo. n

Pernikahan Termahal TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

janet jackson

j

anet Jackson, adik kandung Michael Jackon, dikabarkan bakal segera menikah dengan seorang miliarder asal Timur Tengah bernama Wissam al Mana. Meski Janet (46) jauh lebih tua 10 tahun dari Wissam, toh keduanya sepakat bakal menikah tahun depan dengan biaya pernikahan sekitar Rp 180 miliar. Sebuah pernikahan termahal di dunia. Janet mulai berhubungan dengan Wissam sejak 2010. Ia mengaku tak terlalu memusingkan soal perbedaan usia di antara mereka. “Ibuku selalu mengingatkan kita agar percaya bahwa usia hanyalah angka,” ujarnya. Belakangan akibat hubungan keduanya, kabar santer pun beredar bahwa Janet tengah mempelajari agama Islam. Bahkan majalah National Enquirer edisi Senin pekan lalu, memajang foto Janet mengenakan kerudung sebagai gambar sampul dengan judul ‘Janet Jackson’s Secret Muslim Life!’. Jadi benarkah Janet kini mualaf? Wallahualam bi shawab. n

39


gaya hidup Bodyguard

Membangun Citra Bersa Pengawal pribadi alias bodyguard diam-diam sudah lama ada dan dikenal di Indonesia. Pengguna jasanya terutama kalangan atas termasuk eksekutif dan pengusaha. Mereka menyewa bodyguard demi keselamatan dan juga citra bisnis!

M

TEKS Elka Saraswati foto Agus Priatna, riset

atahari belum terlalu tinggi hari itu di Rutan Kebon Waru, Bandung. Namun sepagi itu di akhir Agustus lalu, halaman rutan sudah dipenuhi 15 orang berpakaian safari serba hitam dan sebagian lagi mengenakan batik. Me-

40

reka, konon adalah para bodyguard yang datang atas permintaan sebuah perusahaan label musik besar di Jakarta. Tujuannya, mengawal pembebasan penyanyi kondang, Ariel. Di Jakarta, awal September kemarin, sejumlah orang berperawakan tegap dengan pakaian safari hitam-hitam, juga terlihat memenuhi halaman kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah para bodyguard yang mengawal perempuan pengusaha, Siti Hartati Murdaya, ketika datang ke KPK. Kehadiran bodyguard, belakangan memang menjadi pemandangan umum. Tidak sedikit kalangan atas yang merasa perlu untuk bepergian dengan pengawalan pribadi. Sebagian tersamar sebagai sopir pribadi, bahkan ajudan atau sekretaris pribadi agar selalu bisa menyertai kemanapun sosok yang harus dilindungi berada. Merunut ke belakang, keberadaan bodyguard awalnya lebih banyak dibutuhkan kalangan selebriti. Mereka merasa perlu didampingi para pengawal pribadi untuk melindungi privasi mereka dan juga ulah para penggemar. Namun kini, jasa bodyguard juga banyak digunakan eksekutif perusahaan maupun pengusaha, bahkan pejabat. Tingginya tingkat kriminalitas dan potensi ancaman, menjadi salahs atu pertimbangan untuk menyewa jasa bodyguard. Dalam perkembangannya, tidak sedikit pengusaha yang sengaja menyewa jasa bodyguard untuk kepentingan pencitraan diri dan perusahaannya. Dengar saja cerita salah seorang bodyguard, yang pernah mendapat tugas mengawal pengusaha yang ingin menaikkan citra dirinya dan perusahaannya.

“Waktu itu klien kami berterus terang, meminta jasa pengawalan pribadi karena ingin menaikkan citra diri dan perusahaannya. Dia ingin dianggap oleh rekan bisnisnya sebagai sosok yang sukses sehingga perlu dikawal satu regu bodyguard,� cerita si bodyguard. Meski terdengar menggelikan, toh permintaan itu disikapi profesional. Mereka yang ditugaskan mengawal, tetap mendampingi si pengusaha kemanapun pergi. Hebatnya, upaya pencitraan tersebut boleh dibilang berhasil. Para mitra bisnis sang pengusaha tadi benar-benar percaya akan kredibilitas dan reputasinya.

PENYEDIA JASA Ada gula ada semut. Permintaan akan bodyguard menghadirkan perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa pengawalan pribadi. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya ada di Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah. Sebut saja di Kota Udang, Cirebon, misalnya, ada G-Shock. Atau juga di kota apel yang memiliki MadBull Profesional Guard. Mereka menangani pengawalan pribadi untuk kalangan selebriti dan juga pengawalan pribadi bagi pengusaha-pengusaha setempat. Bukan hanya itu, tidak sedikit perusahaan asing penyedia jasa pengawalan pribadi asing yang hadir di Indonesia. Salah satunya adalah ISA Academy, yang menawarkan perlindungan bagi para ekspatriat yang menjadi diplomat maupun eksekutif perusahaan multinasional di Indonesia beserta keluarga masing-masing. Mereka mengklaim memiliki pengawal-pengawal pribadi yang telah dilatih dengan standar Eropa dan memiliki standar moral tinggi dengan kemampuan sosial mumpuni. KEMAMPUAN LEBIH Di Indonesia sendiri, kebanyakan perusahaan penyedia jasa pengawalan pribadi, terintegrasi dengan perusahaan penyedia jasa pengamanan termasuk satuan pengamanan (satpam). Tetapi jangan khawatir, mereka yang terpilih sebagai pengawal pribadi biasanya memiliki kriteria lebih dari kebanyakan

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


gaya hidup Bodyguard

ama Bodyguard

pengusaha Siti Hartati Murdaya di KPK

anggota satpam. Profil fisik, misalnya, dipilih yang tegap dengan kemampuan bela diri mumpuni. Mereka juga harus bisa bergerak gesit dengan tatapan mata tegas dan suara keras, disertai disiplin tinggi dan kepatuhan kepada sosok yang dikawalnya. Sebelum ditugaskan, mereka juga mendapatkan pelatihan bahasa sandi dan strategi penjagaan sehingga memiliki kemampuan menjaga dan pengawalan. Selain itu juga ada pelatihan untuk penggemblengan dan pembentukan fisik, pelajaran aplikasi ilmu kejiwaan dan kemampuan menganalisa situasi sehingga tahu harus berbuat apa bila terjadi sesuatu.

KONTRAK MAHAL Spesifikasi dan pelatihan seperti itu tak bisa ditawar-tawar. Maklumlah, menjadi seorang bodyguard tak ubahnya mempertaruhkan nyawa mereka demi nyawa orang yang dijaga. Tugas yang berat inilah yang membuat jasa keamanan menjadi mahal dan tidak semua orang bisa menyewanya. Harga kontrak seorang bodyguard bergantung pada sifat pengamanan yang diminta klien dan tingkat risiko yang dihadapi. Sebagai gambaran, ada perusahaan penyedia jasa bodyguard memasang tarif Rp 40 juta untuk satu regu yang terdiri

dari tiga pengawal pribadi, dengan durasi kerja 24 jam penuh selama satu bulan. Sementara perusahaan lain memberlakukan tarif berdasarkan durasi per lima jam. Tarifnya, Rp 3 juta–Rp 5 juta per orang untuk satu kali durasi. Tarif ini biasanya digunakan untuk pengamanan tamu-tamu penting perusahaan klien dan datang ke Indonesia untuk kunjungan singkat. Ada pula perusahaan yang lebih senang memasang tarif per orang bodyguard. Tarif yang dikenakan biasanya berkisar Rp 3,5 juta–Rp 5 juta per bodyguard untuk pengawalan melekat 24 jam. Itu untuk tarif lokal. Tidak sedikit perusahaan penyedia jasa bodyguard yang memiliki klien perusahaan asing. Mereka biasanya mengenakan tarif untuk setiap bodyguard yang disewa sebesar US$ 300–US$ 500 per hari atau sekitar Rp 2,85 juta–Rp 4,75 juta dengan kurs US$ 1 setara Rp 9.500. Semua tarif yang ditawarkan itu, masih di luar kebutuhan transportasi dan makan, yang juga harus ditanggung pemakai jasa. Jadi bisa dibayangkan berapa yang harus dikeluarkan ketika harus menyewa jasa bodyguard. Tak heran jika kemudian hanyalah mereka yang berduit banyak yang bisa menggunakan jasa pengawalan pribadi. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Di China, Wanita Jadi Pengawal Lain Indonesia, beda pula China. Orang kaya di negeri tirai bambu itu lebih menyukai perempuan bodyguard sebagai pengawal pribadi mereka. Wanita-wanita yang menyandang profesi bodyguard ini tidak hanya terampil tetapi juga cantik. Perempuan bodyguard disuka karena penampilannya jauh dari kesan garang. Dengan setelan rapi berwarna hitam serta memakai sepatu high heel, penampilan mereka selayaknya wanita karier. Pembedanya adalah ketajaman mata ketika mengawasi lingkungan sekitar, di mana sosok orang yang dikawalnya berada. Mail Online menyebutkan, para perempuan itu sebagian besar berpendidikan perguruan tinggi, dan telah mendapat latihan fisik selama empat minggu. Selain itu mereka juga sudah mengikuti pendidikan selama 10 bulan untuk mengembangkan kemampuan dalam pengintaian, antiterorisme, beladiri, dan etika bisnis. Untuk menyewa mereka terbilang tidak murah. Perempuan bodyguard ini dibayar minimal US$ 800 atau 5,000 yuan per bulan atau setara Rp 7,6 juta per bulan (dengan kurs US$ 1 setara Rp 9.500). Ada juga perusahaan yang menerapkan tarif harian, US$ 300 per hari atau tawaran tarif paket US$ 3.000 per hari meliputi enam bodyguard dengan dua kendaraan operasional pendukung. n

41


pertanian padi

m

petani sedang mengikat padi. melambangkan ketahanan pangan

Lumbung-Lumbung di Luar Jawa Sejumlah daerah di Jawa sangat berpotensi untuk dijadikan daerah lumbung beras baru. Bahkan ada di antaranya yang telah mampu mengekspor beras. TEKS hideko FOTO dahlan rebo pahing

42

eski dianggap sulit dicapai, pemerintah tetap ngotot agar produksi beras pada 2014 surplus 10 juta ton. Jika itu tercapai, maka sekali lagi Indonesia bisa mencapai swasembada beras. Bahkan kali ini dianggap lebih baik karena dengan surplus sebanyak itu swasembada beras bisa berlangsung secara kontinyu. Sejatinya tak hanya beras yang akan ditingkatkan produksinya. Dalam dua tahun mendatang, sejumlah komoditas sembako juga bakal digenjot produksinya. Namun beras sebagai makanan pokok tetap menjadi prioritas utama karena melambangkan ketahanan pangan. Untuk mencapai target tersebut sejumlah upaya pun dilakukan, baik lewat intensifikasi maupun ekstensifikasi. Selama ini, memang, pemerintah terlalu mengandalkan pulau Jawa sebagai lumbung padi nasional. Padahal, di luar Jawa, banyak daerah yang bisa diandalkan jadi lumbung padi baru. Salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel memperlihatkan, sejak tahun 2008 Sulsel sudah mampu surplus beras. Dengan kata lain, produksi beras di Sulsel telah melebihi kebutuhan 8,2 juta penduduk yang mencapai 896 ribu ton per tahun. Hebatnya lagi, dari tahun ke tahun surplus yang dicatat provinsi ini terus meningkat. Jika tahun 2008 mencatat surplus beras 1,76 juta ton, maka tahun lalu angkanya sudah mencapai 2 juta ton. Tahun ini surplus beras ditargetkan mencapai 2,23 juta ton. Salah satu faktor yang membuat Sulsel selalu surplus beras adalah karena musim hujan di provinsi ini cukup panjang. Sehingga, petani di sana mampu menanam padi sepanjang tahun. Berdasarkan curah hujan, propinsi ini terbagi atas tiga daerah. Daerah Barat (Kabupaten Jeneponto, Takalar, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkajene Kepulauan, Barru, Pinrang, dan Kota Parepare) mengalami musim hujan pada periode Oktober-Maret. Puncaknya terjadi Desember-Januari dengan rataan tertinggi 700 milimeter. Sementara musim hujan di bagian Timur (Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Sidenreng Rappang, dan Pinrang) terjadi pada April-September. Curah hujan tertinggi di wilayah itu terjadi pada April-Mei dengan rataan maksi-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


pertanian padi

lumbung padi. tidak hanya di pulau jawa

mal 300 mm. Sementara wilayah bagian Utara (Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara) dikenal sebagai daerah basah karena rata-rata curah hujannya tak pernah di bawah 80 milimeter per bulan. Puncaknya terjadi Mei-Juni yang mencapai 280 mm. Tinginya curah hujan ini tentu sangat membantu sawah tadah hujan yang luasnya mencapai 290 ribu hektar atau 30% dari dari total luas tanaman padi yang ada di Sulsel. Sisanya, 668 ribu hektar, merupakan sawah yang dialiri saluran irigasi teknis, irigasi sederhana, maupun irigasi desa yang salurannya masih berupa tanah.

Mampu ekspor Makanya, di Sulawesi Selatan, panen padi terus berlangsung setiap waktu. Petani di propinsi ini pun mampu mengantongi penghasilan hingga Rp 70 juta per hektare. Tak heran bila petani di sana kini banyak yang memiliki mobil baru atau berangkat naik haji. Jadi, tidak seperti nasib petani di Pulau Jawa, yang saat ini lahan sawahnya tidak mendapat pasokan air akibat musim kemarau. Kelebihan beras yang dialami Sulsel pun disalurkan ke-12 provinsi yang ada di wilayah Timur Indonesia. Bahkan, sejak 2009, Sulsel sudah menopang kebutuhan beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatera. Tahun lalu, ketika seba-

Melihat potensi yang ada, sebenarnya Indonesia bisa kembali mencapai swasembada beras. Yang penting ada kemauan dari pemerintah. gian besar daerah di Pulau Jawa mengalami gagal panen, Sulsel mengirim 20% dari 1,8 juta ton surplus berasnya ke Jawa Timur dan DKI Jakarta. Tak hanya itu. Tahun lalu Sulsel memulai ekspor beras kelas premium. Kuota 50 ribu ton dari Kementerian Perdagangan dimanfaatkan untuk mengekspor beras ke Ghana, Brunei, Filipina, dan Korea Selatan. Tahun ini Sulsel kembali mendapat jatah ekspor 50.000 ton. Selain disasarkan ke empat negara tersebut, Sulsel tengah menjajaki peluang ekspor ke Timor Leste dan Papua Nugini. Pengiriman beras antarpulau dan ekspor itu memberikan pendapatan yang signifikan bagi Sulawesi Selatan. Dengan biaya operasional Rp 387 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN, tahun lalu penjualan beras Sulsel menghasilkan Rp 17 triliun Selain Sulsel, daerah lain yang juga

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

berpotensi sebagai lumbung padi baru adalah Kabupaten Merauke, Papua. Potensi yang cukup menjanjikan di kabupaten paling timur ini membuat pemerintah ingin membangun klaster pangan atau food estate di Merauke. Dengan luas daerah sekitar 45 ribu kilometer persegi, Merauke menyimpan segudang potensi tanaman pangan seperti padi, ubi kayu, ubi jalar dan sorgum, kacang-kacangan hingga ternak sapi. Sayang, meski sudah digadang-gadang akan menjadi lumbung padi baru, proyek food estate di Merauke belum juga berjalan. Alasannya, pemerintah kesulitan mencari lahan di sana. Padahal sejumah investor, seperti Medco dan Artha Graha, sudah masuk ke sektor agribisnis. Sejumlah investor dari luar pun, seperti Bin Landen Group, dikabarkan tertarik untuk berinvestasi agribisnis di Merauke. Di Kalimantan Timur, pemerintah setempat dikabarkan telah menyediakan lahan seluas 200 ribu hektare untuk dikelola BUMN pertanian. Meski lahan di Borneo kurang cocok untuk padi, namun lahan yang ada itu bisa ditanami jenis palawija dan kedelai. Seperti yang dilakukan oleh PT Sang Hyang Sri, yang akan menyiapkan lahan seluas 3000 hektar untuk ditanami kedelai dan padi. Melihat potensi yang ada, sebenarnya Indonesia bisa kembali mencapai swasembada beras. Yang penting ada kemauan dari pemerintah. n

43


internasional embargo krisis eropa ekonomi

Iran Terjun Bebas

mengambil kendali suplai dolar yang tersisa,” kata Izabella Kaminska dari FT Alphaville. Mata uang rial telah mengalami penurunan 18% pada 1 Oktober dan mencapai rekor terendah 35.000 terhadap dolar di pasar resmi. Ini melemah dari 12.100 per dolar AS pada September 2010 menjadi 13.200 pada November sebelum merosot ke level saat ini. Nilai rial di jalanan saat ini kurang dari sepertiga dari harga resmi 12.260 per dolar AS yang dipatok bank sentral. Ahmad Karimi-Esfahani, kepala bazaar menilai pemerintah tidak membuat kebijakan yang tepat. “Keputusan yang salah pemerintah telah memicu gelembung harga untuk mata uang asing,” kata Karimi-Esfahani. “Pemerintah telah mendorong rakyat Iran untuk berdagang mata uang dan

Ekonomi Iran dalam masalah serius akibat sanksi dari Barat. Nilai mata uang rial terjun bebas dan inflasi membumbung tinggi memicu protes massa di Teheran. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

p

olisi anti huru hara Iran menutup bagian pusat kota Teheran dan menembakkan gas air mata setelah terjadi protes jalanan yang dipicu oleh jatuhnya mata uang rial. Lebih dari 200 polisi ditempatkan di sekitar Firdausi Street, dekat salah satu area utama para pedagang di ibu kota. Mereka juga dikirim ke bazaar tempat pedagang berjualan karena pemilik toko menolak membuka dan tong sampah dibakar di jalan-jalan. “Kurs dolar tidak jelas, jadi kami melakukan mogok dan memutuskan untuk menutup toko kami,” kata Rouhollah, pelayan toko grosir makanan. Penjaga toko tidak tahu berapa harganya untuk menjual barangbarang mereka. Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan kini mencapai 69,6%. Jelas itu wilayah hiperinflasi. “Pada titik ini, Iran kehabisan pilihan. Satu-satunya pilihan tersisa adalah timbulnya kekerasan atau

44

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


internasional embargo ekonomi

polisi anti huru hara iran menutup bagian pusat kota teheran

hari ini kita melihat bahwa menyuntikkan uang ke pasar tetap tidak dapat memenuhi permintaan.”

SPEKULAN RIAL Pemerintah Iran meminta aparat keamanan merazia para spekulan rial. Mereka dituding sebagai penyebab terjungkalnya mata uang rial ke rekor terendah saat ini. Mata uang Iran tersebut kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya dalam seminggu terakhir. Sanksi ekonomi Barat terhadap program nuklir Iran mengurangi kemampuan negara ini memperoleh devisa dari ekspor minyak. Masyarakat Iran telah merespons dengan berebut tabungan rial mereka ke mata uang keras (cash) sehingga memicu ambruknya rial. Di pasar gelap, rial diperdagangkan 38.000 hingga 40.000 per dolar AS. “Kami berharap aparat keamanan akan mengontrol cabang dan sumber gangguan di pasar valuta,” kata Menteri Industri, Tambang, dan Perdagangan Mehdi Ghazanfari. “Broker di pasar juga mengejar kenaikan harga karena bagi mereka itu akan menguntungkan.” Ghazanfari tidak merinci identitas para spekulan atau bagaimana pemerintah bisa mengendalikan mereka. Di sisi lain, banyak pengusaha dan masyarakat menyalahkan pemerintah. Jatuhnya nilai tukar rial dalam sepekan terakhir memaksa pemerintah membuka pusat pertukaran untuk menstabilkan pasar. Gubernur Bank Sentral Mahmoud Bahmani mengatakan, pihaknya akan sepenuhnya memenuhi permintaan untuk mata uang asing. Namun, pusat pertukaran ini justru mempercepat

anjloknya rial dan menyulitkan importir. Krisis mata uang sebenarnya memberikan amunisi kepada parlemen untuk mengkritik Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Namun, wakil ketua parlemen Mohammad Reza Bahonar yakin pemerintah memiliki cukup senjata untuk menstabilkan keuangan rial. “Pemerintah tidak kekurangan mata uang dan dapat menyuntikkan ke pasar untuk jumlah waktu yang panjang,” katanya. Beberapa analis luar negeri meyakini bahwa cadangan devisa Iran mulai menyusut. Ini membuat Iran makin sulit membiayai impor. “Fakta bahwa ada protes jalanan ini tak terelakkan mengingat Iran pada dasarnya hidup di pressure cooker,” kata Anoush Ehteshami, profesor hubungan internasional di Universitas Durham di Inggris. Menurut Ehteshami, krisis diperparah oleh kebijakan ekonomi yang buruk. “Protes itu juga mencerminkan kurang­ nya kepercayaan pada kemampuan para elite untuk menyelesaikan masalah. Mereka ingin setidaknya untuk menunjukkan kemarahan mereka.”

SANKSI EKONOMI Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, pemerintah Iran harus memikul tanggung jawab atas runtuhnya mata uang rial. “Saya pikir pemerintah Iran layak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam Iran dan itulah yang harus bertanggung jawab,” kata Clinton di Departemen Luar Negeri di Washington. “Mereka telah membuat keputusan dan ini tidak ada hubungannya dengan sanksi,” katanya, merujuk pada sanksi AS dan internasional pada Iran. “Sanksi

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

memiliki dampak juga. Tapi mereka diperbaiki dalam waktu singkat jika pemerintah Iran bersedia untuk negosiasi mengenai mengenai program nuklirnya,” kata Clinton. Di sisi lain, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan berhasil mengatasi persoalan ekonomi saat ini. “Pemerintah terlibat secara penuh. Yang harus dicatat bahwa perang ekonomi dan psikologis sedang berlangsung. Semua harus bersatu. Menyalahkan pemerintah tidak akan membantu menyelesaikan masalah,” katanya. “Saya yakin bahwa bangsa Iran akan melewati periode ini dengan sukses. Saya meminta semua orang untuk mendukung keputusan ekonomi dan kementerian perdagangan sehingga kita dapat menenangkan pasar,” kata Ahmadinejad. Menjawab pertanyaan soal fluktuasi di pasar valuta asing, Ahmadinejad menyatakan ada dua faktor penyebab. “Salah satu faktornya adalah dari luar, dan salah satu faktor dari dalam. Musuh telah menyatakan bahwa ia akan memberlakukan sanksi lebih ketat. Pendapatan dari minyak Iran telah menurun, padahal bagian terbesar pendapatan mata uang asing dihasilkan melalui penjualan minyak,” jelasnya. Ahmadinejad juga kembali menegaskan, Teheran tidak akan mundur dari program nuklirnya meskipun sanksi dan perang ekonomi diluncurkan oleh Barat. “Ini adalah perang tersembunyi. Jika mereka berpikir dapat memberikan tekanan terhadap Iran, mereka salah. Kami bukan orang yang akan menyerah pada masalah nuklir,” tegasnya . n

45


internasional Debat calon presiden AS

s

uasana tidak biasa dijumpai di University of Denver, AS, Rabu pekan lalu. Seluruh mata rakyat AS dan komunitas internasional tertuju ke sana. Ya, di universitas inilah dilangsungkan debat putaran pertama bagi kandidat calon presiden AS incumbent President Barack Obama kontra calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney. Selama 90 menit kedua kandidat itu beradu konsep dan argumentasi dengan moderator wartawan PBS, Jim Lehrer. Ini merupakan putaran pertama dari tiga putaran debat kandidat selama bulan ini sebelum menuju arena pemilihan 6 November mendatang. Topik ekonomi langsung menjadi bahasan penting, meski dalam debat ini ada sejumlah topik yang dibicarakan, yakni budget federal, pemotongan pajak, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Obama memberikan argumentasi tentang rencananya mendorong peningkatan pertumbuhan lapangan kerja. Hal itu langsung diserang Romney yang menuduh kebijakan Obama telah gagal membalikkan ekonomi dan malah membuat lekukan bermakna dengan angka pengangguran yang sebesar 8,1%. “Gubernur Romney punya pandangan yang menyatakan bahwa jika kita memberikan potongan pajak miring bagi yang kaya dan membalikkan regulasi, maka lebih baik kita berhenti. Saya punya pandangan yang berbeda,” kata Obama. Romney meletakkan lima poin rencana ekonomi dan menuduh Demokrat sangat bergantung pada pemerintahan yang besar. “Presiden punya pandangan yang sama pada apa yang dia miliki ketika dia menjalankan pemerintahan empat tahun lalu, lebih banyak belanja, lebih banyak pajak, dan lebih banyak regulasi. Itu bukan jawaban tepat untuk Amerika,” kata Romney. Kedua kandidat berada dalam tekanan untuk memberikan detil yang lebih spesifik tentang bagaimana mengembalikan ekonomi Amerika setelah upaya pemulihan yang berlarut-larut dari resesi. Obama memberikan catatan bahwa presiden mendapat warisan kondisi ekonomi yang sulit dari pendahulunya yang berasal dari Partai Republik, George W. Bush, dan kondisi sudah perlahan membaik. Sedangkan Romney, mantan gubernur Massachusetts, mengatakan pengalamannya sebagai pelaku bisnis akan

46

Debat calon Presiden Amerika Serikat antara Barack Obama dengan Mitt Romney

Ada Apa dengan Obama? Debat kandidat putaran pertama langsung diwarnai dengan adu konsep ekonomi. Incumbent Presiden AS Barack Obama kalah telak dari rivalnya Mitt Romney dari Partai Republik. Ini strategi Obama? TEKS Ali Sundoluhur foto riset doluhur foto riset ilustrasi yayan

memampukan dia membalikkan ekonomi dan menciptakan 12 juta pekerjaan dalam empat tahun. Dengan tingkat pengangguran AS yang berada di atas 8% sepanjang 43 bulan berturut-turut, defisit anggaran yang sangat besar dan peningkatan anggaran untuk program-program yang dinilai mahal, saat ini ekonomi menjadi perhatian utama para pemilih.

ATURAN BERLEBIHAN Romney juga menuduh Obama telah mendorong peraturan perlebihan sehingga membelenggu industri AS dan menghambat pembangunan di sektorsektor penting ekonomi. “Apa yang terjadi dengan sejumlah undang-undang yang telah disahkan selama masa jabatan Presiden (Obama), Anda lihat regulasi te-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


internasional Debat calon presiden AS

«Jika Presiden (Obama) terpilih kembali, Anda akan melihat kelas menengah yang tertekan.» mitt romney. kandidat presiden as

lah menjadi berlebihan dan hal itu mencederai perekonomian,” kata Romney. Dalam kampanyenya sepanjang tahun ini, Romney telah secara rutin menegaskan bahwa sejumlah peraturan yang diterapkan pada sektor energi merupakan bukti bahwa pemerintahan Obama tidak ramah terhadap dunia usaha. Saat ditanya moderator apakah ia merasa peraturan-peraturan yang saat ini berlebihan, Romney mengatakan, “Dalam beberapa hal, ya, (tetapi) dalam beberapa hal lain, tidak.” Romney juga menyerang rivalnya itu dengan menyebut jika Presiden Barack Obama terpilih lagi, itu akan mengantarkan warga AS ke era pendapatan rumah tangga yang rendah dan pengangguran kronis. “Jika Presiden (Obama) terpilih kembali, Anda akan melihat kelas menengah yang tertekan,” katanya. Romney menutup debat itu dengan tampak lebih percaya diri. Sementara Obama menutup debat dengan berjanji untuk terus berjuang bagi keluarga kelas menengah dalam masa ekonomi yang sulit. “Anda tahu, empat tahun lalu, saya

mengatakan bahwa saya bukan orang yang sempurna, dan saya tidak akan menjadi presiden yang sempurna, dan itu mungkin sebuah janji yang Gubernur Romney pikir saya pegang,” kata Obama. “Saya juga berjanji, saya akan berjuang setiap hari atas nama rakyat Amerika, kelas menengah, dan semua orang yang berjuang. Saya berpegang pada janji itu, dan jika Anda akan memilih saya, saya berjanji akan berjuang sekeras mungkin dalam masa jabatan kedua”.

KALAH TELAK Dalam debat putaran pertama ini, Obama kalah telak. Sebanyak dua pertiga orang yang menyaksikan debat itu berpikir calon dari Partai Republik tersebut memenangkan perdebatan. Menurut survei CNN/ORC International yang dilakukan sesaat setelah perdebatan, 67% penonton debat yang ditanya mengatakan Romney memenangkan debat itu. Hanya satu dari setiap empat orang yang mengatakan Presiden Obama yang menang. “Tidak ada calon presiden yang menduduki posisi 60% dalam jajak pen-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

dapat itu sejak pertama kali diadakan tahun 1984,” kata Direktur Polling CNN Keating Holland. Namun, hampir setengah dari penonton debat mengatakan, debat itu tidak akan membuat mereka untuk memilih salah satu dari dua kandidat tersebut. Sebanyak 35% penonton mengatakan perdebatan itu membuat mereka lebih mungkin untuk memilih Romney, sementara hanya 18% yang mengatakan perdebatan itu akan membuat mereka lebih cenderung untuk memilih kembali Presiden Obama. Dalam setiap 10 orang, enam orang mengatakan bahwa Presiden Obama melakoni debat itu lebih buruk dari yang diperkirakan. Satu dari lima mengatakan bahwa Obama tampil lebih baik dari yang diharapkan. Bandingkan dengan 82% orang yang mengatakan bahwa Romney melakoni debat itu lebih baik dari yang diperkirakan. Hanya satu dari sepuluh orang yang merasa bahwa mantan gubernur Massachusetts itu melakukan perdebatan lebih buruk dari yang diperkirakan. “Jajak pendapat ini tidak dan tidak dapat mencerminkan pandangan semua orang Amerika. Ini hanya pandangan dari orang-orang yang menyaksikan perdebatan dan karena itu tidak dapat menjadi sebuah indikasi bagaimana publik Amerika bereaksi terhadap debat Rabu malam dalam beberapa hari mendatang,” kata Holland. Namun, kekalahan telak Obama ini jelas di luar dugaan banyak orang. Dalam debat itu, Obama yang lebih banyak diserang rivalnya, tampak sangat berhati-hati dalam memaparkan argumennya. Apakah ini strategi Obama dan baru akan menyerang pada debat putaran kedua dan ketiga? Rencananya, debat kandidat akan putaran kedua akan dilangsungkan 16 Oktober di Hempstead, New York dan 22 Oktober di Boca Raton, Florida. n

47


internasional surat berharga

Cemas Menanti Gugatan Bank-bank di Amerika Serikat sedang cemas. Setelah JP Morgan, Kejaksaan Agung New York siap menggugat bank-bank lain atas jual beli surat berharga yang ternyata bermasalah. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

Negara Bagian New York Eric Schneiderman. Dalam tuntutannya, Kejaksaan Agung menyebutkan bahwa Bear Stearns mengelabui para investor tentang kualitas surat berharga yang didukung kredit properti ketika kredit perumahan sedang meningkat pesat. Dugaan penggelapan tersebut diperkirakan merugikan investor lebih dari US$ 22 miliar. Dalam gugatan itu tertulis, “Secara sistematis bank tersebut gagal mengevaluasi pinjaman secara penuh, mengabaikan kelemahan yang tidak terungkap dalam kajian terbatas yang dilakukan bank dan membiarkan para investor dalam kebingungan tentang prosedur kajian yang tidak memenuhi kelayakan�.

JPMorgan Chase & Co di New York, Amerika Serikat

k

asus subprime mortgage di Amerika Serikat yang memicu krisis global tahun 2008, ternyata masih menyisakan masalah serius hingga saat ini. Perbankan di negeri Paman Sam harus siap menghadapi gugatan negara atas praktik busuk jual beli surat berharga tidak berkualitas yang akhirnya hanya menjadi kertas sampah.

48

Pekan lalu, Kejaksaan Agung New York menggugat bank terbesar AS, JPMorgan Chase & Co, karena telah memperjualbelikan obligasi hipotek yang diterbitkan bank investasi dan sekuritas Bear Stearns. Surat berharga itu terbukti tidak berkualitas dan telah merugikan investor. Bear Stearns sendiri diambil alih oleh JPMorgan pada 2008. Gugatan disampaikan Jaksa Agung

Jaksa Agung New York mendorong para investor menunjukkan bukti-bukti bahwa mereka telah dibohongi soal kualitas surat berharga yang mereka beli. Kasus ini akan membuat JPMorgan berpotensi dikenai denda berupa pengembalian sebagian dana-dana Investor. Pasalnya, Kejaksaan Agung New York meminta JPMorgan membayar uang yang jumlahnya tidak disebutkan kepada

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


internasional surat berharga para investor sebagai ganti rugi. Kompensasi tersebut ditujukan sebagai ganti rugi yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung akibat tindakan penipuan dan pengelabuan. “Para investor yang ditipu layak mendapatkan uangnya kembali,” kata Schneiderman. “Saya tidak berpikir ada keraguan tentang hal itu.” “Kami berharap ini menjadi masalah kewajiban yang sangat signifikan, dan ada orang lain di masa mendatang akan belajar dari kerusakan ini,” imbuh Schneiderman. Tak terima atas tuduhan yang dilayangkan, JPMorgan Chase lewat juru bicaranya Joe Evangelish menyatakan akan melakukan pembelaan diri dari tuntutan tersebut. Ia menyebut masalah ini “sepenuhnya tentang” perilaku Bear Stearns. JPMorgan mengakuisisi Bear Stearns pada Maret 2008. “Kami kecewa bahwa NYAG memutuskan untuk menggugat tanpa pernah menawarkan kita kesempatan untuk membantah klaim dan tanpa mengembangkan data lengkap, tapi hanya mengandalkan klaim daur ulang yang telah dibuat oleh penggugat swasta,” kata Evangelisti.

mengaku menerima panggil­ an dari pengadilan tanpa menyebutkan untuk apa. Citigroup, Bank of America, dan JPMorgan masing-masing diperkirakan memiliki kewajiban litigasi menjacapi US$ 4 miliar hingga US$ 5 miliar. Biaya JPMorgan bisa mencapai US$ 3 miliar untuk menyelesaikan kasus di New York. Charles Peabody, analis bank di Portales Partners, New York, mengatakan kemungkinan biayanya bisa lebih tinggi lagi. Peabody mengatakan, perkiraan itu adalah konservatif dan didasarkan pada kasus-kasus serupa oleh investor swasta terhadap Bank of America dan pemberi pinjaman lainnya. Menurut Peabody, berdasarkan perkiraannya pada tahun puncak booming perumahan dari 2005 hingga 2007, Bear Stearns mengeluarkan sekitar US$ 162 miliar dalam obligasi hipotek. “Ini masih perkiraan. Sampai ada angka yang pasti, semuanya hanya sebatas perkiraan.” Kasus gugatan terhadap JP Morgan ini adalah tindakan hukum pertama dari hasil kerja gugus tugas negara federal yang didirikan oleh Presiden Barack Obama awal tahun ini. Presiden Barack Obama berupaya membawa AS keluar dari krisis perumahan yang menghancurkan dan mengakibatkan resesi. Pengumuman pembentukan gugus tugas itu dilakukan pada Januari lalu dalam pidato kenegaraan. Gugus tugas ini menyelidiki klaim yang berkaitan dengan pinjaman hipotek yang dikemas dalam bentuk surat berharga. Gugus tugas ini terdiri dari pejabat dari Departemen Kehakim­ an, Komisi Sekuritas dan Bursa, serta Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan. Pengumuman gugatan terhadap JPMorgan terjadi hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden. Namun, kejaksaan mengatakan kasus ini tidak ada hubungannya dengan politik. “Ketika kasus sudah matang dan siap untuk dibawa, kami membawanya,” kata Tony West dari kantor Kejaksaan Agung New York. n

«Para investor yang ditipu layak mendapatkan uangnya kembali, Saya tidak berpikir ada keraguan tentang hal itu.»

BANK LAIN Kantor Jaksa Agung New York telah selama bertahun-tahun menyelidiki kejahatan yang berkaitan dengan penjualan kredit rumah. Pada 2008, pendahulu Schneiderman, Andrew Cuomo, mengirimkan panggilan dari pengadilan ke beberapa bank, termasuk Bear Stearns, Deutsche Bank AG, Morgan Stanley, Merrill Lynch & Co dan lain-lain. Awal tahun ini, Departemen Kehakiman AS juga mengeluarkan lebih dari selusin panggilan dari pengadilan sipil untuk bank teratas dalam masalah ini. “Ada beberapa penyelidikan yang sedang berlangsung dan kami akan membawa kasus ini ketika sudah siap,” kata Schneiderman. Tahun lalu, JPMorgan digugat oleh Badan Keuangan Perumahan Federal

Eric Schneiderman Jaksa Agung Negara Bagian New York

(Federal Housing Finance Agency) sebesar lebih dari $ 33 miliar. Bank ini hanya satu dari selusinan lembaga keuangan, termasuk Bank of America Corp dan Goldman Sachs Group Inc yang digugat oleh regulator atas klaim serupa. Sementara itu, Citigroup Inc, bank terbesar ketiga di AS, “terus bekerja sama secara penuh” dengan regulator dan penegak hukum dalam merespons panggilan dari pengadilan dan permintaan informasi yang berkaitan dengan terkait hipotek. Goldman Sachs Group Inc, bank terbesar kelima di AS, juga telah dipanggil pengadilan dan dimintai penegak hukum negara bagian dan federal atas sekuritisasi terkait hipotek. Bank ini mengaku bekerja sama dalam penyelidikan. Hal sama juga terjadi di Bank of America, bank terbesar kedua di AS. Bank ini

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

49


profil Batu Bara

Samin Tan

Juragan Ba Gerak bisnisnya sering menimbulkan kontroversi. Tak hanya itu, ia selalu dikaitkaitkan dengan keluarga Bakrie. TEKS Hideko ilustrasi ramawijaya

S

osok Samin Tan dalam sebulan terakhir ini menghiasi pemberitaan di berbagai media. Orang terkaya Indonesia ke-28, versi Forbes (2011) itu dikabarkan tengah bersitegang dengan keluarga Bakrie. Itu terkait dengan investasinya senilai US$ 1 miliar di Bakrie Bumi Plc, London. Namun, tak disangka, sembilan bulan ke-

ÂŤ Hubungan saya dengan keluarga Bakrie baikbaik saja dan tidak ada yang berubah. Âť 50

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


profil Batu Bara

atu Bara yang Tengah Merana mudian saham Bumi anjlok hingga tinggal 80%. Jadi, jangan heran bila investasi Samin Tan kini tinggal US$ 140 juta. Sebagai investor, memang wajar bila Samin Tan kecewa. Soalnya, lewat PT Borneo Lumbung Energy And Metal (BORN), ia tercatat sebagai pemilik 23,8% saham Bumi Plc. Sama dengan jumlah saham yang dikuasai keluarga Bakrie. Yang menarik, karena kecewa, Samin dikabarkan lebih memilih berdiri di samping Rothschild yang juga kisruh dengan Bakrie. Seperti diketahui, Nat Rothschild adalah pemegang 11% saham Bumi Plc. Tak heran bila kemudian merebak spekulasi bahwa kongsi Samin TanBakrie bakal bubar. Benarkah “pisah ranjang”? Pria kelahiran Jakarta 58 tahun silam itu langsung menepis rumor tersebut. “Hubungan saya dengan keluarga Bakrie baik-baik saja dan tidak ada yang berubah,” katanya. Samin juga menegaskan bahwa tidak benar pihaknya telah pecah kongsi dengan keluarga Bakrie. Penegasan Sam Tan itu diperkuat dengan pernyataan Nalinkant Rathod, salah seorang komisaris Bumi Plc. Menurutnya, sebagai orang Timur, hubungan pertemanan jauh lebih penting ketimbang uang. “Kabar pecah kongsi itu cuma kabar miring saja,” kata Rathod. Meski tergolong kaya raya, uang US$ 1 miliar yang ditanamkan Samin di Bumi memang cukup besar. Apalagi dana sebesar itu diperoleh dari hasil mengutang ke Standard Chartered Bank. Nah, untuk membayar kewajibannya, kini Samin tengah menawarkan PT Asmin Koalindo Tuhup. Salah satu unit operasi pengolahan batu bara milik BORN ini ditawarkan US$ 500 juta. Ini bukti bahwa sang juragan batu bara tersebut saat ini tengah membutuhkan uang. Sebagai orang tajir di Indonesia, nama Samin Tan memang kurang dikenal. Bahkan sosoknya baru tahun lalu masuk dalam daftar orang kaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaan US$ 940 juta. Padahal, dalam majalah Forbes edisi 201, nama Samin belum masuk dalam daftar 40 orang kaya Indone-

sia. Pada saat itu Aburizal Bakrie berada di urutan 10 dengan aset US$ 2,1 miliar. Tapi, tahun lalu, kekayaan Samin Tan sudah melebihi Aburizal Bakrie yang memiliki aset US$ 890 juta (berada di urutan 30).

Kaya berkat coking coal Karier Samin Tan mulai dibangun sejak 1987. Saat itu alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara jurusan Akutansi ini bergabung dengan kantor akuntan publik (KAP) Peat Marwick. Belakangan namanya berubah menjadi

Kerjasama Samin Tan dan Bakrie terus berlanjut. Tahun 2006, BUMI berencana menjual 9% saham PT Kaltim Prima Coal kepada PT Borneo Lumbung Energi dengan nilai sekitar US$ 2 miliar. Namun rencana itu kemudian batal. KPMG (Klynveld, Peat, Marwick, Goerdeler). Karier Samin Tan di KAP perusahaan terbesar di dunia saat ini tergolong cemerlang hingga ia dipercaya menjadi partner KPMG, 1995. Berselang tiga tahun kemudian (1998), Samin meninggalkan KPMG dan bergabung dengan perusahaan jasa akuntansi Deloitte & Touche. Di perusahaan ini Samin bertahan selama empat tahun. Selepas dari Deloitte, bersama Surjadinata Sumantri, ia mendirikan Renaissance Capital Asia. Di sini ia memegang posisi Direktur Utama.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Sekedar informasi, PT Renaissance Capital Asia merupakan perusahaan induk dari PT Recapital Advisors dan PT Recapital Asset Management. Sedangkan PT Recapital Advisor merupakan induk dari Recapital Group. Nama yang disebut terakhir ini adalah perusahaan yang didirikan oleh Rosan P. Roeslani dan Sandiaga Uno. Setahun kemudian, tahun 2003, Samin mulai membangun kerjasama dengan Bakrie Group melalui Nirwan Bakrie. Saat saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BUMI) hingga Rp 30, Grup Bakrie memakai PT Renaissance Capital Asia mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal. Dan di bulan Oktober 2003,  BUMI berhasil menguasai 100% saham PT Kaltim Prima Coal dari Rio Tinto dan Beyond Petroleum Plc dengan nilai transaksi sebesar US$ 500 juta. Kerjasama Samin Tan dan Bakrie terus berlanjut. Tahun 2006, BUMI berencana menjual 9% saham PT Kaltim Prima Coal kepada PT Borneo Lumbung Energi dengan nilai sekitar US$ 2 miliar. Namun rencana itu kemudian batal. Di saat yang bersamaan Samin Tan mendirikan PT Republik Energi & Metal. Perusahaan inilah yang kemudian mengambil alih PT Borneo Lumbung Energi dan mengubahnya menjadi PT Borneo Lumbung Energi dan Metal. Di tangan bapak dua orang anak ini, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) menjelma menjadi perusahaan tambang batu bara yang diperhitungkan. Perusahaan ini merupakan satu-satunya produsen coking coal (batu bara jenis metalurgi bermutu tinggi) di tanah air dan memiliki cadangan coking coal sebesar 69,2 juta ton. Tahun 2010, Borneo mencatatkan produksi dan penjualan coking coal masing-masing sebesar 95 juta dan 1,65 juta ton. Dengan harga jual coking coal US$ 185 per ton, Borneo berhasil meraup revenue Rp 2,75 triliun. Inilah yang kemudian melambungkan nama Samin Tan masuk jajaran orang terkaya di Indonesia tahun 2011.n

51


hukum Sengketa

Babak Baru Merrill Lynch Seteru antara dua perusahaan Merrill Lynch dengan Prem Ramchand Harjani dan Renaissance Capital Management Investment Pte, kian seru. Keduanya bersikukuh sebagai pihak yang benar, dan mengajukan dalil masing-masing. TEKS Elka Saraswati Foto riset

H

ampir empat tahun berlalu seteru itu berlangsung. Kini sengketa antara Prem Ramchand Harjani dan Renaissance Capital Management Invesment Pte (RCMI), melawan dua perusahaan Merrill Lynch, yakni Merrill Lynch International Bank Limited Pte Ltd Singapore (MLIB) dan PT Merrill Lynch Indonesia (MLI), memasuki babak baru. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mengumumkan pembekuan saham dan rekening (akun) milik MLI, sejak Rabu pekan lalu. Berbarengan, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meniadakan transaksi perdagangan saham oleh MLI, salah satu perusahaan sekuritas aktif di lantai bursa. Pembekuan ini tak terlepas perintah Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, kepada KSEI dan BEI. Karenanya, pembekuan saham dan rekening MLI, menurut Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo, “Dilakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pengadilan.” Tindakan KSEI dan BEI menjadikan para investor tak bisa lagi bertransaksi melalui MLI. Boleh jadi, ini bakal membuat mereka gigit jari. Maklumlah, MLI termasuk broker saham aktif di pasar saham Indonesia. Berdasarkan data BEI, delapan bulan terakhir total transaksinya sekitar Rp 34,04 triliun, atau rata-rata transaksi per bulan mencapai Rp

52

PT Merrill Lynch Indonesia

Juniver Girsang

Frans Hendra Winata

4,25 triliun. KSEI menerima surat permohonan pembekuan saham dan rekening MLI dari Pengadilan pada 2 Oktober lalu. Surat permohonan ditandatangani Ketua PT DKI Jakarta, Ansyahrul. PT DKI mengeluarkan surat tersebut menyusul surat dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan No.W10-U3/1938/HK.02.01. IX.2012 tanggal 28 September 2012. Dalam surat tadi dinyatakan, pihak pengadilan telah mempelajari dan meneliti dengan seksama, bahwa untuk eksekusi pada perkara perdata No.1401/ Pdt.G/PN.Jkt.Sel tanggal 15 Juli 2009, sesuai dengan Pasal 59 ayat (3) UU No.8

Tahun 1995, pemblokiran rekening efek sebagaimana dimaksud dalam ayat dua, hanya dapat dilakukan oleh lembaga penyimpanan dan penyelesaian atas perintah tertulis dari Bapepam atau berdasarkan permintaan tertulis dari Kepolisian, Kepala Kejaksaan Tinggi atau Ketua PT untuk kepentingan peradilan dalam perkara perdata atau pidana. Juniver Girsang selaku kuasa hukum Prem Ramchand Harjani, mengungkapkan, pembekuan saham dan pemblokiran rekening dilakukan untuk memastikan aset-aset Merrill Lynch tidak berpindah tangan. Baik yang berada di Indonesia maupun yang ada di Singapura.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


hukum Sengketa

vs Renaissance Sementara kuasa hukum MLIB Singapura dan MLI, Frans Hendra Winata, mengungkapkan, pihaknya belum bisa berkomentar soal pemblokiran rekening milik kliennya itu. Dirinya akan membahas soal ini dengan kliennya dahulu, sebelum mengambil langkah selanjutnya.

BUNTUT SOMASI Sanksi terhadap dua perusahaan Merrill Lynch tersebut, tak bisa dilepaskan dari somasi yang pernah disampaikan Prem Ramchand Harijani melalui kuasa hukumnya. Isi somasi yang dipublikasikan akhir Juli 2012, terkait putusan PN Jakarta Selatan tanggal 15 Juli 2009. Putusan tersebut menghukum MLI dan MLIB Singapura, secara tanggung renteng membayar ganti rugi materiil dan immaterial Rp 251 miliar kepada Prem Ramchand Harjani. Somasi disampaikan, karena menurut Juniver Girsang, putusan telah in kracht atau memiliki kekuatan hukum tetap. Diterangkannya, putusan PN Jaksel dikuatkan PT DKI Jakarta dengan putusan No.596/PDT/2009/PT DKI tertanggal 24 Agustus 2010. Selain itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung No.706 K/ Pdt/2011 tertanggal 14 Desember 2011, telah diputus dengan amar menolak permohonan kasasi dari MLI dan MLIB Singapura. Selain itu PN Jakarta Selatan juga sudah memanggil MLI dan MLIB Singapura melalui kuasa hukumnya di Indonesia, agar melaksanakan putusan MA. Pengadilan meminta kuasa hukum termohon eksekusi untuk melakukan pembayaran melalui PN Jakarta Selatan sebagai pelaksana atas putusan MA. PERTARUNGAN LAMA Sengketa antara Prem Ramchand Harjani dan RCMI dengan dua perusahaan Merrill Lynch sebenarnya adalah pertarungan lama. Ada tiga perkara yang membuat para pihak tersebut saling berhadapan. Pertama, pada 11 November 2008, Merrill Lynch Pierce, Fenner & Smith (MLPFS) melalui MLIB Singapura menggugat Prem Ramchand Harjani ke pengadilan di Singapura. Sengketa ini

dalam versi MLPFS selaku induk MLIB Singapura dan MLI, adalah buntut kegagalan Prem Ramchand Harjani memenuhi janji transfer dana tunai US$ 14,3 juta sebagai pembayaran pembelian 120 juta lembar saham PT Triwira Insan Lestari (PTTI) oleh perusahaan miliknya, RCMI. Dua tahun bersidang, pada tahun 2010 pengadilan Singapura memutuskan Prem Ramchan Harjani bersalah. Kedua, beberapa hari sebelumnya, Prem Ramchand Harjani mengajukan gugatan di Indonesia melalui PN Jakarta Selatan. Gugatan diajukan karena ia mengaku merugi atas fasilitas kredit yang tidak diberikan MLIB Singapura. Padahal fasilitas kredit senilai US$ 7 juta itu akan menjadi modal RCMI miliknya, untuk membeli saham PTTI. Gugatan akhirnya

dimenangkan Prem Ramchand Harjani dan RCMI. Hakim Ketua, Syarial Sidik dalam amar putusan kala itu menyatakan, secara tanggung renteng, tergugat 1 dan 2 harus mengganti kerugian materiil penggugat senilai Rp 250 miliar dan kerugian immaterial Rp 1 miliar. Ketiga, pada Oktober 2010, Prem Ramchand Harjani menggugat MLIB Singapura di PN Jakarta Pusat, atas ganti rugi proses hukum di pengadilan Singapura, sebesar Rp 52,5 miliar. Gugatan dilayangkan karena pada 4 Agustus 2009 MLIB Singapura tiba-tiba mencabut gugatan di pengadilan tinggi Singapura yang semula dialamatkan kepada Prem Ramchand Harjani dan RCMI, padahal dirinya sudah terlanjur mengeluarkan biaya untuk menyewa pengacara. Namun dalam perkara ini, PN Jakarta Pusat menyatakan menolak gugatan penggugat Harjani Prem Ramchand seluruhnya. MLIB Singapura dinyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana yang didalilkan penggugat. n

PK, Peluang Akhir Merrill Lynch Boleh jadi, perseteruan antara Prem Ramchand Harjani, pemilik Renaissance Capital Management Investment Pte Ltd (RCMI) dengan Merrill Lynch International Bank Limited Pte Ltd Singapore (MLIB) dan PT Merrill Lynch Indonesia (MLI), belum akan usai dalam waktu cepat. Kondisi ini tidak terlepas dari upaya MLIB Singapura dan MLI mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA), yang mengharuskan kedua perusahaan Merrill Lynch tersebut membayar ganti rugi sebesar Rp 251 miliar kepada Prem Ramchand Harjani. PK tersebut, seperti diungkap Frans Hendra Winarta selaku kuasa hukum MLIB Singapura dan MLI, sudah diserahkan pada 16 Agustus 2012. Dalam PK tersebut ada beberapa bukti baru yang diajukan. Salah satunya adalah rekaman pembicaraan Prem Ramchand Harjani saat bertransaksi dengan Merrill Lynch. Dalam rekaman pembicaraan tersebut, disebutkan, Prem Ramchand Harjani berjanji akan membayar, setelah transaksi pembelian saham PT Triwira Insanlestari Tbk (PTTI) dilakukan Merrill Lynch atas permintaannya. Saham yang dibeli berjumlah 120 juta lem-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

bar dengan nilai transaksi US$ v14,3 juta. Permintaan pembelian saham diajukan Prem Ramchand Harjani kepada Merrill Lynch, Pierce, Fenner & Smith (MLPFS) melalui MLIB Singapura. Karena saham yang dibeli berada di Indonesia, maka eksekutor pembelian tersebut adalah MLI. Bukti lain adalah hasil putusan dari Pengadilan Tinggi Singapura yang menyatakan bahwa RCMI telah mengakui adanya utang dan Prem Ramchand Harjani telah melakukan penipuan. Dalam putusan di Pengadilan Tinggi Singapura, Prem Ramchand Harjani diperintahkan untuk membayar kerugian sebesar US$ 9,5 juta ditambah bunga kepada Merrill Lynch. Merrill Lynch boleh saja berharap banyak pada upaya PK yang dilakukan. Namun, menurut Juniver Girsang, selaku kuasa hukum Prem Ramchand Harjani, langkah pengajuan PK tersebut merupakan upaya yang sia-sia. Upaya PK tidak bisa menahan Pengadilan untuk menunda eksekusi atas putusan kasasi, mengingat putusan kasasi MA justru menguatkan dua putusan sebelumnya oleh PN Jakarta Selatan dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, yang menghukum Merrill Lynch membayar ganti rugi sebesar Rp 251 miliar. n

53


hukum Putusan MK

Silakan Bangun Rumah Mungil Mahkamah Konstitusi akhirnya mengabulkan gugatan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi). Dengan putusan ini, pengembang diperbolehkan membangun kembali rumah di bawah tipe 36. TEKS Elka Saraswati Foto Dahlan Rebo Pahing

Taman Kebalen, bekasi. Rumah di bawah tipe 36

A

sosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) kini bisa tersenyum. Soalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu pekan lalu mengabulkan gugatan asosiasi ini. Dengan putusan ini, pengembang diperbolehkan membangun kembali rumah di bawah tipe 36. Ketua MK, Mahfud MD dalam amar putusannya menyatakan, “Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya. Pasal 22 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman bertentangan dengan UUD 1945 serta tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.” Salah satu pertimbangan putusan MK adalah aspek keterjangkauan daya beli masyarakat yang tidak disebutkan

54

dalam pasal tersebut. MK menyatakan pasal yang dimaksud telah menimbulkan pembatasan terhadap hak atas kepemilikan rumah. “Pasal 22 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2011 merupakan pengaturan yang tidak sesuai dengan pertimbangan keterjangkauan oleh daya beli sebagian masyarakat, terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah,” kata Hakim Konstitusi Muhammad Alim. Selanjutnya, kata Alim, keberadaan pasal itu juga telah menganggap kemampuan masyarakat seragam di tiap daerah. Padahal daya beli masyarakat yang berpenghasilan rendah, antara satu daerah dengan daerah yang lain, adalah tidak sama. Karenanya menyeragamkan luas ukuran lantai secara nasional tidaklah tepat. Terhadap putusan ini, Hakim Kons-

titusi Hamdan Zoelva menyatakan berbeda pendapat. Menurut dia, hal pokok yang menjadi dasar pemilikan rumah bukan terletak pada seberapa luas rumah dibangun, melainkan pada harga rumah. Ditegaskan Hamdan Zoelva, “Kepemilikan rumah sangat tergantung pada tingkat harga rumah, bukan pada besar kecilnya rumah, walaupun luas berpengaruh terhadap harga. Seharusnya pemerintah lebih menjamin aspek kesehatan dan kelayakan tempat tinggal yang sehat.” Putusan MK tentu saja disambut gembira Apersi. Ketua Umum Apersi, Eddy Ganefo bahkan menyebut, putusan MK adalah kemenangan rakyat Indonesia dan bukan Apersi semata. Disebut kemenangan rakyat, karena menurut Eddy Ganefo, “Masyarakat yang memiliki kemampuan membeli rumah di bawah tipe 36, bisa terakomodasi. “Masyarakat yang bisa beli di bawah 36 m2 masih banyak. Dengan putusan ini maka mereka bisa menikmati subsidi melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).” Apersi mengajukan uji materi terhadap pemberlakuan Undang-Undang (UU) No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam Pasal 22 ayat (3) UU disebutkan adanya pembatasan pembangunan rumah dengan luas minimal 36 meter persegi atau rumah tipe 36. Keberadaan pasal ini tentu saja meniadakan izin bagi pembangunan rumah di bawah tipe 36. Pemerintah sendiri waktu itu beralasan, rumah tipe 36 yang ditetapkan dalam UU sebenarnya masih jauh di bawah standar rumah di negara-negara tetangga. Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz kepada wartawan dalam satu kesempatan mengatakan, “Di Malaysia tipe minimal rumah 60 meter persegi, Singapura 90 meter persegi, dan Australia 260 meter persegi. Jadi rumah tipe 36 itu sudah sangat minimal.” Sayangnya Pemerintah mungkin lupa dengan kemampuan beli masyarakat di negeri ini terutama masyarakat berpenghasilan rendah, yang memang baru mampu membeli rumah di bawah tipe 36. Padahal di sisi lain, Pemerintah juga berkepentingan untuk memacu penyediaan rumah yang harganya terjangkau masyarakat. Alhasil dalam penilaian Apersi, Pasal 22 ayat 3 UU No.1 Tahun 2011, hanya akan menambah angka back­log (kekurangan rumah) peru­mah­ an lebih besar. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


hukum Gugatan Merek

S

emula, Perhimpunan Pengusaha Kopi Tiam Indonesia (PPKTI) melayangkan gugatan ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pasalnya, nama “kopi tiam” telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, atas nama pengusaha Abdul Alex Soelistyo. PPKTI meminta agar pengadilan membatalkan pendaftaran merek “kopi tiam”, karena nama tersebut adalah nama publik, yang mengandung arti harafiah kedai kopi. Sayang, gugatan itu kandas. Majelis hakim menyatakan tidak dapat memeriksa gugatan. Ketua majelis hakim, Kartim Khaeruddin beralasan, PPKTI sebagai penggugat tidak berhak mengajukan gugatan karena bukanlah pihak yang berkepentingan. Pertimbangan majelis hakim ini tidak berbeda jauh dengan eksepsi yang sebelumnya disampaikan Abdul Alex Soelistyo selaku tergugat. Dalam eksepsinya dikatakan, PPKTI tidak memenuhi legal standing sebagai pihak yang berkepentingan sebagaimana diatur dalam Pasal 68 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Pasal 5 UU Merek menyebutkan ada empat kriteria suatu merek tidak dapat didaftarkan, dimana salah satunya adalah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum. Nah, PPKTI dinilai bukan pihak berkepentingan yang bisa menyatakan kepemilikan merek “kopi tiam” telah melanggar ketertiban umum. Apalagi PPKTI tidak dapat membuktikan keabsahannya sebagai badan hukum, dan hanya dapat menunjukkan akta pendiriannya yang didirikan pada 3 Mei 2011. Akta itu sendiri diketahui belum mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, sebagaimana yang diharuskan oleh Pasal 1653-1665 KUH Perdata. Dengan pertimbangan tersebut, hakim Kartim Khaeruddin dalam persidangan yang berlangsung Kamis, pekan kemarin, menandaskan, “Oleh karena penggugat tidak dapat membuktikan legalitasnya dalam perkara ini, maka majelis hakim berpendapat perkara ini tidak dapat diperiksa.” Menariknya, dalam putusan tersebut, majelis hakim juga menyatakan tidak mengabulkan gugatan balik atau rekonvensi yang dilayangkan Abdul Alex Soelistyo. Dalam gugatan rekonvensi, ia

Kopi tiam

Maaf, Kopi Tiam Bukan Milik Publik Berminat buka kedai kopi? Awas, jangan sembarangan pasang nama “kopi tiam”. Meski artinya kedai kopi, pengadilan memutuskan nama “kopi tiam” bukan lagi milik publik. TEKS Elka Saraswati Foto riset

meminta pengadilan agar menyatakan semua merek “kopitiam” yang ada di seluruh Indonesia tidak boleh dipasang. Adapun pertimbangan majelis hakim, seperti disampaikan Kartim, “Karena eksepsi diterima, majelis tidak perlu mempertimbangkan gugatan pokoknya dan gugatan rekonvensi.”

TAKUT PENJARA Putusan ini tentu saja membuat para pemilik kedai kopi alias “kopi tiam” menjadi kecewa. Ketua PPKTI, Mulyadi Parminta menyatakan, pihaknya belum menentukan langkah hukum selanjutnya. Dia menyatakan masih menimbang-menimbang atas putusan itu, sembari menambahkan, “Kita terima dulu salinan putusannya, belum tahu akan ajukan kasasi atau tidak.” Para pemilik kedai kopi juga tak menutupi kekhawatiran mereka, bakal dipenjara karena menggunakan nama “kopi tiam” tanpa izin Abdul Alex Soelis-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

tyo. “Terus terang kami takut dipidana karena ‘kopi tiam’ sudah dihakciptakan,” tambah Mulyadi Pramintan kepada wartawan. Memang tak dapat dipungkiri, keputusan pengadilan menjadikan Abdul Alex Soelystio sebagai pihak sah yang mengantongi sertifikat hak cipta atas merek “kopitiam”. Ada tiga merek “kopitiam” yang didaftarkannya Ditjen Hak Akan Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM, yakni “Kopitiam” gambar cangkir kopi dan donat di atas meja dengan No. IDM000030899; “Kopitiam” gambar kopi dalam cangkir No.IDM000302964; dan “Kopitiam” tanpa gambar dengan No.IDM000305714. Namun Susi Tan selaku kuasa hukum Abdul Alex Soelistyo menegaskan, kliennya belum akan menggunakan pendekatan pidana terhadap para pemilik kedai kopi yang menggunakan merek “kopi tiam”. n

55


keuangan piutang perbankan

Dua-duanya p Oke, Kecuali... Setelah OJK berdiri, dua posisi Deputi Gubernur BI akan dibiarkan kosong. DPR mengancam tak akan melakukan fit and proper test. TEKS Bastaman foto riset ilustrasi yayan

56

osisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) sepertinya dianggap sudah tidak penting lagi. Buktinya, sudah sejak dua tahun lamanya posisi tersebut dibiarkan kosong. Medio 2010, posisi itu ditinggalkan Darmin Nasution karena ia harus menempati posisi Gubernur BI yang ditinggalkan oleh Boediono. Tak hanya posisi Deputi Gubernur BI, rupanya. Jabatan Deputi bidang Manajemen Internal BI pun kabarnya akan dibiarkan kosong selama-lamanya. Seperti diketahui, posisi tersebut saat ini dijabat oleh Ardhayadi Mitroadmodjo. Nah, masa tugas Ardhayadi akan berakhir 29 November mendatang. Nantinya, tugas internal dan operasioan BI tidak akan lagi dipegang pejabat Deputi BI, tetapi cukup oleh seorang Asisten Gubernur BI. Alasannya untuk mengosongkan posisi Deputi bidang Manajemen Internal BI sebenarnya cukup sederhana. Setelah fungsi pengawasan perbankan dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beban tugas bagian Manajemen Internal BI menjadi lebih ringan. “Kami bukan meniadakan jumlah Deputi BI seperti diatur UU No. 6/2009 (empat hingga tujuh deputi). Namun hanya mengosongkan,” kata Difi A. Johansyah, Juru Bicara BI. Posisi lain yang akan segera kosong di bulan November adalah Deputi Gubernur BI bidang Pengelolaan Moneter. Seharusnya, posisi tersebut masih dijabat oleh Budi Mulya. Namun, sejak terjerat kasus “pinjaman” uang sebesar Rp 1 miliar dari Robert Tantular, mantan pemilik Bank Century (kini Bank Mutiara), Budi Mulya menonaktifkan diri dari tugasnya sejak Oktober 2011. Karena kursi Deputi Gubernur BI bidang Manajemen Internal akan dikosongkan, otomatis DPR hanya akan memilih calon Deputi Guburnur BI bidang Pengelolaan Moneter. Sampai saat ini Darmin Nasution baru mengajukan dua nama kepada presiden. Mereka adalah Perry Warjiyo, Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI; serta Hendar, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI. Dikosongkannya beberapa posisi Deputi Gubernur Bi serta minimnya kandidat yang diajukan, kontan menuai

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


keuangan piutang perbankan protes dari anggota DPR. “DPR dan Presiden seolah di-fait accompli,” ujar Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR. Sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang diambil bank sentral, menurut Aziz, DPR tidak akan melakukan fit and proper test terhadap calon Deputi Gubernur BI yang diajukan presiden. Aziz menilai, Manajemen Internal BI adalah posisi strategis karena terkait dengan anggaran BI. “Makanya, posisi tersebut harus dipegang oleh seorang deputi, bukan asisten Gubernur BI,” lanjut Aziz. Ia curiga, pengosongan poisisi Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI bidang Manajemen Internal merupakan cara BI untuk menaikkan gaji dan fasilitas Dewan Gubernur BI.

Kans sama kuat DPR boleh saja tidak setuju, namun yang pasti organisasi BI akan berubah dengan beralihnya fungsi pengawasan bank ke OJK. Apalagi, mulai 2014, sekitar 1.200 pegawai di delapan satuan unit kerja BI akan dipindahkan ke OJK. Mereka akan diperbantukan di OJK selama dua tahun, untuk selanjutnya mereka diberi pilihan tetap berkarier di BI atau pindah ke OJK. Jelas, ini akan mengurangi pegawai BI yang saat ini berjumlah 5.600 orang. Perry dan Hendar pun tampaknya tak begitu peduli dengan ancaman DPR itu. Buktinya, sejak dua pekan terakhir kedua kandidat ini mulai giat mengkampanyekan misi serta visi mereka. Termasuk juga program kerja yang akan mereka lakukan bila kelak terpilih sebagai Deputi Gubernur BI bidang Moneter. Sebenarnya tema yang diusung Perry dan Hendar hampir mirip, yakni terkait pengendalian moneter serta koordinasi BI dengan OJK sebagai lembaga baru. Yang boleh dibilang agak berbeda adalah usulan Perry untuk meningkatkan peran bank sentral di sektor riil dan ekonomi daerah. “Peran BI tak hanya memperkuat kebijakan moneter dan makroprudensial, tapi penting juga meningkatkan sektor riil dan ekonomi daerah,” ujar Perry. Sementara Hendar menyoroti kesiapan BI dalam menghadapi surat utang yang bakal diterbitkan oleh Pemerintah Daerah. Seperti halnya surat utang negara (SUN), penerbitan surat utang oleh Pemerintah Daerah ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap nilai tukar, inflasi, dan suku bunga. “Sebab obligasi daerah bisa menjadi alternatif (investasi) penempatan dana-dana Bank

Masalahnya, misi, visi, dan program kerja bukan satu-satunya faktor. Kekuatan lobi dengan DPR juga sangat menentukan seorang calon dalam memperebutkan kursi Deputi Gubernur BI

menonaktifkan diri, otomatis selama setahun terakhir pengelolaan moneter BI berada di tangannya. Tahun lalu, Hendar termasuk satu dari delapan calon yang diajukan BI untuk mengisi dua posisi Deputi Gubernur BI yang kosong. Namun gagal. Seperti halnya Hendar, Perry pun sudah beberapa kali dicalonkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI. Kali ini peluangnya sangat besar. Sebagai orang yang menangani bidang statistik dan kebijakan moneter, ia dinilai mampu untuk mengatasi berbagai tantangan yang bakal dihadapi BI. Apalagi sejak dulu Perry selalu konsisten dengan usulnya untuk meningkatkan peran bank sentral di sektor riil dan ekonomi daerah. Masalahnya, misi, visi, dan program kerja bukan satu-satunya faktor. Kekuatan lobi dengan DPR juga sangat menentukan seorang calon dalam memperebutkan kursi Deputi Gubernur BI. n

Pembangunan Daerah,” ujar Hendar. Sebagai Derektur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, peluang Hendar untuk menduduki posisi Deputi Gubernur BI bidang Moneter memang lebih terbuka. Apalagi sejak Budi Mulya

Jika Hendar menjadi Deputi Gubernur BI Memperkuat kebijakan makro untuk menghadapi kondisi global yang tidak stabil. Menjaga dan memperkuat fondasi ekonomi serta pasar keuangan. Memperkuat cadangan devisa BI. Menciptakan pasar keuangan dan industri perbankan yang lebih kuat dan efisien. Memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait agar tercipta sinergi. Obligasi Pemda sebagai alternatif penempatan dana BPD.

Jika Perry Warjiyo menjadi Deputi Gubernur BI

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

Memperkuat kebijakan moneter, khususnya dalam menghadapi tekanan defisit transaksi berjalan. Melanjutkan pendalaman pasar keuangan operasi moneter Terkait dengan masa transisi OJK. Meningkatkan peran BI di sektor riil dan ekonomi daerah. Reformulasi organisasi dan sumber daya manusia.

57


keuangan standar kredit bpr

b

ank, termasuk juga Bank Perkreditan Rakyat (BPR), memang layak disebut gudang uang. Tapi bukan berarti para pengelolanya bisa royal dan mengabaikan sikap kehatihatian. Setiap sen yang dikeluarkan dari brankas mereka mesti diperhitungkan untung ruginya. Apalagi kalau jumlahnya sangat besar. Itu sebabnya, Bank Indonesia (BI) mewajibkan BPR membentuk pedoman pemberian kredit. Pedoman yang bakal menjadi standar dalam pemberian kredit ini harus mendapat persetujuan dari BI dan komisaris masing-masing BPR. “Agar BPR memiliki prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit,� kata Zainal Abidin, Kepala Departemen Kredit, BPR, dan UKM BI. Tidak hanya itu. BPR juga wajib memberikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai kredit yang ditawarkan kepada calon nasabahnya. Baik itu persyaratan kredit, biaya, perhitungan bunga, penjelasan perjanjian kredit, jangka waktu penjaminan agunan, hingga manfaat serta risiko dari kredit tersebut. Sebelumnya, dua bulan lalu, BI juga telah memperketat proses uji kemampuan dan kepatuhan (fit and proper test) bagi para pengelola BPR. Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/9/PBI/2012 itu disebutkan, pemilik BPR yang tidak lulus dalam fit and proper test harus menjual sahamnya kepada pihak lain dalam waktu satu tahun. Sedangkan komisaris dan direksi terancam masuk dalam daftar hitam BI. Artinya, mereka tidak boleh bekerja di industri perbankan selama jangka waktu tertentu. Pantas memang kalau BI merasa perlu membuat aturan yang ketat. Sebab, akhir-akhir ini BPR bergerak dengan sangat agresif. Hingga Agustus lalu saja kredit yang dikucurkan BRP mencapai total Rp 47,9 triliun atau tumbuh 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun mencapai Rp 50,1 triliun atau tumbuh 22,5%. Masalahnya, ketidak hati-hatian para pengelola membuat tingkat penutupan BPR tergolong tinggi. Lihat saja, selama periode 2006 hingga 2012, tak kurang dari 46 BPR yang dilikuidasi. Ini berarti setiap tahun ada 7 hingga 8 BPR yang ditutup. Yang menyedihkan lagi, sekitar 99% di antaranya disebabkan kejahatan

58

BPR yang di likuidasi. prinsip kehati-hatian

Agar Tak Ada Lagi Kredit Fiktif Setiap BPR wajib membuat pedoman standar pemberian kredit. Ini penting agar pengelola BPR tidak kebablasan. TEKS Bastaman foto dok.inilah.com

oleh pemilik atau pengelolanya. Dan modus yang paling banyak terjadi adalah pemberian kredit fiktif. Jadi, memang wajar kalau belakangan ini BI banyak mengeluarkan atur­an untuk BPR. Lantas, kapan aturan ini diberlakukan? Keharusan membuat pedoman pemberian kredit sudah

diberlakukan bagi 1.688 BPR sejak 19 September lalu. Nah, mereka wajib menyampaikan pedoman pemberian kreditnya ke BI paling lambat 28 Desember depan. Sedangkan bagi BPR yang berdiri setelah tanggal tersebut, maka pedoman itu harus diserahkan paling lambat 30 hari setelah terbitnya izin operasi. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


keuangan asuransi

d

i tengah bisnis keuangan yang suram, industri asuransi tetap optimistis bakal tetap berkibar. Keyakinan itu didasari perilaku masyarakat yang mulai berbondong-bondong menanamkan duitnya di produk-produk asuransi. Begitu tingginya animo masyarakat, sejumlah perusahaan asuransi mengalami panen besar. Asuransi Jiwa, misalnya. Hingga semester I-2012, berhasil mencatat pendapatan premi Rp 49,65 triliun atau tumbuh 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, seperti dikatakan Benny Waworuntu, Direktur Eksekutif Asosiasi Jiwa Indonesia (AAJI), lonjakan premi tersebut diperoleh lewat distribusi bancassurance (pemasaran produk asuransi melalui bank). Pemasaran asuransi via bank memang cukup efektif. Hingga semester I, jalur distribusi bancassurance menyumbang pendapatan premi Rp 20,1 triliun. Lebih tinggi dari keagenan yang memberikan kontribusi sebesar Rp 19,5 triliun. “Sampai sekarang antara bancassurance dengan keagenan masih balapan,� kata Benny. Makanya, belakangan ini banyak perusahaan asuransi yang menjalin kerjasama dengan bank. Great Eastern Life Indonesia, misalnya. Pekan lalu, perusahaan ini memasarkan produk Max Prestige Heritage melalui Bank OCBC. Sebelumnya, April lalu, Bank BNI resmi menjadi agen penjualan produk BNI Life Insurance, Asuransi Jiwa Sequis Life, Asuransi Cigna, dan IAI Financial. Langkah serupa juga akan ditempuh PT Asuransi Jiwasraya. Belum jelas, bank mana yang akan digandeng Jiwasraya. Yang jelas, langkah itu diambil karena pendapatan premi perseroan masih di bawah target. “Kami memakai jalur ini untuk mengejar target,� kata Hary Prasetyo, Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwaryara. Di Indonesia, jalur bancassurance pertama kali dilakukan Bank Lippo ketika memasarkan produk Lippo Life pada tahun 1990-an. Sayang, perkembangannya sangat lambat. Pada tahun 2006, kontribusi bancassurance terhadap total premi asuransi jiwa baru sekitar Rp 2,3 triliun. Namun sejak 2007 perkembangannya cukup pesat. Dan, tahun ini, kontribusi bancassurance telah menggeser posisi agen.

Setelah Posisi Agen Diambil Bank Penjualan produk asuransi lewat bank melampaui pendapatan dari agen. Jalur ini dinilai lebih murah dan tepat sasaran. TEKS Bastaman foto dahlan rebo pahing

pemasaran produk asuransi. lebih efektif lewat bank

Ada beberapa keuntungan yang membuat perusahaan asuransi lebih suka memasarkan produknya lewat bank. Selain lebih efektif, pemasaran produk asuransi lewat bank juga dinilai lebih murah ketimbang melalui agen. Tetapi, yang lebih penting lagi, nasabah bank merupakan pasar potensial bagi produk-produk asuransi. Di samping itu, memang, jumlah agen asuransi yang sudah berlisensi juga masih kurang. Hingga saat ini, menurut Benny, anggota AAJI hanya memiliki

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

308.229 tenaga penjualan. Mereka rata-rata mendapatkan 9 hingga 10 polis per tahun. Padahal, dengan semakin beragamnya produk asuransi yang ditawarkan, paling tidak dibutukan sekitar 500 ribu tenaga pemasaran asuransi. Meski peran bank makin besar, posisi agen asuransi masih cukup kuat. Sebab, berbeda dengan di negara-negara yang sudah maju, di Indonesia masih banyak nasabah yang belum punya inisiatif untuk membeli polis. Sehingga sistem door to door masih dibutuhkan. n

59


pasar modal ihsg

Ancaman di Balik Reko Lagi, indeks harga saham gabungan mencetak rekor baru. Banyak yang optimistis, indeks masih akan bullish. Tapi, aksi profit taking tetap harus diwaspadai. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi ramawijaya

D

i hari-hari ini, banyak para pelaku pasar yang mengumbar senyum. Mereka gembira karena prediksinya menjadi kenyataan. Perdagangan terus berlangsung hangat dan indeks harga saham gabungan pun terus menanjak. Sepanjang perdagangan minggu lalu, indeks hanya terkoreksi satu kali yakni 3 Oktober. Itupun tipis, hanya lima poin. Sehingga ujung足

60

nya, pada penutupan pasar pekan lalu, IHSG berhasil mencatatkan rekor baru, menembus level psikologis 4.300 dengan menclok di angka 4.311,31. Seperti kita saksikan bersama, keper-

cayaan investor (termasuk asing) terhadap pasar saham Indonesia memang cukup tebal. Itulah yang mendorong dana investasi dari pemodal manca ne-

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


pasar modal ihsg

or Baru gara terus mengalir masuk. Dalam sepekan kemarin, asing mencatatkan net buy hingga senilai Rp 965,14 miliar. Ada sejumlah faktor yang mendongkrak gairah investor untuk membelanjakan uangnya. Mulai dari data perekonomian ekonomi AS, yang jauh di atas ekspektasi pasar. Selain jumlah pengangguran yang menciut, order pabrik-pabrik pun mengalami pening­ ktan 5,2%. Padahal, sebelumnya, factory orders diperkirakan bakal

minus 5,9%. Kabar yang ditiupkan Bank Sentral Eropa (ECB) juga menambah suasana pasar makin meriah. ECB menyatakan siap membeli obligasi milik negara-negara Zona Euro yang sedang dirundung masalah keuangan. Kabar itu pula yang membuat pasar saham AS ikut berpesta. Dalam sepekan kemari, indeks Dow Jones juga menguat hingga 173 poin (1,2%). Sentimen positif dari dalam negeri juga menjadi pendorong yang tak kalah pentingnya. Tingkat inflasi yang hanya 0,1% membuat batin para investor semakin mantap. Selain itu, sebentar lagi, akan hadir laporan keuangan para emiten yang diperkirakan berisi angkaangka postif.

Faktor-faktor eksternal dan internal itulah yang, kata Pardomuan Sihombing, masih akan menjadi pendorong bagi perdagangan di pekan ini. Sebab, di minggu ini, para pemodal akan mulai mengantisipasi terbitnya laporan kinerja para emiten. Jadi, potensi menguat masih ada.Tapi, investor sebaiknya jangan bertindak buru-buru, ”Sebab di balik potensi itu, indeks juga dibayangi oleh aksi profit taking,” kata praktisi pasar modal dari Recapital Asset Management ini.

Ada sederet panjang pilihan Biasanya, yang terlebih dahulu merilis laporan keuangannya adalah emiten dari sektor perbankan. Makanya, penguatan akan dimulai oleh saham-saham dari kelompok ini. Setelah itu, baru emiten-emiten di sektor manufaktur atau consumer goods. Menyusul di belakangnya adalah properti dan pertambangan yang akan mendapat giliran untuk rebound. “Apalagi, harga komoditas juga sudah mulai membaik,” kata Pardomuan. D a l a m sepekan ke depan, Pardomuan memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support 4.250 dan resistance 4.350. Sedangkan hingga akhir tahun, ia memasang target untuk IHSG di level 4.500. Aksi ambil untung, kata dia, memang patut diwaspadai. Tapi, tak perlu dikhawatirkan benar, sebab yang akan terjadi berupa koreksi sehat. Setelah itu indeks akan kembali melaju menuju rekor baru berikutnya. Ada sederet saham yang direkomendasikan Pardomuan. Pilihannya jatuh pada INDF, MAPI, ICBP, UNVR, KLBF, JSMR, PGAS, BBRI, BMRI, BBNI, BBTN, SMGR, INTP, SMCB, ITMG, ADRO, dan PTBA. Cukup panjang bukan? “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham itu dan hold sampai akhir Oktober ini,” katanya. Ikhsan Binarto, analis Indo Premier Securities, juga punya prediksi serupa. Pekan ini, menurut perhitungannya, akan terjadi aksi ambil untung. Namun pelemahannya akan sangat terbatas. Sebab, ya itu tadi, akan banyak investor yang mengantisipasi terbitnya laporan

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

keuangan emiten. Ikhsan meramalkan, di minggu ini, IHSG akan bergerak di rentang 4.250 – 4.375. Dalam situasi ini, sang analis menjagokan saham-saham di sektor perbankan dan konstruksi. Alasannya, selain memiliki fundamental yang bagus, secara teknikal saham-saham di kedua sektor itu masuk kategori defensif. “Emiten perbankan biasanya mencatatkan kinerja keuangan paling baik,” katanya. Secara khusus, Ikhsan menunjukkan saham berkapitalisasi besar. Saham Bank BRI (BBRI) misalnya, dalam jangka sebulan diprediksi akan mencapai target Rp 7.700. Sementara BMRI ditargetkan bakal menyentuh Rp 8.300. Di sektor konstruksi, pilihannya jatuh pada PT Wijaya Karya (WIKA) dengan target Rp1.550, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dengan target Rp 830 dan PT Adhi Karya (ADHI) Rp1.160. Menurut Ikhsan, semua saham itu masih berada dalam tren naik. Ia pun merekomendasikan beli dan simpan selama sebulan. n

IHSG 5/10 4,311.31

28/9

4,262.56

DOW Jones 5/10 13,610.15

28/9 13,437.13

61


pasar modal Saham MNC

A

da dua pengusaha yang tampangnya sering tampil di layar televisi, untuk kepentingan promosi. Yang satu adalah Alim Markus, pemilik Grup Maspion yang jadi bintang iklan untuk produk buatannya sendiri. Sedangkan yang satunya lagi, Hary Tanoesoedibjo. Bedanya, CEO Grup MNC ini tampil bukan untuk jadi bintang iklan produk, melainkan demi mempopulerkan Partai Nasdem yang dibangun bersama Surya Paloh, Bos sekaligus pemilik Metro TV. Namun, kendati getol mempromosikan Nasdem, bukan berarti Hary telah melupakan ‘pekerjaan tetap-

62

Masih Ada Ruang, Tapi Sempit Hary Tanoesoedibjo dikenal piawai dalam manjaga harga saham-sahamnya. Aksi korporasi yang diayunkan taipan ini kerap mengejutkan. Sayang, kini BHIT cs sudah overvalue. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi ramawijaya

nya’ sebagai seorang pengusaha. Bahkan, belakangan ia menyatakan akan melebarkan sayap usahanya dengan membeli bank. Sebelumnya, ia juga mendirikan MNC Infrastruktur yang

ditempatkan di bawah Indonesia Air Transport (IAT), salah satu perusahaan jasa penerbangan miliknya. Entah, pertimbangan apa yang dipakai sang taipan, sehingga MNC Infrastruktur dijadikan anak perusahaan yang masih merugi (semester I – 2012, IAT rugi Rp 32,66 miliar). Yang jelas, gara-gara langkah inilah harga saham IAT tiba-tiba melesat. Lihat saja, setelah bertahun-tahun berkutat di level gocap, IATA (kode efeknya) langsung terangkat dengan cepat.

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


pasar modal Saham MNC Jika dihitung sejak pertengahan September lalu, saham ini telah mengalami kenaikan Rp 131. Artinya, hanya dalam waktu kurang dari 20 hari, IATA mengalami penguatan hingga 280%. Benar-benar mengejutkan. Dan seperti biasa, kenaikan harga satu saham selalu diikuti oleh penguatan saham-saham lainnya yang berada dalam satu grup usaha. Empat saham lainnya yang ada di grup ini, dalam rentang waktu yang sama meningkat 14,5% hingga 25,9%. Efek terbitan PT Bhakti Investama contohnya, harganya naik 25,9%. Lantas MNCN menguat 18,4%, MSKY 24,5% dan BMTR 14,5%. Betul, peningkatan bukan hanya terjadi di saham-saham Grup MNC. Seiring pasar yang bullish, saham lainnya pun mengalami peningkatan harga. Namun, angka kenaikannya tak sekuat efek Grup MNC. Hanya saja, gara-gara penguatan yang berlangsung cepat itulah, saham kelompok MNC kini sudah masuk ke area kemahalan dan overbought ( jenuh beli). “Saya rekomendasikan sell on strength. Sebab, kalau pun menguat ruangnya sudah sempit,” kata David Cornelis, Head of Research KSK Finansial Group Saham MNC Sky Vision (MSKY), yang di akhir pekan kemarin ditutup di angka Rp 2.175 misalnya, menurut

David, memiliki level support Rp 2.025 dan resistance Rp 2.300. Sementara BHIT, dalam jangka pendek, diperhitungkan bakal konsolidasi di rentang Rp 430–Rp 570.

Plus minus BHIT Sedangkan IATA, karena sudah terbang tinggi, risiko untuk terjerembabnya pun lebih besar lagi. Saham ini direkomendasikan sell on strength lantaran diprediksi akan bergerak di kisaran support 103 dan resistance Rp190. Sedangkan saham PT Global Mediacom (BMTR), diperkirakan bakal bermain di sekitar Rp 1.950–Rp 2.300. Jadi,secara keseluruhan, daya tarik dari saham-saham dari grup ini sudah melemah. Tapi, kalau investor penasaran untuk melakukan koleksi, David hanya menyarankan tiga saham yang pantas dibeli. Salah satunya adalah MNCN yang hingga akhir tahun ditargetkan bakal menyentuh Rp 2.900. Lantas MSKY dengan target price Rp 2.450 dan BMTR Rp 2.300. Prediksi yang lebih optimistis dikemukakan Irwan Ibrahim. Menurut pengamat pasar modal ini, ada ekspektasi Dari sejumlah pelaku pasar bahwa saham-saham grup ini masih akan menguat. Pertimbangannya, selain memiliki bisnis yang kebal krisis, efek-efeknya juga cukup likuid. Hanya saja, lantaran sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi, investor disarankan untuk hati-hati. Jadi, ada kemungkinan, dalam jangka pendek harganya akan fluktuatif. Kecuali untuk jangka panjang, ia menyarankan investor untuk mengoleksi BHIT. “MNCN jangan dulu, karena harganya sudah tinggi sekali,” katanya. BHIT, menurut perhitungan Irwan, dalam jangka sembilan bulan akan naik menuju Rp 750–Rp 800. Sebab ketika itu indeks harga saham gabungan diprediksi sudah berada di atas 5.000. Tiga saham lainnya juga diproyeksikan akan bergerak mengikuti IHSG. Pertengahan tahun depan, BMTR ditargetkan mencapai harga Rp

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012

2.500. IATA menuju rentang Rp 320– Rp 350 dan MSKY Rp 2.500. Pengamat pasar modal Sem Susilo juga punya pandangan yang cukup positif terhadap saham-saham MNC. Kata dia, Hary Tanoesoedibjo punya integritas yang biasa-biasa saja. Perilakunya di bursa mirip-mirip Grup Lippo. Seperti apa? Sem tak mau bekomentar. Namun, seorang kepala riset menegaskan, bahwa taipan ini sudah dikenal publik sebagai ahli menggoreng saham. Sehingga pergerakan harga efek-efeknya patut diwaspadai. Namun, kendati demikian, untuk sementara ini, saham-saham yang diterbitkan Grup MNC cukup enerjik. Ditambah lagi, rasio-rasio keuangannya juga cukup bagus (kecuali IAT). Untuk BHIT, Sem memasang target Rp 600 yang bakal tercapai dalam waktu dekat. Gangguannya, emiten ini akan rights issue di Rp 490. Tapi karena bisnisnya oke, target Rp 600 bisa tercapai. “Secara teknikal, saham ini sudah terkonsolidasi 3 bulan dan yang memainkan sahamnya hanya Tanoe sendiri yang begitu aktif buy-sell,” katanya. Aksi ‘main sendiri’ ini bertujuan agar BHIT bisa konsolidasi di level Rp 500an dalam tiga bulan. Tapi angka ini riskan untuk kembali ke kisaran Rp 400. Makanya akan terus diupayakan menuju Rp 600. Sehingga kalaupun turun masih berada di level Rp 500 alias tetap berada di atas harga rights issue. Makanya, untuk memperkecil risiko, Sem merekomendasikan beli untuk BHIT di level Rp 475 atau di harga rights issue Rp 490. “Saham ini punya prospek bagus,” katanya. Seperti diketahui, penerbitan sekitar 3,2 miliar saham baru ini dilakukan guna memperoleh dana yang akan dipakai untuk diversifikasi usaha. Sesuai dengan rencana, kelompok MNC akan segera masuk ke bisnis pertambangan batu bara dan migas, serta perbankan. Sehingga, dana yang berputar di grup— yang dalam sebulan bernilai triliunan rupiah—akan dikelola oleh bank sendiri. Sebuah aksi korporasi yang positif. Kecuali jika langkah pemiliknya tersandung di dunia politik. Ini jelas akan menjadi sentimen negatif bagi sahamsahamnya. n

63


pasar modal Saham bank BUMN

K

abar baik yang sudah lama dinanti-nanti kalangan bankir pelat merah itu, akhirnya, datang juga. Melalui sebuah keputusan tertangal 21 September 2012, Mahkamah Konstitusi mengizinkan bank pemerintah untuk mengurus kredit macetnya sendiri. Kalau perlu, pimpinan bank juga bisa langsung memberikan potongan atas utang yang sudah dihapusbukukan itu. Tanpa harus melalui Panitia Urusan Piutang Negara alias PUPN yang prosesnya berbelit-belit. Menariknya, hasil yang diperoleh dari pencairan kredit mampet ini kelak akan dimasukkan sebagai penambah laba bersih. Jumlahnya pasti lumayan besar. Sebab, kredit macet di perbankan pemerintah kini angkanya mencapai Rp 85 triliun. Sehingga, kalau bisa dicairkan 30% saja, dana yang akan menjadi penambah laba nilainya sekitar Rp 25,5 triliun. Bank yang paling banyak menikmati beleid ini adalah Mandiri yang mengempit krdit macet Rp 32 triliun. Menyusul di belakangnya adalah BNI dengan kredit macet 23 triliun, BRI dengan kredit bermasalah sekitar Rp 9 triliun, BTN Rp 1 triliun dan sisanya berada di bank milik pemerintah lain. Sayang, berita bagus ini tak menjadi sentimen positif pada harga saham-sahamnya. Tak terkecuali saham Bank Mandiri dan BNI, yang dianggap bakal paling banyak menikmati keputusan MK tersebut. Betul, belakangan harga saham-saham tersebut menunjukkan kenaikan. Tapi itu sudah berlangsung sejak awal September atau sebelum MK menerbitkan keputusannya. Dengan kata lain, penguatan yang berlangsung selama ini lebih disebabkan kondisi pasar yang sedang dalam tren menanjak. Menurut Yuganur Wijanarko, Kepala Riset HD Capital, sebenarnya dampak dari keputusan MK itu sudah terefleksi pada harga yang terbentuk saat ini. “Yang sedang berlari sekarang justru saham-saham bank yang banyak bergerak di segmen mikro, seperti BJBR, BBRI, BBTN dan BBKP,” katanya. Dalam sepekan hingga dua pekan ke depan, Yuganur memproyeksikan BBRI akan bergerak di kisaran Rp 7.200Rp7.600, BJBR di Rp 1.070 – Rp 1.150, BBTN di rentang Rp 1.380-Rp 1.530 dan BBKP bakal bermain di support–resistance Rp 610-Rp 710. JIka ditilik dari sisi Price Earnings Ratio (PER), yang paling murah sebe-

64

Menimbang Dampak Haircut Keputusan MK terbukti tak berpengaruh banyak pada harga saham bank BUMN. Tapi efek sektor ini masih memiliki potensi untuk menguat. TEKS Ahmad Munjin foto ilustrasi

narnya BBKP karena memiliki PER 6 kali dan termahal BMRI dengan PER 13 kali. Adapun BBRI dan BBNI 11 kali, BBTN 10 kali dan BJBR 9 kali. Tapi investor cenderung memilih BBRI. Sebab, emiten ini sudah terbukti solid dan memiliki fundamental kokoh. Untuk BMRI dan BBNI, akan konsolidasi terlebih dahulu. Pergerakan harganya tidak ke mana-mana karena katalis yang mengangkat harga kedua saham ini hanya faktor haircut. Jadi, potensi kenaikannya sudah terdiskon pada harga saat ini. Apalagi, secara valuasi PER, BMRI sudah mahal. Karena, saham-saham yang bermain harganya adalah emiten yang fokus pada segmen mikro. Satu analis dari sebuah sekuritas asing juga menilai kebijakan hair cut ini tidak berpengaruh banyak pada pergerakan harga saham. Sebab ini hanya bersifat insidentil dan hasilnya belum bisa ditebak. Namun secara keseluruhan, saham-saham perbankan (termasuk bank BUMN)

masih punya potensi untuk menguat. Nah, sebelum kenaikan itu, kata si analis, harga akan terlebih dahulu terkoreksi. Makanya, ia menyarankan agar investor menunggu harga BMRI di level Rp 7.800, Saham ini diprediksi akan merangkak menuju level Rp 8.700. Lantas BBRI target akhir tahun di Rp 8.800. Dalam sepekan ke depan, supportnya berada di Rp 7.300 dan resistance Rp 7.800. Dari sisi tren, saham ini masih naik. Tapi, seperti BMRI kemungkinan akan mengalami koreksi terlebih dahulu. Begitu pun BJBR harus dinanti di kisaran Rp 1.040. Kelak, saham ini akan menuju Rp 1.170. Sedangkan BBTN sudah overbought (jenuh beli). Dalam sepekan ke depan, support BBTN berada di Rp1.360 dan resistance Rp 1.440, dengan target akhir tahun di Rp 1.450. “Saya rekomendasikan netral untuk BBTN,” katanya. Nah, kini tinggal terserah Anda, tertarik yang mana? n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


iklan iklan.indd 7

7/28/2012 8:32:42 PM


kolom andi suruji

Anggaran Bocor di Semua Penjuru

a

nggaran belanja negara bocor di semua sudut dan tingkatan penggunaan. Diserang dan digerogoti dari segala penjuru mata angin. Padahal itu uang yang dihimpun dari rakyat, bahkan pemerintah harus berutang kiri-kanan untuk memenuhi belanja negara yang kian membengkak. Pekan lalu, dalam dua kesempatan berbeda, kebocoran dan penggerogotan anggaran negara itu terungkap. Pertama dalam seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Yogyakarta. Lainnya di Jakarta, ketika Yulianis tampil menjadi saksi dalam kasus korupsi proyek yang didanai angaran Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam seminar ISEI terungkap dari sekitar Rp 1.600 triliun APBN, sekitar 30% sudah dialirkan ke daerah sebagai dana transfer. Itu kewajiban pemerintah pusat terkait pelaksanaan otonomi daerah, termasuk kebijakan desentralisasi fiskal. Selain itu, penggelontoran dana ke daerah-daerah juga signifikan melalui berbagai belanja kementerian dan lembaga. Kalau ditotal sudah mencapai 60%. Tidak sedikit, sebab angkanya sudah menghampiri Rp 1.000 triliun. Sungguh luar biasa besarnya. Banyak yang bisa dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja guna mengurangi pengangguran di negeri ini. Bahkan, sangat mungkin mempercepat pemangkasan jumlah orang miskin di negara ini. Sayangnya, konon sekitar 60% dari dana-dana gelontoran pusat ke daerah itu juga digorogoti berbagai modus operan si korupsi. Pelakunya, mulai dari episentrum kekuasaan di daerah sampai operator lapangan. Tidak sedikit yang menguap begitu saja karena pembiayaan proyek dan program fiktif yang melibatkan lembaga kongkalikong pula. Uangnya masuk ke kantong pribadi dan kelompok kepentingan, yang bertali temali dengan koordinasi yang rapih sekali. Dikeroyok secara beramai-ramai. Akibat penggerogotan tanpa ampun oleh para ko-

66

ruptor itu, desentralisasi fiskal akhirnya belum signifikan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di daerah. Inilah masalah desentralisasi. Ketika sumber daya manusia belum siap, dan aturan banyak yang masih ”abu-abu”, dana transfer itu menjadi lahan rebutan yang empuk untuk memperkaya diri. Kewenangan daerah diterjemahkan sesuka hati, tergantung pada orang-orang yang memiliki dan melaksanakan kewenangan yang ada padanya. Akibatnya, banyak kepala daerah dan legislatif, juga pelaksana dan pengelola anggaran di daerah yang harus berhadapan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan korupnya. ”Setengah dari pemimpin daerah menjadi tersangka. Itu jumlah yang besar, termasuk juga anggota DPR yang menjadi tersangka,” kata Agus Martowardojo, Menteri Keuang­an dalam seminar yang digelar ISEI di Yogyakarta. Laode Ida, politisi kawakan dari Indonesia Timur yang kini menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah, menyatakan bahwa kabupaten dan kota adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Namun praktiknya, konflik kepentingan politik yang justru mendominasi. Politisi baik eksekutif maupun legislatif di daerah banyak berwatak korup. Otonomi daerah dibajak pemekaran dan pemilihan umum kepala daerah. Urusan yang ada uangnya, semua daerah ingin ribut. Giliran tidak ada uangnya, daerah enggan mengurusi. Pengerogotan APBN bukan hanya di hilir di daerah. Jauh sebelum menjadi mata anggaran, ketika dalam proses pun sudah dibajak kepentingan koruptor. Misalnya makelar-makelar anggaran proyek yang bekerja secara sitematis bagai mesin korupsi yang tak mengenal lelah bergentayangan di parlemen. Mereka adalah anggota-angota dewan yang terhormat, bekerja sama dengan para petualang pencari rente dan politisi. Nama-nama anggota dewan itu diungkapkan Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup milik M Nazaruddin, saat menjadi saksi untuk politisi Partai Demokrat itu. Permai Grup, perusahaan induk dari 38 perusaahan yang dipakai terpidana kasus Wisma Atlet, M Nazaruddin untuk mengerjakan proyek APBN. Nazar dengan mudah memperoleh proyek karena menggunakan sejumlah orang di DPR dan kementerian. Ah, ini hanya contoh kecil dari gunung es korupsi, perampokan APBN. n

inilahREVIEW 06 Tahun II | 8-14 Oktober 2012


SI HITAM MAKAN KORBAN  

Puluhan produsen Batu bara,pemegang konsesi izin usaha pertambangan berskala kecil,ambruk.Ini gara-gara harga batu bara terus merosot di Pas...