Issuu on Google+

®

4-10 JUNI 2012 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

40 » Tahun I RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

inilahREVIEW pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji

ÂŽ

4-10 JUNI 2012 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

40 Âť Tahun I RP 20.000

1 Cover 40 1

Cover: Fonda Lapod

6/3/12 12:40 AM

Gadget yang Membius Budaya konsumerisme agaknya memang lekat di publik Indonesia. Yang paling kentara adalah bagaimana publik begitu terbius dengan beragam gadget atau ponsel yang masuk ke negeri ini. Nah, terakhir adalah masuknya Samsung Galaxy S III yang super canggih dan digadang-gadang bakal melibas ponsel cerdas produk Apple langsung diserbu pengunjung. Bahkan ada seorang konsumen yang rela mengantri sejak subuh di depan gerbang mal hanya untuk mendapatkan antrean awal penjualan perdana gadget produk Korea itu. Itu memang pemandangan wajar bagi mereka yang tergila-gila gadget dan punya fulus tentunya. Namun, pernahkah kita melihat warga berduit itu cepat bangun dari tidurnya untuk menyapa anak jalanan dan gelandangan yang terkapar di trotoar jalan atau kolong jembatan? Pernahkah kaum berduit itu cepat-cepat ikut dalam antrean tatkala pencoblosan di Pemilu atau Pilkada? Rasanya sulit kita lihat. Budaya konsumtif agaknya kini menjadi berhala ketimbang menaruh peduli pada mereka yang tak beruntung. Konsumerisme juga membius warga untuk tak lagi acuh pada kewajibannya memberikan suara dalam Pilkada atau Pemilu. Lihat saja saat Pilkada digelar 11 Juli nanti‌.

Devy

Tebet, Jakarta Selatan

RSBI dan Kelulusan Terbaik Ujian nasional sudah berlalu. Hasilnya, untuk tingkat SMA atau SMK, seorang siswa SMK 2 Semarang bernama Nuraini menjadi lulusan terbaik tingkat nasional.

4

Nilai UN Nuraini nyaris sempurna, yaitu Matematika 10, Bahasa Indonesia 9,8 dan Bahasa Inggris 9,8. Hebatnya lagi, Nuraini bukan berasal dari sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) yang selama ini digembar-gemborkan sebagai pencetak bibit unggul yang siap berkompetisi. Tentu saja ini menjadi pertanda bahwa RSBI bukanlah hal yang luar biasa. Justru embel-embel RSBI selama ini menjadi jelas sebagai ajang cari duit pihak sekolah. Semoga saja ini jadi pembelajaran para pengambil kebijakan, terutama Kementerian Pendidikan Nasional yang selama ini terkesan membiarkan praktik melenceng RSBI itu. Apalagi tidak saja pada hasil UN seperti yang diraih Nuraini, uji kompetensi guru RSBI yang terbukti tidak istimewa itu pun menjadi pertanda jika RSBI memang akal-akalan belaka.

Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana, latihono sujantyo Redaktur: Derek Manangka, Satrio Adinugroho, Sigas, Setiyadi, FONDA LAPOD, Iwan purwantono redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria, asep rochyadin REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya, ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: ira sri rejeki

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), Tri Cahyani manager it: bonny hardi putra sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas

Malika

Jakarta Pusat

vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

BBM Plat Merah

Sejak 1 Juni 2012 pemerintah menerapkan kebijakan tentang BBM, yakni kendaraan operasional instansi pemerintah, TNI dan POLRI tidak lagi diperkenankan memakai bahan bakar bersubsidi atau premium. Rasanya ini adalah kebijakan yang absurd. Karena toh masih banyak kendaraan dinas memakai premium selepas kebijakan itu diterapkan. Mereka beralasan menghabiskan kupon jatah premium yang selama ini diterapkan instansinya. Hal lain yang patut diwaspadai adalah bagaimana kebijakan itu nantinya justru akan melahirkan praktik kotor aparat pemerintah di tingkat bawah (pengemudi). Jangankan BBM Pertamax, mengisi premium saja kerap terjadi praktik mark-up yang dilakukan pengemudi. Mereka, misalnya, mengisi 10 liter tapi di bon pengisian bisa tertera 15 liter atau lebih. Ini biasanya terjadi di SPBU yang belum menerapkan sistem elektronik tanda bukti pembelian. Nah, bila melihat fenomena ini, penerapan Perpres 15 Tahun 2012 yang diharapkan bisa mengurangi konsumsi BBM subsidi dari 47 juta kilo liter menjadi 44 juta KL bakal melenceng dari harapan. Semoga saja tidak.

Maman Faturrahman

Tomang-Jakarta Barat

SuratMingguini Jet Pribadi dan Tak Pastinya Harga BBM Ketika banyak publik negeri ini bingung bagaimana sebenarnya kebijakan energi yang belum juga pasti, belakangan ini justru marak terdengar bagaimana larisnya jet pribadi di kalangan pengusaha. Bahkan PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandar udara, misalnya, sudah ancangancang membangun fasilitas landasan untuk parkir pesawat jet pribadi para pengusaha kaya. Memang benar, itu adalah hak pengusaha untuk memiliki pesawat jet pribadi. Namun, alangkah ironisnya ketika mereka yang bergelimang fulus bisa terbang, sementara rakyat kebanyakan masih belum jelas bagaimana memenuhi kebutuhan energinya. Harga BBM masih saja belum ada kepastian meskipun kenaikan harga kebutuhan terus melonjak. Belum lagi energi listrik yang terus saja menyengat para pelanggan kecil yang sudah kembang kempis. Inikah keadilan buah reformasi?

Ahmad M. Samudra

Rawamangun-Jakarta Timur

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


CONTENTREVIEW LaporanUtama Rupiah Meriang Mata uang dolar AS terus diburu untuk berjaga-jaga bila krisis di Eropa, terutama Yunani, terus memburuk. Keadaan ini bakal membuat rupiah makin tertekan. Langkah apa saja yang disiapkan pemerintah? 13 | wawancara Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute

“Jangan Panik”

18 | nasional Freeport Minta Tambah Jatah Freeport bakal mengajukan perpanjangan kontrak karya hingga 2041. Padahal selama ini berbelit diajak renegosiasi. 22 | Bisnis Sepekan • Rekor Penjualan Otomotif Pecah. • Kalbe Farma Akuisisi Produsen Jus Buah . • Targetnya, Dua Underpass per Tahun . • Harga-harga Mulai Terkendali .

50 | profil Michael Rusli Big Daddy, Big Business Setelah gagal mendatangkan Lady Gaga, Michael Rusli bersiap mendatangkan artis top manca negara. Kali ini ia membidik Elton John untuk manggung di Jakarta.

4 | MailBox 8 | Editorial Gengsi 44 | Internasional Resep Baru Krisis Perbankan 52 | Hukum Pat Gulipat di Merak 56 | Keuangan dan Perbankan Nasabah Kakap Tetap Berkuasa 60 | Pasar Modal Tergantung Naluri Investor 66 | Kolom Negeri Defisit Terobosan 38 | Figur Angel Karamoy Terlibat Film Wayang “Seru, ceritanya Indonesia banget. Sejarah tapi ada bumbu humor dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.”

31 | sisipan Marilah Mati di Negeri Asbak Berbagai aturan yang dibuat, tak mampu mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Produsen asap terus menuai laba di negeri asbak. Pemerintah juga menikmati.

40 | GAYA HIDUP Televisi, Hiburan dan Gaya Hidup Televisi telah menjadi candu bagi keluarga modern. Tidak mengherankan jika kini banyak 24 | bisnis SMS Tak Nyaring Lagi tersedia varian dengan teknologi termutakhir. Operator seluler semakin Di antaranya televisi tiga muram, setelah penerapan dimensi. kebijakan interkoneksi SMS berbasis biaya. Namun persaingan membuat mereka tak bisa menaikkan tarif.


FOTO RISET

V V

Penumpang Sukhoi Selamat Gara-gara Sampanye

FOTO ARDHY F

V V

Yusril Menang 3-0 Lawan Pemerintahan SBY PENGHENTIAN kasus korupsi Sisminbakum merupakan kemenangan ketiga Yusril Ihza Mahendra atas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kasus ini Yusril menjadi tersangka. Sebelumnya, Yusril berhasil mengalahkan SBY dalam kasus Jaksa Agung ilegal Hendarman Supandji dan pelantikan Plt Gubernur Bengkulu ilegal menggantikan Agusrin Nadjamuddin. “Tadi pagi saya dapat laporan, katanya sudah dilakukan penghentian,” ujar Jaksa Agung Basrief Arief saat ditanya wartawan usai melantik 10 pejabat eselon II, di kantornya, Kamis (31/2/2012). n

FOTO AGUS P

V V

Demi Investasi, Pemburu Emas Memilih Antam EMAS memang alat investasi yang menggiurkan. Tidak heran, bila Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (antam), Pulo Gadung, selalu ramai. “Ketika ada indikasi harga emas dunia naik, dipastikan para peminat emas membeli saat itu juga, apalagi ada indikasi naik bertahap mereka tak ingin menunggu harga semakin naik,” kata Staf Customer Service Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Ahmad Purwanto kepada INILAH.COM, Selasa (29/5/2012). n

3 Orang Tewas Usai Pertandingan Persija vs Persib

FOTO RISET

V V 6

SALAH seorang penumpang Sukhoi Superjet (SSJ) 100 bernama Bambang menceritakan pengalamannya naik pesawat buatan Rusia tersebut. Ia urung ikut penerbangan kedua yang akhirnya berujung maut karena pusing minum sampanye saat penerbangan pertama. Bambang mengungkapkannya di sela-sela rapat dengar pendapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2012). “Saya beberapa kali meminumnya dan dipotret oleh Sergey Dolya (seorang blogger warga Rusia yang juga ikut penerbangan pertama). Bahkan saya menjadi pusing dan akhirnya memutuskan untuk tidak ikut penerbangan kedua,” ungkapnya. n

SEBANYAK tiga orang tewas akibat keributan usai laga sepak bola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (27/5/2012). Yakni, Lazuardi (29) warga Menteng, Jakarta Pusat; Dani Maulana (22) warga Percetakan Negara, Jakarta Pusat; dan Rangga Cipta Nugraha (16), warga Bandung. Mereka tewas akibat dikeroyok sejumlah orang pendukung Persija. Satu orang lainnya bernama Rinaldy (28) mengalami luka lebam di bagian wajahnya. Akibat insiden ini, enam orang diamankan polisi. Polda Metro Jaya juga melarang Persija bermain lagi di SUGBK. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

K

Gengsi

etika menjadi tuan rumah Olimpiade 2004, Yunani menuai banyak pujian. Tamu dari manca negara, yang datang untuk meramaikan dan menyaksikan pesta olahraga kelas dunia itu, berdecak kagum. Mungkin, dalam hati mereka ada yang berkata: Yunani memang pantas menjadi negerinya para dewa. Lihat saja, seluruh sarana olahraga yang tersedia semuanya serba baru. Untuk menyelenggarakan Olimpiade, Yunani membangun 22 stadion baru. Dan bukan cuma itu. Demi gengsi, pemerintah juga membangun bandara baru, jalan raya baru, hingga kereta api bawah tanah. Sayang, seluruh kemewahan itu bukan dibangun dengan dana dari kantung negara, melainkan lebih banyak dibiayai oleh hasil utangan. Dan dampaknya, seperti yang kita saksikan sekarang, Yunani terjebak utang yang sangat besar. Jauh lebih besar dari kemampuannya untuk membayar. Walhasil, musibah berupa krisis--yang melanda hampir seluruh negara di dunia ini— disebabkan dari ulah sebuah negara di Eropa yang punya kebiasaan buruk, berfoya-foya. Sebuah negara yang pemerintahnya tak pernah berpikir,”Besok bagaimana?” Malah sebaliknya, inilah pemerintah yang bersemboyan “Besok urusan nanti, yang penting hari ini”. Sikap gimana ntar yang dianut pemerintah Yunani, sebenarnya bukan barang baru. Dan kelihatannya, sifat ini merupakan warisan dari para leluhur. Syah­ dan kebiasan hidup dengan gaya ‘lebih besar pasak dari pada tiang’ ini sudah ada sejak zaman Raja Dionosius The Elder berkuasa pada 407 hingga 367 sebelum masehi. Waktu itu, sang raja dikenal royal. Ia tak ragu untuk mengucurkan dana besar untuk membiayai pesta-pesta kerajaan, membangun istana nan megah dan mengongkosi perang dalam rangka ekspansi. Akibatnya, kas kerajaan pun kering dan Dionisius terpaksa membubuhkan cap di setiap drachma (mata uang Yunani) untuk menunjukkan bahwa nilainya telah naik 100%.

8

Pemborosan yang membuat guncang perekonomian Yunani, kembali terjadi pada 1843. Negara itu mengalami gagal bayar atau utang-utangnya kepada Inggris, Prancis dan Rusia. Dan default kembali terjadi pada tahun 1860, 1894, dan 1932. Artinya, guncangan yang terjadi saat ini merupakan yang ke enam. Untunglah, negeri itu punya tetangga sebenua yang baik hati. Para tetangga itu, sampai kini, masih berupaya menggotong Yunani dari jurang kebangkrutan. Maklum, apa yang terjadi di negeri Hercules itu ibarat kebakaran di rumah tetangga. Kalau tidak segera dipadamkan, apinya bisa merembet kemana-mana. Kendati, pasti, pertolongan yang bukan cuma-cuma tersebut tidak diberikan dengan hati yang tulus. Mereka menolong, semata-mata lantaran takut ‘rumahnya’ ikut terbakar. Selain itu, Yunani juga pernah melakuan penipuan yang tak bisa dilupakan. Syahdan, pada 1999, Yunani dinyatakan tidak lolos untuk menjadi anggota Zona Euro. Itu lantaran negeri tersebut tidak bisa memenuhi convergence criteria, semacam syarat-syarat kuantitatif yang harus dipenuhi oleh negara anggota Euro. Sejumlah upaya haram pun dilakukan. Seperti memanipulasi defisit APBN dari 13% menjadi di bawah 3% dari PDB dan memangkas angka tingkat pengangguran yang sebenarnya. Maklum, menjadi anggota Euro sama artinya dengan memiliki akses untuk memperoleh kredit murah. Upaya pengelabuan itu sukses, hingga Yunani resmi menjadi anggota Zona Euro pada 1 Januari 2001. tapi semua itu dicatat dengan baik oleh negara-negara anggota lainnya. Takkan pernah dilupakan. Namun terlepas dari kesulitan yang melanda Yunani dan dampaknya yang merepotkan dunia, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan Yunani. Salah satunya adalah perkara yang terkait dengan gengsi. Suatu negara tak perlu sok menjaga gengsi, jika tidak memiliki kemampuan untuk membiayainya. Sebab gengsi, seperti yang terjadi di Yunani, membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, proyek-proyek yang berkaitan dengan gengsi ini rawan dikorupsi. Mungkin karena orang atau perusahaan yang menggarapnya berfikir, ”Siapapun akan berani membayar berapapun demi gengsi”. Contoh yang paling hangat adalah pesta Sea Games di Palembang dan pembangunan sarana olahraga di Hambalang Bogor. Di dua titik tersebut, triliunan uang rakyat raib disikat maling. Dan pencurinya, kita semua tahu, bukan perampok kelas ecekecek. Tapi pejabat negara, politikus yang berkolaborasi dengan kontraktor yang ketiban pulung. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Vinsensius Segu Foto Wirasatria, Dok. Inilah ilustrasi Fonda Lapod Infografis Ramawijaya

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

9


Y

unani hanyalah sebuah negeri kecil, nun di benua Eropa sana. Namun, negara yang luasnya hanya seperempat-belas dari Indonesia itu, kini sedang menjadi pusat perhatian dunia. Semua merasa prihatin, sekaligus khawatir terhadap krisis finansial yang melanda Negeri Dewa tersebut. Sebab, jika Yunani tidak ditolong, negeri itu akan bangkrut. Dan, dampaknya akan menjalar ke mana-mana, tak terkecuali Indonesia. Salah satu yang akan terkena dampak negatif dari krisis Eropa adalah sektor keuangan. Contohnya sudah jelas sejak dua pekan lalu, ketika investor ramai-ramai menjual saham, lalu membeli dolar AS, yang dianggap sebagai safe haven (penempatan sementara yang aman).

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, sepanjang bulan Mei, dana asing yang hengkang dari Indonesia sudah mencapai Rp 5,86 triliun. Dana itu berasal dari pasar saham dan surat utang negara (SUN).

Terkuras US$ 3 Miliar Keadaan bisa semakin memburuk, bila krisis di Eropa, terutama Yunani tak ada penyelesaian. “Kita lihat saja hasil pemilu di Yunani tanggal 17 Juni nanti, apakah negeri itu tetap di zona euro atau keluar. Kalau keluar, dampaknya akan lebih besar lagi,� kata ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan kepada InilahREVIEW. Banyak kalangan memprediksi, saat ini saja tekanan terhadap rupiah masih akan besar. Sebab, investor global masih

Pasar saham. IHSG terus tergerus

Sejak pekan kedua bulan Mei, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tergerus. Dan, sejak saat itu pula, asing selalu mencatatkan net sell. Kini, IHSG, berkubang di bawah 3.900. Padahal sebelumnya, selama 2,5 bulan, IHSG anteng di atas 4.000. Aksi jual oleh investor itulah, yang membuat rupiah meriang. Nilainya terus anjlok hingga mencapai Rp 9.500 per dolar AS. Banyak yang menduga, kalau waktu itu Bank Indonesia tidak melakukan intervensi pasar, kurs dolar AS akan bertahan di level Rp 9.500. Bahkan, mungkin bisa melambung lebih tinggi lagi. Memang, pada penutupan Jumat pekan lalu, rupiah sudah menguat menjadi Rp 9.350 per dolar AS. Namun, ini bukan jaminan, di hari-hari mendatang rupiah tak bakal tertekan. Tengok saja, aksi investor asing pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat sore pekan lalu. Saat transaksi ditutup, dana asing sebanyak Rp 700 miliar melayang ke luar. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas 33,058 poin (0,87%) ke level 3.799,766.

10

menghindari kawasan pasar baru. “Peluang menuju Rp 10 ribu terbuka. Apalagi ekonomi China belum pulih sepenuhnya,� ujar Apressyanti Senthaury, analis dari Divisi Treasury Bank BNI. Untuk menahan agar rupiah tidak terperosok jauh, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi pasar. Akibatnya, sudah bisa ditebak cadangan devisa yang ada di kas BI terkuras. Kalau sebelumnya US$ 116 miliar, kini sudah berkurang US$ 3 miliar menjadi US$ 113 miliar. Bukan cuma itu. BI sebentar lagi juga akan mengeluarkan instrumen baru berupa Term Deposit (TD) valas atau deposito berjangka valuta asing. Dengan instrumen ini bank diharapkan tidak lagi memutar valas di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) luar negeri. Begitu pula eksportir bisa melepas valas ke BI. Hanya saja, tertekannya rupiah, semata-mata tak hanya karena krisis di Eropa, terutama Yunani. Melemahnya rupiah juga akibat meningkatnya permintaan dolar AS oleh perusahaanperusahaan yang utangnya jatuh tempo pada akhir Mei lalu. Se-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


lain itu, perusahaan yang dimiliki asing mulai mengirim dividen ke negara asalnya. Dan, yang tak kalah penting, menurut Gubernur BI Darmin Nasution, adalah naiknya permintaan dolar AS di setiap pertengahan tahun.

Jangan Anggap Enteng Tapi, faktor utama meningkatnya pembelian dolar AS, tetap saja lantaran krisis di Eropa yang terus memburuk. Maka tak begitu salah kalau Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengingatkan, jangan anggap enteng krisis di Benua Biru tersebut. Sebab, turunnya kepercayaan pasar finansial, kata Hatta, bisa membuat krisis keuangan menjadi pemicu krisis ekonomi. Keterpurukan rupiah memang menjadi trauma besar bagi Indonesia. Krisis moneter tahun 1997/1998 adalah mimpi buruk

Lihat saja, untuk menghadapi guncangan yang lebih buruk, pemerintah menyiapkan sejumlah jurus baru. Salah satunya, menyiapkan pinjaman siaga sebesar Rp 5,5 miliar atau sekitar Rp 46 triliun. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan sektor keuangan nasional, sekaligus menjaga nilai tukar rupiah. Maklum, sebanyak 40% pendanaan perbankan di Asia, datang dari Eropa, sehingga kemungkinan terjadinya penarikan dana besar-besaran, cukup terbuka. Selain itu, pemerintah terus melakukan koordinasi moneter dan fiskal agar momentum investasi terpelihara, dan tingkat inflasi serta neraca pembayaran tetap terjaga. Langkah lainnya, mengurangi belanja yang tidak perlu, demi menjaga kesehatan APBN. Artinya, akan ada lagi anggaran kementerian dan lembaga yang dipangkas. Padahal, sebelumnya

Valuta asing. Permintaan dolar naik di pertengahan tahun

yang tak bisa dilupakan. Saat itu, rupiah terperosok hingga mencapai Rp 16 ribu per dolar AS. Akibatnya, perekonomian Indonesia porak-poranda. Begitu juga krisis tahun 2008, yang sempat menyeret rupiah ke level di atas Rp 10 ribu per dolar AS. Tapi, harus diakui, pada krisis 2008, ekonomi Indonesia relatif lebih kebal terhadap gejolak ekonomi dunia. Ekonominya terus tumbuh di kisaran 6% saban tahun. Faktor penggerak utamanya adalah konsumsi dalam negeri yang kuat, yang menyumbang lebih dari 50% angka produk domestik bruto. “Indonesia memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang tak terlalu tergantung kepada ekonomi global,� ujar Wakil Presiden Boediono dalam wawancara dengan The Wall Street Journal beberapa hari lalu. Apa yang diungkapkan Boediono, tampaknya lebih cocok disebut sebagai pil penenang. Sebab, pernyataan yang dikemukakan sang wakil presiden, tidak selaras dengan langkah-langkah yang tengah dipersiapkan pemerintah saat ini.

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

pemerintah telah memotong anggaran sejumlah kementerian dan lembaga hingga Rp 19 triliun. Tapi, tak apalah. Ini demi menjaga rupiah agar tidak terus meriang. n

11


Intervensi pasar, nilainya mahal

Menahan Agar Rupiah Tak Tertindih Ini hari-hari yang cukup melelahkan bagi Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia. Maklum, sejak pertengahan bulan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, terus merosot hingga Rp 9.500. Memang, pada penutupan Jumat pekan lalu, rupiah sudah menguat menjadi Rp 9.350 per dolar AS. Namun, ini bukan jaminan, di hari-hari mendatang rupiah tak bakal keok. Soalnya sederhana. Sampai pekan lalu, arus modal asing yang kabur dari Indonesia masih terus berlangsung. Sepanjang Mei kemarin, menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, nilainya sudah mencapai Rp 5,86 triliun. Dana itu berasal dari pasar saham dan surat utang negara (SUN). Gejolak ini diperkirakan akan terus berlangsung, sepanjang krisis yang kini sedang mengguncang Eropa, belum bisa diatasi. Nah, sepanjang itu pula, orang lebih tertarik membeli dolar AS, yang dianggap sebagai safe haven (penempatan sementara yang aman). Tentu saja, Bank Indonesia (BI), tak mau situasi ini terus berlanjut. Sebab, bila tidak dicegah, rupiah bakal tertindih tak berkesudahan. Lantaran itulah, BI mengeluarkan jurus penangkal gejolak ini, yakni Term Deposit (TD) valas atau deposito berjangka va12

luta asing. “Ini dalam rangka stabilisasi nilai tukar,” kata Darmin. Pada tahap awal, BI menerbitkan TD valas dengan jangka waktu 7 hari, 14 hari, dan 1 bulan. Agar terlihat menarik, BI memungkinkan pencairan TD sebelum jatuh tempo, tidak diperhitungkan dalam Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN). Bunganya kompetitif. Sebagai gambaran, saat ini bunga di pasar uang di luar negeri berkisar antara 0,1%-0,2% per hari. BI berharap instrumen baru ini mengubah pola supply dan demand valas di dalam negeri. Misalnya, bank tidak lagi memutar valas di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) luar negeri seperti Hong Kong dan Singapura. Bank cukup membiakkan di TD. Selama ini, bank lokal yang kelebihan likuiditas valas lebih memilih memutar dana di PUAB luar negeri. Lihat saja, transaksi PUAB valas domestik hanya US$ 400 juta - US$ 500 juta per hari, tapi transaksi bank lokal di PUAB luar negeri bisa mencapai US$ 2 miliar per hari. Alhasil, saat kebutuhan dolar AS di pasar domestik meningkat, kurs rupiah langsung jatuh. Kata Darmin, inilah yang terjadi belakangan ini. Persoalannya, apakah jurus BI ini efektif

menangkal tekanan terhadap rupiah? “Ya,” kata Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto. Sebab, lewat instrumen ini stok valas di dalam negeri akan selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Inilah yang menurut Ryan bisa menstabilkan rupiah dan mempersempit ruang gerak spekulan. Apalagi, Maret lalu, BI sudah merevisi aturan pembelian valas. Beleid ini mengatur bahwa setiap transaksi valas wajib ada transaction underlying-nya, sehingga tidak bisa lagi dijadikan ajang spekulasi. “Yang juga penting, BI harus terus memantau dan mengawasi pergerakan rupiah, sekaligus melakukan intervensi untuk mencegah rupiah jatuh makin dalam,” kata Ryan. Seperti halnya Ryan, Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono meminta BI harus tetap rajin melakukan intervensi pasar. Intervensi, kata Sigit, nilainya memang mahal. “Namun ini demi menanggung risiko agar rupiah terkendali,” ujarnya. Sigit betul. Kini, semua tergantung BI. “Kalau dolarnya dipakai untuk membeli rupiah, ya akan membantu. Tapi kalau tidak, ya tidak membantu,” kata ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan kepada Vinsensius Segu dari InilahREVIEW. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


S

ampai kapan tekanan terhadap rupiah berlangsung? Begitulah pertanyaan banyak orang ketika melihat para investor lebih tertarik memegang dolar AS. Pertanyaan itu pula yang diajukan Vinsensius Segu dari InilahREVIEW kepada Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute, dalam wawancara, Jumat pekan lalu. Berikut petikannya:

Apa yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus melemah?

Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute

Jangan Panik TEKS Vinsensius Segu Foto Asep Rochyadi

Rupiah melemah karena permintaan dolar AS tinggi. Ketika terjadi krisis global, investor cenderung meninggalkan negara berkembang karena risikonya tinggi. Itu yang menyebabkan rupiah tertekan. Cuma, di sini yang terjadi lebih kepada paniknya investor domestik. Jadi, domestiknya juga ikut-ikutan borong dolar AS, makanya rupiah tertekan.

mian kita akan seperti tahun 2009. Saat itu perekonomian kita kuat, padahal Amerika Serikat dan yang lainnya kontraksi. Tapi akan lebih baik kalau Uni Eropa enggak bubar. Namun, peluang bubar juga sangat kecil, karena risikonya sangat besar buat mereka.

Sampai kapan situasi ini akan berlangsung?

Bagaimana prospek ekspor Indonesia dengan keadaan seperti ini?

Menurut saya, tidak berlangsung lama. Juli ke sana sudah baik lagi. Rupiah akan kembali di bawah Rp 9.000 dari yang sekarang Rp 9.450.

Dilihat dari imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) Indonesia masih menarik bagi asing. Seharusnya mereka bertahan. Tetapi mengapa mereka hengkang?

Itu karena mereka takut Uni Eropa bubar dan terjadi kekacauan di pasar modal sehingga mereka tarik dulu dananya dari negara berkembang. Mereka takut risiko. Mungkin untuk sementara mereka tarik dulu dan taruh di tempat aman. Setelah situasinya membaik mereka akan balik lagi. Ya, enggak masalah ketika yield tinggi, tapi risikonya juga tinggi. Wajar mereka hengkang.

Apakah instrumen Term Deposit valas dari BI bisa menjaga nilai tukar rupiah?

Saya pikir belum efektif. Sebaiknya kembali ke sistem saja. Yang paling penting adalah BI menjaga di pasar, jangan sampai kekeringan dolar AS, karena cadangan devisa mereka cukup besar. Untuk apa dihemat dan tidak dipakai? Sebab, bila tidak dipakai, domestik keburu negatif. Kalau sampai negatif, maka tekanan rupiah akan terus berlanjut dan akhirnya bisa merugikan perekonomian secara keseluruhan.

Dengan kondisi seperti ini, apakah target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 6,5% tahun ini akan tercapai?

Saya rasa tidak ada pengaruhnya. Ini hanya gejolak jangka pendek saja. Kita sudah teliti dari setahun yang lalu bahwa rupiah akan melemah menjelang semester kedua tahun ini. Kita sebenarnya sudah tahu arah rupiah kemana, termasuk nanti Juli ini mau kemana. Rupiah tidak akan melemah, kalau BI bisa mewaspadai. Tekanan memang ada, tetapi sebentar lagi ke arah di bawah Rp 9.000. Sebetulnya investor tidak usah terlalu panik. Kenapa? Karena fondasi ekonomi kita baik. Kalau perkembangan global ke arah positif, maka semua akan kembali normal. Saat ini, yang ada di benak investor bahwa keadaan kita akan runtuh lagi seperti tahun 2008/2009 atau 1997/1998 yang lalu. Padahal ekonomi kita saat ini beda. Daya beli domestik masih kuat, inflasi masih terkendali, bunga masih rendah, BBM enggak naik. Kalaupun ekonomi global runtuh, paling jelek perekono-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Kalau rupiah turun, itu membuat untung eksportir kita. Kenapa? Karena mereka dapatnya dolar AS. Sebaliknya, importir kalang kabut karena barang impornya jadi mahal. Tapi dengan situasi luar negeri seperti ini, saya pikir permintaan akan barang ekspor kita pasti akan turun.

Dengan melemahnya rupiah dan turunnya ekspor Indonesia, apa pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia?

Kalau sekarang belum begitu terlihat karena baru beberapa hari. Jika rupiah berada di level Rp 9.500 pun masih enggak apa-apa. Yang dikhawatirkan jika pelemahan rupiah terus berlanjut. Situasi inilah yang bisa menganggu. Namun, sampai sekarang kita melihat, semuanya masih baik. Hasil survei yang dilakukan Danareksa, sampai bulan Mei lalu daya beli masyarakat kita masih baik. Artinya, domestik ekonomi kita masih sangat kuat dan indeks kepercayaan konsumen juga tinggi. Masyarakat berbelanja terus, yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebaiknya kita tak usah panik karena ekonomi kita masih akselerasi, masih on the track. n

13


terminal Peti kemas pelabuhan tanjung Priok. Nilai ekspor terancam melorot

Virus Yunani Menyebar ke Ekspor Dampak buruk yang dipicu krisis Yunani mulai melemahkan ekspor Indonesia. Apa yang akan dilakukan Indonesia? TEKS Latihono Sujantyo dan Vinsensius Segu Foto Wirasatria, Nurma Infografis Ramawijaya

E

kspor Indonesia ke Yunani memang tidak banyak. Dalam setahun angkanya tak pernah jauh dari US$ 200 juta. Bahkan dua tahun terakhir, angka ekspor itu terus mengalami penurunan, hingga mendekati US$ 100 juta. Tapi, tentu saja, bukan hanya perdagangan Indonesia-Yunani, yang harus diperhitungkan. Keadaan menjadi mengkhawatirkan, lantaran krisis utang yang melanda Yunani, secara langsung, telah menghantam perekonomian seluruh negara di Eropa. Soalnya, selama ini, ke negara-negara Benua Biru itulah 12,6% produk Indonesia diekspor. Dengan kata lain, daya serap negara-negara di Eropa, sebenarnya, tak jauh berbeda dengan Amerika Serikat (AS), yang menjadi tujuan bagi 13,3% produk ekspor Indonesia. Yang lebih parah lagi, Eropa juga menjadi pasar andalan bagi ekspor produk China, India, AS, dan Jepang. Padahal negara-ne-

14

gara raksasa tersebut, merupakan pasar yang sangat diandalkan oleh produk ekspor Indonesia. Walhasil, virus Yunani akan menyebar ke mana-mana, yang dampaknya akan terasa langsung oleh Indonesia. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Sulistio, penurunan kinerja ekspor negara-negara tersebut, secara langsung akan berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia. Sebab, otomatis, negara-negara seperti China, AS, dan India, akan mengurangi impor mereka, termasuk dari Indonesia. Tanda-tanda melemahnya ekspor, kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, sudah terlihat sejak Oktober tahun lalu. Pada Januari lalu, ekspor nonmigas Indonesia ke China jatuh cukup jauh, dari 151% menjadi 17%. Bahkan, ekspor ke Korea Selatan sampai negatif, yakni -17% dari 208%. Penurunan ini terus berlanjut. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada April 2012, ekspor Indonesia US$ 15,98 miliar

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


atau turun 7,36% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada sektor minyak dan gas (migas), ekspor turun sebesar 3,56% dari US$ 3,49 miliar pada Maret menjadi US$ 3,36 miliar pada April 2012. Sedangkan nonmigas, ekspor turun dari US$ 13,77 miliar menjadi US$ 12,62 miliar pada April 2012. Tiga negara tujuan ekspor nonmigas terbesar adalah China sebesar US$ 7,04 miliar, Jepang US$ 5,74 miliar, dan AS US$ 4,80 miliar. Ekspor nonmigas ke ASEAN tercatat sebesar US$ 10,36 miliar dan ke Uni Eropa US$ 6,06 miliar. Kalau dihitung secara tahunan, total ekspor Indonesia memang naik. Selama Januari-April 2012 total ekspor sebesar US$ 64,5 miliar, naik 4,13% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sedangkan ekspor nonmigas selama empat bulan pertama tahun ini sebesar US$ 51,15 miliar, naik 2,25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kinerja ekspor dalam empat bulan tersebut, tentu saja mengkhawatirkan. Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto pesimistis target ekspor tahun ini yang dipatok pemerintah sekitar US$ 230 miliar bisa tercapai. Imbas krisis di Eropa tak hanya menimpa ekspor Indonesia. Beberapa negara lain juga mengalami nasib serupa. China, misalnya, ekspornya turun dari 26,4% pada kuartal I 2011 menjadi 7,6% pada kuartal I 2012. Begitu juga ekspor Korea Selatan yang anjlok dari 29,6% pada kuartal I 2011 menjadi 3% pada kuartal I 2012. Jepang juga tak luput dari guncangan. ekspornya turun dari 12,9% pada kuartal I 2011, menjadi 1,8% pada periode yang sama tahun ini.

Banjir Impor Sementara ekspor melorot, Indonesia malah dibanjiri oleh produk-produk impor. Dari China, contohnya. Karena kehilangan pasar di Eropa, sejak tahun lalu, negeri Shao Lin itu mulai menggenjot penjualan barang-barang hasil produksinya ke kawasan Asia, termasuk Indonesia. Kenyataan pahit ini, diakui Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. Menurut dia, China selalu memiliki persediaan barang yang cukup besar. Kini stok yang banyak itu tak mungkin dilempar ke Eropa atau AS yang masih diguncang masalah finansial. Jadi, lanjut Anny, persediaan itu pasti akan dialirkan ke pasar Indonesia. Buktinya, sejak tahun 2008, dalam berdagang dengan China, Indonesia selalu mengalami defisit. Bahkan, tahun ini angka defisitnya diprediksi akan meningkat tajam. Betapa tidak, sepanjang tiga bulan pertama tahun 2012 saja, Indonesia sudah tekor US$ 1,6 miliar. Jika angka ini tak berubah di triwulan berikutnya, maka di akhir tahun ini, Indonesia akan mengalami tekor US$ 6,4 miliar, atau dua kali lipat lebih besar ketimbang defisit tahun lalu. Itu sebabnya, selain menjaga sektor keuangan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kinerja ekspor, sekaligus mengerem kegiatan impor. Satu hal yang pasti dan harus dilakukan, adalah diversifikasi pasar ekspor. Yang satu ini, tampaknya, tidak mudah untuk dilaksanakan. Tapi, apapun, pemerintah dan dunia usaha, harus berupaya untuk mencoba. Ada empat kawasan, yang kini sedang dibidik untuk dijadikan sasaran diversifikasi pasar, yakni Amerika Latin, Eropa Timur, Afrika Bagian Selatan, dan Asia Tengah. Semoga berhasil. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Barang-barang elektronik selundupan

15


Selangkah Menuju Kota Dunia Tak lama lagi Kota Makassar akan menjadi Kota Dunia dan sentral bagi KTI. Masalah yang bakal muncul pun sudah diantisipasi dari sekarang.

K

ota Dunia. Predikat tersebut tampaknya sudah pantas disandang oleh Kota Makassar. Maklum, dari sekian banyak kriteria sebagai Kota Dunia, hampir sebagian besar sudah dimiliki oleh kota seluas 175 kilometer persegi itu. Dari nama saja, misalnya, Kota Makassar memang sudah lama dikenal ke seantero dunia. Berbagai fasilitas yang ada di Kota Makassar pun sebagian besar sudah berstandar internasional. Mulai dari bandara bertaraf internasional, pelabuhan laut internasional, perkembangan sektor jasa keuangan yang sangat pesat, bahkan kini Kota Makassar sudah menjadi pusat multimedia untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI). Peluang Kota Makassar menjadi Kota Dunia semakin terbuka lebar setelah setelah konsep kota baru Mamminasata masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Seperti diketahui, Mamminasata merupakan kawasan kota baru yang akan dibangun di atas lahan seluas 3.000 hektar. Kota tersebut berada di kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. Makassar juga sudah disiapkaan sebagai living room bagi Kawasan Timur Indonesia. Jika dulu kegiatan ekspor-impor dari

16

KTI hanya bisa dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya, kini sudah bisa dilakukan dari Pelabuhan Makassar. “Jika dulu orang dari KTI harus membeli barang dari Jakarta atau Surabaya, sekarang semuanya sudah tersedia di Makassar,� kata Ilham Arief Sirajuddin, Walikota Makassar. Berbagai rencana itu membuat Kota Makassar menjadi tujuan utama investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Makanya, selain mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Makassar juga akan menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) untuk memudahkan para investor mengurus perizinan. “Ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,� kata Ilham. Derasnya investasi yang masuk memang cukup berperan dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. Hingga kuartal III-2011, dana yang masuk ke kawasan ini naik 75% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi ini cukup berperan dalam menggerakkan perekonomian Kota Makassar yang tahun lalu tumbuh sebesar 9,3% atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Nah, tahun ini, BI memperkirakan perekonomian Kota Makassar masih akan tumbuh 8%. Tak hanya rencana pembangunan Kota Makassar yang disiapkan Ilham, tapi juga berbagai ekses yang mungkin dari

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


inforial Makassar pembangunan itu sendiri. Apalagi jika Kota Makassar telah menjadi Kota Dunia atau metropolitan. Oleh sebab itu, sejumlah langkah disiapkan telah Ilham untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin bakal timbul. Untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk, saat ini Pemerintah Kota Makassar sudah menyiapkan program untuk menekan angka kelahiran dari 1,5% saat ini menjadi sekitar 1,1% per tahun. Dengan pertumbuhan sebesar itu, maka pada tahun 2025 penduduk Kota Makassar bisa ditekan di bawah dua juta jiwa. “Untuk urbanisasi, kami tidak bisa tangani sendiri. Karena itu kami akan menjalin kerjasama dengan daerah tetangga,� kata Ilham. Masalah kemacetan pun sudah diantisipasi Ilham dengan rencana membangunan monorel. Sementara untuk mengatasi kebutuhan air bersih, Kota Makassar akan menggandeng investor dari Arab Saudi untuk membangun proyek air minum di Kawasan Industri Makassar (Kima). Proyek senilai Rp 200 miliar tersebut mampu menghasilkan air bersih 1.000 liter per detik. Tak hanya itu, Makassar juga telah disiapkan sebagai pusat akses air minum di wilayah KTI. Rencana menerbitkan obligasi Yang tidak kalah penting adalah revisi Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Makassar yang diharapkan akan rampung Agustus depan. Di banyak kota besar, berbagai masalah muncul karena RTRW yang ada memang sudah tidak sesuai lagi. Dengan adanya RTRW yang baru, menurut Ilham, masyarakat memiliki kepastian hukum. Maklum, RTRW Kota Makassar pada hakikatnya berisikan rencana Kota Makassar ke depan. Dalam RTRW yang baru, Pemkot Makassar telah menyediakan lahan seluas 703 hektar untuk kawasan industri. Meningkat 246% dari luas areal industri yang ada saat ini. Kawasan hijau, pemukiman, serta niaga juga diatur dalam RTRW yang baru. Dengan adanya TRW, Ilham optimis investor tidak akan ragu-ragu lagi menanamkan modalnya di perekonomian Kota Makassar. Meskipun peran swasta dalam pembangunan Kota Makassar cukup besar, namun hal itu tak membuat Pemkot Makassar melupakan tugasnya sebagai agen pembangunan. Masalahnya, dengan APBD yang setiap tahunnya berkisar antara Rp 80 miliar-Rp 120 miliar, pembangunan Kota Makassar menjadi tidak optimal. Maklum, sebagian dari anggaran tersebut habis untuk biaya rutin. Akibatnya, anggaran untuk pembangunan menjadi tidak optimal. Padahal, menurut Ilham, setidaknya setiap tahun Kota Makassar membutuhkan Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot Makassar berencana menerbitkan obligasi. “Dari penerbitan obligasi tersebut kami menargetkan dapat menghimpun dana masyarakat hingga Rp 2 triliun,� katanya. Ilham mungkin sedikit pemimpin daerah yang memiliki pandangan jauh ke depan. Ia tidak hanya menyiapkan pembangunan Kota Makassar ke depan, tapi juga sudah memperhitungkan berbagai masalah yang bakal ditimbulkannya. Tujuannya hanya satu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar serta ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, khususnya untuk KTI. Jadi, memang pantas bila pemerintah kembali memberikan penghargaan kepada Ilham sebagai Penyelenggara Pemerintah Daerah Kategori Kota dengan Kinerja otonomi Daerah Terbaik 2012. Ia juga layak menerima Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Jika dulu orang dari KTI harus membeli barang dari Jakarta atau Surabaya, sekarang semuanya sudah tersedia di Makassar. Ilham Arief Sirajuddin, Walikota Makassar 17


nasional Freeport

Freeport Minta Tam Freeport bakal mengajukan perpanjangan kontrak karya hingga 2041. Padahal selama ini berbelit diajak renegosiasi.

F

TEKS Ardi Siregar Foto riset

reeport McMoRan (FCX) tampaknya belum puas mengeruk kekayaan Bumi Cendrawasih. Meski telah mengantongi kontrak karya (KK) melakukan penambangan emas di Grasberg dan Easberg di Pegunungan Jaya Wijaya Papua hingga 2021, tiba-tiba saja FCX menyatakan rencananya untuk mengajukan perpanjangan KK hingga 2041. Perpanjangan KK itu bakal diajukan lewat PT Freeport Indonesia. Rencana perpanjangan KK itu disampaikan oleh Rozik B Soetjipto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, pada Kamis pekan lalu. “Freeport membutuhkan perpanjangan kontrak lantaran akan menambah investasi pertambangan di Papua. Maklum, Freeport ingin menggenjot produksi dari pertambangan bawah tanah,� katanya. Masih menurut Rozik, produksi pertambangan di permukaan tanah mulai seret, sehingga FCX berniat menambah investasi guna memacu produksi di bawah tanah. Saat ini, 75% produksi PT Freeport Indonesia dari pertambangan permukaan, sementara 25% ditopang pertambangan bawah tanah sejak tahun 2008. Nah, guna mengamankan investasi baru tersebut, mereka mengajukan perpanjangan KK. Apa yang disampaikan Rozik agaknya menjadi sangat masuk akal jika melihat

18

tambang freeport: ibarat menyalip renegosiasi kk

data produksi tembaga dan emas FCX dari Indonesia yang dirilis akhir April lalu. Dalam laporan resminya FX mengungkapkan, Freeport Indonesia hanya memproduksi tembaga 123 juta pound pada kuartal I-2012. Jauh dibanding periode yang sama 2011 sebanyak 284 juta pound. Penjualan tembaga pun turun dari 278 juta pound 2011 menjadi 134 juta pound. Rata-rata harga jual tembaga dari bumi Papua sebesar US$ 3,18 per pound, lebih rendah daripada harga rata-rata tembaga kuartal I-2011 sebesar US$ 4.26 per pound. Demikian pula dengan emas. Produksi emas kuartal I-2012 hanya 229.000 ons, turun dari 441.000 ons tahun lalu. Pada kuartal I ini, Freeport menjual emas sebanyak 266.000 ons dengan harga rata-rata US$ 1,699 per

ons. Sementara kuartal I-2011, total penjualan emas Freeport dari Papua mencapai 454.000 ons dengan rata-rata harga US$ 1,400 per ons.

KK Jadi Bargain Freeport Indonesia pertama kali menambang di Papua pada 1967. Berdasarkan KK tahap pertama, izin ini berlaku hingga 1991. Sebelum habis jangka waktunya, Freeport berhasil mengantongi perpanjangan KK tahap kedua hingga 2021. Dan kini, belum lagi habis jangka waktunya, Freeport telah meminta perpanjangan hingga 2041. Uniknya, permintaan perpanjangan waktu ini diajukan ketika upaya renegosiasi KK yang diajukan pemerintah belum diterima freeport. Seperti diketahui, lewat Peraturan Pemerintah No

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


nasional Freeport

mbah Jatah

24 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang terbit akhir Februari lalu, pemerintah memang sedang berupaya melakukan renegosiasi dengan kalangan perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan. Termasuk Freeport. Berdasarkan beleid baru tersebut, pihak asing hanya berhak atas 49% saham perusahaan tambang di Indonesia. Selebihnya harus dijual secara bertahap kepada pemerintah atau investor lokal. Padahal, sebanyak 90,64% saham Freeport Indonesia dikuasai oleh FCX. Termasuk di dalamnya 9,36% saham lewat anak usaha FCX, PT Indocopper Investama. Sedangkan sisanya, 9,36% dikuasai oleh pemerintah. Selain terkait beleid tersebut, upaya

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

renegosiasi juga diupayakan pemerintah untuk meminta kenaikan royalti yang saat ini hanya 1%. Padahal, di negara-negara lain, royalti sudah berkisar antara 3% hingga 4%. Makanya, tak heran bila kontribusi Freeport kepada pemerintah dari KK tahap dua yang sudah berjalan 20 tahun hanya US$ 12 miliar atau Rp 108 triliun. Padahal, setiap tahun, Freeport meraup keuntungan US$ 6 miliar atau Rp 54 triliun. Namun selama ini Freeport terkesan selalu menghindar. Menurut Rozik, evaluasi atau review isi KK sudah tercantum dalam salah satu pasal di dalam KK. Hal itu pula yang disampaikan oleh pihak Freeport kepada Jero Wacik, Menteri ESDM, saat mereka bertemu terkait renegosiasi pada Februari silam. Entah karena sikap Freeport yang tidak mau kompromi, yang jelas sampai saat ini pemerintah belum meladeni keinginan FCX untuk perpanjangan KK hingga 2041. “Mereka boleh saja mengajukan perpanjangan kontrak, namun kami ingin membahas dulu renegiosiasi kontrak karyanya,” kata Dede Ida Suhendra, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Kementerian ESDM, Kamis pekan lalu. Sejatinya, pemerintah memang berhak menolak permintaan perpanjangan KK Freeport. Sebab, KK kini tidak ada lagi dan berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). Berdasarkan atur­ an, masa berlakunya IUP bisa diperpanjang 2x10 tahun. Namun Freeport tampaknya akan memanfaatkan momentum penurunan produksi sebagai senjata untuk menekan pemerintah. Maklum, dengan produksi yang turun tajam, royalti yang disetor Freeport pun bakal turun drastis. Apalagi, karena pertimbangan royalti pula, selama ini pemerintah terkesan tidak berani tegas terhadap perusahaan dari Amerika itu. “Pemerintah bukan tidak berani memutus kontrak Freeport, tapi perjanjian sebelumnya harus kita hormati,” kata Dede. Wah, jangan-jangan kalah set lagi nih. n

Kemaruknya Freepot Selain berencana meminta perpanjangan kontrak karya melakukan penambangan di Grasberg dan Easberg hingga 2041, Freeport McMoRan (FCX) agaknya ketagihan mengeruk kekayaan alam di bumi pertiwi. FCX telah menggandeng Kalimantan Gold Corporation Limited (KLG) untuk mendirikan PT Kalimantan Surya Kencana (KSK). Perusahaan ini akan melakukan eksplorasi emas dan tembaga di Berungan Tengah, Kalimantan Tengah. Sejak Rabu 23 Mei lalu, KSK bahkan telah mulai melakukan pengeboran pertama. Begitulah bunyi laporan resmi di Bursa Efek Toronto, Kanada, pada Selasa pekan lalu. “Pengeboran pada lubang kedua diharapkan dapat dilakukan di Berungan Kanan pada awal Juni 2012,” kata Faldi Ismail, Deputy Chairman and CEO KLG, Selasa pekan lalu. KLG merupakan perusahaan tambang dengan fokus usaha melakukan eksplorasi tembaga dan emas di Kalimantan. Selain tercatat di bursa efek Toronto, KLG juga tercatat di Bursa Efek London. Di Indonesia, KLG memiliki tiga anak usaha, yakni PT Jelai Cahaya Minerals yang fokus menambang emas, PT KSK yang menambang emas dan tembaga, serta PT Indobara Pratama yang menambang batu bara. Sementara kongsinya, FCX telah beroperasi di Papua sejak 1967 melalui PT Freeport Indonesia. Kongsi antara KLG dan FCX telah terbentuk pada 13 Desember 2010 dengan membentuk KSK. Pada kerjasama tersebut, KLG bertindak selaku operator, sedangkan FCX yang memiliki 75% saham bertindak sebagai penyandang dana. Pada tahap eksplorasi awal ini, FCX akan menginvestasikan US$ 7 juta dengan kompensasi 51% saham dalam tiga tahun pertama, dan US$ 3 juta setahun berikutnya. FCX juga mendanai kegiatan feasibility study untuk tambahan 24% saham. Menurut Ramdani Sirait, juru bicara PT Freeport Indonesia, proyek kerjasama KSK ini sama sekali tidak terkait dengan PT Freeport Indonesia. “Itu proyek Freeport McMoran dan bukan Freeport Indonesia,” ujarnya. Padahal ya sami mawon. n

19


nasional sengketa lahan

Konflik lahan: bila tak serius akan terjadi ledakan

Saatnya Presiden Turun T Kasus sengketa agraria terus bertambah dan semakin kusut. Pemerintah belum juga bersikap tegas.

D

TEKS Ardi Siregar, Mahbub Junaidi, dan Vinsensius Segu Foto riset

i negeri ini, sengketa lahan tak ubahnya seperti bara dalam sekam. Siap berkobar kapan saja. Ko n s o r s i u m Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, dari 269 konflik yang terjadi sepanjang 2010-2011, telah melibatkan lebih dari 69.975 kepala keluarga. Akibat memperebutkan lahan seluas 472.048 hektar, 22 petani tewas. “Selain yang terbunuh, banyak yang masuk penjara dan menjadi miskin,”

20

kata Idham Arsyad, Sekjen KPA, kepada InilahREVIEW, Rabu pekan lalu. Tapi tak berhenti sampai di situ, konflik pertanahan semakin marak terjadi di tahun 2012. Sehingga, kata Idham, kalau kasus-kasus seperti ini tidak ditangani dengan ekstra serius suatu ketika akan menjadi ledakan besar. KPA tak sekadar menakut-nakuti. Konflik terbaru misalnya, terjadi awal Mei lalu, antara warga dari 15 desa melawan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) VII Cinta Manis, di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Konflik yang telah tersimpan sejak tahun 1982 itu kembali meletup akibat ketidakpuasan warga yang menganggap lahan mereka diambil

alih dengan ganti rugi yang tidak sesuai. Sejak 2 Mei, ratusan warga silih berganti melakukan aksi untuk merebut lahan seluas 3 ribu hektar milik PTPN VII di rayon III, Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu. Warga juga membakar tanaman tebu dan memblokade akses jalan dari perkebunan menuju pabrik. Hingga Jumat (24/5), tercatat tanaman tebu yang dibakar mencapai 310,8 hektar atau senilai Rp 6,05 miliar. Sementara tebu yang tidak terangkut ke pabrik mencapai 2,5 ton atau senilai Rp 1,37 miliar. “Kalau ditotal, kerugian yang diderita perusahaan mencapai Rp 15,52 miliar,” kata Vedy Pudiansyah, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPPN) VII. PTPN VII terpaksa menyetop produksi. Tapi masalah menjadi lebih pelik karena ada 5 ribu buruh yang menganggur. Pada Senin pekan lalu, sekitar 2 ribu buruh mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumsel, meminta perlindungan agar perusahaan kembali berpoduksi.

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


nasional sengketa lahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel pun kelabakan, karena PTPN VII merupakan pemasok terbesar kebutuhan gula di Sumsel.

Tumpang Tindih Kebijakan Berdasarkan data yang dimiliki KPA, sebanyak 163 kasus yang terjadi di sepanjang tahun 2011, terdapat 97 kasus di sektor perkebunan (60%), 36 kasus di sektor kehutanan (22%), 21 kasus infrastruktur (13%), 8 kasus di sektor tambang (4%) dan satu kasus di wilayah tambak/pesisir (1%). Sementara jika dilihat sebaran wilayah, konflik terbanyak di Jawa Timur dengan 36 kasus, Sumatra Utara 25 kasus, Sulawesi Tenggara 15 kasus, Jawa Tengah 12 kasus, Jambi 11 kasus, Riau 10 kasus, Sumatra Selatan 9 kasus, dan sisanya tersebar di provinsi lainnya. Data konflik agraria juga dimiliki lembaga lainnya. Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyebut, sampai 2011, terdapat 14.337 sengketa pertanahan

Tangan dengan berbagai tingkatan. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum juga mencatat, sejak September 2009 hingga April 2011, masuk laporan 910 perkara sengketa tanah. Akan halnya Komnas HAM punya catatan tersendiri. Dari total 6 ribu kasus yang masuk, sebanyak 2.700 (45%) merupakan sengketa lahan. Sementara menurut data Polda Sumut, selama kurun 2005-2011, terjadi 2.833 konflik agraria.

Menurut Sekretariat Bersama Gerakan Pulihkan Hak Rakyat (SBGPHR), sejak 2007-2011, sebanyak 34 petani meninggal karena konflik agraria, lebih dari 200 mengalami kekerasan, dan 194 petani ditahan dan mengalami penyiksaan. “Betapa konflik agraria itu begitu meluas secara nasional, dan penyelesaiannya selalu dengan cara kekerasan,” kata Aan Anshori dari SBGPHR. Pertanyaannya kemudian, mengapa konflik tanah terus bertambah? Anang Prihantono, Wakil Ketua Pansus Konflik Agraria DPD RI, mengatakan konflik tanah selalu mengambang karena adanya overlap kebijakan pejabat di pusat dan di daerah. Belum lagi campur tangan parlemen. Di sisi lain, ada payung hukum yang belum jelas. “Sebagian besar HGU berasal dari tanah adat yang kemudian dilepaskan menjadi tanah negara. Padahal seharusnya, tanah adat yang dijadikan HGU tak harus jadi tanah negara,” kata Anang kepada InilahReview, Rabu pekan lalu. Soal mayoritas sengketa lahan yang terjadi di sektor perkebunan (60%), agaknya juga bisa dipahami mengingat kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian lebih berorientasi ekspor. Contohnya komoditas sawit. Kalangan pengusaha dan pemerintah pasti tergiur oleh keuntungan yang bakal ditangguk dari permintaan CPO dunia. Mereka dipastikan saling dukung untuk menambah luas lahan. “Konflik pun tak terelakkan,” kata Hendry Saragih, Ketua Serikat Petani Indonesia. Menarik menyimak apa yang disampaikan Prof Dr Mas’ud Said, Guru Besar Otonomi Daerah dari Universitas Muhammadiyah Malang. Menurut dia, konflik agraria dipicu oleh ketidakdisiplinan pejabat pusat dan daerah terhadap pengelolaan tata ruang. Saat ini, hanya sembilan dari 33 provinsi di Indonesia yang sudah menyelesaikan Rancangan Tata Ruang Wila-

yah (RTRW), sehingga dapat dijadikan patokan pengelolaan RTRW berbasis hukum. “Hal itu menjadi penyebab konflik, saat keputusan penggunaan lahan tak sesuai aspirasi warga setempat,” katanya. Itu sebabnya, pemerintah menugaskan BPN untuk menyiapkan kebijakan pembaruan agraria demi mengurai benang kusut yang menimbulkan sengketa. ”Formula yang ideal bagi penyelesaian konflik agraria adalah pelaksanaan pembaruan agraria secara menyeluruh. Formula ini sekarang sedang disiapkan BPN,” ujar Usep Setiawan, staf khusus Kepala BPN. Menurut Usep, titik sentral pembaruan agraria adalah mengatasi ketimpangan kepemilikan dan penguasaan tanah serta kekayaan alam lainnya. Salah satu langkah yakni redistribusi lahan milik negara atau swasta kepada petani tak bertanah alias petani gurem. Selain formula agraria, pemerintah juga tengah mematangkan perpres baru sebagai penjabaran UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. “Sekarang sudah final dan sudah disepakati semua,” kata Djoko Kirmanto, Menteri PU, Selasa pekan lalu. Toh dalam pelaksanaannya nanti, beleid lama (PP 36/2005 yang diubah dengan Perpres 65/2006) masih tetap diberlakukan hingga Desember 2014. “Kalau dalam pelaksanaannya, menggunakan perpres lama tidak selesai, maka akan dipakai perpres yang baru,” ujar Djoko. Usep Setiawan punya jurus jitu menyelesaikan berbagai masalah sengketa lahan. “Sepantasnya Presiden turun tangan. Konflik lahan adalah bom waktu yang bisa menjadi sumber gangguan sosial dan politik. Presiden harus mengarahkan semua sektor agar membuat strategi khusus bersama mengatasi konflik agraria,” ujarnya. Betul juga. n

Catatan Kasus Sengketa Tanah di Indonesia

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

21


bisnis sepekan

Rekor Penjualan Otomotif Pecah TEKS Hideko FOTO wirasatria

B

isnis otomotif memang tahan banting. Meski dihadang berbagai kebijakan, seperti kenaikan uang muka (DP) kredit mobil, penjualan mobil tetap saja melesat. Bahkan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mencatat, di penjualan mobil di bulan Mei mencapai lebih dari 95 ribu unit. Jumlah tersebut naik 55,84% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah otomotif di tanah air dimana penjualan mobil per bulan tidak pernah tembus 90 ribu unit. Menurut Sudirman M Rusdi, Ketua Umum Gaikindo, rekor penjualan mobil di bulan Mei terjadi karena mulai lancarnya pasokan mobil Honda dari Thailand dan serta lonjakan penjualan mobil Suzuki Ertiga. Khusus Ertiga, hingga Mei lalu penjualannya tercatat sebanyak 14.748 unit. Sementara itu selama periode Januari-Mei 2012 penjualan mobil mencapai 432.887 unit naik 24,56% bandingkan dengan hasil penjualan periode yang sama tahun lalu. n

Kalbe Farma Akuisisi Produsen Jus Buah TEKS Hideko FOTO riset

B

isnis Kalbe Farma terus menggeliat. Perusahaan farmasi ini berencana mengakuisisi empat hingga enam perusahaan yang bergerak di bidang makanan kesehatan dan nutrisi. Sebagai langkah awal, pekan lalu Kalbe Farma menandatangani conditional sale and purchase agreement untuk mengakuisisi 100% saham PT Hale Internasional. Hale International bergerak di usaha minuman kesehatan berupa jus buah-buah足 an dengan mereka Original Love Juice. Vindjongtius, Direktur merangkap Sekertaris Perusahaan Kalbe Farma, mengatakan akuisisi senilai Rp 100 miliar tersebut akan rampung dalam beberapa bulan mendatang. Alasan Kalbe Farma membeli Hale karena bisnis minuman kesehatan diperkirakan mampu menambah omset Kalbe sebesar Rp 100 miliar dalam dua tahun ke depan. Itu artinya bisnis ini mampu memberikan kontribusi sebesar 25% terhadap total pendapatan Kalbe Farma. n

22

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


bisnis sepekan

Targetnya, Dua Underpass per Tahun TEKS Hideko FOTO riset

U

ntuk mengatasi kemacetan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan membangun dua underpass dan flyover setiap tahun. Pembangunan infrastruktur ini diprioritaskan di persimpangan jalan yang dilalui oleh jalur perlintasan kereta api. Saat ini ada 24 persimpangan yang menjadi sasaran pembangunan underpass/flyover. Nah, tahun ini, pembangunan infrastruktur akan dimulai di kawasan Mangga Dua (Jakarta Utara) dan Gunung Sahari (Jakarta Pusat) dengan biaya Rp 80 miliar hingga Rp100 miliar per underpass. Menurut Soetanto Soehodo, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Transportasi, saat ini Pemerintah DKI baru mampu membangun dua underpass/flyover setiap tahun. Soetanto mengingatkan, pembangunan underpass/flyover ini bukan hanya untuk kepentingan ibukota Jakarta, tetapi juga daerah lainnya seperti Bogor, Bekasi dan Tanggerang. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta berharap daerah-daerah di sekitar Jakarta terlibat dan memberikan bantuan dalam pembangunan underpass/ flyover. n

Harga-harga Mulai Terkendali TEKS Hideko FOTO riset

T

im Koordinasi Pengendalian Inflasi (TKPI) yang melibatkan seluruh daerah ternyata cukup efektif. Dari 66 kota yang didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS), 29 diantaranya berhasil mencatat deflasi, sedangkan 37 kota lainnya masih mengalami kenaikan harga-harga. Inflasi tertinggi dialami kota Pontianak (Kalimantan Barat) dan Dumai (Riau), masing-masing sebesar 0,93% dan 0,76%. Sementara untuk inflasi terendah terjadi di Balikpapan (0,04%). Maka jangan heran bila inflasi bulan Mei cuma 0,07%. Ini merupakan angka inflasi yang terendah kedua sejak tahun 2009. Dua komoditi yang mencatat kenaikan harga cukup tinggi di hampir sejumlah daerah adalah bawang merah dan rokok. Kenaikan harga bawang

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

merah terjadi karena sedang paceklik yang menyebabkan bawang berkurang. BPS mencatat, kenaikan bawang tertinggi terjadi di

masa suplai harga Tegal

(55%) dan Sumenep (47%), sedang di kota-kota lain kenaikannya sekitar 10%. Sementara kenaikan harga rokok disebabkan kenaikan cukai. Di 24 kota, kenaikan harga rokok mencapai 5%. n

23


Bisnis sms

SMS Tak Nyaring Lagi Operator seluler semakin muram, setelah penerapan kebijakan interkoneksi SMS berbasis biaya. Namun persaingan membuat mereka tak bisa menaikkan tarif. TEKS AS Riyanto Foto Asep Rochyadi Ilustrasi Ramawijaya

24

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


Bisnis sms

O

perator telepon seluler mulai mengalami masa suram. Penyebabnya, tingkat penetrasi yang makin jenuh, persaingan tinggi, dan sejumlah kebijakan yang membuat operator saling menjegal. Salah satu kebijakan yang dianggap tak memihak operator adalah terkait interkoneksi short message service (SMS) berbasis biaya pada 1 Juni ini. Perubahan ini tak memungkinkan lagi operator menggratiskan layanan SMS. Sebenarnya, tanpa kebijakan SMS berbasis biaya, kinerja operator seluler sudah megap-megap. PT Telkomsel, misalnya. Berdasarkan laporan keuangan Telkomsel kuartal I-2012 unaudited, pendapatan operator tersebut mencapai Rp 12,3 triliun atau tumbuh 9% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersihnya mencapai Rp 3,5 triliun. Capaian Telkomsel adalah yang tertinggi di industri telekomunikasi. Lantas, bagaimana dengan PT XL Axiata Tbk (XL)? Selama kuartal I-2102, perusahaan ini meraih omset Rp 4,95 triliun atau naik 9% dibandingkan periode sama 2011. “Kenaikan pendapatan ditopang layanan data dan suara. Untuk layanan suara, XL berhasil mencatat pertumbuhan signifikan setelah empat kuartal menurun karena pasar memasuki masa jenuh,” kata Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL. Namun, XL menderita penurunan laba bersih 11% dari Rp 756,05 miliar di kuartal I-2012 menjadi menjadi Rp 667,21 miliar di tahun ini. Nasib kurang beruntung dialami oleh PT Indosat. Operator ini mengalami penurunan laba bersih 96,5% dari posisi Rp 483,7 miliar pada I-2011 menjadi Rp 16,7 miliar rupiah di kuartal I-2012. Menurut Harry Sasongko, Presiden Direktur & CEO Indosat, penurunan laba terjadi karena pertumbuhan pendapatan tak mampu menutupi menguatnya nilai tukar dolar Amerika. Mulai 1 Juni ini, kinerja mereka diprediksi semakin muram. Ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan SMS berbasis biaya. Menurut Sarwoto Atmosutarno, Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, kebijakan ini akan menekan pertumbuhan bisnis layanan SMS. Namun, di sisi lain, kebijakan layanan SMS dengan tarif dasar

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Rp 23 per SMS lebih adil karena operator yang menerima SMS juga mendapat pendapatan dari operator pengirim SMS.

Tak Gratis Lagi Kebijakan SMS yang dianggap akan mempengaruhi pendapatan operator telekomunikasi ini sebenarnya bukan barang baru. Kebijakan ini sudah diso-

Kebijakan ini akan memberikan keadilan bagi jaringan telekomunikasi yang digunakan sehingga iklim kompetisi industri telekomunikasi dapat menjadi lebih baik. sialisasikan sejak akhir 2011. Sebelumnya, operator menerapkan skema Sender Keep All (SKA). Dengan skema ini, operator pengirim SMS tak dikenai biaya alias gratis. Namun, gara-gara gratis, SMS dipakai untuk menawarkan berbagai produk yang sangat mengganggu penerima. Mulai dari menawarkan kredit tanpa agunan (KTA),

tiket pesawat, hingga sedot tinja. Berbagai keluhan pun bermunculan. “Bahkan penyelenggara sendiri sangat dirugikan sebab trafik tinggi, tapi pendapatan tidak ada. Akibatnya mutu pelayanan konsumen rendah sekali,” papar Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika. Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan skema SMS interkoneksi berbasis biaya mulai 1 Juni lalu. Dengan tarif interkoneksi alias biaya terminasi SMS antar operator sebesar Rp 23 per SMS. Kebijakan ini berdasarkan UU 36/1999 tentang telekomunikasi dan PM 08/2006 tentang interkoneksi. Kebijakan ini diikuti beragam sikap oleh operator. Ada yang setuju, ada pula yang berat hati. PT Telkom menyambutnya dengan suka cita kebijakan ini. “Kebijakan ini akan memberikan keadilan bagi jaringan telekomunikasi yang digunakan sehingga iklim kompetisi industri telekomunikasi dapat menjadi lebih baik,” ujar Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication and Affair Telkom. Lain halnya dengan PT Axis Telecom yang keberatan dengan kebijakan itu. Namun, Axis akan mematuhi dan menjalankannya. “It’s another challenge. Sejak kehadiran Axis di Indonesia, kami sudah terbiasa dengan tantangan dan persaingan. Bagi Axis ini cuma tantangan yang berbeda,” papar Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis. Setuju atau tidak, kebijakan ini tetap jalan dan tentunya akan membebani operator. “Tentu akan mempengaruhi biaya di sisi operator dan ada dampak ke tarif SMS serta limitasi jumlah bonus SMS ke semua operator,” kata Erik Meijer, Director and Chief Commercial Officer Indosat. Operator tentunya akan menambah biaya memodifikasi storage, server, sistem billing, pengalokasikan dana untuk belanja modal, dan sistem interkoneksinya masing-masing. “Tetapi saya yakin tarif tidak akan naik banyak,” lanjut Erik. Adapun pemerintah menyerahkan kebijakan tarif SMS kepada operator. “Mereka mau terus menggratiskan silakan saja, pemerintah tidak menetapkan tarif retail per SMS. Yang kita atur biaya terminasi (interkoneksi) antar operator, agar adil bagi seluruh penyelenggara,” kata Tifatul. n

25


Bisnis spbu

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Hanung Budya melakukan pengisian BBM melalui mobil SPBU keliling di acara peluncuran agen BBM

Gerai Baru Bernama SPBU Bergerak Pemerintah menambah kuota BBM. Pertamina pun menyiapkan SPBU bergerak. TEKS AS Riyanto Foto Wirasatria

M

asyarakat di Kalimantan geram. Jatah bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebanyak 40 juta liter dianggap kurang. Mereka lantas meminta tambahan kuota BBM. Pemerintah pun menambah BBM untuk pulau ini. Namun pemerintah tak mengumumkan jumlah kuota tambahan BBM nonsubsidi. PT Pertamina (Persero) tentu saja merasa senang dengan tambahan itu. Semakin banyak BBM yang terjual, semakin banyak pula keuntungannya. Bahkan BUMN ini menyediakan 200 stasiun pengisian

26

bahan bakar umum (SPBU) mobile hingga akhir 2012. Antrean SPBU di Kalimantan memang sering ditemui. Pada 30 Mei lalu, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terus terjadi. Antrean terjadi di lajur pengisian BBM bersubsidi jenis premium dan solar, sedangkan untuk lajur pertamax tidak ada antrean. Maklum, selisih harga antara BBM bersubsidi dan nonsusidi cukup lumayan. Harga premium Rp 4.500 per liter sedangkan pertamax Rp 10.650. Namun saat ini Pertamina

sudah menurunkan harga pertamax menjadi Rp 9.250. Berbagai cara dilakukan pemerintah agar antrean bisa diurai dan anggaran negara tidak membengkak. Pemerintah menyetujui tambahan kuota untuk Pulau Kalimantan. Namun, jumlahnya belum diketahui. “Kuota tambahan BBM ke Kalimantan akan diambil sebagian dari 2,5 juta kiloliter BBM bersubsidi dari kuota nasional yang belum dikeluarkan,� kata Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu, pemerintah juga mulai melaksanakan program pembatasan dengan melarang kendaraan pemerintah mengkonsumsi BBM bersubsidi. Program ini juga untuk menambah konsumsi BBM nonsubsidi. Menurut Wacik, mulai 1 Juni ini seluruh mobil dinas dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Larangan ini khusus diberlakukan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kebijakan ini untuk menindaklanjuti pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa lalu, berkaitan dengan gerakan nasional hemat energi. Kementerian ESDM sudah memba-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


Bisnis spbu

gikan stiker kepada seluruh jajaran pemerintah, BUMN dan BUMD di seluruh Jabodetabek untuk dipasang di setiap kendaraan dinas pemerintah. “Ada kendaraan dinas pejabat pemerintah yang pakai pelat merah dan hitam. Jadi pemasangan stiker diutamakan bagi kendaraan pelat hitam, bukan berarti pelat merah tidak ada stikernya, semua dipasang stiker,” papar Wacik.

SPBU Bergerak Menambah konsumsi BBM nonsubsidi tak hanya dengan pembatasan. Pertamina juga menambah jaringan SPBU yang menjual pertamax. Pertamina membangun SPBU khusus penjualan BBM nonsubsidi di jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. SPBU ini khusus menjual pertamax, pertamax plus, dan solar pertamina dex ini diberi kode COCO 31.12204. Menurut Hanung Budya Yuktyanta, Direktur Marketing & Trading Pertamina, pom bensin khusus ini sengaja dibangun

menggerakkan pengusaha swasta untuk mendirikan SPBU BBM nonsubsidi. Penyebabnya, menjual premium masih menguntungkan karena peminatnya banyak. Nah, kerana pembangunan SPBU pertamax tersendat, Pertamina pun berinisiatif meluncurkan SPBU mobile. Truk tanki yang dirombak menjadi SPBU ini untuk memenuhi melayani masyarakat yang jauh dari SPBU. SPBU bergerak ini jumlahnya 200 unit SPBU dengan kapasitas 8.000 liter hingga akhir 2012. SPBU ini akan disebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 71 unit di Kalimantan, 10 di Sulawesi, 28 unit di Sumatra bagian utara, 23 unit di Sumatra bagian selatan, 21 unit di DKI Jakarta, 19 unit di Jawa Tengah, 23 unit di Jawa Timur, dan lima unit di Papua. Pembuatan SPBU bergerak ini jauh lebih murah dibanding yang permanen. Pembangunan paket tangki pendam rata-rata membutuhkan biaya minimal Rp

300 juta. Rinciannya, tangki sekitar Rp 100 juta, pompa Rp 100 juta, instalasi listrik maupun pipa Rp 100 juta dan biaya lainnya. Itu belum tanah dan bangunan. Sementara itu SPBU bergerak hanya membutuhkan investasi sebesar Rp 200 juta. “(Investasi) yang mahal itu untuk pompanya, bisa mencapai Rp 70 juta per satuannya. Kami berharap pertengahan Juni nanti sudah ada 65 armada agen BBM Pertamina yang akan beroperasi di seluruh Indonesia,” kata Hanung. SPBU ini dioperasikan oleh pengusaha SPBU atau agen-agen Pertamina. Proses pemilihan agen sudah tuntas dan selama 2 pekan ke depan akan ditindaklanjuti dengan persiapan armada. “Sampai akhir tahun ini, kami memproyeksikan ada sekitar 200 armada sejenis yang akan beroperasi di seluruh Indonesia. Harga jual BBM nonsubsidi naik turun, mengikuti perkembangan harga minyak dunia,” kata Hanung. n

(Investasi) yang mahal itu untuk pompanya, bisa mencapai Rp 70 juta per satuannya. Kami berharap pertengahan Juni nanti sudah ada 65 armada agen BBM Pertamina yang akan beroperasi di seluruh Indonesia di kawasan elite Pondok Indah karena masyarakat di kawasan tersebut relatif memiliki daya beli tinggi. Selain itu SPBU ini didirikan untuk membangun kesadaran mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, terutama untuk pemilik mobil mewah. Pertamina juga memberikan insentif lebih besar kepada pengusaha SPBU yang menjual pertamax. Pertamina menawarkan margin maksimal Rp 500 per liter untuk penjualan BBM tak bersubsidi. Sementara untuk premium, marginnya hanya Rp 180 per liter. Artinya, untuk mendapat keuntungan Rp 5 juta, pengusaha SPBU harus menjual premium hingga 30 ribu liter. Namun, untuk pertamax, hanya 10 ribu liter saja. Namun keuntungan yang dijanjikan oleh Pertamina tersebut belum mampu

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Spbu Bergerak. Lebih murah dibanding permanen

27


bisnis Ritel

Magnet Ritel yang Membesar Pasar ritel Indonesia sangat besar dan menjanjikan. Parkson ancang-ancang masuk ke Indonesia. TEKS AS Riyanto Foto Asep Rochyadi Ilustrasi Fonda Lapod

P

asar ritel Indonesia sangat menggoda. Badan Pusat Statistik mencatat, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2011 mencapai US$ 3.542 atau naik 32% dibanding pendapatan per kapita pada 2010. Hal ini mendorong jumlah masyarakat menengah Indonesia terus meningkat dan saat ini mencapai 57% dari populasi penduduk Indonesia. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRI) memperkirakan, tumbuhnya kelas menengah ini akan membuat penjualan seluruh anggota asosiasi di 2012 mencapai Rp 8 triliun. Target tersebut naik 15% dibandingkan target penjualan ritel 2011 sebesar Rp 120 triliun. Gurihnya pasar membuat peritel asing semakin banyak merubung konsumen Indonesia. Pemain asing yang mulai menjajal pasar ritel Indonesia adalah Parkson Retail Asia Limited. Perusahaan ritel asal

Malaysia ini sudah beroperasi di Vietnam dan China. Menurut Datuk Alfred Cheng, Group Managing Director and Executive Director of Parkson Retail Asia, Indonesia menjadi salah satu negara incaran Parkson. Khususnya, konsumen kelas menengah atas. Sedangkan p a s a r kelas

menengah, perseroan telah memiliki Centro Department Store yang lebih dulu menjajal pasar Indonesia. “Kami memilih Indonesia karena pertumbuhan konsumsi kelas atas,” katanya. Prospek ini membuat Parkson mema-

28

sang target membangun dua gerai Parkson per tahun di Indonesia. Tak hanya kelas atas, kelas menengah dengan Centro juga akan dikembangkan di berbagai wilayah, khususnya Jakarta, Medan dan Surabaya. “Kita target untuk menghadirkan gerai-gerai baru. Melalui dua brand, Parkson sekitar satu, dua gerai per tahun. Centro akan hadir 4-5 gerai per tahun,” kata Cheng.

Parkson Departement Store akan hadir perdana di St. Moritz, Puri Kembangan, Jakarta Barat pada September 2013. Perseroan berkomitmen untuk menjajakan merek ternama selama 20 tahun mendatang. Parkson juga telah menyepakati investasi US$ 4 - 5 juta dalam jangka panjang di lokasi St. Moritz. Parkson Retail Asia Limited kini memiliki 53 gerai di Asia dan tersebar di Malaysia, Vietnam, hingga China. Per-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


Bisnis Ritel

Gerai Matahari. labanya meningkat

usahaan yang berdiri sejak 1987 ini mencatat penjualan US$ 600 juta di 2009 dan tumbuh menjadi US$ 852 juta pada tahun 2011. “Kami terus memperluas jaringan toko kami di Asia Tenggara, di mana kami lihat pasar dengan potensial terbesar,� tambah Cheng.

Laba Pemain Lama Memang tak terlalu mengejutkan bila Parkson ingin segera membangun jaringannya di Indonesia. Sebab, pendahulunya terus menangguk untung. PT Mitra Adiperkasa Tbk, misalnya. Emiten ritel pemegang lebih dari 100 merek internasional ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 79% menjadi Rp 360 miliar pada 2011 dibandingkan Rp 201 miliar pada 2010. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspansi gerai milik Mitra Adiperkasa yang naik 14% dibanding periode 2010. Sepanjang 2011, Mitra menam-

bah 190 gerai baru termasuk di antaranya konsep ritel baru yaitu Max&Co, Stradivarius, Bershka, Pandora, New Look, BCBC Maxazria, Payless, dan Travelogue. Nah, pada kuartal pertama tahun ini, laba bersih Mitra mengalami peningkatan sebesar 33% menjadi Rp 58 miliar dari Rp 44 miliar pada kuartal pertama 2011. Adapun pendapatan bersih Mitra menjadi Rp 1,6 triliun atau tumbuh 29% dari Rp 1,2 triliun. Laba usaha juga meningkat 37% menjadi Rp 113 miliar dari Rp82 miliar di kuartal I-2011. Hingga akhir kuartal I-2012, Mitra telah membuka 32 gerai baru. Total gerai yang dimiliki Mitra saat ini mencapai 1.076 buah. Manisnya pasar ritel juga dialami oleh PT Matahari Department Store Tbk. Emiten ritel yang pernah dikuasai Grup Lippo ini berbalik membukukan laba bersih pada kuartal I-2012 sebesar Rp 44,96 miliar. Padahal periode sama tahun lalu, Matahari sempat merugi hingga Rp 10,08 miliar. Pendapatan ber-

sih Matahari juga naik 17,21% menjadi Rp 1,03 triliun dari Rp 881,98 miliar pada periode yang sama. Meskipun neraca laba bersihnya meningkat, asetnya turun 25,74% jadi Rp 1,79 triliun dari sebelumnya Rp 2,42 triliun. Hal sama juga terjadi dengan PT Modern Internasional Tbk. Pemilik gerai 7 Eleven ini meraih laba bersih Rp 10,39 miliar dari Rp 8,95 miliar pada periode yang sama 2011 atau mengalami kenaikan 16,08%. Peningkatan kinerja ini didorong oleh penjualan bersih Rp 244,21 miliar dari Rp 189,68 miliar pada periode yang sama 2011. Dari penjualan tersebut, 7 Eleven memberikan kontribusi penjualan sebesar Rp 119 miliar, untuk produk industrial Rp 69,1 miliar, produk fotografi Rp 33,4 miliar, telekomunikasi Rp 20,6 miliar dan penjualan lain-lain sebesar Rp1,9 miliar. Kalau melihat kinerja perusahaan ritel yang ada, pemain asing pun pasti akan kepincut dengan Indonesia. n

Indonesia menjadi salah satu negara incaran Parkson. Khususnya, konsumen kelas menengah atas. Sedangkan pasar kelas menengah, perseroan telah memiliki Centro Departement Store yang lebih dulu menjajal pasar Indonesia inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

29


Berbagai aturan yang dibuat, tak mampu mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Produsen asap terus menuai laba di negeri asbak. Pemerintah juga menikmati. TEKS Mikail Foto Wirasatria, Riset Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

31


S

ebut saja namanya Osman. Dari perawakannya bocah lelaki ini paling baru 14 tahun. Tapi gayanya bak orang dewasa. Jemari tangannya lincah memainkan sebatang rokok menyala. Matanya sesekali terpejam seperti pedih terkena asap mengepul. Osman baru menginjak kelas 2 SMP di sebuah sekolah di Depok. Dalam sehari ia mengaku menghisap tiga sampai lima batang rokok. Tentu, itu dilakukan saat dia berada di luar rumah atau jauh dari lingkungan sekolah. “Ngilangin stres, Om. Ngerokok bisa bikin santai dan ngelupain masalah,” katanya enteng. Tak jelas, apa masalah yang dihadapi Osman. Yang pasti, bocah seusia Osman yang sudah lihai merokok adalah masalah besar. Ia hanyalah satu dari jutaan bocah perokok di Indonesia. Di negeri ini 70% lelaki usia di atas 20 tahun sudah terjerumus dalam biusan asap nikotin. The Guardian beberapa waktu lalu pernah melukiskan pemandangan ini dalam sebuah artikel berjudul Indonesia’s smoking epidemic-an old problem getting younger. Digambarkan betapa candu nikotin telah mengubah perilaku manusia Indonesia dalam satu dekade ini. Usia rata-rata perokok Indonesia, dari semula usia 19 tahun kini merosot hingga usia tujuh tahun. Jumlah perokok di Indonesia juga meningkat drastis. The World Health Organisation (WHO) menyebut, pecandu rokok di Indonesia meningkat hingga 600% atau enam kali lipat dalam 40 tahun belakangan. Di tahun 2006, organisasi kesehatan dunia ini juga mencatat, bahwa lebih dari 36% pelajar SMA dan mahasiswa Indonesia adalah perokok.

Class Action Apa yang terjadi pada Osman sebenarnya belum seberapa. Sebuah video di Youtube juga pernah menayangkan seorang bocah berusia 2 tahun bernama Ardi Rizal asal Sumatera, sudah menghisap 40 batang rokok sehari sebelum akhirnya dia dirawat. Ada juga Ilham, bocah 8 tahun asal Jawa Timur jadi sorotan media lokal lantaran kebiasaannya merokok sambil bermain. Mengutip Antara, Ilham diakui orang tuanya mulai merokok sejak usia 4 tahun. “Dia akan ngamuk bila dilarang untuk merokok,” ucap orang tua Ilham. Inilah yang kemudian mengundang keprihatinan Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Menurut catatan KPAI sebanyak 2% anak-anak Indonesia mulai merokok pada usia 4 tahun. KPAI sendiri sejak 2009 lalu telah membantu setidaknya 20-an anak di bawah usia 10 tahun yang sudah kecanduan rokok. “Ini jelas dan nyata. Pemerintah hendaknya menyadari jika rokok sudah menyentuh anak-anak Indonesia. Pemerintah harus segera bertindak,” kata Arist Merdeka Sirait, Sekjen KPAI. KPAI berencana membantu orang tua tujuh anak pecandu rokok, yang akan melakukan gugatan class action, kepada produsen rokok dan juga pemerintah yang dinilai lalai melindungi anak-anak Indonesia. Susah Dibendung Rokok seakan sudah jadi gaya hidup warga Indonesia. Ala-

32

Demo pedagang rokok. jumlah perokok di Indonesia naik drastis

sannya beragam. Mulai dari penghilang stres, membangkitkan imajinasi hingga pemicu daya pikir kreatif. Alasan lainnya, banyak. Ada orang yang tidak merasa ‘lelaki’ bila tidak merokok. Ada juga yang takut disebut ‘gak gaul’. Maskulinitas memang rekat dengan rokok. Catatan WHO menyebut, hanya 5% perempuan Indonesia masuk dalam katagori perokok. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang di Inggris di mana jumlah perempuan perokok mencapai 20%. Iklan-iklan rokok di Indonesia juga kerap menebarkan citra maskulinitas dan gaya anak muda. Bahkan, belakangan, iklan-iklan itu cenderung menggambarkan sosok kelas menengah muda dan remaja yang penuh inspiratif, bebas, berani dan romantis. Tak heran jika banyak produsen rokok besar yang tak segan-segan mengeluarkan dana untuk mensponsori beragam event, seperti pertunjukkan musik, olahraga, atau kegiatan lain yang erat dengan kaum muda. Pemerintah terkesan tak tegas bertindak. Wajar jika seruan WHO di tahun 1987, yang menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, juga tak dianggap. Nah, jangankan pemerintah dan WHO, di negeri ber-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


berturut-turut aspek penerimaan negara, kesehatan masyarakat dan tenaga kerja. Sedangkan untuk periode 2016–2020 kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, baru kemudian penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara. Tapi, ibarat pepatah: “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” nyatanya kinerja industri rokok tetap ngebul dengan gayanya sendiri. Pemerintah pun, yang menetapkan programprogram dalam roadmap tadi seakan tetap ikut menikmati. Buktinya, target produksi 250 miliar batang di tahun 2010, seperti disebut roadmap, masih terlampaui. Di tahun itu produksi rokok mencapai 265 miliar batang! Sayang, pelampauan target itu tak sedikitpun mengundang sanksi. Ini tak lepas dari tak adanya sifat mengikat dari

Sayang, pelampauan target itu tak sedikitpun mengundang sanksi. Ini tak lepas dari tak adanya sifat mengikat dari roadmap yang sudah disusun pemerintah. Maka, jadilah roadmap itu tak lebih dari perkiraan atau ancarancar alias macan kertas.

penduduk Islam terbesar di dunia ini, fatwa ulama pun tak dipedulikan. Pada 2010 misalnya, muncul fatwa haram yang dikeluarkan organisasi Islam Muhammadiyah. Fatwa ini menggugurkan fatwa sebelumnya yang dikeluarkan Majelis Tarjih Muhammadiyah (2005) yang menyebut merokok itu hukumnya mubah, yang berarti boleh dilakukan tapi lebih baik ditinggalkan. Tapi apakah ada yang mau mendengar? Tak ada.

Roadmap Tembakau Walau malu-malu kucing, pemerintah telah mencoba berbagai cara mengurangi ekspansifnya asap rokok yang membius. Salah satunya adalah kebijakan roadmap industri rokok 20072020 yang sudah dicanangkan. Roadmap ini dibagi dalam tiga tahap. Berdasarkan roadmap 2007–2010, industri hasil tembakau (IHT) diprioritaskan pada penciptaan kapasitas berusaha dan iklim usaha. Skala prioritas untuk pengembangan IHT dalam kurun waktu tersebut adalah mendorong terjadinya keseimbangan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara dengan memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Pada 2010–2015 roadmap menetapkan prioritas secara

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

roadmap yang sudah disusun pemerintah. Maka, jadilah roadmap itu tak lebih dari perkiraan atau ancar-ancar alias macan kertas. Tak heran jika dapur produsen rokok makin mengepul. Lihat saja kinerja PT Gudang Garam Tbk, yang pada tahun lalu berhasil mencatatkan laba bersih hingga Rp 4,95 triliun. Itu berarti naik 17,57% dibanding pencapaian tahun sebelumnya. Lalu PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HM Sampoerna (HMSP), yang pada periode yang sama (2011) sukses mencetak untung bersih hingga Rp 8,06 triliun alias naik 25,6% dari laba tahun sebelumnya. Bentoel International Investama Tbk (RMBA) juga mencetak kenaikan laba yang signifikan, sebesar 39% menjadi Rp 305,99 miliar.

Win-win Solution Tak bisa dibantah lagi, kekuatan pasar telah menjadi tameng yang tangguh bagi keberlangsungan industri ini. Buktinya, kendati tarif cukai terus ditingkatkan, bisnis asap terus melaju seolah tanpa hambatan. Dan, ya itu tadi, pemerintah juga ikut menikmarti ketangguhan pasar ini. Dengan ‘berpura-pura’ mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rokok, cukai terus dikerek naik. Padahal, harus diakui, kebijakan itu diambil juga demi bertambahnya pendapatan negara. Di tahun 2010 tarif rata-rata rokok sigaret kretek mesin (SKM) yang dipatok Rp 263,1 dinaikkan menjadi Rp 266 per batang. Tarif rata-rata rokok sigaret putih mesin (SPM), naik dari Rp 204,5 menjadi Rp 246,2 per batang. Sementara rokok sigaret kretek tangan (SKT) naik dari Rp 135,3 menjadi Rp 151,9 per batang.

33


Saat ini komposisi tarif cukai rokok masih memiliki porsi rata-rata sekitar 50% atau setengah dari harga rokok. Di tahun 2012, pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 12,2%. Ini tak lepas dari target pemerintah yang mematok penerimaan cukai sebesar Rp 72,44 triliun atau naik 12,6% ketimbang tahun 2011. Selain itu, pemerintah juga akan menyederhanakan jenjang harga jual eceran dan tarif cukai rokok dari 19 golongan menjadi 12 golongan. Ini masih terlalu kecil ketimbang negara lain. Ambil contoh Polandia. Di negeri buruh ini pemerintah mematok porsi cukai rokok mencapai 80% dari harga. Artinya, harga sebungkus Marlboro misalnya, bisa mencapai Rp 100 ribu per bungkus. Toh itu pun tak mempan.

kan oleh industri rokok. Pertumbuhan perusahaan rokok juga naik-turun dengan dinamis. Kebangkitannya terjadi pada tahun 1990an. Sehingga pada 1995 dengan jumlahnya mencapai 244 perusahaan. Tahun 1996, industri rokok kembali lesu, sehingga hanya 228 perusahaan. Tapi sejak tahun 2000, relatif stabil, dengan jumlah produsen yang berkisar antara 244 - 247 perusahaan. Dari perusahaan sebanyak itu, 84,6% merupakan produsen rokok kretek, 4,1% industri rokok putih dan 11,3% dari industri rokok lainnya. Artinya, industri rokok kretek menyumbang perekonomian dalam jumlah lebih besar dibandingkan industri rokok jenis lainnya. Dan ini tentu saja

Saya ingin sekali berhenti merokok. Dokter pernah menganjurkan saya untuk berhenti dan mengubah kebiasaan itu dengan permen atau aktivitas lainnya. Tapi tak berhasil. Semua teman merokok, keluarga merokok. Mungkin saya akan merokok sampai mati di negeri asbak ini. Simalakama Sungguh sulit menghentikan kepulan asap rokok di negeri ini. Itu juga tak lepas dari sejarah dan budaya. Konon, sejak akhir abad ke-19 rokok telah tumbuh sebagai industri rakyat di Kudus, Jawa Tengah. Bahkan menurut legenda Babad Jawa, rokok sudah dikenal sejak lama, tercatat dalam kisah Roro Mendut. Tak cuma itu, industri rokok di Indonesia harus diakui mampu memberikan sumbangan penerimaan negara yang cukup besar. Pada tahun anggaran 1990/1991, penerimaan cukai hanya sebesar Rp 1,8 triliun atau sekitar 4% dari penerimaan dalam negeri. Dan, hanya dalam rentang waktu delapan tahun pada 1999/2000 jumlah tersebut telah meningkat menjadi Rp 10,4 triliun atau menyumbang sebesar 7,3% dari penerimaan dalam negeri. Pada tahun anggaran 2003, penerimaan cukai melesat mencapai Rp 27,9 triliun atau sebesar 8,3% dari penerimaan dalam negeri. Ini menunjukkan kontribusi penerimaan cukai terhadap penerimaan dalam negeri selama kurun waktu satu dasawarsa, telah meningkat sekitar 100%. Penerimaan cukai tersebut, 95% berasal dari cukai hasil tembakau yang diperoleh dari jenis hasil tembakau (JHT) berupa sigaret kretek mesin, sigaret tangan dan sigaret putih mesin, yang dihasil-

34

menyangkut kebiasaan hidup jutaan warga Indonesia. Jadi? Inilah kenyataan. Produsen makin gemuk, pemerintah pun tak tegas bertindak karena ikut menikmati. Asal tahu saja, saat ini 172 negara telah meratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Ini adalah instrumen hukum untuk mengendalikan konsumsi tembakau di seluruh dunia. Ironisnya, kendati turut berpartisipasi aktif dalam proses pembahasan FCTC, hingga kini pemerintah Indonesia masih ogah menandatangani dan meratifikasi FCTC. Tak heran jika masyarakat internasional kerap mencemooh Indonesia dengan sebutan ‘negeri asbak rokok’ . Nah, susah kalau begini. Warga hanya bisa pasrah dan jadi korban kenikmatan yang menurut sebagian orang tidak masuk akal. “Saya ingin sekali berhenti merokok. Dokter pernah menganjurkan saya untuk berhenti dan mengubah kebiasaan itu dengan permen atau aktivitas lainnya. Tapi tak berhasil. Semua teman merokok, keluarga merokok, bahkan kota Jakarta atau negeri inipun merokok. Mungkin saya akan merokok sampai mati di negeri asbak ini,� celoteh seorang pemuda dengan gaya seniman yang sedang membaca puisi. Ah, rokok memang inspiratif. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


Jadi kaya bukanlah dosa. Itu hak seluruh umat manusia. Konglomerat makin kayapun tak ada yang bisa melarang. Sungguh menarik melihat daftar orang terkaya di Indonesia yang dilansir majalah Forbes (edisi 23/11/2011). Di situ ada nama Budi Hartono dan Michael Hartono bos PT Djarum dengan jumlah kekayaan yang mencapai US$ 14 miliar (sekitar Rp 127 triliun). Kalau dihitung-hitung penghasilan Budi dan Michael Hartono per hari Rp 345 miliar! Gile bener. Tapi, tolong, jangan dibandingkan dengan penghasilan rata-rata masyarakat Indonesia yang masih senen-kemis. Di bawahnya ada nama Susilo Wonowijoyo, bos PT Gudang Garam dengan kekayaan US$10 miliar, sekitar Rp 91 triliun. Jumlah ini melesat Rp 1,3 triliun dibanding tahun 2010. Nama lainnya adalah Putera Sampoerna (peringkat 9), dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 2,4 miliar. Hebat. Para konglomerat itu mampu bertahan di jejeran orang terkaya selama bertahun-tahun. Ini sebuah ironi di mana si miskinlah yang menjadikan konglomerat itu makin kaya. Sebab, berdasarkan data BPS, rokok kretek masuk dalam kategori komoditas makanan yang memberi sumbangan besar pada garis kemiskinan sebagai ambang batas menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Kontribusinya mencapai 7,93% di perkotaan dan 5,9% di pedesaan atau total 13% lebih. Kontribusi beras tetap berada di tempat pertama sebesar 25,2%. Jumlah ini meningkat ketimbang periode 2006-2007 di mana masyarakat miskin menghabiskan penghasilannya untuk merokok sebesar 12,4% dan beras yang sebesar 19%. Sementara alokasi untuk pendidikan dan kesehatan, tiga kali lipat di bawah konsumsi rokok. Jadi sungguh memprihatinkan jika cukai rokok yang menjadi sumber penerimaan negara, Rp 72,44 triliun justru menjadi salah satu sumber pemiskinan rakyat negeri ini. Pemerintah seharusnya mampu membuat regulasi yang kuat dan komprehensif untuk melindungi warganya. Jika tidak, jangan kaget jika pemerintah bakal dituding telah melakukan pembiaran pada proses pemiskinan lewat asap rokok yang makin tebal. Pemerintah juga didesak sejumlah kalangan untuk segera meratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/

Kaya dari Kepulan Asap si Miskin FCTC). Ini adalah instrumen hukum untuk mengendalikan konsumsi tembakau di seluruh dunia yang sudah jadi pendemi. Apalagi, Indonesia – yang merupakan negara pengguna tembakau terbesar ke-

tiga di dunia – sebenarnya ikut aktif menyusun FCTC yang disahkan di Jenewa 2004. Konvensi tersebut sudah diratifikasi tidak kurang oleh 174 negara. Ironis memang. n

promosi salah satu merk rokok untuk menarik konsumen

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

35


Politik, Uang, dan Asap Rokok Perselingkuhan politisi dan perusahaan rokok bukan cerita baru. Tidak saja di Indonesia, di negeri lain pun marak terjadi. TEKS Mikail Foto Riset

P

ernah membaca novel fiksi Run Away Jury? Novel karya John Grisham itu berkisah tentang intrik luar biasa yang melibatkan politisi, penengak keadilan, dan perusahaan rokok. Nah, bila melihat kenyataan, novel itu rasanya bukan imajinasi semata. Akhir Januari lalu misalnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Malang Corruption Watch (MCW) menggelar diskusi ‘Membongkar Jerat Relasi Bisnis-Politik Tembakau dan Peningkatan Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)’. Diskusi itu tak lain upaya pemaparan hasil riset yang mencoba memetakan perselingkuhan kepentingan bisnis dan politik terkait tembakau di Malang dan Kediri. “Tujuan dari riset ini, untuk memetakan aktor-aktor utama baik dari birokrasi maupun politisi yang terlibat dalam bisnis tembakau,” kata Ade Irawan, koordinator korupsi politik ICW saat itu. Hasilnya, riset ini menemukan beberapa fakta yang se-

benarnya sudah menjadi rahasia publik. Seperti, adanya hubungan antara bupati dan calon legislatif dengan perusahaan rokok. “Industri rokok membiayai calon-calon legislatif tertentu, sebagai bentuk investasi politik,” imbuh Abdullah Dahlan anggota ICW lainnya.

Hilangnya Ayat Mengenai perselingkuhan itu, di negeri ini sempat merebak kasus menghilangnya ayat mengenai tembakau pada UU kesehatan. Saat dibahas di DPR, ayat tersebut masih tercantum dalam UU tersebut. Namun, saat dikirim ke presiden untuk ditandatangani, ayat tersebut raib. Tentu saja ini mengundang kecurigaan publik. Desakan kepada Mabes Polri untuk membuka kembali penyelidikan kasus penghilangan ayat tembakau itu juga makin kencang terdengar. Padahal sebelumnya Polri sudah mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Perkara (SP3) atas kasus hilangnya ayat tembakau yang hilang dalam UU Kesehatan yang berbunyi: “zat adiktif meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri atau masyarakat”. Setelah lama tak terdengar, kasus hilangnya ayat tadi kembali menyembul selepas Badan Kehormatan para wakil

Tentara Amerika sedang menikmati rokok

36

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


rakyat di DPR Senayan menjatuhkan sanksi kepada Ribka Tjiptaning. Politisi PDI Perjuangan itu dituding berperan dalam raibnya ayat tadi. Episode ini bakal terus bergulir. Dan kejadian seperti itu muncul di banyak negara, bahkan di Amerika Serikat sekalipun.

Saham dan Lobi Sebuah artikel berjudul Tobacco Companies Adjusting Strategies to Remain Prominent Political Players seperti dikutip dari OpenSecreetBlog juga makin menguatkan hubungan rokok dan politik. Di saat kuatnya kekhawatiran dunia internasional akan bahaya rokok, tulis artikel itu, para produsen asap justru makin bergerak masif dengan cara terselubung. Di AS beberapa perusahaan besar rela menggelontorkan dana hingga US $10 juta dalam satu putaran kampanye di tahun 2010. Perusahaan rokok besar berupaya masuk ke dalam jaringan para kandidat kuat dalam setiap pemilu. Mereka pun rela menggelontorkan dana tak terbatas kepada beberapa organisasi nonprofit tanpa mampu terlacak. “Hal terpenting adalah bagaimana perusahaan rokok itu mencoba menjauh dari pandangan publik. Mereka menyusup dan mencoba mengelabui publik lewat politik,” sebut Stanton Glantz, Professor of Medicine di University of California-San Francisco yang juga Direktur Center for Tobacco Research and Control. “Jadi, memang sulit melacak uang gelap itu. Kita juga sulit mengetahui, apa yang akan dilakukan para produsen rokok itu,” imbuhnya. Konon, banyak anggota top di parlemen AS disponsori beberapa perusahaan rokok besar. Dua di antaranya adalah pimpinan tertinggi the House of Representatives John Boehner dan Eric Cantor yang disebut-sebut merupakan “top tobacco industry recipients”. Selama putaran kampanye di tahun 2010, Boehner dikabarkan menerima $ 50,000 dari orang-orang yang diduga kuat terkait dengan industri tembakau. Boehner yang seorang perokok juga disebut-sebut sebagai orang yang berhasil memuluskan peraturan industri tembakau AS melalui Food and Drug Administration pada tahun 2009. Sementara Cantor disebut-sebut menerima US$ 27.850 dari Altria Group, sebuah perusahaan tembakau di Virginia. “Pelaku industri tembakau selalu bias. Itu bergantung pada siapa yang tengah berkuasa. Republik, atau Demokrat bukanlah soal buat mereka,” papar Glanzt. Tak hanya mengucurkan fulus, banyak perusahaan tembakau di AS menawarkan saham pada para politisi di AS. Sebuah lembaga riset di AS di tahun 1999 pernah menyebut, setidaknya 23 anggota kongres AS memiliki aset di tiga perusahaan tembakau terbesar di AS. F. James Sensenbrenner, Jr dari Republik disebut-sebut memiliki kekayaan senilai US$ 100.001 sampai US$ 250.000 di Altria Group. Dari Demokrat nama Kay Hagan (N.C.) and Carolyn McCarthy (N.Y.) masing-masing dilaporkan memiliki aset berupa saham senilai lebih dari US$ 2.000. Guna mendekati para politisi itu, beragam cara dilakukan para pelaku bisnis tembakau. Mereka biasanya mempunyai jago-jago lobi di legislatif. Mereka inilah yang sengaja dibayar mahal untuk melobi semua kebijakan yang akan dikeluarkan parlemen. Dan mereka bukan orang semba-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

John Boehner disebut menerima sponsor perusahaan rokok besar

rangan. Sebuah laporan menyebut 78% pelobi itu adalah mantan pekerja federal pemerintah yang mempunyai jaringan kuat dan tentu tahu betul seluk beluk proses pembuatan kebijakan publik. Tak heran jika para produsen rokok tak sungkan menaikkan pengeluaran untuk biaya lobi ini pada saat dibutuhkan. Di kwartal pertama 2011 saja, Lorillard, sebuah perusahaan rokok ketiga terbesar di AS, menghabiskan dana lobi US$ 900.000. Jumlah ini meningkat hampir setengahnya dari biaya lobi tahun sebelumnya. Di Australia perselingkuhan industri rokok dengan para politisi juga bukan rahasia lagi. The Australian Electoral Commission (AEC) belum lama ini mengeluarkan laporan bahwa beberapa perusahaan tembakau besar di negeri itu menghabiskan dana sekitar AUS$ 14 juta saat mencoba menentang Undang-undang Pemerintah Federal tentang bentuk kemasan rokok. British American Tobacco, Phillip Morris and Imperial Tobacco dilaporkan setidaknya menggelontorkan dana AUS$ 9 juta untuk Alliance of Australian Retailers (aliansi pedagang) yang gencar melakukan kampanye menentang undang-undang tersebut. Imperial Tobacco juga menggelontorkan dana sekitar AUS$ 4 juta untuk kampanye lewat media cetak dan elektronik. Sementara Philip Morris menyemprotkan dana sekitar AUS$ 500.000. Jadi makin jelas, rokok tidak saja menyerang warga biasa, tapi juga menyusup di tengah kalangan elite politik. n

37


figur

Angel Karamoy

A

ngelina Wilhelmina Karamoy benar-benar menikmati peran barunya dalam film layar kaca berjudul Pandawa vs Kurawa. Meski hanya berperan sebagai Rara Rawinihan, seorang isteri Lurah yang lugu, ceplasceplos dan telat mikir, Angel (25) mengaku senang terlibat dalam tayangan yang diadopsi dari epos dunia pewayangan tersebut. “Seru, ceritanya Indonesia banget. Sejarah tapi ada bumbu humor dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” kata Angel yang mulai dikenal sejak membintangi sinetron Bidadari 3, Selasa pekan lalu. Menurut ibu dua anak itu, film Pandawa vs Kurawa diangkat dari drama seri radio berjudul Asal Muasal Pandawa- Kurawa. Setelah enam bulan mengudara dan ternyata banyak penggemar, stasiun televisi Indosiar tertarik untuk memvisualkannya. Tokoh Rara Rawinihan yang diperankannya, menurut Angel, sosok yang unik. “Pinter-pinter bodoh, lucu, ceplas-ceplos, juga telmi alias telat mikir. Bajunya saja ndeso, maklum orang zaman dulu,” kata Angel sembari tertawa. Ia mengaku tak kesulitan memerankan tokoh ini. Maklum, para bintang yang terlibat, semuanya profesional sehingga mudah diajak bekerjasama. Seperti Donna Harun yang berperan sebagai Dewi Kunti, Marcellino Lefrand (Yudhistira), Agung ‘Hercules’ (Bima Sena) dan Irwansyah (Arjuna). “Enggak kesulitan karena lawan mainnya asyik semua,” ucap perempuan berdarah Manado itu. n

Terlibat Film Wayang TEKS Ardi Siregar FOTO riset

38 38

inilahREVIEW 37 Mei 2012 inilahREVIEW 40Tahun TahunI I| |21-27 4-10 Juni


figur

Titi Kamal

Dag-DigDug Bisnis Katering TEKS Ardi Siregar FOTO dahlan rebo pahing

T

ak mudah membangun sebuah bisnis baru. Itulah yang dirasakan Titi Kamal (30), aktris dan penyanyi, setelah genap 8 bulan menggeluti bisnis katering. Selain protes dari pelanggan soal makanan, kemacetan di Jakarta juga jadi tantangan tersendiri. “Sekarang dag-dig-dug bukan lagi kalau mau nyanyi. Tapi soal makanan kurang garam, kurang gurih, atau keasinan. Stresnya nambah,” kata pemilik nama asli Kurniaty Kamalia itu. Berbagai protes itu dia terima dengan baik, demi memperbaiki pelayanan ke depan. Meski banyak tantangan, nomine aktris terbaik Piala Citra 2006 lewat film Mendadak Dangdut itu, merasa yakin bisnisnya bakal membesar. Apalagi suaminya, Christian Sugiono, ikut melakukan promosi. Hal lain yang dikhawatirkan Titi adalah kemacetan lalu lintas. “Yang juga bikin pusing, Jakarta itu macet banget. Saya takut makanan telat sampai ke pelanggan,” katanya. n

R

inilahREVIEW 3740 Tahun I | 21-27 inilahREVIEW Tahun I | 4-10Mei Juni2012 2012

Gelar Doktor Seni Rupa TEKS Ardi Siregar FOTO riset

seni peran. Dua kali dia tercatat menerima Piala Oscar. Tahun 1974 sebagai pemeran pembantu pria terbaik dalam The Godfather Part II. Dan tahun 1980, pemeran pria terbaik dalam Raging Bull. Pak Doktor De Niro pun berpesan agar semua siswa tak mengikuti track record pendidikannya. “Pendidikan jauh lebih penting. Anda sudah seharusnya tak mengikuti jejak saya,” ujarnya sembari tertawa lebar dan mengucapkan terima kasih kepada Bates College.n

39 39

Robert De Niro

obert De Niro (68) boleh berbangga hati. Meski hanya jebolan SMA, dia berhasil memperoleh gelar doktor kehormatan dari Bates College di Lewiston, negara bagian Maine, AS. Gelar untuk bidang seni rupa itu disematkan pada Selasa pekan lalu. “Saya berhenti sekolah untuk mengejar karier akting. Saya kini doktor seni rupa meski tak tamat sekolah menengah atas,” kata lelaki yang lahir pada 17 Agustus 1943 itu. De Niro memang layak mendapat gelar kehormatan mengingat dedikasinya di dunia


gaya hidup Televisi 3d

Televisi, Hiburan, dan Gaya Hidup Televisi telah menjadi candu bagi keluarga moderen. Tidak mengherankan jika kini banyak tersedia varian dengan teknologi termutakhir. Di antaranya televisi tiga dimensi.

B

TEKS Elka Saraswati foto riset

oleh dibilang, sejak pertama kali ditemukan, kotak kaca ajaib bernama televisi telah menjadi bagian dari gaya hidup keluarga moderen. Tidak sedikit anggota keluarga yang menghabiskan waktu berjam-jam, di depan layar kaca. Mereka menikmati

40

tontonan yang tersaji. Ya, televisi memang telah menjadi te­ man bagi banyak orang. Kecenderungan banyak orang menghabiskan banyak waktu di depan layar kaca, pada akhir­ nya menimbulkan tuntutan kehadiran televisi yang bukan melulu kotak kaca berisi gambar hidup di dalamnya. Belakangan kehadiran televisi me­ mang mengalami evolusi atau mungkin revolusi. Televisi akhirnya menghadir­

kan teknologi yang membuat kegiatan menonton televisi menjadi lebih meng­ asyikan. Era televisi tabung mulai diting­ galkan, terutama oleh keluarga-keluarga dari kalangan menengah atas. Sebagai gantinya, muncul televisi berlayar liquid crystal display (LCD), plasma tv dan ke­ mudian light emitting diode (LED).

TV PINTAR Toh itu belum cukup, karena hanya me­ nampilkan peningkatan penampilan gam­ bar. Kini hadir yang namanya tv pintar atau smart tv. Sebutan ini sendiri diperke­ nalkan untuk menggambarkan tren saat ini, di mana internet dan fitur  Web 2.0 telah terintegrasi ke berbagai set televisi modern, serta konvergensi teknologi an­ tara komputer dan televisi. Perangkat ini difokuskan pada media interaktif online, internet TV, konten over-the-top, serta ondemand streaming media. Teknologi dan berbagai perangkat yang digunakan memungkinkan peng­ guna mencari dan menemukan video, film, foto dan konten lainnya di web. Baik pada saluran TV kabel lokal, pada saluran TV satelit, ataupun disimpan pada hard drive lokal.

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


gaya hidup Televisi 3d Pabrikan televisi Samsung misalnya memiliki beberapa seri TV LED dengan konsep smart tv. Rangkaian seri smart tv tersebut diklaim bisa memberi­ kan pengalaman hiburan baru. Pengguna tidak hanya bisa men­ jelajah internet, tapi juga me­ nikmati lebih banyak pilihan hiburan yang terhubung dan di­ hadirkan mela­ lui aplikasi leng­ kap dari Samsung Apps. Lain lagi dengan LG, yang belum lama mengeluarkan dua seri anyarnya, dengan kon­ sep televisi dan monitor dalam satu unit tunggal. De­ ngan fitur picture-in-picture (PIP) yang memungkinkan penggunanya membuka la­ yar secara bersaman untuk berbagai keperluan, seperti menonton televisi, sekaligus mengaktifkan monitor untuk PC mereka. Produk LG yang mengusung televisi personal ini didukung tek­ nologi audio yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman baru menik­

mati surround. Koneksi juga lengkap, ter­ masuk port HDMI yang memudahkan koneksi untuk game console, set top boxes serta peranti lain. Televisi personal dengan diameter 23/24 inci ini, juga mendukung tekno­ logi 3D yang bisa dinikmati tanpa perlu kacamata khusus. Bila tak ingin menik­ mati konten 3D, bisa juga mengubah ke format 2D dengan mudah.

TELEVISI 3D Televisi 3D atau televisi dimensi merupa­ kan teknolgi gambar teranyar dari perang­ kat si kotak kaca ajaib. Teknologi yang tadinya dikhususkan untuk bioskop, kini bisa dinikmati di rumah lewat televisi 3D. Sejumlah pabrikan, termasuk LG menjadikan televisi 3D sebagai peranti hiburan yang dikhususkan untuk seg­ men keluarga premium. Setidaknya itu ditegaskan dari harga TV 3D dengan layar seluas 72 inchi, yang dibanderol sampai 150 juta rupiah. Setara dengan harga sebuah mobil keluarga. Kenyataannya, memang banyak ke­ luarga di negeri ini yang tetap membeli televisi 3D bukan semata-mata untuk bisa menikmati hiburan. Setidaknya itu­ lah yang dirasakan Budi Setiawan, Sales Director LG Electronics Indonesia. Katanya, “Pengalaman kami, mereka

Cara Cerdas Membeli TV 3D Menonton film di televisi tiga dimensi (3D) memang mengasyikkan. Gambar seperti hidup dan keluar dari layar. Tapi jangan cepat-cepat pula memutuskan untuk mengganti televisi di rumah dengan TV 3D. Setidaknya, bersikaplah cermat dan cerdas sebelum memutuskan. Ada beberapa hal yang sepatutnya diperhatikan: Sebuah penelitian terbaru menyebutkan menonton televisi 3D ternyata bisa mengganggu kesehatan. Penelitian yang digagas peneliti dari Universitas Eindhoven, Belanda itu mengungkapkan responden yang menonton televisi 3D membuat otak menjadi disorientasi, mata tegang, sakit kepala dan mual. Sementara perkumpulan dokter mata dari The Royal College dan Asosiasi Ahli Mata Inggris juga menyatakan, menonton televisi 3D memang tidak langsung merusak mata, tapi bila dalam periode lama, seseorang bisa sakit kepala dan sakit mata. Simak teknologi yang digunakan. Bila perlu bandingkan teknologi pada ber-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

bagai macam merk televisi 3D. Teknologi sangat berpengaruh pada kualitas sebuah produk elekronik. Paling aman bila membeli TV 3D yang menggunakan teknologi terbaru yang tercanggih. Perhatikan kenyamanan karena

membeli televisi 3D itu buat prestise.” Menilik dari banyaknya televisi tiga dimensi yang saat ini ada di pasaran, maka ada ada  tiga jenis teknologi yang jamak digunakan oleh pabrikan yang mempro­ duksi televisi 3D, yakni: 3D tv pasif dan 3D tv shutter aktif (shutter glass), yang harus menggunakan kacamata 3D untuk me­ lihat tampilan gambar. Teknologi ketiga adalah 3D tv tanpa kacamata, tapi sayang­ nya teknologi ini belum disempurnakan dengan standar yang sesuai dan harganya masih relatif mahal.

NGE-GAME JUGA BISA Televisi dengan format 3D, memang me­ miliki keunggulan yang tidak bisa dida­ pat dari teknologi sebelumnya. Televisi 3D juga bisa untuk bermain games, se­ hingga digandrungi para gamers. Kesukaan para pecandu game pada televisi 3D sudah diramalkan Ubisoft, salah satu perusahaan penerbit game terbesar di dunia. Para pengembang game kini mulai mendukung revolusi 3D. Sony PlayStation 3 misalnya mela­ kukan update firmware pada konsol per­ mainannya yang digunakan untuk men­ dukung game-game 3D. Demikian juga Nintendo dengan seri Nintendo 3DS, yang menjanjikan permainan tanpa membutuhkan kacamata 3D. n

beberapa televisi 3D mengharuskan ditonton secara horizontal atau tegak lurus menghadap TV. Carilah TV 3D yang bisa menonton dari segala posisi dengan viewangle ± 180º. Pilah-pilah harga dan perhitungkan kebutuhan aksesoris yang digunakan untuk menonton 3D seperti kacamata 3D, karena dapat menambah harga yang mebuat kita merogoh kantong lebih dalam. n

41


lingkungan hari lingkungan

Proper Tanpa Hasil

Dari sekitar 1.200 perusahaan di tanah air, hanya empat perusahaan yang dinilai peduli terhadap lingkungan. Kalau begitu, apa gunanya Proper? TEKS hideko FOTO dahlan rebo pahing, riset

s

etiap tanggal 5 Juni, warga dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup. Peringatan ini dijadikan momentum untuk mengingatkan bahwa eksploitasi yang berlebihan mengakibatkan kualitas lingkungan hidup yang menopang kehidupan manusia terus penurunan. Degradasi itu tak hanya terjadi di negara-negara industri, tapi juga negara berkembang yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah layaknya Indonesia.. Untuk tahun ini, UNEP (United Nations Environment Programme) telah menetapkan tema Green Economy: Does it include you? Bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Ekonomi Hijau: Ubah perilaku, tingkatkan kualitas lingkungan. Menurut Balthasar Kambuaya, Menteri Negara Lingkungan Hidup, tema ini menekankan pentingnya pelaksanaan ekonomi hijau oleh semua orang sesuai dengan proporsinya masing-masing. Di Indonesia, peringatan hari lingkungan hidup sedunia diisi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya adalah pemberian penghargaan Kalpataru oleh Presiden kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan

42

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


lingkungan hari lingkungan

lingkungan hidup di Indonesia. Tahun ini ada 127 kandidat penerima penghargan Kalpataru 2012 yang telah dijaring Kementerian Lingkungan Hidup. Perinciannya untuk kategori Perintis Lingkungan sebanyak 62 orang, Pengabdi Lingkungan sebanyak 20 orang, Penyelamat Lingkungan 24 kelompok dan Pembina Lingkungan sebanyak 21 orang. Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup juga akan mengumumkan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Maklum, perusahaan adalah salah satu pihak yang memiliki tanggung jawab besar atas kerusakan lingkungan yang dibuatnya. Apalagi di Indonesia masih banyak perusahaan yang mengabaikan masalah lingkungan.

Hanya 0,03% yang peduli Ilyas Asaad, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa masih banyak perusahaan dan industri yang tak peduli pada lingkungan. Lihat saja, dari 1.200 perusahaan yang dinilai Kementerian LH, hanya empat perusahaan atau 0,03% yang memiliki kepedulian maksimal terhadap lingkungannya. “Padahal, untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan, perlu ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha,

Beberapa minggu sebelum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, Pemerintah Provinsi Bali melakukan aksi bersih secara serentak di seluruh Bali, termasuk daerah pesisir dan danau serta masyarakat untuk memelihara alam dan lingkungannya,” kata Ilyas. Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya. Menurutnya, hampir seluruh perusahaan di Indonesia, terutama yang bergerak di bidang pengusahaan hutan dan pertambangan, tidak ramah lingkungan. Padahal, setiap tahun, pemerintah melakukan PROPER untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengolah limbah dan sisa produksi lainnya agar ramah lingkungan. Tahun ini, ada 1.500 perusahaan yang akan dinilai Kementerian Lingkungan Hidup. Mereka akan digolongkan sesuai dengan tingkat kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Perusahaan yang tergolong baik dalam mengelola lingkungannya akan masuk dalam kelompok perusahaan hijau. Sementara kelompok merah dan hitam disediakan bagi per­ usahan yang tidak peduli dengan masalah lingkungan. Nah, perusahaan yang selama tiga tahun berturut-turut mendapatkan predikat perusahaan hijau ba-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

kal memperoleh pengharagan perusahaan emas (golden). Bagi perusahaan yang mendapat predikat merah, pemerintah masih akan memberikan pembinaan. Tetapi perusahaan yang masuk dalam katagori hitam, mereka akan langsung diproses secara hukum. Sayangnya, menurut Balthasar, hampir sebagian besar perusahaan di Indonesia masuk kategori merah dan hitam. “Terutama perusahaan-perusahaan di Kalimantan yang mengeksploitasi hutan dan tambang,” kata Balthasar. Di beberapa daerah, semangat untuk menjaga lingkungan hidup terlihat menggebu-gebu. Bali, contohnya. Beberapa minggu sebelum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, Pemerintah Provinsi Bali melakukan aksi bersih secara serentak di seluruh Bali, termasuk daerah pesisir dan danau. Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat Pulau Dewata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, yang juga sejalan dengan Bali Clean and Green yang merupakan salah satu program unggulan Pemprov Bali. Dalam kesempatan itu Made Mangku Pastika, Gubernur Bali, mengajak masyarakat Bali untuk mengurangi konsumsi plastik. “Mari, mulai sekarang kurangi penggunaan plastik,” katanya. Sampah plastik memang menjadi masalah bagi sejumlah daerah, termasuk Bali. Dibutuhkan waktu ratusan tahun untuk menghancurkan sampah ini. Plastik juga mengganggu kesuburan tanah, dan bila dibakar asapnya menghasilkan racun dioksida. n

43


internasional eropa

Resep Baru Krisis Perbankan Krisis perbankan di zona euro terbukti membebani keuangan negara. Komisi Eropa pun mengeluarkan ide pembentukan serikat perbankan (banking union), namun resep itu ditolak Jerman. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

K

ekhawatiran terhadap krisis perbankan Uni Eropa, khususnya di 17 negara pengguna mata uang tunggal euro (zona euro) makin membuncah. Terakhir adalah krisis akut perbankan di Spanyol dan Italia. Mulai muncul kekhawatiran biaya penyelamatan bank dapat menyebabkan pemerintah tercekik krisis utang yang lebih dalam. Spanyol berada dalam situasi sangat buruk karena bank-bank tidak hanya memegang sejumlah besar obligasi pemerintah, tetapi mengalami kerugian besar pada investasi real estate. Salah satunya adalah Bankia yang resmi meminta bailout pemerintah sebesar 19 miliar euro. Kebutuhan negara untuk menyelamatkan perbankan dengan menyuntikkan dana talangan ini terbukti membebani keuangan negara. Kebutuhan pendanaan itu membuat imbal hasil (yield) obligasi Spanyol dan Italia meningkat tajam dan ini makin memperdalam krisis utang di negara tersebut. Karena itu, pekan lalu Komisi Eropa memunculkan resep untuk mengatasi hal itu dengan ide pembentukan “serikat perbankan” (banking union). Menurut Komisi Eropa, 17 negara anggota zona euro membutuhkan sebuah “serikat perbankan” yang bisa melakukan rekapitalisasi bank dengan dana bailout secara langsung. Serikat perbankan yang terpusat juga dapat mengawasi perbankan dan memungkinkan mereka berbagi beban atas kegagalan bank. “Fleksibilitas dan kecepatan tindakan akan menjadi penting,” kata Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso. “Tidak hanya fleksibilitas dalam hal instrumen, tetapi juga dalam hal kecepatan reaksi dari apa

44

jose manuel barosso

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


internasional eropa

“Fleksibilitas dan kecepatan tindakan akan menjadi penting. Tidak hanya fleksibilitas dalam hal instrumen, tetapi juga dalam hal kecepatan reaksi dari apa yang disebut firewall, dalam hal ini dari ESM (European Stability Mechanism).” Jose Manuel Barroso Presiden Komisi EropA

yang disebut firewall, dalam hal ini dari ESM (European Stability Mechanism).”

PERAN ESM Komisi Eropa menyebut ESM sebagai lembaga yang secara langsung dapat meningkatkan modal bank jika diperlukan. ESM memiliki dana cadangan 500 miliar euro, namun uang ini tidakbisa begitu saja digunakan. Sebab, penyaluran kepada bank bermasalah harus melalui pemerintah masing-masing. Artinya, ini bukan sistem rekapitalisasi langsung karena masih membutuhkan pemerintah untuk membayar kembali. “Rekapitalisasi langsung akan memutuskan hubungan antara bank dengan pemerintahnya,” kata Barosso. Saat ini, seperti yang terjadi di Irlandia dan Spanyol, setiap permintaan bantuan keuangan untuk membantu bank bermasalah dialamatkan kepada pemerintahnya. Akibatnya, utang dan beban defisit pemerintah membengkak. Ini tentu saja menurunkan peringkat kredit suatu negara dan membebani kemampuan negara untuk menanggung biaya surat utang. Sementara itu, mekanisme untuk mengatasi kelemahan sektor perbankan terhalang oleh kurangnya otoritas untuk menentukan kebijakan dalam rangka perbaikan neraca mereka. Kekuasaan itu masih tetap berada di tangan regulator nasional. Komisi Eropa menyebut regulasi sektor perbankan zona euro harus dilakukan secara terpusat. “Langkah-langkah ambisius untuk mempercepat dan memperdalam integrasi keuangan mungkin diperlukan. Sudah sejak sebelum krisis, model lintas batas perbankan Uni Eropa ini tidak stabil,” sebut laporan Komisi Eropa. Dana permanen bailout zona euro di ESM mulai berlaku Juli, namun tidak bisa meminjamkan langsung ke bank, melainkan hanya untuk pemerintah setempat. Termasuk, untuk

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

tujuan khusus seperti rekapitalisasi bank juga harus lewat pemerintah setempat. Untuk mengubah itu, negara-negara zona euro harus mengubah perjanjian ESM yang telah diratifikasi. Padahal, Spanyol membutuhkan solusi cepat. Untuk mengubah perjanjian ESM, dibutuhkan suara bulat dari 17 menteri keuangan dari negara-negara zona euro, meski tidak memerlukan ratifikasi parlemen nasional masing-masing. Namun, itu tetap tidak mudah. Sebab, ide merekapitalisasi bank secara langsung melalui ESM ditentang mentah-mentah oleh Jerman. Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, menyatakan sikap negaranya yang sudah sejak lama tidak menerima usulan itu. “Posisi Jerman mengenai rekapitalisasi bank secara langsung dari dana penyelamatan Eropa sudah jelas,” tandasnya. Selain Jerman, penolakan juga dilakukan Finlandia dan Belanda.

BEBAN NEGARA Upaya negara-negara di Eropa, khususnya Spanyol dan Italia, untuk menyelamatkan perbankan memunculkan kekhawatiran meningkatnya biaya surat utang pemerintah pada tingkat tidak berkelanjutan (unsustainable levels). Imbal hasil obligasi 10 tahun Spanyol dan Italia naik Rabu pekan lalu. Imbal hasil obligasi Spanyol dengan tenor 10 tahun mencapai 6,70% yang merupakan tertinggi sejak 28 November. Demikian juga Italia yang kehilangan target dalam lelang obligasi. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencapai level 6,01% dan merupakan tertinggi sejak 31 Januari. Sementara itu, mata uang euro jatuh 6,4% pada Mei, menyentuh level US$ 1,2386 dan merupakan terendah dalam hampir dua tahun. Investor khawatir keuangan Spanyol menjadi goyah jika dipaksa menyelamatkan bank yang lagi sakit. Apalagi, negeri ini tengah berjuang untuk memotong defisit anggaran akibat resesi. Namun demikian, Spanyol telah terbilang banyak berbuat untuk membantu bank. Menurut Komisi Eropa, reformasi terbaru di Spanyol telah membantu mempercepat re­ strukturisasi sektor perbankan. Namun, itu tidak cukup untuk menjamin stabilitas sektor keuangan. Untuk penyelamatan Bankia, Menteri Ekonomi Spanyol Luis De Guindos mengatakan bank tersebut akan direkapitalisasi melalui dana restrukturisasi bank Spanyol, FROB, dengan menerbitkan obligasi. “Ini akan menjadi mekanisme yang biasa melalui penerbitan obligasi FROB,” kata De Guindos. FROB saat ini hanya memiliki dana 4 miliar euro, padahal kebutuhan Bankia jauh lebih besar. Secara resmi Bankia mengajukan dana penyelamatan sebasar 19 miliar euro. n

45


internasional saham f1

T

idak ada karpet merah untuk Formula One (F1) di bursa Singapura, Juni. Ya, manajemen jet darat tersebut akhirnya menunda rencana listing di bursa Singapura Juni ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Namun, supremo F1 Bernie Ecclestone memberi ancar-ancar listing paling cepat baru dilakukan akhir tahun ini. Sedianya, F1 menargetkan dana US$ 10 miliar dari penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ini. Namun, sejumlah pembatalan IPO yang dilakukan

Belum Ad Rencana listing Formula One (F1) di bursa Singapura yang dijadwalkan Juni 2012 kembali mundur. Krisis Eropa dan jebloknya saham Facebook menjadi pertimbangan keputusan tersebut. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

bearnie ecclestone

46

perusahaan lain yang sedianya akan listing di bursa-bursa Asia membuat manajeman F1 berpikir ulang. Pekan lalu saja, ada empat perusahaan yang membatalkan listing di bursa-bursa Asia, termasuk perusahaan perhiasan Graff Diamonds. Ecclestone melihat pasar sedang bergejolak dan krisis yang masih berlanjut di zona euro membuat IPO tidak mungkin sampai Oktober tahun ini. Pemegang saham terbesar F1, perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners, sudah menjadwalkan akan menerbitkan prospektus pada Selasa besok. Tapi, Ecclestone buru-buru merevisinya. “Kami tidak punya tanggal yang ditetapkan. Tapi, dengan semua masalah di zona euro dan di pasar, kami akan menunggu sampai keadaan sedikit tenang. Siapa yang ingin mencoba listing sekarang? Saya melihat apa yang dilakukan Graff, dan itu menunjukkan sekarang bukan waktu yang tepat,” katanya. Dia menambahkan, “Tahun ini pasti kita akan masuk ke bursa. Saya pikir ini tidak terburu-buru, tapi kami berencana melakukannya pada akhir tahun,” ujarnya. Dengan segala sesuatu yang ada pada saat ini, kata Ecclestone, orang enggan untuk berinvestasi. “Lihatlah pasar. Jika orang tidak mau membeli saham pada perusahaan yang telah di pasar selama 20 tahun, mengapa mereka datang untuk berinvestasi pada yang baru sekarang?,” kata dia. Pengaruh Ecclestone sangat besar di manajemen F1 sehingga intervensinya diyakini akan berpengaruh besar terhadap

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


internasional saham f1

“Lihatlah pasar. Jika orang tidak mau membeli saham pada perusahaan yang telah di pasar selama 20 tahun, mengapa mereka datang untuk berinvestasi pada yang baru sekarang?” Bernie Ecclestone ceo formula one group

Seng anjlok 12% sejak 7 Mei, berbarengan saat eksekutif dan penasihat Graff memulai pertemuan dengan investor institusi. Rival Graff, Tiffany, yang listing di Hong Kong, harga sahamnya jatuh 14% dalam waktu kurang dari sebulan. Pekan lalu, perusahaan ini menurunkan target penjualan dengan turunnya permintaan dari pasar-pasar utama seperti China dituding sebagai penyebab. Tiga rencana IPO utama, dengan nilai total sampai US$ 1,37 miliar di bursa Hong Kong dan Singapura juga ditunda. Salah satu alasannya adalah ambruknya saham

Brabeck, yang juga chairman grup perusahaan makanan asal Swiss, Nestle. Menurut dia, tak mudah menemukan sosok seperti Ecclestone, namun F1 akan menemukan sosok lain yang cocok. “Anda tidak dapat menggantikan Frank Sinatra tapi Anda dapat menemukan penyanyi lain. Suatu hari kita akan menemukan penyanyi lain dan ia akan berbeda. The show must go on,” kata Brabeck. Ecclestone memang roh F1 saat ini. Pria Inggris ini membangun kerajaan bisnis F1 selama 40 tahun terakhir. Saat ini, F1 menggelar 20 seri balapan dan menjadi

da Karpet Merah Untuk F1 pengambilan keputusan dewan direksi. “Kami akan menunggu sampai Oktober atau November ketika musim Formula Satu selesai,” katanya. “Karena pada saat ini kita tidak punya waktu untuk melakukan roadshow investor.”

PASAR LESU Pembatalan IPO Graff Diamonds yang sedianya akan mulai di bursa Hong Kong, Jumat merupakan keputusan yang bijak untuk saat ini. Perusahaan perhiasan berbasis di London memandang bila IPO dilakukan sekarang, maka mereka hanya akan mendapat setengah dari yang ditargetkan. Penyebanya, krisis di zona euro dan melemahkan perekonomian China. Graff mengakui, “Pasar saham menurun secara konsisten terbukti menjadi hambatan yang signifikan untuk melakukan transaksi saat ini.” Saham Graff ditawarkan di kisaran HK$ 25 hingga HK$ 37 (£ 2,08 hingga £ 3,09). Namun, level itu dipandang sebagai terlalu tinggi untuk sebuah bisnis yang hanya memiliki 20 pelanggan yang merupakan setengah dari penjualannya. Pelambatan dalam belanja mewah di China membuat analis dan fund manager mempertanyakan nilai Graff. Indeks Hang

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Facebook yang listing di Nasdaq. Kinerja saham jejaring sosial itu terus memburuk di bawah nilai pembukaan mereka sebesar US$ 38. Kamis pekan lalu, saham Facebook diperdagangkan di sekitar US$ 27. Ecclestone berharap menghindari nasib serupa. “Facebook jelas ada masalah. Harga yang mereka pakai itu konyol. Bagaimana mereka pernah sampai ke angka itu saya tidak pernah tahu.” Para analis telah memperingatkan, jika F1 nekat listing sekarang bisa kesulitan mendapatkan investor. “Selera terhadap saham baru cukup lemah, umumnya karena situasi makro,” kata Eugene Mak, analis di broker Core Pacific Yamaichi di Hong Kong.

PASCA-ECCLESTONE Pengusaha Peter Brabeck yang baru saja diangkat jadi chairman F1 membenarkan bahwa F1 tidak akan membuat keputusan tuntuk melanjutkan listing di pasar saham Singapura. Justru ia berbicara tentang rencana penggantian Ecclestone yang saat ini telah berusia delapan puluh. Meski begitu, itu tidak akan dilakukan hingga beberapa tahun mendatang. “Dia memiliki motivasi yang fantastis. Dia memiliki kesehatan yang sangat baik,” kata

pemintal uang yang efektif. Tahun ini diharapkan akan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 2 miliar. Nah, F1 pasca-Ecclestone inilah yang dipandang sebagai salah satu faktor risiko bagi investor. Penunjukan tokoh kelas berat seperti Brabeck sebagai chairman merupakan antisipasi jika Ecclestone memutuskan pensiun. Brabeck, warga negara Austria, memiliki saham minoritas dalam bisnis balapan jet darat ini dalam beberapa tahun terakhir. Soal IPO di Singapura, Berbeck mengakui faktor hancurnya saham Facebook sangat berpengaruh terhadap keputusan dewan direksi. Ketidakpastian pasar dan gejolak seputar IPO Facebook membuat F1 memilih hati-hati. “Ini adalah pertama kalinya bahwa dewan memiliki laporan mengenai persiapan, ada pra-penilaian dari keseluruhan proses. Saya pikir kami membuat langkah maju tetapi belum ada keputusan yang diambil,” kata Brabeck. Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan UBS Swiss telah disewa untuk memimpin IPO F1. Sebagaimana diketahui, Morgan Stanley dan Goldman Sachs sedang menghadapi kecaman atas peran mereka dalam IPO Facebook yang berantakan. n

47


internasional rim

BlackBerry di Ujung Tanduk

P

amor Research in Motion (RIM) di jagad techno-gadget makin meredup. Produk RIM, BlackBerry, kalah bersaing dengan vendor lainnya seperti Google, Samsung, dan Apple. Pukulan telak sepertinya tak berhenti di situ. Kini, mereka bahkan harus menghadapi kenyataan sulit. Satu per satu pejabatnya mengundurkan diri. Terakhir adalah Chief Legal Officer Karima Bawa yang memutuskan hengkang dari RIM. RIM jelas kehilangan. Sebab, sosok Bawa selama ini diandalkan untuk mengurus legalitas dan masalah hak cipta. Bawa telah menangani beberapa sengketa paten dan menolong RIM dalam berbagai perjanjian bisnis. Ia sudah bergabung dengan RIM selama 12 tahun, sejak tahun 2000 lalu dan dipromosikan menjadi ke-

48

Persaingan ketat di dunia techno-gadget membuat produsen ponsel pintar BlackBerry, Research in Motion (RIM), limbung. Sebanyak 2.000 karyawan akan di-PHK dan sejumlah eksekutif mengundurkan diri. TEKS Ali Sundoluhur foto dahlan rebo pahing infografis yayan taryana

pala bagian legal pada tahun 2010. Faktor suasana di dalam perusahaan yang tidak lagi kondusif dan terus menerus merugi disebut-sebut sebagai pemicu hengkangnya sejumlah petinggi RIM. Banyak eksekutif RIM yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Thorsten Heins yang menjadi CEO setelah Jim Balsillie mengundurkan diri dari jabatan CEO pada April lalu. Tercatat sampai sekarang, RIM telah ditinggalkan lebih dari 10 staf pentingnya. Diyakini ini akan terus bertambah di kemudian hari apabila manajemen perusahaan tersebut tidak memberlakukan sistem yang lebih baik. Situasi ini jelas membawa RIM di ujung tanduk. Apalagi, kompetitor macam Samsung dan Apple serta Google yang sudah pasti mengakuisisi Motorola terus menan-

capkan kukunya di pasar smartphone. Selain Chief Legal Officer Karima Bawa, Head of Global Sales Patrick Spence juga memutuskan langkah serupa. Pengunduran diri ini erat kaitannya dengan jumlah pangsa pasar BlackBerry yang makin tergerus ponsel pintar lainnya. Strategi perusahaan dan sejumlah masalah kegiatan operasional lainnya makin carut-marut. Momentum ambruknya BlackBerry terjadi sejak Oktober tahun lalu, ketika jaringan global RIM mengalami masalah. Saat itu, BlackBerry user di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan sebagian Asia tak bisa mengakses email dari smartphone BB mereka. Namun, pengunduran diri ini tidak melulu dipandang sebagai hal negatif. “(CEO RIM) Thorsten Heins telah me-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


internasional rim restrukturisasi organisasi RIM. Tidak semua karyawan akan cocok dengan konsep baru ini,” kata analis IDC Kevin Restivo. “Pengunduran diri ini malah akan membuat perusahaan membentuk konsep baru.”

PHK KARYAWAN Pekan lalu, perusahaan asal Kanada ini juga mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 2.000 karyawan. Mengutip sumber dari orang dalam RIM, media Kanada menyebut rencana PHK itu akan dilakukan paling lambat pekan ini. Bahkan, PHK kemungkinan atau mencapai 6.000 pekerja. Pemangkasan dilakukan di semua divisi, mulai divisi hukum, pemasaran, penjualan, operasional dan sumber daya manusia (SDM). Saat ini RIM memiliki 16.500 pekerja yang tersebar di seluruh dunia. Rencananya sampai akhir 2012 ini, RIM hanya akan memiliki karyawan di kisaran 10.000 karyawan. Pemangkasan besarbesaran ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran perusahaan. Namun, pihak RIM menolak memberi tanggapan soal kabar tersebut. Juru

bicara RIM hanya menyebutkan bahwa CEO Thorsten Heins dan CFO Brian Bidulka telah mengatakan bahwa akan ada rencana untuk perampingan operasional yang dapat menghemat sekitar US$ 1 miliar dalam setahun. RIM juga menegaskan, pengunduran diri sejumlah eksekutifnya tidak akan membuat produsen BlackBerry ini tamat. “Perusahaan ini (RIM) belum tamat, kita masih bisa survive. Kita akan buktikan dengan peluncuran BlackBerry 10 beberapa bulan lagi,” sebut RIM. Memang beberapa saat lalu RIM telah memperkenalkan BlackBerry 10 sebagai produk andalan. Produk terbaru ini akan menjadi senjata pamungkas perusahaan yang mempunyai basis penjualan terbesar di India dan Indonesia ini. Namun, sejumlah analis menyebut BlackBerry 10 ini menjadi pertaruhan terakhir RIM. Sebab, jika BlackBerry 10 gagal di pasaran dan finansial RIM belum juga membaik, bisa jadi produk tersebut adalah produk terakhir RIM yang akan ditemui di pasaran. Dengan kata lain, RIM akan tamat riwayatnya.

MENDERITA RUGI Saham RIM telah anjlok 75% tahun lalu.

Jim Balsillie Mantan Co-CEO dan anggota dewan direksi RIM Mundur 29 Maret 2012. Menyerahkan jabatan Co-CEO 22 Januari 2012.

Sementara, pada kuartal pertama tahun ini atau kuartal keempat dalam tahun fiskal RIM, produsen BlackBerry ini melaporkan kerugian bersih per 3 Maret sebesar US$125 juta (sekitar Rp 1,14 triliun). Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, RIM meraup keuntungan hingga US$ 934 juta. Bereaksi atas berita ini, saham RIM langsung turun 9% pada saat laporan tersebut dipublikasikan. Pengiriman smartphone BlackBerry pada kuartal tersebut turun menjadi 11,1 juta unit, atau lebih sedikit 21% dari periode tiga bulan sebelumnya. Tetapi, penjualan tablet Playbook BlackBerry berhasil mencapai target, yakni 500.000 unit. Namun, sebagian besar karena menggunakan katalis diskon besar. Untungnya, secara hitungan tahun penuh, RIM masih berhasil mencetak untung US$ 1,2 miliar. Namun, angka itu anjlok separuh lebih dari pencapaian tahun lalu, sebesar US$ 3,4 miliar. Menurut CEO RIM Thorsten Heins, perusahaan yang dipimpinnya akan fokus pada pasar inti tradisional dari pelanggan korporat, bukan pada konsumen individu. “Kami merasa BlackBerry tidak akan berhasil jika terus mencoba menjadi kesayangan semua orang,” ujarnya. n

Daftar Ekeskutif RIM Mundur (Sebelum Chief Legal Officer Karima Bawa dan Head of Global Sales Patrick Spence).

Keith Pardy Don Morrison

Head of Marketing RIM Mundur Maret 2011.

COO RIM Mundur Juli 2011.

Jeff McDowell Jim Rowan COO pengganti Morrison Mundur Maret 2012.

Senior Vice President Mundur Juli 2011.

Tyler Lessard David Yach CTO RIM Mundur Maret 2012.

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Senior Vice President, Global Alliances and Developer Relations Mundur September 2011.

49


profil promotor

Setelah gagal mendatangkan Lady Gaga, Michael Rusli bersiap mendatangkan artis top manca negara. Kali ini ia membidik Elton John untuk manggung di Jakarta. TEKS Hideko ilustrasi ramawijaya

Michael Rusli

Big Dadd ÂŤDi antara perusahaan promotor lainnya Prima Java Kreasi memang masih tergolong baru, karena baru didirikan oleh Michael Rusli pada Februari 2010...Âť

50

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


profil promotor

D

alam sebulan terakhir Big Daddy menjadi bahan pemberitaan di berbagai media. Itu terkait dengan rencana perusahaan promotor tersebut mendatangkan artis kontroversial Lady Gaga. Setelah pekan lalu konser itu dibatalkan manajemen artis Lady Gaga, setiap hari telepon Michael Rusli, Presiden Direktur Big Daddy, dipenuhi dengan SMS yang menanyakan kepastian digelarnya konser artis berjuluk Mother Monster ini. Maklum, dua bulan sebelum konser digelar, sekitar 50 ribu karcis pertunjukan ini sudah ludes. Dengan wajah yang terlihat begitu tegang, Michael Rusli menggelar konfe-

atau malah tidak mengalami kerugian. Uang muka yang sudah dibayarkan ke manajemen Lady Gaga ada kemungkinan bisa ditarik kembali karena yang membatalkan konser ini adalah pihak Lady Gaga sendiri. Michael Rusli masih bungkam dan sepertinya tak ingin mengungkapkan berapa kerugian yang dialami Big Daddy. Namun, jika dibandingkan dengan keuntungan dari konser yang pernah digelar Michael Rusli bersama Big Daddy selama ini, diperkirakan kerugian itu masih bisa ditutup. Seperti diketahui, tahun ini saja Michael berhasil menggaet sejumlah artis manca negara untuk manggung di Indonesia. Sebut saja Charice; Infinity Tour (Maret 2012), Il Divo & Orchestra (Februari2012), Roxette (Februari 2012), The Phantom of the

dy, Big Business rensi pers mengenai pembatalan konser Lady Gaga yang sedianya digelar 3 Juni ini. Alasan pembatalan ini, menurut Michael, karena manajemen artis peraih Grammy Award 2012 itu tidak yakin dengan kondisi keamanan di Jakarta. Seperti diketahui, sejak sebulan lalu banyak pihak yang menolak kehadiran Lady Gaga ke Indonesia. Mereka mengancam akan membuat kerusuhan di ibu kota bila konser Laddy Gaga tetap digelar. Pembatalan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Michael Rusli. Maklum, sebagai promotor pertunjukan, Big Daddy sudah harus setor uang panjer sebesar 50% dari tarif manggung sang Mother Monster yang mencapai Rp 20 miliar. Belum lagi mereka harus mengembalikan uang pembelian 50 ribu tiket (harganya antara Rp 465 ribu hingga Rp 2,25 juta per lembar) yang ditaksir mencapai Rp 67 miliar. Ditambah lagi harus mengembalikan 70 kontainer perleng足 kapan manggung Lady Gaga yang sudah terlanjur dikirim ke Jakarta.Tapi, kerugian besar yang sulit diukur dengan materi adalah reputasi Big Daddy sebagai promotor pertunjukkan internasioal. Tapi menurut promotor musik Adrie Subono, kerugian yang ditanggung Big Daddy tidak sebesar yang diperkirakan

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Big Daddy sebenarnya merupakan brand yang diusung oleh PT Prima Java Kreasi. Opera (Februari 2012). Sementara di bulan Januari, Michael berhasil mendatangkan Rod Stewart dan Simple Plan. Richard Max dan Linked Park juga pernah dibawa Michael untuk manggung di Indonesia tahun lalu.

Jual Saham ke Publik Big Daddy sebenarnya merupakan brand yang diusung oleh PT Prima Java Kreasi. Di perusahaan ini Michael Rusli menjabat Direktur Utama. Di bawah payung Prima Java Kreasi, selain ada Big Daddy Entertaiment, ada Big Daddy Live Concerts (promotor konser artis lokal dan internasional), Big Daddy Productions (Producer/Arranger of Shows & Events), BD Next (Promoter of Other types of Events), Big Daddy Media (agency promosi billboards di Jakarta) Big Daddy Venue Management (management of Venues in Jakarta) dan MyTicket Indonesia (agen penjualan tiket pertunjukan).

Di antara perusahaan promotor lainnya Prima Java Kreasi memang masih tergolong baru, karena baru didirikan oleh Michael Rusli pada Februari 2010. Pertunjukan internasional pertama yang digelar oleh perusahaaan ini adalah DisneyLive, Winne The Pooh. Meski tergolong pendatang baru, nama Big Daddy sudah mampu disejajarkan dengan promotor pertunjukan yang sudah eksis sebelumnya seperti Buena Productions (Pieter Basuki), Java Musikindo Java Musikindo (Adrie Subono), Original Production (Tommy Pratama) dan juga Java Festival Production (Peter F. Gontha). Karenanya, Michael begitu percaya diri untuk mengantarkan Prima Java Kreasi melantai di Bursa Efek Indonesia. Sebenarnya rencana IPO Big Daddy ini dijadwalkan akan berlangsung tahun lalu. Tapi karena kondisi pasar modal yang dinilai belum meyakinkan, IPO ini pun diundur hingga akhir 2012. Michael berharap dari aksi korporasi ini dapat meraup dana segar antara Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar. Di dunia bisnis, sosok Michael Rusli bukan pendatang baru. Saat ini lulusan dari Master of Commerce, Banking & Finance di Monash Universitv-Melbourne (1997) itu masih tercatat sebagai Komisaris Independen PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Ia dipercaya sebagai komisaris independen di perusahaan ini pada 30 Juni 2010. Michael juga masih menjabat sebagai Chief Financial Officer PT Trisurya Lintas Energi. Pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer PT Benakat Petroleum Energy Tbk dan Direktur PT Dwi Guna Laksana pada 2009-足2010. Sebelumnya, Michael menjabat Executive Director di Fleming Family & Partners (Singapore) Pte Ltd pada selama 2008-2009. Selama kurun waktu 2002-2008, ia sempat menempati berbagai posisi di ABN AMRO Bank N.V Indonesia & Australia Branch dengan posisi terakhir sebagai President Director PT ABN AMRO Finance Indonesia & Vice President, Head of Asset Based Finance, ABN AMRO N.V Indonesia Branch. Michael juga pernah bekerja di beberapa perusahaan di Australia, seperti TXU Australia, ANZ Invesment Bank dan Westpac Banking Corporation. Jadi, bos Big Daddy ini memang sudah berpengalaman menangani bisnis kelas berat. n

51


hukum pungli

Pat Gulipat di Merak Merak kembali bergolak. Praktik pungli yang mewarnai antrean panjang, menyulut amarah sopir truk. Maraknya praktik pungli membawa tudingan, antrean sengaja dikondisikan di pelabuhan tersibuk se-Nusantara tersebut.

M TEKS Elka Saraswati Foto riset

alam mu­ lai turun, Minggu (27/5) pe­ kan ke­ marin dan gelap me­ nyelimuti kawasan Pelabuhan Merak, di Cilegon, Banten. Angin laut yang bertiup cukup kencang, tak mampu mendinginkan hati ratusan sopir truk yang sedang meng­ antre masuk kapal. Sudah dua hari mereka menunggu gi­ liran untuk masuk ke kapal dan menye­ berang ke pulau emas, swarnadwipa: Sumatra. Antrean yang sudah berlang­ sung beberapa hari, membuat energi, emosi, dan isi kantung mereka terkuras. Nyaris tak ada lagi yang tersisa, kecuali asa bisa segera terangkut kapal. Mendadak melintas truk pengan­ gkut rokok di jalur yang selama ini me­ mang sengaja dikosongkan. Jalur ter­ sebut sebenarnya diperuntukkan bagi truk pengangkut sembako atau kenda­ raan penumpang. Kalau kemudian truk peng­angkut rokok bisa melintas, karena ada “penumpang” istimewa yang meng­ awalnya, seorang oknum polisi. Ajaib, truk pengangkut rokok tak

52

perlu antre dan bisa langsung nyodok masuk antrean di depan kapal. Melihat ini, seorang sopir truk yang sudah dua hari antre melancarkan protes. Alih-alih menerima protes, sang oknum polisi jus­ tru memukul sopir tersebut. Insiden pemukulan tersebut lang­ sung memicu reaksi ratusan sopir truk lainnya. Hanya dalam hitungan detik, kemarahan para sopir pun berujung amuk. Layaknya dikomando, ratusan sopir langsung merusak berbagai fasi­ litas yang ada di Pelabuhan Merak, ter­ masuk pos keamanan yang diduga men­ jadi sarang praktik pat-gulipat. Suasana pun mencekam, dan Pelabuhan Merak lumpuh selama beberapa jam.

TIGA TERSANGKA Keberadaan oknum polisi pengawal truk yang menjadi pemicu amuk sopir, tak di­ tampik Kapolres Cilegon, AKBP Umar Surya Fana. Dikatakannya, “Memang benar ada oknum anggota Mabes Polri yang melakukan hal tersebut (menga­ wal jalur tembak) sehingga para sopir ngamuk.” Sayangnya, sang oknum sepertinya tak akan masuk jeratan hukum. Hasil pengusutan polisi atas peristiwa amuk sopir di Pelabuhan Merak, berujung pe­

antrian truk di pelabuhan Merak

netapan tiga tersangka. “Mereka adalah dua security outsourcing PT ASDP dan seorang anggota “petruk” atau peng­ urus truk Pelabuhan Merak,” ujar Umar Surya Fana, lagi. Mereka yang menjadi tersangka ini, menurut Kapolres adalah pihak-pi­ hak yang diketahui melakukan praktik pung­ li. “Kerusuhan itu dasarnya ka­ rena adanya pungli dilakukan oknum PT ASDP, hingga para sopir kesal. Oknum petugas memeras dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk setiap truk,” tambah Kapolres.

SELALU ANTRE Pihak kepolisian sendiri mengaku belum secara khusus melakukan pengusut­ an atas dugaan praktik pungli yang seperti­ nya sudah terkondisikan sistematis di

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


hukum pungli

Pelabuhan Merak. Dugaan ini dilontar­ kan sejumlah pihak, karena selama ini pelayanan di pelabuhan selalu dihadap­ kan pada problem antrean. Dalam tahun ini saja, sudah bebe­ rapa kali antrean panjang truk terjadi di Pelabuhan Merak. Selama itu pula tak kurang dari Menteri BUMN sampai Menteri Perhubungan datang melaku­ kan inspeksi, yang katanya, mendadak. Namun antrean hanya teratasi sesaat, dan setelah itu entah mengapa terulang kembali. Direktur Indonesian Budget Cen­ ter (IBC) Arif Nur Alam, menilai pokok perkara kerusuhan itu harus difokus­ kan pada aktivitas pungli di pelabuhan. “Pungli yang terjadi itu sudah lama. Ha­ nya baru sekarang merasa mengganggu sekali,” ujar Arif Nur Alam. Pungli yang

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

sudah berlangsung lama, lanjut Arif, me­ nunjukkan ada persoalan sistemik dalam pelayanan di Pelabuhan Merak. Berarti pula pelaku yang terlibat dalam kasus pungli tidaklah segelintir oknum, sudah masuk bagian dari sistem pelayanan.

MARAK PUNGLI Antrean yang selalu terjadi di Pelabuhan Merak apalagi ketika tarif penyeberang­ an sudah dinaikkan, tak urung dikeluh­ kan para pelaku bisnis angkutan dan logistik. Kondisi ini menunjukkan, pe­ ngelola pelabuhan belum sepenuhnya bersungguh-sungguh memberikan pe­ layanan yang baik. Termasuk dalam hal penyediaan fasilitas pendukung. Antrean yang selalu terjadi juga membuka peluang praktik pungli. Ke­ nyataan inilah yang kemudian meng­

undang kehadiran “jalur tembak”, yakni jalur khusus untuk truk-truk yang mau didahulukan antre di urutan terdepan atau malah langsung masuk kapal. Tentu saja, jalur ini tidaklah gratis. Beberapa pengemudi truk yang kerap menyeberangi Jawa–Sumatra menjelas­ kan, besaran kutipan tidak resmi untuk “jalur tembak” berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk memper­ cepat antrean ke mulut kapal, dan Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu untuk lang­ sung masuk ke kapal. Besaran kutipan tersebut tergantung pada jenis kenda­ raan dan kapasitas angkutnya. Menariknya, seperti dikatakan se­ orang aktivis Serikat Buruh Transporta­ si Pelabuhan Indonesia, besaran kutipan uang tersebut dinikmati banyak pihak. Ada oknum-oknum di kapal, oknumoknum di pelabuhan dan juga calo yang menawarkan jasa. Adanya kutipan tidak resmi ini, tentu saja menambah beban biaya pemilik ba­ rang. Pasalnya, biaya yang harus dikelu­ arkan pun bertambah. Di luar kutipan tak resmi tadi, masih ada pengeluaran tam­ bahan lain, yakni biaya tunggu sopir dan kernet yang bisa mencapai Rp 100 ribu per hari. Belum lagi biaya bahan bakar minyak, dan sudah pasti biaya sewa pe­ tugas keamanan untuk menjaga muatan. Alhasil yang terjadi kemudian adalah ekonomi biaya tinggi. Nah, inilah kenapa biaya ekspedisi dan logistik di Indonesia terbilang tertinggi di dunia. Kamar Da­ gang dan Industri (Kadin) Indonesia, mencatat, biaya logistik di Indonesia se­ lama tahun 2011 mencapai 24% dari to­ tal Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun. Ini merupakan biaya logistik tertinggi di du­ nia, karena biaya logistik di Malaysia saja cuma 15% dari PDB, sementara di Jepang dan Amerika hanya 10% dari PDB. Jumlah tersebut terdiri dari biaya pe­ nyimpanan Rp 546 triliun, biaya trans­ portasi Rp 1.092 triliun, dan biaya admi­ nistrasi Rp 182 triliun. Nah, dari biaya transportasi yang besar itu, termasuk di dalamnya adalah berbagai kutipan tak resmi di jalan yang menurut Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mencapai Rp 25 triliun. Menteri Perhubungan, EE Mangin­ daan berjanji akan membereskan keka­ cauan ini, termasuk menindak siapa saja yang memanfaatkan situasi dengan me­ lakukan praktik pungli. Kalau begitu, kita tunggu saja Merak menjadi rancak. n

53


hukum Pemadaman listrik

Sulitnya Menuntut PLN Listrik di rumah sering padam? Jangan pernah berniat meminta pertanggungjawaban PLN, apalagi sampai menuntut secara hukum. Pengadilan berpendapat, soal listrik yang suka padam itu bukan kesalahan PLN, tapi karena overmacht. TEKS Elka Saraswati Foto riset

listrik pln: tidak ada pemaaf atas pemadaman

“L

istriknya kok se­ ring mati, ya ma…, ke­ napa ya?” “Wah, mama eng­ gak tahu, yang tahu itu

PLN.” “Oh…, jadi yang punya listrik itu PLN ya ma.” Dialog di atas benar-benar terjadi. Dialog antara seorang anak berusia 4 ta­ hun dengan ibunya, di sela reriung warga di sebuah kompleks perumahan di kawasan Jaka Setia, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu listrik memang tengah padam, dan warga memilih ke luar rumah, ber­ cengkerama sembari menunggu listrik tersambung kembali. Untunglah, listrik padam tak ber­ langsung lama. Kurang dari satu jam kemudian, listrik sudah tersambung. Perumahan yang semula gelap, kembali terang. Warga pun satu per satu kembali memasuki rumah. Tentu saja dengan tetap membawa kejengkelan di hati, ka­

54

rena listrik yang saat itu padam untuk kedua kalinya dalam satu pekan. Meski jengkel, tapi mereka mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Mau meminta pertanggungjawaban apalagi sampai menuntut ganti kerugian, menurut me­ reka bukan pilihan yang mudah dila­ kukan. “Belum tentu pula hukum mau berpihak kepada kami,” tambah mereka.

MENANGKAN PLN Kenyataannya memang tak mudah menggugat perusahaan setrum milik negara tersebut. Simak saja bagaimana Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, kembali mementahkan gugatan banding peng­ acara publik, David Tobing yang meminta pertanggungjawaban PLN atas peristiwa pemadaman listrik di Jakarta pada 7 Ok­ tober–24 November 2009 silam. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi, Chairil Anwar, dalam amar pu­ tusannya beberapa waktu lalu, menyata­ kan, “Menguatkan putusan Pengadilan

Negeri Jakarta Pusat.” Chairil Anwar dan dua hakim anggota lainnya, Fritz Jhon Polnaya dan Syafrul­ lah Sumar, bersepakat sepakat bahwa se­ luruh pertimbangan yang dibuat PN Jak­ pus telah benar. Pertimbangan tersebut menyatakan, pemadaman listrik tidak bisa dianggap karena kelalaian manaje­ men, tetapi memang tidak dikehendaki oleh manajemen (overmacht).

KASASI KE MA Putusan Pengadilan Tinggi (PT) tak urung mengecewakan David Tobing, sebagai penggugat. Menurutnya, pu­ tusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi tidaklah tepat. Bagaimanapun PLN harus memberi ganti rugi karena ti­ dak ada alasan pemaaf atas pemadaman listrik dalam kondisi apa pun. David Tobing kemudian merujuk pada Undang-Undang Ketenagalistrikan, yang menurutnya menjamin hak konsumen untuk mendapatkan listrik terus-mene­ rus. Pasal 29 ayat (1) huruf b UU Ketena­ galistrikan memang menyatakan bahwa: Konsumen berhak untuk mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Nah, bila merujuk pada ketentuan ini, sudah sewajarnya kalau PLN memang bertanggung jawab atas setiap pemada­ man listrik yang terjadi. Apalagi di sisi lain, PLN juga menuntut pelanggannya untuk membayar tagihan bulanan listrik tepat waktu. “Kalau konsumen telah memba­ yar tagihan bulanan listrik, masyara­ kat didenda hingga ada pemutusan sambungan. Nah sebaliknya, kalau ada listrik mati, maka harus ada ganti rugi bagi masyarakat,” tambah David Tobing, yang selama ini memang dikenal sebagai advokat pembela konsumen. Menyikapi hal ini, David Tobing me­ ngaku tak akan berhenti untuk meminta pertanggungjawaban PLN atas peristiwa pemadaman listrik yang terjadi. Karena itu ia akan menggunakan perlawanan hukum lewat sarana yang ada, yakni mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). David Tobing berharap, MA bisa le­ bih objektif menyikapi gugatan yang dilayangkan. Bagaimanapun sesuai de­ ngan UU Ketenagalistrikan, maka PLN sudah seharusnya mempunyai cadangan listrik guna memastikan seluruh pelang­ gan tetap terlayani apabila terjadi gang­ guan listrik di suatu tempat. Akankah kali ini PLN yang kena “se­ trum”? n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


hukum Tax Treaty

S

udah lama persoalan ke­ bijakan tax treaty jadi gan­ jalan dalam pelaksanaan pembayaran pajak Kon­ traktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di sektor minyak dan gas (mi­ gas). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disebutkan sudah menyampaikan hal tersebut dalam  pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat  sejak tahun anggaran 2005 hingga 2010. Namun entah mengapa sepertinya BPK menepuk di udara. Kenyataannya, BP Migas sebagai pihak yang berkontrak dengan KKKS, bergeming tetap menggu­ nakan tax treaty untuk pembayaran pa­ jak perusahaan-perusahaan migas asing. Memang, sebenarnya kebijakan tax treaty atau penghindaran pajak berganda adalah hal wajar dan lazim dilakukan. Pe­ merintah sendiri sampai kini sudah men­ jalin kerjasama persetujuan penghindar­ an pajak berganda dengan 65 negara. Lima negara terakhir yang menjadi mitra kerjasama adalah Kroasia dan Papua Nugini pada bulan Februari, serta tiga negara lainnya pada Maret 2012, yakni Zimbabwe, Hong Kong dan Suriname.

HILANG Rp 2,35 TRILIUN Kali ini kembali BPK mengingatkan pe­ merintah perihal dugaan adanya prak­ tik tidak wajar pemanfaatan tax treaty, yang dilakukan perusahaan-perusahaan asing di sektor migas. Dalam penjelasan akhir pekan kemarin, BPK menemukan potensi kehilangan penerimaan negara Rp 2,35 triliun terkait pendapatan ne­ gara dari migas pada laporan keuangan pemerintah 2011. Ketua BPK Hadi Poernomo menjelas­ kan, kehilangan penerimaan tersebut akibat inkosistensi penggunaan tarif pajak dalam perhitungan pajak pengha­ silan (PPh) Migas dan perhitungan Bagi Hasil Migas. Dikatakannya, “Terdapat inkonsistensi penggunaan tarif pajak sehingga pemerintah kehilangan pene­ rimaan negara sebesar Rp 2,35 triliun.” Besaran angka tersebut berasal dari 30 perusahaan KKKS migas. Ini terjadi karena mereka tidak menggunakan tarif PPh sesuai pokok-pokok UU Migas dan UU PPh yang berlaku. Mereka menggu­ nakan PPh berdasarkan tax treaty se­ hingga memungkinkan membayar PPh dengan tarif yang lebih rendah. Dengan memanfaatkan tax treaty, maka tarif pajak yang ditetapkan lebih rendah dari tarif pajak yang berlaku di Indonesia. Contohnya, tarif pajak mi­

Bikin Rugi, Amendemen Saja

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Pemberlakuan kebijakan tax treaty di sektor minyak dan gas, terus menuai pertanyaan banyak pihak. Garagara kebijakan tersebut, negara berpotensi kehilangan pendapatan Rp 2,35 triliun. TEKS Elka Saraswati Foto riset

gas da­lam tax treaty dengan Inggris ha­ nya 10% atau dengan Ma­lay­sia sebesar 12,5%. Padahal,  tarif pajak penghasilan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh adalah 20%.

DIAMENDEMEN Bilangan Rp 2,35 triliun memang tidak kecil. Kenyataan ini pada akhirnya meng­ undang reaksi dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari BPK. Dalam pernya­ taannya pekan kemarin, BPK mereko­ mendasikan kepada pemerintah agar mengupayakan amendemen Kontrak Produksi Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) atau amen­de­men tax treaty terhadap perusahaan KKKS yang meng­gu­na­kan aturan tersebut. “Temuan yang masih dalam pro­ ses tindak lanjut adalah mengupayakan amendemen formulasi perhitungan sha-

ring antara pemerintah dan KKKS yang disesuaikan dengan penerapan tax treaty segera,” kata Ketua BPK, Hadi Poernomo. Amendemen memang diperlukan mengingat permasalahan pajak di sektor migas, menurut Direktur Energy Watch Mamit Setiawan cenderung tak pernah bisa terselesaikan. Diakui atau tidak, dise­ butkannya, “Banyak perusahaan migas na­ kal yang me­manfatkan aturan tax treaty.” Bahkan tidak sedikit perusahaan migas yang sebenarnya berkedudukan di negara yang tidak memiliki perjan­ jian kerjasama tax treaty, tapi tetap saja mencari celah untuk memanfaatkan a­ turan tersebut. Modus yang digunakan adalah memindahkan kan­tor pusatnya ke salah satu ne­gara yang sudah mene­ ken per­janjian pajak dengan Indonesia. Persoalannya, akankah pemerintah mau dan mampu? n

55


keuangan suku bunga

K

Nasabah Kakap Tetap Berkuasa Ekspansi kredit membuat persaingan memperebutkan dana kian sengit. Situasi ini dimanfaatkan nasabah kakap untuk menikmati bunga tinggi. TEKS Bastaman foto riset

56

risis utang di Eropa telah membuat industri keuangan terpukul. Maklum, krisis itu membuat pemilik uang menarik simpanannya dari bank. Walaupun guncang besarnya belum begitu terasa, gonjang-ganjing yang terjadi di pasar keuangan dunia telah menimbulkan sentimen negatif di Tanah Air. Termasuk industri perbankan. Betul, sampai kuartal I-2012, kinerja perbankan nasional masih cukup mengkilap. Kreditnya masih mengucur deras hingga mencapai pertumbuhan di atas 20%. Sementara labanya juga semakin menebal. Sayang, sejak krisis Eropa kembali memanas, kepanikan pun mulai terjadi. Itu terjadi akibat ketatnya likuiditas yang ada di pasar. Tak hanya bank kecil, bank besar pun ikutan-ikutan panik. Buktinya, simpanan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang biasanya menumpuk, kini banyak ditarik bank. Berdasarkan data BI, dana di SBI hingga April lalu tinggal Rp 95,5 triliun. Itu berarti turun sebanyak Rp 14,93 dibandingkan awal tahun yang mencapai Rp 110,43 triliun. Kabarnya, bank-bank besar seperti Bank Mandiri, BNI, Danamon, dan BII termasuk yang mencairkan SBI. Selain menarik dana di SBI, belakangan bank-bank juga mulai jor-joran dalam melakukan perang bunga. Pertempuran tak lagi berkutat pada dana murah, tapi sudah masuk area dana mahal alias deposito. Saat ini, beberapa bank sudah berani memberikan bunga deposito di atas bunga penjaminan yang dirilis Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Angkanya berkisar 5,76% hingga 6,74% per tahun. Di atas suku bunga penjaminan LPS sebesar 5,5%. Bunga sebesar itu diberikan untuk simpanan besar dengan durasi 1 hingga 6 bulan. Roosniati Salihin, Wakil Presiden Direktur Bank Pan Indonesia (Panin), mengungkapkan bahwa suku bunga tinggi diberikan oleh bank-bank kecil. Dalam situasi seperti sekarang, menurutnya, bank-bank kecilah yang mengalami tekanan lebih berat. Pasalnya, ketidakpastian dalam sistem ekonomi telah meningkatkan risiko bank. Maka, secara otomatis, pemilik dana akan lebih melirik bank-bank besar untuk mengurangi tingkat risiko. Benarkah? Entahlah. Yang jelas, tawarkan suku bunga tinggi ini juga dilakukan oleh Bank Mutiara yang sahamnya dimiliki oleh LPS. Maret lalu misalnya, bank

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


keuangan suka bunga dulu bernama Century ini menawarkan bunga deposito 5%-8%. Betul, Mei lalu sudah turun menjadi 3%-6,5%, tetapi sebagian masih tetap di atas bunga penjaminan LPS. Nah, jika LPS sendiri membiarkan Mutiara menawarkan bunga tinggi, tentu bank lain pun tak akan tinggal diam. Seperti dikatakan seorang bankir swasta, dalam situasi ketat seperti sekarang, bank akan mengacu pada kondisi pasar. Maksudnya, apabila permintaan pasar mendorong bank untuk memberikan bunga lebih tinggi, maka itulah yang akan dilakukan oleh bank-bank. “Kalau tidak, nasabah akan pindah ke bank lain,” katanya. Ketatnya persaingan untuk memperebutkan dana sebenarnya tak lepas dari tingginya ekspansi kredit yang dilakukan perbankan. Berdasarkan data BI, jika dibandingkan pertumbuhan kredit, peningkatan dana masyarakat di perbankan memang agak tertingal. Dalam kurun waktu setahun terakhir, kredit yang dikucurkan perbankan tumbuh 25% dari Rp 1.824 triliun (Maret 2011) menjadi Rp 2.282 triliun (Maret 2012). Sementara dalam kurun waktu yang sama, dana masyarakat yang berhasil dihimpun bank hanya tumbuh 20% dari Rp 2.351 triliun menjadi Rp 2.825 triliun. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pemilik dana besar perorangan maupun institusi untuk memperoleh bunga yang tinggi. Menurut Difi A. Johansyah, Direktur Humas BI, bajak membajak nasabah kakap dengan imingiming suku bunga tinggi lazim terjadi di industri perbankan. “Para pemilik dana besar tak ragu memindahkan ke bank yang berani memberikan bunga tinggi. Di sisi lain, bank seolah tak punya pilihan karena butuh likuiditas,” katanya. Minta Special Rate Ketergantungan terhadap deposan kakap ini terlihat dari hasil survei BI terhadap 71 bank. Pemilik dana di atas Rp 2 miliar memang cuma 3% dari jumlah deposan, tapi mereka menguasai 62% dana pihak ketiga di bank. Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 36% nasabah mendapatkan bunga di atas bunga penjaminan. Bahkan 42% bank memberikan special rate 7,5% per tahun atau 200 bps (2%) di atas suku bunga acuan BI (BI rate). Yang lebih mengejutkan lagi, penikmat bunga spesial itu bukan cuma nasabah in­ stitusi seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi, tetapi juga lembaga kemen-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

“Walaupun hanya teguran, implikasinya bisa menurunkan nilai kesehatan bank, kepatuhan, dan lainnya.” darmin nasution,

terian, pemerintah daerah, dan BUMN. Bahkan beberapa di antaranya mendapatkan cash back berupa kendaraan. Namun bunga tinggi, hadiah, dan biaya promosi yang tinggi itu bukan sesuatu yang perlu dirisaukan. Soalnya, seperti dikatakan seorang bankir swasta, dana mahal itu masih bisa diputar di kredit konsumtif. Bank Mutiara, contohnya. Taruhlah, kepada deposan kakap bank ini memberikan bunga 8% per tahun. Jika dikucurkan kepada deditur konsumer, Bank Mutiara bisa menikmati bunga 12,75%. Hanya memang, dengan tingginya suku bunga deposito, margin keuntungan yang diraih Mutiara bakal menipis. Jadi kritikan Darmin Nasution bahwa biaya dana di perbankan nasional sangat tinggi, ada benarnya. “Memang ada faktor inflasi, tapi seharusnya bunga tidak sampai setinggi itu,” kata Gubernur Bank Indonesia ini. Ia pun lalu membandingkan perbankan kita dengan negara tetangga. Di Malaysia misalnya,

gubernur bank indonesia

saat ini rata-rata bunga deposito mencapai 2,93% dengan tingkat inflasi 21,%. Di Filipina rata-rata 3,04% dengan tingkat inflasi 3,1%. Sedangkan di Indonesia rata-rata bunga deposito 5,75% dengan target inflasi 4,5%. Darmin juga menyororoti net interest margin (NIM) perbankan Indonesia yang tergolong tinggi. Rata-rata NIM di Malaysia dan Filipina hanya 2,67% dan 4,06%, sementara di Indonesia rata-rata mencapai 5,44%. Tak hanya itu, tingkat efisiensi perbankan kita juga sangat rendah. Di Malaysia, rata-rata BOPO (biaya operasional pendapatan operasional) hanya 40%. Sementara perbankan nasional sekitar 80%. “Efisiensi kita sangat jelek,” kata Darmin. Kendati tidak akan mengatur tingkat suku bunga, BI akan menegur bank yang tidak efisien dan memberikan bunga di atas bunga penjaminan. “Walaupun hanya teguran, implikasinya bisa menurunkan nilai kesehatan bank, kepatuh­ an, dan lainnya,” kata Darmin. n

57


Melesat Di Saat Sulit Gadai Syariah tak begitu terpengaruh oleh krisis di Eropa. Investasi emas di Pegadaian Syariah - PT Pegadaian (Persero) ini justru naik luar biasa.

K

etika banyak usaha tertekan gara-gara krisis di Eropa, gadai syariah justru semakin berkibar. Lihat saja angka pertumbuhan Pegadaian Syariah - PT Pegadaian (Persero). Hingga April lalu, Pegadaian Syariah berhasil meraih omzet Rp 3,6 triliun atau tumbuh 73% dibanding periode yang sama tahun lalu. Makanya, manajemen optimis target omzet sebesar Rp 11,5 triliun pada tahun ini bisa tercapai. Dibandingkan dengan jenis usaha lainnya, Pegadaian Syariah memang sangat unik. Ia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, tetapi juga tergantung kepada momentum seperti tahun ajaran baru, Idul Fitri, atau hari besar lainnya. Itu sebabnya, krisis global tak banyak berpengaruh terhadap Pegadaian Syariah. “Di saat hari-hari besar atau tahun ajaran baru, transaksinya bisa melesat,� kata Suhardjo, Jeneral Manajer Bis-

58

nis Syariah - PT Pegadaian (Persero). Sampai saat ini produk MULIA atau Murabahah Logam Mulia masih menjadi andalan Usaha Pegadaian Syariah dengan porsi lebih dari 90%. Dari namanya, gampang ditebak kalau MULIA terkait dengan logam mulia alias emas. Di Pegadaian Syariah, masyarakat diundang untuk berinvestasi emas. “Produk ini memang untuk mendidik agar masyarakat gemar menabung,� kata Suhardjo. Karena itu, investasi di MULIA lebih didorong untuk keperluan masa depan, seperti ibadah haji, biaya pendidikan anak, memiliki kendaraan, dan tempat tinggal. Lagi pula, terbukti, investasi emas bisa melindungi aset dari gerusan inflasi. Sekadar informasi, harga rata-rata emas dunia pada tahun 2008 sekitar US$ 872,92 per troy ounce. Saat ini sudah mencapai US$ 1.552,5 atau lebih tinggi 77,85%. Menguntungkan bukan? Nah, bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas di Pegadaian Syariah, caranya relatif mudah. Anda dapat mendatangi salah satu dari 600 outlet Pegadaian Syariah yang ada di tanah air dengan menyerahkan foto copy KTP, Kartu Keluarga, dan uang muka. Selain tunai, pembayarannya bisa juga diangsur dalam jangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 2 tahun, dan 3 tahun. Enaknya lagi, besaran angsuran tidak dikenakan bunga sesuai harga beli awalnya. Jika semua syarat sudah dipenuhi, nasabah sudah bisa memiliki emas tersebut dalam dua hingga empat hari untuk wila-

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


inforial Pegadaian yah Jakarta. Sedangkan di luar Jakarta sedikit lebih lama karena memerlukan waktu untuk pengiriman. Selama ini Pegadaian Syariah mendapatkan emas dari UBPP (PT Aneka Tambang). Untuk emas 24 karat, ukuran yang ditawarkan bervariasi dari mulai 5 gram, 10 gram, hingga 1 kilogram. Tahun lalu, penjualan emas di Pegadaian Syariah mencapai 1,3 ton. Tahun ini ditargetkan mencapai 2 ton. Suhardjo menjamin kemurnian emas Pegadaian Syariah karena memiliki sertifikat LBMA yang diakui oleh internasional lengkap dengan ID number dari PT Aneka Tambang. Selain itu, nasabah bisa menyimpan emasnya sendiri atau dititipkan di Pegadaian Syariah. “Jasa titipan sebesar 1% dari nilai emas yang disimpan selama empat bulan,� kata Suhardjo. Bebas dari riba Sejatinya andalan Pegadaian Syariah tidak hanya MULIA. Ada juga Rahn atau gadai syariah. Saat ini perhiasan emas masih mendominasi barang gadai masyarakat. Sisanya berupa barang elektronik dan kendaraan. Sementara produk ARRUM merupakan skim pembiayaan semacam Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha kecil (UMKM). Operasional Pegadaian Syariah sebenarnya hampir mirip dengan Pegadaian Konvensional. Perbedaannya ada pada konsep dasar transaksi yang menggunakan akad Rahn dan Ijaroh (tanpa menggunakan unsur bunga), sedangkan di Pegadaian Konvensional menggunakan unsur bunga. Konsep dasarnya tentu syariah Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Ini diperkuat oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional yang menyatakan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang diperbolehkan.

Prinsipnya, si penerima barang (murtahin) mempunyai hak untuk menahan barang (marhun) sampai utang yang menyerahkan barang (rahin) dilunasi. Di sini, marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik rahin. Dengan kata lain, marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh murtahin kecuali seizin dan sepengetahuan rahin dengan tidak mengurangi nilai marhun. Pegadaian syariah berjalan di atas dua akad transaksi syariah, yaitu Akad Rahn dan Akad Ijarah. Akad Rahn menyatakan Pegadaian menahan barang bergerak sebagai jaminan atas utang nasabah. Akad Ijarah berarti pemindahan hak guna atas barang dan atau jasa melalui pembayaran upah, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barangnya sendiri. Ini memungkinkan Pegadaian Syariah untuk menarik sewa atas penyimpanan barang nasabah. Selain berjalan di atas akad tadi, pinjaman atau dana yang dikucurkan Pegadaian Syariah kepada nasabahnya juga dijamin diperoleh dari sumber yang bebas dari riba. Maksudnya, seluruh pendanaan Pegadaian Syariah murni berasal dari modal sendiri dan sumber pihak ketiga yang dapat dipertanggungjawabkan seperti perbankan Syariah. Untuk tahun ini, PT Pegadaian (Persero) telah menganggarkan dana Rp 110 triliun untuk dipinjamkan kepada para nasabah. Angka itu 37,5% lebih tinggi dari tahun lalu. Dari jumlah tadi, sekitar 10% atau Rp 11 triliun di antaranya akan disalurkan melalui Pegadaian Syariah. Suwhono, Direktur Utama PT. Pegadaian (Persero), mengatakan tahun ini perseroan menargetkan perolehan laba bersih Rp 2,2 triliun. “Sebagian disumbang dari Pegadaian Syariah,� katanya. n

Untuk tahun ini, PT Pegadaian (Persero) telah menganggarkan dana Rp 110 triliun untuk dipinjamkan kepada para nasabah. Angka itu 37,5% lebih tinggi dari tahun lalu. Dari jumlah tadi, sekitar 10% atau Rp 11 triliun di antaranya akan disalurkan melalui Pegadaian Syariah.

Suhardjo, Jeneral Manajer bisnis syariah

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

59


pasar modal ihsg

Tergantung Naluri In Kemungkinan indeks untuk melemah, masih sangat terbuka. Bagi yang ingin tetap bermain, disarankan untuk berkonsentrasi pada saham-saham unggulan.

M

TEKS Ahmad Munjin ilustrasi/infografis ramawijaya

ingguminggu terakhir ini, paling tidak hingga pekan ketiga Juni, akan menjadi saat-saat yang paling melelahkan bagi investor saham. Betapa tidak? Hampir semua saham bergerak liar dengan kecenderungan melemah. Rumus ‘pasti naik setelah turun banyak’ tak lagi berlaku. Sebab, banyak saham (termasuk unggulan) yang harganya terus menukik. Makanya, tidak mengherankan jika banyak prediksi analis yang meleset. Di sepanjang pekan lalu contohnya, sejumlah analis memperkirakan penurunan indeks harga saham gabungan hanya akan sampai di angka 3.884 dengan resistance di level 4.024. Tapi apa yang terjadi? Level 4.000 tak pernah tersentuh. Sebaliknya, indeks anjlok ke bawah prediksi level terbawah. Di penghujung perdagangan minggu lalu, indeks malah ditutup di angka 3.799,77. Itu berarti, dalam waktu lima hari transaksi, IHSG telah menukik 102,7 poin atau sekitar 2,63%. Saham-saham yang terus menukik, setelah pekan sebelumnya turun, antara lain BBRI yang

60

longsor 5,1%. Ini ‘aneh tapi nyata’. Sebab, dilihat dari sisi price earnings ratio, efek terbitan bank yang paling pintar mengeruk laba ini sudah lama masuk ke dalam kategori murah. Saham unggulan lainnya yang terpangkas di minggu lalu adalah ASII (3,8%), UNTR (3,9%), PGAS 2,6% dan sederet efek lainnya. Hal serupa terjadi pula di efek-efek kelas dua dan tiga. Dalam kasus saat ini, tak ada lagi cerita tentang fundamental, karena pergerakan harga saham lebih banyak ditentukan oleh sentimen yang bertiup.

Begitulah, kenyataan memang kerap tak sesuai dengan yang diharapkan. Yang memprihatinkan, gerak menurun ini diduga masih belum akan berhenti. “Dasarnya masih belum kelihatan.” kata seorang analis. Alasannya, masih belum berubah yakni gonjang-ganjing perekonomian Eropa, yang hingga kini belum jelas penyelesaiannya. Terutama yang menyangkut Yunani. Pasar menebak-nebak, apakah Pemilu ulang yang akan

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


pasar modal ihsg

nvestor diselenggarakan negeri itu, 17 Juni depan, akan dimenangkan partai pro penghematan atau tidak? Kalau yang menjadi juara pemilu partai pro penghematan, risiko yang ditimbulkan Eropa akan terpangkas. Dan itu berarti, investor tak akan ragu ungtuk kembali masuk bursa. Sebaliknya, jika yang menang yang anti penghematan, Yunani akan bang­ krut. Kucuran dana kedua dari kreditur (IMF dan sejumlah negara tetangganya) akan dihentikan. Dan dampak gagal bayar yang dialami negeri itu akan menimbulkan domino effect yang merembet ke banyak negeri. Jika melihat ke belakang, kemungkinan terjadinya default bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi. Sebab, bagi Yunani, gagal bayar merupakan sesuatu yang ‘biasa’. Negeri itu pertama kali mengalami krisis di zaman Raja Dionosius yang berkuasa pada 407–367 SM. Gara-gara pemicu yang sama (boros dan korupsi), negeri para filsuf tersebut kembali mengalami default pada tahun 1843, 860, 1894, dan 1932. Jadi, kalau terulang di tahun ini, itu merupakan yang ke enam kalinya. Hindari dulu second liner

Padahal, kalau tak ada masalah yang melanda Yunani,

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

mestinya minggu ini indeks harga saham gabungan mengalami rebound. Soalnya, kata Ukie Jaya Mahendra dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), banyak faktor di dalam negeri yang meniupkan sentimen positif. Salah satunya adalah pengumuman Badan Pusat Statistik, yang menyatakan inflasi pada bulan Mei hanya 0,07%. Sehingga secara year on year, tingkat inflasi yang terbentuk sebesar 4,45% atau di bawah ekspektasi pasar (4,65%). Kabar baik ini akan semakin segar jika Bank Indonesia tidak menaikkan tingkat bunga acuan. Dan harapan ini mungkin saja tejadi lantaran rendahnya inflasi. Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah nilai tukar rupiah yang kembali berotot. Menurut Ukie, tekanan terhadap rupiah, pekan ini, akan mengendur. Sebab, permintaan terhadap mata uang hijau akan menurun. Minggu lalu, permintaan begitu tinggi lantaran Pertamina, Garuda dan sejumlah perusahaan swasta memborong dolar untuk memenuhi kewajiban valas mereka. Kurs makin menggila lantaran banyak investor yang menjual saham dan surat-surat berharga mereka, untuk kemudian ditukarkan dengan mata uang dolar. Demi keamanan. Keadaan bertambah runyam karena

pemborongan dolar juga dilakukan oleh asing, yang memperoleh dividen dari perusahan yang mereka miliki di Indonesia. Makanya, tidak mengherankan jika dalam sebulan kemarin, cadangan devisa BI susut hingga US$ 3 miliar. Nah, rongrongan dari nilai tukar, minggu ini, dipastikan bakal mengendur. Tapi, ya itu tadi, gara-gara Yunani, sentimen-sentimen plus tersebut bisa tak berarti apa-apa bagi pergerakan bursa saham. “Pasar masih menunggu hasil Pemilu 17 Juni. Jadi sekarang semuanya bersikap wait and see,” kata Ukie. Lain halnya bagi investor jangka menengah. Buat mereka, karena banyak saham yang sudah murah, ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan pembelian secara bertahap. Secara, teknikal pekan ini indeks ada kemungkinan rebound. Namun, penguat­annya tetap akan dikuntit ketat oleh ancaman longsor. Segalanya masih sangat sulit untuk ditebak, sehingga Ukie memasang rentang pergerakan indeks yang cukup lebar, 3.701–3.900. Dalam situasi seperti ini, sang analis merekomendasikan saham-saham unggulan yang defensif. Misalnya INDF yang diprediksi akan bergerak di kisaran Rp 4.575–Rp 4.825. Kemudian efek Kalbe Farma (KLBF) di rentang 3.800– Rp 4.050 dan JSMR yang bakal bermain di level Rp5.000–Rp 5.400. “Jangan main second liner dulu,” katanya. Hasil peneropongan Purwoko Sartono juga sami mawon. Analis dari Panin Securities ini meramalkan, pelemahan akan berlanjut hingga pemerintahan baru di Yunani terbentuk. Selain itu, kendati tidak sedahsyat minggu lalu, peran dari otot rupiah tetap masih perlu diperhitungkan. Menariknya, Purwoko juga mengungkapkan adanya sentimen negatif dari turunnya pertumbuhan perekonomian India. Ini, kata dia, akan mengganggu ekspor batu bara Indonesia. Parahnya, harga si emas hitam juga kini sedang berada di jalur menurun. “Ini menimbulkan sentimen pada saham-saham komoditas,” katanya. Tak jauh berbeda dengan prediksi Ukie, Purwoko juga memasang pergerakan IHSG untuk pekan ini di kisaran 3.730–3.900. Hanya saja, karena kurang pede, ia tak berani memberikan rekomendasi. Makanya, kini semua berpulang pada indera ke enam: Masuk sekarang atau tetap mengempit uang tunai supaya aman. n

61


pasar modal Saham otomotif

Mereka yang Dihajar Dolar

ham produsen otomotif beserta pabrikan komponen-komponennya, mengalami pe­ le­mahan. Saham PT Astra International (ASII) misalnya, sepanjang Mei lalu melemah sampai 11,7%. Sementara saham produsen merek Suzuki (IMAS) turun 4,5%. Efek-efek terbitan emiten produsen suku cadang juga tak jauh berbeda. Hampir seluruhnya mencatatkan penurunan. Harga saham terbitan pabrik ban Gajah Tunggal (GJTL), dalam sebulan terakhir mencatatkan penurunan 4,8%. Lantas MASA turun 13,1%, AUTO menukik 9,79%, dan SMSM menciut 2,7%.

Pengaruh naiknya uang muka, tidak terlalu besar lagi. Saham otomotif, kini terancam oleh kemungkinan naiknya suku bunga dan pelemahan nilai tukar rupiah.

K TEKS Ahmad Munjin

ilustrasi/infografis ramawijaya

alau di hari-hari ini Anda berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, di mana pun, pasti akan menjumpai stan yang menawarkan kredit sepeda motor. Bahkan bukan cuma di pusat perbelanjaan, penawaran melalui penyebaran price list (lengkap dengan sistem pembayaran uang muka dan cicilannya) juga makin marak di berbagai jalanan di pinggiran ibukota. Para sales selalu membumbui rayuan penawarannya dengan kata-kata “mumpung DP belum naik”. Betul, seluruh pengusaha yang terlibat dalam industri otomotif, kini memang sedang bekerja ekstra keras untuk menggenjot penjualan semaksimal mungkin. Mereka berusaha memanfaatkan waktu yang tinggal beberapa hari lagi, sebelum ketentuan baru tentang uang muka berlaku 15 Juni besok. Seperti diketahui, mulai tanggal tersebut, Bapepam-LK menetapkan batas minimum DP kredit sepeda motor sebesar 20% dan mobil 30%. Sementara

62

BI memberlakukan DP kredit sepeda motor minimal 25% dan mobil 30%. Berat. Sebab, selama ini, sebagian besar motor maupun mobil dijual dengan DP di bawah 15%. BI memperkirakan, akibat beleid anyar ini, penjualan akan menciut sekitar 6,8% untuk mobil dan 7,4% untuk sepeda motor. Tapi lain halnya dengan prediksi para pebisnis di sektor ini. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan, penjualan sepanjang semester II akan turun hingga 50%. Sementara Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meramalkan, omset bisa turun hingga 20%. Fakta inilah yang membuat saham-sa-

Namun, menurut Yuganur Wijanarko, pelemahan yang terjadi sepanjang Mei, bukan semata-mata lantaran akan pemberlakuan ketentuan DP baru. “Soal DP sudah terdiskon di pasar,” kata Kepala Riset HD Capital ini. Masalah

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


pasar modal Saham otomotif yang lebih banyak memengaruhi harga saham otomotif saat ini, lanjut Yuga, adalah kemungkinan dinaikkannya suku bunga acuan (BI Rate). Kalau BI Rate naik, otomatis, bunga yang dikenakan pada konsumen juga akan meningkat. Padahal, lebih dari 80% mobil dan motor dijual dengan sistem kredit. Sudah begitu, gara-gara dampak krisis yang terjadi di Eropa, rupiah juga belakangan mengalami pelemahan yang cukup dalam. Bahkan, seorang ekonom di sebuah bank asing memprediksi kurs dolar tak lama lagi akan bertenggar di level Rp 10 ribu. Ini yang merepotkan, sebab pendanaan jangka pendek (1-2 tahun) emiten-emiten otomotif

juga dalam dolar AS. Jadi, sudah terpukul oleh kenaikan bunga (kalau BI Rate jadi naik), industri ini juga dihajar oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Sebab, sebagian bahan baku merupakan produk impor yang harus dibayar dengan dolar.

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012

Sabar, tunggu koreksi

Kondisi ini, tutur Yuganur, membuat industri otomotif dan perusahaan-perusahaan pendukungnya bak menghadapi buah simalakama. Jika harga jual tidak dinaikkan, otomatis, pendapatan perusahaan akan berkurang. Sementara jika bunga kredit dinaikkan dan pelemahan rupiah dibebankan kepada konsumen, akan membuat penjualan menurun. Sejumlah analis memperhitungkan, faktor kenaikan uang muka hanya akan menurunkan penjualan antara 8% hingga 10% saja. Sementara pengaruh peningkatan suku bunga dan pelemahan rupiah, bisa memicu penurunan penjualan hingga 30%. Faktor-faktor itulah yang membuat saham-saham di sektor ini masih akan mengalami pelemahan. Bedanya dengan saham-saham di sektor lain, yang menyebabkan penurunan harga bukan faktor gonjang-ganjing di Eropa. Tapi, ya itu tadi, lebih dipicu oleh kemungkinan naiknya suku bunga, kurs dolar dan aturan uang muka yang baru. GJTL yang akhir pekan lalu ditutup

pada level Rp 2.450 (1/6) ) contohnya, menurut Yuganur berpotensi melemah ke support Rp 2.100 dan resistance Rp 2.400. Sepanjang dua minggu ke depan, MASA juga kemungkinan turun ke level Rp 410 dengan resistance Rp 470. Pergerakan saham PT Astra Otoparts (AUTO) akan mengikuti grupnya. Tapi, jika turun mengarah ke support Rp 3.100 dan resistance Rp 3.400. Sedangkan induknya, PT Astra Internasional (ASII) diprediksi akan bermain di rentang Rp 60.000-Rp 67.000.

Yang termasuk ‘lebih tahan banting’ adalah efek PT Selamat Sempurna (SMSM). Kalaupun turun, saham ini masih akan bergerak di kisaran Rp 1.800-Rp 2.000. SMSM tergolong kuat lantaran baru saja mengakuisisi 49% saham Hidraxle Perkasa, pabrik perakitan dump truck, trailer dan kendaraan khusus lainnya. Bahkan belakangan, emiten ini juga masuk ke bisnis pengolahan baja dan mesin. Makanya, tidak mengherankan kalau dihitung sejak awal tahun harga sahamnya mengalami peningkatan hingga 44,8%. Itu sebabnya, dilihat dar price earnings ratio (PER), SMSM sudah termasuk mahal karena memiliki PER 14 kali. Sedangkan PER AUTO 12 kali, MASA 50 kali dan yang paling murah GJTL dengan PER 8 kali. Besarnya pengaruh negatif dari kenaikan bunga dan pelemahan rupiah juga dikemukakan Supriyadi, Kepala Riset OSO Securities. “Saham-saham otomotif, secara keseluruhan terkena imbasnya,” katanya. Kalau melihat tingkat inflasi yang stabil, Supriyadi berharap BI tak akan meningkatkan bunga acuan dari posisi saat ini (5,75%). Sementara untuk nilai tukar, ia memperkirakan dalam dua minggu ke depan masih akan melemah. Dan kelak, setelah aturan term deposit dimainkan, kurs dolar akan mulai stabil dengan fluktuasi di bawah 20 poin. “Yang diharapkan pasar itu stabilitas. Jangan naik-turun sampai ratusan poin,” tutur Supriyadi. Tapi, kendati hanya berfluktuasi puluhan poin, pelemahan nilai tukar tetap menjadi sentimen negatif bagi saham otomotif. Apalagi kalau ditambah dengan naiknya bunga. Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan itulah, Supriyadi menghitung, dalam jangka pendek GJTL akan melemah ke kisaran Rp 2.350 dengan resistance Rp 2.450. Ia merekomendasikan buy on weakness untuk saham ini. Rekomendasi serupa diberikan untuk MASA. Saham ini diprediksi akan mencoba merangkak ke Rp 540. Namun, jika turun, harganya akan mentok di Rp 470. Sementara AUTO, secara teknikal, akan bergerak di level Rp 3.200-Rp3.800 dan SMSM di Rp 1.920–Rp 1.990. “Tahan dulu, jangan masuk ke SMSM,” sarannya. Khusus untuk saham sang induk (ASII), Supriyadi juga menyarankan agar investor tidak terburu-buru melakukan pembelian. Sebab, saham ini masih berpeluang turun ke level Rp 60 ribu. n

63


pasar modal Saham otomotif

Stop Loss Maksimum 3%

D

ampak negatif dari penerapan aturan DP baru, sebenarnya, akan lebih dirasakan oleh perusahaan pembiayaan ketimbang perbankan. Ditambah dengan dengan kemungkinan naiknya suku bunga, maka pukulan terhadap perusahaan pembiayaan menjadi tambah kencang. Maklum, sekarang pun bunga yang dibebankan kepada konsumen sudah cukup tinggi. Sebuah sepeda motor merek Honda yang berharga tunai Rp 12.900, contohnya. Jika konsumen membeli dengan uang muka Rp 1.150.000 per bulan,maka selama 27 bulan ia harus mencicil sebesar Rp 635 ribu. Itu lantaran dealer mengenakan bunga 18% per tahun. Nah, mulai tanggal 15 Juni, motor seperti itu baru bisa dibawa pulang jika pembeli mampu membayar DP Rp 2,6 juta. Sudah begitu, mereka juga akan dibebani bunga yang lebih tinggi.

64

Lain halnya jika membeli kredit melalui bank. Tingginya DP bisa disiasati dengan cara bank memberikan KTA (kredit tanpa agunan). Selain itu, bunga yang dikenakan juga tidak tinggi, berkisar antara 6%-11%. Walhasil, kata Viviet S Putri, analis dari BNI Securities, beleid baru ini akan lebih menyusahkan perusahaan pembiayaan. Dan bukan mustahil jika ada yang mengatakan naiknya DP bisa menggerus omzet multifinance hingga 40%. Itu pula yang membuat saham-sahamnya semakin tidak menarik. “Sebab, secara fundamental, pendapatan emiten-emitennya akan tergerus,” kata Viviet. Selain itu, kata Hendra Martono, belum ada sinyal beli untuk saham-saham miltifinance. Tapi bagi yang ingin mencoba masuk, Vice President Henan Putihrai Securities ini menyarankan agar investor bersabar menunggu koreksi lanjutan. Misalnya saja, investor bisa

masuk di ADMF ketika harga Rp 10.000 dengan resistance Rp 10.900. “Stop loss maksimal 3% dari harga pembelian,” katanya. Secara teknikal, saham PT HD Finance (HDFA) lebih bagus daripada ADMF. Itu lantaran posisinya sedang dengan kecenderungan bullish. HDFA, jika menembus resistance Rp 300, target penguatannya adalah Rp 355 per saham. Sementara support kuatnya ada di level Rp280. Tapi tetap dengan disiplin stop loss maksimum 3%. Khusus untuk WOMF sebaiknya dihindari, karena saham ini kurang likuid. Sedangkan untuk CFIN, kalau mau beli investor harus menunggu turun hingga ke level support (Rp 360–Rp 375). Kalau beruntung, dari saham ini investor bisa memetik gain. Sebab level resistance CFIN berada di kisaran Rp 400–Rp 415. Nah, selamat mencoba perun­tung­ an. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012


kolom andi suruji

M

Negeri Defisit Terobosan

elalui BlackBerry messenger beredar pesan berantai tentang rencana pemerintah menyampaikan kebijakan penghematan energi melalui televisi. Anehnya, pesan itu disertai ajakan untuk mematikan pesawat televisi pada saat yang sama. Lho...! Kalau televisi dimatikan, berarti kita tidak mengikuti pidato itu. Padahal, tentu kebijakan tersebut penting. Tetapi alasan untuk mematikan televisi, kata si empunya ajakan, sebagai bukti patuh kita terhadap ajakan tersebut, yakni hemat energi. Televisi kan perlu listrik, sementara pembangkit listrik kebanyakan menyedot bahan bakar minyak. Itu barangkali bukti frustrasi masyarakat melihat pemerintah yang maju mundur, ngalor-ngidul soal energi dan ihwal BBM. Berbagai wacana telah dikembangkan. Program penghematan, kompensasi atau subtitusi, mungkin sudah ratusan kali dirapatkan, diwacanakan, dikaji, dan dikaji. Wacana dikembangkan supaya mendapat tanggapan, saran, dan kritik atau apa pun namanya, dari publik. Tetapi, semakin banyak tanggapan, tambah bertumpuk saran dan kritik, seolah membuat pemerintah kian bingung sendiri memilih opsi terbaik versinya. Negeri ini memang mungkin harus dicap sementara sebagai republik wacana, sampai pemerintahan berganti. Surplus wacana dan kajian, namun defisit keputusan, kebijakan, dan terobosan. Akhirnya sebuah kumpulan pemikir menilai pemerintahan ini tidak memiliki solusi genuine untuk bangsanya. Tidak heran pula jika Wakil Presiden 2004-2009 menilai kabinet sekarang tak ubahnya majelis taklim. Maksud? Ya, kajian itu kan pengajian. Kalau banyak melakukan pengajian, ya majelis taklim namanya. Pemerintah itu memerintah. Negeri ini, faktanya penghasil minyak, pengekspor sumber-sumber energi. Tetapi fakta pula yang menyodorkan kenyataan bahwa bangsa ini kerepotan, bahkan babak belur karena persoalan energi, ihwal bahan bakar minyak.

66

Perekonomian secara konsisten tetap tumbuh. Tumbuhnya perekonomian memerlukan energi untuk berproduksi. Tumbuhnya ekonomi jelas membuka lapangan kerja, mengatrol daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat meningkat, membuat mereka perlu membeli kendaraan, yang otomatis memerlukan BBM. Tengoklah penjualan kendaraan beroda dua maupun roda empat. Tiap tahun terus meningkat. Peningkatan daya beli juga mendorong masyarakat membeli alat-alat rumah tangga yang memerlukan listrik, atau menambah mesin pengguna listrik untuk berproduksi. Misalnya pengusaha kecil, menengah, tentu memerlukan tambahan daya listrik untuk memutar roda-roda produksinya. Kebutuhan listrik meningkat, jelas membutuhkan pertumbuhan pembangkitan, termasuk yang membakar minyak solar. Pada sisi lain, kemampuan memproduksi minyak semakin merosot. Dalam kondisi perekonomian tetap tumbuh relatif tinggi dibandingkan perekonomian lainnya, dengan segala efek berantainya, sementara daya produksi minyak stagnan, jelaslah diperlukan terobosan. Tidak membiarkan bangsa ini terombang-ambing persoalan minyak, dan spekulasi-spekulasi berlebihan. Kita perlu terobosan kebijakan dan pilihan. Misalnya dengan segala cara dan konsekuensi menggenjot pertumbuhan produksi listrik non-BBM. Penyediaan transportasi massal nan murah, sehingga rakyat tidak mencari solusinya sendiri. Terobosan jangka pendek maupun jangka panjang, walau itu pahit dan tidak populer. Sayangnya, kita tidak diperintah oleh pemerintah yang memerintah, tetapi oleh pemerintahan wacana dan minus terobosan. Buktinya, wacana kebijakan energi dan BBM yang telah berlangsung berkepanjangan sampai bertahun-tahun, tetapi ujung-ujungnya jatuh juga pada pilihan pembatasan pemakaian BBM dengan instrumen stiker yang tidak jelas implementasi dan pengawasannya. Negara dan bangsa ini tidak akan maju dengan wacana, seolah segala sesuatunya akan terjadi dengan sendirinya setelah diwacanakan. Memang banyak prediksi bahwa ekonomi Indonesia bakal menjadi raksasa, tetapi itu tidak akan terjadi begitu saja. Harus ada strategi kebijakan yang mengarahkan perekonomian mencapai performa terbaik sesuai potensinya. Ya harus surplus kebijakan, dan tidak defisit terobosan. n

inilahREVIEW 40 Tahun I | 4-10 Juni 2012



Rupiah Meriang