Page 1

®

18-24 JUNI 2012 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

42 » Tahun I RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

inilahREVIEW pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana, latihono sujantyo Redaktur: Derek Manangka,

®

Satrio Adinugroho, Sigas, Setiyadi, FONDA LAPOD, Iwan purwantono

18-24 JUNI 2012 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

redaktur foto: dahlan rebo pahing

Pengetatan Buah Impor Mengapa Ditunda?

42 » Tahun I RP 20.000

Cover: Fonda Lapod

Dua Bulan Gas Elpiji Langka

Sudah dua bulan belakangan ini penduduk di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, kesulitan untuk mendapatkan gas elipiji 3 Kg. Kalaupun ada, warga di sana harus mengantre dan harus rela membeli harga gas tabung hijau melon ini dengan harga Rp 18 ribu per tabung. Padahal sebelumnya gas elpiji tabung melon ini dijual dengan harga Rp 13 ribu per tabung. Apa yang dialami penduduk Kedungwaringin sejatinya juga dialami oleh warga di tempat lain. Bahkan di Jakarta saja kelangkaan gas elpiji tabung melon juga terjadi. Menurut keterangan dari Karen Agustiawan, Dirut PT Pertamina, begitu pihaknya mengetahui ada kelangkaan pasokan gas di 112 SPBU, Pertamina langsung meningkatkan pasokan. Awalnya pasokan gas ditingkatkan menjadi 20% dari kondisi normal. Awal Juni ini, Pertamina mengaku telah memasok gas elpiji bersubsidi sebanyak 200% dari kondisi normal. Tapi kelangkaan masih saja terjadi. Siapa sebenarnya yang memainkan pasokan si melon? Saya berharap kasus ini segara dituntaskan oleh pemerintah dengan melibatkan aparat hukum. Menimbun barang yang disubsidi pemerintah, setahu saya, merupakan pelanggaran pidana yang serius. Karena menyebabkan keresahan dan kerugian masyarakat. Sudah saatnya pihak kepolisian serius mengadakan operasi razia penimbun gas. Hukum saja seberatberatnya mereka yang mengambil keuntungan di atas penderitaan orang banyak.

Hendi Supendi Bekasi, Jawa Barat

4

Seperti diketahui dari pemberitaan media, pemerintah akhirnya memutuskan untuk kesekian kalinya menunda pemberlakuan aturan pengetatan impor hortikultura (buah dan sayur impor) hingga 28 September 2012. Kebijakan ini tentu saja membuat kecewa para petani buah di Indonesia. Bukan hanya petani , namun mereka yang peduli akan nasib petani seperti Ketua Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Said Didu, pun kecewa dengan kebijakan ini. Said sangat kecewa karena pemerintah tak berani secara tegas mengetatkan masuknya buah-buahan impor dan bukan menggalakkan konsumsi buah lokal. Sebelumnya pemerintah untuk ketiga kalinya menunda pemberlakuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 3/2012 tentang rekomendasi impor produk holtikultura dan Permendag nomor 30/2012 tentang impor holtikultura dengan alasan belum siapnya infrastruktur. Padahal, Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Assibisindo) Kafi Kurnia mengaku infrastruktur tidak ada masalah dan anggotanya sudah 10.000% siap jika aturan tersebut diberlakukan. Masih begitu bebasnya buah impor masuk ke Indonesia sudah jelas bakal merugikan sekitar 59 juta petani. Bandingkan , dengan jumlah importir buah di Indonesia yang jumlahnya hanya 10 orang saja. Untuk menetapkan kebijakan pengetatan impor buah,pemerintah mau mendengarkan keluhan dari para importir tersebut. Tapi sayangnya pemerintah tidak pernah ajak bicara jutaan petani yang menderita akibat adanya serbuan buah impor. Karena itu sudah saatnya pemerintah melindungi petani lokal. Caranya dengan makin mengalakan konsumsi buah lokal dan membantu petani dalam hal pengadaan sarana produksi pertanian sekaligus pemasarannya.

Kaifa Caroko

Pamulang, Tanggerang Selatan

Fotografer: wirasatria, asep rochyadin REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya, ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: ira sri rejeki

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), Tri Cahyani sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

SuratMingguini Jakarta Great Sale, Tidak Serius Untuk kesekaian kalinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2012. Pesta diskon di pusat –pusat perdagangan ini berlangsung sejak 1 Juni hingga 14 Juli 2012. Festival ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Jakarta dengan meningkatkan transaksi ritel, hiburan, dan rekreasi. Selain itu dengan FJGS juga dapat menarik perhatian wisatawan manca Negara untuk datang dan berbelanja di Ibu kota. Seperti diketahui konsep FJGS ini ingin meniru kesukesan Singapore Great Sale, yang mampu membuat negara jiran itu dibanjiri turis asing dengan tujuan untuk shopping. Sayangnya FJGS tidak dikemas secara serius, layaknya festival sejenis di Singa­pore. Jakarta Great Sale tak ubahnya program diskon yang rutin dilakukan gerai-gerai ritel modern, tidak ada sesuatu yang baru atau menarik dari festival ini. Barang-barang atau produk yang didiskon pun, bukan produk baru yang up to date layaknya Singapore Great Sale. Jadi alihalih menyaingi Singapore Great Sale, FJGS tak mampu menarik minat turis asing berbelanja di Jakarta .

ID Noegroho

Pekayon Jaya, Taman Galaxy Indah

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


CONTENTREVIEW

LaporanUtama Mandiri Connection Menteri Keuangan Agus Martowardojo dikabarkan berupaya menempatkan orang-orang Bank Mandiri pada posisi strategis di lembagalembaga keuangan. Berbahayakah politik koneksi ini? 12 | wawancara Rijani Tirtoso Bondan. Executive Vice President

Internal Audit Bank Mandiri

“Bukan Cuma Saya yang Dekat”

18 | nasional Melongok Seremonial OJK Muliaman D Hadad berpotensi kuat menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Deal politik tetap menentukan.. 22 | Bisnis Sepekan • Hemat Energi Ala Jasa Marga • Kepak Garuda ke Penjuru Dunia. • Tak Hanya Umpan, Kail pun Diberikan . • Untuk Memanjakan Kebutuhan Nasabah. 24 | bisnis Bonsai untuk PGN PGN dianggap tak berpihak kepada industri. Pemerintah pun menginginkan harga jual gas dari PGN diturunkan.

50 |

4 | MailBox profil Axton Salim 8 | Editorial Pangeran-Pangeran Mafia. di Kerajaan Salim 44 | Internasional Keluarga Salim Pertaruhan Yunani telah menyiapkan 52 | Hukum penerus kerajaan Tergiur Keuntungan Gede bisnis yang 56 | Keuangan dan Perbankan diwariskan oleh Liem Sioe Liong. Asing Bakal Makin Menjamur Generasi ketiga 60 | Pasar Modal inilah yang Eropa Semakin Ruwet diharapkan mampu 66 | Kolom mempertahankan Galaunya Bank Sentral nama besar Grup Salim.

31 | sisipan Berharap Untung di Tengah Krisis Kejuaraan sepakbola Eropa baru dimulai. Di tengah krisis dan iklim tak sehat, banyak pengamat pesimistis Polandia dan Ukraina mampu menangguk keuntungan menjadi tuan rumah.

40 | GAYA HIDUP Berpacu dalam Sedan Sport Jalanan Jakarta boleh saja dipadati kendaraan dan macet. Namun untuk sebagian kalangan, itu tak menghalangi untuk membeli dan memiliki sedan sport mewah yang bisa berlari amat kencang.

38 |

Figur Oceana Mahlmann

Endless Summer

“...Ternyata lagu saya yang terpilih. Saya merasa mendapat penghormatan yang sangat besar.”


FOTO riset

V V

Pimpin BPN, Hendarman Gantikan Joyo Winoto

FOTO riset

V V

Roy Suryo: Aneh Ruby ke Pontianak POLITIKUS Partai Demokrat, Roy Suryo menganggap janggal pernyataan pakar digital forensik Ruby Alamsyah yang menganggap video porno DPR adalah rekayasa. Apalagi, pernyataan itu disampaikan Ruby di Pontianak, kota di mana diduga pelaku perempuannya berasal. “Ada beritanya sekitar dua minggu lalu, tiba-tiba ahli ini berbicara di Pontianak dan aneh karena Pontianak itu asal kota KMN (diduga pemeran video, red) dan patutlah masyarakat mempertanyakan,” kata Roy, di Jakarta, Senin (11/6/2012). n

FOTO riset

V V

Om Liem Meninggal Dunia OM LIEM, begitu Liem Sioe Liong alias Sudono Salim biasa disapa. Ia meninggal dunia di Singapura Minggu (10/5/2012) sekitar pukul 15.50 waktu setempat dalam usia 97 tahun. Kepergiaan Om Liem tentu saja meninggalkan kenangan bagi Indonesia. Betapa tidak, dialah sosok sukses yang pernah disanjung dan dan dicaci sekaligus. Perjalanan hidupnya tidak jauh berbeda dengan Soeharto, sosok yang secara tidak langsung mengantarkannya dari seseorang yang bukan apa-apa menjadi orang besar bahkan teramat besar di Indonesia. n

Jose Mourinho Cicipi Sop Buntut di Jakarta

FOTO DOK.INILAH.COM

V V 6

SELAIN mengangkat menteri kesehatan dan kepala BKPM, Selasa (12/6/2012) Presiden SBY juga mengangkat kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk posisi Kepala BPN, Hendarman Supandji menggantikan Joyo Winoto yang disebut-sebut terseret kasus proyek Hambalang. Hendarman Supandji lahir di Klaten, Jawa Tengah, 6 Januari 1947 adalah Jaksa Agung Indonesia sejak 9 Mei 2007 hingga 24 September 2010. Ia menggantikan Abdul Rahman Saleh dan digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Darmono (sebagai pelaksana tugas). n

PELATIH kawakan Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho, mengadakan meet and greet dengan para penggemarnya di Indonesia, Rabu (13/6/12). ‘The Special One’ datang ke Indonesia atas undangan miliuner Singapura, Peter Lim. Mou berada di Jakarta pada 13-14 Juni dan bermalam di Hotel Borobudur, Jakarta. Pelatih yang baru saja memenangkan gelar La Liga bersama Real Madrid itu ditemani super agen Jorge Mendes, yang mengageni pemain-pemain kawakan seperti Cristiano Ronaldo, Ricardo Carvalho, Nani, Falcao, Quaresma dan figurfigur sepak bola ternama seperti pelatih Luiz Felipe Scolari dan Mourinho sendiri. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

r

Mafia

epublik Mandiri. Sebutan itu tibatiba saja menjadi buah bibir banyak kalangan. Terutama ketika Dewan Perwakilan Rakyat melakukan fit and proper test terhadap 14 orang calon ketua dan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. Istilah Republik Mandiri muncul, lantaran dari belasan calon yang diajukan presiden, empat di antaranya merupakan bekas anak buah Agus Martowardojo di Bank Mandiri. Dan ‘kebetulan’, dalam proses pemilihan ini, Menteri Keuangan bertindak sebagai Ketua Panitia Pemilihan Calon Dewan Komisioner OJK. Sebenarnya bukan hanya Agus yang disorot. Tapi juga Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia. Sebab, beberapa calon yang diajukan berasal dari Bank Indonesia. Ditambah lagi, Darmin juga pernah menjabat sebagai komisaris di Mandiri. Makanya, tidak mengherankan kalau ada yang bilang, orang-orang yang diajukan merupakan bagian dari ‘Mafia Mandiri’ dan ‘BI Connection’. Salahkah Agus? Belum tentu. Agus atau Darmin ‘tak bisa dipersalahkan’ karena, mungkin, ia sudah lebih mengenal kredibilitas orang-orang yang dipilihnya. Dengan kata lain, dari pada memilih orangorang yang prestasinya hanya tertera di atas kertas, sementera kejujuran dan loyalitasnya tidak jelas, lebih baik mengambil individu-individu yang sudah dikenal baik. “Mereka merupakan putra-putri terbaik yang akan mengelola aset keuangan senilai Rp 8.256 triliun,” kata Agus beberapa waktu lalu. Namun tudingan para kritikus juga tidak salah. Mereka menyayangkan, panitia seleksi tidak memiliki ‘pandangan lain’. Padahal, di negeri ini ada ribuan profesional yang kemampuan dan integritasnya tak kalah dari pilihan pansel. Jadi, bukan mustahil, calon-calon dewan komisioner itu terpilih lantaran faktor kedekatan dengan panitia. Terlepas dari hiruk-pikuk pemilihan DK OJK, yang sebentar lagi bakal tuntas, istilah connection dan mafia di negeri ini sejatinya bukanlah barang baru. Ada mafia hukum, mafia pajak, mafia barang rongsokan, hingga mafia anggaran di DPR yang melibatkan uang negara bernilai triliunan rupiah. Semuanya berkonotasi buruk. Sebab, sesuai dengan artinya, mafia merupakan kegiatan kriminal yang

8

terorganisir. Mafia pajak, yang kini ramai dibicarakan, misalnya, merupakan kejahatan yang dilakukan para pegawai pajak yang bekerjasama dengan wajib pajak. Kelakuan para mafia hukum juga sami mawon. Mereka menghalalkan segala cara (termasuk menyogok) demi memenangkan pihak yang berani membayar tinggi. Sementara mafia anggaran merupakan kolaborasi antara anggota DPR, pejabat negara, dan pengusaha. Tujuannya sama, agar sebuah proyek yang nilainya sudah digelembungkan lolos. Di sini, hukum yang berlaku win win solution. Semua merasa senang karena sama-sama merasakan nikmatnya uang rakyat yang dibobol. Hanya saja, tak semua yang disebut mafia di negeri ini identik dengan kebusukan. Banyak orang/kalangan memakainya semata-mata agar terlihat keren, atau memang bertujuan untuk membusukkan pihak lain. Sebutan Mafia Barkeley, contohnya. Julukan yang diberikan kepada sekelompok menteri bidang ekonomi dan keuangan di zaman Soeharto ini, muncul lantaran merekalah yang mengatur perekonomian RI dari A sampai Z. Para menteri yang seluruhnya merupakan lulusan University of California, Barkeley, ini dituding sebagai kepanjangan tangan CIA yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai boneka AS. Benar-tidaknya tuduhan ini, wallahualam. Yang pasti, dengan plus minusnya, kelompok ekonom yang dipelopori oleh Sumitro Djojohadikusumo, yang kemudian dipimpin oleh Widjojo Nitisastro ini sukses menormalkan perekonomian Indonesia. Tingkat inflasi yang pada tahun 1966 mencapai 650% bisa ditekan menjadi 13% pada 1969. Di dunia perbankan juga ada kelompok seperti itu. Tapi sebutannya bukan mafia, melainkan Citibankers. Di sini, yang dianggap sebagai sesepuh adalah Robby Djohan, mantan bankir dari Citibank yang kemudian memimpin sejumlah perusahaan besar swasta dan pemerintah. Ia pernah menjadi Dirut di Bank Mandiri, Garuda Indonesia juga Bank Niaga. Citibank memang dikenal sebagai universitas bagi para pimpinan bank. Konon pula, melalui tangan Rodjo (sebutan Robby Djohan) inilah bankir-bankir eks Citibank bisa ‘manggung’ di ranah perbankan nasional. Agus Martowardojo termasuk salah satu yang diorbitkan Rodjo. Betul, Agus bukan bagian dari Geng Citibank. Tapi ia pernah menjadi santri Rodjo ketika di Bank Niaga. Nah, apakah hubungan ini layak disebut sebagai mafia? Sepertinya tidak cocok. Toh mereka bukan penjahat. Mungkin, lebih tepat kalau interaksi antara dua sosok bankir ini disebut sebagai connection. Artinya, bisa baik, bisa juga busuk. Sebab koneksi juga sering disalahgunakan.n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Menteri Keuangan Agus Martowardojo dikabarkan berupaya menempatkan orang-orang Bank Mandiri pada posisi strategis di lembaga-lembaga keuangan. Berbahayakah politik koneksi ini? TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, Vinsensius Segu, dan Mahbub Junaedi Foto Asep Rochyadi Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

9


K

alau saja jago Bank Mandiri tak bermasalah, bisa jadi Ito Warsito tak terpilih kembali menduduki takhta tertinggi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Soalnya, Harry Maryanto Supoyo, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, bukanlah calon sembarangan. Ia, kabarnya, adalah orang yang sengaja dipersiapkan Menteri Keuangan, Agus DW Martowardojo untuk menjabat sebagai Direktur Utama BEI. “Nama Harry terpental karena ia masih menjadi saksi kasus dugaan penjualan saham Garuda kepada Muhammad Nazaruddin,” kata sumber InilahREVIEW di pasar modal. Kepastian terpilihnya Ito beredar sejak Kamis pekan lalu. “Iya, benar saya calon tunggal, setelah melalui fit and proper test Bapepam-LK,” kata Ito. “Benar, Bapak Ito terpilih sebagai Dirut BEI lagi,” timpal Ketua Bapepam-LK Nuraida. Kabar ini memang mengagetkan. Bukan apa-apa, kabar terpilihnya direksi BEI periode 2012-2015 seharusnya baru diumumkan seminggu sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Juni. Tentu saja, semua ini mengundang tanda tanya: apa yang sedang terjadi? Entahlah. Tapi, bisik-bisik di kalangan anggota bursa menyebutkan, kuatnya tarik menarik kepentingan mendorong Bapepam-LK mengumumkan lebih awal direksi baru BEI. Maklum, dari tiga paket calon direksi BEI yang masuk ke meja Bapepam-LK, paket yang dipimpin Harry Maryanto Supoyo mendapat

Kita masih percaya bahwa yang terpilih itu, punya kapasitas dan kredibilitas di atas rata-rata. Nanti waktu yang bisa menjawab keraguan publik. Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan Hermanto

dukungan paling banyak dari anggota bursa, yakni 59. Baru kemudian Ito Warsito 32 dukungan, dan Edgar Ekaputra 11 dukungan. Banyaknya dukungan yang mengalir ke Harry, memang tak bisa dilepaskan dari isu yang beredar sebelumnya bahwa Direktur Utama Mandiri Sekuritas ini adalah orang yang diplot oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk menduduki posisi puncak di BEI. Kebenaran isu ini semakin kuat saat mekanisme pemilihan direksi BEI berubah total. Kalau sebelumnya direksi BEI dipilih oleh anggota bursa, kali ini yang memilih adalah Bapepam-LK. Artinya, anggota bursa hanya mengirimkan paket-paket direksi pilihan mereka ke Bapepam-LK, kemudian badan ini yang memilih dan menentukan paket direksi tersebut. Perubahan mekanisme pemilihan inilah yang menimbulkan wasangka bahwa sistem ini memang sengaja dirancang untuk memuluskan jalan Harry menuju kursi nomor satu di BEI. Kalau kemudian nama Harry tersingkir, itu, kata si sumber tadi, lantaran kuatnya tekanan ke Bapepam-LK. Harry dianggap sangat berisiko untuk memimpin BEI karena dugaan keterlibatannya dalam kasus penjualan saham Garuda kepada Muhammad Nazaruddin. Namun, Harry dan Mandiri Sekuritas telah membantah tuduhan tersebut. Mereka mengaku, tidak pernah me-

10

Bank Mandiri. menempati posisi strategis

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


minjam uang dari Permai Group, perusahaan milik Nazaruddin.

Posisi Strategis Agus, memang, dikabarkan tengah berupaya menempatkan orang-orang Bank Mandiri pada posisi strategis di lembaga-lembaga keuangan. Tengok saja, dalam pembentukan Panitia Seleksi Calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Di situ ada nama Agus Martowardojo sebagai ketua, kemudian Mahmudin Yasin dan Darmin Nasution. Asal tahu saja, Agus pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, sementara Mahmudin Yasin dan Darmin Nasution adalah mantan komisaris di bank pelat merah tersebut. Dugaan Agus ingin menempatkan orang-orang Bank Mandiri di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin kuat, ketika diketahui ada dua pejabat dan satu bekas pejabat bank pemerintah tersebut yang lolos seleksi. Sebut saja, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi. Riswinandi dijagokan menduduki Ketua Eksekutif Pengawasan Perbankan Dewan Komisioner OJK. Kemudian Executive Vice President Audit Internal Bank Mandiri Rijani Tirtoso untuk posisi Ketua Bidang Audit dan mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri sebagai calon Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Banyak kalangan menganggap, Rijani Tirtoso, Riswinandi, dan I Wayan Agus Mertayasa memiliki kedekatan dengan menteri keuangan saat Agus menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri periode 2005 hingga 2010. Namun, baik Rijani maupun Mertayasa membantah segala tuduhan itu. Rijani mengaku memang dekat dengan Agus, tapi itu sebatas pekerjaan. “Betul-betul kedekatan karena profesional,” katanya. Tak Selalu Jelek Cerita tentang Mandiri Connection tak berhenti sampai di sini. Spekulasi politik kedekatan dan usaha Mandirisasi juga terlihat saat Firdaus Djaelani diganti oleh Mirza Adityaswara untuk posisi Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebelum di LPS, Mirza dikenal sebagai Kepala Ekonomi Bank Mandiri dan dulu pernah menjabat sebagai salah satu Direktur Mandiri Sekuritas. Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan Hermanto mengkhawatirkan politik kedekatan ini. Namun, ia tak percaya kalau Menteri Keuangan Agus sembarangan menempatkan orang-orang Bank Mandiri di posisi strategis di beberapa lembaga keuangan. “Kita masih percaya bahwa yang terpilih itu, punya kapasitas dan kredibilitas di atas rata-rata. Nanti waktu yang bisa menjawab keraguan publik,” ujar Anton kepada InilahREVIEW. Politik koneksi atau kedekatan tak selalu jelek-jelek amat. Asal orang-orang yang ditempatkan tersebut memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi. Lihat saja para bankir jebolan Citibank. Mereka menjadi bibit unggul di industri perbankan dan kondang dengan sebutan “Citibankers”. Di antara sekian nama mantan Citibankers, yang paling sukses mencontoh bagaimana Citibank mendidik orang adalah Robby Djohan. Bankir yang meninggalkan Citibank pada 1976 kemudian pindah ke Bank Niaga ini bukan hanya berhasil menumbuhkan Bank Niaga. Robby pulalah yang membesarkan Bank Mandiri ketika bank ini pertama kali terbentuk tahun 1999. Dari Robby lahir nama Agus Martowardojo dan lain-lain. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

11


Executive Vice President Internal Audit Bank Mandiri

bersama Anda di Bank Mandiri. Bagaimana kedekatan Anda dengan Pak Agus?

Bukan Cuma Saya yang Dekat

Bagaimana soal indepensi yang selalu dipersoalkan sebagian anggota dewan, di mana Anda dikatakan dekat dengan Pak Agus?

Rijani Tirtoso Bondan,

N

TEKS Vinsensius Segu Foto Wirasatria

ama Rijani Tirtoso Bondan, Executive Vice President Internal Audit Bank Mandiri, adalah salah satu yang disebut-sebut dekat dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Saat Agus menjadi Direktur Utama Bank Exim, Rijani adalah sekretaris eksekutifnya. Ketika Bank Exim melebur bersama Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, dan Bapindo menjadi Bank Mandiri pada 1998, Rijani tercatat sebagai officer Bank Mandiri. Pada saat Direktur Utama dipegang ECW Neloe, Rijani menjadi Group Head Retail Credit Risk Management. Pada 2005, Agus ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Neloe. Naiknya Agus, mengubah jabatan Rijani menjadi Group Head Learning Centre. Tidak lama menjabat, Rijani berpindah jabatan menjadi Group Head Internal Audit, kemudian Executive Vice President Internal Audit Bank Mandiri. Selasa pekan lalu, setelah mengikuti fit and proper test sebagai calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) di Komisi XI DPR, Rijani diwawancarai wartawan InilahREVIEW, Vinsensius Segu. Petikannya:

Bagaimana proses Anda menjadi calon DK OJK?

Awalnya ada surat edaran, lalu kami melamar. Saat mendaftar terlihat sangat sedikit yang punya experience untuk mengelola ini. Makanya kita terpanggil untuk ikut.

Posisi Anda di Bank Mandiri kan di top level. Kenapa tertarik melamar DK OJK?

Ini terkait panggilan sebagai anak bangsa. Kita harus punya concern bahwa OJK ini harus dikelola oleh orang-orang yang punya kompetensi dan integritas yang tinggi. Saya tidak bisa menilai diri saya sendiri, tapi paling tidak saya punya pengalaman pegang audit. Tidak ada pilihan lain sebagai putra bangsa kita harus peduli akan itu.

Saya di Bank Mandiri pernah mengalami masa ada Pak Agus dan masa enggak ada Pak Agus. Tapi saya melakukan tugas saya sama seperti yang lainnya. Konteks dekat itu seperti apa sih? Ya dekat itu sebatas kita bekerja di bawah supervisi beliau. Jadi, bukan dekat karena hubungan keluarga atau pertemanan. Jadi, betul-betul kedekatan karena profesional.

Independensi itu sesuatu yang penting di OJK. Kalau saya dekat dengan Pak Agus, menurut saya, banyak orang di Mandiri yang dekat dengan beliau, bukan cuma saya.

Banyak kandidat DK OJK dari Bank Mandiri. Apakah diminta sama Pak Agus?

Ha-ha-ha..., sekarang kita lihat dari Mandiri berapa orang sih? Dibandingkan dengan total 14 orang yang masuk, enggak seberapa. Sebenarnya calon lain dari bank lain juga sudah diimbau untuk ikut serta, tapi enggak tahu proses seleksinya seperti apa. Jadi, yang muncul seperti sekarang ini. Tapi, menurut hemat saya, apapun yang sudah dilakukan sudah the best they can do. Dalam hal ini panitia seleksi, kemudian presiden juga sudah memperhatikan opini dari masyarakat dan para profesional, termasuk yang saya dengar ada masukan dari BIN, PPATK dan lain-lain. Semua sudah diminta informasinya. Jadi, saya pikir ini sudah melalui proses seleksi yang ketat.

Jadi, bukan karena titipan?

Ha-ha-ha..., mau dititipin apa?

Bagaimana Anda melihat sosok Pak Agus?

Saya pikir sosok beliau kita semua tahu ya. Beliau tegas, punya integritas tinggi dan kemampuan manajerial yang sangat baik. n

ÂŤMenurut saya, banyak orang di Mandiri yang dekat dengan beliau, bukan cuma saya.Âť

Ketua Panitia Pelaksana calon DK OJK, Agus Martowardojo sebelumnya pernah 12

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


D

ikenal sebagai bankir yang ramah dan supel. Gabungan keandalan, profesionalisme, dan pribadi yang baik itulah yang sempat mengantarkan I Wayan Agus Mertayasa menjadi satu-satunya “orang dalam� yang masuk ke jajaran puncuk pimpinan Bank Mandiri. Saat Agus Martowardojo menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Mertayasa adalah wakilnya. Memang, tak banyak orang yang tahu, bagaimana kedekatan Mertayasa dengan bekas bosnya itu. Namun, kata sumber, ketika sama-sama di Bank Mandiri, Mertayasa termasuk orang yang tidak berani menyampaikan kritik terhadap Agus. Meskipun tak lagi di Bank Mandiri, namun pria kelahiran Tabanan, Bali, 19 September 1947, ini masuk dalam jajaran 14 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) yang diseleksi Ketua Panitia Pelaksana yang juga Menteri Keuangan, Agus Martowardojo. Benarkah terpilihnya Mertayasa sebagai calon DK OJK karena ia memiliki kedekatan dengan Agus Martowardojo? Rabu pekan lalu, setelah mengkuti fit and proper test di Komisi XI DPR, Vinsensius Segu dari InilahREVIEW mewawancarai mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri ini. Petikannya:

Bagaimana Anda bisa menjadi calon DK OJK?

Saya lihat pengumuman, dan saya merasa memenuhi syarat. Lalu, saya diskusikan sama keluarga. Semua menyetujui, kemudian saya melamar. Artinya, dengan pengalaman yang saya miliki, barangkali ada kontribusi terhadap industri ini karena saya hidup di industri perbankan sudah 39 tahun. Rasanya kalau saya tidak berkontribusi sementara saya memenuhi syarat, tidak adil bagi saya. Makanya saya terpanggil untuk ini.

Anda cukup lama bersama Pak Agus Martowardojo saat di Bank Mandiri. Apakah ada permintaan agar Anda menjadi DK OJK?

Tidak ada itu. Saya melamar sendiri. Bahkan teman saya menyarankan kepada saya, apa enggak kulonuwun ke Pak Menteri. Terus saya katakan, enggak usah karena saya kan sudah pensiun dari Bank Mandiri. Mana berani saya ketemu sama Pak Menteri? Jadi, enggak ada permintaan seperti itu.

Apa menariknya OJK untuk Anda?

Saya hanya berusaha untuk ikut melamar dan belum tentu juga diterima. Kalau kita lihat semua kandidat yang ada, ini hebat-hebat semua. Punya keunggulan di bidang masing-masing. Ini juga menjadi tantangan saya untuk ikut dalam proses ini.

Banyak anggota dewan menyinggung soal independensi karena Anda dikenal dekat dengan Pak Agus. Komentar Anda?

Biar Anda tahu ya, dalam hidup saya, baru mengalami seleksi yang demikian ketat di OJK. Pertama untuk seleksi adminitrasi saja sudah begitu ketat. Anda bayangkan dari 290 pelamar, hanya 86 yang lulus administrasi. Berarti panitia akurat betul melihat semua aspek yang diperlukan, apa yang diserahkan dan bagaimana menyerahkannya, apa yang dibuat dan bagaimana membuatnya. Jadi, dari awal sudah menunjukkan orang yang di sini harus teliti. Sekali lagi, ini adalah proses seleksi yang sangat ketat yang pernah saya alami. Bahkan untuk tes kapabilitas saja dilakukan oleh orang luar dari pagi sampai sore, sampai-sampai stres berat.

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

I Wayan Agus Mertayasa, Mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri

Saya Diminta ‘Kulonuwun’ ke Pak Menteri TEKS Vinsensius Segu Foto Wirasatria

Kemudian dilanjutkan lagi sampai jam delapan malam, baru selesai. Setelah lulus tes kapabilitas, baru masuk tes kesehatan dan seterusnya. Jadi sangat berat proses seleksi ini. Jadi, sekali lagi saya katakan, tidak ada yang namanya faktor kedekatan sama pansel atau siapapun.

Bagaimana Anda melihat sosok Pak Agus?

Oh, beliau sosok yang tegas, bersih dan pekerja keras, dan sangat mumpuni di bidangnya.

Mengenai integritas DK OJK yang sering dipertanyakan?

Memang, integrity ini yang menjadi masalah, dan kita harus melihat itu dan memperbaiki. Kita boleh berkawan, tapi kalau Anda salah kita harus sampaikan bahwa Anda salah. n

13


Enam Pendekar dari Mandiri TEKS Aditya Mahario dan Adhitya Bayu Pratama Foto WIRASATRIA, Riset

A

gus DW Martowardojo, Riswinandi, Rijani Tirtoso Bondan, I Wayan Agus Mertayasa, Harry Maryanto Supoyo, dan Mirza Adityaswara, boleh dibilang adalah para pendekar dari Bank Mandiri. Mereka menduduki posisi kunci di sektor keuangan dan perbankan. Inilah profil singkat enam pendekar tersebut.

Agus DW Martowardojo Agus Dermawan Wintarto Martowardojo dikenal sebagai bankir bertangan dingin. Kesuksesannya menakhodai Bank Mandiri dan menekan pinjaman luar negeri, membuat majalah keuangan internasional, The Banker, menobatkan Agus sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik 2011. Agus lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Perjalanan kariernya di sektor perbankan cukup panjang. Dia pernah ikut membidani kelahiran Bank Mandiri melalui merger Bank Eksim, Bank Dagang Negara, Bapindo, dan Bank Bumi Daya, Juni 1999. Pada Juli 2002 Agus mengundurkan diri dari Bank Mandiri karena diangkat sebagai Wakil Ketua BPPN. Kemudian terhitung sejak 31 Oktober 2002 dipercaya menjabat Direktur Utama Bank Permata. Ayah dua anak ini, memulai karier di perbankan setelah menyelesaikan studi Banking & Management Courses di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore. Setelah itu pada tahun 1984 ia bekerja di Bank of America NT & SA sebagai Officer Development Program dan International Loan Officer. Dua tahun kemudian, Agus pindah ke PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya. Dia juga menjabat Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding pada tahun 1994. Selanjutnya pada 1995 1998 menjadi Direktur Utama di Bank Bumiputera, kemudian menjadi Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia. Tahun 1999 Agus menjadi Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri. Kemudian menjadi Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator tahun 2000 dan Managing Director Human Resources and Support Services tahun 2001. Sejak 31 Oktober 2002 hingga 2005, Agus menjabat sebagai Direktur Utama Bank Permata. Selesai bertugas di bank tersebut, Agus diberi kepercayaan untuk memimpin Bank Mandiri selama periode 2005 sampai 2010.

Assistant di SGV Utomo pada 1984. Kariernya di perbankan dimulai pada 1986 ketika ia bekerja di PT Bank Niaga Tbk. Selama 13 tahun ia bekerja di bank ini, khususnya dalam pengelolaan kredit korporasi (Corporate Banking). Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Cabang (General Manager) Bank Niaga di Los Angeles, AS. Pada 1999, Riswinandi bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN hingga 2001. Dalam tahun yang sama (2001), ia melanjutkan karier di PT Bank Danamon Tbk, menjabat sebagai Executive Vice President Corporate Lending Division dan terakhir menjabat sebagai Direktur PT Danamon Tbk hingga Juni 2003. Pada September 2003, Riswinandi ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri Tbk sampai Mei 2005. Selanjutnya sejak Oktober 2005 bertugas sebagai Executive Vice President-Credit Recovery II di Bank Mandiri. Pada Mei 2010 Riswinandi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri hingga sekarang.

Rijani Tirtoso Bondan Rijani merupakan sekretaris eksekutif sekaligus tangan kanan

Riswinandi Riswinandi lahir tahun 1957. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen di Universitas Trisakti, Jakarta pada 1983. Riswinandi memulai kariernya sebagai Senior

14

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Agus Martowardojo saat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Exim. Ketika Bank Exim merger dengan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, dan Bapindo menjadi Bank Mandiri pada 1998 lalu, Rijani tercatat sebagai officer Bank Mandiri. Karier Rijani terus menanjak di Mandiri. Pada saat ECW Neloe menduduki Direktur Utama Bank Mandiri, Rijani menjadi Group Head Retail Credit Risk Management. Pada saat Agus menjabat Direktur Utama Bank Mandiri tahun 2005, Rijani naik jabatan menjadi Group Head Learning Centre. Tidak lama, dia dipindah menjadi Group Head Internal Audit. Kabarnya, Rijani adalah salah satu suksesor Agus saat membubarkan Serikat Pekerja Bank Mandiri yang berdemonstrasi pada tahun 2007.

I Wayan Agus Mertayasa Sebagai mantan orang nomor dua di Bank Mandiri, I Wayan Agus Mertayasa memang bukan orang baru di dunia perbankan. Pria kelahiran Tabanan, Bali, 19 September 1947 ini punya seabreg pengalaman. Ayah dari empat anak ini sebelumnya mengemban pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang dengan jurusan Ekonomi Perusahaan Spesialisasi Manajemen Pemasaran.

Karier di dunia perbankan dimulai di PT Bank Bumi Daya pada tahun 1973 sebagai staf tata usaha. Setelah 21 tahun, Mertayasa meraih jabatan sebagai Direktur Muda. Tahun 1994 ia pindah ke PT Bank Pembanguna Indonesia sebagai direktur selama empat tahun lebih. Pada 1999 namanya masuk dalam struktur Bank Mandiri. Saat Agus Martowardojo menjabat Direktur Utama Bank Mandiri, Mertayasa adalah wakilnya.

Harry Maryanto Supoyo Harry Maryanto Supoyo lahir di Surabaya pada 2 Juli 1965. Kini, jabatannya adalah Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas. Sebelum menduduki posisi ini, Harry dipercaya menjabat sebagai Managing Director-Underwriting and Corporate Finance di PT Mandiri Sekuritas sejak 2006 hingga 2011. Namanya menjadi pembicaraan hangat lantaran ia ikut dalam pemilihan direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kabarnya, Harry adalah calon titipan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Ia menjadi gunjingan karena menjadi saksi kunci kasus dugaan pencucian uang Muhammad Nazaruddin yang saat ini ditangani KPK. Namanya juga sempat bikin heboh dalam penawaran perdana saham PT Krakatau Steel. Saat itu, banyak anggota DPR yang membeli saham Krakatau Steel tanpa mengisi formulir IPO. Mandiri Sekuritas saat itu bertindak sebagai lead underwriter (penjamin pelaksana emisi) dibantu PT Danareksa dan PT Bahana Sekuritas. Mirza Adityaswara Mirza adalah anak kedua dari ahli hukum bisnis terkemuka Indonesia, Sutan Remy Sjahdeini. Di kalangan keluarganya, ia biasa dipanggil dengan nama Mirza. Namun, di kalangan kawan-kawannya di SMA Pangudi Luhur Jakarta dan FE UI, ia biasa dipanggil dengan nama panggilan ”Jajak”. Istrinya, Arulita Handayani, adalah seorang pengusaha yang sukses, dan terakhir adalah Direktur Utama Pasaraya Nusakarya yang termasuk dalam Latief Group. Pada tahun 1984 Mirza belajar ekonomi pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Lalu ia mengikuti jejak ayahnya sebagai bankir dengan bekerja pada Bank Sumitomo di Jakarta dari tahun 1989 sampai tahun 1993. Pada tahun 1993 ia pindah bekerja pada Bank PDFCI sampai tahun 1994. Ia memperoleh fasilitas cuti di luar tanggungan perusahaan (Bank PDFCI) untuk melanjutkan kuliahnya mengambil program master jurusan Applied Finance pada Macquarie University di Sydney Australia dari tahun 1994 – 1995. Setelah menyelesaikan studinya di Macquarie University, Mirza bekerja di berbagai perusahaan sekuritas, baik perusahaan asing maupun nasional. Mula-mula ia bekerja pada BZW Niaga Securities dari tahun 1995 – 1997 sebagai Banking Analist/ Assistant Director, kemudian bekerja pada Deutsche Morgan Grenfell sebagai direktur dari tahun 1997–1998. Tahun 1998 hingga 2001, Mirza dipercaya sebagai direktur di Indosuez W.I.Carr. Kemudian tahun 2002-2005 menjabat direktur di Credit Suisse Securities. Kariernya kemudian beranjak ke Bank Mandiri. Pada 2005-2008, Mirza diangkat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas. Tahun 2008 hingga awal 2012, ia menjadi Kepala Ekonomi Bank Mandiri. Kini, Mirza menjabat sebagai Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggantikan Firdaus Djaelani. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

15


Dengan ‘Semangat Baru’, Ilham Tatap Masa Depan Sulsel Bagi Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Sulawesi Selatan ke depan butuh “Semangat Baru” untuk membawa provinsi yang merupakan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI) itu menjadi kebanggaan bagi masyarakatnya.

“I

tulah motivasi saya bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menyatakan kesiapan untuk berpasangan menuju pemilihan Gubernur Sulsel 2013 mendatang,” ujar Ilham. Menurut Ilham, tagline SEMANGAT BARU lahir dari komitmen memajukan masyarakat Sulsel ke arah yang lebih baik. Ada tiga filosofi Semangat Baru yakni menciptakan pemerintahan bersih, membangun basis ekonomi kerakyatan, dan membangun masyarakat religius sesuai agama masing-masing. Kepemimpinan Ilham Arief Siradjuddin sebenarnya sudah ada semenjak ia belum dilahirkan. Bapaknya, Kolonel Pol. Arief Siradjuddin adalah perwira karier kepolisian dengan pejalanan karier yang cemerlang. Selama dua periode (1976-1986), ayahnya, Arief Siradjuddin dipercaya memimpin Kabupaten Gowa. Garis tangan Ilham me-

16

mang garis tangan pemimpin. Karier politiknya terus menjulang di usia yang sangat muda ketika ia sukses menembus parlemen Sulsel pada Pemilu 1999. Kesuksesannya mendapuk sisi Ketua DPD II Golkar Makassar pada 2004, makin menegaskan posisinya di ranah politik daerah ini. Meski menjabat sebagai orang nomor satu di Golkar Makassar, keputusan Ilham untuk maju dalam Pemilihan Walikota Makassar tahun 2004 tetap saja mengundang nada miring. Usianya yang ketika itu baru 38 tahun dianggap masih hijau untuk ikut bertarung. Namun Ilham mampu membuktikan ketajaman berpolitiknya. Ia terpilih menjadi walikota Makassar pada 8 Mei 2004. Kini Ilham sedang menatap Pilgub Sulsel 2013. Keberhasilannya memimpin Makassar dua periode menjadi ‘modal sosial’ baginya untuk memimpin Sulsel. Dengan kapasitas yang dimiliki

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


inforial Makassar

Ia juga selalu berpenampilan dan bicara apa adanya, tidak menampilkan kepura-puraan, sebagaimana elit politik lainnya bersikap. IAS bukanlah pemain sinetron. dibarengi jaringan yang kuat, diyakini ia bisa mengantar Sulsel lebih sejahtera dan membanggakan. Hal itu bukanlah mimpi. Sebab, saat memimpin Makassar saja, ia sudah berkontribusi besar terhadap pembangunan Sulsel. Bisa dibayangkan jika kontribusi investasi untuk Sulsel 40 persennya disumbang oleh Kota Makassar yang dipimpin oleh Ilham. Karena itu, jika kewenangan yang melekat padanya lebih luas, tentu bukan hal yang sulit baginya untuk menyulap Sulsel menjadi lebih baik, lebih sejahtera dan tentu saja lebih religius. Energik, Tulus dan Apa Adanya Ilham Arief Siradjuddin (IAS) dikenal sebagai walikota dengan mobilitas tinggi dibanding pendahulunya. Ini wajar karena dalam sejarah Makassar, IAS adalah walikota termuda. Tahun 2004 ketika ia dilantik menjadi walikota, IAS baru ber-

usia 38 tahun. Maka sungguh wajar jika kemudian IAS memiliki mobilitas yang tinggi. Ia energik dan kekuatan fisiknya yang bagus membuatnya bisa mengakomodasi banyak permintaan warga untuk hadir dalam berbagai acara. Ia juga selalu berpenampilan dan bicara apa adanya, tidak menampilkan kepura-puraan, sebagaimana elit politik lainnya bersikap. IAS bukanlah pemain sinetron. Bertabur penghargaan tidak membuat Ilham silau. Apalagi sampai membanggakan penghargaan yang diraihnya. Bagi dia, penghargaan itu untuk rakyat Makassar yang telah memberikan kepercayaan. Ilham memastikan apa yang ia lakukan selama ini sebagai walikota Makassar murni dan tulus untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk mngejar penghargaan, karena itu dirinya dalam bekerja juga tetap terbuka dan apa adanya. n

Mengenal Ilham Arief Sirajuddin Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M,

lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 16 September 1965, adalah Walikota Makassar periode 20042009 dan 2009-2014. Aco demikian sapaan akrab Ilham, menjabat Walikota Makassar melalui Partai Golkar. Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar. Pada tahun 2008 untuk memenuhi syarat sebagai calon walikota, Ilham mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, yaitu Ir. H. Andi Herry Iskandar, M.si. Pada tahun 2009 Ilham mengundurkan diri dari Partai Golkar. Pada tahun 2010 Ilham memenangkan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan. Ilham menikah dengan Aliyah Mustika, anak perempuan ketiga Letnan Kolonel (Purnawirawan) Ali Abdullah (alm). Dari pernikahan mereka lahir dua anak laki-laki dan dua anak perempuan, yaitu Amirul Yamin Ramadhansyah (lahir 1994), Zulfiqar Nur Alamsyah (lahir 1995), Siti hamsinah Khaerah Tunisa (lahir

1997), dan Siti Muhlisatul Amalia (lahir 2001) n

Ketua Golkar DPD I Sulawesi Selatan (2008 - 2009) n Ketua DPD I Partai Demokrat Sulawesi Selatan (2010 - 2015)

Karier politik Wakil Bendahara DPD II Golkar Makassar (1992 - 1997) n Ketua Biro Pemuda dan Olahraga DPD I Golkar Sulawesi Selatan 1998 - 2001 n Ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar (2001 - 2008) n Anggota DPRD Sulawesi Selatan (1999 - 2004) n Ketua Kompartemen Koperasi KADIN Sulsel (1999 - Sekarang) n Walikota Makassar (2004 - 2009) n Walikota Makassar (2009 - 2014)

Karier Lainnya Direktur (1992 - 1999), Komisaris (1999 2004), Presiden Komisaris (2004 - Sekarang) PT Mustika Pratama Persada n Sekretaris Umum REI Sulsel (1995 - 1999) n Pengelola PSM Makassar (1995 - Sampai waktu yang belum ditentukan) n Ketua Harian AMPI Sulsel (2000 - Sampai waktu yang belum ditentukan) n Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar n Anggota Kehormatan Sabuk Hitam Inkanas Forki Makassar n Anggota Makassar Tiger Club Sulawesi Selatan n Pembina PBVSI Kota Makassar Sulsel n Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar (2010 - 2013)

Riwayat Pendidikan SD Mangkura Makassar n SMP Negeri 6 Makassar n SMA Negeri 7 Bandung n S1 Universitas Hasanuddin n S2 Universitas Muslim Indonesia n S3 Universitas Negeri Makassar n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

n

n

17


nasional Otoritas Jasa Keuangan

Muliaman D Hadad berpotensi kuat menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Deal politik tetap menentukan.

Melongok Ser

J

TEKS Ardi Siregar, Iwan Purwantono, Vincensius Segu Foto riset

ika di ranah hukum ada KPK, maka di sektor keuangan tak lama lagi bakal beroperasi lembaga yang juga berstatus superior. Namanya Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. Tapi proses kelahirannya, sungguh tak sebanding dengan statusnya. Tengok saja pelaksanaan fit and proper test atas 14 calon Dewan Komisioner (DK), yang diselenggarakan Komisi XI DPR RI. Berlangsung sepi lantaran rata-rata hanya dihadiri oleh separuh anggota komisi yang totalnya berjumlah 50 orang. Bahkan saat proses pengujian terakhir, Kamis pekan lalu, anggota yang hadir hanya 15 orang termasuk pimpinan sidang. Padahal, hari itu, dilakukan pengujian terhadap Muliaman D Hadad dan Achjar Iljas, dua kandidat Ketua DK OJK. Kondisi itu tak jauh berbeda dengan uji kelayakan sehari sebelumnya. Bahkan saat pemaparan pertama oleh Kusumaningtuti Sandriharmy Setiono, mantan Kepala Bank Indonesia di New York, hanya hadir sembilan orang. Padahal, selain Kusumaningtuti, diuji pula Yunus Husein mantan Kepala PPATK dan I Wayan Agus Mertayasa mantan Wakil Dirut Bank Mandiri. Entah, mengapa para anggota dewan begitu malas. Apakah disebabkan tak banyak anggota Komisi XI yang benarbenar paham tentang seluk-beluk dunia keuangan dan perbankan? Mungkin saja. Yang jelas dalam fit and propper test selama enam hari sejak Kamis (7/6), anggota yang melontarkan pertanyaan, ya hanya yang itu-itu saja. Berdasarkan pengamatan InilahREVIEW, mereka yang aktif mengajukan pertanyaan, selain pimpinan sidang, adalah Kamarudin Syam dan Irene Manibuy (Fraksi Partai Golkar), atau Maruarar Sirait dan

18

Muliaman D Hadad

Dolfi OFP (Fraksi PDI-P). Proses fit and proper test DK OJK digelar setelah, pada awal April lalu, Presiden SBY mengajukan 14 calon kepada DPR. Nama-nama yang diajukan merupakan hasil kerja panitia seleksi yang diketuai Agus Martowardojo, Menteri Keuangan. Setiap posisi (seluruhnya ada tujuh) akan di perebutkan oleh dua calon. Untuk posisi ketua misalnya, Muliaman D Hadad (Deputi Gubernur BI) harus bersaing dengan Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur BI). Setelah proses uji kelayakan dan kepatutan, pada Selasa pekan ini Komisi XI akan menetapkan tujuh DK OJK.

Menurut Kamarudin Syam kepada InilahREVIEW, sejatinya akan dipilih sembilan dari 14 calon. “Tapi karena yang dua orang statusnya ex officio yaitu dari BI dan satu lagi dari Kementerian Keuangan, kemungkinan yang diambil tujuh orang,� ujarnya. Untuk kedua orang tersebut, lanjutnya, kemungkinan Halim Alamsyah (BI) dan Fuad Rahmany (Depkeu) yang mumpuni di pasar modal (Depkeu). Proses penetapan DK OJK akan dilakukan dua tahap seleksi. Pertama, DPR akan terlebih dulu memilih Ketua DK OJK sesuai calon yang diajukan pemerintah. Nama yang tersingkir, se-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


nasional Otoritas Jasa Keuangan

remonial OJK lanjutnya dimasukkan untuk bertarung memperebutkan posisi lain dalam jajaran DK OJK bersama 12 calon lainnya. OJK memang bakal menjadi lembaga bergengsi. Dia akan mengambil alih fungsi pengawasan perbankan BI dan pengawasan lembaga keuangan nonbank Bapepam-LK. Artinya, OJK bakal mengawasi industri perbankan, pasar modal, perusahaan pembiayaan, dana pensiun dan asuransi. Secara total, OJK bakal mengelola dana sekitar Rp 8.256 triliun atau setara dengan produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Oleh sebab itu, tak salah kalau otoritas ini disebut sebagai lembaga superior. DPR menargetkan, proses pemilihan dan pelantikan DK OJK bisa tuntas pada Juni ini. Sehingga per 1 Juli mereka sudah bisa mulai bekerja. Maklum, tugas berat sudah menanti. Per 1 Januari 2013, fungsi pengawasan lembaga keuangan nonbank Bapepam-LK beralih ke OJK. Sementara fungsi pengawasan perbankan BI mulai dipegang per 1 Januari 2014. Belum lagi memikirkan keberadaan lebih dari 3.000 karyawan limpahan dari Bapepam-LK (1.500), BI (1.200) dan 500 karyawan yang bakal direkrut dari kalangan umum.

Muliaman di Atas Angin Kalau memang sebegitu besar kekuasaan yang bakal dipegang, mengapa anggota DPR tak antusias? “Ah, proses fit and proper test itu kan hanya seremonial,” kata sumber InilahREVIEW di parlemen. Menurutnya, di belakang ruang sidang Komisi XI, sudah ada kesepakatan di antara fraksi di DPR soal siapa-siapa anggota DK OKJ yang bakal terpilih. Bahkan, sumber tersebut berani menyebut tujuh nama yang bakal terpilih. Posisi ketua bakal dijabat Muliaman D Hadad. Pertimbangannya, Muliaman sudah memiliki jalur di dewan setelah sebelumnya terbukti ampuh dalam proses pemilihan sebagai Deputi Gubernur BI. Pada 7 Desember 2011, Muliaman berhasil menyingkirkan Riswinandi (wakil Direktur Utama Bank Mandiri) melalui voting di Komisi XI untuk ja-

Semuanya kan berjalan transparan. Kawan-kawan wartawan juga selalu hadir dalam fit and propert testnya. Kita melihat 14 nama yang disodorkan punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi kita berusaha untuk mendekati yang sempurna. batan Deputi Gubernur BI. Kabarnya, saat ini, paling tidak ada lima fraksi yang mendukung Muliaman, yakni Demokrat, Golkar, PAN, PPP dan PKS. Berbeda dengan pemilihan deputi gubernur BI, Muliaman maupun Riswinandi kemungkinan besar bakal samasama lolos menjadi DK OJK. Adapun lima nama lain yang bakal lolos adalah Nurhaida (Ketua Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan), Firdaus Djaelani (Dewan Komisioner LPS), Ilya Avianti (Auditor Utama VII Keuangan Negara dan Staf Ahli BPK), Yunus Husein (mantan Kepala PPATK), dan Kusumaningtuti Sandriharmy Setiono (mantan Direktur BI di New York). Benarkah proses di ruang Komisi XI

hanya formalitas? Achsanul Qosasi membantah soal adanya deal politik dalam proses pemilihan DK OJK. “Semuanya kan berjalan transparan. Kawan-kawan wartawan juga selalu hadir dalam fit and propert test-nya. Kita melihat 14 nama yang disodorkan punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi kita berusaha untuk mendekati yang sempurna,’’ kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini. Namun saat dikonfirmasi tujuh nama sesuai bocoran, Achasanul tak membantah. “Ya, tidak jauh-jauh dari situlah,’’ tegasnya. Maruarar Sirait juga membantah. “Hahaha..., isu itu tidak benar. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena kita di dewan ini banyak fraksi. Soal tidak semua anggota hadir, tidak masalah karena setiap fraksi sudah terwakilkan,” ujarnya. Senada dengan Achsanul, dia juga memberi sinyal kemungkinan Muliaman bakal terpilih. “Makanya kemarin waktu giliran Muliaman, saya keras soal resiprokal dan dia sepakat 40 persen. Kita tunggu komitmennya jika nanti terpilih,” katanya. Bagi Ara, panggilan Maruarar Sirait, DK OJK harus mempunyai komitmen besar dalam hal asas resiprokal atau kesetaraan sektor perbankan dan kepemilikan asing. Selama ini, investor asing sangat mudah untuk membuka atau membeli saham bank nasional. Sebaliknya, perbankan kita kesulitan memperluas basis dan operasionalnya di luar negeri. Selain itu, DK OJK juga harus melindungi konsumen yang selama ini cenderung dirugikan. “Kasus Century atau Antaboga itu kan sangat merugikan konsumen. Kami harapkan ke depan itu tidak terjadi lagi,”ujarnya. Jadi, terlepas ada atau tidaknya deal politik dalam pemilihan DK OJK, Muliaman agaknya sudah berada di atas angin. Seperti kata Ara, kita tunggu saja pembuktian saat Ketua DK OJK benar-benar dalam genggamannya. n

Jumlah Bank, BPR/BPRS dan Lembaga Keuangan NonBank

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Kategori Bank Umum

Jumlah Bank

Jumlah Kantor Bank

120

3.294

BPR/BPRS

1.174

2.417

LKNB

16

16

Jumlah Total

1.310

5.727 Sumber: Bank Indonesia, April 2012

19


nasional hortikultura

Kalah Terus Sama AS Upaya menghambat laju impor produk hortikultura terseok-seok. Pemerintah tak berdaya melawan kepentingan AS. TEKS Ardi Siregar Foto asep

T

ak mudah membuat peraturan di negeri ini. Apalagi jika harus bersinggungan dengan kepentingan Amerika Serikat. Lihat saja, Kementerian Perdagangan terpaksa harus menunda berlakunya Permendag Nomor 30/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura, yang seharusnya berlaku Jumat pekan lalu menjadi 28 September 2012. Ada tiga alasan yang jadi penyebab. Pertama, masih butuh waktu sosialisasi. Kedua, memberi kesempatan para pengimpor melengkapi infrastruktur yang disyaratkan. Ketiga, pemerintah memerlukan waktu untuk melakukan notifikasi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Permendag tersebut merupakan turunan UU Nomor 13 tahun 2010 tentang Hortikultura, yang mewajibkan importir memperhatikan aspek keamanan pangan atau ketersediaan

20

produk dalam negeri. Langkah ini, sebenarnya, diambil demi menahan laju impor produk hortikultura yang sangat terus membanjir. Pada 2008 misalnya, nilai impor hortikultura masih sebesar US$ 881,6 juta. Tapi pada 2011 sudah melejit menjadi US$ 1,7 miliar. Produk yang paling besar nilai impornya adalah bawang putih (US$ 242,4 juta), apel (US$ 153,8 juta), jeruk (US$ 150,3 juta), dan anggur (US$ 99,8 juta). Produk-produk itu berasal dari China, Thailand, dan Amerika Serikat (AS). Adanya fakta bahwa AS menjadi salah satu pengekspor inilah yang membuat upaya pembatasan impor produk hortikultura menjadi ‘mentah’. Maklum, kebijakan pembatasan tentu merugikan kepentingan dagang Paman Sam. Makanya, tak perlu heran jika salah satu alasan penundaan pemberlakukan beleid ini adalah melakukan notifikasi kepada WTO.

Campur tangan AS justru terlihat jelas saat pemerintah – melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan – mencoba membatasi pintu masuk impor hortikultura dari delapan pintu menjadi hanya empat pintu, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Perak (Surabaya), dan Makassar. Peraturan yang seharusnya diterapkan Maret 2012 harus molor hingga Selasa, 19 Juni 2012. AS agaknya tak nyaman jika Pelabuhan Tanjung Priok tak lagi dijadikan pintu masuk. Pada Maret itu juga, Kementerian Pertanian AS (USDA) melayangkan surat protes kepada Badan Karantina Kementerian Pertanian. Tak hanya itu. Scot Marciel, Duta Besar AS, secara khusus mendatangi Suswono, Menteri Pertanian, di kantornya. Marciel memprotes rencana menutup Pelabuhan Tanjung Priok. Penjelasan Suswono agaknya tak bisa diterima begitu saja oleh Marciel. Dia tetap menganggap Indonesia telah menghambat masuknya produk hortikultura AS, terutama apel. Apalagi negaranya memiliki Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Indonesia. Marciel bahkan mengancam akan menyeret Indonesia ke WTO. Suswono mengaku tak ambil pusing. “Sebenarnya dia menyadari… Apakah nanti mereka akan membawa masalah ini ke WTO, itu terserah,” ujarnya saat itu. Toh belakangan, pemerintah goyah. Hingga awal Juni lalu, pemerintah menyatakan sedang mengaji penerapan MRA bagi produk hortikultura asing untuk diizinkan masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian, pada dasarnya pemerintah tetap memberlakukan penutupan pelabuhan Tanjung Priok bagi impor produk hortikultura. “Namun ada satu pertimbangan instrument resiprokal yakni dengan menggunakan MRA,” katanya, Kamis (7/6). Keputusan ini dinilai tidak konsisten oleh Hasan Johnny Widjaja, Ketua Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia. Menurutnya, di satu sisi pemerintah memperketat impor dengan membatasi pintu masuk, tapi di sisi lain justru mengizinkan negara yang sudah punya MRA. Apalagi selama ini produk hortikultura Indonesia sulit memasuki pasar ekspor di beberapa negara pemilik MRA seperti Australia atau AS. “Bahkan ke Amerika Serikat saja belum ada sama sekali,” ujarnya. Waduh… n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


nasional gaji ke-13

P

ara abdi negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) boleh bersuka cita. Bulan ini, mereka akan mendapatkan gaji ke-13 yang jumlahnya satu bulan gaji. Tak hanya PNS, presiden dan pejabat negara lainnya pun juga bakal tersenyum lebar menikmati bonus tersebut. Saat ini, Kementerian Keuangan sedang menyusun peraturan (PMK) yang isinya berupa perintah kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di berbagai daerah untuk mencairkan anggarannya. PMK itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2012 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ke-13 dalam Tahun Anggaran 2012, yang ditandatangani Presiden SBY pada 28 Mei lalu. Di dalam PP tersebut diatur, mereka yang termasuk pegawai negeri adalah PNS, anggota TNI, dan Polri. Sementara golongan pejabat negara mulai dari presiden, wapres, menteri dan jabatan setingkat menteri. Kemudian ketua, wakil ketua, dan anggota lembaga negara, seperti MPR, DPR, BPK, KPK, dan Komisi Yudisial. Lembaga peradilan juga termasuk, seperti ketua, wakil ketua, dan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), hakim pada Badan Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer. Juga tak lupa para kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, walikota, beserta wakilnya. Para pensiunan juga akan menikmati gaji ke-13. Termasuk di dalamnya pensiunan pegawai negeri, pejabat negara, janda atau duda atau anak penerima pensiun dan penerima pensiun orang tua PNS yang tewas. “Kami berupaya untuk segera menyelesaikan peraturan (PMK) agar bisa segera melaksanakan hal-hal yang kewajiban pemerintah,” kata Kiagus Ahmad Badaruddin, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, pada Rabu pekan lalu. Diharapkan, pada Juli, gaji ke-13 sudah selesai dibayarkan. “Karena itu bersamaan dengan waktu masuk sekolah anak-anak,” lanjutnya. Syukurlah jika memang seperti itu. Apalagi sebenarnya, berdasarkan APBN-P 2012, pemerintah telah menganggarkan belanja pegawai senilai Rp 212,24 triliun. Dari pos inilah, gaji ke13 diambil. Beban belanja pegawai pada APBN memang semakin berat. Dan kon-

Hore, Gaji ke-13 Gaji ke-13 bagi PNS bakal turun bulan Juni ini. Yang malas dan yang rajin sama-sama kebagian. TEKS Ardi Siregar Foto dok

disi itu agaknya menular ke berbagai daerah. Berdasarkan analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), pada APBD 2011 lalu, terdapat 124 daerah yang beban belanja pegawainya melebihi 60%. Bahkan 16 daerah di antaranya mencapai 70%. Belanja pe­gawai terbesar terjadi di Kabupaten Demak yang mencapai 89%. Di mata Dradjad Wibowo, pengamat ekonomi, pemberian gaji ke-13 yang sejatinya bonus, seharusnya diberikan berdasarkan faktor kinerja dan keadilan. “Kalau gaji ke-13 diberikan kepada semua PNS, TNI/Polri, efeknya justru negatif karena yang rajin dan malas tetap

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

dapat,” katanya, Jumat pekan lalu. Tak hanya itu, dari sisi keadilan, pemberian bonus kepada pejabat negara atau pejabat di kementerian juga tidak tepat. “Contohnya, pegawai Kemenkeu. Mereka yang golongan 3A sudah dapat penghasilan belasan juta setiap bulan. Jelas tidak adil terhadap PNS lain atau rakyat Indonesia kalau mereka masih dapat gaji ke-13,” kata Dradjad. Pemberian gaji ke-13 berdasar kinerja memang tak mudah dilakukan. Tapi kata Dradjad, sudah menjadi tugas pejabat negara untuk mengalokasikan dana APBN seefisien dan seadil mungkin. Hmm…, benar juga. n

21


bisnis sepekan

Hemat Energi Ala Jasa Marga TEKS Hideko FOTO asep rochyadin

P

enghematan energi, yang dulu hanya mengawang dari satu diskusi ke diskusi lain, kini sudah mulai membumi. Bahkan di PT Jasa Marga (persero), misalnya, sudah ada langkah

konkret untuk mengurangi pemakaian energi tidak terbarukan. Sejak 20 Mei lalu, operator jalan tol itu telah memanfaatkan energi solar cell (tenaga surya) untuk penerangan jalan

Kepak Garuda ke Penjuru Dunia TEKS Hideko FOTO riset

s

etelah kembali terbang ke Eropa, Garuda Indonesia Airlines berencana membuka jalur baru ke sejumlah negara. Tahun 2014 misalnya, maskapai nasional ini akan kembali menerbangi rute Jakarta–Selandia Baru dan Jakarta–Amerika.

22

Selain itu, Garuda juga akan membuka rute baru ke provinsi Chengdu dan Tianjin, China. Rute-rute baru tersebut bakal dilayani pesawat Boeing 777-300 ER yang akan tiba Juni 2013. Dengan rute baru ini Garuda mentargetkan frekuensi penerbangan internasio-

umum (PJU) di jalan tol Cawang–Tomang–Cengkareng. Hingga kini, di jalan tol sepanjang 38 km itu sudah terpasang 1.800 titik lampu PJU yang memanfaatkan energi tenaga surya. Tak hanya sampai di situ, Juli depan 115 titik PJU LED tenaga surya lagi akan dipasang di tepi jalan tol Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya pada 2010, Jasa Marga juga telah memasang 267 unit PJU LED tenaga surya di ruas tol Cipularang dan 195 unit di jalan tol Purbaleunyi. Selain itu, BUMN ini juga sedang mengembangkan 200 tiang PJU dengan sistem hidrolik. “Program ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi listrik. Apalagi Indonesia kaya akan sinar matahari yang dapat menghasilkan energi yang besar,” ujar Wasta Gunadi Kepala Humas PT Jasa Marga. Yang lebih menarik, kepedulian terhadap energi alternatif ini tak hanya sebatas lingkungan Jasa Marga. Jasa Marga juga berencana mendirikan pabrik photovolatic (panel surya). Selain untuk memenuhi kebutuhan panel surya di dalam negeri, sebagian dari produksinya akan diekspor ke manca negara. Untuk pembangunan pabrik photovolatic ini Jasa Marga menjalin kerjasama dengan PT Len Industri, PT Prima Layanan Nasional Enjinering (anak usaha PLN), PT Pertamina. n

nal sebanyak 23 ribu pada tahun 2015. Rinciannya, ke Asia Timur (JepangKorea-China-Taipei) 16 ribu, Timur Tengah 1.800, Australia 7 ribu, Eropa 1.400, dan AS 730. Dengan makin banyaknya rute penerbangan internasional, diharapkan jumlah penumpang yang diangkut Garuda akan naik. Jika tahun lalu berhasil mengangkut 17 juta orang, tahun ini ditargetkan naik menjadi 20,4 juta orang, tahun 2015 menjadi 45 juta. n inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


bisnis sepekan

BNI, pekan lalu, BNI menyalurkan pinjaman sebesar Rp 22,1 miliar kepada 80 pengusaha kecil di kawasan Muara Angka (Jakarta Utara) dan Desa Tambak Sumur Karawang. Kedua derah tersebut merupakan sentra usaha pengolahan ikan tra-

disional dan budi daya ikan bandeng. Tak hanya diberi bantuan dana, mereka juga diberi pelatihan keterampilan dan pengetahuan dalam menjalankan usahanya. Selain itu, BNI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana seperti gedung serba guna, perbaikan tempat ibadah, bantuan gerobak ikan, dan fasilitas water treatment. “Harapan kami, Kampoeng BNI PHPT Muara Angke dan Kampoeng BNI Bandeng Tambak Sumur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan yang berkualitas dan meningkatkan pendapatan para nelayan dan pembuat pindang,” ujar Gatot M. Suwondo, Direktur Utama BNI. Pola penyaluran kredit kepada kelompok usaha secara cluster seperti ini telah dikembangkan BNI di sejumlah daerah. Sebut saja Kampoeng BNI Sapi di Subang, Jabar, Kampoeng BNI Jambu Mete di Imogiri, Yogyakarta, Kampoeng BNI Tenun Songket di Ogan Ilir, Sumsel, dan Kampoeng BNI Seni Kamasan di Klungkung, Bali. Sedangkan Muara Angke dan Tambak Sumur merupakan Kampoeng BNI yang kedelapan. Hingga April lalu, kredit kemitraan yang dikucurkan BNI sudah mencapai Rp 282 miliar. Menariknya, dana kemitraan ini disisihkan dari laba bersih BNI sehingga suku bunganya bisa lebih rendah dari bunga pinjaman komersial. n

saldo melalui 32.000 jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia. “Kami sangat peduli akan kebutuhan nasabah. Dengan memanfaatkan jaringan ATM

Bersama, seluruh nasabah mendapat akses yang lebih luas, lebih mudah, dan efisien,” kata Tony Tuner, Direktur Utama PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. n

Tak Hanya Umpan, Kail pun Diberikan TEKS Hideko FOTO riset

S

ebagai bank pemerintah, BNI memang tak pernah melupakan tugas utamanya sebagai agen pembangunan. Makanya, bank pemerintah ini begitu peduli dengan nasib industri kecil. Nah, lewat program Kampoeng

Untuk Memanjakan Kebutuhan Nasabah TEKS Hideko FOTO riset

k

emudahan bertransaksi merupakan salah satu layanan yang wajib disediakan oleh sebuah bank. Makanya, untuk meningkatkan layanan kepada nasabahnya, PT Bank Ekonomi Rahaja Tbk bergabung dengan jaringan ATM Bersama yang dikelola oleh PT Artajasa Pembayaran Elektronik. Dengan kerjasama ini, nasabah Bank Ekonomi kini bisa melakukan transaksi tarik tunai, transfer, dan mengetahui

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

23


Bisnis Gas

Jaringan pipa gas

Bonsai untuk PGN PGN dianggap tak berpihak kepada industri. Pemerintah pun menginginkan harga jual gas dari PGN diturunkan. TEKS AS Riyanto Foto Riset

M

ungkin UU BUMN harus direvisi. Selain harus untung, UU itu nantinya harus menyebutkan bahwa BUMN harus menguntungkan perusahaan swasta dan asing. Bukan apa-apa. Soalnya, nasib sial itu kini menimpa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

24

Seperti diketahui, pemerintah akan mengevaluasi harga gas PGN yang dijual kepada industri sebesar US$ 10,2 per million metric british thermal unit (MMBTU). Keinginan pemerintah tersebut terkait tuntutan swasta yang merasa harga jual gas PGN mencekik leher. Memang, kinerja BUMN penjual gas ini masih lumayan oke, meskipun ada pe-

nurunan. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 19,56 triliun pada 2011. Capaian itu menurun dari tahun 2010 senilai Rp 19,76 triliun. Laba bersih PGN juga turun dari senilai Rp 6,23 triliun di 2010 menjadi Rp 5,93 triliun pada 2011. Masalahnya, biaya operasional perusahaan milik negara ini melonjak hingga 200% seiring naiknya harga beli gas perseroan dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). “Biaya operasi di hulu melonjak hingga 200% karena kenaikan harga beli dari KKKS,� kata Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGN. Contohnya, kontrak dua kontrak perjanjian jual beli gas bumi dari lapangan Grissik (Blok Corridor) yang dioperasikan Conoco Phillips dan lapangan Per-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Bisnis Gas

tamina EP di Sumatera Selatan. Conoco memasok sebesar 412 billion british thermal unit per day (BBTUD), sedangkan Pertamina EP sekitar 250 BBTUD. Gas dikirim ke PGN di Jawa Barat melalui pipa South Sumatera West Java. Harga gas dari Conoco sebelumnya hanya US$ 1,85 per MMBTU, sementara harga gas Pertamina sekitar US$ 2,23 per MMBTU. Namun belakangan harganya naik lebih 200%. Nah, agar kinerja tetap oke, Mei lalu PGN terpaksa menaikan harga jual gas sampai 55% dari US$ 6,6 menjadi US$ 10,2 per MMBTU. Namun, penaikan harga gas itu tidak dipukul rata di seluruh Indonesia. Harga gas di Medan, misalnya, dipatok sebesar US$ 9 per MMBTU. Sementara di Jawa Timur dijual dengan harga US$ 8,7 per MMBTU, sedangkan di Jawa Barat mencapai US$ 10,13. Menurut Hendi, bila harga gas masih dijual dalam kisaran US$ 5 per MMBTU misalnya, tak akan menarik investasi gas di dalam negeri. Produsen lebih terta-

Kami sedang tinjau ulang harga yang pas untuk industri. Target saya akhir Juni ini sudah diketahui. Evita Legowo, Dirjen Migas Kementerian ESDM

rik mengekspornya. Ia mencontohkan Singapura membayar gas Indonesia di kisaran US$ 14-US$ 17 per MMBTU.

Terbelah menjadi dua Penaikan harga tersebut membuat kalangan industri ribut. Bahkan kalangan industri telah mengirimkan surat keberatan mengenai penaikan harga gas tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Isinya, meninjau kembali penetapan harga dan meminta jaminan suplai,” kata Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Pengusaha Indonesia (Apindo). Menurut Sofjan, PGN lebih mementingkan diri sendiri, dengan mengabaikan hajat hidup buruh yang bekerja di industri-industri yang terkena dampak akibat kenaikan harga gas 55% ini. “PGN mensejahterakan 3 ribu orang pekerjanya, tapi mematikan 3 juta orang lain (buruh industri),” tambah Sofjan. Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), mengatakan bahwa kenaikan harga gas tersebut akan meningkatkan biaya produksi 15-20%. Namun industri tidak bisa langsung menaikkan harga jual karena terlanjur menandatangani kontrak dengan pembeli hingga akhir 2012. “Industri makanan dan minuman dalam posisi dilematis karena sulit untuk mengganti sumber energi dari gas alam ke batu bara atau BBM,” kata Franky. Namun menurut MS Hidayat, Menteri Perindustrian, para pengusaha terbelah dua dalam menyikapi kenaikan harga gas. Di sisi lain ada yang pro, lalu ada juga yang kontra dengan kenaikan harga gas tersebut. “Ada industri kami yang menyetujuinya asal suplainya tidak dikurangi, tapi ada industri kami yang tidak menyetujuinya dengan kenaikan 55%,” paparnya. Akhirnya, pemerintah turun tangan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini sedang mengevaluasi ulang harga gas yang ditetapkan PGN. “Kami sedang tinjau ulang harga yang pas untuk industri. Target saya akhir Juni ini sudah diketahui,” kata Evita Legowo, Dirjen Migas di Kementerian ESDM. Memang, PGN bisa menetapkan harga jual gas bumi untuk industri. Ini sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Namun, menurut Evita, pemerintah diperbolehkan untuk mengintervensi harga gas yang ditetapkan PGN, meski perusahaan tersebut sebagian sahamnya dimiliki publik. Adapun Menteri BUMN Dahlan Iskan lepas tangan mengenai hal ini. Dia tidak ingin mencampuri permasalahan kenaikan harga gas tersebut. “Penaikan harga gas ke Industri oleh PGN bukan urusan saya, karena itu merupakan aksi korporasi,” katanya. Lebih jelasnya, kebijakan menaikkan harga gas ke Industri merupakan kewenangan PGN sepenuhnya. “Itukan kewenangannya PGN,” lanjutnya. n

25


Bisnis Biznet

Kantor Biznet

Berharap Berkah dari Game Industri game dan animasi nyaris tak terpengaruh krisis ekonomi. Biznet mencoba peruntungan pada industri ini. TEKS AS Riyanto Foto ASEP ROCHYADI, WIRASATRIA, Riset

G

ame bukan hanya konsumsi anak-anak. David Cameron, Perdana Menteri Inggris, pun tergila-gila permainan di layar iPad miliknya. Bahkan krisis Eropa tak mampu mengalihkan perhatiannya jika sedang asyik bermain game. Setelah tergila-gila pada permainan Angry Bird, sekarang Cameron beralih ke Fruit Ninja. Jari-jarinya lincah menyincang buah melon, jeruk, dan nanas dalam permainan tersebut. Tak hanya Cameron yang tersihir oleh permainan “burung murka� itu. Seri terbaru Angry Birds Space telah diunduh lebih dari 100 juta kali di seluruh dunia dalam waktu tiga bulan sejak diluncurkan akhir Maret lalu. Bahkan Angry Birds telah tembus angka 1 miliar unduhan di semua episodenya, termasuk Angry Birds Seasons dan Angry Birds Rio sejak diper-

26

kenalkan pertama kalinya pada akhir tahun 2009. Keuntungan Rovio, developer game yang membuat Angry Birds, pun menumpuk. Ini membuat PT Supra Primatama Nusantara, perusahaan penyelenggara telekomunikasi dan multimedia dengan brand Biznet, membentuk perusahaan untuk membuat game dan animasi. Nantinya, perangkat lunak itu akan ditampilkan di web, telepon canggih, dan perangkat tablet plus konten multimedia seperti film atau seri animasi. Kesuksesan Angry Birds memang membuat ngiler banyak orang, termasuk Biznet. Maklum, berdasarkan data The Next Web yang dirangkum di Businessdgree.net, pendapatan Rovio tahun 2010 mencapai US$ 10 juta. Tahun 2011, pendapatan Rovio naik 10 kali lipat menjadi US$ 100 juta karena Angry Birds telah

diunduh sebanyak 700 juta kali di seluruh dunia. Contoh developer game yang aduhai adalah Zynga. Produk Zynga yang terkanal seperti Farm Ville, City Ville, Poker, Cafe World, Pet Ville, dan Sudoku, juga telah membius warga dunia. Bahkan divisi mobile gaming Zynga telah menghasilkan pendapatan sebesar US$ 10 miliar tahun lalu. Setelah Zynga, ada OMGPOP yang sukses membangun game Draw Something. Hanya dalam 50 hari sejak diluncurkan, game ini berhasil memikat 50 juta orang untuk men-download-nya. Tak heran jika OMGPOP akhirnya dibeli Zynga seharga US$ 200 juta. Adapun developer Tiny Tower meraih kesuksesan dengan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 3 juta di tahun pertama peluncuran gamenya. Bisnis developer game tampaknya masih menggiurkan. Tahun 2016, bisnis mobile gaming akan meningkat dua kali lipat dari tahun 2012. Gurihnya developer game membuat Biznet ingin merasakannya. Biznet pun mulai masuk ke bisnis investasi, khusus-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Bisnis Biznet

nya di industri game dan animasi melalui Biznet Capital Ventures. Menurut Adi Kusma, Presiden Direktur PT Supra Primatama, game dan animasi dipilih karena sejalan dengan future plan dari Biznet. “Ukuran investasinya sendiri mulai dari Rp 500 juta untuk tiap perusahaan. Namun Biznet juga mampu untuk memimpin ronde investasi untuk startup yang memerlukan dana lebih besar dengan mengajak rekanan lainnya,” papar dia. Biznet dirintis sejak 2000 dengan menggarap bisnis penyedia jasa internet di Indonesia. Apalagi waktu itu pemain di sektor ini masih jarang. Tahun 2008, Biznet meluncurkan MAX3 Internet dengan kecepatan akses 10 Megabyte per second (Mbps) yang memungkinkan konsumen dengan nyaman mengakses internet pita lebar berkecepatan tinggi (broadband internet), voice over IP (VoIP) dan interactive TV (IPTV). “Kecepatan akses Max3 yang mulai diluncurkan pada Februari 2008 ini nantinya akan ditingkatkan hingga 100 Mbps,” papar Adi kala itu.

Masuk bisnis TV kabel Sebelumnya, pada tahun 2005, Biznet sudah memiliki jaringan optik 10 kilometer di Jalan Sudirman, Jakarta. Tahun 2010, jaringan kabel optik Biznet sudah mencapai 1.100 km mulai dari Serang hingga pulau Bali. Pasarnya pun berkembang tidak lagi mengandalkan pelanggan perusahaan, tetapi pelanggan perorangan juga digarap Biznet dengan telaten. Kepakan sayap Biznet pun kian luas dengan jaringan terpusat di gedung yang sedang dibangun di daerah Cibubur, Jawa Barat. Dengan demikian dapat lebih fokus merawat lebih dari 1.700 kilometer rute fiber optic untuk mendukung layanan broadband internet dan layanan local loop. Jaringan Biznet pun semakin luas. Maret lalu, Biznet Networks mulai menyambangi Semarang. Kemudian melebar ke Yogyakarta. Selain kedua kota tersebut, Biznet telah melayani kebutuhan jaringan internet, multimedia di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya (Bekasi, Depok, Tangerang, Serang), Bali, dan Bandung, Yogyakarta, dan Semarang. Tahun ini juga Biznet juga akan melayani Bogor. Bahkan Biznet juga berencana membangun Development Center di Yogyakarta. Pusat pengembangan tersebut untuk dijadikan tempat bagi para insan kreatif di kota pelajar ini dalam mengembangkan

Kondisi sungai citarum, airnya keruh karena limbah David Cameron dengan ipad-nya

teknologi animasi dan permainan. “Langkah itu untuk mendukung konten-konten yang akan ditayangkan pada saluran TV kabel milik Biznet yang juga akan segera hadir di Yogyakarta, yakni max3 Cable TV,” ujar Adi. Perluasan jaringan fiber optic di Yogyakarta itu untuk menawarkan layanan internet yang andal dan berkualitas bagi korporasi. Untuk memenuhi kebutuhan usaha skala menengah kecil, Biznet menawarkan produk MetroNET. Sedangkan untuk melayani pasar ritel, Biznet menawarkan yang dinamakan max3 yang

mencakup jaringan internet dan layanan televisi berbayar berkualitas tinggi. Tak hanya mengurus bisnis, Biznet juga peduli olahraga dengan menggelar Biznet Bali Internasional Triathlon pada 24 Juni depan. Ajang yang keenam kali ini bertema “Triathlon for the Soul”. Untuk Triathlon tahun ini, para peserta diharuskan berenang di pantai Jumbaran dengan jarak tempuh satu setengah kilometer, dilanjutkan dengan mengayuh sepeda sejauh 42 kilometer. Terakhir, para peserta diharuskan berlari sejauh 10 kilometer. n

Tak hanya mengurus bisnis, Biznet juga peduli olahraga dengan menggelar Biznet Bali Internasional Triathlon pada 24 Juni depan.

Konferensi pers untuk acara Biznet Bali International Triathlon

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

27


bisnis Ban

Seret di Luar, Menggelinding di Dalam Industri otomotif berspekulasi dengan memesan banyak ban. Adapun pasar ekspor terus melemah. TEKS AS Riyanto Foto Riset

K

risis Eropa membuat ban asal Indonesia sulit menggelinding. Pasar ban di kawasan Eropa dan Amerika Serikat terus melorot. Berbeda dengan pasar di dalam negeri. Di dalam negeri, penjualan ban justru menggelinding dan menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI), penjualan ban kepada pabrikan mobil (original equipment manufacturers/OEM) di dalam ne-

28

geri pada Mei lalu mencapai 481.928 unit atau meningkat 7% dari penjualan April yang berjumlah 450.400 unit. Peningkatan penjualan itu terjadi karena permintaan mobil baru yang meningkat menjelang penerapan kenaikan

uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi 30% Juni ini. Alasannya, menurut Aziz Pane, Ketua Umum APBI, kalangan agen pemegang merek (APM) berspekulasi kenaikan uang muka KKB diperkirakan menaikkan harga ban dan komponen otomotif. “Sebelum kondisi itu terjadi, pabrikan mobil meningkatkan pembelian ban,” ujarnya. Selain takut harga ban naik, pabrikan mobil meningkatkan pembelian ban karena beberapa model baru pada segmen low MPV (multipurpose vehicle) membukukan penjualan yang cukup pesat. Adapun untuk segmen penggantian (replacement) ban mobil relatif stabil seperti pada April yang berkisar 1 juta unit. Kondisi ini berbeda dengan pasar tujuan Amerika dan Eropa. Ekspor ban di kedua benua itu terus merosot. APBI mencatat, ekspor ban mobil pada Mei merosot 3% dibandingkan dengan ekspor pada April dari 2,58 juta unit ban menjadi 2,5 juta unit. Ekspor ban pada April tersebut sebelumnya telah tergerus 9,47% dibandingkan dengan ekspor ban pada Maret (2,85 juta buah). Adapun, ekspor pada Maret sebenarnya telah terkikis 4,04% dibandingkan dengan ekspor pada Februari sebanyak 2,97 juta unit. Selama ini, kontribusi ekspor ban mencapai 65%-80% dari total penjualan per tahun. Jika krisis ekonomi Eropa dan AS terus berlanjut, menurut Aziz, selama itu pula volume ekspor ban Indonesia akan terus menyusut. “Pasar ban kita cukup kuat di Spanyol, Inggris, dan Italia, kawasan Timur Tengah dan Amerika Utara. Kalau tidak ada perbaikan dari krisis di Eropa dan AS, ekspor ban Indonesia terancam terus menyusut. Ini jelas sangat menyulitkan,” katanya. Jika dibandingkan dengan ekspor pada Mei tahun lalu yang masih mencapai 3,11 juta unit, ekspor ban pada Mei 2012 sudah terpangkas cukup signifikan, yakni 19,7%. Pasar ban Indonesia di Eropa, ungkap Aziz, bahkan berpotensi digerogoti China jika tawarannya membantu penyelesaian krisis utang di Eropa diterima oleh Uni Eropa. Kalau ini terjadi, China pasti akan meminta kompensasi agar barang-barangnya lebih leluasa menguasai pasar Eropa, termasuk ban mereka. “Ini bisa membahayakan market share ban kita di Eropa. Perubahan geopolitik dunia bisa memperburuk ekspor ban Indonesia,” ujar Aziz. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Bisnis Produk Hijau

pabrik pengolahan limbah kertas untuk bahan bangunan dan peralatan rumah tangga

A

pakah produk ramah lingkungan itu? Pemerintah bingung menerangkannya. Maklum, belum ada kriteria jelas mengenai produk yang ramah lingkungan. Padahal, Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) meminta anggotanya untuk menyerahkan daftar produk hijau yang mereka produksi. Nantinya, produk-produk hijau ini akan dipotong tarifnya hingga 5% di negara-negara APEC pada akhir 2015. Nah, dalam Meeting of Ministers Responsible for Trade (MRT) 2012 yang digelar di Kazan, Rusia, pekan lalu, disepakati untuk mendukung perdagangan barang dan jasa yang ramah lingkungan. Di akhir 2012, para anggota APEC akan menghapus syarat adanya kandungan lokal pada produk ramah lingkungan. Isu itu selama ini menjadi kendala bagi perusahaan-perusahaan AS di China dan di pasar-pasar lain di Asia Pasifik. Para anggota APEC pun akan menyusun daftar produk ramah lingkungan yang bisa dikenakan pemotongan tarif hingga 5% di akhir 2015. Kebijakan ini bisa memicu perdagangan pada produk-produk mutakhir yang ramah lingkungan. Masalahnya, ya itu tadi, tidak ada rumusan dari pertemuan di Kazan tentang seperti apa

Meraba Produk Ramah Lingkungan Indonesia ditekan untuk membuat daftar produk hijau. Seperti apa? Semua bingung. TEKS AS Riyanto Foto Riset

produk hijau. Indonesia dipastikan akan mengikuti aturan itu. Tapi bisa dipastikan, ekspor Indonesia bakal semakin babak belur. Sebab, ekspor Indonesia terus melorot. Berdasarkan data BPS nilai ekspor Indonesia April 2012 mencapai US$ 15,98 miliar atau turun 7,36% dibandingkan ekspor Maret 2012. Demikian juga bila dibanding April 2011 mengalami penurunan sebesar 3,46%. Keinginan untuk ikut membuat daftar produk hijau itu disampaikan oleh Iman Pambagyo, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan. “Kalau kita masih mempersoalkan kriteria, balik lagi ke awal.

Jadi, oke kita pakai kriteria, tapi masing-masing punya kriteria sendiri. Kita tidak tahu mereka pakai kriteria apa. Kita juga pakai kriteria sendiri,� katanya. Daftar produk tersebut, lanjut Iman, saat ini sedang dibahas bersama instansi terkait. Indonesia masih ingin memberikan kesempatan kepada produsen dan eksportir untuk mempersiapkan diri dengan baik. “Sambil kita mempersiapkan pengusaha kita, pemerintah terus mengadakan konsolidasi internal untuk mematangkan daftar tersebut. Di sisi lain, kita juga ingin hal ini benar-benar memperhatikan aspek lingkungan, bukan melulu aspek dagangnya yang ditonjolkan,� ujar Iman. n

Tapi bisa dipastikan, ekspor Indonesia bakal semakin babak belur. Sebab, ekspor Indonesia terus melorot. inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

29


Executive Lounge Bandara

Havana (Term 2 f) Prima (Term 2f) El john (Term 1b) El john (Term 1c) Sunda kelapa Lounge (Term 2 f) Mandiri Lounge (Term 2 f) Bni Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge (Term 2 f) Citibank Lounge Intr (Term 2 f) Batavia Lounge (Term 2d) Mutiara Longe (Term 2e) Kedaton Executive Lounge (Term 1a) Jw Lounge (Term 1a) Jw Sky Lounge (Term 2e) Taman Sari Royal Heritage Spa (Term 2f) D. Green Lounge (Term 3) Emerald Sky Lounge (Term 2f) Emerald Sky Lounge (Term 2d) Bengawan Solo Cafe (Term 1b) Oh La La Café (Term 2d) Padma Lounge (Ngurahrai Bali) Cempaka Lounge (Ngurahrai, Bali) Mandiri Prioritas (Ngurahrai, Bali) Garuda Executive Lounge (Ahmad Yani) Arjuna Lounge (Ahmad Yani) Srikandi Lounge (Ahmad Yani) Garuda Executive Lounge (Adi Sucipto) Borobudur Lounge (Adi Sucipto) Syaleindra Lounge Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang Lembayung Lounge Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru Minang Kabau Lounge Bandara Udara Internasional Ketaping Padang Crown Gapura Angkasa Lounge Polonia Medan Jw Lounge Terminal keberangkatan domestik bandara Depati Amir - bangka Jw Lounge Terminal Keberangkatan Int. Bandara Lombok Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Sultan Thaha - Jambi Jw Sky Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia - Medan Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Hangnadim - Batam Jw Lounge Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai - Bali

Café

Kopi Luwak (All Jkt) Kopi thiam (pi) J.Co Donuts & Café Oh LaLa Apple Tree (mnc Tower) Marzano (Senayan City) Founzu Restoran (Wisma bni) Bengawan Solo Café Cup & Cino Cofe House Segafredo Zaneti Espreso Tator Café Cazasuki Resto

Bengawan Solo Café (Medan) Bengawan Solo Café (Surabaya) Bengawan Solo Café (Jogjakarta) Starbucks Café Christine Bakery Exselco Travel Dwijaya Travel (Wisma bni) Executive Barbershop/Salon Paxi Servis Center Daihatsu Rumah Sakit Medistra Rs. Satiti Depok

Hotel

Grand Sahid Jaya Borobudur Fulham Hotel Hotel Sentral - Pramuka (Drug Store) Hotel Century - Sudirman Hotel Kaisar - Duren Tiga Hotel Mega - Cikini Hotel Mega Anggrek Hotel Peninsula Slipi Hotel Menteng II Hotel Manhattan Hotel Sun Lake Hotel omni Batavia Hotel Ibis Slipi Hotel Regent Inter Continental - Rasuna Said Hotel Sahid Jaya Sudirman Hotel Ambara - Blok M Hotel Classic - jl. Samanhudi Hotel Mulia - Senayan Hotel Mercure - Ancol Hotel Milenium - Kebon Sirih Hotel Cipta I Hotel Golden Truly - Gunung Sahari Hotel Sofyan Betawi - Cikini Hotel Traveller - Mangga Dua Apartement & Hotel Tropic - Grogol Mall Bellagio - Mega Kuningan

Gedung Perkantoran

Apartement Taman Rasuna - Mm Little Corner Gedung Plaza Aldiron - Inkopau Gatot Subroto Gedung Menara Thamrin - Basement Gedung Graha Niaga - Liquid Shop - Loby Gedung Manara Jamsostek Gedung Graha Surya Internusa - Rasuna Said Gedung Manara Gracia - Rasuna Said Gedung Century Tower - Rasuna Said Gedung Depnaker RI Gatot Subroto Gedung Wisma Adhi Graha - Gatot Subroto Gedung Wisma Indo Mobil - Mt Haryono Gedung Depkes RI - Rasuna Said Gedung Wisma 77 Gedung Menara Dea Mega Kuningan Gedung Graha Pertamina - Rasuna Said Gedung Bpk RI. S.Parman

Gedung Menara Karya - Rasuna Said Gedung Wisma Sonatopas -S. Parman Tiptop Pondok Bambu (Hypermart) Rest Area Km 13.5 Tol Jkt Tangerang - Pujasera Total Bonjour - Buncit Mampang

Toko Buku

Toko Buku Gunung Agung Kwitang 6 Toko Buku Gunung Agung Kwitang 38 Toko Buku Gunung Agung Atrium Senen Toko Buku Gunung Agung Sunter Toko Buku Gunung Agung Blok M Toko Buku Gunung Agung Pondok Indah Mall Toko Buku Gunung Agung Citraland Toko Buku Gunung Agung Trisakti Toko Buku Gunung Agung Senayan City Toko Buku Gunung Agung Arion Toko Buku Gunung Agung Cbd Cileduk Toko Buku Gunung Agung Bumi Serpong Damai (Bsd) Toko Buku Gunung Agung City Mall Tangerang Toko Buku Gunung Agung Bekasi Toko Buku Gunung Agung Pondok Gede Toko Buku Gunung Agung Tamini Square Toko Buku Gunung Agung Cyber Park (Bekasi) Toko Buku Gunung Agung Margo City (Depok) Toko Buku Gunung Agung Uob Plaza Mh. Thamrin Toko Buku Gunung Agung Jembatan Merah (Bogor) Toko Buku Gunung Agung Tunjungan Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Delta Plaza (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Galaxy Mall (Surabaya) Toko Buku Gunung Agung Libi (Denpasar) Toko Buku Gunung Agung Ramayana (Denpasar) Kinokuniya Grand Indonesia (Jakarta) Kinokuniya Bellezza (Jakarta) Kinokuniya Pondok Indah Mall (Jakarta) Kinokuniya Plaza Senayan (Jakarta) Toko Buku Gramedia Central Park (Jakarta) Toko Buku Gramedia Cinere (Jakarta) Toko Buku Gramedia Gandaria (Jakarta) Toko Buku Gramedia Kediri (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Madiun (Jawa Timur) Toko Buku Gramedia Maumere (Ntt) Toko Buku Gramedia Malang Town Square (Malang) Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat (Malang) Toko Buku Gramedia Nikita Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Duta Plaza (Denpasar) Toko Buku Gramedia Bali Galeria (Denpasar) Toko Buku Gramedia Ternate (Denpasar) Toko Buku Gramedia Binjai (Sumatera Utara) Toko Buku Gramedia Grand Palladium (Medan) Toko Buku Gramedia Sun Plaza (Medan) Toko Buku Gramedia Medan Mall (Medan) Toko Buku Gramedia Gajah Mada (Medan) Toko Buku Gramedia Cibinong Toko Buku Gramedia Pondok Gede (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Cijantung (Jakarta Timur) Toko Buku Gramedia Gajahmada (Jakarta) Toko Buku Gramedia Melawai (Jakarta Selatan) Toko Buku Gramedia Pintu Air (Jakarta) Toko Buku Gramedia Daan Mogot (Jakarta) Toko Buku Gramedia Golden Truly (Jakarta)

Toko Buku Gramedia Jambi Toko Buku Gramedia Bengkulu Toko Buku Gramedia Palembang Atmo Toko Buku Leksika Mercu Buana Toko Buku Leksika Tarumanegara Toko Buku Leksika Ui Toko Buku Togamas Diponegoro (Surabaya) Toko Buku Togamas Margorejo (Surabaya) Toko Buku Togamas Petra (Surabaya) Toko Buku Togamas Malang Sinar Supermarket Jemur Sari (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Satelit (Surabaya) Sinar Supermarket Bintoro (Surabaya) Sinar Supermarket Jagir (Surabaya) Sinar Supermarket Perak (Surabaya) Sinar Supermarket Darmo Park (Surabaya) Indomart Convenient Dirjen Pajak (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Indofood (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Kodel (Jakarta) Indomart Convenient Apartamen Casablanca (Jakarta) Indomart Convenient Indocement (Jakarta) Indomart Convenient Bca Pluit (Jakarta) Indomart Convenient Bca Matraman (Jakarta) Indomart Convenient Metropolitan (Jakarta) Indomart Convenient Wisma Budi (Jakarta) Indomart Convenient Ario Bimo (Jakarta) Indomart Convenient Arthaloka (Jakarta) Indomart Convenient Plaza Bapindo (Jakarta) Indomart Convenient Point Convenient Kgb (Jakarta) Indomart Convenient Pc Oli Centre Building (Jakarta) Indomart Convenient Menara Imperium (Jakarta) Indomart Convenient Point Thamrin Residence (Jakarta) Indomart Convenient The Boulevard (Jakarta) Indomart Convenient Point City Home (Jakarta) Indomart Concenient Point Cempaka Mas (Jakarta) Indomart Convenient Point Mt Haryono (Jakarta) Indomart Convenient Prj Kemayoran (Jakarta) Indomart Convenient Point Maple Park (Jakarta) Indomart Convenient Pluit Village (Jakarta) Indomart Convenient Mangga Dua Square (Jakarta) Indomart Convenient Point Taman Fatahillah (Jakarta) Indomart Convenient Point Menara Supra (Jakarta) Times Bookstore Pluit Village Times Bookstore Kemang Village Times Bookstore Pacific Place 1 Times Bookstore Pacific Place 2 Times Bookstore Uph Karawaci Times Bookstore Cibubur Junction Times Bookstore Citos Times Bookstore Pejaten Times Bookstore Plaza Semanggi Times Bookstore Puri St. Moritz Times Bookstore Siloam Hospital Kebun Jeruk Times Bookstore Siloam Hospital Karawaci Times Bookstore Supermall Karawaci Times Bookstore Aryaduta Hotel Jakarta Times Bookstore Mochtar Riady Cancer Center, Jakarta Toko Buku Fresh Media (Cibubur) Anugerah Media - Hermes (City Of Tomorrow, Surabaya) Teratai Bookshop (Menteng Huis, Jakarta) Erlangga - Hypermart Cikarang

form

Langganan

Alamat : Jln Sungai Sambas VI/12 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12130 Telp. (021) 72787313, 72787316 Fax. (021) 7210976

Nama

: ........................................................................................................................................

Alamat : ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ Telephone : ........................................................................................................................................ Email : ........................................................................................................................................


Kejuaraan sepakbola Eropa baru dimulai. Di tengah krisis dan iklim tak sehat, banyak pengamat pesimistis Polandia dan Ukraina mampu menangguk keuntungan menjadi tuan rumah. TEKS Mikail Foto Riset Ilustrasi Fonda Lapod

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

31


B

enua biru tengah berpesta. Sejak 9 Juni hingga 1 Juli 2012 nanti, Piala Eropa 2012 digelar di dua negara, Polandia dan Ukraina. Pesepak bola kondang dan hebat dari 16 negara beradu taktik, di ajang kejuaraan sepak bola empat tahunan terbesar kedua setelah Piala Dunia itu. Selama pertandingan berlangsung, diperkirakan ada jutaan supporter yang bakal membanjiri negeri bekas blok timur itu. Piala Eropa 2012 kali ini, memang, menarik untuk ditonton. Tidak sekadar melihat aksi ciamik para pemain Spanyol, atau semangat tempur tim Panzer Jerman. Bukan pula soal ingar-bingar suporter pendukung kesebelasan negara peserta yang datang dengan beragam atribut menarik. Kejuaraan sepak bola ini makin banyak diamati dunia lantaran digelar di saat krisis tengah menerjang benua biru. Dulu, ketika menggelar Olimpiade 1992, Barcelona memang sukses mendulang laba. Namun, hajatan Piala Eropa diperkirakan malah akan menimbulkan kerugian bagi negara penyelenggara. Sejumlah analis ekonomi meyakini, event akbar yang berlangsung di tengah krisis berpotensi memunculkan dampak negatif terhadap ekonomi negara penyelenggara dalam jangka panjang.

Jor-joran Polandia memang bisa disebut sebagai satu-satunya negara Eropa yang mampu menghindari resesi saat kolapsnya Lehman Brothers 2008 lalu. Menurut data International Monetary Fund (IMF), sejak krisis 2008 lalu, ekonomi negeri itu telah tumbuh mencapai 15%. Analis Societe Generale, Jaroslaw Janecki, dan Rosbank Vntsibano juga mencatat, sejak krisis 2008, Polandia terus bangkit dengan pembangunan infrastruktur yang sengaja dipersiapkan untuk perhelatan Piala Eropa 2012. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar 110 miliar zloty atau â‚Ź25,6 miliar digelontorkan guna membangun konstruksi jalan, hotel, dan sarana stadion lainnya. Jumlah itu setara dengan 1,3% gross domestic product (GDP) dalam setahun. Ukraina juga tak kalah gencarnya membangun demi prestisius ajang sepak bola Eropa itu. Padahal, negeri pecahan Uni Sovyet ini terbilang miskin. Tidak seperti Polandia, Ukraina justru terpuruk akibat krisis. Di tahun 2009 GDP Ukraina jatuh hingga angka 14,8%. Tapi itu tak mengurangi semangat Ukraina membangun citra sebagai penyelenggara Piala Eropa. Menurut data UEFA, total anggaran yang dibutuhkan Ukraina mencapai 107 miliar hryvnia atau sama dengan 8,3% GDP negeri itu. Lebih dari 73,8% budget dihabiskan untuk memodernisasi transportasi, infrastruktur jalan, dan airport. Pemerintah Polandia yakin betul, pengucuran dana itu mampu membuka lapangan pekerjaan. Setidaknya ada 60.000 lapangan kerja baru atau sama dengan 0,4% kekuatan buruh di Polandia. Sementara pembangunan di Ukraina, menurut catatan Capital Economics, menyerap sekitar 1% dari kekuatan pekerja yang ada. Sebuah jumlah yang lumayan besar.

32

Suasana di kota warsawa Polandia

Utopis Tapi itu adalah target, atau lebih tepatnya janji penguasa Polandia maupun Ukraina kepada rakyatnya sekaligus dunia luar. Janecki and Vntsibanov menyebut, besarnya budget yang dikeluarkan pemerintah Polandia maupun Ukraina untuk penyelenggaraan jelas akan berkontribusi pada defisit anggaran hingga berujung pada beban utang luar biasa. Polandia maupun Ukraina juga diragukan mampu mengendalikan gejolak inflasi yang bakal terjadi pada bulan Juni. Terutama yang didorong olah harga kebutuhan makanan, minuman, tembakau , restoran, dan hotel. Turisme Hajatan besar ini, diharapkan bisa menarik turis dari mancanegara dalam jumlah yang cukup besar. Data resmi menyebutkan, jumlah turis yang disasar Polandia menyangkut event ini sebanyak 820.800 orang. Itu belum termasuk 453 ribu turis yang diperkirakan akan tinggal di Polandia lebih dari satu hari, selama perhelatan Piala Eropa 2012 digelar. Catatan lain yang dikutip Janecki and Vntsibanov dari pers Polandia menyebutkan, akan datang setidaknya 200 ribu hingga 250 ribu turis dari negara peserta Euro yang bertanding di Polandia. Dari para para turis itu penerimaan negara

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


belit Eropa. Keuntungan Ukraina juga bertambah saat partai puncak atau final Piala Eropa 2012 digelar di negeri itu. Tak heran jika pemerintahnya menargetkan turis yang akan datang sepanjang turnamen akan mencapai 800.000 hingga 1,2 juta orang. Jika mereka tinggal untuk tiga atau empat malam, bisa dibayangkan berapa kocek yang bakal diterima bila rata-rata turis menghabiskan US$1.000? Belum lagi bila 700 ribu tiket yang disediakan selama turnamen habis terjual. Namun, bukan berarti semuanya berlangsung tanpa hambatan. Perlakukan pemerintah Ukraina terhadap mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko yang dipenjara, sempat membuat pejabat Uni Eropa dan penggiat hak asasi manusia melontarkan kecaman. Ini tentu saja akan berdampak pada jumlah turis yang datang. Belum lagi himbauan Sol Campbell, mantan back kesebelasan Inggris, yang meminta fans Inggris untuk tidak melancong ke Polandia dan Ukraina yang dinilainya sangat rasialis. “Jangan ambil risiko (pergi ke Polandia atau Ukraina) karena bukan tak mungkin Anda akan pulang dalam peti mati,� ujar Cambell pada BBC. Kondisi inilah yang, menurut Capitol Economics, menjadikan investasi yang telah dikeluarkan Polandia dan Ukraina–dalam menyelenggarakan perhelatan akbar Piala Eropa 2012– tak sesuai harapan. Jadi, imbuh Capitol, investasi yang telah ditanam sangat tak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh dari belanja para turis yang datang.

Tiga perusahaan konstruksi terbesar di Polandia telah menyatakan bangkrut belum lama ini setelah menderita kerugian ratusan juta dolar AS saat mengerjakan proyek Piala Eropa 2012. diperkirakan hanya akan bertambah sekitar 180 juta hingga 230 juta zloty. Bisa dimaklumi kalau prediksi pemasukan Polandia dari turisme Piala Eropa 2012 begitu kecil. Soalnya, negeri ini kebagian jatah menjadi tuan rumah bagi Yunani, Irlandia, Italia, dan Spanyol yang merupakan negara-negara yang tengah bergulat dalam krisis. Kondisi ini tentu berpengaruh pada jumlah fans berikut pengeluarannya saat menyaksikan kesebelasan negaranya bertanding di Polandia. Ini berbeda dengan Kroasia yang menjadi tuan rumah Belanda, Jerman, dan Inggris (kecuali Portugal) yang terbilang stabil dalam menghadapi krisis ekonomi yang mem-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Kebangkrutan Apapun, the show must go on. Kick off Piala Eropa 2012 sudah bergulir. Tapi, walau final masih jauh, Bloomberg Business News sudah berani menyebut Polandia dan Ukraina adalah dua negara yang kalah. Gelontoran dana miliaran dolar guna membangun beragam infrastruktur nyatanya tak membuat dua negara itu mampu berkelit dari krisis. Bahkan dikabarkan, tiga perusahaan konstruksi terbesar di Polandia telah menyatakan bangkrut belum lama ini setelah menderita kerugian ratusan juta dolar AS saat mengerjakan proyek Piala Eropa 2012. Engineering Group PBG (PBG) yang membangun tiga dari empat stadion di Polandia, misalnya, pada 4 Juni lalu telah memohon restrukturisasi utang sebesar US$ 427 juta pada bank-bank Polandia. PBG bahkan terancam kehilangan bisnis migasnya sebelum perhelatan Piala Eropa 2012 dimulai. Perusahaan lain yang terancam bangkrut adalah DSS, yang kebagian membangun sebagian proyek ruas jalan tol yang menghubungkan Berlin (Jerman) ke Warsawa. Hal serupa juga dialami Poldim yang mengerjakan proyek jalan di Ukraina. Kerugian ini diakibatkan para pemegang proyek sulit menghadapi ketatnya aturan kontrak yang mewajibkan penawaran 40% di bawah target pengeluaran pemerintah. Kenaikan harga bahan baku, termasuk harga minyak dalam empat tahun belakangan makin menyulitkan mereka. Sementara Ukraina tak kalah pusing. Besaran utangnya juga diperkirakan mencapai US$6 miliar hingga $8 miliar ha-

33


Pendukung salah satu tim. The show must go on

nya gara-gara gengsi Piala Eropa 2012. Jumlah ini jauh lebih besar ketimbang kerugian Yunani yang mencapai US$ 4 miliar saat menggelar hajatan Olimpiade tahun 2004.

Investasi Asing Ukraina terbilang lebih parah. Dana bantuan dan pinjaman dari Uni Eropa, untuk mengkover separuh lebih biaya penyelenggaraan Piala Eropa 2012, hampir dua pertiganya dipakai untuk pengeluaran dan belanja pemerintah pusat dan lokal. Pejabat Ukraina mengklaim, pembangunan infrastruktur yang dilakukan (walau terbilang minim) tidak saja menjadikan perhelatan Piala Eropa 2012 megah, tapi juga bakal memikat investasi asing. Namun, Anatolii Baronin, seorang analis di Kiev Research Group Da Vinci menampik keyakinan itu. Sebab, katanya, iklim bisnis di negeri itu terhambat oleh birokrasi koruptif. Itulah yang menjadi kendala investasi asing selama ini. Bloomberg News memberi ilustrasi menarik soal ini. Kocek belanja Ukraina dalam rangka Piala Eropa 2012 menjadi persoalan keuangan yang serius. Dibanding Polandia, Ukraina menghabiskan dana dua kali lipat untuk pembangunan dan renovasi stadion. Bahkan besaran itu jauh melampaui harga yang di patok Afrika Selatan saat menggelar Piala Dunia 2010 lalu. Sekalipun sudah ada warning atas pembengkakan biaya itu, pejabat Ukraina enggan menanggapinya. “Ini jelas ada korupsi,� ujar Erik Nayman, dari Capital Times Investment di Kiev. Korupsi memang bukan cerita baru di Ukraina. Sejak tahun 2010 negeri Andrey Shevchenko itu menduduki urutan ke-152 di Transparency International dari 182 negara di dunia.

34

Dibanding Polandia, Ukraina menghabiskan dana dua kali lipat untuk pembangunan dan renovasi stadion. Bahkan besaran itu jauh melampaui harga yang di patok Afrika Selatan saat menggelar Piala Dunia 2010 lalu. Sementara Polandia yang menduduki ranking 41 masih terbilang menjanjikan. Setidaknya, itu terlihat pada bagaimana upaya pemerintah Polandia menghabiskan 90% anggaran Piala Eropa 2012 untuk pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi. Dan ini akan berdampak pada ekonomi Polandia di masa depan. Hanya saja, kendati pesta Piala Eropa 2012 diselenggarakan di tengah suasana krisis, itu tak mengurangi harapan akan tersajinya hiburan yang bermutu di lapangan hijau Polandia dan Ukraina. Ini disampaikan langsung oleh Presiden UEFA Michael Platini. “Situasi ekonomi di Eropa sedang krisis. Saya katakan kepada semua pemain, bermain dan hiburlah kami. Itu yang bisa kami lakukan sebagai pelipur lara. Sejenak, rakyat bisa melupakan kesulitan hidup mereka. Saya sangat berterima kasih kepada pemain ataupun tim yang peduli dengan situasi sulit ini.� n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


Skeptisme Manusia Berkepala Bola Miliaran dolar sudah dihabiskan Ukraina. Jalan-jalan diperbaiki, airport dimodernisasi dan stadion baru pun dibangun, sementara sebagian lagi direnovasi. Semua demi terselenggaranya Piala Eropa 2012, sekaligus menggelitik ekonomi Ukraina yang terpuruk sejak krisis melanda di tahun 2008. Toh, kerja keras itu masih dipandang sinis oleh banyak kalangan. Tidak saja pengamat ekonomi Eropa yang dalam empat tahun sibuk menelaah krisis, keraguan juga menggelayut di sebagian warga Ukraina sendiri. Di sebuah hanggar di kota Kiev, misalnya, sebuah pameran foto digelar dengan gaya yang unik. Beberapa foto menggambarkan sosok manusia dengan kepala bola menjelajah ironi Ukraina. Mulai dari akomodasi primitif, jalan yang sulit dilalui, kawanan anjing liar, serta polisi korup yang beroperasi di jalan. Pameran itu diberi judul: “The Incredible Adventures of Football Head,” atau bila diterjemahkan bermakna “Petualangan Luar Biasa si Kepala Bola” . Pameran ini jelas menunjukkan sikap sinis para penggagasnya terhadap optimisme pemerintah. Dan ini dijadikan ucapan selamat datang kepada para turis dan fans sepakbola dari berbagai negara yang datang

selama Piala Eropa 2012 digelar. Ini juga menjadi gambaran betapa kontrasnya gembargembor penguasa dibanding hidup nestapa warga miskin Ukrania. “Pemerintah menyebut telah melakukan pembangunan di banyak hal dengan segala kenyamanannya. Tapi percayalah, fans yang datang akan mengalami hal serupa dengan warga Ukraina pada umumnya. Mereka akan menemui jalan rusak, polisi korup, dan layanan rumah sakit yang menyedihkan,” ujar Igor Dobrovolsky, salah seorang penyelenggara pameran. “Mereka akan sadar jika datang ke Ukraina adalah kesalahan besar,” imbuhnya. Bisa saja pameran itu dianggap kerjaan iseng jurnalis yang mengada-ada. Tapi, banyak ahli yakin pemerintah Ukraina tak lagi punya uang untuk menuntaskan proyek infratruktur yang mengalami kerusakan. Apalagi memelihara fasilitas yang sudah ada lantaran beban utang yang begitu besar. “Ukraina telah menghabiskan setidaknya US$14 miliar demi proyek Piala Eropa 2012. Tapi kami meprediksi, pemasukan yang didapat tak lebih dari setengah miliar dolar,” sebut Sergey Bolotnikov, seorang wartawan. “Semua orang tahu itu. Bagaimana mungkin di tengah krisis melanda, pemerintah justru

menghamburkan uang begitu mudahnya hanya demi Piala Eropa 2012?” tutur Igor. Tentu saja penyelenggara Piala Eropa 2012 di Ukraina menepis keraguan itu. Mereka yakin jika hamburan uang yang telah dikeluarkan akan berbuah manis di masa depan. “Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun kami punya airport baru, jalan baru dan semuanya baru,” papar Markiyan Lubkivskiy. “Kami percaya, orang-orang yang datang menyaksikan Piala Eropa 2012 akan kembali datang setelah pesta usai. Inilah tujuan kami,” tambahnya lagi. Memang sulit dipercaya jika segala yang baru di Ukraina nyatanya mampu mengubah keraguan badan sepakbola Eropa (UEFA), yang sempat berniat memindahkan penyelenggaraan Piala Eropa 2012 ke negara lain. Kini, jarum khusus Piala Eropa 2012 di pusat kota Kiev terus berdetak. Dan itu cukup memberikan kebanggaan pada sebagian warga Ukraina. Jadi tinggal kita tunggu saja, apakah kerja keras pemerintah Ukraina mampu melahirkan beragam kesempatan di masa mendatang atau tidak. Jangan-jangan itu hanya menjadi acara penghamburan dana, yang ujung-ujungnya menambah beban negara semata. n

Pembangunan stadion di kota kiev, Ukraina

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

35


Pilihan Sulit di Negeri Matador TEKS Mikail Foto Riset

S Hasil Poling The NC Report (dalam persentase)

Pilihan Warga Spanyol

iapa tak kenal gaya permainan tiki-taka kesebelasan Spanyol. Tehnik ini begitu cantik dengan umpan pendek, cepat dan penguasaan bola yang menggigit. Di kaki pemain seperti Andres Iniesta, Xabi Alonso, atau David Silva, permainan bola

Del Bosque

36

87% 74% 80% 37% 76%

Bangga dengan pola tiki-taka Setuju menyebut Spanyol sebagai kesebelasan terbaik di dunia Warga yakin Spanyol bakal juara di Piala Eropa 2012 Jerman sebagai pesaing Spanyol Warga lebih fokus mencermati krisis ekonomi ketimbang sepak bola

di lapangan hijau laksana pertunjukan orkestra klasik yang memukau. Kesebelasan Spanyol memang laksana penyihir. Strategi tiki taka menjadikan Spanyol kampiun pada Piala Eropa 2008 lalu, sekaligus juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Nah, pada gelaran Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina, pantas bila pasar taruhan di jagat bola masih menjagokan Spanyol untuk kembali meraih juara. Warga negeri matador itu pun berharap sihir tiki-taka kembali merengkuh gelar. Namun, ajang Piala Eropa 2012 ini sedikit berbeda. Harapan warga Spanyol terusik dengan kenyataan bahwa krisis keuangan tengah melanda negerinya. Sebuah laporan yang dilansir NC Report beberapa hari lalu, di harian Madrid La Razon, menarik untuk disimak. Koran itu melakukan polling pembaca seputar harapan mereka pada situasi sulit di atas. Hasilnya, hampir 80% warga Spanyol berharap Iker Casilas dan kawan mampu mencatat sejarah menjadi kesebelasan pertama yang mampu meraih tiga gelar prestisius sepakbola secara berututan. NC Report juga menyebut, tak kurang dari 20 juta warga Spanyol menyaksikan perjuangan anak-anak asuh pelatih Vicente del Bosque. Namun, polling itu juga menunjukkan bahwa 76% warga Spanyol kini memilih lebih fokus mencermati krisis ekonomi negeri itu ketimbang sepak bola. Kelompok ini memilih agar Spanyol mampu mengatasi krisis keuangan ketimbang sukses di Polandia dan Ukraina. “Inilah sinyal betapa kesadaran warga Spanyol begitu tinggi atas momen krusial dalam perang melawan krisis,� tulis Madrid La Razon. Krisis yang mendera negeri matador ini tampaknya semakin parah. Risiko jaminan Spanyol terus menukik dari hari ke hari. Ditambah lagi surat utang (bond) pemerintah yang terus tenggelam mendekati level seperti yang dialami Yunani yang sudah lebih dulu bankrut. Kondisi ini diperburuk oleh tingkat pengangguran yang terus menggelembung hingga mencapai 25% yang merupakan angka tertinggi di Uni Eropa. Akibatnya Spanyol terus didera protes dan unjuk rasa menentang kebijakan pengetatan anggaran yang digelontorkan Perdana Menteri Mariano Rajoy. Sabtu pekan lalu, pemerintah telah resmi meminta Uni Eropa segera menggelontorkan bailout untuk mengatasi sektor perbankan yang meradang di tengah krisis. Kantor UE di Brussels memang sudah menggelontorkan kredit lebih dari US$ 125,2 miliar Tapi masih jauh dari cukup. Soalnya, dana talangan yang dibutuhkan oleh negeri itu diprediksi mencapai US$ 186 miliar. Berat. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


“A

papun, sepak bola adalah hal terpenting dari hal-hal yang tidak penting di dunia ini. Kami perlu pencerahan di tengah krisis yang terus mendera zona Eropa dalam dua tahun belakangan,” ungkap para ekonom seperti dikutip AFP. Adalah sebuah riset berjudul “Soccernomics” yang jadi pangkalnya. Ekonom ABN Amro menyebutnya sebagai prediksi yang sangat serius dan melalui metode ilmiah dengan hitungan njlimet matematika. Artinya, Soccernomics bukanlah sekadar ilmu menebak ala dukun. Sebagian ekonom memprediksi kesebelasan Spanyol, Belanda, dan Jerman adalah favorit juara. Ekonom ABN Amro bahkan menggunakan metode menarik. Mereka melakukan pengecekan silang terhadap catatan sepak bola negara peserta Euro dengan rating utang-utang mereka. Hasilnya, Jerman diprediksi bakal menjadi juara dalam final yang bakal digelar 1 Juli mendatang. Namun, bila merujuk pada eurozone secara keseluruhan, riset cenderung menginginkan Tim Nasional Prancis keluar sebagai juara. “Kemenangannya bisa meningkatkan kepercayaan diri Prancis hingga berpengaruh pada Eropa secara keseluruhan.” Lain lagi para ekonom Paul the Octopus di DIW Institute Jerman. Paul the Octopus punya reputasi ciamik. Dengan memanfaatkan seekor gurita bernama Paul, secara sensasional mampu meramalkan tujuh hasil pertandingan timnas Jerman di ajang Piala Dunia 2010 tahun lalu, plus hasil final. Nah untuk ajang Piala Eropa 2012 kali ini, para ekonom the Octopus menggunakan metode dengan mengamati nilai pasar 382 klub sepak bola di 25 liga sepak bola Eropa dan nilai jual para pemainnya. Dari model ini, Spanyol dan Jerman punya kans untuk merengkuh juara. Namun para analis Paul mengingatkan, dalam turnamen sebesar Piala Eropa 2012, faktor keberuntungan tetap punya peranan. Keberuntungan memang faktor X yang tidak bisa diabaikan. Itulah mengapa para ekonom ABN Amro enggan untuk menyebut negera-negara yang tengah bergelut dengan krisis akan mengalami krisis pula di Piala Eropa 2012. ABN Amro mencatat, dari empat turnamen besar sepak bola yang pernah digelar, kemenangan justru direngkuh negara-negara yang kini menderita akibat krisis. Simak saja, di Piala Eropa 2004, Yunani yang kini bangkrut merengkuh juara. Pada Piala Dunia 2006 diraih Italia yang kini juga gonjang-ganjing diterpa krisis. Dan, Spanyol yang kini menghadapi situasi sulit juga merengkuh Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Ini memunculkan pertanyaan di benak apara analis ekonomi. “Apakah para olahragawan di negeri yang tengah dilanda krisis justru terlecut secara mental? Atau sebaliknya, apakah olahragawan di negara makmur menjadi lebih malas dan kurang termotivasi?” Mana prediksi yang benar, layak kita tunggu. Yang pasti para analis ekonomi di belahan Eropa juga manusia. Mereka butuh pencerahan di tengah gelapnya krisis yang mendera langit dunia biru. “Kami berharap, Piala Eropa 2012 bisa menciptakan kebersamaan negara-negara Eropa untuk bangkit,” ungkap analis UniCredit. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Paul The Octopus

Soccernomics, Ilmu Ramalan Ekonom Jerman Banyak ekonom di Jerman mengaku bosan dengan analisis ekonomi yang muncul di tengah krisis yang tiada berujung. Nah, guna mengatasi kejenuhan itu, para pengamat ekonomi mengisi kegiatan mereka dengan memprediksi hasil kejuaraan sepak bola Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina. TEKS Mikail Foto Riset

37


figur

Oceana Mahlmann

S

uka atau tidak suka, Anda bakal dipaksa mendengar lagu dan lantunan suaranya. Setiap hari – pagi, siang, dan bahkan dini hari – alunan lagu Endless Summer pasti diputar di saluran televisi hingga 1 Juli nanti. Maklum, lagu yang yang dinyanyikan Oceana Mahlmann (30) itu merupakan official song alias lagu wajib perhelatan akbar sepak bola Piala Eropa 2012. Oceana yang lahir di Wedel, dekat Hamburg, Jerman, pada 23 Januari 1982, memang belum semendunia penyanyi Shakira, saat melantunkan Waka Waka, lagu wajib Piala Dunia 2010. Namun penyanyi keturunan AfrikaKaribia itu, ternyata sudah begitu dikenal di Eropa, khususnya di Jerman dan Polandia melalui hit Cry Cry dari album Love Supply, yang dilansir 2009. Sementara Endless Summer merupakan karya terbaru Oceana. “Saya yakin UEFA sudah menyeleksi lebih dari seratus lagu lain untuk memilih lagu apa yang pantas jadi official song Piala Eropa 2012. Ternyata lagu saya yang terpilih. Saya merasa mendapat penghormatan yang sangat besar,” kata Oceana yang terbiasa mencipta dan membawakan lagu-lagu yang beraliran soul, reggae, indie, funk, dan hip-hop itu. Awalnya, Oceana tidak menyangka lagunya akan cocok buat perhelatan olahraga. Apalagi menjadi lagu wajib untuk turnamen sekaliber Piala Eropa. Endless Summer atau musim panas tiada akhir memang menyiratkan harapan dan kebahagiaan yang tidak terputus. Sebuah gambaran yang sangat pas buat memompa semangat para pemain, pendukung dan penggila sepak bola. Lalu bagaimana komentar Oceana tentang sepak bola? “Sepak bola dan musik bisa menyatukan banyak orang di seluruh penjuru dunia. Lewat sepak bola dan musik, kita bisa bersama-sama merasakan emosi positif,” kata Oceana. n

Endless Summer TEKS Ardi Siregar FOTO riset

38 38

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012 inilahREVIEW


figur kevin costner

Digugat Rp 167 Miliar TEKS Ardi Siregar FOTO aris danu

A

ktor sekaligus sutradara kawakan Hollywood, Kevin Michael Costner (57), harus duduk di kursi pesakitan. Pada Kamis (7/6), ia terpaksa mengikuti persidangan gara-gara digugat oleh Stephen Baldwin, juga aktor Hollywood. Alkisah, Kevin dan Stephen, pada 2010 silam, samasama berinvestasi dalam bisnis untuk membersihkan tumpahan minyak di Teluk Meksiko. “Saya merasa terpukul menyaksikan jutaan galon minyak yang bocor di Teluk Meksiko,” kata Kevin yang pernah menyabet Piala Oscar sebagai sutradara film Dances with Wolves (1990), di muka persidangan. Belakangan, Stephen menuduh Kevin telah menipu dirinya senilai US$ 18 juta atau sekitar Rp 167 miliar atas penjualan mesin penyedot minyak. Tapi menurut Wayne Lee, kuasa hukum Kevin, kliennya tidak terlibat dalam penjualan tersebut. Wah, agaknya niat baik saja memang tidak cukup. n

zaskia mecca

Proyek Keluarga TEKS Ardi Siregar FOTO dahlan rebo pahing

s

etelah sukses di sinetron, film dan bisnis busana muslim, Zaskia Mecca (24) kembali mencoba dunia baru. Pemeran tokoh Noura dalam film Ayat-Ayat Cinta itu, kini mencoba peruntungannya sebagai produser musik. Targetnya, bisa meluncurkan sebuah mini album bertema religi, menjelang Ramadhan mendatang. “Pengalaman jadi produser memang yang pertama kali. Aku melihat ada keunikan dibanding bidang yang lain,” kata Zaskia saat ditemui di Studio Alam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu pekan lalu. Pemilik nama asli Zaskia Adya Mecca itu mulai dikenal sejak film Ayat-Ayat Cinta meledak di pasaran pada 2007. Hanya saja, kendati dirinya penyanyi, istri sutradara Hanung Bramantyo itu tak bersedia ikut menarik suara. “Aku hanya ingin di belakang layar,” ujar ibu satu anak ini. Hal yang paling membuatnya semangat, tak lain dukungan sang suami. Hanung kabarnya sudah mempersiapkan sebuah video klip untuk album tersebut. “Jadi ini sebenarnya proyek keluarga,” kata Zaskia.n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

39 39


gaya hidup Sedan Sport

Berpacu dalam Sedan Sport

AUDI A5 COUPE All New Audi A5 Coupe, diperkenalkan belum lama ini. Sedan sport mahal ini adalah besutan PT Garuda Mataram Motor, ATPM Audi di Indonesia. Varian ini dijual sangat terbatas untuk pasar Indonesia. Andrew Nasuri, Chief Executive Officer (CEO) PT Garuda Mataram Motor, menyebut, “Untuk Audi A5 Coupe selama tahun 2012 memiliki stok sebanyak 20 unit yang diimpor dari Jerman.� Sedan sport premium berkapasitas mesin 2.000 cc ini dibanderol hampir Rp 700 juta, off the road. Tak murah, tapi tetap saja laris manis dibeli penggila mobil mewah. Buktinya dari 20 unit yang akan dijual, sebanyak 10 unit di antaranya sudah dipesan.

Jalanan Jakarta boleh saja dipadati kendaraan dan macet. Namun untuk sebagian kalangan, itu tak menghalangi untuk membeli dan memiliki sedan sport mewah yang bisa berlari amat kencang. Pabrikan pun memanjakan mereka dengan beragam varian pilihan.

D

TOYOTA GT HACHI-ROKU

TEKS Elka Saraswati foto riset

engan kemampuan pacu di atas rata-rata, seharusnya sedan sport mewah memang tak bisa dipacu di jalanan Ibukota yang super crowded setiap hari. Tapi hasrat di kandung badan dan didukung tebalnya fulus di dalam kantung, pada akhirnya mengabaikan hal tersebut. Tidaklah mengherankan jika kemudian mobil mewah termasuk sedan sport premium tetap menjadi dambaan mereka yang berkantung super tebal. Bukan semata-mata ingin merasakan berpacu melawan angin Jakarta yang kering, tetapi lebih karena gengsi dan status. Ya, menunggangi sedan sport premium sudah pasti akan mengundang decak kagum. Jadi jangan heran jika kemudian yang namanya sedan sport premium dan mobil mewah, telah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

megang merek (ATPM) di negeri ini terus berlomba, memperkenalkan produk-produk terbaru mobil mewah. Mereka menawarkan berbagai varian sedan sport premium, khususnya model dua pintu alias coupe. Di pertengahan tahun 2012 ini saja ada banyak varian mobil sport premium yang bisa menjadi pilihan, bagi mereka yang ingin tampil beda. Soal harga, sejauh ini yang paling murah adalah sedan sport premium keluaran Toyota yang dibanderol sekitar setengah miliar rupiah. Adapun sedan sport premium termahal adalah besutan Lamborghini yang dihargai lebih dari Rp 9 miliar.

PT Toyota Astra Motor juga mengeluarkan varian baru untuk sedan sport premium, yakni GT Hachi-Roku atawa GT86. Mobil berkarakter sport ini hadir dengan bobot bodi yang ringan, dan diperkirakan bakal menjadi sedan sport premium popular di tanah air. Inspirasi bodi Toyota GT86 diambil dari Toyota 2000 GT yang mengalami peremajaan secara signifikan. Sedang dapur pacunya adalah mesin berkapasitas 2.000 cc, dengan konfigurasi penggerak roda belakang lengkap dengan LSD tipe Torsen. Mobil ini hadir di Indonesia dengan empat tipe pilihan, dan harga termurah Rp 600 juta adalah tipe Stan-

DIMANJAKAN PABRIKAN Kenyataan ini pula yang kemudian membuat agen tunggal pe-

40

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


gaya hidup Sedan Sport

Mobil dan Motor Mewah Tunggangan Orang Kaya Majalah Robb Report merilis daftar mobil dan motor yang pantas dimiliki para superkaya di dunia: l Sedan sport tertutup: Lamborghini Aventador LP 700-4, harga Rp9,8 miliar l Sedan sport terbuka: Ferrari 458 Spider, harga di Malaysia Rp5,64 miliar l Sedan sport coupe: Maserati GranTurismo MC, harga Rp3,7 miliar l Sepeda motor sport: Ducati 1199 Panigale, harga Rp378 juta - Rp500 juta. l Sepeda motor costum: Confederate X132 Hellcat, harga Rp409 juta. l Sepeda motor touring: Harley-Davidson Switchback, harga Rp342 juta dard M/T, sedang yang termahal tipe TRD Sportivo A/T dengan harga jual Rp 636 Juta

MAZDA RX8 SPIRIT R Ada lagi varian sedan sport premium yang diperkenalkan PT Mazda Motor Indonesia: Mazda RX8 Spirit R. Sedan sport yang dibanderol hampir Rp 700 juta ini, sudah mengaspal di jalanan Ibukota sejak Februari silam. BMW F10 Lebih suka BMW, pabrikan mobil asal Jerman ini mengusung varian BMW F10 atau yang lebih dikenal BMW M5. Sedan sport premium ini dijual dengan harga Rp 1,998 miliar dengan kondisi off the road. Esensi dari BMW versi M adalah performa, dan oleh sebab itu varian ini dibesut dengan mesin berkapasitas 4400 cc V8 M TwinPower Turbo. Meski memiliki kapasitas mesin yang lebih kecil, na-

Lamborghini Aventador LP 700-4

mun menghasilkan tenaga lebih besar 10% dengan konsumsi bensin yang lebih irit hingga 30% dibanding seri pendahulunya, M5 E60.

MASERATI DAN FERARI Varian lain yang juga bisa menjadi alternatif pilihan adalah Maserati model Sradle. PT Tiara Cahaya Otomotif yang menjadi ATPM Maserati di Indonesia, akan memboyong tiga tipe: Maserati Quattroporte, Maserati Gran Turismo, dan Maserati GranCabrio. Soal harga, boleh dibilang benarbenar kalangan tertentu saja yang sepertinya bakal bisa memiliki. Bayangkan, untuk jenis termurah dibanderol dengan harga Rp 2,9 miliar, sementara yang termahal Rp 3,7 miliar. Itu pun untuk kondisi off the road. Harga mahal ini tak terlepas dari proses masuknya mobil mewah yang didatangkan dari Italia dalam bentuk completely built up alias CBU. Setiap bulannya dijadwalkan ada 2-3 unit Maserati yang didatangkan langsung dari Italia. Tak mau kalah, PT Citra Langgeng Otomotif selaku ATPM Ferrari di Indonesia, pada pertengahan tahun ini juga meluncurkan varian paling anyar mereka untuk para penggila mobil mahal di Indonesia: Ferrari 458 Spider. Memang harga jual varian mobil ini di Indonesia belum diumumkan secara resmi. Tapi bila menengok harganya di negeri asalnya, maka dapat dipastikan harganya tidak murah, sekitar Rp 2 miliar. Sedang di negeri jiran Malaysia, harganya dibanderol Rp 5,64 miliar. Ada tiga jenis pengendara yang bisa dipilih pengguna 458 Spider yakni Auto, Sport dan Race Mode. Sama seperti Ferrari 458 Spider yang akan secara otomatis melakukan penyesuaian di traksi kontrol, suspensi hingga sistem pembuangan.

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

MERCEDES BENZ PT Mercedes-Benz Indonesia juga tak mau tertinggal. ATPM Mercedes-Benz di Indonesia ini mengusung varian dua mobil sport: Mercedes-Benz SLS 63 AMG Roadster dan C 63 AMG Coupe. Mercedes-Benz SLS 63 AMG Roadster dijual Rp 4,399 miliar sebelum pajak, dan melengkapi SLS 63 AMG versi Coupe yang telah diluncurkan terlebih dahulu di Indonesia pada tahun lalu. Adapun varian CLS 63 AMG dijual seharga Rp 1,799 miliar. Mercy SLS 63 AMG Roadster dilengkapi dengan mesin 6.300 cc V8 yang mampu melahirkan tenaga 571 Hp dan torsi 650 Nm. Sementara itu, CLS 63 AMG Coupe dilengkapi mesin 6.300 cc V8, dengan tenaga 457 Hp dan torsi 600 Nm. LAMBORGHINI Masih kurang dengan alternatif varian yang ada. Tengoklah ruang pamer PT Artha Auto selaku ATPM Lamborghini di Indonesia. Di sana sudah ada Lamborghini Aventador LP 700-4. Harga jenis mobil yang diperkenalkan di negeri ini pada bulan kedua tahun 2012 bisa membuat siapa saja geleng-geleng kepala. Sedan sport premium yang diklaim penerus model MurciĂŠlago ini dibandrol US$ 1,088 juta atau sekitar Rp 9,74 miliar per unit, off ther road. Biarpun begitu, kabarnya sudah ada sejumlah penggila mobil mewah di Jakarta, Bandung dan Surabaya yang memesan untuk membeli. Aventador LP700-4 merupakan sedan sport berkonfigurasi dua penumpang. Karena harganya yang amat mahal, konsumen yang memesan juga diberikan keistimewaan. Mereka bisa memesan sesuai keinginan, mulai dari warna sampai fitur-fitur yang ditawarkan. n

41


lingkungan das

Penyelamatan Kawas Sebagai daerah tangkapan air, keberadaan DAS sangat penting. Saat ini sedikitnya ada 62 DAS yang kondisinya sudah amat mencemaskan.

S

TEKS hideko FOTO dahlan rebo pahing, riset

iapa bilang pemerintah daerah (Pemprov) sudah tak peduli lagi pada masalah pengairan. Pemprov Bali dan Nusa Tenggara Timur adalah contoh daerah yang menaruh perhatian besar terhadap pen-

42

tingnya Daerah Aliran Sungai (DAS). Bahkan kedua provinsi ini menjadi pelopor terbitnya Peraturan Daerah (Perda) mengenai DAS. Atas kepeduliannya terhadap masalah DAS, beberapa waktu lalu Pemprov Bali dan Nusa Tenggara Timur memperoleh penghargaan dari Wakil Presiden Boediono.

Pengelolaan DAS di negeri ini memang menjadi penting. Maklum, sebagian besar wilayah pertanian berada di DAS. Indonesia sendiri memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai. Dari sungai utama saja, panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai mencapai 1.512.466 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya. Namun sayang, saat ini sebagian DAS di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


lingkungan das

«Menurut saya, blueprint pengelolaan DAS di setiap daerah akan menjadi tolak ukur keberhasilan kita mengkoordinasikan pengelolaan DAS di negara ini.» bOEdiono wakil presiden republik indonesia

san DAS lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan di kawasan DAS. Gejala kerusakan lingkungan ini dapat dilihat dari penyusutan hutan lindung di kawasan DAS. Apa yang disampaikan Muhammad Hasan, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bisa menjadi gambaran parahnya kondisi DAS saat ini. Hasan menyatakan, sebanyak 62 DAS saat ini dalam kondisi kritis akibat rusaknya kawasan hutan di daerah tangkapan air. DAS yang kritis itu rata-rata hanya memiliki hutan yang luasnya di bawah 10% dari luas wilayah tangkapan air. Padahal, idealnya, daerah

tangkapan air memiliki kawasan hutan minimal 30%. Hasan juga mengungkapkan, tingkat kerusakan DAS di Pulau Jawa tergolong paling parah jika dibandingkan dengan DAS lainnya di luar Pulau Jawa. Contohnya saja DAS Bengawan Solo yang berada di Provinsi Jawa tengah dan Jawa Timur termasuk sungai yang memiliki tingkat kerusakan DAS paling parah. Oleh karena itu, Hasan meminta masyarakat untuk mengamankan DAS dengan melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya. “Tugas menanam pohon jangan hanya diserahkan kepada pemerintah (Kementerian Kehutanan) saja,” kata Hasan. Kerusakan yang terjadi pada DAS mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga terjadi penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.

Wajib hukumnya Kerusakan DAS pun menyebabkan turunnya kualitas air sungai akibat erosi dari lahan kritis. Persoalannya semakin berat karena aliran sungai juga dicemari oleh limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Indonesia juga telah menjadi masalah tersendiri yang sangat serius. Begitu pentingnya mengelola DAS sebagai wilayah tangkapan air, Menteri

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Kehutanan Zulkifli Hasan telah mencanangkan penanaman pohon dalam rangka Rehabilitasi DAS oleh Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Wajib hukumnya bagi pemegang IPPKH untuk melaksanakan reklamasi hutan dan rehabilitasi DAS. Hal tersebut sebenarnya bukan kebijakan baru karena sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan. Reklamasi hutan wajib dilaksanakan pada kawasan hutan yang terganggu (onsite) dengan tahapan kegiatan penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi dan pemeliharaan. Sedangkan kewajiban rehabilitasi DAS merupakan kegiatan penanaman pohon pada lokasi lahan kritis, baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan yang berada di luar areal IPPKH (off-site). Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan mencatat, saat ini terdapat 414 pemegang IPPKH di seluruh Indonesia yang terdiri dari 295 berupa izin tambang dan 119 izin nontambang. Luas areal kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk IPPKH ini mencapai 340.000 Ha. Zulkifli Hasan mengingatkan, para pemegang IPPKH harus taat asas karena rakyat sudah memahami hak kesejahteraan dan lingkungan yang lestari. Tak hanya para pengusaha, pemerintah pun meminta setiap daerah untuk memiliki blueprint jangka panjang pengelolaan DAS. “Menurut saya, blueprint pengelolaan DAS di setiap daerah akan menjadi tolak ukur keberhasilan kita mengkoordinasikan pengelolaan DAS di negara ini,” ujar Boediono. n

43


internasional pemilu

Alexis Tsipras. orang-orang yang telah membuat negara ini kandas masih ingin memerintah

Pertaruhan Yunani

v

angelis terpaksa berada di kerumunan antrean orang untuk makanan gratis di pusat kota Athena. Padahal, pria berusia 56 ini dulunya bekerja di tempat yang nyaman di kementerian keuangan. Saat itu, ia menghabiskan kariernya di belakang meja di kementerian keuangan, mendapatkan gaji yang layak menurut standar lokal dan berharap mendapatkan pensiun lebih layak. Sekarang, empat atau lima kali sebulan saat situasinya benar-benar sulit, ia terpaksa membaur bersama imigran

44

Pemilu 17 Juni menjadi pertaruhan penting bagi Yunani, apakah akan tetap di zona euro atau keluar dari mata uang tunggal Eropa. Ini juga sekaligus pertaruhan bagi Uni Eropa. TEKS Ali Sundoluhur foto riset infografis yayan taryana

gelap, pecandu narkoba, dan tunawisma untuk menerima dua roti putih dan rebusan kacang polong dan wortel di dapur sup di halaman kotor gedung dewan. Gaji bulanannya telah dipotong dari 2.900 euro (Rp 34 juta) per bulan menjadi 1.700 euro (Rp 20 juta) per bulan. Pemotongan ini merupakan bagian dari program yang disyaratkan IMF dan Uni

Eropa agar Yunani mendapatkan bailout sebesar 130 miliar euro. “Saya harus menghidupi diri saya dan adik saya yang tidak bekerja dan anak perempuannya,� kata Vangelis yang ingin hanya disebut nama depannya ini. “Rasanya salah datang ke sini. Rasanya seperti saya makan makanan orang lain yang lebih layak mendapatkannya. Tapi apa yang bisa

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


internasional ipemilu saya lakukan? Tagihan begitu tinggi,” imbuh pegawai negeri sipil ini. Perjuangan Vangelis untuk memenuhi kebutuhan ini menggambarkan penderitaan rakyat Yunani yang terperosok pada tahun kelima resesi. Tingkat pengangguran resmi naik ke rekor 22,6% pada kuartal pertama 2012. Namun, sikap para pegawai negeri sipil seperti Vangelis terpolarisasi. Dalam pemilu 17 Juni, pilihan mereka ada yang pendukung bailout ada juga yang menolak. Persaingan pada pada pemilu ini dipanaskan oleh pilihan antara koalisi yang dipimpin partai konservatif Demokrasi Baru pro-bailout atau koalisi kiri yang dipimpin Partai Syriza yang menentang bailout. Vange­lis mengaku mendukung Syriza, sama dengan apa yang dilakukan pada pemilu 6 Mei. Saat itu, Partai Syriza mengejutkan seluruh Eropa ketika menjadi pemenang kedua. Ini memicu kegagalan membentuk pemerintahan baru sehingga diadakan pemilu kedua 17 Juni. Dalam jajak pendapat yang dirilis 1 Juni, tanggal terakhir diperbolehkannya publikasi survei menurut konstitusi, Demokrasi Baru memimpin tipis atas Syriza. Sebelumnya, pada Pemilu 6 Mei, Demokrasi Baru mendapatkan 18,9% di urutan pertama dan Syriza mendapat 16,8% di urutan kedua.

“Saya ingin Yunani tetap di zona euro, tetapi Yunani harus memahami bahwa ini memerlukan hubungan kepercayaan.” francois hollande presiden perancis

Antonis Samaras.

PERTARUHAN Pemilu 17 Juni menjadi pertaruhan serius karena secara de facto ini menjadi referendum bagi Yunani apakah masih di zona euro atau tidak. Pasalnya, pemimpin Syriza, Alexis Tsipras, berjanji akan merevisi nota kesepahaman dengan lembaga-lembaga internasional dan pemberi pinjaman lainnya Tuntutannya termasuk moratorium selama 3-5 tahun dari pembayaran bunga Yunani, rekapitalisasi sistem perbankan yang cepat, dan pemulihan tunjangan pengangguran serta mengembalikan upah minimum pada tingkat sebelum krisis. “Pemerintah (yang setuju) bailout telah mendorong negara itu masuk bencana. Yang mengejutkan adalah bahwa orang-orang yang telah membuat negara ini kandas masih ingin memerintah,” kata Tsipras. Menurut para analis, tuntutan itu akan ditolak oleh oleh Jerman dan pemimpin Uni Eropa lainnya, sehingga berikutnya adalah bailout Yunani akan

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

dipotong. Mau tak mau, ini akan memaksa Yunani keluar dari zona euro. Tsipras sendiri berkomitmen untuk tetap di zona uang euro, meskipun anggota koalisinya ada yang mengatakan tidak. Para pemimpin Jerman menggertak. Mereka menyebut tidak masalah jika Yunani keluar dari zona euro. Tapi, Tsipras punya perhitungan lain. Meski pun negara kecil dan hanya 2% dari PDB zona euro, tapi Yunani cukup besar untuk menjadi domino pertama runtuhnya mata uang tunggal euro. Sesuatu yang dikhawatirkan pemimpin zona euro. Karena itu, Tsipras tetap berpikir seharusnya upaya penghematan Eropa akan bekerja melonggarkan cengkeraman kreditor pada ekonomi Yunani. “Tsipras sedang mencoba untuk meyakinkan orang bahwa Yunani tetap bisa di zona euro jika dirinya yang memegang tanggung jawab,” kata Spiros Rizopoulos, kepala Spin Communication, sebuah konsultan di Athena. “Tapi jika dia pikir Angela Merkel akan

mundur (dari seruan penghematan), itu seperti saya mengatakan bahwa saya Brad Pitt, padahal bukan.” Sementara itu, pemimpin partai Demokrasi Baru, Antonis Samaras, dilihat banyak orang Yunani sebagai bagian dari orang tua korup dan bertanggung jawab atas apa yang Wolf­ gang Schaeuble, menteri keuangan Jerman, sebut sebagai “puluhan tahun salah urus ekonomi”.

RESPONS DUNIA Para pemimpin dunia lebih suka pendukung euro yang menang dalam pemilu karena ada keprihatin­ an atas dampak global. “Saya ingin Yunani tetap di zona euro, tetapi Yunani harus memahami bahwa ini memerlukan hubungan kepercayaan,” kata Presiden Prancis Francois Hollande dalam sebuah wawancara dengan Mega TV yang berbasis di Athena. “Jika kesan yang diberikan bahwa orang-orang Yunani ingin menjauhkan diri dari komitmen yang mereka setujui (bailout) dan meninggalkan setiap prospek pemulihan, akan ada negara-nagara di zona euro yang akan lebih memilih mengakhiri kehadiran Yunani,” tegas Hollande. Mata uang euro yang diciptakan pada 1999 itu telah merosot 3,9% sejak 6 Mei, ketika Syriza menduduki peringkat kedua dalam pemilu Yunani. Presiden AS Barack Obama mengingatkan pentingnya Yunani tetap di zona euro. Sebab, krisis euro terbukti memicu perlambatan dalam pertumbuhan lapangan kerja AS. “Ada dalam kepentingan semua orang agar Yunani tetap di zona euro, sambil menghormati komitmennya terhadap reformasi,” kata Obama. “Para pemimpin Eropa memahami kebutuhan untuk memberikan dukungan jika orang-orang Yunani memilih tetap di zona euro. Tetapi, orangorang Yunani juga perlu mengakui bahwa kesulitan mereka mungkin akan lebih buruk jika mereka memilih keluar,” imbuh Obama. Sementara itu, PM Taiwan Sean Chen berencana menggelar sidang kabinet 19 Juni untuk membahas strategi setelah pemilu Yunani. Sedangkan menteri-menteri keuangan Eropa berencana mengeluarkan pernyataan pada pertemuan puncak para pemimpin dunia (KTT G 20) di Meksiko, 18-19 Juni. n

45


internasional Konferensi Tingkat Tinggi

semenanjung los cabos. Konferensi tingkat tinggi di bawah bayang-bayang krisis eropa

G20 Bisa Apa? d

Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (G20) dipandang penting di tengah krisis Eropa yang berpotensi menjalar ke seluruh dunia. Namun, KTT ini pun diragukan dapat menghasilkan keputusan strategis. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

46

i sebuah resor mewah di pantai Pasifik Meksiko di ujung selatan semenanjung Baja California, Los Cabos, para pemimpin dunia yang tergabung dalam Group of Twenty (G20) berkumpul pada 18-19 Juni di bawah bayang-bayang krisis Uni Eropa. KTT G20 ini terutama akan berkaitan dengan ekonomi global dan kerangka kerja untuk pertumbuhan. Masalah-masalah lain dalam agenda

akan mencakup perdagangan, ketenagakerjaan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan, dan penguatan kerang足 ka keuangan internasional. Krisis ekonomi Eropa jelas menjadi agenda terpenting pada pertemuan puncak G20 kali ini. Pertemuan ini digelar sehari setelah Yunani menggelar pemilu paling krusial di negeri tersebut. Ya, karena ini menjadi pertaruhan apakah Athena akan meninggalkan mata uang euro atau tidak. Dari 27 negara Uni Eropa, mata uang euro digunakan 17 negara. Sementara itu, Spanyol yang merupakan ekonomi terbesar ke-12 dunia mendekati jurang karena pasar merespons negatif upaya bailout Eropa sebesar 100 miliar euro (US$ 126 miliar) bagi bank Spanyol. Pada saat yang sama

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


internasional Konferensi Tingkat Tinggi lam pertemuan terpisah yang akan diadakan akhir bulan ini.

UNI EROPA Presiden Komisi Eropa José Manuel Barroso dan Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mewakili Uni Eropa pada KTT G20 kali ini. Mereka menyatakan tekad bahwa Uni Eropa bisa memberikan respons yang komprehensif terhadap krisis utang dengan mengatasi tantangan dari negara-negara yang rentan.

yang dijadwalkan hanya beberapa hari setelah KTT G20. Presiden Van Rompuy dan Barroso berharap negosiasi yang sukses dan hasil yang pasti.

HASIL NYATA Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menekankan kepada para pemimpin dunia untuk mengatasi krisis pekerjaan global, memastikan green growth dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Dalam surat yang dikirim kepada

“Kami akan menegaskan kembali kepada mitra kami G20 tentang komitmen kami untuk menjaga stabilitas dan integritas keuangan di zona euro. Kami juga akan membuat jelas bahwa kita ingin Yunani tetap di zona euro.” José Manuel Barroso presiden komisi eropa

Moody’s Investor Services menurunkan peringkat kredit Spanyol hingga hanya satu tingkat di atas “junk”. Imbal hasil obligasi Spanyol juga naik menjadi 7%, titik pemicu untuk dana talangan skala penuh. Bukan hanya Yunani dan Spanyol, Italia juga sedang kesulitan. Imbal hasil obligasi pemerintah Italia meningkat tajam menjadi 5,3%. Bahkan, menurut jajak pendapat terakhir, sebanyak 65% orang Italia skeptis tentang euro. Ini menunjukkan negara ini kemungkinan mempertimbangkan keluar dari zona euro. Tapi untuk semua kegelisahan itu, yang dapat dilakukan di KTT G20 hanya sebatas “curhat”. Pasalnya, para pemimpin Eropa jelas ingin menyusun cetak biru reformasi mereka sendiri da-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

Selain itu, Uni Eropa mendukung pertumbuhan melalui reformasi struktural dan konsolidasi fiskal, pertumbuhan, penguatan firewall keuangan kawasan euro, pendanaan dan rekapitalisasi bank, dan memperkuat tata kelola ekonomi di kawasan euro. “Kami akan menegaskan kembali kepada mitra kami G20 tentang komitmen kami untuk menjaga stabilitas dan integritas keuangan di zona euro. Kami juga akan membuat jelas bahwa kita ingin Yunani tetap di zona euro,” papar Barosso. Barosso dan Rompuy juga menyatakan akan lebih memperkuat dan memperdalam penyatuan ekonomi moneter Uni Eropa. Kedua presiden itu juga menekankan perlunya semua negara G20 untuk memenuhi tanggung jawab mereka. Uni Eropa mengharapkan “Action Plan for Growth” yang dihasilkan dari KTT G20 di Los Cabos. Dalam hal penguatan kerangka keuangan internasional, kedua presiden menekankan fakta bahwa Uni Eropa membuat kemajuan yang menjanjikan dan kemungkinan besar akan memiliki semua reformasi keuangan sepenuhnya yang dilaksanakan pada 2013. Sesi pertemuan puncak fokus pada pembangunan, keamanan pangan, dan inclusive green growth. Presiden Van Rompuy dan Barroso mendorong negara-negara G20 untuk memberikan dorongan politik pada konferensi Rio+20

para pemimpin G20 menjelang KTT, Ban mengingatkan bahwa pertemuan kali ini berlangsung dengan latar belakang ketidakpastian. “Sebuah pemulihan ekonomi di beberapa negara tidak boleh menyamarkan keadaan genting ekonomi dunia,” kata Sekretaris Jenderal PBB. “Krisis euro tetap menjadi masalah,” kata Ban. Masalah lainnya adalah volatilitas pada harga komoditas dan pasar keuangan yang berdampak pada pasar negara berkembang. “Setiap krisis sektor perbankan dan krisis utang di negara maju akan menyebabkan kemunduran serius untuk mengurangi kemiskinan. Krisis itu juga mengakibatkan pengangguran, bahkan yang lebih luas dan mempertaruhkan pergolakan politik seluruh dunia,” katanya. Kuncinya, kata Ban, bagaimana mencegah kepanikan keuangan dan memperbarui komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. “Hasil yang berarti di Los Cabos sangat penting,” tandas Ban. Ban menekankan pentingnya mengatasi krisis lapangan pekerjaan melalui investasi produktif, serta koordinasi target kebijakan dan stimulus jangka pendek. Inclusive green growth, kata dia, dapat menciptakan lapangan kerja, menjaga kemajuan dalam pengentas­ an kemiskinan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. n

47


internasional bursa asean

bursa asean, Asia Tenggara menjadi lebih terlihat dan menarik

Sinar Terang Bursa ASEAN Kinerja bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mengalahkan bursa di kawasan lain. Kini, bursa-bursa di ASEAN jadi incaran perusahaan multinasional untuk melakukan penawaran saham perdana. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

48

b

ursa di Asia Tenggara (ASEAN) menunjukkan sinar terangnya belakangan ini. Bahkan untuk penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) bursa ASEAN sudah mengalahkan bursa Hong Kong. Optimisme tentang prospek ekonomi di kawasan ini, khususnya di Malaysia, Thailand, dan Filipina terbukti menarik investor untuk melakukan IPO. Felda Global Ventures Holdings Bhd, pengelola perkebunan terbesar Malaysia, telah menetapkan penawaran saham perdana di Bursa Malaysia yang memperoleh dana sebesar US$ 3,2 miliar. Ini merupakan IPO terbesar tahun ini setelah Facebook Inc (FB). Sementara itu, IHH Healthcare Bhd, operator rumah sakit terbesar di Asia, telah mengamankan investor

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


internasional bursa asean “Asia Tenggara menjadi lebih terlihat dan menarik bagi investor. Kekuatan ekonomi lokal menjadi pendorongnya,” kata Vineet Mishra, kepala bidang pasar modal JPMorgan Chase & Co untuk wilayah ASEAN. Menurut Frost & Sullivan Inc. Felda Global, BUMN milik Malaysia, adalah operator perkebunan minyak sawit terbesar ketiga dunia pada 2011. Perusahaan ini sudah mencoba IPO sejak 2010, ketika penelitian Oil World memperkirakan ekspor minyak akan naik memecah­ kan rekor pada musim 2011-2012 yang dimulai pada Oktober.

“Asia Tenggara menjadi lebih terlihat dan menarik bagi investor. Kekuatan ekonomi lokal menjadi pendorongnya.” Vineet Mishra kepala bidang pasar modal JPMorgan Chase & Co untuk wilayah ASEAN

“Saya belum melihat IPO memberi begitu banyak kenaikan dalam waktu yang sangat lama,” kata Abdul Jalil Abdul Rasheed, CEO Aberdeen Islam Asset Management Sdn yang membantu penjualan US$ 3 miliar saham Felda Global.

termasuk AIA Group Ltd dan Investment Corp milik pemerintah Singapura dengan nilai US$ 2 miliar pada penjualan saham perdana di Kuala Lumpur. Di tengah IPO di seluruh dunia yang bergolak akibat nilai saham Facebook yang terjun bebas dan krisis utang negara zona euro, IPO Felda Global dan IHH Healthcare Bhd tetap melaju. Ini mendorong IPO di kawasan ASEAN mencapai perolehan di atas US$ 5 miliar tahun ini. Bandingkan dengan bursa Hongkong yang hanya mencatatkan IPO US$ 1,4 miliar. Perusahaan yang go public di Asia Tenggara sejak awal tahun lalu telah mengungguli IPO secara global. Ini membantu meningkatkan kepercayaan pada pasar modal di kawasan ini, di saat ekonomi China dan India mengalami pendinginan.

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

PENUNDAAN Pada bulan lalu, Graff Diamonds Corp, China Yongda Automobiles Services Holdings Ltd, and China Nonferrous Mining Corp menangguhkan IPO di bursa Hong Kong yang mungkin mengangkat perolehan gabungan US$ 1,7 miliar. Asia Tenggara juga belum kebal atas apa yang terjadi di bursa dunia. Formula One, seri balap terbesar dunia bulan lalu juga menunda rencana IPO untuk memperolah dana sebesar US$ 3 miliar di bursa Singapura. Namun, Chief Executive Officer F1 Bernie Ecclestone memastikan IPO akan tetap berlangsung tahun ini. Menurut perkiraan Bank Pembangunan Asia, pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara dapat mencapai 5,2% tahun ini dari 4,6% pada 2011 di tengah pemulihan di Thailand. Sementara itu, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, pertumbuhannya mencapai 6% selama enam kuartal berturut-turut ditopang oleh investasi industri, khususnya pertambangan yang meningkat. Pertumbuhan Malaysia melambat

menjadi 4,7% pada kuartal pertama 2012 dari 5,2% pada kuartal sebelumnya. Namun, Gubernur Bank Sentral Malaysia Zeti Akhtar Aziz meyakinkan bahwa konsumsi dan investasi swasta yang sangat kuat akan mendukung perekonomian. Pada saat yang sama, China dan India melambat. China memotong bunga pinjaman pada 7 Juni untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah lima kuartal berturut-turut pertumbuhannya melambat. Sementara itu, pertumbuhan India turun terendah dalam satu dekade terakhir. “Pada saat orang masih melihat kondisi China, Anda tidak mungkin mendapatkan banyak dana dari bursa Hong Kong,” kata Lee Raja Fuei, dari Schroders Plc, fund manajer berbasis Singapura yang mengelola sekitar US$ 326 miliar. “Sedangkan di Asia Tenggara, ada lebih banyak perbedaan dalam ekonomi dan kebijakan pemerintah,” imbuhnya.

LEBIH BAIK Sebanyak 133 perusahaan yang go public di Asia Tenggara sejak awal 2011 nilainya turun rata-rata 5,1% dari harga penawaran perdana. Namun, itu tetap lebih baik dibandingkan dengan penurunan rata-rata dari IPO di seluruh dunia yang mencapai 10,4%. Di Asia Pasifik mengalami penurunan rata-rat 9,6%, sedangkan di Hong Kong, saham baru turun rata-rata 13% pada periode yang sama. Di Thailand, yang ekonominya ambruk pada 2011 oleh banjir terburuk dalam 70 tahun terakhir, melakukan IPO terbesar sejauh ini pada 2012. Tesco Lotus Retail Growth Freehold & Leasehold Property Fund (TLGF), yang dikendalikan oleh Tesco Plc unit Thailand, berhasil mengantungi 18,4 miliar baht (US$ 580 juta) pada Maret lalu dan merupakan IPO terbesar negara ini sejak 2006. Di Filipina, GT Modal Holdings Inc, yang dimiliki oleh miliarder George Ty, memperolah 18,8 miliar peso (US$ 435 juta) pada IPO bulan April lalu. Ini merupakan IPO terbesar keempat dalam sejarah bursa negara tersebut. Saham Tesco Lotus tercatat naik 18%, sedangkan GT Modal naik 5,7% dari harga penawaran perdananya. “Meskipun perlambatan di pasar ekuitas tempat lain, kami berharap dapat melihat aktivitas lanjutan di pasar IPO Asia Tenggara untuk sisa tahun ini,» kata Ashok Pandit, kepala pasar modal Deutsche Bank AG Asia, yang merupakan penjamin emisi IPO nomor satu di Asia Tenggara tahun lalu. n

49


profil Grup Salim

Keluarga Salim telah menyiapkan penerus kerajaan bisnis yang diwariskan oleh Liem Sioe Liong. Generasi ketiga inilah yang diharapkan mampu mempertahankan nama besar Grup Salim. TEKS Hideko ilustrasi ramawijaya

Axton Salim

Pangeran-P di Kerajaan « Walaupun cucu Liem Sioe Liong, namun pria berusia 32 tahun ini tidak langsung diserahi tugas mengelola bisnis Salim. Axton justru meniti kariernya di luar Grup Salim. Termasuk menjadi karyawan di divisi invesment banking Credit Suisse, Singapura.» 50

B

eginilah jika seorang konglomerat dipangil sang pencipta. Selain menjadi pemberitaan me­dia massa, ia juga mewariskan kekayaan yang tidak sedikit. Liem Sioe Liong, contohnya. Pengusaha besar kelahiran Futsing, Fukien, China Selatan, 96 tahun silam itu, menjadi pemberitaan media massa selama beberapa hari terakhir ini. Sang taipan juga mewariskan kerajaan bisnis yang nilainya diperkirakan lebih dari Rp 100 triliun. Tak heran bila masyarakat pun ing­in tahu, siapa pangeran yang akan mewarisi kerajaan bisnis Grup Salim? Maklum, perusahaan yang dibangun Liem jumlahnya sangat banyak dan beberapa di antaranya tergolong kakap. Sebut saja Indofood, Bogasari, Indomaret, Wings, dan masih banyak lagi. Itu belum termasuk perusahaan-perusahaan milik Salim yang ada di mancanegara seperti di Singapura, Hong Kong, dan Filipina. Dari pernikahannya dengan Lie Kiem Nio (Lilani), Om Liem dikaruniai empat orang anak, yakni Albert Halim, Andre Halim, Anthony Salim, dan Mira Salim.

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


profil Grup Salim Putri semata wayangnya, Mira, menikah dengan Franciscus Welirang. Di antara anak-anaknya itu, sepertinya selama ini hanya Anthony dan Franciscus yang banyak tampil di depan publik. Itu sebabnya, setelah Om Liem tiada, kerajaan bisnis Salim kemungkinan besar akan diteruskan oleh Anthony Salim dan sang menantu Franciscus Welirang. Apalagi generasi kedua Salim itu telah memperlihatkan kehebatannya. Anthony dan Franciscus Welirang boleh dibilang berhasil menyelamatkan bisnis Grup Salim dari badai krismon di 1998. Saat itu, untuk menyelamatkan BCA, Sa-

Pangeran n Salim

lim mendapat bantuan BLBI sebesar Rp 52 triliun. Akhirnya Grup Salim berhasil melunasi seluruh utangnya kepada negara walaupun harus melepaskan kepemilikannya di BCA, Indocement, Indomobil dan Indosiar. Hanya Indofood dan Bogasari yang dipertahankan. Tak hanya berhasil melewati krisis yang berat, bisnis Grup Salim pun semakin berkibar. Bahkan keluarga Salim kini telah menyiapkan generasi ketiga (cucu Om Liem) untuk menerima tongkat estafet bisnis Grup Salim. Di antara cucu-cucu Liem Sioe Liong, memang, ada beberapa yang memiliki bakat bisnis. Salah satunya yang cukup menonjol adalah Axton Salim. Ia merupakan anak kedua dari Anthony Salim. Saudara Axton yang lain, yakni Astrid (kakak) dan Excel (adik), sebenarnya juga diberi kepercayaan oleh Anthony untuk memegang beberapa unit bisnis. Namun di antara saudara-saudaranya, Axton terlihat lebih menonjol. Menurut Gunadi Sindhuwinata, CEO Indomobil Group, Anthony memang membekali anak-anaknya untuk mendalami bisnis sekaligus menjadi mentor mereka. Dengan harapan kelak mereka memiliki

Tak hanya berhasil melewati krisis yang berat, bisnis Grup Salim pun semakin berkibar. bekal yang cukup untuk meneruskan kerajaan bisnis Salim.

Asisten sang ayah Axton Salim meraih gelar Bachelor of Science Business Administration dari University of Colorado, Amerika Serikat. Walaupun cucu Liem Sioe Liong, namun pria berusia 32 tahun ini tidak langsung diserahi tugas mengelola bisnis Salim. Axton justru meniti kariernya di luar Grup Salim. Termasuk menjadi karyawan di divisi invesment banking Credit Suisse, Singapura. Axton baru bergabung dengan Indofood pada tahun 2004. Sebagai orang yang disiapkan untuk menjadi penerus dinasti Salim, Axton tidak langsung ditempatkan di posisi yang nyaman. Ia diperlakukan layaknya karyawan yang lain. Sesuai dengan kemampuannya, ia ditempatkan sebagai Brand Manager PT Indofood Fritolay Makmur. Dua tahun kemudian pangkatnya naik menjadi asisten CEO Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang dipegang oleh sang ayah. Setelah dinilai layak, pada 2007 Axton diserahi tanggungjawab sebagai direktur Indofood Agri Resources Ltd. Belum genap setahun, ia sudah ditunjuk menjadi Non-Executive Director untuk Indofood Agri Resources Ltd. Axton baru benarbenar masuk ke bisnis utama Grup Salim tahun 2009 sebagai direktur PT Indofood Sukses Makmur. Di antara sembilan direktur Indofood yang lain Axton merupakan direktur yang termuda. Tak hanya itu Axton juga menjabat sebagai Direktur di Indofood CBP Sukses Makmur, perusahaan di bawah payung Salim Group yang pada 2010 lalu masuk ke lantai bursa. Indofood CBP adalah divisi baru hasil pemekaran kegiatan usaha mi instan dan bumbu masakan. Ini adalah anak usaha yang mengkhususkan diri untuk menangani produk konsumen bermerek. Seluruh anak usaha yang memproduksi berbagai macam produk makanan dalam kemasan digabung di anak usaha baru ini, mulai dari mi instan, penyedap makanan, makanan ringan hingga nutrisi. Axton juga mengepalai divisi susu (Indolakto), segmen baru di grup Indo-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

food CBP. Indolakto adalah sebuah perusahaan susu terkemuka nomor dua di Indonesia, setelah Nestle. Perusahaan ini diakuisisi Indofood pada 2008 dari Drayton Pte Ltd yang memiliki 68,57% saham. Dulunya dikenal dengan nama Indomilk, produsen susu, yoghurt dan es krim. Axton juga memimpin sentral marketing Indofood. Dia berperan dalam memperkuat strategi pemasaran, termasuk mengintensifkan program pengembangan pemasaran produk ke daerah pedesaan serta mengembangkan inovasi produk. Jabatan lain yang disandangkan oleh Axton adalah komisaris PT Salim Ivomas Pratama dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, serta Direktur PT Indolakto dan Pacsari Pte Ltd. Dengan menjabat berbagai posisi penting, tak pelak Axton disebut-sebut sebagai calon pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga Salim. Tapi, tunggu dulu, Axton bukanlah satu satunya pangeran yang dipersiapkan untuk memimpim kerajaan Salim di masa datang. Pangeran lainnya yang juga dipersiapkan untuk memimpin bisnis Grup Salim adalah Daniel Halim. Berbeda dengan Axton, Daniel kini lebih banyak mengelola perusahaan Salim yang ada di manca negara. Daniel Halim adalah anak kedua dari Andre Halim, kakak Anthony Salim. Daniel menamatkan studinya di jurusan keuangan California State University, AS. Mengawali kariernya di Grup Salim, Daniel telah dipercaya mengelola investasi grup di Asia Tenggara. Kini ia dipercaya sebagai executive director di Peaktop International Holdings Limited, salah satu perusahaan konsumsi yang diakuisisi Salim pada 2005. Daniel juga menduduki jabatan direktur di Zhongguo Jilong Ltd. Di perusahaan ini, Grup Salim tercatat sebagai pemegang saham pengendali lewat Singfood Investment Pte Ltd. Nah, siapa pangeran yang akan memimpin kerajaan Grup Salim di masa depan? Axton ataukah Daniel, memang belum pasti. Namun bukan mustahil mereka berdua yang bakal mengendalikan bisnis Grup Salim, seperti yang dilakukan oleh Anthony Salim dan Franciscus Welirang saat ini. n

51


hukum Penipuan

Lagi, ribuan orang menjadi korban penipuan investasi bodong. Anehnya, meski sudah banyak yang jadi korban, masih banyak yang tak juga kapok.

R

Tergiur Keunt

TEKS Elka Saraswati foto riset infografis amawijaya

embang petang baru saja menjelang. Matahari belum lama masuk ke peraduan, ketika jam di tangan pada Selasa 5 Juni lalu menunjukkan pukul 18.00 WIB. Tujuan mereka adalah rumah di Jalan Duta Raya Blok H-1 No 9, Perumahan Taman Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Rumah yang disasar diketahui sebagai kantor PT Gradasi Anak Negeri (GAN), yang dikenal khalayak sebagai perusahaan penjualan multijenjang (multilevel marketing atau MLM). Mereka yang datang adalah para mitra sekaligus investor GAN. Hari itu mereka ingin meminta kejelasan nasib uang yang sudah diinvestasikan. Alih-alih mendapat penjelasan, yang ditemui justru keberadaan direksi GAN yang tidak jelas. Kabar pun merebak, Direksi GAN telah melarikan diri. Tentu saja dengan membawa serta uang miliaran rupiah, yang sudah disetorkan para anggotanya. Kasus yang mendera para mitra sekaligus investor GAN, menambah panjang daftar korban keberadaan perusahaan investasi bodong. Sebelumnya masih di Tangerang, ratusan ribu anggota Koperasi Langit Biru (KLB) juga menjadi korban penipuan sang pengelola: Jaya Komara yang sampai hari ini menjadi buronan polisi. Di Kota Depok ada PT Gemilang Reksa Jaya (GRJ). Perusahaan ini juga menawarkan pembagian keuntungan menggiurkan dari investasi di bisnis yang dikelolanya, meliputi peternakan dan ayam potong, restoran, perdagangan hasil bumi serta properti. Tawaran yang pastinya bisa menarik aliran uang hingga mencapai miliaran

52

rupiah. Nyaris tak ada yang mempersoalkan sepak terjang GRJ, sampai pada awal Juni lalu ketika ratusan investor mendatangi kantornya di Blok B/5-6, Grand Depok City Kota Kembang, Depok. Mereka menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas uang mereka. Sayangnya, kedatangan mereka terlambat karena Direktur Utama GRJ sudah lebih dulu menghilang bersama uang milik para investor.

GMAN sempat terpantau Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Ujung-ujungnya, GMAN dipanggil Satgas Waspada Investasi, karena curiga tawaran investasi berbau skema ponzi alias gali lubang tutup lubang dan tidak memiliki izin. Alih-alih memberi penjelasan, GMAN malah

INVESTASI GRADASI GAN berdiri pada Januari 2012. Awalnya perusahaan ini didirikan oleh delapan leader salah satu perusahaan MLM di Indonesia. Mereka membentuk Gradasi Management Indonesia yang kemudian bermetamorfosis menjadi Gradasi Management Anak Negeri (GMAN) dan akhirnya GAN. Dalam waktu hanya empat bulan sejak didirikan, GAN berhasil menjaring sekitar 21.000 mitra yang menanamkan modalnya. Total nilai investasi mereka mencapai sedikitnya Rp 390 miliar. Berkembangnya bisnis perusahaan ini, tak terlepas dari tawaran investasi di bisnis penjualan ikan olahan dalam kaleng (sarden) merek Kiku, dengan pembagian keuntungan berlipat-lipat. Sebenarnya sepak terjang GAN saat masih berbendera

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


hukum Penipuan

tungan Gede Tiap 10 hari dari dana yang saya investasikan, masuk ke buku tabungan Rp 150 ribu, sudah sebulan Rp 325 ribu. Setelah itu tidak pernah ditransferkan lagi keuntungannya. menolak datang dan hanya mengirimkan selembar surat. Isinya menyatakan mereka sudah pecah kongsi dengan MLM tempat delapan leader tergabung sebelumnya. Setelah itu GMAN yang sudah berganti baju GAN, tetap saja menjalankan kegiatannya. GAN menawarkan paket investasi dengan minimal modal Rp 5 juta. Setelah uang disetorkan, investor dijanjikan keuntungan 10% dari setoran awalnya pada minggu kedua. Nanti setiap minggu berikutnya, investor kembali mendapatkan keuntungan yang sama hingga bulan ke-52. Seperti yang sudah-sudah, semuanya lancar di awal-awal. Ketika makin banyak orang yang terjaring, pembayaran bagian keuntungan tiba-tiba saja terhenti pada bulan April-Mei 2012. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Tangerang Kota pada 25 Mei 2012, dengan No.LP/542/V/2012/ PMJ/Restro Tangerang Kota. Kepolisian pun bertindak cepat. Dua petinggi GAN langsung ditangkap dan ditahan. Mereka adalah Hendra Gunawan sebagai Komisaris dan Ilham Hidayat sebagai Direktur. Sedangkan

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

tiga orang lainnya berstatus buron, yakni Arman Arsito sebagai penggagas berdirinya GAN, M Rizal sebagai penggerak nasabah dan Sunan Sasongko sebagai penampung dana transfer dari nasabah. Para tersangka ini dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Indikasi penipuan dalam kasus GAN kian menguat, setelah polisi menemukan tawaran investasi Sarden Kiku tidak nyata. Pasalnya, penyidik tidak mendapatkan adanya aliran dana untuk pembelian atau pun penjualan sarden dalam laporan keuangan. Polisi juga tidak menemukan bentuk fisik sarden.

INVESTASI PROPERTI GRJ didirikan tahun 2011 oleh Yosephina Frans yang kemudian menjadi Direktur Utama. Perusahaan ini disebutkan memiliki beberapa usaha konvensional di sektor riil. Di antaranya peternakan dan pasokan ayam potong, restoran, perdagangan hasil bumi serta properti. Sejak didirikan dengan cepat kehadiran GRJ mengundang minat orang untuk berinvestasi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah investor yang kemudian menanamkan modal mencapai sekitar 11.000 orang. Mereka menanamkan uang mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 100 juta. Awalnya sudah bisa ditebak, semuanya berjalan lancar. Pembagian keuntungan berjalan dengan seharusnya seperti yang dijanjikan. Namun beberapa pekan berselang, pembagian keuntungan tinggal menyisakan janji. Yang terjadi, Yosephina Frans mendadak menghilang dengan membawa serta uang milik para investor. Widodo, salah seorang investor yang menanamkan uang Rp 16 juta menerangkan, dirinya sempat menerima transfer pembagian keuntungan selama sebulan pertama. “Tiap 10 hari dari dana yang saya investasikan, masuk ke buku tabungan Rp 150 ribu, sudah sebulan Rp 325 ribu. Setelah itu tidak pernah ditransferkan lagi keuntungannya,� tambah warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ini. Sebagian dari investor akhirnya melapor ke polisi. Berdasarkan laporan polisi, No.LP/1435/K/VI/2012/Resta Depok, mereka mengaku telah diajak kerjasama menanamkan modal di GRJ, dengan janji pembagian keuntungan. Namun janji

53


hukum Penipuan

Koperasi langit biru

tersebut tak pernah dipenuhi. “Jadi ada yang melapor ada enam orang. Dari informasi, mereka sudah menanamkan uang sebesar Rp 10 juta dengan janji setelah lima bulan uang itu akan menjadi Rp 23 juta. Seharusnya, sudah mereka terima akhir Mei kemarin. Karena tidak terwujud sesuai komitmen awal, korban datang ke sana. Ternyata, perusahaan itu sudah tutup. Lalu, timbul kecurigaan terhadap perusahaan itu dan lapor ke polisi,” urai Kapolres Depok, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni.

BENTUK SATGAS Boleh jadi kasus di GAN dan GRJ bukan menjadi kasus terakhir dengan modus investasi bodong. Tidak tertutup kemungkinan akan hadir lagi pelaku-pelaku yang berusaha menarik uang masyarakat dengan kedok investasi dan janji pembagian keuntungan luar biasa. Ironisnya, gayung bersambut, ada saja masyarakat yang tergiur dan akhirnya mau menanamkan uangnya. Kepala Bapepam-LK, Nurhaida menyebut ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab mengapa kasus investasi bodong cenderung berulang. Pertama, kurangnya edukasi kepada masyarakat tentang pengertian investasi yang sebenarnya. Kedua, belum optimalnya penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan di bidang investasi fiktif sehingga tidak menimbulkan efek jera. Sejauh ini Bapepam LK tetap berupaya mengantisipasi sepak terjang perusahaan investasi bodong. Nurhaida menjelaskan, pihaknya bersama Kepolisian dan Bank Indonesia (BI) telah membentuk satgas khusus untuk mengatasi dan mencegah investasi fiktif tersebut. “Walaupun itu bukan di wilayah pengawasan pasar modal juga tidak masuk di

54

pengawasan BI, kita anggap ini penting. Oleh karena itu, ada satgas khusus untuk itu yang sudah bekerja,” katanya. Satgas yang dimaksud adalah Satgas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi. Satgas ini juga dikenal dengan sebutan Satgas Waspada Investasi. Keberadaan Satgas sendiri menurut Sarjito yang menjadi Ketuanya, bergantung pada laporan masyarakat. “Laporkan kalau memang ada lembaga apapun yang menjanjikan keuntungan terlalu besar,” tandas Sarjito, beberapa hari lalu. Sarjito juga menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan. Satgas juga bakal langsung berkoordinasi dengan pihak berwajib jika memang menemukan indikasi adanya tindak pidana. Janji ini tentu saja melegakan. Namun sayangnya apa yang dilakukan Satgas Waspada Investasi selama ini dinilai sejumlah kalangan kurang optimal. “Lihat saja, ketika Satgas Waspada Investasi memanggil Langit Biru seharusnya dilanjutkan dengan memberikan peringatan kepada khalayak luas. Atau ketika GAN menolak memenuhi pemanggilan, juga tak ada sanksi apapun,” urai Noegroho, pemerhati masalah hukum dan perkotaan. Ya, nampaknya memang masih diperlukan upaya lebih keras lagi. Entah bagaimana caranya… n

Tips Aman Investasi Tak ada yang salah jika Anda ingin berinvestasi. Tapi jangan cepat tergiur bila mendapat ajakan dan tawaran untuk berinvestasi, sekalipun dijanjikan keuntungan berlipat. Ada beberapa langkah yang bisa dicermati, sebelum Anda tiba pada putusan untuk berinvestasi. Berikut di antaranya: l Gunakan akal sehat dalam berinvestasi, jangan langsung percaya bila ada tawaran investasi dengan potensi keuntungan tinggi, dalam waktu singkat. l Sebelum memutuskan, sebaiknya menelusuri dulu asal-usul lembaga keuangan tersebut, termasuk koperasi. l Bersikaplah rasional dan peka pada setiap tawaran keuntungan besar. l Penipuan bermodus investasi selalu dicirikan dengan iming-iming perolehan imbal balik yang biasanya tidak wajar. l Identifikasi kewajaran biaya investasinya. l Banyak tawaran investasi berkedok penipuan menyebab biaya administrasi investasi yang tinggi atau harus membayar dulu sejumlah uang agar mendapatkan bonus. l Pastikan skema investasinya jelas. Bila perlu lakukan verifikasi kepada pihakpihak berwenang. n

Jangan Takut, Lapor Saja Curiga dengan praktik investasi bodong? Jangan diam saja, silakan laporkan ke Satgas Waspada Investasi. Anda dapat memanfaatkan akses-akses pelaporan di bawah ini: 1. Facebook : 2. Surel : 4. SMS : 5. Telepon :

facebook.com/waspadainvestasi waspadainvestasi@bapepam.go.id waspadainvestasi@yahoo.com 0818 98 000 9, atau 021-3857821

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


hukum Sengketa Pertambangan

Tuntutan Rp 19 Triliun Churchill Mining Plc menggugat Republik Indonesia sebesar US$ 2 miliar. Ini merupakan tuntutan terbesar yang pernah diajukan terhadap negeri ini. Pangkal persoalan adalah pencabutan Izin Usaha Pertambangan oleh Pemkab Kutai Timur. TEKS Elka Saraswati Foto Churchill Mining.com

I

nilah babak baru sengketa Izin Usaha Pertambangan (IUP) antara Churchill Mining Plc, dengan Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur. Akhir Mei lalu perusahaan tambang asal Inggris ini mengumumkan, telah mendaftarkan gugatan ke pengadilan arbitrase internasional di Washington DC, Amerika Serikat. Asal tahu saja, sebelumnya Churchill Mining Plc. telah melakukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Samarinda, Kalimantan Timur, dan di Jakarta. Namun dalam kedua gugatan tersebut, Churchill Mining Plc. dinyatakan kalah. Churchill Mining Plc. mengajukan gugatan ke International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, pada 22 Mei 2102. Perusahaan tambang asal negeri Ratu Elizabeth II ini menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Indonesia. Besarnya US$ 2 miliar atau setara Rp 19 triliun. Menyusul gugatan tersebut, ICSID pada 30 Mei 2012 mengirimkan pemberitahuan kepada pihak-pihak tergugat. Masing-masing Presiden Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Kehutanan, Menteri Luar Negeri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bupati Kutai Timur.

SENGKETA LAHAN Dalam pernyataan yang dipublikasikan koran terbitan AS, New York Times edisi 6 Juni 2012, David F. Quinlivan selaku Chairman Churchill Mining Plc, membenarkan adanya gugatan ke pengadilan arbitrase tersebut. Diuraikan dalam pemberitaan tersebut kalau Pemkab Kutai Timur telah menyita aset miliknya tanpa kompensasi yang layak.

Selain itu ada pertimbangan lain. Lokasi IUP berada di area hutan produksi. Nah, kegiatan penambangan di hutan produksi harus mendapat izin dari Menteri Kehutanan. Kenyataannya, Kementerian Kehutanan mengaku tidak pernah mengeluarkan izin sehingga keabsahan IUP kembali diragukan.

Lokasi tambang Churchill Mining di Kalimantan Timur

“Tuntutan ini adalah bagian dari proses hukum,” terang Quinlivan, seperti dilansir New York Times. Churchill Mining Plc masuk ke Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2008. Dalam pemberitaan di sejumlah media massa internasional, perusahaan tambang ini mengaku telah mengakuisisi 75% saham perusahaan tambang lokal, Ridlatama Group. Bukan tanpa alasan kalau perusahaan tambang asal Inggris ini berinvestasi di Kalimantan Timur. Dalam hitungan mereka, diperkirakan ada cadangan batu bara sebesar 2,73 miliar ton di wilayah konsesinya. Dengan cadangan sebesar itu, maka potensi pendapatan sebesar US$ 700 juta sampai US$ 1 miliar per tahun, selama 20 tahun ke depan sesuai Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikantungi Ridlatama Group. Tapi naas, belum lama Churchill Mining Plc beroperasi, Pemkab Kutai Timur mendadak mencabut IUP Ridlatama Group. Alasannya, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2006-2008, IUP tersebut terindikasi palsu.

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

SIAP HADAPI Langkah Churchill Mining Plc pastinya memang membuat gerah. Apalagi besarnya tuntutan yang sudah pasti bisa menggoyang neraca keuangan di negeri ini. Namun hal itu tidak membuat gentar pihak-pihak yang menjadi tergugat. Dalam pernyataan kepada wartawan, Jumat (15/6) pekan kemarin di Jakarta, Isran Noor menegaskan, pihaknya tidak akan membuka kesempatan negosiasi dan tak gentar menghadapi gugatan tersebut. Ditegaskannya, “Saat ini ICSID tengah menelliti kasus yang diadukan dan belum memutuskan untuk meneruskan gugatan Churchill Mining Plc. Tapi kalau gugatan ICSID jalan, kami telah menyiapkan data pendukung untuk melawan gugatan tersebut, pemerintah dalam hal ini juga mendukung dengan mengadakan rapat koordinasi dengan instasi terkait.” Melalui persiapan ini, Pemkab Kutai Timur dan pemerintah pusat sepertinya sudah siap bertarung habis-habisan dan meyakini tidak akan kalah. Sebaiknya memang begitu, karena kalau kalah bisa bahaya… n

55


keuangan kepemilikan bank

Asing Bakal Makin Menjamur BI akan mengatur kepemilikan dan operasional bank milik asing. Bukan semakin ketat, tapi justru semakin longgar. TEKS Bastaman ilustrasi ramawijaya infografis yayan taryana

s

ikap Bank Indonesia (BI) belakangan ini memang telah memb u a t banyak orang geregetan. Soalnya, BI seolah-olah tak mengindahkan keinginan masyarakat banyak untuk segera membatasi kepemilikan asing di perbankan nasional. Yang terjadi justru sebaliknya, bank sentral malah berencana merevisi aturan kepemilikan tunggal atau single presence policy (SPP). Revisi ini rencananya akan diluncurkan akhir Juni ini. Nah, dalam aturan baru itu institusi bank dapat menguasai saham bank lain hingga lebih dari 50%. Syaratnya, bank yang bersangkutan harus memiliki peringkat (rating) BBB dan permodalan yang kuat. Artinya, bank yang memenuhi persyatan tersebut bisa memiliki lebih dari satu bank. Ini berbeda dengan Peraturan BI No. 8/16/PBI/2006, di mana bank hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu bank. Sementara bagi institusi keuangan bukan bank seperti per-

56

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


keuangan kepemilikan bank

“Modal asing sangat gampang masuk ke sini. Sementara kalau kita mau membuka kantor cabang di luar negeri, susahnya setengah mati.” Gatot M. Suwondo Direktur Utama BNI

usahaan asuransi atau multifinance, mereka harus memiliki tingkat kesehatan BBB+ dan hanya boleh membeli saham bank hingga maksimal 40%. Ada pun perusahaan nonkeuangan harus memiliki tingkat kesehatan A dan hanya bisa membeli saham bank maksimal 30%. Sedangkan pembelian saham bank oleh perorangan atau keluarga dibatasi sampai maksimal 20%. Sebaliknya, bagi bank yang tingkat kesehatan dan tata kelolanya (good corporate governance atau GCG) buruk, maka bank tersebut akan diminta memperbaiki diri dengan cara mengundang investor baru. “Ini cara BI untuk menyehatkan bank dan untuk menghadapi integrasi sektor keuangan ASEAN pada tahun 2020,” kata Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia. Aturan baru ini langsung disambut bank-bank besar yang memiliki modal kuat. Bank Mandiri, contohnya. Bank terkaya di tanah air ini telah menyiapkan dana Rp 10 triliun-Rp 20 triliun untuk mengakuisisi wholesales banking, ritel finance, dan syariah. “Kalau banknya hanya beraset Rp 1 triliun–Rp 2 triliun, kami kurang tertarik. Kurang nendang,” kata Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri. Saat ini pemerintah ini telah memiliki Bank Sinar Harapan Bali dan Bank Mandiri Syariah. BRI juga menyatakan akan memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Meskipun telah menguasai 88,65% Bank Agro, BRI memang terus mengincar bank lain dan perusahaan sekuritas. Bank Mutiara termasuk yang tengah diincar bank pemerintah ini. Hanya saja harga Mutiara yang dipatok Rp 6,7 triliun dinilai terlalu mahal. “Sampai saat ini kami belum menemukan yang pas,” kata Ahmad Baiquni, Direktur Ke­ uang­­an BRI. Kesempatan ini tampaknya juga tidak akan disia-siakan oleh invest­or asing ma­u­pun bank swasta milik asing. Mak­lum, sejak krisis 2008, bisnis perbankan di negara-negara maju menjadi ku­rang menarik. Sementara perbankan di Indonesia masih bisa memberikan net interest margin (NIM) yang cukup tinggi. Statistik Perbankan Indonesia

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

(SPI) yang terbit April lalu menunjukan, bank BUMN dan swasta devisa rata-rata mampu mencetak NIM 5,31% dan 5,30%. Sementara NIM yang dihasilkan bank swasta nondevisa lebih tinggi lagi, yakni 10,29%. Jadi, memang, bisnis perbankan di tanah air sangat menarik. Apalagi negeri ini menganut devisa bebas. Sehingga, jika ada keuntungan, mereka bisa leluasa mengalirkan laba ke negaranya. Ditambah lagi bank-bank yang sahamnya dimiliki asing juga mendapat perlakuan yang sama. Berdasarkan Undangundang Perbankan No. 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), dana pihak ketiga (DPK) di bank swasta nasional milik asing akan dijamin oleh LPS.

Pribumi makin terimpit Enak kan? Tetapi lebih nikmat lagi karena Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan mengizinkan asing menguasai saham bank domestik hingga maksimal 99%. Inilah yang membuat banyak bank lokal jatuh ke tangan asing. “Modal asing sangat gampang masuk ke sini. Sementara kalau kita mau membuka kantor cabang di luar negeri, susahnya setengah mati,” kata Gatot M. Suwondo, Direktur Utama BNI. Gatot betul. Contoh yang paling gampang, tengok saja peraturan yang berlaku di Malaysia. Di sana, kepemilikan asing di bank domestik dibatasi maksimal 30%. Sungguh berbeda dengan di Indonesia. Di sini, asal punya modal, asing bisa berbuat apa saja. Mau sekadar membuka cabang boleh, mau mencaplok yang sudah jalan pun tidak masalah. Pokoknya, bebas. Makanya jangan heran bila banyak bank lokal yang jatuh ke tangan asing. Paling tidak, seperti dirilis KATA DATA, saat ini ada 11 bank nasional yang kepemilikan asingnya lebih dari 40%. Sebut saja UOB Buana yang 98,99% sahamnya sudah dikuasai oleh United Overseas Bank, bank terbesar ketiga di Singapura. Sementara 97,90% saham CIMB Niaga kini dikuasai CIMN Group, bank terbesar kedua di Malaysia. Bank lokal lain yang sebagian besar sahamnya dikuasai asing adalah BII (97,50%), OCBC NISP (85,06%), dan Bank Permata (44,50%). Masalahnya, masuknya modal asing ­ke sektor perbankan tak selama­nya mem­berikan kontribusi yang berarti terhadap perekonomian nasional. Soalnya, selama ini, bank milik asing lebih ba-

57


keuangan kepemilikan bank Bank lokal di tangan asing Bank

Pemilik mayoritas

UOB Buana

United Overseas, Singapura (98,99%)

Ekonomi

HSBC, Hong Kong (98,94%)

CIMB Niaga

CIMB Group, Malaysia (97,83%)

BII

Maybank, Malaysia (97,50%)

OCBC NISP

OCBC Bank, Singapura (85,06%)

Swadesi

Bank of India, India (76,00%)

Hana

Hana Bank, Korea Selatan (75,10%)

QNB Kesawan

QNB, Timur Tengah (69,59%)

Permata

Standard Chartered, Inggris (44,50%)

sumber: kata data

nyak bermain di kredit konsumer atau usaha kecil (UMKM) yang memberikan keuntungan besar. Sementara bank milik asing yang terjun dalam pembiayaan pembangunan nasional boleh dibilang masih sangat minim. Lebih dari itu, mereka juga kerap tidak peduli terhadap stabilitas keuangan di negeri ini. Itu sebabnya, sejumlah kalangan telah mendesak pemerintah dan BI untuk memperketat masuknya modal asing ke sektor perbankan. Sebab, yang dipertaruhkan adalah nasib bank milik pribumi yang kian terimpit. Menurut Lin Che Wei, Financial Analysist KATA DATA, masuknya asing membuat penguasaan aset bank swasta nasional turun dari 42% tahun 1998 menjadi 22%. Pe-

Sementara bank milik asing yang terjun dalam pembiayaan pembangunan nasional boleh dibilang masih sangat minim. Mereka juga kerap tidak peduli terhadap stabilitas keuangan di negeri ini. nguasaan aset bank BUMN juga merosot dari 44% menjadi tinggal 36%. Sebaliknya, pangsa bank swasta na-

sional milik asing melonjak dari 0% menjadi 21% saat ini. Jika di total, maka pangsa bank asing di tanah air sudah mencapai 34%. “Jika ini terus dibiarkan, dalam beberapa tahun ke depan, peran bank BUMN dan lokal akan digantikan oleh bank swasta milik asing,� kata Che Wei. Kekhawatiran seperti itu tampaknya sudah diperkirakan oleh BI. Itu sebabnya, BI akan memberikan beberapa persyaratan tambahan bagi investor asing yang ingin masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional. Selain itu, untuk mengerem ekspansi asing, BI akan menerapkan aturan perizinan berjenjang atau multiple license. n

Labanya yang Bikin Asing Asyik Bagi pemodal asing, industri perbankan Indonesia adalah surga. Ungkapan yang pernah dilontarkan Said Didu, bekas Sekretaris Kementerian BUMN, itu ada benarnya. Lihat saja kinerja kwarta I-2012 bank yang sahamnya dimiliki oleh asing. Kendati industri perbankan di negara mereka babak belur dihajar krisis, bank milik mereka di Indonesia justru panen fulus. Citibank N.A cabang Indonesia, contohnya. Tahun lalu, bank berinduk di Amerika Serikat itu berhasil membukukan laba bersih Rp 1,89 triliun. Hal serupa terjadi pada The Hong­kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) cabang Indonesia. Bank asing ini selama kuartal I-2012 membukukan laba bersih Rp 391 miliar atau tumbuh sebesar 76,07% dibanding periode yang sama tahun 2011. Manisnya laba tak cuma dinikmati oleh cabang bank asing yang beroperasi di Indonesia. Bank-bank lokal milik asing pun ikut merasakannya. Bank Permata, misalnya. Di kuartal per-

58

tama tahun ini, bank yang 44,50% sahamnya dimiliki oleh Standard Chartered Bank itu berhasil membukukan laba bersih Rp 331 miliar atau tumbuh 3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu Bank Internasional Indonesia (BII), yang 97,50% sahamnya dikuasai Maybank Malaysia, berhasil membukukan laba bersih Rp 267 miliar pada kuartal I-2012 atau naik 78% dibanding periode yang sama 2011. Ini merupakan prestasi terbaik BII sejak bergabung dengan Maybank. Kenaikan laba bersih juga berhasil ditoreh oleh bank-bank lokal milik asing lainnya, seperti CIMB Niaga, OCBC NISP, Swadesi dan QNB Kesawan. Jadi, apa yang dikatakan oleh Said Didu ada benarnya. Laba yang dihasilkan oleh perbankan di tanah air membuat asing berlomba-lomba ingin membuka cabang atau memiliki bank di sini. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


keuangan asuransi

Si Gurem di Tangan Asing Sejumlah perusahaan asuransi besar dikabarkan siap mencaplok asuransi kecil. Mendekati Maret 2013, harganya bakal semakin murah. TEKS Bastaman ilustrasi yayan taryana

b

etul, kewajiban modal minimal Rp 70 miliar bagi perusahaan asuransi akhirnya diundur dari semula Desember 2012 menjadi Maret 2013. Namun hal itu tak membuat pemilik asuransi gurem bisa tidur nyenyak. Maklum, selain harus memenuhi ketentuan permodalan seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 81 2008, mereka pun harus menyerahkan rencana kerja pemenuhan modalnya. Jika tidak, mereka bakal terkena sanksi dari Bapepam-LK. Data Bapepam-LK menyebutkan, hingga 31 Maret 2012 ada dua perusahaan asuransi jiwa dan tiga perusahaan asuransi umum yang modalnya kurang dari Rp 40 miliar. Kabarnya, Bapepam-LK akan segera mencabut izin usaha kelima perusahaan tersebut. Selain kelima perusahaan tadi, diperkirakan saat ini ada 23 perusahaan asuransi jiwa dan umum yang

modalnya di bawah Rp 70 miliar. Situasi ini, rupanya mulai dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan asuransi asing. Salah satunya adalah ACE Limited. Perusahaan yang sahamnya terdaftar di New York Stock Exchange ini dikabarkan telah mengakuisisi Asuransi Jaya Proteksi (Japro) dengan nilai US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,23 triliun. Akuisisi tersebut juga telah menempatkan ACE Limited sebagai pemilik 51% saham PT Asuransi Jaya Proteksi Takaful (Japro Takaful). Dengan mengakuisisi Japro, maka cengkraman ACE Limited di industri asuransi nasional semakin kuat. Maklum,

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

di Indonesia, ACE juga tercatat sebagai pemilik PT ACE Ina Insurance (dulu bernama PT Asuransi Cigna) sejak 1999. Sepuluh tahun kemudian, 2009, ACE mengakuisisi 80% saham PT ACE Life Insurance (dulu bernama PT Asuransi Jiwa Bumi Arta Reksatama). Selain ACE, pemain lama pun dikabarkan berniat mencaplok asuransi-asuransi gurem. Di antaranya PT Allianze Life Indonesia, PT Prudential Life Indonesia, dan PT Manulife Indonesia. Seorang pejabat di perusahaan asuransi mengatakan, perusahaan asing akan semakin agresif mengambil alih asuransi kecil. Selain memiliki modal yang kuat, cara ini juga dianggap sebagai cara untuk memperkecil persaingan. “Berkurangnya pesaing jelas akan menguntungkan untuk jangka panjang,” katanya. Apalagi, lanjutnya, harga jual asuransi gurem diperkirakan akan semakin murah. Selain portofolio asetnya tidak terlalu besar, tenggat waktu pemenuhan modal minimal Rp 70 miliar yang tinggal sembilan bulan lagi juga menjadi penyebabnya. “Mendekati Maret 2013, daya tawar mereka akan semakin kecil. Ini yang dilihat pemodal asing sebagai peluang,” kata si pejabat tadi. Seperti halnya di industri perbankan, batas kepemilikan asing hingga maksimal 80% di perusahaan asuransi dinilai sangat longgar. “Pada kondisi normal, dominasi asing mungkin tidak begitu mengkhawatirkan. Namun saat ekonomi belum stabil, ini bisa membayakan sektor makro,” kata Ahmad Erani Yustika, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Itu sebabnya, ia menyarankan a g a r ada kepemilikan asing di industri asuransi dibatasi. “Idealnya, dibatasi maksimal 30%-40%,” lanjutnya. Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Asuransi Bapepam-LK, menyebutkan saat ini perusahaan asuransi asing menguasai 50%-60% pasar asuransi jiwa. Sedangkan pada asuransi umum dan kerugian, penguasaan asing masih sekitar 20%-30%. Namun Isa tidak setuju jika porsi kepemilikan asing di industri asuransi dikurangi. “Kecuali Bumiputera, mereka berbadan hukum PT. Secara tidak langsung mereka perusahaan Indonesia,” katanya. n

59


pasar modal ihsg

Eropa Semakin Ruwet Belum ada sinyal positif yang akan menggairahkan perdagangan saham. Investor tetap harus hati-hati terhadap sentimen negatif dari Eropa.

D

TEKS Ahmad Munjin ilustrasi/infografis ramawijaya

i jagat persepakbolaan, E r o p a sedang b e r pesta. Tapi di dunia perekonomian, negara-negara di benua biru itu sedang tersiksa. Kondisi itulah yang di harihari ini, entah sampai kapan, akan mempengaruhi gerak roda perputaran ekonomi dunia. Semula, yang dikhawatirkan adalah keadaan ekonomi Yunani. Kini ancaman yang tak kalah besarnya mulai terlihat akan merebak dari Spanyol dan Italia. Persoalannya sama dan sebangun, utang segede gunung. Kelak, persoalan itu, satu per satu akan terurai dengan dengan beragam pemecahan. Yang menjadi perhatian utama para pelaku pasar saat ini adalah Yunani, yang akhir minggu lalu (17/6) melaksanakan pemilu ulang. Jika hasil pemilihan ulang itu dimenangkan oleh partai yang anti penghematan, dipastikan negeri para dewa itu akan keluar dari Zona Euro.

60

Dan ini bakal membuat suasana semakin keruh lantaran akan terjadi gagal bayar. Kemungkinan buruk itulah yang mendorong masyarakat menarik dana mereka dari perbankan. Sejak beberapa bulan lalu perbankan di Yunani dilanda rush dengan penarikan hingga 800 juta euro per hari. Nah, ketika penyelesaian Yunani masih menggantung, persoalan yang dihadapi Spanyol makin menonjol. Pemerintah negeri matador itu telah meminta dana talangan kepada Uni Eropa sebesar 100 miliar euro (US$ 125 miliar). Namun

IMF punya penilaian lain. Lembaga moneter dunia tersebut melihat yang diminta Spanyol terlalu besar. Sebab, untuk menolong perbankan di sana, hanya dibutuhkan dana 37 miliar euro atau 37% dari yang diminta. Besarnya dana yang akan dikucurkan untuk Spanyol baru diketahui setelah keluarnya hasil audit, Kamis pekan ini (21/6). Kondisi negeri ini juga sudah amburadul. Moody’s telah menurunkan peringkat surat utang Spanyol dari A3 ke Baa3 atau setingkat di atas kelas ‘sampah’. Itulah yang membuat yield obligasi-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


pasar modal ihsg nya terus menanjak mendekati 7%. Hal serupa dialami Italia. Beban pinjaman negeri pizza itu juga terus meningkat. Asal tahu saja, utang Italia sudah mencapai lebih dari 2 triliun euro (sekitar US$ 2,5 triliun) atau 120% dari PDB. Ini merupakan utang terbesar yang harus ditanggung sepanjang sejarah Italia. Tapi tidak berhenti sampai di situ. Pemerintahan pimpinan PM Mario Monti itu, tahun ini berencana membuka utang baru sebesar 450 miliar euro. Mengerikan. Dan itulah yang dikhawatirkan para pelaku pasar akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. “Yield Spanyol dan Italia mencerminkan rendahnya keyakinan pasar,” kata Felix Sindhunata, Kepala Riset Henan Putihrai Securities. Makanya, ia tak melihat adanya penurunan risiko pasar. Kendati dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bursa saham menunjukkan adanya penguatan. Menurut Felix, pergerakan bursa tidak didukung oleh volume perdagangan yang besar. Dan itu hanya dipicu oleh dana yang keluar semen-

tang 3.669–3.910. Untuk itu investor disarankan berkonsentrasi pada sahamsaham yang berorientasi pada pasar dalam negeri dan yang sudah berharga murah, seperti INDF, TLKM, KLBF, AKRA, AALI, ASII, dan BBRI (lihat tabel). Bahaya ‘hantu Eropa’ juga diingatkan oleh Irwan Ariston Napitupulu. Menurut pengamat pasar modal ini, efek do-

mino yang akan melanda negara-negara di benua biru harus dicermati dengan ekstra ketat. Penguatan indeks yang terjadi di akhir minggu lalu, kata dia, tidak menginsyaratkan apapun. Ia menduga itu hanya gerakan para pemain agar bisa melakukan profit taking di harga tinggi. “Kenaikan itu hanya sementara dari tren yang masih cenderung melemah,” kata Irwan. Jika bursa regional merespons pemilu Yunani secara negatif, maka IHSG akan kembali menguji level support-nya di 3.600 dengan resistance di 3.930 dalam sepekan ke depan. Setelah itu, IHSG lanjut ke level psikologis 4.000. Dalam kondisi seperti ini, trader disarankan untuk melangkah secara hatihati. Jangan tergiur oleh saham yang harganya sudah terdiskon banyak. Sebab kemungkinan untuk menurun masih terbuka. Sementara investior berjangka menengah-panjang dianjurkan untuk mengoleksi efek-efek murah yang sudah oversold, terutama saham dari sektor perbankan, pertambangan batu bara dan consumer goods. Beberapa saham yang di anjurkan Irwan antara lain, JSMR, ICBP, dan JPFA. Semuanya merupakan efek terbitan emiten yang berorietasi ke pasar lokal. Akan halnya dari sektor perbankan, Irwan menunjuk BBRI, BMRI dan BBNI. BBTN juga menarik, karena belakangan ini harganya terus menguat (dalam seminggu kemarin naik 8,9%). Irwan menduga ada kemungkinan emiten ini akan menggelar right issue, sehingga sahamnya ditarik ke Rp 1.600. n

tara dari safe haven assets. “Kami melihat, risiko dan volatilitas pasar masih sangat tinggi,”katanya. Perhatikan BBTN

Itu sebabnya, net sell yang dilakukan investor asing di Indonesia belum berhenti. Bloomberg mencatat, sepanjang dua pekan di bulan Juni ini (hingga 12/6) asing mencatatkan penjualan bersih Rp 1,67 triliun. Felix memprediksi, dalam kondisi tertekan seperti sekarang, indeks harga saham gabungan akan bergerak di ren-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

61


pasar modal Saham MNC

Hary Tanoe, Antara Politik dan Bisnis Saham-saham terbitan Grup MNC terbukti kebal dari hantaman kabar buruk. Analis melihat, masih ada kesempatan memetik gain.

H

TEKS Ahmad Munjin ilustrasi/infografis ramawijaya

ary Ta足noe足 s o e足d i b j o benar-benar se足dang supersibuk. Selain repot mengurus Partai Nasional Demokrat, konglomerat asal Surabaya ini juga tengah berkutat memburu investor yang berminat untuk membeli saham MNC Sky Vision, yang sebentar lagi akan melakukan IPO. Yang lebih merepotkan, di tengah kegiatannya ekstra padat, Bos Grup MNC ini harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. Gara-garanya, seperti dikabarkan banyak media dalam dua pekan terakhir, PT Bhakti Investama Tbk, holding company yang membawahi sekitar 20-an perusahaan miliknya, tengah disidik lantaran diduga terkait dengan penyuapan yang dilakukan kepada seorang petugas pajak. Tudingan ini, memang, masih harus dibuktikan kebenarannya. Namun, te-

62

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


pasar modal Saham MNC tap saja merepotkan. Sebab, di saat sibuk melakukan penawaran saham perdana MNC Sky, Hary juga harus melakukan bantahan demi menjaga kepercayaan investor. Melelahkan, tapi tidak sia-sia. Harga saham-saham terbitan Grup MNC — yang kebetulan sedang menanjak — tetap terjaga. Kalau pun terjadi penurunan, angkanya tidak signifikan dan lebih disebabkan oleh kondisi pergerakan pasar. Saham Bhakti Investama, contohnya. Sejak kasus penyuapan meledak (6/7), selama empat hari hanya mengalami penurunan harga Rp 20 atau sekitar 5%. Sementara BMTR, dalam rentang waktu yang sama menciut 4,44%. Tapi sejak Rabu pekan lalu (13/6), seiring dengan meredanya isu penyuapan, harga BHIT dan BMTR kembali ke habitat asal. Bahkan, yang menarik, harga saham keluaran PT Media Nusantara Citra alias MNCN bergeming. Sehingga, jika dihitung sejak awal tahun, tiga efek andalan Grup MNC ini tetap mencatatkan penguatan yang cukup tinggi. Harga BHIT misalnya, selama 5,5 bulan terakhir, berhasil naik 36,2%, MNCN 38,8% dan BMTR 34,3%. “Kasus penguapan ini tidak berpengaruh pada harga saham-saham MNC,” kata Satrio Utomo. Sebab, pasar melihat perkara yang membelit MNC lebih besar muatan politisnya ketimbang bisnis. “Jadi tinggal bagaimana pihak emiten menangkis serangan-serangan yang ditimbulkan oleh urusan politik,” tutur Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia ini. Secara fundamental, saham-saham grup ini termasuk kokoh. MNCN misalnya, merupakan pemimpin pasar di sektornya. Begitu pula dengan BMTR. Price Earnings Ratio efek ini masih normal. Dalam beberapa tahun terakhir, kata Satrio, pendapatannya berasal dari operasional dan bukan dari hasil berutang. Walhasil, operating income dan pendapatan bersihnya positif.

Saham-sahamnya pun masih menarik untuk dijadikan sebagai alat memburu gain. Apalagi, dengan adanya IPO MNC Sky Vision. Dengan valuasi Price Earnings Ratio (PER) 16 kali, saham BMTR sangat menarik. hat dulu kondisi pasar, katanya. Secara teknikal, kata dia, investor bisa masuk di harga-harga yang menarik. MNCN bisa dibeli di level support yang berada di rentang Rp 1.500–Rp 1.800. Paling mahal saham ini layak beli di Rp 1.900 dengan target resistance

Tunggu koreksi

Kinerja PT Bhakti Investama juga oke. Perusahaan investasi ini, sejak 2010 sudah untung besar. Keuntungannya juga benar-benar dari pendapatan operasional, bukan dari aksi korporasi seperti penerbitan obligasi atau rights issue. Menurut perhitungan Satrio, harga BHIT sudah tergolong murah. Tapi jangan buru-buru melakukan koleksi. Li-

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012

yang menarik yakni level tertinggi 2012 ini yakni Rp2.350. Sedangkan PT Global Mediacom (BMTR) sekarang sudah mendekati kisaran support. Investor bisa masuk BMTR di level support Rp 1.250–Rp 1.100 dengan target resistance Rp 1.780 yang merupakan level tertinggi tahun ini. Akan halnya, efek PT Bhakti Investama (BHIT) pantas dikoleksi di kisaran Rp 370–Rp 390 dengan resistance Rp 495 yang juga merupakan level tertinggi tahun ini. “Saham-saham tersebut, biasanya, bergerak bersama-sama pasar. Saya rekomendasikan buy on weakness,” tandas Satrio. Pandangan positif terhadap kinerja Grup MNC juga dilontarkan Willy Sanjaya. Sementara ini, pasar tidak terganggu oleh kabar penyuapan pegawai pajak. “Kasus ini tidak berpengaruh pada fundamental BMTR, MNCN maupun BHIT,” kata pengamat pasar modal ini. Saham-sahamnya pun masih menarik untuk dijadikan sebagai alat memburu gain. Apalagi, dengan adanya IPO MNC Sky Vision. Dengan valuasi Price Earnings Ratio (PER) 16 kali, saham BMTR sangat menarik. Begitu juga dengan MNCN yang memiliki PER 20,54 kali, BHIT 16,25 kali dari rata-rata PER industrinya yang berada di kisaran 20 kali. Saham-saham tersebut, menurut kalkulasi Willy, masih punya peluang penguatan 10-20% hingga akhir Juni 2012. Apalagi dengan koreksi yang terjadi belakangan ini yang membuat IHSG melemah. Support kuat BHIT berada di Rp365 dan resistance Rp405. Sementara MNCN, dalam jangka pendek ini dipre­diksi akan bergerak di rentang Rp 1.950–Rp 2.150 dan saham PT Global Mediacom (BMTR) di kisaran Rp 1.280– Rp 1.400. “Saya rekomendasikan buy on weakness karena kondisi market tidak kondusif,” saran Willy. Namun, ia optimistis hasil Pemilu ulang Yunani akan sesuai dengan harapan pasar, sehingga akan menjadi pendorong bagi perdagangan saham di bursa. n

63


pasar modal Saham PGAS

pabrik makanan

Menguat di Tengah Protes PGAS sudah jenuh jual. Tapi, suasana pasar dan hiruk pikuk penaikan harga gas industri, menghambat pergerakan harga saham ini. TEKS Ahmad Munjin Foto riset

N

iat manajemen Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk mengeruk laba yang lebih besar, tampaknya tak berlangsung mulus. Protes keras datang dari berbagai kalangan. Bukan hanya dari kelompok pengusaha, sejumlah kementerian juga melontarkan protes atas penaikan harga gas yang dianggap ‘keterlaluan’. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) misalnya, mengeluh lantaran PGN mendongkrak harga jual gasnya hingga 57,8%, dari US$ 4,3 menjadi US$ 10,2 per million british thermal units (MMBTU). Ini, kata Franky Sibarani (Sekjen Gapmmi) akan menyebabkan naiknya ongkos produksi sebesar 25%. Protes serupa dilontarkan oleh 31 asosiasi lainnya. Dan langkah itu didukung Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian. Kata dia, pe-

64

naikan itu akan membuat pertumbuhan Industri Kecil Menengah menurun. Terakhir, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar penaikan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2014. “Kalau sekaligus kami menolak,” kata Sofjan Wanandi, Ketua Apindo. Sebab, peningkatan harga setinggi itu akan mengancam keberadaan 3 juta buruh. Akankan manajemen PGN membatalkan penaikan harga gas karena banyaknya tekanan? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, kalau jadi naik, ini merupakan sentimen positif bagi saham-sahamnya yang beredar di bursa efek. Tapi, kendati dirongrong oleh prokontra penaikan harga gas, saham pelat merah berkode PGAS ini tetap menjadi incaran investor. “Soalnya PGAS likuid dan diterbitkan oleh perusahaan berfundamental kuat,” kata Cece Ridwanullah, analis dari Sekuritas Ekokapital. Cece memproyeksikan, pekan ini,

PGAS akan bergerak di rentang harga Rp 3.100–Rp 3.800. Pertimbangannya, emiten ini akan meraih untung yang lebih besar pada kuartal II–2012. Secara valuasi, harga tertinggi PGAS Rp 4.000 dan terendah sekitar Rp 3.100. Makanya, investor disarankan untuk melakukan pembelian ketika harga mendekati Rp 3.000. Dengan PER 8 kali, kata Cece, saham ini sudah masuk dalam kategori murah. Sebab, biasanya, PER PGAS berada di level 1213 kali. Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities, juga mempunyai penilaian positif. PGAS, kata dia, sudah masuk ke area oversold. “Mestinya harga saham ini sudah naik. Tapi terhambat oleh situasi pasar,” katanya. Menurut perhitungan Abidin, di minggu ini, support PGAS berada di level Rp 3.050 dan resistance Rp 3.550. Tapi dengan catatan jika harganya telah menembus Rp 3.450. Hanya saja, kendati sudah oversold, Abidin menyarankan agar investor melakukan pembelian secara bertahap. “Sebab tren untuk menurun masih terbuka,” katanya. Jadi, ya, tetaplah teliti (situasi) sebelum membeli. n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


kolom andi suruji

Galaunya Bank Sentral

“k

ita tidak hidup dan berada di ruang kosong”. Begitulah Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia, bersabda. Komandan bank sentral itu, menjelaskan situasi dunia finansial global terkini yang diterjang badai krisis, kepada sejumlah pemimpin media, Selasa malam lalu. Pernyataan itu bermakna dua. Pertama, memang demikianlah adanya. Globalisasi yang berlangsung membuat dunia benar-benar menyatu. Belahan dunia saling terkoneksi satu sama lain. Apa yang terjadi di suatu titik globe ini, dengan cepat beresonansi ke belahan lain. Apa pun yang jatuh dan berdenting di bumi ini seluruh dunia ikut berdebar. Skala getarannya saja yang berbeda. Karena itu, dulu ada istilah, sekilas kerlipan atau senyum Allan Greenspan, gubernur bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) terlama, bisa membuat dunia bahagia. Demikian pula sebaliknya, kerut jidatnya mampu membuat sedih pelaku pasar. Kedua, pernyataan Darmin, bisa juga dipandang sebagai pembenaran atas kinerja bank sentral dalam kondisi dan situasi gonjang ganjing moneter dan fiskal sejagat. Maklum, para pemimpin otoritas keuangan global sedang galau. Penyebabnya, pemilu Yunani. Lagi-lagi, konektivitas global semakin kuat. Proses politik bisa menggetarkan dan mendebarkan sektor finansial. Pasalnya, jika hasil pemilu tidak sesuai harapan, Yunani bisa benar-benar keluar dari zona euro. Itu pertanda kekacauan finansial telah tiba di Eropa, khususnya zona negara-negara yang masuk penyatuan mata uang euro. Lonceng kiamat telah tiba, dan upaya penyelamatan dari krisis semakin menghadapi gelombang dahsyat. Seperti juga yang pernah saya tulis di forum ini. Stabilitas keuangan global, sudah tinggal mitos. Stabilitas moneter, pasar finansial, semakin sulit kita temui. Kita dipaksa hidup dan akrab dalam dunia yang menyatu, secara langsung maupun tidak. Kita tidak bisa hidup sendiri, terisolasi dari dunia luar. Salah satu tesis saya, adalah survei tiga tahunan Bank for International Settlement (BIS), alias bank sentralnya bank sentral sedunia. Menurut hasil surveinya, volume

66

transaksi valuta asing tahun 2010, mencapai rata-rata 4 triliun dollar AS per hari. Angka itu membangkak signifikan dibanding tiga tahun sebelunya, yakni rata-rata 3,7 triliun dolar per hari. Uang-uang itulah yang berkeliaran dari suatu pasar ke pasar lain, berputar dari dari satu instrumen ke instrumen lain, melanglang buana dua puluh empat jam sehari. Dahsyat. Benar kata Darmin. Kebijakan moneter, perbankan, tidak bisa lagi semata-mata inward looking, tetapi outward looking jauh lebih penting. Kita tidak bisa hanya memperhatikan internal rumah tangga kita, tetapi tetangga jauh maupun dekat harus menjadi pertimbangan dan kalkulasi yang matang. Maka tidak heran jika Darmin kembali menerbitkan siaran pers, pada jumat malam lalu. Judulnya: Bank Indonesia siap antisipasi kemungkinan memburuknya krisis Eropa. Mengantisipasi potensi memburuknya krisis Eropa, khususnya terkait pelaksanaan Pemilu di Yunani tanggal 17 Juni 2012, BI bilang terus memantau dan telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif. “Kita akan meningkatkan pasokan valas di pasar sesuai dengan kebutuhan sebagai bagian untuk stabilisasi nilai tukar rupiah,” begitu penegasan Darmin Nasution. Di samping intervensi di pasar valas, BI juga terus melanjutkan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang selama ini telah dilakukan, termasuk pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder, penerbitan Term Deposit valas, dan pengembangan instrumen-instrumen transaksi valas di dalam negeri lainnya. “Bank Indonesia menilai dampak langsung dari krisis Eropa terhadap korporasi maupun perbankan Indonesia sejauh ini relatif terbatas,” demikian penjelasan BI. Darmin ingin menenangkan pasar yang galau. Tetapi bukan hanya Indonesia, seluruh pemimpin bank sentral galau, harap-harap cemas, semoga Pemilu Yunani, tidak berubah menjadi tragedi Yunani. Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, termasuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dalam rangka menjaga dan memelihara stabilitas sistem keuangan yang diteken 7 Juni 2012. Dengan Nota Kesepahaman tersebut, telah ada kejelasan mekanisme dan rencana tindak di masing-masing institusi maupun koordinasi langkah-langkah yang diperlukan. Sayangnya, koordinasi di Indonesia itu mudah diucapkan, gampang ditorehkan di atas kertas, tetapi masih barang langka yang amat “mahal harganya” di sini! n

inilahREVIEW 42 Tahun I | 18-24 Juni 2012


MANDIRI CONNECTION  

Menteri Keuangan Agus Martowardjojo dikabarkan berupaya menempatkan orang-orang Bank Mandiri pada posisi strategis di lembaga-lembaga keuang...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you