Page 1

GAYA HIDUP : MEMBURU JET PRIBADI

RUDI RUBIANDINI SUHARSYAH : TUGAS BARU KESATRIA MIGAS

SISIPAN

BANGKIT KETIKA HALLYU MASIH MENDERU

®

21-27 JANUARI 2013 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

21 » TAHUN II RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilahREVIEW

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji wakil Pemimpin Redaksi: Bambang Aji setiady

gaya hidup : MeMburu Jet pribadi

rudi rubiandini SuharSyah : tugaS baru KeSatria MigaS

sisipan

BangkiT keTika hallyu Masih Menderu

®

21-27 januari 2013 MajaLaH EKOnOMi & BiSniS

21 » Tahun ii rp 20.000

Cover: erbhayu

Fenomena Banjir Jakarta terdapat hikmah tersendiri dari setiap bencana. Hal tersebut juga dapat dilihat dari peristiwa banjir yang menimpa Ibu Kota Jakarta. Sebagaimana kita lihat, terdapat jasa angkutan gerobak yang hanya bermodal gerobak dan tenaga. Banjir telah menjadi berkah tersendiri bagi para penarik gerobak angkut ini, mereka mematok tarif sekali melintas sebesar Rp 40 ribu. Mereka mengaku, mampu mengumpulkan pendapatan hampir mencapai Rp200 ribu dalam sehari. Para penarik gerobak kebanyakan tukang ojek yang beralih profesi di musim banjir. Saya sebut musim karena banjir sudah jadi ‘ritual’ tahunan sejak lama di ibu kota. Hal menarik lainnya yaitu dua warga negara asing, yakni Tim Lehman (25) asal Jerman dan Tom Haeusler (45) dari Swiss. Mereka justru asyik bermain di atas perahu di jalan protokol. Mereka sengaja membeli perahu plastik, yang biasa dipakai anak-anak dari seorang warga dengan harga Rp 200 ribu. Di sisi lain, banjir yang terjadi saat ini, mendapat sorotan dari sejumlah media asing yang menampilkan foto-foto aktual di Jakarta. Semoga pemerintah bisa segera mencarikan jalan keluar agar Jakarta tak lagi jadi langganan banjir.

Ida Nuryati, Semarang

Forum Terbesar Jadi Sarana Politik saya menjadi salah satu anggota di Forum Kaskus, yang saat ini merupakan forum terbesar di Indonesia. Forum ini memiliki member yang terdiri dari berbagai kalangan, baik muda maupun tua.

4

Namun belakangan, saya menemukan ketidaknetralan dalam informasi yang disampaikan di forum tersebut. Sebagai contoh, kita sepertinya tidak boleh mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta yang baru yaitu Bapak Joko Widodo. Padahal yang disampaikan merupakan hal objektif serta kritik membangun, tanpa bermaksud membandingkan dengan gubernur sebelumnya. Jika kita memuji kinerja Gubernur Jokowi, dukungan penuh didapat dari segenap anggota serta admin dan pengurus forum tersebut. Sebaliknya, jika kita menunjukkan kinerja positif dari gubernur sebelumnya, maka akun member yang kita gunakan mendapat reputasi buruk, disertai hal yang tidak menyenangkan karena dianggap pendukung gubernur sebelumnya. Tentunya ketidaknetralan ini menjadi catatan tersendiri bagi forum terbesar di Indonesia. Saya berharap, surat ini ditanggapi dengan bijaksana oleh pihak terkait.

Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana, latihono sujantyo Redaktur senior: budi kusumah Redaktur: Derek Manangka, Sigas, Setiyadi, Iwan purwantono, kukuh bhimo nugroho, reporter: Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria, asep rochyadi REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya, ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: dwiyacita listosari

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), AIDA iryani sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri, penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

Ratih Dwi Intan, Ibu Rumah Tangga Depok

SuratMingguini Kerugian Banjir

Pembubaran Sekolah Berkasta beberapa waktu lalu, marak dibicarakan tentang pembubaran Rintisan Sekolah Berstandar Internastional (RSBI) oleh MK, karena bertentangan dengan konstitusi. Menurut saya, sejak 2010, RSBI memang sudah seharusnya dibubarkan. Selain memunculkan KKN dan diskriminasi, RSBI hanya dinikmati masyarakat ekonomi kuat. Sedangkan masyarakat ekonomi lemah tersingkirkan. Sebagai informasi, di Kota Depok, Jabar, RSBI menumpang di sekolah regular. Akibatnya, puluhan ribu siswa tidak tertampung. Terdapat tiga sekolah yang dijadikan RSBI, yakni SMP Negeri 2, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2. Saya melihat, RSBI tak ubahnya mengulang sejarah kelam zaman penjajahan Belanda. Di mana pemerintah kolonial membuat kastanisasi dengan membagi sekolah menjadi tiga; sekolah khusus pribumi, kulit putih dan sekolah China. Syukurlah MK membubarkan RSBI.

Indra Tri Agustian, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Depok (Permad) dan Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP)

banjir datang lagi. Ritual tahunan di Jakarta itu kali ini jauh lebih besar. Dan, tentu saja, harus ada biaya yang ditanggung sebagai akibatnya. Pebisnis adalah salah satu kelompok yang terdampak di samping warga yang rumahnya nyaris tenggelam. Pebisnis memperkirakan, Rp 1,5 miliar melayang setiap jam ketika banjir menerjang. Itupun di luar perhitungan dampak listrik yang dipadamkan atau karena padam akibat gardu. Ini merupakan pelajaran bahwa mengatasi banjir di Jakarta adalah benarbenar prioritas. Artinya, segala kemampuan harus dikerahkan, termasuk soal biaya. Selama ini, yang muncul ke publik hanya perdebatan mengenai solusi untuk mengatasi banjir. Tindakan memang ada, namun tidak signifikan dan tak memecahkan persoalan. Jika melihat betapa dahsyat banjir terakhir yang menjerang Jakarta, seharusnya tidak ada lagi keraguan untuk bertindak. Sulit memang, namun itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. Mahal memang, tapi itu bukan berarti tidak ada uang untuk menutupnya. Berapapun besarnya biaya dan upaya, tak perlu ragu lagi untuk mengerahkannya. Kecuali, jika kita ingin setiap tahun ada kerugian-kerugian baru. Sekarang adalah saatnya bertindak.

Cucu Ruhyat, Pengusaha UKM di Cililitan, Jakarta Timur

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Desember 2012


CONTENTREVIEW LaporanUtama BBM, menunggu Nyali SBY

Volume konsumsi BBM bersubsidi tahun ini diperkirakan bakal melewati ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Sinyal penaikan harga BBM bersubsidi mulai dinyalakan. Tapi, semua tergantung Presiden SBY.

18 | nasional Ketika Jero Mendapat Angka Merah Menteri ESDM menegur Dirut PLN soal rendahnya serapan anggaran. Target rasio elektrifikasi 77,5% di 2013, kemungkinan besar takkan tercapai. 22 | Bisnis Sepekan l Jakarta Banjir, Bisnis Belepotan l Maryono Langsung Tancap Gas l Ada Bencana, Ada Bisnis

24 | bisnis Verza Start Lebih Dulu Honda Verza 150 menambah persaingan motor sport entry-level. Bebek juga perlu waswas.

50 | profil Rudi Rubiandini Suharsyah Tugas Baru Kesatria Migas Kursi Wakil Menteri ESDM baru dijabatnya selama enam bulan. Tapi, posisi itu terpaksa ditinggalkannya untuk membenahi sektor hulu migas. 31 | sisipan Bangkit Ketika Hallyu Masih Menderu Dunia perfilman Indonesia kembali bergairah, di tengah hantaman Korean Wave. Pemerintah tetap tidak mendukung industri film nasional.

40 | gaya hidup Memburu Jet Pribadi Banyak orang kaya Indonesia kini memiliki jet pribadi. Selain prestise, jet pribadi sudah menjadi gaya kalangan pengusaha mapan.

4 | MailBox 8 | Editorial Nyali 44 | Internasional Drama Pagu Utang 52 | Hukum Siapa Pejabat Penerima Suap Allianz? 56 | Keuangan dan Perbankan Mutiara Masih Mencari Juragan 60 | Pasar Modal Fokuslah Pada Saham Unggulan 66 | Kolom Raja dan Nasihat “Si Gendeng” 38 | Figur Dewi Sri Wahyunie Kapan Saja, di Mana Saja Usianya memang tak muda lagi. Tapi untuk urusan semangat kerja, dijamin tak kalah dari mereka yang jauh lebih belia. Dewi Sri Wahyunie, 61, Direktur Keuangan PT Indonesia Power (PT IP), memang pekerja keras. Dan hasilnya, sederet prestasi— yang terkait dengan laporan keuangan—pun berhasil diraih.


FOTO ardhy f

V V

Konflik Nasdem, Ribut Sebelum Berkarya

FOTO riset

V V

Inilah Aksi Garuda Bila Jakarta Darurat Banjir PT Garuda Indonesia siap memfasilitasi penumpang yang tertinggal pesawat dikarenakan terlambat tiba di Bandara akibat banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Demikian keterangan resmi Garuda Indonesia, Kamis (17/1/2013). Ditegaskan, para penumpang dapat menggunakan penerbangan selanjutnya yang beroperasi. Garuda tidak mengenakan biaya cancellation fee bagi penumpang yang terlambat untuk dialihkan ke pesawat selanjutnya. n

FOTO ardhy f

V V

Fauzi Bowo: Banjir Kali Ini Luar Biasa mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta warga DKI untuk bersabar dalam menghadapi banjir dan mendukung upaya Pemda DKI mengatasi dampak banjir kali ini. “Saya lihat di televisi, banjir kali ini luar biasa besar, Warga DKI diminta bersabar,“ katanya kepada INILAH.COM, Kamis (17/01/13). Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Fauzi, Gubernur DKI Jakarta (Pemda DKI) tidak mungkin dapat mengatasi banjir sendirian apalagi cuaca ekstrem diprediksi akan terus berlangsung sampai akhir Januari 2013. n

Sampai Kapan Memaklumi Jokowi-Ahok?

FOTO riset

V V 6

partai Nasional Demokrat (NasDem) yang baru lahir, kini dalam sorotan publik. Semangat restorasinya terganggu oleh berita minor bahwa partai besutan Surya Paloh itu mengalami konflik internal. Surya dan Hary Tanoesoedibjo dikabarkan bersaing dan saling mengintai karena benturan kepentingan masing-masing. Tidak akan ada asap kalau tak ada api, apalagi terkait politik Nasdem yang masih dini. Para analis melihat Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo, Ketua Dewan Pakar, diduga sama-sama berminat menjadi Ketua Umum Partai Nasdem. n

pasangan Jokowi-Ahok patut bersyukur. Meski hampir 100 hari memimpin DKI Jakarta, belum ada tanda perubahan berarti, publik tetap memakluminya. Bersabar, menanti Jakarta Baru yang dijanjikan saat kampanye lalu. Entah kapan terwujud. Menurut pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, persepsi seperti itu muncul karena publik melihat Jokowi seperti figur yang bersih. Namun, itu menjadi sangat relatif tergantung kemajuan kinerja dan program kerja Jokowi. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2012


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

d

Nyali

alam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nyali bisa memiliki banyak arti. Kata itu bisa berarti empedu, perasaan, bisa juga keberanian. Yang tidak jelas benar, apakah benar perasaan dan keberanian seseorang itu ada di dalam empedu? Wallahualam bisawab. Satu hal yang pasti, kini kata nyali, yang identik dengan keberanian, kerap diucapkan banyak orang dari berbagai kalangan. Itu menyangkut kebijakan pemerintah terhadap harga bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi. Pemerintah—dalam hal ini Presiden SBY—dianggap tidak punya nyali yang cukup untuk menaikkan harga BBM. Alasan pastinya, tidak jelas benar. Namun banyak yang menduga, sikap itu diambil karena di akhir masa jabatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak mau meninggalkan kesan buruk di mata rakyat Indonesia. Lebih jauh lagi, ada kemungkinan, SBY belum berani mengambil langkah yang tidak popular tersebut demi menjaga citra Partai Demokrat yang dipimpinnya. Tujuannya, mudah ditebak, agar dalam Pemilu 2014, partai berlambang biru—yang kini sedang babak belur oleh sejumlah kasus korupsi—tidak terpuruk. Dugaan miring seperti ini, bukan muncul tanpa alasan. Sebab, kalau mau, pemerintah sekarang bisa dengan mudah menaikkan harga BBM. Misalnya menjadi Rp 6.000, seperti yang diusulkan Kementerian ESDM. Bukan hanya kementerian yang dipimpin Jero Wacik yang mengusulkan adanya penaikan premium dan solar. Tapi juga sejumlah menteri lainnya. Itu lantaran penaikan harga BBM sudah mendapat restu dari Undangundang APBN 2013. Salah satu yang getol menyerukan pentingnya penaikan harga BBM adalah Gita Wirjawan. Menteri Perdagangan ini, belakangan, raut wajahnya tampak tidak begitu cerah gara-gara defisit neraca perdagangan mencatatkan rekor tertinggi. Seperti diketahui, defisit terjadi lantaran perdagangan Indonesia dibebani impor BBM yang begitu besar. Badan Pusat Statistik mencatat, sepanjang periode Januari–November 2012, perdagangan luar negeri Indonesia tekor sampai US$ 1,33 miliar. Sejumlah pakar ekonomi memprediksi, hal se-

8

rupa akan terulang di tahun ini. Sebabnya, jelas, konsumen BBM bersubsidi akan terus bertambah. Penjualan mobil baru saja, tahun ini diperkirakan akan menembus angka 1,2 juta unit. Sementara penjualan motor akan berkisar pada angka 8 juta unit. Fakta ini, jelas, akan membuat impor minyak makin menggelembung. Keadaan bakal tambah runyam lantaran harga komoditas yang merupakan andalan ekspor Indonesia tak kunjung menggeliat. Memang, belakangan ada suara-suara bernada optimistis yang mengatakan bahwa harga batu bara dan minyak sawit akan menguat. Tapi, sungguh, itu baru sebatas harapan. Betul, belakangan ini terjadi kenaikan harga CPO dan batu bara. Namun itu hanya sesaat alias belium stabil benar. Maklum, semua orang tahu, krisis yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, belum ketahuan ujungnya. Butuh waktu yang cukup panjang untuk pulih seperti sebelumnya. Itu sebabnya, banyak yang menyarankan agar Pemerintah Indonesia sesegera mungkin memperkuat fondasi perekonomiannya. Jangan terlena terlalu lama oleh pertumbuhan yang lumayan tinggi dan tingkat inflasi yang relatif rendah. Bagaimanapun positif-negatifnya pertumbuhan sebuah negara ditentukan oleh sebuah kunci yang bernama stabilitas ekonomi. Investor asing akan berpikir bolak-balik untuk menanamkan modalnya di sini, kalau nilai tukar rupiah terus melemah. Begitupun pengusaha yang sudah eksis, bakal semakin sesak nafas jika harus mengimpor bahan baku dengan harga yang semakin mahal. Terutama bagi perusahaan-perusahaan yang mengandalkan pasar dalam negeri. Bagi eksportir, menguatnya dolar memang menyenangkan. Tapi ya itu tadi, kini mereka tengah berhadapan dengan pasar dunia yang lesu. Ditambah lagi, para eksportir itu juga tak bisa bebas dari persoalan yang sedang membelit dunia usaha di Indonesia, seperti upah buruh dan kenaikan harga listrik. Untuk mengatasi itu semua, kata seorang pejabat, SBY mesti punya nyali untuk melancarkan jurus pamungkas, yakni menaikan harga BBM bersubsidi. Penaikan harga BBM yang wajar dan tidak membuat rakyat marah, akan mengurangi defisit anggaran negara. Penaikan itu juga (mudah-mudahan) bakal menurunkan nafsu konsumen untuk menenggak BBM yang, ujung-ujungnya, Insya Allah akan menurunkan impor migas sekaligus menstabilkan nilai tukar rupiah. Jadi, ya memang, semuanya kini tergantung pada nyali. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


Volume konsumsi BBM bersubsidi tahun ini diperkirakan bakal melewati ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Sinyal penaikan harga BBM bersubsidi mulai dinyalakan. Tapi, semua tergantung Presiden SBY. TEKS Latihono Sujantyo, Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu, Emanuel Kure, dan Chrissen Daulat Marthin Foto Wirasatria, Riset ilustrasi Erbhayu Infografis Yayan

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

9


M

antan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak sedang main tebak-tebakan. Kata dia, sekarang pilih mana, membangun infrastruktur agar jalan dan perairan menjadi baik sehingga tidak banjir, atau memberi subsidi BBM terus menerus kepada kendaraan bermotor, lalu jalan menjadi macet? “Itu saja pilihannya,� kata Jusuf Kalla yang akrab disapa JK di Istana Negara, Jumat pekan lalu. Hari itu, JK baru saja bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak jelas, apa yang dibicarakan. Namun, kabarnya, masalah subsidi dan rencana penaikan harga BBM bersubsidi menjadi pokok pembicaraan. Belakangan, wacana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali muncul. Wacana itu justru didengungkan oleh beberapa menteri. Mereka mulai waswas bakal melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi, harga minyak mentah Indonesia (ICP) di pasar dunia, dan makin tingginya impor migas. Harap maklum, tahun lalu, pemerintah sempat dibuat repot derasnya permintaan BBM bersubsidi dari masyarakat. Semula kuota konsumsi BBM bersubsidi ditetapkan 40 juta kiloliter senilai Rp 137,38 triliun. Lalu, bertambah menjadi 44,04 juta kiloliter senilai Rp 153,38 triliun. Menjelang tutup tahun, permintaan melonjak menjadi 45,24 juta kiloliter dengan nilai Rp 159,38 triliun. Ini berarti ada pembengkakan kuota BBM bersubsidi sebesar 13,1% dari kuota awal. Banyak kalangan memprediksi, masalah serupa akan terjadi lagi pada 2013. Pasalnya, di tahun ini, angka penjualan mobil di Indonesia akan mencapai 1,2 juta unit. Itu baru mobil, belum sepeda motor yang jumlahnya saban tahun terus meningkat. Kementerian Perindustrian memperkirakan, saat ini jumlah sepeda motor di Indonesia sudah mencapai 50 juta unit. Angka itu didasari pada rasio perhitungan bahwa lima dari orang di Indonesia setidaknya memiliki satu sepeda motor.

10

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono

Selama ini, kendaraan bermotor dituding sebagai penyedot terbesar premium dan solar. Tengok saja hasil penelitian Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Saban hari, kata Lemigas, sepeda motor meminum 0,75 liter dan mobil 3 liter BBM bersubsidi. Coba saja hitung, dengan jumlah kendaraan bermotor puluhan juta unit, berapa banyak BBM yang tersedot setiap tahun. Padahal, di tahun 2013 ini, pemerintah hanya memberikan jatah BBM bersubsidi sebanyak 46,2 juta kiloliter. Itu artinya, cuma ada tambahan 1 juta kiloliter dari konsumsi 45,2 juta kilo-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


tahun ini hanya akan mencapai 850 ribu barel per hari. Bahkan, tanpa ada upaya pencarian cadangan baru, setiap tahun produksi akan menurun antara 12% hingga 14%.

Sinyal Penaikan Sekali lagi, itulah yang membuat rasa khawatir bahwa kuota BBM bersubsidi tahun ini akan jebol. Nah, kalau jebol? “Itu sinyal bahwa pemerintah harus menyesuaikan harga BBM bersubsidi,” kata Agus Martowardojo. Tak hanya Agus yang mulai khawatir. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng, juga punya feeling yang sama. Bahkan, menurut Andy, konsumsi BBM bersubsidi tahun ini akan melonjak menjadi 50 juta kiloliter. Untuk mengerem lonjakan tersebut, tambah Andy, caranya adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. “Kalau harga BBM naik, tidak akan jebol kuotanya. Ini kan orang jadi berhemat. Itu memang ada hitungannya sendiri, yang biasanya boros

Kalau harga BBM naik, tidak akan jebol kuotanya. Ini kan orang jadi berhemat. Itu memang ada hitungannya sendiri….” Andy Noorsaman Sommeng, Kepala BPH Migas

liter tahun lalu. Kuota sebanyak ini, menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, sulit dikendalikan. Itulah kenapa, banyak ahli memprediksi, tahun ini konsumsi BBM bersubsidi bakal mencapai 49,65 juta kiloliter. Ini berarti, ada defisit 3,64 juta kiloliter. Bila perkiraan ini menjadi kenyataan, lagi-lagi kuota BBM bersubsidi akan jebol. Prediksi ini bukan mengada-ada. Sebab, sudah bertahun-tahun lamanya, target produksi minyak nasional yang ditempelkan di APBN, tak pernah tercapai. Di tahun 2012 lalu, misalnya. Pemerintah menetapkan target lifting minyak di level 930 ribu barel per hari. Tapi kenyataannya, produksi rata-rata minyak nasional hanya mencapai 840 ribu barel per hari. Hal yang sama tampaknya bakal terjadi tahun ini. Target 2013, yang dipatok pada angka 900 ribu barel per hari, masih dianggap terlalu tinggi oleh para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sebab, di lapangan, sudah banyak sumur-sumur yang produksinya mulai menurun. Para kontraktor itu memprediksi, produksi minyak

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

PERUBAHAN HARGA BBM (Rp)

11


(BBM), kini semakin berkurang konsumsinya,” kata Andy. Melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi memang telah membuat pusing pemerintah. Gara-gara yang satu ini, pemerintah harus mengimpor migas dalam jumlah yang cukup besar. Lihat saja selama Januari hingga November 2012 lalu, impor migas sudah mencapai US$ 26 miliar. Angka ini sedikit di bawah impor mesin dan peralatan mekanik yang besarnya US$ 26,2 miliar. Memang, impor sebesar itu tak semata-mata untuk meladeni konsumsi BBM bersubsidi. Tapi, setidaknya, angka tersebut telah membuat jengkel Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Sebab, akibat impor sebanyak itu, neraca perdagangan menjadi defisit. Tentu saja, Gita tak ingin impor BBM makin menggelembung di tahun ini. Caranya, katanya, naikkan harga BBM bersubsidi. “Ini akan menolong meningkatkan neraca perdagangan yang saat ini defisit,” ujar Gita. Gita tak salah. Soalnya, melonjaknya impor, akan membuat permintaan terhadap dolar AS menjadi tinggi. Buntut lanjutannya, nilai tukar rupiah terus tertekan, seperti yang terjadi belakangan ini. Karena itu, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, meminta pemerintah bisa mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi. Dengan demikian, kata Darmin, tekanan terhadap neraca pembayaran juga akan berkurang signifikan sehingga bisa menstabilkan nilai tukar rupiah.

ICP Mengkhawatirkan Jadi, memang, konsumsi BBM bersubsidi yang tinggi menjadi salah satu alasan pemerintah merencanakan penaikan harga BBM bersubsidi. Tapi, ingat, itu hanya salah satu. Yang membuat pemerintah juga khawatir adalah perkembangan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Desember lalu, ICP sudah US$ 106 per barel. Padahal, dalam APBN 2013 ICP dipatok pada angka US$ 100 per barel. Asal tahu saja, setiap kenaikan harga rata-rata ICP sebesar US$ 10 per barel di atas asumsi, subsidi BBM diperkirakan bertambah Rp 20 triliun. Gawatnya, saat ini musim dingin mulai menyerang Amerika Serikat (AS). Commodity Weather Group LLC di AS memprediksi, musim dingin itu akan meningkatkan permintaan minyak mentah untuk bahan bakar penghangat ruangan. Selain itu, ekspektasi data ekonomi AS yang membaik, menjadi sentimen pengungkit harga minyak. Kini, bola ada di tangan Presiden SBY: berani atau tidak menaikkan harga BBM bersubsidi? Yang jelas, penaikan itu akan membuat tensi politik menjadi tinggi. Maklum, tahun ini adalah tahun sibuk politik bagi para partai politik menjelang Pemilu 2014 nanti. Yang juga membuat SBY ragu-ragu menaikkan harga BBM bersubsidi lantaran indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih rendah. Saat ini, kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, indeks kepercayaan masyarakat itu berada pada angka 90%. “Sebenarnya sudah cukup baik, tapi itu masih belum cukup aman untuk bisa menaikkan harga BBM. Jika dinaikkan, ini akan berbahaya,” ujar Purbaya. Akhirnya, semua terpulang kepada SBY. Kini, rakyat sedang menunggu. n

12

Lifting Minyak Indonesia

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


Hanya Seram di Atas Kertas Persoalan bahan bakar minyak (BBM), memang telah menjadi kanker stadium empat yang sulit dicari obatnya. Berbagai obat yang diberikan, tak mampu menyembuhkan penyakit ini. Contoh yang paling anyar adalah aturan yang membatasi pemakaian BBM bersubsidi. Menjelang akhir tahun lalu, misalnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pernah berniat membatasi pembelian BBM bersubsidi maksimal Rp 100 ribu per hari per mobil. Sempat pula muncul ide, setiap minggu akan diberlakukan hari tanpa

BBM bersubsidi. Namun, karena banyak muncul protes, niat itu urung dilaksanakan. Jauh hari sebelumnya, kendaraan dinas milik pemerintah dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi. Rencana tinggal rencana, aturan tinggal aturan. Toh, semua cuma ada di atas kertas. Program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pemerintah pusat, Pemda, BUMN, dan BUMD di JawaBali, yang dilaksanakan awal Agustus tahun lalu, ternyata tak berjalan sukses. Faktanya, masih banyak kendaraan dinas pemerintah yang diam-diam mengonsumsi BBM ber-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

subsidi. Eh, sekarang, di awal tahun ini, keluar aturan yang melarang empat jenis kendaraan menenggak BBM bersubsidi. Misalnya, kendaraan dinas pemerintah yang berada di wilayah Jabodetabek dilarang menggunakan BBM bersubsidi jenis solar. Kemudian, kendaraan dinas yang ada di Sumatera dan Kalimantan tidak boleh memakai premium. Lantas, kapal barang pengangkut nonpelayaran rakyat (Pelra) tidak boleh lagi menggunakan solar. Yang terakhir, kendaraan pengangkut industri kehutanan dilarang memakai solar. “Yang ini mulai berlaku 1 Maret 2013,� kata Djoko Siswanto, Direktur BBM BPH Migas. Tapi, kata Djoko, larangan tersebut hanya berlaku untuk perusahaan besar dan tidak berlaku bagi hutan tanaman rakyat. Segala jurus yang dikeluarkan pemerintah itu, semata-mata untuk memperketat pemakaian BBM bersubsidi, terutama pada tahun ini. Sebab, kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah setiap tahun selalu jebol. Jadilah pembatasan BBM bersubsidi dipakai sebagai jalan keluar. Kalau saat ini baru terbatas pada kendaraan dinas pemerintah dan milik perkebunan serta pertambangan, nanti mobil pribadi akan digiring untuk memakai pertamax dan gas. Cuma persoalannya, sudah siapkah pemerintah? Soalnya, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali masih belum siap karena belum menyediakan dispenser pertamax. Namun di Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang, Bekasi, dan Banten, sebagian besar sudah siap. Saat ini dari 3.062 SPBU di Jawa-Bali, baru 2.080 unit yang menjual BBM pertamax, sementara 687 SPBU lainnya masih membutuhkan pengalihan (switching) tangki pendam ke pertamax, dan 295 unit perlu investasi baru. Itu baru soal SPBU, belum lagi soal penggunaan bahan bakar gas (BBG). Untuk melaksanakan konversi ini, perlu dibangun infrastruktur BBG, baik tangki maupun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Ini tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tapi, sekali lagi, aturan tinggal aturan, yang hanya seram di atas kertas. Buktinya, konsumsi BBM bersubsidi terus saja melonjak tak bisa direm. n

13


M

enjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bukan mimpi Susilo Siswoutomo. Namun, garis tangan berkata lain. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan dirinya menggantikan Rudi Rubiandini. Rudi sendiri kemudian menjabat Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Susilo memang bukan orang baru di bidang perminyakan. Selama 33 tahun ia bekerja di ExxonMobil Oil Indonesia, lalu menjadi staf khusus Menteri ESDM, Jero Wacik. Selasa pekan lalu seusai dilantik di Kementerian ESDM, Chrissen Daulat MM dan Emannuel Kure dari InilahREVIEW mewawancarai Susilo. Petikannya:

Banyak yang khawatir, kuota BBM bersubsidi tahun ini akan jebol kembali. Bagaimana menurut Anda?

Lho, kalau jebolnya BBM itu kan nggak ada yang bisa kontrol. Sebab, kebutuhan akan BBM jelas akan naik. Kendaraan naik, lalu masih ada juga yang bocor. Jadi, segala cara sudah dilakukan, kemudian segala wacana juga dilakukan. Tapi ujung-ujungnya, tergantung kesadaran kita semua.

Menteri Keuangan mengisyaratkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Bagaimana dengan Kementerian ESDM?

Mungkin seperti tahun-tahun lalu, dari semua logika sih barangkali iya. Kan sebetulnya tujuannya untuk mengurangi subsidi. Kalau subsidi membengkak, jalan yang paling baik tentu mengurangi subsidi tadi. Hal itu juga untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Jadi, kalau Pak Menteri Keuangan (mengisyaratkan) itu, adalah wajar. Tetapi, keputusan itu adalah keputusan pemerintah atau sistem. Jadi, enggak satu-satu orang. Kalau ESDM sih menyiapkan opsi-opsi yang diperlukan, sehingga apapun keputusan pemerintah itu bisa dijalankan.

Apa yang akan dilakukan Kementerian ESDM agar tidak jebol lagi?

BPH Migas melakukan pengawasan dan pengendalian yang seketat-ketatnya. Tapi biasanya yang menyalahgunakan itu kan lebih pintar dari yang menjaga.

Pengendaliannya seperti apa?

Keluarnya Permen tentang pembatasan (pemakaian BBM bersubsidi) bagi kendaraan dinas. Jadi kendaraan dinas tidak boleh pakai BBM bersubsidi lagi.

Kalau masyarakat, bagaimana cara mengendalikannya?

Kalau bisa, ya meningkatkan kesadaran masyarakat.

Kalau misalnya jebol lagi?

Kalau misalnya jebol lagi pilihannya apa, tidak ada. Ya‌, (tambah) kuota lagi. Minta berubah lagi, gitu loh.

Kalau menaikkan harga BBM bersubsidi?

Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri, belum ada rencana penaikan.

Tetapi indikatornya kan sudah ada?

Lho, indikatornya sih ada, tetapi masalah keputusannya kan

14

Susilo Siswoutomo, Wamen ESDM

Belum Ada Rencana Penaikan TEKS CHrissen Daulat MM dan Emanuel Kure Foto Wirasatria

dari pemerintah.

Bagaimana mengenai konversi dari BBM bersubsidi ke gas?

Mengenai konversi ke gas, Pak Menteri mempunyai tekad supaya tahun 2013 harus lebih baik dari tahun 2012. Oleh karena itu, beliau membentuk tim yang namanya, Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG. Jadi, ngejar-ngejar memfasilitasi make sure bahwa program konversi BBM ke BBG itu bisa berjalan. Ada empat komponen pendukung supaya konversi BBM ke BBG itu bisa berjalan. Pertama, converter kit. Beliau sudah minta Astra, supaya bengkel-bengkelnya dipakai. Kedua, SPBG. Untuk SPBG, sekarang belum bisa karena masalah pembebasan lahan. Jadi, rencananya SPBG-SPBG itu akan dioperasikan di setiap SPBU. Ketiga, infrastruktur untuk pengalihan gas. Keempat, tersedianya gas itu sendiri. Gasnya sudah ada, tinggal sarana-sarananya saja. Tentunya, akan kita geber. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


W

ajah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan belakangan ini terlihat agak kurang cerah. Bisa jadi, itu lantaran ia melihat angka-angka defisit perdagangan, yang kali ini, begitu tinggi. Lihat saja, selama Januari hingga November 2012, defisit itu sudah mencapai US$ 1,33 miliar. Ini adalah angka defisit paling terbesar dalam sejarah. Salah satu penyumbang terbesar dari defisit itu adalah impor bahan bakar minyak (BBM) yang begitu tinggi. Selama periode itu, impor BBM sudah mencapai US$ 26 miliar. Angka ini sedikit di bawah impor mesin dan peralatan mekanik yang besarnya US$ 26,2 miliar. Tentu saja, Gita tak ingin impor BBM makin menggelembung di tahun ini. Caranya, katanya, naikkan harga BBM bersubsidi. “Ini akan menolong meningkatkan neraca perdagangan yang saat ini defisit,� ujar Gita. Hanya saja, tingginya impor BBM, tak bisa lepas dari konsumsi BBM bersubsidi di dalam negeri, yang begitu melonjak dari tahun ke tahun. Tahun lalu, konsumsi BBM bersubsidi sampai melewati ambang batas yang ditetapkan pemerintah sebanyak 40 juta kiloliter. Saat itu, konsumsi BBM bersubsidi mencapai 45,2 juta kiloliter. Tahun ini diperkirakan, kuota BBM bersubsidi sebanyak 46,2 juta kiloliter juga akan jebol lagi. Apa yang akan dilakukan Gita melihat kondisi ini? Jumat pekan lalu, Gita diwawancarai Mahbub Junaidi dan Vinsensius Segu dari InilahREVIEW. Petikannya:

Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan

Kami Segera Menyikapi BBM TEKS Mahbub Junaidi dan Vinsensius Segu Foto Wirasatria

Apa rekomendasi Anda melihat defisit perdagangan sepanjang tahun lalu?

Ya, seperti sama-sama kita ketahui defisit neraca perdagangan kita tahun lalu sampai akhir November sebesar US$ 1,3 miliar, terdiri dari defisit migas sebesar US$ 4,8 miliar, namun surplus nonmigas sebesar US$ 3,5 miliar. Jadi net difisit. Dan, ini yang besar sekali adalah migas. Hal ini yang harus disikapi karena naiknya besar sekali, terutama BBM dan komponen migas lainnya.

Apa angka ini akan terus naik?

Kalau ditambah Desember kelihatan defisit lagi, saya kira bisa menggelembung menjadi US$ 2 miliar. Saya melihat defisit perdagangan tetap mengindikasikan bahwa masih terus terjadi kenaikan impor bahan baku dan barang modal yang dibutuhkan untuk melakukan penguatan industri di dalam negeri.

Apa yang harus dilakukan agar bisa keluar dari defisit?

Salah satu cara yang bisa dilakukan ke depan agar barang modal dan bahan baku bisa kita buat atau peroleh di dalam negeri. Dan, ini perlu komitmen bersama untuk menyediakan itu.

Kuota BBM subsidi tahun ini sebanyak 46,2 juta kiloliter diperkirakan akan jebol. Tanggapan Anda?

Subsidi energi kita kan cukup besar tahun lalu di atas Rp 300 triliun dan mungkin terus naik. Ke depannya, kami akan pikirkan bagaimana cara menyikapinya. Saya rasa perlu diskusi dengan menteri keuangan dan menteri-menteri lain. Dari diskusi itu bisa kami putuskan formula terbaik agar jangan sampai jebol dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Kalau kita lihat dari sisi perdagangan dengan defisit yang besar begitu, ya saya kira harga BBM harus disikapi. Apakah itu soal penaikan harga BBM subsidi?

Kalau kita lihat dari sisi perdagangan dengan defisit yang besar begitu, ya saya kira harga BBM harus disikapi. Tapi, nanti kami diskusikan dengan menteri-menteri lain untuk menyikapi. Kami akan mencari jalan tengah terbaik.

Sejauh ini apa sudah ada diskusi dengan kementerian lain, seperti Kementerian ESDM untuk menyikapi penaikan harga BBM bersubsidi? Belum. Tapi, mungkin akan segera disikapi terkait itu. n

15


Bersiaplah Menelan Pil Pahit Dampak penaikan harga BBM bersubsidi akan terasa bagi rakyat yang hidupnya pas-pasan. Jumlah penduduk miskin juga akan bertambah.

B

TEKS Iwan Purwantono dan dan Chrissen Daulat Marthin Foto Dok. Inilah, Wirasatria

ersiaplah menerima penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Itu artinya, bagi masyarakat yang kantongnya pas-pasan, bersiaplah menelan pil pahit. Soalnya, penaikan harga BBM bersubsidi bakal merembet ke mana-mana. Harga kebutuhan pokok, aneka barang, dan jasa akan ikut-ikutan naik.

16

Pada angka berapa pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi? Rudi Rubiandini, saat masih menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sempat mengusulkan penaikan harga BBM bersubsidi secara bertahap sebesar Rp 500 setiap tiga bulan pada 2013. Artinya, dalam sembilan bulan itu, harga BBM bersubsidi jenis premium akan menjadi Rp 6.000 per liter dari semula Rp 4.500 per liter. Memang, semuanya masih belum jelas, berapa angka yang ideal untuk menetapkan penaikan harga BBM bersubsidi. Namun, yang jelas, Badan Pusat Statistik (BPS) punya hitungan. Kata BPS, jika harga BBM naik 10% atau Rp 500, maka sumbangannya pada inflasi sekitar 1%. Bila inflasi naik 1%, maka batas garis kemiskinan akan naik 1,5%. Dengan hitungan BPS itu, jumlah penduduk miskin akan bertambah 100 ribu hingga 200 ribu orang. Ekonom DBS Research Group, Eugene Leow, menyebutkan, penaikan harga BBM bisa mendongkrak inflasi noninti mencapai 1,2%. Ini artinya, harga barang-barang akan melambung. Pengusaha mau tak mau memang harus menaikkan harga barang yang dijual. Sebab, bila tidak, mereka akan rugi. Apalagi, belakangan ini, mereka sudah dicekik kenaikan upah buruh dan Upah Minimum Provinsi (UMP) serta kenaikan tarif dasar listrik. Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah tingkat bunga kredit

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


dalam waktu dekat belum akan turun. Kemudian tingkat bunga yang bertendensi bakal meningkat atau minimal tetap yang berbanding terbalik dengan harga obligasi. Artinya, jika tingkat bunga meningkat, harga obligasi kemungkinan akan turun.

Sana-sini Diubah Sekali lagi, penaikan harga BBM bersubsidi bakal memukul ke mana-mana. Sejumlah asumsi makro ekonomi akan diubah dalam APBN 2013. Kalau semula pertumbuhan ekonomi dipatok 6,8%, mungkin akan diturunkan. Apalagi nilai ekspor Indonesia pada tahun ini diperkirakan menurun lantaran melemahnya daya beli pasar global. Koreksi pertumbuhan ekonomi akan merembet pada penurunan penerimaan negara dari sektor perpajakan. Sektor pajak yang akan mengalami penurunan ialah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) badan. Dalam APBN 2013, target penerimaan pajak ditetapkan sebesar Rp 1.178,9 triliun. Pukulan terbesar pada penurunan sektor pajak, berada pada sisi PPN. Sedangkan PPh badan, tampaknya masih dapat digenjot, karena belum banyak wajib pajak menunaikan kewajibannya. Direktur Jendral Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany, sempat menyebut masih ada ribuan perusahaan yang masih belum membayar pajak. Selain koreksi pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak, harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipasang US$ 100 per barel, kemungkinan juga akan diubah. Apalagi, ada kecenderungan harga minyak mentah dunia naik. Tak hanya itu. Kemungkinan lain adalah target produksi (lifting) minyak dalam APBN 2013 akan diturunkan dari semula 900 ribu barel per hari. Turunnya target lifting minyak, juga lantaran jumlah ladang minyak kian berkurang tiap tahunnya. Isu Seksi Isu penaikan harga BBM subsidi sudah muncul sejak dua tahun lalu. Isu ini terus berkembang hingga muncul rencana membatasi pemakaian BBM subsidi. Sejak itu banyak spekulan yang bermain di bisnis ini mencoba mengambil untung. Caranya BBM ditimbun, dan harga pun melambung tinggi. Para spekulan juga memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat. Coba saja lihat, saat isu ini bertambah hangat, para pedagang sudah menaikkan harga. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Ahmad Farial dari Fraksi PPP, sempat mengatakan, semakin lama pemerintah ‘menggantung’ isu penaikan harga BBM subsidi, maka nuansa politisnya semakin kuat. “Kayak angkot saja, semakin lama ngetem, semakin banyak penumpangnya,� ujar Farial. Yang jelas, isu penaikan harga BBM bersubsidi adalah isu seksi. Bukan hanya keuntungan ekonomi bisa diraih, tapi juga ada juga yang berusaha mengambil keuntungan politik. Akan banyak kepentingan yang bermain. Apalagi, tahun ini adalah tahun sibuk politik menjelang Pemilu 2014. Dan, yang tak bisa dikesampingkan, tentu saja, berbagai aksi demonstrasi bakal bermunculan menyambut rencana penaikan harga BBM bersubsidi. Inilah ujian bagi Susilo Bambang Yudhoyono di sisa akhir jabatannya sebagai presiden keenam di Indonesia. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Penaikan harga BBM bersubsidi bakal merembet ke mana-mana. Harga kebutuhan pokok, aneka barang, dan jasa akan ikut-ikutan naik. 17


nasional Kinerja PLN

Ketika Jero Mendapat Ang Menteri ESDM menegur Dirut PLN soal rendahnya serapan anggaran. Target rasio elektrifikasi 77,5% di 2013, kemungkinan besar takkan tercapai. TEKS Iwan Purwantono Foto Wirasatria

W

ajah Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tampak muram. Usai sidang kabinet di penghujung 2012 itu, Jero terlihat tak bergairah. Maklum, hasil evaluasi yang dilakukan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menunjukkan rendahnya serapan anggaran di kementeriannya. Hasil evaluasi itu, kabarnya, membuat Presiden SBY menegur para menteri yang rapornya merah. Sebagai menteri yang berasal dari partai utama pendukung pemerintah, tentu saja Jero Wacik malu besar. Jero pun segera melakukan penelitian di internal kementeriannya. Ternyata, salah satu yang menjadi penyebab adalah mangkraknya sejumlah proyek di PLN (Perusahaan Listrik Negara), BUMN setrum yang berada di bawah tanggung jawabnya. Penyerapan belanja anggaran PLN, sepanjang 2012, ternyata rendah. Dari anggaran sebesar Rp 6,5 triliun, hanya terserap Rp 2,909 triliun atau 44,7 %. Asal tahu saja, Program Listrik Nasional 2012 yang menjadi tanggung jawab PLN didanai dari APBN. Program itu terbagi menjadi tujuh satuan kerja Unit Induk Pembangunan (UIP), yakni UIP jaringan Jawa-Bali, UIP pembangkit dan jaringan Nusa Tenggara, jaringan Sumatra I, jaringan Sumatra II pembangkit dan jaringan Kalimantan, serta UIP pem-

18

Dahlan Iskan (kiri) dan Nur Pamudji

bangkit Sulawesi, Maluku dan Papua. Ketujuh UIP itu dianggarkan sebesar Rp 6,5 triliun dan hanya terealisasi Rp 2,909 triliun tadi. Dua UIP yang serapan dananya di atas 75% adalah UIP jaringan Sumatra II dan pembangkit dan jaringan Kalimantan. Sementara paling parah UIP pembangkit Sulawesi, Maluku dan Papua, dari anggaran Rp 460,9 miliar yang hanya terserap Rp 7,8 miliar atau 1,7%. Jero pun melayangkan teguran keras kepada Nur Pamudji, Dirut PLN. Selain itu, sang menteri mempertanyakan sebab-musabab mangkraknya proyek-

proyek tadi. Menurut sumber InilahREVIEW, atas teguran Jero itu, Nur Pamudji ternyata mendapat pembelaan dari Dahlan Iskan, mantan bos PLN yang sekarang menjabat Menteri BUMN. Maklum, Nur Pamudji selama ini disebut-sebut sebagai ‘anak emas’ Dahlan selama di PLN. Campur tangan Dahlan ini, tentu saja, membuat Jero tersinggung. Inilah yang membuat hubungan keduanya tak harmonis di kabinet. ‘’Dulu sekitar Mei 2012, kedua menteri ini pernah berseberangan soal penunjukan direksi Pertamina. Akibat masalah kali ini, bibit permusuhan

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


nasional Kinerja PLN

Serapan Anggaran PLN

2008-2012 Tahun 2008 Anggaran (Triliun) Rp 2,414 Serapan (Triliun) Rp 2,386 Persentase 98,8%

Tahun 2010 Anggaran (Triliun) Rp 2,040 Serapan (Triliun) Rp 1,396 Persentase 68,4%

Tahun 2009 Anggaran (Triliun) Rp 3.014 Serapan (Triliun) Rp 2,888 Persentase 95,8%

Tahun 2011 Anggaran (Triliun) Rp 4,765 Serapan (Triliun) Rp 2,002 Persentase 42,0%

Fahmi Moechtar

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Dahlan Iskan

Tahun 2012 Anggaran (Triliun) Rp 6,513 Serapan (Triliun) Rp 2,909 Persentase 44,7%

Dirut

Dosa PLN Terlepas dari kabar perseteruan antara Jero dan Dahlan, rendahnya serapan anggaran PLN sepanjang 2012 juga mendapat perhatian dari wakil rakyat. Gusti Iskandar, anggota Komisi VII DPR, sangat menyayangkan rendahnya serapan anggaran tersebut. Sebab berdampak pada molornya realisasi sejumlah proyek listrik yang vital. “Target rasio elektrifikasi 77,5% di 2013, kemungkinan kandas. Artinya, jumlah masyarakat yang tidak bisa menikmati listrik, masih sangat besar. Ini dosa PLN,” kata Iskandar. Oleh sebab itulah, dia berharap Kementerian ESDM dan PLN segera meningkatkan koordinasi untuk menggenjot serapan anggaran. Khusus PLN, Iskandar berharap agar BUMN itu lebih fokus menggarap proyek-proyek strategis. “Termasuk program listrik nasional karena dampaknya langsung kepada rakyat,’’ katanya. Sementara Alimin Abdullah, anggota Komisi VII lainnya, justru menuding Nur Pamudji dan Nasri Sebayang, Direktur Konstruksi PLN, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. Alimin mempertanyakan molornya realisasi pembangunan dua gardu induk untuk

dan prinsip kehati-hatian,”ujarnya kepada InilahREVIEW. Menurut Nasri, sejumlah kendala dihadapi PLN dalam pembangunan gardu induk tersebut. Salah satunya terkait harga pembebasan tanah. Masyarakat sering memasang harga di atas NJOP (nilai jual obyek pajak) yang menjadi acuan PLN. ‘’Kalau harganya tidak sesuai kontrak, bingung juga. Kalau dipaksakan, bisa muncul masalah baru. Bahkan bisa kena KPK. Makanya, kami tetap berupaya sesuai prosedur dan hati-hati,”tegasnya. Sementara Dirut Nur Pamudji, tak mau banyak berkomentar. Menurutnya, masih banyak proyek-proyek PLN yang dibiayai APBN berjalan lancar dan berhasil. “Itu hanya sebagian kecil dari proyek PLN yang dibiayai APBN. Banyak juga yang sukses kok,” ujarnya. Wah, kalau memang banyak yang sukses, kenapa serapannya cuma 44,7%? n

Dirut

kembali mencuat,” ujar sumber tadi. Benarkah seperti itu? Waryono Karno, sekretaris jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, membenarkan soal teguran Jero kepada Dirut PLN. “Ya memang ditegur. Dan itu wajar. Sebab kami sudah bekerja keras dan tahun lalu berhasil meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Namun rusak gara-gara macetnya proyek di PLN,’’ katanya kepada InilahREVIEW. Namun soal ketidakharmonisan hubungan antara Jero dan Dahlan, War­ yono tak mau berkomentar. Dia hanya menyebutkan bahwa PLN memang harus bertanggung jawab kepada kedua menteri tersebut. “Kalau ESDM tegas dan sudah menegur PLN. Soal (kementerian) BUMN, kami tidak tahu. Apakah mau mengambil sikap atau tidak,” ujarnya.

Dirut

gka Merah

menyokong distribusi listrik wilayah Sumatra. ‘’Proyek gardu induk Galang dan Sarulla terkatung-katung. Pemenang tendernya sudah ditetapkan, persetujuan ESDM sudah. Namun PLN malah menunda-nunda. Ini ada apa?” tanyanya. Pembangunan proyek gardu induk yang dimaksud Alimin, tak lain bagian dari pembangunan empat Gardu Induk (GI) yang menjadi tulang punggung (backbone) distribusi listrik di daerah. Yakni, GI Galang (275 kV) dan GI Sarulla (275 kV) untuk Sumatra, GI Lengkong (500 kV) untuk Jawa dan GI Wotu (275 kV) untuk Sulawesi. Apa tanggapan PLN? Nasri Sebayang mengakui soal serapan anggaran yang rendah dan adanya teguran dari Jero Wacik. “Wajarlah ditegur. Kan Menteri ESDM pimpinan kami. Ke depan, kami akan tingkatkan kinerja. Proyek dikebut dengan tetap mengacu kepada aturan

Nur Pamudji

Sumber: Kementerian ESDM

19


nasional WTO

Buah Impor

Plin-Plan AS Soal Impor Amerika Serikat mengadukan Indonesia ke WTO soal pembatasan impor daging sapi dan hortikultura. Padahal justru mereka yang selama ini bertindak diskriminatif. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho foto asep

A

merika Serikat cari garagara. Tiba-tiba saja, negara adidaya itu melaporkan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Keluhan yang dimasukkan pada Jumat (11/1) itu, terkait kebijakan Indonesia yang membatasi impor daging sapi dan pembatasan pintu masuk bagi produk impor hortikultura. Untuk soal kebijakan pembatasan impor daging sapi, Indonesia dituding menyebabkan eksportir daging sapi asal AS mengalami penurunan omset. Mereka pun menuding, kebijakan tersebut merupakan upaya melindungi industri dalam negerinya dan ini merupakan pelanggaran terhadap aturan WTO. “Kebijakan impor Indonesia telah menjadi hambatan serius untuk ekspor pertanian AS masuk ke Indonesia,” kata Ron Kirk, Perwakilan Dagang AS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari hingga November

20

2012, Indonesia mengimpor 36.917 ton daging sapi beku dan 97.386 ton sapi hidup (bakalan) dari AS, senilai US$ 416,9 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun. Jumlah itu sebenarnya hanya 3,5% dari total impor daging sapi yang dilakukan Indonesia. Sementara untuk hortikultura, nilainya sekitar US$ 120 juta atau Rp 1,1 triliun. Kini, berdasarkan aturan sengketa di WTO, keluhan dari pengusaha AS itu harus melewati tahap konsultasi dengan pemerintah Indonesia. Untunglah, Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, mengaku sudah memahami persoalan. “Kita sudah menyimak dan menyiapkan bahanbahan yang bisa memberikan argumentasi kenapa kita lakukan itu,” ujarnya. Bahkan Gita haqqul yaqin, “WTO akan memahami sikap kita terhadap hortikultura adalah demi menjaga Kebijakan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L),” ujarnya. Keyakinan Gita didukung Khudori, pengamat petanian dari Asosiasi Eko-

nomi Politik Indonesia. Menurutnya, jika pemerintah yakin kebijakannya benar, maka tak perlu panik atau reaktif. “Aduan semacam itu biasa. Ini sengketa dagang yang lumrah,”ujarnya. Bagi Khudori, kebijakan proteksi sudah lazim dilakukan oleh semua pemerintah di mana pun untuk melindungi kepentingan di dalam negerinya. Termasuk AS sendiri. Proteksi seperti pembatasan pintu masuk, pembatasan kuota, atau syarat-syarat kesehatan tidak dilarang WTO. “Jangan lupa Uni Eropa juga melakukan pembatasan pintu masuk. Untuk masuk Eropa, barang hanya bisa lewat satu pintu yaitu Rotterdam,”lanjutnya. Makanya aneh kalau AS mempermasalahkan persoalan ini. Apalagi, AS sendiri justru mendapatkan keistimewaan dari pemerintah Indonesia dengan mengantongi klausul tentang Country Recognition Agreement. Klausul yang memperbolehkan AS tetap memasukkan produk hortikulturanya lewat Pelabuhan Tanjung Priok yang tertutup buat negara lain. Bahkan, sebenarnya, dalam hal melanggar aturan WTO, justru AS yang pernah diskriminatif terhadap Indonesia. “Seperti perlakukan mereka terhadap minyak sawit atau CPO Indonesia,” katanya. Wah, AS memang mau menang sendiri. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


nasional Kebebasan Ekonomi

K

abar kurang baik datang dari negara Paman Sam. Berdasarkan peringkat ‘Kebebasan Ekonomi’ negara-negara di dunia, Indonesia ternyata berada di peringkat 108 dari 185 negara. Negeri kita hanya mengantongi nilai 56,9 dan masuk dalam kategori negara dengan kondisi perekonomian yang ‘sebagian besar tidak bebas’. Peringkat ‘Kebebasan Ekonomi’ itu dilansir The Heritage Foundation, lembaga pemikir konservatif AS yang bekerjasama dengan Wall Street Journal, Jumat (10/1). Kebebasan ekonomi diartikan sebagai kebebasan bagi warga di satu negara untuk bekerja, berproduksi, mengonsumsi dan melakukan investasi dengan cara yang dia mau, karena kebebasan itu dilindungi dan tidak dihalangi negara. Kebebasan ekonomi juga merupakan ukuran kuantitatif terhadap kemampuan untuk memulai, mengoperasikan dan menutup bisnis atau usaha yang menunjukkan fleksibilitas aturan atau efisiensi pemerintah dalam proses regulasinya. Kebebasan bisnis yang meningkat akan mengurangi biaya transaksi, yang selanjutnya akan meningkatkan expected cash flow serta meningkatkan harga saham. Ada 10 kriteria yang dijadikan penilaian. Mulai dari kebebasan fiskal, pengeluaran pemerintah, efisiensi peraturan bagi bisnis, tenaga kerja, kebijakan moneter, kebebasan pasar, perdagangan, hak properti, kebebasan dari korupsi, serta investasi dan keuangan. Peringkat kita kalah dibanding negara tetangga seperti Singapura (2), Malaysia (56), Thailand (61) dan Filipina (97). Sementara negara dengan kategori benar-benar bebas, ditempati Hong Kong di posisi pertama. Diikuti Singapura, Australia, Selandia Baru dan Swiss. Hebatnya, Hong Kong telah 18 tahun bertengger di papan teratas. Menurut A Prasetyantoko, penilaian bahwa perekonomian Indonesia ‘sebagian besar tidak bebas’ itu merupakan sesuatu yang wajar. “Skor tersebut cukup relevan, jika melihat ketidakseragam­ an sektor industri di Indonesia,” kata pengamat dari Universitas Atma Jaya itu. Prasetyantoko mencontohkan sektor pertanian yang sudah lumayan liberal. Namun tidak di sektor industri lain. Selain itu, lanjutnya, pemerintah kerap membuat regulasi yang tidak memberi kebebasan pada industri dan justru

Ternyata Kita Belum Bebas Dunia menilai, perekonomian di Indonesia sarat dengan aturan. Banyak regulasi yang membingungkan dunia usaha. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho foto Wirasatria

Pelabuhan Peti Kemas tanjung priok

memberi sinyal tidak jelas. “Kebijakan seperti penutupan pintu masuk hortikultura atau pemberlakuan bea keluar komoditas primer yang dinilai protektif oleh pelaku industri,” ujarnya. Selain itu, masih ada disinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, yang seringkali menyebabkan susahnya penerbitan izin usaha. Prasetyantoko berharap, pemerintah pusat dan daerah segera melakukan reformasi dan sinkronisasi kebijakan bidang perdagangan. Sementara Chatib Basri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, pihaknya telah

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

melakukan kebijakan penanaman modal yang lebih transparan dari sebelumnya. “Ya kami harus perbaiki. Secara bisnis, efisiensi itu yang harus diperbaiki,” katanya. BKPM telah berupaya membuat proses penanaman modal–baik asing atau domestik—yang lebih transparan dan lebih mudah. “Kami sudah lakukan revisi di dalam proses pengajuan investasi. Tidak akan membutuhkan waktu lama. Prosesnya juga disamakan antara asing dan domestik untuk menjamin equal treatment,” ujar Chatib. Sayang, penilaian dunia ternyata belum memuaskan. n

21


bisnis sepekan

h

ujan telah meluruhkan gincu kota Jakarta. Tak usah bicara soal kawasan Kalibata, Bukit Duri, atau Bidara Cina. Di situ, banjir memang sudah menjadi langganan. Tapi sekarang, banjir juga menerjang kawasan bisnis Segitiga Emas Jakarta. Sentra bisnis di jalan Sudirman (Bendungan Hilir, Semangi, Dukuh Atas), Kuningan, Thamrin, Tugu Monas, hingga Jakarta Kota, teredam banjir. Tak ayal, kota tempat berputarnya 70% uang se-Indonesia itu mandek selama beberapa hari. Saat ini semua orang sedang menghitung kerugian akibat banjir tersebut. Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kadin Jakarta, menaksir kerugian ekonomi Jakarta mencapai Rp 1,5 miliar per jam. “Ini akibat karyawan tidak masuk kerja dan lumpuhnya beberapa kegiatan ekonomi di Jakarta,” katanya. Perkiraan Sarman tampaknya terlalu kecil. Soalnya, kerugian yang dialami pebisnis ritel di Jakarta saja diperkirakan mencapai Rp 460 miliar. Menurut Satria Hamid Ahmadi, Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), kerugian di Jakarta itu mencapai 30% dari total kerugian bisnis ritel nasional “Kerugian akibat terhambatnya distribusi secara nasional mencapai Rp 1,2 triliun. Karena banjir tak hanya di Jakarta,” kata Satria. Sementara kerugian yang diderita

22

Jakarta Banjir, Bisnis Belepotan TEKS Hideko FOTO wirasatria

pengusaha makanan di Jakarta mencapai Rp 300 miliar per hari. Ini baru Jakarta. Jika ditotal seluruh Indonesia, maka jumlah kerugian itu ditaksir mencapai Rp 2 triliun. “Ini baru kerugian akibat terganggunya jalur distribusi makanan dan minuman,” kata Adhi S. Lukman, Ketua

«Kerugian akibat terhambatnya distribusi secara nasional mencapai Rp 1,2 triliun. Karena banjir tak hanya di Jakarta.» Satria Hamid Ahmadi. Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia

Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI), pekan lalu. Kalau dihitung dengan kerugian yang dialami sektor lainnya, tentu bisa lebih besar lagi. Beban hidup masyarakat juga bakal semakin berat akibat meroketnya harga-harga. Sebab, seperti perkiraan sebuah sumber di Badan Pusat Ststistik (BPS), air bah bisa mendorong laju inflasi Januari hingga mencapai 1%. “Tapi kita masih punya waktu dua pekan lagi. Jadi tunggu saja,” katanya. Ah, banjir selalu saja menyengsarakan rakyat. Tahun 2007, ketika terjadi banjir besar melanda Jakarta, Bappenas melansir kerugian ekonomi mencapai Rp 4,1 triliun. Sayang, pemerintah sepertinya tak bisa berbuat banyak ketika banjir menghadang. Maka, jangan heran bila banjir sudah menjadi menu rutin tahunan penduduk Jakarta. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


bisnis sepekan

Maryono Langsung Tancap Gas TEKS Hideko FOTO riset

m

eski baru beberapa hari menjabat Direktur Utama PT Bank BTN, Maryono langsung tancap gas. Memasuki tahun 2013, bekas Direktur Utama PT Bank Mutiara itu memasang pertumbuhan kredit perumahan (KPR) sebesar 30%. Termasuk di dalamnya kredit perumahan bersubdidi. Tak hanya itu, dalam lima tahun ke depan, BTN ditargetkan bisa menguasai 30% pasar KPR nasional. Untuk tahun ini, BTN menargetkan kucuran kredit baru Rp 24 triliun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, komposisi portofolio kredit BTN masih akan didominasi oleh KPR total dengan 85%. Sedangkan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tahun ini BTN menargetkan pembiayan bagi 121 rumah sederhana. Untuk membiayai ekspansi tersebut, menurut Maryono, bank pemerintah masih mengandalkan penerbitan obligasi. n

Ada Bencana, Ada Bisnis TEKS Hideko FOTO riset

b

agi sebagian besar masyarakat, datangnya musim hujan tak ubahnya dengan bencana. Maklum, di musim tersebut, berbagai bencana bermunculan. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Tapi bagi sebagian pengusaha, datangnya bencana justru bisa mendatangkan berkah. Terutama mereka yang bergerak di usaha pembuatan tenda, perahu karet, P3K, dan peralatan SAR. Peluang itu semakin terbuka di tahun 2013. Soalnya, tahun ini pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 4 triliun bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurut Herry Purnomo, Dirjen Anggaran Kemenkeu, jumlah tersebut lebih tinggi dari realisasi penyerapan anggaran bencana tahun lalu yang mencapai Rp 2 triliun. “Dana sebesar Rp 4 triliun itu dicadang­kan khusus untuk bencana alam,� kata Herry. Ini berarti peluang bagi para pengusaha yang bidang bisnisnya terkait dengan bencana alam. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

23


Bisnis Sepeda Motor

Verza Start Lebih Dulu Honda Verza 150 menambah persaingan motor sport entry-level. Bebek juga perlu waswas.

P

enjualan sepeda motor di tahun 2012 benarbenar mengecewakan. Salah satu penyebabnya adalah naiknya uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB). Makanya, untuk mendongkrak penjualan, tahun ini sejumlah produsen sudah berancang-ancang untuk menggeber motor tipe sport. Seperti yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM). Pekan lalu, produsen motor merek Honda ini mengeluarkan Honda Verza. Motor sport 150 cc ini dilempar ke pasar dengan harga Rp 16 jutaan. Keluarnya Verza akan membuat persaingan motor sport murah semakin ketat. Bahkan diprediksi akan menggerogoti pasar motor bebek dan matic. Memang, pasar motor nasional tahun lalu melorot. Sepanjang tahun lalu, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), pasar motor nasional membukukan penjualan sebanyak 7.064.457 unit. Jumlah itu turun 11,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 8.012.540 unit. Namun, motor jenis sport masih sangat menjanjikan. Tahun lalu, penjualan motor sport tercatat 1.003.446 unit atau meningkat 17,6 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 853.202 unit. Nah, potensi ini dimanfaatkan oleh AHM dengan mengeluarkan Verza. Motor ini dibanderol mulai Rp 16,05 juta untuk tipe pelek jari-jari. Adapun tipe pelek bintang dijual Rp 16,9 juta. Harga tersebut berlaku on the road Jakarta dan sekitarnya.

24

Teks AS Riyanto Foto Riset

Honda Verza diklaim mampu menghasilkan kecepatan maksimum 110 km/ jam serta akselerasi 11,4 detik untuk menempuh jarak 0-200 meter. Kecepatan itu dihasilkan dari mesin berkapasitas 150 cc, 4-langkah, SOHC, silinder tunggal, transmisi 5 -kecepatan yang telah menerapkan sistem suplai bahan bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Yusuke Hori, President Direktur PT AHM, mengatakan Verza 150 dikembangkan untuk pasar Indonesia melalui studi yang mendalam terhadap kebutuhan dan penggunaan konsumen sehari-hari. “Kami yakin Honda Verza 150 menjadi pilihan terbaik untuk entry-level motor sport karena memiliki performa mesin tangguh, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, serta harga yang terjangkau,� katanya.

Mereka yang terancam Verza masih menggunakan mesin New MegaPro dengan berbagai penyempurnaan. Tipe ini sudah terkenal sejak tahun 1980-an dengan merek GL-Pro yang kemudian berubah menjadi MegaPro dan menjadi New MegaPro. Sebenarnya, pasar New MegaPro tidak jelek-jelek amat. New MegaPro yang dijual Rp 19 juta ini mampu mengungguli Byson yang menjadi andalan Yamaha. Selama 2012, MegaPro terjual sebanyak 123.074 unit atau 10 ribu-11 ribu unit per bulan. Adapun Byson hanya laku 119.725 unit. Beda tipis memang. Byson sendiri, yang memiliki mesin berkapasitas 153 cc, dilepas dengan harga Rp 20 juta. Selain Byson, Yamaha juga

Pengguna motor bebek 125 cc dan 135 cc bisa beralih ke sini (Verza 150). masih memiliki motor sport andalan lainnya, yaitu V-Ixion dan Scorpio. VIxion juga berkapasitas mesin 150 cc dan dibandrol dengan harga mulai Rp 21 juta. Adapun Scorpio lebih tinggi, yakni 225 cc dengan harga Rp 23,3 juta. Pertanyaan, apakah Yamaha memiliki produk yang masih disembunyikan

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


Bisnis Sepeda Motor

untuk mengadang Verza? “Tidak ada,” kata Eko Prabowo, GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM),. “Kita sudah ada Byson, V-Ixion dan Scorpio Z. All range untuk kelas motor sport.” Selain mengancam Yahama, Suzuki juga harus waspada. Pabrikan berlogo S ini pernah mengeluarkan FXR yang bermain di 150 cc. Motor ini pernah diproduksi tahun 2000. Tetapi tiga tahun kemudian dihentikan. Lalu Suzuki bermain di 125 cc dengan Thunder. Motor yang dilego dengan harga mulai Rp 11,8 juta ini meraih sukses yang lumayan. Nah, Verza juga menyerempet Kawasaki. Kawasaki dengan Ninja merupakan

jagoan di motor sport. Popularitas Ninja 4-tak 250 cc dengan body serta teknologinya yang sangat ciamik telah membuat banyak orang jatuh cinta. Namun, harganya masih tinggi. Motor ini dilepas dengan harga Rp 46,9 juta. Kawasaki juga membuat motor sport yang lebih ekonomis dengan 150 cc yang dijual dengan harga mulai Rp 22 juta hingga Rp 33,5 juta. Di luar produk Jepang, motor sport yang bakal terserempet Verza adalah Bajaj. Produsen asal India ini sudah memproduksi motor Pulsar 135. Di pasaran, motor ini dijual dengan harga Rp 14,75 juta. Makanya, sejumlah kalangan memperkirakan nasib Pulsar 135 akan sama seperti Thunder 125. Kendati harga Verza di atas Pulsar 135 dan Thunder 125, namun motor ini

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

memiliki kapasitas mesin lebih besar. Antisipasi juga tampaknya perlu dilakukan produsen bebek dan matic. Soalnya, Verza juga ingin membuat para pengguna bebek berpaling ke motor sport. “Pengguna motor bebek 125 cc dan 135 cc bisa beralih ke sini (Verza 150),” papar Mori. Ia mungkin benar. Sebab, harga motor bebek dan sport tak jauh-jauh amat. Honda Supra X 125 Helm In, misalnya, dijual di pasaran Jabodetabek dengan harga jual Rp 15,6 juta. Lalu, TVS Rockz yang ingin jajal tarung dengan bebek Jepang dijual Rp 12,9 juta. Adapun Kawasaki Athlete 125 ditawarkan Rp 15,25 juta. Terakhir, Suzuki Shogun Axelo 125, dipasarkan mulai Rp 13,9 juta hingga Rp 15,185 juta. Silakan konsumen memilih. n

25


Bisnis Obat Herbal

Pekerja di pabrik jamu

Jamu Masih Terasa Pahit Industri jamu kalah bersaing melawan jamu kimia. Ada yang ekspor bahan mentah dan ada yang menggandeng dokter. Teks AS Riyanto Foto Riset

I

ndustri jamu kemasan terasa pahit tahun ini. Diperkirakan, omzet jamu bungkus di tahun ular air ini menurun 16% dari tahun lalu. Penyebabnya, industri jamu harus bersaing dengan jamu kimia alias campur bahan berbahaya dan produk jamu impor. Kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan upah karyawan (upah minimum provinsi) dan kenaikan harga energi, seperti kenaikan tarif dasar listrik

26

dan gas. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari impor bahan baku hingga membangun klinik herbal. Tahun lalu, industri jamu bungkus nasional masih terasa manis dengan omzet mencapai Rp 3 triliun. Namun, tahun ini, omzetnya diperkirakan bisa melorot hingga 16% menjadi Rp 2,5 triliun. Jumlah itu diperebutkan oleh 120 perusahaan jamu bungkus. Banyak kendala yang membuat industri jamu terkulai. Charles Saerang, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu, mengatakan bahwa penurunan itu disebabkan oleh budaya minum jamu masyarakat yang mulai luntur. Selain itu, pasar jamu tradisional juga mulai tergerus oleh jamu kimia. Bisnis jamu kimia memang sangat menarik. Charles memperkirakan, tahun ini omzet jamu kimia akan tumbuh dari sekitar Rp 500 miliar tahun lalu menjadi Rp 1,5 triliun. Ketakutan ma-

syarakat terhadap jamu kimia ternyata tak hanya berimbas pada industri jamu. Selain itu, penjual jamu pun mulai beralih profesi. “Penjual jamu sekarang juga semakin sedikit, kira-kira turun 30%,� tambah Charles. Ketika pasar dalam negeri kurang bersahabat, pasar ekspor juga tak bisa diajak berkawan. Negara-negara tujuan ekspor menetapkan syarat yang ketat terhadap produk jamu asal Indonesia. Akibatnya, banyak industri yang hanya mengekspor bahan baku jamu, seperti bubuk kering jahe, temulawak, maupun kunyit. PT Nyonya Meneer, contohnya. Produsen jamu cukup tua ini hanya mengandalkan ekspor bahan jamu kering ke Hong Kong dan Malaysia. Kemudian, temulawak atau jahe tersebut dikemas ulang oleh mereka menjadi merek Taiwan atau merek lain. Lain halnya dengan PT Sidomuncul. Produsen jamu ini berencana membuka klinik herbal di kota-kota besar di Indonesia pada 2013 untuk memperkuat bisnis jamunya. Bahkan, Sidomuncul telah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memberikan pelatihan kepada dokter. “Secara ketentuan medis pendirian klinik herbal legal. Sudah ada UU dan Permenkes yang menaunginya,� kata Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Sidomuncul. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


Bisnis Ladang Migas

P

engelola Blok Mahakam masih belum pasti. Padahal, usia Total E&P Indonesie di blok migas ini tinggal lima tahun lagi. Di antara ketidakjelasan pengelola baru Blok Mahakam, pekan lalu, produsen minyak dan gas asal Perancis itu meresmikan lapangan South Mahakam di Senipah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peresmian Blok South Mahakam ini merupakan simbol telah berproduksinya lapangan gas tersebut sejak 25 Oktober 2012, lebih cepat dua bulan dari waktu yang dijadwalkan pada awal 2013. Menurut Elizabeth Proust, Presiden Direktur Total, untuk kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan South Mahakam tahap 1 dan 2 ini Total telah mengucurkan investasi US$ 830 juta. Namun investasi itu sebanding dengan hasil yang akan diperoleh Total dari South Mahakam. Dari lapangan ini, Total akan mendapatkan tambahan produksi gas sebesar 280 juta kaki kubik (mmscfd), tambahan produksi minyak sebanyak 69 ribu barel minyak per hari dan tambahan produksi kondensat sebesar 18 ribu barel per hari pada akhir 2013. Blok Mahakam merupakan salah satu ladang gas terbesar di tanah air. Menurut perkiraan Marwan Batubara, Direktur Indonesia Resources Studies IRESS, saat ini rata-rata produksinya sekitar 2.000 juta kaki kubik per hari atau sekitar 344 ribu barel oil equivalen (boe) per hari. Cadangan yang terkandung di blok ini sekitar 27 triliun kaki kubik (tcf ). Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam ditandatangani oleh pemerintah dengan Total dan Inpex Corporation asal Jepang pada 31 Maret 1967, beberapa minggu setelah Soeharto dilantik menjadi Presiden RI ke-2. Kontrak tersebut berlaku selama 30 tahun dan berakhir 31 Maret 1997. Beberapa bulan sebelum Soeharto lengser, kontrak Mahakam telah diperpanjang selama 20 tahun, sehingga kontrak baru berakhir pada 31 Maret 2017. Sejak 1970 hingga 2011, sekitar 50% (13,5 tcf ) cadangan telah dieksploitasi dan menghasilkan pendapatan kotor sekitar US$ 100 miliar. Kini cadangan yang tersisa sekitar 12,5 tcf. Dengan asumsi harga rata-rata sebesar US$ 15/ MMBtu, maka blok Mahakam berpotensi menghasilkan pendapatan kotor lebih dari US$ 187 miliar (12,5 x 1012 x 1000 Btu x $15/106Btu) atau sekitar Rp 1.700 triliun (hampir sama dengan

Blok Mahakam Terlalu Gurih Blok South Mahakam diresmikan. Pemprov Kaltim minta jatah dana bagi hasil migas 50%. Teks AS Riyanto Foto Riset

APBN 2013). Kondisi ini membuat Awang Faroek, Gubernur Kaltim, meminta dana bagi hasil dari lebih besar. Dia iri kepada Papua dan Aceh yang sudah mendapat jatah sebesar 70% dalam dana bagi hasil pengelolaan migasnya. “Aceh dan Papua dapat 70%, kami cuma 15%. Apa itu adil?� gugatnya. Awang berpendapat, seharusnya Kal-

tim memperoleh jatah dana bagi hasil dari sektor migas sebesar 40%-50%. Dana sebesar itu diyakini akan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan infrastruktur Kalimantan Timur yang masih jauh tertinggal dari infrastruktur di Pulau Jawa. “Kami ini masih antre saat membeli BBM, sedangkan Jawa sama sekali tidak ada antrean,� ujarnya. Ehm, betul juga. n

Blok Mahakam

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

27


Bisnis Sponsor Olahraga

Tendangannya Mulai Melemah Klub sepak bola di Indonesia semakin menderita. Perusahaan besar lebih memilih menjadi sponsor klub Inggris. Teks AS Riyanto Foto Riset

K

lub sepak bola di negeri ini mulai bangkrut. Penyebabnya, APBD tak bisa lagi dipakai untuk membiayai klub. Kondisi ini diperparah oleh konflik pengurus asosiasi yang berkepanjangan. Akibatnya, banyak pemain tak digaji. Bahkan dana untuk mengikuti kompetisi tahun ini pun masih terus dicari. Perusahaan-perusahaan besar pun

28

tak mau melirik klub yang ikut kompetisi lokal. Mereka justru berlomba-lomba menggandeng klub Inggris, seperti yang dilakukan oleh Bank BNI, Bank Danamon, PT Garuda Indonesia, dan pabrik ban Multistrada. Korban pemain pun berjatuhan. Yang paling mengenaskan adalah nasib Diego Mendieta. Pesepak bola asal Paraguay yang merumput di Persis Solo ini meninggal gara-gara sakit. Yang menyedihkan, Diego tak memperoleh perawatan yang layak gara-gara gajinya tak dibayarkan oleh klubnya. Tak hanya Persis Solo yang megapmegap gara-gara tak mampu membayar gaji pemainnya. Berdasarkan data Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI), banyak klub yang bergabung di Indonesian Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL) yang

masih mempunyai tunggakan pembayaran gaji pemainnya. Klub yang paling banyak menunggak gaji pemainnya adalah PSPS Pekanbaru. Berdasarkan data Asosiasi Persepakbolaan Profesional Indonesia (APPI), tim berjuluk Asykar Bertuah itu menunggak gaji hingga 10 bulan. Persidafon Dafonsoro, klub asal Papua, juga menunggak gaji sembilan bulan. Klub lainnya adalah PSMS Medan ISL, Deltras, Arema ISL dan Persija Jakarta. Bahkan Persija kini terancam ditinggalkan pemain-pemainnya. Kondisi lebih memprihatinkan tentunya dialami oleh klub-klub yang ada di Jawa Timur. Saat ini ada 8 klub besar di wilayah ini. Sebanyak empat klub bermain di LPI, sementara empat lainnya di LSI. Banyaknya klub ini mengharuskan mereka berebut mencari sponsor. Tidak mengherankan bila hanya tiga klub saja

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


Bisnis Sponsor Olahraga yang tidak bermasalah dengan keuangan. Sisanya masih termehek-mehek. Persibo, Bojonegoro, misalnya. Klub ini menunggak empat bulan gaji pemain dan hanya mampu membayar dua kali plus 20% gaji dengan total Rp 1,9 miliar. Rata-rata setiap bulan Persibo membutuhkan dana Rp 900 juta untuk menggaji 25 pemainnya . Tak hanya utang gaji, sejumlah klub juga tengah menghadapi kekurangan dana untuk melanjutkan kompetisi di musim ini. Sriwijaya FC, contohnya. Menurut Dodi Reza Alex, Presiden Sriwijaya FC, klubnya membutuhkan dana sekitar Rp 35 miliar agar bisa mengikuti kompetisi ISL musim ini. “Sampai saat ini Sriwijaya FC sudah meraih dana dari sponsor sebesar Rp 11,975 miliar,” kata Dodi.

Emoh klub lokal Sebenarnya, banyak perusahaan yang ingin menjadi sponsor klub sepak bola di Indonesia. Tetapi, banyak alasan yang membuat mereka mundur. Salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). Menurut seorang petinggi Pertamina, sebenarnya Pertamina ingin membantu perkembangan sepak bola di Indonesia dengan membiayai klub. “Tetapi untuk sekarang belum. Sepak bola di Indonesia masih diwarnai suap dan korupsi pengurusnya. Walaupun tidak bisa dibuktikan, aromanya bisa dicium,” kata dia, beberapa waktu lalu. Agar bisa membantu perkembangan sepak bola nasional, Pertamina memulai dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang diberi nama Pertamina Soccer School (PSS). Saat ini PSS membina 24 anak usia 14-15 tahun yang dikarantina selama tiga tahun. Diharapkan, usai lulus dari PSS, mereka sudah siap untuk menjadi pemain profesional. Lain halnya yang dilakukan Bank BNI, Bank Danamon, Garuda, dan Multistrada. Dengan pertimbangan bisnis, keempat perusahaan kaya itu justru lebih tertarik menjadi sponsor klub papan atas liga Inggris. Bank Danamon Indonesia boleh dibilang menjadi pelopornya. Bank milik Temasek (BUMN pemerintah Singapura) ini menggandeng Manchester United (MU). Alasannya, fans Setan Merah, julukan MU, di Indonesia diperkirakan mencapai 30 juta orang. Ini potensi pasar yang luar biasa. Langkah Bank Danamon kemudian diikuti Bank BNI. Bank pemerintah ini menggandeng Chelsea FC. BNI menjadi

Kerjasama Garuda Indonesia – Liverpool FC

Tetapi untuk sekarang belum. Sepak bola di Indonesia masih diwarnai suap dan korupsi pengurusnya. Walaupun tidak bisa dibuktikan, aromanya bisa dicium. sponsor perbankan pertama di kawasan Asia yang dimiliki Chelsea FC. Saat ini BNI tercatat sebagai sponsor regional klub Chelsea. Kemudian menyusul Garuda yang resmi menjadi maskapai penerbangan bagi klub Liga Inggris Liverpool selama lima musim kompetisi, 2012-2015. Maskapai ini akan digunakan oleh Liverpool setiap tur ke berbagai negara di wilayah Asia dan Australia. Garuda juga bisa melakukan program kampanye marketing komunikasi melalui berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Liverpool. Salah satunya, memasang logo Garuda Indonesia pada LED di sisi lapangan Stadion Anfield pada se-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

tiap pertandingan yang dilakoni Liverpool dan disiarkan oleh jaringan televisi utama berbagai negara di belahan dunia. Terbaru adalah Multistrada, produsen ban terkemuka di tanah air. Multistrada menjalin kerjasama dengan MU selama 3,5 tahun. Menurut www.manutd.com, Multistrada menjalin kerja sama dengan MU dengan alasan jumlah penggemar klub ini. Sebenarnya, klub-klub di tanah air juga memiliki pengemar yang tidak sedikit. Mereka merupakan pasar bagi sejumlah produk. Hanya saja, karena terus-menerusan didera konflik dan korupsi, pasar yang besar ini akhirnya tidak dilirik oleh perusahaan. n

29


Dunia perfilman Indonesia kembali bergairah, di tengah hantaman Korean Wave. Pemerintah tetap tidak mendukung industri film nasional. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto Riset Ilustrasi Erbhayu

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

31


“A

nda lulus cum laude,� puji Bacharuddin Jusuf Habibie kepada aktor Reza Rahadian. Mantan Presiden RI ke-3 itu menilai, Reza sukses memerankan dan menampilkan karakter dirinya secara utuh dalam film Habibie & Ainun (H&A). Sebuah film drama yang mengangkat kisah nyata perjalanan hidup pasangan BJ Habibie dan almarhumah Hasri Ainun Besari. Penilaian cum laude Habibie agaknya bukan basa-basi sebagai ucapan terima kasih kepada Reza. Sebab H&A, yang dilansir pada 20 Desember 2012, terbukti berhasil memikat

ngan 4,6 juta penonton. Atau film terlaris kedua Ayat-Ayat Cinta (2008) dengan 3,6 juta penonton. Maklum, sampai sekarang, H&A masih tayang di sejumlah bioskop di seluruh tanah air. Menurut Faozan Rizal, sang sutradara, kekuatan H&A terletak pada inspirasi cinta sejati yang dilakoni Habibie dan Ainun. Keberhasilan H&A memang tak terduga, meski buku otobiografi dengan judul sama yang ditulis Habibie –yang menjadi pijakan skenario— laris manis. Buku setebal 323 halaman yang terbit 2010 itu, dicetak hingga tiga kali. Cetakan pertama 25 ribu eksemplar ludes dalam sebulan. Cetakan kedua, 50 ribu eksemplar habis dalam

Salah satu adegan di film Habibie dan ainun

jutaan penonton di tanah air. Bahkan, memecahkan rekor dalam hal jumlah penonton. Hingga Senin pekan lalu, misalnya, H&A telah menyedot 3,154 juta penonton. Jumlah yang mematahkan rekor film Ketika Cinta Bertasbih (2009), film nasional terlaris ketiga dengan 3,1 juta penonton. Tak hanya itu, H&A juga memecahkan rekor jumlah penonton dalam satu hari, sebanyak 191 ribu orang, pada Sabtu (27/12). Atau jumlah penonton dalam sepekan sejak dirilis, sebanyak 1 juta orang. Satu hal yang perlu dicatat, film yang dibintangi Reza dan Bunga Citra Lestari ini masih punya peluang mematahkan rekor Laskar Pelangi (2008), yang menjadi film nasional terlaris de-

32

H&A, yang dilansir pada 20 Desember 2012, terbukti berhasil memikat jutaan penonton di tanah air. Bahkan, memecahkan rekor dalam hal jumlah penonton.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


lima bulan. Sementara cetakan ketiga 50 ribu eksemplar, kabarnya tersisa lima ribu eksemplar. Sejatinya, H&A tak sendirian menyedot minat penikmat layar lebar. Ada film 5 cm, besutan Rizal Mantovani yang dibintangi Herjunot Ali dan Fedi Nuril, yang mampu menyedot 2, 1 juta penonton. Film yang berkisah tentang persahabatan dengan latar belakang indahnya jalur pendakian Gunung Semeru dan puncaknya Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu, dirilis sepekan lebih awal dibanding H&A. Kehadiran H&A dan 5 cm memang seolah menjadi angin

Bahkan di AS, sejak diputar pertama pada 23 Maret hingga sebulan kemudian, TRR sukses meraup pendapatan US$ 3,5 juta atau sekitar Rp 33,3 miliar. TRR juga sanggup nangkring di deretan sebelas film-film box office di AS. Menurut Ario Sagantoro, sang produser, bisa menayangkan film nasional di AS menjadi suatu kebanggaan tersendiri. TRR berhasil menembus AS berkat Sony Picture Classics yang membeli hak edarnya untuk diputar di bioskop-bioskop setempat. Pada minggu pertama pemutaran di 24 bioskop, TRR yang menelan biaya produksi US$ 1 juta itu, sukses meraup pendapatan US$ 220 ribu atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Salah satu adegan di film The Raid: Redemption

segar bagi perfilman nasional, setelah sempat nge-drop di sepanjang 2011 dan 2010. Rekor tertinggi jumlah penonton di 2011 hanya 748,8 ribu melalui film Surat Kecil untuk Tuhan. Sementara pada 2010 lebih lumayan, 1,2 juta melalui Sang Pencerah.

The Raid mendunia Memasuki 2012, sepinya penonton film nasional, tertolong melalui film The Raid: Redemption (TRR) yang dibintangi Iko Uwais (29), pesilat kelahiran Jakarta. Film garapan sutradara Gareth Evans dan berjudul asli Serbuan Maut itu, mendunia dan ditonton jutaan orang. Mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Korea, Australia, dan sejumlah negara lainnya.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Sementara di tanah air, TRR juga menyedot perhatian. Sepanjang semester pertama 2012, berhasil menjadi film terlaris dengan jumlah penonton mencapai 1,8 juta orang. Keberhasilan TRR, tentu saja, menjadi berkah bagi Iko Uwais. Situs review film terpercaya di AS, Rotten Tomatoes, memasukkan namanya dalam daftar 25 aktor yang layak disebut sebagai The Breakout Stars of 2012. Hebatnya, Iko menjadi satu-satunya aktor dari kawasan Asia. Kehebatannya dalam berakting dan bersilat, bahkan dilirik Keanu Reeves, aktor Hollywood yang dikenal melalui film Speed bersama Sandra Bullock. Reeves mengajak Iko berperan dalam Man of Tai Chi yang sedang digarapnya.

33


Gelombang Hallyu Pertanyaannya kemudian, benarkah H&A, 5 cm, atau TRR menjadi pertanda kebangkitan film Indonesia? Perfilman Indonesia memang memiliki sejarah panjang dan sempat menjadi raja di negerinya sendiri, di era 1980-an. Kala itu, ada sejumlah film Indonesia yang merajai bioskopbioskop lokal. Sebut saja Catatan Si Boy (1987), Tjoet Nja’ Dhien (1986), atau Naga Bonar (1986). Bintang-bintang muda yang melejit, di antaranya, Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandouw, Paramitha Rusady dan Dessy Ratnasari. Selepas era tersebut, perfilman nasional pun tersungkur. Era 1990-an menjadi pertanda merajalelanya film-film produksi Hollywood dan Hong Kong. Selanjutnya, memasuki era 2000-an, Indonesia mulai merasakan pengaruh film-film asal Korea Selatan yang di kemudian hari disebut sebagai Korean Wave atau Hallyu. Sebutan bagi gelombang kebudayaan modern Korea–lewat produk televisi, film, maupun musik—yang melibas kawasan Asia lainnya. Sinetron dan film Korea mulai ditayangkan di Indonesia, bersamaan dengan digelarnya event Piala Dunia 2002 yang digelar di Korsel dan Jepang. Stasiun televisi Indosiar yang sukses dengan serial Meteor Garden produksi Taiwan, mulai menayangkan drama Korea Endless Love. Endless Love ternyata sukses besar. Tak hanya digemari remaja, tapi juga ibu-ibu. Berdasarkan survei AC Nielsen Indonesia, ratingnya mencapai angka 10 dan ditonton sekitar 2,8 juta pemirsa di lima kota besar. Pencapaian ini mendekati rekor Meteor Garden dengan rating 11 dan meraih 3,08 juta penonton. Endless Love yang terdiri dari 18 episode itu, agaknya menjadi batu loncatan bagi sinetron-sinetron Korea lainnya untuk masuk ke Indonesia. Selanjutnya, tak hanya Indosiar yang menayangkan sinema Korea. Pada 2002 itu juga, Trans TV mulai menayangkan Glass Shoes dan Lover. Setahun berikutnya, TV7 pun menyusul dengan Beautiful Days. Periode 2002-2003, agaknya bisa disebut sebagai serbuan awal gelombang Hallyu di Indonesia. Indosiar, Trans TV, TV7 dan SCTV menayangkan beberapa sinetron Korea, seperti Invitation, Pop Corn, Four Sisters, Successful Bride Girl, Sunlight Upon Me, dan tentu saja Winter Sonata. Sinetron yang disebut terakhir, paling populer dan mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Winter Sonata yang awalnya ditayangkan SCTV pada 2002, setiap Senin, pukul 19.00, pada 2004 ditayangkan ulang oleh Indosiar setiap Senin–Kamis, pukul 15.30. Hebatnya, gelombang Hallyu masih bertahan hingga saat ini. Menurut budayawan Noorca M Massardi, film-film Korea dapat dengan mudah diterima di Indonesia karena menceriterakan kehidupan keseharian. Masalah suami-istri, pacaran, atau mertua-menantu. “Hal-hal seperti Itu sangat dekat dengan penonton. Tidak ada efek-efek canggih. Semua natural,” ujarnya. Menurut Jun-Seok Roh dari Lembaga Konten Kreatif Korea, gelombang Hallyu sepanjang 2011 silam, telah menghasilkan devisa senilai US$ 5 miliar. “Devisa sebesar itu diperoleh dari ekspor produk budaya, kedatangan turis asing dan pengaruh tak langsung seperti pembelian berbagai barang konsumsi terkait,” katanya. Maka tak perlu heran, jika pemerintah Indonesia harus ber-

34

Drama Korea Winter Sonata digemari di Indonesia

Film-film Korea dapat dengan mudah diterima di Indonesia karena menceriterakan kehidupan keseharian. Masalah suami-istri, pacaran, atau mertua-menantu. guru kepada Korea Selatan dalam hal menghasilkan devisa miliaran melalui industri kreatif. “Kita perlu belajar dari Korea Selatan,” kata Cokorda Istri Dewi, Staf Ahli Perencanaan Program Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Lalu bagaimana dengan film Indonesia? Deddy Mizwar, aktor, produser, sekaligus sutradara, terang-terangan menyalahkan pemerintah dan para pembuat regulasi. “Saya sudah sering kali berdiskusi, seminar dan lain sebagainya, tapi tak ada realisasinya dari pemerintah. Saya lelah ngobrolin soal film dan tak ada realisasinya,” kata Deddy saat berbicara pada peringatan Hari Film Nasional 2012. Menurutnya, pemerintah Indonesia seharusnya meniru pemerintah Korea atau Jerman yang mensubsidi para sineas potensial dan hebat untuk membuat karya film. “Kebangkitan film Indonesia saat ini adalah hasil kerja dan kekompakan orang-orang perfilman Indonesia itu sendiri, tanpa adanya bantuan dari pemerintah,” ujarnya. Jadi, kalau mau seperti Korea, ya harus ada kucuran dana. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


J-Pop Tunggu Giliran Tahun ini ditetapkan sebagai tahun cikal-bakal persahabatan IndonesiaKorea Selatan. Gelombang Hallyu bakal makin dahsyat. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto Riset

T

anpa banyak yang tahu, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, ternyata salah satu ‘korban’ Hallyu alias Korean Wave. Pria yang baru saja menjadi seorang kakek ini, mengaku sebagai penggemar film Korea. “Saya setiap malam nonton dengan istri,” ujarnya tanpa malu-malu. Menurut Hatta, tak ada yang aneh dengan kegemarannya itu. Apalagi berbagai hal yang berbau Korea memang sedang mendunia. Dia kemudian mencontohkan Gangnam Style atau K-Pop yang sedang ngetren di Indonesia. Hatta benar, gelombang Hallyu memang kencang menyerbu negeri ini. Sebut saja Rani, mahasiswa IAIN Imam Bonjol, Padang, Sumatra Barat. Rani, begitu fasih mengucapkan selamat datang dalam bahasa Korea, “Annyeonghaseyo!” Tanpa harus ikut kursus bahasa Korea. Dia belajar dari buku, plus mempelajari dialeknya melalui film-film Korea yang rajin dia tonton. Rani kini, memang tergila-gila dengan berbagai hal tentang Korea. Mulai dari kaset hingga majalah bulanan jadi koleksi. “Aku punya serial Winter Sonata keluaran tahun 2002 sampai Protect The Boss keluaran 2011. Juga punya buku belajar bahasa Korea dan buku filsafat tentang Korea,” ujarnya. Rani mengaku, mulai tertarik dengan film Korea gara-gara teman satu kamarnya di pondok pesantren sangat menyukai film Korea. “Tapi sekarang aku menyukai Korea karena budayanya,” katanya yakin. Demam Hallyu bahkan lebih terasa di ibu kota. Di berbagai pusat perbelanjaan, potongan rambut ala Korea pun banyak dipakai kaum hawa. Potongan rambut pendek berwarna cokelat dengan ujung rambut dibuat ikal, tiba-tiba meminggirkan rambut hitam khas Indonesia. Hasrat berpenampilan ala Korea ini pun ditangkap sejumlah salon di Jakarta. Mereka berlomba menawarkan KCut Style alias potongan rambut ala Korea. Tak hanya urusan mahkota, berbagai butik kosmetik Korea pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Tanpa sadar, tiba-tiba saja keseharian kita dikepung produk Korea. Tak hanya film atau musik di televisi, tapi juga berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari alat elek-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Korean Style sedang digemari di Indonesia

35


tronik, gadget, mobil, hingga jaringan hypermarket Korea. Lotte Mart pun tumbuh di berbagai kota besar seperti Makassar, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, atau Palembang. Perwakilan perusahaan Korea pun tumbuh subur. Berdasarkan data Pusat Kebudayaan Korea, saat ini, ada 1.300 kantor cabang perusahaan Korea di Indonesia. Perusahaanperusahaan Korea yang kini mulai menjadi raksasa teknologi, agaknya tak menyia-nyiakan kesempatan emas sebagai imbas dari Korean Wave. Agaknya benar yang dikatakan Yoon Jae-kwon, salah satu agen artis Korea, bahwa K-Pop sebenarnya hanyalah bagian kecil dari gelombang penetrasi budaya Korea ke sejumlah negara.

Bertahan 10 Tahun Dan menariknya, pemerintah Korea Selatan mengakui bahwa Indonesia memiliki arti penting bagi negaranya. Maka tak perlu heran apabila Indonesia dipilih menjadi salah satu dari tiga negara di Asia Tenggara yang akan didirikan Pusat Kebudayaan Korea. Dua negara lainnya adalah Singapura dan Filipina. Sementara untuk dunia, Korea hanya memilih 23 negara. “Ini mengingat pentingnya peran Indonesia bagi Korea,” kata Kim Hyun Ki, Direktur Pusat Kebudayaan Korea di Jakarta. Nah karena penting inilah, pagelaran konser K-Pop di tanah air, dijadwalkan akan lebih sering dibanding konser di negara-negara lainnya. “Nanti bulan Maret akan ada juga program televisi Korea, KBS, yaitu Music Banks yang akan menggelar acaranya secara langsung di Gelora Bung Karno,” kata Kim. Inilah hebatnya Korea. Mereka gencar melakukan kerja sama dengan pemerintah dan perguruan tinggi di Indonesia. Hampir setiap bulan, digelar Pekan Budaya Korea di berbagai daerah untuk menarik minat masyarakat. Dengan strategi seperti itu, wajar jika Zaini MA, Kepala

Program Studi Korea, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, memprediksi gelombang Hallyu masih akan terus menghajar Indonesia sekitar 5 sampai 10 tahun ke depan. Masih menurut Zaini, budaya Korea relatif lebih mudah diterima di Indonesia karena sama-sama dari Asia. Sementara budaya barat yang juga sempat mendominasi penampilan sebagian anak muda, sering mendapat cap negatif. “Karena budaya Korea dari Asia Timur, jadi kalau menurut istilah anak muda, ini gue banget,” katanya. Korea memang sedang memanen buah keseriusan menggarap industri pop mereka. K-Pop terbukti mendongkrak citra Korea. Jutaan orang tertarik berkunjung ke Korea, termasuk Pulau Nami di Provinsi Gangwon-do yang menjadi lokasi shooting Winter Sonata. Menurut Choi Jung-eun, staf pengelola Pulau Nami, dulu pulau kecil dan sepi itu hanya dikunjungi sekitar 200 ribu turis per tahun. Kini, pengunjungnya rata-rata 1,6 juta turis dalam setahun. Mewabahnya budaya Korea di berbagai negara, termasuk Indonesia, agaknya sempat membuat gerah pemerintah Jepang yang sejatinya merupakan pesaing lama Korea. Pemerintah Jepang pun kian terpacu menggalakkan popularitas kelompok-kelompok J-Pop di Indonesia. “Kami juga melihat Korean Wave memiliki penggemar yang banyak di Indonesia. Namun tentu saja budaya pop Jepang dan Korea memiliki ciri tersendiri,” kata Juni Shimada, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Menurutnya, pemerintah Jepang siap bersaing dengan Korea. “Namun persaingan kami sehat karena masing-masing memiliki basis penggemar yang kuat,” lanjutnya. Shimada boleh saja yakin. Tapi agaknya gelombang Hallyu bakal makin menggelora di 2013 ini. Maklum, tahun ini telah ditetapkan sebagai tahun cikal-bakal persahabatan Indonesia-Korea Selatan. “Saya yakin, hubungan kedua negara akan meningkat di masa yang akan datang,” kata Hatta. n

personel girl band dari jepang AKB48, saat tampil di jakarta

36

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


D

unia film agaknya tak bisa dilepaskan dari sosok Noorca M Massardi (58). Maklum, selama ini dia dikenal sebagai pemeran, penulis skenario, sutradara dan bahkan juri festival film. Bahkan periode 20052008, pria kelahiran Subang ini, menjabat Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Sebelumnya, Noorca dipercaya menjadi Ketua bidang Humas/Luar Negeri Organisasi Karyawan Film dan Televisi (KFT). Kini, kakek satu cucu itu, sibuk sebagai Pemimpin Redaksi kulturmajalah.com dan kulturmedia.com. Pada Rabu pekan lalu, Chrissen Daulat MM, wartawan InilahREVIEW, mewawancarai Noorca seputar sukses film Habibie & Ainun, serta perfilman nasional. Berikut petikannya;

Noorca M Massardi

Bolak-Balik Soal Kebangkitan TEKS Chrissen Daulat MM Ilustrasi Dok. Pribadi

Sudah nonton Habibie & Ainun (H&A)?

Film bagus dan layak tonton. Orang ingin tahu bagaimana kisah cinta Habibie sampai akhir. Film apapun, kalau bicara tentang cinta pasti menarik. Apalagi novelnya laris. Itu salah satu kunci keberhasilan sebuah film. Contohnya: Ayat-Ayat Cinta dan 5 cm. Kalau pun ada yang janggal, soal casting. Untuk sebuah film biografi, tokoh di dalam film harus mirip dengan tokoh aslinya. Reza Rahadian bisa memainkan ekspresi wajah Habibie, tapi tidak sosok fisiknya.

H&A diprediksi mengalahkan Laskar Pelangi dalam hal jumlah penonton?

Tidak penting apakah bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari film-film yang sudah sukses sebelumnya. Tapi yang menarik dari H&A –yang membedakan dengan Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta—adalah konsumennya. Penontonnya dari semua umur. Banyak orang tua nonton. Hampir separuh dari penonton H&A orang dewasa, 35 tahun ke atas. Terutama generasi 1998, ingin tahu apa yang terjadi di saat reformasi. Jadi baru kali ini ada sebuah film yang orang tua di atas 50 tahun ikut nonton.

Anda setuju H&A atau 5 cm jadi kebangkitan film nasional?

Ya setuju saja. Tapi kita bolak–balik bicara soal kebangkitan film nasional. Mulai zaman Petualangan Sherina disebut kebangkitan, Ayat-Ayat Cinta kebangkitan, Laskar Pelangi kebangkitan. Setelah itu turun lagi. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini, bahkan Hollywood sekalipun, yang memiliki resep membuat film box office. Lebih dari 300 film Hollywood diproduksi setiap tahun, hanya 10 yang box office. Tentu kita harus selalu optimistis bahwa film Indonesia akan bangkit. Tapi Indonesia rata-rata hanya memproduksi 85 film dalam setahun. Itu pun hanya 5 yang box office.

Di mana potensi dan kelemahan film nasional?

Potensinya besar kalau produser menemukan formula bercerita dengan tepat dan timing yang tepat. Pasarnya sekitar 700 layar yang tersebar di hampir seluruh Indonesia. Kelemahannya adalah cerita dan cara bertutur.

Bagaimana kepedulian pemerintah terhadap perfilman nasional?

Pemerintah mengeluarkan UU yang sampai saat ini tidak applicable. Dalam UU tertulis, produser wajib membuat film nasional dan bioskop wajib menayangkan film nasional. Tapi

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

tidak memberikan uang kepada produser, atau keringanan pajak dan keuntungan dari pembelian tiket pada bioskop. Kalau sebuah film diproduksi sendiri dan ditayangkan di bioskop, kemudian tidak ada yang menonton, bisa dipastikan rugi. Karena dalam UU tidak mewajibkan masyarakat menonton film tersebut. Apalagi sekarang, payungnya nggak ada. Departemen Penerangan tidak, Departemen Budaya dan Pariwisata juga dipecah.

Bagaimana soal wabah film Korea yang masih melanda Indonesia?

Industri film Korea bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Mereka sudah 20 tahun lebih bersaing dengan Jepang. Baik film layar lebar maupun TV. Dengan semangat perang lawan Jepang, pemerintah Korea menyekolahkan para sineas ke Perancis. Makanya film mereka sangat terpengaruh oleh film Perancis. Mereka membuat film low budget. Menceriterakan kehidupan sehari-hari, suami-istri, pacaran, mertua-menantu. Hal-hal seperti Itu sangat dekat dengan penonton. Tidak ada efek-efek canggih. Semua natural, pemandangan kampung, pemandangan kota. Jadi sebenarnya, ada disain penetrasi kebudayaan mereka melalui film dan musik.

Apakah film Korea jadi ancaman film nasional?

Film Korea justru harus mengilhami kita. Kenapa bisa laku? Jawabnya ya kultur tadi. Nilai-nilai kemanusiaan dalam budaya. Kembalilah pada jati diri kalau mau dicintai rakyatnya. n

37


figur

u

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO dahlan rebo pahing

sianya memang tak muda lagi. Tapi untuk urusan semangat kerja, dijamin tak kalah dari mereka yang jauh lebih belia. Dewi Sri Wahyunie, 61, Direktur Keuangan PT Indonesia Power (PT IP), memang pekerja keras. Dan hasilnya, sederet prestasi—yang terkait dengan laporan keuangan—pun berhasil diraih. Pada 2012 misalnya, PT IP sukses di ajang Spotlight Awards 2012’ yang diselenggarakan LACP (League of American Communications Professionals), di Naples, Florida, Amerika Serikat. Anak perusahaan PT PLN itu memborong tiga penghargaan sekaligus. Pertama, penghargaan atas annual report terbaik. Kemudian penghargaan sebagai pendatang baru yang mampu menjadi juara (Best Debut). Dan ketiga, PT IP masuk Top 100 Communications Materials 2012. Sementara penghargaan yang dirasakan Dewi paling bergengsi tak lain menjadi Juara I Annual Report, berturutturut 2010 dan 2011. “Saat pengumuman annual report di 2011, saya sempat sport jantung. Apalagi disaksikan Pak Dis (Dahlan Iskan, Menteri BUMN). Tak lama setelah Pak Dis pulang, eh, Indonesia Power juara I. Kecewa juga karena Pak Dis nggak menyaksikan,” kenang mantan Vice President Kinerja PLN, di era Dirut Kuntoro Mangkusubroto itu kepada Iwan Purwantono dari InilahREVIEW. Alumni Fakultas Ekonomi UGM itu, mulai berkarier sebagai auditor di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara, sekarang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Saat menjadi auditor itulah, Dewi mulai

38

bersinggungan dengan PT PLN saat mendapat tugas mengaudit laporan keuangan perusahaan setrum negara tersebut. Bahkan, selama 14 tahun, dia dipercaya mengaudit PLN. Pada 1995, Dewi pun mendapat tawaran untuk bergabung di PLN. Kesempatan yang tak ditampiknya. Selanjutnya pada 2008, di mana seharusnya memasuki masa pensiun, Dewi justru mendapat tawaran sebagai Direktur Keuangan PT IP. ‘’Kebetulan SDM di IP kebanyakan anak muda. Saya punya motivasi khusus, bagaimana menciptakan anak-anak muda itu bisa berprestasi,’’ ujarnya. Kini, jajaran direksi IP bakal memasuki masa pergantian. Namun, Dewi tak resah. Sebab dia yakin, berkarya bisa kapan saja dan di mana saja. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Dewi Sri Wahyunie

Kapan Saja, di Mana Saja


figur ikke nurjanah

Tuntut Presiden SBY

i

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

kke Nurjanah (38), pedangdut yang juga Ketua Harian Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI), mengaku tak percaya Presiden SBY bakal melarang pergelaran dangdut, dalam ajang kampanye Pemilu 2014 mendatang. Maklum, kebijakan itu bakal memangkas penghasilan para artis dangdut. “Pertama kali mendengar, aku sempat nggak percaya,” ujar Ikke, Rabu pekan lalu. Menurut ibu satu anak itu, para penyanyi dangdut tak punya maksud negatif dengan ikut berpartisipasi saat masa kampanye. Pernyataan Presiden SBY soal larangan dangdut terlontar pada Indonesia Democracy Outlook yang digelar KNPI, di Jakarta, Rabu pekan lalu. “Kampanye terbuka dalam gabungan besar sebaiknya dikurangi. Diganti kampanye 1.000-2.000 massa di ruangan tertutup. Tidak ada minta air, minta dangdut dan lain lain,” kata SBY. Kini, Ikke dan PAMMI akan menuntut klarifikasi dari istana soal tersebut. “Kita ingin klarifikasi dari pihak kepresiden­an. Kami ingin meluruskan saja,” ujarnya. n

Leonardo DiCaprio

Sumbang Rp 1,9 Miliar TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

l

eonardo DiCaprio (38), pemeran film kolosal Titanic dan yang terbaru, Django Unchained, tak menyia-nyiakan kesempatan ekslusif untuk seharian bersama Bill Clinton, mantan Presiden AS. Meski Leo–panggilan akrabnya—harus rela merogoh kocek sekitar Rp 1,9 miliar untuk kesempatan langka tersebut. Leo begitu bersemangat karena dia salah satu pengagum Clinton. Apalagi, dana tersebut bukan buat Clinton pribadi, tapi untuk disumbangkan kepada para pengungsi Haiti, yang rumahnya luluh lantak dihajar gempa bumi tiga tahun lalu. Kesempatan seharian bersama Clinton itu, diakhiri dengan malam penggalangan dana pada Sabtu (14/1). Kegiatan sukses besar dan berhasil menghimpun Rp 21,6 miliar. Selain DiCaprio, nama-nama beken lain yang hadir di antaranya Daniel Craig (pemeran James Bond), Richard Gere, Julia Roberts, Pamela Anderson, dan Eva Longoria. n

39


gaya hidup Jet Pribadi

Memburu Jet Pribadi Banyak orang kaya Indonesia kini memiliki jet pribadi. Selain prestise, jet pribadi sudah menjadi gaya kalangan pengusaha mapan.

J

TEKS Iwan Purwantono foto riset

ackie Wu, Presiden Jetsolution International Services Ltd, kini sedang mengincar Indonesia. Dia melihat, saban tahun jumlah orang kaya baru di negara ini terus bertambah. “Saat ini, kekayaan bergerak ke Asia. Dan, banyak potensi khususnya di

Indonesia,� kata Jackie, seperti dikutip Bloomberg, Jumat pekan lalu. Jackie ingin menangkap peluang pasar jet pribadi di Indonesia. Selain sebagai mobilitas bisnis, jet

pribadi juga dipakai untuk menaikkan gengsi dan gaya hidup. Dan, itu hanya dimiliki oleh orang-orang berduit. Tak percaya? Lihat saja data yang dimiliki Bombardier Inc. Menurut Bombardier Inc, pada 2011, jumlah pesawat jet pribadi di dunia mencapai 15.200 unit. Dari jumlah itu, yang dimiliki orangorang Asia hanya 5%. Namun, di tahun 2017 nanti, porsi itu bakal meningkat sampai 20%, atau naik empat kali lipat. Itulah mengapa, Jackie begitu tertarik masuk ke pasar ini. Dan, ambisi Jackie ini langsung ditangkap PT Angkasa Pura (AP) I dan PT Lion Mentari Airlines. Tahun ini, AP I membangun dua terminal khusus atau General Aviation Terminal (GA) di Bandara Ngurah Rai, Bali dan Bandara Sepinggan, Balikpapan. Kedua terminal itu, didisain khusus untuk melayani jet pribadi. Untuk realisasinya, AP I menggandeng Execujet Aviation Group (EAG). Lion Air pun demikian. Juni 2012 lalu, maskapai ini memutuskan mendirikan perusahaan layanan penyewaan jet pribadi bernama Bizjet. Yakin akan besarnya potensi pasar, Lion Air menambah armadanya dengan membeli dua unit pesawat jenis Hawker 900 XP. Tak mau kalah, PT Ekspres Transportasi Antarbe-

Kalau punya jet pribadi kan mendukung bisnisnya. Bisa lebih mobile, tak terbatas. Selain prestise, jet pribadi sudah menjadi gaya kalangan pengusaha mapan.

40

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


gaya hidup Jet Pribadi nua (Premiair) menginvestasikan dana sebesar US$ 9,5 juta untuk membeli pesawat jenis Phenom 300, Legacy 600 dan dua unit helikopter. Saat ini, Premiair telah mengoleksi 14 pesawat, enam di antarnya adalah Embraer buatan Brasil. Sedangkan, Jet Royal memiliki jet pribadi dari jenis Embraer Legacy 600 kapasitas 13 orang, Embraer 120 berkapasitas 18 orang, Hawker 900XP yang ber­ kapasitas 8 orang, dan Premier 1 Beec­h­craft yang berkapasitas 6 orang, serta Fokker 100 yang berkapasitas 35 orang.

40 Pengusaha Tak ada yang salah kalau perusahaan-perusahaan itu masuk ke pasar ini. Maklum, sekali lagi, lantaran kuenya begitu gurih. Banyak orang Indonesia kini memiliki jet pribadi, termasuk mereka yang baru saja kaya. Coba saja dengar informasi yang disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi. Saat ini, katanya, sedikitnya ada 40 pengusaha Indonesia yang memiliki jet pribadi. Mereka adalah pebisnis tajir yang kebanyakan bermain di sektor batu bara. ‘’Kalau punya jet pribadi kan mendukung bisnisnya. Bisa lebih mobile, tak terbatas. Selain prestise, jet pribadi sudah menjadi gaya kalangan pengusaha ma-

pan,” kata pendiri Gemala Group ini. Beberapa pengusaha kakap juga disebut-sebut memiliki jet pribadi. Mereka antara adalah Surya Paloh, Prabowo Subianto, Solihin Kalla, Oesman Sapta, Chairul Tanjung, Peter Sondakh, dan Sandiago Uno. Biasanya, jet pribadi mereka ‘diparkir’ di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tentu, ada ongkos garasi yang harus disetor ke PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara. Kabarnya, Prabowo suka terbang dengan Legacy 600 menuju Hong Kong atau negara tetangga, guna urusan bisnis. Beda dengan Prabowo, Surya Paloh rajin menyambangi daerah menggunakan jet pribadinya. Pesawat ini, kabarnya, bekas milik Ratu Elizabet II. Tentu, harga jet pribadi ini cukup mahal. Selain Surya Paloh ada pula pengusaha Oesman Sapta yang disebut-sebut punya tiga jet pribadi, Solihin Kalla— putera mantan Wapres Jusuf Kalla—memiliki dua private jet, Chairul Tanjung (Para Grup) memiliki dua pesawat. Dan, Peter Sondakh serta Sandiaga Uno, masing-masing punya satu. Bisa jadi, jumlah orang kaya Indonesia yang memiliki jet pribadi tahun ini akan bertambah. Seperti yang disampaikan Sofjan Wanandi, selain prestise, jet pribadi sudah menjadi gaya kalangan pengusaha mapan. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Harga Sewa Jet Pribadi Tak bisa membeli jet pribadi? Jangan takut. Ada sejumlah perusahaan di Indonesia yang menyewakan pesawat ini. Mahal? Tentu saja. Jet Royal adalah salah satu perusahaan penyedia jet pribadi sewaan. Perusahaan ini memasang tarif US$ 200 ribu untuk 25 jam penerbangan. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,9 miliar (kurs Rp 9. 500). Bila penyewa lebih sreg mengudara dengan Embraer Legacy 600, perlu menyiapkan dana US$ 8.000 atau Rp 76 juta per jam. Harga tersebut sudah termasuk biaya ground handling, katering, dan fasilitas lainnya. Sedangkan Jet Java, memasang tarif US$ 6.600 atau Rp 62,7 juta per jam untuk pesawat jenis Embraer Legacy 600. Sementara untuk Embraer 120 dan Fokker 100, tarif sewanya mencapai US$ 3.300 (Rp 31,35 juta) dan US$ 7.700 (Rp 73,15 juta) per jam. Lion Air yang kini merambah bisnis sewa jet pribadi, mematok tarif US$ 5.000 sampai US$ 7.000 per jam, untuk Hawler 900 XP yang berkapasitas 9 penumpang, atau sekitar Rp 47,5 juta hingga Rp 66,5 juta. PT Ekspres Transportasi Antarbenua (Premiair) juga menyediakan jet sewaan dari jenis Phenom 300 dan Legacy 600. Untuk Phenom 300 yang bisa menampung tujuh penumpang, harga sewanya US$ 4.000-US$ 5.000 per jam. Sedangkan Legacy 600, harga sewanya US$ 9.000-US$ 10.000 per jam, dengan minimal sewa dua jam. Harga sewa jet pribadi memang mahal, begitu pula ongkos perawatannya. Tapi itu, tak berarti sepi peminat. Mau coba? n

41


lingkungan banjir

Jangan Cuma Salahkan Air Hujan Kemampuan daerah perkotaan untuk menyerap air hujan makin menurun. Masalahnya, makin bertambah karena banyak desa yang kini sudah berubah menjadi kota. TEKS hideko FOTO wirasatria

42 42

h

ujan besar kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Seperti biasa, hanya dalam hitungan jam, sejumlah ruas jalan di ibukota pun tergenang air cukup tinggi sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan bermotor. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di beberapa ruas jalan, dan kegiatan ekonomi pun langsung lumpuh total. Banjir yang melanda kota besar seperti Jakarta memang bukan pemandangan

baru. Hampir di setiap musim penghujan sebagain besar kawasan kota-kota besar di tanah air kerendam air. Pemicunya bukanlah hujan deras yang berlangsung lama. Hujan dengan intensitas sedang saja ternyata mampu menyebabkan banjir. Sepertinya air hujan di kota-kota besar Indonesia tak mampu lagi terserap ke dalam tanah. Sudibyakto, Guru Besar Hidrologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengatakan lebih dari 72% air hujan di perkotaan tidak meresap ke dalam tanah. Air tersebut mengalir di permu-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


lingkungan banjir kaan menuju sungai atau daratan yang lebih rendah. Kondisi inilah yang menjadi pemicu banjir rutin di perkotaan. Seharusnya, air hujan tidak langsung mengalir ke sungai atau laut, tetapi disimpan untuk memperkaya air tanah. Menurut Armi Susandi, Kepala Pusat Perubahan Iklim Institut Teknologi Bandung, air hujan yang tersimpan dalam tanah bisa menjadi penahan perembesan air laut ke daratan. Penyimpanan air hujan membantu mengurangi percepatan amblesnya tanah akibat penyedotan air tanah. Tapi kecendrungannya jumlah air limpasan di perkotaan terus meningkat. Pada kurun waktu 1990-2000, hanya 50%-60% air hujan yang terbuang. Dalam periode sama, di pedesaan, air hujan yang menjadi air limpasan sekitar 30%40%. Saat ini kemampuan kawasan perdesaan untuk menyerap air hujan relatif sama. Sudibyakto menjelaskan, meningkatnya jumlah air hujan yang menjadi limpasan disebabkan oleh perubahan iklim yang memicu pergeseran pola cuaca dan hujan. “Indikasi, ada peningkatan curah hujan serta makin pendeknya periode hujan deras yang akhirnya memicu banjir besar,” katanya. Namun, lanjutnya, kerusakan lingkungan menjadi penyebab utama banjir di kawasan perkotaan. Pengembalikan peruntukan lahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DASD).

«Indikasi, ada peningkatan curah hujan serta makin pendeknya periode hujan deras yang akhirnya memicu banjir besar.» Sudibyakto Guru Besar Hidrologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Desa berubah jadi kota Daerah yang seharusnya menjadi tutup­ an hijau, menurut Sudibyakto, kini makin berkurang. “Padahal kawasan tersebut berfungsi sebagai daerah serapan air,” katanya. Idealnya, lanjut Sudibyakto, minimal 30% luas kota merupakan daerah hijau yang mampu menyerap air hujan. Namun di sejumlah kota besar seperti Jakarta, luas kawasan tutupan hijau itu kurang dari 10%. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kawasan perdesaan yang dulu menjadi air hujan, kini telah berubah menjadi kota-kota kecil. Kondisi ini diperparah lagi dengan meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan. Jika tahun 2000 hanya 42% penduduk tinggal di kota, tahun ini diperkirakan melonjak jadi 53%. Makanya, jangan heran bila beberpa kawasan

Green building dan memperbanyak sumur resapan.

Penghijauan lingkungan sebagai resapan air dan paru-paru kota.

yang sebelumnya bebas dari bencana banjir, kini menjadi langanan banjir. Upaya untuk mengatasi banjir memang telah dilakukan banyak pemerintah kota. Namun, sayang, adaptasi bencana banjir itu masih bersifat konvensional. Upaya yang dilakukan kerap tidak memperhitungkan tingkat kerusakan lingkungan dan perubahan iklim beberapa dekade ke depan yang akan semakin parah. Upaya penanganan bencana juga masih memakai paradigma lama tanpa didasari kajian ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Akibatnya, banyak investasi untuk pengurangan risiko bencana tidak memberikan hasil optimal. Infrastruktur yang dibangun hanya memiliki masa guna yang pendek. Rencana pembangunan deep tunnel untuk mengatasi banjir di Jakarta mungkin bisa jadi contoh. Seharusnya air yang tertampung dalam terowongan dikembalikan ke dalam tanah untuk memperkaya air tanah, bukan malah dibuang ke laut. Makanya, solusi paling ideal untuk mengatasi banjir adalah dengan memperbanyak kawasan resapan air hujan. Memperbanyak lubang biopori di kawasan pemukiman bisa dijadikan solusi mengurangi banjir dan meningkatkan resapan air hujan. n

Beberapa langkah mencegah banjir di perkotaan Mencegah penurunan permukaan tanah agar tidak meluas. Mengubah perilaku masyarakat.

Memperbaiki sistem drainase dan tempat penampungan air hujan. Sumber: Riset

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

43


internasional Perekonomian as

Drama d Pagu Utang Pagu utang menjadi perdebatan serius antara Gedung Putih dan Kongres yang dikuasai Partai Republik. Masalah ini mengancam peringkat utang AS yang berpotensi kembali turun. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

44

rama penyusunan anggaran Amerika Serikat (AS) terus terjadi. Setelah penghujung tahun lalu publik AS dan global secara bertubi-tubi disuguhi istilah fiscal cliff atau jurang fiskal, kini istilah yang menjadi mendunia adalah debt ceiling atau pagu utang. Masalah utama dari fiscal cliff sudah diselesaikan ketika Gedung Putih dan Kongres mencapai kesepakatan soal tarif pajak baru. Kini, pemerintah dan dewan perwakilan rakyat AS itu kembali terlibat negoisasi panas soal debt ceiling atau pagu utang. Pagu utang AS dipatok di angka US$ 16,4 triliun. Pada 31 Desember 2012, utang pemerintah federal telah mencapai US$ 16,394 triliun. Jika pagu utang tidak dinaikkan, maka risikonya akan terjadi bencana ekonomi. Pembayaran terhadap penerima jaminan sosial dan personel militer akan dan pemerintah juga akan gagal bayar terhadap kreditur. Bayang-bayang penurunan peringkat utang pun kian nyata. Tak heran jika Presiden Barack Obama bersikeras untuk menaikkan pagu utang tersebut sebesar US$ 1,2 triliun. Dia bahkan secara keras menyatakan akan menolak negosiasi apapun dengan kubu Republik dalam hal ini. Presiden Obama juga tidak bersedia membicarakan ini dikaitkan dengan masalah pemangkasan anggaran. “Yang takkan saya lakukan adalah bernegosiasi dengan todongan senjata ke kepala rakyat Amerika,�

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


internasional Perekonomian as kata Obama pada konferensi pers di Gedung Putih, pekan lalu. Apabila Republik menolak membayar tagihan-tagihan AS pada waktunya, kata Obama, tagihan jaminan sosial dan pensiun para veteran akan tertunda. “Kita mungkin tak mampu untuk membayar tentara kita, atau menghargai kontrak yang kita buat dengan pebisnis kecil,” imbuhnya. Obama menuduh kubu Partai Republik mencoba mencari tebusan politik dalam usaha menyelesaikan sengketa fiskal jilid dua ini. “Mereka bisa bertanggung jawab dan menanggung tagih­an-tagihan warga AS, atau mereka bisa bertindak tanpa tanggung jawab dan menempatkan Amerika dalam krisis ekonomi lagi,” tandasnya. Terkait masalah ini, Obama membandingkannya dengan makan di restoran dan kemudian tidak membayar. “Sekarang, jika Kongres ingin berdebat soal makan malam berikutnya, mungkin kita harus pergi ke restoran yang lebih sederhana,” kata Obama. Bahkan, Obama menyebut soal analogi “membayar tagihan” sampai 26 kali. Lebih dari itu, Obama menggambarkan jika tidak ada kenaikan pagu utang, ini akan bisa merusak pasar dan berujung pada resesi. “Pasar bisa rusak,” katanya. “Ini akan memperlambat pertumbuhan kita. Mungkin ujung membawa kita ke dalam resesi dan, ironisnya, mungkin akan meningkatkan defisit kita.” Sebelumnya, Departemen Keuangan AS menyatakan, AS telah melampaui pagu utang yang sesuai undang-undang sebesar 16,4 triliun dollar AS pada akhir 2012. Meski demikian, departemen itu mengaku siap menerapkan sejumlah langkah khusus (extraordinary) untuk menghindari kehabisan dana hingga akh­ir Februari mendatang.

SIKAP REPUBLIK Kubu Republik sejauh ini bersikeras agar Obama memangkas sejumlah belanja pemerintah untuk mengerem defisit. Ini merupakan syarat untuk memperoleh persetujuan mereka dalam menaikkan batas atas utang AS. “Obama harus serius mengenai belanja dan batas utang. Inilah waktu yang tepat untuk itu,” kata pimpinan Senat dari Partai Republik, Mitch McConell. Ketua Kongres AS dari Partai Republik John Boehner menambahkan, “Rakyat AS takkan mendukung kenaikan pagu utang tanpa mengurangi belanja pemerintah di saat yang sama.”

«Setiap kali hal itu muncul saya harus menemui setiap anggota dan melakukan pengambilan suara. Hal itu cukup menyiksa.»

2018

$ 22.0

2017

$ 21.2

2016

$ 20.3

2015

$ 19.4

2014

$ 18.5

POLITISI PARTAI REPUBLIK AS

2013

Kongres AS telah mengadakan pemungutan suara yang menentang rencana Presiden Obama untuk menaikkan pagu utang sebesar US$ 1,2 triliun. Dalam pemungutan suara, Rabu, pekan lalu sebanyak 239 anggota Kongres menentang rencana itu, sedangkan 176 mendukung. Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke menyatakan, ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda postif. Namun, ancaman default sangat terbuka jika pagu utang tidak dinaikkan. Ditambah pemotongan belanja yang berlebihan akan memperlambat pemulihan.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

«Anda tidak bisa mengambil risiko kepada hal yang standar. Saya rasa hal tersebut tidak baik untuk mengemukakan isu.» Newt Gingrich.

dick gephardt. politisi partai demokrat as

Proyeksi Utang Federal dalam Triliun

$ 17.5

“Kami sedang mendekati sejumlah masalah fiskal yang kritis,” kata Bernanke. “Ini sangat-sangat penting bahwa Kongres mengambil tindakan yang diperlukan untuk menaikkan plafon utang guna menghindari situasi di mana pemerintah kita tidak bisa membayar tagihannya.” Dalam hal pagu utang, Bernanke menekankan bahwa tidak ada negara lain yang mempertahankan batas pinjaman yang sama. Sama seperti Obama, Bernanke juga menganalogikan, jika tidak mau menaikkan pagu utang, itu sama

45


internasional perekonomian as artinya enggan membayar tagihan kartu kredit. “Ini seperti keluarga yang mengatakan, ‘Kami menghabiskan terlalu banyak, jadi mari kita tidak berhenti membayar tagihan kartu kredit’.” Dia mendesak Kongres untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan perekonomian. “Kami masih dalam pemulihan yang rapuh, dan kami ingin menghindari tindakan fiskal yang dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi,” kata Gubernur The Fed tersebut. Chris Rupkey, ekonom di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd di New York tidak yakin bahwa negosiasi soal pagu utang ini akan mencapai kesepakatan sampai batas waktunya, yaitu akhir Februari atau awal Maret. “Ini tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa pasar mungkin akan guncang,” kata Rupkey. Mark Zandi, kepala ekonom Moody`s Analytics Inc di West Chester, Pennsylvania, menambahkan, saat ini investor terus mencermati kesepakatan soal ini. Jika masalah ini tidak mencapai titik temu, “Yang akan terjadi adalah gejolak keuangan dan ekonomi yang begitu parah,” katanya. Sementara itu, mantan juru bicara Gedung Putih era Presiden George W. Bush, Tony Fratto, bisa memahami sikap Presiden Obama yang tidak akan berkompromi dengan Kongres dalam hal pagu utang ini. “Saya percaya ketika dia mengatakan tidak akan bernegosiasi dalam hal pagu utang. Jika saya berada

PERINGKAT UTANG Di tengah drama negosiasi pagu utang ini, lembaga pemeringkat kredit, Fitch Rating, mengindikasikan akan menurunkan peringkat surat utang AS jika otoritas negeri Paman Sam itu masih belum bisa sepakat untuk menaikkan plafon kredit. Sebagai salah satu perusahaan pemeringkat surat utang paling berpengaruh, Fitch Rating berharap Kongres AS segera menaikkan pagu utang untuk mempertahankan risiko gagal bayar surat-surat utang AS tetap rendah. Fitch Rating masih memberikan peringkat AAA untuk surat utang AS. Namun, kemungkinan bisa turun di akhir tahun ini, walau mungkin krisis pagu utang kali ini bisa diatasi. “Kami akan mempertimbangkan penurunan peringkat (utang) jika langkah Kongres terhambat oleh perselisihan baru,” sebut Fitch. Lembaga juga me-

nyebut pagu utang sebagai suatu mekanisme yang tidak efektif. Hal itu dianggapnya bisa memunculkan potensi yang membahayakan dalam mengendalikan anggaran belanja pemerintah. Krisis pagu utang pernah terjadi pada pertengahan 2011. Namun, pada Agustus 2011 sebuah kesepakatan besar tercapai di antara Gedung Putih dan Kongres yang dikuasai Partai Republik. Pada menitmenit terakhir, eksekutif dan parlemen setuju untuk menaikkan pagu utang sedikitnya US$ 2,1 triliun. Selain kesepakatan peningkatan pagu utang, mereka juga menyetujui pemotongan pengeluaran US$ 2,5 triliun AS dalam dua putaran. Drama pagu utang saat itu membuat lembaga peringkat utang Standar & Poor (S&P) menurunkan peringkat surat ut­ang AS satu tingkat dari AAA menjadi AA+. Peringkat itu masih cukup kuat dan terpercaya, namun bukan yang tertinggi. Peringkat kredit utang AS kini berada di peringkat kedua, menandakan kepercayaan investor terhadap obligasi utang negara yang perlahan memudar. Penurunan peringkat ini merupakan yang pertama sejak S&P memperhatikan surat utang AS pada tahun 1917. Sebelumnya, S&P memang mengatakan hendak menurunkan peringkat utang AS ini sehubungan dengan semakin menumpuknya utang. Akankah drama pagu utang kali ini kembali membuat peringkat utang AS kembali melorot? n

kreditor as

IIntragovernmental AS : US$ 2,5 triliun

«Yang takkan saya lakukan adalah bernegosiasi dengan todongan senjata ke kepala rakyat Amerika.» barack obama. presiden as

di Gedung Putih, saya akan menyarankan hal yang sama,” katanya.

Swiss : US$ 113,9 miliar

Federal Reserve : US$ 1,65 triliun

Taiwan : US$ 149,6 miliar

China : US$ 1,132 triliun

Perbankan Karibia : US$ 185,3 miliar

Investor lain/ Tabungan Obligasi : US$ 1,107 triliun

Brazil : US$ 206,4 miliar

Jepang : US$ 1,038 triliun

Eksportir Minyak : US$ 232 miliar

Dana Pensiun : US$ 842,2 miliar

Perusahaan Asuransi : US$ 250,1 miliar Lembaga Penyimpanan : US$ 284,5 miliar

46

Reksa Dana : US$ 653,5 miliar Kerajaan Inggris : US$ 429,4 miliar

Negara bagianPemerintah Daerah AS : US$ 484,4 miliar

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


internasional penerbangan

Mimpi Buruk Dreamliner Serangkaian insiden yang menimpa pesawat Boeing 787 Dreamliner membuat maskapai yang memakainya menghanggarkan pesawat Boeing tercanggih ini. Saham Boeing pun turun tajam. TEKS Ali Sundoluhur foto riset

o

toritas penerbangan di seluruh dunia memerintahkan maskapai penerbangan untuk berhenti menerbang­ kan Boeing 787 Dreamliner karena risiko kebakaran terkait kegagalan pada sistem baterai. Perintah grounding (menghanggarkan pesawat) di berbagai negara itu dikeluarkan sehari setelah perintah yang sama dilakukan otoritas penerbangan Amerika Serikat, US Federal Aviation Administration (FAA), Rabu malam pekan lalu. Pesawat 787 Dreamliner merupakan

armada terbaru dari produsen asal Amerika Serikat (AS), Boeing. Pesawat itu sekaligus menjadi simbol kebanggaan AS. Namun, sayangnya, pesawat baru tersebut seolah belum sempurna dan masih mengalami beberapa kendala dalam operasionalnya. Sejak mulai beroperasi akhir tahun lalu, banyak insiden yang menimpa pesawat itu. Dalam beberapa pekan terakhir, Dreamliner menderita berbagai masalah, mulai dari kebocoran bahan bakar, retaknya jendela kokpit hingga masalah rem yang menyebabkan munculnya per-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

cikan api. Masalah pertama Dreamliner yakni pada 4 Desember 2012, ketika pesawat United Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di New Orleans karena ada masalah kelistrikan. Serangkain gangguan itu, puncaknya terjadi ketika pesawat mendarat darurat di Jepang karena alarm menunjukkan adanya asap di kompartemen listrik. FAA mengumumkan tinjauan keselamatan pesawat sebelum mengambil tindakan tegas itu. “Kegagalan sistem baterai mengakibatkan pelepasan elektrolit yang mudah

47


internasional penerbangan

terbakar, kerusakan akibat panas dan asap pada dua pesawat model 787,” kata FAA dalam sebuah pernyataan. “Akar penyebab kegagalan ini sedang diselidiki. Kondisi ini, jika tidak diperbaiki bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem. Potensi api muncul di kompartemen listrik,” sebut FAA. Menyusul pernyataan FAA tersebut, otoritas penerbangan Eropa, Jepang, dan India memutuskan untuk mengistirahatkan pesawat Dreamliner, sementara masalah baterai diselidiki. Operator di Chili dan Ethiopia juga menghanggarkan Boeing 787 itu sampai pemberitahuan lebih lanjut. Dalam insiden paling serius sejauh ini, All Nippon Airlines (ANA) 787 dengan 129 penumpang melakukan pendaratan darurat setelah alarm baterai berbunyi, Rabu pekan lalu. Kru melaporkan bau terbakar di kabin dan alarm menunjukkan asap di kompartemen listrik depan. Beberapa jam kemudian, ANA dan Japan Airlines mengumumkan bahwa mereka menghanggarkan Dreamliner total sebanyak 24 pesawat sambil menunggu hasil penyelidikan. Pemerintah Jepang mengatakan, pesawat harus tetap parkir sampai keamanan baterai bisa dipastikan. United Airlines adalah satu-satu-

48

nya maskapai AS yang mengoperasikan Dreamliner. Operator ini akan bekerja sama dengan FAA untuk memeriksa enam armada Boeing 787 setelah kasus kebakaran Boston. Kepala regulator penerbangan sipil India, Arun Mishra, juga meminta Air India menghentikan operasi enam Dreamliner untuk sementara waktu. Badan Keselamatan Penerbangan Eropa juga telah mengadopsi direktif FAA yang berlaku untuk Boeing 787 yang diterbangkan oleh operator Lot Polandia. Ethiopian Airlines juga mengumumkan untuk sementara menghanggarkan empat Dreamliner. Lan Airlines yang berbasis di Chili mengatakan pihaknya sementara menghanggarkan tiga Boeing 787 dan Qatar Airways juga memarkir lima Dreamliner-nya. Kondisi ini jelas menjadi pukulan bagi Boeing yang merupakan salah satu produsen pesawat terbesar di dunia. Chief Executive Officer Boeing Jim McNerney mengatakan, pihaknya yakin bahwa pesawat aman dan siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membuat pesawat terbang kembali. “Boeing berkomitmen untuk mendukung FAA dan menemukan jawaban secepat mungkin,” katanya.

McNerney tidak menyebutkan spesifik tentang kejadian terakhir, namun mengatakan perusahaan ini, “Sangat menyesalkan dampak peristiwa barubaru ini yang telah mengganggu jadwal operasi dari pelanggan kami dan ketidaknyamanan kepada mereka dan penumpang mereka.”

TEKNOLOGI BARU Teknologi Dreamliner tergolong maju dan dipandang sebagai hal penting bagi masa depan produsen pesawat terbesar di dunia tersebut. Pesanan terhadap Dreamliner juga terbilang tinggi. Penerbangan komersial pertama Dreamliner terjadi pada Oktober 2011 dari Tokyo ke Hong Kong. Selanjutnya, pesawat ini terbang tanpa masalah besar selama berbulan-bulan. Sebagian besar masalah telah diperbaiki dan digambarkan sebagai masalah biasa di pesawat baru. Namun, para ahli mengatakan masalah desain sistem baterai akan memicu isu-isu yang lebih besar bagi perusahaan ini dan isu penerbangan. Menurut manajemen Boeing, Dreamliner terbang sebanyak 150 penerbangan setiap hari di seluruh dunia. Sejak Juli, daftar masalah yang dilaporkan mengenai pesawat Dreamliner

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


internasional penerbangan

«Boeing berkomitmen untuk mendukung FAA dan menemukan jawaban secepat mungkin.» Jim McNerney. Chief Executive Officer Boeing

mencakup kebocoran bahan bakar, kebocoran minyak, mesin retak, jendela kokpit rusak, dan masalah baterai. Profesor Raul Ordonez University of Dayton mengatakan, baterai pesawat 787 haus akan daya listrik. Dreamliner menggunakan listrik untuk menjalankan sistem lebih dari pesawat Boeing lainnya. Profesor Raul Ordonez meng­ habiskan banyak waktu mengamati pembangunan Dreamliner di markas Boeing di Seattle. Boeing 787 ini unik karena baterainya adalah baterai lithium-ion. Ini memegang lebih banyak energi untuk waktu yang lebih lama dari baterai nikel cadmium yang dipakai pesawat standar. Jenis baterai ini, kata Ordonez, sedikit lebih mungkin yang menyebabkan timbul masalah. Juru bicara GS Yuasa, Tsutomu Nishijima, menjelaskan, meskipun baterai lithium cepat panas karena strukturnya, namun memiliki sistem dan sirkuit di tempat untuk mencegah overheating. Perusahaan Jepang ini memasok baterai untuk Dreamliner. Setelah insiden di Boston, Kepala enginer Boeing Mike Sinnett menyatakan keyakinannya bahwa sistem baterai pesawat aman. “Saya 100% yakin pesawat tersebut aman untuk terbang,” katanya. “Saya sudah terbang di sepanjang waktu.” Pilot komersial senior dan analis industri penerbangan Patrick Smith mengatakan, masalah baterai tampaknya tidak menjadi masalah besar. Namun, ia memuji langkah FAA dan menyebutnya sebagai “langkah positif dan proaktif”. “Saya tidak berpikir bahwa itu berbahaya bagi pesawat yang akan terbang. Tapi mungkin bukan hal yang baik ter-

bang dan mendarat darurat seperti di Jepang,” kata Smith. “Semua pesawat memiliki masalah mereka, dan sekarang pihak berwenang mengatakan, ‘Stop’. Itu hal yang baik.”

SAHAM BOEING Masalah ini juga menyebabkan turunnya harga saham Boeing di perdagangan. Setelah Badan Pengawas Penerbangan Federal AS mengeluarkan pengumuman penghentian penerbangan Boeing 787 Dreamliner, saham Boeing turun 2% menjadi US$ 72,80. Meski dibebani masalah Dreamliner, Boeing tetap tercatat sebagai produsen pesawat terbesar dunia, mengalahkan Airbus Eropa. Seperti dikutip dari situs resmi Boeing, harga pesawat seri 787 dipatok mulai dari US$ 206, 8 juta hingga US$ 243, 6 juta. Meski harganya cukup mahal, namun ternyata masih lebih murah dari seri 777 yakni US$ 258, 8 juta hingga US$ 315 juta.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Boeing telah mengirim 50 Dreamliner sejauh ini dan memiliki lebih dari 800 pesanan tambahan dari maskapai penerbangan di seluruh dunia. Operator yang masih menunggu pengiriman antara lain Qantas dari Australia dan Etihad di Uni Emirat Arab. Mereka yakin bahwa masalah akan diselesaikan pada saat mereka menerima pesawat. Sementara itu, pesanan pesawat Airbus tahun lalu anjlok tajam. Dalam persentase tahunan di Toulouse, Presiden Direktur Airbus Fabrice Bregier menyatakan, pesanan atas pesawat Airbus tahun 2012 lalu anjlok hingga 43% menjadi hanya 650 jet. Sementara kompetitornya, Boeing mencapai 921 pesawat. Penurunan tersebut membuat Airbus harus rela menyerahkan mahkota sebagai produsen pesawat terbesar dunia kepada Boeing yang kini menguasai 41% pangsa pasar. Meski demikian, Bregier optimistis pesanan dan pengiriman pesawat pabrikannya akan pulih tahun 2013 ini. Bregier mengaku tahun ini sudah mengantongi 914 pesanan yang didominasi oleh pesawat Neo-A320 . n

Delapan Maskapai Grounded Dreamliner Qatar Airways

Air India

All Nippon Airways

Japan Airlines

Lot Airlines Poland

United Airlines

Ethiopian Airlines

LAN Airline Chile

49


profil Migas

Rudi Rubiandini Suharsyah

Tugas Baru Kesatria Migas Kursi Wakil Menteri ESDM baru dijabatnya selama enam bulan. Tapi, posisi itu terpaksa ditinggalkannya untuk membenahi sektor hulu migas. TEKS Hideko ilustrasi apenk

T

hree Musketeers. Begitulah gambaran yang disampaikan oleh Jero Wacik, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk trio pejabat di sektor minyak dan gas (migas). Mereka adalah Rudi Rubiandini Suharsyah (Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi/SK Migas), Susilo Siswoutomo (Wakil Menteri ESDM), dan tentu saja Jero Wacik sendiri. Mereka adalah formasi baru yang mendapat tugas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggenjot produksi migas dalam negeri. “Kami bertiga, The Three Musketeers, akan bekerja keras,” kata Jero Wacik. Ia menegaskan, mereka semua akan bekerja keras terutama untuk meningkat pro-

50

duksi minyak dan gas bumi dalam negeri. Pasalnya, sejauh ini lifting selalu meleset dari target. Nah, tahun ini, lifting minyak ditargetkan 900 ribu barel per hari. Bagi Rudi Rubiandini, penunjukan dirinya sebagai Kepala SK Migas seperti kembali pulang kampung. Maklum, enam bulan lalu, sebelum dipercaya menjadi Wakil menteri ESDM, pria kelahiran Tasikmalaya 50 tahun yang lalu itu adalah Deputi Pengendalian Operasi BP MIGAS. Kini, ia kembali bertugas ke kantor lamanya yang telah berganti menjadi SK Migas. Seperti diketahui, November silam, BP Migas dibubarkan Mahkamah Konstitusi. Tapi sepertinya ada yang mengganjal

« Saya jadi mikir ya, kenapa harus saya. Memang tidak ada orang lain selain saya yang mampu jadi itu »

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


profil Migas

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan dari ITB ini memang seorang inovator, trainer, dan penulis yang sudah sejak lama bergelut dalam dunia migas. Rudi terkait penunjukanya sebagai Kepala SK Migas. Soalnya, ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri ESDM yang kedudukannya lebih “bergengsi” ketimbang Kepala SK Migas. Alumni jurusan Teknik Perminyakan ITB ini memang sempat menyayangkan penunjukan dirinya sebagai Kepala SK Migas. Pasalnya, ia merasa belum berbuat banyak di sektor energi, terutama dalam membantu Menteri ESDM. “Itu yang disayangkan, karena saya belum berbuat banyak,” katanya. Rudi mengaku terkejut ketika mendengar dirinya dicalonkan menjadi Kepala SK Migas. “Saya jadi mikir ya, kenapa harus saya. Memang tidak ada orang lain selain saya yang mampu jadi itu,” ujarnya. Namun ia menyadari bahwa penunjukannya sebagai Kepala SK Migas merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan. Rudi pun sangat berharap bahwa jabatan baru yang diembannya dapat memberi kebaikan kepada bangsa dan negara.

Membenai hulu migas Saat melakukan fit and proper test, Presiden menginstruksikan kepada calon kepala SK Migas untuk melakukan pembenahan pada industri hulu migas. Selain itu, Rudi juga diperintahkan untuk menjaga iklim industri hulu migas agar kondusif dan memberdayakan semua komponen untuk berpartisipasi pada sektor ini. Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan dari ITB ini memang seorang inovator, trainer, dan penulis yang sudah sejak lama bergelut dalam dunia migas. Rudi pernah dinobatkan sebagai Inovator Nasional bidang Migas oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) pada 2002. Sebelumnya, pada 1998, ia pernah mendapat gelar Dosen Teladan ITB. Sebelum diangkat menjadi Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), nama Rudi Rubiandini Suharsyah di dunia migas sudah tidak asing lagi. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Operasi BP Migas, Corporate Secretary Deputy Pengendalian Operasi BP MIGAS, Wakil

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Ketua TP3M (Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas) Kementerian ESDM dan Penasehat Ahli Kepala BP MIGAS. Awal kariernya dimulai pada 1985, sebagai staf pengajar dosen di almamaternya. Ia kemudian mengambil program doktoral di Technische Universitaet Clausthal Jerman. Setelah merampungkan gelar doktornya, 1991, Rudi kembali aktif di kampus dan melakukan berbagai penelitian. Ia berhasil mempublikasikan puluhan karya ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Rudi turut membidani lahirnya laboratorium dan peralatan penelitian di ITB dan Lemigas. Ia membuat tujuh buah peralatan penelitian bidang Teknik Minyak dan Gas bumi. Rudi juga berhasil membuat puluhan software engineering (30 software) dalam bidang Teknik Minyak dan Gas bumi. Kemudian menemukan semen yang mampu mengembang (Expanding Cement). Rudi juga berhasil mematikan semburan pada beberapa sumur Migas Indonesia yang sedang blowout, seperti di sumur Lengowangi Pertamina-Petrochina, Gresik dan semburan lumpur dan gas di Sumur Merbau, Pertamina Sumbagsel. Ia pun tercatat sebagai penulis beberapa buku tentang migas. Rudi dikukuhkan sebagai Guru Besar ITB pada tahun 2010 . Selama aktif di kampus, Rudi mengemban sejumlah jabatan yakni Sekretaris jurusan Teknik Perminyakan ITB, General Manajer Sabuga, Direktur Penerbit ITB, Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI ITB dan Direktur Utama PT LAPI ITB yang bergerak dalam bidang konsultan. Ia juga terlibat dalam beberapa organisasi masyarakat seperti menjadi sekretaris pakar bidang teknologi ICMI-Jabar, Dewan Pakar PII (Persatuan Insinyur Indonesia) dan juga IATMI. Dengan seabrek pengalaman sebagai akademisi maupun profesional di bidang Migas, tak salah jika Rudi diharapkan mampu memberi sentuhan untuk meningkatkan kinerja sektor migas. n

51


hukum penyuapan

papan reklame PT Asuransi Allianz Utama Indonesia

Siapa Pejabat Penerim PT Asuransi Allianz Utama Indonesia diduga melakukan suap kepada sejumlah pejabat BUMN. Anehnya, kasus ini justru terbongkar oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat.

B

TEKS Latihono Sujantyo dan Iwan Purwantono Foto wirasatria, riset

aru beroperasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) naga-naganya bakal men足 dapat tugas yang cukup berat. Lembaga baru ini akan menerima limpahan kasus dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Kasus itu berupa dugaan suap yang dilakukan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia kepada sejumlah pejabat BUMN.

52

Maklum, sesuai UU, sejak awal tahun ini, fungsi dan peran Bapepam-LK beralih ke OJK. Dengan peralihan ini, OJK punya wewenang menjatuhkan sanksi administratif, mencabut izin usaha, dan membekukan lembaga keuangan yang terindikasi merugikan investor. Tentu saja, ini menjadi ujian bagi OJK. Dengan kewenangan seabrek itu, apakah lembaga superior ini mampu menangani kasus tersebut. Sebab, kasus ini terbilang berat dan rada aneh. Pasal-

nya, kasus dugaan suap ini justru terbongkar di Amerika Serikat, tapi malah lolos dari pengawasan Bapepam-LK. Entahlah, kenapa kasus ini bisa lolos dari pengawasan Bapepam-LK. Firdaus Djaelani, anggota Dewan Komisioner OJK, menduga hal itu mungkin karena jumlah sumber daya manusia di Bapepam-LK. Katanya, di Indonesia ada sekitar 40 perusahaan asuransi dan reasuransi. Namun, jumlah pegawai Biro Asuransi Bapepam-LK hanya sekitar 95 orang. Itu pun tidak semuanya pengawas, ada juga bagian tata usaha.

Hasil Investigasi SEC Yang jelas, kasus dugaan suap yang dituduhkan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia telah menyedot perhatian publik. Kasus ini terbongkar berkat investigasi yang dilakukan Securities and Exchange Commission atau

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


hukum penyuapan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Semua berawal pada Februari 2001, saat CEO Allianz Utama periode 19982001, Chief Financial Officer Allianz Utama dan agen asuransi Allianz Utama membuka rekening agen dengan tujuan khusus (Agent special purpose account/ ASPA). Rekening ini di luar pembukuan dan atas nama agen asuransi Indonesia. Lewat ASPA inilah diatur skema pembayaran untuk pegawai BUMN. Tujuannya, mengamankan kontrak asuransi pada sejumlah proyek besar pemerintah Indonesia. Pembayaran ini lalu disamarkan dalam kontrak asuransi sebagai komisi agen. Setiap kontrak asuransi diuraikan dalam dua bagian premi, yakni premi teknis dan premi nonteknis. Porsi premi teknis biasanya 75%-95%, sementara premi nonteknis 5%-25% dari total premi. Setelah seluruh premi yang disimpan ke rekening bank Allianz Utama masuk dalam sistem akuntansi internal, Manajer Pemasaran akan mengajukan permintaan pembayaran komisi kepada bagian keuangan. Setelah disetujui, ko-

bursa AS

dolar,” ujar Kara Brockmeyer, ketua Unit FCPA di Divisi Pelaksanaan SEC. SEC menduga, unit perusahaan asuransi dan manajemen aset asal Jerman tersebut melanggar aturan dan ketentuan pengawasan internal seperti tercantum dalam Undang-Undang PraktikPraktik Korupsi Asing (FCPA). FCPA melarang perusahaan menyuap pejabat di negara lain untuk memperoleh atau

ma Suap Allianz? misi agen itu akan ditransfer ke ASPA. Kemudian, Manajer Pemasaran akan menarik komisi dalam bentuk tunai dan memberikan kepada pejabat asing.

Dari 2001 Sampai 2008 Praktik tak sedap itu berlangsung dari tahun 2001 hingga 2008, saat saham dan obligasi Allianz tercatat di SEC dan diperdagangkan di Bursa Saham New York (NYSE). SEC menduga sebanyak 295 kontrak asuransi terkait proyek besar pemerintah berhasil diperoleh Allianz dengan menyuap hingga US $ 650.626 atau sekitar Rp 6,27 miliar. Menurut SEC, dari hasil suap ini, Allianz meraup keuntungan lebih dari US $ 5,3 juta. “Anak perusahaan Allianz membuat sebuah akun ilegal untuk menyimpan dana guna menyuap pejabat pemerintah, demi mendapat kontrak asuransi yang nilainya mencapai beberapa juta

mempertahankan bisnisnya. Allianz yang berbasis di Muenchen, Jerman, tidak mengakui atau menolak telah melakukan praktik keliru. Namun, perusahan sepakat tidak lagi mengulangi perbuatan yang keliru di kemudian hari. Perusahaan ini bertekad memperbaiki pengawasan atas praktik korupsi oleh stafnya. Untuk itu, Allianz harus membayar biaya penghentian pengusutan kasus US$ 5,32 juta, bunga praperadilan US$ 1,77 juta dan penalti sebesar US$ 5,32 juta. Kiswati Soeryoko, Chief of Sharia and Corporate Communication Officer Allianz Life Indonesia mengatakan, saat ini kasus itu telah selesai. “Kasusnya sudah selesai ya. Kami juga sudah menerapkan standar good corporate governance yang lebih kuat, juga restrukturisasi manajemen,” ujarnya kepada Bisnis, Desember lalu. Hanya saja, yang kini menjadi per-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

tanyaan banyak kalangan, siapa pejabat BUMN yang menerima suap itu? Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, bila ditemukan ada pejabat negara menerima suap atau gratifikasi, maka pihaknya bisa menindaklanjuti. Menurut Johan, dalam membongkar kasus suap atau gratifikasi, KPK mengacu pada UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK, pasal 16, yang menyebutkan bahwa setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara wajib melaporkan adanya gratifikasi. Selanjutnya, KPK juga harus melongok pada UU No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bebas KKN. Kalau perkembangannya ditemukan ada suap atau gratifikasi, KPK tentu akan mendalaminya, kata Johan kepada InilahREVIEW, Rabu pekan lalu. Selain itu, lanjutnya, harus ada pihak yang melaporkan kasus ini ke KPK. Apabila prasyarat tersebut terpenuhi, maka KPK wajib membongkar kasus suap Allianz. Walaupun misalnya ada lembaga yang berkaitan dengan kasus tersebut sudah melebur ke lembaga lain, OJK. “Kami tetap bisa mengejar. Kan orangnya bisa kita mintai keterangan,” katanya. Gratifikasi, menurut Pasal 12B UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cumacuma, dan fasilitas lainnya. Tak hanya si penerima terancam hukuman pidana. Si pemberi pun, menurut UU tersebut, diancam hukuman yang sama. n

53


hukum Gratifikasi

Menjerat Suap Seksual Gara-gara gratifikasi berbentuk materi banyak yang ketahuan, layanan seks menjadi salah satu alternatif yang disodorkan penyuap. TEKS Elka Saraswati Foto riset

S

ebut saja namanya Aldi, pejabat senior di sebuah perusahaan pertambangan terkemuka di negeri ini. Posisinya di perusahaan menjadikan ia kerap berhubungan dengan pejabat maupun petinggi negara, terutama yang memiliki otoritas di bidang pertambangan minyak dan gas. “Sekarang kebanyakan dari mereka tak lagi meminta uang sebagai hadiah. Gantinya, mereka minta difasilitasi hiburan, lengkap dengan teman perempuan,” urainya. Aldi sendiri mengaku tak tahu apa yang kemudian terjadi dalam acara hibur-menghibur itu. Maklum saja, ia memilih langsung beranjak pergi setelah memastikan semua tersedia. Namun diakuinya, sosok perempuan yang dihadirkan untuk menghibur memang diminta menemani sang pejabat kapan

54

saja, di mana saja dan untuk apa saja. Luar biasa kan…

Masalah Pembuktian Kenyataannya, meminta hiburan dan tentunya pelayanan all-in dari perempuan penghibur memang menjadi kecenderungan baru di antara pejabat dan petinggi lembaga-lembaga penyelenggara negara. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dalam satu kesempatan, mengungkapkan kecenderungan tersebut sebagai “suap seksual” Kata Mahfud, MK kerap menerima laporan terkait hal tersebut. Namun diakuinya, tak mudah menindaklanjuti laporan yang diterima, apalagi untuk sampai pada upaya-upaya hukum. Terutama ihwal pembuktian. “Itu laporan ke saya banyak yang kayak begitu. Namun bagaimana memformulasikan pembuktian, numeriknya

kan susah menilai?” ujarnya di sela-sela rapat kerja nasional ikatan alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Jakarta, Minggu (13/1) lalu. Memang, katanya, sampai saat ini belum ada produk hukum yang mengatur suap jenis ini. Terlebih saat hendak dibawa ke pidana, kasus suap seksual akan lebih sulit. Kalaupun dijerat dengan pidana perbuatan asusila, maka ancaman hukumannya boleh dibilang ringan. Sementara bila diancam dengan tindak pidana penyuapan, bukan menjadi pekerjaan mudah karena kesulitan pembuktian materiil sebagai syarat telah terjadinya tindak pidana penyuapan. Padahal seperti dibilang Mahfud, pemberian layanan seks sesungguhnya merupakan salah satu bentuk korupsi. Bahkan menurutnya, suap seks pada penyelenggara negara lebih dahsyat dibanding uang. Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Supradiono mengatakan, bila merujuk undangundang, sejatinya gratifikasi tidak mesti berbentuk uang tunai namun bisa juga berupa kesenangan. Ia kemudian menyebut Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, dan pengobatan cuma-cuma. Alhasil, fasilitas layanan seksual seharusnya dapat saja dipersoalkan secara hukum. Apalagi contoh dari hal itu sudah ada di negeri jiran, Singapura yang sukses menerapkan hukuman terhadap gratifikasi dalam bentuk pelayanan seks. Namun, kata Giri, tak mudah menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam pemberian fasilitas dan suap seksual. “Pembuktiannya tidak mudah, jadi ini jatuhnya ke ‘case building’ (pembangunan kerangka kasus) karena itu harus dibuktikan,” katanya. Pandangan berbeda soal pembuktian disampaikan penggiat antikorupsi dan mantan Sekjen Transparency International Indonesia, Teten Masduki. Menurutnya, pembuktian suap dalam bentuk penyediaan layanan seks bisa dilakukan. “Pembuktiannya kan sama dengan transaksi yang lain, itu juga tentu melibatkan transaksi uang. Jadi bisa dicari jejaknya, baik melalui kesaksian atau pun rekaman pembicaraan,” tandasnya. Persoalannya, mau dan mampukah para hamba-hamba hukum melakukannya? n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


hukum Gugatan

Kaki Tiga Menuai Perkara Lagi Logo merek Kaki Tiga terus menuai perkara. Kali ini logo yang dipakai untuk merek minuman penyegar itu, digugat seorang warga negara Inggris. TEKS Elka Saraswati Foto riset

L

ogo memang bukan sekadar simbol dari sebuah merek. Keberadaan logo mempunyai arti tersendiri yang bisa membuat suatu merek menjadi dikenal khalayak. Karenanya memilih dan mencantumkan logo tak boleh sembarangan. Apalagi jika logo yang dipakai mirip-mirip dengan simbol kenegaraan tertentu. Itu pula yang kini sedang dihadapi oleh Wen Ken Drugs, perusahaan yang memproduksi minuman penyegar “cap KAKI TIGA”. Logo Kaki Tiga yang disertai dalam merek minuman penyegar tersebut, disebut-sebut mirip dengan simbol dan lambang negara Isle of Man. Boleh jadi, Anda termasuk dari mereka yang tak banyak tahu kalau di jagad ini ada sebuah negara bernama Isle of Man. Kenyataannya memang negara pulau ini memang tak terlalu dikenal awam, meski letaknya di benua biru, Eropa sana. Namun beberapa hari belakangan, nama Isle of Man atau lebih dikenal sebagai Mann, mendadak menjadi berita. Semuanya berawal dari kegalauan Russel Vince, seorang warga negara Inggris yang tinggal di Indonesia. Kegalauannya datang demi melihat logo Kaki Tiga untuk minuman penyegar dengan merek “cap KAKI TIGA”. Russel Vince gundah karena logo Kaki Tiga di merek minuman penyegar tersebut, memiliki kemiripan dengan simbol Kaki Tiga yang menjadi lambang negara Isle of Man. Tak ingin berlama-lama didera kegelisahan, ia pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat meminta pembatalan merek “cap KAKI TIGA” beserta lambang yang digunakan. Gugatan Russel Vince terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan No.66/Merek/2012/PN.Niaga.

diri bernama British Crown Dependency. Lambang negara ini adalah sebuah triskelion, yakni berbentuk motif tiga kaki manusia.

bendera isle of man

Jkt.Pst. Sejauh ini sidang atas perkara ini sudah berlangsung beberapa kali.

RIBUAN TAHUN Russel Vince selaku penggugat melalui kuasa hukumnya, Previany Annisa Rellina menyatakan, gugatan ini atas dasar Logo “cap KAKI TIGA” sebagaimana terdaftar dalam sertifikat merek milik Wen Ken Drug merupakan tiruan atau menyerupai lambang negara Isle of Man. Sebagai lambang negara, simbol Kaki Tiga sudah digunakan dalam atribut pemerintahan dan atau mata uang. Selain itu, tambah Previany Annisa Rellina seusai pesidangan, “Isle of Man sudah menggunakan simbol dimaksud jauh sebelum merek “cap KAKI TIGA” terdaftar di Indonesia.” Dari sejumlah literatur disebutkan, Isle of Man memang sudah ada sejak 6.500 tahun sebelum masehi. Negara pulau yang terletak di Laut Irlandia ini diketahui memiliki pemerintahan sen-

DASAR GUGATAN Dasar gugatan yang diajukan Russel Vince menurut Previanny Annisa Rellina adalah Pasal 6 ayat (3) huruf b Undang Undang No.15 tahun 2001 tentang Merek. Dalam ketentuan tersebut secara tegas sebenarnya telah diatur bahwa Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) harus menolak pendaftaran suatu mereka apabila merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang. Ditandaskan Previanny Annisa Rellina, “Berdasar adanya kemiripan antara Logo cap KAKI TIGA dengan lambang/ simbol/bendera/mata uang dari Isle of Man, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (3) huruf b UU Merek, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual seharusnya menolak Permohonan Pendaftaran merek cap kaki tiga.” Sejauh ini Wen Ken Drug selaku pihak pemegang merek “cap KAKI TIGA” dan logo Kaki Tiga, belum bersedia memberikan komentar. “Kami baru akan memberikan tanggapan minggu depan,” ujar Agus Nasrudin selaku kuasa hukum Wen Ken Drug. n

Isle of Man sudah menggunakan simbol dimaksud jauh sebelum merek “cap KAKI TIGA” terdaftar di Indonesia.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

55


keuangan penjualan bank

Mutiara Masih Men Penjualan Bank Mutiara akan kembali dibuka Maret depan. Kemungkinan bank yang sebelumnya bernama Century ini ditukar dengan obligasi rekap. TEKS bastaman ilustrasi yayan

s

epintas terlihat aneh. Bank Mutiara, yang katanya menguntungkan itu, ternyata sulit dijual. Bahkan, setelah dua tahun ditawarkan, bank milik Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) itu belum laku dijual. Memang, ada beberapa investor yang tertarik meminang Mutiara. Namun, ya itu tadi, sudah dua kali deadline penjualan terlewati tanpa ada penjelasan yang memadai. Belakangan Achsanul Qosasi, anggota Tim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century DPR-RI, kembali menyatakan Bank Mutiara harus sudah terjual sebelum September 2013. “Agar penjualan Bank Century (Bank Mutiara) memperoleh harga yang maksimal,� katanya seusai rapat Timwas Bank Century di DPR, pekan lalu. Lantas, bagaimana kalau tenggat waktu 2013 kembali terlampaui? Sesuai dengan Undangundang Nomor 24 tahun 2008 tentang LPS, Bank Mutiara harus terjual pada harga Rp 6,7 triliun hingga 2013. Nah, jika sampai akhir tahun ini tidak ada pembeli, Mutiara bisa ditawarkan dengan harga pasar. Dengan kata lain, ada kemungkinan hasil penjualan Mutiara lebih kecil dari duit yang digelon-

56

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


keuangan penjualan bank

ncari Juragan torkan LPS untuk menyelamatkan bank tersebut. Sekadar mengingatkan lagi, kasus Century mencuat ke permukaan setelah bank itu mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dari Bank Indonesia senilai Rp 689,39 miliar. Bank ini juga mendapat dana talangan dari LPS sebesar Rp 6,76 triliun dalam bentuk penyertaan modal sementara (PMS). Penyaluran dana FPJP dan PMS itu ditenggarai berbau akal-akalan. Maklum, menurut versi LPS, sekitar Rp 3,8 triliun dana PMS dipakai untuk membayar dana pihak ketiga (DPK) yang telah jatuh

tempo. Lantas, ke mana lagi sebagian dana itu mengalir? Biarlah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan mengungkap semua misteri tersebut. Yang pasti, sejak tahun 2011, LPS mulai menawarkan Mutiara kepada investor yang berminat. Cuma sayang, menurut beberapa kalangan, kalau pun ada yang berminat, nilainya tak akan sampai Rp 6,7 triliun. Bahkan Tony Prasetiantono, ekonom UGM, pernah menaksir nilai buku Mutiara hanya sekitar Rp 1 triliun. Sementara harga jual bank saat ini rata-rata mencapai 3,3 kali dari buku. “Kalau Mutiara adalah bank yang bagus, maka maksimal harus laku dijual Rp 3,3 triliun,� katanya.

Walau pun telah berganti nama menjadi Mutiara, bank ini tetap sulit lepas dari bayang-bayang nama Bank Century. Ditukar obligasi rekap Menurut Mirza Adityaswara, Kelapa Eksekutif LPS, Bank Mutiara sebenarnya perusahaan yang mengutungkan. Buktinya, sepanjang tiga setengah tahun, aset Century meningkat 155% dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 14,3 triliun (Per 30 September 2012). Di periode yang sama, bank ini juga berhasil membukukan laba bersih Rp 145 miliar. Lantas, rasio kredit bermasalah (non performing loan) yang sebelumnya sempat menyentuh 4,5%, kini tinggal 3,4%. Namun, sayang, di sisi lain Bank Mutiara juga masih menyimpan sejumlah masalah. Bank ini harus mem-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

bayar ganti rugi nasabah reksa dana Antaboga yang kabarnya mencapai Rp 1,5 triliun. Tidak hanya itu. Kasus “politik� bank Century di DPR juga belum tuntas. Walau pun telah berganti nama menjadi Mutiara, bank ini tetap sulit lepas dari bayang-bayang nama Bank Century. Konon, sejumlah masalah itulah yang membuat para investor menawar Mutiara dengan harga di bawah permintaan LPS. Seperti diketahui, tahun lalu ada tujuh investor yang berminat membeli Mutiara. Salah satunya adalah Yawadwipa Group of Companies. Perusahaan berbasis di Singapura ini kabarnya telah mengajukan penawaran US$ 750 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun kepada LPS. Namun, entah mengapa, hanya tiga investor yang menyampaikan dokumen regristasi. Itu pun tak ada yang memenuhi persyaratan administrasi, sehingga proses penjualan Mutiara terpaksa dihentikan. Menurut Achsanul, Bank Mutiara akan kembali ditawarkan kepada investor Maret depan. Seperti disinggung di atas, LPS diberi batas waktu hingga September untuk menjual Mutiara. Mungkinkah? Tugas berat inilah yang kini ada di pundak Sukoriyanto Saputro, Direktur Utama Bank Mutiara yang baru. Namun melihat kondisi industri perbankan saat ini, rasanya semakin sulit bagi Mutiara untuk mendapatkan pembeli. Maklum, dengan terbitnya kebijakan izin berjenjang (multiple license), diperkirakan akan banyak bank lokal yang dijual. Artinya, investor kini memiliki banyak pilihan bank yang akan dibeli dengan harga murah. Selain itu, besar kemungkinan para investor akan menunggu hingga tahun 2014 agar mereka bisa membeli Bank Mutiara dengan harga murah. Jika ini sampai terjadi, berarti duit LPS tidak akan kembali untuh. Mungkin karena itu, seperti dikatakan Mirza, LPS juga telah menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya adalah pembelian Mutiara dengan menggunakan obigasi rekapitalisasi. Salah satu investor yang sudah menyatakan minatnya membeli Mutiara dengan obligasi rekap adalah Bank Mandiri. Bank terbesar ini berkeinginan memiliki bank yang memfokuskan diri pada bisnis pembiayaan usaha kecil (UMKM). Nah, kehadiran Suko di Mutiara disebut-sebut untuk memuluskan rencana tersebut. n

57


keuangan bisnis remitansi

Agar Tak Dipakai Mencuci Uang Izin usaha remitansi semakin diperketat. Salah satu tujuannya agar bisnis ini tak dipakai untuk kegiatan mencuci uang atau korupsi. TEKS bastaman foto asep rochyadi

gedung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

b

isnis pengiriman uang mulai mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI). Mulai awal tahun ini, semua lembaga keuangan yang terlibat dalam bisnis pengiriman uang (remitansi) harus berbadan hukum Indonesia dan mengantongi izin dari BI. Di samping itu, untuk mengetahui besarnya transaksi, lembaga keuangan nonbank tadi juga diwajibkan melaporkan setiap transaksi. Keluarnya aturan BI (PBI) Nomor 14/23/PBI/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Tranfer Dana itu jelas akan mengusik ketenangan pelaku usaha remitansi. Apalagi, kini BI bisa membatasi izin usaha bila persaingan di bisnis remitansi dinilai sudah tidak sehat. Cukup? Belum. Bank sentral juga akan mengatur

58

«Seringkali dalam Pemilu dan Pilkada ada penggalangan dana. Dengan adanya pembatasan transfer tunai, angka korupsi bisa ditekan.» Muhammad Yusuf Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

besaran biaya transfer dana yang harus ditanggung nasabah. Namun jangan panik dulu. Soalnya, BI memberlakukan masa transisi se-

lama satu tahun sejak PBI tentang transfer dana itu berlaku. Selama masa transisi inilah perusahaan atau perorangan yang terlibat dalam bisnis ini diharapkan mengajukan izin ke BI. “Kelak, semua perusahaan remitansi harus terdaftar dan mengantongi izin dari BI,” ujar sumber di BI. Persyaratannya tentu akan jauh lebih ketat ketimbang yang ada sekarang. Sesuai aturan ini, pengajuan izin harus memenuhi persyaratan permodalan, sistem keamanan, integritas pengurus, pengelolaan risiko, dan kesiapan sarana serta prasarana. Sementara perbankan akan diberikan sejumlah pengecua­ lian. Misalnya menyangkut perizinan. Soalnya, selama ini, remitansi sudah menjadi salah satu kegiatan usaha bank. Ada beberapa hal yang membuat BI ngotot mengeluarkan aturan ini. Salah satunya adalah meningkatnya jumlah dana remitansi dan perusahaan penyelenggara tranfer. Tahun lalu, total transaksi remitansi mencapai Rp 55,72 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 10,72 triliun di antaranya dilakukan lembaga nonbank dana (layanan KUPU/Kegiatan Usaha Penyaluran Uang). Tahun lalu jumlahnya diperkirakan sudah di atas Rp 65 triliun. Selain itu, BI telah memberikan izin layanan KUPU kepada 105 perusahaan penyelenggaran transfer dana. Namun di luar itu masih banyak perusahaan yang belum mengantongi izin dari BI. Di antaranya, seperti dikatakan sebuah sumber, adalah Money Gram dan Western Union. “Mereka hanya mengantongi izin dari BKPM dan Kementerian Hukum dan HAM,” kata si sumber. Dengan aturan yang jelas, bisnis remitansi diharapkan bisa lebih transparan. Sehingga, kemugkinan terjadinya kegiatan tindak pindana, seperti praktik money laundering, menjadi semakin kecil. Tak hanya itu, data remitansi yang semakin lengkap akan memudahkan BI dalam membuat kebijakan moneter. Keinginan untuk memperketat pengiriman uang juga telah dikemukakan Muhammad Yusuf. Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini telah mengusulkan kepada BI agar transaksi uang dibatasi maksimal Rp 100 juta. Pembatasan ini, menurut Yusuf, dapat mengantisipasi serangan fajar saat Pemilu maupun Pilkada. “Seringkali dalam Pemilu dan Pilkada ada penggalangan dana. Dengan adanya pembatasan transfer tunai, angka korupsi bisa ditekan,” kata Yusuf. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


keuangan pembiayaan

Untuk Apa Utang Itu? Untuk melunasi utang jatuh tempo, multifinance ramai-ramai menjual obligasi. Ada yang curiga, dananya dipakai untuk menutup kerugian kredit macet.

b

intang. terang yang sempat menyinari bisnis pembiayaan di tahun 2012, kelihatannya tidak akan terulang tahun ini. Selain terkendala aturan baru tentang uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kewajiban jaminan fidusia, penguatan dolar juga diperkirakan akan mendongkrak harga kendaraan bermotor. Kendati demikian, sejumlah multifinance besar begitu pede kucuran kredit mereka akan tetap tinggi. PT Adira Dinamika Multi Finance, misalnya, optimistis bisa melepas kredit sebesar Rp 32 triliun atau naik 10% dibandingkan tahun 2012. Bahkan manajemen PT BCA Finance begitu yakin kucuran kreditnya tahun ini akan tumbuh 20%-25% menjadi Rp 29 triliun–Rp 30 triliun. Untuk membiayai ekspansi tersebut, sejumlah perusahaan pembiayaan bersiap-siap menerbitkan obligasi. PT BCA Finance, misalnya, tahun ini akan menerbitkan obligasi Rp 1,8 triliun. Langkah serupa juga ditempuh oleh PT BFI Finance

TEKS bastaman foto dahlan rebo pahing

Indonesia yang berencana mengeluarkan surat utang senilai Rp 625 miliar. Beberapa multifinance lainnnya juga bersiap melepas surat utang dalam waktu dekat. Di antaranya PT Amanah Finance, PT Artha Prima Finance, PT Bima Multi Finance, serta PT Sinar Mas Multi Finance. Menurut Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Pembiayaan Indonesia (APPI), penerbitan obligasi itu agar Multi Finance mendapat diversifikasi pendanaan. “Selama ini pendanaan mereka datang dari pinjaman bank dan pemilik,� katanya. Benarkah surat-surat utang itu diterbitkan untuk membiayai ekspansi? Inilah yang mesti diwaspadai. Sebab, sebuah sumber mengatakan sebagian hasil penjualan obligasi akan dipakai untuk menutup surat utang yang bakal jatuh tempo. Data Danareksa menyebutkan, obligasi korporasi yang bakal jatuh tempo tahun ini mencapai total Rp 26,38 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 43% di antaranya berasal dari sektor finansial. PT Adira Dinamika Multi Finance, misalnya. Tahun ini, perusahaan pem-

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

biayaan sepeda motor ini harus melunasi utang jatuh tempo Rp 2,51 triliun. Lalu menyusul PT Federal International Finance senilai Rp 1,88 triliun. Sementara PT BCA Finance, PT Surya Artha Nusantara Finance, dan PT sarana Multigriya Finansial masing-masing akan menghadapi obligasi jatuh tempo Rp 980 miliar, Rp 654 miliar, dan Rp 392 miliar. Selain untuk melunasi utang jatuh tempo, penerbitan oblitasi tadi ditengarai untuk menutup kerugian akibat kredit macet. Selama ini, menurut sebuah sumber, perusahaan pembiayaan begitu longgar mengucurkan kredit. Namun, sejak uang muka kredit kendaraan bermotor naik, tingkat kemacetan di bisnis ini naik pesat. Memang, kredit pembiayaan mensyaratkan barang yang dibeli menjadi jaminan. Dengan begitu, secara teoritis, perusahaan tidak rugi. Masalahnya, jaminan itu tak mudah untuk dijual. Akibatnya, aliran dana atau likuiditas perusahaan ikut seret. Itulah yang mendorong sejumlah perusahaan membutuh­kan dana segar. n

59


pasar modal ihsg

Fokuslah Pada Saham Unggulan Para pelaku pasar optimistis, indeks segera menembus 4.500. Tapi dengan catatan, kalau tak ada sentimen negatif yang signifikan. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi apenk

P

erhitungan para analis, yang dilontarkan seminggu lalu, terbukti jitu. Indeks harga saham gabungan, setiap hari terus mengalami penguatan. Bahkan sukses melompati level resistance (4.350). Dan pada penutupan pasar di penghujung pekan lalu, indeks berhasil ditutup pada angka 4.465,48 alias menguat 159 poin (3,7%) dalam seminggu. Kenyataan inilah yang membuat para pelaku pasar semakin optimistis. Menurut Yuganur Wijanarko, Kepala Riset HD Capital, kalau tak ada kejadian negatif yang signifikan, dalam minggu ini indeks berpotensi untuk menguat ke level 4.500–4.550 dengan kisaran support di 4.425.

60

Adapun penggeraknya masih seperti hari-hari kemarin yakni saham-saham berkapitalisasi besar seperti terbitan PT Astra International (ASII). Selain itu, IHSG juga akan mendapat dorongan dari terbitnya laporan keuangan emiten untuk akhir tahun. “Isinya sudah ada yang bocor ke pasar, sehingga sejumlah pemodal sudah melakukan antisipasi,” kata Yuganur. Selain pada ASII, aksi beli terlihat pada saham-saham perbankan, seperti BMRI dan BBRI, yang biasanya merilis laporan keuangan lebih awal, akhir Februari atau minggu pertama bulan Maret. “Saya sendiri punya ekspektasi positif terhadap kinerja emiten yang berorientasi ke pasar domestik,” tutur Yuganur.

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


pasar modal ihsg antisipasi rilis kinerja emiten kuartal IV-2012.

Rupiah bukan masalah Akan halnya di dalam negeri, belakangan ini memang terjadi ‘guncangan’ akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Namuan, kata Yuganur, fluktuasi mata uang RI ini sudah terdiskon pada pelemahan IHSG sebelumnya. Ditambah lagi, bagi pasar, pelemahan rupiah bukan hal yang luar biasa. “Berada di level 10 ribu per dolar pun, pasar tak akan kaget,” katanya. Dan ia yakin, kurs tak akan menembus ke atas level ceban, lantaran BI memiliki cadangan devisa yang cukup memadai untuk mengintervensi pasar. Berdasarkan prediksi positif itulah, Yuganur tetap merekomendasikan empat saham yang sudah disebut di atas. ASII minggu ini diprediksi akan bergerak di rentang Rp 7.600 hingga Rp 7.800, BMRI dalam kisaran Rp 8.400–Rp 8.500 hingga Rp 8.700–Rp 8.800, BBRI di Rp 7.900–Rp 8.200 dan BBCA akan bermain di level Rp 9.100 hingga Rp 9.400.

IHSG 18/1

4,465.48

Dua saham bank terbesar di tanah air itu, diprediksi masih akan menjadi penggerak indeks di pekan ini. Begitu pula ASII dan efek bank besar lainnya (seperti BBCA), akan tetap menjadi pendorong perdagangan. Indeks domestik juga mendapat dukungan dari penguatan yang terjadi pada bursa regional, seiring positifnya earning season di AS yang mengangkat indeks di Wall Street. Pada Sabtu dini hari kemarin, Indeks Dow Jones dengan gemilang menorehkan peningkatan 53,68 poin (0,39%). Total, sepanjang lima hari perdagangan Dow tercatat menguat 161,27 (1,19%). Kuatnya sentimen positif dari eksternal inilah yang membuat investor tidak melepas sahamnya untuk meng-

11/1 4,305.91

DOW Jones 18/1

13,649.70

11/1 13,488.43

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

Potensi gain juga tersimpan di saham-saham batu bara (lihat Batu Bara Belum Kinclong Benar). Namun Yuganur cenderung merekomendasikan BUMI yang diprediksi akan bergerak di kisaran Rp 640-Rp750 dan saham Adaro Energy (ADRO) di level Rp 1.660 hingga Rp 1.770. ”Saya rekomendasikan buy dan buy on weakness untuk saham-saham itu,” katanya dengan nada optimistis. Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas juga sepakat bahwa penguatan IHSG yang terjadi minggu lalu didorong oleh kenaikan indeks di Wall Street. “Itu berkat keluarnya data ekonomi yang bagus, seperti data perumahan dan tunjangan pengangguran AS,” katanya. Kemunculan data-data positif itu pula yang membuat S&P 500 menembus level tertingginya dalam 5 tahun terakhir. Fakta ini menunjukkan, untuk sesaat, para pelaku pasar di AS melupakan masalah kesepakatan penaikan limit utang AS (debt ceiling) yang akan diputuskan akhir Februari. Untuk pekan ini, Purwoko memproyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam tren menguat dengan rentang pergerakan 4.430–4.480. Bahkan, kalau tak ada sentimen negatif yang berarti, terbuka kemungkinan level 4.500 akan tercapai berkat masih mengalirnya dana asing yang masuk. Sama seperti rekannya, Purwoko juga mengenyampingkan faktor pelemahan rupiah dengan alasan sudah masuk dalam perhitungan investor sebelumnya. Malah ia melihat, pelemahan ini membuat saham—di mata investor asing—semakin murah. “Jadi (pelemahan) rupiah bukan lagi ancaman bagi IHSG,” katanya. Memang, pelemahan nilai tukar akan berpengaruh pada emiten yang memilki utang valas cukup besar dan bergantung pada bahan baku impor. Tapi jangan lupa, banyak juga perusahaan yang berorientasi pada pasar ekspor. Lantas, saham apa saja yang menjadi pilihan Purwoko? Cukup banyak. Tapi, pada dasarnya, ia lebih menjagokan efek dari sektor barang-barang konsumsi dan pertambangan batu bara. Pilihannya, antara lain, saham PT Kalbe Farma (KLBF), Kimia Farma (KAEF), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), PTBA, HRUM dan INDY. “Saya rekomendasikan trading buy untuk saham-saham tersebut. Manfaatkan fluktuasi hariannya,” kata Purwoko. Nah, selamat berinvestasi. n

61


pasar modal saham batu bara

Batu Bara Belum Kinclong Benar Harga saham batu bara mulai menggeliat. Tapi minggu ini diprediksi akan kembali terkoreksi. Tren penguatannya belum permanen. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi apenk

S

eperti biasa, setiap tahun baru selalu muncul harapan baru. Contohnya para pengusaha batu bara, yang berharap tahun ini harga komoditas hasil galiannya bakal terkerek naik. Berbagai ramalan bernada optimistis pun bermunculan. Ada yang bilang, harga si hitam akan segera menguat seiring pulihnya permintaan dari China dan AS. Bahkan di penghujung tahun lalu, beberapa pejabat di Kementerian ESDM begitu yakin harga batu bara bakal segera menanjak ke level US$ 100 per ton. Entah, kapan ramalan itu menjadi kenyataan. Yang jelas, di samping yang optimistis, banyak pengusaha yang memilih untuk realistis. Mereka tetap berhati-hati dengan membuat prediksi yang konservatif. “Bisa mencapai 90 dolar per ton saja sudah bagus,� kata seorang pemilik tambang. Betul, belakangan ini, harga si hitam memang menunjukan tren menanjak. Harga batu bara berkalori tinggi (7.000 kal/kilogram) berada pada level US$ 94,03. Sementara yang 4.200 kal dihargai US$ 46,99 per ton. Namun banyak yang menilai, penguatan itu belum stabil benar. “Masih harus melihat perkembangan dalam satu dua bulan ke depan,� kata sang pengusaha.

62

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


pasar modal saham batu bara

Harga BYAN misalnya, sepanjang 2012 telah turun 50,2%. Sementara BORN anjlok 32,5%, INDY 30,9% dan BUMI terperosok hingga 70,5%. Pendapat senada dikemukakan sejumlah analis saham. Menurut David Cornelis, Head of Research KSK Financial Group, secara garis besar, masa depan batu bara di tahun ini takkan jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu. Namun, ia mengakui, kali ini ada kecenderungan membaik. “Ekspektasinya, secara teknis, akan terjadi pembalikan harga setelah mengalami rekor sektor terburuk di tahun lalu,” katanya. Kemungkinan terjadinya pembalikan harga itulah yang diprediksi bakal menjadi pemicu kenaikan harga saham-saham batu bara. Dan bagi investor, ini merupakan kesempatan melakukan koleksi, selagi harga masih di bawah. Di awal tahun ini, ada beberapa saham yang, menurut pengamatan David, mulai bergerak. Namun yang menarik untuk dikoleksi hanyalah ADRO, BYAN, HRUM, ITMG, dan PTBA. “Sebaiknya radar investasi difokuskan ke lima saham tersebut. Tapi, kalau mau, bisa juga ditambah dengan UNTR,” katanya menyarankan. Saham-saham yang disebutkan di atas, kata David, cocok untuk investasi jangka menengah-panjang. Sedangkan untuk jangka pendek, investor bisa masuk ke efek Bumi Resources (BUMI), BORN, dan INDY.

Sebaiknya hindari dulu Begitulah, karena kenaikan tren penguatan komoditasnya masih belum pasti benar, untuk saham-sahamnya para investor kini hanya bisa berharap dari rebound. Maklum, mayoritas efek batu bara tahun lalu telah mengalami koreksi yang sangat dalam. Harga BYAN misalnya, sepanjang 2012 telah turun 50,2%. Sementara BORN anjlok 32,5%, INDY 30,9% dan BUMI terperosok hingga 70,5%. Saham yang harganya terbilang kokoh, dalam periode Januari 2012–Januari 2013, hanya PTBA yang melemah 5,5%,

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013

HRUM minus 5,8% dan ADRO turun 4,5%. Sementara yang tergolong ‘kuat’ adalah ITMG yang menguat 8,6%. Di luar yang disebut di atas, ada memang satu saham batu bara yang melesat gila-gilaan yakni GTBO, yang dalam setahun terakhir meroket hingga 749%, dari Rp 580 (1/1/2012) menjadi Rp 4.925. Namun, efek ini diprediksi ‘digoreng’ oleh para bandar. “Walaupun Anda punya nyali, sebaiknya hindari saham ini. Sebab, sekarang sudah jenuh beli dan harganya bisa terkoreksi dalam angka yang cukup besar,” kata seorang kepala riset. Abidin, analis dari Millenium Danatama Securities, juga punya pandangan serupa. Saat ini, kata dia, harga sahamsaham batu bara memang berada dalam area murah. Hanya saja, karena sudah mengalami penguatan sejak di awal tahun, di pekan ini efek-efek tersebut cenderung terkoreksi lantaran sudah jenuh beli. Itu sebabnya, investor yang berminat disarankan untuk bersabar sejenak. Menurut Abidin, PTBA akan tetap berada dalam tren naik selama berada di atas Rp 15.900 dan area jenuh jual di Rp 15.850. ITMG juga sami mawon, masih dalam tren menanjak sepanjang berada di atas Rp 41.500. Sementara batas bawah BORN berada di level Rp 560, HRUM Rp 6.150 dan BUMI berada dalam tren naik jika di atas Rp 650. “Saya rekomendasikan speculative buy di level-level tersebut atau beli di harga bawah. Saya menjagokan PTBA dan ITMG,” katanya. Bagus Hananto, Kepala Riset PT Onix Capital, juga punya jagoan yang sama. Kata dia, jika pasar membaik, dua saham tersebut memiliki potensi untuk rebound lebih cepat. Bagus menargetkan, di tahun ini, ITMG akan mencapai harga Rp 43.500 dan PTBA bisa melesat ke kisaran Rp 22.500. Namun, kendati saham-saham batu bara masih berpotensi memberikan gain, sebaiknya—untuk sementara—investor tidak masuk dulu. Setidaknya, sampai tren penguatannya mempunyai pendorong yang kuat. “Untuk saat ini, investor lebih aman masuk ke sektor properti, infrastruktur dan perbankan,” kata seorang direktur sebuah sekuritas asing. Betul. Tapi tetap keputusan ada di tangan Anda. Sebab, siapa tahu saham-saham itu bisa ‘akrobat’ seperti GTBO. n

63


pasar modal Saham JSMR

Proyek Jasa Marga

JSMR Tak Bebas Hambatan Selalu menguat, tapi lambat. JSMR memang hanya cocok untuk pensiunan. TEKS Ahmad Munjin foto Dahlan Rebo Pahing

S

udah suratan, yang namanya rezeki memang tidak selalu dibagikan secara merata. Contohnya rezeki dari proyek infrastruktur, yang dalam dua tahun terakhir ini mengalir bagaikan air bah. Tahun ini saja, pemerintah dan swasta diprediksi akan menggelontorkan dana ke sektor ini hingga senilai Rp 458 triliun. Tapi ya itu tadi, tak semua perusahaan kembagian potongan kue yang besar. Kendati statusnya sama-sama milik negara. Jika PT Wijaya Karya, Adhi Karya dan PT PP menargetkan pendapatan dalam bilangan belasan triliun (dari Rp 10,2 triliun hingga Rp 19,8 triliun), tahun ini manajemen PT Jasa Marga hanya memasang target Rp 6,9 triliun. Itulah salah satu penyebab, kenapa harga sahamnya bergerak lambat. Jasa Marga, kata Willy Sanjaya, hanya bergerak di bisnis jalan tol. Sementara

64

Wijaya Karya Cs menggarap banyak proyek, mulai dari pembangunan jalan, properti, jembatan, pembangkit tenaga listrik dan proyek infrastruktur lainnya. “Jadi cakupan bisnisnya lebih luas,” katanya. Selain itu, lanjut pengamat pasar modal ini, saham Jasa Marga (JSMR) bergerak lamban karena usahanya terhambat oleh pembebasan lahan. Ini mengakibatkan pembangunan jalan tol menjadi lambat. Ditambah lagi, belakangan, Gubernur DKI Joko Widodo kelihatannya tidak suka kalau Jakarta mendapat tambahan jalan tol baru. Itu juga menjadi sentimen negatif bagi JSMR. Lambannya kenaikan harga JSMR tampak pada pergerakan yang berlangsung sepanjang tahun lalu, yang ‘hanya’ menguat 30,9%. Padahal, dalam periode yang sama, WIKA naik 180%, PTPP 81,5% dan ADHI menguat hingga 253%. Sudah begitu, pergerakannya juga

tidak membuat investor bersemangat. Sejak awal Desember 2012 contohnya, harga JSMR terus bolak-balik di rentang Rp 5.500–Rp 5.800. Kendati demikian, kata Willy, saham ini masih bisa mendatangkan untung, terutama untuk investor jangka menengah panjang. Ia menargetkan harga di level Rp 6.000 hingga akhir tahun 2013. Artinya ada potensi capital gain sebesar 10%. “Kalau mau beli, tunggu terkoreksi,” katanya. Proyeksi yang lebih positif disampaikan NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia. Menurut prediksinya, harga JSMR tahun ini bisa mencapai Rp 7.200. Tapi saham ini lebih cocok untuk investasi jangka panjang. “Untuk jangka pendek berat,” katanya. Walhasil, benar kata orang, saham jalan tol ini memang lebih cocok untuk para pensiunan. Sebab, kendati menghasilkan gain lebih kecil dari saham infrastruktur lainnya, besarannya lebih bagus ketimbang suku bunga deposito. Kelebihan lainnya, pengempit JSMR juga bisa tidur nyenyak, karena saham ini sangat tahan dari guncangan sentimen negatif sebesar apapun. Tertarik? n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


kolom andi suruji

d

Raja dan Nasihat “Si Gendeng”

alam perjalanan menuju kantor, saya mampir di sebuah kafe untuk menikmati secangkir kopi. Suasana masih sepi dan terasa dingin. Pengunjung hanya saya. Ya, Jakarta dilanda banjir besar. Muncul seorang pekerja yang tergesa-gesa. Ia terlambat. Banjir, bo...! Begitu ia berseru, tanpa ditanya oleh siapa pun. Ia membela diri dan mencari pembenaran karena terlambat masuk kerja. “Ah, Istana aja banjir,” katanya. “Istana itu kantor atau rumahnya presiden?,” tanya wanita pelayan lainnya. “Istana itu rumahnya raja. Tetapi kita kan enggak ada raja, ya presiden lah...” Dari percakapan singkat mereka, saya menangkap beberapa kata kunci, yaitu banjir, istana, raja, dan presiden. Sebuah istana kebanjiran adalah peristiwa luar biasa, tetapi juga tak ubahnya dongeng menjelang tidur semasa kecil saya. Peristiwa itu dapat dikatakan memalukan, menyedihkan, memprihatinkan. Apalagi hari itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menerima kunjungan presiden negara lain. Ya karena banjir, maka acara itu sempat tertunda. Tetapi rasa malu menguap di sana. Suasana banjir itu malah digunakan sebagai alat pencitraan, disorot kamera televisi dan ditonton rakyat. Padaradigma bernegara dan penyelenggaraan negara di jantung pemerintahan sudah berubah. Kalau pusat kehidupan negara saja bisa kebanjir­ an, bagaimana nasib lingkungan rakyat biasa? Lebih parah. Padahal di sanalah, di Istana, semua kebijakan untuk melindungi seluruh negeri dan segenap kehidupan warga negara dari segala bentuk ancaman, termasuk banjir, seharusnya dirancang. Dongeng masa kecil yang tiba-tiba melintas dalam benak saya adalah ketika suatu negeri dilanda prahara alam. Ya, kira-kira seperti yang dialami Indonesia saat

66

ini. Ada daerah yang mengalami kekeringan ekstrem, ada pula kebanjiran. Ada badai, puting beliung, memporakporandakan harta benda rakyat. Lalu karena orang-orang kerajaan sibuk menjaga kekuasaannya, dan kedudukan orang-orangnya, pembangunan macet, rakyat telantar. Rajanya tampak sedih, prihatin, merenungi apa yang dialami rakyatnya, sekaligus mengalkulasi peta kekuatan rakyat. Jangan-jangan rakyat berontak karena tidak tahan menderita, lalu raja dan orang-orang ring satunya diusir dari Istana. Ketika sedang duduk termenung, ia mendengar seorang menjajakan nasihat. “Wahai penduduk negeri ini, adakah kiranya di antara kalian yang hendak membeli nasihatku,” begitu teriakan sang penjual nasihat. Raja pun tergoda memanggil si penjaja nasihat. Tetapi orang-orang sekitar, ya sekarang orang bilang ring satu, mencegah raja. Kata mereka itu orang gila, orang gendeng. “Baru kali ini saya mendengar ada orang menjajakan nasihat. Ada baiknya dipanggil dan didengarkan nasihatnya. Siapa tahu berguna untuk kita, bermanfaat bagi negeri dan rakyat,” titah sang Raja. Orang-orang ring satu yang kebanyakan suka menjilat, istilah sekarang asal bapak senang, rajin cari muka demi mempertahankan posisi, langsung melompat mengejar si orang gila itu. Singkat cerita bertemulah mereka. “Saya dengar kamu menjajakan nasihat,” kata raja. Orang sinting itu tenang. “Nasihat saya sederhana sebetulnya. Tidak pantas Raja mendengarnya,” katanya. Raja pun kaget mendengar penjaja nasihat karena cara bertuturnya seperti orang waras. Tidak terkesan gila. “Apa nasihat kamu itu?” tanya raja. “Lebih baik duduk dari pada berbaring, lebih baik berdiri dari pada cuma duduk. Lalu lebih baik berjalan ketimbang hanya berdiri seperti patung. Dan kalau bisa berlari, ya berlarilah sekencang-kencangnya sebelum engkau didahului orang lain. Dalam hal apa pun itu,” tuturnya. Si gendeng pun dipersilakan meninggalkan istana, kemudian orang-orang ring satu istana dikumpulkan. “Dengarkan. Nasihat orang gila itu sangat bermanfaat bagiku. Dia bukan gila. Kalianlah semua yang gila, selalu memberikan laporan yang baik-baik saja, seolah seluruh negeri dan semua rakyatku aman sentosa. Aku malu…! Aku malu pada diriku, karena tidak melakukan apa yang seharusnya aku lakukan untuk rakyatku,” tutur raja. Kiranya dongeng ini menginspirasi orang-orang Istana, karena semakin banyak “istana” bertebaran di negeri ini yang diciptakan oleh penguasa. n

inilahREVIEW 21 Tahun II | 21-27 Januari 2013


BBM,menunggu nyali SBY  

Volume konsumsi BBM bersubsidi tahun ini diperkirakan bakal melewati ambang batas yang ditetapkan pemerintah.Sinyal penaikan harga BBM bersu...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you