Issuu on Google+

inilahREVIEW 10 Tahun I | 31 Oktober - 06 November 2011

HLM SP & DAFIS 11.indd 3

c 11/5/11 5:34 PM


2 COVER 2-3 11.indd 2

inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011

11/4/11 5:30 AM


inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011

iklan ireview 9..BJB.indd 3

3 1/2/2011 10:33:24 PM


Mailbox MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

http://www.inilah.com/ireview

INILAHREVIEW PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI:

INILAH GRUP MEDIA :  PORTAL NEWS: WWW.INILAH.COM  PORTAL NEWS : WWW.INILAHJABAR.COM  SURAT KABAR : INILAH KORAN  PORTAL NEWS : WWW.JAKARTAPRESS.COM

MUCHLIS HASYIM REDAKTUR EKSEKUTIF: TRI JULI SUKARYANA REDAKTUR SENIOR: DEREK MANANGKA, SATRIO ADINUGROHO, SIGAS, SETIYADI, FONDA LAPOD REDAKTUR FOTO: DAHLAN REBO PAHING FOTOGRAFER: WIRASATRIA DESAIN & LAYOUT: IRFAN ANANTA, YAYAN TARYANA, KAMALUDIN NUR FAHRI RISET: MAHARIO, ASRI PUTRI, ADITYA B SEKRETARIS REDAKSI: IRA SRI REJEKI

Cover: Achilles Lapod

Koruptor Kok Diberi Remisi? Saya kaget mengetahui adanya kebijakan pemerintah yang memberikan remisi buat para koruptor. Lho, di satu sisi pemerintah membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi, di sisi lain justru memberikan remisi atau pemotongan masa tahanan kepada para koruptor. Korupsi bagi saya adalah tindakan paling tak bermoral karena merugikan rakyat. Di negeri ini, koruptor harusnya diganjar hukuman seberat-beratnya. Tidak hanya agar pelaku yang bersangkutan jera, tapi juga membuat orang lain yang punya kesempatan korupsi menjadi berpikir ulang untuk melakukannya. Fakta bahwa negara kita masuk dalam peringkat tertinggi korupsi di dunia, harusnya menjadi pertimbangan untuk tidak memberikan keringanan buat para terpidana korupsi. Belakangan muncul istilah moratorium remisi, kemudian karena banyak dicibir muncul istilah pengetatan remisi bagi para koruptor. Apa pun namanya, seharusnya tidak perlu ada remisi bagi para koruptor. Sekali lagi buat memberi dampak jera kepada semua orang. Kalau pun ada yang mendukung agar diberikan remisi bagi para koruptor, jangan-jangan berasal dari para kerabat koruptor atau para koruptor lainnya. Alasan HAM dan sebagainya agaknya hanya bumbu penyedap agar remisi diberikan kepada koruptor. Padahal sebenarnya, justru para koruptor itulah yang terlebih dulu melanggar HAM karena telah membuat derita banyak orang. Supartono, Jalan Cipinang Cempedak IV No. 20E, Jakarta Timur

4 HLM SP & DAFIS 11.indd 4

Target Juara Umum Jangan Abaikan Sprotivitas

UNIT USAHA PEMIMPIN USAHA: I NYOMAN BRAHMANDITA, MANAGER KEUANGAN: FAHMI ALAMSYAH MANAGER IKLAN: ALVIN ALVERDIAN MANAGER IT: BONNY HADI PUTRA

Sebentar lagi kita bakal menjadi tuan rumah SEA Games 2011 yang digelar di Palembang dan Jakarta. Meski kabarnya persiapan berjalan terseok-seok, saya tetap berdoa semoga semuanya bakal siap sedia saat hari H pembukaan pada 11 November mendatang. Maklum, perhelatan ini bakal membawa nama dan harga diri bangsa Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan bahwa target kontingen Indonesia adalah menjadi juara umum dalam SEA Games ke-26 kali ini. Yakni dengan menyabet 25 persen dari total medali emas yang disediakan. Pemerintah bahkan menyediakan bonus Rp 200 juta buat para atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 30 juta untuk perunggu. Saya salut dengan cara pemerintah memancing motivasi para atlet agar menjadi yang terbaik dalam berbagai pertandingan yang dipertandingkan. Satu hal yang perlu dicatat, tolong jangan sampai target menjadi juara umum ini dilakukan dengan menghalalkan berbagai cara. Misalnya melakukan kecurangan atau menyuap wasit atau petugas di arena pertandingan agar memberi keuntungan bagi atlet tuan rumah. Alangkah indahnya apabila SEA Games 2011 sukses dan Indonesia menjadi juara umum karena memang para atletnya memberikan prestasi terbaiknya. Sukses buat Kontingen Indonesia. Prima Alam, Jl Haji Ilyas, Rt 04/ RW 10, Petukangan Utara, Jakarta Selatan

SIRKULASI: HERRY CHATIB TATA USAHA: NONON PRIMAYANI PUTRI PENASEHAT HUKUM: LUCAS SH & PARTNERS ALAMAT USAHA: JL. RIMBA NO. 42, KEBAYORAN BARUJAKARTA SELATAN 12150, TEL. 021 7222338 (HUNTING), FAX. 021 7222659, ALAMAT REDAKSI: JL. SUNGAI SAMBAS VI/12, KEBAYORAN BARU-JAKARTA SELATAN 12130, TEL 021 72787319, FAX. 021 7210976 PENERBIT: PT IPo Comm DISTRIBUSI: THREE MANDIRI (3M)

SuratMingguini Pak Foke Tolong Perhatikan Banjir Saya membaca dan melihat di berbagai media bahwa awal tahun 2012 mendatang merupakan siklus lima tahunan banjir besar di Jakarta. Banjir terakhir yang seolah menenggelamkan Jakarta terjadi di awal tahun 2007 silam. Saat ini hujan memang mulai terjadi di berbagai tempat di Jakarta. Saya berharap tidak bakal terjadi banjir besar seperti tahun 2007 lalu. Tapi agaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus tetap waspada akan siklus lima tahunan ini. Maklum saja, kabarnya dulu banjir 2007 menyebabkan kerugian yang angkanya mencapai Rp 4,7 triliun. Wah, jumlah yang sangat besar. Oleh karena itulah Pak Gubernur Foke harus waspada dan menyiapkan seluruh jajarannya agar kerugian besar tidak terulang lagi. Semoga segala sesuatu yang seharusnya sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi banjir benar-benar telah dilakukan. Fikri, Jl Wahab, Utan Kayu Utara Jakarta Timur

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 11:22:26 PM


CONTENTREVIEW

LaporanUtama

PAPUA KAYA PAPUA MISKIN

46 PROFIL

PENERUS TRAH WARTAWAN DI PLN

Sumber daya alam Papua melimpah ruah, mulai dari pertambangan hingga perikanan. Tapi ironisnya, orang Papua tak menikmati semua itu.

Editorial Kotak Surat 36 | Gaya Hidup 38 | Kehutanan 40 | Internasional 48 | Hukum 52 | Makro 58 | Pasar Modal 63 | Kolom Lie Charlie 64 | Bisnis Sepekan

12 | “RAKYAT PAPUA KECEWA” 13 | KENDURI DI BUMI CENDRAWASIH

27 SISIPAN | MILIARAN RUPIAH DARI RONGSOKAN Di tangan seorang mantan peracik obat, barang rongsokan bisa disulap menjadi ‘emas’. Sayang, masih banyak yang menganggap ini sebagai bisnis kotor yang mengganggu estetika lingkungan.

16 NASIONAL | SELAMAT DATANG OTORITAS SUPER Keberadaan OJK sudah disahkan sejak dua pekan lalu, tapi masih banyak hal yang perlu dibenahi. Bank Indonesia memberi catatan khusus karena tak pernah dilibatkan dalam pembahasan.

66 | Kolom

34 FIGUR |

GWEN WINARNO MAK NYUSS OF INDONESIA

20 BISNIS | SITI NURBAYA MENCARI JODOH Balai Pustaka akan masuk ke Telkom. Begitu pula PPFN ke Adhi Karya. Namun tak gampang karena beda bisnis intinya.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

DAFIS 11.indd 5

5 1/10/2011 1:22:21 AM


editorial

A

ksi mogok yang dilakukan ribuan pekerja PT Freeport Indonesia, yang sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya, menunjukkan sebuah fakta lain. Gambar di berbagai media cetak maupun elektronik menunjukkan bahwa di perusahaan milik warga Amerika Serikat itu tak sedikit orang Papua yang bekerja sebagai karyawan. Sebuah kenyataan yang sungguh berbeda dengan pandangan masyarakat kebanyakan selama ini, yang menyebutkan bahwa orang Papua itu malas. Dan yang lebih parah lagi, orang Papua itu hanya gemar mabuk-mabukan ketimbang harus bekerja keras.

Tanah Ini Saya Punya Tubuh Bahkan akibat seks bebas, pemerhati HIV/AIDS dari Elijah Generation mengatakan bahwa AIDS di provinsi ini sudah seperti genosida alias pembunuhan besar-besaran yang terencana terhadap satu ras. Sehingga diperlukan tindakan pencegahan secara nyata oleh semua pihak, pemerintah, gereja, mesjid dan para tokoh masyarakat. Sebab kalau dibiarkan, 20 atau 30 tahun lagi keberadaan sukusuku di Papua hanya akan tinggal sejarah. Benar-benar memprihatinkan. Tapi, ya itu tadi, tak semua saudara kita nun di timur sana berperilaku buruk seperti itu. Pada dasarnya, orang Papua adalah manusia santun yang rajin bekerja dan penuh tanggung jawab pada keluarga. Jangan menilai orang Papua berdasarkan tingkahnya di tempat-tempat hiburan malam. Sebab, kalau di tempat seperti itu semua orang perilakunya sama, mabuk. Jadi bukan hanya orang Papua. Menurut Kombes Pol Guntur Setyanto, Kanit V Dir I Kamtranas Bareskrim Polri, selain HIV/AIDS, ancaman bagi masyarakat Papua adalah minuman keras. Banyak masyarakat di sana yang meninggal karena alkohol. Selain itu, minuman keras juga kerap menjadi pemicu munculnya gangguan keamanan. Namun, sekali lagi, itu adalah gambaran masyarakat Papua yang malang, yang tidak berdaya menghadapi gelombang godaan dari alkohol dan seks bebas. Patut diingat pula, ancaman alkohol dan seks bebas juga berlaku bagi seluruh warga masyarakat di republik ini. Di sisi lain, tak sedikit warga di provinsi ini yang bisa tampil gemilang dengan prestasinya. Pangkat jenderal, menteri, anggota dewan, ilmuwan, dan bahkan peraih medali emas olimpiade fisika-matematika, serta sejumlah posisi lainnya—yang hanya bisa

6 HLM 6 Editorial 11.indd 6

ditempati oleh orang-orang pilihan—bukan barang baru bagi warga Papua. Begitu pun di dunia usaha. Sejak tahun 60-an sudah ada sejumlah warga Papua yang sukses dalam berbisnis. Sementara itu tak sedikit penduduk Papua yang hidup secara ‘normal’ artinya tak terpengaruh oleh budaya seks bebas, alkohol dan kemalasan. Warga yang tinggal di wilayah pantai dan kepulauan mencari nafkah dengan menangkap ikan dan membuat sagu. Sementara yang tinggal di pedalaman yang dekat dengan sungai dan lembah bekerja sebagai penangkap ikan, berburu dan mengumpulkan hasil hutan. Dan yang hidup di dataran tinggi lebih banyak yang berternak serta berkebun. Tanah Papua, memang, menyediakan segala kebutuhan manusia yang tinggal di atasnya. Wilayah berluas 422 ribu Km2 ini merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam. Tanah bagian atasnya subur dan bagian bawahnya disesaki oleh kekayaan tambang—seperti emas, perak dan nikel—yang melimpah ruah. Papua memiliki cadangan tambang terbesar di dunia dengan potensi 2,5 miliar ton. Keberadaan harta karun ini, sudah sejak lama, disadari betul oleh penduduk Papua. Makanya, ketika perusahaan asing dan swasta nasional masuk ke provinsi ini (tanpa kulonuwun), sebagian penduduk melakukan perlawanan. ”Tanah ini saya punya tubuh, Gunung Nemangkawi ini jantungku, Danau Wonangon ini saya punya sum-sum, Kali ini saya punya nafas….” begitu Mama Yosepha Alomang, tokoh Amungme yang memperjuangkan hak azasi manusia. Mama tahu betul, masuknya pandatang bukan sekedar mengeruk kekayaan Papua, tapi juga membawa pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat. Bahkan peraih Anugrah Yap Tiam Hiem ini akhirnya terpaksa meninggalkan suaminya lantaran memiliki hobi mabuk-mabukkan. Itu sebabnya, wajar jika para pekerja Freeport— terutama berasal dari Papua—menuntut kesetaraan gaji dengan penambang lain yang ada di manca negara. Jika dihitung secara material, nilainya memang naik berlipat-lipat. Tapi itu belum seberapa. “Kami masih baik karena hanya menuntut kesetaraan. Kami tidak menuntut kekayaan bumi kami yang sudah lebih 40 tahun dikeruk Freeport. Kami juga tidak menuntut rusaknya moral suku kami yang diakibatkan oleh budaya para pendatang,” kata seorang tokoh pekerja asal Papua. n

Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru, Jakarta 12130 Info Berlangganan: (021) 7278313, 72787316

inilahREVIEW 10 Tahun I | 31 Oktober-06 November 2011

11/5/11 10:06 PM


#1 Keluarga Cendana Mewanti Hary Tanoe Keluarga Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut merasa dirugikan oleh bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo karena aset PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (PT CTPI) di gedung milik Tutut dipindahkan ke gedung milik Hary. Saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Selasa (1/11/2011), Dandy Rukmana, anak sulung Siti Hardiyanti Rukmana, mengaku kesal karena tidak dilibatkan dalam perubahan itu. n

#2 Referendum Yunani Paksa Harga Minyak Turun Perdagangan minyak mentah bergerak lesu pada Selasa (1/11/2011) terpengaruh rencana referendum Yunani yang berpotensi mengagalkan bailout oleh Uni Eropa. Minyak mentah jenis turun US$1 menjadi US$92,19 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Desember. Sementara minyak jenis Brent hanya turun 2 sen menjadi US$109,54 per barel di London. n

#3 Pacar Pergi, Balotelli Kencani Bintang Porno Penyerang Manchester City Mario Balotelli diam-diam mengencani bintang porno ketika kekasihnya sedang pergi. Balotelli mengencani seorang bintang porno bernama Holly Henderson ketika kekasihnya sedang melakoni pekerjaan model di Italia. Dikabarkan, Balotelli menyambangi Holly di sebuah acara pemotretan yang berlokasi di sebuah hotel di Manchester. Keduanya kemudian kedapatan bermesraan di tempat parkir hotel sebelum menaiki mobil. n

#4 Heboh, Foto Dugem Nakal Nikita Willy Foto artis muda Nikita Willy yang tengah berhura-hura beredar di internet. Nikita yang di sinetron terkenal kalem, dalam foto dugem tersebut terlihat lebih berani. Ada sekitar tujuh foto yang tersebar luas di internet. Dari foto tersebut, Nikita bersama teman-temannya tengah menikmati pesta ‘dugem’ di salah satu klub malam. Nikita, artis muda yang kini diklaim sebagai artis berbayaran termahal itu, asyik tengah ‘dugem’ bersama kawan-kawannya. Dalam foto yang tak bertanggal itu, Nikita memakai busana merah, dengan bagian dada perempuan muda kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994 itu sedikit terbuka. n

#5 Pasar Tidak Bisa Berharap dari G20 Pelaku pasar dinilai tidak bisa berharap apa-apa dari pertemuan G20 jika Yunani menolak bailout melalui referendum. Inilah skenario terburuknya bagi IHSG. Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, yang paling mungkin bagi G20 adalah membahas skenario terburuk jika Yunani keluar dari Uni Eropa. Efek negatifnya akan menyebar ke mana-mana. Ketakutan pasar akan membuat bursa saham turun tajam. n inilahREVIEW 06 Tahun I | 3-9 Oktober 2011

7


laporan utama Papua

8 HLM 8-15 LAPUT 11.indd 8

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:38 PM


laporan utama Papua

n Suasana di pasar tradisional di papua

Sumber daya alam Papua melimpah ruah, mulai dari pertambangan hingga perikanan. Tapi ironisnya, orang Papua tak menikmati semua itu. TEKS Satrio Adi Nugroho dan Iwan Purwantono FOTO RISET ilustrasi fonda lapod

J

ika benar keuntungan PT Freeport Indonesia setiap tahun mencapai US$ 6 miliar atau Rp 54 triliun, silakan bagi dengan 3,2 juta jiwa penduduk Papua. Hasilnya, masing-masing orang Papua setiap tahun mengantongi Rp 16,8 juta. Itu baru sebagian dari hasil tambang yang selama puluhan tahun ini dikeruk PT Freeport Indonesia, perusahaan asal Amerika Serikat itu. Sumber daya alam Papua memang melimpah ruah, mulai dari pertambangan, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Selama ini sektor pertambangan memberi sumbangan yang paling besar bagi perekonomian Papua, yakni lebih dari 50%. Jenis tambang yang menjadi unggulan adalah tembaga, emas, minyak, dan gas dengan potensi 2,5 miliar ton. Batuan biji emas dan tembaga berada di wilayah konsesi PT Freeport Indonesia. Tak hanya itu kekayaan tambangnya.

Di sana ada batu bara sebanyak 6,3 juta ton, batu gamping di atas areal seluas 190 ribu hektar, pasir kuarsa seluas 75 ribu hektar dengan potensi 21,5 juta ton, lempung 1,2 juta ton, marmer 350 juta ton, granit 125 juta ton, dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel, dan krom. Karena 90% daratan Papua adalah hutan, produk unggulan pun banyak lahir dari belantara yang dipadati lebih 1.000 spesies tanaman. Lebih 150 varietas di hutan itu merupakan tanaman komersial. Hutan di Papua mencapai 3l juta hektar terdiri atas hutan konservasi seluas 6,4 juta hektar, hutan lindung 7,4 juta hektar, hutan produksi tetap 8,1 juta hektar, hutan produksi terbatas 1,8 juta hektar, dan hutan yang dapat dikonversi 6,3 juta hektar. Papua juga memiliki perkebunan seluas 5 juta hektar. Komoditi yang menjadi unggulan adalah kelapa sawit, kakao, kopi arabic, buah merah, dan karet. Di sektor perikanan, garis pantainya

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 8-15 LAPUT 11.indd 9

sepanjang 1.170 mil dipenuhi ribuan pulau-pulau kecil. Papua memiliki terumbu karang terkaya dan terbaik di dunia. Begitu pula dengan hutan bakaunya. Berbagai jenis ikan hidup di sini, mulai dari pelagis besar, pelagis kecil, kerapu, udang, teripang, kerang, dan lain-lain. Potensi lestari perikanan Papua sebesar 1.404.220 ton per tahun. Karena itu tak salah kalau Papua termasuk daerah yang diminati investor asing. Data realisasi investasi triwulan III/2011 yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Papua termasuk lima besar penanaman modal asingnya paling tinggi yakni sebesar US$ 0,4 miliar. Secara kumulatif, realisasi penanaman modal asing di Papua dari Januari-September mencapai US$ 1,2 miliar, dengan sektor utama di pertambangan, perkebunan, kehutanan.

a

7

h

Dikuasai Orang Luar Pendek kata, harta karun di bumi Papua begitu bejibun. Tapi ironisnya, kebanyakan orang Papua tak menikmatinya. “Kita ini kaya, tapi kita miskin terus,� ujar Edo Kondologit, penyanyi asal Papua. Edo benar. Lihat saja jumlah orang Papua yang berada di bawah garis kemiskinan terus bertambah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kalau pada Maret 2010 jumlahnya 761,62 ribu jiwa,

9 11/5/11 11:38 PM


laporan utama PAPUA namun Maret 2011 naik menjadi 944,79 ribu jiwa. Ini baru yang di bawah garis kemiskinan, belum yang miskin. Jeffry Wayne Renold Papare, tokoh pemuda Papua mengatakan, perekonomian Papua hingga kini masih dikuasai orang luar Papua, termasuk asing. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga pendatang yang ada di Papua sebanyak 43% dari 3,2 juta penduduknya. Menurut Jeffry, proyek-proyek besar bernilai miliaran rupiah dikuasai perusahaan-perusahaan luar Papua, sementara proyek bernilai jutaan rupiah diserahkan para pekerja lokal. Jadilah rakyat Papua tertinggal jauh dibandingkan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia Papua dan Papua Barat adalah yang terendah di Indonesia. Untuk Papua berada di nomor 32 dan Papua Barat nomor 33. Mutu pendidikan anak-anak Papua di pedalaman semakin tertinggal jauh. Hampir setiap hari banyak tenaga kesehatan yang meninggalkan puskesmas di pedalaman. Kalaupun ada tenaga kesehatan, obat-obatan pun sulit didapat. Dari segi ekonomi rakyat, bila kita memasuki pasar-pasar tradisional di Papua dan Papua Barat, amat sulit menemukan adanya “Mama-mama Papua” yang berdagang di pasar. Mereka telah tersingkir ke pelataran pasar, toko, atau di trotoar jalan.

Jangan Biarkan Miskin Seharusnya orang Papua tidak seperti itu. Selain sumber daya alamnya begitu berlimpah, setiap tahun pemerintah pusat pun memberikan dana otonomi khusus kepada Papua dan Papua Barat. Dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012, dana otonomi khusus untuk Papua mencapai Rp 3,833 triliun, sedangkan untuk Papua Barat sebesar Rp 1,642 triliun. Selain itu, tahun depan ada pula alokasi dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat sebesar Rp 1 triliun. Namun banyak yang menduga sebagian besar dana otonomi khusus tersebut tidak mengucur ke rakyat. “Dana-dana dari pusat, di luar anggaran rutin, hanya 30% yang sampai ke rakyat. Sedangkan 70% habis oleh birokrat dan politisi lokal. Saya meminta agar anggaran Pemda diawasi sehingga persentasenya bisa dibalik, 70% untuk rakyat. Jika ini terjadi,

10 HLM 8-15 LAPUT 11.indd 10

barulah manfaat NKRI dapat dirasakan rakyat Papua,” ujar mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli. Ya, Papua memang tidak boleh dibiarkan terus melarat. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Papua dan Papua Barat harus dibenahi dengan kebijakan yang holistik, bukan parsial. “Kami ingin membuat seluruh masyarakat nyaman, namun kami pun butuh bantuan dari para bupati dan walikota

di sana. Kepemimpinan mereka dibutuhkan. Sapa dan dengarkan masyarakat Papua dan Papua Barat,” ujarnya. Seriuskah? Boleh jadi. Setidaknya, kini ada tim khusus untuk mempercepat pembangunan di Papua dan Papua Barat. Tim yang diberi nama Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) diketuai mantan Pangdam Iskandar Muda, Bambang Darmono. Selain itu ada unit

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:38 PM


laporan utama PAPUA

INVESTOR DAN BIDANG USAHA DI PAPUA

Empat Sumbu Pemicu

A

khusus pelaksanaan Otonomi Khusus Papua. “Tugasnya mengkoordinasikan kapasitas penguatan kementerian dan lembaga agar program pembangunan di sana bisa dijalankan dengan baik,” kata Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo. Tim ini juga akan mengevaluasi dana Otonomi Khusus Papua yang diduga banyak diselewengkan. Dus, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan terlibat di tim itu. Lukita bilang, struktur geogra-

fis selama ini menjadi kendala utama pembangunan di Papua. Nantinya, pembangunan di wilayah Papua akan difokuskan ke satu titik lalu dibiarkan berkembang. Setelah daerah tersebut berkembang dengan baik, maka akan dikembangkan infrastruktur pendukung di daerah sekitar pengembangan. “Jadi, infrastrukturnya kami pusatkan di daerah-daerah strategis,” ujarnya. Mudah-mudahan ini bukan janji kosong. Jangan sampai ada lagi orang Papua melarat di tanah mereka yang kaya raya. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 8-15 LAPUT 11.indd 11

pa sebenarnya yang menjadi penyebab Papua terus bergolak? Penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan empat yang menjadi sumbu pemicu. Pertama, marjinalisasi terhadap masyarakat Papua. Marjinalisasi ini mengakibatkan munculnya ketidakseimbangan masyarakat Papua dalam hubungan daerah dengan pusat. Kedua, kegagalan pembangunan. Ini bisa dilihat dari ketidaksetaraan hasil pembangunan. Ketiga, status politik Papua. Dan keempat, masalah pelanggaran HAM. “Sekarang bagaimana menyelesaikan akar masalah itu dengan jujur. Ini yang belum dilakukan,” kata anggota Tim Kajian LIPI tentang Papua, Adriana Elisabeth. Menurut Adriana, selama ini kesalahan yang terjadi di Papua adalah tidak adanya kebijakan yang terpadu antara pemerintah pusat dengan daerah. Penyebabnya, mereka tidak saling percaya. “Ada distrust yang serius antara Jakarta dan Papua. Ketika Papua melakukan hal yang berbeda dianggap separatis,” ujarnya. n

11 11/5/11 11:38 PM


laporan utama Papua

Paskalis Kossay, Ketua Kaukus Papua DPR

“Rakyat Papua Kecewa� TEKS Satrio Adi Nugroho FOTO Riset

E

ntah sudah yang ke berapa, konflik berdarah kerap terjadi di Papua. Dari tuntutan upah ribuan karyawan PT Freeport Indonesia sampai Organisasi Papua Merdeka. Kenapa konflik sering terjadi? Iwan Purwantono dari Inilah Review mewawancarai Ketua Kaukus Papua DPR, Paskalis Kossay, Jumat pekan lalu. Petikannya: Apa kabar Papua? Kondisi terkini di Papua, cenderung sudah kondusif. Namun semuanya masih unpredictable. Karena konflik atau kekerasan di Papua, bisa terjadi kapan saja. Memang masih ada konflik di Timika dan Puncak Jaya. Tetapi, sudah berangsur-angsur pulih kok. Papua sepertinya langganan konflik? Itulah yang sangat kita sesali. Warga Papua, tentu tidak ingin konflik terjadi. Akibat konflik, dampaknya bagi rakyat dan p e m e rintah daerah Papua, c u k u p m e n g ganggu. Ketika tidak ada stabilitas di

Papua, jelaslah merugi. Pembangunan infrastruktur terhambat, membuat aktivitas ekonomi juga terhambat. Ini berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Papua. Sementara, Papua ingin sekali mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Lalu apa yang salah? Kan sudah gamblang, konflik itu, pemicunya karena pemerintah pusat yang tidak konsisten dengan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Sepuluh tahun berjalan, tidak ada signifikansinya dengan kemajuan Papua. Kesejahteraan rakyat Papua, juga sangat pas-pasan. Bahkan boleh dikata minim sekali. Apa contoh konkret pemerintah tidak konsisten? Banyak sekali. Misalnya, UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua, jelas dan tegas. Bahwa provinsi yang diakui pemerintah, namanya Papua. Tidak ada yang lain. Sekarang, pusat malah memberikan peluang terjadinya konflik, bahkan perpecahan. Inpres No 21 Tahun 2003 tentang pemekaran wilayah, melahirkan Papua Tengah dan Papua Barat. Memang hanya Papua Barat yang disetujui, karena ide pembentukan Papua Tengah mendapat perlawanan hebat dari warga Papua. Sayangnya, pusat tidak menangkap gejolak di Papua dengan cerdas. Bahwa kehadiran Papua Barat, membuat rakyat Papua, kecewa. Lebih lagi, pemerintah pusat nadanya, tidak percaya dengan kemampuan daerah. Jadi, semuanya harus drop-drop dari pusat. Inilah yang membuat warga Papua, luka. Artinya, lahirnya Papua Barat malah memicu masalah baru di Papua? Memang begitu. Misalnya, adanya pengakuan pusat terhadap keberadaan Majelis Rakyat Papua (MRP) Barat. Ini membuat warga Papua bingung. Sekaligus menjadi bibit konflik dan perpecahan. Saat ini, warga Papua diliputi keta-

12 HLM 8-15 LAPUT 11.indd 12

kutan. Ingin berekspresi berlebih, dianggap makar atau separatis, yang harus ditumpas dengan bedil. Saya kira, nggak begitulah. Soal tuntutan karyawan PT Freeport Indonesia, bagaimana? Kalau soal tuntutan dari karyawan Freeport, saya pikir wajar. Mereka perlu kita dukung. Sampai saat ini Freeport tidak pernah membuka data penting. Misalnya, berapa produksi emas, tembaga serta produk lainnya dalam setahun. Lalu penghasilannya berapa. Yang jelas, hasilnya triliunan. Ironisnya, kondisi warga Papua, tidak signifikan, jauh dari sejahtera. Kenyataannya, kesehatan, pendidikan dan sarana lainnya, jauh dari standar. Rasanya memang belum ada keadilan di tanah Papua. Bukankah keberadaan Freeport membawa berkah? Kekayaan alam di Papua sudah dikeruk habis-habisan. Sementara yang dikembalikan, hanya secuil. Apakah ini dinamakan keadilan? Marilah kita berani jujur. Bahwa kondisi di Papua, memang tidak ada keadilan. Tentang separatisme di Papua? Kalau pemerintah salah arah, bisa. Adanya ketakutan atau kekhawatiran, membuat warga semakin apatis terhadap pemerintah pusat. Kondisi seperti ini, peluang bagi kelompok yang prokemerdekaan. Semangat untuk lepas dari NKRI, mudah cepat diterima masyarakat Papua. Dan, kita tidak tahu lagi, bagaimana mengatasinya. Belum lagi, keraguan dari para kepala daerah di Papua. Agak berbeda sedikit saja dengan pusat, sudah dicap separatis. Nah, yang seperti ini, sangat mengganggu para pemangku kebijakan di Papua. Untuk mematikan semangat itu? Solusinya hanya satu. Kembali ke UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua. Laksanakan secara konsisten, sungguhsungguh dan menyeluruh. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:38 PM


laporan utama Papua

Kenduri di Bumi Cendrawasih Diduga kuat ada tangan-tangan asing yang bermain di Papua. Mereka melihat kekayaan alam Papua yang sangat melimpah sebagai suatu yang ‘seksi’. TEKS Satrio Adi Nugroho dan Iwan Purwantono FOTO riset

n Gerakan OPM. Kekuatan asing diduga terlibat

R

ektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat, pasti tidak sedang bercanda ketika berkata: “Papua itu menjadi ‘kenduri’ berbagai pihak, termasuk asing untuk mencicipi dan meraup keuntungan di dalamnya.” Lebih seram lagi, Komaruddin bilang, pihak asing diduga terus mendorong Papua untuk merdeka. Soalnya, menurut pengakuan Panglima Organisasi Papua Merdeka yang pernah berbincang dengan mantan Menteri Sekretaris Negara Bondan Gunawan, tak ada keinginan bagi masyarakat Papua untuk memerdekakan diri. Tentang dugaan ini, Komaruddin tak sendirian. Pengamat militer dan intelijen dari Universitas Indonesia, Mardigu Wawiek Prabowo, sempat mencium bau yang sama. “Kami menduga kuat ada tangan-tangan asing yang bermain di sana. Mereka melihat kekayaan alam Pa-

pua yang sangat melimpah sebagai suatu hal yang ‘seksi’. Jika tangan-tangan asing itu bisa menguasai Papua, artinya mereka punya akses yang luas untuk menjarah kekayaan alamnya,” ungkap Mardigu. Beberapa indikasi keterlibatan asing tampak dari jenis senjata yang digunakan kelompok bersenjata di Papua, yakni senjata-senjata baru, bukan senjata standar Indonesia. Selain itu, taktik dan strategi para perusuh waktu menyerang, jelas metoda baru yang terlatih. Tak hanya itu. Jaringan ini juga melancarkan gerakan intelektual, misal, pertemuan atau seminar di forum internasional. Upaya internasionalisasi telah berlangsung lama. Sejak 2000, Bob Brown, senator dari Partai Hijau Australia aktif memotori terbentuknya Parliamentary Group on West Papua. Pada 2003, Bob mengampanyekan masuknya isu pelurusan sejarah Irian Jaya dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Irian Jaya.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 8-15 LAPUT 11.indd 13

Parliamentary Group on West Papua juga didukung organisasi internasional, seperti Asia Pacific Human Rights Network (APHRN), West Papua Action Australia (WPA-A), Action in Solidarity with East Timor (ASIET), Australian Council for Overseas Aid (ACFOA), East Timor Action Network (ETAN), dan The Centre for People and Conflict Studies The University of Sydney. Lembaga yang terakhir itu memiliki proyek West Papua Project (WPP), dipimpin Stuart Rees, seorang peneliti dan penulis tentang Indonesia. Denis Leith juga memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Papua dengan membantu penggalangan dana bagi WPP. Sekitar dua bulan lalu, International Lawyers for West Papua (ILWP) menyelenggarakan konferensi di East School of the Examination Schools—bagian dari Universitas Oxford, Inggris. Konferensi ini berisi bagaimana memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. Pemerintah Indonesia bukannya tak paham soal konferensi yang diselenggarakan ILWP. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, gerakan untuk Papua di wilayah Oxford memang ada. Menurut dia, sejumlah orang di kawasan itu terus berupaya menghidupkan masalah Papua di Inggris. “Orang-orangnya itu-itu juga. Saya kan dulu pernah di Inggris sebagai duta besar. Jadi, saya tahu siapa orang-orangnya. Upaya mereka selama ini tak memperoleh dukungan luas dari masyarakat dan pemerintah Inggris,” ujar Marty. Kalau memang begitu, dugaan Komaruddin makin terang bahwa di bumi Cendrawasih sedang ada kenduri. n

“Papua itu menjadi ‘kenduri’ berbagai pihak, termasuk asing untuk mencicipi dan meraup keuntungan di dalamnya.” 13 11/5/11 11:38 PM


laporan utama Papua

n Rumah warga: Masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan

Dana Otsus Berbau Kasus Dengan dana otsus yang berlimpah ruah, seharusnya masyarakat Papua tak lagi tertinggal. Siapa memainkan dana otsus? TEKS Satrio Adi Nugroho dan Iwan Purwantono FOTO riset

I

ni kisah tentang dana otonomi khusus (otsus) untuk Papua dan Papua Barat. Sejak 2002 hingga 2010, pemerintah pusat telah mencairkan dana otsus sebesar Rp 28,8 triliun untuk kedua provinsi tersebut. Dana otsus ini setiap tahun terus meningkat. Tahun 2011 ini, pemerintah pusat menganggarkan Rp 3,10 triliun untuk Papua dan Rp 1,33 triliun untuk Papua Barat. Tahun depan, 2012, dana otsus untuk kedua provinsi ini dinaikkan 23% menjadi Rp 3,83 triliun untuk Papua dan Papua Barat Rp 1,64 triliun. Selain dana otsus, pemerintah juga akan mengalokasikan dana tambahan

14 HLM 8-15 LAPUT 11.indd 14

infrastruktur untuk Papua sebesar Rp 571,4 miliar dan Papua Barat sebanyak Rp 428,6 miliar. Belum lagi dana-dana yang mengalir melalui kementerian dan lembaga. Pendek kata, Papua ibarat anak yang dimanjakan. Lihat saja soal alokasi anggaran untuk Papua yang sudah di atas Rp 28 triliun. Dengan jumlah penduduk kedua provinsi 3,2 juta jiwa, maka sebenarnya rata-rata penduduk Papua dan Papua Barat mendapatkan jatah sekitar Rp 9 juta per orang. “Itu jauh lebih tinggi dibandingkan aliran dana pada setiap orang di provinsi lain,� ujar Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

Dengan uang sebesar itu, seharusnya masyarakat Papua tak lagi ada yang tertinggal dibandingkan saudaranya di Jawa. Tapi tengok saja, jumlah penduduk Papua yang hidup di bawah garis kemiskinan setahun ini meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kalau pada Maret 2010 jumlahnya 761,62 ribu jiwa, namun Maret 2011 menjadi 944,79 ribu jiwa. Padahal tujuan pemerintah pusat menggelontorkan dana otsus adalah untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi.

Administrasi amburadul Soal dana otsus memang bisa membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Administrasinya amburadul. Selama ini pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menggabungkan dana otsus dengan APBD sehingga progam-progam yang dijalankan tidak jelas, apakah itu berasal dari dana otsus atau dana APBD. Celakanya lagi, tak ada pertanggungjawaban dan evaluasi anggaran. Pertengahan April lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan penyelewengan dana otsus Papua sebesar Rp 1,85 triliun. Dana sebesar itu dipertanyakan, karena parkir dan

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:38 PM


laporan utama Papua tidak diketahui jelas pemanfaatannya dan didepositokan di beberapa bank nasional dan daerah. Padahal, seharusnya dana otsus ini digunakan untuk program kesejehateraan rakyat Papua. Misalnya pendidikan dan kesehatan, bukan didepositokan di bank. BPK menegaskan penempatan dana otsus dalam bentuk deposito bertentangan dengan pasal 73 ayat 1 dan 2 Permendagri 13 tahun 2006. “Kegiatan fiktif tersebut sangat pasti menjadi persoalan hukum. Dana itu harusnya digunakan untuk program pendidikan dan kesehatan rakyat Papua,” tutur anggota BPK Rizal Djalil.

OPM dan Dana Otsus Kejanggalan ini pun memunculkan sejumlah isu mulai dugaan dana dikorupsi sejumlah pejabat daerah dan pusat. Bahkan isu makin liar menyebutkan dana itu ditabung untuk mendukung gerakan kemerdekaan Papua. Nah, soal yang terakhir ini memang sempat disinggung Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro. Dia bilang, ada dana otsus Papua yang diselewengkan untuk mendukung kegiatan makar Organisasi Papua Merdeka (OPM). “Soal penyelewengan dana otsus untuk makar memang ada indikasinya,” ujar Purnomo. Nyatanya, OPM terus membuat situasi tak nyaman. Mereka kabarnya sering mengancam elit Papua agar dana otsus diserahkan kepada mereka. “Targetnya menggagalkan progam otsus di Papua,” ungkap sumber majalah ini. Jika dana otsus tak sampai turun ke bawah, maka masyarakat Papua akan terus tertinggal dibandingkan daerahdaerah lain di Indonesia. Nah, dari sinilah pemerintah pusat bakal dituding tak becus mengurus Papua. “Setelah itu mereka akan mendesak pemerintah untuk membuka langkah referendum,” tambah sumber. Lalu, siapa elit Papua yang bermain dengan soal ini? Memang semua harus dibuktikan dulu. “Harus ada investigasi khusus dan laporan pertanggungjawaban yang jelas. Pengawasan dan pengawalan dana otsus harus dilaksanakan secara ketat dan tegas, termasuk sampai tingkat implementasinya,” ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Ja’far. Tapi, kata Marwan, jika ditemukan ada kepala daerah menyelewengkan dana otsus, harus ditindak tanpa pandang bulu. M Ridha Saleh, Wakil Ketua Kom-

nas HAM yang juga anggota Sub Komisi Mediasi Komnas HAM, yang menangani masalah Papua, juga mempertanyakan penggunaan dana otsus. Kasus serangkaian kerusuhan akhir-akhir ini menunjukkan masalah di Papua makin rumit. Pendekatan kemakmuran dengan memberikan dana otsus saja tak cukup. “Masalah Papua bukan menggelontorkan dana besar di sana, tapi bagaimana menciptakan situasi yang adil dengan melibatkan tokoh-tokoh untuk berdialog,” ujar Ridha.

Belum Mampu Mengelola Lahirnya UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua memang diharapkan dapat menyelesaikan banyak masalah di Papua. Namun setelah 10 tahun berjalan, masyarakat Papua tetap miskin, keamanan tidak terjamin, dan ketidakadilan serta pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi. Selama Oktober lalu, terjadi serangkaian penembakan yang menewaskan 10 orang termasuk Kapolsek Mulia, Puncak Jaya, Komisaris (Anumerta) Dominggus O Awes. Penembakan oleh gerombolan bersenjata itu hingga kini belum terungkap. Muncul kritik bahwa pemerintah

Dengan jumlah penduduk kedua provinsi 3,2 juta jiwa, maka sebenarnya rata-rata penduduk Papua dan Papua Barat mendapatkan jatah sekitar Rp 9 juta per orang.

n Masyarakat Papua: banyak di antara mereka hanya lulusan slta

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 8-15 LAPUT 11.indd 15

mengabaikan pelaksanaan UU 21/2001 tentang Otsus Papua. “Bukan hanya setengah hati, pemerintah tidak mau melandaskan penanganan Papua berdasarkan UU Otsus Papua,” kata Ferry Mursyidan Baldan, mantan Ketua Pansus RUU Otsus Papua. Namun Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan menilai, ada yang salah dalam pengelolaan Otsus Papua. “Mereka mengelola sendiri dengan pemimpin dan birokrasi yang berasal dari mereka sendiri. Artinya, ada yang salah dengan pengelolaannya,” kata Djohermansyah. Ia menyebutkan, berdasarkan Otsus Papua, yang menjalankan pemerintahan di wilayah tersebut ialah pemimpin lokal seperti gubernur, wali kota, MRP (Majelis Rakyat Papua), dan DPRP (Dewan Perwakilan Rakyat Papua). “Nyaris tidak ada pihak luar Papua yang ikut membantu jalannya pemerintahan. Di sini terlihat bahwa mereka belum menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya. Parahnya lagi, banyak di antara mereka hanya lulusan SLTA. “Akibatnya, sering terjadi mismanagement,” kata Djohermansyah. n

15 11/5/11 11:38 PM


nasionalotoritas jasa keuangan

Selamat Datang Otoritas Super Keberadaan OJK sudah disahkan sejak dua pekan lalu, tapi masih banyak hal yang perlu dibenahi. Bank Indonesia memberi catatan khusus karena tak pernah dilibatkan dalam pembahasan. TEKS Ardi Siregar FOTO dok. inilah.com dan dahlan rebo pahing

O

toritas Jasa Keuangan (OJK) boleh dibilang bayi ajaib yang selalu mengundang kontroversi. Selain masa penggodok­ annya berlarut-larut hingga sembilan tahun, setelah lahir pun tetap menjadi topik perbincangan hangat di berbagai kalangan. Maklum, kewenangan otoritas ini sungguh sangat lebar. OJK dibentuk un­ tuk mengatur dan mengawasi kegiatan seluruh perusahaan yang bergiat di sek­

16 HAl 16-19 Edisi 11 Nasional.indd 16

tor keuangan. Mulai dari perbankan, pembiayaan, asuransi, dana pensiun, pe­ gadaian hingga pasar modal. Jadi, selain mengambil alih wewe­ nang BI, OJK juga bakal mengambil pe­ ran yang selama ini dijalankan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dan sebagian peran Kementerian Keuangan. Maka­ nya, tak mengherankan apabila ada yang menyebut otoritas ini sebagai lembaga super power.

Menurut Ketua Panitia Khusus DPR tentang OJK, Nusron Wahid, fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal dan lembaga keuang­ an sudah harus beralih dari Menkeu ke OJK selambat-lambatnya pada 31 De­ sember 2012. ”Selama proses transisi, Dewan Komisioner OJK membentuk tim tran­ sisi untuk membantu kelancaran proses peralihan dari otoritas pengawasan yang

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:46:29 PM


nasionalotoritas jasa keuangan lama ke OJK,” katanya. Apabila tugas Menkeu di dua sektor tersebut sudah diserahkan (paling lam­ bat 31 Desember 2012), setahun kemu­ dian giliran wewenang BI yang bakal dipasrahkan. Sehingga di awal 2014 oto­ ritas ini sudah bisa bergerak dengan ke­ kuatan dan kewenangan penuh. Berlarut-larutnya pembahasan OJK, kabarnya, juga disebabkan bakal hi­ langnya wewenang pengawasan bank dari tangan BI. Perdebatan tentang ini berlangsung alot lantaran BI secara te­ rang-terangan tak setuju jika fungsi pengawasan bank diserahkan kepada otoritas baru tersebut. Padahal, seperti kata Ketua Komisi IX bidang keuangan dan perbankan DPR Harry Azhar Aziz, selama lebih dari 10 tahun, peran BI telah melampaui ba­ tas dalam melakukan pengawasan per­ bankan. Sebab dalam pasal 34 UU No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, je­ las-jelas disebutkan bahwa pengawasan perbankan bukan berada di bank sen­ tral. “Pengendalian moneter memang ada di Bank Indonesia tetapi bukan di sektor pengawasan,” kata Harry. Menurut Harry, pengawasan bank oleh OJK tidak akan mengikuti sistem pengawasan yang dilakukan BI selama ini, meski juga bukan berarti BI tak bisa melakukan pemeriksaan terhadap bank. “BI masih berhak melakukan pemerik­ saan terhadap bank, tetapi dia diwajib­ kan melapor kepada OJK terlebih da­ hulu,” ujarnya.

Molor setahun Sejatinya dua hari sebelum palu diketok, BI secara khusus mengirim catatan yang berisi masukan ke DPR soal hubungan BI dengan OJK dalam mengendalikan moneter. Catatan itu penting karena BI tidak pernah dilibatkan dalam pem­ bahasan di Pansus. “Catatan ini dalam konteks kami tidak tahu isi draft final RUU OJK. Kami juga masih meraba-ra­ ba,” kata Difi A Johansyah, Kepala Biro Humas BI, beberapa waktu lalu. Ada tiga hal yang disorot BI. Per­ tama tentang mekanisme pengawasan BI terhadap bank sistemik dan prosedur mendapatkan informasi. Kedua, soal koordinasi dalam menjaga makro per­ ekonomian. Dan ketiga, soal nasib para pengawas asal BI. Menurut Difi, BI mengingatkan agar semua hal teknis menyangkut OJK seperti kewenangan, struktur orga­ nisasi, mekanisme koordinasi hingga

pe­ ngambilan keputusan, harus tuntas dalam masa transisi. “Jadi ketika orga­ nisasi baru ini beroperasi penuh tak ada miskomunikasi antar lembaga,” ujarnya. Khusus soal pengawasan terhadap bank berdampak sistemik, BI berharap mendapat keleluasaan untuk melaku­ kan akses secara langsung dan tidak perlu melewati birokrasi OJK. Akses langsung diperlukan karena saat mengambil ke­ bijakan penting, BI tidak bisa menunggu lama. Contohnya ketika BI harus mela­ kukan stabilisasi nilai tukar untuk meres­ pons gejolak pasar. Di sini, BI butuh infor­ masi yang cepat tentang kondisi bank. “Kami perlu tahu bank mana yang berspekulasi, melepas surat utang ne­ gara (SUN), menimbun valuta asing atau kekeringan likuiditas. Kalau kita tidak bisa masuk langsung ke bank, akan su­ sah memutuskannya,” katanya. Ada sekitar 14 bank yang masuk ka­ tegori bank berdampak sistemik yang menjadi penentu sektor industri. BI perlu selalu mengetahui kondisi mereka agar kebijakan moneter bisa seiring de­ ngan perkembangan industri. Misalnya saat mengendalikan likuiditas, BI perlu mengetahui secara langsung kondisi bank sistemik ini. “Kebijakan BI bisa menjadi bume­ rang. Misalkan ingin mengetatkan likui­ ditas, ternyata banyak bank lagi kesu­ litan, kan berbahaya,” tutur Difi. Hal lain yang disorot adalah soal pendanaan OJK. Sesuai UU yang baru disahkan, alokasi APBN untuk OJK pada tahap awal sebesar Rp 300,04 miliar. Pada pasal 34 menyebutkan, anggaran OJK bersumber dari APBN dan atau pu­ ngutan dari pihak yang melakukan ke­

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 16-19 Edisi 11 Nasional.indd 17

giatan di sektor jasa keuangan. Soal pu­ ngutan ini sempat dipertanyakan Ketua Umum Himbara (Himpunan Bank-Bank milik Negara) Gatot Suwondo. ”OJK akan mengawasi kami, tapi kami bayar fee ke OJK. Obyektivitas pengawasan­ nya bagaimana?” tanya Gatot. Muncul pula pertanyaan seputar 843 pegawai pengawas BI yang nantinya bakal bergabung di OJK. Selama ini santer bere­ dar, gaji mereka bakal dipotong 40 persen dibanding gaji di BI. Menurut Deputi Gu­ bernur BI Ardhayadi, soal nasib karyawan BI di bidang pengawasan ini, direksi telah menyiapkan skenario untuk merotasi atau memindahkan pegawai di bidang peng­ awasan ke bidang lainnya. Menanggapi berbagai kekhawatiran tadi, Menteri Keuangan Agus Marto­ wardojo menegaskan, OJK akan meng­ awasi perbankan dari aspek mikropru­ densial, sementara BI akan mengawasi aspek makronya. Aspek mikro seperti kelembagaan, kesehatan bank dan aspek kehati-hatian bank. Alasan utama pem­ bentukan OJK tak lain dilandasi fakta bahwa jasa keuangan semakin kompleks dan dinamis. “Baik karena pengaruh glo­ balisasi, perkembangan teknologi, mau­ pun inovasi produk keuangan,” ujarnya. Masih menurut Agus, OJK justru menjaga perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan. Dan, satu hal lagi yang penting, OJK merupakan amanat pasal 34 UU no 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Pasal tersebut mengamanatkan pembentukan lem­ baga pengawasan sektor jasa keuangan selambat-lambatnya 30 Desember 2010. Jadi artinya, kelahiran OJK sebenarnya sudah terlambat hampir setahun. n

17 1/9/2011 10:46:31 PM


nasionalkartu kredit

Menggesek Aturan Kartu Gesek

Bank Indonesia segera merevisi peraturan tentang kartu kredit. Sebuah upaya untuk mengurangi jumlah rumah tangga yang bangkrut gara-gara memakai kartu secara tak terkendali. TEKS Ardi Siregar FOTO riset

S

eandainya masih hidup, Irzen Octa pastilah bakal me­ narik napas lega mendengar kabar terbaru dari Bank Indonesia di awal November ini. Irzen adalah nasa­ bah kartu kredit Citibank yang diduga tewas akibat penganiayaan oleh debt collector Citibank di Menara Jamsos­ tek, Jakarta. Belajar dari kasus itulah, BI merasa perlu menerbitkan revisi peraturan yang menyangkut alat pembayaran menggu­ nakan kartu (PBI APMK). Revisi PBI APMK bakal diterbitkan akhir bulan ini. Rancangan finalnya telah disahkan pada Rapat Dewan Gubernur BI pada Selasa pekan lalu. Isinya, antara lain, penagihan kartu kredit harus dilakukan tanpa ancaman dan tekanan dan bank dilarang mena­ gih tunggakan kartu kredit ke keluarga nasabah. “BI juga melarang penjualan tagihan kepada debt collector secara borongan,” kata Ronald Waas, Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pem­ bayaran BI, Jumat pekan lalu.

18 HAl 16-19 Edisi 11 Nasional.indd 18

Rencana keluarnya PBI APMK ini sebenarnya sudah ditunggu banyak ka­ langan. Maklum, selama ini, belum ada aturan yang melarang pengalihan ta­ gihan secara borongan dari bank kepada debt collector. Padahal, justru di sinilah peluang terjadinya pelanggaran dalam proses penagihan. Termasuk aksi keke­ rasan oleh sang penagih. Selain mekanisme penagihan. PBI APMK juga akan mengatur batas mini­ mal penghasilan calon nasabah kartu kredit. Pada saat PB APMK diberlaku­ kan 1 Januari 2013, calon nasabah harus memiliki penghasilan minimal Rp 3 juta dan plafon kartu kreditnya maksimal tiga kali gaji. Nasabah yang berpengha­ silan di bawah Rp 10 juta per bulan ha­ nya boleh memiliki dua kartu kredit dari penerbit yang berbeda. Hal lainnya, bank penerbit kartu kredit juga tak bakal bisa seenaknya mematok tingkat bunga pinjaman. BI menetapkan batas atas bunga pin­ jaman sebesar 3 persen per bulan. Saat ini banyak bank yang menetapkan bu­

nga pinjaman antara 3,5% hingga 4% per bulan. Tak hanya itu, kartu kredit nantinya juga tidak boleh digunakan untuk mengajukan kredit tanpa a­ gunan (KTA). Berdasarkan data yang dimiliki BI, bisnis kartu kredit memang terus membesar dalam empat tahun ter­ akhir. Transaksi kartu kredit sepan­ jang tahun 2007 hanya Rp 72,6 triliun. Namun di tahun 2010 melesat 225% menjadi Rp 163,21 triliun. Nah, da­ lam enam bulan pertama tahun 2011 ini, nilai transaksi sudah mencapai Rp 120,85 triliun. Sementara nilai kredit macet kartu kredit per Agustus 2011 tercatat Rp 3,18 triliun. Angka ini tu­ run 26,79% dibanding Agustus tahun lalu Rp 4,34 triliun. Menurut Gubernur BI Darmin Nasu­ tion, revisi PBI APMK bertujuan agar in­ dustri kartu kredit tumbuh sehat. “Kami memilih perkembangan industri yang masuk akal tetapi aman bagi konsumen. Daripada perkembangan berlebihan te­ tapi keamanan kurang,” katanya. Revisi PBI APMK ini juga disambut hangat oleh anggota Komisi XI DPR Kemal Azis. Menurutnya, saat ini seba­ gian nasabah telah menggunakan kartu kredit secara berlebihan dan tidak sehat. “Trennya di berbagai negara memang perlu limitasi kartu kredit. Sebab kini semakin banyak rumah tangga bangkrut akibat penggunaan kartu kredit yang tak terkendali,” kata Kemal. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:46:33 PM


nasionalbpjs

Menggugat Tiket ke Surga Kalangan buruh dan pekerja berencana menarik dana jaminan hari tua mereka di Jamsostek apabila BUMN itu dilebur menjadi BPJS II. Para buruh tak rela apabila mereka yang sudah miskin itu harus mensubsidi rakyat miskin. TEKS Ardi Siregar FOTO dok. inilah.com

J

oko Heryono, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) terlihat geram. Ia mengaku akan melakukan konsolidasi dengan seluruh DPD untuk menarik dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT Jamsostek. Fakta bahwa Undang-Undang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang te­ lah disahkan DPR dianggap belum me­ nampung aspirasi para pekerja. “Kami akan terus melakukan perla­ wanan dan segera melakukan konsoli­ dasi dan rapat koordinasi dengan DPD untuk menarik dana Jaminan Hari Tua dan dana lainnya,” kata Joko. Kegusaran Joko juga dirasakan para buruh yang tergabung dalam Forum

Bersama Manajemen Sumber Daya Ma­ nusia (Formasa) dan Forum Penyela­ matan Dana Pekerja/Buruh Jawa Timur. Para buruh di Jatim ini juga berniat un­ tuk menarik seluruh dana JHT mereka di PT Jamsostek. Alasannya sederhana, mereka tidak rela jika dana yang selama ini disetorkan secara rutin ke PT Jam­ sostek (Persero) digunakan pemerintah untuk mensubsidi rakyat miskin. “Selama ini kami saja masih miskin, kenapa kami para pekerja dan buruh yang melarat ini harus mensubsidi jaminan kesehatan untuk rakyat miskin,” kata En­ dung Sutrisno, Koordinator Formasa. Menurutnya, apabila pemerintah dan DPR mau membentuk BPJS baru khusus untuk rakyat miskin, para buruh

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 16-19 Edisi 11 Nasional.indd 19

pasti akan mendukung. “Tapi kalau sam­ pai Jamsostek digabung dengan BPJS lainnya, jelas kami tolak. Makanya, se­ belum digabung, kami sepakat menarik seluruh dana JHT yang selama ini kami percayakan untuk dikelola PT Jamsos­ tek,” jelasnya. Begitulah, pengesahan UU BPJS yang dilakukan dalam rapat paripurna DPR pada 28 Oktober lalu, memang menyi­ sakan tentangan dari berbagai kalangan. Hasil dari sidang paripurna itu mene­ tapkan, ke depan akan dibentuk BPJS I yang membidangi kesehatan dan BPJS II yang mengurus masalah ketenagaker­ jaan. BPJS I akan mulai beroperasi 1 Ja­ nuari 2014, sedangkan BPJS II paling lambat Juli 2015. Pembentukan dua lembaga baru itulah yang ditentang para buruh karena berarti empat BUMN yang selama ini mengurus jaminan sosial -PT Jamsostek, PT Askes, PT Taspen, dan PT Asabri-- bakal dilebur. Selain soal peleburan empat BUMN tadi, kalangan pekerja juga menganggap telah terjadi skandal besar legislasi na­ sional dalam hal pengesahan UU BPJS. Pasalnya, setelah UU disahkan mela­ lui Sidang Paripurna DPR pada Jumat (28/10), ternyata ke depan masih akan dilakukan berbagai pembahasan. “Ba­ gaimana mungkin sebuah UU disahkan secara serampangan tanpa prosedur yang normal,” kata Ketua Umum Fede­ rasi Serikat Pekerja BUMN Abdul Latif Algaff, Selasa pekan lalu. Apa yang disampaikan Latif untuk merespons pernyataan Wakil Ketua Pa­ nitia Khusus RUU BPJS Ferdiansyah yang mengatakan bahwa meski telah disahkan dalam rapat paripurna, naskah final RUU BPJS sebenarnya belum sele­ sai dibahas. “Panja belum lapor ke pleno pan­ sus. Kemudian penjelasan belum diba­ has. Lalu sinkronisasi terhadap bab, pasal, dan ayat, juga belum dilakukan. Pendapat mini fraksi juga belum di­ sampaikan, sehingga akhirnya belum ada naskah RUU yang final. Pemeritah memaksakan diri dalam pengesahan RUU BPJS ini,” kata Latif mengutip Ferdiansyah. Toh, kalangan DPR justru merasa puas telah berhasil mengegolkan UU ini. Menurut Pramono Anung, pimpinan sidang paripurna, pengesahan UU BPJS merupakan yang pertama dalam sejarah bangsa ini. “Mudah-mudahan jadi tiket ke surga,” ujarnya. n

19 1/9/2011 10:46:36 PM


bisnisbumn

n Acara Si Unyil di TVRI. Idenya datang dari Menteri BUMN

Siti Nurbaya Mencari Jodoh Balai Pustaka akan masuk ke Telkom. Begitu pula PPFN ke Adhi Karya. Namun tak gampang karena beda bisnis intinya. TEKS AS Riyanto FOTO riset

S

iti Nurbaya lahir dari rahim imajinasi Marah Rusli. Karya sastra yang melegenda ini diterbitkan tahun 1920 oleh Balai Pustaka. Sejak masa kolonial Belanda hingga setelah kemerdekaan, perusahaan negara (BUMN) ini menjadi penerbit yang besar dan modern. Semasa jayanya, Balai Pustaka memang menerbitkan banyak karya penulis papan atas. Selain Marah Rusli, ada Abdul Muis dengan Salah Asuhan

20 HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 20

(1928), Tulis Sutan Sati dengan Sengsara Membawa Nikmat (1928) atau ada pula Laila Majnun (1932) karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). Generasi di bawahnya ada Lho (Putu Wijaya), Olenka (Budi Darma), Ombak Parangtritis (Nasjah Djamin), Madu Prahara (Motinggo Busye), Telepon (Sori Siregar), Tiga Kota (Nugroho Notosusanto), dan buku kumpulan puisi dan lain-lain.  Balai Pustaka juga menerjemah-

kan karya sastra dari luar, seperti karya Antonine De Saint (Terbang Malam), Nicolaj Gogol (Tarras Bulba), A.Hamid G.As Sahar (Suasana Bergema), juga ada Ryunosuke Akutagawa (Rashomon dan Aneka Kisah). Sayangnya, Balai Pustaka harus tenggelam di tengah pusaran persaingan. BUMN ini kalah bersaing dengan penerbit swasta yang mencapai ratusan jumlahnya. Maka, Balai Pustaka pun terperosok semakin dalam. Berbagai masa-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:43:17 PM


bisnisbumn

n Kegiatan di Balai Pustaka. Penyakitnya sudah kronis

lah menenggelamkan BUMN ini, mulai dari kasus korupsi di daerah hingga masalah SDM yang tidak mumpuni. Kini, Balai Pustaka harus menanggung utang sekitar Rp 110 miliar. Padahal asetnya tak sampai Rp 100 miliar. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menyelamatkan Balai Pustaka dari kebangkrutan. Misalnya, BUMN ini sudah melakukan program pensiun dini sebanyak 75% karyawan. Kini, perusahaan penerbit dan percetakan ini cuma memiliki 225 karyawan. Tak hanya itu, Balai Pustaka juga merekrut karyawan yang memiliki kualifikasi di bidang teknologi informasi. Maksudnya, BUMN ini akan masuk pada digitalisasi. Sejak dua tahun lalu, perusahaan ini sudah merekrut tiga orang professional di bidang media digital. Namun berbagai upaya itu ternyata tak cukup membantu. Penyakit Balai Pustaka sudah sangat kronis. Sejak tahun 2005, BUMN ini terus merugi. “Akumulasi kerugian hingga saat ini mencapai Rp 110 miliar,” kata Zaim Uchrowi, Direktur Utama Balai Pustaka. Siti Nurbaya pun mulai mencari jodoh agar bisa hidup. BUMN ini sudah mulai melakukan pendekatan dengan Telkom. Akhirnya mereka berpacaran sejak Oktober lalu. Kedua sejoli ini meng­ikat kerjasama dalam penyediaan konten digital. Balai Pustaka, yang masih memiliki prospek, akan diakuisisi oleh Telkom. “Jadi ini seperti anak perusahaan tetapi atas keinginan BUMN

yang bersangkutan. Bukan keinginan saya atau keinginan kementerian,” papar Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN.

Si Unyil Mencari Bapak Angkat Namun, PT Telkom masih pikir-pikir untuk mengakuisisi Balai Pustaka. “Sejauh ini kami belum melakukan lang­ kah-langkah apapun terkait akuisisi Balai Pustaka, termasuk petunjuk dari Kementerian BUMN kami belum menerimanya secara resmi,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication PT Telkom. Ditambahkan Eddy, proses akuisisi ini tidak seder­ hana karena memerlukan banyak pertimbangan bisnis. Perseroan juga perlu melakukan kajian lebih lanjut terhadap rencana ini. Selain itu, bisnis inti Balai

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 21

Pustaka juga sebenarnya tidak sejalan dengan bisnis BUMN telekomunikasi tersebut. Tak hanya Siti Nurbaya yang galau. Kegalauan serupa juga dialami oleh Si Unyil. Perusahaan Produksi Film Nasional (PPFN), produsen Si Unyil, juga sedang megap-megap. Sama seperti Balai Pustaka, Dahlan pun berharap ada BUMN besar yang sudi menampung Si Unyil. Namun, secara terus terang Dahlan mengakui, memang janggal bila PT Adhi Karya mengakuisisi PPFN dan Telkom mengakuisisi Balai Pustaka. Karena itu, menurut Dahlan, rencana akuisisi ini harus dilakukan melalui kajian mendalam. “Kami serahkan kepada masing-masing BUMN. Segala sesuatunya harus dilakukan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan (good corporate governance/ GCG),” katanya. Sikap Adhi pun sama seperti Telkom. BUMN karya ini masih mengkaji pembelian PPFN. “Kami sekarang sedang mengkaji, baik dari sisi bisnis dan aspek lainnya,” kata Kurnadi Gularso, Sekretaris Perusahaan Adhi. Jika proses kajian akuisisi tersebut rampung, maka perusahaan pelat merah tersebut akan mulai melaporkan rencana akuisisi tersebut lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dilanjutkan dengan prosedur akuisisi lain sebagai perusahaan terbuka. “Aksi korporasi ini kan melibatkan salah satu pemegang saham. Jadi masih kita kaji,” imbuhnya. Selain itu, masih ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam akuisisi ini, seperti bentuk PPFN yang masih Perum dan bisnis intinya yang tidak sesuai dengan Adhi. “Kita belum tahu apakah nanti bisnisnya PPFN akan diganti atau tidak. Ini kan ide dari menteri (BUMN), tentunya harus kita respons dan kaji dulu,” tambah Kurnadi. Begitulah nasib Si Unyil dan Siti Nurbaya kini. n n Dahlan Iskan

21 1/9/2011 10:43:20 PM


bisnisotomotif

n Banjir menerjang pabrik mobil di Thailand. Terpaksa merevisi kembali target penjualan.

Peluang Dari Banjir Thailand Pasar otomotif akan terkoreksi gara-gara banjir di Thailand. Impiannya relokasi. TEKS AS Riyanto FOTO riset dan ardhy fernando

T

hailand terendam. Banjir yang terjadi sejak Juli lalu itu telah menenggelamkan 25 dari 77 provinsi di Negari Gajah Putih ini. Kerugian pun terus membengkak. Diperkirakan total kerugian Thailand akibat banjir telah mencapai lebih dari US$ 31,4 miliar. Sebanyak 40% dari kerugian

22 HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 22

itu disumbang dari kerugian kawasan industri yang mencapai US$ 14 miliar. Adapun kerugian di industri otomotif yang dilansir Bloomberg (mengutip JP Morgan Chasel & Co), diperkirakan mencapai US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun selama sebulan. Pabrik Honda Automobile (Thailand) Co Ltd di Ayut-

thaya berhenti berproduksi sejak 4 Oktober. Produsen lainnya, seperti Toyota di Chachoengsao, Nissan di Samut Prakarn, Mitsubishi di Chon Buri, Auto Alliance di Rayong, dan Isuzu di Chachoengsao, juga melakukan hal yang sama.  Bencana banjir di Thailand itu mempengaruhi industri otomotif di Indone-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:43:24 PM


bisnisotomotif

n Pasar otomotif Indonesia memang besar.

sia. Maklum, selama ini Indonesia sangat tergantung pada negara tersebut. Begitu pula sebaliknya. Namun, untuk urusan relokasi pabrik dari Thailand, tampaknya tidak mudah. Indonesia memang surga bagi produsen otomotif. Produk apapun yang dilempar ke pasar pasti laku dan permintaan selalu naik. Hingga semester I-2011, penjualan kendaraan roda empat mencapai 506.743 unit atau naik dibanding periode sama tahun lalu yang berjumlah 442.314 unit. Tak heran bila penjualan roda empat tahun ini bisa di atas 870 ribu unit. Namun, banjir di Thailand akan membuat target penjualan otomotif nasional 2011 kembali ke target semula, yakni antara 840 ribu hingga 850 ribu unit. “Sebelum kejadian ini, kami optimistis mampu menembus penjualan 870 ribu unit,” kata Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM). Johnny menyebut produk Toyota yang didatangkan dari Thailand seperti Toyota Camry, Corolla, Yaris, Vios, dan Hilux bisa mengalami penurunan sebanyak 10 ribu unit pada November. Biasanya, dalam kondisi normal, produk Toyota yang diimpor dari Thailand bisa

mencapai 70 ribu-80 ribu unit. Pasar yang menganga itu membuat produsen otomotif tertarik merakit mobilnya di Indonesia. Namun, dengan segala kemudahan dan kesiapan infrastruktur, Thailand lebih unggul menarik produsen. Sebelum dibenam banjir, Pemerintah Thailand telah menyetujui anggaran tambahan mencapai 3,42 miliar baht (sekitar Rp 1 triliun) guna pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas sirkuit pengujian kendaraan. Proyek besar industri otmotif Thailand tersebut akan rampung pada 2014 atau berbarengan dengan ketika negeri ini diproyeksi mencapai jumlah produksi kendaraan roda empat 3 juta unit. Selain roda empat, industri otomotif Thailand juga telah dilirik para pemain industri roda dua internasional. Thailand akan menjadi basis produksi Kawasaki dan Suzuki, khususnya untuk model-model berkapasitas mesin besar. Selain kedua perusahaan Jepang tersebut, Harley-Davidson dan Ducati, juga telah menyatakan akan membangun pabriknya di Negeri Gajah Putih. Belakangan Honda menunjuk Thailand sebagai basis global produksi model CBR 250R yang juga dipasarkan ke Indonesia.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 23

Relokasi ke Indonesia Namun banjir membuat banyak impian melambung. Industri otomotif di Thailand akan merelokasikan pabriknya ke Indonesia. “Saya baru dihubungi saja, belum menerima permohonan resmi. Dua yang mau relokasi, tapi saya tidak bisa menyebutkan namanya,” kata Edy Putra Irawadi, Deputi Menko Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan. Namun, lanjut Edy, mereka ingin mengetahui bentuk insentif apa yang bisa diberikan pemerintah Indonesia. Edy memperkirakan paling cepat mereka akan merelokasi pabriknya ke Indonesia tahun depan. “Mereka meminta tahun 2012, tapi mereka bertanya apakah bisa dia dapat tax holiday,” papar Edy. Selain itu, ada dua industri otomotif lainnya yang ingin mengembangkan pasarnya di Indonesia. Industri tersebut ingin menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor produk otomotif. “Yang akan melakukan perluasan adalah Mercy dan Toyota,” tambah dia. Lain halnya data yang disampaikan Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian. Menurut dia, ada puluhan perusahaan otomotif yang mau menanamkan investasinya ke Indonesia. Mereka didominasi oleh perusahaan komponen Tier-1 dan Tier-2 (sub komponen). Para penanam modal ini ada yang benar-benar investasi baru, namun ada pula yang hanya menambah peralatan dan jumlah produksi. “Yang namanya investasi bukan selalu bikin pabrik baru, tambah peralatan di pabrik, logistik juga butuh dana besar. Ini yang mau kami dorong, bukan dipindahkan dan mengganggu investasi di negara lain. Tapi ditambah atau juga bikin baru di sini,” kata Budi. Lain halnya dengan Yuwono, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Menurutnya, cepat atau lambat produsen otomotif bakal merelokasi pabriknya ke Indonesia. Perpindahan ini bukan karena bencana banjir yang melanda Thailand, melainkan lantaran pasar otomotif di Indonesia yang sangat besar.  Dia menyarankan pemerintah agar membenahi dan membangun  infrastruktur. Selain itu memperbaiki regulasi untuk kemudahan berusaha di Tanah Air. “Karena kegiatan ini merupakan jangka panjang,” ujarnya. n

23 1/9/2011 10:43:29 PM


bisnisantidumping

n Dituding sepatu buatan China.

Jejak-jejak Sepatu di Brazil Ekspor sepatu terus meningkat. Indonesia dituduh membawa sepatu China dan dijual ke Brazil. TEKS AS Riyanto FOTO riset

P

rodusen sepatu Indonesia sedang bersuka cita. Angka ekspor tetap menanjak meskipun dibayangi krisis Eropa dan Amerika Serikat. Ekspor sepatu tahun ini diprediksi bisa mencapai US$ 3,2 miliar setelah ekspor sepatu China dan Vietnam sebagai pesaing utama Indonesia turun. Bahkan selama sembilan bulan pertama di 2011, ekspor sepatu Indonesia sudah menembus US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 23,8 triliun. Tahun lalu, ekspor alas kaki Indonesia mencapai US$ 2,6 miliar atau Rp 22,1 triliun. Namun, masih ada ganjalan bagi eksportir sepatu Indonesia. Awal Oktober lalu, pemerintah Brazil protes karena

24 HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 24

angka keberhasilan ekspor di atas ternyata semu. Sepatu-sepatu tersebut dituding berasal dari China yang diekspor ke Brazil. Intinya, pemerintah Brazil melakukan penyelidikan antidumping circumvention terhadap produk sepatu asal Indonesia karena diduga melakukan reekspor secara ilegal produk sepatu asal China. Padahal, dengan kebijakan antidumping circumvention, produk sepatu China telah dikenai bea masuk antidumping sebesar US$ 13,85 per pasang sejak Maret 2010. Tuduhan itu sebenarnya sudah berasap sejak akhir Juli 2010. Saat itu Brasil menuduh Indonesia, Vietnam,

dan Malaysia menjadi negara persinggahan China untuk menjual produk alas kaki murah ke Brasil. Sejak itu, Brasil memperkuat regulasi antidumping circumvention dengan memberlakukan aturan kandungan lokal dari produk yang diekspor sebanyak 40% dan kandungan tambahan sebanyak 25%. Benarkah? Ernawati, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan, membantahnya. Menurut dia, aturan antidumping circumvention Brazil itu diberlakukan pada Agustus, sedangkan tuduhan kepada produsen alas kaki Indonesia diajukan pada Oktober. “Jadi seolah-olah aturan itu berlaku surut,� ujar Erna. Tuduhan itu juga membuat gerah Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo). Kini asosiasi ini sedang menyelidikinya. Binsar Marpaung, Sekretaris Jenderal Aprisindo, mengatakan proses penyelidikan butuh waktu sebulan. “Kami harus memeriksa dan meminta klarifikasi dulu, karena ini sensitif,� katanya. Setelah pemeriksaan terhadap lebih dari 10 pabrik sepatu Nike dan Adidas itu selesai, barulah Aprisindo akan menjawab tuduhan itu. Jadi, kita tunggu saja. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:43:30 PM


bisnisproperti

Semakin Sesak Berpijak Harga properti, lahan industri, maupun apartemen mewah di Jakarta dan sekitarnya terus membumbung. TEKS AS Riyanto FOTO dahlan rebo pahing

dibandingkan kuartal II-2011. Dari sisi penjualan lahan industri di tahun 2011 mencatat rekor tersendiri sepanjang sejarah. Total lahan yang terjual hingga triwulan III-2011 telah melampaui angka total penjualan di 2010 atau naik 65% dengan jumlah sekitar 897 hektar. Penjualan lahan juga turut menyebabkan kenaikan harga di triwulan III dengan rata-rata 7,2% dibandingkan triwulan II-2011. Serupa namun tak sama, perusahaan konsultan properti global, Knight Frank, mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan menunjukkan bahwa Jakarta menempati peringkat dua dari 21 kota di dunia yang mengalami kenaikan harga rata-rata selama 12 bulan terakhir untuk pasar properti mewah. Di pasar Asia Pasifik, Jakarta mengungguli Beijing, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan Mumbai. Menurut Fakky Ismail Hidayat, Senior Associate Director Knight Frank,

Jakarta menempati peringkat dua dari 21 kota di dunia yang mengalami kenaikan harga

n Kedua tertinggi dari 21 negara

J

akarta dan sekitarnya semakin sesak. Harga lahan industri dan apartemen mewah di Jakarta dan sekitarnya terus membumbung tinggi. Adalah Colliers International yang mengeluarkan laporan terbaru bahwa harga lahan industri di dalam negeri terus menunjukkan kenaikan yang pesat pada tahun ini. Kawasan industri di Bekasi dan Karawang, misalnya, pada triwulan III-

2011 tercatat mengalami kenaikan yang fantastis atau di atas rata-rata 7,2%. Harga lahan industri di kawasan Bekasi pada periode triwulan III-2011 sebesar US$ 102,88 (Rp 874 ribu per meter persegi naik menjadi US$ 142,32 (Rp 1,2 juta) per meter persegi atau naik sekitar 38,3%. Adapun harga lahan di Karawang senilai US$ 68,95 (Rp 586 ribu) per meter persegi menjadi US$ 91,05 (Rp 774 ribu) per meter persegi atau naik 32,1%

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 20-25 Edisi 11 Bisnis.indd 25

pertumbuhan harga yang positif tersebut ditunjang sejumlah faktor eksternal seperti kondisi ekonomi Indonesia yang kondusif, politik yang stabil, dan pasokan properti mewah yang terbatas. Selain itu, permintaan konsumen lokal segmen atas meningkat untuk tujuan investasi. “Kenaikan itu seiring dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan orang kaya Indonesia,� ujarnya. Harga rata-rata properti mewah di Jakarta, baik kondominium maupun perumahan tampak (landed house), khususnya di beberapa daerah mewah yang paling diminati, masih menunjukkan pertumbuhan keuntungan modal (capital gain) di kisaran 5% hingga 20% dibandingkan kuartal III-2010. “Diperkirakan, pasar properti mewah di Jakarta masih terus meningkat sampai akhir tahun ini,� ujar Fakky. n

25 1/9/2011 10:43:33 PM


b IReview Edisi 6 th 1 b.indd 2

inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011

1/2/2011 10:44:21 PM


sisipanrongsokan

27 HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 27

11/4/11 9:23 PM


sisipanrongsokan

n Jual Beli Besi tua, Menjanjikan keuntungan tinggi

Ini bisnis besar. Besi tua dan barang rongsokan akhirnya menjadi lahan bagi pengusaha berkantung tebal dari dalam dan luar negeri. TEKS Mikail FOTO Dahlan rebo pahing, Riset ILUSTRASI FONDA LAPOD

D

i manapun, di negeri ini, tak sulit mencari pedagang barang bekas atau barang rongsokan sekalipun. Mulai dari Jakarta hingga daerah-daerah pinggiran, banyak terlihat orang menjual barang-barang bekas seperti kardus, botol plastik minuman, besi-besi tua, hingga mobil, dan perangkat rumah tangga. Barang-barang second hand memang barang bekas pakai. Namun, dalam soal uang tidak ada istilah ‘uang bekas’, sehingga bisnis di sektor inipun tidak bisa dianggap mainmain. Karena itu tidak heran bila bisnis ini menjadi fenomena, bahkan tren di banyak negara. Di Singapura misalnya, siapa yang tak kenal dengan Sungai Road Thieves Market. Ini adalah sebuah pasar loak paling populer bagi kalangan wisatawan yang sudah ada sejak

28 HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 28

tahun 1930-an. Pasar ini awalnya menjadi tempat untuk membeli barang-barang hasil curian. Begitu pula di Italia, di kota mode Milan terdapat pasar loak yang khusus memperdagangkan barang-barang bekas dari mantan kekasih, yang dikenal dengan sebutan “Ex and the City”, menyitir sebuah judul film “Sex and the City”. Regulasi Ketat Hanya saja yang menjadi pembeda bisnis barang bekas di dalam negeri dan di luar negeri. Di negara-negara maju, para pedagang barang bekas di negara-negara dilindungi oleh payung hukum. Sebuah peraturan yang bisa melindungi konsumen dan pedagangnya dari kemungkinan tuntutan hukum. Sebab, pada awalnya pasar loak atau bisnis barang bekas banyak ditumpangi oleh barang-barang ilegal atau hasil curian. Seperti di negara bagian California, Amerika Serikat yang mulai menerapkan regulasi untuk pedagang barang bekas pada tahun 1957 sebagai upaya mencegah perdagangan barang-barang curian. Bahkan pada tahun 2000, Senat dengan Senat Bill 1520 meminta Departemen Kehakiman untuk mengembangkan sebuah sistem yang mengharuskan pedagang barang

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/4/11 9:23 PM


sisipanrongsokan bekas dan rumah gadai di seluruh negara bagian melakukan transaksi yang tercatat secara elektronik untuk semua transaksi barang bekas. Aturan diperlukan lantaran bisnis barang bekas, memang melibatkan nilai transaksi yang menggiurkan. Putaran Uang Bukan cuma di negeri Paman Sam, bisnis barang bekas memang melibatkan banyak fulus berputar. Begitu pula di Indonesia. Tengok saja pasar loak Dupak, di Surabaya, Jawa Timur. Saat terbakar pada akhir Agustus lalu, seorang juragan barang bekas bernama H. Duhaji harus kehilangan omzet yang mencapai Rp 1,5 miliar. Dari kejadian itu, lelaki asal Madura yang tinggal di Sidoarjo ini kehilangan keuntungan sebanyak Rp 90 juta per bulannya. Bisa dibayangkan berapa uang yang berputar dalam bisnis ini. Itu sebabnya, banyak yang tertarik menekuni usaha yang kadang dipandang sebelah mata. Salah satu bisnis barang rongsokan yang banyak menjanjikan keuntungan adalah jual beli besi tua. Apalagi di negara yang tengah giat membangun infrastrukturnya, besi menjadi kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Besi Bekas yang Menggiurkan Tingginya permintaan dan rendahnya pasokan, mendorong harga bahan baku besi di Indonesia meroket. Sebagai catatan, kebutuhan besi di Indonesia setiap tahun sekitar 8 – 12 juta metrik ton. Sementara produsen lokal baru bisa memasok sekitar 4 – 6 juta metrik ton per tahunnya. Artinya, tersedia pasar yang cukup besar bagi bahan baku besi. Dan, bahan baku itu tak melulu datang dari bijih besi dari pertambangan, tetapi juga dari besi-besi bekas yang didaur ulang. Berdasarkan data Direktorat Logam Departemen Perindustrian, setiap tahun Indonesia membutuhkan besi bekas rata-rata sekitar dua juta ton, sementara pasokan da-

Di kota mode Milan terdapat pasar loak yang khusus memperdagangkan barang-barang bekas dari mantan kekasih, yang dikenal dengan sebutan “Ex and the City”, menyitir sebuah judul film “Sex and the City” lam negeri cuma 600 ribu ton. Walhasil, negeri kita masih harus mengimpor 1,4 juta ton. Dari data tersebut bisa dihitung berapa uang yang bisa berputar di bisnis ini. Taruhlah harga rata-rata besi bekas Rp 3.000 per kilogramnya, maka dana yang berputar tak kurang dari Rp 6 triliun. Sebuah angka yang sangat menjanjikan. Mungkin, lantaran tingginya potensi keuntungan yang ada, mata rantai bisnis besi tua–sebelum berakhir di pabrik peleburan–menjadi sangat panjang. Mulai dari pemulung, pengepul kecil, pengepul menengah, pengepul besar, dan pengepul besi tua yang berperan sebagai pemasok pabrik peleburan. Namun seperti biasa, di setiap potensi keuntungan se-

n Suasana Pasar Loak di Singapura, Awalnya tempat jual beli barang-barang curian

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 29

29 11/4/11 9:23 PM


sisipanrongsokan lalu diiringi oleh ancaman risiko kerugian. Apalagi besi bekas kini juga sudah termasuk komoditas yang diperdagangkan secara internasional, sehingga harganya pun kerap berfluktuasi dengan tajam. Pergerakan harga yang sulit diduga ini dipengaruhi beragam faktor, mulai dari krisis ekonomi global hingga disparitas harga besi bekas di dalam dan luar negeri. Saat ini, sejumlah pengusaha limbah besi tua atau barang rongsokan menyebut harga besi tua hanya Rp 3.000 per kilogram. Padahal, sebelum krisis pada Juli 2008 lalu, harganya sempat mencapai Rp 8.000 per kilogram. Pun halnya dengan harga tembaga yang turun dari Rp 62.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram, harga alumunium turun dari Rp 24.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram, logam turun dari Rp 32.000 menjadi Rp 18.000, dan harga timah turun dari Rp 27.000 menjadi Rp 17.000 per kilogram. Penurunan harga besi, tembaga, timah, dan logam mulia lainnya itu mulai terasa sejak bulan Agustus 2008, lantaran harga besi dan timah tersebut di luar negeri mengalami penurunan, sehingga mengakibatkan harga komoditas di dalam negeri juga ikut mengerut. Akibatnya, seorang pengepul kecil bisa menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah. Itu lantaran mereka membayar tinggi, tapi ketika akan dijual harganya jatuh. Nah, untuk mengatasi kerugian yang lebih parah, pengusaha pun terpaksa menahan stok barangnya untuk waktu yang cukup panjang. Beruntung, membaiknya situasi perekonomian saat ini mendorong harga besi bekas kembali tembus di angka Rp 4.000 per kilogram. Sebuah tingkat harga yang cukup melegakan bagi pengepul barang bekas, kendati masih berada di bawah harga sebelum krisis 2008. Pasalnya besi menjadi penyumbang lebih dari 50% omzet secara keseluruhan di samping kertas, kardus, botol, karung, dan plastik. Secara umum besi bekas dibagi dalam tiga kelas yakni kelas A, B, dan C. Besi kelas A adalah jenis besi berat (tebal), kelas B besi yang tipis seperti pelat dan kompor, sedangkan kelas C adalah besi jenis seng maupun kaleng. Harganya pun berbeda, besi kelas A antara Rp 4.000 –Rp 4.200 per kg, kelas B Rp 3.000 per kg, dan kelas C Rp 2.500 – Rp 2.800 per kg. Kapal Tua dan Pesawat Bekas Tak hanya jenis besinya, pelaku usaha ini pun terbagi dalam beberapa kelas. Dari pemulung yang berjalan dari rumah ke rumah, hingga pemulung kelas kakap yang berbisnis dari daur ulang kapal atau pesawat. Di kawasan pantai di daerah Pengasinan, Jakarta Utara sering terlihat kapal dan tongkang rongsokan disandarkan di sana. Kapal besar tersebut akan dipotong-potong, untuk selanjutnya didaur ulang. Atau coba saja tengok sesekali di kawasan Bandara Soekarno Hatta. Di sana tak jarang ditemui beberapa pekerja tengah membelah badan pesawat menjadi potongan kecil. Bisnis pemotongan kapal dan pesawat memerlukan modal yang besar plus keahlian dalam menaksir harga. Keahlian yang tak banyak dimiliki orang. Perhitungan yang cermat, kelihaian menaksir bagian-bagian kapal atau tongkang yang mempunyai nilai jual ikut menentukan untung

30 HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 30

n potongan bangkai pesawat, Juragan lokal makin tersingkir

Saatnya nanti yang boleh melakukan pembongkaran dan daur ulang kapal hanya pihak yang mampu memenuhi syarat yang ditetapkan oleh badan internasional, yakni IMO (International Marine Organization)

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/4/11 9:23 PM


sisipanrongsokan

rugi bisnis ini. Misalnya, sebuah tongkang tua saat masih beroperasi berbobot 12 ribu DWT. Namun saat dinyatakan sudah tidak layak berlayar lagi, rongsokan besi tua ini beratnya akan berkurang dimakan usia. Di sinilah kelihaian menaksir diperlukan, boleh jadi dalam taksiran tongkang rongsokan itu bobotnya tinggal 75% setelah dikurangi bagian-bagian yang tak bernilai jual. Dengan taksiran itulah, sang pengusaha membeli tongkang tersebut dengan harga Rp 600 juta. Biaya ini masih ditambah dengan ongkos menarik tongkang dan biaya masuk ke Jakarta yang mencapai Rp 350 juta, total modal awal yang diperlukan sekitar Rp 900 juta. Rongsokan tongkang ini kemudian dipotong-potong. Jika sebuah tongkang yang telah dipotong-potong mencapai bobot 10 ribu ton, dengan harga besi bekas Rp 4.000 per kilo maka setidaknya sang pengusaha bisa mengantungi pendapatan Rp 4 miliar. Artinya, keuntungan yang diperoleh tak kurang dari Rp 2 miliar. Aturan Ketat Makanya, bisnis besi bekas tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan memang, itulah yang membuat peminat bisnis ini terus bertambah, sejumlah negara maju berusaha membatasi gerak pengusaha besi bekas tradisional, dengan pendekatan aturan main internasional. Salah satu yang dibidik adalah soal pembongkaran dan daur ulang kapal bekas atau ship dismantling and ship recycle. Meski belum diputuskan, namun terdapat indikasi bila pada saatnya nanti yang boleh melakukan pembongkaran dan daur ulang kapal hanya para pihak yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh badan internasional, yakni IMO (International Marine Organization).

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 31

Argumentasi yang diajukan adalah bahwa dalam setiap kapal bekas terdapat elemen B3 dan limbah B3. Limbah itu bisa berasal dari bagian-bagian kapal, maupun dari sisa muatan yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Selain itu ada lagi persyaratan yang mewajibkan penguasaan teknologi tinggi serta permodalan dalam jumlah besar yang tentu saja bakal menyulitkan para pengusaha tradisional. Sehingga, pada akhirnya yang bisa memenuhi syarat hanyalah pengusaha besar atau investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara para juragan besi tua justru terpuruk karena pada gilirannya mereka menjadi “pengusaha ilegal” yang riskan menghadapi tuntutan hukum. Ini dialami oleh Suhadi alias Bewok, seorang pengusaha besi bekas spesialis bangkai pesawat terbang. Setahun belakangan ini lapak Bewok yang berada di kawasan Pangkalan Jati, Jakarta Selatan tak lagi dipenuhi oleh besi potongan bekas pesawat. Padahal, sebelumnya, dia dan anak buahnya banyak disibukkan dengan aksi bongkar pesawat bekas di bandara Soekarno-Hatta. “Malah, kita pernah memborong empat pesawat sekaligus. Nilainya mencapai Rp 500 juta. Tentu saja keuntungannya berlipat-lipat,” papar Bewok. Kini Bewok tak lagi berani memborong pesawat. Bukan lantaran banyaknya pungli di kawasan bandara tempatnya membedah pesawat, apalagi soal modal. “Ini semata karena aturan sekarang yang ketat. Makanya sekarang yang main orang Korea atau India atau perusahaan besar. Kami cuma berani main di tenaga kerjanya. Soal ini, kami lebih hebat dan murah ketimbang tukang dari luar.” Wah, akhirnya pemerintah juga yang menyetel rakyatnya untuk tetap jadi bangsa kuli. n

31 11/4/11 9:23 PM


sisipanrongsokan

n Mal RongsoK, pengunjungnya DaRi peMuLung SaMpai kaLangan beRDuit

Mal Rongsok Kreasi Peracik Obat Di tangan seorang mantan peracik obat, barang rongsok bisa disulap menjadi ‘emas’. Sayang, masih banyak yang menganggap ini sebagai bisnis kotor yang mengganggu estetika lingkungan. tekS MiKail FOtO MiKail

D

EpOK, Jawa Barat tak cuma dikenal sebagai kota kampus. Kota yang menjadi pusatnya Universitas Indonesia itu juga dikenal sebagai kota mal. Maklum, di ruas jalan utama Margonda berjejer pusat perbelanjaan yang kerap dikunjungi masyarakat sekitar. Ada yang unik di sudut Kampung Kukusan, Depok. Sebuah mal yang lain dari biasanya berdiri di situ. Bangunannya pun terkesan compang-camping dengan beragam barang terpajang di sana-sini. Semuanya barang bekas alias rongsokan. Namanya, Mal Rongsok.

32 HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 32

Keberadaan Mal Rongsok kini tak kalah pamor oleh mal-mal megah yang ada di Depok. Pengunjungnya juga beragam, dari pemulung hingga para kontraktor atau kalangan berduit. Mereka datang mencari barang rongsok atau bekas yang masih bisa dipakai atau bisa diakali. Haris contohnya. Profesinya sebagai pengembang perumahan tak sungkan untuk mencari kusen, pintu, hingga wadah pencuci piring di mal ini. “Malah tak jarang saya dapat sofa atau furnitur rongsok. Saya tahu persis kualitasnya bagus dan akan kembali bernilai bila ada polesan sedikit.” Shally, seorang ibu rumah tangga dari kalangan menengah juga tak sungkan belanja di Mal Rongsok itu. Alasannya sederhana, selain murah, keunikkan barang yang dijual jadi pertimbangan lain. “Kalau lagi beruntung, kita bisa dapat barang antik. Cuma kita harus pandai-pandai menaksir harga pasaran dan biaya memperbaikinya. Namanya juga rongsok.” neKat Dan KReatiVitas Mal Rongsok memang unik. Pemiliknya bernama Nurcholis Agi. Cholis, sapaan lelaki berusia 43 tahun ini, dulunya

inilahReVieW 11 tahun i | 07-13 november 2011

11/4/11 9:24 PM


sisipanrongsokan bekerja sebagai asisten apoteker. Kreativitas dan rasa ingin tahunya yang tinggi membuatnya tak bisa diam hingga akhirnya hengkang dari profesi yang digelutinya sejak lama itu. “Saya tak tega melihat orang beli obat mahal. Padahal saya tahu biaya meracik obat tak seberapa,” akunya. Mulailah Cholis berpetualang. Jadi guru ngaji pernah dilakoni. Keahliannya meracik obat sempat membuatnya nyaris terjerumus ke dunia kelam. “Saya pernah diajak orang meracik ekstasi di sebuah klub malam di kawasan Kota, Jakarta Barat. Baru tahap uji coba, banyak yang ketagihan racikan saya. Saya jadi takut hingga akhirnya kabur.” Mulailah dia membuka bengkel servis elektronik di rumah kontrakannya. Dari sinilah kemudian Cholis berpikir, jika diakali barang bekas bisa memiliki nilai yang lebih tinggi. “Tak cuma elektronik, saya mulai jualan spare part motor bekas dan akhirnya merembet ke barang bekas lainnya.” Waktu terus berjalan. Cholis banyak kedatangan pelanggan. Tidak saja warga sekitar pembeli barang bekasnya, tapi juga para pemulung yang menawarkan rongsokan yang didapatnya. Lama kelamaan, rumah kontrakkannya tak lagi cukup memuat barang rongsoknya. Mengontrak sebuah lahan kosong akhirnya jadi pilihan. “Konsekuensinya, ini harus jadi bisnis serius. Dan saya nggak mau tanggung-tanggung. Akhirnya Mal Rongsok saya dirikan. Alasannya sederhana, belum ada mal sejenis di Indonesia!” oMset Ratusan Juta Jadilah Cholis total menggeluti bisnis rongsok. Ia pun dituntut merogoh kocek dalam-dalam. Ini lantaran Cholis tak mau lagi hanya bergantung pada para pemulung pemasok barang bekasnya. “Saya harus bermain lebih besar. Mulailah saya ikut lelang borongan barang-barang bekas kantoran. Mulai dari komputer, meja, besi, karpet, bahkan kabel-kabel bekas. Pendek kata, gak ada yang tersisa.” Untuk urusan lelang, Cholis harus siap dengan kocek puluhan juta hingga ratusan juta. Bukan jumlah sedikit tentunya. Namun, jaringannya yang luas membuat beberapa rekannya tak sungkan menalangi modal yang dibutuhkan. Prinsipnya bisa bagi hasil atau pinjaman. “Alhamdulillah, orang percaya sama saya.” Memang, banyak yang menyebut, bisnis rongsokan penuh dengan risiko. Namun bagi Cholis itu tidak berlaku. Ia yakin, kesabaran dan kreativitas yang tak pernah berhenti menjadi modal utama dalam menjalankan roda bisnis rongsoknya. “Soal rezeki itu urusan Tuhan. Tapi saya yakin, rongsokan akan selalu punya nilai. Bila tak laku secara utuh, saya tinggal kanibal dan timbang saja. Pokoknya gak ada yang tersisa.” Bisnis Cholis tak lagi sekadar rongsokan kecil. Mal Rongsok adalah sebuah bisnis besar dengan omset yang sudah mencapai ratusan juta rupiah dengan tujuh orang

inilahReVieW 11 tahun i | 07-13 november 2011

HLM 27-33 SISIPAN ireview 11 rev.indd 33

n baRang yang DijuaL beRagaM

Soal rezeki itu urusan Tuhan. Tapi saya yakin, rongsok akan selalu punya nilai. Bila tak laku secara utuh, saya tinggal kanibal dan timbang saja. Pokoknya gak ada yang tersisa karyawan. “Dalam satu bulan perputaran uang paling sedikit Rp 100 juta. Kalau ada borongan besar, bisa lebih,” ujarnya. Puaskah? “Ini bukan soal puas atau belum. Manusia tak pernah merasa puas. Bagi saya, bisa menghidupi keluarga adalah berkah. Tapi tetap, mimpi saya membesarkan Mal Rongsok ini tak pernah berhenti,” ujar Cholis. Itulah Cholis yang tak pernah bisa diam dalam berpikir. Hanya saja lelaki ini kini sedikit gundah lantaran lahan di mana Mal Rongsok miliknya berdiri sudah diincar pengembang besar yang sudah memborong lahan di sekitar. “Tumpukkan barang rongsok dianggap tak sedap dipandang. Mereka bilang, kami mengganggu estetika keindahan lingkungan.” n

33 11/4/11 9:24 PM


figur

B

ondan Winarno beruntung punya putri secantik Gwen. Betapa tidak? Program ‘Wisata Kuliner’ yang dibawakannya di salah satu televisi swasta itu makin ditonton banyak orang sejak kemunculan Gwendoline Amanda Wirastari. Selain wajah dan logat bulenya, Gwen membuat ‘Wisata Kuliner’ terasa makin mak nyuss saja. Bukan hanya itu, kemunculan Gwen berhasil memikat Asian Food Channel-stasiun televisi internasional khusus makanan—untuk membawa ‘Wisata Kuliner’ ke salah satu program mereka. Gwen dan

Bondan akan tampil sebagai pemandu program yang diberi nama ‘Taste of Indonesia’ yang akan mulai ditayangkan Kamis 10 November pukul 20.00 Wib. Gwen sendiri agaknya bersuka hati dengan ‘Taste of Indonesia’. Akun Twitter-nya banyak menjawab berbagai pertanyaan seputar ‘Taste of Indonesia’ atau AFC. Satu hal yang pasti, Gwen juga sibuk berpromo kepada para penggemarnya. “Taste of Indonesia akan mulai tgl 10Nov jam 7 WIB di AFC :D Nonton ya!! :D,” begitulah tulis Gwen. Toh, ada juga penggemar Gwen yang penasaran sebab sama sekali belum pernah mendengar Gwen mengucapkan kalimat sakti ayahnya, ”Mak Nyuss…” Jadi kita tunggu saja adakah Mak Nyuss ala Gwen di Taste of Indonesia. n

Selain wajah dan logat bulenya, Gwen membuat ‘Wisata Kuliner’ terasa makin mak nyuss saja

34 HLM 34-35 FIGUR 11.indd 34

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/4/11 11:39 PM


figur

B

agi larasati gading, berlenggak-lenggok di atas panggung maupun seni menunggang kuda merupakan kegiatan yang sama-sama menantang. Apalagi, sebentar lagi, mantan model ini akan mewakili Indonesia sebagai salah satu atlet equestrian atau seni menunggang kuda di SEA Games 2011. “Saya akan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Setiap atlet tidak akan pernah mematok target menjadi nomor dua atau tiga. Yang kami lihat adalah bagaimana merebut medali emas,” kata Larasati yang September lalu menjadi juara untuk nomor dressage atau tunggang serasi dalam lomba berkuda di Aachen, Jerman. Ia meraih kemenangan bersama kuda kesayangannya bernama Wallenstein yang dibelinya beberapa bulan lalu. Berbekal gelar di level internasional itulah, Larasati berani mematok target emas untuk nomor dressage di SEA Games nanti. Selain dressage, nomor lain

yang dipertandingkan adalah eventing atau trilomba dan show jumping atau lompat rintangan. “Ini SEA Games ketiga saya, sehingga saya sudah punya gambaran seperti apa,” ujarnya sembari menyebut kontingen berkuda Thailand sebagai rival terberat. Meski Indonesia di cabang olahraga berkuda SEA Games belum pernah meraih medali emas, kali ini berani mentargetkan dua medali emas. Salah satunya tentu saja lewat Larasati dan Wallenstein. Lalu apa menariknya berkuda bagi Larasati? Berkuda, kata dia, berbeda dengan olahraga lain. Di saat kita mencoba, biasanya susah dilupakan. Kita dituntut fokus kontrol kaki bawah dan badan. “Olahraga ini bagus juga diberikan pada anak-anak daripada main game. Diajarkan sportif dan

H

amil tujuh bulan dengan bayi kembar di kandungan tak menyurutkan langkah Rieke ‘Oneng’ Dyah Pitaloka untuk ikut aksi long march mendukung RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS-red). Bersama sekitar seribuan wanita lainnya, Oneng berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, pada hari Minggu pekan lalu. Perempuan kelahiran 37 tahun lalu itu tampak bersemangat mengikuti aksi karena tingginya angka kematian ibu hamil gara-gara tidak adanya jaminan kesehatan yang memadai. Tapi, semangat saja ternyata tak cukup. Di tengah perjalanan, Oneng terpaksa melanjutkan aksi dengan duduk di kursi roda. Menurut Oneng, kandungannya se-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 34-35 FIGUR 11.indd 35

kompetitif,” katanya yakin. Mudah-mudahan Larasati benarbenar memecahkan rekor, berhasil menangguk emas pertama cabang berkuda buat Merah Putih. Dan kalau berhasil maka medalinya bisa dibilang sebagai hadiah ulang tahun ibu tiga anak ini yang pada 14 November berusia 40. n

hat wal afiat sehingga merasa tidak harus konsultasi ke dokter kandungan sebelum ikut aksi long march. “Saya yakin, asal niat baik siapa pun pasti diberi kekuatan,” ujarnya. Sebagai anggota DPR, ia merasa bertanggung jawab untuk aktif memperjuangkan kepentingan rakyat atas kebutuhan jaminan kesehatan, jaminan kerja, kecelakaan, pensiun, hari tua dan kematian. Satu hal yang ditakutkan Oneng tak lain jika negara menjalankan pasar bebas namun tidak memberikan pelampung bagi rakyatnya berupa jaminan kesehatan dan jaminan sosial. Dia khawatir akan semakin banyak rakyat mati karena tidak ada biaya berobat ke rumah sakit. “Kalau sakitnya parah dan tidak ada biaya, terus bagaimana?” tanyanya. n

35 11/4/11 11:39 PM


gaya hidup gadget

Gadget Baru, Bikin Hidup Lebih Gaya Gadget bukan lagi pelengkap, tapi sudah jadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup digital yang kini menjadi kecenderungan banyak orang. TEKS Elka Saraswati FOTO riset

G

aya hidup digital, kini menjadi kecenderungan sebagian orang. Hal yang wajar terjadi di tengah masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Bagi mereka, peralatan digital menjadikan rutinitas hidup dan pekerjaan bisa dijalani dengan lebih efisien dan efektif. Fenomena gaya hidup digital bukan saja diminati mereka yang mudah menerima teknologi. Orang awam pun juga tidak ketinggalan ikut berperan dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Gaya hidup digital kian menjadi kebutuhan ketika piranti yang ada, termasuk gadget menawarkan berbagai kemudahan. Misalnya, yang ditawarkan Telemedicine, yakni perkawinan telepon seluler (ponsel) pintar dengan alat pendeteksi jantung: Smartheart. Perpaduan ini menjadikan ponsel pintar dapat difungsikan sebagai alat pengawas jantung hanya dalam waktu

36 HLM 36-37 GAYA HIDUP 11.indd 36

30 detik. Perangkat ini berbentuk pengait melingkari dada pengguna dan merekam tingkat jantung pengguna melalui aktivitas elektro yang terjadi. Terhubung melalui Bluetooth, detakan jantung yang dideteksi dikirim ke ponsel pintar dan ditampilkan secara digital. Smartheart yang baru saja dirilis ini, diyakini banyak kalangan termasuk para dokter akan banyak membantu siapa pun untuk dapat dengan cepat mendeteksi kesehatan jantung dengan cepat dan murah. Cukup dengan 300 poundsterling saja atau sekitar Rp 4 juta, Smartheart sudah bisa terhubung dengan ponsel pintar Anda. Kolaborasi BlackBerry - Porsche Selain Smartheart ada beberapa piranti gadget terbaru lain yang diperkenalkan ke publik. Kolaborasi unik Research in Motion (RIM) dengan pabrikan mobil ternama, Porsche, melahirkan BlackBerry Porsche Design Smartphone P’9981.

Selain fitur-fitur unggulan, RIM juga mengandalkan unsur stylish. Ponsel ini memiliki berat 155 gram, tinggi 115 milimeter, dan lebar 4,53 inci, dilengkapi Blacklit Keyboard yang bisa menyala di tempat gelap. Ponsel pintar ini disebut RIM sebagai ponsel pintar dengan style yang tak usang dimakan waktu yang dikawinkan dengan teknologi terbaik di kelasnya. Menyoal fitur yang diunggulkan, di ponsel ini BlackBerry menawarkan banyak kemudahan dan kebaruan teknologi. Wajar jika kemudian harga ponsel pintar yang diluncurkan di Dubai, Uni Emirat Arab ini dibandrol 1.425 euro atau sekitar Rp 17,79 juta. Wow‌. Tiga Notebook HP Hewlett-Packard, meluncurkan tiga notebook terbaru untuk segmen high end di Indonesia, yakni Envy Beats Edition, Pavilion dv6, dan ProBook 5330m.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 10:40 PM


gaya hidup gadget

Pabrikan piranti teknologi asal negeri Abang Sam ini menjanjikan tidak hanya produk yang berteknologi tinggi, namun juga desain nan elegan. Ketiga varian ini memiliki teknologi yang menunjang fungsi entertainment dan piranti teknologi pemindai sidik jari. Dengan teknologi ini, pengguna cukup mendaftarkan sidik jari dengan password. Untuk memasukkan password, pengguna tinggal memindai jari pada sensor khusus yang terletak di bagian bawah keyboard.

generasi barunya, Galaxy Tabs 7.0 Plus yang diperkenalkan di Indonesia pertama kali di Nusa Dua, Bali, pekan kemarin. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Galaxy yang satu ini memiliki tampilan lebih ramping dengan ketebalan 9,96 mm dan berat 345 gram. Di dalam, tablet ini didukung oleh dual core processor 1,2 GHz, RAM 1 GB, baterai Li-on 4,000 mAh, dan dua kamera masing 3 MP dan 2 MP. Sedangkan sistem operasinya menggunakan Android 3.2 Honeycomb.

Dua Galaxy Samsung Samsung Electronics juga melucurkan smartphone Galaxy Nexus, yang sempat ditunda akibat kepergian Co-Founder Apple Steve Jobs. Ponsel pintar ini mengusung sistem operasi terbaru Android, Ice Cream Sandwich dan menawarkan sejumlah fungsi seperti fitur pengenal wajah untuk membuka ponsel yang dikunci. Samsung juga meluncurkan tablet

Tablet Untuk Desainer Wacom meluncurkan komputer tablet Cintiq 24HD, yang disebut-sebut perangkat tepat bagi desainer profesional. Fasilitas menggambar didukung monitor LCD berlayar 24 inci, berkualitas tinggi lengkap dengan pena (stylus pen). Layarnya beresolusi 1.920x1.200 piksel dengan sudut pandang 178 derajat dan rasio aspek 16:10. Desainnya ergonomis

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 36-37 GAYA HIDUP 11.indd 37

sehingga nyaman digunakan. Perangkat memiliki bobot 13,7 kilogram tanpa dudukan. Dirancang untuk komputer bersistem operasi Windows dan MacIntosh, Wacom Cintiq 24HD dibanderol dengan harga US$ 2.499 atau sekitar Rp 23 juta. Sabre Dari Nokia Nokia Sabre merupakan salah satu produk ponsel pintar yang menggunakan sistem Windows Phone 7. Peluncurannya dilakukan Nokia World di kota London, Inggris, berbarengan dengan produk Nokia lainnya, Nokia 800 Sea Ray. Harga Nokia Sabre diperkirakan berada dalam range US$ 410 sampai US$ 480 atau Rp 4 juta – Rp 5 juta sehingga berada di pasar kelas menengah. Ponsel pintar ini memiliki prosesor inti satu, dengan kecepatan sebesar 1,4 GHz, kapasitas RAM 1GB, latar WVGA seukuran 3,5 inci dan kamera resolusi 5 Megapixel serta menggunakan tekhnologi full touch screen. n

37 11/5/11 10:40 PM


kehutanansengonisasi

Sengon Pembawa Hoki Karena lebih menguntungkan, beberapa daerah dilanda demam sengonisasi. Apalagi pemerintah menyediakan pinjaman untuk penanaman sengon. TEKS HIDEKO FOTO RISET

M

USIM buah Mangga telah tiba. Para petani di sentra-sentra produksi mangga seperti di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini tengah menikmati masa panen mangga. Tetapi tidak seperti tahuntahun sebelumnya, mangga tidak lagi menjadi satu-satunya sumber rezeki petani di Probolinggo. Beberapa di antara mereka malah telah mengganti tanaman mangga dengan tanaman sengon yang lebih menjanjikan keuntungan. Pelan tapi pasti, di Probolinggo, tanaman sengon memang mulai menggeser pamor mangga. Akibatnya, dalam beberapa tahun belakangan ini populasi pohon mangga di kabupaten ini telah menyusut ratusan ribu pohon. Catatan

38 HAl 38-39 Edisi 11Kehutanan.indd 38

yang ada di Dinas Pertanian Probolinggo menyebutkan, tahun 2009 di Kabupaten Probolinggo masih terdapat sekitar 1 juta pohon. Tahun lalu jumlahnya menyusut tinggal 789 ribu pohon saja. Suli Artawi (56), seorang petani dan eksportir mangga asal Probolinggo, mengatakan bahwa tahun ini sudah sekitar 100 ribu pohon mangga diganti dengan pohon Sengon alias Albasia falcataria oleh pemiliknya karena sudah tidak produktif (berusia di atas 50 tahun). Menurut Suli, para petani mangga terpikat oleh sengon karena harga kayu pohon ini yang terus meningkat serta masa panen yang tergolong singkat (sekitar 5 tahun). Dengan teknik cangkok, sebenarnya mangga sudah bisa dipanen pada

usia 5 tahun. Namun baru berproduksi maksimal pada umur 10 tahun. Di lahan seluas satu hektare, idealnya dapat ditanam sekitar 3.300 pohon sengon. Layaknya pohon berkayu, sengon tidak memerlukan perawatan berarti. Hanya ketika berumur kurang dari dua tahun perlu dijaga agar tanaman ini tidak dimakan ternak. Agar pertumbuhannya optimal, pada tahun ketiga dan keempat dilakukan penjarangan. Sehingga pada saat panen hanya sekitar 60% pohon saja yang akan dipanen (sekitar 2000 pohon). Setelah berusia 5 tahun atau ketika diameter pohon sudah lebih dari 30 cm, sengon siap dipanen. Di tingkat petani harganya antara Rp 500 ribu - Rp 800

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:34:27 PM


kehutanansengonisasi ribu per meter kubik. Dengan diameter batang 30 cm, lazimnya satu meter kubik terdiri dari 3 batang pohon. Total jendral dari satu hektare sengon petani akan mendapat Rp 333 juta. Setelah dikurangi biaya tanam dan pemeliharaan selama lima tahun sebesar Rp 65 juta, maka petani bisa mengantongi keuntungan Rp 265 juta. Ini belum memperhitungkan kayu yang dijual saat penjarangan dan hasil dari tanaman tumpang sari. Selain dinilai lebih menguntungkan, aksi ganti pohon mangga dengan sengon di Probolinggo sebenarnya merupakan buah sosialisasi program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang mulai digencarkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam beberapa tahun ini. Salah satu jenis tanaman yang direkomendasikan untuk program HTR adalah sengon. Pohon ini dipilih karena terkenal bandel terhadap hama dan penyakit, pertumbuhannya pun cepat sehingga dalam waktu relatif singkat sudah bisa dimanfaatkan kayunya.

MENJADI ANDALAN Saat ini program HTR menjadi salah satu program andalan Kemenhut. Melalui program ini, masyarakat diajak terlibat aktif dalam gerakan tanam semiliar pohon tiap tahun. Lebih dari itu, seperti yang dikatakan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan kepada Iwan Purwantono dari inilahREVIEW, program HTR dibutuhkan untuk menunjang industri berbahan baku kayu. Seperti diketahui paradigma industri berbahan kayu mulai berubah. Bila dulu 70% bahan baku industri ini didapat dari kayu yang ada di hutan alam, sisanya baru dari kayu hasil tanaman. “Saat ini hutan alam kondisinya sudah memprihatinkan, sehingga sekarang rasio bahan baku kayu terbalik menjadi 75% berasal dari tanaman industri dan hanya 25% dari hutan alam,” ujar Zulkifli Hasan. Kemenhut memang punya kepentingan untuk menjaga pasokan bahan baku industri kayu. Maklum, dalam dua tahun terakhir industri ini terus berkembang pesat. Tak kurang dari 328 perusahaan berbasis kayu bermunculan dengan total investasi sekitar Rp 32 triliun. Meskipun masih tergolong perusahaan kecil, namun mereka mampu menyerap tenaga kerja 237 ribu orang lebih. Lumayan kan? Industri ini mulai tumbuh di sekitar Banten, Tasikmalaya, seluruh kabu-

 PTUMPUKAN LEMBARAN TRIPLEKS. MAKIN DIBUTUHKAN UNTUK INDUSTRI KAYU

Program HTR dibutuhkan untuk menunjang industri berbahan baku kayu. paten di Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah tersebut, menurut Hadi Daryanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, masyarakatnya banyak menanam pohon jenis sengon atau jabon (Anthocephalus cadamba )  yang dibutuhkan industri berbahan baku kayu. “Bahkan ada yang menanam sengon di pekarangan rumah,” ujarnya. Saat ini industri berbasis kayu yang telah beroperasi diantaranya industri plywood berkapasitas produksi 11,8 juta meter kubik per tahun, veneer 2,4 juta meter kubik, sawned timber 6,2 juta meter kubik, laminated veneer lumber (LVL) 527 ribu meter kubik, wood chip 15,4 juta meter kubik, dan wood pallete energy 467 ribu meter kubik. Jadi, memang wajar jika pemerintah mulai menggiatkan kembali gerakan sengonisasi (menanam sengon) seperti

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 38-39 Edisi 11Kehutanan.indd 39

yang pernah dilakukan pemerintah di era 1980-an. Untuk lebih merangsang masyarakat menanam sengon, Kemenhut telah menyiapkan dana khusus sebesar Rp 2 triliun. Dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Kehutanan itu dialokasikan untuk mengembangkan HTR dan juga HTI (Hutan Tanaman Industri). BLU Kehutanan dapat memberikan bantuan pinjaman kepada mereka yang mengusahakan HTR atau HTI. Sayang, karena masih kurang sosialisasi, belum banyak petani yang memanfaatkan dana tersebut. 

39 1/9/2011 10:34:32 PM


internasionalyunani

Dunia Dicekam Krisis Baru Kegagalan KTT G-20 di Cannes mencapai kesepakatan final mengenai bailout krisis utang zona euro menimbulkan kekhawatiran baru. Krisis bisa menjalar ke kawasan lain. TEKS Ali Sundoluhur FOTO riset

W

ajah muram ditunjukkan para pemimpin dunia saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara G-20 di Cannes, Perancis. Pertemuan yang dihelat selama dua hari (3-4/11) itu gagal mencapai kesepakatan final soal bagaimana mendanai skema European Financial Stability Facility (EFSF), yaitu skema dana bailout yang didesain untuk mencegah masalah utang Yunani dan 27 negara UE lainnya meluber ke negara tetangga atau ke ekonomi global. Pada akhir Oktober lalu, KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, menghasilkan keputusan soal pemberian dana bailout. Tapi, itu masih akan tergantung adanya investasi dari negara-negara seperti China dan Brazil. Asumsinya, mereka akan berpartisipasi untuk kepentingan ekonomi global. Upaya UE untuk mencari dana bailout dengan menjual lebih banyak obligasi terbitan EFSF ternyata belum bisa meyakinkan para kreditor asing terkemuka, seperti China, Jepang, dan ekonomi-ekonomi Asia Timur lainnya. Baik Brazil maupun China tidak tertarik dengan ide itu. Brasil ingin investasi itu datang melalui Dana Moneter Internasional (IMF). Sedangkan China tidak ingin menghamburkan cadangan

40 HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 40

devisanya, karena masih khawatir soal krisis AS dan zona euro. “Saya belum melihat pa­sar punya k e­p e r c a y a a n atas kemampuan EFSF, jadi zona euro perlu membangun suatu benteng dan meningkatkan langkah-langkah yang konkret,” kata Menteri Keuang­an Jepang, Jun Azumi. Kekhawatiran munculnya krisis baru dengan skala yang lebih luas kini muncul. “Krisis di Eropa menyebabkan krisis sistemik global, termasuk di Asia,” kata Azumi.

Tanda-tanda Suram KTT G-20 sendiri sudah menjukkan tanda-tanda kelabu di awal pertemuan. KTT dibayang-bayangi drama referendum di Yunani, apakah “ya” atau “tidak” terhadap skema Brussels yang dihasilkan pemimpin Eropa. Jika referendum itu menyatakan “tidak” terhadap haircut 50% dari nilai bond, artinya Yunani harus keluar dari Uni Eropa. Namun, Yunani akhirnya melunak dan membatalkan referendum. Sementara kekhawatiran terhadap Yunani mereda, muncul kekhawatiran terhadap Italia, yang memiliki utang lebih dari US$ 2,6 triliun dan menghadapi kebutuhan pinjaman besar pada tahuntahun mendatang. Koalisi Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi gagal mendapatkan dukungan mitra Uni Eropa bagi reformasi

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:29:54 PM


internasionalyunani yang dijanjikannya. Selama negosiasi di KTT G20, PM Berlusconi setuju untuk dimonitor IMF terhadap reformasi Italia yang dilakukannya. Tapi masalah Italia tetap mengemuka. Bank Sentral Eropa (ECB) dipaksa membeli surat utang Italia dalam upaya untuk stabilisasi pasar surat utang Eropa. Sementara itu, investor minta imbal hasilnya dinaikan sebelum mereka membeli obligasi Italia yang baru. Berbagai masalah yang kini terjadi di zona euro lebih banyak bersifat struktural, disebabkan oleh penciptaan pasar bersama Uni Eropa. Uni Eropa menciptakan ECB, namun peraturan perbankan tetap menjadi tanggungjawab masing-masing pemerintah. Itulah mengapa negara-negara lemah di Eropa saat ini di ambang gagal bayar. Rencana penyelamatan mewajibkan bank-bank di Eropa untuk menyisihkan lebih banyak uang untuk menciptakan buffer yang lebih besar untuk menahan resesi parah. “Zona euro tidak dapat berkembang tanpa sistem perbankan terpadu dan ini tidak bisa tanpa ada kerangka kebijakan perbankan terpadu. Lebih baik itu dimulai sekarang,� tulis Nicolas Veron, seorang ekonom senior di pusat penelitian Eropa Bruegel.

Negara-negara Eropa memiliki aturan mereka sendiri dan memiliki kedisiplinan yang berbeda. Seperti Jerman dan Belanda yang begitu disiplin, tapi Italia dan Yunani yang kurang disiplin. Para pemimpin Uni Eropa mencoba mencari cara untuk mensentralisasi fungsi itu, namun terbentur adanya pemerintah yang berdaulat.

Yunani Faktor Yunani menjadi pemecah konsentrasi terbesar dalam pertemuan pemimpin G-20, terkait pernyataan rencana referendum atas keputusan Uni Eropa. Rencana itu jelas membuat gusar sejumlah pemimpin utama Eropa, terutama Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy. Pasalnya, mereka berdua sudah matimatian memperjuangkan Yunani agar utangnya kepada pihak swasta dipotong 50% dan sepakat memberikan utang baru kepada Yunani. Masalahnya, PM Yunani George Papandreou cemas bahwa bailout baru dari Uni Eropa itu disertai syarat sangat memberatkan pemerintah dan rakyat Yunani, karena harus memangkas anggaran dan menaikkan pajak. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir Yunani dilanda demonstrasi massal agar Yunani tidak begitu saja menerima syarat berat dari Uni Eropa.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 41

Meski PM Papandreou akhirnya membatalkan rencana referendum, namun ini menjadi penyumbang bagi kekalutan dalam pertemuan tersebut. Di Yunan sendiri, krisis utang telah berkembang menjadi krisis sosial dan politik. Tugas Papandreou selanjutnya adalah membentuk koalisi dengan melibatkan kubu oposisi untuk bersiap menerima utang darurat baru dari Uni Eropa senilai 130 miliar euro dan mencegah Yunani jatuh bangkrut karena gagal bayar utang. Akibat rencana referendum itu, parlemen Yunani menggelar voting mosi tidak percaya. Beruntung, Perdana Menteri Yunani George Papandreou akhirnya selamat dari mosi tidak percaya di rapat parlemen. Papandreou selamat setelah hasil pemungutan suara yang diselenggarakan parlemen dari Jumat hingga Sabtu lalu, Partai PASOK yang mendukung Papandreou memperoleh 153 dari 300 suara di parlemen. Namun, Papandreou dipaksa membentuk pemerintahan koalisi dan kemungkinan dia tidak akan bertahan lama menjabat sebagai perdana menteri. Namun, Papandreou sudah mengindikasikan bahwa jabatannya sebagai perdana menteri tidak akan lama lagi berakhir. “Hal terakhir yang saya pedulikan adalah posisi saya. Saya bahkan tidak peduli bila tidak terpilih lagi. Kini waktunya membuat upaya baru. Saya tidak pernah berpikir menjadikan politik sebagai profesi,� kata Papandreou. n

41 1/9/2011 10:29:55 PM


internasionalsony

Menunggu Magic Sony di Smartphone Sony siap menghadirkan magic di smartphone setelah menguasai sepenuhnya SonyEricsson dengan mahar Rp 13 triliun. TEKS Ali Sundoluhur FOTO riset

n Ponsel SonyEricsson. Pecah kongsi.

S

etelah bergandengan selama 10 tahun, LM Ericsson dan Sony Corp akhirnya mengumumkan perpisahan. Ericsson setuju menjual 50% saham SonyEricsson yang dimilikinya kepada Sony dengan harga 1,05 miliar euro atau sekitar Rp 13 triliun. Serta merta, Sony menantang raja-raja smartphone macam Apple, Samsung, dan HTC di pasar ponsel pintar. Malah, raja elektronik dari Jepang ini siap menghadirkan magic dari smartphone yang akan diproduksinya. “Ini adalah awal dari sesuatu yang yang ajaib,” kata CEO Sony, Sir Howard Stringer. Seperti siap “perang”, pengumuman kesepakatan Sony dan Ericsson dilansir beberapa saat setelah Nokia mengumumkan kembali ke medan persaingan smartphone dengan Windows Phone. Sony menggambarkan pembelian ini sebagai “serpihan terakhir dari puzzle” dari portofolio produk hiburan Sony,

42 HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 42

termasuk film, televisi dan musik. Bukanlah kebetulan jika kesepakatan itu diumumkan di bulan yang sama dengan peluncuran jaringan Sony Entertainment Network. Sony sangat percaya diri dengan modal konten yang dimiliki untuk dapat menekuk pesaingnya. Dengan pembelian ini, Sony otomatis memiliki lima paten penting yang berhubungan dengan teknologi handset nirkabel milik SonyEricsson. “Kita bisa lebih cepat dan lebih luas menawarkan smartphone, laptop, tablet, dan televisi yang terhubung dengan satu sama lain dan membuka dunia baru hiburan online,” kata Stringer. “Kompetitor tidak memiliki film, televisi, dan game. Kami dapat menggunakan konten kami sebagai senjata untuk mendorong penjualan. Ini termasuk Sony PlayStation Network dan penyedia musik online, permainan dan video,” paparnya.

Stringer menyebut masuk ke bisnis smartphone merupakan “langkah logis berikutnya” dalam empat strategi perusahaan dengan menawarkan tablet, PC, TV dan sekarang ponsel. Gugus tugas di Tokyo telah menyusun strategi dan perubahan branding. Kemungkinan, merek produknya nanti tidak lagi memakai nama SonyEricsson.

Smartphone Xperia Saat ini, SonyEricsson sudah memiliki smartphone Xperia yang diklaim lebih baik dari iPhone 4Gs. “Tapi, kami masih punya tugas yang harus dilakukan. Akan ada banyak efisiensi operasional, R&D, dan pemasaran,” kata Sir Howard. Xperia adalah smartphone berbasis Android yang mampu merebut 11% pasar ponsel Android hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Ponsel pintar ini

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07 - 13 November 2011

1/9/2011 10:29:57 PM


internasionalsony mencatat 80% dari total penjualan ponsel produksi SonyEricsson. Para analis menilai, langkah Sony ini positif bagi masa depan SonyEricsson. “Saya percaya ini meningkatkan prospek untuk SonyEricsson, karena Sony dapat mengambil tanggung jawab penuh dan memanfaatkan hal-hal unik yang mereka miliki,” kata Greger Johansson, seorang analis perusahaan riset Redeye. Ia melihat inilah kesempatan untuk mengintegrasikan ponsel dengan produk lain yang dimiliki Sony. Namun, Johansson mengingatkan, persaingan di pasar smartphone akan sangat sulit, karena pesaing SonyEricsson juga berkembang cepat. Dengan deal ini, Ericsson akan fokus pada bisnis peralatan nirkabel dan mengembangkan pasar konektivitas di beberapa platform. “Sepuluh tahun lalu, ketika kami membentuk usaha patungan, menggabungkan produk Sony dengan

keahlian teknologi telekomuni­kasi Ericsson, itu adalah pertemuan yang sempurna untuk mendorong pengembangan fitur ponsel. Hari ini, kita mengambil langkah yang sama logis ketika Sony mengakuisisi saham kami di SonyEricsson,” kata kata CEO Ericsson Hans Vestberg. Langkah Ericsson ini dinilai tepat oleh analis. “Bagi Ericsson, SonyEricsson tidak memiliki nilai strategis lagi,” kata Helena Nordman-Knutson, analis Fondkommission Ohman, Stockholm. Pasca-pengumuman penjualan saham Ericsson di SonyEricsson kepada Sony, saham keduanya langsung naik. Saham Ericsson naik 5,1% menjadi 70,1 kroner (US$ 10,7) di bursa Stockholm. Sementara saham Sony naik 5,4% menjadi 1,65 yen (US$ 21,7) di bursa Tokyo. n

Perkawinan Dua Raksasa

N

ama SonyEricsson merupakan kependekan dari Sony Ericsson Mobile Communications AB. Perusahaan pembuat telepon genggam ini didirikan pada tahun 2001 hasil gabungan dari dua perusahaan besar dalam dua bidang yang berbeda yakni perusahaan elektronik asal Jepang: Sony dan perusahaan telekomunikasi seluler asal Swedia: Ericsson Perusahaan ini sebelumnya bernama Ericsson saja. Setelah penggabungan, markas perusahaan yang dulunya berada di Swedia telah berpindah ke Hammersmith di London, Inggris. SonyEricsson tercatat sebagai perusahaan pembuat ponsel terbesar keenam di dunia setelah Nokia, Samsung, LG, Research in Motion, dan Apple. Selain memproduksi ponsel untuk pasar global, SonyEricsson juga memproduksi ponsel khusus untuk pasar Jepang. Ponsel SonyEricsson Jepang menggunakan layanan jaringan dari operator seluler Jepang, seperti NTT docomo, au by KDDI, dan SoftBank Mobile. Sistem penamaan seri ponsel SonyEricsson yang diluncurkan sebelum 2008, dimulai dengan singkatan dari nama seri atau nama operator, diikuti dengan tiga angka yang menunjukkan kode seri ponsel (0-9), dan diakhiri dengan huruf alfabet yang menyatakan versi ponsel. Huruf i untuk versi internasional, a untuk versi Amerika, c untuk versi China, dan im untuk versi layanan i-mode. Contohnya adalah SonyEricsson K750i, W800a, T610c, dan K550im. Sistem penamaan seri ponsel SonyEricsson yang diluncurkan pada 2008 hingga sekarang dimulai dengan singkatan dari nama seri atau nama operator, diikuti dengan angka pertama yang menunjukkan kelas atau tingkatan ponsel, angka kedua yang menunjukkan varian ponsel, dan angka ketiga yang menunjukkan bentuk ponsel. Contohnya adalah SonyEricsson C510, W902, dan R306. Namun belakangan ini, SonyEricsson lebih sering menggunakan nama khusus dibandingkan dengan nama indeks dalam memasarkan ponselnya. Misalnya Xperia arc, Satio, dan Vivaz. Meskipun demikian, nama indeks dari ponsel-ponsel tersebut juga masih disertakan. Hal ini dapat dilihat pada daftar ponsel SonyEricsson untuk pasar Cina. Contohnya adalah SonyEricsson Xperia arc mempunyai nama indeks LT15i. n [tjs]

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07 - 13 November 2011

HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 43

n Kantor Sony. Menantang raja-raja smartphone.

43 1/9/2011 10:30:00 PM


internasionalpanasonic

n Panasonic di Jepang. Sulit berkompetisi dengan Samsung Electronics

Panasonic Tersengat Krisis AS-Eropa Raksasa elektronik asal Jepang, Panasonic, rugi Rp 50 triliun tahun ini karena merosotnya permintaan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. TEKS Ali Sundoluhur FOTO riset

S

atu per satu perusahaan multinasional mengungkapkan penderitaan akibat krisis yang terjadi di zona Euro dan Amerika Serikat. Kali ini, giliran Panasonic Corp, perusahaan raksasa kebutuhan elektronik asal Jepang, mengumumkan forecast kerugian tahun fiskal 2011. Panasonic memperkirakan kerugian bersih tahun ini mencapai 420 miliar yen (US$ 5,5 miliar atau Rp 50 triliun). Kerugian ini akibat menggelembungnya biaya restrukturisasi, penguatan mata uang yen, dan melemahnya permintaan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Ini merupakan kerugian terbesar kedua dalam sejarah perusahaan tersebut. Kerugian terbesar sebelumnya terjadi

44 HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 44

pada tahun fiskal 2001, ketika Panasonic membukukan kerugian bersih 427,8 miliar yen akibat runtuhnya gelembung bisnis teknologi informasi. Panasonic berencana mempercepat restrukturisasi dengan alokasi biaya 514 miliar yen. Ini termasuk perampingan divisi TV dan bisnis semikonduktor yang berkinerja buruk. Divisi TV kalah bersaing dengan kompetitor Sony dan terjadi tumpang-tindih bisnis setelah Panasonic membeli anak perusahaan, Sanyo. Estimasi penjualan TV tahunan dipotong menjadi 19 juta set dari target 25 juta. “Apa yang butuh kita atasi adalah televisi dan bisnis semikonduktor terkait,” kata Chief Financial Officer Makoto Uenoyama.

Penjualan diperkirakan hanya mencapai 8,3 triliun yen, turun 4,5% dari tahun sebelumnya. Proyeksi penjualan itu berkurang sekitar 400 miliar yen dari perkiraan sebelumnya. Panasonic sulit berkompetisi dengan kompetitor seperti Samsung Electronics. Apresiasi mata uang yen dan penurunan harga juga menjadi sebab kerugian. Mata uang yen menguat dan mencapai rekor tertinggi terhadap dolar AS. Intervensi bank sentral terpaksa dilakukan untuk melawan aksi spekulan valas. “Rugi bersih sebesar 420 miliar yen termasuk akibat kenaikan biaya restrukturisasi dan lonjakan nilai tukar yang diasumsikan 76 yen per dolar AS,” kata Hiroyuki Fukunaga, CEO Investrust. Harga saham Panasonic turun sekitar sepertiga dari 1.200 yen pada awal tahun ini. Harga saham terus menurun hingga 31% dibanding awal tahun ini. Dan, penurunan sekitar 13% di pasar yang lebih luas. Panasonic mengalami  kerugian operasional dalam bisnis TV untuk tahun keempat berturut-turut. Karena bisnis televisi menurun, perusahaan berencana mengintegrasikan tiga fasilitas manufaktur layar panel plasma dengan dua pabrik layar panel kristal cair. Perusahaan berencana memotong tenaga kerja melalui restrukturisasi dan metode lainnya. Ini bagian dari serangkaian upaya restrukturisasi pada akhir tahun fiskal 2011. Panasonic akan memangkas 17.000 tenaga kerja hingga Maret 2013. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07 - 13 November 2011

1/9/2011 10:30:01 PM


internasionalkodak

Kodak Digilas Zaman Perusahaan fotografi legendaris, Eastman Kodak Co, diambang kematian akibat gagal beradaptasi dengan cepatnya teknologi fotografi. TEKS Ali Sundoluhur FOTO riset

B

agi banyak orang di Indonesia, nama Kodak sudah identik dengan kamera. Tak heran banyak orang menyebut Kodak untuk semua kamera. Demikian akrab, hingga ada juga istilah ‘Mat Kodak’ untuk menyebut fotografer. Kini, Kodak tengah dirundung masalah. Kelangsungan hidup perusahaan fotografi legendaris itu dalam tanda tanya besar akibat beban operasional yang besar dan tingkat penjualan yang terus menurun akibat kalah bersaing. Kodak, perusahaan penemu kamera digital pertama pada 1975 dan pertama kali yang berhasil mengembangkan teknologi foto di dalam ponsel, tengah menghadapi krisis terburuk dalam 131 tahun sejarahnya. Tak bisa dipungkiri, di masa lalu, Kodak merupakan perusahaan paling inovatif. Lebih dari satu abad lalu, Kodak berjasa mempopulerkan fotografi dan memasarkan rol film flexible pertama di dunia pada 1888. Kodak mentransformasikan pengambilan gambar dengan kamera menjadi komoditas massal pada 1900. Sayangnya, produsen film terbesar di dunia ini terlalu terbuai dengan kesuksesannya abad 20 dan gagal memanfaatkan modal reputasinya untuk beradaptasi dengan gelombang baru teknologi fotografi. Keberlangsungan hidup Eastman Kodak pada 12 bulan ke depan akan tergantung pada penjualan patennya yang bernilai miliaran dolar AS atau menambah utang. Kemungkinannya, perusahaan ini akan memilih opsi menambah utang, yang diperkirakan mencapai US$ 500 juta. Penambahan utang ini diambil dalam upaya mendukung kebutuhan operasional. “Kemampuan perusahaan untuk melanjutkan operasional pada 12 bulan

ke depan tergantung pada kemampuan menguangkan portofolio paten gambar digital melalui penjualan, atau pemberian hak lisensi, atau menambah utang baru,” sebut Kodak pada berkas yang dikirimkan ke US Securities and Exchange Commission. Pada laporan tiga bulanan yang dirilis Kamis pekan lalu, perusahaan legendaris dan salah satu ikon Amerika Serikat ini sedang bergulat dengan “hantu” gagal bayar. Namun, sampai saat ini, Kodak tetap tidak berencana menyatakan kebangkrutan. Kodak menyatakan, cash perusahaan turun 10% pada kuartal ketiga dari kuartal kedua. Perusahaan ini juga diperkirakan akan menderita kerugian yang lebih besar akibat kegagalan memasarkan printer dan kamera digital terbarunya. Per 30 September tahun ini, cash Kodak sebesar US$ 862 juta, turun dari posisi per 30 Juni sebesar US$ 957 juta. Ini merupakan cash terendah yang dipegang perusahaan tersebut. Pada kuartal ketiga tahun ini, kerugian dari operasional Kodak membengkak hingga US$ 222 juta atau setara dengan 83 sen per saham. Kerugian membengkak dari perkiraan semula US$ 200 hingga US$ 400 juta menjadi antara US$ 400 hingga US$ 600 juta. Sepanjang tahun ini, harga saham Kodak turun tajam hingga 80%. Para analis akan menyimak secara seksama detil rencana penjualan hak intelektual perusahaan. Dalam

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07 - 13 November 2011

HAl 40- 45 Edisi 11International.indd 45

kaitan ini, Kodak menyewa penasihat keuangan untuk menjual lebih dari 1.100 paten gambar digital. “Ketika penjualan portopolio terjadi, itu akan meningkatkan cash perusahaan,” sebut pernyataan Kodak. Para analis memperkirakan penjualan paten Kodak bernilai US$ 2 miliar-3 miliar. Namun, hingga saat ini, Kodak belum memiliki rencana konkret terkait rencana penjualan paten tersebut. Karena itu, nasibnya masih tetap di ujung tanduk. n

n Kamera Kodak. Terancam gagal bayar.

45 1/9/2011 10:30:02 PM


profildirut pln

Nur Pamudji

Penerus Trah Wartawan di PLN Nur terpilih menjadi Dirut PLN karena memiliki visi yang sama dengan Dahlan Iskan. Ia juga memiliki nilai tambah, yakni pernah menjadi wartawan kampus. TEKS Hideko FOTO riset

S

enin pagi pekan lalu di Gardu Induk PLN, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, terlihat kesibukan yang lain dari biasanya. Sejumlah pejabat negara, seperti Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan Menteri ESDM, Jero Wacik, terlihat berkumpul di sana. Mereka berkumpul di gardu induk itu bukan tengah menghadiri peresmian proyek PLN. Mereka tengah menyaksikan pelantikan Direktur Utama PLN yang baru, Nur Pamudji. Seperti diketahui, posisi orang nomor satu di perusahaan setrum negara itu lowong setelah Dahlan Iskan diangkat menjadi Menteri BUMN, beberapa waktu lalu. Lokasi pelantikan Dirut PLN kali ini memang tidak lazim. Boleh jadi, ini merupakan permintaan khusus dari Dahlan Iskan yang tergolong nyentrik. Keunikan lainnya dari pelantikan Dirut PLN adalah pada pemilihan waktu, yakni pada tanggal 1, bulan 11 pukul 11 siang. Lokasi gardu induk PLN dipilih untuk mengingatkan agar PLN terus menjaga layanan dan pasokan setrum kepada para pelanggan. Sedangkan angka satu dipilih karena ini terkait dengan orang nomor satu di PLN. Terpilihnya Nur sebagai Dirut PLN memang sebuah kejutan. Pasalnya nama Nur muncul pada harihari terakhir sebelum Menteri BUMN menetapkan Dirut baru PLN. Sebelumnya ada beberapa nama dari jajaran direksi PLN yang lebih dijagokan, di antaranya Murtaqi Syamsuddin (Direktur Perencanaan dan Manajemen Bisnis) dan Moch Harry Jaya Pahlawan (Direktur Operasi Indonesia Barat). Nama-nama inilah yang bersaing ketat dalam detik-detik terakhir pemilihan Dirut PLN. Ada beberapa nilai plus yang akhirnya mengantarkan Nur Pamudji menjadi Dirut PLN. Salah satunya, menurut Dahlan, Nur merupakan direktur termuda di antara 10 direktur PLN. Saat ini usianya baru menginjak 50 tahun. “Orang muda itu lazimnya bisa mendorong kemajuan yang lebih pesat,� kata Dahlan. Se-

46 HAl 46-47 Edisi 11Profil.indd 46

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 10:32:44 PM


profildirut pln lain itu, beberapa kalangan menilai Nur memiliki visi dan semangat yang sama dengan Dahlan Iskan. Tak bisa dipungkiri, Dahlan memang perlu ikut “campur tangan” dalam pemilihan Direktur PLN kali ini. Pasalnya pembaruan di tubuh PLN yang telah dicanangkan sejak tahun lalu merupakan pertaruhan besar bagi dirinya. Jadi, wajar jika kinerja PLN akan terus dikawal. Itu sebabnya, Dahlan cenderung memilih orang yang memiliki visi yang sama dengannya. Dengan berseloroh Dahlan mengatakan, Nur dipilih karena ia pernah menjadi wartawan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Nur juga pernah mengasuh rubrik Ilmu dan teknologi di harian Sinar Harapan. Sebelum duduk di kursi Dirut PLN, Nur Pamudji menjabat  sebagai Direktur Energi Primer. Pamudji mulai bergabung dengan PLN pada 1985 sebagai Enjinir Sistem Operasi Pembangkit hingga 2001. Kemudian beberapa posisi penting di PLN pernah dijabat lulusan Teknik Elektrik ITB tahun 1985 ini. Di antaranya Manajer Transmisi untuk Area Sulawesi Selatan (2001-2002) serta Manajer Sistem Operasi Pembangkit Jawa-Bali (2005 - 2008). Dari tahun 2004 - 2005, ia memimpin Tim Pengembangan Sistem Kompetensi SDM PLN.

Sama-sama dari Madiun Menjadi nahkoda dari BUMN yang strategis layaknya PLN, memang sarat nuansa politis. Apalagi uang yang berputar di PLN terbilang wah. Lihat saja dana subsidi listrik yang diterima PLN tahun ini mencapai Rp 37,8 triliun dan tahun depan meningkat lagi menjadi Rp 45 triliun. Dari sisi pendapatan, selama semester I-2011, PLN mampu meraih pendapatan Rp 93,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp 6,5 triliun. Sementara total aset yang dimiliki BUMN ini mencapai Rp 391,3 triliun.

Biarlah waktu yang akan membuktikan kebenaran suara-suara sumbang itu. Yang pasti tugas sebagai Dirut PLN tidak mudah. Melihat besarnya kekayaan PLN, tak heran bila banyak pihak mengincar posisi Dirut PLN. Suara-suara sumbang pun langsung terdengar mengiringi terpilihnya Nur sebagai Dirut PLN. Rumor menyebutkan ada kedekatan antara Dahlan Iskan dengan orang tua Nur yang sama–sama berasal dari Madiun, Jawa Timur. Kedekatan inilah yang disinyalir merupakan nilai plus Nur sehingga terpilih menjadi Dirut PLN. Biarlah waktu yang akan membuktikan kebenaran suara-suara sumbang itu. Yang pasti tugas sebagai Dirut PLN tidak mudah. Pada November ini ada hajatan besar yang harus didukung oleh PLN, yakni penyelenggraan Sea Games XXVI dan KTT ASEAN di Bali. Dalam

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 46-47 Edisi 11Profil.indd 47

jangka panjang PLN dituntut untuk menigkatkan pelayanan dan ketersediaan pasokan listrik. PLN juga harus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dari 67,2% saat ini menjadi 99% pada 2020. Selaku Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, ada empat hal yang akan menjadi prioritas utama PLN. Yakni meningkatkan pelayanan pelanggan, perbaikan jaringan transmisi dan distribusi, percepatan pembangunan pembangkit listrik, dan penyediaan gas untuk pembangkit listrik PLN. “Empat hal itu merupakan prioritas yang saling terkait satu sama lain,” ujar lulusan pasca sarjana Teknik University of New South Wales Australia (1995) dan and Master of Public Management dari National University of Singapore (2003). Untuk itu PLN akan fokus untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangkit yang masuk dalam program PLTU 10 ribu megawatt (MW). Diakui oleh Nur, selama ini ada hambatan yang membuat sebagian pengerjaan proyek itu mundur. “Kami akan terus cari solusi agar proyek tersebut dapat selesai tepat waktu,” ucapnya. Di samping itu, PLN akan terus mencari pasokan gas untuk pembangkit listrik. Gas merupakan jalan terbaik untuk efisiensi pembangkitan listrik karena harganya lebih murah dan ramah lingkungan dibanding BBM. “Kami ingin gas bisa dipasok dari dalam negeri, tapi jika tidak bisa, tidak menutup kemungkinan untuk impor,” jelasnya. n

47 1/9/2011 10:32:47 PM


hukum penerbangan

Susahnya Melindungi Penumpang “S

Maskapai penerbangan masih bebas menunda penerbangan. Sebab denda yang diatur Kementerian Perhubungan belum diberlakukan. TEKS Elka Saraswati FOTO DOK. Inilah.com

n Calon penumpang sedang melihat jadwal keberangkatan

48 HLM 48-51 HUKUM 11.indd 48

erius nih, apa mereka benar-benar mau bayar kalau terlambat terbang?” Pertanyaan yang dibalut ketidakpercayaan itu terlontar dari mulut Darwin, seorang konsultan saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta. Akhir pekan kemarin ia bermaksud terbang ke Kota Pahlawan, Surabaya. Darwin tak yakin pemerintah benarbenar akan berpihak pada penumpang. Bukan hanya Darwin, tapi juga beberapa pengguna jasa lain yang sempat ditemui mengaku sangsi maskapai mau mematuhi regulasi terbaru di dunia penerbangan nasional tersebut. Kenyataannya, maskapai nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) memang meminta Permenhub No.77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara ditunda pelaksanaannya. Dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya memenuhi keinginan maskapai dan memutuskan menunda pemberlakuan aturan yang mengatur bentuk tanggung jawab pengangkut angkutan udara. Penundaan dibenarkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan yang mengatakan, “Kemungkinan memang diundur”. Sebelumnya, sejak diterbitkan 8 Agustus 2011, Kemenhub mengagendakan sosialisasi tersebut selama tiga bulan dan pada 8 November 2011 sudah diberlakukan. Dengan penundaan ini maka maskapai kembali mengacu pada Kepmenhub No. 25 Tahun 2008 yang mengatur pemberian kompensasi kepada penumpang terkait keterlambatan penerbangan. Mulai dari pemberian makanan, penyediaan akomodasi hingga memindahkan penumpang ke penerbangan lain jika terjadi keterlambatan penerbangan.

Pasal Asuransi Penundaan terkait pasal tentang asuransi di mana dalam Permenhub No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara Pasal 16

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:04 PM


hukum penerbangan ayat (1) disebutkan bahwa tanggung jawab pengangkut wajib diasuransikan kepada perusahaan asuransi dalam bentuk konsorsium asuransi. Sedangkan pada ayat (2) dinyatakan bahwa bentuk konsorsium bersifat terbuka kepada seluruh perusahaan asuransi yang memenuhi syarat dan perizinan untuk berpartisipasi dalam program asuransi tanggung jawab pengangkut angkutan udara. Konsorsium asuransi memang menjadi hal yang diwajibkan dalam Permenhub No. 77 tahun 2011. Salah satu pertimbangan adalah besarnya nilai ganti kerugian yang nantinya harus dibayarkan maskapai kepada penumpang. Selain denda keterlambatan Rp 300.000, maskapai juga berkewajiban memberikan uang santunan Rp 1,25 miliar bila ada penumpang yang meninggal dunia dalam penerbangan. Nah, maskapai-maskapai masih enggan menjadi nasabah dalam konsorsium asuransi tersebut. Tengku Burhanuddin, Sekjen INACA, menyebut, masing-masing maskapai telah berafiliasi dengan perusahaan asuransi tertentu. Pertimbangan lain ditambahkannya,� Di Indonesia ada maskapai yang full service dan ada low cost carrier atau berbiaya rendah. Jadi tidak semua bisa diganti uang�.

Tidak Efektif Penundaan ini tentu saja disayangkan. Apalagi dalam kenyataannya, pemberlakukan Kepmenhub No. 25 Tahun 2008 tidak efektif untuk memaksa maskapai mematuhi jadwal keberangkatan. Tengok saja data Kemenhub terkait kinerja ketepatan keberangkatan (on time performance/OTP) maskapai nasional pada Semester I 2011. Meski OTP maskapai nasional secara umum terus membaik, namun berdasarkan data Kemehub baru Garuda Indonesia yang tingkat OTP-nya di atas 80%. Lainnya, masih di bawah 80% dan Lion Air menjadi maskapai nasional menjadi yang terendah hingga sempat menerima sanksi dari Kemenhub karena seringnya delay atau menunda keberangkatan. Kemenhub sendiri awalnya meyakini keberadaan Permenhub No. 77 Tahun 2011 akan membuat maskapai semakin menaati jadwal. Maklumlah, keterlambatan penerbangan memang menjadi keluhan utama pengguna jasa penerbangan termasuk kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). n

Ini Dia Kinerja OTP Maskapai Data Kementerian Perhubungan per semester I 2011 mengenai ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP), menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai terbaik dibanding maskapai lainnya. Sementara faktor utama penyebab keterlambatan adalah faktor operasional 7,295 kali (77%) dan faktor teknis 1.368 kali (13,3%). Sanksi tegas dikeluarkan Kemenhub terhadap Lion Air, yang memiliki peringkat OTP terendah. Lion Air diharuskan melakukan perbaikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan ketepatan jadwal penerbangan.

Sumber: Kementerian Perhubungan, data diolah

Dibuat Untuk Ditunda Permenhub No PM 77/2011

BAB II Jenis Tanggung Jawab Pengangkut dan Besaran Kerugian Pasal 2 Pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap: penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka; hilang atau rusaknya bagasi kabin; hilang, musnah, atau rusaknya bagasi tercatat; hilang, musnah atau rusaknya kargo; keterlambatan angkutan udara; dan kerugian yang diderita oleh pihak ketiga. Pasal 3 Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut: Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang. Penumpang yang mengalami cacat tetap, meliputi: 1. Penumpang yang dinyatakan cacat tetap total oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang; dan 2. Penumpang yang dinyatakan cacat tetap sebagian oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebagaimana termuat dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 10 Jumlah ganti kerugian untuk penumpang atas keterlambatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a ditetapkan sebagai berikut: a. keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 48-51 HUKUM 11.indd 49

49 11/5/11 11:04 PM


hukum pemalsuan merek

Kuatnya Cengkraman Pemalsu Merek Dalam setahun kasus pemalsuan merek yang terjadi di Indonesia mencapai puluhan triliun rupiah. TEKS Elka Saraswati FOTO riset

n CELANA JEANS BERMEREK. Banyak dipalsu

K

edua toko itu terletak di Blok F2 lantai tiga Pasar Regional Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tumpukan celana jeans merek Cardinal terlihat di sudut toko. Gara-gara celana jeans dengan merek terkenal itu, Toko X-Four dan Fauzi Cam menjadi sasaran penggeledahan penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (Ditkrimsus PMJ). Polisi menyelidik kedua toko tersebut atas laporan PT Multi Garmen Jaya sebagai pemilik merek Cardinal. Perusahaan garmen tersebut curiga kedua toko tersebut menjual celana jeans merek Cardinal yang diduga palsu. Da-

50 HLM 48-51 HUKUM 11.indd 50

lam penggeledahan yang berlangsung 27 Oktober lalu di Toko X-Four di Los BKS No 177, polisi menyita 118 celana jeans merek Cardinal palsu dan menangkap DA si pemilik toko. Sementara di Toko Fauzi Cam di Los BKS No 156-159, penyidik menyita 27 celana jeans Cardinal palsu sekaligus mengamankan PD yang menjadi pemilik toko. Beberapa hari sebelumnya, Ditkrimsus PMJ juga membongkar kasus pemalsuan merek lain: Cressida yang menjadi brand terkenal untuk produk kaos. Polisi menyelidiki kasus ini setelah PT Idola Insani selaku pemilik merek Cressida mendapati banyaknya produk kaos

dengan merek serupa yang diduga palsu. Penelusuran yang dilakukan penyidik mendapatkan, kegiatan pemalsuan kaos merek Cressida, melibatkan lima tempat yang ada di kawasan Tambora, Jakarta Barat dan di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. Tanggal 24 Oktober 2011, polisi menggerebek sebuah perusahaan konveksi yang disamarkan sebagai gudang, di Jalan Pekapuran II No 19-19A RT 010/005 Tanah Sereal, Tambora. Perusahaan konveksi ini milik tersangka berinisial MY dan saat digerebek tengah memproduksi 1.712 lusin kaos merek Cressida. Sementara tempat lainnya adalah

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

11/5/11 11:04 PM


hukum pemalsuan merek

PRODUK SASARAN PEMALSUAN MEREK

perusahaan konveksi milik tersangka SO di Jl Duri Utara I Gang Pasti No 14A RT 007/007 Jakarta Barat, perusahaan konveksi milik tersangka berinisial YP di Jalan Jembatan Besi II No 25, RT 007/001 Kelurahan Jembatan Besi, dan di Toko TIO Jaya yang ada di Lantai Dasar BSK No. 144 Pasar Cipulir. Dari tempat-tempat tersebut, polisi menyita ribuan kaus bermerek Cressida yang sudah bisa diduga adalah barang palsu.

Terus Marak Upaya kepolisian menindak aksi pemalsuan merek patut mendapat acungan jempol. Sayangnya upaya ini sepertinya lebih seperti menggantang angin. Kenyataannya masih banyak pemalsu merek yang tetap bebas menjual produk-produk palsu mereka. Kenyataan ini dikuatkan survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakulas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI), bekerjasama dengan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP). Dalam publikasi yang disampaikan di Jakarta, Kamis pekan kemarin, peneliti LPEM-FEUI menyebut pemalsuan merek telah merasuk pada berbagai produk. Survei meliputi 12 sektor industri di Indonesia dan dilakukan sejak tahun 2010 dengan melibatkan 500 responden di Jakarta dan Surabaya. Hasilnya, seperti dikatakan Ketua Umum MIAP, Widyaretna Buenastuti, “Persentase pemalsuan tertinggi ditunjukkan barang dari kulit, diikuti perangkat lunak (software)”. Kuatnya cengkraman pemalsu merek, juga tergambar dari besaran kerugian produsen yang mereknya dipalsu. Berdasarkan hasil studi MIAP, dalam setahun kasus pemalsuan yang terjadi di Indonesia mencapai puluhan triliun rupiah. Sebagai gambaran saja, jumlah nilai pemalsuan barang selama periode Juni – Oktober 2010 mencapai Rp 43,2 triliun. Terus maraknya pemalsuan merek dan produk, menurut MIAP tidak terlepas dari belum jelasnya kerangka hukum dan proses penegakan hukum. Baik dalam artian tindakan hukum oleh aparat penegak hukum, maupun sanksi hukum terhadap pelaku pemalsuan yang kurang memberi efek jera. Bantu Pelaporan Salah satu kendala dalam proses hukum terhadap tindak pidana pemalsuan merek, adalah belum semua produsen dan pemegang merek mau melaporkan du-

Sumber : Publikasi Survei LPEM-FEUI dan MIAP

gaan pemalsuan mereknya ke polisi. Padahal dalam UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, jelas disebutkan, perbuatan melanggar hukum terkait memalsukan merek termasuk delik aduan. Dengan kata lain, polisi baru bisa bertindak jika memang sudah ada aduan. “Dan begitu pengaduan disampaikan, maka kami langsung bertindak cepat menangkap para pelaku pemalsuan,” tegas Direktur Krimsus PMJ Kombes Sufyan Syarif. MIAP menyadari kondisi ini. Organisasi yang beranggotakan antara lain sejumlah perusahaan dan beberapa industri yang menentang praktik-praktik pemalsuan, berencana mengambil porsi lebih besar dalam proses hukum terhadap para pemalsu maupun pengedarnya, agar mereka bisa mendapatkan hukuman setimpal sehingga menimbul-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HLM 48-51 HUKUM 11.indd 51

kan efek jera. Bentuknya, MIAP akan mendorong para pengusaha dan anggotanya untuk bertindak melalui organisasi dan tidak seperti sekarang ini yang cenderung sendiri-sendiri. Melalui mekanisme ini maka para anggota akan membuat target operasi dan diikuti verifikasi sebagai bukti awal. Setelah bukti awal terkumpul, maka anggota mengkoordinasikan dengan MIAP yang akan melaporkannya kepada polisi. MIAP berkeyakinan, melalui mekanisme ini maka aksi para pemalsu merek akan makin bisa ditekan. Terlebih bila saat bersamaan, aparat penegak hukum mulai dari penyidik, jaksa penuntut umum dan hakim mau bersikap tegas dengan menuntut maupun menjatuhkan hukuman seberat-beratnya. Semoga saja. n

51 11/5/11 11:04 PM


makroindustri kreatif

Kreatiflah Industri Kreatif Jika ditangani serius, industri kreatif bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Sayang, perhatian dari pemerintah masih minim. TEKS Bastaman FOTO dahlan rebo pahing dan nury sybli

52 HAl 52-55 Edisi 11 MAKRO.indd 52

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/10/2011 12:06:48 AM


makroindustri kreatif

I

ndustri kreatif tampaknya sedang naik daun. Selain ramai diperbincangkan, berbagai pameran industri kreatif pun digelar di tanah air. Salah satunya adalah ASEAN Fair yang dua pekan lalu dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Denpasar, Bali. Pameran ekonomi kreatif seAsia Tenggara itu berlangsung selama satu bulan, sejak 24 Oktober lalu hingga 23 November mendatang. Pameran ini diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk mempromosikan budaya dan ekonomi kreatif mereka. Tak hanya di Indonesia, saat ini hampir semua negara mengadopsi ekonomi atau industri kreatif yang dipopulerkan oleh Inggris pada tahun 1990-an (lihat: Ekonomi Kawula Muda). Selain Inggris, Malaysia, Singapura, Cina, Taiwan, dan New Zealand adalah beberapa negara yang berhasil mengembangkan industri kreatif. Seperti biasa, Indonesia agak telat mengembangkan industri yang satu ini. Perhatian pemerintah pada industri ini baru dimulai tahun 2006. Tiga tahun kemudian presiden menerbitkan Inpres Nomor 6 yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah membuat rencana aksi untuk membantu industri kreatif. Oh ya, di Indonesia industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, serta bakat individu. Namun, apapun definisinya, yang jelas kreatif di sini berarti kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Entah itu bentuknya atau fungsinya. Dengan pengertian seperti itu maka sesungguhnya semua industri dapat dikatakan industri kreatif. Mulai dari kerajinan tangan, jasa, hingga industri berat. Hebel atau balok beton membuktikan bahwa industri berat sekalipun mampu menghasilkan produk kreatif. Dengan menyusun balok-balok beton, kini orang dapat membangun loteng sekaligus anak tangganya dalam waktu sekejap. Biayanya pun relatif murah. Makanan dan minuman jelas masuk dalam industri kreatif. Ubi, kentang, terong, dan pisang pun bisa dimasak menjadi berbagai jenis makanan. Dulu, kombinasi singkong dan keju hanya jadi judul lagu penyanyi Ari Wibowo. Tapi sekarang banyak sekali kreasi makanan yang terbuat dari singkong dan keju. Dulu, orang hanya mengenal teh manis. Kini orang bisa minum teh dengan aroma buah-buahan, bahkan bersoda. Ada

n pameran kerajinan

juga nanas dan bayam goreng. Tata busana atau fashion merupakan bidang kreatif yang sangat luas. Dulu, tali bra selalu disembunyikan. Tapi sekarang kaum hawa justru senang memamerkan tali bra hitam di pundaknya. Dulu, mungkin tak ada orang yang berfikir bahwa manik-manik bisa dikreasikan menjadi gantungan ponsel dan laku dijual. Kini,orang membuat topi, tas, tudung lampu dari kulit kerang. Bahkan di Jember Fashion Week, taplak meja plastik jadi pakaian. Walau pun mencakup banyak sektor, dalam buku Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009 – 2015 Kementerian Perdagangan hanya memfokuskan industri kreatif pada 14 sub-sektor. Ada industri periklanan, arsitektur, barang seni atau barangbarang asli, unik, langka serta estetika tinggi. Industri kreatif juga mencakup kerajinan, desain, fesyen, serta video, film, dan fotografi. Selain itu, masuk pula industri musik, penerbitan, dan percetakan. Di ranah teknologi, muncul industri layanan komputer dan piranti lunak, siaran televisi dan radio, serta riset dan pengembangan (termasuk pe-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 52-55 Edisi 11 MAKRO.indd 53

nelitian bahasa, sastra, seni), serta jasa konsultan.

Sudah diakui Walau pun belum digarap secara serius, sumbangan industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) termasuk cukup besar. Tahun lalu, sumbangan industri ini terhadap PDB sudah mencapai 6,3% atau sekitar Rp 378 triliun. Sumbangan ini datang dari sub-sektor industri musik, film, fesyen, percetakan, arsitektur, design grafis, dan seni. Pada tahun 2014, sumbangan industri kreatif terhadap PDB diperkirakan mencapai 10% atau sekitar Rp 1.000 triliun. Jelas, industri kreatif tidak bisa dipandang sebelah mata. Tak hanya terhadap PDB, industri kreatif juga menjadi penyedia lapangan pekerjaan yang cukup potensial. Andi Surya Boediman, pendiri dan pimpinan Internasional Design School (IDS), memperkirakan industri kreatif menyerap sekitar 5,4 juta tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 500 ribu di antaranya adalah pekerja kreatif yang sudah mampu menciptakan pekerjaan sendiri. Karena itu Andi optimistis, industri kreatif bisa menjadi salah satu lokomotif perekonomian nasional. �Yang jadi ma-

53 1/10/2011 12:06:54 AM


makroindustri kreatif salah, saat ini tak ada program pengembangan industri kreatif dari pemerintah. Anggarannya pun kecil,” kata Andi. Betul, pemerintah telah menunjuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengawal industri kreatif. Namun dukungan dari pemerintah masih dirasakan kurang, terutama dalam mengatasi pembajakan karya. Rendahnya daya beli masyarakat memang membuat pembajakan hasil karya berkembang subur di tanah air. Akibat maraknya pembajakan ini, orang pun malas berkarya. Karena itu, pelaku industri kreatif meminta pemerintah menindak tegas pelaku pembajakan karya. ”Pembajakan karya menyebakan degradasi kreativitas,” kata Andi. Masalah lain yang dihadapi industri kreatif adalah persoalan permodalan. Saat ini kehadiran industri kreatif belum diakui oleh sektor perbankan. Akibatnya, pelaku industri kreatif bekerja berdasarkan pesanan. Pendidikan di bidang industri kreatif juga masih minim. Umumnya, menurut Andi, pelaku usaha kreatif di tanah air belajar dari pengalaman. Ini berbeda dengan di Malaysia, misalnya. Di negeri jiran itu ada Kementerian Khusus Usahawan Muda yang memfokuskan pada pengembangan industri kreatif. Jadi, jangan heran bila industri kreatif Indonesia tertinggal jauh dari negara lain. Padahal, seperti dikatakan Ridwan Kamil, Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), prestasi industri kreatif Indonesia sudah diakui di luar negeri. Ridwan sendiri adalah arsitek yang merancang Marina Bay Waterfront Master Plan (Singapura), Suktohai Urban Resort Master Plan (Bangkok, Thailand), dan Ras Al Kaimah Waterfront Master Plan (Qatar dan UEA). Ia juga banyak menggarap proyek di Cina, Hong Kong, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Menurut Euis Saedah, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, jika ditangani serius, ekonomi kreatif bisa menjadi motor perekonomian nasional. Fashion, contohnya. Dalam lima tahun terakhir, sumbangan sub-industri ini terhadap PDB mencapai Rp 7,9 triliun per tahun atau sekitar 5,9%. Tak hanya itu, industri fashion juga menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja serta mampu menghasilkan devisa Rp 50,3 triliun. ”Karena itu, kami mengundang kementerian lain untuk bersama-sama mengembangkan industri fashion,” kata Euis. n

54 HAl 52-55 Edisi 11 MAKRO.indd 54

Industri Kawula Muda

D

i era 1990-an, kota-kota di Inggris mengalami kemunduran ekonomi karena larinya sejumlah industri ke negara berkembang yang menawarkan bahan baku serta tenaga kerja murah. Menghadapi kondisi itu Tony Blair dan New Labour Party, yang saat itu tengah mencalonkan diri menjadi PM Inggris, menggagas pendirian National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakatbakat muda di Inggris. Tak heran bila dikatakan industri kreatif lahir dari generasi muda di Inggris. Setelah terpilih menjadi PM Inggris, 1997, Blair membentuk Creative Industries Task Force. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian (PDB) Inggris. Lembaga tersebut berada di bawah Department of Culture, Media and Sport (DCMS). Satu tahun kemudian, DCMC mempublikasikan hasil pemetaan industri kreatif yang pertama kalinya. Kini ekonomi atau industri kreatif banyak diadopsi negara-negara berkembang, terutama oleh bekas jajahan Inggris. Di Indonesia, industri kreatif mulai popular tahun 2006. Tiga tahun kemudian turun Inpres No 6 tentang dukungan terhadap industri kreatif. Dengan komposisi penduduk muda mencapai 103 juta atau 43% dari populasi, Indonesia memang memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan industri kreatif. Tapi sayang, perhatian pemerintah dinilai masih sangat kurang. Tahun lalu, Kementerian Perdagangan hanya menganggarkan dana Rp 6,2 miliar untuk mengembangkan industri kawula muda. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/10/2011 12:06:55 AM


inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011

IReview Edisi 6 th 1 b.indd 57

57 7/21/2011 4:15:07 AM


makro

n Freeport Indonesia. Terindikasi melakukan pembayaran ilegal kepada polisi.

Si Kaya, Si Miskin, Si Tukang Suap Praktik suap ternyata tak hanya dilakukan pengusaha Indonesia, tapi oleh perusahaan dari negara maju. TI meminta negara maju bertindak lebih tegas terhadap perusahaan mereka yang nakal. TEKS Bastaman FOTO riset

56 HAl 56-57 Edisi 11 Tambang.indd 56

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/10/2011 12:13:41 AM


makro

S

uap menyuap ternyata bukan monopoli pengusaha Indonesia. Berdasarkan survei Transparency International (TI), perusahaanperusahaan dari Rusia, China dan Meksiko paling doyan melakukan praktik tercela tersebut. Borok ketiga negara itu terung­kap dalam Indeks Bayar Suap (Bribery Payers Index atau BPI) yang dipublikasikan TI pekan lalu. Bagaimana dengan pengusaha Indonesia? Ah, tak ada yang istimewa. Negeri ini berada di urutan ke-4 dalam daftar pengusaha yang gemar melakukan penyuapan. Survey BPI dilakukan terhadap 28 negara yang memiliki kontribusi sebesar 78% terhadap foreign direct investment (FDI) dan ekspor global. Para responden

dari 28 negara tersebut diminta memberikan penilaian tentang seberapa sering mereka melakukan suap di negara-negara di mana mereka memiliki hubungan bisnis. Hasilnya, untuk tahun ini, Indonesia berada di urutan ke-25 dengan BPI sebesar 7,1. Posisi ini lebih baik dibandingkan Rusia (6,1), China (6,5) dan Meksiko (7,0). Pengusaha Belanda dan Swiss merupakan yang paling bersih karena nyaris tidak pernah menyuap untuk memuluskan bisnisnya. Yang cukup menarik, perusahaan yang getol menyuap itu berasal dari negara yang selama ini dikenal gigih memberantas korupsi. China, misalnya, selama ini dikenal sangat keras terhadap pejabatnya yang korup. Indonesia juga gencar memerangi korupsi. Tapi praktik sogok menyogok justru banyak dilakukan pengusaha asal Rusia, China, Meksiko dan Indonesia. ”Praktik suap menyuap merupakan perpaduan antara kebiasaan di negara asal pengusaha tersebut dan lemahnya hukum di negara tempat mereka berbisnis,” kata Franky Simanjuntak, Manajer Tata Kelola Ekonomi Transparansi Internasional Indonesia (TII). Di Indonesia, suap menyuap memang sudah menjadi trandisi bagi kalangan pengusaha. Jhon Tafbu Ritonga, pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan para pengusaha melakukan praktik suap karena dipaksa oleh keadaan. Selain lingkungan, sistem yang ada juga tidak berbasis pada pengetahuan alias berdasarkan opini. Jhon menunjuk Peraturan Presiden Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang belum lama ini menggantikan Keputusan Presiden No. 80 tahun 2003. ”Dari dulu sampai sekarang tidak standar baku penghitungan bahan baku serta unit biayanya,” kata Jhon.

Tak ada yang bersih Ucapan Jhon dibenarkan Jonner Napitupulu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara. Menurutnya, para pengusaha terpaksa melakukan praktik suap karena birokrasi yang berbelit-belit. ”Bagi pengusaha, semua harus berjalan cepat karena terkait produksi. Jika ada yang penghambat, biasanya apara pengusaha mencari jalan yang cepat,” kata Jonner. Kebiasaan mencari jalan cepat ini tak hanya dilakukan para pengusaha Indonesia, tetapi juga oleh pebisnis dari

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 56-57 Edisi 11 Tambang.indd 57

luar negeri. ”Kondisi yang memaksa terjadinya suap.” Beberapa kasus penyuapan yang dilakukan pengusaha asing di Indonesia memang pernah mencuat. Salah satunya adalah Siemens. Perusahaan dari Jerman ini dikenai denda 201 juta Euro oleh pemerintah Jerman karena melakukan penyuapan untuk memenangkan tender, salah satunya adalah proyek PLTU Paiton II di Jawa Timur pada 2007. Kasus lainnya yang sempat terung­ kap ke permukaan adalah suap yang dilakukan oleh perusahaan Innospec terhadap sejumlah pejabat di Indonesia terkait penggunaan bahan kimia TEL dalam BBM. Sayang, kasus ini sampai saat ini belum ditindaklanjuti oleh KPK. Freeport McMoRan, induk usaha Freeport Indonesia, telah dilaporkan oleh United Steelworkers di Amerika karena terindikasi melakukan pembayaran ilegal kepada aparat keamanan Indonesia. Laporan itu didasari pernyatan pejabat Polri baru-baru ini tentang pembayaran secara reguler oleh Freeport Indonesia kepada polisi. Jika benar, maka Freport McMoRan bisa dituduh telah melanggar Foreign Corrupt Practice Act atau undang-undang Amerika mengenai penyuapan yang dilakukan perusahaan Amerika di luar negeri. Ini menarik. Soalnya, penyuapan itu dilakukan oleh perusahaan dari negara yang telah meratifikasi konvensi OECD (Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan) dan UNCAC (Konvensi PBB untuk Melawan Korupsi). Pantas jika Huguette Labelle, Ketua TI, begitu dongkol. Sebab, perusahaan tukang suap dari negara maju itu telah mengecilkan upaya keras yanag dilakukan pemerintah negara berkembang dalam membentuk pemerintahan yang bersih dan upaya upaya mengatasi kemiskinan. ”Para pemimpin G-20 harus segera mencegah praktik suap di luar negeri. Hukuman harus ditingkatkan,” katanya. Praktik sogok menyogok memang tak bisa dibiarkan. Setiap tahunnya aksi penyuapan ini mencapai US$ 1 triliun. Karena itu, menurut Labelle, ratifikasi OECD dan UNCAC tidak cukup menghapus praktik haram itu dari muka bumi. Ia mengusulkan, sebaiknya negara-negara industri juga benar-benar menegakkan peraturan yang mereka miliki untuk menghukum korporasi-korporasi yang menjalankan praktik uang semir kepada pejabat asing. n

57 1/10/2011 12:13:43 AM


pasar modalanalisis

Selesaikan Dalam Sehari Atau‌ Kegelisahan melanda para pelaku pasar modal di seluruh dunia. Perdagangan saham pekan ini diyakini bakal diramaikan oleh aksi hit and run. TEKS Ahmad Munjin FOTO riset

E

uforia itu hanya berlangsung dalam hitungan hari. Hangatnya perdagangan efek, yang dipicu oleh kesepakatan Jerman dan Prancis Cs yang menyatakan siap membantu krisis Yunani, akhirnya sirna dengan cepat. Syukurlah, Perdana Menteri Yunani George

58 HAl 58-61 Edisi 11 Pasar Modal.indd 58

Papandreou segera ‘eling’. Rencana referendum, untuk meminta persetujuan rakyat atas bailout yang akan diberikan para tetangganya sesama anggota Zona Euro, segera dibatalkan. Dan itu berarti negeri para dewa tersebut akan menerima potongan utang hingga 50% dan pinjaman

baru senilai 130 miliar Euro. Papandreou selamat dari mosi tidak percaya yang dilancarkan parlemen dengan kemenangan tipis, 147 : 153. Namun fakta itu belum membuat suasana menjadi tenang. Pasar tetap dihantui oleh ketidakpastian yang cukup tebal.

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 11:18:52 PM


pasar modalanalisis

28/10 3829,96

IHSG

28/10 12.231

clok di level psikologis yang dicita-citakan selama ini, 4.000.

DOW JONES

4/11 3783,63 4/11 11.983

“Usahakan trading itu harus selesai sehari. Untung dan rugi harus direalisasikan dalam sehari.” Itu pula yang menyebabkan indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melemah di Sabtu dini hari. “Laporan data pengangguran di AS yang membaik, tak mampu memupus kecemasan pasar,” kata seorang analis. Felix Sindhunata, Kepala Riset Henan Putihrai Asset Management, juga berpendapat serupa. Kata dia, penguatan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di penghujung minggu lalu, hanya reaksi sementara atas pembatalan referendum yang dilakukan Papandreou. Betul, langkah pembatalan itu memungkinkan mengucurnya bantuan untuk Yunani. Tapi karena belum ada konfirmasi, para pelaku pasar tetap akan melangkah dengan ekstra hati-hati. “Keunggulan fundamental emiten bukan

jaminan aman dari koreksi saat bursa global dan regional rontok,” kata Felix. Ia memprediksi indeks di pekan ini akan bergerak fluktuatif di rentang yang sangat lebar, 3.620 – 3.880. Yang dijadikan pertimbangan, memang, bukan Yunani semata, tapi juga negara-negara di Eropa secara keseluruhan. Italia contohnya. Negeri ini memiliki kewajiban hingga 1,9 triliun euro (120% dari PDB). Sementara pertumbuhan perekonomiannya sangat rendah, di bawah 1%. Bisa dibayangkan, jika Yunani yang ‘hanya’ berutang 370 miliar euro bisa mengguncang dunia, apalagi Italia yang kewajibannya lima kali lipat lebih besar. Yang lebih membahayakan, obligasi terbitan Italia banyak dikoleksi oleh investor global. Sehingga bila terjadi gagal bayar dampaknya akan menjalar ke banyak arah. “Italia lebih berbahaya,” tutur Felix. Itu sebabnya, Felix menilai berinvestasi saat ini (untuk jangka panjang sekalipun) penuh dengan risiko. Bila Papandreou tiba-tiba mundur—seperti yang diisyaratkan Sang PM Jumat lalu, pasar akan langsung bergejolak. Keadaan yang memburuk di Eropa, menurut perhitungan Felix, akan mendorong indeks saham Jakarta menenembus level support 3.620 menuju 3.500 dan 3.300. Tapi kalau tak ada sentimen buruk lanjutan, secara tehnikal, IHSG bakal menguat dan bermain di atas 3.800. Nah, jika angka tersebut bisa bertahan selama beberapa hari, bukan mustahil di akhir tahun IHSG bisa men-

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 58-61 Edisi 11 Pasar Modal.indd 59

Ayo main cepat Untuk menyambut kondisi yang—Insya Allah—membaik itu, Felix menyodorkan saham-saham perbankan, otomotif dan alat berat sebagai pilihan. Ia pun menunjuk efek terbitan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BMRI, BBCA, ASII dan UNTR sebagai saham-saham yang layak dikoleksi. Dalam kondisi global seperti saat ini, investor harus disiplin dalam melakukan trading jangka pendek. Sebab, jika situasi global memburuk, semua saham akan terpuruk kendati memiliki fundamental relatif kuat. “Usahakan trading itu harus selesai sehari. Untung dan rugi harus direalisasikan dalam sehari,” pesannya. Saham-saham perbankan juga mendapat rekomendasi beli dari Willy Sanjaya. Menurut pengamat pasar modal ini, sudah banyak saham bank yang berada jauh di bawah harga wajarnya. BJBR, misalnya, mestinya berada di kisaran Rp 1.800. Sementara BMRI memiliki target harga Rp 7.500, BBRI Rp 7.300, BBNI dengan target Rp 5.000, BBCA Rp 9.000 dan saham PT Bank Danamon (BDMN) Rp 5.500. Selain perbankan, Willy juga melihat potensi penguatan yang cukup besar di saham-saham pertambangan. Efek PT Borneo Lumbung Energi (BORN) yang kini menclok di Rp 850, contohnya, berpotensi menuju Rp 1.300. “Harga saham ini sudah tertinggal jauh,” katanya. Saham lainnya yang juga mendapat rekomendasi strong buy adalah PTBA yang seharusnya kembali ke level Rp 20.000, BUMI yang bisa merangkak ke Rp 2.800, HRUM dengan target Rp 9.500 dan ENRG yang bisa kembali ke Rp 230. Sama seperti pendapat rekan-rekannya, Willy melihat saatnya pasar memasuki kondisi bullish. Kalau tak ada gangguan dari faktor Eropa, ia percaya, indeks akan melaju kencang dan mencapai 4.000 pada akhir tahun ini. Dan suasana akan lebih nyaman jika pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), yang berlangsung 10 November, BI kembali menurunkan tingkat bunga acuan. Itu bukan mustahil terjadi, setelah Okober lalu kita mencatatkan deflasi 0,12%. Tapi, sayang, seluruh kabar baik itu berulang kali terganjal oleh krisis yang melanda Eropa. n

59 1/9/2011 11:18:55 PM


pasar modalsaham ritel

Boleh Dilirik, Boleh Tidak Tingginya penjualan akhir tahun, tidak akan mendongkrak harga saham ritel terbang tinggi. Sebab, kemungkinan itu sudah diperhitungkan sejak dini. TEKS Ahmad Munjin FOTO dahlan rebo pahing

S

etelah masa lebaran lewat, para pengusaha ritel kini tengah bersiap-siap menyambut musim panen ke dua di tahun ini, Natal dan Tahun Baru. Sebab biasanya, di saat-saat itulah penjualan meningkat dengan signifikan. Untuk merangsang konsumen, para peritel pun dipastikan akan me-

60 HAl 58-61 Edisi 11 Pasar Modal.indd 60

nyelenggarakan cuci gudang dengan penawaran diskon yang menawan. Ini merupakan berkah bagi pengusaha di sektor ini, setelah September pascalebaran kemarin mengalami penurunan omset hingga 10%. Sehingga, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Tutum Rahanta optimistis target

penjualan di tahun ini yang sebesar Rp 120 triliun akan tercapai dengan mulus. Tingginya pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia (bahkan menjadi tertinggi ketiga di dunia), sebenarnya sudah diantisipasi pasar sejak dini. Maklum, sektor ini relatif terbebas dari pengaruh negatif eksternal. Sentimen yang muncul akibat

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 11:18:57 PM


pasar modalsaham ritel gonjang-ganjing yang melanda perekonomian Eropa dan AS nyaris tak mengganggu bidang usaha yang satu ini. Hanya saja, lantaran sudah diantisipasi pasar sejak dini, harga sahamsahamnya sejak awal tahun sudah menguat cukup tinggi. Sehingga, ”Potensi kenaikannya sudah sangat terbatas,” kata Gina Novrina Nasution, analis dari Reliance Securities. Tengok saja harga efek keluaran Mitra Adi Perkasa (MAPI), Ace Hardware Indonesia (ACES), dan Modern Internasional (MDRN). MAPI misalnya, kini telah bertengger di level Rp 5.050 (4/11). Jika dihitung sejak awal tahun, berarti saham ini telah mengalami kenaikan hingga Rp 2.475 atau sekitar 96%. Sementara ACES telah naik 28,5% menjadi Rp 3.600 dan MDRN menguat 43% ke Rp 3.300. Hanya saham PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) dan MPPA yang turun harga sahamnya. Penurunan tersebut, kata Gina, akibat aksi

korporasi yang dilakukan emiten yang bersangkutan. Walhasil, menurut perhitungan analis ini, saham ritel hanya menyisakan potensi penguatan maksimal sebesar 5% saja. Kendati, ia juga yakin, penjualan di akhir tahun akan mengalami peningkatan yang lumayan tinggi. “Tapi peningkatan itu, seperti saya bilang, sudah terfaktorkan sejak awal,” ujarnya.

Banyak pilihan di luar ritel MAPI misalnya, hanya memiliki level resistance paling tinggi di Rp 5.200 – Rp 5.300. Sedangkan ACES hingga akhir tahun diprediksi hanya akan mencapai kisaran Rp 3.750 – Rp 3.800. Dan MDRN diperkirakan Rp 3,450. “Untuk Modern harga di atas 3.000 saja sudah bagus,” tutur Gina. Kalau saham-saham terbitan emiten berfundamental oke saja potensi penguatannya sudah tipis, apalagi saham-saham yang digoyang oleh aksi korporasi yang

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAl 58-61 Edisi 11 Pasar Modal.indd 61

mengecewakan pasar, seperti MPPA dan RALS. Dua efek ini, lanjut Gina, masih tetap berada di jalur bearish. Kalaupun naik, resistance MPPA sudah terbatas di level Rp 980 dengan support di kisaran Rp 900. RALS yang sudah menukik dari Rp1.000-an ke Rp 650, memiliki support di angka Rp 630 dan resistance Rp 680. Selain potensi kenaikannya terbatas, saham yang dimiliki publik juga terbatas, sehingga menjadi kurang likuid. Gina menyarankan, bagi investor yang kadung memegang saham ritel bisa menahannya hingga akhir tahun. Namun jika ada kesempatan, segeralah melakukan aksi profit taking dan berpindah ke saham lain yang lebih prospektif. Keraguan terhadap potensi kenaikan harga saham ritel juga dikemukakan Felix Sindhunata. Kepala Riset Henan Putihrai ini tidak yakin kalau saham-saham ritel masih akan menguat hingga akhir tahun. Hanya saja ia mengingatkan, efek di sektor ini wajib masuk ke dalam pertimbangan investor. Sebab, dibanding sektor lainnya, bisnis eceran memiliki ketangguhan yang lebih lantaran tidak terpengaruh oleh faktor eksternal. Sebagai alternatif, Felix menyodorkan MAPI. Pertimbangannya, secara fundamental, kinerja perusahaan ini lebih baik ketimbang emiten lainnya. Ditambah lagi, karena menyasar konsumen dari kalangan menengah atas, kinerja MAPI akan terdongkrak oleh meningkatnya daya beli. “Tapi, di tengah kondisi eksternal yang labil, saya sarankan bermain saham dengan pola trading jangka pendek,”kata Felix. Rekomendasi buy untuk saham PT Mitra Adi Perkasa juga diberikan oleh Willy Sanjaya. Pengamat pasar modal ini tampak lebnih optimistis ketimbang rekan-rekannya dengan alasan bursa mulai memasuki masa bullish . Ia memprediksi, hingga akhir tahun, harga MAPI akan menguat ke kisaran Rp 5.500 – Rp 6.000. Kalau ramalan itu menjadi kenyataan, artinya MAPI masih memiliki potensi penguatan sebesar 9% hingga 18,8%. Sedangkan RALS berpotensi naik hingga 38% menuju Rp 900. Hanya MPPA yang diprediksi akan memble dengan potensi penguatan paling banter ke level Rp 1.000. Tertarik? Silakan mulai mengoleksi. Tapi ingat, tetaplah teliti sebelum membeli. Dan seperti kata Gina, masih banyak saham lain (di luar sektor ritel) yang memiliki masa depan yang lebih kinclong. n

61 1/9/2011 11:19:00 PM


pasar modalsaham barang konsumsi

Tiga Yang Menawan Bisnis consumer goods relatif aman dari badai eksternal. Investor boleh kembali ke saham tambang kalau kondisi di Eropa sudah nyaman. TEKS Ahmad Munjin FOTO dahlan rebo pahing

S

elain bisnis ritel, yang biasa mengalami panen di akhir tahun adalah sektor barang-barang konsumsi alias consumer goods. Dan tiga emiten utama yang menikmati masa panen itu adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), Mayora Indah (MYOR) dan PT Unilever (UNVR). Seakan berlomba, tiga perseroan tersebut berebut mencatatkan peningkatan penjualan dan laba bersih masing-masing. Manajemen Mayora misalnya, optimistis di tahun ini bakal

62 HAl 58-61 Edisi 11 Pasar Modal.indd 62

mencetak kenaikan penjualan sebesar 19,39% menjadi Rp 8,62 triliun. Jika angka itu tercapai, maka perusahaan akan meraih laba bersih Rp 505 miliar. “Untuk mencapai target, kami memasang strategi pemasaran yang tepat, teknologi produksi dan penetapan harga jual,” kata Hendra Lesmana, Komisaris Mayora. Target serupa juga dipasang oleh PT Indofood Sukses Makmur. Kendati sudah menjadi raja di sektor ini, manajemen INDF tetap memasang target pe-

ningkatan pendapatan yang signifikan di tahun ini yakni sebesar 15,6% menjadi Rp 44,9 triliun. Angka itu kelihatannya bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Sebab hingga triwulan III perseroan telah mencatatkan kenaikan penjualan konsolidasi sebesar 19,3% menjadi Rp 33,77 triliun. Dari prestasi tersebut, laba bersih yang diraih sebesar Rp 2,32 triliun. “Kami optimistis bisa mempertahankan kinerja kami secara berkelanjutan,” kata Anthoni Salim, Direktur Utama sekaligus CEO Indofood. Bisnis PT Unilever juga melaju tak kalah kencangnya. Hingga penghujung September lalu, UNVR berhasil menorehkan kenaikan penjualan bersih 17,96% menjadi Rp 17,32 trililun. Ditambah dengan keuntungan dari pelepasan aset sebesar Rp 1,128 triliun, pada triwulan III tersebut Unilever sukses mengeruk keuntungan komprehensif Rp 3,026 triliun. Berbeda dengan sektor ritel, pergerakan saham-saham barang konsumsi ternyata tidak selalu selaras dengan kinerja yang diraih perseroan. UNVR contohnya, dengan ditutup pada level Rp 15.850 maka—jika dihitung sejak awal tahun—harganya malah mengalami pelemahan 3,9%. Sedangkan INDF, kendati menguat, angkanya masih terbilang kecil (5,64%). Yang menawan justru peningkatan harga MYOR yang naik hingga 29,7% menjadi Rp 13.950. Masih menarikkah saham-saham di sektor ini? Menurut Willy Sanjaya, jika tak ada lagi ganjalan dari krisis Eropa, harga efek barang-barang konsumsi akan melesat seiring pasar yang bullish. Ia menargetkan MYOR masih akan menguat ke level Rp 16.000, INDF ke Rp 6.500 dan UNVR menuju Rp 20.000. “Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham tersebut,” kata pengamat pasar modal ini. Rekomendasi serupa dikemukakan Felix Sindhunata, Kepala Riset Henan Putihrai Asset Management. Hanya saja,mungkin lantaran MYOR sudah naik cukup tinggi, ia cuma merekomendasikan beli untuk UNVR dan INDF. Menurutnya, di saat saham-saham pertambangan diguncang oleh faktor eksternal, efek consumer goods bisa dijadikan pilihan karena risikonya yang rendah. “Tapi kalau suasana di luar sudah membaik, saham tambang tetap lebih menarik,” tuturnya. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 11:19:02 PM


kolomlie charlie

Ekonomi Eropa Penulis: Lie Charlie*

E

ROPA merupakan benua yang paling menderita selama berkecamuk Perang Dunia Ke-2. Sehingga orang di benua itu menjadi bangsa traumatis. Tidak ada orang Eropa, baik tua maupun muda, yang tidak ketakutan membicarakan perang, termasuk ekonomi yang runtuh akibat perang. Maka saat ada ekonomi salah satu negara Eropa diberitakan sedang dilanda masalah, seluruh rakyat akan menggigil. Eropa terdiri atas negara-negara besar dan kuat, seperti Jerman, Inggris, Prancis, Swiss, dan Austria. Ada juga Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia yang termashur oleh gadis pirangnya. Lantas Italia di bawah kepemimpinan seorang kakek yang doyan berpesta seronok; Yunani dan Romawi dengan sisa-sisa keperkasaan mereka; Belanda yang setiap kali kita maki “jahanam” dalam adegan film perang kemerdekaan, serta Belgia yang menyumbang Tintin (Herge) dan Hercule Poirot (Agatha Christie) kepada dunia. Total kini Uni Eropa terdiri atas 27 negara. Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa negara yang terikat secara geografis dengan Eropa namun kurang kita kenal, seperti Portugal yang memiliki CR7, Bulgaria, Siprus, Chez, Estonia, Hunggaria, Irlandia, Latvia, Luxemburg, Lituania, Malta, Polandia, Rumania, Slovakia, serta Spanyol, juara sepakbola sedunia 2010. Menunggu bergabung dengan Uni Eropa ada Kroasia, Macedonia, Islandia, Montenegro, dan Turki. Tapi kondisi ekonomi Eropa yang semakin berat dan tak menentu dewasa ini membuat meraka terpaksa harus menunggu. Diskon ala Uni Eropa Otoritas Uni Eropa baru saja menyetujui bantuan kepada Yunani berupa diskon 10% untuk setiap transaksi yang dilakukannya dengan negara-negara Uni Eropa lain. Artinya barang yang diekspor ke Yunani harus diberi potongan harga otomatis sebesar 10%. Bila mengimpor, Yunani juga memperoleh harga khusus yang lebih murah 10% dari harga normal. Ini cara yang amat berisiko untuk diselewengkan. Orang bisa jual-beli uang dan nota transaksi atau kata Mbak Sri (Mulyani) sebelum minggat, “Berdampak sistemik.” Pemerintah mesti waspada mengenai jumlah dana talangan yang batasnya adalah 130 miliar euro atau sama dengan 50% total kerugian obligasi Yunani. Rencana yang sudah disusun otoritas moneter zona Euro pada tanggal 27 Oktober 2011 ini belum apa-apa sudah menghadapi tantangan dari Yunani sendiri. Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, diberitakan sedang meminta referendum tentang rencana penyelamatan tersebut. Kontan dunia marah-marah, teristimewa Prancis dan Jerman

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

Kolom lie Charlie.indd 63

yang memprakarsai talangan 130 miliar euro tersebut. Orang mempertanyakan kesungguhan Yunani dalam menyelamatkan diri dan masyarakat zona Euro yang sedang panik. Ya, kalau referendum berkata “yes”; jika hasilnya adalah “no”, masalah ini bakal bertambah rumit. Referendum artinya rakyat diminta menjawab mengenai suatu langkah politik dan sosial yang akan diambil pemerintah dan dijalankan seperti pelaksanaan pemilihan umum. Tentu saja makan waktu dan biaya. Rencananya, referendum yang digagas Papandreou ini akan dilaksanakan Desember atau Januari 2012 dan disertai referendum tentang mosi percaya terhadap pemerintah yang berkuasa sekarang. Ekonomi Benua Biru Benua biru, sebutan yang sejuk bagi zona Euro, ternyata juga memiliki sisi kelabu. Orang selama ini mengatakan tak mudah berbisnis dengan Eropa. Sama seperti Amerika Serikat, banyak larangannya, teristimewa untuk melindungi kepentingan dalam negeri mereka. Bukan hanya itu sejumlah hal juga selalu dikaitkan dengan setiap transaksi yang akan dilakukan. Walhasil, perdagangan dengan Eropa atau Amerika Serikat tidak semata-mata ditentukan oleh harga dan kualitas barang, tapi juga oleh faktor lainnya. Buruh murah dan buruh anak-anak, kulit hewan yang ditembak dan disembelih dengan sadis, pohon yang ditebang dengan tidak semena-mena, semua bisa dijadikan isu penolakan impor oleh negara-negara Eropa yang beberapa di antaranya memang sudah makmur sekali. Jika hal serupa ikut diratifikasi negara yang kemudian bergabung dengan ekonomi Eropa, bisa kacau dan mengancam negara pengekspor. Apa China tidak ngambek apabila ekspor buahnya suatu hari ditolak Estonia atau Latvia dengan alasan pemetiknya belum cuci tangan? Suatu zona ekonomi ternyata tidak mudah dibentuk. Dasar pembentukannya juga mesti dipilih secara hati-hati. Berdasarkan kedekatan wilayah saja seperti hal yang selama ini dijadikan argumen penggabungan tidak selamanya dapat dianut dan menguntungkan. Ini sudah terbukti dengan Uni Eropa. Orang miskin, apalagi orang kaya, tidak dapat hidup berdampingan dengan lawan kelasnya. Secara budaya dua negara juga tidak dapat disatukan dalam satu zona dengan mudah. Bagaimana kita menerima Turki, Maroko, Aljazair, Tunisia, atau Libya sebagai negara “Eropa”? Lihatlah peta. Negara-negara tersebut hanya sepelemparan batu dari Italia atau Yunani, bukan? n

*Penulis pegawai swasta di Bandung.

63 1/9/2011 10:37:24 PM


bisnis sepekan

Naik di saat Krisis Ekonomi

TEKS Hideko FOTO riset

S

yukur Alhamdulillah, krisis global tak sampai berimbas pada industri penerbangan di dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama kurun waktu JanuariSeptember 2011, penumpang angkutan udara rute domestik mencapai 38,2 juta orang atau naik 22,7% dibanding periode yang sama tahun lalu. Suharto Abdul Madjid, Ketua Forum Transportasi Udara Masyarakat Transportasi Indonesia, mengatakan bisnis penerbangan Indonesia mampu tumbuh di saat pertumbuhan penerbangan global melesu. Kendati pertumbuhannya cukup tinggi, namun jumlah penumpang pesawat di Indonesia masih terbilang kecil, hanya 16% dari total penduduk. Namun Suharto optimistis, dengan

n mampu bertahan dari krisis ekonomi

perekonomian yang terus membaik, jumlah penumpang pesawat diprediksi akan semakin meningkat. Tahun depan diper-kirakan jumlah penumpang

pesawat akan mencapai 20% dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 50 juta orang. Prospek bisnis penerbangan domestik memang benar-benar cerah. n

Surganya Barangbarang Palsu TEKS Hideko FOTO ardhy fernando

I

ndonesia harus diakui surganya barang palsu. Hasil penelitian terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) menyatakan, hingga Oktober 2010, negara kehilangan pajak tidak langsung sebesar Rp 43,2 triliun akibat barangbarang palsu itu. Sementara kerugian PDB nasional ditaksir Rp 34,2 triliun. Yang lebih mengerikan lagi, 83 juta penduduk negeri

64 64-65 biskan_ireview 11_REV.indd 64

n Mengakibatkan kerugian Rp 43 triliun

ini akan kehilangan pekerjaan. LPEMFEUI juga mengungkapkan, kegiatan pemalsuan ini terjadi di 12 industri penghasil barang seperti produk kulit,

perangkat lunak, pakaian, komponen otomotif, perlengkapan kantor dan elektronik, rokok, minuman, pestisida, pelumas, kosmetik, dan produk farmasi. n

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

1/9/2011 12:01:03 AM


bisnis sepekan

Kepercayaan Terhadap BPR Naik TEKS Hideko FOTO riset

D

alam setahun terakhir ini jumlah BPR (Bank Perkreditan Rakyat) telah berkurang sebanyak 34 bank. Meski begitu, kinerja dari BPR terus memperlihatkan grafik yang menanjak. Data yang dilansir Bank Indonesia menunjukkan, selama Januari-September 2011 BPR mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 39,66 triliun, naik sebesar 20,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit sebesar itu disalurkan oleh 1.683 BPR kepada 2,98 juta debitur. Tak hanya kredit, dana masyarakat yang dihimpun BPR pun tumbuh 22,22% menjadi Rp 35,85 triliun. Menurut Joko Suyanto, Ketua Umum Perhimbunan Bank Perkreditan Rakyat

n Kepercayaan Nasabah Terus Meningkat

Indonesia, hal itu membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BPR makin baik. Ia optimistis akhir tahun ini

pertumbuhan kredit BPR bisa mencapai 22%, DPK meningkat sekitar 24%, dan tingkat LDR 83%. n

Teh Indonesia Digusur Vietnam

TEKS Hideko FOTO syamsuddin syaban nasution

M

enyusutnya lahan perkebunan teh membuat produksi komoditas ini terus mengalami penurunan. Setiap tahun tak kurang dari 3.000 hektare kebun teh berkurang karena beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Akibatnya, seperti yang dikemukakan oleh Rochyati, Kepala Bidang Usaha Pusat Penelitian Teh dan Kina PT Riset Perkebunan Nusantara, setiap tahun produksi teh nasional mengalami penurunan 1.470 ton. Dampak lainnya adalah pangsa pasar ekspor teh Indonesia terus berkurang. Kesempatan ini tak disia-siakan Vietnam yang kini berhasil menjadi produ-

n Tergeser Oleh Lahan Sawit

sen teh kelima terbesar dunia. Sementara Indonesia, yang sebelumnya berada di urutan ketiga, melorot ke peringkat ke tujuh. Yang lebih memprihatinkan lagi, tahun lalu Indonesia mengimpor 20 ribu

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

64-65 biskan_ireview 11_REV.indd 65

ton teh. Itu terjadi setelah pemerintah memangkas bea masuk teh dari 5% menjadi 0%. Padahal produsen teh lainnya menetapkan bea masuk yang tinggi. China dan India misalnya, menetapkan tarif bea masuk 114%. n

65 1/9/2011 12:01:06 AM


kolom

Penulis: Zamroni Salim*

BPJS: Beratnya Menggapai Kesejahteraan Masyarakat

D

engan disahkannya Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), 28 Oktober lalu, sebenarnya Indonesia mulai menapak ke arah pelayanan kesejahteraan yang lebih baik kepada masyarakat tanpa melihat status sosialnya. Masyarakat berharap memperoleh kesempatan yang sama untuk menggapai jaminan kesehatan (yang dilayani oleh BPJS I) dan jaminan ketenagakerjaan (kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian) yang dilayani BPJS II. Pengelolaan BPJS yang berbentuk badan publik diharapkan mampu memberikan pelayanan sosial masyarakat secara merata dan berkeadilan. Benarkah demikian? Permasalahan kewajiban Esensi BPJS adalah memberikan perlindungan (sebagai hak), tetapi dengan adanya kewajiban membayar premi, kenyataan akan berkata lain. UU SJSN Nomor 40/ 2004 (cikal bakal BPJS) hanya mewajibkan BPJS untuk memberikan pelayanan kepada peserta. Mengapa harus membayar iuran/premi? Terkait kewajiban ini, sebagian masyarakat menolak kehadiran BPJS dengan alasan akan dikomersilkan, dan dianggap merubah hak memperoleh jaminan sosial menjadi asuransi sosial dengan membayar premi. Bagi mereka yang bekerja di sektor formal (sesuai UU Ketenagakerjaan Nomor 13/2003) yang kenal dengan program jamsostek tentu tidak bermasalah dengan premi (karena dibayarkan bersama melalui perusahaan). Demikian juga yang miskin (di bawah garis kemiskinan), tidak perlu repot membayar karena ditanggung oleh pemerintah. Namun masyarakat golongan ini jangan berharap terlalu banyak untuk memperoleh layanan jaminan sosial lainnya (ketenagakerjaan), karena pemerintah tidak menanggung premi jaminan sosial lainnya. Bagaimana dengan sebagian besar masyarakat yang di sektor informal, usahanya tidak berbadan hukum dan tidak pernah mengenal asuransi? Tentu sangat sulit karena mereka (cenderung) tidak harus tunduk pada UU Ketenagakerjaan untuk ikut program jaminan sosial tenaga kerja, dan pemerintah tidak bisa memaksa mereka untuk menjadi peserta. Adalah berlebihan kekhawatiran Bapak Menkeu bahwa pemberlakukan BPJS akan memberatkan APBN; bahkan membanding足 kannya dengan krisis Eropa (yang menurut beliau karena beban anggaran untuk pemberian jaminan sosial). Kekhawatiran ini tentu mengada-ada, karena beban anggaran hanya untuk membayar premi bagi mereka yang fakir miskin dan tidak mampu; dan hanya diberikan untuk jaminan kesehatan bukan lainnya. Sementara masyarakat lain membayar untuk diri mereka sendiri. Hal ini tentu akan menimbulkan permasalahan di masyarakat bagi mereka yang tidak memperoleh pelayanan BPJS ini. Kecemburuan sosial bisa muncul dari mereka yang miskin tapi tidak masuk daftar orang yang memperoleh subsidi BPJS ini. Lantas, bila demikian halnya, maka target untuk memberikan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia hanya sebatas harapan.

BPJS I dan II, yang sebelumnya meliputi banyak penyedia jasa. Permasalahannya lebih terkait dengan proses penggabungan usaha dan pelayanan dari beberapa BUMN yang dilebur, khususnya BPJS II. Ini adalah bentuk merger usaha dan pelayanan yang didasarkan pada amanat undang-undang bukan pada masalah pertimbangan bisnis (profit, cost saving, inefficiency management dan lainnya). Proses ini tentu akan memakan waktu yang relatif lama karena menyangkut aspek permodalan, aset, manajemen, sumber daya manusia, aspek hukum, produksi, integrasi jaringan, pelayanan dan lainnya. Proses ini telah menyebabkan alotnya proses pengesahan RUU BPJS ini, juga dikhawatirkan masih dimungkinkannya tarik ulur operasionalisasi, khususnya BPJS II yang sarat dengan kepentingan politik. Dengan demikian, dimungkinkan terjadinya peyimpangan dari apa yang disepakati dengan isi finalnya. Pemerintah dan DPR harus bisa mengesampingkan niatan elit dan partisan oportunis. Rencana pembentukan BPJS Daerah, meski jasanya dianggap sebagai tambahan/pelengkap, namun karena pendanaanya dari APBD maka akan makin sarat dengan politisasi oleh elit di tingkat lokal Dengan pembebasan premi bagi mereka yang fakir miskin (di bawah garis kemiskinan) dan tidak mampu, bisa menimbulkan moral hazard bagi mereka yang berpendapatan kecil/ mendekati garis kemiskinan. Mereka tentu ingin dianggap fakir miskin. Bila demikian halnya, maka bisa dipastikan jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan akan meningkat, yang tentu tidak disenangi oleh presiden kita -blunder bagi pemerintah (SBY). Memang angka kemiskinan ini sarat dengan politisasi: prestasi penurunan angka kemiskinan lebih disebabkan oleh terlalu rendahnya garis kemiskinan, untuk tahun 2010 sebesar Rp 7.000 per hari (BPS). Pengawasan dan sanksi yang tegas menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Bagaimana lemahnya pengawasan dan tidak adanya sanksi yang tegas? Kita bisa berkaca pada bagaimana pemerintah memperlakukan UU Ketenagakerjaan ini. Disamping UU yang tidak berisi sanksi tegas, pengawasannya juga memble. UU BPJS berisi kewajiban dan larangan tapi tidak ada sanksi. Dengan tanpa law enforcement maka BPJS hanya jalan di tempat dan menambah beban negara/ masyarakat. Sosialisasi terhadap suatu kebijakan seringkali disepelekan pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari kasus ASEAN China Free Trade Agreement di tahun 2010, di mana masyarakat dan dunia industri terbengong ketika perjanjian berlaku. BPJS harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat, baik itu menyangkut jasa yang diberikan, kewajiban premi, pengecualian jaminan, sampai proses klaim. Sosialisasi ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Bila BPJS ini berhasil, maka Indonesia selangkah lebih maju dalam mensejahterakan rakyatnya melalui pelayanan jaminan sosial, meski masih terbatas karena dengan UU yang ada mengesampingkan mereka yang tidak masuk sektor formal dan tidak fakir miskin; juga terbatasnya jaminan sosial lainnya kepada fakir miskin. n

Political allert & political will BPJS ini sebenarnya lebih ramping karena hanya dikenal

Peneliti Ekonomi dan Perdagangan Internasional (sejak 1998), Pusat penelitian Ekonomi (P2E), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

inilahREVIEW 11 Tahun I | 07-13 November 2011

HAL 66 Kolom.indd 66

66 1/9/2011 10:22:22 PM


inilahREVIEW 08 Tahun I | 17-23 Oktober 2011

COVER 2-3 11.indd 3

3 11/4/11 5:30 AM


b HLM SP & DAFIS 11.indd 2

inilahREVIEW 10 Tahun I | 31 Oktober - 06 November 2011

11/5/11 5:35 PM


Inilah Review Edisi 11 : Papua Kaya Papua Miskin