Page 6

A6

NEWS

INDONESIARAYA

Tentara bukan merupakan golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.” Jenderal Soedirman

SABTU 14 SEPTEMBER 2013

INDONESIA - PERISTIWA YOGYAKARTA

Vampir Kirimi Wali Kota Yogyakarta Kartu Pos INILAH, Yogyakarta - Puluhan warga Kota Yogyakarta berkumpul di Kantor Pos Besar dengan mengenakan berbagai kostum seperti vampir untuk mengirimkan kartu pos ke wali kota setempat, Haryadi Suyuti. “Pak Haryadi adalah bapak kami, namun beliau sangat sulit ditemui. Kami berharap, beliau lebih sering turun ke masyarakat,” kata salah seorang warga yang mengirimkan kartu pos. Kartu pos lain tertulis keinginan agar wali kota membenahi fasilitas umum, serta ada yang berkeinginan agar wali kota tidak hanya mem-

berikan janji. Komunitas yang ikut di antaranya suporter PSIM, Kota untuk Manusia, seniman Yogyakarta, Arsitek Komunitas Jogja, Komunitas Difabel, dan kaum ibu Kali Jawi. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aman Yuriadijaya menawarkan untuk menitipkan kepadanya. “Tidak akan ada kartu pos yang disortir. Semua akan disampaikan ke wali kota,” katanya. Wali Kota Haryadi Suyuti mengatakan akan membaca dan mempelajari isi dari kartu pos yang dikirim oleh masyarakat. (ito)

Gerindra-PD Ogah Jadi Wapres Jokowi

ANTARA/M IQBAL

JAKARTA

Jaksa Curi HP di Mahkamah Konstitusi

NET

PILPRES: Joko Widodo santer disebut akan dipasangkan PDIP dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, atau mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD di pilpres 2014.

NAMA Joko Widodo atau Jokowi populer untuk diusung menjadi Capres 2014. Namun PDI Perjuangan tampaknya akan kesulitan mencari calon wakil presiden dari partai politik yang kelak jadi koalisi. INILAH, Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arif menegaskan pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses pidana terhadap jaksa berinisial D dari Probolinggo yang kedapatan mencuri handphone di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Basrief mengatakan jaksa tersebut juga akan terkena sanksi dari kejaksaan. “Dari sisi etika dan profesi ada sanksisanksi baik ringan sampai berat,” tandasnya usai salat Jumat di Kejagung, Jumat (13/9). Jaksa D dari Probolinggo diduga mencuri handphone milik pegawai MK. Dalam re-

kaman CCTV, terlihat Jaksa D sebelum meninggalkan ruangan mengambil handphone seorang pria menggunakan tangan kanannya. Handphone itu kemudian disimpan di tangan kirinya dan pamit ke pria tersebut. Keamanan MK yang mengetahui lantas mengambil tindakan. Jaksa D yang selesai melakukan persidangan langsung digeledah. Ditemukan handphone Samsung Galaxy Note milik pegawai MK yang dicurinya. Jaksa D beralasan dia mengira handphone tersebut milik rekannya yang lain. (anton hartono/ito)

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menegaskan, pihaknya hanya akan mengusung Prabowo Subiyanto sebagai capres. “Kalau Pak Prabowo sesuai amanat kongres akan dicalonkan sebagai capres, bukan cawapres,” tegas Fadli Jumat (13/9). Gerindra, kata Fadli, memaklumi keinginan PDIP jika akan menduetkan dengan Jokowi. Namun, formasi pen-

capresan masih bisa berubah jika sudah melihat hasil pemilu legislatif (pileg). Sementara, Partai Demokrat juga belum bisa menerima keinginan PDIP jika meminang anggota Dewan Pembinanya, Pramono Edhie Wibowo, untuk mendampingi Joko Widodo. Wakil Sekjen DPP Demokrat Saan Mustopa mengaku tidak ada rencana memosisikan Pramono Edhie sebagai

Pemerintah Tak Serius Urus Aset Museum

ANTARA/DHONI SETIAWAN

BOGOR

TNI Bentuk Satuan Elite Antiterorisme ANTARA/JAFKHAIRI

INILAH, Bogor- TNI akan membentuk Satuan Operasi Khusus, yang terdiri dari pasukan elit dari tiga matra guna membantu kepolisian dalam menanggulangi terorisme. Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo menyatakan, pasukan yang akan tergabung dalam Satuan Operasi Khusus itu Satuan 81 Gultor Kopassus (TNI AD), Detasemen Jalamangkara Korps Marinir (TNI AL), dan Detasemen Bravo Korps Pasukan Khas (TNI AU). Secara struktur keorganisasian, satuan ini akan langsung berada di bawah Panglima TNI. Dia melihat di negara lain seperti Amerika, Australia, bahkan Singapura sudah

memiliki pasukan khusus antiteror. Keberadaan Satuan Operasi Khusus ini, kata Agus, tak perlu lagi membuat pangkalan baru maupun satuan baru. Satuan ini dibentuk dari satuan elite yang sudah ada. Adapun pembinaannya dilakukan di satuan masing-masing. “Dalam keadaan damai, satuan khusus ini tak ada. Saat diperlukan, satuan ini akan langsung link up. TNI akan mengikuti Singapura. Organisasinya kecil, unsurnya lengkap,” katanya. Agus menjamin pembentukan satuan khusus ini tak akan berbenturan dengan Detasemen Khusus 88 Polri. (ito)

INILAH, Jakarta - Hilangnya benda koleksi museum nasional disayangkan oleh sejumlah kolektor benda bersejarah. Penyesalan juga diutarakan oleh Fadli Zon. “Hilangnya koleksi itu sangat memprihatinkan. Jelas ada unsur kelalaian dan tak ada keseriusan menjaga aset museum,” katanya, di Jakarta, Jumat (13/9). Ia menilai pemerintah tidak berpikir dalam mengamankan benda-benda tersebut. Padahal Museum Nasional adalah etalase sejarah yang berisi kekayaan warisan budaya bangsa. Seharusnya dilakukan penjagaan maksimal dengan penerapan teknologi tinggi. Politikus Partai Gerindra ini menilai lemahnya sistem keamanan menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap museum. “Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya,” ujarnya. Empat artefak emas milik Museum Nasional atau dikenal Museum Gajah hilang dicuri pada Kamis (12/9). Artefak tersebut merupakan benda bersejarah peninggal-

an kerajaan Mataram kuno dibuat abad ke-10 masehi. Mendikbud Muhammad Nuh menyatakan sistem keamanan di Museum Nasional atau Museum Gajah lemah hingga menyebabkan empat artefak emas itu hilang. “Sistem keamanan minim, jadi perlu ditingkatkan lagi dengan yang canggih,” kata Nuh. Menurut Nuh, sistem keamanan harus di-upgrade setiap saat. Selain itu perlu diganti dari generasi ke generasi . “Di setiap vitrin (kaca tempat menyimpan artefak) harus ada detektor elektronik, kalau kaca dibuka paksa pasti bunyi. Tapi kalau ada orang yang mengerti elektro pasti mudah ngancurin dengan cara frekuensi diganggu, kalau alat tidak canggih bisa dirusak sama elektronik,” ujar dia. Di samping itu, Nuh menduga hilangnya empat artefak emas itu ada unsur kesengajaan. Sebab sistem pengawasan CCTV serta keamanan tak berfungsi.Nuh juga meminta petugas museum tidak lagi memamerkan benda peninggalan sejarah asli pada pengunjung. (agus r/ahmad f/ito)

cawapres. “Sampai hari ini PD masih tetap pada pendirian yang sama, mencari capres. Jadi Pak Pramono Edhie kan masih konvensi capres. Jadi kami tetap mencari capres,” ujar Saan. Saan menambahkan justru partainya fokus menggelar konvensi untuk menghasilkan calon presiden yang hasilnya diyakini bisa menyaingi popularitas Jokowi. “Pasti di antara 11 peserta konvensi itu, saya yakin akan ada yang mengimbangi Jokowi,” kata Saan. Saan juga yakin popularitas Jokowi akan melorot pada awal tahun depan. Publik dinilainya lama-lama akan

bosan dan melirik sosok lain. Apabila itu terjadi, maka jagoan Demokrat akan bisa menyaingi Jokowi. “Ketika Jokowi nanti berada di puncak, dia akan stagnan. Ketika ada yang menyaingi di situlah yang namanya kompetisi. Ini masih panjang. Awal tahun depan baru ketahuan,” jelas anggota Komisi III DPR ini. Demokrat juga belum berpikir koalisi dengan PDIP. Saan mengatakan, Demokrat masih ingin berkuasa, dan terus mencari capres buka cawapres. “Sampai hari ini kami belum berpikir soal itu (berkoalisi). Sampai hari ini kami berpikir soal konvensi PD sukses dan melahirkan ca-

pres yang diterima rakyat. Setelah pileg lah,” ujarnya. Pasca Rakernas III PDIP pekan lalu, beredar ada enam nama cawapres yang akan menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2014. Dari internal ada nama Ketua Fraksi PDIP DPR RI Puan Maharani, Kepala Ruang Kendali dan Analisa Situasi di PDIP Prananda Prabowo, dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Sedangkan dari luar PDIP adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. (agus rahmat/ito)

SMA Se-Jabar Gratis 2015  

Dari Bandung untuk Indonesia

SMA Se-Jabar Gratis 2015  

Dari Bandung untuk Indonesia

Advertisement