Page 1

EDISI PERKENALAN 01 / V / 2013 | 19 MEI - 03 JUNI 2013 | WWW.INFOWONOGIRI.CO.ID Harga Rp. 7.500,-

Hal 19 Kabar Rantau


3

EDITORIAL Ibarat sebuah rumah

Wonogiri adalah tempat tinggal sederhana, namun sangat luas. Dihuni oleh anggota keluarga, lengkap. Terdiri dari ayah, ibu, pembantu dan banyak anak, lengkap. Tergolong sebagai keluarga besar. Tepat pada tanggal 19 Mei 2013, rumah ini telah berumur 272 tahun.

Tempat Tinggal Kita

Anak-anaknya mulai dewasa. Ayah sebagai kepala rumah tangga, sibuk dalam kesunyian mengejar mimpi, dan cita citanya. Ayah ingin memiliki rumah yang mewah, taman dan kebun yang luas dan indah, ingin memiliki pabrik semen, tekstil, dan ingin menambang emas. Sementara Ibunya sibuk dalam kesunyian. Di sisi lain, para pembantunya tak pernah berani melangkah untuk merealisasikan keinginan sang kepala rumah tangga. Mereka hanya menunggu perintah, seperti tidak pernah berinisiatif, bahkan seperti kehilangan orientasi dan tujuan. Padahal anak anaknya menunggu kiprah pelayanan para pembantunya. Ada banyak pekerjaan menumpuk tak segera terselesaikan.

Prasasti Nglaroh Selogiri Wonogiri garan para pembantunya yang tidak patuh pada aturan. Pelanggaran Perda. Seperti pelanggaran Pilkades di Desa / Kecamatan Baturetno dan Desa Slogohimo, serta banyaknya

pelanggaran Perda lainnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah tersumbatnya komunikasi politik di antara

semuanya?

jadi salah satu alternatif media komunikasi warga melalui dunia maya, kini kami menawarkan melalui cetak, Tabloid Info Wonogiri.

Setelah hampir tiga tahun INFOWONOGIRI hadir men-

Dirgahayu Kabupaten Wonogiri ke - 272 Tahun. [Team Penulis]

Masalah kerusakan fasiltas umum, seperti jalan jalan dan jembatan rusak, saluran irigasi jebol, pertanian. Masalah kelangkaan air pada musim kemarau, bahkan sampai angka jumlah anggota keluarganya yang berhak menjadi calon pemilih Pilgub Jateng, berbeda dengan jumlah penduduknya yang berhak memilih dalam pada Pileg tahun mendatang. Belum lagi persoalan pelang-

Diterbitkan Oleh : CV.Infowonogiri Multimedia Dewan Pembina : Agus Heryawan Effendy,SE.MM , Eko Prasetyo Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Bagus Sekretaris : Nuryanti Koordinator Liputan : Sugiyarno Wartawan : Sugi, Handayani Ekawati, Heriyanto , Edy S, Lesna P, Prasetyo Desain & Layout : Eti Juaryah, Prasetyo Sirkulasi : Sugiarto, Suradi, Bambang, Nono Marketing : Eko Prasetyo ,Eri Setyanto, Danang Surarjo Kantor Redaksi / Pemasaran : Jendral Soedirman No 505-507 RT.02/02 Donoharjo – Wuryorejo Wonogiri – 57614 Telepon 0273321730 E-mail Iklan : iklan@infowonogiri.co.id Redaksi : redaksi@infowonogiri.co.id website : www.infowonogiri.co.id

Percetakan : LESNA JAGAD Offset Ciputat Mega Mall Blok E 10 Jl. H. Ir juanda No 34 Ciputat Tangerang Selatan - Isi di luar Tanggung Jawab


4

SEJARAH WONOGIRI Sejarah Singkat Kabupaten Wonogiri

Raden Mas Said bersama pengikutnya mulai mengembara mencari suatu daerah yang aman untuk kembali menyusun kekuatan. Raden Mas Said bersama para pengikutnya tiba disuatu daerah dan mulai menggelar pertemuan-pertemuan untuk menghimpun kembali kekuatan dan mendirikan sebuah pemerintahan biarpun masih sangat sederhana. Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabiulawal (Mulud) tahun Jumakir windu Sengoro, dengan candra sengkala Angrasa Retu Ngoyag Jagad atau tahun 1666 dalam kalender Jawa. Dan dalam perhitungan kalender Masehi bertepatan dengan hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 M.

Sejarah terbentuknya Kabupaten Wonogiri tidak bisa terlepas dari perjalanan hidup dan perjuangan Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa. Asal kata Wonogiri sendiri berasal dari bahasa Jawa wana (alas/hutan/sawah) dan giri (gunung/ pegunungan). Nama ini sangat tepat menggambarkan kondisi wilayah Kabupaten Wonogiri yang memang sebagian besar berupa sawah, hutan dan gunung. Pemerintahan di Kabupaten Wonogiri awal mulanya merupakan suatu daerah basis perjuangan Raden Mas Said dalam menentang penjajahan Belanda. Raden Mas Said lahir di Kartasuro pada hari Minggu Legi, tanggal 4 Ruwah 1650 tahun Jimakir, Windu Adi Wuku Wariagung, atau bertepatan dengan tanggal Masehi 8 April 1725. Raden Mas Said merupakan putra dari Kanjeng Pangeran Aryo Mangkunegoro dan Raden Ayu Wulan yang wafat saat melahirkannya. Memasuki usia dua tahun, Raden Mas Said harus kehilangan ayahandanya karena dibuang oleh Belanda ke Tanah Kaap (Ceylon) atau Srilanka. Hal itu karena ulah keji berupa fitnah dari Kanjeng Ratu dan Patih Danurejo. Akibatnya, Raden Mas Said mengalami masa kecil yang jauh dari selayaknya seorang bangsawan Keraton. Raden Mas Said menghabiskan masa kecil bersama anak-anak para abdi dalem lainnya, sehingga mengerti betul bagaimana kehidupan kawula alit. Hikmah dibalik itulah yang menempa Raden Mas Said menjadi seorang yang mempunyai sifat peduli terhadap sesama dan kebersamaan yang tinggi karena kedekatan beliau dengan abdi dalem yang merupakan rakyat kecil biasa. Pada suatu saat terjadi peristiwa yang membuat Raden Mas Said resah, karena di Keraton terjadi ketidakadilan yang dilakukan oleh Raja (Paku Buwono II) yang menempatkan Raden Mas Said hanya sebagai Gandhek Anom (Manteri Anom) atau sejajar dengan Abdi Dalem Manteri. Padahal sesuai dengan derajat dan kedudukan, Raden Mas Said seharusnya menjadi Pangeran Sentana. Melihat hal ini, Raden Mas Said ingin mengadukan ketidakadilan kepada sang Raja, akan tetapi pada saat di Keraton oleh sang Patih Kartasura ditanggapi dingin. Dan dengan tidak berkata apa-apa sang Patih memberikan sekantong emas kepada Raden Mas Said. Perilaku sang Patih ini membuat Raden Mas Said malu dan sangat marah, karena beliau ingin menuntut keadilan bukan untuk mengemis. Raden Mas Said bersama pamannya Ki Wiradiwangsa dan Raden Sutawijaya yang mengalami nasib yang sama, mengadakan perundingan untuk membicarakan ketidakadilan yang menimpa mereka. Akhirnya Raden Mas Said memutuskan untuk keluar dari keraton dan mengadakan perlawanan terhadap Raja.

Daerah yang dituju Raden Mas Said waktu itu adalah Dusun Nglaroh (wilayah Kecamatan Selogiri), dan disana Raden Mas Said menggunakan sebuah batu untuk menyusun strategi melawan ketidakadilan. Batu ini dikemudian hari dikenal sebagai Watu Gilang yang merupakan tempat awal mula perjuangan Raden Mas Said dalam melawan ketidakadilan dan segala bentuk penjajahan. Bersama dengan pengikut setianya, dibentuklah pasukan inti kemudian berkembang menjadi perwira-perwira perang yang mumpuni dengan sebutan Punggowo Baku Kawandoso Joyo. Dukungan dari rakyat Nglaroh kepada perjuangan Raden Mas Said juga sangat tinggi yang disesepuhi oleh Kyai Wiradiwangsa yang diangkat sebagai Patih. Dari situlah awal mula suatu bentuk pemerintahan yang nantinya menjadi cikal bakal Kabupaten Wonogiri. Dalam mengendalikan perjuangannya, Raden Mas Said mengeluarkan semboyan yang sudah menjadi ikrar sehidup semati yang terkenal dengan sumpah “Kawulo Gusti” atau “Pamoring Kawulo Gusti” sebagai pengikat tali batin antara pemimpin dengan rakyatnya, luluh dalam kata dan perbuatan, maju dalam derap yang serasi bagaikan keluarga besar yang sulit dicerai-beraikan musuh. Ikrar tersebut berbunyi “Tiji tibeh, Mati Siji Mati Kabeh, Mukti Siji Mukti Kabeh”. Ini adalah konsep kebersamaan antara pimpinan dan rakyat yang dipimpin maupun sesama rakyat. Raden Mas Said juga menciptakan suatu konsep manajemen pemerintahan yang dikenal sebagai Tri Darma yaitu : 1. Mulat Sarira Hangrasa Wani, artinya berani mati dalam pertempuran karena dalam pertempuran hanya ada dua pilihan hidup atau mati. Berani bertindak menghadapi cobaan dan tantangan meski dalam kenyataan berat untuk dilaksanakan. Sebaliknya, disaat menerima anugerah baik berupa harta benda atau anugerah lain, harus diterima dengan cara yang wajar. Hangrasa Wani, mau berbagi bahagia dengan orang lain. 2. Rumangsa Melu Handarbeni, artinya merasa ikut memiliki daerahnya, tertanam dalam sanubari yang terdalam, sehingga pada akhirnya pada akhirnya akan menimbulkan perasaan rela berjuang dan bekerja untuk daerahnya. Merawat dan melestarikan kekayaan yang terkandung didalamnya. 3. Wajib Melu Hangrungkebi, artinya dengan merasa ikut memiliki timbul kesadaran untuk berjuang hingga titik darah penghabisan untuk tanah kelahirannya. Kegigihan Raden Mas Said dalam memerangi musuh-musuhnya sudah tidak diragukan lagi, bahkan hanya dengan prajurit yang jumlahnya sedikit, tidak akan gentar melawan musuh. Raden Mas Said merupakan panglima perang yang mumpuni, terbukti selama hidupnya sudah melakukan tidak kurang 250 kali pertempuran dengan tidak menderita kekalahan yang berarti. Dari sinilah Raden Mas Said mendapat julukan “Pangeran Sambernyawa” karena dianggap sebagai penebar maut (Penyambar Nyawa) bagi siapa saja musuhnya pada setiap pertempuran. Berkat keuletan dan ketangguhan Raden Mas Said dalam taktik pertempuran dan bergerilya sehingga luas wilayah perjuangannya mel-


5

SEJARAH WONOGIRI uas meliputi Ponorogo, Madiun dan Rembang bahkan sampai daerah Yogyakarta. Pada akhirnya atas bujukan Sunan Paku Buwono III, Raden Mas Said bersedia diajak ke meja perundingan guna mengakhiri pertempuran. Dalam perundingan yang melibatkan Sunan Paku Buwono III, Sultan Hamengkubuwono I dan pihak Kompeni Belanda, disepakati bahwa Raden Mas Said mendapat daerah kekuasaan dan diangkat sebagai Adipati Miji atau mandiri bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro I. Penetapan wilayah kekuasaan Raden Mas Said terjadi pada tanggal 17 Maret 1757 melalui sebuah perjanjian di daerah Salatiga. Kedudukannya sebagai Adipati Miji sejajar dengan kedudukan Sunan Paku Buwono III dan Sultan Hamengkubuwono I dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah Keduwang (daerah Wonogiri bagian timur), Honggobayan (daerah timur laut Kota Wonogiri sampai perbatasan Jatipurno dan Jumapolo Kabupaten Karanganyar), Sembuyan (daerah sekitar Wuryantoro dan Baturetno), Matesih, dan Gunung Kidul. KGPAA Mangkunegoro I membagi wilayah Kabupaten Wonogiri menjadi 5 (lima) daerah yang masing-masing memiliki ciri khas atau karakteristik yang digunakan sebagai metode dalam menyusun strategi kepemimpinan, yaitu : 1. Daerah Nglaroh (wilayah Wonogiri bagian utara, sekarang masuk wilayah kecamatan Selogiri). Sifat rakyat daerah ini adalah Bandol Ngrompol yang berarti kuat dari segi rohani dan jasmani, memiliki sifat bergerombol atau berkumpul. Karakteritik ini sangat positif dalam kaitannya untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Rakyat di daerah Nglaroh juga bersifat pemberani, suka berkelahi, membuat keributan akan tetapi jika bisa memanfaatkan potensi rakyat Nglaroh bisa menjadi kekuatan dasar yang kuat untuk perjuangan. 2. Daerah Sembuyan (wilayah Wonogiri bagian selatan sekarang Baturetno dan Wuryantoro), mempunyai karakter sebagai Kutuk Kalung Kendho yang berarti bersifat penurut, mudah diperintah pimpinan atau mempunyai sifat paternalistik. 3. Daerah Wiroko (wilayah sepanjang Kali Wiroko atau bagian tenggara Kabupaten Wonogiri sekarang masuk wilayah Kecamatan Tirtomoyo). Masyarakat didaerah ini mempunyai karakter sebagai Kethek Saranggon, mempunyai kemiripan seperti sifat kera yang suka hidup bergerombol, sulit diatur, mudah tersinggung dan kurang memperhatikan tata krama sopan santun. Jika didekati mereka kadang kurang mau menghargai orang lain, tetapi jika dijauhi mereka akan sakit hati. Istilahnya gampang-gampang susah. 4. Daerah Keduwang (wilayah Wonogiri bagian timur) masyarakatnya mempunyai karakter sebagai Lemah Bang Gineblegan. Sifat ini bagai tanah liat yang bisa padat dan dapat dibentuk jika ditepuk-tepuk. Masyarakat daerah ini suka berfoya-foya, boros dan sulit untuk melaksanakan perintah. Akan tetapi bagi seorang pemimpin yang tahu dan paham karakter sifat dan karakteristik mereka, ibarat mampu menepuknepuk layaknya sifat tanah liat, maka mereka akan mudah diarahkan ke hal yang bermanfaat.

aran diteruskan oleh putra-putra beliau. Pada masa kekuasaan KGPAA Mangkunegara VII terjadi peristiwa penting sekitar tahun 1923 M yakni perubahan status daerah Wonogiri yang dahulu hanya berstatus Kawedanan menjadi Kabupaten. Saat itu Wedana Gunung Ngabehi Warso Adiningrat diangkat menjadi Bupati Wonogiri dengan pangkat Tumenggung Warso Adiningrat. Akibat perubahan status ini, wilayah Wonogiri pun dibagi menjadi 5 Kawedanan yaitu Kawedanan Wonogiri, Wuryantoro, Baturetno, Jatisrono dan Purwantoro. Pada saat itu di wilayah kekuasaan Mangkunegaran dilakukan penghematan anggaran keraton dengan menghapuskan sebagian wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar sehingga wilayah Mangkunegaran manjadi dua yaitu Kabupaten Mangkunegaran dan Kabupaten Wonogiri. Ini berlangsung sampai tahun 1946. Dalam perkembangannya, rakyat Wonogiri pada masa pendudukan Jepang dan tentara sekutu, bersama-sama dengan rakyat Indonesia pada umumnya tidak bisa dilepaskan dari penderitaan dan kekejaman penjajahan. Rakyat Wonogiri bersama dengan rakyat Indonesia tergugah dan bersatu padu melawan segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh bangsa Belanda maupun Jepang. Semangat pemuda Wonogiri yang tidak kenal menyerah dan ulet seakan telah menjadi karakter tersendiri dalam berjuang memperbaiki nasib dan taraf kehidupan. Sejak Republik Indonesia merdeka, tanggal 17 Agustus 1945 sampai tahun 1946 di wilayah Mangkunegaran terjadi dualisme pemerintahan, yaitu Kabupaten Wonogiri masih dalam wilayah monarki Mangkunegaran dan di lain pihak menginginkan Kabupaten Wonogiri masuk dalam sistem demokrasi Republik Indonesia. Timbulah gerakan Anti Swapraja yang menginginkan Wonogiri keluar dari sistem kerajaan Mangkunegaran. Akhirnya disepakati bahwa Kabupaten Wonogiri tidak menghendaki kembalinya Swapraja Mangkunegaran. Sejak saat itu Kabupaten Wonogiri mempunyai status seperti sekarang, dan masuk sebagai Kabupaten yang berada diwilayah Propinsi Jawa Tengah. Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Dengan mengambil momentum tanggal 19 Mei 1741 M, ketika Raden Mas Said membentuk sebuah awal pemerintahan di Nglaroh yang juga dianggap sebagai cikal bakal Kabupaten Wonogiri, maka Pemerintah Kabupaten Wonogiri menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1990 tentang Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Wonogiri. Hari Jadi suatu daerah pada hakekatnya adalah merupakan awal perjalanan sejarah dan titik tolak untuk menatap masa depan dengan pembangunan secara sistematis dan berkesinambungan. Tahun 1741 dilambangkan dengan surya sengkala Kahutaman Sumbering Giri Linuwih. Arti kata yang terkandung didalamnya adalah Kahutaman : keberanian; Sumbering : sumber kekuatan; Giri : Gunung/Wonogiri; dan Linuwih : tertinggi. Sehingga jika digabungkan mengandung maksud filosofis yaitu : Dengan keberanian atas dasar keluhuran budi, tekad dan semangat, segala tujuan luhur akan tercapai.

5. Daerah Honggobayan (daerah timur laut Kota Wonogiri sampai perbatasan Jatipurno dan Jumapolo Kabupaten Karanganyar) mempunyai karakter seperti Asu Galak Ora Nyathek. Karakteristik masyarakat disini diibaratkan anjing buas yang suka menggonggong akan tetapi tidak suka menggigit. Sepintas dilihat dari tutur kata dan bahasanya, masyarakat Honggobayan memang kasar dan keras menampakkan sifat sombong dan congkak serta tinggi hati, dan yang terkesan adalah sifat kasar menakutkan. Akan tetapi mereka sebenarnya baik hati, perintah pimpinan akan dikerjakan dengan penuh tanggungjawab.

Hari Jadi Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu jati diri daerah yang perlu dihormati, dilestarikan dan diperingati oleh segenap jajaran Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat dengan menumbuhkan semangat juang, patriotisme, kesatuan bangsa, kemandirian, suri tauladan dan nilai budaya luhur para leluhur bagi generasi muda untuk mencapai cita-cita bangsa. Setiap tanggal 19 Mei di Kabupaten Wonogiri digelar serangkaian upacara dan kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi, dan sekaligus sebagai sarana mempromosikan potensi wisata budaya yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Dengan memahami karakter daerah-daerah tersebut, Raden Mas Said menerapkan cara yang berbeda dalam memerintah dan mengendalikan rakyat diwilayah kekuasaannya, menggali potensi yang maksimal demi kemajuan dalam membangun wilayah tersebut. Raden Mas Said memerintah selama kurang lebih 40 tahun dan wafat pada tanggal 28 Desember 1795.

Sekarang Kabupaten Wonogiri sudah menjadi sebuah Kabupaten yang memiliki berbagai keunggulan diberbagai bidang berkat kerja keras, keuletan, kemandirian dan semangat pantang menyerah seluruh rakyat dan semua komponen di Kabupaten Wonogiri dalam pembangunan. Kesadaran rakyat Wonogiri sangat tinggi dalam berpartisipasi untuk membangun daerah yang dulunya tandus menjadi daerah yang potensial dibidang ekonomi, sosial kebudayaan pariwisata, dan olahraga.[Litbang / humas / Sugiyarno]

Setelah Raden Mas Said meninggal dunia, kekuasaan trah Mangkuneg-


6

OLAHRAGA Yonif 521 Brawijaya Raih Piala Bergilir Kemenpora RI Yonis 512 Brawijaya Raih Piala Bergilir Kemenpora RI (bsr) Capiton foto: Persiapan star Kejurnas Lari 10 K Piala Bergilir Kemenpora RI di Wonogiri (bsr) WONOGIRI-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari 10K dengan hadiah Piala Bergilir dari Kemenpora RI digelar Jumat (10/5) dengan mengambil star dari Jl Kabupaten Nomor 1, tepatnya depan gapura pintu masuk pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri. Kegiatan rutin tahunan itu dibuka oleh Bupati H Danar Rahmanto dengan mengibaskan bendera star. Jumlah peserta ada 750 pendaftar terdiri dari pelari

Dari Kiri : Wawan Setya Nugraha Ketua DPRD Wonogiri, Mirza EJ Komandan Kodim 0728 , Tanti Septiyani Kapolres Wonogiri, Agustinus Benu Pelari Tercepat Wonogiri 10 K, Bupati H.Danar Rahmanto, Saptono Setyawan Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri dan Muhaji Kajari Wonogiri WONOGIRI - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari 10K dengan hadiah Piala Bergilir dari Kemenpora RI digelar Jumat (10/5) dengan mengambil star dari Jl Kabupaten Nomor 1, tepatnya depan gapura pintu masuk pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri. Kegiatan rutin tahunan itu dibuka oleh Bupati H Danar Rahmanto dengan mengibaskan bendera star. Jumlah peserta ada 750 pendaftar terdiri dari pelari tingkat Nasional, Regional dan Lokal. Sebanyak 200 peserta diantaranya anggota TNI Kesatuan Kopasus Kandang Menjangan. Hasilnya, juara 1 diraih oleh Agustinus Benu asal Club Yonif 521 Brawijaya, dengan waktu tempuh 33.47.59. Juara kedua diraih Oktavianus KM asal Club Yonif 411 Salatiga. Dan juara ketiga didapatkan oleh Nur Shodiq asal PASI Jogjakarta. Sementara juara 1 lokal berhasil direbutkan oleh Wawan Ardiansyah dengan waktu tempuh (38.10.61) dari Club Atletik Gunung Seribu, disusul Arif Mulya Utama (39.12.22) asal SMA 1 Slogohimo dan ketiga Riyanto (39.59.53) asal Kecamatan Tirtomoyo. Acara dalam rangka menyambut hari jadi Wonogiri ke 272 Tahun ini diramaikan pula oleh ribuan peserta jalan santai. Peserta terdiri dari karyawan/ ti Perusda, Kantor/Dinas SKPD Pemda Wonogiri, Sekolah dan umum. Sementara pada kelompok pelari lokal,

Wawan Ardyansah asal Club Gunung Seribu Wonogiri berhasil menjadi yang tercepat jarak tempuh 38.10.61. Disusul Arif Mulya Utama asal Club SMA 1 Slogohimo jarak tempuh 39.12.22 sebagai juara kedua. Dan juara ketiga, diraih Riyanto asal Club Kecamatan Tirtomoyo dengan jarak tempuh 39.59.53. Sementara Ngatijo asal Temanggung dinobatkan sebagai peserta Wongoiri 10 K tertua pada usia 81 tahun. Sarko salah satu panitia Kejurnal Wonogiri 10 K, mengemukakan bawha total jumlah peserta tercatat ada 750 pelari lokal regional dan nasional. Sebanyak 200 oeserta diantaranya anggota TNI korp Kopasus Kandanga Menjangan. Sedangkan peserta jalan santai ada sebanyak 450 orang. “Anggota Kopasus ada sebanyak 200 orang yang mengikuti Kejurnas Wonogiri 10 K. Mereka ingin meramaikan hari jadi Wonogiri sekaligus ingin menunjukan citra positif kepada masyarakat,� kata Sarko. Kerjurnas 10 K kali ini, kata Sarko merupakan persiapan Kerjurnas 10 K di Bukit Tinggi, yang digelar pada Minggu (12/5). Diantara pelari yang mengikutinya adalah Ari Suwandana asal Club Halilintar Salatiga dan juara 1 Kejurnas Wonogiri 10 K tahun lalu, yakni Khamid dari Salatiga.

Berikut hasil lengkap Kejurnas Wonogiri 10 K Piala Kemenpora Kelompok Nasional: 1).Agustinus Benu asal Club Yonif 521 Brawijaya jarak tempuh 33.47.59 2).Oktavianus KM asal Club Yonif 411 Jogjakarta jarak tempuh 33.56.17 3).Nur Shodiq asal Club PASI Jogjakarta jarak tempuh 34.04.05 4).Noce Matital asal Club Alugro Blora jarak tempuh 34.16.09 5).Tribius Tanho asal Club Fajar Baru Salatiga jarak tempuh 34.25. 06 6).Rokhidin asal Club Pasi Pekalongan jarak tempuh 35.28.55 7). Tri Sutrisno asal Club Alugro Blora jarak tempuh 35.37.04 8).Wadiono asal Club PASI Temanggung jarak tempuh 36.08.02 9). Witono asal Club Yonif PASI Pekalongan jarak tempuh 36.14.25 10).Ramli asal Club Alugro Blora jarak tempuh 33.41.69 Kelompok Lokal: 1. Wawan Ardyansah asal Club Gunung Seribu Wonogiri jarak tempuh 38.10.61 2. Arif Mulya Utama asal Club SMA 1 Slogohimo jarak tempuh 39.12.22 3. Riyanto asal Club Kecamatan Tirtomoyo jarak tempuh 39.59.53 4. Kevin asal Club SMK Pancasila Slogohimo 8 jarak tempuh 41.54.79 5. Supriyanto asal Club Kecamatan Sidoharjo jarak tempuh 42.12.28 6. Puji Hartono asal Club SMK Pancasila 8 Slogohimo jarak tempuh 42.54.12 7. Triyono asal Club Kecamatan Selogiri jarak tempuh 43.15.50 8. Ardian Tri Wahyudi asal Club Atletik Gunung Seribu Woogiri jarak tempuh 43.38.85 9. Ari Anggara asal Club SMP Pangudi Luhur Giriwoyo jarak tempuh 43.42.93 10. Dika asal Club Kecamatan Batuwarno jarak tempuh 43.56.94 Kelompok PAMI: 1) .Wiwiek Mulyadi asal Club PAMI Pandanarang Semarang jarak tempuh 40.39.15 2).Hartono asal Club SMK Semarang jarak tempuh 40.49.58 3).Toto Triyatna asal Tegal Timur jarak tempuh 40.50.40 4).Hadi Wibowo asal Club Pekalongan jarak tempuh 40.51.36 5).Agus Tinus asal Club Salatiga jarak tempuh 41.31.29 6).Yani Riyanto asal Club SMK Bhaladika jarak tempuh 43.48.22 7).Kasino asal Club PAMI Pandanrang Semarang jarak tempuh 44.02.16 8).Suradi asal Club UPT Disdik Selogiri jarak tempuh 44.58.72 9).Pariyo asal Club Kecamatan Sidoharjo jarak tempuh 45.01.11 10.Sujud Sucipto asal Club Sanggabuana Karawang jarak tempuh 46.26.43 Kelompok Umum (TNI/Polri/PNS) 1).Ochsan J. Parasiu asal Club Kodim 0728 Wonogiri jarak tempuh 46.42.58 2).Sugiyono asal Club Kodim 0728 Wonogiri jarak tempuh 48.22.70 3).Abdurrohman asal Club Kodim 0728 Wonogiri jarak tempuh 49.17.82 [Bagus]


7

FLORA - FAUNA

Suasana hutan alas kethu yang dibelah oleh jalan yang menghubungkan Wonogiri-Karanganyar

Harimau Jawa Masih Ada di Wonogiri WONOGIRI - Harimau Jawa (panthera tigris sundaica) pernah hidup di Pulau Jawa, dan telah resmi dinyatakan punah pada sekitar tahun 1980-an. Disebabkan oleh perburuan liar dan semakin sempitnya habitat binatang itu karena eksploitasi lahan untuk pertanian. Kabar lain menyebutkan, binatang berbulu kuning emas bergaris hitam itu telah punah sejak sekitar tahun 1950-an, dengan perkiraan yang hidup sebelumnya ada sekitar 25 ekor. Meskipun berbagai usaha telah dilakukan untuk menyelamatkan binatang ini, namun tidak berhasil. Hingga akhirnya muncul keyakinan bahwa Macan Gembong ini telah punah pada tahun 1980-an. Namun warga Wonogiri, memerkirakan binatang itu belum punah. Antara lain disebutkan oleh warga sekitar Gunung Kotak, Desa Bugelan, Kelurahan Ngroto, Kecamatan Kismantoro. Masyarakat setempat memercayai bahwa Harimau Jawa masih berkeliaran di wilayah setempat. Informasi dari warga Desa Gebang Kecamatan Pracimantoro, di daerah berbatasan dengan wilayah Kecamatan Paranggupito Wonogiri dan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, DIY juga dikabarkan masih ada Macan Gembong muncul pada musim peralihan kemarau ke musim penghujan. Informasi lain datang dari Desa Balaipanjang Kecamatan Jatipurno yang bebatasan dengan wilayah Magetan Jawa Timur dan Kabupaten

Karanganyar. Dari penduduk setempat dikabarkan di hutan wilayah Lawu Selatan masih ada harimau jawa. Pada 2005 lalu ditemukan macan Kumbang yang tersesat kesiangan di Kota Kecamatan Jatisrono. Diduga macan itu keluar dari Hutan Plalar dan Kembang Kecamatan Jatipurno. Keluarnya macam kumbang tersebut menandakan di wilayah hutan setempat masih ada harimau jawa. Demikian pula di hutan Alas Kethu di seluruh RPH Wonogiri Kota dikabarkan juga masih ada harimau jawa itu. Terutama hutan alas Kethu yang berbatasan dengan wilayah Selogiri Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo. Namun sumber lain mengatakan bahwa binatang yang diduga Harimau Jawa itu adalah binatang jadi-jadian (siluman) yang menghuni hutan yang berada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Di Wonogiri, Harimau Jawa disebut Macan Gembong, dengan ciri-ciri bulu berwarna kuning keemasan dan bergaris hitam. Pomo (58) warga dusun Growong, Desa Ploso Kecamatan Kismantoro, mengaku pernah melihat bekas telapak kaki Harimau Jawa di sekitar hutan dekat pekarangan rumahnya, akhir 2009 lalu. Warga sekitar yakin Macan Gembong masih ada, meskipun masyarakat belum pernah melihatnya. Posisi geografi dusun Growong berada di lereng perbukitan dan berbatasan langsung dengan hutan wilayah sekitar.

Begitu juga Desa Bugelan, Kelurahan Ngroto, terbilang dataran paling tinggi di wilayah Kecamatan Kismantoro. Desa Bugelan berada di jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Wonogiri dengan Kabupaten Pacitan. Wilayah Hutan Alas Kethu Wonogiri berbatasan dengan Sukoharjo dan Karanganyar. Hutan Lawu Selatan berbatasan dengan Kabupaten Magetan dan Karanganyar, serta hutan Manyaran, Eromoko dan Prascimantoro berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Wonosari DIY.[Bagus ]


SOSOK Mantan Supir Menjadi Distributor Telur Se Jabodetabek

H.Sakuri Dan Istrinya Hj Mukiyem | Foto Sugiyarno SIDOHARJO - Namanya, H.Sakuri. Pria bergelar haji ini telah berusia 54 tahun. Pria kelahiran Tegal 8 April 1958 ini, mempunyai seorang istri Hj Mukiyem (53) perempuan asli kelahiran Wonogiri 9 Mei 1959. Saat ini, Sakuri bertempat tinggal di Kampung Dukuh RT 10 RW 03 No 56 Kramat Jati Jakarta Timur. Sakuri-Mukiyem tergolong sebagai keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Juga tergolong sukses. Sakuri, saat ini menjadi pengusaha distributor telor untuk Supermaket di sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek). Usahanya itu dimulai sejak tahun 1992, hingga saat ini tetap lancar dan barokah. Bicara latar belakang keluarganya, H Sakuri dikarunai tiga orang anak. Anak pertama bernama Krisma Susanto (33), kedua Kristianti (30) dan ketiga Hartono (27). Ketiga anaknya telah bekerja pada usahanya masing masing. Anak pertama menjadi pedagang toko material, UD. “Sadewo” di Desa Semanding Sidoharjo. Anak

kedua meneruskan usaha abahnya, domisili di Jakarta. Sedangkan anak ke tiga, diberi “amanah” untuk mengelola Resto Hanoo Water Boom dan Pemancingan di Sudimoro Sidoharjo Wonogiri.

jamur, terapi air. Sedangkan Resto Hanoo menyediakan menu masakah Jawa, nasi timbel, sea food, nasi goreng, nasi uduk dan lain lain. Sebanyak 20 orang karyawan pribumi siap melayani.

Memulai usaha Resto Hanoo di Wonogiri, H Sakuri, waktu itu mempunyai simpanan uang sekira Rp.650 juta. Sakuri berharap usaha Resto Hano di Sidoharjo, dapat bermanfaat bagi masyarakat Wonogiri dan dapat memberi lapangan pekerjaan bagi warga Sudimoro. Selain itu, Resto Hanoo untuk diwariskan usahanya untuk si bungsu.

Resto Hanoo Water Boom dan Pemancingan telah diresmikan penggunaannya Senin 6 Mei lalu. Peresmian ditandai dengan tasyakuran dan pengajian. Dihadiri Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf sebagai pembicara, Muspika Sidoharjo, tokoh masyarakat dan warga.

Nama Resto Hanoo diambil dari nama anaknya. Hanoo adalah kependekan dari nama Hartono. Resto Hanoo berarti Resto miliknya Hartonoo. Usaha mendirikan Resto Hanoo Water boom dan Pemancingan dimulai sejak 2012 lalu. Namun ada sedikit kendala perijinan. Resto Hanoo Water Boom dan Pemancingan dibangun di atas lahan seluas 4000 M2. Di dalamnya terdapat mainan air tumpah, kolam renang, kolam pemancingan,

Resto Hanoo Water Boom dan Pemancingan terletak di sisi timur Kota Sidoharjo, kurang lebih berjarak 7 KM. Atau sekira 7KM di sisi barat Kota Kecamatan Jatisrono. Dari Kota Kabupaten Wonogiri bejarak sekira 30 KM. Lokasinya dapat ditempuh dengan kendaraan umum. Sebab Resto Hanoo Water Boom dan Pemancingan terletak di tepi Jl Raya Wonogiri-Purwantoro. Tepatnya berada di sisi selatan jalan, di daerah tikungan dan turunan jalan dari dan menuju Wonogiri - Purwantoro.

8 Bagi masyarakat Wonogiri H Sakuri belum banyak dikenal, karena baliau tinggal di Jakarta. Mau tahu? H Sakuri dulu, hanyalah seorang supir di rumah Sakit Pelni. Pernah juga menjadi PNS, tetapi memilih keluar. Duka nestapa, perih dan lara pernah dirasakannya. Berkat ketekunan dan kerja keras serta ridho illahi, Sakuri berhasil melalui masa sulit dan pahit. Ini salah satu cerita sedih yang dialaminya. Pada tahun 1978, rumahnya di Komplek Angkatan Darat Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan digusur oleh rezim. Waktu itu bekas rumahnya digunakan untuk pembangunan lapangan tenes. Dan, kini telah menjadi apartemen. Kemudian Sakuri sekeluarga pindah ke Kampung Dukuh, yang ditempati saat ini. Di Kampung Dukuh, ia membuka usaha warung kecil, Warteg, rental becak dengan jumlah becak 14 unit. Perhari becaknya disewakan Rp.2000,-. Kemudian Sakuri mengembangkan warung kecil menjadi toko kelontong. Hari demi hari toko kelotongnya berkembang pesat. Dalam sehari mampu menjual 3 truk beras. Namun cobaan belum berhenti. Ujian datang kembali. Pada tahun 1999, tokonya menjadi sasaran

aksi perampokan oleh 12 orang bersenjata tajam. Sakuri menderita kerugian Rp.100 juta lebih. Hanya satu unit mobil kijang super yang tersisa. Kemudian harta satu satunya itu ia jual seharga Rp.64 juta. Uang hasil penjualan mobil digunakan untuk modal berjualan telur. Saat itu telur satu truk seharga Rp.27 juta. Perlahan namun pasti, usaha telur ini berkembang hingga sekarang. Sakuri bekerja dibantu 32 orang karyawan. Dalam sehari bisa mendistribusikan telur sebanyak lima truk ke supermarket se Jabodetabek. Apa sebenarnya resep dalam berbisnis? Tampa segan-segan Sakuri memberkan resepnya untuk orang lain. resepnya adalah jujur, ikhlas, banyak bersedekah, banyak menolong, mengajarkan orang lain berbuat baik. “Orang yang berbuat jahat dan dzolim karena kelaparan atau karena faktor lain, maka menjadi tanggungjawab orang yang mempunyai harta lebih dan tanggungjawab pemimpin, dan para pemuka agama. Karena itu jangan lupa kewajiban peduli pada orang lain dengan beralam dan bersedekah,” pesannya. Ajaran itu pula yang ditanamkan oleh H. Sakuri dan Hj. Mukiyem kepada ketiga anak-anaknya, kerabatnya di Jakarta, di Jawa dan juga kepada tetangganya di Jakarta maupun di Wonogiri. [Sugiyarno]


9

WIRAUSAHA Berkat Ampyang Ekonomi Jadi Mapan PRACIMANTORO – Di Dusun Miri RT 01 RW 02 Desa Sumber Agung Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri terdapat perajin (pembuat) penganan (makanan) khas Pracimantoro, ampyang. Salah satunya adalah penganan berbahan baku kacang dan gula kepala ini adalah Surati. Surati menekuni usahanya dibantu oleh suaminya Mino (57) , dan kedua anaknya. Surati menggeluti usahanya tersebut 25 tahun silam. Menurut Surati penghasilnya dari membuat dan menjual ampyang cukup membantu perekonomian keluarganya. Bahkan Surati mengaku, usahanya tersebut telah berkembang dan merambah ke berbagai kota Kecamatan di Wonogiri. Bahkan mulai dipasarkan keluar ke Kabupaten Kota, terutama ke Solo, Jakarta, Surabaya dan Bandung. Pembeli

dari luar Kota Wonogiri adalah penduduk Wonogiri yang merantau. Dalam sehari, Surati bisa menghabiskan kacang untuk memproduksi ampyang hingga mencapai 25 kg, dan gula 15 kg. Jika dikalkulasi dalam sebulan bisa mengabiskan kacang seberat 6 kwintal kacang. Ampyang buatan Surati dikemas dengan plastik berwarna bening dan diikat pada bagian atasnya. “Saya memulai usahanya ini sudah berjalan puluhan tahun. Ampyang buatan sini tidak hanya untk memenuhi kebutuhan konsumen lokal Wonogiri, namun ada juga perantauan dari Jakarta dan kota kota besar lainnya untuk oleh oleh saat kembali ke kota tujuan perantuan,” kata Mino suaminya. Surati menjual ampyang seharga Rp. 5.000,-

Surati menunjukan usaha Ampyang kacang gula | Foto Heriyanto

perbungkus, kemasan plsatik. Harga tersebut sama seperti harga pejualan ke warung-warung yang disetorinya. “ Omset perbulan sekitar Rp. 10.000.000,-. Jika ada pesanan banyak pendapatnnya bisa lebih,” imbuhnya. Selain ampyang Mino juga mengembangkan usaha pembuatan batako di halaman rumahnya. Mino memperkerjakan dua orang. Dalam sehari dapat menghasilkan sekitar 300 batako. “Ini pengembangan

usaha lain, selain ampyang. Kendalanya kurang modal. Usaha kami mandiri tampa bantuan pemerintah,” tuturnya. Sementara Suyono Kepala Desa Sumber Agung mengemeukakan, usaha-usaha kecil rumahan (home industri) cukup mendukung perkembangan perekonomian rumah tangga. Lebih penting, usaha rumahan dapat membuka lapangan pekerrjaan bagi orang lain. “Kami berharap pemerintah Kabupten Provinsi dan pusat dapat mendu-

kung berbagai usaha kecil di Pracimantoro. Agar home industri di wilayah kami bisa berkembang, kami harap pemeritah berkenan membina dan memberikan bantuan permodalan. Usaha – usaha kecil di daerah merupakan kekuatan ekonomi dalam menunjang perekonomian keluarga dan program pemerintah yang tepat sasaran. Sehingga masyarakat dapat berkreasi dan dapat mengembangkan usahanya. [Heriyanto]

Peluang Kerja Kerajinan Sangkar JATIPURNO - Pekerjaan apa saja jika ditekuni akan dapat menghasilkan uang. Seperti yang dikerjakan oleh Sigit (33) dan Sri (30) warga penduduk Dusun Jambangan RT 03 RW 03, Desa Balepanjang, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Pasangan suami istri ini, mengembangankan usaha kerajinan membuat jiting bebahan baku batang bambu. Jiting sama dengan lidi berbahan bambu. Usaha ini baru berlangsung sekitar dua bulan silam. Langkah pertama membuat jit ing adalah menyiapkan bahan baku bambu yang dipotong-

potong sesuai ukuran yang dikehendaki. Misalnya berukuran panjang 30 cm, 50 cm dan seterusnya. Langkah kedua bambu yang sudah dipotong-potong dibelah dan dibentuk seperti sapu lidi. Setelah terkumpul cukup banyak, jiting-jiting ini disetorkan ke pengepul di wilayah Kabupaten Karanganyar. Di Kabupaten yang bertetangga dengan Wonogiri ini, diolah kembali menjadi kerajinan sangkar burung. Sigit mejual harga jiting per 1.000 batang jiting ukuran panjang 30 cm sehargai Rp. 12.000,- Sedangkan ukuran

Sri membuat kerajinan Sangkar | Foto Handayani Ekawati panjang 50 cm dihargai Rp. 15.000. Sigit menceritakan, ide tersebut muncul saat ia berlibur ke rumah orang tuanya di Karanganyar. Secara kebetulan, bahan baku bambu di sana lebih mudah didapatkan. Apa yang dikerjakan Sigit dan Sri bisa

menjadi contoh bagi siapa saja yang ingin membuka lapangan pekerjaan. Hasilnya batang bambu dari Jatipurno menjadi sangkar burung yang cantik, yang dapat ditemui di pasar burung. [Handayani Ekawati]


10

SOSIAL

Meski Terlahir Cacat Pak Setu Pandai Memanjat dan Menekuni Sebagai Tukang Kayu. Pak Setu di tempat kerjanya | Foto Bagus

WONOGIRI - Pak Setu begitu-lah ia biasa dipanggil oleh tetangga sekampungnya. Meskipun terlahir dalam keadaan cacat fisik Pak Setu tetap mensyukuri keadaannya. Lelaki yang telah berusia 55 tahun ini mempunyai kesibukan yang di tempat tinggalnya, di Dusun Sambirejo RT 02 RW 13 Kelurahan Wonokerto Kecamatan Wonogiri. Meskipun hanya memiliki satu kaki dan satu tangan, bahkan jemari tangannya tidak lengkap hanya dua

jari, namun Pak Setu tetap dapat melakukan berbagai aktifitas. Cacat bukan halangan bagi dirinya untuk berkarya. Keahlian yang dimiliki Pak Setu adalah sebagai tukang kayu. Ia mampu membuat jandela, pintu, meja-kursi dan almari berbahan kayu. Menarik lagi, alat peralatan kerja yang digunakan Pak Setu, ternyata bukan hasil membeli di toko material, juga bukan mendapatkan sumbangan dari Pemerintah Daerah maupun Pusat.

Melainkan buatan Pak Setu sendiri. Seperti pasah, tatah, bubut manual, dan sercle meja. Selama ini Pak Setu tidak pernah mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah. Meskipun Pak Setu tidak mengenal bangku sekolah dia tetap pandai menulis dan membaca. Buktinya papan nama “Bidan� di kampungnya merupakan buah karya Pak Setu. Pada usia yang sudah setengah abad lebih ini

Pak Setu tetap semangat menjalani hidupnya. Sehari hari Pak Setu tinggal bersama kerabatnya. Pasalnya Pak Setu belum menikah, statusnya bujangan. Ditemui di rumahnya, Jumat (3/5/13) lalu, Pak Setu tengah sibuk mengerjakan daun pintu pesanan dari tetangganya. Soal tarif jasa karyanya, Pak Setu tidak pernah memasang harga. Selain mahir merangkai kayu, Pak Setu juga mampu memanjat pohon kelapa dan pohon lain,

meskipun ia hanya memiliki satu kaki dan satu tangan. Potret keberadaan Pak Setu sudah sewajarnya menjadi perhatian orang lain yang lebih beruntung dan perhatian Pemerintah Daerah maupun Pusat. Pengakuan muncul dari seorang Pak Setu, bahwa ia belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Tidak layakkah Pak Setu mendapatkan uluran tangan ? . [Heriyanto]


12

AGROBISNIS Desa Semin Nguntoronadi Panen Buah Naga

Panen buah naga di Desa Semin Nguntoronadi NGUNTORONADI - Selain giat menanam sayur mayur dan rempah rempah, penduduk Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi juga rajin menanam buah buahan. Tanaman buah yang sedang dikembangkan di wilayah pegunungan sisi Timur Kecamatan Nguntoronadi adalah buah naga. Tidak sia sia, upaya warga membuahkan hasil. Sejak pertengahan Januari lalu, warga setempat mulai memanen hasilnya. Dalam sekali pemetikan, setiap keluarga rata-rata dapat memanen lima sampai 10 kilogram buah naga. Jumlah panennya memang tergolong sedikit. Sedikit banyaknya buah naga yang dipanen warga, sangat tergantung banyaknya tanaman buah naga. Kebanyakan warga memang hanya menanam di pekarangan rumahnya. Bagi warga yang pekarangan halamannya luas, tentu dapat menanam pohon buah naga dalam jumlah banyak. Warga yang memiliki luas

pekarangan 10x10 meter bisa menghasilkan buah naga lebih dari sepuluh kilogram dalam sekali pemetikan. Ketua tim penggerak PKK Desa Semin, Suparmi (45) mengungkapkan, musim panen buah naga telah dimulai sejak akhir Desember lalu. “Panen sekarang melimpah, bisa untuk menambah pendapatan keluarga. Biasanya, musim panen berlangsung dari Desember sampai Maret. Pemetikan buah naga bisa dilakukan dua minggu sekali,” katanya. Sementara ini, belum memasarkan buah naga keluar Daerah. Warga lebih menikmati sendiri. Kalaupun ada yang dijual, hanya terhadap kalangan tertentu saja. Jenis buah naga daging putih Rp 3.000-5.000/buah, Naga daging kuning Rp 5.000/ buah. Naga daging merah Rp 15.000/kg. “Buah naga dari desa kami belum dipasarkan keluar. Sebagian masih dikonsumsi sendiri. Pembelinya hanya orang yang berkunjung ke

desa Semin yang ingin membawa oleh-oleh. Buah naga daging kuning di Semin masih langka, baru dibudidayakan satu keluarga,” katanya. Camat Nguntoronadi, Joko Triono menambahkan, meski warga Semin baru sebaas menanam di pekarangan rumah, namun menurutnya produksi buah naga di desa setempat sudah tergolong banyak. Sekali pemetikan, jumlah panen se Desa Semin lebih dari 200 kilogram. Tahun lalu, musim panen buah naga bisa menghasilkan Rp 16 juta. Tahun ini, nilai panen buah naga diperkirakan mencapai lebih dari Rp 20 juta. Karena akhir akhir ini semakin banyak warga yang membudidayakan buah naga. Hampir setiap keluarga di desa Semin telah membudidayakan tanaman sejenis kaktus itu. “Saat ini jumlah warga yang menanam buah naga sudah ada 600-an keluarga. Sebagian saat ini sedang panen. Sebagian lain

belum panen karena baru menanam,” katanya. [Bagus]


13

NASIONAL Soekarnoputri. “Pada tahun 1986, saya bersama Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Sophan Sophian melawan kepemimpinan Soeryadi, sehingga berakibat terpecahnya PDI,” katanya.

Mangara M. Siahaan anggota Fraksi PDI-Perjuangan MPR RI | Foto Bagus

“Mangara M.Siahaan : Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI” WONOGIRI – DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Wonogiri kedatangan tamu istimewa, anggota MPR RI Mangara M Siahaan, Sabtu (11/5) di Gedung SKB Bulusulur Wonogiri. Mangara M Siahaan adalah utusan dari Fraksi PDI Perjuangan. Mangara memberikan ceramah pada acara Kursus Kader 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Fraksi Perjuangan MPR RI. Mangara Hadir bersama Abadi Hutagalung, Iwan Laksono dan Timbul Srimulat sebagai narasumber. Ketiga tamu tersebut disambut oleh Ketua DPC PDI-

Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo, sekretaris DPC PDIPerjuangan Setyo Sukarno, serta jajaran pengurus DPC, PAC dan Anak Ranting di seluruh Wonogiri. Hadir sebagai peserta kursus terdiri dari pengurus DPC, Anggota Fraksi PDI-P erjuangan DPRD II Wonogiri, Ketua PAC se Kabupaten Wonogiri –mines- PAC Kecamatan Purwantoro , dan pengurus Anak Ranting PDIPerjuangan Bulusulur, serta para Bacaleg PDI-Perjuangan Wonogiri. Di hadapan wartawan, Mangara menceritakan sejarah

perjalanannya bergabung dengan PDI-Perjuangan. Diawali tahun 1982, Mangara dan Sophan Sophian (kini telah almarhum), dipanggil oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan Guruh Seokarnoputra. Mangara dan Sophan Sophian disarankan masuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pimpinan Soeryadi, dengan alasan Ibu Megawati akan masuk PDI. Pada tahun itu juga, keduanya bergabung dengan Ibu Megawati ke PDI. Mangara dan Sophan Sophian mendapat tugas mengawal Ibu Megawati

Melalui kongres di Surabaya dilanjutkan kongres di Medan serta musyawarah Nasional di Hotel Kemang Jakarta, maka lahirlah PDI-Pro Mega. Kemudian menjadi PDI-Perjuangan yang dideklarasikan pada tanggal 14 Pebruari 1998. “Saya turut menandatangani deklarasi berdirinya PDI Perjuangan. Setelah berdirinya PDI-Perjuangan, saya mengemban tugas sebagai Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan untuk periode 1995 – 2000,” katanya. Kemudian, lanjut Mangara, pada tahun 2000, ia diperintahkan oleh Ketua Umum untuk menyiapkan pelaksanaan Konggres Rakyat di Bali. Setelah melalui Kongres Rakyat di Bali, Mangara ditugaskan oleh Megawati, untuk menjabat Wakil Sekjen DPP PDI-Perjuangan Periode 20002005. Perintahnya, saat itu, untuk melaksanakan konsolidasi partai di seluruh Indonesia,

dengan melaksanakan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), melalui Konferda dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), melalui Konfercab di seluruh Indonesia. Pada Kongres di Semarang, Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan yang terpilih secara aklamasi kembali memerintahkan Mangara untuk bertugas menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Periode 2005-2010. Penugasan di Legislatif juga diberikan kepada Mangara sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (DP) Kota Bandung dan Kota Cimahi tahun 2004-2009. Selanjutnya diberikan tugas kembali sebagai anggota DPR RI dari DP Jateng IV (Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen) pada tahun 2009-2014. Kini, Ketua Umum dan DPP PDI Perjuangan kembali menugaskan Mangara untuk menjadi calon anggota DPR RI dari Dapil Jateng IV pada Periode 2014-2019. “ Semoga saya bisa mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa negara dan rakyat pada penugasan kali ini,” pungkasnya.[Bagus]

Slogohimo : Jln Slogohimo - Girimanik KM 1 Ngerjopuro RT.04 RW.03 Slogohimo Wonogiri 57694 Wonogiri : Jln.jendral Sudirman No 505 - 507 Donoharjo Wonogiri Telp 0273321730 / 082134776017

Pusat Informasi : 081391721206, Divisi Perlindungan : 081393539090, Sekretariat : 081387977943 ‘’ SETIAP KONSUMEN YANG DI RUGIKAN AKIBAT MENGKONSUMSI BARANG DAN/JASA YANG TIDAK MEMENUHI ASPEK KESEHATAN , KEAMANAN, KENYAMANAN,KESELAMATAN DAPAT MENUNTUT GANTI RUGI DAN MENDAPATKAN PERLINDUNGAN LEWAT LPKSM’’ Sesuai Amanat Undang-Undang RI NO.8 TH.1999 ( TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN )


14

POLITIK Jokowi Menjadi Magnet Kampanye Ganjar - Heru di Wonogiri

Jokowi menjadi Juru Kampanye di Purwantoro WONOGIRI – Joko “Jokowi” Widodo, mantan Walikota Solo yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi magnet warga Purwantoro, pada acara kampanye terbuka pasangan CagubCawagub Ganjar-Heru, Minggu pagi (12/5). Giat jalan santai bersama Jokowi yang dihelat DPC PDIP Wonogiri itu dihadiri hampir 15.000 orang. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengajak warga untuk tidak segan memilih Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko

“Jekek” Sutopo didampingi Sekretaris DPC PDIP Setyo Sukarno mengatakan pemilihan Jokowi sebagai salah satu juru kampanye Ganjar – Heru di Wonogiri didasari fakta bahwa Jokowi merupakan figure yang diidolakan masyarakat. Karena itu, kehadiran Jokowi diharapkan mampu mendongkrak perolehan suara Ganjar-Heru pada Pilkada Jawa Tengah 26 Mei mendatang. Pak Jokowi adalah figure yang menjadi idola karena prestasinya. Kebetulan, beliau memiliki waktu luang untuk membantu kami menyosialisasikan calon

Joko Sutopo Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Wonogiri gubernur yang kami usung yakni Ganjar-Heru. Kami berharap, kehadiran beliau di Lapangan Jethak, Purwantoro, hari ini bisa membuat perolehan suara kami naik signifikan sehingga kami bisa memenangkan Pilkada Jawa Tengah ini,” katanya. Sementara, Jokowi tak lama berada di Purwantoro. Dia hadir sekitar pukul 07.30. Dia langsung bergabung dengan sekitar 15.000 warga yang telah menunggunya. Sedang ketika memberikan sambutan, Jokowi mengatakan masyarakat tak perlu ragu

untuk

mendukung

Ganjar.

Jokowi yang mengaku mengenal Ganjar cukup lama mengatakan bahwa calon gubernur yang diusung PDIP tersebut adalah orang yang jujur, bersih dan merakyat. “Jangan ragu untuk memilih Mas Ganjar di pemilihan nanti. Saya cukup lama mengenal beliau. Yang saya tahu, Mas Ganjar adalah orang yang jujur dan bersih,” kata Jokowi sebelum melanjutkan perjalanannya untuk mengkampanyekan Ganjar – Heru ke Temanggung. [Bagus]


15

POLITIK Pemimpin Tidak Boleh Saling Lempar Tanggungjawab

Cawagub Prof. Sudiyono Sastroatmojo diapit oleh tiga Ketua Parpol pengusung BISSA, Edi Santoso SH (kanan, Partai Golkar), Sunarmin SH (paling kiri, PAN), dan Tetty Indarti (Partai Demokrat) WONOGIRI-Prof. Sudijono Sastroatmodjo, berharap setiap kepala daerah, baik Bupati maupun Walikota, harus menjalin komunikasi yang baik dan kordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerinta Pusat, dalam rangka meningkatkan pelayanan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Program pembangunan bisa berhasil ketika pemimpin bersatu padu. Hal itu dikemukakan oleh mantan Rektor Unnes Semarang di Gedung Giri Wahana Wonogiri, Senin (13/5). Pria kelahiran Pacitan Jawa Timur ini, meminta Bupati Wonogiri dan kepala daerah yang lain agar menyampaikan rencana pembangunan sarana prasarana jalan di wilayahnya. “Pembangu-

nan harus dipondong bersama. Tidak boleh saling tuding, saling lempar,” katanya. Calon Wakil Gubenur (Cawagub) pasangan Calon Gubernur Bibit Waluyo ini, mengaku telah mengetahui sendiri kondisi kerusakan jalan di wilayah Kota Gaplek. Karena memang beliau adalah sering melintasi jalan Wonogiri ketika pulang pulang dari Semarang ke Pacitan Jawa Timur. “Saya dapat keluhan langsung dari masyarakat. Tadi juga dapat keluhan dari pedagang pasar,” katanya. Sudijono membeberkan pengalamannya memimpin Unnes Semarang. Selama puluhan tahun menjadi Rektor, Sudijono tidak pernah bekerja sendiri. Dipastikan kesuksesannya menjadi rektor karena ada keterlibatan

semua pihak yang bekerja secara profesional dan amanah. Semua lembaga teknis harus diajak berkomunikasi. Kuncinya ada di tangan pengambil kebijakan, atas dasar perencanaan bersama. “Puluhan tahun saya menjadi Rektor Unnes. Saya tidak bekerja sendirian. Saya ajak bicara dengan tukang ngepel, dengan tukang kebun, dan juru kunci. Tidak mungkin saya kemana-mana membawa kunci. Tukang kebun juga harus dihormati. Mereka bekerja profeisonal membantu kesuksesan kita,” tandas mantan rektor dua periode, 2006-2010 dan 2010-2014 ini. Sudijono hadir ke Wonogiri untuk mengenalkan diri sebagai Cawagub Jateng duet Cagub Bibit Waluyo. Hadir menyambut ratusan pengurus, kader dan simpatisan tiga Parpol pengusungnya. Yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional. Tampak menyambut Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jateng Endang Maria SH, Tety Indarti (PD), dan Subandi PR Spd (PAN). Tampak hadir pula Ketua DPC Partai Demokrat Wonogiri, Ymt. Tetty Indarti, Ketua DPD Partai Golkar Wonogiri Edy Santoso SH, dan Ketua DPD PAN Wonogiri Sunarmin SH. Tampak hadir pula ratusan anggota tim sukses, kader simpatisan dan relawan pa-

sangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 yang mengusung misi “Berkarya Bersama Bissa”. Sudijono menjelaskan ketidak hadiran Cagub Bibit Waluyo. Menurutnya Bibit Waluyo tidak hadir karena sudah cukup dikenal oleh masyarakat Wonogiri. Terlebih program pembangunan Bali Ndesa Mbangun Desa cukup dapat direalisasikan, sehingga Bibit cukup populer di kalangan petani, nelayan maupun pedagang. Bibit Waluyo telah bekerja keras selama 4,8 tahun. “Kesannya Pak Bibit itu atos. Ning Bibit itu jujur dan apa adanya. Kalau Bibit bilang ngalor, faktanya yang terjadi yang ngalor. Bibit sudah dikenal. Nek Sudiyono belum dikenal. Saya rela mundur sebagai Rektor Unnes. Saya menjabat selama 20 tahun, sampai 20 Desember 2014. Namun saya memilih mengundurkan diri pada 11 April 2013. Saya diundang pada 25 Pebruari, saya dipercaya untuk mendampingi dan membantu Bibit Waluyo dalam melanjutkan program pembangunan Desa,” bebernya. Selama ini, Sudiyono mengaku lebih konstrasi memikirkan bidang pendidikan. Selama mejabat Rektor Unnes, ia mempunyai komitmen untuk mengentaskan pendidikan bagi keluarga miskin. Sudiyono juga dinilai sebagai

PKS Janjikan HP-Don Insya Allah Menang

Kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Tengah WONOGIRI - Koalisi tujuh partai politik pengusung calon Gubernur pasangan HP-Don, menggelar rapat besar untuk menentukan langkah pemenangan Pilgub Jateng di Gedung Giri Wahana Wonogiri, Sabtu 11/5 Ketujuh partai pengusung HP-Don adalah PKS, Gerindra, PPP, PKB, Hanura, PKNU, dan Parta Nasdem. Masing masing partai diwakili oleh Ketua

partai dan Bacaleg masing masing Parpol. Suasana riang terasa di dalam ruang gedung berkapasitas 1000-an orang itu. Walaupun tempat duduk di dalam ruangan terlihat banyak yang kosong. Namun semua undangan tetap semangat menerikkan yel yel pemenangan HP-Don. Iringan musik religi dari solo organ turut menambah semarak.

Dewaky Hendry Astantono selaku Ketua Tim Pemenangan HP-Don Wonogiri, meminta seluruh kekuatan bersatu padu untuk memenangkan cagub yang diusungnya. Dewaki mengibaratkan partai pengusungnya seperti gelombang di lautan yang mampu menghanyutkan. Dewaki juga mengibaratkan kekompakan tim suksesnya bak sapu lidi yang telah disatukan, sehingga mampu menyingkirkan apa saja yang ada di depannya. Sementara Hadi Prabowo dalam sambutanya menghimbau kepada seluruh yang hadir untuk segera menyatukan barisan. Karen waktu sudah dekat. HP meminta tim sukses segera membuat posko. “Tidak ada kata lain, kita minta semua partai pengusung konsolidasi. Semua partai pengusung agar segera mewujudkan minimal pemilih di Wonogiri dapat meraih 50/60 persen.

Ibarat mengumpulkan biting, 26 Mei harus menang. Untuk para Caleg bila bekerja keras nanti setelah menang akan kita bantu. Satukan tekad dan sehati untuk menmenangkan. Utamakan langkah untuk ngajeni dan mengayomi. Tampil elegan, nomor satu tetap nomor kita, satukan langkah untuk mencapai kemenangan. Partai koalisi, harus bisa mengendalikan diri di bawah tim koalisi biar tidak semrawut. Kita ada relawan, hari ini hari terakhir menegakkan kinerja lebih baik dan ditingkatkan. Delapan partai pemilik gubenur Jateng. [Sugiyarno]

Rektor yang peduli terhadap masalah sanitasi dan kesehatan lingkungan. Juga berhasil meng-golkan kebijakan green campus dan kebijakan konservasi. Soal pembangunan sarana prasarana jalan di Wonogiri, Bibit dan Sudiyono siap membantu pembangunan Jalur Lingkar Selatan-selatan di Wonogiri, pembangunan dermaga dan rencana industri semen di Giriwoyo. “Insya Allah kami siap menyelesaikan pekerjaan tersebut,” kata Pria kelahiran Pacitan 15 Agustus 1952 ini. Sebelum pamitan, Sudijono berpesan kepada tim susesnya, agar tim sukses menjaga diri dan bersikap santun. Jangan sampai hanya demi memenangkan calon yang diusungnya, kemudian berbuat curang dan merusak tatanan masyarakat. Memilih gubernur, tujuannya tidak lain adalah dalam rangka membangun keejahterakan masyarakat. “Semua calon gubenur dan parpol dan tim sukses yang mengusung adalah saudara kita semua. Jangan sampai ada sekat di antara masyarakat. Kalau ada yang nakal. Katakan tidak. Insya Allah pendidikan politik yang cerdas bisa dibangun dari pemerintah Jawa Tengah. Sementara ketiga parpol pengusung menyatakan siap memenangkan pasangan BISSA. Bahkan tiga Ketua Parpol menargetkan akan meraih 60 % -dari sekira 900 ribuan pemilih di Kabupaten Wonogiri. PAN telah berhasil menjadikan Danar Rahmanto sebagai Bupati Wonogiri. Demokrat telah menjadikan Presiden. Golkar juga diminta harus siap menjadikan Gubernur Jateng, pasangan Bibit Sudiyono. Semboyan Bissa artinya bisa melakukan sesuatu. “Sanggup?!” ujar Sudiyono, disambut pekikan bisa, hadirin. [Bagus]


16

PROFIL WONOGIRI - Awalnya, masyarakat Wonogiri banyak yang tidak mengenal kantor KP2KP Wonogiri. Perlahan tetapi pasti, penduduk kota Kethek Ogling mulai banyak yang mengenal. Setelah dikenali banyak orang, kantor KP2KP mulai sering dikunjungi orang. Sebaliknya, petugas KP2KP juga giliran sering mengunjungi warga Wonogiri. Ketika dikunjungi dan ketika mengunjugi, maka yang sering dialami petugas KP2KP adalah melayani setiap kesulitan para tamunya, maupun yang dikunjunginya. Itulah kurang lebih cerita yang disampaikan oleh Kepala KP2KP Wonogiri Gatot Riyadi, beberapa hari lalu di kantornya di Jl Sutoyo Nomor 6 Wonokarto Wonogiri. Gatot Riyadi menjelaskan KP2KP adalah kependekan dari Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan. Kantor ini di bawah Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Setelah mengenali KP2KP, masyarakat Wonogiri –utamanya- para wajib pajak mulai sadar akan kewajibannya. Baik perorangan maupun badan, CV dan PT atau yang lainnya. Jujur mengakui, akhir akhir ini Gatot merasakan, para wajib pajak mulai sadar membayar pajak. Ia mengistilahkan, masyarakat mulai menggeliat. Wong Wonogiri mulai ada krentek mbayar pajak. Pria asal Jogja itu, dapat mengukur dari program yang telah dilaksanakan. Yaitu program mobile take unit (MTU). MTU tersebut, setiap hari kerja mendatangi pos layanan di 5 Kecamatan. Yaitu di Kecamatan Batureto, Eromoko, Purwantoro, Jatisrono, dan Pracimantoro. Sebelumnya program tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan. Akan tetapi tidak rutin. Sehingga hasilnya tidak maksimal. “Mulai tahun 2012 ini kita rutinkan. Akhir akhir ini banyak yang memanfaatkan,” katanya. Melalui program MTU itulah, masyarakat bisa meminta penjelasan terkait kesulitan dalam membayar pajak. Kesulitan wajib pajak mayoritas ada pada pengisian formulir SPPT tahunan. Selain itu, KP2KP juga menyediakan program layanan cukup via telepon. Cukup berkomunikasi melalui telepon, petugas KP2KP akan menjelaskan soal pengisian formulir SPPT. Jika tidak atau kurang jelas mendapatkan keterangan melalui telepon, petugas KPPT siap datang melayani langsung. “Sampaikan melalui tilpon, kapan, di mana dan berapa orang yang hadir. Kita siap datang untuk memberikan penjelasan dan mengakomodasi,” kata Gatot. Di kantor KP2KP, menurut Gatot, akhir akhir ini mulai banyak yang berdatangan juga. Mereka antara lain penduduk Wonogiri Kota. Mereka datang untuk berkonsultasi soal wajib pajak dan lainnya. Seiring meningkatnya pemahanan masyarakat terhadap KP2KP, maka dipastikan mulai ada peningkatan pemasukan pajak. Namun data soal itu, tidak ada di KP2KP. Data angka perolehan pajak menurut Gatot ada di Kantor Pajak Pratama Sukoharjo, yang

Riyadi Kepala Kantor Pajak Wonogiri

Membantu Melayani Kesulitan Warga Wonogiri beralamat di Jl Klaten Jawa Tengah. “Di sini hanya melayani konsultasi masalah pajak,” terang Gatot. Sejarah berdirinya KP2KP Wonogiri, awalnya sebagai Pos Pelayaanan Pajak. Kemudian pada 1997 berubah ditingkatkan menjadi KP2KP. KP2KP terdiri dari 11 orang. Enam orang kareyawan pendukung satpam dan Cleaning Servise. Serta lima orang organik. Dua orang diantaranya sebagai petugas keuangan, dan dua pelayanan serta satu pimpinn. Gatot mulai bertugas KP2KP Wonogiri sejak Juli 2011. Ia tinggal di di Kerdukepik Wonogiri Kota. Akan Gelar Kelas Baru Pelatihan Gratis Petugas KP2KP akan lebih mudah masuk melalui simpul simpul. Misalnya melalui asosiasi pengusaha konstruksi dan perhotelan, koperasi, perbankan dan pendidikan. Sebaliknya, jika wajib pajak tidak menjadi anggota asosiasi, maka petugas KP2KP akan menemui kendala. KP2KP juga membatasi jumlah peserta. Berkisar 40 orang. Sebab jika terlalu banyak peserta maka penyajian materi tidak

effektif. Kabar baru, bagi wajib pajak, KP2KP akan membuka kelas baru, kelas pajak. Materinya akan diberikan pelajaran mengisi SPT Tahunan. Rencana akan dilaksanakan pada awal Februari 2012, di di kantor KP2KP. Gratis dan terbuka untuk umum. Namun peserta dibatasi sesuai daya tampung kelas. Sedangkan materi kelas baru dengan tema Badan Hukum rencana dilaksanakan pertengahan Appril 2013 mendatang. Ini tidak lain dalam rangka pro aktif melayani masyarakat wajib pajak. Bagi wajib pajak yang tinggal jauh dari perkotaan, petugas KP2KP akan menggelar di Kecamatan Jatiroto, Pracimantoro, Ngadirojo. Bulan depan secara berurutan dimulai tanggal 4-8 Februari di Kecamatan Eromoko, Baturetno, Jatisrono, Purwantoro dan di Pracimantoro. [Bagus]


17

BIROKRASI

Bupati Danar Rahmandto Menyerahan cindera mata PROF.DR. Didin Hafidhuddin / Foto Humas

Pentasyaruban Gerakan 1 Milar untuk Anak Yatim Piatu WONOGIRI - Ketua Umum Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Prof. Dr. Didin Hafidhuddin mengajak kepada seluruh umat muslim khususnya warga masyarakat Wonogiri untuk membiasakan diri berinfaq, sodaqoh dan zakat. “Jadikan Infaq, Sodaqoh dan Zakat sebagai lifestyle atau gaya hidup kita,” ajaknya saat menyampaikan tauziyahnya pada acara Pentasyaruban Gerakan 1 Milar untuk Anak Yatim Piatu dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-272, Minggu (12/5) bertempat di AlunAlun Kabupaten Wonogiri. “Seringkali jika kita menerima gaji, langsung dibagi untuk berbagai kebutuhan, namun menyisihkan untuk zakat kadang lupa, oleh karena itu marilah pertama kali yang kita lakukan

PROF.DR.DIDIN HAFIDHUDDIN : Jadikan Infaq, Sodaqoh Dan Zakat Sebagai Gaya Hidup Kita adalah disaat menerima rizki sisihkan 2,5 persen untuk zakat selanjutnya silakan untuk yang lainnya.” Didin juga menyampaikan bahwa dengan membiasakan diri berinfaq, bersodaqoh dan berzakat maka kita akan mendapatkan dua karunia dari Allah SWT yaitu ketenangan dalam hidup dan terpenuhinya kebutuhan kita berapapun penghasilan yang kita peroleh. “Setiap manusia tidak akan pernah terlepas dari masalah, namun dengan beramal maka dalam menghadapi masalah akan dapat kita atasi dengan ketenangan,” jelasnya. Menurut Ketua Panitia, Drs. Budisena, MM disampaikan bahwa acara ini di-

hadiri kurang lebih 3000 pengunjung yang terdiri dari Muspida, para Kepala SKPD, para Kepala Sekolah dan Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Puskesmas serta anak yatim piatu se-Kabupaten Wonogiri.

kan dalam bentuk tabungan.

Dalam acara tersebut Bupati Wonogiri, H. Danar Rahmanto didampingi Prof. Dr. Didin Hafidhuddin beserta Sekda Kabupaten Wonogiri, Drs. Budisena, MM menyerahkan bantuan dana sejumlah Rp 841.542.300,kepada sejumlah 415 anak yatim piatu yang tersebar di 25 kecamatan seKabupaten Wonogiri terdiri dari 27 anak TK, 176 anak SD, 119 anak SMP/ MTSn, dan 88 anak SMA/ SMK/MAN serta 5 anak Tuna Wicara yang diwujud-

Bantuan yang diperoleh dari PNS, Anggota DPRD, perbankan dan Perusda Kabupaten Wonogiri ini tidak sedikitpun dikurangi untuk penyelenggaraan,”Karena pelaksanaan kegiatan ini sudah ada yang menanggung dari pihak ketiga, sehingga uang yang terkumpul dari PNS, Anggota DPRD, perbankan dan Perusda murni diserahkan ke anak yatim piatu, semoga dengan doa mereka Wonogiri akan selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” harapnya [Humas ].

Meski jumlah bantuan belum mencapai 1 milyar namun Bupati Wonogiri optimis bahwa dalam bulan Mei ini nanti seluruh bantuan akan genap 1 Milyar yang akan langsung diserahkan ke anak yatim piatu.


18

HUKUM Rutan dan RSUD Kerjasama Rehabilitasi Korban Narkoba

dengan Napi lainnya dipisahkan lintas Blok. Blok anak dan wanita juga masing masing dipisahkan.

Sekjen Kemenkumham RI, DR. Bambang Rantam saat sambutan HUT Pemasyarakatan ke 49 tahun WONOGIRI - Sejak awal tahun ini, Rutan Kelas II B Wonogiri dengan RSUD Soediran Mangun Soemarso (SMS) menjalin kerja sama (MoU/ Memorandum of Understanding) dalam bidang rehabilitasi Narapidana (Napi) Narkotika. Saat ini jumlah Napi khusus Narkoba mencapai sekira 90 orang, sebanyak 79 orang Napi diantaranya adalah titipan dari Rutan dan atau Lemabaga Pemasyarakatan dari Kabupaten/ Kota lain di Indonesia, dan Jawa Tengah. MoU tersebut tertuang dalam surat bernomor W9.EBB.PK.01.08.03.673. dan Nomor 26/ RSUD/XI/2013 yang ditandatangani oleh Kepala Rutan II B Wonogiri, Oga G Darmawan Amd.IP.SSoos.MH.Msi dan dr Setyarini MM selaku Direktur RSUD SMS Wonogiri. Dengan MoU tersebut, pihak RSUD SMS Wonogiri telah ditugaskan dokter psikolog dan dokter saraf, dr Romy. Dokter itu bekerja sama dengan dokter Rutan, dokter Sony. Napi Narkoba yang direhabilitiasi antara lain mantan pemakai sabu sabu ekstas, heroin dan putaw. Sekjen Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. DR. Bambang Rantam kepada Jateng Pos mengemukakan, bahwa tujuan pemindahan para Napi Narkoba dari Jakarta dan Pekalongan ke Wonogiri karena telah terjadi kelebihan penghuni di Rutan asal. “Tidak tidak tujuan lain, kecuali dalam rangka

memberikan kenyamanan bagi para Napi Narkoba. Karena di sana (di Rutan/Lapas Jakarta dan Pekalongan) telah over kapasitas,” kata Sekjen sembari memimpin gerak jalan santai dalam rangka HUT Pemasarakatan ke 49 tahun. Oga menambahkan, di Rutan Wonogiri tidak ada (belum ada) Napi Narkoba yang tergolong pengedar. Yang ada adalah Napi mantan pemakai. Para Napi Narkoba Rutan Wonogiri setiap hari Sabtu diterapi mentalnya dan fisiknya oleh tim dokter RSUD SMS dan Rutan Wonogiri. Tim dokter sepakat tidak memungut jasa pelayanan rehabilitasi Napi Narkoba. “Rutan Wonogiri beberapa waktu lalu didrop Napi Narkoba sebanyak 79 orang. Itu kiriman tiga kloter dari Jakarta. Sebelum saya di sini juga ada kiriman Napi Narkoba dari Klaten, Sragen dan Solo,” kata Oga. Dijelaskan, bahwa kiriman Napi sebanyak itu sebelumnya penah direhabilitasi di Rutan Pekalongan. Namun di Rutan Pekalongan terendam banjir, sehingga hasil survey Kemenkumham dipindahkan ke Rutan Wonogiri. Mereka adalah Napi Narkoba dengan vonis kurang dari 5 tahun. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten/ Kota di Jawa dan luar Jawa. Mereka ditempatkan di blok husus Narkoba. Karena memang di Rutan Wonogiri, antara Napi Pidana Umum

“Kecuali para Napi yang sedang mengikuti ibadah atau penyuluhan rohani, atau berolahraga mereka baru ngumpul,” katanya. Mandi, makan dan bekerja juga bergantian. Situasi dan kondisi di dalam Rutan Wonogiri dikunjungi oleh Sekjen. Tak terkecuali, Toliletpun dikunjungi. Di sisi lain, kehadiran Sekjen Kemenkumham RI di Rutan Wonogiri terungkap, bahwa ternyata di usianya yang telah mencapai 49 tahun baru kali ini dikunjungi oleh pejabat eselon I, setingkat Sekjen Kemenkumham RI. Tepatnya sejak berdiri pada tahun 1952. Terungkap pula, ternyata tingkat hunian di Rutan II B Wonogiri telah melebihi pagu anggaran. Pagu anggaran untuk 128 orang. Tetapi Rutan Wonogiri dihuni 300-an Napi dan Tahanan. Fakta lain, Napi-nya lebih banyak dari pada tahanannya. Berbanding 27 tahanan dengan 235 Napi. “Maret ini kas sudah habis, bulan depan terpaksa ditalangi pihak ketiga, tahun lalu juga,” katanya. Kondisi berbalik, terjadi di Rutan Kabupaten/ Kota lainnya. Misalnya di Salatiga jumlah Napinya (warganya) sedikit tetapi pagu anggarannya belebih. Kondisi anggaran yang berlebih itu bisa dialihkan ke Rutan ke Wonogiri. Rutan Wonogiri juga telah layak menjadi Lembaga Pemasyarakatan. Sebab Napi lebih banyak Tahanannya. Lapas berfungsi sebagai pembinaan. Meski demikian kehadiran Sekjen menjadi penyemangat Kepala Rutan dan Staf, keluarga dan warga Rutan untuk melayanai secara profeisonal. Sekjen juga tampak senang setelah menyaksikan kondisi Rutan Wonogiri bersih nyaman sehat dan asri. Rutan Wonogiri dikelilingi Sungai Bengawan Solo di sisi Timur dan Pegunungan di Sisi Barat. Lingkungan tenang dan bersahabat. Sekjen berpesan, bawha Program Menhukukham RI harus disukseskan Gerakan BerseRRI. Bersih dan nyaman tidak perlu anggaran besar. Cukup dengan itikad baik bersama-sama. [Bagus]


19

SOSOK Didik Anak Larang Pacaran WONOGIRI - Di jaman teknologi gaul seperti sekarang, mungkin pacaran menjadi hal yang lumrah. Sebaliknya tidak berpacaran dianggap sebagai ketinggalan jaman. Semakin tinggi latar belakang pendidikan, agama dan budaya, tentu semakin memahami bawha pacaran sama sekali tidak membawa keuntungkan bagi siapapun. Salah satu upaya menjaga “kesucian” anak anaknya agar tidak berpacaran, maka orang tua harus berani tegas melarang anaknya berpacaran. Baik anak lelaki maupun -terlebih- bagi anak perempuan. Sehingga anak tidak terjerumus ke lembah pergaulan bebas. Strategi pendidikan moral tersebut salah satunya diterapkan oleh Imam Sutarko ST. Imam adalah warga Perumahan Pokoh Kidul Wonogiri Kota. Saat ini, pria pendatang asal Kabupaten Cilacap ini menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang Pendidikan TK-SD Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Imam Baru setahun lebih menduduki jabatan ini. Tepatnya sejak September 2011 silam. Sebelumnya, ia adalah staf di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Saya anaknya tiga, alhamdulillah kebetulan perempuan semua. Semua anak, saya larang pacaran,” katanya. Gayung bersambut. Pola pendidikan saklek didukung oleh istrinya, Eni Lindawati warga asal Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri itu. Juga disambut positif oleh ketiga anak-anak perempuannya. “Anak anak saya menurut semua. Anak pertama saya sampai kuliah tidak pernah berpacaran,” tutur Imam. “Semester lima dapat kenalan, keb-

Imam Sutarko Kasi Sarpras TK-SD Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri dan menjadi ideologi dalam diri anak. Anak juga perlu dimotifasi agar percaya diri. Bahwa anaknya mempunyai kelebihan. Sehingga tidak mungkin, kelak tidak mendapatkan jodoh. Misalnya anaknya, mempunyai kelebihan pada kecantikannya, pendidikannya, ketrampilannya, dan lain lain. “Yakinkan, bawha jodoh kelak akan Caranya, lanjut Imam adalah deka- datang sendiri,” ujar Imam mantab. ti anak secara phisik dan psikologis. Komunikasikan langsung den- Alumni STM Dr Soetomo Cilacap ini gan anak-anaknya. Berikan contoh menambahkan, mendidik anak tiburuk dampak pacaran. Tidak perlu jauh. dak perlu dengan marah-marah. TiAmbillah contoh di sekitar kita. Se- dak perlu berteriak-teriak. Apalagi baliknya ceritakan contoh yang baik dengan kekerasan. Mendidik anak agar menjadi suritauladan bagi anak harus penuh kesabaran. Sabar tanpa anak. Sehingga kebenaran diyakini batas. Sayang tanpa batas. [Bagus] etulan sudah bekerja, langsung menikah,” katanya lagi. Sampai sekarang, harmonis dan sudah dikaruniai anak. “Jadi saya sekarang sudah menjadi kakek bagi cucu saya,” kata Imam sembari tersenyum. Mendidik anak itu susah susah gampang. Susahnya dua kali gampangnya sekali.


20

NASIONAL Pos Daya Sebagai Upaya Entaskan Kemiskinan Secara Mandiri serta para pimpinan SKPD se-Kabupaten Wonogiri.

Haryono Suyono dan Bupati H Danar Rahmanto berbincang akrab pada peluncuran Pos Daya di Kabupaten Wonogiri

WONOGIRI - Deklarasi Posdaya di alun alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri digelar Selasa (7/5), dilakukan oleh Bupati Wonogiri, H. Danar Rahmanto dan disaksikan oleh Prof. Dr. Haryono Suyono dan Subiakto Tjakrawerdaja se-

laku Ketua dan Sekretaris Yayasan Dana Sejahtera Mandiri. Hadir pula pejabat Muspida, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Organisasi Wanita, LSM, PWRI, pimpinan BUMN dan BUMD

Bupati berharap Posdaya di Wonogiri ini akan menjadi upaya pengentasan kemiskinan secara mandiri. “Point penting pembentukan Posdaya adalah pemberdayaan keluarga miskin,� terangnya.

Juga ditandatangani Naskah Kesepakatan Bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, tentang Pos Pemberdayaan Keluarga Sebagai Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Milenium Development Goals.

Bupati juga menyerahkan bantuan alat dan bahan praktek pengolahan hasil perikanan dari Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI yang diwakili oleh Drs.Mulyoto MM kepada Ibu Suratmi selaku wakil dari Kelompok Pengolah Perikanan Luhur Mulyo Desa Sendang Wonogiri.

Acara dimeriahkan dengan Pameran Produk Unggulan dari SKPD terkait, penampilan Band Nekad dari Kelompok Difable Wonogiri, Pantomim oleh Nandi siswa SLB B-C YMS Ngadirojo peraih juara Harapan II Nasional Tahun 2011 dan Pertunjukan Kesenian Tradisional Kethek Ogleng, yang merupakan Ikon Pariwisata Wonogiri. [Bagus ]


21

KRIMINAL Terhasut Fitnah , Masa Anarkis Amuk Ponpes Al Ibanah

Gedung Ponpes Al Ibanah tampak dari tepi jalan kampung, Pasca Aksi Perusakan Masa PURWANTORO - Diduga akibat terhasut oleh informasi yang salah, ratusan masa mengamuk melakukan perusakan terhadap fasilitas tempat ibadah dan belajar Pondok Pesantren Al Ibanah di Dusun Dangkrang Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Sabtu malam kemarin. Akibatnya sekitar 75 santriwan dan santriwati diliburkan mendadak. Santriwan/ti terpaksa harus pulang ke rumahnya. Diantara mereka ada yang datang dari luar kota, bahkan luar Jawa. Akibatnya, Ponpes tersebut mengalami kerusakan kaca jendela, dinding kayu dan atap asbes. Berdasarkan informasi yang dihimpun INFOWONOGIRI mengemukakan, aksi masa bergerak sekira pukul 21.05 WIB Sabtu (11/5) kemarin. Awalnya beredar informasi ada seorang santriwati pergi dari Ponpes menuju rumahnya di wilayah Kecamatan Purwantoro. Santriwati tersebut bernama Lisa, yang berganti nama menjadi Khoirun Nisa (13). Nisa menangis sambil berlari menuju ke rumahnya yang beralamat di Dusun Dangkrang RT 01 RW 05 Kelurahan/Kecamatan Purwantoro. Informasi yang didengar ke masyarakat, Nisa dianiaya oleh gu-

runya (ustadznya). Masa terlanjur berkumpul kemudian mengeruduk Ponpes tersebut. Secara kebetulan semalam juga sedang banyak masa yang tengah konsentrasi di tengah kota Kecamatan Purwantoro. Masa bergerak mendatangi Ponpes Al Ibanah. Masa melempari bangunan Ponpes dengan batu. Suasana mencekam. Santriwan/ti yang kebanyakan anak anak menyelematkan diri dengan cara bersembunyi. Sementara sejumlah pengasuh dan pengurus Ponpes berusaha menghadang masa dengan menerikakkan takbir. Anggota Muspika terdiri dari TNI Polri dan Kesbangpolinmas datang dan mengamankan situasi. Pengasuh dilokalisir di dalam masjid sambil berzikir. Sementara masa dihalau sampai membubarkan diri. Sekira pukul 23.00 WIB. Nisa divisum di RSUD Wonogiri. Lisa tidak mengalamai luka parah. Hanya ada goresan kecil di mukanya. “Luka ini akibat bercanda dengan temannya di Pondok, bukan dipukul ustaznya,� ujar ibunya. Versi lain para ustad malam itu tengah menjenguk wali santri yang opname di RSUD Wonogiri. Di Pon-

dok hanya ada ustadzah Rosida. Pukul 11.30 WIB, Nisa lari dari pintu Ponpes ke selatan tanpa mengenakan cadar muka, berpapasan dengan dengan ustad Tarman. Tetapi Nisa tidak menghiraukan. Pukul 19.30 WIB, Nisa berada di tepi jalan arah Kismantoro, sekira 5 KM dari Ponpes Al Ibanah. Nisa mengaku sebagai santri Al Ibanah yang melarikan diri karna dipukul ustadnya. Warga mengantar Nisa ke Kantor Kecamatan Purwantoro. Nisa divisum. Sekira pukul 20.05 WIB, sekitar 250

orang warga mendatangi Ponpes melempari dengan batu. Menurut kejadian serupa telah terjadi dua kali. Pertama anak panah yang mengenai rumah wrga. Kedua, pengelola Ponpes dinilai tidak konsekwen dengan keputusan bersama Muspika. Bahwa setiap ada tamu yang datang ke Ponpes diwajibkan melaporkan ke perangkat Desa. Tetapi kesepakatan itu sampai sekarang tidak pernah dilaksanakan. Dan ketiga terjadi penganiyaan terhadap Nisa. [Bagus]


22

KABAR RANTAU Paguyuban Keluarga Wonogiri

JAKARTA - Bahwa perubahan jaman bergerak cepat dan bahkan sangat cepat, seiring dengan proses kesejagadan (globalisasi) menuju tatanan dunia yang seolah tanpa batas, pada kondisi demikian Orang- orang Wonogiri yang kental dengan jiwa dan tradisi TETRUKO (Migrasi) telah menyebar ke seluruh pelosok Nusantara dan bahkan dunia. Mereka mengarungi samudra, menerobos batas-batas wilayah dan berjuang untuk men gembangkan eksistensi dirinya membangun peradapan kemanusiaan yang setara dengan kelompok masyarakat lain di seluruh Nusantara dan bahkan dunia. Namun ada satu cirri khas orang Wonogiri yang lekat dan tak pernah hilang yaitu keterkaitan dan keciantaannya dengan tanah leluhurnya yang sangat kuat. Ciri lain orang Wonogiri atau minimal berdarah keturunan dari Wonogiri yang juga dikenal adalah etos kerja yang tinggi, hingga akhirnya dimana pun berada mereka berhasil meraih sukses, baik secara ekonomi

rahmi mereka dengan handai taulan dan sanak saudaranya di Wonogiri terus berlangsung.

maupun sosial. Bahwa kini hampir di setiap Provinsi di Indonesia terdapat migran asal Wonogiri atau minimal berdarah keturunan Wonogiri. Proses migrasi dan transmigrasi tampaknya juga member warna kehidupan daerah tujuan mereka. Karena diantara mereka banyak yang menduduki jabatan pemerintahan, lembaga legislative, dan berbagai jabatan pada perusahaan. Karena itu jika dalam sepuluh tahun atau duapuluh tahun lalu belum secara terbuka menyebut dirinya “ Orang Wonogiri” kini telah berbeda mereka telah bangga menjadi orang Wonogiri atau berdarah keturunan Wonogiri, dan umumnya tali silatu-

2010 di Balai Desa Pucanganom Kecamatan Giritontro ketua Umum Drs. H. Sariman dan Pembina Drs. H. Sudarmanto Leles MM dan Drs. H. Menyadari realitas itu kami migran Mirwanto Manuwiyoto MM, dengan dan keturunan migrant asal Wono- beranggotakan Masyarakat wonogiri bersama para pecinta semangat giri dan masing-masing Kecamatan peloporan dan etos kerja migrant sejumlah 25 Kecamatan di Wonogiri asal Wonogiri merasa terpanggil un- ada perwakilannya. tuk mempersatukan dan menghimpun diri dalam suatu wadah organ- Kepedulian di bidang Pendidikan isasi dengan nama PAGUYUBAN PAKARI telah membentuk suaKELUARGA WONOGIRI disingkat tu wadah yaitu TAMAN BACAAN PAKARI dan didirikan pada tanggal MASYARAKAT WONOGIRI di 16 April 2006 dideklarasikan pada deklarasikan pada tanggal 10 agustanggal 7 Mei 2006 dengan tekad tus 2010, yang tujuannya untuk PAKARI “ satu untuk semua” dan mencerdaskan kehidupan bangsa “semua untuk satu” Kepengurusan khususnya masyarakat Wonogiri Paguyuban Keluarga Wonogiri (PA- yang saat ini sudah berdiri delapan KARI) dengan susunan kepengu- Lokasi enam(6) Kecamatan dan inrusan sebagai berikut: ada Dewan syaallah bulan Agustus menyusul Perimbangan Organisasi oleh Drs peresmian empat(4) kecamatan. H. Mirwanto Manuwiyoto MM, De- Serta Pakari saat ini bekerja sama wan Pakar leh Marsekal Madya TNI dengan Pemda Wonogiri ada rencaDaryatmo S.I.P dan Ketua Umum Hj. na untuk Perguruan Tinggi Swasta, Arry Susanto. mudah-mudah program kerja PAKARI ini terlaksana. Sedangkan ketua bidang masing-masin, Ketua Bidang Kemitraan Dibidang Sosial Paguyuban KeluarDrs. H. Sudarmanto Leles MM, Ket- ga Wonogiri (PAKARI) bantuan air ua Bidang Usaha, Drs. H. Ngadino bersih tiap tahunnya ke tiga KecaMBA, ketua bidang Keanggotaan, matan yang kekering diantaranya H. Baku Hartono, dan ketua bidang di Wonogiri bagian selatan. Saat hukum dan humas Suyatno. ini PAKARI mencari jalan keluarnya bagaimana cara untuk menanggulangi Wonogiri bagian selatan tidak Beberapa Program kerja Paguyuban Kekurangan air bersih tiap tahunnnKeluarga Wonogiri (PAKARI) se- ya. (SAS waksekjen pakari). bagai wujud kepeduliannya kepada masyarakat Wonogiri adalah Pembinaan Kelompok Tani MANUNGAlamat Pakari : GAL PAKARI, yang bergerak di bidan pertanian khusus buah Melon Jalan Lauser No. 72B Kebayoran Baru Jakarta berlokasi di Desa Pucanganom Kecamatan Giritontro dan ketua nya Telepon : 021 - 7266605 Puji Handono Spa. Fax : 021 - 7352276 Dibidang pertanian PAKARI telah membentuk suatu paguyuban yang dinamakan Paguyuban Kelompok Tani Wonogiri yang disingkat PAKETRI (www.paketri.com) , Yang dideklarasikan pada tanggal 15 Mei

www.pakari.org


Drs. Sudarmanto Leles, MM VISI : Mewujudkan Secara Nyata Jaringan -jaringan Pembangunan di tingkat Lokal dalam kerangka Pembangunan Nasional MISI : Mengawal bersama - sama program pembangunan ke depan dari tingkat lokal kabupaten sampai pusat serta mengoptimalkan dana pusat ke daerah yang dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkinguntuk kepentingan masyarakat

Drs. Sudarmanto Leles, M.M. dilahirkan di salah satu kecamatan di Wonogiri, yaitu Nguntoronadi. Setelah lulus SLTA di Wonogiri, berjuang mencari penghidupan dan kehidupan yang lebih baik. Saat itu ia berfikir bahwa jika terus di Wonogiri, impiannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik susah terwujud. Dengan tekad bulat ia keluar dari Wonogiri dan akhirnya mendapatkan tempat di Jakarta, menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pernah kuliah di Kuliah di Unas Jurusan Teknik Akustik, namun tidak sampai lulus. Menamatkan S-1 nya di FISIP Universitas Terbuka. Gelar Magister Managemen juga ia raih di Universitas Terbuka. Demi pengembangan diri, pengembangan bisnis, dan pengembangan jiwa sosialnya, Drs. Sudarmanto Leles, M.M. memutuskan pensiun dini dari PNS dan menekuni bisnisnya. Kini berbagai bidang bisnis berada di genggamannya, di antaranya Konraktor, Percetakan, Advertising, dan Broadcasting. Selama menjalankan bisnisnya, ia tidak pernah lepas dari kegiatan-kegiatan social, terutama yang bersangkutan dengan tanah kelahirannya, Jawa Tengah, dan lebih khusus lagi untuk wilayah Soloraya (Subosukawonosraten). Ia aktif di dunia sosial karena merasa sudah cukup dari sisi pengembangan diri dan keluarga. Anak-anaknya sudah mampu mandiri dan memiliki usaha sendiri. Oleh karena itu, ia merasa sudah waktunya untuk mengabdikan diri di kegiatan-kegiatan sosial, supaya lebih berguna bagi orang lain, terutama bagi masyarakat Jawa Tengah, baik yang di perantauan maupun yang ada di kampung halaman. Bagi warga Jateng di perantauan, ia aktif di Paguyuban jawa Tengah dan Paguyuban Keluarga Wonogiri. Sedangkan untuk warga Jateng di kampung halaman, ia aktif dalam pendirian Taman Bacaan Masyarakat Wonogiri, pendirian Paguyuban Kelompok Tani Wonogiri ( Paketri ) , pemberian bantuan Air Bersih, dan lain-lain. Berbagai aktivitas sosial dan budaya yang berhubungan dengan daerah Jawa Tengah antara lain: 1. Ketua Alumni STM Wonogiri 2. Pendiri Paguyuban Keluarga Wonogiri (Pakari) 3. Ketua Bidang Kemitraan Paguyuban Kel. Wonogiri 4. Ketua Panitia HUT Kab. Wonogiri Ke-466 5. Ketua Panitia Kerjasama Pagelaran Wayang di UI 6. Pembinaan Asosiasi Campursari Seluruh Indonesia 7. Pembina Taman Bacaan Masyarakat Wonogiri 8. Pembina Paguyuban Keluarga Tani Wonogiri 9. Ketua Panitia Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah 10. Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perantauan 11. Ketua Bidang SDM (Kebudayaan & Agama) Paguyuban Jateng 12. Sterring Comitte Mubes Paguyuban Jawa Tengah 13. Relawan Jokowi Ahok 14. Ketua Dewan 3 Penyantun Universitas Wonogiri Di bidang pendidikan, ia saat ini menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT), setelah pada periode sebelumnya menjadi Ketua Umum. Aktivitasnya di IKA-UT mendorongnya membentuk format perkuliahan online, melalui media televisi online yang didirikannya sebagai Media pembelajaran jarak Jauh. Setelah beraktivitas di bidang sosial, budaya, dan pendidikan, ia merasa masih ada yang kurang. Berbagai pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dirasakan masih kurang maksimal dan kurang menyasar. Oleh karena itu, melalui bidang politik, ia bermaksud lebih memajukan potensi daerah, dengan jalan memaksimalkan jaringan yang telah ia bina. Oleh karena itu, setelah sukses ikut mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi Gubernur DKI (saat itu ia menjadi Steering Commite Relawan Jokowi-Ahok), di pemilu 2014 nanti akan turut serta menjadi Calon Anggota Legislatif DPR RI melalui Partai Gerindra, daerah pemilihan Jateng IV (Wonogiri, Sragen, Karanganyar). Semoga niatnya untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah melalui kursi legislatif dapat terlaksana dan betul-betul dapat menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.


Tabloid Infowonogiri Edisi Mei 2013  

Adalah Tabloid dari Wonogiri

Advertisement