Page 1

Mari Sukseskan HPN 2012 di Provinsi Jambi

INFOJAMBI Koran M E N G U P A S

L E B I H

HARGA : Rp 5.000,EDISI 1 November 2011

D A L A M

C M Y B

INFOJAMBI KORAN — Apakah yang is�mewa dari Kabupaten Sarolangun sehingga putra daerahnya banyak yang melesat ke posisi pucuk pimpinan di kabupaten/kota dan di level Provinsi Jambi? Sejak Jambi berdiri tahun 1957 terhitung beberapa tokoh berdarah negeri “Sepucuk Adat Serumpun Pseko’ ini telah ikut memberi warna dan kontribusi kepada pengembangan provinsi ini. MEREKA antara lain H. Abdul Manap (mantan Gubernur Jambi 1966 – 1968) dan ke�ga anaknya, Arifin Manap (mantan Walikota Jambi), Tommy Manap (mantan

Kepala Dinas Perhubungan Provinisi Jambi) dan Zoerman Manap (mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi), Makalam (mantan Walikota Jambi), M. Kamil (mantan

Walikota Jambi), M. Sabki (mantan Walikota Jambi), Prof. Cha�b Quzwain (mantan Rektor IAIN dan pejabat tinggi Depag RI), Prof. Dr. Mukhtar La�f (mantan Rektor IAIN), Muhammad Madel (mantan Bupati Sarolangun), Drs.H. Bahc�ar (mantan Asisten Setda Provinsi Jambi), Maryadi Syarief (mantan Wakil Bupati Sarolangun), H. Hasan Basri Agus (Gubernur Jambi saat ini), Cek Endra dan Pahrul Rozi yang saat ini menjabat bupa� dan wakil bupa� Sarolangun serta banyak lagi tokoh-tokoh pemerintahan/

Cek Endra dan Rozi Lanjutkan Program Pendahulu

pengusaha dan poli�k lainnya. Saat ini penerus tahkta klan Sarolangun ini juga mulai bermunculan untuk generasi pemimpin masa depan di Kabupaten SaINFOJAMBI KORAN - Banyak kasus di Indonesia, ke�ka seorang rolangun dan kabupaten lain pejabat baru terpilih, semua program pendahulunya digulung habis serta Provinsi Jambi, seper� Arif atau �dak dilanjutkan lagi. Tapi kata-kata kesinambungan itu menjadi Munandar (Sekda Tanjabbar), modal kuat bagi Bupa� dan Wakil Bupa� Sarolangun Drs. M. Zaki (Kepala Dinas PerBaca Cek Endra di Hal...11 indag Provinsi Jambi), Hendrizal (Kepala Perwakilan Jambi di Jakarta), Shalahuddin (mantan Ketua Panwaslu Provinsi Jambi), Junaidi Janum (Kabag Protokol Setda Provinsi Jambi), Baca Emang di Hal...10

Catatan Redaksi Melihat latar belakang perjalanan karir beberapa tokoh yang berasal dari Sarolangun, ternyata mereka mencapai puncak karir di pemerintahan dan bidang lainnya, karena etos kerja yang sangat kuat. Sebut saja Bupa� Sarolangun saat ini, H. Cek Endra. Ia memulai karirnya dari penjual botol dan karung bekas. Begitu juga Wakil Bupa� Pahrul Rozi, memulai karir di pemerintahan dari bawah. Berikut profilnya.

H. Cek Endra

Pahrul Rozi

Dari Kecil Berbakat Bisnis

Awal PNS Golongan II/a

LIMA puluh �ga tahun silam sepasang suami isteri di Mandiangin, Sarolangun, H Cek Mak dan Hj Hafni Rosna, dikaruniai seorang bayi laki-laki. Bayi yang lahir pada 17 Maret 1958 itu kemudian diberi nama Cek Endra. Sejak lahir, putra sulung tauke karet ini akrab dipanggil Endra saja. Ke�ka kecil bakat bisnis sudah kelihatan di diri Endra yang menamatkan Sekolah Dasar (SD) di mandiangin, pada 1970. Karung dan botol bekas yang terbuang dari usaha karet ayahnya

NAMA Drs Pahrul Rozi M.Si sudah lama dikenal sebagai seorang birokrat murni dengan pengalaman birokrasi yang sangat matang. Putra Sarolangun kelahiran 31 Mei 1959 ini tumbuh dan besar di Desa Bukit Bulan, Limun, Sarolangun. Didikan orangtuanya yang amat disiplin menghantarkannya menjadi seorang yang sangat taat pada aturan dan penuh dedikasi. Sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1983 dengan golongan II/a, Pahrul mengabdikan dirinya sebagai adbi negara

Baca Dari Kecil di Hal...11

Baca Awal di Hal...11

Op�misme Sarolangun Emas II Oleh : Hermanto Harun DI seluruh pelosok Jambi, tentunya �dak asing dengan nama Sarolangun, satu nama daerah yang sudah familiar, bernilai strategis dan laik diperhitungkan, terutama dalam perspek�f lokal. Akuan ini bukan sekedar kecapan, mengingat, entitas kabupaten

pemekaran ini �dak hanya penting dalam perspektif ekonomi poli�k, tapi juga ‘bernilai’ dalam potret kesejarahan Jambi. Nilai kesejarahan tersebut, dibuk�kan dengan sederetan nama tokoh Jambi yang notebene-nya lahir dari asuhan bumi Sarolangun. Ranah daerah pemekaran dari Kabupaten Sarko (Sarolangun-Bangko) ini telah menyumbangkan beberapa putra terbaiknya untuk provinsi Jambi, dan bahkan hingga kini, ��san darah Sarolangun masih terus mengalir ke hamparan pusaka sejarah dan peradaban negeri melayu Sembilan lurah ini. Kelahiran beberapa tokoh Jambi dari kandungan per�wi Sarolangun, tentunya �dak terlepas dari Baca Optimisme di Hal...10

PKK Sarolangun Sang Juara INFOJAMBI KORAN – Peran Tim Pengerak PKK Kabupaten Sarolangun dalam membantu percepatan pembangunan di daerah ini cukup besar, terutama pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Tim Pengerak PKK Kabupaten Sarolangun yang dikomandoi Ny. Rosita Endra �dak segan-segan turun ke lapangan dengan timnya. Salah satu daerah binaannya pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD), terutama masalah kesehatan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu telah bekerja keras, bahu-membahu PKK, mulai dari �ngkat desa membantu pemerintah dalam upaya sampai kabupaten yang pemberdayaan masyarakat,” puji Bu-

ALAMAT REDAKSI : Gedung InfoJambi Group Lt. 3 Jl. LKH Yoenoes Sains 42 Kebon Handil, Kota Jambi Telp. (0741) 42599

pa� Sarolangun, H Cek Endra. Dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, Tim Penggerak

PKK Sarolangun berkerjasama dengan dinas kesehatan dan dinas lainnya berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dapat dilihat dari angka kema�an bayi sebesar 20 per 1.000 kelahiran hidup. “Hal ini menunjukan prestasi yang cukup baik, bila dibandingkan dengan target indikator Indonesia Sehat 2010, yaitu 40 per 1.000 kelahiran hidup,” ujar Ny. Rosita Endra. Begitu pula dengan Angka Kema�an Ibu yang saat ini sebesar 9 per 100.000 kelahiran hidup, atau di atas target indikator Indonesia Sehat 2010, Baca PKK di Hal...10

E-mail : infojambi@yahoo.com


2

INFO-Kami

EDISI 1 November 2011

MENGUPAS LEBIH DALAM

Bersinergi……Jokkkkkkkk

INFOJAMBI Koran— Media on line www. infojambi.com sudah berumur �ga tahun lebih. Sebagai media on line yang pertama di Provinsi Jambi banyak suka dan dukanya untuk mempertahankan kelangsungan media lewat interet ini. Awal-awal berdiri, tampilan sangat sederhana. Perlahan tapi pas� tampilan mulai berubah sesuai dengan perwajahan sebuah media on line. Tantangan terberat dari sebuah media on line adalah kemampuan untuk terus konsisten dengan mempublis berita se�ap saat atau se�daknya se�ap hari. Hingga kini ke konsistenan awak Infojambi. com masih berkobar-kobar untuk terus menghadirkan berita yang real �me, walau terkadang-kadang cara kerjanya seperti awak media cetak harian. Berita-berita dipublis sore atau malam hari. Walaupun demikian, Infojambi.com akan terus memperbaiki kualitas dan kuan�tas dari berita-beritanya. Karena saat ini Infojambi dipercaya oleh-oleh kawan-kawan media mingguan dan harian untuk berlangganan berita. Pada posisi itu Infojambi memiliki misi sosial, agar kawan-kawan

mingguan yang kekurangan wartawan dan berita bisa terbit. Kalau mengikuti perkembangan media saat ini, koran besar hingga kecil membuat media on linenya setelah korannya eksis dan dikenal. Salah satu tujuannya untuk mensinergikan media on line dan koran serta mempersiapkan bila sewaktu nan� koran akan di�nggalkan masyarakat dan beralih ke media on line. Tapi lain bagi Infojambi, hadir dulu media online dengan nama www.Infojambi.com setelah berkiprah dijagat maya dan mulai dikenal masyarakat barulah lahir koran dengan nama Infojambi Koran yang minimal terbit satu kali sebulan. Terbitnya Infojambi Koran, sebagai pelengkap dari media yang dimiliki oleh group dengan bendera PT. BUMI (Bahana Utama Media Internusa). Group ini menaungi media on line (infojambi.com), cetak (Infojambi Koran), radio (Raja FM- siaran percobaan) dan televisi (A TV – nunggu izin). Kehadiran Infojambi Koran, suatu langkah untuk mensinergikan seluruh media yang ada di group BUMI. Selain itu untuk meluaskan segmen pembaca. Kalau media on

line segmennya kalangan menengah ke atas dan anak-anak muda perkotaan. Sementara untuk segmen Infojambi Koran semua kalangan dan masyarakat yang belum terjangkau akses internet. Infojambi Koran akan dibagikan gratis 500 eks kepada seluruh masyarakat Jambi, terutama di pan�-pan� asuhan/sosial serta masyarakat lainnya. Kalaupun ada yang dijual merupakan sebuah sinergi dari yang membeli dan yang gra�s. Dalam is�lah ekonomi publik subsidi silang. Terbit perdananya Infojambi Koran bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sarolangun yang ke-12 tanggal 14 Nopember 2011…. Selamat Ultah dan selamat hadirnya Infojambi Koran… Moga Kabupaten Sarolangun dan Infojambi Koran terus maju dan bermanfaat bagi banyak orang…. (Mursyid Sonsang/Direktur Utama PT. BUMI)

Setelah Baca InfoJambi, HBA Curahkan Perha�an Khusus ke Aisyah INFOJAMBI Koran — Ha� Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) langsung tersentuh begitu membaca infojambi.com yang memberitakan kondisi Aisyah, bayi berusia 3 tahun yang tidak memiliki saluran anus untuk buang air besar. HBA langsung memerintahkan pihak terkait, dinas sosial dan dinas kesehatan, memberi perhatian khusus pada Aisyah. Seperti biasa, tiap hari berita-berita dari media online infojambi.com diprint-out oleh staf rumah dinas gubernur. Berita-berita yang dianggap penting dan membutuhkan perhatian cepat dari gubernur disodorkan langsung ke meja kerja HBA. Hal itu dilakukan karena gubernur tidak selalu sempat membuka internet setiap hari. Seperti diberitakan infojambi.com, kondisi Aisyah sangat memperihatinkan. Untuk buang air besar terpaksa dilakukan lewat perut hasil operasi. Meski pertumbuhannya sama dengan anak lain seusianya, Aisyah sedikit mengalami keterbelakangan mental dan belum bisa bicara. Menurut Solika, warga KM 13 RT 19 Desa Pondok Meja, Mestong, Muaro Jambi, anak bungsu dari tiga bersaudara itu lahir dengan kondisi masih dibalut selaput ari-ari tanpa pertolongan siapapun. Awalnya Solika tidak tahu anaknya tidak punya lubang anus. Ia baru tahu selang sehari Aisyah lahir. Solika dan suaminya, Suhartono, kemudian membawa Aisyah ke RSU Raden Mattaher Jambi. Aisyah pun dioperasi dibagian tengah perutnya untuk

pembuatan saluran pembuangan mirip anus. Namun operasi masih harus dilakukan beberapa kali lagi, agar kondisi Aisyah bisa normal seperti anak-anak sehat lainnya. “Kato dokter Aisyah harus jalani tigo kali operasi. Yang pertamo sudah, dibagian tengah perutnyo. Operasi keduo dan ketigo mau dibuat lubang anusnyo. Tapi sayo belum sanggup, kareno dak ado biayo,” cerita Solika. Solika mengungkapkan, saat ini anaknya Aisyah hanya mengkonsumsi makanan biasa. Ia tidak berani memberikan makanan dari jajanan di warung, karena bisa membuat Aisyah kesakitan saat buang air besar. Solika berharap ada pihak yang sudi membantu anaknya menjalankan operasi selanjutnya, agar bisa hidup normal. Dokter Puskesmas Pondok Meja, dr Rendra Ferdiyan, menjelaskan, penyakit Aisyah yang terlahir tanpa lubang anus dalam istilah kesehatan disebut atresia ani. Penyakit itu oleh kelainan bawaan atau faktor genetik. Kondisi Aisyah masuk kategori tidak sehat, lantaran hanya mengandalkan lubang pembuangan hasil operasi di perutnya. Menurut dr Rendra, pembuangan kotoran di perut Aisyah sangat rentan terkena infeksi. Penyakit itu bisa juga disebabkan kurangnya asupan gizi saat ibu Aisyah mengandung. Namun begitu faktor asupan gizi sangat kecil kemungkinan menyebabkan atresia ani. Rendra menyarankan Aisyah secepatnya menjalani terapi dan operasi pembuatan lubang anus. (rdw/wan)

Izwan Akhiri Lajangnya

INFOJAMBI KORAN — Redaktur senior media online infojambi.com, Izwan Sholimin, dalam waktu dekat akan segera mengakhiri status bujangannya. Sarjana peternakan Universitas Jambi (Unja) itu sudah resmi melamar kekasih ha�nya, Dewi Aryani (29). Peresmian lamaran pria kelahiran 1 Oktober 1984 itu ditandai dengan pertunangan, berupa pemasangan cincin oleh Izwan ke jari len�k sang pujaan ha�, di rumah orang tua Dewi Aryani, di Sungai Duren, Muaro Jambi. Prosesi pertunangan berlangsung khidmat, disaksikan keluarga besar keduabelah pihak. Izwan yang iden�k dengan kepala model plontos datang ke rumah calon mertuanya diantar sanak-famili dan para tetangga sekitar rumahnya, di Lorong Kemajuan, Mendalo. Tampak hadir pula rekan-rekan sejawat-

InfoJambi.com dan Keluarga Danny MENGUPAS LEBIH DALAM Diterbitkan Oleh

: CV. Jambi Portalindo

Pimpinan Umum Pemimpin Redaksi Wakil Pemimpin Redaksi

: H. Mursyid Sonsang : Doddi Irawan : Hj. Asnelly RD

Redaktur Pelaksana Redaktur

: Izwan Sholimin, H. Syafruddin : Hery FR, Aldi Panri

Reporter Kota Jambi Muaro Jambi Kerinci/Sungai Penuh Merangin Sarolangun Bungo dan Tebo Batanghari Tanjung Jabung Timur Tanjung Jabung Barat Tungkal Ulu dan Merlung

: Iman Kurnia, Suhairi, Tasman Kohar, Lery RD, Muhammadiyah : Raden Wahyudi : Amir Syam : Sudaryanto : Rudy Ichwan : Budi Utomo : Afrizal J Toisuta : Suhaili : R. Simanjuntak, : M. Hatta Z

Perwakilan Jakarta

: Bambang Susanto

Bagian Pemasaran/Sirkulasi : Abdul Mu’in Bagian Keuangan : Edy Martias Penasehat Hukum

: Kantor Hukum dan Keadilan Terpadu (KHKT) Jambi

Alamat Redaksi : Gedung InfoJambi Group Lt. 3 Jl. LKH Yoenoes Sains 42 Kebon Handil, Kota Jambi Telp. (0741) 42599 email

: infojambi@yahoo.com

Percetakan

: PT. Jambi Press Intermedia

Isi diluar tanggung jawab percetakan

INFOJAMBI KORAN – Awak InfoJambi Group ikut berduka atas wafatnya Danny Siswanto, seorang wartawan kawakan di Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Pasalnya, sepekan sebelum wafat, Danny baru saja bergabung dengan InfoJambi. Awak nfoJambi mengunjungi keluarga almarhum, di rumahnya, Gang Kelinci Kuala Tungkal, beberapa waktu lalu. Kedatangan pimpinan InfoJambi Group, Drs H Mursyid Sonsang bersama para kru lainnya itu lantaran sebelum wafat Danny ak�f mengirim tulisan ke media online infojambi.com. Mereka datang menyampaikan langsung ungkapan belasungkawa kepada keluarga

almarhum. Mursyid dan kawan-kawan disambut oleh isteri almarhum, Eka Gusriani. Selain awak infojambi, juga hadir beberapa anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jambi, R Simanjuntak dan Yunasri Basri. Saat bertakziah ke rumah duka, raut sedih masih kentara terlihat di wajah isteri almarhum. Di rumah papan milik mertua almarhum masih terlihat suasana berduka. Ruang tamunya masih kosong melompong. Tidak ada kursi tamu atau perabot lainnya. Hanya ada bentangan karpet, karena se�ap malam di ruangan itu diadakan Baca infojambi di Hal...11

nya. Bahkan, pimpinan InfoJambi Group yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Jambi, Drs H Mursyid Sonsang, ikut mengantar. “Kebahagiaan Pak Izwan adalah kebahagiaan keluarga besar InfoJambi Group juga. Beliau memang sudah lama ingin menikah. Sebentar lagi beliau akan mengakhiri masa kesendiriannya. Harus didukung. Ini kegembiraan kita semua,” ujar Mursyid, seusai menyaksikan prosesi tukar cincin. Pak Iz —begitu Izwan biasa dipanggil rekan-rekannya di infojambi— mengaku kenal dengan calon isterinya itu dari salah seorang teman kuliahnya. Ceritanya, suatu hari Pak Iz dan teman-temannya karaokean di Inul Vista, Kota Jambi. Seorang temannya membawa teman lain ke tempat mereka karaokean. “Kami pertama kenal di Inul Vista. Waktu itu ada teman yang ikut karaoke membawa temannya. Saya lihat manis juga temannya itu. Kami pun kenalan. Setelah itu kami sering ketemu, dan jatuh cintalah saya padanya,” kisah Pak Iz yang suka bercanda itu sambil tertawa. Pak Iz seper�nya begitu mencintai sang belahan jiwanya yang bekerja sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3) itu. Mereka terlihat sudah sangat akrab. Meski dihadapan keluarga besar masing-masing, Pak Iz tenang-tenang saja memegangi tangan Dewi dan memasukkan cincin tunangan yang dibelinya dengan uang tabungan sendiri. Ada cerita menarik dari pertunangan Pak Iz dengan Dewi ini. Menurut cerita Pak Iz, mereka kenal baru sekitar 4 bulanan. Namun, hubungan asmara antara keduanya sudah seper� bertahun-tahun. Tanpa berunding dulu dengan ibunya, diam-diam Pak iz mengajak Dewi menikah. Cincin tunangan pun ternyata sudah dibelinya. Setelah cincin dibeli barulah Pak Iz memberitahukan ibunya, yang saat itu sedang berada di rumah anak sulungnya, di Rimbo Bujang. Sang ibu yang mendengar keinginan anak bungsunya itu seper�nya �dak sanggup menolak. Ia pun langsung memberitahu sanak-keluarganya soal anaknya yang sudah tak tahan lagi ingin menikah. Alhasil, lamaran pun dilakukan sesegera mungkin. Selamat Pak Iz.... (red)

MAT SULO + TERBIT PULO INFOJAMBI KORAN - Ah…paling-paling �go kali terbit !!! + EMANG MANTAP ANAK SAROLANGUN - Aponyo yang mantap, Jok ??? + APBD JAMBI KENO “LAMPU MERAH” -Makonyo jangan terimo pegawai terus… + BATIK JAMBI, BATIK ORANG GEDONGAN -Ya iyalah…masa ya iya donk… + OIII JOK… PSK BAKAL KENO DENDO - Nah…lokak naek tariff… + OKNUM POLISI BUNGO JUAL GANJO PULO - Dari pado jual Bungo enak jual ganja…


MENGUPAS LEBIH DALAM

PROVINSI

EDISI 1 November 2011

Pemprov Jambi Keno “Lampu Merah”

INFOJAMBI KORAN — Manajer Hubungan Eksternal Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng, menilai, meskipun sudah 10 tahun otonomi daerah berjalan namun �dak membawa perubahan nyata. Bahkan, selama era transisi �dak memberikan perubahan lantaran pemerintah �dak berbuat nyata. ”Pemerintah kita masih primi�f. Pemerintahan modern yang nyata itu �dak ada,” kata Robert, dalam diskusi DPD-RI bertajuk Quo Vadis Otonomi Daerah, beberapa waktu lalu.

Robert mengungkapkan, dilihat dari sisi instrumen belanja fiskal, rata-rata 58 persen APBD habis hanya untuk membiayai belanja aparatur. Sekitar 60 persen daerah masuk kategori lampu kuning dalam belanja aparatur. Di beberapa daerah belanja fiskal cukup �nggi, sehingga dikategorikan masuk lampu merah. Provinsi Jambi sendiri termasuk daerah yang belanja fiskalnya cukup besar, sekitar 90 persen. “Anehnya, sejak 2007 hingga sekarang ini trend APBD untuk belanja pegawai mengalami peningkatan. Ini sangat berbahaya.

Angka bisa dikelola. Tapi tren ini bahaya, karena 60 persen daerah masuk lampu kuning,” papar Robert. Ditambahkan Robert, pada sisi regu-

3

lasi kondisi ini sangat mencemaskan. Di daerah otonomi bertaburan berbagai regulasi, tapi satu sama lain bertabrakan. (ij)

Semua Daerah Samo Bae PWI Jambi Dapat Mobil Elok INFOJAMBI KORAN - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Jambi mendapat bantuan pinjam-pakai mobil dinas dari Pemprov Jambi. Mobil jenis minibus merk Suzuki APV itu diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H Fachrori Umar, kepada Ketua PWI Jambi, Drs H Mursyid Sonsang, belum lama ini. Mobil pertama yang diterima PWI Jambi sejak didirikan 2 Oktober 1963 silam itu diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83, di lapangan Kantor Gubernur Jambi, belum lama ini. Menurut Ketua PWI Cabang Jambi, Mursyid Sonsang atas nama wartawan dan PWI sangat berterima kasih kepada Pemrov Jambi dan Bapak Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri

Agus yang telah memberikan bantuan mobil ini. “Mudahan mobil ini dapat mendukung kegiatan para wartawan dalam peliputan serta mendukung kegiatan PWI dan HPN.” ujarnya. Untuk mengatur pengunaan mobil, PWI membentuk Tim Kecil yang nan�nya akan membuat aturan dimana mobil di simpan, siapa saja yang boleh memakai serta untuk kepentingan apa saja . “Ya kita buat tim membuat aturan pemakaiaannya, jangan jangan berkah yang diterima menjadi balak,” jelasnya. Selain PWI, bantuan mobil juga diterima oleh Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama, Pengurus Mesjid Agung Al-Falah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dekranasda Jambi. (dod)

Anak SMP dan Gurunyo Dila�h Bikin Berita INFOJAMBI Koran — Untuk meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam menulis jurnalis�k di media sekolah dan media umum, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar pelatihan penulisan jurnalis�k �ngkat SMP se-Provinsi Jambi, 29 - 31 Oktober 2011, di Hotel Ratu Conven�on Centre (RCC), Kota Jambi. Acara dibuka Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs. Idham Kholid diwakili Kabid Pendidikan Dasar, Drs. Abdul Manaf, diiku� 15 siswa dan 15 guru dari kabupaten/ kota di Provinsi Jambi. Dalam kata sambutan Idham Kholid berharap para siswa yang ikut pela�han mampu menulis di majalah dinding (mading) mereka masing-masing, bahkan di media umum sesuai dengan penulisan standar jurnalis�k. Sedangkan bagi guruguru pembina mading, mengetahui seluk beluk mengelola mading dan seluk beluk dunia wartawan, terutama masalah kode e�k. Kegiatan itu digelar juga untuk menyemarakkan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 di Provinsi Jambi, yang acaranya dikhususkan untuk kalangan Diknas. Untuk HPN sendiri, tambah Idham, Diknas membangun perpustakaan pers di komplek perkantoran PWI Cabang Jambi di Kota Baru dan membantu kegiatan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) 15 Nopember 2011 di Kota Jambi. “Ya..sesuai pesan Pak Gubernur, kita dukung HPN ini agar sukses dan bermanfaat bagi masyarakat dan kalangan wartawan

di Jambi khususnya dan Indonesia umumnya,” jelasnya. Pimred Infojambi.com dan juga Ketua PWI Cabang Provinsi Jambi, Drs.H. Mursyid Sonsang, sangat memberikan apresiasi positif dengan kegiatan dan bantuan yang diberikan Diknas untuk semaraknya HPN. “Kegiatan ini sangat posi�f. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Kepala Diknas,” ujarnya. Para siswa yang ikut pela�han merasa senang ikut pelatihan itu. ”Ternyata menulis berita itu tidak terlalu sulit setelah kami dijelaskan menulis memakai prinsip 5 w tambah 1 h. Kami berterima kasih sama Diknas diikutkan pela�han ini,” ujar Siska. “Kalau dapat kegiatan ini ado kelanjutannyo, seper� lomba mading se-Provinsi Jambi,” �mbal temannya yang lain. Sedangkan dari padangan seorang guru yang ikut pelatihan. ”Sekarang kami baru tahu bagaimana menghadapi wartawan, selama ini kami ketakutan kalau wartawan datang. Jadi wartawan itu punya kode e�k juga ya..,” ujar Agraini. Dalam pela�han ini ber�ndak sebagai narasumber dari berbagai kalangan diantaranya wartawan senior Drs.H. Mursyid Sonsang (Pimred Infojambi.com), Hasanah Samhudi (Pimred Tribun), pakar dari Unja (Prof. Dr. Syarjawi, Dr. Maryono), Diknas (Drs. Abdul Manaf, Ir. Suryadi, Drs.H.A. Yani Iriansyah) dan narasumber lainnya. (pm)

INFOJAMBI KORAN – Dalam melaksanakan pembangunan Pemprov Jambi tidak pernah membeda-bedakan atau menganak-tirikan) suatu daerah. Semua daerah mendapat perlakuan sama. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H Fachrori Umar, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Sungai Penuh, belum lama ini, dengan salah satu agenda mengunjungi infrastruktur jalan. Menurut Wagub, perbaikan jalan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mendapat perha�an sama dengan daerah lain. Pemprov Jambi akan terus berupaya memperbaiki jalan di dua itu. Fachrori menjelaskan, dari total 1.480 km panjang jalan di Provinsi Jambi, hanya 31 persen yang kondisinya baik. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya memperbaiki ruas jalan yang masih rusak, termasuk di Sungai Penuh dan Kerinci. “Infrastruktur jalan perlu mendapat perhatian. Tidak ada perbedaan antara daerah

yang satu dengan yang lain. Namun tentunya perbaikan harus dilakukan secara bertahap,” ujar Fachrori. Pemprov Jambi menyadari infrastruktur jalan yang baik akan menunjag ekonomi masyarakat, khususnya untuk memasarkan hasil pertanian. Wagub mengaku tahu selama ini petani di Sungai Penuh dan Kerinci kesulitan memasarkan hasil pertanian karena buruknya kondisi jalan. Mengenai pemanfaatan lahan pertanian di Sungai Penuh dan Kerinci, dinilai Wagub belum maksimal. Ia melihat pola fikir sebagian besar generasi muda

daerah itu lebih cenderung memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) daripada mengolah lahan pertanian. Hal itu disebut Fachrori sebagai salah satu penyebab banyaknya lahan pertanian yang terbengkalai. Ironisnya, �dak sedikit areal sawah yang beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. “Mengu�p perkataan Pak Jusuf Kalla, lahan pertanian jangan dijadikan lahan gedung. Kita harus berupaya memajukan perekonomian daerah, khususnya pertanian dengan memperbaiki infrastruktur jalan yang ada,” ujar Fachrori. (hms)

Kato Murasman Kerinci Cukup Maju INFOJAMBI KORAN — Bupa� Kerinci H Murasman mengkalim program-program pembangunan yang dilakukan di daerah itu dalam setahun terakhir menunjukkan kemajuan. Hal itu diungkapkan Murasman dalam rapat paripurna is�mewa DPRD Kerinci memperinga� HUT ke-53 Kabupaten Kerinci, beberapa waktu lalu. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kerinci, H Liberty. Keberhasilan pembangunan Kerinci digambarkan Murasman dari aspek ekonomi makro daerah. Produk Domes�k Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kerinci berdasarkan harga berlaku tahun 2010 yang mencapai Rp3,07 triliun meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,65 triliun. Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan trend posi�f. Dimana pada tahun 2010 sebesar 5,89 persen, lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 5,88 persen. Selain itu, pemerintah kabupaten Kerinci menggambarkan prioritas pembangunan tahun 2011. Diawali dengan percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah kabupaten Kerinci telah mampu meningkatkan dan memperbaiki jalan, sehingga jalan di Kabupaten Kerinci dalam kondisi baik menjadi 268,6 km. Pemkab Kerinci juga telah melakukan pembukaan jalan baru sepanjang 9,5 km, dan pembangunan lima unit jembatan, pemasangan bronjong,

pemeliharaan turap, serta peningkatan pelayanan angkutan. Klaim Murasman berlanjut ke kondisi jaringan irigasi. Menurutnya, pada 2011 ini, Pemkab Kerinci telah mampu menangani dengan berbagai intervensi kegiatan pembangunan, sehingga meningkatkan jaringan irigasi pada status baik 9.345 hektar di tahun 2010 menjadi 12.125 hektar pada posisi bulan September 2011. Untuk sektor peningkatan sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman. Pembangunan dilaksanakan dalam rangka menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat dengan program bantuan peningkatan kualitas perumahan dan bantuan s�mulant perumahan swadaya masyarakat, dengan menyediakan sarana

prasarana lingkungan, seper� drainase dan jalan lingkungan serta pembangunan sarana MCK plus-plus, disamping berbagai pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sakti Alam Kerinci. Bupa� juga menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, baik �ngkat Provinsi maupun �ngkan nasional. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan perekonomian masyarakat, menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa, pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian lingkungan hidup, dan menciptakan Kerinci Aman, Damai dan Demokra�s. (hms)

Kantor Pusat

Jl. Prof. M. Yamin No. 26 Jambi - Sumatera - Indonesia Telp. :

Faxmile

0741 - 27876 0741 - 27695 0741 - 27693 0741 - 24671 0741 - 7556027 (0741) - 27696

PO Handoyo PENUMPANG TIDAK DITRANSITKAN Berangkat Setiap Hari : JAMBI - PONOROGO Alamat : Jln. Gajah Mada No 10 Simpang Kawat Kota Jambi, Telp 0741- 42257 HP : 0741 - 7090536


4

KOTA

EDISI 1 November 2011

MENGUPAS LEBIH DALAM

Pejabat dan Orang Kayo Jangan Ambek BBM Jatah Wargo

Peningkatan SDM Melalui Pendidikan Bebas Pungutan

INFOJAMBI KORAN - Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dan sesuai dengan visi kota Jambi Bernas 2012 menyongsong Jambi Emas 2015, tak bisa dipungkiri peran dunia pendidikan sangat pen�ng. “Peningkatan kualitas SDM merupakan prioritas utama dalam pembangunan,” ujar Walikota Jambi, HR Bambang Priyanto, saat menghadiri Ikrar Sekolah Tanpa Pungutan dan Pembukaan layanan Pengaduan Wajib Belajar di Kota Jambi, belum lama ini di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Jambi Dikatakannya, dengan upaya pendidikan yang bebas pungutan ini, akan memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat kota jambi menikma� layanan-

an pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang dan visi Kota Jambi,”Bahkan Pemkot Jambi mengusung dan mencanangkan pendidikan gra�s di �ngkat pendidikan dasar,” papar pria yang pernah menerima predikat dokter teladan propinsi Jambi ini Tidak hanya itu, agar terjadi sinergi antara program pemerintah dan keinginan masyarakat, melalui unit layanan pengaduan pada Dinas Pendidikan Kota Jambi, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memberi masukan dan kritik terhadap Pemkot Jambi, bila ditemukan keluhan oleh masyarakat terhadap layanan pendidikan,”Untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas pemerintah dan

masyarakat harus saling bersinergi,” harap suami Rr Roro Endah Nirwani ini Untuk itu, Dia berharap, dalam memberi pelayanan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas, semua jajaran pendidikan, baik itu pihak dinas, kepala sekolah, tenaga pendidik dan semua elemen pendidikan, da p at membuka diri serta menerima masukan dari masyarakat sebagai koreksi dan memperbaiki segala kekurangan yang ada,”Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas melalui pendidikan, merupakan kewajiban pemerintah dan masyarakat,” Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Jumisar SH ME, mengakui, melalui SKPD yang dipimpinnya, selalu berupaya un-

tuk melaksanakan amanat visi dan misi Kota Jambi di bidang pendidikan yang dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam mengisi pendidikan, paparnya Untuk mencapai upaya tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya berupa kegiatan dan langkah-langkah strategis seiring perkembangan dunia pendidikan itu sendiri, baik berupa pencanangan pendidikan bebas pungutan, kompetisi matematika, kompetisi olah raga dan upaya kerjasama dengan pihak lainnya dalam pengembangan bahasa mandarin,”Pendidikan murah dan kualitas,” pungkas pria yang pernah menjabat asisten I Pemkot Jambi ini. (hry/adv)

Dak Bayar, KWH Meter Siap Belayar INFOJAMBI KORAN – Untuk menekan tingginya tunggakan listrik yang belum dibayar para pelanggan, PT PLN Cabang Jambi terus melaksanakan operasi pemutusan aliran listrik pelanggan yang menunggak hingga �ga bulan lebih. “Operasi pemutusan aliran listrik untuk pelanggan yang menunggak akan terus kami gelar hingga desember nanti,” tegas Humas PLN Cabang Jambi, H Tambunan kepada infojambi, baru-baru ini. Diakuinya, khusus untuk para

pelanggan yang menunggak �ga bulan keatas, hanya dua pilihan, membayar tunggakan berikut denda atau terpaksa aliran listriknya diputus dan meterannya langsung diangkat. “Operasi ini terpaksa kami lakukan, karena tunggakan pelanggan telah diatas ambang batas,” paparnya. Ironisnya, dari hasil operasi yang telah dilaksanakan sejak Selasa lalu, banyak instansi pemerintah dan pelayanan publik yang terpaksa kami putuskan karena �dak bisa membayar tunggakan dan

denda yang tertunggak, seper�, beberapa sekolah baik SD hingga SMK, Kantor Penyimpanan Arsip Daerah, Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dan Puskesmas. Hanya saja diakuinya ada beberapa instansi pemerintah yang langsung menyelesaikan tunggakan saat didatangi petugas PLN. ”Intinya dalam operasi ini kita �dak tebang pilih terhadap pelanggan yang menunggak,” jelas pria humoris ini. Ke�ka dikonfirmasi jumlah tunggakan yang telah berhasil ditagih,

dirinya belum dapat menjelaskankan secara rinci. ”Kalau hasil persisnya belum dapat kami sampaikan, karena ada progres dari rayon 2 yang belum masuk,” kilahnya. Total tunggakan tersebar di �ga rayon dengan perincian, Rp 3,7 miliar untuk rayon Telanaipura, Rp 3,5 miliar rayon Kota Baru dan Rp 600 juta di rayon Seberang Kota Jambi. ”Kita berharap melalui operasi ini dapat menekan angka tunggakan yang ada,” harapnya. (hry)

Woii Jok... PSK Bakal Keno Dendo INFOJAMBI KORAN - Untuk meminimalisir beroperasinya para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Jambi, Pemkot Jambi sedang menjajaki pembuatan perda yang akan memberi denda hingga puluhan juta rupiah bagi para PSK yang tertangkap. “Kita akan kenakan denda hingga puluhan juta rupiah bagi PSK, atau yang mempekerjakan mereka,” ujar Kepala

Dinsosnaker Kota Jambi, Kaspul SH MH, di Gedung DPRD Kota Jambi, beberapa waktu lalu. Untuk dapat melaksanakan kegiatan tersebut, pihaknya saat ini sedang mengajukan draft perda yang nantinya akan menjadi payung hukum bagi aparat dalam melaksanakan penertiban para PSK yang melaksanakan kegiatannya di Kota Jambi. ”Kami lagi mengajukan draft

perdanya untuk dibahas oleh baleg DPRD Kota Jambi,” paparnya. Dikatakannya, dengan upaya denda yang berat tersebut, akan menjadi efek jera bagi PSK serta pihak pihak yang terlibat dalam usaha tersebut. “Ini sesuai dengan visi dan misi Kota Jambi Bernas 2013 menuju Jambi Emas 2015,” tambahnya. Sedangkan kegiatan pembi-

naan para PSK yang tertangkap, akan terus dilaksanakan, karena melalui kegiatan pembinaan itu nantinya mereka akan memiliki keterampilan yang akan digunakan untuk mencari nafkah dengan cara yang halal dan tidak melanggar etika social masyarakat. ”Kita berharap perda tersebut efektif untuk memberantas kegiatan asusila di Kota Jambi,” pungkas Kaspul. (hry)

I N F O JA M B I KO R A N Wakil Gubernur Jambi Drs. H.Fachrori Umar M.Hum menghimbau para pejabat dan warga Jambi yang mampu secara finansial untuk menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax bukan BBM jenis Premium bersubsidi yang diperuntukkan bagi warga yang berhak menerimanya. “Saya menghimbau para pejabat dan orang yang mampu tidak lagi membeli BBM jenis premium, jangan lagi mencari yang murah, kasihan masyarakat. Pejabat dan masyarakat golongan mampu harus menjadi contoh. Belilah Pertamax, jangan pula kita berebut premium dengan masyarakat kecil,” ungkapnya saat launching BBM Pertamax di SPBU 24-361-41 Pattimura Jambi, belum lama ini. Dikatakannya sebagian permasalahan kelangkaan BBM dipicu oleh adanya pedagang eceran di dekat SPBU, penimbunan minyak dengan mobil yang telah dimodifikasi dan backing dari para oknum aparat penegak hukum yang melindungi aksi penimbun minyak. “Saya risau dengan adanya pedagang minyak di dekat SPBU. Apakah pihak SPBU tidak mampu mengelolanya, mengendalikan, membiarkan atau sebaliknya bekerjasama? Kalau dulu ada pedagang eceran menjual minyak tetapi jaraknya jauh dari SPBU, hal ini memang sangat membantu masyarakat. Tapi sekarang banyak ditemukan pedagang eceran ada di depan SPBU,” jelasnya. Wagub juga menyatakan sejak tahun 2000 sudah ada SPBU yang menjual BBM pertamax yang terletak di Persijam tetapi karena letaknya berdekatan dengan SPBU premium maka antrian yang panjang di SPBU pre-

mium menghambat orang untuk membeli minyak Pertamax. Usai acara kepada w a r t a w a n Wa g u b m e nyatakan bahwa kurangnya kedisiplinan dalam sistem penjualan di SPBU pemicu awal dari munculnya kecurangan. Untuk itu pemerintah akan terus mengkaji langkah-langkah yang akan dilakukan untuk perbaikan. Soal stok BBM yang tak pernah cukup, Wagub mengatakan kemungkinan karena industri yang terus tumbuh. “Mungkin perhitungan jumlah penduduk sudah klop tetapi dari segi investor segala macam belum dikaji ulang, ini harus dipelajari lagi agar masyarakat tidak dirugikan,” jelasnya. General Manager Pertamina Fuel Retail Marketing Region II, Abdul Cholid menyatakan bahwa peluncuran Pertamax di Provinsi Jambi membuktikan komitmen untuk terus menjaga pasokan BBM di Provinsi Jambi. “Pertamax kini dapat diperoleh di lebih dari 24 lembaga penyalur (SPBU) yang tersebar di wilayah Jambi. Kami berharap kehadiran Pertamax dapat menjadi semangat tersendiri bagi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar non subsidi yang telah teruji kualitasnya,” harapnya. Selanjutnya dikatakannya bahwa pemerintah akan melakukan kebijakan pengendalian BBM premium tahap awal. “ Pada April 2012 nanti kita mulai dari Jawa, Madura, Bali. BBM khususnya premium hanya untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum untuk masyarakat yang tidak mempunyai kendaraan. Kendaraan pribadi harus menggunakan pertamax. Kalau ini sukses baru akan merambah ke provinsi lain,” paparnya. (hms)

Sawit Mogok, Hidup Petani Bakal Dak Elok INFOJAMBI KORAN - Petani sawit di Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura mulai dihinggapi kecemasan. Sawit mereka mogok berbuah. Alhasil tandan buah segar (TBS) yang sangat ditunggu-tunggu tak muncul dan mengakibatkan tidak adanya pendapatan sejak dua bulan terakhir. Seorang petani sawit, H. Rd. Qosim Ismail, mengeluhkan hal ini beberapa waktu lalu, mengatakan, dirinya tidak mengerti mengapa pohon sawit miliknya tidak berbuah atau dikenal masyarakat disana dengan istilah masa trek buah. Padahal, selama ini pemilik 120 batang sawit tersebut mengakui mendapatkan penghasilan dari penjualan TBS. ”Tapi mengapa dua bulan ini sawit sayo mogok bebuah,” keluhnya dengan dialek Jambi. Atas kondisi yang membingungkan petani sawit di kawasan tersebut, Qosim belum mendapat penjelasan dari penyuluh perkebunan tentang masalah yang dihadapi petani sawit di kawasan tersebut. ”Kalau kondisi ini tidak segera

diatasi maka kehidupan petani bakal terancam alami kesulitan ekonomi,” jelasnya. Qosim berharap instansi terkait segera mencari jalan keluar bagi para petani sawit yang mengalami trek buah. ”Kalau bisa ada terobosan dari instansi terkait untuk mengatasi masalah petani sawit ini,” harapnya. Kepala Tata Usaha (TU) sebuah perusahaan kelapa sawit terkenal di Kota Jambi, Nanda Ifandi SE membenarkan kondisi yang dihadapi petani sawit saat ini memang mengalami masa trek buah. Ini terlihat dari menurunnya pasokan buah sawit dari petani ke perusahaannya. Nanda tidak menjelaskan penyebab terjadinya trek buah sawit yang dialamai para petani, apakah karena pemberian pupuk yang tidak sesuai usia dan pertumbuhan sawit, atau disebabkan hal lain, seperti perubahan cuaca.” Meski buah trek, harga beli TBS di tingkat petani tak mengalami perubahan berarti, dengan kisaran harga Rp.1.300 per kilonya,” terangnya. (rdw)


POLHUKRIM

MENGUPAS LEBIH DALAM

EDISI 1 November 2011

5

Wah... Oknum Anggota Polisi Bungo Jual Ganja Pulo INFOJAMBI KORAN – Citra Kepolisian kembali tercoreng oleh perbuatan oknum polisi di jajaran Polres Bungo, Briptu PS, yang menyalahgunakan barang buk� berupa ganja dan terlibat dalam jual beli barang haram tersebut. Briptu PS diamankan di salah satu rumah tepatnya disamping Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Bungo, bersama 3 orang warga sipil dengan barang buk� ganja kering sebanyak 6 kg. Kapolres Bungo AKBP Budi Warsono MH, mengatakan, perbuatan tersebut berawal saat �ga orang anggota poli-

si, masing-masing Briptu PS, Bripda BK dan Bripda CS pergi ke rumah Dody, warga Lorong Putra, Muara Bungo. Briptu PS yang mantan anggota Sat Narkoba Bungo tahu di rumah Dody sedang ada Jui, seorang bandar ganja. Ke�ga anggota polri ini mendapati 4 paket besar ganja dan 3 paket kecil di rumah Dody. Malam itu, lanjut Budi Warsono, Bripda BK meminta Briptu PS menyerahkan BB tersebut ke Polres Bungo untuk diperiksa lebih lanjut, namun ditolak oleh PS dengan dalih BB itu aman ditangannya.

Setelah berlangsung beberapa hari, kasus penilepan barang bukti tersebut terbongkar berkat hasil penyelidikan. Dari pengembangan terungkaplah peran PS dalam menyembunyikan paket ganja tersebut. Selanjutnya �m Buser mendatangi rumah PS di kawasan paal 2 dan mendapa� ganja seberat 6 kg. “Ganja ini sudah dibungkus plas�k, nampaknya hendak dijual lagi. Tim juga menangkap 3 warga sipil, yaitu RS, SB dan seorang pelajar berinisial AK,” ungkap Kapolres. Sementara itu, Bripda BK

dan Briptu CS hanya terancam dikenai hukuman indispliner karena mereka sebetulnya telah meminta PS menyerahkan BB itu namun ditolak. Kapolres berjanji memberi �ndakan tegas terhadap oknum polisi nakal yang berani mendatangi rumah Dody dan melakukan penggeledahan tanpa surat perintah resmi. “Setiap melakukan penggeledahan harus disertai surat resmi. Selain itu urusan ganja itu bukan tugas mereka, karena telah ada Sat Narkoba,” tegas Kapolres. (bud)

Pemeriksoan Parpol Merangin Belanjut I N F O J A M B I KO R A N – Pemeriksaan petinggi partai politik oleh Kejari Bangko terus berlanjut. Kejari Bangko mengakui sejauh ini sudah memeriksa lima dari 10 parpol yang direncanakan akan diperiksa. Pemeriksaan ini terkait dugaan dana bantuan sosial (bansos) yang mengalir ke 16 parpol yang memiliki kursi di DPRD Merangin. Kepala Kejaksaan Negeri Bangko, Darmawel melalui Kasi Intel, Nofriandi membenarkan lima partai politik sudah diperiksa. Namun sayang Nofriandi �dak menyebutkan parpol apa saja yang sudah di-

periksa dengan dalih nama parpol yang diperiksa �dak diingatnya lagi. ”Sejauh ini sudah lima petinggi parpol yang dilakukan pemeriksaan, tapi saya lupa nama parpolnya,” ujar Nofriandi belum lama ini. Nofriandi menambahkan, pemeriksaan dilakukan hingga 10 partai yang diambil secara random dari 16 parpol selesai diperiksa semua. ”Kita mengambil sample 10 parpol dan sudah dilakukan pemeriksaan lima parpol. Sisanya dilanjutkan beberapa hari ke depan sampai semua diperiksa,” tambahnya. Ketua DPC PDI Perjuan-

Lagi Nunggu Tamu Trio PSK Ditangkap Polisi INFOJAMBI KORAN - Sedikitnya �ga wanita pekerja sex komersial (PSK) terjaring Razia Operasi Cipta Kondisi atau penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polres Sarolangun di warung remang-remang yang ada di Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun. Kapolres Sarolangun AKBP M Rosidi SIK melalui Kabag Ops Budi Sudaryanto, �ga PSK yang sedang sial itu berinisial I (28), warga Desa Karang Dapo Rupit Kabupaten Musi Rawas, Y (25), warga RT 04, Desa Gunung Sari Tasikmalaya dan M alias Linda (33), warga RT 06 Desa Batu Urip Kabupaten Musi Rawas. “Mereka diamankan dari warung remang-remang

di Desa Siliwangi Patok 30 Singkut,’’ ujar Budi barubaru ini. Dalam penangkapan itu para PSK yang tadinya sedang menunggu “tamu” berusaha kabur, namun berkat kesigapan petugas upaya mereka gagal dan langsung digaruk petugas. Razia berawal dari informasi masyarakat yang resah atas keberadaan warung remang-remang di sekitar tempat �nggal mereka yang hampir �ap malam didatangi banyak lelaki dan diduga dijadikan tempat pros�tusi. Rencananya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ke�ganya, polisi akan menyerahkan mereka ke dinas sosial setempat untuk diproses lebih lanjut. (rdy)

gan Merangin, H Zaidan tak menampik dirinya sudah diperiksa Kejari Bangko. Tapi dia menyangkal dana yang diterima partainya berasal dari dana bansos tahun 2010. “Ya, saya sudah diperiksa, tapi dana itu bukan bansos melainkan dana APBD yang diperuntukkan keuangan parpol. Dana itu pun sudah diatur UU, jadi saya rasa tidak ada yang salah dengan dana yang kami terima,” imbuh Zaidan.

Hal senada dikatakan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB). Seorang pengurusnya terlihat menyerahkan SPJ penggunaan dana ke Kejari Bangko. ”Ketua kami Pak Syarifudin sudah diperiksa,” ujar seorang wanita yang mengaku pengurus PBB Merangin. Dari informasi, kelima parpol yang sudah diperiksa pihak kejari adalah PKPB yang diperiksa sehari sebelumnya, PBB, PDIP, PKS dan Demokrat. (ij)

Ha�-Ha� ! Bakar Hutan Biso Didendo Limo Miliar INFOJAMBI KORAN – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Hasvia, menerangkan ada ancaman hukuman bagi para pembakar hutan dan perusahaan yang tidak memiliki alat pemadam api. Yang membakar hutan akan dikenakan sanksi, sebagaimana diatur UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang mengacu pada PP No 19 Tahun 2010. “Dalam pasal 50 ayat c poin b bagi perambah dan pembakar hutan akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara dan denda mencapai Rp 5 miliar. Perusahaan yang �dak memiliki alat pemadam api �dak akan diberikan izin operasional untuk berikutnya,” ujar Hasvia usai pembukaan diskusi penanganan perambahan hutan di Provinsi Jambi, belum lama ini. Hasvia menambahkan, pihaknya sudah memiliki standar dalam menangani masalah kebakaran hutan, baik alat maupun pelaksanaan di lapangan. Tiap regu terdiri 15 orang dengan 4 mesin. Untuk satu regu dalam satu jam bisa memadamkan api

sampai 4 hektar. Mengenai kebakaran lahan yang terjadi belum lama ini, menurut Hasvia lebih banyak terjadi di luar kawasan hutan. Dinas kehutanan hanya membantu atas perintah dari gubernur Jambi dengan menurunkan 400 personel, “karena yang terbakar itu lebih banyak terjadi di lahan dan perkebunan bukan di kawasan hutan, jadi Dinas Kehutanan sifatnya hanya membantu Dinas Perkebunan untuk memadamkan api, atas perintah dari Gubernur Jambi”, tuturnya. Hasvia berharap pihak dinas perkebunan dan perusahaan juga memiliki alat dan personel yang ahli. Ia juga minta kesadaran masyarakat, karena menurutnya upaya dari Pemerintah �dak cukup tanpa adanya dukungan dari masyarakat. “Kami sudah punya personil dan alat dengan ketentuan standar. Seharusnya disbun dan perusahaan juga punya. Soal bagaimana standarnya itu bukan wewenang dinas kehutanan,” tutup Hasvia. (ald)

Mobil Humas Pemprov Tumburan, Sikok Tewas INFOJAMBI KORAN – Setelah beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan di Kabupaten Muaro Jambi, mobil milik Biro Humas dan Protokol Kantor Gubernur Jambi tabrakan lagi, di KM 13 Desa Karang Mendapo, Pauh,

Kabupaten Sarolangun, sekitar pukul 11.30 WIB, beberapa waktu lalu. Mobil Mitsubishi L-300 BH 1645 AZ milik Biro Humas Pemprov Jambi bertabrakan dengan sepeda motor BH 5067 SM yang dikendarai warga

Desa Karang Mendapo, Pauh, Sarolangun, Syargawi (32). Akibat kecelakaan di KM 13 Desa Karang Mendapo itu Syargawi tewas. Sementara enam orang rombongan humas mengalami luka ringan. Rombongan humas tersebut masing-masing Agus Suprianto (supir), Sofriadi (koordinator lapangan), Sunarto (petugas pemberitaan), Novriansyah (fotografer), Said Usman (kameraman) dan Iqbal (wartawan Jambi Ekpress). Para korban langsung dilarikan ke RSUD Sarolangun untuk mendapatkan pengobatan. Informasi yang diperoleh infojambi di lapangan, rombongan humas sedianya berangkat ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, guna meliput kegiatan kunjungan kerja wakil gubernur (wagub) Jambi, H Facrori Umar. Rombongan bertolak dari rumah dinas wagub Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut saksi mata, mobil pu�h yang ditumpangi rombongan staf humas dan wartawan terpisah dari iring-iringan kendaraan wagub dan rombongan lainnya. Tepat di KM 13 mobil humas �dak bisa mengelak ke�ka sepeda motor �ba-�ba muncul

saat menyalip sebuah truk. Kasat Lantas Polres Sarolangun, AKP Abilio Dos Santos yang dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan, kedua kendaraan yang mengalami kecelakaan itu diamankan di mapolres untuk kepen�ngan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara kecelakaan disebabkan sepeda motor yang memakan badan jalan. Mendapat kabar musibah tersebut, pihak Biro Humas dan Protokol Kantor Gubernur Jambi langsung meluncur ke Sarolangun. Pihak biro humas mengakui keberangkatan rombongan itu ke Kerinci dalam rangka meliput kegiatan wakil gubernur. Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas dan Protokol, Yunasri Basri S.Pt, menjelaskan, setelah mendapat pengobatan di RSUD Sarolangun rombongan humas dan wartawan tetap melanjutkan perjalanan ke Kerinci. Yunasri mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi turut berduka-cita atas meninggalnya Syargawi, korban dalam kecelakaan tragis itu. Pihak pemprov berharap keluarga korban yang di�nggalkan diberi ketegaran dan ketabahan. (rdy/dod)


6

RAGAM

EDISI 1 November 2011

MENGUPAS LEBIH DALAM

Batiknyo Orang Gedongan.....

Ba�k Jambi di Tangan Dua First Lady..... PENGRAJIN ba�k Jambi beruntung memiliki dua istri gubernur yang sangat peduli dengan karya mereka. Kedua first lady itu adalah Lily Sayoe� dan Ratu Munawarroh Zulkifli. Keduanya sering disebut-sebut, bahkan dibanding-bandingkan oleh para pengrajin ba�k, khususnya mereka yang berada di Kota Seberang. Meski sama-sama getol mempromosikan ba�k ke luar daerah hingga ke luar negeri, ternyata pendekatan yang dipakai ke dua wanita yang sama-sama ayu ini berbeda. Lily Sayoe� yang lebih dulu menjadi first lady menyukai ba�k yang berwarna cerah sehingga ba�k yang beredar pada era kepemimpinan suaminya, Drs. H. Abdurrahman Sayoeti (1989-1999) banyak yang berwarna terang. Pilihan ini mungkin terkait dengan latar belakang dirinya yang seorang artis dan menyukai hal-hal glamour. Selain itu, wanita berdarah Minang ini menganjurkan pencetakan ba�k Jambi dilakukan di sentra ba�k Jawa dengan alasan biaya produksi dan upah lebih murah. Ba�k bermo�f Jambi pun diproduksi secara masal di Jawa, bahkan ba�k yang dipromosikan ke luar negeri seringkali dibuat

oleh tangan-tangan orang Jawa. Hal ini belakangan dikeluhkan oleh pengrajin lokal karena orderan mereka jadi sepi. Namun pendekatan Lily itu bisa mengangkat batik Jambi di kancah nasional dan internasional. Ratu Munawarroh memiliki pendekatan yang berbeda. First lady yang mendampingi suaminya Drs. H. Zulkifli Nurdin, MBA (1999-2010) selama dua periode kegubernuran, lebih menyukai batik dengan warna gelap dan teduh. Orang sering menghubung-hubungkan pilihan ini dengan latar belakang pendidikan pesantrennya yang kuat. Selain itu, wanita berdarah Sunda ini rajin menggali corak lama dan memberdayakan pengrajin asli Jambi untuk membuat ba�k-ba�k tersebut. Ratu sendiri sering memakai ba�k dengan warna yang gelap tapi gun�ngannya berkelas. Dia juga yang membangkitkan kembali pemakaian tengkuluk dengan bahan batik Jambi serta baju kurung Melayu. Kita menunggu pendekatan apa yang akan dilakukan istri gubernur yang sekarang, Ny. Yusniana Hasan Basri untuk menjadikan ba�k Jambi tuan rumah di negeri sendiri. (ard)

Masisi Caro Emak-Emak Tanjab�m Cari Duit INFOJAMBI KORAN — Is�lah “masisi” mungkin masih asing di telinga orang Jambi pada umumnya. Namun masisi sangat lekat dengan kehidupan sebagian perempuan di Tanjung Jabung Timur (Tanjab�m). Kaum perempuan di Desa Sungai Tawar Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjabtim menjadikan masisi —pekerjaan mengupas kelapa sebelum diolah menjadi kopra— sebagai penambah pendapatan keluarga. Masisi yang berasal dari bahasa Bugis ini kini menjadi atraksi kelompok yang menarik. Kelompok masisi saling beradu kecepatan mengupas kelapa dan yang paling cepat biasanya lebih dimina� pemilik kebun untuk diupah. Kelompok masisi akan kebanjiran order saat panen kelapa �ba. Seorang anggota Masisi yang terampil bisa mencungkil kelapa hingga 1.500 bu�r per hari. Bila per bu�r kelapa diupah Rp 50, maka dia berhak atas total upah Rp 75 ribu per hari. Lumayan besar untuk ukuran seorang ibu rumah tangga di desa. Kepiawaian kelompok masisi dipertunjukkan di depan Bupa� Tanjabtim Zumi Zola dalam acara penilaian lomba P2WKSS Propinsi Jambi, di Desa Sungai Tawar, belum lama ini. Walaupun

Bupa� sangat menikma� atraksi tersebut namun dikatakannya target juara P2WKSS bukanlah tujuan utama. “Saya menghargai upaya pemberdayaan perempuan desa. Para SKPD harus melakukan pembaruan dalam program kerjanya untuk mendukung P2WKSS,” ucap Zumi. Menurut Zumi, P2WKSS adalah akumulasi dari berbagai program pemberdayaan perempuan Tanjab�m. Program-program tersebut sudah dilaksanakan sejak bertahun-tahun lalu. Dengan tema “Pindahkan Pasar ke Perkarangan”, Zumi Zola berharap P2WKSS di Sungai Tawar mampu memberikan motivasi kepada masyarakat daerah lain untuk juga memanfaatkan pekarangan rumah mereka. Kegiatan ini terbukti mampu menekan angka pengeluaran rumah tangga cukup signifikan. “Apalagi di desa ini juga sudah tersedia perpustakaan, simpan pinjamnya juga berjalan, saya yakin potensi kaum perempuan desa ini bisa memajukan desa ini,” kata Zumi Zola dihadapan �m penilai dan masyarakat Desa Sungai Tawar yang memada� gedung serbaguna desa tempat acara tersebut diselenggarakan. (wil)

INFOJAMBI KORAN — Cukup banyak yang mengeluhkan mahalnya batik Jambi. Ucapan itu terlontar melihat harga sepotong batik Jambi yang mencapai ratusan ribu rupiah, sementara batik dari Jawa bisa dibeli dengan selembar uang lima puluh ribuan rupiah. Ternyata anggapan batik Jambi itu mahal, benar adanya. Bahkan di era 70-an, hanya orang gedongan yang mengenakan batik. Salah seorang pengrajin batik Jambi Azmiah (45), mengatakan bahwa di waktu dulu yang memakai batik Jambi hanya orang kalangan atas. ”Langganan ibu saya kebanyakan pejabat dan istrinya, paling rendah ya... camat. Orang biasa jarang sekali,” cerita Azmiah tentang ibunya, almarhum Asmah, yang merupakan pengrajin batik generasi awal di Kota Jambi. Kala itu batik belum dibuat menjadi pakaian, hanya dipakai dalam bentuk sarung dan selendang. Harganya sekitar Rp 60 ribu hingga Rp70 ribu sepotongnya, harga yang cukup mahal kala itu. Namun meski mahal, pesanan batik waktu itu tetap banyak. ”Pemakai batik mengerti bahwa pada batik itu, yang dinilai seninya. Uang soal ke dua,” tambah wanita setengah baya yang masih kelihatan cantik ini. Motif batik Jambi memang

khas dan berbeda dengan batik Jawa. Kerajinan icon Jambi ini merupakan refleksi dari alam, terlihat dari motif yang dibatikkan seperti Durian Pecah, Kapal Cina, Batanghari, Angso Duo, Antlas hingga Riang-riang. Ada satu motif batik kuno yang jarang dicetak, namanya motif jayo. Konon motif

ini pernah dipesan oleh Raja Siginjai untuk pakaiannya sendiri. Motif jayo yang bermakna kemakmuran ini menunjukkan tingginya status sosial seseorang. Motif ini dicetak hanya jika ada pesanan, dan harganya bisa mencapai tiga

juta rupiah. ”Jadi kalau batik Jambi dibilang mahal, mungkin benar juga. Karena batik Jambi bukan sekedar pakaian tapi sesuatu yang bernilai seni dan sarat cerita tentang daerah ini,” kata pengrajin yang memiliki 48 anak binaan ini.

rus enak dipakai serta tidak berbahaya untuk kesehatan. Pembuatannya pun secara tulis, bukan dicetak. ”Batik Jambi mahal karena ditulis dan menggunakan bahan yang aman untuk kulit,” jelasnya. Saat ini, karena menyesuaikan dengan pesanan

Hal lain yang membuat batik Jambi ”yang asli” mahal, adalah karena proses pembuatannya menggunakan pewarna alam seperti indigo, kayu bulian, daun mangga dan kayu sepang. Batik yang dikenakan oleh kalangan atas tentu saja ha-

masyarakat banyak, batik Jambi pun dibuat dengan harga lebih murah. ”Tapi batiknya dicetak dan menggunakan pewarna buatan,” jelas Azmiah yang pernah mendapat order 100 potong scraf dari salah satu museum di Kota London, Inggris ini. (asnelly ridha daulay)

Perempuan Suko Sinetron Karno Dak Ado Gawe ?.... INFOJAMBI KORAN — Sejak 10 tahun terakhir sinetron merajai posisi puncak program terfavorit di stasiun TV Indonesia. Belakangan, sinetron dan film seri Korea mengambil alih program favorit tersebut, walau tak menggeser sepenuhnya posisi sinetron Indonesia. Menyuguhkan wanita cantik dan laki-laki ganteng, kehidupan senang kalangan menengah ke atas dan dibumbui perseturuan kejahatan dan kebaikan, banyak wanita tak rela kehilangan satu seri pun tontonan tersebut. Berdasarkan riset terhadap 1301 perempuan di 8 kota (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makasar, Denpasar dan Palembang) menyatakan tontonan favorit mereka untuk media televisi adalah sinetron. Sebanyak 24 persen dari total responden perempuan yang disurvey menyatakan bahwa stasiun televisi favorit mereka adalah SCTV terutama karena stasiun tersebut mengudarakan Cinta Fitri yang dipilih oleh 50,7

persen responden. Wajar bila sinetron ini masih diproduksi dan mencapai season ke 7. Apakah yang membuat sinetron ini begitu menarik bagi perempuan? Ternyata alur cerita yang penuh konflik, menjual mimpi tentang kehidupan yang indah serta mewah yang seringkali melebihi kenyataan keseharian, menjadi daya tarik utamanya. Bagi perempuan, sinetron seolah memenuhi harapan mereka terhadap kehidupan yang mer-

eka impikan dan tak punyai saat ini. Jiwa melankholis perempuan menempatkan dirinya pada posisi wanita can�k si pemeran utama (walau penonton perempuan itu sebenarnya �dak can�k), mengharapkan dirinya sesabar dan setulus tokoh sinetron (walau dalam keseharian dirinya �dak sabar dan cenderung kasar) dan impian-impian lain yang dijual oleh sinetron tersebut. Bahkan untuk lebih mendekatkan dirinya kepada pemain si-

netron idola, perempuan mau membeli produk apa saja yang diiklan si idola. Namun tidak semua perempuan gila sinetron. Bukan karena dirinya tak romantis atau tak suka menonton hiburan televisi, tapi karena per�mbangan prak�s dan realis�s. Perempuan yang tak suka sinetron biasanya memiliki ak�vitas yang cukup padat. Mereka menyayangkan waktu yang terbuang percuma duduk di depan televisi sementara pekerjaan kantor atau rumah lainnya belum tuntas. Jika pun mereka punya waktu senggang, hiburan yang dipilih seringkali musik yang bisa dinikma� tanpa harus duduk di depan televisi atau film yang tuntas dalam satu kali duduk atau dengan menonton VCD. Wajar jika banyak yang berpendapat bahwa wanita yang suka sinetron adalah mereka yang kurang kerjaan. Jangan tersinggung ya ? (ard/dari berbagai sumber)

Jambi -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------dari hal 12 Yusniana membina PKK memberi hasil sangat baik. PKK Jambi menunjukkan kemampuannya berkompe�si dengan PKK daerah lain di Indonesia. Dari 9 lomba utama, PKK Jambi menyabet 3 juara pertama. Prestasi PKK Jambi meliputi Juara I Lomba Alat Permainan Eduka�f (APE), Juara I Lomba Foto, Juara I Lomba Defile dan Parade, Juara III Lomba Penyuluhan Penanggulangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Perdagangan Perempuan, Juara III Lomba Stan dan Pameran, Juara Harapan I Lomba Mengisi Kartu Menuju Sehat

(KMS), Juara Harapan III Lomba Pidato. Hanya dua lomba utama PKK Jambi yang �dak meraih juara, yaitu Lomba Rancang Busana dengan Mo�f Daerah dan Lomba Yel-yel. Dalam lomba bersifat permainan, Lomba Tari Pocopoco, Lomba Kelereng, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Kupas Bawang, Lomba Pesan Berantai dan Lomba Balon Berpasangan, PKK Jambi hanya mendapat juara harapan III pada Lomba Makan Kerupuk. Selain menjuarai lomba, PKK Jambi menjadi 1 dari 18 TP PKK di Indonesia yang mendapat

piagam penghargaan dari Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Unilever dalam Gerakan 21 Hari untuk Sehat Selamanya. Gerakan ini mengajak masyarakat membiasakan hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Ketua Panitia dari Provinsi Jambi, Hj Azizah Darya� Uteng Suryadiatna mengatakan, kaderkader PKK Provinsi Jambi sangat antusias mengiku� lomba dan berusaha memenangi Jambore Nasional PKK 2011. Pengumuman juara aneka lomba dalam Jamnas PKK 2011 juga

disandingkan dengan Penutupan Jambore Kader PKK Tingkat Nasional 2011, yang ditutup secara resmi oleh Ketua Umum TP PKK Pusat, Vita Gamawan yang juga isteri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Usai pengumuman para juara lomba, para pengurus PKK Pusat memberikan tropi dan hadiah kepada para pemenang, dilanjutkan dengan menyalakan api unggun. Dalam sesi acara api unggun para kader PKK dari berbagai provinsi di Indonesia membaur dan bersama-sama menyanyikan lagu “Kemesraan”. (hms)


MENGUPAS LEBIH DALAM

Tuna Rungu Karya : Ryan Bromanggara Ingatan dan ceritaku... Dulu pernah meniduri wanita Se�daknya mendengar desahan dan meronta lepas Jeritan dan gairah yang sangat hebat Membuat pori-pori melepaskan keringat Semua hanya keindahan dunia yang teringat Di pinggir jalan perempatan lampu merah Sosok gadis can�k menghampiri Saat ku tanya nama, tak ada jawaban darinya Ku tanya lagi, tetap sama Jangankan suara, terdengar pun �dak Hingga dia duduk di sebelahku dan saling tatap muka Ku panggil saja dengan nama Bunga Tatap mata dan muka mengingatkan pada ingatanku dan cerita Otak dan sara�u berfikir cepat Bila mana kau tampil di depan ku tanpa busana Hasrat dan syahwat kembali berperang Muka yang kelihatan pasrah tanpa jeritan wajah penuh cerita Hingga klimak itupun datang Ah... Ya aku tahu Kau hanya manusia lemah Tapi kau berjuang Kau kesakitan Tapi kau tersenyum Senyum yang menjawab semua Jambi, 25 mei 2011

NEVER AND EVER Karya : Novita Wulandari ku lukis kau di awan mimpi, meraut serpihan ha� yang berbeda dirimu begitu indah bak air penyejuk qalbu, bak rembulan penerang malam. ku ingin temukan teka-teki yang kian merasuk dijiwa ini namun, tak ku jumpai semakin besar hasrat mengelabui ha� hasrat ingin mengenalmu karna kau siratkan sjuta mimpi mengalir bak air perlahan namun bertepi karna ombak kurasa harus pergi jauh �nggalkan dirimu dalam palung jiwa ini never and ever..

RAGAM 7 STAI Hadir di Dusun Mudo EDISI 1 November 2011

INFOJAMBI KORAN - Bupa� Tanjung Jabung Barat diwakili Wakil Bupati Katamso SA melakukan peletakan batu pertama gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mau’izah, di Desa Dusun Mudo Kecamatan Muara Papalik, pekan lalu. Hadir dalam acara tersebut anggota Komisi X DPR RI Selina Gita, Rektor IAIN Jambi, Kopertis Jambi, Ketua STAI, Ketua Yayasan Al-Mau’Izhah,

Camat Muara Papalik, Camat Batang Asam, Camat Renah Mendaluh, Camat Pelabuhan Dagang, Danramil Muara Papalik serta para Civitas Akademi STAI yang ikut menyaksikan rangkaian acara Peletakan Batu Pertama Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mau’Izhah Tahun 2011. Dalam sambutannya Bupa� Tanjung Jabung Barat menyambut gembira atas didirikannya STAI dan menyampaikan

apresiasi yang mendalam atas kegigihan yang ditunjukan oleh tokoh-tokoh Muara Papalik dan Desa Dusun Mudo, terutama yang tergabung dalam Yayasan Al-Mau’Izhah yang berjuang mewujudkan sekolah �nggi ini. Pada kesempatan yang sama anggota Komisi X DPR RI Selina Gita juga menyambut posi�f pembangunan gedung STAI. Peristiwa ini menjadi sejarah. Selina berharap STAI bisa mencetak

mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki dedikasi �nggi dalam memajukan daerah, bukan hanya di Tanjung Jabung Barat tapi juga di Provinsi Jambi. Selina berharap kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat yang ingin menempuh pendidikan �nggi setelah SMU tidak perlu lagi pergi ke perguruan �nggi di luar daerah, tapi cukup menempuh pendidikan di STAI yang ada di Tanjung Jabung Barat. (vin)

Cerpen : Hardi Opes

PAGI ini gue ngedapa�n pemandangan aneh disekolahan, mungkin bisa dibilang pemandangan paling aneh, buat orang ganteng (baca: awam) kayak gue. Satu-satunya pikiran yang ngejalar di otak gue adalah, anak sekolahan ini kayaknya udah pada jorok, masa seh gosok gigi aja pada lupa. “Hei Bon ngapain lo nyengir-nyengir gak karuan ?” Oyon yang seluruh lemaknya bergegas dan menutupi ke seluruh penjuru mata angin dengan tanpa dosa berdiri di depan gue. “loe gangguin aja ah, minggir loe Yon” “emang loe liat apa seh Bon khusuk amat” “gue ge mikir ne Yon, yang digigi anak-anak cew itu apaan ya” ”hahahaha makanya gaul dikit ngapa” Oyon dengan tampang in�midasi struktural. Meski lebih mirip tukang gorengan yang gak laku-laku mulai mengolok-olok gue. “ah gaya lu Yon emang lu tau” jawab gue sambil mikir. Emang �ngkat kecerdasan Oyon mungkin sudah melewa� �ngkat kepintaran babi hutan jadi dia udah tau perkembangan jaman. “gak she” jawab Oyon tegas yang ngebuat nafsu gue meningkat, pengen nabok. “tolol lu yon” Teng teng teng, suara pelak karatannya mas kardi yang fales akhirnya berbunyi menyertai lagu kroncongan yang lagi konser di perut gue. Satu satunya skejul yang udah mendesak dijadwal harian gue adalah go to kan�n. “sialan pak gembrot soal MTKnya menguras fisik dan mental,” dengan tampang lesu darah gue mulai ngecomot satenya mang kardi. “Iya neh” Sinta yang sedari tadi sibuk dengan cara makannya yang diperlambat dan menjemukan. “sin lu kok lelet seh makannya , biasanya lu makan kayak dikejar anjing ?” tanya Oyon yang menghabiskan jatah dua orang untuk sekedar duduk. “Gue baru pasang behel yon” “apa behe ????” ucap gue ama Oyon kompak persis kayak iklan bodrek. “Buat apaan pasang behel” ucap gue memulai

Anak Gaul Itu Pake Behel introgasi dengan tampang bego penuh rasa penasaran. “kan lagi ngetren gituloh” Sinta dengan tampang criwis mulai memamerkan gigi yang dipagarin ama kawat dan karet aneh yang tadinya gue kira kotoran hewan. “lu tau gak seh bon behel entu satu satu nya alat yang bukan magic ataupun obat yang bisa buat lu jadi ganteng !” Meme mulai menggelar lapaknya dengan berbagai �pu muslihat dengan tema utama “behel”. “alah bilang aja lu ngarep gue beli dagangan lu” gue pun nebak isi otak Meme yang gak jauh jauh dari uang uang dan uang. “ tes iku�n tren gak mahal kok Cuma 2 juta” Gue yang mulai terperdaya mulai merasa terperosok kejurang rayuan meme. Sapa tau aja �ngkat kegantengan gue bakal meningkat pesat dan ra�ng gue akan menyaingi Rinto yang udah terlanjur terkenal terkeren sejagat sekolah. “ntar deh me gue pikirin dulu” jawab gue semaunya. *** “behel, apaan seh tu behel ?” di kamar gue cuma bisa ngayal-ngayal tentang mahluk aneh yang disebut behel. Anak jaman sekarang emang aneh ya, gigi aja dipagarin. Gak tau deh low emang harga gigi mengiku� fluktuasi harga minyak yang emang ge naik. Atau jaman sekarang gigi udah jadi binatang langka yang layak untuk dilindungi ?. Mungkin aja ne behel kayak an�ng buat perhiasan gitu dan mungkin dimasa depan bakal ada toko yang bilang “terima airbrush gigi”. Tapi kan ngetren, kapan lagi gue jadi ganteng tanpa obat dan sihir, perisis kayak katanya pak Gondo. Walau dengan segala macam derita yang gue baca diblog-blog tentang pemakaian pertama behel, gue tetep perjuangin niat berbehel gue.gue harus punya harus punya harus punya. Tapi, hakikatnya behel apaan ya?. Yang ada diotak gue adalah be= menjadi. hell= neraka. Menyeramkan . “Ma, Boni mau pasang behel” teriakku. “stop kau mencuri ha�ku ha�ku” mama yang asik karoke lagu antah brantah acuh tak acuh saja mendangar triakanku. “mama, denger gak aku mau pasang behel” dengan tampang mengenaskan (bawaan lahir) aku mencoba berharap. “behel? , barang aneh apa itu?” Tanya mama.

Wah lengkap sudah tenyata kebodoham gue udah turun temurun dari keluarga sebelum gue. Parah. “behel itu kawat gigi itu lo ma yang dipake ama anak muda jaman sekarang.” “behel bisa buat kamu mirip ama dude herlino gak bon?” Sialan ne nyokap, emang behel itu topeng kulit apa yang bias dengan mudahnya buat muka berubah ubah. ”ya gak lah ma” “ berar� gak perlu dong” ujar mama meyakinkan, dan jawaban itu seke�ka menghancurkan impian gue ampe rata ama tanah. Sialan. Tapi, tunggu dulu masih ada bokap yang baik ha� dan �dak sombong. Cukup dengan sedikit �pu muslihat, tampang mempriha�nkan yang udah jadi bakat dari lahir dan sedikit ditambah bumbu keberuntungan dijamin tuntas. Sekarang lets go to kantor papa. Dua hari kemudian akhirnya gue resmi jadi anak gaul. Dengan penawaran terbaik gue menang tender behel jualan Meme, walau belakangan gue ngerasa di�pu, tapi ya sudahlah. Ist �me for mamer. “hei yon lu liat gigi gue gak?” “gak bon emang gigi lu kemana” jawab Oyon. Ne Oyon emang bego apa pura pura bego. Gue yakin opsi pertama yang benar “gue punya acsesoris baru neh digigi gue” pameran pun gue mulai. “wah lu ngebehel bon?” Oyon ngoceh sambil tetep ngunyah jagur bakarnya mas Toto, persis seper� mesin penghancur sampah. “iya dong yon gue kan gaul gila haha” jawabku sombong. Dengan senyum dua belas jari gue memamerin behel gue sepenuh ha�. Ihklas,

ya walaupun bibir gue jadi kapalan gara-gara ne behel, jadi ntar jangan heran aja foto gue masuk koran gara-gara dapat “guennes book of record” manusia pertama punya six pack dibibir. Tapi yasudahlah gue terlanjur terjangkit sindrom behelisme yang lagi mewabah dikalangan muda. Dan akhirnya gue lulus tes anak gaul geto. “mau jagung?” Oyon mulai mencari pahala pagi. “boleh ,boleh” ucap gue ikhlas. “aduh” gue ngerasa ada yang aneh digigi gue. Sial gak dapat ditolak dan untungnya pun pada ngabur. Behel gue malah sekarang ditumbuhi para jagung, persis kayak jemuran jagung. Komplit dah. Wah asli udah semalaman gue gak tenang makan gara ne behel, sekarang pas gue khilaf makan malah dape�n sial. kalau seminggu kayak gini gue bisa dianggap triplek ama nyokap atau mungkin malah jadi kertas. Nambah lagi neh da�ar nega�ve dari behel. Gue jadi kayak orang yang baru pasang susuk, dengan segala pantangannya. Gak boleh ini gak boleh itu. Dilarang makan ini makan itu. Satu satunya kebodohan telak gue adalah gue gak pernah memahami hakikat behel yang gue ar�in sendiri be= menjadi hell=neraka. Sekarang gue resmi menjadi penghuni neraka yang diberi gelar behel. Satu satunya nilai plus behel bagi gue adalah ngiku� tren. Dan sialnya lu �nggal itung sebanyak apa rambut dikepala gue (pas�nya pas gue gak lagi botak). ---------------- TamaT---------


8

EDISI 1 November 2011

IKLAN

MENGUPAS LEBIH DALAM


MENGUPAS LEBIH DALAM

IKLAN

EDISI KETUJUH 25 Agustus -15 September 2011

9


10

DAERAH

EDISI 1 November 2011

Jangan Harap Truk Batubara Biso Lewat

INFOJAMBI KORAN - Warga Desa Panerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, mengancam tetap memblokir jalan lintas Tempino - Jambi. Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan yang melintas di desa mereka. “Kami akan tetap menuntut supaya pihak perusahaan batubara dan pemerintah untuk memperbaiki jalan ini, kami juga tetap menutup jalan dan menahan mobil batubara yang lewat,” tegas tokoh masyarakat Panerokan, Abdur Rahman. Kepala Desa Panerokan, Eka Sulis�o, mengatakan, pemblokiran jalan tersebut merupakan puncak kekesalan warga dengan kondisi jalan lintas milik Provinsi Jambi. “Kami akan tetap tutup jalan ini sampai pihak provinsi menyatakan sikap kapan jalan ini akan dibangun,” jelas kades yang nyentrik ini. Pantauan InfoJambi di lapangan, kondisi jalan lintas Tempino - Jambi sangat parah, mulai dari perbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi, lubang besar terdapat di beberapa ��k. (ade)

MENGUPAS LEBIH DALAM

Alhamdulilah Yo... Jalan Jangkat Nak Dibaik’i INFOJAMBI KORAN - Perbaikan jalan provinsi menuju Kecamatan Jangkat mulai dilaksanakan. Untuk tahap pertama rekanan PT Jaya Konstruksi Manggala (PT JKM) Tbk melaksanakan pengerasan jalan sepanjang 9 kilometer di Desa Rantau Suli. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jambi melalui Kabid Bina Marga, Ir. H. Apit Aris, beberapa waktu lalu. “Benar, pekerjaan mul� years jalan Jangkat sudah dimulai,” katanya akhir pekan kemarin. Pengerjaan tahap pertama akan menghabiskan dana sekitar Rp 40 miliar. Proyek multiyeras tersebut dimulai tahun ini dan diharapkan rampung pada tahun 2014

mendatang. Proses pelalangan memutuskan pemenangnya PT JKM Tbk dengan penawaran Rp 201.176.824.000 dari pagu yang disiapkan sekitar Rp 212 miliar. Sebenarnya Pemprov Jambi mengucurkan dana perbaikan jalan ke Jangkat se�ap tahun, tapi perbaikannya �dak pernah tuntas karena dana yang disiapkan �dak sebanding dengan kerusakan jalan yang mes� diperbaiki. Berdasarkan pengalaman itulah maka Pemprov Jambi membuat sis�m kontrak tahun jamak atau mul�years untuk menangani permasalahan ke salah satu wilayah lumbung pangan di Provinsi Jambi. (tas)

Jadi Guru Tu Seriuslah Oii... INFOJAMBI KORAN - Guru harus lebih disiplin dari pada pegawai pemerintah lainnya. Sebab di tangan gurulah dipertaruhkan masa depan anak bangsa. Karena itu, meski bertugas di daerah terpencil dan jauh dari pantauan, Wakil Bupati Tanjab Timur Ambo Tang minta para guru tetap disiplin. ”Kami bisa kapan saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah – sekolah. Bahkan, saya sudah minta Kepala Dinas Pendidikan, Ferry Marjoni,

untuk meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap disiplin guru,” ucap Ambo dihadapan peserta workshop pemantapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di mess PKK, Muarasabak, belum lama ini. Wabup menyatakan pen�ngnya peran para guru. “Kalau diprosentase, peran guru dalam menentukan masa depan negeri ini lebih dari 50 persen,” ujarnya. Selain disiplin, Ambo Tang juga berharap guru bisa lebih inova�f dan krea�f

PKK --------------------------------------------------------------------------dari hal 1 yaitu 150 per 100.000 kelahiran hidup. Tim penggerak PKK Sarolangun juga membawa harum nama daerah. Dalam perlombaan P2W-KSS �ngkat provinsi sudah 4 kali juara berturut-turut. Prestasi lainya, kader PKK Sarolangun mewakili Provinsi Jambi mengiku� berbagai perlombaan pada jam-

bore kader PKK �ngkat nasional di Jakarta. PKK Sarolangun meraih dua gelar juara pertama nasional untuk kategori pembuatan alat permainan eduka�f dan foto kegiatan PKK serta juara harapan I nasional untuk lomba pengisian kartu menuju sehat. (pm)

sehingga kompetensinya meningkat. Peserta workshop tahap I berjumlah 129 orang, merupakan perwakilan 129 SD dari 205 SD yang ada di Tanjab�m. Peserta angkatan II akan mengiku� workshop mulai lusa hingga dua hari berikutnya. Jumlahnya 119 guru SD dan SMP. (wil)

Merangin Punyo Tigo Desa Baru INFOJAMBI KORAN – Kabupaten Merangin bersiap-siap menambah 3 desa lagi. Ke�ga desa baru tersebut hasil pemekaran Desa Pematang Pauh (Pematang Pauh dan Kabau) dan desa Talang Tembago (Talang Tembago dan Simpang Talang Tembago) Kecamatan Jangkat dan Desa Bungo Tanjung (Bungo Tanjung dan Mekar Jaya) Kecamatan Tabir Selatan. Jumlah desa di Merangin kini menjadi 205 desa yang tersebar di 11 kelurahan. Sementara usulan pemekaran Desa Pulau Tengah menjadi dua desa yakni Desa Pulau Tengah dan Desa Danau Pauh belum dapat diwujudkan, karena �dak adanya usulan dari desa induk. Sejak awal pemekaran desa tersebut bermasalah akibat adanya Danau

Pauh yang menjadi rebutan jika dimekarkan. Kepala BPMPD Merangin melalui Kabid Pemdes, Suherman, mengatakan, rencana pemekaran ke�ga desa itu sudah ada ranperdanya dan tengah dibahas di badan legislasi DPRD Merangin. “Jika �ga desa tersebut dimekarkan, Merangin akan memiliki 205 desa yang tersebar di 24 kecamatan,” katanya. Meski jumlah desa di Merangin sudah cukup banyak, namun keinginan masyarakat menambah desa dengan cara memekarkan desanya terus muncul. Untuk 2012 ada �ga desa lagi yang mengajukan pemekaran ke Pemkab Merangin, yakni Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat, Desa Sido Rukun Kecamatan Margo Tabir dan Desa Air

Batu Kecamatan Renah Pembarap. Dampak dari pemekaran desa tentunya kepada anggaran desa se�ap tahunnya. Terkait anggaran desa, Suherman mengatakan, untuk pencairan 6 bulan pertama sudah terlaksana 100 persen. Sedangkan pencairan hingga bulan Desember masih menunggu penyelesaian SPJ ADD. Terkait pemekaran Kelurahan Pematang Kandis yang penduduknya sudah mencapai 14 ribu jiwa, usulannya berada di bagian pemerintahan Setda Merangin. “Kelurahan Pematang Kandis sudah layak dimekarkan, apalagi penduduknya sudah lebih dari kecamatan terkecil di Merangin. Tapi soal itu di tangani oleh bagian pemerintahan,” jelas Suherman. (ij)

Emang -------------------------------------------------------------------------------------------------------------dari hal 1 Nur Muhammag Agus (Sekretaris Satpol PP Provinsi Jambi, Assad Isma (Ketua GP Anshor Provinsi Jambi), Dedi (Dinas Pertanian Sarolangun), Ir. Fauzi (Kepala Dinas PU Kabupaten Sarolangun), Jangjik Mohza (Kepala Kantor Kesbang Pol Kabupaten Sarolangun), Dr. Hermanto Harun, DR. Mukhsin, MA N (Dosen IAIN), DR Idham Cholik MM (Dinas Pendidikan Provinsi Jambi), DR Ardi SP M.Si (Bappeda Sarolangun), DR Fitriaty Hadjar SE MM (Dosen Universitas Jambi). Sedangkan tokoh politik dan pengusaha dari kalangan wanita sebut saja Haria� Ambiar (Ketua Golkar Sarolangun), Susi Apriyan� (Ketua DPRD Sarolangun), Maimaznah (pengusaha dan Ketua Gapensi Kota Jambi) dan banyak lagi yang �dak bisa kami tulis satu persatu. Di kalangan wartawan, ada nama Suhairi. Pria kelahiran Batang Asai —daerah paling ujung Sarolangun— itu tergolong memiliki etos kerja yang tinggi. Bapak dua anak yang akrab dipanggil Heri itu belakangan kerap menjadi “jembatan” antara wartawan dengan Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA). Pasalnya, Heri satusatunya wartawan yang saat ini dekat dengan lingkungan “istana”. Peran Heri yang ikut membangun sebuah media mingguan di Jambi kentara terlihat. Lewat lobi-lobi khususnya ia memuluskan koordinasi antara PWI Jambi dengan gubernur HBA. Gubernur pun akhirnya bisa memahami tujuan dan pen�ngnya Jambi menjadi tuan rumah HPN, bahkan HBA menyatakan akan ma�-ma�an mendukung pelaksanaan HPN di Jambi. Mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan menggelitik tersebut tidaklah gampang. Akan banyak analis yang diperdebatkan. Tulisan ini hanya memaparkan secuil dari kesuksesan putra-putri Sarolangun di kancah pemerintahan Provinsi Jambi dengan

menempatkan dua orang putra terbaiknya menjadi gubernur Jambi. Keberhasilan ini tentunya �dak terlepas dari semangat untuk berpendidikan, etos kerja dan merantau. Namun kalau kita mengacu kepada data yang disuguhkan oleh Badan Pusat Sta�s�k (BPS) Provinsi Jambi, keberhasilan Sarolangun dalam 12 tahun terakhir memang cukup membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sarolangun, salah satu indikator yang dipakai dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah, naik satu peringkat dari posisi ke-8 menjadi peringkat ke-7 pada tahun 2009 diantara 11 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi. Pada tahun 2010 IPM Kabupaten Sarolangun sebesar 72,46 hampir mencapai IPM rata-rata Provinsi Jambi yakni 72,74 dan melampaui IPM nasional sebesar 71,76. Pencapaian di bidang pendidikan kabupaten yang terpisah dari Kabupaten Sarolangun Bangko pada dua belas tahun lalu itu juga menggembirakan. Indeks Pendidikan meningkat dari 78,5 persen pada tahun 2009 menjadi 93,83 persen pada tahun 2010. Demikian juga rata-rata Angka Par�sipasi Murni (APM) Kabupaten Sarolangun yang tercatat 71,4 persen, lebih �nggi dari rata-rata APM Provinsi Jambi yang 69,3 persen dan rata-rata nasional yang 69,4 persen. Sedangkan rata-rata Angka Par�sipasi Kasar (APK) Kabupaten Sarolangun sebesar 91,44 persen, dimana rata-rata Provinsi Jambi berada di bawahnya yakni 85,10 persen dan ratarata nasional sebesar 85,04 persen. Perha�an yang besar terhadap pendidikan nampaknya merupakan kekuatan utama anak Sarolangun. Tradisi di masyarakat Sarolangun untuk menyekolahkan anak-anaknya se�nggi mungkin, lalu mencari penghidupan yang lebih baik di rantau, telah mengalahkan kendala infrastruktur dan keterpencilan

wilayah tersebut. Ditunjuknya H. Abdul Manap menjadi Residen Jambi tahun 1957 – 1958 membuktikan bahwa pada saat itu anak Sarolangun telah memenuhi persyaratan pendidikan dan kecakapan untuk menjadi pimpinan di provinsi yang baru berusia seumur jagung. Banyak yang bilang, etos anak Sarolangun dalam berjuang untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh pekerjaan yang layak, hanya bisa ditandingi oleh orang Kerinci. Tradisi pergi merantau dan sekolah se�nggi mungkin didukung pula oleh semangat kerja keras mereka. Inilah yang menjadikan orang Sarolangun melesat di antara anggota masyarakat Jambi lainnya. Satu lagi sifat anak Sarolangun yang menonjol adalah semangat kekerabatan yang tinggi dan kemampuan bersosialisasi dengan unsur masyarakat Jambi lainnya. Orang Sarolangun suka berkumpul, senang berorganisasi dan merajut persatuan kampung yang kuat. Sehingga ke�ka seorang tokoh Sarolangun muncul ke permukaan dan mencalonkan diri untuk jadi tokoh poli�k pemerintahan, tak sulit lagi mencari dukungan. Ini karena sebelumnya mereka telah membangun jaringan yang cukup kuat. Tentu saja seorang tokoh tak bisa muncul begitu saja dengan hanya bermodalkan jaringan pertemanan dan kekerabatan. Anak Sarolangun telah membuktikan bahwa paduan yang pas antara intelektualitas, etos kerja keras dan jaringan luas bisa membawa putra kabupaten ini menjadi tokoh di level Provinsi Jambi. Kabupaten Sarolangun boleh saja muda dalam usia dan pernah disebut sebagai kabupaten terisolir, namun putra-putri yang dilahirkannya telah memberikan sumbangan besar kepada negeri ini. Bravo Sarolangun ! (ard/pm)


SAMBUNGAN

EDISI 1 November 2011

11

Op�misme --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------dari hal 1 ketentuan takdir. Akan tetapi, dalam biografi banyak tokoh dengan segala levelnya, kajian unsur geografis juga terkadang menjadi penting, walau tidak menjadi bahasan dominan. Dari sini Ibn Khaldun dalam kajian sosialnya mencatat, bahwa manusia itu adalah anak lingkungannya sendiri. (al-insan ibn bi,atihi). Dari itu, keberadaan Manaf, mantan Gubernur Jambi, Prof Kha�b Quzwaen, Prof Mukhtar La�f (mantan Rektor IAIN STS), Hasan Basri Agus (Gubernur Jambi) dan yang lainnya, tentu menjadi rekaman pen�ng sejarah Jambi bahwa mereka semua adalah titisan tumpah darah Sarolangun. Tentu, hubungan sosiologis para tokoh Jambi tersebut dengan Sarolangun, jelas �dak elok dipandang dalam perspektif “daerahisme”,apalagi menjadikan hubungan tersebut bahan klaim sebagai titisan “daerah biru” yang berakhir pada perendahan daerah dan golongan lain. Karena hal itu hanya akan mempersempit makna pen�ng dalam kajian sosiologis para tokoh. Justru yang penting ditela’ah dalam konteks ini adalah, adakah sosio kultural setempat berperan dalam ‘memproduksi’ tokoh-tokoh tersebut. Dari perspektif ini, bisa dikatakan, bahwa bumi Sarolangun memiliki etos kerja dan semangat untuk berubah, atau memiliki sensitifitas terhadap dinamika ilmu pengetahaun. Hal ini bisa ditelisik dari budaya melepas kepergian para penuntut ilmu--terutama yang “ngaji” di ins�tusi keagamaan--dengan melakukan tradisi sedekahan, yang bertujuan meminta keberkahan dan do’a, juga sebagai mo�vasi dan injeksi moral bagi penuntut ilmu untuk lebih terbilang dalam perantauan. Sekelumit cerita sosio kultural Sarolangun di atas, agaknya tepat untuk dijadikan bahan kontemplasi dalam potret Sarolangun masa silam yang bisa bermanfaat untuk perjalanan daerah ini di masa mendatang. Pemotretan sejarah Sarolangun tersebut menjadi kontekstual di saat memasuki usianya yang belia sekarang ini. Daerah kecil yang pernah digolongkan sebagai salah satu daerah ter�nggal di nusantara ini, akan memasuki hari jadinya yang ke 12 tahun. Batas usia yang sedang ‘cen�l’ dalam mempersolek diri, ukuran umur yang sedang mempersiapkan diri menjemput masa depan dan sedang bergeliat menggali potensi dan bakat. Tentu, capaian-capain kemajuan terus bergerak maju, sembari senan�asa berbenah.

Di usia remaja Kabupaten Sarolangun ini, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik arah kebijakan pembangunan yang tepat, kualitas sumber daya manusia, serta dinamika sosial masyarakat yang sealur dengan kultur keagamaan. Analogi hitungan hari jadi ke 12 tahun tersebut, jika disandingkan dengan umur manusia normal di tanah air, maka 12 tahun Sarolangun memiliki makna strategis dan monumental. Di usia ini, perlu pematangan fisik, sikap dan pemikiran agar konstruksi mentalitas rakyat memiliki karakter yang jelas, terukur dan senyawa dengan sosial budaya. Dengan demikian, momentum hari jadi ke 12 tahun ini, menjadi sarat makna, penuh dedikasi dan op�misme, terutama dalam menata orientasi, kemana negeri “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” ini akan berlayar dan dimana dermaga akan berlabuh. Akankah s�gma Sarolangun akan menjadi prototype kemajuan bagi berbagai daearah setingkatnya, baik dalam kawasan regional maupun nasional, atau Sarolangun terjerumus dalam jeratan kubang sejarah keterbelakangan? Tentu �dak mudah menjawab semua pertanyaan itu secara pasti, apalagi membuktikan semua jawaban itu dalam realitas. Namun simpul harapan, kemana arah berlayar, dan dimana dermaga tempat berlabuh, sudah terhimpun dalam sebait mo�o “Desa Makmur, Kotapun Terbangun” sebagai benang merah visi dan misi pembangunan Sarolangun lima tahun mendatang. Mo�o dengan bait sederhana tersebut, mencerminkan bahwa kemakmuran rakyat di pedesaan, sebagai komunitas mayoritas rakyat Sarolangun, manjadi suatu target kebijakan yang �dak boleh ditawar lagi. Selanjutnya, desa yang makmur sekaligus juga menjadi penyangga terbangunnya kota yang berkeadaban dan berperadaban. Kelahiran Kabupaten Sarolangun Melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999, dan selanjutnya diperkuat dengan Keputusan DPRD Propinsi Jambi Nomor : 2/DPRD/99 Tanggal 9 Juli 1999, maka pada tanggal 12 Oktober 1999 Kabupaten Sarolangun resmi menjadi daerah otonom. Wujud Sarolangun seper� sekarang ini, tentu �dak berangkat dari asas primordialitas sempit, yang hanya ingin sekedar memisahkan diri kabupaten induknya, apalagi bertolak dari usaha membangun dinas� atau korporasi yang menjadi

wasilah dalam mengeruk kekayaan segelintir manusia. Akan tetapi, kelahiran Sarolangun berangkat dari idealitas dan cita untuk mensejahterakan rakyat, mengangkat harkat dan martabat rakyat dalam segala bidang kehidupan, baik ekonomi, poli�k, sosial maupun pengamalan keagamaan. Hal ini relevan dengan tujuan pemekaran daerah yang antaranya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan kepada masyarakat, memperkokoh basis ekonomi rakyat, mengatur perimbangan keuangan daerah dan pusat, membuka peluang dan lapangan pekerjaan dan memberikan peluang daerah mengembangkan ekonominya secara langsung dan mandiri. Ruang otonomi daerah ini sebenarnya menjadi gerbang bagi rakyat di daerah untuk bisa berekspresi, berkreasi dan sekaligus mendemontrasikan segala hal dinamika kehidupan, sesuai cita-cita dan tujuan hidup bernegara bangsa dalam ingkai kesatuan Republik Indonesia. Maka, otonomi daerah Sarolangun sebagai sebuah kabupaten, selain sebagai berkah, juga sebagai wujud ins�tusional yang menantang para nakhodanya untuk mewujudkan mimpi dan cita Rakyat Sarolangun. Sejauhmanakah ukuran kesejahteraan rakyat Sarolangun dalam masa perjalanannya selama 12 tahun belakangan? Seberapa berkualitaskah pendidikan rakyat Sarolangun selama 12 tahun terakhir? Selanjutnya, bagaimanakah kualitas kesehatan, kesempatan mendapatkan lapangan pekerjaan dan seterusnya, yang semua itu banyak berhulu dari kebijakan pemerintah daerah, termasuk pemerintah Sarolangun. Berkah otonomisasi pemerintahan daerah merupakan cita yang menuntut keniscayaan dalam mewujudkan perubahan pada semua dimensi dan level kehidupan masyarakat. Dengan itu, otonomi daerah mes� dijadikan ruang terbuka untuk membuk�kan perubahan yang didambakan. Perubahan yang dimaksud adalah, bagaimana masyarakat Kabupaten Sarolangun dapat merasakan kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan dalam rumah sendiri. Artiya, segala proses perubahan berorientasi kepada konsep biladi janna� (negeriku adalah sorgaku). Bukan sebaliknya, menjadikan masyarakat tempatan sebagai penonton dinamika perubahan di daerah sendiri. Dari itu, dambaan perubahan dalam realitas sosial jelas bertujuan untuk mencipatakan

Awal --------------------------------------------------------------------------------------------dari hal 1 dengan baik. Karir alumni pasca sarjana administrasi publik Universitas Gajah Mada (UGM), 1998, ini terus meningkat. Berbagai jabatan strategis di Pemkab Sarolangun pernah didudukinya, antara lain kepala dinas pendapatan daerah, kepala bappeda dan kepala DPKD. Tamatan fakultas ekonomi Universitas Jambi (Unja) ini bukan cuma “jago kandang”. Terbuk�, ketika pindah ke pemerintah provinsi (pemprov), ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan pen�ng, seper� kepala bappeda dan asisten pemerintahan. Selain itu, Pahrul Rozi juga ak�f sebagai dosen di beberapa perguruan �nggi di Jambi. Banyak kalangan menilai, Pahrul Rozi sangat pas berpasangan dengan Cek Endra, karena ia memiliki segudang pengalaman

di lingkungan birokrasi. Apalagi Pahrul Rozi juga sudah mengiku� berbagai pendidikan kedinasan, mulai dari diklat pimpinan, perencanaan strategis, penyusunan LPJ hingga diklat penyusunan anggaran. Pahrul Rozi kecil menamatkan Sekolah Dasar (SD) di SDN 119/VI Bukit Bulan pada tahun 1972. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sarolangun pada 1976, dan meneruskan ke SMEA Negeri 1 Jambi. Setamat dari SMEA, 1980, Pahrul kuliah di fakultas ekonomi Unja. Dua tahun kuliah ia masuk menjadi PNS dengan pangkat II/a. Meski kuliah sambil bekerja, gelar sarjana ekonomi berhasil diraih Pahrul pada tahun 1989. Dua tahun berselang, pangkatnya langsung naik menjadi III/a. Sejak itu karier Pahrul terus

menanjak dengan cepat. Sejumlah jabatan di Kantor Gubernur Jambi pernah didudukinya hingga akhirnya pangkatnya sampai menjadi IV/c. Dasar Pahrul anak desa yang cerdas. Kelebihannya itu �dak disia-siakan oleh pemerintah. Karena itulah, selain dipercaya memegang jabatan, Pahrul juga sering kali dilibatkan dalam tugas-tugas khusus, seperti penyusunan pidato bupa�, renstra, LAKIP, LPJ, RPJPD, RKPD dan penyusunan RPJMD. Pahrul Rozi juga ak�f di organisasi. Di Kabupaten Sarolangun ia pernah dipercaya menjalankan kepengurusan KONI sebagai ketua harian, ketua Pengcab PBSI dan pembina Pengcab Percasi serta memimpin kon�ngen Porda XVII Kerinci dan Porda XVIII Bungo. (dod)

Infojambi -------------------------------------------------------------------------------------dari hal 2 pembacaan yasiin. Kepada isteri almarhum, Mursyid menyampaikan permohonan maaf awak infojambi yang �dak bisa hadir seluruhnya. Tapi y ang jelas, mereka semua ikut merasa kehilangan almarhum, meski-

pun banyak diantaranya yang belum pernah bertatap-muka langsung. “Mohon maaf baru sekarang kami bisa datang, karena kesibukan di Jambi yang �dak bisa di�nggalkan. Kami dari InfoJambi

Group dan PWI merasa berduka dan kehilangan atas meninggalnya almarhum. Kami berharap keluarga yang di�nggalkan bisa tabah menghadapi semua ini,” ujar Mursyid seraya menyerahkan sedikit uang duka. (red)

“desa makmur dan kotapun terbangun” yang dalam konteks lain, boleh dibahasan sebagai mekonstruksikan sebuah perbadan. Jika demikan, maka sebagai prasyarat untuk mencapai semua itu, menurut Malek Ben Nabi, paling �dak ada �ga komponen perubahan sosial mendasar, yaitu, pola fikir (ala�ar), personali� (al-asykhas), penyangga perubahan lainnya (al-asyya). Ini berar�, perubahan yang diidamkan menuju cita Sarolangun Emas II mestinya bertolak mindset pembangunan sumber daya manusia yang siap bersaing dalam percaturan global, selanjutnya didukung oleh mental individu yang kokoh, memahami realitas perubahan, dan tentunya tetap percaya diri dengan iden�tas budaya lokal, dengan tanpa tergerus oleh arus budaya liar dari luar. Selanjutnya, penyangga lainnya berupa sumber daya alam sebagai sumber ekonomi yang diberdayakan sesuai dengan ukuran dan keperluan, sehingga peradaban yang dicitakan terbangun dengan tanpa mengorbankan masa depan generasi selanjutnya. Setelah itu, akan sempurna jika dilengkapi dengan penguatan jaringan hubungan sosial (syabakah al-alaqah al-ij�maiyah), baik dalam skala lokal, regional maupun internasional. Jika komponen perubahan seper� di atas tadi dapat dikreasikan oleh pemerintah daerah Sarolangun, dengan melakukan inprovisasi yang sesuai konteks

zaman, maka optimisme Sarolangun Emas II tidak hanya tersimbolkan dalam slogan ulang tahun, atau hanya terekam dalam catatan-catatan baliho. Ungkapan Sarolangun Emas II akan berkilau menyinari inspirasi banyak daerah dalam berbenah dan menkonstruksi sejarah emas lainnya. Harapan yang lebih besar dari itu adalah, selain keharusan program Emas dapat mensejahteraan masyarakat Sarolangun, kiranya Sarolangun dapat menjadi tabungan kepemimpinan daerah, yang patah tumbuh, hilang bergan�, khususnya di ranah Melayu Jambi. Jika itu bisa dibuk�kan, maka op�misme Sarolangun Emas II �dak hanya laris dalam wacana utopia, namun selalu menjadi barang berharga dimana dan kapanpun jua. Lebih dari itu, Sarolangun akan melegenda dan terekam dengan catatan bertuliskan �nta emas dalam sejarah persada. Selamat Ultah Sarolangun, semoga kilauan Emas-mu tidak menipu, laiknya suasa. Semoga tidak ! Wallahu’alam. (Dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Syariah IAIN STS Jambi) Curiculum Vitae Nama TTGL

: H.Hermanto Harun : Batu Penyabung, Bathin VIII, Sarolangun 10-04-1976 Pekerjaan: Dosen IAIN STS Jambi Status : Menikah dengan Erma Yunita, AM, Keb Pendidikan: Ponpes Syekh Maulana Qory,

Bangko 1992 (SLTP), Pondok Modern Darul Mu�aqien, Tangerang Banten 1996 (SLTA) Al-Azhar University, Kairo-Mesir 2002 (S1) Zamalek Institut for Islamic Studies, Kairo 2003 (S2, �dak selesai) IAIN Sunan Ampel Surabaya 2005 (S2) Na�onal University of Malaysia 2011 (S3) Prestasi : Penerima Beasiswa Al-Azhar University Penerima Beasiswa IDB Riyad Penerima Beasiswa Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya Wisudawan terbaik Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya Penerima Beasiswa Program S3 Kab Sarolangun

Pria tambun ini salah satu putra Sarolangun yang mampu meraih gelar doktor dengan latar belakang ekonomi pas-pasan. Sejak tahun 1992 meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu, dengan etos kerja yang �nggi akhirnya meraih gelar S3 nya di negeri jiran malaysia. “Saya seorang anak ya�m, ekonomi keluarga saya pas-pasan bahkan kekurangan, tapi saya harus rajin belajar dan kalau dapat setiap jenjang sekolah dapat beasiswa,” ujar Hermanto yang sangat produk�f menulis di berbagai media di Jambi dan nasional. ***

Dari Kecil -------------------------------------------------------------------------------------dari hal 1 dimanfaatkan Endra. Barangbarang bekas itu dijual ke Kota Jambi. Kebetulan mobil pengangkut karet milik ayahnya kerap ke Kota Jambi. Tak disangka, bisnis kecil-kecilan menjual karung dan botol bekas tersebut menjadi besar. Endra tidak saja mendapatkan barang bekas dari usaha ayahnya, tapi juga merambah ke limbah milik pengusaha karet lain. Meski berbisnis, Endra tetap terus sekolah, hingga akhirnya tamat dari SMP Negeri 4 Jambi dan SMEA Negeri 1 Jambi. Banyak orang terbengong-bengong ke�ka Cek Endra dipersun�ng oleh Hasan Basri Agus (HBA) untuk mendampinginya sebagai wakil bupa� (wabup) periode 2006-2011. Selama ini orang hanya tahu Endra adalah seorang ekonom dan pengusaha. Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Endra berasal dari keturunan pamong. Bagi orang-orang tua di Kabupaten Sarolangun, �dak ada yang �dak kenal dengan Ramalip. Pasirah Ba�n IV itu adalah ayah dari Ahmad Basyariah, yang melanjutkan jabatan ayahnya sebagai pasirah di marga Ba�n. Nah... Ahmad Basyariah, Camat Sarolangun pertama ini adalah ayah dari Hj Hafni Rosna, ibu kandung Cek Endra. Ahmad Basyariah pernah pula menjabat Camat Batangasai. Namanya terkenal kemana-mana. Ia ikut menanda-tangani piagam pendirian Provinsi Jambi, mewakili Lembaga Adat Kabupaten Sarko. Ahmad Basyariah amat disegani karena merupakan salah seorang

tokoh masyarakat di Sarolangun. Jiwa kepemimpinan itulah yang mengalir di tubuh Endra. Di masa kuliah, di Akademi Uang dan Bank (AKUB) Yogyakarta, sejumlah jabatan ketua pernah dipegangnya, seperti ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), ketua komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan ketua senat mahasiswa. Selain di organisasi kampus, ke�ka �nggal di Jakarta, Endra juga pernah dipercaya menjalankan sejumlah organisasi. Di DPP Kosgoro ia didaulat menjadi ketua pemuda penggerak pembangunan. Ia juga pernah menjadi bendahara Koperasi Pesantren Seluruh Indonesia dan bendahara DPP Persani. Berbekal ilmu pendidikan di SMEA, AKUB dan jurusan managemen Universitas Krisnadwipayana Jakarta, Endra meniti kariernya bekerja di perusahaan swasta. Awal bekerja ia bergabung dengan sebuah perusahaan asuransi, PT Tugu Pratama, dengan tugas sebagai kasir. Pada usia 30-an tahun Endra diangkat menjadi direktur utama di perusahaan itu. Kemampuannya membuatnya beberapa kali ditugaskan menjalankan perusahaan di luar negeri, seper� Singapura, Thailand, Hongkong, Inggris dan Jerman. Profesi itu dijalaninya dari tahun 1993 hingga 1996. Pada pertengahan era 90-an, Endra juga memimpin sejumlah perusahaan di Jambi, PT Masurai Agro Sejahtera, PT Gunung Kembang Mandiri dan PT Sarolangun Bara Prima. Melalui perusahaan-peru-

sahaan besar itu Endra menunjukkan pedulinya terhadap kampung halaman, Jambi, terutama Sarolangun. Endra mulai berpoli�k pada tahun 2000-an. Jatuhnya pilihan HBA, calon kuat bupati Sarolangun waktu itu, pada Endra, membuk�kan bahwa kecerdasan Endra �dak diragukan lagi. Pasangan ini dengan mudah memenangkan Pemilukada Sarolangun, lantaran masyarakat sudah tahu “kelas” HBA – Endra. Hampir lima tahun memimpin Sarolangun bersama HBA, negeri itu berubah dras�s, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, ke�ka HBA terpilih sebagai gubernur Jambi diakhir masa jabatannya sebagai bupa�, tanpa ragu-ragu ia langsung melantik Endra sebagai penggan�nya. Memimpin sebuah kabupaten sendirian, tanpa wakil bupati, bukanlah gawe mudah. Tapi itulah yang dijalani Endra sepeninggalan HBA. Kerja kerasnya �dak sia-sia dan memberi buk�. Dalam setahun memimpin, Endra mampu menuntaskan program Sarolangun Emas yang diusungnya bersama HBA dulu. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan Endra menjadi bukti nyata. Kepercayaan masyarakat semakin mengkristal, sehingga Endra �dak kesulitan memenangkan Pemilukada 2011 bersama wakil bupa�nya, Pahrul Rozi. Kemakmuran masyarakat Sarolangun sudah semakin di depan mata. Mantap... (dod)

Cek Endra -------------------------------------------------------------------------------------dari hal 1 yang baru terpilih Cek Endra dan Fahrulrozi untuk melanjutkan program pendahulunya yang dianggap baik. “Sejarah telah membuktikan bahwa pembangunan yang berkesinambungan yang kita lakukan selama ini, telah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sarolangun,” alasan Cek Endra. Menurut Cek Endra, akan tetap melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan seper� yang telah dilakukan oleh para bupa� terdahulu, terutama konsep pembangunan jangka panjang hingga tahun 2025. “Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Sarolangun 2006-2025, tetap menjadi pedoman kami dalam

menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) 2011-2016,” jelasnya. Alasannya, tambah Cek Endra, konsep RPJP yang dilaksanakan selama ini telah mampu meningkatkan pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita serta menurunya jumlah penduduk miskin dan tingkat pengangguran, tersedianya infrastruktur yang memadai, yang muaranya berupa dicabutnya status Kabupaten Sarolangun sebagai Kabupaten Ter�nggal. Misalnya untuk melihat kemajuan yang telah dicapai, dapat dilihat dari indikator ekonomi makro dan indikator sosial yang menjadi tolok ukur secara nasional. “Capaian pada bidang ekonomi,

Alhamdullilah dari tahun ke tahun menunjukan trend posi�f. Dilihat dari indikator makro ekonomi, PDRB kita saat ini sudah mencapai angka sebesar Rp. 3.755,44 triliun. Sedangkan untuk PDRB perkapita, pada periode yang sama, telah mancapai angka Rp. 15,25 juta/ orang/tahun,” ujarnya. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun saat ini mencapai angka 8,18 persen, ter�nggi dibandingkan angka nasional yang hanya 6,1 persen. “Laju pertumbuhan ekonomi ini termasuk kategori �nggi diantara 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, dimana untuk provinsi sebesar 7,31 persen, dan nasional 6,1 Persen,” jelas mantan pengusaha ini. (pm)


INFOPROMO

EDISI 1

12

November 2011

Gegap Gempita Malam Promosi Pariwisata Budaya Jambi C M Y B

I N FOJA M B I KO R A N — Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggemakan suara merdu gesekan biola dan INFOJAMBI KORAN — Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus melakukan gebrakan di bidang pariwisata dengan melakukan ekspose accordion serta suara gendang. pariwisata di Jambi melalui seni budaya Jambi, di Balairung Soesilo Soedarman Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Krea�f, Jambi, Tepukan tangan terus membabelum lama ini. Hadir saat itu Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Krea�f, Yunus Satrio Admojo hana setiap kali para penari usai beraksi. Alunan suara nan dan perwakilan kedutaan negara sahabat. indah mengiringi para gadis rupawan dan para bujang rancak Gubernur menyatakan, pemer- dilakukan Menteri Perhubungan total luas area 53.000 km2 dan gan minat khusus dan berkanmenari dengan dinamis dan keberagaman suku serta etnis. tong tebal yang datang tidak intah terus berupaya dalam 25 November mendatang. Ke p a l a D i n a s Pa r i w i s a ta peduli jalan rusak. Mereka penuh keanggunan, mengangmengembangkan potensi pari- “Targetnya kunjungan pariwiwisata di Provinsi Jambi melalui sata di Jambi semakin menin- Provinsi Jambi, Didy Wuryanto, betah bermalam dan tinggal kat kekayaan budaya Jambi. perbaikan infrastruktur. Ia me- gkat. Saat berkunjung ke Jambi mengungkapkan, saat ini kun- di hutan, seper� dengan Suku Para penonton terbius dengan minta intervensi pemerintah Bapak Presiden berjanji akan jungan pariwisata di Jambi han- Anak Dalam (SAD). Jambi �dak mistik dan uniknya Tari Niti pusat untuk membantu dalam mengembangkan kawasan candi ya berupa wisatawan dengan punya pantai yang membuat tu- Mahligai Kaco, yang menari di menjadi kawasan pariwisata. minat khusus dan berkantong ris secara massal datang berdar- atas pecahan kaca dan kobaran pengembangan pariwisata. api. “ini kesempatan yang diberikan Usaha pemerintah daerah mem- tebal. Pemerintah berkomiten mawisata ke sana. Gambaran ini hanya sebakementerian pariwisata untuk persiapkan infrastrukturnya,” akan terus meningkatkan pariPemprov Jambi diharap dapat mempromosikan akses-akses ujar HBA. dijadikan des�nasi wisata. Ada gian dari meriahnya malam wasata di Jambi. potensi pariwisata di Jambi. Dalam eksposenya gubernur Pada tahun 2006 sampai 2010 dua hotel yang akan dibangun, promosi pariwisata Jambi, di Kami ingin memperkenalkan menyatakan bahwa Pemprov ada peningkatan di bidang pari- membuk�kan ada peningkatan Jakarta, beberapa waktu lalu. Yunus Satrio Admojo, Staf potensi pariwisata di Jambi yang Jambi telah melakukan berbagai wasata tapi �dak diatas 10 %. turis yang datang. cukup luar biasa. Memang se- upaya untuk mengembangkan Kunjungan wisatawan asing Namun harus dilihat bahwa Ahli Bidang Hubungan Antar lama ini belum tergarap dengan Jambi, termasuk pengemban- hanya sekitar 7.000 orang dan mereka ke Jambi untuk bisnis, Lembaga Kementerian Parigan pariwisata yang menjadi visi domes�k �dak lebih dari 1 juta belum khusus untuk rekreasi. wisata menyatakan, kegiatan maksimal. Setelah bisnis ada rekresasi itu merupakan hal pertama orang. Kami berharap akan dikem- Jambi Emas. Kendala yang menghambat dan target ke depan pariwisata yang dihadiri langsung oleh bangkan dengan maksimal, Provinsi Jambi memiliki letak karena kami tahu pariwisata geografis yang strategis di se- pengembangan pariwisata di meningkatkan kunjungan pari- kepala daerah. Itu menunjukkan komitmen yang tinggi dari dapat meningkatkan pendapa- gi�ga pertumbuhan, Malaysia, Jambi adalah infrastruktur. wisata di atas 10 persen. Menurut Didy, wisatawan dentan daerah, termasuk pening- Singapura dan Thailand, dengan (hms) pemerintah terhadap pengembangan pariwisatanya. katan ekonomi masyarakat,” “Baru kali ini ada acara proungkap HBA. mosi yang dihadiri langsung Gubernur menjelaskan, saat ini oleh gubernur. Ini membuktikan yang menjadi kendala pariwisata niat besar pemerintah dalam di Jambi adalah belum tersemengembangakan pariwisata dianya infrastruktur jalan yang di daerahnya,” ujar Yunus. memadai untuk mencapai lokasi Dalam sambutan tertulis Menpariwisata. Masalah jalan masih teri Pariwisata dan Ekonomi menjadi kendala utama. Jalan Kreatif, Mari Elka Pangestu yang yang bagus hanya 31 persen. dibacakan Yunus dikatakan, Yang lainnya dalam kondisi rusak berbagai objek wisata di nussedang dan rusak berat. antara, termasuk Jambi perlu Menurut gubernur, target dipelihara dan dikembangkan pariwisata kedepan mengemdan dikemas sedemikian rupa, bangkan Candi Muaro Jambi sehingga menjadi daya tarik seluas 2.612 hektar dan memunggulan yang mempesona. perkenalkan potensi taman naKementerian Pariwisata dan sional sebagai paru-paru dunia. Ekonomi Kreatif sangat apresiaPemerintah pusat telah memsif terhadap berbagai kegiatan berikan bantuan dalam pengemyang dapat menumbuhkembangan Bandara Sultan Thaha, bangkan masyarakat berbasis yang peletakan batu pertamanya

Gubernur Minta Pusat Kembangkan Pariwisata

kreativitas. Menteri menyatakan, pariwisata dan budaya Jambi harus terus dikembangkan dengan baik agar warisan luhur yang menjadi ciri budaya warga Jambi tetap dapat dipertahankan, bahkan diperkaya dengan kreasi-kreasi baru yang berkualitas. Salah satu cara untuk merangsang perkembangan itu melalui kegiatan Pekan Pesona Budaya Jambi, yang mampu menghibur masyarakat Jambi, sekaligus sebagai ajang promosi bagi pemerintah daerah memperkenalkan industri pariwisata lainnya dan memupuk tali silahturahmi antar daerah. Menteri mengharapkan penyelenggaraan even ini dapat meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Jambi, sehingga kekayaan budaya masyarakat dan kekayaan alamnya dapat diapresiasi oleh orang di luar Jambi dan membuka kontribusi positif terhadap pendapatan masyarakat dan devisa negara. “Selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diberi amanat melakukan pembinaan dan perkembangan pariwisata di Indonesia, saya mendukung penyelenggaraan even-even pariwisata di nusantara. Sayan berharap kegiatan Pekan Pesona Budaya Jambi dapat berkelanjutan guna merangsang meningkatnya ekonomi kreatif yang sudah mengakar di masyarakat Jambi,” ujar Yunus. Promosi pariwisata Jambi di Jakarta tersebut juga menampilkan Tari Sekapur Sirih dan Tari Lenggang Sri Tanjung, pagelaran busana pengantin dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dan pagelaran songket serta batik Jambi. (hms)

Jambi Juara Umum Jambore Kader PKK Nasional INFOJAMBI KORAN — TP-PKK Provinsi Jambi keluar sebagai juara umum Jambore Kader PKK Tingkat Nasional 2011, di Jakarta. Prestasi itu diraih sesuai cita-cita

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri. Keberhasilan tersebut membuk�kan kepemimpinan Baca Jambi di Hal...6

PKK Jambi Gaungkan Samisake di Tingkat Nasional INFOJAMBI KORAN — Melalui drama singkat bernuansa tradisional dengan penampilan dan seragam sederhana serta bahasa santun, dibalut dengan komedi, TP PKK Provinsi Jambi menggaungkan program satu miliar satu kecamatan (samisake) di level nasional. Penampilan itu berlangsung pada acara Malam Gembira Jambore Kader PKK Tingkat Nasional 2011, di Krakatau Conven�on Center Hotel Mercure, Jakarta, Senin malam lalu. Dengan pembawaan rileks dan jenaka, �m drama PKK Jambi memberi pesan soal program samisake. Drama itu mampu menyedot perha�an para kader PKK se-Indonesia.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri, menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki program samisake yang didesign untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Samisake juga membantu program PKK berupa sosialisasi penolakan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penanggulangannya. Drama tersebut dibumbui dengan Tari Batanghari yang diiringi lagu daerah Jambi. Menariknya, beberapa pengurus PKK Pusat juga turut berdendang bersama dengan �m PKK Jambi. (hms)

ALAMAT REDAKSI : Gedung InfoJambi Group Lt. 3 Jl. LKH Yoenoes Sains 42 Kebon Handil, Kota Jambi Telp. (0741) 42599

E-mail : infojambi@yahoo.com

C M Y B

InfoJambi Koran Edisi 01  

Mengupas Lebih Dalam

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you