Issuu on Google+

C M Y K

M Y K

INFOJAMBI Koran M E N G U P A S

EDISI 26

1  15 JUNI 2014

L E B I H

facebook.com/infojambi.update

Berita Realtime Pertama

di Jambi

D A L A M @infojambidotcom

HARGA : Rp 10.000,-

PIN : 79798050

2

4

5

6

Sudah Tertipu, Dipenjara Pula

HBA Akan Lanjutkan Bedah Rumah

Saling Pelotot Berujung Adu Otot

Ali Redo Siap Rebut Kursi Bupati

Palsu…

SEBUAH surat kabar harian di Kota Jambi membuat judul headline-nya “KPK Palsu Tipu Sadin Rp 2,1 Miliar”. Sontak saja berita ini menjadi tren topik di dunia maya dan diskusi lepas di kedai-kedai minum. Dalam kamus Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata palsu yang berkaitan dengan profesi/pekerjaan, seperti polisi, wartawan, tentara, jaksa, dan KPK mengandung pengertian gadungan. Gadungan itu orang yang mengaku-aku sebagai anggota KPK, wartawan, polisi, TNI dan sebagainya, dengan tujuan menipu orang lain untuk mendapat keuntungan. Anehnya, di saat kemajuan

teknologi informasi begitu pesat, kok masih ada orang percaya, padahal bisa dilacak ke lembaganya. Atas musibah yang menimpa Pak Sadin ini, banyak komentar dan tanggapan. @kasihan dengan Pak Sadin, sudah jatuh tertimpa tangga pula, dihimpit lagi oleh durian muda. Ada lagi berkomentar @wah…. begitu berduitnya Pak Syahrasaddin itu, untuk menyuap saja mampu mengeluarkan uang Rp 2,1 miliar, dari mana datang uangnya ? Ada lagi yang berpendapat @kok percaya saja, kasus yang diurus di kejaksaan yang mengurus orang KPK, dak nyambung kali. Apalagi kita tahu orang-orang KPK

yang asli dikenal lurus-lurus. Ada pendapat lain, @sadin bisa dikenakan pasal penyuapan. Sejenak kita alihkan pembicaraan tentang kasus perpolikan di Indonesia saat ini. Dari pilwako, pilgub, pileg hingga pilpres berlombalomba membuat pencitraan dan janji-janji. Dicitrakan dekat dan perhaan sama warga, seap pesta perkawinan terpampang karangan bunga. Setelah terpilih, dak satupun lagi ada karangan bunga di tempat pesta-pesta. Kalaupun ada untuk orang-orang tertentu saja, dak seper saat pencalonan, siapapun dan dimanapun karangan bunga diantar m sukses.

Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24 Simpang III Sipin, Kota Jambi.

Dicitrakan merakyat dengan blusukan ke pasar-pasar dan lorong-lorong. Setelah terpilih malahan para pedagang yang digusur. Tanpa solusi jelas, bahkan kebijaksanaan itu pilih kasih. PKL di daerah tertentu digusur, sedangkan di tempat lain dibiarkan. Berjanji dak KKN, setelah terpilih semua proyek diembat, bahkan untuk rehab rumah dinas saja menelan dana miliaran rupiah. Berjanji tidak mau menerima gaji, diam-diam diambil juga. Itulah kisah-kisah pencitraan palsu dan janji palsu yang dipertontonkan para pemimpin di republik ini. Memasuki pemilihan presiden 9 Juli mendatang,

waspadailah para pemimpin yang melakukan pencitraan palsu dan berjanji palsu. Tapi yakinlah, pencitraan palsu dan janji palsu dak

bertahan lama. Kalau dak rakyat yang menghukum, Tuhan yang akan menghukum. Sangat pedih. —redaksi

MAT SULO # BANYAK JANJI POLITIK TIDAK DITEPATI = Janji palsu… Biasolah kalo pingin jadi tu… # SYAHRASADDIN TERTIPU RP 2,1 MILIAR = Keciklah duit segitu. Maklum mantan sekda, Jok ! # HBA AKAN LANJUTKAN PROGRAM BEDAH RUMAH = Kalo ini kayaknyo idak janji palsu… # MODUS PECAH KACA JADI TREND PERAMPOKAN = Perampoknyo tau bae mobil yang ado duitnyo… # BANYAK PETANI KARET JADI KULI DAN PEMBANTU = Biaso bae…yang gawat tu kalo bupa jadi lurah…

E-mail : infojambi@yahoo.com

C M Y K


2

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

INFO UTAMA

Sudah Tertipu, Dipenjara Pula INFOJAMBI KORAN — Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Ir H Syahrasadain M.Si ditipu oleh oknum yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpangkat komisaris besar (kombes). Syahrasaddin kehilangan uang sekitar Rp 2,1 miliar. Sialnya, Syahrasaddin yang akrab dipanggil Sadin itu tetap saja ditahan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi di Lapas Klas IIA Jambi. Padahal dia berharap dengan membayar Rp 2,1 miliar bisa lolos dari jeratan kasus korupsi dana Kwarda Pramuka Jambi dan dana Perkempinas 2012.

Sadar telah tertipu, Sadin akhirnya menyuruh adiknya, Hermansyah RH, melaporkan kasus penipuan itu ke Polda Metro Jaya. Hermansyah pun mengadu ke Polda Metra Jaya dengan laporan nomor LP/1959/ V/2014/PMJ/Ditreskrum, Rabu (28/5). Kasubdit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, yang dikofirmasi infojambi membenarkan adanya laporan itu. Namun dia belum mau banyak komentar. Informasi yang didapatkan infojambi, awalnya Syahrasaddin dihubungi

seseorang mengaku anggota KPK berpangkat kombes. Orang itu minta Syahrasadin mengirim uang sebesar Rp 2, 1 miliar untuk mengurus kasusnya di KPK. Belakangan diketahui orang itu anggota KPK palsu. Sadin diduga tergiur bujukan anggota KPK palsu yang menyatakan bisa membantu mengurus SP3 kasus yang sedang dihadapinya. Syaratnya harus menyiapkan uang miliaran rupiah. Terpengaruh rayuan maut itu, Sadin mentransfer uang yang disepaka, sekitar bulan Februari hingga Maret 2014. Uang dikirim melalui bank secara bertahap hingga total

jumlahnya mencapai Rp 2,1 miliar. Kenda uang sudah ditransfer, Sadin justeru malah dijebloskan ke penjara olek pihak Kejaksaan Tinggi (Keja) Jambi. Tersadar dirinya terpu, Syahrasaddin menyuruh adiknya, Hermansyah RH, mengatur siasat untuk memancing oknum penipu itu. Akhirnya, Rabu (28/5), Hermansyah berhasil memancing si penipu, Andri Efendi (51), untuk bertemu di suatu tempat. Pria itu langsung dibawanya ke Polda Metro Jaya. Warga Jalan Agung Barat No.23 RT.010 RW.018, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut

tak berkuk. Kasubdit Jatanras, Herry Heryawan, membenarkan penangkapan Andri oleh Hermansyah. Andri pun ditahan di Polda Metro Jaya. Pria ini bisa dijerat dengan pasal 372 dan 378 KHUP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara. —ali damsir

Benarkah Jokowi Berbohong ?

AINUTTIJAR.BLOGSPOT.COM

MENJELANG pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang, berbagai cara dilakukan oleh tim sukses para calon presiden untuk menarik simpa ha rakyat. Hal itu terbukti berhasil dilakukan m Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK) dalam mempengaruhi opini untuk mengangkat citra Jokowi kehadapan publik. Sepe keka Jokowi masih menjabat Walikota Solo, dengan mobil Esemka yang diklaimnya sebagai karya anak bangsa yang 100 % memakai komponen produksi dalam negeri. Jutaan rakyat Indonesia terkesima oleh hasil temuan anak Solo pimpinan Jokowi itu. Jokowi rela menyer sendiri mobil Esemka dari Solo ke Jakarta untuk melakukan

uji emisi. Namun sayang hasilnya belum memuaskan, mobil itu dinyatakan belum lolos dan masih banyak harus diperbaiki gara-gara kandungan impornya terlalu banyak. Wajah Jokowi hampir setiap hari menghiasi halaman media massa, cetak maupun elektronik. Kebohongan Jokowi tentang mobil Esemka terbongkar keka Haji Sukiyat, pengusaha bengkel mobil dari Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, membeberkan komponen mobil Esemka hasil comot dari beberapa perusahaan asing. Bukan asli buatan dalam negeri. Sejak pengakuannya itu, Sukiyat seap hari mendapat ancaman dari berbagai pihak. “Saya membeberkan masalah teknis apa adanya,

seper yang saya ketahui, tapi rupanya ada sejumlah pihak yang tidak senang,” ujar Sukiyat dikuitp dari Espos. Sukiyat mengaku dirinya pasrah saja, tapi dia merasa lega telah membeberkan masalah mobil Esemka apa adanya. Prinsipnya dia bukan orang polik, dia orang teknik. Menanggapi bantahan Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Sulistyo Rabono, soal comot-mencomot komponen mobil lain, Sukiyat dak keberatan. “Toh ada saksinya. Kepala SMK Trucuk tahu persis dimana membeli komponen comotan itu,” tuturnya. Masyarakat Indonesia patut kecewa dan kaget dengan terungkapnya fakta soal mo-

bil Esemka yang mengangkat nama Jokowi itu. Pasalnya, Jokowi sering berkampanye Esemka adalah mobil karya anak bangsa. Mobil Esemka menurut Sukiyat adalah hasil buatan perusahaan China bernama Foday. Mobil itu melejitkan nama Jokowi sampai setinggi langit. Mobil itu diakui mobil nasional murni buatan anak negeri, buatan anak-anak SMK yang dirakit di bengkel Sukiyat Solo. Masyarakat republik ini masih ingat betul. Maklum saja, media massa kala itu memberitakan dengan gegap gempita luar biasa. Hampir seap hari mobil Esemka dan Jokowi muncul di layar berita. Publik dibuat terpesona, seolah terharu dan sulit dipercaya. Ternyata ada putera bangsa yang punya prestasi luar biasa. Sesuatu yang dak pernah terpikir sebelumnya, membuat mobil sendiri. Luar biasa ! Jokowi sebagai Walikota Solo yang memperkenalkan dan mendukung kelahiran mobil itu, namanya dipujapuja bak dewa. Namanya menjadi buah bibir dimanamana. Terkenal luar biasa. Di balik kepopuleran nama Jokowi dan mobil Esemka itu diduga terjadi penipuan. Body dan spare-part mobil Esemka diambil dari China. Design pun dari China, tepatnya dari perusahaan mobil Foday yang

Ir H Syahrasadain M.Si

bernama lengkap Guangdong Foday Automobile Co.,Ltd, beralamat di Boai Road East, Shishan Technological & Industrial Park B, Nanhai District, Foshan City, Guangdong. Perakitnya, Sukiyat, sudah mengakui bahwa mobil itu bukan murni buatan anak negeri, tapi dari negara luar. Namun rupanya dia mendapat tekanan dan ancaman agar tutup mulut, tidak membuka cerita sebenarnya ke masyarakat. Beberapa bulan setelah pengakuannya di media massa, bengkel Sukiyat kebakaran. Entah murni kebakaran atau memang sengaja dibakar. Kebohongan Jokowi juga diungkapkan oleh wartawati senior, Nanik S Deyang, dalam akun fecebooknya. Dia menulis, Jokowi sebagai calon presiden (capres) punya ambisi dan sifat rakus akan kekuasaan. Setelah satu bulan dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sudah berambisi ingin menjadi Presiden Indonesia. “Sejak Desember 2012 atau hanya satu bulan setelah dilantik jadi Gubernur DKI, otaknya sudah nafsu mau jadi presiden,” tulis Nanik di akun Facebook-nya. Nanik yang mengaku kenal dekat dengan Jokowi mengatakan, untuk mewujudkan ambisinya itu mantan Walikota Solo ini merancang proyek monumental yang nannya

dikenang masyarakat, padahal dia tahu pekerjaannya itu ala kadarnya. “Monorel dipaksakan supaya dalam setahun pemerintahan proyek itu ada dan lihatlah sekarang mangkrak karena ketidakmampuan investor yang ditunjuk. Lihat itu proyek Market Night, beritanya sampai dimana-mana, sampai ada satu media besar mengulas satu halaman. Tapi apa hasilnya, hanya berlangsung beberapa malam saja,” ungkap Nanik. Menurut Nanik, monorel mangkrak padahal dia tahu dari awal bahwa proyek MRT itu dak layak dibangun. Jokowi mengejar proyek ini agar dalam setahun pemerintahannya terlihat punya prestasi. Nanik mengungkapkan, soal ambisi, Maret 2013 Jokowi menunjukkan kepadanya satu hasil survei yang dibawa ke ruangannya. Seminggu berikutnya sudah ga hasil survei di antar stafnya ke kantor. Jokowi mengatakan, “Mbak gila ini, popularitas saya sudah melebihi SBY. SBY hanya 64 persen, saya sudah 80 persen”. Nanik mengaku pada hari lebaran ditelpon Jokowi, memberitahu dia ditegur Megawa Soekarnoputri karena ketahuan diam-diam sudah membentuk m sukses. Soal telpon ini Nanik disambungkan oleh ajudan Jokowi bernama Ivan. —ali damsir (dari berbagai sumber)

Diterbitkan Oleh : CV. InfoJambi. Pimpinan Umum : H. Mursyid Sonsang. Pemimpin Redaksi : Doddi Irawan Wakil Pemimpin Redaksi : Hj. Asnelly Ridha Daulay. Redaktur Pelaksana : Izwan Sholimin, M. Asrori S. Redaktur : Syafruddin, Suhairi M. Kota Jambi : Lery RD, Fachri M, Ramadhani, Sapta Purnama. Batanghari : Raden Suhur. Sarolangun : Rudy Ichwan. Merangin : Jefrizal. Bungo Tebo : Hambali, Solihin, Edwar. Kerinci / Sungai Penuh : Feri Hartanto. Muaro Jambi : Ryan Bromanggara.Tanjung Jabung Timur : Suhaili, Hipni. Tanjung Jabung Barat : R. Simanjuntak, Alfatih.Tungkal Ulu / Merlung : M. Hatta Z. Perwakilan Jakarta : Bambang Subagio, Ali Damsir. Pemasaran / Sirkulasi : Abdul Mu’in. Keuangan : Dewi Ariani. Informatika Teknologi : Cahyo Adi Suprapto, Lilis Mariana. Layouter : C. Sirait. Penasehat Hukum : Kantor Hukum dan Keadilan Terpadu (KHKT) Jambi. Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24, Simpang III Sipin, Kota Jambi. Email : infojambi@yahoo.com. Percetakan : PT. Riau Graindo,Pekanbaru I S I

D I L U A R

T A N G G U N G - J A W A B

P E R C E T A K A N


INFO UTAMA

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

3

Politik Pencitraan Mendekati Kemunafikan ANDA tentu sudah mengetahui polik pencitraan itu, baik yang dibangun melalui kampanye posif oleh sang calon untuk meningkatkan popularitas, maupun kampanye negaf yang dibangun untuk menjatuhkan lawan sang calon. Tulisan ini hanya untuk mengingatkan kita semua, bahwa politik pencitraan tersebut mendeka kemunafikan. Politik pencitraan mulai menggeliat saat kita mengenal pemilihan langsung oleh masyarakat. Presiden, gubernur, bupa dan walikota langsung dipilih oleh masyarakat yang sebelumnya dipilih oleh DPR/DPRD. Perubahan ini membuat figur calon sangat menentukan dalam kemenangan, sehingga muncul polik pencitraan dan figur calon jadi lebih dikenal masyarakat. Media, iklan, baliho slogan, visi misi normaf dibangun

untuk memperkuat politik pencitraan sang calon sehingga layak jual di masyarakat. Munafik sendiri menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berpura-pura percaya atau sea dsb kpd agama dsb, tapi sebenarnya dalam hanya dak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua. Dapat diringkas, munafik adalah orang suka berbohong, agama apapun baik Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, Budha maupun Konghucu melarang bersikap munafik. Anda pun sudah dapat pula membayangkan seper apa jika seorang pemimpin mempunyai sifat munafik ? Dan seper apa ciri-ciri orang munafik. Anda pun tentu tidak ingin dipimpin orang munafik. Ucapan dan ndakan penuh kepalsuan dan dak ada yang dapat dipercaya. Mungkin

BEM FISIPOL UMY

lagu munafik dari GIGI bisa mengingatkan kita. Hal ini pula yang menyebabkan kenapa kita lebih konsen terhadap kontrak polik daripada janji polik. Polik pencitraan dibangun bisa melalui kampanye positif (kampanye putih) atau kampanye negaf (kampanye hitam). Jika kampanye hitam, tentu Anda sepakat hal ini jelas dilakukan orang-orang munafik dan pembohong. Informasi yang dikembangkan adalah kejelekan, kekurangan seseorang yang dekat dengan fitnah dan belum jelas kebenarannya. Sedangkan kampanye positif atau citra positif yang dibangun untuk meningkatkan popularitas sang calon, apakah dapat dikatakan kampanye posif juga dekat dengan kemunafikan ? Untuk hal ini jawabannya tentu dekat dan dak dekat. Dekat dengan kemunafikan jika citra positif dibangun atas dasar kebohongan. Citra posif dibangun secara berlebih-lebihan dan dak menggambarkan ja diri sebenarnya calon pemimpin. Membuat janji-janji polik yang tidak direalisasikan, membuat visi misi yang dia sendiri belum dapat membayangkan ujungnya. Berbuat atau berperilaku untuk menarik simpat masyarakat, padahal aslinya dak demikian. Setelah terpilih perilaku positif tadi

malah ditinggalkan. Kalau boleh kita ambil contoh, perilaku dermawan yang mendadak, perilaku mendadak ramah dengan masyarakat, dan banyak lagi yang dapat diamati, termasuk kondisi calon pemimpin yang seakan-akan dia teraniaya, padahal kondisi itu memang diciptakannya sendiri. Sedangkan kampanye positif yang tidak dekat dengan kemunafikan, adalah politik pencitraan yang dibangun atas dasar kewajaran dan sesuai jati diri calon pemimpin tersebut. Bagaimana perilakunya sehari-sehari, itulah yang ditampilkan. Misalkan sehari-harinya memang suka berderma, keka menjelang pemilihan dia dikampanyekan dermawan. Biasanya suka blusukan dan dekat dengan masyarakat, keka kampanye dia blusukan dan dekat masyarakat tentu dipandang sebagai sebuah hal yang wajar. Mudah-mudahan Anda juga sepakat, kampanye positif yang satu ini bisa dikatakan dak dekat dengan kemunafikan, walaupun perbuatan dan ucapannya tidak mencerminkan perbuatannya selama ini. Namun sang calon mempunyai niat memperbaiki dan merubah,

impulkan bahwa “politik pencitraan” sangat dekat dengan kemunafikan. Sudah saatnya dihindari, terutama menjelang Pilpres 2014. Tapi bukan berarti polik pencitraan dihilangkan, karena masih ada poin positifnya dan boleh dikatakan dak dekat dengan kemunafikan. Hanya saja perlu dijaga jangan sampai kita dikecewakan, sehingga perlu adanya kontrak polik, tidak sekedar janji politik, demi terwujudnya Indonesia baru dengan berubah dan bangkit. —cara indonesia bangkit

sehingga perbuatan selama masa kampanye terus dijalankan selama masa dia memimpin. Kita contohkan seorang calon pemimpin yang selama ini dak dekat dengan masyarakat. Menjelang kampanye atau dekat pemilihan, mendadak dia menyapa masyarakat ke pasar atau kawasan kumuh. Namun setelah dia terpilih perbuatan tetap diteruskan selama dia menjabat. Dari hal di atas dapat dis-

Politik 2014 : Senjakala Politik Pencitraan oleh : Subronto Aji

A

KHIR-akhir ini jagad wacana politik nasional menyebut demokrasi era digital adalah era pencitraan. Era politik pencitraan adalah sebuah era dimana citra diri personal si politisi dibangun dengan memanfaatkan kekuatan media (termasuk sosial media), untuk menggalang dukungan publik. Sebuah era yang juga bisa jadi miskin pertarungan gagasan besar. Atau era dimana publik tidak mengambil peduli pada diskusi-diskusi yang

lebih fundamental, semisal tema kebangsaan, keadilan, dan kerakyatan. Pada era pencitraan, selain citra diri politisi didistribusi melalui kekuatan media, juga diproduksi melalui “industri tubuh”. Sederhananya industri tubuh adalah mesin-mesin kultural-politik yang bekerja dengan tujuan melahirkan jenis tubuh (termasuk bahasa tubuh) yang bisa memuaskan dahaga publik akan sosok tertentu. Karena itu berhubungan dengan industri tubuh, laku politik pencitraan cenderung berbiaya mahal, bukan semata fokus pada visualitas. Dalam era politik pencitraan, gagasan dan karakter mudah mati. Orang lebih suka pada penampilan. Era ini segera saja bisa menjadi era pergunjingan, era penuh gosip, dan era dimana “kebo-

hongan yang berulang bisa menjadi kebenaran yang kukuh”. Juga tampaknya sebuah era dimana amnesia sejarah begitu kuat, era dimana kita yang menjadi bagian dari generasi hari ini yang asing mendengar nama Tan Malaka, Sjahrir, atau Bung Hatta. Tak tahu wajah mereka, apalagi gagasan mereka dalam sejarah pembentukan bangsa. Publik atau kita lebih sering dirayu agar setia memelototi televisi dan mengakrabi wajah-wajah yang berseliweran disana. Yang punya stasiun televisi bisa selalu nongol melalui iklan, kuis atau sesi khusus. Kehidupan politik tak banyak bedanya dengan kehidupan selebritas. Tokoh bisa lahir karena kebanyakan muncul di televisi, bukan karena kerja keras di level akar rumput. Politik lalu menjadi perburuan

popularitas. Teknik yang lebih canggih konon menggunakan survey-survey bayaran. Para penjual jasa survey konon bisa merakayasa ihwal yang berkaitan dengan popularitas sosok tertentu. Lalu mereka konferensi pers menyampaikan itu. Dan, pada akhirnya, publik terbenam dalam lautan hasil survey. Tapi tak semua hal di era pencitraan buruk adanya. Karena ada hukum sejarah setiap era akan menjadi kuburan bagi mereka yang menumpang untuk berburu kesenangan semata-mata dengan mengkhianati kepentingan umum. Cepat atau lambat. Di era pencitraan ini, tak sedikit wajah cantik berkubang lumpur korupsi. Atau paling tidak, ada dalam pusaran itu. Juga wajah-wajah ganteng. Cantik-ganteng tak imun

terhadap perilaku tamak dan korup. Sama juga tak sedikit wajah-wajah pandai terperosok dalam kubangan yang sama. Kepintaran bertingkat tinggi bukan garansi bakal imun terhadap ketamakan. Sesudah era pencitraan yang menyebalkan itu, hadir sejenis wajah orang desa dalam pertarungan kekuasaan. Wajah yang sepertinya dibentuk dari bekerja keras dan nyata di lapangan. Wajah yang kelihatan berusaha melayani orang-orang kecil. Wajah yang kikir sapuan kosmetik. Wajah yang juga tak belepotan dengan bahasa asing. Wajah yang sudah pas jauh dari cank-ganteng dan intelek. Pengamat menyebut wajah-wajah ini sebagai manifestasi dari jenis “man of acon”. Mereka menunjukkan cara mengelola kekuasaan dengan bertindak dan berndak. Dari urusan

ikut sibuk mengatur lalu lintas hingga menyiapkan kampung bagi pemukiman kumuh misalnya. Mereka lalu disebut sedang menghadirkan “demokrasi dari jalanan”. Usaha melahirkan “demokrasi dari jalanan” bukan tanpa cela dan cacat. Tak jarang ia dikrik sebagai bentuk aksi individual yang hanya memberi dampak kecil terhadap sistem. Dengan maksud lain hanya melakukan perbaikan yang sifatnya karikatural-arfisial. Sistem dasarnya tetap saja dipenuhi jejaring oligarkhi-dinasti juga monsterverbond lainnya. Sebentar lagi pemilihan presiden akan digelar. Apakah dinamika politik tahun ini akan menjadi senjakala bagi polik pencitraan dari pucuk kepemimpinan nasional, atau hanya reproduksi bentuk pencitraan yang lain ? ***


4

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

INFO PROVINSI

HBA Akan Lanjutkan Bedah Rumah INFOJAMBI KORAN — Kegiatan bedah rumah dalam program satu miliar satu kecamatan (samisake) Pemprov Jambi akan terus dilanjutkan. Program ini merupakan misi unggulan Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA). Untuk kesekian kalinya, akhir Mei lalu Gubernur HBA meninjau rumahrumah masyarakat sangat miskin yang sudah dan akan dibedah, antara lain di RT 08 Kelurahan Paritculum I, Muara Sabak Barat, Tanjabm. Gubernur datang langsung ke rumah milik Rabuan (sudah dibedah), Erna Yusnita (akan dibedah), Aidah (sedang dibedah), Epa (sudah dibedah)

dan Akmal (belum dibedah). Dia juga berbincang dengan pemilik rumah dan memberikan bantuan. HBA mengungkapkan, program bedah rumah untuk rumah tangga sangat miskin masih sangat dibutuhkan karena dianggap bermanfaat bagi mereka. Diakui masih ada rumah yang perlu dibedah, sehingga harus dilakukan secara berkesinambungan. Menurut HBA, untuk rumah-rumah yang harus segera dibedah namun belum masuk database, akan diupayakan solusinya, diantaranya melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR). —infojambi.com

Gubernur Ajak Masyarakat Peduli Pesantren INFOJAMBI KORAN — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) mengajak masyarakat peduli terhadap dunia pendidikan. Pasalnya, pendidikan merupakan modal utama pembangunan, terutama membentuk generasi berkarakter melalui pesantren. Ajakan itu disampaikan gubernur saat menghadiri acara Haflatul Wada’ dan Khotmil Kutub serta Haul VII Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad, Simpang Pemayung,

Dunia Dangdut Ikut Bangun Perekonomian KOTAJAMBI — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) bersama Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Dr Sapta Nirwanda, memberi kejutan besar bagi pedangdut peserta Fesval Dangdut “Jambi Bergoyang”, di Jamtos, Kota Jambi, Kamis (29/5). Guna mendukung kreativitas dan bakat anak-anak muda Jambi, HBA secara pribadi memberikan hadiah sepeda motor bagi pemenang pria dan wanita. Dia mendukung kegiatan posif generasi muda dengan harapan mereka bisa menjadi profesional. Menurut HBA, penyanyi berkualitas baik akan mampu berkiprah di industri hiburan. Jambi harus dibangun dari berbagai sektor. Sudah menjadi tugas pemimpin untuk memovasi anak-anak muda mengembangkan bakatnya. Selain gubernur, Wamenpar Pariwisata Sapta Nirwanda juga memberi hadiah paket

liburan Jogja – Bali - Lombok bagi pemenang 1,2 dan 3 untuk kategori pria dan wanita. Menurutnya, industri kreaf termasuk seni pertunjukan dan seni panggung yang sudah menjadi industri. Menurut Wamenpar, industri hiburan mampu meningkatkan sektor perekonomian, seper dilakukan pemerintah Korea Selatan. Hiburan harus bisa dijadikan industri. Penyanyi yang bagus memiliki pendapatan besar dan mampu mensejahterakan keluarganya. Festival Dangdut “Jambi Bergoyang” diprakarsai oleh Jambi Dangdut Community, gabungan dari 380 organ tunggal, 12 Orkes Melayu, 9 grup campursari dan pemusik dangdut lainnya. Menurut ketua umumnya, Bambang Sugianto, fesval diadakan untuk menampung dan mencari pedangdut berkualitas. —infojambi.com

Batanghari, Senin (26/5). Acara itu juga dihadiri Ketua PB NU, KH Said Agil Sirajd. HBA minta kepada lulusan pesantren untuk mengaplikasikan ilmu dan akhlak serta mampu membimbing umat ke arah lebih baik. Dia berharap ilmu pengetahuan yang didapat dari pondok pesantren bermanfaat, dan digunakan untuk melanjutkan pendidikan lebih nggi. Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad

yang telah melaksanakan pendidikan, dan diharap terus berkiprah mencetak generasi muda berkualitas dan berakhlak mulia. “Pemerintah tidak berpangku tangan dalam peningkatan pendidikan di Jambi. Dunia pesantren saat ini menjadi harapan pembangunan nilai-nilai Islami di tengah masyarakat. Kehadiran ulama yang menjadi panutan umat semakin hari terasa berkurang,” ujar HBA. —infojambi.com

Yusniana Turun Kunjungi Warga Miskin I N F O J A M B I KO R A N — Meski sibuk, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri masih sempat turun mengunjungi masyarakat miskin. Dia mendapat laporan, ada sebuah rumah diterjang angin kencang. Rumah gubuk itu nyaris rubuh, namun penghuni rumah selamat. Mendengar kabar itu, isteri orang nomor satu di Provinsi Jambi ini langsung turun meninjau, Jum’at (30/5). Musibah itu dialami Dahlan (70), warga RT 03 Kelurahan Jelmu, Pelayangan, Seberang Kota Jambi (Sekoja). Pria renta itu nggal sendirian di gubuknya. Isterinya sudah lama meninggal dunia. Pasca kejadian, Dahlan terpaksa menumpang di rumah tetangganya, Bakri. Mendapat kunjungan Yusniana, Dahlan dak dapat menahan air matanya. Dia merasa terharu bercampur sedih, karena isteri petinggi Jambi itu mau datang menjenguk dan memberinya bantuan. Dihadapan Camat Pelayangan, Muharman

Novriansyah, dan Lurah Jelmu, Andika, Yusniana minta agar rumah Dahlan segera dibedah melalui program bedah rumah Samisake. Dia menyarankan Dahlan mau nggal di pan jompo. “Pak Camat, rumah yang seperti ini tolong cepat dibantu. Coba kita ajak Pak Dahlan agar mau nggal di panti jompo. Di sana ada yang merawat beliau,” ujar Yusniana di lokasi. Dari rumah Dahlan, Yusniana meninjau rumah Azra’i (70), di RT 10 Jelmu. Azra’i sudah lama sakit-sakitan. Rumahnya juga dak layak huni sehingga perlu diperbaiki secepatnya. Yu s n i a n a ke m u d i a n berkunjung ke rumah Hasiba (90) yang tinggal bersama anaknya. Hasiba juga dalam

kondisi sakit yang sudah lama dideritanya. Lalu Yusniana melanjutkan kunjungan ke rumah Mardiansyah (21), penderita tumor pada leher. Pria ini sudah pernah berobat ke rumah sakit di Kota Jambi dan Palembang. Namun karena dak punya biaya, hingga kini Mardiansyah dak berobat lagi.

M a rd i a n sya h a ka n diobati oleh Yusniana dengan uang pribadinya. Kondisi Mardiansyah juga akan dilaporkan ke gubernur Jambi untuk dicarikan jalan keluar pengobatannya sampai sembuh total. “Sekarang saya bantu dulu secara pribadi. Nanti kalau mau ke Palembang tolong Pak Lurah lapor ke saya. Yang penting berobat dulu,” kata Yusniana sembari memberi bantuan pribadinya. Yusniana juga mengunjungi Sinta (30), yang menderita lumpuh sejak umur 9 tahun. Warga Kecamatan Jambi Timur itu juga mendapat bantuan dari Yusniana secara pribadi. —infojambi.com


EDISI 26 1  15 JUNI 2014

5

Saling Pelotot Berujung Adu Otot INFOJAMBI KORAN — Aksi penyerangan dan perusakan kantor Satpol PP Provinsi dan Kota Jambi, beberapa waktu lalu, dilakukan oleh oknum anggota polisi. Jumlahnya diperkirakan 40 orang. Penyerangan dipicu rasa kesal seorang oknum anggota polisi. Periswa bermof masalah pribadi, antara oknum anggota Satpol PP dan anggota kepolisian. Ceritanya, keka melakukan pengamanan Rapat Paripurna Ismewa HUT ke-68 Pemkot Jambi, Sabtu 17 Mei, seorang oknum anggota Satpol PP dan oknum polisi saling tatap dengan wajah sinis. Mereka saling pelotot. Sampai rapat paripurna selesai keadaan aman-aman saja. Aparat keamanan yang berjaga juga bubar. Namun, Minggu (18/5) pagi, oknum polisi tadi datang menemui anggota Satpol PP berinisial S yang sedang bertugas di lokasi acara jalan santai, di Balai Kota Jambi. Singkat cerita, oknum polisi yang datang bersama temannya terlibat pertengkaran dengan S yang berujung perkelahian. Keributan berhasil dilerai oleh peserta jalan santai. Sialnya S dibawa ke Mapolresta Jambi. Di kantor polisi dilakukan

upaya damai. Para pejabat Pemkot Jambi juga ikut mengusahakan perdamaian antara keduanya. Tapi lagi-lagi sial, keka perundingan berlangsung, insiden penyerangan malah meletus. Seusai aksi perusakan, sejumlah anggota TNI dan kepolisian turun ke lokasi kejadian melakukan pengamanan. Wakil Walikota Jambi, Abdullah Sani, dan Sekda Kota Jambi, Daru Pratomo, juga datang ke kantor Satpol PP Kota Jambi yang hancur berantakan.

Kapolresta Jambi, Kombes Kristono, menilai kejadian tersebut hanya kesalahpahaman saja dan sudah diselesaikan. Namun begitu, proses hukum terhadap pelaku penyerangan tetap dilakukan. “Itu hanya kesalahpahaman saja, bukan antar instansi, cuma antara oknum Satpol PP dan oknum polisi,” kata Kapolresta. Alasan salah paham itu dibenarkan pihak Satpol PP. Mereka menyesalkan terjadinya peristiwa penyerangan dan perusakan aset pemerintah itu. Pengakuan ini terungkap dari akun facebook yang memakai nama “Satpol PP Provinsi Jambi”. “Ini salah paham, kalau ada masalah hendaknya dudukkan bersama, jangan berndak seperti kaum bar-bar. Dewasa lah ! Aparat yang baik bukan kekanak-kanakan apalagi bertindak bodoh,” begitu isi statusnya. Untuk meluruskan kejadian itu, Kabid Humas Polda Jambi,

Ajun Komisaris Besar Almansyah mengirim SMS ke redaksi infojambi.com. Berikut kronologisnya : - Minggu 18 Mei 2014 jam 08.00 WIB telah terjadi pemukulan terhadap anggota Sabhara Polresta Jambi, Bripda Royan, oleh anggota Satpol PP, Sapto, dan kawan-kawan. - Sebelumnya saat kegiatan pengamanan Sidang Paripurna DPRD Kota Jambi, anggota Sabhara ditegur oleh anggota Satpol PP, karena masalah saling pandang. - Sapto kemudian memegang kerah baju Bripda Royan, lalu berkata : “awak masih kecik belagak nian”. - Setelah itu Royan langsung berlalu. Minggu pagi jam 08.00 WIB Royan mendatangi Sapto dan bertemu di pintu gerbang Kantor Walikota Jambi dengan maksud mau minta maaf atas kesalahpahamannya. - Namun Royan langsung

dikeroyok sehinga mengalami luka di kepala bagian belakang, siku kanan, pergelangan tangan dan kaki kiri. - Kejadian tersebut sudah didamaikan oleh Wakil Walikota Jambi dan Wakapolresta Jambi. - Sekitar jam.14.00 WIB terjadi penyerangan ke kantor Satpol PP Provinsi dan Kota Jambi, mengakibatkan kaca kantor berantakan dan beberapa kaca mobil pecah. - Langkah-langkah yang diambil adalah melakukan pengamanan dan Olah TKP, pengamanan barang buk dan pemeriksaan saksi. - Kasus itu kini dalam proses penyelidikan dan Kapolda Jambi telah memerintahkan konsinyir terhadap anggota Polresta dan Polda Jambi. Almansyah menjelaskan, pihak Satpol PP dan Polresta Jambi sudah dikumpulkan dan diminta keterangan, Minggu sore. Mof kejadian ini hanya kesalahpahaman. Menurut Almansyah, pelaku penyerangan tidak sampai 50 orang. Korban luka bukan hanya pada anggota Satpol PP, tapi juga anggota polisi. Kapolda Jambi, Brigjen Satria Hari Prasetya, memerintahkan penyelesaian kesalahpahaman tersebut dan menjaga keamanan tetap kondusif serta dak membuat masalah semakin heboh. “Jika terbukti bersalah, pelaku penyerangan dindak sesuai aturan berlaku,” ujar Almansyah. Seorang anggota Satpol PP Provinsi Jambi mengungkapkan, perselisihan antara polisi dan anggota Satpol PP itu bermula dari acara makanmakan seusai peringatan HUT

Pemkot Jambi. Puluhan polisi dan anggota Satpol PP yang bertugas mengamankan acara ikut antre makan. Saat itu terjadi aksi saling dorong antara anggota Sabhara dan Satpol PP yang berujung pertengkaran mulut. Sehari kemudian, sedikitnya 15 orang anggota Sabhara Polresta Jambi diperiksa jajaran bidang profesi dan pengamanan (propam) Polda Jambi. Mereka diperiksa terkait kasus penyerangan dan perusakan kantor Satpol PP Provinsi dan Kota Jambi. Pemeriksaan tersebut diakui Kabid Humas Polda Jambi, Almansyah. Dari hasil penyelidikan diduga 15 anggota Shabara terlibat penyerangan tersebut. Almansyah belum bisa memastikan sanksi yang akan dijatuhkan terhadap pelaku. Pihak Propam masih melakukan pemeriksaan dan hasilnya belum bisa disimpulkan. Sanksinya disesuaikan dengan kesalahan. Almansyah menyatakan, Kapolda Jambi, Brigjen Satria Hari Prasetya sudah minta maaf atas kejadian itu. Namun begitu pihaknya belum menetapkan tersangkanya. Kepala Satpol PP Provinsi Jambi, John Eka Powa, menyatakan akan mengawal penyelesaian kasus ini sampai tuntas. Dia minta kasus ini diproses sesuai aturan berlaku. Jhon minta seluruh jajaran Satpol PP menjaga situasi tetap kondusif. Dihadapan Wakapolresta Jambi, AKBP Mohammad Yudha, Jhon mengajak jajarannya menghorma upaya pihak kepolisian menuntaskan persoalan ini. —ramadhani / ain

Ketika PDAM Tirta Mayang “Diobrak-abrik” INFOJAMBI KORAN - Penyidik Kejaksan Tinggi (Kejati) Jambi, belum lama ini menggeledah kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi. Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana PDAM bersumber dari rekening air TNI-Polri di Jambi 2012-2013. Dalam penggeladahan ini, didapa ga kardus dokumen yang terkait dengan kasus Arena Afia yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Peng-

geladaha dilakukan di beberapa ruangan, seper ruang Sekretariat DPD Perpamsi Jambi, ruang Kabag Keuangan, dan ruang Arena Afia Bendahara DPD Perpamsi. “Ada sekitar empat ruangan yang kami geledah, yaitu ruang sekretariat DPD Perpamsi Jambi, ruang kabag keuangan, dan ruang Arena Afia bendahara DPD Perpamsi, kami mendapatkan ga dus dokumen. Tujuannya mengumpulkan datadata untuk penyelidikan,” ujar Agus Irawan, Jaksa yang memimpin peng-

geledahan. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 1,110 miliar, dalam kurun waktu 2012-2013, ada dana dari Pusat ke DPD Perpamsi Jambi sekitar Rp 2,1 miliar guna pembayaran rekening air TNI-Polri di Jambi. Seharusnya uang tersebut ditransfer dari DPD Perpamsi ke PDAM Tirta Mayang Kota Jambi untuk pembayaran. Namun diduga ada penyelewangan dana senilai Rp 1,110 miliar secara tunai dari rekening Perpamsi oleh Afia. Dugaan

sementara dari penyidik kejaksaan, ada sejumlah uang yang ditransfer ke keluarganya. Kini Penyidik Keja Jambi, telah menerbitkan sprindik sejak 29 April 2014. Surat tersebut atas nama Arena Afia, selaku Pegawai negeri sipil yang diperbantukan sebagai Bendahara Sekretariat DPD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), dan saat ini telah ditahan untuk keperluan penyidikan, terhitung mulai 8 Mei 2014. -sapta purnama


6

POLHUKRIM

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

Ali Redo Siap Rebut Kursi Bupati Batanghari INFOJAMBI KORAN — Sekda Batanghari, Drs H Ali Redo, akan ikut meramaikan bursa pencalonan Bupati

Batanghari periode 2016 - 2021. Majunya Ali Redo menepis anggapan selama ini bahwa dia dak siap menjadi bupa. “Setelah melihat dan mempertimbangkan dengan matang, saya siap maju sebagai calon Bupa Batanghari,” kata Ali Redo. Selain putera daerah, Ali Redo memiliki

bekal pengalaman di birokrasi. Dia juga mendapat dukungan dari banyak kalangan, masyarakat maupun jajaran birokrasi. “Selama ini saya diam saja. Suara di luar sudah santer menyebut nama saya. Bahkan nama saya dimanfaatkan kelompok lain. Saya terus terang sekarang sekaligus untuk memudahkan saya diterima masyarakat,” ujarnya.

Ali Redo sudah memprediksi berbagai isu yang akan mengganjal dirinya. Dia dianggap dekat dengan masyarakat, birokrasi dan tokoh-tokoh polik di Provinsi Jambi. “Sebagian masyarakat Batanghari sudah menyiapkan strategi bila hal itu dipakai oleh lawan politik untuk mengganjal pencalonan saya,” katanya. Tokoh pemuda Batanghari, Firdaus, menyambut baik

majunya Ali Redo menuju kursi Bupa Batanghari. Dia menilai Ali Redo berpengalaman dalam melakukan berbagai program pemerintah dan kemasyarakatan. Hal senada dikatakan Syamsuri, warga Muarabulian. Ali Redo dianggap telah bekerja sesuai dengan aturan dan prosedur. Bahkan Syamsuri siap terjun menjadi m sukses pemenangan Ali Redo. —raden

Rampok Pecah Kaca Mobil Ngetrend INFOJAMBI KORAN — Kepala SMA Negeri 1 Kota Jambi, Drs Zul Asri M.Pd dirampok, di halaman sekolahnya, Rabu (28/5), sekitar pukul 12.30 WIB. Uang Rp 50 juta yang ditinggal di dalam mobil raib dibawa kabur perampok. Informasi yang dikumpulkan infojambi, Zul Asri baru

saja mengambil uang Rp 50 juta di Bank Mandiri. Dari bank dia langsung kembali ke sekolah dan sempat makan siang di ruang kerjanya. Uang tersebut diletakkan di dalam tas yang juga berisi laptop. Peristiwa itu diketahui Zul Asri keka menemukan kaca kiri tengah mobilnya

pecah. Tak hanya itu, ban belakang kiri Toyota Rush hitam BH 1526 GJ itu juga kempes. Diduga perampok sengaja memasang paku di ban mobil saat berada di bank. Kejadian ini sontak membuat heboh para guru dan siswa SMA ternama di Jambi tersebut. Zul Asri pun langsung melapor ke polisi. Tak lama berselang sejumlah anggota polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. M e n u r u t s a ks i m ata , pelaku perampokan diduga hanya satu orang. Dia masuk ke halaman sekolah menggunakan motor Honda Beat merah. Sosok pelakunya berperawakan kecil dan mengenakan rompi hitam. Peristiwa serupa dialami wartawa TVRI Jambi, Yunita

Pini (43), dua hari berselang. Aksi perampokan dengan modus memecahkan kaca mobil korban sudah jadi trend. Kaca mobil Daihatsu Terrios BH 1236 AF milik Yunita, warga Lorong Semampai RT 39, Simpang III Sipin, Kotabaru, Jambi, itu juga dipecah perampok. Perampokan terjadi Jalan Abdul Manap, depan Masjid Arraudah, Simpangkarya, Telanaipura,

Kota Jambi. Akibatnya wartawa TVRI Jambi itu menderita kerugian uang tunai Rp 3 juta. Itu belum termasuk kaca mobil yang pecah. Menurut Yunita, kejadian naas tersebut berlangsung sangat cepat. Saat itu dia masuk ke kantor pos KUD di sekitar lokasi kejadian. “Sebelum kejadian saya sempat ke ATM BCA di Nusa Indah, setelah itu langsung ke pos KUD men-

gantar uang. Selang 10 menit, keka keluar dari pos kaca mobil sudah pecah berserakan,” ujar Yunita. Yunita mengaku tidak sadar dibuntuti pelaku saat keluar dari ATM BCA. Apalagi saat itu lalu lintas sedang ramai. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Ibu muda ini pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsekta Telanaipura. —lilis / ain

Tiga Pemuda Nekat Membunuh INFOJAMBI KORAN — Warga RT 04 Dusun Olakjong, Muarajangga, Bathin XXIV, Batanghari, Rabu (21/5), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam sumur tua. Mayat tersebut pertama kali ditemukan Tomy (55), pemilik kebun karet. Menurut Tomy, sehari sebelumnya dia sudah mencium bau tak sedap di sekitar kebunnya. Dia mengira itu bau binatang yang sudah ma. Saat Tomy hendak menyadap karet, bau

tersebut makin menjadi-jadi. Merasa penasaran, Tomy menjelajahi sekitar kebunnya. Dari kejauhan dia melihat banyak lalat keluar dari mulut sumur. Tomy pun menghampiri sumur kering yang berada di dalam kebunnya. Ternyata ada sesosok mayat. Tomy bergegas melaporkan penemuan itu ke Polsek Bathin XXIV. Awalnya mayat itu dak ada yang kenal. Kapolsek Bathin XXIV, Iptu Rihdo Aditya, langsung turun ke TKP. Dia menghubungi Tim Olah TKP Polres Batanghari. Tak lama kemudian m idenfikasi Polres Batanghari ba di lokasi. Dibantu warga setempat akhirnya mayat dikeluarkan dari dalam sumur dan dibawa ke RSUD Hamba Muarabulian untuk diautopsi. Kasi Pidum Polres Batanghari, Ipda Edy Yanuar, menjelaskan, kondisi mayat sudah membengkak dan bau. Ciri-ciri korban berrambut sebahu, memakai baju dur garis-garis biru merah dan celana pendek Hawaii. “Korban berusia sekitar 30 tahun. Pada kemaluannya ditemukan bercak darah, diduga sebelum dibunuh korban diperkosa,” kata Edy. Hal senada dikatakan Ketua Tim Olah TKP Polres Batanghari, Zulhadi. Saat ditemukan di dalam sumur, tangan kor-

ban diikat dengan BH (kutang)miliknya sendiri. Mayat korban diperkirakan sudah 4 5 hari baru ditemukan. Kondisinya sangat mengenaskan. Sekujur tubuhnya dipenuhi ulat-ulat kecil. Korban diduga hamil. Tingginya sekitar 155 cm. Belakangan diketahui perempuan malang itu bernama Rukia bin Arifin berumur 40 tahun. Dia nggal di RT 04 Dusun Olakjong, Muara Jangga, Bathin XXIV, Batanghari. Rukia dibunuh oleh ga orang pemuda. Mereka ditangkap jajaran Polsek Bathin XXIV, Minggu (25/5). Kega pelaku adalah N alias Anas bin Thalib (23) petani asal Desa Ampelutuo, Muara Tembesi, Batanghari, A bin Parjono (15), warga Desa Kotoboyo, Bathin XXIV yang masih ikut orangtua, dan F alias Icut bin Heri (14) warga Desa Ampelutuo dan juga masih tinggal bersama orangtua. Kega tersangka ditangkap di Desa Teladan, Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Saat dibekuk mereka bersembunyi di dalam pondok. Penangkapan dipimpin oleh Kapolsek Bathin XXIV, Iptu Ridha Aditya. Begitu mendapatkan identas tersangka, anggota Polsek Bathin XXIV dan Tim Buser Polres Batanghari langsung melakukan pengejaran. Mereka ga

hari berada di Musibanyuasin. Kega tersangka ditangkap bersama barang buk dan langsung dibawa ke Polres Batanghari, Jambi. Barang buk yang diamankan berupa Honda Verza, gelang, cincin dan anng emas serta ponsel milik korban. Aksi pembunuhan ini diduga

bermof perampokan. Anas, A dan Icut kini diamankan di Mapolsek Bathin XXIV. Jajaran Polres Batanghari mengucapkan terimakasih kepada warga Musibanyuasi yang telah membantu memberi informasi keberadaan kega tersangka. —raden


PUNCAK ANDALAS

EDISI 26 1 � 15 JUNI 2014

7

Peningkatan Jalan Kerinci Sudah Dimulai Adirozal “Galau” Pilih Pejabat

INFOJAMBI KORAN — Proyek pembangunan jalan dengan sistem penganggaran multiyears di Kabupaten Kerinci mulai dikerjakan, untuk meningkatkan status jalan di Kerinci menjadi status nasional. Bupa� Kerinci, Adirozal, mengatakan, status jalan Kerinci

akan di�ngkatkan menjadi jalan nasional yang dianggarkan melalui APBN. Beberapa lokasi yang menjadi status jalan nasional, diantaranya Sungaipenuh – Tapan, Kerinci - Bangko dan Kerinci - Le�er W. Adirozal menargetkan ruas jalan tersebut sudah mulus

Juni 2015, paling �dak sudah mencapai 80 persen, sehingga tahun 2015 sudah bisa dinaikkan statusnya menjadi jalan nasional. Adirozal minta pihak Pemprov Jambi bekerjasama membangun ja-

lan tersebut. Dia ingin pada perayaan Idul Fitri akhir Juli mendatang tidak ada lagi jalan berlubang di Kerinci. Dengan begitu akan memperlancar arus balik dan arus mudik lebaran. —feri hartanto

INFOJAMBI KORAN — Seleksi pejabat eselon II di Pemkab Kerinci membuat Bupa� Adirozal “galau” menentukan siapa yang dipilih. Alasannya, beberapa peserta tes calon pejabat semuanya memiliki integritas baik. Ada puluhan calon pejabat eselon II yang mengiku� seleksi. “Semuanya memiliki integritas yang baik, kita juga bimbang menentukannya, namun kita akan gabungkan semua nilai yang diperoleh, dan nama yang lulus seleksi akan kita ajukan kepada gubernur Jambi,” katanya. Menurut Adirozal, ada beberapa orang yang belum layak. Dalam hal ini ada kemungkinan bisa ditempatkan pada SKPD yang lain, sesuai dengan kemampuan dan perolehan gabungan nilai.

Kalau pejabat eselon II yang ditempatkan tidak sesuai dengan program dan Fakta Integritas yang ditandatangani diberikan surat peringatan. “Mereka menandatangani fakta integritas, kalau selama enam bulan hanya bisa ngomong saja, akan diberi peringatan dan sesuai fakta integritas harus siap mengundurkan diri,” tegasnya. Kepala SKPD dan instansi yang ditunjuk harus memiliki dan mampu menarik anggaran dari luar ke Kerinci. Tidak hanya cukup anggaran di Kabupaten Kerinci saja. —feri hartanto

Adirozal

Mendesak Penahanan Kerinci Terancam Banjir, TRC Dikerahkan Tersangka Korupsi Bansos INFOJAMBI KORAN — LSM Gema Gugatan Rakyat (Geger) meminta Kajari Sungaipenuh segera menahan lima tersanga kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) 2008, diantaranya Irmanto dan H Said Abdullah. Desakan itu terungkap dari surat LSM Geger nomor 019/ LSM-Geger/V-2014. Ketua LSM Geger, Zoni Irawan, mengatakan, desakan itu didasari oleh ditetapkannya tersangka bansos oleh Kejari Sungaipenuh karena diduga kuat menerima kucuran dana bansos. “Pihak kejaksaan jangan mengulur-ulur waktu lagi, segera lakukan penahanan,” katanya.

Zoni mengungkapkan, belum ditahannya para tersangka membuat warga bingung. Jika sudah ada tersangka, sebaiknya dilakukan penahanan, apalagi sudah ada dua alat buk�. Pihak Kejari Sungaipenuh, Khairul, menyatakan pihaknya tetap komit dalam mengungkap kasus bansos. Untuk melakukan penahanan �dak mudah, karena masih harus mempelajari dan mengumpulkan berkasnya. Informasi yang beredar, Irmanto menolak keras penetapan dirinya sebagai tersangka. Bahkan kabarnya dia �dak mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penetapan tersangka yang disodorkan kejaksaan. —feri hartanto

I N F O JA M B I KO R A N Tingginya curah hujan yang terjadi di Kerinci beberapa hari terakhir membuat pemerintah setempat siaga banjir. An�sipasi dilakukan dengan menghimbau warga agar waspada, terutama bagi warga yang tinggal di pinggir sungai dan kaki bukit. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci, Darifus, mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke lokasi yang dinilai rawan longsor dan banjir. Beberapa wilayah berpotensi banji antara lain Kecamatan Depa� Tujuh, Kayu Aro Barat dan Renah Peme�k.

Menurut peta wilayah, hampir di setiap kecamatan di Kerinci memiliki potensi banjir. Contoh, Kecamatan Depa� Tujuh, berada di pinggir sungai. Kecamatan Siulak malah ada pelepasan air yang tak bisa tertampung oleh bandar, seperti di Desa Baru, Pasar Senin dan Pasar Siulakpanjang. “Kecamatan Airhangat Timur, Desa Talang Kemulun Kecamatan Danau Kerinci, dan Desa Koto Baru serta Koto Dua Lama Kecamatan Airhangat juga rawan banjir,” jelas Darifus. Wilayah lain yang juga berpotensi banjir adalah

Desa Batuampar, Gunung Raya, Bukit Kerman, Keliling Danau, Siulak Mukai dan

Renah Peme�k. “BPBD Kerinci sudah menyura� pemerintah pusat untuk mengantisipasi bencana nanti,” tukas Darifus. —feri hartanto

Darifus

Usut Kasus Anak Sekda, Polisi Minta Keterangan Ditjen Dikti

AKBP Abdul Mun’im

INFOJAMBI KORAN — Penyidikan kasus dugaan ijazah palsu Jeje Bintara, anak Sekda Kota Sungaipenuh, Drs Pusri Amsyi, oleh Polres Kerinci mulai menemukan titik terang pasca keluarnya hasil uji labfor Polri di Palembang, baru-baru ini. Kapolres Kerinci, AKBP Abdul Mun’im kepada infojambi.com menjelaskan, dari hasil Labfor Polri di

Palembang terlihat tandatangan deskripsi Jeje Bintara hasil scanner. Seharusnya menurut pihak STIE Pelita Bangsa, Medan, harus tandatangan basah. Selain itu, Jeje Bintara dalam surat penelitiannya melakukan peneli�an di salah satu perusahaan di Binjai. Namun, setelah dicek ke perusahaan tersebut, ternyata dia �dak pernah melakukan peneli�an

di sana. Dalam penyidikan kasus ini Polres Kerinci minta penjelasan saksi ahli dari Ditjen Dik� Kemendikbud RI di Jakarta. Polisi ingin memastikan pasal yang akan dikenakan pada Jeje, terkait pemalsuan dokumen atau UU Sisdiknas. “Setelah hasil uji labfor kami terima langkah selanjutnya meminta keterangan saksi ahli dari Ditjen Dik�.

Setelah itu baru dilakukan gelar perkara,” jelas Mun’im, pada infojambi. com, Minggu (31/5). Sekda Kota Sungaipenuh, Drs Pusri Amsyi, belum bisa dihubungi terkait kasus yang menimpa puteranya itu. Berkali-kali dihubungi ponselnya �dak ak�f. Terbongkarnya dugaan Jeje Bintara memakai ijazah palsu pada penerimaan CPNS Kota Sungaipenuh tahun

2013 berawal dari laporan beberapa LSM. Menurut mereka Jeje Bintara hanya tamatan SMA. Dalam tes CPNS Jeje Bintara lulus dengan ijazah sarjana ekonomi yang dikeluarkan oleh STIE Pelita Bangsa, Medan. Sewaktu Jeje lulus CPNS, ayahnya Pusri Amsyi menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sungaipenuh. (infojambi.com)


8

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

Jambi Pelopor Hutan Adat di Indonesia

H Hasan Basri Agus Gubernur Jambi

INFOJAMBI KORAN — Provinsi Jambi dikenal sebagai salah satu pusat gerakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Indonesia. Sejak tahun 1990-an Pemprov Jambi telah mengakui hak kelola masyarakat terhadap hutan, dengan skema hutan adat sebagai penyelamat ekosistem hutan. Jambi diakui sebagai pelopor hutan adat di Indonesia. Bicara soal kebijakan Pemprov Jambi dalam perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), di rumah dinasnya, Senin (26/5), mengatakan, berdasarkan UU 26/2007 penataan ruang Provinsi Jambi diarahkan pada kawasan lindung dan budidaya. Saat ini kawasan lindung sekitar 24 persen dari luas Provinsi Jambi, sementara luas wilayah untuk budidaya 76 persen. Gubernur HBA menjelaskan, Pemprov Jambi telah mengembangkan program lubuk larangan yang tersebar di 201 titik di sejumlah kabupaten dan kota, seper Sarolangun, Merangin, Batanghari dan Bungo. Lubuk larangan merupakan bagian dari aturan adat di sebagian masyarakat Jambi.

”Lubuk larangan bisa berupa danau atau sungai. Warga dilarang mengambil ikan di lubuk larangan dalam bentuk apapun. Pada beberapa daerah, ikan di lubuk larangan bisa diambil saat tertentu dan biasanya satu tahun sekali. Jika ada yang melanggar akan ada sangsi adat,” jelas HBA. Pemprov Jambi juga punya program andalan : satu miliar satu kecamatan (samisake), kegiatannya antara lain bedah rumah dan pemberian bantuan kendaraan roda ga roda 6 guna mendukung akses terhadap sanitasi dan pengurangan lingkungan kumuh. Selain itu ada pula program kali bersih yang diimplementasikan ke program “Batanghari Bersih”. Program ini untuk meningkatkan kualitas air sungai agar memenuhi fungsi peruntukkannya. Dalam program ini dicanangkan pembersihan Sungai Batanghari dari jamban di sepanjang sungai, sehingga mengurangi masuknya 86,8 triliun e.coil per hari ke Sungai Batanghari. “Pengangkatan 124 jamban di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, sosialisasi ke masyarakat 17 kelurahan di Kota Jambi dan satu desa

di Muaro Jambi, serta membentuk 56 kelompok Masyarakat Peduli Batanghari (pokduri), dilakukan untuk merubah prilaku dan kebiasaan masyarakat yang selama ini melakukan kegiatan domesknya di pinggir sungai,” jelas HBA. Asisten Depu Urusan Peran Serta Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup RI, Bangun Laksono, menyatakan, menurut kacamata lingkungan, proses yang dilakukan Pemprov Jambi dalam langkah

mendapatkan piala kalpataru sudah sesuai. Apapun yang disusun menurut RTRW harus dilalui dengan kajian lingkungan, karena muaranya pas lingkungan. Bangun mengungkapkan, Provinsi Jambi sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan penghargaan kalpataru. Provinsi Jambi sudah masuk kategori. Untuk diketahui, yang mendaftar untuk penilaian kalpataru ada ratusan, namun harus melewati proses seleksi. Provinsi

Jambi sudah masuk nominasi yang layak dipromosikan. Turut hadir pada kesempatan itu, anggota Dewan Pertimbangan Kalpataru Profesor Setijati Sastrapradja, Asisten II Ir H Haviz Husaini, Kepala Badan Lingkungan Hidup Dra Hj Rosmeli M.Si, Kepala Badan Ketahanan Pangan Drs Hartono M.Si dan Kepala Biro Humas dan Protokol Henrizal S.Pt MM. —society / humasprov


EDISI 26 1  15 JUNI 2014

9

Promosi Unggulan Daerah dan Pariwisata Bungo di Jakarta

INFOJAMBI KORAN — Bulan promosi seni dan produk unggulan daerah Kabupaten Bungo yang dilaksanakan di anjungan Jam-

bi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), berlangsung meriah, Minggu (25/5). Hadir Bupa Bungo H Sudirman

Zaini, Wabup H Mashuri, Sekda H Ridwan Is, Ketua TP PKK Bungo Hj Enny Wardhani Sudirman, Ketua GOW Bungo Hj Verawa Mashuri dan Ketua Dharma Wanita Bungo Hj Yuliasfayan Ridwan. Selain itu juga hadir beberapa duta besar dan undangan lainnya. Acara diisi berbagai pertunjukan seni dan pameran hasil produk unggulan Bungo dan serta peragaan busana binaan Ketua Dekranasda Bungo, Hj Enny Wardhani Sudirman. Even ini diharap dapat menarik minat para investor untuk menanam modal di Bungo.

“Bungo merupakan salah satu kabupaten yang secara geografis sangat strategis, karena dilewati jalur lintas Sumatera dan memiliki berbagai potensi pengembangan usaha. Melalui promosi ini kita menawarkan pada para investor, dalam maupun luar negeri, untuk menanam modalnya di Bungo,” ujar Sudirman. Saat ini Kabupaten Bungo telah punya Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD/PPT) untuk memberi kemudahan birokrasi. Instansi ini dibentuk guna memicu tumbuh

kembangnya industri di Bungo, sekaligus membuka peluang usaha dengan prospek lebih baik bagi perekonomian Bungo. “Kita ingin memberi kemudahan birokrasi dan melakukan promosi investasi yang efekf, tanpa mengabaikan perkembangan investasi di berbagai sektor yang mempunyai prospek cerah di masa mendatang,” ungkap Sudirman. Dalam acara tersebut Ketua TP PKK Bungo, Enny Wardhani Sudirman, menyerahkan penghargaan pada perancang busana Bungo. —society / hambali

Bupati Tebo Dampingi Wagub Buka TMMD dengan serangkaian acara, seper pemeriksaan pasukan, penyerahan alat kerja dan tanda peserta, penyerahan sembako pada warga kurang mampu, penyerahan bantuan untuk anak yam-piatu, penyerahan bibit dan penaburan benih ikan. Wagub mengatakan, kegiatan TMMD merupakan kegiatan TNI Masuk Desa dan program lintas sektoral yang melibatkan berbagai elemen bangsa. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI melaksanakan Bupati Tebo menyerahkan bantuan. pembangunan, khususnya di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Wagub menjelaskan, TMMD juga bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat guna membantu pemerintah mewujutkan pembangunan yang merata, seimbang dan berkesinambungan. — society / hambali

Kedatangan Wagub Jambi, Bupati Tebo dan rombongan

Wagub menyerahkan bantuan

INFOJAMBI KORAN — Bupati Tebo, H Sukandar, mendampingi Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H Fachrori Umar yang membuka kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-92, di Desa Betungberdarah Barat, Kecamatan Tebo Ilir, Tebo, Rabu

bersama Polri, kementerian/LPNK, pemda dan komponen lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. TMMD tersebut dipusatkan di Lapangan Sepakbola Betungberdarah Barat, Upacara pembukaan dipimpin Wagub Fachrori Umar, dilanjutkan Wagub memeriksa kesiapan pasukan.

(21/5). Hadir dalam acara tersebut Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Harianto, Dandim 0416/Bute Letkol CZI Lin Niofrianto, unsur Forkompimda dan para kepala SKPD lingkup Pemkab Tebo. TMMD merupakan kegiatan TNI


EDISI 26 1  15 JUNI 2014

UJUNG JABUNG

Dari Petani Karet Jadi Kuli dan Pembantu INFOJAMBI KORAN — Sejak dua bulan belakangan terakhir, harga karet di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) dak lagi menjanjikan bagi petani. Tidak sedikit petani akhirnya mencoba beralih profesi menjadi pembantu rumah tangga, kuli bangunan dan pekerjaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hadi, salah seorang petani karet di Tanjab Timur , mengungkapkan, harga karet saat ini hanya Rp 5 ribu per kg. Tidak bisa lagi menjadi tumpuan hidup keluarganya. Hadi akhirnya terpaksa men-

jadi kuli bangunan. “Sudah dua bulan harga karet turun. Banyak petani karet beralih profesi,” ujar Hadi. Menariknya, ternyata selama menjadi kuli bangunan kebutuhan keluarga Hadi cukup terbantu dibanding dengan bekerja sebagai penyadap karet. Penghasilan menyadap karet kini sudah dak seimbang dengan kebutuhannya sehari-sehari. “Walau hasil dari kerja kuli bangunan dak besar, sekitar Rp 60 ribu Rp 70 ribu sehari, tapi sedaknya masih bisa mengimbangi kebutuhan keluarga kami

sehari-hari,” kisah Hadi. Menurut Hadi, dalam sehari di zaman sekarang petani karet bisa mendapatkan hasil 10 kg saja sudah hebat. Kalaupun dapat, hasil itu harus dibagi dua dengan pemilik batang atau pemilik kebun. “Mau tak mau petani karet banyak yang beralih profesi daripada dak makan,” kata Hadi. Cerita yang sama diungkapkan Era. Wanita ini juga meninggalkan pekerjaan menyadap karet. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Era rela menjadi pembantu rumah tangga.

Bupati Minta PLN Alirkan Listrik INFOJAMBI KORAN — Belum mengalirnya arus listrik di Desa Kualasimbur, Tanjabm bukan hanya dikeluhkan warga setempat, tapi juga Bupa Tanjabm, H Zumi Zola Zulkifli. Padahal, i n stalasi listrik yang akan disalurk a n ke

H Zumi Zola Zulkifli

rumah-rumah warga telah rampung dibuat. Zola minta PLN segera mengalirkan arus listrik di desa tersebut. “Instalasi listrik sudah ada, sekarang nggal memasukan tegangan arus listrik,” katanya. Menurutnya, semua orang tahu bahwa untuk tegangan arus listrik itu adalah kewenangan dari pihak PLN. Demi tersalurkannya arus listrik di Desa Kuala Simbur telah banyak yang dilakukannya. “Yang bisa kami lakukan adalah terus berkoordinasi dengan PLN agar diperhatikan Desa Kuala Simbur,” jelasnya. Diakuinya, memang bukan hanya Tanjabm saja yang mengeluhkan ketersediaan arus listrik, tapi juga seluruh wilayah di Indonesia. Dengan permasalahan yang ada, dia tetap meminta pihak PLN mengalirkan arus diinstalasi listrik yang telah dibuat. “Ada jaringan tapi tidak ada arus percuma saja. Saya berharaop secepatnya memberikan tegangan listrik ini,” paparnya. Sebab, banyak masyarakat Kuala Simbur yang menankan hadirnya arus listrik di Desa itu, padahal instalasi listrik telah dibuat. “Andai tegangan listrik bisa dikelola dengan APBD, mungkin lebih mudah pelayanan kepada masyarakat, tapi kan dak bisa,” tandasnya. —hipni

SUMBER FOTO : HARGABELIGETAHKARET.BLOGSPOT.COM

“Karena kebutuhan keluarga terus mendesak, mau dak mau ya harus mau, yang penng halal,” kata Era. Era menyatakan, harga karet Rp 5 ribu per kg dak dapat

lagi dihandalkan bagi keluarganya. Dia harus menambah penghasilan dengan menjadi pembantu rumah tangga. “Harga kebutuhan untuk makan terus naik, semen-

tara harga getah turun. Kalau begini terus siapa yang dak pusing, apalagi anak-anak juga harus tetap sekolah,” tukas Era . —hipni

Listrik Kurang, Warga Berang I N F O J A M B I KO R A N — Kesepakatan penambahan suplai gas pada p e r t e m u a n s e g i t i ga di SKK Migas, belum lama ini, rupanya belum mampu mengatasi persoalan krisis listrik di Tanjabbar. Penambahan suplai gas juga diikuti penambahan jaringan dan penjualan daya listrik sebesar 4 Mega ke Kabupaten Tanjabm oleh PLN Kualatungkal. Kondisi ini membuat kebutuhan listrik di Tanjabbar kembali mengalami krisis, karena kekurangan daya. Carut marut persoalan listrik ini memaksa Pemkab Tanjabbar, PLTG, PLN, perwakilan Petrochina dan warga melakukan pertemuan darurat di Kantor Bupa Tanjabbar. Hasil pertemuan ga jam itu disepaka penambahan suplai gas sebesar 5 Mega untuk kebutuhan listrik di Tanjabbar. Selain itu, Pemkab juga membebankan PLN dak lagi menambah jaringan dan konsisten atas pengurangan daya sebesar 2 Mega ke Tanjabm. “PLN stop dulu penambahan pelanggan untuk sementara. Bisnis it’s ok, tapi lihat situasi dan kemampuan. Kalau ada

penambahan jangan lagi tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Kami sudah tahu produk Anda menjual jaringan, tapi sebelum listrik mampu menyuplai keseluruhan jangan dulu ditambah,” kata Asisten I Pemkab Tanjabbar, Ismunandar. Kebijakan PLN menambah sambungan dan menjual suplai daya sebesar 4 Mega ke Tanjabm diduga menjadi biang keladi krisis listrik di Tanjabbar. Sebab, setelah PLN memutuskan mencabut daya sebesar 2 Mega dari Tanjabtim, intensitas pemadaman listrik dirasakan warga menjadi sedikit berkurang, namun tak bertahan lama karena PLN menambah jaringan dan pelanggan hingga berbuntut pemadaman listrik. “Kalau tetap disalurkan ke luar tetap ma. Ini persoalan PLN dan PLTG. Kami sebagai konsumen tahunya listrik harus hidup, karena kami sudah menjalankan kewajiban dan hak. Jadi itu tanggung jawab PLN pada kami sebagai konsumen. Katanya tiga bulan dak akan pernah ma. Infrastruktur jaringan sudah disediakan. PLN hanya jadi makelar dan itu pun tidak sanggup,”

kata Mukhtar, perwakilan warga Tanjabbar. Tak mau disudutkan, staf teknis PLN Kualatungkal, Halim, membantah semua tanggungjawab ada pada mereka. PLN mesinnya di PLTG, ada hubungannya. Pada saat beban puncak, gas tidak mengangkat lagi. Dari pihak PLTG, Manager Operasional, Yani, menjelaskan, mereka bekerja sesuai kontrak dengan PLN, di luar itu bukan wewenangnya. Namun pertemuan menyepaka penambahan suplai gas sebesar 5 Mega. “Dari semula 16,3 mega, dengan penambahan sebesar 5 mega ini akan ada suplai daya sebesar 21 mega. Dan mudah-mudahan itu bisa mengatasi krisis pemadaman listrik yang kita alamai selama ini,” tandas Kadis ESDM Tanjabbar, Yon Heri. Warga Kualatungkal sempat marah-marah di kantor PLN Ranng Kualatungkal, lantaran sering terjadi pemadaman listrik. Massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tanjab Barat (IPI) Forum RI 1 dan masyarakat Peduli Listrik Tanjabbar, AMPAL, mendatangi kantor PLN.

Warga menuntut dan mempertanyakan pemadaman listrik yang dilakukan PLN dan terjadi terus menerus. Mereka minta PLN serius menangani permasalahan listrik. Penyebab listrik padam karena adaya penambahan aliran listrik ke Tanjabm, sehingga beban jadi lebih nggi dan pemadaman dak terkendali. Kepala PLN Tanjabbar, A Ginng, mengatakan, memang terjadi devisit daya dan dak bisa cukup memasok kebutuhan listrik 16,1 Mega. Mesin dak ada kendala, hanya kendala di pasokan gas. Massa yang dibuat kesal menghempaskan barang elektronik yang sudah rusak akibat konsleting listrik, karena seringnya dilakukan pemadaman mendadak. Asisten II Pemkab Tanjabbar, Safirwan SE, mengatakan, gas di PLTG telah disuplai 2,5 SMM FD, namun belum cukup. Saat ini sudah mencapai 4 MBTU sudah dapat memenuhi pasokan. Dia minta pasokan listrik ke Tanjabm dikurangi dulu, karena pembangunan TJP untuk Tanjabbar, bukan untuk Tanjabmur. —alfah

Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah INFOJAMBI KORAN — Pasien rawat inap di RSUD Nurdin Hamzah, Tanjabtim, mengeluhkan pelayanan rumah sakit. Pasalnya, beberapa perawat yang bertugas pada malam hari, ketika pasien memerlukan bantuan dan berusaha dihubungi tidak menghiraukan panggilan keluarga pasien. Hal tersebut diungkapkan salah satu keluarga pasien yang anggota keluarga se-

dang dirawat inap di Rumah Sakit tersebut. Keluarga pasien yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan, ketika keluarganya sedang butuh pertolongan karena kejangkejang, dan memerlukan pertolongan keka itu dirinya memanggil petugas jaga, namun panggilan tersebut dak dihiraukan. “Kita datangi petugas jaga tersebut, namun katanya

kagek la,” keluh keluarga pasien. Dikatakannya, setelah mendengar ucapan petugas jaga tersebut kami kembali ke kamar pasien sembari menunggu-nunggu kedatangan petugas tersebut, namun yang ditunggu-tunggu dak kunjung datang. “Kita kan bayar juga mas, kok pelayanannya seperti ini, apalagi kalau pasien yang masuk tersebut merupakan

pasien Jamkesmas, kemungkinan malah dak dilihat-lihat,” keluhnya lagi. Bukan hanya itu saja,lanjutnya sudah kurang lebih empat hari keluarganya dirawat inap di Rumah Sakit tersebut. Namun, tetap saja pelayanannya dak memuaskan sama sekali. “Kita berulangkali membutuhkan pertolongan, namun seper dibiarkan saja, untuk itu kita berharap agar peningkatan pelayanan rumah sakit

ini bisa ditingkatkan, jangan seper ini,” ucapnya dengan nada kesal. Sementara itu, Direktur RSUD Nurdin Hamzah, dr Rinaldi keka di konfirmasi mengatakan, kita akan mengecek terlebih dahulu baru kita menyikapi. “Kita juga tahu siapa yang jaga pada ap malamnya, bila nannya kita lakukan pengecekan dilapangan akan katahuan mana petugas jaga yang dak profesional,” ungkapnya.

Jika nantinya apa yang keluhkan oleh pasien tersebut benar-benar terbuk, kita akan mengambil sikap, dengan cara memberikan teguran kepada petugas jaga karena tidak memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien. “Kita akan berikan teguran bila nantinya ternyata apa yang menjadi keluhan pasien tersebut memang seper itu, akan kita sikapi,” pungkasnya. —hipni


11

BATANGHARI-MUAROJAMBI

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

Lima Qori Batanghari Ikut MTQ Nasional Komplek Percandian Muaro Jambi Dikembangkan MURAOJAMBI — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), berharap konsep pengembangan kawasan (Master Plan) Komplek Percandian Muaro Jambi, dapat diselesaikan pada tahun ini. “Sudah diprogramkan dan proses pengembangan Komplek Percandian Muaro Jambi akhir tahun ini diharapkan selesai,” ungkap HBA, Kamis (29/5). Menurut HBA, pengembangan komplek percandian sebagai wisata sejarah dan religi, tentunya akan memberi manfaat langsung bagi peningkatan perekonomian masyarakat, dengan kedatangan wisatawan yang memanfaatkan jasa, maupun kebutuhan lainnya yang dapat disediakan penduduk lokal, ujarnya. “Pengembangan percandian diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar candi,” kata HBA. Lebih lanjut HBA mengatakan, memadukan konsep pelestarian sejarah dan pengembangan ekonomi kreatif, menjadi harapan besar Pemprov Jambi terhadap pengembangan kawasan candi dengan dukungan infrastruktur lainnya. “Master Plan pengembangan kawasan percandian akan dikoordinasikan dengan PU, agar infrastruktur lain saling mendukung, sehingga perpaduan ekonomi kreaf dan pengembangan kawasan berjalan baik,” kata HBA. WakilMenteriPariwisatadan

EkonomiKreatifRI,DrSaptaNirwanda menegaskan, Komplek Percandian Muaro Jambi yang begituluas,denganciritersendiri harus dikembangkan. “Kitaharusmelestarikanwarisan sejarah dan di Sumatera hanya Muaro Jambi yang punya,” jelas Wamen. Menurut Wamen, terkait dengan pengembangan percandian akan mendatangkan manfaat langsung, bagi masyarakat dengan aktifitas perekonomian yang tentunya akan membangun daerah menjadi lebih maju. “Masyarakatakanmerasakan manfaat dengan kedatangan wisatawan, paling tidak akan belanja makanan disamping jasa lainnya,” jelas Wamen. Berkaca dari daerah yang telah menjadi tujuan wisata, Wamen menceritakan geliat perekonomian masyarakat menjadi meningkat dengan menjadi daerah tujuan wisata. “Terus laksanakan festival dengan kemasan yang menarik minat wisatawan,” kata Wamen. Bahkan Wamen menawarkan konsep wisata religi bagi umat Budha, seperti di negara Kamboja, Thailand yang mampumendatangkanumat Budha di seluruh dunia. “Umat Budha akan mengunjungi candi karena keyakinan yang mereka miliki,” ungkap Wamen. Harapan pengembangan kawasan Percandian Muaro Jambi,memerlukankerjasama semua pihak menuju warisan dunia, keberadaan candi harus dipelihara keberadaannya. —infojambi.com

INFOJAMBI KORAN — Dari 29 kafilah yang masuk final MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Jambi, lima orang qori dan qoriah Batanghari menjadi terbaik I. Mereka akan mewakili Provinsi Jambi pada ajang MTQ Tingkat Nasional di Batam, Kepulauan Riau, Juni mendatang. Lima qori dan qoriah merupakan kafilah asal Batanghari sudah dipersiapkan maksimal. Bahkan mereka dalam waktu dekat diberangkatkan ke Batam. Sekda Batanghari, Ali Redo, yang juga Ketua Pembina MTQ Batanghari mengaku bangga memiliki Qori dan Qoriah yang mendapat nilai terbaik. Selain mengharumkan nama Batanghari, mereka juga mewakili Provinsi Jambi. “Kita sama-sama berdoa semoga mereka kembali mengharumkan nama Batanghari dan

Provinsi Jambi,” kata Ali Redo. Lima kafilah Batanghari akan mengiku TC di Jambi selama beberapa hari. Selanjutnya mereka berangkat ke Batam. Peltu Bupa Batanghari, Sinwan, menyatakan bahwa lima kafilah Batanghari yang

mengiku MTQ nasional itu kini menjadi tanggung jawab Pemprov Jambi. Masyarakat dan pemerintah Batanghari tetap memberi dukungan dan doa. Menurut Sinwan, para kafilah yang telah mengharum-

kan nama Batanghari itu diberi bonus umroh. Mereka akan berangkat umroh setelah MTQ nasional. Anggaran untuk bonus ini sudah dianggarkan, karena tidak mudah meraih nilai terbaik. —raden

Sinwan Dituding Terlalu Berani Keluarkan Kebijakan INFOJAMBI KORAN — Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Terawang Desa Bungku, Bajubang, Batanghari belum lama ini kembali mendatangi Kantor Bupati Batanghari. Mereka menuntut kebijakan Peltu Bupa Batanghari, Sinwan, menandatangani SK pemberian 2 ribu hektar lahan kepada SAD Desa Bungku. Mayudin selaku tim pendamping warga SAD mengatakan, dak satupun nama SAD dari kelompok Terawang diakomodir pada pembagian lahan tersebut. Padahal jelas kelompok SAD Terawang asli warga bukan pendatang. “Warga SAD yang mendapat bagian lahan dari PT Asiac Persada cuma separuhnya warga SAD. Sisanya pendatang, bukan SAD,” tandas Mayudin. Ketua Lembaga Adat Bathin IX, Abun Yani, menyatakan,

jumlah warga SAD kelompok Terawang Desa Bungku sekitar 225 Kepala Keluarga. Tidak satupun dari mereka diakomodir mendapat lahan 2 ribu hektar di luar HGU PT Asiac. Menurut Abun, jika tuntutan warga SAD Terawang dak diakomodir oleh Asiac, dak menutup kemungkinan

pembagian lahan itu berujung dengan pertumpahan darah. Asiac dinilai sudah menjajah warga pribumi dan memperalat petinggipenggi pemerintah. “Masih banyak warga SAD yang teraniaya oleh ulah PT Asiatic Persada,” tegas Mayudin. Sekitar 10 orang perwakilan

warga SAD diterima berunding di ruang pola kecil kantor bupati, diterima oleh Kabag Hukum, Juliando, dan Kakan Satpol PP, Ahmad Hariono. Semua keluhan warga SAD ditampung dan segera diverifikasi. Jika semua benar-benar warga SAD, hasil tersebut akan disampaikan ke pihak Asiac. Humas PT Asiatic Persada, Supriadi, membenarkan bahwa 2 ribu hektar lahan yang diserahkan pada 17 kelompok SAD tersebut di luar HGU Asiac. Supriadi yakin tindakan Sinwan yang menandatangani lahan 2 ribu hektar itu dak menjadi bumerang bagi Sinwan selaku Peltu Bupati Batanghari yang akan dilank menjadi bupa definif. “Kalau salah, silakan diPTUN-kan. Kami sudah siap,” kata Supriadi. —raden

Dana Hibah Porprov Rentan Penyimpangan INFOJAMBI KORAN — Pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2015 mendatang, dana hibah yang digunakan untuk mensukeskan Porprov kurang lebih berkisar Rp 7 miliar hingga 8 Miliar. Seluruh pania penyelenggara Porprov yang dalam hal ini Kabupaten Batanghari sebagai tuan rumah, diminta transparan dalam menggunakan dana tersebut. “Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov 2015 mendatang, saya minta untuk berha-ha dalam menggunakan dana hibah. Semua diharapkan transparan, sebab dana tersebut biasanya rentan penyimpangan,” ujar Kapolres Batanghari, AKBP Robert Antonio Sormin. Terkait dana hibah yang digunakan untuk Porprov 2015 mendatang, Kabag Keuangan Setda Batanghari M Azan, menjelaskan, dirinya belum mengetahui secara rinci jumlah dana

hibah yang akan dikeluarkan untuk keperluan Porprov. “Untuk jumlah realnya belum diketahui berapa yang digunakan. Kami masih menunggu laporan dari semua pihak penyelenggara, setelah laporan ada pada kami baru lah dirincikan berapa keperluannya,” kata Azan. Ditambahkannya, laporan dari masing-masing pania porprov diharapkan paling lambat sudah masuk sebelum Juli 2014 ini. Setelah dirincikan, maka kebutuhan Porprov akan dimasukkan pada KUA PPAS yang akan disampaikan oleh anggota DPRD Batanghari. Menurut Azan, dari total dana 7 hingga 8 miliar tersebut, termasuk di dalamnya sumbangan dari kabupaten/kota. “Dana hibah yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan porprov mendatang kurang lebih RP 7 miliar bahkan sampai 8 miliar. Namun angka ini

belum pinal, baru perkiraan saja. Bisa jadi lebih dan bisa juga kurang dari yang diperkirakan,” ungkapnya. Sementara dikesempatan lain, Peltu Bupati Batanghari, Sinwan, menyatakan persiapan pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov)

tahun depan sudah matang. Pemkab Batanghari siap menjadi tuan rumah yang baik. Sarana dan prasarana untuk Porprov saat ini nggal beberapa bagian saja, seperti lapangan sepakbola yang sudah dipersiapkan sejak lama. Lapangan ini sudah bisa digunakan, namun belum boleh dipakai sebelum Porprov dimulai. Terkait renovasi bangunannya kini masih dikerjakan, agar bentuk dan ketahanan bisa terjamin,”jelasnya. Menurut Sinwan, persiapan Porprov hanya butuh perbaikan bagianbagian kecil. Kolam renang sudah bisa dipakai, namun bentuk gedung dan jalan ke kolam renang belum sempurna. “Mudah-mudahan menjelang Porprov semua sudah siap dan bisa digunakan oleh para atlet yang akan berlaga,” ungkapnya.

Untuk cabang balap motor, hingga saat ini lokasinya belum ditentukan. Cabang ini tetap dilaksanakan. Lokasinya tergantung pania, bisa di depan Taman Bebekan, bisa juga di depan KONI, atau di eks arena MTQ. Jika arena balap menggunakan lokasi eks MTQ, jalan masuk menuju lokasi harus diperbaiki dulu. Jalan menuju eks arena MTQ sudah diperintahkan dinas PU agar segera memperbaikinya. Mengenai tempat penginapan atlet, Sinwan menjelaskan, direncanakan memakai jasa hotel dan gedung sekolah. Sekitar 17 sekolah akan digunakan sebagai tempat penginapan atlet. Jadwal Porprov direncanakan bertepatan dengan liburan sekolah, agar dak mengganggu pelajaran sekolah. —raden


12

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

INFO NASIONAL

Standar Nilai Penerimaan Taruna Akpol Diturunkan INFOJAMBI KORAN — Para lulusan SMA sederajat yang ingin masuk Taruna Akpol yang nilainya pas-pasan boleh berbangga hati, karena Polri berbaik hati dengan menurunkan nilai akademik Penerimaan Taruna Akpol tahun 2014. Semula Polri menetapkan angka/nilai pada ngkat akademis dengan nilai 8, tapi lalu diturunkan menjadi 7,25, sedangkan untuk reguler dari 7,25 menjadi 6,5. Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, kepada wartawan mengakui adanya penurunan nilai akademik dan reguler untuk penerimaan calon taruna Akpol tahun 2014. Ini terjadi karena melihat

Mabes Polri Seleksi 999 Calon Pejabat INFOJAMBI KORAN — Sebanyak 999 orang calon pejabat administrator eselon III dan IV di lingkup Pemprov DKI mengiku seleksi Assessment Test, di Mabes Polri. Para peserta diuji dengan ga alat tes, yaitu Test Psikometri (test potensi, lognif dan prefensi), Sistem Computet Assessment Test (CAT) dan Test Diskusi, Presentasi dan Wawancara. Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Agus Rianto, kepada infojambi.com mengatakan, program Assessment Mabes Polri dapat diterima oleh kalangan Pemprov DKI. Pasalnya, sebelum ini Pemprov DKI juga sudah menggandeng Mabes Polri untuk melakukan seleksi bagi calon pejabat yang akan menduduki posisi camat se-Provinsi DKI Jakarta dan terbuk berhasil. Tahun ini tes

hasil kelulusan siswa SMA/ Madrasah yang sudah melaksanakan ujian nasional. Polri melakukan penyesuaian dalam rangka memperoleh bibit-bibit unggul atau calon perwira polri yang memiliki integritas dan kredibilitas. Berdasarkan, surat keputusan Kapolri, Skep/V/2014 tanggal 22 Mei 2014 tentang perubahan sebagian surat Kapolri No : 177/III/2014 tanggal 17 Maret 2014 tentang penerimaan Taruna Akpol 2014. “Ini dilakukan Polri agar para calon taruna yang memang berkeinginan memiliki movasi bermaksud mengabdikan diri di Polri itu bisa diakomodir,” ungkap Agus pada infojambi. com, di Mabes Polri. —ali damsir

dilanjutkan kembali. Kegiatan Assissment yang dilakukan Mabes Polri dapat diterima oleh instansi atau lembaga lain di luar Polri, khususnya Pemprov DKI Jakarta. Untuk kesekian kalinya bekerjasama dengan Mabes Polri dalam rangka melaksanakan assessment untuk tahapan seleksi y a n g dilakukan p a d a berbagai jabatan y a n g ada. “Kita berharap

mekasnime seper ini terus berlanjut. Kami tingkatkan sinergi agar prosesproses kegiatan di seluruh kementerian, lembaga atau instansi dilaksanakan dengan bekerjasama antara pihak pengelola dan Polri,” kata Agus. Menurut Agus, mekasnisme ini dapat melahirkan personel atau pejabat yang bisa mempertanggung jawabkan atau bisa memperoleh figur-figur yang disesuaikan kebutuhan dari organisasi tersebut. “Seleksi ini dilaksanakan oleh staf SDM Polri dari biro Psikologi, di gedung TNCC Mabes Polri. Untuk seleksi 999 orang Mabes Polri butuh waktu dua minggu. Seleksi ini sudah dimulai sejak 25 Mei dan berakhir 10 Juni 2014,” jelas Agus. —ali damsir

Kombes Agus Rianto

Dua Capres Belum Miliki Visi Soal Migas Dianggap Mbalelo, Empat Legislator Golkar Dirotasi INFOJAMBI KORAN — Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Setya Novanto, menegaskan dak ada perpecahan di tubuh FPG DPR RI walau ada rotasi komisi. Empat anggota FPG yang dirotasi adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid, Gandung Pardiman dan Poempida Hidayatullah. Tiga diantaranya pindah komisi, dan satu pindah ke badan anggaran. Tiga orang yang dirotasi, selain Gandung, merupakan pendukung Jokowi - JK. Setya menegaskan rotasi tersebut hal biasa, tidak ada hubungan dengan dukung mendukung capres. Kebetulan saja rotasi pada suasana pencapresan. Wakil Ketua Komisi I, Agus Gumiwang, diganti oleh Tantowi Yahya. Agus pindah ke Komisi VIII menggantikan posisi Idris Laena yang pindah ke Komisi XI. Nusron di Komisi XI pindah ke Komisi VIII, Peompida dari Komisi IX ke Komisi

VIII. Sementara Gandung tetap di Komisi V, tapi masuk ke banggar menggantikan posisi Adi Sukemi yang tetap di Komisi VI. Ketika ditanya soal perpecahan di DPP Partai Golkar, Setya yang menjabat Bendahara DPP Golkar ini menjawab, kader kompak dalam hal pencapresan. “Jika ada muncul kader yang mendukung diluar keputusan DPP Partai Golkar, Prabowo - Hatta, itu sangat kecil sekali dan tidak terpengaruh suaranya pada dukungan yang besar,” ujar Setya. Sejumlah kader muda Golkar, antara lain Agus Gumiwang, Meutya Hafid, Andi Harianto Sinulingga, Bejo Rudiantoro, Poempida Hidayatulloh, Rusfina Salim, Emil Abeng yang tergabung dalam Forum Paradigma Gerakan Muda Indonesia (FPGMI) menyeberang ke kubu Jokowi - JK. —bambang subagio

INFOJAMBI KORAN — Senator asal Provinsi Jambi, Hasbi Anshory, menilai dua pasangan capres Joko Widodo - Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto -Haa Radjasa belum memiliki visi misi jelas tentang pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (DBH). Padahal visi misi ini sangat dibutuhkan daerah. “Liing Migas dak transparan selama ini. Pengelolaan migas di daerah harus transparan dan tidak sumir. Kalau visi misi mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan dan infrastruktur semua capres bisa,” ujar Hasbi dalam dialog perspekf Indonesia “Memilih Pemimpin Idaman – Suara Kaum Muda”, di Gedung DPD RI, Jakarta, baru-baru ini. Hasbi mengaku belum membaca visi misi kedua capres yang kerap berorasi di depan para pendukungnya. Hasbi melihat visi misi Jokowi - Jusuf Kalla dan Prabowo - Haa Radjasa masih normaf. Kenda kedua pasangan capres itu terlihat vokal berbicara masalah ekonomi secara berdikari dari intervensi asing, namun dak del membahas persoalan liing migas dikelola secara transparan. “Semua daerah saat ini

menunggu program konkrit dua capres itu, agar bisa diimplementasikan untuk kemajuan daerah penghasil Migas. Daerah sudah sejak lama ingin agar otonomi diimplementasikan sesungguh-sungguhnya, “ kata senator muda yang mengincar posisi Batanghari1 itu. Diakui Hasbi, pasangan Prabowo-Haa Rajasa memiliki visi misi lebih kuat dibandingkan Jokowi-Jusuf Kalla. Kekuatan visi misi tersebut dibutuhkan oleh daerah agar lebih maju dan lebih baik. “Capres periode nan harus punya strong leadership. Sebab negara ini akan lebih baik nasibnya, kalau visi misi capres lebih jelas isi dan haluannya, “ ujarnya. Ditambahkan Hasbi, bahwa di negara Indonesia belum ada kepasan hukum yang seja. Penyelesaian perkara bisa dituntaskan hingga dua presiden dengan alasan menumpuknya perkaran maupun pengajuan Kasasi bisa dilakukan berkali-kali. Selain itu juga Kepala daerah langsung disidik tanpa diperlukan izin dari presiden, sementara penyidik dak diberikan sanksi meskipun salah melakukan penyidikan hingga membuat dakwaan. “Tidak ada sanksinya bagi

aparat hukum itu, yang telah melakukan kriminalisasi, “ ujarnya. Hasbi berharap pernyataannya tidak dikaitkan dengan dirinya telah mendukung salah satu capres. “Jangan dikaitkan dengan salah satu capres. Pandangan saya ini hanya dari perspekf daerah saja. Kami hanya ingin bagaimana polik anggaran kedua pasangan capres-cawapres itu. Misalnya, yang selama ini hanya 30 persen untuk daerah, bagaimana ke depan? Termasuk perusahaan tambang, minyak dan energi dan lain-lain yang terkait daerah,” katanya. Bendahara Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bambang, menegaskan, anak-anak muda agar mencerma rekam jejak, visi misi kedua pasangan

capres - cawapres dalam menggunakan hak pilihnya 9 Juli mendatang. Dengan begitu kaum muda tidak terjebak memilih “kucing dalam karung”, melainkan bagaimana dan kemana bangsa ini ke depan. Dengan hanya dua pasangan, dak terlalu sulit memilih dengan mencermati track record dan visi misinya. Kedua pasangan itu samasama mempunyai kekurangan dan kelebihan. —bambang subagio

Hasbi Anshory

Judi Online m88.com Digulung INFOJAMBI KORAN - Modus operandi judi online yang dilakoni oleh AH sejak 2012 berkedok Money Changer dan perusahaan bidang teknologi informasi. Dalam menjalankan aksinya AH memakai fasilitas website www.M88. com beromzet ratusan

miliar rupiah. Hasil transaksi judi online M.88.com, disimpulkan AH bisa meraup keuntungan mencapai Rp 200 miliar per bulan. Hal itu, terlihat dari beberapa token yang berhasil disita oleh Polisi dikantor AH , yang berlokasi di Jakarta Timur dan Jakarta Barat, Minggu pekan lalu. “Dari dua token yang

dibuka oleh polisi, hasilnya 700 juta dan 500 juta, sedangkan token yang berhasil diamankan sebanyak 562 token”. Kata, Direktur Tipideksus Mabes Polri, Brigjen Pol Kamil Razack, dikantornya. Untuk menarik kosumennya, keka mereka menjadi sponsor selalu memberikan sovenir berupa Koas, bola, tempat minum, disovenir

itu sudah dicantumkan alamat websifenya, supaya dikunjungi oleh para penjudi online. Karena caranya, sangat mudah, para pemain cukup login diwebsife dan beli koinnya, kalau menang secara otomatis uang direkening akan bertambah dan kalau kalah koin akan berkurang. Dari hasil penyidikan yang

dilakukan malam tadih oleh penyidik. AH berkerja tidak sendiri, melainkan juga dibantu oleh anaknya dan beberapa orang karyawan. Sedangkan AH, bersama beberapa karyawannya sudah diamankan polisi, untuk anak AH, yang diduga terlibat kini sedang dilakukan pengejaran oleh anggotanya. Ungkap Kamil Razack. —ali damsir


RAGAM

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

13

Tentara Pakai Narkoba Langsung Dipecat INFOJAMBI KORAN — Komandan Korem 042/Garuda Putih, Kolonel Infantri Harianto mengatakan, wartawan sebagai mitra TNI agar terus menjalin komunikasi dengan baik, untuk mempermudah TNI melaksanakan tugas menjaga keamanan masyarakat di Indonesia, khususnya di Jambi. Pernyatan itu disampaikan saat coffe morning bersama puluhan wartawan, yang juga dihadiri Kasrem Letkol Inf Lilik S dan Kapenrem, Mayor Inf Imam Safe’i, di Makorem 042/Gapu, belum lama ini. Kolonel Infantri Harianto merupakan Lulusan Akmil Tahun 1987 ini, dilank sebagai Komandan Korem 042/Garuda Puh Jambi, baru sekitar sebulan yang lalu, menggankan Kolonel Inf Marsyudi Utomo. Menurutnya, tugas TNI itu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mulai dari operasi militer perang, sampai pada TNI memiliki operasi sipil. Selain perang juga

bertugas operasi penanggulangan bencana dan membantu tugas pemerintah daerah yang sifatnya mensejahterakan masyarakat. “Media sebagai pilar keempat demokrasi. Program-program TNI diekpos media agar diketahui masyarakat banyak. Tanpa media hanya beberapa masyarakat yang mengetahui program TNI,” ungkapnya. Mantan pejabat Mabes TNI ini, cukup prihan terhadap meningkatnya penggunaan narkoba di Provinsi Jambi. Saat melakukan kunjungan ke Lapas Klas IIA Jambi diperoleh data, 50 % tahanan lapas adalah karena kasus narkoba. Tentunya , dengan ngginya kasus tersebut, Dia mengajak masyarakat Jambi untuk memberantas narkoba. Harianto menegaskan akan terus membuat patroli run memberantas narkoba bersama pihak terkait, Babinsa dan Danramil serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pengawasan rutin juga dilakukan

Polisi Bongkar Sindikat Pembobol ATM INFOJAMBI KORAN — Aparat Polsekta Jambi Selatan baru-baru ini membongkar sindikat pembobol mesin ATM. Tiga orang anggota komplotan ini, Th (24), Am (32) dan An (32), berhasil ditangkap. Keganya warga Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kega pelaku kerap beraksi di Kota Jambi dan Palembang. Mereka membobol ATM dengan cara mengganjal lubang mesin ATM menggunakan lidi korek api. Hal itu membuat korban panik. Saat itu pelaku langsung masuk ke ruangan ATM untuk mentransfer uang korban ke rekening mereka. Tiga orang ini sudah beraksi empat kali di Jambi, yakni di Pasar Jambi, Broni, Jerambah Bolong dan Jambi Selatan sebanyak dua kali pada ATM Bank Mandiri. Sebelum ditangkap mereka beraksi di ATM Bank Mandiri di Minimarket Garuda, Jerambah Bolong, Jambi Selatan, senilai Rp 60 juta. Setelah mentransfer uang hasil jarahannya mereka mentrasfer uang tersebut ke rekening BCA dan Mandiri milik Am dan An yang merupakan pasangan suami isteri. Pelaku dibekuk di Sekayu atas laporan korban dan hasil rekaman CCTV serta print out transfer. Dari situ diketahui alamat kega pelaku. Mereka ditangkap di rumah masing-masing. Kapolsek Jambi Selatan, Kompol Dudi Novery, mengatakan, kawanan pembobol ATM ini akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Masyarakat yang merasa menjadi korban pembobolan rekening ATM dihimbau agar melapor ke polisi terdekat. —infojambi.com

terhadap personil TNI. “Jika ada anggota TNI yang terlibat penyalahgunaan narkoba akan dipecat,” tandas Harianto. Danrem juga menghimbau masyarakat agar melaporkan pada dirinya, jika ada anggota TNI yang nakal. Dia menilai, ada satu atau dua anggota TNI yang nakal, ujarnya. Sementara pada bagian lain, terkait kasus pembakaran kotak suara yang terjadi di Kabupaten Tebo Jambi, pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April lalu, merupakan pengalaman yang perlu diperbaiki, termasuk sistem pengamanan dan sebagainya. Danrem akan mengevaluasi pelaksanaan pileg. Tik-k krusial akan identifikasi agar pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli nan dapat berjalan lancar, aman dan terkendali. “Kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memilih sesuai ha nurani, nyaman dan dak

terganggu dalam menyampaikan aspirasinya,” tegas Harianto. Danrem menegaskan, anggota TNI yang menjalankan tugas di Kota maupun Kabupaten, agar siap membantu aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan. Saat ini personil di Kodim sudah siap, termasuk di Batalion, ungkapnya. Dikesempatan itu Danrem juga menegaskan, sudah ada garis komando dari Panglima TNI, KSAD dan Pangdam, bahwa TNI harus tetap netral, meskipun salah satu calon presiden, Prabowo Subianti, adalah mantan pejabat TNI. “Kami dak

memihak ke salah satu calon. TNI tetap netral meskipun ada calon dari mantan anggota TNI,” tegas Harianto lagi. —ramadhani

Kolonel Infantri Harianto

Jambi Tuan Rumah Kongres Nasional PMII XVIII

INFOJAMBI KORAN — Provinsi Jambi menjadi tuan rumah Kongres Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XVIII. Kongres dibuka oleh Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), di GOR Kotabaru, Kota Jambi, Jum’at (30/5). Gubernur mengajak mahasiswa peka dan jeli melihat kenyataan bahwa setelah reformasi masih sangat banyak persoalan bangsa perlu dibenahi. Mahasiswa juga mes turut menyusun agenda kebangsaan yang lebih kuat ke masa depan, sesuai amanah para pendahulu dan pejuang bangsa yang telah menyumbangkan fondasi kebangsaan. HBA mengharapkan kader PMII dapat mengantisipasi pengaruh negaf budaya global yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia sangat mengapresiasi Kongres Nasional PMII yang pertama kali diselenggarakan di Jambi. Perwakilan Majelis Pembina Nasional PMII, DR Ali Masykur Musa menyatakan, PMI harus tetap pada rel intelektual, jangan sampai kehilangan rohnya. Intelektualitas harus dijunjung nggi. Ali menekankan agar PMII dijadikan organisasi kader dan

harus ada kaderisasi dalam PMII. PMI jangan diam keka ada penyimpangan, tapi harus menjadi organisasi pergerakan, jangan menjadi korban pergerakan. Ali minta kader PMII tidak “menjilat”. Ada ga pesan disampaikannya, yaitu PMII menjadi organisasi yang memiliki kepemimpinan baik, harus profesional, dan berintegritas. Ketua PB PMII, Adi Jaruddin, menyatakan, PMII turut mengawal keutuhan NKRI. Dia menghimbau seluruh anggota PMII untuk terus belajar demi kejayaan Indonesia dan berharap kongres selama seminggu itu menghasilkan ide-ide cerdas bagi kemajuan Indonesia.

Menko Kesra HR Agung Laksono ikut hadir dalam Kongres Nasional XVIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di GOR, Kotabaru, Kota Jambi, Sabtu (31/5). Agung menyampaikan materi tentang kepemudaan. Dihadapan peserta kongres dia mengkaji kondisi negara Indonesia dengan berbagai persoalan dan memotivasi para kader PMII yang sedang berkongres. “Saya harapkan kader PMII tetap konsisten dan terus berupaya meningkatkan kompetensi diri serta berkarya bagi kemajuan Indonesia,” ujar Agung. Sekitar 350 orang rombongan mahasiswa peserta Kongres PMII ke-18 asal Indonesia mur kecewa terhadap pelayanan panitia pelaksana kongres di Provinsi Jambi sebagai tuan rumah kongres. Koordinator poros Indonesia Timur, Rahmat, menilai kongres di Jambi jauh lebih beda pelayanan dibanding kongres di Kalimantan, 2011 silam. Pelayanan panitia lokal dan nasional dinilai gagal. Sebelumnya ada koordinasi dari pania, dijanjikan 20 kamar, namun setelah sampai di Jambi tidak sesuai dengan yang dibayangkan.

Mahasiswa terpaksa menginap di mesjid. “Kalau panitia profesional untuk akomodasi seharusnya bisa mengurus. Kami minta pania sediakan kamar,” ujar Rahmat. Sebelumnya pania berjanji hadir pukul 08.00 WIB, Sabtu (31/5), namun hingga waktu itu belum ada satupun pania yang tampak. Kapolresta Jambi, Kombes Kristono, minta aparat keamanan menjaga keamanan kongres. Dia menghimbau mahasiswa dak berbuat anarkis. Pelaksanaan kongres menuai banyak protes dan dinilai kongres terburuk dibanding yang sudah-sudah. Koordinator PMII poros Indonesia timur, Rahmat, terkejut melihat di tempat acara banyak terpasang spanduk capres Prabowo - Haa. Rahmat mengatakan, kalaupun Haa Radjasa berasal dari Jambi, seharusnya hanya Haa saja yang dipajang, bukan spanduk Prabowo dan Haa bergandengan. Hal itu menunjukkan ada kepenngan polik. “Kami ini mahasiswa, jangan digiring ke ranah polik. PMII berdiri di bawah Nahdatul Ulama (NU), bukan di bawah partai polik,” kata Rahmat. Rahmat juga kecewa pada acara PMII yang dibuka Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, itu. Pasalnya, kongres tersebut merupakan acaranasional,seharusnyadibuka petinggi pusat. “Ini bukan rapat daerah, tapi kegiatan nasional yang seharusnya dibuka penggi sengkat menteri, bukan oleh gubernur,” tandas Rahmat. —ramadhani


SAROLANGUN-MERANGIN Menunggu Merangin Pecah Dua

14

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

INFOJAMBI KORAN — Tuntutan masyarakat yang menyuarakan pemekaran Kabupaten Merangin mulai gerah. Pasalnya, masyarakat yang menuntut Tabir dimekarkan menjadi dua wilayah, Merangin dan Tabir Raya, tak kunjung direalisasikan. Alhasil, mereka menuding Pemerintah Kabupaten Merangin sengaja mengulur-ulur waktu guna memperlambat proses kajian ilmiah pemekaran Tabir Raya. Sekretaris Pania Pemekaran Tabir Raya, Burhan, menduga Pemkab Merangin dak serius merealisasikan pemekaran wilayah. Padahal Tabir yang terdiri dari 8 kecamatan sudah sangat layak dimekarkan. Sebelumnya, 16 Oktober 2013, Bupa Merangin, Al Haris, sangat mendukung pemekaran Tabir Raya

menjadi kabupaten otonom. “Nyatanya sampai saat ini ucapan itu dak sesuai dengan kenyataan. Sudah lebih dari lima bulan anggaran APBD sebesar Rp 350 juta untuk kajian ilmiah pemekaran Tabir Raya dak ada kejelasan. Kami menduga pemerintah sengaja menghalangi proses pemekaran Tabir Raya ini,” ungkap Burhan. Menurut Burhan, pemerintah dak perlu mengulur-ulur waktu menghalangi proses kajian ilmiah. Sebab hal ini baru sebatas kajian ilmiah, belum tahap pemekaran. “Lolos atau tidak Tabir menjadi daerah otonom baru tergantung hasil kajian ilmiah. Kalau kajian ilmiah nan lolos barulah melanjut ke tahap berikutnya. Jadi nggak usah ada yang merasa kebakaran jenggot dulu,” katanya.

Merangin Cuma Raih WDP INFOJAMBI KORAN — Target Pemkab Merangin di bawah kepimpinanan Al Haris dan Khafied Moein meraih opini Wajar Tanpa Pengec-

Al Haris dan Khafied Moein

ualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi tampaknya sulit terwujud tahun ini. Berdasarkan relis BPK di gedung BPK Perwakilan Jambi, Merangin hanya mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dengan beberapa temuan yang harus diselesaikan Pemkab Merangin. BPK menyatakan ada indikasi temuan bermasalah dengan total Rp 161,06 miliar. Aset mendominasi temuan BPK tersebut sebesar Rp 148 miliar yang dak diketahui keberadaannya. Aset yang menjadi masalah diantaranya tanah sebesar Rp 13,23 miliar yang dak dapat ditelusuri rinciannya di Laporan Barang Milik Daerah (LBMD), 736 bidang tanah dicatat dak menggunakan nilai perolehan atau nilai wajar saat perolehan, dan 412 bidang tanah belum dinilai.

Aset tetap peralatan dan mesin sebesar Rp 73,08 miliar dak diketahui lokasi keberadaannya. Aset tetap gedung dan bangunan sebesar Rp 25,13 miliar dak diketahui lokasinya, serta aset jalan, irigasi dan jaringan sebesar Rp 25,67 miliar juga dak diketahui lokasinya. Ada juga aset tetap lainnya sebesar Rp 20,28 miliar dak didukung dengan rincian pada LBMD dan sebesar Rp 3,67 miliar dak diketahui keberadaannya. Menanggapi temuan BPK tersebut, Bupati Merangin, Al Haris yang dikonfirmasi Rabu (28/5), mengatakan, sebenarnya aset yang dak dapat ditelusuri dalam relis BPK ada dan jelas keberadaannya. Hanya saja keka m BPKAD mengajak BPK turun ke lapangan, BPK dak mau sehingga hanya memeriksa dokumen saja dan menyimpulkan aset tersebut dak dapat ditelusuri. Al Haris mengatakan, hasil yang dicapai Pemkab Merangin sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 temuan BPK hampir Rp 1 triliun. Pada tahun ini Pemkab Merangin tetap menargetkan opini WTP. “Kami akan bekerja semaksimal mungkin, kedepannya BPK akan diajak turun menelusuri aset yang ada. Dalam waktu dekat para pimpinan SKPD akan dipanggil untuk menindak lanju temuan BPK tersebut. Saya akan sampaikan ke SKPD temuan ini. Tahun 2015 Merangin harus meraih WTP,” tegas Al Haris. —jefrizal

Kantor Pusat Jl. Prof. M.Yamin No.26 Jambi Telp. 0741-27876

Kota Bangko

Terkait soal alokasi anggaran kajian ilmia, kata Burhan, semua sudah jelas. Sesuai PP 78/2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah, merupakan tugas pemerintah

daerah. “Kami sudah bingung, tokoh masyarakat sudah mempertanyakan ini dengan kami. Wajar kami demo ke Pemkab Merangin. Kami yakin masyarakat di delapan kecamatan di

Tabir mampu melumpuhkan roda pemerintahan Merangin,” ungkapnya lagi. Aksi demo belum bisa dipaskan jadwalnya. Saat ini Pania Pemekaran Tabir Raya masih terus meredam

pertanyaan masyarakat. “Tapi kalau kami tidak sanggup lagi, ya bisa saja masyarakat demo bulan depan. Ini aspirasi masyarakat,” ujar Burhan. Bupa Merangin, Al Haris, menyebutkan, pemekaran Tabir sengaja dibiarkan seper air mengalir, sepanjang itu aspirasi masyarakat Tabir dengan konsep pembangunan yang jelas dan alasan kuat. Pemkab Merangin memberi kelonggaran terhadap pengembangan Tabir menjadi kabupaten baru. Menurut bupati, suatu daerah yang ingin maju langkah awalnya memang pemekaran. Tahun ini diakuinya hampir 60 daerah otonom baru sudah masuk ke DPR RI. “Sepanjang warga Tabir bisa mengelola hidup mereka sendiri, dak ada masalah. Silahkan,” tandas Al Haris. —jefrizal

Kenaikan Pangkat Ratusan Guru Tertunda INFOJAMBI KORAN — Ratusan guru di Kabupaten Sarolangun gigit jari. Kenaikan pangkat mereka tertunda. Seorang guru yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sekitar 270 orang guru se-Sarolangun tertunda kenaikan pangkat terhitung Oktober 2012 sampai April 2014. Penyebabnya karena Dinas Pendidikan (Disdik) Sarolangun dak memiliki m penilai (assesor) bersertifikat untuk melaksanakan Penilain

Kinerja Guru (PKG) yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat bagi guru PNS. Rencananya para guru akan melakukan aksi unjuk rasa kalau masalah ini dak selesai. Kepala Disdik Sarolangun, H Lukman M.Pd, membantah keterlambatan kenaikan pangkat guru akibat kesalahan disdik. Keterlambatan disebabkan ada aturan baru tentang kenaikan pangkat guru. “Salah satunya melengkapi karya tulis yang ha-

rus diakui secara ilmiah dan sebagian besar guru belum bisa melengkapinya,’” jelas Lukman. Sebenarnya kenaikan pangkat dak terlambat, sebab naik pangkat dak mesti dua tahun, bisa saja lebih. Pihak disdik terkendala assessor dan perubahan format aturan dan aturannya sekarang sangat ketat. Pada prinsifnya disdik sangat setuju seluruh guru naik pangkat dengan cepat dan dak ada islah dipersulit. Namun

dengan catatan melengkapi berkas yang ditentukan. Kabid PMPTK Disdik Sarolangun, M Daud, menambahkan, berkas usulan kenaikan pangkat ratusan guru di Sarolangun sudah dikirim ke Palembang. Tapi karena persyaratan belum lengkap, berkas tersebut dikembalikan. “Setelah dikembalikan kami langsung menyurati masing-masing guru agar memperbaikinya,” kata Daud. —rudy ichwan

Dinkes Sarolangun Perangi Virus MERS-Cov INFOJAMBI KORAN Masyarakat yang ada di seluruh dunia, kembali dihantui rasa ketakutan dengan munculnya Virus baru yang sangat menakutkan setelah Virus HIV/ AIDS. Virus baru tersebut diketahui berasal dari daerah Timur tengah, Arab Saudi, yang bernama Midle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-Cov). Terkait dengan berkembangnya Virus MERS tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun langsung melakukan ndakan untuk mengansipasi berkembangnya Virus MERS tersebut di wilayah Kabupaten Sarolangun. Virus MERS–Cov ini merupakan suatu ancaman yang menakutkan

bagi masyarakat, pasalnya virus tersebut belum diketahui obatnya. Sementara itu Organisasi WHO juga telah mengeluarkan peringatan penng tentang penyebaran virus tersebut yaitu ( WHO of���ce sound alarm as MERS cases push higher). Menurut data yang berhasil dihimpun, ciri-ciri penderita yang mengidap penyakit MERS-Cov yaitu, demam dengan suhu 38 derajat celcius yang disertai batuk, dan memiliki riwayat perjalanan ke timur tengah dalam waktu 14 hari, serta seseorang dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, H. Adnan, menjelaskan, pihaknya telah memer-

intahkan kepada seluruh kepala puskesmas yang ada di wilayah Sarolangun, untuk melakukan sosialisasi dan lebih koperaktif terhadap masyarakat dalam melakukan pencegahan Virus MERS. Dijelaskannya, cara pencegahan Virus MERS melipu, selalu jalankan pola hidup sehat, menjaga higiene perorangan, rajin-rajin cuci tangan pakai sabun, bila tangan tak tampak kotor gunakan antiseptik, gunakan masker, menyediakan makanan dengan kondisi sanitasi yang baik. Kemudian, menghindari daging yang tidak masak, mencuci sayuran dan buah dengan benar, dan menghindari kontak yang dak perlu dengan

hewan ternak. Adnan menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan kepada seluruh kepala Puskesmas untuk melakukan pendataan terhadap warga yang melakukan ibada Umroh di setiap kecamatan yang ada di wilayah Sarolangun. “Keka Jamaah Umroh pulang dari tanah suci, harus diberi saran jika mereka mengalami sakit saluran pernafasan akut disertai demam dengan batuk pada periode dua minggu (14 hari) setelah mereka kembali dari tanah suci. Untuk itu diharapkan para jamaah umroh agar segera melakukan pengobatan dan melaporkan ke Dinas Kesehatan. —rudi ichwan-


BUNGO-TEBO

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

15

10 Tahun Berseberangan, Dharmawan - Sudirman “Damai”

Sudirman Zaini

Dharmawan

INFOJAMBI KORAN — H Sudirman Zaini sudah selayaknya diberi kesempatan menjadi Bupati Bungo dua periode. Sudirman dianggap pantas menjabat lagi untuk periode 2016 - 2021. Satu periode yang sekarang sedang dijalani terlalu singkat untuk

melaksanakan program. Pendapat itu dikemukakan pengamat politik Bungo yang juga mantan Sekretaris KPU Bungo, Dharmawan. Menurutnya, sudah tiga tahun ini Sudirman melanjutkan program bupati sebelumnya, H Zulfikar Achmad.

Dharmawan mengungkapkan, tidak bisa terlalu cepat memvonis Sudirman belum berhasil. Belum saatnya penilaian itu diberikan, karena dia sekarang masih melanjutkan program Zulfikar Achmad yang juga menjabat Bupati Bungo selama dua periode. Salah satu contoh pembangunan Bandara Bungo. Selama tiga tahun masa kepemimpinan Sudirman, APBD Bungo masih banyak tersedot untuk merampungkan program Zulfikar Achmad. Begitu pula RSUD H Hanafie. “Sampai sekarang Bandara Bungo dan RSUD Hanafie belum tuntas karena butuh biaya banyak, sementara APBD Bungo sedikit. Kalau Zulfikar diberi kesempatan dua periode, kenapa rakyat Bungo tidak memberi kesempatan yang sama pada

Sudirman. Mereka sama-sama p u t ra te r b a i k B u n go,” kata Dharmawan. Politisi yang sudah 10 tahun berseberangan aspirasi politik dengan Sudirman Zaini ini berpikir jernih. Dia minta rakyat Bungo memusatkan pikiran memberi dukungan pada Sudirman. Sebelumnya Dharmawan pernah mengomentari hiruk pikuk masyarakat bumi “Langkah Serentak Limbai Seayun” itu mencari pemimpin daerah pasca kepemimpinan Sudirman Zaini. Dharmawan memprediksi akan muncul tiga calon yang akan bersaing menduduki kursi Bupati Bungo periode 2016 - 2021, yakni Sudirman Zaini, Mashuri dan Andreansyah. Sudirman Zaini dan Mashuri saat ini masih menjabat bupati

dan wakil bupati, sedangkan Andreansyah menjabat Wakil Ketua DPRD Bungo sekaligus Ketua Partai Hanura Bungo. Andreansyah juga putera Zulfikar Achmad, mantan Bupati Bungo yang namanya sangat populer di Bungo. Figur-figur lainnya harus berpikir cermat jika ingin mencoba maju dengan pola instan, karena sulit menyaingi ketiga figur tersebut. Mereka memiliki modal sosial dan finansial cukup serta trah yang masih melekat di hati masyarakat Bungo. “Akan bertambah sulit lagi kalau Sudirman dan Mashuri kembali berduet. Atau kalau Sudirman berduet dengan Andreansyah. Apalagi secara historis calon incumbent di Bungo belum pernah terkalahkan,” ujar Dharmawan. —hambali

Kader PPP Bungo Kampayekan Jokowi - JK

Syarkoni Syam

Dharmawan

INFOJAMBI KORAN — Hingga akhir Mei 2014 m pemenangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK) maupun Prabowo - Haa Radjasa belum terbentuk. Namun, tokoh Bungo pendukung Prabowo Haa, Dharmawan, sudah lari ke kubu Jokowi - JK. Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bungo itu sudah mensosialisasikan pasangan Jokowi - JK. Seharusnya Dharmawan menjalankan tugas organisasi sesuai garis kebijakan DPP

PPP yang mengusung pencalonan Prabowo - Haa. “Saya mendukung pasangan Jokowi – JK,” kata Dharmawan pada infojambi, Jum’at (30/5). Dharmawan dak mempersoalkan pasangan yang didukung oleh DPC PPP Bungo. Dia mendukung Jokowi - JK karena dianggap merakyat dan diyakini mampu memajukan Indonesia kedepan. Menurut Dharmawan, ini jalur baru pengkaderan kepemimpinan nasional atau jalur pamogpraja. Di luar negeri sudah biasa jalur pamongpraja jadi presiden. Tapi

di Indonesia baru pertama kali ini jika Jokowi – JK nan menang. Di Amerika dan Iran sudah sejak lama. Dharmawan menyatakan, tegas dak idenk dengan militer. Sipil juga bisa tegas dalam perbuatan dan santun dalam perkataan. Presiden Indonesia pertama, Soekarno, berasal dari sipil, tapi mampu menggetarkan dunia. Dharmawan memprediksi Jokowi - JK menang di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Bangka Belitung, seluruh provinsi di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara serta Indonesia Timur. Untuk Jambi dan Sumsel, Prabowo akan menang telak. Sementara di Sumatera Barat suara bakal imbang. Ketua DPC Nasdem Kabupaten Bungo, Bachar Achmad, mengaku belum menerima petunjuk dari m pemenangan Jokowi - JK tingkat pusat maupun provinsi. Demikian pula Sekretaris DPC Golkar Bungo, Syarkoni Syam, belum menerima perintah dari m pemenangan Prabowo - Haa. —hambali

Sudirman

Mashuri

Sudirman vs Mashuri INFOJAMBI KORAN — Meski masih tersisa 2,5 tahun lagi masa jabatan Bupa dan Wakil Bupa Bungo periode 2011 - 2016, Bupa Bungo, H Sudirman Zaini secara terbuka sudah menyampaikan niatnya akan maju untuk periode 2016 - 2021. Sementara Wabup Bungo, H Mashuri, masih bungkam soal kesiapannya bersaing dengan Sudirman. Sudirman dak mempersoalkan partai pengusung kalau kelak dia benar benar maju untuk periode kedua. Pasalnya, Partai Demokrat yang dipimpinnya saat ini cukup kuat, karena memiliki enam kursi di DPRD Bungo hasil Pileg 9 April 2014. Sudirman tidak gamang mencalonkan diri kalau rakyat benar-

benar menaruh harapan pada dirinya. Basis suaranya diperkirakan dari Dapil II (Kuamang Kuning dan Pelepat), disamping dari Dapil I, III dan IV. Sedangkan Mashuri yang masih bungkam perlu mempermbangkan secara cermat, karena usianya masih di bawah 45 tahun dan statusnya pegawai negeri sipil (PNS). Selain belum memiliki parpol pengusung, dia juga harus berpikir panjang untuk “melawan” incumbent Sudirman. Jika Mashuri maju, bisa saja dia bergabung dengan Partai Golkar. Kandidat calon kuat Bupati Bungo mendatang diperkirakan akan mengerucut pada dua figur ini. Figur lainnya diprediksi hanya ingin menjadi wakil. —hambali

Bupati Bungo Terima Penghargaan Pembina K3 Tingkat Nasional INFOJAMBI KORAN — Bupa Bungo, H Sudirman Zaini menerima penghargaan sebagai pembina Keselamatan Kesehatan kerja (K3) Tingkat Nasional dari Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi RI, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (26/5). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, Muhaimin Iskandar. Penghargaan serupa juga diberikan pada 15 gubernur dan 29 bupa/walikota se-Indonesia. Mereka juga dinilai berhasil membina K3 karyawan perusahaan di daerah masng-masing. Bupati Bungo, Sudirman Zaini, menyatakan sangat bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyerahkan penghargaan K3.

Menurutnya hal itu merupakan hasil kerja kerasnya membina K3 karyawan perusahaan di Kabupaten Bungo.

Bupati Bungo usai menerima penghargaan K3.

“Penghargaan ini menunjukkan dak adanya kecelakaan kerja di Bungo,” ujar Sudirman. —hambali


16

EDISI 26 1  15 JUNI 2014

HBA Utamakan Infrastruktur

INFOJAMBI KORAN — Langhkah strategis Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), mengutamakan pembangunan infrastruktur, dinilai banyak pihak sangat tepat guna mendorong percepatan kesejahteraan rakyat. Dalam kurun lima tahun terakhir HBA menunjukkan komitmen yang kuat membangun sarana dan prasarana di Jambi. Sekitar Rp 900 miliar dana ABPD Provinsi Jambi tahun 2013 digunakan khusus untuk membuka daerah terisolir, peningkatan berbagai ruas jalan, pembangunan irigasi dan berbagai fasilitas publik lainnya. Dibanding total APBD tahun itu, Rp 3,2 triliun, terlihat jelas alokasi dana untuk infrastruktur sangat besar demi mewujudkan “Jambi Emas 2015”. Empat tahun berjalan, sejak dilank 3 Agustus 2010, Gubernur HBA tetap konsisten membangun infrastruktur di Provinsi Jambi. Perlahan tapi pas, infrastruktur di Provinsi Jambi mengalami kemajuan cukup signifikan. Jalan Jangkat Mengkaji potensi dan kondisi Kecamatan Jangkat, Merangin, khususnya bidang pertanian, Pemprov Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur H Hasan Basri Agus dan Wakil Gubernur H Fachrori Umar memutuskan membangun jalan Jangkat, tepatnya Simpang Pulau Rengas – Muara Siau – Dusun Tuo – Jangkat. Jalan sepanjang 155,53 kilometer dan lebar 6,50 meter ini

dilaksanakan dalam tahun jamak (mulyears), Juli 2011 – Januari 2014. Kini Jangkat punya wajah baru. Daerah yang dulu identik dengan keterisoliran dan terpencil itu sudah memiliki akses jalan yang bagus, memudahkan masyarakat melakukan kegiatan ekonomi dan lainnya. Pembangunan jalan Jangkat membawa dampak luar biasa. Perjalanan darat dari Bangko —ibukota Merangin— ke Jangkat yang sebelumnya mencapai 9 jam, bahkan lebih keka musim hujan, kini ditempuh hanya dalam waktu 3 jam. Baru-baru ini Gubernur HBA melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Syamsudin Uban, prasarana untuk memperlancar arus penggerak orang dan barang serta perekonomian masyarakat, sekaligus ikon dan objek wisata sejarah yang memiliki nilai tersendiri bagi warga Merangin. Gubernur juga menandatangani prasasti jalan Pulau Rengas - Jangkat. Pembangunan jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 9 meter itu menggunakan dana APBD Provinsi Jambi sebesar Rp 35 miliar. Untuk tahun pertama dialokasikan Rp 10 miliar, dan tahap penyelesaian pada tahun kedua sebesar Rp 25 miliar. Jembatan ini juga solusi mengatasi masalah lalulintas di Kota Bangko. Menurut HBA, pembangunan jalan dan jembatan berdampak positif terhadap peningkatan

perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dia berharap jalan yang dibangun dimanfaatkan dengan baik dan dindak-lanju oleh Pemkab Merangin dengan membangun dan meningkatkan jalan penghubung ke pusat-pusat produksi. Pertanian Merangin dikenal sangat potensial, namun pemanfaatannya belum opmal. “Sinergi antara Pemprov Jambi dan kabupaten/kota harus dibarengi keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program sektoral. Diharapkan dapat mempercepat upaya pengembangan kawasan ini sebagai sentra agribisnis di Provinsi Jambi,” ujar HBA.

Jalan Kerinci Pembangunan jalan Kerinci juga merupakan prioritas pembangunan infrastruktur Pemprov Jambi. Pembangunan jalan Kerinci dilaksanakan dalam tahun jamak 2014 dan 2015. Namun, bukan berar pembangunan jalan Kerinci hanya dilaksanakan pada 2014 dan 2015. Tahun-tahun sebelumnyapun juga dilakukan. Jalan Batangasai Jalan Batangasai juga mendapat perhatian serius dari Gubernur Jambi. Untuk menanggulangi keterisoliran Batangasai yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan ruas jalan ini merupakan langkah maju dalam pembangunan Provinsi Jambi.

Bandara Sultan Thaha Sejak awal kepemimpinannya, HBA sangat gigih memperjuangkan peningkatan Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional. Perjuangan itu mulai ada k terang. Bandara Sultan Thaha ditargetkan tahun ini menjadi bandara Embarkasi Haji Antara (EHA). Pembangunan bandara ini unik, karena mengusung temak zoo-airport (bandara yang disandingkan dengan kebun binatang), diharap menjadi desnasi wisata baru di Kota Jambi. Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan sebagian dari pembangunan berbagai infrastruktur di Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan HBA – Fachrori Umar. Masih banyak lagi pembangunan infrastruktur yang dilakukan HBA, dengan prioritas utama pada pembangunan jalan. Pertumbuhan Ekonomi Menjanjikan Berbagai program pembangunan yang digagas HBA bersama Fachrori Umar kini telah memberi hasil sangat menggembirakan. Hal itu terlihat dari naiknya angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Pada Triwulan I 2014 tercatat tertinggi di Sumatera dan kedua ternggi di Indonesia. Berdasarkan data kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi

Jambi Triwulan I tahun 2014 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), baru-baru ini, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tumbuh 8,37 % per tahun , naik dari triwulan sebelumnya (6,93 %) dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional (5,53 %) dan Sumatera (5,43 %.). Melonjaknya angka pertumbuhan ekonomi dipicu oleh meningkatnya ekspor sebesar 18,33 % per triwulan, dan ngginya konsumsi lembaga swasta nirlaba yang mencapai 15,05 %. Tidak bisa dipungkiri, naiknya angka pertumbuhan cukup signifikan juga disebabklan berbagai program gubernur yang menganut azas pro job (membuka lapangan pekerjaan), pro poor (menurunkan angka kemiskinan), pro growth (mendorong pertumbuhan ekonomi) dan pro environment ( pembangunan

berwawasan lingkungan). Dinamika pembangunan ekonomi Jambi di sektor lain juga menunjukkan angka menarik. Jambi mampu mengurangi angka pengangguran menjadi 2,50 % dari 2,86 %. Jumlah pengangguran menurun dari 45 ribu orang (Februari 2013) menjadi 39 ribu orang (Februari 2014). Berbagai program peningkatan kualitas tenaga kerja lokal dan program magang yang diikuti tenaga kerja usia muda, merupakan salah satu langkah nyata Gubernur HBA mengurangi angka pengangguran. Dari berbagai indikator makro itu terlihat total output Jambi mencapai Rp 23,39 triliun atau 1,15 % perekonomian Indonesia (Rp 2.026,11 triliun) dan masih tetap bertumpu pada sektor primer (45,20 %), diiku sektor jasa/tersier (37,38 %) dan sektor sekunder (17,42 %). Ekspor dan Impor Berdasarkan data BPS Triwulan I 2014, ekspor Jambi mencapai Rp 11,40 triliun, meningkat 18,88 % per triwulan atau 28,86 % per tahun. Berbagai upaya dan program yang dicanangkan pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kerakyatan salah satunya melalui “One Village One Product (OVOP)” dan pengembangan wirausaha lainnya. Peran pemuda untuk menggerakkan perekonomian desa diopmalkan. Program serupa lainnya, Gerakan 10.000 Wirausaha bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Pembangunan kewirausahaan menjadi agenda strategis dalam kerangka memperkuat struktur perekonomian skala lokal, regional maupun global. HBA menilai, wirausaha meru-

pakan tulang punggung perekonomian. Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Indikator posif itu karena kinerja dan program Pemprov Jambi bersentuhan langsung dengan masyarakat. Untuk impor, mencapai Rp 9,69 triliun, meningkat 11,52 % per triwulan atau 21,41 % per tahun. Peningkatan investasi berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Rp 19,93 triliun (2012) meningkat menjadi Rp 21,32 triliun (2013). Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam bentuk rupiah pada 2012 sebesar Rp 7,45 triliun, meningkat jadi Rp 7,72 triliun pada 2013. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jambi, langkahlangkah yang dilakukan pemerintah atas saran Bank Indonesia adalah penguatan fungsi TPID dan kerjasama antar daerah serta pengembangan Sistem Pusat Informasi Harga Strategis (PIHPS) secara berkelanjutan. Selain itu dilakukan pengembangan program ketahan pangan (khususnya komoditas penyumbang inflasi terbesar), pencarian sumur-sumur minyak baru dan kelancaran perizinan, peningkatan produksi dan serta nilai tambah batubara dan mineral. Pemprov Jambi juga mendukung kebijakan Gapkindo terkait ekspor karet sebagai upaya mendongkrak harga karet internasional, mensosialisasikan karet bersih dan replanting tanaman karet tua. Di sisi lain diupayakan pula peningkatan kualitas infrastruktur untuk menekan biaya distribusi, perbaikan pasar melalui program modernisasi pasar tradisional untuk mengurangi spekulan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar. —advertorial / humasprov


Infojambi koran edisi 26