Page 1

C M Y K

M Y K

INFOJAMBI Koran M E N G U P A S

EDISI 22

1� 15 APRIL 2014

L E B I H

facebook.com/infojambi.update

Berita Realtime Pertama

di Jambi

D A L A M @infojambidotcom

HARGA : Rp 10.000,-

PIN : 79798050

5

6

10

11

Pedagang Angsoduo Resah Lagi

Lima Tahun Penjara Untuk AM Firdaus

Angkutan Umum Ilegal Jambi - Sabak

Kompleks Masjid Agung Terkatung-Katung

Galau…

APO iyo nian hargo “suaro” sampe ratusan ribu ? Untuk DPR Pusat 300 ribu, DPRD provinsi 200 ribu, DPRD kabupaten/ kota 100 ribu... Totalnyo Rp 600 ribu. Lumayan jugo... cuma butuh waktu 5 menit di dalam bilik suaro... Mudah-mudahan belum separah itu rusaknyo negeri ini... Itulah kegalauan seorang warga Jambi dalam status facebook-nya. Praktek politik uang dalam Pemilu makin menjadi-jadi di zaman reformasi ini. Misalnya pada Pemilu 2009 lalu masyarakat sudah menganggap praktek politik uang adalah hal yang wajar. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata 71,72 persen masyarakat menganggap politik uang itu wajar. Jadi wajar pemilihan legislatif (DPRD Kabupaten/Kota/ Provinsi dan DPR RI) serta Pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota sebagian besar terpilih karena politik uang. Setelah mereka terpilih berlomba-lomba merampok APBN/APBD dan membuat undangundang serta perda yang tidak memihak pada kesejahteraan rakyat. Mereka terpilih harus mengembalikan modal yang sudah tertanam. Bahkan mengadaikan republik ini mereka mau, dibalik slogan berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Harapan kesejahteraan untuk rakyat hanyalah sebatas slogan. Berbagai strategi atau modus dilakukan oknum calon legislatis (caleg) dan partai untuk melakukan politik uang. Tujuan mereka hanya satu : meraih suara sebanyak mungkin. Pertama : politik uang dengan modus memanfaatkan bantuan resmi pemerintah. Misalnya bantuan beasiswa. Modusnya tim sukses caleg mendatangi warga, menawar-

kan akan dapat beasiswa dengan syarat-syarat ini itu. Seolah-olah caleg itu memberi beasiswa pada masyarakat. Padahal memang sudah dianggarkan di APBN/APBD. Ini banyak dilakukan partai penguasa dan para caleg incumbent. Kedua : politik uang berkedok bantuan sosial. Mengerahkan alat berat untuk memperbaiki jalan di sebuah kampung atau kelurahan, memberi bantuan untuk masjid, pemuda dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Secara terselubung, caleg yang berbuat baik ini berharap dipilih masyarakat sekitar. Kalau toh tidak terpilih, hitung-hitung sebagai amal jariyah. Ketiga : politik uang dengan membeli suara. Variasi ini paling banyak dilakukan caleg saat ini. Bisa secara individu atau berkelompok. Satu keluarga diberi uang dengan jumlah tertentu, dengan syarat memilih caleg tersebut. Namun, masyarakat mulai cerdas. Atas nama keluarga, ayah mencari target caleg yang mau memberi uang. Begitu juga ibu dan anak. Caleg bisa “tertipu” berharap mendapat suara satu keluarga, ternyata hanya m e n d a p at s at u s u a ra dalam satu keluarga. Suara dibagi dengan caleg lain yang juga memberi uang. Masih untung dapat satu suara. Parahnya, semua yang memberi uang dicoblos. Akhirnya suara jadi hangus. Keempat : politik uang berkedok tim kampanye, pemenangan dan saksi. Tim ini ada yang dimodali dengan surat keputusan (SK) untuk mengakali aturan. Tapi niat sebenarnya untuk memberi suara bagi sang caleg. Untuk caleg yang memiliki banyak uang, cara ini sangat ampuh, karena sudah jauh-jauh hari disiapkan. Mereka rela “menggaji” tim sejak beberapa bulan sebelum hari pencoblosan. Bahkan,

ada caleg untuk DPR pusat memanfaatkan ketua-ketua RT menggarap warganya dengan imbalan uang cukup menggiurkan. Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diharap bisa membuat pemilu berlangsung jujur dan adil (jurdil), agaknya belum maksimal. Terbuk�, praktekpraktek penggalangan suara dengan cara-cara �dak sehat terus saja terjadi, malah terang-terangan. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Bambang Eko Cahyo, mengatakan, praktek poli�k uang dilarang berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2012 pasal 86 ayat 1 tentang Pemilu. “Poli�k uang sudah jelas diatur dalam UU, bahwa memberi atau menjanjikan imbalan uang atau barang saat kampanye dan pemungutan suara melanggar aturan,” tandas Bambang, di Jakarta, Kamis (20/3).

Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24 Simpang III Sipin, Kota Jambi.

Dalam bahasa syariat, poli�k uang dinamakan Risywah. Bagaimana hukum Risywah dalam Islam ? Beberapa nash Al-Qur’an dan sabda Rasulullah mengisyaratkan, bahkan menegaskan bahwa Risywah sesuatu yang diharamkan di dalam syariat dan termasuk dosa besar. Allah SWT berfirman dalam surath Al-Baqarah ayat 188, yang ar�nya : “Dan janganlah kamu memakan harta sebagian dari kamu dengan jalan yang ba�l, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. Bagi caleg yang �dak punya uang sangat galau melihat perkembangan ini. Seorang anggota DPD RI yang sekarang maju lagi, sangat terkejut melihat perkembangan dahsyat ini. Se�ap ketemu dengan masyarakat selalu

minta oleh-oleh, bahkan ada calo suara dengan janji bisa mendapatkan suara dengan imbalan uang sekian ratus ribu hingga jutaan. Kalau caleg yang tidak main uang hanya galau saja, tapi caleg yang telah mengeluarkan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah sangat galau beserta harap-harap cemas. Sesuaikah uang yang diberikan dengan janji suara yang

didapat. Kalau uang yang dipakai uang halal, bisa-bisa stres dan sakit jiwa. Tapi kalau uang yang dipakai untuk poli�k uang dari hasil rampokan APBN/APBD, mungkin bisa sedikit menghibur hati, “uang rampok dimakan maling”. Jadi kesimpulannya, kalau terpilih karena poli�k uang, siap-siaplah mendapatkan wakil rakyat “perampok”. —mursyid sonsang

MAT SULO + CALEG DAN PEMILIH SAMA-SAMA “BERMAIN” = Itu tandonyo lah pintar galo... + ISU PEMEKARAN PROVINSI JAMBI MENCUAT = Dipikirkan nian elok-elok, jok... + IBU DAN BAYINYA DITEMUKAN TEWAS MENGENASKAN = Kayak nyawo dak ado hargo bae... + PHOTO PREWEDDING JADI KONTROVERSI = Belum nikah koq peluk-peluk’an ?

E-mail : infojambi@yahoo.com

C M Y K


2

INFO-Kami

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

INFOJAMBI KORAN — Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs Satria Hari Prasetya SH membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Jambi tahun 2014, di Gedung Siginjai Polda Jambi, Kamis (20/3). Rakernis diiku� 76 orang peserta yang seluruhnya dari kepolisian. Acara tersebut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi

Jambi, Drs H Mursyid Sonsang, dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, Desy Arianto. Keduanya tampil sebagai narasumber. Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, menjelaskan, rakernis bidang humas diadakan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan wawasan tentang kehumasan kepada para peserta

mengenai fungsi dan peran kehumasan Polri. Dikatakan, bidang humas merupakan leading sector dalam publikasi kebijakan pimpinan Polri, terkait transparansi dan akuntabilitasi kinerja yang telah dicapai Polri serta mampu meningkatkan kerjasama dengan media massa dalam manajemen pemberitaan yang berorientasi fakta atau kejadian, bukan berdasar asumsi. Rakernis mengangkat tema pengemban fungsi humas Polda Jambi dalam mendukung pengamanan Pemilu 2014. Sasaran yang ingin dicapai diantaranya meningkatkan kerjasama humas Polri dengan media massa secara efek�f, guna memberikan informasi yang akurat kepada publik guna mendukung stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Jambi. Kapolda Jambi, Brigjen Pol

Drs Satria Hari Prasetya SH, menyambut baik pelaksanaan rakernis tersebut, sebagai pengemban fungsi humas Polda Jambi yang siap mendukung pengamanan Pemilu 2014. Rakernis itu diharap dapat memotivasi

humas-humas di polres sampai polsek. Ketua PWI Provinsi Jambi, Mursyid Sonsang, menyatakan, media massa sangat berperan dalam melaksanakan Pemilu 2014 yang berkualitas., Menu-

rutnya, terkait pelanggaran kriminal dalam pemilu yang sampai ditangani polisi, seharusnya berita itu dieskpos ke masyarakat agar tahu tentang rekam jejak para caleg. —ramadhani

Diterbitkan Oleh : CV. InfoJambi. Pimpinan Umum : H. Mursyid Sonsang. Pemimpin Redaksi : Doddi Irawan Wakil Pemimpin Redaksi : Hj. Asnelly Ridha Daulay. Redaktur Pelaksana : Izwan Sholimin. Redaktur : Syafruddin, Suhairi M. Kota Jambi : Lery RD, Fachri M, M. Asrori S, Ramadhani, Sapta Purnama. Batanghari : Raden Suhur. Sarolangun : Rudy Ichwan. Merangin : Jefrizal. Bungo Tebo : Hambali. Kerinci / Sungai Penuh : Feri Hartanto. Muaro Jambi : Ryan Bromanggara.Tanjung Jabung Timur : Suhaili, Hipni. Tanjung Jabung Barat : R. Simanjuntak, Alfatih.Tungkal Ulu / Merlung : M. Hatta Z. Perwakilan Jakarta : Bambang Subagio. Pemasaran / Sirkulasi : Abdul Mu’in. Keuangan : Dewi Ariani. Informatika Teknologi : Cahyo Adi Suprapto, Lilis Mariana. Layouter : C. Sirait. Penasehat Hukum : Kantor Hukum dan Keadilan Terpadu (KHKT) Jambi. Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24, Simpang III Sipin, Kota Jambi. Email : infojambi@yahoo.com. Percetakan : PT. Riau Graindo,Pekanbaru I S I

D I L U A R

T A N G G U N G - J A W A B

P E R C E T A K A N


INFO UTAMA

EDISI 22 1 � 15 April 2014

3

Dari Dasar Batik, Kerudung Hingga Duit Kontan I N F O JA M B I KO R A N — Bagi-bagi uang dan barang untuk memperoleh suara dalam pemilu nanti bukan isu belaka. Di Jambi aksi ini benar-benar terjadi, walau banyak alasan pelakunya untuk mengelak. Penelusuran infojambi, aksi bagi-bagi uang ada yang dikemas dalam bentuk “tim sukses” agar bisa duduk di dewan, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, bahkan pusat. Begitu pula dengan DPD. Salah satunya di Kabupaten Muaro Jambi untuk Dapil Sungai Gelam. Disinyalir seorang caleg dari sebuah partai besar, berinisial S, membagi-bagikan uang dan kain batik kepada puluhan warga. Sejumlah warga mengaku risih melihat “permainan” itu. Menariknya, suami S

juga ikut-ikutan berjuang mendudukkan isterinya menuju parlemen, padahal dia berstatus aparatur pemerintah. Informasi yang didapat m e nye b u t ka n , ca l e g S dibantu dua temannya sengaja mengumpulkan warga di rumahnya. Warga kemudian diberi kain batik dan baju partai, plus uang Rp 75 ribu per orang. Caleg S yang dihubungi infojambi mengakui soal bagi-bagi duit dan dasar kain tersebut. Namun dia berkilah melakukan itu bukan untuk “membeli” suara, tapi diberikan untuk tim suksesnya. Hal serupa juga dilakukan seorang oknum caleg DPRD Provinsi Jambi. Caleg yang terkenal kaya-raya ini membagi-bagikan kerudung di sebuah kompleks

Langgar Aturan Jelang Pertarungan I N F OJA M B I KO R A N — Menjelang pelaksanaan pemilu, 9 April 2014, sejumlah pelanggaran dilakukan oleh oknum-oknum calon anggota legisla�f (caleg) di Provinsi Jambi. Data terakhir, jumlah pelanggaran yang ditemukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi mencapai 20-an kasus.

Brigjen Pol Satria Hari Prasetya

Dari sekian banyak pelanggaran itu, beberapa diantaranya diproses secara hukum dan pelakunya ditetapkan sebagai tersangka. Sebut saja AS, H, AR dan DS. Kasus pelanggaran aturan pemilu yang diduga mereka lakukan diusut sampai ke Polda Jambi. Kapolda Jambi, Brigjen Pol Satria Hari Prasetya, membenarkan pihaknya menerima laporan pelanggaran UU Pemilu. Para tersangka dijerat dengan pasal 276 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Ancamannya satu tahun penjara dan denda Rp 12 juta. Sesuai laporan yang masuk, empat caleg yang diadukan ke kepolisian itu dinilai melakukan pelanggaran dalam bentuk mencuri start kampanye dan pemasangan iklan di media massa. Kenda� begitu, cukup banyak pelanggaran yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan, dan ada pula pelanggaran yang �dak ketahuan. —infojambi.com

perumahan, di pinggiran Kota Jambi. Cara mendistribusikan “bantuan” itu dibuat cukup elegan. Caleg itu sengaja datang ke kelompok pengajian ibu-ibu. Begitu pengajian usai, misi bagi-bagi kerudung pun dilancarkan. Berbagai tanggapan muncul. Ternyata tidak semua ibu-ibu pengajian itu senang mendapat kerudung gratis. Pasalnya, sebelumnya mereka juga pernah menerima pemberian barang serupa dari ca-

leg lainnya. “Kalo kayak gini kejadiannyo, siapo yang nak dipilih kagek ? ” ujar seorang ibu anggota pengajian yang t i d a k m a u n a m a nya ditulis. Cerita yang sama terjadi pula pada perkumpulan sebuah daerah ya n g b e rd o m i s i l i d i Kota Jambi. Modusnya juga bagi-bagi kerudung lewat pengajian. Sang caleg menyatakan ke r u d u n g i t u h a nya “ h a d i a h ”. A h … m a s a ?.... —tim

Pemilih Muda Memilih Cerdas I N F O J A M B I KO R A N — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), menghimbau para pemilih muda, khususnya pemilih pemula, menggunakan hak suaranya secara cerdas. Pemilih muda diminta memilih calon pemimpin berkualitas bagus dan cerdas. Himbauan itu disampaikan gubernur dalam acara Center for Election and Political Party (CEPP) Rock The Vote Indonesia Kabupaten Sarolangun, di Kelurahan Pasar Sarolangun, Sabtu (29/3). Menurut gubernur, pemilih muda harus didorong berpartisipasi dalam pemilu dengan ikut memilih. Pemilih pemula memiliki peran strategis untuk perubahan ke arah lebih baik melalui keikutsertaan dalam pemilu. “Pemilu keempat di era reformasi ini jumlah pemilih muda mencapai 53 juta jiwa, atau 28 % dari total pemilih pada Pe m i l u 2 0 1 4 ,” j e l a s HBA. Mengacu pada data CEPP Universitas Indonesia (UI), pemilih pemuda berumur 17-29 tahun pada Pemilu 2014

meningkat dua kali lipat dari jumlah Pemilu 2009. “Tidak ada pilihan lain, kita harus terlibat aktif mendorong seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menciptakan pemilu cerdas 2014 dengan keterlibatan aktif para pemilih muda,” ungkap gubernur.

Gubernur mengungkapkan, dengan adanya mekanisme pencerdasan yang sistematis, akan semakin membuka wawasan para pemilih pemula tentang pentingnya keterlibatan langsung dalam pesta demokrasi. Dengan begitu angka pemuda yang tidak memilih dapat

dikurangi secara efektif dan efisien. “Pemilih cerdas tidak akan menjatuhkan pilihan hanya karena janjijanji manis. Para calon legislatif (caleg) juga jangan sampai stres jika n a nt i t i d a k te r p i l i h ,” pesan HBA. —infojambi.com

Terima Gratifikasi, Dipenjara Seumur Hidup

INFOJAMBI KORAN — Peringatan keras bagi para caleg incumbent agar �dak menerima bantuan pihak ketiga. Pasalnya, caleg yang nekat menerima bantuan pihak ketiga bisa dipenjara seumur hidup, karena bantuan itu termasuk gratifikasi. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Busyro Muqoddas, menjelaskan, bagi caleg yang

menerima bantuan dari pihak ketiga sudah dikategorikan gratifikasi. Mereka bisa dijerat dengan pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Busyro menambahkan, KPK tidak hanya konsen pada saat pencalegan. Setelah terpilih menjadi anggota

Busyro Muqqodas

legisla�f, KPK memiliki program yang menginduksi mereka terkait fungsi pengawasan dan legislasi. “KPK siap menerima laporan tentang caleg-caleg yang tidak transparan, baik itu di pusat maupun daerah. Caleg yang bermasalah dengan gratifikasi pasti diproses,” tandas Busyro. Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, mengingatkan para caleg

jangan sampai terkena pasal gra�fikasi. Caleg incumbent hanya boleh mendapat biaya dari parpol dan kekayaan sendiri. “Tidak boleh dari pihak ke�ga. Jika ada yang dapat di luar itu, sudah termasuk gra�fikasi. KPK punya kewajiban mengingatkan para caleg agar tidak terjebak gra�fikasi,” papar Giri. —ali damsir


4

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

INFO PROVINSI

Ingin Berbenah, Negeri Dibelah INFOJAMBI KORAN — Isu pemekaran wilayah Provinsi Jambi kembali mencuat. Tokoh masyarakat Kabupaten Bungo, Dharmawan, menilai daerah di bagian barat Provinsi Jambi sudah layak berdiri sendiri. Salah satunya daerah Bungo dan sekitarnya. Dewan Pengawas Universitas Muara Bungo (UMB) itu minta mantan Bupa� Bungo, H Zulfikar Achmad, mensosialisasikan wacana pemekaran Provinsi Jambi menjadi Provinsi Jambi Barat. Pendapat tersebut juga sudah disampaikannya pada beberapa poli�si di Kabupaten Bungo. “Sulawesi Barat dan Bangka Belitung penduduknya sedikit, tapi bisa dimekarkan,” ujar Dharmawan. Alasan Dharmawan, saat ini Provinsi Jambi memiliki 9 kabupaten dan 2 kota. Dengan pemekaran

itu, lima kabupaten/kota masuk ke Provinsi Jambi, sedangkan enam daerah �ngkat dua lainnya masuk ke provinsi baru. Hal senada juga diungkapkan oleh ak�vis KAHMI Bungo, dr Indra Sak�, MARS. Dia malah memperkirakan dalam waktu dekat Provinsi Jambi bakal terbelah �ga, melipu� Provinsi Jambi, Provinsi Jambi Barat dan Provinsi Puncak Andalas. Indra mengungkapkan, Provinsi Puncak Andalas berpusat di Kerinci, merangkul Kabupaten Muko-Muko (Bengkulu) dan Pesisir Selatan (Sumatera Barat). Kabupaten Pesisir Selatan juga pecah dua, menjadi Pesisir Selatan dan Indrapura. Sedangkan Kabupaten Kerinci (Jambi) pecah menjadi Kabupaten Kerinci Ilir dan Kerinci Ulu. Dengan begitu, Provinsi Puncak Andalas akan melipu� Kabupaten

Pesisir Selatan dan Indropuro (Sumatera Barat), Sungai Penuh, Kerinci Ulu dan Kerinci Ilir (Jambi) serta MukoMuko (Bengkulu). Sementara itu, Kabupaten Bungo dimekar menjadi �ga wilayah, yakni Kota Bungo, kabupaten gabungan Batang Tebo dan Jujuhan serta kabupaten gabungan Batang Bungo dan Batang Pelepat. Dengan demikian sudah cukup enam wilayah administra�f untuk menjadi Provinsi Jambi Barat, yaitu wilayah Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun dan Dhamasraya. “Wacana ini sudah ada sejak 15 tahun silam,” kata Indra Sak�, mantan Direktur RSUD Kerinci, RSUD Bangko dan RSUD Bungo asal Indrapura itu. Pendapat dua tokoh Bungo itu juga sejalan dengan ambisi Ketua DPRD Bungo, H Mahili, yang mendesak pembangunan jalan lingkar barat, guna mempercepat proses pemekaran Kabupaten Bungo menjadi Kota Bungo dan Kabupaten Bungo. “Kami sudah berupaya dengan memasukkan anggaran dalam draf APBD Bungo 2014, tapi sayang belum berhasil, karena terbatasnya pendapatan daerah,” kata Mahili. Isu pendirian Provinsi Jambi Barat yang diwacanakan berpusat di Bungo, disambut hangat oleh kalangan muda. Tokoh Pemuda Bungo yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa

Bungo Jabodetabek (HIMBOJA), Armidis Fahmi, menyatakan, Jambi wilayah barat sangat berpotensi dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). “Secara geografis dan sosiologis beberapa daerah di Jambi wilayah barat sudah menunjukkan kesiapan. Daerah itu punya kekayaan sumber daya alam. Infrastruktur pun semakin membaik. Ini jadi modal awal dan mes� didorong dengan memperjuangkannya secara poli�k,” kata Armidis. Menurut Armidis, pemekaran Provinsi Jambi akan membuka sumbatan pembangunan ekonomi yang selama ini terpusat di Kota Jambi. Jika wilayah barat dimekarkan, peluang wilayah-wilayah di barat Provinsi Jambi berkembang semakin terbuka. Armidis mengungkapkan, pemekaran itu sesuai dengan program pemerintah pusat, seper� tertuang dalam perancanaan pembangunan ekonomi nasional melalui MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan

Pembangunan Ekonomi Indonesia). Akses ekonomi yang masih tersendat harus dibuat domes�c conec�fity. “Saya yakin pemekaran membawa masyarakat pada kemajuan ekonomi dan efek�fitas pelayanan publik yang selama ini memperlambat proses pertumbuhan ekonomi di wilayah barat,” kata Armidis. Wacana ini juga mendapat lampu hijau dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman. Dalam kunjungan kerja ke Jambi, belum lama ini, dia sempat menyinggung soal rencana pemekaran Provinsi Jambi. Hanya saja menurutnya melakukan pemekaran �dak gampang. “Saya dan Gubernur Jambi berjanji mempercepat pembangunan daerah terpencil. Pemekaran itu �dak mudah. Ada prosedurnya. Kita harus tahu persis persiapan itu seper� apa. Perlu diingat, sekitar 85 persen daerah otonomi baru lum berhasil,” dinilai bepapar Irman. —�m

Samisake Oke INFOJAMBI KORAN — Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H Fachrori Umar, mengapresiasi perpaduan bedah rumah Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) Pemprov Jambi dan arisan bangunan warga, di Desa Purwobhakti, Kecamatan Bathin III, Bungo. Hasilnya sangat bagus. Wagub turun ke Bungo bersama Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Rahima Fachrori, meninjau rumah yang dibedah dari program Samisake. Menurutnya kondisi rumah warga setelah dibedah cukup bagus. ”Alhamdulillah. Rumah yang dibedah dengan Samisake luar biasa bagus, kokoh dan besar. Apalagi selain Samisake, ada gotong royong warga. Mereka bekerjasama dan saling dukung. Budaya seper� inilah yang diharapkan. Pemerintah memberi semangat,” ujar Fachrori. Sarjana Penggerak Pem-

bangunan Pedesaan (SP3) Program Samisake di Kecamatan Bathin III, Amenia Agustina, juga ikut dalam peninjauan ini. Dia menceritakan, di kecamatan yang dipimpin Muhammad Fatoni itu bedah rumah Samisake seluruhnya dilaksanakan di Desa Purwobhak�. Menariknya, di daerah ini ada arisan bangun rumah. Masyarakat menambah dana Rp 20 juta melalui arisan. Dana bedah rumah Samisake sendiri ada Rp 10 juta. Total dana untuk satu unit rumah yang dibedah Rp 30 juta. Camat Bathin III, Fatoni, menyebutkan, rumah yang dibedah dari program Samisake di Bathin III ada 10 unit. Seluruh rumah dibedah menjadi permanen, karena tingginya swadaya masyarakat. Sementara itu, Sabran, warga Lubuk Ruso, Batanghari, petugas lapangan

Irman - HBA Saling Dukung

PNPM Mandiri mengaku sangat mengapresiasi program Samisake, apalagi program ini mendapat penghargaan dari Presiden dan penghargaan Si Kompak Award dari Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri. Pernyataan serupa disampaikan Rina, warga Kota Jambi. Dia menilai gubernur sangat peduli pada masyarakat miskin dengan program pro rakyat. Apresiasi dari masyarakat itu terungkap dalam dialog gubernur dengan masyarakat pada acara “Gubernur Menyapa” di LPP RRI, Jumat (28/3). Menanggapi pernyataan warga tersebut, Gubernur HBA menyatakan, program Samisake yang sudah berjalan empat tahun merupakan komitmen Pemprov Jambi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangat miskin. “Program ini bukan program poli�k, tapi murni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Se�ap rumah yang akan dibedah mendapat dana Rp 10 juta. Program ini hanya s�mulan, di beberapa tempat ada yang dapat Rp 30 juta, karena dibantu masyarakat lainnya. Pemda setempat juga �dak ke�nggalan,” ungkap HBA. —infojambi.com

INFOJAMBI KORAN — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, H Irman Gusman, menyatakan dukungannya kepada H Hasan Basri Agus (HBA) untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Gubernur Jambi periode 2015 - 2020. Pernyataan itu diungkapkan Irman dalam pidato singkatnya, di Rumah Makan Aneka Rasa, Kebun Jeruk, Kota Jambi, Selasa (25/3). Dalam pidatonya Irman juga menyampaikan kebulatan niatnya untuk ikut maju dalam konvensi Partai Demokrat, mencari calon Presiden Indonesia periode 2014 - 2019. Irman menyampaikan apresiasi pada Pemprov Jambi yang makin tumbuh dan berkembang. Jambi sangat luar biasa. Perkembangan Kota Jambi sangat pesat. Pembangunan meningkat, ekonomi masyarakat juga naik. Dia menyarankan pada pemerintah daerah Jambi agar mencontoh Singa-

pura dan Malaysia yang perkembangannya sangat luar biasa. Apalagi hasil perkebunan di Jambi, seper� kelapa sawit, karet dan batubara, cukup banyak. Niat Irman itu pun mendapat dukungan dari Hasan Basri Agus (HBA) yang menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi. Irman maju dalam konvensi partai tempat HBA berpoli�k. HBAmenilaiIrmanmampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Dia kerap kali terbantu setiap mengadukan masalah pembangunan Jambi pada Irman. HBA sempat bercerita panjang lebar soal pembangunan Jambi pada Irman, di rumah dinas Gubernur Jambi. Sejak tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi terus meningkat. Pada 2013 mencapai 8,5 persen. Laju inflasi mampu dikendalikan. Menurut HBA, situasi kondusifmenjadikanJambisalah satu provinsi teraman di

Indonesia.IndeksDemokrasi Indonesia(IDI)ProvinsiJambi sebesar 68,18 pada 2012, menempatkannya pada peringkat 10 tertinggi IDI se-Indonesia. Program pemerintah pusat dalam penanggulangan kemiskinan, seperti raskin, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Jamkesmas, sejalan dengan program penanggulangan kemiskinan lokal, dengan program handalannya, satu miliar satu kecamatan (samisake). “Program itu meliputi bedah rumah, pemberian sertifikat gratis, jamkesmas provinsi, beasiswa SD, SMP, SMA dan S1, bantuan alat pertanian serta bantuan UMKM. Alokasi dananya langsung ke kecamatan melalui kabupaten,” kata HBA. Irman datang ke Jambi bersama Sekretaris Jenderal DPD RI yang juga mantan Penjabat Gubernur Jambi 2005, DR Ir Sudarsono Hardjosoekarto H MA SH. —infojambi.com


KOTA JAMBI

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

5

Pedagang Angsoduo Resah Lagi INFOJAMBI KORAN — Puluhan pedagang Pasar Angsoduo Kota Jambi yang berjualan di sisi badan jalan menggunakan payung, mengaku setiap hari masih menjadi sasaran pungutan liar (pungli) oleh oknum tertentu. Pungutan itu diduga hanya untuk mencari keuntungan pribadi. Seorang pedagang sembako, Ardiani, mengatakan, selama ini mereka merasa dirugikan oleh oknum yang melakukan pungutan liar di Pasar Angsoduo. Setiap hari mereka dikenakan bayaran Rp 2.000 dan Rp 1.000 untuk sekali dagang. Pedagang akhirnya berontak, mempertanyakan pungutan tanpa karcis retribusi itu. Mereka yakin pungutan tersebut cuma akal-akalan oknum tertentu saja. Selama ini para pedagang ter-

paksa diam, karena hidup mereka sangat bergantung dari hasil berjualan di Pasar Angsoduo. Ketua Komisi B DPRD Kota Jambi, Junaidi, menyatakan, para pedagang ya n g b e r j u a l a n d i s i s i badan jalan dan hanya menggunakan payung tidak dikenakan pungutan retribusi resmi. Pungutan tanpa karcis menurutnya adalah pungutan liar. Junaidi minta para pedagang melaporkan kegiatan pungli tersebut ke pihak kepolisian. Keluhan juga disampaikan oleh puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengatasnamakan Konsolidasi Pedagang Kaki Lima (KPK-5) Pasar Angsoduo. Mereka bahkan sampai berunjukrasa ke DPRD Kota Jambi, Senin (24/3).

n

PKL Simpang Karya Jangan Asal Gusur INFOJAMBI KORAN — Sejak menjabat Walikota Jambi, SY Fasha gencar memburu Piala Adipura agar �dak lepas dari Kota Jambi. Namun sayang, upaya itu berimbas ke Pedagang Kaki Lima (PKL). Keberadaan mereka dianggap merusak wajah kota. Setelah berkali-kali mener�bkan PKL di sejumlah lokasi, seperti kawasan Pasar Angsoduo dan Jalan Pa�mura, PKL di Simpang Karya Jalan HA Thalib, Telanaipura, belum juga tersentuh. Padahal kawasan itu juga terkenal rawan macet. Macet di kawasan tersebut kerap membuat jengkel warga, apalagi saat jam sekolah mulai dan berakhir. Namun, pedagang setempat, Jamal, membantah kemacetan disebabkan oleh PKL. Menurutnya kemacetan terjadi akibat ramainya kendaraan orang-

tua murid yang mengantar dan menjemput anaknya sekolah di sekitar kawasan itu. Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Jambi, Mulyadi Afrinal Tajir. Menurutnya kemacetan juga disebabkan oleh ulah para pengendara yang memarkirkan kendaraan sekehendak ha�. Salah satunya di kawasan sekolah favorit dan perkantoran. Namun begitu Mulyadi �dak menolak jika sewaktuwaktu PKL Simpang Karya ditertibkan. Hanya saja dia terlebih dahulu harus berdiskusi dengan para PKL di sana dan instansi terkait. “Kalau mau diter�bkan, pemkot harus siapkan dulu lahan pengganti untuk mereka. Jangan asal gusur saja,” tandas Mulyadi. —ramadhani

Pa ra p e d a ga n g t i d a k terima perlakuan oknum pegawai pemerintah yang merampas payung dagangan mereka saat berdagang siang hari di bawah terik matahari. “Tindakan itu tidak manusiawi dan tidak berperikemanusiaan. Itu sudah melanggar hak azazi manusia,” kata Syargawi, Kordinator Lapangan KPK5. Syargawi minta pihak D P R D Ko ta J a m b i d a n Walikota Jambi memberi izin pada pedagang mengg u n a ka n p ay u n g p a d a pukul 11.00 sampai 15.00 WIB dengan pertimbangan rasa kemanusiaan. Tuntutan pedagang itu ditampung oleh Staf Ahli Walikota Jambi, Yan Ismar. —ramadhani

Rumah Batu Semakin Terlupakan

I N FOJA M B I KO R A N — Rumah Batu Olak Kemang di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi (Sekoja), Kota Jambi, kini terkesan tak terawat. Padahal bangunan ini menyimpan sejarah penting Kota Jambi, terutama dalam penyebaran agama Islam. Bangunan berlantai dua ini merupakan cagar budaya Kota Jambi, peninggalan seorang penyebar agama Islam di Sekoja pada abad ke-18, Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri, atau yang dijuluki Pangeran Wiro Kusumo. Ketika akan membangun rumah tersebut, sekitar tahun 1860, Sayyid Idrus mendapat banyak saran dari rekan-rekannya. Salah satunya Datuk Sintai, seorang pedagang dari negeri Cina. Lewat tangan Datuk Sintai rumah yang kini menjadi cagar budaya kebanggaan Jambi itu berdiri. Keunikan Rumah Batu terdiri dari dua lantai, mempunyai arsitektur perpaduan lokal, Cina, Arab dan Eropa. Di depan rumah terdapat gapura dengan arsitektur Cina, persis dengan gapura yang kerap ditemui di kelenteng-kelenteng umat Konghucu. Dari unsur lokal, bangunannya berupa rumah panggung. Pengaruh Cina pada bentuk atap, gapura dan ornamen-ornamen berbentuk naga, awan, bunga dan arca singa sangat kentara terlihat. Di samping rumah terdapat dua kolam pemandian. Di pilar bagian dalam tam-

pak relief bertuliskan hurufhuruf Arab, sedangkan unsur Eropa terlihat dari �ang�ang panggung yang terbuat dari bahan bata dan semen berbentuk pilar menyangga bangunan di atasnya. Pada lantai bawah dilapisi ubin terakota, sedangkan pada lantai kedua berupa papan kayu. Kedua lantai ini dihubungkan dengan tangga semen seper� layaknya tangga rumah bertingkat yang banyak dipakai pada bangunan Indis. Rumah yang oleh masyarakat Sekoja dikenal sebagai Rumah Batu Olak Kemang ini telah terda�ar di Kantor Pariwisata Jambi sebagai tempat wisata. Namun sayangnya, bangunan tua itu tergerus dimakan alam, seperti hujan, panas, dan angin yang mengikis hampir seluruh dinding bangunan. Lumut dan tanaman pakis tumbuh menempel di selasela retakan bangunan sehingga tampak merana. Lelapukan kayu dan lumutan pada sisi dinding hingga ke lantai atas. Sebagian atap sudah mulai tampak lepas termakan waktu. Dinding papannya juga sudah banyak yang lapuk dan terlepas. Menariknya, papan kayu di dinding rumah itu masih ada yang utuh, padahal usia rumah tersebut dibangun 150 tahun silam. Penjaga Rumah Batu, Seha, mengatakan, pengunjung Rumah Batu banyak dari kalangan masyarakat luar kota hingga luar Provinsi Jambi. Kabarnya pemerintah akan

merehab Rumah Batu tersebut, namun sampai sekarang �dak jelas realisasinya. Wa n i ta 6 0 ta h u n i t u menjelaskan, situs wisata ini menjadi referensi observasi sejarah, karena belum disediakan sarana dan prasarana wisata. Selain sarat nilai sejarah, Rumah Batu Olak Kemang sering didatangi para peneli� dan dijadikan lokasi photo prawedding, atau sekedar berkunjung untuk melihat-lihat dan berphoto ria. Rumah Batu Olak Kemang sempat dijadikan bahan penelitian oleh Fiona Kerlogue, seorang mahasiswi asal Inggris. Selain itu juga sering kali diliput oleh para jurnalis, diantaranya dari CCTV (China), Taiwan Macroview (Taipeh), Metro TV (Indonesia), dan Harian Chi-

na News Service (bahasa mandarin), Harian Indonesia Shang Bao (bahasa mandarin). J u r u Pe l i h a ra ( J u p e l ) Rumah Batu, Sarifah Ulya, mengungkapkan, Rumah Batu peninggalan kakek buyutnya itu merupakan rumah berdinding batu yang pertama dibangun di daerah Sekoja. Rumah tersebut dibangun menghadap tepat ke Sungai Batanghari. Rumah ini juga sering menjadi tempat beris�rahatnya Sultan Thaha, yang bersaudara sepupuan dengan Sayyid Idrus. Sarifah berharap pemerintah daerah Jambi memberi perha�an lebih pada cagar budaya Rumah Batu Olak Kemang ini. —doddi irawan/ ramadhani (berbagai sumber)


6

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

POLHUKRIM

Lima Tahun Penjara Untuk AM Firdaus

INFOJAMBI KORAN — Mantan Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jambi, AM Firdaus, dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (24/3). Putusan itu lebih ringan dari tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut mantan Sekdaprov Jambi ini hukuman tujuh tahun penjara. Majelis hakim sidang tersebut dipimpin oleh Mansyur. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan mantan ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jambi periode 2009 - 2011 terbuk� bersalah, sesuai dakwaan primair pasal 2 ayat (1) UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 dengan kerugian negara Rp 1,580 miliar. Firdaus menjalani sidang korupsi ini sejak 27 Mei 2013. Selain hukuman penjara dia juga dikenakan hukuman denda Rp 200 juta subsider �ga bulan penjara. Dia juga harus mengganti uang negara sebesar Rp 761

juta, jika �dak digan� dalam satu bulan harta bendanya akan disita, dan bila tidak cukup hukumannya ditambah lagi dua tahun penjara. Ada beberapa hal yang memberatkan Firdaus, antara lain kasusnya terjadi pada saat pemerintah sedang gencar memberantas korupsi, dan dia merupakan tokoh pramuka yang seharusnya menjadi tauladan bagi para pemuda. Disamping itu ada juga hal yang meringankan Firdaus. Dia dianggap sudah banyak berjasa dalam kepramukaan di Provinsi Jambi. Menanggapi putusan itu, Firdaus dan Penasehat Hukumnya, Ramli Thaha SH, menyatakan masih pikir-pikir. Dalam pledoinya mereka meminta dibebaskan dari seluruh tuntutan jaksa. Firdaus sebelumnya minta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi membebaskan dirinya dalam kasus dugaan korupsi dana Kwarda Pramuka. Permintaan itu disampaikan Firdaus melalui pledoi pada

sidang Kamis (20/3). Dalam sidang itu Firdaus sempat minta maaf jika ada salah selama menjabat Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jambi. Dalam jabatan itu dia dituduh melakukan korupsi yang �dak pernah dilakukannya. “Uang Kwarda Pramuka bukan keuangan negara. Kami bagi hasil dengan PT IIS, 30 % untuk kwarda pramuka,” kata Firdaus. Firdaus menceritakan, kasus yang menyeretnya ke pengadilan bermula dari unjukrasa sebuah LSM. Gubernur Jambi kemudian menuduhnya korupsi. Berita pun mencuat di berbagai media massa. Padahal, dia �dak tahu ada hasil audit BPKP yang dibeberkan jaksa dalam persidangan. Dalam sidang tersebut Firdaus tampak sedih sekali. Dia mengaku selama menjalani masa tahanan dirinya mengalami penderitaan psikis lahir dan bathin selama dua tahun. “Saya minta dibebaskan secara hukum dan nama baik saya dibaguskan kembali,”

ujar mantan Sekdaprov di era Gubernur Zulkifli Nurdin itu. Firdaus kehilangan anak ke�ka berada dalam tahanan. Sewaktu anaknya sakit keras, dia �dak bisa mendampingi. Saat diberi waktu menjenguk, anaknya sudah dalam keadaan koma dan akhirnya meninggal dunia. Hal senada disampaikan penasehat hukum Firdaus. Dia menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak satu pun memenuhi bukti, karena kasusnya tidak menyangkut keuangan

sudah mengecek ke alamat yang tertera di STNK, namun pemilik rumah mengaku �dak merasa memiliki mobil tersebut. Di dalam STNK tertera nama Doni Kurniawa sebagai pemilik. Alamatnya di Jl Se�a Budhi No.2 RT 10/03, Kelurahan Rajawali, Kota Jambi. Mobil yang kini kondisinya sudah pudar itu awalnya ditemukan di Jalan

Hayam Wuruk, Jelutung, Kota Jambi. Ke�ka itu mobil di parkir di badan jalan, membuat arus lalu lintas jadi macet. Petugas satlantas memindahkannya ke pinggir jalan, namun setelah ditunggu beberapa jam, mobil �dak diambil juga oleh pemiliknya. Polisi lantas mengamankan mobil itu ke Polresta Jambi. —infojambi.com

negara. Menurut penasehat hukum, kerjasama Kwarda Pramuka Jambi dengan PT IIS berupa bagi hasil. Uang Kwarda Pramuka dalam ob-

jek dan subjeknya bukan uang negara dan perbendaharaan negara, serta bukan pula inventaris Pemprov Jambi. —sapta purnama

Ibu dan Bayi Tewas di Hotel

Escudo Misterius di Polresta Jambi INFOJAMBI KORAN — Sebuah minibus Escudo warna biru BH 100 NM sudah �ga bulan terlantar di halaman Satlantas Polresta Jambi. Mobil itu di�nggalkan pemiliknya dan tak pernah diambil. Uniknya, �dak seorang pun mengakui sebagai pemiliknya. Kasat Lantas Polresta Jambi, Kompol Arif Irawan, membenarkan soal mobil tak bertuan itu. Pihaknya

Video Mesum Pelajar Gegerkan Bungo INFOJAMBI KORAN — Dunia pendidikan Kabupaten Bungo diguncang isu. Video mesum yang diduga diperankan oleh pelajar salah satu SMA di Kecamatan Pelepat, beredar luas di masyarakat. Video itu diseut-sebut dibuat di semak-semak di Desa Kuamang Kuning. Video berdurasi 03.09 menit berformat 3gp diduga direkam melalui kamera ponsel. Warga memergoki sepasang pelajar sedang berbuat mesum. Dalam video tersebut, setelah ditangkap, pelajar itu dipaksa warga melakukan perbuatan asusila. Kapolsek Pelepat Ilir, AKP Anno Siembolo, menanggapi soal video mesum anak sekolah yang diduga dilakukan dua pelajar sekolah di Pelepat. Menurutnya, polisi belum bisa memas�kan keberadaan kedua orang yang ditangkap warga dalam video tersebut. “Kami sudah lihat secara

detail isi videonya, namun alamat-alamat yang disebutkan kedua anak sekolah itu, seperti nama Desa Ujung Gading, Gang Famili dan Desa Kampung Tengah, ternyata �dak ada di wilayah kami,” papar Anno. Kapolsek menjelaskan, usai medapatkan berita video ini, pihaknya langsung melakukan penyelidikan awal dan berusaha mencari alamat pelaku di Kuamang Kuning. Polisi juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Rio, tapi mereka �dak tahu lokasi desa yang disebutsebut dalam video tersebut. “Berkemungkinan besar lokasinya bukan di Kuamang Kuning, Bungo,” kata mantan Police Advisor PBB ini. Namun, usaha Polsek Pelepat �dak berhen� sampai di situ. Mereka akan terus melakukan penyelidikan, dan mendatangi satuper satu sekolah yang ada di Pelepat Ilir, guna menemukan kedua

orang yang terekam dalam video itu. Kapolsek minta kedua pelajar yang ada dalam video tersebut segera menghubungi pihak kepolisian terdekat, karena dalam video tersebut kedua anak di bawah umur itu bukan lagi sebagai pelaku. Iden�tas mereka akan dilindungi, dan pelaku penyebaran dan pembuatan video tersebut akan terus diburu. Mantan Panit A Subdit IV (Tipiter) Direktorat Krimi-

nal Khusus Polda Jambi ini menjelaskan, pelaku penyebaran video akan dikenakan pasal berlapis. Perbuatan orang yang menangkap kedua pelajar itu sangat bejat. Mereka bukannya mengamankan, tapi malah membuat dan menyebarkan video, bahkan mencabuli pelajar itu. “Pelaku bisa kena pasal pelecehan seksual, UU Perlindungan Anak dan UU pornografi,” tandas Kapolsek. —hambali

I N FOJA M B I KO R A N — Seorang wanita tanpa iden�tas berusia sekitar 30-an tahun ditemukan tewas di kamar Hotel Pasar Baru, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Senin (31/3) sore. Selain wanita itu, di dalam kamar mandi kamar tersebut ditemukan pula sesosok bayi yang juga sudah tak bernyawa. Tragisnya, bayi yang diperkirakan baru berumur �ga bulan itu ditemukan di dalam ember dengan posisi terbalik. Kepala di bawah, kaki di atas. Dua mayat yang belum bisa dipas�kan asalnya ini ditemukan oleh penjaga hotel, Ahmad. Penemuan itu langsung dilaporkan pada pihak kepolisian. Ceritanya, menurut penuturan Ahmad, Minggu dinihari hotelnya didatangi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang membawa anak bayi. Dari penampilannya mereka terlihat datang dari luar kota. Dari KTP-nya, tamu yang datang naik motor itu agaknya tinggal di Muara Sabak, Tanjabtim. Mereka mengaku satu keluarga. Penemuan mayat berawal ke�ka Ahmad ingin konfirmasi soal masa waktu menginap tamunya yang sudah

habis. Ahmad mendatangi kamar tersebut, namun pintunya terkunci. Selang beberapa saat, Ahmad balik lagi ingin menemui tamunya, tapi kamar tetap saja tidak dibuka meski sudah diketuk berulangkali. Ahmad mulai curiga. Dia pun membuka kamar itu dengan kunci duplikat. Alangkah terkejutnya Ahmad melihat tamu wanitanya terbujur kaku tak bernyawa. Dari mulutnya keluar busa, sedangkan di lehernya terdapat bekas luka. Yang lebih mengagetkan lagi, bayi wanita itu juga meregang nyawa di dalam kamar mandi. Ahmad buru-buru memanggil temannya dan melapor ke polisi. Kapolsek Jambi Timur, Kompol M Zuhairi, begitu mendapat laporan langsung meluncur ke TKP bersama beberapa anggotanya. Setelah melakukan olah TKP, polisi meminta keterangan dari petugas hotel. Kedua mayat lantas dibawa ke RSUD Raden Ma�aher untuk divisum. Pihak kepolisian belum bisa memas�kan mo�f tewasnya wanita dan bayi tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan buk�-buk� serta keterangan saksi-saksi. —infojambi.com


PUNCAK ANDALAS

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

7

Adi Rozal Dampingi HBA ?

Hasan Basri Agus

Adi Rozal

INFOJAMBI KORAN — Pemilihan Gubernur Jambi periode 2015 – 2020 mulai menjadi pembicaraan menarik untuk dibahas. Isu kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur mulai mencuat. Di Kabupaten Kerinci, Adi Rozal dikabarkan akan berpasangan dengan H Hasan Basri Agus (HBA), Gubernur Jambi pertahana. Sedangkan Adi Rozal adalah Bupati Kerinci yang baru saja dilantik. “Saya belum berpikir ke sana. Itu sahsah saja, namanya poli�k dan tahunnya juga tahun poli�k,” kata Adi Rozal yang diketahui sangat akrab dan dekat dengan orang nomor satu di Provinsi Jambi. —ari sandra

10 Pejabat Eselon II Di-Peltu-kan

INFOJAMBI KORAN — Sebanyak 10 orang pejabat bermasalah karena dilan�k tanpa persetujuan Gubernur Jambi, sebelum pemerintahan Adirozal - Zainal Abidin, kini nonjob. Jabatan eselon masing-masing SKPD tersebut dijabat dilimpah-

Sungai Penuh Semrawut, Dishub Tak Peduli INFOJAMBI KORAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh terkesan tutup mata terkait arus lalu lintas jalan yang terlihat semrawut, terutama di jalan-jalan utama kota. Hal ini akibat pengguna dan pemilik kendaraan �dak patuh berlalu lintas. Bahkan ada yang sengaja parkir kendaraan di sembarang tempat, sehingga kemacetan sering terjadi. Menurut Kepala Dishub Perhubungan Kota Sungai Penuh, Haidir SE, selama ini pihaknya

sudah berupaya bersikap tegas dan menempatkan beberapa orang petugas di setiap wilayah yang dianggap rawan kemacetan. “Soal pener�ban terhadap pemakai jalan, masyarakat diminta mentaa� rambu-rambu jalan. Sudah seringkali dihimbau. Kawasan yang sering macet antara lain depan Golden, BRI dan Simpang Kumun, termasuk di Pasar Tanjung Bajure, juga belum dapat diatasi,” ujar Haidir. Dampaknya menyebabkan keru-

gian daerah, karena banyak kendaraan yang parkir �dak membayar retribusi. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 180 ribu atau sekitar 60 mobil per hari. Dishub Sungai Penuh masih kesulitan dalam pener�ban arus lalu lintas, disamping masih kekurangan marka jalan, juga kekurangan personil di lapangan. Pihak dishub juga membantu pihak kepolisian dalam penertiban kendaraan umum. —feri hartanto

Zainal Abidin

kan pada pejabat sekretaris masing-masing instansi. Sekretaris bisa menggunakan menggunakan anggaran. Wakil Bupa� Kerinci, Zainal Abidin, yang dikonfirmasi infojambi mengakui 10 pejabat eselon II �dak mendapat persetujuan gubernur. Untuk pengguna anggaran bisa dilakukan sekretaris masing-masing dinas. Pejabat yang di-nonjob diantaranya Supran, Jamal, Asraf, Murison, Atmir, Askar Jaya, Lishar, Suhaidir, Arsanuddin dan Maizal. Mereka tercatat satu bulan menjabat kepala SKPD. Diantara mereka ada yang parkir di kecamatan. —feri hartanto

Sekda Kerinci “Digoyang” INFOJAMBI KORAN — Pasca dilan�knya Adirozal dan Zainal Abidin sebagai Bupa� dan Wakil Bupati Kerinci periode 2014 - 2019, satu per satu komposisi pejabat eselon IV sampai eselon III dirombak. Tersiar rumor posisi Zulfahmi mulai “digoyang” dari kursi sekrataris daerah (sekda). Namun siapa yang bakal menggan�kan Zulfahmi belum ada yang berspekulasi. Ada juga yang berharap Zulfahmi tetap dipertahankan. Wakil Bupa� (Wabup) Kerinci, Zainal Abidin, yang ditemui infojambi di ruang kerjanya, belum lama ini, menyatakan posisi pejabat sekda dan pejabat eselon lainnya tergantung pada pejabat itu sendiri. “Kemampuan mereka menjadi dasar per�mbangan,” kata Zainal. Bupa� Kerinci, Adirozal, belum mau

berkomentar soal posisi sekda. Dia seper�nya �dak mau terjebak dengan strategi yang sengaja dimainkan oleh pihak tertentu dengan “menjual” isu membangun Kerinci lebih baik. —feri hartanto

Zulfahmi

Bupati ke Malaysia Persiapan Tanggap Bencana, TRC Konsen Latihan Jenguk Dua TKI Bermasalah

INFOJAMBI KORAN — Banyaknya potensi bencana alam yang mungkin terjadi di Kota Sungai Penuh membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh terus meningkatkan kesiapannya. Sebanyak 40 orang anggota Tim

Reaksi Cepat (TRC) melakukan la�han dasar penyelamatan korban bencana alam dengan materimateri dasar, di Hotel Mahkota, Sungai Penuh, belum lama ini. Pelatihan untuk di lapangan dimulai di daerah Danau Kerinci pada tanggal 25 – 27 Maret. Kadis

BPBD Kota Sungai Penuh, H Irman Djalal SE, M.Si mengatakan, la�han dasar untuk mendidik anggota agar lebih bagus dan cepat menanggapi bencana. “Kami persiapkan semua peralatan untuk kegiatan pelatihan dasar TRC supaya berjalan baik,” kata Irman. Sekda Kota Sungai penuh, Pusri Amsi juga memberi arahan pada para anggota TRC agar mengiku� pela�han dengan serius, sehingga dapat membantu dengan cepat dan tangguh ke�ka bencana alam datang. TRC juga membentuk karakter yang waspada, tanggap dan tangguh dalam penanggulangan bencana. —ari sandra

INFOJAMBI KORAN — Bupati Kerinci, Adirozal, dan Wabup Kerinci, Zainal Abidin, mengunjungi warga Kerinci di Malaysia, sekaligus menjenguk dua warga Kerinci yang sedang menghadapi proses hukum di Negeri Jiran. “Saya bersama Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), berangkat ke Malaysia. Di sana kami melihat langsung dua warga Kerinci yang saat ini bermasalah. Mereka sedang diadili di Malaysia,” ujar Adirozal. Sayangnya, Bup� Adirozal �dak menyebutkan iden�tas kedua warga asal Kerinci yang bermasalah tersebut. Mantan Wakil Walikota

Padang Panjang ini menyatakan telah mendapat data jumlah TKI asal Jambi, terutama Kerinci yang ada di Malaysia. “Ada 25 ribu TKI asal Kerinci di Malaysia, khususnya yang berada di residen permanen (�dak menetap), terutama di Bukit Perak. Di sana juga ada Kampung Kerinci,” terangnya. Di kampung Kerinci terdapat sebuah galeri. Bentuknya seper� museum. Di dalamnya terdapat pajangan-pajangan sejarah Kerinci atau asal usul Kerinci, hingga pada akhirnya cerita Kerinci sampai ke negeri Malaysia. —feri hartanto


8

EDISI 22 1� 15 APRIL 2014

Jalan Jangkat sebelum diperbaiki

PROFIL

INFOJAMBI KORAN — Kecamatan Jangkat yang berada di Kabupaten Merangin merupakan anugerah yang sangat besar bagi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Betapa tidak. Alam Jangkat yang sangat subur menjadikan daerah itu dan sekitarnya memiliki areal pertanian yang sangat potensial. Kentang, cabai, sayur-mayur, padi, kulit manis, merupakan hasil-hasil pertanian Jangkat, yang selain ternama juga turut mensuplai kebutuhan pangan Provinsi Jambi. Apalagi alam subur itu berpadu dengan pemandangan indah dan udara sejuk, dikelilingi hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Puluhan tahun lamanya daerah dengan alam nan subur dan indah itu mengalami keterisolasian. Buruknya akses/infrastruktur jalan membuat Jangkat jauh ter�nggal. Daerah penghasil tokoh-tokoh besar Jambi tersebut terkesan seper� “anak �ri”. Masyarakat daerah itu bagaikan hidup di negeri yang belum merdeka. Mengkaji potensi dan kondisi daerahnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur H Hasan Basri Agus (HBA) dan Wakil Gubernur H Fachrori Umar, mulai memoles Jangkat. Sektor utama yang dipikirkan duo pemimpin ini tertuju pada prasarana jalan. Singkat cerita, jalan Jangkat mulai dibenahi. Ruas jalan Simpang Pulau Rengas – Muara Siau – Dusun Tuo – Jangkat sepanjang 155,53 km dan lebar 6,50 meter dibangun. Anggarannya dilakukan dengan sistem tahun jamak (mul�years), dari Juli 2011 sampai Januari 2014. Kini pembangunan jalan Jangkat sudah selesai dan mulus. Wajah Jangkat berubah

baru. Daerah yang dulu terisolir dan terpencil itu sekarang sudah memiliki akses jalan yang bagus, membuat masyarakat sangat mudah melakukan kegiatan ekonomi dan lainnya. Warga Jangkat gembira bukan kepalang. Dampak jalan tersebut luar biasa sekali. Perjalanan darat dari Bangko —ibukota Merangin— ke Jangkat kini hanya �ga jam. Dulu, sebelum jalan dibangun, waktu tempuh bisa mencapai sembilan jam, bahkan sampai belasan jam pada musim hujan, karena kendaraan banyak yang terjebak dalam lubang jalanan yang sudah mirip kubangan kerbau. Perbaikan jalan Bangko – Jangkan berimplikasi posi�f terhadap sektor pertanian, perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya. Sangat beralasan, karena prasarana jalan merupakan urat nadi penghubung suatu tempat dengan tempat lainnya. Para petani di Jangkat dan sekitarnya telah mudah memasarkan hasil pertanian ke ibukota kabupaten, bahkan ke provinsi tetangga. Mereka �dak perlu lagi bergantung pada tengkulak. Hal ini berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat, karena mata pencaharian mayoritas penduduk Jangkat dan sekitarnya adalah bertani. Selain menaikkan kesejahteraan masyarakat, terbukanya keterisolasian Jangkat dengan pembangunan jalan juga meningkatkan prospek pertanian di Jangkat dan sekitarnya. Masyarakat Jangkat �dak ragu lagi untuk all out (berupaya maksimal) bertani. Tidak ada lagi alasan buruknya jalan dan monopoli harga hasil pertanian oleh tengkulak. Pembangunan jalan Jangkat dinilai sebagai kebijakan

paling tepat yang diambil HBA – Fachrori. Faktanya keterisolasian kini telah membuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jangkat dan sekitarnya. Tokoh dan sesepuh masyarakat Jangkat, Jamaluddin, mengakui terbukanya akses jalan Jangkat berdampak sangat posi�f bagi masyarakat setempat, terutama di bidang perekonomian. “Terima kasih, Pak HBA. Kini ekonomi masyarakat meningkat. Nilai tukar hasil pertanian dan perkebunan kami sekarang cukup �nggi,” ujar Jamaluddin. Jamaluddin mengungkapkan, kesehatan masyarakat Jangkat kini juga membaik. Akses untuk berobat ke luar Jangkat sudah mudah lantaran akses jalan yang lancar. Jamaluddin berharap jalan itu dirawat bersama-sama, baik oleh Pemprov Jambi, Pemkab Merangin maupun masyarakat Jangkat dan sekitarnya. “Kami mohon pada pemerintah agar perawatan jalan Jangkat diperha�kan. Kalau tidak ada perawatan yang baik, jalan itu �dak bisa dijamin bertahan lama. Kami warga Jangkat mengucapkan terima kasih banyak pada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi yang telah berjuang membangun jalan Jangkat,” tandas Jamaluddin. Dalam catatan infojambi, pembangunan jalan Jangkat sangat sejalan dengan visi Jambi Emas (ekonomi maju, aman, adil dan sejahtera), yang diusung oleh HBA dan Fachrori. Duet ini menaruh program peningkatan infrastruktur wilayah dan energi pada urutan pertama da�ar misinya. Madian Saswadi, anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Sarolangun - Merangin, pun mengakui dampak signifikan pasca dibangunnya jalan Jangkat. Menurutnya, keputusan membangun jalan itu tepat sekali. “Masyarakat sekitar sangat terbantu. Akses jalan yang biasanya butuh 9 jam, kini cukup 2,5 - 3 jam saja. Dengan membaiknya infrastruktur jalan, ekonomi masyarakat Jangkat meningkat. Hasil bumi Jangkat kini lancar dibawa ke luar daerah. Hal senada diungkapkan Zainal Bahri, anggota DPRD Provinsi Jambi juga dari Dapil Sarolangun - Merangin. Menurutnya, keputusan gubernur tersebut merupakan pemikiran cemerlang. Pembangunan jalan Jangkat dampak sangat baik bagi masyarakat, terutama di bidang

Jalan Jangkat setelah diperbaiki

pertanian rakyat, termasuk objek wisatanya. Gubernur Jambi, HBA dalam kunjungan kerjanya ke Jangkat, 21 Agustus 2013, menghimbau masyarakat Jangkat dan sekitarnya turut berperan ak�f merawat jalan. “Kalau hanya rusak kecil, sebaiknya masyarakat cepat memperbaikinya. Kalau ada genangan air di pinggir jalan, cepat ambil cangkul untuk mengalirkannya, sehingga �dak merusak jalan. Kalau ada jalan berlubang tepat di depan rumah kita, ada baiknya cepat ditutup. Kita bersyukur jalan Jangkat sudah mulus. Peliharalah baikbaik,” ujar HBA. —advertorial / zainal mahyudi


EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

INFOJAMBI KORAN — Penghijauan dengan cara menanam pohon dilakukan karena pohon memberi kehidupan dengan melepas oksigen yang berguna bagi makhluk hidup. Menyadari hal itu, Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) m e n ga j a k m a sya ra kat menanam pohon. Ajakan tersebut disampaikan gubernur saat pada peringatan Hari Bhakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional 2014, di Perumahan Sunderland Kota Jambi, Senin (24/3). Dia mengajak masyarakat

9

menyayangi Jambi dengan cara menanam pohon. Gubernur menegaskan, manfaat pohon sangat besar bagi kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem alami dari berbagai makhluk hidup. Semua pihak harus menjaga hutan dari bahaya ilegal logging. Sebagai provinsi yang memiliki empat taman nasional dan hutan adat, HBA ingin semuanya terjaga baik demi kehidupan. Hutan semuanya itu untuk kehidupan bersama. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah

Rachman, menyebutkan, penanaman pohon dilakukan pada 7.000 hektar kawasan hutan pada tahun 2014, melibatkan anggota TNI dan masyarakat. Sasarannya meliputi hutan lindung, hutan adat, hutan produksi, termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Areal perumahan juga termasuk cakupan luasan penanaman pohon. I r m a n sya h m e l a p o r ka n , Provinsi Jambi mendapat pencadangan Hutan Desa dari Kemenhut seluas 57.000 hektar, tersebar di Kabupaten Batanghari, Merangin dan Bungo. Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) 18 desa sudah ditandatangani Gubernur. Tujuh desa masih dalam proses berdasarkan usulan kepala desa, bupati dan Pendamping Desa. Pada kegiatan tersebut Gu-

bernur Jambi melakukan penanaman bibit pohon Mahoni, sementara Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri, menanam bibit pohon

Matoa yang juga diikuti pihak TNI, Polri dan para pejabat Pemprov serta Pemkot Jambi. Sebelum penanaman 500 bibit pohon mahoni,

gaharu, matoa, mangga dan duku di lingkungan perumahan, gubernur melepas burung merpa� ke alam bebas. —society / humasprov PHOTOGRAFER : NOPRIANSAH


EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

Angkutan Umum Ilegal Jambi - Sabak Kian Marak

INFOJAMBI KORAN — Keberadaan usaha angkutan umum ilegal jurusan Jambi - Muarasabak makin dimina� penumpang. Pasalnya, selain jumlah penumpang sedikit dari mobil tambang biasa, jadwal keberangkatan juga lebih cepat. Kondisi ini membuat terminal angkutan resmi menjadi sepi. “Rumah di Jambi, saya kerja di Rantau Rasau, setiap seminggu sekali saya pulang kerumah. Selama ini saya selalu menggunakan mobil tambang dengan plat pribadi,”

ujar Rini, seorang pengguna jasa angkutan ilegal. Rini mengatakan, selama dirinya menggunakan jasa angkutan umum ilegal, belum pernah mendapat kesulitan atau hambatan dengan waktu. Kalau naik mobil tambang khusus (minibus), penumpang menunggu agak lama, karena mobil baru jalan jika muatan sudah penuh. Itu saja masalahnya. Kabid Darat Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Timur, Gadafi, �dak menampik banyaknya angkutan umum ilegal

jurusan Kota Jambi – Muara Sabak. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 30 unit, yang diketahui dari hasil razia angkutan umum ilegal, belum lama ini. “Razia yang kami gelar belum lama ini saja ada 27 mobil yang terjaring. Seluruhnya diperkirakan lebih dari 30 unit. Mereka yang terkena razia dikenakan sanksi �lang dan denda sekitar Rp 500 ribu,” kata Gadafi yang sudah meminta pemilik angkutan umum ilegal membuat penjanjian akan mengurus izin resmi.

Gadafi menjelaskan, maraknya angkutan ilegal disebabkan pihak pengusaha angkutan, seperti leasing atau perorangan segaja �dak mau mengurus izin atau menukar plat pribadi menjadi plat umum (warna kuning), lantaran takut harga purna jual mobilnya jatuh terlalu jauh. “Hal seper� ini �dak hanya terjadi di Tanjung Jabung Timur. Daerah lain juga banyak, bahkan lebih parah lagi,” jelasnya. Gadafi menghimbau calon penumpang yang hendak mencari jasa angkutan sebaiknya

mencari kendaraan umum resmi, karena keuntungannya lebih besar dari yang ilegal. Salah satunya mendapat asur-

ansi bila mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan lalu lintas. —hipni

di beberapa kecamatan. Miras ditemukan di Kecamatan Nipah panjang, Rantau Rasau dan Mendahara Ilir. Sedangkan bawang bombai ditangkap di perairan Tanjabtim. Bawang datang dari Pelabuhan Batam, masuk ke Tanjabtim tanpa dokumen. Soal peny-

elundupan di perairan Tanjabtim, Kapolres menyatakan telah menempatkan petugas, baik tertutup maupun terbuka. Petugas ditempatkan di jalan-jalan �kus yang biasa digunakan penyelundup.

Untuk menekan angka penyelundupan, Polres Tanjab�m terus melakukan razia ru�n.

Ada 18 ��k jalur yang sering digunakan untuk mengangkut barang selundupan, dianta-

ranya wilayah perairan Nipah, Sadu dan Rasau. —hipni

Bawang Bombai dan Miras Dimusnahkan

INFOJAMBI KORAN — Sebanyak 13 ton bawang bombai dan sejumlah minuman keras (miras) hasil Operasi Pekat 2014 P o l r e s Ta n j a b t i m d i musnahkan. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjabtim, AKBP Bambang Heri Sumajadi, dihadiri unsur Forkompimda. Kapolres Tanjab�m, Bambang Heri Sumajadi mengatakan, Operasi Pekat dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang Pemilu 2014. Selain bawang juga disita miras berbagai jenis

Warga Ancam Alih Fungsi Lahan INFOJAMBI KORAN — Amin, seorang petani di Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, akan melakukan alih fungsi lahan jika tahun ini �dak juga mendapat bantuan bibit padi dari dinas pertanian setempat. “Kalau masih tidak dapat juga bantuan bibit, saya akan tetap alih fungsi,” tegas Amin saat ditemui wartawan di rumahnya. Amin mengungkapkan, masih banyak petani yang �dak

mendapatkan bantuan bibit padi. Mereka mau tak mau menanam padi lokal. Seharusnya bantuan diberikan tanpa pandang bulu, tapi melihat luas hamparan sawah yang ada. Menurut Amin, bantuan bibit padi harus merata diberikan pada petani, sehingga tidak ada lagi petani yang menanam padi lokal. Dia merasa dinas pertanaian pilih kasih. Kepala Dinas Pertanian Tan-

jab�m, Ahmad Mausul, mengaku telah mengirim petugas penyuluh untuk mengklarifikasi soal �dak diberikannya bantuan benih padi pada Amin dan petani lainnya. “Khusus Lagan Ulu, bibit yang diberikan adalah bibit penangkar, jadi yang dapat bibit itu orang-orang yang telah memenuhi persyaratan,” ujar Sekretaris Dinas Peternakan Tanjab�m, Harsono. Menurut Harsono, masalah Amin tidak dapat bantuan bibit padi terjadi karena miskomunikasi di lapangan. Nama Amin sudah masuk dalam da�ar penerima bantuan bibit Gertak Tanpa Dusta 2014. Terkait pemberitaan soal Amin tidak dapat bantuan, sempat membuat Kepala Dinas Pertanian Tanjabtim, Ahmad Mausul, meradang. Pasalnya, akibat berita itu dia langsung ditegur oleh Bupa� Tanjab�m, H Zumi Zola. —hipni

Sebentar Lagi Zumi Zola Jadi Ayah INFOJAMBI KORAN — Bupati Tanjung Jabung Timur, H Zumi Zola, meminta do’a masyarakat Desa Pemusiran untuk kandungan isterinya, Sherrin Tharia, yang kini hamil lima bulan. Do’a selamat itu dimintanya seusai panen raya di Dusun Adil, Desa Pemusiran, Nipah Panjang, belum lama ini. Tidak itu saja, Zola dengan senang hati memberitahukan hasil Ultrasonography (USG) yang dikirim isterinya dalam bentuk photo. Dalam photo itu tertuliskan lakilaki. Sontak saja orang nomor satu di Tanjab�m

ini senang mendapat info tersebut. “Beberapa minggu lalu isteri saya terapi kesehatan. Waktu dia di Jakarta, saya dikirimkan photo. Saya lihat photo itu apa bentuknya, kok �dak ada kepalanya, kok

�dak ada badannya. Ini photo apa ? Coba lihat itu ada panahnya. Itu panah apa ? Itu burungnya, jadi laki-laki, Bu,” cerita Zola semangat, disambut tawa warga sambil bertepuktangan meriah. Zola mengatakan, anak laki-laki atau perempuan �dak masalah. Yang penting kondisi rahim isterinya sehat, karena kondisi rahim untuk anak pertama tentu masih sensi�f. “Laki-laki atau perempuan sama saja, yang pen�ng bayinya sehat, ya bu ya,” ujar Zola dengan nada bertanya pada ibuibu yang hadir. —hipni

Ruang Bagian Aset Kosong Melompong INFOJAMBI KORAN — Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Barat, Katamso, menemukan ruangan Bagian Aset Kantor Bupa� Tanjabbar, kosong melompong, Selasa (25/3). Padahal saat itu jam is�rahat sudah usai. Pegawai harusnya sudah bekerja lagi. Temuan itu membuat

Katamso marah bukan kepalang. Saking marahnya, Katamso mengunci pintu ruangan bagian aset dari luar. Dia langsung memanggil sekda dan kepala bagian aset ke ruangannya. Peristiwa memalukan itu berawal saat Katamso tiba-tiba saja ke luar dari ruang kerjanya, langsung

mengecek ruangan para staf, sekitar pukul 14.15 WIB. Alangkah terkejutnya dia melihat �dak ada seorangpun di ruangan bagian aset. Sekda Tanjung Jabung Barat, Mukhlis, dan Kabag Aset, Zulhendra, mengakui kekecewaan wakil bupati itu. Menurut penjelasan Zulhendra padanya, saat itu dua kasubbag bagian aset sedang ke lapangan dan satu orang stafnya sakit, sedangkan staf lain belum kembali ke kantor usai is�rahat. “Seharusnya ke�ka pimpinan �dak ada di tempat, staf harus ada di kantor. Wabup dan saya selalu ada di kantor ketika bupati sedang tidak ada di kantor,” jelas Mukhlis. Mukhlis menegaskan, pas� menindak pegawai bagian aset yang jelas-jelas tidak disiplin itu. Dia �dak ingin pegawainya disiplin hanya ke�ka ada atasan saja. —alfa�h


11

BATANGHARI-MUAROJAMBI

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

Ketika Kompleks Masjid Agung Terkatung-Katung INFOJAMBI KORAN — Lahan yang diperuntukkan pembangunan Masjid Agung Batanghari masih kurang. Pembangunan masjid ini membutuhkan lahan seluas 3 hektar. Lahan yang ada saat ini masih kurang �ga tumbuk. Tanah lahan yang ada saat ini sudah dalam proses audit BPKP. Terkait harga tanah milik warga yang akan dibeli oleh pemerintah, keputusan harga jual ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Kabag Aset Setda Batanghari, Deni, mengatakan, lahan yang digunakan masih kurang 3 tumbuk dan kini �nggal menunggu audit BPKP. Dana pembangunan Masjid Agung tersebut diperkirakan Rp

200 miliar lebih. “Pembangunan Masjid Agung ini mega proyek. Agar lebih aman, kami minta sebelum dibangun diaudit BPKP dulu. Harga tanah yang diajukan warga belum deal. Harganya akan ditentukan oleh KJPP. Setelah semua clear, pembangunan akan dilaksanakan,” jelas Deni. Pemkab Batanghari masih ragu membeli kekurangan luas tanah tersebut. Semula tanah milik pemda di lokasi luasnya sekitar 4 hektar. Tanah itu hibah dari warga kepada Pemkab Batanghari pada tahun 1980. “Dari dokumen yang ada, saat itu ada lima warga yang menghibahkan tanahnya pada Pemda Batang-

hari, diantaranya Wiryo dan Saman Barjo. Tiga warga lagi �dak tertulis namanya. Tanah dihibahkan tahun 1980 dan diser�fikatkan pada 1988 seluas 1,4 hektar. Sisanya 2,6 hektar �dak dibuat ser�fikat. Saat ini sisa yang dihibahkan sudah milik warga dan sudah bersertifikat,” kata Deni. Tanah yang menjadi milik masyarakat saat ini ada yang berser�fikat sejak tahun 1998. Dari luas tanah yang dihibahkan, hanya 1,4 hektar yang ada sertifikat. Menruut �m penilai, harga tanah di lokasi tersebut �dak sesuai dengan pasaran. Harga tanah di sana berkisar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per tumbuk. “Bayangkan saja, pemilik tanah di sana mau menjual Rp 60 juta hingga Rp 75 juta per tumbuk. Walaupun anggrannya ada, tapi dengan harga seper� itu, cukup

besar dan �dak sesuai harga pasaran,” tukasnya. Hibah tanah seluas empat hektar dulu diterima oleh kepala desa dan camat masa itu. Kedua orang tersebut masih hidup dan mau menjadi saksi, bahwa tanah tersebut milik Pemda Batanghari hasil hibah warga. Deni mengungkapkan, untuk pem-

bangunan Masjid Agung dan Islamic Centre dalam satu lokasi seyogyanya harus mempunyai lahan �ga hektar. Sementara lahan yang ada saat ini hanya 1,4 hektar. Namun dengan lahan yang ada saat ini pembangunan masjid tetap diteruskan. Hanya saja gedung Islamic Centre yang masih menunggu proses tanah selesai. —een

ke tengah jalan. Bersamaan dengan itu datang truk dari arah Jambi. Sial, stang motor Hastu� menyenggol bak kanan truk. Hastu� terjatuh. Seke�ka itu juga kepala korban terlindas ban belakang truk. Hastuti pun langsung tewas

di tempat. Peristiwa ini membuat macet lalulintas. Pihak Satlantas pun langsung turun mengamankan situasi. Supir dan mobil truk dibawa ke kantor polisi. Sementara korban dibawa pulang oleh keluarganya. —een

Guru Tewas Depan Pos Lantas Pemprov Bangun Pabrik Pakan Ikan di Tangkit

INFOJAMBI KORAN — Guna meningkatkan produksi ikan di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Muaro Jambi, sebagai penyuplai ikan terbesar di Jambi, tahun ini akan dibangun pabrik pakan ikan di Desa Tangkit Baru, Kabupaten Muaro Jambi. Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), mengungkapkan, pabrik pakan ikan terapung itu dibangun dengan dana Rp 3,2 miliar bersumber dari APBD Pemprov Jambi tahun 2014. Menurut HBA, selama ini petani sering mengeluhkan ketersediaan pakan ikan untuk meningkatkan produksi serta harga jual yang rendah akibat �ngginya harga pakan di pasaran. “Pakan terlalu mahal dan harga jual terlalu murah, akhirnya terpecahkan dengan pembangunan pabrik tahun ini,” jelas HBA. Pembangunan pabrik pakan ikan bermula dari kurangnya produksi ikan di Jambi. Pemprov Jambi ingin membantu petani ikan dengan melakukan kunjungan kerja di

salah satu pabrik pakan ikan di Bogor, dengan harapan pendirian pabrik pakan ikan di Tangkit mampu meningkatkan hasil serta perekonomian masyarakat. “Pabrik ini untuk memenuhi kebutuhan ikan di daerah Tangkit dan sekitar kota,” jelas HBA. Harapan HBA setelah pabrik pakan ikan terbangun, produksi ikan di Provinsi Jambi semakin meningkat dan berkaca pada Unit Pengolahan IkandiKemingkingmampumenaikkan harga jual ikan yang semula Rp 9.000 menjadi Rp 14.000 per kg. HBAmenghimbaupetaniterusmengelola575kolamyangsudahdibangun pemerintah untuk terus berproduksi. Tangkit dulunya sebagai lumbung ikan dan nanas yang sampai saat ini terus didorong produksinya. Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, H Saifuddin, A.MK, SE menyebutkan, pabrik pakan ikan dibangun di atas lahan seluas setengah hektar untuk menyuplai 2.400 kolam yang ada di Tangkit. —infojambi.com

Kantor Pusat Jl. Prof. M.Yamin No.26 Jambi Telp. 0741-27876

INFOJAMBI KORAN — Kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban tewas terjadi di Kabupaten Batanghari. Peristiwa kecelakaan ini menimpa Hastuti (58), warga RT 1 Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian. Korban meninggal di lokasi kejadian. Hastuti berprofesi sebagai guru PNS di SD Negeri 55 Sridadi. Kecelakaan terjadi Rabu (26/3), di Simpang BBC, Jalan Gajah Mada, Muara Bulian, persis di depan Pos Satlantas. Korban mengendarai sepeda motor Honda Vario BH 4362 BF, dilindas truk tanpa muatan BH 8276 SU. Saat kejadian truk dikemudikan oleh Bah�ar bin Amiruddin (33), warga Lubuk Sepuh, Kecamatan Singkut, Sarolangun. Kejadian bermula saat korban berpapasan satu arah dengan truk dari arah Bajubang menuju Muara Tembesi. Korban menghindari jalan rusak hingga

Isteri Ketua Demokrat Dijambret INFOJAMBI KORAN — Sri Wahyuni (32), isteri Jasasila SE M.Si, Ketua DPC Partai Demokrat Batanghari, dirampok, Selasa (25/3). Uang Rp 80 juta berhasil dilarikan kawanan rampok. Ceritanya, sepulang dari kantor, Sri yang menjabat bendahara di kantor BKBPP Batanghari menjemput dua anaknya yang belajar tambahan (les) di kompleks SMA. Mereka sempat mampir belanja di Swalayan Emil. Dari swalayan, Sri yang mengendarai Honda Jazz pu�h BH 1414 JS meluncur ke Kompleks Air Panas, Muara Bulian. Setiba di Taman Bebekan, persis di samping rumah dinas Bupa� Batanghari, jalan mobil terasa �dak normal. Sekonyong-konyong muncul seorang pengendara motor memberitahu ban mobil Sri kempes. Sri berhenti, memeriksa keadaan ban mobilnya. Dari belakang mobil muncul dua pemuda mengendarai sepeda motor. Satu dari pemuda itu turun dan langsung menghampiri mobil. Dia membuka pintu supir dan dengan

sigap merampas tas hitam milik Sri di jok supir. Setelah itu kedua pemuda tersebut langsung kabur. Sri sempat berusaha merebut kembali tasnya. Namun tenaganya kalah kuat. Kukunya tangannya sampai patah. Jarinya luka. Seandainya dia tetap bertahan, tubuhnya pas� diseret kawanan rampok. Kejadian itu disaksikan seorang pedagang buah yang berjualan di sekitar lokasi kejadian. Tak lama berselang warga ramai berdatangan. Sri pun melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Kapolres Batanghari, AKBP Robert Antonio Sormin, memerintahkan

petugas identifikasi mengambil sidik jari di pintu mobil Sri. Polisi juga mengejar perampok yang dikabarkan melarikan diri ke arah Pemayung. Polisi menduga Sri dibuntu� kawanan rampok. Indikasinya ban mobil Sri bocor akibat ditusuk plat tempahan yang sengaja dipasang pelaku. Hingga memasuki pekan ini perampok belum tertangkap. Pihak kepolisian masih mencari dan melacak identitas pelaku. Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Fajar Gemilang, menjelaskan, perampok masih diburon dan terus dikejar. —een


12

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

Bathin III Terbaik Program Samisake di Jambi

INFOJAMBI KORAN — Bupati Bungo, H Sudirman Zaini, merasa bangga karena Kecamatan Bathin III dinyatakan sebagai penyeleng-

gara program Satu Miliar Satu Bungo ke�ka melan�k Rio Purwo Bhak�, Kecamatan (Samisake) Terbaik di Sugini Saputro S.Ag, di aula Kantor Camat Bathin III, Selasa (25/3). Provinsi Jambi. Hal itu diungkapkan Bupati Wakil Gubernur Jambi, H Fachrori Umar yang ikut menyaksikan acara pelan�kan Rio, mengatakan dan mengharapkan seorang Rio harus menjaga amanah masyarakat. “Jangan sia-siakan amanah masyarakat itu,” ujar Wagub. Menurut Wagub, program Samisake di Dusun Purwo Bhakti sudah cukup baik. Untuk itu harus diberikan apresiasi dan penghargaan dan di�ngkatkan lagi pelaksanaan program Samisake yang jelas-jelas sudah menjadi program unggulan untuk mewujudkan program Jambi Emas 2015. “Insya Allah enam bulan lagi saya akan datang ke Dusun Purwo Bhak� ini lagi,” ujarnya. Ketua Lemba Adat Dusun Purwo Bhak�,

SKK Migas - PetroChina Bangun Enam Kelas Baru INFOJAMBI KORAN — Siang itu matahari bersinar terik, namun teriknya matahari �dak membuat siswa-siswi SD Negeri 169 Tanjung Jabung Timur (Tanjab�m) berhen� bermain di halaman sekolahnya. Di belakang siswa-siswi yang sedang bermain terlihat sebuah bangunan ruang kelas yang masih baru. Sejak awal tahun lalu, SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd mendirikan bangunan sebanyak enam ruang kelas belajar, di SD Negeri 169, Desa Pandan Makmur, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab�m. Salah satu persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Tanjabtim adalah masih adanya keterbatasan sarana penunjang pendidikan. Pemkan Tanjab�m telah melakukan berbagai upaya perbaikan, dan perlu d i d u -

kung oleh masyarakat dan kalangan dunia usaha. SKK Migas - PetroChina yang melakukan eksplorasi dan produksi migas di daerah tersebut, merasa terpanggil untuk turut berkontribusi membantupemerintahmeningkatkan kualitaspendidikanbagigenerasi penerus bangsa. “Kondisisebelumnyasekolahini cukupmemprihatinkan.WCtidak ada, atap seng sudah bocor. Saya mengalami sendiri ketika mengajar di sini. Setelah PetroChina membantu, merubah semua kondisi yang ada. Ini tentu saja mendukung program peningkatan kualitas pendidikan di SD Negeri 169,” tukas seorang guru senior sekolah itu.

Goverment & Relations Superintendent PetroChina, Banu Subagyo, menjelaskan, pendidikan adalah faktor penting bagi pengembangan kualitas warga lokal di Blok Jabung yang menjadi wilayah operasi PetroChina. Untukitu,SKKMigas-PetroChina fokus pada bidang pendidikan sebagai salah satu tanggung jawab sosialnya. Dalam pembangunan SD Negeri 169 Tanjabtim, tahuntahun sebelumnya PetroChina juga telah melakukan berbagai program di bidang pendidikan, seperti pemberian buku-buku pelajaran, komik pengetahuan, peralatan sekolah dan sebagainya. —infojambi.com

Abdul Hamid, juga turut mengukuhkan Rio Purwo Bhak�, Sugini Saputro, sebagai Pemangku Adat Dusun Purwo Bhak�, ditandai dengan penyerahan kepala kerbau.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wabup Bungo H Mashuri, Wakil Ketua DPRD Bungo H Andriansyah dan tokoh masyarakat setempat. —hambali

Pendapatan Tebo Capai Rp 797,882 Miliar

INFOJAMBI KORAN — Bupa� Tebo, H Sukandar, melaporkan, pendapatan Kabupaten Tebo sepanjang tahun 2013 mencapai Rp 797.882.913.155,67, naik 103,63 persen dari target Rp 769.969.633.119,65. Sukandar menyampaikan hal itu dalam Laporan Nota Pertanggung Jawaban Tahun Anggaran 2013, pada Sidang Paripurna DPRD Tebo, Rabu (19/3). Sidang paripurna dewan dipimpin Ketua DPRD Tebo, Agus Rubianto SE, dihadiri para wakil ketua, Sekda, Kapolres dan kepala SKPD se-Kabupaten Tebo. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tebo bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik

daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain lain pendapatan asli daerah mencapai Rp 39.193.891.488,47 naik 141,51 persen dari yang direncanakan Rp 27.697.180.351.33. Pendapatan sektor lainnya turun dari target. Dana perimbangan bersumber dari

bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus ditargetkan Rp 643,7 miliar realisasinya naik Rp 663,188 miliar atau 103 persen. “Pendapatan sah lainnya ditargetkan Rp 98,5 miliar terialisasi Rp 95,5 miliar,” lapor Sukandar. —hambali


EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

13

Jambore TP-PKK Tidak Sekadar Sebagai Ajang Lomba

INFOJAMBI KORAN — Walikota Jambi selaku pembina TP-PKK Kota Jambi, membuka Jambore PKK di Hutan Kota, Kelurahan Mayang, Kota Jambi, Rabu (26/3). Jambore TP PKK yang dilaksanakan 26-27 Maret 2014 ini bertujuan untuk lebih memasyarakatkan gerakan PKK, sebagai gerakan yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat, meningkatkan mo�vasi, kesadaran kader PKK dan masyarakat untuk lebih tahu, mau dan mampu melaksanakan program PKK. Walikota Jambi, Syarif Fasha, mengatakan, agar seluruh �m dan Kader PKK Kota Jambi dapat menjaga rasa persatuan dan kesatuan Serta tetap semangat untuk berkarya. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Jambore PKK Tingkat Kota Jambi ini, karena dalam ajang ini para kader, pengurus dan para ketua menunjukan kekom-

Reuni Alumni PGAN Jambi

INFOJAMBI KORAN — Reuni akbar alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Jambi berlangsung meriah dan sukses, di aula MAN Model Jambi, Minggu (23/3). Acara yang digagas para alumni tahun 1990 ini dihadiri ratusan alumnus tahun 1987 – 1991. Reuni mengusung tema “Dengan Kegiatan Reuni Akbar PGAN, Kita Sambung Tali Silaturrahim dan Pererat Ukhuwah Islamiyah Antar Sesama Alumni PGA Guna Mewujudkan Insan yang Kamil”. Acara ini mendapat dukungan penuh Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi, H Mahbub Daryanto. “Saya alumnus PGAN Jambi tahun 1988, secara pribadi

maupun selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi menyambut baik acara reuni dan temu alumni ini,” ujar Mahbub. Menurut Mahbub, sesuai tema kegiatannya, pertemuan semacam ini hendaknya terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan tidak hanya sampai di sini. “Melalui pertemuan seperti ini kita sesama alumni bisa bersilaturrahmi,bertemudanberbagicerita satu sama lain,” ujarnya bangga. Sebagai alumnus PGAN Jambi yangsuksesmenitikarirdibirokrasi, khususnyadiKementerianAgama, Mahbub menyatakan siap membantu dan memfasilitasi kegiatan yang dilakukan para alumnus, khususnya memajukan pendidi-

pakan, saling asah, asih dan asuh bukan hanya untuk berlomba menjadi juara, tetapi berkompe�si untuk menunjukan keterampilan terbaik para kader pada bidangnya masing-masing,” ujarnya. Bahkan Pemkot Jambi akan terus membutuhkan peran ak�f dan par�sipasi kaum perempuan, terutama ibu-ibu TP-PKK selaku mitra kerja pemerintahan. Jambore ini dapat dijadikan sebagai wadah silaturahmi seluruh kader PKK se-Kota Jambi, untuk saling bertukar pikiran, saling berbagi pengalaman dan mengembangkan wawasan. Selanjutnya dapat memunculkan ide-ide baru, dalam menyusun program kegiatan PKK kedepan serta menjadi wadah mengevaluasi dan mengintropeksi diri atas kegiatan yang dilakukan sebelumnya. Kegiatan berlangsung selama dua hari, banyak

kan di Jambi dan kegiatan sosial lainnya. “Diharapkanaspirasiparaalumnus lebih terakomodir melalui wadah organisasi para alumni. Saya siap membantu, tapi barangkali harus dimaklumi, karena kesibukan dan tugas sehari-hari jika nanti ada acara pertemuan atau kegiatan lain dilaksanakan di kantor kemenag saja,” harap Mahbub. Pada kesempatan itu Mahbub juga melihat langsung pemilihan Tim Formatur yang melaksanakan tugas pembentukan Ikatan Keluarga Besar Alumni PGAN Jambi, diketuai Drs Syamsul Qomar, Drs Ahmad Arifin, Fa�mah Abas dan beberapa orang lainnya. — society - m asrori

lomba dan kegiatan yang di adakan, namun saya berpesan agar ibu-ibu dapat menjaga spor�vitas dalam berkompe�si, ujar Sy Fasha. Ketua TP PKK Kota Jambi, Yuliana Fasha, mengatakan, dengan Jambore PKK kita satukan langkah membangun Ketahanan keluarga sejahtera yang mandiri menuju Jambi bangkit. Dharapkan kaderkader PKK sebagai mitra pemerintah yang selama ini mengabdikan diri untuk membina keluarga dengan pengetahuan, ketekunan, serta

keterampilan yang di miliki di se�ap kader PKK. Dengan kesamaan langkah dan gerak dapat lebih meningkatkan pembinaan keluarga yang berada di dalam kelompol-kelompok dasa wisma.,sehingga ada percepatan kondisi keluarga sejahtera dan mandiri di Kota Jambi. Dengan demikian keluarga yang merupakan komponen pen�ng dalam pembangunan juga akan mempercepat terwujudnya 3 tahun Jambi Bangkit. —society / ramadhani

PTPN VI - SPBUN Teken Kerjasama

INFOJAMBI KORAN — Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI dan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN VI menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20142015, di Abadi Convention Center (ACC), Kota Jambi, Selasa (18/3). Penandatanganan dari pihak manajemen PTPN VI (Persero) dilakukan oleh Direktur Utama PTPN VI, Iskandar Sulaiman, didampingi Direktur Produksi Fahrur Razie Lubis, Direktur Keuangan Arfinaldi, Direktur SDM/Umum HA Karimuddin dan Direktur Renbang Ahmad Nasulian. Dari SPBUN diwakili Ketua Umum SPBUN tingkat perusahaan, OK M Irfan Ikclas, didampingi Sekretaris Umum, Suheri Agusni. Penandatanganan juga dihadiri Kadis Sosnakertrans Provinsi Jambi,

Muarojambi, Tebo, Kerinci dan Sarolangun, serta Kadisnakertrans Sumatera Barat. Penandatanganan disaksikan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Kemenakertrans, Irianto Simbolon, dan Ketua Umum Federasi SPBUN, Tuhu Bangun. Irianto Simbolon berharap pihak manajemen PTPN VI dan seluruh pekerja di PTPN selalu melakukan dialog secara efek�f dan bekerjasama dalam peningkatan produktifitas untuk kesejahteraan pekerja beserta keluarga dan kemajuan bersama. Penandatanganan itu yang ke-8 di PTPN VI Wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Dalam PKB 2014 - 2015 terdapat perubahan pasal mengenai santunan hari tua untuk golongan I dan II bagi pekerja dengan

masa kerja sampai 20 tahun sebesar 1,25 bulan upah untuk se�ap tahun masa kerja, dan masa kerja lebih dari 20 tahun 1,65 bulan upah. Irianto menjelaskan, eksistensi PTPN VI sebagai salah satu pelopor bidang perkebunan harus dimaknai luas. PTPN VI memiliki visi menjadi perusahaan agribisnis berbasis kemitraan. Harapan pemerintah meningkatkan pekerja buruh dengan hubungan kerjasama, mampu menambah kontribusi pada pemerintah dari sisi pertumbuhan ekonomi. “Kemitraan yang dijalin �dak hanya dari segi bisnis semata, tapi segala bidang, meliputi pekerja, serikat pekerja dan manajeman di berbagai bidang, termasuk Hubungan Industrial,” ujar Irianto. —society / ramadhani


14

SAROLANGUN-MERANGIN Panen Raya Cuma Topeng

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

INFOJAMBI KORAN — Panen raya padi yang diprogram setiap tahun oleh Dinas Pertanian Sarolangun diduga hanya kegiatan yang digunakan untuk menghabiskan anggaran di dinas yang bersangkutan saja. Pantauan infojambi, Selasa (18/3), Dinas Pertanian Sa-

rolangun �dak bisa mendistribusikan beras hasil panen raya ke pasaran. Celakanya lagi, beras produk Kabupaten Sarolangun nyaris �dak pernah ditemui di daerah itu. Ironis sekali, masyarakat Sarolangun yang �nggal di daerah penghasil beras ternyata mengkonsumsi beras dari

luar daerah, seper� dari Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel), untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seorang agen beras di Pasar Atas Sarolangun, Suailan, mengaku memasok beras dari Lampung, Sumatera Selatan dan Kerinci. Bertahun-tahun berjualan beras,

Polres Merangin Intensifkan Razia

INFOJAMBI KORAN — Menjelang pelaksanaan Pemilu Legisla�f yang �nggal menghitung hari, jajaran Polres Merangin semakin Insen�f melaksanakan razia kendaraan yang melintas di Kota Bangko. Menurut pantuan infojambi, dari razia puluhan kendaraan �dak memiliki surat lengkap berhasil terjaring, bahkan seorang penumpang mobil bus membawa senjata tajam juga ikut terjaring. Kapolres Merangin melalui Kabag Ops Kompol Feri mengatakan, razia digelar untuk mengantisipasi ancaman yang masuk ke Merangin dan kelancaran pemilihan legisla�ve yang dilaksanakan 9 April, sehingga pihaknya insen�f melaksanakan razia.

“Sifatnya hanya an�sipasi saja, se�ap kendaraan yang melintas tetap kami periksa,” ungkap Feri. Dijelaskannya, kalau razia ini juga difokuskan untuk semua pelanggaran, seper� senjata tajam, barang illegal, narkoba, administrasi kelengkapan berkendara. “Pokoknya, semua yang berhubungan dengan �ndakan criminal kita amankan,” tambahnya. Razia juga yang digelar di ujung jalur �ga, berhasil menyita satu unit mesin dompeng yang dibawa oleh warga Sarolangun. “Tapi hanya mesinnya saja, yang bawaanya atas nama M Taufik (35) warga Sarolangun, ia membawa mesin itu menggunakan mobil jenis

sedan,” katanya. Penangkapan ini, bermula saat aparat mendapatkan gelagat yang mencurigakan dari sebuah mobil sedan yang melintas dari arah Bungo menuju Bangko. “Saat kita berhen�kan, memang tampak wajah supirnya agak raguragu, sama seper� mobil lainnya, ya kita periksa semua bagian mobil itu, dan ternyata di bagian bagasi belakang, kami mendapatkan satu unit mesin dompeng berukuran kecil,” ujarnya. Setelah diinterogasi, M Taufik mengaku mesin dompeng tersebut dibawanya dari Kuamang Kuning dengan tujuan Sarolangun untuk dijadikan mesin genset listrik. “Awalnya memang dipakai untuk dompeng, setelah ditanya, ternyata mesin itu mau dipakai untuk genset listrik, dan akhirnya kami hanya memberi peringatan, dan M Taufik pun kami lepaskan,” tuturnya. Terakhir, ia menjelaskan kalau pihaknya akan semakin intensif melaksanakan razia. “Kita akan kerahkan sebagian personel kita untuk melaksanakan kegiatan ini, agar bisa meminimalisir angka kriminal di Kabupaten Merangin,” tandasnya. —jefrizal

pria ini menyatakan belum pernah menjual beras hasil pertanian Sarolangun ke pasaran. “Sejak saya jadi distributor beras, sudah 10 tahun lebih, belum pernah ada beras asal Sarolangun yang diperjual-

belikan di pasaran,” ungkap Suailan. Dugaan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Sarolangun, Sakwan. Dia mengakui �dak ada beras produksi pertanian Sarolangun yang beredar di pasaran.

Dia menyatakan malah Sarolangun kekurangan beras. “Kita masih kekurangan beras. Insya Allah kedepannya kita upayakan distribusi beras dari Sarolangun ke pasaran,” ujar Sakwan. —rudy ichwan

Pejabat Nongkrong Waktu Musrenbang INFOJAMBI KORAN — Musrenbang Kabupaten Sarolangun yang di buka Wabup, Drs H Pahrulrozi, di ruang Pola Kantor Bapedda, terkesan hanya asalasalan dan �dak efek�f. Banyak peserta yang diundang �dak masuk ruangan pola kantor Bappeda untuk mengikuti rapat, Selasa (18/3). Pantauan infojambi di lapangan, tampak 3-5 orang di halaman parkir kantor Bapedda Sarolangun, terlihat hanya dudukduduk santai dan bergerombol. Parahnya lagi, diantara mereka tampak beberapa kepala SKPD, camat, kabid dan kasi, yang bertugas di Pemkab Sarolangun. Seorang pejabat eselon IV salah satu SKPD, menyebutkan, karena tempat duduk tidak ada lagi. “Saya datang bersama kadis, ke�ka kami sampai di sini ruangan sudah penuh, hanya ada satu kursi yang tersisa untuk kadis. Saya memutuskan

menunggu di luar saja,” ungkap pejabat yang enggan disebut namanya. Ketua Umum LSM FORCIN, Julius, yang saat itu berada di lokasi sangat menyayangkan hal itu terjadi. “Bagaimana pembangunan di Sarolangun yang kita cintai ini bisa maju, kalau oknum pejabatnya �dak serius dalam musrenbang,” ujar Julius. Saat diklarifikasi terkait keterbatasan fasilitas gedung yang tidak memenuhi kapasitas peserta musrenbang, Julius menepis hal tersebut.

“Sarana gedung bukan alasan, karena panitia seharusnya sudah bisa memprediksi kapasitas gedung dari jumlah undangan. Sudah tahu gedung terbatas kapasitasnya, kok tidak menggunakan gedung kantor Bupa�,” papar Julius. Julius menghimbau dan meminta semua wakil rakyat menjalankan tupoksinya sebagai pengawas dari birokrasi. “Anggota DPRD tolong diperhatikan oknum-oknum pejabat yang nakal,” tegas Julius. —rudy ichwan

Kontroversi Larangan Photo Prewedding INFOJAMBI KORAN — Pemkab Merangin tidak hanya mengatur berbagai pola dan sistim pemerintah dalam melayani masyarakat, tapi juga soal larangan bagi masyarakat mengunakan photo prewedding, baik di undangan maupun X–Banner saat pesta pernikahan. Himbauan yang beredar ke sejumlah SKPD itu menuai kontroversi, terutama dari para pebisnis jasa photografi dan cetak undangan. Pasalnya, surat nomor : 451/189/ BPMPD/2014 tertanggal 14 Maret 2014 dinilai mengkerdilkan kreativitas dan menghambat bisnis tersebut. Surat yang diteken Bupa� Merangin, Alharis, itu menjabarkan bahwa saat ini ada kebiasaan baru tumbuh dan berkembang di masyarakat. Sebelum menikah, calon pengan�n melakukan photo prewedding dalam fose layaknya pasangan suami isteri, dibarengi dengan kholwat

(bermesraan) dan kasyful aurat (pembukaan aurat). Para pebisnis jasa prewedding keberatan dengan himbauan berkesan larangan tersebut. Meski sampai saat ini mereka mengakui belum menerima surat himbauan itu. Menurut mereka, sebelum mengeluarkan himbauan pemerintah duduk bersama dengan pihak terkait, seperti MUI, Lembaga Adat, Kementrian Agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan pebisnis jasa photografi. “Harus lihat kategorinya, bagaimana yang tidak boleh. Apakah konsumen dilarang mencantumkan photo prewedding di undangan dan banner di lokasi nikah dengan photo yang tidak dilarang etika dan agama. Kalau fose vulgar kami �dak pernah melakukannya,” ujar Jef, seorang pebisnis prewedding. Jef mengungkapkan, pemerintah harus duduk bersama sebelum mengeluarkan him-

bauan. Jika surat itu beredar tanpa dasar terinci dan jelas, masyarakat tidak akan lagi memanfaatkan jasa photo pernikahan. “Bagaimana usaha kami berkembang. Itu sama saja pemerintah menghambat ekonomi rakyat. Seharusnya

dicari jalan keluar. Himbauan yang ada sekarang sangat sepihak,” tandas Jef. Ka b a g Ke s ra Pe m ka b Merangin, Abdul Gani, mengaku sudah menerima surat himbauan yang dikeluarkan BPMPD tersebut. Sementara, Sekretaris BPMPD Merangin,

M Alamsyah, enggan mengomentarinya. Namun, sikap serius ditunjukkan oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Merangin, Zoztarpia. Menurutnya, sebelum surat himbauan keluar, Bupa� Merangin sudah berkoordinasi dengan pihaknya. Zoztarpia membantah “pelarangan” prewedding mengganggu ak�vitas bisnis photografi dan percetakan undangan. Pasalnya, larangan berlaku pada untuk photo pasangan calon pengan�n yang sifatnya bermesraaan. Alasannya, sesuai norma agama, pasangan yang belum menikah haram bersentuhan. “Belum jadi resmi menikah, tapi photo di undangan dan x-banner seper� sudah muhrim. Alangkah baiknya diletakan hadist Nabi. Itu lebih bermanfaat daripada mengumbar photo mesra,” jelas Zoztarpia. Menurut Zoztarpia, Bupa� Merangin ingin masyarakat

menghorma� ajaran agama Islam. Masalahnya sepele, tapi dampaknya besar. Photo bermesraan dan berpelukan di undangan bila dilihat anakanak bisa menimbulkan efek nega�f. “Ambil sisi posi�fnya, jangan terlalu dipermasalahkan. Bupati punya kepedulian sede�l itu untuk masyarakat. Insya Allah �dak mengganggu bisnis,” kata Zoztarpia. Polemik ini juga disikapi tokoh masyarakat Merangin, Masduki. Menurutnya himbauan tersebut bukan ganjalan bagi pebisnis cetak undangan dan photografi. Hanya saja, pemerintah perlu melakukan sosialisasi, menerangkan hal-hal yang dilarang dalam himbauannya. “Yang dilarang itu menampilkan photo seronok dan vulgar serta mengandung pornografi. Kalau photo berdua saja, saya rasa tidak masalah. Intinya �dak vulgar dan berbau porno,” tandas Masduki. —jefrizal


BUNGO-TEBO

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

15

Baru Dua Hari Dilantik, Taufiq Ditarik KPK INFOJAMBI KORAN — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Bungo, M Darwin M Noor SH dengan senang ha� melepas salah seorang jaksa terbaiknya, Taufiq Ibnugroho SH MH menjadi Jaksa Penuntut di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Jakarta. Taufiq saat dilepas ke KPK Jakarta, baru dua hari dilan�k menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Muara Bungo, menggan�kan Hamsudin, SH, dalam acara resmi di kejari setempat.

Taufiq dilan�k dan serahterima jabatan Kasi Pidum, Selasa (18/3), ternyata Rabu (19/3) malam dapat surat permintaan dari KPK. Setelah dikoordinasi dengan Taufiq memilih Kasi Pidum atau Jaksa Penuntut KPK, dia memilih ke KPK. Kajari Muara Bungo, M Darwin M Noor, akhirnya menindaklanjuti dengan surat perintah Taufiq ke KPK, Kamis (20/3). Surat perintah yang sama juga dikantongi Taufiq dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kaja�) Jambi.

Taufiq sewaktu masih bertugas di Lampung sudah ikut seleksi di KPK, tapi keduluan penugasannya ke Bungo. Baru dilan�k di Bungo, keluar hasil seleksi di KPK. Taufiq sebelumnya bertugas di Kejari Lampung, sedangkan pejabat lama, Hamsudin SH, dipromosi menjadi Kepala Cabang Penyabungan Sumatera Utara. Kajari Muara Bungo juga mengeluarkan surat perintah kepada Jaksa Seksi Pidum, Sumarsono SH MH, menjadi PTK (Pelaksana Tugas Harian) Kasi Pidum. Sekarang Kejari Muara Bungo

hanya memiliki 11 orang jaksa, termasuk Kajari dan kasinya, sementara mereka butuh sekitar 25 orang jaksa. Menurut Darwin, jaksa selaku penuntut umum harus punya kecerdasan mumpuni untuk menciptakan keadilan dan kepas�an hukum sesuai harapan masyarakat. Selama ini prestasi kejaksaan dinilai masyarakat belum optimal, namun kejaksaan akan terus meningkatkan citra dan wibawanya di tengah masyarakat. —hambali

Bupati dan Wabup Bungo Dampingi Wagub

Wagub memberikan sambutan di ponpes sekaligus memberikan bantuan berbagai alat bangunan Ponpes serta uang tunai untuk 10 orang anak yatim piatu.

Wagub didampingi Bupati tengah menguji kendaraan roda dua yang dibantu melalui dana Samisake di kecamatan Muko-muko Bathin III Ulu.

Bupati dan Wagub bersama rombongan meninjau bendungan air di Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah.

INFOJAMBI KORAN — Bupati Bungo H. Sudirman Zaini bersma Wabup H. Mashuri masing-masing bersama istri, Selasa (25/3) mendampingi Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar bersama istri mendatangi beberapa objek pembangunan program pemerintah. Program ya Pusat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM), program Satu Milyar Satu Kabupaten (Samisake) Provinsi dan program PDPM oleh Pemerintah Kabupaten Bungo serta yang lainnya. Diantaranya di Kecamatan Bathin III, Bathin II Babeko, Bathin III, Bathin VII Muko Muko dan Bathin III Ulu. Di sejumlah ��k yang dikunjungi itu antara lain usaha kecil masyarakat Dusun Purwobak�, Bedah Rumah program Samisake, Pelan�kan Datuk Rio Dusun Purwobak�, Pondok Pesantren Hujratul Khair di Kecamatan Bathin III. Dilanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Bathin II Babeko meninjau jembatan Dusun Tanjung Menan� kemudian menuju bendungan Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah. Perjalanan berlanjut ke Kecamatan MukoMuko Bathin VII, menyerahkan bantuan

Bupati, Wabup dan Wagub beserta istri, serta rombongan photo bersama sambil menunjukkan hasil produksi pisang Sale usaha ibu Poniati di Dusun Purwobakti Kecamatan Bathin III.

Bupati H. Sudirman Zaini, Wagub H. Fachrori Umar dan Wabup H. Mashuri beserta istri photo bersama di halaman rumah milik warga Dusun Purwobakti yang dibangun dengan program Samisake yang dibantu Swadaya masyarakat sehingga bisa berdiri permanen.

roda �ga. Kemudian melakukan peninjauan masjid dan pembangunan KTM Karak Apung dan berakhir di Dusun Buat Kecamatan Bathin III Ulu

dengan agenda makan bersama di rumah ulama kharisma�k H. Abizar yang juga sahabat dekat Wagub H. Fahrori Umar. —hambali

Bupati Tebo Silaturrahmi dengan Danrem INFOJAMBI KORAN — Bupati Tebo H. Sukandar bersama istri, Kamis (24/3) sore di Pandopo menerima kunjungan Komandan

Korem 014/Garuda Pu�h Kolonel Kav. Marsudin Utomo dan pada malam harinya dilanjutkan pisah sambut Dandim 0416/Bute

dari Letkol Inf. Jonny Djamaris kepasa pejabat baru Letkol GZI LIN Nofrianto. H. Sukandar dalam sambutannya mengucapkan

selamat datang kepada Danrem 014/Gapu dan Dandim baru di Kabupaten Tebo. Selain itu mengucapkan terima kasih atas jalinan kerjasamanya dengan baik selama ini, dan dapat dilanjutkan oleh Dandim baru. Sedangkan kepada pejabat Dandim yang lama H. Sukandar mengucapkan selamat jalan ke tempat tugas yang baru. Danrem 014/Gapu Kolonel Kav. Marsudi Utomo pada kesempatan itu juga menyampaikan prihal yang sama untuk membangun keamanannya. Kabupaten Tebo ke arah yang Hadir pada kesempatan itu lebih baik stabilitas politik dan para pimpinan Forkompinda

Tebo yang lengkap hadir pada kesempatan tersebut. —hambali


16

EDISI 22 1 � 15 APRIL 2014

PROFIL

Yasir : Tak Banyak Omong SOSOKNYA pendiam. Tak banyak omong. Begitu kira-kira kesan pertama ketika baru mengenal pria bernama Yasir ini. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkot Jambi ini memang low profil. Terkadang ada orang yang menilainya sombong. Tapi �dak begitu kenyataannya. Yasir malah dikenal gampang akrab dengan siapapun. Ia pun cukup disegani oleh kalangan pegawai Pemkot Jambi, terutama di Kantor

Walikota, terlebih-lebih lagi di mata belasan stafnya. Di kantor, sehari-harinya Yasir dipanggil Pak Wo, yang ar�nya bapak yang dituakan. Awal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Yasir tidak masuk melalui jajaran pemerintah daerah (pemda). Ia dulu merupakan staf di Departemen Penerangan (Deppen).

Waktu itu dia ditempatkan di kantor wilayah (kanwil) Provinsi Jambi dengan pangkat rendah. Pasca bubarnya deppen, Yasir kemudian bergabung ke pemerintah daerah. Terhitung sejak tahun 2000 dia tercatat sebagai staf Pemkot Jambi. Beberapa tahun menjadi staf bagian humas, Yasir diangkat menjadi kasubbag, masih di bagian humas. Sembari bekerja, dia kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Karier Yasir terus menanjak. Sifat mudah bergaulnya membuat dia diangkat menjadi Kabag Humas. Pejabat penyandang gelar sarjana sosial (s.sos) ini pun mem-

buat banyak terobosan di unit kerja yang dipercayakan padanya. Yasir lahir di Bajubang, 5 Mei 1958, pernah bersekolah di STM Negeri Jambi. Dia suka sekali dengan olahraga tenis dan sepakbola. Meski masih sering bermain tenis, anak dari pasangan Haji Anwar dan Subahiyar ini �dak melupakan kerja dan tanggungjawabnya sebagai pejabat. Bicara soal pekerjaan, warga Jelutung, Kota Jambi ini �dak sungkansungkan mengungkapkan kendala yang dihadapinya selama menjabat kabag humas. Salah satu contoh, kurangnya sarana dan prasarana, seper� ruangan kerja. Ruang humas yang sekarang terlalu sempit bagi 17 pegawai yang ada di bagian itu.

“Mudah-mudahan nanti ada perubahan demi meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” kata Yasir. Di dalam keluarga, Yasir tergolong berhasil membimbing anak-anaknya. Pernikahannya dengan Yeti membuahkan empat anak yang cerdas dan pintar. Anak sulungnya, Yoki, kini bekerja di RSUD Raden Ma�aher Jambi. Anak keduanya, Yesi, seorang sarjana apoteker. Dua anaknya yang lain, Yandi, kuliah di S�kom Jambi, dan anak bungsunya, Yolanda, masih sekolah. Menariknya, keempat anak Yasir seluruh namanya memakai huruf awal Y, sama dengan huruf awal nama ayah dan ibunya, Yasir dan Ye�. —infojambi.com

Azra Azinur : Ibu Rumah Tangga Dipercaya Pimpin RT INFOJAMBI KORAN — Murah senyum dan ramah. Itulah kesan pertama yang terpancar dari diri Azra Azinur. Wanita yang biasa disapa Yuk Ar ini dipercaya warga Lorong Bendera, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, menjabat Ketua Rukun Tetangga (RT) 41. Seorang wanita menjabat Ketua RT masih tergolong langka di Jambi. Selain menjabat Ketua RT, Azra merupakan ibu rumah tangga biasa. Sifat kepeduliannya yang �nggi terhadap warga membuatnya dipilih menjadi Ketua RT. Sosok Azra ini dikenal baik oleh

warga sekitar tempat �nggalnya. Dia sering menolong warga yang membutuhkan bantuan. Dia menolong bukan dengan uang, tapi dengan kepeduliannya. Selain aktif di RT, wanita ini juga sibuk di organisasi dan partai. Dia ikut bergabung di PDI Perjuangan, bersama suaminya yang menjabat Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Legok, Telanaipura, Kota Jambi. Jiwa sosial Azra sangat �nggi. Ibu empat anak ini ingin lebih banyak membantu warga �dak mampu. Menurutnya, warga Kota Jambi masih banyak yang membutuhkan perha�an. Karena

itulah dia selalu dekat dengan warga agar bisa tahu apa yang dibutuhkan. Azra punya prinsip bahwa hidup harus mandiri dan berusaha sendiri. Dia kurang suka melihat orang-orang yang membonceng nama besar

keluarga. Semua yang dilakukannya terhadap warga diberikan secara ikhlas dan tanpa pamrih. “Saya tidak butuh sanjungan. Semua saya lakukan dengan ikhlas,” ujar Azra dengan nada rendah. —elvira dwi octariantari

BIODATA Nama Tempat/Tanggal Lahir Agama Alamat Pendidikan Suami Anak

: Azra Azinur : Jambi, 10 Januari 1969 : Islam : Jl. Slamet Riyadi RT.41, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi : SD, SMP, SMA Muhammadiyah Jambi : Sahrul : Noprima, Willa, Awindo dan Zelly

Infojambi koran edisi 22  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you