Page 1

C M Y K

M Y K

INFOJAMBI Koran M E N G U P A S

L E B I H

Berita Realtime Pertama

D A L A M

di Jambi

EDISI 10 / 1 � 15 JANUARI 2013

TAHUN 2013 adalah tahun poli�k. Diawali penetapan parpol peserta pemilu, persiapan pemilu legesla�v dan presiden 2014, sedangkan peris�wa poli�k lokal di Provinsi Jambi, Pemilukada Kota Jambi, KabupatenMerangin dan Kabupaten Kerinci milukada serta persiapan PeGubernur

HBA “Kunci” Pemilukada Tingkat Dua

Jambi tahun 2015. Peris�wa poli�k tersebut sangat terkait satu sama lainnya. Bagi yang berminat menjadi Gubernur Jambi, tentunya harus mengamankan kemenangan partainya dalam pemilu legesla�v. Soalnya se�ap calon harus memiliki dukungan partai untuk maju sebagai calon gubernur. Apalagi kalau disahkan undang-undang pemilihan gubernur dipilih oleh DPRD. Dampaknya, bakal terjadi pertarungan poli�k secara terang-terangan, �dak lagi malu-malu kucing. Contoh paling anyar, statemen Bupa� Batanghari, Abdul Fattah, mendukung HBA menjadi Gubernur Jambi periode 2015 – 2020. Kado akhir tahun 2012 dari Fa�ah untuk HBA itu suatu manuver poli�k yang sangat banyak maknanya. Bisa jadi Fa�ah minta perlindungan pada HBA, kalau-kalau kasus Damkar menyeretnya, juga jawaban desasdesus pencalonan Zumi Zola dan Syahrasaddin serta calon lainnya. Sudah menjadi rahasia umum, Zumi Zola digadang-gadangkan bakal mencalonkan diri menjadi Gubernur Jambi mendatang. Sebagai pelanjut dinasti politik Nurdin, yang paling bisa menyaingi kepopuleran HBA adalahZumi. Walau awal tahun 2012 lalu Zumi dihajar pemberitaan kasus wanita, membuat pamornya sedikit berkurang. Tapi kepopulerannya di kalangan remaja dan ibu-ibu di Provinsi Jambi masih kuat. Sekda Provinsi Jambi, Syahrasaddin juga disebut-sebut su-

Wisata Jambi Masih Begitu Aja !

dah memasang ancang-ancang. Wacana itu datang dari Koordinator Jambi EMAS Watch, Nasroel Yasier. Ia menyatakan Syahrasaddin layak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2015. Kiprahnya sebagai Sekda berpeluang besar untuk meraih kepopuleran. Namun, beberapa kalangan menilai, Sadin —panggilan akrab Syahrasaddin— sebagai Sekda belum menunjukkan prestasi memuaskan. Misalnya, gagalnya Pemprov Jambi merebut WTP dan masih rendahnya kinerja birokrasi pemprov. Bebarapa kebijakannya bergesekan dengan HBA, seper� kasus penerimaan mahasiswa STPDN. Pertarungan awal adalah Pemilukada Kota Jambi. Ada anggapan siapa yang menguasai Kota Jambi diperkirakan bisa menguasai Provinsi Jambi. Mengama� calon yang muncul, terjadi pertarungan sengit dari kekuatan parpol besar dan trah keluarga Nurdin, Manap dan HBA. Hingga saat beberapa partai masih galau menimbang-nimbang para kandidat, alasan klasik menunggu hasil survey. Partai Demokrat entah siapa yang akan merekadukung, walau Effendi Ha�a sudah gencar melakukan sosialisasi dan dikabarkan HBA kurang nyaman bila Effendi yang maju. Lalu �ba-�ba mencuat nama AsvanDeswan yang dikenal orang dekat HBA, kemunculan nama Asvan suatu pertanda besar ? Menyimak kiprah poli�k Effendi Ha�a yang saat ini menjabat Ketua DPRD Provinsi Jambi dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, posisi tawarnya dengan HBA sangat kuat, apalagi DPC Demokrat Kota Jambi dikuasai oleh orang-orang Effendi Hatta, seper� AS Budianto. Antara Budianto dan Effendi saling bahumembahu. Posisi yang di�nggalkan Effendi Ha�a dengan mulus diraih Budianto, suatu skenario yang amat matang. Secara terang berderang DPC Demokrat Kota Jambi bulat mendukung Effendi Ha�a menjadi Walikota Jambi periode 2013 - 2018. Begitu juga dengan Golkar yang dikaitkan dengan SY Fasha, tapi Golkar yang dikuasai oleh keluarga Manap �dak dengan “gra�s” memberi dukungan kepadaFasha, minimal posisi wakil menjadi bargaining. Walaupun demikian, bisa-bisa beberapa bulan kedepan muncul kejutan, di luar analisa para pengamat poli�k di Jambi. Hanya saja, batu sandungan bagi Fasha be-

HARGA : Rp 10.000,-

berapa kasus �ndak pidana yang dihubunghubungkan dengan namanya, seper� kasus Intake di Tanjung Jabung Barat dan kasus lainnya. Sementara Sum Indra, kabarnya sudah mendapat dukungan dari PAN dan beberapa partai lainnya. Bagi Sum sebagai penerus dinasti Nurdin yang memang menguasai PAN, �dak masalah dengan dukungan partai. Hanya saja, beberapa kalangan kurang setuju Sum berpasangan dengan Maulana —memang banyak orang �dak mengenal sosok Maulana--- dan Maulana harus bekerja keras mensosialisasikan dirinya. Tidak bisa dianggap remeh peluang calon pertahana Bambang Priyanto, yang dikabarkan akan didukung oleh PKS. Arah itu kelihatan ke�ka Presiden PKS, H Lu�hi Hasan Ishaaq, bersafari dakwah ke Kota Jambi, Selasa malam (8/1), Bambang hadir dalam acara tersebut. Apalagi suara dari perantau Jawa di Kota Jambi cukup signifikan. Sedangkan Pemilukada Kabupaten Merangin dengan munculnya Al Haris yang juga orang dekat HBA, di sisi lain calon pertahana Nalim yang juga Ketua Demokrat Kabupaten Merangin maju pula. Mana yang akan didukung HBA, calon dari Demokrat atau orang dekat ? Banyak kalangan menilai, majunya Haris sebagai Bupati Merangin sangat terburuburu. Selain masih muda, juga membuat HBA “bak makan buah simalakama”. Tapi melihat sosialisasi yang gencar dilakukannya, Haris berpeluang memenangkan Pemilukada Merangin. Sementara Pemilukada Kabupaten Kerinci akan berlangsung ketat, karena banyaknya calon, terutama dari daerah Siulak dan sekitarnya. Sebut saja calon pertahana Murasman, Adirosa juga bakal majunya kembali Ami Taher untuk “balasdendam” kepada Murasman atas kekalahannya lima tahun lalu yang sangat �pis. Sudah menjadi rahasia umum, se�ap Pemilukada di Kerinci, selalu diiku� banyak calon, kalau tidak ada pembatasan pencalonan mungkin calon bisa puluhan. Bahkan �ap desa akan mencalonkan satu bupa�. Dari peris�wa poli�k yang bakal dihadapi masyarakat Jambi, moga masyarakat makin cerdas memilih orang-orang yang betul-betul merakyat, �dak primordial, sederhana, dan �dak korupsi…Semoga. ***

MAT SULO # PEMILIHAN WALIKOTA DAN BUPATI “MEMANAS” = Asal dak sampe bedarah-darah bae, Jok…

Tahun Kelam Olahraga Jambi

Tengkuluk Go Nasional

# BANYAK PEJABAT TERSERET KASUS DAMKAR = Tapi ado jugo Bupa� yang dak berani disentuh… # WISATA JAMBI MASIH BEGITU-BEGITU SAJA = Apo dak nyo, sibuk ngurus putri-putri begaya bae…

Arifien Manap Disidang

RSBI... Nasibmu Kini...

Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24 Mayang Mangurai Simpang III Sipin, Kota Jambi.

# PRESTASI OLAHRAGA JAMBI TERUS MEROSOT = Makonyo cubolah hargoi atlet berprestasi tu, Jok… # RSBI DIBUBARKAN, PEMERINTAH CARI PROGRAM BARU = Takut abis lokak tu yo ?...

E-mail : infojambi@yahoo.com

C M Y K


2

INFO-Kami

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

Dari Buku Kecil Mursyid Sonsang

Cinderamata dan Suara Azan….. (ASPI) dan terakhir mengunjungi Thales Representa�ves On Australia Military Industry. Agenda kunjungan lima hari di Australia sangat ketat, membuat anggota agak kedodoran, apalagi sesampai di Sydney harus menempuh perjalanan darat ke Canberra selama empat jam. Semua kantorkantor yang akan dikunjungi berada di Canberra dan cuaca cukup dingin waktu itu. Pada malam hari suhu mencapai 5 derajat celcius. CEO InfoJambi Group, H Mursyid Sonsang, telah menyelesaikan pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI). Banyak suka-duka dialaminya selama enam bulan belajar satu kelas dengan para petinggi negara tersebut. Pengalaman itu dicatatnya dalam sebuah buku kecil. Inilah kisah manis wartawan Jambi satu-satunya yang sudah mengiku� pendidikan di Lemhanas itu. HUBUNGAN Australia dan Indonesia sudah berlangsung lama, bahkan ke�ka Indonesia merdeka, Australia termasuk negara yang memberi dukungan. Begitu juga ke�ka Belanda ingin menjajah kembali Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Para buruh di Australia memboikot kapal-kapal Belanda. Wajar bila pada perundingan damai antara Indonesia dan Belanda, pihak Indonesia memilih Australia untuk mewakili kepen�ngannya. Bergulirnya waktu dan pergan�an pemerintahan di kedua negara, mempengaruhi hubungan Australia - Indonesia. Hubungan di bidang pertahanan, ekonomi dan pendidikan berjalan sangat baik, terutama pada masa pemerintahan Presiden RI Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Juliand Gilard. Untuk mempererat hubungan kedua negara, Lemhannas RI tahun 2012 mengirim peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVIII untuk melakukan Studi Strategi Luar Negeri (SSLN) ke Australia, dari tanggal 15 – 21 September 2012. Rombongan dipimpin Sektama Lemhannas, Drs Chandra Manan Mangan M.Sc, berjumlah 25 orang, dari Lemhannas 8 orang dan peserta PPSA 17 orang. Selama di Negara Kangguru rombongan berdiskusi dan mendapat masukan dari berbagai lembaga yang dikunjungi, seper� Civil Military Centre, Department of Prime Minister and Cabinet on Special Autonomy and Federal States Rela�on In Australia, Department Foreign Affair and Trade, Department of Defense of Australia, Australia Strategy Policy Institute

Kentut siapa ? Selama perjalanan dengan bus yang lumayan bagus, banyak kejadian tak terduga. Rombongan melepaskan kele�han dengan �dur pulas. Momen ini �dak disia-siakan oleh fotografer senior PPSA, Brigjen Pol Arief, untuk mengambil momen kawan-kawan sedang �dur dalam berbagai gaya dengan kamera canggihnya. Bau angin tak sedap ikut memeriahkan suasana dalam bus. Seseorang yang menahan kentut cukup lama, karena �dak tahan lagi, mengeluarkannya perlahan-lahan, membuat seisi bus berpandangan. Bahkan, sekaliber Komandan Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo, berteriak gusar. “Wah… kentut siapa ini !” sergahnya seraya tegak dan mencium kiri dan kanan serta arah muka dan belakang, mencari-cari asal kentut. Penumpang lain juga berteriak, karena bau sangat menyengat itu. Ketika diwawancarai, Agus Sutomo sudah mendapatkan pelaku kentut itu, tapi dengan alasan keamanan, beliau harus menutup rapat siapa pelakunya. Masalah kentut ini menjadi world topic selama perjalanan Canberra - Sydney, membuat rombongan sakit perut tertawa membicarakannya. Kok kentut baunya segitu amat ya….. Suara Azan dari HP Beberapa lembaga yang dikunjungi, terkadang perlakuan pihak Australia sangat ketat. Seper� di kantor Departemen Foreign Affair and Trade. Semua anggota harus mendapat ID, dan diantar petugas melewati beberapa pintu yang hanya bisa dibuka oleh petugas kantor. Sesampai di ruang pertemuan, rombongan �dak diizinkan mengambil gambar. Tapi dasar fotografer, sebelum pertemuan dimulai, beberapa gambar sudah dijepret, sehingga ke�ka petugas melarang beberapa gambar sudah didapat. Namun, pada akhir pertemuan, pengambilan gambar diperbolehkan juga, saat ketua rombongan

Lemhannas, Mayjen Endang Heruddin, menyerahkan plakat pada pe�nggi departemen tersebut. Pemeriksaan cukup ketat juga terjadi di Departemen Pertahanan Australia. Petugas di lobby menggeledah semua kamera, HP dan alat elektronik lain, agar �dak dibawa ke ruang pertemuan. Rombongan dibagi dua kelompok, diantar masuk ke ruang pertemuan oleh petugas. Sebelum sampai ke ruang pertemuan, peserta PPSA sudah membayangkan bentuk ruangan itu, apalagi ada informasi pertemuan saling berhadapan satu sama lain. Tapi ternyata, ruangannya biasa saja, bahkan agak sempit. “Wah… kita pikir ruang pertemuannya sangat canggih, tapi biasa saja kayaknya,” ujar seorang peserta Lemhannas. Dalam dialog, pihak Kementerian Pertahanan Australia dipimpin Sekretaris Kemenhan Australia, Duncan Lewis, dan pe�nggi militer Australia lainnya. Duncan yang pernah bertugas di Jakarta mengawali pertemuan dengan berbahasa Indonesia. Suasana kaku berubah meriah. Setelah itu dilanjutkan pertanyaan-pertanyaan dari anggota PPSA menyangkut hubungan Indonesia – Australia, khususnya bidang pertahanan keamanan. Suasana kembali mencekam, ke�ka Duncan Lewis menyampaikan, hubungan Indonesia - Australia sering terganggu oleh pemberitaan pers di kedua negara yang cukup keras. Saling menyoro�. Ketua Rombongan PPSA, DR Mohammad Imran Duki, yang pernah lama �nggal di Austalia menyodorkan pertanyaan itu untuk dijawab anggota PPSA yang mewakili wartawan. Ke�ka Mursyid Sonsang menanggapi, khususnya menyangkut upaya dan langkah-langkah membangun kerjasama wartawan Indonesia dan Australia, �ba-�ba dari HP-nya terdengar suara azan. Suasana pun jadi hening dan mencekam. Dengan agak gugup, Mursyid mema�kan HP, lalu menjelaskan lagi upaya-upaya Dewan Pers dan PWI dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan di Indonesia. Usai pertemuan, muncul kegusaran peserta PPSA. “Kok HP Mursyid bisa dibawa masuk ke ruang pertemuan ? Menjelang masuk kan sudah digeledah ?” ujar seorang peserta PPSA. Dengan santai Mursyid menjawab, “Saya sembunyikan dalam lengan baju. Bagus juga para petinggi militer Australia dengar suara Azan,”

jelasnya. “Dasar wartawan…!” ucap peserta lain sembari tertawa. Kejadian yang juga membuat gusar, ketika Profesor Yana tidak bisa menahan batuk. Kang Yana menjelang berangkat memang sudah menderita batuk. Batuknya sudah bertalu-talu sebelum petemuan dimulai. Ke�ka membuang batuknya ke toilet, ia selalu diiku� petugas keamanan Australia, dan ditunggui hingga selesai. “Wah mereka takut juga, nan� virus batuk Kang Yana menyebar,” ujar peserta lainnya. Akhirnya Profesor Yana diamanakan di sebuah ruangan untuk is�rahat. Good Posi�on Kesempatan berfoto selalu ditunggu dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta Lemhanas. Apalagi banyak pemandangan dan objek-objek menarik untuk diabadikan. Bagi seorang fotografer, is�lah camera face sudah sangat familiar, suatu ��k dari wajah seseorang yang gagah atau can�k kalau difoto. Tapi Pak Agung mempopulerkan is�lah baru. Good Posi�on. Tapi is�lah ini hanya dipakai di kalangan terbatas saja. Soalnya, Pak Agung yang juga Panglima Armada Timur AL, merasa �dak enak dengan kawankawan yang menjadi fotografer. Se�ap rombongan akan berfoto, Pak Agung selalu bilang, good position, dengan gaya tegas beliau. Orang yang akan diambil fotonya lalu berubah posisi. Ada yang senyum, ada yang angkat kaki, ada yang tegak pinggang dan berbagai macam gaya. Weleh...weleh...weleh... Ada pula yang keranjingan berfoto terus. Siapapun di dekatnya akan kebagian tugas menjadi juru foto. “Ya... untuk kenang-kenangan,” ujarnya lugu. Cinderamata di Antara Dua Budaya Selama berkunjung di Australia, di akhir pertemuan rombongan Indonesia selalu memberi cinderamata berupa plakat Lemhanas. Tapi bagi orang Australia, �dak ada kebiasaan itu. Kalaupun mereka memberi, sudah dibicarakan dari awal. “Hanya rombongan kita yang ngasih plakat, mereka menerima dengan senang ha�,” ucap seorang anggota rombongan. Selain itu, mereka sangat efesien menerima rombongan. Hanya dengan beberapa orang saja, tidak mengganggu aktifitas kantornya, walau rombongan yang datang

cukup banyak. Mereka pun hanya menyediakan snack berupa kue-kue kering dan minuman ala kadarnya. Inilah salah satu bentuk pelajaran berharga yang diperoleh peserta Lemhanas, saling menghargai budaya antar negara. Jamuan Makan dan Ultah Pak Kausar Memang hebat orang Indonesia ini. Dimana pun berada, kalau ada tamu dari kampung, pas� diundang untuk makan. Begitu juga rombongan PPSA di Australia, dijamu makan di rumah Atase Pertahanan, Marsekal Pertama TNI Widjanarko. Dua hari tak makan masakan Indonesia, nampaknya dipahami tuan rumah yang kemudian menyediakan makanan khas Indonesia sambil diiringi organ tunggal. Semua hidangan pun ludes. Acara makan malam jadi meriah karena bertepatan dengan ulang tahun Pak Kausar, tenaga ahli di Lemhanas. Dia pun menyumbangkan suara emasnya melalui tembang berjudul “Angin Malam”, diikuti “duet maut” Bunda “Dr Rosita Noor” dan Marsekal Muda Husra Harahap alias Ucok, dengan lagu lawasnya “I Can’t Stop Loving You”. Selain itu juga ada jamuan makan malam di kantor Kedubes RI, di Camberra. Walau Pak Dubes sedang bertugas di Jakarta, para stafnya menyiapkan makan malam yang enak bagi rombongan Lemhannas. Hari terakhir dijamu makan di restoran Turki, dengan kebabnya yang rasanya mantap, mantap…mantap. Come Back to Australia Selama SSLN PPSA XVIII ke Australia, banyak kenangan yang sulit dilupakan, terutama jalan yang �dak macet, rasa aman dan kota yang bersih. Kenangan ini membuat kita ingin kembali lagi ke negara tetangga bule ini. Memang, beberapa peserta PPSA pernah sekolah dan bertugas serta mengunjungi negara ini, seperti Laksama Agung Parmono (Athan di Australia), DR Mohammad Imran Duki (sekolah), DR Syarief Burhanuddin (sekolah), Mayjen TNI Endang Heruddin (sekolah di Lemhanasnya Australia), Mursyid Sonsang (sekolah) dan peserta lainnya. Diiringi lagu balad Australia, Waltzing Ma�lda, pesawat Garuda yang membawa rombongan mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Ha�a, Jumat sore 21 September 2012. See you later. ***

Diterbitkan Oleh : CV. InfoJambi. Pimpinan Umum : H. Mursyid Sonsang. Pemimpin Redaksi : Doddi Irawan Wakil Pemimpin Redaksi : Hj. Asnelly Ridha Daulay. Redaktur Pelaksana : Izwan Sholimin. Redaktur : Syafruddin, Tasman, Aldi Panri, Suhairi M. Kota Jambi : Lery RD, Erdo Wardi, Fachri M, Iwan Paisal. Batanghari : Afrizal J Toisuta. Sarolangun : Rudy Ichwan. Merangin : Sudaryanto. Tebo : Budi Utomo.Bungo : Hambali. Kerinci / Sungai Penuh : Amirsyam, Feri Hartanto, Ardie Wiranata. Muaro Jambi : Ryan Bromanggara.Tanjung Jabung Timur : Suhaili. Tanjung Jabung Barat : R. Simanjuntak.Tungkal Ulu / Merlung : M. Hatta Z. Perwakilan Jakarta : Bambang Subagio. Pemasaran / Sirkulasi : Abdul Mu’in. Keuangan : Dewi Ariani Informatika. Tekhnologi : Iman Kurnia, Lilis Mariana. Penasehat Hukum : Kantor Hukum dan Keadilan Terpadu (KHKT) Jambi. Alamat Redaksi : Jl. Ir. H. Juanda No.24 Mayang Mangurai Simpang III Sipin, Kota Jambi. Email : infojambi@yahoo.com. Percetakan : PT. Riau Graindo,Pekanbaru I S I

D I L U A R

T A N G G U N G - J A W A B

P E R C E T A K A N


INFO UTAMA

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

3

HBA “Kunci” Pemilukada Tingkat Dua Bambang Priyanto

Sum Indra

INFOJAMBI KORAN — Banyak

cerita politik terjadi di Provinsi Jambi. Yang paling marak masih seputar pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Beberapa daerah tingkat dua, dalam waktu dekat masa jabatan kepala daerahnya bakal berakhir. Ada tiga daerah menggelar pemilukada tahun 2013, Kota Jambi, Kabupaten Merangin dan Kerinci. Tahun 2015, giliran gubernur dan wakil gubernur yang habis masa bhaktinya. Lantaran sudah dekat, tahun 2012 menjadi tahun sangat menentukan. Tidak terlalu jauhnya perbedaan waktu membuat situasi politik di Jambi mulai “memanas”. Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), tidak bisa lepas dari pemilukada daerah tingkat dua. Saat terpilih sebagai gubernur, 2010, perolehan suaranya sangat signifikan. Suara HBA bisa dimanfaatkan para calon kepala daerah. HBA merupakan Ketua Partai Demokrat Provinsi Jambi, partai pe-

Effendi Hatta

SY Pasha

menang pemilu di Jambi maupun republik ini. Pengaruhnya di Demokrat cukup besar. Meski Demokrat terus dirundung masalah, tidak begitu yang terjadi di Jambi. Demokrat justeru aman-aman bae. Pemilukada Kota Jambi diprediksi bakal “hangat”. Sejumlah kandidat dikenal cukup dekat dengan HBA. Situasi ini membuat HBA mesti ekstra hati-hati. Ia akan butuh dukungan dari walikota dan wakil walikota Jambi terpilih nanti. Siapa yang bakal didukung HBA ? Bambang Priyanto, Effendi Hatta, SY Pasha, atau Sum Indra ? Atau, barangkali ada “kuda hitam” yang masih disembunyikan ? Banyak orang masih mereka-reka hitungan politik HBA. Bambang Priyanto, diawal masa jabatan sudah “pecah kongsi” dengan wakilnya, Sum Indra, mungkin tidak memakai perahu Demokrat. Ia mesti mencari partai yang sudi mengusungnya melanjutkan takhta di balai kota. Meski terkesan terseok-seok, be-

Al Haris

berapa orang dekat Bambang yakin, dokter terkenal itu maju dalam pencalonan nanti. Pasalnya, walikotawalikota terdahulu, seperti Arifien Manap dan HM Sabki, menjabat dua periode. Lalu, adakah peluang Effendi Hatta ? Ketua DPRD Provinsi Jambi ini hampir pasti didukung oleh Demokrat. Ada yang berpendapat, seharusnya ia tidak maju, karena levelnya sudah di “kelas satu”. Namun, pria yang akrab disapa Bang Fendi ini tampak gencar turun ke masyarakat. Bersosialisasi. “Saya akan maju dalam pencalonan Walikota Jambi. Saya ingin membuat perubahan di Kota Beradat ini,” kata Effendi Hatta, yang termasuk paling dekat dengan HBA. Kans menang Bang Fendi cukup besar. Ia sangat dikenal masyarakat kalangan menengah ke bawah. Wajar saja. Pria low profil ini memang menapak karier politik dan bisnisnya dari bawah. Ia pernah jadi karyawan swasta, bahkan jadi orang suruhan. Kandidat lain, SY Pasha. Sosok

Trah Manap Masih Mantap…

INFOJAMBI KORAN — Nama besar H Abdul Manap masih berkibar di Jambi. Ia termasuk salah seorang tokoh penting pendiri Provinsi Jambi. Kiprahnya di pemerintahan pun diakui. Abdul Manap pernah menjadi Penjabat Gubernur Jambi (1967 – 1968), sesudah M Joesoef Singedekana dan sebelum RM Noer Abmadibrata. Kiprah H Abdul Manap di pemerintahan terus berlanjut ke generasi penerusnya. Beberapa anaknya sukses menjadi pejabat pen�ng di Jambi. Diantaranya, H Tommy Effendi Manap, H Zoerman Manap dan H Arifien Manap. Bahkan, darah kepemimpinan H Abdul Manap juga mengalir ke cucu-cucunya, seper� Arif Munandar dan Nuzul Prakasa. H Zoerman Manap, terkenal sebagai kontraktor sukses, dan juga dikenal berhasil di dunia poli�k. Ia pernah menjadi Ketua DPRD Provinsi Jambi, dan kini menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi. Di panggung poli�k, Zoerman Manap memimpin partai berkuasa pada masa orde baru (orba), Partai Golongan Karya (Golkar), untuk wilayah Provinsi Jambi. Adik Zoerman, Arifien Manap, pun tergolong sukses. Ia pernah menjabat Walikota Jambi selama dua periode. Arifien Manap juga ak�f di partai berlambang pohon beringin. Tak hanya itu, isteri

Zoerman Manap Arifien Manap

Nuzul Prakasa

Arif Munandar

Arifien Manap, Maesita Arifien, kini meneruskan jejak suaminya di Partai Golkar. Bahkan, Maesita duduk sebagai salah satu wakil ketua di DPRD Kota Jambi. Anak Abdul Manap lainnya, Tommy Effendi Manap, juga tak kalah hebatnya. Tommy memang tak pernah menjadi kepala daerah ataupun ketua partai poli�k. Tapi setidaknya Tommy pernah menjabat kepala dinas di �ngkat provinsi. Selain itu ada pula nama Radjoni Manap yang sukses di dunia bisnis. Cucu-cucu Abdul Manap pun tergolong berhasil mempertahankan nama harum “trah” Manap. Satu cucunya, Nuzul Prakasa, sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kota Jambi. Nuzul diprediksi bakal meneruskan estafet ayahnya, Zoerman Manap, di dunia poli�k. Partainya pun sama dengan ayahnya, Partai Golkar. Cucu Abdul Manap lainnya, Arif Munandar, sukses di bidang pemerintahan. Bayangkan, dengan usia yang masih rela�f muda, Arif

kini menduduki jabatan strategis, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jambi ini sudah pernah menjadi camat, kepala dinas dan asisten di Pemkot Jambi. Melihat hebat-hebatnya anakanak dan cucu-cucu Abdul Manap, membuat trah Manap perlu diperhitungkan oleh para kandidat yang ingin menjadi kepala daerah di Provinsi Jambi, terutama di Kota Jambi. Apalagi salah satu partai besar di republik ini, Partai Golkar, ada dibawah pengaruh keluarga besar Manap. Akankah anak-anak dan cucu Manap melepaskan posisi jabatan strategis di pemerintahan, yang secara tidak langsung sudah menjadi “hak” mereka ? Akankah keluarga besar Abdul Manap rela memberikan suaranya kepada kandidat yang memakai perahu Partai Golkar dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) ? (doddi irawan)

Nalim muda ini sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari. Namanya semakin tersohor karena rajin berbaur dengan masyarakat bawah. Tak jarang ia turun ke daerah kumuh, bergotong royong bersama warga. Popularitas Pasha bisa jadi paling tinggi, kendati tergolong pemain baru dalam kancah politik di Jambi. Saking ngetopnya, anak-anak SD saja tahu, karena wajahnya kerap muncul di stasiun-stasiun TV lokal. Pasha yang menjabat Ketua AMPG —anak Partai Golkar— hampir dapat dipastikan disorong oleh partai berlambang pohon beringin itu. Apalagi ia dikabarkan berpasangan dengan H Asvan Deswan, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi. Asvan sangat dekat dengan HBA. Di lingkungan kerabat HBA, namanya masuk daftar “ring satu”. Terbukti, begitu HBA duduk sebagai gubernur, Asvan langsung ditarik ke pemprov. Sebelum menjadi kepala biro humas, ia menjabat kepala biro pemerintahan. Selain dekat dengan HBA, Asvan memiliki lumbung suara yang besar. Putera asli Tebo ini mendapat dukungan dari masyarakat Bungo dan Tebo yang tinggal di Kota Jambi. Kendati sudah berpisah, Bungo dan Tebo sampai kini masih setali tiga uang. Suara Asvan dari dua kabupaten itu akan ditambah dari Kerinci dan Sungai Penuh. Isteri Asvan adalah seorang wanita asli Kerinci, dan pada era 1990-an ia cukup lama bertugas di Kerinci. Asvan pernah menjadi sekwilcam dan camat di sana, sehingga tentu banyak mengenal tokoh-tokoh Kerinci. Satu lagi kandidat lagi, Sum Indra. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga warga Kota Jambi. Selain menjabat wakil walikota, Sum merupakan cucu Nurdin Hamzah, seorang kaya-raya yang kiprah dinastinya sudah teruji. Obrolan di warung kopi pun memperhitungkan nama Sum. Barangkali Sum tidak terlalu banyak berharap pada HBA. Ia “punya” Partai Amanat Nasional (PAN). Partai berlambang matahari terbit ini bisa jadi tidak menjagokan kandidat lain. Sum akan menjadi calon tunggal. Apalagi, Ketua DPW PAN Jambi, H Hazrin Nurdin, adalah oom kandung Sum. Keseriusan Sum terlihat jelas sejak setahun belakangan. Sum kerap terjun langsung ke masyarakat, tanpa membawa embel-embel jabatan wakil walikota. Pendek kata, Sum langsung merakyat. Di Merangin, suhu politik lebih “panas”. Pendukung masing-masing kandidat terang-terangan mengklaim jagonya paling unggul. Puluhan baleho kandidat sudah berseliweran

sampai ke desa pelosok. “Panasnya” Merangin tidak bisa dipisahkan dari nama agung HBA. Nama Nalim dan Al Haris cukup menguat disana. Saking kuatnya, kandidat lain dinilai sulit mendapat peluang. HBA, Nalim dan Al Haris, tiga serangkai. Mereka sangat dekat. Nalim sama-sama satu partai dengan HBA di Demokrat. HBA ketua di provinsi, Nalim di Merangin. Hubungan garis kepartaian ini sangat penting. Nalim butuh HBA, dan HBA butuh Nalim. Dalam pemilihan Bupati Merangin, Demokrat harus menang dan diperjuangkan mati-matian, karena erat kaitan dengan wibawa Demokrat yang saat ini sedang diobok-obok. HBA selaku ketua di provinsi tentu punya beban moral. Memenangkan Demokrat, sama dengan meloloskan Nalim, karena dia ketua Demokrat di Merangin. Di sini peran HBA sangat penting. Ia dituntut harus bisa mengarahkan suaranya ke Nalim. Bila tidak, Demokrat di Merangin alamat bakal karam. Ketegasan HBA mendukung Nalim dibutuhkan untuk menyelamatkan Demokrat. HBA sendiri punya kepentingan terhadap kemenangan Nalim dan Demokrat. Dua tahun lagi ia pasti butuh suara rakyat Merangin, jika ingin duduk lagi sebagai gubernur. Rasanya tak mungkin HBA tidak mencalonkan lagi menjadi gubernur. Kalau keputusan itu diambil, ia akan jadi satu-satunya gubernur Jambi yang menjabat hanya satu periode dalam 30 tahun terakhir. Masjchun Sofwan, Abdurrahman Sayoeti dan Zulkifli Nurdin, semuanya menjabat dua periode. Fatalnya lagi, HBA yang dulunya dielu-elukan amat hebat, bakal dianggap gagal. Penilaian macammacam pasti muncul. Karena itu, untuk memuluskan langkah, HBA sejak sekarang harus merangkul para kepala daerah tingkat dua. Di bagian lain, HBA tidak bisa melepas Al Haris menuju kursi BH 1 FZ. Sudah bukan rahasia umum, HBA dan Al Haris memiliki hubungan emosional sangat dekat. Perjuangan dan jasa Al Haris membantu HBA amat besar. Saking dekatnya, Al Haris sampai dijuluki “anak emas” HBA. Tersiar rumor, HBA ingin Al Haris yang jadi Bupati Merangin. Selain untuk balas jasa, HBA yakin Al Haris pasti membantunya sepenuh hati dalam pemilihan gubernur Jambi periode 2015 – 2020 kelak. Bak makan buah simalakama. Begitulah posisi HBA menghadapi pemilukada Merangin. Nalim dan Al Haris sama-sama penting baginya. Siapa yang bakal didukung ? Cuma hati kecil HBA yang tahu… (doddi irawan)


4

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

HPN dan Perkempinas Even Terbesar 2012

INFOJAMBI KORAN — Sepanjang tahun 2012, dari berbagai kegiatan akbar yang digelar di Provinsi Jambi, ada dua kegiatan bertaraf nasional dan internasional, yaitu HPN (Hari Pers Nasional) yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jambi dan Perkempinas (Perkemahan Pramuka Putri Nasional) yang digagas oleh Kwarda Pramuka Provinsi Jambi. Kedua kegiatan ini �dak saja dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia juga dihadiri negara-negara sahabat. Bahkan HPN dihadiri oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan 17 menteri, para gubernur dan bupati dari berbagai daerah, duta besar Negara Negara sahabat serta 1500 utusan PWI Cabang Se Indonesia, organisasi pers dan peninjau lainnya. Sedangkan Perkempinas sedikit kurang gregat dengan hanya dibuka oleh wakil menteri pendidikan nasional, walaupun demikian jumlah peserta cukup banyak dari berbagai utusan di Indonesia dengan disokong dengan dana yang cukup besar. Perjuangan PWI Jambi Merebut HPN Hari Jumat tanggal 11 Maret 2011, hari yang pas� amat bersejarah bagi perjalanan PWI Cabang Jambi ke depan. Pada hari itulah rapat pleno plus pengurus PWI Cabang Jambi yang dipimpin oleh Ketua PWI Cabang Jambi, Drs. H. Mursyid Sonsang memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah HPN tahun 2012. Rapat yang dihadiri 19 pengurus harian dan seksi serta penasehat itu bersepakat , PWI Cabang Jambi mencalonkan diri menjadi calon tuan rumah HPN 2012. Beberapa pengurus pesimis peluang itu akan diperoleh Jambi mengingat persyaratan menjadi tuan rumah harus dengan lampiran surat dukungan tertulis Gubernur dan Ketua DPRD. Sementara surat kesediaan tersebut paling lambat dikirim hari Senin tanggal 14 Maret, �nggal �ga hari. Gerak cepat harus dilakukan. Akhirnya semua syarat administrasi dalam waktu �ga hari berhasil

HPN di Jambi dinilai paling sukses dengan hadirnya 34 cabang PWI se Indonesia, dihadiri 17 menteri, para dubes negara sahabat, gubernur dan bupati serta utusan wartawan dari beberapa Negara. Begitu juga dari agenda yang dihasilkan, salah satunya penandatangani MOU antara Prof. Magir Manan dari Dewan Pers dengan Kapolri, Jenderal. Pol. Timur Pradopo tentang sengketa pers. MOU ini sudah berkali-kali ingin ditanda tangani tapi selalu gagal, sebanyak 5 Kapolri terdahulu tidak mau menandatangani MOU ini. Selain itu acara MOU Ketua PWI Pusat, Margiono dengan 9 Dirut BUMN, akan mensponsori kegiatan pelatihan dan pendidikan untuk anggota PWI. Tidak kalah hebatnya, Pemda Jambi membangun tugu pers satu satunya di Sumatera dan Perpustakaan Pers yang juga satu satunya perpustakaan yang dimiliki oleh PWI di Indonesia. Serentetan kegiatan di geber menjelang HPN yang disebut keg-

di dapat. PWI Jambi dengan resmi tercatat sebagai calon tuan rumah HPN 2012 bersama Sulut, Kalteng dan Kepri. Untuk menentukan tuan rumah, Rombongan PWI Pusat melakukan kunjungan ke Jambi dipimpin oleh Ketua Umum Margiono, Ketua Dewan Kehormatan Tarman Azzam, Ketua Tim Penilai Atal S. Depari dan anggota Yapto Subiakto. Dari Jambi rombongan bertolak ke Kepri, Kalteng dan Menado. Selama berkunjung ke Jambi, �m PWI Pusat cukup puas. Kekua�ran minimnya sarana penginapan terjawab sudah dengan berkunjung ke beberapa hotel dan ruangan pertemuan. Bahkan �m �dak meyangka Kota Jambi memiliki hotel berbintang yang cukup banyak. Tampaknya, tim masih trauma pada pengalaman HPN di Kupang 9 Februari 2011. Karena keterba-

iatan pra HPN, seper� safari jurnalis�k, Sekolah Jurnalis�k Indonesia, Uji Kompetensi Wartawan. Sedangkan pada acara puncak digelar kegiatan konvensi nasional media massa, literasi media, seminar orang muda dan pers, seminar SPS dan IKWI dan kegiatan lainnya. Walau tantangan untuk terlaksananya HPN begitu banyak, misalnya datang dari beberapa pengurus PWI Cabang Jambi, dengan berbagai cara dilakukan agar HPN gagal, begitu juga segelintir wartawan yang tidak jelas medianya juga meganggu dengan berbagai aksi unjuk rasa dan tudingan-tudingan yang �dak masuk akal. Tapi tantangan itu terjawab dengan terlaksananya HPN sangat sukses, boleh jadi ini adalah event terbesar selama sejarah Provinsi Jambi yang lalu dan yang akan datang. Kalau dilihat dari kehadiran presiden, menteri, duta besar dan undangan lainnya. Sukses HPN 2012 dan Sukses Jambi Emas 2015. ***

tasan fasilitas banyak rombongan yang terpaksa menginap di hotel ala kadarnya Melalui sidang Pleno PWI Pusat sebanyak dua kali, akhirnya PWI Jambi secara resmi ditetapkan menjadi tuan rumah HPN tahun 2012 yang ke-28. Menunda peluang �ga daerah lainnya, Manado, Batam, dan Palangka Raya. Kalau dihitung umur PWI Cabang Jambi yang lahir tanggal 2 Oktober 1963, berarti harus menunggu giliran selama 48 tahun. HPN Tersukses Dalam sejarah HPN di Indonesia,

foto-foto : humas pemprov jambi


POLHUKRIM

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

5

Berlindung Dibalik Pasal Sakit Abdullah Hich

Madjid Mu’az.

Zulkifli Somad

INFOJAMBI KORAN — Dari data yang dirilis Kejaksaan Tinggi (Keja�) Jambi, jumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di Provinsi Jambi pada tahun 2012 meningkat tajam, mencapai 43 kasus, atau naik 75 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2012, uang negara yang berhasil diselamatkan Keja� Jambi berkisar Rp.8,412 miliar. Salah satu kasus yang sangat menyita perha�an publik Jambi, adalah kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar). Kasus ini muncul di beberapa daerah �ngkat dua, seper� Kota Jambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjab�m), Tebo dan Batanghari. Awalnya kasus damkar diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemudian diserahkan pada kejaksaan masing-masing daerah. Secara kuantitas dan kualitas, kasus damkar �dak terlalu populer dibanding kasus dugaan korupsi lain. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai dugaan kerugian negara yang ditetapkan BPKP, yang sudah membuat MOU dengan kejaksaan

untuk mengaudit kerugian. Yang membuat kasus tersebut banyak menyita perha�an publik, dikarenakan ada sederet nama mantan kepala daerah dan pejabat yang terseret. Sebut saja mantan Bupa� Tanjab�m Abdullah Hich, mantan Walikota Jambi Arifien Manap dan mantan Bupa� Tebo Madjid Mu’az. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pertengahan 2012, masyarakat Jambi geger oleh berita mantan Bupa� Tanjab�m, Abdullah Hich, mendapat giliran pertama ditetapkan sebagai tersangka. Bupa� dua periode itu �dak sendiri. Mantan Kepala Bappeda Tanjab�m, Suparno, dan mantan Sekda Tanjab�m, Syarifudin Fadhil, juga jadi tersangka dalam kasus yang merugikan negara Rp 651.000.136. Hich sudah menjalani persidangan. Dari ke�ga tersangka, hanya Suparno yang ditahan, lantaran telah divonis bersalah dalam kasus korupsi Cadika dan mendekam di Lapas Kelas IIA Jambi. Sedangkan Abdullah Hich dan Syarifudin Fadhil, beralasan sedang sakit dan

menjalani perawatan penyakit jantung. Mantan Walikota Jambi, Arifien Manap, menyusul. Mantan orang nomor satu di Kota Jambi dua periode itu dianggap paling bertanggung-jawab atas kerugian negara, bersama mantan Kepala Kantor Damkar Kota Jambi, Arifudin Yasak, dan mantan Ketua DPRD Kota Jambi, Zulkifli Somad. Dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 2,3 miliar yang diduga merugikan negara Rp 1,2 miliar rupiah itu, kejaksaan menahan Arifudin Yasak. Sedangkan Zulkifli Somad, tengah menjalani pidana di Lapas Kelas IIA Jambi dalam kasus anggaran angkutan sampah. Sementara Arifien Manap, pada saat hendak dilimpahkan ke tahap II, kondisi kesehatannya menurun dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Raden Mataher (RSRM) Jambi. Ia akhirnya �dak ditahan. Keja� tengah memper�mbangkan menggunakan dokter independen. Giliran berikut, mantan Bupati Tebo, Madjid Mu’az, ditetapkan sebagai tersangka, bersama pimpinan

Arifien Manap Disidang Berkursi Roda

INFOJAMBI KORAN — Mantan Walikota Jambi periode 1998-2003 dan 2003-2008, Arifien Manap resmi menyandang status terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tahun 2004. Mengenakan baju batik coklat bermo�f pu�h, Arifien memasuki ruang sidang dengan kursi roda dan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Jambi, Jumat (11/1). Ruang sidang dipenuhi pihak keluarga. Istri terdakwa, Maesita Arifien, ikut hadir. Jaksa Penuntut

Umum (JPU) mendakwa Arifien dengan dakwaan primer pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan �ndak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tetang perubahan UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Dakwaan sekunder pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Arifien Manap melalui kuasa hukumnya, Nasri Umar, �dak mengajukan keberatan (eksepsi) dan minta mejelis hakim yang diketuai Nelson Sitanggang melanjutkan sidang. Beda dengan dua tersangka lain-

nya, mantan Ketua DPRD Kota Jambi, Zulkifli Somad, dan mantan Kakan Damkar Kota Jambi, Arifudin Yasak, yang disidang terpisah, mengajukan keberatan. “Kami memutuskan �dak mengajukan keberatan, biarkan persidangan memutuskan. Klien kami mengaku �dak tahu menahu soal pengadaan itu, karena sudah menyerahkan pada SKPD terkait dan menginstruksikan agar pelaksanaannya sesuai aturan. Sebagai Walikota klien kami bertanggung jawab,” ujar Nasri Umar. Arifien berstatus tahanan kota sejak 19 Desember 2012, dan sudah menitipkan uang pada kejaksaan sebesar Rp 1,2 miliar yang diduga menjadi kerugian negara dalam kasus tersebut. JPU Satria Umar mengungkapkan, harga satu unit mobil damkar yang dibeli dari PT Istana Sarana Raya hanya Rp 442 juta, sudah termasuk ongkos kirim. Uang yang dikeluarkan untuk pembelian dua unit, Rp 884 juta, yang dianggarkan sebesar Rp 2 miliar dalam APBDP 2004 tanpa melalui proses lelang, tapi penunjukan langsung. Berdasar audit BPKP negara dirugikan Rp 1,2 miliar. (aldi panri)

proyek pengadaan mobil damkar, Hasan Basri. Dari hasil audit BPKP, dalam kasus proyek senilai Rp 2 miliar rupiah di Tebo itu, diduga negara dirugikan Rp 954 juta. Kedua tersangka menjalani sidang perdana di PN Jambi, 20 Nopember 2012. Meski sudah duduk di “kursi panas” pengadilan, mereka juga �dak ditahan. Alasannya juga karena sakit. Kasus damkar senilai Rp 1,1 miliar juga terjadi di Kabupaten Batanghari. Ada dua orang jadi tersangka, mantan Kepala Dinas Tata Kota, Usman T, dan mantan pimpinan proyek pengadaan mobil damkar, Syargawi Usman. Sidangnya mulai digelar di PN Jambi, 19 Nopember 2012. Bupati Batanghari, Abdul Fattah, yang dihadirkan sebagai saksi, mengaku mendisposisikan proyek pengadaan tersebut dan melimpahkan tanggung-jawab sepenuhnya pada dinas tata kota. Kedua tersangka lagi-lagi belum ditahan. Kasus damkar bermula dari adanya radiogram No 0271/1496/ OTDA tanggal 13 Desember 2002 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang kala itu dijabat Hari Sabarno, di 22 wilayah di Indonesia. Radiogram ditandatangani Dirjen Otonomi Daerah, Oentarto Sindung Mawardi. Dalam radiogram Mendagri memerintahkan beberapa kepala daerah agar membeli mobil damkar dengan spesifikasi tertentu, yaitu type V80 ASM, yang hanya diproduksi oleh PT Istana Raya,

milik almarhum Hengky Samuel Daud. Hari Sabarno dinyatakan bersalah oleh pengadilan, karena menyalahgunakan wewenang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil damkar di 22 wilayah Indonesia pada periode 2003 hingga 2005, termasuk empat daerah di Provinsi Jambi. Total jumlah tersangka dalam kasus pengadaam mobil damkar tersebut tujuh orang. Pihak kejaksaan sudah melakukan pencekalalan agar mereka �dak kabur. Para tersangka juga sudah mengembalikan kerugian negara. Di muka hukum, semua warga negara mendapat perlakuan sama. Dari tujuh tersangka, kasus dugaan korupsi damkar hanya beberapa saja yang ditahan. Apakah rasa keadilan masyarakat terpenuhi ? Dibanding dengan masyarakat kecil yang mencuri hanya untuk keperluan hidup, bukan mencari kaya seperti para koruptor tapi �dak ditahan karena alasan sakit dan sudah tua, bagaimana jika seorang nenek ditahan karena mencuri buah kakao ? Melihat KPK banyak menahan tersangka korupsi, apakah semua kasus korupsi sebaiknya ditangani KPK ? Tentu saja sulit, mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Akan lebih baik jika kejaksaan ber�ndak seper� KPK, apalagi saat ini kepercayaan terhadap lembaga kejaksaan semakin menurun. (aldi panri)

Rp 8 Miliar Duit Rakyat Terselamatkan INFOJAMBI KORAN — Sepanjang tahun 2012 Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp.8,412 miliar dari hasil tindak pidana korupsi. Hal itu diakui oleh oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Masyrobi. “Uang hasil korupsi yang diselamatkan Kejati Jambi selama setahun itu berasal dari 48 kasus yang ditangani beberapa kejaksaan negeri (kejari) dan Keja� Jambi. Yang

disidik pihak kepolisian ada 16 kasus,” ujar Masyroby. Uang hasil korupsi yang telah dikembalikan itu rincinya, Keja� Jambi (Rp.4,525 miliar), Kejari Jambi (Rp.1,29 miliar), Kejari Muara Bulian (Rp.651 juta), Kejari Bungo (Rp.241 juta), Kejari Sarolangun (Rp.100 juta), Kejari Tebo (Rp.945 juta) dan Kejari Muara Sabak (Rp.650 juta). “Seluruh uang kerugian negara yang disita kejaksaan itu dijadikan barang buk� kasus korupsi di persidangan �ndak pidana korupsi,” tutur pria berkacamata itu. Mengenai kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi dari �ga kabupaten, Tebo, Tanjung Jabung Timur dan Batanghari, serta dari Kota Jambi, menjadi penyumpang terbesar uang sitaan tersebut. (aldi panri)


o

6

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

Hilangnya Unsur Tradisional

INFOJAMBI KORAN — Tari Rentak Kudo (hentak kuda) sudah menjadi keharusan bagi se�ap orang Kerinci dalam se�ap acara yang dilaksanakan. Hampir seluruh desa di Kabupaten Kerinci melaksanakan Tari Rentak Kudo, termasuk orang Kerinci di perantauan. Disisi lain, perkembangan Tari Rentak Kudo �dak mampu mempertahankan unsur tradisonal yang terdapat di dalam tarian tersebut. Baik tata musik maupun gerakan tari. Keduanya sudah terkontaminasi dengan budaya asing. Dari musik misalnya, dahulu Tari Rentak Kudo diiringi oleh rebana besar dan gong, berirama rentak gembira. Dalam perkembangannya, musik yang mengiringi Tari Rentak Kudo sudah menyimpang ke musik modern, seper� disco atau housemusic. Bagaimana dengan gerakannya ? Gerak Tari Rentak Kudo diambil dari gerakan pencak silat, seper� langkah �go, merayap dan berseling. Lantas gerakan Tari Rentak Kudo saat ini ? Bingung menggambarkannya. Yang jelas �dak beraturan, terserah kepada para penarinya (maaf ngomong, macam orang mabuk). Itu baru dari sisi musik dan gerakan, bagaimana dengan fungsi Tari Rentak Kudo itu sendiri ? Seiring perkembangan zaman, tujuan pementasan tari ini ikut berubah fungsi. Sebenarnya Tari Rentak Kudo untuk melestarikan pertanian dan kemakmuran masyarakat. Selain itu juga untuk menunjukkan rasa syukur masyarakat Kerinci kepada nenek monyang dan Tuhan Yang Maha Kuasa, serta digunakan dalam upacara-upacara dan ritual adat pada masyarakat

Goresan Dalam Lamunan Oleh : Rani Andini

Secerca harap tertahan Begitu dalam, di malam kelam Syahdu sang rembulan mencekam Aku masih menggenggam bulu ayam Jam 12 malam Angin riuh, tak tertahan Ah, apa ini dunia edan Harapan hanya ‘kan jadi angan Tanpa arah dan tujuan Pesta ‘jadi musuh bebuyutan Aku tersesat di lamunan menuju Rimba hutan Melebur bersama sejuta goresan Hampir ku temukan jalan Aman, Ku dapat jawaban Harapan ‘kan ku konsep jadi satu tujuan Iring sejalan Tidurlah, hari sudah malam Bulu ayam mulai lepas genggam Semoga harimu menyenangkan Di Senin cerah penuh harapan ***

Hujan Persahabatan Oleh : Rian Bromanggara Saat suara didengar hujan yang menjadikan hening Kuyup daun hijau yang lama kering kerontang Hilangkan debu sen�kan pasir Takjub! Percikan bu�ran hijau daun mengalirkan kristal bening Contekan antrian berbondong sampai barisan terakhir Terpa’an angin menyiur jabatan hangat api unggun yang menciut Sampaikan salam embun malam tanda persahabatan

Kerinci. Sekarang Tari Rentak Kudo lebih sering digunakan masyarakat pada acara malam amal (lelang minum minuman beralkohol) dan �dak jarang pula menimbulkan konflik antara penari yang mayoritas pemuda yang

telah terpengaruh oleh alkohol. Dahulu antara penari laki-laki dan perempuan dipisah supaya �dak terjadi kemungkinan yang �dak dinginkan. Sekarang penari pria dan wanita bercampur-baur. Walaupun masih ada masyarakat yang memisahkan pria

dan wanita, itu hanya sebagian kecil saja. Perubahan tata-cara tersebut membuat nilai sakral tari tersebut hilang, kenda� unsur magis dari tarian tersebut masih ada. Ritual membakar kemenyan masih dilakukan sampai saat ini. Belum banyak referensi tentang asal usul Tari Rentak Kudo, namun berbagai pendapat menyatakan, tari tradisional daerah Kerinci ini berasal dari daerah Kecamatan Hamparan Rawang sejak tahun 1970. Menurut id.wikipedia.org, Rentak Kudo atau Malang Inaih adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Kerinci. Tarian ini dikenal sebagai “Rentak Kudo” karena gerakannya yang menghentak-hentak, seper� kuda dan kombinasi dari gerakan silat “langkah �go” (langkah �ga). Para penari terdiri dari pria dan wanita yang menari dengan gerakan yang khas, antara penari pria dan wanita dipisahkan ke�ka tarian sedang berlangsung. Penyayi yang mengiringi Tari Rentak Kudo disebut “pengasuh”, yang dalam mengiringi tarian menggunakan pantun-pantun khas Kerinci. Alat musik yang mengiringi Tari Rentak Kudo yaitu gendang dan gong. Biasanya tarian ini juga dipentaskan dengan pembakaran kemenyan, sebagai ritual yang membuat penari semakin khidmat dalam geraknya, bahkan kadang-kadang ada diantara penari yang mengalami kesurupan. (izwan sholimin)

Souvenir Mungil dari Orang Rimba INFOJAMBI KORAN — Kerajinan ini diperkenalkan dengan nama Suku Anak Dalam (SAD) Rengke-Rengke. SAD adalah etnis asli Jambi yang masih bertempat �nggal di belantara hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD). Populasi mereka kini diperkirakan kurang dari 200 ribu jiwa. Dari kehidupan mereka yang akrab dengan alam dan selalu berpindahpindah, ternyata tersimpan budaya dan kerajinan yang berpotensi besar untuk dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan. Berkat kolaborasi krea�f antara SAD dan mahasiswa Universitas Jambi, kerajinan tangan SAD atau Orang Rimba dikemas menjadi souvenir menarik. Peralatan yang dipakai SAD untuk berburu, memancing atau menangguk ikan, dengan kreasi sederhana dan dibuat berukuran mini, terlihat sangat atrak�f ke�ka dijadikan kerajinan souvenir. Kerajinan tangan SAD didisain ulang, memanfaatkan daundaun, kelopak bunga, akar dan ranting yang bertebaran di hutan. Upaya pemberdayaan ini juga diharapkan dapat mengurangi eksploitasi terhadap kayu yang ada di hutan Provinsi Jambi. Ada banyak pilihan souvenir SAD antara lain : Plakat Etnik Plakat Etnik merupakan modifikasi kerajinan tangan ambung, udang, bunga mela�, bunga telipuk, bunga keladi dan bunga tiga sekawan. Plakat ini terbuat dari kaca, dengan landasan beludru yang didesain apik.

Satu hal yang sangat khas, adanya makna filosofis produk, menjelaskan kegunaan dan sejarah asli penggunaan kerajinan tangan tersebut oleh SAD.

semisal kayu, rotan, biji-bijian, daun dan lain sebagainya. SAD memakainya dengan meletakkan ikatan ambung di atas kepala untuk mempermudah membawa hasil hutan.

Ambung Ambung terbuat dari rotan hasil Taman Hutan Raya Senami Batanghari. Ambung dianyam langsung oleh tangan-tangan terampil SAD. Ambung dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan, tempat madu dan gantungan kunci yang unik nan ekso�k. Produk ini merupakan miniatur dari ambung yang digunakan SAD sehari-hari. Ambung tersebut biasa digunakan sebagai wadah hasil hutan,

Bunga Keladi Bunga keladi terbuat dari rotan hasil Taman Hutan Raya Senami. Bunga keladi ini merupakan buah imajinasi dan krea�fitas SAD yang sangat luar biasa, refleksi dari tanaman keladi hutan yang terdapat di hutan. Bunga keladi biasa diletakkan sebagai bunga penghias meja. Selain itu, bunga keladi ini bisa dimodifikasi menjadi plakat atau kenang-kenangan. (asnelly rd)


Tengkuluk

WANITA&

Go Nasional

INFOJAMBI KORAN — Penutup kepala ala daerah Jambi, tengkuluk, diam-diam mencuri perha�an pemakai busana muslimah di �ngkat nasional. Sebuah perkumpulan yang menghimpun wanita berkerudung, Hijabersmom Community (HMC), aktif mempromosikan hijab tradisional Jambi itu. “Kebetulan kuluk atau tengkuluk cocok banget dipake dengan jilbab. Jadi kita berusaha agar tengkuluk bisa go na�onal,” kata Ketua Hijabersmom Community (HMC) Cabang Provinsi Jambi, Alia Suryani, antusias. Usaha HMC Cabang Jambi ini cukup berhasil. Terbukti, pada perayaan ulang tahun 1 tahun

HMC, di Bandung, beberapa waktu lalu, dari semua cabang yang ada, HMC Jambi ditunjuk untuk melakukan demo pemasangan tengkuluk. Bahkan, menurut Alia, dalam waktu dekat direncanakan Majalah Islam “Annisa” akan melakukan liputan khusus mengenai tengkuluk dengan para peraganya para wanita berkerudung HMC Jambi. Di era Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin, tengkuluk sempat diwajibkan dipakai oleh para pegawai negeri sipil (PNS) perempuan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Tengkuluk dipakai se�ap hari Rabu. Namun kemudian, setelah

pucuk kepemimpinan bergan�, aturan memakai tengkuluk itu pun menghilang. Padahal, asesoris khas Melayu itu sangat dipantas dipakai oleh para perempuan Jambi. Menurut Budayawan Jambi, Junaidi T Noor, berdasarkan sejarah, tengkuluk diambil dari sebuah patung perempuan mengenakan penutup kepala, di Lahat, Sumatera Selatan, pada masa sebelum Masehi, tepatnya pada zaman Melayu Tua. Dalam perkembangannya terjadi interaksi krea�f. Awal mulanya tengkuluk berfungsi sebagai alat penutup kepala biasa. Namun, seiring waktu berjalan, fungsi tengkuluk menjadi lebih kompleks, sebagai alat atau penunjuk agama dan status sosial. Junaidi menjelaskan, tengkuluk berar� penutup kepala, sering disebut takuluk atau kuluk. Di Jambi sendiri ada tengkuluk yang memiliki 86 jenis lipatan, tapi yang sudah dibukukan baru 42 jenis. Beberapa jenis tengkuluk diantaranya Tekuluk Pinang, Tekuluk Pedado dan Tekuluk Cempako. Banyaknya lipatan pada tengkuluk menunjukkan perbedaan masing-masing wilayah di Provinsi Jambi. Tengkuluk untuk Kabupaten Merangin memiliki 40 lipatan. Tengkuluk terus hingga masuknya Islam ke Jambi. Sesuai dengan “adat bersendi sara’, sara’ bersendikan kitabullah”, tengkuluk akhirnya menjadi bagian dari keperluan agama, sekaligus sebuah karya seni. (lery ridha daulay)

Ardiyan� Dwi : Waktu Bermain-main Sudah Lewat INFOJAMBI KORAN — Tak banyak orang muda berfikiran matang seper� gadis ini. Ardiyan� Dwi Sulistyowa�, di usianya yang ke-21 tahun, semakin memantapkan diri menatap masa depan dengan belajar keras dan bersungguh-sungguh. Cewek pu�h semampai ini sedang belajar di dua kampus sekaligus. Semester tujuh ilmu ekonomi studi pembangunan di Universitas Jambi (Unja), dan semester lima di Akademi Bahasa Asing (ABA) Nurdin Hamzah, Jambi. Selain itu, putri dari pasangan Rita Zahra dan Bambang Eko Sulistyo ini juga ak�f di dunia modelling. Terakhir ia menyabet gelar “Duta Ba�k Jambi” yang diadakan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2012 di Jambi, dan runner-up Puteri Indonesia Jambi. “Waktu bersenang- senang dan mainmain udah lewat. Itu masa-masa SMA. Sekarang waktu buat belajar untuk meraih

impian,” ujarnya mantap pada infojambi. Kelihaian gadis yang akrab disapa Dian ini membagi waktu antara studi dan ak�vitas lain, terlihat dari nilai akademisnya. IPK-nya selalu di atas 3. Meski berprestasi di modelling, alumni SMA Negeri 5 Jambi ini tetap memprioritaskan pendidikan. Jika ada event yang berbarengan dengan jam kuliah, Dian lebih memilih kuliah dari pada

ikutan lomba. Untuk masa depannya, Dian ingin membuka usaha sendiri. Ia ingin punya kursus sendiri. Tidak ada minat lagi menjadi banker, karena ayahnya sudah pernah berkecimpung di dunia perbankan. “Interest saya lebih banyak ke Bahasa Inggris,” tuturnya semangat. Ditanya apakah masih berminat ikut lomba tingkat nasional, Dian menjawab ikutan lomba- lomba sebenarnya cuma iseng. Lumayan kalau menang, ada tambahan jajan. Dian mengaku masih sangat mau ikutan lomba sampai level nasional, tapi �dak mau terlalu buka- bukaan pakaiannya. “Alhamdulillah orangtua sangat mendukung. Asal punya kemauan dan ada rezeki, apapun keinginan kami yang berhubungan dengan pendidikan selalu didorong,” tutur gadis yang ingin melanjutkan studi S2 dengan biaya sendiri itu. (lery ridha daulay)

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

Kembangkan Potensi Muslimah di Hijabersmom Community INFOJAMBI KORAN — Kelompok Hijabers yang sering diiden�kkan dengan muslimah fashionable atau bergaya, ternyata telah berdiri di Jambi. Klub yang dinamakan Hijabersmom Community (HMC) Cabang Provinsi Jambi berdiri sejak Agustus 2012. Menurut penuturan ketua komunitas ini, Alia Suryani S.Psi C.Ht, walau peresmiannya baru bulan Maret 2013, namun anggota HMC sudah mencapai 150 anggota. Mayoritas anggota berasal dari Kota Jambi. Sisanya dari kabupaten. HMC di �ngkat pusat sudah berdiri sejak setahun lalu di Jakarta. Komunitas yang mempunyai motto “Smart, Creative and Caring Women” ini didirikan sebagai wadah aktualisasi dan pengembangan diri para muslimah. “Komunitas ini ajang untuk selfenrichment bagi para muslimah. Tidak cuma sekedar ngumpul-ngumpul demo pakai jilbab, terus bubar. Kami punya visi yang lebih luas dan bermanfaat,” tutur Alia, wanita yang juga dosen di salah satu universitas di Jambi. Disamping itu, HMC juga bertujuan mengembangkan entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan para anggotanya, sehingga bisa membantu suami menambah inkam keluarga. “Kebanyakan anggota punya usaha sendiri. Jadi, kalau ada pertemuan, mereka biasanya membawa atau mempromosikan usahanya,” kata Sang Ketua. Sejak berdiri empat bulan lalu, secara ru�n HMC melakukan kegiatan pengajian dwimingguan. Topiknya khusus wanita dan keluarga. Anggota boleh membawa keluarga. Bagi yang bukan anggota komunitas, dipersilahkan datang. Pada hari khusus, seper� Hari Ibu dan Tahun Baru Islam, HMC mengadakan kegiatan bhak� sosial, berupa pemberian santunan ke pan� asuhan dan jompo. Alia berharap, di masa mendatang akan kan lebih banyak lagi muslimah yang bergabung, berbagi ilmu dan mengembangkan potensi di HMC. Untuk menjadi member HMC, �dak mes� sudah menikah, yang single pun boleh, asalkan muslimah, berhijab, berusia 25 tahun ke atas. “Dengan mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp 50 ribu, para wanita muslimah sudah bisa menjadi anggota HMC,” jelas Alia. (lery ridha daulay)

Siswa Premier Nyantai Dengan Sulap INFOJAMBI KORAN — Siswa Premier Education Center (PEC) Jambi mengisi kegiatan belajar akhir tahun dengan atraksi sulap yang disuguhkan Erdo Wardi, seorang pesulap muda Jambi. Anak-anak yang belajar bahasa Inggris di lembaga yang mengedepankan metoda percakapan (conversa�on) ini diajarkan trik sulap sederhana, di House of PEC. Ekha, instruktur Premier yang memandu acara, mengatakan, kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberi kesegaran kepada anak-anak.

“Mereka mungkin cukup jenuh dengan belajar Bahasa Inggris terus. Jadi kami berinisiatif mendatangkan pesulap ke sekolah kami,” kata mahasiswa �ngkat akhir di Universitas Jambi (Unja) ini. Pada musim liburan sebelumnya, siswa Premier diajak berkunjung ke museum dan Kebun Binatang Taman Rimbo. Pada kegiatan sulap kali ini ditampilkan antraksi membengkokkan sendok, bermain kartu, menghilangkan uang dan koin serta atraksi ringan lainnya. “Saya senang. Tapi kok gak ada ya atraksi

7

menggergaji orang,” ungkap Katherine , gadis mungil yang bersama saudari kembarnya, Caroline, sangat antusias dan selalu ingin maju ke depan mendampingi pesulap memperagakan kebolehannya. Bagi orangtua yang ingin mendapatkan pendidikan Bahasa Inggris yang varia�f dan diselingi permainan (games), dapat menda�arkan diri ke Premier Educa�on Center, di Lorong Banyumas No 28, Mayang Mangurai, Simpang III Sipin, Kota Jambi. (asnelly rd)


8

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

PROMO

Walau Banyak Tantangan, Berbagai Kemajuan Dicapai S3 sebanyak 62 orang per tahun. Meski manfaat langsungnya belum tampak, kebijakan ini sangat futuris�k sebagai investasi SDM yang kelak akan memajukan Jambi. Sebelumnya Pemprov Jambi juga memberi beasiswa pendidikan untuk Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), melalui program satu miliar satu kecamatan (samisake). Selain itu, HBA juga meresmikan asrama mahasiswa Jambi di Kairo, Mesir, untuk putra-putri daerah Jambi kuliah di Negeri Piramida tersebut.

dengan membentuk Tim Pengendali Inflasi. Kerja �m membuahkan hasil sangat posi�f. Inflasi rela�f rendah, tahun 2011 (2,76 %), tahun 2012 (4,12 %), di bawah nasional 4,5 %.

di dua benua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Eropa, Indonesia bisa menggapai pertumbuhan ekonomi yang �nggi. Tahun 2012, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi ter�nggi kedua di dunia, di bawah China. Provinsi Jambi juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Tahun 2010 dan 2011, pertumbuhan ekonomi Jambi ter�nggi di Sumatera, tahun 2010 (7,3 %) dan tahun 2011 (8,5 %), berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2012, di tengah anjloknya pasaran komodi� unggulan, seperti karet, kelapa sawit, dan batubara, pertumbuhan ekonomi

Ketua UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, meminta satu set dokumen RTRW Provinsi Jambi, mulai dari perda, materi teknis, album peta hingga Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), untuk dibawa keliling Indonesia dan dijadikan model Dokumen RTRW provinsi lain.

8. RTRW mendapat persetujuan substansif di Kementerian PU Jambi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menyerahkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi dan kabupaten/kota secara bersamaan. RTRW Provinsi Jambi 2011 – 2031 merupakan salah satu dokumen perencanaan terbaik versi 6. Pertumbuhan ekonomi rela�f Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pemban�nggi Di tengah krisis panjang ekonomi gunan (UKP4).

INFOJAMBI KORAN — Walaupun banyak jalan terjal yang dihadapi dalam mewujudkan Jambi EMAS 2015, dengan sumber daya terbatas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah. Perlahan tapi pasti, upaya yang dilakukan Pemprov Jambi di bawah kepemimpinan H Hasan Basri Agus (HBA) dan H Fachrori Umar, membuahkan kemajuan bagi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Bicara pembangunan, �dak bisa lepas dari tantangan. Sebaik apapun pembangunan dilakukan, �dak akan bisa menghapus masalah secara total. Bahkan, di negara termaju dan terkaya di dunia pun, pembangunan yang sudah sangat baik �dak luput dari problem. Hanya saja, kuantitas dan kualitas masalahnya berbeda. Capaian pembangunan juga tidak akan pernah mampu memuaskan seluruh masyarakat. Kian lama tuntutan masyarakat pada pemerintah terhadap kemajuan pembangunan semakin �nggi. Wajar saja, karena masyarakat semakin cerdas dan kritis. Begitu pula pembangunan di Jambi yang diarsiteki Gubernur HBA, beraneka tantangan harus dihadapi. Dari sekian banyak masalah, banyak kemajuan telah dicapai dalam kurun waktu dua tahun lebih HBA – Fachrori memimpin. Berikut beberapa diantaranya :

1. APBD meningkat sangat tajam. APBD merupakan komponen pen�ng sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Tiga tahun terakhir, APBD Provinsi Jambi naik sangat tajam. Pada 2010 (Rp.1,4 triliun), tahun 2011 (Rp.1,8 triliun), tahun 2012 (Rp.2,2 triliun) dan tahun 2013 Rp.2,7 triliun. Di satu sisi, APBD dengan nominal Rp.2,7 triliun bukan jumlah yang besar untuk mengurusi wilayah seluas 53.435 km2. Namun di sisi lain, kenaikan APBD dari Rp.1,4 triliun menjadi Rp.2,7 triliun dalam kurun waktu �ga tahun patut diapresiasi. 2. Kondisi jalan jauh lebih baik Meski belum bisa dikategorikan excellent (baik sekali), saat ini jalan provinsi di Jambi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, selaras dengan prioritas pembangunan Provinsi Jambi. Tahun 2010, dari 1.480,51 km (tahun 2012 menjadi 1.504,96 berdasarkan SK no.567/2012) panjang jalan provinsi hanya 26,5 % yang kondisinya baik. Tahun 2012, kondisi jalan yang baik menjadi 33 %, kondisi sedang 40,76 %, kondisi rusak sedang 17,35 % dan kondisi rusak berat 8,54 %. Selain memperbaiki, Pemprov Jambi juga berupaya memelihara jalan, diantaranya dengan mengak��an jembatan �mbang.

irnya 12 Desember 2011 dilakukan pemancangan pembangunan pemekaran Bandara STS Jambi menjadi bandara internasional. Sekarang prosesnya masih berlangsung. Aliran dana dari pemerintah pusat menunjukkan support pemerintah pusat terhadap Jambi, berkat perjuangan Gubernur HBA. 4. Candi Muaro Jambi ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Sejarah Budaya Terpadu Penetapan Kawasan Percandian Muaro Jambi sebagai Kawasan Wisata Sejarah Budaya Terpadu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa manfaat besar bagi Jambi. Selain semakin dikenal yang kemudian meningkatkan arus wisatawan ke Jambi, juga berdampak positif terhadap perekonomian Jambi. Dukungan pendanaan dari p e m e r i nta h p u s at d a l a m pengembangan Candi Muaro Jambi menuju status World Heritage (warisan budaya dunia), jauh lebih besar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mengalokasikan dana senilai Rp.12,5 miliar untuk pengembangan Candi Muaro

3. Realisasi Pembangunan Bandara Sultan Thaha Syaifudin (STS) Jambi Setelah menan� lama, akh-

foto-foto : humas pemprov jambi

Jambi. Jumlah ini lebih besar dibanding dana yang diperoleh dari pemerintah pusat tahun sebelumnya, berkisar Rp 1 miliar sampai Rp 1,2 miliar. 5. Program beasiswa S2 dan S3 meningkat Pemprov Jambi memprogramkan beasiswa pendidikan S2 sebanyak 25 orang per tahun dan

Jambi justeru melambung �nggi, 8,1 % (sampai triwulan III). Padahal para pengamat memprediksi pertumbuhan ekonomi Jambi hanya pada kisaran 7 - 7,4 %. 7. Inflasi terkendali Tingginya inflasi Provinsi Jambi pada 2010, mencapai 10,54 % disikapi dengan bijaksana oleh HBA

9. e-Government peringkat 7 nasional Penyelenggaraan pemerintahan untuk pelayanan publik tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi (e-Government). Dalam pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) tahun 2012, Provinsi Jambi meraih posisi tujuh nasional dari 33 provinsi se-Indonesia. 10. Pelestarian dan pengembangan Geopark Merangin sebagai kandidat Warisan Dunia Jambi memiliki geopark (taman bumi) yang indah dan bernilai histori geologi. Sangat jarang ditemukan di dunia. Pemprov Jambi mengembangkan geopark dengan memfasilitasi para ahli dari Kementerian ESDM dan tim UNESCO. Secara simultan Pemprov Jambi mendorong dua hal tentang Geopark Merangin, yakni mendorong konservasi dan ecotourism (wisata lingkungan). Sebagai orang nomor satu di Pemprov Jambi, HBA adalah pelayan masyarakat. Namun perlu ditekankan, pencapaian tujuan pembangunan seluruhnya membutuhkan proses dan waktu. Berbagai kemajuan dan capaian itu menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Jambi EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) tahun 2015. (humas/advertorial)


9 PROMO Pembangunan Kelautan dan Perikanan Makin Meningkat EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

INFOJAMBI KORAN — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi yang dibentuk berdasarkan Perda Provinsi Jambi Nomor 14 Tahun 2008, ikut berupaya mensukseskan program Jambi Emas 2015. Sejalan dengan fungsinya, SKPD ini turut merumuskan kebijakan teknis di bidang kelautan dan perikanan. Pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi Jambi tahun 2012 fokus pada pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan, dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Untuk meningkatkan ekonomi juga mempertimbangkan daya dukung lingkungan hidup dan kelestariannya. Kinerja pembangunan kelautan dan perikanan selama 2012 menunjukan peningkatan. Hal itu terlihat dari peningkatan indikatornya, antara lain jumlah produksi perikanan tangkap dan budidaya, penyerapan tenaga kerja, ketersediaan ikan untuk konsumsi masyarakat, ketersediaan benih ikan dan jumlah maupun jenis sarana perikanan tangkap dan budidaya. Beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi tahun lalu menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan program kedepan, khususnya pada tahun 2013. Penghargaan dan prestasi yang dicapai akan terus ditingkatkan di masa mendatang. Dalam mewujudkan pembangunan

kelautan dan perikanan, pada tahun 2012 diarahkan pada program prioritas pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 20102015 dan Rencana Strategis (Renstra) DKP Provinsi Jambi 2010 - 2015. Program-program tersebut melipu� op�malisasi pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. Implementasinya melalui penguatan dan pengembangan pemasaran dalam dan luar negeri, pengembangan industri pengolahan, pembinaan dan pengembangan sistem usaha dan investasi, pengembangan produk non-konsumsi, pengembangan sentra pemasaran, pengembangan komoditi yang memiliki prospek pasar domes�k dan internasional, promosi ekspor yang memiliki keunggulan kompe��f, dan pengembangan sistem informasi serta data sta�s�k perikanan. Program berikutnya, peningkatan kesejahteraan petani, dilaksanakan melalui kegiatan pengembangan kolam pekarangan, pembinaan pondok pesantren, dan pemberdayaan desa mandiri pangan Kemudian ada lagi program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, yang dilaksanakan melalui pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat pesisir. Lalu ada program pengembangan budidaya perikanan, dengan kegiatan pengembangan sistem produksi pembudidayaan, pengembangan sistem per-

“Hasil produksi pertanian Jangkat kini sudah mudah dibawa ke ibukota kabupaten. Harganya jadi membaik. Harga sembilan bahan pokok juga sudah rela�f murah,” ujar Hadri. Pengamat ekonomi Jambi, Emilia Hamzah MA, menyatakan, indikator sederhana pencapaian kemajuan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari pertumbuhan sektor-sektor ekonomi di Jambi yang cenderung posi�f. Ak�vitas ekonomi non-traded meningkat cukup signifikan. Menurut Emilia, yang perlu nya rusak parah, sekarang sudah mendapat perha�an adalah perbagus. Begitu pula ruas jalan ke tumbuhan traded, khususunya pelosok, seperti di Kabupaten Merangin. Jalan Jangkat yang sebelumnya bak bubur kini juga sudah mulus. Menurut Hadri, perbaikan infrastruktur jalan memicu peningkatan ak�fitas perekonomian masyarakat di berbagai sektor, berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedefoto-foto : humas pemprov jambi saan.

HBA - Fachrori Memang Hebat INFOJAMBI KORAN — Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jambi yang juga tokoh masyarakat Jambi, DR H Hadri Hasan, mengaku merasakan banyak kemajuan dan perubahan yang dilakukan Pemprov Jambi di bawah kepemimpinan HBA - Fachrori Umar. Misalnya, perbaikan infrastruktur dan sarana umum yang menyentuh langsung masyarakat miskin. Hadri mencontohkan, jalan lingkar Kota Jambi yang dulu-

benihan, pengembangan budidaya air tawar di kolam, pengembangan budidaya air payau, pengembangan ikan hias, pengembangan sistem usaha pembudidayaan, pengembangan pembenihan komersial, pengembangan Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Kerinci, pengembangan sistem prasarana dan sarana pembudidaya, dan pengembangan minapolitan perikanan budidaya. Selain itu, masih banyak lagi program lainnya yang dilaksanakan oleh DKP Provinsi Jambi. Pada tahun 2011 total produksi perikanan di Provinsi Jambi sebesar 85.747,7 ton, terdiri dari produksi perikanan tangkap 51.839,7 ton dan produksi budidaya 33.908,0 ton. Pada 2012 produksi perikanan mencapai 92.747,3 ton, melipu� produksi perikanan tangkap 52.133,7 ton dan produksi budidaya 40.613,6 ton. Produksi mengalami kenaikan ratarata 8,2 %. Meningkatnya produksi perikanan menunjukan secara umum komoditas perikanan mengalami peningkatan kualitas dan kenaikan harga. Di samping itu, peningkatan menggambarkan ketersediaan sarana yang digunakan untuk usaha perikanan tangkap dan budidaya. Peningkatan produksi mentah diiringi dengan peningkatan volume produk olahan, berupa kerupuk ikan, ebi kering, terasi, ikan asin dan lain-lain. Kenaikan produksi ter�nggi tahun 2012 terjadi pada perikanan budidaya kolam (25,7 %), sedangkan pada budidaya mina padi mengalami sedikit peningkatan (1,0 %). Pada tahun 2012 produk- si perikanan

tangkap naik 0,6 % dari tahun 2011, sedangkan produksi budidaya naik 19,8 %. Tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan tergolong besar. Secara keseluruhan, penyerapan tenaga kerja sektor ini di tahun 2011 sebanyak 27.719 RTP dan tahun 2012 sebanyak 28.845 RTP. Kondisi ini mengalami kenaikan 4,1 %. Tingkat ketersediaan ikan untuk konsumsi penduduk Jambi pada 2011 sebesar 30,1 kg/kap/th, sedangkan pada 2012 mencapai 31,6 kg/kap/th, sehingga terjadi peningkatan rata-rata 5,0 %. Peningkatan konsumsi menggambarkan ketersediaan produk perikanan dari kegiatan penangkapan ikan maupun usaha budidaya cukup tersedia. Jumlah alat penangkapan ikan terjadi peningkatan 3,5 %. Pada tahun 2011 jumah alat tangkap yang ada 28.469 unit, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 29.471 unit. Sementara itu, jumlah kapal/perahu yang digunakan dalam penangkapan ikan pada 2011 sebanyak 8.844 unit dan tahun

foto-foto : humas pemprov jambi

usaha rakyat, baik pertanian maupun industri pengolahan. Ini mes� mendapat perha�an lebih secara komprehensif dan terpadu antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Semenatara, Ketua Bappeda Provinsi Jambi, Ir H Fauzi Ansori MTP, pun mengklaim bahwa pembangunan Jambi sudah semakin berkembang. Hal itu terlihat dari indikator ekonomi makro. Infrastruktur sudah semakin membaik, terbukti pada pada tahun 2010 kondisi jalan yang mulus hanya 31 persen, tapi sekarang sudah 64 persen. Fauzi mengungkapkan, untuk me-

2012 sebanyak 8.992 unit, sehingga terjadi kenaikan jumlah kapal/perahu sebanyak 1,7 %. Tingkat pendapatan RTP nelayan/ pembudidaya ikan pun meningkat. Pada 2011 naik 10,4 % per tahun. Pendapatan RTP pembudidaya ikan pada 2011 sebesar Rp. 12,6 juta per tahun, sedangkan 2012 sebesar Rp.14,3 juta per tahun, atau naik 13,5 % per tahun. Pendapatan RTP nelayan pada 2011 sebesar Rp.49 juta dan tahun 2012 sebesar Rp.53,7 juta, naik 9,6 % per tahun. Mengenai �ngkat produksi benih ikan, pada 2012 naik 12,7 % dari tahun sebelumnya. Jumlah produksi benih pada 2011 sebesar 175.775.315 ekor, dan pada 2012 sebesar 198.098.810 ekor. Dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan dua tahun terakhir terdapat hambatan yang �dak berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan, namun secara �dak langsung mempengaruhi pencapaian kinerja. Hambatan tersebut antara lain masih rendahnya �ngkat pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan, masih sulitnya mengakses sumber modal bagi nelayan/pembudidaya, belum dilakukannya validasi database potensi perikanan tangkap dan stock assesment, dan kepemilikan sarana penangkapan ikan hampir 80 % masih tradisional (ukuran kapal < 5 GT). Hambatan lainnya, keterampilan pembudidaya dan nelayan belum memadai, belum terisinya formasi jabatan fungsional di balai benih ikan, kurang disiplinnya sebagian pembudidaya dan nelayan menerapkan teknologi anjuran, belum adanya industri pakan ikan dan industri pengolahan ikan, belum adanya asosiasi perdagangan langsung ke negara tujuan ekspor, masih terbatasnya dukungan lintas sektor, dan adanya penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dapat merusak lingkungan perairan. (humas/society)

ningkatkan daya saing, Pemprov Jambi membangun Pelabuhan Ujung Jabung sebagai pelabuhan internasional. Ekonomi kerakyatan juga menggeliat, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2012 semakin baik. Jika tanpa sektor migas, pertumbuhan ekonomi Jambi 8,1 persen. “Kalau dengan migas, pertumbuhan ekonomi kita 6,8 persen. Ini menunjukkan sektor non migas semakin tumbuh. Tumbuhnya sektor-sektor di luar non-migas menunjukkan ekonomi kerakyatan makin terangkat,” jelas Fauzi. (humas/society)


JELAJAH Wisata Jambi Masih Begitu Aja ! 10

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

INFOJAMBI KORAN — Di penghujung tahun 2012, Kementerian Pariwisata dan Industri Krea�f (Kemenparekraf) meluncurkan kepada publik sembilan provinsi des�nasi wisata syariah. Kesembilan provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Jambi kembali belum masuk ke dalam provinsi utama tujuan Wisata Minat Khusus (WMK). Sepanjang tahun 2012, belum tampak catatan menonjol yang ditorehkan insan-insan pariwisata Jambi untuk menjual keis�mewaan Jambi kepada publik tanah air. Pada tahun 2012, nama Candi Muara Jambi cukup terkenal dan ramai dikunjungi. Namun itu lebih disebabkan oleh adanya dua perhelatan besar berkelas nasional yang diselenggarakan di provinsi ini, puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Perkemahan Pramuka Putri Nasional (Perkempinas). Di luar itu, hanya ada pameran foto, lukisan dan atraksi budaya kecil-kecilan yang belum terpublikasikan secara luas, sehingga tak mampu menarik wisatawan yang lebih banyak. Padahal, sebagai des�nasi wisata syariah, Jambi sangat memungkinkan. Di sini ada Masjid Agung Al-Falah yang berbangun unik, berdiri di atas istana Kerajaan Sultan Thaha, yang kita tahu berjuang melawan imperialisme Belanda hingga terbunuh.

Di seberang Sungai Batanghari yang katanya terpanjang di Pulau Sumatera itu, terdapat perkampungan Melayu yang memiliki sejarah tak kalah tua. Di Seberang Kota ini, arsitektur rumah, kesenian, kerajinan dan kehidupan para santri sangat bernafaskan Islam. Jauh ke atas, ke arah Merangin dan Kerinci, juga terdapat masjid kuno dan ritual yang masih dilaksanakan oleh masyarakat. Semuanya tak kalah menarik. Menurut Kementerian Pariwisata, sebuah provinsi dapat menjadi des�nasi wisata religi bukan hanya karena keberadaan situs, harus didukung fasilitas seper� hotel, salon dan spa, bahkan pasar yang menjual komodi� yang bernuansa Islam. Melihat kepada sembilan provinsi di atas, Jambi mungkin “kalah” dibanding DKI Jakarta, Sumatera Barat, Banten dan beberapa provinsi lain dari segi daya tarik situsnya. Namun dibanding Provinsi Lampung atau Riau, apakah Jambi �dak lebih menarik ? Kelemahan Jambi terdapat pada fasilitas yang kurang mendukung. Belum banyak salon, spa atau hotel yang mengutamakan nilai-nilai Islam dalam me-

layani konsumennya. Kita juga belum punya pasar seni yang menjajakan kerajinan tangan dan souvenir khas Jambi. Jangan sebut lagi soal jalan yang… ya ampuuun buruk sekali. Dari segi tren, generasi muda Jambi belum menonjolkan fashion Islami. Kelompok Hijabers sudah ada, tapi mereka belum menemukan iden�tas hijab yang khas, misalnya hijab khas Melayu. Kuluk yang pernah dipopulerkan oleh Ratu Munawaroh, dan sebenarnya sangat menarik serta mengandung filosofi, pemakaiannya kembali sepi. Untunglah, Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, memiliki visi lumayan oke tentang wajah Kota Jambi ke depannya. Dia telah m e m u l a i p ro ye k pembangunan Jam Besar di pinggir Sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Arab Melayu, yang direncanakan akan ber-

dentang se�ap kali waktu shalat datang. Di menara tersebut akan dibangun pula museum berisikan sejarah masuknya agama Islam ke Jambi serta kisah Islami lainnya. Kehidupan pesantren di Seberang Kota juga dibenahi, sehingga kawasan itu kembali menjadi tujuan belajar para santri di seluruh pelosok Sumatera, seper� puluhan tahun silam. Jika rasanya terlalu berat untuk bersaing dengan sembilan provinsi tujuan wisata syariah, sebenarnya Jambi masih punya “simpanan” lain. Wisata hijau atau ecowisata. Ini didukung oleh keberadaan empat Taman Nasional, Kerinci Seblat, Bukit Tigapuluh, Bukit Duabelas dan Berbak, geopark di Sarolangun, sungai dan danau yang masih alami. Tinggal bagaimana melengkapi infrastrukturnya agar mudah dijangkau dan tak terlalu makan banyak ongkos. Masalahnya, konsep wisata apa yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jambi saat ini ? Apakah masih akan terus berkutat pada kontes putri-putrian, sementara provinsi lain bersaing keras untuk menjual daya tarik yang mereka miliki ? Apakah warga provinsi ini yang jumlahnya lebih dari 3 juta masih akan terus disuguhi objek wisata yang itu-itu saja, dan terpaksa berpaling ke kehidupan mall atau pusat perbelanjaan ? Mari kita tunggu gebrakan insan pariwisata Provinsi Jambi ! (asnelly rd)

Wisata Islami ke “Gentala Aras” INFOJAMBI KORAN — Menara “Jam Besar” di Seberang Kota Jambi (Sekoja) akhirnya diberi nama Menara “Gentala Aras”. Awalnya jam besar itu diberi nama “Jam Gadang”. Perubahan nama dilakukan untuk menghindari anggapan, bahwa orang Jambi mencontoh “Jam Gadang” yang sudah lama ada di Bukit Tinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Adalah budayawan Jambi, H

Djunaidi T Noor, yang menggagas dan memberi nama baru menara jam “Gentala Aras” tersebut. Menurutnya, Gentala Aras sebuah nama bernafaskan Islami. Sesuai fungsinya, jam di menara itu nanti akan berbunyi setiap memasuki waktu shalat. Djunaidi mengungkapkan, genta ar�nya gento atau lonceng, berfungsi sebagai penunjuk waktu. Jam tersebut akan dihubugkan dengan peralatan warless ke

Masjid Agung Al-Falah, dan akan berdentang setiap tiba waktu shalat. Sementara Aras, berati penunjuk arah ke tempat yang satu, yakni Allah. “Jadi, Gentala Aras maknanya waktu untuk mengingat Allah yang Maha Esa,” ujar Djunaidi pada infojambi. Pengertian lainnya, secara umum juga bisa dipadankan untuk mengenang jasa seorang tokoh sejarah Jambi, yang juga

mantan Gubernur Jambi dua periode, H Abdurrahman Sayoe�. Gentala berar� gena tanah kelahiran, dan aras berar� singkatan dari Abdurahman Sayoe�. “Jadi, Gentala Aras sama maknanya gena tanah kelahiran Abdurrahman Sayoeti,” jelas Djunaidi sembari tertawa, ke�ka diajak ngobrol soal menara jam yang kini sudah mulai ramai dikunjungi warga Jambi. (tasman)

Objek Wisata Pantai Aurduri Habis Tak Berbekas INFOJAMBI KORAN — Dulu, warga Kota Jambi biasanya di musim kemarau dapat menikma� is�rahat di Pantai Aurduri, Kelurahan Penyengat Rendah, Telanaipura, Kota Jambi. Kawasan itu menjadi salah satu tujuan alterna�f untuk berwisata alam bersama keluarga. Kisah jayanya Pantai Aurduri bukan omong kosong. Lokasinya sangat strategis, berada tepat di pinggiran Sungai Batanghari, membujur dan melengkung dari utara hingga ke selatan, dengan hamparan pasir yang panjang. Di sana dulu banyak terdapat pondok-pondok kecil tempat persinggahan pengunjung. Tokoh masyarakat Penyengat Rendah, Raden Usman, mengungkapkan, di masa silam Pantai Aurduri sepanjang dua kilometer di pinggiran Sungai Batanghari itu dimanfaatkan untuk wisata alam oleh masyarakat. Tidak saja warga sekitar, tapi juga warga dari daerah lain. “Tapi karno sekarang musim banjir, aek sungai Batanghari naek, sehinggo pantai dak nampak. Orang pun dak mau datang,” ujar Raden Usman dengan logat seberang yang kental pada infojambi. Sebetulnya, harapan masyarakat sekitar Pantai Aurduri dari dulu, pantai itu harusnya dikelola dengan baik sebagai obyek wisata, karena memiliki hamparan pasir luas sekali jika dilihat pada musim kemarau. Di era 1960 - 1980-an, kawasan Pantai Aurduri se�ap akhir pekan ramai dikunjungi warga. Mereka sengaja membawa makanan untuk disantap bersama keluarga. Tapi sayang, hingga saat ini, baik Pemerintah Kota Jambi maupun pihak swasta, belum ada yang menaruh perhatian untuk mengembangkan Pantai Aurduri sebagai obyek wisata alterna�f di Kota Jambi. Justeru kawasan ini setelah air Sungai Batanghari surut dimanfaatkan oleh oknum pengusaha lokal untuk disedot pasirnya menggunakan mesin dompeng. “Kalau pariwisata di sini dikembangkan, pas� berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Tapi sekarang Pantai Aurduri oleh sebagian masyarakat dirasa kurang nyaman lagi untuk dikunjungi,” ungkap Raden Usman. Tak adanya perha�an pemerintah terhadap Pantai Aurduri juga diungkapkan oleh warga setempat, Raden Ruslan. Se�ap hari hamparan pasir dulunya sangat luas dikeruk oleh pengusaha penambang pasir dan emas. Alhasil kawasan itu terus terkikis sampai akhirnya habis. Keindahan alamnya pun sudah punah. (m asrori)

“Batu Gedang” Buk� Sejarah Nenek Moyang Orang Kerinci INFOJAMBI KORAN — Sebuah batu besar di Desa Pendung, Semurup, Kabupaten Kerinci, akhir-kahir ini menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi warga. Selain karena ukurannya yang besar, batu tersebut menjadi menarik karena nilai historisnya. Meski terlihat seperti batu biasa, ceritanya, pada zaman dahulu di sekitar batu tersebut banyak ditemukan serbuk emas. Banyak masyarakat masa itu yang mendulang emas di sungai yang ada di sekitar lokasi wisata baru tersebut. Warga sekitar mengisahkan, batu besar itu dulunya digunakan sebagai tempat menjemur serpihan emas hasil pendulangan, sekaligus menjadi tempat peristirahatan para pendulang emas.

Batu berukuran sekitar 15 X 15 meter itu dinamai “batu penyemu”, diambil dari bahasa asli Kerinci, yang berar� batu penjemur. Saat ini “batu penyemu” lebih dikenal dengan sebutan “batu gedang”, yang ar�nya batu besar. Dilihat dari ukuran batu yang ada di Kerinci dan sekitarnya, ukuran batu ini memang sangat luar biasa. “Dulu bukan batu gedang namanya. Waktu saya masih kecil, batu itu dikenal dengan sebutan batu penyemu,” kata Si�, warga Pendung Mudik, Air Hangat, Kerinci, di lokasi wisata “batu gedang”. Batu ukuran raksasa ini juga menjadi salah satu buk� sejarah nenek moyang masyarakat Kerinci. Pasalnya, di sekitar

“batu gedang” terdapat sebuah makam tua. Warga sekitar makam tersebut merupakan kuburan nenek moyang masyarakat Kerinci, bernama Ninek Mangku Agung. “Ninek Mangku Agung merupakan nenek moyang orang Pendung, Kubang dan Semurup. Cerita ini saya dapat dari orang-orang tua kampung kami,” jelas Si� yang mengaku �dak tahu banyak tentang sejarah Ninek Mangku Agung itu. Setiap hari ada saja yang datang ke objek wisata “batu gedang”, terutama anak-anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa. Nesi, mahasiswa STIE Kerinci asal Hamparan Rawang, mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi itu. (feri hartanto)


OLAHRAGA

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

11

HBA : Anggaran Olahraga Akan Di�ngkatkan INFOJAMBI KORAN — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), berjanji akan meningkatkan anggaran prestasi olahraga Jambi. Menurutnya, dengan program yang disusun dan terencana baik, pemerintah akan mendukung anggarannya untuk meraih prestasi. “Saya akan berupaya meningkatkan anggaran untuk prestasi olahraga Jambi pada tahun depan hingga menjelang PON 2016,” kata HBA. HBA menjelaskan, APBD Jambi terus meningkat dari tahun ke tahun. APBD Jambi pada 2012 sebesar Rp.1,9 triliun, sedangkan pada tahun 2013 naik menjadi Rp.2,5 triliun. Peningkatan APBD diharap bisa membantu meningkatkan anggaran olahraga di Jambi. (izwan sholimin)

Budianto : Raihan Atlet Sudah Maksimal INFOJAMBI KORAN — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AS Budianto, mengatakan, apa yang diraih atlet Jambi merupakan hasil yang maksimal. Menurutnya, atlet Jambi sudah mampu menunjukkan mutu yang baik. Terbuk�, beberapa atlet andalan Jambi berhasil masuk ke babak final. Pria yang baru saja terpilih menjadi Ketua BPD Gapensi Jambi itu menjelaskan, penyebab �dak tercapainya target 11 emas pada PON Riau kemarin, karena waktu persiapan yang kurang matang. Untuk mencetak atlet yang bisa meraih medali emas, perlu waktu empat tahun. “Menjadikan atlet yang bisa meraih medali emas bukanlah segampang membalikkan tangan,” katanya. Untuk mengembalikan kejayaan olahraga Jambi, kata Budianto, pada awal 2013 segera dibentuk organisasi Merpati Emas 2016, yang melibatkan semua elemen terkait untuk pemangku kepentingan dan unsur masyarakat. Selain itu akan diupayakan payung hukumnya berupa Peraturan Gubernur (Pergub). Dalam program Merpa� Emas 2016 akan ditetapkan cabang-cabang olahraga unggulan, dan atlet andalan daerah yang akan dibina dan ditangani secara intensif oleh organisasi sejak dini. Atlet-atlet andalan inilah yang akan dipersiapkan dalam menghadapi pra-PON dan PON XIX, di Jawa Barat 2016 mendatang. Target utama KONI Provinsi Jambi melalui program Merpa� Emas 2016 mengembalikan prestasi olahraga Jambi kembali pada 10 besar pada PON XIX di Jawa Barat 2016, dengan target 20 medali emas. (izwan sholimin)

Tahun Kelam Olahraga Jambi

INFOJAMBI KORAN — Prestasi olahraga Provinsi Jambi di �ngkat nasional merosot tajam. Raihan medali pada PON XVIII, Riau, yang berakhir Kamis 20 September 2012 menjadi acuan. Jambi harus rela berada di urutan 23 pada perolehan medali akhir dari 33 provinsi, dengan raihan 3 medali emas, 8 perak dan 20 perunggu. Tiga medali emas dipersembahkan masing-masing dari cabor sepatu roda, tarung derajat dan biliar. Sedangkan delapan medali perak masing-masing �ga dari gulat dan lima perak masing-masing diraih oleh wushu, panahan, sepatu roda serta dari dayung dan angkat berat. Perolehan medali perunggu dipersembahkan oleh dayung lima medali dan senam �ga perunggu. Delapan medali perunggu dipersembahkan cabor wushu, gulat, senam dan angkat besi. Keempat cabor ini masing-masing meraih dua medali perunggu. Selanjutnya, tambahan empat perunggu datang dari polo air, pencaksilat, �nju dan balap sepeda. Sebenarnya, di PON XVIII, Riau, KONI Jambi menargetkan 11 medali emas, delapan perak dan tujuh perunggu. Sebelas medali emas diharapkan dicapai oleh senam, polo air, karate, panahan, dayung, pencaksilat, angkat berat, wushu, biliar, tarung derajat dan sepatu roda. Target 11 medali emas tersebut dilandasi dengan hasil perolehan medali emas pada PON XVII di Kalimantan Timur (Kal�m) 2008. Kala itu Jambi menempa� urutan 15 dengan 11 emas, 17 perak dan 28 perunggu. PON Kal�m menjadi awal penurunan prestasi olahraga Jambi di �ngkat nasional. Jambi pernah menjadi salah satu kekuatan olahraga nasional. Pada PON XVI 2004 di Sumatera Selatan, Jambi mampu bertengger di urutan ke 6. Sebanyak 70 medali dibawa pulang, terdiri dari 27 emas, 28 perak dan 15 perunggu. Beberapa faktor dinilai menjadi penyebab merosotnya prestasi olahraga Jambi di �ngkat nasional. Berikut ulasannya : Hengkangnya Atlet Andalan Hengkangnya sejumlah atlet ke luar daerah dari cabang yang mendulang emas disebut-sebut menjadi salah satu faktor keterpurukan posisi Jambi di ajang bergengsi itu. Penyebab lain, atlet berprestasi saat membela Jambi, setelah pensiun memilih menjadi pela�h di daerah lain. Yang paling menghebohkan adalah hengkangnya perenang andalan Jambi, Akbar Nasu�on, dan memilih membela Sumatera Selatan pada PON ke-19 di Riau 2012. Bayangkan saja, Akbar mampu menyumbang enam emas untuk Jambi

pada PON Kal�m. Selama ini cabang olahraga renang memang menjadi andalan utama Jambi dalam mendulang emas. Semua disumbangkan keluarga besar Nasu�on, seper� Elvira Nasu�on dan Elsa Manora Nasu�on. Namun semua itu �nggal cerita dan menjadi sejarah. Selain Akbar, atlet Jambi yang sudah terlebih dulu memilih membela daerah lain, diantaranya Taufik. Atlet angkat besi itu sempat membela Aceh Nangroe Darussalam dan Sumatera Selatan. Sedangkan Amin, atlet dayung andalan Jambi, hijrah ke Riau menjadi atlet dan juga pela�h. Lalu ada Helen Sapitri, atlet taekwondo yang menetap di Jakarta dan Supriati Sutono yang pernah meraih medali emas pada Asian Games, yang menetap di Bandung, Jawa Barat.

Kurangnya Perha�an Pemerintah Perha�an pemerintah terhadap para mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Jambi dikancah nasional maupun Internasional dirasakan masih kurang. Pemerintah lebih condong memberi bonus jika atlet tersebut mampu juara, namun pemerintah �dak memikirkan masa depan para atlet ke�ka sudah pensiun. Seper� kasus Leni Haini. Mantan atlet dayung Jambi ini mulai terjun dalam dunia olahraga sejak tahun 1994, saat usianya 15 tahun. Ke�ka itu ia masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Sejak menjadi atlet, pendidikan Leni terbengkalai. Kala itu pengurus KONI Jambi akan menjamin pendidikannya. Tapi setelah pensiun dan kepengurusan di KONI juga sudah bergan�, ternyata jaminan pendidikan itu �dak terwujud. Bermodalkan ijazah SD dan ijazah Kejar Paket B, Leni cukup kesulitan untuk memperoleh pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Modal mantan juara dunia ternyata �dak mampu membuatnya memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Leni yang dulu selalu menjuarai se�ap kejuaraan dayung yang diikutinya, kini hanya menjadi buruh cuci. Sementara suaminya bekerja sebagai “Cleaning Service” dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan. Bahkan saat anak Leni, Habibatul Fasiha, berumur 2 tahun 8 bulan menderita penyakit epidermolysis bullosa, atau biasa disebut pengerapuhan kulit, Leni kesulitan mencari bantuan untuk mengoba� anaknya. Kalau dilirik ke belakang, prestasi Leni sangat luar biasa untuk Jambi maupun bangsa ini. Ia pernah menyabet 20 medali untuk Indonesia. Pada Sea Games di Ja-

karta tahun 1997 ia menyabet 3 emas dan 1 perak. Pada kejuaraan dunia perahu naga di Hongkong, ia kembali mendapat 3 emas. Pada kejuaraan Asia di Teipei, 1998, ia pun membawa pulang 1 emas. Pada kejuaraan terbuka di Australia ia juga mendapat 1 emas. Di Sea Games terakhirnya pada 1999 di Brunei Darussalam, ia menggondol 1 emas dan 1 perak. Leni juga pernah dinobatkan sebagai juara dunia dayung perahu naga. Tidak Harmonisnya Kepengurusan Olahraga Tidak hanya terjadi di pusat (Jakarta) kepengurusan cabang olahraga di Provinsi Jambi juga bermasalah. Salah satunya kepengurusan PSSI Jambi. Sama halnya dengan kepengurusan PSSI Pusat, di Jambi PSSI juga terbelah dua, versi KPSI dan PSSI Djohar Arifien Husen. Puncaknya, dua kubu PSSI di Provinsi Jambi, PSSI versi DJohar Arifien dan PSSI versi hasil Musdalub, sama-sama mempersiapkan �m untuk menghadapi PON ke XVIII di Pekanbaru, Riau, September 2012. Mungkin kedua kubu ingin mencari simpa�k, karena baru kali ini selama keikutsertaan Jambi dalam PON �m sepakbola Jambi mampu lolos kualifikasi PON. Ketua Umum PSSI Jambi versi hasil Musdalub dipimpin Nasril Nawawi, sementara Ketua Pelaksana Tugas (Plt) PSSI Jambi versi Johar Arifien dipercayai kepada Ardi Alfian. Kisruh kepengurusan juga terjadi di induk organisasi ter�nggi di Jambi. Secara �ba-�ba, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jambi, Sukendro, mengundurkan diri jelang persiapan PON XVIII Riau. Sukendro membantah dirinya mundur karena �dak harmonis dengan anggota bidang pembinaan prestasi KONI. Dalam surat pengunduran dirinya Sukendro beralasan mundur dari jabatan Ketua Binpres KONI Jambi periode 2012-2016 karena kesibukanya menjalankan tugasnya sebagai ketua program studi pendidikan olahraga dan kesehatan Universitas Jambi. Memang masih banyak persoalan lain yang bisa menjadi penyebab merosotnya prestasi olahraga Jambi, mulai dari dana, pembinaan dan keseriusan pengurus dalam mengolah olahraga Jambi. Akankah prestasi olahraga Jambi mampu berbicara banyak pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke XIX di Jawa Barat, 2016 mendatang melalui program Merpa� EMAS KONI Jambi ? Au ahhh… gelap... (izwan sholimin)


12

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

PENDIDIKAN

RSBI... Nasibmu Kini... Pembubaran RSBI Penuhi Keadilan Masyarakat INFOJAMBI KORAN — Anggota DPR-RI, Reni Marlinawati, menilai pembubaran penyelenggaraan Rin�san Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai keputusan yang tepat. Adanya pembubaran RSBI, berarti tak ada lagi pembedaan dalam pendidikan nasional. “Dengan pembubaran ini, keadilan bagi anak untuk menikmati pendidikan tanpa ada Reni pembedaan status sekolah telah terpenuhi,” kata Reni anggota Komisi X DPR-RI yang menangani bidang pendidikan, belum lama ini. Menurut Reni, dalam prakteknya penyelenggaraan RSBI �dak hanya terjadi pembedaan status sekolah, tapi juga ditemui banyak pungutan ilegal dengan jumlah yang �dak kecil. “Hal tersebut merisaukan masyarakat, terutama para orangtua yang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah berlabel RSBI,” ujar poli�si Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Reni mengungkapkan, putusan MK terhadap uji materiil pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharap menyetarakan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, sekaligus menghapus pungutan-pungutan liar. Pasalnya, alokasi anggaran negara sebesar 20 persen untuk pendidikan, bertujuan menciptakan kesetaraan bagi seluruh masyarakat dalam menikma� pendidikan. Reni yang sejak awal tak setuju penyelenggaraan RSBI, berpendapat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh, harus mengambil pelajaran dari putusan MK tersebut. Di zaman sekarang masyarakat bisa mengajukan keberatan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap �dak berpihak pada rakyat. Pasca pembatalan pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003, sekolah bertaraf internasional menjadi �dak punya payung hukum. Solusinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) rencananya mengubah sekolah itu menjadi Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standar Nasional (SSN). Reni mengaku sejak dulu tak setuju dengan penyelenggaraan RSBI. Sementara Muhammad Nuh mengatakan, orang tua �dak perlu khawa�r, karena kegiatan belajar-mengajar masih tetap berjalan seper� biasa. “Sekolah �dak bubar,” kata Mendikbud Muhammad Nuh, di Jakarta. (bambang subagio)

INFOJAMBI KORAN — Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan Rin�san Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Putusan yang dikeluarkan 8 Januari 2013 itu membua sekolah yang pernah mencicipi status RSBI, kembali berstatus sekolah biasa. MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Putusan tersebut terkait penghapusan RSBI di Indonesia. Pasal 50 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 dinilai bertentangan dengan UUD 1945 dan �dak memiliki kekuatan hukum mengikat. Dengan dibatalkannya pasal tersebut, RSBI harus dibubarkan. Pasca putusan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan MK sepakat, RSBI masih boleh beroperasi dengan masa transisi sampai Juni 2013. Setelah itu, nasib sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) RSBI ditentukan pemerintah. Bagaimana RSBI di Jambi ? Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri dan Gubernur Jambi, sekolah berstatus RSBI di Provinsi Jambi ada 36 sekolah, dimulai sejak 2006. Beberapa sekolah RSBI di Jambi, diantaranya SMA Negeri 1 Kota Jambi, SMA Negeri 3 Kota Jambi, SMA Titian Teras dan SMA Negeri 1 Batanghari. Dilihat dari fasilitas, memang sekolah RSBI lebih lengkap dibanding sekolah umum biasa. Dana yang digelontorkan pemerintah untuk sekolah RSBI cukup besar, Rp 400 juta per tahun. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Idham Khalid, menegaskan, proses belajar mengajar akan berjalan seperti biasa. Pembubaran RSBI oleh MK tidak akan menghambat ak�vitas sekolah. Pernyataan Idham Khalid tersebut ditegaskan oleh Kepala SMP Negeri

7 Kota Jambi, Budiyanto. Proses belajar-mengajar di sekolah favorit di Kota Jambi itu masih berjalan seperti masih berstatus RSBI.

“Kami masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Sekolah kami biarpun RSBI dihapus, akan tetap meningkatkan skill

para siswa. Toh, ilmunya jadi bekal mereka kedepan,” ujar Budiyanto. (izwan sholimin)

RSBI Dihapus, Mutu Pendidikan Otomatis Turun INFOJAMBI KORAN — Pengamat pendidikan Provinsi Jambi, Profesor Khairinal, menyayangkan putusan Mahkamah Kons�tusi (MK) yang menghapus status Rin�san Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Menurut pria yang menjadi tenaga pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi itu, penghapusan status RSBI bisa menurunkan mutu pendidikan di Indonesia. “Secara otoma�s, dengan penghapusan

RSBI, tentu saja mutu pendidikannya akan turun,” ujar Profesor Khairinal pada InfoJambi Koran melalui telepon seluler, belum lama ini. Pria asal Kerinci itu menjelaskan, fasilitas yang tersedia di sekolah RSBI �dak dimiliki oleh sekolah biasa. Fasilitas tersebut sangat membantu para siswa dalam proses belajar. Dengan dihapusnya RSBI, bantuan dana untuk melengkapi fasilitas juga ikut terhen�. (izwan sholimin)

Khairinal

DPRD Bungo Setuju RSBI Dihapus INFOJAMBI KORAN — Putusan Mahkamah Kons�tusi (MK) membatalkan pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjadi dasar pembentukan Rin�san Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI), disambut baik oleh anggota DPRD Kabupaten Bungo, Jambi. Surip Haryanto, Ketua Komisi III DPRD

Bungo yang membidangi pendidikan, mengatakan, jika keberadaan RSBI hanya untuk alasan melakukan pungutan di sekolah terhadap wali murid, ia manyambut baik atas keputusan MK tersebut. “Jika memang keberadaan RSBI itu banyak disalah-gunakan, tentunya putusan MK tersebut sangat baik dampaknya terhadap dunia pendidikan,” ungkap Surip.

Surip menegaskan, pihaknya akan turun ke sekolah-sekolah RSBI dan mengecek langsung. Kalau terbuk� melakukan pungutan, ia sangat setuju RSBI dihapus. Tapi, bila sekolah �dak melakukan pungutan atau hal lain yang memberatkan wali murid dan siswa, Surip akan menolak putusan MK itu. (infojambi.com)


DAERAH

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

13

Kerinci Semakin “Panas”

INFOJAMBI KORAN — Menghadapi pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Kerinci, suhu poli�k di daerah sejuk itu semakin “memanas”. Sejumlah tokoh, mulai dari yang muda hingga tua, dari petani hingga birokrat dan poli�si, menyatakan siap menjadi Bupati Kerinci periode 2013 – 2018. Kabar terakhir, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kerinci mempercepat pelaksanaan pemilukada Kerinci. Bahkan tanggal pencoblosan telah ditetapkan, 4 Juli 2013. Lantaran dipercepat, KPUD Kerinci pun buru-buru membentuk Pani�a Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Pani�a Pemungutan Suara (PPS). Asal kandidat yang menginginkan BH 1 DZ hampir merata, dari hilir, tengah maupun mudik. Yang terbanyak berasal dari Kerinci mudik, seper� Adirozal, Irmanto, dan incumbent H Murasman. Banyaknya kandidat dari mudik, membuat pemilukada kali ini lain dengan pemilukada 2008, yang hanya ada satu kandidat. Dua kandidat, Adirozal dan Irmanto, sudah memas�kan parpol pengusung, sedangkan Murasman hingga akhir Desember 2012 masih berupaya mencari “perahu”, namun dia diperkirakan �dak sulit mendapatkan partai pengusung. Dengan majunya �ga kandidat ini, suasa Kerinci mudik pas� “terpecah”. Majunya �ga kandidat dari Kerinci mudik yang terdiri dari Kecamatan Siulak, Siulak Mukai, Gunung Kerinci, Kayu Aro dan Gunung Tujuh, itu sangat memberi peluang kepada kandidat dari wilayah tengah dan hilir untuk menang. Namun, informasinya, suara di dua wilayah itu juga bakal pecah. Salah seorang kandidat kuat, H

Murasman, mengaku siap bertarung dengan dua kandidat lain yang satu daerah dengannya. Ia tetap

Murasman

optimis akan unggul, karena banyak masyarakat memintanya maju. Apalagi Murasman dikenal punya banyak duit yang di zaman sekarang sangat mempengaruhi dunia poli�k di Indonesia. “Siapa yang punya banyak duit, dia akan menang. Tidak bisa dipungkiri, money poli�k masih sangat rentan dan sangat sulit diubah. Terkadang warga �dak lagi melihat figur sang calon. Yang dilihat finansialnya,” ungkap tokoh LSM di Kerinci, Zoni Irawan. Kandidat kuat lainnya, Adi Rozal, juga tak gentar melawan kandidat dari Kerinci mudik. Ia kini malah sudah fokus mencari calon pendamping. Untuk pendamping Adi Rozal dipilih melalui survey. Siapa yang �nggi ra�ngnya, dialah yang menjadi wakil putera Kerinci yang kemampuannya sudah teruji di perantauan itu. Sosok Irmanto juga tidak mau kalah. Ia pun mengklaim �dak ada masalah dengan “pecahnya” suara Kerinci mudik. Wakil Ketua DPRD Kerinci ini menyerahkan penuh pada masyarakat. Ia op�mis bisa mematahkan ambisi Murasman dua kali duduk sebagai Bupa� Kerinci.

Langkah Irmanto bukan �dak ada hambatan. Ketua LSM Geger, Zoni Irawan, menilai, simpatisan dan

Ikhsan

Sukman

tim sukses Irmanto kini terkesan mulai menjauh, dan ada pula yang tertarik pada kandidat lain. Terbutki, di beberapa tempat baliho Irmanto dirobek orang tak dikenal. Banyaknya simpa�san yang pergi, dianggap Zoni dan sejumlah mantan �m sukses, Irmanto �dak memiliki nilai jual sebagai calon bupati, lantaran sikapnya berubah. Malah, kabarnya, partai poli�k pun banyak �dak tertarik pada sikap Wakil Ketua Partai Golkar Kerinci itu. Satu-satunya kandidat dari kalangan muda, Ikhsan Mukhlisin Daraqthuni. Putra sulung tokoh masyarakat Kerinci, Drs H Daraqthuni Dahlan, ini cukup diperhitungkan. Bukan lantaran ayahnya mantan camat dan mantan Sekda Kerinci. Dia dianggap “bersih” dan berkomitmen. Lulusan sekolah �nggi ilmu kepariwisataan, Bandung, ini dikenal getol mengungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kerinci. Sebagai ak�vis LSM yang “garang”, nyawa Ikhsan berkali-kali terancam gara-gara keberaniannya membongkar berbagai kasus. Tersiar kabar, Ikhsan akan didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Masuk akal. Pasalnya, Daraqthuni

Dahlan merupakan tokoh besar PAN di Jambi. Sahabat kental Amien Rais itu termasuk pendiri PAN di Jambi.

Ami Taher

“Saya serahkan semuanya pada partai. Biar masyarakat yang menilai siapa Ikhsan. Walau saya ikut mendirikan PAN di Jambi, saya �dak mau intervensi terhadap partai. Demokra�s saja,” ujar Daraqthuni, belum lama ini. Ikhsan sendiri yakin akan masuk lima besar hasil survey PAN Kerinci. Alasannya, saat melakukan sosialisasi, dari mudik hingga hilir, masyarakat berharap ada anak muda yang berani dan sanggup membenahi Kerinci. Selain PAN, penda�aran calon Bupa� Kerinci dibuka oleh DPD Partai Golkar Kerinci. Namun penda�aran itu tidak lama, cuma 10 hari, dan hasilnya diumumkan April mendatang. Nama-nama yang menda�ar direkomendasikan ke provinsi untuk disurvey. Satu lagi kandidat yang bertekad maju, Ami Taher. Ia akan menjadi lawan berat, karena sudah “main” di �ngkat provinsi. Ami Taher pernah mencalon wakil gubernur Jambi, berpasangan dengan Zulfikar Ahmad, tapi sayang dia kalah. Ketua DPD PKPB Kerinci, Sabar HR, menyatakan siap mendampingi Ami. Ia menilai sosok Ami jauh lebih populer dibanding kandidat lainnya.

Satu lagi kandidat yang cukup populer, AKBP Sukman SH MH. Ia mengincar “perahu” PAN untuk mengantarkannya menjadi pemimpin di Bumi Sak� Alam Kerinci. Sukman akan adu kekuatan dengan Ikhsan. Sukman menegaskan akan menerima segala bentuk konsekuensi dari PAN. Apapun hasilnya ia terima, diusung atau �dak. Yang jelas, ia terus berusaha dan bekerja keras untuk tampil sebagai pemenang nan�nya. Ketua DPD PAN Kerinci, Yuldi Herman, belum bisa berkomentar banyak dalam penentuan kandidat calon Bupa� Kerinci yang diusung partainya. Ia menyerahkan sepenuhnya pada �m survey. Seluruh kandidat calon Bupati Kerinci periode 2013 – 2018 berjuang ma�-ma�an ingin jadi nomor satu. Belum ada satu pun yang mau jadi nomor dua alias wakil bupa�. Bahkan, untuk posisi wakil pun mereka masih belum berani menentukan pilihan. “Saya belum bisa banyak komentar soal pendamping. Yang jelas, saat ini sudah ada enam nama. Saya harus ha�-ha� memilih wakil. Suara di Kerinci ini banyak, salah-salah memilih wakil bisa membuat warga kecewa,” kata Sukman. Bagaimana dengan Sartoni ? Isu menyebutkan Wakil Ketua DPRD Kerinci ini akan dipasang menjadi wakil Sukman. Pertimbangannya, pasangan Sukman sebaiknya diambil dari kalangan anggota dewan untuk memperkuat perolehan suara. “Saya siap maju sebagai wakil bupa�. Ini salah satu bentuk persetujuan dari masyarakat Kayu Aro. Tapi siapa bupa�nya, harus dimusyawarahkan dulu,” ujar Sartoni pada infojambi. Nah ? (feri hartanto/ardie wiranata

Pemkab Tanjabtim Peringati HUT 56 Provinsi Jambi

INFOJAMBI KORAN — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Provinsi Jambi diperinga� di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab�m), Senin (7/1). Peringatan ditandai dengan

upacara bendera, di halaman Kantor Bupati Tanjabtim, dipimpin oleh Wakil Bupa� (Wabup) Tanjab�m, H Ambo Tang, dihadiri seluruh PNS berpakaian Teluk Belango khas Jambi. Sambutan Gubernur Jambi yang disampaikan Wabup Ambo Tang, mengatakan, HUT Provinsi Jambi kali ini merupakan sejarah baru bagi rakyat dan daerah Jambi. Sebab, baru tahun ini HUT Provinsi Jambi dilaksanakan serentak di seluruh daerah di Provinsi Jambi, mulai dari �ngkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, kelurahan dan desa. Dalam sejarahnya, Jambi berdiri pada 1946 dan masih bersatu dengan Sumatera Tengah. Berkat tekad masyarakat Jambi waktu

itu, melalui Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD), pada tanggal 6 Januari 1957 ditetapkan dan dideklarasikan keresidenan Jambi menjadi daerah otonomi �ngkat satu. Jambi melepas diri dari Sumatera Tengah dan berhubungan langsung dengan pemerintah pusat. Jamin Datok Bagindo, Residen Jambi, didaulat memangku jabatan Gubernur Jambi. Sudah sewajarnya HUT Provinsi Jambi kali ini diperingati serentak, untuk mewujudkan cita-cita para pendiri Jambi mempersatukan rakyatnya. Sebagai generasi penerus, harus selalu mengingat sejarah perjuangan para pahlawan Jambi, demi terwujudnya Jambi bersatu padu, aman, adil dan sejahtera.

Hingga akhir tahun 2012, perkembangan pembangunan Provinsi Jambi cukup menggembirakan dan semakin membaik. Hal itu tergambar dari indikator makro pembangunan daerah, seper� pertumbuhan ekonomi tanpa migas sampai Triwulan III 2012 mencapai 8,14 persen, dan pertumbuhan ekonomi dengan migas dan batubara sebesar 7,7 persen. “Total pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sampai Triwulan III

sebesar 6,8 persen. Ini merupakan prestasi yang cukup baik di tengah fluktuasi ekonomi dunia yang belum stabil,” ujar Gubernur Jambi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Ambo Tang. Sejalan dengan bertambahnya usia, Pemprov Jambi bertekad terus berupaya meningkatkan infrastruktur. Untuk itu dibutuhkan dukungan dari kabupaten/kota dan seluruh masyarakat Jambi serta dunia usaha untuk mempercepat terwujudnya penyediaan fasilitas dan mode transportasi. Sesuai tuntutan perkembangan dan kemajuan ekonomi daerah regional dan internasional, seper� peningkatan Bandara Sultan Thaha, percepatan kawasan geopark, kawasan Candi Muaro Jambi dan pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung. (hipni/society)


14

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

110 Pelajar di Tungkal Ulu Terima Beasiswa Samisake INFOJAMBI KORAN — Sebanyak 110 pelajar di Kecamatan Tungkal Ulu mendapatkan beasiswa program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) dari Pemerintah Provinsi Jambi. Penyerahan beasiswa dilakukan oleh Camat Tungkal Ulu, M Salim, di ruang pola Kantor Camat Tungkal Ulu, belum lama ini. Beasiswa untuk anak kurang mampu �ngkat Sekolah Dasar (SD) dberikan sebesar Rp. 750 ribu per siswa, SMP Rp 1 juta per siswa, SMA Rp 2 juta per siswa serta perguruan �nggi Rp 3 juta per mahasiswa. Total beasiswa untuk Kecamatan Tungkal Ulu sebesar Rp 100.500.000,-. Camat Tungkal Ulu, M Salim, mengharapkan bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah, sehingga bisa menunjang pendidikan anaknya. “Mudah-mudahan dengan diberikan bantuan ini menjadi mo�vasi terhadap para pelajar untuk mencapai prestasi yang gemilang, dan menjadi anak yang berguna bagi orangtua, nusa dan bangsa,” ujar Salim. Beberapa wali murid yang anaknya menerima beasiswa, saat dikonfirmasi menyatakan rasa syukur dengan pemberian beasiswa Samisake itu. (m ha�a z)

Tanggul Jebol Jadi Tontonan INFOJAMBI KORAN — Tanggul bendungan yang membatasi Sungai Batang Tembesi dengan lokasi tambang batubara PT Minimex Indonesia, Jebol akibat dihantam arus sungai. Jebolnya tanggul membuat air sungai masuk ke lokasi galian tambang batubara. Sejumlah wartawan yang ingin meliput jebolnya tanggul, dilarang pihak perusahaan. Alasannya, lokasi tanggul masih dalam kondisi darurat, dan mereka �dak mau mengambil resiko. Camat Mandiangin, A Waldi S.Sos, membenarkan adanya kejadian itu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya beberapa rumah dindingnya retak-retak. “Saya sudah bicarakan dengan pihak perusahaan, minta mereka mengganti rugi rumah warga yang rusak,” ujar Waldi yang mendesak PT Minimex segera memperbaiki tanggul yang jebol. Peris�wa jebolnya tanggul menjadi tontonan warga sekitar. Warga Mandiangin datang berbondong-bondong. Air sungai yang masuk ke lokasi tambang batubara sangat deras. Dugaan sebagian tokoh masyarakat, jebolnya tanggul bukan semata-mata karena derasnya arus sungai, tapi akibat galian tambang batubara sudah melebihi dasar Sungai Batang Tembesi, sehingga tekanan air menjadi sangat kuat. (rudy ichwan)

DAERAH

Humas Batanghari – PWI Jambi Akan Gelar Diklat Jurnalistik INFOJAMBI KORAN — Bagian hubungan masyarakat (humas) Pemkab Batanghari dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi akan bekerjasama menggelar pendidikan dan pela�han jurnalis�k. Rencana itu diprogramkan untuk dilaksanakan dalam tahun ini juga. Kabag Humas Pemkab Batanghari, Tarmadi SE, mengungkapkan, diklat jurnalis�k diadakan untuk meningkatkan keterampilan para staf humas dalam menjalankan tugas jurnalis�k, terutama dalam pembuatan berita pemerintahan dan teknik-teknik

pengambilan gambar, foto maupun video. “Kami mengajak PWI Jambi dalam pelaksanaan program ini. Staf humas perlu mendapatkan tambahan ilmu dari kalangan profesional, termasuk dari para jurnalis. Nan� seluruh pengajar dalam diklat akan diisi oleh wartawan-wartawan berpengalaman dari unsur PWI Jambi,” ujar mantan Sekretaris Dinas Perkebunan Batanghari itu. Rencana tersebut kontan disambut hangat oleh Ketua PWI Provinsi Jambi, Drs H Mursyid Sonsang. Menurut ketua PWI

dua periode ini, niatan Humas Batanghari sangat baik dan patut didukung sepenuhnya. Para staf humas perlu meningkatkan keterampilannya dalam penulisan berita dan teknik-pengambilan gambar untuk publikasi. Menurut Mursyid yang juga CEO InfoJambi Group, program yang akan dilaksanakan Kabag Humas Tarmadi sejalan dengan misi PWI. Pasalnya, bidang pendidikan saat ini memang merupakan prioritas kegiatan PWI. Hingga saat ini sudah banyak program pendidikan yang dilaksanakan oleh PWI, di �ngkat

pusat maupun daerah seluruh Indonesia, termasuk Jambi. “PWI Jambi sangat mendukung rencana Pak Tarmadi. Humas sebagai corong pemerintah harus mengerti seluk-beluk dunia jurnalis�k. Pekerjaan staf humas yang berkaitan dengan publikasi nyaris sama dengan tugas wartawan. Hanya saja, hasil karya mereka terbatas untuk kepen�ngan pemerintah,” ujar wartawan Jambi satu-satunya yang menamatkan pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu. (izwan sholimin/doddi irawan)

Mengurai Benang Kusut Agama dan Politik INFOJAMBI KORAN — Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani. Polis berarti kota atau negara. Arti itu berkembang menjadi polites, berarti warga negara. Politeia yang berar� semua yang berhubungan dengan negara, poli�ka berar� pemerintahan negara dan politikos berarti kewarganegaraan. Aristoteles (384-322 SM) dianggap sebagai orang pertama memperkenalkan kata poli�k, melalui pengamatannya tentang manusia yang ia sebut zoon poli�kon. Dengan is�lah itu, ia menjelaskan, hakikat kehidupan sosial adalah poli�k dan interaksi antara dua orang atau lebih yang melibatkan hubungan poli�k. Aristoteles melihat politik sebagai kecenderungan alami dan �dak dapat dihindari manusia, Misalnya, ke�ka ia mencoba menentukan posisi dalam masyarakat. Penger�an poli�k dari para ilmuan : - Johan Kaspar Bluntschli dalam buku The Teory of the State : “Ilmu Politik adalah ilmu yang memerha�kan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan penger�an dan pemahaman tentang negara dan keadaannya, sifatsifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pembangunannya.” - Kosasih Djahiri, dalam buku Ilmu Politik dan Kenegaraan : “Ilmu politik yang melihat kekuasaan sebagai inti dari politik melahirkan sejumlah teori mengenai cara memperoleh dan melaksanakan kekuasaan. Setiap individu �dak dapat lepas dari kekuasaan, sebab mempengaruhi

seseorang atau sekelompok orang dapat menampilkan laku seper� yang diinginkan oleh seseorang atau pihak yang mempengaruhi.” - Wirjono Projodikoro, menyatakan, “Sifat terpen�ng dari bidang politik adalah penggunaan kekuasaan oleh suatu golongan terhadap golongan lain. Dalam ilmu poli�k selalu ada kekuasaan atau kekuatan.” - Idrus Affandi mendefinisikan : “Ilmu poli�k ialah ilmu yang mempelajari kumpulan manusia yang hidup teratur dan memiliki tujuan yang sama dalam ikatan negara”. Definisi tentang agama dipilih yang sederhana. Definisi ini diharap tidak terlalu sempit atau terlalu longgar, tapi dapat dikenakan pada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama perlu dicari ��k persamaan dan perbedaannya. Mustahil untuk dilakukan mengingat luasnya aspek yang terkandung dalam agama itu sendiri. Yang paling penting, untuk memulai hal ini bukannya kaitan antara agama dan poli�k, tapi de-link atau ke�dak-terkaitan antara agama dan poli�k. Banyak kerusakan telah terjadi terhadap poli�k dikarenakan agama dan banyak kerusakan agama disebabkan oleh poli�k. Hal sebenarnya adalah harus jelas kaitan antara agama dan poli�k. Satu-satunya cara memperbaiki kualitas politik adalah hanya menerima agama dalam hal ajaran moralnya. Satu kali anda memperbolehkan dogma

ajaran agama memainkan peranan dalam poli�k, kedamaian akan dijadikan berantakan, yang �dak mungkin memperbaikinya kembali. Yang orang lihat hanya keburukan dari agama yang mendorong adanya kekerasan, kelakuan �dak baik dari orang-orang dengan mengatasnamakan Tuhan yang �dak terbit dari aspek ajaran moral. Tetapi selalu muncul dari dogma ajaran agama, yang sudah kehilangan nilai moralitasnya sebagaimana dibicarakan tadi. Jadi itulah dua prospek�s yang untuk ini kita harus mengajarakan moralitas pada poli�k. Menulis agama dan politik barangkali sama dengan menarik sebuah garis. Terserah dengan warna apa. Bagaimana menarik garis agama dan poli�k itu dalam lembaran kehidupan. Tidak relevan berbicara agama dan poli�k karena politik adalah ajang perebutan kekuasaan dan kekuasaan itu dipertanggung-jawabkan pada rakyat. Sedangkan pertanggung-jawaban pada Tuhan itu urusan pribadi. Ahli Filsafat mengatakan publik adalah kedaulatan rakyat bukan kedaulatan ayat. Agama memang tidak saja mentobatkan poli�k, tapi juga politik mentobatkan agama. Dalil dua arah semacam ini menimbulkan beragam tafsiran. Barangkali agama berperan mengoreksi poli�k yang menyimpang dari tujuan mulianya mensejahterakan rakyat dan poli�k mes� pula membangkitkan kesadaran agama untuk �dak terbuai dalam permainan poli�k lalu melupakan fungsi kri�s agama dan sikap membisu agama terhadap ak�vitas

poli�k. Pe r ta nya a n nya , a p a ka h agama menutup mata terhadap penyelewengan poli�k kekuasaan ? Pertanyaan lain, apakah agama hanya sekadar urusan pribadi dengan Tuhan, tak ada kaitan dengan kehidupan publik ? Dengan kata lain, dapatkah kita menyingkirkan agama di sudut kehidupan privat belaka dan hanya sebatas ritual untuk keselamatan diri dan tak ada urusannya dalam kehidupan publik ? Poli�k tentu saja didasarkan pada nilai dan kepercayaan. Seberapa besar nilai dan kepercayaan ini berperan dalam poli�k, sangat ditentukan oleh pemegang kekuasaan poli�k. Sebab poli�k bagaimanapun adalah sebuah ruang dengan berbagai kemungkinan. Agama nampaknya juga telah dijadikan bagian dari poli�k. Karena ke�ka isu poli�k meninggi, isu agama merendah dan sebaliknya. Manusia diberi tugas mengembalikan kekuasaan itu ke sumbernya, meletakkan kembali pada dasar dan basis yang tepat. Menulis agama dan politik ibarat menulis garis. Agama harus menarik garis pisah yang jelas dari poli�k. Agama akan membisu ke�ka ke�dakadilan dan ketidak-benaran merajalela. Namun di sisi lain, agama sebagai sebuah ins�tusi dalam masyarakat harus pula mengoreksi poli�k agar hakikat seja� poli�k tetap terpelihara. Garis itu bengkok, saling �ndih atau apapun hasilnya, amat tergantung pada kecermatan kita selalu mencari format baru dan tepat dalam membangun hubungan agama dan poli�k. (ryan bromanggara)


IKLAN

Drs.H.MURSYID SONSANG

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

15


16

SOSOK

EDISI 10 1 � 15 JANUARI 2013

“Saya Tulus”

Asvan Deswan :

INFOJAMBI KORAN — Tidak akan salah pilih. Kata-kata itu pas� akan terlontar dari mulut banyak orang, bila ada kandidat calon kepala daerah berniat menggandeng pria bernama Drs H Asvan Deswan M.Si ini. Betapa tidak. Asvan adalah seorang birokrat yang sudah banyak makan asam garam dunia pemerintahan. Kemampuan lebih Asvan di bidang pemerintahan sudah teruji dan terbuk�. Ia sudah melanglang buana ke sejumlah daerah menjadi pejabat pemerintahan. Awal kariernya dimulai dari bawah,

sehingga dengan sangat mudah ia tahu semua persoalan pemerintahan di �ngkat paling rendah. Pertama menjadi pejabat, Asvan dipercaya menjalankan tugas sekretaris wilayah kecamatan (sekwilcam) Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, pada 1994. Penempatan Asvan di ibukota kabupaten itu sudah menunjukkan siapa dia sesungguhnya. Pasalnya, umumnya sebelum menjabat di ibukota, seorang PNS terlebih dahulu harus berkiprah di daerah “pinggiran”. Tak sampai setahun menjabat sekwilcam, berkat prestasinya yang luar biasa, Asvan diberi tugas baru sebagai Camat Pembantu di Hamparan Rawang, Kerinci. Jabatan itu pun �dak lama dipegangnya, karena beberapa bulan kemudian, ke�ka Kayu Aro dilebur menjadi kecamatan sendiri, Asvan diminta membenahi daerah paling sejuk di Provinsi Jambi itu.

Dalam sejarah berdirinya Kecamatan Kayu Aro, nama Asvan punya nilai historis di sana. Ia ditempatkan sebagai Camat Pembantu Kayu Aro lantaran dinilai mampu mempersiapkan pembentukan Kecamatan Kayu Aro yang defini�f. Hasilnya terbuk�. Kayu Aro akhirnya penuh menjadi kecamatan. Dan, Asvan lah orang pertama yang menjadi camat di sana. Dua tahun di tangan Asvan, Kayu Aro sudah tegap berdiri. Alumni sekolah �nggi ilmu pemerintahan dalam negeri itu kemudian ditarik. Tepat 16 Januari 1998, ia diminta

membangun Kecamatan Rimbo Bujang, sebuah daerah baru di Kabupaten Bungo Tebo (Bute), tanah kelahirannya. Hasil kerjanya di Rimbo Bujang bisa dilihat sampai sekarang. Kemampuan pria kelahiran Tanjung Agung, 24 Desember 1962, ini semakin diketahui oleh banyak birokrat senior di Jambi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun ikut tertarik untuk menarik Asvan ke daerah itu. Selang enam tahun “membuka jalan” untuk Rimbo Bujang, Asvan pindah ke Sarolangun. Awal bertugas di Sarolangun, Asvan dipercaya menjabat Kepala Sub Bidang Pemerintahan Desa (Kasubbid Pemdes) di Badan Pengawasan Daerah (Banwasda). Cuma beberapa bulan. Karena komunikasinya dengan masyarakat baik, Bupa� Sarolangun lantas menunjuk Asvan sebagai kepala

bagian humas pemkab. Seiring berjalannya waktu, kemampuan dan prestasi Asvan semakin terlihat, termasuk oleh HBA yang kemudian menjadi Bupati Sarolangun. HBA amat sayang padanya. Terbuk�, ke�ka HBA menang dalam pemilihan Gubernur Jambi periode 2010 – 2015, Asvan langsung ditarik HBA ke pemprov, dengan harapan dapat membantunya mewujudkan program Jambi Emas. Menjadi pejabat baru di lingkup pemerintahan �ngkat satu, Asvan diberi kepercayaan memegang jabatan Kepala UPTD Kota Jambi Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jambi. Meski hanya sebentar, jabatan ini cukup membuat Asvan menger� tentang “isi perut” Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Kemampuan Asvan memanage bidang pemerintahan membuat badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) Pemprov Jambi mempercayakan posisi jabatan penting, kepala biro pemerintahan, kepada Asvan. Banyak persoalan terkait bidang pemerintahan yang berhasil diselesaikan bapak dua anak ini. Di mata isterinya, Hj Seswita, dan dua anaknya, Silvia Witarsih dan Okka Sukma Dwiva, Asvan merupakan sosok suami dan ayah yang bertanggung-jawab dan sangat menyayangi keluarga. Asvan pun terbilang sukses membimbing anak-anaknya. Putra bungsunya, Okka, kini kuliah di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Ja� Nangor, Jawa Barat. Di usia ke-50 tahun, Asvan yang semakin “matang” ingin berbuat lebih untuk masyarakat. Sebagai penduduk Kota Jambi, berbekal ilmu dan segudang pengalaman di bidang pemerintahan, warga Jl A Manap, Telanaipura, ini berniat maju dalam pemilihan kepala daerah Kota Jambi periode 2013 – 2018. “Saya tulus ingin membenahi birokrasi kepemerintahan Kota Jambi, agar Kota Jambi menjadi lebih baik pada masa mendatang,” ujar Asvan. Insya Allah. (doddi irawan)

INFOJAMBI KORAN — Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Drs H Asvan Deswan M.Si, semakin serius maju pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Jambi periode 2013 – 2018. Ia mengaku semata-mata ingin ikut membenahi Kota Jambi, terutama di sisi birokrasinya. “Niat saya tulus ingin membenahi Kota Jambi yang kita cintai ini, agar kedepannya lebih baik lagi, terutama di sisi birokrasi kepemerintahan, disamping membenahi yang lainnya,” ujar Asvan, di sela-sela lomba masak tempoyak kuliner khas Jambi yang diiku�nya dalam memeriahkan HUT ke-56 Provinsi Jambi, belum lama ini. Asvan tidak menampik kabar yang menyatakan dirinya bakal maju pada pemilukada Kota Jambi. Ia memas�kan akan mencalonkan diri untuk posisi calon wakil walikota (cawawako), dan sangat op�mis�s mendapat dukungan dari sejumlah partai poli�k (parpol). “Memang, saat ini kandidat calon walikota masih bisa bertambah. Selain empat nama yang sudah memiliki perahu, dua partai besar lainnya, PDIP dan Hanura, masih belum menentukan dukungannya,” ujar mantan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Jambi ini. Selain karena niat murni dan tulus ingin memajukan Kota Jambi, Asvan juga maju lantaran banyaknya dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah sahabat, teman dan tokoh masyarakat serta keluarga menyarankannya agar ikut maju dalam pemilukada Kota Jambi, Juni nan�. Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bungo dan Tebo, H Hasan Ibrahim, menilai Asvan sebagai figur seorang birokrat yang sudah sangat pantas maju menjadi kepala daerah. Alasannya, sosok Asvan bersih dari masalah-masalah nega�f, seper� kasus korupsi dan kasus-kasus lainnya. Hasan Ibrahim mengungkapkan, bila Asvan benar-benar maju pada pemilukada Kota Jambi, selaku tokoh masyarakat ia mendukung sepenuhnya. Majunya Asvan menjadi kebanggaan bagi warga Kota Jambi yang berasal dari wilayah barat, khususnya Kabupaten Bungo dan Tebo. Anggota DPRD Provinsi Jambi ini berpendapat, Asvan yang murni berasal dari kalangan birokrat sangat cocok berpasangan dengan tokoh muda SY Pasha. Pasalnya, Pasha yang berasal dari kalangan pengusaha harus memiliki wakil dari golongan birokrat dan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. “Pasha sangat cocok berpasangan dengan Asvan. Pasha pengusaha, Asvan birokrat. Ini pasangan yang serasi,” ujar poli�si Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Hal senada diungkapkan poli�si senior yang juga tokoh masyarakat Jambi wilayah barat, Nasrul Qadir. Menurutnya, peluang Asvan mendapatkan dukungan dari para tokoh Jambi asal wilayah barat

sangat besar. Apalagi sampai saat ini belum ada putra terbaik wilayah barat yang menyatakan bakal maju dalam pemilukada Kota Jambi kali ini. “Siapa pun yang akan maju, jika dia mewakili Jambi wilayah barat, sangat besar peluangnya untuk mendapatkan dukungan dari warga Kota Jambi yang berasal dari wilayah barat, seper� Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Sarolangun, Bungo dan Tebo,” kata Nasrul Qadir. Nasrul memberikan apresiasi sangat tinggi atas keseriusan Asvan maju dalam pemilukada Kota Jambi. Ia yakin Asvan akan mendapat banyak dukungan dari masyarakat Jambi asal wilayah barat. Kenda� begitu, Nasrul �dak ingin dalam pemilukada nan� ada pembedaan antara wilayah barat, tengah dan �mur. “Saya �dak suka mendengar is�lah Jambi wilayah barat dan �mur. Tapi, dalam poli�k, keseimbangan itu sangat pen�ng dan bukan hal terlarang. Apalagi di Kota l a h Jambi jummasyarakat dari wilayah barat banyak sekali. Secara tidak lang-

sung, seluruh tokoh Jambi asal wilayah barat sedang menunggu dan berharap,” tandas Nasrul. Menurut Nasrul, akan sangat aneh jika ada tokoh Jambi yang berasal dari wilayah barat �dak memberi dukungan kepada Asvan. Pasalnya, Asvan merupakan satu-satunya putra terbaik Jambi dari wilayah barat yang mencalonkan diri dalam pemilukada Kota Jambi. Pendapat Nasrul Qadir tersebut sejalan dengan pemikiran pengamat politik Jafar Ahmad. Menurut Jafar, isu keterwakilan wilayah sampai sekarang masih menjadi isu yang seksi dan cukup menentukan dalam penggalangan kekuatan. Isu wilayah bisa membangkitkan rasa keterikatan emosional kons�tuen yang berasal suatu wilayah. “Karena Asvan satu-satunya wakil Jambi wilayah barat, �dak menutup kemungkinan akan melahirkan gelombang kekuatan yang sangat besar. Isu keterwakilan wilayah masih menjadi isu yang seksi untuk pemilukada Kota Jambi. Apalagi jika dari wilayah barat cuma ada satu kandidat ang muncul,” papar Jafar. (doddi irawan)

infojambikoran edisi 10  

mengupas lebih dalam