Page 32

32 ANEKA

Julian Rios, Pelajar Muda Ciptakan Bra Pintar Pendeteksi Kanker Kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

M

eski begitu, ada cara alternatif bagaimana penderita bisa menanggulanginya. Salah satunya adalah mencegah sebelum sel kanker menyebar ke tubuh penderita. Metode pencegahan ini pun dioptimalkan oleh seorang pelajar berusia 18 tahun dengan menciptakan bra pintar yang dapat dikenakan oleh para penderita kanker payudara. Adalah Julian Rios Cantu, pencipta bra pintar pendeteksi kanker payudara. Terinspirasi dari sang ibu yang sudah menderita kanker payudara sejak lama, Cantu akhirnya menciptakan inovasi perangkat pendeteksi kanker payudara yang dapat mendeteksi tanda kanker dalam tahap awal. Bra pintar yang bernama “EVA” ini

diciptakan dengan 200 komponen biosensor yang bertugas untuk melacak permukaan payudara yang terinfeksi sel kanker, serta memantau pertumbuhan sel untuk memastikan ia ganas atau tidak. Pada saat yang sama, penderita dapat memantau sel via aplikasi EVA yang dapat diunduh di iOS dan Android. Cantu mengatakan, deteksi sel kanker payudara pada tahap awal sebetulnya menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran sel menjadi lebih luas. Menurutnya, jika sel kanker sudah bisa dideteksi lebih awal, risiko penyebaran kanker payudara

tentu akan lebih mudah terkontrol. “Pengguna EVA tak perlu repot lagi pergi ke dokter untuk melewati sejumlah tes. Dengan EVA, penderita bisa mengetahui secara langsung status penyebaran sel kanker agar bisa ditindaklanjuti oleh para dokter,” kata Cantu. EVA memang belum dijual bebas untuk saat ini. Namun, Cantu telah memenangkan perangkat bra pintarnya itu dalam kompetisi Student Entrepreneur Awards (SEA) dan menerima hadiah sebesar US$ 20.000 (atau setara dengan Rp 266 juta). n

Inilah Sebab Mengapa Kita Harus Puasa Gadget Berapa jam yang Anda habiskan untuk menatap layar telepon, laptop atau komputer?

S

elama puasa Ramadhan, ada baiknya juga kita mulai puasa dari segala peralatan canggih yang menyita waktu. Adam Alter, psikolog dari New York University, telah lima tahun meneliti efek menatap layar pada hidup kita dan berapa banyak waktu yang terbuang karenanya. Di TED 2017, dia mempresentasikan hasil penelitiannya dalam tiga grafik. Dia menunjukkan bahwa penyebab kita merasa tak punya waktu luang adalah karena kita memang tidak memilikinya. Dibandingkan 10 tahun lalu, kita menghabiskan jauh lebih banyak waktu memelototi layar komputer, telepon, tablet dan televisi sekarang. Pada 2007, kita relatif menghabiskan sedikit dari waktu luang untuk gadget, tapi pada 2017 perangkat canggih nyaris mengambil seluruh waktu senggang. Alter menunjukkan bahwa waktu yang kita habiskan untuk tidur, bekerja atau kegiatan lain seperti makan dan mencuci tidak banyak berubah dalam satu dekade terakhir. Namun, ia melanjutkan, waktu yang kita habiskan di depan layar tempat kita memainkan gim, membaca berita, menonton pertunjukan atau bersosial media jauh

berubah. Alter mengatakan bahwa layar “sudah merampok isyarat berhenti” kita dengan distraksi dan hiburan konstan, tidak seperti koran yang selesai ketika halaman terakhir sudah dibaca, layar perangkat tidak punya penanda waktu jelas untuk berhenti, karenanya kita tidak berhenti. Dia menambahkan bahwa kita menghabiskan sekitar sembilan menit sehari untuk aplikasi yang membuat kita merasa senang, misalnya yang berhubungan dengan kesehatan atau cuaca. Itu jauh lebih singkat ketimbang 27 menit waktu yang dihabiskan untuk aplikasi yang “membuat kita merasa lebih buruk” seperti gim atau Tinder atau aplikasi-aplikasi baru. Solusinya, kata Alter, tentukan jadwal spesifik untuk puasa dari gadget dan menggiatkan lagi kebiasaan lama.

Pada dasarnya, menurut dia, kita kecanduan dengan layar-layar kita dan membatasi penggunaannya akan terasa seperti bentuk penarikan diri. “Kalian akan terbiasa dengan itu,” kata Alter. “Kau akan mengatasi penarikan seperti yang akan kau lakukan pada narkoba, dan hidup akan menjadi lebih berwarna dan lebih kaya.” n

Vol.20, Issue 230, July 2017

INDOPOST July 2017  

INDOPOST July 2017 Edition

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you