Page 18

17

opini

Early March 2013 | INDONESIA MEDIA

Ahok, Betawi, Tionghoa, Islam, dan Rasa ke-Indonesia-an Kita pernah juga “berhutang budi” Jainan terhubungkan dengan Kyai Santari oleh: Oman Fathurahman pada sebagian Tionghoa Muslim Hurip dari Banten yang masih harus dilacak Tampilnya Basuki Tjahaja yang telah menjadi bagian tak identitasnya, serta ulama-ulama dari KaPurnama, atau Ahok, sebagai terpisahkan dari perkemban- rang Pamijahan Jawa Barat semisal Kyai wakil Gubernur DKI Jakarta gan tradisi intelektual Islam di Mas Alida Muhammad, Kyai Mas Nida mendampingi Jokowi, mengemwilayah ini. Mereka bahkan Muhammad Muhyiddin, dan yang paling balikan sebagian memori saya menjadi ulama Batavia yang kesohor, Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. atas sejarah warga Tionghoa yang berjasa menghubungkan tradisi Nama terakhir adalah murid utama Syekh faktanya sudah mendarah dagintelektual Islam Batavia den- Abdurrauf Singkel (w. 1693), seorang ing dalam sejarah Betawi (dulu Oman Fathurahman gan ulama-ulama pribumi dari ulama moderat di istana Kesultanan Aceh Batavia) sejak abad 17 lalu. wilayah lain seperti Banten, Jawa Tengah, sejak masa Sultanah Safiyatuddin. Mengutip Valentijn, Susan Abeyasekere Jawa Barat dan Aceh melalui jalur tarekat Meski identitasnya belum lengkap, Anak (1987: 24) dalam Jakarta A History me- dan tasawuf. Tung dan Baba Jainan telah mensejajarkan nyebut: “…if there were no Chinese here, Dalam sebuah manuskrip kuno yang diri dengan ulama Batavia lain tempo Batavia would be very dead and deprived tersimpan di Perpustakaan Universitas doeloe, baik kalangan Tionghoa maupun of many necessities…”. Leiden (Cod.Or.7274) misalnya, Anak pribumi, seperti Baba Ibrahim dari KamAntara 1619-1740, Batavia disebut oleh Tung dan Baba Jainan disebut sebagai mu- pung Tinggi, atau Encik Salihin dan Khatib Leonard Blusse (1981: 160) sebagai a Chi- rid tarekat Syatariyah yang menyebarkan Sa’id yang asal-usulnya dapat diidentifikasi nese colonial town under Dutch protection, Islam di Kampung Pasar Senen Sungai dalam Manuskrip MSS.Jav.50 Koleksi the British Library sebagai Batawiyah negmungkin saking besarnya peran warga Baru sekitar abad 19. erinya, Mataraman [sekarang Tionghoa dalam perekonomian Matraman] kampungnya. kota Batavia saat itu, meski pada akhir kurun waktu tersebut ada Encik Salihin dan Khatib Sa’id masa kelam dalam sejarah warga adalah dua ulama Syatariyah Tionghoa di Batavia khususnya. Batavia murid dari seseorang yang disebut dalam manuskrip Dalam bidang politik? Mungkin tersebut sebagai “…Tuan Haji memang baru kali ini seorang Nur Ahmad Tegil negerinya, Tionghoa “mengadu nasib” di Kepatihan kampungnya…”, kampung Bang Pitung. Waktulah yang mungkin berarti dari Teyang akan menentukan, apakah gal Jawa Tengah. Jadi mereka kelak Betawi akan berhutang budi mewarisi tradisi Melayu, Sunda, kepada seorang Ahok, atau lewat dan Jawa sekaligus karena ulama begitu saja seperti pejabat pribumi Tegal itu ujung-ujungnya juga sebelumnya. belajar dari guru-guru tarekat Terlepas dari fenomena Ahok, di Karang Pamijahan itu. Ilustrasi: Silsilah Syatariyah Baba Jainan. Courtesy: Cod.Or.7274 ff.3v-r of Leiden dari dulu, warga Tionghoa di University Library Nama-nama mereka masih Batavia sejatinya tidak sekedar Menilik namanya, Guru Besar ahli terabadikan dalam beberapa manuskrip “menumpang” hidup belaka, melainkan Tionghoa UIN Syarif Hidayatullah Ja- kuno yang sayangnya kini sudah tidak turut memberikan kontribusi sesuai kapakarta, Ikhsan Tanggok, meyakini mereka tersimpan lagi di kampungnya sendiri, sitas yang dimilikinya, tentu kebanyakan sebagai Muslim Tionghoa, atau yang oleh meski tetap terawat dengan sangat baik sebagai saudagar, karena dalam posisi Wang Dahai diidentifikasi sebagai "Orang di Negeri orang. itulah Pemerintah Kolonial Belanda dulu Sit-lam/Selam" (Claudine Salmon, Sastra memaksa menempatkan “status sosial” Lalu, apa kaitannya dengan Ahok? Indonesia Awal, 2010: 44). kebanyakan mereka. Tionghoa Muslim pun bukan, apalagi Silsilah intelektual Anak Tung dan Baba Pada abad 19, sejarah Islam Batavia Bersambung ke Ahok hal. 18

Indonesia Media has permanent, full time deliverymen.

Indonesia Media Issue March 2013  

Indonesia Media is the largest international Indonesian news company. It produces a biweekly magazine and an award-winning website with Engl...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you