Page 1

RADAR JOGJA

Selasa Pon 25 Mei 2010

Bisa Mengalahkan Rasionalitas dan Etika INDIKASI edisi kemarin membahas masalah maraknya film-film porno di kalangan remaja. Sebenarnya bagaimana sih dampaknya buat mereka? Semak aja penuturan Dosen Fakultas Psikologi UGM, Dr Tina Afiatin, Msi, Psi ANAK remaja sejujurnya memang belum saatnya menonton film biru/porno atao BF. Karena pada diri remaja, gejolak sering mengalahkan pertimbangan rasional dan etika. Kalau gejolak remaja sering dikaitkan dengan hasrat Dr Tina Afiatin, Msi, Psi seksual, tidak menutup Dosen Fakultas Psikologi UGM kemungkinan kecenderungan mereka untuk menempuh jalan apa aja, termasuk mengorbankan harga diri, kompetensi, dan reputasi semata untuk memenuhi hasrat seksual yang dipicu karena tontonan BF. Dampak kebiasaan menonton BF bagi anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah banyak sekali, antara lain menyita perhatian dan banyak waktu, sehingga akan memberi pengaruh berkurangnya waktu pengembangan aspek lain, termasuk kesempatan untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, penalaran, dan menyiapkan untuk kemandiriannya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan psikologis. Pada aspek kognitif dapat terganggu karena BF lebih banyak menonjolkan hal-hal yang tidak realistis dan sering tidak masuk akal. Tapi lebih banyak mengembangkan imajinasi yang mendorong hasrat seksual. Secara afektif juga dapat berpengaruh pada perkembangan emosi, khususnya dalam kemampuan mengendalikan emosi. Secara psikomotorik, kebiasaan nonton BF juga mengarahkan perhatian atau perilaku spontan pada hal-hal yang berkaitan dengan hasrat seksual. Hal ini bisa juga mengubah karakter, karena pembentukan karakter itu bisa karena kebiasaan, sehingga kalau hasrat seksual senantiasa menjadi pusat perhatian maka prilaku akan cenderung mengarah pada hasrat seksual. Orang tua ataupun guru dapat mencegah anak remaja untuk nonton BF melalui dialog dan pendampingan. Usahakan dapat mendiskusikan masalah BF dengan gamblang. Orang tua dan guru tidak cukup hanya melarang atau memberikan peringatan keras serta sanksi, tapi juga perlu mendampingi dalam menyikapi banjirnya informasi dan tayangan film porno ini. Salah satu upayanya adalah bersedia untuk mendengarkan aktif apa yang dipikirkan dan dirasakan remaja tentang BF atau film porno. Remaja memang penuh potensi dan rasa ingin tahu. Hal itu akan bermanfaat bagi pengembanagn dirinya untuk mencapai prestasi kalau mendapatkan bimbingan dan latihan yang tepat, sehingga tidak menghambat pengembangan dirinya untuk mencapai prestasi dan kesuksesan. (adiatma)

Streetstyle!

Hi girls! Kalo kalian baru aja lulus sekolah menengah en lagi sibuk mau masuk ke perguruan tinggi, tentu lagi bingung harus tampil gimana? Instyle kali ini nyoba kasih kalian contekan gaya beberapa mahasiswi yang udah lebih dulu menginjakkan kaki ke jenjang perguruan tinggi. Barangkali aja bisa menginspirasi kamu buat tampil gaya ke kampus besok! Just check it, girls!

1. Nia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM

2. Dhea Nurita, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM

3. Medina Putri, Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur UGM

Studded things is eye catching! Dari kemeja, tas ampe sepatunya bermotif studded, selain emang lagi in, motif studded ini emang eye catching. Meski makenya barengan, tapi Nia tetep bisa madukannya sehingga tetap keliat stylish en enggak norak.

Simply style for simply you. Dhea ngaku punya kepribadian supel en enggak mau neko-neko. Untuk urusan gaya saat ke kampus, dia memilih make kemeja panjang dengan tambahan mini belt warna coklat yang match dengan sepatu sandal yang digunakannya. Untuk tas, dia juga make tas warna coklat ukuran cukup besar supaya semua keperluan kuliahnya bisa masuk semua. Simple! But still awesome!

Casual look or boyish look?? Nah, kalo yang satu ini keliatan banget kalo emang lumayan tomboy. Dina milih make kaos, tapi karena ada aturan mahasiswa enggak boleh make kaos, Dina padukan ama kemeja yang dibuka kancingnya, sepatu vans hasil lukisannya sendiri juga oke en matching banget ya sama kaosnya! (Love it!!)

4. Nana, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri UGM Buat kamu yang make kerudung enggak nutup kemungkinan untuk tampil gaya? Seperti temen kita Nana. Dia make kaos polos dipadu sama rok panjang motif floral. Kerudungnya bisa kamu samain kayak kaos kamu. Tas yang dipake juga masih motif bunga, jadi senada ama roknya! (sari)

GRAFIS: HERPRI KARTUN

Pesta Seni di Ecstatic SABTU (22/5) malam lalu, teman-teman SMA Santa Maria Jogja sibuk banget lho. Malam itu mereka ngadain Pentas Seni (Pensi) dengan tajuk ECSTATIC! (Exploring Creativity of STAma in arT & musIC! Teman-teman Stama (Santa Maria) nampilin karya anak muda Jogja yang ada dalam naungan organisasi siswi-siswi SMA Santa Maria. “ECSTATIS itu program tahunan Osis Stama. Tujuannya untuk ngenalin Stama ke masyarakat luas. Juga sekaligus untuk menampung kreativitas seni dan musik anakanak muda Jogja,” jelas Felisia Flaviana Megan, koordinator acara ECSTATIC. Acara mereka sebenarnya udah berlangsung dari tanggal 9 Mei 2010. Yaitu diawali dengan Stama Cup untuk siswa siswi SMP, SMA dan umum. Ada lomba band SMP dan SMA, lomba fotografi dan mural untuk umum. Acara puncaknya diadakan Pensi ECSTATIC yang malam itu diadain di lapangan basket

SABINA GENDIS/INDIKASI

SMA Santa Maria. Lapangan basket mereka sulap menjadi tempat fashion show yang menampilkan para model berbakat dari SMA Santa Maria. Awalnya ECSTATIC diadain tahun 2008 konsep ekstern. Jadi semua orang bisa nonton acara PENSI ini. “Kesempatan untuk cari pengalaman. Para siswi enggak hanya belajar aja, tapi juga ngadepin tantangan kerjasama dengan instansi ato masyarakat

umum,” tegas Inggar Irwanto, guru pembimbing ECSTATIC. Acara malam itu cukup meriah. Diawali dari tampilnya band dan cheers yang menang dalam Stama Cup. Beberapa ekskul juga ikutan tampil unjuk kebolehan. Dilanjutkan para guest star band-band Indie Jogja yang sedang popular seperti The Aline, End of Julia dan Sky n’Hopes. Dan diakhiri dengan penampilan Display Band. (eza)

Sekaten Pindah ke SMAN 2 Jogja SMADA English Night di SMAN 2 Jogja digelar lagi Sabtu (22/5) malam lalu. Acara yang udah jadi agenda tahunan teman-teman SMAN 2 Jogja itu digelar dengan tema bedabeda. Namun acaranya tetep aja make Bahasa Inggris, mulai pengisi acara sampe both stand yang dibikin anak-anak kelas X SMAN 2 Jogja semuanya make Bahasa Inggris. Dan untuk tahun ini tampilannya lebih spektakuler. Tema yang mereka usung “Spirit Javanese Carnival”. Lagian enggak tanggung-tanggung, teman-teman Smada berusaha untuk memboyong Perayaan Sekaten ke pelataran SMA Negeri 2 Jogja. “Tiap tahun kita ingin mempersembahkan yang lebih baik. Seperti tahun ini, kita berusaha menampilkan miniatur Pasar Malem Sekaten. Makannya tiap kelas mendirikan stan-stan. Ada stan ghost house ato rumah hantu, games-games, kuliner jawa bikinan temen-temen Smada, dan budaya jawa yang berisi karya batik anak-anak Smada. Tiap stan dikelola gabungan dari dua kelas dan bisa ngatur keuntungannya sendiri.” terang Abdulah Haq, Ketua Panitia SEN. Dekorasi stan pun dibuat semaksimal mungkin sehingga menyerupai sekaten asli hingga

PRATIWI/INDIKASI

stand ghost house kebanjiran pengunjung yang antri hingga 5 meter dari pintu masuk. Untuk nambah kelengkapan dekorasi, panitia juga nyediain stan Narsis Corner buat siswa-siswi yang suka foto-fotoria untuk mengabadikan momen bersama. Tahun ini, panggung hiburan SEN juga lebih banyak diisi temen-temen dari Smada. Mulai penampilan band Smada, teater, baris berbaris dengan menggunakan bahasa Inggris, news reading, modern dance, sampai tari tradisional. Untuk guest star-nya, temen-temen Smada memilih THE J K dan Jasmine untuk mengisi SEN. “Meski English Night, tapi penampilannya nggak harus semuanya berbau Inggirs. Yang

penting ada naratornya dengan bahasa Inggris. Jadi misalkan tari tradisional Jawa, sebelum perform ada narrator dulu,” terang Abdulah yang duduk di kelas XI IPA 3. Dengan SEN, temen-temen Smada berharap bisa ngasih hiburan yang juga bernilai edukatif serta bisa ngasah kreativitas temen-temen Smada. “Kami berharap bisa numbuhkan motifator siswa dalam belajar bahasa Inggris. Selain itu juga bisa ngembangin kreativitas siswa dalam mewujudkan ide-idenya menggunakan bahasa Inggris,” jelas Dra. Tri Indaryati, M.Hum, guru pembimbing SEN yang juga guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Jogja. (gun/per)

JOG 2505 HAL 24 PROOF  

Simply style for simply you. Dhea ngaku punya kepribadian supel en enggak mau neko-neko. Untuk urusan gaya saat ke kampus, dia memilih make...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you