Issuu on Google+

RADAR JOGJA

Selasa Legi 2 Februari 2010

Highwaist Skirt tu rok yang makenya di pinggang. Rok ini sebenernya udah ada sejak tahun 60-an, en mulai in lagi sejak awal tahun 2008 lalu. Dalam pengembangannya rok ini sekarang bisa dikombinasi ama bajubaju yang juga lagi booming. NAH, highwaist skirt ini udah jadi everlasting trend, karena bentuk ama motifnya mulai macam-macam. Kayak ini nihh, mini highwaist skirt batik warna hijau yang cocok banget dipake buat kamu punya tubuh mini. Karena dapat ngebentuk kaki kamu, sehingga keliatnya lebih panjang. Kamu paduin aja rok ini ama kaos item polos en aksesories nuansa coklat. Gaya kayak gini cocok banget kamu pake kalo mau hang out bareng tementemen ato jalan bareng keluarga kamu. Satu lagi nihh, highwaist skirt panjang yang punya detil kancing di bagian perut en lipitan bawahnya juga banyak digemari remaja. Kalo kamu pengin tampil sedikit formal, bisa aja kamu pakai ama atasan putih ruffles en flat shoes putih. Gampang banget khan madaninnya. Buat tips juga nih, tambahin rok polos kamu ama atasan motif, biar keriat lebih ramai. (sar)

DELAYOTA FOR INDIKASI

Delayota Art #4

Satukan Sekolah lewat Seni SMAN 8 Jogja ato Delayota ngajak temen-temen SMA sejogja buat bersatu dalam seni. Caranya, mereka ngadain acara yang dikasih tajuk Delayota Art #4 Eksentrik (Ekspresikan Seni dan Tradisional Batik). Acaranya diadain selama tiga, yaitu tanggal 29 ampe 31 Januari lalu. Acara yang diadain di Benteng Vredeburgh itu ternyata cukup unik, menarik, dan bikin pengunjung geleng-geleng kepala. Kenapa bisa gitu? Soalnya karya-karya nuansa batik yang mereka pamerin itu ceria colour full. Ada banyak karya yang dipamerin. Setidaknya 182 karya dari murid-murid SMAN 8. Karya itu mereka seleksi saat kemah seni, yaitu sejenis latian seni lukis, fotografi, batik, dan lainnya yang diadain di rumah guru pembimbing seni SMAN 8, Drs. Suhardi. ”Acara kemah seni udah berlangsung sejak awal gelaran Delayota Art ampe sekarang. Saya punya impian kalo seni itu nggak kalah ama pelajaran sains, dan dari seni juga bisa menjadikan kebersamaan. Makanya tahun ini kita ngundang sekolah-sekolah negeri di kota Jogja. Alhamdulillah ada 6 karya yang dikirim dari SMAN 6 dan SMAN 9,” ujar Suhardi di sela-sela pameran. Khusus karya kiriman sekolah lain, mereka nggak sesuaikan dengan tema batik, karena takut memaksakan. Hasilnya, nggak cuma karya lukis pake cat, tapi ada juga karya lukis menggunakan kertas dan pensil warna yang tetep bernafas batik. Jumlah ada 314 karya. Sedang bagi yang suka foto juga dikasih kesempatan nunjukin kebolehannya. Setidaknya ada 66 karya foto yang nggak kalah dengan karya para fotografer profesional. Ketua Del Art #4, Idrahisa Rifnawan ngungkapin, acara tersebut diadain buat nyatuin sekolah-sekolah. ”Kami undang semua sekolah negeri di Jogja, tapi yang bisa berpartisipasi baru SMAN 6 dan SMAN 9,” ungkap Hisa. ”Acara seni sebenernya bisa buat nyatuin sekolah yang pada tawuran. Toh nggak ada gunanya berantem,” imbuh siswa kelas XI A5. Sementara lomba yang diadain di acara itu cukup banyak seperti grafiti batik, lomba lukis dan mewarnai anak, and fotografi. Delayota art #4 Eksentrik merupakan rangkaian acara ultah 36 tahun SMAN 8 Jogja. Acara puncak akan berlangsung bulan maret 2010 di sekolah dan ke depannya khusus Delayota Art akan jadi unggulan. (sha/per)

Model: Myranti Titi S (SMA Int. Budi Mulia Dua) Fotografer: Zidar (Fake Photography) Grafis: Herpri Kartun

SMAN 1 Wonosari

Awali Waterday dengan Reboisasi JANGAN ragukan kecintaan tementemen SMA 1 Wonosari terhadap alam. Karena mereka yang tergabung ama UKK (Unit Kerja Kesiswaan) Pecinta Alam Pawana (Pemuda Wira Buana) terdorong buat partisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup. Maka momentum peringatan hari air se dunia ato Waterday mereka gunain untuk mengasah kepedulian itu lewat program reboisasi. Diharapkan lewat program itu temen-temen jadi lebih punya rasa memiliki dan makin terdorong semangatnya buat melestarikan dan menghargai sumber daya alam, baik berupa air maupun yang lain, yang sangat bermanfaat untuk kehidupan masa kini dan mendatang. Program reboisasi yang ngangkat tema Selamatkan Air untuk Kehidupan Kita itu mereka pusatkan di lahan kritis milik Dinas Kehutanan Gunungkidul. Tepatnya di Dusun Ngingrong, Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul. Melalui kegiatan itu mereka tanam 370 bibit pohon yang terdiri dari 200 bibit pohon jati dan 170 bibit pohon mahoni. Kegiatan itu mereka laksanakan Sabtu dan Minggu (30-31/1) lalu. Selain ngadain reboisasi, kegiatan yang diikuti 46 peserta dan 4 guru pembimbing itu jadi lebih meriah karena mereka bikin

PEMUDA WIRA BUANA FOR INDIKASI

konvoi cycling selama perjalanan dari sekolah hingga lokasi tanam. Kegiatan itu makin menyatu karena mereka harus nginep segala, yaitu di Ngingrong yang tempatnya nggak jauh dari lokasi penanaman. Menurut Sugeng Tri Muryanto, SPd selaku Pembina Pawana kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan meski baru bisa dirasakan 3 ato 5 tahun mendatang. “Sebenarnya Waterday itu tanggal 23 Maret, tapi kita laksanakan peringatan

Waterday ini tanggal 30-31 Januari karena bulan ini masih sering hujan,” ujar Septiasih Windiasari Utami Ketua Panitia Waterday. Septiasih yang akrab dipanggil Ephin menambahkan bahwa kegiatan berlangsung baik. Bahkan warga sekitar juga ikut bergabung mendukung program tersebut. “Pascareboisasi kami berencana melakukan pemantauan terhadap pohon yang kami tanam. Pemantauan kami lakukan

seminggu sekali ampe kami dapat pastikan 70% pohon yang kami tanam tetep hidup,” imbuh Ephin. (*) Kontributor: Septiasih Windiasari Utami Kelas XB SMAN 1 Wonosari

Melancholic Bitch

Soroti Realitas Jalanan dan Orang Pinggiran “Siapa yang membutuhkan imajinasi, jika kita sudah punya televisi ?”

dari engen dapet merchandise menarik sifnya? Melancholic Bitch berupa T-shirt ekslu berikut! n nyaa perta b jawa al Gampang, kalian tingg lic Bitch ? ncho Mela a kedu m albu l judu a Apa nam a. Balada Joni dan Susi b. Balada Budi dan Wati c. Balada Komar dan Udin an kamu (ditempeli kupon asli) Kalo udah jawab kirim langsung jawab No 88 (Barat Polda DIY) ke Indikasi Corner Jl Ring Road Utara an paling lama ditunggu 15 Condongcatur Depok Sleman. Jawab akan mendapatkan T-shirt Februari 2010. Bagi yang beruntung nang akan diumumkan ekslusif dari Melancholic Bitch Peme pada edisi 16 Februari 2010. Kuis Jamphe Johnson

1.Mehdi Ades Ceisar sa 8 Sleman – Jogja Wrek ega Jl. Kaliurang Km 5,6 Pand 2.Wisnu nugroho Pogung Dalangan 11Jogja

WOW! simpel tapi dalem. Segitu besarkah efek televisi? Well,calm down. itu hanya opini dari enam cowok kreatif yang dituangin dalam lagu Mars Penyembah Berhala . Yah, band fenomenal ini punya nama Melancholic Bitch ato bisa juga disebut Melbi. Band yang udah ada sejak 1999 ini awalnya cuma grup duo dengan nama sama yang biasa ngebawain hip-hop old skul. Karena dilanda rasa bosan, tahun 2003 Melbi berubah jadi format band yang diawaki Yennu Ariendra (gitar,loop,synth), Yosie Herman Susilo (gitar,sound engineer), Richardus Ardita (bass), Pierna Harries(gitar), Septian Dwirima (drum, loop, synth), Teguh Hari (bass) dan Ugoran Prasad(vokal). “Setelah format band kebentuk, kami langsung buat mini album di tahun sama (2003) dua tahun berselang, kami langsung rilis full album pertama,” jelas Yennu Ariendra sang gitaris. Setelah nelorin dua album, tahun 2009 lalu Melbi ngerilis album kedua yang diberi nama Balada Joni dan Susi. Lho, kok kayak

MELANCHOLIC BITCH FOR INDIKASI

judul film jadul ya? “Ide dan konsep album ini nyoba nyeritain tentang realitas kehidupan jalanan dan kehidupan orang-orang pinggiran. Kemudian Lirik, aransemen musik hingga art cover kami setting dan desain seperti konsep jalanan,” papar Yennu. Totalitas mereka garap album nggak diragukan lagi guys. Mereka mengerjakan satu per satu komponen album dengan detil, nggak ngasal. Mulai lirik yang kritis namun tetap enak didengar, penggarapan aransemen musik yang berisik, tapi tetep

nyaman hingga didenger ampe pembuatan art cover album. “Buat lirik hampir semua yang nulis Ugo (vokalis). Jadi setelah diskusi kami serahin segala ide dan pemikiran buat dieksekusi jadi lirik. Percaya ama Ugo lah, soalnya dia kan penulis. Hehehe,” tukas Yennu. Namun ia menuturkan sedikit ketidakpuasan mengenai musikalitasnya. ”Musik kami kurang kasar dan kurang jalanan. Kami nyoba ngasih sentuhan disko, namun kurang kasar. Kami pengennya disko macam disko pantura gitu, biar lebih ngena.”

Pemilihan nama album Balada Joni dan Susi juga ada ceritanya! Dari lagu pertama ampe lagu terakhir dibikin cerita ato balada Joni dan Susi sebagai pemeran utamanya! Tuh, asik kan? Wait, tapi kenapa namanya harus Joni dan Susi? Kenapa ngga Budi dan Wati? “Menurut kami nama Joni n’ Susi emang nama yang klasik, jadul dan pinggiran banget. kira-kira begitu,” jelas Yennu. Joni dan Susi merupakan karakter yang diciptain ama personil Melbi sebagai gambaran aja. Di album itu emang banyak cerita soal kondisi jalanan antara si kaya dan si miskin, kisah cinta yang timbul akibat efek politik, dan banyak lagi. Melbi nyoba ngasih gambaran soal lintasan peristiwa fenomena sehari-hari. “Di album ini kita cuma kasih gambaran soal kehidupan dan realitasnya. Karena hidup itu pilihan.” Pada tiap live di panggung Melbi nggak cuma nampilin musik aja, tapi semua dikemas ciamik! Nurut rencana, Maret mendatang Balada Joni dan Susi bakal dibikin versi teaternya. Oke, kita tunggu karya-karya fenomenal kalian! (fer/why)


JOG 0202 HAL 24 PROOF 1