Page 1

14

RADAR JOGJA

Selasa Wage 21 April 2009

Preppy is not definitely about studying. GAYA Preppy identik dengan style yang rapi dan nyaman buat dipake. Gaya ini aman buat dipake kapanpun. Mau dipake les boleh, jalan bareng temen juga asik. Tinggal pinter-pinter maduin aja. Cara instan ngedapetin gaya preppy adalah pilih motif plaid (kotak-kotak). FEEL THE 90’S Awal tahun 90an, band-band beraliran alternative rock atau grunge mulai digandrungi anak-anak muda. Sebut aja Pearl Jam ama Nirvana. Cewek pasti histeris ngeliat wajah Kurt Cobain yang keren ban-

get. Gaya rebel dia bahkan uda dijadiin inspirasi fashion. Kalo pengin tampil ala dia, bongkar lemari kakak cowok atau papa kamu. Jadiin kemeja kotak-kotak berpotongan cowok sebagai luaran. Dalamnya, tinggal pake T-shirt ama jeans selutut yang digulung ujungnya. Hasilnya, Fashionably rebellious. STREET BELLE Pengen tau gaya streetwear cewek Athena? Mini dress plus cropped jacket jadi kuncinya. Biar jadi preppy look, pilih yang motifnya kotak-kotak. Makin lengkap, sepatu Mary-Janes putih ini sukses

bikin kamu keliatan makin imut. GEEKY PREPPY Karena preppy kotak-kotak itu uda umum dengan labelnya sebagai outfit yang cocok buat belajar, sekalian aja dijadiin geekstyle. Jeans pensil kotak-kotak bias kamu padukan dengan T-shirt band kebanggaanmu. Kalo ga ada? Pake aja kaos apapun yang ada poto-poto orang terkenalnya. Kayak T-shirt Obama ini. Kacamata lebar dengan bingkai hitam wajib dipake buat nguatin kesan geek kamu. Siap deh jalan bareng temen se-geng. (yut)

MODEL : RANIN DITA (MAHASISWI KOMUNIKASI UGM) FOTOGRAFER : M SYUKRON GRAFIS : HERPRI

FEEL THE 90’S

STREET BELLE

GREEKY PREPPY

SMK Negeri 2 Depok

Mereka juga Jago Nggamel TAMBAH ILMU: Plastic Funtastic bukan sekadar gank ngrumpi, tapi barengbareng belajar dan nambah ilmu.

PERKASA/INDIKASI

Plastic Funtastic

Nggak Sekadar Have Fun SEBENERNYA banyak komunitas di Jogja yang ngumpul nggak sekadar have fun lho. Tapi ada juga yang sengaja ngumpul untuk saling tukar ilmu. Salah satunya yaitu komunitas Plastic Funtastic. Komunitas ini anggotanya para pecinta kamera mainan ato yang lebih keren disebut Toy Cam. Jadi jangan remehkan yang namanya kamera mainan ato Toy Cam, karena meski bahan dasarnya cuman plastic, namun hasil jepretan kamera ini dahsyat juga lho. ‘’Komunitas ini kami namakan Plastic Funtastic karena yang kita pake emang kamera plastik,’’ ujar mahasiswa Filsafat UGM, Hafidz Maulana. Menurut dia, awal berdiri namanya bukan Plastic Funtastic. Namun karena ada perbedaan visi, misi dan lain-lain terpaksa dibikin komunitas baru. ‘’Yang lebih sistematis dan jelas,” ujar Hafidz. Selain itu mereka juga pengen lebih mandiri, maksudnya supaya bisa berdiri sendiri en bisa bebas berkreasi. Menurut Hafidz, Plastic Funtastic

berdiri sekitar bulan Januari 2009.. so usianya masih seumur jagung, tapi yang gabung di komunitas ini udah banyak lho. Kalo gabung di Plastic Funtastic, mereka nggak lagi sekadar motret ato setidaknya nggak asal motret. Jadi harus punya tanggungjawab atas foto yang diambil, take a picture. ‘’Artinya supaya mereka punya konsep dan tujuan jelas. Soalnya kita pake roll film dan sekarang harganya mahal, trus susah juga kalo nyarinya,’’katanya. Intinya sih, supaya ngirit gitu loh. Nah itu yang kemudian membuat plastic fantastic nggak sekadar komunitas have fun aja, tapi mereka juga belajar bertanggungjawab, dan bisa sharing ama temen, keren khan guys? “Pake kamera mainan yang masih pake roll film itu bagi kami lebih punya arti dan kesan tersendiri lho. Apalagi kalo motret trus liat hasilnya. Beuhhh keren banget coy! Trus kalo kalian semua mau gabung, masuk aja ke forum kita, di Plastic Funtastic Yogyakarta (Facebook), dan jangan lupa di add

ya,” ujar Latan’ Rizky, Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yang juga aktif di komunitas. Menurut dia, gabung di Plastic Funtastic bakal asyik dan nggak ngebosenin. ‘’Bisa dapet banyak pengetahuan ama skill-skill motret yang baik, benar dan bertanggungjawab. Kayak bagaimana nyikapi obyek yang kurang pencahayaan dan banyak lagi. Kita punya prinsip jangan terbatas dengan keterbatasan alat, tapi manfaatkanlah keterbatasan alat itu,” kantanya. Oke, see you guys. (eza)

ISTILAH-ISTILAH : Multi Exposure: gabungan dua gambar ato lebih jadi satu frame. Red scale: Hasil foto jadi merah karena filmnya dibalik. Pin hole: kamera lubang jarum.

JOGJA emang kota yang kental dengan budaya Jawa, maka udah tugas kita anak-anak muda buat ikut melestarikannya man! Dan cara untuk melestarikan warisan kakek nenek kita itu macem-macem bentuknya bos! Seperti dilakoni temen-temen kita di SMK Negeri 2 Depok atau yang lebih terkenal dengan sebutan Stembayo melalui ekskulnya, OSEKA (Organisasi Seni Karawitan). Peminat ekskul ini lumayan mbludak lho! “Motivasi aku ikut Oseka karena pengen mendalami dan melestarikan budaya. Sebelumnya aku nggak bisa main karawitan sama sekali, tapi karena penasaran akhirnya berani buat nyoba aja,” tutur Ibnul Fadli, koordinator Oseka yang kini duduk di kelas XI Elektro. Eh tapi bukannya karawitan itu agak ribet ya cara mainnya? Alat musiknya aja banyak banget, ada bonang, saron, demung, peking, gender, gong, kendang, dan masih banyak lagi. Fiuh.. banyak buanget…. “Jangan putus asa! Kesulitannya kerasa banget karena instrumen karawitan itu emang buanyak. Selain itu, tiap instrumen beda cara mainnya, tapi emang kudu telaten dan tetep semangat,” aku Edwin Wibisana yang biasanya megang gambang. Robertus Bayu punya alasan sendiri mengapa dia tertarik gabung Oseka. “Dulu di SMP Negeri 1 Kalasan aku udah ikut ekskul karawitan dan sering dapet juara. Makanya sekarang lanjut lagi di Oseka biar lebih jago!” katanya bersemangat. Cowok yang kepincut karawitan garagara sering liat ayahnya main karawitan di rumah ini juga punya pengalaman seru pas manggung. “Dulu pas SMP instrumennya terbuat dari besi, pas pertama kali manggung, ternyata sama panitia disediain alat yang bahannya dari perunggu. Karena perunggu lebih berat dari besi, jadi mukulnya bikin lemes, hehehe..” ungkap cowok yang akrab disapa Bayu ini.

JI..RO..LU..NEM : Ikut tergerak untuk terus menjaga tradisi dan budaya Jawa.

M SYUKRON/INDIKASI

Oseka ini emang populer banget di Stembayo karena mereka punya segudang prestasi. Tahun 2008 lalu mereka juara satu lomba karawitan seKabupaten Sleman. Oseka juga rajin ambil bagian di Festival Gamelan Gaul yang tiap tahun diadain Komunitas Gayam 16. ‘’Acara itu selalu menarik perhatian, karena para penggemar karawitan dari seluruh penjuru tanah air. Bahkan nggak jarang ada temen-temen dari Jepang, Korea, dan Kanada yang ikut partisipasi dan satu panggung sama temen-temen OSEKA lho!’’ Selain rajin nongol di lomba dan festival, temen-temen Oseka juga punya program kerja tahunan, yaitu bikin pagelaran perdana dan pagelaran tunggal. Pagelaran tunggal termasuk acara yang selalu dinanti para penggemar karawitan di Jogja. Belum lagi job-job

ngisi acara di berbagai tempat. Terakhir, mereka ngisi acara Summer Course 2008 yang diadain Fakultas Kedokteran UGM. Biar nggak boring, mereka selalu punya akal buat nge-mix performa musikalisasi. Oseka sering kolaborasi ama tim Un- strat (Unit Sastra dan Te a t e r ) dan temen-temen band Stembayo. (arm/gun)

Edisi Kelima bag. II  

Indikasi Radar Jogja: In-Style, In-Skul & In-Team (21 April 2009)

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you