Page 1

24

RADAR JOGJA

KALO dulu kamu berfikir kain sisa jahitan mama udah nggak bisa kepake, nah sekarang lah saatnya kamu bermain main dengan ide kreatifmu. Ya, menyulap kain itu jadi rok pesta yang lucuu! Coba aja semak kreasi temen-temen indikasi kali ini …..

NAERA

KESERIUSAN sebuah band itu bisa diperlihatkan dari karya-karya yang mereka ciptain yang kemudian diwujudkan dalam sebuah album. Jika itu dipake acuan, maka band indie Jogja, Naera perlu dihargai. Karena Naera kini tengah nyoba untuk ngramein blantika musik indie kota ini dengan warna musik pop yang dikasih sentuhan rock n roll, blues ama dance. Kedengerannya sih rame, tapi tetep aja mereka lebih nonjolin nuansa musik yang ngepop. Band yang berdiri sejak 1 Juli 2007 ini diperkuat ama Muchriadi/Adi (vokal), Hairil Aswan/Aril (gitar), Fadli Fahmi/Fay (bass), sedangkan posisi drum sendiri masih additional yang diisi bergantian ama Ilend dan Haris. Menurut personel Naera, meski genre musiknya pop, tapi bukan berarti pop melayu. “Naera emang bukan grup band metal artinya bukan melayu total,” kelakar sang pembetot bass Fay. Saat ini, band yang lagi sibuk nyiapin album perdana nya ini udah berencana meluncurkan album tersebut pasca lebaran taun ini. “Materi album sih udah siap, terus saat ini kita lagi nyiapin soft launching ama launching debut album ini, kalo nggak ada kendala soft launching kita laksanain pas ngabuburit bulan puasa,” ujar Ade Amijaya, Bussines Manager Naera. Sejak pertama berdiri hingga kini, Naera jarang unjuk gigi di atas panggung. Kalopun mereka tampil, itu juga karena

NOMOR cantik Rolling Stones Minggu (2/8) malam lalu bergulir indah di tempat nongrkrong nya anak-anak muda, dJambur Coffee. Melalui acara yang diberi tajuk malem akustik A Tribute to Rolling Stone, DJambur Coffee mencoba untuk menggali kekuatan grup legendaris itu. Acara berdurasi kurag lebih tiga jam itu dimulai dari sekitar pukul 20.30 WIB yang diawali ama pemutaran video Rolling Stones live @ New York 2006 ngegunain multimedia giant screen ukuran 280 x 250 cm. Beberapa band indie Jogja seperti Naera dan GAS Coustic tak mau tertinggal untuk memeriahkannya. Meski dikemas sederhana, tapi even yang bakalan dibikin secara regular ini punya tujuan ngedukung eksistensi dan keberlangsungan komunitas bandband indie serta komunitas-komunitas lainnya di Jogja. “Di sini kami sangat serius buat ngefasilitasi dan ngakomodasi band-band indie Jogja untuk berkembang dan maju bersama, yang juga tidak mengesampingkan komunitas yang laen,” jelas Samsu Pratolo sebagai Event Manager. Lantas kenapa pada kesempatan ini ikon yang diangkat koq The Rolling Stones? Kenapa bukan The Doors ato Led Zeppelin yang notabene sama-sama

Selasa Wage 4 Agustus 2009

undangan temen, bukan karena keinginan personelnya. “Ampe sekarang emang kita jarang tampil di panggung, karena kita lagi konsen penggarapan album, dan hal ini sesuai komitmen awal kami ngebentuk Naera,” jelas Fay. “Setelah kita punya album, baru kita berani keluar dan ngekampanyein karya-karya kita ini,” tambahnya. Lirik lagu Naera di album perdana ini banyak bertutur soal cinta di lingkup anak muda. Komposisi musik yang disuguhkan juga easylistening, nggak rumit dan mudah dicerna. Nggak akan ditemukan lick gitar yang rumit di lagu mereka, hanya permainan bass yang lebih banyak running chord. Dalam permainan gitarnya Aril ngandalin penggunaan Gibson Les Paul dengan senar ukuran 0.10 ditambah ampli Marshall JCM 900 buat ngedapetin sound yg crunch dan overdrive untuk lebih tebalnya, “Untuk ampli kadang aku juga pake Marshall Modefor,” imbuh gitaris yang namanya mirip vokalis Peterpan ini. Sedangkan untuk Fay, dengan permainan bass yang banyak running chord dia memilih sound yang mid low, yang ditunjang melalui Fender Precission Japan dengan ukuran senar 1.05/45 ditambah ampli GK. “Sound Fender vintage, terus dengan senar ukuran 1.05/45 jadi aku bisa blocking dan low-nya bisa lebih dapet” ujar bassis yang juga mahir bermain piano ini. (why)

Step One ukur kain dan gunting sesuai ukuran badan kamu, lebihkan beberapa senti untuk dijahit pinggirnya. Step Two tekuk kain tile menjadi dua bagian lalu jahit salahsatu ujungnya dengan jahitan timpang tindih agar memberi kesan mengembang.

Step Three jahit kain bekas dan juga kain tile menjadi satud bagian pada lipitan kain tile, dan ditutupi oleh karet elastis tadi. Jahit di bagian kain elastis agar nantinya kartdapat ditekuk. Step Four Pertemukan bagian ujung-ujungnya lalu djahit. Agar mementuk sebuah rok. Voila! Your incridible skirt is ready to wear! Try and find the new experience! (sar)

Bahan yang diperluin: Kain sisa jahitan secukupnya Kain tile kurang lebih 2 meter Karet elastis warna hitam Gunting kain Penggaris Tailor’s chalk ( pensil kain ) Benang dan alat jahit

DOK.DJAMUR COFEE

band legendaries dunia? “Pertama, karya-karya Rolling Stones tak lekang dimakan waktu, lalu sampe sekarang band ini masih eksis dan sangat melekat kuat di para penikmatnya, terbukti live concert mereka tak pernah sepi dari pengunjung,” jelas koordinator acara, Mehdi Ades Ceisar. (why)

MODEL : NINA INDAH SARI (SMAN 6 JOGJA) FOTOGRAFER : M SYUKRON GRAFIS : HERPRI KARTUN

SMAN 7 Bikin Chisai Koto de Ookii Henka

AWALNYA kayak mimpi masuk ke dunia komik. Itu kesan awal waktu nyemak proses ekskul Jepangnya temen-temen SMA Negeri 7 Jogja. Karena salah satu cara untuk ngebuktiin eksistensi mereka soal Jepang. Maka mereka pun ngadain festival yang Jepang banget. Acara puncaknya digeber hari Minggu (2/8) lalu. Tajuk acaranya pun Jepang buanget, Chisai koto de ookii henka. Wuih, apaan tuh? “Sebuah langkah kecil untuk sebuah langkah besar. Maksudnya gitu. Kita ngelakuin ini khan awalnya kecil-kecilan, terus dibuat jadi tambah oke,” terang Nila Rezha Diyestia Rakhma, siswi

kelas XII IPA 3 yang kebagian job bendahara. Festival ini bisa dibilang beragam dan disediain buat SMP, SMA, dan umum. Soalnya ada lomba Moji o Yomimasu (membaca huruf Jepang), Kaku (menulis), shodo (menulis kanji Jepang), doojinshi (menggambar), menghias bento (kotak bekal makan) buat temen-temen SMP sama SMA. Terus kalau buat umum, ada festival band lagu-lagu Jepang, karaoke lagu-lagu Jepang, dan pastinya cosplay. Tujuan kegiatan ini buat ngenalin Nihon Soshiki ke masyarakat luas, utamanya biar jadi inspirasi temen-temen komu-

SI

GENDHIS/INDIKA

nitas Jepang yang ada di Jogja. “Pecinta budaya Jepang di Jogja rasanya udah banyak, khususnya coplay. Makannya kami bikin acara yang bisa mewadahi mereka,” tambah cewek yang akrab dipanggil Ezha ini. Nah, karena yang punya gawe temen-temen ekskul SMAN 7 Jogja, pesertanya nggak boleh siswa dari SMAN 7 Jogja. Iya lah, masa ya iya dong… kalau pesertanya dari SMAN 7 Jogja kan bisa terjadi kecurangan. Pastinya, nggak gampang dong bikin acara yang heboh macam ini. Ada banyak kendalanya. Apaan aja? “Kendalanya, pas kemarin ini kan sekolah-sekolah

pada libur jadinya kami kesulitan buat nyebarin undangan ke sekolah-sekolah. Udah gitu, pasang posternya juga lumayan mepet hari H,” jelas Ratih Eva Nurvita selaku Ketua Panitia. Meski banyak kendala yang mereka hadapi, pastinya mereka nggak gampang nyerah dan tetap semangat dong. Buktinya acara bisa dibilang meriah dan disambut penuh antusias ama pecintapecinta budaya Jepang, terutama pecinta karakter kartun Jepang. Salut deh buat temen-temen Nihon Soshiki yang udah sukses bikin acara keren banget. Pokoknya jangan gampang nyerah deh… Ganbate kudasai!! (gun)

0804  

Step Two tekuk kain tile menjadi dua bagian lalu jahit salah- satu ujungnya dengan jahitan timpang tindih agar memberi kesan mengembang. Ste...