Issuu on Google+

RADAR JOGJA

TREN 2010 ternyata nggak melulu nonjolin warnawarna alam. Karena kebukti warna-warna terang juga masih diusung para desainer kenamaan dunia di era 2010 ini. Untuk itu, ayo kita tengok nasib warna-warna electic seperti warna biru tua, shocking pink, kuning cerah, ungu dan lain-lain. Warna-warna electic ini emang cenderung beraliran disco. Selain warna nya sangat cerah dan saling tabrak, motif yang digunakan motif garis-garis asimetris tak beraturan. Instyle punya sesuatu yang spesial untuk dipake temen kita satu ini. Stocking warna electic ini adalah D.I.Y project dari kita lho. Cara bikinnya gampang bangett! Tinggal siapin stocking warna putih kamu dan beberapa warna cat air sesuai keinginan kamu. Setelah itu, kamu warna deh stocking tadi ama warna-warna “gonjreng” dan motif yang berantakan. And Voila! Your electic own stocking are ready to wear with your shocking colour dress!! Gampang kan? Selain ga ada yang bakal nyamain, kamu juga bisa ngebuat warna-warna stocking itu sesuai keinginan kamu! Nah, kalo gaya satu ini, electic with denim bisa kamu pakai kalo lagi hang out bareng temen-temen. Atasan electic model jadul ini cocok banget kalo dipaduin ama celana pendek jins dan stocking hitam di dalamnya. Tambahin aksesoris pita warna ungu di rambut kamu, dan gelang warna-warna terang seperti yang ada di dalam warna baju kamu supaya unsur electic makin keliat. Jangan lupa pakai sepatu yang paling nyaman ato sepatu model sneakers putih ini biar nggak gampang c a pek kalo mau gaul seharian bareng tementemen. (sar)

Pengembangan Diri Memasak di SMA 17 ’1’

Selasa Pahing 19 Januari 2010

Model: Greta Indri Hapsari (SMAN 5 Jogja) Fotografer: Masageng Widhgdasena Grafis: Herpri Kartun

Jamphe Johnson

Bakwan dan Combronya Enak Lho Suguhkan Ramuan Rock, Blues & Country HARI lahap akan jatuh pada hari Sabtu. Kayaknya sebutan itu pas banget buat diterapkan di SMA 17 ’1’ Jogja. Dan saat hari Sabtu (16/1) lalu Indikasi datang ke sekolah yang ada di kawasan Bumijo Jogja itu, langsung disuguhi bakwan dan combro. Ya, karena tiap Sabtu di sekolah itu ada acara masak-masak. Mulai bikin roti, gorengan, ampe bikin ayam bakar segala. Pokoknya asyik banget. Tapi tunggu dulu, nggak sembarang anak bisa ikutan masak-masak di skul itu. Karena cuma anak yang ikut ekskul wajib Pengembangan Diri (PD) Memasak yang boleh nyoba resep arahan dari guru pembibingnya. Di dapur sederhana yang ada di sekolah itu, mereka mulai berkreasi dengan macam-macam resep masakan. Canda dan tawa mereka menjadi bumbu tambahan yang selalu menjadikan ruangan sederhana jadi lebih hidup. Siang itu tampak beberapa siswi sedang sibuk memasukan parutan singkong dengan daun kemangi. Meski sibuk, wajah mereka penuh semangat dan penuh rasa keingintahuan. Menurut pembimbing ekskul PD Memasak, Suwartilah, ekskul tersebut punya tujuan untuk memotivasi siswa. ”Kita ingin anak-anak memiliki modal skill buat mendirikan home industry,” ujar Suwartilah yang juga dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia ini. Untuk ikutan PD Memasak, setiap bulan mereka membayar iuran Rp 10 ribu.

SABINA GANDIS/INDIKASI

Uang itu nanti akan digunakan untuk membeli bahan baku. Menurut Suwartilah, kadang anak-anak merasa berat untuk membayar iuran. ”Saya ngerti keadaan anak-anak, makanya pihak sekolah ngasih subsidi,” tegasnya. Yang menarik, hasil kreasi mereka itu nggak sekadar disantap bersama, tapi ada sebagian yang mereka jual ke guru-guru ato dititipkan ke kantin. Penginnya mereka sih, menu yang disediakan di kantin sekolah adalah hasil kreasi mereka. (hehehe... kalo mereka tiap hari masak untuk kebutuhan kantin, trus kapan sekolahnya,red). ’’Ya penginnya sih gitu biar makanan kantin nggak diambilkan dari luar. Khan hasil penjualannya bisa dikumpulin untuk modal berikutnya, kalo nggak bisa untuk study banding ngunjungin restoran,’’ ujar salah satu peserta. Tak kalah menarik, semua makanan yang mereka buat terbebas dari vetsin. Karena menurut Suwartilah vetsin

kurang baik untuk kesehatan. Sementara salah satu anggota PD memasak Priska Ferani ngaku ikut PD Memasak biar bisa masak. ”Aku pengin bisa masak buat nambah wawasan and ngembangin hobi,” ujar siswi kelas XB ini. Lain halnya dengan Tiara Putri yang ikutan PD Memasak karena dia pengin punya kantin. ”Ya itu tadi biar makanan kantin sekolah nggak usah ngambil dari luar,” ujarnya tersenyum. Kalo bicara soal masakan favorit, anak-anak itupun langsung berteriak. ’’Tumis...!!!!’’ kata mereka serempak. Menurut mereka, segala macam tumis mereka suka. ’’Soalnya gampang, hehehe..” imbuh Puji Yamtini siswi kelas XA. Nah, kalo kalian pengin nyoba masakan mereka. Coba aja sekali-kali jajan di kantin SMA 17 ’1’ Jogja. Eh... bakwan jagung dan combronya enak banget. Kalo di kantin, camilan itu dijual per biji Rp 500,- (sha/per)

ROCK n’ roll never die ! Itu kalimat yang pas disematin buat band rock n’ roll Jogja yang punya nama Jamphe Johnson. Band yang berdiri 8 Agustus 2007 ini emang dari awal dibentuk udah memantenkan rock n’ roll sebagai acuan bermusiknya. Berawal dari obrolan dan seringnya nongkrong di salah satu studio di Jogja Abay (gitar 1), Tepay (gitar 2), Buluk (bass), Mono(drum) dan Ouye’ (vokal) pun sepakat ngebuat band. “Awal band ini terbentuk, namanya Tinta, trus berubah The President dan terakhir berubah lagi jadi Jamphe Johnson ampe sekarang. Nama bandnya ganti dua kali, coz nama band itu udah ada yang make duluan,” ujar Ouye’ sang vokalis. Perubahan nama nggak ngebuat musikalitas Jamphe Johnson berubah. Mereka konsisten maen di pakem rock n’ roll dengan dimix ama blues dan country. Lagu coffe blues Jogja, garuda patah hati, jadi bukti konkrit. Dengan lirik yang gampang dicerna, musik yang easy listening dan dikemas secara rock n’ roll menjadi sebuah komposisi yang menarik. Namun sayang, lagu-lagu itu tidak dirangkum dalam mini album maupun full album. “Kami sengaja hanya ngedarkan lagu ke kalangan terbatas aja, karena kami selektif dalam mengeluarkan lagu secara album,” jelas Ouye’ sang vokalis yang juga hobi ngelukis sketsa ini. Meski belum ngeluarin lagu dalam bentuk album, namun band satu ini udah sering lalu-lalang manggung,

JAMPHE JOHNSON FOR INDIKASI

bahkan ampe di luar Jogja. Mereka juga sempet jadi salah satu finalis festival musik yang diadain ama salah satu perusahaan rokok terkemuka di negeri ini. Well, that’s great ! Di tahun 2010 ini, mereka udah niat buat ngerilis lagu yang dikemas dalam bentuk album. “Mulai Januari ampe Februari, kita udah stop manggung buat fokus ke recording. Soalnya kita pengen album kita bisa menghasilkan musik yang berkualitas, berbeda dan tentu aja mudah dicerna,” terang vokalis asal Solo ini. Buat ngerilis album perdana ini, sepuluh lagu udah mereka siapin ama punggawa band ini buat dieksekusi di ruang recording. Nah, dari sini ada yang unik nih guys ! sepuluh lagu ini emang punya judul ama komposisi musiknya, tapi belum memiliki lirik!

Wow! Lagu tanpa lirik dan langsung masuk rekaman? “Dari penciptaan lagu pertama, beginilah cara nyiptain lagu ala Jampe Johnson dan berhasil. Kalo nggak dengan cara kayak gini, nggak jamin deh lagunya bakal jadi. Hahaha,,,.” kelakar Ouye’ sembari ketawa. Mereka juga punya harapan, kalo misalnya album mereka udah beredar ada label mayor yang mau ngelirik. Meski begitu, mereka bakal tetep selektif dalam menerima tawaran. Karena mereka nggak bakal mempertaruhkan rock n’ roll mereka dengan tuntutan pasar yang kerap berubah-ubah. Last but not least, Rencananya album perdana mereka bakal siap rilis pada Maret 2010. Dan kita tunnggu aja sebuah album dengan influence musik ala Rolling Stone dengan lirik-liriknya yang catchy bakal ngeramein heteroginitas musik di kota Jogja ini! (fer/sha)

SMAN 1 dan Negeri Pelangi, Negeri 1001 Kreasi NEGERI pelangi negeri seribu satu kreasi. Kalimat indah itu adalah tema yang diusung temen-temen SMAN 1 Jogja ato yang lebih beken dengan sebutan SMA Teladan Jogja. Di waktu-waktu terakhir temen-temen ini lagi sibuk bikin acara guna ngerayain ultah skulnya. Sebenernya sih udah banyak acara yang diadain oleh temen-temen. Dan hari minggu (17/1) kemarin mereka juga dibuat sibuk momong anak-anak TK dan SD. Karena di acara yang make titel CAT #2 ato Children Art on Teladan seri dua itu, temen-temen SMAN 1 Jogja lagi bikin kegiatan lomba mewarnai dan lomba lukis untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Acara ini merupakan ajang apresiasi bagi anak-anak di Kota Jogja dan sekitarnya. Baru taun kemaren kegiatan

EVRIZA ANAS/INDIKASI

untuk anak-anak ini diadain, dan kali ini merupakan yang kedua kalinya. Karena taun kemaren sukses, ya kenapa nggak dilanjutkan di taun ini,” jelas Sayaf Al-Faruq yang dipercaya jadi ketua panitia CAT #2. Di acara kemarin, temen-temen SMA Teladan juga cukup sibuk, namun mereka tetep aja keliatan asyik dan enjoy. Suasananya begitu meriah, anak-anak yang masih berumur di bawah 6 taun itu pada sibuk mewarnai, tapi ada juga yang nangis, ketawa-ketawa, dan banyak kejadian menarik lainnya. Para orangtua juga ikut sibuk nemeni anakanak mereka. Sedikitnya ada 100 peserta yang ikut memeriahkan CAT #2. “Acara puncak ultah sekolah akan kita isi ama Pensi yang kita rencanain bulan maret,” ujar Sayaf sembari kasih info kalo minggu (24/1) depan mereka bakal ngadain FAS (Festival Anak Sholeh). (eza)

Jogja Jl Ring peli Kupon Asli) ke Indikasi Corner Radar Kirim langsung jawaban kamu (Ditem Condongcatur Depok Sleman. Road Utara No 88 (Baratnya Polda DIY) l 1 Februari 2010. Jawaban paling lama ditunggu tangga (untuk 2 orang) 2 merchandise dari Jamphe Johnson. patkan menda akan ung berunt yang Bagi l 2 Februari 2010. Pemenang akan diumumkan edisi tangga


0119