Page 1

01. 02. 03.

04.

DISPROGRAMMING RECIPROCITY & INDIFFERENCE

S I T E & S E K I TA R

05.

P R O G R A M I C T O O L S

06. 07.

F O R M A L T O O L S

08.

P R O G R A M R U A N G

KISHO KUROKAWA APPROACH

L I VA B L E C I T Y KONSEP LUAS

D I S P R O - G R A M M I N G BERNARD TSCHUMI

C O N C E P T T O O L S

REPETITION

A L U R S K E N A R I O

―Disprogramming mengkombinasikan 2 program sehingga konfigurasi spasial program A mengkontaminasi program dan konfigurasi spasial program B;

Warehouse Market akan menjadi program ruang yang konfigurasi spasialnya akan mempengaruhi konfigurasi spasial program ruang pelabuhan dalam hal ini dikarenakan proses perpindahan berbagai jenis komoditas yang awalnya terjadi di pelabuhan.

R. Maintenance

Trading Area

R. Manajemen

Ruang Staff

Tangga Darurat

R. Ambil Barang

Ruang Pantau

R. Arsip

Lapangan Parkir

03.

Hubungan content-concept yang terjadi pada objek adalah reciprocity, dimana fungsinya sebagai tempat pusat perdagangan transportasi air dalam skala komoditas besar ditanggapi dengan concept bangunan yang dapat mewadahi keberagaman aktifitas perdagangan tersebut. Namun disisi lain content tersebut ditanggapi pula dengan membuka potensi munculnya aktivitas di luar program, yakti sebagai warehouse market. Hubungan content-concept yang terjadi adalah indifference. Program ruang pelabuhan komoditi biasanya dilakukan pemindahan secara langsung dari satu transportasi ke transportasi lainnya. Namun, untuk program kedepannya menginginkan sebuah tempat yang dapat juga menjadi ruang penyimpanan komoditas terlebih dahulu dan selanjutnya terjadi proses jual-beli barang dalam skala besar maupun skala kecil di lokasi yang sama.

INTERMEDIARRY SPACE

Pallete Racking Room

建烏 築托 邦

PERANCANGAN —ARSITEKTUR 5

21

SEPTEMBER

DOSEN: KIRAMI BARARATIN ST., MT ENDY YUDHO P. ST., MT The aim, then as now, was not to put together a record of contemporary architecture, like some inert warehouse, or draw up a soulless inventory thereof, bur rather to develop an interest in architecture as experiment, utopia, and research

TOOLS

INDAH TIARA N. 08111540000023

METHOD

Kantor Administrasi

INTERMEDIARRY SPACE

Service Area

INSERTION INFILL BUILDING

CONCEPT TOOLS

R. Barang Rusak/Karantina Dermaga Kapal & Loading Dock

08.

K A L I M A S

04./5./6.

PERSPECTIVE: DESIGN APPROACH To integrate facilities and infrastructure in one’s area

STEPPING: METHOD TO FORMAL OBJECT

A LIVEABLE CITY

Intermediarry space merupakan suatu ruang antara yang ada dalam kebudayaan Jepang. Ruang antara ini biasanya diterapkan dalam merancang sebuah rumah dengan lingkungannya, meskipun tidak menutup kemungkinan diterapkan dalam perancangan bangunan yang lain. Port yang akan dibangun dikonsepkan sebagai teras bagi aktivitas perdagangan yang ada di Kembang Jepun, karena port menjadi salah satu pintu masuk perdagangan melalui transportasi air yang selanjunya berbagai macam komoditi akan didistribusikan ke pedagang.

REPETITION MOTIF ORNAMENTAL

Symbiosis of Past and Present merupakan salah satu pendekatan desain yang akan digunakan selama merancang objek kedepannya. Bangunan baru akan diletakkan berbatasan dengan bangunan lama secara vertical. Fasad bangunan lama akan tetap dipertahankan sebagai support system dari bangunan baru yang akan dibangun sebagai bagian dari infill building.

Pendekatan symbiosis of past and present memanfaatkan bangunan tua dalam merancang desain bangunan baru yang akan diinfill. Kriteria yang disebutkan oleh Kisho Kurokawa antara lain adalah dengan menggunakan simbol-simbol yang menempel pada bangunan tua. Elemen-elemen yang terdapat di muka bangunan Kembang Jepun sangat beragam, tidak hanya elemen-elemen Tionghoa tetapi juga elemen dari bangunan dengan ciri khas Eropa dengan menerapkan tools repetition pada bangunan baru nanti.

SEKITAR (MASA KINI)

Resilience, Inclusiveness, Authenticity, Walkability

1

KALIMAS

5

HIBURAN

2

PEMERINTAHAN

6

PENDIDIKAN

3

PABEAN

7

PERMUKIMAN

4

KULINER

8

IBADAH

9

JL.KARET

01.

KISHO KUROKAWA

STRUKTUR WIDESPAN

Permasalahan yang dihadapi Kampung Pecinan Kembang Jepun (Kya-kya) yaitu seiring dengan perkembangan fungsi Kota Surabaya yang semakin pesat, maka peran dari kawasan Kembang Jepun sudah tidak sevital seperti pada masa Kolonial. Pemerintah sudah melakukan upaya revitalisasi pada kawasan Kembang Jepun, tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan dan terjadi penurunan vitalitas kawasan. Dapat dilihat dari pudarnya karakteristik arsitektur tiongkok, dan berkurangnya tradisi kebudayaan tiongkok pada Kawasan Kembang Jepun. Hal ini menyebabkan eksistensi kawasan Kembang jepun mengalami penurunan.

3 JALAN KARET LUAS 7.238 M2

4 6 2

5 8 7 9

1

Perancangan Arsitektur 5 (Poster Preview 2)  
Perancangan Arsitektur 5 (Poster Preview 2)  
Advertisement