Issuu on Google+

SALURAN BANYU URIP, MENUR, & SEMOLOWARU PEMERINTAH KOTA SURABAYA

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

2008


02 pembuka 03 surabaya dan profil kota 04 saluran air banyu urio 12 saluran air menur 22 saluran air semolowaru DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

|1


Pembuka S

urabaya adalah sebuah kota yang dinamis, sebuah kota yang terus menerus tumbuh dan membangun. Infrastruktur kota berkembang, warga pun terus menerus bertambah.

Perkembangan infrastruktur kota dan penambahan warga yang pesat itu memang jamak terjadi pada sebuah kota besar, kota yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi pada suatu kawasan. Dan Surabaya adalah salah satu sentra pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di provinsi Jawa Timur. Meski begitu, pengembangan infrastruktur tak jarang kalah cepat ketimbang pertumbuhan warga. Ketika laju pertumbuhan penduduk sudah sedemikian tinggi, pembangunan infrastruktur di beberapa kawasan terlihat begitu tertinggal. Namun, pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Pembangunan demi pembangunan terus digalakkan, infrastruktur terus ditambah dan diperbaiki.

2|

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU


Surabaya & Profil Kota Surabaya terletak pada 07° 21’ Lintang Selatan dan 112° 36’ - 112° 54’ Bujur Timur. Berkisar 3-6 meter di atas permukaan air laut. Termasuk dataran rendah, Surabaya memiliki dua bukit landai di kawasan Lidah dan Mayjen Sungkono dengan ketinggian 25-30 meter di atas permukaan air laut. Surabaya terletak di kawasan utara dengan batas wilayah sebagai berikut: Utara: Selat Madura Timur: Selat Madura Selatan: Kabupaten Sidoarjo Barat: Kabupaten Gresik Luas wilayah Surabaya mencapai 33.306,30 kilometer persegi Dalam pembagian wilayahnya, Surabaya dibagi menjadi 31 kecamatan dan 163 kelurahan.

S

urabaya adalah salah satu kota penting di Indonesia. Surabaya menjadi ikon dan gerbang Indonesia di kawasan Timur. Sudah sejak lama Surabaya menempati posisi penting tersebut. Mulai dinobatkan sebagai pusat pemerintahan di zaman VOC, menjadi ibu kota provinsi Jawa Timur, hingga sekarang menjelma menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Layak kiranya jika Surabaya menyandang gelar kota metropolitan, bahkan Megapolitan. Pertumbuhan ekonomi itu tentu saja mengalirkan begitu banyak penduduk ke Surabaya. Selain penduduk asli, Surabaya masih menjadi ’’incaran’’ urbanisasi warga dari kotakota lain yang ingin mengadu nasib ke ibu kota provinsi. Jumlah penduduk pun meningkat pesat. Saat ini, diperkirakan sekitar 3 juta jiwa penduduk (sumber infokom) mendiami Surabaya. Problem sosial pun membayang. Salah Selain menjadi potensi positif pembangunan, jumlah penduduk yang cukup besar itu juga menyisakan berbagai problem. Sebut saja, kepadatan penduduk yang tidak merata, masalah penyakit sosial kemasyarakatan, hingga kemacetan yang diakibatkan tingginya volume kendaraan sebagai imbas

banyaknya populasi di Surabaya. Sayangnya, pertumbuhan lalu lintas seolah begitu pesat sehingga seolah tak terkejar oleh penambahan ruas jalan. Akibatnya nyata. Kemacetan begitu sering terjadi di Surabaya, bahkan pada jamjam tidak sibuk. Ibaratnya, hampir setiap waktu, setiap ruas jalan di Surabaya dijejali aliran kendaraan yang seolah tak berhenti. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya pada tahun anggaran 2009 telah melakukan upaya peningkatan kapasitas jalan dan penambahan ruas jalan dengan cara memasang box culvert di kawasan Saluran Banyu Urip, Saluran Semolowaru, dan Saluran Menur. Upaya itu tidak semata-mata bertujuan untuk melebarkan jalan. Namun, pelebaran jalan itu diharapkan menambah alternatif ruas jalan untuk menuju kawasan barat atau timur Surabaya. Selain memecah simpul kemacetan di tengah kota, penambahan jalan itu juga diharapkan menjadi pendorong dan penarik perkembangan ekonomi di sekitar ruas jalan tersebut. Lalu lintas perekonomian serta aktivitas warga menjadi lebih lancar tanpa terhambat simpul macet jalan raya Surabaya. (*)

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

|3


Saluran Banyu Urip Sistem Saluran Banyu Urip menjulur sejauh 13.916 meter, mulai dari intake Kali Kedurus di Jl. Gunungsari sampai dengan kawasan Sumberejo Kecamatan Pakal. Pada segmen dari pertigaan Jalan Girilaya (Pasar Burung), saluran ini bersisian dengan Jalan Banyu Urip ke arah utara hingga menuju kawasan Tandes dan Benowo di bagian barat Surabaya. Saat ini, fungsi Jalan Banyu Urip sebagai salah satu jalan akses timur-barat Surabaya kurang berfungsi maksimal. Rasio kendaraan dan lebar jalan masih belum sebanding. Karena itu, sebagian besar warga masih memilih melewati Jalan Mayjen Sungkono atau Jalan Demak untuk menuju ke kawasan Surabaya barat. Jika itu terus terjadi, beban kedua ruas jalan itu akan semakin berat sehingga berujung pada kemacetan. Salah satu solusinya adalah memperlebar Jalan Banyu Urip sehingga bisa berfungsi maksimal sebagai akses timur-barat Surabaya. Namun, memperlebar jalan itu bukan sebuah tindakan yang sangat mudah. Kawasan itu telah begitu padat, sehingga pembebasan lahan menjadi hal yang tidak memungkinkan. Meski begitu, kawasan tersebut bukan tidak memiliki potensi yang tidak bisa dimanfaatkan. Saluran air yang berdampingan dengan jalan itu dapat menjadi solusi untuk memperlebar Jalan Banyu Urip. Saluran air tersebut diberi box culvert untuk menambah lebar Jalan Banyu Urip. Pembangunan box culvert itu sekaligus memecahkan dua problem. Selain menambah volume jalan, box culvert juga sekaligus merevitalisasi saluran air di kawasan itu dalam fungsinya sebagai saluran irigasi dan pematusan kota. (*)

4|

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Taman di saluran banyu urip sekitar pasar burung

PETA SALURAN BANYU URIP

Saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip wetan gg II.


Saluran Air Banyu Urip

Saluran banyu urip di sekitar belakang pasar burung.

Saluran banyuurip di sekitar belakang pasar burung.

Kawasan pasar burung.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

|5


Saluran Air Banyu Urip

Saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip.

6|

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Selain terletak di sisi jalan yang padat, saluran air Banyu Urip berada di samping permukiman yang padat pula. Karena itu, di beberapa ruas saluran terdapat jembatan-jembatan seadanya yang menghubungkan permukiman dengan jalan. Salah satu efeknya, jembatan itu menjadi tempat bersarang sampah-sampah domestik yang masih kerap dibuang secara sembarangan.


Saluran Air Banyu Urip Saluran ba nyu urip di sekitar jl. Banyu Urip.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip.

Sampah-sampah di saluran banyu urip sekitar jl. Banyu Urip. Pintu air di saluran banyu urip di sekitar jl. Banyu Urip. DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

|7


Saluran Air Banyu Urip

Tumpukan sampah di Saluran banyu urip di sekitar jl. Simo Kalangan. Pada beberapa kawasan juga dijumpai saluran yang menjadi dangkal karena sampah domestik warga. Beberapa tebing saluran juga menjadi tidak memadai lantaran aktivitas warga yang begitu dekat dengan bibir saluran.

Pipa air PDAM di saluran banyu urip sekitar jl. Simo Gunung

8|

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Saluran banyu urip di sekitar jl. Simo Kwagean

Saluran banyu urip di sekitar jl. Simo Kalangan


Saluran Air Banyu Urip Saluran banyu urip di sekitar jl. Balongsari

Saluran banyu urip di sekitar jl. Balongsari

Plengsengan saluran air di kawasan Balongsari. Selain terlihat rapi, kawasan itu juga memiliki ciri khas, sebagian besar Saluran banyu urip di sekitar jl. Manukan

bangunannya menghadap ke arah saluran air dan jalan raya di seberang saluran. Plengsengan itu juga berfungsi sebagai jalan kecil yang menjaga jarak kawasan permukiman dengan bibir saluran. DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

|9


Saluran Air Banyu Urip

Saluran banyu urip di sekitar jl. Manukan.

Di kawasan ini, permukiman yang bersebelahan dengan saluran air tak terlampau padat. Itu terlihat pada saluran air yang dipenuhi gulma air sehingga timbul kesan tidak tergarap. Tapi, pada beberapa ruas tampak pula warga yang memanfaatkan kawasan tepi saluran untuk tanaman-tanaman produktif seperti pisang.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Bibis..

10 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Saluran banyu urip di sekitar jl. Sememi.


Saluran Air Banyu Urip Saluran banyu urip di sekitar jl. Sememi. Saluran banyu urip di sekitar kawasan Moro Seneng.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Raci

Warga memanfaatkan tepi saluran sebagai tempat beraktivitas. Misalnya dengan mendirikan warung-warung atau pos-pos swakarsa. Mereka memanfaatkan wilayah bantaran saluran air yang cukup lebar.

Saluran banyu urip di sekitar jl. Raci

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 11


Saluran air di ujung selatan Jalan Menur, di depan RSJ Menur, seakan sudah ’’menyatu’’ dengan lingkungan sekitarnya. Bibir saluran diplengseng secara rapi. Bantarannya pun ditambahi pepohonan yang menimbulkan kesan hijau dan apik. Kawasan itu semakin terlihat resik seiring penertiban PKL yang berjualan di sekitar lokasi itu.

Saluran Menur Saluran di Menur sepanjang 510 meter, mulai pertigaan Jalan Pucang Jajar Tengah-Jalan Menur hingga perempatan Jl Manyar Kerto Arjo-Jalan Kertajaya-Jalan Menur-Jalan Raya Menur.

Saluran Menur di depan RSJ Menur

PETA SALURAN MENUR

12 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Saluran Menur di depan RSJ Menur


Saluran Air Menur Saluran Menur di jl. Menur.

Saluran Menur di jl. Menur.

Saluran Menur di pertigaan jl. Menur. DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 13


Saluran Air Menur

Pasar buah di sekitar jl. Menur

Kondisi pasar di sekitar pertigaan jl. Manyar Sambongan

14 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Saluran air ini hampir sama lebarnya dengan jalan di sampingnya. Seiring bertambahnya waktu, jalan itu kian padat. Sebab, Jalan Menur bisa menjadi jalur alternatif menuju tengah kota via Jalan Manyar Kertoarjo dan Kertajaya. Pembangunan box culvert diharapkan bisa memperlebar jalan itu hingga mencapai dua kali lebar saat ini. Sehingga, akses jalan itu kian memadai sebagai jalur alternatif.


Saluran Air Menur

Di Menur terdapat pasar

Saluran Menur di pertigaan jl. Manyar Sambongan

tradisional. Efeknya terasa begitu nyata pada saluran air yang melintasi jalan itu. Warga dan para pedagang memanfaatkan wilayah tepi sungai untuk menumpuk barang dagangan. Sebagian juga membangun jembatan ’’darurat’’ untuk menampung luberan barang-barang.

Saluran Menur di pertigaan jl. Manyar Sambongan

Kemacetan terjadi K jjl. Menur. DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 15


Saluran Air Menur

Kawasan saluran air yang penuh tumpukan barang pedagang tradisional. Selain menimbulkan kesan tidak tertata, aktivitas bongkar muat barang dan perdagangan tradisional itu kerap membuat lalu lintas di Jalan Menur menjadi terhambat.

Kondisi pasar di Saluran Menur sekitar jl. Menur.

Saluran Menur di jl. Menur.

Kondisi jembatan diatas Saluran Menur di pertigaan jl. Manyar Dukuh.

16 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU


Saluran Air Menur

Tak hanya untuk tempat menumpuk barang, sebagian warga benarbenar beraktivitas di atas saluran air di tepi Jalan Menur. Aktivitas yang dilakukan itu benar-benar terlihat pada air yang mengalir di saluran itu. Airnya cenderung hitam dan bercampur sampah aktivitas perekonomian. Penataan dengan membangun box culvert di kawasan itu diharapkan bisa menata kawasan tersebut menjadi lebih bersih dan rapi.

Kondisi pasar di Saluran Menur sekitar jl. Menur.

Bengkel di atas Saluran Menur di jl. Menur.

Saluran Menur di jl. Menur.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 17


Saluran Air Menur

Kondisi pasar di atas Saluran Menur di jl. Menur.

Saluran Menur di jl. Manyar Dukuh

Kesan kumuh tak bisa terhindarkan lantaran kegiatan perekonomian tradisional yang begitu tinggi. Selain menjadikan saluran air sebagai tempat menumpuk barang, warga juga memarkir becak dan membangun stan semipermanen pada saluran air.

Kondisi pasar di atas Saluran Menur sekitar jl. Manyar Dukuh.

18 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU


Saluran Air Menur Kondisi pasar di atas saluran Menur sekitar jl. Manyar Dukuh.

Saluran Menur sekitar jl. Manyar Dukuh.

Kondisi pasar di atas saluran Menur sekitar jl. Manyar Dukuh.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 19


Saluran Air Menur

Perempatan jl. Manyar Kertoarjo

Saluran air Menur berujung di Jalan Manyar Kertoarjo. Di ujung jalan itu, ruas jalannya lebih lebar lantaran saluran airnya telah ditutup dan diaspal untuk tempat berbelok menuju Jalan Kertajaya. Namun, sebagian besar saluran air belum tertutup sehingga jalan di sampingnya masih terasa sempit. Sempitnya jalan itu memicu penyumbatan-penyumbatan lalu lintas yang berujung kemacetan.

Saluran Menur di sekitar jl. Raya Menur.

Saluran Menur di sekitar jl. Karangmenjangan. Saluran Menur di sekitar jl. Manyar Kertoarjo

20 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU


Saluran Menur di sekitar jl. Karangmenjangan.

Kerapian saluran air Menur mulai tak terlihat di kawasan tengah dan utara Jalan Raya Menur. Saluran air tersebut dekat dengan wilayah permukiman yang juga berfungsi sebagai tempat perniagaan. Plengsengan beton pun kadang berpadu dengan jembatan kayu yang dibangun seadanya tanpa mengindahkan fungsi dan Saluran Menur di sekitar jl. Karangmenjangan.

estetika.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 21

Saluran Air Men Menur

Saluran Menur di jl. Raya Menur


Kawasan Saluran Semolowaru sepanjang 730 meter, mulai perempatan Klampis Semolowaru-Jalan Semolowaru-Jalan Nginden Semolo-Jalan Semolowaru Tengah hingga ke arah barat Jalan Semolowaru Tengah (depan permakaman). Saluran air tersebut berada di tengah-tengah jalan yang terletak di kawasan padat penduduk dan dekat dengan beberapa perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Pintu air jl. Nginden Semolowaru.

Saluran Semolowaru

PETA SALURAN SEMOLOWARU

22 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.


Saluran Air Semolowaru

Saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

Saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

Beberapa jembatan kecil dibuat seadanya k sebagai tempat s

Saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

menyeberang pejalan kaki dari satu sisi jalan ke sisi lainnya. Bagi warga, jembatanjembatan kecil ini memang dirasa perlu. Sebab, aktivitas dan mobilitas warga (dan mahasiswa) di kawasan itu tergolong tinggi.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 23


Saluran Air Semolowaru

Tumpukan sampah di saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

Saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

Tumpukan sampah di saluran Semolowaru di jl. Nginden Semolowaru.

Sampah yang menumpuk ini memang seolah tak dapat dihindarkan. Sebab, aktivitas warga yang begitu tinggi belum diimbangi kesadaran untuk membuang sampah secara benar. Salah satu contoh warga yang beraktivitas di kawasan itu terlihat pada tenda-tenda PKL yang berdiri di beberapa ruas saluran air.

24 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU


Saluran Air Semolowaru Sampah yang menumpuk di saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

S Saluran Semolowaru ddi jl. Semolowaru.

Jembatan-jembatan ini menghubungkan kawasan permukiman di sekitar saluran air dengan Jalan Semolowaru. Wilayah itu memang padat permukiman. Sehingga, lalu lintas di jalan yang termasuk sempit tersebut kerap berjalan merambat. Padahal, Jalan Semolowaru bisa menjadi jalur alternatif menuju kawasan timur Surabaya.

Saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 25


Saluran Air Semolowaru

Jembatan di saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Di Jalan Semolowaru, sebagian saluran air ditutup seadanya oleh warga. Ada yang menggunakan papan-papan kayu, ada juga yang semipermanen menggunakan cor. Tambahan ruang di atas saluran air itu lantas digunakan sebagai tempat bekerja oleh mereka.

26 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Bengkel sepeda motor di atas saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Bengkel sepeda motor di atas saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.


Saluran Air Semolowaru Saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Jembatan kayu di saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Saluran Semolowaru di jl. Semolowaru.

Salah satu contoh warga yang memanfaatkan sebagian lebar saluran air untuk tempat usaha. Mereka mendirikan warung-warung dan tenda semipermanen yang terbuat dari kayu.


Saluran Air Semolowaru

Kemacetan di sekitar perempatan jl. Semampir.

Saluran semolowaru di sekitar perempatan jl. Semampir.

28 |

DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

Kemacetan di sekitar perempatan jl. Semampir.


DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU

| 29


DOKUMENTASI LINGKUNGAN KAWASAN SALURAN BANYU URIP, MENUR, DAN SEMOLOWARU @copyright 2008

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

3300 |

DOKUMENTASI DOKUM DOK UME ENTA TA ASI SI LIN LINGK LINGKUNGAN GKUNGAN NK KAWASAN AW SA AWA SAN AN SA A SALUR SALURAN LURAN A B AN BANYU AN NYU U URI UR URIP, P, MEN P, MENUR, NUR, UR DA DAN NS SEMOLOWARU EMOLO LOW OWARU OWARU AR


banyu urip