Page 1

Keberadaan Manusia Author :Iman Mulyana, Orin dkk Http://si-putih.blogspot.com Ada dua teori tentang asal usul kehidupan termasuk manusia. Pertama, teori wvolusi Darwin yang berprinsip terjadi kebetulan secara acak. Kedua, teori penciptaan dengan prinsip tidak kebetulan atau terdapat pengelolaan yang super. Bukan, bukan berkiblat ke teori penciptaan maupun Darwin, permasalahan disini adalah bagaimana manusia dapat ada, manusia pertama dan manusia kini seperti kita? Banyak makhluk hidup bersel tunggal di bumi ini. Mereka berkembang biak dengan cata membelah diri. Berikut ini bagaimana aktifitas sel tunggal (Harun Yahya, Keajaiban Dalam Rahim Ibu) : Sperma dan sel telur bertemu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Sel tunggal tersebut, memperbanyak diri dan sungguh keajaiban besar mereka yang tanpa kecerdasan itu membentuk organ dalam, rangka dan otak. Ketika pembentukan sel-sel otak, 100.000 sel baru ditambahkan per menitnya dimana bayi memiliki sekitar 10 milyar sel otak. Setiap sel baru berperilaku seolah-olah tahu dimana harus berada dan dengan sel mana saja membuat sambungan. Terdapat 100 trilyun sambungan dalam otak manusia yang mestinya terbentuk oleh mereka yang cerdas jauh melebihi manusia. Hal yang serupa terjadi pada pembentukan sel pembuluh darah. Sel-sel pembuluh berhasil membuat sistem tabung tanpa retakan. Sistem tersebut, akan mengalirkandarah keseluruh bagian tubuh bayi. Minggu keempat, dua lubang terbentuk pada bagian wajag untuk mata di minggu ke enam. Minggu ke lima, tangan dan kaki mulai terlihat. Tetapi mengagetkan, sebagian sel-sel pembentuk tangan melakukan bunuh diri masal. Bangkai-bangkai sel mati di sepanjang garis tertentu diperlukan untuk jari tangan. Selsel lain memakan sel-sel mati yang akibatnya terdapat celah kosong diantara jari-jari tangan. Sel-sel tersebut, bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya. Berdasatkan penjelasan tersebut, dapatlah kiranya sel tinggal berarti benda yang dapat makan dan berkembang biak. Ada 4 jenis tidak super (read super benefit, antara ada dan tiada yang ada), yaitu: benda, hewan, manusia dan tumbuhan. Empat jenis yang tidak apa-apanya bagi tiada yang ada serta adalah dari mata yang tidak ada (tidak super). Diantara yang tidak super, ada benda yang dapat makan dan berkembang biak. Dulu, manusia tidak ada. Sekarang, panca indera dapat menangkapnya baik disekitar jalan raya maupun di lingkungan keluarga. Dia terjadang berjumpa dengan lainnya dan mengatakan selamat malam, teman. Selain itu juga tak sedikit dia mencoba terbang memakai sepatu hak tinggi tetapi tetap bersentuhan dengan tanah atau benda. lalu dia memetik bunga dengan tangan yang memisahkan tubuh atau terdapat jarak dengan bunga tersebut. manusia, benda, hewan, dan tumbuhan dalam keberadaannya adalah bersentuhan. namun, kiranya, manakah yang dulu terlebih dahulu ada?


Benda dengan benda bersentuhan (Bigbang) dan tampaklah bumi yang ternyata benda juga. Sebelum benda berupa bumi ada, entahlah manusia dan tumbuhan serta hewan dimana. Karena, pengetahuan menjelaskan mereka berdomisili di bumi. Bumi pun ada, dari permukaan tanah ke bawah disebut bawah tanah dan di atasnya berarti di atas permukaan tanah. Dua area tak terpisah sebagaimana tegaknya pohon tertiup angin di dalam saru juga yaitu bumi. Selain bumi ternyata ada jupiter yang sama mengelilingi satu juga,yaitu,matahari yang tenggelam. Tenggelam mata terpejam seperti keadaan di bawah tanah. Artinya, mata yang tidak lain benda hanya melihat keberadaan manusia di datas permukaan tanah dengan sumber fosil yang terkubur. Secara kebendaan, manusia ada tubuhnya, manusia berawal dari benda. Dari benda menghasilkan benda. Tumbuhan tampak di permukaan tanah dan hanya dapat tumbuh. Tumbuhan adalah setingkat lebih dari benda, benda yang dapat tumbuh. Tidak seorang pun yang memandang hewan lebih sempurna dari manusia. Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai tubuh yang tumbuh dan berjiwa serta ada organ yang disebut otak. Karena, otaknya itulah seorang manusia lebih dari hewan. Dengan demikian di atas permukaan tanah urutannya adalah benda, benda yang dapat tumbuh (tumbuhan), benda yang dapat tumbuh dan berjiwa serta ada organ otak (hewan), kemudia baru ada benda yang disebut manusia. manusia ada dari benda. Secara kebendaan, pengetahuan (IQ) ini terbatas, tiba di manusia dari benda yang akan terus meningkat sampai di benda penghubung sistematika benda, tumbuhan, hewan, dan baru ada manusia. Karena, hewan kebetulan merantai ke manusia, maka tidaklah berlebihan semestinya dari tumbuhan ke hewan pun tersurat rantainya. Tidak merantao kebetulan, Darwin menyuratkan manusia dari kera. Fokus di kera, di atas permukaan tanah, adalah fokus fosil di atas tanah non bawah tanah yang punah. Kepunahan yang karena Darwinlah menyeruak pengetahuan keberadaan manusia lewat jalur tdalam tanah. Darwin menyiratkan itu atau memperlihatkan jembatannya dari paru penggunaan fosil terkubur. Terima kasih pak Darwin. Dari fosil terkubur, pandangan disini bergeser ke area tanah sebagai benda yang mengubur disamping-Nya. Niscaya kabur, namun bumi adalah tidak sendirian. Bumi tercipta dan didalamnya diciptakan juga banyak benda bersel tunggal. Benda yang memperbanyak diri dengan cara terbelah. Tanpa kecerdasan namun seolah-olah tahu mengadakan sambungan dengan sel mana dan berkumpul dimana. Hujan pun mengguyur tanah menyuburkan kumpulan sel-sel tersebut bertambah subur. Tumbuhlah tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan yang semakin matang dan mempunyai cadangan makanan biji-bijian. Berbagai tumbuhan pun tumbuh dimana sebagian ada yang tidak tumbuh atau mati. Jatuh ke bumi menambah gembur tanah tempat sel-sel tunggal ada, membuat sambungan dan berkumpul antar sel tunggal yang sesuai dan tepat. Niscaya, tapi sungguh suatu keajaiban, kini banyak yang dapat melihat hewan berbentuk seperti tabung di dalam tanah maupun yang dapat keluar dari tanah misalnya cacing. Mereka mempunyai jiwa dari pencipta alam semesta beserta isinya. Keberadaan jiwa yang membedakan dan menjadikannya lebih dari tumbuhan. Beraneka macam hewan pun ada dan berkembang, mempunyai organ otak namun tak berakal melakukan penalaran. Mereka ada dan berkembang biak dengan pasangannya. Hukum alam pun berjalan, siapa yang kuat maka dialah yang menang dan relatif bertahan hidup. Daripadanya yang baik tapi lemah adalah tertindas tertimbun tanah. Alam semakin tak seimbang, kerusakan terjadi dimana-mana yang berujung kepunahan dan sebagian hewan terkubur tanah. Dari lumpur hitam tanah liat pun akhirnya manusia pertama diciptakan. Diciptakan sempurna melebihi hewan sekuat apapun dan pasangannya diciptakan dari tulang rusuk kirinya, masih satu area pada manusia pertama.


Manusia pertama dan pasangannya telah ada. Sehingga tibalah di permasalahan kedua, bagaimana keberadaan manusia kini? Meski pengetahuan (IQ) ini terbatas, gajah tak melahirkan burung gagak. Evolusi Darwin menambah pengetahuan keberadaan seorang manusia kini diciptakan dari laki-laki dan wanita manusia. Dari hidup, mati dan hidup lagi, itulah keberadaan manusia kini. Awalnya dari mati, hidup dan mati. Kelak semuanya akan mati dan dihidupkan kembali. Semuanya kembali pada pencipta alam semesta beserta isinya.

SUPER BENEFIT Author : Iman Mulyana dan Orin Http://si-putih.blogspot.com

Super benefit, disini, bukan Inggris yang beralih menjadi manfaat super. Melainkan super manfaat. Dari pengetahuan yang super kepada pengetahuan yang bermanfaat. Terdapat beberapa kesukaran pada awal perjalanan pengetahuan manfaat. Pertama, sukar mendapatkan hipotesis yang konsisten. Kedua, usia dan perkembangan yang relatif tidak bertahan luas. Dua kesukaran yang dialami ketika hendak melakukan perjalanan suatu pengetahuan manfaat. Super benefit merupakan salah satu susunan alternatif awal pengetahuan manfaat dengan hipotesis dari yang super. Alternatif lainnya, koherensi benefit dan korespondensi benefit. Penggunaan alternatif-alternatif tersebut, terlihat pada kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran yang dalam super benefit dapat disebut kerangka kerja manfaat. Keberadaan kerangka kerja demikian memerlukan jawaban peneliti sendiri pada beberapa pertanyaan yang menjadi permasalahan disini. dari pengetahuan yang super kepada pengetahuan yang bermanfaat. Apakah ada yang super itu? Banyak mengetahui, keberadaan ini berpasangan. Ada pria ada wanita. Ada siang ada malam. Ada yang besar dan ada juga yang tidak besar. Kenyataannya manusia, benda, tumbuhan dan hewan adalah tidak super. Mereka semua, terbatas dalam keberadaannya. Pengetahuannya terbatas, keberadaannya diciptakan, kekuasaan bergeraknya terbatas dan hampir mirip dengan manusia, hewan tidak dapat menalar. Mereka semua tidak super yang memberikan gambaran jelas yang super adalah ada.


Yang super adalah ada. Sehingga, pertanyaannya bagaimana keberadaan Dia? Keberadaan yang tidak super berbeda dengan yang super. Semua yang tidak super terbatas, maka keberadaan yang super tidak terbatas. Kepemilikan batasan yang sampai kapan pun, kebesaran dan kekuasaannya tidak akan tidak terbatas. Kekasaan yang super mencakup semua kekuasaaan yang tidak super serta Dia lebih besar dari yang besar-besar. Karenanya, tanpa kekuasaan Dia yang tidak super tidak akan kuasa berjumpa tatap muka. Keberadaan Dia, yang super, adalah tidak terbatas. Berjumpa dengan Aristoteles, dia mengetahui sesuatu hanya sama dengan dirinya sendiri. Ini berarti, selain dirinya dapat kurang atau lebih. Tidak ada yang lebih dari maupun sama dengan yang super. Kurang dari yang super itulah batas keterbatasan manusia mendeskripsikan keberadaan-Nya. Hal ini tampak, seperti mega marketin Philip Kotler. Philip Kotler lah yang menyebutkan dimensi-dimensinya, diantara lain: product, place, price, promotion, power, public relations. Disamping dimensi kuasa dan besar yang super mempunyai 97 dimensi lainnya. Dimensi-dimensi tersebut, mendeskripsikan Dia tidak terbatas. Seperti mega marketing, disini pun, yang super lah yang mengumandangkannya bukan yang tidak super. Yang tidak super mengenal, memahami dan dapat menyebut dimensi-dimensi-Nya dalam keterbatasan. Dengan demikian, 99 dimensi yang super itulah batas keterbatasan manusia berakal. Hebatnya akal atau pikiran manusia. Dimensi-dimensi dari yang super itu disebut dari tidak super. Keterbatasan akal mengetahui dari mana dirinya sendiri memperlihatkan batasan ruang lingkup rumusan dimensi-dimensi tidak terbatas. Pas, jangan-jangan akal itu di bibir yang tersenyum. Yang super adalah ada dan keberadaan-Nya tidak terbatas. Pertanyaannya, apakah semua yang tidak super adalah karena-Nya? Sedikit sukar, karena yang super dengan tidak super berpasangan maka nyatalah diantaranya terdapat hubungan. Hubungan berbanding terbalik yang memberikan arti semakin berkurang kuantitas tidak super, semakin tampak yang super ada atau berperan. Peran yang super, tidak terbatas, adalah memberi tak berharap kembali. Karena, ada hubungan maka tidaklah berlebihan deskripsi apakah karena-Nya melalui perumpamaan persamaan berikut ini :

Lambang S merupakan konstantan atau ketetapan, kehendak yang super. Lambang b tidak lain koefisien atau kehendak maupun keberadaan yang tidak super (x). Huruf b lebih kecil urutannya dari S, b dapat terus bertambah besar atau mengurangi keterbatasannya (dari arah b ke S adalah +). Sejalan dengan itu, dari arah S min ke b memperlihatkan konsistensi dengan dari arah b ke S,yaitu: karena yang super adalah dominan. Apabila Y= s+bX, karena yang super ditambah karena yang tidak super dikali semakin banyak tidak super maka dapat diduga sesuatu semakin terjadi. Jika Y=S-bX, karena yang super dikurangi karena yang tidak


super dikali semakin banyak tidak super maka dapat diduga terjadinya sesuatu sedikit sukar. Sesungguhnya, meski b=0 S adalah tetap ada dan hasilnya tidak lain S. Selain besar dan kuasa S pun tidak terbatas dalam hal kasih sayang. Dengan demikian, persamaan tersebut dapat memberikan gambaran semua yang tidak super adalah karena-Nya. Berbeda dengan persamaan pada pertama, persamaan kedua (gambar) dapat memperlihatkan karena diantara tidak super (naturalisme). Karena yang cukup super ditambah karena yang hampir tidak super ditambah karena yang tidak super sama dengan semakin dapat terjadi sesuatu. Karena matahari bersinar, karena bulan memantulkan sinar matahari, malam hari pun terang. Karena karena tersebut, jika diteruskan kembali berputar. Karena b1, b2 adalah b, x1 maupun x2 tidak lain x maka S yang dominan. Tanpa karena yang super sesuatu sangat sukar terjadi. Memahami karena yang super pada benda senantiasa berputar. Karena, benda tidak lebih super dari manusia. Benda hanya mempunyai fisik sedangkan manusia fisik dan jiwa serta akal dimana yang tidak super bukan yang super. Waktu tidur, terkadang sebagian kecil manusia dapat berjalan tanpa sadar. Sebagian besar tidak meski jantung tetap berdetak dan paru-paru berfungsi. Ini berarti, dominasi peranan jiwa yang berkombinasi dengan fisik di kehidupan manusia. Abraham Maslow mengingatkan bahwa kebutuhanlah yang memotivasi seseorang untuk bergerak. Kebutuhan itu, tak tampak. Tentang tangan tak nampak, Adam Smith sendiri mengaki dan mengumandangkannya. Bahkan Paul Samuelsaon dari area ekonom campuran pun menyadarinya yang memandang penting juga ada tangan nampak. Karena tangan tak nampak, pasar persaingan sempurna berlangsung tertib dan teratur. Berjuta-juta bahkan beratus juta pengusaha berhadapan dengan banyak konsumen dikendalikan oleh sesuatu yang tak tampak. Ya, selera dan teknologi, selera berteknologi. Selera orang atau manusia yang padanya jiwa mendominasi. Demikian banyak jiwa dikendalikan oleh sesuatu yang lebih dari itu sehingga hanya satu,yaitu: Yang super. Yang super adalah ada, keberadaan-Nya tidak terbatas dan semua yang tidak super adalah karena-Nya. Bagaimana yang super bertemu dengan yang tidak super ? Keberadaan tidak terbatas menjadikan yang super senantiasa memberi tanpa menyakiti. Memberi, baik secara langsung seperti matahari disiang hari maupun tidak langsung seperti melalui bulan untuk kegelapan malam. Satu misalnya, untuk muslim, kisah nabi Musa As dan Isra Miraj nabi Muhammad SAW yang membawa pesan tentang shalat. Nabi Muhammad SAW itu sendiri perartara atau utusan Allah SWT yang dilengkapi mukjizat Al-quran. Alquran, pengetahuan di dalamnya bersumber dari wahyu Allah SWT yang sampai pada nabi Muhammad SWA melalui perantara juga,yaitu: Jibril. Jadi, Al-quran bukan pengetahuan hasil berfikir nabi Muhammad SAW. Melainkan kasih sayang Allah SWT untuk semua yang tidak super. Jibril ke nabi Muhammad SAW seperti bulan yang hanya memantulkan sinar matahari demikian juga nabi Muhammad SAW kepada yang tidak super. Nabi Muhammad SAW perantara berupa orang atau manusia sedangkan Al-quran perantara berupa benda. Dua perantara lengkap dan super, dari yang super. Tentang manfaat, manfaat waktu dan bentuk serta tempat menempatkannya di keadaan itu. Keadaan lain serupa dalam perkembangannya memerlukan jawaban sementara dari pengetahuan manfaat juga. Jawaban sementara demi jawaban sementara diverifikasi memperkuat, memperbanyak area atau enggan diterima. Demikian jika jawaban sementara


pengetahuan manfaat itu ada. Awalnya, jawaban sementara bersumber dari rasio atau pengalaman terpercaya. Kriteria kebenaran pun bergeser ke koherensi atau korespondensi. Pergeseran ke korespondensi menuju kuantitas lebih. Koherensi terpilih menarik kuantitas lebih ke dalam pelukan manfaat. Memilih koherensi maupun korespondensi mengimplementasikan dugaan non jawaban. Kadar spekulatif berperan, semakin rendah kadarnya maka tidaklah berlebihan dipegang. Dari sudut mayoritas, korespondensi lebih spekulasi. Dari sudut tak hendak semua atau kedekatan, koherensi sedikit terabaikan. Semakin dekat korespondensi semakin mungkin dan semakin luas koherensi maka semakin mungkin dengan perkembangannya. Keluasan rasio orang terbatas, Socrates menyimpulkan yang saya tahu adalah saya tak tahu apa-apa. Betapa sedikit sedihnya pergualatan melelahkan bertebaran pengorbanan berusia satu hari. Dengan bahagia, semuanya kembali pada pribadi peneliti sendiri. Keadaan koherensi terpilih bersama keluasan. Tidaklah meninggalkan tentang tiba di pengetahuan koherensinya. Tiba tersebut, terkadang tidak semuanya lengkap diketahui dan sumber yang terbatas. Luas tak terbatas, mengeliminasi permasalahan tiba di pengetahuan. Pengetahuan yang bersumber dari wahyu menjadi pilihan dimana harganya pun jauh lebih murah dari buku-buku lainnya seperti di toko buku online ini. Dengan demikian, luas dan relatif hemat, itulah SUPER BENEFIT.

Di Balik Barisan Angka Author: Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com • 0 0/10 1 2 3 4, ... 10 • 11 12 13 14, ... 100 Dari barisan angka demikian, terdapat tiga hal krusial. Tiga hal yang menyeluruh dan fundamental dalam mengelola peti kehidupan. Hal krusial pertama, tidak ada yang ada selain Dia yang selalu ada dalam keberadaannya. Dia adalah tuhan yang maha esa. Nyata, barisan angka menunjukan berapa pun gairah angka menuju satu juga. itu, diperlihatkan oleh 1 (0/0) dan akhirnya baik 10 (1,0) maupun 100(1,00) tidak lain 1. Hal krusial kedua, hidup adalah kesempatan. Aneka perjuangan untuk mencapai kesempurnaan yang diperlihatkan oleh angkaangka sebelum 10 atau 100(1). Kesempurnaan disini, hak prerogatif tuhan dimana Dia maha pengasih dan maha penyayang. Ketiga, dari yang tersirat dalam barisan angka, yaitu semboyan kutahu aku bisa karena kutahu aku tak bisa. Saat seseorang tahu senantiasa dia akan mengetahui sesuatu yang belum


diketahuinya. Ada angka 5 setelah angka 4 dan ada kehidupan setelah kematian yang diperlihatkan oleh keberadaan angka 11 (0,11). Artinya ada kehidupan setelah kematian dalam kehidupan atau kegagalan dan ada kehidupan setelah kematian hidup. Hidup duh hidup, untuk hidup, barisan angka telah dikemukakan melambangkan : 1. Tidak ada yang ada selain Dia yang selalu ada dalam keberadaaNya 2. Hidup itu kesempatan 3. Kutahu aku bisa karena kutahu aku tak bisa.

Antara Ada dan Tiada Yang Ada Author: Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Ada, menjadi ada, adalah bukan permasalahan biasa. Kalau pun itu biasa, maka biasa yang tidak biasa. Dari adam tentu biasam menjadi ada atau tiada. Juga, biasa dari tiada menjadi ada. Tetapi, ada di sini, tidak biasa, kerana merupakan titik atau kondisi pertemuan dengan tiada yang ada. Sedikit membosankan kalimatnya, apabila dipetakan menjadi tiga keadaan, yaitu: ada 1, ada 2, tiada yang ada. Tiada yang ada selain Dia (Tuhan) yang selalu ada dalam keberadaannya. Ada 1 merupakan ada, yang diciptakan. Orin ada, Putri ada, gajah ada, rumput pun ada. Mereka ada sebatas pengetahuan sebagai yang diciptakan. Kurang ajarnya, ada demikian, terkadang hendak sama dengan tiada yang ada. Ada si Lila yang mencap dirinya terkaya, ada si Lali yang menyegel dirinya terbisa dan tidak terlupa si Lala yang bernyanyi ini aku tercantik atau tertampan di dunia. Ha..ha itu, alasan saja, karena si putih tidak ada apa-apanya. Buktinya, kemarin dia membaca, eh pulangnya lupa dalam sekejap mata. Penglihatan mata memang fana dan hanya Dia yang maha melihat segala-galanya. Bagi Dia, tentu saja kita semua tidak ada apa-apanya. Hanya Dia yang ada itulah tiada yang ada. Ada 2 merupakan wujud kasih sayang Dia yang mengetahui luas dan jangkauan yang dicipta. Jalan yang diberikannya untuk si fana. tetapi, itu bukan Dia, melainkan sebutan atau nama dimana si fana lebih dapat menjangkaunya. Si fana tak berhak mengganti maupun mengubah nama-nama demikian. Andai pun namanya mencapai sama, maka sumber berbeda menempatkan tetap beda dan selalu berada di bawah Dia. Maha menurut si fana sekedar sama kata bukan sama keberadaannya. Misalnya, Aristoteles maha pintar. Maha demikian sebatas dan sesempit kita sebagai yang dicipta. Positifnya, tidaklah berlebihan, jika pertemuan itu disini adalah ada 2. Ada 1 mengetahui keberadaan tiada yang ada lewat ada 2 yang diberikan-Nya sebagai wujud kasih sayang Dia. Sungguh tiada yang ada selain Dia yang selalu ada dalam keberadaannya.


Kebahagiaan Author: Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Kebahagiaan merupakan salah satu bentuk balasan terhadap perbuatan seorang manusia. Dia tak terhitung sempoa. Hitungan yang rasional andai semakin banyak semakin mungkin kebahagiaan tercapai. Semakin banyak berbuat baik, semakin ungkin kebahagiaan tercapai. Persoalannya, bagaimana bisa konsis di perbuatan baik? Ada dua bentuk balasan perbuatan (Gambar), yaitu: kebahagiaan dan bukan kebahagiaan (tidak bahagia). Karena ada dua bentuk balasan, maka tidaklah berlebihan kebahagiaan menuntut perbuatan tertentu,yaitu: perbuatan baik. Perbuatan tidak baik balasannya berupa ketidak bahagiaan. Baik perbuatan baik maupun perbuatan tidak baik adalah perbuatan yang karenanya jelas ada dalam satu titik. Titik yang berpotensi menjadi awal dua garis berbeda di dalam satu titik juga. Ini berarti, seseorang suatu ketika dapat berbuat baik dan di lain ketika berbuat tidak baik. Sehingga konsistensi perbuatan baik, disini, tidak berarti bersih sama sekali tanpa noda melainkan seperti baik tidak baik kembali baik, tidak baik menjadi baik. Pendek kata baik-baik. Emh ehm..ehm siapa sih yang ndak mau bahagia? kebahagiaan menuntut perbuatan baik. Perbuatan yang tak hendak membuat seseorang menangis bersedih. Demikianlah kata vokalis wali berdendang :musik Terima kasih wali, memang, baik-baik itulah yang sesuai dengan seorang manusia. Ini berarti jika sebaliknya adalah tentu bukan manusia. Manusia bukan Ridwan yang dari cahaya, juga bukan dari api yang selalu membara. Membara mengejar kebahagiaan yang berkesempatan tak tercapai dalam keberadaannya. Sebagai kesempatan, setiap kejadian dalam hidup senantiasa mempunyai sisi positif. Sebagai kesempatan sisi negatif pun dapat digenggam dan dipandang materi atau bahan ajar. Persediaan atau imunisasi daripada keberhasilan konsistensi perbuatan baik. Artinya, daya tarik garis perbuatan tidak aik relatif lemah dan berdurasi domisili yang singkat. Kat


..singkatnya dengan menyadari dan memegang kuat hidup itu kesempatan konsistensi perbuatan baik dapat direalisasikan dan demi kebahagiaan.

Kiamat Author: Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Pada hari itu, semua mati. Kecuali yang dikehendaki tuhan. Bukan, bukan menakut-nakuti tetapi beginilah kejadiannya : Astaghfirullahhal adzim. Hari itu, mala, terjadi gerhana bulan. Bulan hilang cahayanya. Itu biasa, bulan memang pernah beberapa kali sirna. Bedanya, gerhana bulan ini disertai tiupan sangkakala Isropil yang pertama. Bumi bergoncang dahsyat, laut meluap, manusia bertebaran seperti anai-anai. Syu..uur dub bintang-bintang jatuh mengenai bumi, bumi dan gunung-gunung pun terangkat dan berbenturan sekali bentur. Han..curr lebur. Mati semua, kecuali yang dikehendaki tuhan. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semua tiada, yang ada hanyalah kekuasaan-Nya. Pada sangkakala pertama itu, ruh-ruh pun dipertemukan dengan tubuh. Tree..et sangkakala kedua ditiup. Mereka bangkit, hidup kembali, mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok. Masing-masing bersama malaikat penggiring dan malaikat penyaksi. Berdiri, berkelompok di padang mahsyar menunggu apa yang akan terjadi pada dirinya. Berkelompok berdasarkan ikatan umat. Diantara mereka ada rasul-rasulnya. Meski begitu, ketika itu tiada yang mengikat seperti ikatan-Nya. Kemudian langit terbelah. malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit dan delapan malaikat menjunjung arsy tuhan diatas (kepala) mereka. Terang benderanglah padang mahsyar dengan cahaya tuhan. Gunung-gunung dijalankan maka menjadi fatamorganalah ia. Tiaptiap umat berlutut. Mereka masing-masing menerima catatan lengkap semua perbuatannya. Ada yang menerima dari sebelah kanan, dengan tangan kanan, sungguh mulia, mereka itulah golongan kanan. Selain golongan kanan, ada yang menerima catatan perbuatan dari belakang, dengan tangan kiri dan betapa sengsaranya mereka, itulah golongan kiri. Kalau semula berkelompok berdasarkan umat, penerimaan catatan perbuatan mengubah keadaan mereka di padang mahsyar menjadi 3 golongan,yaitu:golongan terdahulu, golongan kanan, dan golongan kiri yang berisi penerima catatan dengan tangan kiri baik umat terdahulu maupun umat setelah terdahulu. Golongan terdahulu mereka merupakan orang-orang yang paling dahulu beriman. Merekalah yang paling dulu memperoleh kebahagiaan.


Ketika menerima catatan perbuatan, sebagian mereka berteriak, "Celaka Aku". Setelahnya sebagian memanggil sebagian yang lain untuk meminta tolong. Para rasul pun dikumpulkan dan tuhan bertanya (kepada mereka): "apa jawaban kaummu terhadap (seruanmu)? para rasul menjawab tidak ada pengetahuan kami (tentang itu). Sesungguhnya engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Setiap anggota golongan kanan diperiksa dengan mudah dan dia kembali kepada yang sama-sama beriman dengan gembira. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya) juga sebaliknya. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. Kebahagiaan atau ketidak bahagiaan. Astaghfirullohal adzim. Sesungguhnya hanya pada-Nyalah pengetahuan tentang kiamat yang sebenar-benarnya. Kiamat pasti terjadi. Paling tidak, deskripsi telah dikemukakan dapat memberikan gambaran ketika hari H. hari dimana orang bilang terlanjur basah. Biar tidak basah, persoalan terpenting adalah identifikasi tanda-tanda kiamat terjadi. Tanda-tanda yang bermanfaat dalam kepentingan persiapan. Menyambut kepastiannya datang dengan tenang. Pustaka : Alquran dan Terjemahannya.(1989). rev Lajnah Pentashih Mushaf Alquran Departement Agama RI. Lubuk Agung Bandung. Rekomendasi topik (dapat untuk kontributor) selanjutnya : 1. Gerhana Bulan 2. Bintang Jatuh 3. Pengaruh gerhana bulan terhadap bintang jatuh (saran Topik terbaik) Panduan kontributor : untuk berkontribusi di blog Si putih. Pertama, lihat form kirim tulisan anda, isi dengan alamat email. Periksa email dan klik konfirmasi link yang ada di email anda. Selanjutnya, kirim tulisan anda ke email : info.siputih.publish@blogger.com. Tulisan langsung di publish tanpa di moderatori, konten tulisan di luar tanggung jawab si putih.

Indahnya Terima Kasih Author: Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Terima kasih, sudah menyempatkan waktu membaca topik ini. Ini tentang terima kasih, secuil rahasia menaklukan para orang tua. Secuil rahasia yang ya belum tentu bisa, paling tidak sebagai salah satu cara yang berbisa dengan syarat pada dasarnya orang tua adalah baik. Mana rahasianya ? ya sebentar. Itu terletak dalam persoalan apa, untuk apa, dan bagaimana cara berterima kasih dilakukan.


Terima kasih merupakan perbuatan baik sebagai wujud syukur yang termasuk kesempatan baik. Syukur berarti mengakui kontribusi atau arti kehadiran seseorang di dalam dirinya. Ini belum terucap dan penampakannya ialah terima kasih. Hanya terima kasih seperti itulah yang dapat menaklukan orang tua. Dari apa bergeser ke untuk apa. Walau bagaimana pun kita masih muda. Artinya, makanan dan minuman empuk ada di orang-orang tua.Selain empuk, cepat saji pula seperti fast food. Mereka sudah menempuh merah hitamnya perjalanan hidup. Iyap, fast food itulah tujuannya. Sebagian fast food pula ada di orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Karenanya, banyak-banyak terima kasih dapat menjadi senjata. Senjata kawula muda. Dari apa, untuk apa, akhirnya sampai kepada 3 langkah cara terima kasih yang demikian. Pertama, katakanlah terima kasih setiap menerima sesuatau apapun itu. Kedua, verifikasi kontribusi. Berfikir, merasa, mendengar, melihat atau mempergunakan apa yang diterima. Ketiga, berterima kasih kembali jika mengakui terdapat kontribusi baik. Dilengkapi menceritakan sejujurnya apa yang terjadi, diketahui atau apa yang dipergunakan sambil mendengarkan pedoman-pedoman meningkatkan kadar maupun untuk sesuatu yang lainnya. Selanjutnya kembali pada langkah pertama. Langkah demi langkah tentunya adalah tidak mudah tetapi itu indah. Seindah mawar layu yang segar kembali merekah.

Sambungan Langsung Jarak Jauh

Author : Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Tidak terpikirkan sebelumnya untuk menggoreskan ini. Jika saja, seorang tua yang baik hati tak mengingatkan dan menceritakannya. Selain antar manusia SLJJ pun dapat terjadi anatara manusia dengan penghuni alam kubur. Permasalahannya, bagaimana dapat? dan kalau dapat bagaimana sebaiknya SLJJ demikian terjadi? Alam kubur ada diantara kematian (seseorang) dengan kebangkitan kembali yang ditandai suara sangkakala isropil. berbeda dengan kita, penghuni alam kubur hanya jiwa. jiwa ytang terlepas dari tubuh saat ajal tiba. Tubuh dikebumikan terurai makhluk-makhluk pengurai sedangkan jiwa berada dalam genggaman tuhan pencipta semua. Disana, berdasarkan perbuatan di dunia, terdapat dua jenis jiwa,yaitu: jiwa baik, jiwa tidak baik. Dua jenis jiwa yang sedang menunggu bertemu dengan tubuh dan bangkit kembali untuk menerima perhitungan atas perbuatannya. Tentang menunggu, terkadang merupakan beban dan terkadang juga mengasyikan. Lag-lagi Pak Ebiet G Ade menampakan :


TATKALA LETIH MENUNGGU Menunggu ada kalanya terasa mengasyikkan Banyak waktu kita miliki untuk berfikir Sendiri seringkali sangat kita perlukan meneropong masa silam yang telah terlewat Mungkin ada apa yang kita cari masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal Mungkin ada apa yang kita kejar justru tak terjamah saat kita melintas Menunggu lebih terasa beban yang membosankan Banyak waktu kita terbuang tergilas cuaca Sendiri seringkali sangat menyakitkan Meneropong masa depan dari sisi yang gelap Mungkin ada apa yang kita takuti justru t'lah menghadang di lembaran hari-hari nanti Mungkin ada apa yang kita benci justru t'lah menerkam menembusi seluruh jiwa kita ho ho ho Mungkin ada apa yang kita takuti justru t'lah menghadang di lembaran hari-hari nanti Mungkin ada apa yang kita benci justru t'lah menerkam menembusi s'luruh jiwa kita Memang seharusnya kita tak membuang semangat masa silam Bermain dalam dada setelah usai mengantar kita tertatih-tatih sampai di sini ho ho ho ho... Sumber: http://www.justsomelyrics.com Memang, tatkala menunggu adalah demikian. Mengasyikan atau beban yang membosankan. Asyik kemudian bosan, bosan dengan sentuhan menjadi mengasyikan. Namun tidak! dengan mereka. Mereka yang asyik menunggu bangkit terasa sebentar, tak sedikit pun keinginan kembali ke alam ini. Keinginan kembali, terjangkau rasional, mereka yang menghadapi ketidak bahagiaan untuk memperbaiki perbuatan. Seperti Jerry yang tersentak kaget, keringat bercucuran ketika di depan menganga besar mulut Tom. Apa yang dilakukan Jerry? paling tidak ada kecenderungan ingin berlari, berlari mengambil balok kayu untuk memukul gigi Tom yang runcing. Memukul kebosanan menunggu. Bosan, menyesal, tertatih-tatih bahkan


tidak bisa menjawab pertanyaan munkar nakir sebagaimana mereka yang asyik menunggu. Lalu, sambil tersenyum manis Pak tua pun mengakhiri ceritanya tentang menunggu. menunggu, jiwa baik yang sedang menunggu cenderung pasif sedangkan jiwa tidak baik cenderung aktif mengadakan sambungan langsung jarak jauh. Dari sisi penghuni alam kubur, lanjut Pak tua, bergeser ke sisi manusia di dunia.Manusia pun, tidaklah berlebihan terdiri dari orang baik dan orang tidak baik. Bukan manusia jika tanpa jiwa, dan juga bukan manusia jika tanpa tubuh atau raga. Artinya, manusia mempunyai jiwa dan tubuh. karena, ada jiwa tersebutlah pada sisi manusia dimana penghuni alam kubur juga jiwa maka sambungan dapat dilakukan. Sekarang tibalah pada permasalahan kedua, bagaimana sebaiknya SLJJ berlangsung? Ada dua jenis SLJJ,yaitu: SLJJ 1, SLJJ 2. Masing-masing SLJJ mutlak tidak ada tanpa kehendak tuhan pencipta semua. Semua dikasihi, dan ada yang disayangi-Nya. Yang dikasihi, dalam hal ini, tersedia dukungan sumber daya yang berjanji menggendongnya bahkan menggendong yang disayangi untuk bersama-sama di ketidak bahagiaan. Kemudia, telah dikemukakan, jiwa baik cenderung pasif sedangkan jiwa tidak baik cenderung aktif dimana sisi manusia adalah berusaha atau aktif. Aktifnya, jiwa tidak baik bermotif untuk berbuat baik terlepas siapapun manusia yang aktif. Bagi dia berbuat baik,titik. Ini berarti, bukan dia tuannya melainkan manusia yang aktif. Manusia, kiranya, adalah tentu juga yang aktif kepada yang pasif. Pertanyaanya, jika yang aktif-aktif (SLJJ 1) dengan yang aktif-pasiv (SLJJ 2) mana yang lebih banyak dapat terjadi? Insyaallah yang aktif-aktif. Apalagi yang aktif-pasiv diseruduk sang terkutuk kecuali Mukhlis. Yang benar-benar takut sama tuhan pencipta semua. Hanya orang yang berpengetahuanlah yang dapat benar-benar takut sama tuhan. Lagian, yang sedang asyik mana mau diganggu. orang Sunda bilang, "Cemberut meureun" he2 senyum pak tua nebiru-niru siputih. Akhirnya, pak tua pun menutup pembicaraan. Sambungan langsung jarak jauh adalah dapat dilakukan dan untuk melakukan sebaiknya berpengetahuan. Ya, pengetahuan. Alhamdulillah, terima kasih Pak tua.

Cinta Budi Author: Iman Mulyana http://si-putih.blogspot.com

Budi : Pria dari desa, usia 23, rambut ikal dan 11 kali pacaran dengan jumlah hanya satu kali penolakan terkapar. Download Sungguh hebat Budi. Kehebatannya pun tampak dari senyuman setiap wanita yang dikencaninya. Baginya, wanita adalah penyenang hati. Hanya penyenang hati bagi seorang


pria yang bertindak bijak menyenangkannya kembali. Dengan meringis, menahan pipis dia menertawakan siputih yang bilang seribu kata cinta berseliweran. Sudahlah, tandas dia, tak usah so so an bercinta, sebelum mengenal dan memahami cinta Budi. Cinta Budi tidak lain sifat dan sikap Budi yang menggambarkan dirinya seorang penyayang serta dapat mengasihi orang lain yang berinteraksi dengannya. Itulah cinta yang sesungguhnya cinta. Saling memberi dan menerima. Relatif lama dan masing-masing berkontribusi yang akhirnya sama dengan menyayangi diri sendiri. Budi duh Budi romeo kedua. Satu differrensiasi dari cinta Budi,yaitu: saling memberi dan menerima. Satu detik memberi, lain detik menerima atau suatu detik menerima detik lain memberi. Lebih jauh lagi Budi mendeskripsikan bagaimanaa bisa saling memberi dan menerima itu terjadi. Itu terjadi seperti bersahut-sahutannya pak Tantowi Yahya dalam lagu setangkai bunga anggrek berikut: musik Bila engkau berduka, matahari pagi tak bersinar lagi. Ya paling tidak seperti itulah cinta Budi. Cinta yang saling memberi dan menerima. Cinta yang menurut Budi terjadi sebagaimana framework sebagai berikut :

Keterangan : A : Kesempatan baik A1: Sabar A2: Ikhlas A31: Sifatsifat penyayang selain hemat A32: Hemat B : Kesempatan tidak baik B1: Keluh kesah B2: Kikir CH : Cinta harta MC : Merasa cukup P : Perbuatan S : Sikap K : Kebahagiaan Framework tersebut, menunjukan cinta yang sesungguhnya cinta. Cinta yang menuju pada kebahagiaan melibatkan interaksi dua orang. Ya, tentu saja dua orang,yaitu: pria dengan wanita. Dua orang yang berbeda, sama, dan sekaligus terhubung sebagai evaluasi indahnya bercinta. Ini berarti, jika framework tersebut tidak berjalan lancar maka itulah juga kenapa Budi terkapar dan bilang sudah tinggalkan saja atau tak usah diteruskan. A tiga satu dan A32 merupakan kesempatan baik yang siap atau penting ada di diri masingmasisng untuk bercinta. Kesempatan baik yang karena rangsangan dari luar dapat bergeser ke kesempatan tidak baik. Pergeseran kesempatan sebagai area rentan kedua setelah pertemuan pertama dijembatan sikap.Area rentan kedua yang memperekeruh perbuatan bahkan dapat membeuat koneksi dengan pacar berantakan dan pacaran pun tidak nyaman. A tiga satu tidak lain sifat perhatian, tanggung jawab, komitmen, lembut, rendah hati, jujur, dan pemaaf sedang


A32 adalah hemat. A tiga satu dan A32 yaitu A3 yang jika memilikinya seseorang disebut penyayang. Namun, setiap orang pun adalah ya mempunyai sifat tercela (keluh kesah dan kikir). A tiga satu rentan bergeser ke keluh kesah dan A32 dapat menjadi kikir. Keluh kesah dan kikir tidak lain kesempatan tidak baik yang menghancurkan warna cinta sesungguhnya. Sungguh, paling tidak dari framework cinta Budi, proses interaksi saling memberi dan menerima terjadi dalam beberapa tahap. Pertama, seorang penyayang menimbulkan perbuatan baik sesuai dengan sifatnya yang eksis. Kedua, rangsangan perbuatan memperoleh respon (sikap) pacar maupun calon pacarnya. Sikap tersebut, dalam keberadaannya dapat menjadi pertimbangan awal dia seorang penyayang atau bukan. Sikap merupakan reaksi ketika memperoleh rangsangan dari luar dimana reliabilitas atau kecenderungannya penting. Mungkin saja perbuatan penyayang disikapi kepura-puraan lewat teknik ikutin saja iramanya. Biarlah waktu yang membuktikandan menyiratkan lampu kuning variabel lain berperan serta memberikan alternatif bermain atau tidak. Ketiga, kecenderungan atau reliabilitas sikap masuk menyebut baru atau menyentuh kadar sifat-sifat penyayang. Kadar inilah yang dapat terseret keluh kesah maupun kikir. Keluh kesah menyeret A31 yang kadarnya lemah, mendekap, merangkul dan menciuminya serta dapat dicubit lagi oleh kesabaran sebagai unsur lain dari kesempatan baik. Sealain sabar, ikhlas atau rela berkorban pun termasuk kesempatan baik. Ikhlas, disini, secara khusus merenggut hemat dari kikir. Itu semua jika ada. Ada dan siap berfungsi.Artinya, tentang cinta, penyayanglah yang berfungsi memberi dan menerima interaksi dengan pacar maupun calon pacar. Karena kesempatan baik penyayang maka tampak perbuatan penyayang yang diberikan oleh pacar lalu kembali prosesnya terjadi. Pertanyaannya, bagaimana kalau yang diberikan itu uang, eye shadow atau sekedar minyak wangi bagi yang jarang mandi. Itu mudah jawabannya perhatian atau tanggung jawab, bukan?. Akhirnya, sambil Budi meraih handuk kecil mau mandi, siputih pun menerima selembar kertas berisi beberapa alternatif sikap pencerminan seorang penyayang berikut ini : PERHATIAN Sikap : * Sabar memperhatikan sesuatu * Tulus memperhatikan sesuatu * Teliti memperhatikan sesuatu RENDAH HATI Sikap : * Sabar menghormati keberadaan sesuatu * Tulus menghormati keberadaan sesuatu * Sabar menghargai keberadaan sesuatu * Tulus menghargai keberadaan sesuatu JUJUR Sikap :


* Sabar membiarkan sesuatu sesuai dengan terjadinya * Tulus membiarkan sesuatu sesuai dengan terjadinya TANGGUNG JAWAB Sikap: * Sabar memelihara sesuatu yang dipercayakan kepada dirinya * Tulus membiarkan sesuatu yang dipercayakan kepada dirinya KOMITMEN Sikap : * Sabar meninggikan sesuatu atau janji yang dikemukakannya * Tulus meninggikan sesuatu atau janji yang dikemukakannya * Sabar memelihara sesuatu atau janji yang dikemukakannya * Tulus memelihara sesuatu atau janji yang dikemukakannya LEMBUT Sikap : * Sabar meninggikan etika ketika berbicara * Tulus meninggikan etika ketika berbicara PEMAAF Sikap: * Sabar memelihara sisi positif dari sesuatu yang terjadi * Tulus memelihara sisi positif dari sesutau yang terjadi * Sabar dalam meminta maaf * Tulus dalam meminta maaf * Sabar membatasi sisi negatif dari sesuatu yang terjadi * Tulus membatasi sisi negataif dari sesuatu yang terjadi HEMAT Sikap : * Sabar mendermakan sebagian apa yang dimiliki * Tulus mendermakan sebagian apa yang dimiliki Beberapa sikap pencerminan penyayang tersebut dalam keberadaannya fleksibel dan masih dapat dikembangkan. Bahkan Budi menyebutkan beberapa kata kerja untuk kepentingan pengembangannya seperti menciptakan, mengajarkan, menyeimbangkan, meninggikan,


menundukan, membatasi, menghitung, membiarkan, memelihara atau menjaga. Budi duh Budi memang bijaksana, adil bercinta. itulah Cinta Budi.

SELAYANG PANDANG KESEMPATAN

Author : Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com

Kebahagiaan menuntut perbuatan baik. Eksistensi perbuatan baik memerlukan pandangan hisupitu kesempatan. Dengan demikian, permasalahannya disini, bagaimana gambaran kesempatan yang dimaksudkan? Waah serius banget sih, bagaimana kalau sebelumnya kita pak Ebist G. de terlebih dahulu. Inilah dia ap...pakah ada bedanya. Selayang Pandang Kesempatan. Ikutin saja iramanya ... ku tak peduli, aku tak peduli, aku tak peduli. Subhanallah pak ebiet, terima kasih. Mengikuti irama terkadang baik dan menyakitkan. Tidak mengikuti, menyedihkan, dikenal orang yang tak peduli. Tak peduli kesempatan. Biar tidak sakit an dibilang tak peduli kesempatan, pengertian kesempatan itulah kuncinya. Kesempatan merupakan sumber daya yang memungkinkan perbuatan. Secara kodrati, manusia mempunyai dua jenis kesempatan,yaitu: kesempatan baik dan kesempatan tidak baik. Kesempatan baik menimbulkan perbuatan baik sedangkan kesempatan tidak baik menimbulkan perbuatan tidak baik. Antara dua kesempatan tersebut, terbentang garis yang memungkinkan berubah rasionya. Seperti awalnya kesempatan baik dominan. Kemudian berubah menjadi kesempatan tidak baik yang dominan atau sebaliknya. Terjadinya perubahan kesempatan demikian dapat ditentukan oleh stimulus dari luar orang yang bersangkutan. Stimulus yang dapat tak dipedulikan karena menyakiti keempatan yang ada di dalam diri sebagai pemberian-Nya. Sekilas tampak bertentangan, sesungguhnya subyek stimulus dari luar pun berbuat atas dasar kesempatan dominan yang dimilikinya. Sekarang, semestinya kesempatan baik menimbulkan perbuatan baik, kesempatan tidak baik perbuatan tidak baiklah yang muncul. Namun kenyataanya senantiasa tampak berlawanan. Bukan, itu bukan kekurang tepatan semestinya melainkan ada satu atau beberapa perubahan kesempatan yang luput dari penglihatan. Misalnya, berdiskusi untuk mendapat dan memperluas pengetahuan kemudian malah bertengkar berlebihan bahkan lucu sampai di luar waktu arena diskusi. Sepintas, disini, apa yang semestinya tidak eksis. Tidak sepintas selidik demi selidik ternyata perbuatan tidak baik seorang peserta diskusi mengakhiri dan merubah


jenis kesempatan dominan masih satu waktu,yaitu: waktu diskusi. Lalu, peserta lain pun berbuat tidak baik, tidak baik...tidak baik. Kesempatan tidak baik menimbulkan perbuatan tidak baik. Ini berarti, yang semestinya ini, kausalitas atau meminjam obrolan para mahasiswa penyusun skripsi ooh itu regresi. Dominasi kesempatan baik adalah penting. Penting untuk perbuatan baik dan lebih jauh lagi demi kebahagiaan. Kepentingan yang andai begitu keadaannya bisa tumbang dengan terhubung pada stimulus dari luar yang berbeda. Sedikit berbeda, stimulus serupa dapat meningkatkan keadaan. Dengan demikian, apabila dipetakan ada beberapa keadaan penerimaan stimulus yang dapat terjadi dalam kenyataannya :

EKSTERNAL Stimulus baik Stimulus Tidak baik Stimulus baik Stimulus tidak baik

INTERNAL Kesempatan tidak baik Kesempatan baik Kesempatan baik Kesempatan tidak baik

KEADAAN Tertolak Tertolak Diterima Diterima

Selanjutnya, bola mata pendidika, kiranya adalah tentu penting peserta didik memiliki kesempatan baik yang dominan. Kepentingan yang bertatap muka dengan variasi kesempatan peserta didik. Ini berarti, stimulus relatif lebih kuat. Anehnya, terkadang stimulus yang lebih kuat juga tertolak dalam kenyataannya. Seperti dulu, ya jelek-jelek gini juga pernah SMU. Hari Senin pagi upacara bendera yang terlambat push up eh gak tahunya asyik saja dikantin rame-rame sampai selesai upacara he..he. Ya maaf, itu dulu, sekarang mana ada peserta didik seperti itu dimana tulisan ini belum tertuang. Daripadanya stimulus lebih kuat belum tentu memperoleh penerimaan. Ini berarti, para pakar pendidikan bilang student oriented. Kemungkinan stimulus kuat tertolak pun menyiratkan peserta didik dalam keadaan dan keterbatasannya tidak diam. Stimulus yang demikian sangat kuat menekan dan memaksa diam dimana keterdiamannya itu dapat mendukung kecepatan penerimaan stimulus berbeda berdekatan waktu kemudian. Orang tua bilang bisa karena biasa. Artinya, biasa tidak baik bisa tidak baik, biasa baik bisa baik. Bisa yang semakin lama dengan keberadaan gelembunggelembung keterpaksaan diam. Awalnya peserta didik tidak diam. Hampir dapat diketahui umum consitioning sosial tak semirip di laboratorium. Kondisi consitioning yang semakin memungkinkan peserta didik tidak diam. Demikian akhirnya pembicaraan ini tiba pada sudut pandang peserta didik,yaitu, tentang bagaimana sebaiknya erhubungan dengan stimulus dari luar. Pertama, mengevaluasi jenis perbuatan stimulus. Paling tidak mengetahui bahwa stimulus tersebut termasuk perbuatan baik atau tidak baik. Langkah pertama tersebut, menjadi rambu-rambu atau filter untuk langkah selanjutnya. Kedua, menyadari secara kodrati ada kesempatan baik di dalam diri. Ketiga, mengoptimalkan kesempatan baik dengan mempercayai kehadiran dirinya masih berarti. Langkah-langkah


tersebut bukanlah sesuatu yang rigid dan mutlak atau dengan kata laindapat ada langkahlangkah yang lain. Keempat, marilah bernyanyi bergembira :

APAKAH ADA BEDANYA Apakah ada bedanya hanya diam menunggu dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong Kucoba tuang ke dalam kanvas dengan garis dan warna-warni yang aku rindui Apakah ada bedanya bila mata terpejam? Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit Cintamu telah membakar jiwaku Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku Di bumi yang berputar pasti ada gejolak Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa Di menara langit halilintar bersabung Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran Cinta yang kuberi sepenuh hatiku Entah yang kuterima aku tak peduli, aku tak peduli, aku tak peduli Apakah ada bedanya ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat Tinggal bagaimana kita menghayati di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka Link Situs Ebiet G Ade Apakah Ada Bedanya

Iman Mulyana  

Kumpulan Artikel

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you