Issuu on Google+

CINTA BUDI Author : Iman Mulyana Http://si-putih.blogspot.com Budi : Pria dari desa, usia 23, rambut ikal dan 11 kali pacaran dengan jumlah hanya satu kali penolakan terkapar. Sungguh hebat Budi. Kehebatannya pun tampak dari senyuman setiap wanita yang dikencaninya. Baginya, wanita adalah penyenang hati. Hanya penyenang hati bagi seorang pria yang bertindak bijak menyenangkannya kembali. Dengan meringis, menahan pipis dia menertawakan siputih yang bilang seribu kata cinta berseliweran. Sudahlah, tandas dia, tak usah so so an bercinta, sebelum mengenal dan memahami cinta Budi. Cinta Budi tidak lain sifat dan sikap Budi yang menggambarkan dirinya seorang penyayang serta dapat mengasihi orang lain yang berinteraksi dengannya. Itulah cinta yang sesungguhnya cinta. Saling memberi dan menerima. Relatif lama dan masing-masing berkontribusi yang akhirnya sama dengan menyayangi diri sendiri. Budi duh Budi romeo kedua. Satu differrensiasi dari cinta Budi,yaitu: saling memberi dan menerima. Satu detik memberi, lain detik menerima atau suatu detik menerima detik lain memberi. Lebih jauh lagi Budi mendeskripsikan bagaimanaa bisa saling memberi dan menerima itu terjadi. Itu terjadi seperti bersahut-sahutannya pak Tantowi Yahya dalam lagu berikut : Setangkai Bunga Anggrek Bila engkau berduka, matahari pagi tak bersinar lagi. Ya paling tidak seperti itulah cinta Budi. Cinta yang saling memberi dan menerima. Cinta yang menurut Budi terjadi sebagaimana framework sebagai berikut :

Keterangan :


A : Kesempatan baik A1: Sabar A2: Ikhlas A31: Sifat-sifat penyayang selain hemat A32: Hemat B : Kesempatan tidak baik B1: Keluh kesah B2: Kikir CH : Cinta harta MC : Merasa cukup P : Perbuatan S : Sikap K : Kebahagiaan Framework tersebut, menunjukan cinta yang sesungguhnya cinta. Cinta yang menuju pada kebahagiaan melibatkan interaksi dua orang. Ya, tentu saja dua orang,yaitu: pria dengan wanita. Dua orang yang berbeda, sama, dan sekaligus terhubung sebagai evaluasi indahnya bercinta. Ini berarti, jika framework tersebut tidak berjalan lancar maka itulah juga kenapa Budi terkapar dan bilang sudah tinggalkan saja atau tak usah diteruskan. A tiga satu dan A32 merupakan kesempatan baik yang siap atau penting ada di diri masing-masisng untuk bercinta. Kesempatan baik yang karena rangsangan dari luar dapat bergeser ke kesempatan tidak baik. Pergeseran kesempatan sebagai area rentan kedua setelah pertemuan pertama dijembatan sikap.Area rentan kedua yang memperekeruh perbuatan bahkan dapat membeuat koneksi dengan pacar berantakan dan pacaran pun tidak nyaman. A tiga satu tidak lain sifat perhatian, tanggung jawab, komitmen, lembut, rendah hati, jujur, dan pemaaf sedang A32 adalah hemat. A tiga satu dan A32 yaitu A3 yang jika memilikinya seseorang disebut penyayang. Namun, setiap orang pun adalah ya mempunyai sifat tercela (keluh kesah dan kikir). A tiga satu rentan bergeser ke keluh kesah dan A32 dapat menjadi kikir. Keluh kesah dan kikir tidak lain kesempatan tidak baik yang menghancurkan warna cinta sesungguhnya. Sungguh, paling tidak dari framework cinta Budi, proses interaksi saling memberi dan menerima terjadi dalam beberapa tahap. Pertama, seorang penyayang menimbulkan perbuatan baik sesuai dengan sifatnya yang eksis. Kedua, rangsangan perbuatan memperoleh respon (sikap) pacar maupun calon pacarnya. Sikap tersebut, dalam keberadaannya dapat menjadi pertimbangan awal dia seorang penyayang atau bukan. Sikap merupakan reaksi ketika memperoleh rangsangan dari luar dimana reliabilitas atau kecenderungannya penting. Mungkin saja perbuatan penyayang disikapi kepura-puraan lewat teknik ikutin saja iramanya. Biarlah waktu yang membuktikandan menyiratkan lampu kuning variabel lain berperan serta memberikan alternatif bermain atau tidak. Ketiga, kecenderungan atau reliabilitas sikap masuk menyebut baru atau menyentuh kadar sifat-sifat penyayang. Kadar inilah yang dapat terseret keluh kesah maupun kikir. Keluh kesah menyeret A31 yang kadarnya lemah, mendekap, merangkul dan menciuminya serta dapat dicubit lagi oleh kesabaran sebagai unsur lain dari kesempatan baik. Sealain sabar, ikhlas atau rela berkorban pun termasuk kesempatan baik. Ikhlas, disini, secara khusus merenggut hemat dari kikir. Itu semua jika ada. Ada dan siap berfungsi.Artinya, tentang cinta, penyayanglah yang berfungsi memberi dan menerima interaksi dengan pacar maupun calon pacar.


Karena kesempatan baik penyayang maka tampak perbuatan penyayang yang diberikan oleh pacar lalu kembali prosesnya terjadi. Pertanyaannya, bagaimana kalau yang diberikan itu uang, eye shadow atau sekedar minyak wangi bagi yang jarang mandi. Itu mudah jawabannya perhatian atau tanggung jawab, bukan?. Akhirnya, sambil Budi meraih handuk kecil mau mandi, siputih pun menerima selembar kertas berisi beberapa alternatif sikap pencerminan seorang penyayang berikut ini : PERHATIAN Sikap : • Sabar memperhatikan sesuatu • Tulus memperhatikan sesuatu • Teliti memperhatikan sesuatu RENDAH HATI Sikap : • Sabar menghormati keberadaan sesuatu • Tulus menghormati keberadaan sesuatu • Sabar menghargai keberadaan sesuatu • Tulus menghargai keberadaan sesuatu JUJUR Sikap : • Sabar membiarkan sesuatu sesuai dengan terjadinya • Tulus membiarkan sesuatu sesuai dengan terjadinya TANGGUNG JAWAB Sikap: • Sabar memelihara sesuatu yang dipercayakan kepada dirinya • Tulus membiarkan sesuatu yang dipercayakan kepada dirinya KOMITMEN Sikap : • Sabar meninggikan sesuatu atau janji yang dikemukakannya • Tulus meninggikan sesuatu atau janji yang dikemukakannya • Sabar memelihara sesuatu atau janji yang dikemukakannya • Tulus memelihara sesuatu atau janji yang dikemukakannya LEMBUT Sikap : • Sabar meninggikan etika ketika berbicara • Tulus meninggikan etika ketika berbicara PEMAAF Sikap: • Sabar memelihara sisi positif dari sesuatu yang terjadi


• • • • •

Tulus memelihara sisi positif dari sesutau yang terjadi Sabar dalam meminta maaf Tulus dalam meminta maaf Sabar membatasi sisi negatif dari sesuatu yang terjadi Tulus membatasi sisi negataif dari sesuatu yang terjadi

HEMAT Sikap : • Sabar mendermakan sebagian apa yang dimiliki • Tulus mendermakan sebagian apa yang dimiliki Beberapa sikap pencerminan penyayang tersebut dalam keberadaannya fleksibel dan masih dapat dikembangkan. Bahkan Budi menyebutkan beberapa kata kerja untuk kepentingan pengembangannya seperti menciptakan, mengajarkan, menyeimbangkan, meninggikan, menundukan, membatasi, menghitung, membiarkan, memelihara atau menjaga. Budi duh Budi memang bijaksana, adil bercinta. itulah Cinta Budi.


CINTA_BUDI